Back to announcement
FINAL_Penjelasan Laporan Keuangan_31 Des 2023.pdf
Financial statement Text extracted BTPNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.951
bank , A MEMBER OF Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN Tbk Posisi 31 Desember 2023 Total Aset Bank secara konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 201,45 trilyun, turun sebesar Rp 7,72 trilyun atau turun 3,699 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 209,17 trilyun. Demikian juga dengan Total Liabilitas (termasuk dana syirkah temporer) tercatat sebesar Rp 160,17 trilyun pada 31 Desember 2023, turun sebesar Rp9,59trilyun atau turun 5,654 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 169,76 trilyun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro pada bank-bank lain Giro pada bank-bank lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 962,23 milyar mengalami penurunan sebesar Rp 1,23 trilyun atau sebesar 5646 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 2,19 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pinjaman dalam mata uang asing pada periode tersebut. 2. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank-bank lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 8,96 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 12,93 trilyun atau sebesar 594 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 21,89 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan pinjaman mata uang asing dan juga penurunan DPK dalam mata uang Rupiah. 3. Tagihan derivatif Tagihan derivatif pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,13 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 613,67 milyar atau sebesar 3596 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 1,75 trilyun. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan transaksi derivatif dari nasabah. 4. Klaim pengembalian pajak Klaim pengembalian pajak pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 67,34 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 16,98 milyar atau sebesar 3496 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 50,36 milyar. Peningkatan ini disebabkan karena Bank akan mendapatkan pengembalian imbalan bunga PPh badan dari Direktorat Jenderal Pajak. PT Bank BTPN Tbk 4 46221 300 26 200 Menara BTPN £. 46221 300 26 101 CBD Mega Kuningan, Jakarta 12950 www.btpn.com
Page 2 OCR 0.951
10. Aset pajak tangguhan Aset pajak tangguhan pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 715,15 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 170,12 milyar atau sebesar 3196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 545,03 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kenaikan koreksi fiskal positif atas biaya cadangan piutang tidak dapat ditagih yang sangat signifikan sehingga menyebabkan bertambahnya asset pajak tangguhan Bank. Aset lain-lain Aset lain-lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 891,39 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 405,58 milyar atau sebesar 83X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 485,81 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya Term Deposit DHE yang merupakan instrumen untuk memfasilitasi penempatan Dana Hasil Ekspor (DHE) oleh eksportir di Bank Indonesia, dengan mekanisme pass on transaksi bank dengan nasabah (eksportir) kepada Bank Indonesia. Selain itu adanya peningkatan pada jaminan kontrak, agunan yang diambil alih dan property terbengkalai. Liabilitas segera Liabilitas segera pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 71,61 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 12,56 milyar atau sebesar 2196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 59,05 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kewajiban penutupan tabungan dan meningkatnya titipan transaksi surat berharga. Simpanan dari bank-bank lain Simpanan dari bank-bank lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 10,82 trilyun mengalami peningkatan sebesar Rp 10,65 trilyun atau sebesar 6.414X dibandingkan dengan posisi 31Desember2022 yaitu sebesar Rp 166,13 milyar. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kebutuhan pendanaan jangka pendek yang dipenuhi melalui transaksi antar bank. Liabilitas derivatif Liabilitas derivatif pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,07 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 375,64 milyar atau sebesar 26X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 1,45 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh menurunnya transaksi derivatif termasuk transaksi banking book untuk meng-cover likuiditas Bank dan pelemahan kurs USD/IDR. Utang pajak Utang pajak pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 237,92 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 64,64 milyar atau sebesar 3796 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 173,28 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh adanya peningkatan utang pajak PPh Badan per Desember 2023 sebesar Rp 63,53 milyar. Peningkatan utang pajak badan dikarenakan adanya koreksi fiskal positif sehingga menyebabkan penghasilan kena pajak PPh Badan lebih besar dibandingkan dengan penghasilan sebelum pajak secara komersial yang menjadi dasar penghitungan angsuran PPh Badan. c Lt
Page 3 OCR 0.955
11. 12. 13. Pinjaman yang diterima Pinjaman yang diterima pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 31,36 trilyun mengalami penurunan sebesar Rp 13,71 trilyun atau sebesar 30X dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 45,07 trilyun. Penurunan pinjaman yang diterima sebagian besar disebabkan oleh pelunasan pinjaman dari Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) sebesar Rp 18,69 trilyun, pelunasan pinjaman dari Bank BCA dan UOB masing-masing sebesar Rp 1 trilyun dan diimbangi dengan penarikan fasilitas baru dari IFC sebesar Rp 4,62 trilyun. Penurunan pada keseluruhan pinjaman yang diterima ini dalam rangka optimalisasi biaya dana dan pendapatan bunga bersih dengan tetap menjaga likuiditas yang kuat. Liabilitas imbalan kerja karyawan Liabilitas imbalan kerja karyawan pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 681,29 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 173,59 milyar atau sebesar 344 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 507,7 milyar. Peningkatan sebagian besar disebabkan oleh imbalan pascakerja dan pencadangan bonus. Liabilitas lain-lain Liabilitas lain-lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,08 trilyun mengalami peningkatan sebesar Rp 335,23 milyar atau sebesar 45 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp740,28 milyar. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh adanya Term Deposit DHE yang merupakan instrumen untuk memfasilitasi penempatan Dana Hasil Ekspor (DHE) oleh eksportir di Bank Indonesia, dengan mekanisme pass on transaksi bank dengan nasabah (eksportir) kepada Bank Indonesia. Selain itu juga terjadi peningkatan pada transaksi ATM, transfer dan tagihan merchant. & 1
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.