Skip to content
Back to announcement

20260427_DKFT_Public Expose_32074211_lamp1.pdf

Other Text extracted DKFT

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 6

Page 1 OCR 0.931
Plaza ASIA, 6th Floor
Jl. Jenderal Sudirman Kav. 59
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Tel 46221 - 515 3533

Fax 6221 - 515 3753
www.centralomega.com

PT. CENTRAL OMEGA
RESOURCES, TBK

No. 024/COR/IV/26
Jakarta, 27 April 2026

Kepada Yth,

Direksi PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Lantai 6
Jl Jend. Sudirman kav 52-53

Jakarta 12190

u.p: Direktur Penilaian Perusahaan

' Perihal: Penyampaian Laporan Public Expose

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat kami No. 014/COR/IV/26 tanggal 8 April 2026 tentang Rencana
Penyelenggaraan Public Expose Tahunan maka bersama ini kami sampaikan Laporan
Pelaksanaan Public Expose dimaksud.

Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
PT Central Omega Resources Tbk

Page 2 OCR 0.931
LAPORAN PAPARAN PUBLIK TAHUNAN
PT CENTRAL OMEGA RESOURCES Tbk
Selasa, 22 April 2026, Pkl. 15:00 WIB.
Ruang Serba Guna, Gedung Artha Graha Lt Dasar, SCBD Jakarta Selatan

Peserta yang hadir :

1. Manajemen Perseroan : Feni Silviani Budiman - Direktur Keuangan
Andi Jaya - Direktur Operasi
Yohanes Supriady - Corporate Secretary
Staff Perseroan 1 15 orang
2. Peserta undangan langsung 1 76 orang

Peserta undangan online (zoom) : 25 orang

Presentasi Manajemen Perseroan oleh bapak Andi Jaya, tentang:
# Profile Perusahaan
e Kinerja Operasi
e Kinerja Keuangan dan Saham
e Taget dan Proyeksi Tahun 2026
e Kinerja Sosial dan Lingkungan

Rangkuman Tanya Jawab :

1 Wilbert — Mirae Asset Sekuritas

a) Terkait ketidakseimbangan antara tingginya permintaan smelter dan
terbatasnya suplai bijih nikel akibat kebijakan RKAB, bagaimana proyeksi
manajemen mengenai revisi kuota ke depannya? Apakah terdapat:indikator atau
persentase tertentu dari regulator yang menjadi acuan dalam proses revisi
tersebut?
Jawaban Direksi:
Mengenai dinamika supply-demand dan revisi RKAB, kami memandang bahwa
Pemerintah akan sangat bijak dalam mengevaluasi kuota tersebut. Mengingat
besarnya investasi hilirisasi nikel di Indonesia mencapai ratusan triliun,
keberlangsungan operasional smelter tentu menjadi prioritas strategis nasional.

Kami mencatat adanya peningkatan impor bijih nikel dari Filipina yang diprediksi
mencapai 20-25 juta ton tahun ini. Namun, karena keterbatasan kapasitas
produksi di Filipina, impor tersebut tidak akan mampu memenuhi seluruh
kebutuhan smelter domestik. Oleh karena itu, kami optimis Pemerintah akan
memberikan relaksasi kuota RKAB tambahan dengan mempertimbangkan
keseimbangan pasar.

Terkait detail teknis dan persentase acuan revisi, hal tersebut merupakan
kewenangan penuh Kementerian ESDM. Namun, kami berharap pemberian
tambahan kuota didasarkan pada kajian data yang cermat serta evaluasi kinerja
operasional dan kepatuhan regulasi dari masing-masing perusahaan tambang

Page 3 OCR 0.952
b) Terkait pemberlakuan Harga Patokan Mineral (HPM) terbaru, khususnya pada
komoditas limonit di mana harga HPM terpantau jauh di atas harga pasar,
bagaimana pengaruhnya terhadap pola negosiasi dengan pembeli (buyer) saat
ini? Apakah transaksi sudah mulai menggunakan acuan HPM terbaru atau masih
terdapat ruang negosiasi di luar ketentuan tersebut?

Jawaban Direksi:

HPM terbaru yang berlaku sejak 15 April bersifat mandatori, terutama dalam
perhitungan kewajiban royalti kepada negara. Untuk saprolit, harga pasar saat
ini relatif sudah setara dengan HPM baru, sehingga tidak terjadi perubahan
signifikan pada pola transaksi. Namun untuk limonit, memang terdapat selisih
antara harga pasar dan HPM yang baru ditetapkan. Kami mengapresiasi
kebijakan ini karena HPM baru kini turut memperhitungkan nilai mineral
pengikut (associated minerals) seperti kobalt, besi, dan kromium yang selama ini
belum teroptimalisasi.

Meskipun secara administratif kami sudah menerapkan pembayaran royalti
berdasarkan HPM baru, dalam praktik komersial selama satu minggu terakhir,
pasar masih dalam tahap penyesuaian sehingga harga transaksi cenderung
masih menggunakan basis harga lama. Kami optimis akan terjadi penyesuaian
harga di tingkat pembeli dalam waktu dekat guna mencapai kesetaraan harga
bagi pihak penambang.

2 Jeverly — Investor Retail

a) Bagaimana dampak fluktuasi Harga Patokan Mineral (HPM), kondisi geopolitik,
serta kenaikan biaya energi dan bahan baku (seperti sulfur) terhadap
operasional Perusahaan?
Jawaban Direksi:
Terkait proyeksi laba, kenaikan harga komoditas pada tahun 2026 diprediksi
cukup signifikan sehingga mampu mengompensasi kenaikan biaya produksi.
Meskipun dinamika geopolitik memicu kenaikan harga BBM dan sulfur, dampak
kenaikan sulfur lebih dirasakan oleh pabrik pengolahan HPAL, sementara bagi
Perusahaan, pengaruh utamanya ada pada biaya energi.

Saat ini, biaya produksi kami mengalami kenaikans'sekitar 3096 akibat
penyesuaian harga BBM per April 2026. Namun, karena harga jual rata-rata
diproyeksikan meningkat hingga 5596, margin laba tetap terjaga secara positif.
Terkait kebijakan transisi ke B50 pada Juli mendatang, kami telah melakukan
persiapan teknis pada alat berat untuk mengantisipasi penyesuaian
pemeliharaan mesin.

3 Ridwan — Media Kontan

a) Mohon elaborasi mengenai rencana belanja modal (capex), khususnya terkait
target akuisisi lahan tambang baru, lokasi IUP yang dibidik, serta total anggaran
yang disiapkan?
Jawaban Direksi:
Untuk pengembangan usaha, kami mengalokasikan Capex sebesar Rp300 miliar
tahun ini yang difokuskan untuk akuisisi tambang dan skemaJoint Operation (JO)
atau akuisisi IUP dari pihak lainnya baik di Sulawesi atau lokasi lainnya yang
memungkinkan. Anggaran kami ini masih bersifat fleksibel: jika terdapat
peluang strategis yang memerlukan dana lebih besar, posisi kas internal kami
sangat mencukupi untuk mendukung ekspansi tersebut.

4 Ary Purba -— Investor

Page 4 OCR 0.952
a) Terkait proyeksi laba bersih sebesar Rp623 miliar, berapa asumsi harga nikel
dunia yang digunakan Perusahaan? Selain itu, bagaimana dampaknya terhadap
profitabilitas jika harga nikel (LME) meningkat hingga level USD25.000 per ton?
Jawaban Direksi:

Proyeksi laba kami disusun menggunakan asumsi yang cukup konservatif, yakni
harga LME sebesar USD17.000 per ton, sementara harga pasar saat ini sudah
berada di level USD18.000 per ton. Perhitungan tersebut juga sudah
mengantisipasi kenaikan biaya BBM dan royalti. Jika harga LME terus menguat,
tentu akan memberikan dampak positif tambahan terhadap kinerja keuangan
kami. Namun, kami menilai tingkat harga ideal berada di rentang USD18.000
hingga USD20.000 per ton guna menjaga keseimbangan pasar jangka panjang.

Terkait prospek serapan bijih limonit, kami tetap optimis karena industri
pengolahan HPAL masih memiliki margin profit yang sehat. Dengan estimasi
biaya produksi HPAL sekitar USD12.000-USD13.000 per ton dan harga jual MHP
di kisaran USD15.000-USD16.000 per ton, permintaan terhadap pasokan limonit
kami dipastikan akan tetap stabil dan menguntungkan.

5 Budianto — Investor
a) Bagaimana strategi Perusahaan dalam mengoptimalkan masa transisi kuota
RKAB hingga 31 Maret 2026, dan bagaimana capaian kinerja operasional pada
kuartal I-2026?
Jawaban Direksi:
Perusahaan telah berhasil mengoptimalkan kuota RKAB secara penuh pada
periode tersebut. Dari target produksi dan penjualan yang ditetapkan untuk
kuartal I-2026, yakni sebesar 254 dari total kuota tahunan atau setara 750.000
ton, kami telah merealisasikan seluruhnya sesuai dengan target yang
direncanakan.

6 Erwin — Tuntun Sekuritas

a) Mohon konfirmasi mengenai alokasi kuota RKAB sebesar 1,93 juta ton yang
telah disebutkan. Apakah kuota tersebut hanya diperuntukkan bagi:PT IMN
atau mencakup seluruh entitas anak lainnya?
Jawaban Direksi:
Penjualan sebesar 1,93 juta ton di 2026 tersebut merupakan total alokasi saat
ini yang mencakup tiga IUP, bukan hanya satu entitas. Perlu kami sampaikan
bahwa angka ini berdasarkan kuota awal RKAB 2026 sebelum pengajuan revisi.
Meskipun target awal Perusahaan untuk tahun 2026 adalah sebesar 4 juta ton,
saat ini kami mengikuti kuota yang telah disetujui Pemerintah dan berencana
mengajukan revisi kuota pada bulan Juli mendatang sesuai dengan regulasi
yang berlaku.

7 Lemmens — Jakarta-Tv.com

a) Mengapa kegiatan lingkungan berupa penanaman pohon dilaksanakan di
Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, sementara lokasi operasional anak
perusahaan berada di Morowali Utara dan Konawe? Mohon penjelasan
mengenai dasar pemilihan lokasi tersebut
Jawaban:
Pelaksanaan penanaman 110 ribu pohon di wilayah tersebut merupakan
pemenuhan kewajiban rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) bagi pemegang
Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Penentuan lokasi penanaman
ditetapkan sepenuhnya oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Page 5 OCR 0.956
(KLHK) berdasarkan data wilayah yang memerlukan pemulihan fungsi hutan.
Perusahaan berkomitmen mengikuti regulasi tersebut sebagai bagian dari
tanggung jawab lingkungan dan upaya pengurangan emisi karbon dari
Perusahaan.

b) Terkait rencana kerja sama operasional (Joint Operation/JO) dengan beberapa
pemilik IUP, apakah Perusahaan telah memastikan bahwa mitra-mitra tersebut
telah memenuhi persyaratan legalitas, khususnya terkait verifikasi oleh Satgas
Penataan Lahan dan Penataan Investasi?

Jawaban Direksi:

Perusahaan sangat selektif dan berhati-hati dalam melakukan JO maupun
akuisisi IUP guna menghindari risiko legalitas, termasuk permasalahan terkait
Satgas penataan lahan. Komitmen kami terhadap kepatuhan regulasi
(compliance) adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar.

Dalam mengevaluasi calon mitra, kami menerapkan standar verifikasi yang
ketat yang mencakup aspek legalitas, standar ESG, serta ketersediaan cadangan
sebelum mempertimbangkan aspek komersial dan sosial. Rekam jejak
operasional kami sejak tahun 2008 membuktikan bahwa Perusahaan hanya
bekerja sama dengan entitas yang memiliki legalitas yang kuat dan sesuai
dengan aturan pemerintah.

8 Prayusdian — Investor

a) Mohon penjelasan lebih lanjut mengenai profil dan rencana strategis PT Mega
Buana Resources (MBR), termasuk lokasi konsesi dan peruntukan fasilitas kredit
sebesar Rp245 miliar yang diperoleh pada awal tahun ini. Selain itu, bagaimana
status legalitasnya mengingat data entitas tersebut belum terlihat di sistem
Minerba One Data Indonesia (MODI)
Jawaban:
PT MBR dipersiapkan sebagai entitas pelaksana Joint Operation (JO) nikel dengan
kepemilikan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). Fasilitas kredit sebesar Rp245
miliar tersebut dialokasikan untuk memperkuat kesiapan perusahaan..guna
mendukung operasional proyek JO yang saat ini telah memasuki tahap finalisasi
due diligence. Sebagai perusahaan jasa pertambangan, MBR akan segera
memulai aktivitas operasionalnya setelah seluruh proses verifikasi legalitas dan
teknis terhadap mitra pemilik IUP dinyatakan tuntas.

b)Apa yang mendasari tingginya alokasi dana cadangan reklamasi dan
pascatambang yang ditetapkan oleh Perusahaan?
Jawaban:
Tingginya alokasi dana cadangan tersebut mencerminkan komitmen Perusahaan
terhadap tanggung jawab lingkungan dan pemenuhan regulasi pascatambang.
Perusahaan memastikan seluruh area bekas tambang akan direhabilitasi secara
menyeluruh, sehingga pencadangan dana dihitung sesuai dengan kebutuhan
teknis pemulihan lahan di setiap lokasi operasional.

c) Terkait PT CORII, bagaimana rencana manajemen untuk. menyelesaikan
kewajiban utang yang cukup besar serta pengembalian uang muka dari pembeli
feronikel?

Jawaban Direksi:

Page 6 OCR 0.945
Perusahaan tetap berkomitmen melakukan pembayaran restrukturisasi utang
CORII sebesar Rp100 miliar per tahun hingga 2028 dan akan mengembalikan
uang muka pelanggan sesuai ketentuan. Untuk mengoptimalkan aset
operasional, manajemen sedang mencari investor strategis serta mengkaji
rencana diversifikasi produksi ke mineral lain atau alloy yang memiliki nilai
ekonomis lebih tinggi dibanding feronikel dalam kondisi pasar saat ini.

9 Rendy - Investor (pertanyaan melalui zoom)
Bagaimana target penjualan lime stones di tahun 2026?
Jawaban Direksi
Target penjualan lime stones (batu kapur) pada tahun 2026 ditetapkan sebesar
450.000 ton. Meskipun kontribusinya saat ini baru mencapai sekitar 496 dari total
pendapatan, kami melihat potensi strategis yang sangat besar pada komoditas ini.
Saat ini, penjualan difokuskan sebagai material pendukung kebutuhan smelter
domestik.

10 Jack — Investor (pertanyaan melalui zoom)
Pertanyaan:
Siapa penerima pengalihan saham treasuri ?
Jawaban Direksi:
Penerimanya adalah PT Succor Investama

11 Antony - Investor (pertanyaan melalui zoom)
Pertanyaan:
Berapa persentase komposisi penjualan bijih nikel saprolit dan limonit di tahun
2026?
Jawaban Direksi
Komposisi penjualan untuk bijih nikel saprolit dan limonit dalam proyeksi
Perusahaan tahun 2026 adalah:
- Saprolit 4596
- Limonit 5596

C. Acara Paparan Publik PT Central Omega Resources Tbk diakhiri pada pukul 16:35 WIB.

Hormat kami
PT Central Omega Resources Tbk

Tas
Feni Silviani Budiman
Direktur

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.59 MB
Published27 Apr 2026
Pages6
Characters12,805
Text sourceOCR
OCR confidence0.945

Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Central Omega Resources Tbk p.1 ×13
linked person Feni Silviani Budiman · Direktur p.2 ×2
linked person Andi Jaya p.2 ×2
linked org Mirae Asset p.2
linked org PT Mega Buana Resources p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×2
unresolved org Kementerian ESDM. Namun p.2
unresolved org PT IMN p.4
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.4
unresolved org PT MBR p.5
unresolved org PT CORII p.5
unresolved org PT Succor Investama p.6

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result