Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1 OCR 0.930
- BTPN Syariah syariah r Menara SMBC Lantai 12 CBD Mega Kuningan JI Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. 5.5 - 5.6 Jakarta Selatan - 12950) & 46221300 26 400f 462 71 252 0356 Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsolidasian Posisi 31 Maret 2026 Kondisi eksternal segmen yang dilayani Bank, pasca Pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan. Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi. Disamping itu Bank juga melakukan banyak upaya perbaikan di internal dan juga penyemangatan para nasabah untuk terus melakukan 4 (empat) perilaku unggul: Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas, kinerja dapat terjaga dengan Total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 31 Maret 2026 tercatat sebesar Rp 23,15 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 402,5 miliar atau 1,7796 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2025 yang sebesar Rp 22,75 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kas Kas pada posis 31 Maret 2026 sebesar Rp 373,6 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 254,5 miliar atau sebesar 40,54 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 628,1 miliar. Penurunan kas titipan KFO disebabkan optimalisasi saldo kas di MMS karena antisipasi libur Panjang Hari Raya. 2. Giro pada Bank Lain Giro pada bank lain pada posisi 31 Maret 2026 sebesar Rp 3,6 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 3,5 miliar atau sebesar 49,34 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 7,1 miliar. Penurunan tersebut dikarenakan adanya optimalisasi nostro operasional bank sehingga dananya dapat digunakan untuk kepentingan investasi pada aktiva yang lebih produktif. 3. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross posisi 31 Maret 2026 sebesar Rp 9,5 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 322,9 miliar atau sebesar 3,54 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 9,2 triliun. Hal ini menunjukkan hasil yang baik dari usaha Bank dalam penyaluran Pembiayaan Murabahah kepada Nasabah inklusi melalui Pembiayaan Murabahah Kelompok (TUR) dengan tetap fokus pada kualitas pembiayaan dan selektif dalam memberikan pembiayaan kepada nasabah, yakni nasabah yang menunjukkan perilaku BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu). 4. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah CKPN piutang murabahah posisi 31 Maret 2026 sebesar Rp 865 miliar mengalami penurunan Rp 16,3 miliar atau sebesar 1,99 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 881,2 miliar. Hal ini sejalan dengan membaiknya kualitas pembiayaan Bank. Bank tetap memastikan kecukupan pencadangan bagi restrukturisasi yang diberikan kepada Nasabah yang terdampak bencana di Sumatra. www.btpnsyariah.com Hg hat
Page 2 OCR 0.953
ti yariah, 5. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah posisi 31 Maret 2026 sebesar Rp 914,7 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 48,6 miliar atau 5,196 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 963,3 miliar. Hal ini dikarenakan pembayaran pembiayaan dan pelunasan. 6. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka posisi 31 Maret 2026 sebesar Rp 189,4 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 154 miliar atau sebesar 435,5 dibandingkan 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp 35,4 miliar. Hal ini dikarenakan adanya pembayaran dimuka atas asuransi kesehatan untuk karyawan, tunjangan, penjaminan DPK, serta pembayaran dan perpanjangan lisensi hak guna pakai. 7. Aset Lain-lain Aset lain-lain pada 31 Maret 2026 sebesar Rp 57,1 miliar mengalami kenaikan sebesar 100.455 atau Rp 28,6 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp 28,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan uang muka operasional, tagihan kepada pihak ketiga dan lain-lain. 8. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada 31 Maret 2026 sebesar Rp 27,4 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 11,2 miliar atau 69,396 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 16,2 miliar. Hal ini disebabkan adanya kenaikan kewajiban yang telah jatuh tempo kepada pihak ketiga diawal tahun 2026. 9. Utang Pajak Utang Pajak pada 31 Maret 2026 sebesar Rp 63,8 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 9,2 miliar atau 16,84 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 54,6 miliar. Hal ini disebabkan peningkatan utang pajak penghasilan lainnya (PPh pasal 21 karyawan) sejalan dengan pembayaran THR dan bonus. 10. Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp 10 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 56,2 miliar atau 0,694 dibandingkan posisi 31 Desember 2025 yaitu Rp 9,93 triliun. Disisi lain deposito mengalami penurunan sebesar Rp 25,6 miliar tetapi tabungan mengalami kenaikan sebesar Rp 81,8 miliar. Kenaikan Dana Syirkah Temporer pada triwulan pertama tahun 2026, sesuai dengan strategi Bank untuk menjaga pendanaan sesuai strategi growth pembiayaan Bank senantiasa menjaga kinerja yang cukup optimal dan stabil. 11. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 31 Maret 2026 sebesar Rp 10,3 triliun mengalami kenaikan sebesar Rp 319,3 miliar atau sebesar 3,246 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2025 sebesar Rp 10 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 319,5 miliar. kw www.btpnsyariah.com
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1
unresolved
org
Bank Lain Giro
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.