Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
PELAKSANAAN DAN RISALAH TANYA JAWAB
PAPARAN PUBLIK (PUBLIC EXPOSE) 2026
PT CHITOSE INTERNASIONAL Tbk
Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2026
Waktu : Pukul 11.00 WIB s/d selesai
Tempat : Showroom PT Chitose Internasional Tbk
Jl. HMS Mintaredja, Baros, RT. 03
RW. 06, Baros, Cimahi Tengah, Cimahi,
Jawa Barat 40521
Agenda : 1. Profil Perusahaan
2. Kinerja Keuangan 2025;
3. Prakiraan Kinerja tahun 2026; dan
4. Lain – lain.
Public Expose merupakan suatu pemaparan umum kepada Pihak Publik untuk
menjelaskan mengenai kinerja atau Informasi lain dari Perusahaan Tercatat dengan
tujuan agar informasi tersebut tersebar secara merata. Kegiatan ini merupakan
implementasi dari Peraturan BEI Nomor I-E (Lampiran Surat Keputusan Direksi PT
Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00087/BEI/12-2025) tentang Kewajiban Penyampaian
Informasi (Public Expose), peserta yang hadir dalam Public Expose pada kesempatan kali
ini berjumlah 9 (sembilan) orang untuk yang menghadiri secara daring dan 18 (delapan
belas) orang yang menghadiri secara langsung sehingga total yang menghadiri Public
Expose adalah sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang.
Pihak Manajemen PT Chitose Internasional Tbk, yang hadir dalam Public Expose adalah:
Kazuhiko Aminaka : Direktur Utama
Susanto : Direktur
R. Nurwulan Kusumawati : Direktur
Ade Arifin : Direktur
Paparan singkat Public Expose adalah sebagai berikut:
Menyampaikan Profil Perusahaan
Susanto:
Perusahaan ini mulai berdiri di Cimahi, Jawa Barat pada tahun 1978 dan memulainya
dengan berkolaborasi dengan Perusahaan Jepang yaitu Chitose Mfg. Co. Ltd. Berdiri
hampir 4 dekade dengan keutamaan fokus pada furnitur berbahan dasar besi sebagai
dasar materialnya tentu saja dengan berbagai inovasi produk yang memanfaatkan pula
berbagai macam jenis material lainnya seperti kayu dan plastik. Dalam hal ini Chitose
fokus untuk mengembangkan produk produk baru yang relevan dengan kebutuhan
pelanggan.
Page 2
Dalam proses operasionalnya Chitose telah secara konsisten mengadopsi persyaratan beberapa sistem baik lokal maupun internasional di dalam kegiatan manufaktur dan operasionalnya, diantaranya JIS (Japan International Standart), SNI, ISO 9001, 14001, 45001, CPAKB, CDAKB dan Halal. Sistem tersebut terintegrasi menjadi pedoman di dalam seluruh proses operasional. Berbagai produk unggulan Chitose telah dikenal luas di pasar berkat desain yang praktis serta ketahanan yang teruji. Sejak tahun 2012, selama 14 tahun berturut turut Chitose secara konsisten meraih penghargaan Top Brand, yang mencerminkan kepercayaan tinggi pelanggan serta keberhasilan dalam menjaga standar kualitas dan kepuasan pelanggan. Selain itu, Chitose juga mendukung peningkatan TKDN dengan memprioritaskan penggunaan bahan baku yang tersedia di pasar domestik. Bagi Chitose, peningkatan TKDN mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat industri nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal di sepanjang rantai pasok. Sebagian besar produk Chitose telah memiliki sertifikat TKDN dengan rata rata nilai diatas 50%. Menyampaikan milestone ; Perseroan memulai langkah awal pada tahun 1978, didirikan oleh tenaga ahli dari Jepang. Chitose hadir di Indonesia dengan mengusung teknologi serta manajemen Jepang. Pada tahun 1986, kami memulai ekspor perdana ke Jepang. Kemudian pada tahun 2000, manajemen Indonesia secara penuh mengakuisisi perusahaan yang sebelumnya dimiliki oleh pihak Jepang. Pada tahun 2001, Perseroan mulai memproduksi tempat tidur rumah sakit melalui kolaborasi dengan Kyowasobi Jepang. Selanjutnya, pada periode 2006 hingga 2013, Perseroan memperluas bisnis dengan mendirikan divisi furnitur, meraih penghargaan Top Brand, serta mengakuisisi lima distributor utama di Bandung, Surabaya, Jakarta, Semarang, dan Denpasar. Pada tahun 2014, Perusahaan melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO) sebagai PT Chitose Internasional Tbk. (CINT). Kemudian pada tahun 2018, perusahaan menjalin kerja sama joint venture dengan C-Eng Ltd dari Jepang dan meluncurkan produk airmate C-Pro. Dalam periode 2019 hingga 2025, Perseroan terus memperkuat posisinya dengan terdaftar dalam e-catalogue LKPP, memperoleh sertifikasi TKDN pada tahun 2022, serta meraih Top Brand Index sebesar 60% pada tahun 2025. Memperkenalkan jajaran manajemen sebagai berikut: Dari Dewan Komisaris, terdapat Bapak Dedie Suherlan selaku Presiden Komisaris, didampingi oleh Bapak Widjaya Djohan sebagai Komisaris, serta Bapak Roy Sunarja sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, dari jajaran Direksi, Perseroan dipimpin oleh Bapak Kazuhiko Aminaka sebagai Presiden Direktur. Beliau didampingi oleh Bapak Susanto sebagai Direktur Sales & Marketing, Ibu Nurwulan sebagai Direktur Administration & Finance, serta Bapak Ade Arifin sebagai Direktur Produksi. Menyampaikan susunan kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai berikut: PT Tritirta Inti Mandiri sebesar 53,26%, Niven Holding Limited sebesar 6.02%, Bapak Kiky dan Dedie Suherlan masing-masing 5%, PT Bina Analisindo Semesta sebesar 1.23%, Pak Benny Sutjianto sebesar 0.35%. Lalu, publik memegang saham Perseroan sebesar 29,14% Menyampaikan 6 segmen produk yaitu furnitur kursi lipat, kantor, HBR (hotel, banquet & restaurant), pendidikan, rumah sakit atau alat kesehatan dan Airmate C-Pro. Masing- masing memiliki fokus dan strategi tersendiri sesuai dengan karakteristik produk dan pasar yang dilayani. Menyampaikan jaringan pemasaran ;
Page 3
Untuk dapat menjangkau market dan pelanggan secara luas, dalam lingkup domestik, Chitose memiliki jaringan operasional yang terdiri dari satu pabrik di Cimahi, 8 Direct Holding di Bandung, Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Samarinda, Palembang dan Medan, serta didukung oleh beberapa distributor dan agen di daerah-daerah seluruh Indonesia. Perseroan hadir di berbagai kanal penjualan melalui platform e-commerce, seperti Tokopedia, Yukshopping, TikTok, Monotaro, serta website resmi perusahaan yang menyediakan katalog produk Chitose secara lengkap. Selain itu untuk menghadirkan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pelanggan, kami juga menyediakan showroom di beberapa kota besar diantaranya, seperti Bandung, Jakarta, dan Surabaya. Menyampaikan perolehan TOP Brand ; Atas segala strategi yang telah dijalankan Chitose secara konsisten dan komitmen yang tinggi untuk menciptakan nilai dan memberi kepuasan kepada para pelanggan, Chitose telah mendapat penghargaan TOP BRAND selama 14 tahun berturut-turut dengan indeks yang terus mengalami peningkatan. Di tahun 2025 Chitose mendapatkan indeks 66,6% untuk kursi lipat meningkat dari tahun 2024 yang 61,6% dan indeks 38% untuk kursi kantor dari 26,7% di tahun 2024. Menyampaikan Proses produksi dan ESG Ade Arifin : Proses produksi Chitose dilakukan secara terintegrasi, dimulai dari pemilihan supplier bahan baku yang berkualitas dan mampu menjadi partner yang mendukung Chitose, dilanjutkan dengan proses produksi di bagian konstruksi rangka melalui teknik bending dan welding sesuai dengan design produk menggunakan beberapa teknologi modern seperti robotic dan cnc sehingga kegiatan produksi berjalan optimal dan dengan hasil yang berkualitas, kemudian akan lanjut ke tahap finishing baik chrome atau powder coating untuk meningkatkan daya tahan dan estetika produk, hingga proses perakitan akhir, packaging dan distribusi ke pelanggan. Rangkaian proses ini memastikan setiap produk memiliki standar kualitas yang tinggi serta siap memenuhi kebutuhan pasar. Secara end-to-end produksi kami menaati prosedur yang ketat sesuai sistem yang diadopsi oleh Chitose terutama terkait Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) para karyawan selama proses produksi. Aspek-aspek ESG yang paling signifikan dan memiliki potensi dampak finansial bagi perusahaan di sektor manufaktur furnitur dan paling relevan terhadap profil risiko industri, seperti efisiensi energi, penggunaan material berkelanjutan, keselamatan kerja, serta praktik tata kelola rantai pasok. Dalam aspek lingkungan, Perseroan terus mendorong transisi energi dan peningkatan efisiensi operasional. Perseroan telah mengadopsi penggunaan biodiesel B20–B30 serta melakukan berbagai inisiatif pengurangan intensitas energi. Efisiensi penggunaan air juga menunjukkan perbaikan, dengan konsumsi air menurun dari 18.224 m³ pada tahun 2024 menjadi 14.436 m³ pada tahun 2025. Intensitas penggunaan air turut menurun dari 0,034 m³ per unit menjadi 0,023 m³ per unit. Perseroan melakukan optimasi proses produksi melalui penggunaan bahan kimia nano- ceramic pada tahap pre-treatment serta optimalisasi proses chrome. Selain itu, Perseroan telah menggunakan material ramah lingkungan, termasuk material yang dapat dan telah didaur ulang, serta memastikan seluruh material memenuhi standar keamanan seperti RoHS dan TSCA.
Page 4
Dalam pengelolaan limbah, Perseroan mengoptimalkan kinerja WWTP sehingga berhasil menurunkan limbah padat B3 dari 59,29 ton pada tahun 2024 menjadi 56,55 ton pada tahun 2025. Dalam aspek sosial, Perseroan berkomitmen pada pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan, mencakup peningkatan kompetensi teknis, kepemimpinan, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Perseroan menempatkan K3 sebagai prioritas utama. Dengan penerapan standar OHS yang konsisten, pada tahun pelaporan tercatat 8 kecelakaan kerja ringan, tanpa adanya kecelakaan berat maupun fatal. Perseroan juga menjunjung tinggi prinsip ketenagakerjaan yang bertanggung jawab, dengan tidak mempekerjakan tenaga kerja paksa maupun pekerja di bawah umur, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan. Dalam aspek tata kelola, implementasi ESG diawasi secara langsung oleh Direksi. Pengelolaan risiko lingkungan mengacu pada standar ISO 14001:2015 guna memastikan kepatuhan terhadap praktik terbaik yang berlaku. Perseroan juga menerapkan sistem pengaduan yang transparan dan akuntabel, serta tidak terdapat pengaduan terkait isu lingkungan sepanjang periode pelaporan. Selain itu, Perseroan senantiasa memastikan kepatuhan penuh terhadap ketentuan keterbukaan informasi keberlanjutan sesuai regulasi OJK. Dalam kegiatan di seluruh lini operasional Perseroan telah memperoleh berbagai sertifikasi dan standar nasional maupun internasional, antara lain ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, sertifikasi Halal, SNI, serta TKDN. Menyampaikan Kinerja Keuangan Tahun 2025 R. Nurwulan Kusumawati: Terkait dengan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun 2025. Perseroan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 12,3% pada tahun 2025 pada angka Rp519 miliar. EBITDA juga mengalami peningkatan sebesar 39,5% pada angka Rp56 miliar pada tahun 2025. Serta, peningkatan laba yang diatribusikan kepada pemegang saham sebesar 92,2% pada angka Rp30 miliar. Jumlah asset mengalami peningkatan yang dikontribusi dari peningkatan asset lancar, begitupun jumlah liabilitas mengalami peningkatan karena peningkatan pada liabilitas jangka pendek sementara jumlah ekuitas kami juga mengalami peningkatan yang dikontribusi dari peningkatan saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya. Perseroan mencatat peningkatan kinerja likuiditas pada tahun 2025, tercermin dari seluruh rasio likuiditas yang mengalami perbaikan. Hal ini menunjukkan kemampuan yang semakin kuat dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Di sisi lain, struktur permodalan tetap terjaga dengan tingkat solvabilitas yang stabil dan konservatif, mencerminkan profil risiko yang sehat serta ruang yang memadai untuk mendukung ekspansi ke depan. Manyampaikan Prakiraan Kinerja Tahun 2026 Susanto: Dalam upaya memperkuat dominasi pasar, Perseroan menerapkan sejumlah langkah strategis. Salah satu inisiatif utama adalah Chitose, yang berfokus pada pentingnya diversifikasi portofolio produk untuk berbagai macam type penjualan baik B to G, B to B maupun B to C. Outlook pasar furnitur ke depan sangat menjanjikan. Perseroan berfokus pada diversifikasi produk di berbagai segmen, yaitu pendidikan, perkantoran, hotel, banquet & restaurant, rumah sakit dan alat kesehatan serta Airmate C-Pro.
Page 5
Pada segmen pendidikan, sektor ini tetap menjadi prioritas pemerintah di tahun 2026.
Selain itu, sekolah swasta dan perguruan tinggi terus berkompetisi dalam meningkatkan
daya tarik bagi siswa melalui penyediaan sarana yang inovatif dan berkualitas.
Pada segmen perkantoran, permintaan dari institusi swasta maupun pemerintah
cenderung stabil dengan tren pertumbuhan yang semakin inovatif. Perseroan juga
memperluas jangkauan ke korporasi swasta, termasuk dalam pengembangan branding
tempat kerja. Seiring dengan itu, permintaan terhadap furnitur yang ergonomis dan
fleksibel terus meningkat.
Sementara itu, segmen hotel, banquet, dan restaurant menunjukkan tren revitalisasi
pasca pandemi COVID-19. Pertumbuhan hotel, khususnya di kawasan wisata,
berlangsung cukup kuat. Di area urban, outlet F&B berkembang sebagai model bisnis
baru, yang turut mendorong peningkatan kebutuhan akan produk dengan nilai tambah
lebih tinggi. Hal ini tercermin dari pergeseran preferensi pasar dari kursi lipat menuju
banquet chair yang lebih premium.
Dari segmen kesehatan, kebutuhan furnitur masih sangat besar dan belum sepenuhnya
sebanding dengan jumlah penduduk Indonesia. Di sisi lain, program revitalisasi fasilitas
kesehatan, khususnya untuk tempat tidur rumah sakit, masih terus berlangsung
sehingga permintaan tetap terjaga. Hal ini menjadikan segmen kesehatan sebagai salah
satu peluang pertumbuhan baru yang menjanjikan.
Untuk mencapai target Perusahaan pada Tahun 2026, strategi Chitose difokuskan pada:
- Penetrasi segmen kesehatan dengan dukungan TKDN untuk bersaing dengan
produk impor;
- Ekspansi pasar domestik dan ekspor melalui produk C-Pro Airmate;
- Pengembangan pelanggan baru di institusi swasta; dan
- Penguatan segmen pendidikan sebagai basis pelanggan loyal.
Lain-Lain
Laporan dan Keputusan RUPST
R. Nurwulan Kusumawati:
Dapat disampaikan beberapa hal yang sudah dilaporkan dan disetujui di dalam Rapat
Umum Pemegang Saham PT Chitose Internasional Tbk yang telah selesai
diselenggarakan sebelum kegiatan Public Expose ini.
Diantaranya adalah mengenai target penjualan tahun 2026 yang kita tetapkan sebesar
560 miliar rupiah, diproyeksikan meningkat kurang lebih 8% dibandingkan pencapaian
tahun 2025. Kemudian kita menetapkan pula target Laba bersih setelah pajak pada
tahun 2026 yaitu sebesar 35 miliar rupiah meningkat kurang lebih 5% dari tahun 2025.
Selain itu Chitose juga menetapkan rencana capex untuk revitalisasi permesinan dan
beberapa otomasi, perbaikan dalam proses produksi untuk meningkatkan produktivitas,
efisiensi dan efektifitas ; sebesar 5 miliar rupiah. Program capex ini akan direalisasikan
bertahap sepanjang tahun 2026 dengan menggunakan modal sendiri dan juga dukungan
dari fasilitas perbankan.
Atas pencapaian tahun 2025 yang cukup baik, RUPST telah menyetujui adanya
pembagian dividen kepada para pemegang saham dengan jumlah Rp. 13.777.500.000,-
(tiga belas miliar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah), yang akan
dibagikan selambatnya tanggal 25 Mei 2026 berdasarkan DPS recording date per tanggal
5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Page 6
Sesi Tanya Jawab:
Daniel – Investor Publik
1. Q Pada presentasi disebutkan bahwa healthcare disebut sebagai sektor
baru yang menjanjikan dengan dukungan sertifikasi TKDN.
Pertanyaannya, apakah produk tempat tidur rumah sakit CINT sudah
terdaftar di katalog LKPP? Jika belum, kapan targetnya?
A Dalam mengembangkan Chitose, selain fokus pada core business utama di
furniture yang sudah ada, kita juga mengembangkan diversifikasi untuk
segmen baru. Salah satunya memang di healthcare yang kita lihat banyak
revitalisasi. Chitose sudah mampu membuatnya untuk healthcare dengan
desain yang baru. Semua produk sekarang kan fashionable, termasuk
(ranjang) rumah sakit juga fashionable.
Terkait ranjang Rumah Sakit, Chitose sudah bisa membuatnya baik yang
standar manual maupun sampai yang elektrik. sehingga bisa memenuhi
(kebutuhan) rumah sakit dari kelas standar sampai kelas VIP. Produk ini
sudah masuk e-catalogue LKPP sejak tahun lalu dan sudah memenuhi TKDN
di atas 50%.
2 Q Kemudian, berapa target revenue dan net margin top line dan bottom
line perusahaan tahun 2026?
A Untuk 2026, target penjualan akan diproyeksikan mengalami kenaikan
kurang lebih 8% menjadi Rp560 miliar, dan juga memproyeksikan
peningkatan laba bersih setelah pajak 5%.
3 Q Untuk pertanyaan selanjutnya, dalam presentasi juga perseroan
menyebutkan bahwa ekspansi ekspor produk CPRO AirMate disebut
sebagai strategi prioritas. Namun, mix export stagnant di 7% selama dua
tahun.
Pertanyaannya, apakah sudah ada purchase order atau LOI untuk
produk tersebut dan berapa target volume untuk produk tersebut di
tahun ini?
A Terkait pengembangan produk Airmate, produk ini berhasil dihadirkan dari
Jepang ke Indonesia melalui proses negosiasi yang dilakukan oleh Perseroan
dan kami bersyukur telah dipercaya sebagai satu-satunya mitra kerja sama
di Indonesia.
Airmate dirancang sebagai alternatif pengganti matras busa maupun jenis
matras konvensional lainnya yang selama ini digunakan. Produk ini memiliki
keunggulan dari sisi keberlanjutan dan kesehatan, karena dilengkapi dengan
fitur anti-tungau, antivirus, dan antibakteri. Selain itu, Airmate juga mudah
dicuci dan dibersihkan, sehingga lebih higienis serta ramah lingkungan.
Saat ini, Perseroan telah memulai proses produksi Airmate, dengan fasilitas
dan mesin produksi yang telah tersedia di Chitose.
Untuk pengembangan produk, Perseroan saat ini telah menghadirkan
berbagai varian berbasis material Airmate, termasuk pillow (bantal), kasur
Page 7
dengan teknologi Airmate, serta pillow neck yang dirancang untuk
memberikan kenyamanan dan dukungan optimal. Ke depan, Perseroan juga
berencana memperluas lini produk dengan menghadirkan varian tambahan
seperti guling dan produk lainnya. Seluruh produk ini dikembangkan dengan
mengedepankan aspek kesehatan, khususnya dalam menjaga kebersihan,
higienitas, serta memberikan manfaat bagi kesehatan kulit.
Ahmad S – Iqplus
1. Q Berapa target kinerja dari sisi laba bersih dan pendapatan perseroan pada
tahun ini?
A Untuk target penjualan kita di 2026 itu akan diproyeksikan mengalami
kenaikan kurang lebih 8% menjadi Rp560 miliar dan juga memproyeksikan
peningkatan laba bersih setelah pajak 5%.
2. Q Seperti apa strategi untuk mencapainya?
A Strategi perusahaan untuk 2026, kita tetap akan fokus pada core business
atau loyal customer, yaitu di bidang pendidikan yang sudah kita kerjakan
selama ini dan berkontribusi cukup baik pada pertumbuhan Chitose.
Kemudian, kita akan mengembangkan lebih banyak di sektor perkantoran.
Karena kita melihat bahwa perkantoran furniturnya sangat bervariatif dan
juga terus mengalami perubahan cara kerja tiap generasi tentunya
membutuhkan desain yang berbeda. Dan kita juga sudah mulai menyediakan
berbagai produk baru di sektor perkantoran yang bisa menunjang
pertumbuhan kita.
Selain itu, strategi Perseroan juga difokuskan pada industri perhotelan yang
telah pulih dalam sekitar tiga tahun terakhir yang mendorong industri ini
pada pembaruan furnitur dengan desain yang lebih modern, sehingga
Perseroan siap merespons secara cepat untuk memenuhi kebutuhan
tersebut. Secara keseluruhan, terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus
inti Perseroan.
Tentunya di situ kita tambahkan segala sektor kesehatan dan Airmate tadi.
Sektor kesehatan selain ranjang sebenarnya kita juga fokus ke furniturnya
juga seperti rumah sakit banyak menggunakan kursi-kursi tunggu pasien.
3 Q Berapa nilai capex yang dianggarkan perseroan pada tahun ini?
A Rencana capex kita di tahun 2026 sebesar Rp5 miliar. Terutama difokuskan
untuk revitalisasi permesinan, kegiatan otomasi, dan beberapa kegiatan
pembelian mesin yang diperlukan untuk meningkatkan produktivitas,
efisiensi, dan efektivitas dalam operasional.
4 Q Apakah ada rencana aksi korporasi yang akan dilakukan?
A Untuk tahun 2026 kami belum ada rencana untuk aksi korporasi lain selain
akan memberikan dividen di bulan Mei 2026.
5 Q Bagaimana hasil RUPS yang digelar perusahaan hari ini? Apakah ada
rencana pembagian dividen? Jika ada berapa pay ot ratio dan besaran
dividen yang dibagikan perusahaan?
A Sesuai tadi yang sudah disampaikan, dividen kita sejumlah
Rp13.777.500.000, atau kurang lebih 45% daripada laba bersih yang bisa
Page 8
diatribusikan kepada pemegang saham. Jadi, kurang lebih sekitar Rp13,8 per
lembar saham.
Ubay - SWA
1. Q Pertanyaan pertama terkait dengan kondisi geopolitik. Apakah di sektor
furnitur ini perseroan mendapatkan dampaknya?
A Kami sudah punya pengalaman juga saat mengalami gejolak perang Rusia-
Ukraina. Saat itu memang pasar juga panik, sehingga mempengaruhi banyak
Perusahaan furnitur yang terdampak. Kami juga sempat terdampak, namun
bisa teratasi dengan baik. Dengan berbagai strategi yang ada seperti
pengalihan produk dan komunikasi dengan customer. Demikian juga saat
konflik kali ini. Dengan adanya pengalaman sebelumnya, kami semakin agile
dalam menghadapi situasi seperti ini.
2. Q Terus yang kedua, Perseroaan inovasinya kan terus berjalan. Boleh
dijelaskan sedikit R&D di Chitose seperti apa? Produknya kan
bermacam-macam itu.
A Inovasi di Chitose itu terbagi dua. Yang pertama yang ke desainnya dan yang
kedua adalah yang ke proses produksinya. Untuk proses produksi kita
perbaiki sistem. Kita beli mesin yang lebih modern, sehingga bisa
meningkatkan produktivitas dan efisiensi di perusahaan. Sementara untuk
desainnya kita lebih fleksibel terhadap permintaan konsumen. Karena
proyek-proyek sekarang juga kan kebutuhannya memang identik dengan
kustomisasi.
Lukita - Kompas
1. Q Yang pertama, menyambung soal ketegangan, dampak ketegangan
geopolitik. Sejauh mana dampaknya terhadap disrupsi bahan baku atau
biaya operasional apakah sudah terlihat? Dan sebenarnya apa yang
diharapkan dari pemerintah untuk menjaga pasar furnitur secara
keseluruhan dalam kondisi saat ini?
A Saat ini memang ada dampaknya. Salah satunya adalah material yang
berkaitan dengan plastik yang naiknya cukup tinggi sekitar 45%. Tapi kami
bersyukur Chitose mempunyai produk variatif dan ditambah komponen
plastik bukan merupakan komponen utama, sehingga kami bisa
menyesuaikan dengan harga yang bisa diterima oleh market.
Kita juga mengalihkan sebagian ke material kayu yang banyak di Indonesia
dan terbukti cukup membantu kami terkait fluktuasi harga. Ini menjadi
salah satu strategi kami yaitu dari efisiensi ke simplifikasi yang menjadikan
cost menjadi lebih efisien.
2. Q Yang kedua, tadi disebutkan ada upaya meningkatkan dominasi pasar
dalam negeri. Kalau boleh tahu, bagaimana dengan penetrasi luar negeri?
Sebenarnya komposisi antara pasar dalam negeri dan luar negeri seperti
apa? Dan sejauh mana upaya untuk penetrasi ke luar negeri? Terima
kasih.
A Memang betul kita juga terus melakukan penetrasi ke luar negeri, salah
satunya dengan Jepang untuk produk Airmate C-Pro yang sudah mulai
dipasarkan dalam setahun terakhir. Selain itu kami juga sedang bernegoisasi
Page 9
dengan beberapa merek untuk menjaga penetrasi pasar luar negeri. Kami
cukup optimis dengan prospek produk ini kedepan.
Vina – Kontan
1. Q Mungkin izin buat menambahkan saja terkait ekspor tadi. Kalau untuk
porsi ekspor itu sendiri ada berapa persen terhadap total penjualan. Lalu
untuk saat ini produk Chitose sudah ekspor ke negara mana saja dan
mana saja yang menjadi tujuan utamanya? Lalu di tahun ini apakah akan
ada penetrasi ke wilayah baru juga terkait ekspor?
A Terkait porsi penjualan ekspor itu sampai saat ini sebesar 7-8% daripada
total penjualan. Kemudian untuk sekarang, ekspor yang sudah dilakukan ke
Jepang dan Malaysia. Sebagai informasi, ekspor produk kami ke Jepang juga
disebar ke berbagai negara, terutama untuk piano chair.
Cimahi, 27 April 2026
Yaya Sunjaya
Corporate Secretary
Page 10
DAFTAR HADIR PAPARAN PUBLIK CINT SECARA OFFLINE: No Nama Lengkap Status Undangan Nama Perusahaan/Media 1 Anitana Media Harian Bisnis Indonesia 2 Vina Elvira Media Harian Kontan 3 Ubaidilah Media SWA 4 Dhani Media IDN Financial 5 Marjudin Media Indopremier 6 Aji Media Emitennews 7 Zsasya Media Investortrust 8 Rommy Media Iconomics 9 Lukita Media Kompas 10 Eko Media Emitennews 11 Carel Media Kontan 12 Defrizal Media Investor trust 13 Prima Media Tempo (Bandung) 14 Abdan Media Antara (Bandung) 15 Aditya Publik Moderator 16 Rifa Publik Publik 17 Wanda Publik Publik 18 Gandhi Publik Publik DAFTAR HADIR PAPARAN PUBLIK CINT MELALUI ZOOM: No Nama Lengkap Status Undangan Nama Perusahaan/Media 1 Ahmad S Media Iqplus 2 Daniel Analis Publik 3 Darmawan Sapta Publik Publik 4 Devi Publik Publik 5 F. Dion Publik Publik 6 Nadhif Internal PT Chitose Internasional 7 Vani Publik Publik 8 Isan Nur Publik Publik 9 Tri Ayu Salsabilla Publik Publik
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Chitose Mfg. Co. Ltd.
p.1
unresolved
org
C-Eng Ltd
p.2
unresolved
person
Nurwulan
· Direktur
p.2
unresolved
person
Kiky
p.2
unresolved
org
PT Bina Analisindo Semesta
p.2
unresolved
—
Anitana
p.10
unresolved
—
Vina Elvira
p.10
unresolved
—
Ubaidilah
p.10
unresolved
—
Marjudin
p.10
unresolved
—
Aji
p.10
unresolved
—
Zsasya
p.10
unresolved
—
Rommy
p.10
unresolved
—
Lukita
p.10
unresolved
—
Eko
p.10
unresolved
—
Carel
p.10
unresolved
—
Defrizal
p.10
unresolved
—
Prima
p.10
unresolved
—
Abdan
p.10
unresolved
—
Aditya
p.10
unresolved
—
Rifa
p.10
unresolved
—
Wanda
p.10
unresolved
—
Gandhi
p.10
unresolved
person
Ahmad S
p.10
unresolved
—
Daniel
p.10
unresolved
—
Darmawan Sapta
p.10
unresolved
—
Devi
p.10
unresolved
—
F. Dion
p.10
unresolved
—
Nadhif
p.10
unresolved
—
Vani
p.10
unresolved
—
Isan Nur
p.10
unresolved
—
Tri Ayu Salsabilla
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.