Skip to content
Back to announcement

20240301_ADRO_Public Expose_31582290_lamp1.pdf

Other Text extracted ADRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 41

Page 1
PT Adaro Energy Indonesia Tbk
                   Paparan Publik

              Kamis, 29 Februari 2024
Page 2
Disclaimer

• Materi ini disusun oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perusahaan”, “AEI”, “ADRO”) dan belum diverifikasi secara independen.
  Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung jawab atas
  akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan atau afiliasinya,
  penasihat atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari informasi yang tersaji
  atau terkandung materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
  dan tidak ada jaminan atas akurasinya.
• Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-pernyataan
  tersebut termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau para pejabatnya
  sehubungan dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-pernyataan ini dapat diidentifikasi
  dengan penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,” “estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang
  bermakna serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan
  mengandung risiko dan ketidakpastian, dan hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan
  berwawasan ke depan tersebut karena berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk
  merevisi pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
• Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu penawaran,
  permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di dalam wilayah hukum mana
  pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan sehubungan dengan kontrak, komitmen
  atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah
  mendapatkan nasihat profesional sebagaimana mestinya.




                                                                                                                                      2
Page 3
Grup Adaro: Tiga Pilar Bisnis untuk Bisnis yang lebih Besar dan lebih
Hijau
Mengejar pertumbuhan berkelanjutan yang dipicu oleh ekonomi hijau




          Kode saham: ADRO                                   Kode saham: ADMR

 Pilar operasional utama: integrasi dari tambang   Pilar pertumbuhan: batu bara metalurgi dan           Pilar pertumbuhan: energi terbarukan untuk
 sampai pembangkit listrik untuk menyediakan       mineral dan pengolahan mineral untuk ekonomi         mendukung hilirisasi pengolahan dan
 energi yang andal dan terjangkau                  hijau                                                diversifikasi bauran energi Indonesia

 • Operasi batu bara termal inti di Indonesia      • Operasi batu bara metalurgi di Indonesia           • Mengembangkan sumber energi hijau: air,
   dengan dukungan kontraktor jasa                   melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI:        surya, bayu – dan terus aktif berpartisipasi
   pertambangan dan logistik Grup Adaro, serta       ADMR).                                               pada tender pembangkit listrik terbarukan.
   bisnis Adaro Power melalui PT Adaro Energy      • Hilirisasi pengolahan mineral ekosistem baterai    • Memasok kebutuhan energi terbarukan
   Indonesia Tbk (BEI: ADRO)                         kendaraan listrik di Indonesia melalui fasilitas     untuk hilirisasi hijau.
 • Menyediakan arus kas yang menjadi basis           aluminium di Kaltara
   pendanaan strategi diversifikasi Grup Adaro.    • Melalui pilar ini, Grup Adaro berkomitmen
                                                     untuk mencapai pertumbuhan dengan cara yang
                                                     lebih berkelanjutan.
Page 4
Sekilas Grup Adaro



           Produksi FY23           Penjualan         Arus Kas Bebas
         65,88 juta ton (+5%     FY23/Laba Inti      FY23 $1,7 miliar
                 YoY)            $6,5 miliar/$1,9   Membayar div FY22
         Komposisi termal vs.         miliar        $1 miliar dan capex
          metalurgi 92%:8%          *+royalti          FY23 $648m




            Kas FY23 $3,3            ADMR             Adaro Green
             miliar untuk       Berinvestasi pada      Berinvestasi
           mendanai capex           batu bara         pada IPP air,
           pertumbuhan di         metalurgi dan      surya, dan bayu
          bisnis mineral dan    smelter aluminium
                 hijau             1,5 juta ton
                                                                          4
Page 5
Panduan FY24
menyediakan kas untuk investasi pada rantai pasokan kendaraan listrik dan energi terbarukan

   Volume penjualan (juta ton)                                                    Rencana nisbah kupas konsolidasi (bcm/ton)

                                              65.71    65-67                        5.1
             59.2                    61.34                                                   4.7
     54.40           54.14                                                                                                      4.4     4.3
                             51.58                                                                             4.2
                                                                                                       3.8             3.8




    2018A    2019A   2020A   2021A   2022A    2023A    2024F                       2018A    2019A     2020A   2021A   2022A    2023A   2024F




                                     Belanja modal konsolidasi ($ juta)

                                                                                            600-700
                                                                                     578
                                       496      489
                                                                          424



                                                          169      193




                                      2018A    2019A     2020A    2021A   2022F     2023A    2024F
                                                                                                                                               5
Page 6
Ringkasan PT Adaro Energy Indonesia Tbk

 Produksi dan Penjualan Grup Adaro                                                                                               Laba Inti
                        70                                                                        70.00                                       3,500

                        60                                                                        60.00                                       3,000




                                                                                                          Penjualan (juta ton)
  Produksi (juta ton)




                        50                                                                        50.00                                       2,500




                                                                                                                                 AS$ (juta)
                        40                                                                        40.00                                       2,000
                        30                                                                        30.00                                       1,500
                        20                                                                        20.00
                                                                                                                                              1,000
                        10                                                                        10.00
                                                                                                                                                500
                         0                                                                        0.00
                              2018      2019     2020      2021       2022          2023                                                         -
                                                                                                                                                              FY18           FY19        FY20          FY21            FY22           FY23
                                      Tutupan    Wara         Paringin         Balangan                                                                               FY18       FY19   FY20    FY21     FY22         FY23
                                      ADMR       MIP          Sales
                                                                                                                                  Penjualan Batu Bara Grup Adaro berdasarkan Destinasi
  Belanja modal                                                                                                                   FY23

                        700
                                                                                                                                                      India                                                          Korea
                        600                                                                                                                            12%           Indonesia                                Indonesia6%
                                                                                                                                    Asia Timur                          26%                                      13%                  Jepang
                        500                                                                                                                                                                                                            32%
                                                                                                                                       Laut
                                                                                                                                       18%
  AS$ juta




                        400
                                                                                                                                                                                                              India
                        300                                                                                                                                                                                    18%
                                                                                                                                                                       Asia
                                                                                                                                                 China               Tenggara
                        200                                                                                                                                                                                                   China
                                                                                                                                                  20%                  24%
                                                                                                                                                                                                                               31%
                        100

                         -
                               FY18       FY19      FY20      FY21           FY22          FY23                                                                                                        Penjualan batu bara metalurgi
                                                                                                                                              Penjualan batu bara termal
                                                                                                                                                                                                                                               6
Page 7
Ringkasan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk

Iktisar Keuangan Adaro Minerals                                                Volume Penjualan Batu Bara Metalurgi (juta ton)


OPERASIONAL                              FY 23        FY 22      % Selisih      Diperkirakan menghasilkan
                                                                                pertumbuhan volume yang
Produksi (juta ton)                            5,11       3,37          52%     konsisten, sampai > 6 jt ton di jk                       4.9 – 5.4
Penjualan (juta ton)                           4,46       3,20          39%     waktu menengah.
                                                                                                                          4.5
Pengupasan lapisan penutup
(juta bcm)                                   18,70        8,32        125%
                                                                                                         3.2
FINANSIAL ($ juta)                       FY 23        FY 22      % Selisih
                                                                                     2.3
Pendapatan bersih                            1.086        908          20%
Laba inti                                      421        342          23%
EBITDA operasional                             574        490          17%
Margin EBITDA operasional                     53%        54%           -1%
                                                                                    2021A               2022A            2023A            2024F
Penjualan berdasarkan Destinasi FY23
                                                                               Nisbah Kupas Adaro Minerals Tetap Sangat Rendah

                                                                              4.0
                                 Korea
                                                                              3.0
                        Indonesia 6%
                           13%               Jepang
                                              32%                             2.0

                       India                                                  1.0
                        18%
                                                                              0.0
                                     China                                             2020A          2021A          2022A       2023A               2024F
                                      31%

                                                                                                                                                             7
Page 8
Kawasan Industri Hijau Terbesar Dunia
di lokasi strategis di Kalimantan Utara

   •   Terletak di lokasi yang sangat strategis untuk ekspor
       & impor, dan potensi pasokan sumber mineral dan
       industri peleburan

   •   Luas total 16.000 hektar, terdiri dari 2 (dua) area
       besar yang bersinggungan – 11.500 hektar dan 4.700
       hektar

   •   Potensi pengembangan pelabuhan publik berskala
       besar untuk mendukung logistik industri

   •   Potensi pengembangan PLTA yang sangat besar
       untuk memasok listrik ke kawasan industri




                                                               8
Page 9
Smelter Aluminium di Kawasan Industri di Kalimantan
Utara
Lingkup proyek: produksi aluminium 1,5 juta ton per tahun




                                                                          Tambahan kapasitas sampai
                                                                          500.000 ton per tahun
                                                                          aluminium hijau. Adaro
                                        Tambahan kapasitas produksi       berencana untuk
                                        sampai 500.000 ton per tahun      mengoperasikannya dengan
                                        aluminium.                        energi hidro.
                                        Adaro mungkin akan berinvestasi
                                        pada pembangkit listrik untuk
                                        smelter. Pembangkitan listrik
    Kapasitas produksi: 500.000 ton     sedang didiskusikan namun
    per tahun aluminum. Adaro           kemungkinan akan berbentuk
    sedang berinvestasi pada            hibrid yang meliputi batu bara
    pembangkit listrik untuk smelter.   dan sumber terbarukan.                                        9
Page 10
    Perkembangan Smelter Aluminium
•    Smelter: KAI telah merampungkan penyelidikan tanah,
     perataan tanah, dan pekerjaan penimbunan untuk
     fasilitas tanur pembakaran (baking furnace). Pada 1Q24,
     KAI akan berfokus pada aktivitas penimbunan dan
     fondasi di area smelter.

•    Jetty: melanjutkan pekerjaan penimbunan untuk fasilitas
     untuk menerima bahan baku yang masuk di area jetty.

•    Pembangkit      listrik: melaksanakan        pekerjaan
     penimbunan di area pembangkit listrik.

•    Fasilitas pendukung

      o Merampungkan pembukaan lahan untuk mess
        permanen dan pembangunan sarana pendukung
        seperti gudang outdoor, bengkel alat berat, dan
        batching plant.

      o Secara paralel, memulai pekerjaan penimbunan
        untuk camp sementara, gudang indoor, dan pabrik
        bata.




                                                               10
Page 11
Adaro Green
Page 12
PLTA Terbesar Indonesia




                          •   Rencana kapasitas terpasang 1.375 MW, dengan
                              potensi memproduksi sekitar 9 Terawatt hours (TWh)
                              per tahun.

                          •   Terletak di Kalimantan Utara, pembangkit ini akan
                              memasok energi yang terjangkau, andal, dan
                              berkelanjutan untuk mendukung
                                                       a      kawasan industri di
                              Kalimantan Utara. Diperkirakan mencapai COD pada
                              tahun 2030.

                          •   Akan menggunakan Concrete Faced Rockfill Dam
                              (CFRD), dirancang dengan bendungan (dam) setinggi
                              815 meter. PLTA ini akan memiliki salah satu dam
                              tertinggi di dunia.




                                                                                    12
Page 13
Salah Satu IPP Bayu Terbesar Indonesia



                                 •   Rencana kapasitas terpasang 70 MW dengan sistem
                                     penyimpanan energi baterai (BESS) 10 MWh.

                                 •   Berlokasi di Kalimantan Selatan, pembangkit ini akan
                                     memasok energi yang terjangkau dan berkelanjutan
                                     untuk mendukung jaringan PLN di Kalimantan
                                     Selatan. Diperkirakan mencapai COD pada tahun
                                     2025.

                                 •   Konsorsium yang terdiri dari Total Eren, PT Adaro
                                     Clean Energy Indonesia, dan PT PJBI (IPP milik anak
                                     perusahaan PLN).




                                                                                            13
Page 14
Mengintegrasikan Rantai Pasokan untuk Solar PV dan BESS




                                     •   Menandatangani Nota Kesepahaman untuk
                                         mengembangkan industrialisasi rantai pasokan solar
                                         panel di Indonesia, yang meliputi solar PV dan BESS.

                                     •   Mendukung rencana pemerintah dalam
                                         pengembangan industri tenaga surya dan infrastruktur
                                         di dalam negeri.
                                     •   Konsorsium yang terdiri dari PT Adaro Power, PT
                                         Medco Power Indonesia, dan PT Energi Baru TBS.




                                                                                                14
Page 15
Solar PV Captive yang Baru Beroperasi
~600 kWp untuk memasok area pertambangan Adaro

                                                 o Telah memasang 130 kWp PV Rooftop, dan satu 468
                                                   kWp PV Floating lagi (salah satu PV apung operasional
                                                   terbesar di Indonesia).

                                                 o Diharapkan menghasilkan 156.000 kWh/tahun dan
                                                   melayani pasar captive untuk mendukung operasi
                                                   pertambangan Grup Adaro.

                                                 o Dampak lingkungan: menggantikan 33.000 liter bahan
                                                   bakar solar per tahun, dan menghindari emisi sebesar
                                                   98 ton CO2/tahun.




                                                                                                           15
Page 16
Adaro Energy
Page 17
Kinerja Adaro Energy Indonesia
Menghasilkan kinerja yang konsisten dan arus kas yang kuat


                              OPERASIONAL                              FY23             FY22             % Selisih
Produksi (juta ton)                                                             65,88            62,88                 5%
Penjualan (juta ton)                                                            65,71            61,34                 7%
Pengupasan lapisan penutup (juta bcm)                                          286,35           235,68                22%
FINANSIAL ($ juta, kecuali dinyatakan berbeda)                         FY23             FY22             % Selisih
Pendapatan                                                                     6.518            8.102                -20%
Laba inti                                                                      1.873            3.013                -38%
EBITDA operasional                                                             2.554            5.030                -49%
Kas                                                                            3.311            4.067                -19%
Utang (Kas) bersih                                                            (1.936)          (2.599)               -26%
Belanja modal (capex)                                                             648              424                53%
Arus kas bebas                                                                  1.694            2.769               -39%
Margin EBITDA operasional                                                       39%              62%                 -23%
Utang (Kas) bersih terhadap ekuitas (x)                                        (0,26)           (0,40)               -35%
Utang (Kas) bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan terakhir (x)           (0,76)           (0,52)               47%
Kas dari aktivitas operasional terhadap belanja modal (capex) (x)               1,99             9,66                -79%




                                                                                                                            17
Page 18
Cadangan yang Besar dan Portofolio yang Terdiversifikasi
di Indonesia dan Australia
  1                             2                             3                               4                                       Pada tanggal 31 Des 2022, AEI
   PT Adaro Indonesia: 88,5%     Balangan Coal                    PT Adaro Minerals              MIP: kepemilikan 75%                memiliki sumberdaya melebihi 8
   Kalimantan Selatan            Companies:                       Indonesia Tbk (AMI):           Sumatera Selatan                       miliar ton dan cadangan 1,3
   sub-bituminus                 Kalimantan Selatan               Kalteng dan Kaltim             sub-bituminus                        miliar ton batu bara termal dan
   Cadangan: 682 jt ton          sub-bituminus                    Batu bara metalurgi            Cadangan: 207 jt ton
                                 Cadangan: 118 jt ton             Cadangan: 165 jt ton           Sumberdaya: 301 jt ton
                                                                                                                                              metalurgi – memberikan
   Sumberdaya: 3.2 miliar ton
                                 Sumberdaya: 257 jt ton           Sumberdaya: 975 jt ton                                               fleksibilitas di pasar batu bara.



  5
   BEP: kepemilikan 18,5%
   dengan opsi mengakuisisi                                                                                                                               5
   90%
   Kalimantan Timur
   sub-bituminus                                                                                                              Kalimantan
   Sumberdaya 3,3 miliar ton
                                                                                Sumatera                                             3



   6                                                                                                                                                       Sulawesi
                                                          6
   Kestrel Coal Mine                    NT                                                                                           1
                                               QLD                                    4                                                          2
   48% dari 80%
   Queensland, Australia        WA
   HCC Premium                           SA

                                                                                                                      Jawa
                                                 NSW
   Cadangan: 184 jt ton
   Sumberdaya: 421 jt ton                       VIC

                                                 TAS


                                                                         Catatan: angka cadangan dan sumberdaya di atas belum mempertimbangkan porsi kepemilikan AEI
                                                                                                                                                                           18
Page 19
Perubahan Peraturan

    Perubahan PKP2B ke IUPK
    • Kelanjutan PKP2B AI.
    • Peraturan Pemerintah (PP No 15 Tahun 2022) mengatur perubahan pada ketentuan komersial: tarif royalti,
      tarif pajak penghasilan badan, dan tambahan pembagian hasil dengan pemerintah daerah dan pusat
                                                                   PKP2B                    IUPK

        1     Tarif royalti                                                   13,5%            14% - 28%
        2     Pajak penghasilan badan                                          45%                  22%
        3     Penerimaan Negara Bukan Pajak (porsi pemerintah
              – dari laba bersih)
              - Pemerintah pusat                                                   -                 4%
              - Pemerintah daerah                                                  -                 6%

    •   Sejalan dengan perubahan ke IUPK, luas area konsesi AI dikurangi, namun tidak mempengaruhi operasi
        maupun cadangannya.

    Perubahan pada tarif royalti IUP
    • Hal ini berdampak pada tambang-tambang MIP dan Balangan Coal Companies, yang mewakili sekitar
      17% dari produksi 2022. Ke depannya royalti akan didasarkan pada harga batu bara acuan (HBA) dan
      dapat meningkat sampai pada kisaran 7%-10.5% dari sebelumnya 3%-5%.

                                                                                                               19
Page 20
Perubahan Peraturan
  Perubahan metode perhitungan Harga Batubara Acuan (HBA)

  •   Indonesia telah memperkenalkan reformulasi HBA untuk mencerminkan nilai batu bara Indonesia dengan
      lebih akurat. HBA yang baru memiliki tiga kategori batu bara: HBA (6.322 kkal GAR), HBA I (5.200 kkal
      GAR), dan HBA II (4.200 kkal GAR).
  •   HBA akan diturunkan dari rata-rata harga Indonesia yang digunakan dalam perdagangan – 70%
      didasarkan pada harga rata-rata minggu kedua dan ketiga bulan sebelumnya dan 30% didasarkan pada
      harga rata-rata minggu pertama bulan sebelumnya dan minggu keempat dua bulan sebelumnya.




                                                                                                              20
Page 21
Keuangan yang Solid Didukung Kekuatan Operasional
         Posisi keuangan terus meningkat                                                                            Saldo kas dan arus kas bebas yang tinggi

 2,500                                                                               60%
                                                                                                                  5,000

 2,000                                                                               50%
                                                                                                                  4,000
                                                                                     40%
 1,500                                                                                                            3,000
                                                                                     30%
 1,000                                                                                                            2,000
                                                                                     20%
  500                                                                                                             1,000
                                                                                     10%
                                                                                                                     -
    -                                                                                0%
                                                                                                                                FY18         FY19        FY20           FY21       FY22                  FY23
           FY18   FY19                       FY20    FY21        FY22        FY23
                                                                                                                            Cash
                                                                                                                             Kas ($(million
                                                                                                                                    juta) US$)            FCF(million
                                                                                                                                                         FCF  ($ juta) US$)    Capex
                                                                                                                                                                                 Capex(million
                                                                                                                                                                                       ($ juta) US$)
                             Utang berbunga
                             Interest Bearing Debt           Utang
                                                            Debt toterhadap
                                                                    Equity ekuitas


                                                                                      Produksi Historis Adaro
                                        70                                                                                                                                     8.00

                                        60                                                                                                                                     7.00

                                                                                                                                                                               6.00
                                        50
                  Produksi (juta ton)




                                                                                                                                                                                      Nisbah kupas (x)
                                                                                                                                                                               5.00
                                        40
                                                                                                                                                                               4.00
                                        30
                                                                                                                                                                               3.00
                                        20
                                                                                                                                                                               2.00
                                        10                                                                                                                                     1.00

                                         0                                                                                                                                     -



                                                                        Tutupan      Wara   Paringin   Balangan          ADMR          MIP          SR                                                          21
Page 22
Efisiensi Terdepan di Industrinya
Salah satu operator biaya terendah di Indonesia
          Rincian estimasi biaya kas batu bara Adaro (FY23)                                               Elektrifikasi untuk mengurangi penggunaan genset
                                                                                                                             ber-BBM solar
                                       Overhead
                                       tetap, 5%

          Pemrosesan
           batu bara,
             10%                                   Penambangan,
                                                     35% - 40%
                           Pengangkutan &
                            Penanganan,
                                20%

                                        BBM, 25% -
                                          30%




                                         EBITDA operasional yang tinggi dan margin EBITDA operasional yang sehat

          6,000                                                                62%                70%
                                                                                                        ▪ Secara konsisten mencapai target EBITDA
                                                                   53%                            60%
          5,000                                                                                           operasional dan berkinerja sesuai panduan.
          4,000
                                                                                                  50%   ▪ Margin EBITDA operasional yang sehat dengan
                   40%         39%                                                        39%
                                            35%          35%
                                                                                                          dukungan pengendalian biaya yang lebih baik dari
                                                                                                  40%
          3,000                                                                                           model bisnis terintegrasi.
                                                                              5,030               30%
          2,000
                                                                                                  20%
                                                                                          2,554
          1,000                                                    2,104                          10%
                   1,315       1,408       1,207         883
             -                                                                                    0%
                   2017        2018         2019         2020      2021        2022       2023

                            Operational EBITDA (US$ M)            Operational EBITDA Margin                                                                  22
Page 23
Posisi Produk yang Baik dan Basis Pelanggan yang Kuat
dan Berfokus pada Asia
                                 Envirocoal adalah salah satu batu bara di pasar seaborne yang berkandungan polutan terendah.

        Kandungan abu: 2%-3% (adb)                          Kandungan nitrogen: 0,9%-1,0% (daf)          Kandungan sulfur: 0,1%-0,25% (adb)




       Penjualan batu bara termal berdasarkan destinasi (FY23)                                    Jenis pelanggan berdasarkan volume (FY23)


                                 India                                                                         Lainnya,
                                  12%                                                                            10%
                                              Indonesia
                                                 26%

               Asia Timur Laut
                     18%


                                                                                                                                              *lainnya termasuk semen,
                                                                                                                                              pulp & kertas, dan industri
                                            Asia Tenggara
                          China
                                                 24%
                           20%
                                                                                                                          Pembangkit
                                                                                                                          listrik, 90%

                                                                                                                                                                            23
Page 24
Bisnis Jasa Pertambangan dan Logistik Memastikan
Keunggulan Operasional

   Bagian penting integrasi vertikal Adaro.

   Memastikan keunggulan operasional, peningkatan
   produktivitas, dan pengiriman yang tepat waktu dan
   pasti kepada pelanggan.
   Buffer margin profitabilitas yang stabil terhadap
   fluktuasi harga batu bara.
   Berfokus untuk melayani perusahaan-perusahaan
   Grup Adaro.




                                                       Unit   FY23           FY22            FY23 vs FY22

              Pengupasan lapisan penutup        Juta bcm         223,08             189,60              18%
   SIS
              Angkutan batu bara ke Pelabuhan Juta ton               60,91           59,51                  2%
   MBP        Angkutan tongkang batu bara     Juta ton               63,53           57,33              11%



                                                                                                                 24
Page 25
Salah Satu IPP Terbesar Indonesia
Kapasitas bruto pembangkit listrik Adaro Power sebesar 2.260 MW

                                    Makmur Sejahtera Wisesa – CFPP

                    Skala / teknologi          2 x 30 MW teknologi CFB

                    Pemegang saham             100% Adaro Power

                    COD                        #1 Jun 2013, #2 Feb 2014

                    Availability Factor        90% (rata-rata FY23)

                    Elektrifikasi Adaro        Saat ini: 11,7 MW
                    Mining                     Rencana: tambahan 17,9 MW



                                  Makmur Sejahtera Wisesa – Solar PV

                    Skala                  130 kWp + 467 kWp                                                   Bhimasena Power Indonesia – CFPP
                    Pemegang saham         100% Adaro Power                                    Skala / teknologi     2 x 1.000 MW Ultra Super Critical
                    COD                    Q3 2018 (untuk 130 kWp) & 467 kWp                   Pemegang saham        34% AP, 34% JPower, 32% Itochu
                                           COD 27 Desember 2021
                                                                                               Biaya proyek          AS$ 4,2 miliar
                    Biaya proyek           (sekitar) AS$800.000
                                                                                               Availability Factor   85,2% (rata-rata FY23)
                    Daya yang              793,67 MWh (FY23)
                    diproduksi

                                                                                        Selain meningkatkan kinerja pembangkit yang telah
                                     Tanjung Power Indonesia – CFPP                operasional dan merampungkan konstruksi, Adaro Power
                     Skala / teknologi        2 x 100 MW teknologi CFB
                                                                                 terus mempelajari proyek-proyek energi terbarukan, seperti
                                                                               biomassa, tenaga bayu, dan solar PV untuk mendukung PLN
                     Pemegang saham           65% AP, 35% Korea EWP
                                                                                     dengan menyampaikan proposal dan mengikuti tender.
                     Biaya proyek             AS$545 juta                         Adaro Power juga dalam proses mengembangkan proyek-
                     COD                      2019                             proyek pembangkit listrik untuk digunakan sendiri oleh bisnis
                     Availability Factor      92,22% (rata-rata FY23)
                                                                                     unit Adaro lainnya, seperti IBT (genset & solar PV) dan
                                                                                                                         ADMR (mini-hydro)
                                                                                                                                                         25
Page 26
Memiliki & Mengoperasikan WTP Kapasitas 1.670 liter/detik
     Juga mendukung operasi pertambangan melalui unit bisnis slurry management
              Dumai Tirta Persada            1                                                    2                            Drupadi Tirta Gresik
                                                                                                                                                              3
                                                                   Grenex Tirta Mandiri
              Lokasi: Dumai, Riau                                                                                              Lokasi:        Gresik, East Java
                                                                   Lokasi:        Bekasi, West Java
              Skala: 450 liter/detik (lps)                                                                                     Skala:         400 lps
                                                                   Skala:         200 lps
              Kepemilikan Adaro: 49%                                                                                           Kepemilikan Adaro: 100%
                                                                   Kepemilikan Adaro: 49%
              Status: Tahap pertama (50 lps)                                                                                   Status:        Operasional sejak
                                                                   Status:        Mulai konstruksi
                       rampung                                                                                                                2012



              Adaro Wamco Prima                  4                     1
              Lokasi:        Tanjung, Kalsel
              Bisnis:       Jasa pompa
                            pertambangan
              Kepemilikan Adaro: 60%                                                                   4
              Status:        Operasional


                                                                                            6
                                                         5
                                                                                                           5
            Drupadi Tirta Intan
            Lokasi:         Banjar, Kalsel
            Skala:          500 lps                                                                3
            Kepemilikan Adaro: 100%                                        2
            Status:         Operasional sejak 2012



           Adaro Tirta Mentaya                                 6         Adaro Water sedang dalam proses mencapai keunggulan operasional melalui
           Lokasi:        Sampit, Kalteng                              perbaikan berkelanjutan di anak-anak perusahaannya, termasuk operasi WTP dan
           Skala:         320 lps (kontrak), 400 lps (kapasitas)       pompa slurry. Di sisi konstruksi, Adaro Water memastikan proyek dapat mencapai
           Kepemilikan Adaro: 90%                                    jadwal, anggaran, dan kualitas yang diinginkan. Dari perspektif pengembangan bisnis,
           Status:        Operasional sampai 250 lps                   Adaro Water terus mencari proyek-proyek baru melalui PPP, non PPP dan akuisisi.



                                                                                                                                                                  26
Page 27
PT Adaro Minerals
Indonesia Tbk (BEI:
ADMR)
Page 28
Sekilas mengenai PT Adaro Minerals Indonesia Tbk
 Produsen batu bara metalurgi terkemuka Indonesia, dengan operasi yang berbiaya rendah dan
 efisien dengan dukungan rantai pasokan Grup Adaro yang terintegrasi.

            Pemegang lima PKP2B berlokasi di Kalimantan Tengah dan Timur, Indonesia.

            Basis cadangan dan sumberdaya batu bara yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di jangka
            panjang.
            Cadangan batu bara: 165,4 juta ton. Sumberdaya batu bara: 975 juta ton.
            Produksi batu bara pada FY22 mencapai 3,37 juta ton, dan produksi batu bara FY23 mencapai
            5,11 juta ton.
            (▲ 52% y-o-y). Berencana mencapai 6 juta ton per tahun pada tahun 2025.
            Profil permintaan yang tinggi dari perusahaan-perusahaan baja blue-chip. Pelanggan saat ini
            di China, Jepang dan Indonesia.

            Menawarkan diversifikasi pasokan batu bara kepada para pelanggan di pasar yang
            didominasi Australia, Kanada dan Amerika Serikat.

            Kedekatan geografis ke pasar-pasar utama menawarkan biaya yang lebih kompetitif dan
            angkutan yang lebih shorter cepat kepada pelanggan.


                                                                                                          28
Page 29
Tinjauan Perusahaan
Lokasi PKP2B          Sumberdaya dan Cadangan
                                                                                   Total
                                                           Total Cadangan
                                                                               Sumberdaya
                      Perusahaan / Lokasi                     Batu Bara                          Standar Kepatuhan
                                                                                Batu Bara
                                                               (juta ton)
                                                                                (juta ton)
                      Lahai Coal - Haju
                                                                      2,3                  4,3        JORC
                      (Metalurgi)
                      Maruwai Coal - Lampunut
                                                                     84,3             100,3           JORC
                      (Metalurgi )
                      Juloi Coal - Juloi Northwest
                                                                          -           629,9           JORC
                      (Metalurgi)
                      Juloi Coal - Bumbun
                                                                     55,5             174,5           JORC
                      (Metalurgi)
                      Kalteng Coal - Luon
                                                                     17,7                 50,9        JORC
                      (Metalurgi)
                      Sumber Barito Coal - Dahlia Arwana
                                                                      5,6                 15,0        JORC
                      (Metalurgi)
                      TOTAL                                          165,4             975,0

                                              Volume Produksi (juta ton)
                                                                              52%
                              6.0                                                   5.1

                              4.0                                   3.4
                                                    2.3
                                      1.9
                              2.0

                              0.0
                                      2020          2021           2022             2023                        29
Page 30
Rantai Pasokan: dari Terminal Batu Bara sampai
Titik Pemuatan Kapal
                                                                         Barge-to-barge               Barge-to-Barge (dari tongkang ke
                                                                                                      tongkang)
                                   Tuhup Port                                                          Transfer Barge-to-Barge dilakukan di
                                                                                                        Taboneo dan Kelanis Utara
                                                                                                        menggunakan derek apung (floating
                                                                                                        crane)
                      A       Hasan Basri
                                                                                                                 Barge-to-Vessel

                  B       Tumpung Laung
                                                                Barge-to-Vessel (tongkang ke
                                                                kapal) (Taboneo)
                  C       Kalahein Bridge
             Teluk TimbauISP- ISP                                Aman untuk pemuatan kapal
                                                                  dengan berbagai ukuran
                                                                 Kantor terapung di Permata Barito

                                                                     Indonesia Bulk Terminal            Indonesia Bulk Terminal
                                                                                                         Berlokasi di Pulau Laut, pesisir
                                                                                                          Tenggara Kalimantan Selatan.
                                                                                                         Kapasitas 11 juta ton per tahun
                                                                                                         Sampai 82kt DWT
  Taboneo                                                                                                Stockpile khusus 640kt
 Anchorage
                                                  Indonesia
                                                Bulk Terminal                                                                                30
Page 31
Keberlanjutan dan
Inisiatif Hijau
Page 32
Keseimbangan People (Sosial), Planet (Lingkungan), dan Purpose
(Tujuan)
Program CSR Utama                                                         Inisiatif Hijau




    Pendidikan                 Pengembangan                   Kesehatan
                                  ekonomi
                                                                              Solar PV                  Biodiesel




                 Peningkatan                   Peningkatan
                  lingkungan                  sosial budaya                                 Co-Firing
                                                                                                                    NZE Statement
                                                                                            Biomassa



Peringkat ESG MSCI                                                        Penghargaan PROPER Emas Keenam




                                                                                                                                    33
Page 33
Peningkatan Kinerja Lingkungan

                  Mengurangi konsumsi energi 21% y-o-y                                                 …dan mengurangi emisi GRK (scope 1) 22% y-o-y

                                                                                                  2,500,000
                  35,000
                  30,000                                                                          2,000,000
                  25,000




                                                                                     Ton Co2 eq
                                                                                                  1,500,000
      Terajoule




                  20,000
                  15,000                                                                          1,000,000
                  10,000
                                                                                                   500,000
                   5,000
                      -                                                                                  -
                                2019      2020            2021                                                   2019            2020               2021



                                            Proyek inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja lingkungan




                    Sistem manajemen                                                                                            Kelanis Smart Inverter
                   armada mengurangi                                                                                            Solar Cell mengurangi
                     waktu antrian dan                                                                                          konsumsi BBM solar
                       konsumsi energi                                                                                          dan emisi CO2




                                                                                                                                                           34
Page 34
Pemulihan Ekosistem dan Penangkapan Karbon



                         Melalui Pilar Adaro Land, AEI memiliki anak-anak perusahaan yang
                         memegang izin pengelolaan hutan untuk pemulihan ekosistem dan izin
                         pengelolaan hutan untuk penyerapan karbon.


                         PT Alam Sukses Lestari memegang konsesi Izin Usaha Pemanfaatan
                         Hasil Hutan Kayu – Restorasi Ekosistem, yang memungkinkan pemulihan
                         ekosistem hutan untuk mencapai keanekaragaman hayati yang
                         seimbang.

                         PT Hutan Amanah Lestari memegang Izin Usaha Pemanfaatan
                         Penyerapan dan/atau Penyimpanan Karbon dan merupakan salah satu
                         pemegang izin tersebut yang terbesar di Indonesia. Setelah mulai
                         beroperasi, diharapkan perdagangan karbon dapat menjadi bisnis utama
                         perusahaan ini.




                                                                                                35
Page 35
Penghargaan dan Pengakuan
                2014                             2015                               2016                              2017                                2018

     Penghargaan PROPER Hijau          Penghargaan PROPER Hijau           Penghargaan PROPER Hijau         Penghargaan PROPER Hijau            Penghargaan PROPER Hijau
     Kementerian Lingkungan Hidup &    Kementerian Lingkungan Hidup &     Kementerian Lingkungan Hidup &   Kementerian Lingkungan Hidup &      Kementerian Lingkungan Hidup &
     Kehutanan                         Kehutanan                          Kehutanan                        Kehutanan                           Kehutanan
     Penghargaan Emas Aditama          Penghargaan pemberdayaan           Penghargaan Perunggu Global      Penghargaan Emas Aditama            Penghargaan Emas Aditama
     Untuk keunggulan lingkungan di    masyarakat berbasis budaya         CSR                              Untuk keunggulan lingkungan di      Untuk keunggulan lingkungan di
     sektor batu bara                  Penghargaan di beberapa kategori   Untuk sanitasi yang dipimpin     sektor batu bara                    sektor batu bara
     Kementerian Energy & Sumber       Corporate Forum for Community      masyarakat                       Kementerian Energy & Sumber         Kementerian Energy & Sumber
     Daya Mineral                      Development & Kementerian          Annual Global CSR & Summit       Daya Mineral                        Daya Mineral
                                       Koordinator Bidang Pembangunan
     Penghargaan Perunggu              Manusia dan Kebudayaan             Penghargaan Padmamitra           Penghargaan Manajemen               Penghargaan Pengelolaan
     Keberlanjutan                                                        Untuk pengentasan kemiskinan     Lingkungan Hidup dan                Standarisasi serta Usaha Jasa
     Untuk investasi berkelanjutan     Penghargaan Bakti Husada           Kementerian Sosial               Keselamatan terbaik                 Pertambangan terbaik
     RobecoSAM                         Untuk pengembangan kesehatan                                        Kementerian Energi & Sumber         Kementerian Energi & Sumber
                                       masyarakat                                                          Daya Mineral                        Daya Mineral
                                       Kementerian Kesehatan




                 2019                             2020                               2021                             2022                                2023

     Penghargaan PROPER Emas           Penghargaan PROPER Emas            Penghargaan PROPER Emas          Penghargaan PROPER Emas             Penghargaan PROPER Emas
     Kementerian Lingkungan Hidup &    Kementerian Lingkungan Hidup &     Kementerian Lingkungan Hidup &   Kementerian Lingkungan Hidup &      Kementerian Lingkungan Hidup &
     Kehutanan                         Kehutanan                          Kehutanan                        Kehutanan                           Kehutanan
     Penghargaan Global CSR, satu      Peringkat ESG MSCI dinaikkan       Peringkat ESG MSCI dinaikkan
                                                                                                           Penghargaan Emas Global CSR         Subroto award
     emas dan dua perak                menjadi BB                         menjadi BBB
                                       MSCI                               MSCI                             Untuk Keunggulan Penyediaan         Untuk Program Pengembangan
     Untuk program pendidikan anak
                                                                                                           Literasi dan Edukasi                Masyarakat Paling Inovatif
     usia dini, kepemimpinan CSR dan
                                                                                                           Annual Global CSR & Summit          Kementerian Energi & Sumber
     program keunggulan lingkungan     Amal dan Dampak Masyarakat         Penghargaan Keunggulan
                                       Coaltrans Asia                     Lingkungan Terbaik - Perak                                           Daya Mineral
     pada pemimpin.
                                                                          Global CSR Summit & Awards       Green Initiative Award
     Annual Global CSR & Summit
                                       Implementasi Terbaik Praktik                                        Pengakuan atas inisiatif            Terdaftar di World Best
                                       Penambangan yang Baik              Penghargaan Aditama              perusahaan untuk mendiversifikasi   Employers 2023 Forbes
                                                                                                           dan meningkatkan porsi EBT          Forbes’ Global List
                                       Kementerian Energi & Sumber        Praktik Penambangan yang Baik
                                                                                                           Katadata
                                       Daya Mineral                       Kementerian Energi & Sumber
                                                                          Daya Mineral

                                                                                                                                                                                36
Page 36
Prospek Industri
Page 37
Harga Bertahan di Sekitar Rekor-Rekor Tertinggi

  700

  600

  500

  400
AS$




  300

  200

  100

      0
                                     Jul-17




                                                                                           Jul-18




                                                                                                                                                 Jul-19




                                                                                                                                                                                                        Jul-20




                                                                                                                                                                                                                                                              Jul-21




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jul-22




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          Jul-23
                                                       Nov-17




                                                                                                             Nov-18




                                                                                                                                                                    Nov-19




                                                                                                                                                                                                                          Nov-20




                                                                                                                                                                                                                                                                                Nov-21




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                      Nov-22




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            Nov-23
                            May-17




                                                                                  May-18




                                                                                                                                        May-19




                                                                                                                                                                                               May-20




                                                                                                                                                                                                                                                     May-21




                                                                                                                                                                                                                                                                                                           May-22




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                 May-23
          Jan-17

                   Mar-17




                                              Sep-17



                                                                Jan-18

                                                                         Mar-18




                                                                                                    Sep-18



                                                                                                                      Jan-19

                                                                                                                               Mar-19




                                                                                                                                                          Sep-19



                                                                                                                                                                             Jan-20

                                                                                                                                                                                      Mar-20




                                                                                                                                                                                                                 Sep-20



                                                                                                                                                                                                                                   Jan-21

                                                                                                                                                                                                                                            Mar-21




                                                                                                                                                                                                                                                                       Sep-21



                                                                                                                                                                                                                                                                                         Jan-22

                                                                                                                                                                                                                                                                                                  Mar-22




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             Sep-22



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Jan-23

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        Mar-23




                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   Sep-23



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     Jan-24
                                                                                                                                        NEX                        ICI 3                 ICI 4                   HBA                    HCC PLV FOB Australia




  ▪ Harga terus berfluktuasi.

  ▪ Permintaan dari China mendukung impor batu bara termal Indonesia.

  ▪ Permintaan batu bara Indonesia diperkirakan masih akan tinggi karena daya saing dan karakteristiknya yang unik.

  ▪ Rata-rata YTD harga PLV HCC FOB Australia turun 19% year-on-year, namun tetap tinggi, hampir mencapai rata-rata AS$300/juta ton.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              38
Page 38
Prospek Permintaan dan Penawaran Batu Bara Termal di
Pasar Seaborne
              Permintaan impor batu bara termal global (juta ton)                              Penawaran batu bara termal global (juta ton)

              1200
                                                                                                     1200
              1000
                                                                                                     1000
               800
                                                                                                      800
   Juta ton




                                                                                          Juta ton
               600
                                                                                                      600

               400                                                                                    400

               200                                                                                    200

                 0                                                                                      0
                  2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030                                      2021    2022   2023     2024    2025      2026   2027   2028      2029   2030
                 China                   India                  Asia Timur
                                                                                                     Indonesia   Australia     Rusia    Kolombia     Afrika Selatan   AS    Lainnya
                 Asia Tenggara           Asia Selatan Lainnya   Timur Tengah
Sumber: Analisis Adaro


                ▪ Batu bara tetap menjadi bagian penting bauran energi di negara-negara berkembang Asia.
                ▪ Walaupun ada dorongan menggunakan energi terbarukan, negara-negara berkembang Asia masih mengandalkan batu bara untuk pembangkit listrik karena
                  ketersediaan dan harganya yang terjangkau.
                ▪ Seiring dunia mengupayakan pengurangan emisi karbon, permintaan batu bara akan terpengaruh.

                                                                                                                                                                                         39
Page 39
     Prospek Permintaan dan Penawaran Batu Bara Metalurgi
     di Pasar Seaborne
            Permintaan impor batu bara metalurgi global (juta ton)                                      Penawaran batu bara metalurgi global (juta ton)

           350                                                                                350

           300                                                                                300

           250                                                                                250

                                                                                              200
           200
Juta ton




                                                                                              150
           150
                                                                                              100
           100
                                                                                               50
            50
                                                                                                0
             0                                                                                   2022       2023    2024   2025     2026    2027     2028     2029   2030
              2022       2023      2024   2025     2026    2027    2028   2029      2030                Australia      Kanada          Amerika Serikat   Mongolia
                 China     India      Jepang     Korea Selatan    Eropa   Lainnya                       Rusia          Mozambique      Indonesia         Lainnya
       Sumber: Analisis Adaro


             Investasi yang masih rendah dan permintaan yang tinggi diperkirakan akan menyebabkan pasar yang kekurangan pasokan

             • Prospek jangka panjang menunjukkan pertumbuhan permintaan dan penawaran yang positif dan stabil.
             • India akan menjadi faktor pertumbuhan utama pada dekade berikut, melampaui China dan Jepang.
             • Australia terus menjadi pemasok utama pasar seaborne, namun pertumbuhan suplai akan terbatasi oleh kurangnya investasi di beberapa negara
                 penyuplai.
                                                                                                                                                                            40
Page 40
Permintaan Jangka Panjang Indonesia Tetap Tinggi
Didukung oleh peningkatan aktivitas hilirisasi di Indonesia
             Kapasitas PLTU pada 2021-2030                                                               Peningkatan kapasitas batu bara kokas
                                                                                           25
        50
                                                                                           20

        40




                                                                          Million Tonnes
                                                                                           15
GW




        30
                                                                                           10

        20
                                                                                           5

        10                                                                                 0
                                                                                                        2021                   2022          2023        2024
                                                                                            Risun Wei Shan     Detian Coking     KinXiang    Kinrui     Dexin Steel
         0
                                                                                            Krakatau Steel     Krakatau POSCO    Tsingshan   Indocoke
          2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
 Sumber: RUPTL 2021 – 2030, ESDM 2022, APBI



• Kapasitas PLTU terus meningkat untuk mendukung transisi di bidang pengolahan dan pemurnian mineral di Indonesia.
• Kapasitas batu bara kokas Indonesia diperkirakan akan mencapai 21 juta ton pada tahun 2024, yang setara dengan konsumsi 35 juta ton batu bara
     metalurgi.
                                                                                                                                                                      41
Page 41
Terima kasih.




                42

File

File Open PDF
Source IDX
Size6.7 MB
Published1 Mar 2024
Pages41
Characters80,666
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 24 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Adaro Energy Indonesia Tbk p.1 ×9
linked org Adaro Minerals Indonesia Tbk p.3 ×11
linked org PT Adaro Energy p.3 ×2
linked org PT Medco Power Indonesia p.14
linked org PT Adaro Indonesia p.18
possible org Krakatau Steel p.40
unresolved org Indonesia Tbk p.3 ×2
unresolved org PT PJBI p.13
unresolved org PT Adaro Power p.14
unresolved org PT Energi Baru TBS. p.14
unresolved org PT Adaro Minerals p.18
unresolved — COD p.25
unresolved — Availability Factor p.25 ×2
unresolved — Elektrifikasi Adaro p.25
unresolved org PT Alam Sukses Lestari p.34
unresolved org PT Hutan Amanah Lestari p.34
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.35 ×10
unresolved org Kementerian Energy & Sumber p.35 ×2
unresolved org Kementerian Energy & Sumber Daya Mineral p.35
unresolved org Kementerian Sosial p.35
unresolved org Kementerian Energi & Sumber p.35 ×4
unresolved org Kementerian Kesehatan p.35
unresolved org Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral p.35

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result