Skip to content
Back to announcement

20240229_ADRO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31582133_lamp2.pdf

Other Text extracted ADRO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 13

Page 1
PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK (BEI: ADRO)
NEWS RELEASE KINERJA KEUANGAN FY23
Jakarta, 29 Februari 2024 – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“AEI”, BEI: “ADRO”) hari ini
mengumumkan kinerja keuangan konsolidasi untuk tahun keuangan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 ke BEI/OJK.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer, Bapak Garibaldi Thohir mengatakan:
“Kami senang dengan pencapaian yang melampaui target tahun 2023, dengan skala
volume produksi dan efisiensi operasional yang semakin mendukung kemajuan Grup
Adaro. Investasi pada bisnis-bisnis non batu bara termal juga memperlihatkan
perkembangan yang baik. Tahun ini kami memulai konstruksi smelter aluminium di
kawasan industri di Kalimantan Utara, dan meletakkan batu pertama untuk pembangkit
listrik tenaga air, juga di Kalimantan Utara. Selain itu, diversifikasi ke bisnis batu bara
metalurgi juga mencapai hasil yang baik, dengan batu bara metalurgi meliputi 17% dari
pendapatan AEI FY23. Secara keseluruhan, dengan perkembangan-perkembangan ini,
kami tetap optimistis terhadap prospek masa depan Grup Adaro dan keinginan kami untuk
mendiversifikasi sumber pendapatan.”

Iktisar
• AEI mencatat laba inti $1.873 juta dan EBITDA operasional $2.554 juta pada FY23, serta
    margin EBITDA operasional yang memuaskan sebesar 39%.
• AEI mencatat kenaikan 7% pada volume penjualan hingga menjadi 65,71 juta ton, melampaui
    target volume penjualan yang ditetapkan berkisar 62 – 64 juta ton. Namun, seiring harga batu
    bara kembali normal, pendapatan perusahaan turun 20% menjadi $6.518 juta karena
    penurunan 26% pada harga jual rata-rata (ASP).
• Sesuai rencana investasi, belanja modal naik 53% menjadi $648,3 juta. Belanja modal ini
    terutama digunakan untuk investasi pada alat berat, tongkang, dan sarana pendukung di
    rantai pasokan perusahaan di saat investasi pada smelter aluminium dan fasilitas
    pendukungnya dimulai.
• Posisi keuangan AEI tetap sehat dengan posisi kas bersih $1.936 juta pada akhir 2023, dan
    posisi kas $3.311 juta.
• Perusahaan menunjukkan progres yang berarti pada kawasan industri di Kalimantan Utara,
    dimana PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), telah merampungkan pekerjaan
    penyelidikan tanah, perataan tanah, dan penimbunan untuk fasilitas tanur pembakaran di
    lokasi smelter aluminumnya.


PANDUAN FY24 PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK
  ▪ Volume penjualan: 65 juta ton sampai 67 juta ton, yang meliputi 61 juta ton sampai 62 juta
     ton batu bara termal, dan 4,9 juta ton sampai 5,4 juta ton batu bara metalurgi dari ADMR.
  ▪ Nisbah kupas: 4,3x, secara y-o-y setara dengan pada FY23.
  ▪ Belanja modal: $600 juta sampai $700 juta, termasuk investasi ekuitas pada proyek-
     proyek terkait kawasan industri di Kalimantan Utara.




                                               1
Page 2
                                                   Kinerja Keuangan

    ($ juta, kecuali dinyatakan berbeda)                                        FY23            FY22           % Selisih
     Pendapatan usaha bersih                                                      6.518            8.102          -20%
     Beban pokok pendapatan                                                     (3.980)          (3.449)           15%
     Laba kotor                                                                   2.537            4.653          -45%
     Laba usaha                                                                   2.155            4.308          -50%
     Laba inti1                                                                   1.873            3.013          -38%
     EBITDA operasional2                                                          2.554            5.030          -49%
     Total aset                                                                 10.473           10.782             -3%
     Total liabilitas                                                             3.064            4.255          -28%
     Modal pemegang saham                                                         7.409            6.527           14%
     Utang berbunga                                                               1.423            1.573          -10%
     Kas                                                                          3.311            4.067          -19%
     Utang bersih3                                                              (1.936)          (2.599)          -26%
     Belanja modal4                                                                 648              424           53%
     Arus kas bebas5                                                              1.694            2.769          -39%
     Laba per saham (EPS) dasar dalam $                                           0,053            0,080          -34%

                                                    Rasio Keuangan

                                                                                FY23            FY22            % Selisih
     Margin laba kotor (%)                                                         39%             57%             -19%
     Margin usaha (%)                                                              33%             53%             -20%
     Margin EBITDA operasional (%)                                                 39%             62%             -32%
     Utang bersih terhadap ekuitas (x)                                           (0,26)          (0,40)            -35%
     Utang bersih terhadap EBITDA operasional 12 bulan                           (0,76)          (0,52)             47%
    terakhir (x)
     Kas dari operasi terhadap belanja modal (x)                                    1,99             9,66             -79%
1
 Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan, penilaian pajak tahun
  sebelumnya, penyisihan piutang usaha tak tertagih, pembalikan cadangan beban/pembayaran kepada Pemerintah dan provisi biaya
  dekomisioning)
2
 EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya, penyisihan piutang usaha tak tertagih, dan provisi biaya dekomisioning
3
 Setelah dikurangi kas dan setara kas dan bagian lancar dari investasi lainnya
4
 Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap – perolehan dari pelepasan aset tetap + pembayaran untuk
penambahan properti pertambangan + penambahan liabilitas sewa pembiayaan
5
  EBITDA operasional – pajak – perubahan piutang usaha, persediaan, dan utang usaha – belanja modal tidak termasuk liabilitas
sewa pembiayaan


                                                    Segmen Operasi

           Segmen                                 Pendapatan                              Laba Periode Berjalan
    ($ juta)                         FY23           FY22              Selisih          FY23      FY22      Selisih
    Pertambangan dan                  6.318           7.936              -20%           1,425       2,332       -39%
    perdagangan batu
    bara
    Jasa pertambangan                  1.078               927              16%             118                91            30%
    Lainnya                              657               543              21%             314              422            -26%
    Eliminasi                        (1.535)           (1.304)              18%              (2)             (14)           -86%
    Total                              6.518             8.102             -20%           1.855            2.831            -34%


                                                               2
Page 3
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK TAHUN 2023

Pendapatan usaha, harga jual rata-rata dan produksi

AEI mencatat pendapatan yang cukup memuaskan sebesar $6.518 juta pada FY23, atau turun
20% dari FY22, walaupun masih mencapai rekor produksi dan penjualan, yang masing-masing
naik 5% dan 7% atau sebesar 65,88 juta ton dan 65,71 juta ton, melampaui target yang berkisar
62-64 juta ton. Peningkatan kinerja operasional in diofset dengan penurunan 26% pada ASP
seiring harga batu bara kembali normal.

Beban pokok pendapatan

Beban pokok penjualan naik 15% y-o-y menjadi $3.980 juta, terutama karena kenaikan biaya
royalti kepada pemerintah yang dibayarkan PT Adaro Indonesia (AI) dibandingkan pada tahun
sebelumnya. Biaya penambangan dan biaya pemrosesan juga naik, akibat kenaikan volume. AEI
mencatat kenaikan 22% pada pengupasan lapisan penutup menjadi 286,35 juta bcm, dan nisbah
kupas 4,35x, atau 16% lebih tinggi daripada FY22 maupun target, namun masih sesuai dengan
nisbah kupas umur tambang perusahaan.

Walaupun konsumsi bahan bakar naik 14%, biaya bahan bakar FY23 tetap setara dengan FY22
karena harga minyak lebih rendah. Biaya kas batu bara per ton (tidak termasuk royalti) pada FY23
naik 9% dari FY22.

Beban usaha

Beban usaha pada FY23 turun 8% y-o-y menjadi $344 juta karena penurunan 17% pada komisi
penjualan menjadi $104 juta dan perusahaan mencatat pembalikan terhadap cadangan beban
yang belum dibayar untuk komponen terkait beban terkait kewajiban pembayaran kepada
pemerintah sebesar $53,8 juta, setelah dikurangi akrual untuk PNBP untuk pemerintah pusat
(porsi 4%) dan pemerintah daerah (porsi 6%). Di sisi lain, biaya karyawan naik 29% menjadi $104
juta, seiring pertumbuhan Grup Adaro.

Royalti kepada Pemerintah dan beban pajak penghasilan

Royalti kepada Pemerintah naik 19% menjadi $1.466 juta, dari $1.230 juta, sedangkan beban
pajak penghasilan turun 73% menjadi $439 juta dari $1.645 juta. Setelah mendapatkan IUPK-
KOP pada bulan September 2022, mulai 1 Januari 2023, AI menerapkan ketentuan perpajakan
dan penghasilan negara bukan pajak (PNBP) sesuai aturan yang berlaku.

IUPK-KOP telah meningkatkan tarif royalti AI ke rentang 14% sampai 28%, dari tarif
sebelumnya 13,5%. Namun, tarif pajak penghasilan badan turun dari 45% menjadi 22%. IUPK-
KOP juga menyebabkan perubahan lainnya pada bisnis AI, misalnya PNBP untuk porsi
pemerintah pusat dan daerah sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan. AI meliputi
74% produksi Grup Adaro pada FY23.




                                               3
Page 4
EBITDA operasional dan laba inti

EBITDA operasional AEI turun 49% y-o-y menjadi $2.554 juta dan laba inti turun 38% menjadi
$1.873 juta pada FY23, sejalan dengan penurunan ASP dan kenaikan biaya. Margin EBITDA
operasional pada FY23 tetap sehat pada level 39%.

Laba bersih periode ini yang mencapai $1.855 juta telah memperhitungkan PNBP untuk
pemerintah pusat (dengan porsi 4%) dan pemerintah daerah (dengan porsi 6%).

Total aset

Total aset per akhir FY23 turun 3% menjadi $10.472 juta dari $10.782 juta pada akhir FY22. Saldo
kas pada akhir FY23 juga turun 19% menjadi $3.311 juta. Kas dan setara kas meliputi 32% total
aset perusahaan.

Aset lancar pada akhir FY23 turun 19% menjadi $4.302 juta, dibandingkan $5.319 juta pada akhir
FY22. Aset non lancar pada akhir FY23 tercatat 13% lebih tinggi daripada tahun sebelumnya,
atau sebesar $6.171 juta, karena peningkatan aset tetap.

Aset tetap

Aset tetap pada akhir FY23 sebesar $1.754 juta setara dengan kenaikan 21% dari akhir FY22
karena perusahaan menambah pengeluaran belanja modal pada periode ini untuk pembelian alat
berat, tongkang, dan investasi smelter aluminium serta fasilitas pendukungnya. Aset tetap
meliputi 17% total aset.

Properti pertambangan

Pada akhir FY23, properti pertambangan tercatat 4% lebih rendah secara y-o-y pada $995 juta,
yang disebabkan karena amortisasi reguler. Properti pertambangan meliputi 9% total aset.

Total liabilitas

Total liabilitas pada akhir FY23 tercatat $3.064 juta, atau turun 28% dari periode yang sama tahun
sebelumnya. Liabilitas lancar turun 13% y-o-y menjadi $2.135 juta, terutama karena penurunan
92% pada utang pajak penghasilan badan, yang diofset dengan reklasifikasi surat utang AI
menjadi liabilitas lancar karena akan jatuh tempo dalam waktu dekat di bulan Oktober 2024, serta
kenaikan sebesar 57% pada beban yang masih harus dibayar akibat perubahan peraturan
pemerintah – terutama karena PNBP untuk pemerintah pusat (dengan porsi 4%) dan pemerintah
daerah (dengan porsi 6%). Liabilitas non lancar turun 49% y-o-y menjadi $929 karena
pembayaran secara suka rela atas pinjaman bank AI sebesar $196 juta .

Manajemen utang dan likuiditas

Saldo kas AEI pada akhir FY23 turun 19% menjadi $3.311 juta dari $4.067 juta y-o-y. AEI juga
memiliki akses terhadap investasi lainnya sebesar $48 juta dan sejumlah $1.896 juta komitmen
fasilitas pinjaman yang belum digunakan dari berbagai pinjaman yang ada pada FY23, sehingga
meningkatkan likuiditas total menjadi $5.255 juta pada akhir FY23. Utang berbunga turun 10% y-
oy menjadi $1.423 juta.



                                                4
Page 5
Ekuitas

Pada akhir FY23, modal pemegang saham bersaldo $7.408 juta, atau naik 14% y-o-y karena
kenaikan laba ditahan.

Arus kas dari aktivitas operasi

Pada FY23, arus kas AEI dari aktivitas operasional turun 70% y-o-y menjadi $1.153 juta dari
$3.864 juta akibat penurunan penerimaan dari pelanggan dan kenaikan pembayaran royalti serta
pajak penghasilan serta pembayaran kepada suplier. Perusahaan membayar sebesar $1.529 juta
untuk pajak penghasilan badan dan final, atau naik 80% y-o-y. Lebih lanjut, efektif mulai tahun
2023, tarif pajak penghasilan badan AI turun menjadi 22% dari tarif 45% sebelumnya.

Arus kas dari aktivitas investasi

Perusahaan melaporkan $582 juta dalam bentuk arus kas keluar bersih yang digunakan pada
aktivitas investasi, atau turun 24% dari FY22, terutama karena kenaikan 47% pada pembelian
aset tetap menjadi $560 juta.

Belanja modal

Belanja modal pada FY23 naik 53% menjadi $648 juta dari $424 juta pada tahun sebelumnya,
melampaui panduan 2023. Pengeluaran belanja modal pada periode ini terutama digunakan
untuk pembelian dan penggantian alat berat dan tongkang, investasi awal pada smelter
aluminium dan fasilitas pendukungnya, serta investasi pada infrastruktur.

Arus kas dari aktivitas pembiayaan

Arus kas keluar bersih dari aktivitas pembiayaan pada FY23 naik 67% menjadi $1.334 juta,
terutama karena kenaikan pembayaran dividen dan pelunasan pinjaman bank. Perusahaan
membagikan $1.000 juta sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham untuk FY22.




                                              5
Page 6
LAPORAN OPERASIONAL FY23 PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK
(BEI: ADRO)
IKTISAR OPERASIONAL FY23
• Volume produksi PT Adaro Energy Indonesia Tbk dan perusahaan-perusahaan anak (Grup
  Adaro) mencapai 65,88 juta ton pada FY23, setara dengan kenaikan 5% dari FY22.
• Volume penjualan tahun ini yang mencapai 65,71 juta ton, atau setara kenaikan 7% dari FY22
  dan melampaui target yang berkisar 62-64 juta ton.
• Penjualan batu bara metalurgi melalui perusahaan anak, yakni PT Adaro Minerals Indonesia
  Tbk (ADMR), naik 39% menjadi 4,46 juta ton pada FY23, melampaui target volume penjualan
  FY23 yang berkisar 3,8-4,3 juta ton.
• Pengupasan lapisan penutup mencapai 286,35 juta bcm pada FY23, atau naik 22% dari FY22.
  Nisbah kupas mencapai 4,35x, atau naik 16% dari FY22 dan lebih tinggi daripada target 4,2x
  untuk FY23.
• Terlihat progres yang berarti pada kawasan industri di Kalimantan Utara, dimana perusahaan
  smelter aluminium, PT Kalimantan Aluminium Industry, telah merampungkan pekerjaan
  penyelidikan tanah, perataan tanah, dan penimbunan untuk fasilitas tanur pembakaran di
  lokasi aluminum smelter.

RINGKASAN OPERASIONAL FY23

                                                        4Q23 vs.          4Q23 vs.                   FY23 vs.
                               Unit     4Q23     3Q23              4Q22              FY23     FY22
                                                         3Q23              4Q22                       FY22
Volume produksi              juta ton    15,15    17,31     -12%    17,52     -13%    65,88    62,88       5%
 AI                          juta ton    11,13    12,49     -11%    13,28    -16%     48,60    49,12     -1%
 Balangan Coal Companies     juta ton     1,73     2,25     -23%     2,26    -23%      8,02     7,11     13%
 ADMR                        juta ton     1,13     1,44     -21%     0,81     40%      5,11     3,37     52%
 MIP                         juta ton     1,17     1,14      3%      1,18     -1%      4,15     3,28     27%
Volume penjualan             juta ton    16,59    16,50      1%     17,17     -3%     65,71    61,34      7%
 Termal - CV menengah        juta ton    10,72    11,35     -6%     11,92    -10%     44,54    44,91     -1%
 Termal - < 4500 GAR         juta ton     4,41     3,95     12%      4,23      4%     16,71    13,24     26%
 Batu bara metalurgi         juta ton     1,45     1,19     21%      1,02     43%      4,46     3,20     39%
Pengupasan lapisan penutup   juta bcm    68,92    87,60     -21%    62,15     11%    286,35   235,68     22%
 AI                          juta bcm    50,80    66,58     -24%    48,90      4%    219,39   191,83     14%
 Balangan Coal Companies     juta bcm     9,97    10,75     -7%      7,16     39%     35,25    26,69     32%
 ADMR                        juta bcm     4,89     6,27     -22%     2,26    116%     18,70     8,32    125%
 MIP                         juta bcm     3,27     4,00     -18%     3,83    -15%     13,02     8,84     47%
Nisbah kupas                    x         4,55     5,06     -10%     3,55     28%      4,35     3,75     16%




                                                        6
Page 7
Volume Produksi Kuartalan Historis (juta ton)
                                20.0
                                                                                                                                                                                   17.4 17.5                 17.7 17.3
  Volume produksi (juta ton)

                                                                                     15.7                                                                                  15.9                      15.7
                                                       14.9 15.1             14.7                                                                                                                                          15.2
                                15.0                                 13.8                   13.9 14.4                  13.8 13.4             13.6 13.2 13.1
                                                13.1                                                           12.9                   12.9
                                                                                                                                                                    12.1
                                         11.0
                                10.0


                                 5.0


                                  -




Volume Penjualan Kuartalan Historis (juta ton)
                                20.0
                                18.0                                                                                                                                               16.7 17.2                 16.9 16.5 16.6
                                                       15.5 15.1             15.4 15.9                                                                                                               15.7
  Volume penjualan (juta ton)




                                                                                                                                                                           15.3
                                16.0                                                        14.5 14.4
                                                                     13.4                                              13.6 13.4
                                14.0            12.9                                                       12.7                       12.6 13.2 13.1 12.7 12.2
                                12.0     10.9
                                10.0
                                 8.0
                                 6.0
                                 4.0
                                 2.0
                                  -




Volume Pengupasan Lapisan Penutup dan Nisbah Kupas Kuartalan Historis
                                      150.0                   5.5                                                                                                                                                           6.0
                                                       5.3                                5.3
                                                4.9                                                                                                                                                          5.1
  Volume pengupasan lapisan




                                                                     4.6 4.5 4.5                 4.5                                         4.6                                                                    4.5     5.0
                                      120.0                                                                                                         4.4
                                                                                                                4.1 4.2               4.1                         4.0           4.1                  4.1
      penutup (juta bcm)




                                                                                             3.7             3.5              3.5 3.6              4.0
                                                                                 3.5                                 3.4                  87.6
                                       90.0             81.3            82.5
                                                    69.0    69.2                                                         71.5         73.4    68.9 3.0
                                                                61.566.0    62.1        57.7
                                                                                                    62.7
                                                                                                        57.8                 62.1
                                                54.0                                                                53.9         56.5
                                       60.0                                     49.853.2    49.152.5        45.948.2
                                                                                                                                                   2.0

                                       30.0
                                                                                                                                                                                                                            1.0

                                         -                                                                                                                                                                                  -
                                                                                                                                      1Q21
                                                1Q18
                                                       2Q18
                                                              3Q18
                                                                     4Q18
                                                                            1Q19
                                                                                   2Q19
                                                                                          3Q19
                                                                                                 4Q19
                                                                                                        1Q20
                                                                                                                2Q20
                                                                                                                        3Q20
                                                                                                                               4Q20


                                                                                                                                             2Q21
                                                                                                                                                    3Q21
                                                                                                                                                           4Q21
                                                                                                                                                                  1Q22
                                                                                                                                                                         2Q22
                                                                                                                                                                                3Q22
                                                                                                                                                                                       4Q22
                                                                                                                                                                                              1Q23
                                                                                                                                                                                                      2Q23
                                                                                                                                                                                                             3Q23
                                                                                                                                                                                                                    4Q23




                                                                                                                         7
Page 8
PENJUALAN GRUP ADARO PADA FY23 BERDASARKAN DESTINASI


                         India
                          12%
                                              Indonesia
                                                 25%

          Asia Timur
             Laut
             20%



                                             Asia Tenggara
                       China                      22%
                        21%




PILAR ADARO ENERGY

1. MINING

   PT Adaro Indonesia (AI)
   • Volume produksi AI pada 2023 mencapai 48,60 juta ton, atau turun 1% dari 2022. Volume
     penjualan periode ini mencapai 57,24 juta ton, atau naik 3% dari 2022.
   • Total pengupasan lapisan penutup AI mencapai 219,39 juta bcm, naik 14% dari 2022,
     sehingga nisbah kupas mencapai 4,51x pada 2023.

                                                                   4Q23 vs.            4Q23 vs.                        FY23 vs.
                                   Unit          4Q23       3Q23                4Q22                FY23        FY22
                                                                    3Q23                4Q22                            FY22
Pengupasan lapisan penutup       juta bcm         50,80      66,58    -24%       48,90      4%      219,39      191,83     14%
Volume produksi                   juta ton        11,13      12,49    -11%       13,28    -16%       48,60       49,12     -1%
Volume penjualan                  juta ton        14,17      14,21      0%       15,13     -6%       57,24       55,50      3%


   Balangan Coal Companies (BCC)
   • Balangan Coal Companies memproduksi 8,02 juta ton batu bara pada 2023, atau naik 13%
     dari 2022. Total pengupasan lapisan penutup sebesar 35,25 juta bcm setara kenaikan 32%
     dari 2022 dan menghasilkan nisbah kupas 4,40x pada 2023.


                                                                         4Q23 vs.           4Q23 vs.                         FY23 vs.
                                          Unit       4Q23        3Q23                4Q22                FY23       FY22
                                                                          3Q23               4Q22                             FY22
    Pengupasan lapisan penutup        juta bcm            9,97     10,75     -7%       7,16     39%        35,25       26,69     32%
    Volume produksi                    juta ton           1,73     2,25       -23%     2,26       -23%       8,02      7,11       13%


   PT Mustika Indah Permai (MIP)
   • MIP mencatat kenaikan 27% pada volume produksi dibandingkan pada tahun 2022, hingga
     mencapai 4,15 juta ton. Volume penjualan tahun 2023 mencapai 4,01 juta ton, atau naik
     52% dari 2022.


                                                                   8
Page 9
   • Volume pengupasan lapisan penutup tahun 2023 sebesar 13,02 juta bcm setara kenaikan
     47% dari tahun 2022. Pengupasan lapisan penutup MIP naik berkat dukungan kenaikan
     ketersediaan fisik alat berat dan kenaikan utilisasi alat berat karena dukungan cuaca yang
     baik di sepanjang tahun. Nisbah kupas pada tahun 2023 naik 16% menjadi 3,13x.
   • Filipina adalah tujuan ekspor terbesar MIP di tahun ini, diikuti India dan China. MIP menjual
     26% volumenya ke pasar domestik pada tahun 2023.



                                                                        4Q23 vs.              4Q23 vs.                            FY23 vs.
                                        Unit      4Q23         3Q23                  4Q22                  FY23        FY22
                                                                         3Q23                  4Q22                                FY22
   Pengupasan lapisan penutup      Mbcm               3.27       4.09      -20%        3.83      -15%       13.02          8.84       47%
   Volume produksi                 Mt                 1.18       1.13         5%       1.18         0%       4.15          3.28       27%
   Volume penjualan                Mt                 0.97       1.10      -12%        1.02         -5%      4.01          2.64       52%


   Kestrel Coal Mine (Kestrel)
   • Pada FY23, Kestrel mencatat volume produksi batu bara yang dapat dijual sejumlah 5,57
     juta ton, atau turun 2% dari FY22. Volume penjualan Kestrel pada FY23 tercatat 5,56 juta
     ton, atau turun 3% dari FY22. Pada tahun ini, persediaan batu bara Kestrel yang diproses
     di fasilitas memiliki kandungan dilusi tanah lempung yang tinggi sehingga menurunkan hasil
     dan mengurangi kapasitas throughput.
   • Tujuan penjualan Kestrel terdiri dari para pelanggan di pasar Asia. Jepang merupakan
     tujuan penjualan terbesar Kestrel pada 2023, diikuti India dan Korea. Adaro Capital Limited
     (48%), perusahaan anak AEI, dan EMR Capital Ltd (52%) memegang 80% kepemilikan
     atas Kestrel.

                                                                  4Q23 vs.              4Q23 vs.                          FY23 vs.
                                  Unit         4Q23      3Q23                  4Q22                   FY23          FY22
                                                                   3Q23                  4Q22                              FY22
Produksi yang dapat dijual      juta ton        1,41         1,63    -13%          1,23     15%           5,57       5,67     -2%
Volume penjualan                juta ton        1,55         1,78    -13%          1,36     14%           5,56       5,76     -3%


2. SERVICES

   PT Saptaindra Sejati (SIS)
   • Pada tahun 2023, volume pengupasan lapisan penutup yang dilaksanakan SIS naik 18%
     y-o-y menjadi 223,08 juta bcm. Volume produksi SIS pada tahun 2023 mencapai 60,91 juta
     ton, atau naik 2% dari tahun 2022.

                                                                   4Q23 vs.              4Q23 vs.                          FY23 vs.
                                  Unit         4Q23      3Q23                  4Q22                   FY23          FY22
                                                                    3Q23                  4Q22                              FY22
Pengupasan lapisan penutup      juta bcm       56,24         66,80    -16%         51,88      8%      223,08        189,60     18%
Volume produksi                  juta ton      14,04         15,75    -11%         16,62    -15%       46,86         59,51    -21%


3. LOGISTICS

   PT Maritim Barito Perkasa (MBP)
   • Volume angkutan tongkang MBP pada tahun 2023 naik 10% menjadi 63,53 juta ton dari
     2022. Hampir seluruh volume angkutan tongkang MBP pada tahun 2023 adalah volume
     dari Grup Adaro.
   • MBP telah mulai melaksanakan transfer barge-to-barge di Kelanis Utara untuk batu bara
     metalurgi Adaro Minerals karena perusahaan ini terus mendukung operasi Grup Adaro
     untuk mencapai keunggulan operasional dan daya saing biaya.

                                                                 9
Page 10
                                                       4Q23 vs.         4Q23 vs.                 FY23 vs.
                               Unit      4Q23    3Q23             4Q22             FY23    FY22
                                                        3Q23             4Q22                     FY22
Angkutan tongkang batu bara   juta ton   15,83   16,20     -2%    15,76      0%    63,53   57,33     11%


4. POWER

   • Pembangkit-pembangkit listrik Grup Adaro terus berkinerja baik pada 4Q23. Availability
     factor (AF) untuk PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) mencapai 99,7%, dengan rata-rata
     90% selama tahun 2023. AF PT Tanjung Power Indonesia (TPI) mencapai 98,58% pada
     4Q23, dengan rata-rata 92,22% selama tahun 2023. Sementara itu, AF PT Bhimasena
     Power Indonesia (BPI) tercatat 96,2% pada kuartal ini, sehingga rata-ratanya mencapai
     85,2% untuk 2023.
   • PT Adaro Power dan PT Adaro Clean Energy Indonesia terus mengembangkan inisiatif
     hijau Grup Adaro. Solar PV MSW di Kelanis memproduksi 190,73 MWh pada 4Q23,
     sehingga mencapai 793,76 MWh pada 2023. Inisiatif pengurangan emisi karbon lainnya
     termasuk melanjutkan co-firing biomassa di MSW pada 4Q23, yang setara dengan
     pengurangan CO2 ekuivalen 2.386,5 Ton CO2e, atau mencapai 4.517,2 Ton CO2e untuk
     tahun 2023.
   • Selain itu, di sepanjang tahun 2023, emisi karbon di TPI maupun BPI masih di bawah batas
     yang ditetapkan pemerintah.
   • PT Kaltara Power Indonesia (KPI) sedang membangun pembangkit listrik untuk mendukung
     smelter aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry. Pada 4Q23, KPI merampungkan
     pekerjaan terkait dan memulai pekerjaan penimbunan dan fondasi untuk area utama
     pembangkit. Secara paralel, konstruksi infrastruktur pendukung pembangkit juga telah
     mulai dengan pekerjaan penimbunan, fondasi peralatan, kolam air dan network relay room.
   • KPI akan melanjutkan pekerjaan fondasi dan pemasangan struktur baja pada 1Q24, untuk
     area utama pembangkit dan infrastruktur pendukung pembangkit. Semua unit pembangkit
     listrik diperkirakan akan rampung pada tahun 2025.

5. WATER

   Pada tahun 2023, Adaro Water terus mempertahankan kinerja operasional dan keuangan
   yang baik, serta mencatat progres dalam pengembangan proyek-proyeknya.
   1. Sebagai bagian proyek Air Tak Berekening untuk meningkatkan efisiensi air di utara kota
      Bandung, Adaro Water telah membangun tujuh zona dengan 55 kawasan bermeter (District
      Meter Areas – DMA) untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kebocoran atau non efisiensi.
   2. Progres konstruksi fasilitas pengolahan air (Water Treatment Plant – WTP) di Bekasi, Jawa
      Barat oleh PT Grenex Tirta Mandiri, dengan kapasitas 200 liter per detik, mencapai 85,12%
      per akhir 4Q23, dengan target untuk dapat melakukan komisioning bersama dengan
      Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pada 4Q24.
   3. PT Adaro Tirta Brayan saat ini sedang membangun WTP di Medan, Sumatera Utara,
      dengan kapasitas 500 liter per detik. Target COD-nya adalah 2Q24.

   Adaro Water juga memiliki beberapa proyek untuk mendukung aktivitas Grup Adaro, misalnya
   PT Adaro Tirta Sarana, yang saat ini memasok air bersih ke PT Kalimantan Industrial Park
   Indonesia (KIPI). PT Adaro Tirta Sarana memulai operasi Fase I pada bulan Juni 2023,
   sementara Fase II, yakni WTP berkapasitas 2x100 liter per detik masih dalam proses.



                                                        10
Page 11
PILAR ADARO MINERALS

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI: ADMR)
• Volume produksi batu bara metalurgi ADMR pada tahun 2023 mencapai 5,11 juta ton, atau
  naik 52% dari tahun 2022, dengan penjualan mencapai 4,46 juta ton, atau naik 39% dari tahun
  2022. Kinerja penjualan tercapai sedikit melebihi target tahun 2023 yang berkisar 3,8 juta ton
  sampai 4,3 juta ton. Pada 2H23, perusahaan memulai kembali operasi PT Lahai Coal (LC)
  dan menjual 0,20 juta ton dari produksi LC periode ini.
• Volume pengupasan lapisan penutup mencapai 18,70 juta bcm pada tahun 2023, atau naik
  125% dari 2022, sehingga nisbah kupas tercatat 3,66x, atau naik 48% dari tahun 2022. Kinerja
  kontraktor serta kondisi cuaca yang baik mendorong kenaikan volume pengupasan lapisan
  penutup di periode ini.
• Pada 2023, ADMR menjual sebagian besar batu baranya ke pasar ekspor dengan Jepang
  sebagai negara tujuan penjualan terbesar.

                                                          4Q23 vs.           4Q23 vs.                   FY23 vs.
                               Unit       4Q23    3Q23               4Q22               FY23    FY22
                                                           3Q23               4Q22                       FY22
Pengupasan lapisan penutup   juta bcm      4,89    6,27      -22%     2,26      116%    18,70    8,32      125%
 Maruwai                      juta bcm     3,02    4,65      -35%     2,26       33%    15,22    8,32       83%
 Lahai                        juta bcm     1,87    1,62       16%      -        100%     3,49     -        100%
Volume produksi               juta ton     1,13    1,44      -21%     0,81       40%     5,11    3,37       52%
 Maruwai                       juta ton    0,93    1,36      -32%     0,81       15%     4,83    3,37       43%
 Lahai                         juta ton    0,20    0,08      157%      -        100%     0,28     -        100%
Volume penjualan              juta ton     1,45    1,19       21%     1,02       43%     4,46    3,20       39%
 Maruwai                       juta ton    1,25    1,19        5%     1,02       24%     4,26    3,20       33%
 Lahai                         juta ton    0,20     -        100%      -        100%     0,20     -        100%


PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI)
• Pada 4Q23, KAI merampungkan pekerjaan penyelidikan tanah, perataan tanah, dan
  penimbunan untuk fasilitas tanur pembakaran di area smelter.
• Pada Q1 2024, KAI akan berfokus pada aktivitas penimbunan dan fondasi di area smelter. KAI
  juga akan melanjutkan pekerjaan penimbunan untuk fasilitas penerimaan bahan baku di area
  jetty serta infrastruktur pendukung lainnya.”

PILAR ADARO GREEN
      • Pilar Adaro Green dibentuk untuk mengakomodasi aspirasi membangun Adaro yang
        lebih besar dan lebih hijau dengan menangkap peluang di ekonomi hijau Indonesia.
        Melalui PT Adaro Clean Energy Indonesia (ACEI) dan anak-anak perusahaannya,
        Grup Adaro sedang membuat studi kelayakan untuk mengembangkan berbagai
        sumber energi terbarukan.
      • PT Adaro Sarana Energi Terbarukan (ASET), perusahaan anak ACEI, berencana
        untuk mengurangi konsumsi bahan bakar solar di Grup Adaro dan akan terus
        mengembangkan proyek-proyek terbarukan di dalam Grup Adaro untuk mewujudkan
        komitmen Grup Adaro terhadap transformasi hijau.

KESEHATAN, KESELAMATAN DAN LINGKUNGAN (K3LH)

Pada FY23, perusahaan mencatat 10 lost-time injuries (LTI) di seluruh operasi Grup Adaro, yang
lebih baik daripada LTI 13 pada FY22. Perusahaan juga mencatat lost-time injury frequency rate
(LTIFR) sebesar 0,08, atau turun 33% dari FY22, dan severity rate (SR) sebesar 48,74 pada

                                                         11
Page 12
FY23, yang juga lebih rendah daripada SR FY22 yang mencapai 57,22. Total jam kerja atau man-
hours pada FY23 tercatat 133.521.406, atau naik 17% dari 114.007.179 pada FY22. Dengan
sangat menyesal, perusahaan mencatat satu fatalitas dan telah melakukan analisis yang
menyeluruh terkait kecelakaan tersebut dan semakin menekankan implementasi Adaro Zero
Accident Mindset (AZAM) di seluruh Grup Adaro.

AKTIVITAS KORPORASI DAN PENGHARGAAN

Oktober 2023

• PT Adaro Indonesia (AI) mendapatkan peringkat Aditama dan Utama untuk kelima aspek
  Good Mining Practices (GMP) Awards 2023 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Mineral
  dan Batu Bara. Dengan bangga, AI juga mendapatkan peringkat terbaik (pemenang trofi) di
  antara peserta ajang tersebut untuk aspek Pengelolaan Standarisasi serta Usaha Jasa
  Pertambangan serta memenangkan predikat Best of the Best sebagai perusahaan
  pertambangan yang mengumpulkan total skor tertinggi dari kelima aspek GMP. Di ajang yang
  sama, PT Saptaindra Sejati (SIS) sebagai perusahaan jasa pertambangan hanya dapat
  berpartisipasi pada aspek Pengelolaan Standarisasi serta Usaha Jasa Pertambangan, dan
  mendapatkan peringkat Aditama untuk pekerjaan di tambang AI, Utama untuk pekerjaan di
  tambang PT Maruwai Coal, dan Utama untuk pekerjaan di tambang pihak ketiga.

November 2023

• PT Adaro Energy Indonesia Tbk menerima dua penghargaan pada ajang Best Philanthropy
  Awards 2023 yang diselenggarakan majalah Warta Ekonomi. AEI memenangkan dua kategori:
  (1) Community Development Activities through Health and Human Resource Quality
  Improvement dan (2) Commitment in Improving Education Quality of Youth and General
  Public.
• PT Adaro Indonesia (AI), PT Saptaindra Sejati (SIS), dan PT Maruwai Coal (MC)
  memenangkan berbagai penghargaan di acara Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional
  (TKMPN) XXVII di Yogyakarta. Acara ini merupakan ajang bagi perusahaan-perusahaan dari
  berbagai sektor untuk memamerkan karya inovasi di bidang Peningkatan Kualitas dan
  Produktivitas, yang dihadiri oleh 562 tim dari 182 perusahaan di Indonesia. AI memenangkan
  dua penghargaan Diamond, lima penghargaan Platinum, tiga penghargaan Emas dan Best
  Presentation. SIS memenangkan dua penghargaan Platinum dan satu penghargaan Emas,
  sedangkan MC memenangkan dua penghargaan Emas.

Desember 2023

• PT Adaro Indonesia (AI) telah merampungkan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS)
  untuk area seluas 321 hektar di Gunung Pamaton, desa Kiram, Kalimantan Selatan. Program
  ini terlaksana di bawah kerja sama dengan pemerintah provinsi, anggota masyarakat, dan
  mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat.
• PT Adaro Energi Tbk (AEI) masuk daftar World Best Employers 2023 majalah Forbes. AEI
  merupakan salah satu dari hanya tiga perusahaan Indonesia yang masuk Global List Forbes
  ini, dengan posisi di peringkat 348 dari 700.
• Tiga perusahaan anak PT Adaro Energi Tbk (AEI), yakni PT Adaro Logistics (AL), PT Maruwai
  Coal (MC), dan PT Adaro Indonesia (AI), memenangkan lima penghargaan di acara Indonesia
  Sustainable Development Goals Award (ISDA). AL memenangkan peringkat Emas untuk
  program Pendidikan Vokasi; MC memenangkan dua peringkat Emas untuk program Pintar

                                            12
Page 13
   Tuntang Harati dan program Budidaya Tanaman Nilam; dan peringkat Perak untuk program
   Perkebunan Kopi Baloi. Selain itu, AI memenangkan peringkat pertama di kategori Local Hero
   pada Indonesia CSR Award (ICA) untuk program unggulannya yakni Taman Wisata Alam
   Menanti Laburan di desa Padang Panjang, kabupaten Tabalong.

   Baik ISDA maupun ICA diselenggarakan oleh Corporate Forum for CSR Development dan
   didukung oleh Kantor Wakil Presiden RI, Kementerian Perencanaan Pembangunan
   Nasional/Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Badan
   Standardisasi Nasional.

• PT Adaro Indonesia mendapatkan penghargaan PROPER Emas yang keenam (tahun kelima
  berturut-turut) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada ajang Penghargaan
  Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Peringkat Emas
  merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang terbukti
  telah mengelola lingkungan melampaui kewajiban kepatuhan, serta melaksanakan inisiatif
  pengembangan masyarakat secara berkelanjutan.




                                                              ###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perusahaan”, “AEI”, “ADRO”) dan belum diverifikasi secara independen.
Perusahaan tidak memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung jawab atas
akurasi, kewajaran atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan atau afiliasinya, penasihat
atau perwakilannya melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari informasi yang tersaji atau terkandung
materi ini. Informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada
jaminan atas akurasinya.

Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-pernyataan tersebut
termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau para pejabatnya sehubungan
dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan
penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,” “estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna
serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan
mengandung risiko dan ketidakpastian, dan hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan
berwawasan ke depan tersebut karena berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk
merevisi pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.

Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu penawaran,
permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di dalam wilayah hukum mana
pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan sehubungan dengan kontrak, komitmen
atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan
nasihat profesional sebagaimana mestinya.


Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Untuk investor
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com

Untuk media
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com




                                                               13

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.43 MB
Published29 Feb 2024
Pages13
Characters47,573
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ADARO ENERGY INDONESIA TBK p.1 ×20
linked person Garibaldi Thohir p.1
linked org PT Adaro Indonesia p.3 ×13
linked org Adaro Minerals Indonesia Tbk p.6 ×5
linked org ADARO ENERGY p.8
linked org PT Adaro Clean Energy Indonesia p.10 ×3
linked org PT Kaltara Power Indonesia p.10
possible org Adaro Energi Tbk p.12 ×4
unresolved org PT Mustika Indah Permai p.8
unresolved org Korea. Adaro Capital Limited p.9
unresolved org EMR Capital Ltd p.9
unresolved org PT Saptaindra Sejati p.9 ×3
unresolved org PT Maritim Barito Perkasa p.9
unresolved org PT Makmur Sejahtera Wisesa p.10
unresolved org PT Tanjung Power Indonesia p.10
unresolved org PT Bhimasena Power Indonesia p.10
unresolved org PT Adaro Power p.10
unresolved org PT Grenex Tirta Mandiri p.10
unresolved org PT Adaro Tirta Brayan p.10
unresolved org PT Adaro Tirta Sarana p.10 ×2
unresolved org PT Kalimantan Industrial Park Indonesia p.10
unresolved org PT Lahai Coal p.11
unresolved org PT Adaro Sarana Energi Terbarukan p.11
unresolved org Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara. p.12
unresolved org PT Maruwai Coal p.12 ×3
unresolved org PT Adaro Logistics p.12
unresolved org Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional p.13
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.13 ×2
unresolved org Standardisasi Nasional. p.13

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result