Back to announcement
20240229_ADMR_Laporan Informasi dan Fakta Material_31582116_lamp2.pdf
Other Text extracted ADMRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK (BEI: ADMR)
NEWS RELEASE KINERJA KEUANGAN FY23
Jakarta, 29 Februari 2024 – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (BEI: ADMR) hari ini
mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 ke BEI / OJK.
Bapak Christian Ariano Rachmat, Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Adaro
Minerals Indonesia Tbk mengatakan:
“Kinerja keuangan maupun operasional kami pada tahun 2023 cukup memuaskan, dengan
dukungan pertumbuhan produksi Lampunut yang memuaskan serta pengakuan pasar
yang semakin solid terhadap produk Enviromet. Kondisi harga batu bara metalurgi yang
kondusif terus mendukung pencapaian ASP kami, dan disertai kenaikan volume dan
disiplin biaya, juga meningkatkan profitabilitas. Selain itu, operasi logistik Grup Adaro
yang terintegrasi memberikan kinerja dengan sangat baik dalam menghadapi tantangan di
Sungai Barito yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca akibat El Nino.
Akhirnya, visi kami di Kaltara semakin terealisasi, dengan kemajuan pada konstruksi
smelter aluminium dan infrastruktur terkait sesuai yang diharapkan. Kami tetap berada di
posisi untuk merampungkannya pada 4Q2025.”
Iktisar
• Volume produksi tahun 2023 mencapai 5,11 juta ton sedangkan penjualan mencapai 4,46
juta ton, atau masing-masing naik 52% dan 39% dari tahun 2022.
• Volume pengupasan lapisan penutup naik 125% menjadi 18,70 juta bank cubic meter, dengan
nisbah kupas 3,66x, sedangkan nisbah kupas tahun 2022 tercatat 2,47x.
• EBITDA operasional FY23 sebesar $573,50 juta setara dengan kenaikan 17% y-o-y, yang
tercapai karena kenaikan volume penjualan. Laba inti naik 23% menjadi $421,02 juta.
EBITDA operasional dan laba inti tidak meliputi komponen non-operasional dan komponen
yang hanya terjadi satu kali, sehingga mencerminkan kinerja bisnis inti.
• Belanja modal FY23 mencapai $134,02 juta seiring berlanjutnya konstruksi smelter aluminium
PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) serta proyek-proyek infrastruktur di PT Maruwai Coal
(MC).
• KAI telah merampungkan penyelidikan tanah, perataan tanah, dan pekerjaan penimbunan
untuk fasilitas tanur pembakaran di area smelter aluminium.
1
Page 2
Kinerja Keuangan
(AS$ ribu, kecuali dinyatakan berbeda) FY23 FY22 % Selisih
Pendapatan usaha 1.085.962 908.142 20%
Beban pokok pendapatan (502.750) (373.227) 35%
Laba kotor 583.212 534.915 9%
Laba usaha 574.631 458.400 25%
Laba inti1 421.015 341.672 23%
EBITDA operasional2 573.502 490.543 17%
Total aset 1.695.420 1.286.625 32%
Total liabilitas 657.370 717.317 -8%
Total ekuitas 1.038.049 569.308 82%
Utang berbunga 420.734 487.156 -14%
Kas 586.423 511.382 15%
Utang (kas) bersih3 (165.688) (24.226) 584%
Belanja modal4 134.016 21.137 534%
Arus kas bebas5 194.576 374.250 -48%
Laba per saham (EPS) dasar dalam AS$ 0,0108 0,0081 33%
Rasio Keuangan
FY23 FY22 % Selisih
Margin laba kotor (%) 53,7% 58,9% -5%
Margin usaha (%) 52,9% 50,5% 2%
Margin EBITDA operasional (%) 52,8% 54,0% -1%
Utang (kas) bersih terhadap ekuitas (x) (0,16) (0,04) 299%
Utang (kas) bersih terhadap EBITDA operasional 12
(0,29) (0,05) 485%
bulan terakhir (x)
Kas dari operasi terhadap belanja modal (x) 2,21 22,69 -90%
1
Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional dan komponen yang tidak berulang setelah pajak
2
EBITDA tidak termasuk komponen non-operasional dan komponen yang tidak berulang
3
Setelah dikurangi kas dan setara kas
4
Pengeluaran belanja modal didefinisikan sebagai: pembelian aset tetap + pembayaran untuk penambahan aset eksplorasi dan
evaluasi
5
EBITDA operasional – pajak – perubahan pada modal kerja – belanja modal
2
Page 3
Segmen Operasi
Pendapatan Laba Periode Berjalan
(AS$ ribu) FY23 FY22 % Selisih FY23 FY22 % Selisih
Pertambangan batu
1,084,004 905,445 20% 449,787 352,505 28%
bara
Jasa lainnya 3,881 4,655 -17% (8,236) (16,829) -51%
Pengolahan logam - (708) - 100%
- -
Eliminasi -2% - 62 -
(1,923) (1,958)
ADMR 1,085,962 908,142 20% 440,843 335,739 31%
ANALISIS KINERJA KEUANGAN UNTUK TAHUN 2023 (FY23)
Pendapatan usaha, harga jual rata-rata dan produksi
Pendapatan usaha pada FY23 naik 20% menjadi $1,09 miliar, karena kenaikan volume penjualan
sebesar 39% yang mengimbangi penurunan ASP sebesar 14% dari FY22. Setelah mengalami
penurunan pada 2Q23 dan 3Q23, ASP naik kembali pada 4Q23, seiring kenaikan harga batu
bara metalurgi global. Produk batu bara metalurgi ADMR yang berkualitas tinggi dijual ke
berbagai produsen baja yang terdiversifikasi, di Jepang, China, India, Indonesia, dan Korea
Selatan.
Volume produksi FY23 naik 52% menjadi 5,11 juta ton, berkat ketersediaan alat berat dan kinerja
yang baik dari para kontraktor. ADMR mencatat pengupasan lapisan penutup 18,70 juta bcm,
atau naik 125% dari FY22, sehingga nisbah kupas FY23 mencapai 3,66x.
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan FY23 naik 35% menjadi $502,75 juta, terutama karena kenaikan
volume produksi. Royalti kepada Pemerintah naik 4% menjadi $158,23 juta, biaya penambangan
naik 150% menjadi $149 juta, biaya pemrosesan batu bara turun 52% menjadi $23,58 juta,
sementara biaya pengangkutan dan penanganan naik 36% menjadi $116,59 juta. Konsumsi
bahan bakar FY23 naik 42% karena peningkatan aktivitas, sementara biaya bahan bakar per liter
turun 5% y-o-y. Biaya kas batu bara per ton pada FY23 turun 10% karena peningkatan pada
operasi maupun volume.
Beban usaha
Beban usaha pada FY23 turun 88% menjadi $8,84 juta karena perusahaan melakukan
pembalikan cadangan untuk beban terkait kewajiban pembayaran kepada pemerintah dalam
3
Page 4
porsi yang signifikan dari FY22 untuk mematuhi peraturan pemerintah yang baru. Kenaikan
volume penjualan meningkatkan biaya penjualan dan pemasaran FY23 sebesar 50% menjadi
$13,76 juta. Biaya karyawan naik 131% menjadi $8,75 juta karena penambahan jumlah tenaga
kerja perusahaan demi mendukung ekspansi.
EBITDA operasional dan laba inti
EBITDA operasional FY23 naik 17% menjadi $573,50 juta, dan margin EBITDA operasional
periode ini mencapai 53%. Laba inti FY23 naik 23% menjadi $421,02 juta. Kenaikan volume
penjualan pada periode ini berkontribusi terhadap pendapatan, sementara perusahaan mencatat
penurunan signifikan pada beban usaha karena perubahan regulasi terkait beban / pembayaran
kepada pemerintah.
Total aset
Total aset naik 32% menjadi $1,70 miliar per akhir FY23, terdiri dari aset lancar $884,55 juta dan
aset non lancar $810,87 juta. Saldo kas pada akhir FY23 naik 15% menjadi $586,42 juta karena
arus kas yang tinggi. Kas meliputi 35% total aset.
Aset tetap
Aset tetap per akhir FY23 naik 34% menjadi $550,00 juta terutama karena investasi pada
smelter aluminium KAI dan proyek-proyek infrastruktur di MC. Aset tetap meliputi 32% total aset.
Properti pertambangan
Properti pertambangan per akhir FY23 turun 6% y-o-y menjadi $174,06 juta, atau sejalan
dengan produksi.
Total liabilitas
Pada akhir FY23, total liabilitas turun 8% menjadi $657,37 juta. Liabilitas lancar naik 6% menjadi
$209,75 juta akibat kenaikan utang usaha dan beban yang masih harus dibayar terkait beban
untuk suplier dan kontraktor.
Per akhir FY23, liabilitas non lancar turun 14% menjadi $447,62 juta karena pinjaman dari
pemegang saham turun 35% menjadi $316,9 juta, akibat pembayaran oleh perusahaan
sejumlah $170,6 juta. Pinjaman bank, setelah dikurangi biaya pembiayaan pinjaman, per akhir
FY23 tercatat sebesar $98,73 juta karena perusahaan mulai menarik pinjaman untuk KAI.
Ekuitas
Per akhir FY23, ekuitas naik 82% menjadi $1,04 miliar karena kenaikan laba menyebabkan laba
ditahan naik lebih dari dua kali lipat menjadi $854,76 juta.
4
Page 5
Arus kas dari aktivitas operasi
Pada FY23, arus kas dari aktivitas operasi turun 38% menjadi $296,59 juta terutama karena
kenaikan pembayaran kepada suplier dan kenaikan royalti kepada pemerintah yang disebabkan
oleh kenaikan volume penjualan. Pembayaran pajak penghasilan badan naik 127% menjadi
$150,23 juta karena kenaikan profitabilitas.
Arus kas dari aktivitas investasi
Perusahaan mencatat arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas investasi sebesar $140,68
juta pada FY23, karena kenaikan signifikan pada pembelian aset tetap menjadi $133,47 juta pada
FY23, yang terkait dengan proyek-proyek infrastruktur MC dan konstruksi smelter aluminium KAI.
Belanja modal dan arus kas bebas
Belanja modal pada FY23 mencapai $134,02 juta, terutama untuk konstruksi smelter aluminium
di bawah KAI dan proyek-proyek infrastruktur MC. Dari angka belanja modal tersebut, total $97
juta dipakai untuk keperluan KAI. Arus kas bebas pada FY23 turun 48% menjadi $194,58 juta
karena perusahaan mengeksekusi rencana investasinya.
Setelah rampung, proyek-proyek peningkatan infrastruktur akan mendukung pencapaian target
volume di jangka waktu menengah sebesar 6 juta ton per tahun dan akan memungkinkan
perusahaan untuk memenuhi komitmen volume kepada para pelanggan. Tahap pertama
smelter aluminium KAI diperkirakan akan mencapai tanggal operasi komersial (COD) pada
tahun 2025 – yang akan mendiversifikasi arus pendapatan.
Arus kas dari aktivitas pembiayaan
Arus kas bersih yang digunakan pada aktivitas pembiayaan pada FY23 turun 31% menjadi
$82,49 juta, karena pada periode ini perusahaan membayar pinjaman kepada para pemegang
saham sebesar $170,6 juta dan menarik pinjaman bank sebesar $87,58 juta, setelah dikurangi
biaya pembiayaan pinjaman.
5
Page 6
PT ADARO MINERALS INDONESIA TBK (BEI: ADMR)
LAPORAN OPERASIONAL KUARTALAN FY23
Iktisar operasional
• Volume produksi FY23 mencapai 5,11 juta ton dengan total volume penjualan 4,46 juta ton,
atau masing-masing naik 52% dan 39% dari FY22, dimana penjualan melampaui target FY23
yang berkisar 3,8 juta ton – 4,3 juta ton.
• Volume pengupasan lapisan penutup naik 125% menjadi 18,70 juta bank cubic meter dengan
nisbah kupas 3,66x dibandingkan 2,47x pada FY22 karena perusahaan memulai kembali
operasi di PT Lahai Coal (“LC”) dan membuka lebih banyak area di tambang Lampunut PT
Maruwai Coal.
• Investasi pada fasilitas dan infrastruktur yang terus dilakukan untuk mendukung target volume
6 juta ton per tahun pada tahun 2025 terus berjalan baik. Perusahaan merampungkan proses
tender untuk konveyor pemuatan tongkang kedua dan camp Lampunut Waterfront pada 4Q23
dan perusahaan menargetkan untuk memulai konstruksi pada 1Q24.
• Pada 4Q23, KAI terus melanjutkan konstruksi smelter aluminium. KAI telah merampungkan
penyelidikan tanah, perataan tanah, dan pekerjaan penimbunan untuk fasilitas tanur
pembakaran di area smelter aluminium.
Panduan ADMR FY24
• Volume penjualan: 4,9 juta ton – 5,4 juta ton
• Nisbah kupas: 3,6x
• Belanja modal: $175 juta – $250 juta. Target belanja modal ini termasuk investasi
ekuitas di smelter aluminium KAI.
KINERJA OPERASIONAL
PT MARUWAI COAL (MC) DAN PT LAHAI COAL (LC)
• Volume produksi batu bara metalurgi pada tahun 2023 mencapai 5,11 juta ton, atau naik
52% dari tahun 2022, dengan penjualan mencapai 4,46 juta ton, atau naik 39% dari tahun
2022, yang juga dipengaruhi oleh dimulainya kembali operasi dari LC pada 2H23 dan
dapat meningkatkan produksi menjadi 0,28 juta ton untuk tahun ini.
• Pengupasan lapisan penutup mencapai 18,70 juta bcm pada tahun 2023, atau naik 125%
dari tahun 2022, sehingga nisbah kupas tercatat 3,66x pada tahun 2023, atau naik 48%
dari tahun 2022.
6
Page 7
4Q23 vs. 4Q23 vs. FY23 vs.
Unit 4Q23 3Q23 4Q22 FY23 FY22
3Q23 4Q22 FY22
Pengupasan lapisan penutup juta bcm 4,89 6,27 -22% 2,26 116% 18,70 8,32 125%
Maruwai juta bcm 3,02 4,65 -35% 2,26 33% 15,22 8,32 83%
Lahai juta bcm 1,87 1,62 16% - 100% 3,49 - 100%
Volume produksi juta ton 1,13 1,44 -21% 0,81 40% 5,11 3,37 52%
Maruwai juta ton 0,93 1,36 -32% 0,81 15% 4,83 3,37 43%
Lahai juta ton 0,20 0,08 157% - 100% 0,28 - 100%
Volume penjualan juta ton 1,45 1,19 21% 1,02 43% 4,46 3,20 39%
Maruwai juta ton 1,25 1,19 5% 1,02 24% 4,26 3,20 33%
Lahai juta ton 0,20 - 100% - 100% 0,20 - 100%
• Jepang meliputi 32% penjualan tahun 2023, sedangkan India dan China juga mengalami
peningkatan. Porsi penjualan ke Indonesia naik menjadi 13%, sejalan dengan permintaan
domestik. Bagan di bawah ini menampilkan tujuan penjualan tahun 2023.
Korea
6%
Indonesia
13% Jepang
32%
India
18%
China
31%
• Investasi pada fasilitas dan infrastruktur masih berjalan, melalui peningkatan jalan
angkutan (hauling road), ekspansi fasilitas penyimpanan bahan bakar, dan akomodasi
karyawan. Lebih lanjut, perusahaan telah menunjuk kontraktor untuk konstruksi fasilitas
konveyor pemuatan tongkang kedua. Ekspansi ini akan meningkatkan kapasitas
pemuatan tongkang.
• Lebih lanjut, untuk mendukung rencana peningkatan produksi menjadi 6 juta ton per
tahun, MC telah merampungkan proses tender untuk fasilitas karyawan di area Lampunut.
Konstruksi direncanakan untuk dimulai pada kuartal pertama 2024.
PT KALIMANTAN ALUMINIUM INDUSTRY (KAI)
• Sebagai bagian komitmen Grup Adaro untuk mendukung ekonomi hijau dan mengejar
pertumbuhan berkelanjutan, ADMR, melalui KAI, aktif mengembangkan peluang sektor
mineral, dengan fokus pada pengolahan mineral hilir.
7
Page 8
• Setelah merampungkan pembukaan lahan, pada 4Q23 KAI berfokus pada tahap
konstruksi proyek smelter aluminium. KAI telah merampungkan penyelidikan tanah,
perataan tanah dan pekerjaan penimbunan untuk fasilitas tanur pembakaran di area
smelter aluminium.
• Memasuki 1Q24, KAI akan berfokus pada aktivitas penimbunan dan fondasi di area
smelter aluminium.
KESEHATAN, KESELAMATAN KERJA DAN LINGKUNGAN HIDUP(K3LH)
Pada tahun 2023, MC dan LC mengalami empat lost time injuries (LTI), yang mengakibatkan lost-
time injury frequency rate (LTIFR) 0,32, dengan severity rate 12,12. Total jam kerja (man-hours)
pada tahun 2023 untuk MC dan LC mencapai 12.376.864. Sementara di KAI tidak ada LTI pada
tahun 2023, dan dengan demikian LTIFR dan SR-nya nol. Total jam kerja (man-hours) pada tahun
2023 untuk KAI mencapai 7.573.781.
AKTIVITAS KORPORASI
Pembelian saham PT Alam Tri Cakra Indonesia
Pada bulan Desember 2023, perusahaan mengambil bagian pada saham baru yang diterbitkan
oleh PT Alam Tri Cakra Indonesia (ATCI), yang mayoritas dimiliki PT Adaro Energy Indonesia
Tbk, dengan nilai total Rp376.687.000.000, sehingga perusahaan memiliki 90,84% saham ATCI.
Peningkatan modal ATCI ditujukan untuk mempersiapkan ATCI dalam menangkap peluang
bisnis, jika ada, di bidang-bidang yang sejalan dengan maksud dan tujuan ADMR.
Penghargaan
Pada 4Q23, MC menerima penghargaan atas operasi dan kinerja yang cemerlang, dengan
rincian berikut:
• Penghargaan PROPER Biru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
• Dua peringkat Emas pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXVII.
• Apresiasi Dewi Sartika pada acara Temu Pendidik Nusantara, pada kategori Pemimpin
Merdeka Belajar.
• Peringkat Perak pada Indonesia Sustainable Development Goals Award 2023 atas
kontribusi terhadap SDGs 15.3 tentang Konservasi Darat.
• Peringkat Emas pada Indonesia Sustainable Development Goals Award 2023 atas
pencapaian pada SDGs 4.c tentang Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik di Semua
Tingkatan.
• Peringkat Emas pada Indonesia Sustainable Development Goals Award 2023 atas
kontribusi terhadap SDGs 8.3.(a) tentang Peningkatan Peluang Usaha dan Kerja Bagi
Masyarakat.
8
Page 9
###
Materi ini disusun oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (“Perusahaan”) dan belum diverifikasi secara independen. Perusahaan tidak
memberikan pernyataan atau jaminan, baik yang dinyatakan ataupun tersirat, dan tidak bertanggung jawab atas akurasi, kewajaran
atau kelengkapan informasi yang tersaji atau terkandung dalam materi ini. Perusahaan atau afiliasinya, penasihat atau perwakilannya
melepaskan diri dari tanggung jawab atas segala kerugian yang timbul dari informasi yang tersaji atau terkandung materi ini. Informasi
yang tersaji atau terkandung dalam materi ini dapat diubah tanpa pemberitahuan sebelumnya dan tidak ada jaminan atas akurasinya.
Materi ini mengandung pernyataan-pernyataan yang merupakan pernyataan berwawasan ke depan. Pernyataan-pernyataan tersebut
termasuk gambaran mengenai maksud, keyakinan atau ekspektasi saat ini dari Perusahaan atau para pejabatnya sehubungan
dengan hasil operasi dan kondisi keuangan konsolidasian Perusahaan. Pernyataan-pernyataan ini dapat diidentifikasi dengan
penggunaan kata-kata seperti “diperkirakan,” “berencana,” “akan,” “estimasi,” “proyeksi,” “bermaksud,” atau kata-kata yang bermakna
serupa. Pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut bukan merupakan jaminan atas kinerja masa depan dan
mengandung risiko dan ketidakpastian, dan hasil aktual dapat berbeda dari yang terkandung dalam pernyataan-pernyataan
berwawasan ke depan tersebut karena berbagai faktor dan asumsi. Perusahaan tidak berkewajiban dan tidak menjanjikan untuk
merevisi pernyataan-pernyataan berwawasan ke depan tersebut untuk mencerminkan peristiwa maupun situasi di masa depan.
Materi ini hanya disajikan untuk memberikan informasi dan bukan merupakan ataupun menjadi bagian dari suatu penawaran,
permohonan atau undangan dari penawaran untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan, di dalam wilayah hukum mana
pun, dan materi ini maupun bagian apa pun darinya tidak menjadi dasar, atau diandalkan sehubungan dengan kontrak, komitmen
atau keputusan investasi apa pun. Keputusan untuk membeli atau mensubskripsi efek Perusahaan harus dibuat setelah mendapatkan
nasihat profesional sebagaimana mestinya.
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Investor:
Thomas Coombes | Thomas.Coombes@adaro.com
Media
Febriati Nadira | Febriati.Nadira@adaro.com
9
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Christian Ariano Rachmat
p.1 ×2
unresolved
org
PT Maruwai Coal
p.1 ×3
unresolved
org
PT Lahai Coal
p.6 ×2
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
p.8
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.