Skip to content
Back to announcement

20240227_BTPN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31581173_lamp2.pdf

Other Text extracted BTPN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
SIARAN PERS
Untuk disiarkan segera


   Bank BTPN Catat Kenaikan Pendapatan Bunga Bersih Tahun 2023, Terus
         Berkomitmen Mewujudkan Kehidupan yang #LebihBerarti

  Bank BTPN mencatat pertumbuhan keuangan positif tahun 2023 dengan mengusung komitmen
                                     berkelanjutan

Jakarta, 26 Februari 2024 – PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) mencetak kenaikan pendapatan bunga
bersih pada 2023 melalui komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan layanan keuangan yang
komprehensif dan inovatif, berfokus pada keberlanjutan.

Berdasarkan hasil laporan keuangan tahun 2023, pendapatan bunga bersih Bank BTPN naik 3% year-
on-year (yoy) menjadi Rp12,04 triliun dari Rp11,68 triliun tahun sebelumnya. Kenaikan bunga bersih
tersebut membuat Net Interest Margin (NIM) terjaga di level 6,45%, lebih tinggi dibandingkan periode
yang sama tahun lalu yang sebesar 6,32%.

Kenaikan pendapatan bunga bersih, yang terutama dikontribusikan oleh pendapatan bunga dari kredit
yang diberikan, juga mendorong kenaikan pendapatan operasional Bank BTPN sebesar 3% yoy, yang
kemudian menghasilkan pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP) menjadi Rp6.511 miliar
dari Rp6.498 miliar.

"Dukungan nasabah Bank BTPN melalui program-program unggulan, termasuk Daya, merupakan
faktor utama di balik keberhasilan Bank BTPN pada tahun 2023 dalam menciptakan pertumbuhan
yang memberi perubahan positif kepada nasabah kami,” kata Henoch Munandar, Direktur Utama
Bank BTPN.

“Seiring dengan momentum ulang tahun Bank BTPN yang ke-66 untuk mengakselerasi pertumbuhan,
kami akan terus mempromosikan optimisme dalam perekonomian melalui solusi layanan keuangan
berkelanjutan untuk semua segmen, didukung oleh teknologi digital terdepan, dan dengan
mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap langkah kami,” tambah Henoch.

Berawal dari sebuah bank yang berdiri 66 tahun lalu di Bandung, Jawa Barat, untuk membantu
nasabah pensiunan lebih berdikari, Bank BTPN kini berkembang dan beradaptasi sedemikian rupa
sehingga menjadi sebuah organisasi yang matang, berpengalaman di industri, dan memelopori
perkembangan bank digital di Indonesia.

Dalam kinerjanya tahun 2023, Bank BTPN mencatatkan peningkatan total penyaluran kredit sebesar
7% yoy menjadi Rp156,56 triliun dari Rp146,12 triliun pada akhir tahun 2022. Peningkatan kredit
tersebut terutama didorong oleh penyaluran pinjaman kepada nasabah korporasi, usaha kecil dan
menengah, dan Jenius. Sebagai bentuk komitmen untuk meberdayakan usaha mikro, kecil, dan
menengah, Bank BTPN mencatat pertumbuhan rasio pembiayaan inklusif makrporudensial (RPIM)
menjadi 29,14% per akhir Desember 2023 dari 24,57% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank BTPN juga berhasil menjaga kualitas kredit tetap baik. Rasio gross non-performing loan (NPL)
turun ke level 1,36% pada akhir 2023 dari level 1,43% pada periode yang sama tahun lalu. Rasio ini
lebih rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,2% pada akhir Desember 2023.


        PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.


                                                                                                                                             1
Page 2
Saldo Current Account & Saving Account (CASA) Bank BTPN tercatat meningkat sebesar 10% yoy dari
Rp40,16 triliun menjadi Rp44,19 triliun pada akhir 2023. Rasio CASA juga mengalami peningkatan dari
35,0% menjadi 40,8%. Sementara itu, total deposito mengalami penurunan sebesar 14% yoy menjadi
Rp64,01 triliun, yang berdampak pada penurunan total dana pihak ketiga (DPK) Bank BTPN sebesar
6% yoy dari Rp114,87 triliun pada akhir Desember 2022 menjadi Rp108,20 triliun pada akhir Desember
2023. Penurunan ini terkait upaya Bank BTPN untuk mengoptimalkan biaya dana.

Laba bersih setelah pajak Bank BTPN (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
tercatat Rp2.358 miliar pada akhir tahun 2023, lebih rendah 24% yoy. Penurunan ini disebabkan oleh
keputusan perusahaan untuk menambah pencadangan kredit sebesar Rp1.210 miliar. Perusahaan
menambah pencadangan kredit juga sebagai bentuk antisipasi berakhirnya POJK relaksasi kredit
restrukturisasi pada 31 Maret 2024.

Meski demikian, Bank BTPN masih dapat menjaga rasio likuiditas dan pendanaan berada di tingkat
yang sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 199,7% dan net stable funding ratio (NSFR)
113,8% per 31 Desember 2023. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal capital adequacy ratio
(CAR) yang kuat di 29,9%.

Komitmen Bank BTPN membangun masa depan yang berdampak sosial dan berkelanjutan
Salah satu program dengan dampak nyata bagi masyarakat yang dilakukan oleh Bank BTPN adalah
program Daya yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas nasabah di semua segmen agar
mencapai kehidupan yang lebih baik. Dengan berangkat dari empat pilar utama, yaitu literasi
keuangan, pengembangan kapasitas diri, peningkatan kapasitas usaha, dan kehidupan yang
berkelanjutan, program Daya di Bank BTPN telah memberikan manfaat kepadalebih dari 5.5 juta
individu sepanjang tahun 2023 melalui 11.359 aktivitas yang berpusat pada komunitas.

Bank BTPN juga mengusung komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan dalam menjalankan
tanggung jawab perusahaan. Dengan komitmen untuk mencapai target emisi nol bersih pada tahun
2030, Bank BTPN telah menerapkan berbagai strategi melalui produk-produk, seperti pembiayaan
hijau, ESG Deposit, dan pendanaan sosial.

Visi berkelanjutan dari Bank BTPN juga ditunjukkan melalui evolusi Jenius yang kini telah menjadi
solusi keuangan untuk mendukung gaya hidup para nasabah, terutama bagi nasabah yang digital-
savvy. Sejak diluncurkan tujuh tahun lalu, Jenius telah menghadirkan lebih dari 40 fitur inovatif yang
tersedia bagi nasabah di seluruh Indonesia.

Hingga akhir 2023, Jenius mencatatkan pertumbuhan jumlah registered user sebesar 19% menjadi 5,2
juta, dari 4,4 juta pada periode sebelumnya. Total penyaluran kredit (Flexi Cash, Digital Macro, Kartu
Kredit Jenius Visa, PayLater) menunjukkan peningkatan yang luar biasa sebesar 121% menjadi Rp2
triliun dari tahun sebelumnya. Tak ketinggalan, dana pihak ketiga yang dikelola Jenius juga tumbuh
sebesar 8% menjadi Rp25,5 triliun.

“Inisiatif berkelanjutan Bank BTPN merupakan cerminan dari nilai-nilai inti yang dipegang teguh dalam
setiap aspek operasionalnya, termasuk integritas, fokus pada nasabah, proaktif dan inovatif,
kecepatan dan kualitas, serta sinergi. Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang
pertumbuhan finansial, tetapi juga bagaimana solusi layanan keuangan berkelanjutan kami dapat
memberikan dampak yang nyata pada kehidupan masyarakat,” tutup Henoch.


                                                                      ***
        PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.


                                                                                                                                             2
Page 3
Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

PT Bank BTPN Tbk
Andrie Darusman – Communications & Daya Head
Email: andrie.darusman@btpn.com atau corporate.communications@btpn.com

Hill & Knowlton Indonesia
Maghfira Tabrani - Manager
Email: maghfira.tabrani@hillandknowlton.com



Sekilas tentang Bank BTPN
PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional
Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019. Bank BTPN melayani berbagai segmen
yang ada di industri perbankan, mulai dari ritel hingga korporasi, termasuk para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan
menengah (UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Layanan kami
tersedia di unit-unit bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya—unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti—unit bisnis yang
melayani nasabah pensiunan, BTPN Bisnis Mikro—unit bisnis yang melayani pelaku usaha mikro, BTPN Business Banking—
unit bisnis yang melayani pelaku usaha kecil dan menengah, Jenius—platform perbankan digital untuk segmen consuming
class, dan unit bisnis korporasi yang melayani perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN
memiliki anak usaha yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui
Program Daya, yaitu program pemberdayaan yang berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan
pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan
peluang untuk hidup yang lebih baik.




          PT Bank BTPN Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan LPS.


                                                                                                                                               3

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.81 MB
Published27 Feb 2024
Pages3
Characters8,996
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Henoch Munandar p.1
linked org Bank BTPN Syariah Tbk p.3 ×2
possible org Bank BTPN Tbk p.1 ×12
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×3
unresolved org Bank BTPN Catat Kenaikan Pendapatan Bunga Bersih Tahun p.1
unresolved org Bank Indonesia p.1 ×3
unresolved org Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk p.3 ×2
unresolved org PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result