Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 7
Page 1
Page 2
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Hari/Tanggal : Rabu, 22 April 2025
Waktu : 16.00 – 17.00 WIB
Tempat : Video Conference via Zoom Meeting dan Gedung Serba Guna BELL
Agenda : 1. Sekilas Perseroan
2. Bisnis Perseroan
3. Kinerja Keuangan FY-2025
4. Target / Outlook Tahun 2026
5. ESG
6. Hasil RUPS
Paparan Publik PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) telah dilaksanakan secara hybrid pada tanggal 22
April 2026 dengan metode video conference melalui Zoom Meeting serta offline di Gedung Serba Guna
BELL, mulai pukul 16.00 WIB dengan pembahasan mengenai sekilas Perseroan, bisnis Perseroan,
pembahasan mengenai kinerja FY-2025, dilanjutkan dengan target/outlook tahun 2025, ESG dan hasil
RUPS.
Berikut adalah jajaran Manajemen Perseroan yang hadir:
1. Karsongno Wongso Djaja : Direktur Utama
2. Heru Jatmiko Harrianto : Direktur
3. Wagiyono : Direktur
4. Lukas Ginting : Direktur
Transkrip Tanya Jawab Paparan Publik
Daniel – Analis
1 Q Manajemen mencatat penurunan operating income sebesar 6,80%, sementara net profit
justru meningkat 8,94%. Selain itu, laba segmen seragam juga turun signifikan dari Rp14
miliar menjadi Rp6,3 miliar. Dalam konteks ini, apa sumber utama keuntungan non-
operasional yang mendorong kenaikan laba bersih, apakah bersifat berulang (recurring)
atau hanya sekali (one-off)? Apa faktor spesifik di balik kondisi tersebut, dan langkah
strategis apa yang akan ditempuh Perseroan untuk memperbaiki kinerja pada FY26?
A Penurunan operating income terutama disebabkan oleh melemahnya kinerja segmen ritel
yang mencatatkan penurunan laba operasional. Namun demikian, net profit tetap tumbuh
sebesar 8,94%, didorong oleh kontribusi dari segmen seragam dalam bentuk commission
income. Perseroan mencatat bahwa pendapatan komisi ini belum tentu bersifat berulang
(non-recurring), sehingga tidak dapat dijamin akan kembali terjadi di masa mendatang. Meski
demikian, Perseroan tetap berharap dapat memperoleh kembali commission income tersebut
pada tahun 2026.
2 Q Dengan pendapatan FY25 yang relatif stagnan (-0,02%), faktor spesifik apa yang mendorong
keyakinan manajemen untuk mencapai pertumbuhan 8%, serta bagaimana proyeksi
kontribusi masing-masing segmen (kain, garmen, dan ritel)? Selain itu, berapa total
investasi yang telah dialokasikan untuk TIC dan modernisasi mesin, serta bagaimana skema
monetisasinya, apakah telah terdapat kontrak atau klien yang terikat?
A Pada tahun 2025, kontribusi ekspor tercatat sebesar 7%, sementara target pertumbuhan 8%
masih didorong oleh pasar domestik. Perseroan menargetkan kontribusi ekspor meningkat
Page 3
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
menjadi sekitar 10% pada 2026, didukung oleh kolaborasi dengan TIC serta pelaksanaan
empat online live trade show yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar ekspor.
Saat ini, TIC difokuskan sebagai platform kolaborasi dalam grup untuk pengembangan produk,
desain, dan pengelolaan pasar. Dari sisi monetisasi, Perseroan belum melakukan kajian lebih
lanjut karena peran TIC masih diarahkan untuk memperkuat sinergi internal. Sementara
terkait total investasi TIC adalah sebesar Rp7 miliar yang sudah dialokasikan pada 2025.
Selain mendorong ekspor, pada 2026 Perseroan akan memanfaatkan peluang dari instansi
pemerintah, khususnya untuk segmen seragam korporasi dan produk jadi, dengan
mengoptimalkan pabrik garmen di Solo. BELL juga telah mengamankan sejumlah kontrak yang
saat ini masih dalam tahap produksi, termasuk dari institusi keuangan BUMN yang
dijadwalkan untuk pengiriman tahun ini. Selain itu, terdapat permintaan pakaian fungsional
yang dipenuhi melalui pengembangan kain customized sesuai kebutuhan pelanggan.
BELL optimistis kombinasi peluang ekspor dan kontrak domestik dapat menjaga kinerja tetap
solid tahun ini, meskipun segmen ritel diperkirakan cenderung flat. Untuk mendukung hal
tersebut, BELL menghadirkan kain inovatif yang akan dipasarkan melalui JOBB dan Jack
Nicklaus, didukung oleh kapabilitas R&D yang kuat.
Sebagai bagian dari strategi penguatan bisnis, Perseroan juga melakukan modernisasi mesin
dengan alokasi belanja modal (capex) sebesar Rp21 miliar, di mana Rp16 miliar dialokasikan
untuk peningkatan permesinan pada segmen manufaktur. Selain itu, investasi pada TIC
sebesar Rp7 miliar telah direalisasikan sepanjang 2025 hingga tahap peresmian. Dengan
dukungan tim R&D yang kuat, Perseroan memiliki kemampuan untuk terus menghadirkan
produk kain yang unik dan berbeda di pasar.
3 Q Berapa rata-rata pendapatan per gerai untuk JOBB dibandingkan dengan Jack Nicklaus,
serta bagaimana proporsi penjualan online (Shopee dan platform lainnya) dibandingkan
dengan penjualan offline melalui gerai? Apakah terdapat gerai yang ditutup akibat kinerja
yang kurang optimal sepanjang FY25?
Selain itu, seberapa besar eksposur Perseroan terhadap fluktuasi harga polyester sebagai
bahan baku utama, dan apakah terdapat strategi lindung nilai (hedging) atau kontrak
jangka panjang dengan pemasok untuk memitigasi risiko tersebut?
A Terkait gerai, BELL terus melakukan evaluasi untuk memastikan setiap lokasi memiliki daya
jual yang optimal. Pembukaan gerai baru dilakukan secara selektif dengan
mempertimbangkan potensi lokasi, sementara gerai yang kurang produktif akan diperbaiki,
dan yang tidak perform akan ditutup. Untuk rata-rata revenue per gerai, saat ini belum ada
angka pasti yang dapat disampaikan.
Untuk fluktuasi harga polyester, Perseroan mengandalkan produksi yang bersifat customized
sehingga kebutuhan bahan baku benang cukup fleksibel. Kami juga didukung oleh hubungan
yang baik dengan supplier, sehingga meskipun ada kenaikan harga, masih dalam batas yang
manageable dan dapat diterima oleh pelanggan. Selain itu, karena kami terus
mengembangkan kain yang baru dan unik, BELL tidak bergantung pada satu jenis benang
dalam jangka panjang, sehingga belum melihat kebutuhan untuk menerapkan strategi
hedging secara khusus.
Page 4
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
4 Q Manajemen menyampaikan bahwa sekitar 70% pemasok Perseroan telah bersertifikat
Oeko-Tex. Dalam hal ini, apakah kondisi tersebut menimbulkan risiko terhadap
keberlanjutan sertifikasi produk Perseroan? Selain itu, apakah terdapat target dan timeline
yang jelas untuk mencapai 100% pemasok bersertifikasi?
A Oeko-Tex merupakan sertifikasi yang umumnya menjadi persyaratan dari buyer ekspor,
sementara persentase 30% lainnya telah memenuhi standar nasional Indonesia untuk
kebutuhan pasar domestik. Artinya, bukan berarti 30% pemasok tidak tersertifikasi,
melainkan mengikuti standar yang berbeda sesuai dengan pasar yang dituju. Ke depan, BELL
terbuka untuk meningkatkan porsi hingga 100% bersertifikasi Oeko-Tex, tergantung pada
permintaan dan kebutuhan dari buyer.
Khoirifa – Infobank
1 Q Terkait dengan penurunan dari sisi penjualan dan pendapatan operasional di tahun 2025,
apa saja pemicunya? Berapa target pertumbuhan laba bersih di 2026?
A Seperti disampaikan sebelumnya, penurunan pendapatan terutama berasal dari segmen ritel.
Kondisi ini bukan disebabkan oleh fundamental atau operasional Perseroan, melainkan
perubahan di pasar. Pada 2025, daya beli masyarakat cenderung melemah sehingga
konsumen lebih berhati-hati dalam berbelanja dan memprioritaskan kebutuhan pokok, yang
berdampak pada kinerja ritel.
Untuk 2026, secara konsolidasi BELL menargetkan pertumbuhan sekitar 8% dari seluruh
segmen. Adapun rencana korporasi secara lebih rinci belum dapat disampaikan, namun BELL
tetap berfokus pada penguatan fundamental guna menjaga kinerja tetap solid.
2 Q Kemudian adakah rencana aksi korporasi yang akan dilakukan Perseroan tahun ini? lalu
berapakah capex yang digelontorkan pada tahun ini dan akan digunakan untuk apa saja?
A Seperti yang telah disampaikan, BELL mengalokasikan capex sebesar Rp21 miliar pada tahun
ini, dengan Rp15 miliar untuk peremajaan mesin dan Rp6 miliar untuk pengembangan segmen
ritel. Namun demikian, ekspansi ritel akan dilakukan secara hati-hati dan terukur, didukung
oleh kajian pasar yang mendalam baik untuk pembukaan gerai baru maupun peluncuran
produk baru.
Lukita – Harian Kompas
1 Q Di Trisula Innovation Center dijelaskan mengenai kolaborasi dengan entrepreneur muda
untuk bekerja sama menggarap bisnis hilir dengan menggunakan kain dari BELL dengan
label masing-masing mitra. Di tengah kondisi daya beli yang melemah, di sisi lain ada upaya
untuk menggandeng entreprenur muda karena melihat pasar dalam negeri yang saat ini
tidak lagi international brand oriented ke produk lokal yang lebih terjangkau. Bagaimana
Perseroan melihat proyeksi dan peluang pertumbuhan brand lokal serta entrepreneur di
industri fashion ke depan, khususnya di tengah tekanan pada segmen ritel saat ini?
A Kami mendirikan TIC karena melihat adanya peluang dari ekosistem kami yang sudah
terintegrasi dari hulu ke hilir. Melalui TIC, kami ingin berkolaborasi dengan generasi muda,
khususnya desainer, agar mereka tidak hanya fokus pada desain di atas kertas, tapi juga
memahami proses produksi, kondisi pasar, dan bisa saling bertukar ide.
Page 5
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Kolaborasi ini sekaligus memperkuat daya kreatif tim R&D dalam menciptakan kain yang
relevan dengan kebutuhan pasar. Didukung oleh tim R&D yang solid serta jaringan supplier
yang luas, BELL memiliki kemampuan untuk terus menghadirkan produk yang inovatif dan
unik. Berbicara mengenai peluang brand lokal, tentunya peluangnya masih sangat terbuka
lebar. Selama memiliki uniqueness dan beda dari yang lain, peluang untuk tumbuh tetap ada.
2 Q Di tengah tekanan ekonomi dan ketegangan geopolitik saat ini, apa strategi utama
Perseroan dalam menjaga pertumbuhan? Secara lebih luas, bagaimana industri TPT dapat
tetap mendorong ekspansi dan pertumbuhan pendapatan ketika pasar sedang melemah
atau daya beli mengalami penurunan?
A Kami percaya, selama kami bisa memahami kebutuhan pelanggan dan tahu apa yang
dibutuhkan pasar, industri TPT akan tetap berjalan dan punya peluang untuk terus tumbuh.
Zsyasya – Investortrust
1 Q Mengenai target pendapatan tadi sudah disebutkan, kira-kira dengan banyaknya tantangan
yang ada, profit margin akan dipertahankan di berapa persen?
A Profit margin di tahun 2025 berada di angka 32%, dan untuk tahun 2026 kami menargetkan
tetap terjaga di rentang sekitar 30–33%.
2 Q Apakah bisa diinfokan guidance dividen berapa persen?
A Untuk dividen, belum ada guidance yang pasti karena akan sangat bergantung pada kinerja
Perseroan di tahun 2026 serta kondisi cashflow kas ke depan.
3 Q TIC menjadi identitas bagi Perseroan, dengan membuka peluang kolaborasi, apakah TIC ini
bisa menjadi sumber pemasukan baru bagi Perseroan? Mungkin bisa dijelaskan tujuan
pembangunan TIC yang berkaitan dengan potensi revenue baru.
A Sejalan dengan yang disampaikan sebelumnya, kehadiran TIC secara tidak langsung juga
membuka dan membentuk segmen pasar tersendiri. Melalui platform ini, Perseroan dapat
menjangkau kebutuhan pasar yang lebih spesifik, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang
berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru.
Page 6
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Dokumentasi Paparan Publik BELL melalui Zoom Meeting
Dokumentasi secara Online via Zoom Meeting
Dokumentasi secara Offline
Page 7
Laporan Hasil Kegiatan Paparan Publik (Public Expose) 2026
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL)
Daftar Hadir Peserta Paparan Publik
Hadir Secara Online
No Nama Tipe Stakeholder Nama Instansi / Media
1 PT Trisula Textile Industries Tbk PT Trisula Textile Industries Tbk
2 Moderator PT Trisula Textile Industries Tbk
3 BELL PT Trisula Textile Industries Tbk
4 Bellini PT Trisula Textile Industries Tbk
5 Khoirifa Argisa Putri Media Infobank
6 Zahwah Alya Media Olenka
7 Jaffry Prabu Prakoso Media Swaranusa.co
8 Daniel Analis -
9 F Dion Investor Relations Irfindo
10 Oscar Investor Relations Irfindo
Hadir Secara Offline
No Nama Tipe Stakeholder Nama Instansi / Media
11 Anitana Widya Puspa Media Harian Bisnis Indonesia
12 Vina Elvira Media Harian Kontan
13 Lukita Media Harian Kompas
14 M Ubaidillah Media SWA
15 Ramadhani Pratama Putra Media IDN Financial
16 Marjudin Media Indopremier
17 Akhmad Jiharka Media Emitennews
18 Zsazya Senorita Media Investortrust
19 Rommy Yudhistira Media The Iconomics
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Khoirifa Argisa Putri
p.7
unresolved
—
Zahwah Alya
p.7
unresolved
—
Jaffry Prabu Prakoso
p.7
unresolved
—
Daniel
p.7
unresolved
—
F Dion
p.7
unresolved
—
Anitana Widya Puspa
p.7
unresolved
—
Vina Elvira
p.7
unresolved
—
Lukita
p.7
unresolved
—
M Ubaidillah
p.7
unresolved
—
Ramadhani Pratama Putra
p.7
unresolved
—
Marjudin
p.7
unresolved
person
Akhmad Jiharka
p.7
unresolved
—
Zsazya Senorita
p.7
unresolved
—
Rommy Yudhistira
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.