Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 417
Page 1
2025
Laporan Tahunan
PT Mandiri Tunas Finance
Memperkuat Kompetensi Inti,
Unggul Dalam Ekosistem Captive
mtf.co.id
Page 2
Pendahuluan Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Penjelasan Tema
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive
Tahun 2025 menjadi periode penting yang menempa memastikan bahwa pengembangan bisnis senantiasa
ketangguhan Mandiri Tunas Finance dalam menghadapi berpedoman pada prinsip keberlanjutan, serta
dinamika industri pembiayaan yang terus berkembang. menguatkan peran Perseroan sebagai Mitra Pembiayaan
Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, Perseroan Tepercaya.
secara proaktif menata ulang arah pertumbuhan dengan
menempatkan keseimbangan antara kinerja, profitabilitas, Keseluruhan arah strategis tersebut dijalankan secara
dan kehati-hatian sebagai prinsip strategis. Berbagai paralel dengan penguatan kapabilitas internal dan
kebijakan dan inisiatif dijalankan secara terukur untuk implementasi governansi yang baik. Perseroan tidak
memastikan bahwa setiap langkah bisnis berlandaskan hanya mendorong percepatan proses bisnis, tetapi juga
disiplin pengelolaan, efektivitas proses, serta konsistensi memastikan bahwa setiap percepatan tetap ditopang
kualitas layanan. oleh kualitas layanan yang konsisten dan pengelolaan
yang disiplin. Pemanfaatan teknologi dan data dilakukan
Seraya terus memperkuat fondasi yang telah dibangun, secara terintegrasi agar peningkatan efisiensi berjalan
Mandiri Tunas Finance menegaskan komitmen untuk seiring dengan peningkatan relevansi layanan. Melalui
memperkuat kompetensi inti dan unggul dalam pengembangan layanan digital yang semakin relevan,
ekosistem captive sebagai pilar strategis. Penguatan Perseroan membangun keterikatan yang lebih kuat
kompetensi diposisikan sebagai bagian dari strategi dengan pelanggan dan mitra bisnis. Pendekatan ini
prioritas Perseroan untuk menjaga kesinambungan memperkuat daya saing sekaligus memperluas kapasitas
usaha serta mengelola pertumbuhan secara lebih terarah Perseroan dalam menciptakan nilai jangka panjang yang
dan berdaya tahan. Melalui pendekatan ini, Perseroan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 1
Page 3
Pendahuluan
Tentang Laporan Tahunan 2025
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 PT Mandiri Tunas Finance disusun Selain sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi,
untuk meningkatkan keterbukaan informasi kepada otoritas Laporan Tahunan ini juga bertujuan untuk membantu
terkait serta menjadi sumber dokumentasi komprehensif pemegang saham dan pemangku kepentingan yang lain
mengenai kinerja Perseroan selama satu tahun. Laporan dalam memahami strategi dan kemajuan Mandiri Tunas
ini mencakup berbagai aspek, termasuk profil Perseroan, Finance dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan.
kinerja operasional, strategi pemasaran, serta Laporan Untuk itu, konten Laporan ini tercakup di dalamnya
Keuangan. Selain itu, Laporan ini juga menyajikan ikhtisar tentang aspek tata kelola perusahaan, termasuk struktur
data keuangan penting selama lima tahun terakhir, Laporan dan prosesnya, serta sistem manajemen risiko yang
Direksi dan Dewan Komisaris, serta analisis dan pembahasan menggambarkan profil risiko dan upaya mitigasinya. Untuk
manajemen mengenai pencapaian kinerja dibandingkan memastikan aksesibilitas dan kenyamanan pembaca,
tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengadopsi konsep Laporan Tahunan 2025 disajikan dalam dua bahasa,
best practices dan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dalam buku
yang Baik, Laporan ini memberikan gambaran yang lebih terpisah dengan tata letak yang jelas dan kualitas cetak
transparan mengenai prospek dan arah strategis Perseroan. yang optimal.
2 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 4
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Kesinambungan Tema
2024 2023 2022
Membangkitkan Tumbuh Kuat Memacu Kinerja
Semangat Baru dan Berkelanjutan
Memimpin Pasar
Mandiri Tunas Finance mencatatkan Perekonomian Indonesia berangsur membaik Pada tahun 2022, PT Mandiri Tunas Finance
kinerja terbaik pada tahun 2024 yang melalui penghapusan kebijakan Pemberlakuan berupaya mempercepat peningkatan kinerja
ditandai dengan meningkatnya penyaluran Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah direalisasikan melalui sejumlah
pembiayaan, pendapatan, dan laba tahun oleh Pemerintah pada awal tahun 2023 yang inisiatif strategis, yang ditetapkan dengan tema
berjalan. Pencapaian tersebut mencerminkan berdampak pada peningkatan konsumsi “Elevate Business to The Next Level”. Prinsip
besarnya dukungan dari segenap pemangku masyarakat. Industri Multifinance Indonesia dari inisiatif tersebut adalah upaya mencapai
kepentingan, sekaligus menjadi fondasi dan pun bertumbuh cepat yang didominasi kinerja bisnis yang lebih dari yang telah diraih
energi pendorong bagi Perseroan dalam oleh pembiayaan investasi, modal kerja dan selama ini.
mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pembiayaan multiguna. Sebagai salah satu
pasar di industri pembiayaan di Indonesia. pemain utama dalam industri financing, Mandiri Setidaknya ada tiga inisiatif yang dijalankan.
Tunas Finance (MTF) mempersiapkan diri untuk Pertama, optimalisasi bisnis captive market
Performa terbaik Perseroan ditopang oleh memikat pasar dan menjadi yang terbaik. dengan perbaikan model kolaborasi dan
serangkaian kebijakan dan inisiatif strategis bersinergi bersama Bank Mandiri melalui
yang diimplementasikan secara konsisten Melalui tema strategi “Building New Foundation referral Mandiri Group, baik untuk nasabah
di sepanjang tahun 2024. Strategi tersebut to Win the Market” yang memiliki arti perorangan maupun korporasi.
di antaranya menjadi top player di semua membangun fondasi baru dalam meningkatkan
segmen sebagai strategi ekspansi pasar, kinerja Perseroan agar dapat memenangkan Kedua, mendorong akselerasi bisnis berbasis
menjaga profitabilitas yang berkelanjutan, pasar. Sebagai fondasi utama dari tema strategi dealership yang merupakan kegiatan bisnis
serta memperbaiki proses untuk meningkatkan tersebut yaitu pengembangan kondisi internal utama Perseroan. Hingga saat ini, dealer
pelayanan yang terbaik. sebagai fondasi untuk tumbuh. merupakan mitra utama untuk menyalurkan
pembiayaan kepada pelanggan.
Berbagai langkah nyata dilakukan Perseroan Terdapat 3 inisiatif strategi yang telah dijalankan
untuk mengimplementasikan inisiatif-inisiatif hingga mencapai kinerja yang sangat baik, yaitu Ketiga, diversifikasi bisnis dan optimalisasi
strategis tersebut. Selain menghadirkan layanan Menumbuhkan segmen bisnis captive yang database melalui pembiayaan multiguna dan
yang inovatif, responsif, dan berorientasi berasal dari Bank Mandiri; Menjaga segmen channeling fintech. Strategi difokuskan dengan
pada kebutuhan pelanggan, Perseroan juga bisnis yang berasal dari dealer dan partner; serta harapan dapat memberikan kontribusi yang
memanfaatkan teknologi digital dan strategi Mengoptimalkan database untuk memberikan positif. Untuk mendukung strategi tersebut,
customer-centric. Lebih dari itu, Perseroan nilai tambah pada pelanggan. Selain inisiatif Perseroan melakukan perluasan jaringan
juga terus berupaya memberikan nilai tambah strategi tersebut, tentunya pengembangan pemasaran melalui pengembangan tim
yang nyata, membangun kepercayaan nasabah operasional Perseroan juga dilakukan dari telemarketing dan agen.
serta menciptakan pengalaman layanan yang beberapa aspek.
unggul dan relevan di tengah persaingan yang Inisiatif strategis yang telah direalisasikan
semakin ketat. Salah satunya yaitu transformasi digital yang terbukti memberikan dampak positif terhadap
membawa perubahan pada perilaku pelanggan. kinerja Perseroan, dengan tumbuh lebih baik.
Tema tersebut juga menjadi motivasi bagi Fasilitas MTF Mobile merupakan program Perseroan meyakini hasil tersebut akan terus
seluruh elemen PT Mandiri Tunas Finance untuk digitalisasi Perseroan untuk melayani nasabah berkembang ke depan.
bergerak maju dengan energi baru, mengatasi existing seperti pembayaran, pelunasan, klaim
berbagai tantangan, dan menciptakan peluang asuransi, kebutuhan lainnya terkait pembiayaan
untuk meraih keunggulan kompetitif. Dengan sehingga dapat meningkatkan bisnis pembiayaan
sinergi, dedikasi, dan inovasi yang konsisten, kendaraan bermotor dengan tetap menjaga
Perseroan optimis mampu mewujudkan misi kualitas pembiayaan yang baik.
“Menjadi Mitra Pembiayaan Tepercaya Anda”,
sekaligus menjadi market leader yang unggul Keseluruhan strategi tersebut dilakukan secara
dalam kinerja bisnis serta memberikan dampak optimal untuk mewujudkan visi dan misi MTF
positif bagi masyarakat dan industri pembiayaan menjadi Mitra Pembiayaan Tepercaya Anda, yang
secara keseluruhan. dapat memberikan pelayanan cepat dan mudah
yang dapat diandalkan kepada pelanggan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 3
Page 5
Pendahuluan
Kinerja Unggul 2025
Penurunan
Beban
Keuangan
(8,98 ) %
Rasio Lancar
1,08x Peningkatan
Masih Ekuitas
di Atas 1x
+
1,07 %
Menjadi Rp4.916,5
miliar rupiah
4 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 6
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Rasio Utang Berbunga
terhadap Ekuitas
Dividen
2024
5,79x 2024
348.330 juta
rupiah
2025
4,50x 2025
351.625 juta
rupiah
Rasio Utang
terhadap Ekuitas
2024
6,08x
2025
4,70x
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 5
Page 7
Pendahuluan
Daftar Isi
Struktur dan Komposisi Pemegang Saham 78
Komposisi Kepemilikan Saham
79
PENDAHULUAN oleh Manajemen Kunci
Penjelasan Tema 01 Kronologis Penerbitan Saham 82
Tentang Laporan Tahunan 2025 PT Mandiri Tunas Finance 02 Kronologis Penerbitan Efek Lainnya 82
Kesinambungan Tema 03 Informasi Tentang Struktur Grup dan Kelompok Usaha, Entitas
Anak, Entitas Asosiasi, serta Joint Venture (JV) dan Special 83
Kinerja Unggul 2025 04 Purpose Vehicle (SPV)
Daftar Isi 06 Akuntan Publik 83
RINGKASAN KINERJA Lembaga dan Profesi Penunjang 84
Ikhtisar Data Keuangan Penting 10 Situs Web Perusahaan 86
Ikhtisar Operasi 18 Wilayah Operasional 88
Ikhtisar Saham 18 ANALISIS & PEMBAHASAN MANAJEMEN
Informasi Aksi Korporasi 18 Kajian Perekonomian Makro dan Industri 98
Informasi Dividen 19 Tinjauan Operasional 99
Informasi Obligasi, Sukuk, atau Obligasi Konversi 19 Tinjauan Keuangan 106
Penghargaan dan Sertifikasi 20 Posisi Keuangan 106
Peristiwa Penting 22 Laba Rugi 108
LAPORAN MANAJEMEN Arus Kas 110
Laporan Dewan Komisaris 28 Rasio Keuangan 112
Laporan Direksi 34 Tingkat Kolektibilitas Piutang 115
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris tentang Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen atas Struktur
117
Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 42 Modal
PT Mandiri Tunas Finance
Kebijakan Dividen 118
Surat Pernyataan Anggota Direksi tentang Tanggung Jawab
Realisasi Investasi Barang Modal 119
atas Laporan Tahunan Tahun Buku 2025 PT Mandiri Tunas 43
Finance Dampak Nilai Tukar Mata Uang Asing 119
PROFIL PERUSAHAAN Informasi dan Fakta Material yang Terjadi Setelah Tanggal
119
Laporan Akuntan
Informasi Umum dan Identitas Perusahaan 48
Perbandingan antara Target dan Realisasi 120
Makna Logo Perusahaan 50
Prospek Usaha 120
Riwayat Singkat Perusahaan 51
Kepatuhan Pembayaran Pajak 121
Jejak Langkah 54
Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan dan/atau
Visi, Misi, Nilai dan Budaya Perusahaan 58 122
Manajemen
Kegiatan Usaha Serta Produk dan Jasa 60
Informasi Material Mengenai Investasi, Ekspansi, Divestasi,
122
Keanggotaan dalam Asosiasi 61 Penggabungan/Peleburan
Struktur Organisasi 62 Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum 122
Profil Dewan Komisaris 65 Informasi Transaksi Material yang Mengandung Benturan
123
Kepentingan dan/atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi
Profil Direksi 69
Informasi Keuangan yang Mengandung Kejadian yang
Profil Pejabat Eksekutif (Chief) 72 126
Bersifat Luar Biasa dan Jarang Terjadi
Kepala Divisi dan/atau Jabatan Setingkat 75
Transaksi Spot dan Derivatif 126
Demografi Karyawan 76
6 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 8
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan terhadap Sistem Pengendalian Internal 243
126
Perusahaan pada Tahun Buku Terakhir
Perkara Penting 245
Perubahan Kebijakan Akuntansi yang Diterapkan Perusahaan
126 Sanksi Administratif 246
pada Tahun Buku Terakhir
Tata Kelola Teknologi Informasi 246
Informasi Kelangsungan Usaha 127
Kode Etik 250
Tingkat Kesehatan Perusahaan 127
Pengendalian Gratifikasi 252
TATA KELOLA PERUSAHAAN
Kebijakan Antikorupsi 253
Tata Kelola Perusahaan yang Baik Sebagai Landasan Bisnis
130
yang Berintegritas Pengendalian Penyalahgunaan Informasi Internal 254
Dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan 131 Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System) 254
Prinsip-Prinsip Tata Kelola Perusahaan 131 Informasi Pemberian Dana untuk Kegiatan Politik 255
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik 135 Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa 255
Struktur Tata Kelola Perusahaan yang Baik 136 Kesesuaian Terhadap Peraturan OJK
No. 48/POJK.05/2024 Tentang Tata Kelola Perusahaan yang 261
Mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik 137
Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan
Sosialisasi dan Internalisasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik 138
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Perkembangan Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN
138
dan Apresiasi di Tahun 2025
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan 274
Penilaian, Pemantauan, dan Peningkatan
138 Dasar Penerapan TJSL 274
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Ruang Lingkup TJSL 274
Struktur Organ Tata Kelola Perusahaan yang Baik 142
Pilar TJSL 274
Rapat Umum Pemegang Saham 142
Tujuan TJSL 275
Dewan Komisaris 151
Strategi Program TJSL 275
Komisaris Independen 160
Struktur Pengelola TJSL 275
Direksi 161
Realisasi Program TJSL Tahun 2025 276
Transparansi Informasi Tentang Dewan Komisaris dan Direksi 168
Informasi Penyampaian Laporan Berkelanjutan Secara
Pengungkapan Hubungan Afiliasi Antara Direksi, Dewan 277
169 Terpisah
Komisaris dan Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali
LAPORAN KEUANGAN
Pengungkapan Rangkap Jabatan Dewan Komisaris dan
169
Direksi Laporan Keuangan 280
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi 171
Nominasi Dewan Komisaris dan Direksi 173
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi 175
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi 177
Organ Pendukung Dewan Komisaris 184
Komite Nominasi dan Remunerasi 192
Komite Pemantau Risiko 197
Organ Pendukung Direksi 203
Komite-Komite di Bawah Direksi 203
Fungsi Manajemen Risiko 221
Audit Internal 226
Sistem Manajemen Risiko 236
Auditor Eksternal/Akuntan Publik 242
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 7
Page 9
Ringkasan Kinerja
Ringkasan
Kinerja
Rp4,9
Triliun
Ekuitas
Menjaga
Kualitas Aset
Produktif
Di tengah kondisi perekonomian
yang kurang kondusif, Mandiri
Tunas Finance mampu menjaga
400
kualitas aset produktifnya di Miliar Laba
sepanjang tahun melalui Bersih
penyisihan penurunan kerugian
yang konservatif.
8 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 10
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
2,4%
NPF
Gross
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 9
Page 11
Ringkasan Kinerja
Laba (Rugi) dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Pendapatan
Pembiayaan Konsumen 2.884.128 3.453.490 3.000.350 2.437.004 2.081.742
Sewa Pembiayaan 572.371 678.704 652.751 565.529 461.973
Anjak Piutang 1 438 909 9.715 16.637
Simpanan Bank 15.797 17.473 17.134 15.163 11.597
Lain-lain Neto 1.163.225 1.429.210 1.110.824 917.741 824.379
Total Pendapatan 4.635.522 5.579.315 4.781.968 3.945.152 3.396.328
Beban
Beban Keuangan (1.742.114) (1.913.946) (1.510.165) (1.249.572) (1.220.816)
Gaji dan Tunjangan (656.012) (775.231) (802.194) (823.406) (567.134)
Umum dan Administrasi (437.019) (413.178) (349.836) (327.436) (357.084)
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai
Pembiayaan Konsumen (981.009) (885.498) (726.080) (501.203) (799.678)
Sewa Pembiayaan (279.480) (83.288) (7.651) (49.601) (71.292)
Anjak Piutang (19.428) (14.874) 9.057 (11.063) (430)
Piutang Lain-lain (6.850) 10.867 96.127 (18.877) (70.543)
Total Beban (4.121.912) (4.075.148) (3.290.742) (2.981.158) (3.086.977)
Laba Sebelum Pajak Final dan Pajak Penghasilan 513.610 1.504.167 1.491.226 963.994 309.351
Pajak Penghasilan
Beban Pajak Final (3.159) (3.495) (3.427) (3.033) (2.319)
Laba Sebelum Beban Pajak Penghasilan 510.451 1.500.672 1.487.799 960.961 307.032
Beban Pajak Penghasilan (110.436) (328.590) (326.698) (210.748) (61.152)
Laba Tahun Berjalan 400.015 1.172.082 1.161.101 750.213 245.880
Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 400.015 1.172.082 1.161.101 750.213 245.880
Diatribusikan kepada Kepentingan Non Pengendali - - - - -
Penghasilan Komprehensif Lain - Setelah pajak 3.685 11.010 798 (3.067) 37.435
Total Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan 403.700 1.183.092 1.161.899 747.146 283.315
Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 403.700 1.183.092 1.161.899 747.146 283.315
Diatribusikan kepada Kepentingan Non Pengendali - - - - -
Laba Per Saham Dasar (Nilai Rupiah Penuh) 160 469 464 300 98
10 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 12
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Real GDP
2025 5,11
2024 5,03
2023 5,05
2022 5,31
2021 3,69
1 2 3 4 5 6
Suku Bunga BI
7,00%
5,75% 5,75% 5,75%
5,75%
6,00% 5,50% 5,50%
5,25%
5%
4,75% 4,75% 4,75% 4,75%
5,00%
4,00%
3,00%
2,00%
1,00%
0,00%
Jan-25 Feb-25 Mar-25 Apr-25 May-25 Jun-25 Jul-25 Aug-25 Sep-25 Oct-25 Nov-25 Dec-25
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 11
Page 13
Ringkasan Kinerja
Pendapatan
2025 4.635.522
2024 5.579.315
2023 4.781.968
2022 3.945.152
2021 3.396.328
0 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000
Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
2025 403.700
2024 1.183.092
2023 1.161.899
2022 747.146
2021 283.315
0 200.000 400.000 600.000 800.000 1.000.000 1.200.000 1.400.000
12 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 14
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Laba Tahun Berjalan
2025 400.015
2024 1.172.082
2023 1.161.101
2022 750.213
2021 245.880
0 200.000 400.000 600.000 800.000 1.000.000 1.200.000 1.400.000
Laba per Saham Dasar
2025 160
2024 469
2023 464
2022 300
2021 98
0 100 150 200 250 300 350 400 450 500
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 13
Page 15
Ringkasan Kinerja
Neraca
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
ASET
Kas dan Setara Kas
Kas 4.311 7.999 18.194 13.602 7.748
Kas Pada Bank
Pihak Ketiga 9.402 1.209 1.495 15.553 28.989
Pihak Berelasi 981.255 1.282.952 832.451 811.281 203.645
994.968 1.292.160 852.140 840.436 240.382
Piutang Pembiayaan Konsumen
Pihak Ketiga 23.073.407 27.154.596 22.698.175 16.666.569 13.209.267
Pihak Berelasi 47.768 41.346 11.542 7.846 7.287
Sub Jumlah 23.121.175 27.195.942 22.709.717 16.674.415 13.216.554
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (607.432) (476.763) (347.894) (333.578) (327.003)
22.513.743 26.719.179 22.361.823 16.340.837 12.889.551
Piutang Sewa Pembiayaan
Pihak Ketiga 3.752.434 5.495.587 5.416.865 5.782.025 4.784.845
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (127.084) (100.429) (69.293) (138.679) (129.789)
3.625.350 5.395.158 5.347.572 5.643.346 4.655.056
Anjak Piutang
Pihak Ketiga 0 34.748 35.758 42.469 153.232
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai 0 (15.310) (436) (9.493) (930)
0 19.438 35.322 32.976 152.302
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 183.330 164.173 119.669 89.923 75.047
Pihak Berelasi 274.823 369.541 547.483 499.942 463.294
Sub Jumlah 458.153 533.714 667.152 589.865 538.341
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (39.661) (33.431) (44.298) (140.425) (121.548)
418.492 500.283 622.854 449.440 416.793
Aset Pajak Tangguhan 70.079 84.726 100.789 116.452 77.750
Piutang Derivatif 33.826 45.008 28.933 24.534 273
Aset Tetap 235.303 278.475 283.625 219.763 197.081
Aset Lain-lain
Pihak Ketiga 116.156 90.202 93.432 60.931 81.856
Pihak Berelasi 814 826 902 251 100
Total Aset 28.008.731 34.425.455 29.727.392 23.728.966 18.711.144
14 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 16
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
LIABILITAS
Utang Usaha 470.341 604.208 1.017.137 702.291 601.051
Utang Lain-lain
Pihak Ketiga 144.874 160.830 190.916 199.930 183.547
Pihak Berelasi 34.346 51.626 56.805 100.736 125.026
Utang Pajak Kini 0 112.491 112.000 125.498 7.506
Utang Derivatif 0 12.654 0 0 0
Beban yang Masih Harus Dibayar
Pihak Ketiga 131.197 238.398 257.626 308.087 189.374
Pihak Berelasi 8.935 9.543 4.472 3.535 3.333
Pinjaman yang Diterima
Pihak Ketiga 9.485.748 15.677.665 15.242.400 12.748.612 7.794.675
Pihak Berelasi 6.397.590 5.835.461 2.891.252 1.944.839 1.795.735
15.883.338 21.513.126 18.133.652 14.693.451 9.590.410
Biaya Provisi yang Belum Diamortisasi (21.817) (36.930) (36.937) (31.564) (25.056)
15.861.521 21.476.196 18.096.715 14.661.887 9.565.354
Surat Berharga yang Diterbitkan
Pihak Ketiga 6.048.625 6.050.795 5.252.750 3.876.405 4.877.850
Pihak Berelasi 184.000 644.000 443.000 468.500 621.000
6.232.625 6.694.795 5.695.750 4.344.905 5.498.850
Beban Emisi yang Belum Diamortisasi (10.726) (12.870) (8.235) (5.668) (6.164)
6.221.899 6.681.925 5.687.515 4.339.237 5.492.686
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 219.121 213.162 274.546 194.940 148.413
TOTAL LIABILITAS 23.092.234 29.561.033 25.697.732 20.636.141 16.316.290
EKUITAS
Modal Saham
Modal Disetor 250.000 250.000 250.000 250.000 250.000
Penghasilan Komprehensif Lain
Pengukuran kembali atas Liabilitas Imbalan Kerja 1.102 (7.155) (38.390) (30.198) (32.593)
Karyawan - Neto
Keuntungan / (Kerugian) Kumulatif atas Instrumen (21.995) (17.423) 2.802 (6.188) (726)
Derivatif untuk Lindung Nilai Arus Kas - Neto
Saldo laba
Sudah Ditentukan Penggunaannya 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000
Belum Ditentukan Penggunaannya 4.637.390 4.589.000 3.765.248 2.829.211 2.128.173
TOTAL EKUITAS 4.916.497 4.864.422 4.029.660 3.092.825 2.394.854
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 28.008.731 34.425.455 29.727.392 23.728.966 18.711.144
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 15
Page 17
Ringkasan Kinerja
Total Aset
2025 28.008.731
2024 34.425.455
2023 29.727.392
2022 23.728.966
2021 18.711.114
0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000 35.000.000
Total Ekuitas
2025 4.916.497
2024 4.864.442
2023 4.029.660
2022 3.093.825
2021 2.394.854
0 5.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000
Total Liabilitas
2025 23.092.234
2024 29.561.033
2023 25.697.732
2022 20.636.141
2021 16.316.290
0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000 35.000.000
16 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 18
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Total Piutang Pembiayaan Konsumen
2025 22.513.743
2024 26.719.179
2023 22.361.823
2022 16.340.837
2021 12.889.551
0 5.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 25.000.000 30.000.000
Arus Kas
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 6.200.482 (3.443.243) (4.420.498) (3.190.177) 225.754
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (39.669) (65.844) (118.954) (65.272) (28.439)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (6.458.005) 3.949.107 4.551.156 3.855.503 (306.736)
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (297.192) 440.020 11.704 600.054 (109.421)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 1.292.160 852.140 830.436 240.382 349.803
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 994.968 1.292.160 842.140 840.436 240.382
Rasio-Rasio Keuangan
Uraian Satuan 2025 2024 2023 2022 2021
Profitabilitas
Imbal Hasil Aset % 1,28 3,65 4,34 3,54 1,33
Imbal Hasil Aset * % 1,83 4,36 5,0 4,05 1,65
Imbal Hasil Rata-rata Aset % 1,65 4,69 5,58 4,54 1,67
Imbal Hasil Ekuitas % 8,14 24,09 28,81 24,26 10,27
Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas % 8,18 26,36 32,6 27,34 10,67
Jumlah Pendapatan/Jumlah Aset % 16,55 16,21 16,09 16,63 18,15
Laba Sebelum Pajak Penghasilan/Pendapatan % 11,08 26,96 31,38 24,43 9,11
Laba Bersih Setelah Pajak Tahun Berjalan/pendapatan % 8,63 21,01 24,28 19,02 7,24
Rasio Efisiensi Biaya % 37,81 32,26 34,34 43,08 48,99
Rasio Lancar x 1,08 1,24 1,09 1,32 1,04
Aset Produktif
Piutang Pembiayaan Bersih Kelolaan Rp juta 51.352.418 60.642.783 53.061.308 45.122.742 39.733.077
Piutang Pembiayaan - Pembiayaan Bersama Rp juta 24.478.809 27.916.505 24.898.967 22.623.833 21.578.445
Piutang Bermasalah Kelolaan % 2,40 1,05 0,70 0,72 0,97
Likuiditas
Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset x 0,82 0,86 0,86 0,87 0,87
Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas x 4,70 6,08 6,38 6,67 6,81
Utang yang Berbunga / Jumlah Ekuitas x 4,50 5,79 5,9 6,14 6,29
*) Disajikan kembali menggunakan perhitungan laba sebelum pajak
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 17
Page 19
Ringkasan Kinerja
Ikhtisar Operasi
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Unit Kontrak Baru Berdasarkan Jenis Pembiayaan (Unit)
Mobil Baru 43.476 83.987 86.927 81.265 69.864
Mobil Bekas 12.918 25.873 28.166 21.608 15.149
Motor 201 437 378 322 390
Lainnya 1.700 1.489 6.400 35.895 8.721
Jumlah 58.295 111.786 121.871 139.090 94.124
Nilai Kontrak Pembiayaan Berdasarkan Jenis Pembiayaan (Rp Juta)
Mobil Baru 12.949.133 25.582.763 25.493.390 21.710.535 16.354.599
Mobil Bekas 2.899.849 5.524.591 5.158.873 3.533.524 2.552.178
Motor 33.757 69.887 47.561 33.479 34.330
Lainnya 3.420.340 3.912.388 1.998.078 2.491.634 1.679.457
Jumlah 19.303.079 35.089.629 32.697.902 27.769.172 20.620.564
Ikhtisar Organisasi
Jumlah Nasabah 308.130 348.202 338.579 256.192 259.463
Jumlah Cabang 125 125 124 99 100
Jumlah Sumber Daya Manusia 3.142 3.384 3.328 3.306 3.236
Rerata Pembiayaan (Rp ribu)
Rerata Pembiayaan Mobil Baru 297.846 304.604 293.274 267.157 234.092
Rerata Pembiayaan Mobil Bekas 224.481 213.527 183.160 163.529 168.472
Rerata Pembiayaan Motor 167.945 159.924 125.823 103.972 88.026
Ikhtisar Saham
Hingga akhir tahun 2025, MTF tidak menerbitkan kurang harga penutupan berdasarkan harga pada
sahamnya untuk dimiliki oleh publik maupun oleh Bursa Efek tempat saham dicatatkan dan volume
manajemen atau karyawan. Dengan demikian, tidak perdagangan saham pada Bursa Efek tempat saham
terdapat informasi terkait perdagangan saham yang dicatatkan untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua)
memuat: tahun buku terakhir; dan
1. Kapitalisasi pasar berdasarkan harga pada Bursa Efek 5. Informasi penghentian sementara perdagangan
tempat saham dicatatkan; saham dalam 2 (dua) tahun terakhir. Jumlah saham
2. Harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan Perseroan sebanyak 2.500.000.000 lembar saham,
berdasarkan harga pada Bursa Efek tempat saham dengan kepemilikan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
dicatatkan; sebanyak 1.275.000.000 lembar saham atau 51,00%
3. Volume perdagangan saham pada Bursa Efek tempat dan PT Tunas Ridean sebanyak 1.225.000.000 lembar
saham dicatatkan; saham atau 49,00%
4. Informasi dalam bentuk grafik yang memuat paling
Informasi Tentang Aksi Korporasi
Di sepanjang tahun 2025, MTF tidak melakukan aksi korporasi seperti aksi pemecahan saham (stock split),
penggabungan saham (reverse stock), saham bonus, maupun penurunan nilai nominal saham.
18 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 20
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dividen Saham
Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham di Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 30 Juni
2025 disetujui pembagian dividen final tahun 2024 sejumlah Rp351.624.818.880 dari laba neto tahun 2024. Dividen ini
dibayarkan pada tanggal 11 Juli 2025.
Perihal Pembayaran Dividen di Tahun 2025 Pembayaran Dividen di Tahun 2024
(Dividen Saham Tahun Buku 2024) (Dividen Saham Tahun Buku 2023)
Jumlah Dividen yang Dibagikan (Rp) 351.624.818.880 348.330.295.881
Dividen Kas per Saham (Rp) 140,65 139,33
Rasio Pembagian Dividen (%) 30% 30%
Tanggal Pengumuman 30 Juni 2025 28 Juni 2024
Tanggal Pembayaran 11 Juli 2025 10 Juli 2024
Obligasi
Pada tahun 2025, Perseroan mengeluarkan Penawaran Seluruh obligasi yang diterbitkan Perseroan dilakukan
Umum Obligasi Berkelanjutan VII tahap I tahun 2025. melalui Bursa Efek Indonesia (BEI). Selain obligasi di
Berikut tabel obligasi yang masih beredar serta masih bawah, Perseroan tidak menerbitkan efek apa pun
dalam status belum lunas per 31 Desember 2025. dalam bentuk lain.
Frekuensi
Peringkat Jumlah Tingkat Tanggal Tanggal Jatuh
Tahun Nama Obligasi Pembayaran Status
Penerbitan (Rp juta) Bunga Penerbitan Tempo
Bunga
Obligasi Berkelanjutan V Setiap 3 (tiga)
2021 idAA+ 915.150 7,00% p.a 20 Mei 2021 20 Mei 2024 Lunas
MTF Tahap II Seri A bulan
Obligasi Berkelanjutan V Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAA+ 485.700 7,65% p.a 20 Mei 2021 20 Mei 2026
MTF Tahap II Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan V Setiap 3 (tiga)
2022 idAA+ 851.440 5,90% p.a 23 Februari 2022 23 Februari 2025 Lunas
MTF Tahap III Seri A bulan
Obligasi Berkelanjutan V Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAA+ 376.615 6,75% p.a 23 Februari 2022 23 Februari 2027
MTF Tahap III Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
2023 idAAA 439.660 6,00% p.a 11 Juli 2023 11 Juli 2026
VI MTF Tahap I Seri A bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 252.075 6,25% p.a 11 Juli 2023 11 Juli 2028
MTF Tahap I Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 804.175 6,50% p.a 27 September 2023 27 September 2026
MTF Tahap II Seri A bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 326.935 6,75% p.a 27 September 2023 27 September 2028
MTF Tahap II Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
2024 idAAA 81.590 7,00% p.a 28 Mei 2024 28 Mei 2027
MTF Tahap III Seri A bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VII Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 1.081.495 7,25% p.a 28 Mei 2024 28 Mei 2029
MTF Tahap III Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 425.735 6,70% p.a 19 November 2024 19 November 2027
MTF Tahap IV Seri A bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 1.185.375 6,85% p.a 19 November 2024 19 November 2029
MTF Tahap IV Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VII Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
2025 idAAA 313.510 6,15% p.a 08 Juli 2025 18 Juli 2026
MTF Tahap I Seri A bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VII Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 236.000 6,50% p.a 08 Juli 2025 08 Juli 2028
MTF Tahap I Seri B bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VII Setiap 3 (tiga) Aktif/Belum
idAAA 225.760 6,70% p.a 08 Juli 2025 08 Juli 2030
MTF Tahap I Seri C bulan Lunas
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 19
Page 21
Ringkasan Kinerja
Penghargaan dan
Sertifikasi 2025 Industry Awards 2025
06 Indonesia Best Consumer Financing Industry for
Providing Inclusive, Flexible and Competitive Credit
Marketeers Youth Choice Award 2025 Solution Kategori Multifinance
01 Silver Multifinance Company
Tanggal Penghargaan 24 Januari 2025
Tanggal Penghargaan 24 Juli 2025
Penyelenggara Warta Ekonomi
Penyelenggara Marketeers
21st Infobank Multifinance Appreciation 2025
Mandiri Subsidiaries Award
07 The Excellent Performance Multifinance Company
02 The Most Efficient Subsidiary of The Year 2024
(Asset Class >Rp10 Trillion)
Tanggal Penghargaan 7 Februari 2025
Penyelenggara Bank Mandiri Tanggal Penghargaan 1 Agustus 2025
Penyelenggara Infobank
Indonesia Digital Innovation Awards
03 The Most Innovative Digitalization of Multifinance 2025 Indonesia Customer Service Quality Award 2025
for Enhancing Performance and Services through Digital 08 Customer Service Quality Award 2025
Technology Adoption predikat Very Good Kategori Car Financing
Tanggal Penghargaan 28 Maret 2025 Tanggal Penghargaan 14 November 2025
Penyelenggara Warta Ekonomi Penyelenggara SWA Media Group dan Business Digest
Dream Workplace 2025
04 Dream Workplace for Learning Multifinance
Tanggal Penghargaan 25 Mei 2025
Penyelenggara Marketeers
Anugerah ESG 2025
05 “Navigating ESG In Global Economy Uncertainty”
Penghargaan ESG dengan tema “Inisiatif Inovasi
1
Membangun Keuangan Berkelanjutan”
Tanggal Penghargaan 4 Juli 2025
Penyelenggara IDX Channel
2 3
4
5 6
20 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 22
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Indonesia Good Corporate Governance Award 2025
09 The Most Trusted Company based on Corporate
12
Governance Perception Index (Skor 85,06)
Tanggal Penghargaan 25 November 2025
Penyelenggara SWA Media Group dan IICG Sistem Manajemen Anti Penyuapan
(SMAP) ISO 37001 : 2016
Masa Berlaku
Top Digital Awards 2025 Hingga Februari 2028
10 Top Digital Implementation 2025 #Stars 5,
Otoritas/Penerbit
PT TUV NORD Indonesia
Golden Winner Medallion, Top Leader on Digital
Implementation 2025
Tanggal Penghargaan 4 Desember 2025
Penyelenggara IT Works
Marketeers Digital Marketing Heroes 2025
13
11 Engaging Social Media Marketing Heroes
Sistem Manajemen Keamanan Informasi
Tanggal Penghargaan 11 Desember 2025
(SMKI) ISO 27001 : 2022
Penyelenggara Marketeers
Masa Berlaku
Hingga Mei 2026
Otoritas/Penerbit
PT TUV SUD Indonesia
10
11
7
8 9
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 21
Page 23
Ringkasan Kinerja
Peristiwa Penting 2025
Penghargaan:
Marketeers Youth Choice Award 2025,
Silver Multifinance Company
MTF kembali menunjukkan eksistensinya sebagai perusahaan
multifinance pilihan anak muda. Dengan layanan yang inovatif dan
fleksibel, MTF berhasil mendapatkan Silver Award dalam kategori
Multifinance Company di ajang Marketeers Youth Choice Award 2025.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen MTF dalam mendukung kebutuhan
finansial generasi muda.
24 Januari 2025
CGV Grand Indonesia, Jakarta
Penghargaan:
Mandiri Subsidiaries Award 2024
Atas kinerja yang dicatatkan sepanjang tahun 2024, MTF kembali
meraih penghargaan dalam ajang Mandiri Subsidiaries Awards 2024
sebagai The Most Efficient Subsidiary of The Year 2024. Penghargaan
ini merupakan bukti keberhasilan MTF dalam menerapkan strategi
efisiensi yang optimal sepanjang tahun. Atas apresiasi yang diberikan,
Manajemen MTF mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri.
Penghargaan ini menjadi semangat Perseroan untuk terus meningkatkan
efisiensi dan resiliensi di tahun-tahun berikutnya.
7 Februari 2025
R Hotel Rancamaya, Bogor
MTF Menyalurkan Santunan dan Berbuka Bersama
Anak Yatim Piatu
Sebagai bagian dari komitmen tanggung jawab sosial kepada
masyarakat, MTF menyalurkan santunan kepada 25 anak yatim piatu
dengan total dana sebesar Rp20.000.000. Kegiatan ini dilaksanakan
bersamaan dengan acara berbuka puasa bersama yang menjadi
momen kebersamaan antara Perseroan dan para penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan (TJSL) Perseroan yang berfokus pada peningkatan
kesejahteraan sosial di lingkungan sekitar.
20 Maret 2025
Graha Mandiri, Jakarta
Penghargaan:
Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2025
Pada Indonesia Digital Innovation Awards 2025, MTF memperoleh
pengakuan atas komitmennya dalam mengembangkan ekosistem
digital berbasis teknologi guna meningkatkan kualitas layanan
kepada pelanggan. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan
terpilih yang dinilai berhasil mengimplementasikan inovasi digital
pada berbagai aspek bisnis dan layanan dengan dampak positif bagi
masyarakat.
28 Maret 2025
The Sultan Hotel & Residence, Jakarta
22 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 24
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Penghargaan:
Dream Workplace for Learning Multifinance
MTF didapuk sebagai salah satu perusahaan multifinance dengan
budaya pembelajaran terbaik di Indonesia, khususnya untuk generasi
muda, pada ajang Dream Workplace for Learning. Apresiasi ini
mencerminkan komitmen Perseroan dalam membangun lingkungan
kerja yang mendukung pengembangan talenta, sekaligus mendorong
inovasi pembelajaran secara berkelanjutan.
25 Mei 2025
Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta
Penghargaan:
Apresiasi atas Inovasi MTF dalam Membangun Keuangan
Berkelanjutan di tahun 2025
MTF mendapatkan apresiasi atas berbagai inisiatif inovatif dalam
menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang
menjawab tantangan ketidakpastian ekonomi global. Dengan tema
“Inisiatif Inovasi Membangun Keuangan Berkelanjutan”, MTF dinilai
berhasil menghadirkan program-program yang berdampak positif
terhadap lingkungan, sosial, serta penerapan tata kelola perusahaan
yang baik.
4 Juli 2025
Mainhall Bursa Efek Indonesia, Jakarta
MTF Rilis Obligasi Rp2,5 Triliun
Guna mendukung pertumbuhan bisnisnya, MTF resmi merilis Obligasi
Berkelanjutan VII Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2,5 triliun dengan
peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
Instrumen ini merupakan bagian dari Obligasi Berkelanjutan VII
Perseroan yang menargetkan perolehan dana keseluruhan sebesar
Rp10 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk
mendukung kegiatan pembiayaan MTF, khususnya pembiayaan
kendaraan bermotor dan modal kerja.
8 Juli 2025
Bursa Efek Indonesia, Jakarta
Penghargaan:
Indonesia Best Consumer Financing Industry for Providing
Inclusive, Flexible and Competitive Credit Solution
MTF membuktikan performanya dalam menyediakan solusi pembiayaan
yang inklusif, fleksibel, dan kompetitif yang sejalan dengan semangat
transformasi digital dan penerapan Industri 4.0. Pada ajang Industry
Award 2025 yang mengusung tema “Strengthening Resilience,
Redefining Standards: Championing Industry 4.0 and the Digital Shift”,
MTF dianugerahi penghargaan Indonesia Best Consumer Financing
Industry for Providing Inclusive, Flexible and Competitive Credit
Solution dalam kategori Multifinance.
24 Juli 2025
The Sultan Hotel & Residence, Jakarta
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 23
Page 25
Ringkasan Kinerja
Penghargaan:
21st Infobank Multifinance Appreciation 2025
MTF kembali memperoleh penghargaan atas kinerja keuangan yang
sangat baik dan pertumbuhan berkelanjutan yang berhasil dicapai pada
tahun 2025. Penghargaan diberikan oleh Infobank dengan predikat
“The Excellent Performance Multifinance Company (Asset >Rp10
trillion)”. Penghargaan ini merefleksikan komitmen MTF dalam menjaga
kinerja keuangan yang sehat, memperkuat tata kelola perusahaan, serta
memberikan layanan pembiayaan terbaik kepada masyarakat.
1 Agustus 2025
Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta
Kolaborasi MTF dalam Mendorong Sinergi Dunia Akademik dan Industri
MTF berkolaborasi dengan Program Studi S1 Manajemen, Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret dalam penyelenggaraan
kegiatan Kuliah Praktisi untuk Mata Kuliah Minat Keuangan dengan topik
“Manajemen Keuangan dalam Praktik Lapangan”. Pemaparan Materi
disampaikan langsung oleh Bapak William Francis Indra, selaku Direktur
MTF, yang membagikan wawasan tentang dunia industri pembiayaan,
Manajemen Keuangan dalam Praktik Lapangan dan memperkenalkan
berbagai inovasi digital MTF.
11 Oktober 2025
Diselenggarakan secara daring
MTF Mengajar Goes to Campus
MTF berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Airlangga (FEB UNAIR) dengan tema Empowering the Future:
Mempersiapkan Karier dan Finansial Sejak Muda. Program ini merupakan
bagian dari inisiatif MTF dalam mengedukasi mahasiswa tentang literasi
finansial, kesiapan karier, serta memberikan kesempatan rekrutmen
melalui MTF Campus Hiring Management Trainee Batch 20. Sesi utama
disampaikan langsung oleh Bapak Pinohadi G. Sumardi, selaku Direktur
Utama MTF, yang kemudian dilanjutkan dengan MTF Campicnic dan
Leaderless Group Discussion (LGD).
23 Oktober 2025
Universitas Airlangga, Surabaya
Partisipasi MTF dalam Livin’ Fest 2025 di 10 Kota Besar Indonesia
MTF hadir memberikan dukungan penuh dalam penyelenggaraan
Livin’ Fest 2025 yang merupakan rangkaian peringatan HUT ke-27 Bank
Mandiri di 10 kota besar di Indonesia. Dalam rangkaian kegiatan tersebut,
MTF turut memperkuat sinergi Mandiri Group melalui program unggulan
“Mandiri Auto”. Melalui program ini, pengunjung Livin’ Fest di setiap
kota dapat menikmati berbagai promo menarik khusus bagi nasabah
16 Oktober-14 Desember yang mengajukan pembiayaan selama periode acara berlangsung.
Jakarta, Medan, Bandung, Palembang, Semarang,
Balikpapan, Makassar, Denpasar, Jayapura, Surabaya
24 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 26
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Penghargaan:
Indonesia Customer Service Quality Award 2025
MTF terus menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan
praktis, tepercaya, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat
ini. Komitmen tersebut dibuktikan dengan diraihnya penghargaan
Indonesia Customer Service Quality Award 2025 pada Kategori Car
Financing dengan predikat Very Good. Pada ajang ini, MTF dinilai
unggul karena mampu memahami kebutuhan pelanggan dengan
cepat, memberikan layanan yang responsif, serta memanfaatkan
teknologi untuk membuat proses menjadi lebih mudah dan nyaman.
14 November 2025
Shangri-La Hotel, Jakarta
Penghargaan:
The Most Trusted Company pada Indonesia Good Corporate
Governance Award 2025
MTF berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai “The Most Trusted
Company based on Corporate Governance Perception Index (CGPI)”
dengan perolehan nilai 85,06. Penghargaan ini diberikan berdasarkan
hasil evaluasi dan penilaian mendalam terhadap penerapan prinsip-
prinsip GCG, mulai dari aspek transparansi, akuntabilitas, tanggung
jawab, independensi, hingga pengelolaan bisnis. Capaian tersebut
menempatkan MTF sebagai salah satu dari jajaran Perusahaan Sangat
Tepercaya dalam implementasi GCG di Indonesia.
25 November 2025
Shangri-La Hotel, Jakarta
Aksi Peduli Kemanusiaan Perwira MTF, Salurkan Bantuan untuk
Korban Bencana di Sumatra
MTF menyalurkan bantuan sebesar Rp172.500.000 bagi masyarakat
terdampak bencana di Sumatra melalui donasi yang dihimpun dari
Perwira MTF. Inisiatif ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian
MTF dalam membantu warga yang mengalami masa sulit. Penyaluran
bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak di
Sumatra Barat oleh jajaran manajemen dan perwakilan Perwira MTF.
Pada hari berikutnya, Bapak Pinohadi G. Sumardi selaku Direktur Utama
MTF juga hadir memberikan komitmen dukungan dan menyerahkan
bantuan bagi warga terdampak bencana di Sumatra Utara.
10 Desember 2025
Sumatra Barat dan Sumatra Utara
Penghargaan:
Engaging Social Media Marketing Heroes
Konsistensi MTF dalam memperkuat komunikasi digital melalui
media sosial mengantarkan MTF meraih penghargaan untuk kategori
Engaging Social Media Marketing Heroes. Pengakuan ini diberikan atas
keberhasilan MTF menghadirkan program media sosial yang kreatif dan
interaktif, seperti MTF Flash Sale, Unboxing by MTF, FYP with MTF, dan
Talkin by MTF. Seluruh inisiatif tersebut dirancang untuk menyajikan
konten yang relevan sekaligus menyampaikan informasi produk dan
layanan MTF secara ringan, mudah dipahami, dan selaras dengan
karakter audiens digital.
11 Desember 2025
The Ritz-Carlton, Jakarta
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 25
Page 27
Laporan Manajemen
Laporan
Manajemen
4,49x
Gearing
Ratio
Kinerja
Positif di
Tengah
Tantangan
Di tengah tantangan
perekonomian tahun 2025,
Mandiri Tunas Finance terus
melakukan upaya untuk menjaga
daya saing melalui peningkatan
kualitas proses dan layanan, serta
penguatan hubungan dengan
pelanggan dan mitra usaha.
Dengan pengelolaan risiko
yang prudent, Perseroan tetap
mampu mempertahankan
kinerja yang positif.
26 PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report
Page 28
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
2,40%
Non-
Performing
Financing
(NPF)
PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report 27
Page 29
Laporan Manajemen
Laporan
Dewan
Komisaris Nugraha Indra Permadi
Komisaris Utama
28 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 30
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dewan Komisaris secara konsisten melaksanakan
fungsi pengawasan terhadap kebijakan strategis
dan kinerja Direksi agar tetap selaras dengan tujuan
jangka panjang Perseroan.
Pemegang Saham dan Pemangku
Kepentingan yang Terhormat
Kami mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa ditetapkan oleh Pemegang Saham. Penilaian dilakukan
atas penyertaan-Nya sehingga PT Mandiri Tunas Finance secara menyeluruh dengan mempertimbangkan
(“Mandiri Tunas Finance” atau “Perseroan”) dapat melalui keseimbangan antara kinerja keuangan, pertumbuhan
tahun 2025 di tengah ketidakpastian ekonomi global dan bisnis, efektivitas proses internal, serta pengembangan
dinamika industri pembiayaan nasional. Kondisi tersebut kapabilitas jangka panjang Perseroan. Kerangka penilaian
menuntut Perseroan untuk mengelola usaha secara lebih KPI Direksi dibagi ke dalam empat perspektif utama
disiplin, adaptif, dan berhati-hati, dengan tetap menjaga sebagai berikut.
keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan 1. Perspektif Keuangan, yang mencakup indikator kinerja
pengelolaan risiko. Oleh karenanya, tahun 2025 menjadi utama antara lain Net Income, Pre Provision Operating
momentum penting bagi Perseroan untuk memperkuat Profit (PPOP), Cost to Income Ratio (%), Cost of Credit
fondasi bisnis dan memastikan arah pengelolaan usaha (CoC), serta Return on Equity (ROE).
yang berkelanjutan. 2. Perspektif Pelanggan, yang mencakup target
penyaluran pembiayaan secara keseluruhan serta
Dewan Komisaris secara konsisten melaksanakan pengembangan basis nasabah captive Bank Mandiri.
fungsi pengawasan terhadap kebijakan strategis dan 3. Perspektif Proses Bisnis Internal, yang mencakup
kinerja Direksi agar tetap selaras dengan tujuan jangka sasaran strategis seperti NPL CLG (%), Finance at
panjang Perseroan. Melalui laporan ini, Dewan Komisaris Risk (%), CKPN to Finance at Risk (FAR Coverage, %),
menyampaikan hasil pengawasan dan pandangannya Persentase Pemenuhan Minimum IT Requirement,
sebagai bentuk akuntabilitas kepada para pemegang serta Persentase Pemenuhan Minimum Mandiri
saham dan pemangku kepentingan. Subsidiary Management Principles Guideline
(MSMPG).
Penilaian Dewan Komisaris terhadap 4. Perspektif Pengembangan, yang mencakup
Kinerja Direksi produktivitas karyawan serta inisiatif perbaikan kualitas
Dalam memberikan penilaian terhadap kinerja Direksi, portofolio.
Dewan Komisaris berpedoman pada tingkat pencapaian
pemenuhan Key Performance Indicator (KPI) yang telah
PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report 29
Page 31
Laporan Manajemen
Dalam melakukan penilaian, Dewan Komisaris juga kinerja melalui penerapan pengelolaan risiko yang terukur,
mempertimbangkan dinamika dan perkembangan kondisi termasuk pengendalian kualitas aset dan penguatan
eksternal yang dihadapi oleh Manajemen sepanjang tahun proses manajemen risiko secara berkelanjutan.
buku. Dewan Komisaris menyadari bahwa pencapaian
target yang telah ditetapkan tidak terlepas dari pengaruh Lebih lanjut, Dewan Komisaris mencatat bahwa sejumlah
faktor eksternal, termasuk kondisi makroekonomi, indikator kinerja penting di luar aspek pertumbuhan
persaingan industri, serta perubahan perilaku konsumen. pendapatan menunjukkan pencapaian yang relatif baik,
Evaluasi kinerja Direksi dilakukan secara objektif dan antara lain pada efisiensi operasional serta kualitas layanan
komprehensif dengan memperhatikan konteks tersebut, dan basis pelanggan. Pencapaian tersebut menegaskan
sehingga penilaian tidak semata didasarkan pada capaian bahwa fondasi operasional Perseroan dan daya saing
kuantitatif, tetapi juga pada kualitas pengambilan bisnis berada pada arah yang tepat, serta mencerminkan
keputusan dan efektivitas pengelolaan usaha di tengah efektivitas kebijakan operasional yang dijalankan Direksi
lingkungan yang penuh tantangan. dalam menjaga ketahanan bisnis di tengah tekanan
eksternal.
Secara keseluruhan, Dewan Komisaris menilai bahwa
Direksi telah menunjukkan kepemimpinan yang efektif Berdasarkan keseluruhan evaluasi tersebut, Dewan
dalam mengelola Perseroan di tengah kondisi yang penuh Komisaris menilai bahwa Perseroan memiliki ruang
tantangan sepanjang tahun 2025. Direksi dinilai mampu perbaikan yang jelas sekaligus momentum yang positif
merespons dinamika industri dengan langkah-langkah untuk mendorong pencapaian target secara lebih optimal
yang diperlukan untuk menjaga kesinambungan bisnis, ke depan. Dewan Komisaris menekankan pentingnya
mengendalikan risiko secara terukur, serta memastikan penguatan eksekusi pada area-area terkait pengelolaan
proses transformasi operasional berjalan selaras dengan risiko kredit dan optimalisasi kualitas pertumbuhan, agar
arah strategis Perseroan. Dewan Komisaris mendorong kinerja Perseroan dapat meningkat secara berkelanjutan
Direksi untuk melanjutkan kinerja yang telah dicapai guna seiring membaiknya kondisi industri dan ekonomi.
menghasilkan kinerja yang lebih optimal pada periode
mendatang.
Pengawasan Dewan Komisaris terhadap
Perumusan dan Implementasi Strategi
Pandangan Dewan Komisaris terhadap Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan
Target Perusahaan secara aktif terhadap proses perumusan dan implementasi
Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja Mandiri Tunas strategi Mandiri Tunas Finance sepanjang tahun 2025,
Finance pada tahun 2025 belum sepenuhnya mencapai dengan memastikan bahwa arah strategis yang ditetapkan
target ideal, terutama pada indikator-indikator yang Direksi disusun berdasarkan kajian yang komprehensif atas
sangat dipengaruhi oleh dinamika industri pembiayaan kondisi makroekonomi, dinamika industri pembiayaan dan
dan kondisi makroekonomi. Dari sisi kinerja finansial, otomotif, serta profil risiko Perseroan. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris mencatat bahwa pendapatan Perseroan mencermati bahwa rangkaian kebijakan stabilisasi ekonomi
pada tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp4,64 triliun, atau yang ditempuh pemerintah sepanjang tahun 2025,
sekitar 75,06% dari target yang telah ditetapkan. Sementara termasuk pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar, serta
itu, laba bersih Perseroan tercatat sebesar Rp400,02 kebijakan suku bunga yang diarahkan untuk menjaga
miliar, berada di bawah target awal, yang terutama stabilitas, telah membantu menciptakan lingkungan makro
dipengaruhi oleh turunnya penyaluran pembiayaan baru yang lebih terukur. Kondisi ini berkontribusi dalam menekan
dan peningkatan penyisihan atas kerugian penurunan risiko sistemik terhadap sektor pembiayaan, meskipun
nilai. Meskipun demikian, Dewan Komisaris menilai bahwa tekanan terhadap konsumsi domestik masih berlangsung.
Perseroan tetap mampu menjaga kesinambungan usaha
dan stabilitas operasional melalui pengelolaan biaya yang Dewan Komisaris menilai bahwa strategi Perseroan pada
terukur serta kebijakan manajemen risiko yang disiplin dan tahun 2025 telah dirumuskan dan diimplementasikan secara
prudent. tepat dalam merespons tantangan industri pembiayaan
dan otomotif. Fokus strategis pada penguatan kualitas
Dewan Komisaris menilai bahwa peningkatan risiko kredit portofolio, peningkatan proses internal, serta penerapan
menjadi faktor utama yang memengaruhi pencapaian pengelolaan risiko yang lebih terukur dinilai selaras dengan
target pendapatan dan profitabilitas Perseroan. Tekanan dinamika industri dan kondisi pasar. Berbagai inisiatif yang
terhadap kualitas pembiayaan mendorong perlunya dijalankan Direksi, termasuk penguatan fungsi monitoring,
peningkatan pencadangan dan kehati-hatian dalam peningkatan efektivitas penagihan, serta optimalisasi
penyaluran pembiayaan baru, yang pada akhirnya strategi recovery, telah mendukung upaya Perseroan
membatasi ruang akselerasi kinerja keuangan. Namun dalam menjaga stabilitas kinerja dan kualitas aset.
demikian, Dewan Komisaris mencermati bahwa di tengah
kondisi tersebut, Perseroan tetap mampu menjaga kualitas
30 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 32
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dalam menjalankan fungsi pengawasan atas implementasi Dari sisi faktor eksternal, Dewan Komisaris mencermati
strategi, Dewan Komisaris secara berkala melakukan bahwa membaiknya prospek ekonomi global serta
pemantauan dan evaluasi atas perkembangan inisiatif meredanya tekanan suku bunga internasional berpotensi
strategis melalui rapat Dewan Komisaris dan rapat meningkatkan sentimen pasar dan menciptakan
gabungan dengan Direksi. Sepanjang tahun 2025, telah lingkungan pendanaan yang lebih kondusif bagi sektor
dilakukan 6 (enam) kali rapat Dewan Komisaris dan 4 pembiayaan. Selain itu, perkembangan industri otomotif
(empat) kali rapat gabungan antara Dewan Komisaris global, termasuk masuknya berbagai produk kendaraan
beserta Direksi. Melalui mekanisme tersebut, Dewan dari Tiongkok dengan tingkat keterjangkauan yang lebih
Komisaris memberikan arahan dan masukan kepada Direksi baik, diperkirakan dapat memberikan stimulus tambahan
guna memastikan bahwa pelaksanaan strategi tetap selaras terhadap pergerakan pasar kendaraan. Di tingkat
dengan tujuan jangka panjang Perseroan dan prinsip nasional, proyeksi perbaikan ekonomi Indonesia pada
kehati-hatian. tahun 2026 dengan inflasi dan nilai tukar yang relatif stabil
membuka ruang bagi pemulihan permintaan pembiayaan,
Dewan Komisaris juga mencatat bahwa sinergi yang seiring dengan berlanjutnya kebijakan pemerintah yang
terbangun sepanjang tahun 2025 bersama Mandiri Group mendukung industri otomotif dan adopsi kendaraan
telah berjalan dengan baik dan memberikan kontribusi berbasis teknologi baru.
positif bagi Perseroan. Selain itu, kolaborasi dengan para
Agen Pemegang Merek (APM) semakin menguat dan Dewan Komisaris menilai bahwa sinergi Perseroan dengan
menjadi katalis penting dalam memperluas penetrasi Mandiri Group telah berjalan dengan baik dan masih
pasar serta meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan. memiliki ruang yang signifikan untuk dioptimalkan. Ke
Ke depan, Dewan Komisaris mendorong Direksi untuk depan, Perseroan diharapkan dapat lebih memaksimalkan
terus memperkuat kerja sama strategis dengan seluruh potensi bisnis yang bersumber dari ekosistem Mandiri Group
pemangku kepentingan serta mengoptimalkan potensi melalui pemanfaatan jaringan dan kanal distribusi yang
ekosistem bisnis guna mendukung pertumbuhan yang lebih terintegrasi, penggarapan segmen-segmen potensial
lebih sehat dan berkelanjutan. secara lebih terstruktur, serta penguatan koordinasi dan alur
proses antarentitas. Optimalisasi sinergi ini diyakini dapat
Secara keseluruhan, Dewan Komisaris menilai bahwa meningkatkan kontribusi bisnis dari ekosistem Mandiri
langkah-langkah strategis yang dijalankan oleh Mandiri Group secara lebih berkelanjutan dan berdampak positif
Tunas Finance sepanjang tahun 2025 telah membangun terhadap kinerja jangka menengah Perseroan.
fondasi yang kuat bagi kinerja dan pertumbuhan
jangka panjang. Dewan Komisaris akan terus mengawal Dewan Komisaris juga mencermati fenomena meningkatnya
perumusan dan implementasi strategi Perseroan agar permintaan terhadap kendaraan listrik sepanjang tahun
senantiasa adaptif terhadap perubahan lingkungan usaha, 2025, seiring dengan masuknya berbagai merek baru
sejalan dengan profil risiko yang ditetapkan, serta mampu dengan harga yang semakin kompetitif. Perkembangan
menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh ini tidak hanya mencerminkan meningkatnya persaingan
pemangku kepentingan. di industri pembiayaan, tetapi juga menandai pergeseran
preferensi masyarakat ke arah kendaraan yang lebih efisien
dan ekonomis. Dewan Komisaris memandang bahwa
dinamika tersebut membuka peluang bagi Perseroan untuk
Pandangan terhadap Prospek Usaha menyesuaikan strategi produk dan pembiayaan secara
Perusahaan selektif, dengan tetap mempertimbangkan profil risiko dan
Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha Perseroan kesiapan proses internal.
sebagaimana disusun oleh Direksi telah berada pada arah
yang tepat dan selaras dengan kondisi industri pembiayaan Menyikapi tren pertumbuhan yang positif di industri
yang masih dihadapkan pada tingkat ketidakpastian pembiayaan multiguna, Dewan Komisaris memandang
yang tinggi. Penekanan pada pengelolaan portofolio bahwa segmen pembiayaan multiguna memiliki peran
pembiayaan dengan prinsip kehati-hatian, disertai dengan penting dalam mendukung diversifikasi dan stabilitas
penguatan proses internal dan disiplin manajemen risiko, portofolio Perseroan. Strategi pengembangan melalui
mencerminkan pendekatan yang realistis dan bertanggung sinergi dengan Bank Mandiri, penyempurnaan dan
jawab dalam menjaga kualitas usaha. Dewan Komisaris digitalisasi proses internal, dengan tetap mengedepankan
memandang bahwa strategi tersebut menunjukkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang terukur,
kesiapan Mandiri Tunas Finance dalam mengantisipasi dapat menjadi salah satu pendorong pertumbuhan yang
perubahan pasar sekaligus memanfaatkan peluang lebih resilien ke depan.
pertumbuhan secara selektif, dengan mengedepankan
stabilitas, keberlanjutan, dan kemampuan adaptasi sebagai Dewan Komisaris menilai bahwa prospek usaha
pilar utama pengelolaan usaha. Perseroan ke depan tetap konstruktif, dengan catatan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 31
Page 33
Laporan Manajemen
bahwa Direksi terus menjaga disiplin dalam pengelolaan Indonesia Good Corporate Governance Award dengan
risiko, meningkatkan kualitas eksekusi strategi, serta predikat “The Most Trusted Company” berdasarkan
mengoptimalkan potensi ekosistem dan peluang pasar Corporate Governance Perception Index (CGPI). Pada
yang berkembang. Dengan pendekatan yang terukur penilaian tahun 2025, Perseroan memperoleh skor 85,06,
dan adaptif, Dewan Komisaris meyakini bahwa Perseroan yang meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar
memiliki landasan yang memadai untuk mendorong 84,01. Dewan Komisaris memandang capaian tersebut
pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan di sebagai refleksi atas efektivitas penerapan tata kelola,
tengah dinamika industri pembiayaan. integritas proses bisnis, serta komitmen Perseroan dalam
memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan pengelolaan
risiko secara berkelanjutan.
Pandangan terhadap Tata Kelola
Perusahaan Dewan Komisaris menilai bahwa penerapan GCG
Sepanjang tahun 2025, Dewan Komisaris secara konsisten di Mandiri Tunas Finance sepanjang tahun 2025
melaksanakan fungsi pengawasan untuk memastikan telah berjalan secara memadai dan terus mengalami
bahwa prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, penguatan, sejalan dengan meningkatnya kompleksitas
pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran usaha dan tuntutan regulasi. Ke depan, Dewan Komisaris
telah diterapkan secara terintegrasi dalam seluruh akan terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola
proses pengelolaan Mandiri Tunas Finance. Hal ini secara berkelanjutan agar Perseroan mampu menghadapi
sejalan dengan komitmen Perseroan untuk menerapkan dinamika industri dan menciptakan nilai jangka panjang
Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate bagi seluruh pemangku kepentingan.
Governance/GCG) sebagai fondasi utama dalam menjaga
keberlanjutan usaha dan ketahanan kinerja.
Penilaian Komite-Komite di Bawah
Selain kebijakan makroekonomi, Dewan Komisaris Dewan Komisaris
mencermati bahwa penerapan Peraturan Otoritas Jasa Dalam menjalankan fungsi pengawasan secara efektif,
Keuangan (POJK) No. 44 Tahun 2024 memberikan Dewan Komisaris dibantu oleh komite-komite di bawah
implikasi penting terhadap tata kelola industri pembiayaan, Dewan Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Nominasi
khususnya dalam penguatan perlindungan data nasabah. dan Remunerasi, serta Komite Pemantauan Risiko.
Regulasi ini membatasi pertukaran informasi nasabah Sepanjang tahun 2025, komite-komite tersebut telah
hanya untuk tujuan tertentu, seperti audit internal dan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara efektif
manajemen risiko, sehingga mendorong Perseroan untuk sesuai dengan peran dan mandat yang diberikan.
melakukan penyesuaian kebijakan dan proses secara
menyeluruh. Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah Komite Audit berperan dalam membantu Dewan
merespons ketentuan tersebut dengan memperketat tata Komisaris melakukan pengawasan atas pelaporan
kelola data, memperkuat pengendalian internal, serta keuangan, efektivitas sistem pengendalian internal,
meningkatkan kualitas proses penilaian dan pengelolaan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,
risiko melalui penyesuaian prosedur dan penguatan serta pelaksanaan fungsi audit internal dan eksternal.
kapabilitas internal. Upaya ini dinilai turut berkontribusi Dewan Komisaris menilai bahwa Komite Audit telah
dalam meningkatkan integritas dan reputasi Perseroan di menjalankan tugasnya dengan baik melalui penelaahan
mata pemangku kepentingan. informasi keuangan, pemantauan tindak lanjut
temuan audit, serta evaluasi kepatuhan dan efektivitas
Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, Dewan Komisaris pengendalian internal. Rekomendasi yang disampaikan
juga memastikan bahwa sistem pengendalian internal Komite Audit menjadi masukan penting bagi Dewan
dan manajemen risiko Perseroan berjalan secara efektif Komisaris dalam memastikan kualitas pelaporan
dan selaras dengan profil risiko yang telah ditetapkan. keuangan, penerapan tata kelola perusahaan yang baik,
Dewan Komisaris secara berkala melakukan evaluasi dan kepatuhan Perseroan.
atas kecukupan kebijakan, efektivitas implementasi,
serta tindak lanjut atas temuan audit dan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi mendukung Dewan
perbaikan. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan Komisaris dalam memastikan penerapan kebijakan
bahwa tata kelola tidak hanya berfungsi sebagai nominasi dan remunerasi yang transparan, akuntabel,
pemenuhan kepatuhan regulasi, tetapi juga sebagai dan selaras dengan perkembangan usaha Perseroan.
kerangka pengarah dalam pengambilan keputusan dan Dewan Komisaris menilai bahwa Komite Nominasi dan
pengelolaan risiko usaha. Remunerasi telah menjalankan fungsi evaluasi dan
rekomendasi terkait kebijakan remunerasi, struktur dan
Atas konsistensi Perseroan dalam menerapkan prinsip- komposisi Direksi dan Dewan Komisaris, serta penilaian
prinsip GCG, Dewan Komisaris ikut berbangga bahwa kinerja dan pengembangan Direksi dan Dewan Komisaris
Mandiri Tunas Finance kembali meraih penghargaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
32 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 34
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Komite Pemantau Risiko membantu Dewan Komisaris Perseroan, terhitung sejak 25 Juli 2025, dan menyetujui
dalam mengawasi penerapan manajemen risiko Perseroan, pengangkatan Bapak Nugraha Indra Permadi sebagai
termasuk kecukupan kebijakan, proses identifikasi dan Komisaris Utama Perseroan, terhitung sejak 25 Juli 2025.
mitigasi risiko, serta keselarasan pengelolaan risiko dengan
profil risiko yang telah ditetapkan. Dewan Komisaris Susunan dan komposisi Dewan Komisaris per 31 Desember
menilai bahwa Komite Pemantau Risiko telah berperan 2025 adalah sebagai berikut.
aktif dalam menelaah profil risiko dan tingkat kesehatan • Nugraha Indra Permadi : Komisaris Utama
keuangan Perseroan, serta memberikan pandangan dan • Fendy Eventius Mugni : Komisaris Independen
rekomendasi yang konstruktif kepada Dewan Komisaris • Subarna : Komisaris Independen
dan Direksi dalam rangka memperkuat ketahanan usaha
Perseroan. Penutup
Pencapaian Perseroan sepanjang tahun 2025 merupakan
Dewan Komisaris melakukan evaluasi atas kinerja komite- hasil dari dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku
komite tersebut secara berkala dengan mempertimbangkan kepentingan. Atas nama Dewan Komisaris, kami
efektivitas pelaksanaan tugas, kualitas rekomendasi yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para
diberikan, serta kontribusinya dalam mendukung fungsi pemegang saham, mitra bisnis, regulator, serta seluruh
pengawasan Dewan Komisaris. Secara keseluruhan, pemangku kepentingan lainnya atas kepercayaan dan kerja
Dewan Komisaris menilai bahwa komite-komite di bawah sama yang telah diberikan kepada Mandiri Tunas Finance.
Dewan Komisaris telah menjalankan tugas dan fungsinya
secara efektif serta memberikan dukungan yang memadai Secara khusus, Dewan Komisaris menyampaikan
dalam memperkuat penerapan Tata Kelola Perusahaan penghargaan kepada Direksi dan seluruh karyawan atas
yang Baik dan pengelolaan risiko Mandiri Tunas Finance kerja keras, dedikasi, dan komitmennya dalam memandu
sepanjang tahun 2025. Mandiri Tunas Finance melalui periode yang penuh
tantangan sekaligus krusial dalam membentuk fondasi
bisnis Perseroan. Upaya yang dilakukan sepanjang tahun
Perubahan Komposisi Dewan Komisaris 2025 telah mencerminkan ketangguhan organisasi,
Pada tahun 2025, Mandiri Tunas Finance mengalami disiplin pengelolaan, serta komitmen terhadap prinsip
perubahan komposisi Dewan Komisaris. Berdasarkan Akta kehati-hatian dan tata kelola yang baik.
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa PT Mandiri Tunas Finance Nomor 101 tanggal 23 Juni Dewan Komisaris meyakini bahwa berbagai pencapaian
2025, para pemegang saham menyetujui pengunduran diri dan pembelajaran yang diperoleh selama tahun 2025
Bapak Saptari dari jabatannya sebagai Komisaris Perseroan, akan menjadi landasan yang kokoh bagi Perseroan untuk
terhitung sejak tanggal 25 Maret 2025. Selanjutnya, melalui melanjutkan penguatan fundamental bisnis, meningkatkan
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang daya saing, serta berkontribusi secara berkelanjutan
Saham Tahunan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025, para terhadap pertumbuhan industri pembiayaan dan
Pemegang Saham menyetujui pengunduran diri Bapak Rico penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku
Adisurja Setiawan dari jabatannya sebagai Komisaris Utama kepentingan.
Jakarta, 1 April 2026
Atas Nama Dewan Komisaris PT Mandiri Tunas Finance
Nugraha Indra Permadi
Komisaris Utama
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 33
Page 35
Laporan Manajemen
Laporan
Direksi
Pinohadi G. Sumardi
Direktur Utama
34 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 36
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pada tahun 2025, Mandiri Tunas Finance
menetapkan fokus strategis pada pengelolaan
kualitas portofolio secara lebih hati-hati dan
terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan yang
sehat dan berkelanjutan.
Pemegang Saham dan Pemangku
Kepentingan yang Terhormat
Seiring dengan dinamika ekonomi global dan domestik inflasi global memberikan ruang bagi stabilisasi kebijakan
yang masih diwarnai ketidakpastian, tahun 2025 ekonomi, meskipun suku bunga global diperkirakan
memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi PT bertahan pada level relatif tinggi lebih lama. Kondisi ini
Mandiri Tunas Finance (“Mandiri Tunas Finance” atau mendorong dunia usaha dan sektor keuangan untuk tetap
“Perseroan”). Sejalan dengan tema Laporan Tahunan mengedepankan kehati-hatian melalui pengelolaan risiko
“Strengthening the Core, Championing in Captive yang terukur.
Ecosystem”, Direksi memfokuskan pengelolaan Perseroan
pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kualitas Sepanjang tahun 2025, perekonomian Indonesia
kinerja operasional dan finansial, serta optimalisasi menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah
ekosistem captive sebagai sumber pertumbuhan jangka perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi
panjang yang berkelanjutan. nasional tercatat sebesar 5,11%. Sementara itu, inflasi
nasional tercatat di 2.92%, berada dalam kisaran
Pendekatan tersebut dijalankan dengan menjaga sasaran Bank Indonesia sebesar 2,5% ±1%. Stabilitas ini
keseimbangan antara pertumbuhan, profitabilitas, dan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi tetap berjalan,
kehati-hatian, sehingga Perseroan tidak hanya mampu meskipun Direksi mencermati bahwa tekanan terhadap
bertahan dalam siklus industri yang menantang, tetapi daya beli masyarakat masih berlangsung, yang tercermin
juga memperkuat fondasi untuk pertumbuhan yang lebih dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang relatif
resilien di masa mendatang. moderat serta meningkatnya kehati-hatian masyarakat
dalam mengambil keputusan pembiayaan, khususnya
Tinjauan Ekonomi dan Industri untuk pembelian barang tahan lama.
Pembiayaan
Perekonomian global diproyeksikan tumbuh pada kisaran Dalam industri pembiayaan, kondisi makro tersebut
3,2%, di tahun 2025 relatif menurun dibandingkan berdampak pada perlambatan penyaluran pembiayaan
pertumbuhan tahun sebelumnya yang berada di level 3,3%. secara nasional, terutama pada segmen kendaraan bermotor.
Hal ini mencerminkan proses penyesuaian ekonomi global Sepanjang tahun 2025, penyaluran pembiayaan kendaraan
pasca pengetatan moneter agresif di berbagai negara. Dari bermotor secara industri mengalami kontraksi sekitar 4% year-
sisi inflasi, tekanan harga global diperkirakan terus mereda, on-year, sejalan dengan penurunan penjualan kendaraan dan
dengan inflasi global turun dari sekitar 5,8% pada tahun meningkatnya kehati-hatian pelaku usaha. Di sisi lain, rasio
2024 menjadi sekitar 4,2% pada tahun 2025, seiring dengan pembiayaan bermasalah (NPF) industri pembiayaan relatif
normalisasi rantai pasok dan kebijakan moneter yang tetap terjaga pada kisaran 2.5%, mencerminkan pergeseran fokus
ketat namun lebih terukur. Di tengah risiko geopolitik dan industri dari ekspansi agresif menuju penguatan kualitas aset
fragmentasi ekonomi yang masih membayangi, penurunan dan disiplin risiko.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 35
Page 37
Laporan Manajemen
Strategi dan Kebijakan Strategis organisasi. Program pengembangan tersebut dilaksanakan
Perusahaan melalui berbagai metode pembelajaran, baik tatap muka,
Pada tahun 2025, Mandiri Tunas Finance menetapkan fokus blended learning, maupun online, guna memastikan
strategis pada pengelolaan kualitas portofolio secara lebih efektivitas pelaksanaan program dengan optimal.
hati-hati dan terukur sebagai fondasi utama pertumbuhan
yang sehat dan berkelanjutan. Dalam menghadapi Di sisi teknologi informasi, Mandiri Tunas Finance terus
tekanan industri, Perseroan memperkuat proses akuisisi memperkuat kapabilitas tim IT melalui pelatihan teknis,
pembiayaan, penilaian risiko, serta pengendalian kredit termasuk pengembangan kompetensi database design
untuk memastikan kualitas aset tetap berada pada dan data engineering, serta penguatan soft competency
tingkat yang optimal. Berbagai inisiatif penguatan fungsi dan pemahaman bisnis agar fungsi IT semakin selaras
monitoring, peningkatan efektivitas proses penagihan, dengan kebutuhan strategis Perseroan. Sejalan dengan
serta optimalisasi strategi recovery juga dijalankan secara itu, transformasi digital pada tahun 2025 dijalankan
konsisten agar portofolio tetap produktif dan memberikan secara terstruktur di segmen ritel dan wholesale. Di
kontribusi positif terhadap kinerja Perseroan. segmen ritel, Perseroan menerapkan otomasi berbasis
robotic process untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi
Kebijakan strategis Perseroan selanjutnya diarahkan proses. Sementara itu, di segmen wholesale Perseroan
pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan melakukan pengembangan sistem otomasi yang
kualitas portofolio, penerapan disiplin manajemen mencakup proses akuisisi hingga tahap pre-disbursement.
risiko dan optimalisasi proses operasional. Perseroan Layanan pelanggan juga semakin ditingkatkan demi
mengembangkan bisnis secara selektif pada segmen kenyamanan dan pengalaman pengguna, yaitu melalui
dengan profil risiko yang sehat melalui penerapan penambahan berbagai fitur pada aplikasi MTF Mobile
strategi booking mix dan risk-based pricing, sehingga yang berkolaborasi dengan pihak ketiga.
pertumbuhan pembiayaan tetap sejalan dengan
kualitas portofolio. Di sisi operasional, Perseroan terus Peran Direksi dalam Perumusan
memperkuat kapabilitas digital untuk mempercepat proses Strategi dan Kebijakan Strategis
pembiayaan secara end-to-end, meningkatkan akurasi Direksi memiliki peran yang aktif dan sentral dalam
pengambilan keputusan, serta mendukung efektivitas merumuskan strategi dan kebijakan strategis Mandiri
penagihan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan Tunas Finance. Dalam menjalankan fungsi pengurusan,
portofolio. Pemanfaatan teknologi diarahkan tidak hanya Direksi secara berkelanjutan melakukan kajian atas
untuk efisiensi proses, tetapi juga untuk memperkuat daya perkembangan makroekonomi, tren industri pembiayaan,
saing Perseroan melalui peningkatan kualitas layanan, serta dinamika pasar untuk mengidentifikasi peluang dan
pengalaman pelanggan, dan integrasi dengan berbagai risiko yang relevan. Proses perumusan strategi dilakukan
ekosistem bisnis. secara komprehensif dengan mempertimbangkan kinerja
Perseroan, proyeksi usaha ke depan, serta profil risiko
Sebagai respons atas perlambatan di segmen pembiayaan yang dapat diterima, sehingga strategi yang ditetapkan
otomotif, Perseroan juga menjalankan strategi diversifikasi bersifat adaptif dan berorientasi jangka panjang.
dan penyesuaian segmentasi pasar. Pendekatan ini
dilakukan melalui penyesuaian target market berbasis Dalam proses tersebut, Direksi juga secara terbuka
profil risiko serta perluasan produk ke pembiayaan modal menerima dan mempertimbangkan masukan dari
kerja dan pembiayaan multiguna. Strategi diversifikasi Dewan Komisaris, serta memperhatikan pandangan dan
ini ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada kepentingan para pemangku kepentingan. Sinergi dengan
satu segmen usaha, membuka sumber pertumbuhan Mandiri Group dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi
baru, serta menciptakan struktur pendapatan yang lebih untuk memperkuat ekosistem bisnis, meningkatkan
berimbang dan resilien terhadap dinamika siklus industri. efektivitas manajemen risiko, dan mengoptimalkan
Oleh karena itu, Perseroan juga mendorong penguatan peluang pertumbuhan. Seluruh perumusan strategi
sinergi dengan ekosistem Mandiri Group dan memperluas dan kebijakan strategis dilakukan dengan berlandaskan
sumber pendapatan melalui peningkatan kontribusi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dan
interest margin dan fee-based income. kehati-hatian, guna memastikan bahwa setiap keputusan
strategis tidak hanya mendukung pencapaian kinerja
Sebagai pendukung utama dari implementasi strategi dan jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan dan
kebijakan strategis Perseroan, Direksi memastikan adanya ketahanan Perseroan dalam jangka panjang.
peran kuat sumber daya manusia dan teknologi informasi.
Pengembangan SDM dilakukan secara terstruktur melalui Proses Direksi Memastikan
peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan jabatan, Implementasi Strategi
mencakup program pelatihan, sertifikasi, coaching & Untuk memastikan bahwa strategi dan kebijakan strategis
mentoring bersama senior, serta penugasan kerja yang Perseroan diimplementasikan secara efektif dan konsisten,
dirancang untuk memperkuat kapabilitas individu dan Direksi menjalankan proses pemantauan dan evaluasi
36 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 38
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
secara berkelanjutan. Direksi melakukan review berkala 47,5%. Pembiayaan sepeda motor dan pembiayaan
bersama fungsi-fungsi terkait melalui agenda rapat Direksi lainnya juga mengalami kontraksi, mencerminkan
serta rapat komite proyek guna memastikan bahwa inisiatif tekanan permintaan pada berbagai segmen pembiayaan
dan proyek strategis berjalan sejalan dengan arah strategi konsumen di industri.
tahunan Perseroan. Melalui mekanisme ini, Direksi dapat
mengidentifikasi perkembangan, tantangan, serta langkah Penurunan nilai pembiayaan tersebut juga tercermin
perbaikan yang diperlukan secara tepat waktu. pada jumlah unit kontrak baru, yang pada tahun 2025
tercatat sebanyak 58.295 unit, menurun sekitar 47,85%
Selain melakukan pengawasan pada tingkat manajerial, dibandingkan tahun 2024 sebanyak 111.786 unit.
Direksi juga memastikan bahwa strategi dan kebijakan Penurunan paling signifikan terjadi pada pembiayaan
strategis Perseroan dikomunikasikan secara jelas dan mobil baru dan mobil bekas, sementara pembiayaan
efektif kepada seluruh karyawan. Komunikasi strategi lainnya relatif lebih stabil dibandingkan segmen otomotif.
dilakukan melalui rapat rutin serta berbagai pertemuan Kondisi ini sejalan dengan tren penurunan penjualan
lintas jenjang organisasi, sehingga setiap insan Perseroan kendaraan bermotor nasional sepanjang tahun 2025, serta
memahami peran dan kontribusinya dalam mendukung kebijakan Perseroan yang lebih selektif dalam penyaluran
pencapaian sasaran strategis. Pendekatan ini ditujukan pembiayaan guna menjaga kualitas portofolio.
untuk membangun keselarasan antara arah strategis
Perseroan dan pelaksanaan operasional sehari-hari. Dari sisi kinerja finansial, pendapatan Perseroan pada
tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,64 triliun, atau 75,06%
Dalam mendukung penerapan strategi, Direksi secara dari target Rp6,18 triliun. Pencapaian ini menurun 16,92%
aktif berkoordinasi dengan Dewan Komisaris untuk dibandingkan dengan pencapaian di tahun sebelumnya yaitu
memperoleh arahan dan masukan strategis, sekaligus Rp5,58 triliun. Sementara itu, laba bersih yang dihasilkan
memastikan fungsi pengawasan berjalan secara efektif. Perseroan mencapai Rp400,02 miliar, atau 65,88% dari
Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa strategi target Rp607,17 miliar, menurun 65,87% dari realisasi Rp1,17
dan kebijakan yang dijalankan tetap relevan dengan triliun di tahun 2024. Tekanan terhadap pencapaian laba
dinamika bisnis dan selaras dengan prinsip tata kelola terutama disebabkan oleh penurunan volume pembiayaan
perusahaan yang baik. Selain itu, Direksi juga menjaga baru serta peningkatan beban terkait pengelolaan risiko
komunikasi yang terbuka dan konstruktif dengan para kredit. Meskipun demikian, Perseroan tetap menjaga disiplin
pemangku kepentingan, termasuk karyawan, mitra bisnis, pengelolaan biaya dan stabilitas operasional sebagai bagian
dan regulator, guna menjaga transparansi, memperkuat dari strategi mempertahankan ketahanan kinerja di tengah
sinergi, dan memastikan implementasi strategi berjalan kondisi industri yang menantang.
sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Sejalan dengan penurunan aktivitas pembiayaan, jumlah
Perbandingan Antara Hasil aset Perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp28,0
dengan Target triliun, menurun dibandingkan posisi tahun 2024 sebesar
Pada awal tahun buku 2025, Perseroan telah menetapkan Rp34,4 triliun, yang mencerminkan kebijakan pengelolaan
sejumlah target kinerja operasional dan finansial yang portofolio dengan prinsip kehati-hatian. Dari sisi struktur
dituangkan dalam Rencana Bisnis Perusahaan (RBP) permodalan, Perseroan tetap menjaga gearing ratio
2025. Penetapan target tersebut dilakukan dengan pada level 4,49 kali, atau 78,88% dari target 5,95 kali,
mempertimbangkan proyeksi kondisi makroekonomi, arah yang menunjukkan pengelolaan leverage dan likuiditas
kebijakan industri pembiayaan, serta strategi pertumbuhan yang prudent di tengah volatilitas pasar. Terkait kualitas
Perseroan. Namun demikian, dinamika perekonomian pembiayaan, rasio NPF Gross tercatat sebesar 2,40%, lebih
sepanjang tahun 2025 memberikan tekanan terhadap tinggi dibandingkan target 0,79%.
daya beli masyarakat dan permintaan pembiayaan
secara keseluruhan di industri, sehingga memengaruhi Kendala dan Langkah Penyelesaian
pencapaian kinerja Perseroan. Capaian kinerja Mandiri Tunas Finance sepanjang tahun
2025 tidak terlepas dari berbagai tantangan eksternal
Dari sisi nilai pembiayaan baru, realisasi penyaluran dan internal yang memengaruhi permintaan pembiayaan
pembiayaan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp19,30 dan dinamika industri. Ketidakpastian ekonomi global
triliun, atau 60,32% dari target Rp32,0 triliun. Secara yang masih berlangsung, disertai dengan ketegangan
tahunan, nilai kontrak pembiayaan baru mengalami geopolitik, mendorong sikap kehati-hatian konsumen
penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024 yang dalam mengambil keputusan pembiayaan. Di tingkat
mencapai Rp35,09 triliun, sejalan dengan perlambatan domestik, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada
permintaan pembiayaan di industri. Penurunan terjadi pada pada level moderat serta inflasi yang relatif terjaga
hampir seluruh jenis pembiayaan, khususnya pembiayaan belum sepenuhnya mendorong pemulihan konsumsi
mobil baru yang secara nilai kontrak turun sekitar 49,4%, barang tahan lama. Kondisi tersebut berdampak pada
serta pembiayaan mobil bekas yang menurun sekitar melemahnya permintaan pembiayaan, khususnya pada
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 37
Page 39
Laporan Manajemen
sektor otomotif yang sangat sensitif terhadap perubahan yang lebih kompetitif. Pada tingkat nasional, berlanjutnya
daya beli dan ekspektasi konsumen. pemulihan ekonomi Indonesia diharapkan dapat
meningkatkan daya beli masyarakat dan memperluas
Tekanan tersebut tercermin pada penurunan penjualan permintaan pembiayaan, seiring terjaganya inflasi dan
kendaraan bermotor secara nasional sepanjang tahun 2025. stabilitas nilai tukar. Dukungan kebijakan pemerintah,
Penjualan mobil nasional mengalami kontraksi dibandingkan termasuk perpanjangan insentif otomotif, peningkatan
tahun sebelumnya, yang secara langsung memengaruhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta dorongan
kinerja pembiayaan kendaraan baru. Selain faktor terhadap adopsi kendaraan listrik, turut memberikan
permintaan, dinamika ini juga terjadi seiring dengan stimulus tambahan bagi pertumbuhan pembiayaan di
persaingan yang semakin ketat di industri pembiayaan, sektor kendaraan.
khususnya pada segmen otomotif yang masih menjadi
fokus utama sebagian besar pelaku industri. Kondisi Untuk menangkap peluang tersebut, Mandiri Tunas
ini mendorong perusahaan pembiayaan untuk Finance akan memfokuskan strategi pertumbuhan pada
mengoptimalkan keunggulan kompetitif serta disiplin perluasan sumber pertumbuhan baru dan peningkatan
dalam pengelolaan margin. nilai tambah. Langkah ini mencakup diversifikasi produk,
perluasan pembiayaan mobil bekas, serta penguatan
Menyikapi kondisi tersebut, Perseroan melakukan produk multiguna guna menjangkau segmen pasar yang
penyesuaian arah pengelolaan usaha dengan tetap lebih luas. Tren pertumbuhan pembiayaan multiguna yang
mengedepankan pendekatan berbasis risiko dan kehati- positif sepanjang tahun 2025 menunjukkan potensi yang
hatian. Fokus Perseroan diarahkan pada penguatan kuat, didukung oleh kebutuhan likuiditas masyarakat serta
ketahanan bisnis melalui pengelolaan portofolio yang pemanfaatan aset existing sebagai sumber pembiayaan
lebih selektif serta penyesuaian prioritas pertumbuhan, yang fleksibel. Ke depan, pengembangan multiguna yang
sehingga Perseroan tidak semata mengejar volume, tetapi lebih tersegmentasi dan berbasis kebutuhan nasabah
menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan
kinerja. Pendekatan ini memungkinkan Perseroan untuk yang resilien.
tetap menjaga stabilitas operasional dan keuangan di tengah
tekanan industri. Perseroan juga akan meningkatkan kontribusi dari segmen
badan usaha, mengoptimalkan potensi bisnis dari berbagai
Selain itu, Perseroan terus memperkuat nilai tambah dan ekosistem terutama melalui sinergi dengan Mandiri Group,
daya saing melalui peningkatan kualitas proses dan layanan, serta memperkuat hubungan dengan pelanggan utama
pemanfaatan ekosistem bisnis yang dimiliki, serta penguatan agar nilai jangka panjang yang dihasilkan semakin optimal.
hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan mitra Seluruh inisiatif tersebut didukung oleh peningkatan kualitas
usaha. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari layanan dan percepatan proses berbasis digital, sehingga
upaya Perseroan untuk menjaga keberlanjutan kinerja dan Perseroan dapat menawarkan solusi pembiayaan yang lebih
mempersiapkan fondasi yang lebih solid dalam menghadapi relevan, efisien, dan kompetitif.
peluang pertumbuhan mendatang.
Memasuki tahun 2026, Perseroan menetapkan langkah
Gambaran Prospek Usaha strategis untuk mendorong pertumbuhan bisnis
Direksi memandang bahwa prospek usaha ke depan tetap yang berkelanjutan melalui peningkatan penyaluran
positif, meskipun industri pembiayaan masih dihadapkan pembiayaan baru dengan tetap menjaga kualitas
pada berbagai tantangan ekonomi maupun geopolitik. aset. Fokus Perseroan diarahkan pada pengelolaan
Dari sisi makroekonomi, permintaan pembiayaan booking mix yang seimbang, peningkatan pendapatan
diperkirakan akan meningkat seiring dengan membaiknya berkelanjutan melalui optimalisasi margin, fee-based
proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2026 income, dan recovery, serta pengendalian rasio biaya
serta stabilitas inflasi yang tetap terjaga. Indikasi awal operasional agar tetap efisien. Implementasi prinsip ESG
pemulihan terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan, (Environmental, Social, Governance), penguatan proses
yang diharapkan menjadi katalis bagi penguatan pasar end-to-end melalui pendekatan risk-based processing,
pembiayaan otomotif pada tahun mendatang. Di samping serta pengembangan ekosistem digital dan peningkatan
itu, strategi diversifikasi portofolio yang dijalankan Perseroan kompetensi sumber daya manusia menjadi fondasi utama
memberikan ruang pertumbuhan yang lebih berimbang dan dalam mendukung pencapaian prospek usaha Perseroan
mengurangi ketergantungan pada satu segmen usaha. secara berkelanjutan.
Dari perspektif eksternal, dinamika global dan domestik Penerapan Tata Kelola Perusahaan
memberikan peluang yang konstruktif bagi industri Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good
pembiayaan. Stabilisasi ekonomi global dan meredanya Corporate Governance/GCG) merupakan fondasi utama
tekanan suku bunga internasional berpotensi memperbaiki dalam menjaga keberlanjutan usaha dan ketahanan
sentimen pasar dan menciptakan kondisi pendanaan kinerja Perseroan. Oleh karena itu, sepanjang tahun 2025
38 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 40
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Mandiri Tunas Finance terus memperkuat penerapan GCG dokumen untuk mengurangi penggunaan kertas, serta
secara terintegrasi ke dalam struktur organisasi, proses memperkuat pengembangan sumber daya manusia
pengelolaan usaha, serta mekanisme pengawasan, dengan melalui program pelatihan, pengembangan kompetensi,
mengacu pada ketentuan POJK No. 48/POJK.05/2024 dan pemberian beasiswa bagi high potential talent. Selain
tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik bagi itu, Perseroan menyediakan program employee well-being
Perusahaan Pembiayaan. Upaya ini diara hkan untuk melalui berbagai kegiatan olahraga dan kebersamaan
memastikan kejelasan peran dan akuntabilitas organ karyawan, sejalan dengan nilai inti “Tumbuh Sehat”, guna
Perseroan, efektivitas sistem pengendalian internal dan mendukung keberlanjutan dan produktivitas bisnis jangka
manajemen risiko, serta transparansi dalam pengambilan panjang.
keputusan, sehingga GCG tidak hanya berfungsi sebagai
instrumen kepatuhan, tetapi juga sebagai kerangka Perubahan Komposisi Direksi
pengarah dalam pengelolaan operasional dan finansial Pada tahun 2025, Mandiri Tunas Finance tidak melakukan
Perseroan. perubahan komposisi Direksi. Susunan dan komposisi Direksi
per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan, • Pinohadi G. Sumardi : Direktur Utama
Perseroan secara konsisten melakukan penilaian • R. Eryawan Nurhariadi : Direktur
penerapan GCG melalui mekanisme penilaian internal, • William Francis Indra : Direktur
yang meliputi self-assessment dan penilaian di tingkat
kelompok usaha Mandiri Group, serta penilaian eksternal Penutup
melalui keikutsertaan dalam pemeringkatan Corporate Di tengah perlambatan industri pembiayaan dan dinamika
Governance Perception Index (CGPI). Pada tahun 2025, ekonomi yang menantang, Mandiri Tunas Finance mampu
Mandiri Tunas Finance memperoleh predikat “The Most menjaga kualitas portofolio, stabilitas kinerja operasional
Trusted Company” dengan skor 85,06 dalam pemeringkatan dan finansial, serta fleksibilitas keuangan melalui
CGPI, yang mencerminkan efektivitas penerapan tata pengelolaan yang disiplin dan terarah. Pencapaian ini tidak
kelola pada aspek transparansi, akuntabilitas, tanggung terlepas dari dukungan berbagai pemangku kepentingan.
jawab, independensi, hingga pengelolaan bisnis. Hasil Kami menyampaikan apresiasi kepada para pemegang
penilaian dari kedua mekanisme tersebut menjadi dasar saham, mitra, pelanggan, dan karyawan atas kepercayaan,
bagi Perseroan untuk menindaklanjuti rekomendasi kolaborasi, dan dedikasi yang telah diberikan sepanjang
perbaikan secara terukur, sehingga prinsip-prinsip GCG tahun 2025. Terima kasih kami ucapkan kepada Dewan
dapat diterapkan secara konsisten dalam perilaku kerja Komisaris atas nasihat dan arahannya, yang membantu kami
dan pengambilan keputusan di seluruh tingkat organisasi. menavigasi arah usaha dalam meraih berbagai peluang di
masa mendatang.
Sejalan dengan komitmen tata kelola, Mandiri Tunas
Finance juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan Berbekal fondasi yang telah dibangun serta visi yang kuat,
(sustainability) dalam strategi dan operasional Perseroan. Direksi optimis bahwa Perseroan berada pada jalur yang
Implementasi keberlanjutan dilakukan melalui dukungan tepat untuk melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan
terhadap program pemerintah dalam meminimalisir emisi, berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat
antara lain melalui pemberian pembiayaan kendaraan peran Mandiri Tunas Finance sebagai mitra pembiayaan
listrik (electric vehicle) sebagai bagian dari inisiatif ESG. tepercaya dan menciptakan nilai tambah jangka panjang
Perseroan juga terus mendorong digitalisasi proses dan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Jakarta, 1 April 2026
Atas Nama Direksi PT Mandiri Tunas Finance
Pinohadi G. Sumardi
Direktur Utama
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 39
Page 41
Laporan Manajemen
Dewan Komisaris
Nugraha Indra Permadi
Komisaris Utama
Fendy Eventius Mugni
Komisaris Independen Subarna
Komisaris Independen
40 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 42
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Direksi
Pinohadi G. Sumardi
Direktur Utama
William Francis Indra
Direktur R. Eryawan Nurhariadi
Direktur
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 41
Page 43
Laporan Manajemen
Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris
tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan
Tahun Buku 2025 PT Mandiri Tunas Finance
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi
dalam Laporan Tahunan PT Mandiri Tunas Finance tahun buku 2025 telah dimuat
secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan
Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 1 April 2026
Dewan Komisaris
Nugraha Indra Permadi
Komisaris Utama
Fendy Eventius Mugni Subarna
Komisaris Independen Komisaris Independen
42 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 44
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Surat Pernyataan Anggota Direksi
tentang Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan
Tahun Buku 2025 PT Mandiri Tunas Finance
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi
dalam Laporan Tahunan PT Mandiri Tunas Finance tahun buku 2025 telah dimuat
secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Tahunan
Perusahaan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 1 April 2026
Direksi
Pinohadi G. Sumardi
Direktur Utama
R. Eryawan Nurhariadi William Francis Indra
Direktur Direktur
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 43
Page 45
Laporan Manajemen
Pejabat Eksekutif
(Chief)
B. Perana Citra Ketaren
Chief
Afri Feder Fauzi
Chief
Devi Maladianti
Chief
44 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 46
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 45
Page 47
Profil Perusahaan
Profil
Perusahaan
3.142
Perwira
MTF
Komitmen
Menumbuhkan
Kepercayaan
Selama lebih dari enam belas
tahun, MTF telah menjadi mitra
tepercaya masyarakat dalam
mewujudkan impian. Untuk
itu, MTF senantiasa berupaya
memberikan solusi pembiayaan
yang mudah diakses, inovatif dan
4,76
kompetitif bagi pelanggan.
Kepuasan
Pelanggan
46 PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report
Page 48
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
5
Kegiatan
Usaha
PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report 47
Page 49
Profil Perusahaan
Informasi Umum
dan Identitas Perusahaan
Nama Modal
Perusahaan Ditempatkan
Rp250.000.000.000
PT Mandiri Tunas Finance (Dua Ratus Lima Puluh Miliar Rupiah)
Tanggal Cikal
Pendirian Bakal
17 Mei 1989 PT Tunas Financindo Corporation (1989)
(dengan nama PT Tunas Financindo Corporation) PT Tunas Financindo Sarana (2000)
Status Bidang
Hukum Usaha
Perseroan Terbatas (PT), Emiten Pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna,
dan kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dasar Hukum
Pendirian
Produk
dan Jasa
Akta No. 262 tanggal 17 Mei 1989 dari Notaris
Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, dan Pembiayaan dengan pembelian secara angsuran,
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat pembiayaan dengan cara sewa pembiayaan,
Keputusan No. C2-4868.HT.01.01.TH.89 tanggal 1 pembiayaan dengan cara jual dan sewa balik, fasilitas
Juni 1989 serta diumumkan dalam Lembaran Berita dana dan fasilitas modal usaha.
Negara Republik Indonesia No. 57, Tambahan No.
1369 tanggal 18 Juli 1989.
Jaringan
Usaha
Modal
Dasar
Rp1.000.000.000.000
125 10
Kantor Cabang Kantor Selain Kantor
(Satu Triliun Rupiah) Cabang (KSKC)
48 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 50
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Kepemilikan Mobile
Saham App
51 %
49 %
1. MTF Mobile
2. MTF 1Access
3. MTF Mobile Collection
4. MTF Report
PT Bank Mandiri PT Tunas Ridean 5. MTF OSR
(Persero) Tbk.
6. HC EAZY
Kode
Efek
TUFI
@ Saluran
Komunikasi
• Facebook: Mandiri Tunas Finance
Bursa Pencatatan • Instagram: @mandiritunasfinance
Obligasi • Linkedin: Mandiri Tunas Finance
• Whatsapp: 08111455740
• X: @mandiritunasfin
Bursa Efek Indonesia • Youtube: Mandiri Tunas Finance
• Tiktok: @mandiritunasfinance
• Situs Web: www.mtf.co.id
Layanan
Pelanggan
Sekretaris
Surel: customer.service@mtf.co.id
Perusahaan
(Senin-Jumat, 08.30-17.30 WIB)
Care Center: 1500059 Dadan Hamdhani
(Senin-Jumat, 08.00-17.00 WIB) Surel: corporate.secretary@mtf.co.id
Situs Web: www.mtf.co.id
Kantor Pusat
Graha Mandiri Lt. 3A Jl. Imam Bonjol No. 61 Menteng, Jakarta Pusat DKI Jakarta 10310,
Indonesia. Telepon: +62 21 230 5608
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 49
Page 51
Profil Perusahaan
Makna Logo Perusahaan
Identitas brand Mandiri Tunas Finance terdiri dari simbol, huruf logo,
warna, dan tagline. Secara sederhana, masing-masing item dapat
dijelaskan sebagai berikut:
Bentuk Logo dengan Huruf Kecil Bentuk Gelombang Emas Cair
Penggunaan huruf kecil menandakan sikap ramah Sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia yang
terhadap semua segmen bisnis yang dimasuki oleh mengedepankan sifat agile, progresif, berpandangan
Mandiri Tunas Finance dan menunjukkan keinginan ke depan, excellence, flexible, serta tangguh
yang besar untuk melayani seluruh nasabah dengan menghadapi segala tantangan yang akan dihadapi di
rendah hati (customer centric). masa mendatang.
Huruf Biru Tua Kuning Emas (Kuning ke Arah Oranye)
Melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan, Warna logam mulia yang menandakan keagungan,
warisan luhur, stabilitas, serius (respect), dan tahan uji kemuliaan, kemakmuran, dan kekayaan. Melambangkan
(reliable). Menyimbolkan profesionalisme, fondasi yang keaktifan, kreatif, meriah, ramah, menyenangkan, dan
kuat, setia, dapat dipercaya, dan memiliki kehormatan nyaman.
yang tinggi.
50 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 52
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Riwayat Singkat
Perusahaan
PT Mandiri Tunas Finance (selanjutnya disebut Mandiri Tunas Finance/
Perseroan) didirikan pada 17 Mei 1989 dengan nama PT Tunas
Financindo Corporation sebagai perusahaan pembiayaan kendaraan
bermotor yang awalnya dikhususkan untuk melayani konsumen
jaringan dealer Grup Tunas Ridean.
Mandiri Tunas Finance merupakan perusahaan Sarana yang sebelumnya dimiliki oleh PT Tunas Ridean.
pembiayaan yang yang memberikan solusi pembiayaan Akuisisi ini sebagaimana disahkan melalui Keputusan
yang mudah, inovatif dan kompetitif bagi pelanggan. Menteri Keuangan Nomor KEP352/KM.10/2009 sekaligus
Perseroan melayani pembiayaan kepemilikan mobil baru, mengubah nama PT Tunas Financindo Sarana menjadi PT
kendaraan niaga, serta pembiayaan multiguna yang Mandiri Tunas Finance.
ditujukan untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif
bagi konsumen perorangan dan korporasi. Kapasitas Bank Mandiri yang merupakan bank dengan
aset terbesar di Indonesia dan Grup Tunas Ridean yang
Sejalan dengan peningkatan skala usaha dan portofolio merupakan penyedia layanan otomotif terintegrasi dengan
bisnis, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT portofolio merek otomotif ternama secara signifikan
Tunas Financindo Sarana pada tahun 2000. Selanjutnya memperkuat kapasitas pendanaan, jaringan distribusi, serta
pada tahun 2009, Perseroan memasuki fase strategis kapabilitas bisnis Perseroan. Perubahan struktur pemegang
melalui restrukturisasi kepemilikan. PT Bank Mandiri saham tersebut pun menempatkan Perseroan pada posisi
(Persero) Tbk mengakuisisi 51% saham PT Tunas Financindo strategis dalam ekosistem pembiayaan otomotif nasional.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 51
Page 53
Profil Perusahaan
Penguatan Pendanaan dan Kredibilitas Development Program (SDP), Management Development
Pasar Modal Program (MDP), Senior Manager Development Program
Dalam rangka memperkuat struktur pendanaan jangka (SMDP), hingga General Manager Development Program
panjang, Perseroan menerbitkan instrumen obligasi (GMDP). Seluruh program dirancang untuk memastikan
secara berkelanjutan di Bursa Efek Indonesia. Dimulai keberlanjutan pipeline kepemimpinan, memperluas
dari Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 hingga kesiapan talenta internal, serta mendukung pengisian
yang terkini yaitu Obligasi Berkelanjutan VII Tahap I posisi strategis secara tepat dan berkesinambungan.
tahun 2025, Perseroan secara konsisten mendapatkan
peringkat positif dari Lembaga Pemeringkat terpecaya, Selain penguatan aspek kepemimpinan, Perseroan juga
yaitu idAA+ dan idAAA. Perolehan peringkat tertinggi membekali talenta terbaik dengan pengembangan
tersebut merefleksikan bahwa Mandiri Tunas Finance kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
memiliki kemampuan yang sangat baik dalam memenuhi Pembekalan ini ditujukan untuk meningkatkan kapabilitas
kewajiban jangka panjang sekaligus mencerminkan tingkat pengambilan keputusan berbasis data, pemahaman risiko
kepercayaan yang tinggi dari pemangku kepentingan di dan kepatuhan, pengelolaan kinerja, serta penguasaan
industri pembiayaan dan pasar modal. aspek teknis sesuai fungsi kerja dan level jabatan masing-
masing.
Komitmen terhadap Pelanggan dan
Inklusi Keuangan Upaya pengembangan talenta tersebut dilaksanakan
Visi To Be Your Trusted Financing Partner menjadi landasan secara selaras dengan penguatan kualitas proses dan
utama bagi Mandiri Tunas Finance dalam menyediakan tata kelola internal. Perseroan secara berkelanjutan
layanan pembiayaan yang mudah diakses, kompetitif, dan melakukan penyempurnaan sistem dan prosedur kerja,
transparan. Beragam produk bernilai tambah, jaringan serta memperkuat implementasi Budaya Perwira MTF
cabang yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, sebagai pedoman perilaku organisasi. Di saat yang
layanan mobile yang responsif, serta proses pembiayaan sama, pengendalian internal dan manajemen risiko terus
yang terstandardisasi menjadi pilar utama dalam diperkuat melalui berbagai inisiatif mitigasi risiko dan
memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Selama lebih pencegahan fraud, guna menjaga integritas operasional
dari enam belas tahun, Perseroan telah menjadi mitra serta mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan
tepercaya masyarakat dalam mewujudkan impian mereka secara berkelanjutan.
untuk memiliki kendaraan, memperoleh kebutuhan dana
konsumtif, dan memperkuat permodalan usaha dengan Sinergi Korporasi dan Penguatan
skema pembiayaan yang fleksibel. Posisi Pasar
Pertumbuhan Mandiri Tunas Finance tidak hanya bertumpu
Dalam mendukung inklusi keuangan dan pembangunan pada kapabilitas internal, tetapi juga pada kekuatan
ekonomi, Mandiri Tunas Finance turut menyalurkan kolaborasi dengan dua pemegang saham utama, Bank
pembiayaan berkelanjutan kepada segmen UMKM dan Mandiri dan Tunas Ridean. Dukungan strategis tersebut
mendukung modernisasi kendaraan operasional serta alat menghadirkan kombinasi keunggulan perbankan terbesar
berat yang berperan dalam rantai ekonomi nasional. Peran di Indonesia dan jaringan otomotif yang solid, sehingga
ini menegaskan kontribusi Perseroan dalam memperluas membuka ruang ekspansi yang lebih luas bagi Perseroan.
peluang usaha sekaligus mendorong pertumbuhan Melalui jaringan Bank Mandiri yang tersebar di seluruh
ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. pelosok Indonesia, Perseroan mampu menjangkau lebih
banyak pelanggan dengan jangkauan layanan yang
Performa Unggul dari Talenta Terbaik semakin terintegrasi dan berkelanjutan.
Performa unggul dari talenta terbaik Mandiri Tunas
Finance didukung oleh pengelolaan dan pengembangan Selain melalui dukungan pemegang saham, Mandiri
sumber daya manusia (SDM) yang terarah, terintegrasi, Tunas Finance memperkuat pangsa pasarnya melalui
dan berorientasi pada kesiapan organisasi menghadapi kemitraan jangka panjang dengan seluruh Agen Tunggal
dinamika bisnis. Perseroan secara konsisten menjalankan Pemegang Merek (ATPM), jaringan dealer, dan partner
Program Management Trainee (MT) sebagai jalur bisnis di seluruh wilayah kantor pemasaran Perseroan.
rekrutmen strategis untuk menyiapkan calon pemimpin Saat ini, Perseroan telah bekerja sama dengan hampir
masa depan melalui proses Pendidikan dan pelatihan seluruh Agen Pemegang Merek (APM) sehingga dapat
yang terstruktur. Program ini menjadi fondasi dalam membiayai seluruh merek kendaraan yang dibutuhkan
membangun Future Leaders yang memiliki kompetensi pelanggan. Keunggulan tersebut sekaligus menegaskan
dan nilai-nilai Perseroan. tingkat kepercayaan industri terhadap kualitas layanan
dan ketangguhan operasional Perseroan.
Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan terus memperkuat
sistem kaderisasi kepemimpinan melalui rangkaian program Dengan rekam jejak yang teruji, struktur pendanaan
pengembangan berjenjang yang mencakup Supervisor yang kuat, talenta unggul, serta sinergi strategis dengan
52 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 54
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
para pemegang saham dan mitra industri, Mandiri inklusif. Berbekal kapabilitas yang terus diperkuat
Tunas Finance telah membangun fondasi yang dan komitmen untuk memberikan nilai tambah
menempatkannya sebagai salah satu pilar penting berkelanjutan, Mandiri Tunas Finance melangkah maju
dalam industri pembiayaan nasional. Perseroan tidak dengan keyakinan untuk menghadirkan kinerja yang
hanya berperan sebagai penyedia solusi pembiayaan, semakin kuat, layanan yang semakin relevan, dan
tetapi juga sebagai katalis yang mendorong mobilitas, kontribusi yang semakin signifikan bagi masa depan
produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi yang industri pembiayaan di Indonesia.
Kronologi Perubahan
Nama Perseroan 26 Juni 2009-
Sekarang
18 Agustus
2000 PT Mandiri
Tunas Finance
17 Mei PT Tunas
1989 Financindo
Sarana
PT Tunas
Financindo
Corporation
Pendirian Perseroan (1989) • Nama: PT Tunas Financindo Corporation
Perubahan Nama Menjadi PT Tunas Financindo Sarana (2000) • Dasar hukum: Akta No. 49 tanggal 18 Agustus 2000
• Notaris: Adam Kasdarmadji, S.H., M.H.
• Pengesahan Menteri Kehakiman: SK No. C-21195HT.01.04.TH2000 tanggal 22
September 2000
Akuisisi oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2009) dan Perubahan • Persentase saham diakuisisi: 51%
Nama Menjadi PT Mandiri Tunas Finance • Dasar hukum: Akta No. 181 tanggal 26 Juni 2009
• Notaris: Dr. Irawan Soerodjo, S.H., MSi.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 53
Page 55
Profil Perusahaan
Jejak Langkah
2009
1. Pengambilalihan 51% saham Perseroan oleh
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
2. Perubahan nama Perseroan menjadi
PT Mandiri Tunas Finance
2004-2008 3. Fokus pembiayaan used car
Perseroan membuka
20 (dua puluh) cabang
baru
2010
1. Membuka 13 (tiga belas) kantor cabang baru,
yaitu:
• BSD (Tangerang Selatan)
• Pecenongan (Jakarta Pusat)
2000 • Denpasar
Perseroan berganti • Pontianak
nama menjadi PT Tunas • Kendari
Financindo Sarana • Palangkaraya
• Parepare
• Karawang
• Tarakan
• Kediri
• Tegal
• Bengkulu
1995-1997 • Manado
Perseroan membuka 2. Perpindahan kantor pusat Perseroan ke Graha
7 (tujuh) kantor cabang Mandiri: Jalan Imam Bonjol Nomor 61,
baru Menteng, Jakarta Pusat 10310
1989 2011
Membuka 22 (dua puluh dua) • Pondok Gede (Jawa • Palu
Didirikan sebagai
Kantor Cabang baru yaitu: Barat) • Madiun
PT Tunas Financindo
• Rantau Prapat • Mampang Prapatan • Jember
Corporation dimiliki 100%
(Sumatra Utara) (sekarang: Duren Tiga • Gianyar
oleh Grup Tunas Ridean
• Muara Bungo (Jambi) 2 (Jakarta Selatan)) • Kudus
• Padang • Kebon Jeruk (Jakarta • Magelang
• Pangkal Pinang Barat) • Mataram
• Banda Aceh • Tuban • Gorontalo
(permanently closed) • Tanjung • Bandung 2
• Sukabumi (Kalimantan Selatan) • WTC Mangga Dua
• Serang (permanently closed) (sekarang: Kemayoran
(Jakarta Utara))
54 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 56
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
2012
1. Fokus pembiayaan new car
2. Peringkat AA(idn); Stable Outlook dari Fitch Rating Indonesia
3. Kenaikan peringkat obligasi dari idA+ (Single A plus; Stable
Outlook) menjadi idAA (Double A; Stable Outlook) dari
Pefindo
2013
Membuka 9 (sembilan) Kantor Cabang baru
yaitu di:
• Batam
• Bukittinggi
• Duri (Riau)
• Baturaja (Sumatra Selatan)
• Lubuklinggau (Sumatra Selatan)
• Cibubur (Jawa Barat)
• Bandarjaya (Lampung)
• Banjarbaru
• Tangerang 2
2014
1. Peluncuran Mandiri KKB
(Kredit Kendaraan Bermotor)
2. Pemekaran kantor wilayah dari 6
(enam) kantor wilayah menjadi 9
(sembilan) kantor wilayah 2016
3. Membuka 11 (sebelas) kantor
1. Peluncuran produk Multiguna
cabang baru, yaitu:
2. Layanan penambahan payment
• Ujung Batu (Riau)
channel melalui retailer
(permanently closed)
3. Kenaikan Rating Pefindo menjadi
• Tanjung Pinang (Kepulauan Riau)
idAA+
(permanently closed)
4. Pembukaan 3 (tiga) kantor cabang
• Bontang
baru, yaitu:
• Cibinong (Jawa Barat)
• Bandung
• Rangkasbitung (Banten)
• Lebak Bulus (Jakarta Selatan)
• Cikarang (Jawa Barat)
• Luwuk (Sulawesi Tengah)
• Garut
• Pekalongan
• Subang
• Gresik
• Mojokerto
1. Pembukaan 5 (lima) kantor cabang baru, yaitu:
• Sintang (Kalimantan Barat)
• Sampit (Kalimantan Tengah)
• Mamuju
2015 • Kotamobagu (Sulawesi Utara)
• Kupang
2. Pembukaan 20 (dua puluh) kantor satelit yang
berlokasi di kantor-kantor cabang Bank Mandiri
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 55
Page 57
Profil Perusahaan
Jejak Langkah
1. Pelaksanaan sindikasi off-
shore ke Singapura, Taiwan
& Jepang
2. Sinergi servicing BSM (Bank
Syariah Mandiri) OTO
2017 3. Pembukaan 5 (lima) kantor
2022
cabang baru, yaitu:
• Banyuwangi
1. Peluncuran MTF 1Access
• Ketapang (Kalimantan Barat)
sebagai bentuk memberikan
• Sorong
layanan Fast & Easy
• Jayapura
2. Kenaikan Rating Pefindo
• Ambon
menjadi idAAA (Triple A)
3. Pencapaian salah satu kinerja
terbaik MTF, yakni pencapaian
laba bersih sebesar
Rp750 miliar
2018
1. Channeling untuk Financial
Technology (Fintech)
2. Pembiayaan modal kerja
1. Pembiayaan melalui dealer online
2. Pembiayaan anjak piutang
3. Peresmian kantor cabang Ungaran
2021
sebagai implementasi Sentralisasi MTF back on track dengan
Proses Input (SPRINT) berhasil memberikan nilai positif
4. Meminimalkan cost of fund melalui kepada pemangku kepentingan,
pendanaan offshore dan asset yaitu pencapaian laba bersih
purchase Rp245,88 miliar.
5. Pembukaan 3 (tiga) kantor cabang
baru, yaitu:
• Medan 2
• Pekanbaru 2
• Ungaran (Jawa Tengah)
1. Kerja sama dengan Mandiri Taspen
2. Peluncuran branding baru
pembiayaan multiguna: “Cash Aja”
3. Peluncuran MTF di kantor pusat MTF
2020
2019 4. Peresmian 3 (tiga) kantor regional MTF mendukung program
dan/atau cabang baru, yaitu: Pemulihan Ekonomi Nasional
• Kantor Regional IX-Sulawesi, (PEN) sebagai upaya Pemerintah
Maluku, dan Papua (Sulawesi Indonesia dalam menghadapi
Selatan) pandemi COVID-19, melalui
• Pluit (Jakarta Utara) restrukturisasi pembayaran kredit
• Balikpapan kepada pelanggan, dengan total
nilai restrukturisasi mencapai
Rp13,15 triliun.
56 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 58
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
2025
2023
1. Peluncuran MTF Digital Service
& MTF Mobile sebagai solusi
terbaru dalam hal pemberian
layanan pada pelanggan
berbasis digital
2. Mencetak rekor profit Rp1,16 1. MTF mempertahankan rekognisi sebagai
triliun dan penyaluran The Most Efficient Subsidiary of The Year
pembiayaan Rp32,69 triliun dari Bank Mandiri sebagai Holding Group
3. MTF dapat mempertahankan 2. Akselerasi Digitalisasi untuk memperluas
peringkat Rating idAAA dari akses pembiayaan berkelanjutan melalui
Pefindo pemanfaatan aplikasi MTF Mobile, dengan
total nilai transaksi EV & HEV mencapai
Rp1,06 triliun
3. Penguatan komitmen keberlanjutan
melalui penyaluran pembiayaan
Kendaraan Ramah Lingkungan dengan
nilai sebesar Rp2,29 triliun
4. Penganugerahan sebagai Perusahaan
2024 dengan predikat ”Sangat Tepercaya”
berdasarkan Corporate Governance
1. MTF memiliki 125 kantor cabang Perception Index pada ajang Indonesia
yang tersebar di 32 provinsi Good Corporate Governance Award 2025
seluruh Indonesia
2. Meraih kinerja positif terbaik
Perseroan sepanjang sejarah
dengan penyaluran pembiayaan
sebesar Rp1,17 triliun dan laba
sebesar Rp1,17 triliun
3. MTF terus mempertahankan
peringkat Rating idAAA dari
Pefindo
4. Transformasi digital dalam wujud
inklusi pembiayaan berkelanjutan
melalui aplikasi MTF Mobile
dengan nilai transaksi sebesar
Rp369,15 miliar
5. Komitmen berkelanjutan dalam
wujud pembiayaan Kendaraan
Ramah Lingkungan sebesar
Rp2,27 triliun
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 57
Page 59
Profil Perusahaan
Visi, Misi, Nilai,
dan Budaya Perusahaan
Visi Misi
Menjadi Mitra Pembiayaan Memberikan Pelayanan
Tepercaya Anda yang Cepat dan Mudah
yang dapat Diandalkan
Kepercayaan merupakan DNA yang harus kepada Pelanggan
dimiliki oleh perusahaan pembiayaan. Oleh
karena itu, Perseroan berkomitmen untuk
terus menumbuhkan kepercayaan dari seluruh Perseroan berkeyakinan bahwa kepercayaan
pelanggan. Perseroan memandang bahwa terbentuk melalui layanan yang responsif dan
pertumbuhan usaha yang berkelanjutan adalah dapat diandalkan. Melalui misi ini, Perseroan
pertumbuhan usaha yang memerhatikan terus berupaya meningkatkan kualitas serta
kebutuhan serta sudut pandang dari seluruh kecepatan pelayanan, serta memastikan setiap
pelanggan, sehingga dalam hal ini, Perseroan interaksi memberikan pengalaman memuaskan
menempatkan diri sebagai mitra dan teman bagi pelanggan.
sejati dalam setiap langkah perjalanan finansial
pelanggan.
Tinjauan atas
Visi dan Misi
Dewan Komisaris dan Direksi secara berkala
melakukan evaluasi terhadap kesesuaian visi
dan misi untuk memastikan bahwa arah strategis
yang ditetapkan tetap sejalan dengan tujuan
jangka panjang Perseroan. Berdasarkan hasil
peninjauan pada tahun 2025, Dewan Komisaris
dan Direksi menyimpulkan bahwa visi dan misi
yang berlaku masih relevan dengan dinamika
bisnis serta tantangan industri yang dihadapi.
Dengan demikian, Perseroan menilai belum
diperlukan perubahan terhadap visi dan misi
tersebut.
58 PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report
Page 60
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Budaya Perusahaan
Budaya Perusahaan Adalah Hasil Implementasi Core Values
AKHLAK dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan I-Care dari
PT Tunas Ridean, yang Dikenal Sebagai “Budaya Perwira”.
Budaya PERWIRA pertama kali ditetapkan pada 11 empat nilai dasar budaya kerja Perseroan. Keempat nilai
Desember 2009 dan diperbarui pada 18 Juni 2019 tersebut dijabarkan ke dalam tiga belas perilaku utama
sebagai bagian dari penyegaran nilai-nilai perusahaan. yang diharapkan dapat diterapkan secara konsisten oleh
PERWIRA merupakan akronim dari Kepercayaan, seluruh karyawan dalam menjalankan perannya sebagai
Kewirausahaan, Inovatif, dan Kegembiraan, yang menjadi Insan Mandiri Tunas Finance.
KeWIRausahaan
Tumbuh secara konsisten dengan cara benar
dari awal, didasari rasa memiliki, menciptakan
KePERcayaan nilai tambah dan layanan terbaik. Setiap
karyawan wajib mempunyai:
Disiplin dan bertanggung jawab, menjunjung 1. Rasa memiliki
tinggi prinsip kebenaran dalam berpikir, 2. Tumbuh sehat dengan cara benar dari awal
bertindak, dan berperilaku sesuai dengan yang 3. Fokus pada pelanggan
dijanjikan berlandaskan nurani, moral, etika
dan aturan Perseroan. Setiap karyawan wajib
menjunjung tinggi nilai-nilai:
1. Berintegritas
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Bertanggung Jawab KegembiRAan
4. Berkomitmen
Suasana kerja menyenangkan yang dibangun
dengan kebersamaan, rasa bangga serta
semangat pantang menyerah. Setiap karyawan
harus bekerja:
1. Antusias, tangkas, pantang menyerah
Inovatif 2. Bersinergi
3. Gembira
Terbuka terhadap perubahan dengan
menciptakan ide melalui belajar terus menerus
untuk menghasilkan solusi kreatif. Setiap
karyawan wajib bekerja dengan:
1. Adaptif
2. Terus belajar
3. Kreatif
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 59
Page 61
Profil Perusahaan
Kegiatan Usaha Serta Produk dan Jasa
Kegiatan Usaha
Sesuai Anggaran Dasar terakhir yang penetapannya mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46 Tahun 2024
tentang Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan
Modal Ventura, kegiatan usaha Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Kegiatan Usaha Keterangan
• Pembiayaan Investasi Telah dijalankan
• Pembiayaan Modal Kerja Telah dijalankan
• Pembiayaan Multiguna Telah dijalankan
• Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan Telah dijalankan
Kegiatan Usaha Penunjang
Selain kegiatan usaha sebagaimana dimaksud di atas, Perseroan dapat melakukan sewa kegiatan berbasis
imbal jasa sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa
keuangan.
Produk dan Jasa
Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 5 (Revisi 2009) tentang “Segmen Operasi”, segmen
usaha Perseroan dikelompokkan berdasarkan kelompok nasabah utama dan produk, yaitu Fleet dan Retail, serta
segmen lainnya sebagai perhitungan yang tidak dapat dialokasikan ke dalam kedua segmen tersebut.
Jenis Pembiayaan Segmen
• Pembiayaan Multiguna • Segmen Retail (Perorangan)
Pembiayaan barang dan/atau jasa untuk pemakaian/ Perseroan melayani pembiayaan kepada pelanggan
konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha atau aktivitas perorangan, terutama untuk kebutuhan kendaraan
produktif, dalam jangka waktu yang diperjanjikan. (mobil penumpang baru maupun bekas), pembiayaan
multiguna termasuk dana tunai sesuai ketentuan yang
• Pembiayaan Investasi berlaku. Pembiayaan pada segmen retail bertujuan untuk
Pembiayaan Investasi adalah pembiayaan barang- memberikan kemudahan kepada Pelanggan perorangan
barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dengan produk
aktivitas usaha/investasi, rehabilitasi, modernisasi, yang kompetitif serta pilihan beragam jenis produk yang
ekspansi atau relokasi tempat usaha/investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Pelanggan
diberikan kepada Debitur. dengan pembayaran secara angsuran.
• Pembiayaan Modal Kerja • Segmen Korporasi
Pembiayaan Modal Kerja adalah pembiayaan untuk Perseroan melayani pembiayaan kepada nasabah
memenuhi kebutuhan pengeluaran yang habis dalam korporasi/institusi untuk mendukung kebutuhan
satu siklus aktivitas usaha Customer, dengan cara operasional dan pengembangan usaha, antara lain
menyediakan batas pembiayaan kepada Customer pembiayaan kendaraan operasional, alat berat dan mesin,
yang bersifat committed dan advised. serta program kepemilikan kendaraan karyawan (COP/
MOP) sesuai skema dan kebijakan Perseroan. Pembiayaan
pada segmen korporasi bertujuan membantu perusahaan
memenuhi kebutuhan aset dan fasilitas pendukung
kegiatan usaha secara lebih efektif dan terencana,
sekaligus mendukung produktivitas dan kesinambungan
operasional melalui skema pembiayaan yang kompetitif
dan fleksibel sesuai profil kebutuhan nasabah.
60 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 62
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Keanggotaan dalam Asosiasi
MTF Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola, kepatuhan industri, dan pengembangan jaringan
profesional, Mandiri Tunas Finance tergabung dan berkontribusi dalam berbagai organisasi dan asosiasi.
Hingga 31 Desember 2025, Perseroan tercatat sebagai anggota pada asosiasi berikut:
Nama Organisasi Lingkup Posisi MTF Peran dan Kontribusi MTF
Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Meningkatkan perekonomian Indonesia dari
Nasional Anggota sektor otomotif.
Indonesia (APPI)
Mendorong praktik bisnis di sektor jasa
PT Rapi Utama Indonesia keuangan yang lebih sehat, transparan dan
Nasional Anggota
(RAPINDO) akuntabel.
Sebagai mitra yang sangat menarik dan
Kamar Dagang dan Industri strategis untuk kegiatan bisnis, perdagangan
Nasional Anggota
(KADIN) dan investasi.
Wadah bagi emiten dan perusahaan
publik ini mengemban misi besar dalam
Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Nasional Anggota mengembangkan pasar modal Indonesia ini
dituntut membawa akselerasi pertumbuhan
pasar modal
Wadah utama untuk bertukar pikiran terhadap
Lembaga Alternatif Penyelesaian penyelesaian sengketa pembiayaan yang
Sengketa Sektor Jasa Keuangan Nasional Anggota selalu mengedepankan upaya mediasi dengan
(LAPS SJK) tujuan agar tercapai perdamaian antara MTF
dengan para pihak yang bersengketa.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 61
Page 63
Profil Perusahaan
Struktur
Organisasi
PRESIDENT DIRECTOR
Pinohadi G. Sumardi
Corporate Finance
& Risk Management Director
R. Eryawan Nurhariadi
Chief Risk Management Chief Human Capital
Devi Maladianti & Legal
(Vacant)
Treasury & Finance
Division Retail Risk Human Capital Corporate Audit
Ramdhan Safitri Management Division Division Division
Indra Budi Laksana Makah Indra Purnomo Bayu Mario
Accounting & Tax
Division Operational & HC Learning Division Corporate Secretary
Rina Floriana Rustika Corporate Risk Makah Indra Purnomo Division
Management Division Dadan Hamdhani
Vitriati Hartika T.
Corporate Planning
& Performance
Legal & Litigation
Management Division
Arief Aphrian Lambri
Citra Judith Lupitadevi
Retail Credit Risk
Division
Ivan Ferdinand Thanta
Corporate Credit Risk
Division
Tri Sakti Yulianto
Executive
Credit Officer
Jekson Benardo
Simanjuntak
Corporate Compliance &
AML-CFT
Prista Vitali S.
62 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 64
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Sales & IT Director
William Francis Indra
Chief AR Management
Chief Marketing Chief Captive Business
& General Service
Afri Feder Fauzi (Vacant)
B. Perana Citra Ketaren
Regional Division Strategic Marketing & Mandiri Liaison 1 Current AR
• Elwis Tunendra Communication Division Division Management Division
• Ari Paisal Rohman Ruly Widyanto Andre Tigor (Vacant)
• Mardi Fahmi
• Puji Biso Santoso
• Sukandar
• Dony Tri Sofyan Adi Marketing Division Mandiri Liaison 2 SAM & Remedial
• Ronald Rajagukguk Camar Sativa Division Management Division
• Gun Gun Wildan Jarnawi Wicaksono Adi
• Irianto Musdiono
Multiguna Division Corporate Fleet Division Recovery Management
Business & Operation
Andes Saputra Bragent Parlinggoman Division
Support Division
Tambunan Indra Budi Laksana
Yeremias
Business Project Unit Executive Credit Operation &
Information (Vacant) General Service Division
Business Officer
Technology Division Yeremias
(Vacant)
Kanda Octaviano
Account Maintenance
Digital Transformation Head
Division Rully Rianto F.
Kanda Octaviano
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 63
Page 65
Profil Perusahaan
Perubahan Komposisi
Dewan Komisaris dan Direksi
Perubahan Komposisi Dewan Komisaris
Perubahan komposisi Dewan Komisaris Perseroan Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris per 31 Desember
ditetapkan melalui keputusan pemegang saham pada 2025 adalah sebagai berikut:
tahun 2025. Pada RUPS Luar Biasa yang dituangkan dalam 1. Komisaris Utama : Nugraha Indra Permadi
Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 101 tanggal 23 Juni 2. Komisaris Independen : Fendy Eventius Mugni
2025, pemegang saham menyetujui pengunduran diri 3. Komisaris Independen : Subarna
Saptari dari jabatannya sebagai Komisaris.
Perubahan Komposisi Direksi
Selanjutnya, melalui RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 Hingga 31 Desember 2025, tidak terjadi perubahan pada
yang dicatat dalam akta yang sama, pemegang saham susunan dan komposisi keanggotaan Direksi. Dengan
menyetujui pengunduran diri Rico Adisurja Setiawan dari demikian, susunan Direksi per 31 Desember 2025 adalah
posisi Komisaris Utama serta mengangkat Nugraha Indra sebagai berikut:
Permadi sebagai Komisaris Utama. Pengangkatan tersebut 1. Direktur Utama : Pinohadi G. Sumardi
berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas 2. Direktur : R. Eryawan Nurhariadi
Jasa Keuangan atas hasil penilaian kemampuan dan 3. Direktur : William Francis Indra
kepatutan pada tanggal 17 September 2025.
64 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 66
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Profil Dewan Komisaris
Nugraha Indra Permadi
Komisaris Utama
Tempat dan Tahun Lahir: Bandung, 1974
Usia: 51 Tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Timur
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan No. 174 tanggal 30 Juni 2025 yang dibuat oleh M. Kholid Artha, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, dengan
masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan
tahun 2028. Jabatannya sebagai Komisaris Utama berlaku efektif melalui Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan No. KEP-51/D.06/2025 tanggal 17 September 2025 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
Nugraha Indra Permadi sebagai calon Komisaris Utama.
Periode Jabatan Rangkap Jabatan
25 Juli 2025 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Direktur Otomotif PT Tunas Ridean (2016-2025)
Tahun Buku 2027 (Periode Pertama)
Hubungan Afiliasi
Riwayat Pendidikan Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
• Magister di bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Dewan Komisaris dan anggota Direksi, namun menjabat
Bandung (2002) sebagai Direktur Utama di PT Tunas Ridean yang
• Sarjana di bidang Teknik Sipil di Universitas Katolik merupakan pemegang saham Perseroan.
Parahyangan Bandung (1997)
Kepemilikan Saham
Sertifikasi yang Dimiliki Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Sertifikasi Dasar Pembiayaan untuk Komisaris (SPPI)
Pengalaman Kerja
• Direktur Otomotif PT Tunas Ridean (2016-sekarang)
• Vice Direktur HR PT Tunas Ridean (2014-2016)
• Chief Operation Officer PT Tunas Dwi Matra
(2011-2013)
• HRD Group Division Head PT Tunas Ridean
(2006-2011)
• Marketing Planning and Development Group
Department Head PT Tunas Ridean (2005-2006)
• Sales Division Area Improvement & Kaizen Project
PT Toyota Astra Motor (2001-2005)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 65
Page 67
Profil Perusahaan
Profil Dewan Komisaris
Fendy Eventius Mugni
Komisaris Independen
Tempat dan Tahun Lahir: Pulau Tello, 1972
Usia: 53 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kabupaten Bogor
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris Independen Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 138
tanggal 28 Juni 2023 dengan masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
yang akan diselenggarakan tahun 2026. Jabatannya sebagai Komisaris Independen berlaku efektif melalui Keputusan
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. 13/KDK.06/2023 tanggal 8 Desember 2023 tentang Hasil Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan Fendy Eventius Mugni sebagai Komisaris Independen.
Periode Jabatan Rangkap Jabatan
28 Juni 2023 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Tidak memiliki rangkap jabatan
Tahun Buku 2025 (Periode Pertama)
Hubungan Afiliasi
Riwayat Pendidikan Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
• Magister di bidang Energi Keberlanjutan dari Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, maupun
Universitas Kristen Indonesia (2020) dengan pemegang saham.
• Sarjana di bidang Teknik Telekomunikasi dari
Universitas Kristen Indonesia (2001) Kepemilikan Saham
Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Sertifikasi yang Dimiliki
• Sertifikasi Dasar Pembiayaan untuk Komisaris (SPPI) Pernyataan Independensi
• Certification in Audit Committee Practices (CACP) Beliau telah menyatakan pernyataan independensi pada
• Qualified Risk Governance Professional (QRGP) tanggal 20 September 2023 dan belum menjabat selama
• Qualified Risk Oversight Professional (QROP) lebih dari 2 (dua) periode.
Pengalaman Kerja
• Komisaris Independen PT Hotel Indonesia Natour
(2015-2024)
• Country Manager PT Eflag Solutions Indonesia
(2012-2014)
• Project Engineer di Nokia Siemens Network Indonesia
(2006-2012)
66 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 68
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Subarna
Komisaris Independen
Tempat dan Tahun Lahir: Tasikmalaya, 1968
Usia: 57 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kabupaten Tasikmalaya
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Komisaris Independen Mandiri Tunas Finance untuk pertama kalinya berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan RUPS Luar Biasa No. 16 tanggal 5 November 2024 dengan masa jabatan sampai dengan penutupan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang akan diselenggarakan tahun 2027. Jabatannya sebagai Komisaris
Independen berlaku efektif melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-9/D.06/2025 tanggal
14 Maret 2025 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Subarna sebagai calon Komisaris Independen.
Periode Jabatan Rangkap Jabatan
5 November 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tidak memiliki rangkap jabatan
Tahunan Tahun Buku 2026 (Periode Pertama)
Hubungan Afiliasi
Riwayat Pendidikan Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
• Magister di bidang Ilmu Administrasi dari Universitas Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, maupun
Garut, Jawa Barat (2004) dengan pemegang saham.
• Sarjana di bidang Manajemen dari Universitas
Siliwangi, Jawa Barat (1992) Kepemilikan Saham
Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Sertifikasi yang Dimiliki
• Sertifikasi Dasar Pembiayaan untuk Komisaris (SPPI) Pernyataan Independensi
• Qualified Risk Oversight Professional (QROP) Beliau telah menyatakan pernyataan independensi pada
tanggal 20 Desember 2024 dan belum menjabat selama
Pengalaman Kerja lebih dari 2 (dua) periode.
• Anggota DPR RI Dapil Jabar XI (2014-2019 dan
2019-2024)
• Anggota Dewan Pengawas di PDAM Tirta Sukaputra
(2012-2013)
• Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya (2002-2011)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 67
Page 69
Profil Perusahaan
Profil Dewan Komisaris
Rico Adisurja Setiawan*
Komisaris Utama
Tempat dan Tahun Lahir: Jakarta, 1971
Usia: 54 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Pusat
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat pertama kali sebagai Komisaris Utama Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS No. 23 tanggal
26 April 2017. Jabatannya sebagai Komisaris Utama berlaku efektif melalui Salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner
Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-471/NB.11/2017 tanggal 21 Agustus 2017 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan
Kepatutan Rico Adisurja Setiawan selaku calon Komisaris Utama.
Pengangkatan kedua sebagai Komisaris Utama pada RUPS Tahunan tanggal 17 Februari 2020 berdasarkan Akta Pernyataan
Keputusan RUPS No. 28 tanggal 25 Februari 2020. Diangkat kembali untuk periode ketiga sebagai Komisaris Utama
Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 138 tanggal 28 Juni 2023.
Periode Jabatan • Direktur Utama PT Tunas Andalan Pratama (1998-2010)
• 10 April 2017 sampai dengan penutupan RUPS • Direktur Provisions (Asia) Trading Singapore
Tahunan Tahun Buku 2019 (Periode Pertama) (1998-2001)
• 17 Februari 2020 sampai dengan penutupan RUPS • Komisaris PT Tunas Dwipa Matra (1997-2010)
Tahunan Tahun Buku 2022 (Periode Kedua) • Direktur PT Tunas Ridean (1996-1998, 2001-2010)
• 27 Juni 2023 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan • Direktur PT Tunas Financindo Corporation
Tahun Buku 2025 (Periode Ketiga) (sekarang PT Mandiri Tunas Finance) (1995-1999)
• Management Consultant Prasetio Utomo Arthur
Riwayat Pendidikan Andersen (1995-1996)
• Master of Business Administration, Woodbury
University (1994) Rangkap Jabatan
• Bachelor of Science, University of Southern California • Komisaris Utama PT Asia Surya Perkasa (2015-sekarang)
(1992) • Komisaris Utama PT Tunas Dwipa Matra
(2013-sekarang)
Sertifikasi yang Dimiliki • Direktur Utama PT Tunas Ridean (2010-sekarang)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan untuk Komisaris (SPPI)
Hubungan Afiliasi
Pengalaman Kerja Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
• Komisaris Utama PT Mandiri Tunas Finance (2017-2025) Dewan Komisaris dan anggota Direksi, namun menjabat
• Direktur PT Tunas Dwipa Matra (2005-2013) sebagai Direktur Utama di PT Tunas Ridean yang
• Komisaris PT Tunas Financindo Sarana (sekarang PT merupakan pemegang saham Perseroan.
Mandiri Tunas Finance) (2005-2009)
• Direktur PT Tunas Financindo Sarana (sekarang PT Kepemilikan Saham
Mandiri Tunas Finance) (2000-2005) Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
*Telah mengajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Komisaris Utama kepada Pemegang Saham Perseroan tertanggal 25 Juni 2025. Pengunduran diri tersebut efektif terhitung sejak
25 Juli 2025 dan telah disetujui oleh para Pemegang Saham pada penutupan RUPS Tahunan Tahun Buku 2024 tanggal 30 Juni 2025.
68 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 70
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Profil Direksi
Pinohadi G. Sumardi
Direktur Utama
Tempat dan Tahun Lahir: Bandung, 1970
Usia: 55 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Pengangkatan pertama kali sebagai Direktur Utama Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham No. 6 tanggal 9 Oktober 2020. Jabatannya sebagai Direktur Utama berlaku efektif melalui Keputusan Anggota
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-368/NB.11/2020 tanggal 10 November 2020 tentang Hasil Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan Pinohadi G. Sumardi selaku calon Direktur Utama.
Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Utama Perseroan pada Keputusan Pemegang Saham di Luar
RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan (Keputusan Sirkuler) berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS
Tahunan No. 138 tanggal 28 Juni 2023.
Periode Jabatan
• 9 Oktober 2020 sampai dengan penutupan RUPS • Banking Book Management Department Head
Tahunan Tahun Buku 2022 (Periode Pertama) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2010-2012)
• 27 Juni 2023 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan • Foreign Exchange Chief Dealer
Tahun Buku 2025 (Periode Kedua) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2004-2010)
Riwayat Pendidikan Rangkap Jabatan
• Magister di bidang Manajemen dari IPMI International Tidak memiliki rangkap jabatan
Business School (2003)
• Sarjana di bidang Ekonomi Manajemen dari Universitas Hubungan Afiliasi
Padjadjaran Bandung (1993) Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
Sertifikasi yang Dimiliki dengan pemegang saham.
• Resertifikasi Sertifikasi Manajemen Risiko jenjang 5
• Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI) Kepemilikan Saham
• Sertifikasi Risk Management Perbankan (LSPP) Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
• Sertifikasi Treasury Dealer (ACI Forexindo)
Pengalaman Kerja
• International Network & Development Department
Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2019-2020)
• General Manager Kantor Cabang Luar Negeri Cayman
Islands PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2012-2019)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 69
Page 71
Profil Perusahaan
Profil Direksi
R. Eryawan Nurhariadi
Direktur
Tempat dan Tahun Lahir: Semarang, 1971
Usia: 54 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Perseroan untuk pertama kalinya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan No. 15 tanggal 29
Maret 2021. Jabatannya sebagai Direktur berlaku efektif melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-44/KDK.05/2021 tanggal 31 Agustus 2021 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan R. Eryawan
Nurhariadi selaku calon Direktur.
Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS
Tahunan No. 236 tanggal 28 Juni 2024.
Periode Jabatan • Portfolio & Capability Management, SME Banking
• 29 Maret 2021 sampai dengan penutupan RUPS Grup Banking Departement Head PT Bank Mandiri
Tahunan Tahun Buku 2023 (Periode Pertama) (Persero) Tbk (2015-2018)
• 28 Juni 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan • Sales & Monitoring Business Banking I Grup
Tahun Buku 2026 (Periode Kedua) Department Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(2008-2015).
Riwayat Pendidikan
• Magister di bidang Manajemen dari Universitas Katolik Rangkap Jabatan
Indonesia Atma Jaya Jakarta (2001) Tidak memiliki rangkap jabatan
• Sarjana di bidang Ekonomi Manajemen dari Universitas
Atma Jaya Yogyakarta (1994) Hubungan Afiliasi
Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Sertifikasi yang Dimiliki Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
• Resertifikasi Sertifikasi Manajemen Risiko jenjang 5 dengan pemegang saham.
• Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI)
• Sertifikasi Risk Management Perbankan (LSPP) Kepemilikan Saham
Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Pengalaman Kerja
• Executive Business Officer SME Banking Group PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2018-2021)
• Dewan Pengawas Mandiri Cooperation PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk (2020-2021)
70 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 72
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
William Francis Indra
Direktur
Tempat dan Tahun Lahir: Karawang, 1982
Usia: 43 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Tangerang
Dasar Hukum Pengangkatan
Diangkat sebagai Direktur Perseroan untuk pertama kalinya berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan No. 15 tanggal 29
Maret 2021. Jabatannya sebagai Direktur berlaku efektif melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan
No. KEP-26/KDK.05/2021 tanggal 6 Juli 2021 tentang Hasil Penilaian Kemampuan dan Kepatutan William Francis Indra
selaku calon Direktur.
Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Perseroan berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS
Tahunan No. 236 tanggal 28 Juni 2024.
Periode Jabatan Rangkap Jabatan
• 29 Maret 2021 sampai dengan penutupan RUPS Tidak memiliki rangkap jabatan
Tahunan Tahun Buku 2023 (Periode Pertama)
• 28 Juni 2024 sampai dengan penutupan RUPS Tahunan Hubungan Afiliasi
Tahun Buku 2026 (Periode Kedua) Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
Riwayat Pendidikan dengan pemegang saham.
• Magister di bidang Manajemen dari Universitas Mercu
Buana (2007) Kepemilikan Saham
• Sarjana di bidang Matematika dari Universitas Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Padjadjaran Bandung (2004)
Sertifikasi yang Dimiliki
Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI)
Pengalaman Kerja
• Chief PT Mandiri Tunas Finance (2016-2021)
• IT & Business Excellence Management Division Head
PT Mandiri Tunas Finance (2013-2016)
• IT Operational & Planning Dept Head
PT Mandiri Tunas Finance (2010-2013)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 71
Page 73
Profil Perusahaan
Profil Pejabat Eksekutif (Chief)
Bonifatius Perana Citra Ketaren
Chief
Tempat dan Tahun Lahir: Bogor, 1977
Usia: 48 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Bogor
Dasar Hukum Pengangkatan
Menjabat sebagai Chief berdasarkan Surat Keputusan No. 00099/SK-HCP.SVC/HC/VI/2023 Tanggal 30 Juni 2023.
Riwayat Pendidikan Rangkap Jabatan
Sarjana di bidang Ekonomi Akuntansi dari Universitas Tidak memiliki rangkap jabatan
Katolik Parahyangan Bandung (2001)
Hubungan Afiliasi
Sertifikasi yang Dimiliki Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI) Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
dengan pemegang saham.
Pengalaman Kerja
• Finance & Accounting Division Head PT Mandiri Tunas Kepemilikan Saham
Finance (2015-2016) Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
• AR Management Division Head PT Mandiri Tunas
Finance (2013-2014)
• AR Performance & Development Department Head PT
Mandiri Tunas Finance (2010-2012)
• Project Manager Bidang Operasional PT Mandiri Tunas
Finance (2009-2010)
72 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 74
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Afri Feder Fauzi
Chief
Tempat dan Tahun Lahir: Kota Bumi, 1981
Usia: 44 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Tangerang Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Menjabat sebagai Chief berdasarkan Surat Keputusan No. 00101/SK-HCP.SVC/HC/VI/2023 Tanggal 2 Juli 2023.
Riwayat Pendidikan Rangkap Jabatan
Sarjana di bidang Ilmu Administrasi Bisnis dari Universitas Tidak memiliki rangkap jabatan
Brawijaya Malang (2004)
Hubungan Afiliasi
Sertifikasi yang Dimiliki Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI) Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
dengan pemegang saham.
Pengalaman Kerja
• Strategic Marketing & Product Division Head Kepemilikan Saham
PT Mandiri Tunas Finance (2018-2022) Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
• Marketing & Product Development Division Head
PT Mandiri Tunas Finance (2015-2018)
• Marketing & Product Development Deputy Division
Head PT Mandiri Tunas Finance (2014-2015)
• Dealer Relation Management Department Head
PT Mandiri Tunas Finance (2013-2014)
• Branch Manager PT Mandiri Tunas Finance (2012-2013)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 73
Page 75
Profil Perusahaan
Profil Pejabat Eksekutif (Chief)
Devi Maladianti
Chief
Tempat dan Tahun Lahir: Jakarta, 1975
Usia: 50 tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Timur
Dasar Hukum Pengangkatan
Menjabat sebagai Chief berdasarkan Surat Keputusan No. 00022/SK-HCP.SVC/HC/02/2024 Tanggal 1 Februari 2024.
Riwayat Pendidikan Rangkap Jabatan
• Magister di bidang Administrasi Bisnis dari Institut Tidak memiliki rangkap jabatan
Teknologi Bandung (2024)
• Sarjana di bidang Ekonomi Akuntansi dari Universitas Hubungan Afiliasi
Gunadarma (2004) Tidak memiliki hubungan afiliasi baik dengan anggota
Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris, maupun
Sertifikasi yang Dimiliki dengan pemegang saham.
• Resertifikasi Sertifikasi Manajemen Risiko jenjang 5
• Sertifikasi Ahli Pembiayaan untuk Direksi (SPPI) Kepemilikan Saham
• Sertifikasi Risk Management Perbankan (LSPP) Tidak memiliki saham Perseroan per 31 Desember 2025.
Pengalaman Kerja
• Retail Credit Risk System & Strategy Department Head
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2018-2024)
• Anti Fraud Strategy & Prevention Department Head PT
Bank Mandiri (Persero) Tbk (2017-2018)
• Anti Fraud Strategy Department Head PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (2017-2017)
• Secured Credit Department Head PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (2016-2017)
• Fraud Risk Strategy Department Head PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk (2015-2016).
74 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 76
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Kepala Divisi atau Jabatan Setingkat
Direktorat Jabatan (Satu Level di Bawah Direksi) Nama
Di Bawah Supervisi Direktur Utama Corporate Audit Division Head Bayu Mario
Corporate Secretary Division Head Dadan Hamdhani
Chief Human Capital & Legal Human Capital Division Head Makah Indra Purnomo
HC Learning Division Head Makah Indra Purnomo*
Legal & Litigation Division Head Arief Aphrian Lambri
Di Bawah Supervisi Direktur Treasury & Finance Division Head Ramdhan Safitri
yang membidangi Corporate Accounting & Tax Division Head Rina Floriana Rustika
Finance & Risk Management Corporate Planning & Performance Management Division Head Citra Judith Lupitadevi
Retail Credit Risk Division Head Ivan Ferdinand Thanta
Corporate Credit Risk Division Head Tri Sakti Yulianto
Executive Credit Officer Jekson Benardo Simanjuntak
Chief Risk Management Retail Risk Management Division Head Indra Budi Laksana*
Operational & Corporate Risk Management Division Head Vitriati Hartika T
Di Bawah Supervisi Direktur yang Regional Division Head Regional 1 Elwis Tunendra
membidangi Sales & IT Regional Division Head Regional 2 Ari Paisal Rohman
Regional Division Head Regional 3 Mardi Fahmi
Regional Division Head Regional 4 Puji Biso Santoso
Regional Division Head Regional 5 Sukandar
Regional Division Head Regional 6 Dony Tri Sofyan Adi
Regional Division Head Regional 7 Ronald Rajagukguk
Regional Division Head Regional 8 Gun Gun Wildan
Regional Division Head Regional 9 Irianto Musdiono
Business & Operation Support Division Head Yeremias
Information Technology Division Head Kanda Octaviano
Digital Transformation Division Head Kanda Octaviano*
Chief Marketing Strategic Marketing & Communication Division Head Ruly Widyanto
Marketing Division Head Camar Sativa
Multiguna Division Head Andes Saputra
Business Project Unit Division Head (Vacant)
Chief Captive Business Mandiri Liaison 1 Division Head Andre Tigor
Mandiri Liaison 2 Division Head Jarnawi
Corporate Fleet Division Head Bragent Parlinggoman Tambunan
Executive Business Officer (Vacant)
Chief AR Management & General Current AR Management Division Head (Vacant)
Service SAM & Remedial Management Division Head Wicaksono Adi
Recovery Management Division Head Indra Budi Laksana
Credit Operation & General Service Division Head Yeremias*
Account Maintenance Head Rully Rianto F
* Rangkap jabatan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 75
Page 77
Profil Perusahaan
Demografi Karyawan
Jumlah Karyawan
2025 3.142
2024 3.384
2023 3.328
Jumlah Karyawan Berdasarkan Level Organisasi/Jabatan
2025 2024 Kenaikan
Level Organisasi/
Jabatan (Penurunan) (%)
L P Jumlah % L P Jumlah %
Eksekutif
Komisaris 3 0 3 0,10 4 0 4 0,12 (25,0)
Direksi 3 0 3 0,10 3 0 3 0,09 0,0
Chief 2 1 3 0,10 3 0 3 0,12 (25,0)
Sub Jumlah 8 1 9 0,29 10 1 11 0,33 (18,2)
Komite/Organ Pendukung 4 0 4 0,13 4 0 4 0,12 0,0
Division Head 29 3 32 1,02 31 3 34 1,00 (5,9)
Deputy Division Head 7 6 13 0,41 7 5 12 0,35 8,3
Manager 217 68 285 9,07 236 72 308 9,10 (7,5)
Supervisor 835 379 1214 38,64 890 394 1.284 37,94 (5,5)
Staf 1060 525 1585 50,45 1169 562 1.731 51,15 (8,4)
Sub Jumlah 2.160 982 3.142 100,00 2.357 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Regional dan Divisi
Lokasi Kerja/ 2025 2024 Kenaikan
Penempatan L P Jumlah % L P Jumlah % (Penurunan) (%)
Corporate Fleet 37 20 57 1,81 40 25 65 1,92 (12,31)
Head Office 316 262 578 18,40 416 278 694 20,51 (16,71)
Regional 1 154 57 211 6,72 158 55 213 6,29 (0,94)
Regional 2 240 73 313 9,96 267 83 350 10,34 (10,57)
Regional 3 230 84 314 9,99 242 89 331 9,78 (5,14)
Regional 4 194 107 301 9,58 197 104 301 8,89 0,00
Regional 5 178 81 259 8,24 180 80 260 7,68 (0,38)
Regional 6 187 60 247 7,86 195 65 260 7,68 (5,00)
Regional 7 273 102 375 11,94 269 107 376 11,11 (0,27)
Regional 8 148 63 211 6,72 172 72 244 7,21 (13,52)
Regional 9 203 73 276 8,78 211 79 290 8,57 (4,83)
Jumlah 2.160 982 3.142 100,00 2.347 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
76 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 78
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
2025 2024 Kenaikan
Tingkat Pendidikan (Penurunan)
L P Jumlah % L P Jumlah % (%)
S3 0 0 0 0,00 0 0 0 0 0
S2 52 20 72 2,29 43 19 62 1,83 16,13
S1, D4 1.552 770 2.322 73,90 1.703 820 2.523 74,56 (7,96)
Diploma (D3, D2, D1) 308 179 487 15,50 345 183 528 15,6 (7,77)
SLTA dan Sederajat 248 13 261 8,31 256 15 271 8,01 (3,69)
Jumlah 2.160 982 3.142 100,00 2.347 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian
2025 2024 Kenaikan
Status Kepegawaian (Penurunan)
L P Jumlah % L P Jumlah % (%)
Kontrak 349 163 512 16,30 408 191 599 17,70 (14,52)
Permanen 1.811 819 2.630 83,70 1.938 845 2.783 82,24 (5,50)
Probation 0 0 0 0,00 1 1 2 0,06 (100,00)
Jumlah 2.160 982 3.142 100,00 2.347 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Rentang Usia
2025 2024 Kenaikan
Rentang Usia (Penurunan)
L P Jumlah % L P Jumlah % (%)
> 50 tahun 117 28 145 4,61 107 22 129 3,81 12,40
40-49 tahun 784 201 985 31,35 748 174 922 27,25 6,83
30-39 tahun 986 512 1.498 47,68 1.129 533 1.662 49,11 (9,87)
20-29 tahun 273 241 514 16,36 363 308 671 19,83 (23,40)
< 20 tahun 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 2.160 982 3.142 100 2.347 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Gender/Jenis Kelamin
Gender/Jenis 2025 2024 Kenaikan
Kelamin Jumlah % Jumlah % (Penurunan) (%)
Laki-laki 2.160 68,75 2.347 69,36 (7,93)
Perempuan 982 31,25 1.037 30,64 (5,40)
Jumlah 3.142 100 3.384 100 (7,15)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 77
Page 79
Profil Perusahaan
Jumlah Karyawan Berdasarkan Masa Kerja
2025 2024 Kenaikan
Masa Kerja (Penurunan)
L P Jumlah % L P Jumlah % (%)
> 9 tahun 1.211 537 1.748 55,63 1.160 513 1.673 49,44 4,48
5-9 tahun 420 163 583 18,56 542 199 741 21,9 (21,32)
3-5 tahun 181 139 320 10,18 131 91 222 6,56 44,14
1-3 tahun 305 124 429 13,66 325 170 495 14,63 (13,33)
< 1 tahun 43 19 62 1,97 189 64 253 7,48 (75,49)
Jumlah 2.160 982 3.142 100 2.347 1.037 3.384 100 (7,15)
Keterangan: L= Laki-laki | P= Perempuan
Struktur dan Komposisi Pemegang Saham
Komposisi Kepemilikan Saham
1 Januari 2025 31 Desember 2025
Pemegang Saham Jumlah Nilai Persentase Jumlah Nilai Persentase
Lembar Nominal Kepemilikan Lembar Nominal Kepemilikan
Saham (Rp) Saham (%) Saham (Rp) Saham (%)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.275.000.000 127.500.000.000 51,00 1.275.000.000 127.500.000.000 51,00
PT Tunas Ridean 1.225.000.000 122.500.000.000 49,00 1.225.000.000 122.500.000.000 49,00
Jumlah 2.500.000.000 250.000.000.000 100,00 2.500.000.000 250.000.000.000 100,00
Komposisi Kepemilikan Saham Oleh Manajemen Kunci
01/01/2025 31/12/2025
49%
PT Tunas Ridean
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
51%
78 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 80
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Komposisi Kepemilikan Saham
oleh Manajemen Kunci
Kepemilikan Saham Mandiri Tunas Finance oleh Dewan Komisaris dan Direksi, Baik
Langsung atau Tidak Langsung
Kepemilikan Saham MTF Kepemilikan Saham MTF
Dewan Komisaris dan Direksi Jabatan
Secara Langsung Tidak Langsung
Dewan Komisaris
Nugraha Indra Permadi Komisaris Utama Nihil Nihil
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen Nihil Nihil
Subarna Komisaris Independen Nihil Nihil
Direksi
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama Nihil Nihil
R. Eryawan Nurhariadi Direktur Nihil Nihil
William Francis Indra Direktur Nihil Nihil
Informasi Tentang Pemegang Saham Utama dan/atau Pemegang Saham Pengendali
Hingga Nama Pemilik Akhir
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, selanjutnya disebut Daya (Persero), PT Bank Dagang Negara (Persero), PT
“Bank Mandiri”, didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero), dan PT Bank
di Negara Republik Indonesia dengan Akta Notaris Pembangunan Indonesia (Persero). Pada 14 Juli 2003,
Sutjipto, S.H., No. 10, berdasarkan Peraturan Pemerintah Bank Mandiri melakukan Penawaran Umum Saham
No. 75 Tahun 1998 tanggal 1 Oktober 1998. Bank perdana dengan kode saham “BMRI” sebesar 20% atau
Mandiri didirikan melalui merger atau penggabungan ekuivalen dengan 4 miliar lembar saham.
usaha dari 4 (empat) bank BUMN, yaitu PT Bank Bumi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 79
Page 81
Profil Perusahaan
Seiring berjalannya waktu dan didukung dengan melalui penyediaan solusi keuangan yang inovatif.
pengalaman serta kemampuan yang matang dalam Bank Mandiri ingin dikenal karena kinerja, sumber
memberikan layanan perbankan, terutama pada segmen daya manusia dan kerja sama tim yang terbaik.
kredit korporasi, hingga kini Bank Mandiri masih
dipercaya sebagai salah satu Bank BUMN yang terbesar 2. Mengambil peran aktif dalam mendorong
di Indonesia dari sisi total aset, pinjaman, dan deposit. pertumbuhan jangka panjang Indonesia dan
selalu menghasilkan imbal balik yang tinggi secara
Sebagai bank BUMN yang beroperasi di tengah populasi konsisten bagi pemegang saham.
masyarakat terbesar di dunia, Bank Mandiri secara
konsisten memfokuskan pada 2 (dua) hal, yaitu: Untuk mewujudkan hal tersebut, Bank Mandiri
secara berkesinambungan meningkatkan posisi dan
1. Komitmen membangun hubungan jangka panjang kemampuannya pada sektor industri perbankan Nasional
yang didasari atas kepercayaan baik dengan nasabah dengan memerhatikan perkembangan teknologi yang
bisnis maupun perseorangan. Bank Mandiri melayani cepat, kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, dan
seluruh nasabah dengan standar layanan internasional demografis masyarakat Indonesia.
Informasi Umum PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Nama Perseroan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tanggal Pendirian 2 Oktober 1998
Bidang Usaha Perbankan
Pencatatan Saham Bursa Efek Indonesia, 14 Juli 2003
Kode Efek BMRI
Jaringan Usaha 1 Kantor Pusat
139 Kantor Cabang
9 Entitas Anak dan 4 Entitas Cucu (termasuk 1 Entitas Cicit)
2.053 Cabang Pembantu
12.892 ATM
7 Kantor Luar Negeri (5 Cabang Luar Negeri dan 2 Entitas Anak)
Jumlah Karyawan 38.732 orang per 31 Desember 2025
Kinerja Keuangan per 31 Desember Jumlah Aset Konsolidasi Rp2.829.948.026
2025 (Jutaan Rupiah) Jumlah Simpanan Nasabah Konsolidasi (termasuk dana syirkah temporer) Rp2.105.764.151
Jumlah Ekuitas Konsolidasi Rp327.401.998
Jumlah Pendapatan Bunga dan Syariah-Neto Konsolidasi Rp106.210.035
Jumlah Laba Bersih Tahun Berjalan Konsolidasi (diatribusikan kepada pemilik entitas induk) Rp56.293.950
Alamat Kantor Pusat Jl. Jenderal Sudirman Kav. 54-55 | Jakarta 12190-Indonesia
Telp: +6221 5265045 | Fax: +6221 5274477, 527557
Email: corporate.communication@bankmandiri.co.id
Web: www.bankmandiri.co.id
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
per 31 Desember 2025
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama Zulkifli Zaini* Direktur Utama Riduan
Wakil Komisaris Utama Rudy Salahuddin R.* Wakil Direktur Utama Henry Panjaitan
Komisaris Muhammad Yusuf Ateh Direktur Operations Timothy Utama
Komisaris Luky Alfirman* Direktur Human Capital and Compliance Eka Fitria
Komisaris Yuliot Direktur Risk Management Danis Subyantoro
Komisaris Independen Mia Amiati Direktur Commercial Banking Totok Priyambodo
Komisaris Independen Bintoro K. Pardewo* Direktur Corporate Banking Mochamad Rizaldi
Direktur Consumer Banking Saptari
Keterangan: *Efektif setelah memperoleh persetujuan OJK atas Penilaian
Kemampuan dan Kepatutan Direktur Treasury and International Banking Ari Rizaldi
Direktur Finance and Strategy Novita Widya Anggraini
Direktur Network and Retail Funding Jan Winston Tambunan
Direktur Information Technology Sunarto
80 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 82
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
PT Tunas Ridean
PT Tunas Ridean, selanjutnya disebut “Tunas Group”, mengoperasikan jaringan outlet penjualan dan layanan
merupakan pemegang saham pendiri Perseroan. Tunas purnajual merek otomotif ternama melalui PT Tunas
Group adalah perusahaan keluarga bernama Tunas Ridean (Tunas Toyota), PT Tunas Mobilindo Perkasa
Indonesia Motor yang beroperasi sejak tahun 1967. Pada (Tunas Daihatsu dan Tunas Peugeot), PT Tunas Mobilindo
tahun 1980, Tunas Group mengintegrasikan seluruh bisnis Parama (Tunas BMW), dan PT Tunas Dwipa Matra dealer
unit ke dalam satu perusahaan induk PT Tunas Ridean. utama sepeda motor Honda untuk wilayah Lampung.
Perusahaan ini kemudian mendaftarkan diri di Bursa Efek Perseroan melalui PT Tunas Aset Sarana (Tunas Used
Indonesia pada tahun 1995 melalui aksi korporasi Penawaran Car) juga mengoperasikan layanan penjualan mobil
Umum Saham perdana dengan kode saham “TURI”. bekas BMW Premium Selection. Selain itu Tunas Group
mengoperasikan layanan penyewaan kendaraan dan
Pada tahun 2012, Tunas Group memperluas jaringan outlet pengelolaan armada jangka pendek dan jangka panjang
penjualan dan layanan purnajual merek otomotif melalui melalui PT Surya Sudeco (Tunas Rent). PT Surya Sudeco
akuisisi dealer resmi merek Isuzu PT Rahardja Ekalancar mendirikan perusahaan manpower services bernama PT
dan sekarang bernama Tunas Isuzu. Pada November Mitra Asri Pratama dan balai lelang bernama PT Mega
2014, PT Tunas Dwipa Matra bersama-sama dengan pihak Armada Sudeco.
ketiga mendirikan PT Asia Surya Perkasa, dealer utama
sepeda motor Honda untuk wilayah Bangka Belitung. Pada pertengahan tahun 2022, Tunas Group mengambil
keputusan untuk Go Private dan melakukan penghapusan
Saat ini, Tunas Group telah menjadi grup otomotif pencatatan (delisting) di Bursa Efek Indonesia secara
independen terbesar yang memiliki 169 outlet sukarela. PT Tunas Ridean resmi menjadi perusahaan
yang tersebar di seluruh Indonesia. Tunas Group tertutup pada 6 April 2023.
Informasi Umum PT Tunas Ridean
Nama Perseroan PT Tunas Ridean
Tanggal Pendirian 24 Juli 1980
Bidang Usaha Keagenan, Penyaluran, Industri, Perdagangan, dan Pengangkutan
Pencatatan Saham Bursa Efek Indonesia, 16 Mei 1995, kode saham “TURI”. Menjadi
Perusahaan Tertutup/Private Company pada 6 April 2023.
Kode Efek TURI
Jaringan Usaha 1 Kantor Pusat
169 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.
Jumlah Karyawan 4.033 orang (2025)
Kinerja Keuangan per 31 Desember 2025 (Jutaan Rupiah)* Jumlah Aset Konsolidasian Rp9.382.974
Jumlah Ekuitas Konsolidasian Rp6.267.126
Jumlah Pendapatan Bersih Konsolidasian Rp1.457.262
Jumlah Laba Bersih Tahun Berjalan Konsolidasian Rp725.166
Alamat Kantor Pusat Jl. Raya Pasar Minggu No.7 Jakarta 12740, Indonesia
Telp: +6221 794 4788, 799 5621
Fax: +6221 150 0798
Email: info@tunasgroup.com
Web: www.tunasgroup.com
*Angka yang disajikan merupakan data keuangan in-house.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Tunas Ridean
per 31 Desember 2025
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama Anton Setiawan Direktur Utama Rico Adisurja Setiawan
Komisaris Wilfrid Foo Tsu-Jin Direktur Nugraha Indra Permadi
Komisaris Hong Anton Leoman Direktur Wong Jie Min Adrian
Komisaris Alfredo Chandra Direktur Tenny Febyana Halim
Direktur Ester Tanudjaja
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 81
Page 83
Profil Perusahaan
Kronologis Penerbitan Saham
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan belum mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Status Perseroan sebagai
emiten diperoleh melalui penerbitan obligasi yang diperdagangkan kepada publik. Dengan demikian, Perseroan tidak
menyajikan informasi kronologi penerbitan maupun pencatatan saham yang dapat disajikan dalam laporan ini.
Kronologis Penerbitan Efek Lainnya
Untuk memperkuat struktur pendanaan dalam mendukung kegiatan pembiayaan kendaraan bermotor, Perseroan terus
mengembangkan strategi pendanaan yang terdiversifikasi. Meskipun Perseroan memperoleh dukungan pendanaan yang
solid melalui fasilitas Joint Financing dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, diversifikasi sumber pendanaan tetap dilakukan
guna memastikan keberlanjutan kinerja usaha dan menjaga fleksibilitas keuangan Perseroan. Penerbitan obligasi juga
berperan penting dalam mempererat hubungan dengan investor serta mempertahankan posisi Perseroan sebagai salah
satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia.
Pada 8 Juli 2025, Perseroan kembali melanjutkan strategi pendanaan jangka panjang melalui penerbitan Obligasi
Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2025 yang menargetkan dana terhimpun sebesar Rp2,5 triliun. Aksi
korporasi ini menegaskan komitmen Perseroan dalam menjaga struktur permodalan yang kuat, meningkatkan kehadiran
di pasar modal, serta memastikan tersedianya likuiditas yang memadai untuk mendukung ekspansi pembiayaan.
Berikut adalah daftar obligasi yang masih beredar dan belum jatuh tempo per 31 Desember 2025. Di luar instrumen
obligasi tersebut, Perseroan tidak menerbitkan efek dalam bentuk lainnya.
Frekuensi
Peringkat Jumlah Tingkat Tanggal Tanggal
Tahun Nama Obligasi Pembayaran Status
Penerbitan (Rp Juta) Bunga Penerbitan Jatuh Tempo
Bunga
Obligasi Berkelanjutan V idAA+ 485.700 7,65% Setiap 3 (tiga) 20 Mei 2021 20 Mei 2026 Aktif/Belum
2021
MTF Tahap II Seri B p.a bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan V idAA+ 376.615 6,75% Setiap 3 (tiga) 23 Februari 23 Februari Aktif/Belum
2022
Tahap III MTF Seri B p.a bulan 2022 2027 Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 439.660 6,00% Setiap 3 (tiga) 11 Juli 2023 11 Juli 2026 Aktif/Belum
Tahap I MTF Seri A p.a bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 252.075 6,25% Setiap 3 (tiga) 11 Juli 2023 11 Juli 2028 Aktif/Belum
Tahap I MTF Seri B p.a bulan Lunas
2023 Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 804.175 6,50% Setiap 3 (tiga) 27 27 Aktif/Belum
Tahap II MTF Seri A p.a bulan September September Lunas
2023 2026
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 326.935 6,75% Setiap 3 (tiga) 27 27 Aktif/Belum
Tahap II MTF Seri B p.a bulan September September Lunas
2023 2028
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 81.590 7,00% Setiap 3 (tiga) 28 Mei 2024 28 Mei 2027 Aktif/Belum
Tahap III MTF Seri A p.a bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 1.081.495 7,25% Setiap 3 (tiga) 28 Mei 2024 28 Mei 2029 Aktif/Belum
Tahap III MTF Seri B p.a bulan Lunas
2024
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 423.735 6,70% Setiap 3 (tiga) 19 November 19 November Aktif/Belum
Tahap IV MTF Seri A p.a bulan 2024 2027 Lunas
Obligasi Berkelanjutan VI idAAA 1.185.375 6,85% Setiap 3 (tiga) 19 November 19 November Aktif/Belum
Tahap IV MTF Seri B p.a bulan 2024 2029 Lunas
Obligasi Berkelanjutan idAAA 313.510 6,15% Setiap 3 (tiga) 8 Juli 2025 18 Juli 2026 Aktif/Belum
VII Tahap I MTF Seri A p.a bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan idAAA 236.000 6,50% Setiap 3 (tiga) 8 Juli 2025 8 Juli 2028 Aktif/Belum
2025
VII Tahap I MTF Seri B p.a bulan Lunas
Obligasi Berkelanjutan idAAA 225.760 6,70% Setiap 3 (tiga) 8 Juli 2025 8 Juli 2030 Aktif/Belum
VII Tahap I MTF Seri C p.a bulan Lunas
Keterangan: Hasil pemeringkat tersebut merupakan peringkat yang ditetapkan terhadap obligasi pada saat awal pendaftaran obligasi yang dilakukan oleh PEFINDO
82 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 84
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Informasi Tentang Struktur Grup dan
Kelompok Usaha, Entitas Anak, Entitas
Asosiasi, serta Joint Venture (JV) dan Special
Purpose Vehicle (SPV)
Hingga akhir tahun 2025, Mandiri Tunas Finance tidak tentang nama entitas anak dan/atau asosiasi, persentase
memiliki struktur grup dan kelompok usaha, Entitas kepemilikan saham, keterangan tentang bidang usaha
Anak, Entitas Asosiasi, Penyertaan Saham, Joint Venture entitas anak dan/atau entitas asosiasi, dan keterangan
(JV), Special Purpose Vehicle (SPV), maupun Kerja Sama status operasi entitas anak dan/atau entitas asosiasi.
Operasi (KSO). Dengan demikian, tidak terdapat informasi
Akuntan Publik
Berdasarkan kewenangannya sesuai ketentuan pengadaan ketentuan bahwa akuntan publik yang ditunjuk wajib
barang dan jasa di lingkungan Perseroan, Dewan Komisaris terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
melakukan proses penunjukan calon Auditor Eksternal.
Berdasarkan persetujuan RUPS Tahunan pada tanggal 30 Selanjutnya, berdasarkan Surat KAP Nomor 5340/PSS/2025
Juni 2025, Perseroan menunjuk Kantor Akuntan Publik tanggal 23 Juli 2025, telah disampaikan pemberitahuan
Purwanto Susanti & Surja, a member firm of Ernst & perubahan nama dari KAP Purwantono, Sungkoro & Surja
Young Global Limited, sebagai auditor eksternal untuk menjadi KAP Purwanto Susanti dan Surja. Perubahan tersebut
memeriksa laporan keuangan Perseroan untuk tahun bersifat administratif dan tidak disertai perubahan entitas,
buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. RUPS juga struktur organisasi, maupun tim penugasan. Sehubungan
memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk dengan hal tersebut, Komite Audit merekomendasikan
menetapkan besaran honorarium auditor sesuai ketentuan penggunaan nama KAP yang telah diperbarui dalam
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan pelaksanaan audit atas laporan keuangan tahun buku 2025.
Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik 5 Tahun Terakhir
Tahun Kantor Akuntan Publik Nama Akuntan Jasa yang Diberikan Biaya (Rp) Opini
2025 Purwanto Susanti & Yasir, No. Izin Audit Umum atas Laporan 1.362.500.000 Wajar dalam semua hal yang material
Surja (EY) STTD.KAP-17/ AP.0703 Keuangan tahun buku 2025
PM.021/2025
2024 Purwantono, Sungkoro & Yasir, No. Izin Audit Umum atas Laporan 1.265.400.000 Wajar dalam semua hal yang material
Surja (EY) STTD.KAP-03/ AP.0703 Keuangan tahun buku 2024
PM.22/2018
2023 Purwantono, Sungkoro & Danil Setiadi Audit Umum atas Laporan 2.097.900.000 Wajar dalam semua hal yang material
Surja (EY) STTD.KAP-03/ Handaja, CPA No Keuangan tahun buku 2023
PM.22/2018 Izin AP.1008
2022 Purwantono, Sungkoro & Yovita No. Izin Audit Umum atas Laporan 1.048.950.000 Wajar dalam semua hal yang material
Surja (EY) No. Izin KMK AP.0242 Keuangan tahun buku 2022
No. 603/KM.1/2015
2021 Purwantono, Sungkoro & Yovita No. Izin Audit Umum atas Laporan 1.097.800.000 Wajar dalam semua hal yang material
Surja (EY) No. Izin KMK AP.0242 Keuangan tahun buku 2021
No. 603/KM.1/2015
Jasa Lain dan Biaya KAP/Akuntan Publik Pada Tahun 2025
Pada tahun 2025, tidak terdapat jasa lain yang diberikan Kantor Akuntan Publik kepada Perseroan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 83
Page 85
Profil Perusahaan
Lembaga dan Profesi Penunjang
Perdagangan dan Pencatatan Saham
Nama PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
Alamat Gedung Bursa Efek Indonesia, Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190, Indonesia, Tel: +62 21 515 0515
Surel: callcenter@idx.co.id
Situs Web: www.idx.co.id
Jasa yang Diberikan • Informasi Perdagangan
• Biaya Pencatatan Saham Tahunan
Periode Penugasan 2025
Kustodian
Nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
Alamat Gedung Bursa Efek Indonesia, Menara 1 Lantai 5, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Telp. +62 21 5299 1099
Faks. +62 21 5299 1199
Surel: helpdesk@ksei.co.id
Situs Web: www.ksei.co.id
Jasa yang Diberikan Menyediakan jasa untuk mengadministrasikan efek yang telah dikeluarkan penyedia layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian
transaksi efek serta distribusi hasil aksi korporasi.
Periode Penugasan 2025
Pemeringkat Perusahaan
Nama PT Fitch Rating
Alamat DBS Bank Tower, Lantai 24, Suite 2403, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12940
Jasa yang Diberikan Memberikan penilaian atau pemeringkatan terhadap Perseroan.
Periode Penugasan 2025
Wali Amanat
Nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Divisi Investment Services Bagian Trust & Corporate Services
Alamat Gedung BRI II Lantai 30, Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46
Jakarta 10210
Jasa yang Diberikan Mewakili kepentingan Pemegang Obligasi.
Periode Penugasan 2025
Pemeringkat Efek
Nama PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
Alamat Equity Tower Lantai 30, Sudirman Central Business District, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Jasa yang Diberikan Memberikan penilaian atau pemeringkat terhadap Obligasi yang diterbitkan Perseroan.
Periode Penugasan 2025
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT BNI Sekuritas
Alamat Sudirman Plaza, Indofood Tower Lantai 16
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jakarta 12190
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
84 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 86
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT Aldiracita Sekuritas Indonesia
Alamat Menara Tekno Lantai 9 Jl. H. Fachrudin No. 19
Kebon Sirih, Tanah Abang, Jakarta 10250
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT BCA Sekuritas
Alamat Menara BCA, Grand Indonesia Lantai 41
Jl. M.H. Thamrin No. 1 Jakarta 10310
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT Mandiri Sekuritas
Alamat Menara Mandiri Tower I Lantai 25
Jl. Jend. Sudirman Kav. 54-55 Jakarta 12190
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Alamat Gedung Artha Graha Lantai 18 dan 19, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
Penjamin Pelaksana Emisi Efek
Nama PT BRI Danareksa Sekuritas
Alamat Gedung BRI II Lantai 23 Jl. Jend. Sudirman Kav. 44-46 Jakarta 10210
Jasa yang Diberikan Bertanggung jawab atas penyelenggaraan Penawaran Umum.
Periode Penugasan 2025
Notaris
Nama Notaris & PPAT Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.
Alamat Jl. Panglima Polim V No. 11, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Jasa yang Diberikan Pembuatan akta perjanjian yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi.
Periode Penugasan 2025
Konsultan Hukum
Nama BM & Partners-Poernomo Idna Yashinta, S.H.
Alamat Wisma Haroen, Jl. Raya Pasar Minggu No. 2A, Jakarta Selatan
Jasa yang Diberikan Melakukan legal due diligence terhadap dokumen Perusahaan, Penyusunan Laporan Uji Tuntas dan pembuatan Legal Opini
dalam rangka Penyelenggaraan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi.
Periode Penugasan 2025
Lembaga Pencatatan Aset
Nama PT Rapi Utama Indonesia (RAPINDO)
Alamat Kota Kasablanka, Jl. Raya Casablanca Tower A, Menteng Dalam, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870
Jasa yang Diberikan Mendorong praktik bisnis di sektor jasa keuangan yang lebih sehat, transparan dan akuntabel.
Periode Penugasan 2025
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 85
Page 87
Profil Perusahaan
Situs Web Perusahaan
Untuk memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) laporan berkala dan aksi korporasi, disajikan melalui
No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau halaman www.mtf.co.id/korporat di bawah pengelolaan
Perusahaan Publik, Mandiri Tunas Finance menyediakan Sekretaris Perusahaan.
situs web sebagai sarana keterbukaan informasi kepada
publik. Situs web Perseroan tersedia dalam bahasa Situs web menjadi sarana utama Perseroan dalam
Indonesia dan bahasa Inggris dan dapat diakses melalui menyediakan informasi kepada publik. Melalui platform
www.mtf.co.id. ini, pemangku kepentingan dapat memperoleh berbagai
informasi mengenai Perseroan, kegiatan korporasi, serta
Situs web Perseroan tersedia dalam dua platform. Halaman produk dan layanan yang ditawarkan. Pengelolaan konten
produk dan layanan dikelola oleh Strategic Marketing & dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh
Communication Division bersama Business and Operation informasi yang disajikan senantiasa akurat dan relevan
Support Division, sedangkan informasi korporasi, termasuk dengan perkembangan Perseroan.
86 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 88
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Navigasi Situs Web Korporat Mandiri Tunas Finance
www.mtf.co.id/korporat
Menu Cakupan Konten
Informasi Perusahaan • Sejarah MTF
• Struktur Organisasi Perusahaan
• Struktur Kepemilikan Saham
• Struktur Grup Perusahaan
• Manajemen
• Profesi Penunjang
• Anggaran Dasar
• Produk Pembiayaan
• Penghargaan
• Hubungi Kami
Tata Kelola Perusahaan • Praktik Tata Kelola
• GCG Charter
• Corporate Code of Conduct
• Piagam Komite Audit
• Kode Etik Pegawai
• Pedoman Kerja Komite-komite
• Anggota Komite Audit
• Prosedur Nominasi dan Remunerasi
• Kebijakan Manajemen Risiko
• Kebijakan Mekanisme Sistem Pelaporan Pelanggaran
• Penerapan Program APU PPT dan PPPSPM
• Kebijakan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI)
• Kebijakan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)
Informasi Investor • Prospektus
• Laporan Tahunan
• Laporan Keberlanjutan
• Laporan Keuangan
• Ikhtisar Data Keuangan Penting
• Pemeringkatan
• RUPS
• Informasi Obligasi
• Informasi Dividen
• Keterbukaan Informasi
Jaringan Cabang Kanal untuk melihat cakupan jaringan usaha MTF yang tersebar di Indonesia
Berita & CSR • Berita Kegiatan Korporat
• Berita CSR
• Galeri Video
• Liputan Media
• Siaran Pers
Karier Microsite dengan alamat www.karir.mtf.co.id tentang informasi lowongan pekerjaan di Perseroan
ESG • Ringkasan
• Laporan & Dokumen
• Kontak & Info
Tabel Pemenuhan Informasi pada Situs Perusahaan Sesuai dengan POJK
No. 8/POJK.04/2015
Cakupan Informasi Ketersediaan di Situs Web MTF
Informasi Pemegang Saham sampai dengan Pemilik Akhir Individu
Pedoman Kode Etik
Informasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling kurang meliputi bahan mata acara yang dibahas
dalam RUPS, ringkasan risalah RUPS, dan informasi tanggal penting yaitu tanggal pengumuman RUPS, tanggal
pemanggilan RUPS, tanggal RUPS, tanggal ringkasan risalah RUPS diumumkan
Laporan Keuangan Tahunan Terpisah (5 tahun terakhir)
Laporan Tahunan Lebih Dari 5 Tahun Terakhir
Profil Dewan Komisaris dan Direksi
Piagam/Charter Dewan Komisaris, Direksi, Komite-komite, Pedoman Kode Etik, Alamat Kantor, Informasi WBS
Informasi Investor
Berita & CSR
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 87
Page 89
Profil Perusahaan
Wilayah Operasional
1
Aceh
Sumatra Utara Medan
Kepulauan Riau
Riau Kalimantan Utara
8
Kalimantan Barat Kalimantan Timur
Jambi 2
Sumatra Barat
Balikpapan
Kepulauan Kalimantan Tengah
Regional 1 Bangka Belitung
Sumatra Palembang
Bengkulu
• MTF Medan Sumatra Selatan
4
• MTF Medan II 3
• MTF Medan Multiguna
• MTF Rantau Prapat Lampung
5 6
Kalimantan
Selatan
• MTF Batam 7
• MTF Batam Multiguna DKI Jakarta
• MTF Pekanbaru
• MTF Pekanbaru II Duren Jawa
BSD Tiga 2 Tengah
• MTF Pekanbaru Multiguna
• MTF Duri Banten Bandung I
Semarang Nusa
Surabaya II Tenggara
Jawa Barat Barat
D. I. Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Regional 2
Regional 3 Regional 4 Regional 5
Sumatra
Jawa Jawa Jawa
• MTF Padang
• MTF Padang Multiguna • MTF Pecenongan • MTF Matraman • MTF Karawang
• MTF Bukittinggi • MTF Kelapa Gading • MTF Fatmawati • MTF Sukabumi
• MTF Jambi • MTF Tanjung Duren • MTF Lebak Bulus • MTF Bandung I
• MTF Jambi Multiguna • MTF Kebon Jeruk • MTF Duren Tiga 2 • MTF Bandung II
• MTF Muara Bungo • MTF Kebon Jeruk Multiguna • MTF Duren Tiga Captive • MTF Bandung III
• MTF Bengkulu • MTF Kemayoran • MTF Bekasi • MTF Tasikmalaya
• MTF Palembang • MTF Pluit • MTF Bekasi Multiguna • MTF Cirebon
• MTF Palembang II • MTF Cilegon • MTF Depok • MTF Garut
• MTF Palembang Multiguna • MTF Serang • MTF Cibinong • MTF Karawang Multiguna
• MTF Baturaja • MTF Tangerang • MTF Bogor • MTF Bandung Multiguna
• MTF Lubuklinggau • MTF BSD • MTF Cibubur • MTF Subang
• MTF Bandar Lampung • MTF Bintaro • MTF Cikarang
• MTF Lampung Multiguna • MTF Rangkasbitung • MTF Pondok Gede
• MTF Bandarjaya • MTF BSD Multiguna
• MTF Pangkal Pinang • MTF Serang Multiguna
88 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 90
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Kantor Wilayah Kantor Fleet
• Regional 1 - MTF Medan • Fleet Makassar
• Regional 2 - MTF Palembang
• Regional 3 - MTF BSD
• Regional 4 - MTF Duren Tiga 2
• Regional 5 - MTF Bandung I
• Regional 6 - MTF Semarang
• Regional 7 - MTF Surabaya II
• Regional 8 - MTF Balikpapan
• Regional 9 - MTF Makassar
Sulawesi Utara Maluku Utara
Gorontalo
Papua Barat Daya
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Papua
9
Papua Barat
Maluku
Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Papua Pegunungan
Papua Tengah
Makassar
Nusa Papua Selatan
Tenggara
Timur
Regional 6 Regional 7 Regional 8 Regional 9
Jawa Jawa, Bali & Kalimantan Sulawesi,
• MTF Tegal Nusa Tenggara • MTF Pontianak
Maluku & Papua
• MTF Purwokerto • MTF Sintang
• MTF Surabaya I • MTF Makassar
• MTF Semarang • MTF Banjarmasin
• MTF Surabaya II • MTF Makassar II
• MTF Ungaran • MTF Banjarbaru
• MTF Malang • MTF Parepare
• MTF Semarang Multiguna • MTF Palangkaraya
• MTF Kediri • MTF Kendari
• MTF Solo • MTF Kotawaringin Timur (Sampit)
• MTF Jember • MTF Manado
• MTF Solo Multiguna • MTF Samarinda
• MTF Madiun • MTF Kotamobagu
• MTF Kudus • MTF Balikpapan
• MTF Tuban • MTF Palu
• MTF Magelang • MTF Tarakan
• MTF Mojokerto • MTF Luwuk
• MTF Pekalongan • MTF Samarinda Multiguna
• MTF Gresik • MTF Mamuju
• MTF Yogyakarta • MTF Banjarmasin Multiguna
• MTF Banyuwangi • MTF Gorontalo
• MTF Yogyakarta Multiguna • MTF Bontang
• MTF Denpasar • MTF Sorong
• MTF Ketapang
• MTF Gianyar • MTF Jayapura
• MTF Pontianak Multiguna
• MTF Surabaya Multiguna • MTF Ambon
• MTF Malang Multiguna • MTF Makassar Multiguna
• MTF Denpasar Multiguna • MTF Manado Multiguna
• MTF Mataram
• MTF Kupang
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 89
Page 91
Profil Perusahaan
Alamat Kantor Cabang
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
Regional 1 MTF Medan I Jalan Ring Road, Kel. Tanjung Sari, Kec. Medan Selayang, Kab. Medan, Provinsi Sumatera (061) 8220915
Utara Selayang Kota Medan Kodepos 20132 (samping Hotel Sahara Viesta), 20232
MTF Medan II Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi (061) 4151818
Sumatera Utara
MTF Medan Jl. H. Adam Malik No. 19, Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera -
Multiguna Utara 20236
MTF Rantau Prapat Kompleks M88 Jalan Sisingamangaraja No. 8I, 8J Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan (0624) 7671497
Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara
MTF Batam Komplek Ruko Centre Park, Blok A No: 13, Kel. Taman Baloi, Kec. Batam Kota, Propinsi (0778) 464354
Kepulauan Riau
MTF Batam Ruko Centre Park Blok A Nomor 13, RT 001 RW 011, Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan -
Multiguna Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau
MTF Pekan Baru I Jl. Arifin Ahmad, Komplek Platinum Bisnis Center No 25-26, RT 003/RW 011, Kelurahan (0761) 63442
Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Provinsi Riau 28294
MTF Pekan Baru II Jl. Komplek Ruko Royal Platinum Arengka II Nomor 89, Kelurahan Simpang Baru, (0761) 7415380
Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau
Pekan Baru Jl. Arifin Ahmad, Komplek Platinum Bisnis Center No 25-26, RT 003/RW 011, Kelurahan -
Multiguna Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Provinsi Riau 28294
MTF Bengkalis Jl. Hang Tuah, RT 001/ RW 018, Kel. Air Jamban, Kec. Mandau, Kab. Bengkalis, Riau (0765) 595155
(Duri)
Tanjung Pinang Ruko Grand Bintan Center, Jl. DI Panjaitan KM 9, Kelurahan Air Raja, Kecamatan -
Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang, Propinsi Kepulauan Riau.
Fleet MTF Fleet Medan - -
Regional 2 Padang JL. S Parman No. 236 A, Kel. Ulak Karang Barat, Kec. Padang Utara, Padang, Propinsi (0751) 4488972
Sumatera Barat
Bukittinggi Jl. By Pass, Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Kota Bukittinggi, (0752) 7839132
Provinsi Sumatera Barat
Padang Multiguna Jl. S. Parman No. 236A, Ulak Karang, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kec. Padang Utara, -
Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat
MTF Jambi Jl. Gajah Mada No.82, RT 022/RW 006, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota (0741) 7550022
Jambi
MTF Jambi Jl. Gajah Mada No.85, RT 022/RW 006, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota -
Multiguna Jambi
MTF Muara Bungo Jl. Sudirman RT.14 RW.05 Kelurahan Batang Bungo Kecamatan Pasar Muara Bungo, Kab. (0747) 323782
Bungo Prov. Jambi
MTF Bengkulu Jl. Pangeran Natadirja KM. 6,5 No. 29 RT. 02 RW. 01 Kelurahan Jalan Gedang, (0736) 347710
Kecamatan Gading Cempaka, Bengkulu
MTF Palembang Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan (0711) 379724
MTF Palembang II Jl. Radial Komplek Ruko Transmart RT.21 RW.05, Kelurahan Dua Puluh Empat Ilir, (0711) 1772-976
Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
MTF Palembang Jl. R. Sukamto Kompleks Ruko PTC Mall Blok G No. 31, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir -
Multiguna Timur II, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
MTF Ogan Jl. Dr. M. Hatta No. 1067 RT 18/05, Kel. Kemalaraja, Kec. Baturaja Timur, Kab. Ogan (0735) 322026
Komering Ulu Komering Ulu, Prov. Sumatera Selatan
(Baturaja)
90 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 92
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
MTF Lubuk Linggau Jl. Yos Sudarso No. 90, Kelurahan Majapahit, Kecamatan Lubuklinggau Timur/ I, (0733) 732 9631
Lubuklinggau, Sumatera Selatan
MTF Bandar Jl. Pangeran Antasari RT 009/RW 02, Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, (0721) 773557
Lampung Kota Bandar Lampung
MTF Lampung Jalan Pangeran Antasari Nomor 110, Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim, -
Multiguna Bandar Lampung, Provinsi Lampung
MTF Lampung Jl. Proklamator Raya Blok A1 Kel. Yukum Jaya Kec. Terbanggi Besar Kab. Lampung (0725) 529691
Tengah (Bandarjaya) Tengah
MTF Pangkal Pinang Jl. Pulau Bangka Ruko City Hall Blok 7 RT 009/RW 003, Kelurahan Air Itam, Kecamatan (0717) 4256832
Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Regional 3 MTF Pecenongan Jl. Sukardjo Wirjo Pranoto No.2/6, Kel. Kebon Kelapa, Kec. Gambir, Jakarta Pusat, DKI (021) 3847288
Jakarta
MTF Kemayoran Jl. Gunung Sahari Raya Blok C No. 35, Kel. Ancol, Kec. Pademangan, Jakarta Utara (021) 22620253
MTF Kelapa Gading Jl. Boulevard Barat Blok C No.63A, Plaza Kelapa Gading Inkopal, Kel. Kelapa Gading (021) 45851153
Barat, Kec. Kelapa Gading, Jakarta Utara, DKI Jakarta
MTF Tanjung Duren JL. Prof Dr Latumenten, Komplek Ruko Seasons City Blok A No. 28, Kel. Jembatan Besi, (021) 29618062
Kec. Tambora, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
MTF Cilegon Ruko Cilegon Business Square Blok A No. 6-7 RT.05/RW.06, Kel. Kedaleman, Kec (0254) 374909
Cibeber, Kota Cilegon, Provinsi Banten, 42422
MTF Serang Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten (0254) 8496152
MTF Tangerang Rukan Business Park Tangerang City, Cikokol Jl. Jendral Sudirman No.1, Kel. Babakan, (021) 29676323
Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten, 15117
MTF Rangkasbitung Jl. Soekarno Hatta/ByPass Perempatan Sumur Buang. Cibadak-Lebak RT. 005 RW. 001, (0252) 209765
Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, 42317
MTF Kebon Jeruk Jl. Meruya Ilir Raya, Komplek Perumahan Rich Palace Nomor 36-40 Blok A-11, Kelurahan (021) 58910034
Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta.
MTF Pluit Galeri Niaga Mediterania I Jl. Pantai Indah Utara 2, RT.1/RW.16 Kelurahan Kapuk Muara, (021) 5882175
Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, 14460
MTF BSD Ruko BSD Junction Blok A No. 39-40, Kel. Lengkong Wetan, Kec. Serpong, Kota (021) 5382090
Tangerang Selatan, Provinsi Banten
MTF Bintaro Ruko Emerald Evenue 2 EB/B-09 Jl. Bintaro Utama kel. Perigi Utama Kec. Pondok Aren (021) 22215659
Bintaro Jaya-Tangerang Selatan
MTF BSD Multiguna Ruko BSD Junction Blok A41 Jl. Pahlawan Seribu Kel. Lengkong Wetan, Kec. Serpong- -
Kota Tangerang Selatan 15310
MTF Serang Ruko Ranca Utama, Jalan Raya Serang-Cilegon KM 4, Kp. Ranca Tales, RT 003 RW 004, -
Multiguna Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Provinsi Banten
MTF Kebon Jeruk Ruko Rich Palace Shop House and Sweet Regency Blok A.11, Jl. Meruya Ilir Raya No. 36- -
Multiguna 40, Kel. Srengseng, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
Regional 4 MTF Matraman Apartemen Patria Park, Jl. D.I Panjaitan Kavling Nomor 5-6-7 Nomor RK 02 Lantai G-01 (021) 85917920
Rukan MZ Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara, Kota Jakarta Timur
MTF Matraman Jl. Jatinegara Timur No 37 Kelurahan Balimester kecamatan Jatinegara RT 008 RW 004 -
Captive Jakarta Timur.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 91
Page 93
Profil Perusahaan
Alamat Kantor Cabang
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
MTF Fatmawati Rukan Plaza 5 Pondok Indah Blok D Nomor 5 Jl. Marga Guna, Kelurahan Gandaria Utara, (021) 27933248
Kecamatan Kebayoran Baru, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta, 12150
MTF Duren Tiga 2 Jl. Duren Tiga, Nomor 29 A-B, RT 005/RW 001, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan (021) 79195795
Pancoran, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12760
MTF Bekasi Ruko Emerald Summarecon Bekasi Blok UA Nomor 039, type 450, Kel. Margamulya, Kec. (021) 89454997
Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat.
MTF Bekasi Ruko Grand Kota Bintang C6 RT 04 RW 07, Kelurahan Jaka Sampurna, Kecamatan Bekasi -
Multiguna Barat, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat
MTF Depok Jl. Margonda Raya No.88 Rukan Depok Mal Blok B No.50, Kemirimuka Beji, Depok (021) 7756733
MTF Cibinong Cibinong City Center, Jl. Tegar Beriman Blok D No. 3B, Kelurahan Pakansari, Kecamatan (021) 29577430
Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16915
MTF Cibubur Jalan Cibubur Timesquare B-4/22,23,23A, RT 001/RW 10, Kel. Jati Karya, Kec. Jati (021) 84300687
Sampurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat
MTF Cikarang Komplek Cikarang Central City blok E No. 15 Jl. Raya Cikarang-Cibarusah, Ciantra, (021) 22180581
Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat 17550
MTF Lebak Bulus Ruko Bona Indah Business Center Blok B1 Nomor 9X, Jalan Karang Tengah, Kelurahan (021) 27819838
Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
MTF Pondok Gede Ruko Pondok Gede Plaza Blok B No.1 & 2 Jl. Raya Pondok Gede RT.001/RW.001 Kel. (021) 85508709
Jatiwaringin, Kec.Pondok Gede, Kota Bekasi 17411
MTF Duren Tiga Ruko Mampang Business Park Blok A No. 18, Jalan Hj. Tutty Alawiyah Nomor 301, RT -
Captive 010 RW 003, Kel. Duren Tiga, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
MTF Bogor Jl. Siliwangi No. 60 B & B-2, RT 005/RW 004, Kel. Lawanggintung, Kec. Bogor Selatan, (0251) 8371118
Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, 16134
Regional 5 MTF Karawang Blok A Kavling No. 33 Grand Taruma, Desa/Kelurahan Sukamakmur, Kecamatan (021) 58910034
Telukjambe Timur, Kabupaten/Kota Karawang, Provinsi Jawa Barat.
MTF Sukabumi Jl. Jendral Sudirman NO 57F RT 01/05 Kel Sriwidari Kec Gn .Puyuh Kota Sukabumi, (0266) 6223723
43121
MTF Bandung 1 Kopo Plaza Kav. C10-11, Jl. Peta Lingkar Selatan, Bandung, Jawa Barat, 40233 (022) 60401 19
MTF Bandung 2 Jl. BKR No. 141, RT. 004/RW. 003, Kel. Cigereleng, Kec. Regol, Bandung, 40253 (022) 42833444
MTF Bandung 3 Jl. Batununggal Indah IV Nomor 73, Kel Mengger, Kec Bandung Kidul, Kota Bandung, (022) 87306880
Jawa Barat
MTF Tasikmalaya Jl. Yudanegara No. 24, 003/001, Yudanagara, Cihideung, Tasikmalaya, 46121 (0265) 344905
MTF Cirebon Ruko Kesambi Regency Blok A No. 4 Jl. Raya Kesambi, Kel. Kesambi, Kec. Kesambi, (0231) 8308522
Cirebon, Jawa Barat
MTF Garut Pertokoan Intan Bisnis Center (IBC) Blok I No. 27, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. (0262) 544605
Garut, Provinsi Jawa Barat
MTF Subang Jl. Otto Iskandar Dinata Nomor 262, RT 095/RW 026, Kel. Karanganyar, Kec. Subang, (0260) 415869
Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat
MTF Karawang Ruko Dharmawangsa II Blok A No. 35, Grand Taruma, Kel. Sukamakmur, Kec. Telukjambe -
Multiguna Timur, Kab. Karawang, Provinsi Jawa Barat 41361
MTF Bandung Jalan BKR Nomor 94 RT 003 RW 005, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung (0260) 415869
Multiguna
Regional 6 MTF Tegal Ruko Komp. Nirmala Square Blok D/2, Jl. Yos Sudarso, Tegal (0283) 324066
MTF Purwokerto Jl. DI Panjaitan RT 005/002 Karangklesem, Purwokerto Kulon, Purwokerto Selatan, (0281) 642645
Banyumas
92 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 94
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
MTF Semarang Jl. Indraprasta No. 30 A-B, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, (024) 3589008
50241
MTF Ungaran Mutiara Ungaran Square, Kelurahan Ungaran, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten (024) 76902099
Semarang, Jawa Tengah
MTF Solo Ruko Adi Sucipto, Jl. Adi Sucipto 167 RT 003/RW 011 Kelurahan Kerten, Kecamatan (0271) 738989
Laweyan, Kota Surakarta, Solo, Jawa Tengah 57143
MTF Kudus Komplek Ruko Sudirman Square, Nomor 101, Kavling B15-B16, Jalan Sudirman, (0291) 4252070
Kelurahan Nganguk, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Propinsi Jawa Tengah
MTF Magelang Metro Square, Jl. Mayjend. Bambang Soegeng, Desa Sumberrejo, Kecamatan (0293) 312406
Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah
MTF Pekalongan Komplek Ruko Dupan Square, Jl. Dr. Sutomo Blok B2 No. 10, Kelurahan Baros, (0285) 4420100
Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah
MTF Semarang Jalan Indraprasta Nomor 32, Kel. Pendrikan Kidul, Kec. Semarang Tengah, Kota -
Multiguna Semarang
MTF Solo Multiguna Jalan Adi Sucipto RT 001 RW 013, Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota -
Surakarta, Jawa Tengah
MTF Yogyakarta Jl. Ring Road Utara Km 1,5 No 8 Gondangan Ringinsari Maguwoharjo RT 05 RW 50 (0274) 860 9901
Depok Sleman Yogyakarta 55282
MTF Yogyakarta Ruko Sumber Baru Square Kav. W, Jalan Ringroad Utara, Kelurahan Sendangadi, -
Multiguna Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Provinsi D.I. Yogyakarta
Regional 7 MTF Surabaya 1 Jl. Mayjend Sungkono No. 149-151 Blok 1-5, Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh (031) 99533640
Pakis, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
MTF Surabaya 2 Jl. Raya Tenggilis No 23 Kav 5-6, RT 005/RW 002, Kel. Kendangsari, Kec. Tenggilis (031) 8420450
Mejoyo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
MTF Malang Jl. Tumenggung Suryo No 98 Kav 1, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota (0341) 497927
Malang, Jawa Timur
MTF Kediri Desa/Kelurahan Mojoroto, Kec. Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur (0354) 775192
MTF Jember Ruko Gajah Mada Square A9, Jl. Gajah Mada No.187, Kel. Kaliwates, Kec. Kaliwates, (0331) 425959
Jember, Jawa Timur, 68133
MTF Madiun Jl. Mayjen Sungkono RT 037/RW 012, Kel. Nambangan Kidul, Kec. Manguharjo, Kota (0351) 473176
Madiun, Provinsi Jawa Timur
MTF Tuban Jl. Diponegoro No.34 C, Kel. Latsari, Kec. Tuban, Tuban, Jawa Timur, 62314 (0356) 326381
MTF Mojokerto Jl. Bhayangkara No.110, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, (0321) 329688
Provinsi Jawa Timur, 61313
MTF Gresik Ruko Kartini Megah Kav. A10, Jl. RA Kartini No. 150-152 RT 003/RW 007, Kelurahan (031) 3985189
Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur.
MTF Banyuwangi Ruko Golden City, Jl. S. Parman, Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten -
Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur
MTF Malang Jalan Tumenggung Suryo Nomor 98, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota -
Multiguna Malang, Provinsi Jawa Timur
MTF Surabaya Ruko Mangga Dua Blok B1-05, Kelurahan Jagir, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, -
Multiguna Provinsi Jawa Timur
MTF Denpasar Jl. Buluh Indah No. 53 kav. 1, Kel. Pemecutan Kaja, Kec. Denpasar Utara, Bali, 80118 (0361) 8469896
MTF Gianyar Jl. Erlangga No.15 C, Kel. Gianyar, Kec. Gianyar, Gianyar, Bali, 80511 (0361) 944478
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 93
Page 95
Profil Perusahaan
Alamat Kantor Cabang
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
MTF Denpasar Jl. Raya Cargo No. 16, Kel. Ubung, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali -
Multiguna
MTF Mataram Jl. Selaparang No. 47 A-B, Kec. Cakranegara Timur, Mataram, Nusa Tenggara Barat, (0370) 638277
83236
MTF Kupang Jl. Timor Raya KM 6, RT011/RW004 Kel. Oesapa Barat, Kelapa Lima, Kupang, Nusa (0380) 8586290
Tenggara Timur, 85288
Fleet MTF Fleet Surabaya - -
Regional 8 MTF Pontianak Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota (0561) 66555718
Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat
MTF Sintang Jl. Sintang-Pontianak, KM.6 Dsn Tunas Jaya Sintang, Desa Balai Agung, Kecamatan (0565) 2022080
Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, 78614
MTF Ketapang Jl. Gatot Subroto, RT 002 RW 001, Komplek Ruko Grand Rivera No. A1-2, Desa Paya (0534) 3032761
Kumang, Kec. Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat 78813
MTF Banjarmasin Jl. Gatot Subroto No. 9A RT 33, Kel. Kuripan, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin (0511) 3277145
70235
MTF Banjarbaru Jl. Trikora RT 006 RW 005 Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan, (0511) 4772067
Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan
MTF Banjarmasin Jalan Gatot Subroto No. 9B RT 33, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Banjarmasin Timur, -
Multiguna Kota Banjarmasin 70235
MTF Palangkaraya Jl. G. Obos, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Provinsi (0536) 3224277
Kalimantan Tengah
MTF Kotawaringin Jl. Mas Tirto Haryono, RT 22 RW 09, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa (0531) 23216
Timur (Sampit) Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah
MTF Samarinda Jalan Wahid Hasyim, Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Sempaja Selatan, Samarinda (0541) 7273930
Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75119
MTF Balikpapan Daun Village Blok A 6,8,10 Jalan MT. Haryono, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan (0542) 8860744
Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur
MTF Tarakan Jl. Yos Soedarso No. 5 RT 14, Kel. Selumit Pantai, Kec. Tarakan Tengah, Tarakan, (0551) 3805972
Kalimantan Timur
MTF Bontang Jl. Bhayangkara, Kel. Gunung Elai, Kec. Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi (0548) 24488
Kalimantan Timur
MTF Samarinda Jl. Dr. Sutomo No. 48, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, -
Multiguna Provinsi Kalimantan Timur
MTF Pontianak Komplek Ruko Mega Mall Jl. Jendral Ahmad Yani Blok B No. 35-36 , Parit Tokaya, -
Multiguna Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat 78115
Regional 9 MTF Makassar I Jalan Citraland Boulevard, Kompleks Citraland Business Park Blok A1/02 dan A1/03 -
Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar Provinsi Sulawesi
Selatan
MTF Makassar II Jalan AP Pettarani, Kel. Tidung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (0411) 467566
MTF Parepare Jl. Sultan Hasanuddin No. 16 A, Kelurahan Ujung Sabang, Kecamatan Ujung, Pare-Pare, (0421) 28622
Sulawesi Selatan, 91114
MTF Makassar Jalan Citraland Boulevard Ruko Business Commercial Park CPI Blok A1 No. 2-3, -
Multiguna Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi
Selatan
94 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 96
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Provinsi Nama Cabang Alamat Terkini Telepon
MTF Kendari Jl. Brigjen M. Joenoes By Pass Square Blok A Nomor 5, Kelurahan Bende, Kecamatan (0401) 3135093
Kadia, Kota Kendari
MTF Manado Kelurahan Wenang Utara, Kecamatan Wenang, Kotamadya Manado, Provinsi Sulawesi (0431) 8819809
Utara
MTF Kotamobagu Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Provinsi (0434) 2621540
Sulawesi Utara
MTF Manado Jl. Piere Tendean Komplek Marina Plaza Blok C No. 03 & 17, Kel. Wenang Utara, Kec. -
Multiguna Wenang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara 95111
MTF Palu Jl. Monginsidi Nomor 24-25, RT 002, RW 006, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu (0451) 454139
Timur, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah
MTF Luwuk Jl. Urip Sumoharjo Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah (0461) 23128
MTF Gorontalo Jl. Nani Wartabone, Kelurahan Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota (0435) 822315
Gorontalo
MTF Mamuju Komplek Ruko Maleo Town Square Jl. Yos Sudarso No. A1, Kec. Mamuju, Kabupaten (0426) 2324777
Mamuju, Sulawesi Barat 91515
MTF Ambon Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku (0911) 3829445
MTF Jayapura Jl. Raya Abepura Kotaraja, Kelurahan Vim, Kecamatan Jayapura Selatan, Kota Jayapura, (0967) 5187813
Provinsi Papua
MTF Sorong Ruko Toko Central Samping Bank Papua, Jl. Basuki Rahmat KM.10, Sorong Papua Barat (0951) 3177597
Fleet MTF Fleet Makassar Jalan Lanto Dg Pasewang, Mamajang, Kota Makassar -
Alamat Kantor Selain Kantor Cabang (KSKC)
No. Cabang Utama KSKC Alamat
1 Kendari Kolaka Jl. Khairil Anwar No. 1 (Tenant Mall Hotel Sunan Kolaka)
2 Parepare Palopo Jl. Datuk Sulaiman, Kel. Pontap, Kec. Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan
3 Jakarta Pusat Graha Sultan Jalan Cideng Timur Nomor 23-A, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir,
Jakarta Pusat.
4 Padang Dharmasraya Jl. Lintas Sumatera Kel. Sungai Gambut, Kec. Pulau Punjung, Dharmasraya
5 Pontianak Singkawang Jl. Yohana Godang Depan Gedung Bantilan Kelurahan Pasiran Kecamatan Singkawang
Barat
6 Kendari Bau-Bau Jl. Lakarambau, Lipu, Kec. Betoambari, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara
7 Palembang Prabumulih Jl. Jendral Sudirman Desa Cambai, Kec. Pembantu Lembak Kab. Muara Enim Provinsi
Sumatera Selatan
8 Sampit Pangkalan Bun JL. Ahmad Yani KM 4 Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan
9 Tarakan Berau Kelurahan Sei Bedungun, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Provinsi
Kalimantan Timur
10 Bontang Sangatta Perum GPL II Cluster Bintang Jaya, Desa Swarga Bara, Kec. Sangatta Utara, Kab. Kutai
Timur, Provinsi Kalimantan Timur
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 95
Page 97
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Analisis &
Pembahasan
Manajemen
75,06%
Pencapaian
Prinsip Kehati- Pendapatan
Dibanding
hatian Menjadi Target
Kunci
Kondisi perekonomian yang
kurang kondusif disikapi dengan
pengelolaan biaya yang lebih
efisien agar pertumbuhan yang
optimal tetap terjaga.
Perseroan menerapkan prinsip
kehati-hatian dalam mengelola
pembiayaan, guna menjaga
kualitas aset.
96 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 98
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
1,08x
Rasio
Lancar
Rp400
miliar
Laba
Bersih
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 97
Page 99
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Kajian Perekonomian Makro dan Industri
Kondisi Perekonomian Makro Kondisi Industri Perusahaan Pembiayaan
Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 Dinamika perekonomian global di tahun 2025 turut
diproyeksikan sebesar 3,1% YoY, menunjukkan memberikan tekanan terhadap kondisi ekonomi domestik.
perlambatan seiring meningkatnya tekanan geopolitik Perlambatan ekonomi global, volatilitas pasar keuangan,
dan konflik perdagangan yang dipicu oleh kebijakan tarif serta tingginya tensi geopolitik mendorong pelaku usaha
yang diinisiasi oleh Presiden Trump. Di tengah kondisi dan masyarakat untuk bersikap lebih berhati-hati dalam
tersebut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan melakukan investasi dan konsumsi. Di sisi lain, tingkat inflasi
resiliensinya dengan mencatat pertumbuhan Produk riil cenderung meningkat dan berada di atas laju inflasi yang
Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,11% YoY, meningkat tercatat oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Kondisi tersebut
dari 5,03% YoY di tahun 2024. Konsumsi rumah tangga mendorong banyak perusahaan melakukan langkah
masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi efisiensi, antara lain melalui pemutusan hubungan kerja
Indonesia, meskipun laju pertumbuhannya berada di (PHK) maupun penutupan kegiatan usaha. Gelombang
bawah pertumbuhan ekonomi nasional. PHK yang cukup signifikan terjadi sepanjang tahun 2025
dan berdampak pada penurunan daya beli masyarakat
Pertumbuhan PDB Indonesia 2021-2025 secara umum.
Penurunan daya beli tersebut selanjutnya memengaruhi
kinerja penjualan produk konsumen, khususnya kendaraan
6
5,31 5,11 roda empat yang selama ini menjadi salah satu pilar utama
5,02
5,05 5,03
5 pembiayaan nasional. Sebagai dampaknya, industri
4 3,69
pembiayaan sepanjang tahun 2025 mengalami kontraksi
3
2,072 kinerja. Hingga November 2025, total booking baru
1 industri pembiayaan tercatat menurun sebesar 4,14% YoY
0 secara tahunan.
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor
2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil nasional sepanjang
2025 mencapai 803.687 unit (wholesales), atau turun
Sementara itu, laju inflasi tetap terjaga dalam rentang sebesar 7,2% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai
sasaran Bank Indonesia yang sebesar 1,5%–3,5%. Pada 865.723 unit. Sementara itu, penjualan dari dealer langsung
Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 2,92% YoY. ke konsumen akhir (retail) tercatat sebesar 833.692 unit di
Seiring terjaganya inflasi, Bank Indonesia menurunkan tahun 2025 atau turun 6,3% dibandingkan tahun 2024.
suku bunga acuannya secara bertahap dan mencapai level
4,75% pada akhir Desember 2025, atau turun sebesar Khusus di bulan Desember 2025, kinerja penjualan mobil
125 basis poin kumulatif dibandingkan Desember 2024. menunjukkan perbaikan yang signifikan, dimana penjualan
Tren penurunan suku bunga acuan tersebut menciptakan wholesales mencapai 94.100 unit, atau naik 25,7% YoY.
kondisi yang relatif kondusif bagi pertumbuhan kredit dan Penjualan retail pada periode yang sama juga meningkat
pembiayaan di Indonesia. sebesar 22,7% YoY.
Suku bunga acuan Bank Indonesia tahun 2025
%
6 5,75% 5,75% 5,75% 5,75%
5,50% 5,50%
5,25%
5 5%
4,75% 4,75% 4,75% 4,75%
4
3
2
1
0 Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des 2025
98 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 100
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Berdasarkan merek, produsen asal Jepang masih menguasai Secara keseluruhan, outstanding piutang pembiayaan
pasar. Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors memimpin masih tumbuh sebesar 1,07% YoY, dengan rasio kredit
penjualan wholesales, sementara Toyota, Daihatsu, dan bermasalah (NPL) tercatat sebesar 2,47%. Dari sisi struktur
Honda mencatat penjualan retail tertinggi. keuangan, gearing ratio industri menurun dari 2,33x pada
September 2024 menjadi 2,17x pada September 2025,
Tahun 2025 juga mencatat fenomena meningkatnya yang mengindikasikan penerapan strategi pengelolaan
permintaan terhadap kendaraan listrik, seiring masuknya utang yang lebih konservatif.
berbagai merek baru dengan harga yang semakin
terjangkau. Perkembangan ini menandai pergeseran Namun demikian, tekanan terhadap profitabilitas masih
preferensi masyarakat ke arah kendaraan yang lebih dirasakan industri, tercermin dari penurunan rasio
efisien dan ekonomis. profitabilitas. Return on Assets (ROA) industri menurun
dari 5,35% pada Juni 2024 menjadi 4,97% pada Juni
Pada segmen pembiayaan sepeda motor, booking 2025, sementara Return on Equity (ROE) turun dari 14,46%
pembiayaan baru mencatat pertumbuhan sebesar 1,40% menjadi 13,43%.
YoY, mencerminkan minat konsumen pada kendaraan
yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kondisi daya
beli saat ini.
Tinjauan Operasional
Gambaran Kinerja Kegiatan Usaha Pembiayaan
Kegiatan usaha Perseroan mendapatkan dukungan yang besar dan kuat dari Perusahaan Induk, dimana Bank Mandiri
mendorong Perseroan untuk menggarap nasabah serta debitur retail dan wholesales untuk memenuhi kebutuhan
pembiayaan serta dukungan pendanaan yang berkelanjutan. Dari sisi Tunas Ridean juga mendukung penetrasi bisnis di
grup usahanya. Perseroan memiliki market captive yang besar dari dukungan Perusahaan Induk. Selain dukungan yang
kuat dari Perusahaan Induk, Mandiri Tunas Finance secara berkelanjutan terus meningkatkan dan memperluas kerja sama
dengan seluruh Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan bermotor dan jaringan dealer serta partner bisnis di seluruh
wilayah kantor pemasaran Perseroan untuk meningkatkan market share pembiayaan.
Secara umum, jangka waktu pembiayaan ditetapkan selama 1 (satu) hingga 7 (tujuh) tahun dengan jangka waktu
pembiayaan terbanyak adalah 4 (empat) tahun. Sebagai agunan untuk pembiayaan adalah Bukti Pemilikan Kendaraan
Bermotor (BPKB) asli yang ditahan dan disimpan selama tenor pembiayaan.
Perkembangan Volume dan Nilai Kontrak Baru Berdasarkan Jenis Pembiayaan
Uraian Volume (Unit) Nilai (Rp juta) Kenaikan (Penurunan), %
Jenis Pembiayaan 2025 2024 2025 2024 Volume Nilai
Mobil Baru 43.476 83.987 12.949.133 25.582.763 (48,2) (49,4)
Mobil Bekas 12.918 25.873 2.899.849 5.524.591 (50,1) (47,5)
Motor 201 437 33.757 69.887 (54,0) (51,7)
Lainnya 1.700 1.489 3.420.340 3.912.388 14,2 (12,6)
Jumlah 58.295 111.786 19.303.079 35.089.629 (47,9) (45,0)
Baik dari sisi volume maupun nilai, terjadi penurunan kontrak baru untuk jenis pembiayaan mobil baru, bekas, motor
ataupun lainnya. Dari sisi nilai, penurunan terbesar tercatat pada kontrak mobil baru yang secara nilai turun sebesar
49,4% YoY menjadi Rp12,95 triliun. Namun demikian, kontrak mobil baru masih mendominasi Jumlah pembiayaan, yaitu
mencakup 74,58% dari sisi volume dan 67,08% dari sisi nilai pada tahun 2025.
Jumlah Volume dan Nilai Kontrak Baru Berdasarkan Asal Kontrak
Proporsi Berdasarkan
Uraian Volume (Unit) Nilai (Rp juta) Proporsi Berdasarkan Nilai
Volume
Jenis Pembiayaan 2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Grup 6.311 10.076 1.717.196 2.757.227 10,8% 9,0% 8,9% 7,9%
Non Grup 51.984 101.710 17.585.882 32.332.402 89,2% 91,0% 91,1% 92,1%
Jumlah 58.295 111.786 19.303.078 35.089.629 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 99
Page 101
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Gambaran Proses Pembiayaan
Dalam kegiatan akuisisi nasabah, Perseroan mengandalkan oleh SO. Berdasarkan hasil analisis tersebut, keputusan
peran Sales Officer (SO). SO memperoleh sumber aplikasi pembiayaan kemudian ditetapkan oleh pihak yang
pembiayaan dari captive dan reguler. Captive merupakan memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan yang
pembiayaan yang berasal dari sumber internal, seperti berlaku bagi industri perusahaan pembiayaan dengan
nasabah existing yang mengajukan penambahan plafon tetap berlandaskan pada ketentuan-ketentuan spesifik
pembiayaan/refinancing atau merupakan nasabah Bank terkait pelayanan dan pelindungan konsumen.
Mandiri, sedangkan reguler merupakan pembiayaan yang
berasal dari dealer dan wira agent. Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada
pelanggan, Perseroan secara berkelanjutan melakukan
Setiap aplikasi yang telah melalui proses survei dan pengembangan dan penyempurnaan proses pembiayaan
penilaian awal oleh Sales Officer selanjutnya disampaikan dengan memanfaatkan teknologi. Penerapan teknologi
kepada Credit Head untuk dilakukan analisis kelayakan tersebut difokuskan pada percepatan proses pembiayaan,
pembiayaan. Perseroan menempatkan sekurang-kurangnya tanpa mengesampingkan penerapan prinsip kehati-
1 (satu) orang Credit Head pada setiap kantor cabang hatian, sehingga Perseroan tetap mampu menjaga
Perseroan. Credit Head ini bertugas melakukan pengkajian kualitas portofolio pembiayaan yang sehat dan
dan evaluasi atas usulan pembiayaan yang diajukan berkelanjutan.
Inisiasi & Data Entry Underwriting Golive Post Golive
Channel Aplikasi Survey
• Referral BMRI • Survey tempat
• Dealer/Showroom tinggal dan
• Multiguna/Digital geotagging
AO / SO
Channel • Collect dokumen
dan form aplikasi
yang telah di-ttd
Customer untuk
diunggah ke MTF
1Access
Pre Survey
• Collect KTP
Customer & Spouse
SH / SHD / SHM
untuk cek Dukcapil
& PEFINDO
• Konfirmasi ke
Customer untuk
permintaan kredit
dan janji survey
• Pengecekan internal
Blacklist, RAPINDO
Verifikasi Checking Analisa Kredit
& Rekomendasi & Verifikasi • Verifikasi Income
• Verifikasi data di • E-KYC • Credit Scoring
Credit Head
MTF 1Access • Verifikasi data & • Rekomendasi
• Rekomendasi hasil informasi hasil approve / reject
survey survey berdasarkan analisa
• Request Verification kredit di sistem
by Phone (RVP)
• Checking untuk
Politically Exposed
Persons (PEP)
Pemutusan
Kredit
Pemutus
• Approval mengacu
kewenangan
memutus kredit
• Pemutusan eksepsi
naik 1 level pemutus
Pra Pencairan Verifikasi Pencairan Penguasaan Post Go Live
• Menerbitkan PO ke Agunan Kredit Agunan • Pengiriman
Dealer / Showroom • Cek absah • Disbursment Dealer copy contract
• Phone verification BPKB ke ke Dealer / mengeluarkan kepada
Operations
ke Cust, konfirmasi Polda Showroom Surat customer
BAST unit (khusus (khusus / Customer Pernyataan • Cover
pembiayaan kendaraan (khusus Penyerahan insurance
pembelian bekas) multiguna) Agunan (BPKB) • Monitoring
kendaraan), DP/ • Go Live ke Operations agunan
Pencairan MTF
• Pengecekan tagihan
ke Dealer
Collection
Collection
• Penagihan
• Penyelamatan
pembiayaan
(penarikan,
lelang, dsb)
100 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 102
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Flow Akuisisi Pembiayaan Retail
Komitmen untuk memberikan pelayanan prima tidak hanya menjadi tanggung jawab SO, tetapi juga seluruh bagian
dalam organisasi Perseroan selama tenor pembiayaan berlangsung. Penyempurnaan terhadap proses pembiayaan dalam
rangka meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah senantiasa dilakukan oleh Perseroan. Selain itu, prinsip kehati-
hatian juga senantiasa dijaga sebagaimana tercermin dalam penyusunan Risk Acceptance Criteria (RAC) yang digunakan
sebagai pedoman dalam akuisisi nasabah.
Proses pembiayaan yang berorientasi pada prinsip kehati-hatian serta didukung oleh penggunaan teknologi menjadi
fundamental yang kuat bagi Perseroan untuk terus bertumbuh dengan cepat dan sehat
Gambaran Proses Penagihan
Perseroan senantiasa berupaya menjaga tingkat piutang bermasalah pada level yang rendah. Tingkat kolektibilitas yang baik
hanya dapat dicapai melalui penerapan sistem penagihan yang ketat dan disiplin. Pada prinsipnya, nasabah memiliki berbagai
alternatif untuk melakukan pembayaran angsuran, baik secara tunai maupun melalui beragam payment channel lainnya.
Selanjutnya, pemantauan pembayaran dilakukan oleh tim pemasaran sebelum tanggal jatuh tempo, dan akan dilimpahkan
kepada tim penagihan (collection) apabila angsuran telah melewati tanggal jatuh tempo. Pemantauan terhadap kualitas
portofolio pembiayaan dilakukan secara berkelanjutan guna mengantisipasi peningkatan rasio Non-Performing Financing
(NPF) secara signifikan.
Skema Penagihan
Cara Bayar Angsuran Sebelum • Monitoring oleh OD -3 s/d 0 hari
Marketing - Collection
Jatuh Tempo • Mengingatkan Pelanggan
• Giro / Cek dengan Telepon SMS/Surat
• Autocoll
• Tunai
• Bank Penagihan oleh
Telecollection & Whatsapp OD 1 s/d 7 hari
• Payment Channel
Setelah
Jatuh Tempo Penagihan oleh Field-Collection OD 8 s/d 30 hari
Penagihan dan Pengamanan Aset OD > 30 hari
• Laporan Laba/Rugi
Setelah Repossessed • Informasi Surat
• Penjualan Lelang
Aspek Pemasaran
Perseroan menjalankan berbagai langkah strategis 1. Ekspansi pasar melalui peningkatan penetrasi
sebagai upaya untuk menjaga stabilitas dan mendorong segmen bisnis captive yang berasal dari Bank Mandiri,
pertumbuhan usaha di tengah dinamika industri. Salah satu meningkatkan segmen pembiayaan wholesales
langkah yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan beserta rantai pasoknya, menjaga pertumbuhan
bisnis yang bersumber dari segmen captive Perusahaan bisnis yang berasal dari dealer dan rekanan, serta
Induk. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan teknologi menumbuhkan pembiayaan berkelanjutan yang
digital dipandang sebagai fondasi penting dalam berdampak positif terhadap lingkungan dan sosial,
meningkatkan kecepatan layanan serta memberikan nilai serta berkontribusi pada keberlanjutan ekonomi.
tambah bagi pelanggan. 2. Perusahaan terus berupaya meningkatkan penyediaan
layanan dengan cepat dan efisien bagi pelanggan
Strategi ini diterapkan di seluruh wilayah pemasaran melalui digitalisasi baik pada proses pemasaran,
Perseroan yang terbagi ke dalam Regional I sampai proses kredit, sampai dengan proses layanan yang
dengan Regional IX. Secara spesifik, strategi pemasaran dapat dinikmati pelanggan sepanjang pembiayaan
yang dirumuskan untuk mencapai target sebagaimana berlangsung.
ditetapkan dalam Rencana Bisnis Tahunan (RBT) adalah
sebagai berikut:
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 101
Page 103
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Di tahun 2025, pangsa pasar Perseroan dalam penyaluran pembiayaan mobil sebesar 11,42% dan 6,32% dari total
pembiayaan industri. Pangsa pasar Perseroan berdasarkan total aset industri pembiayaan nasional digambarkan pada
tabel berikut:
Pangsa Pasar 2025 2024
Jumlah Perusahaan/Lembaga Pembiayaan* 146* 146
Jumlah Aset Industri (Rp Miliar)* 476.271* 503.428
Jumlah Aset MTF (Rp Miliar) 26.873 32.726
Pangsa Pasar Berdasarkan Aset 5,95%* 6,50%
*Posisi data Bulan Agustus 2025
102 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 104
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pembagian Segmen Usaha
Perseroan mengklasifikasikan segmen usahanya ke administrasi yang tidak dapat dialokasikan ke dalam kedua
dalam dua kategori utama, yaitu (1) segmen berdasarkan segmen tersebut.
kelompok nasabah utama dan produk, serta (2) segmen
berdasarkan wilayah geografis. Selain itu, Perseroan juga membagi segmen usaha
berdasarkan wilayah geografis yang terdiri atas Regional I
Segmentasi usaha berdasarkan kelompok nasabah (Sumatra), Regional II (Sumatra), Regional III (Jabodetabek),
utama dan produk terbagi menjadi tiga segmen, yaitu Regional IV (Jabodetabek), Regional V (Jawa Barat),
segmen ritel, segmen fleet, dan segmen lainnya. Regional VI (Jawa Tengah dan Yogyakarta), Regional VII
Segmen ritel merupakan segmen pembiayaan konsumen (Jawa Timur, Bali, Kupang dan Mataram), Regional VIII
yang ditujukan kepada nasabah individu, segmen (Kalimantan) dan Regional IX (Sulawesi, Ambon, Papua dan
fleet merupakan segmen pembiayaan konsumen bagi Sorong).
nasabah korporasi, sedangkan segmen lainnya mencakup
aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan kantor pusat,
seperti pendapatan bunga bank serta beban umum dan Segmen Usaha Mandiri Tunas Finance
Segmen Operasi MTF
Berdasarkan Kelompok Nasabah Utama dan Produk Berdasarkan Geografis
• Regional I (Sumatra) • Regional VII (Jawa Timur,
• Regional II (Sumatra) Bali, NTB & NTT)
• Regional III (Banten & Jakarta) • Regional VIII (Kalimantan)
Retail Fleet Lainnya • Regional IV (Jabodebek) • Regional IX (Sulawesi,
• Regional V (Jawa Barat) Maluku & Papua)
• Regional VI (Jawa Tengah • Fleet
& D.I. Yogyakarta) • Lainnya
Gambaran Kinerja Berdasarkan
Kelompok Nasabah Utama dan Produk ditetapkan secara terpisah dalam produk atau paket
pembiayaan yang ditawarkan. Selama masa kredit,
Segmen Ritel pembiayaan tersebut diasuransikan pada perusahaan
Segmen Ritel mencakup pembiayaan yang diberikan asuransi rekanan Perseroan sebagai bagian dari upaya
kepada nasabah yang mengajukan aplikasi melalui mitigasi risiko.
kantor cabang Perseroan dengan menggunakan sistem
credit scoring. Pembiayaan ritel dapat diberikan untuk Termasuk dalam pelaporan segmen retail adalah seluruh
pembelian kendaraan bermotor baru maupun bekas. indikator penilaian segmen operasi yang secara nyata
Dalam pembiayaan ritel, biaya administrasi dan premi dapat diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan
asuransi dibebankan kepada nasabah, dengan besaran konsumen untuk nasabah individu di berbagai wilayah
yang disesuaikan dengan jangka waktu pembiayaan dan operasional Perseroan.
Pendapatan dan Aset dari Segmen Ritel
Uraian
Pendapatan Aset Kenaikan (Penurunan)
2025 (Rp Juta) 2024 (Rp Juta) 2025 (Rp Juta) 2024 (Rp Juta) Pendapatan (%) Aset (%)
Mobil 4.112.738 4.976.698 22.888.461 27.573.367 (17,4) (17,0)
Motor 262 179 229 80 46,4 186,3
Jumlah Pendapatan 4.113.000 4.976.877 22.888.690 27.573.447 (17,4) (17,0)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 103
Page 105
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Pada tahun 2025, jumlah pendapatan dari segmen ritel mencatat penurunan sebesar 17,4% YoY menjadi Rp4,11 triliun.
Selain pendapatan, aset segmen ritel juga menurun sebesar 17,0% YoY menjadi Rp22,89 triliun. Sebagaimana halnya
pendapatan, aset dari kategori mobil mencakup proporsi terbesar dari total aset.
Segmen Pembiayaan Fleet
Pembiayaan Fleet merupakan pembiayaan yang diberikan kepada nasabah yang dikelola oleh Divisi Corporate Fleet.
Pembiayaan Fleet diberikan kepada satu debitur atau satu kelompok obligor, baik badan usaha maupun perseorangan,
dengan tetap memperhatikan ketentuan Batas Pemberian Pembiayaan. Nilai pembiayaan Fleet ditetapkan sama dengan
atau lebih dari Rp5 miliar.
Pembiayaan Fleet terbagi ke dalam dua jenis, yaitu:
1. Pembiayaan Investasi, yaitu pembiayaan atas barang modal beserta jasa yang diperlukan untuk mendukung
kegiatan usaha atau investasi, termasuk rehabilitasi, modernisasi, ekspansi, maupun relokasi tempat usaha atau
investasi yang diberikan kepada debitur.
2. Pembiayaan Modal Kerja, yaitu pembiayaan yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran yang
bersifat habis dalam satu siklus kegiatan usaha nasabah, melalui penyediaan batas pembiayaan kepada nasabah
yang bersifat committed dan advised.
Termasuk pelaporan dalam segmen fleet adalah seluruh indikator penilaian segmen operasi yang secara nyata dapat
diatribusikan sebagai bagian dari pembiayaan untuk nasabah korporasi.
Pendapatan dan Asset dari Segmen Fleet
Uraian Pendapatan Aset Kenaikan (Penurunan)
2025 (Rp Juta) 2024 (Rp Juta) 2025 (Rp Juta) 2024 (Rp Juta) Pendapatan (%) Aset (%)
Mobil 522.507 602.438 3.458.594 4.776.683 (13,3) (27,59)
Motor 15 0 5 171 - (97,08)
Jumlah 522.522 602.438 3.458.599 4.776.854 (13,3) (27,6)
Pada tahun 2025, pendapatan segmen Fleet, yang sebagian besar didominasi oleh pembiayaan mobil, mengalami
penurunan sebesar 13,27% YoY menjadi Rp522,52 miliar. Dari sisi aset, penurunan yang terjadi relatif lebih signifikan,
yaitu sebesar 27,60% YoY menjadi Rp3,46 triliun.
Dibandingkan dengan segmen ritel, kontribusi segmen Fleet terhadap total pendapatan maupun total aset Perseroan
masih relatif lebih kecil. Segmen Fleet menyumbang sekitar 11,27% terhadap total pendapatan Perseroan, sedangkan
segmen ritel berkontribusi sebesar 88,73%. Namun demikian, dari sisi pertumbuhan, penurunan pendapatan terbesar
justru terjadi pada segmen ritel dibandingkan dengan segmen Fleet.
Segmen Lainnya
Segmen lainnya adalah informasi pelaporan segmen operasi terkait dengan aktivitas kantor pusat seperti pendapatan
bunga bank, beban umum dan administrasi yang tidak dapat dialokasikan ke dalam kedua segmen di atas. Dalam segmen
ini, hanya tercatat nilai aset dan liabilitas sebagai bagian dari aktivitas kantor pusat.
Aset dan Liabilitas dari Segmen Lainnya
Uraian 2025 (Rp juta) 2024 (Rp juta) Kenaikan (Penurunan) %
Jumlah Aset 1.661.442 2.075.154 (19,94)
Jumlah Liabilitas 21.704.530 28.095.693 (22,75)
Aset segmen lainnya mencatat penurunan di tahun 2025 sebesar 19,94% menjadi Rp1,67 triliun. Namun penurunan aset
tidak sebesar penurunan liabilitas yang turun sebesar 22,75% yoy menjadi Rp21,7 triliun antara lain disebabkan oleh
penurunan pinjaman bank secara signifikan di tahun tersebut.
104 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 106
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Gambaran Kinerja Berdasarkan Geografis
Selain berdasarkan kelompok nasabah utama dan produk, Perseroan juga menyajikan informasi segmen berdasarkan
geografis, yaitu persebaran jasa pembiayaan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Perseroan mengelompokkan
sebaran pasar nasabah dengan pembiayaan ritel yang dilayani ke dalam 9 (sembilan) regional dengan cakupan wilayah
sebagai berikut
Geografis Rincian Wilayah
Regional I Mencakup wilayah Kepulauan Riau, Riau dan Sumatra Utara
Regional II Mencakup wilayah Bengkulu, Jambi, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Sumatra Barat dan Sumatra Selatan
Regional III Mencakup wilayah Banten (meliputi Tangerang (BSD dan Bintaro), Cilegon, Serang, dan Lebak (Rangkasbitung)), dan DKI Jakarta
(meliputi Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat)
Regional IV Mencakup wilayah DKI Jakarta (meliputi Jakarta Timur dan Jakarta Selatan), serta Jawa Barat meliputi Bekasi, Depok, dan Bogor
Regional V Mencakup wilayah Jawa Barat
Regional VI Mencakup wilayah Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta
Regional VII Mencakup wilayah Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Regional VIII Mencakup wilayah Kalimantan
Regional IX Mencakup wilayah Sulawesi, Ambon dan Papua
Berdasarkan segmentasi geografis, seluruh regional mencatat penurunan pendapatan dan aset pada tahun 2025. Penurunan
pendapatan terbesar terjadi di Regional VIII (Kalimantan), yaitu sebesar 28,8% YoY menjadi Rp658,96 miliar. Meskipun
mengalami penurunan yang signifikan, Regional VIII (Kalimantan) tetap menjadi kontributor pendapatan terbesar dengan
porsi sebesar 14,22% terhadap total pendapatan Perseroan pada tahun 2025.
Sebaliknya, penurunan pendapatan terkecil dicatat oleh Regional I (Sumatra), yaitu sebesar 7,1% YoY menjadi Rp396,62
miliar, dengan kontribusi sebesar 8,56% terhadap total pendapatan Perseroan.
Sejalan dengan penurunan pendapatan, Regional VIII (Kalimantan) juga mencatat penurunan aset terbesar, yaitu sebesar
29,5% YoY menjadi Rp4,46 triliun. Sementara itu, penurunan aset terendah kembali dibukukan oleh Regional I (Sumatra),
yaitu sebesar 3,35% YoY menjadi Rp2,14 triliun.
Pendapatan dan Aset dari Segmen Geografis
Pendapatan Aset Kenaikan (Penurunan)
Retail
2025 2024 2025 2024 Pendapatan Aset
Regional I (Sumatra) 396.620 427.008 2.138.638 2.215.841 (7,1)% (3,5)%
Regional II (Sumatra) 343.004 402.925 1.799.723 1.975.441 (14,9)% (8,9)%
Regional III (Banten & DKI Jakarta) 556.961 612.308 3.551.533 3.932.290 (9,0)% (9,7)%
Regional IV (Jabodebek) 515.659 589.058 3.336.121 4.000.388 (12,5)% (16,6)%
Regional V (Jawa Barat) 325.072 377.534 1.809.009 2.049.049 (13,9)% (11,7)%
Regional VI (Jawa Tengah & D. I. Yogyakarta) 287.674 351.305 1.546.060 2.054.319 (18,1)% (24,7)%
Regional VII (Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara) 525.646 622.120 2.950.405 3.578.879 (15,5)% (17,6)%
Regional VIII (Kalimantan) 658.964 924.928 3.148.115 4.465.745 (28,8)% (29,5)%
Regional IX (Sulawesi, Maluku & Papua) 503.400 669.691 2.609.086 3.301.495 (24,8)% (21,0)%
Fleet 522.522 602.438 3.458.599 4.776.854 (13,3)% (27,6)%
Lain-lain 0 0 1.661.442 2.075.154 0 (19,9)%
Jumlah Pendapatan 4.635.522 5.579.315 28.008.731 34.425.455 (16,9)% (18,6)%
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 105
Page 107
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Tinjauan Keuangan
Analisis dan pembahasan kinerja keuangan dalam laporan tahunan ini mengacu pada Laporan Keuangan Audit yang
diterbitkan oleh Kantor Akuntan Publik Purwanto, Sungkoro & Surja. Penyajian dan pengungkapan laporan keuangan
Perseroan disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia.
Posisi Keuangan
Neraca, 31 Desember 2025
Kenaikan/(Penurunan)
Uraian 2025 2024
Rp %
ASET
Kas dan Setara Kas 994.968 1.292.160 (297.192) (23,00)
Piutang Pembiayaan Konsumen 22.513.743 26.719.179 (4.205.436) (15,74)
Piutang Sewa Pembiayaan 3.625.350 5.395.158 (1.769.808) (32,80)
Anjak Piutang 0 (19.438) 0
Piutang Lain-lain 418.492 500.283 (81.791) (16,35)
Aset Pajak Tangguhan 70.079 84.726 (14.647) (17,29)
Piutang Derivatif 33.826 45.008 (11.182) (24,84)
Aset Tetap 235.303 278.475 (43.172) (15,50)
Aset Lain-lain 116.970 91.028 25.942 28,50
Jumlah Aset 28.008.731 34.425.455 (6.416.724) (18,64)
LIABILITAS
Utang Usaha 470.341 604.208 (133.867) (22,16)
Utang Lain-lain 179.220 212.456 (33.236) (15,64)
Utang Pajak Kini 0 112.491 (112.491) (100,00)
Beban yang Masih Harus Dibayar 140.132 247.941 (107.809) (43,48)
Pinjaman Bank 15.861.521 21.476.196 (5.614.675) (26,14)
Surat Berharga yang Diterbitkan 6.221.899 6.681.925 (460.026) (6,88)
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 219.121 213.162 5.959 2,80
Utang Derivatif 0 12.654 (12.654) (100,00)
Jumlah Liabilitas 23.092.234 29.561.033 (6.468.799) (21,88)
EKUITAS
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 250.000 250.000 0 0,00
Penghasilan Komprehensif Lain
Pengukuran Kembali atas Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - Neto 1.102 (7.155) 8.257 (115,40)
Keuntungan/(Kerugian) Kumulatif atas Instrumen Derivatif untuk Lindung Nilai Arus
(21.995) (17.423) (4.572) 26,24
Kas - Neto
Saldo Laba
Sudah Ditentukan Penggunaannya 50.000 50.000 0 0,00
Belum Ditentukan Penggunaannya 4.637.390 4.589.000 48.390 1,05
Jumlah Ekuitas 4.916.497 4.864.422 52.075 1,07
106 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 108
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Aset
Jumlah Aset Perseroan tercatat sebesar Rp28,0 triliun pada akhir Desember 2025, mengalami penurunan sebesar 18,64%
YoY. Penurunan terbesar dibukukan oleh pembiayaan konsumen, yang mencakup 80,38% dari total aset. Pembiayaan
konsumen turun sebesar 15,74% menjadi Rp22,51 triliun pada akhir Desember 2025.
Aset Produktif
Aset produktif Perseroan terdiri dari Piutang Pembiayaan Konsumen, Piutang Sewa Pembiayaan dan Anjak Piutang.
Piutang Pembiayaan Konsumen merupakan piutang yang timbul dari pembiayaan pembelian kendaraan bermotor, baik
mobil maupun sepeda motor, yang diberikan oleh Perseroan kepada nasabah, Piutang Sewa Pembiayaan merupakan
piutang yang timbul dari transaksi sewa pembiayaan (finance lease), di mana Perseroan menyediakan pembiayaan atas
penggunaan aset oleh lessee selama jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian, dengan pembayaran angsuran
secara berkala dan Anjak Piutang merupakan piutang yang timbul dari kegiatan pengambilalihan atau pembelian piutang
jangka pendek milik pihak lain, yang berasal dari transaksi perdagangan atau jasa, sesuai dengan ketentuan perjanjian
yang berlaku.
Mayoritas aset produktif Perseroan berupa pembiayaan konsumen, yaitu mencakup 92,66% dari total aset produktif bruto
(terdiri dari pembiayaan bersama dan pembiayaan kelolaan). Keseluruhan piutang pada dasarnya bisa dirinci menjadi
piutang pembiayaan bersih kelolaan dan piutang Pembiayaan – Pembiayaan Bersama sebagaimana tercermin dalam
tabel berikut.
Piutang Pembiayaan
Uraian Kenaikan/(Penurunan)
(dalam Rupiah) 2025 2024
Rp %
Piutang Pembiayaan Bersih Kelolaan 51.352.418 60.642.783 (9.290.365) (15,3)
Piutang Pembiayaan-Pembiayaan Bersama 24.478.809 27.916.505 (3.437.696) (12,3)
Rasio Non-Performing Finance - Gross (%) 2,40 1,05
Rasio Non-Performing Finance - Net (%) 1,47 0,59
Piutang pembiayaan bersih kelolaan mencakup proporsi terbesar dari total pembiayaan yang diberikan oleh Perseroan.
Namun, jumlah ini mengalami penurunan sebesar 15,32% YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, piutang
bermasalah (gross) tercatat sebesar 2,40% di Desember 2025, mengalami peningkatan dari 1,05% di Desember 2024.
Perseroan secara konsisten memastikan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai dibentuk pada tingkat yang memadai
guna menutup potensi kerugian atas pembiayaan bermasalah.
Liabilitas
Jumlah liabilitas pada tahun 2025 menurun sebesar 21,88% YoY dari Rp29,56 triliun pada Desember 2024 menjadi Rp23,09
triliun pada Desember 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh penurunan pinjaman bank dari Rp21,48 triliun pada
Desember 2024 menjadi Rp15,86 triliun pada Desember 2025 seiring pelunasan pinjaman bank yang dilakukan Perseroan
di tahun tersebut. Pinjaman bank menyumbang 68,69% dari total liabilitas Perseroan di tahun 2025.
Ekuitas
Pada Desember 2025, jumlah ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,92 triliun, meningkat 1,07% YoY dibandingkan
Rp4,86 triliun pada akhir Desember 2024. Perseroan membagikan dividen sebesar Rp351,62 dari laba ditahan tahun 2024
pada bulan Juli 2025.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 107
Page 109
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Laba Rugi
Laporan Laba Rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025
Kenaikan/(Penurunan)
Uraian 2025 2024
Rp %
Pendapatan 4.635.522 5.579.315 (943.793) (16,92)
Beban-beban (4.121.912) (4.075.148) (46.764) 1,15
laba Sebelum Beban Pajak Final dan Pajak penghasilan 513.610 1.504.167 (990.557) (65,85)
Beban Pajak Final (3.159) (3.495) 336 (9,61)
Laba Sebelum Beban Pajak penghasilan 510.451 1.500.672 (990.221) (65,99)
Beban Pajak Penghasilan (110.436) (328.590) 218.154 (66,39)
Laba Tahun Berjalan 400.015 1.172.082 (772.067) (65,87)
Penghasilan Komprehensif 3.685 11.010 (7.325) (66,53)
Total Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan 403.700 1.183.092 (779.392) (65,88)
Laba per Saham Dasar (Rupiah Penuh) 160 469 (309) (65,88)
Pendapatan Operasional
Pada tahun 2025, pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp4,64 triliun, mengalami penurunan sebesar 16,92% YoY
dibandingkan dengan tahun 2024. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari
pembiayaan konsumen. Pendapatan pembiayaan konsumen masih merupakan kontributor terbesar terhadap total
pendapatan Perseroan, dengan porsi sebesar 62,22% pada tahun 2025.
Pendapatan dari pembiayaan konsumen tercatat sebesar Rp2,88 triliun, atau menurun sebesar 16,49% YoY dibandingkan
tahun sebelumnya. Penurunan pendapatan tersebut sejalan dengan penurunan saldo piutang yang dibukukan sepanjang
tahun 2025, sebagai dampak dari kondisi perekonomian makro yang kurang kondusif selama periode pelaporan.
Rincian Pendapatan
Kenaikan/(Penurunan)
Uraian 2025 2024
Rp %
Pendapatan dari Pembiayaan Konsumen 2.884.128 3.453.490 (569.362) (16,49)
Pendapatan dari Sewa Pembiayaan 572.371 678.704 (106.333) (15,67)
Pendapatan Anjak Piutang 1 438 (437) (99,77)
Pendapatan Bunga 15.797 17.473 (1.676) (9,59)
Pendapatan Lain-lain Neto 1.163.225 1.429.210 (265.985) (18,61)
Jumlah Pendapatan 4.635.522 5.579.315 (943.793) (16,92)
Beban Operasional
Beban Perseroan pada tahun 2025 mengalami sedikit peningkatan dari Rp4,07 triliun di tahun 2024 menjadi Rp4,12 triliun
di tahun 2025. Kemampuan Perseroan dalam melakukan efisiensi tercermin dari penurunan beban gaji dan tunjangan
di tahun 2025 sebesar 15,38% YoY menjadi Rp656,0 miliar. Selain itu, beban keuangan juga menurun akibat strategi
pendanaan yang tepat yang memungkinkan rerata suku bunga pinjaman mencatat penurunan di tahun 2025.
108 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 110
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Rincian Beban Operasional
Kenaikan/(Penurunan)
Uraian 2025 2024
Rp %
BEBAN-BEBAN
Beban Keuangan (1.742.114) (1.913.946) 171.832 (8,98)
Gaji dan Tunjangan (656.012) (775.231) 119.219 (15,38)
Umum dan Administrasi (437.019) (413.178) (23.841) 5,77
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai
Pembiayaan Konsumen (981.009) (885.498) (95.511) 10,79
Sewa Pembiayaan (279.480) (83.288) (196.192) 235,56
Anjak Piutang (19.428) (14.874) (4.554) 30,62
Piutang Lain-lain (6.850) 10.867 (17.717) (163,03)
Jumlah Penyisihan Kerugian penurunan Nilai (1.286.767) (972.793) (313.974) 32,28
Jumlah Beban (4.121.912) (4.075.148) (46.764) 1,15
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai
Di dalam komponen beban di tahun 2025 terdapat beban penyisihan kerugian penurunan nilai. Beban ini mengalami
peningkatan yang cukup signifikan di tahun 2025 menjadi Rp1,29 triliun atau meningkat sebesar 32,28% YoY. Kenaikan
beban penyisihan kerugian penurunan nilai terbesar dicatat oleh aktivitas sewa pembiayaan yaitu sebesar Rp279,48 miliar
di tahun 2025 dari Rp83,29 miliar di tahun 2024. Namun demikian, kontribusi beban penyisihan kerugian penurunan
nilai dari sewa pembiayaan hanya mencakup 21,72% di tahun 2025. Penurunan daya beli masyarakat mengakibatkan
penurunan kemampuan dari masyarakat dalam memenuhi kewajibannya. Dampaknya bagi Perseroan adalah peningkatan
penyisihan kerugian penurunan nilai yang cukup signifikan.
Laba Tahun Berjalan
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan tercatat sebesar Rp513,61 miliar di tahun 2025, menurun 65,85%
YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini antara lain disebabkan oleh penurunan pendapatan akibat turunnya
penyaluran pembiayaan dan meningkatnya beban penyisihan kerugian penurunan nilai akibat penurunan kualitas
pembiayaan Perseroan di tahun tersebut. Sebagai akibatnya laba tahun berjalan juga mencatat penurunan sebesar
65,87% YoY menjadi Rp400,01 miliar di tahun 2025.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 109
Page 111
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Rincian Penghasilan Komprehensif
Kenaikan/(Penurunan)
Uraian 2025 2024
Rp %
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 400.015 1.172.082 (772.067) (65,87)
Penghasilan Komprehensif Lain 3.685 11.010 (7.325) (66,53)
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Pengukuran kembali atas Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 10.586 40.044 (29.458) (73,56)
Pajak Penghasilan Terkait (2.329) (8.809) 6.480 (73,56)
Sub Jumlah 8.257 31.235 (22.978) (73,56)
Pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi
Bagian Efektif dari Kerugian Instrumen Lindung Nilai dalam Rangka Lindung
(5.862) (25.929) 20.067 (77,39)
Nilai Arus Kas
Pajak penghasilan Terkait 1.290 5.704 (4.414) (77,38)
Sub Jumlah (4.572) (20.225) 15.653 (77,39)
Penghasilan Komprehensif Lain - Setelah pajak 3.685 11.010 (7.325) (66,53)
Total Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Tahun Berjalan 403.700 1.183.092 (779.392) (65,88)
Total Penghasilan Komprehensif Tahun Berjalan
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp403,70 milliar di tahun 2025, menurun 65,88% YoY
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini pada dasarnya selaras dengan penurunan laba (rugi)
tahun berjalan yang dibukukan di tahun 2025. Walaupun mencatat penurunan, Perseroan masih mencatat Penghasilan
komprehensif lain yang positif sebesar Rp3,69 miliar di tahun 2025.
Arus Kas
Arus kas memberikan gambaran tentang penerimaan dan pengeluaran kas Perseroan, yang terdiri kas neto yang
digunakan untuk aktivitas operasi, kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi, dan kas neto yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan.
Ringkasan Arus Kas
Uraian Kenaikan/(Penurunan)
2025 2024
(dalam Rupiah) Rp
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 6.200.482 (3.443.243) 9.643.725
Arus Kas dari Aktivitas Investasi (39.669) (65.844) 26.175
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan (6.458.005) 3.949.107 (10.407.112)
Kenaikan (Penurunan ) Neto Kas dan Setara Kas (297.192) 440.020 (737.212)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 1.292.160 852.140 440.020
Kas dan Setara kas pada Akhir Tahun 994.968 1.292.160 (297.192)
110 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 112
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi di tahun 2025 mencatat surplus sejumlah Rp6,20 triliun dibandingkan
dengan defisit Rp3,44 triliun di tahun 2024. Surplus terutama bersumber dari penurunan signifikan pada pembayaran
kepada penyalur kendaraan seiring penurunan aktivitas pembiayaan di tahun 2025.
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Uraian 2025 2024 Kenaikan/(Penurunan)
Penerimaan Kas dari Konsumen:
Pambiayaan Konsumen 28.238.850 27.896.386 342.464
Sewa Pembiayaan 3.505.046 4.193.421 (688.375)
Anjak Piutang 1 1.445 (1.444)
Pembiayaan Bersama 7.977.268 12.611.438 (4.634.170)
Pendapatan Bunga Simpanan Bank 15.810 13.978 1.832
Pendapatan Penalti 189.030 202.567 (13.537)
Penerimaan dari Piutang yang Telah Dihapusbukukan 158.467 182.787 (24.320)
Penerimaan Tagihan Kelebihan Pajak 0 0 -
Premi Asuransi 885.996 1.791.375 (905.379)
Pengeluaran Kas Untuk:
Pembayaran Fasilitas Pembiayaan Bersama (11.326.335) (9.484.182) (1.842.153)
Pembayaran Kepada Penyalur Kendaraan (19.707.347) (36.306.565) 16.599.218
Pembayaran Beban Keuangan (1.751.072) (1.902.137) 151.065
Pembayaran Pajak Penghasilan (223.690) (315.141) 91.451
Pembayaran Gaji dan Tunjangan (721.859) (862.249) 140.390
Penempatan Deposit pajak (12.040) 0 (12.040)
Pembayaran Beban Umum dan Administrasi (354.057) (303.074) (50.983)
Pembayaran kepada perusahaan Asuransi (673.586) (1.163.292) 489.706
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi 6.200.482 (3.443.243) 9.643.725
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Di tahun 2025, penggunaan kas bersih untuk aktivitas investasi tercatat sebesar Rp39,67 miliar, lebih rendah dibandingkan
Rp65,84 miliar di tahun 2024. Perseroan menurunkan investasi untuk pembelian aset tetap di tahun 2025 menjadi Rp35,77
miliar dibandingkan dengan Rp54,03 miliar di tahun 2024.
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uraian 2025 2024 Kenaikan/(Penurunan)
Pembelian Aset Tetap (35.768) (54.028) 18.260
Peroleh Aset Hak Guna (4.271) (12.126) 7.855
Penjualan Aset Tetap 370 310 60
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Investasi (39.669) (65.844) 26.175
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 111
Page 113
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan tahun 2025 tercatat defisit sebesar Rp6,46 triliun dibandingkan
surplus sebesar Rp3,95 triliun di tahun 2024. Defisit ini terutama disebabkan oleh adanya pelunasan pinjaman bank di
tahun tersebut yang menyebabkan penurunan penerimaan pinjaman di tahun 2025.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Uraian Kenaikan/(Penurunan)
2025 2024
(dalam Rupiah) Rp
Penerimaan Pinjaman 13.332.264 26.309.467 (12.977.203)
Penerimaan Surat Berharga yang Diterbitkan 775.270 2.772.195 (1.996.925)
Pembayaran Pinjaman (18.956.733) (22.984.649) 4.027.916
Pembayaran Surat berharga yang Diterbitkan (1.237.440) (1.773.150) 535.710
Pembayaran Beban Emisi Surat berharga (2.601) (8.764) 6.163
Pembayaran Dividen Kas (351.625) (348.330) (3.295)
Pembayaran Utang Sewa (17.140) (17.662) 522
Kas Neto yang Diperoleh dan (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (6.458.005) 3.949.107 (10.407.112)
Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih serta Kas dan Setara Kas Akhir Tahun
Akumulasi kas neto dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan menghasilkan penurunan kas dan setara kas sebesar
Rp297,19 miliar di tahun 2025 sehingga posisi kas dan setara kas di akhir tahun 2025 menurun dari Rp1,29 triliun di tahun
2024 menjadi Rp994,97 milar di tahun 2025.
Rasio Keuangan
Rasio keuangan dimaksudkan untuk membantu Perseroan dalam menganalisis kinerjanya, baik dari sisi profitabilitas,
likuiditas maupun solvabilitas. Rasio profitabilitas akan memberikan gambaran tentang kemampuan Perseroan dalam
mencetak keuntungan, rasio likuiditas akan mengukur kemampuan aset lancar Perseroan dalam memenuhi liabilitas
jangka pendek dan rasio solvabilitas akan mengukur kemampuan Perseroan dalam membayar kewajiban utangnya.
Rasio Profitabilitas
Uraian Satuan 2025 2024
PROFITABILITAS
Imbal Hasil Aset % 1,28 3,65
Imbal Hasil Aset * % 1,83 4,36
Imbal Hasil Rata-rata Aset % 1,65 4,69
Imbal Hasil Ekuitas % 8,14 24,09
Imbal Hasil Rata-rata Ekuitas % 8,18 26,36
Jumlah pendapatan/Jumlah Aset % 16,55 16,21
Laba Sebelum Pajak Penghasilan/Pendapatan % 11,08 26,96
Laba Bersih Setelah Pajak Tahun Berjalan/pendapatan % 8,63 21,01
Rasio Efisiensi Biaya % 37,81 32,26
*) Disajikan kembali menggunakan perhitungan laba sebelum pajak
112 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 114
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas bisa diukur dengan berbagai rasio, seperti rasio imbal hasil aset (return on assets), rasio imbal hasil
ekuitas (return on equity) atau rasio lainnya. Jika dilihat dari rasio imbal hasil rata-rata aset dan rasio imbal hasil rata-rata
ekuitas, kedua rasio ini mencatat penurunan di tahun 2025, yaitu dari 4,69% di tahun 2024 menjadi 1,28% di tahun 2025
untuk imbal hasil rata-rata aset dan dari 26,36% di tahun 2024 menjadi 8,18% di tahun 2025 untuk imbal hasil rata-
rata ekuitas seiring penurunan kemampuan Perseroan dalam mencetak laba akibat kondisi perekonomian yang kurang
kondusif di tahun tersebut.
Rasio Likuiditas
Uraian Satuan 2025 2024
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Lancar x 1,08 1,24
Rasio Kas x 7,54 9,91
Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas diukur dengan menggunakan rasio lancar (current ratio) yang merupakan perbandingan antara aset lancar
dengan liabilitas lancar serta rasio kas yang dihitung dari perbandingan antara kas dan setara kas dengan liabilitas lancar.
Di tahun 2025, rasio lancar Perseroan tercatat sebesar 1,08x, menurun dibandingkan rasio lancar tahun 2024 yang tercatat
sebesar 1,24x. Walaupun menurun, rasio ini tergolong baik karena masih di atas 1x. Sementara rasio kas mengalami
penurunan dari 9,91x di akhir Desember 2024 menjadi 7,54x di tahun 2025 seiring menurunnya kas di akhir periode 2025
sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.
Selain melalui rasio likuiditas, risiko likuiditas juga bisa dilihat dari profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas.
Namun, sebagai bagian dari Mandiri Group, Perseroan memperoleh dukungan keuangan yang kuat dari Entitas Induk
melalui skema pembiayaan bersama dan fasilitas pinjaman yang diterima, sehingga risiko likuiditas dapat dikelola
dengan baik.
Profil Jatuh Tempo Aset dan Liabilitas
Lebih dari 6
Kurang dari 1 Lebih dari 1
Uraian 1-6 bulan bulan sampai Nilai Tercatat
bulan tahun
dengan 1 tahun
ASET
Kas dan Setara Kas 990.657 0 0 0 990.657
Piutang Pembiayaan Konsumen 1.000.379 4.706.052 4.998.410 12.416.334 23.121.175
Piutang Sewa Pembiayaan 213.257 973.591 930.521 1.635.065 3.752.434
Piutang Lain-lain 458.153 0 0 0 458.153
Piutang Derivatif 0 6.238 0 27.588 33.826
Aset Lain-lain 31.824 0 0 0 31.824
Jumlah Aset 2.694.270 5.685.881 5.928.931 14.078.987 28.388.069
LIABILITAS
Utang Usaha 470.341 0 0 0 470.341
Utang Lain-lain 156.641 3.137 2.358 1.413 163.549
Beban yang Masih Harus Dibayar 3.168 136.964 0 0 140.132
Pinjaman yang Diterima 1.422.637 4.463.702 4.503.390 5.471.792 15.861.521
Surat Berharga yang Diterbitkan 0 485.584 1.555.915 4.180.400 6.221.899
Jumlah Liabilitas 2.052.787 5.089.387 6.061.663 9.653.605 22.857.442
Total Perbedaan Jatuh Tempo 641.483 596.494 (132.732) 4.425.382 5.530.627
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 113
Page 115
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Berdasarkan profil perbedaan jatuh tempo atas aset dan liabilitas keuangan, tampak bahwa perbedaan jatuh tempo
antara aset dan liabilitas tercatat positif di hampir setiap jangka waktu jatuh tempo, kecuali untuk jangka waktu jatuh
tempo lebih dari 6 bulan hingga 1 tahun. Hal ini disebabkan oleh lebih besarnya pinjaman dan surat berharga yang akan
jatuh tempo dibandingkan dengan pembiayaan yang akan jatuh tempo. Perseroan akan memastikan bahwa seluruh
kewajibannya akan dapat dipenuhi dengan baik pada saat jatuh tempo.
Profil Jatuh Tempo Liabilitas Berdasarkan Undiscounted Cash Flow
Lebih dari 6
Kurang dari 1 Lebih dari 1
Uraian 1-6 Bulan Bulan Sampai Total
Bulan Tahun
Dengan 1 tahun
LIABILITAS
Utang Usaha 470.341 0 0 0 470.341
Utang Lain-lain 156.697 3.196 2.510 1.553 163.956
Beban yang Masih Harus Dibayar 3.168 136.964 0 0 140.132
Pinjaman yang Diterima 1.512.173 4.824.127 4.780.266 5.755.528 16.872.094
Surat Berharga yang Diterbitkan 22.970 673.983 1.725.537 4.816.554 7.239.044
Jumlah Liabilitas 2.165.349 5.638.270 6.508.313 10.573.635 24.885.567
Sementara itu berdasarkan sisa jatuh tempo kontraktual dari liabilitas keuangan berdasarkan perhitungan undiscounted
cash flows menunjukkan bahwa liabilitas Perseroan didominasi oleh liabilitas jangka panjang, yaitu lebih dari satu tahun,
mencakup 42,49% dari total nilai tercatat di tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa risiko likuiditas Perseroan terjaga
dengan baik pada tahun 2025.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas diukur melalui rasio utang terhadap ekuitas dan rasio utang terhadap aset. Perseroan berupaya menjaga
rasio utang terhadap ekuitas di bawah 10x yang merupakan aturan yang berlaku umum di industri pembiayaan. Di tahun
2025, rasio utang terhadap ekuitas tercatat sebesar 4,70x, mengalami penurunan di bandingkan 6,08x di tahun 2024.
Rasio Solvabilitas
Uraian Satuan 2025 2024
RASIO SOLVABILITAS
Rasio Utang yang Berbunga terhadap Ekuitas x 4,50 5,79
Rasio Utang terhadap Ekuitas, atau Debt to Equity Ratio (DER) x 4,70 6,08
Rasio Utang terhadap Aset atau Debt to Asset Ratio x 0,82 0,86
114 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 116
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Tingkat Kolektibilitas Piutang
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent). Setiap
permohonan pembiayaan wajib melalui proses analisis pembiayaan atau kredit secara cermat serta melalui berbagai
tahapan persetujuan yang telah ditetapkan. Pengelolaan portofolio pembiayaan dilakukan secara konservatif melalui
penerapan penyisihan secara progresif atas seluruh piutang yang telah masuk dalam kategori ragu-ragu. Saat ini, Perseroan
menerapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil kajian atas kualitas piutang pada akhir periode pelaporan.
Prinsip kehati-hatian juga menjadi dasar dalam penanganan pembiayaan bermasalah. Perseroan menjaga kualitas
piutangnya melalui berbagai upaya, antara lain dengan melakukan pengingat pembayaran (reminding) kepada nasabah
agar memenuhi kewajibannya tepat waktu, melakukan penagihan (collecting) untuk mencegah penurunan kualitas
piutang, serta melakukan pengamanan aset (repossess) apabila piutang telah masuk dalam kategori bermasalah.
Dalam rangka mendukung pengelolaan piutang tersebut, Perseroan memiliki Account Receivable Management Division
sebagai divisi yang bertanggung jawab atas penyelamatan kredit. Divisi ini dipimpin oleh dua orang Account Receivable
Division Head yang masing-masing membawahi beberapa Account Receivable Department Head, serta Remedial Head
dan Collection Head.
Tabel berikut menggambarkan jumlah piutang dan tunggakan berdasarkan jenis aktivitas usaha Perseroan, yaitu
pembiayaan konsumen, sewa pembiayaan dan anjak piutang.
Pembiayaan Konsumen
2025 2024 Kenaikan (penurunan)
Uraian
(Rp) (Rp) Rp %
Piutang Pembiayaan Konsumen (Bruto) 54.714.989 64.807.461 (10.092.472) (15,6)
Dikurangi
Pembiayaan Bersama Bruto (27.567.428) (32.019.967) 4.452.539 (13,9)
Piutang Pembiayaan Konsumen (Bruto): Pembiayaan Sendiri 27.147.561 32.787.494 (5.639.933) (17,2)
Pendapatan Pembiayaan Konsumen yang Belum Diakui: Pembiayaan Sendiri (4.026.386) (5.591.552) 1.565.166 (28,0)
Piutang Pembiayaan Konsumen Bersih 23.121.175 27.195.942 (4.074.767) (15,0)
Total piutang pembiayaan konsumen (pembiayaan sendiri) tercatat sebesar Rp27,15 triliun di tahun 2025. Setelah dikurangi
dengan pendapatan piutang pembiayaan konsumen yang belum diakui sejumlah Rp4,02 triliun, piutang pembiayaan
konsumen bersih tercatat sebesar Rp23,12 triliun, atau menurun sebesar 15,0% YoY dibandingkan tahun 2024.
Tunggakan Piutang Pembiayaan Konsumen
Uraian 2025 2024
(Dalam Rupiah) Rp % Rp %
Jumlah Piutang 54.714.989 100 64.807.461 100
Lancar/ Belum Jatuh Tempo 51.587.815 94,28 61.649.097 95,13
Tunggakan 1 - 90 Hari 1.951.416 3,57 2.426.559 3,74
Tunggakan 91 - 120 Hari 160.902 0,29 232.364 0,36
Tunggakan 121 - 180 Hari 210.447 0,38 239.369 0,37
Tunggakan > 180 Hari (Piutang Non Performing) 804.409 1,47 260.072 0,40
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 115
Page 117
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Sementara itu, dari sisi tunggakan piutang pembiayaan konsumen, jumlah piutang non-performing tercatat mencapai
Rp804,41 miliar, meningkat dibandingkan Rp260,07 miliar di tahun 2024. Hal ini menyebabkan rasio pembiayaan
bermasalah meningkat dari 0,40% di tahun 2024 menjadi 1,47% di tahun 2025.
Piutang Sewa Pembiayaan
2025 2024 Kenaikan/(Penurunan)
Uraian
(Rp) (Rp) Rp %
Piutang Sewa Pembiayaan (Bruto) 4.334.665 6.450.469 (2.115.804) (32,8)
Dikurangi
Pembiayaan Bersama (Bruto) (6.892) (25.647) 18.755 (73,1)
Nilai Sisa yang Terjamin 1.833.852 2.445.103 (611.251) (25,0)
Piutang Sewa Pembiayaan (Bruto): Pembiayaan Sendiri 6.161.625 8.869.925 (2.708.300) (30,5)
Pendapatan Sewa Pembiayaan yang Belum Diakui: Pembiayaan Sendiri (2.408.991) (3.374.338) 965.347 (28,6)
Piutang Sewa Pembiayaan Bersih 3.752.634 5.495.587 (1.742.953) (31,7)
Total piutang sewa pembiayaan bersih (pembiayaan sendiri) tercatat sebesar Rp3,75 triliun di tahun 2025, mengalami
penurunan sebesar 31,7% YoY dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan bersama pada jenis piutang ini relatif
terbatas, sehingga mayoritas merupakan pembiayaan sendiri.
Tunggakan Piutang Sewa Pembiayaan
Uraian 2025 2024
(Dalam Rupiah) Rp % Rp %
Jumlah Piutang 4.334.665 100 6.450.469 100
Lancar/ Belum Jatuh Tempo 4.085.078 94,24 5.933.063 91,98
Tunggakan 1 - 90 Hari 158.131 3,65 482.074 7,47
Tunggakan 91 - 120 Hari 6.648 0,15 10.840 0,17
Tunggakan 121 - 180 Hari 11.201 0,26 14.496 0,22
Tunggakan > 180 Hari (Piutang non Performing) 73.607 1,70 9.996 0,15
Sementara itu, dari sisi tunggakan piutang sewa pembiayaan, jumlah piutang non-performing tercatat sebesar Rp73,61
miliar, meningkat dibandingkan Rp10,0 miliar di tahun 2024. Hal ini menyebabkan rasio pembiayaan bermasalah
meningkat dari 0,15% di tahun 2024 menjadi 1,70% di tahun 2025.
Piutang Anjak Piutang
Uraian 2025 2024
Jumlah Piutang 0 49.867
Pendapatan Anjak Piutang yang Belum Diakui 0 (15.119)
Piutang Anjak Piutang Bersih 0 34.748
Total piutang anjak piutang tercatat nihil di tahun 2025, menunjukkan bahwa jenis pembiayaan ini tidak lagi disalurkan
Perseroan sejak tahun 2025. Seluruh tunggakan piutang sudah dihapuskan per akhir Desember 2025 sehingga saldo
piutang menjadi nol.
Selain melakukan analisis kualitas piutang berdasarkan usia tunggakan, Perseroan juga mengevaluasi eksposur risiko
pembiayaan dengan mengklasifikasikan piutang yang belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai ke dalam
116 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 118
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
dua kategori, yaitu: (1) High Grade, yaitu piutang yang tidak pernah mengalami tunggakan sebelumnya; dan (2) Standard
Grade, yaitu piutang yang pernah mengalami tunggakan, namun pada tanggal pelaporan tidak terdapat keterlambatan
pembayaran pokok dan bunga.
Pengelompokan kualitas piutang tersebut menjadi salah satu indikator dalam menentukan tingkat risiko kredit dan besaran
cadangan kerugian penurunan nilai yang diakui pada laporan keuangan, dengan mempertimbangkan informasi historis,
kondisi terkini, serta proyeksi kondisi ekonomi ke depan.
Untuk piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang pembayaran angsurannya menunggak lebih
dari 90 hari akan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang mengalami penurunan nilai. Perseroan menyimpan Bukti
Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) atas kendaraan bermotor yang dibiayai Perseroan sebagai jaminan atas piutang
pembiayaan konsumen yang diberikan.
Mayoritas piutang Perseroan berada dalam kategori “belum jatuh tempo dan tidak mengalami penurunan nilai”. Jumlah
piutang pembiayaan konsumen yang mengalami penurunan nilai tercatat sebesar Rp841,18 miliar di tahun 2025.
Perseroan membentuk cadangan sebanyak Rp774,18 miliar di tahun 2025 untuk menutup potensi kerugian yang timbul
dari pembiayaan yang bermasalah.
Analisis Eksposur Risiko Pembiayaan
Belum Jatuh Tempo dan Tidak Jatuh Tempo
Cadangan
Mengalami Penurunan Nilai dan Tidak Mengalami
Uraian Kerugian Jumlah
Mengalami penurunan Nilai
High Grade Standard Grade Penurunan Nilai
penurunan Nilai
Kas dan Setara Kas 990.657 - - - - 990.657
Piutang Pembiayaan Konsumen 10.451.475 11.046.770 983.915 639.015 -607.432 22.513.743
Piutang Sewa Pembiayaan 1.596.233 1.862.370 131.306 162.505 (127.084) 3.625.330
Piutang Lain-lain 418.492 - - 39.661 -39.661 418.492
Piutang Derivatif 33.826 - - - - 33.826
Aset Lain-lain 31.824 - - - - 31.824
Jumlah Aset 13.522.507 12.909.140 1.115.221 841.181 (774.177) 27.613.872
Selanjutnya, aging analysis terhadap piutang pembiayaan konsumen dan piutang sewa pembiayaan yang telah jatuh
tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai menunjukkan bahwa mayoritas pembiayaan berada di periode 1-30 hari,
yaitu mencakup 57,41% dari total aset yang telah jatuh tempo tapi tidak mengalami penurunan nilai.
Aging Analysis Pembiayaan yang Telah Jatuh Tempo Namun Tidak Mengalami Penurunan Nilai
Uraian
1-30 Hari 31-60 Hari 61-90 Hari Jumlah
(Dalam Rupiah)
Piutang Pembiayaan Konsumen 586.649 254.434 142.832 983.915
Piutang Sewa Pembiayaan 53.622 43.461 34.223 131.306
Total 640.271 297.895 177.055 1.115.221
Struktur Modal dan Kebijakan Manajemen
atas Struktur Modal
Kebijakan Struktur Modal
Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya adalah menjaga kelangsungan usaha agar dapat memberikan hasil
kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya, serta memelihara optimalisasi struktur
permodalan untuk mengurangi biaya modal.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang
dibayarkan kepada pemegang saham, imbalan hasil modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru
untuk mengurangi pinjaman/utang. Perseroan memantau permodalan berdasarkan gearing ratio. Rasio ini dihitung dari
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 117
Page 119
Analisis dan Pembahasan Manajemen
nilai bersih pinjaman (termasuk Obligasi dan Medium-Term Notes) dibagi dengan jumlah modal. Jumlah modal diambil
dari ekuitas yang tercantum dalam laporan posisi keuangan.
Dalam mengelola permodalan, Perseroan melakukan analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa Perseroan tetap
mematuhi aturan POJK No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan
Pembiayaan yang diantaranya mengatur ketentuan sebagai berikut:
1. Modal disetor Perseroan minimum sebesar Rp100.000.000.000;
2. Ekuitas Perseroan minimum sebesar 50,00% dari modal disetor; dan
3. Jumlah pinjaman yang dimiliki Perseroan dibandingkan modal sendiri dan utang subordinasi dikurangi penyertaan
(gearing ratio) ditetapkan setinggi-tingginya 10 kali, baik untuk pinjaman luar negeri maupun dalam negeri.
Komposisi Pinjaman dan Ekuitas (jutaan Rupiah)
Komposisi Komposisi
Uraian 2025 2024
(%) (%)
Pinjaman 15.861.521 58,75 21.476.196 65,05
Surat Berharga yang Diterbitkan 6.221.899 23,04 6.681.925 20,23
Jumlah Pinjaman 22.083.420 81,79 28.158.121 85,27
Ekuitas 4.916.497 18,21 4.864.422 14,73
Struktur Modal
Ekuitas mencakup 18,21% dari total pinjaman dan ekuitas. Proporsi ini lebih besar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar
14,73%. Perseroan senantiasa menjaga struktur modal guna memastikan dicapainya pendapatan optimal bagi Perseroan.
Kebijakan Dividen
Sebelum berakhirnya tahun keuangan, Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba bersih untuk cadangan
dan penyisihan tersebut dilakukan sampai cadangan mencapai sekurangnya 20% dari jumlah modal ditempatkan dan
disetor. Berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pembagian dividen dilakukan
berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham. Penggunaan laba bersih termasuk penentuan jumlah penyisihan
untuk cadangan diputuskan oleh RUPS dan dalam hal RUPS tidak menentukan lain, seluruh laba bersih setelah dikurangi
penyisihan untuk cadangan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen.
Dasar Kebijakan Pembagian Dividen
1. Anggaran Dasar Perseroan Pasal 18 ayat 1: Laba Bersih Perseroan dalam satu tahun buku seperti tercantum dalam
neraca dan perhitungan laba rugi yang telah disahkan oleh RUPS Tahunan dan merupakan saldo laba yang positif, dibagi
menurut cara penggunaannya yang ditentukan oleh RUPS tersebut.
2. Akta Perjanjian Pemegang Saham No. 5 Tanggal 6 Februari 2009 Pasal 14 ayat 1: Pembagian dividen dapat dilakukan
jika terdapat saldo laba positif dan sepanjang kondisi keuangan Mandiri Tunas Finance telah memperhitungkan nilai
pencadangan sesuai kebijakan pemegang saham dan telah mencapai target profit tahunan, dengan besarnya dividen
berkisar antara 35%-40% dari jumlah laba bersih Mandiri Tunas Finance kecuali ditentukan lain dalam RUPS.
Kronologis Pembagian Dividen
Kronologis pembagian dividen Perseroan pada 2 tahun buku terakhir adalah sebagai berikut:
Pembayaran Dividen
Pembayaran Dividen di Tahun 2025 Pembayaran Dividen di Tahun 2024
Uraian
(Dividen Saham Tahun Buku 2024) (Dividen Saham Tahun Buku 2023)
Laba bersih (Rp juta) 348.072 1.161.101
Jumlah Dividen (Rp) 351.624.818.880 348.330.295.881
Dividen per Saham (Rp) 140,65 139,33
Payout Ratio (%) 30 30
Tanggal Pengumuman 30 Juni 2025 28 Juni 2024
Tanggal Pembayaran 11 Juli 2025 10 Juli 2024
118 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 120
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Perseroan membagikan 30% dari laba yang dibukukan di tahun 2024 sebagai dividen atau sebesar Rp351,62 miliar.
Dividen ini dibagikan pada tanggal 11 Juli 2025 kepada seluruh pemegang saham, yang terdiri dari PT Bank Mandiri
(51%) dan PT Tunas Ridean (49%).
Realisasi Investasi Barang Modal
Investasi Barang Modal
Jenis Barang Modal Tujuan 2025 (Jutaan Rupiah) 2024 (Jutaan Rupiah)
Bangunan Penunjang pertumbuhan usaha Perseroan 3.151 682
Peralatan kantor Penunjang pertumbuhan usaha Perseroan 24.848 46.295
Renovasi bangunan sewa Penunjang pertumbuhan usaha Perseroan 7.769 7.051
Aset Hak Guna Penunjang pertumbuhan usaha Perseroan 4.910 17.092
Jumlah 40.678 71.730
Investasi barang modal tahun 2025 mencapai Rp40,68 miliar, lebih tinggi/rendah dibandingkan tahun 2024 yang sebesar
Rp71,73 miliar. Investasi ini lebih banyak didominasi oleh peralatan kantor.
Dampak Nilai Tukar Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal
transaksi. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan dengan
kurs yang berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan. Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi
dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset serta liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pada tanggal 31 Desember 2025, kurs nilai tukar yang digunakan adalah kurs
tengah Bank Indonesia yaitu sebesar Rp16.782/Dollar Amerika Serikat (Dolar AS), dibandingkan dengan Rp16.162/Dollar
Amerika Serikat pada 31 Desember 2024.
Informasi dan Fakta Material yang Terjadi
Setelah Tanggal Laporan Akuntan
Tidak terdapat informasi maupun fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan auditor yang perlu diungkapkan
dalam Laporan Tahunan ini. Seluruh keterbukaan informasi juga dapat dilihat pada Laporan Keuangan yang telah diaudit,
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan ini.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 119
Page 121
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Perbandingan Antara Target dan Realisasi
Pada awal tahun buku 2025, Perseroan telah menetapkan sejumlah target yang hendak dicapai yang dituangkan dalam
RKAP 2025. Perbandingan pencapaian beberapa target yang ditetapkan dengan realisasi tahun buku 2025 adalah sebagai
berikut:
Perbandingan Target dan Realisasi Tahun 2025
Uraian Target 2025 Realisasi 2025 Pencapaian (%)
Penyaluran Pembiayaan Baru (Rp Juta) 32.000.000 19.303.078 60,32
Saldo Piutang Pembiayaan (Rp Juta) 38.205.476 26.139.093 68,42
Pendapatan (Rp Juta) 6.176.031 4.635.522 75,06
Laba Tahun Berjalan (Rp Juta) 607.172 400.015 65,88
Struktur Modal/Gearing Ratio (x) 5,95 4,49 78,88
NPF Gross (%) 0,79% 2,40%
NPF Netto (%) 0,43% 1,47%
Net Interest Margin (%) 3,59% 3,05% 84,96
Biaya Pendidikan dan Pelatihan (Rp Juta) 17.170 12.874 74,98
Kondisi perekonomian yang kurang kondusif menyebabkan beberapa pencapaian Perseroan berada di bawah target
yang telah ditetapkan. Dari sisi saldo piutang pembiayaan, Perseroan hanya mencapai Rp26,14 triliun, atau 68,42% dari
target yang ditetapkan. Sebagai akibatnya, pendapatan yang dibukukan di tahun 2025 hanya mencapai 75,06% dari
target. Akibat besarnya penyisihan atas kerugian penurunan nilai, laba tahun berjalan tidak berhasil mencapai target yang
ditetapkan, yaitu hanya mencapai 65,88% dari target. Peningkatan penyisihan atas kerugian penurunan nilai merupakan
akibat dari meningkatnya NPF yang mencapai 2,4% di akhir tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan target tahun 2025
yang sebesar 0,79%.
Prospek Usaha
Memasuki tahun 2026, Perseroan telah menetapkan sejumlah target yang dituangkan dalam RKAP 2026, sebagai berikut:
Realisasi 2025 dan Proyeksi 2026
Uraian Realisasi 2025 Proyeksi 2026
Penyaluran Pembiayaan Baru (Rp Juta) 19.303.078 17.869.144
Saldo Piutang Pembiayaan (Rp Juta) 26.139.093 28.328.942
Pendapatan (Rp Juta) 4.635.522 3.605.427
Laba Tahun Berjalan (Rp Juta) 400.015 317.456
Struktur Modal/Gearing ratio (x) 4,49 4,56
NPF Gross (%) 2,40% 2,75%
NPF Netto (%) 1,47% 1,61%
Net Interest Margin (%) 3,05% 3,09%
Biaya Pendidikan dan Pelatihan (Rp juta) 12.874 12.850
120 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 122
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Prospek usaha perseroan pada periode mendatang 2. Thrive in Profit difokuskan pada upaya menjaga
tetap dipandang solid meskipun kondisi industri masih keberlanjutan profitabilitas melalui peningkatan NIM,
menunjukkan adanya tantangan struktural dan volatilitas pengelolaan biaya dana secara lebih kompetitif, dan
eksternal. Dari perspektif makroekonomi, permintaan penerapan disiplin dalam risk-based pricing serta
pembiayaan diperkirakan mengalami peningkatan seiring pengelolaan booking mix. Penguatan kinerja fee-
dengan membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi based income, peningkatan tingkat recovery, dan
tahun 2026 dan stabilnya tingkat inflasi. Peningkatan pengendalian rasio BOPO secara konsisten juga
penjualan kendaraan turut menjadi indikator awal yang dilakukan untuk memastikan efisiensi operasional
menegaskan bahwa potensi penguatan pasar pembiayaan tetap terjaga pada tingkat yang optimal.
otomotif pada tahun berikutnya masih terbuka lebar. 3. Fast Services diarahkan untuk meningkatkan
efektivitas jaringan dan channel bisnis,
Proyeksi positif tersebut diperkuat oleh arah kebijakan penyempurnaan proses end-to-end berbasis risiko,
strategis perseroan yang berlandaskan pada tiga pilar perbaikan SLA pembiayaan, serta optimalisasi fungsi
utama, yaitu Market Expansion, Thrive in Profit, dan collection melalui transformasi AR dan recovery.
Fast Services. Seluruh strategi tersebut dirancang Peningkatan produktivitas seluruh fungsi operasional
untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, turut dilakukan untuk memastikan kecepatan layanan,
peningkatan resiliensi bisnis, serta penguatan nilai tambah ketepatan proses, dan kualitas pelayanan dapat
perusahaan. memenuhi standar serta ekspektasi pemangku
1. Market Expansion, perluasan basis bisnis dilakukan kepentingan.
melalui redesign model bisnis berbasis segmentasi
dan risiko, penguatan ekosistem captive baik internal Dengan dukungan lingkungan makroekonomi yang lebih
maupun eksternal, optimalisasi nilai pelanggan stabil serta implementasi yang konsisten atas ketiga
utama, serta pengembangan portofolio dan lini bisnis pilar strategi tersebut, perseroan diyakini berada dalam
baru, termasuk di dalamnya pembiayaan kendaraan posisi yang kuat untuk mempertahankan kinerja positif
bekas, pembiayaan emas, dan portofolio hijau. dan mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan pada
Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperbesar periode yang akan datang.
pangsa pasar, meningkatkan kualitas akuisisi, serta
menciptakan sumber pertumbuhan yang lebih
terdiversifikasi.
Kepatuhan Pembayaran Pajak
Perseroan memiliki kontribusi kepada negara yang disetorkan untuk tahun 2025 adalah sebesar Rp183,15
diwujudkan melalui pemenuhan kewajiban perusahaan miliar atau menurun dibandingkan dengan tahun 2024
sebagai wajib pajak dan sebagai pemotong/pemungut yang tercatat sebesar Rp291,73 miliar. Penurunan ini
pajak. Sebagai wajib pajak, kontribusi terbesar Perseroan disebabkan oleh penurunan laba yang dibukukan oleh
adalah memenuhi kewajiban PPh Badan. PPh Badan yang Perseroan di tahun 2025.
Pembayaran Pajak
Kenaikan (penurunan)
Kantor Peraturan pajak 2025 2024
Rp jutaan %
Pusat PPh Badan 183.153 291.732 (108.579) (37,22)
PPN 82.654 139.164 (56.510) (40,61)
Daerah PPh dengan Entitas Induk 90.035 130.919 (40.884) (31,23)
PBB 159 169 (10) (5,92)
Jumlah 356.001 561.985 205.983 (36,65)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 121
Page 123
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan
dan/atau Manajemen
Hingga akhir tahun 2025, Perseroan tidak memiliki Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan (ESOP) dan/atau
Manajemen (MSOP). Perseroan juga belum pernah melakukan Penawaran Umum Perdana Saham sebagai aksi korporasi
yang memungkinkan kepemilikan saham oleh publik maupun manajemen dan/atau karyawan. Dengan demikian, tidak
terdapat informasi terkait ESOP/MSOP yang dilakukan Perseroan.
Informasi Material Mengenai Investasi,
Ekspansi, Divestasi, Penggabungan/
Peleburan Usaha, Akuisisi, Restrukturisasi
Utang/Modal
Tidak terdapat informasi material mengenai investasi, ekspansi, divestasi, penggabungan usaha, akuisisi, dan/atau
restrukturisasi utang/modal di tahun 2025
Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Umum
Berikut disampaikan laporan realisasi penggunaan dana penawaran umum obligasi yang dilakukan Perseroan di tahun
2025.
Realisasi Penggunaan Dana Obligasi VII
Uraian Realisasi 2025
Jenis Penawaran Umum Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2025
Tanggal Efektif 25 Juni 2025
Nilai Realisasi Hasil Penawaran Umum 775.270.000.000
Jumlah Hasil Penawaran Umum 775.270.000.000
Biaya Penawaran Umum 4.350.318.784
Hasil Bersih 770.919.681.216
Rencana Penggunaan Dana
Modal Kerja 770.919.681.216
Jumlah 770.919.681.216
Realisasi Penggunaan Dana
Modal Kerja 770.919.681.216
Jumlah 770.919.681.216
Sisa Hasil Penawaran Umum 0
122 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 124
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Informasi Transaksi Material yang
Mengandung Benturan Kepentingan dan/
atau Transaksi dengan Pihak Afiliasi
Transaksi Benturan Kepentingan dan/atau Transaksi kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
dengan Pihak Afiliasi Benturan Kepentingan adalah adalah anggotanya).
perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi, pihak ketiga yang sama.
anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas
Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dimaksud. dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca
Transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi kerja untuk imbalan kerja dari Perseroan atau entitas
yang dilakukan oleh perusahaan atau perusahaan yang terkait dengan Perseroan. Jika Perseroan
terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan atau Afiliasi dari adalah entitas yang menyelenggarakan program
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas Perseroan.
dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan atau f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
perusahaan atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota g. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki
dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
Pengendali. personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk
dari entitas). Seluruh transaksi dengan pihak-pihak
Tahun 2025 Perseroan tidak memiliki transaksi benturan berelasi telah diungkapkan di catatan atas laporan
kepentingan. keuangan.
Kebijakan Tentang Pihak Berelasi Kewajaran dan Alasan Dilakukannya Transaksi
Perseroan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Dalam kegiatan normal usaha, Perseroan melakukan
Definisi suatu pihak dianggap berelasi dengan Perseroan transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan
jika: kepemilikan dan/atau kepengurusan. Transaksi dengan
1. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai pihak berelasi tersebut dilaksanakan dengan syarat dan
relasi dengan Perseroan jika orang tersebut: kondisi yang sama sebagaimana dilakukan dengan pihak
a. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama tidak berelasi. Perseroan mendapatkan suku bunga yang
atas Perseroan; serupa untuk fasilitas pinjaman bank dengan pihak berelasi
b. Memiliki pengaruh signifikan atas Perseroan; atau dan pihak ketiga. Perseroan juga menggunakan suku
c. Merupakan personil manajemen kunci Perseroan bunga yang serupa antara pihak berelasi dan pihak ketiga
atau entitas induk dari Perseroan. dalam rangka pemberian piutang pembiayaan konsumen.
• Alasan Dilakukannya Transaksi
2. Suatu entitas berelasi dengan Perseroan jika memenuhi Seluruh transaksi yang dilakukan Perseroan, termasuk
salah satu hal berikut: transaksi dengan pihak berelasi, dilakukan dengan
a. Entitas dan Perseroan adalah anggota dari kelompok tujuan pengembangan usaha.
usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, • Nama dan Sifat Hubungan Berelasi
dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan Pihak-pihak berelasi adalah perusahaan dan perorangan
entitas lainnya) yang mempunyai keterkaitan kepemilikan atau
b. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura kepengurusan secara langsung maupun tidak langsung
bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau dengan Perseroan. Tabel di bawah menunjukkan
ventura bersama yang merupakan anggota suatu perincian pihak-pihak berelasi dengan Perseroan
beserta sifat dari transaksi tersebut.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 123
Page 125
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Rincian Pihak Berelasi
Nama Pihak Berelasi Sifat Hubungan Pihak Berelasi Jenis/sifat transaksi
Penempatan dana, kerja sama pembiayaan (pencairan joint financing), kerja sama
PT Bank Mandiri (Persero)
Pemegang Saham Mayoritas pembiayaan (angsuran joint financing), pinjaman bank, bunga yang masih harus
Tbk
dibayar, jasa giro, piutang lain-lain, utang lain-lain, dan beban keuangan
PT Tunas Ridean Pemegang saham minoritas Piutang lain-lain
Dikendalikan oleh Dana Pensiun Bank
PT Bumi Daya Plaza Aset lain-lain, utang lain-lain, beban keuangan, beban umum dan administrasi
Mandiri
Dikendalikan oleh PT Bank Mandiri
PT Bank Mandiri Taspen Penempatan dana giro deposito, jasa giro dan bunga deposito, aset lain-lain
(Persero) Tbk
Dana Pensiun Bank
Bank Mandiri sebagai pendiri Pemegang obligasi
Mandiri
PT Surya Sudeco Dikendalikan oleh PT Tunas Ridean Utang lain-lain, beban keuangan
PT Bank Rakyat Indonesia
Badan Usaha Milik Negara Pemegang obligasi, penempatan dana giro, jasa giro, beban keuangan
(Persero) Tbk
PT Bank Negara
Badan Usaha Milik Negara Pemegang obligasi, penempatan dana giro, jasa giro, beban keuangan, treasury
Indonesia (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa
Badan Usaha Milik Negara Piutang akseptasi klaim, pendapatan akseptasi klaim
Indonesia (Persero)
PT Sarana Multigriya
Badan Usaha Milik Negara Beban yang masih harus dibayar, pinjaman, beban keuangan
Finansial (Persero)
Perum Jaminan Kredit
Badan Usaha Milik Negara Klaim asuransi piutang, obligasi, piutang lain-lain
Indonesia
PT Bank Tabungan Penempatan dana, beban yang masih harus dibayar, pinjaman bank, beban
Badan Usaha Milik Negara
Negara (Persero) Tbk keuangan
Entitas anak dari Badan Usaha Milik
PT Kimia Farma Apotek Piutang pembiayaan, pendapatan pembiayaan
Negara
PT Kimia Farma Entitas anak dari Badan Usaha Milik
Piutang pembiayaan, pendapatan pembiayaan
Diagnostika Negara
PT Kimia Farma Trading Entitas anak dari Badan Usaha Milik
Piutang pembiayaan, pendapatan pembiayaan
& Distribution Negara
Entitas anak dari Badan Usaha Milik
PT Asuransi Jiwa Taspen Pemegang obligasi
Negara
Personil manajemen Personil manajemen kunci Group Bank
Piutang pembiayaan, pendapatan pembiayaan
kunci Grup Mandiri
Karyawan kunci Anggota Dewan Komisaris dan Direks Imbalan kerja
124 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 126
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Realisasi Transaksi Pihak Berelasi
Uraian 2025 2024 Kenaikan (penurunan)
(dalam Rupiah)
Rp % Rp % Rp
ASET
Kas dan Setara Kas 931.255 3,3 1.232.952 3,6 (301.697)
Deposit Berjangka 50.000 0,2 50.000 0,1 0
Piutang Pembiayaan Konsumen 47.768 0,2 41.346 0,1 6.422
Piutang Lain-lain 274.823 1,0 369.541 1,1 (94.718)
Sewa Dibayar di muka 814 0,0 826 0,0 (12)
Jumlah Aset dari Pihak-pihak Berelasi 1.304.660 4,7 1.694.665 4,9 (390.005)
LIABILITAS
Utang Lain-lain 34.346 0,1 51.626 0,2 (17.280)
Beban yang Masih Harus Dibayar 8.935 0,0 9.543 0,0 (608)
Pinjaman bank 6.397.590 27,7 5.835.461 19,7 562.129
Surat Berharga yang Diterbitkan 184.000 0,8 644.000 2,2 (460.000)
Jumlah Liabilitas dari Pihak-pihak Berelasi 6.624.871 28,7 6.540.630 22,1 84.241
PENDAPATAN
Pembiayaan Konsumen 2.837 0,1 2.174 0,0 663
Simpanan Bank 14.990 0,3 16.207 0,3 (1.217)
Jumlah Pendapatan dari Pihak-pihak Berelasi 17.827 0,4 18.381 0,3 (554)
BEBAN
Beban Gaji dan Tunjangan - Kompensasi Dewan Komisaris dan 16.837 0,4 34.368 0,8 (17.531)
Direksi
Beban Keuangan 388.859 9,4 306.226 7,5 82.633
Beban Umum dan Administrasi 9.585 0,2 8.488 0,2 1.097
Jumlah beban dari Pihak-pihak Berelasi 415.281 10,1 349.082 8,6 66.199
Pemenuhan Peraturan dan Ketentuan Terkait Transaksi dilakukan dengan memenuhi prinsip transaksi yang wajar
Afiliasi (armslength principle).
Transaksi afiliasi/berelasi di atas merupakan kegiatan
usaha yang dijalankan secara rutin, berulang, dan/ Peran Dewan Komisaris dan Komite Audit untuk
atau berkelanjutan. Melalui mekanisme kajian transaksi Memastikan Transaksi Dilakukan sesuai Praktik Bisnis
yang wajar dan pemenuhan ketentuan yang berlaku. Di yang Berlaku Umum
tahun 2025 tidak terdapat transaksi afiliasi/berelasi dan/ Dewan Komisaris dan Komite Audit telah menelaah
atau transaksi benturan kepentingan yang merupakan dan menyetujui seluruh transaksi afiliasi/berelasi yang
hasil pelaksanaan transaksi afiliasi dan/atau transaksi dilakukan Perseroan, dan telah memastikan bahwa
benturan kepentingan yang wajib disetujui pemegang transaksi afiliasi/berelasi di atas telah melalui prosedur
saham independent. yang memadai, dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis
yang berlaku umum, dan telah memenuhi prinsip transaksi
Pernyataan Direksi bahwa Transaksi telah Memenuhi yang wajar (armslength principle).
Prosedur Memadai dan Sesuai Praktik Bisnis yang
Berlaku Umum Rujukan Informasi Transaksi dengan Pihak Berelasi
Direksi menyatakan bahwa seluruh transaksi afiliasi/ pada Laporan Keuangan
berelasi Perseroan telah melalui prosedur yang memadai Transaksi dengan pihak berelasi tersedia pada laporan
untuk memastikan bahwa transaksi afiliasi dilaksanakan keuangan teraudit tahun 2025 yang menjadi bagian dalam
sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum dan Laporan tahunan ini.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 125
Page 127
Analisis dan Pembahasan Manajemen
Informasi Keuangan yang Mengandung
Kejadian yang Bersifat Luar Biasa dan Jarang
Terjadi
Tahun 2025 tidak ada kejadian atau transaksi yang bersifat luar biasa dan jarang terjadi.
Transaksi Spot dan Derivatif
Tahun 2025 tidak ada transaksi spot dan terdapat transaksi derivatif.
Perubahan Peraturan Perundang-Undangan
Terhadap Perusahaan pada Tahun Buku
Terakhir
Pada Tahun 2025 terdapat pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang disahkan oleh Presiden
Repulik Indonesia pada tanggal 17 Desember 2025. KUHAP yang baru telah termuat di dalam Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2025, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 188 namun mulai berlaku pada tanggal 2 Januari
2026.
Beberapa peraturan yang memengaruhi Perseroan di tahun 2025 adalah:
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mulai berlaku pada
tanggal 2 Januari 2026;
2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang yang mulai
berlaku pada tanggal 2 Januari 2026;
3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003
tentang Badan Usaha Milik Negara yang mulai berlaku pada tanggal 24 Februari 2025;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko yang
mulai berlaku pada tanggal 5 Juni 2025;
5. Peraturan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Permeninves/BKPM) Nomor 5 Tahun
2025 Nomor 5 Tahun 2025 yang mulai berlaku pada tanggal 2 Oktober 2025;
6. Peraturan Menteri Hukum (Permenkum) Nomor 49 Tahun 2025 Tentang Syarat dan Tata Cara Pendirian, Perubahan,
dan Pembubaran Badan Hukum Perseroan Terbatas yang mulai berlaku pada tanggal 17 Desember 2025.
Perubahan Kebijakan Akuntansi yang
Diterapkan Perusahaan pada Tahun Buku
Terakhir
Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi Keuangan, Mulai efektif pada atau setelah tanggal 1 Januari
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan dan amandemen 2026 PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107
yang telah disahkan oleh Dewan Standar Akuntansi Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Klasifikasi
Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia yang berdampak dan Pengukuran Instrumen Keuangan Amandemen ini
relevan terhadap pelaporan keuangan Perseroan namun menambahkan dan mengklarifikasi ketentuan dalam PSAK
belum berlaku efektif untuk laporan keuangan tahun 2025. 109 terkait penghentian pengakuan liabilitas keuangan,
126 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 128
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
serta mengklarifikasi penilaian karakteristik arus kas untuk PSAK 118 menggantikan PSAK 201, memperkenalkan
aset keuangan dengan fitur ESG-linked, aset keuangan persyaratan baru untuk penyajian dalam laporan laba rugi,
dengan fitur non-recourse, dan instrumen yang terikat termasuk total dan subtotal yang ditentukan. PSAK ini
secara kontraktual seperti tranche. Amandemen ini juga juga mengharuskan pengungkapan ukuran kinerja yang
mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait persyaratan ditentukan oleh manajemen dalam catatan dan mencakup
pengungkapan investasi pada instrumen ekuitas yang persyaratan baru untuk agregasi dan disagregasi informasi
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif Keuangan berdasarkan ‘peran’ yang diidentifikasi dari
lain dan menambah ketentuan terkait instrumen keuangan laporan Keuangan utama dan catatan.
dengan persyaratan kontraktual yang mengubah waktu
atau jumlah arus kas kontraktual. Amandemen berlaku secara restrospektif untuk periode
pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1
Amandemen berlaku secara restrospektif untuk periode Januari 2027. Penerapan dini diperkenankan. Perseroan
pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut
Januari 2027. Penerapan dini diperkenankan. Perseroan untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan
saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut Keuangan Perseroan.
untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan
Keuangan Perseroan. Manajemen masih melakukan persiapan dalam penerapan
standar baru tersebut yang dipertimbangkan relevan
PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan Laporan terhadap Perseroan pada saat efektif, dan pengaruhnya
Keuangan terhadap posisi dan kinerja Keuangan Perseroan masih
diestimasi sampai tanggal laporan Keuangan.
Informasi Kelangsungan Usaha
Perseroan masih mencatatkan kinerja yang positif di kerugian penurunan nilai dengan Perhitungan yang matang
tahun 2025. Rasio Keuangan, baik dari sisi likuiditas dan didasarkan pada prinsip kehati-hatian. Disamping
dan solvabilitas juga berada dalam koridor yang aman. itu, sebagai bagian dari Mandiri Group, Perseroan akan
Menyikapi tren peningkatan non-performing financing memitigasi risiko yang dapat memengaruhi kelangsungan
yang antara lain dipicu oleh pelemahan kemampuan usahanya.
bayar debitur, Perseroan telah melakukan penyisihan atas
Tingkat Kesehatan Perusahaan
Hasil penilaian Tingkat Kesehatan (TKS) MTF pada tahun 2025 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Perseroan memperoleh
Peringkat Komposit 2 (PK – 2), artinya kondisi Perseroan secara umum sehat sehingga dinilai mampu menghadapi
pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lain. Dilihat dari faktor penerapan tata
kelola perusahaan yang baik, profil risiko, rentabilitas, dan permodalan, peringkat Perseroan secara umum baik. Dalam
hal terdapat kelemahan, maka kelemahan tersebut kurang signifikan.
Tingkat Kesehatan Mandiri Tunas Finance
No Faktor Penilaian Peringkat
1 Tata Kelola Perusahaan yang Baik 1
2 Profil Risiko 2
3 Rentabilitas 3
4 Permodalan 1
Peringkat Tingkat Kesehatan Perusahaan PK – 2
Tingkat Kesehatan Perusahaan Sehat
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 127
Page 129
Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola
Perusahaan
83,10
GCPI Skor &
Rating
Landasan Bisnis
yang Berintegritas
Tata kelola perusahaan yang baik
menjadi fondasi utama dalam
memastikan pengelolaan usaha
yang transparan, akuntabel, dan
berkelanjutan.
0
Kasus
Korupsi
128 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 130
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
6
Dewan
Komisaris
dan Direksi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 129
Page 131
Tata Kelola Perusahaan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik Sebagai
Landasan Bisnis yang Berintegritas
Mandiri Tunas Finance telah menjalankan bisnisnya selama saham dengan tata kelola operasional, pengelolaan
lebih dari tiga dekade dan tumbuh bersama dinamika industri risiko, dan pemenuhan kewajiban Perseroan. Kerangka
pembiayaan nasional. Sepanjang perjalanan tersebut, GCG memastikan bahwa keputusan bisnis tidak hanya
Perseroan sangat memahami bahwa penerapan tata kelola berorientasi pada kinerja jangka pendek, tetapi juga
perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) memperhatikan keberlanjutan usaha dan akuntabilitas
menjadi fondasi utama dalam memastikan pengelolaan kepada para pemangku kepentingan. Sejalan dengan
usaha yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. hal tersebut, Mandiri Tunas Finance secara sistematis
mengelola hubungan dengan pemangku kepentingan
Penerapan GCG memberikan arah yang jelas bagi melalui proses identifikasi dan pemetaan yang terstruktur,
Perseroan dalam menyelaraskan kepentingan pemegang sebagaimana ditampilkan dalam skema berikut:
Hubungan Mandiri Tunas Finance dengan Pemegang Saham dan
Pemangku Kepentingan
Pemegang Saham
BANK MANDIRI TUNAS GROUP
Mandiri Tunas Finance
Pemegang Saham Regulator
Direktur & Dewan Komisaris Kreditur Debitur
Pegawai Asosiasi Asuransi
Auditor Eksternal Publik/Masyarakat
Pemasok/Mitra Kerja/Vendor
Implementasi GCG membentuk cara Perseroan merancang 1. Mengoptimalkan nilai Perseroan bagi Pemangku
kebijakan, menjalankan proses bisnis, serta mengelola Kepentingan, khususnya Debitur, penerima dana,
risiko dan kepatuhan secara terintegrasi. Kerangka tata konsumen, pasangan usaha, nasabah penyimpan,
kelola memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil kreditur, pemberi dana, investor dana ventura, dan/
mempertimbangkan keseimbangan antara pencapaian atau Pemangku Kepentingan lainnya agar Perusahaan
kinerja usaha, pengelolaan risiko yang prudent, serta memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional
pemenuhan kewajiban Perseroan kepada pemegang maupun internasional;
saham dan regulator. Dengan pendekatan tersebut, GCG 2. Meningkatkan pengelolaan Perseroan secara profesional,
berfungsi sebagai mekanisme pengarah yang menjaga efektif, dan efisien;
konsistensi antara strategi, eksekusi, dan pengawasan di 3. Meningkatkan kepatuhan Organ Perseroan serta
seluruh lini organisasi. jajaran di bawahnya agar dalam membuat keputusan
dan menjalankan tindakan dilandasi pada etika dan
Secara lebih spesifik, tujuan penerapan GCG di lingkup nilai moral yang tinggi, kepatuhan terhadap ketentuan
Perseroan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa peraturan perundang-undangan, dan kesadaran atas
Keuangan mengenai tata kelola perusahaan yang baik, tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap Pemangku
yaitu: Kepentingan maupun kelestarian lingkungan;
4. Meningkatkan iklim yang kondusif bagi perkembangan
investasi nasional;
130 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 132
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
5. Mewujudkan Perusahaan yang lebih sehat, dapat pemangku kepentingan dan mendukung keberlanjutan
diandalkan, amanah, kompetitif, dan memenuhi prinsip usaha di tengah dinamika industri pembiayaan.
pelindungan konsumen;
6. Meningkatkan kontribusi Perseroan dalam perekonomian Mandiri Tunas Finance berkomitmen untuk terus
nasional. menyempurnakan penerapan GCG secara berkelanjutan.
Penguatan tata kelola diarahkan untuk meningkatkan
Penerapan GCG yang konsisten juga berperan dalam kualitas pengambilan keputusan, memperkuat ketahanan
memperkuat disiplin organisasi dan membangun budaya usaha, serta memastikan kesiapan Perseroan dalam
perusahaan yang berintegritas. Melalui kejelasan peran merespons perubahan regulasi dan perkembangan
dan tanggung jawab, mekanisme pengawasan yang lingkungan bisnis. Melalui pelaksanaan GCG yang
efektif, serta penerapan standar etika dan kepatuhan, dilakukan dengan kuat dan konsisten, Perseroan
Perseroan mendorong terciptanya perilaku kerja yang optimis dapat menciptakan nilai jangka panjang yang
profesional di seluruh tingkat organisasi. Budaya tersebut berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh
menjadi landasan penting dalam menjaga kepercayaan pemangku kepentingan.
Dasar Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Mandiri Tunas Finance menerapkan Tata Kelola Perusahaan Tahun 2024 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi
yang Baik dengan berpedoman pada ketentuan peraturan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura,
perundang-undangan yang berlaku di industri pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan
serta secara aktif mengadopsi perkembangan regulasi Lainnya, serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
terkini. Dalam hal ini, penerapan tata kelola Perseroan Peraturan OJK No. 24 Tahun 2019 tentang Rencana
mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Bisnis Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Seluruh
Jasa Keuangan, antara lain Peraturan OJK No. 48 Tahun 2024 regulasi tersebut menjadi landasan dalam pengelolaan
tentang Tata Kelola yang Baik bagi Lembaga Pembiayaan, usaha, pengendalian risiko, serta pemenuhan kewajiban
Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan kepatuhan Perseroan secara menyeluruh.
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (“POJK Tata Kelola”).
Dalam memperkuat komitmen terhadap penerapan tata
Selain itu, Perseroan juga berpedoman pada Peraturan kelola yang baik, Mandiri Tunas Finance juga mengadopsi
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 46 Tahun 2024 tentang berbagai pedoman dan standar pendukung. Perseroan
Pengembangan dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, mengacu pada Pedoman Umum Governansi Korporat
Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Indonesia (PUG-KI) Tahun yang diterbitkan oleh Komite
Modal Ventura, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor Nasional Kebijakan Governansi sebagai rujukan praktik tata
Peraturan OJK No. 8 Tahun 2023 tentang Penerapan kelola nasional. Selain itu, Perseroan mengadopsi standar
Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan internasional, antara lain ISO 26000 tentang Panduan
Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Tanggung Jawab Sosial serta ISO 37001 tentang Sistem
Pemusnah Massal di Sektor Jasa Keuangan, Peraturan Manajemen Anti Penyuapan, sebagai bagian dari upaya
Otoritas Jasa Keuangan Nomor Peraturan OJK No. 42 penguatan integritas dan tata kelola yang berkelanjutan.
Prinsip-Prinsip Tata Kelola Perusahaan
Dalam rangka mewujudkan visi dan melaksanakan misi prinsip ini menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan,
Perseroan, Mandiri Tunas Finance berkomitmen untuk pengambilan keputusan, serta pelaksanaan kegiatan usaha
menerapkan prinsip-prinsip GCG sebagaimana diatur dalam Perseroan secara menyeluruh. Adapun prinsip dasar GCG
ketentuan POJK tentang Tata Kelola. Penerapan prinsip- yang diterapkan oleh Perseroan meliputi:
01
Keterbukaan
02
Akuntabilitas
03 04 05
Tanggung Jawab Independensi Kewajaran
(Transparency) (Accountability) (Responsibility) (Independency) (Fairness)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 131
Page 133
Tata Kelola Perusahaan
Berikut merupakan penjelasan penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam praktik pengelolaan Perseroan:
Prinsip Dasar Penjelasan Sesuai POJK Tata Kelola Penerapan di Lingkup Perseroan
Keterbukaan (Transparency) Keterbukaan mencakup keterbukaan dalam Perseroan menilai prinsip transparansi sebagai keterbukaan
proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengungkap informasi material yang relevan secara akurat
dalam pengungkapan dan penyediaan informasi dan tepat waktu. Perseroan mengungkapkan informasi material
yang relevan dan mudah diakses oleh pemangku tersebut tidak hanya kepada pemegang saham tetapi juga
kepentingan. kepada seluruh pemangku kepentingan. Sehingga diharapkan
pemegang saham dan pemangku kepentingan dapat lebih dini
mengetahui perkembangan usaha Perseroan. Penerapan prinsip
ini diwujudkan dengan:
• Penyusunan dan penerbitan Laporan Tahunan yang tersedia di
halaman situs web Perseroan.
• Penyusunan dan penjelasan rencana bisnis Perseroan.
• Laporan keuangan berkala yang meliputi laporan keuangan
triwulan dan tahunan.
• Tersedianya laporan keterbukaan informasi terkait kegiatan
usaha Perseroan.
• Segala informasi dan data terkait perusahaan yang telah di
sediakan pada situs web Perseroan untuk pemegang saham
dan seluruh pemangku kepentingan.
Akuntabilitas Akuntabilitas mencakup kejelasan fungsi dan Penerapan prinsip akuntabilitas diimplementasikan oleh
(Accountability) pelaksanaan pertanggungjawaban. Perusahaan dengan menetapkan kejelasan fungsi, struktur, sistem
dan pertanggungjawaban masing-masing organ dalam Perseroan
sehingga terdapat kejelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang
dan tanggung jawab antara Karyawan, Direksi, Dewan Komisaris
dan Pemegang Saham maupun di setiap bagian dalam Perseroan.
Tanggung Jawab Tanggung jawab mencakup kesesuaian Perseroan mendefinisikan prinsip pertanggungjawaban sebagai
(Responsibility) pengelolaan dengan ketentuan peraturan dipatuhinya baik prosedur operasional maupun peraturan
perundang-undangan dan nilai etika serta perundang-undangan yang berlaku dalam setiap aktivitas bisnis
standar, prinsip, dan praktik. yang dilaksanakan. Pertanggungjawaban juga diikuti dengan
komitmen untuk menjalankan aktivitas bisnis sesuai dengan
standar etika yang baik. Selain itu, pengawasan yang dilakukan
oleh Dewan Komisaris lebih ditingkatkan terhadap pengelolaan
Perseroan oleh Direksi sehingga dapat berjalan efektif, disertai
adanya tuntutan pencapaian target terhadap Direksi. Prinsip ini
diterapkan melalui:
• Kepatuhan terhadap ketentuan anggaran dasar Perseroan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• Pelaksanaan kewajiban perpajakan dengan baik dan tepat waktu.
• Pelaksanaan program dan kegiatan CSR.
• Pelaksanaan kewajiban keterbukaan informasi sesuai peraturan.
Independensi Independensi mencakup keadaan yang dikelola Perseroan mengartikan independensi sebagai dijalankannya
(Independency) secara mandiri dan profesional serta bebas tugas, kewajiban serta wewenang masing-masing organ
dari benturan kepentingan dan pengaruh Perusahaan tanpa campur tangan dari organ-organ Perusahaan
atau tekanan dari pihak mana pun yang tidak yang lain maupun pihak lain yang tidak sesuai dengan peraturan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- perundang-undangan yang berlaku. Independensi diwujudkan
undangan dan nilai etika serta standar, prinsip, antara lain dengan saling menghargai peran dan fungsi masing-
dan praktik. masing Organ Perseroan serta keputusan pengurusan Perseroan
melalui keputusan Direksi Perusahaan. Prinsip independensi
sangat diperlukan terutama dalam proses pengambilan keputusan
atau kebijakan manajemen yang harus dilakukan secara objektif
dan menempatkan kepentingan Perseroan sebagai prioritas
utama. Penerapan prinsip ini diterapkan antara lain dengan:
• Saling menghormati hak, kewajiban, tugas, wewenang, serta
tanggung jawab di antara organ-organ Perseroan.
• Pemegang saham dan Dewan Komisaris tidak melakukan
intervensi terhadap pengurusan Perseroan.
• Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh karyawan senantiasa
menghindari terjadinya benturan kepentingan dalam
pengambilan keputusan.
• Kegiatan Perseroan yang memiliki benturan kepentingan wajib
memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham
independen atau wakilnya yang diberi wewenang dalam RUPS
sebagaimana diatur, serta mematuhi peraturan tentang benturan
kepentingan.
132 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 134
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Prinsip Dasar Penjelasan Sesuai POJK No. 48 Tahun 2024 Penerapan di Lingkup Perseroan
Kewajaran (Fairness) Kewajaran mencakup kesetaraan, keseimbangan, Perseroan mengartikan kewajaran atau keadilan sebagai perlakuan
dan keadilan di dalam memenuhi hak pemangku yang setara terhadap setiap pihak yang berkepentingan sesuai
kepentingan yang timbul berdasarkan perjanjian, dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam
ketentuan peraturan perundang-undangan, dan penerapannya, antara lain Perseroan selalu menjaga hubungan
nilai etika serta standar, prinsip, dan praktik. baik dengan karyawan dan menghindari praktik diskriminasi
serta menghormati hak-hak karyawan, termasuk menghindari
diskriminasi karyawan terkait latar belakang suku, agama, ras,
maupun gender. Prinsip ini diterapkan antara lain dengan
kebijakan:
• Pemegang saham berhak menghadiri dan memberikan suara
dalam RUPS sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
• Perseroan melaporkan informasi terkait rekanan kepada
pemangku kepentingan secara adil dan transparan.
• Perseroan menghadirkan kondisi kerja yang baik dan aman bagi
seluruh karyawan sesuai dengan kemampuan Perseroan dan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta adanya
penilaian kinerja secara periodik serta kesempatan promosi
yang sama bagi seluruh karyawan.
Sebagai bagian dari penguatan kerangka tata kelola, berimbang oleh pihak-pihak yang berkontribusi terhadap
Mandiri Tunas Finance menjadikan Pedoman Umum keberlangsungan Perseroan. Kerangka ini menekankan
Governansi Korporat Indonesia PUG-KI Tahun 2021 yang pentingnya kejelasan peran, kualitas proses, dan orientasi
diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governansi hasil dalam pengelolaan korporasi.
sebagai salah satu acuan konseptual dalam penerapan
governansi korporat. Pedoman ini memberikan perspektif Seluruh prinsip tersebut berakar pada empat pilar utama
menyeluruh mengenai bagaimana korporasi dikelola dan governansi korporat, yaitu perilaku beretika, akuntabilitas,
diawasi secara bertanggung jawab, dengan menempatkan transparansi, dan keberlanjutan. Keempat pilar ini
relasi antara pemegang saham, pengelola, pengawas, membentuk nilai dasar yang menuntun perilaku organisasi,
dan pemangku kepentingan lainnya dalam satu kerangka mengarahkan pengelolaan risiko dan kepatuhan, serta
yang saling terkait. menjaga keseimbangan antara kinerja usaha dan
tanggung jawab jangka panjang. Penerapan pilar-pilar
Prinsip-prinsip dalam PUG-KI disusun untuk memastikan tersebut secara konsisten mendukung terciptanya tata
bahwa fungsi pengurusan dan pengawasan korporasi kelola korporasi yang sehat dan berintegritas. Empat pilar
berjalan secara efektif, proses pengambilan keputusan governansi korporat tersebut diuraikan sebagai berikut:
dapat dipertanggungjawabkan, serta manfaat dari
penerapan governansi korporat dapat dirasakan secara
Perilaku Beretika Dalam melaksanakan kegiatannya, Korporasi senantiasa mengedepankan kejujuran, memperlakukan semua pihak dengan
hormat (respect), memenuhi komitmen, membangun serta menjaga nilai-nilai moral dan kepercayaan secara konsisten.
Korporasi memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya berdasarkan asas kewajaran
dan kesetaraan (fairness) dan dikelola secara independen sehingga masing-masing organ perusahaan tidak saling
mendominasi dan tidak dapat diintervensi oleh pihak lain.
Akuntabilitas Korporasi dapat mempertanggungjawabkan kinerjanya secara transparan dan wajar. Untuk itu, Korporasi harus dikelola
secara benar, terukur dan sesuai dengan kepentingan korporat dengan tetap memperhitungkan kepentingan pemegang
saham dan pemangku kepentingan. Akuntabilitas merupakan prasyarat yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang
berkelanjutan.
Transparansi Untuk menjaga objektivitas dalam menjalankan bisnis, korporasi menyediakan informasi yang material dan relevan
dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. Korporasi mengambil inisiatif untuk
mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan, tetapi juga hal yang penting
untuk pengambilan keputusan oleh pemegang saham, kreditur dan pemangku kepentingan lainnya.
Keberlanjutan Korporasi mematuhi peraturan perundang-undangan serta berkomitmen melaksanakan tanggung jawab terhadap
masyarakat dan lingkungan agar berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan melalui kerja sama dengan semua
pemangku kepentingan terkait untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan cara yang selaras dengan kepentingan
bisnis dan agenda pembangunan berkelanjutan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 133
Page 135
Tata Kelola Perusahaan
Selaras dengan penerapan keempat pilar governansi Kelompok ketiga mencakup prinsip-prinsip yang
korporat tersebut, Perseroan juga menerapkan delapan mengatur pihak-pihak penerima manfaat dari penerapan
Prinsip Governansi Korporat Indonesia yang disusun governansi korporat.
dalam tiga kelompok utama. Kelompok pertama
mencakup prinsip-prinsip yang mengatur organ Secara sistematis, kelompok prinsip pertama tercermin
penyelenggara Perseroan, yaitu Direksi dan Dewan dalam Prinsip 1 sampai dengan Prinsip 3, kelompok
Komisaris. Kelompok kedua mencakup prinsip-prinsip prinsip kedua tercermin dalam Prinsip 4 sampai dengan
yang mengatur proses dan keluaran yang dihasilkan Prinsip 6, dan kelompok prinsip ketiga tercermin dalam
dari pelaksanaan fungsi pengurusan dan pengawasan. Prinsip 7 dan Prinsip 8.
Prinsip Governansi
Definisi Penjelasan
Korporat
Prinsip 1: Direksi dan Dewan Komisaris menjalankan peran Prinsip 1 berkaitan dengan peran dan tanggung jawab Direksi
Peran dan Tanggung dan tanggung jawabnya secara independen dalam melakukan pengelolaan korporasi serta peran dan
Jawab Direksi dan Dewan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan untuk tanggung jawab Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan
Komisaris kepentingan terbaik jangka panjang korporasi dan atas pengelolaan korporasi yang dilaksanakan oleh Direksi. Di
pemegang saham, dengan mempertimbangkan samping itu Prinsip ini mengatur penilaian kinerja Direksi dan
kepentingan para pemangku kepentingan Dewan Komisaris dan anggotanya masing-masing, penanganan
benturan kepentingan yang terjadi pada anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris serta peningkatan kompetensi
anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris.
Prinsip 2: Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris dipilih Prinsip 2 mengharuskan pemilihan dan penetapan anggota
Komposisi dan dan ditetapkan sedemikian rupa sehingga komposisi Direksi dan anggota Dewan Komisaris dilakukan sedemikian
Remunerasi Direksi dan Direksi sebagai organ pengelolaan dan komposisi rupa sehingga Direksi dan Dewan Komisaris masing-masing
Dewan Komisaris Dewan Komisaris sebagai organ pengawasan sebagai organ pengelolaan dan pengawasan memiliki komposisi
adalah beragam dan masing-masing terdiri dari para anggota dengan pengetahuan, kemampuan, dan keahlian
Direktur dan Komisaris yang memiliki komitmen, yang dibutuhkan sesuai dengan perannya masing-masing.
pengetahuan, kemampuan, pengalaman dan keahlian Di samping itu, Prinsip ini menekankan pentingnya kebijakan
yang dibutuhkan untuk memenuhi secara tepat remunerasi untuk mendorong anggota Direksi dan anggota
peran pengelolaan Direksi dan peran pengawasan Dewan Komisaris mengutamakan kepentingan jangka panjang
Dewan Komisaris. Remunerasi dirancang untuk secara korporasi berdasarkan prinsip keberlanjutan, serta mengharuskan
efektif menyelaraskan kepentingan anggota Direksi pengungkapan kebijakan dan informasi remunerasi yang
dan anggota Dewan Komisaris dengan kepentingan diterima oleh Direksi dan Dewan Komisaris secara transparan dan
jangka panjang korporasi dan penciptaan nilai yang akuntabel.
berkelanjutan.
Prinsip 3: Direksi dan Dewan Komisaris memiliki hubungan kerja Prinsip 3 menekankan pentingnya hubungan kerja yang erat,
Hubungan Kerja antara yang erat, terbuka, konstruktif, profesional dan saling terbuka, konstruktif, profesional, saling percaya antara Direksi
Direksi dan Dewan percaya untuk kepentingan terbaik korporasi dan Dewan Komisaris dalam mencapai kepentingan terbaik
Komisaris korporasi. Prinsip 3 ini juga mengatur perlunya Dewan Komisaris
mengakses informasi yang lengkap serta pentingnya anggota
Direksi dan Dewan Komisaris memahami implikasi struktur
kepemilikan korporasi terhadap pelaksanaan perannya.
Prinsip 4: Korporasi memiliki komitmen untuk bertindak secara Prinsip 4 mengharuskan korporasi untuk membuat pernyataan
Perilaku Etis etis dan bertanggung jawab, menegakkan nilai-nilai secara berkala tentang komitmen korporasi tidak hanya
dan budaya organisasi. mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, namun
juga komitmen untuk bertindak etis dan bertanggung jawab.
Prinsip 5: Korporasi menjalankan praktik tata kelola yang Prinsip 5 mengharuskan Direksi untuk mengimplementasikan
Manajemen Risiko, terintegrasi dengan penerapan sistem pengendalian tata kelola, sistem pengendalian internal dan manajemen risiko,
Pengendalian Internal dan internal dan manajemen risiko, serta kepatuhan yang dan kepatuhan secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi,
Kepatuhan efektif dalam rangka mendukung pencapaian sasaran, perangkat manajemen, dan praktik yang dijalankan korporasi da-
visi, misi, tujuan, maupun target kinerja korporat dalam lam berbisnis secara bertanggung jawab (responsible business)
menjalankan bisnis secara berintegritas. sebagai warga korporat yang baik (good corporate citizen). De-
wan Komisaris memantau dan menyampaikan masukan terhadap
efektivitas penerapan tata kelola, sistem pengendalian internal
dan manajemen risiko, serta kepatuhan yang dilaksanakan secara
terintegrasi oleh Direksi.
Prinsip 6: Korporasi membuat pengungkapan yang akurat dan Prinsip 6 mewajibkan korporasi untuk memiliki kerangka
Pengungkapan dan tepat waktu mengenai semua hal yang material tentang tata kelola yang mampu memberikan keyakinan yang dapat
Transparansi korporasi. menghasilkan pengungkapan yang akurat dan tepat waktu
mengenai semua hal yang material tentang korporasi, yang
meliputi kondisi dan kinerja keuangan, kepemilikan atas
korporasi, dan tata kelola.
134 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 136
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Prinsip Governansi
Definisi Penjelasan
Korporat
Prinsip 7: Korporasi melindungi dan memfasilitasi pelaksanaan Prinsip 7 menjelaskan mengenai pemenuhan hak pemegang
Hak-hak Pemegang hak pemegang saham dan memastikan perlakukan saham dan perlakuan adil bagi pemegang saham, bagaimana cara
Saham yang adil terhadap pemegang saham, termasuk kerja sama aktif antara korporasi dengan pemegang sahamnya
pemegang saham minoritas. Semua pemegang saham dilaksanakan serta pelaksanaan sebagian hak pemegang saham
memiliki kesempatan untuk mendapatkan ganti rugi secara efektif melalui RUPS.
yang efektif atas pelanggaran hak-hak mereka.
Prinsip 8: Korporasi mengakui hak-hak pemangku kepentingan Prinsip 8 menjelaskan peran Direksi dan Dewan Komisaris
Hak-hak Pemangku yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam model bisnis
Kepentingan yang berlaku atau suatu perjanjian yang disepakati korporasi, melaksanakan pelibatan pemangku kepentingan, serta
oleh korporasi dan mendorong kerja sama aktif dengan memastikan perlindungan terhadap hak-hak para pemangku
pemangku kepentingan dalam menciptakan kekayaan, kepentingan. Dewan Komisaris memantau pengintegrasian
lapangan kerja, dan keberlanjutan usaha yang sehat semua aspek tersebut di atas yang dilakukan oleh Direksi.
secara finansial.
Struktur dan Mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik
GCG dirancang untuk memastikan bahwa Perseroan structure GCG. Infrastruktur GCG mencakup organ utama
dikelola dan diawasi secara efektif, selaras dengan peraturan dan organ pendukung Perseroan yang menjalankan fungsi
perundang-undangan yang berlaku, serta berorientasi pada pengurusan, pengawasan, serta pengendalian. Sementara
perlindungan dan keseimbangan kepentingan seluruh itu, soft structure GCG mencakup kebijakan, pedoman,
pemangku kepentingan. Struktur dan mekanisme GCG dan prosedur operasional yang menjadi acuan dalam
Perseroan dibangun secara berlapis dan saling terkait. Pada pelaksanaan kegiatan usaha sehari-hari.
tingkat paling fundamental, penerapan GCG berlandaskan
pada ketentuan peraturan perundang-undangan formal Selain berpedoman pada ketentuan internal, Perseroan juga
yang berlaku, Anggaran Dasar Perseroan, serta visi, misi, mengacu pada berbagai pedoman tata kelola lainnya yang
nilai, dan budaya perusahaan. Landasan tersebut menjadi relevan sebagai penguatan praktik GCG. Seluruh elemen
rujukan utama dalam pembentukan infrastruktur tata kelola tersebut kemudian diimplementasikan dan dipantau
dan penyusunan mekanisme operasional Perseroan. secara konsisten dalam seluruh aktivitas usaha Mandiri
Tunas Finance untuk memastikan efektivitas pengelolaan,
Dalam implementasinya, GCG Perseroan ditopang oleh pengendalian risiko, serta kepatuhan terhadap prinsip-
dua komponen utama, yaitu infrastruktur GCG dan soft prinsip GCG.
Struktur dan Proses/Mekanisme Tata Kelola
Undang-undang dan peraturan formal yang berlaku:
• Undang-undang Republik Indonesia
• Peraturan Menteri
• Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) -
Peraturan Bursa EFek Indonesia (BEI)
Anggaran Dasar Perusahaan
Visi, Misi, Nilai, dan Budaya Perusahaan
Beberapa Acuan Lainnya
• Pedoman Umum Good Corporate Governance
Indonesia Tahun 2006 yang di terbitkan oleh Komite
Softstruktur GCG Nasional Kebijakan Governansi Tanggal 17 Oktober 2006
Infrastruktur GCG (Mekanisme: (Pedoman Umum GCG Indonesia KNKG)
(Organ Utama dan Kebijakan dan • ISO 26000 tentang Panduan Tanggung Jawab Sosial
Organ Pendukung) Prosedur Operasional • OECD 2004 Principles of Corporate Governance dan
Perusahaan Asian Corporate Governance Scorecard (ACOS)
Penerapan dan Pemantauan GCG di LIngkup
Mandiri Tunas Finance
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 135
Page 137
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Sebagaimana diatur dalam POJK No. 46 Tahun 2024, struktur • Direksi
tata kelola terdiri dari tiga Organ Utama Perseroan, yaitu: Organ Perseroan yang berwenang dan bertanggung
• Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk
Organ Perseroan yang mempunyai wewenang yang kepentingan Perseroan, sesuai dengan maksud dan
tidak diberikan kepada Direksi atau Dewan Komisaris tujuan Perseroan serta mewakili Perseroan baik di
dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan
Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 dan/atau ketentuan Anggaran Dasar.
Anggaran Dasar.
• Dewan Komisaris Selain organ utama, Perseroan memiliki organ pendukung
Organ Perseroan yang bertugas melakukan yang membantu Dewan Komisaris dan Direksi dalam
pengawasan secara umum dan atau khusus sesuai menjalankan fungsi pengawasan dan pengurusan.
dengan Anggaran Dasar serta memberikan nasihat Susunan organ tata kelola tersebut disajikan dalam
kepada Direksi. bagan struktur tata kelola Perseroan sebagai berikut:
Struktur Tata Kelola Perusahaan Mandiri Tunas Finance
Transparency Accountability Responsibility Independency Fairness
RUPS
Dewan Komisaris Direksi
Komite Audit Corporate Secretary
Komite Nominasi & Remunerasi Risk Management
Komite Pemantau Risiko Internal Audit
Legal & Litigation
UKK APU PPT
ALCO
Komite Kredit
Komite Manajemen Risiko
Komite Anti Fraud
Komite Pengarah Teknologi Informasi
Auditor Eksternal (Audit Independen)
Keberhasilan penerapan GCG di lingkungan Perseroan Direksi, dan Dewan Komisaris dipisahkan secara tegas
sangat ditentukan oleh kejelasan hubungan dan interaksi untuk memastikan adanya keseimbangan antara fungsi
antar organ Perseroan. Sesuai dengan ketentuan pengurusan, pengawasan, dan pengambilan keputusan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, tugas strategis.
dan wewenang Rapat Umum Pemegang Saham,
136 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 138
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dalam pelaksanaannya, ketiga organ Perseroan Setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh organ
menjalankan perannya masing-masing secara selaras Perseroan dilandasi oleh itikad baik, nilai-nilai etika, serta
dengan menjunjung tinggi prinsip kebersamaan, saling kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan
menghormati, serta penghargaan terhadap fungsi dan kebijakan internal Perseroan. Dalam kerangka tersebut,
kewenangan yang dimiliki. Interaksi antar organ tersebut Perseroan juga senantiasa menyadari tanggung jawab sosial
didukung oleh keberadaan organ-organ pendukung dan lingkungannya sebagai bagian dari praktik tata kelola
guna memastikan proses pengelolaan dan pengawasan yang bertanggung jawab terhadap pemangku kepentingan
Perseroan berjalan secara efektif dan terkoordinasi, dengan dan lingkungan sekitar.
tetap mengutamakan kepentingan Perseroan.
Mekanisme Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Mekanisme GCG di Mandiri Tunas Finance mencakup kelola yang bersifat soft structure, sehingga kebijakan dan
seperangkat peraturan, kebijakan, dan prosedur yang prosedur yang diterapkan tetap relevan, efektif, dan selaras
mengatur pembagian tanggung jawab, kewenangan, serta dengan kebutuhan operasional Perseroan.
hubungan kerja antar organ tata kelola Perseroan. Mekanisme
ini juga mengatur pola interaksi Perseroan dengan para Selain Kebijakan GCG, Perseroan telah menetapkan berbagai
pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal, kebijakan dan pedoman pendukung, antara lain Code of
guna memastikan pengelolaan usaha yang terkoordinasi, Conduct, Board Manual, Pedoman Pengendalian Gratifikasi,
akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG. Pedoman Sistem Pengaduan Pelanggaran (Whistleblowing
System), Piagam Komite Audit, Piagam Audit Internal,
Sebagai landasan utama, Perseroan memiliki Anggaran serta kebijakan dan prosedur lainnya yang mendukung
Dasar serta Kebijakan Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang penerapan tata kelola perusahaan yang baik. Seluruh
telah disahkan dan menjadi acuan dalam penyelenggaraan perangkat tersebut dirancang untuk memperkuat mekanisme
tata kelola. Sejalan dengan dinamika proses bisnis dan check and balance dalam setiap aktivitas bisnis, serta
ketentuan pelaksanaan GCG yang berlaku, Perseroan secara memastikan bahwa pengelolaan Perseroan dijalankan secara
berkelanjutan melakukan penyempurnaan kebijakan tata konsisten sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yang berlaku.
Kebijakan dan Prosedur Penetapan
Anggaran Dasar Akta No. 160 Tanggal 29 September 2023 yang dibuat Muhammad Kholid Artha, S.H., Notaris di Jakarta.
Pedoman Tata Kelola Perusahaan yang Ditetapkan melalui Surat Keputusan No. 03, efektif berlaku sejak 1 April 2016 dan telah disetujui oleh Direksi.
Baik
Board Manual / Code of Conduct (Buku Ditetapkan tanggal 27 Agustus 2015 yang telah ditandatangani oleh Dewan Komisaris.
Panduan Dewan Komisaris dan Direksi)
Kode Etik (Code of Conduct/CoC) Ditetapkan tanggal 11 Maret 2013.
Piagam Komite Audit Telah dilakukan pembaharuan dan pengesahan pada 30 Juli 2020, yang ditandatangani oleh seluruh anggota
Dewan Komisaris.
Piagam Komite Nominasi & Telah dilakukan pembaharuan dan pengesahan pada 15 Januari 2024, yang ditandatangani oleh seluruh
Remunerasi anggota Dewan Komisaris.
Piagam Komite Pemantau Risiko Telah dilakukan pembaharuan dan pengesahan pada 14 Februari 2025, yang ditandatangani oleh seluruh
anggota Dewan Komisaris.
Piagam Audit Internal Telah dilakukan pembaharuan dan disahkan oleh Direksi dan disetujui oleh Dewan Komisaris tanggal 30
November 2020.
Piagam Sekretaris Perusahaan Ditetapkan melalui SOP No.03/PGN/06/2025 yang diterbitkan pada 29 Desember 2025 dan telah disetujui
oleh Direksi.
Pedoman Sistem Pengendalian Internal • Ditetapkan melalui SOP No. 03/PGN/01/2022, efektif berlaku tanggal 2 Januari 2023 dan telah disetujui oleh Direksi.
• Kebijakan Tata Kelola No. 04 tahun 2025 tanggal 19 Juni 2025.
Pedoman Manajemen Risiko Ditetapkan melalui SOP No. 03/PGN/07/2024 yang diterbitkan pada 31 Desember 2025 dan telah mengalami
perbaikan/revisi pada 24 Maret 2025, serta disetujui oleh Direksi.
Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Ditetapkan melalui SOP No. 02/PGA/01/2023 yang efektif berlaku sejak 2 Januari 2024 dan telah mengalami
perbaikan/revisi pada 13 Januari 2025 yang telah disetujui oleh Direksi.
Pedoman Pengendalian Gratifikasi Ditetapkan melalui SOP No. 03/PGN/19/2024 yang efektif berlaku sejak 13 November 2024.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 137
Page 139
Tata Kelola Perusahaan
Sosialisasi dan Internalisasi Tata Kelola Perusahaan
yang Baik
Penerapan GCG di Mandiri Tunas Finance diperkuat melalui Selama tahun 2025, Perseroan menyelenggarakan
proses internalisasi yang berkelanjutan di seluruh lapisan kegiatan sosialisasi penerapan GCG sebanyak 2 (dua)
organisasi. Perseroan memastikan bahwa pemahaman atas kegiatan melalui on boarding Management Trainee dan
prinsip-prinsip GCG tidak hanya berada berlaku sebagai pembelajaran mandiri (self-learning) melalui eazylearn
kebijakan, namun diterapkan secara konsisten dalam Mandiri Tunas Finance. Pelaksanaan sosialisasi dirancang
perilaku kerja dan pengambilan keputusan operasional. untuk memperkuat kesadaran, pemahaman, dan kepatuhan
Untuk itu, program sosialisasi GCG dilaksanakan secara seluruh insan Mandiri Tunas Finance terhadap prinsip tata
sistematis kepada pegawai, baik pada saat awal bergabung kelola perusahaan yang baik. Rincian kegiatan sosialisasi
maupun secara berkala. tersebut disajikan sebagai berikut:
No. Tanggal Materi Pelatihan Divisi/Regional/Program HC
1 24 Februari 2025 Implementasi Good Corporate Governance Management Trainee Batch 19
2 3-28 November 2025 Implementasi Good Corporate Governance Seluruh Divisi dan Regional Mandiri Tunas Finance
Perkembangan Penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik dan Apresiasi di Tahun 2025
Pada tahun 2025, Mandiri Tunas Finance meraih Indonesia CGPI. CGPI Awards diselenggarakan oleh The Indonesian
Good Corporate Governance Award 2025 dengan Institute for Corporate Governance (IICG) bekerja sama
kategori Most Trusted Company Based on Corporate dengan Majalah SWA dan kepesertaannya meliputi
Governance Perception Index (CGPI) dengan skor sebesar perusahaan dari Emiten, Badan Usaha Milik Negara
85,06. CGPI adalah program riset dan pemeringkatan (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Perbankan,
penerapan GCG pada perusahaan-perusahaan melalui Perbankan Syariah dan Industri Keuangan Non-Bank
survei terhadap praktik GCG yang menghasilkan skor (IKNB).
Penilaian, Pemantauan, dan Peningkatan
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Perseroan secara berkala melakukan penilaian penerapan kepatuhan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat
GCG sebagai bagian dari mekanisme evaluasi dan kualitas pengambilan keputusan dan disiplin organisasi.
pengendalian atas kualitas tata kelola yang dijalankan.
Penilaian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kepatuhan Penilaian penerapan GCG dilakukan melalui dua metode
Perseroan terhadap ketentuan peraturan perundang- utama. Pertama, penilaian internal melalui Self Assessment
undangan yang berlaku, sekaligus menilai efektivitas Tata Kelola Perusahaan Pembiayaan serta penilaian
implementasi GCG dalam mendukung pengelolaan usaha tata kelola di tingkat Kelompok Usaha Mandiri Group.
yang sehat dan berkelanjutan. Kedua, penilaian eksternal melalui pemeringkatan CGPI
yang dilaksanakan oleh pihak independen. Kombinasi
Hasil penilaian GCG digunakan sebagai dasar untuk kedua metode tersebut memberikan gambaran yang
melakukan pemantauan dan penyempurnaan berkelanjutan komprehensif mengenai tingkat penerapan GCG
terhadap kebijakan, struktur, dan mekanisme tata kelola Perseroan, baik dari perspektif internal maupun eksternal.
di lingkungan Perseroan. Dengan pendekatan tersebut,
evaluasi GCG tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur
138 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 140
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
A. Self Assessment Tata Kelola Perusahaan Metode Penerapan GCG di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Pembiayaan dan Kelompok Usaha Grup Bank terdiri dari dua yaitu:
Mandiri
Penilaian utama atas penerapan GCG di Mandiri Tunas
Finance dilakukan melalui penilaian berkala dengan
pendekatan Self Assessment. Pendekatan ini dirancang
untuk mencerminkan karakteristik Perseroan, baik sebagai Self Assessment
perusahaan pembiayaan yang wajib memenuhi ketentuan Tata Kelola
Perusahaan
Otoritas Jasa Keuangan, maupun sebagai bagian dari Penilaian pihak
Pembiayaan dan
Kelompok Usaha Grup Bank Mandiri yang berada dalam Kelompok Usaha eksternal melalui
rating Corporate
kerangka pengawasan konglomerasi keuangan. Mandiri grup.
Governance
Perception Index
Dasar dan Metode (CGPI).
Penilaian GCG melalui Self Assessment mengacu kepada 3
(tiga) ketentuan, yaitu:
1. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 28/SEOJK.06/2025 Tentang Laporan Penerapan Tata Kelola yang Baik Bagi
Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya.
SEOJK tersebut mengatur rincian penilaian sendiri (self-assessment) paling sedikit meliputi:
a. Pelaksanaan tugas dan wewenang pemegang saham dan RUPS;
b. Pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Direksi;
c. Pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan wewenang Dewan Komisaris;
d. Pelaksanaan tugas, tanggung jawab, dan wewenang DPS;
e. kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite;
f. Penerapan manajemen risiko;
g. Penerapan strategi anti fraud;
h. Penerapan fungsi kepatuhan;
i. Penerapan fungsi audit internal dan audit eksternal;
j. Penanganan Benturan Kepentingan;
k. Penerapan kebijakan remunerasi;
l. Keterbukaan informasi;
m. Etika bisnis;
n. Kebijakan pembiayaan;
o. Penerapan keuangan berkelanjutan, termasuk penerapan tanggung jawab sosial dan lingkungan; dan
p. Rencana Bisnis.
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 48 Tahun 2024 tentang Tata Kelola yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan,
Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, dengan perincian pembahasan
sebagai berikut:
a. Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, Dewan Komisaris, dan DPS;
b. Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite dan satuan kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal;
c. Penanganan Benturan Kepentingan;
d. Penerapan fungsi kepatuhan, audit internal, dan audit eksternal;
e. Penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian internal;
f. Penerapan kebijakan remunerasi;
g. Transparansi kondisi keuangan dan non-keuangan;
h. Rencana bisnis sebagai rencana kerja dan anggaran tahunan serta rencana jangka Panjang;
i. Pengungkapan kepemilikan saham anggota Direksi dan Dewan Komisaris yang mencapai 50% atau lebih;
j. Hubungan keuangan dan hubungan keluarga Direksi;
k. Hubungan keuangan dan hubungan keluarga Dewan Komisaris;
l. Pengungkapan hal-hal penting lainnya kepada OJK.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 139
Page 141
Tata Kelola Perusahaan
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 18/POJK.03/2014 serta Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/
SEOJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Terintegrasi bagi Konglomerasi Keuangan, dengan perincian pembahasan
sebagai berikut:
a. Persyaratan calon anggota Direksi dan calon anggota Dewan Komisaris;
b. Persyaratan calon anggota Dewan Pengawas Syariah;
c. Struktur Direksi dan Dewan Komisaris;
d. Struktur Dewan Pengawas Syariah;
e. Independensi tindakan Dewan Komisaris;
f. Pelaksanaan fungsi pengurusan LJK oleh Direksi;
g. Pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Komisaris;
h. Pelaksanaan fungsi pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah;
i. Pelaksanaan fungsi kepatuhan, fungsi audit intern, dan pelaksanaan audit ekstern;
j. Pelaksanaan fungsi manajemen risiko;
k. Kebijakan remunerasi; dan
l. Pengelolaan benturan kepentingan.
Penilaian penerapan GCG dilakukan secara internal kondisi penerapan GCG Perseroan secara aktual dan
dengan menjunjung tinggi prinsip independensi dan dapat dipertanggungjawabkan. Berikut adalah hasil
objektivitas, sehingga hasil penilaian mencerminkan penilaian yang dilakukan selama tiga tahun berturut-turut:
Penilaian Penerapan GCG Tahun Buku 2023-2025
Kriteria 2025 2024 2023
Jenis Penilaian Self Assessment Self Assessment Self Assessment
Assessor/Penilai Internal Perusahaan Internal Perusahaan Internal Perusahaan
Periode Penerapan 1 Januari 2025 sampai dengan 31 1 Januari 2024 sampai dengan 1 Januari 2023 sampai dengan
Desember 2025 31 Desember 2024 31 Desember 2023
Tahun Ukur Tahun Buku 2025 Tahun Buku 2024 Tahun Buku 2023
Hasil Penilaian Self Assessment Tata Kelola Terintegrasi Tahun Buku 2023-2025
Tahun Peringkat/Skor Definisi Peringkat
2025 1 Konglomerasi Keuangan dinilai telah melakukan penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum sangat
baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas penerapan prinsip Tata Kelola Terintegrasi. Apabila
terdapat kelemahan dalam penerapan Tata Kelola Terintegrasi, secara umum kelemahan tersebut kurang
signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh Entitas Utama dan/atau LJK.
2024 1 Konglomerasi Keuangan dinilai telah melakukan penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum sangat
baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas penerapan prinsip Tata Kelola Terintegrasi. Apabila
terdapat kelemahan dalam penerapan Tata Kelola Terintegrasi, secara umum kelemahan tersebut kurang
signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh Entitas Utama dan/atau LJK.
2023 1 Konglomerasi Keuangan dinilai telah melakukan penerapan Tata Kelola Terintegrasi yang secara umum sangat
baik. Hal ini tercermin dari pemenuhan yang memadai atas penerapan prinsip Tata Kelola Terintegrasi. Apabila
terdapat kelemahan dalam penerapan Tata Kelola Terintegrasi, secara umum kelemahan tersebut kurang
signifikan dan dapat segera dilakukan perbaikan oleh Entitas Utama dan/atau LJK.
140 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 142
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Tindak Lanjut Hasil Penilaian Metodologi penilaian CGPI dilaksanakan melalui
Penerapan GCG Tahun 2025 dua tahapan utama, yaitu tahapan analisis dan
tahapan observasi. Tahapan analisis dilakukan melalui
Komitmen Perseroan dalam menyempurnakan penerapan pengisian kuesioner self assessment serta penelaahan
Tata Kelola Perusahaan yang Baik tercermin melalui atas dokumen-dokumen perusahaan yang relevan.
pelaksanaan rekomendasi hasil penilaian GCG secara Selanjutnya, tahapan observasi dilakukan melalui
konsisten. Pelaksanaan rekomendasi tersebut menjadi paparan manajemen eksekutif dan diskusi dengan
bagian dari upaya penguatan berkelanjutan atas struktur, organ Perseroan untuk memperoleh pemahaman yang
kebijakan, dan mekanisme tata kelola. Rincian pelaksanaan lebih komprehensif mengenai praktik tata kelola yang
rekomendasi atas penilaian penerapan GCG tahun 2025 dijalankan.
adalah sebagai berikut:
1. POJK Nomor 48 Tahun 2024 Tentang Tata Kelola Aspek penilaian CGPI mencakup tiga dimensi utama,
yang Baik Bagi Lembaga Pembiayaan, Perusahaan yaitu struktur governansi (governance structure), proses
Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan governansi (governance process), dan hasil governansi
Lembaga Jasa Keuangan Lainnya; (governance outcome). Penilaian tersebut mengacu
2. POJK Nomor 46 Tahun 2024 Tentang Pengembangan pada pemenuhan ketentuan GCG yang bersifat wajib
dan Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan (mandatory) serta praktik terbaik yang berlaku secara
Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal umum (best practices). Selain itu, pendekatan penilaian
Ventura; serta CGPI juga menempatkan perspektif pemangku
3. POJK Nomor 42 Tahun 2024 Tentang Penerapan kepentingan sebagai elemen penting, sejalan dengan
Manajemen Risiko Bagi Lembaga Pembiayaan, peran hubungan yang berimbang dan bertanggung
Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan jawab dengan seluruh pemangku kepentingan dalam
Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya. menjaga keberlanjutan usaha Perseroan.
B. Penilaian Pihak Eksternal oleh Skor Penilaian
Corporate Governance Perception
Skor penilaian CGPI Perseroan yang menunjukkan tren
Index (CGPI) peningkatan konsisten dari tahun ke tahun mencerminkan
Perseroan secara konsisten berpartisipasi dalam survei efektivitas perbaikan dan penguatan penerapan GCG
CGPI yang diselenggarakan oleh Indonesian Institute yang dilakukan secara berkelanjutan. Peningkatan
for Corporate Governance. Partisipasi ini memberikan tersebut merefleksikan perbaikan yang terukur atas
perspektif penilaian eksternal yang independen atas struktur, proses, dan hasil tata kelola Perseroan.
kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Perkembangan skor penilaian CGPI Perseroan selama
sekaligus menghasilkan pemeringkatan serta rekomendasi tiga tahun berturut-turut adalah sebagai berikut:
yang menjadi bahan evaluasi bagi penguatan praktik GCG
di lingkungan Perseroan.
Hasil Penilaian Penerapan GCG Berdasarkan Aspek dan Indikator Tahun 2023-2025
2025 2024 2023
Aspek & Indikator Penilaian Nilai
Bobot Nilai Akhir Bobot Nilai Akhir Bobot
Akhir
Aspek Struktur Governansi 27,07 22,96 33,33 28,04 33,10 27,70
Aspek Proses Governansi 36,56 31,06 33,34 28,03 32,81 27,28
Aspek Hasil Governansi 36,37 31,04 33,33 27,94 34,09 28,12
Total Skor CGPI & Rating 100 85,06 100,00 84,01 100,00 83,10
Predikat (Sangat Tepercaya) (Tepercaya) (Tepercaya)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 141
Page 143
Tata Kelola Perusahaan
Tindak Lanjut Penerapan GCG Perseroan. Rekomendasi tersebut menjadi dasar penguatan
atas aspek-aspek tata kelola yang masih memerlukan
Tahun 2025 penyempurnaan. Adapun Area of Improvement dimaksud
Pada tahun 2025, Perseroan memperoleh skor penilaian antara lain sebagai berikut:
CGPI sebesar 85,06 dan diklasifikasikan dalam kelompok
perusahaan “Sangat Tepercaya”. Hasil penilaian tersebut 1. Perseroan perlu terus meningkatkan kemampuan
mencerminkan kualitas penerapan GCG yang telah dijalankan menavigasi kompleksitas lingkungan yang meliputi VUCA-
oleh Perseroan, serta menunjukkan bahwa struktur, proses, BANI-TUNA-FLUX yang lebih baik, menciptakan integrasi
dan mekanisme tata kelola telah berfungsi secara efektif antara struktur yang adaptif serta hasil kinerja yang
sesuai dengan kerangka penilaian CGPI. memberikan nilai jangka panjang sehingga dapat menuju
tata kelola modern yang resilien, inovatif dan berdaya
Capaian tersebut menggambarkan konsistensi peran saing tinggi.
Organ Perseroan dan seluruh insan Mandiri Tunas Finance 2. Meningkatkan kapabilitas dinamis dengan cara optimalisasi
dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG secara disiplin, sumber daya dan proses bisnis yang diinternalisasikan
termasuk dalam pengelolaan perubahan dan penyesuaian melalui kapabilitas dari sensing, seizing dan transforming
model bisnis Perseroan. Penerapan GCG menjadi kerangka di seluruh level organisasi.
kerja yang memastikan bahwa setiap proses pengelolaan 3. Membangun kapabilitas dinamis dengan cara penguatan
usaha dijalankan secara terukur, bertanggung jawab, struktur governansi dengan kepemimpinan Organ
dan berorientasi pada penciptaan nilai bagi pemangku Perseroan yang kuat, visioner dan adaptif, serta peningkatan
kepentingan. pengembangan karyawan secara berkelanjutan.
4. Peningkatan kolaborasi dan kemitraan strategis dengan
Sejalan dengan hasil penilaian tersebut, para peserta juga seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem
memperoleh sejumlah rekomendasi yang diidentifikasi bisnis dan industri perlu terus dibangun dengan upaya
sebagai Area of Improvement (AoI) dalam rangka menciptakan hubungan yang bernilai tambah untuk
peningkatan kualitas penerapan GCG di lingkungan semua.
Struktur Organ Tata Kelola Perusahaan yang Baik
Struktur Organ Tata Kelola Perusahaan yang Baik di Mandiri organ pendukung. Organ pendukung di bawah Direksi
Tunas Finance terdiri dari Rapat Umum Pemegang Saham meliputi Sekretaris Perusahaan, Audit Internal, fungsi
(RUPS), Dewan Komisaris, dan Direksi sebagai organ utama Manajemen Risiko, Satuan Kerja Kepatuhan, serta
Perseroan. Perseroan menerapkan sistem dua badan (two unit dan fungsi pendukung lainnya sesuai kebutuhan
tier system), di mana Dewan Komisaris dan Direksi memiliki operasional. Sementara itu, Dewan Komisaris dibantu
kewenangan, tanggung jawab, dan fungsi yang terpisah oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi,
secara jelas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- serta Komite Pemantau Risiko dalam menjalankan fungsi
undangan yang berlaku serta Anggaran Dasar Perseroan. pengawasannya.
Dalam kerangka tersebut, Dewan Komisaris menjalankan Selain mekanisme internal tersebut, Perseroan juga
fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi, melibatkan pihak independen melalui pelaksanaan audit
sementara Direksi bertanggung jawab atas pengurusan atas laporan keuangan dan laporan lainnya oleh akuntan
dan pengelolaan kegiatan usaha Perseroan. Pemisahan eksternal. Proses audit independen ini bertujuan untuk
fungsi ini ditujukan untuk menjaga keseimbangan memperkuat pengendalian serta memastikan keandalan
antara pengelolaan dan pengawasan, serta memastikan informasi kinerja dan keuangan Perseroan. Secara
mekanisme check and balance berjalan secara efektif. keseluruhan, struktur organ tata kelola yang diterapkan
telah disusun dan dijalankan sesuai dengan ketentuan
Untuk memperkuat pengendalian dan kualitas pengelolaan regulasi yang berlaku di Indonesia serta mendukung
Perseroan, struktur tata kelola didukung oleh berbagai penerapan GCG secara konsisten di lingkungan Perseroan.
Rapat Umum Pemegang Saham
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) adalah organ Dasar dan peraturan perundang-undangan. Melalui
Perseroan yang memegang kewenangan tertinggi RUPS, Pemegang Saham menjalankan haknya untuk
dalam struktur GCG. RUPS memiliki kewenangan untuk memberikan arahan strategis, menetapkan keputusan
mengambil keputusan atas hal-hal penting yang tidak yang bersifat fundamental serta menilai pelaksanaan
dilimpahkan kepada Direksi atau Dewan Komisaris, tugas dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris
sepanjang sesuai dengan ketentuan Anggaran dalam mengelola Perseroan.
142 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 144
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Jenis RUPS pemegang saham mayoritas maupun minoritas. Prinsip
kesetaraan tersebut diterapkan melalui penyampaian
Berdasarkan ketentuan UUPT dan Anggaran Dasar informasi yang memadai dan setara kepada seluruh
Perusahaan, RUPS terdiri dari: pemegang saham, baik pada tahap prapelaksanaan,
1. RUPS Tahunan, yaitu RUPS yang bersifat rutin pelaksanaan, maupun pasca pelaksanaan RUPS, sesuai
diselenggarakan tiap tahun, yang terdiri dari RUPS dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
Tahunan tentang Persetujuan Laporan Tahunan berlaku. Sebagai bagian dari pemenuhan hak tersebut,
dan Pengesahan Laporan Keuangan, serta RUPS Perseroan menyampaikan pemanggilan RUPS kepada
Tahunan tentang Pengesahan Rencana Kerja dan Pemegang Saham dalam jangka waktu paling lambat
Anggaran Perusahaan. 14 hari sebelum tanggal pelaksanaan RUPS, terhitung
2. RUPS Luar Biasa (RUPSLB), yaitu RUPS yang sejak penetapan jadwal RUPS. Penyampaian informasi
diadakan sewaktu-waktu apabila dipandang dilakukan untuk memastikan Pemegang Saham memiliki
terdapat hal- hal tertentu yang memerlukan kesempatan yang cukup dalam memahami agenda dan
pembahasan dan pengambilan keputusan yang mengambil keputusan secara objektif.
sifatnya mendesak dan signifikan.
Hak-hak pemegang saham meliputi:
1. Mengusulkan, menyetujui pengangkatan dan
Sebagaimana disebutkan dalam pasal 91 UUPT, Pemegang pemberhentian Dewan Komisaris dan Direksi.
Saham juga dapat mengambil keputusan di luar RUPS 2. Menyetujui perubahan anggaran dasar termasuk
(“Keputusan RUPS Sirkuler”) yang mempunyai kekuatan perubahan modal.
hukum mengikat yang sama dengan RUPS secara fisik. 3. Menyetujui penggabungan, peleburan,
Keputusan RUPS Sirkuler berkekuatan hukum setara pengambilalihan dan pemisahan Perusahaan,
keputusan RUPS dengan syarat semua pemegang saham pengajuan permohonan agar Perusahaan
dengan hak suara menyetujui secara tertulis dengan dinyatakan pailit, dan pembubaran.
menandatangani keputusan tersebut. 4. Meminta laporan dan penjelasan mengenai hal
tertentu kepada Direksi dan Dewan Komisaris
Perusahaan dengan memperhatikan peraturan
Wewenang RUPS yang berlaku di bidang pasar modal di Indonesia.
Wewenang RUPS antara lain meliputi pengangkatan 5. Setiap satu saham memberikan 1 (satu) hak suara.
dan pemberhentian anggota Direksi dan Dewan 6. Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam
Komisaris, penetapan pembagian tugas dan wewenang RUPS.
pengurusan di antara anggota Direksi, serta permintaan 7. Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan
pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi atas hasil likuidasi.
pengelolaan Perseroan. Selain itu, RUPS berwenang 8. Menjalankan hak lainnya berdasarkan peraturan
mengambil keputusan strategis terkait perubahan dan perundang-undangan yang berlaku.
permodalan dan Anggaran Dasar, penetapan rencana
penggunaan laba, serta tindakan korporasi lainnya,
termasuk penggabungan, peleburan, pengambilalihan,
pembubaran Perseroan, dan pembentukan entitas anak.
Mekanisme Penyelenggaraan RUPS
Perseroan
Pemegang Saham Mandiri Tunas Finance Pelaksanaan RUPS pada tahun 2025 diselenggarakan
Pemegang Saham Perseroan menjalankan hak dan dengan berpedoman pada Undang-Undang No. 40 Tahun
kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Anggaran Dasar
perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan sebagai dasar hukum utama penyelenggaraan
Hak tersebut diwujudkan melalui mekanisme Rapat Umum RUPS. Seluruh tahapan RUPS dilaksanakan dengan
Pemegang Saham sebagai forum pengambilan keputusan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan
strategis Perseroan. Per 31 Desember 2025, struktur perlindungan hak Pemegang Saham.
kepemilikan saham Perseroan terdiri dari PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk sebanyak 51% dan PT Tunas Ridean sebanyak Dalam rangka memperkuat kualitas tata kelola,
49%. Perseroan juga mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam
penyelenggaraan RUPS, sepanjang relevan dan sesuai
dengan karakteristik Perseroan. Praktik tersebut antara lain
Hak dan Tanggung Jawab Pemegang mencakup keterbukaan informasi agenda RUPS, mekanisme
Saham pemanggilan Pemegang Saham, pemberian kuasa, serta
Perseroan memastikan pemenuhan hak-hak Pemegang tata cara penyampaian pendapat dan pengambilan
Saham dilakukan secara setara, tanpa pembedaan antara keputusan dalam RUPS.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 143
Page 145
Tata Kelola Perusahaan
Penyelenggaraan RUPS Tahun 2025
Selama tahun 2025, Perseroan melaksanakan RUPS sebanyak 4 (empat) kali yaitu:
1. 1 (satu) kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan secara sirkuler yang termuat dalam
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 173 dan 174 tanggal 30 Juni 2025. Adapun agenda dan
keputusannya sebagai berikut:
Agenda Keputusan dan Realisasi
Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Tugas Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan mengesahkan
Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 termasuk yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm
memberikan Pembebasan dan Pelunasan Tanggung of Ernst & Young Global Limited), dengan opini “Menyajikan secara wajar dalam semua hal
Jawab Sepenuhnya (Volledig Acquit Et De Charge) yang material” sebagaimana dinyatakan dalam laporan Nomor 00025/2.1032/AU.1/07/0703-
terhadap seluruh Anggota Direksi Dan Anggota Dewan 1/1/I/2025 tertanggal 24 Januari 2025
Komisaris Perseroan sehubungan dengan pengurusan
dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan Atas disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan
selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 serta
Desember 2024, sepanjang aktivitas tersebut tercermin disahkannya Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
dalam Laporan Tahunan Desember 2024, maka Keputusan Sirkuler ini memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung
jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) terhadap seluruh anggota Direksi dan Dewan
Komisaris sehubungan dengan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan,
selama tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, sejauh tindakan tersebut
bukan merupakan tindakan pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan
Laporan Keuangan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
Pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) juga
diberikan kepada Bapak Totok Priyambodo sebagai Komisaris Perseroan sejak tanggal 1 Januari
2024 sampai dengan tanggal 7 Maret 2024
Realisasi: Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan mengesahkan
Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024. Kedua laporan tersebut telah dilaporkan kepada regulator sesuai dengan ketentuan yang
berlaku.
Status: Terealisasi
Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk 1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku
Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp1.172.082.729.599,- (satu triliun seratus tujuh puluh dua miliar
2024 delapan puluh dua juta tujuh ratus dua puluh sembilan ribu lima ratus sembilan puluh
sembilan Rupiah). yaitu sebagai berikut:
a. Sejumlah 30% (tiga puluh persen) dari laba bersih Perseroan atau sebesar
Rp351.624.818.879,7,- (tiga ratus lima puluh satu miliar enam ratus dua
puluh empat juta delapan ratus delapan belas ribu delapan ratus tujuh puluh
sembilan koma tujuh Rupiah) ditetapkan sebagai dividen Perseroan.
b. Sejumlah 70% (tujuh puluh persen) dari laba bersih Perseroan atau sebesar
Rp820.457.910.719,3,- (delapan ratus dua puluh miliar empat ratus lima
puluh tujuh juta sembilan ratus sepuluh ribu tujuh ratus sembilan belas koma
tiga Rupiah) ditetapkan sebagai laba ditahan Perseroan
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk mengatur
tata cara alokasi laba bersih Perseroan tersebut di atas sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
Realisasi: Perseroan telah membagikan dividen sesuai dengan keputusan RUPS kepada
pemegang saham Perseroan.
Status: Terealisasi
Persetujuan penunjukan Kantor Akuntan Publik Dan 1. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm
Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan of Ernst & Young Global Limited) dan Akuntan Publik Yasir, untuk mengaudit Laporan
Perseroan untuk tahun buku yang akan berakhir pada Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
tanggal 31 Desember 2025 dan penetapan biaya/ 2025.
honorariumnya 2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk
menetapkan honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan
Akuntan Publik tersebut, serta menetapkan Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan
Publik pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a
member firm of Ernst & Young Global Limited) dan/atau Akuntan Publik Yasir, karena
sebab apapun tidak dapat menyelesaikan proses audit Laporan Keuangan Perseroan
untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025. Apabila terdapat
pergantian Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik, Dewan Komisaris akan
memberikan laporan kepada Pemegang Saham.
144 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 146
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Agenda Keputusan dan Realisasi
Realisasi: Telah dilakukan perubahan penunjukan Kantor Akuntan Publik dalam hal Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja berubah menjadi Kantor Akuntan Publik
Purwanto, Susanti & Surja hal ini sudah dilaporkan kepada Regulator dan Laporan keuangan
audited periode 31 Desember 2024 telah selesai dilakukan dan disahkan pada tanggal 24
Januari 2025 dengan menggunakan Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti & Surja (a member
firm of Ernest & Young Global Limited) dan Akuntan Publik Yasir, CPA.
Status: Terealisasi
Penetapan Tantiem Bagi Anggota Direksi Dan Dewan Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan terlebih dahulu
Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir mendapatkan persetujuan pemegang saham mayoritas dan diketahui oleh pemegang saham
pada 31 Desember 2024 serta penetapan gaji Anggota pengendali lainnya untuk menetapkan:
Direksi dan honorarium Anggota Dewan Komisaris dan a. Tantiem atas kinerja anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang
pemberian fasilitas, benefit dan/atau tunjangan lainnya berakhir pada tanggal 31 Desember 2024; dan
untuk Tahun Buku 2025 b. Gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Dewan Komisaris dan pemberian
fasilitas, benefit dan/atau tunjangan lainnya untuk tahun buku 2025.
Realisasi: Penetapan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi tidak terealisasi
sesuai dengan Surat Edaran dari Danantara S-063/DI-BP/VII/2025 sesuai dengan isi yang
ditetapkan.
Status: Belum Terealisasi
Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Menerima Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran
Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan Umum Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2024 dan Laporan
VI Mandiri Tunas Finance Tahap III Tahun 2024 Dan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan
Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri VI Mandiri Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024
Tunas Finance IV Tahun 2024
Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan 1. Menyetujui pengunduran diri Bapak Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris Utama
terhitung efektif sejak tanggal 25 Juli 2025 serta mengucapkan terima kasih atas
sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai Komisaris Utama
Perseroan.
2. Menyetujui Pengangkatan Bapak Nugraha Indra Permadi sebagai Komisaris Utama
Perseroan terhitung sejak tanggal 25 Juli 2025 dan berakhir pada penutupan Rapat
Umum Pemegang Saham Tahunan yang ke-3 (Tiga) sejak pengangkatannya yang akan
diselenggarakan pada tahun 2028, dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum
Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu Memberhentikannya.
Adapun penetapan pengangkatan Bapak Nugraha Indra Permadi tersebut di atas berlaku
efektif setelah yang bersangkutan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan
atas Penilaian Kemampuan Dan Kepatuhan (Fit and Proper Test).
3. Menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 25 Juli 2025 Susunan Dewan Komisaris Dan
Direksi Perseroan menjadi sebagai berikut:
DEWAN KOMISARIS
No Nama Jabatan
1 Nugraha Indra Permadi* Komisaris Utama
2 Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen
3 Subarna Komisaris Independen
DIREKSI
1 Pinohadi Gautama Sumardi Direktur Utama
2 R. Eryawan Nurhariadi Direktur
3 William Francis Indra Direktur
*Berlaku efektif sejak mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan
kepatutan (Fit and Proper Test).
4. Memberikan Kewenangan dan Kuasa Kepada Direksi Perseroan Untuk
Menindaklanjuti Adanya Perubahan Susunan Kepengurusan Pada Keputusan Rapat
Ini Untuk Pelaporan Kepada Regulator Serta Instansi Terkait Lainnya.
Realisasi: Bapak Nugraha Indra Permadi selaku Komisaris Utama telah lulus uji kemampuan dan
kepatutan oleh Otoritas Jasa Keuangan, sehingga yang bersangkutan dapat melaksanakan
tugas dan tanggung jawab selaku Komisaris Utama Perseroan.
Status: Terealisasi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 145
Page 147
Tata Kelola Perusahaan
2. 3 (tiga) kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang termuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang
Saham Nomor 8 tanggal 11 April 2025, Nomor 101 tanggal 23 Juni 2025 dan Nomor 340 tanggal 29 Desember 2025.
Adapun agenda dan keputusannya sebagai berikut:
Agenda Keputusan dan Realisasi
RUPSLB, 11 April 2025
Rencana Penerbitan Surat Berharga PT Mandiri Tunas Finance (Penerbitan Menyetujui penerbitan Obligasi Berkelanjutan VII Perseroan Tahun 2025-2026
Efek melalui Penawaran Umum) Tahun 2025-2026 secara bertahap: dengan total plafond sebesar Rp10.000.000.000.000 (Sepuluh triliun Rupiah)
dimana untuk setiap penerbitan obligasi dilaksanakan setelah mendapat
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Keterangan Plafon Pencairan* Estimasi
Pencairan
Obligasi Rp.2.500.000.000.000 (dua Semester 1
Berkelanjutan VII triliun lima ratus miliar rupiah) Tahun 2025
tahap I Tahun 2025
Obligasi Rp.2.500.000.000.000 (dua Semester 2
Berkelanjutan VII triliun lima ratus miliar rupiah) Tahun 2025
tahap II Tahun 2025
Obligasi Rp.2.500.000.000.000 (dua Semester 1
Berkelanjutan VII triliun lima ratus miliar rupiah) Tahun 2026
tahap III Tahun 2026
Obligasi Rp.2.500.000.000.000 (dua Semester 2
Berkelanjutan VII triliun lima ratus miliar rupiah) Tahun 2026
tahap IV Tahun 2026
Keterangan:
*) Nominal obligasi yang akan diterbitkan dan disesuaikan
berdasarkan kondisi pasar saat waktu penerbitan
RUPSLB, 23 Juni 2025
Perubahan Susunan Dewan Komisaris. 1. Menyetujui pengunduran diri Bapak Saptari sebagai Komisaris
terhitung efektif sejak tanggal 25 Maret 2025 serta mengucapkan
terima kasih atas sumbangan tenaga dan pikiran yang diberikan
selama menjabat sebagai Komisaris Perseroan.
2. Menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 25 Maret 2025 susunan
anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
No Nama Jabatan
1 Rico Adisurja Setiawan Komisaris Utama
2 Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen
3 Subarna Komisaris Independen
RUPSLB, 24 Desember 2025
Persetujuan Perubahan Anggaran Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan pada:
Dasar Perseroan 1. Pasal 11 ayat (3) huruf a, sehingga Pasal 11 ayat (3) huruf a menjadi RUPS yang mengangkatnya
atau yang ditetapkan lain oleh RUPS dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang
ke-5 (lima) sejak pengangkatannya, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk
sewaktu-waktu dapat memberhentikan para anggota Direksi sebelumnya masa jabatannya
berakhir dengan menyebutkan alasannya. Usulan pengangkatan, pemberhentian, dan/
atau penggantian para anggota Direksi kepada RUPS harus memperhatikan rekomendasi
dari Dewan Komisaris atau komite yang menjalankan fungsi nominasi”.
2. Pasal 13 ayat (2), sehingga Pasal 13 ayat (2) menjadi sebagai berikut:
“Direksi wajib mengadakan Rapat Direksi bersama Dewan Komisaris secara berkala paling
sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
Penyelenggaraan kehadiran Rapat Direksi dapat dilakukan:
a. Atas permintaan oleh seorang atau lebih anggota Direksi;
b. Atas permintaan tertulis dari seorang atau lebih anggota Dewan Komisaris; atau
c. Setiap waktu apabila dipandang perlu.”
1. Pasal 14 ayat (1) huruf c, sehingga Pasal 14 ayat (1) huruf c menjadi sebagai berikut:
“1 (satu) di antara anggota Dewan Komisaris diangkat menjadi Komisaris Utama atau
Presiden Komisaris dan 1 (satu) anggota Dewan Komisaris akan diangkat menjadi Wakil
146 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 148
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Agenda Keputusan dan Realisasi
RUPSLB, 24 Desember 2025
Persetujuan Perubahan Anggaran Komisaris Utama”.
Dasar Perseroan 2. Pasal 14 ayat (3) huruf a, sehingga Pasal 14 ayat (3) huruf a menjadi sebagai berikut:
“Para anggota Dewan Komisaris diangkat untuk jangka waktu terhitung sejak ditutupnya RUPS yang
mengangkatnya atau yang ditetapkan lain oleh RUPS dan berakhir pada penutupan RUPS Tahunan
yang ke-5 (lima) sejak pengangkatannya, dengan tidak mengurangi hak dari RUPS untuk sewaktu-
waktu dapat memberhentikan para anggota Dewan Komisaris sebelum masa jabatannya berakhir
dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian demikian berlaku sejak penutupan RUPS tersebut,
kecuali ditentukan lain oleh RUPS”.
3. Pasal 16 dengan mengubah dan memindahkan ayat (2) menjadi ayat (15), ayat (11) dan ayat (12)
menjadi ayat (10) dan ayat (11), dan menambahkan ayat baru yaitu ayat (16) dan ayat (17), serta
menyesuaikan urutan butir ayat pada Pasal 16 seluruhnya, sehingga Pasal 16 menjadi sebagai berikut:
1) Dewan Komisaris wajib mengadakan rapat paling kurang 1 (satu) kali dalam 2 (dua) bulan.
2) Kehadiran anggota Dewan Komisaris dalam rapat wajib diungkapkan dalam laporan tahunan
Perseroan.
3) Rapat sebagaimana dimaksud pada Pasal 16 ayat (1) di atas harus dijadwalkan untuk tahun
berikutnya sebelum berakhirnya tahun buku.
4) Panggilan Rapat Dewan Komisaris dilakukan oleh anggota Dewan Komisaris yang berhak
bertindak untuk dan atas nama Dewan Komisaris menurut ketentuan Pasal 9 Anggaran Dasar
ini.
5) Panggilan Rapat Dewan Komisaris disampaikan dengan surat tercatat atau dengsurat yang
disampaikan langsung kepada setiap anggota Dewan Komisaris dengan mendapat tanda
terima paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapat diadakan, dengan tidak memperhitungkan
tanggal panggilan dan tanggal rapat.
6) Panggilan Rapat harus mencantumkan acara, tanggal, waktu dan tempat Rapat.
7) Rapat Dewan Komisaris diadakan di tempat kedudukan Perseroan atau di tempat kegiatan
usaha Perseroan.
Apabila semua anggota Dewan Komisaris hadir atau diwakili, penggilan terlebih dahulu
tersebut tidak disyaratkan dan Rapat Dewan Komisaris dapat diadakan dimanapun juga dan
berhak mengambil keputusan yang sah dan mengikat.
8) Rapat Dewan Komisaris dipimpin oleh Komisaris Utama dan dalam hal Komisaris Utama tidak
dapat hadir atau berhalangan, yang tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga, Rapat Dewan
Komisaris dipimpin oleh seorang anggota Dewan Komisaris yang dipilih oleh dan dari antara
anggota Dewan Komisaris yang hadir.
9) Seorang anggota Dewan Komisaris dapat diwakili dalam Rapat Dewan Komisaris hanya oleh
anggota Dewan Komisaris lainnya berdasarkan Surat Kuasa.
10) Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak mengambil keputusan yang mengikat apabila 1
(satu) Komisaris yang diajukan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan 1 (satu) Komisaris yang
diajukan oleh PT Tunas Ridean hadir atau diwakili dalam rapat.
11) Keputusan dalam Rapat Dewan Komisaris diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak tercapai, maka keputusan
akan diambil dengan pemungutan suara terbanyak yang dikeluarkan secara sah dalam rapat,
termasuk suara setuju yang dikeluarkan oleh sedikitnya 1 (satu) Komisaris yang diajukan oleh
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan 1 (satu) Komisaris yang diajukan oleh PT Tunas Ridean.
12) Apabila suara yang setuju dan yang tidak setuju berimbang, ketua Rapat Dewan Komisaris
yang akan menentukan.
13) a. Setiap anggota Dewan Komisaris yang hadir berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dan
tambahan 1 (satu) suara untuk setiap anggota Dewan Komisaris lain yang diwakilinya.
b. Pemungutan suara mengenai diri orang dilakukan dengan surat suara tertutup tanpa tanda
tangan, sedangkan pemungutan suara mengenai hal-hal lain dilakukan secara lisan, Ketua
Rapat menentukan lain tanpa ada rasa keberatan dari yang hadir.
c. Suara blanko dan suara yang tidak sah dianggap tidak dikeluarkan secara sah dan dianggap
tidak ada serta tidak dihitung dalam menentukan jumlah suara yang dikeluarkan.
14) Dewan Komisaris dapat juga mengambil keputusan yang sah tanpa mengadakan Rapat
Dewan Komisaris, ketentuan semua anggota Dewan Komisaris telah diberitahu secara tertulis
dan semua anggota Dewan Komisaris memberikan persetujuan mengenai usul yang diajukan
secara tertulis dengan menandatangani persetujuan tersebut. Keputusan yang diambil dengan
cara demikian mempunyai kekuatan yang sama dengan keputusan yang diambil dengan sah
dalam Rapat Dewan Komisaris.
15) Dewan Komisaris wajib mengadakan Rapat Gabungan bersama Direksi secara berkala paling
sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan.
16) Rapat Gabungan dengan Direksi dipimpin oleh Komisaris Utama. Jika Komisaris Utama
berhalangan hadir, Rapat Gabungan dengan Direksi akan dipimpin oleh Wakil Komisaris
Utama atau dalam hal Wakil Komisaris Utama berhalangan hadir, akan dipimpin oleh Komisaris
Lainnya. Rapat Gabungan ini tidak memerlukan quorum kehadiran.
17) Panggilan Rapat Dewan Komisaris dan Rapat Gabungan dengan Direksi dilakukan oleh
Komisaris Utama. Apabila Komisaris Utama tidak mengadakan Rapat Dewan Komisaris
ataupun Rapat Gabungan dengan Direksi dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah
diterimanya permintaan tertulis dari anggota Dewan Komisaris baik secara bersama-sama
maupun sendiri-sendiri, maka anggota Dewan Komisaris yang meminta untuk diselenggarakan
Rapat Dewan Komisaris maupun Rapat Gabungan dengan Direksi dapat melakukan panggilan
rapat kepada seluruh anggota Dewan Komisaris dalam hal Rapat Dewan Komisaris atau
seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam hal Rapat Gabungan dengan Direksi.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 147
Page 149
Tata Kelola Perusahaan
Keterlibatan Pihak Independen dalam Penghitungan Suara
Sepanjang tahun 2025, RUPS Perseroan diselenggarakan melalui media elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan. Dalam penyelenggaraan RUPS tersebut, penghitungan suara
dilakukan sesuai dengan mekanisme internal Perseroan dan dicatat dalam risalah RUPS, sehingga tidak melibatkan pihak
independen khusus dalam penghitungan suara.
RUPS Tahun 2024 dan Tindak Lanjutnya
Selama tahun 2024, Perseroan melaksanakan RUPS sebanyak 3 (tiga) kali yaitu:
1. 1 (satu) kali Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dilaksanakan secara sirkuler yang termuat dalam
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Nomor 235 dan 236 tanggal 28 Juni 2024. Adapun agenda dan
keputusannya sebagai berikut:
Agenda Keputusan dan Realisasi
Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan 1. Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan mengesahkan
Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
untuk Tahun Buku yang berakhir pada telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst
tanggal 31 Desember 2023 termasuk & Young), dengan opini “Menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material” sebagaimana
memberikan pembebasan dan pelunasan dinyatakan dalam laporan Nomor 00026/2.1032/AU.1/09/1008-1/1/I/2024 tertanggal 22 Januari
tanggung jawab sepenuhnya (volledig 2024.
acquit et de charge) terhadap seluruh 2. Atas disetujuinya Laporan Tahunan Perseroan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris
anggota Direksi dan Anggota Dewan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 serta disahkannya
Komisaris Perseroan sehubungan dengan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023,
Pengurusan dan Pengawasan Perseroan maka Keputusan Sirkuler ini memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya
yang telah dijalankan selama tahun buku (volledig acquit et de charge) terhadap seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris sehubungan
yang berakhir pada tanggal 31 Desember dengan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan, selama tahun buku yang
2023, sepanjang aktivitas tersebut berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, sejauh tindakan tersebut bukan merupakan tindakan
tercermin dalam Laporan Tahunan. pidana dan tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan untuk tahun
buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Realisasi:
Laporan Tahunan periode Tahun 2023 telah disetujui pada tanggal 17 April 2024 oleh Komisaris Utama dan
Direktur Utama Perseroan dan laporan Keuangan Periode 31 Desember 2023 telah disahkan oleh Direktur
Perseroan pada tanggal 22 Januari 2024. Kedua laporan tersebut telah dilaporkan kepada regulator sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
Status: Terealisasi
Persetujuan Penggunaan Laba Bersih 1. Menyetujui dan menetapkan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku 2023 sebesar
Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir Rp1.161.100.986.270 (satu triliun seratus enam puluh satu miliar seratus juta sembilan ratus delapan
pada tanggal 31 Desember 2023. puluh enam ribu dua ratus tujuh puluh Rupiah) yaitu sebagai berikut:
a. Sejumlah 30% (tiga puluh persen) dari laba bersih Perseroan atau sebesar
Rp348.330.295.881 (tiga ratus empat puluh delapan miliar tiga ratus tiga puluh juta
dua ratus sembilan puluh lima ribu delapan ratus delapan puluh satu Rupiah) ditetapkan
sebagai dividen Perseroan.
b. Sejumlah 70% (tujuh puluh persen) dari laba bersih Perseroan atau sebesar
Rp812.770.690.389 (delapan ratus dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh juta enam
ratus sembilan puluh ribu tiga ratus delapan puluh sembilan Rupiah) ditetapkan sebagai
laba ditahan Perseroan.
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk mengatur tata cara alokasi laba
bersih Perseroan tersebut di atas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Realisasi:
Perseroan telah membagikan dividen sesuai dengan keputusan RUPS kepada pemegang saham Perseroan.
Status: Terealisasi
148 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 150
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Agenda Keputusan dan Realisasi
Persetujuan Penunjukan Kantor Akuntan 1. Menetapkan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst &
Publik dan Akuntan Publik untuk mengaudit Young Global Limited) dan Akuntan Publik Yasir, untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan
Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024.
Buku yang akan berakhir pada tanggal 31 2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menetapkan
Desember 2024 dan Penetapan Biaya/ honorarium dan persyaratan lainnya bagi Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik tersebut,
Honorariumnya. serta menetapkan Kantor Akuntan Publik dan/atau Akuntan Publik pengganti dalam hal Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member firm of Ernst & Young Global Limited)
dan/atau Akuntan Publik Yasir, karena sebab apa pun tidak dapat menyelesaikan proses audit
Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024. Apabila terdapat pergantian Kantor Akuntan Publik dan/ atau Akuntan Publik, Dewan
Komisaris memberikan laporan kepada Pemegang Saham.
Realisasi:
Laporan keuangan audited periode 31 Desember 2024 telah selesai dilakukan dan disahkan pada tanggal
24 Januari 2025 dengan menggunakan Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja (a member
firm of Ernest & Young Global Limited) dan Akuntan Publik Yasir, CPA.
Status: Terealisasi
Penetapan Tantiem Bagi Anggota Direksi Memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan dengan terlebih dahulu mendapat
dan Dewan Komisaris Perseroan untuk persetujuan pemegang saham mayoritas dan diketahui oleh pemegang saham pengendali lainnya untuk
Tahun Buku yang berakhir pada 31 menetapkan:
Desember 2023 serta penetapan Gaji
Anggota Direksi dan Honorarium Anggota a. Tantiem atas kinerja anggota Direksi dan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir
Dewan Komisaris dan Pemberian Fasilitas, pada tanggal 31 Desember 2023; dan
Benefit dan/atau Tunjangan Lainnya untuk b. Gaji anggota Direksi dan honorarium anggota Dewan Komisaris dan pemberian fasilitas, benefit
Tahun Buku 2024. dan/atau tunjangan lainnya untuk tahun buku 2024.
Realisasi:
Penetapan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi telah ditetapkan dan diberikan sesuai
dengan hasil keputusan yang ditetapkan.
Status: Terealisasi
Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Menerima Laporan Pertanggungjawaban Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi
Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap I Tahun 2023 dan Laporan Pertanggungjawaban Realisasi
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap II Tahun
Finance Tahap I Tahun 2023 dan Penawaran 2023.
Umum Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri
Tunas Finance Tahap II Tahun 2023.
Realisasi: Penggunaan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Tahap
I dan II Tahun 2023 telah dilakukan sesuai rencana penggunaan dan telah dilaporkan ke OJK.
Status: Terealisasi
Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus 1. Menyetujui pengangkatan kembali:
Perseroan. a. Sdr. R. Eryawan Nurhariadi sebagai Direktur Perseroan untuk periode kedua.
b. Sdr. William Francis Indra sebagai Direktur Perseroan untuk periode kedua. Pengangkatan
tersebut di atas terhitung efektif sejak tanggal Keputusan Sirkuler ini dan berakhir pada
penutupan RUPST yang ke-3 (tiga) sejak pengangkatannya yang akan diselenggarakan
pada tahun 2027, dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham
untuk sewaktu-waktu memberhentikannya.
2. Menyetujui pengangkatan Sdr. Saptari sebagai Komisaris Perseroan untuk periode pertama
terhitung efektif sejak tanggal Keputusan Sirkuler ini dan berakhir pada penutupan RUPST
yang ke 3 (tiga) sejak pengangkatannya yang akan diselenggarakan pada tahun 2027,
dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu
memberhentikannya. Adapun penetapan pengangkatan Sdr. Saptari tersebut berlaku efektif
setelah yang bersangkutan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian
kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).
3. Menyatakan bahwa terhitung mulai tanggal Keputusan Sirkuler ini, susunan pengurus Perseroan
menjadi sebagai berikut:
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 149
Page 151
Tata Kelola Perusahaan
Agenda Keputusan dan Realisasi
No. Nama Jabatan
Dewan Komisaris
1 Rico Adisurja Setiawan Komisaris Utama
2 Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen
3 Saptari* Komisaris
Direksi
1 Pinohadi Gautama Sumardi Direktur Utama
2 R. Eryawan Nurhariadi Direktur
3 William Francis Indra Direktur
*penetapan pengangkatan tersebut berlaku efektif sejak mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa
Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)
Realisasi:
Bapak Saptari selaku Anggota Dewan Komisaris telah lulus uji kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas
Jasa Keuangan, sehingga yang bersangkutan dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab selaku
anggota Dewan Komisaris Perseroan.
Status: Terealisasi
Agenda Lain-lain 1. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan
seluruh Keputusan Sirkuler ini dalam suatu akta notaris tersendiri, dan untuk selanjutnya
memberitahukannya kepada pihak yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap
tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan
perundangan-undangan yang berlaku, apabila diperlukan dan untuk itu menghadap sehingga
perlu, membuat, suruh membuat dan menandatangani akta dan surat-surat diperlukan,
singkatnya melakukan apa pun juga untuk mencapai maksud tersebut tidak ada yang
dikecualikan.
2. Tanggal Keputusan Sirkuler ini adalah tanggal tanda tangan terakhir dari perwakilan Pemegang
Saham yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkuler ini, dalam hal tanda tangan dari perwakilan
Pemegang Saham tidak diberikan pada tanggal yang sama.
3. Keputusan Sirkuler ini dapat dibuat dalam beberapa rangkap yang secara bersama-sama
merupakan satu kesatuan dari Keputusan Sirkuler ini.
Status: Terealisasi
2. 2 (dua) kali Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dilaksanakan secara sirkuler yang termuat dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Mandiri Tunas Finance No. 48 tanggal
5 Juni 2024, serta dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Mandiri
Tunas Finance No. 16 tanggal 5 November 2024. Adapun agenda dan keputusannya adalah sebagai berikut:
RUPSLB, 5 Juni 2024
Agenda Keputusan
Perubahan Susunan Anggota Dewan 1. Menyetujui pengunduran diri Bapak Totok Priyambodo sebagai Komisaris Perseroan terhitung efektif sejak
Komisaris Perseroan. tanggal 07-03-2024 (tujuh Maret dua ribu dua empat) serta mengucapkan terima kasih atas sumbangan
tenaga dan pikiran yang diberikan selama menjabat sebagai Komisaris Perseroan.
2. Menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 07-03-2024 (tujuh Maret dua ribu dua empat) susunan anggota
Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
No. Nama Jabatan
Dewan Komisaris
1 Rico Adisurja Setiawan Komisaris Utama
2 Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen
Agenda Lain-lain 1. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan seluruh Keputusan
Sirkuler ini dalam suatu akta notaris tersendiri, dan untuk selanjutnya memberitahukannya kepada pihak yang
berwenang, serta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan
tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, apabila diperlukan dan untuk itu
menghadap sehingga perlu, membuat, suruh membuat dan menandatangani akta dan surat-surat diperlukan,
singkatnya melakukan apa pun juga untuk mencapai maksud tersebut tidak ada yang dikecualikan.
2. Tanggal Keputusan Sirkuler ini adalah tanggal tanda tangan terakhir dari perwakilan Pemegang Saham yang
dinyatakan dalam Keputusan Sirkuler ini, dalam hal tanda tangan dari perwakilan Pemegang Saham tidak
diberikan pada tanggal yang sama.
3. Keputusan Sirkuler ini dapat dibuat dalam beberapa rangkap yang secara bersamasama merupakan satu
kesatuan dari Keputusan Sirkuler ini.
Status: Terealisasi
150 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 152
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
RUPSLB, 5 November 2024
Agenda Keputusan
Perubahan 1. Menyetujui Pengangkatan Bapak Subarna sebagai Komisaris Independen Perseroan terhitung sejak tanggal Keputusan
Susunan Anggota dan berakhir pada penutupan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang ke-3 (tiga) sejak pengangkatannya yang akan
Dewan Komisaris diselenggarakan pada tahun 2027, dengan tidak mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham untuk sewaktu-waktu
Perseroan. memberhentikannya.
Adapun penetapan pengangkatan Bapak Subarna tersebut di atas berlaku efektif setelah yang bersangkutan mendapat
persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)
2. Menyatakan bahwa terhitung sejak tanggal 05 November 2024 susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai
berikut:
No. Nama Jabatan
Dewan Komisaris
1 Rico Adisurja Setiawan Komisaris Utama
2 Saptari Komisaris
3 Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen
4 Subarna* Komisaris Independen
Direksi
1 Pinohadi Gautama Sumardi Direktur Utama
2 R. Eryawan Nurhariadi Direktur
3 William Francis Indra Direktur
*Berlaku efektif sejak mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan atas penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test)
3. Memberikan kewenangan dan kuasa kepada Direksi Perseroan untuk menindaklanjuti keputusan Rapat terkait pelaporan kepada
regulator serta instansi terkait lainnya.
Agenda Lain-lain 1. Memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menyatakan seluruh Keputusan ini dalam suatu akta
notaris tersendiri, dan untuk selanjutnya memberitahukannya kepada pihak yang berwenang, serta melakukan semua dan setiap
tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku,
apabila diperlukan dan untuk itu menghadap sehingga perlu, membuat, suruh membuat dan menandatangani akta dan surat-surat
diperlukan, singkatnya melakukan apa pun juga untuk mencapai maksud tersebut tidak ada yang dikecualikan.
2. Tanggal Keputusan adalah tanggal tanda tangan terakhir dari perwakilan Pemegang Saham yang dinyatakan dalam Keputusan
Sirkuler ini, dalam hal tanda tangan dari perwakilan Pemegang Saham tidak diberikan pada tanggal yang sama.
3. Keputusan dapat dibuat dalam beberapa rangkap yang secara bersama-sama merupakan satu kesatuan dari Keputusan
Sirkuler ini.
Status: Terealisasi
Dewan Komisaris
Dewan Komisaris merupakan organ Perseroan yang Masa Jabatan Dewan Komisaris
menjalankan fungsi pengawasan secara kolektif atas Masa Jabatan Dewan Komisaris adalah 3 (tiga) tahun
kebijakan pengurusan yang dilakukan oleh Direksi serta sebagaimana disebutkan dalam Anggaran Dasar dan dapat
memberikan nasihat terkait pengelolaan Perseroan. diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan dengan
Pengawasan tersebut mencakup pengawasan umum tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham
maupun khusus sesuai ketentuan Anggaran Dasar, untuk memberhentikan para anggota Dewan Komisaris
termasuk pemantauan atas efektivitas penerapan GCG di sewaktu-waktu. Setelah masa jabatannya berakhir, anggota
seluruh Perseroan dan entitas anak. Dewan Komisaris dapat diangkat kembali oleh RUPS.
Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada Pemegang
Saham untuk memastikan bahwa Direksi mengelola Komposisi dan Susunan Dewan Komisaris
Perseroan sesuai rencana bisnis yang telah disetujui, Sepanjang tahun 2025, susunan dan komposisi anggota
mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, Dewan Komisaris mengalami perubahan dengan tidak
dan menjalankan kegiatan usaha secara berintegritas memperpanjang masa jabatan Tuan Saptari sebagai
serta bertanggung jawab. Dalam menjalankan fungsi Komisaris Perseroan terhitung sejak RUPS Luar Biasa tanggal
pengawasannya, Dewan Komisaris bersikap independen 23 Juni 2025 dan tidak memperpanjang masa jabatan Tuan
dan profesional, bebas dari pengaruh atau tekanan yang Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris Utama Perseroan
dapat mengganggu objektivitas pengambilan keputusan. terhitung sejak RUPS Tahunan tanggal 30 Juni 2025.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 151
Page 153
Tata Kelola Perusahaan
Komposisi Dewan Komisaris Periode 1 Januari 2025-25 Juli 2025
Nama Jabatan Dasar Pengangakatan Masa Jabatan Periode
Jabatan
Rico Adisurja Komisaris Utama Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan PT Mandiri RUPS Tahunan Tahun 2023 Ke-3
Setiawan* Tunas Finance No. 138 tanggal 28 Juni 2023 yang dibuat di s.d. penutupan RUPS
hadapan M. Kholid Artha, S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2026.
Saptari** Komisaris Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan PT Mandiri RUPS Tahunan Tahun 2024 Ke-1
Tunas Finance No. 236 tanggal 28 Juni 2024 yang dibuat di s.d. penutupan RUPS
hadapan M. Kholid Artha, S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2027.
Fendy Eventius Komisaris Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan PT Mandiri RUPS Tahunan Tahun 2023 Ke-1
Mugni Independen Tunas Finance No. 138 tanggal 28 Juni 2023 yang dibuat di s.d. penutupan RUPS
hadapan M. Kholid Artha, S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2026.
Subarna Komisaris Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 16 tanggal RUPS Tahunan Tahun Ke-1
Independen 5 November 2024 yang dibuat di hadapan M. Kholid Artha, 2024 s.d penutupan RUPS
S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2027.
*) Mengundurkan diri pada tanggal 25 Juni 2025 sebagai Komisaris Utama PT Mandiri Tunas Finance dan pengunduran diri disetujui melalui RUPST pada tanggal 30 Juni 2025 dengan
pengunduran diri efektif pada tanggal 25 Juli 2025.
**) Mengundurkan diri pada tanggal 25 Maret 2025 sebagai Komisaris PT Mandiri Tunas Finance dan pengunduran diri disetujui melalui RUPS-LB pada tanggal 23 Juni 2025.
Komposisi Dewan Komisaris Periode 25 Juli 2025-23 Desember 2025
Periode
Nama Jabatan Dasar Pengangakatan Masa Jabatan
Jabatan
Nugraha Indra Komisaris Utama Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan PT Mandiri RUPS Tahunan Tahun 2025 Ke-1
Permadi* Tunas Finance No. 174 tanggal 30 Juni 2025 yang dibuat di s.d. penutupan RUPS
hadapan M. Kholid Artha, S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2028.
Fendy Eventius Komisaris Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan PT Mandiri RUPS Tahunan Tahun 2023 Ke-1
Mugni Independen Tunas Finance No. 138 tanggal 28 Juni 2023 yang dibuat di s.d. penutupan RUPS
hadapan M. Kholid Artha, S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2026.
Subarna Komisaris Akta Pernyataan Keputusan RUPS Luar Biasa No. 16 tanggal RUPS Tahunan Tahun Ke-1
Independen 5 November 2024 yang dibuat di hadapan M. Kholid Artha, 2024 s.d penutupan RUPS
S.H., notaris di Jakarta. Tahunan Tahun 2027.
*) Diangkat sebagai Komisaris Utama PT Mandiri Tunas Finance melalui RUPST pada tanggal 30 Juni 2025 dengan efektif menjabat pada tanggal 25 Juli 2025.
Profil seluruh anggota Dewan Komisaris dapat dilihat merupakan prasyarat bagi efektivitas pelaksanaan
pada bab Profil Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini. tugas dan tanggung jawab jabatan secara formal di
lingkungan Perseroan. Pengangkatan anggota Dewan
Komisaris dilakukan melalui mekanisme RUPS sesuai
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan dengan Anggaran Dasar Perseroan. Selanjutnya,
Dewan Komisaris pelaksanaan tugas dan kewenangan anggota Dewan
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di industri jasa Komisaris berlaku efektif setelah yang bersangkutan
keuangan, anggota Dewan Komisaris Perseroan sebagai dinyatakan lulus penilaian kemampuan dan kepatutan
pihak utama wajib memenuhi persyaratan kemampuan oleh Otoritas Jasa Keuangan, sebagaimana diatur dalam
dan kepatutan (fit and proper test) melalui proses Peraturan OJK No. 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian
penilaian yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Kemampuan dan Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga
Penilaian kemampuan dan kepatutan tersebut Jasa Keuangan.
Nama Jabatan Persetujuan dari OJK
Nugraha Indra Permadi Komisaris Utama Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-51/D.06/2025
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. 13/KDK.06/2023
Subarna Komisaris Independen Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-9/D.06/2025
152 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 154
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pedoman Kerja Dewan Komisaris
Sebagai acuan kerja, Dewan Komisaris berpedoman 6. Memberikan pendapat dan saran atas Rencana Kerja
pada Pedoman Kerja Dewan Komisaris yang menetapkan dan Anggaran Tahunan yang diusulkan oleh Direksi dan
prinsip, tata cara, dan batasan kewenangan bagi kedua mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
organ. Pedoman Kerja Dewan Komisaris yang ditetapkan tersebut sesuai ketentuan dengan anggaran dasar;
berfungsi sebagai panduan operasional yang menjelaskan 7. Melaporkan dengan segera kepada RUPS apabila
alur koordinasi, mekanisme rapat, tanggung jawab terjadi gejala menurunnya kinerja Perseroan.
pengawasan, serta standar perilaku dan profesionalitas
yang wajib dipatuhi sehingga proses pengawasan dapat
Kewajiban Dewan Komisaris
dijalankan secara efektif dan transparan. Hal-hal yang
diatur dalam Pedoman Kerja Dewan Komisaris diantaranya: 1. Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan,
• Acuan Kebijakan Anggaran Dasar dan keputusan RUPS serta bertindak
• Ruang Lingkup profesional;
• Dasar Hukum 2. Melakukan kajian, mengesahkan, serta mengawasi
• Prinsip Hubungan Kerja Dewan Komisaris dengan pelaksanaan rencana kerja dan anggaran tahunan
Direksi Perseroan yang telah disiapkan Direksi sesuai regulasi
• Komposisi, Masa Jabatan, dan Rangkap Jabatan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan;
• Tugas, Tanggung jawab, dan Kewajiban Dewan 3. Memberikan nasihat kepada Direksi dalam
Komisaris melaksanakan kepengurusan Perseroan dan tidak
• Hak dan Wewenang Dewan Komisaris dimaksudkan untuk kepentingan pihak/golongan
• Budaya dan Etika Perilaku Dewan Komisaris tertentu;
• Kerahasiaan Informasi dan Benturan Kepentingan 4. Menelaah laporan tahunan yang disiapkan Direksi
• Rapat Dewan Komisaris serta menandatangani laporan tahunan;
• Pelaporan dan Pertanggungjawaban 5. Menyusun laporan kegiatan Dewan Komisaris yang
• Komite Penunjang Pelaksanaan Tugas Dewan merupakan bagian dari laporan penerapan Tata Kelola
Komisaris Perusahaan yang Baik dan melaporkan kegiatan
• Sekretaris Dewan Komisaris pengawasannya kepada RUPS;
6. Melaporkan kepada Perseroan mengenai kepemilikan
Tugas, Tanggung Jawab, Kewajiban, sahamnya dan/atau keluarganya pada Perseroan yang
bersangkutan dan Perseroan lain, termasuk setiap
dan Wewenang Dewan Komisaris perubahannya;
7. Memberikan rekomendasi kepada RUPS atas
Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
penunjukan Kantor Akuntan Publik yang akan
1. Melakukan pengawasan dan bertanggung jawab melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan
terhadap kebijakan dan jalannya pengurusan Perseroan;
Perseroan sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan 8. Melakukan tindak lanjut atas hasil pengawasan dan
dengan berlandaskan kepatuhan terhadap peraturan memberikan rekomendasi kepada RUPS dalam
perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, hal terjadi penyimpangan terhadap peraturan dan
termasuk namun tidak terbatas pada peraturan terkait perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran
pelaksanaan Good Corporate Governance, Undang- Dasar;
Undang Perseroan Terbatas, dan Peraturan Otoritas 9. Membentuk Komite Audit dan dapat membentuk
Jasa Keuangan; komite lainnya guna menunjang pelaksanaan tugas
2. Memberi nasihat kepada Direksi atas jalannya Dewan Komisaris;
pengurusan Perseroan; 10. Dalam hal Perseroan menunjukkan gejala kemunduran
3. Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti yang signifikan, segera mengadakan RUPS untuk
temuan audit dan rekomendasi dari Divisi Internal melaporkan kepada Pemegang Saham, dengan
Audit, auditor eksternal, hasil pengawasan OJK dan/ disertai saran mengenai langkah-langkah perbaikan
atau hasil pengawasan otoritas lain; yang harus ditempuh;
4. Memberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan 11. Memantau efektivitas implementasi GCG.
(OJK) paling lambat 10 (sepuluh) hari kalender
sejak ditemukan pelanggaran terhadap peraturan
perundang-undangan di bidang pembiayaan,
termasuk perkiraan keadaan yang dapat
membahayakan kelangsungan usaha Perseroan;
5. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang
disiapkan oleh Direksi serta menandatangani laporan
tahunan tersebut;
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 153
Page 155
Tata Kelola Perusahaan
Wewenang Dewan Komisaris
Dewan Komisaris berwenang memberikan persetujuan 6. Mengangkat Sekretaris Dewan Komisaris, jika
tertulis atas keputusan Direksi untuk tindakan-tindakan dianggap perlu dan memberhentikannya;
sebagai berikut: 7. Memberhentikan sementara Anggota Direksi sesuai
dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan;
1. Meminjam atau meminjamkan uang atas nama 8. Membentuk komite lain selain komite audit, dengan
Perseroan (tidak termasuk mengambil uang memperhatikan kebutuhan Perseroan;
Perseroan di Bank); 9. Jika dianggap perlu dalam menjalankan tugas,
2. Mendirikan suatu usaha baru atau turut serta pada Dewan Komisaris dapat menggunakan bantuan
perusahaan lain, baik di dalam negeri maupun di luar tenaga ahli untuk jangka waktu terbatas dengan
negeri. beban Perseroan;
3. Memperoleh akses yang cukup atas informasi 10. Melakukan tindakan pengurusan Perseroan dalam
Perseroan dalam hal ini melihat buku-buku, surat keadaan tertentu untuk jangka waktu tertentu sesuai
berharga serta memeriksa kekayaan Perseroan; dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan;
4. Meminta penjelasan dari Direksi dan/atau pejabat 11. Melaksanakan kewenangan pengawasan lainnya
lainnya mengenai segala persoalan/kebijakan yang sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
menyangkut pengelolaan Perseroan; perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan
5. Meminta Direksi dan/atau pejabat unit kerja lainnya dan/atau keputusan RUPS.
di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi
untuk menghadiri rapat Dewan Komisaris;
Jenis Keputusan yang Memerlukan Perseroan dengan nilai material sebagaimana diatur
Persetujuan Dewan Komisaris dalam Anggaran Dasar dan ketentuan yang berlaku.
1. Persetujuan atas Rencana Jangka Panjang Perusahaan 5. Penetapan dan perubahan kebijakan strategis
(RJPP), Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan terkait manajemen risiko, termasuk keputusan yang
(RKAP), serta perubahan atas rencana dan anggaran menyebabkan eksposur risiko melampaui risk appetite
tersebut. Perseroan, serta tindak lanjut atas temuan signifikan
2. Keputusan mengenai penyertaan modal, pendirian, dari regulator dan auditor.
pengambilalihan, atau pembubaran entitas, kerja 6. Persetujuan atas transaksi dengan pihak terafiliasi dan/
sama strategis, serta investasi atau divestasi yang atau yang mengandung benturan kepentingan sesuai
bersifat material atau berada diluar kewenangan dengan ketentuan OJK dan peraturan perundang-
Direksi. undangan yang berlaku.
3. Penarikan pinjaman, penerbitan instrumen 7. Keputusan strategis lain yang berdasarkan Anggaran
pendanaan, serta pemberian jaminan atau komitmen Dasar, ketentuan OJK, atau pertimbangan Dewan
keuangan lain yang bernilai material dan berpotensi Komisaris yang dinilai memiliki dampak signifikan
memengaruhi kondisi Keuangan Perseroan. terhadap kelangsungan usaha, kinerja, dan reputasi
4. Pengalihan, penjaminan, atau pembebanan aset Perseroan.
Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
kegiatan Dewan Komisaris serta memastikan efektivitas
Dewan Komisaris pelaksanaan fungsi pengawasan secara kolektif.
Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan fungsi
pengawasan, Dewan Komisaris membagi ruang lingkup
Rincian Tugas Komisaris Utama
tugas pengawasan kepada masing-masing anggota Dewan
Komisaris sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan 1. Memimpin rapat Dewan Komisaris, mengoordinasikan
Perseroan. Pembagian tugas tersebut dilakukan untuk pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan
memastikan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan Komisaris, serta memastikan bahwa Dewan Komisaris
berjalan secara fokus, terkoordinasi, dan menyeluruh. menjalankan fungsi pengawasan secara efektif sesuai
Dalam struktur Dewan Komisaris, seluruh anggota Dewan dengan Anggaran Dasar Perseroan.
Komisaris, termasuk Komisaris Utama, memiliki kedudukan 2. Mengarahkan dan mengoordinasikan pelaksanaan
yang setara. Komisaris Utama menjalankan peran sebagai fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengurusan,
primus inter pares dengan tugas utama mengoordinasikan jalannya pengelolaan Perseroan, serta kinerja Direksi
secara kolektif dan individual.
154 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 156
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
3. Mengawasi penerapan prinsip GCG secara konsisten, • Proses Bisnis Perusahaan Pembiayaan Mandiri Tunas
termasuk kepatuhan terhadap Anggaran Dasar, Finance
peraturan perundang-undangan, dan ketentuan OJK • Prinsip Tata Kelola Perusahaan Pembiayaan yang Baik
yang berlaku bagi perusahaan pembiayaan. • Pengelolaan manajemen risiko perusahaan
4. Memastikan bahwa keputusan, persetujuan, dan pembiayaan
rekomendasi Dewan Komisaris telah ditindaklanjuti • Pengelolaan pengendalian internal dan pelaksanaan
secara memadai oleh Direksi. audit perusahaan pembiayaan
5. Mengawasi efektivitas pelaksanaan manajemen • Pengelolaan kepatuhan perusahaan pembiayaan
risiko dan fungsi kepatuhan Perseroan, termasuk • Pengelolaan Anti Fraud
tindak lanjut atas temuan signifikan dari OJK, auditor • Informasi Kinerja Perusahaan Mandiri Tunas Finance
eksternal, dan auditor internal. • Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan
6. Mengawasi dan mengoordinasikan pelaksanaan • Pengelolaan APU-PPT & PPPSPM perusahaan
tugas komite-komite di bawah Dewan Komisaris agar pembiayaan
sejalan dengan tujuan pengawasan dan ketentuan
yang berlaku.
Peningkatan Kompetensi Dewan
Komisaris
Perseroan mendukung pengembangan kompetensi
anggota Dewan Komisaris melalui berbagai program
peningkatan kapabilitas, termasuk pelatihan, sertifikasi
Program Orientasi bagi profesional, seminar maupun workshop yang relevan
Komisaris Baru dengan peran dan fungsinya. Perseroan memiliki kebijakan
Program orientasi bagi anggota Dewan Komisaris terkait pelaksanaan program pengembangan sumber daya
baru diselenggarakan untuk membantu anggota baru manusia mulai dari level teratas hingga bawah sebagai
memahami karakteristik Perseroan secara menyeluruh. bentuk komitmen Perseroan dalam menciptakan SDM
Melalui program ini, anggota Dewan Komisaris baru yang unggul dan berdaya saing. Kebijakan mengenai
memperoleh informasi mengenai arah strategis dan program peningkatan kapabilitas bagi Dewan Komisaris
rencana bisnis Perseroan, model bisnis utama, serta adalah sebagai berikut:
lingkup tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris 1. Program peningkatan kapabilitas dilaksanakan
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dalam rangka meningkatkan efektivitas kerja Dewan
Program orientasi diharapkan dapat mempercepat proses Komisaris.
adaptasi dan memastikan kontribusi yang efektif sejak 2. Rencana untuk melakukan program peningkatan
awal masa jabatan. kapabilitas harus dimasukkan dalam Rencana Kerja
dan Anggaran Dewan Komisaris.
Penanggung jawab program ini berada pada Sekretaris 3. Setiap Anggota Dewan Komisaris yang mengikuti
Perusahaan dan materi program pengenalan mencakup: program peningkatan kapabilitas diwajibkan
1. Anggaran Dasar Mandiri Tunas Finance menyajikan presentasi kepada Anggota Dewan
2. Peraturan perundang-undangan terkait bisnis Mandiri Komisaris lain dalam rangka berbagi informasi dan
Tunas Finance pengetahuan.
3. Laporan Tahunan Mandiri Tunas Finance 4. Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan
4. Rencana Jangka Panjang bertanggung jawab untuk membuat laporan tentang
5. Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan pelaksanaan program peningkatan kapabilitas.
6. Program Kerja Dewan Komisaris Laporan tersebut disampaikan kepada Dewan
7. Key Performance Indicator Dewan Komisaris Komisaris.
Pada tahun 2025, RUPS telah mengangkat Nugraha Indra
Permadi sebagai Komisaris Utama. Pelaksanaan program
pengenalan telah dilaksanakan pada tanggal 3-4,7, dan
17-23 Juli 2025.
Materi Program pengenalan mencakup:
• Tugas dan tanggung jawab Komisaris termasuk
Komisaris Independen
• Peraturan Perundang-undangan Perusahaan
Pembiayaan Mandiri Tunas Finance
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 155
Page 157
Tata Kelola Perusahaan
Rincian pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi yang diikuti oleh Dewan Komisaris selama tahun berjalan
disajikan pada tabel berikut:
Nama Pelatihan/Seminar Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Rico Adisurja Setiawan Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di Sektor Keuangan OJK Institute 23 Januari
Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas OJK Institute 25 Februari
Sektor Keuangan
Sustainability Accounting and Reporting in the Financial Services OJK Institute 06 Maret
Inovasi Produk Keuangan Islam: Peran Etika Halal dalam Memperluas OJK Institute 13 Maret
Penetrasi Pasar
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis OJK Institute 17 April
Bullion Bank
Seminar Nasional “Will Trade War Create Financial Turmoil?” APPI 06 Mei
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong OJK Institute 08 Mei
Pengembangan Ekonomi daerah
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi OJK Institute 15 Mei
Indonesia?
Customer Experience: Strategies for Sucsess in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 03 Juni
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 05 Juni
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan OJK Institute 26 Juni
Konsumen Sektor Keuangan
Fendy Eventius Mugni Seminar Nasional “Will Trade War Create Financial Turmoil?” APPI 06 Mei
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong OJK Institute 08 Mei
Pengembangan Ekonomi Daerah
Customer Experience: Strategies for Sucsess in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan OJK Institute 19 Juni
Digital:Pelindungan Data Pribadi dan Dampak Teknologi Biometrik di
Indonesia
Agentic in in Finance: A new era of autonomous decision-making OJK Institute 03 Juli
International Seminar Global, ASEAN dan Indonesia Challenge to APPI 11 Juli
Indonesia Economy
Building The Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli
Mid Year - Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & OJK Institute 07 Agustus
Strategi Investasi ke Depan
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat OJK Institute 14 Agustus
Perekonomian Indonesia
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan OJK Institute 28 Agustus
Syariah & Pasar Modal Syariah
UMKM Mendunia: Strategi Peningkatan Skala Bisnis Menembus Pasar OJK Institute 09 September
Nasional & Internasional
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru: Strategi Identifikasi, OJK Institute 18 September
Mitigasi dan Penegakan Hukum
Pelatihan Qualified Risk Oversight Professional IKAI Indonesia 17-18 Oktober
156 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 158
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Nama Pelatihan/Seminar Penyelenggara Tanggal Pelatihan
Subarna Pelatihan dan Sertifikasi Dasar Komisaris LSPPI 23 Januari
Sustainbility Accounting and Reporting in the Financial Services OJK Institute 06 Maret
Inovasi Produk Keuangan Islam: Peran Etika Halal dalam Memperluas OJK Institute 13 Maret
Penetrasi Pasar
Seminar Nasional “Will Trade War Create Financial Turmoil?” APPI 06 Mei
Customer Experience : Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 03 Jun
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 05 Juni
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan OJK Institute 19 Juni
Digital:Pelindungan Data Pribadi dan Dampak Teknologi Biometrik di
Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan OJK Institute 26 Juni
Konsumen Sektor Keuangan
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis OJK Institute 31 Juli
Nasional : Pembangunan 3 Juta Rumah
Mid Year - Capital Market Review 2025 : Evaluasi Kinerja Pasar & OJK Institute 07 Agustus
Strategi Investasi ke Depan
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat OJK Institute 14 Agustus
Perekonomian Indonesia
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera : Strategi Peningkatan OJK Institute 21 Agustus
Kepesertaan Dana Pensiun di Sektor Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan OJK Institute 28 Agustus
Syariah & Pasar Modal Syariah
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru: Strategi Identifikasi, OJK Institute 18 September
Mitigasi dan Penegakan Hukum
Risk Appetite & Risk Culture : Pilar Utama dalam Penguatan OJK Institute 09 Oktober
Manajemen Risiko di Sektor Keuangan
Pelatihan Qualified Risk Oversight Professional IKAI Indonesia 17-18 Oktober
Nugraha Indra Pelatihan Dasar Pelatihan dan Sertifikasi 31 Juli
Permadi Dasar Komisaris
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 157
Page 159
Tata Kelola Perusahaan
Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris Tahun 2025
Keputusan, rekomendasi, dan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris di tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Periode Keputusan, Rekomendasi, dan Pelaksanaan Tugas
Kuartal I Tahun 2025 • Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada seluruh Direksi atas pencapaian yang telah diperoleh pada
tahun 2024.
• Dewan Komisaris memberikan tanggapan perihal rencana penerbitan obligasi agar dapat ditambahkan
sebagai opsi sumber pendanaan MTF apabila indikasi rate yang ditawarkan lebih kompetitif dibandingkan
pinjaman bank.
• Dewan Komisaris menghimbau agar MTF dapat fokus dalam menjaga kualitas dan merapat ke debitur
Captive Bank Mandiri dan Tunas.
• Dewan Komisaris memberikan arahan bahwa manajemen perlu melakukan pembedahan pada komponen
yang membentuk laba di bulan Januari 2025 agar dapat terlihat komponen mana saja yang membaik dan
mana yang mengalami pemburukan.
Kuartal II Tahun 2025 • Dewan Komisaris memberikan arahan perihal revisi RBT Tahun 2025 disampaikan dalam bentuk resume
kepada Dewan Komisaris terutama perihal angka RKAP sebelum revisi RBT tersebut ditandatangani oleh
Dewan Komisaris.
• Dewan Komisaris menyetujui penyesuaian penetapan ketua Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, serta
Komite Nominasi dan Remunerasi MTF per tanggal 10 Juni 2025.
• Dewan Komisaris memberikan tanggapan bahwa penerbitan bonds dapat dipergunakan dalam memenuhi
target Lending selain dengan bilateral bank.
• Dewan Komisaris memberikan arahan bahwa di tahun 2025 manajemen harus lebih agresif dalam mengakuisisi
debitur Captive Bank Mandiri. Debitur yang berasal dari dealer juga tetap diakuisisi namun sebaiknya
manajemen melakukan grading terhadap dealer tersebut.
• Dewan Komisaris memberikan arahan bahwa dalam situasi ekonomi saat ini, manajemen perlu berhati-hati
dalam melakukan pembiayaan sambil menunggu situasi ekonomi membaik.
• Dewan Komisaris memberikan arahan bahwa manajemen perlu membuat berbagai strategi untuk terus
tumbuh dengan kualitas yang baik. Salah satu strategi manajemen dalam memperbaiki kualitas kredit MTF
melalui booking mix yang saat ini sudah cukup baik dan perlu terus dilakukan.
• Dewan Komisaris memberikan arahan agar manajemen perlu menjaga CKPN jangan sampai dibawah 100%.
• Dewan Komisaris menyetujui usulan fasilitas pendanaan atas Bank MUFG, Bank Panin, dan Bank DKI.
Kuartal III Tahun 2025 • Dewan Komisaris memberikan arahan untuk dapat melakukan pengecekan serta update kepada Dewan
komisaris perihal kondisi MTF jika dibandingkan dengan kondisi perusahaan pembiayaan lainnya baik secara
Lending maupun kualitas.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk memastikan kembali mengenai Realisasi Pemenuhan Sumber
Daya Manusia yang perlu disesuaikan dengan rencana Perusahaan.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk memastikan terkait pelaporan perubahan jaringan MTF. Jangan
sampai penutupan/penggabungan cabang sudah direalisasikan namun belum dilakukan pelaporan kepada
regulator. Agar dapat dipastikan MTF tidak terkena sanksi atas implementasi update jaringan MTF tersebut.
• Dewan Komisaris menyetujui untuk dilakukan penyesuaian susunan anggota Komite dibawah Dewan
Komisaris, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Nominasi dan Remunerasi.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk dapat mempersiapkan skema yang dapat membantu para leader
dalam melakukan monitoring dan mencegah tim di bawahnya melakukan tindakan fraud.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk melakukan antisipasi perihal potensi-potensi tindakan fraud yang
dapat meningkat saat kondisi otomotif sedang kurang baik dan berdampak pada kondisi multifinance.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk memastikan ketentuan di internal Perusahaan (SOP) diperbaharui
secara berkala sebagai langkah mitigasi terjadinya fraud di Perseroan.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk mempersiapkan early detection system atas potensi-potensi
terjadinya Tindakan fraud sehingga dapat dicegah lebih awal dan tidak menimbulkan kerugian bagi
Perusahaan.
• Dewan Komisaris menyetujui perihal pelaksanaan kegiatan Literasi dan Inklusi di MTF sesuai yang disampaikan
pada Rapat Dewan Komisaris.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk melakukan perbaikan dari sisi internal sehingga pengaduan yang
berulang tidak terjadi kembali di kemudian hari.
• Dewan Komisaris memberikan arahan agar dapat menyampaikan bentuk edukasi kepada pelanggan supaya
kedepannya pengaduan Pelanggan dapat disampaikan melalui channel resmi MTF sebagai langkah mitigasi
agar pelanggan tidak menyampaikan pengaduan melalui media yang dapat berpotensi memengaruhi
reputasi MTF (misal: pengaduan melalui media sosial).
• Dewan Komisaris memberikan tanggapan bahwa perlu dipersiapkan langkah mitigasi potensi terjadinya risiko
yang cukup tinggi apabila MTF akan memberikan pembiayaan ke segmen high margin.
• Dewan Komisaris menyetujui perihal usulan fasilitas kredit CBC Bank Mandiri sesuai dengan yang disampaikan
pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi.
• Dewan Komisaris menyetujui pelaporan Kepatuhan dan APU PPT & PPPSPM sesuai dengan yang disampaikan
pada Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi hari ini.
158 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 160
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Periode Keputusan, Rekomendasi, dan Pelaksanaan Tugas
Kuartal IV Tahun 2025 • Dewan Komisaris memberikan arahan untuk melakukan mitigasi perihal karyawan yang memiliki data SLIK
kurang baik agar tidak ditempatkan di posisi yang berkaitan dengan bisnis.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk melakukan tindak pidana tidak hanya terhadap tindakan fraud
yang menyebabkan kerugian besar, namun agar dilakukan penanganan juga terhadap tindakan fraud
meskipun kerugiannya relatif kecil.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk memastikan agar tidak terjadi pengaduan pelanggan yang
berulang pada suatu bidang/topik.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk dibuatkan ketentuan mengenai langkah-langkah mitigasi untuk
mencegah terjadinya fraud yang dilakukan oleh karyawan, seperti block leave bagi karyawan serta ketentuan
batas masa kerja karyawan di suatu posisi yang sama.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk pembiayaan Used Car agar dapat dikoordinasikan dan
dipersiapkan dengan matang.
• Dewan Komisaris memberikan tanggapan perihal pembiayaan Gold Financing agar dipastikan perizinan untuk
kegiatan pembiayaan tersebut.
• Dewan Komisaris memberikan arahan untuk mempersiapkan strategi bisnis untuk tahun 2027 dan 2028
mendatang karena diproyeksikan pembiayaan New Car akan kembali membaik pada tahun tersebut.
Penilaian Kinerja Komite di bawah atas efektivitas pelaksanaan tugas masing-masing
komite. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada
Dewan Komisaris dan Dasar
Key Performance Indicator (KPI) yang telah ditetapkan,
Penilaiannya sehingga evaluasi dapat dilakukan secara terukur dan
Dewan Komisaris didukung oleh komite-komite penunjang objektif.
yang dibentuk untuk membantu pelaksanaan fungsi
pengawasan secara lebih fokus dan mendalam. Setiap Berdasarkan hasil penilaian, Dewan Komisaris menilai
komite memiliki tugas, tanggung jawab, serta pedoman bahwa sepanjang tahun 2025 komite-komite di bawah
kerja yang jelas sebagai dasar dalam menjalankan Dewan Komisaris telah menjalankan tugas dan tanggung
perannya secara terarah dan efektif. jawabnya secara efektif sesuai dengan peran dan mandat
yang diberikan. Adapun penilaian atas kinerja komite-
Untuk memastikan kualitas kinerja komite-komite tersebut, komite di bawah Dewan Komisaris disajikan sebagai
Dewan Komisaris secara berkala melakukan penilaian berikut:
Komite Audit
Komite Audit memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membantu dan memfasilitasi Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsi pengawasan
atas sistem dan proses Pelaporan Keuangan, proses audit atas laporan keuangan Perseroan, evaluasi atas pelaksanaan pengawasan internal Perseroan,
evaluasi atas kinerja audit internal, dan pengawasan kinerja teknis dan operasional serta pemenuhan ketentuan dan peraturan perundang-undangan
lainnya.
Sepanjang tahun 2025, Komite Audit telah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Komite Audit telah melaksanakan rapat sebanyak
5 (lima) kali dan menjalankan tugasnya antara lain:
• Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan oleh Perseroan kepada publik dan/atau pihak otoritas antara lain seperti
laporan keuangan proyeksi dan laporan lainnya terkait dengan informasi keuangan perseroan.
• Melakukan penelaahan atas pemeriksaan oleh auditor internal dan mengawasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor internal.
• Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan kegiatan perseroan.
• Memberikan pendapat independen dalam hal terjadi perbedaan pendapat antara manajemen dan akuntan atas jasa yang diberikan.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai penunjang akuntan yang didasarkan pada independensi, ruang lingkup penugasan
dan fee.
• Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian internal perusahaan, serta pelaksanaannya.
• Melakukan penelaahan terhadap aktivitas manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi, jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantauan risiko di
bawah Dewan Komisaris.
• Melakukan penelaahan pengaduan yang berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan keuangan Perseroan.
• Melakukan penelaahan dan memberikan saran kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya potensi benturan kepentingan perseroan.
• Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perseroan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 159
Page 161
Tata Kelola Perusahaan
Komite Nominasi dan Remunerasi Komite Pemantau Risiko
Komite Nominasi dan Remunerasi memiliki tugas dan tanggung Komite Pemantau Risiko memiliki tugas dan tanggung jawab untuk
jawab untuk membantu Dewan Komisaris yang bertujuan melakukan membantu Dewan Komisaris guna memantau pelaksanaan manajemen
pemantauan, pengawasan, dan penilaian atas efektivitas nominasi dan risiko Perseroan yang telah disusun dan dilaksanakan oleh Direksi.
remunerasi di lingkup Perseroan.
Sepanjang tahun 2025, Komite Pemantau Risiko telah menjalankan
Sepanjang tahun 2025, Komite Nominasi dan Remunerasi telah tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Komite Pemantau Risiko
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Komite telah melaksanakan rapat sebanyak 5 (lima) kali dan menjalankan
Nominasi dan Remunerasi telah melaksanakan rapat sebanyak 3 (tiga) tugasnya antara lain:
kali dan menjalankan tugasnya antara lain:
• Mengarahkan kebijakan, strategi, dan kerangka manajemen risiko
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai sesuai dengan risk appetite dan risk tolerance.
kebijakan remunerasi bagi anggota Direksi dan/atau Dewan • Melakukan review atas kesesuaian antara kebijakan manajemen
Komisaris untuk disampaikan ke RUPS. risiko Perseroan.
• Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi Perseroan, • Melakukan pemantauan atas pelaksanaan tugas satuan kerja
meliputi gaji, honorarium, THR, benefit, bonus, dan tantiem. manajemen risiko.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai • Melakukan review atas laporan profil risiko dan/atau tingkat risiko.
komposisi jabatan anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris, • Melakukan review atas laporan tingkat kesehatan keuangan
kebijakan dan kriteria yang dibutuhkan dalam nominasi anggota Perseroan.
Direksi dan/atau Dewan Komisaris, nama calon anggota Direksi • Memantau kecukupan proses identifikasi, pengukuran
dan/atau Dewan Komisaris, dan melakukan penilaian berdasarkan pemantauan, pengendalian, dan sistem informasi manajemen
tolak ukur yang telah disusun sebagai evaluasi kinerja dan yang risiko.
telah disusun sebagai evaluasi kinerja dan pengembangan
kemampuan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
Komisaris Independen
Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris Kriteria Independensi Komisaris Independen
yang tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, Pengangkatan Komisaris Independen diatur berdasarkan
kepemilikan saham maupun hubungan keluarga dengan POJK No. 33/2014, dengan kriteria sebagai berikut:
anggota Dewan Komisaris lainnya, anggota Direksi, 1. Bukan merupakan orang yang bekerja atau
Pemegang Saham Pengendali ataupun Perseroan. mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk
Ketentuan ini memastikan bahwa yang bersangkutan merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau
dapat menjalankan fungsi pengawasan secara objektif mengawasi kegiatan Perseroan dalam waktu 6 (enam)
dan bebas dari pengaruh pihak mana pun sesuai prinsip bulan terakhir, kecuali untuk pengangkatan kembali
tata kelola perusahaan yang baik. sebagai Komisaris Independen Perseroan pada
periode berikutnya.
Komisaris Independen menjalankan peran penting dalam 2. Tidak mempunyai saham Perseroan baik langsung
memantau pengelolaan Perseroan dan memberikan maupun tidak langsung.
perspektif yang independen dalam proses pengambilan 3. Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Komisaris,
keputusan di tingkat Dewan Komisaris. Selain itu, Komisaris Direksi dan Pemegang saham Utama Perseroan.
Independen juga berfungsi mewakili kepentingan 4. Tidak mempunyai hubungan usaha dengan
pemegang saham minoritas serta memastikan bahwa Perseroan baik langsung maupun tidak langsung.
setiap tindakan pengawasan dilakukan tanpa adanya Dengan demikian, Komisaris Independen Perseroan
konflik kepentingan yang dapat mengganggu efektivitas telah memenuhi kriteria sesuai dengan peraturan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. perundang-undangan yang berlaku.
Fendy
Aspek Independensi Eventius Subarna
Mugni
Sebagai orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, x x
mengendalikan, atau mengawasi kegiatan Perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, kecuali untuk pengangkatan
kembali sebagai Komisaris Independen Perseroan pada periode berikutnya.
Memiliki saham Perseroan baik langsung maupun tidak langsung. x x
Memiliki hubungan Afiliasi dengan Komisaris, Direksi dan Pemegang saham Utama Perseroan. x x
Memiliki hubungan usaha dengan Perseroan baik langsung maupun tidak langsung. x x
160 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 162
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Komposisi dan Keanggotaan Komisaris Perseroan memiliki 2 (dua) Komisaris Independen yang
Independen dalam Susunan Dewan telah memenuhi kriteria yang ditetapkan dan telah
Komisaris Perseroan menandatangani surat pernyataan independen yang
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
Mengacu pada Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014, berlaku dan telah diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan
komposisi Dewan Komisaris Independen sekurang- sebagai salah satu dokumen persyaratan pengajuan
kurangnya mencapai 30% dari jumlah keseluruhan persetujuan dari OJK.
anggota Dewan Komisaris. Per 31 Desember 2025,
Komisaris Independen Periode Jabatan dan Masa Jabatan
Fendy Eventius Mugni Periode 1, untuk masa jabatan sejak RUPS Tahunan Tahun 2023
Subarna Periode 1, untuk masa jabatan sejak RUPS Luar Biasa November 2024
Direksi
Direksi merupakan organ tata kelola yang memegang anggota Direksi dilakukan berdasarkan kompetensi dan
kewenangan penuh dalam menjalankan pengurusan profesionalitas untuk memastikan bahwa setiap individu
Perseroan. Tanggung jawab Direksi mencakup pengelolaan mampu menjalankan tanggung jawab sesuai pembagian
seluruh kegiatan operasional dan penerapan tata kelola tugas dan kewenangan yang telah ditetapkan.
perusahaan yang baik sesuai dengan maksud dan tujuan
Perseroan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar
serta ketentuan peraturan perundang-undangan. Masa Jabatan Direksi
Mengacu pada Anggaran Dasar Perseroan, anggota
Dalam melaksanakan tugasnya, setiap anggota Direksi Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS untuk
wajib memastikan keselarasan dengan strategi dan jangka waktu yang ditentukan lamanya yaitu 3 (tiga) tahun.
tujuan Perseroan, menjunjung prinsip kehati-hatian dan
bertindak berdasarkan itikad baik. Direksi berkewajiban
memastikan bahwa seluruh aset, sumber daya dan Komposisi dan Susunan Direksi
proses bisnis Perseroan dikelola secara efektif dan sejalan Komposisi dan susunan keanggotaan Direksi Perseroan
dengan prinsip tata kelola yang berlaku. Penunjukan adalah sebagai berikut:
Komposisi Direksi per 31 Desember 2025
Periode
Nama Jabatan Dasar Pengangkatan Masa Jabatan
Jabatan
Pengangkatan pertama kali sebagai Direktur Utama Mandiri Tunas Finance pada RUPS Luar 9 Oktober 2020
Biasa (Keputusan Sirkuler) berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 6 s.d. penutupan
Ke-1
tanggal 9 Oktober 2020. RUPS Tahunan
Pinohadi Direktur Tahun Buku 2022
G. Sumardi Utama Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Utama Mandiri Tunas Finance pada 28 Juni 2023 s.d.
Keputusan Pemegang Saham di Luar RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan (Keputusan penutupan RUPS
Ke-2
Sirkuler) berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 138 tanggal 28 Juni 2023. Tahunan Tahun
Buku 2025
Diangkat sebagai Direktur Mandiri Tunas Finance untuk pertama kalinya berdasarkan Keputusan 29 Maret 2021 s.d.
Pemegang Saham di Luar RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan (Keputusan Sirkuler) penutupan RUPS
Ke-1
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 15 tanggal 29 Maret 2021. Tahunan Tahun
R. Eryawan Buku 2023
Direktur
Nurhariadi Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Mandiri Tunas Finance pada Keputusan 28 Juni 2024 s.d.
Pemegang Saham di Luar RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan berdasarkan Akta penutupan RUPS
Ke-2
Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 236 tanggal 28 Juni 2024. Tahunan Tahun
Buku 2026
Diangkat sebagai Direktur Mandiri Tunas Finance untuk pertama kalinya berdasarkan Keputusan 29 Maret 2021 s.d.
Pemegang Saham di Luar RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan (Keputusan Sirkuler) penutupan RUPS
Ke-1
berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 15 tanggal 29 Maret 2021. Tahunan Tahun
William Buku 2023
Francis Direktur
Indra Diangkat kembali untuk periode kedua sebagai Direktur Mandiri Tunas Finance pada Keputusan 28 Juni 2024 s.d.
Pemegang Saham di Luar RUPS untuk Menyelenggarakan RUPS Tahunan berdasarkan Akta penutupan RUPS
Ke-2
Pernyataan Keputusan RUPS Tahunan No. 236 tanggal 28 Juni 2024. Tahunan Tahun
Buku 2026
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 161
Page 163
Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Direksi
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku di industri jasa Direksi dilakukan melalui mekanisme RUPS sesuai dengan
keuangan, anggota Direksi Perseroan sebagai pihak utama Anggaran Dasar Perseroan. Selanjutnya, pelaksanaan
wajib memenuhi persyaratan kemampuan dan kepatutan tugas dan kewenangan anggota Dewan Komisaris berlaku
(fit and proper test) melalui proses penilaian yang dilakukan efektif setelah yang bersangkutan dinyatakan lulus
oleh Otoritas Jasa Keuangan. Penilaian kemampuan dan penilaian kemampuan dan kepatutan oleh Otoritas Jasa
kepatutan tersebut merupakan prasyarat bagi efektivitas Keuangan, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No.
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab jabatan secara 27/POJK.03/2016 tentang Penilaian Kemampuan dan
formal di lingkungan Perseroan. Pengangkatan anggota Kepatutan bagi Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan.
Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Direksi
Nama Jabatan Persetujuan dari OJK
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-368/NB.11/2020 tanggal 10 November 2020.
R. Eryawan Nurhariadi Direktur Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-44/KDK.05/2021 tanggal 31 Agustus 2021.
William Francis Indra Direktur Lulus dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-26/KDK.05/2021 tanggal 6 Juli 2021.
Pedoman Kerja Direksi Tugas Pokok Kolegial Direksi
Direksi menjalankan tugas dan kewenangannya dengan 1. Menetapkan visi, misi, dan strategi Perusahaan;
berpedoman pada Board Manual atau Pedoman Tata Kerja 2. Menetapkan kebijakan Perusahaan yang berlaku
Direksi. Board Manual tersebut ditetapkan melalui Surat secara Korporat;
Keputusan Direksi No. 021/SK-DIR/ MTF/X/2011 yang 3. Menetapkan usulan dan perubahan Rencana Jangka
berisi petunjuk tata laksana kerja Direksi serta menjelaskan Panjang Perusahaan dan Rencana Kerja dan Anggaran
tahapan aktivitas secara terstruktur, sistematis, mudah Perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku;
dipahami dan dapat dijalankan dengan konsisten, untuk 4. Menetapkan sasaran kinerja serta evaluasi kinerja
dijadikan acuan bagi Direksi dalam melaksanakan tugas Perseroan termasuk kebijakan dividen melalui
masing-masing untuk mencapai Visi dan Misi Perseroan. mekanisme organisasi Perseroan sesuai ketentuan
yang berlaku;
5. Mengupayakan tercapainya sasaran kinerja yang
Tugas, Tanggung Jawab, Wewenang, digunakan sebagai dasar penilaian tingkat kesehatan
dan Kewajiban Direksi sesuai dengan kesepakatan kinerja yang telah
Direksi bertugas secara penuh menjalankan segala ditetapkan dalam “RUPS Persetujuan RKAP”;
tindakan yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan 6. Menetapkan persetujuan proyek investasi non rutin
untuk kepentingan dan sesuai dengan maksud serta yang melebihi kewenangan Direktur dan memantau
tujuan Perseroan sebagaimana diatur dalam peraturan pelaksanaannya;
perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan dan 7. Menetapkan struktur organisasi dan penetapan
keputusan RUPS. pejabat Perusahaan sampai jenjang tertentu yang
diatur melalui ketetapan Direksi.
Berdasarkan Board Manual, tugas dan tanggung jawab
Direksi meliputi:
Tanggung Jawab Direksi
1. Memenuhi ukuran Kinerja terpilih yang jelas, lengkap,
Tugas Pokok Direksi dan berimbang, baik dari aspek keuangan maupun
1. Menjalankan segala tindakan yang berkaitan non keuangan untuk menentukan pencapaian misi
dengan pengurusan Perusahaan untuk kepentingan dan tujuan Perusahaan sesuai dengan ketentuan yang
Perusahaan dan sesuai dengan maksud dan tujuan berlaku.
Perusahaan. 2. Mewujudkan pelaksanaan RJPP dan RKAP, termasuk
2. Mewakili Perusahaan baik di dalam maupun di luar pencapaian target keuangan dan non keuangan.
Pengadilan tentang segala hal dan segala kejadian 3. Melaksanakan manajemen risiko.
dengan pembatasan-pembatasan sebagaimana 4. Membangun dan memanfaatkan teknologi informasi.
diatur dalam peraturan perundang-undangan, 5. Menindaklanjuti temuan-temuan audit satuan SPI
Anggaran Dasar dan/atau keputusan RUPS. dan Auditor Eksternal serta melaporkannya kepada
3. Menguasai, memelihara, dan mengurus kekayaan Dewan Komisaris.
Perusahaan. 6. Melaporkan informasi-informasi yang relevan kepada
162 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 164
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dewan Komisaris, antara lain mengenai suksesi/ 3. Menyusun dan mengimplementasikan sistem
mutasi/promosi manajer kunci (senior), program akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi
pengembangan SDM, pertanggungjawaban keuangan termasuk pembukuan dan administrasi
manajemen risiko, dan kinerja pemanfaatan teknologi yang didasarkan atas pengendalian internal yang
informasi. andal.
7. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham 4. Memberikan pertanggungjawaban dan segala
(RUPS) dan membuat risalah RUPS. keterangan tentang keadaan dan jalannya Perusahaan
8. Memperhatikan kepentingan stakeholders sesuai dalam laporan lainnya jika diminta oleh RUPS.
dengan nilai-nilai etika dan peraturan perundang- 5. Menetapkan secara jelas tugas, tanggung jawab, dan
undangan yang berlaku. wewenang manajemen pada setiap tingkatan/level.
6. Menyusun dan menyampaikan Laporan Tahunan
Selain diberikan tugas dan tanggung jawab, Direksi juga yang telah ditandatangani bersama Komisaris kepada
diberikan hak dan berwenang untuk menetapkan kebijakan- RUPS untuk memperoleh pengesahan.
kebijakan dengan pengelolaan Perseroan, termasuk 7. Mencantumkan kepemilikan sahamnya dan/ atau
kebijakan di bidang ketenagakerjaan. Kebijakan-kebijakan keluarganya pada perusahaan lain dalam Laporan
terkait ketenagakerjaan dilaksanakan berdasarkan aturan Tahunan.
internal Perseroan dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di bidang ketenagakerjaan. Direksi juga
memiliki kuasa untuk mengatur masalah pendelegasian
Ruang Lingkup Pembagian Tugas dan
wewenang/pemberian kuasa Direksi untuk mewakili Tanggung Jawab Direksi
Perusahaan di dalam dan di luar pengadilan. Untuk memastikan pelaksanaan pengurusan Perseroan
berjalan efektif, setiap anggota Direksi diberikan
tanggung jawab yang berbeda sesuai bidang
Kewajiban Direksi operasional dan fungsi yang ditetapkan. Pembagian
1. Menyiapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan tugas ini membantu memastikan bahwa seluruh aspek
(RJPP) yang merupakan rencana strategis yang pengelolaan Perseroan dapat dijalankan secara terfokus
memuat sasaran dan tujuan Perusahaan yang dan terkoordinasi. Pembagian tanggung jawab mengacu
hendak dicapai dalam jangka waktu 5 (lima) tahun, kepada Surat Keputusan Direksi No. 021/SK-DIR/
menandatanganinya bersama dengan Komisaris, dan MTF/X/2011 tentang Pembagian Tugas dan Wewenang
menyampaikannya kepada RUPS untuk mendapat serta Tata Tertib Direksi, dan Surat Keputusan Direksi No.
pengesahan. 003/SKDIR/ MTF/I/2023 tanggal 3 Januari 2023 tentang
2. Menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Struktur Organisasi PT Mandiri Tunas Finance. Pembagian
(RKAP), dan menyampaikannya kepada Komisaris tugas masing-masing Direksi Perseroan adalah sebagai
untuk dan RUPS untuk memperoleh pengesahan. berikut:
Direksi Tanggung Jawab
Pinohadi DIREKTORAT UTAMA
G. Sumardi
1. Melaksanakan pengurusan Perusahaan sesuai yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan ketentuan Perundang-undangan
yang berlaku.
2. Menetapkan Key Performance Indicator (KPI) atau sasaran kinerja Perusahaan, melakukan pengawasan serta evaluasi dan
mengupayakan tercapainya KPI.
3. Menentukan serta memutuskan pengambilan keputusan terkait strategi dan kebijakan Perusahaan untuk jangka waktu
menengah maupun panjang dengan tetap mengacu pada Visi dan Misi Perusahaan.
4. Mengelola pertumbuhan bisnis Perusahaan dengan turut memantau dan memastikan kinerja keuangan tercapai sesuai
sasaran agar keberlanjutan Perusahaan terjamin.
5. Mendorong penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan mengarahkan
pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial Perusahaan.
6. Memimpin dan mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dari Direksi lain untuk memastikan penerapan strategi Perusahaan
sesuai dengan target.
7. Melakukan pemantauan dan memberikan arahan terhadap unit kerja yang ada di Perusahaan agar tetap berjalan sesuai
dengan rencana dan strategi Perusahaan.
8. Memberikan arahan terhadap aktivitas pengembangan organisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk
kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 163
Page 165
Tata Kelola Perusahaan
Direksi Tanggung Jawab
R. Eryawan DIREKTORAT CORPORATE FINANCE & RISK MANAGEMENT
Nurhariadi
1. Melaksanakan pengurusan Perusahaan sesuai yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan ketentuan Perundang-undangan
yang berlaku.
2. Memimpin dan mengarahkan peningkatan strategis pengelolaan bidang keuangan, akuntansi dan perpajakan secara
komprehensif selaras dengan Visi, Misi, strategi bisnis dan target finansial yang telah ditetapkan.
3. Mengawasi dan melaksanakan pengendalian sumber daya Perusahaan utamanya penggunaan seluruh biaya secara efisien
dan efektif guna tercapainya target yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan
Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
4. Memastikan laporan-laporan terkait keuangan, akuntansi dan perpajakan telah memenuhi kewajiban dan peraturan yang
berlaku.
5. Menetapkan kebijakan dan strategi manajemen risiko dan kredit secara tertulis dan komprehensif termasuk penetapan dan
persetujuan limit risiko secara keseluruhan.
6. Mengembangkan budaya manajemen risiko pada seluruh jenjang organisasi.
7. Mengarahkan pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan pengendalian
internal.
8. Memberikan arahan terhadap aktivitas pengembangan organisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai
unit kerja sehingga Perusahaan memiliki kebijakan, prosedur dan metode yang handal dalam menerapkan manajemen
risiko dan manajemen keuangan.
William DIREKTORAT SALES & IT
Francis
Indra 1. Melaksanakan pengurusan Perusahaan sesuai yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan ketentuan Perundang-undangan
yang berlaku.
2. Mengawasi kelancaran kegiatan Perusahaan sesuai dengan strategi dan kebijakan yang telah ditetapkan.
3. Memimpin dan mengarahkan peningkatan strategis pengelolaan bidang pemasaran, Teknologi Informasi (TI) dan
operasional secara komprehensif selaras dengan Visi, Misi, strategi bisnis dan target finansial yang telah ditetapkan.
4. Memimpin dan mengarahkan Regional untuk mencapai target pangsa pasar (market share) dan meningkatkan target
volume bisnis.
5. Memimpin dan mengkoordinasikan pemasaran produk-produk Perusahaan di Regional secara agresif dengan tetap
menerapkan prinsip kehati-hatian dan sesuai kebijakan Perusahaan.
6. Menetapkan strategi TI, sehingga dapat menjadi mitra bisnis dengan seluruh unit kerja untuk memberikan solusi teknologi
yang tepat guna dalam menghadapi tantangan bisnis dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.
7. Mengarahkan pelaksanaan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan (Good Corporate Governance) dan pengendalian
internal.
8. Memberikan arahan terhadap aktivitas pengembangan organisasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai
unit kerja untuk kepentingan Perusahaan dalam mencapai maksud dan tujuan Perusahaan.
Program Orientasi bagi Direksi Program Pelatihan dan Pengembangan
Kompetensi Direksi
Guna memastikan anggota Direksi yang baru diangkat
dapat segera menjalankan peran secara efektif, Perseroan Untuk memastikan Direksi memiliki wawasan yang selalu
menyelenggarakan program orientasi yang mencakup relevan dengan dinamika industri dan tuntutan bisnis,
pengenalan mendalam mengenai profil dan struktur Perseroan menyediakan berbagai program peningkatan
organisasi, strategi bisnis, portofolio layanan, serta kompetensi. Fasilitas ini mencakup pelatihan,
tantangan dan prioritas operasional. Melalui program ini, pendidikan, sertifikasi, seminar maupun kegiatan
Direksi baru diharapkan dapat memahami konteks bisnis pengembangan lainnya yang mendukung penguatan
dan tata kelola Perseroan sejak awal sehingga penyelarasan kapasitas manajerial, kepemimpinan, serta pemahaman
tugas dan koordinasi dengan anggota Direksi lainnya dapat terhadap perkembangan teknologi dan regulasi.
berlangsung lebih cepat dan efektif.
Kebijakan Perseroan juga merancang program
Program pengenalan perusahaan kepada Direksi yang baru untuk memberikan wawasan baru bagi Direksi
diangkat dilakukan oleh Sekretaris Perusahaan. Materi yang untuk meningkatkan kapasitas Perseroan dalam
diperkenalkan kepada Direksi baru sekurang-kurangnya lingkungan usaha yang kompetitif, serta memberikan
mencakup informasi berikut: kesempatan untuk membangun jaringan dalam
1. Situasi industri keuangan Indonesia, khususnya non rangka memberdayakan sumber daya yang ada dalam
perbankan. organisasi sehingga menjadikan Perseroan sebagai
2. Profil Perseroan. organisasi berkinerja tinggi. Peningkatan kapasitas dan
3. Operasi serta kinerja keuangan Perseroan. kapabilitas penting agar Direksi dapat selalu mengikuti
4. Keorganisasian dan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. perkembangan terbaru tentang industri dimana
Perseroan beroperasi dan selalu siap mengantisipasinya
Pada tahun 2025 tidak ada perubahan komposisi Direksi bagi keberlangsungan dan kemajuan Perseroan.
sehingga Perseroan tidak melakukan kegiatan atau program Kebijakan tentang program peningkatan kapabilitas bagi
orientasi bagi Direksi. Direksi adalah sebagai berikut:
164 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 166
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
1. Program peningkatan kapabilitas dilaksanakan dalam 4. Direksi yang bersangkutan membuat laporan tentang
rangka meningkatkan efektivitas kerja Direksi. pelaksanaan program peningkatan Kapabilitas dan
2. Rencana program harus dimasukkan dalam Rencana disampaikan kepada Direksi lainnya.
Kerja Anggaran Direksi.
3. Direksi yang mengikuti program wajib Rincian program pelatihan dan kegiatan pengembangan
mempresentasikan kepada Direksi lain dalam rangka kompetensi yang diikuti Direksi selama tahun berjalan
berbagi informasi dan pengetahuan. adalah sebagai berikut:
Nama Pelatihan/Seminar Penyelanggara Tanggal
Pinohadi G. Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di Sektor Keuangan OJK Institute 23 Januari
Sumardi
Arah Kebijakan OJK Tahun 2025 dan Strategi Pertumbuhan Ekonomi Pemerintah Baru APPI 04 Februari
Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari
Sustainbility Accounting and Reporting in the Financial Services OJK Institute 06 Maret
Mandiri Strategic Thinking Initiatives (mSTI) BMRI 13-14 Maret
Insurance Revolution: How AI is Transforming the Underwriting and Optimizing Business
OJK Institute 24 April
Processes
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan Ekonomi daerah OJK Institute 08 Mei
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 03 Juni
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 05 Juni
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan
OJK Institute 19 Juni
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni
International Seminar Global, ASEAN dan Indonesia Challenge to Indonesia Economy APPI 11 Juli
R. Eryawan How to Achieve Peak Performance in 2025 OJK 17 Januari
Nurhariadi
Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di Sektor Keuangan OJK Institute 23 Januari
Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari
Sustainbility Accounting and Reporting in the Financial Services OJK Institute 06 Maret
Inovasi Produk Keuangan Islam : Peran Etika Halal dalam Memperluas Penetrasi Pasar OJK Institute 13 Maret
Mandiri Strategic Thinking Initiatives (mSTI) BMRI 13-14 Maret
Insurance Revolution: How AI is Transforming the Underwriting and Optimizing Business
OJK Institute 24 April
Processes
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 05 Juni
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan
OJK Institute 19 Juni
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni
Agentic in in Finance: A new era of autonomous decision-making OJK Institute 03 Juli
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional : Pembangunan 3
OJK Institute 31 Juli
Juta Rumah
Mid-Year Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 07 Agustus
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di
OJK Institute 21 Agustus
Sektor Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus
Seminar Online: Economic Outlook 2026 APPI 02 September
The Sustainable Financing Opportunities in the Indonesian Insurance Industry OJK Institute 02 Oktober
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor
OJK Institute 09 Oktober
Keuangan
Peran Digital Forensik dalam Penanganan dan Pengungkapan Kejahatan Keuangan OJK Institute 16 Oktober
Seminar Nasional Resilince and Turnaround: Indonesia's Economic Direction APPI 28 Oktober
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 165
Page 167
Tata Kelola Perusahaan
Nama Pelatihan/Seminar Penyelanggara Tanggal
William Francis How to Achieve Peak Performance in 2025 OJK Institute 17 Januari
Indra
Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di Sektor Keuangan OJK Institute 23 Januari
Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari
Sustainbility Accounting and Reporting in the Financial Services OJK Institute 06 Maret
Inovasi Produk Keuangan Islam : Peran Etika Halal dalam Memperluas Penetrasi Pasar OJK Institute 13 Maret
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April
Insurance Revolution: How AI is Transforming the Underwriting and Optimizing Business
OJK Institute 24 April
Processes
Seminar Nasional “Will Trade War Create Financial Turmoil?” APPI 06 Mei
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 03 Juni
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 05 Juni
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia OJK Institute 19 Juni
Idea Talks Volume 9 : Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juni
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional : Pembangunan 3
OJK Institute 31 Juni
Juta Rumah
Mid-Year Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 07 Agustus
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di
Sektor Informal OJK Institute 21 Agustus
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalamam Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus
Transformasi Generative AI: Peluang Generative Engine Optimization (GEO) dalam Menggeser
Dominasi Search Engine Optimazation (SEO) OJK Institute 25 September
The Sustainable Financing Opportunities in the Indonesian Insurance Industry OJK Institute 02 Oktober
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor
OJK Institute 09 Oktober
Keuangan
Peran Digital Forensik dalam Penanganan dan Pengungkapan Kejahatan Keuangan OJK Institute 16 Oktober
Seminar Nasional Resilince and Turnaround : Indonesia's Economic Direction APPI 28 Oktober
166 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 168
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pelaksanaan Tugas dan Tanggung
Jawab Direksi Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025 Direksi telah melaksanakan tugas beberapa penunjang usaha melalui perangkat kebijakan
dan tanggung jawabnya terutama mengeluarkan berbagai yang dimiliki Direksi. Adapun keputusan dan pelaksanaan
kebijakan baik di bidang operasional, keuangan, maupun tugas Direksi di tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Keputusan, Rekomendasi, dan Pelaksanaan Tugas Direksi Tahun 2025
Periode Keputusan, Rekomendasi, dan Pelaksanaan Tugas
Kuartal I Tahun 2025 • Melakukan Finalisasi MPI dan Direct Impact Project (DIP) Tahun 2025
• Memonitor Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional Tahun 2025
• Memonitor Hasil Investigasi Cabang dan Rekomendasi Komite Disiplin (Palembang Multiguna dan Tanjung Duren)
• Memonitor Implementasi ICoFR di MTF
• Membahas Penyesuaian Organisasi dan Pengelolaan Divisi Corporate Fleet
• Reviu Strategi Reguler Retail 2025
• Memonitor Threshold Kualitas dan RAC Multiguna 2025
• Memonitor Perubahan Penetapan Kolektabilitas Piutang Pembiayaan berdasarkan POJK No. 46 Tahun 2024
• Memonitor Kegiatan Event IIMS 2025
• Reviu Gold Financing
• Reviu Strategi Watchlist Divisi Corporate Fleet
• Reviu Risk Appetite Statement (RAS) 2025
• Membahas Penyesuaian RAC Debitur Wiraswasta
• Membahas Kick Off Unit Task Force Divisi Corporate Fleet
• Membahas Target April-Desember 2025
Kuartal II Tahun 2025 • Melakukan Finalisasi Usulan MPI Q2 2025
• Membahas Rencana Relokasi Ruangan Lantai 3 Head Office
• Membahas Revisi Rencana Bisnis Tahun 2025
• Reviu Optimalisasi Jaringan Cabang
• Membahas Hasil Audit Bank Mandiri (Retail Audit)
• Membahas Hasil Audit Wholesale & Corporate Audit
Kuartal III Tahun 2025 • Memonitor BCM Assurance MTF dan Testing Readiness Procedure
• Memonitor Hasil Investigasi Cabang MTF (Samarinda, Pontianak, dan Kupang)
• Membahas Realisasi RBT Semester 1 Tahun 2025
• Reviu Strategi Retail Semester 2 Tahun 2025
• Membahas Revamp Corplan 5 Tahun MTF
• Memonitor DMTL Audit Bank Mandiri Divisi Corporate Fleet
• Membahas Self Assessment Penilaian Risk Maturity Index (RMI)
• Membahas Pelaporan Self Assessment Pelindungan Konsumen Tahun 2025
• Reviu Struktur Organisasi
Kuartal IV Tahun 2025 • Reviu Draft RKAP Tahun 2026
• Membahas Overview SDM dan Efektivitas Manpower
• Membahas Hasil KPI Unit Kerja dan MPI Unit Bisnis Periode Semester 1 Tahun 2025
• Memonitor Penetapan Target RKAP dan Target Internal Tahun 2026
• Membahas Rencana Bisnis Tahunan 2026
• Reviu Wrap Up Strategi Tahun 2026
• Memonitor Implementasi Internal Control over Financial Reporting (ICoFR)
• Reviu Pemenuhan Perangkat Keselamatan Karyawan Cabang
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 167
Page 169
Tata Kelola Perusahaan
Penilaian Kinerja Komite dan Organ (Asset and Liability Committee/ALCO), Komite Kredit, dan
Pendukung di Bawah Direksi Komite Anti Fraud. Selain itu, Direksi juga didukung oleh
fungsi Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal dalam
Dalam pelaksanaan fungsi pengurusan, Direksi memastikan terlaksananya pengelolaan usaha yang selaras
membentuk komite dan satuan kerja di bawah Direksi dengan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
sesuai dengan kebutuhan bisnis Perseroan serta ketentuan
regulasi yang berlaku. Pembentukan komite dan satuan Direksi menilai bahwa sepanjang tahun 2025, seluruh
kerja tersebut ditujukan untuk mendukung efektivitas komite dan satuan kerja di bawah Direksi tersebut telah
pengambilan keputusan, penguatan pengendalian, serta menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara
peningkatan efisiensi operasional Perseroan. efektif. Keberadaan dan kinerja komite serta satuan kerja
tersebut memberikan dukungan yang signifikan bagi
Komite dan satuan kerja yang berada di bawah Direksi dalam pengelolaan bisnis Perseroan yang terarah,
Direksi antara lain meliputi Komite Aset dan Liabilitas terkendali, dan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG.
Transparansi Informasi Tentang
Dewan Komisaris dan Direksi
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan pengurusan, dan Direksi, termasuk kepemilikan oleh anggota
Dewan Komisaris dan Direksi wajib menjaga independensi keluarganya. Pencatatan ini dilakukan sesuai ketentuan
serta menghindari potensi benturan kepentingan sesuai tata kelola dan diperbarui secara berkala.
ketentuan peraturan perundang-undangan. Perseroan
menerapkan keterbukaan informasi terkait aspek-aspek Kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris dan Direksi
yang dapat memengaruhi independensi organ Perseroan, Perseroan dan perusahaan lainnya senantiasa diungkapkan
termasuk kepemilikan saham oleh anggota Dewan secara berkala melalui daftar kepemilikan saham anggota
Komisaris dan Direksi. Dewan Komisaris dan Direksi. Seluruh anggota Dewan
Komisaris dan Direksi wajib menyampaikan keterbukaan
Pengungkapan Kepemilikan Saham transaksi pembelian dan penjualan surat berharga kepada
OJK paling lambat 10 hari sejak terjadinya transaksi. Berikut
Dewan Komisaris Dan Direksi
disampaikan transparansi kepemilikan saham Perseroan
Sebagai bagian dari upaya memastikan transparansi serta oleh Dewan Komisaris dan Direksi, dan kepemilikan
mencegah potensi benturan kepentingan, Perseroan saham perusahaan lain di atas 5% oleh Dewan Komisaris
menerapkan pencatatan daftar khusus yang memuat dan Direksi Perseroan yang dapat menimbulkan potensi
informasi kepemilikan saham anggota Dewan Komisaris benturan kepentingan dalam pengambilan keputusan.
Kepemilikan Saham Dewan Komisaris dan Direksi Per 31 Desember 2025
Kepemilikan Saham
Nama Jabatan
Mandiri Tunas Finance Perusahaan Lain
Dewan Komisaris
Rico Adisurja Setiawan* Komisaris Utama x x
Nugraha Indra Permadi** Komisaris Utama x x
Saptari*** Komisaris x x
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen x x
Subarna Komisaris Independen x x
Direksi
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama x x
R. Eryawan Nurhariadi Direktur x x
William Francis Indra Direktur x x
Keterangan:
*Pengunduran diri Bapak Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris Utama Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
yang termuat di dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025.
**Telah diangkat oleh Para Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025 dan
telah mendapatkan persertujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada tanggal 17 September 2025.
***Pengunduran diri Bapak Saptari sebagai Komisaris Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang termuat di
dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan Nomor 101 tanggal 23 Juni 2025.
168 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 170
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Perseroan tidak memiliki program maupun kebijakan sahamnya di bursa saham mana pun. Dengan demikian,
kepemilikan saham baik oleh manajemen maupun tidak terdapat saham Perseroan yang dimiliki oleh
karyawan. Perseroan juga tidak memperdagangkan manajemen atau karyawan.
Pengungkapan Hubungan Afiliasi Antara Direksi, Dewan
Komisaris dan Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali
Pemegang Saham adalah badan hukum yang secara sah perundang-undangan dan Anggaran Dasar. Dewan
memiliki saham Perseroan. Pemegang saham mayoritas Komisaris dan Direksi Perseroan memiliki pedoman dan tata
Perseroan adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk yang tertib kerja yang mencantumkan antara lain tanggung jawab,
memiliki saham Perseroan sebanyak 51,00%. Sedangkan kewajiban, wewenang, dan hak masing-masing.
PT Tunas Ridean memiliki 49,00% saham Perseroan. Kedua
Pemegang Saham ini bertindak sebagai Pemegang Saham Sesuai dengan Anggaran Dasar, antar anggota Dewan
Pengendali Perseroan. Komisaris dan antara anggota Dewan Komisaris dengan
anggota Direksi tidak ada hubungan keluarga sedarah sampai
Pengungkapan Hubungan Afiliasi Antara Direksi, Dewan dengan derajat ketiga, baik menurut garis lurus maupun garis
Komisaris, dan Pemegang Saham Utama/Pengendali ke samping atau hubungan semenda. Hubungan keluarga
Pemegang Saham Utama/Pengendali, Dewan Komisaris dan anggota Dewan Komisaris dengan sesama anggota Dewan
Direksi saling menghormati pelaksanaan tugas, tanggung Komisaris dan/atau anggota Direksi serta Pemegang Saham
jawab, dan wewenang masing-masing sesuai peraturan Utama/ Pengendali dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Hubungan Afiliasi
Nama Jabatan Pemegang
Dewan Komisaris Direksi
Saham
Rico Adisurja Setiawan* Komisaris Utama x x v
Nugraha Indra Permadi** Komisaris Utama x x x
Saptari*** Komisaris x x v
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen x x x
Subarna Komisaris Independen x x x
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama x x x
R. Eryawan Nurhariadi Direktur x x x
William Francis Indra Direktur x x x
Keterangan:
*Pengunduran diri Bapak Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris Utama Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
termuat di dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025.
**Telah diangkat oleh Para Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025 dan
telah mendapatkan persertujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada tanggal 17 September 2025.
***Pengunduran diri Bapak Saptari sebagai Komisaris Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang termuat di dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan Nomor 101 tanggal 23 Juni 2025.
Pengungkapan Rangkap Jabatan Dewan Komisaris
dan Direksi
Sesuai ketentuan Peraturan OJK No. 30/ POJK.05/2014 b. anggota Dewan Komisaris menduduki jabatannya
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan OJK No. 29/ pada organisasi atau lembaga nirlaba. Sepanjang
POJK.05/2020 tentang Tata Kelola Perusahaan yang Baik yang bersangkutan tidak mengabaikan
bagi Perusahaan Pembiayaan, berkaitan dengan rangkap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
jabatan anggota Dewan Komisaris diatur sebagai berikut: sebagai anggota Dewan Komisaris Perusahaan
1. Anggota Dewan Komisaris dilarang melakukan rangkap Pembiayaan.
jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih
dari 3 Perusahaan Pembiayaan lain; Selain itu sebagai perusahaan emiten, anggota Dewan
2. Tidak termasuk rangkap jabatan apabila: Komisaris juga berlaku ketentuan mengenai rangkap
a. anggota Dewan Komisaris non independen jabatan yang diatur pada Peraturan OJK No. 33/
menjalankan tugas fungsional dari pemegang POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
saham perusahaan pembiayaan yang berbentuk Emiten atau Perusahaan Publik yang antara lain mengatur
badan hukum pada kelompok usahanya; dan/atau sebagai berikut:
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 169
Page 171
Tata Kelola Perusahaan
1. Anggota Dewan Komisaris dapat merangkap jabatan Sesuai ketentuan Pasal 6 Peraturan OJK No. 33/
sebagai: POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
a. anggota Direksi paling banyak pada 2 (dua) emiten Emiten atau Perusahaan Publik, ketentuan rangkap jabatan
atau perusahaan publik lain; dan anggota Direksi diatur sebagai berikut:
b. anggota Dewan Komisaris paling banyak pada 2 1. Anggota Direksi dapat merangkap jabatan sebagai:
(dua) emiten atau perusahaan publik lain. a. anggota Direksi paling banyak pada 1 (satu) emiten
2. Dalam hal anggota Dewan Komisaris tidak merangkap atau perusahaan publik lain;
sebagai anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris b. anggota Dewan Komisaris paling banyak pada 3
paling banyak pada 4 (empat) emiten atau perusahaan (tiga) emiten atau perusahaan publik lain; dan/atau
publik lain; c. anggota komite paling banyak pada 5 (lima) komite
3. Anggota Dewan Komisaris dapat merangkap sebagai di emiten atau perusahaan publik dimana yang
anggota komite paling banyak pada 5 (lima) komite bersangkutan juga menjabat sebagai anggota
di emiten atau perusahaan publik tempat yang Direksi atau anggota Dewan Komisaris.
bersangkutan juga menjabat sebagai anggota Direksi 2. Rangkap jabatan hanya dapat dilakukan sepanjang
atau anggota Dewan Komisaris; tidak bertentangan dengan peraturan perundang-
4. Dalam hal terdapat peraturan perundang-undangan undangan lainnya;
lain yang mengatur ketentuan mengenai rangkap 3. Dalam hal terdapat peraturan perundang-undangan
jabatan yang berbeda dengan ketentuan dalam lainnya yang mengatur ketentuan mengenai rangkap
Peraturan OJK ini, berlaku ketentuan yang mengatur jabatan yang berbeda dengan ketentuan Peraturan
lebih ketat. OJK ini, berlaku ketentuan yang lebih ketat.
Demikian juga halnya dengan anggota Direksi, Mengenai Rangkap jabatan sebagaimana dimaksud hanya dapat
rangkap jabatan anggota Direksi Perseroan antara lain diatur dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
dalam Peraturan OJK No. 30/POJK.05/2014 tentang Tata perundang-undangan lainnya. Dalam hal terdapat
Kelola Perusahaan yang Baik bagi Perusahaan Pembiayaan peraturan perundang-undangan lainnya yang mengatur
dan Peraturan OJK No. 33/ POJK.04/2014 tentang Direksi ketentuan mengenai rangkap jabatan yang berbeda dengan
dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik. Sesuai ketentuan dalam Peraturan OJK ini, berlaku ketentuan yang
ketentuan Pasal 9 Peraturan OJK No. 30/POJK.05/2014 mengatur lebih ketat.
Tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan
Pembiayaan anggota Direksi Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan data yang kami miliki sampai dengan tanggal
dilarang melakukan rangkap jabatan kecuali sebagai anggota diterbitkannya Laporan Tahunan ini, seluruh anggota Dewan
Dewan Komisaris paling banyak pada 3 (tiga) perusahaan Komisaris dan anggota Direksi masih memenuhi ketentuan
pembiayaan lain. Tidak termasuk rangkap jabatan apabila rangkap jabatan sebagaimana diatur dalam Peraturan
anggota Direksi bertanggung jawab terhadap pengawasan OJK No. 30/POJK.05/2014, POJK No. 29/POJK.05/2020
atas penyertaan pada anak perusahaan yang memiliki maupun Peraturan OJK No. 33/ POJK.04/2014.
usaha di bidang pembiayaan, menjalankan tugas fungsional
menjadi anggota Dewan Komisaris pada anak perusahaan Berikut disampaikan transparansi rangkap jabatan Dewan
yang dikendalikan oleh Perusahaan, sepanjang perangkapan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2025.
jabatan tersebut tidak mengakibatkan yang bersangkutan
mengabaikan pelaksanaan tugas dan wewenang sebagai
anggota Direksi Perusahaan.
Transparansi Rangkap Jabatan
Nama Jabatan
Dewan Komisaris Direksi Pemegang Saham
Rico Adisurja Setiawan* Komisaris Utama v v x
Nugraha Indra Permadi** Komisaris Utama x v x
Saptari*** Komisaris x x v
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen x x x
Subarna Komisaris Independen x x x
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama x x x
R. Eryawan Nurhariadi Direktur x x x
William Francis Indra Direktur x x x
Keterangan:
*Pengunduran diri Bapak Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris Utama Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang
termuat di dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025.
**Telah diangkat oleh Para Pemegang Saham Perseroan berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025 dan
telah mendapatkan persertujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada tanggal 17 September 2025.
***Pengunduran diri Bapak Saptari sebagai Komisaris Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang termuat di dalam
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan Nomor 101 tanggal 23 Juni 2025.
170 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 172
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Komisaris Utama Perseroan, Nugraha Indra Permadi, memiliki rangkap jabatan sebagai berikut:
1. Tahun 2016-sekarang: Direktur Otomotif PT Tunas Ridean Tbk
Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan saat ini belum memiliki kebijakan formal yang dan Direksi Perseroan telah mencerminkan keberagaman
secara khusus mengatur keberagaman dalam keanggotaan latar belakang, termasuk variasi usia, gender, pengalaman
Dewan Komisaris dan Direksi. Namun demikian, dalam profesional serta pendidikan. Keberagaman tersebut
proses penunjukan anggota organ Perseroan, aspek mendukung terciptanya perspektif yang lebih luas
kompetensi, integritas dan relevansi pengalaman tetap dalam proses pengawasan dan pengambilan keputusan,
menjadi pertimbangan utama. Meskipun belum dituangkan sekaligus memperkuat efektivitas kolaborasi di tingkat
dalam kebijakan tersendiri, komposisi Dewan Komisaris organ Perseroan.
Nama dan Jabatan Kewarganegaraan Usia Gender Latar Belakang Pendidikan Keahlian
Dewan Komisaris
Nugraha Indra Indonesia 51 Laki-laki · Magister (S2) di Bidang Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung Teknik Sipil
Permadi (2002)
(Komisaris Utama) · Sarjana (S1) di Bidang Teknik Sipil di Universitas Katolik Parahyangan
(1997)
Fendy Eventius Indonesia 53 Laki-laki · Magister (S2) di Bidang Teknik Elektro Bidang Energi Keberlanjutan Telekomunikasi
Mugni di Universitas Kristen Indonesia (2020) dan
(Komisaris · Sarjana (S1) di Bidang Teknik Elektro Bidang Telekomunikasi di Lingkungan
Independen) Universitas Kristen Indonesia (2001)
Subarna Indonesia 57 Laki-laki · Magister (S2) di Bidang Ilmu Administrasi di Universitas Garut (2004) Manajemen
(Komisaris · Sarjana (S1) di Bidang Manajemen di Universitas Siliwangi (1993) dan Ilmu
Independen) Administrasi
Direksi
Pinohadi G. Indonesia 55 Laki-laki · Magister (S2) Bisnis International Finance di IPMI International Keuangan
Sumardi Business School (2003)
(Direktur Utama) · Sarjana (S1) Finance Management di Universitas Padjadjaran (1993)
R. Eryawan Indonesia 54 Laki-laki · Magister (S2) Manajemen di Universitas Atma Jaya Jakarta (2001) Ekonomi
Nurhariadi · Sarjana (S1) Ekonomi Manajemen di Universitas Atma Jaya
(Direktur) Yogyakarta (1994) Manajemen
William Francis Indonesia 43 Laki-laki · Magister (S2) Manajemen di Universitas Mercu Buana (2007) Manajemen
Indra · Sarjana (S1) Matematika dari Universitas Padjadjaran (2004)
(Direktur)
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris dan Direksi
Penilaian Kinerja Dewan Komisaris
Penilaian atas kinerja Dewan Komisaris dilakukan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran
Dasar Perseroan serta mandat yang diberikan oleh Pemegang Saham. Hasil pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan
Komisaris disampaikan kepada Pemegang Saham dalam forum RUPS sebagai bentuk akuntabilitas atas fungsi pengawasan
yang dijalankan sepanjang tahun.
Untuk memastikan perbaikan berkelanjutan, Dewan Komisaris menerapkan mekanisme penilaian mandiri (self-assessment)
yang dilakukan secara kolegial. Metode ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas pelaksanaan peran dan fungsi Dewan
Komisaris sebagai satu kesatuan organ, bukan untuk menilai kinerja masing-masing individu. Melalui pendekatan tersebut,
setiap anggota diharapkan dapat memberikan masukan yang konstruktif dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas
pengawasan pada periode berikutnya.
Prosedur Pelaksanaan Assessment Kinerja Dewan Komisaris
01 Menetapkan Aspek-
Aspek Pengawasan
02 Melakukan Penilaian
dengan Metode
Self-Assessment 03 Melaporkan Hasil Penilaian
Kinerja Dewan Komisaris
dalam RUPS 04 Pertanggung
Jawaban DIterima/
Ditolak oleh RUPS
1. Profil Risiko
2. Good Corporate Governance
3. Rentabilitas Remunerasi
4. Permodalan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 171
Page 173
Tata Kelola Perusahaan
Secara rinci, penilaian kinerja Dewan Komisaris pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Bobot
Indikator Pencapaian
Penilaian
Dewan Komisaris menyelenggarakan Rapat Dewan Komisaris secara berkala minimal 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun. 12,50% 100,00%
Dewan Komisaris menyelenggarakan Rapat Bersama Direksi secara berkala minimal 4 (empat) kali dalam 1 (satu) tahun. 12,50% 100,00%
Dewan Komisaris melaksanakan peningkatan pengetahuan, keahlian, dan kemampuan melalui keikutsertaan dalam seminar/ 12,50% 100,00%
pelatihan yang sesuai dengan bidang tugasnya minimal 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
Dewan Komisaris menyusun dan menyampaikan Laporan Pengawasan Rencana Bisnis Perusahaan Pembiayaan kepada 12,50% 100,00%
Regulator secara berkala 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun.
Dewan Komisaris mereviu, mengevaluasi dan memberikan persetujuan terhadap hal-hal yang wajib mendapatkan 12,50% 100,00%
persetujuan Dewan Komisaris berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan.
Dewan Komisaris telah memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari Divisi Internal 12,50% 100,00%
Audit, auditor eksternal, hasil pengawasan OJK dan/atau hasil pengawasan otoritas lain.
Dewan Komisaris memastikan terselenggaranya prinsip dan praktik Good Corporate Governance pada seluruh jenjang 12,50% 100,00%
organisasi.
Dewan Komisaris memastikan Komite-Komite di bawahnya, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, Komite Nominasi 12,50% 100,00%
dan Remunerasi serta Komite Tata Kelola Terintegrasi telah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan efektif
sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun beberapa indikator yang diukur dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi komite di
bawah Dewan Komisaris adalah sebagai berikut:
• Pelaksanaan Rapat Komite dan Rencana Kerja Komite
• Tingkat kehadiran dan partisipasi dalam Rapat Komite
• Penyampaian hasil reviu terhadap Dewan Komisaris
Secara keseluruhan, hasil penilaian kinerja Dewan Komisaris pada tahun 2025 menunjukkan pencapaian yang sangat
baik, dengan seluruh aspek penilaian mencapai tingkat pemenuhan hingga 100,00%. Capaian tersebut mencerminkan
konsistensi Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan sesuai dengan mandat dan indikator kinerja yang
telah ditetapkan.
Penilaian Kinerja Direksi
Proses pelaksanaan penilaian terhadap kinerja Direksi Penilaian kinerja Direksi dilakukan oleh Dewan Komisaris
dapat dilihat dari pencapaian Key Performance Indicators dan RUPS sesuai dengan ketentuan tata kelola yang
(KPI) Direksi secara Individu serta KPI Direksi secara berlaku. Dalam melakukan penilaian tersebut, Dewan
kolegial yang dinilai oleh Pemegang Saham melalui Komisaris menggunakan indikator KPI yang telah
mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). ditetapkan sebagai dasar evaluasi atas kinerja Direksi
Evaluasi atas kinerja Direksi berdasarkan atas pencapaian secara terukur dan objektif. Selanjutnya, Dewan Komisaris
KPI telah disepakati sebelumnya melalui mekanisme RUPS dan Direksi mempertanggungjawabkan pelaksanaan
oleh pemegang saham, Dewan Komisaris dan Direksi. tugas, tanggung jawab, serta pencapaian kinerja masing-
Kriteria penilaian atau evaluasi kinerja Direksi berdasarkan masing selama tahun 2025 kepada Pemegang Saham
KPI, yaitu: melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham.
1. Perspektif Financial (Keuangan) Proses ini mencerminkan penerapan prinsip akuntabilitas
2. Perspektif Customer dalam pengelolaan Perseroan. hasil penilaian kinerja
3. Perspektif Internal Bisnis Proses Direksi berdasarkan KPI tahun 2025 disajikan pada tabel
4. Inisiatif Pengembangan berikut:
Perspektif KPI Bobot Ukuran Nilai
40,0% 20,2
Net Income (Rp. M) 10,0% Sesuai Target BMRI 2,8
PPOP (Pre Provision Operating Profit) (Rp. M) 10,0% Sesuai Target BMRI 5,9
Keuangan
Return on Equity (ROE) (%) 5,0% Sesuai Target BMRI 1,5
Cost of Credit (CoC) - NJF (%) 5,0% Sesuai Target BMRI 3,0
Cost to Income Ratio (%) 10,0% Sesuai Target BMRI 6,9
172 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 174
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Perspektif KPI Bobot Ukuran Nilai
27,5% 26,9
Bade Joint Finance Bank Mandiri (Rp. M) 5,0% Sesuai Target BMRI 4,0
Pelanggan
Pembiayaan Porsi Captive terhadap All Managed (%) 12,5% Sesuai Target BMRI 15,1
Bade All Managed (Rp. M) 10,0% Sesuai Target BMRI 7,7
20,0% 19,4
NPL JF CLG (%) 5,0% Sesuai Target BMRI 2,7
Finance at Risk (%) 5,0% Sesuai Target BMRI 6,0
Internal Proses Bisnis CKPN to Finance at Risk (FAR Coverage) (%) 5,0% Sesuai Target BMRI 5,7
Pemenuhan Mandiri Subsidiary Management Principles Guideline (MSMPG) 2,5% Sesuai Target BMRI 2,5
(%)
Pemenuhan self-assessment: Pemenuhan minimum requirements IT (%) 2,5% Sesuai Target BMRI 2,5
12,5% 11,0
Employee Productivity (Rp. Juta) 2,5% Sesuai Target BMRI 0,8
Inisiatif Perbaikan Kualitas Portofolio
Pengembangan
a. Revamp AR Strategy (Recovery All Managed) (Rp. M) 5,0% Sesuai Target BMRI 4,7
b. Perbaikan Proses Akuisisi & Underwriting Credit (Target Average EPD 5,0% Sesuai Target BMRI 5,5
All Managed Retail) (%)
TOTAL 100,0% 77,5
Secara keseluruhan, hasil penilaian kinerja Direksi pada tahun 2025 menunjukkan pencapaian yang optimal. Seluruh
aspek penilaian mencapai tingkat pemenuhan hingga 100%, sehingga kinerja Direksi sepanjang tahun 2025 dinilai
telah memenuhi target yang ditetapkan.
Nominasi Dewan Komisaris dan Direksi
Kebijakan nominasi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai anggota Direksi dan/atau anggota
mengikuti kebijakan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Dewan Komisaris kepada RUPS; dan
Pemegang Saham Utama/Pengendali Perseroan. • Pernah menyebabkan perusahaan yang
memperoleh izin, persetujuan, atau
Kriteria dan Persyaratan Dewan pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan tidak
memenuhi kewajiban menyampaikan laporan
Komisaris
tahunan dan/atau laporan keuangan kepada
Kriteria Dewan Komisaris Perusahaan adalah: Otoritas Jasa Keuangan.
1. Mempunyai akhlak, moral, kompetensi, reputasi keuangan 5. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan
dan integritas yang baik; perundang-undangan; dan
2. Cakap melakukan perbuatan hukum; 6. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang
3. Lulus penilaian kemampuan dan kepatutan sebagaimana dibutuhkan Emiten atau Perusahaan Publik.
yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan 7. Memiliki domisili sesuai ketentuan peraturan perundang-
yang berlaku; undangan yang berlaku;
4. Dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama 8. Bagi warga negara asing wajib memiliki perizinan yang
menjabat: ditetapkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
a. Tidak pernah dinyatakan pailit; untuk menetapkan dan bekerja di Indonesia dan memiliki
b. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau pengetahuan terutama mengenai kondisi perekonomian,
anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah budaya dan bahasa Indonesia;
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit; 9. Anggota Dewan Komisaris dilarang melakukan rangkap
c. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak jabatan:
pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau a. Sebagai anggota Direksi dan/atau pejabat eksekutif
yang berkaitan dengan sektor keuangan; dan pada
d. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/ atau i. Perusahaan dan/atau lembaga lain jika telah
anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat: menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris
• Pernah tidak menyelenggarakan RUPS pada 2 (dua) perusahaan dan/atau lembaga
tahunan; lain;atau
• Pertanggungjawabannya sebagai anggota ii. Lebih dari 1 (satu) perusahaan dan/atau lembaga
Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lain jika telah menjabat sebagai anggota Dewan
pernah tidak diterima oleh RUPS atau pernah Komisaris pada 1 (satu) perusahaan dan/atau
tidak memberikan pertanggungjawaban lembaga lain.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 173
Page 175
Tata Kelola Perusahaan
b. Sebagai anggota Dewan Komisaris pada lebih dari 2 a. Pegawai atau pejabat aktif Otoritas Jasa Keuangan;
(dua) perusahaan dan/atau lembaga lain. atau
c. Pada jabatan lain yang dapat menimbulkan benturan b. Mantan pegawai atau pejabat Otoritas Jasa Keuangan
kepentingan dalam pelaksanaan tugas sebagai apabila yang bersangkutan berhenti bekerja dari
anggota Dewan Komisaris; dan/atau. Otoritas Jasa Keuangan kurang dari 6 (enam) bulan
d. Pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan 9. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-
perundang-undangan undangan; dan
10. Perusahaan dilarang mengangkat 10. Memiliki pengetahuan dan/atau keahlian di bidang yang
a. Pegawai atau pejabat aktif Otoritas Jasa Keuangan; dibutuhkan Perusahaan.
atau
b. Mantan pegawai atau pejabat Otoritas Jasa
Keuangan apabila yang bersangkutan berhenti Seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris telah memenuhi
bekerja dari Otoritas Jasa Keuangan kurang dari 6 persyaratan formal dan material yang berlaku, persyaratan
(enam) bulan. formal bersifat umum, sesuai peraturan perundang-undangan
11. Memiliki sertifikasi keahlian di bidang pembiayaan dari yang berlaku, sedangkan persyaratan material bersifat
lembaga yang ditunjuk oleh asosiasi; khusus, yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sifat bisnis
12. Memahami peraturan perundang-undangan di bidang Perseroan.
pembiayaan dan peraturan perundang-undangan lain
yang relevan;
13. Memenuhi kriteria lain yang ditetapkan oleh regulator
Prosedur Nominasi Dewan Komisaris
dan/atau peraturan perundang-undangan yang berlaku;
dan Direksi
dan Mekanisme nominasi, pengangkatan dan pemberhentian
Dewan Komisaris dan Direksi dilakukan melalui keputusan
pemegang saham yang kemudian berlaku efektif melalui
Kriteria dan Persyaratan Direksi Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (Fit & Proper Test)
1. Mempunyai akhlak, moral, kompetensi, reputasi keuangan sesuai dengan peraturan dari OJK selaku regulator di sektor
dan integritas yang baik; keuangan. Mekanisme pemberhentian Dewan Komisaris dan
2. Cakap melakukan perbuatan hukum; Direksi dapat dilakukan sewaktu-waktu dengan persetujuan
3. Seluruh anggota Direksi berdomisili di wilayah negara pemegang saham dan dinyatakan tidak memenuhi kriteria
Republik Indonesia; dengan alasan sebagai berikut:
4. Lulus penilaian kemampuan dan kepatutan sebagaimana 1. Terbukti tidak dapat memenuhi kewajibannya yang telah
yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan disepakati dalam Kontrak Manajemen.
yang berlaku; 2. Terbukti tidak dapat melaksanakan kewajibannya dengan
5. Memiliki kompetensi yang memadai dan relevan dengan baik.
jabatannya untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab 3. Terbukti tidak melaksanakan peraturan perundang-
serta mampu mengimplementasikan kompetensi yang undangan dan/atau ketentuan yang dimuat dalam
dimilikinya dalam melaksanakan tugas dan tanggung Anggaran Dasar Perusahaan.
jawabnya; 4. Terbukti terlibat dalam tindakan yang merugikan Perseroan
6. Dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama dan/atau Negara.
menjabat: 5. Terbukti melakukan tindakan yang melanggar etika dan/
a. Tidak pernah dinyatakan pailit; atau kepatutan yang menjadi kewajiban seluruh anggota
b. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau Direksi.
anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah 6. Terbukti bersalah berdasarkan keputusan pengadilan yang
menyebabkan suatu perusahaan dinyatakan pailit; memiliki kekuatan hukum yang tetap.
c. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana 7. Mengundurkan diri.
yang merugikan keuangan negara dan/atau yang
berkaitan dengan sektor keuangan; Calon Anggota Dewan Komisaris dan Direksi melalui beberapa
7. Anggota Direksi dilarang melakukan rangkap jabatan: rangkaian proses seleksi sebelum diusulkan oleh Pemegang
a. sebagai DPS pada perusahaan yang sama; Saham yang memiliki wewenang untuk mengusulkan dalam
b. sebagai anggota direksi dan/atau pejabat eksekutif RUPS. Sebagai bagian dari Mandiri grup, pengangkatan
pada perusahaan dan/atau lembaga lain; Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan mengacu kepada
c. sebagai anggota dewan komisaris pada lebih dari 2 Peraturan Menteri BUMN No. PER-04/MBU/06/2020 tentang
(dua) perusahaan dan/atau lembaga lain; Perubahan atas Peraturan Menteri Negara BUMN No. PER-03/
d. pada jabatan lain yang dapat menimbulkan Benturan MBU/2012 tentang Pedoman Pengangkatan Anggota Direksi
Kepentingan dalam pelaksanaan tugas sebagai dan Anggota Dewan Komisaris Anak Perusahaan Badan Usaha
anggota Direksi; dan/atau Milik Negara. Prosedur dan mekanisme seleksi calon Direksi
e. pada jabatan lain sesuai dengan ketentuan peraturan berlandaskan pada prinsip-prinsip GCG, yaitu Transparansi,
perundang-undangan Kemandirian, Akuntabilitas, Pertanggungjawaban, dan
8. Perusahaan dilarang mengangkat anggota Direksi yang Kewajaran.
berasal dari:
174 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 176
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Penetapan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris 96 ayat (2), kewenangan penetapan tersebut dapat
dan Direksi mengacu pada keputusan Pemegang dilimpahkan oleh RUPS kepada Dewan Komisaris sesuai
Saham yang ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang dengan ketentuan yang berlaku.
Saham. Dalam proses tersebut, Pemegang Saham
mempertimbangkan hasil kajian yang disusun oleh Kajian penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan
Perseroan sebagai dasar usulan Dewan Komisaris. Sesuai Direksi disusun dengan mempertimbangkan berbagai
dengan ketentuan Pasal 96 ayat (1) Undang-Undang No. aspek yang relevan sebagai dasar pengambilan
40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, besaran gaji keputusan. Adapun aspek-aspek yang menjadi
dan tunjangan Direksi ditetapkan berdasarkan keputusan pertimbangan dalam penetapan remunerasi tersebut
RUPS. Selanjutnya, sebagaimana diatur dalam Pasal antara lain sebagai berikut:
Peraturan/perundang-
Kinerja keuangan
undangan yang berlaku, Pertimbangan sasaran
dan pencapaian Key
Prestasi kerja individu serta kewajaran dengan dan strategi jangka
Performance Indicator
industri/perusahaan panjang Perseroan
(KPI) Perseroan
lainnya.
Dewan Komisaris menentukan dasar penetapan remunerasi Prosedur Pengusulan Hingga Penetapan
bagi Direksi berbasis metode balance scorecard dengan Remunerasi Dewan Komisaris dan
menggunakan parameter yang telah ditentukan.
Direksi
Penilaian kinerja Direksi selama tahun 2025 dilakukan Prosedur penetapan remunerasi bagi anggota Dewan
berdasarkan metode balance scorecard dengan Komisaris dan Direksi Perseroan dilakukan oleh Pemegang
menggunakan parameter sebagai berikut: Saham melalui mekanisme RUPS. Dalam proses tersebut,
1. Pencapaian kinerja sesuai Rencana Kerja dan Pemegang Saham mempertimbangkan hasil kajian dan
Anggaran Perusahaan (RKAP) yaitu meliputi rekomendasi yang disusun oleh Perseroan melalui Dewan
pencapaian target angka-angka keuangan seperti Komisaris dan Komite Nominasi dan Remunerasi.
volume pembiayaan, profitabilitas, pembiayaan joint
financing, cost efficiency ratio, cost of credit dan Penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
piutang pembiayaan bermasalah. didasarkan pada formula yang telah ditetapkan oleh
2. Penyempurnaan dan pengembangan proses bisnis Pemegang Saham melalui RUPS. Formula tersebut
pembiayaan, meliputi antara lain proses kredit, proses disusun dengan memperhatikan berbagai aspek,
operasional, proses pemasaran, dan proses collection. termasuk tanggung jawab jabatan, kinerja, serta kondisi
3. Perluasan jaringan usaha dan peningkatan kerja sama dan kemampuan Perseroan. Seluruh keputusan terkait
aliansi. remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi ditetapkan
4. Strategis dengan grup serta pengembangan kerja secara resmi melalui Rapat Umum Pemegang Saham
sama dengan dealer dan showroom. sebagai wujud penerapan prinsip akuntabilitas dan
5. Pengembangan sumber daya manusia dan kewajaran.
peningkatan corporate branding.
Skema Prosedur Pengusulan Hingga Penetapan Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris Dewan Komisaris menyampaikan Pemegang saham
mempertimbangkan rekomendasi usulan remunerasi kepada mempertimbangkan rekomendasi
Komite Nominasi & Remunerasi. pemegang saham dari Dewan Komisaris
Rekomendasi dan usulan remunerasi
bagi Dewan Komisari dan DIreksi Penetapan remunerasi bagi Dewan
oleh Komite Nominasi & Remunerasi Komisaris dan Direksi melalui RUPS
kepada Dewan Komisaris
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 175
Page 177
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
Komponen penghasilan Dewan Komisaris dan Direksi terdiri dari Gaji/Honorarium, Tunjangan dan Komponen remunerasi
bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan terdiri dari gaji atau honorarium, tunjangan dan fasilitas, serta
tantiem atau insentif kinerja sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian kinerja. Struktur remunerasi dan komponen
yang diterapkan bagi Dewan Komisaris dan Direksi disajikan sebagai berikut:
Struktur Remunerasi Dewan Komisaris Struktur Remunerasi Direksi
Honorarium Dewan Komisaris Gaji Direksi
Penghasilan tetap berupa uang yang diterima setiap bulan karena Penghasilan tetap berupa uang yang diterima setiap bulan karena kedudukannya
kedudukannya sebagai anggota Dewan Komisaris Perseroan, dengan sebagai anggota Direksi Perseroan, dengan ketentuan sebagai berikut:
ketentuan sebagai berikut: • Gaji Direktur Utama ditetapkan dengan menggunakan pedoman internal
• Perhitungan gaji Komisaris Utama sebesar 45% dari gaji Direktur pemegang saham.
Utama; • Gaji anggota Direksi lainnya ditetapkan dengan komposisi Faktor Jabatan
• Perhitungan gaji Komisaris sebesar 90% dari gaji Komisaris Utama. sebesar 90% dari Gaji Direktur Utama.
• RUPS dapat menetapkan Faktor Besaran Jabatan yang berbeda dengan
ketentuan sebagaimana dimaksud apabila dipandang lebih dapat
merefleksikan keadilan dan kewajaran dalam pelaksanaan tanggung
jawab masing- masing anggota Direksi serta kemampuan Perseroan.
Tunjangan Dewan Komisaris Tunjangan Direksi
Penghasilan berupa uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang Penghasilan berupa uang atau yang dapat dinilai dengan uang yang diterima
diterima pada waktu tertentu oleh anggota Dewan Komisaris selain pada waktu tertentu oleh anggota Direksi selain Gaji.
Honorarium.
Fasilitas Dewan Komisaris Fasilitas Direksi
Penghasilan berupa sarana dan/atau kemanfaatan dan/atau penjaminan Penghasilan berupa sarana dan/atau kemanfaatan dan/atau penjaminan yang
yang digunakan/dimanfaatkan oleh anggota Dewan Komisaris dalam digunakan/dimanfaatkan oleh anggota Direksi dalam rangka pelaksanaan
rangka pelaksanaan tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab tugas, wewenang, kewajiban dan tanggung jawab berdasarkan peraturan
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang dapat berupa: perundang-undangan, yang dapat berupa:
• Fasilitas/Asuransi Kesehatan • Fasilitas/Asuransi Kesehatan
• Fasilitas Bantuan Hukum • Fasilitas Bantuan Hukum
Tantiem/Insentif Kinerja Dewan Komisaris Tantiem Direksi
Tantiem adalah Penghasilan yang merupakan penghargaan yang Tantiem diberikan sebagai tambahan berupa Penghargaan Jangka Panjang
diberikan kepada anggota Dewan Komisaris apabila memperoleh laba (Long Term/Incentive/LII)
dan tidak mengalami akumulasi kerugian. • Tantiem yaitu penghasilan yang merupakan penghargaan yang diberikan
• Insentif Kinerja adalah Penghasilan yang merupakan penghargaan kepada Direksi apabila memperoleh laba dan tidak mengalami akumulasi
yang diberikan kepada anggota Dewan Komisaris. kerugian.
• Insentif Kinerja, yaitu penghasilan yang merupakan penghargaan yang
diberikan kepada anggota Direksi apabila terjadi peningkatan kinerja
walaupun masih mengalami kerugian atau akumulasi kerugian.
Transparansi Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2025
Pada tahun 2025, Perseroan telah menetapkan dan merealisasikan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi
sesuai dengan keputusan Pemegang Saham melalui RUPS serta ketentuan yang berlaku. Rincian remunerasi Dewan
Komisaris dan Direksi selama tahun 2025 disajikan sebagai berikut:
Jabatan
Komponen Remunerasi
Dewan Komisaris (Rp) Direksi (Rp)
Gaji/Honorarium 3.042.817.596 6.070.752.000
Tunjangan 2.097.490.776 4.482.047.667
Asuransi Kesehatan 148.999.967 158.278.973
Jamsostek 0 264.933.396
Bonus/Tantiem 0 0
Tunjangan Hari Raya 316.711.000 598.214.443
Berdasarkan data komponen remunerasi yang diterima oleh Dewan Komisaris dan Direksi, berikut perhitungan nominal
remunerasi berdasarkan jabatan sebagai berikut:
Perihal Jumlah (Rp)
Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris 5.606.019.339
Jumlah Remunerasi Direksi 11.574.226.479
Jumlah Remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2025 17.180.245.818
176 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 178
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Informasi Tentang Rasio Gaji
Gaji yang diperbandingkan dalam rasio gaji adalah imbalan 3. Rasio gaji anggota Dewan Komisaris yang tertinggi
yang diterima oleh anggota Direksi, Dewan Komisaris dan dan terendah; dan
karyawan pada bulan terakhir tahun pelaporan. Rasio gaji 4. Rasio gaji anggota Direksi tertinggi dan karyawan
tertinggi dan terendah, dalam skala perbandingan berikut: tertinggi.
1. Rasio gaji karyawan yang tertinggi dan terendah;
2. Rasio gaji anggota Direksi yang tertinggi dan Informasi mengenai rasio gaji Dewan Komisaris, Direksi,
terendah; dan Karyawan Perseroan adalah sebagai berikut:
Perbandingan 2025 2024 2023
Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan terendah 1:1,18 1:1,18 1:1,18
Rasio gaji Komisaris yang tertinggi dan terendah 1:1,12 1:1,69 1:1,36
Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan karyawan tertinggi 1:1,30 1:1,32 1:1,27
Rasio gaji karyawan yang tertinggi dan terendah 1:61,82 1:64,37 1:64,37
Rapat Dewan Komisaris dan Direksi
Rapat Dewan Komisaris
Pedoman kerja Dewan Komisaris mengatur bahwa rapat permintaan satu atau lebih anggota Dewan Komisaris,
Dewan Komisaris diselenggarakan paling sedikit 1 (satu) permintaan Direksi, atau atas permintaan tertulis dari
kali dalam 2 (dua) bulan. Dalam rapat tersebut, Dewan satu atau lebih Pemegang Saham dengan mencantumkan
Komisaris dapat mengundang Direksi untuk memberikan agenda atau hal-hal yang akan dibahas.
penjelasan atau pembahasan atas hal-hal tertentu sesuai
kebutuhan pengawasan. Hingga 31 Desember 2025, Dewan Komisaris telah
menyelenggarakan Rapat Internal Dewan Komisaris
Selain rapat berkala, Dewan Komisaris dapat sebanyak 6 (enam) kali. Berikut disampaikan agenda
menyelenggarakan rapat sewaktu-waktu apabila dan risalah rapat, kehadiran, serta rekapitulasi tingkat
diperlukan. Rapat tersebut dapat dilaksanakan atas kehadiran Dewan Komisaris dalam rapat-rapat tersebut.
Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris pada Rapat Internal Dewan Komisaris
Dewan Komisaris Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Rico Adisurja Setiawan* Komisaris Utama 3 3 100
Nugraha Indra Permadi** Komisaris Utama 2 2 100
Saptari*** Komisaris 1 1 100
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen 6 5 83
Subarna**** Komisaris Independen 5 5 100
Keterangan:
*DIberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal 30 Juni 2025.
**Mulai menjabat pada tanggal 17 September 2025 setelah keputusan hasil fit and proper test oleh OJK.
***Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal 23 Juni 2025.
****Mulai menjabat pada tanggal 14 Maret 2025 setelah keputusan hasil fit and proper test oleh OJK.
Risalah Rapat Internal Dewan Komisaris dan Kehadiran Dewan Komisaris
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran Dewan Komisaris
yang Tidak Hadir
Online Meeting, 26 Februari 2025 Rencana Sumber Pendanaan Dewan Komisaris -
Tahun 2025
Online Meeting, 6 Mei 2025 Perubahan Rencana Bisnis Dewan Komisaris -
Tahunan-Tahun 2025
Ruang Meeting BOD Lantai 3A, Penetapan Ketua Komite Audit, Dewan Komisaris Perjalanan Dinas
10 Juni 2025 Komite Pemantau Risiko, dan
Komite Nominasi dan Remunerasi
MTF
Online Meeting, 28 Juli 2025 Update Reaisasi Rencana Bisnis Dewan Komisaris -
Semester 1 Tahun 2025
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 177
Page 179
Tata Kelola Perusahaan
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran Dewan Komisaris
yang Tidak Hadir
Ruang Meeting BOD Lantai 3A, · Tindak Lanjut Rapat Dewan Komisaris -
26 September 2025 Dewan Komisaris Juni
2025
· Laporan Anti Fraud
· Laporan Literasi &
Inklusi
· Laporan Pengaduan
Pelanggan
Ruang Meeting BOD Lantai 3A, · Tindak Lanjut Rapat Dewan Komisaris -
24 November 2025 Dewan Komisaris
September 2025
· Laporan Strategi Anti
Fraud
Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris pada RUPS
Seluruh RUPS Perseroan pada tahun 2025 diselenggarakan secara sirkuler, sehingga dihadiri 100% oleh Dewan Komisaris.
Rapat Direksi
Direksi menyelenggarakan rapat internal secara berkala, Direksi diambil berdasarkan musyawarah untuk mufakat.
minimal 1 (satu) bulan sekali dengan agenda bulanan Dalam hal keputusan musyawarah mufakat tidak tercapai
disiapkan oleh Sekretaris Perusahaan. Rapat Direksi dipimpin maka keputusan diambil berdasarkan pemungutan suara
oleh Direktur Utama dan dalam hal Direktur Utama tidak terbanyak. Rapat Direksi terdiri dari rapat internal dan rapat
dapat hadir atau berhalangan, yang tidak perlu dibuktikan dengan mengundang Direksi untuk membahas berbagai
kepada pihak ketiga. Rapat Direksi dipimpin oleh seorang aspek operasional dan pengelolaan finansial Perseroan.
anggota Direksi yang dipilih oleh dan dari antara anggota
Direksi yang hadir. Di sepanjang Tahun 2025, Direksi melaksanakan rapat
sebanyak 58 (lima puluh delapan) kali. Berikut disampaikan
Mekanisme pengambilan keputusan rapat yang dilaksanakan agenda dan risalah rapat, kehadiran, serta rekapitulasi
Direksi mengacu pada Pedoman Kerja. Keputusan rapat tingkat kehadiran Direksi dalam rapat-rapat tersebut.
Rekapitulasi Kehadiran Direksi pada Rapat Internal Direksi
Direksi Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama 58 58 100
R. Eryawan Nurhariadi Direktur 58 57 98
William Francis Indra Direktur 58 57 98
Risalah Rapat dan Kehadiran Direksi
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran
Dewan Komisaris yang
Tidak Hadir
Jakarta, Diskusi Umum BOD
6 Januari 2025
Pembahasan Finalisasi Usulan MPI dan DIP 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Update Persiapan Rakernas 2025 dan HUT MTF ke-16
Jakarta, Diskusi Umum BOD
14 Januari 2025
Penyampaian Hasil Investigasi dan Rekomendasi Komite Disiplin-
Kantor Pusat MTF
Cabang MTF Palembang Multiguna
Seluruh Direksi -
Pembahasan Sosialisasi Implementasi ICoFR di MTF
Update Penyesuaian Organisasi & Pengelolaan Corporate Fleet
Update Acara HUT MTF ke-16
178 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 180
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran
Dewan Komisaris yang
Tidak Hadir
Jakarta, Diskusi Umum BOD
20 Januari 2025
Update Strategi Regular Retail 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Pembahasan Pengajuan Inisiatif DIP 2025
Jakarta, Diskusi Umum BOD
30 Januari 2025 Seluruh Direksi -
Pembahasan Threshold Kualitas dan RAC Multiguna 2025
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
3 Februari 2025
Pembahasan POJK No. 46 Tahun 2024
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Pembahasan Perubahan Penetapan Kolektabilitas Piutang Pembiayaan
berdasarkan POJK No. 46 Tahun 2024
Jakarta, Diskusi Umum BOD
10 Februari 2025
Pembahasan Event IIMS 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Pembahasan Gold Financing
Jakarta, Penyampaian Hasil Investigasi dan Rekomendasi Komite Disiplin-
11 Februari 2025 Cabang MTF Tanjung Duren Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
17 Februari 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
24 Februari 2025 Seluruh Direksi -
Update Strategi Watchlist Corporate Fleet
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
25 Februari 2025 Pembahasan Usulan Ketentuan dan Forecast Perhitungan CKPN Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
3 Maret 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
10 Maret 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
11 Maret 2025 Pembahasan Tanggapan Management Letter Tahun 2024 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
17 Maret 2025
Kantor Pusat MTF Pembahasan Tindak Lanjut Gap to Goal Meeting-Komitmen Kualitas Seluruh Direksi -
Regional dan Fleet Maret 2025
Pembahasan Kualitas Cabang
Jakarta, Diskusi Umum BOD
24 Maret 2025 Seluruh Direksi -
Pembahasan Risk Appetite Statement (RAS) 2025
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Pembahasan Penyesuaian RAC Debitur Wiraswasta
25 Maret 2025
Pembahasan Kick Off Unit Task Force Corporate Fleet Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Pembahasan Usulan Target April - Desember 2025
Jakarta,
8 April 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
14 April 2025
Pembahasan Finalisasi Usulan MPI Q2 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Pembahasan DIP
Jakarta,
21 April 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
28 April 2025
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Corporate Fleet
Pembahasan Hasil Putusan Homologasi Debitur Corporate Fleet
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 179
Page 181
Tata Kelola Perusahaan
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran
Dewan Komisaris yang
Tidak Hadir
Jakarta, Diskusi Umum BOD
5 Mei 2025
Pembahasan Rencana Relokasi Ruangan Lantai 3 Head Office
Kantor Pusat MTF
Pembahasan Take Over Asuransi ACP dari Salah Satu Rekanan Asuransi MTF Seluruh Direksi -
Update Penyesuaian PKS JF CLG Addendum Ke-20 & Surat Penawaran
Kerjasama Pembiayaan Bersama
Jakarta,
6 Mei 2025 Pembahasan Revisi Rencana Bisnis Tahun 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
19 Mei 2025
Pembahasan DIP
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Penyampaian Hasil Investigasi dan Rekomendasi Pembinaan Karyawan
MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
26 Mei 2025 Seluruh Direksi -
Pembahasan Perkembangan Diskusi terhadap Surat Penawaran
Kantor Pusat MTF
Kerjasama Pembiayaan Bersama CLG antara MTF dengan Bank Mandiri
Jakarta,
2 Juni 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
16 Juni 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF Pembahasan Optimalisasi Jaringan Cabang
Jakarta, Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
23 Juni 2025 Corporate Fleet
Kantor Pusat MTF
Diskusi Umum BOD
Seluruh Direksi -
Pembahasan Hasil Audit BMRI Retail Audit
Pembahasan Hasil Audit Wholesale & Corporate Audit
Update Event GIIAS 2025
Jakarta, Diskusi Umum BOD
30 Juni 2025 Seluruh Direksi -
Update Kondisi Debitur Corporate Fleet
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
7 Juli 2025
Pembahasan Risk Appetite Statement (RAS) 2025
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Pembahasan & Persetujuan terkait Permohonan Proposal Perdamaian
terhadap MTF dari Debitur Corporate Fleet
Jakarta, Diskusi Umum BOD
15 Juli 2025
Update BCM Assurance MTF dan Penyampaian Testing Readiness
Kantor Pusat MTF
Procedure Seluruh Direksi -
Penyampaian Hasil Investigasi Cabang MTF Samarinda Multiguna dan
MTF Kupang
Jakarta, Diskusi Umum BOD
21 Juli 2025
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Kantor Pusat MTF
Corporate Fleet Seluruh Direksi -
Penyampaian Hasil Investigasi Cabang MTF Pontianak
Pembahasan Tindak Lanjut Penanganan Debitur Corporate Fleet
Jakarta, Diskusi Umum BOD
28 Juli 2025
Pembahasan Realisasi RBT Semester 1 Tahun 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Update Strategi Retail Semester 2 Tahun 2025
Jakarta, Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
30 Juli 2025 Corporate Fleet Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
4 Agustus 2025
Pembahasan Usulan Revamp Corplan 5 Tahun MTF Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Update Penanganan Debitur Corporate Fleet
Jakarta, Diskusi Umum BOD
11 Agustus 2025 Seluruh Direksi -
Permohonan Persetujuan Nilai Ganti Rugi Unit Debitur Corporate Fleet
Kantor Pusat MTF
180 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 182
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran
Dewan Komisaris yang
Tidak Hadir
Jakarta,
19 Agustus 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi Perjalanan Dinas
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
25 Agustus 2025
Update DMTL Audit Bank Mandiri-Corporate Fleet Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Update Self Assessment Penilaian Risk Maturity Index (RMI)
Jakarta, Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
28 Agustus 2025 Corporate Fleet
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Corporate Fleet
Jakarta, Diskusi Umum BOD
1 September 2025
Pembahasan Mengenai Usulan Perubahan Insentif ARMO
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi Perjalanan Dinas
Pembahasan Mengenai Penanganan Account > 180 DPD oleh Recovery
Head
Jakarta, Diskusi Umum BOD
9 September 2025
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Kantor Pusat MTF
Corporate Fleet Seluruh Direksi -
Update Report Pelaporan Self Assessment Pelindungan Konsumen
Tahun 2025 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Jakarta, Diskusi Umum BOD
15 September 2025 Seluruh Direksi -
Program Business and Operation Support
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
22 September 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
29 September 2025
Realisasi Rencana Bisnis Semester 1 Tahun 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Usulan Struktur Organisasi
Jakarta, Diskusi Umum BOD
6 Oktober 2025
Draft RKAP Tahun 2026
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Penyampaian Laporan Tindak Lanjut Penyelesaian Penerusan Hasil
Lelang JF ke Bank Mandiri
Jakarta,
14 Oktober 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
20 Oktober 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF Revamp Corporate Fleet Division
Jakarta, Diskusi Umum BOD
27 Oktober 2025 Seluruh Direksi -
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Kantor Pusat MTF
Corporate Fleet
Jakarta, Final Update Hasil Tindak Lanjut perihal Audit Penerusan Hasil Lelang
30 Oktober 2025 ke Bank Mandiri Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
3 November 2025
Overview SDM dan Efektivitas Manpower
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Pembahasan Hasil KPI Unit Kerja dan MPI Unit Bisnis Periode Semester
1 Tahun 2025
Jakarta, Diskusi Umum BOD
10 November 2025
Pembahasan Penetapan Target RKAP dan Target Internal 2026
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
Pembahasan New Concept : Gold Financing - Usulan Konsep
Pembiayaan Emas untuk Perluasan Target Market (non Karyawan)
Jakarta, Diskusi Umum BOD
17 November 2025
Pembahasan Over Portofolio Produk dari Salah Satu Rekanan Asuransi
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
MTF
Pembahasan Surat Otoritas Jasa Keuangan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 181
Page 183
Tata Kelola Perusahaan
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran
Dewan Komisaris yang
Tidak Hadir
Jakarta, Diskusi Umum BOD
24 November 2025
Pembahasan Surat Balasan Pembinaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Pembahasan Rencana Bisnis Tahunan 2026
Jakarta,
26 November 2025 Pembahasan Rencana Bisnis Tahunan 2026 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
1 Desember 2025 Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF Wrap Up Strategi Tahun 2026
Jakarta,
8 Desember 2025 Diskusi Umum BOD Seluruh Direksi -
Kantor Pusat MTF
Jakarta,
RKP NJF Reguler Debitur Corporate Fleet (Kondisi Khusus RAC
12 Desember 2025 Seluruh Direksi -
Batubara)
Kantor Pusat MTF
Jakarta, Diskusi Umum BOD
15 Desember 2025
Pembahasan Implementasi Internal Control over Financial Reporting
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
(ICoFR)
Usulan Pemenuhan Perangkat Keselamatan Karyawan Cabang
Jakarta, Diskusi Umum BOD
22 Desember 2025 Seluruh Direksi -
Pembahasan Usulan Skema Penyelamatan Pembiayaan Debitur
Kantor Pusat MTF
Corporate Fleet
Jakarta, Diskusi Umum
29 Desember 2025
Pembahasan Finalisiasi Usulan MPI Tahun 2026
Kantor Pusat MTF Seluruh Direksi -
RKP NJF Captive Debitur Corporate Fleet
(Kondisi Khusus RAC Batubara)
Rekapitulasi Kehadiran Direksi Pada RUPS
Seluruh RUPS Perseroan pada tahun 2025 diselenggarakan secara sirkuler, sehingga dihadiri 100% oleh Dewan Komisaris.
182 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 184
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi Rapat gabungan diselenggarakan paling sedikit 1 (satu)
merupakan forum koordinasi yang diselenggarakan kali dalam 4 (empat) bulan atau sewaktu-waktu apabila
untuk membahas laporan-laporan periodik Direksi serta diperlukan. Risalah rapat disiapkan oleh Sekretaris
memberikan tanggapan, catatan, dan nasihat dalam rangka Perusahaan dan ditandatangani oleh seluruh anggota
pelaksanaan fungsi pengawasan. Seluruh hasil pembahasan Dewan Komisaris dan Direksi yang menghadiri rapat
tersebut dituangkan secara tertulis dalam risalah rapat sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dokumentasi
sebagai dasar tindak lanjut oleh Direksi. pelaksanaan tata kelola.
Keputusan rapat gabungan diupayakan diambil berdasarkan Hingga 31 Desember, rapat gabungan antara Dewan
musyawarah untuk mufakat. Apabila musyawarah untuk Komisaris dan Direksi dilaksanakan 4 (empat) kali. Berikut
mufakat tidak tercapai, keputusan ditetapkan berdasarkan disampaikan agenda dan risalah rapat, kehadiran, serta
suara terbanyak dan bersifat mengikat untuk dilaksanakan rekapitulasi tingkat kehadiran Dewan Komisaris dan
sesuai dengan kewenangan masing-masing organ Direksi dalam rapat-rapat tersebut:
Perseroan.
Rekapitulasi Kehadiran Dewan Komisaris dan Direksi pada Rapat Gabungan
Dewan Komisaris Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Rico Adisurja Setiawan* Komisaris Utama 2 2 100
Nugraha Indra Permadi** Komisaris Utama 2 2 100
Saptari*** Komisaris 1 1 100
Fendy Eventius Mugni Komisaris Independen 4 3 75
Subarna**** Komisaris Independen 3 3 100
Pinohadi G. Sumardi Direktur Utama 4 4 100
R. Eryawan Nurhariadi Direktur 4 4 100
William Francis Indra Direktur 4 4 100
Keterangan:
*DIberhentikan pada RUPS Tahunan tanggal 30 Juni 2025.
**Mulai menjabat pada tanggal 17 September 2025 setelah keputusan hasil fit and proper test oleh OJK.
***Diberhentikan pada RUPS Luar Biasa tanggal 23 Juni 2025.
****Mulai menjabat pada tanggal 14 Maret 2025 setelah keputusan hasil fit and proper test oleh OJK.
Risalah Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi
Tempat & Tanggal Agenda Rapat Peserta Rapat Alasan Ketidakhadiran Dewan
Komisaris yang Tidak Hadir
Online Meeting, Update Performance MTF Januari 2025 Dewan Komisaris dan Direksi -
26 Februari 2025
Ruang Meeting BOD • Tindak Lanjut Rapat Februari 2025 Dewan Komisaris dan Direksi Perjalanan Dinas
Lantai 3A, 10 Juni 2025 • Company Performance Mei 2025
• Rencana Sumber Pendanaan 2025
Ruang Meeting BOD Lantai • Company Performance Agustus Dewan Komisaris dan Direksi -
3A, 29 September 2025 2025
• Rencana Sumber Pendanaan
• Update Kepatuhan dan APU PPT
& PPPSPM Semester 1 Tahun 2025
• Laporan Pelindungan Konsumen
Ruang Meeting BOD Lantai • Update Company Performance Dewan Komisaris dan Direksi -
3A, 24 November 2025 Oktober 2025
• Update RKAP 2026, Pencapaian
ESG 2025, dan RAKB 2026
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 183
Page 185
Tata Kelola Perusahaan
Organ Pendukung Dewan Komisaris
Dalam menjalankan tugas pengawasannya, Dewan Komisaris dibantu oleh 3 (tiga) komite, yakni Komite Audit, Komite
Nominasi dan Remunerasi, serta Komite Pemantau Risiko.
Dewan Komisaris
Komite Audit Komite Nominasi dan Remunerasi Komite Pemantau Risiko
Komite Audit
Komite Audit merupakan komite yang dibentuk oleh 4. Mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian
Dewan Komisaris untuk mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris, termasuk kepatuhan perseroan
atas pengelolaan Perseroan oleh Direksi. Melalui komite terhadap undang-undang dan peraturan yang
ini, Dewan Komisaris memperoleh pendapat dan berlaku.
dukungan dalam memenuhi tanggung jawabnya termasuk
pengawasan terhadap sistem dan proses pelaporan
keuangan, proses audit atas laporan keuangan Perseroan, Kriteria Anggota Komite Audit
evaluasi atas pelaksanaan pengawasan internal (internal Anggota Komite Audit wajib memiliki pemahaman
control). Komite Audit juga melakukan pemantauan yang memadai atas kegiatan usaha Perseroan serta
dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Kerja menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan tugasnya.
Audit Internal, melakukan pemantauan dan evaluasi Anggota Komite Audit juga harus memiliki kompetensi,
atas kepatuhan perseroan undang-undang di bidang pengetahuan, dan pengalaman yang relevan dengan
Pembiayaan dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan. bidang tugasnya, serta kemampuan komunikasi yang
baik untuk mendukung efektivitas pelaksanaan fungsi
Pembentukan Komite Audit mengacu pada ketentuan pengawasan. Selain itu, anggota Komite Audit diharapkan
POJK No. 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan memiliki pemahaman yang memadai mengenai laporan
dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Seluruh keuangan, proses audit, dan manajemen risiko, serta
anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh pengetahuan yang cukup terkait ketentuan peraturan
Dewan Komisaris dan dilaporkan kepada pemegang perundang-undangan yang berlaku, termasuk regulasi di
saham. sektor jasa keuangan dan ketentuan terkait lainnya.
Secara umum, Komite Audit dibentuk dengan tujuan untuk Kriteria menjadi anggota Komite Audit Perseroan mengacu
menjaga dan mengamankan kegiatan usaha Perseroan pasal 7, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 55/
dalam melaksanakan fungsi oversight, terutama dalam POJK.04/2025 tentang Pembentukan dan Pedoman
meningkatkan kualitas laporan keuangan, efektivitas Pelaksanaan Kerja Komite Audit sebagai berikut:
pengendalian internal atas pengelolaan perseroan, dan a. wajib memiliki integritas yang tinggi, kemampuan,
ketaatan terhadap undang-undang serta peraturan yang pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang
berlaku, terutama dalam hal: pekerjaannya, serta mampu berkomunikasi dengan
1. Meningkatkan kualitas laporan keuangan. baik;
2. Memastikan efektivitas sistem pengendalian internal b. wajib memahami laporan keuangan, bisnis
yang dapat mengurangi kesempatan terjadinya perusahaan khususnya yang terkait dengan layanan
penyimpangan dalam pengelolaan perseroan. jasa atau kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan
3. Mengawasi kualifikasi dan kemandirian fungsi internal Publik, proses audit, manajemen risiko, dan peraturan
dan eksternal audit untuk meningkatkan kinerja dan perundang-undangan di bidang Pasar Modal serta
efektivitas fungsi internal audit maupun eksternal audit. peraturan perundang-undangan terkait lainnya;
c. wajib mematuhi kode etik Komite Audit yang
184 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 186
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
ditetapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik; Masa Tugas
d. bersedia meningkatkan kompetensi secara terus Anggota Komite Audit diangkat dan diberhentikan oleh
menerus melalui pendidikan dan pelatihan; Dewan Komisaris dengan masa jabatan tidak melebihi
e. wajib memiliki paling sedikit 1 (satu) anggota yang masa jabatan Dewan Komisaris sebagaimana diatur
berlatar belakang pendidikan dan keahlian di bidang dalam Anggaran Dasar Perseroan. Anggota Komite
akuntansi dan keuangan; Audit dapat diangkat kembali untuk paling banyak
f. bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan satu periode berikutnya sesuai dengan ketentuan yang
Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai berlaku. Dalam hal terjadi berakhirnya masa jabatan,
Publik atau pihak lain yang memberi jasa asurans, penggantian secara bertahap, pengunduran diri, atau
jasa non-asurans, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi pemberhentian anggota Komite Audit, Ketua Komite
lain kepada Emiten atau Perusahaan Publik yang Audit berwenang mengusulkan calon pengganti
bersangkutan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir; kepada Dewan Komisaris. Selain itu, Ketua Komite
g. bukan merupakan orang yang bekerja atau Audit juga dapat mengusulkan penetapan honorarium
mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk dan tunjangan bagi anggota Komite Audit untuk
merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mendapatkan persetujuan sesuai dengan mekanisme
mengawasi kegiatan Emiten atau Perusahaan Publik yang berlaku.
tersebut dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir, kecuali
Komisaris Independen;
h. tidak mempunyai saham langsung maupun tidak Komposisi dan Susunan Anggota
langsung pada Emiten atau Perusahaan Publik; Komite Audit Tahun 2025
i. dalam hal anggota Komite Audit memperoleh saham Pembentukan Komite Audit Perseroan patuh terhadap
Emiten atau Perusahaan Publik baik langsung maupun Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tentang
tidak langsung akibat suatu peristiwa hukum, saham Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite
tersebut wajib dialihkan kepada pihak lain dalam Audit. Keanggotaan Komite Audit Perseroan terdiri
jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah dari sekurang-kurangnya 1 (satu) orang Komisaris
diperolehnya saham tersebut; Independen dan 2 (dua) orang anggota. Ketua Komite
j. tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota Audit berasal dari Komisaris Independen Perseroan
Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang dan bertanggung jawab dalam mengoordinasikan
Saham Utama Emiten atau Perusahaan Publik; dan pelaksanaan tugas Komite Audit. Anggota Komite Audit
k. tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung adalah tenaga ahli yang bukan merupakan pegawai
maupun tidak langsung yang berkaitan dengan Perseroan dan tidak mempunyai keterkaitan finansial
kegiatan usaha Emiten atau Perusahaan Publik dengan Perseroan.
Pada tahun 2025, susunan keanggotaan Komite Audit adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Dasar Pengangakatan Masa Jabatan Periode Jabatan
Ketua Komite Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE- 26 September 2025-25 Ke-1
Fendy Eventius Mugni Audit/Komisaris DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota September 2028
Independen Komite Audit
Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE- 26 September 2025-25 Ke-1
Anggota/Komisaris
Subarna DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota September 2028
Independen
Komite Audit
Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE- 26 September 2025-25 Ke-1
Anggota/Pihak
Marlan Marthias Achmad DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota September 2028
Independen
Komite Audit
Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE- 26 September 2025-25 Ke-2
Anggota/Pihak
Indra Riyawan DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota September 2028
Independen
Komite Audit
Profil Komite Audit
Profil Ketua Komite Audit, Fendy Eventius Mugni serta profil Anggota Komite Audit, Subarna, dapat dilihat pada bab
Profil Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini. Sedangkan profil dari anggota Komite Audit non Komisaris dari pihak
independen adalah sebagai berikut:
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 185
Page 187
Tata Kelola Perusahaan
Indra Riyawan
Anggota Komite Audit
Usia: 48 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 Tentang Penetapan Anggota Komite Audit
Masa Jabatan Sertifikasi yang Dimiliki
26 September 2025-25 September 2028 • Qualified Chief Risk Officer (QCRO)
• Certification in Audit Committee Practices
Periode Jabatan
Ke-2 Pengalaman Kerja
• IT Consultant (2020-sekarang)
• Administration Control General Manager PT Tunas Ridean (2017-2020)
Riwayat Pendidikan • Administration General Manager PT Asia Surya Prakasa (2015-2017)
Sarjana di bidang Mechanical Engineering dari Institut • Business Process, Administration & GA Manager di PT Tunas Dwipa Matra (2009-2014)
Sains & Teknologi Nasional (2003) • Logistic Planning & Development Officer di PT Toyota Astra Motor (2000-2009)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Marlan Marthias Achmad
Anggota Komite Audit
Usia: 58 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Jakarta
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Dewan Komisaris No. 011/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 Tentang Penetapan Anggota Komite Audit
Masa Jabatan Sertifikasi yang Dimiliki
26 September 2025-25 September 2028 Certification in Audit Committee Practices
Periode Jabatan Pengalaman Kerja
Ke-1 • Vice President Wholesale Risk Solution PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2022-2023)
• Vice President Risk Management PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2017-2022)
• Regional Chief Executive Officer PT Bank Syariah Mandiri (2015-2017)
Riwayat Pendidikan • Credit Risk Taking Unit Level RCEO PT Bank Syariah Mandiri (2015-2017)
• Magister di bidang Manajemen Keuangan dari
• Vice President Consumer Loan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2014-2015)
Universitas Indonusa Esa Unggul (2005)
• Vice President Audit Manager Retail PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2012-2014)
• Sarjana di bidang Akuntansi dari Sekolah Tinggi
• Vice President Department Head Operation PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2011-2012)
Ilmu Ekonomi YAI
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
186 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 188
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Independensi Komite Audit
Seluruh anggota Komite Audit merupakan pribadi Audit yang dibentuk Perseroan telah memenuhi kriteria
yang profesional dan tidak memiliki hubungan independensi, keahlian, pengalaman, dan integritas.
dengan Perseroan guna menjaga independensi dalam Transparansi independensi Komite Audit terlihat dalam
pelaksanaan tugas, dan tanggung jawabnya. Komite tabel berikut:
Aspek Independensi Fendy Subarna Indra Riyawan Marlan
Eventius Marthias
Mugni
Memiliki hubungan keuangan dengan Dewan Komisaris dan Direksi x x x x
Memiliki hubungan kepengurusan di Perseroan ataupun di perusahaan afiliasi x x x x
Memiliki saham Perseroan x x x x
Memiliki hubungan keluarga dengan anggota Dewan Komisaris, x x x x
anggota Direksi dan sesama anggota komite
Keterangan: V = Ada, X = Tidak ada
Piagam Komite Audit Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit
Perseroan telah menetapkan Piagam Komite Audit Tugas dan tanggung jawab Komite Audit sebagaimana
berdasarkan Peraturan OJK No. 55/POJK.04/2015 tertuang dalam Piagam Komite Audit adalah sebagai
tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja berikut:
Komite Audit sebagai pedoman kerja yang mengatur A. Komite audit bertugas memberikan pendapat kepada
ruang lingkup, struktur, wewenang, dan mekanisme Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal
operasional Komite Audit. Piagam ini ditinjau secara yang disampaikan Direksi kepada Dewan Komisaris,
berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian
perkembangan bisnis, regulasi, dan kebutuhan komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang
pengawasan Perseroan. berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain
meliputi:
Piagam Komite Audit ditetapkan berdasarkan SK Nomor 1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan
007/SKE-DEKOM/MTF/II/2025 tanggal 13 Februari yang akan dikeluarkan oleh perseroan kepada
2025 yang telah disahkan pada tanggal 13 Februari publik dan/atau pihak otoritas antara lain seperti
2025. Piagam Komite Audit menjabarkan kedudukan, laporan keuangan, proyeksi dan laporan lainnya
keanggotaan, tugas, tanggung jawab dan kewajiban terkait dengan informasi keuangan Perseroan.
Komite Audit serta mengatur tata hubungan kerja antara 2. Melakukan penelaahan atas pemeriksaan oleh
Komite Audit dengan Dewan Komisaris, Direksi, Auditor auditor internal dan mengawasi pelaksanaan
Internal, dan Auditor Eksternal. tindak lanjut oleh Direksi atas temuan auditor
internal.
3. Melakukan penelaahan atas ketaatan Perseroan
Konflik dan Kode Etik terhadap peraturan perundang-undangan yang
Komite Audit berkomitmen untuk menerapkan berhubungan dengan kegiatan Perseroan.
prinsip GCG, yaitu transparansi, akuntabilitas, 4. Memberikan pendapat independen dalam hal
pertanggungjawaban, independensi, dan kewajaran, terjadi perbedaan pendapat antara manajemen
sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan dan Akuntan atas jasa yang diberikannya.
fungsinya. Penerapan prinsip-prinsip tersebut ditujukan 5. Memberikan rekomendasi kepada Dewan
untuk menjaga objektivitas serta mencegah timbulnya Komisaris mengenai penunjukan Akuntan yang
benturan kepentingan dalam pelaksanaan fungsi didasarkan pada independensi, ruang lingkup
pengawasan. penugasan, dan fee.
6. Memberikan rekomendasi mengenai
Dalam menjalankan tugasnya, Komite Audit berpegang penyempurnaan sistem pengendalian internal
teguh pada kode etik profesi yang relevan, baik Perseroan, serta pelaksanaannya.
yang melekat pada keahlian masing-masing anggota 7. Melakukan penelaahan terhadap aktivitas
Komite Audit maupun kode etik profesi Komite Audit. manajemen risiko yang dilakukan oleh Direksi,
Kepatuhan terhadap kode etik tersebut menjadi dasar jika Perseroan tidak memiliki fungsi pemantau
dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kualitas risiko dibawah Dewan Komisaris.
pelaksanaan tugas Komite Audit di lingkungan Perseroan. 8. Melakukan penelaahan pengaduan yang
berkaitan dengan proses akuntansi dan pelaporan
keuangan Perseroan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 187
Page 189
Tata Kelola Perusahaan
9. Melakukan penelaahan dan memberikan saran 3. Kepatuhan.
kepada Dewan Komisaris terkait dengan adanya Melakukan pemantauan dan evaluasi atas
potensi benturan kepentingan Perseroan, dan; kepatuhan perusahaan terhadap peraturan
10. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan perundang-undangan di bidang Pembiayaan
informasi perseroan. dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan, serta
B. Selain itu, Komite audit mempunyai tugas dan peraturan lainnya yang terkait dengan usaha
tanggung jawab yang meliputi: pembiayaan:
1. Laporan Keuangan. a. Mempelajari laporan hasil pemeriksaan
a. Mempelajari secara mendalam Rencana Kerja yang terkait dengan kepatuhan
dan Anggaran Perusahaan serta Rencana terhadap peraturan internal dan
Jangka Panjang PT Mandiri Tunas Finance. eksternal yang dikeluarkan oleh Satuan
b. Mempelajari secara mendalam laporan Kerja Audit Internal dan Eksternal.
keuangan Interim dan tahunan baik yang b. Melakukan pemantauan dan evaluasi
diaudit maupun yang tidak diaudit. terhadap kesesuaian pelaksanaan audit
c. Mempelajari secara mendalam perubahan oleh Kantor Akuntan Publik dengan
angka/nilai yang signifikan pada pos-pos standar audit yang berlaku.
Neraca dan Rugi/Laba. c. Melakukan pemantauan dan evaluasi
d. Mempelajari secara mendalam pos-pos terhadap kesesuaian laporan keuangan
Aktiva Lain dan Passiva Lain. dengan standar akuntansi yang berlaku.
e. Mempelajari secara mendalam laporan d. Melaporkan secara berkala atas hasil
realisasi rencana kerja dan anggaran pemantauannya dan memberi masukan
serta meneliti pos-pos yang mempunyai atas hal-hal yang perlu menjadi
perbedaan yang signifikan. perhatian Dewan Komisaris.
f. Melakukan pertemuan secara berkala dengan
unit kerja terkait dan auditor eksternal yang Dalam menjalankan fungsinya, Komite Audit mendukung
memeriksa PT Mandiri Tunas Finance untuk pelaksanaan tugas Dewan Komisaris yaitu:
meminta tambahan informasi dan klarifikasi 1. Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang
dalam bidang akuntansi dan keuangan. akan dikeluarkan oleh perseroan seperti laporan
g. Melaporkan secara berkala atas hasil keuangan, proyeksi dan informasi keuangan lainnya.
pemantauannya dan memberi masukan atas 2. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan
hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan oleh internal maupun eksternal audit.
Komisaris. 3. Melakukan penelaahan atas ketaatan perseroan
2. Pengendalian Internal. terhadap peraturan perundang-undangan yang
a. Mempelajari dan memastikan bahwa berhubungan dengan kegiatan perseroan.
Perseroan telah memiliki sistem pengendalian 4. Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan
Internal (internal control system) yang baku sistem pengendalian intern perusahaan serta
sesuai dengan praktik yang berlaku. pelaksanaannya.
b. Mempelajari secara mendalam laporan hasil 5. Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai
pemeriksaan Satuan Kerja Audit Internal dan risiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan
Audit Eksternal yang memeriksa PT Mandiri manajemen risiko oleh Direksi.
Tunas Finance guna memastikan bahwa 6. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dewan
pengendalian internal sudah dilaksanakan Komisaris sepanjang dalam lingkup tugas dan
dengan benar. kewajiban Komite Audit.
c. Melakukan pertemuan berkala dengan 7. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi
unit-unit kerja yang terkait dengan sistem perseroan dan hanya digunakan untuk kepentingan
pengendalian internal dan pelaksanaannya. pelaksanaan tugas.
d. Melakukan pemantauan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan tindak lanjut Direksi
atas hasil temuan audit internal, akuntan Wewenang Komite Audit
publik dan hasil pengawasan Otoritas Jasa Selain tugas dan tanggung jawab, Komite Audit
Keuangan. juga diberikan wewenang khusus untuk mendukung
e. Melaporkan secara berkala atas hasil pelaksanaan kerja yang sesuai dengan Piagam Komite
pemantauannya dan memberi masukan atas Audit. Wewenang tersebut meliputi:
hal-hal yang perlu menjadi perhatian Dewan 1. Melakukan komunikasi dengan Kepala Unit Kerja dan
Komisaris. pihak-pihak lain di PT Mandiri Tunas Finance, serta
188 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 190
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Kantor Akuntan Publik yang memeriksa Perseroan 4. Melakukan reviu kinerja eksternal auditor untuk
untuk memperoleh informasi, klarifikasi, serta meminta memastikan kepatuhan eksternal auditor terhadap
dokumen dan laporan yang diperlukan. standar profesional yang berlaku, termasuk
2. Meminta laporan hasil pemeriksaan auditor internal independensi eksternal auditor.
dan auditor eksternal, serta institusi pengawas/
pemeriksa lainnya. Adapun tanggung jawab Komite Audit dalam hubungannya
3. Meminta audit Internal dan/atau auditor eksternal dengan auditor eksternal adalah sebagai berikut:
untuk melakukan pemeriksaan/investigasi khusus, 1. Komite Audit memberikan rekomendasi mengenai
apabila terdapat dugaan kuat telah terjadi kecurangan penunjukan Akuntan Publik (AP) dan Kantor Akuntan
pelanggaran hukum dan pelanggaran peraturan Publik (KAP) yang akan mengaudit laporan keuangan
perundang-undangan. Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan
4. Mengakses catatan atau informasi tentang karyawan, kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Selain
dana, aset, serta sumber daya perusahaan lainnya itu, Komite Audit juga memberikan rekomendasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya. kepada Dewan Komisaris atas pengakhiran Kantor
5. Melakukan kewenangan lain yang diberikan oleh Akuntan Publik.
Dewan Komisaris. 2. Dalam hal AP dan/atau KAP yang telah diputuskan
oleh RUPS tidak dapat menyelesaikan pemberian jasa
audit atas informasi keuangan historis tahunan pada
Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab periode penugasan profesional, penunjukkan AP dan/
Lingkup tugas masing-masing anggota Komite Audit atau KAP pengganti dilakukan oleh Dewan Komisaris
sebagai berikut: setelah mendapatkan persetujuan RUPS dengan
A. Ketua Komite Audit bertugas dan bertanggung jawab memperhatikan rekomendasi Komite Audit.
untuk melakukan koordinasi atas seluruh kegiatan 3. Dalam menyusun rekomendasi tersebut, Komite Audit
Komite untuk memenuhi tujuan Komite sesuai dapat mempertimbangkan:
dengan pembentukannya, diantaranya bertanggung a. Independensi AP dan/atau KAP: mempelajari
jawab untuk hal-hal sebagai berikut: nama dan/atau reputasi KAP.
1. Menentukan rencana kerja tahunan. b. Ruang Lingkup Audit: mempelajari perencanaan
2. Menentukan jadwal rapat tahunan. dan cakupan audit yang disampaikan KAP
3. Membuat laporan berkala mengenai kegiatan yang sudah dipilih/ditunjuk, guna memastikan
Komite serta hal-hal yang dirasakan perlu untuk bahwa perencanaan dan cakupan audit tersebut
menjadi perhatian Dewan Komisaris. sesuai dengan Request for Proposal dan Terms
B. Anggota Komite Audit bertugas dan bertanggung of Reference serta sudah mempertimbangkan
jawab diantaranya untuk: semua risiko yang dianggap penting.
1. Mempelajari materi rapat terlebih dahulu. c. Imbalan jasa Audit:
2. Menghadiri rapat. d. Keahlian dan pengalaman AP dan/atau KAP, dan
3. Berperan aktif dan memberikan kontribusinya Tim Audit dari KAP.
dalam setiap kegiatan Rapat komite. e. Potensi risiko atas penggunaan jasa audit oleh
KAP yang sama secara berturut-turut untuk kurun
waktu yang cukup panjang: dan/atau
Hubungan Kerja Komite Audit f. Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan pemberian
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, jasa audit atas informasi keuangan historis
Komite Audit menjalin komunikasi yang efektif dengan tahunan oleh AP dan/atau KAP pada periode
auditor eksternal, auditor internal, serta manajemen sebelumnya, apabila ada.
Perseroan. Komunikasi tersebut dilakukan untuk 4. Mempelajari dan memastikan bahwa PT Mandiri
mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan secara Tunas Finance memiliki tata cara yang baku dan sesuai
menyeluruh dan memastikan kualitas pengendalian dengan peraturan/ketentuan yang berlaku dalam
internal serta keandalan pelaporan keuangan. pelaksanaan pemilihan KAP.
5. Mempelajari dan memastikan bahwa proses
Peran Komite Audit dalam hubungannya dengan auditor pelaksanaan pemilihan KAP sudah berjalan dengan
eksternal antara lain sebagai berikut: benar sesuai dengan tata cara yang baku.
1. Melakukan reviu atas pekerjaan eksternal auditor. 6. Komite Audit melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
2. Membahas hasil audit dengan eksternal auditor. pemberian jasa audit atas Informasi keuangan historis
3. Apabila diperlukan, Komite Audit dapat melakukan tahunan oleh AP dan/atau KAP.
pembahasan atas hasil audit dengan manajemen, 7. Melakukan komunikasi secara berkala dengan KAP
eksternal auditor dan internal auditor. yang sedang memeriksa PT Mandiri Tunas Finance guna
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 189
Page 191
Tata Kelola Perusahaan
membahas hal-hal yang perlu untuk dikomunikasikan. Laporan Komite Audit
8. Mempelajari secara mendalam semua temuan yang Komite Audit berkewajiban membuat laporan secara
signifikan dari hasil pemeriksaan auditor eksternal tertulis dalam pelaksanaan kerjanya terhadap Dewan
serta institusi pemeriksa lainnya. Komisaris terkait temuan dan kendala yang dihadapi
9. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas tindak oleh Perseroan. Adapun laporan yang dimaksud dalam
lanjut auditee terhadap hasil pemeriksaan yang hal:
dilakukan oleh Auditor Eksternal. 1. Komite Audit harus membuat laporan berkala
10. Melaporkan secara berkala atas hasil pemantauannya kepada Dewan Komisaris mengenai kegiatan
dan memberi masukan atas hal-hal yang perlu Komite Audit, sekurang-kurangnya sekali dalam
menjadi perhatian Dewan Komisaris. 6 (enam) bulan.
2. Komite Audit harus membuat laporan kepada
Peran Komite Audit dalam hubungan dengan Internal Dewan Komisaris atas setiap penugasan yang
Audit adalah: diberikan dan atau untuk setiap masalah-
1. Mengevaluasi rencana kerja tahunan Satuan Kerja masalah yang diidentifikasi memerlukan
Audit Internal. perhatian Dewan Komisaris.
2. Mempelajari secara mendalam semua temuan yang 3. Komite Audit wajib membuat Laporan Tahunan
signifikan dari hasil pemeriksaan internal audit. pelaksanaan kegiatan Komite Audit yang
3. Mengevaluasi program dan cakupan audit dalam diungkapkan dalam Laporan Tahunan Perseroan.
rangka pelaksanaan rencana kerja tahunan Satuan 4. Komite Audit harus membuat laporan hasil
Kerja Audit Internal. evaluasi pelaksanaan pemberian jasa audit
4. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit oleh atas informasi keuangan historis tahunan oleh
Satuan Kerja Audit Internal untuk memastikan bahwa Auditor Eksternal paling lama 6 (enam) bulan
program audit sudah berjalan dengan cakupan yang setelah tahun buku berakhir.
benar.
5. Melakukan pertemuan berkala dengan Satuan Kerja
Audit Internal guna membahas temuan-temuan Audit Kebijakan Remunerasi
yang signifikan serta memberikan masukan yang Anggota Komite Audit yang berasal dari pihak
dianggap perlu dalam pelaksanaan pemeriksaan independen diberi remunerasi bulanan yang jumlahnya
oleh Satuan Kerja Audit Internal. ditetapkan oleh Dewan Komisaris dengan tetap mengacu
6. Meminta bantuan Satuan Kerja Audit Internal untuk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
melakukan pemeriksaan/investigasi khusus apabila
terdapat temuan audit dan atau informasi yang
berkaitan dengan pelanggaran hukum dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Pengembangan Kompetensi Komite
7. Melaporkan secara berkala atas hasil pemantauannya Audit
dan memberi masukan atas hal-hal yang perlu Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, Perseroan
menjadi perhatian Dewan Komisaris. menyediakan berbagai program peningkatan kompetensi
bagi anggota Komite Audit. Program ini mencakup
Sementara peran Komite Audit dalam hubungannya pelatihan, seminar, maupun kegiatan pengembangan lain
dengan Manajemen Perseroan adalah: yang relevan dengan kebutuhan pengawasan, audit dan
1. Mengevaluasi kecukupan pengungkapan halhal tata kelola.
yang bersifat material dalam Laporan Keuangan
perseroan. Rincian pelatihan serta kegiatan pengembangan
2. Menilai kecukupan pengendalian intern dan kompetensi yang diikuti Komite Audit sepanjang tahun
kebijakan manajemen risiko perseroan. 2025 disajikan pada tabel berikut:
3. Menilai kebijakan perseroan berkaitan dengan
kepatuhan terhadap peraturan internal maupun
eksternal perseroan yang berlaku, kode etik (code
of conduct) dan benturan kepentingan (conflict of
interest).
4. Memastikan bahwa manajemen perseroan
melaksanakan tindak lanjut atas rekomendasi dari
internal audit dan eksternal audit.
5. Mengidentifikasi dan memantau permasalahan yang
memerlukan perhatian dari Dewan Komisaris.
6. Mengundang manajemen perseroan untuk hadir
dalam rapat komite audit apabila diperlukan.
190 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 192
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Nama Pelatihan/Seminar Penyelanggara Tanggal
Indra Riyawan Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari 2025
Sustainability Accounting and Reporting in The Financial Service OJK Institute 6 Maret 2025
Inovasi Produk Keuangan Islam : Peran Etika Halal dalam Memperluas Penetrasi Pasar OJK Institute 13 Maret 2025
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April 2025
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan Ekonomi daerah OJK Institute 8 Mei 2025
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei 2025
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 3 Juni 2025
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 5 Juni 2025
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan
OJK Institute 19 Juni 2025
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni 2025
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni 2025
Driving Enterprise Value through Strategic Risk Oversight IKAI Indonesia 15 Juli 2025
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli 2025
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan 3
OJK Institute 31 Juli 2025
Juta Rumah
Mid-Year-Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 7 Agustus 2025
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus 2025
GRC Summit OJK Institute 21 Agustus 2025
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di
OJK Institute 21 Agustus 2025
Sektor Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus 2025
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor
OJK Institute 9 Oktober 2025
Keuangan
Marlan Inovasi Produk Keuangan Islam : Peran Etika Halal dalam Memperluas Penetrasi Pasar OJK Institute 13 Maret 2025
Marthias
Achmad Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April 2025
Insurance Revolution: How AI is Transforming the Underwriting and Optimizing Business
OJK Institute 24 April 2025
Processes
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan Ekonomi Daerah OJK Institute 8 Mei 2025
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei 2025
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei 2025
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 3 Juni 2025
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 5 Juni 2025
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital: Perlindungan Data Pribadi dan
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia OJK Institute 19 Juni 2025
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni 2025
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni 2025
Agentic in in Finance: A new era of Autonomous Decision-making OJK Institute 3 Juli 2025
Driving Enterprise Value through Strategic Risk Oversight IKAI Indonesia 15 Juli 2025
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli 2025
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan 3
Juta Rumah OJK Institute 31 Juli 2025
Mid-Year-Capital Market Review 2025 : Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 7 Agustus 2025
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus 2025
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera : Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di
Sektor Informal OJK Institute 21 Agustus 2025
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus 2025
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor
OJK Institute 9 Oktober 2025
Keuangan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 191
Page 193
Tata Kelola Perusahaan
Rapat Komite Audit
Komite Audit melaksanakan rapat secara berkala baik 5. Rapat dipimpin oleh Ketua Komite Audit atau Anggota
secara internal maupun dengan Dewan Komisaris dan Komite lain yang merupakan Komisaris Independen,
Direksi. Rapat yang dilaksanakan oleh Komite Audit apabila Ketua Komite Audit berhalangan hadir.
adalah sebagai berikut: 6. Dalam hal Anggota Komite dengan sebab apapun
1. Komite Audit mengadakan rapat secara berkala berhalangan hadir maka kehadiran Anggota
paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Komite dapat diwakili oleh Anggota Komite lainnya
2. Rapat Komite Audit dapat diselenggarakan apabila berdasarkan surat kuasa.
dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah 7. Anggota Komite hanya dapat mewakili seorang
anggota. anggota Komite lainnya.
3. Keputusan rapat Komite Audit diambil berdasarkan
musyawarah untuk mufakat. Hingga 31 Desember 2025, Komite Audit telah
4. Dalam hal tidak terjadi musyawarah mufakat menyelenggarakan 5 (lima) kali rapat dengan rincian
sebagaimana dimaksud pada butir 6.3 pengambilan sebagai berikut:
keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak.
Frekuensi Kehadiran
Nama Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Fendy Eventius Mugni Ketua 5 4 80
Subarna Anggota 2 2 100
Indra Riyawan Anggota 5 5 100
Marlan Marthias Achmad Anggota 5 5 100
Risalah Rapat dan Kehadiran Komite Audit
Tanggal Agenda Peserta Rapat Keterangan
20 Januari 2025 Closing Meeting Audit Committee MTF-Year End Audit as of December 31, 2024 Komite Audit -
26 Februari 2025 • Informasi Update (Pelaksanaan Audit BMRI) Komite Audit -
• Hasil Audit Umum
• Hasil Audit Khusus
10 Juni 2025 • Update Informasi Pelaksanaan Audit BMRI Komite Audit Perjalanan Dinas
• Hasil Audit Umum
• Hasil Audit Khusus
29 September 2025 • Tindak Lanjut Rapat Komite Audit Juni 2025 Komite Audit -
• Hasil Audit Eksternal
• Hasil Audit Internal
24 November 2025 • Tindak Lanjut Rapat Komite Audit tanggal 29 September 2025 Komite Audit -
• Update Informasi AAP 2025 dan Rencana AAP 2026
• Hasil Audit Eksternal
• Hasil Audit Umum
• Hasil Audit Khusus
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Komite Audit pada Tahun 2025
Untuk memenuhi ketentuan penerapan GCG di lingkup Perseroan, program kerja yang menjadi tugas dan kewajiban
Komite Audit di tahun 2025 adalah:
1. Melakukan reviu terhadap sistem pengendalian internal.
2. Melakukan reviu terhadap fungsi Internal Audit.
3. Pengawasan terhadap pelaksanaan Eksternal Audit.
4. Reviu penyajian Laporan Keuangan publik.
5. Realisasi Rapat Komite Audit selama tahun 2025.
Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite Nominasi dan Remunerasi merupakan komite yang objektif, transparan, dan sesuai dengan prinsip tata kelola
dibentuk oleh Dewan Komisaris untuk memberikan dukungan perusahaan yang baik. Pembentukan Komite Nominasi dan
dalam pelaksanaan fungsi pengawasan serta pemberian Remunerasi Perseroan mengacu pada ketentuan Undang-
rekomendasi terkait proses nominasi dan penetapan undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi. Komite ini dan Peraturan OJK No. 34/POJK.04/2014 tentang Komite
memastikan bahwa seluruh proses tersebut dijalankan secara Nominasi dan Remunerasi Emiten atau Perusahaan Publik.
192 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 194
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi
ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris No.
Masa Jabatan
010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 26 September Anggota Komite diangkat untuk masa jabatan tertentu
2025. Melalui Komite Nominasi dan Remunerasi, proses dan dapat diangkat kembali. Masa jabatan anggota
nominasi dan remunerasi pengurus Perseroan dan organ Dewan Komisaris yang merangkap sebagai anggota
pelaksana Perseroan lainnya dapat dilakukan secara Komite sama dengan masa kerja penunjukannya sebagai
transparan dan akuntabel sesuai dengan perkembangan anggota Dewan Komisaris yang ditentukan oleh Anggaran
usaha Perseroan dan pada akhirnya dapat meningkatkan Dasar Perseroan atau Rapat Umum Pemegang Saham.
kepercayaan pemegang saham dan pemangku Masa jabatan anggota Komite yang bukan berasal dari
kepentingan lainnya terhadap pengelolaan Perseroan. anggota Dewan Komisaris tidak boleh lebih lama daripada
masa jabatan Dewan Komisaris. Dewan Komisaris dapat
memberhentikan sewaktu-waktu anggota Komite yang
Kriteria Anggota Komite Nominasi bukan anggota Dewan Komisaris, jika berdasarkan
& Remunerasi pertimbangan Ketua Komite yang bersangkutan tidak
Anggota Komite Nominasi & Remunerasi wajib melaksanakan tugasnya dengan baik.
memenuhi persyaratan kemampuan dan pengalaman
serta persyaratan independensi, yaitu:
1. Memiliki integritas, obyektivitas dan etika yang
Susunan dan Komposisi Anggota Komite
tinggi. Nominasi & Remunerasi Tahun 2025
2. Mempunyai pengetahuan yang memadai termasuk Perseroan telah membentuk Komite Nominasi dan
ketentuan dan peraturan serta perundangan yang Remunerasi berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris
berlaku. Perseroan No. KEP.KOM/01/2014 tentang Pembentukan dan
3. Paling sedikit salah satu dari anggota komite Pengangkatan Komite Nominasi dan Remunerasi PT Mandiri
harus memiliki latar belakang pendidikan dan atau Tunas Finance tertanggal 26 November 2014 yang telah
pengalaman kerja dibidang nominasi, remunerasi diubah dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan
karyawan, atau Human Resource Development. No. KEP. KOM/02/II/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang
4. Mampu bersikap independen yaitu mampu perubahan keanggotaan Komite Nominasi dan Remunerasi,
melaksanakan tugas secara profesional tanpa yang kemudian diubah dengan Surat Keputusan Dewan
benturan kepentingan dan pengaruh/tekanan dari Komisaris Nomor 003/SKEDEKOM/MTF/X/2024 tanggal
pihak mana pun. 21 Oktober 2024 tentang Penetapan Anggota Komite
5. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus Nominasi dan Remunerasi, dan terakhir diubah dengan
menerus melalui pendidikan dan pelatihan. dengan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 010/SKE-
6. Bukan merupakan orang dalam Kantor Konsultan DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025 tentang
Hukum, Kantor Konsultan Sumber Daya Manusia, Penetapan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi.
Kantor Konsultan Business Development, atau
pihak lain yang memberi jasa assurance, jasa non Pada tahun 2025, terdapat perubahan komposisi dan
assurance, dan/atau jasa konsultasi lain kepada susunan Komite Nominasi dan Remunerasi seiring dengan
Perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir perubahan susunan Dewan Komisaris. Dengan demikian,
sebelum diangkat sebagai anggota komite oleh komposisi dan susunan Komite Nominasi dan Remunerasi
Dewan Komisaris. per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Dasar Pengangakatan Masa Jabatan Periode Jabatan
Fendy Eventius Mugni Ketua Komite Nominasi Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 26 September 2025- Ke-1
dan Remunerasi/Komisaris 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 25 September 2028
Independen 26 September 2025 tentang Penetapan
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Nugraha Indra Anggota Komite Nominasi dan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 26 September 2025- Ke-1
Permadi Remunerasi/Komisaris Utama 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 25 September 2028
26 September 2025 tentang Penetapan
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Makah Indra Purnomo Anggota Komite Nominasi dan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 21 Oktober 2024 20 Ke-2
Remunerasi/Kepala Divisi Human 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal Oktober 2027
Capital 26 September 2025 tentang Penetapan
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Profil Anggota Komite Nominasi & Remunerasi
Profil Ketua Komite Nominasi & Remunerasi Fendy Eventius Mugni, dan Anggota Komite Nominasi & Remunerasi, Nugraha
Indra Permadi, dapat dilihat bagian profil Dewan Komisaris pada bab Profil Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini. Berikut
disampaikan profil dari anggota Komite Nominasi & Remunerasi non Komisaris.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 193
Page 195
Tata Kelola Perusahaan
Makah Indra Purnomo
Anggota Komite Nominasi & Remunerasi
Usia: 45 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Tegal
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi
Masa Jabatan Sertifikasi yang Dimiliki
26 September 2025-25 September 2028 • Sertifikasi Dasar Managerial
• Sertifikasi Human Resources General Manager (CHRGM)
Periode Jabatan
Ke-2 Pengalaman Kerja
• Human Capital Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2022-sekarang)
• Regional Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2018-2022)
Riwayat Pendidikan • Branch Manager PT Mandiri Tunas Finance (2010-2018)
Sarjana di bidang Teknik Elektro dari Universitas Islam
• Kepala Cabang PT NSS + NSS Finance (2004-2010)
Sultan Agung (2004)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Independensi Komite Nominasi dan 2. Tidak mempunyai hubungan keluarga karena perkawinan
Remunerasi dan keturunan sampai derajat kedua, baik horizontal
Seluruh anggota Komite Nominasi dan Remunerasi maupun vertikal dengan Dewan Komisaris, Direksi, atau
merupakan individu profesional yang memenuhi persyaratan Pemegang Saham Utama/Pengendali Perseroan.
independensi, kompetensi, pengalaman, dan integritas 3. Tidak memiliki hubungan usaha, baik langsung maupun
dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Komite tidak langsung yang berkaitan dengan usaha Perseroan
Nominasi dan Remunerasi dibentuk untuk memastikan termasuk di dalamnya tidak menerima kompensasi
proses nominasi dan penetapan remunerasi dilakukan secara dari Perseroan dan entitas anak selain imbalan jasa
objektif, transparan, dan bebas dari benturan kepentingan. yang diterima berkaitan dengan tugas-tugas sebagai
Anggota Komite.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Komite Nominasi dan 4. Bukan pegawai Kantor Akuntan Publik, Kantor Konsultan
Remunerasi tidak memiliki hubungan kepengurusan, Hukum, atau Pihak lain yang memberi jasa audit, jasa
kepemilikan, keuangan, maupun hubungan keluarga dengan non audit dan atau jasa konsultasi lain kepada Perseroan
Direksi, Dewan Komisaris, ataupun Pemegang Saham yang dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir sebelum diangkat
dapat memengaruhi independensinya. Seluruh kegiatan oleh Dewan Komisaris.
Komite Nominasi dan Remunerasi dilaksanakan dengan 5. Bukan orang yang mempunyai wewenang dan
mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, atau
yang berlaku serta kebijakan internal Perseroan. mengendalikan Perseroan dalam waktu 1 (satu) tahun
terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris, kecuali
Untuk menjaga independensi dalam pelaksanaan tugas, Anggota Komite yang berasal dari Dewan Komisaris.
anggota Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan,
khususnya yang berasal dari pihak independen, wajib Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan tidak memiliki
memenuhi kriteria independensi sebagai berikut: anggota independen yang berasal dari luar Perseroan,
1. Tidak memiliki saham Perseroan, baik langsung maupun kecuali Fendy Eventius Mugni yang diangkat oleh
tidak langsung. Dalam hal Anggota Komite memperoleh Pemegang Saham sebagai Komisaris Independen dan
saham akibat suatu peristiwa hukum maka dalam jangka bertindak sebagai Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi.
waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah diperolehnya Seluruh anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah
saham tersebut wajib mengalihkan kepada pihak lain. profesional yang dipilih berdasarkan Peraturan OJK.
194 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 196
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Piagam Komite Nominasi dalam nominasi anggota Direksi dan/atau Dewan
dan Remunerasi Komisaris.
Perseroan telah menetapkan Piagam Komite Nominasi 3. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
dan Remunerasi melalui SK Nomor 003/SKE-DEKOM/ mengenai nama calon anggota Direksi dan/atau
MTF/I/2024 tanggal 15 Januari 2024 sebagai pedoman Dewan Komisaris.
kerja yang mengatur struktur, kewenangan, dan mekanisme 4. Menelaah, dan mengusulkan perencanaan suksesi
operasional komite. Piagam ini menjadi acuan utama (succession plan) anggota Direksi dan/atau Dewan
dalam memastikan pelaksanaan tugas komite berlangsung Komisaris.
secara efektif, akuntabel, dan independen. Piagam Komite 5. Melakukan penilaian berdasarkan tolok ukur
Nominasi dan Remunerasi ditinjau secara berkala untuk (benchmark) yang telah disusun sebagai bahan
menyesuaikan dengan perkembangan organisasi maupun evaluasi kinerja dan pengembangan kemampuan
dinamika operasional Perseroan sehingga tetap relevan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
dalam mendukung fungsi pengawasan Dewan Komisaris. 6. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
mengenai kebijakan evaluasi kinerja bagi anggota
Hal-hal yang diatur dalam Piagam Komite Nominasi dan Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
Remunerasi adalah sebagai berikut: 7. Memberikan rekomendasi mengenai pihak
1. Tugas dan Tanggung Jawab Komite independen yang akan menjadi anggota Komite
2. Kewenangan Komite penunjang Dewan Komisaris.
3. Rapat Komite 8. Merekomendasikan persetujuan perubahan struktur
4. Organisasi Komite organisasi sampai dengan satu tingkat di bawah
Direksi.
Piagam Komite Nominasi dan Remunerasi ditinjau ulang
(reviu) secara berkala untuk memastikan bahwa cakupan
pedoman tersebut selalu sejalan dengan kebutuhan, dan
Fungsi dan Wewenang Komite Nominasi
regulasi lain terkait dengan bisnis Perseroan. dan Remunerasi
Dalam pelaksanaan kerjanya, Komite Nominasi &
Remunerasi melekat fungi dan wewenangnya yang
Tugas dan Tanggung Jawab Komite diberikan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam
Nominasi dan Remunerasi piagam Komite Nominasi dan Remunerasi.
Tugas dan Tanggung Jawab yang Terkait dengan Fungsi
Remunerasi
1. Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi Fungsi Komite Nominasi dan Remunerasi
Perseroan yang meliputi Gaji, Honorarium, Tunjangan Fungsi Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai
Hari Raya (THR), Benefit (medical, health, loan facility, berikut:
dan lainnya), Bonus/Insentif (untuk karyawan), dan 1. Menyusun, melaksanakan dan menganalisis kriteria
Tantiem (untuk Dewan Komisaris dan Direksi) dan prosedur nominasi bagi calon Direksi dan Dewan
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris Komisaris dan juga prosedur pemberhentian Direksi
mengenai kebijakan remunerasi bagi anggota Direksi dan Dewan Komisaris.
dan/atau Dewan Komisaris untuk disampaikan 2. Mengidentifikasi calon Direksi dan Dewan Komisaris
ke RUPS serta kebijaksanaan remunerasi pejabat baik dari dalam maupun dari luar yang memenuhi
Eksekutif dan karyawan secara keseluruhan untuk syarat untuk diajukan/diangkat menjadi Direktur atau
disampaikan kepada Direksi. Dewan Komisaris.
3. Memastikan bahwa kebijakan remunerasi Perseroan 3. Menyusun kriteria penilaian kinerja Direksi.
telah sesuai dengan kinerja keuangan Perseroan dan 4. Mengusulkan suatu sistem remunerasi yang sesuai
pemenuhan cadangan sesuai peraturan/regulasi yang bagi Direksi dan Dewan Komisaris berupa sistem
berlaku, evaluasi prestasi kerja individual, kewajaran penggajian, pemberian fasilitas dan tunjangan, opsi
peer grup di dalam maupun luar Perseroan, dan yang diberikan serta sistem pensiun.
strategi pengembangan Perseroan jangka panjang. 5. Memastikan pelaksanaan kepatuhan Perseroan
terhadap ketentuan dan atau regulasi OJK,
Tugas dan Tanggung Jawab yang Terkait dengan Fungsi Kementerian Ketenagakerjaan, dan regulasi terkait
Nominasi lainnya termasuk hal-hal yang menjadi keputusan
1. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris RUPS Perseroan.
mengenai komposisi jabatan anggota Direksi dan/ 6. Mendukung aktivitas pengembangan sumber daya
atau Dewan Komisaris. manusia yang profesional.
2. Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris
mengenai kebijakan, dan kriteria yang dibutuhkan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 195
Page 197
Tata Kelola Perusahaan
Wewenang Komite Nominasi
dan Remunerasi
Wewenang Komite Nominasi dan Remunerasi adalah Development Division, dan unit-unit kerja Perseroan
sebagai berikut: terkait lainnya (jika diperlukan).
1. Komite dapat mengakses catatan atau informasi 3. Komite mempunyai wewenang berkomunikasi
tentang karyawan Perseroan yang berkaitan dengan langsung dengan karyawan, termasuk Direksi dan
pelaksanaan tugas Komite. pihak yang terkait dengan pelaksanaan tugas Komite.
2. Dalam melaksanakan wewenang sebagaimana diatur 4. Apabila diperlukan Komite dapat melibatkan tenaga
dalam poin 1 di atas, Komite bekerja sama dengan ahli dan/atau konsultan/pihak independen di luar
mitra kerja di antaranya Sekretaris Dewan Komisaris, Komite atau membentuk ad hoc team yang perlu untuk
Komite Penunjang Dewan Komisaris, tim terkait membantu pelaksanaan tugasnya atas biaya Perseroan.
di level manajemen khususnya Human Resources 5. Komite melakukan kewenangan lain yang diberikan
oleh Dewan Komisaris.
Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab dalam Keanggotaan Komite
Nominasi dan Remunerasi
Uraian tugas masing-masing Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Uraian Tugas
Fendy Eventius Mugni Ketua Komite Nominasi • Melakukan evaluasi terhadap kebijakan remunerasi Perseroan yang meliputi Gaji, Honorarium,
& Remunerasi Tunjangan Hari Raya (THR), Benefit (medical, health, loan facility, dan lainnya), Bonus/Insentif
(untuk karyawan), dan Tantiem (untuk Dewan Komisaris dan Direksi).
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan evaluasi kinerja bagi
anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan, dan kriteria yang
dibutuhkan dalam nominasi anggota Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
Nugraha Indra Permadi Anggota Komite • Memastikan bahwa kebijakan remunerasi Perseroan telah sesuai dengan kinerja keuangan
Nominasi & Remunerasi Perseroan dan pemenuhan cadangan sesuai peraturan/regulasi yang berlaku, evaluasi
prestasi kerja individual, kewajaran peer grup di dalam maupun di luar Perseroan, dan strategi
pengembangan Perseroan jangka panjang.
• Menelaah, dan mengusulkan perencanaan suksesi (succession plan) anggota Direksi dan/atau
Dewan Komisaris.
• Memberikan rekomendasi mengenai pihak independen yang akan menjadi anggota Komite
penunjang Dewan Komisaris.
Makah Indra Purnomo Anggota Komite • Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai kebijakan remunerasi bagi anggota
Nominasi & Remunerasi Direksi dan/atau Dewan Komisaris untuk disampaikan ke RUPS serta kebijaksanaan remunerasi
pejabat Eksekutif dan karyawan secara keseluruhan untuk disampaikan kepada Direksi.
• Memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris mengenai komposisi jabatan anggota Direksi
dan/atau Dewan Komisaris.
• Merekomendasikan persetujuan perubahan struktur organisasi sampai dengan satu tingkat di
bawah Direksi.
Pengembangan Kompetensi Komite
Nominasi dan Remunerasi regulasi maupun program lain yang relevan dengan peran
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan fungsi nominasi komite.
dan remunerasi, Perseroan menyediakan berbagai
program peningkatan kompetensi bagi anggota Komite Rincian pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi
Nominasi dan Remunerasi. Kegiatan pengembangan yang diikuti Komite Nominasi dan Remunerasi selama
tersebut dapat berupa pelatihan, seminar, pembaruan tahun 2025 disajikan pada tabel berikut:
Topik Pelatihan Waktu Pelaksanaan Penyelenggara
Certified Human Resources General Manager 24 Oktober 2025 PPM Management
196 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 198
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi
Komite Nominasi dan Remunerasi menyelenggarakan secara baik oleh Sekretaris Komite. Perbedaan pendapat
rapat sekurang-kurangnya sekali dalam setahun (dissenting opinions) dalam pengambilan keputusan yang
sesuai dengan Pedoman Kerja Komite Nominasi dan terjadi dalam rapat komite wajib dicantumkan secara jelas
Remunerasi. Dalam pengambilan keputusan dalam dalam risalah rapat beserta alasan perbedaan pendapat
rapat yang diselenggarakan oleh Komite Nominasi tersebut.
dan Remunerasi dilakukan secara musyawarah dan
mufakat, serta pengambilan suara terbanyak bila tidak Hingga 31 Desember 2025, Komite Nominasi dan
mendapatkan mufakat. Sementara, hasil rapat Komite Remunerasi telah menyelenggarakan sebanyak 3 (tiga) kali
wajib dituangkan dalam risalah rapat yang ditandatangani rapat, dengan risalah dan rekapitulasi kehadiran sebagai
oleh seluruh anggota yang hadir dan didokumentasikan berikut:
Rekapitulasi Kehadiran Rapat Komite Nominasi & Remunerasi
Nama Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Fendy Eventius Mugni Ketua 3 3 100
Nugraha Indra Permadi Anggota 1 1 100
Makah Indra Purnomo Anggota 3 3 100
Agenda Rapat dan Kehadiran Komite Nominasi & Remunerasi
Tanggal Agenda Peserta Rapat Keterangan
19 Maret 2025 • Remunerasi & Tantiem Dewan Komisaris dan Direksi PT Mandiri Tunas Finance • Fendy Eventius Mugni -
• Perubahan Job Requirement AR (Struktur AR) PT Mandiri Tunas Finance • Makah Indra Purnomo
09 Juli 2025 • Review Efektivitas Organisasi • Fendy Eventius Mugni -
• Update Proses Penggajian Periode Juni 2025 • Makah Indra Purnomo
• Pembahasan Remunerasi Komisaris PT Mandiri Tunas Finance
10 Desember • Tindak Lanjut Rapat Komite Nominasi dan Remunerasi tanggal 9 Juli 2025 • Fendy Eventius Mugni -
2025 • Update Penyesuaian Struktur Organisasi MTF • Nugraha Indra Permadi
• Nominasi Kandidat Kepala Divisi Audit • Makah Indra Purnomo
• Penyesuaian STO Corporate Fleet
Kebijakan Remunerasi
Kebijakan Remunerasi Komite Nominasi & Remunerasi mengacu pada kebijakan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku
Pemegang Saham Mayoritas/Pengendali Perseroan.
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Komite Nominasi & Remunerasi
pada Tahun 2025
Pada tahun 2025, Komite Nominasi dan Remunerasi efektivitas organisasi, penyesuaian struktur organisasi
melakukan rapat sebanyak 3 (tiga) kali untuk membahas Perseroan, dan melakukan penilaian berdasarkan tolak
evaluasi terhadap kebijakan remunerasi dan tantiem ukur yang telah disusun sebagai evaluasi kinerja dan
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, perubahan job pengembangan kemampuan Direksi dan/atau Dewan
requirement pada AR Management Perseroan, reviu Komisaris, serta pembahasan training pengurus Perseroan.
Komite Pemantau Risiko
Dewan Komisaris membentuk Komite Pemantau Risiko Jasa Keuangan bagi lembaga pembiayaan. Adapun dasar
untuk membantu pelaksanaan fungsi pengawasan atas hukum pembentukan Komite Pemantau Risiko antara lain
penerapan manajemen risiko Perseroan yang disusun dan sebagai berikut:
dijalankan oleh Direksi. Keberadaan Komite Pemantau 1. Peraturan OJK No. 10/POJK.05/2014 tentang Penilaian
Risiko bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan, Tingkat Risiko Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank.
kerangka, dan praktik manajemen risiko diterapkan 2. Surat Edaran OJK No. 4/SEOJK.05/2015 tentang
secara konsisten, memadai, dan selaras dengan profil Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan.
risiko serta kompleksitas kegiatan usaha Perseroan. 3. Surat Edaran OJK No. 1/SEOJK.05/2016 tentang
Pembentukan Komite Pemantau Risiko didasarkan pada Penilaian Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Pembiayaan.
serta pedoman tata kelola yang ditetapkan oleh Otoritas 4. Surat Edaran OJK No. 10/SEOJK.05/2016 tentang
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 197
Page 199
Tata Kelola Perusahaan
Pedoman Penerapan Manajemen Risiko dan Laporan 3. Memahami bisnis Perseroan khususnya manajemen
Hasil Penilaian Sendiri Penerapan Manajemen Risiko risiko dan peraturan perundang-undangan terkait
bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. dengan usaha pembiayaan.
5. Peraturan OJK No. 44/POJK.05/2020 tentang 4. Memiliki pengetahuan yang cukup untuk membaca
Penerapan Manajemen Risiko Bagi Lembaga Jasa dan memahami laporan keuangan dan laporan terkait
Keuangan Non-Bank. pemantauan pelaksanaan kebijakan manajemen risiko
6. Peraturan OJK No. 28/POJK.05/2020 tentang perusahaan pembiayaan.
Penilaian Tingkat Kesehatan Lembaga Jasa Keuangan 5. Bersedia meningkatkan kompetensi secara terus-
Non Bank. menerus melalui pendidikan dan pelatihan.
6. Bukan merupakan anggota Direksi serta memiliki
integritas serta pengetahuan tentang bisnis yang
Kriteria Anggota Komite Pemantau dijalankan oleh Perseroan.
Risiko
Berdasarkan Piagam Komite Pemantau Risiko, anggota
Komite harus memenuhi berbagai kriteria dan persyaratan. Masa Jabatan
Selain memiliki independensi, anggota Komite Pemantau Mengacu pada Surat Keputusan Dewan Komisaris No.
Risiko diharuskan memiliki di antaranya integritas serta KEP.KOM/008/2020 tanggal 31 Agustus 2020 tentang
pengetahuan tentang bisnis yang dijalankan oleh Pembentukan dan Pengangkatan Komite Pemantau
Perseroan. Persyaratan Keanggotaan Komite Pemantau Risiko, masa tugas anggota komite ditetapkan agar
Risiko sebagai berikut: tidak lebih lama dari masa jabatan Dewan Komisaris
1. Anggota Komite wajib memiliki integritas yang tinggi, sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dengan tidak
kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan mengurangi hak Dewan Komisaris untuk memberhentikan
bidang pekerjaannya serta mampu berkomunikasi sewaktu waktu. Berdasarkan Surat Keputusan Dewan
dengan baik. Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal
2. Paling sedikit salah seorang dari anggota Komite 26 September 2025 tentang Penetapan Anggota Komite
Pemantau Risiko harus memiliki latar belakang Pemantau Risiko, susunan dan komposisi anggota Komite
manajemen risiko. Pemantau Risiko tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Jabatan Dasar Pengangakatan Masa Jabatan Periode
Jabatan
Subarna Ketua Komite Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/ 26 September Ke-1
Pemantau Risiko/ MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025 tentang Penetapan 2025-September 2028
Komisaris Independen Anggota Komite Pemantau Risiko
Fendy Eventius Anggota/Komisaris Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/ 26 September 2025-25 Ke-1
Mugni Independen MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025 tentang Penetapan September 2028
Anggota Komite Pemantau Risiko
Irwan Tri Nugroho Anggota/Pihak Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/ 26 September 2025-25 Ke-2
Independen MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025 tentang Penetapan September 2028
Anggota Komite Pemantau Risiko
Indra Riyawan Anggota/Pihak Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/ 26 September 2025-25 Ke-2
Independen MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025 tentang Penetapan September 2028
Anggota Komite Pemantau Risiko
Profil Anggota Komite Pemantau Risiko
Profil Subarna sebagai ketua dan Fendy Eventius Mugni sebagai anggota Komite Pemantau Risiko dapat dilihat bagian
profil Dewan Komisaris pada Bab Profil Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini. Untuk Profil Indra Riyawan sebagai
anggota Komite juga dapat dilihat pada Sub Bab Profil Komite Audit. Berikut untuk profil dari anggota Komite Pemantau
Risiko non Komisaris dari pihak independen.
198 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 200
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Irwan Tri Nugroho
Anggota Komite Pemantau Risiko
Usia: 41 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kabupaten Bantul
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 012/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tentang Penetapan Anggota Komite Pemantau Risiko
Masa Jabatan Sertifikasi yang Dimiliki
26 September 2025-25 September 2028 QCRO Certification
Periode Jabatan Pengalaman Kerja
Ke-2
• Staf Pengajar bidang Manajemen Keuangan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,
Universitas Sebelas Maret (UNS)
Riwayat Pendidikan • Dosen dan Peneliti Tamu di berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun luar
• Doktor di bidang Banking and Finance dari University negeri, Wakil Presiden bidang Program dan Kerjasama Internasional di Indonesian
of Limoges, Perancis (2014) Finance Association (IFA)
• Magister di bidang Manajemen dari Universitas
Gadjah Mada (2009)
• Sarjana di bidang Manajemen dari Universitas
Rangkap Jabatan
Sebelas Maret (2006) Tidak memiliki rangkap jabatan
Independensi Komite Pemantau Risiko
Anggota Komite Pemantau Risiko merupakan individu maka dalam jangka waktu paling lama 6 (enam)
profesional yang memenuhi persyaratan independensi, bulan setelah diperolehnya saham tersebut wajib
kompetensi, pengalaman, dan integritas dalam mengalihkan kepada pihak lain.
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Pembentukan 2. Tidak mempunyai hubungan keluarga karena
Komite Pemantau Risiko ditujukan untuk memastikan perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik
pelaksanaan fungsi pengawasan atas manajemen risiko horizontal maupun vertikal dengan Dewan Komisaris,
dilakukan secara objektif dan bebas dari benturan Direksi, atau Pemegang Saham Utama/Pengendali
kepentingan. Perseroan.
3. Tidak memiliki hubungan usaha, baik langsung
Dalam menjalankan perannya, Komite Pemantau Risiko maupun tidak langsung yang berkaitan dengan usaha
tidak memiliki hubungan kepengurusan, kepemilikan, Perseroan termasuk di dalamnya tidak menerima
keuangan, maupun hubungan lain dengan Perseroan kompensasi dari Perseroan dan entitas anak selain
yang dapat memengaruhi independensinya. Seluruh imbalan jasa yang diterima berkaitan dengan tugas-
anggota Komite Pemantau Risiko menjalankan tugasnya tugas sebagai Anggota Komite.
dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang- 4. Bukan pegawai Kantor Akuntan Publik, Kantor
undangan yang berlaku serta kebijakan internal Perseroan. Konsultan Hukum, atau Pihak lain yang memberi
jasa audit, jasa non audit dan atau jasa konsultasi
Untuk menjaga independensi dalam pelaksanaan tugas, lain kepada Perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan
anggota Komite Pemantau Risiko Perseroan, khususnya terakhir sebelum diangkat oleh Dewan Komisaris.
yang berasal dari pihak independen, wajib memenuhi 5. Bukan orang yang mempunyai wewenang dan
kriteria independensi sebagai berikut: tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin,
atau mengendalikan Perseroan dalam waktu 1
1. Tidak memiliki saham Perseroan, baik langsung (satu) tahun terakhir sebelum diangkat oleh Dewan
maupun tidak langsung. Dalam hal Anggota Komite Komisaris, kecuali anggota Komite yang berasal dari
memperoleh saham akibat suatu peristiwa hukum Dewan Komisaris.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 199
Page 201
Tata Kelola Perusahaan
Transparansi independensi Komite Pemantau Risiko terlihat dalam tabel berikut:
Aspek Independensi Subarna Fendy Indra Irwan Tri
Eventius Riyawan Nugroho
Mugni
Memiliki saham Perseroan, baik langsung maupun tidak langsung x x x x
Memiliki hubungan keluarga dengan Dewan Komisaris, Direksi, atau Pemegang Saham Utama/ x x x x
Pengendali
Memiliki hubungan usaha, baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan usaha x x x x
Perseroan
Merupakan orang yang memberikan jasa audit, non audit, atau jasa konsultan lainnya kepada x x x x
Perseroan dalam waktu enam bulan terakhir
Merupakan orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin x x x x
atau mengendalikan kegiatan Perseroan
Piagam Komite Pemantau Risiko
Piagam Komite Pemantau Risiko disusun dan disahkan 3. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan tugas
oleh Dewan Komisaris di Jakarta pada 14 Februari 2025 satuan kerja Manajemen Risiko.
berdasarkan Surat Keputusan Nomor 006/SKE-DEKOM/ 4. Melakukan reviu atas laporan profil risiko dan/
MTF/II/2025. Piagam mengatur mengenai kedudukan, atau tingkat risiko.
keanggotaan, kewenangan, tugas, dan tanggung jawab 5. Melakukan reviu atas laporan tingkat kesehatan
Komite Pemantau Risiko serta memberikan batasan dan keuangan Perseroan.
mengatur tata hubungan kerja antara Komite Pemantau 6. Memantau kecukupan proses identifikasi,
Risiko dengan Komite lain di bawah Dewan Komisaris. pengukuran pemantauan, pengendalian dan
sistem informasi manajemen risiko.
Wewenang serta Tugas dan Tanggung
Jawab Komite Pemantau Risiko Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab
Komite Pemantau Risiko memiliki wewenang untuk dapat Komite Pemantau Risiko
mengakses dokumen, data dan informasi perseroan, Lingkup tugas masing-masing anggota Komite Pemantau
berkomunikasi langsung dengan karyawan termasuk Risiko disusun dengan mengacu pada ketentuan peraturan
Direksi dan pihak yang menjalankan fungsi audit internal perundang-undangan yang berlaku bagi Lembaga Jasa
dan manajemen risiko, melibatkan pihak independen Keuangan Non-Bank, antara lain Peraturan OJK No. 28/
yang diperlukan dan melakukan kewenangan lain yang POJK.05/2022 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan
diberikan Dewan Komisaris sehingga mampu dan Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank dan Peraturan OJK
bertanggung jawab untuk melaksanakan tugas-tugas No. 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen
komite pemantau risiko yang antara lain meliputi: Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Selain
1. Mengarahkan kebijakan, strategi dan kerangka itu, pelaksanaan tugas Komite Pemantau Risiko juga
manajemen risiko sesuai dengan risk appetite berpedoman pada Piagam Komite Pemantau Risiko yang
dan risk tolerance. ditetapkan pada tanggal 14 Februari 2025. Berdasarkan
2. Melakukan reviu atas kesesuaian antara kebijakan kerangka tersebut, lingkup tugas Komite Pemantau Risiko
manajemen risiko Perseroan dengan pelaksanaan adalah sebagai berikut:
kebijakan tersebut.
Nama Jabatan Uraian Tugas
Subarna Ketua Komite Pemantau Risiko Mengarahkan kebijakan, strategi dan kerangka manajemen risiko sesuai dengan
risk appetite dan risk tolerance.
Fendy Eventius Mugni Anggota Komite Pemantau Risiko Melakukan pemantauan atas pelaksanaan tugas satuan kerja Manajemen Risiko
Irwan Tri Nugroho Anggota Komite Pemantau Risiko · Melakukan reviu atas laporan tingkat kesehatan keuangan Perseroan
·M elakukan reviu atas kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko Perseroan
dengan pelaksanaan kebijakan tersebut
Indra Riyawan Anggota Komite Pemantau Risiko · Melakukan reviu atas laporan profil risiko dan/atau tingkat risiko
· Memantau kecukupan proses identifikasi, pengukuran pemantauan,
pengendalian dan sistem informasi manajemen risiko
200 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 202
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pengembangan Kompetensi Komite dapat berupa pelatihan, seminar, pembaruan regulasi
Pemantau Risiko maupun program lain yang relevan dengan peran komite.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan fungsi
pemantauan risiko, Perseroan menyediakan berbagai Rincian pelatihan dan kegiatan peningkatan kompetensi
program peningkatan kompetensi bagi anggota Komite yang diikuti Komite Pemantau Risiko selama tahun 2025
Pemantau Risiko. Kegiatan pengembangan tersebut disajikan pada tabel berikut:
Nama Pelatihan/Seminar Penyelanggara Tanggal
Indra Riyawan Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari 2025
Sustainability Accounting and Reporting in The Financial Service OJK Institute 6 Maret 2025
Inovasi Produk Keuangan Islam: Peran Etika Halal dalam Memperluas Penetrasi Pasar OJK Institute 13 Maret 2025
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April 2025
Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Pengembangan Ekonomi Daerah OJK Institute 8 Mei 2025
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei 2025
Diorama Keuangan Berkelanjutan Indonesia OJK Institute 3 Juni 2025
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 5 Juni 2025
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan Dampak OJK Institute 19 Juni 2025
Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni 2025
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni 2025
Driving Enterprise Value through Strategic Risk Oversight IKAI Indonesia 15 Juli 2025
Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli 2025
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan 3 Juta OJK Institute 31 Juli 2025
Rumah
Mid-Year-Capital Market Review 2025 : Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 7 Agustus 2025
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus 2025
GRC Summit OJK Institute 21 Agustus 2025
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di Sektor OJK Institute 21 Agustus 2025
Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus 2025
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan OJK Institute 9 Oktober 2025
Irwan Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Stabilitas Sektor Keuangan OJK Institute 25 Februari 2025
Trinugroho
Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Strategis Bullion Bank OJK Institute 17 April 2025
Insurance Revolution: How AI is Transforming the Underwriting and Optimizing Business Processes OJK Institute 24 April 2025
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei 2025
The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Innovations OJK Institute 5 Juni 2025
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan Dampak OJK Institute 19 Juni 2025
Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni 2025
Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Pelindungan Konsumen Sektor Keuangan OJK Institute 26 Juni 2025
Agentic in in Finance: A new era of autonomous decision-making OJK Institute 3 Juli 2025
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan 3 Juta OJK Institute 31 Juli 2025
Rumah
Mid-Year-Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 7 Agustus 2025
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus 2025
GRC Summit CRMS 21 Agustus 2025
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di Sektor OJK Institute 21 Agustus 2025
Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal Syariah OJK Institute 28 Agustus 2025
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor Keuangan OJK Institute 9 Oktober 2025
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 201
Page 203
Tata Kelola Perusahaan
Rapat Komite Pemantau Risiko hal Ketua berhalangan hadir, oleh anggota Komite yang
Komite Pemantau Risiko menyelenggarakan rapat secara ditunjuk secara tertulis.
berkala sesuai dengan kebutuhan pengawasan atas
penerapan manajemen risiko Perseroan. Rapat Komite Rapat Komite Pemantau Risiko dinyatakan sah apabila
Pemantau Risiko dilaksanakan secara triwulanan dan dalam dihadiri oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota,
praktiknya dapat diselenggarakan lebih sering sesuai termasuk sekurang-kurangnya seorang Komisaris dan
kebutuhan, termasuk melalui rapat bulanan yang telah pihak independen. Hingga 31 Desember 2025, Komite
disepakati sebelumnya. Dalam pelaksanaan rapat, Ketua Pemantau Risiko telah menyelenggarakan 5 (lima) kali
Komite mengundang seluruh anggota Komite Pemantau rapat. Risalah rapat serta rekapitulasi tingkat kehadiran
Risiko serta anggota Dewan Komisaris yang relevan. Rapat anggota Komite Pemantau Risiko disajikan sebagai
dipimpin oleh Ketua Komite Pemantau Risiko atau, dalam berikut:
Frekuensi Kehadiran
Nama Jabatan Jumlah Wajib Rapat Jumlah Kehadiran Kehadiran (%)
Subarna Ketua 4 4 100
Fendy Eventius Mugni Anggota 3 3 100
Irwan Tri Nugroho Anggota 5 5 100
Indra Riyawan Anggota 5 5 100
Agenda Rapat dan Kehadiran Komite Pemantau Risiko
Tanggal Agenda Peserta Rapat Keterangan
26 Februari 2025 • Risk Appetite Statement Komite Pemantau Risiko -
• Tingkat Kesehatan Desember 2024
• Corporate Risk Management
• Operational Risk
10 Juni 2025 • Risk Appetite Statement Komite Pemantau Risiko -
• Portofolio Debitur Restrukturisasi Retail
• Corporate Risk Management
• Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
08 Juli 2025 • Penjelasan atas Kerjadian Kesalahan Payroll bulan Juni 2025 Komite Pemantau Risiko -
• Evaluasi Kebijakan Manajemen Risiko dalam Penyaluran Kredit serta Mitigasinya
• Overview Koordinasi Kebijakan Manajemen RIsiko antar Kantor Cabang
29 September 2025 • Rangkuman Rapat Komite Pemantau Risiko Juli & September 2025 Komite Pemantau Risiko -
• Risk Appetite Statement
• Batas Maksimum Pemberian Pembiayaan (BMPP)
• Portfolio Corporate Fleet
• Portfolio Debitur Restrukturisasi Corporate Fleet
• Pemaparan RIsiko Operasional
24 November 2025 • Tindak Lanjut Rapat Komite Pemantau Risiko tanggal 29 September 2025 Komite Pemantau Risiko -
• Hasil Penilaian Risk Maturity Index (RMI)
• Risk Appetite Statement (RAS)
• Tingkat Kesehatan Perusahaan
• Corporate Risk
• Portfolio Debitur Restrukturisasi
Kebijakan Remunerasi
Kebijakan Remunerasi Komite Nominasi & Remunerasi mengacu pada kebijakan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku
Pemegang Saham Mayoritas/Pengendali Perseroan.
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas dan Kegiatan Komite Pemantau Risiko
pada Tahun 2025
Untuk memperkuat pengelolaan risiko di lingkup 4. Melakukan reviu atas laporan profil risiko dan/atau
Perseroan, program kerja yang menjadi tugas dan tingkat risiko.
kewajiban Komite Pemantau Risiko di tahun 2025 adalah: 5. Melakukan reviu atas laporan tingkat kesehatan
1. Mengarahkan kebijakan, strategi, dan kerangka keuangan Perseroan.
manajemen risiko sesuai dengan risk appetite dan risk 6. Memantau kecukupan proses identifikasi, pengukuran
tolerance. pemantauan, pengendalian, dan sistem informasi
2. Melakukan reviu atas kesesuaian antara kebijakan manajemen risiko.
manajemen risiko Perseroan. 7. Melakukan pembahasan Risk Appetite Statement
3. Melakukan pemantauan atas pelaksanaan tugas (RAS).
satuan kerja manajemen risiko. 8. Profil Risiko Terintegrasi.
202 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 204
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Organ Pendukung Direksi
Dalam rangka mendukung penerapan prinsip Tata Kelola ketentuan kepatuhan maupun yang dibentuk berdasarkan
Perusahaan yang Baik, Direksi didukung oleh berbagai kebutuhan pengelolaan bisnis Perseroan. Organ-organ
organ pendukung, baik yang dibentuk untuk memenuhi pendukung tersebut dijabarkan sebagai berikut:
Direksi
Sekretaris
Perusahaan
Risk Internal
Management Komite-Komite
Audit
Komite
Komite Komite Komite Pengarah
ALCO Manajemen
Kredit Anti Fraud Teknologi Informasi
Risiko
Komite-Komite di Bawah Direksi
A. Komite Aset Dan Liabilitas/Asset Liabilities Committee (ALCO)
Komite Aset dan Liabilitas (Asset and Liability Committee/ keputusan terkait pengelolaan likuiditas, penetapan suku
ALCO) dibentuk untuk membantu Direksi dalam bunga, serta aspek lain yang berkaitan dengan struktur
menetapkan dan mengawasi strategi pengelolaan aset dan aset dan liabilitas, guna memastikan keseimbangan antara
liabilitas Perseroan. ALCO berperan dalam pengambilan risiko dan kinerja keuangan Perseroan.
Keanggotaan ALCO Tahun 2025
Jabatan Dijabat Oleh
Ketua President Director
Anggota Tetap dengan Hak Suara 1. President Director
(Permanent Voting Member) 2. Corporate Finance & Risk Management Director
3. Sales & IT Director
Anggota Tetap Tanpa Hak Suara 1. Chief Risk Management
(Permanent Non-Voting Member) 2. Chief Marketing
3. Chief AR Management & General Service
4. Retail Risk Management Division Head
5. Treasury & Finance Division Head
6. Corporate Planning & Performance Management Division Head
7. Operational & Corporate Risk Management Division Head
8. Strategic Marketing & Communication Division Head
9. Accounting, Tax, & Financial Planning Division Head
Sekretaris Retail Risk Management Division Head
Sekretaris Alternatif 1 Treasury & Finance Division Head
Sekretaris Alternatif 2 Corporate Planning & Performance Management Division Head
Undangan Tidak Tetap Tanpa Hak Suara (Invitee) Division Head dan/atau Department Head terkait materi yang hadir sebagai undangan
Tugas dan Tanggung Jawab ALCO terhadap perubahan suku bunga serta mengelola
1. Menetapkan, mengembangkan, dan mengkaji dampak perubahan tersebut untuk mendapatkan
strategi Asset & Liability Management (ALM). pendapatan bunga yang maksimal.
2. Mengevaluasi dan memonitor pricing sehingga bisnis 5. Mengelola risiko pasar dan likuiditas sebagai
dapat dijalankan dengan tujuan menguntungkan pertimbangan bagi manajemen untuk mengetahui
Perusahaan. tingkat paparan Risiko Pasar dan Risiko Likuiditas.
3. Memonitor limit likuiditas yang harus tersedia sesuai 6. Menjadi penghubung terhadap Satuan Kerja lain
dengan kebutuhan Perusahaan. dalam hal perencanaan keuangan dan anggaran,
4. Mengelola aset maupun liabilitas yang sensitif pengembangan produk baru, pengelolaan portofolio,
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 203
Page 205
Tata Kelola Perusahaan
kecukupan modal dan pertumbuhan yang stabil. 2. Anggota Tetap Tanpa Hak Suara (Permanent Non-
7. Melakukan pengambilan keputusan strategis di Voting Member)
bidang pengelolaan aset dan liabilitas, namun tidak Profil Devi Maladianti, Afri Feder Fauzi, dan B. Perana
melampaui wewenang Direksi seperti menetapkan Citra Ketaren sebagai anggota tetap tanpa hak suara
limit yang berkaitan dengan Risiko Likuiditas dan ALCO dapat dilihat bagian Profil Pejabat Eksekutif
Risiko Pasar sesuai kebijakan pengambilan risiko (Chief) pada bab Profil Perusahaan dalam Laporan
secara keseluruhan. Tahunan ini. Selain itu, profil Vitriati Hartika sebagai
anggota tetap tanpa hak suara Komite ALCO dapat
Profil Anggota ALCO dilihat pada bagian Profil Kepala Manajemen Risiko
1. Anggota Tetap dengan Hak Suara pada bab ini. Berikut untuk profil dari anggota tetap
(Permanent Voting Member) tanpa hak suara Komite ALCO non-direksi.
Profil Pinohadi G. Sumardi, R. Eryawan Nurhariadi,
dan William Francis Indra sebagai anggota tetap
dengan hak suara ALCO dapat dilihat pada bagian Berikut untuk profil dari anggota tetap tanpa hak suara
Profil Direksi bab Profil Perusahaan dalam Laporan ALCO non-direksi.
Tahunan ini.
Usia: 51 Tahun
Ramdhan Safitri Kewarganegaraan: Indonesia
Treasury & Finance Division Head Domisili: Kabupaten Bekasi
Dasar Hukum Pengangkatan
0024/SK-HRS/ HC/I/2016
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
Sarjana di bidang Teknik Informatika dari Universitas • Treasury & Finance Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2018-sekarang)
Bina Nusantara (1998) • Finance & Accounting Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2016-2018)
• Regional Manager PT Mandiri Tunas Finance (2013-2016)
• Information Technology Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2009-2013)
Sertifikasi yang Dimiliki • IT Manager PT Mandiri Tunas Finance (2008-2009)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2023)
• Software Manager PT Mandiri Tunas Finance (1997-2008)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Citra Judith Lupitadevi Usia: 41 Tahun
Corporate Planning & Kewarganegaraan: Indonesia
Performance Management Division Head Domisili: Kota Tangerang Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
00403/SK-HCP.SVC/ HC/01/2018
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
• Magister di bidang Manajemen Teknologi dari Institut • Corporate Planning & Performance Management Division Head PT Mandiri Tunas
Teknologi Sepuluh Nopember (2022) Finance (2021-sekarang)
• Sarjana di bidang Akuntansi dari Universitas • Strategic Business Initiative Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2018-2021)
Airlangga (2009) • Corporate Secretary & Legal Compliance Division Head PT Mandiri Tunas Finance
• Sarjana di bidang Teknik Industri dari Institut (2017-2018)
Teknologi Sepuluh Nopember (2006) • Business Excellence Management Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2016-2017)
• Business Initiative Development Department Head PT Mandiri Tunas Finance
Sertifikasi yang Dimiliki (2015-2016)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2023) • New Business Initiative & Alliance Project Manager PT Mandiri Tunas Finance
(2011-2014)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
204 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 206
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Ruly Widyanto Usia: 43 Tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Strategic Marketing & Communication
Domisili: Bandung
Division Head
Dasar Hukum Pengangkatan
00030/SK-HCP.HCS/HC/II/2025
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
Sarjana di bidang Manajemen di Universitas • Strategic Marketing & Communication Division Head PT Mandiri Tunas Finance
Diponegoro (2004) (2025-sekarang)
• Multiguna Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2020-2025)
Sertifikasi yang Dimiliki • Operation Support Management Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2019-2020)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2024) • Deputy Operation Support Management PT Mandiri Tunas Finance (2019)
• Branch Manager PT Mandiri Tunas Finance (2017-2019)
• Credit Development Department Head PT Mandiri Tunas Finance (2016-2017)
• Branch Manager PT Mandiri Tunas Finance (2014-2016)
• Area Credit Manager PT Mandiri Tunas Finance (2012-2016)fdf
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Rina Floriana Rustika Usia: 57 Tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Accounting & Tax Division Head
Domisili: Kota Depok
Dasar Hukum Pengangkatan
036/PKWT/HC/HO/III/2025
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
Sarjana di bidang Akuntansi dari Universitas Negeri • Accounting & Tax Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2025-sekarang)
Jakarta (1991) • Accounting, Tax & Financial Planning Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2022-
2025)
Sertifikasi yang Dimiliki • Accounting Department Head PT Mandiri Tunas Finance (2016-2022)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2024) Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Rapat ALCO
Rapat ALCO merupakan forum yang mewadahi anggota apabila dihadiri oleh lebih dari 50% jumlah Anggota
Komite untuk membahas setiap kebijakan dan keputusan Tetap dengan Hak Suara yang ditunjuk (Permanent Voting
strategis yang menyangkut pengelolaan aset dan liabilitas Member). Pengambilan keputusan rapat ALCO adalah
Perseroan. Rapat ini diadakan dengan frekuensi minimal 1 berdasarkan musyawarah mufakat yang dicantumkan
(satu) kali dalam 1 (satu) bulan. dalam risalah rapat.
Rapat dipimpin oleh Ketua ALCO. Dalam hal Ketua Hingga 31 Desember 2025, rapat ALCO telah dilaksanakan
berhalangan hadir, maka rapat dapat dipimpin oleh sebanyak 12 (dua belas) kali, sesuai dengan ketentuan
Anggota Tetap dengan Hak Suara (Permanent Voting dan mekanisme yang berlaku di Perseroan. Beberapa
Member) yang ditunjuk. Rapat ALCO dianggap sah pembahasan yang dilakukan dalam rapat ALCO terkait:
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 205
Page 207
Tata Kelola Perusahaan
Tempat & Tanggal Agenda Persentase Kehadiran Peserta (%)
Jakarta, 22 Januari 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Desember 2024 100
• Perkembangan Pricing periode Desember 2024
• Proyeksi Likuiditas Januari 2025
Jakarta, 20 Februari 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Januari 2025 75
• Perkembangan Pricing periode Januari 2025
• Proyeksi Likuiditas Februari 2025
Jakarta, 18 Maret 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Februari 2025 92
• Perkembangan Pricing periode Februari 2025
• Proyeksi Likuiditas Maret 2025
Jakarta, 24 April 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Maret 2025 92
• Perkembangan Pricing periode Maret 2025
• Proyeksi Likuiditas April 2025
Jakarta, 26 Mei 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode April 2025 100
• Perkembangan Pricing periode April 2025
• Proyeksi Likuiditas Mei 2025
Jakarta, 16 Juni 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Mei 2025 100
• Perkembangan Pricing periode Mei 2025
• Proyeksi Likuiditas Juni 2025
Jakarta, 21 Juli 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Juni 2025 100
• Perkembangan Pricing periode Juni 2025
• Proyeksi Likuiditas Juli 2025
Jakarta, 28 Agustus 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Juli 2025 92
• Perkembangan Pricing periode Juli 2025
• Proyeksi Likuiditas Agustus 2025
Jakarta, 15 September • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Agustus 2025 92
2025 • Perkembangan Pricing periode Agustus 2025
• Proyeksi Likuiditas September 2025
Jakarta, 24 Oktober 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode September 2025 92
• Perkembangan Pricing periode September 2025
• Proyeksi Likuiditas Oktober 2025
Jakarta, 17 November • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode Oktober 2025 92
2025 • Perkembangan Pricing periode Oktober 2025
• Proyeksi Likuiditas November 2025
Jakarta, 15 Desember 2025 • Economic Outlook & Macroeconomic Forecast periode November 2025 83
• Perkembangan Pricing periode November 2025
• Proyeksi Likuiditas Desember 2025
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas
ALCO Tahun 2025
untuk penetapan strategi Perseroan.
Sepanjang tahun 2025, ALCO telah menjalankan fungsi 2. Melakukan analisis likuiditas, terutama analisis
dan kewenangannya dengan melaksanakan berbagai sumber dan proyeksi penggunaan dana.
kegiatan sebagai berikut: 3. Melakukan analisis kondisi pricing MTF meliputi
1. Melakukan analisis dan menyampaikan hasil realisasi pricing setiap produk.
analisis kondisi ekonomi nasional maupun global 4. Menetapkan strategi pembiayaan untuk
meningkatkan penetrasi pasar.
B. Komite Kredit
Komite Kredit merupakan forum pengambilan keputusan Kantor Pusat dan Komite Kredit Kantor Cabang atau
pembiayaan yang dibentuk untuk mendukung Direksi Unit. Anggota Komite Kredit ditetapkan oleh Direksi dan
dalam menjalankan fungsi persetujuan kredit sesuai diberikan kewenangan WMP sesuai dengan tingkat jabatan
dengan batas kewenangan masing-masing pejabat. dan fungsi masing-masing.
Kewenangan tersebut diberikan melalui Surat Keputusan
Wewenang Memutus Pembiayaan (WMP), yang mengatur Komite Kredit Cabang untuk persetujuan kredit baru terdiri
limit dan tanggung jawab dalam proses persetujuan kredit atas Credit Head, Sales Head, dan Branch Manager. Credit
Perseroan. Head memberikan rekomendasi hasil analisa dan keputusan
dalam sistem E-Star melalui Request for Credit Approval
Keanggotaan Komite Kredit (RCA) yang terdapat dalam menu Credit “Credit Process”.
Struktur Komite Kredit Perseroan terdiri dari Komite Kredit Sales Head memberikan reviu atas hasil keputusan reject
206 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 208
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
oleh Credit Head sesuai Prinsip “Four Eye Principle”. Branch efektif, Perseroan membentuk Komite Manajemen Risiko
Manager memiliki limit kewenangan untuk memberikan sebagai organ pendukung Direksi dalam pengawasan dan
keputusan persetujuan kredit. pengelolaan risiko secara menyeluruh.
Komite kredit Kantor Pusat untuk persetujuan kredit baru Komite Manajemen Risiko berperan dalam mendukung
terdiri atas fungsi sales retail (Regional Manager), fungsi Direksi, khususnya Direktur Utama, dalam memastikan
credit (Area Credit Manager dan Credit Management penerapan manajemen risiko dilakukan secara konsisten,
Division Head), dan Direksi. terintegrasi, dan selaras dengan strategi serta profil risiko
Perseroan. Potensi risiko yang dikelola mencakup antara
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Kredit lain risiko strategis, risiko operasional, risiko kredit, risiko
Dalam setiap pengambilan keputusan persetujuan kredit, pasar, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko kepatuhan, dan
Komite Kredit wajib menjalankan perannya sebagai risiko reputasi.
mekanisme pengendalian risiko dan pengendalian
manajemen kredit Perseroan. Peran tersebut ditujukan Adapun tugas dan tanggung jawab Komite Manajemen
untuk memastikan bahwa setiap keputusan pembiayaan Risiko adalah memberikan rekomendasi kepada Direktur
dilakukan secara prudent, terukur, dan selaras dengan Utama terkait penerapan Manajemen Risiko Perseroan,
kebijakan manajemen risiko Perseroan. yang meliputi:
1. Penyusunan kebijakan, strategi, dan pedoman
Komite Kredit sebagai sarana pengendalian manajemen penerapan Manajemen Risiko;
risiko mengandung arti bahwa: 2. Perbaikan atau penyesuaian pelaksanaan
· Setiap persetujuan pembiayaan yang dilakukan Manajemen Risiko berdasarkan hasil evaluasi
Komite Kredit dapat diartikan sebagai pernyataan pelaksanaan Manajemen Risiko;
bahwa customer yang disetujui permohonan 3. Penetapan hal-hal yang terkait dengan keputusan
pembiayaannya adalah customer yang layak bisnis yang menyimpang dari prosedur normal;
(feasible). 4. Membuat summary rekomendasi, tindak lanjut
· Setiap persetujuan pembiayaan adalah keputusan dan/atau hasil penerapan Manajemen Risiko.
dari Komite Kredit untuk menempatkan dana
pada suatu pembiayaan yang memiliki risiko yang Keanggotaan Komite Manajemen Risiko
sudah termitigasi. Ketua:
Corporate Finance & Risk Management Director
Komite Kredit sebagai sarana proses pengendalian
manajemen kredit mengandung arti bahwa: Anggota Tetap:
· Setiap persetujuan Komite Kredit merupakan 1. Sales & IT Director
bagian dalam pengendalian seluruh proses 2. Chief Bidang Risk Management
perkreditan. 3. Retail Risk Management Division Head
· Menentukan dan memastikan bahwa tata cara 4. Corporate Secretary Division Head
dalam pemberian kredit dapat diberikan secara 5. Operational & Corporate Risk Management
benar sesuai dengan prosedur yang ada. Division Head
6. Legal & Litigation Division Head
Profil Anggota Komite Kredit
Sebagaimana dijelaskan pada bagian Keanggotaan Komite Anggota Tidak Tetap:
Kredit, struktur Komite Kredit Perseroan terdiri dari Komite Pejabat senior yang akan diundang sesuai dengan relevansi
Kredit Kantor Pusat dan Komite Kredit Kantor Cabang atau pembahasan
Unit, dengan anggota yang sebagian besar ditunjuk oleh
Direksi dan diberikan kewenangan melalui penetapan WMP. Profil Anggota Komite Manajemen Risiko
Mengingat keanggotaan Komite Kredit bersifat fungsional, Profil R. Eryawan Nurhariadi sebagai ketua serta William
dinamis, dan disesuaikan dengan struktur organisasi serta Francis Indra dan Devi Maladianti sebagai anggota tetap
limit kewenangan yang berlaku, maka profil masing-masing Komite Manajemen Risiko dapat dilihat bagian Profil Direksi
anggota Komite Kredit tidak diungkapkan secara individual dan Pejabat Eksekutif (Chief) pada bab Profil Perusahaan
dalam laporan ini. dalam Laporan Tahunan ini. Selain itu, profil Vitriati Hartika
sebagai anggota tetap Komite Manajemen Risiko dapat
dilihat bagian Profil Kepala Manajemen Risiko pada bab
C. Komite Manajemen Risiko ini. Profil Dadan Hamdhani akan turut disampaikan secara
Seiring dengan peningkatan skala dan kompleksitas detail di Profil Sekretaris Perusahaan pada bab ini. Berikut
kegiatan usaha Perseroan, profil risiko yang dihadapi untuk profil dari anggota tetap Komite Manajemen Risiko
menjadi semakin beragam dan dinamis. Untuk memastikan non-direksi.
bahwa seluruh potensi risiko dikelola secara terstruktur dan
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 207
Page 209
Tata Kelola Perusahaan
Arief Aphrian Lambri Usia: 51 Tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Legal & Litigation Division Head Domisili: Kota Administrasi Jakarta Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
00273/SK-HCP.HCS/HC/I/2025
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
• Magister di bidang Kenotariatan dari Universitas • Legal & Litigation Division PT Mandiri Tunas Finance (2024-sekarang)
Indonesia (2021) • Legal Division PT Mandiri Tunas Finance (2022-2024)
• Sarjana di bidang Hukum dari Universitas Indonesia • Corsec & Compliance Senior Manager PT Chandra Sakti Utama Leasing (2010-2022)
(1999) • Legal & Contract Executive PT ABB Sakti Industri (2009-2010)
• Senior Associate Lawyer Thamrin & Rachman Lawfirm (2006-2009
Sertifikasi yang Dimiliki • Managing Associate Lawyer-Hamdan, Sudjana, Januardi & Partners (2000-2004)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2024)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Rapat Komite Manajemen Risiko
1. Rapat Komite Manajemen Risiko dilaksanakan 4. Hasil Rapat Komite Manajemen Risiko dituangkan
secara periodik (minimal 4 kali dalam setahun). dalam risalah/notula rapat yang ditandatangani
2. Rapat Komite Manajemen Risiko dapat oleh seluruh anggota Komite Manajemen Risiko
dilaksanakan apabila dihadiri oleh lebih dari ½ yang hadir.
(satu per dua) jumlah anggota termasuk Ketua
Komite Manajemen Risiko. Hingga 31 Desember 2025, Perseroan telah
3. Rapat dipimpin oleh Ketua Manajemen Risiko, menyelenggarakan Rapat Komite Manajemen Risiko
apabila Ketua berhalangan hadir maka rapat sebanyak 4 (empat) kali dengan ringkasan agenda sebagai
dapat dipimpin oleh anggota yang ditunjuk. berikut:
Tempat & Tanggal Agenda Persentase Kehadiran Peserta
(%)
Ruang Meeting BOD Lt. 3A · Update POJK No. 42 tahun 2024. 100
Selasa, 18 Maret 2025. · Update tren laporan pengaduan dan berita negatif.
· Update quality assurance oprisk dan action plan jangka Panjang.
· Risk status dan action plan monitoring debitur corporate fleet.
Ruang Meeting BOD Lt. 3A · Risk Appetite Statement (RAS) Mei 2025. 100
Selasa, 17 Juni 2024 · Tren pengaduan pelanggan.
· Pemberitaan negatif.
· Penyampaian hasil quality assurance dan RCSA Q1 2025.
· Dashboard corporate fleet.
· Tindak lanjut Audit Eksternal CKPN individual.
· Industry outlook sektor nikel dan Batubara.
Ruang Meeting BOD Lt. 3A · Stress test ke-2 tahun 2025. 100
Kamis, 25 Agustus 2025 · Dashboard corporate fleet.
· Operational loss.
· Business Continuity Management (BCM).
· Tren laporan pengaduan pelanggan.
· Pemberitaan negatif.
Ruang Meeting BOD Lt. 3A · Update pelaksanaan readiness procedure testing di wilayah Jayapura. 100
Senin, 3 November 2025 · Progres control testing segmen retail.
· Summary tingkat Kesehatan 2025.
· Penyampaian recovery plan.
· Penyampaian risk maturity index tahun 2025.
· Tren pelaporan pengaduan pelanggan Q3 2025.
· Pemberitaan negatif.
208 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 210
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas Komite Manajemen Risiko
Di sepanjang tahun 2025, Komite Manajemen Risiko telah melaksanakan fungsinya dengan melaksanakan halhal
sebagai berikut:
1. Mengawasi implementasi kebijakan dan prosedur manajemen risiko.
2. Mengidentifikasi risiko potensial yang dapat mempengaruhi Perseroan.
3. Mengembangkan strategi dan rencana untuk mengelola risiko, termasuk mitigasi, transfer, penerimaan, atau
penghindaran risiko.
4. Memastikan bahwa strategi manajemen risiko selaras dengan tujuan dan strategi organisasi.
5. Menyediakan laporan berkala kepada dewan direksi mengenai status risiko dan efektivitas program
manajemen risiko.
6. Memastikan bahwa informasi risiko dikomunikasikan secara efektif kepada semua pihak yang berkepentingan.
D. Komite Anti Fraud
Sejalan dengan penerapan Peraturan Otoritas Jasa Direksi dan Dewan Komisaris dalam memastikan
Keuangan Nomor 12 Tahun 2024 yang diundangkan penerapan Strategi Anti Fraud berjalan secara efektif dan
pada 31 Juli 2024 serta komitmen Perseroan terhadap terintegrasi di seluruh lini organisasi.
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Mandiri
Tunas Finance membentuk Komite Anti Fraud. Komite Anti Fraud merupakan wujud komitmen
Pembentukan komite ini ditujukan untuk membantu Manajemen dalam menanamkan budaya kerja yang
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 209
Page 211
Tata Kelola Perusahaan
berintegritas serta memperkuat upaya pencegahan dan Tugas dan tanggung jawab Komite Anti Fraud secara rinci
penanganan fraud secara menyeluruh. Keanggotaan adalah sebagai berikut:
Komite Anti Fraud ditetapkan dengan mempertimbangkan 1. Komite Anti Fraud bertanggung jawab langsung
peran dan fungsi unit kerja yang memiliki keterkaitan kepada Direktur Utama.
langsung dalam proses pencegahan, deteksi, investigasi, 2. Membuat summary atas hasil evaluasi penerapan
serta tindak lanjut atas indikasi fraud di lingkungan strategi Anti Fraud termasuk pelaporan temuan fraud
Perseroan. sebagai sarana untuk pelaporan kepada Direksi dan
Dewan Komisaris.
Adapun komposisi anggota Komite Anti Fraud Perseroan 3. Membahas kejadian fraud dengan memperhatikan
terdiri dari: faktor-faktor seperti :
1. Ketua Komite Anti Fraud: a. Penyebab utama kejadian fraud, baik dari aspek
Corporate Secretary Division Head kepegawaian, sistem, prosedur maupun pihak
2. Wakil Ketua Komite Anti Fraud: eksternal.
Corporate Audit Division Head b. Dampak finansial yang ditimbulkan kepada pihak-
3. Anggota Komite Anti Fraud: pihak baik internal maupun eksternal.
a. Human Capital Division Head c. Kemampuan dan kemauan unit kerja terkait untuk
b. HC Learning Division Head mematuhi ketentuan.
c. Recovery & Litigation Division Head d. Frekuensi dan kemungkinan berulangnya kejadian
a. Retail Risk Management Division Head serupa.
b. Corporate Risk Management Division Head e. Kecukupan pengawasan dan ketersediaan alat
c. Legal Division Head kontrol.
f. Potensi pencegahan fraud di masa yang akan
Profil Anggota Komite Anti Fraud datang.
Profil Dadan Hamdhani sebagai Ketua Komite Anti Fraud 4. Memantau kepatuhan terhadap pelaksanaan etika
dapat dilihat pada bagian profil Sekretaris Perusahaan dan kerja.
Bayu Mario sebagai Wakil Ketua Komite Anti Fraud dapat 5. Melakukan evaluasi secara menyeluruh dan
dilihat pada bagian profil Kepala Audit Internal dalam berkesinambungan terhadap data dan kejadian fraud.
Laporan Tahunan ini. 6. Menetapkan Langkah-langkah perbaikan, kontrol dan
proses bisnis atas kejadian fraud agar tidak terulang.
Selain itu, profil Makah Indra Purnomo sebagai Anggota
Komite Anti Fraud dapat dilihat pada bagian Anggota Rapat Komite Anti Fraud
Komite Nominasi & Remunerasi, profil Vitriati Hartika Sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya, Rapat
sebagai Anggota Komite Anti Fraud juga dapat dilihat Komite Anti Fraud digunakan sebagai forum pembahasan
pada bagian Profil Kepala Manajemen Risiko, serta profil atas seluruh indikasi fraud yang terdeteksi melalui
Arief Aphrian Lambri sebagai Anggota Komite Anti berbagai mekanisme deteksi fraud Perseroan, antara lain
Fraud dapat dilihat pada bagian Profil Anggota Komite Whistleblowing System, Fraud Detection System, serta
Manajemen Risiko dalam bab ini. Berikut disampaikan Pemeriksaan Mendadak. Pembahasan dilakukan bersama
profil dari Anggota Komite Anti Fraud non-Direksi. seluruh anggota Komite Anti Fraud dan melibatkan unit
kerja terkait sesuai dengan karakteristik kasus yang dibahas.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Anti Fraud
Komite Anti Fraud dibentuk untuk menjalankan fungsi Dalam rapat tersebut, Komite Anti Fraud menelaah hasil
pengendalian dan pengawasan atas pengelolaan risiko analisis awal beserta bukti pendukung yang relevan untuk
Perseroan, khususnya yang berkaitan dengan potensi dan menilai tingkat risiko dan materialitas indikasi fraud yang
kejadian fraud. Komite ini berperan dalam memastikan terjadi. Hasil pembahasan rapat menjadi dasar untuk
bahwa setiap indikasi dan kejadian fraud yang terdeteksi penentuan tindak lanjut, yang dapat berupa pelaksanaan
melalui mekanisme pelaporan Perseroan ditangani secara investigasi khusus, penyusunan rekomendasi sanksi, serta
tepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan ketentuan yang perumusan rencana perbaikan guna menutup kelemahan
berlaku. Dalam pelaksanaan tugasnya, Komite Anti Fraud pengendalian yang teridentifikasi.
bertanggung jawab untuk mengoordinasikan upaya
pencegahan, deteksi, investigasi, serta tindak lanjut atas Hingga 31 Desember 2025, rapat Komite Anti Fraud
kejadian fraud, sekaligus memastikan efektivitas penerapan dilaksanakan sebanyak 4 kali sesuai dengan mekanisme
Strategi Anti Fraud di lingkungan Perseroan. yang berlaku di Perseroan. Pembahasan yang dilakukan
dalam rapat Komite Anti Fraud adalah:
1. Pembahasan atas indikasi indikasi fraud yang terdeteksi
oleh alat deteksi fraud.
2. Pembahasan monitoring dan evaluasi terhadap kasus
fraud.
210 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 212
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas Komite Anti E. Komite Pengarah Teknologi Informasi
Fraud Tahun 2025 Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas
Komite Anti Fraud telah menjalankan fungsinya sebagai dan tanggung jawab Direksi, Perseroan membentuk
pengendali dan pelaksana Strategi Anti Fraud di Perseroan komite yang bertugas membantu Direksi dalam
dengan menjalankan 4 (empat) pilar Strategi Anti Fraud memberikan arahan serta melakukan pemantauan
yang sudah selaras dengan Peraturan Otoritas Jasa atas penerapan kerangka kerja, kebijakan, dan praktik
Keuangan Nomor 12 tahun 2024, dengan detail sebagai manajemen risiko terkait penggunaan Teknologi Informasi.
berikut: Pembentukan komite ini ditujukan untuk memastikan
• Pilar 1-Pencegahan bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi dikelola secara
Pelaksanaan kegiatan peningkatan awareness andal, aman, dan selaras dengan strategi serta kebutuhan
karyawan terhadap fraud dengan bentuk sosialisasi bisnis Perseroan.
serta publikasi anti Fraud kepada karyawan internal
maupun eksternal Perseroan dan deklarasi integritas Penerapan manajemen risiko Teknologi Informasi tersebut
dari seluruh Karyawan di Perseroan. mengacu pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
• Pilar 2-Deteksi Keuangan Nomor 4/POJK.05/2021, sebagai bagian dari
Penggunaan alat deteksi fraud Perseroan seperti upaya Perseroan dalam mendukung pengembangan usaha,
Whistleblowing System, Fraud Detection System, menjaga keberlangsungan layanan, serta memastikan
Pemeriksaan Mendadak (Surprise Audit) dan kualitas pelayanan kepada debitur secara berkelanjutan.
Surveillance System untuk mendeteksi lebih dulu atas
indikasi fraud yang terjadi di Perseroan. Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pengarah
• Pilar 3-Investigasi, Pelaporan dan Sanksi Teknologi Informasi
Pada pilar ini, pelaksanaan investigasi dilakukan Tugas dan Tanggung Jawab Komite Pengarah Teknologi
apabila diperlukannya pendalaman atas indikasi fraud Informasi adalah merekomendasikan kepada Direksi
yang ditemukan oleh alat deteksi fraud Perseroan. terkait penerapan teknologi informasi yang meliputi:
Perseroan juga melaporkan penerapan Strategi anti 1. Rencana pengembangan Teknologi informasi yang
Fraud kepada manajemen Perseroan, regulator serta sejalan dengan kegiatan usaha.
pihak terkait lainnya. Pemberian sanksi juga diberikan 2. Perumusan kebijakan dan prosedur Teknologi
kepada karyawan yang terlibat fraud dalam rangka Informasi.
pemberian efek jera dan mencegah fraud yang akan 3. Kesesuaian pelaksanaan proyek Teknologi Informasi
datang. yang disetujui dengan rencana pengembangan
• Pilar 4-Pemantauan, Evaluasi dan Tindak Lanjut Teknologi Informasi.
Pelaksanaan 4. Kesesuaian Teknologi Informasi dengan kebutuhan
Pada pilar ini adalah untuk memantau dan sistem informasi manajemen serta kebutuhan kegiatan
mengevaluasi keseluruhan kelemahan yang bisnis.
mengakibatkan fraud, dan memberikan tindak lanjut 5. Efektivitas mitigasi risiko atas investasi pada sektor
perbaikan terhadap kelemahan agar tidak terjadi teknologi informasi agar investasi memberikan
kejadian fraud berulang. kontribusi terhadap pencapaian tujuan bisnis.
6. Pemantauan atas kinerja Teknologi Informasi dan
upaya peningkatan kinerja teknologi Informasi.
7. Upaya penyelesaian berbagai masalah terkait Teknologi
Informasi yang tidak dapat diselesaikan oleh unit kerja
terkait secara efektif, efisien, dan tepat waktu.
8. Kecukupan dan alokasi sumber daya Teknologi
Informasi.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 211
Page 213
Tata Kelola Perusahaan
Keanggotaan Komite Pengarah Teknologi Informasi Selain itu, profil anggota tetap Komite Pengarah Teknologi
Keanggotaan Komite Pengarah Teknologi Informasi adalah Informasi lainnya dapat dilihat di bagian lain pada bab Tata
sebagai berikut: Kelola Perusahaan ini. Profil anggota tetap tersebut antara
1. Ketua: lain profil Ruly Widyanto dan Rina Floriana Rustika pada
Direktur Bidang Teknologi Informasi bagian Profil Anggota ALCO, profil Vitriati Hartika pada
2. Anggota Tetap: bagian Profil Kepala Manajemen Risiko, serta profil Kanda
a. Chief Bidang Risk Management Octaviano pada bagian Pembentukan Divisi Teknologi
b. Information Technology Division Head Informasi sebagai Divisi Pengelola IT.
c. Retail Risk Management Division Head
a. Operational & Corporate Risk Management Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi
Division Head 1. Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi
b. Strategic Digital Deputy Division Head dilaksanakan secara periodik (minimal 4 kali dalam
c. Strategic Marketing & Communication Division setahun).
Head 2. Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi dapat
d. Corporate Planning & Performance Management dilaksanakan apabila dihadiri oleh lebih dari ½ (satu
Division Head per dua) jumlah anggota termasuk Ketua Komite
e. Information Technology Deputy Division Head Pengarah Teknologi Informasi.
3. Anggota Tidak Tetap: 3. Rapat dipimpin oleh Ketua Komite Pengarah Teknologi
Pejabat senior yang akan diundang sesuai dengan Informasi, apabila Ketua berhalangan hadir maka rapat
relevansi pembahasan. dapat dipimpin oleh anggota yang ditunjuk.
4. Hasil Rapat Komite Pengarah Teknologi Informasi
Profil Anggota Komite Pengarah Teknologi Informasi dituangkan dalam risalah/notula rapat yang
Profil William Francis Indra sebagai Ketua Komite ditandatangani oleh seluruh anggota Komite Pengarah
Pengarah Teknologi Informasi dapat dilihat bagian profil Teknologi Informasi yang hadir.
Direksi, serta profil R. Eryawan Nurhariadi dan Devi
Maladianti sebagai Anggota Tetap Komite Pengarah Hingga 31 Desember 2025, Perseroan telah
Teknologi Informasi dapat dilihat masing-masing di bagian menyelenggarakan Rapat Komite Pengarah Teknologi
profil Direksi dan Pejabat Eksekutif (Chief) pada bab Profil Informasi sebanyak 4 (empat) kali dengan ringkasan
Perusahaan dalam Laporan Tahunan ini. agenda sebagai berikut:
Tempat & Tanggal Agenda Persentase Kehadiran Peserta (%)
Graha Mandiri, 25 Februari 2025 • Update Infrastructure, Security, dan Development Q1 2025
• Update Project IT
62,5
• Update Digitalisasi Q1 2025
• Update Risk Profile Q1 2025
Graha Mandiri, 09 April 2025 • Rekomendasi IT & Digital Strategic Plan 2025-2027 62,5
Graha Mandiri, 20 Agustus 2025 • Update Project IT 2025
• Update Infrastructure, Security, dan Development Q3 2025
100
• Update Digitalisasi Q3 2025
• Update Risk Profile Q3 2025
Graha Mandiri, 11 November 2025 • Realisasi IT & Digital Strategic Plan 2025
• Review IT Infrastructure, Security, dan Development Q4 2025
75
• Update Digitalisasi Q4 2025
• Update Risk Profile Q4 2025
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas Komite Pengarah Teknologi Informasi Tahun 2025
Selama tahun 2025, Komite Pengarah Teknologi Informasi telah melaksanakan 4 (empat) kali rapat dengan pembahasan terkait
perencanaan strategis IT dan Digital 2025-2027, pembahasan project yang terkait IT dan Digitalisasi, performance dan kapasitas
serta keamanan system.
212 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 214
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
F. Sekretaris Perusahaan Kualifikasi Pejabat Sekretaris Perusahaan
Sekretaris Perusahaan merupakan organ pendukung Sekretaris Perusahaan mengemban peran untuk
Direksi yang berfungsi sebagai penghubung antara mendukung terjaganya reputasi dan citra Perseroan secara
Perseroan dengan para pemangku kepentingan. Peran ini konsisten melalui pengelolaan komunikasi yang efektif,
mencakup pengelolaan komunikasi korporat penyampaian terkoordinasi, dan bertanggung jawab kepada seluruh
informasi material secara tepat waktu dan akurat, serta pemangku kepentingan. Peran tersebut dijalankan sebagai
pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi sesuai bagian dari penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik,
ketentuan regulator. Keberadaan Sekretaris Perusahaan khususnya dalam memastikan keterbukaan informasi yang
menjadi elemen penting dalam menjaga kredibilitas dan relevan, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta
transparansi Perseroan. kelancaran koordinasi antar organ Perseroan. Untuk dapat
menjalankan peran tersebut secara optimal, Sekretaris
Pihak yang Mengangkat dan Memberhentikan Perusahaan wajib memenuhi persyaratan minimal sebagai
Sekretaris Perusahaan berikut:
Pengangkatan dan pemberhentian Sekretaris Perusahaan 1. Cakap melakukan perbuatan hukum;
dilakukan berdasarkan keputusan Direksi dengan 2. Memiliki pengetahuan dan pemahaman di bidang
memperhatikan ketentuan peraturan perundang- hukum, keuangan dan tata kelola perusahaan;
undangan yang berlaku, yaitu Peraturan Otoritas Jasa 3. Memahami kegiatan usaha Perusahaan;
Keuangan (POJK) Nomor 35 Tahun 2014 tentang Sekretaris 4. Memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik;
Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik Pasal 3 Ayat 5. Berdomisili di Indonesia.
1, serta mekanisme internal Perseroan, dan dilaksanakan
dengan persetujuan Dewan Komisaris. Dalam pelaksanaan
tugasnya, Sekretaris Perusahaan bertanggung jawab dan
melaporkan pelaksanaan fungsi serta kegiatannya secara
langsung kepada Direktur Utama. Sekretaris Perusahaan
dilarang merangkap jabatan apa pun pada emiten lain atau
perusahaan publik.
Dadan Hamdhani
Sekretaris Perusahaan
Usia: 51 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Tangerang Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Direksi No. 00131/SK-HCP.SVC/HC/III/2024
Masa Jabatan Pengalaman Kerja
Sejak 1 April 2024 • Corporate Secretary Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2024-sekarang)
• Human Capital Learning Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2023-2024)
• Human Capital Recruitment & Industrial Relation Department Head PT Mandiri Tunas
Periode Jabatan Finance (2020-2023)
Ke-1 • Human Resources Operations Department Head PT Mandiri Tunas Finance (2013-2020)
• Human Capital Personnel Department Head PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk
Riwayat Pendidikan (2005-2013)
Sarjana di bidang Hukum dari Universitas
Langlangbuana (2002)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
Sertifikasi yang Dimiliki
• Human Capital Certification
• Pelatihan Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial
• Certified Anti Fraud Governance
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 213
Page 215
Tata Kelola Perusahaan
Struktur Organisasi Sekretaris Perusahaan
Dalam struktur organisasi Perseroan, Sekretaris pengelolaan informasi korporasi, dukungan administrasi
Perusahaan ditempatkan sebagai fungsi pendukung organ Perseroan, serta penguatan pengendalian terkait
Direksi dan melapor langsung kepada Direktur Utama. integritas dan kepatuhan. Melalui fungsi ini, Perseroan
Fungsi ini membawahi Corporate Communication memastikan pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi
Department Head, Office of the Board Department Head, dan kepatuhan regulasi dijalankan secara terkoordinasi
serta Anti Fraud Department Head, yang masing-masing dan konsisten.
menjalankan peran spesifik sesuai dengan mandat tata
kelola Perseroan. Adapun jumlah karyawan pada Corporate Secretary
Division hingga akhir tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Penempatan Sekretaris Perusahaan dalam struktur tersebut
ditujukan untuk memastikan koordinasi yang efektif dalam
Jabatan Jumlah Karyawan (orang)
Division Head 1
Deputy Division Head 1
Department Head 2
Section Head 11
Staff - Officer 1
Jumlah 16
Pedoman Kerja Sekretaris Perusahaan b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa
Dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Keuangan tepat waktu;
Sekretaris Perusahaan, pada tahun 2025 Perseroan telah c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum
menetapkan Piagam Sekretaris Perusahaan melalui SOP Pemegang Saham;
No.03/PGN/06/2025 yang diterbitkan pada 29 Desember d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi
2025 dan telah disetujui oleh Direksi. dan/atau Dewan Komisaris; dan
e. Pelaksanaan program orientasi terhadap
Fungsi dan Tugas Sekretaris Perusahaan Perseroan bagi Direksi dan/atau Dewan Komisaris.
Fungsi, tugas dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan i. Sebagai penghubung antara Perseroan
adalah sebagai berikut: dengan Pemegang Saham, Otoritas Jasa
Keuangan, dan Pemangku Kepentingan
Fungsi lainnya.
Merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengendalikan ii. Merencanakan, mengkoordinasikan dan
seluruh aspek kegiatan Perseroan yang meliputi memastikan pelaksanaan Corporate Action
corporate communication, corporate social responsibility, seperti RUPS, Public Expose, CSR, pembagian
penanganan keluhan konsumen, corporate action, dividen, dan Penerbitan Obligasi/MTN agar
kepatuhan terhadap regulasi, pelaksanaan tata kelola terlaksana dengan baik dan lancar.
perusahaan yang baik termasuk sebagai penghubung iii. Memastikan anggaran dasar, perijinan-
kepada shareholders, stakeholders, dan regulator untuk perijinan, dan perjanjian-perjanjian yang
meningkatkan tata kelola dan kepatuhan Perseroan dibuat oleh Perseroan telah sesuai dengan
terhadap regulasi. peraturan yang berlaku.
iv. Mengawasi dan mengkoordinasikan
Tugas dan Tanggung Jawab whistleblowing system untuk mengefektifkan
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya pengendalian internal.
peraturan perundang-undangan yang berlaku di v. Memastikan fungsi People Management di
bidang Pasar Modal. divisi Corporate Secretary, berjalan lancar.
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan
Komisaris untuk mematuhi ketentuan peraturan Pengembangan Kompetensi Sekretaris Perusahaan
perundang-undangan di bidang Pasar Modal. Perseroan mendukung pengembangan kompetensi
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam Sekretaris Perusahaan melalui pelaksanaan berbagai
pelaksanaan tata kelola perusahaan yang meliputi: program peningkatan kapasitas yang relevan dengan
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, fungsi dan tanggung jawab jabatan. Pengembangan
termasuk ketersediaan informasi pada Situs Web kompetensi tersebut ditujukan untuk menjaga kualitas
Perseroan; pelaksanaan tugas, meningkatkan efektivitas koordinasi,
214 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 216
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
serta mendukung kinerja Sekretaris Perusahaan secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi yang diikuti oleh
Corporate Secretary Division Head selama tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Peserta Jenis /Materi Pelatihan Penyelengara Waktu & Tempat
Dadan Pendalaman Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14 Tahun 2019 tentang ICSA 17 Juni 2025
Hamdhani Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 32 Tahun 2015 tentang
Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu
Certified Anti Fraud Governance (Level III) + Master Class LSPMR GRC Management 2-4 Juli 2025
Pelaksanaan Tugas Sekretaris Perusahaan 2025
Sepanjang tahun 2025, Sekretaris Perusahaan telah melaksanakan berbagai fungsi komunikasi, kepatuhan dan koordinasi
korporat sesuai mandat yang diberikan. Adapun kegiatan utama yang dijalankan selama periode pelaporan meliputi:
1. Menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2024 dan Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa di Tahun 2025.
2. Menyelenggarakan kegiatan Rapat Direksi dan Rapat Dewan Komisaris secara rutin.
3. Melakukan pelaporan yang menjadi kewajiban Perseroan terhadap Regulator.
4. Menjalin relasi dengan pihak eksternal, khususnya pemangku kepentingan.
5. Melaksanakan event Perseroan, baik internal dan eksternal.
6. Melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility, Literasi dan Inklusi keuangan;
7. Membina hubungan dengan media massa dan monitoring pemberitaan.
8. Mengelola dan memperbarui konten situs web Perseroan.
9. Melakukan dalam kegiatan penghargaan publik dan partisipasi sponsor.
10. Melakukan reviu dan merekomendasikan penginian serta penyempurnaan kebijakan, ketentuan maupun sistem
prosedur yang dimiliki oleh Perseroan agar sesuai dengan ketentuan/regulasi dan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
11. Menangani keluhan pelanggan dan membuat pelaporan wajib secara rutin.
Publikasi Informasi Perusahaan
Perseroan berkomitmen untuk menjalankan prinsip 24 Januari 1996) dan Peraturan Bursa Efek Jakarta No.
keterbukaan informasi sebagai bagian dari penerapan Tata I-E.IV (Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-
Kelola Perusahaan yang Baik. Sepanjang tahun buku 2025, 306/BEJ/07-2004 tertanggal 19 Juli 2004). Pengungkapan
Perseroan secara konsisten menyampaikan informasi yang informasi material dilakukan melalui laporan perusahaan
relevan mengenai kegiatan usaha, kinerja, dan kebijakan dan siaran pers dengan memperhatikan aspek relevansi,
Perseroan kepada pemangku kepentingan sesuai dengan akurasi, dan kepatuhan. Pendekatan ini ditujukan
ketentuan yang berlaku. Komitmen tersebut sejalan untuk mendukung transparansi, menjaga kepercayaan
dengan Peraturan Bapepam dan LK No. X.K.1 (Keputusan pemangku kepentingan, serta memastikan akuntabilitas
Ketua Bapepam dan LK No. Kep-86/PM/1996 tertanggal dalam pengelolaan Perseroan.
Laporan Keuangan Bulanan Perusahaan Pembiayaan
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3/ Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah menyampaikan
POJK.05/2013 tentang Laporan Bulanan Lembaga Jasa Laporan Keuangan Bulanan kepada OJK secara tepat
Keuangan Non-Bank serta Surat Edaran OJK Nomor 26/ waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Adapun
SEOJK.05/2019 tentang Perubahan atas Surat Edaran OJK realisasi penyampaian Laporan Keuangan Bulanan selama
Nomor 3/SEOJK.05/2016 mengenai Laporan Bulanan tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Pembiayaan wajib
menyampaikan Laporan Bulanan kepada OJK paling
lambat tanggal 10 (sepuluh) setiap bulannya.
Periode Bulan Laporan Tahun 2025 Tanggal Pengiriman Laporan
Januari 10 Februari 2025
Februari 10 Maret 2025
Maret 12 April 2025
April 9 Mei 2025
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 215
Page 217
Tata Kelola Perusahaan
Periode Bulan Laporan Tahun 2025 Tanggal Pengiriman Laporan
Mei 10 Juni 2025
Juni 9 Juli 2025
Juli 9 Agustus 2025
Agustus 9 September 2025
September 11 Oktober 2025
Oktober 7 November 2025
November 8 Desember 2025
Desember 8 Januari 2026
Kegiatan Membina Hubungan dengan
Media Massa
Perseroan menjaga hubungan kerja yang profesional akuntabilitas, dengan memastikan ketersediaan informasi
dengan media massa sebagai mitra dalam penyampaian yang memadai bagi para pemangku kepentingan.
informasi mengenai kondisi dan kegiatan usaha
Perseroan. Hubungan tersebut dikelola melalui
komunikasi yang terencana dan pelaksanaan kegiatan
media secara berkala untuk memastikan informasi yang
Pengelolaan Situs Web
disampaikan akurat, relevan, dan konsisten. Sesuai dengan Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015 tentang
Situs Web Emiten dan Perusahaan Publik, Perseroan telah
memiliki situs web resmi yang mencerminkan identitas
Pengelolaan Akses Informasi dan Data Perseroan dan dapat diakses melalui www.mtf.co.id.
Perseroan Pengelolaan situs web Perseroan dilakukan melalui dua
Perseroan menyediakan akses informasi dan data melalui platform, yaitu situs web produk dan jasa yang dikelola
situs web resmi www.mtf.co.id sebagai kanal utama oleh Divisi Strategic Marketing & Communication, serta
komunikasi dengan pemangku kepentingan. Situs web situs web korporasi yang dikelola.
tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi
yang relevan mengenai Perseroan secara terstruktur dan Berikut adalah detail kesesuaian konten situs web
mudah diakses. Pemanfaatan situs web ini merupakan korporasi Perseroan www.mtf.co.id/korporat dengan
bagian dari upaya Perseroan dalam mendukung Peraturan OJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web
penerapan GCG, khususnya pada aspek transparansi dan Emiten atau Perusahaan Publik.
No POJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Kesesuaian dengan Situs Web MTF Keterangan
Perusahaan Publik
Ya Tidak N/A
Ketentuan Umum
1 Emiten atau Perusahaan Publik telah memiliki Situs Web. Akses web melalui: www. mtf.co.id
dan www.mtf.co.id/korporat/id
2 a. Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik telah dibuat dengan POJK No. 8/POJK.04/2015
memperhatikan peraturan perundang-undangan. POJK No. 31/POJK.04/2015
POJK No. 29/POJK.04/2016
b. Situs Web telah memiliki alamat Situs Web yang mencerminkan Ya
identitas Emiten atau Perusahaan Publik.
3 a. Situs Web Emiten atau Perusahaan Publik telah menyajikan Ya
informasi dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing, dengan
ketentuan bahasa asing yang digunakan paling kurang bahasa
Inggris.
b.
Informasi yang disajikan dalam bahasa asing telah memuat Ya
informasi yang sama dengan informasi yang disajikan dalam
Bahasa Indonesia.
1.
Disajikan dengan benar dan tidak menyesatkan mengenai Ya
keadaan Emiten atau Perusahaan Publik;
2. Disajikan secara jelas sehingga mudah dipahami; dan Ya
3. Dapat diakses setiap saat oleh semua pihak. Ya
216 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 218
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
No POJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Kesesuaian dengan Situs Web MTF Keterangan
Perusahaan Publik
Ya Tidak N/A
Informasi yang Dimuat dalam Situs Web
4 a. Situs Web telah memuat informasi mengenai Emiten atau Ya
Perusahaan Publik yang terbuka untuk umum, aktual, dan terkini.
b. Informasi sebagaimana dimaksud memenuhi ketentuan sebagai
berikut:
1. Disajikan dengan benar dan tidak menyesatkan mengenai Ya
keadaan Emiten atau Perusahaan Publik;
2. Disajikan secara jelas sehingga mudah dipahami; dan Ya
3. Dapat diakses setiap saat oleh semua pihak. Ya
Informasi umum Emiten atau Perusahaan Publik
5 Hal- hal yang wajib diungkapkan antara lain:
a. Nama, alamat dan kontak kantor pusat dan/atau kantor perwakilan Alamat kantor pusat dan kantor
Emiten atau Perusahaan Publik, dan alamat pabrik (jika ada) yang cabang telah tersedia
paling kurang meliputi nomor telepon, nomor faksimile, dan alamat
surat elektronik yang dapat dihubungi;
b. Riwayat singkat Emiten atau Perusahaan Publik; Sudah ada
c. Struktur organisasi Emiten atau Perusahaan Publik; Diperbarui tanggal 6 Februari
2025
d. Struktur kepemilikan Emiten atau Perusahaan Publik, meliputi:
1. Uraian tentang nama pemegang saham dan persentase MTF merupakan Perusahaan
kepemilikannya setiap akhir bulan; non terbuka, sehingga informasi
kepemilikan saham tidak berubah
2. Informasi mengenai pemegang saham utama dan pengendali Sudah tersedia
Emiten atau Perusahaan Publik, baik langsung maupun tidak
langsung, sampai kepada pemilik individu, yang disajikan dalam
bentuk skema atau diagram; dan
3. Nama entitas anak, perusahaan asosiasi, perusahaan ventura Tidak ada karena Perusahaan tidak
bersama dimana Emiten atau Perusahaan Publik memiliki memiliki anak usaha
pengendalian bersama entitas, beserta persentase kepemilikan
saham, bidang usaha, dan status operasi perusahaan tersebut (jika
ada);
e. Struktur grup Emiten atau Perusahaan Publik dalam bentuk bagan
yang paling kurang meliputi perusahaan dalam grup Emiten atau
Perusahaan Publik yang berada dalam pengawasan Otoritas Jasa
Keuangan;
f. Profil Direksi, Dewan Komisaris, komite, dan Sekretaris Perusahaan
paling kurang meliputi:
1. foto; -
2. nama; -
3. riwayat jabatan, termasuk rangkap jabatan; -
4. riwayat pendidikan; dan -
5. hubungan Afiliasi anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris -
dengan anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya,
serta pemegang saham (jika ada);
g. Nama dan alamat:
1. Akuntan Publik yang mengaudit laporan keuangan Emiten atau -
Perusahaan Publik dalam tahun berjalan;
2. Pemeringkat Efek (jika ada); -
3. Wali Amanat (jika ada); dan/atau -
4. Biro Administrasi Efek (jika ada); dan -
h. Dokumen Anggaran Dasar. Sudah tersedia
Informasi bagi pemodal atau investor
6 Hal-hal yang wajib diungkapkan antara lain:
Informasi bagi pemodal atau investor hal-hal yang wajib diungkapkan
antara lain:
a. Prospektus Penawaran Umum; Sudah tersedia
b. Laporan tahunan, untuk periode 5 (lima) tahun buku terakhir; dan Sudah tersedia
c. Informasi keuangan, paling kurang meliputi: Sudah tersedia
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 217
Page 219
Tata Kelola Perusahaan
No POJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Kesesuaian dengan Situs Web MTF Keterangan
Perusahaan Publik
Ya Tidak N/A
1. Laporan keuangan tahunan, untuk periode 5 (lima) tahun buku Sudah tersedia
terakhir;
2. Laporan keuangan tengah tahunan, untuk periode 5 (lima) tahun Sudah tersedia
buku terakhir; dan
3. Ikhtisar data keuangan penting, dalam bentuk perbandingan Sudah tersedia
untuk 5 (lima) tahun buku terakhir yang paling kurang memuat:
a) pendapatan; -
b) laba bruto; -
c) laba (rugi); -
d) jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas -
induk dan kepentingan non pengendali;
e) total laba (rugi) komprehensif; -
f) jumlah laba (rugi) komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik -
entitas induk kepentingan non pengendali;
g) laba (rugi) per saham; -
h) jumlah aset; -
i) jumlah liabilitas; -
j) jumlah ekuitas; -
k) rasio laba (rugi) terhadap jumlah aset; -
l) rasio laba (rugi) terhadap ekuitas; -
m) rasio laba (rugi) terhadap pendapatan; -
n) rasio lancar; -
o) rasio liabilitas terhadap ekuitas; -
p) rasio liabilitas terhadap jumlah aset; dan -
q) informasi dan rasio keuangan lainnya yang relevan dengan -
perusahaan dan jenis industrinya;
d. Informasi Rapat Umum Pemegang Saham, paling kurang meliputi:
1. Pengumuman dan pemanggilan; -
2. Bahan mata acara yang dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Sudah tersedia
Saham;
3. Riwayat hidup calon anggota Direksi dan Dewan Komisaris apabila Terdapat pergantian Dewan
terdapat mata acara pengangkatan atau penggantian anggota Komisaris dalam RUPS di tahun
Direksi dan Dewan Komisaris; dan 2025
4. Ringkasan risalah Rapat Umum Pemegang Saham;
e. Informasi saham, paling kurang meliputi:
1. Jumlah saham beredar; Data berupa informasi komposisi
saham
2. Pemecahan saham (jika ada); -
3. Penggabungan saham (jika ada); -
4. Saham bonus (jika ada); dan -
5. Perubahan nilai nominal saham (jika ada); -
f. Informasi obligasi dan/atau Sukuk, paling kurang meliputi:
1. Nilai obligasi yang belum lunas/terutang (outstanding bond) dan/ Sudah tersedia
atau Sukuk;
2. Hasil pemeringkatan obligasi dan/atau Sukuk; -
3. Tanggal jatuh tempo; dan -
4. Tingkat bunga obligasi dan/atau imbal hasil Sukuk; -
g. Informasi dividen; Sudah tersedia
h. Informasi untuk pemodal atau investor, media, publik, dan/ atau -
analis (jika ada);
i. Informasi terkait aksi korporasi yang dilakukan oleh Emiten atau
Perusahaan Publik dan tindakan yang dilakukan oleh pihak lain
terhadap Emiten atau Perusahaan Publik (jika ada), meliputi:
1. Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu; -
2. Transaksi Material dan perubahan Kegiatan Usaha Utama; -
218 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 220
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
No POJK No. 8/POJK.04/2015 tentang Situs Web Emiten atau Kesesuaian dengan Situs Web MTF Keterangan
Perusahaan Publik
Ya Tidak N/A
3. Penggabungan Usaha atau Peleburan Usaha; -
4. Pengambilalihan Perusahaan Terbuka; -
5. Kuasi Reorganisasi; -
6. Pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh Emiten atau -
Perusahaan Publik;
7. Pembagian Saham Bonus; -
8. Pernyataan Penawaran Tender; -
9. Pembelian kembali saham oleh Emiten atau Perusahaan Publik -
dalam kondisi pasar yang berpotensi krisis;
10. Program kepemilikan saham oleh anggota Direksi, anggota -
Dewan Komisaris, dan karyawan dari Emiten atau Perusahaan Publik
atau pihak terkendali; dan
j. Informasi atau Fakta Material selain yang telah diungkapkan dalam -
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.
Informasi Tata Kelola Perusahaan
7 Hal-hal yang wajib diungkapkan antara lain:
a. Pedoman kerja Direksi dan Dewan Komisaris; Sudah dilengkapi di bagian
keterbukaan informasi
b. Pengangkatan, pemberhentian, dan/atau kekosongan Sekretaris Sudah tersedia
Perusahaan, termasuk Sekretaris Perusahaan sementara, serta
informasi pendukungnya;
c. Piagam Unit Audit Internal; Sudah dilengkapi di bagian
keterbukaan informasi
d. Kode etik; Sudah tersedia
e. Pedoman kerja komite; Sudah tersedia
f. Pengangkatan dan pemberhentian anggota Komite Audit; Sudah tersedia
g. Uraian prosedur Nominasi dan Remunerasi, apabila tidak dibentuk Sudah tersedia
Komite Nominasi dan Remunerasi;
h. Kebijakan manajemen risiko; Sudah tersedia
i. Kebijakan mekanisme sistem pelaporan pelanggaran (jika ada); Sudah tersedia
j. Kebijakan anti korupsi (jika ada); -
k. Kebijakan terkait seleksi pemasok dan hak kreditur (jika ada); dan -
l. Kebijakan dalam peningkatan kemampuan vendor (jika ada). -
Informasi tanggung jawab sosial perusahaan
8 a. Informasi tanggung jawab sosial perusahaan telah memuat
kebijakan, jenis program, dan biaya yang dikeluarkan oleh Emiten
atau Perusahaan Publik
b. Kebijakan, jenis program, dan biaya sebagaimana dimaksud pada
huruf a terkait aspek:
1. Lingkungan hidup; Sudah tersedia.
2. Praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja; Sudah tersedia.
3. Pengembangan sosial dan kemasyarakatan; dan Sudah tersedia.
4. Tanggung jawab produk dan/atau disertai informasi Sudah tersedia.
pendukungnya.
9 Informasi yang dimuat dalam Situs Web telah memuat informasi Sudah tersedia.
yang sama dengan informasi yang diwajibkan dalam masing-masing
peraturan terkait
Layanan Pelanggan
dikelola secara terintegrasi untuk mendukung kemudahan
Perseroan menghadirkan layanan pelanggan sebagai akses, kecepatan respons, serta konsistensi penanganan,
titik kontak utama bagi pelanggan untuk memperoleh sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam menjaga
informasi, mengajukan permintaan data, serta kualitas layanan dan kepercayaan pelanggan.
menyampaikan pertanyaan maupun pengaduan terkait
layanan Perseroan. Melalui layanan ini, Perseroan berupaya Surel: customer.service@mtf.co.id
memastikan pengalaman pelanggan yang responsif, Care center: 1500059
jelas, dan dapat diandalkan. Saluran layanan pelanggan (Senin s.d. Jumat, pukul 08.00-17.00 WIB)
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 219
Page 221
Tata Kelola Perusahaan
Jejaring Sosial Perusahaan Laporan Tahunan
Perseroan memanfaatkan jejaring sosial sebagai kanal Perseroan secara konsisten menerbitkan Laporan
komunikasi digital untuk membangun interaksi yang lebih Tahunan sebagai sarana komunikasi komprehensif
dekat dan relevan dengan para pemangku kepentingan. mengenai kinerja, strategi, dan tata kelola Perseroan
Melalui jejaring media sosial, Perseroan tidak hanya kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan
menyampaikan informasi mengenai produk, layanan, dan lainnya. Laporan Tahunan menjadi media utama dalam
kegiatan Perseroan, tetapi juga membuka ruang dialog menyampaikan informasi yang utuh, terstruktur, dan
sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai perjalanan
keterlibatan pemangku kepentingan yang berkelanjutan. bisnis Perseroan selama satu tahun buku. Selain sebagai
bentuk transparansi dan akuntabilitas, penerbitan dan
Facebook Fanpage: Mandiri Tunas Finance penyampaian Laporan Tahunan juga merupakan bagian
Instagram: @mandiritunasfinance dari pemenuhan kewajiban Perseroan sesuai dengan
LinkedIn: Mandiri Tunas Finance ketentuan yang berlaku serta menjadi salah satu prasyarat
Twitter: @mandiritunasfin dalam penyelenggaraan RUPS.
Chatbot MARSHA: 62 811-1455-740
Youtube: Mandiri Tunas Finance
Tata Kelola Informasi dan Akses Data
Website: mtf.co.id Perusahaan untuk Internal
Perseroan mengelola akses informasi dan data internal
secara terstruktur untuk mendukung kelancaran
Mobile Application pelaksanaan tugas, kolaborasi antarunit kerja, serta
Perseroan menghadirkan sejumlah aplikasi mobile pemanfaatan berbagai fasilitas kerja oleh karyawan.
berbasis sistem operasi Android dan iOS sebagai bagian Pengelolaan akses tersebut dirancang untuk memastikan
dari penguatan layanan digital kepada pelanggan dan ketersediaan informasi yang relevan, akurat, dan tepat
masyarakat luas. Melalui aplikasi-aplikasi tersebut, guna, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan
Perseroan menyediakan akses yang lebih mudah, cepat, dan kewenangan akses. Untuk mendukung kebutuhan
dan praktis bagi pengguna untuk memperoleh informasi tersebut, Perseroan menyediakan berbagai saluran dan
serta mengajukan layanan pembiayaan kendaraan media internal sebagai berikut:
bermotor secara langsung dari perangkat seluler.
1. MTF Mobile
2. MTF 1Access
3. MTF Mobile Collection
4. MTF Report
5. MTF OSR
6. HC EAZY
Nama Aplikasi Fungsi
Estar Core App System yang digunakan Mandiri Tunas Finance untuk semua proses mulai dari akuisisi hingga kelola account yang
terintegrasi.
MTF Mobile Collection Aplikasi Mobile yang di gunakan oleh Team Collection untuk mendukung proses penagihan kepada Pelanggan.
HC Eazy HC Eazy merupakan aplikasi Human Resource Information System (HRIS) yang digunakan oleh internal karyawan Mandiri Tunas
Finance untuk mengakses data karyawan, berbagai manfaat untuk karyawan seperti cuti, melakukan absensi, dan lainnya.
KMS Knowledge Management System yang digunakan internal Perseroan untuk pusat informasi, panduan pemakaian hingga Q&A
terkait aplikasi yang ada di perusahaan.
E-procurement Aplikasi e-procurement digunakan oleh Departemen Procurement dan vendor sebagai sarana mengajukan harga pada saat
melakukan pengadaan.
Helpdesk System Helpdesk System adalah web application yang digunakan oleh karyawan internal Mandiri Tunas Finance untuk mendapatkan
bantuan dari personel IT untuk menyelesaikan masalah terkait IT yang dialami oleh karyawan di Head Office maupun di Kantor
Cabang.
I-Care i-Care adalah aplikasi web yang digunakan oleh Customer Care untuk memproses keluhan, kritik, dan saran yang disampaikan oleh
Pelanggan Mandiri Tunas Finance.
Queuing System Queuing System adalah aplikasi web yang digunakan di Customer Lounge dan di Kantor Cabang sebagai sistem antrean untuk
Pelanggan yang datang ke Customer Lounge dan Kantor Cabang.
Email System Office Email Office 365 sudah menggantikan sistem email karyawan Mandiri Tunas Finance yang sebelumnya memakai Microsoft
365 Exchange, yang dimana Office 365 sudah menggunakan cloud untuk sistem email-nya sehingga tidak menjadi beban di server
Mandiri Tunas Finance.
220 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 222
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Nama Aplikasi Fungsi
Oracle Accounting Oracle Accounting System merupakan aplikasi yang digunakan oleh Team Accounting untuk kontrol manajemen yang efektif dan
System visibilitas real-time ke hasil keuangan.
MTF 1Access Aplikasi Mobile yang merupakan aplikasi bagi sales officer MTF untuk mempercepat proses kredit dan mempermudah monitoring.
MTF Mobile Aplikasi Mobile yang mempermudah customer MTF mendapatkan layanan secara digital. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur
utama seperti pembayaran, booking dan pengambilan BPKB, live chat, klaim asuransi dan pelunasan dipercepat.
MTF Report Sebuah aplikasi internal untuk melihat report secara online dan realtime melalui Mobile Phone. Aplikasi membantu memberikan
informasi mengenai perkembangan bisnis dan informasi penting lainnya.
Chief
Retail Risk Corporate Risk
Management Management
Division Head Division Head
Data Enterprise Retail Credit Risk Policy &
Operational Risk Corporate Risk BCM & IT Risk
Management & Asset Liquidity Procedure
Department Head Department Head Department Head
Department Head Department Head Department Head
Fungsi Manajemen Risiko
Perseroan memiliki Divisi Risk Management yang terdiri Pihak yang Mengangkat dan
atas fungsi Retail Risk Management serta Operational Memberhentikan Kepala Manajemen
& Corporate Risk Management. Kedua fungsi tersebut
bertanggung jawab dalam mengelola berbagai jenis
Risiko
risiko yang dihadapi Perseroan secara terstruktur Kepala Manajemen Risiko merupakan pejabat Perseroan
guna meminimalkan potensi kerugian serta menjaga yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur Utama
keberlangsungan usaha. sesuai dengan mekanisme internal Perseroan dan
ketentuan yang berlaku.
Gambaran Umum Sistem Manajemen
Risiko di Mandiri Tunas Finance Profil Kepala Manajemen Risiko
Perseroan telah menerapkan sistem manajemen risiko Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Nomor 00093/
dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan SK-HCP.SVC/HC/VII/2023 tanggal 1 Agustus 2023 dan
Nomor 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan Manajemen Surat Keputusan Direksi Nomor 00017/SK-HCP.SVC/HC/
Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-Bank. Penerapan IV/2023 tanggal 30 April 2023, Direktur Utama Perseroan
manajemen risiko dilakukan secara menyeluruh dan menetapkan:
terintegrasi ke dalam proses bisnis Perseroan. Fungsi • Indra Budi Laksana sebagai Kepala Divisi Retail Risk
Manajemen Risiko dijalankan secara independen dari satuan Management, dan
kerja bisnis dan operasional. Dalam pelaksanaannya, fungsi • Vitriati Hartika Tapiheroe sebagai Kepala Divisi
ini memiliki akses yang memadai untuk menyampaikan Operational & Corporate Risk Management.
penilaian risiko, perubahan profil risiko, serta rekomendasi
pengendalian risiko kepada Direksi dan Dewan Komisaris
sebagai dasar pengambilan keputusan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 221
Page 223
Tata Kelola Perusahaan
Vitriati Hartika Tapiheroe
Operational & Corporate
Risk Management Division Head
Usia: 49 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Direksi 00056/SK-HCP.SVC/HC/V/2024
Masa Jabatan • Sertifikasi Manajemen Risiko Satu Tingkat Dibawah Direksi-Lembaga Sertifikasi Profesi
Sejak 2 Mei 2024 Pembiayaan Indonesia (2023)
• Qualified Chief Risk Officer, Lembaga Sertifikasi Profesi-Mitra Kalyana Sejahtera (2024)
Periode Jabatan
Ke-1 Pengalaman Kerja
• Operational & Corporate Risk Management Division Head PT Mandiri Tunas Finance
(2023-sekarang)
Riwayat Pendidikan • Head of Risk-Indonesia Allianz Trade ASEAN, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia
Sarjana di bidang Teknik Kelautan dari Institut Teknologi
(2016-2023)
Bandung (1997-2002)
• Corporate Credit Manager PT Chandra Sakti Utama Leasing (2014-2016)
Sertifikasi yang Dimiliki Rangkap Jabatan
• Qualified Chief Risk Officer (QRCO), Badan Nasional
Tidak memiliki rangkap jabatan
Sertifikasi Profesi (2018)
Indra Budi Laksana
Retail Risk Management
Division Head
Usia: 49 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Tangerang Selatan
Dasar Hukum Pengangkatan Sertifikasi yang Dimiliki
00307/SK-HCP.HCS/HC/VIII/2025 • Sertifikasi Manajemen Risiko Perbankan-Level 3 oleh Lembaga Sertifikasi Profesi
Perbankan (2019)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Satu Tingkat Dibawah Direksi-Lembaga Sertifikasi Profesi
Masa Jabatan Pembiayaan Indonesia (2023)
Sejak 1 Agustus 2023 • Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial dari PT Sertifikasi Profesi Pembiayaan
Indonesia (SPPI) (2023)
• Sertifikasi Qualified Chief Risk Officer (2025)
Periode Jabatan
Ke-2
Pengalaman Kerja
• Recovery Management Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2025-sekarang)
Riwayat Pendidikan • Retail Risk Management Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2023-2025)
• Magister di bidang Communication Science dari • Department Head Micro Productive Collection & Recovery PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Institute of Communication and Business LSPR (2024) (2019-2023)
• Sarjana di bidang Hubungan Internasional dari • Consumer Collection & Recovery Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2017-2019)
Universitas Gadjah Mada (1999) • Retail Credit Collection Head PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2015-2017)
• Retail Risk & Collection Center Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (2013-2015)
Rangkap Jabatan
Tidak memiliki rangkap jabatan
222 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 224
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Struktur Organisasi dan Kedudukan Fungsi Manajemen Risiko
Pada tahun 2025, jumlah personel Divisi Retail Risk Management dan Divisi Operational & Corporate Risk Management
adalah sebanyak 136 karyawan dengan uraian sebagai berikut:
Jabatan/Fungsi Jumlah Karyawan Divisi Jumlah Karyawan Divisi Operational & Total Jumlah
Retail Risk Management Corporate Risk Management Karyawan
Division Head 1 1 2
Department Head 3 2 5
Section Head 9 9 18
Staff - Officer 4 5 9
Jumlah 17 17 34
Sertifikasi Profesi Manajemen Risiko
Sertifikasi profesi merupakan elemen penting dalam memastikan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia di
bidang manajemen risiko. Kepemilikan sertifikasi mencerminkan pemahaman yang memadai atas perkembangan praktik,
metodologi, serta standar pengelolaan risiko yang berlaku di industri jasa keuangan.
Dalam mendukung efektivitas penerapan manajemen risiko, personel pada Divisi Retail Risk Management serta Divisi
Operational & Corporate Risk Management dibekali dengan sertifikasi profesi yang relevan. Adapun daftar sertifikasi
profesi yang dimiliki oleh kedua divisi tersebut adalah sebagai berikut:
Divisi Retail Risk Management Operational & Corporate Risk Management
Jenis Sertifikat Jumlah Karyawan yang Rasio Terhadap Jumlah Karyawan Rasio Terhadap Jumlah
Memiliki (orang) Jumlah yang Memiliki Karyawan Divisi (%)
Karyawan Divisi (orang)
(%)
Sertifikat profesi manajemen risiko dari Badan Sertifikasi 8 53 13 76
Manajemen Risiko (BSMR)
Sertifikasi Dasar Manajerial 4 100 3 100
Tugas dan Tanggung Jawab Fungsi Manajemen Risiko
Tugas dan tanggung jawab Fungsi Manajemen Risiko adalah:
1. Mengidentifikasi risiko yang melekat pada kegiatan usaha Perseroan.
2. Menyusun metode pengukuran risiko.
3. Memantau pelaksanaan strategi manajemen risiko serta posisi risiko secara keseluruhan, per jenis risiko serta melakukan
pengujian menggunakan skenario kondisi abnormal dengan menggunakan data historis.
4. Memberikan rekomendasi ke unit bisnis dan operasional.
5. Menyusun dan menyampaikan laporan profil risiko kepada Direksi.
6. Mengkaji ulang secara berkala proses manajemen risiko dan usulan atas pengembangan atau perluasan usaha.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 223
Page 225
Tata Kelola Perusahaan
Pengembangan Kompetensi Manajemen Risiko
Perseroan secara konsisten mengembangkan kompetensi pegawai, termasuk pada fungsi Manajemen Risiko, sebagai
bagian dari upaya memperkuat kualitas pengelolaan risiko secara berkelanjutan. Pengembangan kompetensi difokuskan
pada peningkatan pemahaman, kapabilitas analitis, serta ketajaman pengambilan keputusan di bidang manajemen risiko.
Adapun kegiatan peningkatan kompetensi yang diikuti oleh Retail Risk Management Division Head dan Operational &
Corporate Risk Management Division Head sepanjang tahun 2025 adalah sebagai berikut:
Nama Pelatihan/Seminar Penyelenggara Tanggal
Indra Budi Pelatihan QCRO CRMS 24-26 Februari
Laksana
Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Urgensi Transparasi Keuangan Hijau Pada Lembaga Jasa Keuangan OJK Institute 26 Mei
Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital:Pelindungan Data Pribadi dan OJK Institute 19 Juni
Dampak Teknologi Biometrik di Indonesia
Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Pandang OJK Institute 23 Juni
Agentic in in Finance: A new era of autonomous decision-making OJK Institute 03 Juli
Building The Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan OJK Institute 31 Juli
3 Juta Rumah
Mid-Year Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 07 Agustus
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di OJK Institute 21 Agustus
Sektor Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal OJK Institute 28 Agustus
Syariah
UMKM Mendunia: Strategi Peningkatan Skala Bisnis Menembus Pasar Nasional & OJK Institute 09 September
Internasional
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru : Strategi Identifikasi, Mitigasi dan OJK Institute 18 September
Penegakan Hukum
Transformasi Generative AI: Peluang Generative Engine Optimization (GEO) dalam OJK Institute 25 September
Menggeser Dominasi Search Engine Optimazation (SEO)
The Suistanable Financing Opportunities in the Indonesian Insurance Industry OJK Institute 02 Oktober
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor OJK Institute 09 Oktober
Keuangan
Menumbuhkan Generasi Melek Finansial: Memahami Dinamika Ekonomi dan Stabilitas OJK Institute 11 November
Keuangan sebagai Pilar Perekonomian Nasional
224 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 226
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Nama Pelatihan/Seminar Penyelenggara Tanggal
Vitriarti Hartika K Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Ekonomi Indonesia? OJK Institute 15 Mei
Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era OJK Institute 22 Mei
Urgensi Transparasi Keuangan Hijau Pada Lembaga Jasa Keuangan OJK Institute 26 Mei
Risk & Informastion System Control OJK Institute 30 Juni-1 Juli
Agentic in in Finance: A new era of autonomous decision-making OJK Institute 03 Juli
Building The Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem OJK Institute 24 Juli
Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Strategis Nasional: Pembangunan OJK Institute 31 Juli
3 Juta Rumah
Mid-Year Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar & Strategi Investasi ke Depan OJK Institute 07 Agustus
Dinamika Geopolitik & Ketahanan Nasional: Strategi Memperkuat Perekonomian Indonesia OJK Institute 14 Agustus
Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Kepesertaan Dana Pensiun di OJK Institute 21 Agustus
Sektor Informal
Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Perbankan Syariah & Pasar Modal OJK Institute 28 Agustus
Syariah
UMKM Mendunia: Strategi Peningkatan Skala Bisnis Menembus Pasar Nasional & OJK Institute 09 September
Internasional
Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru : Strategi Identifikasi, Mitigasi dan OJK Institute 18 September
Penegakan Hukum
Transformasi Generative AI: Peluang Generative Engine Optimization (GEO) dalam OJK Institute 25 September
Menggeser Dominasi Search Engine Optimazation (SEO)
The Sustainable Financing Opportunities in the Indonesian Insurance Industry OJK Institute 02 Oktober
Risk Appetite & Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Manajemen Risiko di Sektor OJK Institute 09 Oktober
Keuangan
Peran Digital Forensik dalam Penanganan dan Pengungkapan Kejahatan Keuangan OJK Institute 16 Oktober
Menumbuhkan Generasi Melek Finansial: Memahami Dinamika Ekonomi dan Stabilitas OJK Institute 11 November
Keuangan sebagai Pilar Perekonomian Nasional
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas
Fungsi Manajemen Risiko Tahun 2025 (BCM) antara lain:
1. Post check audit melalui Quality Assurance
Selama tahun 2025, Fungsi Manajemen Risiko telah (QA) atas parameter sesuai ketentuan.
melaksanakan tugas sebagai berikut: 2. Optimalisasi fungsi Regional Control
1. Memantau profil risiko dan mengelola seluruh Officer (RCO) yaitu memaksimalkan
profil risiko dalam rangka menetapkan risk tugas RCO dalam melakukan kontrol dan
appetite, limit risiko dan strategi pengelolaan monitoring kegiatan operasional cabang.
risiko yang tertuang dalam Risk Appetite 3. Alignment standardisasi Business
Statement (RAS). Continuity Management (BCM)
2. Memantau dan mengevaluasi perkembangan perusahaan induk.
dan kualitas portofolio secara menyeluruh. 4. Pelaksanaan asesmen Business Impact
3. Menjaga Tingkat Kesehatan Perseroan agar selalu Analysis (BIA) dan Risk Threat Assessment
dalam kondisi minimal sehat serta menyusun dan (RTA) serta perumusan dokumen Business
membuat laporan Tingkat Kesehatan ke Direksi, Continuity Plan (BCP).
Komisaris serta regulator. 8. Secara aktif terlibat dalam memastikan kepatuhan
4. Secara berkala melakukan stress testing Undang-undang Pelindungan Data Pribadi.
untuk mengukur dampak perubahan faktor 9. Melakukan identifikasi, evaluasi, dan mitigasi
makroekonomi terhadap kondisi permodalan, risiko untuk memastikan kesesuaian dengan
likuiditas, kualitas aset, dan laba Perseroan standar pencapaian sertifikasi ISO 37001 anti-
berdasarkan skenario yang ditetapkan. bribery management system.
5. Penilaian Risk Maturity Index (RMI) guna 10. Mendukung implementasi Internal Control over
mengukur sejauh mana Perseroan telah Financial Reporting (ICOFR) sebagai bagian dari
menerapkan manajemen risiko yang efektif. penguatan pengendalian internal pada laporan
6. Menyusun dan/atau mengevaluasi serta keuangan.
menyempurnakan kebijakan, prosedur Perseroan. 11. Menyusun tools monitoring debitur terutama
7. Menjaga Risiko Operasional Perseroan serta untuk debitur korporasi pada segmen Corporate
melaksanakan Business Continuity Management Fleet.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 225
Page 227
Tata Kelola Perusahaan
12. Secara aktif terlibat dalam project pembuatan Seluruh perangkat, baik berupa organ-organ maupun
sistem pembiayaan Corporate Fleet. kebijakan manajemen risiko, telah berfungsi dengan
baik dalam mengimplementasikan langkah-langkah
yang diperlukan untuk menjalankan sistem mitigasi
Penilaian Kinerja Manajemen Risiko dan pengelolaan risiko secara optimal. Secara berkala,
Tahun 2025 Manajemen telah melakukan pembahasan serta kaji ulang
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah memiliki dan sistem manajemen risiko Perseroan guna memutakhirkan
menerapkan sistem manajemen risiko yang efektif. sistem sesuai dengan kebutuhan dan dinamika industri.
Audit Internal
Audit Internal merupakan bagian integral dalam Pihak yang Mengangkat dan
penerapan GCG dan wajib diterapkan dalam pengelolaan Memberhentikan Kepala Audit Internal
Perusahaan Pembiayaan. Audit Internal menjalankan Internal Audit dipimpin oleh Corporate Audit Division
fungsi pemberian keyakinan (assurance) dan konsultasi Head yang diangkat dan diberhentikan oleh Direktur
(consulting) yang independen dan objektif, dengan tujuan Utama Perusahaan setelah mendapat persetujuan
untuk meningkatkan nilai serta mendukung perbaikan dari Dewan Komisaris dengan mempertimbangkan
berkelanjutan atas operasional Perseroan. rekomendasi Komite Audit.
Dalam pelaksanaan tugasnya, Audit Internal melakukan
evaluasi secara sistematis terhadap efektivitas Kewenangan dan Pertanggungjawaban
pengendalian internal, penerapan manajemen risiko, serta Untuk mendukung pelaksanaan tugas secara efektif,
proses tata kelola perusahaan. Evaluasi tersebut ditujukan Audit Internal diberikan kewenangan dan tanggung
untuk memastikan bahwa aktivitas Perseroan dijalankan jawab dengan menjunjung tinggi prinsip independensi,
secara efisien, terkendali, dan selaras dengan kebijakan objektivitas, dan profesionalisme. Pemberian kewenangan
serta ketentuan yang berlaku. tersebut dimaksudkan agar Audit Internal dapat
menjalankan fungsi assurance dan konsultasi secara
optimal tanpa intervensi dari unit kerja yang diaudit.
Struktur Organisasi dan Kedudukan
Audit Internal Kewenangan Audit Internal meliputi:
Secara struktural, Audit Internal berada 1 (satu) tingkat Dalam pelaksanaan tugasnya Internal Audit memiliki
di bawah Direksi. Kepala Audit Internal bertanggung kewenangan mencakup:
jawab langsung kepada Direktur Utama. Berikut 1. Melakukan aktivitas internal audit terhadap kegiatan
struktur organisasi dan kedudukan Audit Internal semua unit kerja Kantor Pusat maupun Kantor Cabang
yang menggambarkan lingkup tugas dan fungsi serta dalam organisasi PT Mandiri Tunas Finance sesuai tata
koordinasinya dalam organisasi Perseroan. kelola yang berlaku.
President DIrector
Corporate Audit
Division Head
Corporate Audit Distribution & Distribution &
IT Corporate
Dev. & Assurance Business Audit Support Audit
Audit Dept. Head
Dept. Head Dept. Head Dept. Head
226 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 228
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
2. Melakukan komunikasi secara langsung dengan 4. Memberikan rekomendasi atas hasil audit dan
Direksi, Dewan Komisaris melalui Komite Audit. memonitor tindak lanjut hasil audit internal, audit
3. Mengadakan rapat secara berkala dan insidentil eksternal, dan investigasi.
dengan Direksi, Dewan Komisaris melalui Komite 5. Bekerja sama dengan Komite Audit dalam
Audit. melaksanakan fungsi pengawasan.
4. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak 6. Melakukan koordinasi kegiatannya dengan kegiatan
eksternal termasuk Regulator dan Auditor Eksternal. eksternal audit dan unit/fungsi penyedia assurance
5. Melakukan akses terhadap seluruh informasi, catatan, lainnya, agar dapat dicapai hasil audit yang
karyawan, dan termasuk didalamnya namun tidak komprehensif dan optimal. Koordinasi dapat dilakukan
terbatas pada rekening/catatan karyawan, data/ antara lain melalui pertemuan secara periodik untuk
informasi elektronik dan sumber daya serta hal- membicarakan hal-hal yang dianggap penting bagi
hal Iain yang dianggap perlu terkait dengan tugas kedua belah pihak.
dan fungsinya, dengan ketentuan bahwa untuk 7. Bertindak sebagai Pembina Sistem untuk aktivitas
pemrosesan data pribadi karyawan mengacu pada investigasi, termasuk untuk investigasi yang
ketentuan internal dan peraturan perundang- dilaksanakan oleh Unit Kerja di luar internal Audit.
undangan terkait pelindungan data pribadi. 8. Membantu tugas Direktur Utama dan Dewan
6. Melakukan aktivitas investigasi terhadap kasus/ Komisaris dalam melakukan pengawasan dengan cara
masalah pada setiap aspek dan unsur kegiatan yang menjabarkan secara operasional baik perencanaan,
terindikasi fraud dan pelanggaran kode etik (code of pelaksanaan, maupun pemantauan hasil audit.
conduct) dalam organisasi PT Mandiri Tunas Finance 9. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi
sesuai tata kelola yang berlaku. dan efektivitas di bidang keuangan, akuntansi,
7. Mengikuti rapat yang bersifat strategis tanpa memiliki komersial, operasional, sumber daya manusia,
hak suara. teknologi informasi, dan kegiatan lain melalui audit.
8. Mendapatkan persetujuan dan/atau meminta surat 10. Mengidentifikasi segala kemungkinan untuk
kuasa dengan hak substitusi kepada karyawan pada memperbaiki dan meningkatkan efisiensi penggunaan
saat melakukan pemeriksaan atas indikasi pelanggaran sumber daya dan dana.
atau ketidaksesuaian, berupa: 11. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang
• Data/informasi rekening di Bank Mandiri dan/atau objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua
bank lain. tingkatan manajemen.
• Data/informasi baik elektronik maupun non 12. Memberikan konsultasi dan keyakinan terkait hal yang
elektronik. bersifat strategis baik pada saat perencanaan maupun
pada saat pelaksanaan kegiatan operasional.
Tanggung jawab Audit Internal meliputi: 13. Menjaga informasi rahasia yang diperoleh sewaktu
1. Merencanakan fungsi dan melaksanakan aktivitas menjabat sesuai dengan ketentuan peraturan
internal audit dengan penekanan pada bidang/ perundang-undangan.
aktivitas yang mempunyai risiko tinggi serta
mengevaluasi prosedur/control system yang ada
untuk memperoleh keyakinan bahwa tujuan dan Profil Kepala Audit Internal
sasaran Perusahaan dapat dicapai secara optimal dan Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 00078/SK-HCP.
berkesinambungan. SVC/HC/06/2022 tanggal 22 Juni 2022, Direktur Utama
2. Melaksanakan langkah-langkah dalam rangka mengangkat Bayu Mario sebagai Kepala Audit Internal
menggali informasi (investigasi), melaporkan, dan Perseroan, dan telah dilaporkan kepada OJK melalui surat
menyampaikan rekomendasi/kesimpulan atas fraud No. 128/MTF-CLC.CCS/VI/2022 pada tanggal 24 Juni
kepada Manajemen. 2022.
3. Mengembangkan dan menjalankan program untuk
mengevaluasi dan meningkatkan kualitas Internal
Audit.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 227
Page 229
Tata Kelola Perusahaan
Bayu Mario
Corporate Audit Division Head
Usia: 55 Tahun | Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Tangerang
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan Direksi No. 00078/SK-HCP.SVC/HC/06/2022
Masa Jabatan • Sertifikasi Manajemen Risiko Level 3 oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
(2018)
Sejak 22 Juni 2022 • Certified Chartered Accountant (CA) oleh Ikatan Akuntan Indonesia (2021)
• Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2023)
Periode Jabatan • Sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) (2024)
• Sertifikasi Manajemen Risiko Level 5 oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)-
Ke-2
2025
Riwayat Pendidikan Pengalaman Kerja
Sarjana di bidang Teknik Kelautan dari Institut Teknologi
• Auditor, Quality Assurance & Control, Credit Operation, Mandiri University, PT Bank
Bandung (1997-2002)
Mandiri (Persero) Tbk (1999-2022)
• Officer Development Program PT Bank Dagang Negara (1996)
Sertifikasi yang Dimiliki
• Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA) oleh Yayasan
Pendidikan Internal Audit (YPIA) (1998) Rangkap Jabatan
• Certified Fraud Examiner (CFE) oleh Association of Tidak memiliki rangkap jabatan
Certified Fraud Examiners (ACFE) (2011)
• Sertifikasi Audit Internal-Supervisor oleh Badan
Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) (2015)
Jumlah personel Audit Internal disesuaikan dengan hasil identifikasi dan kajian atas pengelolaan sistem pengendalian
internal dan efektivitas pengawasannya yang dilakukan oleh Manajemen Perseroan. Hingga 31 Desember 2025, Unit
Audit Internal memiliki 27 (dua puluh tujuh) karyawan dengan uraian penempatan dan pelaksanaan tugas sebagai berikut:
Jabatan/Fungsi Jumlah Karyawan (orang)
Kepala Divisi 1
Kepala Departemen 4
Lead Auditor 13
IT Audit Analyst 2
Audit Development Section Head 1
MIS Audit Analyst 1
Quality Assurance Analyst 2
Auditor 2
Audit Admin 1
Jumlah 27
Perseroan berkomitmen untuk meningkatkan level di bidang audit internal. Pengembangan kompetensi
sertifikasi profesi bagi karyawan Audit Internal, baik tersebut ditujukan untuk memastikan bahwa personel
bagi karyawan yang telah memiliki sertifikasi profesi Audit Internal memiliki kualifikasi dan kapabilitas yang
maupun yang belum memiliki. Oleh karena itu, Audit memadai dalam menjalankan fungsi assurance dan
Internal secara konsisten mendorong pengembangan konsultasi secara independen dan objektif. Adapun
kompetensi personelnya melalui pendidikan dan pelatihan sertifikasi profesi yang dimiliki oleh personel Audit Internal
berkelanjutan, termasuk kepemilikan sertifikasi profesi pada tahun 2025 adalah sebagai berikut:
228 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 230
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Jenis Sertifikat Jumlah Karyawan yang Memiliki (orang)
Sertifikasi Dasar Pembiayaan - Managerial 5 (Bayu Mario, Linda Gozali, Indra Riyadi, Rr Maya Widyantikirono,
Kusriadi)
Certified Fraud Examiner (CFE) 1 (Bayu Mario)
Certified Chartered Accountant (CA) 1 (Bayu Mario)
Qualified Internal Audit (QIA) 3 (Linda Gozali, Rr Maya Widyantikirono, Ridwan)
Certified Internal Audit Leader (CIAL) 1 (Indra Riyadi)
Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) Level 2 1 (Rr Maya Widyantikirono)
Sertifikasi Manajemen Risiko (BSMR) Level 5 1 (Bayu Mario)
Sertifikasi Internal Audit ISO 37001:2016 5 (Bayu Mario, Linda Gozali, Ridwan, Prasetyo Mulyo Hartono, Suci)
Certified Public Accountant (CPA) 1 (Handayani)
Sertifikasi Information Security Management Systems (Lead Auditor IRCA 1 (Kusriadi)
Certified) ISO 27001:2022
Sertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) 5 (Bayu Mario, Linda Gozali, Suci Toviny Nur, Prasetyo, Ridwan)
Certified Internal Audit Officer (CIAO) 16 (Dewa Gede Dharma Putra, Nabila Surya Kusumaningtyas, Fikri
Al Barik, Suci Toviny Nur, Artendi Arief Nugroho, Muda Andika Meiza,
Cahyadi, Syaripudin, Handayani Novitasari, Mochamad Farizi, Willy
Ferdinan Hutauruk, Ryan Bagus Setiawan, Sandro Gurning, Prasetyo
Mulyo Hartono, Lukman Calvin Jeremia, Mochtar Kiki)
Pedoman dan Tata Tertib Audit Internal 4. Corporate Audit Division Head melaporkan
Untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan OJK No. independensi fungsi internal audit kepada Dewan
56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Komisaris setahun sekali termasuk mengenai
Penyusunan Piagam Unit Audit Internal, Perseroan telah potensi pelemahan terhadap independensi dan
mempunyai Piagam Audit Internal yang telah disetujui upaya pengamanannya. Hal ini dimaksudkan
oleh Direksi dan Dewan Komisaris, sebagai acuan atau untuk mendukung independensi organisasi
pedoman dalam melaksanakan tugas, kewajiban, dan Internal Audit serta menjamin kelancaran audit
wewenangnya. dan wewenang dalam memantau tindak lanjut.
5. Auditor Internal bertanggung jawab secara
Dalam Piagam Audit Internal disebutkan independensi, langsung kepada Corporate Audit Division Head.
kedudukan dalam organisasi dan hubungan pelaporan 6. Dalam melaksanakan tugas, Internal Audit
bahwa: menyampaikan laporan kepada Direktur Utama
1. Internal Audit adalah unit kerja dalam organisasi atau Dewan Komisaris. Laporan kepada Direktur
Perusahaan yang membantu Direktur Utama Utama, disampaikan salinannya kepada Dewan
dan Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi Komisaris, Komite Audit, dan Direktur yang
pengawasan untuk mewujudkan visi dan misi membawahkan fungsi kepatuhan.
Perusahaan.
2. Internal Audit dipimpin oleh Corporate Audit Independensi Audit Internal
Division Head yang diangkat dan diberhentikan Auditor Internal menjalankan tugasnya secara independen
oleh Direktur Utama Perusahaan setelah dengan menjunjung tinggi standar profesi yang berlaku.
mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris Independensi tersebut tercermin melalui kriteria sebagai
dengan mempertimbangkan rekomendasi berikut:
Komite Audit serta dilaporkan kepada Regulator. 1. Mampu mengungkapkan pandangan dan
3. Kedudukan Corporate Audit Division Head pemikirannya tanpa pengaruh ataupun tekanan
dalam organisasi langsung di bawah dan dari pihak lain manapun.
bertanggung jawab kepada Direktur Utama. 2. Memiliki kebebasan dalam menetapkan metode,
Untuk mendukung independensi dan menjamin scope, cara, teknik dan pendekatan audit yang
kelancaran audit serta wewenang dalam akan dilakukan.
memantau tindak lanjut maka Corporate Audit 3. Tidak melakukan kegiatan yang bersifat
Division Head dapat berkomunikasi langsung operasional di luar aktivitas internal audit dan
dengan Direksi dan Dewan Komisaris melalui aktivitas investigasi.
Komite Audit untuk menginformasikan berbagai 4. Tidak melakukan perangkapan tugas dan jabatan
hal yang berhubungan dengan aktivitas internal pada kegiatan operasional perusahaan dan
audit dan aktivitas investigasi. afiliasinya.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 229
Page 231
Tata Kelola Perusahaan
Kode Etik Audit Internal insiden tersebut kepada pihak
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, yang memiliki wewenang untuk
Auditor Internal dituntut untuk bersikap profesional dan mengambil tindakan yang tepat.
taat pada kode etik yang telah ditetapkan. Kode Etik 2. Objektivitas (Objectivity)
merupakan prinsip-prinsip profesional internal auditor Auditor Internal mempertahankan sikap tidak
dalam pelaksanaan audit yaitu: Integritas, Objektivitas, memihak dan tidak bias ketika melakukan aktivitas
Kompetensi, menerapkan kecermatan profesional internal audit dan mengambil keputusan.
dan Kerahasiaan. Auditor Internal diharapkan dapat A. Objektivitas Individu
menerapkan prinsip- prinsip kode etik, sebagai berikut: 1) Auditor Internal harus menjaga
1. Integritas (Integrity) objektivitas profesional ketika
Auditor Internal menunjukkan integritas dalam melakukan aktivitas Internal
pekerjaan dan perilaku. Audit. Objektivitas profesional
A. Kejujuran dan keberanian professional mengharuskan Auditor Internal
1) Auditor Internal harus melaksanakan untuk menerapkan pola pikir yang
pekerjaan dengan kejujuran dan tidak memihak dan tidak bias serta
keberanian profesional membuat penilaian berdasarkan
2) Auditor internal harus jujur, akurat, penilaian yang seimbang terhadap
jelas, terbuka, dan penuh hormat semua keadaan yang relevan.
dalam semua hubungan profesional 2) Audit Internal harus menyadari dan
dan komunikasi. mengelola potensi bias.
3) Auditor Internal harus menunjukkan B. Menjaga Objektivitas
keberanian profesional dengan 1) Auditor Internal harus mengenali
berkomunikasi secara jujur dan dan menghindari atau memitigasi
mengambil tindakan yang tepat pelemahan aktual, potensial dan
dalam segala situasi persepsi terhadap objektivitas.
B. Ekspektasi etika organisasi 2) Auditor Internal tidak boleh
1) Auditor Internal harus memahami, menerima barang berwujud atau
menghormati, memenuhi, dan tidak berwujud, seperti hadiah,
berkontribusi terhadap ekspektasi imbalan, atau bantuan yang dapat
etika organisasi dan harus atau dianggap melemahkan
mampu mengenali perilaku yang objektivitas.
bertentangan dengan ekspektasi 3) Auditor Internal harus menghindari
tersebut. konflik kepentingan dan tidak boleh
2) Auditor Internal harus mendorong terpengaruh oleh kepentingan
dan mempromosikan budaya pribadi atau kepentingan orang
berbasis etika dalam organisasi serta lain, termasuk Direksi atau pihak
melaporkan jika terdapat kondisi lain yang memiliki otoritas, atau
yang tidak sesuai dengan ekspektasi oleh lingkungan politik atau aspek
etika organisasi. lain.
C. Perilaku taat hukum dan etis 4) Saat melakukan aktivitas internal
1) Auditor Internal tidak boleh audit:
terlibat dalam aktivitas apapun a. Auditor Internal tidak boleh
yang melanggar hukum atau menilai area yang sebelumnya
mendiskreditkan organisasi/profesi menjadi tanggung
Internal Audit atau yang dapat jawabnya dalam batas
merugikan Perusahaan. waktu sekurang-kurangnya
2) Auditor Internal harus memahami 1 (satu) tahun (cooling-off
dan mematuhi perundang-undangan period). Objektivitas tidak
yang relevan dengan Perusahaan dapat dicapai jika Auditor
dan yurisdiksi tempat Perusahaan Internal melakukan aktivitas
beroperasi, termasuk melakukan assurance atas area yang
pengungkapan sebagaimana menjadi tanggung jawab
diperlukan. Auditor Internal dalam 1
3) Jika Auditor Internal mengidentifikasi (satu) tahun sebelumnya.
pelanggaran hukum atau peraturan, b. Jika fungsi internal audit
Auditor Internal harus melaporkan akan melaksanakan aktivitas
assurance atas suatu area
230 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 232
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
yang sebelumnya Auditor 3. Kompetensi (Competency)
Internal telah melakukan Auditor Internal wajib memiliki dan menerapkan
aktivitas consulting, maka pengetahuan, keterampilan, serta kompetensi
Corporate Audit Division profesional yang diperlukan untuk melaksanakan
Head harus memastikan peran dan tanggung jawabnya secara efektif,
bahwa aktivitas consulting efisien, dan sesuai dengan standar audit internal
tersebut tidak melemahkan yang berlaku
objektivitas individu. A. Kompetensi
c. Jika Auditor Internal 1) Auditor Internal harus memiliki
akan melakukan aktivitas atau memperoleh kompetensi
consulting terkait dengan untuk melaksanakan tanggung
area yang menjadi tanggung jawabnya. Kompetensi
jawabnya sebelumnya, yang dibutuhkan mencakup
Auditor Internal harus pengetahuan, keterampilan,
mengungkapkan potensi dan kemampuan yang sesuai
pelemahan objektivitas dengan posisi pekerjaan dan
kepada pihak yang meminta tanggung jawab sesuai dengan
aktivitas tersebut sebelum tingkat pengalamannya. Auditor
menerima penugasan. Internal harus memiliki atau
C. Mengungkapkan pelemahan terhadap mengembangkan pengetahuan
objektivitas tentang Standar Audit Internal
1) Jika Auditor Internal menyadari Global IIA.
adanya suatu pelemahan 2) Auditor Internal hanya boleh
yang dapat mempengaruhi terlibat dalam aktivitas internal
objektivitasnya, Auditor Internal audit sesuai kompetensi yang
harus mengungkapkan hal tersebut dimiliki atau dapat memperoleh
kepada Corporate Audit Division kompetensi yang diperlukan.
Head. Jika Corporate Audit 3) Auditor Internal harus terus
Division Head menentukan bahwa mengembangkan dan menerapkan
suatu pelemahan mempengaruhi kompetensi yang diperlukan
kemampuan Auditor Internal untuk untuk memenuhi tanggung jawab
melaksanakan tugasnya secara profesionalnya.
objektif, Corporate Audit Division B. Pengembangan Profesional
Head harus mendiskusikan Berkelanjutan
pelemahan tersebut dengan Auditor Internal harus menjaga dan terus
Kepala Unit Kerja Klien, Direksi, mengembangkan kompetensinya untuk
dan/atau Dewan Komisaris dan meningkatkan efektivitas dan kualitas
menentukan tindakan yang tepat aktivitas internal audit. Auditor internal
untuk menyelesaikan situasi harus mengupayakan pengembangan
tersebut. profesional berkelanjutan termasuk
2) Jika setelah penugasan selesai pendidikan dan pelatihan.
ditemukan suatu pelemahan yang 4. Menerapkan Kecermatan Profesional (Due
mempengaruhi keandalan dari Professional Care)
temuan, rekomendasi, dan/atau Auditor Internal menerapkan kecermatan
kesimpulan penugasan, Corporate profesional dalam merencanakan dan
Audit Division Head harus melaksanakan aktivitas internal audit.
mendiskusikan masalah tersebut A. Kesesuaian dengan Standar Audit
dengan Kepala Unit Kerja Klien, Internal Global
Direksi, Dewan Komisaris dan/atau Auditor Internal harus merencanakan
pemangku kepentingan lain yang dan melaksanakan aktivitas internal
terkena dampak untuk selanjutnya audit sesuai dengan Standar Audit
menentukan tindakan yang tepat. Internal Global.
3) Jika objektivitas Corporate B. Kecermatan Profesional
Audit Division Head terganggu, Auditor Internal harus menerapkan
Corporate Audit Division Head kecermatan profesional dengan menilai
harus mengungkapkan kelemahan sifat, keadaan, dan persyaratan aktivitas
tersebut kepada Dewan Komisaris. yang akan diberikan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 231
Page 233
Tata Kelola Perusahaan
C. Skeptisisme Profesional prosedur tertulis di Perseroan maupun peraturan
Auditor Internal harus menerapkan eksternal. Pelaksanaan fungsi assurance bertujuan
skeptisisme profesional ketika untuk memberikan penilaian secara independen
merencanakan dan melaksanakan atas proses tata kelola (governance), pengelolaan
aktivitas internal audit. risiko dan proses pengendalian untuk organisasi
5. Kerahasiaan (Confidentiality) telah dilakukan oleh seluruh unit kerja sesuai
Auditor Internal menggunakan dan melindungi dengan kebijakan dan prosedur di Perseroan
informasi dengan tepat. maupun peraturan eksternal. Dalam melaksanakan
A. Penggunaan Informasi fungsi assurance, Audit Internal mempergunakan
Auditor Internal harus mengikuti metode audit berbasis risiko atau Risk Based Audit
kebijakan, prosedur, undang-undang, (RBA). Dalam metode tersebut, penentuan unit
dan peraturan yang relevan saat kerja dan aktivitas yang akan diaudit serta ruang
menggunakan informasi. Informasi lingkup audit dilakukan berdasarkan evaluasi
tersebut tidak boleh digunakan untuk risiko yang dilakukan secara periodik dengan
keuntungan pribadi atau dengan cara fokus risiko-risiko utama di semua lini Perseroan
yang bertentangan dan merugikan baik di jaringan kantor Cabang/Regional maupun
tujuan Perusahaan. Head Office berdasarkan concern management,
B. Perlindungan Informasi Corporate Planning, Risk Appetite Statement,
1) Auditor Internal harus menyadari Profil Risiko, internal dan external finding, input
tanggung jawabnya untuk dari second line of defence, pas event loss, dan
melindungi informasi dan regulasi yang berlaku.
menjaga kerahasiaan, privasi, b. Fungsi Consulting
dan kepemilikan informasi yang Selain fungsi assurance, Audit Internal juga
diperoleh saat melakukan jasa melaksanakan fungsi consulting sebagai strategic
internal audit atau sebagai hasil partner dalam rangka meningkatkan efektivitas
hubungan profesional. dan efisiensi proses dan aktivitas Perseroan melalui
2) Auditor Internal harus memahami penelaahan dan evaluasi risiko dan kontrol dengan
dan mematuhi kebijakan, prosedur, memberikan saran dan masukan perbaikan proses
undang-undang, dan peraturan dan aktivitas. Dalam melaksanakan fungsi analisa
terkait dengan kerahasiaan, privasi sendiri yang merupakan inisiatif Audit Internal
informasi, dan keamanan informasi maupun bekerja sama dengan unit kerja lainnya
yang berlaku pada Perusahaan dan berdasarkan permintaan dari manajemen dan
fungsi internal audit. unit kerja. Sifat dan ruang lingkup penugasannya
3) Auditor Internal tidak boleh telah disepakati dengan klien, ditujukan untuk
mengungkapkan informasi menambah nilai dan meningkatkan proses tata
rahasia kepada pihak yang tidak kelola organisasi, manajemen risiko dan proses
berwenang kecuali ada tanggung pengendalian, tanpa adanya pengalihan tanggung
jawab hukum atau profesional jawab dari manajemen kepada auditor internal.
untuk melakukannya.
4) Auditor Internal harus mengelola
risiko pengungkapan atau
Pengembangan Kompetensi Audit
pengungkapan informasi secara Internal
tidak sengaja. Perseroan secara konsisten mengembangkan kompetensi
Auditor Internal sebagai bagian dari penguatan kualitas
fungsi Audit Internal. Pengembangan kompetensi tersebut
Fungsi Audit Internal ditujukan untuk memastikan bahwa Auditor Internal memiliki
Internal Audit membantu organisasi mencapai tujuannya kapabilitas yang memadai dalam menjalankan fungsi
melalui aktivitas internal audit (assurance dan consulting) assurance dan konsultasi secara efektif, independen, dan
dalam rangka memberikan penilaian yang independen, profesional, serta mendukung peningkatan produktivitas
atas pengendalian internal (internal control), penerapan dan efektivitas kinerja Audit Internal.
pengelolaan risiko (risk management) dan proses tata
kelola (governance process) dalam Perseroan. Informasi mengenai kegiatan pengembangan kompetensi
a. Fungsi Assurance yang diikuti oleh Kepala Divisi Audit Internal, Kepala Divisi,
Pelaksanaan fungsi assurance bertujuan untuk Kepala Departemen, Lead Auditor, IT Audit Specialist,
memastikan bahwa pengendalian internal, dan Auditor sepanjang tahun 2025 disampaikan sebagai
manajemen risiko dan tata kelola telah dilakukan berikut:
oleh seluruh unit kerja sesuai dengan kebijakan dan
232 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 234
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Jenis Pengembangan Tempat
Nama Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Kompetensi Pelaksanaan
Workshop Penerapan Teknik Investigasi (Advance) dan Case Study Jakarta 31 Juli-1 Agustus Bank Mandiri
2025
Training & Sertifikasi Pelatihan dan Ujian Sertifikat CIAO Jakarta 28 April-2 Mei CRMS Indonesia
2025
Training & Sertifikasi Pembekalan Manajemen Risiko Jenjang 5 Jakarta 21-22 Agustus LPPI
2025
Training & Sertifikasi Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial Jakarta 23 Januari 2025 SPPI
Training & Sertifikasi Sertifikasi CIAL Jakarta 9 Mei 2025 CRMS Indonesia
Training & Sertifikasi COBIT 2019 Foundation Certificate Jakarta 21-22 Mei 2025 PT Andalan Teknologi
Inovasi
Training & Sertifikasi Internal Control Over Financial Report (ICOFR) Jakarta 29-30 April 2025 PSHB Indonesia
Webinar Agentic AI in Finance: A New Era of Autonomous Decision- Jakarta 3 Juli 2025 OJK Institute
Making
Webinar Building the Global Sustainable Islamic Finance Ecosystem Jakarta 24 Juli 2025 OJK Institute
Webinar Customer Experience: Strategies for Success in Digital Era Jakarta 22 Mei 2025 OJK Institute
Webinar Dinamika Geopolitik dan Ketahanan Nasional: Strategi Jakarta 14 Agustus 2025 OJK Institute
Memperkuat Perekonomian Indonesia
Webinar Efek Domino Tarif Trump: Ancaman atau Peluang bagi Jakarta 15 Mei 2025 OJK Institute
Ekonomi Indonesia
Webinar Idea Talks OJK Institute Volume 7 "Credit Scoring" Jakarta 21 April 2025 OJK Institute
Webinar Idea Talks Volume 9: Digitalisasi Perbankan dari Dua Sudut Jakarta 23 Juni 2025 OJK Institute
Pandang
Webinar Imboost Your Spirit: Cultivating Positivity for a Balanced and Jakarta 14 Februari 2025 OJK Institute
Fulfilling Life
Webinar Inovasi Produk Keuangan Islam: Peran Etika Halal dalam Jakarta 13 Maret 2025 OJK Institute
Memperluas Penetrasi Pasar
Webinar Insurance Revolution: How AI is Transforming the Jakarta 24 April 2025 OJK Institute
Underwriting and Optimizing Business Processes
Webinar Memutus Mata Rantai Scam: Sinergi dan Strategi Jakarta 19 Juni 2025 OJK Institute
Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan
Webinar Meneropong Masa Depan Pasar Emas Indonesia: Peran Jakarta 17 April 2025 OJK Institute
Strategis Bullion Bank
Webinar Mewujudkan Hari Tua yang Sejahtera: Strategi Peningkatan Jakarta 21 Agustus 2025 OJK Institute
Kepesertaan Dana Pensiun di Sektor Informal
Webinar Mid-Year Capital Market Review 2025: Evaluasi Kinerja Pasar Jakarta 7 Agustus 2025 OJK Institute
& Strategi Investasi ke Depan
Webinar Outlook Ekonomi dan Keuangan di Tahun 2025 Jakarta 20 Februari 2025 OJK Institute
Webinar Peran Digital Forensik dalam Penanganan dan Pengungkapan Jakarta 16 Oktober 2025 OJK Institute
Kejahatan Keuangan
Webinar Peran GRC dalam Meningkatkan Kepercayaan Investor & Jakarta 25 Februari 2025 OJK Institute
Stabilitas Sektor Keuangan
Webinar Peran Industri Jasa Keuangan dalam Mendukung Proyek Jakarta 31 Juli 2025 OJK Institute
Strategis Nasional: Pembangunan 3 Juta Rumah
Webinar Peran Strategis Industri Jasa Keuangan dalam Mendorong Jakarta 8 Mei 2025 OJK Institute
Pengembangan Ekonomi daerah
Webinar Perempuan Cerdas, Berdaya, dan Berintegritas Menuju Jakarta 22 April 2025 OJK Institute
Indonesia Emas
Webinar Risk Appetite and Risk Culture: Pilar Utama dalam Penguatan Jakarta 9 Oktober 2025 OJK Institute
Manajemen Risiko di Sektor Keuangan
Webinar Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Digital: Jakarta 19 Juni 2025 OJK Institute
Perlindungan Data Pribadi dan Dampak Teknologi Biometrik
di Indonesia
Webinar Strategi Peningkatan Daya Saing serta Pendalaman Jakarta 28 Agustus 2025 OJK Institute
Perbankan Syariah dan Pasar Modal Syariah
Webinar Sustainability Accounting & Reporting in the Financial Services Jakarta 6 Maret 2025 OJK Institute
Webinar The Future of Cybersecurity: Threats, Challenge, and Jakarta 5 Juni 2025 OJK Institute
Innovations
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 233
Page 235
Tata Kelola Perusahaan
Jenis Pengembangan Tempat
Nama Pelatihan Tanggal Penyelenggara
Kompetensi Pelaksanaan
Webinar The Sustainable Financing Opportunities in the Indonesian Jakarta 2 Oktober 2025 OJK Institute
Insurance Industry
Webinar Transformasi Digital: Tren Inovasi Teknologi di Sektor Jakarta 23 Januari 2025 OJK Institute
Keuangan
Webinar Transformasi Generative AI: Peluang Generative Engine Jakarta 25 September OJK Institute
Optimization (GEO) dalam Menggeser Dominasi Search 2025
Engine Optimization (SEO)
Webinar Tren Modus dan Skema Pencucian Uang Terbaru: Strategi Jakarta 31 Juli 2025 OJK Institute
Identifikasi, Mitigasi, dan Penegakan Hukum
Webinar UMKM Mendunia: Strategi Peningkatan Skala Bisnis Jakarta 9 September 2025 OJK Institute
Menembus Pasar Nasional dan Internasional
Webinar Urgensi Transparasi Keuangan Hijau Pada Lembaga Jasa Jakarta 26 Mei 2025 OJK Institute
Keuangan
Webinar Webinar Strategi Aman Transaksi Aset Kripto dan Keuangan Jakarta 19 Juni 2025 OJK Institute
Digital
Webinar Workshop Digital Forensik di Sektor Jasa Keuangan Jakarta 28-30 April 2025 OJK Institute
Rapat Audit Internal
Audit Internal secara aktif mengikuti rapat pembahasan menyampaikan hasil audit dan investigasi kepada Direksi,
hasil audit dan investigasi bersama unit kerja terkait di Komite Audit, dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari
Kantor Pusat maupun melalui forum komite internal mekanisme pelaporan dan eskalasi untuk memperoleh
Perseroan, antara lain Komite Anti Fraud dan Komite arahan serta dukungan dalam pelaksanaan tindak lanjut
Disiplin Pegawai. Rapat-rapat tersebut digunakan untuk yang diperlukan.
membahas rencana tindak lanjut dan corrective action
atas temuan audit dan investigasi.
Kebijakan
Pembahasan difokuskan pada penetapan tindakan korektif Audit Internal telah mempunyai kebijakan/pedoman
dan langkah pencegahan guna memperkuat efektivitas untuk mendukung dan menjalankan fungsi dan tanggung
pengendalian internal Perseroan serta meminimalkan jawabnya, yaitu:
potensi terulangnya penyimpangan atau kelalaian di 1. Piagam Internal Audit (Internal Audit Charter)
masa mendatang. Selain itu, Audit Internal secara berkala 2. Standard Operasional Prosedur (SOP) Internal
Audit
3. Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Internal Audit
4. Petunjuk Teknis Operasional (PTO) Audit
Information Technology (IT)
Frekuensi Rapat
Direksi Dewan Komisaris Komite Audit
15 agenda: 6 agenda: 5 agenda:
• 14 Januari 2025 (2 pembahasan) • 26 Februari 2025 • 20 Januari 2025
• 11 Februari 2025 • 6 Mei 2025 • 26 Februari 2025
• 11 Maret 2025 • 10 Juni 2025 • 10 Juni 2025
• 19 Mei 2025 • 28 Juli 2025 • 29 September 2025
• 23 Juni 2025 (2 pembahasan) • 26 September 2025 • 24 November 2025
• 15 Juli 2025 • 24 November 2025
• 21 Juli 2025
• 25 Agustus 2025 (2 pembahasan)
• 9 September 2025
• 6 Oktober 2025
• 30 Oktober 2025
• 15 Desember 2025
234 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 236
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Laporan Singkat Pelaksanaan Tugas Audit Internal Tahun 2025
Jenis Audit Subjek Audit Objek Audit
Audit Umum Pengelolaan Pembiayaan Retail Kantor Regional & Kantor Cabang Sampling
Pengelolaan Pembiayaan Segmen Corporate Fleet Divisi Corporate Fleet
(Head Office & Branch)
Pengelolaan Pembiayaan Segmen Captive/KKB Divisi Captive/KKB
Regional/Branch Captive/KKB
Pengelolaan Pembiayaan Multiguna Regional/Branch Multiguna
Divisi Multiguna: Head Office dan Graha Sultan
Quick Review Audit Kantor Cabang Sampling
Pengelolaan Restrukturisasi Retail dan Wholesale Divisi Current AR Management
Divisi SAM & Remedial
Divisi Credit Managemnet
Seluruh Regional
Pengelolaan Upping Price dan Nilai Loss on Repossess Divisi Current AR Management
(LOR) Seluruh Regional
Pengelolaan Inventory (lelang & kendaraan tarikan) Divisi Current Account Receivable (CAR)
Seluruh Regional
Pengelolaan Perjanjian Kerjasama (PKS) di Kantor Pusat Divisi Legal
dan Regional/Kantor Cabang (Dealer & non Dealer) Divisi Marketing
Divisi Operation
Implementasi BCM (Business Continuity Management)- Divisi Operational & Corporate Risk Management
IT & Non-IT
Pengelolaan Vendor Management (khusus akomodasi) Divisi Credit Operation & General Service (Procurement)
Internal Control Over Financial Report (ICoFR) Divisi Accounting
Divisi Risk Management
Implementasi ESG (Environmental Social & Governance) Divisi Corporate Planning & Performance Management
Seluruh Regional
Audit ITGC-Change Management Divisi Information Technology
Audit IT Application-VPN One Perwira Divisi Information Technology
Audit IT Application-MTF1Access Divisi Information Technology
Audit IT Operation Data Back Up Management Divisi Information Technology
Audit Mandatory Pelaporan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Divisi Credit Management
Seluruh Regional
Pelaporan Bulanan Perusahaan Pembiayaan (SILARAS) Divisi Accounting, Tax & Financial Planning
Departemen Compliance
Pengelolaan Layanan Pengaduan Customer Departemen Customer Care
Risiko Likuiditas Divisi Treasury & Finance
Penerapan APU PPT & PPPSPM Divisi Legal-Departemen Compliance
Implementasi PDP (IT & Non-IT) Divisi Legal-Departemen Compliance
Seluruh regional
Penerapan Strategy Anti Fraud Divisi Corporate Secretary-Anti Fraud
Kecukupan Kualitas Penarapan Manajemen Risiko/Risk Divisi Retail Risk
Maturity Index (RMI)
Audit IT Application-I-Care Divisi Information Technology
Audit IT Security-Threat Intelligent Divisi Information Technology
Kajian atas fungsi Audit IT Divisi Information Technology
Audit Consulting Portofolio dan Pembiayaan Used Car Divisi Business Project Unit
Pengelolaan Rekening Suspend di cabang Regional/Branch
Pendaftaran fiducia debitur overkontrak Divisi Business & Operation Support
Kebijakan penggunaan dana jamuan Divisi Treasury and Finance
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 235
Page 237
Tata Kelola Perusahaan
Sistem Manajemen Risiko
Komitmen Pengelolaan Risiko yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas
yang Andal dan/atau dari aset likuid yang dapat dengan mudah
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dikonversi menjadi kas, tanpa mengganggu aktivitas
menyadari bahwa industri pembiayaan memiliki eksposur dan kondisi keuangan perseroan.
risiko yang dinamis dan melekat pada seluruh aktivitas 6. Risiko Hukum, merupakan risiko yang timbul akibat
bisnis. Oleh karena itu, Perseroan menerapkan pengelolaan tuntutan hukum dan/atau kelemahan aspek hukum.
risiko secara proaktif dan terintegrasi untuk menjaga 7. Risiko Kepatuhan, merupakan risiko akibat perseroan
pertumbuhan pembiayaan dan operasional yang sehat, tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan
sekaligus memastikan keberlanjutan usaha tetap berada peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang
dalam koridor risk appetite yang telah ditetapkan. berlaku bagi perseroan.
8. Risiko Reputasi, merupakan risiko akibat menurunnya
Manajemen risiko tidak diposisikan semata sebagai fungsi tingkat kepercayaan pemangku kepentingan yang
pengendalian, melainkan sebagai bagian dari proses bersumber dari persepsi negatif terhadap perseroan.
pengambilan keputusan strategis Perseroan. Efektivitas
pengelolaan risiko menjadi salah satu faktor kunci dalam
pencapaian tujuan usaha, penguatan daya saing, serta
Pembentukan Divisi Manajemen Risiko
ketahanan Perseroan dalam menghadapi dinamika industri sebagai Pengelola Risiko Perseroan
dan kondisi eksternal. Sejalan dengan karakteristik kegiatan Perseroan membentuk Divisi Retail Risk Management
usaha, Perseroan menghadapi sejumlah risiko inheren dan Divisi Operational & Corporate Risk Management
yang melekat dalam aktivitas bisnisnya, antara lain sebagai untuk memastikan bahwa pengelolaan manajemen risiko
berikut: dilakukan terukur dan sistematis. Uraian lengkap tentang
1. Risiko Strategis, merupakan risiko akibat ketidaktepatan profil fungsi Manajemen Risiko dan berbagai upaya
dalam pengambilan dan/atau pelaksanaan suatu pengelolaan risiko yang telah dilakukan dapat dilihat pada
keputusan strategis serta kegagalan dalam bagian “Fungsi Manajemen Risiko” dalam bab ini.
mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.
2. Risiko Operasional, merupakan risiko akibat
ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses
Penerapan Sistem Manajemen Risiko
internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, dan/ Mandiri Tunas Finance menerapkan sistem manajemen
atau adanya kejadian eksternal yang mempengaruhi risiko dengan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa
operasional perseroan. Keuangan Nomor 44/POJK.05/2020 tentang Penerapan
3. Risiko Kredit, merupakan risiko akibat kegagalan pihak Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan Non-
lain dalam memenuhi kewajiban kepada perseroan. Bank. Penerapan manajemen risiko tersebut dirancang
4. Risiko Pasar, merupakan risiko pada posisi aset, untuk memastikan bahwa seluruh risiko yang melekat
liabilitas, ekuitas, dan/atau rekening administratif dalam kegiatan usaha Perseroan dapat dikelola secara
termasuk transaksi derivatif akibat perubahan secara terstruktur, terukur, dan selaras dengan profil serta strategi
keseluruhan dari kondisi pasar. bisnis Perseroan. Dalam kerangka tersebut, penerapan
5. Risiko Likuiditas, merupakan risiko akibat manajemen risiko Perseroan ditopang oleh empat pilar
ketidakmampuan perseroan untuk memenuhi liabilitas utama sebagai berikut:
Penerapan Manajemen Risiko
Pengawasan aktif Direksi Kecukupan kebijakan Kecukupan proses Sistem pengendalian
dan Dewan Komisaris dan prosedur Manajemen identifikasi, pengukuran, internal yang menyeluruh
Resiko serta penetapan pengendalian, dan
limit Risiko pemantauan Risiko
01 02 03 04
serta Sistem Informasi
Manajemen Risiko
236 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 238
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pilar 1 8. Memastikan dan menetapkan tugas serta
Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan secara tanggung jawab yang jelas pada masing-masing
aktif melalui Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan satuan kerja, sehingga fungsi Manajemen Risiko
Komite Nominasi dan Remunerasi. Pengawasan aktif telah beroperasi secara independen, tercermin
Direksi melalui Komite Manajemen Risiko, Komite Kredit, dengan adanya pemisahan fungsi antara unit
Komite ALCO, Komite Project, dan Komite Pengarah kerja Manajemen operasional;
Teknologi Informasi. 9. Melaksanakan kaji ulang secara berkala untuk
memastikan keakuratan metodologi penilaian
Tugas, tanggung jawab dan wewenang Dewan Komisaris risiko, kecukupan implementasi Sistem Informasi
terkait dengan pengawasan aktif dalam kegiatan Manajemen Risiko, ketepatan kebijakan dan
Manajemen Risiko antara lain meliputi: prosedur Manajemen Risiko serta penetapan
1. Memahami risiko yang melekat pada aktivitas limit Risiko.
fungsional Perseroan;
2. Mengevaluasi dan menyetujui kebijakan Pilar 2
Manajemen Risiko yang dilakukan sekurang- Kecukupan Kebijakan dan Prosedur Manajemen Risiko
kurangnya satu kali dalam satu tahun dan Serta Penetapan Limit Risiko
setiap saat dalam hal terdapat faktor yang Perseroan menyusun kebijakan-kebijakan terkait
mempengaruhi kegiatan usaha secara signifikan; manajemen risiko yang direviu secara berkala dan selalu
3. Melakukan evaluasi terhadap Direksi terkait disesuaikan dengan keadaan usaha terkini. Kebijakan-
penerapan Manajemen Risiko agar sesuai dengan kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam Standard
kebijakan, strategi dan prosedur Perseroan yang Operational Procedure (SOP) dan Pedoman Teknis
telah ditetapkan; Operasional (PTO) yang disosialisasikan kepada seluruh
4. Mengevaluasi dan memutuskan permohonan karyawan. Perseroan juga telah menetapkan limit risiko
Direksi yang berkaitan dengan transaksi dan yang sesuai dengan tingkat risiko yang akan diambil (risk
limit Risiko yang memerlukan persetujuan Dewan appetite), toleransi risiko (risk tolerance) dan strategi
Komisaris. Perseroan secara keseluruhan dengan memperhatikan
kemampuan modal Perseroan untuk menyerap eksposur
Tugas, tanggung jawab dan wewenang Direksi terkait risiko atau kerugian yang timbul. Dalam rangka
dengan pengawasan aktif dalam kegiatan Manajemen pengendalian risiko, limit digunakan sebagai ambang
Risiko antara lain meliputi: batas untuk menentukan tingkat intensitas mitigasi risiko
1. Memahami risiko yang melekat pada aktivitas yang dilakukan manajemen. Perseroan juga memiliki
fungsional Perseroan; kebijakan-kebijakan mengenai batasan persetujuan/
2. Melakukan pengawasan dan mitigasi risiko otorisasi untuk transaksi pembiayaan maupun yang
secara aktif; bukan transaksi pembiayaan. Kebijakan pencadangan
3. Menyusun kebijakan dan strategi Manajemen kerugian piutang Perseroan juga sejalan dengan kebijakan
Risiko secara tertulis dan komprehensif serta pencadangan pada Perseroan Induk yang sesuai dengan
mengevaluasi secara berkala paling sedikit 1 ketentuan regulator.
(satu) kali dalam 1 (satu) tahun dan setiap saat
dalam hal terdapat faktor yang mempengaruhi Pilar 3
kegiatan usaha secara signifikan; Kecukupan Proses Identifikasi, Pengendalian dan
4. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan Pemantauan Sistem Informasi Manajemen Risiko
Manajemen Risiko dan eksposur risiko yang Perseroan memiliki perangkat untuk mengidentifikasi,
diambil oleh Perseroan secara keseluruhan, mengukur, mengendalikan, dan memantau risiko secara
termasuk mengevaluasi dan memberikan arahan berkala. Perangkat tersebut digunakan fungsi Manajemen
berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Risiko untuk memberikan masukan serta rekomendasi
fungsi Manajemen Risiko dan menyampaikan kepada Direksi untuk memastikan kegiatan usaha dapat
laporan pertanggungjawaban kepada Dewan mencapai target yang ditetapkan.
Komisaris secara berkala;
5. Mengevaluasi dan memutuskan transaksi dan Identifikasi risiko bersifat proaktif, mencakup seluruh
limit Risiko yang memerlukan persetujuan Direksi; aktivitas bisnis Perseroan dan dilakukan dalam rangka
6. Mengembangkan budaya Manajemen Risiko menganalisis sumber dan kemungkinan timbulnya risiko
pada seluruh jenjang organisasi; serta dampaknya. Hasil identifikasi risiko diterjemahkan
7. Memastikan peningkatan kompetensi Sumber menjadi parameter-parameter risiko yang akan diukur
Daya Manusia yang terkait dengan Manajemen secara berkala. Selanjutnya, Perseroan melakukan
Risiko, antara lain melalui program pendidikan pengukuran risiko atas parameter-parameter risiko yang
dan pelatihan terutama yang berkaitan dengan telah ditetapkan, dimana pemantauan tersebut dilakukan
sistem dan proses Manajemen Risiko; oleh satuan kerja yang independen dari satuan kerja
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 237
Page 239
Tata Kelola Perusahaan
pemilik risiko. Atas hasil pemantauan tersebut, fungsi Pengelolaan Risiko Terintegrasi dengan
Manajemen Risiko bersama unit kerja terkait memberikan
rekomendasi kepada Direksi.
Entitas Induk
Sebagai entitas anak dari PT Bank Mandiri (Persero)
Dalam rangka mendukung proses identifikasi, pengukuran, Tbk, Perseroan melakukan Konsolidasi Risiko dengan
pengendalian, dan pemantauan risiko, Perseroan telah entitas induk dimana aktivitas ini merupakan bukti
mengembangkan sistem manajemen informasi yang kepatuhan kepada Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/
didukung oleh Sumber Daya Manusia yang kompeten. PBI/2006 tertanggal 30 Januari 2006 dan Peraturan OJK
Sistem dikembangkan untuk mendukung pengelolaan No. 17/POJK.03/2014 tertanggal 19 November 2014
risiko yang lebih efisien agar pengambilan keputusan tentang Penerapan Manajemen Risiko Terintegrasi Bagi
dapat lebih cepat namun tetap mengacu pada prinsip Konglomerasi Keuangan. Melalui kepatuhan tersebut,
kehati-hatian. Sistem informasi manajemen risiko dapat penerapan manajemen risiko Perseroan merupakan
mencakup informasi, seperti: eksposur risiko, kepatuhan pendekatan terpadu dan konsisten dalam melakukan
terhadap kebijakan dan prosedur Manajemen Risiko, penelaahan, pengukuran, pemantauan dan pengelolaan
realisasi pelaksanaan Manajemen Risiko dibanding target risiko terhadap seluruh komponen kelompok Perseroan.
yang ditetapkan, dan selanjutnya informasi-informasi Perkembangan konsolidasi ini secara berkala telah
tersebut disampaikan secara rutin kepada Direksi. dikomunikasikan Bank Mandiri kepada regulator.
1. First Line, yang berkaitan dengan pemenuhan
Pilar 4 ketentuan Peraturan Bank Indonesia No. 8/6/
Sistem Pengendalian Internal Yang Menyeluruh PBI/2006 tentang Penerapan Manajemen Risiko
Perseroan menjalankan praktik pengelolaan risiko yang Secara Konsolidasi bagi Bank yang Melakukan
efektif di seluruh unit kerja dengan menerapkan kebijakan Pengendalian Terhadap Perusahaan Anak.
three line of defense models dengan ketentuan sebagai 2. Second Line, merupakan pendekatan kebutuhan
berikut: internal Perseroan secara keseluruhan yang mencakup
1. Unit bisnis sebagai pertahanan lapis pertama perangkat (tools), kesadaran risiko (awareness), tata
bertanggungjawab atas efektivitas pengelolaan kelola perusahaan (governance), dan sistem informasi
risiko, konsistensi pelaksanaan kebijakan dan manajemen risiko (system).
prosedur manajemen risiko, dan pengendalian
internal yang efektif. Berbagai bentuk aktivitas yang dilakukan dalam rangka
2. Unit Manajemen Risiko dan Kepatuhan sebagai konsolidasi risiko antara lain:
pertahanan lapis kedua bertanggungjawab atas 1. Annual Integrated Risk Conference (AIRC) antara
pengembangan dan pemantauan manajemen Perusahaan Induk dan seluruh Perusahaan Anak;
risiko secara keseluruhan, pengawasan terhadap 2. Forum Integrated Risk Committee (FIRC) yang
pelaksanaan kebijakan dan prosedur yang dijalankan dilakukan bersama Bank Mandiri setiap triwulan untuk
oleh fungsi bisnis, dan memantau risiko perusahaan membahas perkembangan Profil Risiko Inherent dan
secara keseluruhan. Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) di
3. Unit Audit Internal sebagai pertahanan lapis ketiga Mandiri Tunas Finance.
bertanggungjawab untuk melalukan reviu dan evaluasi 3. Penerapan Risk Appetite Statement (RAS) bersama
rancang bangun dan implementasi manajemen risiko dengan Bank Mandiri sebagai salah satu tools Risk
serta melakukan penilaian kecukupan dan efektivitas Management untuk mengukur tingkat risiko yang
implementasi manajemen risiko secara keseluruhan, masih dapat diterima Perusahaan dalam mendukung
guna memastikan bahwa pertahanan lapis pertama strategi bisnis.
dan lapis kedua telah berjalan efektif. 4. Pelaksanaan stress testing terintegrasi Bank
Mandiri dengan perusahaan anak setiap triwulan,
Sistem pengendalian internal dalam penerapan menggunakan beberapa asumsi/skenario sebagai
manajemen risiko antara lain mencakup kesesuaian bentuk antisipasi aksi perusahaan pada kondisi
sistem pengendalian internal dan penerapan manajemen lingkungan bisnis yang buruk.
risiko. Penerapan manajemen risiko termasuk kecukupan 5. Penerapan model scoring yang dikembangkan oleh
kebijakan, prosedur dan sistem informasi manajemen Mandiri Tunas Finance dan direviu secara berkala
senantiasa dikaji dan direviu secara berkala. oleh Bank Mandiri.
6. Monitoring kondisi likuidasi perusahaan secara
238 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 240
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
berkala yang dilaporkan kepada Perusahaan Induk.
7. Risk Based Bank Rating dilakukan secara berkala Perseroan juga telah menyusun Portfolio Guideline
untuk mengetahui perkembangan tata kelola dan telah menetapkan industry limit sebagai dasar
perusahaan, profil risiko, kemampuan permodalan, arah pertumbuhan bisnis segmen Corporate Fleet
dan tingkat rentabilitas perseroan. di tahun 2025. Penyusunan Portfolio Guideline dan
Industry Limit disesuaikan dengan kondisi makro
ekonomi saat ini dan prospek industri dalam setahun
Jenis-jenis Risiko yang Dihadapi dan ke depan, sehingga Perseroan secara tepat memilih
Pengelolaan Serta Mitigasinya pengembangan industri yang sehat dengan tingkat
Dari 8 (delapan) jenis risiko yang melekat, terdapat 4 risiko rendah serta mampu membatasi pertumbuhan
(empat) risiko utama yang dihadapi Perseroan, yaitu industri yang sedang tidak sehat dengan tingkat
risiko kredit, risiko operasional, risiko strategi dan risiko risiko tinggi.
likuiditas. Penjelasan masing-masing risiko serta upaya • Monitoring Pembiayaan
pengelolaan dan mitigasinya adalah sebagai berikut: Monitoring pembiayaan pada segmen Corporate
Fleet dilakukan dengan menggunakan tools SIGNAL
1. Risiko Kredit dan SHIELD yang merupakan suatu metode yang
Risiko kredit berasal dari aktivitas pemberian pembiayaan. terstandar, terstruktur dan komprehensif dalam
Pengelolaan risiko kredit bertujuan untuk mengukur, memantau kinerja debitur korporasi. Monitoring
mengantisipasi, dan meminimalisir kerugian akibat dilakukan secara berkala melalui forum rapat,
kegagalan debitur dalam memenuhi kewajibannya. bersama dengan unit kerja marketing sebagai
• Ketentuan Pembiayaan pengelola account, unit kerja kredit dan unit kerja
Ketentuan pembiayaan dituangkan dalam Kebijakan, collection. Selain itu, dilakukan juga Monthly
Standard Operation Procedure (SOP), dan Petunjuk Performance Review antara unit kerja bisnis, unit
Teknis Operasional (PTO). Kebijakan pembiayaan kerja kredit, unit kerja collection dan unit kerja risk
Perseroan mengatur bahwa proses pembiayaan dalam rangka memonitoring dan mengevaluasi
kepada debitur dilakukan oleh pihak-pihak yang performance portfolio segmen Corporate Fleet
independen untuk memastikan penerapan prinsip setiap bulannya.
kehati-hatian. Monitoring kredit ritel dilakukan pada level
• Persetujuan Pembiayaan portofolio. Analisa portofolio dilakukan secara
Dalam menilai aplikasi kredit, Perseroan senantiasa berkala melalui forum rapat bersama unit marketing
mengacu pada regulasi dan prinsip kehati- (Branch Manager), unit kerja kredit, dan unit kerja
hatian diantaranya berdasarkan faktor penilaian collection. Fungsi Manajemen Risiko juga melakukan
kemampuan membayar, prospek usaha dan kinerja monitoring secara berkala terhadap kualitas
debitur. Perseroan telah menerapkan mobile survey pemutusan dari pejabat pemegang kewenangan
dalam rangka meningkatkan kualitas pencairan memutus kredit dan memberikan rekomendasi
kredit. Proses kredit dan pengelolaan risiko kredit kepada Direksi atas hasil monitoring tersebut.
segmen Retail dilakukan melalui proses end to end
yang terintegrasi dalam sistem MTF1Access dan Sebagai langkah antisipatif (early warning signal),
Estar. dilakukan proses simulasi dan stress testing terhadap
portofolio secara berkala untuk mengetahui
Proses pengambilan keputusan pada segmen retail perubahan kualitas portofolio terhadap perubahan
dilakukan melalui rekomendasi sistem credit scoring. makro ekonomi. Hasil stress testing memberikan
Model credit scoring secara berkala dilakukan panduan bagi Direksi untuk mengantisipasi kondisi
validasi untuk memastikan keakuratannya. Untuk makro yang mungkin terjadi.
mempercepat proses pengambilan keputusan • Credit Collection dan Recovery
kredit, Perseroan telah memberikan kewenangan Perseroan telah menyusun kebijakan penanganan
keputusan kredit kepada pejabat yang ditunjuk collection dan recovery berdasarkan jenis produk
berdasarkan kualifikasi tertentu. Proses pengambilan dan berdasarkan hari tunggakan debitur. Kegiatan
keputusan pada segmen Corporate Fleet dilakukan penagihan atas debitur bermasalah didukung
melalui sirkuler Nota Analisa Pembiayaan, dan Rapat oleh Automatic Collection System yang bersifat
Komite Pembiayaan sesuai dengan jumlah fasilitas end to-end dalam membantu memastikan proses
pembiayaan yang diajukan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 239
Page 241
Tata Kelola Perusahaan
penagihan dilakukan sesuai dengan prosedur yang • Control Testing (CT)
berlaku. Dalam menjalankan kegiatan collection, CT merupakan pengujian efektivitas kontrol
pegawai yang menangani fungsi penagihan dan atas risiko yang dilakukan oleh unit kerja
eksekusi agunan telah memiliki sertifikat profesi pemilik risiko, secara on-desk maupun on-site.
di bidang penagihan. Selain itu pegawai dibekali CT merupakan salah satu proses penting yang
dengan mobile collection device yang dilengkapi menguji kecukupan kontrol secara periodik dan
dengan mesin EDC (electronic data capture) untuk mengidentifikasi potensi kelemahan termasuk
memastikan akuntabilitas pelaksanaan proses mitigasi risiko serta menetapkan tindakan
penagihan kepada debitur. perbaikan.
• Issue and Action Management (IAM)
2. Risiko Operasional Merupakan pencatatan atas tindak lanjut
Risiko operasional disebabkan karena tidak berfungsinya perbaikan dari isu/kondisi/ketidaksesuaian
proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem, prosedur yang ditemukan dari berbagai sumber
atau adanya faktor eksternal yang mempengaruhi kegiatan (seperti: indikasi temuan dari pelaksanaan
operasional Perseroan. Untuk mengelola dan memitigasi QA, hasil control testing, insiden maupun Self
risiko operasional, Perseroan melakukan penyelarasan Identified Issue)
metodologi Risk based Audit melalui pemeliharaan risk • Business Continuity Management
library dan mengimplementasikan perangkat Operational Untuk menjamin kelangsungan operasional dalam
Risk Management Tools (ORM Tools). ORM Tools yang kondisi darurat, Perseroan telah menyiapkan
digunakan adalah sebagai berikut: kebijakan yang berisi langkah-langkah yang harus
• Quality Assurance (QA) diambil sebelum, selama dan setelah terjadinya
QA merupakan tools yang berfungsi sebagai suatu keadaan darurat. Kebijakan tersebut diatur
Early Detection System (EDS) atau pendeteksi dalam Business Continuity Management (BCM)
dini fraud event atas kejadian yang berpotensi yang meliputi Business Continuity Plan (BCP),
merugikan perusahaan. QA juga merupakan Disaster Recovery Plan (DRP) dan Emergency
sebagai post check audit yang dilakukan secara Response Procedure (ERP), sebagai berikut:
berkala melalui pengecekan account secara - Disaster Recovery Plan (DRP)
sampling dan konfirmasi kepada debitur melalui DRP adalah suatu perencanaan menyeluruh
telepon serta PIC unit kerja kantor cabang mengenai tindakan yang harus diambil
(apabila diperlukan) dalam rangka menemukan sebelum, selama dan setelah suatu peristiwa
adanya ketidaksesuaian prosedur kerja yang yang mengganggu dan menyebabkan suatu
dijalankan. kerugian sistem informasi. Tujuan DRP yaitu
• Risk Control & Self Assessment (RCSA) memastikan proses kegiatan operasional
RCSA digunakan untuk mengidentifikasi dan Perseroan tetap berjalan dengan baik ketika
menilai risiko yang melekat pada aktivitas di terjadi permasalahan pada sistem informasi,
setiap unit kerja, serta menilai kualitas kontrol dengan menggunakan sistem cadangan
atas risiko yang telah dilakukan unit kerja pemilik (backup) yang telah dipersiapkan.
risiko melalui parameter Top Risk dari risiko - Emergency Response Plan (ERP)
operasional yang terjadi. Parameter risiko- ERP adalah suatu strategi perencanaan
risiko tersebut dapat berubah sejalan dengan untuk mengantisipasi dan menanggulangi
pertumbuhan bisnis yang terjadi di MTF. keadaan darurat yang wajib dijalankan oleh
• MTF Loss Events Database (MLED) tim khusus yang bertanggung jawab untuk
MLED database berisi data historis kejadian melakukan tindakan penyelamatan pada
(pencatatan berdasarkan tanggal kejadian, saat terjadi keadaan darurat.
deskripsi kejadian dan faktor penyebab kejadian - Business Continuity Plan (BCP)
risiko) yang dapat menimbulkan kerugian BCP adalah suatu perencanaan yang
maupun potensi kerugian operasional (fraud bertujuan untuk mempertahankan
maupun non-fraud). Pencatatan kejadian kelangsungan operasional Perseroan
tersebut dilakukan oleh setiap unit kerja pemilik saat terjadi gangguan yang disebabkan
risiko secara berkala. oleh bencana alam atau manusia, yang
berpotensi menyebabkan kerugian. BCP
disusun untuk meminimalisasi akibat dari
gangguan dan memastikan operasional
Perseroan dapat berjalan.
240 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 242
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dalam hal pengelolaan risiko operasional, setiap unit didukung oleh Compliance Management System (CMS)
kerja bertanggung jawab terhadap pengelolaan risiko untuk menghindari ketidakpatuhan Perseroan atas
operasional yang melekat dan memiliki fungsi dalam ketentuan internal maupun eksternal. Dalam mengelola
pengelolaan risiko. Unit bisnis sebagai risk owner risiko pasar, Perseroan melakukan mitigasi berupa
merupakan first line of defense, unit kerja Manajemen penetapan limit aktivitas transaksi dalam mata uang asing
Risiko sebagai supporting unit berperan sebagai second dan suku bunga mengambang yang tertuang dalam Risk
line of defense dan Internal Audit berperan sebagai third Appetite Statament, melakukan full hedge pendanaan
line of defense. dalam mata uang asing dan suku bunga mengambang,
melakukan stress testing untuk mengetahui dampak
3. Risiko Strategi kondisi pasar yang ekstrim terhadap eksposur Perseroan.
Pengelolaan risiko strategi bertujuan untuk mengantisipasi
potensi kegagalan dalam mencapai tujuan Perseroan Dalam mengelola risiko hukum, Perseroan secara berkala
akibat ketidaklayakan atau kegagalan dalam melakukan melakukan internalisasi budaya risiko hukum melalui
perencanaan, penetapan, pelaksanaan strategi, serta sosialisasi kepada seluruh pegawai yang dilaksanakan
kegagalan dalam mengantisipasi perubahan bisnis. Dalam oleh unit litigasi serta Manajemen Risiko. Adapun dalam
mengelola risiko strategi, Perseroan melakukan reviu mengelola risiko reputasi, khususnya untuk mitigasi
kinerja dan melakukan evaluasi penyusunan target bisnis, timbulnya pemberitaan media dan/atau rumor mengenai
serta melakukan langkah-langkah perbaikan sesuai risk Perseroan yang bersifat negatif, serta mitigasi atas
appetite dengan mempertimbangkan kondisi internal dan strategi komunikasi perusahaan yang kurang efektif,
eksternal. Selain itu, dilakukan pemantauan pencapaian maka Perseroan telah memiliki unit kerja Corporate
target pembiayaan, realisasi anggaran terhadap rencana Communication dan unit kerja Customer Care.
anggaran, realisasi pengembangan cabang, dan realisasi
pemenuhan SDM oleh unit-unit kerja terkait secara
periodik.
Reviu terhadap Efektivitas Sistem
Manajemen Risiko
4. Risiko Likuiditas Sistem informasi manajemen risiko Perseroan telah
Satuan Kerja Manajemen Risiko bersama unit kerja terkait berfungsi secara efektif dan terus dikembangkan untuk
melakukan identifikasi, pengukuran, pengendalian, dan memastikan tersedianya informasi risiko yang akurat,
pemantauan risiko likuiditas dengan tujuan meminimalisir lengkap, relevan, dan tepat waktu. Informasi tersebut
risiko yang timbul akibat kegagalan Perseroan dalam digunakan oleh Direksi, Dewan Komisaris, serta satuan
menyediakan pendanaan pada jangka waktu tertentu. kerja terkait sebagai dasar dalam menilai, memantau, dan
Dalam mengelola risiko likuiditas, Satuan Kerja Manajemen memitigasi risiko yang dihadapi Perseroan. Hasil penilaian
Risiko menetapkan nilai limit untuk parameter risiko profil risiko Perseroan sepanjang tahun 2025 menunjukkan
likuiditas serta melakukan stress testing risiko likuiditas bahwa risiko-risiko utama yang melekat pada kegiatan
secara berkala. Pengelolaan risiko likuiditas didukung usaha dapat dikelola secara memadai. Kondisi tersebut
oleh Asset & Liability Committee (ALCO) dengan tujuan mencerminkan bahwa penerapan manajemen risiko
memonitor dan membuat proyeksi terhadap seluruh telah mendukung stabilitas operasional dan pelaksanaan
kewajiban yang jatuh tempo, aset, dan pertumbuhan strategi bisnis Perseroan secara terkendali.
pembiayaan baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Selain itu, untuk menjaga ketersediaan sumber
pendanaan, Perseroan menjaga relasi dengan Perbankan,
Pernyataan Manajemen atas Kecukupan
menjaga kualitas pembiayaan dan reputasi perusahaan. Sistem Manajemen Risiko
Manajemen menilai bahwa Sistem Manajemen Risiko
5. Risiko Kepatuhan, Pasar, Hukum, dan Reputasi Perseroan telah berjalan secara memadai dan efektif.
Selain risiko kredit, operasional, strategis, dan likuiditas, Penilaian tersebut didasarkan pada efektivitas pelaksanaan
Perseroan juga memastikan pengelolaan risiko kepatuhan, fungsi manajemen risiko, ketersediaan informasi risiko
pasar, hukum, dan reputasi dilaksanakan dengan baik. yang memadai dan tepat waktu, serta tingkat kepatuhan
Seluruh parameter risiko telah dimasukkan ke dalam Risk terhadap kebijakan dan prosedur Manajemen Risiko yang
Appetite Statement (RAS) Perseroan dan dimonitor secara ditetapkan. Selain itu, sistem manajemen risiko Perseroan
berkala. Dalam mengelola risiko kepatuhan, Divisi Retail didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang
Risk Management dan Divisi Corporate Risk Management memadai serta mekanisme pelaporan yang memungkinkan
telah menetapkan parameter-parameter yang dimonitor pemantauan eksposur risiko dan evaluasi pencapaian
secara berkala. Pengelolaan risiko kepatuhan juga target pengelolaan risiko secara berkelanjutan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 241
Page 243
Tata Kelola Perusahaan
Auditor Eksternal/
terdapat hal tersebut, KAP akan menyampaikan kepada
Akuntan Publik manajemen.
Akuntan Publik bertindak sebagai pihak independen 5. Manajemen, dalam hal ini Direksi, memberikan
yang melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan tanggung jawabnya terhadap laporan keuangan yang
Perseroan serta memberikan opini mengenai kesesuaian telah di audit oleh KAP, sesuai Peraturan OJK No. 75/
penyajiannya dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) POJK.04/2017 tentang Tanggung Jawab Direksi atas
yang berlaku di Indonesia. Keberadaan akuntan publik Laporan Keuangan.
diatur melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9 6. Manajemen menyetujui kertas kerja pemeriksaan KAP
Tahun 2023 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dan atas Perseroan untuk direviu oleh badan atau otoritas
Kantor Akuntan Publik dalam Kegiatan Jasa Keuangan. terkait.
Perseroan menunjuk KAP berdasarkan keputusan RUPS 7. Audit dilaksanakan berdasarkan Standar Profesional
Tahunan dengan mempertimbangkan rekomendasi Komite Akuntan Publik yang diterbitkan oleh Institut Akuntan
Audit yang telah disetujui oleh Dewan Komisaris. Proses Publik Indonesia (IAPI). Jika terdapat bantuan keuangan
pemilihan KAP dilaksanakan sesuai ketentuan OJK melalui Pemerintah RI, maka audit dilaksanakan berdasarkan
prosedur pengadaan jasa audit yang berlaku di Perseroan. Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang
Auditor Eksternal yang dipilih wajib bebas dari benturan diterbitkan oleh Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI.
kepentingan, baik langsung maupun tidak langsung
dengan Perseroan.
Kriteria Akuntan Publik
Perseroan menetapkan 4 (empat) syarat atau kriteria yang
Kepatuhan terhadap Akuntansi harus dimiliki KAP dalam prosedur penunjukannya, yaitu
Keuangan Indonesia sebagai berikut:
Manajemen bertanggung jawab terhadap penyajian laporan • Terdaftar di OJK;
keuangan Perseroan dan patuh terhadap Standar Akuntansi • KAP yang termasuk dalam kelompok 4 (empat) besar di
Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia yang ditetapkan Indonesia;
oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan Peraturan Badan • Memiliki afiliasi internasional;
Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam- • Memiliki pengalaman melakukan audit terhadap
LK) No. VIII.G.7, Lampiran Surat Keputusan No. KEP-347/ perusahaan berstatus emiten atau perusahaan terbuka.
BL/2012, tanggal 25 Juni 2012 tentang Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau
Perusahaan Publik.
Mekanisme Penunjukan Akuntan Publik
Untuk memastikan kualitas dan independensi proses audit,
penunjukan KAP dilakukan melalui mekanisme yang ketat
Prosedur Audit Eksternal dan Standar dan sesuai peraturan, yaitu sebagai berikut:
Audit 1. Dewan Komisaris melalui Komite Audit melakukan
1. Audit atas laporan keuangan Perseroan dilakukan proses penunjukan calon Auditor eksternal dengan
sesuai dengan standar profesional Akuntan Publik yang meminta bantuan Direksi dalam proses penunjukannya
mencakup seluruh prosedur audit yang dipandang perlu sesuai dengan ketentuan pengadaan barang/jasa.
sesuai dengan keadaan. 2. Dewan Komisaris dapat melakukan penunjukan kembali
2. Audit meliputi pengujian dan evaluasi terhadap sistem auditor eksternal dengan berdasarkan pada hasil evaluasi
pengendalian intern, serta pemeriksaan, atas dasar atas kinerja auditor eksternal untuk melakukan audit atas
pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah laporan keuangan.
dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit 3. Dewan Komisaris menyampaikan alasan pencalonan
juga akan meliputi penilaian atas prinsip akuntansi tersebut kepada RUPS dan besarnya honorarium/imbalan
yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat jasa yang diusulkan untuk eksternal auditor tersebut.
oleh manajemen, serta penilaian atas penyajian laporan 4. Usulan kepada RUPS tersebut dapat disampaikan
keuangan secara keseluruhan sesuai dengan Pernyataan melalui surat tersendiri yang merupakan bagian dari
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang dikeluarkan surat tanggapan Dewan Komisaris atas kinerja tahunan
oleh IAI. Perseroan.
3. Sebagai bagian dari proses audit, Kantor Akuntan Publik 5. Dewan Komisaris mengevaluasi kinerja auditor eksternal
(KAP) juga melakukan tanya jawab kepada manajemen melalui Komite Audit sesuai dengan ketentuan dan
mengenai pernyataan manajemen yang disajikan dalam standar yang berlaku.
laporan keuangan. 6. Untuk proses penunjukan calon auditor eksternal dan atau
4. Audit mengandung risiko inheren bahwa jika terdapat penunjukan kembali auditor eksternal yang dilakukan
kekeliruan dan ketidaksesuaian yang material. Jika oleh RUPS, Dewan Komisaris cukup memberikan kuasa
kepada RUPS untuk menetapkan auditor tersebut.
242 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 244
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Penerapan Manajemen Risiko
Dewan Komisaris menyampaikan surat rekomendasi kepada RUPS
Dewan Komisaris melakukan telaah atas rekomendasi Komite Audit, melakukan pembahasan dengan
organ Dewan Komisaris dan calon auditor eksternal/Akuntan Publik
Tindak lanjut Komite Audit:
Melakukan evaluasi atas pelaksanaan audit internal dan eksternal
Menyampaikan laporan kepada Dewan Komisaris
Penyampaian arahan dan penugasan dari Dewan Komisaris kepada Komite Audit
Penunjukan Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Publik Tahun 2025
Pada tahun 2025 Perseroan telah menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti & Surja (a member firm of Ernst
& Young Global Limited) untuk melaksanakan audit laporan keuangan Perseroan sebagaimana ditetapkan dalam RUPS
Tahunan tanggal 30 Juni 2025.
Kantor Akuntan Publik
Nama Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti & Surja (EY)
Tanda Terdaftar STTD.KAP-03/PM.22/2018
Akuntan Publik Yasir
Nomor Registrasi AP.0703
Tahun Audit 2025
Periode Penugasan 2025
Jasa Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
Jasa Non Audit/Lainnya Tidak terdapat jasa lain yang diberikan Kantor Akuntan Publik kepada Perseroan.
Biaya Rp1.362.500.000
Kantor Akuntan Publik 2021-2025
Tahun Kantor Akuntan Publik Nama Akuntan Izin KAP Biaya (Rp) Opini
2025 Kantor Akuntan Publik Yasir STTD.KAP-17/ 1.387.500.000 Wajar dalam semua hal yang
Purwanto Susanti & Surja PM.021/2025 material
2024 Kantor Akuntan Publik Yasir STTD.KAP-03/ 1.265.400.000 Wajar dalam semua hal yang
Purwantono, Sungkoro & Surja PM.22/2018 material
2023 Kantor Akuntan Publik Danil Setiadi STTD.KAP-03/ 2.097.900.000 Wajar dalam semua hal yang
Purwantono, Sungkoro & Surja Handaja PM.22/2018 material
2022 Kantor Akuntan Publik Yovita STTD.KAP-03/ 1.048.950.000 Wajar dalam semua hal yang
Purwantono, Sungkoro & Surja PM.22/2018 material
2021 Kantor Akuntan Publik Yovita STTD.KAP-03/ 1.097.800.000 Wajar dalam semua hal yang
Purwantono, Sungkoro & Surja PM.22/2018 material
Sistem Pengendalian Internal
Sistem Pengendalian Internal merupakan proses yang seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan,
terintegrasi dalam seluruh aktivitas Perseroan dan pelaksanaan, pengawasan, hingga pertanggungjawaban.
dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pimpinan dan Melalui mekanisme tersebut, Perseroan memastikan
seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang bahwa proses operasional dan pengambilan keputusan
memadai atas pencapaian tujuan Perseroan. Sistem ini dilaksanakan secara konsisten, sesuai dengan kebijakan
dirancang untuk memastikan bahwa kegiatan Perseroan yang ditetapkan, serta mendukung pencapaian kinerja
berjalan secara tertib, terkendali, efisien, dan efektif. yang optimal.
Penerapan Sistem Pengendalian Internal mencakup
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 243
Page 245
Tata Kelola Perusahaan
Tujuan penerapan Sistem Pengendalian Internal di lingkup pengendalian internal dapat dilaksanakan secara optimal,
Perseroan adalah sebagai berikut: dan penyimpangan yang terjadi segera dilaporkan
1. Menjaga dan mengamankan harta kekayaan Perseroan kepada Direksi dan Komisaris melalui Komite Audit.
2. Menjamin tersedianya laporan yang lebih akurat
3. Meningkatkan kepatuhan terhadap ketentuan yang
berlaku
Pengendalian Keuangan dan
4. Mengurangi dampak kerugian dari adanya Operasional
penyimpangan termasuk kecurangan/fraud, dan Perseroan berkomitmen untuk menyajikan informasi
pelanggaran terhadap prinsip kehati-hatian keuangan dan operasional secara andal, adil, dan
5. Meningkatkan efektivitas organisasi dan efisiensi transparan kepada seluruh pihak yang berkepentingan
sumber daya dengan mengacu pada standar akuntansi yang berlaku
di Indonesia. Komitmen tersebut didukung oleh
penerapan sistem pengendalian internal yang dirancang
Penerapan Sistem Pengendalian Internal untuk menjamin keandalan pencatatan transaksi serta
di Lingkup Perseroan kecukupan pengendalian atas seluruh aktivitas keuangan
Sistem Pengendalian Internal diterapkan mulai dari dan operasional Perseroan.
penetapan sasaran dan strategi di seluruh organisasi,
identifikasi kemungkinan terjadinya suatu kejadian yang Penyusunan dan penyajian laporan keuangan tahunan,
dapat mempengaruhi sasaran dan strategi dimaksud, dan yang mencakup laporan posisi keuangan, laporan laba
pengelolaan risiko agar tetap berada dalam batas toleransi rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas,
(risk appetite), untuk memberikan keyakinan yang memadai dilakukan untuk memenuhi kebutuhan informasi para
dalam rangka pencapaian tujuan Perseroan. Kerangka pemangku kepentingan. Untuk memastikan kualitas
kerja sistem pengendalian internal yang menjadi acuan laporan tersebut, Perseroan menerapkan kebijakan yang
Perseroan adalah kerangka kerja terbaik (best practices) mengatur agar setiap transaksi dicatat secara tepat waktu,
yang telah dipraktikkan oleh perusahaan-perusahaan akurat, dan didukung oleh dokumentasi yang memadai.
di dunia, yaitu COSO Internal Control Framework, yang
antara lain mencakup komponen-komponen: Seluruh transaksi yang dicatat dalam sistem akuntansi telah
1. Lingkungan pengendalian internal dalam Perseroan, melalui proses persetujuan sesuai dengan kewenangan
yang terdiri dari integritas, nilai etika dan kompetensi manajemen yang berlaku dan dicatat sesuai dengan
dari Komisaris, Direksi dan seluruh pegawai Perseroan, kebijakan akuntansi Perseroan. Melalui mekanisme
filosofi dan gaya kepemimpinan manajemen termasuk tersebut, laporan keuangan disusun untuk mencerminkan
cara yang ditempuh dalam melaksanakan kewenangan kondisi dan transaksi Perseroan secara wajar.
dan tanggung jawabnya, pengorganisasian dan
pengembangan sumber daya manusia serta perhatian Direksi, Dewan Komisaris, serta karyawan yang terkait
dan arahan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris dan dengan fungsi keuangan dan operasional memiliki tanggung
Direksi. jawab untuk memahami dan menjalankan kebijakan sistem
2. Manajemen risiko, yang mencakup proses identifikasi, pengendalian internal serta prosedur pencatatan akuntansi
analisa, penilaian dan mitigasi atau respons atas risiko yang telah ditetapkan, guna menjaga konsistensi dan
yang relevan dengan bidang usaha Perseroan. efektivitas pengendalian di seluruh lini Perseroan.
3. Aktivitas kontrol, mencakup tindakan-tindakan yang
dilakukan agar seluruh proses di Perseroan terkendali Dalam mendukung pengendalian risiko operasional secara
sesuai sasaran yang telah ditetapkan, antara lain aktivitas menyeluruh, Perseroan telah menerapkan hal-hal berikut:
yang terkait dengan struktur organisasi mencakup 1. Kegiatan pengendalian secara umum melibatkan
kewenangan, otorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, penilaian seluruh karyawan dan Manajemen Mandiri Tunas
atas prestasi kerja, pembagian tugas dan pengamanan Finance di semua jenjang organisasi yang tertuang
aset perusahaan. dalam seluruh kebijakan dan prosedur seperti:
4. Sistem informasi dan komunikasi, mencakup aktivitas a. Penerapan Segregation of Duties berupa
yang terkait dengan penyajian laporan kegiatan pemisahan fungsi dalam menjalankan tugas
Perseroan dan penyampaiannya kepada pihak terkait, sehingga tidak memiliki peluang untuk melakukan
yang antara lain mencakup informasi dan komunikasi dan menyembunyikan penyimpangan dalam
kegiatan operasional, kegiatan finansial, dan ketaatan pelaksanaan tugasnya.
atas ketentuan dan peraturan yang berlaku. b. Penerapan Four Eyes Principles dalam proses kredit
5. Monitoring, mencakup aktivitas atau proses penilaian seluruh segmen; pemisahan fungsi pemrakarsa
terhadap kualitas sistem pengendalian internal termasuk kredit dengan pemutus.
kualitas fungsi Audit Internal dan kualitas unit kerja di c. Penerapan Line of Defenses untuk aktivitas
dalam struktur organisasi Perseroan, sehingga sistem pertahanan berlapis.
2. Kegiatan pengendalian sesuai fungsi organisasi meliputi:
244 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 246
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
a. Pelaksanaan Kaji Ulang Manajemen (Top pengendalian internal. Dewan Komisaris dan Direksi
Management Reviews) secara berkala Direksi bertanggungjawab dalam menerapkan etika kerja dan
meminta penjelasan (informasi) dan laporan kinerja integritas yang tinggi serta menciptakan kultur organisasi
operasional dari Kepala Unit Kerja dalam rangka yang menekankan seluruh pegawai mengenai pentingnya
melakukan kaji ulang terhadap hasil realisasi pengendalian internal yang berlaku di Perseroan.
dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.
b. Kaji Ulang Kinerja Operasional (Functional Review) Dalam rangka mengevaluasi kecukupan dan efektivitas
ini dilaksanakan oleh Audit Internal terhadap Sistem Pengendalian Internal, pada tahun 2025 Perseroan
kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian telah melaksanakan pemantauan serta koreksi atas
internal, pengelolaan risiko dan corporate penyimpangan yang teridentifikasi, melalui:
governance. Kegiatan audit dilakukan untuk setiap 1. Pelaksanaan Audit sesuai Annual Audit Plan maupun
level Unit Kerja Perseroan dan dilaporkan kepada Audit Adhoc untuk mengevaluasi atas kecukupan
Direktur Utama dan Komite Audit. dan efektivitas sistem pengendalian internal secara
independen.
Terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan perundang- 2. Penguatan strategi manajemen risiko antara lain fokus
undangan yang berlaku, Mandiri Tunas Finance memiliki pada pembiayaan yang berkualitas (penguatan strategi
komitmen untuk selalu mematuhi peraturan dan bisnis dengan risk-based segmentation, penguatan
perundangan-undangan yang berlaku dengan: penetrasi pada captive market, penguatan proses
1. Membentuk Unit Kepatuhan yang bertanggung jawab analisa kredit dan fungsi credit analyst) dan penguatan
untuk memantau kepatuhan seluruh unit kerja di Mandiri proses upaya penagihan dengan percepatan reminder.
Tunas Finance. 3. Penyempurnaan proses bisnis segmen Corporate Fleet
2. Melakukan pemantauan Kepatuhan Pelaporan kepada secara end to end (akuisisi sampai dengan collection).
BI/OJK/regulator lainnya.
3. Strategi Manajemen Risiko Kepatuhan adalah
Pernyataan Manajemen atas Kecukupan
mempunyai kebijakan untuk senantiasa mematuhi Sistem Pengendalian Internal
ketentuan yang berlaku secara proaktif melakukan Berdasarkan hasil penelaahan serta diskusi yang dilakukan
pencegahan (ex-ante) dalam rangka meminimalkan bersama Manajemen, Komite Audit, Auditor Independen,
terjadinya pelanggaran dan melakukan tindakan kuratif Audit Internal, dan unit kerja terkait lainnya, Direksi dan
(ex-post) dalam rangka perbaikan. Dewan Komisaris menilai bahwa Sistem Pengendalian
Internal Perseroan telah memadai dalam mendukung proses
identifikasi dan pengelolaan risiko yang dihadapi Perseroan.
Tinjauan Efektivitas Sistem Pengendalian
Internal Penilaian tersebut mencerminkan bahwa mekanisme
Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memastikan pengendalian yang diterapkan telah berjalan secara efektif
Direksi telah memantau efektivitas pelaksanaan Sistem dalam mendukung kegiatan operasional dan pengambilan
Pengendalian Internal. Dewan Komisaris berperan keputusan. Meskipun demikian, Mandiri Tunas Finance
aktif untuk memastikan adanya perbaikan terhadap secara berkelanjutan melakukan langkah-langkah perbaikan
permasalahan Perseroan yang dapat mengurangi efektivitas dan penyempurnaan guna memperkuat efektivitas Sistem
Sistem Pengendalian Internal. Direksi bertanggung jawab Pengendalian Internal seiring dengan perkembangan
untuk menetapkan kebijakan dan strategi serta prosedur kegiatan usaha dan kompleksitas risiko yang dihadapi.
Perkara Penting
Informasi mengenai permasalahan dan/atau perkara hukum yang dihadapi oleh Perseroan serta anggota Dewan Komisaris
dan Direksi sepanjang tahun 2025, termasuk perbandingannya dengan tahun 2024, disajikan sebagai berikut:
Permasalahan Hukum 2025 2024
Perdata Pidana Perdata Pidana
Dewan Komisaris dan Direksi 0 0 0 0
Selesai dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap 0 0 0 0
Dalam proses penyelesaian 0 0 0 0
MTF
Selesai dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap 27 0 68 0
Dalam proses penyelesaian 49 0 22 0
Jumlah 76 0 90 0
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 245
Page 247
Tata Kelola Perusahaan
Berikut penjelasan terkait perkara-perkara hukum yang dihadapi Perseroan di sepanjang tahun 2025:
Posisi MTF Instansi Pokok Perkara Risiko yang dihadapi MTF dan pengaruhnya
terhadap MTF
Material (Rp) Imaterial (Rp)
Penggugat: Junaidi (Debitur) Pengadilan 195.942.000 300.000.000 Dalam hal ini posisi MTF kuat karena Objek
Tergugat: PT Mandiri Tunas Negeri Pembiayaan diserahterimakan dari pihak lain (unit
Finance dialihkan)
Sanksi Administratif
Pada tahun 2025 Perseroan menerima sanksi administratif dari regulator. Terhadap sanksi yang diberikan, Perseroan telah
menyelesaikan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan sanksi dari regulator dan perusahaan juga telah
melakukan mitigasi risiko agar pelanggaran tidak terulang kembali.
Tata Kelola Teknologi Informasi
Teknologi Informasi memiliki peran strategis dalam mendukung keberlangsungan dan efektivitas proses bisnis Perseroan.
Pemanfaatan teknologi yang andal memungkinkan Perseroan untuk menyediakan produk dan layanan kepada pelanggan
secara konsisten, memantau dan mengevaluasi kinerja bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan Manajemen
secara tepat dan berbasis data.
Pengelolaan Teknologi Informasi di Perseroan dilaksanakan secara terpusat melalui Divisi Teknologi Informasi (TI) guna
memastikan keselarasan antara pemanfaatan teknologi, strategi bisnis, serta kebutuhan operasional Perseroan. Melalui
tata kelola TI yang terstruktur, Perseroan memastikan bahwa kebijakan, pengembangan, dan pengamanan sistem
informasi berjalan secara terkendali dan sejalan dengan visi dan misi Perseroan.
Dasar Pengelolaan TI
Dalam kerangka penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi, secara bertahap melakukan berbagai langkah perbaikan
Perseroan mengarahkan pengelolaan TI agar berada pada yang difokuskan pada penguatan proses, pengendalian,
tingkat kematangan yang sebanding dengan praktik serta tata kelola TI secara menyeluruh, antara lain sebagai
rata-rata industri pembiayaan, dengan mengacu pada berikut:
kerangka pengukuran maturity level berdasarkan COBIT 5. 1. Penambahan dan perbaikan fungsi/tugas.
Pendekatan ini digunakan sebagai alat ukur untuk menilai 2. Pengembangan kebijakan dan prosedur.
konsistensi, efektivitas, dan keterkendalian proses TI yang 3. Pengembangan ukuran-ukuran kinerja.
mendukung kegiatan usaha Perseroan. Untuk mencapai 4. Pengadaan sistem aplikasi pendukung yang relevan.
tingkat kematangan tersebut, Divisi Teknologi Informasi 5. Melakukan evaluasi Tata Kelola IT.
Peta Jalan Pengembangan Teknologi Informasi
2025 2026 2027
Optimize & Secure Digital Capabilities Scale Intelligent & Trusted Digital Services Drive Sustainable Digital Value
Pembentukan Divisi Teknologi Informasi
sebagai Divisi Pengelola IT
Perseroan menempatkan Teknologi Informasi sebagai Selain mendukung kebutuhan internal, Divisi Teknologi
business enabler yang mendukung kelancaran operasional Informasi juga secara berkelanjutan mengembangkan
pengguna internal sekaligus mendorong pencapaian tujuan sarana dan platform yang memudahkan pelanggan dalam
bisnis Perseroan. Melalui pemanfaatan sistem dan solusi berinteraksi dengan Mandiri Tunas Finance, baik dalam
teknologi yang terintegrasi, Divisi Teknologi Informasi mengakses layanan maupun memperoleh informasi terkait
berperan dalam memastikan proses bisnis berjalan efektif, produk dan jasa Perseroan.
andal, dan selaras dengan kebutuhan operasional Perseroan.
246 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 248
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Dalam menjalankan perannya sebagai pendukung bisnis, Divisi Teknologi Informasi Mandiri Tunas Finance disusun ke
dalam beberapa departemen sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab masing-masing, sebagaimana tercermin dalam
struktur organisasi berikut:
Struktur Pengelolaan IT Mandiri Tunas Finance
Chief
Information
Technology Division
Head
Information
Technology Deputy
Division Head
IT Project IT Software IT Business IT Operation &
IT Security Dept. IT Planning &
Management Development Solution Application Network Dept.
Head Policy Dept. Head
Dept. Head Dept. Head Dept. Head Head
Divisi IT Perseroan dipimpin oleh seorang Kepala Divisi. Berdasarkan Surat Keputusan No. 2839/SK-HCP.SVC/ HC/
VIII/2017 Direksi menunjuk Kanda Octaviano untuk menjabat Kepala Divisi IT.
Kanda Octaviano
Information Technology Division Head
Usia: 44 Tahun
Kewarganegaraan: Indonesia
Domisili: Kota Administrasi Jakarta Timur
Dasar Hukum Pengangkatan
Surat Keputusan No. 2839/SK-HCP.SVC/HC/VIII/2017
Masa Jabatan Sertifikasi yang Dimiliki
Sertifikasi Dasar Pembiayaan-Managerial (2023)
Sejak 1 Agustus 2017
Periode Jabatan Pengalaman Kerja
• Information Technology Division Head PT Mandiri Tunas Finance (2016-sekarang)
Ke-1 • IT Software Development Department Head PT Mandiri Tunas Finance (2013-2016)
Riwayat Pendidikan Rangkap Jabatan
• Magister di bidang Kenotariatan dari Universitas
Indonesia (2021) Tidak memiliki rangkap jabatan
• Sarjana di bidang Hukum dari Universitas Indonesia
(1999)
Tugas dan Tanggung Jawab Divisi IT
1. Mengkoordinasikan, merencanakan dan mengendalikan proyek-proyek IT dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional perusahaan berbasis komputer.
2. Merencanakan dan mengkoordinasikan pemeliharaan sumber daya IT dalam rangka penyediaan dukungan perangkat dan sistem IT.
3. Merencanakan, mengarahkan, mengkoordinasikan dan menyetujui rencana kerja ditingkat departemen, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan
serta mengkoordinasikan pelaporan.
4. Mengarahkan, mengkoordinasikan keamanan dari semua perangkat IT termasuk kode semua program dari aplikasi yang ada di perusahaan.
5. Merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan operasional IT sesuai dengan service level agreement.
6. Monitoring dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan pemeliharaan infrastruktur di cabang dan Kantor Pusat.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 247
Page 249
Tata Kelola Perusahaan
Pengembangan Teknologi Informasi
Untuk meningkatkan pelayanan, Perseroan senantiasa melakukan pengembangan TI yang terintegrasi untuk menunjang
kinerja Perseroan, sebagaimana terlampir sebagai berikut.
DC & DRC Dual Link Cabang
DC & DRC Dual Link
PABX CCTV PC & Laptop Mobile Device
(Windows) (Android)
Perseroan memiliki sistem yang terintegrasi antara lain dan didukung aplikasi mobile untuk proses digitalisasi sehingga
dapat mempercepat proses kredit Pelanggan.
Mobile Collections System Accounting System
Mobile Report HG-EAZY
Mobile Survey Human Capital System
Mobile Marketing Document Management System
Document Gateway System
Channeling System
Perkembangan Pengelolaan Teknologi Informasi
Sepanjang tahun 2025, Perseroan telah melakukan mitigasi terhadap keamanan sistem atau
beberapa program pengelolaan Teknologi Informasi aplikasi yang digunakan di Perseroan,
sebagai berikut: Penetration Testing untuk aplikasi critical
1. Security akan tetap dilanjutkan, baik untuk
Perseroan melihat bahwa kebutuhan akan keamanan aplikasi baru maupun aplikasi yang
sistem menjadi prioritas hal ini disebabkan semakin sudah ada saat ini.
banyak serangan cyber kepada perbankan dan c. Pemenuhan license tools Data Loss
perusahaan pembiayaan. Oleh karena itu, Perseroan Prevention dan tools lainnya untuk
memutuskan untuk terus meningkatkan investasi menunjang kebutuhan antara lain:
pada sisi security sebagai berikut: - MultiFactor Authpoint MFA;
a. Pembelian software atau tools security - Virtual Private Network (VPN);
untuk Aplikasi Mobile yang dapat - Dekstop Management;
melindungi Perseroan terhadap - IT Service Management (ITSM).
serangan malware dan serangan cyber 2. Infrastruktur
lainnya. Pada aspek infrastruktur akan dilakukan
- Authentication pada Wireless penambahan kapasitas secara bertahap baik server
Access Point dan Authentication dan storage pada Data Center. Perseroan juga
pada perangkat network; berencana melakukan penambahan kapasitas pada
b. Sebagai bentuk proses evaluasi dan Disaster Recovery Center dimana hal ini dilakukan
248 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 250
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
untuk menjamin ketersediaan sistem. keandalan operasional TI serta
a. Peningkatan kapasitas Server dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada
Storage debitur.
Seiring dengan bisnis Perseroan yang c. Security awareness secara rutin melalui
terus meningkat dan proses digitalisasi Email Blast, Wallpaper, dan juga Phishing
yang saat ini terus dilakukan, maka Simulation akan dilakukan untuk terus
sangat diperlukan untuk menyediakan membangun dan meningkatkan Security
infrastruktur yang andal dan peningkatan Awareness di lingkungan karyawan.
kapasitas server dan storage. 4. Development
- Penambahan Kapasitas Storage Dalam aspek pengembangan sistem, Perseroan
dan pendukungnya di Data Center; melakukan pengembangan sebagai berikut:
- Upgrade SQL Server 2022. a. Pengembangan System internal support
b. Network Divsi TI melakukan beberapa hal untuk
- Peremajaan untuk router dan switch meningkatkan produktivitas dan kualitas
network di cabang yang sudah end support sebagai berikut:
of support; - Membangun Infrastruktur Server
- Peremajaan atau perangkat staging untuk support development
network Core Switch di Data Center proses. Hal ini bertujuan sebagai
& Disaster Recovery Center yang Quality Control terhadap hasil
sudah habis masa aset dan support pengembangan sebelum dilakukan
dari principal; delivery kepada bisnis user.
- Peremajaan atau penggantian b. Supporting development internal bisnis
perangkat network di seluruh proses melalui Change Request terhadap
cabang Perusahaan seperti aplikasi yang digunakan saat ini maupun
penggantian wifi access point yang inisiatif baru seperti:
sudah habis masa aset dan support • Supporting perubahan dan
dari principal; strategis bisnis.
- Peremajaan PABX ke IPPBX. • Supporting Sinergi dengan
c. Optimalisasi penggunaan Cloud Bank Mandiri dan bisnis
Strategi lainnya yang akan dilakukan partner.
adalah dengan melakukan optimalisasi • Project internal dan strategic
penggunaan cloud dilakukan guna digital project.
percepatan proses digitalisasi serta
integrasi dengan partner. Biaya Pengembangan Teknologi Informasi
3. Tata Kelola TI Penetapan biaya pengembangan Teknologi Informasi,
a. Untuk tata kelola TI, Perseroan telah baik yang bersifat belanja operasional (Opex) maupun
melakukan audit berbasis ISO pada tahun belanja modal (Capex), dilakukan berdasarkan kebutuhan
2023. Perseroan secara rutin melalukan operasional Perseroan serta kebutuhan pengadaan dan
proses review dan perbaikan terhadap pengembangan infrastruktur TI sesuai dengan rekomendasi
SOP/PTO atau Ketentuan TI yang teknis yang relevan. Seluruh perencanaan dan realisasi
berlaku, serta melakukan penyesuaian biaya tersebut melalui proses evaluasi dan persetujuan
dengan ketentuan regulator yang baru Manajemen Perseroan.
jika diperlukan.
b. Guna meningkatkan kompetensi, Pengelolaan biaya TI dilakukan dengan mempertimbangkan
keterampilan, pengetahuan, dan prinsip efektivitas, efisiensi, dan keselarasan dengan
kinerja, Perseroan secara berkelanjutan kebutuhan bisnis Perseroan. Berikut adalah realisasi
menyelenggarakan program pelatihan investasi TI yang dilakukan Perseroan pada tahun 2025,
dan knowledge sharing bagi karyawan. beserta perbandingannya dengan tahun 2024:
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat
Investasi TI Tahun 2025
Perihal Jumlah (Rp)
Infrastructure 34.160.183.816
Security 10.751.020.000
Software/License 9.351.800.157
Certification 1.107.800.000
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 249
Page 251
Tata Kelola Perusahaan
Perbandingan Jumlah Investasi TI 2024-2025
Perihal Realisasi (Rp-juta) Anggaran Perbandingan Realisasi Penyerapan
2025 2025 & 2024 Anggaran 2025
2025 2024
Jumlah Investasi TI 55.370 55.087 61,046 0.5% 91%
Komitmen dalam Memitigasi Risiko TI Rencana Pengembangan TI
1. Divisi TI secara rutin melakukan DRP Testing minimal 1 1. Pengembangan Artificial Intelligence untuk
tahun sekali yang melibatkan divisi bisnis dan support mempercepat proses bisnis.
serta cabang, 2. Peningkatan Tata Kelola TI dan standardisasi serta
2. Melakukan security drill untuk simulasi penanganan kualitas master data.
bencana. 3. Memperkuat integrasi data untuk analisa data dan
3. Memastikan kapasitas DC dan DRC memiliki kapasitas penunjang keputusan.
sistem yang sama untuk menunjang operasional 4. Memelihara kapasitas sistem untuk menunjang proses
Perseroan. digitalisasi dan operasional Perseroan.
4. Melakukan pengembangan dan pelatihan kepada
karyawan TI agar memiliki kapabilitas yang
senantiasa relevan dengan kebutuhan Perseroan dan
perkembangan teknologi yang ada.
Kode Etik
Kode Etik merupakan perangkat pengaturan perilaku yang penyampaian poster dan informasi pengisian Kode Etik
dirancang untuk memperjelas standar etika dan disiplin melalui email resmi Perseroan kepada seluruh karyawan pada
kerja di lingkungan Mandiri Tunas Finance, serta dilengkapi tanggal 5 Juni 2025 dan telah dicantumkan dalam website
dengan mekanisme penghargaan dan sanksi (reward and Perseroan pada laman https://www.mtf.co.id/korporat/id/
punishment) yang konsisten. Kode Etik menjadi instrumen kode-etik-pegawai.
pendukung dalam penerapan visi, misi, nilai inti, dan budaya
perusahaan secara operasional. Hubungan yang Harmonis dengan
Pemangku Kepentingan
Ketentuan mengenai disiplin kerja Perseroan diatur dalam Salah satu tujuan utama penerapan prinsip GCG adalah
Peraturan Perusahaan yang memuat hak dan kewajiban membangun dan menjaga hubungan yang sehat antara
karyawan, jenis pelanggaran, serta sanksi yang dapat Perseroan dan para pemangku kepentingan. Dalam konteks
dikenakan. Dalam pelaksanaannya, Pimpinan Unit sebagai tersebut, Perseroan merumuskan Kode Etik sebagai kerangka
perwakilan Manajemen memiliki kewenangan untuk perilaku yang mengatur keseimbangan antara kepentingan
melakukan pembinaan dan penegakan disiplin sesuai operasional dan bisnis Perseroan dengan kepentingan para
dengan ketentuan yang berlaku. Kode Etik berfungsi sebagai pemangku kepentingan.
pedoman perilaku bagi seluruh karyawan Mandiri Tunas
Finance dalam berinteraksi dengan pihak internal maupun Kode Etik tersebut dirancang untuk memastikan bahwa
eksternal Perseroan. seluruh aktivitas usaha dijalankan secara bertanggung
jawab, beretika, dan memperhatikan dampaknya terhadap
Perseroan secara berkala melakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang terlibat maupun yang terdampak oleh
efektivitas penerapan Kode Etik serta menyelenggarakan kegiatan Perseroan. Dengan demikian, Kode Etik menjadi
program sosialisasi untuk memastikan pemahaman dan landasan dalam membangun hubungan yang harmonis,
kepatuhan karyawan terhadap standar perilaku yang saling menghormati, dan berkelanjutan antara Perseroan
ditetapkan. Pada tahun 2025, sosialisasi dilaksanakan melalui dan seluruh pemangku kepentingan.
Pemangku Kepentingan Mandiri Tunas Finance
Konsumen/
Pemegang Saham Kreditur Pemasok Mitra Usaha
Pelanggan
Masyarakat
Karyawan Pemerintah/Regulator Pesaing Media Massa
& Lingkungan
250 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 252
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Visi & Misi Nilai & Budaya Pedoman Standar
Perusahaan Etika Perilaku/Kode
Etik
Visi, Misi, serta Nilai dan Budaya Manfaat dan Tujuan Penerapan Standar
Perusahaan sebagai Panglima Etika Perilaku
Mandiri Tunas Finance menetapkan visi dan misi Perseroan menerapkan Kode Etik secara konsisten
sebagai landasan strategis utama dalam mengarahkan sebagai landasan perilaku dalam menjalankan kegiatan
pengembangan dan pengelolaan Perseroan. Visi dan misi usaha. Penerapan Kode Etik tersebut ditujukan untuk
tersebut menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan, menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh
pengambilan keputusan, serta pelaksanaan kegiatan pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham,
usaha di seluruh tingkat organisasi. Sebagai tindak lanjut, Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi, karyawan,
visi dan misi Perseroan diturunkan ke dalam Nilai-nilai dan nasabah, mitra usaha, serta masyarakat. Adapun tujuan
Budaya Perusahaan yang berfungsi sebagai pedoman penerapan Standar Etika Perilaku Perseroan adalah sebagai
perilaku dan kerangka kerja bersama bagi seluruh insan berikut:
Perseroan. Nilai dan budaya tersebut menjadi kebijakan 1. Sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan visi
mendasar dalam membangun organisasi yang selaras, dan melaksanakan misi secara profesional dan beretika
konsisten, dan berorientasi pada pencapaian tujuan dengan memperhatikan kepentingan dari pemangku
Perseroan secara berkelanjutan. kepentingan, sehingga pada akhirnya akan terwujud
standar kerja yang maksimal bagi seluruh individu dan
Penjelasan lengkap mengenai Visi, Misi, Nilai dan Budaya tetap berpedoman kepada aturan yang berlaku bagi
Perusahaan telah diungkapkan secara detail pada bab Perseroan.
Profil Perusahaan. 2. Meminimalkan segala risiko yang mengakibatkan
terjadinya konflik kepentingan maupun tuntutan hukum
atau proses litigasi akibat kelalaian yang dilakukan oleh
Penetapan dan Isi Kode Etik individu di dalam Perseroan.
Kode Etik Perseroan atau Code of Conduct (CoC) telah 3. Sebagai sarana untuk terciptanya hubungan yang
ditetapkan pada tanggal 11 Maret 2013. Pokok-pokok inti harmonis, sinergis dan saling menguntungkan antar
dari Kode Etik Perseroan sebagai berikut: pemangku kepentingan Perseroan.
4. Dalam jangka panjang mendorong perbaikan kualitas
BAB I-Pendahuluan pelayanan pelanggan, pengelolaan Perseroan,
• Latar Belakang pengembangan nilai Perseroan dan pada akhirnya
• Maksud dan Tujuan menuju pada peningkatan reputasi Perseroan.
• Manfaat
BAB II-Etika Bisnis
• Ruang Lingkup
Pemberlakuan Kode Etik bagi Seluruh
• Etika Bisnis dan Komitmen Perusahaan kepada Level Organisasi
Stakeholders Kode Etik diberlakukan secara menyeluruh sejak 2013 dan
BAB III-Etika Kerja diterapkan tanpa pengecualian bagi seluruh karyawan,
• Ruang Lingkup manajemen, Direksi, Dewan Komisaris, serta Entitas Anak
• Sikap Dasar Individu-Perilaku Utama PERWIRA di semua tingkatan jabatan. Perseroan juga melakukan
• Perilaku Individu di dalam dan di luar Perusahaan telaah berkala atas efektivitas penerapannya untuk
• Perilaku sebagai Atasan memastikan kesesuaian dengan perkembangan organisasi
• Perilaku sebagai Bawahan dan kebutuhan bisnis.
• Komitmen atas Hal-hal Khusus
BAB IV-Penegakan dan Penerapan Standar Etika Perilaku
• Pemantauan Pelaksanaan Standar Etika Perilaku
Sosialisasi dan Internalisasi Kode Etik
• Pelaporan Pelanggaran Standar Etika Perilaku Kode Etik disosialisasikan kepada seluruh karyawan di
• Sanksi atas pelanggaran Code of Conduct setiap tingkatan organisasi dan menjadi bagian yang tidak
BAB V-Penutup terpisahkan dari dokumen ketenagakerjaan. Pada saat
proses perekrutan, Kode Etik disampaikan sebagai lampiran
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 251
Page 253
Tata Kelola Perusahaan
kontrak kerja dan wajib dipahami serta ditandatangani 1. Melakukan sosialisasi Kode Etik kepada seluruh
oleh karyawan baru, serta diberlakukan secara konsisten jajaran Perseroan dan melakukan penyegaran secara
bagi karyawan yang telah bergabung sebelumnya di berkelanjutan melalui:
Perseroan. a. Website Perseroan;
b. Email administrator yang disampaikan kepada
Seluruh karyawan diharapkan untuk menjunjung tinggi seluruh karyawan;
nilai-nilai Perseroan dan menerapkan Kode Etik dalam c. Pada saat penandatanganan Perjanjian Kerja (PKWT
pelaksanaan tugas dan aktivitas sehari-hari. Dalam & PKWTT);
konteks tersebut, sosialisasi dan internalisasi dipandang d. Serta media lainnya yang tersedia di Perseroan.
sebagai tahapan penting untuk memastikan pemahaman, 2. Melakukan evaluasi atas pemahaman jajaran Perseroan,
kepatuhan, dan konsistensi perilaku di seluruh lingkungan pada masa orientasi maupun masa bekerja.
kerja Perseroan. 3. Pengkajian dan pembaharuan secara berkala pada
butir-butir yang tercantum dalam Kode Etik dalam
Sebagai bentuk komitmen terhadap penerapan Kode rangka pengembangan dan penyempurnaan lebih
Etik, Perseroan melaksanakan kegiatan sosialisasi dan lanjut. Jika diperlukan aturan pelaksanaan lebih rinci
pembaruan Kode Etik secara terencana, efektif, dan maka akan dibuat dalam kebijakan dan peraturan
menyeluruh melalui langkah-langkah sebagai berikut: Perseroan.
Sanksi atas Pelanggaran
Pelanggaran peraturan perusahaan dan kode etik yang dilakukan oleh karyawan, dapat diberikan sanksi:
Sanksi Masa Berlaku Sanksi Jumlah Sanksi 2025 Jumlah Sanksi
2024
Surat Teguran 3 (tiga) bulan 7 8
Surat Peringatan Pertama 6 (enam) bulan 328 226
Surat Peringatan Kedua 6 (enam) bulan 129 40
Surat Peringatan Ketiga 6 (enam) bulan 52 11
Surat Peringatan Pertama dan Terakhir 6 (enam ) bulan 25 22
Pengakhiran Hubungan Kerja (PHK) - 27 26
Jenis pelanggaran yang diduga merupakan tindak pidana maka akan diproses secara hukum melalui pihak yang berwenang.
Pengendalian Gratifikasi
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam 4. Menyediakan Tata Kelola Perusahaan yang
menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik, Mandiri mendukung tercapainya tujuan anti penyuapan
Tunas Finance menetapkan kebijakan dan Standar Perseroan.
Operasional Prosedur pengendalian gratifikasi yang 5. Memastikan komitmen kepada pemenuhan
mengatur secara tegas larangan penerimaan gratifikasi persyaratan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
bagi seluruh karyawan. Ketentuan ini diberlakukan untuk 6. Mendorong peningkatan kesadaran anti
mencegah potensi benturan kepentingan serta memastikan penyuapan kepada jajaran stakeholder terkait.
seluruh aktivitas usaha dijalankan secara berintegritas dan 7. Menjalankan prinsip perbaikan berkelanjutan
sesuai dengan prinsip etika Perseroan. dalam Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
8. Memberikan tanggung jawab, kewenangan dan
Kebijakan Anti Penyuapan independensi kepada Fungsi Kepatuhan Anti
Dalam rangka mendukung program pengendalian Penyuapan (FKAP).
gratifikasi, Mandiri Tunas Finance telah menerapkan 9. Memberikan sanksi tegas kepada pelanggar
kebijakan anti penyuapan yang dideklarasikan oleh ketentuan dalam kebijakan Sistem Manajemen
Manajemen Puncak Perseroan, yakni: Anti Penyuapan.
1. Melarang praktik-praktik penyuapan dan sejenis
di lingkungan Perseroan. Sosialisasi Kebijakan Gratifikasi
2. Mematuhi peraturan perundangan dan peraturan Sebagai bentuk pengendalian gratifikasi, sosialisasi
lain yang berlaku terkait anti penyuapan. dilakukan secara berkesinambungan kepada seluruh
3. Menyelaraskan kebijakan anti penyuapan dengan karyawan dan stakeholders dalam rangka meningkatkan
tujuan Perseroan. awareness pada seluruh pihak yang terlibat dengan
Perseroan.
252 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 254
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Selama tahun 2025, telah dilakukan sosialisasi kepada ataupun menolak gratifikasi wajib melaporkan penerimaan
karyawan Perseroan guna meningkatkan awareness ataupun penolakannya tersebut kepada Perseroan melalui
terkait gratifikasi, yaitu melalui media internal Perseroan. Unit Pengendali Gratifikasi. Selama tahun 2025, jumlah
Sosialisasi dilakukan melalui tatap muka maupun daring. laporan penerimaan ataupun penolakan gratifikasi yang
diterima oleh Unit Pengendali Gratifikasi adalah sebanyak
Laporan Gratifikasi Tahun 2025 6 (enam) laporan. Penerimaan gratifikasi yang dilaporkan
Karyawan Mandiri Tunas Finance yang telah menerima berupa makanan dan barang.
Kebijakan Antikorupsi
Mandiri Tunas Finance menerapkan kebijakan anti korupsi ataupun perbuatan-perbuatan yang dapat menimbulkan
secara tegas sebagai bagian dari komitmen untuk mematuhi konflik kepentingan, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
peraturan perundang-undangan dan mendukung upaya (KKN), serta pemberian sanksi atas pelanggaran tersebut.
pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Perseroan
melarang setiap bentuk praktik yang dapat merugikan Sebagai bentuk pelaksanaan Kebijakan Anti Korupsi,
negara, perekonomian, maupun Perseroan, termasuk Perseroan telah melakukan hal-hal berikut:
tindakan penyalahgunaan wewenang, penyuapan, 1. Menerbitkan ketentuan mengenai pengendalian
gratifikasi yang tidak sah, dan bentuk kecurangan lainnya. gratifikasi di lingkungan Mandiri Tunas Finance,
termasuk di dalamnya larangan penerimaan gratifikasi.
Seluruh bagian dan seluruh lini di Mandiri Tunas Finance 2. Kebijakan Anti Penyuapan yang disepakati dan disetujui
senantiasa menjunjung tinggi persaingan yang sehat, oleh Manajemen Puncak.
memberikan kesempatan dengan mengedepankan
sportivitas dan profesionalisme, serta menerapkan prinsip
GCG dalam rangka menciptakan iklim bisnis yang sehat.
Pelatihan/Sosialisasi Anti Korupsi kepada
Kebijakan Anti Korupsi ini juga didukung dengan Kode Etik, Karyawan
Budaya Perusahaan serta Peraturan Perusahaan yang menjadi Perseroan senantiasa berupaya memperluas sosialisasi
nilai dasar (core values) Perseroan, sehingga nilai tersebut komitmen anti korupsi kepada pihak internal maupun
merupakan cerminan dari peraturan perundang-undangan eksternal melalui berbagai kanal komunikasi Perseroan.
yang berlaku. Seluruh kebijakan di Perseroan terkait dengan Sepanjang tahun 2025, kegiatan pelatihan/sosialisasi anti
Anti korupsi juga mengatur tentang tindakan, perilaku korupsi yang diselenggarakan adalah sebagai berikut:
Waktu Lokasi Peserta Keterangan
23 Januari 2025 Kantor Cabang 15 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
11 Februari 2025 Kantor Cabang 29 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
13 Februari 2025 Kantor Cabang 70 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
18 Februari 2025 Kantor Cabang 29 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
18 Februari 2025 Kantor Cabang 10 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
19 Februari 2025 Kantor Pusat 18 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
21 Februari 2025 Kantor Cabang 35 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
22 April 2025 Kantor Cabang 32 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
15 Mei 2025 Kantor Cabang 14 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
11 Juni2025 Kantor Cabang 28 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
12 Juni 2025 Kantor Cabang 26 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
13 Juni 2025 Kantor Pusat 78 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
16 Juni 2025 Kantor Cabang 74 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
17 Juni 2025 Kantor Cabang 29 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
11-25 Juli 2025 Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang 4.485 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
7 Agustus 2025 Kantor Cabang 36 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
14 Agustus 2025 Kantor Cabang & Kantor Wilayah 44 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
14 Agustus 2025 Kantor Cabang 23 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
15 Agustus 2025 Kantor Cabang 70 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
11 September 2025 Kantor Cabang 55 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
2 Oktober 2025 Kantor Cabang 102 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
3 Oktober 2025 Kantor Cabang 59 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
19 Desember 2025 Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang 616 karyawan Sosialisasi Anti Fraud Awareness & Gratifikasi
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 253
Page 255
Tata Kelola Perusahaan
Pengendalian Penyalahgunaan Informasi Internal
Perseroan belum memiliki kebijakan khusus yang melarang pemanfaatan informasi yang belum tersedia
secara eksplisit mengatur insider trading, mengingat bagi publik untuk kepentingan pribadi atau pihak lain.
Perseroan bukan perusahaan terbuka dan tidak memiliki
saham yang diperdagangkan di pasar modal. Namun Melalui pengaturan tersebut, Perseroan memastikan
demikian, Perseroan telah mengatur pengendalian atas bahwa tidak terdapat pihak yang memperoleh keuntungan
penyalahgunaan informasi orang dalam melalui Kode Etik secara langsung maupun tidak langsung dari informasi
dan kebijakan internal terkait kerahasiaan informasi dan internal Perseroan, sehingga prinsip pencegahan insider
benturan kepentingan. Ketentuan tersebut mewajibkan trading telah diterapkan secara substansial sesuai dengan
Direksi, Dewan Komisaris, dan seluruh insan Perseroan karakteristik Perseroan.
untuk menjaga kerahasiaan informasi internal serta
Pelaporan Pelanggaran (Whistleblowing System)
Dalam rangka penerapan pilar ke-2 Strategi Anti Fraud Ruang Lingkup Pengaduan Pelanggaran
Mandiri Tunas Finance yang selaras dengan peraturan Melalui Halo Perwira, karyawan internal maupun pihak
Otoritas Jasa Keuangan yakni deteksi, Perusahaan memiliki eksternal, termasuk konsumen dan rekanan Perseroan
dan mengelola media pelaporan/Whistleblowing melalui dapat menyampaikan laporan atas dugaan pelanggaran
mekanisme Whistleblowing System (WBS) yaitu Halo untuk ditindaklanjuti oleh Pengelola WBS. Ruang lingkup
Perwira. Halo Perwira merupakan upaya Perseroan untuk pengaduan yang dapat dilaporkan meliputi antara lain:
mendukung tata kelola perusahaan yang baik, mendeteksi 1. Dugaan atau indikasi pelanggaran prosedur
lebih dini, serta mencegah terjadinya fraud, pelanggaran 2. Dugaan atau indikasi fraud yang terjadi
ataupun ketidaksesuaian lainnya yang dilaporkan oleh 3. Dugaan atau indikasi pelanggaran Kode Etik Perseroan
seluruh stakeholders Perseroan. 4. Perbuatan melanggar hukum atau perbuatan tidak etis
lainnya yang merugikan Perseroan baik secara finansial
ataupun nama baik Perseroan.
Keluhan Keluhan
Nasabah Nasabah
Website
Email Keluhan
SDM
WhatsApp Nasabah
SMS
Pelapor Anti Fraud
Fraud & Keluhan
Non Fraud Nasabah
Saluran Pengaduan
Mandiri Tunas Finance telah menyediakan media komunikasi Setiap laporan yang diterima melalui Halo Perwira diproses
terkait dengan perbuatan yang diduga atau terindikasi fraud secara independen dengan mengedepankan prinsip
dan/atau perbuatan non-fraud, untuk selanjutnya dapat objektivitas, kerahasiaan, dan kehati-hatian. Penanganan
ditindaklanjuti oleh pengelola Whistleblower. Pelaporan laporan dilakukan melalui penelusuran dan verifikasi atas
dapat disampaikan melalui: kebenaran informasi yang disampaikan oleh pelapor
Situs web : www.mtf.co.id/id/whistle-blower sebelum ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang
Email : Halo.perwira@mtf.co.id ditetapkan.
SMS/Telefon/WhatsApp : 081110678057
Mekanisme Penyampaian Pengaduan
Pihak Pengelola Pengaduan
Pengelolaan WBS Halo Perwira dilaksanakan oleh Unit
dan Penanganan Pengaduan yang Masuk
Kerja Strategi Anti Fraud yang juga memiliki tanggung Melalui Sistem Pelaporan Pelanggaran
jawab atas penerapan Strategi Anti Fraud di Perseroan. Mekanisme penyampaian pengaduan dan penanganan
Unit kerja tersebut bertindak sebagai pengelola laporan pengaduan sebagai berikut:
serta memastikan proses penanganan pengaduan berjalan 1. Pelapor dapat mengirimkan pengaduan melalui media
sesuai dengan ketentuan yang berlaku. whistleblowing melalui website, WhatsApp, SMS,
254 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 256
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
dan email (1a). Apabila pengaduan tersebut belum internal maupun eksternal, tetap aman dan terlindungi.
memenuhi unsur pelaporan, maka Anti Fraud akan Bentuk perlindungan yang diberikan kepada pelapor
melakukan follow up kepada pelapor (1b). adalah dengan menjamin kerahasiaan identitas pelapor
2. Pengaduan tersebut diterima oleh Anti Fraud dalam rangka menghindari terjadinya segala bentuk
Department. Apabila pengaduan terkait dengan ancaman, intimidasi ataupun tindakan tidak menyenangkan
keluhan konsumen maka akan diteruskan kepada dari pihak mana pun.
Customer Care (3a). Apabila pengaduan terkait dengan
SDM maka akan diteruskan kepada Human Capital (3b),
dan jika berkaitan dengan fraud dan non fraud maka
Penghargaan dan Sanksi
akan diteruskan kepada Anti Fraud Department dan Segala bentuk pelanggaran yang bertentangan dengan
Corporate Audit Division. Kode Etik, Peraturan Perusahaan serta Standar Operasional
3. Apabila terdapat pertanyaan dan membutuhkan Prosedur (SOP) dan Pedoman Teknis Operasional (PTO)
informasi lanjutan maka Anti Fraud akan menjadi Perseroan akan diberikan sanksi sesuai dengan matriks
narahubung kepada pelapor. sanksi Perseroan.
4. Informasi penanganan pengaduan atau tindak lanjut
pengaduan akan diinformasikan kepada pelapor.
Hasil Penanganan Pengaduan Tahun
Perlindungan bagi Pelapor 2025
Perseroan menjamin bahwa pelapor yang menyampaikan Jumlah pengaduan yang masuk dan diproses pada tahun
dugaan pelanggaran melalui WBS Halo Perwira, baik pihak 2025 serta tindak lanjut dari pengaduan sebagai berikut:
Status Laporan Whistleblowing Jumlah pada Tahun 2025
Laporan Diterima 82
Indikasi Fraud 10
Tidak Terindikasi Fraud 72
Informasi Pemberian Dana untuk Kegiatan Politik
Perseroan menetapkan kebijakan untuk melarang Sejalan dengan kebijakan tersebut, Perseroan tidak
keterlibatan individu atas nama Perseroan dalam kegiatan mengizinkan insan Mandiri Tunas Finance menggunakan
politik, termasuk pemberian dana atau donasi untuk fasilitas, aset, maupun sumber daya Perseroan untuk
kepentingan politik apa pun. Kebijakan ini diberlakukan tujuan kampanye politik, penggalangan dana politik,
secara tegas guna menjaga independensi Perseroan serta maupun bentuk partisipasi politik lainnya, sebagaimana
memastikan fokus kegiatan usaha tetap berada dalam diatur dalam Pedoman Standar Etika Perilaku Perseroan.
koridor profesional dan sesuai dengan prinsip Tata Kelola
Perusahaan yang Baik.
Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa
Prinsip Dasar dan Ketentuan Pengadaan barang dan jasa, hingga pengawasan atas pelaksanaan
Barang dan Jasa di Lingkup Perseroan pengadaan. Seluruh tahapan tersebut dilakukan dengan
memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
Dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, 1. Efisien, berarti pengadaan barang/jasa harus
Perseroan menerapkan prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan diusahakan dengan menggunakan dana dan
transparansi untuk memastikan proses pengadaan berjalan daya yang terbatas untuk mencapai sasaran yang
secara terkendali dan dapat dipertanggungjawabkan. ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan
Pelaksanaan pengadaan tersebut berpedoman pada dapat dipertanggungjawabkan.
ketentuan dan Standar Operasional Perusahaan yang 2. Efektif, berarti pengadaan barang/jasa harus sesuai
mengatur secara khusus mengenai tata cara pengadaan dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan dapat
barang dan jasa. memberikan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai
dengan sasaran yang ditetapkan.
Pengadaan barang dan jasa dilaksanakan secara cermat 3. Terbuka dan Bersaing, berarti pengadaan barang/
dan terstruktur, mulai dari tahap perencanaan kebutuhan, jasa harus terbuka bagi penyedia barang/jasa
proses pengadaan, pemilihan dan seleksi penyedia yang memenuhi persyaratan dan dilakukan melalui
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 255
Page 257
Tata Kelola Perusahaan
persaingan yang sehat di antara penyedia barang/ Prosedur Pengadaan Barang dan Jasa di
jasa yang setara dan memenuhi syarat/kriteria tertentu Lingkup Perseroan
berdasarkan ketentuan dan prosedur yang jelas dan
transparan. Prinsip Dasar Procurement
4. Transparan, berarti semua ketentuan dan informasi Pelaksanaan proses procurement harus memperhatikan
mengenai pengadaan barang/jasa, termasuk syarat Prinsip Dasar Procurement, yaitu:
teknis administrasi pengadaan, tata cara evaluasi, 1. Efektif, berarti kegiatan procurement harus
hasil evaluasi, penetapan calon penyedia barang/ sesuai dengan kebutuhan/rencana yang telah
jasa, sifatnya terbuka bagi peserta penyedia barang/ ditetapkan dan dapat memberikan manfaat yang
jasa yang berminat serta bagi masyarakat luas pada optimal bagi perusahaan.
umumnya. 2. Efisien, berarti kegiatan procurement
5. Adil/Tidak Diskriminatif, berarti memberikan dilaksanakan untuk mencapai kualitas sesuai
perlakuan yang sama bagi semua calon penyedia dengan yang ditetapkan, dengan waktu yang
barang/jasa dan tidak mengarah untuk memberi telah disepakati pada tingkat harga yang terbaik.
keuntungan kepada pihak tertentu, dengan cara dan 3. Terbuka dan Bersaing, berarti pelaksanaan
atau alasan apa pun. procurement harus terbuka bagi penyedia barang
6. Akuntabel, berarti harus mencapai sasaran baik dan jasa yang telah memenuhi persyaratan dan
fisik, keuangan maupun manfaat bagi kelancaran dilakukan melalui persaingan yang sehat di antara
pelaksanaan tugas umum pemerintahan dan Penyedia Barang dan Jasa serta memenuhi
pelayanan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip syarat/kriteria tertentu berdasarkan ketentuan
serta ketentuan yang berlaku dalam pengadaan dan prosedur yang jelas dan transparan.
barang/jasa. 4. Transparan, berarti semua ketentuan dan
informasi mengenai pelaksanaan procurement,
termasuk syarat teknis dan administrasi, tata
Jenis-jenis Pelelangan cara evaluasi, hasil evaluasi, penetapan calon
Pelelangan Umum/Terbuka, Pelelangan Terbatas penyedia barang dan jasa bersifat terbuka.
Metode ini dilaksanakan apabila nilai tender diperkirakan 5. Adil dan tidak diskriminatif, berarti memberikan
lebih dari 5 miliar Rupiah dengan ketentuan pelaksanaan perlakuan yang sama bagi semua calon Penyedia
sebagai berikut: Barang dan Jasa, tidak mengarahkan untuk
• Pengumuman prakualifikasi memberikan keuntungan kepada pihak tertentu
• Pemasukan dokumen prakualifikasi dengan cara dan/atau alasan apa pun.
• Evaluasi dokumen prakualifikasi 6. Akuntabel, berarti proses, hasil dan pembayaran
• Penetapan pengumuman prakualifikasi pengadaan harus dapat dipertanggungjawabkan.
• Undangan pengambilan dokumen pengadaan 7. Tanggung jawab (responsibility), proses
• Penjelasan lelang-Pemasukan dan pembukaan procurement dilaksanakan secara hati-hati dan
penawaran patuh terhadap ketentuan yang berlaku.
• Evaluasi penawaran-Pembuatan berita acara 8. Independen, berarti keputusan procurement
hasil pelelangan diambil secara obyektif dan bebas dari tekanan
• Penetapan pemenang lelang pihak mana pun.
• Pengumuman pemenang lelang
• Sanggahan peserta lelang
- Penandatanganan kontrak
Etika Procurement
- Pembayaran uang muka Dalam pelaksanaan procurement, semua pihak yang
terkait dalam proses tersebut antara lain unit Pelaksanaan
Pemilihan Langsung Pengadaan, User serta Penyedia Barang dan Jasa harus
Tata cara pengadaan barang dan jasa dengan metode memenuhi etika sebagai berikut:
pemilihan langsung dilaksanakan dengan proses sebagai 1. Melaksanakan kewajiban masing-masing secara
berikut: tertib disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai
• Undangan kepada penyedia barang dan jasa kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan
• Pemberian penjelasan dokumen pengadaan procurement.
• Penyampaian penawaran-Pembukaan penawaran 2. Bekerja secara profesional dan mandiri atas dasar
• Evaluasi penawaran kejujuran serta menjaga kerahasiaan dokumen
• Klarifikasi teknis dan negosiasi yang seharusnya dirahasiakan, seperti Harga
• Penetapan penyedia barang dan jasa terpilih Perkiraan Sendiri (HPS), untuk mencegah terjadinya
• Penunjukan penyedia barang dan jasa penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan
• Penandatanganan procurement.
3. Tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun
256 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 258
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
tidak langsung untuk mencegah dan menghindari hadiah undian, biaya hadiah non-undian dan biaya
terjadinya persaingan tidak sehat. promosi dengan kriteria sebagai berikut:
4. Menerima dan bertanggung jawab atas segala • Tidak memenuhi kriteria barang
keputusan yang ditetapkan sesuai dengan investasi.
kesepakatan para pihak. • Mempunyai sifat sewa (murni) walaupun
5. Menghindari dan mencegah terjadinya conflict of memiliki umur teknis selama 5 (lima)
interest di antara para pihak. tahun atau lebih.
6. Menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan • Untuk enhancement aplikasi, yaitu
dalam pelaksanaan kegiatan procurement. khusus untuk Solusi Teknologi
7. Menghindari dan mencegah penyalahgunaan Informasi terkait enhancement
wewenang dan/atau kolusi dengan tujuan untuk atau penyempurnaan aplikasi yang
keuntungan pribadi, golongan atau pihak lain yang menggunakan Change Request, dapat
secara langsung atau tidak langsung dapat merugikan dibebankan kepada BUA sepanjang
bank. tidak menambah nilai manfaat.
8. Menghindari dan mencegah terjadinya Korupsi, Kolusi 3. Penganggaran Kembali dan Pencadangan
dan Nepotisme (KKN) dalam proses procurement. Apabila kewajiban atas tagihan Penyedia Barang
9. Tidak menerima hadiah atau imbalan dalam bentuk dan Jasa melewati tahun anggaran (misalnya akibat
apa pun, baik secara langsung maupun tidak langsung. adanya termin pembayaran atau retensi), maka:
• Untuk beban investasi, harus
dianggarkan kembali pada periode
Sarana atau Media Proses Pengadaan tahun anggaran berikutnya sebesar
Barang dan/atau Jasa sisa termin yang belum dibayar untuk
Untuk menunjang terlaksananya proses pengadaan barang pengadaan yang bersangkutan oleh
dan/atau jasa, Mandiri Tunas Finance menyediakan media User.
serta fasilitas melalui E-Procurement Perseroan, yaitu situs • Untuk beban eksploitasi, harus
web https://procurement.co.id. dicadangkan pada akhir tahun anggaran
untuk pekerjaan yang manfaatnya
Sistem E-Procurement digunakan agar pengadaan dapat sudah diterima oleh MTF (BAST/BAKP
dilakukan secara transparan dan dapat dimonitor oleh sudah ditandatangani) dan dianggarkan
semua panitia pengadaan. kembali untuk pekerjaan yang belum
diterima oleh User.
4. Pembukuan Pencatatan transaksi atas Pengadaan agar
Pedoman Pembebanan Pengadaan mengacu pada Kebijakan Akuntansi yang berlaku di
Barang dan Jasa Mandiri Tunas Finance dan ketentuan dalam Standar
Realisasi procurement harus sesuai RKAP tahun berjalan Pedoman Akuntansi.
baik atas beban pos anggaran investasi (belanja modal)
maupun pos anggaran eksploitasi (biaya umum dan
administrasi) Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
1. Capital Expenditure Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah analisa perhitungan
Pengadaan Fixed Asset bergerak dan tidak perkiraan biaya pengadaan barang/jasa yang dihitung
bergerak yang dikategorikan kepada pengeluaran atas dasar lingkup dan spesifikasi barang/jasa yang akan
investasi dibebankan kepada belanja modal (Capital diadakan, dengan memanfaatkan sumber data yang dapat
Expenditure). Klasifikasi barang Capital Expenditure digunakan serta menggunakan metode analisa teknis
memiliki kriteria sebagai berikut: yang sesuai. Setiap proses pengadaan, kecuali pembelian
• Tidak habis dipakai dalam waktu 1 (satu) langsung dan pembelian secara online, wajib memiliki
tahun HPS sebagai acuan dalam pelaksanaan proses klarifikasi/
• Tidak mudah rusak/hilang negosiasi harga terhadap suatu penawaran serta untuk
• Apabila rusak pada umumnya dapat menetapkan pejabat pemutus pengadaan.
diperbaiki
• Satuannya mudah diawasi, dihitung dan HPS harus mencerminkan harga yang wajar dan dapat
dapat diberi kode dipertanggungjawabkan, Penyusunan HPS harus
• Nilai perolehannya sesuai dengan sudah memperhitungkan biaya pajak sesuai dengan
ketentuan yang berlaku ketentuan yang berlaku, beban biaya umum (overhead
2. Beban Eksploitasi/Operational Expenditure (OPEX) cost) dan keuntungan (margin/profit) yang wajar
Semua pengeluaran/biaya untuk memperoleh Barang bagi penyedia jasa. Revisi HPS dapat dilaksanakan
dan Jasa yang dibebankan kepada Biaya Umum dan apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
Administrasi, biaya tenaga kerja, biaya training, biaya
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 257
Page 259
Tata Kelola Perusahaan
1. Terdapat komponen biaya yang di dalam HPS 5. Tahapan untuk memperoleh harga yang sesuai dan
awal belum diperhitungkan meyakinkan kejelasan teknis dan biaya yang dapat
2. Proses Negosiasi telah final dengan kondisi harga dipertanggung jawabkan.
hasil negosiasi masih di atas HPS, namun tidak 6. Tahapan proses klarifikasi dan negosiasi lanjutan (Jika
memungkinkan untuk dilaksanakan pengadaan diperlukan), dilaksanakan jika dari segi teknis dan
ulang karena jumlah rekanan yang mampu biaya masih belum sesuai dengan TOR yang diajukan.
melaksanakan pekerjaan terbatas atau tidak 7. Penetapan penyedia barang dan jasa terpilih.
menjamin pencapaian sasaran. 8. Tim pengadaan/unit pelaksana pengadaan
mengusulkan calon penyedia barang dan jasa terpilih
kepada tim pejabat yang berwenang menetapkan
Pengajuan Permintaan Pengadaan penyedia barang dan jasa dengan melampirkan berita
1. User menyampaikan permintaan pengadaan yang acara evaluasi dan negosiasi dan keterangan lainnya
dituangkan dalam Nota kepada Unit Pelaksana untuk ditetapkan.
Pengadaan dengan mencantumkan informasi- 9. Penunjukan penyedia barang dan jasa.
informasi yang dibutuhkan dalam proses pengadaan, 10. Panitia mengeluarkan surat keputusan penunjukan
serta melampirkan dokumen-dokumen pendukung penyedia barang/jasa kepada penyedia barang dan
yang diprasyaratkan. jasa terpilih serta menerbitkan surat pemberitahuan
2. Permintaan pengadaan harus disetujui oleh Pejabat kepada peserta yang kalah.
yang berwenang, sesuai dengan matriks approval 11. Penandatanganan kontrak.
Pengajuan Barang dan Jasa.
3. Dipastikan adanya ketersediaan anggaran atas setiap
pengadaan.
Penetapan Sistem Pengadaan
4. Permintaan Pengadaan Barang dan Jasa Teknologi Penetapan Metode & Jenis Pengadaan
Informasi untuk proyek IT strategis diajukan kepada Dengan mempertimbangkan jenis, sifat dan nilai barang/
Unit Pelaksana Pengadaan berdasarkan keputusan jasa serta kondisi lokasi dan jumlah penyedia barang/jasa
inisiatif IT strategis yang ditetapkan oleh Komite yang yang ada, unit kerja pengadaan barang dan jasa/panitia
berwenang atau Rapat Direksi pada penyusunan pengadaan dan/atau bersama-sama pengguna barang/
RKAP awal tahun dan perubahan-perubahannya pada jasa terlebih dahulu harus menetapkan metode/sistem
tahun berjalan. pengadaan yang paling tepat atau cocok dengan barang/
5. Proses procurement baru dapat dilaksanakan jasa yang bersangkutan, antara lain meliputi: metode
apabila seluruh persyaratan yang terkait dengan pengadaan, sistem penyampaian penawaran, metode
proses procurement tersebut telah diperoleh dari unit evaluasi penawaran dan sistem kontrak pengadaan yang
kerja terkait. akan digunakan.
6. Unit Procurement melakukan evaluasi atas setiap
permintaan pengadaan yang disampaikan untuk Metode pengadaan dapat dilakukan dengan metode
memastikan bahwa seluruh dokumen yang sebagai berikut:
diprasyaratkan telah lengkap. • Pelelangan umum/Terbuka
7. Ketepatan waktu proses pengadaan dilaksanakan • Pelelangan terbatas
sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. • Penunjukan langsung
• Pengadaan/pembelian langsung
• Sayembara/kontes
Proses Pengadaan Melalui Metode
Proses Tender Metode pengadaan lainnya yang akan ditetapkan
1. Memberikan undangan kepada penyedia barang dan berdasarkan Peraturan Direksi meliputi jenis pekerjaan
jasa. pengadaan:
2. Tahapan proses aanwijzing. • Barang adalah benda baik berwujud maupun
3. Penyampaian penawaran: tidak berwujud.
a. Penyampaian dokumen penawaran • Jasa pemborongan adalah layanan pekerjaan
secara e-tendering melalui website konstruksi atau wujud fisik lainnya yang
pengadaan Perusahaan https:// perencanaan teknis dan spesifikasinya
procurement.co.id ditetapkan oleh pengguna barang/jasa
b. Penawar menyampaikan dokumen dan proses serta pelaksanaan diawasi oleh
penawaran (administrasi, teknis, harga) pengguna barang/jasa atau pengawas yang
secara online dengan cara mengunggah ditugasi.
(upload) dokumen penawaran melalui • Jasa konsultasi, adalah layanan jasa keahlian
https://procurement. co.id profesional yang membutuhkan keahlian
4. Tahapan proses klarifikasi dan negosiasi. tertentu di berbagai bidang keilmuan.
258 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 260
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
• Jasa lainnya, adalah jasa yang membutuhkan syarat pendaftaran dan mengambil Dokumen Lelang
kemampuan tertentu yang mengutamakan dengan syarat pasca kualifikasi dan tata cara penyampaian
keterampilan (skillware) dalam suatu sistem Dokumen Penawaran adalah sebagai berikut:
tata kelola yang telah dikenal luas di dunia 1. Penawar yang berhak menyampaikan Dokumen
usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan Penawaran adalah Penyedia Barang/Jasa yang telah
atau segala pekerjaan dan/atau penyediaan lulus prakualifikasi dan masuk dalam daftar peserta
jasa selain Jasa Konsultasi, Pemborongan dan yang diundang. Penyampaian Dokumen Penawaran
Barang. dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Secara Langsung
i. Peserta secara langsung
Sistem Penyampulan dan Penyampaian menyampaikan dokumen
Dokumen Penawaran penawarannya ke dalam tempat
Metode Penyampulan Dokumen Penawaran pemasukan penawaran yang
Metode penyampulan Dokumen Penawaran harus telah disediakan oleh Unit Kerja
mengikuti ketentuan yang diprasyaratkan dalam Pengadaan Barang dan Jasa/
Dokumen Pengadaan dan Unit Kerja Pengadaan Barang Panitia Pengadaan.
dan Jasa/Panitia Pengadaan pada waktu acara pemberian ii. Batas waktu paling lambat
penjelasan (aanwijzing) bahwa yang dipakai adalah salah untuk pemasukan dokumen
satu dari 3 (tiga) metode berikut ini: penawaran ke dalam tempat
1. Metode Satu Sampul pemasukan dokumen penawaran
Metode Satu Sampul yaitu penyampaian Dokumen harus sesuai dengan ketentuan
Penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi, dalam Dokumen Pengadaan
persyaratan teknis dan penawaranharga yang yaitu sebelum batas waktu
dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul tertutup penutupan pemasukan Dokumen
kepada Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa/ Penawaran/Proposal.
Panitia Pengadaan. iii. Pada batas waktu penyampaian
2. Metode Dua Sampul dokumen berakhir, Unit Kerja
Metode Dua Sampul yaitu penyampaian Dokumen Pengadaan Barang dan Jasa/
Penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi Panitia Pengadaan menyatakan
dan persyaratan teknis dimasukkan dalam sampul penyampaian Dokumen
tertutup I, sedangkan harga penawaran dimasukkan Penawaran/Proposal ditutup,
dalam sampul tertutup II, selanjutnya sampul I dan menolak Dokumen Penawaran/
sampul II dimasukkan ke dalam 1 (satu) sampul Proposal yang terlambat dan
penutup. menolak penambahan Dokumen
3. Metode Dua Tahap Penawaran/Proposal.
Metode Dua Tahap yaitu penyampaian Dokumen iv. Penawar harus memasukkan
Penawaran yang terdiri dari persyaratan administrasi Dokumen Penawaran/Proposal
dan persyaratan teknis dimasukkan dalam sampul dalam sampul dengan kondisi
tertutup I (tahap I), sedangkan harga penawaran tertutup dan direkat.
dimasukkan dalam sampul tertutup (tahap II), yang v. Pada sampul hanya ditulis: alamat
penyampaiannya dilakukan dalam 2 (dua) tahap pengguna jasa dan nama paket
secara terpisah dan dalam waktu yang berbeda. pekerjaan yang akan dikerjakan di
Metode Dua Tahap dipergunakan untuk Pengadaan sudut kiri atas sampul.
Barang/Jasa berteknologi tinggi, kompleks dan vi. Apabila sampul tidak direkat
berisiko tinggi atau mengutamakan tercapainya/ sesuai dengan petunjuk, Unit
pemenuhan kriteria kinerja tertentu dari keseluruhan Kerja Pengadaan Barang dan
sistem. Jasa/Panitia Pengadaan tidak
bertanggung jawab atas isi
Pemilihan sistem penyampulan dilakukan berdasarkan sampul penawaran. Penawaran
pertimbangan derajat kerumitan pekerjaan yang yang tidak direkat atau terdapat
akan dilelangkan. kesalahan penulisan pada sampul
Dokumen Penawaran tidak
menggugurkan penawaran.
Penyampaian Dokumen Penawaran vii. Apabila penawar akan menarik/
Metode penyampaian dan pembukaan Dokumen mengubah/ mengganti/
Penawaran harus mengikuti ketentuan yang diprasyaratkan menambah dokumen penawaran
dalam Dokumen Pengadaan. Syarat mendaftar, memenuhi yang sudah dimasukkan ke dalam
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 259
Page 261
Tata Kelola Perusahaan
tempat pemasukan Dokumen diberikan tidak valid sehingga
Penawaran, harus dilakukan penawaran tidak dapat dibuka
sebelum waktu penutupan atau dievaluasi, maka penawaran
pemasukan Dokumen Penawaran. dinyatakan gugur.
b. Pengiriman dokumen penawaran 2. Sistem Evaluasi Penawaran Sistem evaluasi penawaran
dengan e-tendering secara digital dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:
melalui website pengadaan Perusahaan a. Sistem evaluasi penawaran untuk pengadaan
https://procurement.co.id. barang dan jasa yang terdiri dari sistem
i. Penawar menyampaikan dokumen gugur, sistem nilai, sistem penilaian biaya
penawaran (administrasi, teknis, selama umur ekonomis;
harga) secara online dengan cara b. Sistem evaluasi penawaran untuk pengadaan
mengunggah (upload) dokumen jasa konsultasi yang dibagi menjadi Sistem
penawaran melalui https:// evaluasi kualitas, sistem evaluasi kualitas dan
procurement.co.id. biaya, sistem evaluasi biaya terendah.
ii. Penawar menyampaikan dokumen
penawaran (administrasi, teknis,
harga) secara online dengan cara
Bentuk dan jenis ikatan kerja
mengunggah (upload) dokumen Bentuk ikatan kerja terdiri dari barang, SPK, Kontrak kerja:
penawaran melalui https:// 1. Jenis Ikatan kerja terdiri dari ikatan lump sum, ikatan
procurement.co.id. harga satuan dengan volume, ikatan gabungan
iii. Dokumen penawaran yang lumpsum dan harga satuan, ikatan terima jadi, ikatan
telah diunggah (upload) harga satuan tanpa volume pemesanan pasti, ikatan
dalam bentuk format pdf akan penyerahan bertahap dengan batas volume maksimal,
dienkripsi (password) oleh sistem ikatan cost plus fee, dan ikatan persentase.
e-procurement dan password 2. Jaminan pengadaan barang dan jasa dalam
tersebut (file certificate) akan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa harus
dikirim ke penawar. disadari adanya risiko-risiko yang mungkin timbul, di
iv. Penawar dilarang memberikan antaranya pengunduran diri dari penyedia barang dan
kode enkripsi (password/ jasa, wanprestasi, risiko penarikan uang muka, dan
certificate) sebelum batas akhir risiko lainnya.
unggah dokumen penawaran.
v. Dokumen penawaran yang tidak
dapat dibuka saat pembukaan
Jenis-jenis Pelelangan
penawaran, baik karena kesalahan Pelelangan Umum, Pelelangan Terbatas
password atau kerusakan file Pelaksanaan metode ini dilaksanakan apabila nilai tender
softcopy yang dikirim oleh diperkirakan lebih dari Rp10 miliar dengan ketentuan
Penawar, menjadi risiko Penawar. pelaksanaan sebagai berikut:
vi. Sebelum batas waktu unggah 1. Pengumuman prakualifikasi
berakhir, peserta dapat 2. Pemasukan dokumen prakualifikasi
mengganti dokumen penawaran 3. Evaluasi dokumen prakualifikasi
(per item yang diprasyaratkan) 4. Penetapan pengumuman prakualifikasi
dan file yang berlaku adalah file 5. Undangan pengambilan dokumen pengadaan
yang terakhir diunggah. 6. Penjelasan lelang-pemasukan dan pembukaan
vii. Setelah batas waktu unggah penawaran
berakhir, Unit Kerja Pengadaan 7. Evaluasi penawaran-pembuatan berita acara hasil
Barang dan Jasa/Panitia pelelangan
Pengadaan meminta kode 8. Penetapan pemenang lelang
enkripsi (password/file certificate) 9. Pengumuman pemenang lelang
tersebut. Unit Kerja Pengadaan 10. Sanggahan peserta lelang
Barang dan Jasa/Panitia 11. Penandatanganan kontrak
Pengadaan dapat memberikan 12. Pembayaran uang muka
batasan waktu tertentu untuk
menyerahkan kode enkripsi
(password), apabila sampai batas
waktu yang ditentukan peserta
tidak memberikan kode enkripsi
(password) atau kode yang
260 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 262
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Pemilihan Langsung
Tata cara pengadaan barang dan jasa dengan metode
pemilihan langsung dilaksanakan dengan proses sebagai
berikut:
Undangan kepada penyedia barang dan jasa
1. Pemberian penjelasan dokumen pengadaan
2. Penyampaian penawaran-Pembukaan penawaran
3. Evaluasi penawaran
4. Klarifikasi teknis dan negosiasi
5. Penetapan penyedia barang dan jasa terpilih
6. Penunjukan penyedia barang dan jasa
7. Penandatanganan kontrak
8. Pembayaran uang muka
Kesesuaian terhadap Peraturan OJK
No. 48/POJK.05/2024 Tentang Tata Kelola
Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan
Pembiayaan
Dalam konteks penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik mencakup
Baik bagi Lembaga Pembiayaan sebagaimana diatur penguatan peran dan fungsi organ Perseroan, kejelasan
dalam POJK Tata Kelola, Perseroan telah mengintegrasikan kewenangan dan akuntabilitas, penerapan sistem
prinsip-prinsip GCG ke dalam struktur organisasi, proses pengendalian internal dan manajemen risiko, serta
pengelolaan, serta mekanisme pengawasan. Implementasi mekanisme transparansi yang mendukung efektivitas
tata kelola tersebut disesuaikan dengan karakteristik, pengawasan dan pengambilan keputusan. Melalui
skala, dan kompleksitas kegiatan usaha Mandiri Tunas kerangka penerapan tersebut, Perseroan menjalankan
Finance, serta mendukung pendekatan pengelolaan ketentuan dalam POJK Tata Kelola secara substansial dan
berbasis risiko. terintegrasi dalam praktik pengelolaan Perseroan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 261
Page 263
Tata Kelola Perusahaan
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Penerapan Prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik meliputi: Informasi penting Perseroan, seperti Laporan Tahunan, Laporan
Tata Kelola Keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), Keuangan, dll, telah tersedia di halaman situs web Perseroan.
Perusahaan pertanggungjawaban (responsibility), kemandirian
yang Baik (independency), serta kesetaraan dan kewajaran (fairness).
Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik bertujuan untuk: Perseroan dalam menjalan kegiatan usahanya selalu menerapkan
• Mengoptimalkan nilai Perusahaan bagi Pemangku tata kelola yang baik sesuai dengan prinsip-prinsipnya, sehingga
Kepentingan, khususnya debitur, kreditur, dan/atau tujuan Perseroan atas penerapan tata kelola yang baik tersebut
pemangku Kepentingan lainnya; dapat tercapai.
• Meningkatkan pengelolaan Perusahaan secara profesional,
efektif, dan efisien;
• Meningkatkan kepatuhan Organ Perusahaan dan DPS serta
jajaran di bawahnya agar dalam membuat keputusan dan
menjalankan tindakan dilandasi pada etika yang tinggi,
kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dan
kesadaran atas tanggung jawab sosial Perusahaan terhadap
Pemangku Kepentingan maupun kelestarian lingkungan;
• Mewujudkan Perusahaan yang lebih sehat, dapat diandalkan,
amanah, kompetitif, dan memenuhi prinsip perlindungan
konsumen; dan
• Meningkatkan kontribusi Perusahaan dalam perekonomian
nasional.
Penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik paling • Perseroan telah memiliki pedoman tata tertib Dewan Komisaris
sedikit diwujudkan dalam: dan Direksi;
•Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi, Dewan • Perseroan telah memiliki Piagam/Pedoman Komite pendukung
Komisaris, dan DPS; Dewan Komisaris;
•Kelengkapan dan pelaksanaan tugas komite dan satuan • Perseroan telah memiliki kebijakan tata kelola yang baik
kerja yang menjalankan fungsi pengendalian internal; dan di dalamnya terdapat pengaturan mengenai benturan
• Penanganan Benturan Kepentingan; kepentingan;
•Penerapan fungsi kepatuhan, audit internal, dan audit • Perseroan telah memiliki fungsi Kepatuhan dan Audit Internal
eksternal; beserta kebijakan dan prosedurnya
•Penerapan manajemen risiko dan sistem pengendalian • Perseroan telah memiliki fungsi manajemen risiko beserta
internal; kebijakan dan pengendalian internal;
• Penerapan kebijakan remunerasi; • Kebijakan remunerasi dilakukan oleh Komite Nominasi dan
• Transparansi kondisi keuangan dan non-keuangan; dan Remunerasi Perseroan;
• Rencana bisnis. • Transparansi kondisi keuangan dan non keuangan telah
diterapkan oleh Perseroan, hal tersebut terbukti dalam halaman
website perusahaan tersedia informasi keuangan dan non
keuangan; dan
• Perseroan telah memiliki rencana jangka panjang dan jangka
pendek, jangka pendek disusun untuk 1 tahun dalam bentuk
rencana bisnis dengan isi sesuai dengan ketentuan OJK.
Dalam melakukan kegiatan usaha, Perusahaan wajib Kegiatan usaha Perseroan telah disesuaikan dengan ketentuan
menyelenggarakan kegiatan usahanya secara sehat dan perundang-undangan termasuk ketentuan OJK yang berkaitan
mematuhi semua peraturan perundang-undangan industri dengan industri perusahaan pembiayaan.
jasa keuangan yang berada dalam pengawasan OJK.
Perusahaan wajib memiliki standar operasi dan prosedur Seluruh kegiatan bisnis dan operasional Perseroan telah memiliki
yang memadai untuk seluruh aktivitas bisnis Perusahaan yang kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh Direksi.
ditetapkan oleh Direksi.
Rapat Umum RUPS Perusahaan wajib diselenggarakan sesuai Perseroan menyelenggarakan RUPS sesuai Undang-undang yang
Pemegang ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku.
Saham anggaran dasar Perusahaan yang transparan dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Dalam mengambil keputusan, RUPS harus menjaga Keputusan RUPS berdasarkan musyawarah dan mufakat semua
kepentingan semua pihak, khususnya kepentingan Debitur, pemegang saham.
kreditur, dan kepentingan pemegang saham minoritas.
262 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 264
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Pemegang Setiap pihak yang menjadi pemegang saham pengendali Pemegang saham Perseroan telah lulus penilaian kemampuan
Saham Perusahaan wajib memenuhi ketentuan penilaian kemampuan dan kepatutan sebagai pemegang saham pengendali.
dan kepatutan. Ketentuan mengenai penilaian kemampuan
dan kepatutan diatur dengan Peraturan OJK mengenai
penilaian kemampuan dan kepatutan.
Pemegang saham Perusahaan melalui RUPS harus memastikan Perseroan menjalankan RUPS sebagaimana yang diatur dalam
Perusahaan dijalankan berdasarkan praktik usaha pembiayaan POJK.
yang sehat.
Pemegang saham harus memiliki komitmen terhadap Komitmen pemegang saham selalu diberikan untuk
pengembangan operasional Perusahaan. pengembangan operasional Perseroan.
Pemegang saham Perusahaan dilarang mencampuri kegiatan Pemegang Saham Perseroan tidak mencampuri kegiatan
operasional Perusahaan yang menjadi tanggung jawab operasional Perseroan sebagaimana telah ditentukan dalam
Direksi sesuai dengan ketentuan anggaran dasar Perusahaan Undang-Undang Perusahaan Terbatas.
dan peraturan perundang-undangan, kecuali dalam rangka
melaksanakan hak dan kewajiban selaku RUPS.
Pemegang saham Perusahaan yang menjabat sebagai Anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan selalu
anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, atau anggota mendahulukan kepentingan Perseroan dan mempraktikkan
DPS pada Perusahaan yang sama harus mendahulukan fungsi pelaksanaan dan pengawasan sesuai dengan ketentuan
kepentingan Perusahaan. perundang-undangan.
Direksi Perusahaan yang memiliki aset lebih dari Rp200.000.000.000,00 Perusahaan memiliki 3 (tiga) Direksi.
wajib memiliki paling sedikit 3 (tiga) orang anggota Direksi.
Seluruh anggota Direksi dari Perusahaan yang seluruh Pemegang saham Perseroan merupakan badan hukum Indonesia
pemegang sahamnya: yang dimiliki secara langsung maupun tidak langsung oleh WNI,
• Warga negara Indonesia; dan/atau sehingga seluruh anggota Direksi Perseroan berkewarganegaraan
•Badan hukum Indonesia yang dimiliki secara langsung Indonesia.
maupun tidak langsung oleh warga negara Indonesia,
• Wajib berkewarganegaraan Indonesia.
Perusahaan yang di dalamnya terdapat kepemilikan asing baik Tidak ada kepemilikan asing dalam Perseroan.
secara langsung maupun tidak langsung wajib memiliki paling
sedikit 50% anggota Direksi yang merupakan warga negara
Indonesia.
Anggota Direksi Perusahaan wajib berdomisili di wilayah Seluruh anggota Direksi berdomisili di Indonesia.
negara Republik Indonesia.
Bagi anggota Direksi berkewarganegaraan asing wajib Tidak ada anggota Direksi berkewarganegaraan asing.
memiliki surat izin menetap dan surat izin bekerja dari instansi
berwenang.
Seluruh anggota Direksi Perusahaan harus memiliki Seluruh anggota Direksi Perseroan memiliki pengetahuan
pengetahuan yang relevan dengan jabatannya. yang relevan dengan jabatannya dan seluruh anggota Direksi
Perseroan telah lulus uji kemampuan dan kepatutan OJK.
Anggota Direksi Perusahaan dilarang melakukan rangkap Anggota Direksi Perseroan tidak merangkap jabatan pada
jabatan sebagai Direksi pada perusahaan lain kecuali perusahaan lain.
sebagai anggota Dewan Komisaris paling banyak pada
3 (tiga) Perusahaan lain. Tidak termasuk rangkap jabatan
apabila anggota Direksi yang bertanggung jawab terhadap
pengawasan atas penyertaan pada anak perusahaan yang
memiliki usaha di bidang pembiayaan, menjalankan tugas
fungsional menjadi anggota Dewan Komisaris pada anak
perusahaan yang dikendalikan oleh Perusahaan, sepanjang
perangkapan jabatan tersebut tidak mengakibatkan
yang bersangkutan mengabaikan pelaksanaan tugas dan
wewenang sebagai anggota Direksi Perusahaan.
Setiap anggota Direksi Perusahaan wajib lulus penilaian Seluruh anggota Direksi telah lulus penilaian kemampuan dan
kemampuan dan kepatutan. Ketentuan mengenai penilaian kepatutan sebagaimana diatur POJK.
kemampuan dan kepatutan diatur dengan Peraturan OJK
mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 263
Page 265
Tata Kelola Perusahaan
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Anggota Direksi Perusahaan wajib memenuhi kriteria sebagai Anggota Direksi telah memenuhi kriteria yang ditentukan OJK.
berikut:
• mampu untuk bertindak dengan itikad baik, jujur dan
profesional;
• mampu bertindak untuk kepentingan Perusahaan dan/atau
Pemangku Kepentingan lainnya;
• mendahulukan kepentingan Perusahaan dan/atau Pemangku
Kepentingan lainnya dari pada kepentingan pribadi;
Seluruh anggota Direksi telah lulus penilaian
• mampu mengambil keputusan berdasarkan penilaian
independen dan objektif untuk kepentingan Perusahaan
dan Debitur, kreditur, dan/atau Pemangku Kepentingan
lainnya; dan
• mampu menghindarkan penyalahgunaan kewenangannya
untuk mendapatkan keuntungan pribadi yang tidak
semestinya atau menyebabkan kerugian bagi Perusahaan.
Direksi Perusahaan wajib: Direksi Perseroan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
• Mematuhi peraturan perundang-undangan, anggaran sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang dan
dasar, dan peraturan internal lain dari Perusahaan dalam Anggaran Dasar.
melaksanakan tugasnya;
• Mengelola Perusahaan sesuai dengan kewenangan dan
tanggung jawabnya;
• Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada
RUPS;
• Memastikan agar Perusahaan memperhatikan kepentingan
semua pihak, khususnya kepentingan Debitur, kreditur, dan/
atau Pemangku Kepentingan lainnya;
• Memastikan agar informasi mengenai Perusahaan diberikan
kepada Dewan Komisaris dan DPS secara tepat waktu dan
lengkap; dan
• Membantu dan menyediakan fasilitas dan/atau sumber daya
untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan wewenang Organ
Perusahaan dan DPS
Perusahaan wajib memiliki anggota Direksi yang Fungsi kepatuhan dalam Perseroan dipimpin langsung oleh
membawahkan fungsi kepatuhan. Fungsi kepatuhan adalah Direktur Utama.
serangkaian tindakan atau langkah-langkah untuk memastikan
bahwa kebijakan, ketentuan, sistem, dan prosedur, serta
kegiatan usaha yang dilakukan oleh Perusahaan telah sesuai
dengan peraturan perundang-undangan serta memastikan
kepatuhan Perusahaan terhadap komitmen yang dibuat oleh
Perusahaan kepada OJK dan/atau otoritas pengawas lain
yang berwenang.
Perusahaan wajib memiliki satuan kerja atau pegawai yang Perseroan memiliki satuan kerja yang menjalani fungsi kepatuhan,
melaksanakan fungsi kepatuhan. Satuan kerja atau pegawai yaitu Legal & Litigation Division.
bertugas membantu Direksi dalam memastikan kepatuhan
terhadap peraturan perundang-undangan di bidang usaha
pembiayaan dan peraturan perundang-undangan lainnya.
Satuan kerja atau pegawai yang dimaksud bertanggungjawab
kepada anggota Direksi yang membawahkan fungsi
kepatuhan.
Anggota Direksi Perusahaan dilarang: Direksi Perseroan menjalankan tugas dan tanggung jawabnya
•
Melakukan transaksi yang mempunyai Benturan sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan
Kepentingan, dengan kegiatan Perusahaan tempat anggota dan Anggaran Dasar Perseroan.
Direksi dimaksud menjabat;
•
Memanfaatkan jabatannya pada Perusahaan tempat
anggota Direksi dimaksud menjabat untuk kepentingan
pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan
atau mengurangi keuntungan Perusahaan tempat anggota
Direksi dimaksud menjabat;
•
Mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari
Perusahaan tempat anggota Direksi dimaksud menjabat
selain remunerasi dan fasilitas yang ditetapkan berdasarkan
keputusan RUPS; dan
•
Memenuhi permintaan pemegang saham yang terkait
dengan kegiatan operasional Perusahaan tempat anggota
Direksi dimaksud menjabat selain yang telah ditetapkan
dalam RUPS.
Direksi Perusahaan wajib menyelenggarakan rapat Direksi Sepanjang tahun 2025 Direksi melakukan rapat sebanyak 58 (lima
secara berkala paling sedikit 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan. puluh delapan) kali.
Direksi Perusahaan wajib menghadiri rapat Direksi paling
sedikit 50% dari jumlah rapat Direksi dalam periode 1 (satu)
tahun.
264 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 266
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Hasil rapat Direksi wajib dituangkan dalam risalah rapat Seluruh rapat Direksi tahun 2025 telah didokumentasikan dalam
Direksi dan didokumentasikan dengan baik. Perbedaan risalah rapat Direksi dengan mencantumkan perbedaan pendapat
pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam keputusan jika ada.
rapat Direksi wajib dicantumkan secara jelas dalam risalah
rapat Direksi disertai alasan perbedaan pendapat (dissenting
opinions) tersebut. Anggota Direksi Perusahaan yang
hadir maupun yang tidak hadir dalam rapat Direksi berhak
menerima salinan risalah rapat Direksi.
Jumlah rapat Direksi yang telah diselenggarakan dan jumlah Rapat Direksi telah diungkapkan dalam Laporan Tata Kelola
kehadiran masing-masing anggota Direksi Perusahaan harus Perusahaan yang Baik.
dimuat dalam laporan penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik.
Direksi Perusahaan harus menjamin pengambilan keputusan Direksi Perseroan dalam mengambil keputusan
yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak secara mempertimbangkan segala aspek.
independen, tidak mempunyai kepentingan yang dapat
mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas
secara mandiri dan objektif.
Dewan Perusahaan yang memiliki aset lebih dari Perseroan memiliki empat anggota Dewan Komisaris dan dua
Komisaris Rp200.000.000.000,00 (dua ratus miliar rupiah) wajib memiliki di antaranya adalah Komisaris Independen. Seluruh Komisaris
paling sedikit 2 (dua) orang anggota Dewan Komisaris. Perseroan berdomisili di Indonesia.
Perusahaan wajib mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang
anggota Dewan Komisaris yang berdomisili di wilayah negara
Republik Indonesia.
Bagi anggota Dewan Komisaris berkewarganegaraan asing Perseroan tidak memiliki Dewan Komisaris berkewarganegaraan
yang berdomisili di wilayah negara Republik Indonesia wajib asing.
memiliki: surat izin menetap; dan surat izin bekerja, dari
instansi berwenang.
Anggota Dewan Komisaris Perusahaan dilarang melakukan Anggota Dewan Komisaris tidak merangkap jabatan sebagai
rangkap jabatan sebagai anggota Dewan Komisaris pada Dewan Komisaris di perusahaan lain.
lebih dari 3 (tiga) Perusahaan lain. Tidak termasuk rangkap
jabatan apabila:
•Anggota Dewan Komisaris non independen menjalankan
tugas fungsional dari pemegang saham Perusahaan yang
berbentuk badan hukum pada kelompok usahanya; dan/
atau
• Anggota Dewan Komisaris menduduki jabatan pada
organisasi atau lembaga nirlaba,
•Sepanjang yang bersangkutan tidak mengabaikan
pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota
Dewan Komisaris Perusahaan.
Anggota Dewan Komisaris harus memenuhi persyaratan tidak Seluruh anggota Komisaris merupakan pihak eksternal
pernah menjadi anggota Direksi pada Perusahaan yang sama Perusahaan dan sebelumnya bukan sebagai anggota Direksi
dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. Perseroan.
Setiap anggota Dewan Komisaris Perusahaan wajib lulus Setiap anggota Dewan telah lulus uji kemampuan dan
penilaian kemampuan dan kepatutan. Ketentuan mengenai diselenggarakan OJK.
penilaian kemampuan dan kepatutan diatur dengan Peraturan
OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan.
Dewan Komisaris Perusahaan wajib: Dewan Komisaris menjalankan kewajibannya sebagaimana
•
Melaksanakan tugas pengawasan dan pemberian nasihat diamanatkan dalam Undang-undang dan anggaran Dasar
kepada Direksi; Perseroan.
•
Mengawasi Direksi dalam menjaga keseimbangan
kepentingan semua pihak;
•
Menyusun laporan kegiatan Dewan Komisaris yang
merupakan bagian dari laporan penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik;
•
Memantau efektivitas penerapan Tata Kelola Perusahaan
yang Baik;
•
Memberikan persetujuan dalam hal Dewan Pengawas
Syariah memerlukan bantuan anggota komite yang struktur
organisasinya berada di bawah Dewan Komisaris; dan
•
Memastikan bahwa Direksi telah menindaklanjuti temuan
audit dan rekomendasi dari satuan kerja audit intern
Perusahaan, auditor eksternal, hasil pengawasan OJK dan/
atau hasil pengawasan otoritas lain.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 265
Page 267
Tata Kelola Perusahaan
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Anggota Dewan Komisaris Perusahaan dilarang: Dewan Komisaris dalam menjalankan tugas dan fungsinya sesuai
• Melakukan transaksi yang mempunyai Benturan Kepentingan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
dengan kegiatan Perusahaan tempat anggota Dewan Anggaran Dasar Perseroan.
Komisaris dimaksud menjabat;
• Memanfaatkan jabatannya pada Perusahaan tempat anggota
Dewan Komisaris dimaksud menjabat untuk kepentingan
pribadi, keluarga, dan/atau pihak lain yang dapat merugikan
atau mengurangi keuntungan Perusahaan tempat anggota
Dewan Komisaris dimaksud menjabat;
• Mengambil dan/atau menerima keuntungan pribadi dari
Perusahaan tempat anggota Dewan Komisaris dimaksud
menjabat, selain remunerasi dan fasilitas yang ditetapkan
berdasarkan keputusan RUPS; dan
• Mencampuri kegiatan operasional Perusahaan yang menjadi
tanggung jawab Direksi.
Anggota Dewan Komisaris Perusahaan berhak memperoleh Direksi selalu memberikan informasi kepada Dewan Komisaris
informasi dari Direksi mengenai Perusahaan secara lengkap dengan lengkap dan tepat waktu.
dan tepat waktu.
Perusahaan yang memiliki aset lebih dari Rp200.000.000.000,00 Perseroan memiliki 2 (dua) Komisaris Independen dan memenuhi
wajib memiliki paling sedikit 1 (satu) orang Komisaris persyaratan yang disyaratkan oleh OJK.
Independen. Komisaris Independen Perusahaan harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
• Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, anggota DPS, atau pemegang
saham Perusahaan, dalam Perusahaan yang sama;
• Tidak pernah menjadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, anggota DPS atau menduduki jabatan 1 (satu)
tingkat di bawah Direksi pada Perusahaan yang sama atau
perusahaan lain yang memiliki hubungan afiliasi dengan
Perusahaan tersebut dalam kurun waktu 2 (dua) tahun
terakhir;
• Memahami peraturan perundang-undangan di bidang
pembiayaan dan peraturan perundang-undangan lain yang
relevan;
• Memiliki pengetahuan yang baik mengenai kondisi
keuangan Perusahaan tempat Komisaris Independen
dimaksud menjabat;
• Memiliki kewarganegaraan Indonesia; dan
• Berdomisili di Indonesia.
Komisaris Independen mempunyai tugas pokok melakukan Tugas dan fungsi Komisaris Independen tercantum dalam Tata
fungsi pengawasan untuk menyuarakan kepentingan Debitur, Tertib Dewan Komisaris.
kreditur, dan Pemangku Kepentingan lainnya.
Komisaris Independen wajib melaporkan kepada OJK paling Sepanjang tahun 2025 Komisaris Independen tidak menemukan
lambat 10 hari kalender sejak ditemukannya: pelanggaran dan hal-hal lain yang membahayakan Perseroan.
•Pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang
pembiayaan; dan/atau
• Keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan
kelangsungan usaha Perusahaan.
Perusahaan dilarang memberhentikan Komisaris Independen Pada tahun 2025, Perseroan memberhentikan dengan hormat
karena tindakan Komisaris Independen dalam melaksanakan Rico Adisurja Setiawan dari posisi sebagai Komisaris Perseroan
tugasnya. dan mengangkat Nugraha Indra Permadi.
Perusahaan yang memiliki total aset lebih dari Dewan Komisaris Perseroan telah memiliki Komite Audit, Komite
Rp200.000.000.000,00 wajib membentuk komite audit, komite Pemantau Risiko dan Komite Remunerasi dan Nominasi dalam
pemantau risiko dan komite remunerasi dan nominasi. Selain menjalankan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
komite di atas, Dewan Komisaris dapat membentuk komite
lain guna menunjang pelaksanaan tugas Dewan Komisaris.
Komite Audit Perusahaan wajib beranggotakan paling sedikit: Struktur Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan ketentuan
• 1 (satu) orang Komisaris Independen yang berkedudukan OJK.
sebagai ketua;
• 1 (satu) orang pihak independen yang memiliki keahlian di
bidang:
1. Audit;
2. Keuangan;
3. Akuntansi bagi Perusahaan Pembiayaan atau akuntansi
syariah bagi Perusahaan Pembiayaan Syariah atau Perusahaan
Pembiayaan yang memiliki UUS. Yang berkedudukan sebagai
anggota.
266 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 268
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Komite audit wajib melaksanakan: Struktur Komite Audit Perseroan telah sesuai dengan ketentuan
• Pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan OJK.
audit; dan
• Pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka
menilai kecukupan proses pelaporan keuangan.
Komite audit wajib melaksanakan: Komite Audit Perseroan telah melaksanakan pemantauan
• Pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit; dan
audit; dan Pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai
• Pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka kecukupan proses pelaporan keuangan.
menilai kecukupan proses pelaporan keuangan.
Pelaksanaan yang wajib dilakukan komite audit sebagaimana Komite audit telah melaksanakan pemantauan kepada seluruh
di atas, paling sedikit terhadap: tugas satuan kerja audit internal, kesesuaian pelaksanaan audit
• Pelaksanaan tugas satuan kerja audit internal; oleh Kantor Akuntan Publik, kesesuaian laporan keuangan
• Kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar akuntansi keuangan dan pelaksanaan tindak
dengan standar audit; lanjut atas hasil temuan satuan kerja audit intern, akuntan publik
• Kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi dan audit eksternal lainnya.
keuangan; dan
• Pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan
satuan kerja audit intern, akuntan publik, dan hasil
pengawasan OJK, guna memberikan rekomendasi kepada
Dewan Komisaris.
Komite Audit wajib memberikan rekomendasi mengenai Komite Audit telah memberikan rekomendasi mengenai
penunjukan akuntan publik dan Kantor Akuntan Publik kepada penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada
Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada RUPS Dewan Komisaris.
Komite Pemantau Risiko wajib beranggotakan paling sedikit: Struktur Komite Pemantau Risiko Perseroan telah sesuai dengan
• 1 (satu) orang Komisaris Independen yang berkedudukan ketentuan OJK.
sebagai ketua; dan
• 1 (satu) orang pihak independen yang memiliki keahlian
di bidang keuangan dan/atau manajemen risiko yang
berkedudukan sebagai anggota.
Komite pemantau risiko wajib melakukan paling sedikit: Komite Pemantau Risiko Perseroan telah melaksanakan:
• Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen • Evaluasi tentang kesesuaian antara kebijakan manajemen
risiko dengan pelaksanaan kebijakan Perusahaan; dan risiko dengan pelaksanaan kebijakan Perseroan;
• Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas komite • Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tugas Komite
manajemen risiko dan satuan kerja manajemen risiko. Manajemen Risiko dan satuan kerja manajemen risiko.
Komite remunerasi & nominasi wajib beranggotakan paling Struktur Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan telah sesuai
sedikit: dengan ketentuan OJK.
• 1 (satu) orang Komisaris Independen yang berkedudukan
sebagai ketua;
• 1 (satu) orang Komisaris;
• 1 (satu) orang pejabat dengan level jabatan 1 (satu) tingkat
di bawah Direksi yang membidangi pengelolaan sumber
daya manusia
Komite remunerasi dan nominasi wajib: Komite Remunerasi dan Nominasi Perseroan telah melaksanakan:
• Melakukan evaluasi dan rekomendasi terkait kebijakan • Evaluasi dan rekomendasi terkait kebijakan remunerasi;
remunerasi; dan • Menyusun dan memberikan rekomendasi terkait kebijakan
• Menyusun dan memberikan rekomendasi terkait kebijakan nominasi.
nominasi.
Perusahaan yang memiliki total aset sampai dengan Komite Audit bernaung di bawah pengawasan Dewan Komisaris
Rp200.000.000.000,00 wajib memiliki fungsi yang membantu Perseroan.
Dewan Komisaris dalam memantau dan memastikan efektivitas
sistem pengendalian internal dan pelaksanaan tugas auditor
internal dan auditor eksternal dengan melakukan pemantauan
dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit dalam
rangka menilai kecukupan pengendalian internal termasuk
proses pelaporan keuangan.
Dewan Komisaris Perusahaan wajib menyelenggarakan Sepanjang tahun 2025 Dewan Komisaris menyelenggarakan
rapat Dewan Komisaris paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 rapat sebanyak 6 (enam) kali.
(tiga) bulan. Anggota Dewan Komisaris Perusahaan wajib
menghadiri rapat Dewan Komisaris paling sedikit 75% dari
jumlah rapat Dewan Komisaris dalam periode 1 (satu) tahun.
Hasil rapat Dewan Komisaris wajib dituangkan dalam risalah
rapat Dewan Komisaris dan didokumentasikan dengan baik.
Perbedaan pendapat (dissenting opinions) yang terjadi dalam Agenda rapat Dewan Komisaris tercantum dalam Risalah Rapat
keputusan rapat Dewan Komisaris wajib dicantumkan secara Dewan Komisaris.
jelas dalam risalah rapat Dewan Komisaris disertai alasan
perbedaan pendapat tersebut. Anggota Dewan Komisaris
Perusahaan yang hadir maupun yang tidak hadir dalam rapat
Dewan Komisaris berhak menerima salinan risalah rapat
Dewan Komisaris.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 267
Page 269
Tata Kelola Perusahaan
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Jumlah rapat Dewan Komisaris yang telah diselenggarakan Jumlah rapat telah tercantum dalam Tata Kelola Perusahaan yang
dan jumlah kehadiran masing-masing anggota Dewan Baik.
Komisaris harus dimuat dalam laporan penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik.
Dewan Komisaris Perusahaan wajib menjamin pengambilan Keputusan Dewan Komisaris independen dan profesional.
keputusan yang efektif, tepat, dan cepat serta dapat bertindak
secara independen dalam melaksanakan tugas.
Dewan Perusahaan Pembiayaan Syariah dan UUS wajib memiliki DPS. N/A Perseroan tidak memiliki Dewan Pengawas Syariah.
Pengawas
Syariah
Transparansi Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris wajib Kepemilikan saham Direksi dan Dewan Komisaris diungkapkan
Kepemilikan mengungkapkan mengenai: dalam daftar pemegang saham.
Saham •
Kepemilikan sahamnya yang mencapai 5% (lima persen)
atau lebih pada Perusahaan tempat anggota Direksi dan
anggota Dewan Komisaris dimaksud menjabat dan/atau
pada perusahaan lain yang berkedudukan di dalam dan di
luar negeri; dan
•
Hubungan keuangan dan hubungan keluarga dengan
anggota Direksi lain, anggota Dewan Komisaris lain,
anggota DPS, dan/atau pemegang saham Perusahaan
atau grup usaha tempat anggota Direksi dan anggota
Dewan Komisaris dimaksud menjabat, kepada Perusahaan
tempat anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris
dimaksud menjabat dan dicantumkan dalam laporan
penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik.
Auditor Auditor eksternal Perusahaan wajib ditunjuk oleh RUPS dari Penunjukan Auditor Eksternal sesuai dengan rekomendasi dari
Eksternal calon auditor eksternal yang diajukan oleh Dewan Komisaris komite audit.
berdasarkan usutan komite audit (jika ada). Pencalonan
auditor eksternal wajib disertai:
• Alasan pencalonan dan besarnya honorarium atau imbal jasa
yang diusutkan untuk auditor eksternal tersebut; dan
• Pernyataan kesanggupan yang ditandatangani oleh
auditor eksternal, untuk bebas dari pengaruh Direksi,
Dewan Komisaris, DPS dan pihak yang berkepentingan di
Perusahaan dan kesediaan untuk memberikan informasi
terkait dengan hasil auditnya kepada OJK.
Perusahaan wajib menyediakan semua catatan akuntansi dan Perseroan senantiasa terbuka dalam memberikan informasi dan
data penunjang auditor eksternal sehingga auditor eksternal data penunjang auditor eksternal.
dapat memberikan pendapatnya tentang kewajaran dan
kesesuaian laporan keuangan Perusahaan dengan standar
audit yang berlaku.
Praktik dan Perusahaan wajib menerapkan kebijakan remunerasi bagi Kebijakan remunerasi telah diatur oleh Komite Nominasi dan
Kebijakan anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, DPS, dan pegawai Remunerasi.
Remunerasi yang mendorong perilaku berdasarkan prinsip kehati-hatian
(prudent behaviour) yang sejalan dengan kepentingan jangka
panjang Perusahaan dan perlakuan adil terhadap Debitur,
kreditur, dan/atau Pemangku Kepentingan lainnya. Kebijakan
remunerasi harus memperhatikan pating sedikit:
• Kinerja keuangan dan pemenuhan kewajiban Perusahaan
sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan
yang berlaku;
• Prestasi kerja individual;
• Kewajaran dengan Perusahaan dan/atau level jabatan yang
setara (peer group); dan
• Pertimbangan sasaran dan strategi jangka panjang
Perusahaan.
Tata Kelola Perusahaan wajib menyusun kebijakan dan rencana Rencana Bisnis Tahunan disampaikan kepada regulator sesuai
Pembiayaan pembiayaan yang dituangkan dalam rencana bisnis tahunan sesuai batas waktu yang ditentukan.
Perusahaan. Kebijakan dan rencana pembiayaan wajib:
• Ditetapkan oleh Direksi; dan
• Disosialisasikan kepada manajemen dan unit kerja terkait
Direksi wajib mengambil keputusan pembiayaan secara Perseroan telah membuat rencana bisnis setiap tahunnya.
profesional dan mengoptimalkan nilai tambah kekayaan
Perusahaan dengan tetap memperhatikan perlindungan
terhadap Debitur dan kepentingan bagi Pemangku
Kepentingan lainnya.
268 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 270
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Perusahaan wajib memiliki satuan kerja atau pegawai yang Dalam mengambil keputusan, Direksi memperhatikan segala
bertanggung jawab: aspek.
• Menyelenggarakan fungsi pemasaran, penerapan prinsip
mengenai nasabah, analisis pembiayaan, pemantauan
kualitas piutang pembiayaan, penagihan, penanganan
pengaduan Debitur;
• Menyusun dan menerapkan standar dan prosedur kualitas
pembiayaan; dan
• Menyusun dan menerapkan sistem dan prosedur
pengendalian internal untuk memastikan bahwa proses
pemberian pembiayaan dilakukan sesuai dengan kebijakan
dan strategi pembiayaan, serta tidak melanggar peraturan
perundangan. Untuk melakukan fungsi-fungsi tersebut,
Perusahaan wajib memiliki pegawai yang mempunyai
pengetahuan dan pengalaman di bidang pembiayaan.
Perusahaan dapat melakukan kerja sama dengan pihak Kerja sama dengan pihak ketiga selalu dituangkan dalam
lain untuk melakukan fungsi penagihan kepada Debitur. perjanjian tertulis dan bermeterai.
Perusahaan harus menuangkan kerja sama dengan pihak
lain dalam bentuk perjanjian tertulis bermeterai. Kerja sama
dengan pihak lain sebagaimana dimaksud wajib memenuhi
ketentuan sebagai berikut:
• Pihak lain tersebut berbentuk badan hukum;
• Pihak lain tersebut memiliki izin dari instansi berwenang; dan
•Pihak lain tersebut memiliki sumber daya manusia yang
telah memperoleh sertifikasi profesi di bidang penagihan
dari lembaga yang ditunjuk oleh asosiasi perusahaan
pembiayaan Indonesia. Perusahaan bertanggung jawab
penuh atas segala dampak yang ditimbulkan dari kerja sama
dengan pihak lain. Perusahaan wajib melakukan evaluasi
secara berkala atas kerja sama dengan pihak.
Manajemen Perusahaan wajib menerapkan manajemen risiko dengan Manajemen Risiko dikelola dalam satu Divisi tersendiri.
Risiko dan mengidentifikasi, menilai, dan Manajemen risiko harus
Pengendalian disesuaikan dengan tujuan, kebijakan usaha, ukuran dan
Internal kompleksitas usaha serta kemampuan Perusahaan. Memantau
risiko usaha secara efektif.
Direksi Perusahaan wajib menetapkan pengendalian internal Pengendalian Internal dilakukan oleh Divisi Manajemen Risiko
yang efektif dan efisien untuk memberikan keyakinan yang dan Audit Internal.
memadai bahwa kegiatan usaha dijalankan sesuai dengan
sasaran dan strategi bisnis serta anggaran dasar dan aturan
internal lain Perusahaan, dan peraturan perundang-undangan.
Pengendalian internal paling sedikit mencakup hal- hal Pengendalian internal Perseroan telah mencakup hal-hal
sebagai berikut: sebagaimana yang diatur pada ketentuan Otoritas Jasa
• Lingkungan pengendalian internal dalam Perusahaan yang Keuangan.
disiplin dan terstruktur;
• Pengkajian dan pengelolaan risiko usaha, yaitu suatu
proses untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, dan
mengelola risiko usaha;
• Aktivitas pengendalian, yaitu tindakan yang dilakukan
dalam suatu proses pengendalian terhadap kegiatan
Perusahaan pada setiap tingkat dan unit dalam struktur
organisasi Perusahaan, antara lain mengenai kewenangan,
otorisasi, verifikasi, rekonsiliasi, penilaian atas prestasi kerja,
pembagian tugas dan keamanan terhadap aset perusahaan;
• Sistem informasi dan komunikasi, yaitu suatu proses
penyajian laporan mengenai kegiatan operasional, finansial,
dan ketaatan atas peraturan perundang-undangan di bidang
usaha pembiayaan;
• Tata cara monitoring, yaitu proses penilaian terhadap kualitas
sistem pengendalian internal termasuk fungsi internal audit
pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi Perusahaan,
sehingga dapat dilaksanakan secara optimal; dan
• Mekanisme pelaporan kepada Direksi dengan tembusan
kepada komite audit, dalam hal terjadi penyimpangan
kualitas sistem pengendalian internal termasuk fungsi
internal audit pada setiap tingkat dan unit struktur organisasi
Perusahaan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 269
Page 271
Tata Kelola Perusahaan
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Rencana Perusahaan wajib menyusun rencana bisnis tahunan. Rencana Perseroan telah menyusun rencana bisnis tahunan.
Bisnis bisnis tahunan paling sedikit meliputi:
Tahunan • Ringkasan eksekutif;
• Evaluasi atas pelaksanaan Rencana Bisnis periode
sebelumnya;
• Visi, misi, dan strategi bisnis;
• Kebijakan dan rencana manajemen, meliputi:
1. Rencana kegiatan usaha;
2. Rencana pengembangan atau perluasan usaha;
3. Rencana permodalan;
4. Rencana pendanaan;
5. Rencana pengembangan dan/atau perubahan jaringan
kantor atau saluran distribusi;
6. Rencana pengembangan organisasi, sumber daya
manusia, dan/atau teknologi informasi; dan
7. Rencana kegiatan dalam rangka meningkatkan literasi dan
inklusi keuangan bagi perusahaan pembiayaan.
• Proyeksi laporan keuangan beserta asumsi yang digunakan;
• Proyeksi rasio dan pos tertentu;
• Informasi lainnya.
Perusahaan wajib menyampaikan rencana bisnis tahunan Rencana Bisnis Tahunan telah dilaporkan sebelum tanggal jatuh
kepada OJK paling lambat pada tanggal 30 November tempo yang telah ditentukan
sebelum tahun Rencana Bisnis dimulai.
Perusahaan wajib menyampaikan Laporan Realisasi Rencana Laporan realisasi rencana bisnis telah disusun sesuai dengan
Bisnis secara semesteran kepada OJK. Laporan Realisasi ketentuan dan disampaikan ke OJK sesuai batas waktu yang
Rencana Bisnis secara semesteran meliputi: ditentukan.
• Penjelasan mengenai pencapaian Rencana Bisnis;
• Penjelasan mengenai deviasi atas realisasi Rencana Bisnis;
• Tindak lanjut atas pencapaian Rencana Bisnis;
• Rasio keuangan dan pos tertentu; dan
• Informasi lainnya.
Laporan Realisasi Rencana Bisnis secara semesteran kepada Laporan realisasi rencana bisnis disampaikan sesuai dengan
OJK wajib disampaikan paling lambat 1 bulan setelah ketentuan regulasi yang berlaku.
semester yang bersangkutan berakhir.
Perusahaan wajib menyampaikan Laporan Pengawasan Laporan pengawasan rencana bisnis telah disusun sesuai dengan
Rencana Bisnis secara semesteran kepada Otoritas Jasa ketentuan dan disampaikan ke OJK sesuai batas waktu yang
Keuangan. Laporan pengawasan rencana bisnis paling sedikit ditentukan.
memuat penilaian Dewan Komisaris mengenai:
•Realisasi rencana bisnis baik secara kuantitatif maupun
kualitatif;
• Faktor yang mempengaruhi kinerja LJKNB; dan
• Upaya perbaikan kinerja LJKNB.
Laporan Realisasi pengawasan rencana bisnis kepada OJK Laporan realisasi rencana bisnis disampaikan sesuai dengan
wajib disampaikan paling lambat 1 bulan setelah semester ketentuan regulasi yang berlaku.
yang bersangkutan berakhir.
Keterbukaan Kebijakan dan strategi komunikasi Perusahaan harus Komunikasi Perseroan dengan OJK melalui Sekretaris Perusahaan.
Informasi memungkinkan informasi yang dibutuhkan diberikan kepada
OJK secara lengkap, tepat waktu, dan dengan cara yang
efisien.
Perusahaan wajib memiliki sistem pelaporan keuangan yang Pelaporan keuangan telah dilakukan melalui sistem yang diatur
diandalkan untuk keperluan pengawasan dan Pemangku OJK dan BEI.
Kepentingan lain.
Perusahaan wajib mengungkapkan kepada OJK mengenai Perseroan melakukan keterbukaan informasi.
hal-hal penting, paling sedikit meliputi:
• Pengunduran diri atau pemberhentian auditor eksternal;
• Transaksi material dengan pihak terkait;
• Benturan Kepentingan yang sedang berlangsung dan/atau
yang mungkin akan terjadi; dan
• Informasi material lain mengenai Perusahaan.
Pengungkapan hal-hal penting dimuat dalam laporan Telah termuat dalam Laporan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
270 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 272
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Isi Peraturan sebagai Prinsip Kepatuhan Status Penerapan di Lingkup Mandiri Tunas Finance
Etika Bisnis Direksi, Dewan Komisaris, DPS, dan karyawan Perusahaan Tersedia dalam Peraturan Perusahaan.
dilarang menawarkan atau memberikan sesuatu, baik
langsung maupun tidak langsung kepada pihak lain, untuk
mempengaruhi pengambilan keputusan yang terkait
dengan transaksi pembiayaan, dengan melanggar ketentuan
perundang-undangan yang berlaku.
Direksi, Dewan Komisaris, DPS, dan karyawan Perusahaan Direksi, Dewan Komisaris, dan karyawan Perseroan telah
dilarang menerima sesuatu untuk kepentingan pribadinya berkomitmen untuk tidak menerima sesuatu untuk kepentingan
dengan melanggar ketentuan perundang-undangan yang pribadi, sesuai tertuang pada Pakta Integritas Karyawan.
berlaku, baik langsung maupun tidak langsung, dari siapa
pun, yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan
yang terkait dengan transaksi pembiayaan.
Perusahaan wajib membuat pedoman tentang perilaku etis, Tercantum dalam Peraturan Perusahaan.
yang memuat nilai etika berusaha, sebagai panduan bagi
Organ Perusahaan dan seluruh karyawan Perusahaan.
Pelaporan Perusahaan wajib menyusun laporan penerapan Tata Kelola Perseroan telah menyusun laporan penerapan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik pada setiap akhir tahun buku. Laporan Perusahaan yang Baik untuk OJK.
penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik paling sedikit
memuat:
• Transparansi penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
yang mengungkapkan seluruh aspek pelaksanaan prinsip
Tata Kelola Perusahaan Yang Baik sesuai dengan prinsip tata
Kelola perusahaan yang baik; dan
• Rencana tindak yang meliputi tindakan korektif yang
diperlukan dan waktu penyelesaian serta kendala/
hambatan penyelesaiannya, apabila masih terdapat
kekurangan dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang
Baik. Laporan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik
wajib disampaikan paling lambat tanggal 30 April tahun
berikutnya.
Sanksi Perusahaan yang melanggar ketentuan Peraturan Otoritas Perseroan tidak melanggar ketentuan yang diatur dalam POJK
Jasa Keuangan ini dikenakan sanksi administrasi berupa Tata Kelola.
peringatan tertulis. Dalam hal perusahaan melanggar
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, namun
pelanggaran tersebut telah diselesaikan, tetap dikenakan
sanksi administratif berupa peringatan tertulis yang berakhir
dengan sendirinya. Dalam hal perusahaan telah memenuhi
ketentuan POJK tersebut, OJK mencabut sanksi administratif
berupa peringatan tertulis.
Dalam hal OJK telah mengenakan sanksi administratif dan Sepanjang tahun 2025 tidak terdapat sanksi yang dikenakan ke
perusahaan tidak memenuhi ketentuan yang menyebabkan Perseroan terkait dengan Tata Kelola.
dikenakan sanksi administratif, OJK dapat:
•Menurunkan hasil penilaian tingkat risiko atau tingkat
kesehatan Perusahaan; dan
•Melakukan penilaian kembali terhadap pihak utama
Perusahaan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 271
Page 273
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan
Tanggung
Jawab Sosial
Lingkungan
Komitmen
Memberikan 4
Pilar
Kontribusi Nyata Keberlanjutan
MTF senantiasa berupaya
memberikan kontribusi yang
berarti dalam mendukung
peningkatan kualitas pendidikan,
pelaksanaan aksi sosial yang
inklusif, serta pelestarian
lingkungan hidup.
6
Kegiatan
TJSL
272 PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report
Page 274
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
8
Dukungan
terhadap
SDGs
PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report 273
Page 275
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial
dan Lingkungan Perusahaan
Mandiri Tunas Finance melaksanakan Tanggung Jawab 2023 tentang Penugasan Khusus dan Program
Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha
komitmen Perseroan dalam memberikan kontribusi Milik Negara.
nyata kepada masyarakat dan lingkungan sekitar
wilayah operasional. Pelaksanaan TJSL diarahkan untuk Landasan tersebut menjadi acuan Perseroan dalam
mendukung pembangunan sosial dan lingkungan yang memastikan bahwa pelaksanaan TJSL dilakukan secara
berkelanjutan, memperkuat hubungan dengan pemangku tertib, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang
kepentingan, serta menciptakan dampak positif yang berlaku.
terukur bagi penerima manfaat.
Dalam menjalankan TJSL, Perseroan berpegang pada
TJSL Perseroan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip-prinsip sebagai berikut:
prinsip kebermanfaatan, keberlanjutan program, serta 1. Terintegrasi, berdasarkan analisa risiko dan proses
akuntabilitas dalam perencanaan, pelaksanaan, dan bisnis yang memiliki keterkaitan dengan pemangku
pelaporannya. Program TJSL difokuskan pada upaya kepentingan;
peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan 2. Kebermanfaatan, dengan memastikan program TJSL
kapasitas sosial, serta kepedulian terhadap isu lingkungan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat;
yang relevan dengan kebutuhan pemangku kepentingan. 3. Akuntabilitas dan transparansi, dalam perencanaan,
pelaksanaan, serta pelaporan program;
Sebagai perusahaan pembiayaan dan bagian dari Mandiri 4. Kolaborasi, dengan melibatkan pemangku
Group, Perseroan memandang keberlanjutan usaha kepentingan untuk memperluas dampak program.
sebagai hasil dari keseimbangan antara kinerja keuangan,
pengelolaan dampak sosial dan lingkungan, serta
penerapan tata kelola yang baik. Dalam kerangka tersebut, Ruang Lingkup TJSL
TJSL dirancang dan dilaksanakan secara terstruktur agar Ruang lingkup TJSL Perseroan difokuskan pada kontribusi
program yang dijalankan tepat sasaran, memberikan sosial dan lingkungan melalui program-program yang
manfaat yang nyata, dan dapat dipertanggungjawabkan ditujukan kepada masyarakat dan pemangku kepentingan
secara transparan. eksternal. Secara umum, ruang lingkup TJSL mencakup:
1. Pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber
Melalui integrasi kerangka kerja global Sustainable daya manusia;
Development Goals (SDGs), MTF berupaya memberikan 2. Pemberdayaan sosial dan kemanusian;
kontribusi yang berarti dalam mendukung peningkatan 3. Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat;
kualitas pendidikan, pelaksanaan aksi sosial yang inklusif, 4. Kepedulian terhadap lingkungan hidup.
serta pelestarian lingkungan hidup. Integrasi SDGs ini
menjadi landasan dalam memastikan bahwa setiap program Penetapan ruang lingkup tersebut dilakukan dengan
TJSL tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi mempertimbangkan karakteristik usaha Perseroan serta
juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan kebutuhan pemangku kepentingan di sekitar wilayah
berkelanjutan secara berkesinambungan. operasional.
Dasar Penerapan TJSL Pilar TJSL
Pelaksanaan TJSL Perseroan berpedoman pada ketentuan MTF mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis
peraturan perundang-undangan yang berlaku antara lain: TJSL yang dirancang secara terarah melalui empat pilar
1. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan utama, yakni pilar sosial, lingkungan, ekonomi, serta
Terbatas sebagaimana telah diubah terakhir dengan hukum dan tata kelola. Keempat pilar tersebut menjadi
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. landasan dalam memastikan bahwa setiap program yang
2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja; dijalankan memberikan manfaat yang berkelanjutan,
2. Peraturan Pemerintah No. 47 Tahun 2012 tentang terukur, dan relevan dengan kebutuhan pemangku
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan kepentingan. Pendekatan ini selaras dengan ketentuan
Terbatas; Peraturan Menteri BUMN No. PER.01/MBU/03/2023
3. Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Indonesia No. PER-1/MBU/03/2023 tanggal 3 Maret BUMN.
274 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 276
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi berkualitas
melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha,
Ekonomi
inovasi industri inklusif, infrastruktur memadai, energi
bersih yang terjangkau dan didukung kemitraan;
Untuk tercapainya pemenuhan hak dasar manusia yang
Sosial berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan
kesejahteraan bagi seluruh masyarakat;
Untuk pengelolaan sumber daya alam dan
Lingkungan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga
seluruh kehidupan; dan
Untuk terwujudnya kepastian hukum dan tata kelola
Hukum yang efektif, transaparan, akuntabel dan partisipatif
dan tata kelola untuk menciptakan stabilitas keamanan dan
mencapai negara berdasarkan hukum.
Tujuan TJSL
Tujuan Pelaksanaan Program TJSL Mandiri Tunas Finance Struktur Pengelola TJSL
adalah: Pelaksanaan TJSL Perseroan berada di bawah
1. Mewujudkan hubungan yang harmonis serta koordinasi Corporate Secretary Division (Sekretaris
berkelanjutan antara Perseroan dan masyarakat melalui Perusahaan). Pelaksanaan kegiatan TJSL
pelaksanaan program TJSL yang inklusif dan partisipatif. dilaksanakan secara langsung oleh Departemen
2. Meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan Corporate Communication sebagai unit kerja
sumber daya manusia. dengan dukungan lintas fungsi sesuai kebutuhan.
3. Mengembangkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Struktur pengelolaan ini bertujuan untuk memastikan
4. Berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan perencanaan, pelaksanaan, serta pelaporan TJSL
hidup. berjalan secara efektif dan akuntabel.
Strategi Program TJSL
Perseroan menyusun berbagai Program TJSL untuk jangka Corporate Secretary
Division Head
menengah sebagai panduan pelaksanaan program secara
terstruktur, terukur, dan berkelanjutan guna menciptakan
manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus
mendukung keberlanjutan usaha Perseroan. Strategi TJSL Corporate
Secretary Deputy
difokuskan pada 4 ruang lingkup, yaitu: Division Head
1. Pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber
daya manusia, melalui program Edukasi Literasi
Keuangan, dan peningkatan kompetensi;
2. Pemberdayaan sosial dan kemanusian, melalui
program aksi sosial dan bantuan kemanusiaan;
3. Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui
program kesehatan preventif; Anti Fraud Corporate Office of the Board
Department Communication Department
4. Kepedulian terhadap lingkungan hidup, melalui Head Department Head Head
program edukasi dan kegiatan pelestarian lingkungan.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 275
Page 277
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan
Realisasi Program TJSL Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, Perseroan merealisasikan berbagai Realisasi program TJSL tahun 2025 disajikan secara ringkas
program TJSL yang difokuskan pada bidang pendidikan, pada tabel berikut, termasuk capaian dan dampak yang
sosial, lingkungan, Kesehatan dan kemanusiaan. Program- dihasilkan bagi penerima manfaat.
program tersebut dirancang untuk memberikan manfaat
langsung kepada masyarakat dan memperkuat peran
Perseroan sebagai bagian dari komunitas.
Realisasi Program TJSL tahun 2025 disusun dengan
mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(Sustainable Development Goals/SDGs) sebagai kerangka
global pembangunan berkelanjutan, sehingga setiap
inisiatif yang dijalankan tidak hanya menjawab kebutuhan
masyarakat saat ini, tetapi juga berkontribusi terhadap
pencapaian pembangunan jangka panjang yang inklusif
dan berkelanjutan.
Tujuan Pembangunan
Jenis Kegiatan TJSL/CSR Penjelasan Capaian
Berkelanjutan
Mandiri Tunas Finance Pada bulan Maret 2025, MTF Penyaluran santunan kepada 25
Berbagi dan Berbuka menyalurkan santunan kepada anak yatim piatu dengan total dana
Bersama Anak Yatim Piatu anak yatim piatu dengan alokasi Rp20.000.000 serta pelaksanaan
dana sebesar Rp20.000.000 kegiatan berbuka puasa bersama
yang dilaksanakan bersamaan berhasil memberikan dukungan
dengan kegiatan berbuka sosial dan meringankan kebutuhan
puasa bersama. Kegiatan ini dasar penerima manfaat. Program ini
merupakan wujud kepedulian memperkuat komitmen kepedulian
sosial Perseroan kepada MTF terhadap masyarakat dan
masyarakat serta bagian dari peningkatan kesejahteraan sosial.
komitmen pelaksanaan program
TJSL Perseroan.
Penyembelihan Hewan Pada bulan Juni 2025, Berhasil memberikan manfaat nyata
Kurban Hari Raya Idul Adha melalui program Mandiri bagi masyarakat di wilayah pelosok.
1446 H Qurban Pelosok Negeri, MTF Distribusi daging kurban sapi seberat
menyalurkan hewan kurban sapi 940 kg tersalurkan dengan baik
seberat 940 kg dengan alokasi kepada penerima manfaat.
dana Rp89.000.000 sebagai
wujud kepedulian Perseroan
dalam berbagi manfaat kurban
kepada masyarakat yang
membutuhkan.
Campaign Virtual Run Pada bulan Agustus 2025, Pelaksanaan Campaign Virtual
Perwira MTF “17,8 km for dalam rangka memperingati Run pada Agustus 2025 berhasil
Better Nature” Hari Proklamasi Kemerdekaan melibatkan 34 karyawan dalam aksi
Republik Indonesia, MTF nyata pelestarian lingkungan melalui
melaksanakan Campaign Virtual kegiatan olahraga yang disertai
Run “17,8 km for Better Nature” pembersihan lingkungan sepanjang
yang melibatkan partisipasi rute lari. Program ini meningkatkan
aktif 34 karyawan. Kegiatan partisipasi aktif Perwira MTF serta
ini menggabungkan aktivitas memperkuat budaya kepedulian dan
olahraga dengan aksi bersih tanggung jawab bersama terhadap
lingkungan sepanjang rute lari kelestarian lingkungan.
sebagai bentuk kepedulian
terhadap kelestarian alam.
Alokasi dana untuk kegiatan ini
tercatat sebesar Rp2.456.000
276 PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025
Page 278
Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive www.mtf.co.id
Tujuan Pembangunan
Jenis Kegiatan TJSL/CSR Penjelasan Capaian
Berkelanjutan
Cek Kesehatan Gratis Pada momentum Hari Pelanggan Program cek kesehatan gratis
dalam Rangka Hari Nasional di bulan September pada September 2025 berhasil
Pelanggan Nasional 2025, MTF menghadirkan memberikan manfaat langsung
layanan cek kesehatan gratis bagi 50 pelanggan yang hadir di
bagi 50 pelanggan yang hadir MTF Customer Experience. Melalui
di MTF Customer Experience layanan pemeriksaan kesehatan
sebagai bentuk apresiasi atas dasar, program ini memperkuat
loyalitas dan kepercayaan yang kepedulian Perseroan terhadap
terus tumbuh bersama MTF. kesehatan pelanggan sekaligus
Program ini terlaksana dengan meningkatkan kualitas pengalaman
alokasi dana Rp3.250.000 layanan dan loyalitas pelanggan.
sebagai wujud komitmen
Perseroan dalam meningkatkan
kualitas layanan dan kepedulian
terhadap kesehatan pelanggan.
MTF Mengajar Bersama Pada Oktober 2025, MTF Berhasil memberikan akses
FEB Universitas Sebelas berkolaborasi dengan FEB pembelajaran praktis kepada 200
Maret UNS melalui program MTF mahasiswa FEB UNS melalui kuliah
Mengajar. Direktur MTF, Bapak daring. Kehadiran Direktur MTF
William Francis Indra, menjadi sebagai narasumber memperkuat
narasumber kuliah praktisi transfer pengetahuan langsung
bertema “Manajemen Keuangan dari praktisi industri, sehingga
dalam Praktik Lapangan” yang meningkatkan wawasan mahasiswa
dihadiri oleh 200 mahasiswa mengenai manajemen keuangan
secara daring. Program dalam praktik lapangan sebagai bekal
ini bertujuan memperluas memasuki dunia kerja.
wawasan praktis mahasiswa
dan mendukung peningkatan
kualitas pendidikan.
MTF Mengajar dan Pada Oktober 2025, MTF Berhasil memberikan akses
Campicnic Bersama FEB berkolaborasi dengan FEB pembelajaran praktis kepada 200
Universitas Airlangga UNAIR melalui program MTF mahasiswa FEB UNAIR melalui kuliah
Mengajar dan MTF Campicnic. praktisi yang diisi langsung oleh
Direktur Utama MTF, Bapak Direktur Utama MTF. Pemaparan
Pinohadi G. Sumardi, menjadi mengenai persiapan karier dan
narasumber kuliah praktisi pengelolaan finansial sejak dini
bertema “Empowering the memperkuat literasi keuangan serta
Future: Mempersiapkan Karier pemahaman mahasiswa terkait
dan Finansial Sejak Muda.” yang kesiapan memasuki dunia kerja.
dihadiri oleh 200 mahasiswa Program ini berkontribusi pada
di Aula Fadjar Notonegoro. peningkatan kualitas pendidikan dan
Program ini bertujuan kompetensi generasi muda di tingkat
memperluas wawasan praktis perguruan tinggi.
mahasiswa dan mendukung
peningkatan kualitas pendidikan.
Alokasi dana program MTF
Mengajar dan Campicnic
sebesar Rp9.421.155.
Informasi Penyampaian Laporan Berkelanjutan Secara Terpisah
Informasi yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan implementasi keberlanjutan Perseroan, termasuk penerapan
keuangan berkelanjutan, disajikan dalam Laporan Keberlanjutan yang diterbitkan secara terpisah dan merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari Laporan Tahunan Perseroan. Penyusunan Laporan Keberlanjutan tersebut mengacu pada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga
Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.
PT Mandiri Tunas Finance
Laporan Tahunan 2025 277
Page 279
Laporan
Keuangan
278 PT Mandiri Tunas Finance
2025 Annual Report
Page 280
Page 281
PT Mandiri Tunas Finance Laporan keuangan tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut beserta laporan auditor independen/ Financial statements as of 31 December 2025 and for the year then ended with independent auditor’s report
Page 282
Page 283
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 AS OF 31 DECEMBER 2025
DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA AND FOR THE YEAR THEN ENDED
TANGGAL TERSEBUT WITH INDEPENDENT AUDITOR’S REPORT
BESERTA LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Daftar Isi Table of Contents
Halaman/
Page
Laporan Auditor Independen Independent Auditor’s Report
Laporan Posisi Keuangan .............................................. 1-2 ...................................... Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statement of Profit or Loss and
Komprehensif Lain .................................................. 3 ...................................Other Comprehensive Income
Laporan Perubahan Ekuitas .......................................... 4 .....................................Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas .......................................................... 5-6 ............................................... Statement of Cash Flows
Catatan atas Laporan Keuangan ................................... 7-121 ................................ Notes to the Financial Statements
***************************
Page 284
Page 285
Page 286
Page 287
Page 288
Page 289
Page 290
Page 291
Page 292
Page 293
A member firm of Ernst & Young Global Limited
Page 294
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
ASET ASSETS
2c,2f
Kas dan setara kas 4,27 Cash and cash equivalents
Kas 4.311 7.999 Cash on hand
Kas pada bank Cash in banks
Pihak ketiga 9.402 1.209 Third parties
Pihak berelasi 2s,4,26a 981.255 1.282.952 Related parties
994.968 1.292.160
2c,2d,2g,5,
Piutang pembiayaan konsumen 27,28,29 Consumer financing receivables
Pihak ketiga 23.073.407 27.154.596 Third parties
Pihak berelasi 2s,5,26a 47.768 41.346 Related parties
23.121.175 27.195.942
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2j,5 (607.432) (476.763) impairment losses
22.513.743 26.719.179
2c,2d,2h,6,
Piutang sewa pembiayaan 27,28,29 Finance lease receivables
Pihak ketiga 3.752.434 5.495.587 Third parties
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2j,6 (127.084) (100.429) impairment losses
3.625.350 5.395.158
2c,2d,2i,7,
Anjak piutang 27,28 Factoring receivables
Pihak ketiga - 34.748 Third parties
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
-
penurunan nilai 2j,7 (15.310) impairment losses
- 19.438
Piutang lain-lain 2c,8,27 Other receivables
Pihak ketiga 183.330 164.173 Third parties
Pihak berelasi 2s,8,26a 274.823 369.541 Related parties
458.153 533.714
Dikurangi: cadangan kerugian Less: allowance for
penurunan nilai 2j,8 (39.661) (33.431) impairment losses
418.492 500.283
Aset pajak tangguhan 2m,9c 70.079 84.726 Deferred tax assets
Piutang derivatif 2c,2t,16,27,28 33.826 45.008 Derivative receivables
Aset tetap Fixed assets
(setelah dikurangi akumulasi (net of accumulated
penyusutan masing-masing depreciation of Rp544,301, and
sebesar Rp544.301 dan Rp478.198 Rp478,198 as of
pada tanggal 31 Desember 2025 31 December 2025 and
dan 2024) 2l,10 235.303 278.475 2024, respectively)
2c,2k,11,
Aset lain-lain 27,28 Other assets
Pihak ketiga 116.156 90.202 Third parties
Pihak berelasi 25,11,26a 814 826 Related parties
TOTAL ASET 28.008.731 34.425.455 TOTAL ASSETS
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan The accompanying notes to the financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan form an integral part of these financial statements
secara keseluruhan. taken as a whole.
1
Page 295
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued)
Tanggal 31 Desember 2025 As of 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Catatan/ 31 Desember/ 31 Desember/
Notes December 2025 December 2024
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 2c,12,27,29 470.341 604.208 Trade payables
Utang lain-lain 2c,13,27 Other payables
Pihak ketiga 144.874 160.830 Third parties
Pihak berelasi 2s,13,26b 34.346 51.626 Related parties
Utang pajak kini 2m,9a - 112.491 Current tax liabilities
Utang derivatif 2c,2t,16,27,28 - 12.654 Derivative payables
Beban yang masih harus dibayar 2c,14,27 Accrued expenses
Pihak ketiga 131.197 238.398 Third parties
Pihak berelasi 2s,14,26b 8.935 9.543 Related parties
Pinjaman yang diterima 2c,2d,2e,15,27,28 Borrowings
Pihak ketiga 9.485.748 15.677.665 Third parties
Pihak berelasi 2s,15,26b 6.397.590 5.835.461 Related parties
15.883.338 21.513.126
Biaya provisi yang belum
diamortisasi 15 (21.817) (36.930) Unamortized provision cost
15.861.521 21.476.196
2c,2d,2r,
Surat berharga yang diterbitkan 17,27,28 Securities issued
Pihak ketiga 6.048.625 6.050.795 Third parties
Pihak berelasi 2s,26b 184.000 644.000 Related parties
6.232.625 6.694.795
Beban emisi yang belum
diamortisasi 17 (10.726) (12.870) Unamortized issuance cost
6.221.899 6.681.925
Liabilitas imbalan kerja karyawan 2n,18 219.121 213.162 Employee benefits obligation
TOTAL LIABILITAS 23.092.234 29.561.033 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Modal saham Share capital
Authorized capital -
Modal dasar - 10.000.000.000 10,000,000,000 ordinary
lembar saham biasa dengan shares with a par value
nilai nominal Rp100 (nilai penuh) of Rp100 (full amount)
per saham per share
Modal ditempatkan dan disetor Issued and fully paid up
penuh - 2.500.000.000 lembar capital - 2,500,000,000
saham 2o,19 250.000 250.000 ordinary shares
Penghasilan komprehensif lain: Other comprehensive income:
Pengukuran kembali
atas liabilitas imbalan Remeasurement of
kerja karyawan - neto 2n,18 1.102 (7.155) employee benefits obligation - net
Kerugian kumulatif
atas instrumen derivatif untuk Cumulative loss on derivative
lindung nilai arus kas - neto 2t,16 (21.995) (17.423) instrument for cash flow hedges - net
Saldo laba Retained earnings
Sudah ditentukan penggunaannya 20 50.000 50.000 Appropriated
Belum ditentukan penggunaannya 4.637.390 4.589.000 Unappropriated
TOTAL EKUITAS 4.916.497 4.864.422 TOTAL EQUITY
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 28.008.731 34.425.455 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan The accompanying notes to the financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan form an integral part of these financial statements
secara keseluruhan. taken as a whole.
2
Page 296
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS
KOMPREHENSIF LAIN AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
Catatan/
Notes 2025 2024
PENDAPATAN REVENUE
Pembiayaan konsumen 21a,26c 2.884.128 3.453.490 Consumer financing
Sewa pembiayaan 21b 572.371 678.704 Financial lease
Anjak piutang 21c 1 438 Factoring
Simpanan bank 21d,26c 15.797 17.473 Deposit in bank
Lain-lain - neto 21e,26c 1.163.225 1.429.210 Others - net
Total pendapatan 4.635.522 5.579.315 Total revenue
BEBAN EXPENSES
Beban keuangan 2r,2s,22,26d (1.742.114) (1.913.946) Financial charges
Gaji dan tunjangan 2s,23,26d (656.012) (775.231) Salaries and benefits
Umum dan administrasi 24,26d (437.019) (413.178) General and administration
Penyisihan kerugian
penurunan nilai: Provision for impairment losses:
Pembiayaan konsumen 2c,2g,5 (981.009) (885.498) Consumer financing
Sewa pembiayaan 2c,2h,6 (279.480) (83.288) Financial leases
Anjak piutang 2c,2i,7 (19.428) (14.874) Factoring
Piutang lain-lain 2c,8 (6.850) 10.867 Other receivables
Total beban (4.121.912) (4.075.148) Total expenses
LABA SEBELUM BEBAN 513.610 1.504.167 INCOME BEFORE
PAJAK FINAL DAN FINAL TAX AND
PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK FINAL 2m (3.159) (3.495) FINAL TAX EXPENSE
LABA SEBELUM BEBAN 510.451 1.500.672 INCOME BEFORE
PAJAK PENGHASILAN INCOME TAX EXPENSE
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2m,9b (110.436) (328.590) INCOME TAX EXPENSE
LABA TAHUN BERJALAN 400.015 1.172.082 INCOME FOR THE YEAR
PENGHASILAN KOMPREHENSIF OTHER COMPREHENSIVE
LAIN INCOME
Pos yang tidak akan Item that will not be
direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss:
Pengukuran kembali
atas liabilitas imbalan kerja Remeasurement of employee
karyawan 2n, 18 10.586 40.044 benefit obligation
Pajak penghasilan terkait (2.329) (8.809) Income tax effect
8.257 31.235
Pos yang akan Item that will be
direklasifikasi ke laba rugi: reclassified to profit or loss:
Bagian efektif dari kerugian Effective portion of loss
instrumen lindung nilai dalam on hedging instruments
rangka lindung nilai arus kas 2t,16 (5.862) (25.929) in a cash flow hedge
Pajak penghasilan terkait 1.290 5.704 Income tax effect
(4.572) (20.225)
Laba penghasilan komprehensif lain- Other comprehensive income
setelah pajak 3.685 11.010 net of tax
TOTAL PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TOTAL COMPREHENSIVE
TAHUN BERJALAN 403.700 1.183.092 INCOME FOR THE YEAR
LABA PER SAHAM DASAR BASIC EARNINGS PER SHARE
(Nilai penuh) 2q,25 160 469 (Full amount)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan The accompanying notes to the financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan form an integral part of these financial statements
secara keseluruhan. taken as a whole.
3
Page 297
The original financial statements included herein are in the Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Keuntungan(kerugian)
kumulatif
atas instrumen
derivatif untuk
lindung nilai
arus kas - neto/
Pengukuran kembali Cumulative
atas liabilitas imbalan gain(loss) Saldo laba Saldo laba
kerja karyawan - neto/ on derivative sudah ditentukan belum ditentukan
Remeasurement of instrument for penggunaannya/ penggunaannya/
Catatan/ Modal saham/ employee benefits cash flow Appropriated Unappropriated Ekuitas/
Notes Share capital obligation - net hedges - net retained earnings retained earnings Equity
Saldo 31 Desember 2023 250.000 (38.390 ) 2.802 50.000 3.765.248 4.029.660 Balance 31 December 2023
Pengukuran kembali atas liabilitas Remeasurement of employee
imbalan kerja karyawan - setelah pajak - 31.235 - - - 31.235 benefit obligation - net of tax
Kerugian bersih Net loss
atas instrumen derivatif untuk on derivative instrument
lindung nilai arus kas - - (20.225) - - (20.225) for cash flow hedging
Laba tahun berjalan 2024 - - - - 1.172.082 1.172.082 Income for the year 2024
Dividen yang dibayarkan 20 - - - - (348.330) (348.330) Dividends paid
Saldo 31 Desember 2024 250.000 (7.155 ) (17.423) 50.000 4.589.000 4.864.422 Balance 31 December 2024
Pengukuran kembali atas liabilitas Remeasurement of employee
imbalan kerja karyawan - setelah pajak - 8.257 - - - 8.257 benefit obligation - net of tax
Kerugian bersih Net loss
atas instrumen derivatif untuk on derivative instrument
lindung nilai arus kas - - (4.572) - - (4.572) for cash flow hedging
Laba tahun berjalan 2025 - - - - 400.015 400.015 Income for the year 2025
Dividen yang dibayarkan 20 - - - - (351.625) (351.625) Dividends paid
Saldo 31 Desember 2025 250.000 1.102 (21.995) 50.000 4.637.390 4.916.497 Balance 31 December 2025
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these
laporan keuangan secara keseluruhan. financial statements taken as a whole.
4
Page 298
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOWS
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
Catatan/
Notes 2025 2024
ARUS KAS DARI CASH FLOWS FROM
AKTIVITAS OPERASI OPERATING ACTIVITIES
Penerimaan kas dari konsumen: Cash receipts from customers:
Pembiayaan konsumen 28.238.850 27.896.386 Consumer financing
Sewa pembiayaan 3.505.046 4.193.421 Finance lease
Anjak piutang 1 1.445 Factoring
Pembiayaan bersama 7.977.268 12.611.438 Joint financing
Pendapatan bunga Interest income from
simpanan bank 15.810 13.978 deposit in bank
Pendapatan penalti 21e 189.030 202.567 Late payment penalties
Penerimaan dari piutang Recovery from
yang telah dihapusbukukan 21e 158.467 182.787 written-off receivables
Premi asuransi 885.996 1.791.375 Insurance premiums
Pengeluaran kas untuk: Cash disbursements for:
Pembayaran fasilitas Repayments of joint
pembiayaan bersama (11.326.335) (9.484.182) financing facilities
Pembayaran kepada
penyalur kendaraan (19.707.347) (36.306.565) Payments to car dealers
Pembayaran beban keuangan (1.751.072) (1.902.137) Payments for finance charges
Pembayaran pajak penghasilan (223.690) (315.141) Payments for income tax
Pembayaran gaji dan Payments for
tunjangan (721.859) (862.249) salaries and allowances
Penempatan deposit pajak (12.040) - Tax deposit placement
Pembayaran beban Payments for general and
umum dan administrasi (354.057) (303.074) administrative expenses
Pembayaran kepada perusahaan Payments to insurance
asuransi (673.586) (1.163.292) companies
Kas neto yang diperoleh (digunakan) Net cash provided (used) in
untuk aktivitas operasi 6.200.482 (3.443.243) operating activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
INVESTASI INVESTING ACTIVITIES
Perolehan aset tetap 10 (35.768) (54.028) Acquisition of fixed assets
Perolehan aset hak guna (4.271) (12.126) Acquisition of right-of-use assets
Penjualan aset tetap 10 370 310 Sales of fixed assets
Kas neto yang digunakan Net cash used in
untuk aktivitas investasi (39.669) (65.844) investing activities
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan The accompanying notes to the financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan form an integral part of these financial statements
secara keseluruhan. taken as a whole.
5
Page 299
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
LAPORAN ARUS KAS (lanjutan) STATEMENT OF CASH FLOWS (continued)
Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal For the Year Ended
31 Desember 2025 31 December 2025
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
Catatan/
Notes 2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM
PENDANAAN FINANCING ACTIVITIES
Penerimaan pinjaman 32 13.332.264 26.309.467 Proceeds from borrowings
Penerimaan surat berharga
yang diterbitkan 32 775.270 2.772.195 Proceeds from securities issued
Pembayaran pinjaman 32 (18.956.733) (22.984.649) Repayment of borrowings
Pembayaran surat berharga Repayment of
yang diterbitkan 17,32 (1.237.440) (1.773.150) securities issued
Pembayaran beban emisi Repayment of securities
surat berharga 17 (2.601) (8.764) issuance costs
Pembayaran dividen kas 20 (351.625) (348.330) Payment of cash dividends
Pembayaran utang sewa 32 (17.140) (17.662) Payment of lease liabilities
Kas neto yang (digunakan) diperoleh Net cash (used) provided by
dari aktivitas pendanaan (6.458.005) 3.949.107 financing activities
(Penurunan) kenaikan neto Net (decrease) increase in
kas dan setara kas (297.192) 440.020 cash and cash equivalents
Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents
awal tahun 4 1.292.160 852.140 at beginning of year
Kas dan setara kas pada Cash and cash equivalents
akhir tahun 4 994.968 1.292.160 at end of year
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan The accompanying notes to the financial statements
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan form an integral part of these financial statements
secara keseluruhan. taken as a whole.
6
Page 300
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM 1. GENERAL INFORMATION
PT Mandiri Tunas Finance (“Perseroan”) didirikan PT Mandiri Tunas Finance (the “Company”) was
dengan nama PT Tunas Financindo Corporation incorporated with the name of PT Tunas Financindo
pada tanggal 17 Mei 1989 berdasarkan Akta Notaris Corporation on 17 May 1989 based on Notarial
Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di Jakarta, Deed of Misahardi Wilamarta, S.H., Notary in
No. 262. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Jakarta, No. 262. The Company’s Articles of
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2- Association was approved by the Ministry of Justice
4868.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989 serta in its Decision Letter No. C2-4868.HT.01.01.TH’89
diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik dated 1 June 1989 and were published in the State
Indonesia No. 57, Tambahan No. 1369 tanggal Gazette of the Republic of Indonesia No. 57,
18 Juli 1989. Pada tanggal 18 Agustus 2000, Supplement No. 1369 dated 18 July 1989. On
Perseroan melakukan perubahan nama menjadi 18 August 2000, the Company changed its name to
PT Tunas Financindo Sarana berdasarkan Akta PT Tunas Financindo Sarana based on Notarial
Notaris Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notaris di Deed of Adam Kasdarmadji S.H., M.H., Notary in
Jakarta No. 49. Akta perubahan ini disetujui oleh Jakarta No. 49. This deed was approved by the
Menteri Hukum dan Perundang-Undangan melalui Minister of Law and Regulation in its Decision Letter
Surat Keputusan No. C-21195HT.01.04.TH2000 No. C-21195HT.01.04.TH2000 dated
tanggal 22 September 2000. Pada tanggal 22 September 2000. On 30 November 2007, the
30 November 2007, Perseroan melakukan Company complied its Articles of Association to The
penyesuaian Anggaran Dasar terhadap Undang- Law No. 40 of 2007 concerning Limited Liability
Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Company based on Notarial Deed No. 94 of
Terbatas berdasarkan Akta Notaris No. 94, Herawati, Herawati, S.H., Notary in Jakarta. This deed was
S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut approved by Minister of Law And Human Rights in
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan its Decision Letter No. AHU-06708.AH.01.02.Tahun
Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan 2008 dated 12 February 2008.
No. AHU-06708.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal
12 Februari 2008.
Pada tanggal 26 Juni 2009, Perseroan mengubah On 26 June 2009, the Company changed its name
nama Perseroan menjadi PT Mandiri Tunas Finance to PT Mandiri Tunas Finance based on the
berdasarkan perubahan Anggaran Dasar sesuai amendment of the Articles of Association by the
dengan Akta Notaris No. 181 Dr. Irawan Soerodjo, Notarial Deed No. 181 of Dr. Irawan Soerodjo,
S.H.,Msi., Notaris di Jakarta. Anggaran Dasar S.H.,Msi., Notary in Jakarta. The Articles of
Perseroan telah mengalami beberapa kali Association has been amended from time to time,
perubahan, perubahan terakhir dengan Akta, where in the latest amendment by Deed No. 340
No. 340 tanggal 29 Desember 2025 yang dibuat dated 29 December 2025 made before Muhammad
dihadapan Muhammad Kholid Artha, S.H., Magister Kholid Artha, S.H., Master of Notary, Notary in
Kenotariatan, Notaris di Jakarta, yang telah Jakarta, has obtained approval from the Minister of
memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum Law of the Republic of Indonesia as stated in
Republik Indonesia sebagaimana ternyata dalam Decree No. AHU-01.03-0259050 dated
Surat Keputusan No. AHU-01.03-0259050 tanggal 29 December 2025.
29 Desember 2025.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Based on Article 3 of the Company’s Articles of
ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak Association, the scope of activities of the Company
dalam bidang pembiayaan, yang meliputi: comprises of finance activities under:
a. Pembiayaan Investasi a. Investment financing
b. Pembiayaan Modal Kerja b. Working capital financing
c. Pembiayaan Multiguna c. Multi purposes financing
d. Kegiatan usaha pembiayaan lain berdasarkan d. Other financing activities based on the
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan approval of Financial Services Authority
e. Sewa operasi (operating lease) dan/atau e. Operating lease and/or fee based activities as
kegiatan berbasis imbal jasa sepanjang tidak long as not contradictory with the regulation in
bertentangan dengan peraturan perundang- financial services sector.
undangan di sektor jasa keuangan.
7
Page 301
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
Kegiatan komersial Perseroan dimulai pada tahun The Company commenced commercial activities in
1989. Perseroan memperoleh ijin usaha sebagai 1989. The Company obtained a business license to
Perseroan pembiayaan dalam bidang sewa guna operate in leasing, factoring and consumer
usaha, anjak piutang dan pembiayaan konsumen dari financing from the Ministry of Finance in its
Menteri Keuangan berdasarkan Surat Keputusan Decision Letter No. 1021/KMK.013/1989 dated
No. 1021/KMK.013/1989 tanggal 7 September 1989, 7 September 1989, as amended by the Decision
sebagaimana diubah dengan Surat Keputusan Letter No. 54/KMK.013/1992 dated 15 January
No. 54/KMK.013/1992 tanggal 15 Januari 1992 dan 1992 and No. 19/KMK.017/2001 dated 19 January
No. 19/KMK.017/2001 tanggal 19 Januari 2001. 2001. The latest amendment was by the Ministry of
Amandemen terakhir diubah dengan Surat Finance Decision Letter No. KEP-352/KM.10/2009
Keputusan Menteri Keuangan dated 29 September 2009. Currently, the Company
No. KEP-352/KM.10/2009 tanggal 29 September is engaged in investing, working capital,
2009. Saat ini, Perseroan bergerak dalam kegiatan multipurpose, factoring and other financing
usaha pembiayaan investasi, modal kerja, multiguna, activities based on the approval of Financial
anjak piutang dan kegiatan usaha lain berdasarkan Services Authority.
persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.
Perseroan berdomisili di Jakarta Pusat dan The Company is domiciled in Central Jakarta and
mempunyai 125 kantor cabang dan 10 kantor selain has 125 branches and 10 other branches that are
kantor cabang yang berlokasi dibeberapa tempat di located through other parts of Indonesia.
Indonesia.
Pada tanggal 6 Februari 2009, PT Tunas Ridean dan On 6 February 2009, PT Tunas Ridean and
PT Tunas Mobilindo Parama mengalihkan PT Tunas Mobilindo Parama have transferred their
kepemilikan sahamnya di Perseroan sejumlah ownership in the Company amounting to
masing-masing 650.000.000 lembar saham dan 650,000,000 shares and 625,000,000 shares,
625.000.000 lembar saham atau sebesar 51% dari respectively, representing 51% of total issued and
total saham ditempatkan dan disetor penuh kepada fully paid-up shares, to PT Bank Mandiri (Persero)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dengan akta notaris Tbk. by the Notarial Deed No. 8 of Dr. A.
No. 8, Dr. A. Partomuan Pohan, S.H., LL.M., tanggal Partomuan Pohan, S.H., LL.M., dated 6 February
6 Februari 2009. 2009.
Perseroan menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi The Company issued and registered the following
Mandiri Tunas Finance ke Bursa Efek Indonesia Mandiri Tunas Finance Bonds in the Indonesia
sebagai berikut: Stock Exchange:
Obligasi/Bonds Tanggal terbit/Issue date Nilai nominal/Nominal value
I
29 Mei/May 2003 500.000
II
22 Juni/June 2004 350.000
III
8 Juli/July 2005 350.000
IV
22 Februari/February 2007 600.000
V
20 Februari/February 2008 600.000
VI
6 Mei/May 2011 600.000
Berkelanjutan I tahap I/ Continuing Bonds I Phase I
5 Juni/June 2013 500.000
Berkelanjutan I tahap II/ Continuing Bonds I Phase II
23 Mei/May 2014 600.000
Berkelanjutan I tahap III/ Continuing Bonds I Phase III
9 Juni/June 2015 150.000
Berkelanjutan II tahap I/ Continuing Bonds II Phase I
18 Desember/December 2015 600.000
Berkelanjutan II tahap II/ Continuing Bonds II Phase II
1 Juni/June 2016 1.400.000
Berkelanjutan III tahap I/ Continuing Bonds III Phase I
7 Oktober/October 2016 500.000
Berkelanjutan III tahap II/ Continuing Bonds III Phase II
8 Mei/May 2017 850.000
Berkelanjutan IV tahap I/ Continuing Bonds IV Phase I
8 Januari/January 2019 1.000.000
Berkelanjutan IV tahap II/ Continuing Bonds IV Phase II
26 Juli/July 2019 2.000.000
Berkelanjutan V tahap I/ Continuing Bonds V Phase I 13 Agustus/August 2020 858.000
Berkelanjutan V tahap II/ Continuing Bonds V Phase II 20 Mei/May 2021 1.400.850
Berkelanjutan V tahap III/ Continuing Bonds V Phase III 23 Februari/February 2022 1.228.055
Berkelanjutan VI tahap I/ Continuing Bonds VI Phase I 27 Juni/June 2023 691.735
Berkelanjutan VI tahap II/Continuing Bonds VI Phase II 27 September/September 2023 1.131.110
Berkelanjutan VI tahap III/Continuing Bonds VI Phase III 28 Mei/May 2024 1.163.085
Berkelanjutan VI tahap IV/ Continuing Bonds VI Phase IV 19 November/November 2024 1.609.110
Berkelanjutan VII tahap I /Continuing Bonds VII Phase I 8 Juli/July 2025 775.270
8
Page 302
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
Pada tanggal 13 Agustus 2020, Perseroan telah On 13 August 2020, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan V Tahap I Tahun 2020 (”Obligasi Bonds V Phase I Year 2020 (“Continuing Bonds V
Berkelanjutan V Tahap I”) ke Bursa Efek Indonesia. Phase I”) in the Indonesia Stock Exchange. The
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap I ini serta issuance of Continuing Bonds V Phase I and
Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan appointment of Trustee based on Trusteeship
Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 12 tanggal Agreements No. 12 dated 11 May 2020 were
11 Mei 2020 yang dibuat antara Perseroan dengan signed by the Company and PT Bank Rakyat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Continuing Bonds V Phase I.
Berkelanjutan V Tahap I.
Pada tanggal 20 Mei 2021, Perseroan telah On 20 May 2021, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2021 (”Obligasi Bonds V Phase II Year 2021 (“Continuing Bonds V
Berkelanjutan V Tahap II”) ke Bursa Efek Indonesia. Phase II”) in the Indonesia Stock Exchange. The
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap II ini serta issuance of Continuing Bonds V Phase II and
Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan appointment of Trustee based on Trusteeship
Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 25 tanggal Agreements No. 25 dated 23 April 2021 were
23 April 2021 yang dibuat antara Perseroan dengan signed by the Company and PT Bank Rakyat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Continuing Bonds V Phase II.
Berkelanjutan V Tahap II.
Pada tanggal 23 Februari 2022, Perseroan telah On 23 February 2022, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan V Tahap III Tahun 2022 (”Obligasi Bonds V Phase III Year 2022 (“Continuing Bonds
Berkelanjutan V Tahap III”) ke Bursa Efek Indonesia. V Phase III”) in the Indonesia Stock Exchange. The
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Tahap III ini issuance of Continuing Bonds V Phase III and
serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan appointment of Trustee based on Trusteeship
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 1 Agreements No. 1 dated 2 February 2022 were
tanggal 2 Februari 2022 yang dibuat antara signed by the Company and PT Bank Rakyat
Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
(Persero) Tbk, yang bertindak selaku Wali Amanat Continuing Bonds V Phase III.
pemegang Obligasi Berkelanjutan V Tahap III.
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perseroan telah On 27 June 2023, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan VI Tahap I Tahun 2023 (”Obligasi Bonds VI Phase I Year 2023 (“Continuing Bonds
Berkelanjutan VI Tahap I”) ke Bursa Efek Indonesia. VI Phase I”) in the Indonesia Stock Exchange. The
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I ini serta issuance of Continuing Bonds VI Phase I and
Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan appointment of Trustee based on Trusteeship
Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 29 tanggal Agreements No. 29 dated 17 March 2023 were
17 Maret 2023 yang dibuat antara Perseroan dengan signed by the Company and PT Bank Rakyat
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
bertindak selaku Wali Amanat pemegang Obligasi Continuing Bonds VI Phase I.
Berkelanjutan VI Tahap I.
Pada tanggal 27 September 2023, Perseroan telah On 27 September 2023, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023 (”Obligasi Bonds VI Phase II Year 2023 (“Continuing Bonds
Berkelanjutan VI Tahap II”) ke Bursa Efek Indonesia. VI Phase II”) in the Indonesia Stock Exchange. The
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II ini issuance of Continuing Bonds VI Phase II and
serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan appointment of Trustee based on Trusteeship
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 02 Agreements No. 02 dated 6 September 2023 were
tanggal 6 September 2023 yang dibuat antara signed by the Company and PT Bank Rakyat
Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
(Persero) Tbk, yang bertindak selaku Wali Amanat Continuing Bonds VI Phase II.
pemegang Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II.
9
Page 303
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
Pada tanggal 28 Mei 2024, Perseroan telah On 28 May 2024, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan VI tahap III tahun 2024 (”Obligasi Bonds VI Phase III Year 2024 (“Continuing Bonds
Berkelanjutan VI Tahap III”) ke Bursa Efek Indonesia. VI Phase III”) in the Indonesia Stock Exchange.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III ini The issuance of Continuing Bonds VI Phase III and
serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan appointment of Trustee based on Trusteeship
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 17 Agreements No. 17 dated 3 May 2024 were
tanggal 3 Mei 2024 yang dibuat antara Perseroan signed by the Company and PT Bank Rakyat
dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
yang bertindak selaku Wali Amanat pemegang Continuing Bonds VI Phase III.
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III.
Pada tanggal 19 November 2024, Perseroan telah On 19 November 2024, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered Mandiri Tunas Finance Continuing
Berkelanjutan VI tahap IV tahun 2024 (”Obligasi Bonds VI Phase IV Year 2024 (“Continuing Bonds
Berkelanjutan VI Tahap IV”) ke Bursa Efek Indonesia. VI Phase IV”) in the Indonesia Stock Exchange.
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV ini The issuance of Continuing Bonds VI Phase IV
serta Penunjukan Wali Amanat dilakukan and appointment of Trustee based on Trusteeship
berdasarkan Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 21 Agreements No. 21 dated 23 October 2024 were
tanggal 23 Oktober 2024 yang dibuat antara signed by the Company and PT Bank Rakyat
Perseroan dengan PT Bank Rakyat Indonesia Indonesia (Persero) Tbk, as the Trustee for the
(Persero) Tbk, yang bertindak selaku Wali Amanat Continuing Bonds VI Phase IV.
pemegang Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV.
Pada tanggal 8 Juli 2025, Perseroan telah On July 8, 2025, the Company issued and
menerbitkan dan mendaftarkan Obligasi registered the Sustainable Bonds VII Phase I Year
Berkelanjutan VII tahap I Tahun 2025 (“Obligasi 2025 (“Sustainable Bonds VII Phase I”) with the
Berkelanjutan VII tahap I”) ke Bursa Efek Indonesia. Indonesia Stock Exchange. The issuance of
Penerbitan Obligasi Berkelanjutan VII tahap I ini serta Sustainable Bonds VII Phase I as well as the
Penunjukan Wali Amanat dilakukan berdasarkan appointment of the Trustee were carried out based
Akta Perjanjian Perwaliamanatan No. 19 tanggal 17 on the Trust Deed Agreement No. 19 dated 17
Maret 2025 yang telah dirubah dengan perubahan March 2025, as amended by the latest amendment
terakhir termuat di dalam Akta Addendum III contained in the Addendum III to the Trust Deed
Perjanjian Perwaliamanatan No. 53 tanggal 23 Juni Agreement No. 53 dated 23 June 2025, entered
2025 yang dibuat antara Perseroan dengan PT Bank into between the Company and PT Bank Rakyat
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, yang bertindak Indonesia (Persero) Tbk, acting as the Trustee for
selaku Wali Amanat pemegang Obligasi the holders of the Sustainable Bonds VII Phase I.
Berkelanjutan VII Tahap I.
Perubahan susunan Direksi dan anggota Dewan The latest change in the composition of Directors
Komisaris yang terakhir dilakukan pada tanggal and the composition of the Board of Commissioner
30 Juni 2025, sebagaimana ternyata dalam Akta was conducted on 30 June 2025 as stated in the
No. 174 yang dibuat oleh Muhammad Kholid Artha, Notary Deed No. 174 of Muhammad Kholid Artha,
Sarjana Hukum, Notaris di Jakarta. Penerimaan Bachelor of Laws, Notary in Jakarta. The
pemberitahuan perubahan data Perseroannya telah notification receipt of the change in the corporate
diterima dan dicatat di dalam database sistem data has been received and recorded in the
administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum database administration system of legal entity in
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- the Ministry of Laws and Human Rights of the
AH.01.09-0316122 tanggal 25 Juli 2025. Republic of Indonesia No. AHU-AH.01.09-0316122
dated 25 July 2025.
10
Page 304
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
Susunan anggota Dewan Komisaris, Direksi, Komite The members of the Company’s Board of
Audit, Komite Pemantau Resiko, dan Komite Commissioners, Directors, Audit Committee, Risk
Nominasi dan Remunerasi Perseroan adalah Monitoring Committee, and Nomination and
sebagai berikut: Remuneration Committee are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Nugraha Indra Permadib) Rico Adisurja Setiawana) President Commissioner
Komisaris - Saptaric) Commissioner
Komisaris Independen Fendy Eventius Mugni Fendy Eventius Mugni Independent Commissioner
Komisaris Independen Subarna Subarna Independent Commissioner
Direksi Directors
Pinohadi Gautama Pinohadi Gautama
Direktur Utama Sumardi Sumardi President Director
Direktur R. Eryawan Nurhariadi R. Eryawan Nurhariadi Director
Direktur William Francis Indra William Francis Indra Director
Komite Audit Audit Committee
Ketua Fendy Eventius Mugni Fendy Eventius Mugni Chairman
Anggota Subarnad) - Member
Marlan Marthias Marlan Marthias
Anggota Achmad Achmad Member
Anggota Indra Riyawan Indra Riyawan Member
Komite Pemantau Resiko Risk Monitoring Committee
Ketua Subarnad) Fendy Eventius Mugni Chairman
Anggota Fendy Eventius Mugnie) Saptaric) Member
Anggota Indra Riyawan Indra Riyawan Member
Anggota Irwan Tri Nugroho Irwan Tri Nugroho Member
Komite Nominasi dan Remunerasi Nomination and Remuneration Committee
Ketua Fendy Eventius Mugni Fendy Eventius Mugni Chairman
Anggota Nugraha Indra Permadib) Saptaric) Member
Makah Indra Makah Indra
Anggota Purnomo Purnomo Member
a) Pengunduran diri Bapak Rico Adisurja Setiawan sebagai Komisaris a) The resignation of Mr. Rico Adisurja Setiawan from his position as
Utama Perseroan telah diterima oleh para Pemegang Saham dalam President Commissioner of the Company was accepted by the
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang termuat di dalam Akta Shareholders at the Annual General Meeting of Shareholders, as stated
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan in the Deed of Statement of Resolution of the Annual General Meeting
dengan Nomor 174 tanggal 30 Juni 2025, dimana pengunduran diri of Shareholders No. 174 dated 30 June 2025, with the resignation
terhitung efektif sejak tanggal 25 Juli 2025. becoming effective as of 25 July 2025.
b) Pengangkatan Bapak Nugraha Indra Permadi telah disetujui oleh para b) The appointment of Mr. Nugraha Indra Permadi have been approved by
pemegang saham Perseroan berdasarkan pernyataan keputusan Rapat the Shareholders of the Company based on the Resolution of the Annual
Umum Pemegang Saham Tahunan PT Mandiri Tunas Finance No. 174 General Meeting of Shareholders of PT Mandiri Tunas Finance No. 174
tanggal 30 Juni 2025 yang terhitung efektif sejak tanggal 25 Juli 2025 dan dated 30 June 2025, with the appointment becoming effective as of 25
telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas July 2025, and has obtained approval from the Financial Services
penilaian kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) pada tanggal Authority (OJK) through the fit and proper test on 17 September 2025.
17 September 2025. Bapak Nugraha Adi Permadi telah diangkat sebagai Mr. Nugraha Adi Permadi appointed as a Member of the Nomination and
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi berdasarkan Surat Remuneration Committee pursuant to the Board of Commissioners’
Keputusan Dewan Komisaris Nomor 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 Decree No. 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 dated 26 September 2025,
tanggal 26 September 2025, yang ditetapkan berdasarkan hasil which was established based on the resolution of the Board of
keputusan Rapat Dewan Komisaris pada tanggal 26 September 2025. Commissioners’ Meeting dated 26 September 2025.
c) Pengunduran diri Bapak Saptari sebagai Komisaris Perseroan telah c) The resignation of Mr. Saptari as Commissioner of the company has
diterima oleh para Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang been accepted by the Shareholders at the Extraordinary General
Saham Luar Biasa yang termuat di dalam Akta Pernyataan Keputusan Meeting of Shareholders contained in the Deed of Statement of
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan Nomor 101 tanggal Resolution of the Extraordinary General Meeting of Shareholders
23 Juni 2025. Number 101 dated 23 June 2025.
d) Pengangkatan Bapak Subarna sebagai Ketua Komite Pemantau Risiko d) The appointment of Mr. Subarna as Chairman of the Risk Oversight
berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor 008/SKE- Committee pursuant to the Board of Commissioners’ Decree No.
DEKOM/MTF/VI/2025 tanggal 10 Juni 2025, yang ditetapkan 008/SKE-DEKOM/MTF/VI/2025 dated 10 June 2025, which was
berdasarkan hasil keputusan Rapat Dewan Komisaris pada tanggal established based on the resolution of the Board of Commissioners’
10 Juni 2025. Bapak Subarna juga telah diangkat sebagai Anggota Meeting dated 10 June 2025. Mr. Subarna also appointed as a Member
Komite Audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor of the Audit Committee pursuant to the Board of Commissioners’ Decree
011/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025, yang No. 011/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 dated 26 September 2025, which
ditetapkan berdasarkan hasil keputusan Rapat Dewan Komisaris pada was established based on the resolution of the Board of Commissioners’
tanggal 26 September 2025. Meeting dated 26 September 2025.
e) Pengangkatan Bapak Fendy Eventius Mugni sebagai Anggota Komite e) The appointment of Mr. Fendy Eventius Mugni as a Member of the
Pemantau Risiko berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Nomor Nomination and Remuneration Committee pursuant to the Board of
012/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 tanggal 26 September 2025, yang Commissioners’ Decree No. 010/SKE-DEKOM/MTF/IX/2025 dated 26
ditetapkan berdasarkan hasil keputusan Rapat Dewan Komisaris pada September 2025, which was established based on the resolution of the
tanggal 26 September 2025. Board of Commissioners’ Meeting dated 26 September 2025.
11
Page 305
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan) 1. GENERAL INFORMATION (continued)
Pembentukan Komite Audit Perseroan telah sesuai The appointment of the Company’s Audit
dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Committee is in compliance with Financial Services
No. 55/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015 Authority Regulation No. 55/POJK.04/2015 dated
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 48 Tahun 23 December 2015 and Financial Services
2024 tanggal 30 Desember 2024. Authority Regulation No. 48 Year 2024 dated
30 December 2024.
Pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi The appointment of the Company’s Nomination
Perseroan telah sesuai dengan Peraturan Otoritas and Remuneration Committee is in compliance with
Jasa Keuangan No. 48 Tahun 2024 tanggal Financial Services Authority Regulation No. 48
30 Desember 2024. Tahun 2024 dated 30 December 2024.
Sekretaris Perusahaan Perseroan dan Kepala Divisi The Company’s Corporate Secretary and the Head
Audit Internal Perseroan adalah sebagai berikut: of Internal Audit Division are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Sekretaris Perusahaan Dadan Hamdhani Dadan Hamdhani Corporate Secretary
Kepala Divisi Audit Internal Bayu Mario Bayu Mario Head of Internal Audit Division
Pembentukan Sekretaris Perusahaan Perseroan The establishment of the Company’s Corporate
telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Secretary is in compliance with Financial Services
Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tanggal Authority Regulation No. 35/POJK.04/2014 dated
8 Desember 2014. 8 December 2014.
Pembentukan Divisi Audit Internal Perseroan telah The establishment of the Company’s Internal Audit
sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Division is in compliance with Financial Services
No. 56/POJK.04/2015 tanggal 23 Desember 2015. Authority Regulation No. 56/POJK.04/2015 dated
23 December 2015.
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki As of 31 December 2025, The Company has 3,142
3.142 karyawan (31 Desember 2024: 3.384 employees (31 December 2024: 3,384 employees)
karyawan) (tidak diaudit). (unaudited).
Pada tanggal 31 Desember 2025, entitas induk As of December 31, 2025, the direct holding entity
langsung Perseroan adalah PT Bank Mandiri of the Company is PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
(Persero) Tbk dan entitas induk terakhir and the ultimate holding entity of the Company is
Perseroan adalah PT Danantara Asset Management PT Danantara Asset Management (Persero).
(Persero).
Pada tanggal 31 Desember 2024, entitas induk As of December 31, 2024, the direct and ultimate
langsung dan entitas induk terakhir Perseroan adalah holding entity of the Company is PT Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Badan Usaha Milik (Persero) Tbk, state-owned company, owned by the
Negara (BUMN) yang dimiliki oleh Pemerintah Government of the Republic of Indonesia.
Republik Indonesia.
12
Page 306
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
INFORMATION
Kebijakan akuntansi yang material, yang diterapkan The material accounting policies, applied in the
dalam penyusunan laporan keuangan Perseroan preparation of the Company’s financial statements
adalah sebagai berikut: were as follows:
a. Pernyataan kepatuhan a. Statement of compliance
Laporan keuangan disusun dan disajikan sesuai The financial statements have been prepared
dengan Standar Akuntansi Keuangan di and presented in accordance with Indonesian
Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Financial Accounting Standards, which
Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan include the Statements and Interpretations
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan issued by the Indonesian Accounting
Indonesia (DSAK-IAI) dan peraturan Bapepam- Standards Board (DSAK-IAI) and Indonesian
LK No. VIII.G.7 lampiran keputusan Ketua Capital Market Supervisory Agency (Bapepam-
Bapepam-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal LK) Regulation No. VIII.G.7 appendix of the
25 Juni 2012 tentang “Pedoman atas Penyajian Decision of the Chairman of Bapepam-LK
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten No. KEP-347/BL/2012 dated 25 June 2012
atau Perusahaan Publik”. regarding the “Guidelines on Financial
Statements Presentations and Disclosures for
Issuers or Public Companies”.
b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basis of preparation of the financial
statements
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep The financial statements have been prepared
akrual, kecuali laporan arus kas, dan on the accrual basis, except for the statement
menggunakan konsep biaya historis kecuali of cash flows, and using the historical cost
seperti yang disebutkan dalam catatan atas concept of accounting, except as disclosed in
laporan keuangan yang relevan. the relevant notes herein.
Laporan arus kas disusun menggunakan metode The statement of cash flows are prepared
langsung dan arus kas dikelompokkan atas based on direct method by classifying cash
dasar aktivitas operasi, investasi dan flows on the basis of operating, investing and
pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas, kas financing activities. For the purposes of the
dan setara kas mencakup kas, kas pada bank statement of cash flows, cash and cash
dan deposito berjangka dengan jangka waktu equivalents include cash on hand, cash in
jatuh tempo tiga bulan atau kurang, sepanjang banks and time deposits with original maturity
tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman of three months or less, as long as they are not
atau dibatasi penggunaannya. being pledged as collateral for borrowings or
restricted.
Pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif The items under Other Comprehensive Income
Lainnya disajikan terpisah antara akun - akun (OCI) are presented separately between items
yang akan direklasifikasikan ke laba rugi dan to be reclassified to profit or loss and those
akun - akun yang tidak akan direklasifikasikan ke items not to be reclassified to profit or loss.
laba rugi.
Dalam penyusunan laporan keuangan sesuai The preparation of financial statements in
dengan standar akuntansi keuangan Indonesia, conformity with Indonesian Financial
dibutuhkan estimasi dan asumsi yang Accounting Standards requires the use of
mempengaruhi: estimates and assumptions that affects:
- nilai aset dan liabilitas dilaporkan dan - the reported amounts of assets and
pengungkapan atas aset dan liabilitas liabilities and disclosure of contingent
kontinjensi pada tanggal laporan keuangan, assets and liabilities at the date of the
dan financial statements, and
- jumlah pendapatan dan beban selama - the reported amounts of revenues and
periode pelaporan. expenses during the reported period.
13
Page 307
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
b. Dasar penyusunan laporan keuangan b. Basis of preparation of the financial
(lanjutan) statements (continued)
Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan Although these estimates are based on
pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian management’s best knowledge of current
dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin events and activities, actual results may differ
berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. from those estimates.
Mata uang penyajian yang digunakan pada The presentation currency used in the
laporan keuangan adalah Rupiah, yang financial statements is Indonesian Rupiah,
merupakan mata uang fungsional. which is the functional currency of the
Company.
Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, The amounts in the financial statements are
kecuali dinyatakan secara khusus, dibulatkan rounded to and stated in millions of Rupiah
menjadi dan disajikan dalam jutaan Rupiah unless otherwise stated.
kecuali dinyatakan lain.
c. Aset dan liabilitas keuangan c. Financial assets and liabilities
Aset keuangan Financial assets
Perseroan menggunakan 2 (dua) dasar untuk The Company uses 2 (two) bases for
mengklasifikasikan aset keuangan yaitu classifying financial assets, namely evaluation
penilaian model bisnis dan penilaian mengenai of the business model and evaluation of
arus kas kontraktual yang diperoleh semata dari contractual cash flows obtained solely from
pembayaran pokok dan bunga. payment of principal and interest.
Penilaian model bisnis Valuation of the business model
Model bisnis ditentukan pada level yang The business model is determined at a level
mencerminkan bagaimana kelompok aset that reflects how groups of financial assets are
keuangan dikelola bersama-sama untuk managed together to achieve certain business
mencapai tujuan bisnis tertentu. objectives.
Penilaian model bisnis dilakukan dengan The evaluation of the business model is carried
mempertimbangkan, tetapi tidak terbatas pada, out by considering, but not limited to, the
hal-hal berikut: following:
Bagaimana kinerja dari model bisnis dan How the performance of the business
aset keuangan yang dimiliki dalam model model and financial assets held in the
bisnis dievaluasi dan dilaporkan kepada business model are evaluated and
personil manajemen kunci Perseroan; reported to the Company's key
management personnel;
Apakah risiko yang memengaruhi kinerja dari What risks affect the performance of the
model bisnis (termasuk aset keuangan yang business model (including financial
dimiliki dalam model bisnis) dan khususnya assets held in the business model) and
bagaimana cara aset keuangan tersebut specifically how the financial assets are
dikelola; dan managed; and
Bagaimana penilaian kinerja pengelola aset How to evaluate the performance of
keuangan (sebagai contoh, apakah penilaian managers of financial assets (for
kinerja berdasarkan nilai wajar dari aset yang example, whether performance
dikelola atau arus kas kontraktual yang appraisals are based on the fair value of
diperoleh); the assets being managed or the
contractual cash flows obtained);
Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang Expected frequency, value, and timing of
diharapkan. sales.
14
Page 308
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang Evaluation of contractual cash flows obtained
diperoleh semata dari pembayaran pokok dan solely from payment of principal and interest
bunga
Penilaian mengenai arus kas kontraktual yang An assessment of contractual cash flows
diperoleh semata dari pembayaran pokok dan obtained solely from principal and interest
bunga dilakukan dengan mempertimbangkan payments is made by considering contractual
persyaratan kontraktual, termasuk apakah aset terms, including whether financial assets
keuangan mengandung persyaratan kontraktual contain contractual terms that can change the
yang dapat mengubah waktu atau jumlah arus timing or amount of contractual cash flows. In
kas kontraktual. Dalam melakukan penilaian, assessing, the Company considers:
Perseroan mempertimbangkan:
Peristiwa kontinjensi yang akan mengubah Contingency events that will change the
waktu atau jumlah arus kas kontraktual; timing or amount of contractual cash flows;
Fitur leverage; Leverage feature;
Persyaratan pembayaran dimuka dan Terms of advance payment and
perpanjangan kontraktual; contractual extension;
Persyaratan mengenai klaim yang terbatas Requirements regarding limited claims for
atas arus kas yang berasal dari aset spesifik; cash flows from specific assets; and
dan
Fitur yang dapat mengubah nilai waktu dari Features that can change the time value of
elemen uang. the money element.
Perseroan mengklasifikasikan aset The Company classifies its financial assets
keuangannya berdasarkan kategori sebagai according to the following categories at initial
berikut pada saat pengakuan awal: recognition:
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets measured at amortized
perolehan diamortisasi; cost;
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value
melalui penghasilan komprehensif lain; through other comprehensive income;
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value
melalui laba rugi. through profit or loss.
Selama tahun berjalan dan pada tanggal laporan During the year and at the date of statement of
posisi keuangan, Perseroan hanya memiliki aset financial position, the Company only has
keuangan yang diukur pada biaya perolehan financial assets measured at amortized cost
diamortisasi serta derivatif lindung nilai sehingga and hedging derivatives. Therefore, the
kebijakan akuntansi selain klasifikasi aset accounting policies other than the
keuangan yang diukur pada biaya perolehan classifications of financial assets measured at
diamortisasi serta derivatif lindung nilai tidak amortized cost and hedging derivatives are not
diungkapkan. disclosed.
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets measured at amortized cost
perolehan diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan Financial assets are measured at amortized
diamortisasi jika memenuhi kondisi: cost if they meet the following conditions:
aset keuangan dikelola dalam model bisnis financial assets are managed in a
yang bertujuan untuk memiliki aset business model that aims to have
keuangan dalam rangka mendapatkan arus financial assets in order to obtain
kas kontraktual; dan contractual cash flows; and
persyaratan kontraktual dari aset keuangan the contractual terms of the financial
tersebut memberikan hak pada tanggal asset provide rights on a certain date for
tertentu atas arus kas yang diperoleh semata cash flows obtained solely from payment
dari pembayaran pokok dan bunga (SPPI) of principal and interest (SPPI) on the
dari jumlah pokok terutang. principal amount owed.
15
Page 309
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets measured at amortized cost
perolehan diamortisasi (lanjutan) (continued)
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang Financial assets carried at amortized cost are
diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui initially recognized at fair value plus
pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi transaction costs and administration income
dan pendapatan administrasi dan selanjutnya and subsequently measured at amortized cost
diukur pada biaya perolehan diamortisasi using the effective interest rate method.
dengan menggunakan suku bunga efektif.
Aset keuangan yang diukur pada biaya Financial assets carried at amortized cost
perolehan diamortisasi meliputi kas dan setara consist of cash and cash equivalents,
kas, piutang pembiayaan konsumen, piutang consumer financing receivables, finance lease
sewa pembiayaan, anjak piutang, piutang lain- receivables, factoring receivables, other
lain dan aset lain-lain (piutang karyawan, piutang receivables and other assets (employee
bunga, setoran dalam perjalanan dan uang receivables, interest receivables, deposit in
jaminan). transit and security deposit).
Pendapatan dari aset keuangan yang diukur Income from financial assets measured at
pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam amortized cost is included in the statement of
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif profit or loss and other comprehensive income
lain dan diakui sebagai “Pendapatan and is reported as “Consumer financing
pembiayaan konsumen”, ”Pendapatan sewa income”, “Finance lease income” and
pembiayaan” dan “Pendapatan anjak piutang”. “Factoring income”.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, cadangan In the case of impairment, allowance for
kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai impairment losses is reported as a deduction
pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan from the carrying value of the financial assets
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, measured at amortized cost and recognized in
dan diakui di dalam laporan laba rugi dan the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain sebagai comprehensive income as “Provision for
“Penyisihan kerugian penurunan nilai”. impairment losses”.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value
melalui laba rugi through profit or loss
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial assets measured at fair value
melalui laba rugi termasuk aset keuangan untuk through profit or loss include financial assets
diperdagangkan dan aset keuangan yang held for trading and financial assets
ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk designated upon initial recognition at fair value
diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. through profit or loss.
Aset derivatif diklasifikasikan sebagai kelompok Derivative assets are classified as held for
diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan trading unless they are designated as effective
sebagai instrumen lindung nilai efektif. Aset hedging instruments. Financial assets at fair
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui value through profit or loss are carried in the
laba rugi disajikan dalam laporan posisi statement of financial position at fair value with
keuangan pada nilai wajar dengan keuntungan gains or losses recognized in the profit or loss.
atau kerugian dari perubahan nilai wajar diakui
dalam laba rugi.
16
Page 310
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Pengakuan Recognition
Perseroan menggunakan akuntansi tanggal The Company uses trade date accounting for
perdagangan untuk kontrak reguler ketika regular way contracts when recording financial
mencatat transaksi aset keuangan. assets transactions.
Penurunan nilai dari aset keuangan Impairment of financial assets
Pada setiap tanggal pelaporan, Perseroan At each reporting date, the Company
mengukur penyisihan kerugian penurunan nilai measures the Allowance of impairment losses
instrumen keuangan sejumlah kredit on financial instruments over their lifetime
ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko expectancy, if the credit risk of the financial
kredit atas instrumen keuangan tersebut telah instrument has increased significantly since
meningkat secara signifikan sejak pengakuan initial recognition.
awal.
Jika pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas If at the reporting date, the credit risk of the
instrumen keuangan tidak meningkat secara financial instrument has not increased
signifikan sejak pengakuan awal, entitas significantly since initial recognition, the entity
mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen measures the allowance of impairment losses
keuangan tersebut sejumlah kerugian for the financial instrument in the amount of the
ekspektasian 12 bulan. Kerugian dimaksud expected 12-month loss. The aforementioned
merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian losses represent expected loan losses arising
yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen from financial instrument defaults that may
keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan occur 12 months after the reporting date.
setelah tanggal pelaporan.
Selanjutnya, Perseroan mengelompokkan aset Furthermore, the Company classifies financial
keuangan berdasarkan hasil evaluasi tersebut assets based on the evaluation results which
yang mencerminkan tingkat risiko kredit aset reflects the level of the credit risk of financial
keuangan. assets.
a) Stage 1 a) Stage 1
Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, risiko At the evaluation date for impairment, the
kredit atas instrumen keuangan tidak credit risk for financial instruments is not
meningkat secara signifikan sejak increased significantly since initial
pengakuan awal yang dapat dibuktikan recognition as evidenced by no overdue of
dengan tidak terdapat tunggakan lebih dari more than 30 days. For this reason, the
30 hari. Atas hal tersebut, Perseroan akan Company will measure the allowance for
mengukur penyisihan kerugian untuk losses for the financial instrument in the
instrumen keuangan tersebut sejumlah amount of 12-month expected credit
kerugian kredit ekspektasian 12 bulan. losses.
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss is part
adalah bagian dari kerugian kredit of the expected credit loss throughout its
ekspektasian sepanjang umurnya yang lifetime that represents an expected credit
merepresentasikan kerugian kredit loss arising from a default on financial
ekspektasian yang timbul dari peristiwa instruments that might occur 12 months
gagal bayar instrumen keuangan yang after reporting date.
mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah
tanggal pelaporan.
17
Page 311
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)
Selanjutnya, Perseroan mengelompokkan aset Furthermore, the Company classifies financial
keuangan berdasarkan hasil evaluasi tersebut assets based on the evaluation results which
yang mencerminkan tingkat risiko kredit aset reflects the level of the credit risk of financial
keuangan. (lanjutan) assets. (continued)
b) Stage 2 b) Stage 2
Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, risiko At the evaluation date of impairment, credit
kredit atas instrumen keuangan telah risk on financial instruments has increased
meningkat secara signifikan sejak significantly since initial recognition, which
pengakuan awal yang dapat dibuktikan can be proven by the overdue between
dengan terdapat tunggakan antara 31 hari 31 days and 90 days or there was a
sampai dengan 90 hari atau terjadi restructuring of financial assets that did not
restrukturisasi atas aset keuangan yang result in the recognition of assets
tidak menyebabkan pengakuan aset yang originating from deteriorating financial
berasal dari aset keuangan yang assets, where before restructuring the
memburuk, dimana sebelum restrukturisasi assets were at stage 1 or 2.
aset berada pada stage 1 atau 2.
Atas hal tersebut, Perseroan akan mengukur For this reason, the Company will measure
penyisihan kerugian untuk instrumen the allowance for losses for these financial
keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit instruments at the amount of expected
ekspektasian sepanjang umurnya. credit losses over their lifetime.
b) Stage 3 b) Stage 3
Pada tanggal evaluasi penurunan nilai, At the evaluation date of impairment, there
terdapat bukti objektif bahwa instrumen is objective evidence that the financial
keuangan mengalami penurunan nilai yang instruments are impaired, which can be
dapat dibuktikan dengan terdapat tunggakan proven by being in overdue of more than
lebih dari 90 hari atau telah diserahkannya 90 days or motor vehicle collaterals owned
jaminan kendaraan milik konsumen untuk by customers have been submitted for
pelunasan piutang pembiayaan. Atas hal settlement of their financing receivables.
tersebut, Perseroan akan mengukur For this reason, the Company will measure
penyisihan kerugian untuk instrumen the allowance for losses for these financial
keuangan tersebut sejumlah kerugian kredit instruments at the amount of expected
ekspektasian sepanjang umurnya. credit losses over their lifetime.
Tujuan dari persyaratan penurunan nilai adalah The purpose of the impairment requirements is
untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian to recognize expected credit losses over the life
sepanjang umurnya atas semua instrumen of all financial instruments that have
keuangan yang telah mengalami peningkatan experienced a significant increase in credit risk
risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan since initial recognition - whether assessed
awal - baik dinilai secara individu atau kolektif - individually or collectively - taking into account
dengan mempertimbangkan semua informasi all reasonable and supportable information,
yang wajar dan terdukung, termasuk informasi including estimated future information (forward-
yang bersifat perkiraan masa depan (forward- looking).
looking).
18
Page 312
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)
Perseroan menerapkan persyaratan penurunan The Company applies an impairment
nilai untuk aset keuangan yang diukur pada biaya requirement for financial assets measured at
perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang amortized cost and financial assets measured
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan at fair value through other comprehensive
komprehensif lain. income.
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang Expected credit losses for the entire lifetime are
umurnya diakui secara kolektif dengan recognized collectively by considering
mempertimbangkan informasi risiko kredit comprehensive credit risk information. The
komprehensif. Informasi risiko kredit comprehensive credit risk information must
komprehensif tersebut harus memasukan tidak include not only arrears information but also all
hanya informasi tunggakan tetapi juga seluruh relevant credit information, including forward-
informasi kredit relevan, termasuk informasi looking macroeconomic information, to
makroekonomi forward-looking, untuk mendekati approach the outcome of recognizing expected
hasil dari pengakuan kerugian kredit credit losses over the life when there is a
ekspektasian sepanjang umurnya ketika terdapat significant increase in credit risk since initial
kenaikan signifikan pada risiko kredit sejak recognition at the level of individual
pengakuan awal pada level instrumen individu. instruments.
Cadangan kerugian penurunan nilai secara Allowance for impairment losses on impaired
individual dihitung dengan menggunakan financial assets that was assessed individually
metode diskonto arus kas (discounted cash is computed using discounted cash flows
flows). Sedangkan cadangan kerugian method. For allowance for impairment losses
penurunan nilai secara kolektif dihitung dengan on impaired financial assets that was assessed
menggunakan metode statistik dari data historis collectively, the Company uses statistical
berupa probability of default di masa lalu, waktu method of the historical data such as the
pengembalian dan jumlah kerugian yang terjadi probability of default, timing of recoveries, the
(Loss Given Default) yang selanjutnya amount of loss incurred (Loss Given Default),
disesuaikan lagi dengan pertimbangan considering management’s judgment of
manajemen terkait kondisi ekonomi dan kredit current economic and credit conditions.
saat ini.
Dalam mengevaluasi penurunan nilai secara In evaluating collective impairment, the
kolektif, Perseroan mengklasifikasikan Company classified financing receivables
segmentasi piutang pembiayaan berdasarkan segmentation based on the similar risk
kesamaan karakteristik risiko. Perseroan characteristics. The Company divide the
membagi segmentasi piutang pembiayaan financing receivables segmentation into
menjadi badan usaha - captive, badan usaha - corporate - captive, corporate - reguler,
reguler, karyawan - captive, karyawan - reguler, employee - captive, employee - reguler,
wirausaha - captive, dan wirausaha - reguler entrepreneur - captive, entrepreneur - reguler
untuk tujuan perhitungan penurunan nilai secara for the purpose of calculating collective
kolektif. impairment.
19
Page 313
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Aset keuangan (lanjutan) Financial assets (continued)
Penurunan nilai dari aset keuangan (lanjutan) Impairment of financial assets (continued)
Ketika suatu piutang tidak tertagih, piutang When a receivable is uncollectible, it is written
tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik off against the related allowance for
cadangan kerugian penurunan nilai. Piutang impairment losses. Such receivables are
tersebut dapat dihapus buku setelah semua written off after all the necessary procedures
prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan have been completed and the amount of the
jumlah kerugian telah ditentukan. Beban loss has been determined. Impairment
penurunan nilai yang terkait dengan pinjaman charges relating to loans and receivables are
yang diberikan dan piutang diklasifikasikan ke classified into “Allowance for impairment
dalam “Cadangan kerugian penurunan nilai”. losses”.
Jika pada periode berikutnya, jumlah kerugian If in the subsequent period, the amount of the
penurunan nilai berkurang dan pengurangan impairment loss decreases and the decrease
tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada can be related objectively to an event occurring
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai after the impairment was recognized (such as
diakui (seperti meningkatnya peringkat piutang an improvement in the debtor’s receivable
debitur), maka kerugian penurunan nilai yang rating), the previously recognized impairment
sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan loss is reversed by adjusting the allowance for
menyesuaikan akun cadangan kerugian impairment losses. The amount of the
penurunan nilai. Jumlah pemulihan aset impairment reversal is recognized in the
keuangan diakui pada laporan laba rugi dan statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain. comprehensive income.
Penerimaan kemudian atas piutang yang telah Subsequent recoveries of receivable written off
dihapusbukukan diakui sebagai pendapatan are recognized as other income upon receipt.
lain-lain pada saat diterima.
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Perseroan mengklasifikasikan liabilitas The Company classifies its financial liabilities
keuangan dalam kategori (i) liabilitas keuangan in the category of (i) financial liabilities
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba measured at fair value through profit or loss
rugi dan (ii) liabilitas keuangan yang diukur pada and (ii) financial liabilities measured at
biaya perolehan diamortisasi. amortized cost.
Selama tahun berjalan dan pada tanggal laporan During the year and at the date of statement of
posisi keuangan, Perseroan tidak memiliki financial position, the Company does not have
liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar financial liabilities that are measured at fair
melalui laporan laba rugi. Perseroan juga value through profit or loss. The Company has
memiliki utang derivatif yang diakui sebagai derivative payables that are accounted for as
lindung nilai yang efektif. an effective hedge.
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya Financial liabilities measured at amortized cost
perolehan diamortisasi
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan Financial liabilities at amortized cost are
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi initially recognized at fair value less transaction
diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi. costs.
Setelah pengakuan awal, Perseroan mengukur After initial recognition, the Company
seluruh liabilitas keuangan yang diukur pada measures all financial liabilities at amortized
biaya perolehan diamortisasi dengan cost using effective interest rate method.
menggunakan metode suku bunga efektif.
20
Page 314
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Liabilitas keuangan (lanjutan) Financial liabilities (continued)
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya Financial liabilities measured at amortized cost
perolehan diamortisasi (lanjutan) (continued)
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya Financial liabilities measured at amortized cost
perolehan diamortisasi antara lain utang usaha, include trade payables, other payables,
utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar, accrued expenses, borrowings, and securities
pinjaman yang diterima, dan surat berharga yang issued.
diterbitkan.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial liabilities measured at fair value
melalui laba atau rugi through profit or loss
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar Financial liabilities measured at fair value
melalui laba atau rugi mencakup liabilitas through profit or loss include financial liabilities
keuangan yang diklasifikasikan dalam kelompok held for trading and financial liabilities
diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang designated upon initial recognition at fair value
pada saat pengakuan awalnya, telah ditetapkan, through profit or loss.
diukur pada nilai wajar melalui laba atau rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan dalam Financial liabilities are classified as held for
kelompok diperdagangkan jika diperoleh atau trading if these are incurred for the purpose of
dimiliki untuk tujuan dijual dalam waktu dekat. selling in the near term. Derivative liabilities are
Liabilitas derivatif juga diklasifikasikan dalam also classified as held for trading unless these
kelompok diperdagangkan kecuali derivatif yang are designated as effective hedging
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang instruments.
efektif.
Laba atau rugi atas liabilitas keuangan dalam Gains or losses on financial liabilities held for
kelompok diperdagangkan harus diakui dalam trading are recognized in profit or loss.
laba rugi.
Penghentian pengakuan Derecognition
Penghentian pengakuan aset keuangan Financial assets are derecognized when the
dilakukan ketika hak kontraktual atas arus kas contractual rights to receive the cash flows
yang berasal dari aset keuangan tersebut from these assets have ceased to exist or the
berakhir, atau ketika aset keuangan tersebut assets have been transferred and substantially
telah ditransfer dan secara substansial seluruh all the risks and rewards of ownership of the
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset assets are also transferred (if substantially all
tersebut telah ditransfer (jika secara substansial the risk and rewards were not transferred, the
seluruh risiko dan manfaat tidak ditransfer, maka Company tests control to ensure that
Perseroan melakukan evaluasi untuk continuing involvement on the basis of any
memastikan keterlibatan berkelanjutan atas retained powers of control does not prevent
kendali yang masih dimiliki tidak mencegah derecognition). Financial liabilities are
penghentian pengakuan). Liabilitas keuangan derecognized when they have been redeemed
dihentikan pengakuannya ketika liabilitas telah or otherwise extinguished.
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
21
Page 315
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Penghentian pengakuan (lanjutan) Derecognition (continued)
Penghentian pengakuan piutang pembiayaan Consumer financing receivables that was
konsumen yang mengalami penurunan nilai, impaired are derecognized when the
dilakukan pada saat piutang tersebut receivables have been written off. Doubtful
dihapusbukukan. Penghapusbukuan dilakukan receivables are written off when they have
terhadap piutang yang telah menunggak lebih been overdue for more than 180 days based
dari 180 hari berdasarkan hasil reviu manajemen on the management review (2024: 180 days
(2024: 180 hari secara otomatis) atau ketika automatically) or when management
manajemen menyimpulkan bahwa upaya concludes that collection efforts have been
penagihan telah dilakukan secara memadai sufficiently undertaken but the receivables
namun piutang tidak dapat tertagih secara cannot be fully collected. The write-off of
maksimal. Penghapusbukuan piutang tidak doubtful accounts do not eliminate the right to
merupakan penghapustagihan, sehingga collect and hence are still to be pursued for
kegiatan penagihan tetap dilanjutkan. Penagihan collection continuously. Collections are still
tetap dilakukan dengan cara menagihkan sisa carried out by attempting to recover the
piutang debitur dengan upaya maksimal. remaining debtor receivables to the fullest
extent possible.
Perseroan menerima kendaraan dari konsumen The Company receives motor vehicles from
dan membantu untuk menjual kendaraan customers and assist them in selling their
tersebut sehingga konsumen dapat melunasi motor vehicles so that the customers are able
utang pembiayaan konsumennya. to settle their consumer financing payables.
Konsumen memberi kuasa kepada Perseroan The customers give the right to the Company
untuk menjual kendaraan ataupun melakukan to sell the motor vehicles or take any other
tindakan lainnya dalam upaya penyelesaian actions to settle the outstanding consumer
piutang pembiayaan konsumen bila terjadi financing receivables in the events of default.
wanprestasi terhadap perjanjian pembiayaan. Customers are entitled to the positive
Konsumen berhak atas selisih lebih antara nilai difference between the proceeds from sale of
penjualan dengan saldo piutang pembiayaan the motor vehicles and the outstanding
konsumen. Jika terjadi selisih kurang, kerugian consumer financing receivables. If difference is
yang terjadi dibebankan pada laporan laba rugi negative, the resulting loss is charged to the
dan penghasilan komprehensif lain tahun current year statement of profit or loss and
berjalan. other comprehensive income.
Jaminan kendaraan milik konsumen untuk Motor vehicle collaterals owned by customers
pelunasan piutang pembiayaan konsumen yang for settlement of their consumer financing
belum dihapus buku, dinyatakan sebesar nilai receivables that have not been written off are
tercatat piutang pembiayaan konsumen terkait presented at the carrying value of the related
setelah dikurangi penyisihan kerugian atas consumer financing receivables, less
penurunan nilai. allowance for impairment losses.
Modifikasi atas Arus Kas Aset Keuangan Modification of Cash Flows of Financial
Assets
Penilaian apakah suatu aset keuangan telah An assessment of whether a financial asset
dimodifikasi baik secara substansial maupun has been modified substantially or not is
tidak substansial dilakukan oleh unit bisnis yang carried out by a business unit who authorized
berwenang melakukan modifikasi atau to modify or restructure the financial assets
restrukturisasi aset keuangan pada saat unit when the business unit carries out modification
bisnis tersebut melakukan tindakan modifikasi or restructuring of the financial assets.
atau restrukturisasi atas suatu aset keuangan.
22
Page 316
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Modifikasi atas Arus Kas Aset Keuangan Modification of Cash Flows of Financial
(lanjutan) Assets (continued)
Modifikasi aset keuangan dianggap substansial Modifications to financial assets are
dan Perseroan akan berhenti mengakui aset considered substantial and the Company will
keuangan awal ketika: derecognize the original financial assets when:
(a) aset keuangan (atau bagiannya) berakhir, (a) the financial asset (or a portion) expires,
yaitu jika debitur secara hukum dibebaskan that is, if the debtor is legally released from
dari tanggung jawab utama atas aset primary responsibility for the asset (or any
tersebut (atau bagiannya), baik melalui portion), either by legal process or by the
proses hukum maupun oleh kreditur creditor entering into a new credit contract
pembuatan kontrak kredit baru (sebagai (for example, the equity conversion
contoh, opsi equity conversion); atau option); or
(b) terdapat konversi mata uang. (b) there is a currency conversion.
Perseroan kemudian akan mengukur aset The Company will then measure the modified
keuangan yang telah dimodifikasi baik secara financial assets either substantially or not in the
substansial maupun tidak substansial dengan following manner:
cara berikut:
(a) Modifikasi Aset Keuangan yang Substansial (a) Substantial Modification of Financial
Assets
1. Saat arus kas kontraktual atas aset 1. When the contractual cash flows on
keuangan direnegosiasi atau financial assets are renegotiated or
dimodifikasi (antara lain ketika kredit modified (for example, when credit is
direstrukturisasi) dimana renegosiasi restructured) where the renegotiation
atau modifikasi tersebut menghasilkan or modification results in
penghentian pengakuan aset derecognition of the financial asset,
keuangan, Perseroan akan mencatat the Company will record the financial
aset keuangan tersebut sebagai aset asset as a new/modified financial
keuangan baru/modifikasian pada asset on the modification/negotiation
tanggal modifikasi/negosiasi. date.
2. Selisih jumlah tercatat bruto aset 2. The difference between the gross
keuangan awal dengan nilai wajar aset carrying amount of the original
modifikasian diakui di laba rugi. financial asset and the fair value of the
modified asset is recognized in profit
or loss.
3. Pendapatan atau biaya transaksi yang 3. Transaction income or costs incurred
terjadi sehubungan dengan kejadian in connection with a modification
modifikasi diakui sebagai bagian dari event are recognized as part of the
keuntungan atau kerugian atas gain or loss on the modification.
modifikasi tersebut.
4. Selanjutnya, Perseroan melakukan 4. Next, the Company will assess
penilaian apakah aset keuangan whether new/modified financial assets
baru/modifikasian merupakan aset are assets that arise from
yang berasal dari aset keuangan deteriorating financial assets.
memburuk.
5. Pengakuan pendapatan bunga atas 5. The recognition of interest income on
aset yang berasal dari aset keuangan assets originating from deteriorating
memburuk ditentukan berdasarkan financial assets is determined based
suku bunga efektif yang telah on the risk-adjusted effective interest
disesuaikan dengan risiko kredit (risk- rate to discount the cash flows of
adjusted effective interest rate) untuk modified financial assets.
mendiskontokan arus kas aset
keuangan yang telah dimodifikasi.
23
Page 317
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Modifikasi atas Arus Kas Aset Keuangan Modification of Cash Flows of Financial
(lanjutan) Assets (continued)
(b) Modifikasi Aset Keuangan yang Tidak (b) Non-Substantial Modification of Financial
Substansial Assets
1. Saat Perseroan melakukan renegosiasi 1. When the Company renegotiates or
atau modifikasi arus kas kontraktual modifies contractual cash flows for
atas aset keuangan (antara lain ketika financial assets (among others, when
kredit direstrukturisasi) yang tidak loans are restructured) that do not
memenuhi kriteria modifikasi aset meet the criteria for substantial
keuangan yang substansial di atas, modification of financial assets above,
maka renegosiasi atau modifikasi the renegotiation or modification does
tersebut tidak menghasilkan not result in derecognition of financial
penghentian pengakuan aset assets.
keuangan.
2. Jumlah tercatat bruto aset keuangan 2. The gross carrying amount of the
dihitung sebesar nilai kini (net present financial asset is computed at the net
value) dari arus kas kontraktual yang present value of modified or
telah dimodifikasi atau direnegosiasi renegotiated contractual cash flows
yang didiskontokan menggunakan suku discounted at the original effective
bunga efektif awal. interest rate.
3. Perseroan kemudian mengakui 3. The Company then recognizes the
keuntungan atau kerugian dari gain or loss from the modification
modifikasi (yaitu sebesar perubahan (namely the change in the gross
jumlah tercatat bruto aset keuangan) carrying amount of the financial asset)
dalam laporan laba rugi sebagai bagian in the income statement as part of
dari cadangan kerugian penurunan allowance for impairment losses.
nilai.
4. Pendapatan atau biaya transaksi yang 4. Transaction income or costs incurred
terjadi sehubungan dengan kejadian in connection with a modification
modifikasi diakui sebagai penyesuaian event are recognized as an
terhadap jumlah tercatat aset keuangan adjustment to the carrying amount of
yang telah dimodifikasi dan diamortisasi the modified financial asset and
selama sisa jangka waktu aset amortized over the remaining term of
keuangan modifikasian tersebut. the modified financial asset.
Saling hapus Offsetting
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus Financial assets and liabilities are offset and
disajikan dalam laporan posisi keuangan jika the net amount is presented in the statement
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk of financial position when there is a legally
melakukan saling hapus buku atas jumlah yang enforceable right to offset the recognized
telah diakui tersebut dan berniat untuk amounts and there is intention to settle on a net
menyelesaikan secara neto atau untuk basis or to realize the asset and settle the
merealisasikan aset dan menyelesaikan liability simultaneously. This means that the
liabilitasnya secara simultan. Hak yang right to set off:
berkekuatan hukum berarti:
a. tidak terdapat kontinjensi di masa yang akan a. must not be contingent on a future event,
datang, dan and
b. hak yang berkekuatan hukum pada kondisi- b. must be legally enforceable in all of the
kondisi berikut ini: following circumstances:
i. kegiatan bisnis normal; i. the normal course of business;
ii. kondisi kegagalan usaha; dan ii. the event of default; and
iii. kondisi gagal bayar atau bangkrut. iii. the event of insolvency or bankruptcy.
24
Page 318
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
c. Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan) c. Financial assets and liabilities (continued)
Klasifikasi instrumen keuangan Classification of financial instruments
Perseroan mengklasifikasikan instrumen The Company classifies the financial
keuangan ke dalam klasifikasi tertentu yang instruments into classes that reflects the nature
mencerminkan sifat dari informasi dan of information and take into account the
mempertimbangkan karakteristik dari instrumen characteristics of those financial instruments.
keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat The classifications are shown in the table
pada tabel berikut: below:
Golongan
Kategori yang didefinisikan (ditentukan oleh Perseroan)/
oleh PSAK No.109/ Class (as determined by the Subgolongan/
Category as defined by SFAS No.109 Company) Subclasses
Kas dan setara kas/Cash and cash equivalents
- Kas pada bank/Cash in banks
- Deposito berjangka/Time deposit
Piutang pembiayaan konsumen/Consumer financing receivables
Piutang sewa pembiayaan/Finance lease receivables
Aset keuangan yang diukur Anjak piutang/Factoring receivables
pada biaya perolehan yang
Piutang lain-lain/Other receivables
Aset keuangan/ diamortisasi/Financial assets
Financial at amortized cost
assets Aset lain-lain/Other assets
- Piutang karyawan/Employee receivables
- Piutang bunga/Interest receivables
- Setoran dalam perjalanan/Deposit in transit
- Uang jaminan/Security deposit
Derivatif lindung nilai/ Hedging Lindung nilai atas nilai arus kas/Hedging instruments in cash flow hedges
derivatives - Piutang derivatif/Derivative receivables
Beban yang masih harus dibayar/Accrued expenses
Pinjaman yang diterima/Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan/Securities issued
Utang usaha/Trade payables
- Utang kendaraan/Vehicle payables
- Utang asuransi/Insurance payables
Liabilitas keuangan yang diukur Utang lain-lain/Other payables
Liabilitas dengan biaya perolehan - Titipan konsumen/customer deposits
keuangan/ diamortisasi/Financial liabilities - Liabilitas sewa/lease liabilities
Financial at amortized cost - Jasa notaris/notary services
liabilities - Barang dan jasa/goods and services
- Pembiayaan bersama/Joint financing
- Lain-lain/Others
Beban yang masih harus dibayar/Accrued expenses
Pinjaman yang diterima/Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan/Securities issued
Derivatif lindung nilai/ Hedging Lindung nilai atas nilai arus kas/Hedging instruments in cash flow hedges
derivatives - Utang derivatif/Derivative payables
25
Page 319
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
d. Penentuan nilai wajar d. Determination of fair value
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima Fair value is the price that would be received
untuk menjual suatu aset atau harga yang akan to sell an asset or paid to transfer a liability in
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam an orderly transaction between market
transaksi teratur antara pelaku pasar pada participants at the measurement date. The fair
tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar value measurement is based on the
berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk presumption that the transaction to sell the
menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi asset or transfer the liability takes place either:
di:
pasar utama untuk aset dan liabilitas in the principal market for the asset or
tersebut, atau liability, or
jika terdapat pasar utama, di pasar yang in the absence of the principal market, in
paling menguntungkan untuk aset atau the most advantageous market for the
liabilitas tersebut. asset or liability.
Perseroan harus memiliki akses ke pasar utama The principal or the most advantageous market
atau pasar yang paling menguntungkan tersebut. must be accessible by the Company.
Nilai wajar aset dan liabilitas diukur The fair value of an asset or a liability is
menggunakan asumsi yang akan digunakan measured using the assumptions that market
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau participants would use when pricing the asset
liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku or liability, assuming that market participants
pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi act in their economic best interest.
terbaiknya.
Perseroan menggunakan teknik penilaian yang The Company uses valuation techniques that
sesuai dalam keadaan dan dimana data yang are appropriate in the circumstances and for
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, which sufficient data are available to measure
memaksimalkan penggunaan input yang tidak fair value, maximizing the use of relevant
dapat diobservasi. observable inputs and minimizing the use of
unobservable inputs.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya All assets and liabilities for which fair value is
diukur atau diungkapkan dalam laporan measured or disclosed in the financial
keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, statements are categorized within the fair value
sebagaimana dijelaskan di bawah ini, hierarchy, described as follows, based on the
berdasarkan tingkatan level input yang terendah lowest level input that is significant to the fair
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar value measurement as a whole:
secara keseluruhan:
Level 1 - harga kuotasian (tanpa Level 1 - quoted (unadjusted) market
penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau prices in active markets for identical
liabilitas yang identik. assets or liabilities.
Level 2 - teknik penilaian di mana tingkat Level 2 - valuation techniques for which
level input terendah yang signifikan the lowest level input that is significant to
terhadap pengukuran nilai wajar dapat the fair value measurement is directly or
diobservasi baik secara langsung atau tidak indirectly observable.
langsung.
Level 3 - teknik penilaian di mana tingkat Level 3 - valuation techniques for which
level input terendah yang signifikan the lowest level input that is significant to
terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat the fair value measurement is directly or
diobservasi baik secara langsung atau tidak indirectly unobservable.
langsung.
26
Page 320
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
d. Penentuan nilai wajar (lanjutan) d. Determination of fair value (continued)
Untuk aset dan liabilitas yang diukur secara For assets and liabilities that are recognized in
berulang dalam laporan keuangan, Perseroan the financial statements on a recurring basis,
menentukan apakah perpindahan antar level the Company determines whether transfers
hirarki telah terjadi dengan melakukan evaluasi have occurred between levels in hierarchy by
pengelompokan (berdasarkan level input yang reassessing categorization (based on the
terendah yang signifikan terhadap pengukuran lowest level input that is significant to the fair
nilai wajar secara menyeluruh) pada setiap akhir value measurement as a whole) at the end of
periode pelaporan. each reporting period.
e. Penjabaran mata uang asing e. Foreign currency translation
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke Transactions denominated in a foreign
mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs currency are translated into Rupiah at the
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada exchange rate prevailing at the date of the
tanggal laporan posisi keuangan, aset dan transaction. At the date of statement of
liabilitas moneter dalam mata uang asing financial position, monetary assets and
dijabarkan dengan kurs tengah Bank Indonesia liabilities in foreign currencies are translated at
yang berlaku pada tanggal laporan posisi the exchange rates prevailing at that date as
keuangan. published by Bank Indonesia.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang Exchange gains and losses arising on
timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan transactions in foreign currency and on the
dari penjabaran aset dan liabilitas moneter translation of foreign currency monetary assets
dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba and liabilities are recognized in the statement
rugi dan penghasilan komprehensif lain. of profit or loss and other comprehensive
income.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset The exchange rates used to translate the
dan liabilitas moneter dalam mata uang asing monetary assets and liabilities denominated in
pada tanggal 31 Desember 2025 dan foreign currencies as of 31 December 2025
2024 adalah sebagai berikut: and 2024 are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Mata uang Currency
Dolar Amerika Serikat (AS$) 16.782 16.162 United States Dollar (US$)
f. Kas dan setara kas f. Cash and cash equivalents
Kas dan setara kas mencakup kas, kas di bank Cash and cash equivalents include cash on
dan deposito berjangka dengan jangka waktu hand, cash in banks and time deposits with
jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak dari original maturity of three months or less from
tanggal penempatannya, yang tidak dibatasi the date of placement, which are not restricted
penggunaannya, tidak digunakan sebagai and are not pledged as collateral for any
jaminan atas pinjaman dan dapat segera borrowing and that are readily convertible to
dijadikan kas tanpa terjadi perubahan nilai yang known amounts of cash which are subject to
sangat signifikan. insignificant risk of changes in value.
27
Page 321
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
g. Piutang pembiayaan konsumen g. Consumer financing receivables
Piutang pembiayaan konsumen diakui pada Consumer financing receivables are
awalnya dengan nilai wajar ditambah biaya- recognized initially at fair value, added with
biaya transaksi dan dikurangi yield enhancing directly attributable transactions costs and
income yang dapat diatribusikan secara deducted by yield enhancing income, and
langsung dan selanjutnya diukur dengan biaya subsequently measured at amortized cost
perolehan diamortisasi menggunakan metode using the effective interest rate method.
tingkat bunga efektif. Piutang pembiayaan Consumer financing receivables are classified
konsumen diklasifikasikan sebagai aset as financial assets measured at amortized
keuangan yang diukur pada biaya perolehan cost. Refer to Note 2c for the accounting policy
diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk kebijakan for financial assets measured at amortized
akuntansi atas aset keuangan yang diukur pada cost.
biaya perolehan diamortisasi.
Penyelesaian kontrak sebelum masa Early termination is treated as a cancellation of
pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan an existing contract and the resulting gain or
sebagai pembatalan kontrak pembiayaan loss is credited or charged to the current year
konsumen dan laba atau rugi yang terjadi diakui statement of profit or loss and other
dalam laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income at the transaction date.
komprehensif lain tahun berjalan pada tanggal
terjadinya transaksi.
Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum Unearned consumer financing income is the
diakui merupakan selisih antara jumlah difference between total installments to be
keseluruhan pembayaran angsuran yang akan received from customers and the total
diterima dari konsumen dan jumlah pokok financing which is recognized as income over
pembiayaan yang akan diakui sebagai the term of the contract using the effective
penghasilan sesuai dengan jangka waktu interest rate.
kontrak dengan menggunakan metode tingkat
suku bunga efektif.
Restrukturisasi kredit dapat dilakukan dengan Credit restructuring can be done by over
cara pengalihan kredit, merubah jatuh tempo, contract, change in due date, change in tenor,
merubah tenor, merubah nilai angsuran dan/atau change in installment and/or change in interest
perubahan suku bunga. rate.
Kerugian yang timbul dari restrukturisasi kredit Losses on loan restructuring in respect of
yang berkaitan dengan modifikasi persyaratan modification of the terms of the loans are
kredit hanya diakui bila nilai kini penerimaan kas recognized only if the present value of total
masa depan yang telah ditentukan dalam future cash receipts specified in the new terms
persyaratan kredit yang baru, termasuk of the loans, including both receipt designated
penerimaan yang diperuntukkan sebagai bunga as interest, and those designated as loan
maupun pokok, adalah lebih kecil dari nilai kredit principal, are less than the recorded amounts
yang diberikan yang tercatat sebelum of loans before restructuring in the financial
restrukturisasi di laporan keuangan. statements.
Pembiayaan Bersama Joint financing
Piutang pembiayaan konsumen merupakan Consumer financing receivables are stated at
jumlah piutang setelah dikurangi dengan piutang net of joint financing receivables, unearned
pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan consumer financing income and allowance for
yang belum diakui dan cadangan kerugian impairment losses.
penurunan nilai.
28
Page 322
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
g. Piutang pembiayaan konsumen (lanjutan) g. Consumer financing receivables
(continued)
Pembiayaan Bersama (lanjutan) Joint financing (continued)
Piutang pembiayaan konsumen yang dibiayai Joint financing receivables where the
bersama pihak-pihak lain dimana masing- Company and joint financing providers bear
masing pihak mendapatkan imbalan (rewards) credit risk in accordance with their portion are
dan menanggung risiko kredit sesuai dengan presented on a net basis in the statement of
porsinya disajikan di laporan posisi keuangan financial position. Administration income for
secara bersih. Pendapatan administrasi atas managing joint financing are presented in the
pengelolaan pembiayaan bersama disajikan di statement of profit or loss and other
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif comprehensive income.
lain.
h. Piutang sewa pembiayaan h. Finance lease receivables
Piutang sewa pembiayaan merupakan jumlah Finance lease receivables represent lease
piutang sewa pembiayaan ditambah nilai sisa receivables plus the residual value at the end
yang akan diterima pada akhir masa sewa of the lease period and stated at net of
pembiayaan dikurangi dengan pendapatan sewa unearned lease income, security deposits and
pembiayaan tangguhan, simpanan jaminan dan allowances for impairment losses. The
cadangan kerugian penurunan nilai. Selisih difference between the gross lease receivable
antara nilai piutang usaha bruto dan nilai tunai and the present value of the lease receivable is
piutang diakui sebagai pendapatan sewa recognized as unearned lease income.
pembiayaan tangguhan. Pendapatan sewa Unearned lease income is allocated to current
pembiayaan tangguhan dialokasikan sebagai year statement of profit or loss and other
pendapatan di laporan laba rugi dan penghasilan comprehensive income based on a constant
komprehensif lain tahun berjalan berdasarkan rate of return on the net investment using
suatu tingkat pengembalian konstan atas effective interest rates.
investasi bersih dengan menggunakan suku
bunga efektif.
Penyewa pembiayaan memiliki hak opsi untuk The lessee has the option to purchase the
membeli aset yang disewa-pembiayaankan leased asset at the end of the lease period at
pada akhir masa sewa pembiayaan dengan a price mutually agreed upon at the
harga yang telah disetujui bersama pada saat commencement of the agreement.
dimulainya perjanjian sewa pembiayaan.
Penyelesaian kontrak sebelum masa sewa Early termination is treated as a cancellation of
pembiayaan berakhir diperlakukan sebagai an existing contract and the resulting gain or
pembatalan kontrak sewa dan laba atau rugi loss is credited or charged to the current year
yang timbul diakui dalam laporan laba rugi dan statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain tahun berjalan. comprehensive income.
Piutang sewa pembiayaan diklasifikasikan Finance lease receivables are classified as
sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya financial assets measured at amortized cost.
perolehan diamortisasi. Lihat Catatan 2c untuk Refer to Note 2c for the accounting policy for
kebijakan akuntansi atas aset keuangan yang financial assets measured at amortized cost.
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
29
Page 323
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
i. Tagihan anjak piutang i. Factoring receivables
Tagihan anjak piutang dicatat berdasarkan Factoring receivables are recorded at the
jumlah yang dibayar oleh Perseroan yang amount paid by the Company which are
dihitung berdasarkan persentase tertentu dari calculated based on certain percentages of the
nilai piutang. Perbedaan antara jumlah yang receivable value. The difference in value
dibayar dan jumlah neto piutang dialihkan between the amounts paid by the Company
merupakan pendapatan belum diakui dan diakui and the net factoring receivable is recognized
sebagai pendapatan selama jangka waktu as unearned income and realized over the
perjanjian dengan menggunakan tingkat suku period of the contract using the effective
bunga efektif (Catatan 2c). interest method (Note 2c).
j. Cadangan kerugian penurunan nilai j. Allowance for impairment losses
Perseroan melakukan perhitungan cadangan The Company calculates the allowance for
kerugian penurunan nilai dengan menggunakan impairment losses using the “expected credit
metode kerugian kredit ekspektasian. Lihat losses” methodology. Refer to Note 2c.
Catatan 2c.
k. Beban dibayar dimuka k. Prepaid expenses
Beban dibayar di muka diamortisasi selama Prepaid expenses are amortized over the
masa manfaat masing-masing biaya dengan periods benefited using the straight-line
menggunakan metode garis lurus. method.
l. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa l. Fixed assets, right-of-use assets and lease
liabilities
Aset tetap Fixed assets
Aset tetap diakui sebesar biaya perolehan dan Fixed assets are stated at cost and
selanjutnya dipertanggungjawabkan dengan subsequently accounted using the cost
menggunakan model biaya (cost method) dan method and stated at cost less accumulated
dinyatakan sebesar nilai perolehan dikurangi depreciation.
dengan akumulasi penyusutan.
Harga perolehan mencakup semua pengeluaran Acquisition cost covers all expenditures that
yang terkait secara langsung dengan perolehan are directly attributable to the acquisition of the
aset tetap. items.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam The legal cost of land rights in the form of
bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika Building Usage Right (Hak Guna Bangunan or
tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai “HGB”) when the land was acquired initially is
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun recognized as part of the cost of the land under
“Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. the “Fixed Assets” account and not amortized.
Sementara biaya pengurusan atas Meanwhile, the extension or the legal renewal
perpanjangan atau pembaruan legal hak atas costs of land rights in the form of HGB is
tanah dalam bentuk HGB diakui sebagai aset recognized as intangible asset and amortized
takberwujud dan diamortisasi sepanjang mana over the shorter of the rights' legal life and
yang lebih pendek antara umur hukum hak dan land's economic life.
umur ekonomi tanah.
30
Page 324
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
l. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa l. Fixed assets, right-of-use assets and lease
(lanjutan) liabilities (continued)
Aset tetap (lanjutan) Fixed assets (continued)
Hak atas tanah tidak diamortisasi. Land rights is not amortized.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar Construction in progress is stated at cost and
biaya perolehan dan akan dipindahkan ke transferred to the respective fixed asset
masing-masing aset tetap yang bersangkutan account when completed and ready for use.
pada saat selesai dan siap digunakan.
Penyusutan aset tetap selain tanah dan Depreciation on fixed assets other than land
bangunan dalam pengerjaan dihitung dengan and construction in progress are calculated
menggunakan metode garis lurus sepanjang using the straight-line method over their
estimasi masa manfaatnya sebagai berikut: estimated useful lives as follows:
Masa manfaat (tahun)/ Persentase/
Golongan Useful life (years) Percentage Classification
Bangunan 20 5,00% Buildings
Perabotan dan peralatan kantor 5 20,00% Furniture and office equipment
Kendaraan 5 20,00% Vehicles
Renovasi bangunan sewa 3-5 20,00% - 33,33% Leasehold improvement
Aset tetap kecuali tanah dan aset dalam Fixed assets except land and construction in
pengerjaan disusutkan sampai dengan nilai progress are depreciated to their residual
sisanya. value.
Biaya-biaya setelah pengakuan awal aset diakui Subsequent costs are included in the asset’s
sebagai bagian dari nilai tercatat aset atau carrying amount or recognized as a separate
sebagai aset yang terpisah, sebagaimana asset, as appropriate, only when it is probable
seharusnya, hanya apabila kemungkinan besar that future economic benefits associated with
Perseroan akan mendapatkan manfaat the item will flow to the Company and the cost
ekonomis di masa depan berkenaan dengan of the item can be measured reliably. Amounts
aset tersebut dan biaya perolehan aset dapat in respect of replaced parts are derecognized.
diukur dengan andal. Nilai yang terkait dengan All other repairs and maintenance are charged
penggantian komponen tidak diakui. Biaya to the statement of profit or loss and other
perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke comprehensive income during the period in
dalam laporan laba rugi dan penghasilan which they are incurred.
komprehensif lain selama periode dimana biaya-
biaya tersebut terjadi.
Nilai residu dan umur manfaat aset ditelaah dan The assets’ residual values and useful lives are
disesuaikan, setiap tanggal laporan posisi reviewed, and adjusted if appropriate, at each
keuangan jika diperlukan. date of statement of financial position.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau When assets are retired or otherwise disposed
dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi of, their carrying values and the related
penyusutannya dikeluarkan dari laporan accumulated depreciation are eliminated from
keuangan dan keuntungan atau kerugian yang the financial statements and the resulting gain
dihasilkan dari penjualan aset tetap diakui dalam or loss on the disposal of fixed assets is
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif recognized in the statement of profit or loss
lain. and other comprehensive income.
Apabila nilai tercatat aset tetap lebih besar dari When the carrying amount of an asset is
nilai yang dapat diperoleh kembali, nilai tercatat greater than its estimated recoverable amount,
aset diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat it is written down immediately to its recoverable
diperoleh kembali. amount.
31
Page 325
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
l. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa l. Fixed assets, right-of-use assets and lease
(lanjutan) liabilities (continued)
Aset tetap (lanjutan) Fixed assets (continued)
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode An assessment is made at each reporting
pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi period as to whether there is any indication that
penurunan nilai yang telah diakui dalam periode previously recognized impairment losses may
sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau no longer exist or may have decreased. If such
mungkin telah menurun. Jika indikasi yang indication exists, the recoverable amount is
dimaksud ditemukan, maka entitas estimated.
mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui A previously recognized impairment losses is
dalam periode sebelumnya dibalik hanya jika reversed only if there has been a change in the
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang assumptions used to determine the asset’s
digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan recoverable amount since the last impairment
aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir loss was recognized. If that is the case, the
diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset carrying amount of the asset is increased to its
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. recoverable amount.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam Reversal of an impairment loss is recognized
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif in the statement of profit or loss and other
lain. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan comprehensive income. After such a reversal,
aset tersebut disesuaikan di periode mendatang the depreciation charge on the asset is
untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang adjusted in future periods to allocate the
direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar asset’s revised carrying amount, less any
yang sistematis selama sisa umur masa residual value, on a systematic basis over its
manfaatnya. remaining useful life.
Aset hak guna dan liabilitas sewa Right-of-use assets and lease liabilities
PSAK No. 116 memperkenalkan model SFAS No. 116 introduces a single lessee
akuntansi penyewa tunggal dan mensyaratkan accounting model and requires a lessee to
penyewa untuk mengakui aset dan liabilitas recognize assets and liabilities for all leases
untuk semua sewa dengan pengecualian sewa with the exemptions of short-term leases and
jangka pendek dan aset dengan nilai rendah. the underlying asset is of low value. A lessee
Penyewa diharuskan untuk mengakui aset hak- is required to recognize a right-of-use asset
guna yang mewakili haknya untuk menggunakan representing its right to use the underlying
aset sewaan dan liabilitas sewa yang mewakili leased asset and a lease liability representing
kewajibannya untuk melakukan pembayaran its obligation to make lease payments. SFAS
sewa. PSAK No. 116 secara substansial masih No. 116 substantially carries forward the lessor
menggunakan persyaratan akuntansi atas accounting requirements in SFAS No. 217
pesewa (lessor) sesuai PSAK No. 217 Sewa. Leases. Accordingly, a lessor continues to
Oleh karena itu, pesewa masih akan classify its leases as operating leases or
menggunakan klasifikasi sewa dalam sewa finance leases, and to account for those two
operasi atau pembiayaan, dan memperlakukan types of leases differently.
transaksi sewa atas kedua tipe sewa tersebut
secara berbeda.
Perseroan mengakui liabilitas sewa, sebagai The Company recognized a lease liability,
pembayaran sewa yang tersisa termasuk atas being the remaining lease payments including
opsi perpanjangan dimana perpanjangan hampir extension options where renewal is reasonably
dapat dipastikan, didiskontokan menggunakan certain, discounted using the incremental
tingkat bunga pinjaman inkremental pada borrowing rate at the date of initial application.
tanggal penerapan awal. Aset hak-guna yang The corresponding right-of-use asset
diakui adalah jumlah yang sama dengan liabilitas recognized was an amount equal to the lease
sewa, yang disesuaikan dengan jumlah liability, adjusted by the amount of prepaid or
pembayaran sewa dibayar dimuka atau terutang accrued lease payments relating to those
terkait sewa tersebut. leases.
32
Page 326
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
l. Aset tetap, aset hak guna dan liabilitas sewa l. Fixed assets, right-of-use assets and lease
(lanjutan) liabilities (continued)
Aset hak guna dan liabilitas sewa (lanjutan) Right-of-use assets and lease liabilities
(continued)
Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Finance expense is recorded in the statement
Aset sewa (disajikan sebagai bagian aset tetap) of income. Leased assets (presented under
disusutkan dengan metode garis lurus selama fixed assets) are depreciated using straight-line
jangka waktu yang lebih pendek antara umur method over the shorter of the estimated useful
manfaat aset sewa dan periode masa sewa, jika life of the assets and the lease term, if there is
tidak ada kepastian yang memadai bahwa no reasonable certainty that the Company will
Perseroan akan mendapatkan hak kepemilikan obtain ownership by the end of the lease term.
pada akhir masa sewa.
m. Perpajakan m. Taxation
Pajak Final Final Tax
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur Tax regulation in Indonesia determined that
beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak certain taxable income is subject to final tax.
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan Final tax applied to the gross value of
atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan transactions is applied even when the parties
walaupun atas transaksi tersebut pelaku carrying the transaction are recognizing
transaksi mengalami kerugian. losses.
Mengacu pada PSAK No. 212, “Pajak Referring to SFAS No. 212, “Income Tax”, final
Penghasilan”, pajak final tersebut tidak termasuk tax is no longer governed by SFAS No. 212.
dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 212. Therefore, the Company has decided to present
Oleh karena itu, Perseroan memutuskan untuk all of the final tax arising from interest income as
menyajikan beban pajak final sehubungan separate line item.
dengan pendapatan bunga sebagai pos
tersendiri.
Pajak Kini Current Tax
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan Current income tax assets and liabilities for the
diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat current year are measured at the amount
direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas expected to be recovered from or paid to the
perpajakan. taxation authority.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba Current tax expense is determined based on
kena pajak tahun berjalan yang dihitung the taxable profit for the year computed using
berdasarkan tarif pajak yang berlaku. the prevailing tax rates.
Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak Underpayment/overpayment of income tax are
penghasilan dicatat sebagai bagian dari “Beban presented as part of “Income Tax Expense” in
Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain. Perseroan juga comprehensive income. The Company also
menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai presented interest/penalty, if any, as part of
bagian dari “Beban Pajak Penghasilan”. “Income Tax Expense”.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui Amendments to tax obligations are recorded
pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, when a tax assessment letter is received or, if
jika diajukan keberatan, pada saat keputusan appealed against, when the result of the appeal
atas keberatan ditetapkan. is determined.
33
Page 327
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
m. Perpajakan (lanjutan) m. Taxation (continued)
Pajak Kini (lanjutan) Current Tax (continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui Deferred tax assets and liabilities are
menggunakan metode posisi keuangan atas recognized using the financial position
konsekuensi pajak pada masa mendatang yang method for the future tax consequences
timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan attributable to the differences between the
liabilitas menurut laporan keuangan dengan carrying amounts of existing assets and
dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas pada liabilities in the financial statements and their
setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak respective tax bases at each reporting date.
tangguhan diakui untuk semua perbedaan Deferred tax liabilities are recognized for all
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan taxable temporary differences and deferred
diakui untuk perbedaan temporer yang boleh tax assets are recognized for deductible
dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal, temporary differences and accumulated fiscal
sepanjang besar kemungkinan perbedaan losses to the extent that it is probable that
temporer yang boleh dikurangkan dan akumulasi taxable profit will be available in future years
rugi fiskal tersebut dapat dimanfaatkan untuk against which the deductible temporary
mengurangi laba kena pajak pada masa depan. differences and accumulated fiscal losses
can be utilized.
Pajak Tangguhan Deferred Tax
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah The carrying amount of a deferred tax asset is
ulang pada akhir setiap periode pelaporan dan reviewed at the end of each reporting period
diturunkan apabila laba fiskal mungkin tidak and reduced to the extent that it is no longer
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau probable that sufficient taxable profit will be
semua manfaat aset pajak tangguhan tersebut. available to allow the benefit of part or all of that
Pada akhir setiap periode pelaporan, Perseroan deferred tax asset to be utilized. At the end of
menilai kembali aset pajak tangguhan yang tidak each reporting period, the Company
diakui. Perseroan mengakui aset pajak reassesses unrecognized deferred tax assets.
tangguhan yang sebelumnya tidak diakui apabila The Company recognizes a previously
besar kemungkinan bahwa laba fiskal pada unrecognized deferred tax assets to the extent
masa depan akan tersedia untuk pemulihannya. that it has become probable that future taxable
profit will allow the deferred tax assets to be
recovered.
Pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan Deferred tax is calculated at the tax rates that
tarif pajak yang berlaku atau secara substansial have been enacted or substantively enacted at
telah berlaku pada tanggal pelaporan. the reporting date. Changes in the carrying
Perubahan nilai tercatat aset dan liabilitas pajak amount of deferred tax assets and liabilities due
tangguhan yang disebabkan oleh perubahan to a change in tax rates are charged to current
tarif pajak dibebankan pada usaha tahun year operations, except to the extent that they
berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang relate to items previously charged or credited to
sebelumnya telah langsung dibebankan atau equity.
dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan Deferred tax assets and liabilities are offset in
secara saling hapus dalam laporan posisi the statement of financial position, except if they
keuangan, kecuali aset dan liabilitas pajak are for different legal entities, consistent with the
tangguhan untuk entitas yang berbeda, sesuai presentation of current tax assets and liabilities.
dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
n. Imbalan kerja n. Employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek Short-term employee benefits
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat Short-term employee benefits are recognized
terutang kepada karyawan berdasarkan metode when it is payable to the employees based on
akrual. accrual method.
34
Page 328
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued)
Imbalan kerja jangka pendek (lanjutan) Short-term employee benefits (continued)
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan Long-term employee benefits and post-
pasca-kerja employment benefits
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan Long-term employee benefits and post-
pasca-kerja, seperti pensiun, uang pisah, uang employment employee benefits, such as
penghargaan, dan imbalan lainnya, ditentukan pensions, severance pay, service pay, and other
sesuai dengan Peraturan Perseroan dan benefits are provided in accordance with the
Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku. Company’s Regulations and applicable Labor
Law.
Perseroan mencatat penyisihan manfaat untuk The Company made provisions in order to meet
memenuhi imbalan minimum yang harus dibayar the minimum benefits required to be paid to the
kepada karyawan-karyawan sesuai dengan qualified employees under Company’s
peraturan perusahaan, Undang-Undang No. 6 regulation, Law No. 6 Year 2023 and
Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Government Regulation No. 35 of 2021.
tahun 2021.
Karena Undang-Undang Ketenagakerjaan Since Labor Law sets the formula for determining
menentukan rumus tertentu untuk menghitung the minimum amount of benefits, in substance
jumlah minimal imbalan pensiun, pada dasarnya, pension plans under the Labor Law represent
program pensiun berdasarkan Undang-Undang defined benefit plans. A defined benefit plan is a
Ketenagakerjaan adalah program imbalan pasti. pension plan that defines an amount of pension
Program pensiun imbalan pasti adalah program benefit to be provided, usually as a function of
pensiun yang menentukan jumlah imbalan one or more factors such as age, years of service
pensiun yang akan diberikan, biasanya or compensation.
berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti
usia, masa kerja atau kompensasi.
Liabilitas program pensiun imbalan pasti yang The liability recognized in the statement of
diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai financial position in respect of defined benefit
kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan pension plans is the present value of the defined
posisi keuangan, serta disesuaikan dengan benefit obligation at the date of statement of
keuntungan atau kerugian aktuarial dan biaya financial position, together with adjustments for
jasa lalu yang belum diakui. Nilai kini liabilitas unrecognized actuarial gains or losses and past
imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris service cost. The present value of defined
independen menggunakan metode projected benefit obligation is calculated annually by an
unit credit. independent actuary using the projected unit
credit method.
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan The present value of the defined benefit
dengan mendiskontokan estimasi arus kas obligation is determined by discounting the
keluar masa depan dengan menggunakan estimated future cash outflows using yields on
tingkat obligasi pemerintah jangka panjang Indonesian Government bonds that are
dalam mata uang yang sama dengan mata uang denominated in the currency in which the
imbalan yang akan dibayarkan dan waktu jatuh benefits will be paid, and that have terms to
tempo yang kurang lebih sama dengan waktu maturity approximating the terms of the related
jatuh tempo imbalan yang bersangkutan. pension liability.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang All past service costs are recognized at the
lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen earlier of when the amendment/curtailment
terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau occurs and when the related restructuring or
pemutusan hubungan kerja diakui. termination costs are recognized.
Bunga neto atas imbalan pasti neto merupakan Net interest on the net defined benefit liabilities
komponen pendapatan bunga dari aset program, is the interest income component of plan
biaya bunga atas liabilitas imbalan pasti dan assets, interest expense of defined benefit
bunga atas dampak batas atas dari aset. obligation and interest on the effect of asset
ceiling.
35
Page 329
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
n. Imbalan kerja (lanjutan) n. Employee benefits (continued)
Imbalan kerja jangka panjang dan imbalan Long-term employee benefits and post-
pasca-kerja (lanjutan) employment benefits (continued)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto Remeasurements of the net defined benefit
terdiri atas: obligation consists of:
- keuntungan dan kerugian aktuarial - actuarial gains and losses
- imbal hasil atas aset program, tidak termasuk - return on plan assets, excluding amount
jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto included in net interest on the net defined
atas liabilitas imbalan pasti neto benefit obligation
- setiap perubahan dampak batas atas aset, - any change in effect of the asset ceiling,
tidak termasuk jumlah yang dimasukkan excluding amount included in net interest on
dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti the net defined benefit obligation.
neto.
Pesangon pemutusan hubungan kerja Termination benefits
Pesangon pemutusan hubungan kerja terutang Termination benefits are payable whenever an
ketika karyawan dihentikan kontrak kerjanya employee’s employment is terminated before
sebelum usia pensiun normal. Perseroan the normal retirement date. The Company
mengakui pesangon pemutusan hubungan kerja recognizes termination benefits when it is
ketika Perseroan menunjukkan komitmennya demonstrably committed to terminate the
untuk memutuskan hubungan kerja dengan employment of current employees according to
karyawan berdasarkan suatu rencana formal a detailed formal plan and the possibility to
terperinci yang kecil kemungkinannya untuk withdraw the plan is low. Benefits falling due
dibatalkan. Pesangon yang akan dibayarkan more than 12 months after statement of
dalam waktu lebih dari 12 bulan setelah tanggal financial position date are discounted to reflect
laporan posisi keuangan didiskontokan untuk its present value.
mencerminkan nilai kini.
o. Saham o. Share capital
Saham biasa diklasifikasikan sebagai ekuitas. Ordinary shares are classified as equity.
p. Dividen p. Dividends
Pembagian dividen final diakui sebagai liabilitas Final dividend distributions are recognized as
dalam laporan keuangan pada tanggal dividen a liability in the financial statements at the date
tersebut disetujui Rapat Umum Pemegang when the dividends are approved in the
Saham Perseroan. Company’s General Meeting of Shareholders.
q. Laba per saham q. Earnings per share
Laba per saham dihitung dengan membagi laba Earnings per share is calculated by dividing
tahun berjalan dengan jumlah rata-rata income for the year by the weighted average
tertimbang saham biasa yang beredar pada number of ordinary shares outstanding during
tahun yang bersangkutan. the year.
36
Page 330
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
r. Surat berharga yang diterbitkan r. Securities issued
Surat berharga yang diterbitkan meliputi Securities issued consist of Medium-Term
Medium-Term Notes dan utang obligasi. Surat Notes and bonds payable. Securities issued
berharga yang diterbitkan diklasifikasikan are classified as financial liabilities at
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan amortized cost. Incremental costs directly
biaya perolehan diamortisasi. Biaya tambahan attributable to the issuance of securities are
yang dapat diatribusikan secara langsung deducted from the amount of securities issued
dengan penerbitan surat berharga dikurangkan and amortized over the period of the securities
dari jumlah surat berharga yang diterbitkan dan issued using the effective interest rate method.
diamortisasi selama jangka waktu surat berharga Refer to Note 2c for the accounting policy of
yang diterbitkan tersebut dengan menggunakan financial liabilities at amortized cost.
metode suku bunga efektif. Lihat Catatan 2c
untuk kebijakan akuntansi atas liabilitas
keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
s. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi s. Transactions with related parties
Perseroan mempunyai transaksi dengan pihak The Company has transactions with related
berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai parties. The definition of related parties used is
adalah sebagai berikut: as follows:
Suatu pihak dianggap berelasi dengan The Company considers the following as its
Perseroan jika: related parties:
a. orang atau anggota keluarga dekatnya a. a person or a close member of that
mempunyai relasi dengan entitas pelapor person’s family is related to a reporting
jika orang tersebut: entity if that person:
(i) memiliki pengendalian atau (i) has control or joint control of the
pengendalian bersama atas entitas reporting entity;
pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas (ii) has significant influence over the
entitas pelapor; atau reporting entity; or
(iii) merupakan personil manajemen kunci (iii) is a member of the key management
entitas pelapor atau entitas induk dari personnel of the reporting entity or of
entitas pelapor. a parent of the reporting entity.
b. suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor b. an entity is related to a reporting entity if
jika memenuhi salah satu hal berikut: any of the following conditions applies:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah (i) the entity and the reporting entity are
anggota dari kelompok usaha yang members of the same group (which
sama (artinya entitas induk, entitas means that each parent, subsidiary
anak, dan entitas anak berikutnya and fellow subsidiary is related to the
saling berelasi dengan entitas lainnya). others).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau (ii) one entity is an associate or joint
ventura bersama dari entitas lain (atau venture of the other entity (or an
entitas asosiasi atau ventura bersama associate or joint venture of a
yang merupakan anggota suatu member of a group of which the other
kelompok usaha, yang mana entitas entity is a member).
lain tersebut adalah anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura (iii) both entities are joint ventures of the
bersama dari pihak ketiga yang sama. same third party.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama (iv) one entity is a joint venture of a third
dari entitas ketiga dan entitas yang lain entity and the other entity is an
adalah entitas asosiasi dari entitas associate of the third entity.
ketiga.
37
Page 331
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
s. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi s. Transactions with related parties
(lanjutan) (continued)
Suatu pihak dianggap berelasi dengan The Company considers the following as its
Perseroan jika: (lanjutan) related parties: (continued)
b. suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor b. an entity is related to a reporting entity if
jika memenuhi salah satu hal berikut: any of the following conditions applies:
(lanjutan) (continued)
(v) entitas tersebut adalah suatu program (v) the entity is a post-employment
imbalan pascakerja untuk imbalan kerja benefit plan for the benefit of
dari salah satu entitas pelapor atau employees of either the reporting
entitas yang terkait dengan entitas entity or an entity related to the
pelapor. Jika entitas pelapor adalah reporting entity. If the reporting entity
entitas yang menyelenggarakan is itself such a plan, the sponsoring
program tersebut, maka entitas sponsor employers are also related to the
juga berelasi dengan entitas pelapor. reporting entity.
(vi) entitas yang dikendalikan atau (vi) the entity is controlled or jointly
dikendalikan bersama oleh orang yang controlled by a person identified in
diidentifikasi dalam huruf (a). (a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf (vii) a person identified in (a)(i) has
(a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas significant influence over the entity or
entitas atau merupakan personil is a member of the key management
manajemen kunci entitas (atau entitas personnel of the entity (or of a parent
induk dari entitas). of the entity).
Seluruh transaksi material dengan pihak-pihak All material transactions with related parties
berelasi telah diungkapkan di catatan atas are disclosed in the notes to the financial
laporan keuangan. statements.
t. Instrumen keuangan derivatif t. Derivative financial instruments
Instrumen derivatif diakui pertama-tama pada Derivative instruments are initially recognized
nilai wajar pada saat kontrak tersebut dilakukan, at fair value on the date the contracts are
dan selanjutnya diukur pada nilai wajarnya. entered into and are subsequently re-
Derivatif dicatat sebagai aset apabila memiliki measured at their fair values. Derivatives are
nilai wajar positif dan sebagai liabilitas apabila carried as assets when the fair value is positive
memiliki nilai wajar negatif. and as liabilities when the fair value is
negative.
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian The method of recognizing the fair value gain
dari perubahan nilai wajar tergantung pada or loss depends on whether the derivative is
apakah derivatif tersebut adalah instrumen designated as a hedging instrument and, if so,
lindung nilai, dan sifat dari unsur yang dilindungi the nature of the item being hedged.
nilainya.
Perseroan menggunakan instrumen keuangan The Company uses derivative instruments,
derivatif, pertukaran (swap) mata uang asing dan cross currency and interest rate swaps as part
tingkat suku bunga, sebagai bagian dari aktivitas of its management activities to manage risks of
manajemen untuk melindungi dampak risiko foreign currency and interest rate on the
mata uang asing dan tingkat suku bunga atas Company’s bank loan. The Company applies
pinjaman Perseroan. Perseroan menerapkan cash flow hedge accounting when transactions
akuntansi lindung nilai arus kas pada saat meet the specified criteria for hedge
transaksi tersebut memenuhi kriteria perlakuan accounting treatment.
akuntansi lindung nilai.
38
Page 332
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
t. Instrumen keuangan derivatif (lanjutan) t. Derivative financial instruments
(continued)
Pada saat terjadinya transaksi, Perseroan The Company documents, at the inception of
membuat dokumentasi mengenai hubungan the transaction, the relationship between
antara instrumen lindung nilai dan unsur yang hedging instruments and hedged items, as well
dilindungi nilainya, juga tujuan manajemen risiko as its risk management objective and strategy
dan strategi yang diterapkan dalam melakukan for undertaking hedge transactions. This
transaksi lindung nilai. Proses dokumentasi ini process includes linking all derivatives
menghubungkan derivatif yang ditujukan designated as hedges to specific assets and
sebagai lindung nilai dengan aset dan liabilitas liabilities or to specific firm commitments or
tertentu atau dengan komitmen penuh tertentu forecast transactions.
atau transaksi yang diperkirakan.
Pada saat terjadinya transaksi lindung nilai dan The Company also documents its assessment,
pada periode berikutnya, Perseroan juga both at the hedge inception and on an ongoing
membuat dokumentasi atas penilaian apakah basis, as to whether the derivatives that are
derivatif yang digunakan sebagai transaksi used in hedging transactions are highly
lindung nilai memiliki efektivitas yang tinggi effective in offsetting changes in fair values or
dalam menandingi (offsetting) perubahan nilai cash flows of hedged items.
wajar atau arus kas dari unsur yang dilindungi
nilainya.
Hubungan lindung nilai memenuhi syarat untuk A hedging relationship qualifies for hedge
akuntansi lindung nilai jika memenuhi semua accounting if it meets all of the following
persyaratan efektivitas berikut: effectiveness requirements:
Ada 'hubungan ekonomik' antara item There is ‘an economic relationship’
lindung nilai dan instrumen lindung nilai. between the hedged item and the hedging
instrument.
Pengaruh risiko kredit tidak 'mendominasi The effect of credit risk does not ‘dominate
perubahan nilai' yang dihasilkan dari the value changes’ that result from that
hubungan ekonomik tersebut. economic relationship.
Rasio lindung nilai dari hubungan lindung The hedge ratio of the hedging
nilai adalah rasio yang sama yang relationship is the same as that resulting
dihasilkan dari kuantitas item lindung nilaian from the quantity of the hedged item that
yang aktual digunakan oleh Perseroan
the Company actually hedges and the
melindungi nilai sejumlah kuantitas
instrumen lindung nilaian yang secara quantity of the hedging instrument that the
aktual digunakan oleh Perseroan untuk Company actually uses to hedge that
melindungi sejumlah kuantitas item lindung quantity of hedged item.
nilaian.
Bagian yang efektif atas perubahan nilai wajar The effective portion of changes in the fair
derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi value of derivatives that are designated and
sebagai lindung nilai arus kas, diakui sebagai qualified as cash flow hedges are recognized
“penghasilan komprehensif lain” pada bagian in “other comprehensive income” and reported
ekuitas. Keuntungan atau kerugian atas bagian to equity. The gain or loss relating to the
yang tidak efektif diakui langsung sebagai laba ineffective portion is recognized immediately in
atau rugi. Jumlah akumulasi keuntungan atau profit or loss. Amounts accumulated in equity
kerugian dalam ekuitas dibebankan sebagai laba are recycled to profit or loss in the periods in
atau rugi komprehensif ketika unsur yang which the hedged item will affect net profit.
dilindungi nilainya mempengaruhi laba neto.
39
Page 333
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
t. Instrumen keuangan derivatif (lanjutan) t. Derivative financial instruments
(continued)
Ketika instrumen lindung nilai kadaluwarsa atau When the hedging instrument expires or is
dijual, dihentikan, dilaksanakan, atau tidak lagi sold, terminated, exercised or no longer
memenuhi kriteria akuntansi lindung nilai, qualifies for hedge accounting, the cumulative
keuntungan atau kerugian kumulatif yang amount deferred in equity remains in the “other
ditangguhkan di ekuitas tetap diakui pada comprehensive income” and is subsequently
“penghasilan komprehensif lain” dan transferred to profit or loss when the hedged
direklasifikasi ke laba rugi ketika item yang item is recognized in the statement of profit or
dilindungi nilai diakui dalam laporan laba rugi dan loss and other comprehensive income.
penghasilan komprehensif lain.
u. Pengakuan pendapatan dan beban u. Income and expense recognition
Pendapatan dari pembiayaan konsumen, sewa Income from consumer financing, finance
pembiayaan, anjak piutang, komisi asuransi, lease, factoring, insurance commission,
biaya jasa perantara asuransi, dan pendapatan insurance brokerage fee, and administration
administrasi dari pembiayaan bersama serta income from joint financing and expense for all
beban bunga untuk semua instrumen keuangan interest bearing financial instruments are
dengan interest bearing diakui sesuai dengan recognized over the term of the respective
jangka waktu kontrak berdasarkan metode suku contracts using the effective interest rate
bunga efektif. method.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang The effective interest method is a method of
digunakan untuk menghitung biaya perolehan calculating the amortized cost of a financial
diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas asset or a financial liability and of allocating the
keuangan dan metode untuk mengalokasikan interest income or interest expense over the
pendapatan bunga atau beban bunga selama relevant period. The effective interest rate is
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah the rate that exactly discounts estimated future
suku bunga yang secara tepat mendiskontokan cash payments or receipts through the
estimasi pembayaran atau penerimaan kas di expected life of the financial instrument or,
masa datang selama perkiraan umur dari when appropriate, a shorter period to the net
instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, carrying amount of the financial asset or
digunakan periode yang lebih singkat untuk financial liability.
memperoleh nilai tercatat bersih dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, When calculating the effective interest rate, the
Perseroan mengestimasi arus kas dengan Company estimates cash flows considering all
mempertimbangkan seluruh persyaratan contractual terms of the financial instruments
kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut, but does not consider future credit losses.
namun tidak mempertimbangkan kerugian kredit These calculations include transaction costs
di masa datang. Perhitungan ini mencakup biaya and administration income.
transaksi dan pendapatan administrasi.
Pendapatan bunga bank dan denda The bank’s interest income and late payment
keterlambatan pembayaran diakui pada saat penalties are recognized upon receipt. Interest
terjadinya. Pendapatan bunga bank disajikan income is presented on a gross basis in the
secara bruto pada laporan laba rugi dan statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain. comprehensive income.
Pendapatan dan beban lain diakui pada saat Other Income and expense are recognized as
terjadinya, menggunakan dasar akrual. incurred on an accrual basis.
40
Page 334
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 2. MATERIAL ACCOUNTING POLICY
(lanjutan) INFORMATION (continued)
v. Segmen Operasi v. Operating Segment
Segmen operasi adalah suatu komponen dari An operating segment is a component of an
entitas: entity:
i. yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang i. that engages with business activities to
memperoleh pendapatan dan menimbulkan generate income and expenses (including
beban (termasuk pendapatan dan beban income and expenses relating to the
yang terkait dengan transaksi dengan transactions with other components with the
komponen lain dari entitas yang sama); same entity);
ii. yang hasil operasinya dikaji ulang secara ii. whose operating results are observed
berkala oleh kepala operasional untuk regularly by the chief decision maker to
pembuatan keputusan tentang sumber daya make decisions regarding the allocation of
yang dialokasikan pada segmen tersebut dan resources and to evaluate the works; and,
menilai kinerjanya; dan,
iii. yang tersedia informasi keuangan yang dapat iii. for which separate financial information is
dipisahkan. available.
Perseroan menyajikan segmen operasi The Company presents operating segments
berdasarkan informasi yang disiapkan secara based on the information that is internally
internal untuk pengambil keputusan operasional. provided to the chief operating decision maker.
Pengambil keputusan operasional Perseroan The Company’s chief operating decision
adalah Direksi. makers are the Directors.
Segmen operasi Perseroan disajikan The Company discloses the operating
berdasarkan segmen usaha yang terdiri dari segment and presents based on business
Fleet dan ritel (lihat Catatan 30). segment which consists of Fleet and Retail
(refer to Note 30).
w. Perubahan kebijakan akuntansi dan w. Changes in accounting policies and
pengungkapan disclosures
Perseroan telah menerapkan standar akuntansi The Company adopted the following
berikut pada tanggal 1 Januari 2025 yang accounting standards, which are considered
dianggap relevan: relevant, starting on 1 January 2025:
Amandemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Amendment of PSAK 221: Effect of Changes
Kurs Valuta Asing tentang Kekurangan in Foreign Exchange Rates on the Lack of
Ketertukaran Covertibility
Amandemen ini memberikan penegasan atas This amendment provides affirmation of the
pengaturan terkait kondisi ketika suatu mata regulations related to conditions when a
uang tidak tertukarkan serta pengungkapannya. currency is not exchanged and its disclosure.
Amandemen berlaku secara restropektif untuk This amendment applies retrospectively to
periode pelaporan tahunan yang dimulai pada annual reporting periods beginning on or after
atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan dini 1 January 2025. Earlier application is permitted.
diperkenankan.
Perseroan telah menganalisa penerapan The Company has assessed that the adoption of
standar akuntansi di atas dan tidak memiliki the above mentioned accounting standards
pengaruh yang signifikan terhadap laporan does not have significant impact to the financial
keuangan. statements.
41
Page 335
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS,
AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN ESTIMATES AND ASSUMPTIONS
Penyusunan laporan keuangan Perseroan The preparation of the Company’s financial
mengharuskan manajemen untuk membuat statements requires management to make
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang judgments, estimates and assumptions that affect
mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas the reported amounts of revenues, expenses,
pendapatan, beban, aset dan liabilitas dan assets and liabilities, and the disclosure of
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir contingent liabilities, at the end of the reporting
periode pelaporan. period.
Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi Uncertainty about these assumptions and
tersebut dapat mengakibatkan penyesuaian material estimates could result in outcomes that require a
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam material adjustment to the carrying amount of the
periode pelaporan berikutnya. asset and liability affected in future periods.
Pertimbangan Judgements
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen The following judgements are made by
dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi management in the process of applying the
Perseroan yang memiliki pengaruh paling signifikan Company’s accounting policies that have the most
atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: significant effects on the amounts recognized in the
financial statements:
Klasifikasi aset dan liabilitas keuangan Classification of financial assets and financial
liabilities
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai Financial assets and financial liabilities are
dengan kebijakan akuntansi seperti yang accounted for in accordance with the accounting
diungkapkan pada Catatan 2c. policies as disclosed in Note 2c.
Usaha yang berkelanjutan Going Concern
Manajemen Perseroan telah melakukan penilaian The Company’s management has made an
atas kemampuan Perseroan untuk melanjutkan assessment of the Company’s ability to continue as
kelangsungan usahanya dan berkeyakinan bahwa a going concern and is satisfied that the Company
Perseroan memiliki sumber daya untuk melanjutkan has the resources to continue its business for the
usahanya di masa mendatang. Selain itu, foreseeable future. Furthermore, the management
manajemen tidak mengetahui adanya ketidakpastian is not aware of any material uncertainties that may
material yang dapat menimbulkan keraguan yang cast significant doubt upon the Company’s ability to
signifikan terhadap kemampuan Perseroan untuk continue as a going concern. Therefore, the
melanjutkan kelangsungan usahanya. Oleh karena financial statements continue to be prepared on the
itu, laporan keuangan telah disusun atas dasar usaha going concern basis.
yang berkelanjutan.
Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions
a. Cadangan kerugian penurunan nilai a. Allowance for impairment losses
PSAK 109 mensyaratkan penyertaan informasi SFAS 109 requires inclusion of information
tentang kejadian masa lalu, kondisi saat ini dan about past events, current conditions and
perkiraan kondisi ekonomi masa depan. forecasts of future economic conditions. The
Perkiraan perubahan dalam kerugian kredit yang estimates of changes in expected credit losses
diharapkan harus mencerminkan, dan secara should reflect, and be directionally consistent
langsung konsisten dengan, perubahan dalam with, changes in related observable data from
data terkait yang diobservasi dari periode ke period to period. The calculation of collective
periode. Perhitungan kerugian kredit expected credit losses of financial assets
ekspektasian secara kolektif atas aset keuangan requires estimation of forward looking
membutuhkan estimasi forward looking dari Probability of Default (PD), Loss Given Default
Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD) and Exposure at Default (EAD) (refer to
(LGD) dan Exposure at Default (EAD) (lihat Note 2c).
Catatan 2c).
42
Page 336
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS,
AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
b. Imbalan kerja b. Post-employment benefits
Perhitungan aktuaria menggunakan asumsi- The actuarial valuation involves making
asumsi seperti tingkat diskonto, tingkat assumptions about discount rate, expected
pengembalian investasi, tingkat kenaikan gaji, rate of return, on investments, future salary
tingkat kematian, tingkat pengunduran diri dan increases, mortality rate, resignation rate and
lain-lain. Perubahan asumsi ini akan others. Any changes in these assumptions will
mempengaruhi jumlah tercatat liabilitas imbalan impact the carrying amount of employee
kerja (lihat Catatan 2n). benefits obligations (refer to Note 2n).
c. Penyusutan dan estimasi umur manfaat aset c. Depreciation and estimated useful lives of
tetap fixed assets
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan The costs of fixed assets are depreciated on a
menggunakan metode garis lurus berdasarkan straight-line method over their estimated useful
estimasi masa manfaat ekonomisnya. lives. Management properly estimates the
Manajemen mengestimasi masa manfaat useful lives of these fixed assets as disclosed
ekonomis aset tetap seperti diungkapkan pada in Note 2l. These are common life
Catatan 2l. Ini adalah umur yang secara umum expectancies applied in the industries where
diharapkan dalam industri dimana Perseroan the Company conducts its businesses.
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat Changes in the expected level of usage and
pemakaian dan perkembangan teknologi dapat technological development could impact the
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan economic useful lives and the residual values
nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan of these assets, and therefore future
masa depan mungkin direvisi. depreciation charges could be revised.
d. Pajak penghasilan d. Income tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam Significant judgment is involved in determining
menentukan provisi atas pajak penghasilan provision for corporate income tax. There are
badan. Terdapat transaksi dan perhitungan certain transaction and computation for which
tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah the ultimate tax determination is uncertain
tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. during the ordinary course of business. The
Perseroan mengakui liabilitas atas pajak Company recognizes liabilities for expected
penghasilan badan berdasarkan estimasi corporate income tax issues based on
apakah terdapat tambahan pajak penghasilan estimates of whether additional corporate
badan. income tax will be due.
e. Pajak tangguhan e. Deferred tax assets
Aset pajak tangguhan diakui atas jumlah pajak Deferred tax assets are recognized for the
penghasilan terpulihkan (recoverable) pada future recoverable taxable income arising from
periode mendatang sebagai akibat perbedaan temporary difference.
temporer yang boleh dikurangkan.
Justifikasi manajemen diperlukan untuk Management judgment is required to
menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang determine the amount of deferred tax assets
dapat diakui, sesuai dengan waktu yang tepat that can be recognized, based upon the likely
dan tingkat laba fiskal di masa mendatang timing or level of future taxable profits together
sejalan dengan strategi rencana perpajakan ke with future strategic planning (Note 2m).
depan (Catatan 2m).
43
Page 337
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI 3. SIGNIFICANT ACCOUNTING JUDGEMENTS,
AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan) ESTIMATES AND ASSUMPTIONS (continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
f. Nilai wajar instrumen keuangan f. Fair values of financial instruments
Dalam menentukan nilai wajar aset keuangan In determining the fair value for financial assets
dan liabilitas yang tidak mempunyai harga pasar, and financial liabilities for which there is no
Perseroan menggunakan teknik penilaian observable market price, the Company uses
seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2c. Untuk the valuation techniques as described in
instrumen keuangan yang jarang Note 2c. For financial instruments that are
diperdagangkan dan memiliki informasi harga traded infrequently and a lack of price
yang terbatas, nilai wajar menjadi kurang objektif transparency, fair value is less objective and
dan membutuhkan berbagai tingkat penilaian requires varying degrees of judgement
tergantung pada likuiditas, konsentrasi, faktor depending on liquidity, concentration,
ketidakpastian pasar, asumsi harga dan risiko uncertainty of market factors, pricing
lainnya. assumptions and other risks affecting the
specific instrument.
Masukan (input) untuk model ini berasal dari The input for this model comes from
data pasar yang bisa diamati. Bila data pasar observable market data. When observable
yang bisa diamati tersebut tidak tersedia, market data is not available, management
manajemen mempertimbangkan masukan dan considers necessary inputs and assumptions
asumsi diperlukan untuk menentukan nilai wajar. to determine the fair value. The above
Pertimbangan tersebut mencakup feedback considerations include liquidity and volatility
model atas likuiditas volatilitas untuk transaksi feedback model for derivative transactions and
derivatif dan tingkat diskonto yang berjangka long term discount rate, the level of early
waktu panjang, tingkat pelunasan dipercepat dan payment and the level of default assumption.
asumsi tingkat gagal bayar.
g. Penetapan masa sewa untuk kontrak sewa g. Determination of the lease term for lease
dengan opsi pembaruan dan penghentian contracts with renewal and termination
(Perseroan sebagai penyewa) options (The Company as a lessee)
Perseroan menentukan masa sewa sebagai The Company determines the lease term as
periode sewa yang tidak dapat dibatalkan, serta the noncancellable term of the lease, together
periode yang dicakup oleh opsi untuk with any periods covered by an option to
memperpanjang sewa, jika penyewa cukup pasti extend the lease if it is reasonably certain to be
untuk mengeksekusi opsi tersebut, dan periode exercised, or any periods covered by an option
yang dicakup oleh opsi untuk menghentikan to terminate the lease, if it is reasonably certain
sewa, jika penyewa cukup pasti untuk tidak not to be exercised.
mengeksekusi opsi tersebut.
Perseroan memiliki beberapa kontrak sewa The Company has several lease contracts that
dengan opsi perpanjangan dan opsi include extension and termination options. The
penghentian. Perseroan menerapkan Company applies judgement in evaluating
pertimbangan dalam mengevaluasi apakah whether it is reasonably certain whether or not
penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi to exercise the option to renew or terminate the
pembaruan atau penghentian sewa tersebut. lease. That is, it considers all relevant factors
Perseroan mempertimbangkan semua faktor- that create an economic incentive for it to
faktor relevan yang menciptakan insentif exercise either the renewal or termination.
ekonomi jika Perseroan mengeksekusi opsi After the commencement date, the Company
pembaruan atau penghentian tersebut. Setelah reassesses the lease term if there is a
dimulainya masa sewa, Perseroan menilai significant event or change in circumstances
kembali masa sewa jika terdapat peristiwa atau that is within its control that affects its ability to
perubahan signifikan pada lingkungan dalam exercise or not to exercise the option to renew
kendalinya yang mempengaruhi kemampuan or to terminate (e.g., construction of significant
Perseroan untuk mengeksekusi atau tidak leasehold improvements or significant
mengeksekusi opsi pembaruan atau customisation of the leased asset).
penghentian sewa (misalnya, konstruksi dari
pengembangan prasarana yang signifikan atau
penyesuaian signifikan dari aset sewa).
44
Page 338
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Kas 4.311 7.999 Cash on hand
Kas pada bank Cash in banks
Pihak ketiga Third parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 8.983 17 PT Bank Maspion Indonesia Tbk
PT Bank Central Asia Tbk 88 806 PT Bank Central Asia Tbk
PT Bank Permata Tbk 49 56 PT Bank Permata Tbk
PT Bank OCBC NISP Tbk 21 22 PT Bank OCBC NISP Tbk
PT Bank Pan Indonesia Tbk 19 30 PT Bank Pan Indonesia Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah PT Bank Pembangunan Daerah
Jawa Barat dan Banten Tbk 19 18 Jawa Barat and Banten Tbk
PT Bank DKI 18 18 PT Bank DKI
PT Bank QNB Indonesia Tbk 18 16 PT Bank QNB Indonesia Tbk
PT China Construction Bank PT China Construction Bank
Indonesia Tbk 18 19 Indonesia Tbk
PT Bank of India Indonesia Tbk 17 17 PT Bank of India Indonesia Tbk
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta 16 16 MUFG Bank, Ltd.,Jakarta Branch
PT Bank Mizuho Indonesia 16 16 PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 15 16 PT Bank Maybank Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 15 18 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk 15 15 PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank UOB Indonesia 15 16 PT Bank UOB Indonesia
PT Bank CTBC Indonesia 15 9 PT Bank CTBC Indonesia
PT Bank DBS Indonesia 14 15 PT Bank DBS Indonesia
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 14 17 PT Bank SMBC Indonesia Tbk
PT Bank ANZ Indonesia 10 10 PT Bank ANZ Indonesia
PT Bank HSBC Indonesia 7 9 PT Bank HSBC Indonesia
PT Bank Oke Indonesia Tbk - 17 PT Bank Oke Indonesia Tbk
PT Bank KEB Hana Indonesia - 16 PT Bank KEB Hana Indonesia
9.402 1.209
Pihak berelasi Related parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 931.125 1.232.725 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 93 205 (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 16 16 (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 15 - (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen 6 6 PT Bank Mandiri Taspen
931.255 1.232.952
Deposito berjangka Time deposits
Pihak Berelasi Related Parties
Rupiah Rupiah
PT Bank Mandiri Taspen 50.000 50.000 PT Bank Mandiri Taspen
994.968 1.292.160
45
Page 339
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
4. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan) 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS (continued)
Jangka waktu deposito berjangka yang dimiliki oleh The period of time deposits held by the Company is
Perseroan adalah satu bulan. one month.
Tingkat suku bunga per tahun deposito berjangka The interest rates per annum for time deposits and
dan giro dalam mata uang Rupiah pada tanggal current accounts as of 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024, berkisar sebagai 2024, are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Deposito 5,00% 5,50% Time deposits
Giro 0,00% - 2,00% 0,00% - 2,75% Current accounts
Penempatan deposito pada PT Bank Mandiri Taspen Placement of time deposit at PT Bank Mandiri
sebesar Rp50.000 adalah penempatan atas dana Taspen amounting to Rp50,000 represents the
hasil usaha yang berasal dari laba neto Perseroan placement of the funds derived from the Company’s
seperti yang dipersyaratkan oleh Undang-Undang net income as required by Law No. 40 Year 2007
No. 40 Tahun 2007 pasal 70 tentang “Perseroan article 70 concerning “Limited Liability Companies”
Terbatas” yaitu kewajiban Perseroan untuk whereby the Company shall make a reserve up to a
melakukan pencadangan hingga mencapai paling least 20% of the issued and fully paid up capital.
sedikit 20% dari modal ditempatkan dan disetor
penuh.
Lihat Catatan 26a untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26a for details of balances and
dengan pihak berelasi. transaction with related parties.
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang pembiayaan konsumen - bruto 54.714.989 64.807.461 Consumer financing receivables - gross
Dikurangi: Less:
Pembiayaan bersama - bruto: Joint financing - gross:
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi (27.567.428) (32.019.967) Related parties
Piutang pembiayaan konsumen - bruto: Consumer financing receivables - gross:
Pembiayaan sendiri 27.147.561 32.787.494 Direct financing
Dikurangi: Less:
Pendapatan pembiayaan konsumen Unearned income
yang belum diakui on consumer financing
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga (7.121.145) (9.717.413) Third parties
Dikurangi: Less:
Pendapatan yang belum diakui dari
pembiayaan bersama - bruto: Unearned joint financing - gross:
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi 3.094.759 4.125.861 Related parties
Pendapatan pembiayaan Unearned income on consumer
konsumen yang belum diakui: financing:
Pembiayaan sendiri (4.026.386) (5.591.552) Direct financing
Piutang pembiayaan konsumen 23.121.175 27.195.942 Consumer finance receivables
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian penurunan nilai (607.432) (476.763) Allowance for impairment losses
Neto 22.513.743 26.719.179 Net
46
Page 340
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Perubahan nilai tercatat piutang pembiayaan The changes in the carrying value of consumer
konsumen dengan klasifikasi biaya diamortisasi financing receivables classified as amortized costs
berdasarkan stage untuk tahun yang berakhir by stage for the year ended 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024, adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal 25.481.457 1.330.626 383.859 27.195.942 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 294.636 (290.891) (3.745) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) (996.653) 1.001.964 (5.311) - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) (1.316.882) (540.430) 1.857.312 - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 23.462.558 1.501.269 2.232.115 27.195.942 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (8.557.115) (178.253) (831.077) (9.566.445) Net remeasurement of carrying value
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 9.809.438 43.412 91.370 9.944.220 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (3.538.109) (61.040) (3.053) (3.602.202) Derecognized financial assets
Aset keuangan yang dihapusbuku - - (850.340) (850.340) Financial assets written-off
Total penurunan tahun berjalan (2.285.786) (195.881) (1.593.100) (4.074.767) Total deduction during the year
Saldo akhir 21.176.772 1.305.388 639.015 23.121.175 Ending balance
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal 22.178.620 353.641 177.456 22.709.717 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 829.430 (728.475) (100.955) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) (2.619.261) 2.676.572 (57.311) - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) (409.107) (559.810) 968.917 - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 19.979.682 1.741.928 988.107 22.709.717 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (4.841.324) (23.207) (26.829) (4.891.360) Net remeasurement of carrying value
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 12.470.680 68.025 11.534 12.550.239 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (2.102.516) (304.674) (8.835) (2.416.025) Derecognized financial assets
Aset keuangan yang dihapusbuku (25.065) (151.446) (580.118) (756.629) Financial assets written-off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 5.501.775 (411.302) (604.248) 4.486.225 during the year
Saldo akhir 25.481.457 1.330.626 383.859 27.195.942 Ending balance
Seluruh kontrak pembiayaan yang disalurkan All consumer financing contracts provided by
Perseroan adalah untuk kendaraan bermotor, Company are for motor vehicles, multipurpose,
multiguna, investasi, dan modal kerja. investment, and working capital.
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan The period of consumer financing contracts for
oleh Perseroan atas kendaraan bermotor berkisar motor vehicles ranged between 12 - 96 months.
antara 12 - 96 bulan.
47
Page 341
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Piutang pembiayaan konsumen - bruto sesuai Consumer financing receivables - gross based on
dengan tanggal jatuh temponya sebagai berikut: maturity date, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Telah jatuh tempo Overdue
1 - 30 hari 1.128.593 1.444.482 1 - 30 days
31 - 60 hari 517.667 605.226 31 - 60 days
61 - 90 hari 305.156 376.851 61 - 90 days
> 90 hari 1.175.758 731.805 > 90 days
Belum jatuh tempo Not yet due
2025 - 22.056.373 2025
2026 20.459.786 18.625.263 2026
2027 16.114.441 12.221.779 2027
2028 9.591.113 6.430.374 2028
2029 dan seterusnya 5.422.475 2.315.308 2029 and on forward
54.714.989 64.807.461
Kisaran suku bunga yang dikenakan kepada The range of interest rates charged to customers as
konsumen pada tanggal 31 Desember 2025 dan of 31 December 2025 and 2024, are as follows:
2024, berkisar sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Mobil 0% - 30,5% 0% - 28,65% Car
Sepeda Motor 0% - 19,6% 0% - 19,55% Motorcycle
Multiguna 6,52% - 29,74% 6,07% - 31,46% Multipurpose
Modal Kerja 6,75% - 11,25% 7,80% - 11,75% Working Capital
Analisa umur piutang pembiayaan konsumen - bruto The aging analysis of consumer financing
adalah sebagai berikut: receivables - gross, is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 51.587.815 61.649.097 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 90 hari 1.951.416 2.426.559 1 - 90 days
91 - 120 hari 160.902 232.364 91 - 120 days
121 - 180 hari 210.447 239.369 121 - 180 days
> 180 hari 804.409 260.072 > 180 days
54.714.989 64.807.461
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 476.763 347.894 Beginning balance
Penyisihan untuk tahun berjalan 981.009 885.498 Provision for the year
Penghapusan piutang (850.340) (756.629) Receivables written-off
Saldo akhir 607.432 476.763 Ending balance
48
Page 342
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2024, are as follows: (continued)
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 203.327 113.175 160.261 476.763 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage 1) 17.937 (16.684) (1.253) - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) (13.102) 14.820 (1.718) - not credit-impairment (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) (24.957) (68.182) 93.139 - credit-impairment (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 183.205 43.129 250.429 476.763 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian (22.754) 133.500 848.985 959.731 of loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 43.184 244 826 44.254 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (17.023) (4.888) (1.065) (22.976) Derecognized financial assets
Total pembentukan tahun berjalan 3.407 128.856 848.746 981.009 Total build-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku - - (850.340) (850.340) Financial assets written-off
Saldo akhir 186.612 171.985 248.835 607.432 Ending balance
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 223.097 68.044 56.753 347.894 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage 1) 64.916 (49.957) (14.959) - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) (83.925) 90.548 (6.623) - not credit-impairment (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) (11.828) (34.919) 46.747 - credit-impairment (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 192.260 73.716 81.918 347.894 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian (28.181) 264.107 843.978 1.079.904 of loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 98.219 26.015 7.425 131.659 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (33.906) (99.217) (192.942) (326.065) Derecognized financial assets
Total pembentukan tahun berjalan 36.132 190.905 658.461 885.498 Total build-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (25.065) (151.446) (580.118) (756.629) Financial assets written-off
Saldo akhir 203.327 113.175 160.261 476.763 Ending balance
Seluruh piutang pembiayaan konsumen pada tanggal All consumer financing receivables as of
31 Desember 2025 dan 2024 dievaluasi secara 31 December 2025 and 2024 are collectively and
kolektif dan individual terhadap penurunan nilai. individually evaluated for impairment.
Piutang pembiayaan konsumen yang diberikan Consumer financing receivables that provided with
fasilitas restrukturisasi selama tahun berjalan pada restructuring facilities during the year as of
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebesar 31 December 2025 and 2024 is 6.72% and 3.06%
6,72% dan 3,06% dari saldo piutang pembiayaan of the balance of consumer financing receivables.
konsumen.
49
Page 343
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
5. PIUTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (lanjutan) 5. CONSUMER FINANCING RECEIVABLES
(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025, piutang As of 31 December 2025, total consumer financing
pembiayaan konsumen yang digunakan sebagai receivables pledged as collateral for borrowings
jaminan atas pinjaman yang diterima oleh Perseroan and bonds payable as disclosed respectively in
dan utang obligasi seperti yang masing-masing Notes 15 and 17 amounted to Rp6,146,072
dijelaskan pada Catatan 15 dan 17 adalah sejumlah (31 December 2024: Rp11,267,678).
Rp6.146.072 (31 Desember 2024: Rp11.267.678).
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian Management believes that the allowance for
penurunan nilai tersebut adalah cukup untuk impairment losses is sufficient to cover any possible
menutupi kemungkinan kerugian dari tidak losses from uncollectible consumer financing
tertagihnya piutang pembiayaan konsumen. receivables.
Lihat Catatan 26a untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26a for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang sewa pembiayaan Finance lease receivables
Piutang sewa pembiayaan - bruto 4.334.665 6.450.469 Finance lease receivables - gross
Dikurangi: Less:
Pembiayaan bersama - bruto: Joint financing - gross:
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi (6.892) (25.647) Related parties
Nilai sisa yang terjamin 1.833.652 2.445.103 Guaranteed residual value
Piutang sewa pembiayaan - bruto: Finance lease receivables - gross:
Pembiayaan sendiri 6.161.425 8.869.925 Direct financing
Dikurangi: Less:
Pendapatan sewa pembiayaan Unearned income
yang belum diakui: on finance lease receivables:
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga (576.091) (932.482) Third parties
Simpanan jaminan (1.833.652) (2.445.103) Security deposit
Dikurangi: Less:
Pendapatan yang belum diakui dari
pembiayaan bersama - bruto: Unearned joint financing - gross:
Rupiah Rupiah
Pihak berelasi 752 3.247 Related parties
Pendapatan sewa Unearned lease income
pembiayaan yang belum diakui: financing:
Pembiayaan sendiri (2.408.991) (3.374.338) Direct financing
Piutang sewa pembiayaan 3.752.434 5.495.587 Finance lease receivables
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian penurunan nilai (127.084) (100.429) Allowance for impairment losses
Neto 3.625.350 5.395.158 Net
50
Page 344
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Perubahan nilai tercatat piutang sewa pembiayaan The changes in the carrying value of finance lease
dengan klasifikasi biaya diamortisasi berdasarkan receivables classified as amortized costs by stage
stage untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 for the year ended 31 December 2025 and 2024,
dan 2024, adalah sebagai berikut: are as follows:
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal 4.952.560 373.483 169.544 5.495.587 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 98.342 (97.513) (829) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) (199.049) 199.588 (539) - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) (160.545) (158.979) 319.524 - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 4.691.308 316.579 487.700 5.495.587 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.649.216) (4.501) (59.973) (1.713.690) Net remeasurement of carrying value
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 1.461.461 13.296 18.296 1.493.053 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (1.188.245) (50.773) (30.673) (1.269.691) Derecognized financial assets
Aset keuangan yang dihapusbuku - - (252.825) (252.825) Financial assets written-off
Total penurunan tahun berjalan (1.376.000) (41.978) (325.175) (1.743.153) Total deduction during the year
Saldo akhir 3.315.308 274.601 162.525 3.752.434 Ending balance
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal 5.292.101 105.683 19.081 5.416.865 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) 122.320 (98.355) (23.965) - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) (687.876) 693.949 (6.073) - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) (47.202) (182.021) 229.223 - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 4.679.343 519.256 218.266 5.416.865 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.609.348) (16.052) (3.370) (1.628.770) Net remeasurement of carrying value
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 2.777.078 89.069 2.472 2.868.619 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (892.180) (212.684) (4.111) (1.108.975) Derecognized financial assets
Aset keuangan yang dihapusbuku (2.333) (6.106) (43.713) (52.152) Financial assets written-off
Total penambahan (penurunan) Total addition (deduction)
tahun berjalan 273.217 (145.773) (48.722) 78.722 during the year
Saldo akhir 4.952.560 373.483 169.544 5.495.587 Ending balance
Jangka waktu kontrak pembiayaan yang disalurkan The period of consumer financing contracts for
oleh Perseroan atas kendaraan bermotor dan alat motor vehicles and heavy equipment ranged
berat berkisar antara 12 - 120 bulan. between 12 - 120 months.
51
Page 345
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Piutang sewa pembiayaan - bruto sesuai dengan Finance lease receivables - gross based on
tanggal jatuh temponya sebagai berikut: maturity date, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Telah jatuh tempo Overdue
1 - 30 hari 64.068 84.962 1 - 30 days
31 - 60 hari 53.341 104.557 31 - 60 days
61 - 90 hari 40.722 292.555 61 - 90 days
> 90 hari 91.456 35.332 > 90 days
Belum jatuh tempo Not yet due
2025 - 2.720.676 2025
2026 2.130.568 2.063.533 2026
2027 1.281.449 884.978 2027
2028 485.712 205.768 2028
2029 dan seterusnya 187.349 58.108 2029 and on forward
4.334.665 6.450.469
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 100.429 69.293 Beginning balance
Penyisihan untuk tahun berjalan 279.480 83.288 Provision for the year
Penghapusan piutang (252.825) (52.152) Receivables written-off
Saldo akhir 127.084 100.429 Ending balance
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 27.295 26.670 46.464 100.429 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage 1) 8.500 (8.255) (245) - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) (1.488) 1.662 (174) - not credit-impaired (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) (1.805) (13.902) 15.707 - credit-impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 32.502 6.175 61.752 100.429 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian (6.559) 25.558 274.945 293.944 of loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 4.281 63 69 4.413 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (5.550) (1.933) (11.394) (18.877) Derecognized financial assets
Total pembentukan tahun berjalan (7.828) 23.688 263.620 279.480 Total build-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku - - (252.825) (252.825) Financial assets written-off
Saldo akhir 24.674 29.863 72.547 127.084 Ending balance
52
Page 346
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2024, are as follows: (continued)
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 45.187 18.883 5.223 69.293 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage 1) 6.926 (5.039) (1.887) - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) (7.626) 8.151 (525) - not credit-impaired (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) (2.700) (6.906) 9.606 - credit-impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 41.787 15.089 12.417 69.293 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian (7.307) 34.079 91.897 118.669 of loss allowance
Aset keuangan baru yang New financial assets
diterbitkan atau dibeli 14.115 24.930 1.596 40.641 originated or purchased
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya (18.967) (41.322) (15.733) (76.022) Derecognized financial assets
Total pembentukan tahun berjalan (12.159) 17.687 77.760 83.288 Total build-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (2.333) (6.106) (43.713) (52.152) Financial assets written-off
Saldo akhir 27.295 26.670 46.464 100.429 Ending balance
Seluruh piutang sewa pembiayaan pada tanggal All finance lease receivables as of
31 Desember 2025 dan 2024 dievaluasi secara 31 December 2025 and 2024 are collectively and
kolektif dan individual terhadap penurunan nilai. individually evaluated for impairment.
Piutang sewa pembiayaan yang diberikan fasilitas Finance lease receivables that provided with
restrukturisasi selama tahun berjalan pada tanggal restructuring facilities during the year as of
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebesar 12,60% 31 December 2025 and 2024 is 12.60% and
dan 11,46% dari saldo piutang pembiayaan 11.46% of the balance of consumer financing
konsumen. receivables.
Kisaran suku bunga yang dikenakan kepada The range of interest rates charged to customers as
konsumen pada tanggal 31 Desember 2025 dan of 31 December 2025 and 2024, are as follows:
2024, berkisar sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Mobil 7,67% - 28,86% 11,52% - 25,52% Car
Alat berat 9,00% - 15,00% 10,00% - 13,50% Heavy equipment
Mesin 9,00% - 12,75% 12,51% Machine
Analisa umur piutang sewa pembiayaan - bruto The aging analysis of finance lease receivables -
adalah sebagai berikut: gross, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Belum jatuh tempo 4.085.078 5.933.063 Current
Lewat jatuh tempo: Overdue:
1 - 90 hari 158.131 482.074 1 - 90 days
91 - 120 hari 6.648 10.840 91 - 120 days
121 - 180 hari 11.201 14.496 121 - 180 days
> 180 hari 73.607 9.996 > 180 days
4.334.665 6.450.469
53
Page 347
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
6. PIUTANG SEWA PEMBIAYAAN (lanjutan) 6. FINANCE LEASE RECEIVABLES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025, piutang sewa As of 31 December 2025, total finance lease
pembiayaan yang digunakan sebagai jaminan atas receivables pledged as collateral for borrowings
pinjaman yang diterima oleh Perseroan dan utang and bonds payable as disclosed respectively in
obligasi seperti yang dijelaskan masing-masing pada Note 15 and 17 amounted to Rp634,664
Catatan 15 dan 17 adalah sejumlah Rp634.664 (31 December 2023: Rp1,583,867).
(31 Desember 2024: Rp1.583.867).
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan Management believes that the existing allowance
kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup for impairment losses is adequate to cover possible
untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat losses arising from uncollectible finance lease
tidak tertagihnya piutang sewa pembiayaan. receivables.
7. ANJAK PIUTANG 7. FACTORING RECEIVABLES
Perseroan mengadakan perjanjian anjak piutang The Company has entered into factoring
dengan jaminan. Anjak piutang adalah sebagai agreements with recourse. Factoring receivables
berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Anjak piutang - bruto: - 49.867 Factoring receivables - gross:
Dikurangi: Less:
Pendapatan anjak piutang Unearned income
yang belum diakui: on factoring receivables:
Rupiah Rupiah
Pihak ketiga - (15.119) Third parties
Anjak piutang - 34.748 Factoring receivables
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian penurunan nilai - (15.310) Allowance for impairments losses
Neto - 19.438 Net
Perubahan nilai tercatat anjak piutang dengan The changes in the carrying value of factoring
klasifikasi diamortisasi berdasarkan stage untuk receivables classified as amortized by stage for the
tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, year ended 31 December 2025 and 2024, are as
adalah sebagai berikut: follows:
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal - - 34.748 34.748 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) - - - - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) - - - - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan - - 34.748 34.748 Total beginning balance after transfer
Aset keuangan yang dihentikan
pengakuannya - - (10) (10) Derecognized financial assets
Aset keuangan yang dihapusbuku - (34.738) (34.738) Financial assets written-off
Total pengurangan Total deduction
tahun berjalan - - (34.748) (34.748) during the year
Saldo akhir - - - - Ending balance
54
Page 348
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. ANJAK PIUTANG (lanjutan) 7. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Perubahan nilai tercatat anjak piutang dengan The changes in the carrying value of factoring
klasifikasi diamortisasi berdasarkan stage untuk receivables classified as amortized by stage for the
tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024, year ended 31 December 2025 and 2024, are as
adalah sebagai berikut: (lanjutan) follows: (continued)
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Biaya perolehan diamortisasi Amortized cost
Saldo awal 35.758 - - 35.758 Beginning balance
Pengalihan ke kerugian kredit ekspektasian Transfer to the 12-month expected
12 bulan (stage 1) - - - - credit loss (stage 1)
Pengalihan ke piutang yang tidak Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 2) - - - - which are not impaired (stage 2)
Pengalihan ke piutang yang Transfer to receivables
mengalami penurunan nilai (stage 3) (34.748) - 34.748 - which are impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan 1.010 - 34.748 35.758 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih nilai tercatat (1.010) - - (1.010) Net remeasurement of carrying value
Total pengurangan Total deduction
tahun berjalan (1.010) - - (1.010) during the year
Saldo akhir - - 34.748 34.748 Ending balance
Anjak piutang - bruto sesuai dengan tanggal jatuh Factoring receivables - gross based on maturity
temponya sebagai berikut: date, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Telah jatuh tempo Overdue
> 90 hari - 49.867 > 90 days
- 49.867
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 15.310 436 Beginning balance
Penyisihan untuk tahun berjalan 19.428 14.874 Provision for the year
Penghapusan piutang (34.738) - Receivables written-off
Saldo akhir - 15.310 Ending balance
55
Page 349
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. ANJAK PIUTANG (lanjutan) 7. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2024, are as follows: (continued)
31 Desember/December 2025
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
- -
Saldo awal 15.310 15.310 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage1) - - - - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) - - - - not credit-impaired (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) - - - - credit-impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan - - 15.310 15.310 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian - - 19.428 19.428 of loss allowance
Total pembentukan tahun berjalan 34.738 34.738 Total build-up during the year
Aset keuangan yang dihapusbuku (34.738) (34.738) Financial assets written-off
Saldo akhir - - - - Ending balance
31 Desember/December 2024
Stage 1 Stage 2 Stage 3 Total
Saldo awal 436 - - 436 Beginning balance
Pengalihan ke: Transfer to:
Kerugian kredit ekspektasian 12 bulan The 12-month expected credit loss
(stage1) - - - - (stage 1)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - tidak mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 2) - - - - not credit-impaired (stage 2)
Kerugian kredit ekspektasian sepanjang
umurnya - mengalami Lifetime expected credit losses -
penurunan nilai (stage 3) (436) 436 credit-impaired (stage 3)
Total saldo awal setelah pengalihan - - 436 436 Total beginning balance after transfer
Pengukuran kembali bersih Net remeasurement
penyisihan kerugian - - 14.874 14.874 of loss allowance
Total pembentukan tahun berjalan - - 14.874 14.874 Total build-up during the year
- -
Saldo akhir 15.310 15.310 Ending balance
Anjak piutang yang direstrukturisasi pada tanggal The percentage of restructured factoring
31 Desember 2025 adalah sebesar nihil dari saldo receivables as of 31 December 2025
anjak piutang - bruto (31 Desember 2024: 100%). is nil of the factoring receivables balance - gross
(31 December 2024: 100%).
Kisaran suku bunga yang dikenakan kepada Range of interest rates charged to customers for
konsumen untuk tahun yang berakhir pada tanggal the years ended 31 December 2025 and 2024, are
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Anjak piutang - 7,59% Factoring receivables
56
Page 350
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
7. ANJAK PIUTANG (lanjutan) 7. FACTORING RECEIVABLES (continued)
Analisa umur anjak piutang - bruto adalah sebagai The aging analysis of factoring receivables - gross,
berikut: is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Lewat jatuh tempo: Overdue:
91 - 120 hari - 49.867 91 - 120 days
- 49.867
Manajemen berpendapat bahwa jumlah cadangan Management believes that the existing allowance
kerugian penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup for impairment losses is adequate to cover possible
untuk menutup kerugian yang mungkin timbul akibat losses arising from uncollectible factoring
tidak tertagihnya anjak piutang. receivables.
8. PIUTANG LAIN-LAIN 8. OTHER RECEIVABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga Third parties
Piutang asuransi 119.207 96.235 Insurance receivables
Piutang administrasi akseptasi 41.381 48.999 Acceptance administration receivables
Piutang penjualan kendaraan Receivables from sales of
jaminan 15.012 14.441 collateral vehicle
Lain-lain 7.730 4.498 Others
183.330 164.173
Pihak berelasi Related parties
Piutang pembiayaan bersama 272.337 366.435 Joint financing receivables
Piutang administrasi akseptasi 2.486 2.486 Acceptance admnistration receivables
Lain-lain - 620 Others
274.823 369.541
Piutang lain-lain 458.153 533.714 Other receivables
Dikurangi: Less:
Cadangan kerugian penurunan nilai (39.661) (33.431) Allowance for impairment losses
418.492 500.283
Piutang pembiayaan bersama merupakan piutang Joint financing receivables represent receivables
yang telah dijanjikan secara bersama untuk dibiayai, that have been jointly promised to be financed, but
namun belum ditagihkan ke pemberi pembiayaan have not been billed to the joint financing provider.
bersama.
Lihat Catatan 26a untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26a for details of balances and
dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
57
Page 351
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
8. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 8. OTHER RECEIVABLES (continued)
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai untuk The movements in the allowance for impairment
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 losses for years ended 31 December 2025 and
dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 33.431 44.298 Beginning balance
Penyisihan Provision
(pembalikan) untuk tahun berjalan 6.850 (10.867) (reversal) for the year
Penghapusan piutang (620) - Receivable written-off
Saldo akhir 39.661 33.431 Ending balance
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian Management believes that the allowance for
penurunan nilai adalah cukup untuk menutupi impairment losses is sufficient to cover any possible
kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya piutang. losses from uncollectible receivables.
9. PERPAJAKAN 9. TAXATION
a. Utang pajak kini a. Current tax liabilities
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pasal 25 - 25.364 Article 25
Pasal 29 - 87.127 Article 29
Saldo akhir - 112.491 Ending balance
b. Beban pajak b. Tax expense
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Kini 96.828 315.632 Current
Tangguhan (lihat Catatan 9c) 13.608 12.958 Deferred (refer to Note 9c)
110.436 328.590
Rekonsiliasi antara beban pajak penghasilan The reconciliation between income tax expense
dengan hasil perkalian laba akuntansi sebelum and the theoretical tax amount on the Company’s
pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku income before income tax and the applicable tax
adalah sebagai berikut: rate is as follows:
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Laba sebelum beban pajak Income before final tax and
final dan pajak penghasilan 513.610 1.504.167 income tax expense
Pajak dihitung pada tarif pajak 112.994 330.917 Tax calculated at tax rates
Penghasilan bunga dikenakan Interest income subjected to
pajak final (3.475) (3.844) final tax
Beban yang tidak dapat
dikurangkan 917 1.517 Non-deductible expenses
Beban pajak 110.436 328.590 Tax expense
58
Page 352
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. PERPAJAKAN (lanjutan) 9. TAXATION (continued)
b. Beban pajak (lanjutan) b. Tax expense (continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak Reconciliation between income before income
penghasilan menurut laporan laba rugi dan tax expense, as shown in the statement of profit
penghasilan komprehensif lain dengan or loss and other comprehensive income, and
penghasilan kena pajak adalah sebagai berikut: estimated taxable income is as follows:
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Laba sebelum beban pajak 513.610 1.504.167 Income before final tax and
final dan pajak penghasilan income tax expense
Koreksi fiskal: Fiscal corrections:
Beda temporer Temporary differences
Penyisihan bonus (74.618) (27.319) Provision for bonus
Penyisihan imbalan kerja karyawan 16.546 (21.340) Provision for employee benefits
Penyisihan kerugian penurunan nilai Provision for impairment losses on
atas piutang lain-lain 6.230 (10.704) other receivables
Selisih antara nilai buku aset Difference in net book value
tetap komersial dan fiskal (3.724) (1.199) between commercial and fiscal
Transaksi aset hak guna (182) 860 Right-of-use asset transactions
Penyisihan penghapusan Provision for write-off
customer deposit (6.106) 802 on customer deposit
(61.854) (58.900)
Beda tetap Permanent differences
Beban yang tidak dapat dikurangkan 4.167 6.895 Non-deductible expenses
Penghasilan bunga dikenakan
pajak final (15.797) (17.473) Interest income subjected to final tax
(11.630) (10.578)
Penghasilan kena pajak 440.126 1.434.689 Taxable income
Beban pajak 96.828 315.632 Tax expense
Dikurangi: Less:
Pasal 23 (12.632) (18.739) Article 23
Pasal 25 (98.567) (209.766) Article 25
(Piutang) utang pajak Corporate income
penghasilan badan (14.371) 87.127 tax (receivable) payable
Berdasarkan Undang-Undang Republik Based on Law of the Republic of Indonesia No.
Indonesia No. 7 Tahun 2021 tanggal 7 year 2021 dated October 9, 2021 concerning
29 Oktober 2021 tentang Harmonisasi Harmonization of Tax Regulations has
Peraturan Perpajakan menetapkan tarif pajak stipulated the income tax rate for domestic
penghasilan wajib pajak dalam negeri dan taxpayers and business establishments of 22%
bentuk usaha tetap sebesar 22% yang mulai which will be effective from the Fiscal Year 2022
berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya. onwards.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The above calculation of corporate income tax
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 for the year ended 31 December 2025 will be
tersebut di atas akan menjadi dasar dalam used as basis for filing the Annual Tax Return
pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) of Corporate Income Tax.
(“SPT”) Pajak Penghasilan Badan.
Perhitungan pajak penghasilan badan untuk The calculation of corporate income tax for the
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2024 year ended 31 December 2024 is same as the
sama dengan Surat Pemberitahuan Tahunan Annual Tax Return filed by the Company to the
yang disampaikan Perseroan ke Kantor Tax Office.
Pelayanan Pajak.
59
Page 353
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. PERPAJAKAN (lanjutan) 9. TAXATION (continued)
c. Aset (liabilitas) pajak tangguhan – neto c. Deferred tax assets (liabilities) – net
31 Desember/December 2025
Manfaat
(beban) pajak
tangguhan/
Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/
Beginning income Ending
balance (expenses) balance
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan dampak dari Deferred tax asset (liabilities)
laporan laba rugi effect from profit or loss
Penyisihan kerugian penurunan Provision for impairment losses on
nilai atas piutang lain-lain 7.355 1.370 8.725 other receivables
Selisih antara nilai buku Difference in net book value
aset tetap komersial of fixed assets between
dan fiskal (1.655) (819) (2.474) commercial and fiscal
Penyisihan imbalan Provision for employee
kerja karyawan 44.879 3.640 48.519 benefits
Penyisihan bonus 24.710 (16.416) 8.294 Provision for bonus
Penyisihan penghapusan Provision for write-off
customer deposit 1.890 (1.343) 547 on customer deposit
Transaksi aset hak guna 616 (40) 576 Right-of-use asset transactions
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect
dampak dari penghasilan from other comprehensive
komprehensif lain income
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan 2.017 (2.329) (312) Remeasurement of employee
kerja karyawan benefits obligation
Keuntungan bersih
atas instrumen derivatif untuk Net gain on derivative
lindung nilai arus kas 4.914 1.290 6.204 instrument for cash flow hedging
84.726 (14.647) 70.079
31 Desember/December 2024
Manfaat
(beban) pajak
tangguhan/
Saldo awal/ Deferred tax Saldo akhir/
Beginning income Ending
balance (expenses) balance
Aset (liabilitas) pajak
tangguhan dampak dari Deferred tax asset (liabilities)
laporan laba rugi effect from profit or loss
Penyisihan kerugian penurunan Provision for impairment losses on
nilai atas piutang lain-lain 9.710 (2.355) 7.355 other receivables
Selisih antara nilai buku Difference in net book value
aset tetap komersial of fixed assets between
dan fiskal (1.392) (263) (1.655) commercial and fiscal
Penyisihan imbalan Provision for employee
kerja karyawan 49.574 (4.695) 44.879 benefits
Penyisihan bonus 30.720 (6.010) 24.710 Provision for bonus
Penyisihan penghapusan Provision for write-off
customer deposit 1.714 176 1.890 on customer deposit
Transaksi aset hak guna 427 189 616 Right-of-use asset transactions
Aset pajak tangguhan Deferred tax assets effect
dampak dari penghasilan from other comprehensive
komprehensif lain income
Pengukuran kembali atas
liabilitas imbalan Remeasurement of employee
kerja karyawan 10.826 (8.809) 2.017 benefits obligation
Keuntungan (kerugian) bersih
atas instrumen derivatif untuk Net gain (loss) on derivative
lindung nilai arus kas (790) 5.704 4.914 instrument for cash flow hedging
100.789 (16.063) 84.726
60
Page 354
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
9. PERPAJAKAN (lanjutan) 9. TAXATION (continued)
d. Surat ketetapan pajak d. Tax assessment letter
Tahun pajak 2021 Fiscal year 2021
Pada tanggal 18 Oktober 2024, Perseroan On 18 October 2024, the Company received
menerima Surat Permintaan Penjelasan atas the Request Letter for Explanation of Data
Data dan/atau Keterangan (SP2DK) dari and/or Information (SP2DK) from Directorate
Direktorat Jendral Pajak (“DJP”) atas Pajak General of Taxes (“DJP”) on Income Tax
Penghasilan Pasal 21, Pasal 23, Pasal 4 (2), Article 21, Article 23, Article 4 (2), Corporate
Pahak Penghasilan Badan, dan Pajak Income Tax, and Value Added Tax (VAT). The
Pertambahan Nilai (PPN) untuk tahun pajak Company has provided response to DJP on
2021. Perseroan telah mengirimkan tanggapan 18 December 2024 and has made payment for
kepada DJP pada tanggal 18 Desember 2024 the tax underpayment on 16 January 2025
dan telah melakukan pembayaran atas kurang amounting to Rp409.
bayar pajak pada tanggal 16 Januari 2025
sebesar Rp409.
Tahun pajak 2022 Fiscal year 2022
Pada tanggal 18 Juli 2025, Perseroan menerima On 18 July 2025, the Company received the
Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Request Letter for Explanation of Data and/or
Keterangan (SP2DK) dari Direktorat Jendral Information (SP2DK) from Directorate General
Pajak (“DJP”) atas Pajak Penghasilan Pasal 21, of Taxes (“DJP”) on Income Tax Article 21,
Pasal 23, Pasal 4 (2), Pajak Penghasilan Badan, Article 23, Article 4 (2), Corporate Income Tax,
dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tahun and Value Added Tax (VAT). The Company
pajak 2022. Perseroan telah mengirimkan has provided response to DJP on
tanggapan kepada DJP pada tanggal 7 Oktober 7 October 2025 and has made payment for the
2025 dan telah melakukan pembayaran atas tax underpayment on 19 December 2025
kurang bayar pajak pada tanggal 19 Desember amounting to Rp271.
2025 sebesar Rp271.
e. Administrasi e. Administration
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang Under the Taxation Laws of Indonesia, the
berlaku di Indonesia, Perseroan menghitung, Company submits tax returns on the basis of
menetapkan dan membayar sendiri besarnya self-assessment. The Director General of
jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Taxes may assess or amend taxes within a
Pajak dapat menetapkan atau mengubah certain period. For the fiscal years of 2008 and
liabilitas pajak dalam jangka waktu tertentu. onwards, the period is within five years from the
Untuk tahun pajak 2008 dan seterusnya, jangka time the tax becomes due.
waktunya adalah lima tahun sejak saat
terutangnya pajak.
Dampak Penerapan Pilar 2 Organization for The impact of Pillar 2 of Organization for
Economic Co-operation and Development Economic Co-operation and Development
("OECD") ("OECD")
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Based on the Regulation of the Minister of
Republik Indonesia Nomor 136 Tahun 2024 Finance of the Republic of Indonesia Number
("PMK-136") tentang Pengenaan Pajak 136 Year 2024 ("PMK-136") concerning the
Minimum Global Berdasarkan Kesepakatan Imposition of Global Minimum Tax Based on
Internasional, ketentuan pengenaan pajak International Agreements, the provisions for
minimum global akan mulai berlaku di the imposition of global minimum tax will come
Indonesia, yurisdiksi di mana Perseroan into force in Indonesia, the jurisdiction where
didirikan, pada tanggal 1 Januari 2025. PMK-136 the Company is incorporated, on 1 January
dihitung untuk periode fiskal tahunan yang 2025. PMK-136 is calculated for the annual
berakhir di 31 Desember 2025, berdasarkan fiscal period ending on 31 December 2025,
penilaian yang telah dilakukan menyeluruh based on the assessment that has been carried
secara Grup PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, out comprehensively as a Group of PT Bank
Perseroan diestimasikan tidak memiliki Mandiri (Persero) Tbk, the Company is not
tambahan pajak penghasilan Pilar Dua. expected to have Pillar Two income taxes
exposure.
61
Page 355
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
10. ASET TETAP 10. FIXED ASSETS
31 Desember/December 2025
1 Januari / Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January 2025 Additions (Deductions) December 2025
Aset tetap Fixed assets
Kepemilikan langsung Direct ownership
Harga perolehan Cost
Tanah 48.570 - - 48.570 Land
Bangunan 53.678 3.151 - 56.829 Buildings
Kendaraan 28 - - 28 Vehicles
Perabotan dan peralatan kantor 371.998 24.848 (17.747) 379.099 Furniture and office equipment
Renovasi bangunan sewa 77.156 7.769 - 84.925 Leasehold improvement
551.430 35.768 (17.747) 569.451
Aset hak guna 205.243 4.910 - 210.153 Right-of-use assets
756.673 40.678 (17.747) 779.604
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan (23.302) (2.648) - (25.950) Buildings
Kendaraan (27) - - (27) Vehicles
Perabot dan peralatan kantor (258.845) (39.848) 17.685 (281.008) Furniture and office equipment
Renovasi bangunan sewa (58.991) (11.024) - (70.015) Leasehold improvement
(341.165) (53.520) 17.685 (377.000)
Aset hak guna (137.033) (30.268) - (167.301) Right-of-use assets
(478.198) (83.788) 17.685 (544.301)
Nilai buku neto 278.475 235.303 Net book value
31 Desember/December 2024
1 Januari / Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January 2024 Additions (Deductions) December 2024
Aset tetap Fixed assets
Kepemilikan langsung Direct ownership
Harga perolehan Cost
Tanah 48.570 - - 48.570 Land
Bangunan 52.996 682 - 53.678 Buildings
Kendaraan 28 - - 28 Vehicles
Perabotan dan peralatan kantor 334.445 46.295 (8.742) 371.998 Furniture and office equipment
Renovasi bangunan sewa 70.105 7.051 - 77.156 Leasehold improvement
506.144 54.028 (8.742) 551.430
Aset hak guna 187.541 17.702 - 205.243 Right-of-use assets
693.685 71.730 (8.742) 756.673
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan (20.746) (2.556) - (23.302) Buildings
Kendaraan (27) - - (27) Vehicles
Perabot dan peralatan kantor (231.510) (36.031) 8.696 (258.845) Furniture and office equipment
Renovasi bangunan sewa (50.621) (8.370) - (58.991) Leasehold improvement
(302.904) (46.957) 8.696 (341.165)
Aset hak guna (107.156) (29.877) - (137.033) Right-of-use assets
(410.060) (76.834) 8.696 (478.198)
Nilai buku neto 283.625 278.475 Net book value
Seluruh aset tetap kepemilikan langsung kecuali Directly owned fixed assets, except for land, are
tanah, telah diasuransikan dengan pihak PT Zurich insured with a party, PT Zurich Asuransi Indonesia
Asuransi Indonesia Tbk dengan jumlah Tbk, for a sum insured of Rp446,902 and
pertanggungan asuransi sebesar Rp446.902 dan Rp459,600 as of 31 December 2025 and 2024
Rp459.600 pada tanggal 31 Desember 2025 dan respectively, which according to the management,
2024 yang menurut manajemen cukup untuk is sufficient to cover possible losses due to fire,
menutupi kemungkinan kerugian karena kebakaran, flood, public disorder/riots and earthquake.
kebanjiran, huru-hara dan gempa bumi.
62
Page 356
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
10. ASET TETAP (lanjutan) 10. FIXED ASSETS (continued)
Tanah Perseroan berupa sertifikat Hak Guna Land is held in the form of certificates of Hak Guna
Bangunan (“HGB”) yang mempunyai masa manfaat Bangunan (“HGB”) which have useful lives of 20 to
selama 20 sampai dengan 30 tahun yang akan jatuh 30 years and will be due between 24 September
tempo antara 24 September 2025 sampai dengan 2025 to 2 February 2053. Management was on the
2 Februari 2053. Manajemen sedang melakukan process of extending HGB which has useful life
perpanjangan atas HGB yang memiliki masa manfaat ended on 24 September 2025. Management
yang berakhir pada 24 September 2025. Manajemen believes that the HGB can be renewed or extended
berpendapat bahwa HGB tersebut dapat diperbaharui upon expiration.
atau diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Rincian keuntungan atas pelepasan aset tetap Details of gain on disposal of fixed assets are as
adalah sebagai berikut: follows:
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Hasil pelepasan aset tetap 370 310 Proceed from disposal of fixed assets
Nilai buku aset tetap (50) (47) Book value
Laba atas pelepasan aset tetap 320 263 Gain on disposal of fixed assets
Kerugian atau keuntungan atas pelepasan aset tetap Loss or gain on disposal of fixed assets is
diakui sebagai bagian dari “pendapatan lain-lain” recognized as part of “other income” in the
pada laporan laba rugi dan penghasilan statement of profit or loss and other comprehensive
komprehensif lain. income.
Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi Management believes that there is no impairment
penurunan nilai atas aset tetap yang dimiliki on the Company’s fixed assets as of 31 December
Perseroan masing-masing pada tanggal 2025 and 2024, respectively.
31 Desember 2025 dan 2024.
Pada 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah bruto dari As of 31 December 2025 and 2024, the gross
aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih amount of fixed assets which have been fully
digunakan adalah masing-masing sebesar depreciated and still being used amounted to
Rp233.921 dan Rp239.911. Rp233,921 and Rp239,911 respectively.
Tidak ada aset tetap yang dijadikan jaminan pada There were no fixed assets pledged as collateral as
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. of 31 December 2025 and 2024.
Aset hak guna pada tanggal 31 Desember 2025 dan Right-of-use of assets as of 31 Desember 2025 and
2024 adalah sebagai berikut: 2024 are as follows:
31 Desember/December 2025
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January 2025 Additions (Deductions) December 2025
Biaya perolehan Cost
Bangunan 178.281 4.283 - 182.564 Buildings
Kendaraan 26.962 627 - 27.589 Vehicles
205.243 4.910 - 210.153
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan (119.186) (25.067 ) - (144.253) Buildings
Kendaraan (17.847) (5.201) - (23.048) Vehicles
(137.033) (30.268) - (167.301)
Nilai buku neto 68.210 42.852 Net book value
63
Page 357
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
10. ASET TETAP (lanjutan) 10. FIXED ASSETS (continued)
Aset hak guna per 31 Desember 2025 dan 2024 Right-of-use of assets as of 31 Desember 2025 and
adalah sebagai berikut: (lanjutan) 2024 are as follows: (continued)
31 Desember/December 2024
1 Januari/ Penambahan/ (Pengurangan)/ 31 Desember/
January 2024 Additions (Deductions) December 2024
Biaya perolehan Cost
Bangunan 161.902 16.379 - 178.281 Buildings
Kendaraan 25.639 1.323 - 26.962 Vehicles
187.541 17.702 - 205.243
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Bangunan (94.854) (24.332) - (119.186) Buildings
Kendaraan (12.302) (5.545) - (17.847) Vehicles
(107.156) (29.877) - (137.033)
Nilai buku neto 80.385 68.210 Net book value
Perseroan menyewa beberapa aset termasuk The Company had rent a number of assets which
bangunan dan kendaraan. Jangka waktu masa sewa include buildings and vehicles. The period of lease
berkisar 1 - 5 tahun. term ranged between 1 - 5 years.
11. ASET LAIN-LAIN 11. OTHER ASSETS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga Third parties
Setoran dalam perjalanan 27.837 31.585 Deposit in transit
Uang muka 19.207 16.200 Advance payments
Tagihan Pajak Penghasilan Income Tax Receivables
(lihat Catatan 9) 14.371 - (refer to note 9)
Deposit Pajak Penghasilan 12.039 - Income Tax Deposit
Biaya provisi dibayar di muka 8.169 1.625 Prepaid provision cost
Uang jaminan 2.597 2.597 Security deposits
Piutang karyawan 1.265 1.218 Employee Receivables
Biaya jasa penerbitan obligasi 408 393 Prepaid bonds issuance cost
Asuransi dibayar di muka 218 499 Prepaid insurance
Sewa dibayar di muka 56 83 Prepaid rent
Lain-lain 29.989 36.002 Other
116.156 90.202
Pihak berelasi Related parties
Sewa dibayar di muka 689 689 Prepaid rent
Piutang bunga deposito 125 137 Interest receivables - time deposits
814 826
116.970 91.028
Lain-lain merupakan pemeliharaan dan perawatan Others mainly represent repairment and
sistem teknologi informasi, dan biaya dibayar dimuka. maintenance of information technology system, and
prepaid expenses.
Lihat Catatan 26a untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26a for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
64
Page 358
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
12. UTANG USAHA 12. TRADE PAYABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga Third parties
Utang kendaraan 381.683 460.788 Vehicle payables
Utang asuransi 88.658 143.420 Insurance payables
470.341 604.208
Utang usaha merupakan utang kepada pemasok atas Trade payables represent payables to suppliers for
pembiayaan kendaraan bermotor dan utang kepada motor vehicle financing and payables to insurance
perusahaan asuransi yang berkaitan dengan companies in relation to motor vehicle financing and
pembiayaan kendaraan bermotor dan alat berat. heavy equipment
13. UTANG LAIN-LAIN 13. OTHER PAYABLES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga Third parties
Titipan konsumen 109.857 126.235 Customer deposits
PPN keluaran 14.149 13.637 VAT out
Liabilitas pajak Tax liabilities
Pasal 21 915 847 Article 21
Pasal 23 601 772 Article 23
PPh final 6 101 Final tax
Liabilitas sewa 3.236 6.478 Lease liabilities
Jasa notaris 1.160 983 Notary service
Barang dan jasa 1.452 111 Goods and services
Lain-lain 13.498 11.666 Others
144.874 160.830
Pihak berelasi Related parties
Liabilitas sewa 12.780 24.353 Lease liabilities
Pembiayaan bersama 21.566 27.033 Joint financing
Lain-lain - 240 Others
34.346 51.626
179.220 212.456
Jumlah beban bunga atas liabilitas sewa masing- The balances of interest expense from lease
masing sebesar Rp1.674 dan Rp2.724 untuk tahun liabilities amounted to Rp1,674 and Rp2,724 for the
yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024. years ended 31 December 2025 and 2024,
respectively.
Analisis jatuh tempo utang lain-lain terkait sewa The maturity analysis of other payables related to
adalah sebagai berikut: lease is as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
1 tahun 14.568 16.464 1 year
2 tahun 1.380 13.121 2 years
3 tahun 68 1.201 3 years
4 tahun - 45 4 years
Total 16.016 30.831 Total
65
Page 359
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
13. UTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 13. OTHER PAYABLES (continued)
Pembiayaan bersama adalah porsi cicilan Joint financing represents the portion of installment
pembayaran piutang pembiayaan yang telah diterima payments for financing receivables that have been
dari konsumen namun belum dibayarkan kepada received from customers but have not been paid to
pemberi pembiayaan bersama. joint financing providers.
Lain-lain terutama terdiri dari utang kepada pihak Others mainly consist of payables to third parties
ketiga yang berkaitan dengan utang asuransi dan related to insurance payable and vehicle license
biaya biro jasa Surat Tanda Nomor Kendaraan. service fee.
Lihat Catatan 26b untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26b for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
14. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR 14. ACCRUED EXPENSES
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Pihak ketiga Third parties
Bunga yang masih harus dibayar 77.257 98.917 Accrued interest
Gaji dan tunjangan 40.176 122.406 Salaries and allowances
Perbaikan dan pemeliharaan 3.689 1.031 Repairs and maintenance
Telepon 2.835 2.732 Telephone
Jasa profesional 2.111 1.230 Professional fee
Listrik dan air 333 386 Utilities
Promosi 116 109 Promotion
Lain-lain 4.680 11.587 Others
131.197 238.398
Pihak berelasi Related parties
Bunga yang masih harus dibayar 8.935 9.543 Accrued interest
140.132 247.941
Lain-lain terutama terdiri dari beban yang masih Others mainly consist of entertainment, stamps,
harus dibayar terkait jamuan, materai, alat tulis stationary, printing, travelling and training.
kantor, cetakan, perjalanan dinas dan pelatihan.
Lihat Catatan 26b untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26b for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
15. PINJAMAN YANG DITERIMA 15. BORROWINGS
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Revolving Revolving
Pinjaman bank 6.087.198 3.930.565 Bank loans
Non-revolving Non-revolving
Pinjaman bank 9.005.123 16.018.744 Bank loans
Pinjaman lembaga keuangan Financial institution
non-bank 791.017 1.563.817 non-bank loans
15.883.338 21.513.126
Biaya provisi yang belum diamortisasi (21.817) (36.930) Unamortized provision cost
15.861.521 21.476.196
66
Page 360
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Jumlah fasilitas/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/
Facility amount Loan amount Maturity date of the facility
31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024 December 2025 December 2024 December 2025 December 2024
Pinjaman bank/Bank loans
Revolving
Rupiah
Pihak ketiga/Third parties
Juni/
PT Bank Central Asia Tbk 500.000 - - - Juni 2026 -
Juli/
PT Bank HSBC Indonesia 250.000 - - - July 2026 -
Mei/
PT Bank UOB Indonesia 300.000 - - - May 2026 -
November/
PT Bank OCBC NISP Tbk 200.000 - - - November 2026 -
Juni/
PT Bank ANZ Indonesia 335.640 - - - June 2026 -
Juni/
251.730 - - - June 2026 -
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta Februari/
MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch 1.317.387 - 500.000 - February 2026 -
April/ April
PT Bank SMBC Indonesia Tbk 300.000 300.000 - - April 2026 April 2025
Desember
PT Bank CTBC Indonesia 50.000 - - - December 2026 -
Agustus/
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 150.000 - - - August 2026 -
3.654.757 300.000 500.000 -
Pihak berelasi/Related parties
Juni/
PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk 1.000.000 - - - June 2026 -
Desember/ Desember/
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 400.000 400.000 160.000 240.000 December 2027 December 2027
Januari/ Januari/
375.000 375.000 156.250 231.250 January 2028 January 2028
Desember/ Desember/
200.000 200.000 119.999 160.000 December 2028 December 2028
September/ September/
97.000 97.000 53.350 72.750 September 2028 September 2028
Juli/ Juli/
7.000 7.000 3.617 5.016 July 2028 July 2028
Desember/ Desember
9.000 9.000 5.400 7.200 December 2028 December 2028
Januari/ Januari/
600.000 600.000 370.000 490.000 Januari 2029 January 2029
Februari/ Februari/
100.000 100.000 63.334 83.333 February 2029 February 2029
April/
- 100.000 - 33.333 - April 2025
Mei/
- 148.000 - 61.667 - May 2025
Juni/ Juni/
100.000 100.000 50.000 83.333 June 2027 June 2027
Juli/ Juli/
100.000 100.000 52.778 86.111 July 2027 July 2027
Agustus/ Agustus/
100.000 100.000 55.556 88.889 August 2027 August 2027
Agustus/ Agustus/
30.000 30.000 16.667 26.667 August 2027 August 2027
September/ September/
500.000 500.000 291.667 458.333 September 2027 September 2027
September/ September/
700.000 700.000 525.000 665.000 September 2029 September 2029
Maret/ Maret/
18.000 18.000 11.700 15.300 March 2029 March 2029
April/ April/
11.400 11.400 7.600 9.880 April 2029 April 2029
Oktober/ Oktober/
550.000 550.000 389.583 527.085 October 2028 October 2028
Oktober/ Oktober/
300.000 300.000 212.500 287.500 October 2028 October 2028
November/ November/
100.000 100.000 72.917 97.918 November 2028 November 2028
Desember/ Desember/
200.000 200.000 149.999 200.000 December 2028 December 2028
September/
- 200.000 - - - September 2028
Maret/
35.500 - 30.175 - March 2030 -
67
Page 361
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Jumlah fasilitas/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/
Facility amount Loan amount Maturity date of the facility
31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024 December 2025 December 2024 December 2025 December 2024
Pinjaman bank (lanjutan)/
Bank loans (continued)
Revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak berelasi (lanjutan)
/Related parties (continued)
Januari/
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 120.000 - 92.500 - January 2029 -
(lanjutan) Februari/
100.000 - 79.167 - February 2029 -
Maret/
100.000 - 81.250 - March 2029 -
Juli/
100.000 - 91.667 - July 2030 -
April/
100.000 - 83.334 - April 2029 -
Mei/
100.000 - 85.417 - May 2029 -
Juni/
100.000 - 87.500 - June 2029 -
Agustus/
100.000 - 88.889 - August 2028 -
September/
400.000 - 299.999 - September 2026 -
Juli/
26.600 - 24.383 - July 2030 -
September/
42.500 - - - September 2026 -
September/
300.000 - - - September 2026 -
Oktober/
600.000 - 500.000 - October 2026 -
November/
300.000 - 275.000 - November 2026 -
Desember/
1.000.000 - 1.000.000 - December 2026 -
9.022.000 4.945.400 5.587.198 3.930.565
Jumlah/Total revolving 12.676.757 5.245.400 6.087.198 3.930.565
Non-revolving
Rupiah
Pihak ketiga/Third parties
PT Bank Central Asia Tbk Februari/
- 500.000 - 27.778 - February 2025
Juni/
- 600.000 - 100.000 - June 2025
Oktober/
- 400.000 - 111.111 - October 2025
Juli/
- 1.500.000 - 291.667 - July 2025
November/
- 1.000.000 - 305.556 - November 2025
Januari/ Januari/
500.000 500.000 135.417 260.417 January 2027 January 2027
Maret/ Maret/
500.000 500.000 41.667 208.333 March 2026 March 2026
Juni/ Juni/
1.600.000 1.600.000 266.667 800.000 June 2026 June 2026
September/ September/
500.000 500.000 125.000 291.667 September 2026 September 2026
Desember/ Desember/
1.000.000 1.000.000 333.333 666.667 December 2026 December 2026
Desember/ Desember/
400.000 400.000 133.333 266.667 December 2026 December 2026
Desember/ Desember/
500.000 500.000 166.667 333.333 December 2026 December 2026
Juni/ Juni/
1.000.000 1.000.000 500.000 833.333 June 2027 June 2027
Juni/ Juni/
1.000.000 1.000.000 500.000 833.333 June 2027 June 2027
Agustus/ Agustus/
1.000.000 1.000.000 555.555 888.889 August 2027 August 2027
Desember/ Desember/
700.000 700.000 466.666 700.000 December 2027 December 2027
September/
1.300.000 - 1.191.667 - September 2028 -
Januari/
5.000.000 - - - January 2027 -
68
Page 362
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Jumlah fasilitas/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/
Facility amount Loan amount Maturity date of the facility
31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024 December 2025 December 2024 December 2025 December 2024
Pinjaman bank (lanjutan)/
Bank loans (continued)
Non-revolving (lanjutan/continued)
Rupiah (lanjutan/continued)
Pihak ketiga (lanjutan)
/Third parties (continued)
Maret/
PT Bank UOB Indonesia - 260.000 - 25.000 - March 2025
September/
- 260.000 - 75.000 - September 2025
Januari/
PT Bank Danamon Indonesia Tbk - 500.000 - 13.889 - January 2025
Oktober/
- 1.000.000 - 277.778 - October 2025
Desember/
1.000.000 - - - December 2026 -
PT Bank Pan Indonesia Tbk Mei/
- 1.000.000 - 138.889 - May 2025
November/
- 1.000.000 - 305.555 - November 2025
Maret/ Maret/
500.000 500.000 41.667 208.333 March 2026 March 2026
April/ April/
500.000 500.000 55.556 222.222 April 2026 April 2026
April/
1.000.000 - - - April 2026 -
Oktober/ Oktober/
1.000.000 1.000.000 277.778 611.111 October 2026 October 2026
Mei/ Mei
1.000.000 1.000.000 472.222 805.555 May 2027 May 2027
September/ September/
1.000.000 1.000.000 583.333 916.667 September 2027 September 2027
Maret/
1.000.000 - 750.000 - March 2028 -
Maret/
PT Bank DKI - 200.000 - 18.072 - March 2025
Maret/ Maret/
1.000.000 1.000.000 394.320 768.601 March 2027 March 2027
Maret/
PT Bank CIMB Niaga Tbk - 500.000 - 41.667 - March 2025
Maret/ Maret/
400.000 400.000 33.333 166.667 March 2026 March 2026
Agustus/
PT Bank QNB Indonesia Tbk - 300.000 - 166.667 - August 2026
Juni/
PT Bank Permata Tbk - 400.000 - 66.667 - June 2025
Desember/
500.000 - - - December 2025* -
Juni/
PT Bank Oke Indonesia Tbk - 500.000 - 89.851 - June 2025
Juli/
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk - 430.000 - 89.921 - July 2025
November/
- 300.000 - 198.331 - November 2026
Januari/
300.000 - 214.626 - January 2028 -
PT Bank Pembangunan Daerah Agustus/
Jawa Barat dan Banten Tbk - 500.000 - 277.778 - August 2026
Agustus/
PT Bank of India Indonesia Tbk - 500.000 - 277.778 - Agustus 2026
Januari/ Januari/
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 750.000 750.000 270.833 520.833 January 2027 January 2027
April/ April/
PT Bank Maspion Indonesia Tbk 300.000 300.000 133.333 233.333 April 2027 April 2027
Maret/
PT Bank CTBC Indonesia 200.000 - 150.000 - March 2028 -
Mei/
PT Bank DBS Indonesia 500.000 - - - May 2026 -
25.950.000 26.800.000 7.792.973 13.434.916
Mata uang asing/Foreign currency
Pihak ketiga/Third parties
Februari/ Februari/
PT Bank Mizuho Indonesia 756.250 756.250 69.925 336.708 February 2026 February 2026
September/
1.678.200 - - - September 2026 -
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta April/
MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch - 409.459 - 76.770 - April 2025
*) Masih dalam proses perpanjangan fasilitas *) Still in the process of extending the facility
69
Page 363
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Jumlah fasilitas/ Jumlah pinjaman/ Jatuh tempo fasilitas/
Facility amount Loan amount Maturity date of the facility
31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024 December 2025 December 2024 December 2025 December 2024
Pinjaman bank (lanjutan)/
Bank loans (continued)
Non-revolving (lanjutan/continued)
Mata uang asing (lanjuran)/
Foreign currency (continued)
Pihak ketiga (lanjutan)/
Third parties (continued)
Februari/ Februari/
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.000.000 1.000.000 414.897 742.057 February 2027 February 2027
Juli/ Juli/
500.000 500.000 273.032 429.016 July 2027 July 2027
Juli/ Juli/
PT Bank Permata Tbk 400.000 400.000 241.343 365.243 July 2027 July 2027
Agustus/ Agustus/
315.000 315.000 193.578 292.955 August 2027 August 2027
4.649.450 3.380.709 1.192.775 2.242.749
Rupiah
Pihak berelasi/Related parties
Mei/
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk - 400.000 - 47.065 - May 2025
Desember/
- 450.000 - 112.500 - December 2025
Oktober/ Oktober/
93.000 93.000 19.375 42.625 October 2026 October 2026
Oktober/
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - 500.000 - 138.889 - October 2025
93.000 1.443.000 19.375 341.079
Pinjaman Lembaga keuangan non-bank/
Financial institution non-bank loans
PT Sarana Multigriya Juli/ Juli/
Finansial (Persero) 600.000 600.000 91.053 331.723 July 2026 July 2026
Maret/ Maret/
500.000 500.000 212.350 384.368 March 2027 March 2027
Juni/ Juni/
1.000.000 1.000.000 487.614 847.726 June 2027 June 2027
2.100.000 2.100.000 791.017 1.563.817
Jumlah/Total non-revolving 32.792.450 33.723.709 9.796.140 17.582.561
Jumlah/Total 45.469.207 38.969.109 15.883.338 21.513.126
Saldo pinjaman bank dan lembaga keuangan non Bank loans and non-bank financial institution loans
bank sesuai dengan tanggal jatuh temponya sebagai balance based on maturity date follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Tahun Year
2025 - 10.782.999 2025
2026 10.403.474 7.135.356 2026
2027 4.023.629 2.875.481 2027
2028 dan sesudahnya 1.456.235 719.290 2028 and there after
15.883.338 21.513.126
70
Page 364
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, the Company
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman yang belum has undrawn loan facilities with details as follows:
ditarik dengan rincian sebagai berikut:
31 Desember/December 2025
Jumlah fasilitas
yang belum
ditarik/
Nama bank/ Jenis pinjaman/ Nomor perjanjian/ Tanggal perjanjian/ Jumlah fasilitas/ Undrawn facility Jatuh tempo fasilitas/
Bank name Loan type Agreement number Agreement date Facility amount amount Maturity date facility
Revolving:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pinjaman Kredit Modal Kerja 187 29 September/ 5.825.000 320.677 21 September/
Executing 15 September 2025 September 2026
Working Capital Facility15
Pinjaman Kredit Modal Kerja WCO.KP/772/KMK/2022 22 September/ 150.000 67.125 21 September/
Auto Loan Pegawai/ September 2025 September 2026
Working Capital Facility
Auto Loan Employee 22 September/ 21 September/
Pinjaman Kredit Modal Kerja 188 September 2025 300.000 300.000 September 2026
Revolving
PT Bank ANZ Indonesia Fasilitas Modal Kerja/ 085/FA/ANZ/AMD/VI/2025 30 Juni/ 251.730 251.730 30 Juni/
Working Capital Facility June 2025 June 2026
Fasilitas Kredit Berulang 084/FA/ANZ/AMD/VI/2025 30 Juni/ 335.640 335.640 30 Juni/
Tanpa Komitmen June 2025 June 2026
Uncommitted Revolving
Credit Facility
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Fasilitas Modal Kerja/ B.735/ARO/EB/1025 30 Oktober/ 150.000 150.000 30 Agustus/
Working Capital Facility October 2025 August 2026
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta/ Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch Tanpa Komitmen 2025-0012271 24 Juli/ 1.317.387 817.387 28 Februari/
Uncommitted Short Term July 2025 February 2026
Loan Facility
PT Bank OCBC NISP Tbk Fasilitas Demand Loan/ 447/ILS-JKT/PK/X/2025 27 Oktober/ 200.000 200.000 10 November/
Demand Loan Facility October 2025 November 2026
PT Bank Central Asia Tbk Pinjaman Berjangka 114 23 Juli/ 500.000 500.000 11 Juni/
Money Market/ July 2025 June 2026
PT Bank SMBC Indonesia Tbk Loan on Note BTPN/NS/0095 30 April/ 300.000 300.000 30 April/
April 2025 April 2026
PT Bank HSBC Indonesia Pinjaman Berulang I/ JAK/210416/U/00547045 17 Juni/ 250.000 250.000 31 Juli/
Revolving Loan I June 2021 July 2026
PT Bank UOB Indonesia Revolving Credit Facility 680/05/2025 14 Mei/May 2025 300.000 300.000 29 Mei/May 2026
16 Oktober/ 7 Desember/
PT Bank CTBC Indonesia Short Term Loan 479/ADD/X/2025 October 2025 50.000 50.000 December 2026
PT Bank Negara Indonesia Fasilitas Kredit Modal Kerja/ 26 Juni/ 26 Juni/
(Persero) Tbk Working Capital Credit Facility 31 June 2025 1.000.000 1.000.000 June 2026
Jumlah/Total revolving 10.929.757 4.842.559
Non-revolving:
23 Juli/ 1 Januari/
PT Bank Central Asia Tbk Installment Loan 20 114 July 2025 5.000.000 5.000.000 January 2027
24 September/ 24 September/
PT Bank Mizuho Indonesia Term Loan 956/AMD/MZH/0925 September 2025 1.678.200 1.678.200 September 2026
26 Agustus/ 16 Mei/
PT Bank DBS Indonesia Amortized Term Loan 206/PFPA-DBSI/VIII/1-2/2025 August 2025 500.000 500.000 May 2026
12 Desember/ 17 Desember/
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Term Loan 7 391/PP/EB/1225 December 2025 1.000.000 1.000.000 December 2026
30 Juni/ 30 Desember/
PT Bank Permata Tbk Term Loan 3 32 June 2025 500.000 500.000 December 2025*
3 Oktober/ 3 April/
PT Bank Panin Tbk Pinjaman Tetap 26 04 October 2025 1.000.000 1.000.000 April 2026
Jumlah/Total non-revolving 9.678.200 9.678.200
Jumlah/Total 20.607.957 14.520.759
*) Masih dalam proses perpanjangan fasilitas *) Still in the process of extending the facility
71
Page 365
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, As of 31 December 2025 and 2024, the Company
Perseroan memiliki fasilitas pinjaman yang belum has undrawn loan facilities with details as follows:
ditarik dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/December 2024
Jumlah fasilitas
yang belum
ditarik/
Nama bank/ Jenis pinjaman/ Nomor perjanjian/ Tanggal perjanjian/ Jumlah fasilitas/ Undrawn facility Jatuh tempo fasilitas/
Bank name Loan type Agreement number Agreement date Facility amount amount Maturity date facility
Revolving:
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pinjaman Kredit Modal Kerja 167 23 September/ 3.925.000 31.833 23 September/
Executing 15 September 2024 September 2025
Working Capital Facility15
Pinjaman Kredit Modal Kerja 169 23 September/ 150.000 112.603 23 September/
Auto Loan Pegawai/ September 2024 September 2025
Working Capital Facility
Auto Loan Employee 23 September/ 23 September/
Pinjaman Kredit Modal Kerja 168 September 2024 200.000 200.000 September 2025
Revolving
PT Bank ANZ Indonesia Fasilitas Modal Kerja/ 1300/FA/ANZ/AMD/ 27 Juni/ 242.430 242.430 30 Juni/
Working Capital Facility VI/2024 June 2024 June 2025
Fasilitas Kredit Berulang 1299/FA/ANZ/AMD/VI/2024 27 Juni/ 323.240 323.240 30 Juni/
Tanpa Komitmen June 2024 June 2025
Uncommitted Revolving
Credit Facility
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Fasilitas Modal Kerja/ B.756/ARO/EB/1024 17 Desember/ 150.000 150.000 30 Agustus/
Working Capital Facility December 2024 August 2025
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta/ Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek
MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch Tanpa Komitmen 2024-0002527 27 Mei/ 808.100 808.100 28 Februari/
Uncommitted Short Term May 2024 February 2025
Loan Facility
PT Bank OCBC NISP Tbk Fasilitas Demand Loan/ 506/ILS-JKT/PK/X/2024 8 November/ 200.000 200.000 10 November/
Demand Loan Facility November 2024 November 2025
PT Bank Central Asia Tbk Pinjaman Berjangka 67 21 Mei/ 553.000 553.000 11 Maret/
Money Market/ May 2024 March 2025
PT Bank Permata Tbk Money Market Loan/ 0845/MM/ADD/IV/2024/CG6 19 April/ 100.000 100.000 15 Februari/
Money Market Loan April 2024 February 2025
PT Bank HSBC Indonesia Pinjaman Berulang I/ JAK/210416/U/00547045 17 Juni/ 250.000 250.000 31 Juli/
Revolving Loan I June 2021 July 2025
PT Bank CTBC Indonesia Pinjaman Jangka Pendek/ 472/ADD/XII/2024 18 Desember/ 200.000 200.000 7 Desember/
Short Term Loan December 2024 December 2025
PT Bank Rakyat Indonesia Kredit Jangka Pendek/ 70 24 Oktober/ 100.000 100.000 24 Oktober/
(Persero) Tbk Short Term Loan October 2024 October 2025
PT Bank SMBC Indonesia Tbk
(dahulu/formerly
PT Bank BTPN Tbk) Loan on Note BTPN/NS/0095 13 Mei/May 2024 300.000 300.000 30 April/April 2025
PT Bank UOB Indonesia Revolving Credit Facility 883/06/2024 25 Juni/June 2024 300.000 300.000 29 Mei/May 2025
Jumlah/Total revolving 7.801.770 3.871.206
Non-revolving:
21 Mei/ 31 Desember/
PT Bank Central Asia Tbk Installment Loan 19 67 May 2024 5.000.000 1.300.000 December 2025
Pinjaman Berjangka/ 19 September/ 25 September/
PT Bank Mizuho Indonesia Term Loan 927/AMD/MZH/0924 September 2024 1.616.200 1.616.200 September 2025
16 Mei/ 16 Mei/
PT Bank DBS Indonesia Amortized Term Loan 118/PFP-DBSI/V/1-2/2024 May 2024 500.000 500.000 May 2025
25 November/ 25 Mei/
PT Bank Pan Indonesia Tbk Pinjaman Tetap 25 64 November 2024 1.000.000 1.000.000 May 2025
17 Desember/ 17 Desember/
PT Bank Danamon Indonesia Tbk Term Loan 7 191 December 2024 1.500.000 1.500.000 December 2025
Jumlah/Total non-revolving 9.616.200 5.916.200
Jumlah/Total 17.417.970 9.787.406
72
Page 366
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
15. PINJAMAN YANG DITERIMA (lanjutan) 15. BORROWINGS (continued)
Pinjaman bank dalam rupiah di atas dikenakan The bank loans denominated in Rupiah bear interest
bunga antara 4,80% - 7,60% dan 6,00% - 7,60% rates ranging between 4.80% - 7.60% and 6.00% -
pada tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 7.60% for the year ended 31 December 2025 and
2025 dan 2024. Pinjaman bank dalam mata uang 2024. The bank loans denominated in foreign
asing dikenakan bunga currency bear interest of USD-SOFR+0.60%-1.08%
USD-SOFR+0,60%-1,08% per tahun dan per annum and SOFR+0.60%-1.20% per annum for
USD-SOFR+0,60%-1,20% per tahun pada tahun the year ended 31 December 2025 and 2024,
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan respectively.
2024.
Selama tahun yang berakhir pada tanggal During the years, ended 31 December 2025 and
31 Desember 2025 dan 2024, Perseroan telah 2024, the Company has paid the loan principal and
melakukan pembayaran cicilan pokok dan bunga interest installments on schedule.
pinjaman sesuai jadwal yang ditetapkan.
Pinjaman-pinjaman ini dijamin dengan piutang These loans are secured by consumer financing
pembiayaan konsumen sejumlah Rp4.709.317 pada receivables amounting to Rp4,709,317 as of
tanggal 31 Desember 2025 (31 Desember 2024: 31 December 2025 (31 December 2024:
Rp9.259.955) dan piutang sewa pembiayaan Rp9,259,955) and finance lease receivables
sejumlah Rp460.323 pada tanggal amounting to Rp460,323 as of 31 December 2025
31 Desember 2025 (31 Desember 2024: (31 December 2024: Rp1,238,030).
Rp1.238.030).
Fasilitas pinjaman dari beberapa bank mensyaratkan The loan facilities from those banks require the
Perseroan untuk memberikan pemberitahuan tertulis Company to provide a written notice in respect of
dalam hal pembagian dividen, perubahan modal dan dividend payments, changes of capital and
pemegang saham, perubahan susunan direksi dan shareholders, changes of directors and
komisaris, perubahan bisnis utama, investasi dan commissioners, changes of main business,
perolehan pinjaman baru dari bank lain. investment and obtaining new loan facilities from
other banks.
Dalam perjanjian pinjaman tersebut, Perseroan juga Under the loan agreements, the Company is also
diwajibkan untuk memenuhi persyaratan keuangan obliged to comply with financial covenants such as
seperti rasio jumlah utang bunga terhadap ekuitas gearing ratio not exceeding 10:1 and other reporting
tidak melebihi rasio 10:1 dan kewajiban obligations. As of 31 December 2025 and
penyampaian laporan lainnya. Pada tanggal 2024, the Company has complied with the terms and
31 Desember 2025 dan 2024, Perseroan telah conditions set forth in the bank loan agreement.
memenuhi persyaratan dan kondisi yang tertuang di
dalam perjanjian pinjaman bank.
Fasilitas-fasilitas pinjaman ini dipergunakan untuk The loan facilities are used for the Company’s
modal kerja kegiatan usaha Perseroan. working capital.
Lihat Catatan 26b untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26b for details of balances and
dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
16. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF 16. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
31 Desember/December 2025
Jumlah nosional Nilai wajar/Fair values
mata uang asing
(jumlah penuh)/ Piutang Utang
Notional amount in derivatif/ derivatif/
foreign currency Derivative Derivative
Instrumen (full amount) receivables payables Instruments
Terkait nilai tukar Foreign exchange and
dan suku bunga interest rate related
Swap mata uang asing dan Cross currency swaps and
suku bunga interest rate
PT Bank Mizuho Indonesia USD 4.166.674 6.238 - PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 24.722.752 18.437 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 16.269.352 2.955 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk USD 14.381.099 1.393 - PT Bank Permata Tbk
PT Bank Permata Tbk USD 11.534.840 4.803 - PT Bank Permata Tbk
33.826 -
73
Page 367
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 16. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
(continued)
31 Desember/December 2024
Jumlah nosional Nilai wajar/Fair values
mata uang asing
(jumlah penuh)/ Piutang Utang
Notional amount in derivatif/ derivatif/
foreign currency Derivative Derivative
Instrumen (full amount) receivables payables Instruments
Terkait nilai tukar Foreign exchange and
dan suku bunga interest rate related
Swap mata uang asing dan Cross currency swaps and
suku bunga interest rate
MUFG Bank,Ltd.,Cabang Jakarta USD 4.750.000 7.979 - MUFG Bank,Ltd.,Jakarta Branch
PT Bank Mizuho Indonesia USD 20.833.338 22.045 - PT Bank Mizuho Indonesia
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 45.913.682 14.014 - PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Danamon Indonesia Tbk USD 26.544.732 - 6.579 PT Bank Danamon Indonesia Tbk
PT Bank Permata Tbk USD 22.598.870 - 6.075 PT Bank Permata Tbk
PT Bank Permata Tbk USD 18.126.177 970 - PT Bank Permata Tbk
45.008 12.654
Perseroan menghadapi risiko pasar, terutama karena The Company is exposed to market risks, primarily
perubahan kurs mata uang asing dan tingkat bunga to changes in foreign currency exchange and
mengambang, dan menggunakan instrumen derivatif floating interest rates, and uses derivative
untuk lindung nilai atas risiko tersebut sebagai bagian instruments to hedge these risks as part of its risk
dari manajemen risiko. Perseroan tidak memiliki atau management activities. The Company does not
menerbitkan instrumen derivatif untuk tujuan-tujuan hold or issue derivative instruments for trading
diperdagangkan. purposes.
Selisih nilai wajar instrumen derivatif yang ditujukan The fair value difference of derivative instruments
sebagai lindung nilai arus kas dan rugi selisih kurs designated as cash flow hedges and foreign
atas utang bank dalam mata uang asing neto setelah exchange loss of bank loan denominated in foreign
pajak dicatat pada penghasilan komprehensif lain currency net of taxes were reported as other
sebesar (Rp4.572) dan (Rp20.225) pada comprehensive income amounting to (Rp4,572)
31 Desember 2025 dan 2024. Saldo kerugian and (Rp20,225) in 31 December 2025 and 2024.
kumulatif yang timbul dari perubahan nilai wajar Cumulative losses from the changes in fair value of
instrumen derivatif tersebut disajikan sebagai derivative instrument are presented as “Cumulative
”Kerugian) kumulatif atas instrumen derivatif untuk gain (loss) on derivative instrument for cash flow
lindung nilai arus kas - neto” pada ekuitas masing- hedges - net” a in the equity amounted to
masing sebesar (Rp21.995) dan (Rp17.423) pada (Rp21,995) and (Rp17,423) as of 31 December
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. 2025 and 2024, respectively.
MUFG Bank, Ltd., Cabang Jakarta MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch
Perseroan melakukan kontrak swap mata uang dan The Company entered into cross currency swap
suku bunga dengan MUFG Bank, Ltd., Cabang contracts and interest rate swap contracts with
Jakarta dengan rincian sebagai berikut: MUFG Bank, Ltd., Jakarta Branch with details as
follows:
Dasar pinjaman/ Nilai kontrak/ Tanggal perjanjian/ Tanggal jatuh tempo/ Jenis kontrak swap/
Underlying loan Contract value Agreement date Maturity date Type of swap contract
11 Maret/ 11 April/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral Loan/Bilateral Loan USD28.500.000 March 2022 April 2025 Cross currency interest rate swaps
Perseroan membayar angsuran pokok dan bunga The Company pays installments of principal and
setiap 3 (tiga) bulan dengan tingkat suku bunga tetap interest every 3 (three) months at annual fixed rate
sebesar 6,00% dan menerima dengan tingkat suku by 6.00% and receives a floating rate of SOFR
bunga mengambang SOFR Compound + 1,20% Compound +1.20% in USD for cross-currency and
dalam USD untuk kontrak swap mata uang dan suku interest rate swap.
bunga.
Perseroan telah melunasi utang dengan MUFG The Company has paid off to MUFG Bank, Ltd.,
Bank, Ltd., Cabang Jakarta pada tanggal 11 April Jakarta Branch on 11 April 2025.
2025.
74
Page 368
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 16. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
(continued)
PT Bank Mizuho Indonesia PT Bank Mizuho Indonesia
Perseroan melakukan kontrak swap mata uang dan The Company entered into cross currency swap
suku bunga dengan PT Bank Mizuho Indonesia contracts and interest rate swap contracts with
dengan rincian sebagai berikut: PT Bank Mizuho Indonesia as follows:
Dasar pinjaman/ Nilai kontrak/ Tanggal perjanjian/ Tanggal jatuh tempo/ Jenis kontrak swap/
Underlying loan Contract value Agreement date Maturity date Type of swap contract
Bilateral loan/ 8 April/ 13 Februari/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral loan USD50.000.000 April 2022 February 2026 Cross currency interest rate swaps
Perseroan membayar angsuran pokok dan bunga The Company pays installments of principal and
setiap 3 (tiga) bulan dengan tingkat suku bunga tetap interest every 3 (three) months at annual fixed rate
dan menerima dengan tingkat bunga mengambang and has received a floating rate of SOFR
SOFR Compound +1,08% dalam USD untuk kontrak Compound +1.08% in USD for cross-currency and
swap mata uang dan suku bunga. interest rate swap.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk PT Bank Danamon Indonesia Tbk
Perseroan melakukan kontrak swap mata uang dan The Company entered into cross currency swap
suku bunga dengan PT Bank Danamon Indonesia contracts and interest rate swap contracts with
Tbk dengan rincian sebagai berikut: PT Bank Danamon Indonesia Tbk with details as
follows:
Dasar pinjaman/ Nilai kontrak/ Tanggal perjanjian/ Tanggal jatuh tempo/ Jenis kontrak swap/
Underlying loan Contract value Agreement date Maturity date Type of swap contract
13 November/ 12 Februari/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral Loan/Bilateral Loan USD63.572.791 November 2023 February 2027 Cross currency interest rate swaps
13 November/ 23 Juli/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral Loan/Bilateral Loan USD30.826.140 November 2023 July 2027 Cross currency interest rate swaps
Perseroan membayar angsuran pokok dan bunga The Company pays installments of principal and
setiap bulan dengan tingkat suku bunga tetap dan interest every month at annual fixed rate and
menerima dengan tingkat suku bunga mengambang receives a floating rate of Term SOFR + 0.69%
masing-masing Term SOFR + 0,69% dan Term and Term SOFR + 0.60% each in USD for cross-
SOFR + 0,60% dalam USD untuk kontrak swap mata currency and interest rate swap.
uang dan suku bunga.
PT Bank Permata Tbk PT Bank Permata Tbk
Perseroan melakukan kontrak swap mata uang dan The Company entered into cross currency swap
suku bunga dengan PT Bank Permata Tbk dengan contracts and interest rate swap contracts with
rincian sebagai berikut: PT Bank Permata Tbk with details as follows:
Dasar pinjaman/ Nilai kontrak/ Tanggal perjanjian/ Tanggal jatuh tempo/ Jenis kontrak swap/
Underlying loan Contract value Agreement date Maturity date Type of swap contract
12 April/ 24 Juli/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral Loan/Bilateral Loan USD24.653.312 April 2023 July 2027 Cross currency interest rate swaps
12 April/ 14 Agustus/ Swap mata uang dan suku bunga/
Bilateral Loan/Bilateral Loan USD19.774.011 April 2023 August 2027 Cross currency interest rate swaps
Perseroan membayar angsuran pokok dan bunga The Company pays installments of principal and
setiap 3 (tiga) bulan dengan tingkat suku bunga tetap interest every 3 (three) months at annual fixed rate
dan menerima dengan tingkat suku bunga and receives a floating rate of Term SOFR +
mengambang masing-masing Term SOFR + 0,60% 0.60% and Term SOFR + 0.63% in USD for cross-
dan Term SOFR + 0,63% dalam USD untuk kontrak currency and interest rate swap.
swap mata uang dan suku bunga.
75
Page 369
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
16. INSTRUMEN KEUANGAN DERIVATIF (lanjutan) 16. DERIVATIVE FINANCIAL INSTRUMENTS
(continued)
Kontrak swap mata uang dan suku bunga Perseroan The Company’s cross currency and interest rate
telah memenuhi kriteria dan berlaku efektif sebagai swap contracts are designated as effective cash
lindung nilai arus kas. Oleh karenanya, nilai wajar flow hedge. Therefore, the fair value of the
instrumen lindung nilai disajikan pada penghasilan hedging instrument is presented under other
komprehensif lainnya di bagian ekuitas. Aset atau comprehensive income in the equity section. The
liabilitas terkait yang timbul dari transaksi swap related assets or liabilities arising from the swap
tersebut disajikan pada piutang atau utang derivatif. transaction is presented under derivative
receivables or payables.
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Obligasi Berkelanjutan V Tahap I - 386.000 Continuing Bonds V Phase I
Obligasi Berkelanjutan V Tahap II 485.700 485.700 Continuing Bonds V Phase II
Obligasi Berkelanjutan V Tahap III 376.615 1.228.055 Continuing Bonds V Phase III
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I 691.735 691.735 Continuing Bonds VI Phase I
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II 1.131.110 1.131.110 Continuing Bonds VI Phase II
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap III 1.163.085 1.163.085 Continuing Bonds VI Phase III
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV 1.609.110 1.609.110 Continuing Bonds VI Phase IV
Obligasi Berkelanjutan VII Tahap I 775.270 - Continuing Bonds VI Phase IV
6.232.625 6.694.795
Dikurangi: Less:
Beban emisi yang belum diamortisasi: Unamortized issuance cost:
Saldo awal (12.870) (8.235) Beginning balance
Penambahan (2.601) (8.764) Additions
Amortisasi (lihat Catatan 22) 4.745 4.129 Amortization (refer to Note 22)
(10.726) (12.870)
Total 6.221.899 6.681.925 Total
Surat berharga yang diterbitkan sesuai dengan jatuh Securities issued based on maturity profile, are as
temponya sebagai berikut: follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Tahun Year
2025 - 1.237.440 2025
2026 2.043.045 1.729.535 2026
2027 881.940 881.940 2027
2028 dan sesudahnya 3.307.640 2.845.880 2028 and there after
6.232.625 6.694.795
Obligasi Berkelanjutan V Continuing Bonds V
Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds V
Tahap I Tahun 2020 Phase I Year 2020
Pada tanggal 13 Agustus 2020 Perseroan telah On 13 August 2020, the Company issued Mandiri
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Tunas Finance Continuing Bonds V Phase I Year
Finance Tahap I Tahun 2020 (”Obligasi 2020 (“Continuing Bonds V Phase I”) with details as
Berkelanjutan V Tahap I”) dengan rincian sebagai follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series B 386.000 8,60% 13 Agustus/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
August 2025 tempo/Bullet payment on due date
76
Page 370
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V (lanjutan) Continuing Bonds V (continued)
Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds V
Tahap I Tahun 2020 (lanjutan) Phase I Year 2020 (continued)
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang These bonds are secured by the Company’s
pembiayaan konsumen Perseroan sebesar minimum consumer financing receivables for a minimum
60% untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap I dari amount of 60% of the nominal value of Continuing
pokok obligasi terutang. Pada tanggal Bonds V Phase I. As of 31 December 2024, the
31 Desember 2024, piutang pembiayaan konsumen amount of consumer financing receivables that are
yang dijaminkan adalah sejumlah Rp199.812, pledged as security for bonds payable is
sedangkan piutang sewa pembiayaan yang Rp199,812, while finance lease receivables that are
dijaminkan adalah sejumlah Rp31.788 (lihat Catatan pledged is Rp31,788 (refer to Note 5 and 6).
5 dan 6).
Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang If the amount of consumer financing receivables is
dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari less than the requirement, the Company has to
uang tunai yang ditempatkan pada rekening place sufficient cash into an escrow account
penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk established by PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Tbk as trustee for Continuing Bonds V Phase I.
wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap I.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others,
Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia collateral with fiduciary transfer of consumer
berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio financing receivables and debt to equity ratio not to
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi exceed 10:1. Moreover, during the year that the
rasio 10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum bond principals are still outstanding, the Company
dilunasi, Perseroan tidak diperkenankan, antara lain is not allowed to, among others, merge unless
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan performed on the same business and to sell or
pada bidang usaha yang sama serta menjual atau assign more than 50% of the Company’s asset,
mengalihkan lebih dari 50% aset Perseroan kecuali except for the Company’s normal business
untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. transactions.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants on
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA+ PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
(Double A Plus) terhadap Obligasi Berkelanjutan V idAA+ (Double A plus) of Continuing Bonds V Phase
Tahap I sesuai dengan suratnya No. RC-537/PEF- I based on its report No. RC-537/PEF-DIR/V/2020
DIR/V/2020 tanggal 8 Mei 2020 untuk periode 8 Mei dated 8 May 2020 for the period 8 May 2020 until
2020 sampai dengan 1 Mei 2021. 1 May 2021.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan V idAAA (Triple A) of Continuing Bonds V Phase I
Tahap I terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. 5 March 2025 until 1 March 2026.
Perseroan telah melunasi utang obligasi The company has paid off continuing Bonds V
berkelanjutan V tahap I seri B sebesar Rp386.000 Phase I serie B in the amount Rp386,000 on
pada tanggal 11 Agustus 2025. 11 August 2025.
77
Page 371
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V (lanjutan) Continuing Bonds V (continued)
Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds V
Tahap II Tahun 2021 Phase II Year 2021
Pada tanggal 20 Mei 2021 Perseroan telah On 20 May 2021, the Company issued Mandiri
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Tunas Finance Continuing Bonds V Phase II Year
Finance Tahap II Tahun 2021 (”Obligasi 2021 (“Continuing Bonds V Phase II”) with details
Berkelanjutan V Tahap II”) dengan rincian sebagai as follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series B 485.700 7,65% 20 Mei/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
May 2026 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan These bonds are secured by the Company’s
konsumen Perseroan sebesar minimum 60% untuk consumer financing receivables for a minimum
Obligasi Berkelanjutan V Tahap II dari pokok obligasi amount of 60% of the nominal value of Continuing
terutang. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan Bonds V Phase II. As of 31 December 2025 and
31 Desember 2024, piutang pembiayaan konsumen 2024, the amount of consumer financing
yang dijaminkan adalah masing-masing sejumlah receivables that are pledged as security for bonds
Rp274.274 dan Rp271.358 sedangkan piutang sewa payable is Rp274,274 and Rp271,358, respectively,
pembiayaan yang dijaminkan adalah masing-masing while the amount of finance lease receivables that
sejumlah Rp17.146 dan Rp20.062 (lihat Catatan 5 dan are pledged is Rp17,146 and Rp20,062,
6). respectively (refer to Note 5 and 6).
Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang If the amount of consumer financing receivables is
dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari less than the requirement, the Company has to
uang tunai yang ditempatkan pada rekening place sufficient cash into an escrow account
penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk established by PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Tbk as trustee for Continuing Bonds V Phase II.
wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap II.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others,
Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia collateral with fiduciary transfer of consumer
berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio financing receivables and debt to equity ratio not to
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio exceed 10:1. Moreover, during the year that the
10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, bond principals are still outstanding, the Company
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain is not allowed to, among others, merge unless
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan performed on the same business and to sell or
pada bidang usaha yang sama serta menjual atau assign more than 50% of the Company’s asset,
mengalihkan lebih dari 50% aset Perseroan kecuali except for the Company’s normal business
untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. transactions.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the above trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA+ PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
(Double A Plus) terhadap Obligasi Berkelanjutan V idAA+ (Double A plus) of Continuing Bonds V Phase
Tahap II sesuai dengan suratnya No. RC-498/PEF- II based on its report No. RC-498/PEF-DIR/V/2021
DIR/V/2021 tanggal 6 Mei 2021 untuk periode dated 6 May 2021 for the period 6 May 2021 until
6 Mei 2021 sampai dengan 1 Mei 2022. 1 May 2022.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan V idAAA (Triple A) of Continuing Bonds V Phase II
Tahap II terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. 5 March 2025 until 1 March 2026.
78
Page 372
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V (lanjutan) Continuing Bonds V (continued)
Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds V
Tahap III Tahun 2022 Phase III Year 2022
Pada tanggal 23 Februari 2022, Perseroan telah On 23 February 2022, the Company issued Mandiri
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Tunas Finance Continuing Bonds V Phase III Year
Finance Tahap III Tahun 2022 (”Obligasi 2022 (“Continuing Bonds V Phase III”) with details
Berkelanjutan V Tahap III”) dengan rincian sebagai as follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 851.440 5,90% 23 Februari/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
February 2025 tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 376.615 6,75% 23 Februari/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
February 2027 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan These bonds are secured by the Company’s
konsumen Perseroan sebesar minimum 60% untuk consumer financing receivables for a minimum
Obligasi Berkelanjutan V Tahap III dari pokok obligasi amount of 60% of the nominal value of Continuing
terutang. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bonds V Phase III. As of 31 December 2025 and
piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan 2024, the amount of consumer financing receivables
adalah sejumlah Rp196.276 dan Rp650.305 that are pledged as security for bonds payable is
sedangkan piutang sewa pembiayaan yang Rp196,276 and Rp650,305 while the amount of
dijaminkan adalah sejumlah Rp29.693 dan Rp86.528 finance lease receivables that are pledged is
(lihat Catatan 5 dan 6). Rp29,693 and Rp86,528 (refer to Note 5 and 6).
Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang If the amount of consumer financing receivables is
dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari less than the requirement, the Company has to
uang tunai yang ditempatkan pada rekening place sufficient cash into an escrow account
penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk established by PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Tbk as trustee for Continuing Bonds V Phase III.
wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap III.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others, collateral
Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia with fiduciary transfer of consumer financing
berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio receivables and debt to equity ratio not to exceed
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio 10:1. Moreover, during the year that the bond
10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, principals are still outstanding, the Company is not
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain melakukan allowed to, among others, merge unless performed
penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang on the same business and to sell or assign more
usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan than 50% of the Company’s asset, except for the
lebih dari 50% aset Perseroan kecuali untuk kegiatan Company’s normal business transactions.
usaha Perseroan sehari-hari.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the above trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAA+ PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
(Double A Plus) terhadap Obligasi Berkelanjutan V idAA+ (Double A Plus) of Continuing Bonds V
Tahap III sesuai dengan suratnya No. RC-498/PEF- Phase III based on its report No. RC-498/PEF-
DIR/V/2021 tanggal 6 Mei 2021 untuk periode 6 Mei DIR/V/2021 dated 6 May 2021 for the period
2021 sampai dengan 1 Mei 2022. 6 May 2021 until 1 May 2022.
79
Page 373
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan V (lanjutan) Continuing Bonds V (continued)
Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds V
Tahap III Tahun 2022 (lanjutan) Phase III Year 2022 (continued)
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat idAAA PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
(Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan V Tahap III idAAA (Triple A) of Continuing Bonds V Phase III
terakhir sesuai dengan suratnya No. RC-199/PEF- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk periode DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period
5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. 5 March 2025 until 1 March 2026.
Perseroan telah melunasi utang obligasi Berkelanjutan The company has paid off continuing Bonds V
V Tahap III seri A sebesar Rp851.440 pada tanggal Phase III serie A in the amount Rp851,440 on
20 Februari 2025. 20 February 2025.
Obligasi Berkelanjutan VI Continuing Bonds VI
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap I Tahun 2023 Phase I Year 2023
Pada tanggal 11 Juli 2023, Perseroan telah On 11 July 2023, the Company issued Mandiri
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Mandiri Tunas Tunas Finance Continuing Bonds VI Phase I Year
Finance Tahap I Tahun 2023 (”Obligasi Berkelanjutan 2023 (“Continuing Bonds V Phase I”) with details
VI Tahap I”) dengan rincian sebagai berikut: as follows:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 439.660 6,00% 11 Juli/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
July 2026 tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 252.075 6,25% 11 Juli/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
July 2028 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan These bonds are secured by the Company’s
konsumen Perseroan sebesar minimum 60% untuk consumer financing receivables for a minimum
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I dari pokok obligasi amount of 60% of the nominal value of Continuing
terutang. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bonds VI Phase I. As of 31 December 2025 and
piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan 2024, the amount of consumer financing
adalah sejumlah Rp369.703 dan Rp281.591 receivables that are pledged as security for bonds
sedangkan piutang sewa pembiayaan yang payable is Rp369,703 and Rp281,591 while the
dijaminkan adalah sejumlah Rp45.338 dan amount of finance lease receivables that are
Rp133.450 (lihat Catatan 5 dan 6). pledged is Rp45,338 and Rp133,450 (refer to Note
5 and 6).
Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang If the amount of consumer financing receivables is
dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari less than the requirement, the Company has to
uang tunai yang ditempatkan pada rekening place sufficient cash into an escrow account
penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk established by PT Bank Rakyat Indonesia
oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku (Persero) Tbk as trustee for Continuing Bonds VI
wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I. Phase I.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others,
Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia collateral with fiduciary transfer of consumer
berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio financing receivables and debt to equity ratio not to
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio exceed 10:1. Moreover, during the year that the
10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, bond principals are still outstanding, the Company
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain is not allowed to, among others, merge unless
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan performed on the same business and to sell or
pada bidang usaha yang sama serta menjual atau assign more than 50% of the Company’s asset,
mengalihkan lebih dari 50% aset Perseroan kecuali except for the Company’s normal business
untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. transactions.
80
Page 374
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan VI (lanjutan) Continuing Bonds VI (continued)
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap I Tahun 2023 (lanjutan) Phase I Year 2023 (continued)
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAAA (Triple PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I sesuai idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase I
dengan suratnya No. RC-235/PEF-DIR/III/2023 based on its report No. RC-235/PEF-DIR/III/2023
tanggal 16 Maret 2023 untuk periode dated 16 March 2023 for the period 16 March 2023
16 Maret 2023 sampai dengan 1 Maret 2024. until 1 March 2024.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase I
Tahap I terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. 5 March 2025 until 1 March 2026.
\
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap II Tahun 2023 Phase II Year 2023
Pada tanggal 27 September 2023 Perseroan telah On 27 September 2023, the Company issued
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI Phase
Finance Tahap II Tahun 2023 (”Obligasi II Year 2023 (“Continuing Bonds V Phase II”) with
Berkelanjutan VI Tahap II”) dengan rincian sebagai details as follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 804.175 6,50% 27 September/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
September 2026 tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 326.935 6,75% 27 September/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
September 2028 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut dijamin dengan piutang pembiayaan These bonds are secured by the Company’s
konsumen Perseroan sebesar minimum 60% untuk consumer financing receivables for a minimum
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II dari pokok obligasi amount of 60% of the nominal value of Continuing
terutang. Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Bonds VI Phase II. As of 31 December 2025 and
piutang pembiayaan konsumen yang dijaminkan 2024, the amount of consumer financing
adalah sejumlah Rp596.502 dan Rp604.657 receivables that are pledged as security for bonds
sedangkan piutang sewa pembiayaan yang payable is Rp596,502 and Rp604,657 while the
dijaminkan adalah sejumlah Rp82.164 dan Rp74.009 amount of finance lease receivables that are
(lihat Catatan 5 dan 6). pledged is Rp82,164 and Rp74,009 (refer to Note 5
and 6).
Jika jumlah piutang pembiayaan konsumen kurang If the amount of consumer financing receivables is
dari yang dipersyaratkan, maka akan dipenuhi dari less than the requirement, the Company has to
uang tunai yang ditempatkan pada rekening place sufficient cash into an escrow account
penampungan atas nama Perseroan yang ditunjuk established by PT Bank Rakyat Indonesia
oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku (Persero) Tbk as trustee for Continuing Bonds VI
wali amanat untuk Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II. Phase II.
81
Page 375
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan VI (lanjutan) Continuing Bonds VI (continued)
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap II Tahun 2023 (lanjutan) Phase II Year 2023 (lanjutan)
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, among others,
Perseroan, antara lain memberikan jaminan fidusia collateral with fiduciary transfer of consumer
berupa piutang pembiayaan konsumen dan rasio financing receivables and debt to equity ratio not to
jumlah pinjaman terhadap ekuitas tidak melebihi rasio exceed 10:1. Moreover, during the year that the
10:1. Selain itu, selama pokok obligasi belum dilunasi, bond principals are still outstanding, the Company
Perseroan tidak diperkenankan, antara lain is not allowed to, among others, merge unless
melakukan penggabungan usaha kecuali dilakukan performed on the same business and to sell or
pada bidang usaha yang sama serta menjual atau assign more than 50% of the Company’s asset,
mengalihkan lebih dari 50% aset Perseroan kecuali except for the Company’s normal business
untuk kegiatan usaha Perseroan sehari-hari. transactions.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAAA (Triple PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II sesuai idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase II
dengan suratnya No. RC-235/PEF-DIR/III/2023 based on its report No. RC-235/PEF-DIR/III/2023
tanggal 16 Maret 2023 untuk periode 16 Maret 2023 dated 16 March 2023 for the period 16 March 2023
sampai dengan 1 Maret 2024. until 1 March 2024.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase II
Tahap II terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period 5
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. March 2025 until 1 March 2026.
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap III Tahun 2024 Phase III Year 2024
Pada tanggal 28 Mei 2024 Perseroan telah On 28 May 2024, the Company issued Mandiri
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI Phase III Year
Tunas Finance Tahap III Tahun 2024 (”Obligasi 2024 (“Continuing Bonds VI Phase III”) with details
Berkelanjutan VI Tahap III”) dengan rincian sebagai as follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 81.590 7,00% 28 Mei/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
May 2027 tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 1.081.495 7,25% 28 Mei/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
May 2029 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan These bonds are not secured by any special
khusus. collateral.
82
Page 376
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan VI (lanjutan) Continuing Bonds VI (continued)
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap III Tahun 2024 (lanjutan) Phase III Year 2024 (continued)
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, debt to equity ratio not
Perseroan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas to exceed 10:1. Moreover, during the year that the
tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok bond principals are still outstanding, the Company
obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak is not allowed to, among others, merge unless
diperkenankan, antara lain melakukan performed on the same business and to sell or
penggabungan usaha kecuali dilakukan pada bidang assign more than 50% of the Company’s asset,
usaha yang sama serta menjual atau mengalihkan except for the Company’s normal business
lebih dari 50% aset Perseroan kecuali untuk kegiatan transactions.
usaha Perseroan sehari-hari.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds IV Phase III
Tahap III terakhir sesuai dengan suratnya No. RTG- with the latest based on its report No. RTG-
132/PEF-DIR/V/2024 tanggal 3 Mei 2024 untuk 132/PEF-DIR/V/2024 dated 3 May 2024 for the
periode 6 Maret 2024 sampai dengan 1 Maret 2025. period 6 March 2024 until 1 March 2025.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VII Phase III
Tahap III terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period 5
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. March 2025 until 1 March 2026.
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap IV Tahun 2024 Phase IV Year 2024
Pada tanggal 19 November 2024 Perseroan telah On 19 November 2024, the Company issued
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI Phase
Tunas Finance Tahap IV Tahun 2024 (”Obligasi IV Year 2024 (“Continuing Bonds VI Phase IV”) with
Berkelanjutan VI Tahap IV”) dengan rincian sebagai details as follows:
berikut:
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 423.735 6,70% 19 November/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
November 2027 tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 1.185.375 6,85% 19 November/ Pembayaran penuh pada saat jatuh
November 2029 tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan These bonds are not secured by any special
khusus. collateral.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, debt to equity ratio not
Perseroan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas to exceed 10:1. Moreover, during the year that the
tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok bond principals are still outstanding, the Company
obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak is not allowed to, among others, merge unless
diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan performed on the same business and to sell or
usaha kecuali dilakukan pada bidang usaha yang assign more than 50% of the Company’s asset,
sama serta menjual atau mengalihkan lebih dari 50% except for the Company’s normal business
aset Perseroan kecuali untuk kegiatan usaha transactions.
Perseroan sehari-hari.
83
Page 377
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan VI (lanjutan) Continuing Bonds VI (continued)
Obligasi Berkelanjutan VI Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VI
Tahap IV Tahun 2024 (lanjutan) Phase IV Year 2024 (continued)
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the trustee agreements.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase IV
Tahap IV terakhir sesuai dengan suratnya No. RTG- with the latest based on its report No. RTG-
363/PEF-DIR/X/2024 tanggal 8 Oktober 2024 untuk 363/PEF-DIR/X/2024 dated 8 October 2024 for the
periode 6 Maret 2024 sampai dengan 1 Maret 2025. period 6 March 2024 until 1 March 2025.
PT Pefindo telah menetapkan kembali peringkat PT Pefindo has rated the Continuing Bonds as
idAAA (Triple A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI idAAA (Triple A) of Continuing Bonds VI Phase IV
Tahap IV terakhir sesuai dengan suratnya No. RC- with the latest based on its report No. RC-199/PEF-
199/PEF-DIR/III/2025 tanggal 5 Maret 2025 untuk DIR/III/2025 dated 5 March 2025 for the period
periode 5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. 5 March 2025 until 1 March 2026.
Obligasi Berkelanjutan VII Continuing Bonds VII
Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VII
Tahap I Tahun 2025 Phase I Year 2025
Pada tanggal 8 Juli 2025 Perseroan telah On 8 July 2025, the Company issued Mandiri Tunas
menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Finance Continuing Bonds VII Phase I Year 2025
Tunas Finance Tahap I Tahun 2025 (”Obligasi (“Continuing Bonds VII Phase I”) with details as
Berkelanjutan VI Tahap I”) dengan rincian sebagai follows:
berikut :
Tingkat bunga
tetap per tahun/
Obligasi/ Nilai nominal/ Fixed interest Jatuh tempo/ Cicilan pokok Obligasi/
Bonds Nominal value rate per annum Due date Bonds principal installment
Seri/Series A 313.510 6,15% 18 Juli/July 2026 Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series B 236.000 6,50% 8 Juli/July 2028 Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date
Seri/Series C 225.760 6,70% 8 Juli/July 2030 Pembayaran penuh pada saat jatuh
tempo/Bullet payment on due date
Obligasi tersebut tidak dijamin dengan jaminan These bonds are not secured by any special
khusus. collateral.
Dalam perjanjian perwaliamanatan juga diatur The trustee agreement provides several negative
beberapa pembatasan yang harus dipenuhi oleh covenants to the Company, debt to equity ratio not
Perseroan, rasio jumlah pinjaman terhadap ekuitas to exceed 10:1. Moreover, during the year that the
tidak melebihi rasio 10:1. Selain itu, selama pokok bond principals are still outstanding, the Company
obligasi belum dilunasi, Perseroan tidak is not allowed to, among others, merge unless
diperkenankan, antara lain melakukan penggabungan performed on the same business and to sell or
usaha kecuali dilakukan pada bidang usaha yang assign more than 50% of the Company’s asset,
sama serta menjual atau mengalihkan lebih dari 50% except for the Company’s normal business
aset Perseroan kecuali untuk kegiatan usaha transactions.
Perseroan sehari-hari.
Perseroan telah memenuhi batasan-batasan yang The Company has complied with the covenants as
diwajibkan dalam perjanjian tersebut diatas. required by the trustee agreements.
84
Page 378
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
17. SURAT BERHARGA YANG DITERBITKAN 17. SECURITIES ISSUED (continued)
(lanjutan)
Obligasi Berkelanjutan VII (lanjutan) Continuing Bonds VII (continued)
Obligasi Berkelanjutan VII Mandiri Tunas Finance Mandiri Tunas Finance Continuing Bonds VII
Tahap I Tahun 2025 (lanjutan) Phase I Year 2025 (continued)
PT Pefindo telah menetapkan peringkat idAAA (Triple PT Pefindo has rated the Bonds as idAAA (Triple A)
A) terhadap Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I terakhir of Continuing Bonds VI Phase IV with the latest
sesuai dengan suratnya No. RC-198/PEF-DIR/III/2025 based on its report No. RC-198/PEF-DIR/III/2025
tanggal 5 Maret 2025 untuk periode dated 5 March 2025 for the period 5 March 2025
5 Maret 2025 sampai dengan 1 Maret 2026. until 1 March 2026.
Lihat Catatan 26b untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26b for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 18. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION
Liabilitas imbalan kerja terdiri dari: Employee benefits liabilities consist of:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Liabilitas program imbalan pasti 164.381 160.595 Defined benefit plan liabilities
Liabilitas jangka panjang lainnya 54.740 52.567 Other long-term benefit liabilities
Total 219.121 213.162 Total
a. Liabilitas program imbalan pasti a. Defined benefit plan liabilities
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan The amounts recognized in the statement of
penghasilan komprehensif lain untuk program profit or loss and other comprehensive income
imbalan pasti adalah sebagai berikut: for defined benefit plan, are as follows:
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Biaya jasa kini 17.970 21.606 Current service costs
Biaya bunga 10.860 11.328 Interest costs
Biaya jasa lalu (129) (43.499) Past service costs
28.701 (10.565)
Biaya pesangon pemutusan
hubungan kerja 3.718 1.593 Termination expense
Total 32.419 (8.972) Total
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada The movements in employee benefits obligation
laporan posisi keuangan untuk program imbalan in the statement of financial position for defined
pasti adalah sebagai berikut: benefit plan, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 160.595 217.954 Beginning balance
Penyisihan pada laba rugi 32.419 (8.972) Provision in profit or loss
Penyisihan pada penghasilan Provision in other
komprehensif lain (10.586) (40.044) comprehensive income
Pembayaran tahun berjalan (18.047) (8.343) Payment during the year
Saldo akhir 164.381 160.595 Ending balance
85
Page 379
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 18. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued)
(lanjutan)
a. Liabilitas program imbalan pasti (lanjutan) a. Defined benefit plan liabilities (continued)
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan The movements of present value of employee
yang diakui pada laporan posisi keuangan untuk benefit obligation presented in the statement of
program imbalan pasti adalah sebagai berikut: financial position for defined benefit plan, are as
follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 160.595 217.954 Beginning balance
Biaya jasa kini 17.970 21.606 Current service costs
Biaya bunga 10.860 11.328 Interest costs
Biaya jasa lalu (129) (43.499) Past service costs
Pembayaran tahun berjalan (18.047) (8.343) Payments during the year
Biaya pesangon pemutusan
hubungan kerja 3.718 1.593 Termination
Keuntungan pada Actuarial gains
kewajiban aktuaria: on obligation:
Perbedaan historis (6.843) (2.031) Experience adjustment
Asumsi keuangan (3.743) (38.013) Financial assumption
Saldo akhir 164.381 160.595 Ending balance
Mutasi (keuntungan) kerugian aktuarial yang The movements in the balance of actuarial (gain)
diakui sebagai penghasilan komprehensif lain loss charged to other comprehensive income for
untuk program imbalan pasti, bruto pajak defined benefit plan, gross deferred tax, are as
tangguhan sebagai berikut: follows:
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Saldo awal 9.172 49.216 Beginning balance
Keuntungan aktuarial Actuaria gains
yang diakui sebagai penghasilan charged to other
komprehensif lain (10.586) (40.044) comprehensive income
Saldo akhir (1.414) 9.172 Ending balance
b. Liabilitas jangka panjang lainnya b. Other long-term liabilities
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan The amounts recognized in the statement of
penghasilan komprehensif lain untuk liabilitas profit or loss and other comprehensive income
jangka panjang lainnya adalah sebagai berikut: for other long-term liabilities, are as follows:
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Biaya jasa kini 5.290 6.528 Current service costs
Biaya bunga 3.385 3.465 Interest costs
Biaya jasa lalu 224 566 Past service costs
Kerugian (keuntungan) pada Actuarial losses (gains)
kewajiban aktuaria: on obligation:
Perbedaan historis (3.520) 1.030 Experience adjustment
Asumsi keuangan 170 (6.960) Financial assumption
Total 5.549 4.629 Total
86
Page 380
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 18. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued)
(lanjutan)
b. Liabilitas jangka panjang lainnya (lanjutan) b. Other long-term liabilities (continued)
Mutasi liabilitas imbalan kerja karyawan pada The movements in employee benefits obligation
laporan posisi keuangan untuk liabilitas jangka in the statement of financial position for other
panjang lainnya adalah sebagai berikut: long-term liabilities, are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 52.567 56.592 Beginning balance
Penyisihan pada laba rugi 5.549 4.629 Provision in profit or loss
Pembayaran tahun berjalan (3.376) (8.654) Payment during the year
Saldo akhir 54.740 52.567 Ending balance
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan kerja karyawan The movements of present value of employee
yang diakui pada laporan posisi keuangan untuk benefit obligation presented in the statement of
liabilitas jangka panjang lainnya adalah sebagai financial position for other-long term liabilities,
berikut: are as follows:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Saldo awal 52.567 56.592 Beginning balance
Biaya jasa kini 5.290 6.528 Current service costs
Biaya bunga 3.385 3.465 Interest costs
Biaya jasa lalu 224 566 Past service costs
Pembayaran tahun berjalan (3.376) (8.654) Payments during the year
Biaya pembayaran imbalan Payment of Other long-term
jangka panjang lainnya - - benefits cost payment
Kerugian (keuntungan) pada Actuarial losses (gains)
kewajiban aktuaria: on obligation:
Perbedaan historis (3.520) 1.030 Experience adjustment
Asumsi keuangan 170 (6.960) Financial assumption
Saldo akhir 54.740 52.567 Ending balance
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal The employee benefits obligation as of
31 Desember 2025 dan 2024 didasarkan atas 31 December 2025 and 2024 are based on the
estimasi perhitungan aktuaria yang tercantum pada estimated actuarial calculation of Steven & Mourits
laporan Steven & Mourits dengan menggunakan using the projected unit credit method in its report
metode projected unit credit dalam laporan dated 2 January 2026 and 2 January 2025,
aktuarianya tanggal 2 Januari 2026 dan 2 Januari respectively. The principal actuarial assumptions
2025. Asumsi-asumsi dasar yang digunakan aktuaris used by the independent actuary were as follows:
independen adalah sebagai berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
6,30% per tahun/ 7,10% per tahun/
Tingkat diskonto tetap - karyawan permanen per annum per annum Discount rate - permanent employees
4,70% per tahun/ 6,85% per tahun/
Tingkat diskonto tetap - karyawan kontrak per annum per annum Discount rate - contract employees
Tingkat kenaikan gaji 4% per tahun/per annum 5% per tahun/per annum Salary increment rate
Tingkat kematian TMI 4 TMI 4 Rate of mortality
Tingkat cacat 10% dari/from TMI 4 10% dari/from TMI 4 Rate of disability
Tingkat pengunduran diri 7% per tahun pada usia 7% per tahun pada usia Rate of resignations
sampai dengan 40 tahun sampai dengan 40 tahun
dan berkurang hingga dan berkurang hingga
0,00% pada usia 55 tahun/ 0,00% pada usia 55 tahun/
7% per annum up to 40 7% per annum up to 40
years old and decrease years old and decrease
linearly up to 0.00% at linearly up to 0.00% at
55 years old 55 years old
87
Page 381
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 18. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued)
(lanjutan)
Liabilitas imbalan kerja karyawan pada tanggal The employee benefits obligation as of
31 Desember 2025 dan 2024 didasarkan atas 31 December 2025 and 2024 are based on the
estimasi perhitungan aktuaria yang tercantum pada estimated actuarial calculation of Steven & Mourits
laporan Steven & Mourits dengan menggunakan using the projected unit credit method in its report
metode projected unit credit dalam laporan dated 2 January 2026 and 2 January 2025,
aktuarianya tanggal 2 Januari 2026 dan 2 Januari respectively. The principal actuarial assumptions
2025. Asumsi-asumsi dasar yang digunakan aktuaris used by the independent actuary were as follows:
independen adalah sebagai berikut: (lanjutan) (continued)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Tingkat pensiun Karyawan yang bergabung Karyawan yang bergabung Rate of retirements
sejak 1 September 2021, sejak 1 September 2021,
usia pensiun 56 tahun atau usia pensiun 56 tahun atau
46 tahun berdasarkan level/ 46 tahun berdasarkan level/
Employee who join since Employee who join since
1 September 2021, normal 1 September 2021, normal
retirement age 56 years or retirement age 56 years or
46 years based on level. 46 years based on level.
Karyawan yang bergabung Karyawan yang bergabung
sebelum 1 September 2021, sebelum 1 September 2021,
usia pensiun 55 tahun atau usia pensiun 55 tahun atau
56 tahun berdasarkan level/ 56 tahun berdasarkan level/
Employee who join before Employee who join before
1 September 2021, normal 1 September 2021, normal
retirement age 55 years or retirement age 55 years or
56 years based on level. 56 years based on level.
Tabel berikut menunjukkan sensitivitas atas The following table demonstrates the sensitivity to
kemungkinan perubahan tingkat diskonto dan tingkat a reasonably possible change in discount rates and
kenaikan gaji sebesar 1%, dengan variabel lain salary increment rate of 1%, with all other variables
dianggap tetap, terhadap nilai kewajiban imbalan held constant, of the present value of employee
kerja karyawan: (tidak diaudit) benefits obligation: (unaudited)
31 Desember/December 2025
Tingkat diskonto/ Tingkat kenaikan gaji/
Discount rate Salary increment rate
Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease Increase Decrease
Dampak pada nilai kini kewajiban Effect on present value of
imbalan kerja karyawan (14.701) 15.215 16.439 (16.068) employee benefit obligation
31 Desember/December 2024
Tingkat diskonto/ Tingkat kenaikan gaji/
Discount rate Salary increment rate
Kenaikan/ Penurunan/ Kenaikan/ Penurunan/
Increase Decrease Increase Decrease
Dampak pada nilai kini kewajiban (14.285) 16.033 17.295 (15.716) Effect on present value of
imbalan kerja karyawan employee benefit obligation
Analisa profil jatuh tempo pembayaran imbalan kerja The maturity profile analysis of the employee
karyawan pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: benefits payments as of 31 December 2025 and
(tidak diaudit) 2024, is as follows: (unaudited)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
1 tahun 29.830 24.524 1 years
2 - 5 tahun 76.085 73.067 2 - 5 years
Lebih dari 5 tahun 297.147 326.643 More than 5 years
Saldo akhir 403.062 424.234 Ending balance
88
Page 382
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
18. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 18. EMPLOYEE BENEFITS OBLIGATION (continued)
(lanjutan)
Durasi rata-rata tertimbang dari nilai kini kewajiban The weighted average duration of the present value
imbalan kerja karyawan untuk karyawan permanen di of employee benefits obligation for permanent
akhir periode pelaporan tanggal 31 Desember 2025 employees at the end of reporting period as of
dan 2024 masing-masing adalah 10,17 dan 10,92 31 December 2025 and 2024 is 10.17 and
tahun (tidak diaudit). 10.92 years, respectively (unaudited).
Durasi rata-rata tertimbang dari nilai kini kewajiban The weighted average duration of the present value
imbalan kerja karyawan untuk karyawan kontrak di of employee benefits obligation for contract
akhir periode pelaporan tanggal 31 Desember 2025 employees at the end of reporting period as of
dan 2024 adalah 0,58 tahun (tidak diaudit). 31 December 2025 and 2024 is 0.58 years
(unaudited).
19. MODAL SAHAM 19. SHARE CAPITAL
Komposisi pemegang saham Perseroan pada The composition of the Company’s shareholders as
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai of 31 December 2025 and 2024, is as follows:
berikut:
Jumlah Persentase
saham/ kepemilikan/
Number of Nilai/ Percentage of
Pemegang saham shares Value ownership (%) Shareholders
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.275.000.000 127.500 51,00 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Tunas Ridean 1.225.000.000 122.500 49,00 PT Tunas Ridean
2.500.000.000 250.000 100,00
20. PENGGUNAAN LABA 20. PROFIT DISTRIBUTIONS
Cadangan wajib telah dibentuk sesuai dengan A general reserve has been established in
Undang-undang No. 40/2007 mengenai Perseroan accordance with the Indonesian Limited Company
Terbatas, yang mengharuskan perseroan Indonesia Law No. 40/2007 which requires Indonesian
untuk membuat penyisihan cadangan wajib untuk companies to set up a general reserve amounting
ditentukan penggunaannya sebesar sekurang- to at least 20.00% of the Company’s issued and
kurangnya 20,00% dari jumlah modal Perseroan paid up share capital. There is no set period of time
yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang- over which this amount should be accumulated.
undang tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk The balance of the general reserve as of
mencapai cadangan wajib minimum tersebut. Saldo 31 December 2025 and 2024 is Rp50,000.
cadangan wajib pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 adalah Rp50.000.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal The Annual General Shareholder Meeting on
30 Juni 2025 memutuskan untuk menyetujui 30 June 2025 resolved to approve the declaration
pembagian dividen final tahun 2024 sejumlah of 2024 final dividends amounting to Rp351,625
Rp351.625 dari laba neto tahun 2024. from the 2024 net income.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal The Annual General Shareholder Meeting on
28 Juni 2024 memutuskan untuk menyetujui 28 June 2024 resolved to approve the declaration
pembagian dividen final tahun 2023 sejumlah of 2023 final dividends amounting to Rp348,330
Rp348.330 dari laba neto tahun 2023. from the 2023 net income.
89
Page 383
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
21. PENDAPATAN 21. REVENUE
a. Pembiayaan konsumen a. Consumer financing
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Pendapatan Consumer
pembiayaan konsumen 2.194.586 2.432.482 financing income
Pendapatan administrasi dari Administration income from joint
pembiayaan bersama 539.746 700.020 financing
Amortisasi biaya transaksi dan Amortization of transaction cost
yield enhancing income 121.761 305.839 and yield enhancing income
Pendapatan dari piutang Income
yang mengalami penurunan nilai 25.198 12.975 from impaired asset
2.881.291 3.451.316
Pihak berelasi Related parties
Realisasi pendapatan Realized consumer
pembiayaan konsumen 2.837 2.174 financing income
2.884.128 3.453.490
Lihat Catatan 26c untuk rincian saldo dan Refer to Note 26c for details of balances and
transaksi pihak berelasi. transactions with related parties.
b. Sewa pembiayaan b. Finance lease
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Pendapatan Financial
sewa pembiayaan 620.252 711.767 lease income
Amortisasi biaya transaksi dan Amortization of transaction cost
yield enhancing income (47.882) (33.401) and yield enhancing income
Pendapatan administrasi dari Administration income from joint
pembiayaan bersama 1 338 financing
572.371 678.704
c. Anjak piutang c. Factoring
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Pendapatan Financial
anjak piutang 1 437 factoring income
Pendapatan dari piutang Income
yang mengalami penurunan nilai - 1 from impaired asset
1 438
90
Page 384
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
21. PENDAPATAN (lanjutan) 21. REVENUE (continued)
d. Simpanan bank d. Deposit in bank
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Rekening koran 807 1.266 Current accounts
Pihak berelasi Related parties
Deposito berjangka Time deposits
dan rekening koran 14.990 16.207 and current accounts
15.797 17.473
Lihat Catatan 26c untuk rincian saldo dan Refer to Note 26c for details of balances and
transaksi dengan pihak berelasi. transactions with related parties.
e. Lain-lain e. Others
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Pendapatan administrasi
akseptasi 217.282 383.225 Acceptance administration income
Pendapatan atas penerimaan
biaya tarik 211.595 133.122 Income from repossess fee
Komisi asuransi 198.129 340.820 Insurance commissions
Pendapatan penalti 189.030 202.567 Penalty income
Penerimaan kembali piutang yang Recovery from writen off
telah dihapusbukukan 158.467 182.787 receivables
Pendapatan penagihan 40.971 31.205 Collection income
Lain-lain 147.751 155.484 Others
1.163.225 1.429.210
Komisi asuransi merupakan komisi yang diterima Insurance commissions represent
dari perusahaan asuransi terkait penutupan commissions from insurance companies in
asuransi atas kegiatan pembiayaan konsumen. relation to insurance coverage for consumer
Pendapatan administrasi akseptasi merupakan financing activities. Acceptance administration
pendapatan yang diterima Perseroan income represents income received by the
sehubungan dengan kepengurusan administrasi Company in relation to handling the
penerimaan asuransi. Utang kepada administrative insurance acceptance. The
perusahaan asuransi dicatat sebagai utang related payables to insurance companies are
usaha di laporan posisi keuangan (lihat recorded as trade payables in the statement of
Catatan 12). financial position (refer to Note 12).
Lain-lain merupakan pendapatan dari Others represent income for refund of
pengembalian premi asuransi atas kendaraan insurance premium for the auctioned vehicles,
yang telah dilelang, administrasi dari administration from auction registration, and
pendaftaran lelang, dan administrasi dari administration from installment payment via
pembayaran angsuran melalui loket payment point.
pembayaran.
91
Page 385
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
22. BEBAN KEUANGAN 22. FINANCE CHARGES
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Bunga pinjaman yang diterima 900.552 1.152.592 Interest on borrowings
Bunga utang obligasi 424.624 386.154 Interest on bonds payable
Administrasi bank dan provisi bank 19.296 66.401 Bank administration and bank provision
Amortisasi biaya emisi Amortization of bonds payable
utang obligasi (lihat Catatan 17) 4.745 4.129 issuance cost (refer to Note 17)
Rugi (laba) selisih kurs 1.351 (4.003) Foreign exchange loss (gain)
Lain-lain 2.687 2.447 Others
1.353.255 1.607.720
Pihak berelasi Related parties
Bunga pinjaman yang diterima 387.518 304.021 Interest on borrowings
Bunga liabilitas sewa 1.341 2.205 Interest on lease liabilities
388.859 306.226
1.742.114 1.913.946
Lihat Catatan 26d untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26d for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
23. BEBAN GAJI DAN TUNJANGAN 23. SALARIES AND BENEFITS EXPENSES
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Gaji dan tunjangan 609.803 745.206 Salaries and allowances
Imbalan pasca kerja dan Post-employment and
jangka panjang lainnya 16.546 (5.936) other long-term benefits
Biaya pesangon dan pembayaran imbalan Termination expense and other
jangka panjang lainnya 12.826 1.593 long-term benefits cost payment
639.175 740.863
Pihak berelasi Related parties
Gaji dan tunjangan 16.837 21.926 Salaries and allowances
Tantiem - 12.442 Tantiem
16.837 34.368
656.012 775.231
Lihat Catatan 26d untuk rincian saldo dan transaksi Refer to Note 26d for details of balances and
pihak berelasi. transactions with related parties.
92
Page 386
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
24. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI 24. GENERAL AND ADMINISTRATIVE EXPENSES
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pihak ketiga Third parties
Biaya penagihan 184.423 142.018 Collection fee
Penyusutan aset tetap Depreciation of fixed assets
(lihat Catatan 10) 53.532 46.957 (refer to Note 10)
Perbaikan dan pemeliharaan 46.026 40.019 Repairs and maintenance
Penyusutan aset hak guna Depreciation of right-of-use assets
(lihat Catatan 10) 30.268 29.877 (refer to Note 10)
Jasa pihak ketiga 22.736 22.585 Third parties service
Komunikasi 14.574 17.128 Communications
Rekrutmen dan pelatihan 12.874 21.270 Recruitment and training
Iuran OJK 12.503 18.432 OJK fees
Perjalanan dinas 10.314 12.437 Travelling
Keamanan 10.033 10.726 Security
Listrik dan air 7.377 7.964 Utilities
Jasa profesional 6.129 7.031 Professional fees
Alat tulis dan cetakan 4.176 5.598 Stationaries and printing
Sewa 1.681 2.689 Rent
Jamuan bisnis 1.934 3.581 Corporate entertainment
Lain-lain 8.854 16.378 Others
Total 427.434 404.690 Total
Pihak berelasi Related parties
Sewa 9.585 8.488 Rent
Total 437.019 413.178 Total
Lain-lain merupakan beban perijinan, piknik Others represent legal, corporate event,
perayaan, iklan, asuransi, sumbangan, publikasi, advertising, insurance expenses, donation,
ekspedisi, koran dan majalah. publication, expedition, newspaper and magazine.
25. LABA PER SAHAM 25. EARNINGS PER SHARE
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Laba tahun berjalan 400.015 1.172.082 Income for the year
Number of ordinary shares
Jumlah saham biasa yang beredar outstanding (in thousands)
(dalam ribuan) (lihat Catatan 19) 2.500.000 2.500.000 (refer to Note 19)
Laba per saham dasar Basic earnings per share
(nilai penuh) 160 469 (full amount)
93
Page 387
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI RELATED PARTIES
Sifat hubungan dengan pihak berelasi adalah The nature of relationships with related parties are
sebagai berikut: as follows:
Sifat hubungan dengan pihak berelasi/
Pihak berelasi/Related parties Nature of relationship with the related parties
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Pemegang saham mayoritas/Controlling shareholder
PT Tunas Ridean Pemegang saham minoritas/Minority shareholder
PT Bumi Daya Plaza Dikendalikan oleh Dana Pensiun Bank Mandiri/
Controlled by Dana Pensiun Bank Mandiri
PT Bank Mandiri Taspen Dikendalikan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk/
Controlled by PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Dana Pensiun Bank Mandiri Bank Mandiri sebagai pendiri/Bank Mandiri as founder
PT Surya Sudeco Dikendalikan oleh PT Tunas Ridean/
Controlled by PT Tunas Ridean
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Badan usaha milik negara/State-owned company
Perum Jaminan Kredit Indonesia Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Badan usaha milik negara/State-owned company
PT Kimia Farma Apotek Entitas anak dari badan usaha milik negara/
Subsidiary of state-owned company
PT Kimia Farma Diagnostika Entitas anak dari badan usaha milik negara/
Subsidiary of state-owned company
PT Kimia Farma Trading & Distribution Entitas anak dari badan usaha milik negara/
Subsidiary of state-owned company
PT Asuransi Jiwa Taspen Entitas anak dari badan usaha milik negara/
Subsidiary of state-owned company
Personil manajemen kunci Grup Personil manajemen kunci Group Bank Mandiri/
Key management personnel of Bank Mandiri Group
Karyawan kunci Anggota Dewan Komisaris dan Direksi/
Members of Boards of Commissioners and Director
Dalam kegiatan normal usaha, Perseroan melakukan In the normal course of business, the Company
transaksi dengan pihak berelasi karena hubungan enters into certain transactions with parties which
kepemilikan dan/atau kepengurusan. are related to the management and/or owned by the
same ultimate shareholder.
Seluruh transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak All significant transactions with related parties are
berelasi dilakukan dengan persyaratan dan kondisi conducted under commercial terms and condition
usaha pada umumnya yang mungkin tidak sama which may not be similar to those conducted with
sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga third parties (Note 2s).
(Catatan 2s).
94
Page 388
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
a. Aset a. Assets
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Kas dan setara kas Cash and cash equivalents
Kas pada bank (lihat Catatan 4) Cash in banks (refer to Note 4)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 931.125 1.232.725 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 93 205 (Persero) Tbk
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 16 16 (Persero) Tbk
PT Bank Negara Indonesia PT Bank Negara Indonesia
(Persero) Tbk 15 - (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen 6 6 PT Bank Mandiri Taspen
931.255 1.232.952
Deposito berjangka (lihat Catatan 4) Time deposits (refer to Note 4)
PT Bank Mandiri Taspen 50.000 50.000 PT Bank Mandiri Taspen
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivable
(lihat Catatan 5) (refer to Note 5)
Personel manajemen kunci Grup 43.883 34.043 Group’s key management personnel
PT Kimia Farma Trading PT Kimia Farma Trading
& Distribution 3.367 5.294 & Distribution
PT Kimia Farma Apotek 518 1.985 PT Kimia Farma Apotek
PT Kimia Farma Diagnostika - 24 PT Kimia Farma Diagnostika
47.768 41.346
Piutang lain-lain Other receivables
(lihat Catatan 8) (refer to Note 8)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 272.337 366.435 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Asuransi Jasa PT Asuransi Jasa
Indonesia (Persero) 2.161 2.161 Indonesia (Persero)
Perum Jaminan Kredit Indonesia 325 325 Perum Jaminan Kredit Indonesia
PT Tunas Ridean - 620 PT Tunas Ridean
274.823 369.541
Aset lain-lain Other assets
(lihat Catatan 11) (refer to Note 11)
PT Bumi Daya Plaza 689 689 PT Bumi Daya Plaza
PT Bank Mandiri Taspen 125 137 PT Bank Mandiri Taspen
814 826
Total aset Total assets associated with
kepada pihak berelasi 1.304.660 1.694.665 related parties
Persentase terhadap total aset 4,66% 4,92% Percentage to total assets
Piutang lain-lain pihak berelasi kepada PT Tunas Other related party receivables from PT Tunas
Ridean, Perum Jaminan Kredit Indonesia, dan Ridean, Perum Jaminan Kredit Indonesia, and
PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terutama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) are in
berhubungan dengan transaksi usaha. respect of trade activities.
Piutang lain-lain pihak berelasi kepada PT Bank Other related party receivables from PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk merupakan pembayaran Mandiri (Persero) Tbk represent payments to
ke dealer untuk porsi pembiayaan bersama yang dealers for joint financing portion which was
dibayarkan terlebih dahulu oleh Perseroan. paid in advance by the Company.
95
Page 389
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
a. Aset (lanjutan) a. Assets (continued)
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan Management believes that the allowance for
kerugian penurunan nilai untuk piutang impairment losses of consumer financing
pembiayaan konsumen dan piutang lain-lain - receivables and other receivables - related
pihak berelasi adalah cukup untuk menutupi party is sufficient to cover any possible losses
kemungkinan kerugian dari tidak tertagihnya from uncollectible accounts.
piutang tersebut.
b. Liabilitas b. Liabilities
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Utang lain-lain (lihat Catatan 13) Other payables (refer to Note 13)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 21.566 27.033 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bumi Daya Plaza 9.922 19.084 PT Bumi Daya Plaza
PT Surya Sudeco 2.858 5.269 PT Surya Sudeco
PT Tunas Ridean - 240 PT Tunas Ridean
34.346 51.626
Beban yang masih
harus dibayar (lihat Catatan 14) Accrued expenses (refer to Note 14)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 7.423 6.399 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) 1.512 2.827 (Persero)
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - 317 (Persero) Tbk
8.935 9.543
Pinjaman (lihat Catatan 15) Borrowings (refer to Note 15)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 5.606.573 4.132.755 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) 791.017 1.563.817 (Persero)
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk - 138.889 (Persero) Tbk
6.397.590 5.835.461
Surat berharga yang diterbitkan Securities issued
(lihat Catatan 17) (refer to Note 17)
Dana Pensiun Bank Mandiri 184.000 194.000 Dana Pensiun Bank Mandiri
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk - 350.000 (Persero) Tbk
PT Asuransi Jiwa Taspen - 100.000 PT Asuransi Jiwa Taspen
184.000 644.000
Total liabilitas kepada pihak Total liabilities associated
berelasi 6.624.871 6.540.630 with related parties
Persentase terhadap total liabilitas 28,69% 22,13% Percentage to total liabilities
Utang lain-lain kepada pihak berelasi terutama Other payables to related parties are mainly in
berhubungan dengan utang angsuran pokok respect of payables related with installments
termasuk bunga kepada pemberi pembiayaan including interest to joint financing principals
bersama dan sewa. providers and lease.
96
Page 390
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
c. Pendapatan c. Revenue
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pembiayaan konsumen Consumer financing
(lihat Catatan 21a) (refer to Note 21a)
Personil manajemen kunci Grup 2.433 1.569 Group’s key management personnel
PT Kimia Farma Trading PT Kimia Farma Trading
& Distribution 311 380 & Distribution
PT Kimia Farma Apotek 93 212 PT Kimia Farma Apotek
PT Kimia Farma Diagnostika - 13 PT Kimia Farma Diagnostika
2.837 2.174
Simpanan Bank (lihat Catatan 21d) Deposit in bank (refer to Note 21d)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 12.283 13.511 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Bank Mandiri Taspen 2.706 2.694 PT Bank Mandiri Taspen
PT Bank Rakyat Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia
(Persero) Tbk 1 2 (Persero) Tbk
14.990 16.207
Total pendapatan dari Total revenue associated
pihak berelasi 17.827 18.381 with related parties
Persentase terhadap total
pendapatan 0,38% 0,33% Percentage to total revenue
Pendapatan bunga simpanan bank berkaitan Interest income from deposit in bank to related
dengan penempatan dana kepada pihak berelasi parties has interest rates 0.00% - 5.50% in
dengan tingkat bunga masing-masing sebesar 2025 and 2024, respectively.
0,00% - 5,50% pada tahun 2025 dan 2024.
d. Beban d. Expenses
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Beban keuangan Financial charges
(lihat Catatan 22) (refer to Note 22)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 298.175 198.370 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
PT Sarana Multigriya Finansial PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) 85.247 89.565 (Persero)
PT Bank Tabungan Negara PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 4.096 15.581 (Persero) Tbk
PT Bumi Daya Plaza 1.065 1.731 PT Bumi Daya Plaza
PT Surya Sudeco 276 474 PT Surya Sudeco
PT Bank Rakyat Indonesia - 505 PT Bank Rakyat Indonesia
388.859 306.226
97
Page 391
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH
BERELASI (lanjutan) RELATED PARTIES (continued)
d. Beban (lanjutan) d. Expenses (continued)
Tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Beban gaji dan tunjangan Salaries and benefits
(lihat Catatan 23) (refer to Note 23)
Kompensasi Dewan Boards of Commissioners and
Komisaris dan Direksi Directors remuneration
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Imbalan kerja jangka pendek: Short-term employee benefits:
Gaji dan tunjangan 5.495 5.450 Salaries and allowances
Tantiem - 2.992 Tantiem
Direksi Directors
Imbalan kerja jangka pendek: Short-term employee benefits:
Gaji dan tunjangan 11.342 16.476 Salaries and allowances
Tantiem - 9.450 Tantiem
16.837 34.368
Beban umum dan administrasi General and administrative expense
(lihat Catatan 24) (refer to Note 24)
PT Bumi Daya Plaza 9.585 8.488 PT Bumi Daya Plaza
Total beban kepada pihak Total expenses associated
berelasi 415.281 349.082 with related parties
Persentase terhadap total beban 10,08% 8,57% Percentage to total expenses
27. MANAJEMEN RISIKO 27. RISK MANAGEMENT
Risiko pasar Market risk
Risiko pasar merupakan risiko yang terutama Market risk is the risk which is primarily caused by
disebabkan karena perubahan tingkat suku bunga, the changes in interest rates, exchange rate of
nilai tukar mata uang Rupiah, harga komoditas dan Rupiah currency, commodity prices and the price of
harga modal atau pinjaman, yang dapat membawa capital or loans, in which the Company may be
risiko bagi Perseroan. Dalam perencanaan usaha exposed to. In the Company's business planning,
Perseroan, risiko pasar yang memiliki dampak market risk with direct impact to the Company is in
langsung kepada Perseroan adalah dalam hal terms of interest rates management.
pengelolaan tingkat bunga.
Perubahan tingkat bunga acuan akan menjadi risiko Changes in interest rates would become a risk at
pada saat perubahannya, terutama ketika tingkat the point of change, especially when the interest
bunga dinaikkan, yang menyebabkan kerugian bagi rate increases, which would cause losses to the
Perseroan sehingga dapat menyebabkan risiko kredit Company, hence resulting in increased Company's
Perseroan meningkat. Untuk itu, Perseroan credit risk. Therefore, the Company consistently
menerapkan pengelolaan tingkat bunga tetap secara implements fixed interest rate management by
konsisten dengan menyesuaikan tingkat bunga kredit making adjustments on lending interest rate and
terhadap tingkat bunga pinjaman dan beban dana. cost of funds.
Sumber pendanaan Perseroan yang terbesar berasal The largest source of funding for the Company
dari skema pembiayaan bersama dengan PT Bank comes from a joint financing scheme with PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk dengan tingkat bunga tetap Mandiri (Persero) Tbk with fixed interest rate and
dan jangka waktu yang sama dengan piutang same period with the consumer financing
pembiayaan konsumen. receivables.
98
Page 392
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued)
Perseroan juga menerbitkan obligasi yang sebagian The Company’s source of funding is also derived
besar mempunyai jangka waktu yang panjang, yaitu from the issuance of bonds mostly for long-term, i.e.
3 (tiga) - 5 (lima) tahun dengan tingkat bunga tetap for 3 (three) - 5 (five) years, with fixed interest rates
serta sejumlah kecil pinjaman dari bank swasta and as well as a small number of loans from the
nasional dan asing dengan tingkat bunga tetap dan national and foreign private banks with fixed and
mengambang. floating interest rates.
Dengan pola aktivitas usaha yang dijalankan With the pattern of business activity currently
Perseroan saat ini, risiko pasar Perseroan adalah operated by the Company, the market risk of the
minimal. Perseroan tidak mempunyai kegiatan usaha Company is minimal. The Company does not have
pembiayaan konsumen dalam mata uang asing. consumer financing business in foreign currency.
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan The following tables summarize the Company’s
liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan financial assets and liabilities categorized by the
menurut mana yang lebih awal antara tanggal earlier of contractual repricing or maturity dates to
repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk see the impact of changes in interest rates (gross):
melihat dampak perubahan tingkat suku bunga
(bruto):
31 Desember/December 2025
Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate
Lebih dari
1 tahun
Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak
mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan
<3 bulan/ bulan/Less sampai 3 bulan/ tahun/Over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/No
Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate
months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total
Aset keuangan Financial assets
Kas pada bank 990.657 - - - - - - 990.657 Cash in banks
Consumer financing
Piutang pembiayaan konsumen - 1.000.379 1.931.981 7.772.481 6.447.323 5.969.011 - 23.121.175 receivables
Piutang sewa pembiayaan - 213.257 408.370 1.495.742 1.092.398 542.667 - 3.752.434 Finance lease receivables
Piutang lain lain - - - - - - 458.153 458.153 Other receivables
Piutang derivatif - - 6.238 - 27.588 - - 33.826 Derivative receivables
Aset lain-lain*) - - - - - - 31.824 31.824 Other assets*)
Jumlah aset keuangan 990.657 1.213.636 2.346.589 9.268.223 7.567.309 6.511.678 489.977 28.388.069 Total financial assets
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Utang usaha - - - - - - 470.341 470.341 Trade payables
Utang lain-lain**) - 8.987 2.089 3.492 1.380 68 147.533 163.549 Other payables**)
Beban yang masih harus
dibayar - 3.168 136.964 - - - - 140.132 Accrued expenses
Pinjaman yang diterima - 1.422.637 1.875.408 7.091.684 4.017.887 1.453.905 - 15.861.521 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - - - 2.041.499 880.739 3.299.661 - 6.221.899 Securities issued
Jumlah liabilitas keuangan - 1.434.792 2.014.461 9.136.675 4.900.006 4.753.634 617.874 22.857.442 Total financial liabilities
Total interest
Jumlah selisih penilaian bunga 990.657 (221.156) 332.128 131.548 2.667.303 1.758.044 (127.897) 5.530.627 repricing gap
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan setoran jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
31 Desember/December 2024
Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate
Lebih dari
1 tahun
Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak
mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan
<3 bulan/ bulan/Less sampai 3 bulan/ tahun/Over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/No
Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate
months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total
Aset keuangan Financial assets
Kas pada bank 1.284.161 - - - - - - 1.284.161 Cash in banks
Consumer financing
Piutang pembiayaan konsumen - 1.088.517 2.036.881 8.285.549 7.766.536 8.018.459 - 27.195.942 receivables
Piutang sewa pembiayaan - 283.951 539.896 2.013.111 1.745.649 912.980 5.495.587 Finance lease receivables
Anjak piutang - 577 1.158 5.213 6.950 20.850 - 34.748 Factoring receivables
Piutang lain lain - - - - - - 533.714 533.714 Other receivables
Piutang derivatif - - - 7.979 22.045 14.984 - 45.008 Derivative receivables
Aset lain-lain*) - - - - - - 35.537 35.537 Other assets*)
Jumlah aset keuangan 1.284.161 1.373.045 2.577.935 10.311.852 9.541.180 8.967.273 569.251 34.624.697 Total financial assets
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan setoran jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
99
Page 393
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko pasar (lanjutan) Market risk (continued)
Tabel berikut menggambarkan rincian aset dan The following tables summarize the Company’s
liabilitas keuangan Perseroan yang dikelompokkan financial assets and liabilities categorized by the
menurut mana yang lebih awal antara tanggal earlier of contractual repricing or maturity dates to
repricing atau tanggal jatuh tempo kontraktual untuk see the impact of changes in interest rates (gross):
melihat dampak perubahan tingkat suku bunga (continued)
(bruto): (lanjutan)
31 Desember/December 2024
Tingkat bunga tetap/Fixed interest rate
Lebih dari
1 tahun
Bunga Lebih dari 3 sampai 2 Tidak
mengambang Kurang dari 1 1 bulan bulan sampai 1 tahun/ Lebih dari dikenakan
<3 bulan/ bulan/Less sampai 3 bulan/ tahun/Over 3 Over 1 2 tahun/ bunga/No
Floating Rate < 3 than 1 month months year to 2 Over 2 interest rate
months 1 month to 3 months to 1 year years years charges Total
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Utang usaha - - - - - - 604.208 604.208 Trade payables
Utang lain-lain**) - 9.062 2.265 5.137 13.121 1.246 166.268 197.099 Other payables**)
Utang derivatif - - - - - 12.654 - 12.654 Derivative payable
Beban yang masih harus
dibayar - 3.118 244.823 - - - - 247.941 Accrued expenses
Pinjaman yang diterima - 1.055.825 2.023.080 7.686.394 7.123.001 3.587.896 - 21.476.196 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - - 851.315 385.860 1.727.057 3.717.693 - 6.681.925 Securities issued
Jumlah liabilitas keuangan - 1.068.005 3.121.483 8.077.391 8.863.179 7.319.489 770.476 29.220.023 Total financial liabilities
Total interest
Jumlah selisih penilaian bunga 1.284.161 305.040 (543.548) 2.234.461 678.001 1.647.784 (201.225) 5.404.674 repricing gap
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
Perusahaan memiliki pinjaman dalam mata uang The Company has loans in foreign currency and the
asing, dalam hal ini Perusahaan sudah melakukan Company has already anticipated the currency risk
antisipasi terhadap risiko nilai tukar dengan telah by implementing hedging policy for loans in foreign
menetapkan kebijakan lindung nilai untuk pinjaman currency.
yang diterima dalam mata uang asing.
Risiko kredit Credit risk
Pengelolaan risiko kredit perseroan diarahkan untuk The Company’s credit risk management is directed
meningkatkan keseimbangan antara ekspansi kredit to improve the balance between healthy credit
yang sehat dengan pengelolaan kredit secara expansion with a prudent credit management to
prudent agar terhindar dari penurunan kualitas atau avoid the decline in the quality or being Non
menjadi Non Performing Loan (NPL), serta Performing Loan (NPL), as well as, capital
mengelola penggunaan modal untuk memperoleh management to earn optimal return. It starts from
return yang optimal. Dimulai dari proses awal the process of receiving credit applications
penerimaan aplikasi kredit yang selektif dan ditangani selectively and handling them with prudence
dengan prinsip kehati-hatian, yang mana aplikasi principle, where the credit application would go
kredit akan melalui proses survey dan analisa kredit through survey and credit analysis process before
sebelum disetujui oleh Komite Kredit. Perseroan juga being approved by the Credit Committee. The
menerapkan Pedoman Penerapan Prinsip Mengenal Company also implemented the Manual for
Nasabah dan ketentuan uang muka kendaraan Implementation of Know Your Customer Principles
sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan. down payment regulation as regulated in Financial
Services Authority Regulation.
Untuk setiap kategori aset keuangan, Perseroan For each financial asset category, the Company
harus mengungkapkan eksposur maksimum should disclose maximum exposure to credit risk
terhadap risiko kredit dan analisa konsentrasi risiko and concentration of credit risk analysis.
kredit.
100
Page 394
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
i. Eksposur maksimum terhadap risiko kredit i. Maximum exposure to credit risk
Nilai tercatat dari aset keuangan Perseroan The carrying amount of the Company’s
selain piutang sewa pembiayaan dan piutang financial assets other than finance lease
pembiayaan konsumen menggambarkan receivables and consumer financing
eksposur maksimum atas risiko tersebut. Dalam receivables represent the maximum exposure
hal piutang pembiayaan konsumen dan sewa of credit. In case of consumer financing and
pembiayaan, Perseroan menggunakan agunan finance lease receivables, the Company uses
untuk meminimalkan risiko kredit. Perseroan the collateral to minimize the credit risk. The
menetapkan jenis dan nilai agunan yang diterima Company determined the type and value of
antara lain tanah, bangunan dan Bukti Pemilikan collaterals accepted such as land, buildings,
Kendaraan Bermotor (BPKB) atas kendaraan and Certificate of Ownership of the vehicles
yang dibiayai Perseroan. Apabila terjadi default financed by the Company. In times of default,
(gagal bayar), Perseroan akan menggunakan the Company will use the collateral as the last
agunan tersebut sebagai pilihan terakhir untuk resort in recovering the obligation of the
pemenuhan kewajiban counterparty. counterparty.
Konsentrasi risiko kredit timbul ketika sejumlah Concentrations of credit risk arise when a
pelanggan bergerak dalam aktivitas usaha yang number of customers are engaged in similar
sama atau aktivitas dalam wilayah geografis business activities or activities within the same
yang sama, atau ketika mereka memiliki geographic region, or when they have similar
karakteristik yang sejenis yang akan characteristics that would cause their ability to
menyebabkan kemampuan untuk memenuhi meet contractual obligations to be similarly
kewajiban kontraktualnya sama-sama affected by changes in economic or other
dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi conditions.
atau yang lainnya.
Perseroan bergerak di bidang usaha The Company is currently engaged in
pembiayaan konsumen yang pelanggannya consumer financing business in which the
kebanyakan adalah individu dan tidak customers are mainly individuals and they are
terkonsentrasi pada wilayah geografis tertentu. not concentrated in the specific geographic
region.
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit ii. Concentration of credit risk analysis
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko The following tables set out the total credit risk
kredit dan konsentrasi risiko aset keuangan and risk concentration of financial assets of the
konsumen yang dimiliki Perseroan (bruto): Company (gross):
a. Sektor geografis a. Geographical sector
31 Desember/December 2025
Lainnya/
Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total
Kas pada bank 988.017 756 737 1.042 105 990.657 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 13.898.240 3.645.191 3.060.891 2.253.298 263.555 23.121.175 receivables
Piutang sewa pembiayaan 2.995.738 380.124 204.894 156.207 15.471 3.752.434 Finance lease receivables
Piutang lain-lain 458.153 - - - - 458.153 Other receivables
Piutang derivatif 33.826 - - - - 33.826 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 3.069 105 32 11 28.607 31.824 Other assets*)
18.377.043 4.026.176 3.266.554 2.410.558 307.738 28.388.069
31 Desember/December 2024
Lainnya/
Jawa Bali Sumatera Kalimantan Sulawesi Others Total
Kas pada bank 1.280.516 772 1.957 785 131 1.284.161 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 16.044.381 3.819.498 4.211.717 2.769.230 351.116 27.195.942 receivables
Piutang sewa pembiayaan 4.513.905 421.539 330.577 197.720 31.846 5.495.587 Finance lease receivables
Anjak piutang 34.748 - - - - 34.748 Factoring receivables
Piutang lain-lain 533.714 - - - - 533.714 Other receivables
Piutang derivatif 45.008 - - - - 45.008 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 4.082 - 27 34 31.394 35.537 Other assets*)
22.456.354 4.241.809 4.544.278 2.967.769 414.487 34.624.697
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan setoran jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
101
Page 395
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis
(continued)
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko The following tables set out the total credit risk
kredit dan konsentrasi risiko aset keuangan and risk concentration of financial assets of the
konsumen yang dimiliki Perseroan (bruto): Company (gross): (continued)
(lanjutan)
b. Sektor industri b. Industry sector
31 Desember/December 2025
Lembaga
Keuangan/
Financial Konsumen/ Lain-lain/
Institution Customers Others Total
Kas pada bank 990.657 - - 990.657 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - 23.121.175 - 23.121.175 receivables
Piutang sewa pembiayaan - 3.752.434 - 3.752.434 Finance lease receivables
Piutang lain-lain - - 458.153 458.153 Other receivables
Piutang derivatif 33.826 - - 33.826 Derivative receivables
Aset lain-lain*) - - 31.824 31.824 Other assets*)
1.024.483 26.873.609 489.977 28.388.069
31 Desember/December 2024
Lembaga
Keuangan/
Financial Konsumen/ Lain-lain/
Institution Customers Others Total
Kas pada bank 1.284.161 - - 1.284.161 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - 27.195.942 - 27.195.942 receivables
Piutang sewa pembiayaan - 5.495.587 - 5.495.587 Finance lease receivables
Anjak piutang - 34.748 - 34.748 Factoring receivables
Piutang lain-lain - - 533.714 533.714 Other receivables
Piutang derivatif 45.008 - - 45.008 Derivative receivables
Aset lain-lain*) - - 35.537 35.537 Other assets*)
1.329.169 32.726.277 569.251 34.624.697
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan uang jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset c. Based on quality of financial assets
keuangan
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 As of 31 December 2025 and 2024, credit
eksposur risiko kredit atas aset keuangan risk exposure of financial assets is divided
terbagi atas: into:
31 Desember/December 2025
Cadangan
Jatuh tempo kerugian
dan tidak penurunan
Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/
tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for
penurunan nilai/ Neither nilai/Past due nilai/ impairment
past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total
High grade Standard grade
Kas pada bank 990.657 - - - - 990.657 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
Konsumen - neto 10.451.475 11.046.770 983.915 639.015 (607.432 ) 22.513.743 receivables - net
Piutang Sewa Finance Lease
Pembiayaan - neto 1.596.233 1.862.370 131.306 162.525 (127.084 ) 3.625.350 receivables - net
Piutang lain-lain 418.492 - - 39.661 (39.661) 418.492 Other receivables
Piutang derivatif 33.826 - - - - 33.826 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 31.824 - - - - 31.824 Other assets*)
13.522.507 12.909.140 1.115.221 841.201 (774.177 ) 27.613.892
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan setoran jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
102
Page 396
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis
(continued)
Tabel berikut menggambarkan jumlah risiko The following tables set out the total credit risk
kredit dan konsentrasi risiko aset keuangan and risk concentration of financial assets of the
konsumen yang dimiliki Perseroan (bruto): Company (gross): (continued)
(lanjutan)
c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset c. Based on quality of financial assets
keuangan (lanjutan) (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 As of 31 December 2025 and 2024, credit
eksposur risiko kredit atas aset keuangan risk exposure of financial assets is divided
terbagi atas: (lanjutan) into: (continued)
31 Desember/December 2024
Cadangan
Jatuh tempo kerugian
dan tidak penurunan
Belum jatuh tempo dan mengalami Mengalami nilai/
tidak mengalami penurunan penurunan Allowance for
penurunan nilai/ Neither nilai/Past due nilai/ impairment
past due nor impaired but not impaired Impaired losses Total
High grade Standard grade
Kas pada bank 1.284.161 - - - - 1.284.161 Cash in banks
Piutang pembiayaan Consumer financing
Konsumen - neto 12.906.523 12.847.266 1.058.294 383.859 (476.763 ) 26.719.179 receivables – net
Piutang Sewa Finance Lease
Pembiayaan - neto 3.193.341 2.050.542 220.493 31.211 (100.429 ) 5.395.158 receivables - net
Anjak piutang - neto - - - 34.748 (15.310) 19.438 Factoring receivables - net
Piutang lain-lain 500.283 - - 33.431 (33.431) 500.283 Other receivables
Piutang derivatif 45.008 - - - - 45.008 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 35.537 - - - - 35.537 Other assets*)
17.964.853 14.897.808 1.278.787 483.249 (625.933 ) 33.998.764
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan setoran jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
Penjelasan pembagian kualitas kredit yang The explanation of loan under quality
diberikan yang belum jatuh tempo dan tidak “neither past due nor impaired” were as
mengalami penurunan nilai: follows:
- High grade, yaitu tidak pernah mengalami - High grade, which never have past
tunggakan sebelumnya. due in the past.
- Standard grade, yaitu pernah mengalami - Standard grade, which have past due
tunggakan sebelumnya, namun sampai in the past but until now there has not
saat ini belum terdapat keterlambatan been overdue in payment of principal
dalam pembayaran cicilan pokok dan and interest.
bunga.
Piutang pembiayaan konsumen, piutang Consumer financing, finance lease and
sewa pembiayaan dan anjak piutang yang factoring receivables which installments
pembayaran angsurannya menunggak lebih are overdue for more than 90 days are
dari 90 hari diklasifikasikan sebagai aset classified as impaired financial assets.
keuangan yang mengalami penurunan nilai.
Sebagai jaminan atas piutang pembiayaan As collateral to the consumer financing
konsumen yang diberikan, Perseroan receivables, the Company receives the
menerima jaminan dari konsumen berupa Certificates of Ownership (“BPKB”) of the
Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor motor vehicles financed by the Company,
(“BPKB”) atas kendaraan bermotor yang corporate guarantee, and personal
dibiayai Perseroan, jaminan perusahaan guarantee.
dan jaminan pribadi.
103
Page 397
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko kredit (lanjutan) Credit risk (continued)
ii. Analisis konsentrasi risiko kredit (lanjutan) ii. Concentration of credit risk analysis
(continued)
c. Berdasarkan kualitas kredit dari aset c. Based on quality of financial assets
keuangan (lanjutan) (continued)
Tabel berikut menunjukkan aging analysis The following table summarizes the aging
terhadap piutang pembiayaan konsumen, analysis of consumer financing
piutang sewa pembiayaan dan anjak receivables, finance lease receivables and
piutang yang telah jatuh tempo tetapi tidak factoring receivables which are past due
mengalami penurunan nilai. but not impaired.
31 Desember/December 2025
1-30 hari/days 31-60 hari/days 61-90 hari/days Total
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 586.649 254.434 142.832 983.915 receivables
Piutang sewa pembiayaan 53.622 43.461 34.223 131.306 Finance lease receivables
640.271 297.895 177.055 1.115.221
31 Desember/December 2024
1-30 hari/days 31-60 hari/days 61-90 hari/days Total
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen 676.249 245.933 136.112 1.058.294 receivables
Piutang sewa pembiayaan 74.197 92.487 53.809 220.493 Finance lease receivables
750.446 338.420 189.921 1.278.787
Risiko likuiditas Liquidity risk
Risiko likuiditas merupakan risiko, bilamana Liquidity risk is the risk when the Company does not
Perseroan tidak memiliki sumber keuangan yang have sufficient financial resources to discharge its
mencukupi untuk memenuhi kewajibannya yang telah matured liabilities. As the Company receives strong
jatuh tempo. Mengingat Perseroan memperoleh financial support from Parent Company through
dukungan keuangan yang kuat dari Entitas Induk joint financing scheme and borrowings facility, this
melalui skema pembiayaan bersama dan fasilitas risk could be managed properly. The management
pinjaman yang diterima, maka risiko ini dapat dikelola evaluates and monitors cash-in flows and cash-out
dengan baik. Manajemen melakukan evaluasi dan flows to ensure the availability of fund to settle the
pengawasan atas arus kas masuk dan arus kas obligations that are due.
keluar untuk memastikan tersedianya dana untuk
memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang
jatuh tempo.
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh The following table summarizes the maturity gap
tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perseroan profile of the Company’s financial assets and
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: liabilities as of 31 December 2025 and 2024:
31 Desember 2025/December 2025
Lebih dari 6
Kurang dari bulan sampai Lebih dari
satu bulan/ 1 tahun/More 1 tahun/
Less than 1-6 bulan/ than 6 months More than
one month months up to 1 year 1 year JumlahTotal
ASET ASSETS
Kas pada bank 990.657 - - - 990.657 Cash in banks
Piutang pembiayaan konsumen 1.000.379 4.706.052 4.998.410 12.416.334 23.121.175 Consumer financing receivables
Piutang sewa pembiayaan 213.257 973.591 930.521 1.635.065 3.752.434 Finance lease receivables
Piutang lain-lain 458.153 - - - 458.153 Other receivables
Piutang derivative - 6.238 - 27.588 33.826 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 31.824 - - - 31.824 Other assets*)
Jumlah aset 2.694.270 5.685.881 5.928.931 14.078.987 28.388.069 Total assets
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan uang jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
104
Page 398
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued)
Tabel berikut menggambarkan profil perbedaan jatuh The following table summarizes the maturity gap
tempo atas aset dan liabilitas keuangan Perseroan profile of the Company’s financial assets and
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: liabilities as of 31 December 2025 and 2024:
31 Desember 2025/December 2025
Lebih dari 6
Kurang dari bulan sampai Lebih dari
satu bulan/ 1 tahun/More 1 tahun/
Less than 1-6 bulan/ than 6 months More than
one month months up to 1 year 1 year JumlahTotal
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 470.341 - - - 470.341 Trade payables
Utang lain-lain**) 156.641 3.137 2.358 1.413 163.549 Other payables**)
Beban yang masih harus dibayar 3.168 136.964 - - 140.132 Accrued expense
Pinjaman yang diterima 1.422.637 4.463.702 4.503.390 5.471.792 15.861.521 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - 485.584 1.555.915 4.180.400 6.221.899 Securities issued
Total liabilitas 2.052.787 5.089.387 6.061.663 9.653.605 22.857.442 Total liabilities
Total perbedaan jatuh tempo 641.483 596.494 (132.732) 4.425.382 5.530.627 Total maturity gap
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
31 Desember 2024/December 2024
Lebih dari 6
Kurang dari bulan sampai Lebih dari
satu bulan/ 1 tahun/More 1 tahun/
Less than 1-6 bulan/ than 6 months More than
one month months up to 1 year 1 year JumlahTotal
ASET ASSETS
Kas pada bank 1.284.161 - - - 1.284.161 Cash in banks
Piutang pembiayaan konsumen 1.088.517 4.967.787 5.354.643 15.784.995 27.195.942 Consumer financing receivables
Piutang sewa pembiayaan 283.951 1.285.641 1.267.366 2.658.629 5.495.587 Finance lease receivables
Anjak piutang 577 2.896 3.475 27.800 34.748 Factoring receivables
Piutang lain-lain 533.714 - - - 533.714 Other receivables
Piutang derivative - 7.979 - 37.029 45.008 Derivative receivables
Aset lain-lain*) 35.537 - - - 35.537 Other assets*)
Jumlah aset 3.226.457 6.264.303 6.625.484 18.508.453 34.624.697 Total assets
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 604.208 - - - 604.208 Trade payables
Utang lain-lain**) 175.682 3.749 3.676 13.992 197.099 Other payables**)
Utang derivatif - - - 12.654 12.654 Derivative payable
Beban yang masih harus dibayar 3.118 244.823 - - 247.941 Accrued expense
Pinjaman yang diterima 1.055.825 4.915.936 4.793.538 10.710.897 21.476.196 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - 851.315 385.860 5.444.750 6.681.925 Securities issued
Total liabilitas 1.838.833 6.015.823 5.183.074 16.182.293 29.220.023 Total liabilities
Total perbedaan jatuh tempo 1.387.624 248.480 1.442.410 2.326.160 5.404.674 Total maturity gap
*) Aset lain-lain terdiri dari piutang karyawan, piutang bunga, *) Other assets consists of employee receivables, interest
setoran dalam perjalanan, dan uang jaminan. receivables, deposit in transit, and security deposit
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
105
Page 399
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko likuiditas (lanjutan) Liquidity risk (continued)
Tabel di bawah ini menunjukkan sisa jatuh tempo The tables below show the remaining contractual
kontraktual dari liabilitas keuangan berdasarkan maturities of financial liabilities based on
pada undiscounted cash flows pada tanggal undiscounted cash flows as of 31 December 2025
31 Desember 2025 dan 2024: and 2024:
31 Desember/December 2025
Lebih dari 6
Kurang dari sampai 1 Lebih dari
satu bulan/ tahun/More than 1 tahun/
Less than 1-6 bulan/ 6 months More than
one month months up to 1 year 1 year Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 470.341 - - - 470.341 Trade payables
Utang lain-lain**) 156.697 3.196 2.510 1.553 163.956 Other payables**)
Beban yang
masih harus dibayar 3.168 136.964 - - 140.132 Accrued expenses
Pinjaman yang diterima 1.512.173 4.824.127 4.780.266 5.755.528 16.872.094 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 22.970 673.983 1.725.537 4.816.554 7.239.044 Securities issued
Total 2.165.349 5.638.270 6.508.313 10.573.635 24.885.567 Total
31 Desember/December 2024
Lebih dari 6
Kurang dari sampai 1 Lebih dari
satu bulan/ tahun/More than 1 tahun/
Less than 1-6 bulan/ 6 months More than
one month months up to 1 year 1 year Total
LIABILITAS LIABILITIES
Utang usaha 604.208 - - - 604.208 Trade payables
Utang lain-lain**) 175.370 4.149 3.890 15.414 198.823 Other payables**)
Utang derivatif - - - 12.654 12.654 Derivative payables
Beban yang
masih harus dibayar 3.118 244.823 - - 247.941 Accrued expenses
Pinjaman yang diterima 1.182.159 5.452.681 5.266.390 11.393.597 23.294.827 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 10.534 1.056.443 580.679 6.335.280 7.982.936 Securities issued
Total 1.975.389 6.758.096 5.850.959 17.756.945 32.341.389 Total
**) Utang lain-lain terdiri dari titipan konsumen, liabilitas sewa, jasa notaris, **) Other payables consists of customer deposits, lease liabilities,
barang dan jasa, pembiayaan bersama, dan lain-lain. notary services, goods and services, joint financing, and others
Manajemen permodalan Capital management
Tujuan Perseroan dalam mengelola permodalannya The Company’s objectives when managing capital
adalah menjaga kelangsungan usaha Perseroan are to safeguard the Company’s ability to continue
untuk dapat memberikan hasil kepada pemegang as a going concern in order to provide returns for
saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan shareholders and benefits for other stakeholders
lainnya, dan memelihara optimalisasi struktur and to maintain an optimal capital structure to
permodalan untuk mengurangi biaya modal. reduce the cost of capital.
Dalam rangka memelihara atau menyesuaikan In order to maintain or adjust the capital structure,
struktur permodalan, Perseroan dapat menyesuaikan the Company may adjust the amount of dividends
jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang paid to shareholders, return capital to shareholders
saham, imbalan hasil modal kepada pemegang or issue new shares to reduce debt.
saham atau menerbitkan saham baru untuk
mengurangi pinjaman.
Perseroan telah memenuhi jumlah minimum modal The Company has met the minimum amount of
disetor dan rasio ekuitas minimum. paid-in capital and minimum equity ratio.
Konsisten dengan pelaku industri lainnya, Perseroan Consistent with other players in the industry, the
memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Company monitors capital on the basis of the
Rasio ini dihitung dari nilai bersih pinjaman (termasuk gearing ratio. This ratio is calculated as net debt
obligasi dan medium-term notes) dibagi dengan (including bonds payable and medium-term notes)
jumlah modal. Jumlah modal diambil dari ekuitas divided by total capital. Total capital is calculated as
yang tercantum dalam laporan posisi keuangan. equity shown in the statements of financial position.
106
Page 400
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
27. MANAJEMEN RISIKO (lanjutan) 27. RISK MANAGEMENT (continued)
Manajemen permodalan (lanjutan) Capital management (continued)
Dalam mengelola permodalan, Perseroan melakukan In managing capital, the Company conducts
analisa secara bulanan untuk memastikan bahwa monthly analysis to ensure that the Company
Perseroan tetap mengikuti POJK complies with the POJK No. 35/POJK.05/2018
No. 35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 dated 27 December 2018 regarding Finance
tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Companies as last amended No. 46 Year 2024
Pembiayaan sebagaimana diubah terakhir menjadi regarding Development and Strengthening of
No. 46 Tahun 2024 tentang Pengembangan dan Multifinance Company, Infrastructure Multifinance
Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Company, and Venture Capital Company which
Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal have some provisions as follows:
Ventura yang diantaranya mengatur ketentuan
sebagai berikut:
- Modal disetor Perseroan minimum sebesar - The Company's paid-up capital of minimum
Rp100.000; Rp100,000;
- Ekuitas Perseroan minimum sebesar 50,00% dari - The Company's equity amounting to minimum
modal disetor; 50.00% of paid-up capital;
- Jumlah pinjaman yang diterima Perseroan - The amount of the Company's borrowings to
dibandingkan modal sendiri dan utang subordinasi equity and subordinated loan deducted by
dikurangi penyertaan (gearing ratio) ditetapkan investment (gearing ratio) is maximum 10 times,
setinggi-tingginya 10 kali, baik untuk pinjaman luar both for off-shore and on-shore domestic loans.
negeri maupun dalam negeri.
Perseroan senantiasa menjaga jumlah maksimum The Company always maintains the maximum
gearing ratio lebih kecil dari ketentuan yang amount of gearing ratio at lower level than the
ditetapkan melalui analisa alternatif pembiayaan baik applicable regulation by performing an analysis to
melalui pinjaman bank, penerbitan obligasi ataupun determine financing alternative whether through the
optimalisasi dana joint financing. Perseroan juga bank loans, bonds issuance or joint financing fund
menghitung biaya dana dari alternatif pembiayaan optimization. The Company also calculates the cost
yang dipilih untuk memastikan biaya dana tersebut of fund of each financing alternative selected by the
dapat menghasilkan pendapatan maksimum bagi Company to ensure it could generate a maximum
Perseroan. income for the Company.
28. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS 28. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
KEUANGAN LIABILITIES
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai As of 31 December 2025 and 2024, the carrying
tercatat dari aset dan liabilitas keuangan Perseroan value of the Company’s financial assets and
memiliki nilai yang hampir sama dengan nilai liabilities approximates their fair value except for the
wajarnya kecuali untuk instrumen berikut: following financial instruments:
31 Desember/December 31, 2025
Liabilitas
keuangan
yang diukur
dengan biaya
perolehan
diamortisasi/
Biaya Financial
perolehan Liabilities at Nilai tercatat/
diamortiasi/ amortized carrying Nilai wajar/
Amortized cost cost value fair value
ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Piutang pembiayaan Consumer Financing
konsumen - neto 22.513.743 - 22.513.743 22.536.284 receivables - net
Piutang sewa pembiayaan - neto 3.625.350 - 3.625.350 3.381.502 Finance lease receivables - net
Total aset keuangan 26.139.093 - 26.139.093 25.917.786 Total financial assets
107
Page 401
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
28. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS 28. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
KEUANGAN (lanjutan) LIABILITIES (continued)
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, nilai As of 31 December 2025 and 2024, the carrying
tercatat dari aset dan liabilitas keuangan Perseroan value of the Company’s financial assets and
memiliki nilai yang hampir sama dengan nilai liabilities approximates their fair value except for the
wajarnya kecuali untuk instrumen berikut: (lanjutan) following financial instruments: (continued)
31 Desember/December 31, 2025
Liabilitas
keuangan
yang diukur
dengan biaya
perolehan
diamortisasi/
Biaya Financial
perolehan Liabilities at Nilai tercatat/
diamortiasi/ amortized carrying Nilai wajar/
Amortized cost cost value fair value
LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Pinjaman yang diterima - 15.861.521 15.861.521 15.952.265 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - 6.221.899 6.221.899 6.359.493 Securities issued
Total liabilitas keuangan - 22.083.420 22.083.420 22.311.758 Total financial liabilities
31 Desember/December 31, 2024
Liabilitas
keuangan
yang diukur
dengan biaya
perolehan
diamortisasi/
Biaya Financial
perolehan Liabilities at Nilai tercatat/
diamortiasi/ amortized carrying Nilai wajar/
Amortized cost cost value fair value
ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Piutang pembiayaan Consumer Financing
konsumen - neto 26.719.179 - 26.719.179 27.480.723 receivables - net
Piutang sewa pembiayaan - neto 5.395.158 - 5.395.158 5.156.218 Finance lease receivables - net
Anjak piutang - neto 19.438 - 19.438 19.438 Factoring receivables - net
Total aset keuangan 32.133.775 - 32.133.775 32.656.379 Total financial assets
LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Pinjaman yang diterima - 21.476.196 21.476.196 21.511.119 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan - 6.681.925 6.681.925 6.629.061 Securities issued
Total liabilitas keuangan - 28.158.121 28.158.121 28.140.180 Total financial liabilities
Tabel di bawah ini menyajikan analisa atas instrumen The tables below present the analysis of the above
keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing financial instruments by the level in the fair value
tingkat dalam hirarki nilai wajar: hierarchy:
31 Desember/December 2025
Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total
ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - neto 22.513.743 - 22.500.384 35.900 22.536.284 receivables - net
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 3.625.350 - 3.289.361 92.141 3.381.502 receivables -net
Total aset keuangan 26.139.093 - 25.789.745 128.041 25.917.786 Total financial assets
108
Page 402
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
28. NILAI WAJAR ASET DAN LIABILITAS 28. FAIR VALUE OF FINANCIAL ASSETS AND
KEUANGAN (lanjutan) LIABILITIES (continued)
Tabel di bawah ini menyajikan analisa atas instrumen The tables below present the analysis of the above
keuangan tersebut sesuai dengan masing-masing financial instruments by the level in the fair value
tingkat dalam hirarki nilai wajar: (lanjutan) hierarchy: (continued)
31 Desember/December 2025
Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total
LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Pinjaman yang diterima 15.861.521 - 15.952.265 - 15.952.265 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 6.221.899 - 6.359.493 - 6.359.493 Securities issued
Total liabilitas keuangan 22.083.420 - 22.311.758 - 22.311.758 Total financial liabilities
31 Desember/December 2024
Nilai tercatat/ Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/
Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total
ASET KEUANGAN FINANCIAL ASSETS
Aset yang nilai wajarnya Assets for which
diungkapkan fair value are disclosed
Piutang pembiayaan Consumer financing
konsumen - neto 26.719.179 - 27.480.723 - 27.480.723 receivables - net
Piutang sewa Finance lease
pembiayaan - neto 5.395.158 - 4.981.123 175.095 5.156.218 receivables -net
Anjak piutang - neto 19.438 - - 19.438 19.438 Factoring receivables - net
Total aset keuangan 32.133.775 - 32.461.846 194.533 32.656.379 Total financial assets
LIABILITAS KEUANGAN FINANCIAL LIABILITIES
Liabilitas yang nilai wajarnya Liabilities for which
diungkapkan fair value are disclosed
Pinjaman yang diterima 21.476.196 - 21.511.119 - 21.511.119 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 6.681.925 - 6.629.061 - 6.629.061 Securities issued
Total liabilitas keuangan 28.158.121 - 28.140.180 - 28.140.180 Total financial liabilities
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi The following methods and assumptions are used
nilai wajar adalah sebagai berikut: to estimate the fair values:
Nilai wajar kas dan setara kas, piutang lain-lain, aset The fair value of cash and cash equivalents, other
lain-lain, utang usaha, beban bunga yang masih receivables, other assets, trade payables, accrued
harus dibayar dan utang lain-lain termasuk utang lain- interest expenses and other payables including
lain terkait sewa mendekati nilai tercatat karena other payables related to lease approximate their
jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas carrying amounts largely due to short-term
instrumen keuangan tersebut. maturities of these instruments.
Nilai wajar piutang pembiayaan konsumen, piutang The fair value of consumer financing receivables,
sewa pembiayaan, anjak piutang, piutang derivatif, finance lease receivables, factoring receivables,
utang derivatif, pinjaman dan surat berharga yang derivative receivables, derivative payables,
diterbitkan dinilai menggunakan diskonto arus kas borrowings, and securities issued are determined
berdasarkan tingkat suku bunga pasar pada tanggal by discounting cash flows using market interest rate
31 Desember 2025 dan 2024. as of 31 December 2025 and 2024.
Perseroan tidak memiliki perpindahan di antara The Company has no transfer between hierarchy
tingkat hirarki pada tahun 2025 dan 2024. level in 2025 and 2024.
109
Page 403
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA 29. COOPERATION AGREEMENTS
Pembiayaan Bersama Joint financing
Perseroan mempunyai perjanjian kerjasama The Company entered into a joint financing
pembiayaan Bersama dan Perjanjian Kerjasama agreement and signed a Customer Asset Purchase
Pengambilalihan Piutang Pembiayaan dengan Agreement with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Berdasarkan Based on the agreements, the amount of funds to
perjanjian, porsi fasilitas pembiayaan yang akan be financed by each party is a minimum of 1.00%
diberikan untuk konsumen dari masing-masing pihak from the Company and a maximum of 99.00% from
adalah minimal 1,00% dari Perseroan dan maksimal joint financing providers.
99,00% dari pemberi pembiayaan bersama.
Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali The agreement was amended several times. The
perubahan. Perubahan terakhir melalui amandemen latest of which is the amendment of the Joint
Perjanjian Kerjasama Kendaraan Bermotor dan Financing agreement and a Customer Asset
Perjanjian Kerjasama Pengambilalihan Piutang Purchase Agreement between PT Mandiri Tunas
Pembiayaan antara PT Mandiri Tunas Finance dan Finance and PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dated
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tertanggal 21 Juli 21 July 2025, with deed no. 23 and 24, with the total
2025 dengan No. Akta 23 dan 24, dengan fasilitas joint financing facility to Rp27,000,000 with the
pembiayaan bersama sebesar Rp27.000.000 dengan portion of joint financing facility minimum of 1.00%
porsi fasilitas pembiayaan bersama sebesar minimal from the Company and maximum of 99.00% from
1,00% dari Perseroan dan maksimal 99,00% dari joint financing providers, where the Company bears
pemberi pembiayaan bersama, dimana Perseroan the credit risk and receive income in accordance
menanggung risiko kredit dan menerima pendapatan with the financing portion. The agreement is valid up
sesuai dengan porsi pembiayaannya. Perjanjian ini to 28 February 2026.
berlaku sampai dengan tanggal 28 Februari 2026.
Pada tanggal 21 Februari 2022, Perseroan dan On 21 February 2022, the Company and PT Bank
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menandatangani Mandiri (Persero) Tbk signed a Joint Financing
Perjanjian Kerjasama Pembiayaan Bersama dengan Cooperation Agreement with Deed No. 20 to
Akta No. 20 untuk pembiayaan Passenger Vehicle, Passenger Vehicle, Commercial Vehicle and Heavy
Commercial Vehicle, dan Heavy Equipment kepada Equipment financing to Bank Mandiri commercial
debitur komersial Bank Mandiri yang mana Perjanjian debtors, where this Agreement has been amended
ini telah diubah dengan perubahan terakhir termuat with the latest amendment contained in Addendum
dalam Addendum V (Kelima) Perjanjian Pembiayaan V (Fifth) to the Joint Financing Agreement (Joint
Bersama (Joint Financing) Reguler antara PT Bank Financing) Regular between PT Bank Mandiri
Mandiri (Persero) Tbk dengan PT Mandiri Tunas (Persero) Tbk and PT Mandiri Tunas Finance dated
Finance tertanggal 13 Maret 2025 dengan No. 13 March 2025 No.006/PKS-LLI/MTF/III/2025, with
006/PKS-LLI/MTF/III/2025, dengan fasilitas a joint financing facility of IDR 10,000,000 with a
pembiayaan bersama sebesar Rp10.000.000 dengan minimum share of the joint financing facility of
porsi fasilitas pembiayaan bersama sebesar minimal 1.00% from the Company and a maximum of
1,00% dari Perseroan dan maksimal 99,00% dari 99.00% from the joint financing provider, where the
pemberi pembiayaan bersama, dimana Perseroan Company bears the credit risk and receive income
menanggung risiko kredit dan menerima pendapatan in accordance with the financing portion. This
sesuai dengan porsi pembiayaannya. Perjanjian ini agreement has been extended until 20 February
telah diperpanjang sampai dengan tanggal 2026.
20 Februari 2026.
Saldo pembiayaan bersama porsi PT Bank Mandiri Balance of joint financing portion of PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk yang dikelola oleh Perseroan pada (Persero) Tbk managed by the Company as of 31
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai December 2025 and 2024 are as follows:
berikut:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Piutang pembiayaan konsumen 24.472.669 27.894.106 Consumer financing receivables
Piutang sewa pembiayaan 6.140 22.400 Finance lease receivables
Rata - rata jangka pembiayaan (tahun) 1-5 1-5 Average of financing period (years)
110
Page 404
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
Asuransi Insurance
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan bekerja In the course of business, the Company entered
sama dengan, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, into insurance agreements with PT Asuransi Bina
PT Asuransi Central Asia, PT Zurich Asuransi Dana Arta Tbk, PT Asuransi Central Asia,
Indonesia Tbk, PT Asuransi Artarindo, PT Asuransi PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, PT Asuransi
Wahana Tata, PT Asuransi Sahabat Artha Proteksi, Artarindo, PT Asuransi Wahana Tata, PT Asuransi
PT Asuransi Cakrawala Proteksi Indonesia, Sahabat Artha Proteksi, PT Asuransi Cakrawala
PT Asuransi Candi Utama, PT Asuransi Maximus Proteksi Indonesia, PT Asuransi Candi Utama,
Graha Persada Tbk, PT Multi Artha Guna Tbk (MAG), PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk,
PT AXA Insurance Indonesia, PT Asuransi Umum PT Multi Artha Guna Tbk (MAG), PT AXA Insurance
Mega, PT Asuransi Mega Pratama, PT MNC Asuransi Indonesia, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi
Indonesia, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika Mega Pratama, PT MNC Asuransi Indonesia,
(MPM), PT Pan Pacific Insurance, PT Asuransi Raksa PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika (MPM),
Pratikara, PT Asuransi Ramayana, PT Asuransi PT Pan Pacific Insurance, PT Asuransi Raksa
Sinar Mas, PT Asuransi Total Bersama (TOB), Pratikara, PT Asuransi Ramayana, PT Asuransi
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT AXA Sinar Mas, PT Asuransi Total Bersama (TOB),
Mandiri Financial Services, PT Asuransi Ciputra PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk, PT AXA
Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Sunday Mandiri Financial Services, PT Asuransi Ciputra
Insurance Indonesia, PT Heksa Solution Insurance, Indonesia, PT Asuransi Astra Buana, PT Sunday
PT Jamkrida Jakarta, PT Avrist General Insurance, Insurance Indonesia, PT Heksa Solution Insurance,
PT Asuransi Jasaraharja Putera, dan PT Asuransi PT Jamkrida Jakarta, PT Avrist General Insurance,
Harta Aman Pratama Tbk. PT Asuransi Jasaraharja Putera, and PT Asuransi
Harta Aman Pratama Tbk.
Sewa Gedung Building rental
Pada tanggal 31 Agustus 2009, Perseroan On 31 August 2009, the Company signed an office
menandatangani perjanjian sewa ruangan kantor space rental agreement with PT Bumi Daya Plaza
dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak dapat which is non-cancellable for the period of five years
dibatalkan untuk periode lima tahun. Perjanjian and will expire in 2014. The Company is required to
tersebut akan berakhir pada tahun 2014 dengan pay in advance of Rp507 for each quarter. The tariff
ketentuan pembayaran di muka sebesar Rp507 untuk will be reviewed on annual basis with a maximum
setiap jangka waktu 3 bulan dan akan ditinjau kembali tariff increase of 5.00% per annum.
setiap satu tahun sekali dengan kenaikan tarif
maksimal sebesar 5,00% per tahun.
Perjanjian ini telah mengalami beberapa kali The agreement was amended several times. On 15
perubahan. Pada tanggal 15 Februari 2022, February 2022, the Company is renewing this office
Perseroan memperpanjang perjanjian sewa ruangan space rental agreement for the period of 5 years
kantor ini dengan masa sewa 5 tahun dari 1 Januari from 1 January 2022 until 31 December 2026 in
2022 sampai dengan 31 Desember 2026 dengan which the Company is required to pay in advance
ketentuan pembayaran di muka sebesar Rp12.899 an amount of Rp12,899 for each year.
per tahun.
Pada tanggal 27 Januari dan 22 Juni 2023, terdapat On 27 January and 22 June 2023, there was an
addendum perjanjian penambahan obyek sewa addendum agreement to addition rental office
kantor ini dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak space with PT Bumi Daya Plaza which is non-
dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut akan berakhir cancellable until 31 December 2026 and 31 August
pada 31 Desember 2026 dan 31 Agustus 2026 2026 in which the Company is required to pay the
dengan ketentuan tambahan pembayaran di muka addition in advance an amount of Rp240 and
sebesar masing-masing Rp240 dan Rp2.366 per Rp2,366 for each year, respectively.
tahun.
111
Page 405
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
29. PERJANJIAN KERJASAMA (lanjutan) 29. COOPERATION AGREEMENTS (continued)
Sewa Gedung (lanjutan) Building rental (continued)
Pada tanggal 28 November 2023, terdapat On 28 November 2023, there was an addendum
addendum perjanjian penambahan obyek sewa agreement to addition rental office space with
kantor ini dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak PT Bumi Daya Plaza which is non-cancellable until
dapat dibatalkan. Perjanjian tersebut akan berakhir 31 December 2026 in which the Company is
pada 31 Desember 2026 dengan ketentuan required to pay the addition in advance an amount
tambahan pembayaran di muka sebesar Rp2.131 per of Rp2,131 for each year.
tahun.
Pada tanggal 13 Februari 2025, terdapat addendum On 13 February 2025, there was an addendum
perjanjian penambahan obyek sewa kantor ini agreement to addition rental office space with
dengan PT Bumi Daya Plaza yang tidak dapat PT Bumi Daya Plaza which is non-cancellable until
dibatalkan. Perjanjian tersebut akan berakhir pada 31 December 2026 in which the Company is
31 Desember 2026 dengan ketentuan tambahan required to pay the addition in advance an amount
pembayaran di muka sebesar Rp2.131 per tahun. of Rp2,131 for each year.
30. SEGMEN OPERASI 30. OPERATING SEGMENT
Segmen operasi Perseroan dibagi berdasarkan The Company’s operating segments represent the
kelompok nasabah utama dan produk yang disebut, Company’s key customer and product groups
Fleet dan ritel. Dalam menentukan hasil segmen, namely, Fleet and Retail. In determining the
beberapa akun aset dan liabilitas serta pendapatan segment results, certain assets and liabilities and
dan biaya yang terkait diatribusikan ke masing- related revenues and expenses are attributed to
masing segmen berdasarkan kebijakan pelaporan each segment based on internal management
internal manajemen. reporting policies.
Ringkasan berikut menjelaskan operasi masing- The following summary describes the operations in
masing segmen dalam pelaporan segmen each of the Company’s reportable segments:
Perseroan:
- Fleet - Fleet
Termasuk dalam pelaporan segmen fleet adalah Included in the fleet segment reporting are
seluruh indikator penilaian segmen operasi yang operating segments assessment indicators
secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian that can actually be attributed as part of
dari pembiayaan untuk nasabah korporasi. financing to corporate customers.
- Ritel - Retail
Termasuk dalam pelaporan segmen ritel adalah Included in the retail segment reporting are
seluruh indikator penilaian segmen operasi yang operating segments assessment indicators that
secara nyata dapat diatribusikan sebagai bagian can actually be attributed as part of consumer
dari pembiayaan konsumen untuk nasabah financing to individual customers at Region I
individu di Regional I dan II (Sumatera), Regional and II (Sumatera), Region III and IV
III dan IV (Jabodetabek), Regional V (Jawa (Jabodetabek), Region V (Jawa Barat), Region
Barat), Regional VI (Jawa Tengah, Yogyakarta), VI (Jawa Tengah, Yogyakarta), Region VII
Regional VII (Jawa Timur, Bali, Kupang, (Jawa Timur, Bali, Kupang, Mataram), Region
Mataram), Regional VIII (Kalimantan) dan VIII (Kalimantan), and Region IX (Sulawesi,
Regional IX (Sulawesi, Ambon, Papua, Sorong). Ambon Papua, Sorong).
- Lain-lain - Others
Termasuk dalam pelaporan segmen lain-lain Included in the other segment reporting is
adalah informasi pelaporan segmen operasi reporting segment information associated with
terkait dengan aktivitas kantor pusat. head office activities.
112
Page 406
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 30. OPERATING SEGMENT (continued)
Informasi mengenai hasil dari masing-masing bisnis Information regarding the results of each reportable
segmen disajikan di bawah ini. Kinerja diukur segment is included below. Performance is
berdasarkan laba segmen sebelum pajak measured based on segment profit before income
penghasilan, sebagaimana dilaporkan dalam laporan tax, as included in the internal management reports
internal manajemen yang ditelaah oleh manajemen that are reviewed by the Company’s management.
Perseroan. Keuntungan segmen digunakan untuk Segment profit is used to measure performance of
mengukur kinerja dimana manajemen berkeyakinan that business segment as management believes
bahwa informasi tersebut paling relevan dalam that such information is the most relevant in
mengevaluasi hasil segmen tersebut relatif terhadap evaluating the results of those segments relative to
entitas lain yang beroperasi dalam industri tersebut. other entities that operate within these industries.
31 Desember/December 2025
Ritel/Retail Fleet/Fleet
Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain-lain/ Jumlah/ Information by
Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Others Total business segments
Pendapatan Revenue
Pembiayaan konsumen 2.672.727 - 211.401 - - 2.884.128 Consumer financing
Sewa pembiayaan 329.563 - 242.808 - - 572.371 Financial lease
Anjak piutang - - 1 - - 1 Factoring
Simpanan bank 13.552 - 2.245 - - 15.797 Deposit in bank
Lain-lain - neto 1.096.896 262 66.052 15 - 1.163.225 Others - net
Total pendapatan 4.112.738 262 522.507 15 - 4.635.522 Total revenue
Beban Expenses
Beban keuangan (1.501.160) - (240.954) - - (1.742.114 ) Financial charges
Beban gaji dan tunjangan (604.299) - (51.713) - - (656.012 ) Salaries and benefits
Beban umum dan
administrasi (408.852) (109) (28.058) - - (437.019 ) General and administration
Penyisihan kerugian Provision for
penurunan nilai (950.341) - (336.426) - - (1.286.767 ) impairment losses
Total beban (3.464.652) (109) (657.151) - (4.121.912 ) Total expenses
Laba sebelum beban Income before
pajak final dan pajak final tax and income
penghasilan 648.086 153 (134.644) 15 - 513.610 tax expense
Total aset 22.888.461 229 3.458.594 5 1.661.442 28.008.731 Total assets
Total liabilitas 991.631 1.099 394.951 23 21.704.530 23.092.234 Total liabilities
31 Desember/December 2024
Ritel/Retail Fleet/Fleet
Mobil/ Motor/ Mobil/ Motor/ Lain-lain/ Jumlah/ Information by
Informasi segmen usaha Car Motorcycle Car Motorcycle Others Total business segments
Pendapatan Revenue
Pembiayaan konsumen 3.254.869 - 198.621 - - 3.453.490 Consumer financing
Sewa pembiayaan 344.551 - 334.153 - - 678.704 Financial lease
Anjak piutang - - 438 - - 438 Factoring
Simpanan bank 14.757 - 2.716 - - 17.473 Deposit in bank
Lain-lain - neto 1.362.521 179 66.510 - - 1.429.210 Others - net
Total pendapatan 4.976.698 179 602.438 - - 5.579.315 Total revenue
Beban Expenses
Beban keuangan (1.614.655) - (299.291) - - (1.913.946) Financial charges
Beban gaji dan tunjangan (727.512) (17) (47.702) - - (775.231) Salaries and benefits
Beban umum dan
administrasi (390.024) (40) (23.114) - - (413.178) General and administration
Penyisihan kerugian Provision for
penurunan nilai (866.741) (5) (106.047) - - (972.793) impairment losses
Total beban (3.598.932) (62) (476.154) - - (4.075.148) Total expenses
Laba sebelum beban Income before
pajak final dan pajak final tax and income
penghasilan 1.377.766 117 126.284 - - 1.504.167 tax expense
Total aset 27.573.367 80 4.776.683 171 2.075.154 34.425.455 Total assets
Total liabilitas 1.107.576 1.217 356.510 37 28.095.693 29.561.033 Total liabilities
113
Page 407
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 30. OPERATING SEGMENT (continued)
Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut: Geographical information is as follows:
Tahun yang Berakhir
pada tanggal 31 Desember/
Year ended 31 December
2025 2024
Pendapatan Revenue
Regional I (Sumatera) 396.620 427.008 Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera) 343.004 402.925 Region II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek) 556.961 612.308 Region III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek) 515.659 589.058 Region IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat) 325.072 377.534 Region V (Jawa Barat)
Regional VI Region VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta) 287.674 351.305 (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur, Region VII (Jawa Timur,
Bali, Kupang, Mataram) 525.646 622.120 Bali, Kupang,Mataram)
Regional VIII (Kalimantan) 658.964 924.928 Region VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi, Region IX (Sulawesi,
Ambon, Papua, Sorong) 503.400 669.691 Ambon, Papua, Sorong)
Fleet 522.522 602.438 Fleet
Total pendapatan 4.635.522 5.579.315 Total revenue
Beban Expenses
Regional I (Sumatera) (317.490) (302.507) Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera) (280.996) (353.683) Region II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek) (462.938) (459.425) Region III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek) (436.075) (459.268) Region IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat) (262.348) (284.752) Region V (Jawa Barat)
Regional VI Region VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta) (262.627) (268.241) (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur, Region VII (Jawa Timur,
Bali, Kupang, Mataram) (373.728) (430.027) Bali, Kupang, Mataram)
Regional VIII (Kalimantan) (622.234) (572.000) Region VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi, Region IX (Sulawesi,
Ambon, Papua, Sorong) (446.325) (469.091) Ambon, Papua, Sorong)
Fleet (657.151) (476.154) Fleet
Total beban (4.121.912) (4.075.148) Total expenses
Laba sebelum beban pajak Income before final tax and
final dan pajak penghasilan 513.610 1.504.167 income tax expense
114
Page 408
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
30. SEGMEN OPERASI (lanjutan) 30. OPERATING SEGMENT (continued)
Informasi wilayah geografis adalah sebagai berikut: Geographical information is as follows: (continued)
(lanjutan)
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Aset Assets
Regional I (Sumatera) 2.138.638 2.215.841 Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera) 1.799.723 1.975.441 Region II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek) 3.551.533 3.932.290 Region III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek) 3.336.121 4.000.388 Region IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat) 1.809.009 2.049.049 Region V (Jawa Barat)
Regional VI Region VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta) 1.546.060 2.054.319 (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur, Region VII (Jawa Timur,
Bali, Kupang, Mataram) 2.950.405 3.578.879 Bali, Kupang,Mataram)
Regional VIII (Kalimantan) 3.148.115 4.465.745 Region VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi, Region IX (Sulawesi,
Ambon, Papua, Sorong) 2.609.086 3.301.495 Ambon, Papua, Sorong)
Fleet 3.458.599 4.776.854 Fleet
Lain-lain 1.661.442 2.075.154 Others
Total aset 28.008.731 34.425.455 Total assets
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Liabilitas Liabilities
Regional I (Sumatera) 108.478 110.927 Region I (Sumatera)
Regional II (Sumatera) 110.635 117.457 Region II (Sumatera)
Regional III (Jabodetabek) 116.322 129.492 Region III (Jabodetabek)
Regional IV (Jabodetabek) 115.999 147.267 Region IV (Jabodetabek)
Regional V (Jawa Barat) 85.259 86.294 Region V (Jawa Barat)
Regional VI Region VI
(Jawa Tengah, Yogyakarta) 83.179 81.283 (Jawa Tengah, Yogyakarta)
Regional VII (Jawa Timur, Region VII (Jawa Timur,
Bali, Kupang,Mataram) 115.240 120.645 Bali, Kupang,Mataram)
Regional VIII (Kalimantan) 142.614 200.127 Region VIII (Kalimantan)
Regional IX (Sulawesi, Region IX (Sulawesi,
Ambon, Papua, Sorong) 115.004 115.301 Ambon, Papua, Sorong)
Fleet 394.974 356.547 Fleet
Lain-lain 21.704.530 28.095.693 Others
Total liabilitas 23.092.234 29.561.033 Total liabilities
31. LIABILITAS KONTINJENSI 31. CONTINGENT LIABILITIES
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 The Company does not have any significant
Perseroan tidak mempunyai liabilitas kontinjensi yang contingent liabilities as of 31 December 2025 and
signifikan. 2024.
115
Page 409
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
32. TAMBAHAN INFORMASI ARUS KAS 32. SUPPLEMENTARY CASH FLOW INFORMATION
Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas The reconciliation of liabilities that arise from
pendanaan adalah sebagai berikut: financing activities are as follows:
Perubahan non kas/
Non-cash activities
Pergerakan
valuta asing/
1 Januari/ Arus Kas/ Movement of Lainnya/ 31 Desember/
January 2025 Cash Flows foreign currency Others December 2025
Pinjaman yang diterima 21.513.126 (5.624.469) (5.319) - 15.883.338 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 6.694.795 (462.170) - - 6.232.625 Securities issued
Liabilitas sewa 30.831 (17.140) - 2.325 16.016 Lease liabilities
Total liabilitas dari Total liabilities from
aktivitas pendanaan 28.238.752 (6.103.779) (5.319) 2.325 22.131.979 financing activities
Perubahan non kas/
Non-cash activities
Pergerakan
valuta asing/
1 Januari/ Arus Kas/ Movement of Lainnya/ 31 Desember/
January 2024 Cash Flows foreign currency Others December 2024
Pinjaman yang diterima 18.133.652 3.324.818 54.656 - 21.513.126 Borrowings
Surat berharga yang diterbitkan 5.695.750 999.045 - - 6.694.795 Securities issued
Liabilitas sewa 40.193 (17.662) - 8.300 30.831 Lease liabilities
Total liabilitas dari Total liabilities from
aktivitas pendanaan 23.869.595 4.306.201 54.656 8.300 28.238.752 financing activities
33. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN 33. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT
NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF YET EFFECTIVE
Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi The following are several Financial Accounting
Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Standards, Interpretations of Financial Accounting
dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standards and amendment issued by the
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang Indonesian Financial Accounting Standards Board
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan (DSAK) that are considered relevant to the financial
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk laporan reporting of the Company but are not yet effective
keuangan tahun 2025: for 2025 financial statements:
Mulai efektif pada atau setelah tanggal Effective beginning on or after January 1,
1 Januari 2026 2026
PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107 SFAS 109: Financial Instruments and SFAS 107
Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Financial Instruments: Disclosures about
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan Classification and Measurement of Financial
Instruments
Amandemen ini menambahkan dan mengklarifikasi This amendment adds and clarifies the provisions
ketentuan dalam PSAK 109 terkait penghentian in SFAS 109 regarding the derecognition of
pengakuan liabilitas keuangan, serta mengklarifikasi financial liabilities, as well as clarifying the
penilaian karakteristik arus kas untuk aset keuangan assessment of cash flow characteristics for financial
dengan fitur ESG-linked, aset keuangan dengan fitur assets with ESG-linked features, financial assets
non-recourse, dan instrumen yang terikat secara with non-recourse features, and contractually
kontraktual seperti tranche. Amandemen ini juga bound instruments such as tranches. This
mengubah ketentuan dalam PSAK 107 terkait amendment also changes the provisions in SFAS
persyaratan pengungkapan investasi pada instrumen 107 related to disclosure requirements for
ekuitas yang diukur pada nilai wajar melalui investments in equity instruments measured at fair
penghasilan komprehensif lain dan menambah value through other comprehensive income and
ketentuan terkait instrumen keuangan dengan adds provisions related to financial instruments with
persyaratan kontraktual yang mengubah waktu atau contractual requirements that change the timing or
jumlah arus kas kontraktual. amount of contractual cash flows.
116
Page 410
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
33. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN 33. ACCOUNTING STANDARDS ISSUED BUT NOT
NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF (lanjutan) YET EFFECTIVE (continued)
Berikut ini adalah beberapa Standar Akuntansi The following are several Financial Accounting
Keuangan, Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Standards, Interpretations of Financial Accounting
dan amandemen yang telah disahkan oleh Dewan Standards and amendment issued by the
Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) yang Indonesian Financial Accounting Standards Board
dipandang relevan terhadap pelaporan keuangan (DSAK) that are considered relevant to the financial
Perseroan namun belum berlaku efektif untuk laporan reporting of the Company but are not yet effective
keuangan tahun 2025: (lanjutan) for 2025 financial statements: (continued)
Mulai efektif pada atau setelah tanggal Effective beginning on or after 1 January 2026
1 Januari 2026 (lanjutan) (continued)
PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107 SFAS 109: Financial Instruments and SFAS 107
Instrumen Keuangan: Pengungkapan tentang Financial Instruments: Disclosures about
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan Classification and Measurement of Financial
(lanjutan) Instruments (continued)
Amandemen berlaku secara retrospektif untuk The amendment applies retrospectively to annual
periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau reporting periods beginning on or after 1 January
setelah 1 Januari 2026. Penerapan dini 2026. Earlier application is permitted. The
diperkenankan. Perseroan saat ini sedang menilai Company is currently assessing the impact of the
dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan amendment to determine the impact they will have
dampaknya terhadap pelaporan keuangan on the Company’s financial reporting.
Perseroan.
Mulai efektif pada atau setelah tanggal Effective beginning on or after 1 January 2027
1 Januari 2027
PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan Laporan SFAS 118: Presentation and Disclosure in Financial
Keuangan Statements
PSAK 118 menggantikan PSAK 201, SFAS 118 which replaces SFAS 201, introduces
memperkenalkan persyaratan baru untuk penyajian new requirements for presentation within the
dalam laporan laba rugi, termasuk total dan subtotal statement of profit or loss, including specified totals
yang ditentukan. PSAK ini juga mengharuskan and subtotals. It also requires disclosure of
pengungkapan ukuran kinerja yang ditentukan oleh management-defined performance measures in the
manajemen dalam catatan dan mencakup notes and includes new requirements for
persyaratan baru untuk agregasi dan disaggregasi aggregation and disaggregation of financial
informasi keuangan berdasarkan 'peran' yang information based on the identified ‘roles’ of the
diidentifikasi dari laporan keuangan utama dan primary financial statements and the notes.
catatan.
Amandemen berlaku secara retrospektif untuk The amendment applies retrospectively to annual
periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau reporting periods beginning on or after 1 January
setelah 1 Januari 2027. Penerapan dini 2027. Earlier application is permitted. The
diperkenankan. Perseroan saat ini sedang menilai Company is currently assessing the impact of the
dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan amendment to determine the impact they will have
dampaknya terhadap pelaporan keuangan on the Company’s financial reporting.
Perseroan.
Manajemen masih melakukan persiapan dalam The management intends to adopt these new
penerapan standar baru tersebut yang standards that are considered relevant to the
dipertimbangkan relevan terhadap Perseroan pada Company when they become effective, and the
saat efektif, dan pengaruhnya terhadap posisi dan impact to the financial position and performance of
kinerja keuangan Perseroan masih diestimasi sampai the Company is still being estimated until the report
tanggal laporan keuangan. date.
117
Page 411
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
34. PENGUNGKAPAN INFORMASI TAMBAHAN 34. ADDITIONAL DISCLOSURE ON NOTES TO THE
DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS
Informasi tambahan berikut merupakan The following additional information is an additional
pengungkapan informasi tambahan dalam catatan disclosure on notes to the financial statement that
atas laporan keungan yang tidak dipersyaratkan are not required by Financial Accounting Standards
oleh Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. in Indonesia. The disclosure of this additional
Pengungkapan informasi tambahan ini untuk information is to comply with Financial Services
memenuhi regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan Authority regulation and is not audited.
dan tidak diaudit.
Piutang Pembiayaan Konsumen Consumer Financing Receivables
Saldo piutang pembiayaan konsumen pada tanggal Investment in consumer financing receivables
31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan ruang balance as of 31 December 2025 and 2024 based
lingkup kegiatan Perusahaan adalah sebagai on the scope of activities of the Company are as
berikut: follows:
31 Desember/December
2025 2024
Pembiayaan investasi 10.589.286 12.645.256 Investment financing
Pembiayaan modal kerja 80.173 207.676 Working capital financing
Pembiayaan multiguna 12.451.716 14.343.010 Multipurpose financing
Piutang pembiayaan konsumen 23.121.175 27.195.942 Consumer finance receivables
Saldo piutang pembiayaan konsumen pada tanggal Investment in consumer financing receivables
31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan balance as of 31 December 2025 and 2024 based
kolektabilitas sesuai peraturan OJK: on collectability in accordance with OJK
regulations:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Lancar 21.503.758 25.762.387 Current
Dalam perhatian khusus 1.051.172 1.155.232 Special mention
Kurang lancar 61.651 86.721 Substandard
Diragukan 69.761 75.230 Doubtful
Macet 434.833 116.372 Loss
23.121.175 27.195.942
Piutang Sewa Pembiayaan Finance Lease Receivables
Saldo piutang sewa pembiayaan pada tanggal Investment in finance lease receivables balance as
31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan ruang of 31 December 2025 and 2024 based on the
lingkup kegiatan Perusahaan adalah sebagai scope of activities of the Company are as follows:
berikut:
31 Desember/December
2025 2024
Pembiayaan investasi 1.799.939 4.661.003 Investment financing
Pembiayaan modal kerja 1.945.450 818.790 Working capital financing
Pembiayaan multiguna 7.045 15.794 Multipurpose financing
Piutang sewa pembiayaan 3.752.434 5.495.587 Finance lease receivables
118
Page 412
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
34. PENGUNGKAPAN INFORMASI TAMBAHAN 34. ADDITIONAL DISCLOSURE ON NOTES TO THE
DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS (continued)
(lanjutan)
Piutang Sewa Pembiayaan (lanjutan) Finance Lease Receivables (continued)
Saldo piutang sewa pembiayaan pada tanggal Investment in finance lease receivables balance as
31 Desember 2025 dan 2024 berdasarkan of 31 December 2025 and 2024 based on
kolektabilitas sesuai peraturan OJK: collectability in accordance with OJK regulations:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2024
Lancar 3.536.508 5.077.246 Current
Dalam perhatian khusus 137.793 387.432 Special mention
Kurang lancar 5.397 9.340 Substandard
Diragukan 9.603 12.563 Doubtful
Macet 63.133 9.006 Loss
3.752.434 5.495.587
Anjak Piutang Factoring Receivables
Saldo anjak piutang pada tanggal 31 Desember Investment in factoring receivables balance as of
2025 dan 2024 berdasarkan ruang lingkup kegiatan 31 December 2025 and 2024 based on the scope
Perusahaan adalah sebagai berikut: of activities of the Company are as follows:
31 Desember/December
2025 2024
Pembiayaan modal kerja - 34.748 Working capital financing
Anjak piutang - 34.748 Factoring receivables
Saldo anjak piutang pada tanggal 31 Desember 2025 Investment in factoring receivables balance as of
dan 2024 berdasarkan kolektabilitas sesuai peraturan 31 December 2025 and 2024 based on collectability
OJK: in accordance with OJK regulations:
31 Desember/ 31 Desember/
December 2025 December 2023
Kurang lancar - 34.748 Substandard
- 34.748
119
Page 413
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
34. PENGUNGKAPAN INFORMASI TAMBAHAN 34. ADDITIONAL DISCLOSURE ON NOTES TO THE
DALAM CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN FINANCIAL STATEMENTS (continued)
(lanjutan)
Informasi lainnya Other information
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Based on POJK No. 35/POJK.05/2018 dated
No.35/POJK.05/2018 tanggal 27 Desember 2018 27 December 2018 regarding “The Business
tentang ”Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Operation of a Multifinance Company” as last
Pembiayaan” sebagaimana telah diubah menjadi No. amended to No. 46 Year 2024 regarding
46 Tahun 2024 tentang ”Pengembangan dan “Development and Strengthening of Multifinance
Penguatan Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Company, Infrastructure Multifinance Company,
Pembiayaan Infrastruktur, dan Perusahaan Modal and Venture Capital Company, the Company has
Ventura”, Perseroan telah memenuhi jumlah minimal complied the minimum amount of equity and Limits
ekuitas dan Batas Maksimum Pemberian for Giving Financing. The Company has calculated
Pembiayaan. Perseroan telah menghitung beberapa ratio as follows
rasio antara lain:
31 Desember/ 31 Desember/
Persyaratan/ 31 December 31 December
Requirements 2025 2024
Gearing ratio max. 10x 4,49x 5,79x Gearing ratio
Rasio permodalan min. 10% 26,73% 20,21% Capital ratio
Rasio modal inti Core capital to fully paid
terhadap modal disetor min. 50% 1.966,60% 1.945,77% capital ratio
Rasio Non-Performing Non-Performing
Finance - neto max. 5% 1,47% 0,59% Finance - net
Rasio Non-Performing Non-Performing
Finance - gross - 2,40% 1,05% Finance - gross
Rasio piutang pembiayaan neto Net financing to
terhadap total aset min. 40% 93,32% 93,34% asset ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan Net financing receivables
Neto terhadap total pendanaan - 118,37% 114,12% to total funding ratio
Rasio saldo piutang pembiayaan Balance of receivables for investment
investasi dan pembiayaan financing and working capital
modal kerja terhadap total financing to total balance of the
saldo piutang pembiayaan min. 10% 53,64% 56,12% financing receivables
Rasio penyertaan langsung - 0,00% 0,00% Direct participation ratio
35. PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODE 35. EVENTS AFTER THE END OF REPORTING
PELAPORAN PERIOD
Perubahan Susunan Dewan Komisaris Changes in Board Commisioners
Perubahan susunan Direksi dan anggota Dewan The latest change in the composition of Directors
Komisaris yang terakhir dilakukan pada tanggal and the composition of the Board of Commissioner
7 Januari 2026, sebagaimana ternyata dalam Akta was conducted on 7 January 2026 as stated in the
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Deed of Statement of Resolutions of the
Saham Luar Biasa PT Mandiri Tunas Finance No. 7 Extraordinary General Meeting of Sharholder of
yang dibuat oleh Doktor Muhammad Kholid Artha, PT Mandiri Tunas Finance No. 7 of Dr. Muhammad
Sarjana Hukum, Magister Kenotariatan, Notaris di Kholid Artha, Bachelor of Laws, Master of Notarial
Jakarta. Sampai dengan tanggal penyelesaian Law, Notary in Jakarta. As of the date of completion
laporan keuangan, penerimaan pemberitahuan of the financial statements, the notification receipt
perubahan data Perseroannya masih dalam proses of the change in the corporate data was still in
di Kementerian Hukum Republik Indonesia. process by Ministry of Laws of the Republic of
Indonesia.
Susunan anggota Dewan Komisaris adalah sebagai The members of the Company’s Board of
berikut: Commissioners are as follows:
January 2026
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Muchammad Romahurmuziy President Commissioner
Wakil Komisaris Utama Nugraha Indra Permadi Vice President Commissioner
Komisaris Independen Fendy Eventius Mugni Independent Commissioner
Komisaris Independen Subarna Independent Commissioner
120
Page 414
The original financial statements included herein are in the
Indonesian language.
PT MANDIRI TUNAS FINANCE PT MANDIRI TUNAS FINANCE
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
Tanggal 31 Desember 2025 dan Untuk Tahun As of 31 December 2025
yang Berakhir Pada Tanggal Tersebut and for the Year Then Ended
(Disajikan dalam jutaan Rupiah, (Expressed in millions of Rupiah,
kecuali dinyatakan lain) unless otherwise stated)
35. PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODE 35. EVENTS AFTER THE END OF REPORTING
PELAPORAN (lanjutan) PERIOD (continued)
Perubahan Susunan Dewan Komisaris (lanjutan) Changes in Board Commisioners (continued)
Pengangkatan Bapak Muchammad Romahurmuziy The appointment of Mr. Muchammad
sebagai komisaris utama berlaku efektif setelah Romahurmuziy as President Commisioner
mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan becoming effective after obtaining approval from
(OJK) atas penilaian kelayakan dan kepatutan the Financial Services Authority (OJK) through the
(fit and proper test). fit and proper test.
Perubahan Kepala Divisi Audit Internal Perseroan Changes of the Head of Internal Audit Division
Pada tanggal 5 Januari 2026, Perseroan On 5 January 2026, the Company appointed Vina
mengangkat Vina Ratnasari Dewi sebagai Kepala Ratnasari Dewi as Head of Internal Audit Division in
Divisi Audit Internal sesuai dengan Surat Keputusan accordance with Decree No. 000001/SK-
No. 000001/SK-HCP.HCS/HC/I/2026. HCP.HCS/HC/I/2026.
36. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN 36. COMPLETION OF THE FINANCIAL
STATEMENTS
Manajemen Perseroan bertanggung jawab atas The management of the Company is responsible for
penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan the preparation and fair presentation of these
ini sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di financial statements in accordance with Indonesian
Indonesia, yang diselesaikan dan disetujui oleh Financial Accounting Standards which were
Direksi Perseroan untuk diterbitkan pada tanggal completed and authorized for issuance by the
5 Februari 2026. Board of Directors on 5 February 2026.
121
Page 415
Halaman ini sengaja dikosongkan
Page 416
Page 417
PT Mandiri Tunas Finance Graha Mandiri Lt. 3A Website: www.mtf.co.id Jl. Imam Bonjol No.61 E-mail: customer.service@mtf.co.id Jakarta 10310 Telepon: (62-21) 2305608 2025 Laporan Tahunan Memperkuat Kompetensi Inti, Unggul Dalam Ekosistem Captive
Names mentioned 174 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance Memperkuat Kompetensi Inti
p.1
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance Kebijakan Dividen
p.7
unresolved
org
PT Mandiri Tunas
p.7 ×2
unresolved
org
Mandiri Tunas | 43
Finance
p.7
unresolved
person
Pengungkapan Rangkap
· Komisaris
p.8
unresolved
person
Nominasi
· Komisaris
p.8
unresolved
person
Organ Pendukung
· Komisaris
p.8
unresolved
org
PT Tunas Ridean
p.19 ×26
unresolved
org
PT TUV NORD Indonesia Golden Winner Medallion
p.22
unresolved
org
PT TUV SUD Indonesia
p.22
unresolved
org
Bank Mandiri. Penghargaan
p.23
unresolved
org
PT Pemeringkat Efek Indonesia
p.24 ×2
unresolved
person
Pinohadi G. Sumardi
· Direktur
p.25 ×4
unresolved
person
Rico
p.34
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance Nugraha Indra Permadi
p.34
unresolved
org
Bank Indonesia
p.36 ×5
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance Pinohadi G. Sumardi
p.40
unresolved
—
Pendirian
p.49
unresolved
org
nama PT Tunas Financindo Corporation)
p.49 ×5
unresolved
org
PT Tunas Financindo Sarana
p.49 ×5
unresolved
person
Misahardi Wilamarta, S.H., Notaris di
p.49 ×2
unresolved
—
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
p.49
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.49 ×2
unresolved
—
C2-4868.HT.01.01.TH.89 tanggal 1
p.49
unresolved
—
1989 serta diumumkan dalam Lembaran Berita
p.49
unresolved
org
MTF OSR (Persero) Tbk.
p.50
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.52
unresolved
org
PT Tunas Financindo
p.52 ×2
unresolved
org
PT Tunas
p.54 ×2
unresolved
org
PT Tunas Financindo Corporation Perubahan Nama Menjadi
p.54
unresolved
person
Adam Kasdarmadji
· Notaris
p.54
unresolved
org
Jember Corporation
p.55
unresolved
org
Bank Syariah Mandiri
p.57
unresolved
org
PT Rapi Utama Indonesia
p.62 ×2
unresolved
—
RAPINDO
· Anggota
p.62
unresolved
—
KADIN
· Anggota
p.62
unresolved
person
M. Kholid Artha
· Notaris
p.66
unresolved
—
SPPI
· Komisaris
p.66 ×4
unresolved
org
PT Tunas Dwi Matra
p.66
unresolved
org
PT Toyota Astra Motor
p.66
unresolved
org
Kabupaten Bogor Dasar Hukum Pengangkatan Diangkat
· Komisaris Independen
p.67
unresolved
—
Kepatutan Fendy Eventius Mugni
· Komisaris Independen
p.67 ×14
unresolved
org
PT Eflag Solutions Indonesia
p.67
unresolved
org
Kabupaten Tasikmalaya Dasar Hukum Pengangkatan Diangkat
· Komisaris Independen
p.68
unresolved
org
PT Tunas Andalan Pratama
p.69
unresolved
org
PT Tunas Dwipa Matra
p.69 ×5
unresolved
org
PT Asia Surya Perkasa
p.69 ×2
unresolved
org
PT Bank Mandiri Tahunan Tahun Buku
p.71
unresolved
org
Kota Tangerang Dasar Hukum Pengangkatan Diangkat
· Direktur
p.72
unresolved
person
Di Bawah Supervisi
· Direktur Utama
p.76 ×3
unresolved
person
Division Head
· Direktur Utama
p.76
unresolved
—
Makah Indra Purnomo
p.76
unresolved
—
Ramdhan Safitri
p.76
unresolved
—
Rina Floriana Rustika
p.76
unresolved
—
Citra Judith Lupitadevi
p.76
unresolved
—
Indra Budi Laksana*
p.76
unresolved
—
Elwis Tunendra
p.76
unresolved
—
Ari Paisal Rohman
p.76
unresolved
—
Ruly Widyanto
p.76
unresolved
—
Andre Tigor
p.76
unresolved
—
Wicaksono Adi
p.76
unresolved
org
PT Bank Dagang Negara (Persero)
p.80
unresolved
person
Sutjipto
p.80
unresolved
org
Bank BUMN
p.81
unresolved
person
Timothy
· Direktur Operations
p.81
unresolved
person
Bintoro K. Pardewo
· Komisaris Independen
p.81
unresolved
org
PT Tunas Group
p.82
unresolved
org
PT Tunas Mobilindo Perkasa Indonesia Motor
p.82
unresolved
org
PT Tunas Mobilindo
p.82
unresolved
org
PT Tunas Aset Sarana
p.82
unresolved
org
PT Surya Sudeco
p.82 ×3
unresolved
org
PT Rahardja Ekalancar
p.82
unresolved
org
PT Mega
p.82
unresolved
org
PT Tunas Ridean Nama
p.82
unresolved
org
PT Tunas Ridean Tanggal Pendirian
p.82
unresolved
person
Anton Setiawan
· Komisaris Utama
p.82 ×2
unresolved
person
Wilfrid Foo Tsu-Jin
· Komisaris
p.82 ×2
unresolved
person
Hong Anton Leoman
· Komisaris
p.82 ×2
unresolved
person
Wong Jie Min Adrian
· Direktur
p.82
unresolved
person
Alfredo Chandra
· Komisaris
p.82 ×2
unresolved
person
Tenny Febyana Halim
· Direktur
p.82
unresolved
person
Ester Tanudjaja
· Direktur
p.82
unresolved
org
Purwantono
p.84
unresolved
org
Surja Young Global Limited
p.84
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.84
unresolved
person
Handaja
p.84
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.85
unresolved
org
PT Fitch Rating
p.85
unresolved
org
PT Aldiracita Sekuritas Indonesia
p.86
unresolved
person
H. Fachrudin
p.86
unresolved
person
H. Thamrin
p.86
unresolved
org
PT BRI Danareksa Sekuritas
p.86
unresolved
person
PPAT Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.86 ×2
unresolved
org
BM & Partners
p.86
unresolved
person
Partners-Poernomo Idna Yashinta
p.86
unresolved
person
H. Adam Malik
p.91 ×2
unresolved
person
Dr. M. Hatta
p.91
unresolved
person
Hj. Tutty Alawiyah
p.93
unresolved
org
Bank Papua
p.96
unresolved
org
Pusat Statistik
p.99
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwanto
p.107 ×3
unresolved
org
PT Bank Mandiri Taspen
p.125
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Bank Mandiri
p.125
unresolved
org
PT Bank Rakyat Indonesia Badan Usaha Milik Negara
p.125
unresolved
org
Milik Negara
p.125 ×5
unresolved
org
Indonesia (Persero) Tbk
p.125
unresolved
org
PT Sarana Multigriya Badan Usaha Milik Negara
p.125
unresolved
org
PT Bank Tabungan
p.125
unresolved
org
Milik Negara Negara
p.125
unresolved
org
PT Kimia Farma Apotek
p.125
unresolved
org
Milik Piutang
p.125 ×2
unresolved
org
PT Kimia Farma Trading
p.125
unresolved
org
PT Asuransi Jiwa Taspen
p.125
unresolved
—
Auditor Eksternal
p.131
unresolved
—
Implementasi GCG membentuk cara Perseroan merancang
p.131
unresolved
—
risiko dan kepatuhan secara terintegrasi. Kerangka tata
p.131
unresolved
—
mempertimbangkan keseimbangan antara pencapaian
p.131
unresolved
—
kinerja usaha, pengelolaan risiko yang prudent, serta
p.131
unresolved
—
regulator. Dengan pendekatan tersebut, GCG
p.131
unresolved
—
berfungsi sebagai mekanisme pengarah yang menjaga
p.131
unresolved
—
konsistensi antara strategi, eksekusi, dan pengawasan di
p.131
unresolved
person
Muhammad Kholid Artha
p.138
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.145 ×3
unresolved
org
Young Global Limited
p.145 ×5
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik
p.145
unresolved
person
Akuntan Publik Yasir
p.146
unresolved
—
Menyetujui Pengangkatan Bapak Nugraha Indra Permadi
· Komisaris Utama
p.146 ×22
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.