Back to announcement
IPCC_Penjelasan Perubahan Aset Liabilitas Q1 2026.pdf
Financial statement Text extracted IPCCSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1 OCR 0.939
(J PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN Jakarta, 24 April 2026 Nomor: KUNO 28 MN /Ares/0rekeu/ ter 20 Lampiran : - Perihal : Penyampaian Penjelasan Perubahan Signifikan Atas Aset dan Liabilitas PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Triwulan I Tahun 2026 Kepada Yth, PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia Jl. Jend. Sudirman Jakarta 12190, Indonesia 1. Dalam rangka memenuhi prinsip keterbukaan informasi kepada pemegang saham dan publik, serta sebagai wujud komitmen Perseroan dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), bersama ini kami menyampaikan penjelasan atas perubahan signifikan pada pos aset dan liabilitas PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk untuk periode Triwulan | Tahun 2026. Penyampaian penjelasan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kewajiban pelaporan Perseroan kepada regulator dan pemangku kepentingan, yang disusun dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal, antara lain sebagai berikut: a. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.04/2015 Tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan atas Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Perusahaan Publik, khususnya Pasal 2 ayat (1) yang mewajibkan Emiten menyampaikan informasi material yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan dan keputusan investasi pemodal, b. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.04/2016 Tanggal 29 Juli 2016 tentang Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik, khususnya ketentuan mengenai transparansi dan pengungkapan kinerja keuangan, C. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7/POJK.04/2018 Tanggal 25 April 2018 tentang Penyampaian Laporan melalui Sistem Pelaporan Elektronik OJK, khususnya kewajiban penyampaian laporan berkala secara tepat waktu: d. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 14/POJK.04/2022 Tanggal 18 Agustus 2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik, khususnya Pasal 6 yang mengatur kewajiban penyajian analisis dan pembahasan manajemen atas kinerja keuangan termasuk perubahan signifikan pada pos laporan keuangan. 2. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan memandang bahwa dinamika perubahan pada posisi aset dan liabilitas selama Triwulan | Tahun 2026 secara umum mencerminkan kondisi fundamental keuangan yang tetap terjaga, dengan indikasi penguatan likuiditas, peningkatan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id
Page 2 OCR 0.957
J PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN intensitas aktivitas operasional, serta optimalisasi pengelolaan modal kerja pada awal tahun berjalan. Lebih lanjut, perubahan tersebut juga merupakan hasil dari implementasi berbagai kebijakan strategis yang ditempuh Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, efisiensi operasional, serta pengendalian risiko keuangan secara prudent dan berkesinambungan. 3. Berkaitan dengan hal tersebut, pada sisi Aset, Piutang usaha neto pihak ketiga mengalami penurunan sebesar 25,2696. Penurunan ini menunjukkan semakin efektifnya pengelolaan piutang yang dijalankan secara konsisten oleh Perseroan. Melalui penerapan sistem pengendalian yang lebih ketat serta peningkatan efektivitas proses penagihan, Perseroan berhasil menurunkan rasio piutang terhadap pendapatan dan menjaga arus kas tetap sehat. Hal ini sejalan dengan komitmen manajemen untuk memastikan siklus kas perusahaan berjalan efisien, likuid. Implementasi kebijakan credit control yang terukur, serta evaluasi terhadap term of payment pengguna jasa, memastikan pendapatan tidak diiringi oleh peningkatan risiko piutang tak tertagih. Untuk memperkuat pengelolaan piutang, manajemen terus meningkatkan koordinasi antar fungsi keuangan, pemasaran, dan operasional untuk menjaga keakuratan data serta mempercepat penyelesaian administrasi dokumen pendukung. Selain itu, perseroan juga mengoptimalkan komunikasi dengan pengguna jasa melalui rekonsiliasi rutin dan pendekatan persuasif agar kewajiban pembayaran dapat diselesaikan tepat waktu. Untuk piutang yang berpotensi bermasalah, perusahaan menempuh langkah hukum melalui kerja sama dengan Jaksa Pengacara Negara, sebagai wujud komitmen terhadap prinsip kehati-hatian dan penerapan Good Corporate Governance. Serangkaian langkah strategis tersebut berhasil menekan rasio piutang bermasalah dan memperkuat fondasi keuangan guna mendukung kinerja serta pertumbuhan di masa mendatang. 4. Selanjutnya pada sisi Aset, Beban dibayar dimuka, yang mencatatkan kenaikan sebesar 311,084. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pembayaran cuti karyawan untuk tahun 2026 yang dilakukan pada awal Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat pembayaran kesejahteraan pegawai untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan kondusif. Dengan memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan karyawan, manajemen berharap dapat memperkuat komitmen karyawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan semangat dan motivasi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kesejahteraan yang diperoleh oleh karyawan diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas, kinerja yang lebih baik, dan akhirnya berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan. 5. Sejalan dengan peningkatan aktivitas operasional, pada sisi aset uang muka tercatat mengalami kenaikan sebesar 66,8796 dibandingkan periode audit 2025. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan pendanaan awal atas berbagai kegiatan operasional di sejumlah unit kerja, khususnya yang memerlukan percepatan pelaksanaan guna menjaga kelancaran layanan dan pencapaian target kinerja. Uang muka tersebut pada umumnya digunakan untuk mendukung aktivitas PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id
Page 3 OCR 0.955
| PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN aktivitas operasional dan administratif yang bersifat rutin maupun insidentil, termasuk kebutuhan lapangan yang membutuhkan respons cepat. Hingga akhir periode pelaporan, sebagian dari uang muka tersebut masih dalam proses penyelesaian pertanggungjawaban (settlement), sehingga belum direklasifikasi ke akun terkait. Hal ini lebih disebabkan oleh perbedaan waktu antara realisasi kegiatan dan penyampaian dokumen administrasi dari masing-masing unit. Perseroan terus melakukan penguatan pengendalian internal melalui peningkatan monitoring dan percepatan proses verifikasi, guna memastikan penyelesaian pertanggungjawaban dapat dilakukan secara tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, posisi uang muka diharapkan dapat semakin mencerminkan kondisi yang akurat dan akuntabel pada setiap periode pelaporan. 6. Adapun padasisi aset, Aset kontrak pihak ketiga tercatat mengalami kenaikan sebesar 146,88K dibandingkan dengan posisi akhir tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama berasal dari pengakuan pendapatan atas jasa yang telah diberikan kepada pelanggan, namun sampai dengan tanggal pelaporan masih dalam proses penagihan atau belum diterbitkan nota tagihan (invoice). Secara operasional, kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas layanan Perseroan berjalan dengan baik, dimana realisasi pekerjaan telah dilakukan terlebih dahulu sebelum seluruh proses administrasi penagihan diselesaikan. Di sisi lain, peningkatan aset kontrak ini juga mengindikasikan adanya perbedaan waktu antara pengakuan pendapatan dengan proses penagihan (timing difference), yang perlu dikelola secara optimal agar tidak berdampak terhadap kecepatan perputaran arus kas. Oleh karena itu, Perseroan terus melakukan penguatan pada proses billing melalui peningkatan koordinasi lintas fungsi serta optimalisasi sistem yang mendukung percepatan penerbitan invoice. Dengan langkah tersebut, aset kontrak diharapkan dapat segera dikonversi menjadi piutang usaha dan selanjutnya menjadi arus kas masuk, sehingga mendukung kinerja likuiditas Perseroan. 7. Dalam kaitan dengan aktivitas pengadaan yang meningkat pada awal triwulan I Tahun 2026, pada sisi Pajak dibayar dimuka tercatat mengalami kenaikan sebesar 197,1696. Kenaikan ini terutama berasal dari akumulasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Masukan atas transaksi pembelian barang dan jasa dari para rekanan selama awal tahun 2026. PPN Masukan tersebut diakui sebagai pajak dibayar dimuka karena sampai dengan tanggal pelaporan belum dapat dikreditkan dengan PPN Keluaran pada periode yang sama, sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh perbedaan waktu antara pengakuan transaksi pembelian dengan realisasi pendapatan yang menjadi dasar pengenaan PPN Keluaran, serta proses administrasi perpajakan yang masih berjalan. Dari sisi operasional, peningkatan pada pos ini juga sejalan dengan tingginya aktivitas pengadaan barang dan jasa dalam rangka mendukung kelancaran operasional dan pelaksanaan program kerja di awal tahun. Perseroan terus melakukan penguatan dalam pengelolaan administrasi perpajakan, termasuk melalui percepatan proses rekonsiliasi dan pengkreditan pajak, peningkatan koordinasi dengan rekanan terkait kelengkapan dokumen perpajakan. Dengan langkah tersebut, saldo pajak dibayar dimuka diharapkan dapat segera PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id
Page 4 OCR 0.952
(9 PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN dimanfaatkan melalui mekanisme pengkreditan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mendukung efisiensi pengelolaan arus kas dan kepatuhan perpajakan Perseroan secara berkelanjutan. 8. Sementara itu, Aset Tidak Lancar Lainnya tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar 74,78” dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pencairan uang jaminan pelaksanaan pekerjaan yang sebelumnya ditempatkan oleh vendor sebagai bagian dari mekanisme pengamanan kontrak. Pencairan tersebut mencerminkan telah terpenuhinya kewajiban kontraktual oleh pihak vendor, sehingga jaminan yang sebelumnya diakui sebagai aset tidak lancar tidak lagi tercatat pada periode berjalan. Dari perspektif operasional, kondisi ini menunjukkan adanya penyelesaian pekerjaan yang berjalan sesuai dengan ketentuan dan timeline yang telah disepakati. Lebih lanjut, penurunan pada pos ini tidak berdampak negatif terhadap kualitas aset maupun likuiditas perusahaan, mengingat karakteristiknya yang bersifat temporer dan bergantung pada siklus proyek. Sebaliknya, hal ini mengindikasikan perbaikan dalam siklus penyelesaian pekerjaan serta optimalisasi pengelolaan kontrak dengan mitra kerja. 9. Selanjutnya pada sisi Liabilitas, Utang Usaha Pihak Ketiga tercatat mengalami penurunan sebesar 49,4076, Penurunan utang usaha kepada pihak ketiga utamanya mencerminkan efektivitas dalam pengelolaan pembayaran terhadap tagihan yang berasal dari mitra penyedia barang dan jasa, baik untuk kebutuhan operasional (eksploitasi). Perusahaan secara proaktif memastikan bahwa kewajiban pembayaran diselesaikan tepat waktu sesuai termin dan kesepakatan kontraktual. Strategi pembayaran yang disiplin ini tidak hanya menciptakan efisiensi dalam pengelolaan arus kas, tetapi juga memperkuat kepercayaan mitra kerja terhadap komitmen perusahaan. Pada akhirnya, langkah ini turut berkontribusi pada stabilitas hubungan bisnis yang sehat dan berkesinambungan. 10. Sementara itu, Utang usaha kepada pihak berelasi tercatat mengalami penurunan sebesar 25,109c yang menunjukkan perbaikan koordinasi dan efisiensi dalam pengelolaan kewajiban antarentitas dalam grup usaha, termasuk kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan entitas afiliasi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. Utang ini pada umumnya merupakan kewajiban atas jasa dan pasokan barang dan jasa terkait aktivitas eksploitasi, seperti pemanfaatan fasilitas terminal, pengelolaan peralatan bongkar muat, maupun jasa pendukung lainnya yang diberikan oleh entitas dalam grup maupun BUMN yang menjadi mitra kerja. Penurunan yang terjadi disebabkan oleh semakin lancarnya proses rekonsiliasi berkala yang dilakukan secara sistematis antarperusahaan, sehingga mendorong kesepahaman yang lebih cepat atas nilai tagihan dan mempercepat proses penyelesaian kewajiban. Khusus untuk transaksi dengan BUMN, kemudahan dalam pelunasan juga didukung oleh komitmen bersama dalam menjaga tata kelola yang baik antarentitas serta adanya kepatuhan yang tinggi terhadap ketentuan pembayaran yang telah disepakati. Kejelasan struktur tarif, kesepakatan waktu jatuh tempo, serta penggunaan sistem pencatatan terintegrasi turut memperlancar proses pembayaran utang usaha ini. Secara PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia www.indonesiacarterminal.co.id T4622143932251 | E corsec@indonesiacarterminal.co.id Bea :
Page 5 OCR 0.953
(JI PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN keseluruhan, penurunan ini menunjukkan adanya peningkatan sinergi dan kepercayaan dalam ekosistem BUMN dan grup usaha, yang mendukung kelancaran arus kas dan stabilitas operasional Perusahaan. 11. Lebih lanjut Utang usaha lain-lain kepada pihak ketiga mengalami penurunan sebesar 27,914. Penurunan ini terutama disebabkan oleh realisasi pembayaran kewajiban Perseroan atas pekerjaan investasi yang pada periode sebelumnya masih tercatat sebagai kewajiban kepada penyedia jasa. Begitu juga, utang usaha lain-lain kepada pihak berelasi mencatat penurunan sebesar 84,1096. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rutinitas rekonsiliasi data yang dilakukan secara konsisten dan terstruktur antara perusahaan dengan group entitas berelasi. Melalui rekonsiliasi tersebut, diperoleh kesepahaman yang lebih cepat terkait nilai transaksi dan kewajiban masing-masing pihak, sehingga mempercepat proses penagihan dan penyelesaian kewajiban usaha. Secara keseluruhan, dinamika pada pos utang usaha lain-lain ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan kerja sama yang sehat, baik dengan mitra swasta maupun entitas negara, serta cerminan dari keaktifan dalam mendukung pertumbuhan aset produktif jangka panjang melalui belanja investasi. 12. Pada priode yang sama, Utang dividen tercatat mengalami penurunan sebesar 100X dibandingkan dengan periode sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh telah diselesaikannya seluruh kewajiban pembayaran dividen interim tahun buku 2025 yang sebelumnya telah diakui sebagai liabilitas. Pembayaran dividen tersebut telah direalisasikan pada tanggal 6 Januari 2026 kepada para pemegang saham, yaitu publik, PT Pelindo Multi Terminal, dan PT Multi Terminal Indonesia. Dengan demikian, tidak terdapat lagi saldo utang dividen yang tersisa pada periode pelaporan. Penyelesaian kewajiban ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang saham secara tepat waktu sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan, sekaligus menunjukkan pengelolaan arus kas yang memadai. Selain itu, langkah ini juga memberikan kepastian bagi pemegang saham serta memperkuat kredibilitas perusahaan dalam aspek tata kelola dan kepatuhan terhadap kebijakan korporasi. Dari perspektif likuiditas, pembayaran dividen tersebut telah diantisipasi dalam perencanaan kas perusahaan, sehingga tidak memberikan tekanan yang signifikan terhadap kondisi keuangan. 13. Sebagai bagaian dari pengelolaan kewajiban pada sisi liabilitas, liabilitas jangka pendek lainnya kepda pihak ketiga tercatat mengalami kenaikan sebesar 28,7996. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kewajiban Perseroan yang hingga akhir periode pelaporan masih tercatat sebagai liabilitas, sehubungan dengan proses administrasi pembayaran yang belum diselesaikan sampai dengan tanggal pelaporan. Kondisi ini bersifat sementara dan akan direalisasikan sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang berlaku. Kemudian pos liabilitas jangka pendek lainnya pihak berelasi, tercatat penurunan sebesar 29,9796. Pos ini umumnya mencerminkan kewajiban perusahaan atas dana titipan pegawai, yaitu sejumlah potongan dari penghasilan karyawan yang ditujukan untuk dibayarkan kepada pihak ketiga terkait, seperti lembaga penyelenggara jaminan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T 622143932251 | F corsec@indonesiacarterminal.co.id
Page 6 OCR 0.942
14. 15. J PELINDO MULTI TERMINAL IPCC TERMINAL KENDARAAN sosial, asuransi, atau dana kesejahteraan lainnya. Penurunan saldo ini mencerminkan telah dilakukannya realisasi pembayaran atau pelunasan terhadap kewajiban-kewajiban tersebut secara tepat waktu. Dengan demikian, saldo yang sebelumnya dicatat sebagai liabilitas kini telah diselesaikan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam memastikan pengelolaan hak-hak karyawan secara tertib dan akuntabel. Kami memandang bahwa dinamika perubahan pada aset dan liabilitas tersebut merupakan bagian dari siklus bisnis yang wajar serta mencerminkan pengelolaan keuangan yang disiplin dan terukur. Ke depan, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha, likuiditas, dan pengendalian risiko guna memastikan kinerja yang berkesinambungan. Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Kami terbuka untuk memberikan klasifikasi tambahan apabila diperlukan dan senantiasa berkomitmen untuk menjaga integritas serta kepercayaan investor terhadap kinerja kami. Atas perhatiannya, diucapkan terima kasih. PT INDONESIA KENDARAAN TERMINAL Tbk DIREKTUR KEUANGAN, SDM & MANAJEMEN RISIKO WING vecanrono PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Jl Sindang Laut No.100, Cilincing, Jakarta Utara, 14110, Indonesia T4622143932251 | F corsec@indonesiacarterminal.co.id www.inde
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Milik Negara
p.4
unresolved
org
PT Pelindo Multi Terminal
p.5
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 6
FinancialStatement-2026-I-IPCC.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done
IPCC_SPD Q1 2026.pdf
done