Back to announcement
20260820_SOLA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32121728_lamp1.pdf
Other Text extracted SOLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Jakarta, 20 Agustus 2026
No. 036/SOLA-INA/VIII/2026
Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building Tower I
Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Up : Divisi Penilaian Perushaan 2
Perihal : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa / Responses to IDX’s Requests
for Explanation
Dengan Hormat, Dear Sir/Madam,
Merujuk Surat dari Bursa Efek Indonesia No. Referring to the Indonesian Stock Exchange
S-10822/BEI.PP2/08-2026 tanggal 18 Letter No. S-10822/BEI.PP2/08-2026 dated
Agustus 2026. Dengan ini Perseroan August 18th, 2026. The Company hereby
menyampaikan tanggapan atas Permintaan communicates its response to the Exchange
Penjelasan Bursa dalam Lampiran I dari Explanation Request in Appendix I to this
surat ini. letter.
Demikian kami sampaikan. Atas We thank you for your attention and
perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. cooperation.
Hormat Kami,
PT Xolare RCR Energy Tbk.
Dinda Oktavia
Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
www.idx.co.id
Page 2
PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
Lampiran Permintaan Penjelasan PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA)
1. Terkait Laporan Keuangan 31 Maret 2026,
a. Mengingat saldo piutang usaha Perseroan meningkat sebesar 86,96% dan terdapat peningkatan
piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari, agar dijelaskan lebih lanjut asumsi/faktor
yang menyebabkan hasil evaluasi ECL tetap sebesar Rp3,28 miliar atau tidak mengalami
perubahan dibandingkan CKPN yang telah dibentuk sebelumnya.
Jawab : Perseroan telah melakukan evaluasi atas kecukupan penyisihan kerugian kredit
ekspektasian (Expected Credit Loss/ECL) atas piutang usaha per 31 Maret 2026 dengan
mempertimbangkan profil dan karakteristik masing-masing pelanggan, umur piutang, riwayat
pembayaran, kondisi serta kemampuan pembayaran pelanggan, status penagihan, dan informasi
relevan lainnya yang tersedia pada tanggal pelaporan.
Meskipun terjadi peningkatan saldo piutang sebesar 86,96% dan kenaikan saldo piutang dengan
umur >90 hari, Perseroan menilai belum terjadi Peningkatan Risiko Kredit Secara Signifikan
(Significant Increase in Credit Risk/SICR) yang memerlukan tambahan pembentukan CKPN di
luar saldo sebesar Rp3,28 miliar. Pertimbangan teknis akuntansi dan faktor objektif manajemen
adalah sebagai berikut:
1. Kualitas Debitur & Profil Risiko Rendah: Peningkatan saldo piutang >90 hari didominasi
oleh PT Servo Lintas Raya yang memiliki rekam jejak kerja sama panjang dan tidak memiliki
riwayat default (zero default history).
2. Adanya Kesepakatan Jadwal Pembayaran (Payment Plan): Seluruh piutang jatuh tempo >90
hari tersebut berada dalam status penagihan aktif (active collection) di mana Perseroan telah
mendapat kesepakatan jadwal pembayaran bertahap (restructuring/payment schedule
agreement) dari PT Servo Lintas Raya.
3. Pengujian Matriks Provisi (Provision Matrix) & Forward-Looking: Berdasarkan pemodelan
matriks provisi dengan memperhitungkan data historis tingkat kerugian (loss rate) serta
penyesuaian informasi masa depan (forward-looking information), estimasi nilai kerugian riil
yang berpotensi timbul masih berada di bawah nilai CKPN yang telah dibentuk.
Dengan demikian, Perseroan meyakini bahwa nilai penyisihan ECL sebesar Rp3,28 miliar telah
memadai untuk mencerminkan risiko kerugian kredit ekspektasian pada tanggal pelaporan.
b. Sehubungan dengan CALK Nomor 26, beban pokok pendapatan meningkat sebesar 515,13%,
lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan sebesar 403,51%, sehingga margin laba
kotor Perseroan menurun dari sekitar 38,80% menjadi 25,18%. Agar dikonfirmasi apakah
berdasarkan evaluasi Perseroan, penurunan margin laba kotor dari 38,80% menjadi 25,18%
bersifat sementara atau diperkirakan akan berlanjut pada periode selanjutnya serta langkah-
langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan margin laba kotor
serta profitabilitas Perseroan.
Jawab : Berdasarkan evaluasi Perseroan, penurunan margin laba kotor dari 38,80% menjadi
25,18% diperkirakan akan berlanjut pada periode selanjutnya. Faktor-faktor yang menyebabkan
penurunan margin laba kotor tersebut adalah adanya addendum perpanjangan kontrak Proyek
Wisma Titan dan Proyek Jalan Hauling. Hal ini berdampak pada adanya penyesuaian RAB atas
biaya yang lebih banyak dikeluarkan Perseroan. Peningkatan biaya tersebut antara lain biaya
sewa alat berat, sewa rumah, biaya gaji, biaya makan, biaya maintenance, dll.
Langkah-langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan margin laba
kotor serta profitabilitas Perseroan adalah Perseroan akan melakukan pengendalian biaya
proyek secara lebih ketat, melakukan evaluasi atas struktur biaya dan harga penawaran sebelum
www.idx.co.id
Page 3
PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
menerima pekerjaan, meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan, serta melakukan
monitoring terhadap realisasi biaya dan margin setiap proyek secara berkala.
2. Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2026,
a. Mohon dijelaskan lebih lanjut terkait utang lain-lain kepada pihak ketiga sebesar Rp22,00 miliar,
antara lain mengenai:
• Pihak ketiga yang menjadi lawan transaksi dan sifat transaksi yang mendasari timbulnya
kewajiban tersebut;
Jawab : Pihak ketiga yang menjadi lawan transaksi adalah PT. Asia Pacific Ventura dan
PT.Karunia Multifinance. Sifat transaksi yang mendasari timbulnya kewajiban tersebut
adalah memenuhi kebutuhan arus kas jangka pendek Perseroan.
• Jangka waktu dan jatuh tempo penyelesaian kewajiban;
Jawab : Jangka waktu penyelesaian kewajiban adalah 6 (enam) bulan sampai dengan 1 (satu)
tahun terhitung sejak tanggal penarikan fasilitas.
• Latar belakang dan kebutuhan Perseroan atas tambahan arus kas jangka pendek tersebut.
Jawab : Latar belakang atas tambahan arus kas jangka pendek tersebut yaitu adanya
Penundaan pembayaran dari pelanggan besar yang mengganggu kas masuk rutin. Kebutuhan
Perseroan antara lain Modal kerja operasional (Membeli bahan baku, membayar upah
pekerja, dan menutup biaya sewa atau utilitas) dan pelunasan kewajiban ( bunga bank dan
cicilan leasing).
• Sumber dana yang akan digunakan Perseroan untuk menyelesaikan kewajiban tersebut pada
saat jatuh tempo.
Jawab : Sumber dana yang akan digunakan Perseroan untuk menyelesaikan kewajiban
tersebut pada saat jatuh tempo adalah penerimaan dari pelunasan piutang usaha PT Servo
Lintas Raya, Pertamina Hulu Rokan, PT. Royaltama Mulia Kontruksi, penerimaan dari
penjualan aspal, serta arus kas masuk operasional rutin lainnya.
b. Mengingat Perseroan membukukan margin laba kotor yang menurun dari 24,80% pada 30 Juni
2025 menjadi 13,02% pada 30 Juni 2026, serta membukukan rugi bersih senilai Rp2,79 miliar.
Agar dikonfirmasi apakah berdasarkan evaluasi Perseroan, keyakinan dan dasar pertimbangan
Perseroan atas kemungkinan perbaikan tingkat margin laba kotor pada periode selanjutnya serta
langkah-langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan margin laba
kotor serta profitabilitas Perseroan.
Jawab : Berdasarkan evaluasi Perseroan, keyakinan dan dasar pertimbangan Perseroan atas
kemungkinan perbaikan tingkat margin laba kotor akan terjadi mulai tahun 2027.
Dasar Pertimbangan Perseroan adalah selesainya proyek-proyek yang jangka waktunya sudah
diadendum yang membebankan overhead operasional pada periode 2026.
Langkah-langkah yang akan dilakukan Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan margin laba
kotor serta profitabilitas Perseroan adalah Perseroan menetapkan langkah-langkah efisiensi
ketat, evaluasi ulang penetapan harga (pricing policy), efisiensi alokasi sumber daya operasional,
serta pemantauan margin proyek secara disiplin dan berkala.
3. Terkait penggunaan dana IPO, sehubungan dengan peningkatan modal pada PT Xolabit Bitumen
Industri (XBI), agar dijelaskan:
a. Terkait dana sebesar Rp10,27 miliar yang telah digunakan untuk pelunasan pembayaran
pengadaan mesin, agar dijelaskan:
www.idx.co.id
Page 4
PT. XOLARE RCR ENERGY TBK
Gedung Plaza Simatupang Lt. 6
Jl. TB Simatupang Raya Kav IS No. 01 RT02/RW17
Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan - 12310
Telp. 021-22702295
• Estimasi waktu pengiriman mesin ke pabrik XBI di Tuban,
Jawab : Estimasi waktu pengiriman mesin ke pabrik XBI di Tuban diperkirakan tiba di lokasi
pada September 2026.
• Status kesiapan mesin saat ini,
Jawab : Status kesiapan mesin saat ini Mesin telah selesai diproduksi dan dipersiapkan oleh
pihak manufaktur/pemasok untuk proses pengapalan/pengiriman (in transit preparation).
• Target waktu mesin tersebut mulai digunakan untuk kegiatan produksi.
Jawab : Target waktu mesin tersebut mulai digunakan untuk kegiatan produksi adalah pada
Q1 2027 setelah proses instalasi, commissioning, dan pengujian operasional selesai
dilakukan.
b. Terkait dana sebesar Rp3,51 miliar yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik pembuatan
aspal membran, agar dijelaskan :
• Status dan progres pembangunan pabrik sampai dengan saat ini,
Jawab : Status dan progres pembangunan pabrik sampai dengan saat ini adalah 40 persen.
• Tahapan pembangunan yang telah dan akan dilakukan,
Jawab : Tahapan pembangunan yang telah dilakukan adalah Pekerjaan struktur utama
(pondasi, pemasangan tembok, dinding, dan rangka utama bangunan pabrik). Tahap akan
dilakukan selanjutnya adalah penyelesaian konstruksi fisik, pekerjaan utilitas/fasilitas
pendukung, serta penyelesaian area internal.
• Estimasi waktu penyelesaian pembangunan dan dimulainya kegiatan operasional pabrik.
Jawab : Estimasi waktu penyelesaian pembangunan dan dimulainya kegiatan operasional
pabrik adalah 31 Desember 2026.
4. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU
atau pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan
nomor perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.
Jawab : Perseroan menyampaikan bahwa sampai dengan tanggal surat tanggapan ini, berdasarkan
informasi dan konfirmasi dari manajemen serta bagian hukum Perseroan, Perseroan tidak memiliki
perkara hukum yang material, termasuk perkara perpajakan, somasi, gugatan, PKPU maupun
permohonan pailit dari pihak ketiga, kreditur maupun pemasok yang dapat berdampak material
terhadap kegiatan usaha, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha Perseroan.
5. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Jawab : Tidak terdapat Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat
mempengaruhi harga efek Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan
kepada publik.
www.idx.co.id
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
Dinda Oktavia
· Sekretaris Perusahaan/ Corporate Secretary
p.1
unresolved
org
PT Servo Lintas Raya
p.2 ×3
unresolved
org
PT. Asia Pacific Ventura
p.3
unresolved
org
PT. Royaltama Mulia Kontruksi
p.3
unresolved
org
PT Xolabit Bitumen Industri
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.