Skip to content
Back to announcement

20240223_SMII_Laporan Informasi dan Fakta Material_31580278_lamp6.pdf

Financial statement Text extracted SMII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
LAMPIRAN/ ATTACHMENT

Surat Nomor/ Letter number: S-136/SMI/DU/0224 (Surat ke OJK/ Letter to OJK) dan/ and
                            S-138/SMI/DU/0224 (Surat ke Bursa Efek Indonesia/ Letter to IDX)



Penjelasan Atas Kenaikan Aset Dan Liabilitas
Berdasarkan Perubahan/ Delta (Signifikan Dalam Jumlah Dan Prosentase > 20%)/
Analysis of Asset and Liability Growth and Decrease
According to changes/delta (significantly in value and/or percentage more than 20%)

I. Penjelasan untuk Aset/ Explanation of Asset

 Penurunan jumlah aset Perseroan per 31 Desember 2023 bila dibandingkan dengan posisi per 31 Desember
 2022 adalah sebesar Rp1.371,34 miliar atau 1,17%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi dari
 peningkatan dan penurunan pada akun-akun sebagai berikut:

 The decrease in the company's assets as of December 31, 2023, compared to the position as of December
 31, 2022, amounts to Rp1,371.34 billion or 1.17%. This decrease was mostly affected by changes in the
 following accounts, both positive and negative:

   ▪   Kas dan setara kas/ Cash and Cash Equivalent
       Pos ini mengalami penurunan sebesar Rp2.178,77 miliar atau 14,67% dari Rp14.848,02 miliar pada
       tahun 2022 menjadi Rp12.669,25 miliar di 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh
       adanya pelunasan atas pinjaman diterima dari bank dan lembaga keuangan lainnya yang dibayar
       dengan kas yang dimiliki Perusahaan dan surat berharga diterbitkan yang telah jatuh tempo selama
       tahun 2023.

       From IDR14.848,02 billion in 2022 to IDR12.669,25 billion on December 31, 2023, this account
       decreased by IDR2.178,77 billion, or 14.67% due to the payment of loan received from Bank and
       other Financial Institution using cash and cash equivalent and securities issued which already due
       in 2023.

   ▪   Dana dibatasi penggunaannya/ Restricted Cash
       Jumlah Dana Dibatasi Penggunaannya pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp308,24 miliar, mengalami
       peningkatan sebesar Rp59,98 miliar atau 24,16% dibandingkan tahun 2022 sebesar Rp248,26 miliar.
       Hal ini terutama disebabkan oleh adanya penerimaan dana hibah dari lembaga donor yang
       peruntukannya sudah ditentukan sesuai dengan perjanjian antara SMI dan lembaga donor tersebut.

       From IDR248,26 billion in 2022 to IDR308,24 billion in December 31, 2023, the restricted cash
       increased by IDR59,98 billion, or 24.16%. This increase is mainly attributed to the receipt of grant
       funds from a donor institution, the allocation of which has been predetermined according to the
       agreement between SMI and the donor institution.

   ▪   Efek-efek/ Securities
       Pos ini mengalami peningkatan sebesar Rp2.631,39 miliar atau 31,57% dari 8.334,36 miliar pada
       tahun 2022 menjadi Rp10.965,76 miliar di 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh
Page 2
    pembelian atas efek-efek selama tahun 2023 guna menjaga likuiditas dan meningkatan pendapatan
    bagi Perusahaan.

    From IDR 8.334,36 billion in 2022 to IDR10.965,76 billion on December 31, 2023, this account
    decreased by IDR2.631,39 billion, or 31.57%. This increase is primarily due to the purchase of
    securities during 2023 to maintain Company’s liquidity and boost its revenue


▪   Piutang atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek/ Receivables from assignment for
    facilitation on project preparation
    Piutang kepada pemerintah atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek mengalami peningkatan
    sebesar Rp35,94 miliar atau 201,52% dari Rp17,83 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp53,77 miliar
    pada 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penugasan yang
    diterima dan laksanakan oleh SMI di tahun 2023 bila dibandingkan dengan tahun 2022.

    Receivables from assignments for facilitation on project preparation increased by IDR35.94 billion
    or 201.52%, from IDR 17.83 billion in 2022 to IDR 53.77 billion on December 31, 2023. This is
    primarily attributed to the increase in the number of assignments received and carried out by SMI
    in 2023 compared to 2022

▪   Pendapatan masih harus diterima/ Accrued Income
    Jumlah pendapatan masih harus diterima Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp922,16
    miliar atau 51,78% dari Rp1.780,85 miliar pada tahun 2022 menjadi Rp2.703,01 miliar pada 31
    Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh kenaikan tingkat suku bunga atas pinjaman
    diberikan dengan floating rate di tahun 2023 bila dibandingkan dengan tahun 2022 sebagai akibat
    dari penyesuaian atas peningkatan suku bunga BI yang mencapai 1% sejak Oktober 2022 serta
    adanya kenaikan pada tingkat bunga Amerika Serikat (the Fed) di tahun 2023

    From IDR 1,780.85 billion in 2022 to IDR2,703.01 billion in December 31, 2023, the accrued income
    increased by IDR922.16 billion, or 51.78%. This is primarily due to the increase in the interest rates
    on loans provided with a floating rate in 2023 compared to 2022, as a result of adjustments due to
    the 1% increase in the BI interest rates since October 2022 and the rise in interest rates in the
    United States (the Fed) in 2023.

▪   Pinjaman Diberikan dan Pembiayaan Syariah-bersih/ Loan Receivables and Sharia Financing-
    net
    Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – bersih menurun sebesar Rp2.921,89 miliar atau 3,29%
    dari sebesar Rp88.706,19 miliar pada 31 Desember 2022 menjadi Rp85.784,30 miliar pada 31
    Desember 2023. Penurunan Pinjaman Diberikan dan Pembiayaan Syariah terutama berasal dari
    pelunasan dipercepat yang dilakukan oleh debitur yang terjadi pada Juni – Desember 2023

    Loans Receivables decreased by IDR 2,921.89 billion or 3.29%, from IDR 88,706.19 billion on
    December 31, 2022 to IDR85,784.30 billion on December 31, 2023. The decreasing of loan
    receivables and sharia financing during 2023 mostly caused by the debtor’s early repayment in June
    until December 2023.
Page 3
   ▪   Aset pajak tangguhan/ Deferred tax asset
       Aset pajak tangguhan meningkat sebesar Rp5,62 miliar atau 13,90% dari Rp40,42 miliar pada 31
       Desember 2022 menjadi Rp46,04 miliar pada 31 Desember 2023. Peningkatan Aset pajak tangguhan
       terutama berasal dari peningkatan beda waktu beban yang dapat dikurangkan berdasarkan ketentuan
       perpajakan.

       Deferred tax asset increased by IDR5,62 billion or 13.90%, from IDR 40,42 billion on December
       31, 2022 to IDR46,04 billion on December 31, 2023. The increase in deferred tax assets mainly
       comes from an increase in time deferrence that can be deducted based on tax provisions.


II. Penjelasan untuk Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer/ Explanation of Liabilities and Temporary
    Syirkah Funds

   Penurunan jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer Perseroan per 31 Desember 2023 bila
   dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp3.085,07 miliar atau 4,03%.
   Penurunan tersebut terutama dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun berikut:

   The Company's liabilities and temporary syirkah funds decreased by IDR3,085,07 million (4.03%) as of
   December 31, 2023 compared to year 2022 position. The following accounts' gains and losses had the
   biggest impacts on the decrease, such as:

   ▪   Pinjaman Diterima dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya/ Loans received from banks
       and other financial institution.
       Pada 31 Desember 2023, Perseroan memiliki pinjaman dari bank dan lembaga keuangan lain sebesar
       Rp21.804,90 miliar, menurun Rp1.820,23 miliar atau 7,70% dari Rp23.625,13 miliar per 31
       Desember 2022. Pinjaman ini meliputi pinjaman dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya yang
       akan digunakan untuk pembiayaan infrastruktur. Penurunan jumlah pinjaman diterima disebabkan
       karena pembayaran atas pinjaman yang telah jatuh tempo.

       Loans from banks and other financial institutions totaled IDR 21,804.90 billion as of December 31,
       2023, an decrease of IDR 1,820.23 billion or 7.70% from IDR 23,625.13 billion as of December 31,
       2022. These loans come from banks and other financial entities and utilized for financing
       infrastructure. Decreasing loan received due to the payment of loan mature.
Page 4
    ▪    Utang Pajak/ Taxes Payable
         Utang pajak pada 31 Desember 2023 menurun sebesar Rp68,29 miliar atau 28,39% dari Rp240,55
         miliar pada tahun 2022 menjadi Rp172,26 miliar pada 31 Desember 2023. Penurunan utang pajak
         terutama disebabkan oleh pembayaran utang pajak atas PPh Pasal 29 tahun 2022 sebesar Rp156,49
         miliar yang dibayarkan pada April 2023.

         From IDR 240,55 billion in 2022 to IDR 172,26 billion on December 31, 2023, tax payable decreased
         by IDR 68,29 billion, or 28.39%. This decrease was mainly due to the payment of Income Tax payable
         Article 29 year 2022 amounted to Rp156.49 billion paid at April 2023.

    ▪    Pendapatan diterima dimuka/ unearned revenue
         Pendapatan diterima dimuka meningkat sebesar Rp43,66 miliar atau 87,33% dari sebesar Rp49,99
         miliar pada 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp93,65 miliar. Pendapatan diterima dimuka
         merupakan provisi yang diterima terkait pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah.

         Unearned revenue grew from IDR 43.66 billion to IDR 93.65 billion by IDR 49.99 billion, or 87,33%.
         Unearned revenue represents provision recived from loan receivables and sharia financing.


    ▪    Green bond/ green bond
         Green bond menurun sebesar Rp248,26 miliar atau 100% dari sebesar Rp248,26 miliar pada 31
         Desember 2022 menjadi Nihil. Hal ini disebabkan green bond telah jatuh tempo dan dibayarkan pada
         Juli 2023.

         Green bond decreased by IDR 248.26 billion or 100% from IDR 248.26 billion on
         December 31, 2022 to Nil. This is because the green bond has matured and has paid in July
         2023.

    ▪    Liabilitas derivatif/ Derivatif liabilities
         Liabilitas derivatif menurun sebesar Rp4,8 miliar atau 100% dari sebesar Rp4,83 miliar pada 31
         Desember 2022 menjadi Nihil. Hal ini disebabkan kontrak derivatif telah jatuh tempo.

         Derivative liabilities decreased by IDR4.83 billion or 100% from IDR4.83 billion on
         December 31, 2022 to Nil. This is because the derivative contract has matured.


▪       Liabilitas imbalan pasca kerja/ employee benefits obligation
        Liabilitas imbalan pasca kerja meningkat sebesar Rp36,79 miliar atau 33,73% dari sebesar
        Rp109,06 miliar pada 31 Desember 2022 menjadi sebesar Rp145,85 miliar pada 31 Desember
        2023. Hal ini disebabkan oleh peningkatan jumlah karyawan yang dihitung pencadangan imbalan
        pasca kerjanya.

        Employee benefits obligation grew from IDR 109.06 billion on 31 Desember 2022 to IDR 145.85
        billion on 31 Desember 2023 by IDR 36.79 billion, or 33.73%. This is due to the increase in the
        number of employees counted in the post-work remuneration reserve.
Page 5
▪   Liabilitas lain-lain/ Other Liabilities
    Pos ini meningkat sebesar Rp59,20 miliar atau 39,10% dari Rp151,42 miliar pada tahun 2022
    menjadi Rp210,62 miliar di 31 Desember 2023. Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan pada
    dana titipan yang merupakan dana diterima Perusahaan dari debitur namun belum dialokasi ke
    kewajibannya karena pembayaran belum jatuh tempo .

    From IDR 151.42 billion in 2022 to IDR 210.62 billion on December 31, 2023, this account
    increased by IDR59.20 billion, or 39.10%. This is mainly due to an increase in the deposit
    fund which is a fund received by the Company from the debtor but not allocated to its
    obligations because payment is not due.

▪   Sukuk mudharabah/ Sukuk mudharabah
    Sukuk mudharabah menurun sebesar Rp550 miliar atau 56,12% dari sebesar Rp980 miliar pada 31
    Desember 2022 menjadi Rp430 miliar. Hal ini disebabkan pembayaran sukuk mudharabah yang
    telah jatuh tempo selama tahun 2023.

    Sukuk mudharabah decreased by IDR550 billion or 56.12% from IDR 980 billion on
    December 31, 2022 to IDR 430 billion. This is due to the payments of Sukuk Mudharabah
    that have matured in 2023.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.16 MB
Published23 Feb 2024
Pages5
Characters12,265
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result