Back to announcement
20240207_BTPS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31576722_lamp4.pdf
Financial statement Text extracted BTPSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1 OCR 0.942
BTPN Syanah MENAAA BTPN | Lantai 12 tr riah, CBD Moga Kuningan "6 0 0 16221 2927 2096 Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsolidasian Posisi 31 Desember 2023 Indonesia dan dunia sedang berada di dalam momentum pemulihan ekonomi setelah selama tiga tahun terakhir menghadapi tantangan yang sangat kompleks akibat imbas pandemi COVID-19 dan perlambatan ekonomi yang berdampak pada hampir seluruh industri. Secara makro, kondisi ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV 2023 tercatat sebesar 5,046 (yoy), sedikit meningkat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 4,9476 (yoy). Secara keseluruhan tahun 2023 tercatat tumbuh kuat sebesar 5,0596 (yoy). Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan mencapai kisaran 4,7-5,596, didorong diantaranya oleh komponen PDB seperti konsumsi rumah tangga membaik, konsumsi pemerintah meningkat, seiring dengan naiknya mobilitas terutama transportasi dan perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan minum serta perdagangan besar dan eceran. Walaupun kondisi makroekonomi sudah membaik dibandingkan tahun-tahun masa pandemi Covid-19, namun kondisi di pedesaan dimana segmen dilayani Bank masih belum kembali pulih dan lebih menantang. Berdasarkan research yang dilakukan oleh UBS (APAC Economic Perspectives ASEAN: “K'-shaped consumption recovery-----The real (and nominal) reasons behind it), terdapat evidence bahwa berdasarkan profil spending, Indonesia sedang mengalami pertumbuhan ekonomi dengan dua kecepatan yang berbeda. Sementara itu dari sisi Indeks Kepercayaan Konsumen, juga terjadi K-shaped consumer recovery antara konsumen dengan pengeluaran tinggi dan rendah. PT BANK BTPN SYARIAH Tbk terus fokus melayani masyarakat inklusi, terutama dalam memberikan akses keuangan berupa pembiayaan bagi para perempuan pelaku ekonomi yang masuk dalam kelompok unbankable (tak tersentuh layanan keuangan profesional). Selama lebih dari satu dekade, Bank telah menjalankan model bisnis yang sudah didesain untuk memberikan kesempatan tumbuh dan memenuhi berbagai kebutuhan bagi masyarakat inklusi. Dalam perjalanannya di triwulan keempat tahun ini, Bank terus berupaya melakukan penyesuaian demi mengembalikan perilaku efektif nasabah untuk membangun empat perilaku unggul yang selama ini menjadi Kunci Sukses berjalannya model bisnis Bank yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS). Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas serta dukungan dari regulator serta pemerintah yang terus berupaya terbaik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), kinerja dapat terjaga dengan pencapaian total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp 21,4 triliun, mengalami kenaikan sebesar Rp 273,4 miliar atau 1,396 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 21,2 triliun. Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut: 1. Giro dan Penempatan pada BI Giro dan Penempatan pada BI pada posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 763 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 32 miliar atau sebesar 4,496 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 731 miliar. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penempatan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) dan Giro iB di Bank Indonesia. . & » www.btpnsyariah.com sn
Page 2 OCR 0.943
| t /ariah, 2. Piutang Murabahah Piutang murabahah gross pada posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 11,4 triliun mengalami penurunan sebesar Rp 96 miliar atau sebesar 0,896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,5 triliun. Periode tahun 2023 yang penuh tantangan Bank lebih meningkatkan kehatian-hatian dalam penyaluran dana dan menjaga kualitas pembiayaan. 3. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah CKPN piutang murabahah pada posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 1,2 triliun mengalami pertumbuhan Rp 445 miliar atau sebesar 5896 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 768 miliar. Hal ini disebabkan kondisi nasabah yang menantang serta sebagai antisipasi Bank terhadap POJK Relaksasi terkait pandemi Covid-19. Kedepannya BTPN Syariah akan terus memantau dan memastikan pembentukan pencadangan yang memadai sesuai dengan kondisi di lapangan. 4. Piutang Oardh Piutang gardh gross pada posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 530 juta mengalami penurunan sebesar Rp 3 miliar atau sebesar 84,996 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya pelunasan atas pinjaman tersebut. 5. Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah gross pada posisi 31 Desember 2023 sebesar Rp 19,7 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 40,6 miliar atau sebesar 67,496 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp 60,3 miliar dikarenakan adanya pembayaran pembiayaan. 6. Biaya Dibayar Dimuka Biaya dibayar dimuka pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 48 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 5,1 miliar atau sebesar 9,74 dibandingkan 31 Desember 2022 yaitu sebesar Rp 53,1 miliar. Hal ini dikarenakan adanya amortisasi asuransi kesehatan untuk karyawan, lisensi & pemeliharaan /T, asuransi DPK penjaminan, SIPO dan hak guna pakai. 7. Aset Lain-lain Aset lain-lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 35,5 miliar mengalami penurunan sebesar 69,946 atau Rp 82,2 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2022 sebesar Rp. 117,7 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan uang muka operasional, dan penurunan likuiditas community officer untuk mendukung layanan laku pandai dan lainnya. 8. Liabilitas Segera Liabilitas segera pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 29,3 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 9 miliar atau sebesar 23,64 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 38,4 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan hutang project IT dan lainnya. W ri www.btpnsyariah.com in
Page 3 OCR 0.952
9. Pembiayaan Yang Diterima Pembiayaan yang diterima pada tanggal 31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 100 miliar atau sebesar 10096 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022. Penurunan ini disebabkan pembiayaan dari bank lain pihak ketiga yaitu PT Bank Maybank Indonesia Tbk (UUS) telah jatuh tempo dan lunas/selesai. 10. Liabilitas Lain-lain Liabilitas lain-lain pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 62,6 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 81,9 miliar atau 56,796 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 144,5 miliar. Hal ini disebabkan adanya penurunan utang kepada pihak ketiga dan penyelesaian transaksi. 11. Akrual Akrual pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 67,6 miliar mengalami penurunan sebesar Rp 23,2 millar atau 25,64 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 90,8 miliar. Penurunan mayoritas akrual dikarenakan adanya realisasi penggunaan akrual. 12. Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Liabilitas imbalan pasca kerja pada 31 Desember 2023 sebesar Rp 229,3 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp 43,6 miliar atau 23,54 dibandingkan posisi 31 Desember 2022 yaitu Rp 185,7 miliar. Kenaikan disebabkan karena adanya peningkatan kewajiban imbalan kerja, imbalan jangka pendek dan jasa produksi kepada karyawan. 13. Dana Syirkah Temporer Dana syirkah temporer pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 9,9 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 77,6 miliar. Di sisi lain tabungan mengalami kenaikan sebesar Rp 126,3 miliar tetapi deposito mengalami penurunan sebesar Rp 48,7 miliar. Peningkatan dana tersebut sebagai kepercayaan dari nasabah kepada bank seiring dengan berakhirnya pandemi COVID-19. 14. Ekuitas Ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 8,8 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 369,1 miliar atau sebesar 4,49 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2022 sebesar Rp 8,4 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 1,1 triliun dan pembayaran dividen gross sebesar Rp 713 miliar. Na www.btpnsyariah.com La
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.