Skip to content
Back to announcement

20240130_MEGA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31572726_lamp3.pdf

Financial statement Text extracted MEGA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
PENJELASAN PERUBAHAN LEBIH DARI 20% PADA ASET DAN LIABILITAS
LAPORAN KEUANGAN AUDITED PER 31 DESEMBER 2023


ASET



Giro pada Bank Indonesia

Jumlah Giro pada Bank Indonesia (BI) pada akhir Desember 2023 adalah sebesar Rp6,82 triliun
menurun 21,51% atau sebesar Rp1,87 triliun dibandingkan akhir Desember 2022 yang sebesar Rp8,69
triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan penurunan pada giro BI dalam valuta Rupiah
sehubungan dengan besaran insentif pembiayaan sektor prioritas yang diterima oleh Perseroan pada
akhir Desember 2023 sebesar 2,20% yang mana lebih besar dari insentif pada Desember 2022 yang
sebesar 1,20%.



Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain

Jumlah penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Perseroan pada akhir 2023 adalah sebesar
Rp3,36 triliun, menurun sebesar 63,38%% atau Rp5,81 triliun dari posisi akhir 2022 yang tercatat
sebesar Rp9,16 triliun, penurunan ini terutama dikarenakan penempatan di Bank Indonesia menurun
sebesar Rp6,81 triliun, dilain sisi terdapat penempatan interbankcall money sebesar Rp1,01 triliun
sementara pada akhir 2022 tidak ada.



Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo)

Jumlah efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) Bank pada akhir tahun 2023 sebesar
Rp7,22 triliun mengalami peningkatan sebesar 121,69% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,25
triliun. Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) merupakan transaksi
pembelian obligasi pemerintah yang dibeli dari beberapa counterparty yang akan jatuh tempo di bulan
Januari 2024.



Tagihan derivatif

Jumlah tagihan derivatif Bank pada akhir Desember 2023 tercatat sebesar Rp20,97 miliar, meningkat
sebesar Rp10,86 miliar atau 107,27% dibandingkan posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp10,12
miliar. Hal ini terutama pada transaksi swap yang meningkat sebesar Rp11,94 miliar atau 152,50%.



Tagihan akseptasi

Pada akhir Desember 2023, Perseroan tidak memiliki tagihan akseptasi, sedangkan pada posisi akhir
Desember 2022 sebesar Rp53,03 miliar.
Page 2
LIABILITAS



Liabilitas segera

Liabilitas segera Perseroan pada akhir 2023 tercatat sebesar Rp296 miliar, meningkat sebesar 20,60%
dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp246 miliar. Peningkatan karena beberapa transaksi kliring atau
transfer nasabah yang baru dijalankan di awal tahun 2024 terkait libur panjang diakhir tahun 2023.



Simpanan Nasabah - Giro

Giro Nasabah pada akhir 2023 tercatat sebesar Rp10,13 triliun, menurun 21,01% dari tahun
sebelumnya yang sebesar Rp12,82 triliun. Dimana penurunan dari giro dalam mata uang Rupiah
sebesar Rp1,41 triliun sementara dalam mata uang asing turun sebesar Rp1,28 triliun.



Simpanan dari Bank Lain

Simpanan dari bank lain pada 2023 tercatat sebesar Rp3,87 triliun, meningkat 150,38% atau sebesar
Rp2,33 triliun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,55 triliun. Peningkatan terutama karena
interbankcall money meningkat sebesar Rp2,86 triliun.



Utang pajak penghasilan

Utang pajak penghasilan Perseroan pada akhir 2023 sebesar Rp59,60 miliar menurun sebesar 58,35%
dari tahun lalu yang sebesar Rp143,08 miliar. Hal ini sejalan dengan perolehan laba sebelum pajak
Perseroan yang juga menurun dari Rp5,03 triliun di akhir 2022 menjadi Rp4,34 triliun di akhir 2023.



Liabilitas derivatif

Jumlah liabilitas derivatif Perseroan pada akhir Desember 2023 tercatat sebesar Rp18,93 miliar,
menurun 71,67% dibandingkan posisi akhir Desember 2022 yang sebesar Rp66,82 miliar. Hal ini
terutama pada penurunan transaksi swap sebesar Rp52,54 miliar atau 82,11%.



Utang akseptasi

Pada akhir Desember 2023, Perseroan tidak memiliki utang akseptasi, sedangkan pada posisi akhir
Desember 2022 sebesar Rp53,03 miliar.
Page 3
Pinjaman yang diterima

Pinjaman yang diterima pada akhir 2023 tercatat sebesar Rp2,91 triliun, meningkat sebesar 56,73%
dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,86 triliun. Peningkatan terutama pada pinjaman yang
diterima dalam mata uang dolar Amerika Serikat sebesar Rp1,05 triliun.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.18 MB
Published30 Jan 2024
Pages3
Characters3,990
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result