Back to announcement
20260416_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_32071301_lamp1.pdf
Other Text extracted DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS UNTUK SEGERA DITERBITKAN
BUMA International Group, melalui BIRU, Luncurkan Pusat Pelatihan dan Tes
Terintegrasi untuk Perkuat Kesiapan Kerja Talenta Indonesia
Jakarta, 16 April 2026 – PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), anak perusahaan dan social impact arm
dari PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) yang berfokus pada pendidikan dan pelatihan
vokasi, meresmikan Pusat Pelatihan (Training Center) terintegrasi di Depok, Jawa Barat, dan Pusat Tes
(Test Center) di Jakarta. Inisiatif ini merupakan respons terhadap tantangan kesiapan tenaga kerja di
Indonesia, dengan tujuan membekali peserta melalui pelatihan yang selaras dengan kebutuhan
industri, sertifikasi kompetensi, serta akses ke peluang kerja internasional. Peresmian ini menandai
tonggak penting dalam perjalanan BIRU untuk memperkuat kesiapan kerja, sekaligus memperluas
akses terhadap lapangan kerja melalui pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan.
Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam penyediaan lapangan kerja bagi generasi
muda. Data BPS menunjukkan bahwa 19,44% penduduk Indonesia usia 15–24 tahun tidak sedang
bersekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment, or Training/NEET) pada
20251. Sementara itu, tingkat pengangguran pada lulusan SMK mencapai 8,63% pada tahun yang sama,
tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya2. Menanggapi hal tersebut, BIRU menghadirkan
ekosistem pelatihan dan sertifikasi terintegrasi yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan
antara pelatihan dan kebutuhan industri, memperkuat kesiapan kerja, serta membuka akses yang lebih
luas terhadap peluang kerja, termasuk di pasar internasional seperti Jepang.
BIRU Training Center dan Test Center merupakan bagian dari upaya BIRU untuk memperluas akses
terhadap pendidikan vokasi yang berkualitas serta memperkuat jalur menuju pekerjaan yang layak. Hal
ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan Nomor 4 (Pendidikan
Berkualitas) dan Nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Ekosistem terintegrasi ini
menggabungkan pelatihan, persiapan kompetensi, dan sertifikasi dalam satu platform yang dirancang
untuk mencerminkan kondisi industri serta kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang. Melalui
pendekatan ini, BIRU berupaya mempersiapkan talenta Indonesia agar siap memanfaatkan peluang di
sektor-sektor dengan permintaan yang berkelanjutan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Iwan Fuad Salim, Direktur BUMA International Group, mengatakan, “Peresmian BIRU Training Center
dan Test Center mencerminkan komitmen jangka panjang Grup dalam menciptakan dampak sosial
yang berkelanjutan, dengan pengembangan sumber daya manusia sebagai inti utamanya. Melalui
BIRU, kami berupaya turut menjawab tantangan yang dihadapi generasi muda yang tidak sedang
bersekolah, bekerja, maupun mengikuti pelatihan, dengan memperkuat keterkaitan antara pelatihan
dan dunia kerja, sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap peluang kerja bagi talenta
1
Badan Pusat Statistik (BPS), Persentase Usia Muda (15–24 Tahun) yang Sedang Tidak Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan (NEET),
data 2025.
2
Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Menurut Jenjang Pendidikan, data 2025
1
Page 2
Indonesia.”
Salah satu contoh dari pendekatan ini adalah program Japan Building Cleaning BIRU, yang mendukung
penempatan tenaga kerja melalui skema Pekerja Berketerampilan Spesifik/Specified Skilled Worker
(SSW/Tokutei Ginou) di Jepang. Skema ini dirancang untuk membantu menjawab kebutuhan tenaga
kerja di sektor-sektor yang terus mengalami kekurangan tenaga kerja, termasuk bidang pengelolaan
kebersihan gedung.
Keunggulan program ini terletak pada penggunaan peralatan pembersih dan perlengkapan pendukung
yang diimpor khusus dari Jepang, sehingga peserta dapat berlatih dengan standar dan kondisi kerja
yang mendekati praktik sebenarnya. Program ini dibawakan oleh instruktur bersertifikat yang memiliki
pengalaman industri yang relevan, dengan kurikulum yang disusun selaras dengan standar Jepang.
Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk mengembangkan keterampilan teknis, disiplin, serta etos
kerja yang sesuai dengan ekspektasi pasar kerja di Jepang.
Kanya Stira Sjahrir, Chief Executive Officer BIRU, menambahkan, “Sejak didirikan, BIRU terus
berkomitmen untuk membantu menjembatani kesenjangan antara pelatihan dan dunia kerja. Kami
fokus menyiapkan peserta melalui pelatihan yang mencerminkan kondisi kerja nyata, didukung oleh
proses penguatan kompetensi dan sertifikasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Melalui
kombinasi kurikulum yang relevan, praktik berbasis peralatan industri, serta pembelajaran yang
berorientasi pada industri, kami ingin membantu peserta membangun keterampilan, disiplin, dan
kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja dengan lebih percaya diri.”
Sejak akhir 2025 hingga awal 2026, lebih dari 60 peserta telah menyelesaikan pelatihan di BIRU Training
Center, dan beberapa lulusannya telah mulai bekerja di Jepang pada Maret 2026. Berangkat dari
capaian awal tersebut, BIRU menargetkan melatih lebih dari 30 peserta setiap bulan guna mendukung
pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di sektor pemeliharaan gedung di Jepang. Peluang ini didukung
oleh permintaan yang tetap kuat terhadap tenaga kerja asing di Jepang, di mana Badan Layanan
Imigrasi mencatat terdapat 287.882 individu dengan status Pekerja Berketerampilan Spesifik hingga
akhir Januari 2025, termasuk di sektor pengelolaan kebersihan gedung.
Peluncuran ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat kesiapan
tenaga kerja, melalui dukungan dari pemerintah dan mitra institusional yang memiliki visi bersama
dalam memperluas akses terhadap pendidikan vokasi berkualitas serta peluang kerja.
Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan
Pelindungan Pekerja Migran, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
(Kemenko PM), menyampaikan apresiasinya atas kontribusi BIRU dalam mendukung agenda
pemerintah. “Melalui program Perintis Berdaya, kami berupaya membangun ekosistem
pemberdayaan yang lebih kuat bagi UMKM, koperasi, dan pekerja migran Indonesia, mulai dari
penguatan kapasitas, akses, pembiayaan, hingga tata kelola pemberdayaan dan perlindungan. Khusus
melalui pilar Berdaya Global, kami ingin mempersiapkan talenta Indonesia agar lebih siap bersaing di
pasar kerja internasional melalui penguatan pelatihan, orientasi pra-penempatan yang relevan secara
keterampilan dan budaya, serta tata kelola pekerja migran yang lebih baik. Kami percaya upaya ini
tidak dapat dijalankan sendiri. Karena itu, kami mengapresiasi kolaborasi dengan BIRU dan berharap
2
Page 3
kerja sama ini dapat terus diperluas, sehingga semakin banyak pihak dapat saling terhubung dan
membuka peluang yang lebih besar bagi calon pekerja migran Indonesia.”
Senada dengan hal tersebut, Dwi Setiawan Susanto, S.E., MSi., Ak, Direktur Jenderal Promosi dan
Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
(KP2MI), mengatakan, “Kesempatan bekerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, pada dasarnya
terbuka bagi talenta dari berbagai daerah di Indonesia, selama mereka memiliki standar kompetensi,
kemampuan bahasa, dan pemahaman budaya yang memadai. Sejalan dengan itu, Pemerintah telah
mencanangkan penempatan pekerja migran Indonesia secara bertahap hingga 500.000 orang. Ini
adalah tantangan sekaligus peluang, terutama menuju 2029 ketika bonus demografi kita diharapkan
diisi oleh penduduk muda yang produktif, bertalenta, dan memiliki kualifikasi global. Kami berharap
inisiatif yang dilakukan BIRU ini dapat menjadi inspirasi untuk terus mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan jejaring secara global.”
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk
memperluas kapasitas pelatihan, sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja
global, termasuk di sektor pengelolaan gedung di Jepang yang diproyeksikan akan membutuhkan
sekitar 37.000 pekerja pada tahun 2029,” tutup Kanya.
***
Tentang PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Didirikan pada tahun 1990, PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group) adalah perusahaan pertambangan
yang terdiversifikasi secara global dengan kegiatan usaha yang tersebar di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat. Grup
beroperasi di bawah empat pilar bisnis utama: Jasa Pertambangan, Kepemilikan Tambang, Kewirausahaan Sosial, dan
Teknologi.
Inti dari operasi Jasa Pertambangan adalah PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), salah satu penyedia jasa pertambangan
terbesar di Indonesia dan Australia (beroperasi di bawah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, BUMA Australia Pty Ltd).
Grup mentransformasi bisnisnya sebagai pemilik tambang pada 2024 dengan mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc (ACG),
dan memposisikan diri sebagai salah satu produsen terkemuka antrasit bermutu sangat tinggi di Amerika Serikat.
Memperluas diversifikasinya, Grup memasuki sektor komoditas masa depan pada 2024 dengan mengakuisisi saham di
29Metals Limited, sebuah perusahaan pertambangan tembaga dan logam dasar yang berbasis di Australia. Portofolio Grup
lainnya termasuk PT Bukit Teknologi Digital (BTech), yang berfokus pada pengembangan teknologi pembelajaran mendalam
(deep learning) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi emisi, dan meminimalkan risiko
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), serta PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), perusahaan sosial yang didedikasikan untuk
pendidikan, pelatihan kejuruan, dan mendorong ekonomi sirkular.
Berkantor pusat di Jakarta, BUMA International Group tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (IDX: DOID)
dan mempekerjakan lebih dari 12.000 orang di seluruh dunia. Pada Juni 2025, perusahaan ini sekali lagi masuk dalam jajaran
200 perusahaan teratas di FORTUNE Southeast Asia 500, yang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan terbesar
di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
PT BUMA Internasional Grup Tbk (BUMA International Group)
Corporate Communications
Email: communications@bumainternational.com
Website: www.bumainternational.com
3
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.1 ×2
unresolved
org
Internasional Grup Tbk
p.1 ×4
unresolved
org
Pusat Statistik
p.1 ×2
unresolved
org
Layanan Imigrasi
p.2
unresolved
org
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat
p.2
unresolved
person
Dwi Setiawan Susanto
p.3
unresolved
person
MSi.
p.3
unresolved
org
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
p.3
unresolved
org
BUMA Australia Pty Ltd
p.3
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.