Back to announcement
20260415_OBAT_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32070859_lamp1.pdf
Other Text extracted OBATSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 30
Page 1
Page 2
Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa
A. Pencapaian Proyeksi (Hanya Disampaikan kepada Bursa)
1. Sehubungan dengan realisasi atas proyeksi aset Perseroan per 31 Desember 2025, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab lebih rendahnya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Kas dan setara kas
Tanggapan: Berdasarkan proyeksi yang telah disusun, posisi kas dan setara kas Perseroan
diperkirakan mencapai Rp95,4 miliar. Namun demikian, hingga akhir tahun buku 2025,
realisasi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp29,3 miliar. Perbedaan ini disebabkan oleh
beberapa faktor utama. Pertama, terdapat pembagian dividen sebesar 100% atas kinerja tahun
buku 2024 dengan nilai Rp13.424.000.000. Kedua, Perseroan melakukan penempatan dana
pada investasi jangka pendek sebesar Rp13.320.000.000, jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan proyeksi awal sebesar Rp1.650.000.000, atau meningkat sebesar Rp11.670.000.000
dari rencana semula. Selain itu, laba yang diproyeksikan sebesar Rp33,3 miliar hanya
terealisasi sebesar Rp25,5 miliar. Perseroan juga menggunakan kas untuk pembelian aset tetap
dengan nilai mencapai Rp40 miliar, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebesar Rp23,6 miliar.
Faktor lain yang turut memengaruhi lebih rendahnya posisi kas adalah realisasi utang usaha
yang lebih kecil dibandingkan proyeksi, sebagai dampak dari penerapan Standar Operasional
Prosedur (SOP) keuangan yang lebih ketat, khususnya dalam pengelolaan dan pembayaran
kepada pemasok.
2) Piutang usaha.
Tanggapan: Proyeksi pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp10,9 miliar, sementara realisasinya
tercatat sebesar Rp5,5 miliar. Perbedaan antara proyeksi dan realisasi tersebut terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan piutang lain-lain dari pihak berelasi. Dalam proyeksi awal,
pos tersebut tidak dianggarkan (Rp0), namun pada realisasinya mencapai Rp11,2 miliar, sehingga
memberikan dampak signifikan terhadap tidak tercapainya nilai yang telah diproyeksikan.
3) Persediaan.
Tanggapan: Realisasi persediaan Perseroan tercatat sebesar Rp19,8 miliar, lebih rendah
dibandingkan dengan proyeksi yang ditetapkan sebesar Rp26,1 miliar. Perbedaan ini terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan pada pos uang muka pembelian yang terealisasi sebesar
Rp2,8 miliar, lebih tinggi dari proyeksi awal sebesar Rp1,8 miliar. Selain itu, pengelolaan
persediaan Perseroan menerapkan sistem Just in Time, yaitu metode di mana pembelian bahan
baku dan bahan kemas dilakukan berdasarkan adanya Purchase Order dari pelanggan.
Kebijakan ini diterapkan dengan mempertimbangkan karakteristik bahan baku yang memiliki
batas masa kedaluwarsa (expired date), sehingga Perseroan dapat menjaga efisiensi persediaan
serta meminimalkan risiko penurunan kualitas atau kerugian akibat barang yang tidak terpakai.
b. Latar belakang dan penyebab lebih tingginya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Investasi jangka pendek.
Tanggapan: Perseroan melakukan penempatan dana kas yang belum digunakan ke dalam
instrumen investasi, salah satunya pada reksa dana pasar uang, dengan tujuan untuk menjaga
produktivitas dana serta mengoptimalkan pengelolaan likuiditas. Langkah ini diambil agar dana
yang tersedia tetap dapat memberikan imbal hasil yang relatif stabil dengan tingkat risiko yang
terjaga. Langkah investasi ini juga mendukung fleksibilitas keuangan Perseroan, mengingat
instrumen reksa dana pasar uang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi sehingga dapat dengan
Page 3
mudah dicairkan ketika dibutuhkan untuk mendukung kegiatan operasional maupun kebutuhan
pendanaan lainnya. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam mengelola kas
secara efisien, prudent, dan berorientasi pada kesinambungan kinerja keuangan.
2) Uang muka pembelian.
Tanggapan: Pada akhir tahun 2025, beberapa pemasok Perseroan mengalami kendala dalam
proses pengiriman barang, sehingga realisasi pengiriman tersebut baru dapat dilakukan pada
awal tahun 2026. Kondisi ini berdampak pada tertundanya pengakuan atas transaksi yang telah
direncanakan sebelumnya dalam periode berjalan. Terdapat transaksi pembelian tanah yang
hingga akhir periode pelaporan masih dalam proses administrasi, khususnya terkait dengan
pengalihan hak (balik nama). Tanah tersebut merupakan hasil pembelian oleh entitas anak, yaitu
PT Denbo Higienis Laboratoris. Proses penyelesaian legalitas ini masih berlangsung dan
diharapkan dapat diselesaikan pada periode berikutnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3) Aset tetap.
Tanggapan: Peningkatan nilai aset Perseroan disebabkan oleh adanya penambahan aset pada
beberapa entitas anak. Di antaranya berupa pembelian tanah oleh PT Denbo Higienis
Laboratoris, serta penambahan aset bangunan pada PT Botryo yang terkait dengan
pengembangan pabrik PKRT. Selain itu, terdapat penambahan kendaraan operasional pada PT
Algaepark guna mendukung kelancaran aktivitas operasional sehari-hari. Perseroan juga
melakukan investasi dalam bentuk pembelian mesin dan peralatan produksi yang bertujuan
untuk meningkatkan kapasitas serta efisiensi kegiatan operasional. Penambahan aset tersebut
merupakan upaya Perseroan dalam memperkuat infrastruktur bisnis, mendukung ekspansi
usaha, serta meningkatkan kinerja operasional secara berkelanjutan di berbagai lini usaha yang
dijalankan.
4) Investasi entitas asosiasi.
Tanggapan: Nilai realisasi pada periode ini menunjukkan penurunan apabila dibandingkan
dengan tahun 2024, dengan selisih penurunan sebesar Rp127.048.671. Penurunan tersebut
terutama disebabkan oleh adanya perubahan struktur pelaporan keuangan, yaitu masuknya
entitas asosiasi ke dalam grup konsolidasian Perseroan. Perubahan ini berdampak pada metode
pencatatan dan penyajian laporan keuangan, sehingga memengaruhi perbandingan kinerja
antarperiode. Dengan demikian, penurunan yang terjadi tidak semata-mata mencerminkan
penurunan kinerja operasional, melainkan juga dipengaruhi oleh penyesuaian akuntansi yang
timbul dari proses konsolidasi.
5) Aset lain-lain
Tanggapan: Aset lain-lain tersebut merupakan biota air yang dimiliki oleh entitas anak, yaitu PT
Algaepark Indonesia Makmur. Nilai aset ini tercatat mengalami penurunan apabila dibandingkan
dengan tahun 2024, dengan selisih penurunan sebesar Rp94.311.598. Penurunan tersebut
mencerminkan adanya dinamika dalam aktivitas produksi maupun faktor lain yang memengaruhi
nilai tercatat aset pada periode berjalan. Realisasi nilai asset masih berada di atas proyeksi yang
telah ditetapkan sebelumnya. Kondisi tersebut disebabkan oleh kegiatan operasional PT
Algaepark Indonesia Makmur yang masih secara aktif melakukan produksi biota air. Aktivitas
produksi yang berkelanjutan ini turut menjaga tingkat persediaan dan nilai aset, sekaligus
menunjukkan komitmen Perseroan dalam mempertahankan keberlangsungan usaha serta
optimalisasi potensi bisnis di sektor terkait.
c. Upaya dan strategi Perseroan agar dapat mencapai proyeksi total aset per 31 Desember 2026
dan periode berikutnya
Tanggapan: Proyeksi total aset Perseroan pada tahun 2026 ditetapkan sebesar
Rp187.577.565.052, sementara posisi total aset hingga akhir tahun 2025 tercatat sebesar
Page 4
Rp131.004.086.117. Dalam rangka mencapai target tersebut, Perseroan menetapkan strategi
peningkatan aset sebesar 20% dari total aset tahun 2025, atau setara dengan Rp26.200.817.223,
melalui berbagai inisiatif strategis sebagai berikut:
1) Perseroan telah melaksanakan program Beauty Pitch, yang bertujuan untuk memfasilitasi
para pemilik merek (brand owner) dalam pengembangan produk. Program ini diharapkan
mampu menjaring pelanggan potensial yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan
pendapatan dan profitabilitas Perseroan.
2) Entitas anak, yaitu PT Botryo Herba Bioteknologi, telah mengimplementasikan sistem
penjualan factory to customer (F to C). Strategi ini bertujuan untuk mempersingkat rantai
distribusi, sehingga Perseroan dapat melakukan penjualan langsung kepada pelanggan
tanpa melalui distributor, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan margin
keuntungan.
3) Divisi Herbal pada tahun 2026 ditargetkan telah memperoleh izin full aspect dari Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga dapat memproduksi suplemen dalam
negeri. Pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Perseroan bagi
pelanggan yang ingin melakukan kerja sama maklon.
4) Divisi Kosmetik pada tahun 2026 telah berhasil memperoleh pemaklon potensial dengan
volume pemesanan yang signifikan, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif
terhadap peningkatan kinerja penjualan Perseroan.
5) Perseroan akan terus memperkuat hubungan dan meningkatkan kedekatan dengan
pelanggan, guna menciptakan loyalitas serta memastikan keberlanjutan kerja sama usaha.
6) Entitas anak PT Algaepark Indonesia Mandiri telah melakukan ekspansi penjualan secara
agresif melalui platform e-commerce untuk produk makanan dan minuman (F&B), herbal,
serta suplemen ternak, guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan volume
penjualan secara berkelanjutan.
d. Perkiraan Perseroan atas pencapaian proyeksi total aset Perseroan tahun 2026 dan tahun
berikutnya mengingat hingga per 31 Desember 2025 realisasi total aset Perseroan masih di
bawah yang diproyeksikan Perseroan:
Tanggapan: Perseroan memproyeksikan adanya peningkatan total aset sebesar 20% pada tahun
2026 dibandingkan dengan posisi tahun sebelumnya. Dengan asumsi pertumbuhan tersebut
dapat terealisasi, maka total aset Perseroan pada tahun 2026 diperkirakan akan mencapai
Rp157.204.903.340. Proyeksi kenaikan ini didasarkan pada berbagai inisiatif strategis yang
telah direncanakan, termasuk penguatan kinerja operasional, peningkatan penjualan, serta
optimalisasi investasi pada aset produktif. Selain itu, Perseroan juga akan terus melakukan
pengelolaan sumber daya secara efisien dan terukur guna memastikan bahwa pertumbuhan aset
dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan
nilai perusahaan secara keseluruhan.
e. Perubahan strategi dan upaya Perseroan setelah mengetahui tidak tercapainya proyeksi total aset
Perseroan.
Tanggapan: Perseroan akan meningkatkan efisiensi dengan melakukan pengendalian terhadap
biaya-biaya yang tidak bersifat prioritas, sehingga alokasi sumber daya dapat difokuskan pada
kegiatan yang memberikan nilai tambah optimal. Selain itu, Perseroan juga akan berupaya
meningkatkan pendapatan melalui penerapan strategi yang telah dijelaskan pada poin c, sebagai
bagian dari upaya mendorong pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan. Perseroan tetap akan
memperhatikan serta mengantisipasi dinamika ekonomi global pada tahun 2026, termasuk
potensi perubahan kondisi pasar, fluktuasi ekonomi, serta faktor eksternal lainnya. Pendekatan
yang adaptif dan terukur ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kinerja keuangan,
meningkatkan daya saing, serta memastikan keberlanjutan usaha di tengah tantangan dan
peluang yang terus berkembang.
2. Sehubungan dengan realisasi atas proyeksi liabilitas Perseroan per 31 Desember 2025, agar
Page 5
dijelaskan:
a) Latar belakang dan penyebab lebih rendahnya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Utang usaha
Tanggapan: Realisasi utang usaha Perseroan tercatat lebih rendah dibandingkan dengan
proyeksi yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh penerapan Standar Operasional
Prosedur (SOP) Perseroan yang mengatur bahwa pembayaran kepada pemasok harus
segera dilakukan setelah barang diterima, serta setelah pemasok menyampaikan invoice
dan faktur pajak secara lengkap, tanpa penundaan lebih dari satu minggu. Kebijakan
tersebut adalah komitmen Perseroan dalam menjaga disiplin keuangan serta membangun
hubungan yang baik dan terpercaya dengan para pemasok. Selain itu, penerapan SOP ini
juga bertujuan untuk memastikan kelancaran rantai pasok, meminimalkan potensi
kesalahan administrasi, serta meningkatkan kredibilitas Perseroan dalam menjalankan
kewajiban pembayaran secara tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
2) Utang pajak
Tanggapan: Pada periode saat ini, realisasi utang pajak Perseroan tercatat lebih rendah
dibandingkan dengan proyeksi yang telah ditetapkan. Kondisi ini terutama disebabkan
oleh penurunan kewajiban Pajak Penghasilan Pasal 29 pada tahun 2025, yang sejalan
dengan menurunnya tingkat laba yang dihasilkan oleh Perseroan. Penurunan laba tersebut
secara langsung berdampak pada besaran pajak terutang yang harus dibayarkan, sehingga
posisi utang pajak menjadi lebih rendah dari estimasi awal. Perseroan tetap memastikan
kepatuhan terhadap seluruh ketentuan perpajakan yang berlaku.
3) Uang muka penjualan
Tanggapan: Realisasi uang muka penjualan Perseroan tercatat lebih rendah dibandingkan
dengan proyeksi yang telah ditetapkan. Hal ini antara lain disebabkan oleh asumsi
proyeksi tahun 2025 yang relatif optimistis, dengan target sebesar Rp6 miliar, sementara
realisasinya hanya mencapai Rp804 juta. Perbedaan tersebut mencerminkan adanya
ketidaksesuaian antara estimasi awal dengan kondisi aktual yang terjadi selama periode
berjalan. Selain itu, pada tahun 2025 Perseroan mengalami peningkatan kapasitas dan
kecepatan produksi, sehingga proses pengiriman barang kepada pelanggan dapat
dilakukan lebih cepat. Kondisi ini menyebabkan uang muka penjualan yang diterima
segera digunakan untuk pelunasan faktur penjualan dalam waktu yang relatif singkat.
Dengan demikian, saldo uang muka pada akhir periode menjadi lebih rendah, seiring
dengan percepatan siklus penjualan dan penagihan yang lebih efisien.
b. Latar belakang dan penyebab lebih tingginya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Beban akrual
Tanggapan: Kondisi ini disebabkan oleh entitas anak, yaitu PT Algaepark Indonesia
Mandiri, yang pada awalnya diproyeksikan dapat mengembalikan investasi dari pihak
ketiga sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Namun demikian, realisasi
pengembalian tersebut belum dapat dilakukan pada periode berjalan karena adanya
kendala pada arus kas (cash flow) perusahaan. Keterbatasan likuiditas tersebut
memengaruhi kemampuan entitas anak dalam memenuhi kewajiban pengembalian
investasi sesuai jadwal yang direncanakan. Meskipun demikian, Perseroan terus
melakukan langkah-langkah perbaikan dan pengelolaan keuangan secara lebih optimal
guna memperbaiki kondisi arus kas, sehingga kewajiban tersebut dapat direalisasikan
pada periode berikutnya sesuai dengan komitmen yang telah ditetapkan.
2) Utang bank
Page 6
Tanggapan: Realisasi utang bank Perseroan tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan
proyeksi yang telah ditetapkan. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu penyusunan
proyeksi, yang dilakukan sebelum bulan September 2024, dengan kondisi aktual yang
terjadi setelah periode tersebut. Pada bulan September 2024, Direksi mengambil
keputusan strategis untuk menambah fasilitas utang sebesar Rp2 miliar, yang digunakan
untuk pembelian sebidang tanah. Tanah tersebut diperuntukkan guna mendukung
kegiatan operasional entitas anak, yaitu PT Denbo Higienis Laboratoris. Keputusan ini
diambil sebagai bagian dari upaya penguatan infrastruktur operasional serta mendukung
pengembangan usaha jangka panjang. Dengan demikian, peningkatan utang bank
tersebut merupakan langkah strategis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi
positif terhadap peningkatan kapasitas dan kinerja operasional Perseroan secara
keseluruhan di masa mendatang.
3) Utang pembiayaan konsumen
Tanggapan: Pada akhir tahun 2024, entitas anak Perseroan, yaitu PT Algaepark Indonesia
Mandiri, melakukan transaksi pembiayaan konsumen dalam bentuk pembelian kendaraan
operasional berupa mobil Wuling Alvez dengan nilai sebesar Rp249 juta. Kendaraan
tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan operasional serta aktivitas pemasaran
perusahaan. Transaksi ini menyebabkan nilai pembiayaan konsumen yang terealisasi
menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Perbedaan tersebut mencerminkan adanya kebutuhan tambahan dalam mendukung
mobilitas dan efektivitas kegiatan usaha. Selain itu, langkah ini juga merupakan bagian
dari strategi Perseroan dalam memperkuat fungsi operasional dan memperluas jangkauan
pemasaran guna meningkatkan kinerja bisnis secara keseluruhan.
4) Liabilitas sewa
Tanggapan: Liabilitas sewa jangka panjang Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar
Rp398.984.848, sedangkan pada tahun 2025 menurun menjadi Rp327.987.878.
Penurunan ini terjadi sebagai akibat dari penyesuaian terhadap beban dan pembayaran
sewa pada tahun berjalan, sesuai dengan kebijakan akuntansi yang berlaku. Selain itu,
Perseroan mengakui bahwa terdapat kekeliruan dalam penempatan atau klasifikasi pada
bagian proyeksi liabilitas sewa tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan akan
segera melakukan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan guna memastikan
penyajian laporan keuangan yang lebih akurat, transparan, serta sesuai dengan standar
akuntansi dan prinsip tata kelola yang baik.
5) Utang lain-lain
Tanggapan: Pada tahun 2025, entitas anak Perseroan melakukan tindakan korporasi yang
berdampak pada peningkatan utang lain-lain di luar proyeksi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Tindakan korporasi tersebut diharapkan memberi dampak positif kepada
Perseroan.
c. Upaya dan strategi Perseroan agar dapat mencapai proyeksi total liabilitas per 31 Desember
2026 dan periode berikutnya.
Tanggapan: Perseroan akan menerapkan sejumlah langkah strategis guna memperkuat
pengelolaan keuangan dan menjaga stabilitas arus kas. Pertama, Perseroan akan mempercepat
proses penagihan piutang untuk meningkatkan kelancaran cash flow, sekaligus meminimalkan
risiko piutang bermasalah melalui penerapan selektivitas yang lebih ketat dalam pemilihan
pelanggan. Selain itu, komitmen pembayaran akan diperkuat melalui kebijakan uang muka
(down payment) yang lebih disiplin. Kedua, Perseroan akan melakukan restrukturisasi
terhadap proyeksi liabilitas agar lebih mencerminkan kondisi aktual dan kebutuhan keuangan
secara realistis. Ketiga, efisiensi akan terus ditingkatkan dengan mengendalikan biaya serta
mengurangi belanja yang tidak produktif. Keempat, Perseroan akan meningkatkan komitmen
dalam penyelesaian kewajiban, khususnya terhadap utang yang memiliki tingkat bunga tinggi,
guna mengurangi beban keuangan. Kelima, fokus investasi akan diarahkan pada proyek-
Page 7
proyek yang memiliki tingkat pengembalian (return on investment/ROI) yang cepat.
d. Perkiraan Perseroan atas pencapaian proyeksi total liabilitas Perseroan tahun 2026 dan tahun
berikutnya mengingat hingga per 31 Desember 2025 realisasi total liabilitas Perseroan masih
di bawah yang diproyeksikan Perseroan.
Tanggapan: Proyeksi total liabilitas Perseroan pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp
20.988.828.350, sedangkan realisasinya tercatat sebesar Rp 20.988.888.930. Dengan
demikian, terdapat selisih yang sangat minimal, yaitu sebesar Rp 60.580, yang menunjukkan
tingkat akurasi proyeksi yang sangat baik. Berdasarkan capaian tersebut, tahun 2026,
Perseroan tetap mempertahankan pendekatan proyeksi yang sama, dengan menetapkan
estimasi total liabilitas sebesar Rp22,1 miliar. Langkah ini juga disertai dengan komitmen
untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan bahwa
proyeksi tetap selaras dengan kondisi aktual dan dinamika bisnis yang berkembang.
e. Perubahan strategi dan upaya Perseroan setelah mengetahui tidak tercapainya proyeksi
liabilitas Perseroan
Tanggapan: Perseroan akan segera mengimplementasikan strategi yang telah dijelaskan pada
poin c sebagai bagian dari langkah konkret dalam mencapai target dan rencana yang telah
ditetapkan. Perseroan juga akan memastikan adanya pengawasan dan evaluasi secara berkala
terhadap efektivitas implementasi strategi tersebut, guna mengidentifikasi potensi perbaikan
serta memastikan pencapaian hasil yang optimal. Dengan demikian, diharapkan strategi yang
dijalankan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja, efisiensi
operasional, serta keberlanjutan pertumbuhan usaha Perseroan di masa mendatang.
3. Sehubungan dengan realisasi atas proyeksi ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025, agar
dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab lebih rendahnya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Modal saham
Tanggapan: Nilai modal saham Perseroan tercatat lebih rendah sebagai akibat dari
pembagian dividen sebesar 100% atas kinerja tahun buku 2024. Kebijakan tersebut
berdampak pada berkurangnya saldo laba yang ditahan, sehingga memengaruhi struktur
permodalan Perseroan secara keseluruhan.
2) Tambahan modal disetor
Tanggapan: Nilai tambahan modal disetor Perseroan tercatat lebih rendah sebagai
dampak dari kebijakan pembagian dividen sebesar 100% atas kinerja tahun buku 2024.
Kebijakan tersebut memengaruhi struktur ekuitas Perseroan.
3) Saldo laba
Tanggapan: Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya perubahan strategi pemasaran yang
dilakukan Perseroan, serta kinerja yang kurang optimal pada beberapa entitas anak
selama periode berjalan.
Page 8
b. Upaya dan strategi Perseroan agar dapat mencapai proyeksi total ekuitas per 31 Desember
2026 dan periode berikutnya.
Tanggapan: Untuk mencapai proyeksi total ekuitas per 31 Desember 2026 dan periode
berikutnya, Perseroan akan menerapkan sejumlah upaya antara lain: Pertama, Perseroan akan
fokus pada peningkatan kinerja operasional melalui optimalisasi penjualan, pengembangan
produk, serta perluasan pasar guna meningkatkan pendapatan dan laba bersih. Pertumbuhan
laba ini diharapkan dapat memperkuat posisi ekuitas melalui peningkatan saldo laba ditahan.
Kedua, Perseroan akan melakukan efisiensi biaya secara berkelanjutan dengan mengendalikan
pengeluaran yang tidak produktif, sehingga margin keuntungan dapat ditingkatkan. Ketiga,
Perseroan akan memperkuat struktur permodalan melalui pengelolaan yang prudent, termasuk
menjaga keseimbangan antara pendanaan internal dan eksternal, serta mempertimbangkan
opsi pendanaan strategis apabila diperlukan untuk mendukung ekspansi usaha. Keempat,
Perseroan akan meningkatkan kualitas aset dengan berfokus pada investasi yang memberikan
nilai tambah dan tingkat pengembalian yang optimal, serta melakukan evaluasi berkala
terhadap kinerja aset yang dimiliki.
c. Perkiraan Perseroan atas pencapaian proyeksi total ekuitas Perseroan tahun 2026 dan tahun
berikutnya mengingat hingga per 31 Desember 2025 realisasi total ekuitas Perseroan masih di
bawah yang diproyeksikan Perseroan.
Tanggapan: Dengan mempertimbangkan dinamika kondisi geopolitik serta perkembangan
ekonomi global pada tahun 2026, Perseroan memandang perlu untuk melakukan peninjauan
kembali terhadap proyeksi yang telah disusun sebelumnya. Langkah ini dilakukan guna
memastikan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan tetap relevan dan mencerminkan kondisi
aktual yang berkembang.
d. Perubahan strategi dan upaya Perseroan setelah mengetahui tidak tercapainya proyeksi total
ekuitas Perseroan.
Tanggapan: Perseroan akan menyelenggarakan rapat koordinasi untuk membahas dan
merumuskan strategi yang lebih fleksibel serta adaptif terhadap dinamika geopolitik dan
kondisi ekonomi global yang terus berkembang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan
bahwa arah kebijakan dan langkah strategis Perseroan tetap relevan dengan situasi eksternal
yang dihadapi. Perseroan juga akan melakukan evaluasi terhadap strategi yang telah berjalan,
mengidentifikasi potensi risiko, serta merumuskan langkah-langkah mitigasi yang tepat.
e. Informasi mengenai nilai proyeksi konversi waran beserta realisasinya pada tahun 2025.
Tanggapan: Perseroan tidak melakukan penghitungan maupun penyusunan proyeksi terkait
potensi konversi waran yang beredar. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan
berbagai faktor ketidakpastian yang dapat memengaruhi tingkat realisasi konversi oleh para
pemegang waran. Adapun hingga tanggal 31 Desember 2025, realisasi waran yang telah
dikonversi tercatat sebanyak 28.109.507 lembar saham, yang memberikan kontribusi terhadap
peningkatan modal disetor Perseroan dengan total nilai sebesar Rp 9.838.327.450.
f. Latar belakang dan alasan Perseroan belum melakukan penambahan atas cadangan wajib per
31 Desember 2025.
Tanggapan: Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan Perseroan yang membagikan 100% laba
bersih kepada para pemegang saham. Kebijakan ini berdampak langsung terhadap
berkurangnya akumulasi laba ditahan dalam struktur ekuitas Perseroan.
Page 9
4. Sehubungan dengan proyeksi pendapatan Perseroan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab realisasi pendapatan Perseroan tahun 2025 telah lebih besar
dibandingkan dengan yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Terdapat peningkatan tambahan penjualan yang sangat signifikan yang berasal
dari entitas cucu Perseroan, yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional. Kontribusi penjualan
dari entitas tersebut tercatat sebesar Rp 35.606.067.638, yang merepresentasikan sekitar
22,24% dari total keseluruhan penjualan Perseroan. Capaian ini menunjukkan peran strategis
entitas cucu dalam mendukung kinerja operasional dan pertumbuhan pendapatan Perseroan
secara konsolidasi.
b. Perseroan agar menjelaskan rincian realisasi dibandingkan proyeksi pendapatan dari masing-
masing entitas dalam grup beserta jenis pendapatannya
Tanggapan:
No Jenis Penjualan PT BBT
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal 30.973.201.499 34.414.668.332
Kosmetik 17.773.235.935 22.216.544.918
Minuman fungsional dan
botanikal 24.218.349.817 30.272.937.272
2 Pendapatan jasa
Herbal 100.000.000 114.000.000
Kosmetik 100.000.000 133.000.000
Minuman fungsional dan
botanikal 100.000.000 133.800.000
Jumlah 73.264.787.251 87.284.950.522
No Jenis Penjualan PT BHB
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal 10.406.238.336 13.007.797.920
Kosmetik -
Minuman fungsional dan
botanikal -
2 Pendapatan jasa
Herbal 200.000.000 537.423.214
Kosmetik -
Page 10
Minuman fungsional dan
botanikal -
Jumlah 10.606.238.336 13.545.221.134
No Jenis Penjualan PT MIB
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal -
Kosmetik 17.474.808.336 14.517.935.130
Minuman fungsional dan
botanikal -
2 Pendapatan jasa
Herbal -
Kosmetik -
Minuman fungsional dan
botanikal -
Jumlah 17.474.808.336 14.517.935.130
No Jenis Penjualan PT DHL
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal 3.000.000.000 4.381.234.977
Kosmetik -
Minuman fungsional dan
botanikal -
2 Pendapatan jasa
Herbal -
Kosmetik -
Minuman fungsional dan
botanikal -
Jumlah 3.000.000.000 4.381.234.977
No Jenis Penjualan PT AIM
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal 26.874.874.799 39.932.456.232
Page 11
Kosmetik 101.671.101
Minuman fungsional dan
botanikal 56.198.320
2 Pendapatan jasa
Herbal 200.000.000 298.129.952
Kosmetik 80.000
Minuman fungsional dan
botanikal 220.000
Jumlah 27.074.874.799 40.388.755.606
No Jenis Penjualan Jumlah
Proyeksi Realisasi
1 Penjualan
Herbal 71.254.314.634 91736157462
Kosmetik 35.248.044.271 36836151149
Minuman fungsional dan
botanikal 24.218.349.817 30329135592
- -
2 Pendapatan jasa - -
Herbal 500.000.000 949553166
Kosmetik 100.000.000 133080000
Minuman fungsional dan
botanikal 100.000.000 134020000
Jumlah 131.420.708.722 160.118.097.369
c. Faktor utama yang menyebabkan realisasi pendapatan Perseroan tahun 2025 telah mencapai
nilai yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Faktor yang paling signifikan dalam memengaruhi pencapaian proyeksi kinerja
Perseroan adalah bergabungnya entitas cucu, yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional, yang
memberikan kontribusi sebesar 22,24% terhadap total penjualan selama tahun buku 2025.
Selain itu, terdapat pula peningkatan kinerja yang didukung oleh keberhasilan Perseroan
dalam mengelola hubungan dengan pelanggan potensial, di mana beberapa di antaranya
mampu mencatatkan nilai transaksi penjualan yang melampaui Rp 2 miliar sepanjang periode
tersebut. Kondisi ini mencerminkan pertumbuhan basis pelanggan serta peningkatan
kepercayaan pasar terhadap produk dan layanan Perseroan.
Page 12
d. Upaya dan strategi Perseroan untuk mencapai proyeksi pendapatan tahun 2026 dan periode
berikutnya
Tanggapan:
1) Program Beauty Pitch merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk memfasilitasi
para Brand Owner dalam pengembangan dan penyediaan produk. Melalui program ini,
Perseroan berharap dapat menjaring pelanggan potensial yang memiliki kapasitas untuk
memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan dan profitabilitas
Perseroan secara berkelanjutan, serta memperluas jaringan kemitraan usaha.
2) Kegiatan penjualan langsung kepada pelanggan telah dilaksanakan oleh PT Botryo Herba
Bioteknologi, PT Algae Bioteknologi Internasional, dan PT Algepark Indonesia Mandiri
dengan pendekatan pemasaran berbasis digital. Strategi ini dilakukan melalui
penyusunan materi iklan yang dioptimalkan menjadi konten unggulan (winning content)
serta didistribusikan secara masif, sehingga diharapkan mampu menghasilkan
pertumbuhan pendapatan yang signifikan dan berkesinambungan.
3) Perseroan menetapkan strategi penetapan harga yang kompetitif dibandingkan dengan
pelaku usaha sejenis di industri yang sama, dengan tetap mengedepankan kualitas
produk. Upaya ini didukung oleh penerapan sistem pengendalian mutu (quality control)
yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan guna memastikan bahwa setiap
produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar serta ekspektasi pelanggan.
4) Perseroan secara aktif melakukan inovasi produk yang selaras dengan kebutuhan dan
preferensi pasar. Hal ini dilakukan melalui analisis data yang diperoleh dari platform e-
commerce dan Google Ads, sehingga pengembangan produk dapat berbasis pada tren
permintaan konsumen yang aktual dan relevan dengan dinamika pasar.
5) Perseroan juga berupaya untuk memperoleh berbagai perizinan produksi, termasuk untuk
produk suplemen, softgel, dan tablet, serta pengembangan divisi kosmetik dengan
cakupan penuh (full aspect). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan variasi produk
yang dihasilkan, memperluas pangsa pasar, serta memperkuat daya saing Perseroan di
industri terkait.
e. Dampak penawaran umum dan konversi waran terhadap perubahan pendapatan Perseroan
tahun 2026.
Tanggapan: Dampak dari pelaksanaan penawaran umum serta konversi waran diharapkan
dapat semakin memperkuat dan menunjang peningkatan pendapatan Perseroan pada masa
yang akan datang. Hal ini sejalan dengan upaya ekspansi yang tengah dilakukan, di mana
Perseroan saat ini sedang melaksanakan pembangunan fasilitas pabrik baru. Pembangunan
tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan, sehingga mampu
mengakomodasi pertumbuhan permintaan pasar. Selain itu, keberadaan pabrik baru juga
diharapkan dapat mendukung diversifikasi kegiatan usaha inti Perseroan, sehingga
menciptakan sumber pendapatan baru yang lebih beragam serta meningkatkan daya saing dan
keberlanjutan kinerja usaha Perseroan secara keseluruhan.
5. Sehubungan dengan proyeksi laba tahun berjalan Perseroan, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab laba tahun 2025 Perseroan tahun 2025 masih lebih kecil
dibandingkan dengan yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Pada tahun buku 2024, Perseroan mencatat laba komprehensif tahun berjalan
sebesar Rp 30.501.214.652, yang melampaui nilai proyeksi sebelumnya sebesar Rp
22.417.251.300. Sementara itu, untuk tahun 2025, Perseroan menetapkan proyeksi laba
komprehensif sebesar Rp 26.917.200.689, namun realisasi yang dicapai tercatat sebesar Rp
25.573.890.439, atau sedikit di bawah target yang telah ditetapkan. Perbedaan tersebut
terutama disebabkan oleh adanya pengakuan pendapatan yang cukup signifikan pada akhir
tahun 2024, yang berdampak pada perbandingan kinerja antar periode. Meskipun demikian,
apabila dilakukan perhitungan secara rata-rata dengan tahun sebelumnya, laba komprehensif
Page 13
tahun berjalan Perseroan tetap menunjukkan kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan
dengan realisasi yang dicapai pada periode berjalan
b. Keyakinan Perseroan untuk dapat mencapai proyeksi laba tahun berjalan tahun 2026 dan
tahun berikutnya
Tanggapan: Dengan penerapan strategi yang tepat dan terarah sebagaimana telah kami uraikan
sebelumnya, Perseroan memiliki tingkat keyakinan yang tinggi untuk dapat mencapai target
yang telah ditetapkan. Keyakinan tersebut didukung oleh perencanaan yang matang, analisis
yang komprehensif terhadap kondisi pasar, serta kesiapan sumber daya yang dimiliki. Selain
itu, implementasi strategi yang dilakukan secara konsisten dan adaptif terhadap dinamika
bisnis diharapkan mampu mengoptimalkan kinerja Perseroan, sehingga sasaran yang telah
direncanakan dapat terealisasi secara efektif dan berkelanjutan.
c. Perkiraan Perseroan atas pencapaian proyeksi laba Perseroan tahun 2026 dan tahun berikutnya
mengingat hingga tahun 2026 realisasi laba Perseroan masih di bawah yang diproyeksikan
Perseroan.
Tanggapan: Perseroan masih memproyeksikan laba untuk tahun buku 2026 sebesar Rp
32.990.328.915. Meskipun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa realisasi laba dapat
berada di bawah angka tersebut, dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global
yang hingga saat ini masih menunjukkan tingkat ketidakstabilan akibat berbagai dinamika
eksternal. Kendati demikian, Perseroan tetap memiliki keyakinan yang kuat bahwa target laba
minimal sebesar Rp 30 miliar pada tahun 2026 masih dapat dicapai. Optimisme ini didukung
oleh strategi usaha yang telah dirancang secara komprehensif, penguatan fundamental bisnis,
serta kemampuan Perseroan dalam beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar secara
berkelanjutan.
d. Perubahan strategi dan upaya Perseroan setelah mengetahui tidak tercapainya proyeksi laba
Perseroan.
Tanggapan: Strategi dan upaya yang dilakukan oleh Perseroan akan senantiasa disesuaikan
dengan perkembangan serta dinamika perekonomian global yang terus berubah. Perseroan
akan secara aktif melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan agar tetap relevan dengan
kondisi pasar dan tantangan yang dihadapi. Meskipun demikian, Perseroan berkomitmen
untuk tetap menjaga konsistensi dalam upaya peningkatan penjualan melalui penguatan
strategi pemasaran, optimalisasi kinerja operasional, serta pemanfaatan peluang bisnis yang
tersedia secara maksimal. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan yang
berkelanjutan dan memperkuat posisi Perseroan.
e. Upaya dan strategi Perseroan untuk mencapai proyeksi laba tahun berjalan tahun 2026 dan
tahun berikutnya.
Tanggapan: Melakukan peningkatan penjualan serta pengendalian dan pengurangan biaya
operasional merupakan salah satu fokus utama Perseroan dalam upaya meningkatkan kinerja
keuangan secara menyeluruh. Perseroan berkomitmen untuk mengoptimalkan strategi
pemasaran, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kualitas produk dan layanan
guna mendorong pertumbuhan pendapatan. Di sisi lain, langkah efisiensi biaya dilakukan
melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, pengendalian anggaran secara ketat, serta
penerapan proses operasional yang lebih efisien. Dengan pendekatan yang terintegrasi
tersebut, diharapkan Perseroan dapat meningkatkan profitabilitas serta menjaga keberlanjutan
usaha dalam jangka panjang.
Page 14
f. Latar belakang dan penyebab lebih tingginya realisasi dibandingkan proyeksi pada akun
berikut:
1) Beban pokok pendapatan
Tanggapan: Pada tahun 2025, Perseroan menghadapi kenaikan harga bahan baku yang
berasal dari pemasok, yang turut memberikan tekanan terhadap struktur biaya produksi.
Selain itu, terdapat kondisi di mana sejumlah produk dikembalikan karena telah melewati
masa kedaluwarsa, sementara pelanggan tersebut belum melakukan pelunasan atas
piutang yang timbul. Di sisi lain, Perseroan juga melakukan pembuatan dan pemberian
sampel produk kepada pelanggan secara cuma-cuma sebagai bagian dari strategi
pemasaran. Keseluruhan faktor tersebut memberikan dampak terhadap kinerja keuangan,
khususnya dalam aspek biaya dan pengelolaan piutang.
2) Beban penjualan
Tanggapan: Terdapat pelaksanaan kegiatan periklanan secara besar-besaran yang
dilakukan oleh PT Botryo Herba Bioteknologi, namun hingga saat ini belum sepenuhnya
menghasilkan umpan balik (feedback) yang sesuai dengan harapan Perseroan. Selain itu,
entitas cucu Perseroan, yaitu PT Algae Bioteknologi Internasional, juga menjalankan
strategi penjualan melalui platform e-commerce secara masif. Kondisi tersebut
mengharuskan adanya alokasi biaya iklan yang relatif tinggi guna mendukung
peningkatan volume penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan masih perlu
melakukan optimalisasi strategi pemasaran agar efektivitas biaya yang dikeluarkan dapat
memberikan hasil yang lebih maksimal.
3) Beban umum dan administrasi
Tanggapan: Beban Administrasi dan Umum Perseroan pada tahun 2024 terealisasi
sebesar Rp 11.976.062.175, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp
14.690.270.855. Kenaikan tersebut terutama dipengaruhi oleh adanya komponen biaya
gaji dan upah, yang mengalami peningkatan seiring dengan penyesuaian terhadap Upah
Minimum Regional sebagai dasar penetapan remunerasi karyawan Perseroan. Selain itu,
terdapat peningkatan yang cukup signifikan pada pos Beban Riset dan Pengembangan,
yang disebabkan oleh penambahan tenaga kerja khususnya formulator guna mendorong
inovasi produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan, sehingga diharapkan dapat
mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Di sisi lain, biaya pengujian
laboratorium pada fasilitas yang telah tersertifikasi oleh Komite Akreditasi Nasional
(KAN) juga mengalami peningkatan, sejalan dengan rencana Perseroan untuk melakukan
pemindahan operasional pabrik menuju fasilitas dengan cakupan produksi yang lebih
lengkap (full aspect). Kondisi ini mencerminkan adanya upaya penguatan kapasitas
operasional dan peningkatan kualitas produk Perseroan secara berkelanjutan.
4) Beban keuangan
Tanggapan: Terdapat penyesuaian terhadap tingkat bunga tahunan yang diberlakukan oleh
entitas anak, yaitu PT Botryo Herba Bioteknologi dan PT Denbo Higienis Laboratoris,
kepada Perseroan. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar
keuangan, kebijakan internal, serta kebutuhan pendanaan masing-masing entitas. Langkah
tersebut diharapkan dapat mencerminkan tingkat kewajaran transaksi antar entitas serta
mendukung optimalisasi struktur permodalan dan efisiensi biaya keuangan secara
konsolidasi. Selain itu, kebijakan ini juga menunjukkan adanya pengelolaan hubungan
keuangan intra-grup yang lebih terukur, transparan, dan selaras dengan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik.
Page 15
6. Sehubungan dengan proyeksi arus kas tahun 2025, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab realisasi arus kas operasi Perseroan tahun 2025 lebih besar dari
yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Realisasi arus kas operasi Perseroan tahun 2025 yang melampaui proyeksi
terutama disebabkan oleh peningkatan penerimaan kas dari pelanggan, dan percepatan
penagihan piutang usaha.
b. Latar belakang dan penyebab realisasi arus kas investasi Perseroan tahun 2025 lebih besar dari
yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Realisasi arus kas investasi Perseroan tahun 2025 yang lebih besar dari proyeksi
terutama disebabkan oleh percepatan pelaksanaan belanja modal, termasuk pembangunan
fasilitas produksi serta pengadaan aset tetap.
c. Latar belakang dan penyebab realisasi arus kas pendanaan Perseroan tahun 2025 lebih besar
dari nilai yang diproyeksikan Perseroan
Tanggapan: Realisasi arus kas pendanaan Perseroan tahun 2025 yang lebih besar dari proyeksi
terutama disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan pendanaan untuk mendukung ekspansi
usaha, pembangunan fasilitas produksi, serta penguatan modal kerja.
d. Upaya dan strategi Perseroan untuk mencapai proyeksi arus kas 2026 dan tahun berikutnya
Tanggapan: Upaya dan strategi Perseroan untuk mencapai proyeksi arus kas tahun 2026 dan
periode selanjutnya dilakukan melalui optimalisasi penerimaan kas, peningkatan efisiensi
operasional, serta pengendalian belanja modal secara selektif. Selain itu, Perseroan
memperkuat manajemen modal kerja, mempercepat perputaran piutang, dan menjaga
keseimbangan struktur pendanaan guna memastikan likuiditas tetap terjaga secara
berkelanjutan.
e. Perkiraan Perseroan atas pencapaian arus kas tahun 2026 dan tahun berikutnya mengingat
hingga tahun 2026.
Tanggapan: Perseroan memperkirakan arus kas tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya tetap
menunjukkan kinerja yang positif, seiring dengan pertumbuhan penjualan, penguatan efisiensi
operasional, dan peningkatan pengelolaan piutang. Meski demikian, pencapaian tersebut tetap
dipengaruhi kondisi ekonomi global dan domestik. Perseroan akan terus melakukan
penyesuaian strategi berkelanjutan.
f. Perubahan strategi dan upaya Perseroan setelah mengetahui pencapaian arus kas Perseroan.
Tanggapan: Setelah mengetahui pencapaian arus kas Perseroan, Perseroan melakukan
penyesuaian strategi dengan lebih menitikberatkan pada penguatan pengendalian biaya,
percepatan penagihan piutang, optimalisasi persediaan, serta evaluasi prioritas investasi. Selain
itu, Perseroan meningkatkan koordinasi antarunit kerja agar setiap keputusan operasional lebih
responsif, efisien, dan selaras dengan target likuiditas perusahaan secara konsisten ke depan.
Page 16
B. Operasional dan Kondisi Terkini Perseroan (Disampaikan kepada Publik)
1. Kondisi operasional terkini untuk masing-masing entitas anak Perseroan.
Tanggapan:
a. Kondisi Terkini Perseroan
Sejak awal tahun 2026, Perseroan menunjukkan kondisi yang baik dan stabil dari berbagai aspek
operasional. Dari sisi produksi, Perseroan menerima pesanan (purchase order) dalam jumlah
signifikan di seluruh divisi, meliputi herbal, kosmetik, dan minuman fungsional, sehingga
mendorong peningkatan aktivitas produksi secara substansial hingga April 2026. Khusus pada
divisi kosmetik, masuknya beberapa merek besar dengan kinerja penjualan daring yang tinggi turut
memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan omzet. Sementara itu, divisi herbal dan
minuman fungsional masih didominasi oleh pelanggan eksisting yang terus melakukan pemesanan
dalam jumlah besar.
Dari sisi sumber daya manusia, peningkatan volume produksi mendorong Perseroan untuk
melakukan penambahan tenaga kerja.
Dari sisi pembangunan, Perseroan melanjutkan pengembangan fasilitas produksi baru yang
mencakup divisi suplemen dalam bentuk softgel dan tablet, termasuk pembangunan laboratorium
serta fasilitas kosmetik dengan cakupan penuh (full aspect) yang berlokasi di Sukoharjo. Langkah
ini merupakan bagian dari strategi ekspansi dan diversifikasi usaha Perseroan.
b. Kondisi Entitas Anak Perseroan
PT Botryo Herba Bioteknologi saat ini mengalami penurunan tingkat produksi yang dipengaruhi
oleh faktor eksternal, khususnya penurunan kinerja penjualan daring sejumlah pemaklon. Hal ini
antara lain disebabkan oleh gangguan pada platform penjualan digital pada tahun 2025 sehingga
berdampak pada performa penjualan pemaklon.
PT Meilis Inovasi Bioteknologi juga mengalami penurunan penjualan pada tahun 2025 akibat
kondisi serupa. Namun demikian, sejak awal tahun 2026, manajemen secara aktif melakukan riset
dan strategi peningkatan penjualan.
PT Denbo Hygienis Laboratories menunjukkan kinerja yang stabil dan cenderung meningkat.
Tercatat adanya kenaikan omzet sebesar 57,41% dari Februari ke Maret 2026.
PT Algaepark Indonesia Mandiri juga mencatatkan kinerja operasional yang berjalan dengan baik.
Strategi penetrasi pasar melalui penjualan dua produk Perseroan, baik secara daring maupun luring,
terbukti efektif dalam meningkatkan omzet.
2. Fokus strategi usaha yang saat ini sedang dilakukan Perseroan.
Tanggapan: Fokus utama Perseroan saat ini merupakan kelanjutan dari strategi yang telah
dijalankan sebelumnya, yaitu melalui pendekatan hunting dan farming klien. Strategi hunting klien
dilakukan dengan upaya menarik dan meningkatkan trafik calon pelanggan agar tertarik untuk
menjalin kerja sama produksi dengan fasilitas yang dimiliki Perseroan. Sementara itu, strategi
farming klien difokuskan pada pemeliharaan hubungan yang baik dengan pelanggan eksisting guna
memastikan keberlangsungan kerja sama dalam jangka panjang. Dalam rangka memperkuat
hubungan jangka panjang tersebut, Perseroan melakukan berbagai inisiatif yang memberikan nilai
tambah bagi klien. Salah satunya adalah penyediaan dukungan modal kerja dalam bentuk
pemberian produk dengan skema uang muka (down payment) yang ringan serta fasilitas
pembayaran secara bertahap (tempo). Pendekatan ini terbukti efektif, khususnya bagi klien yang
beroperasi melalui platform penjualan daring,dimana sistem pencairan dana penjualan umumnya
memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu setelah pengiriman produk. Selain itu,
Perseroan juga berfokus pada strategi penciptaan nilai (value creation) melalui intensifikasi pasar
Page 17
domestik serta digitalisasi proses bisnis. Perseroan memprioritaskan pengelolaan arus kas secara
disiplin dan penguatan rantai pasok guna memastikan ketersediaan produk, terutama di tengah
dinamika dan fluktuasi harga bahan baku global. Upaya ini diharapkan dapat mendukung
keberlanjutan operasional serta meningkatkan daya saing Perseroan secara menyeluruh.
3. Strategi pengembangan ke depan yang akan dilakukan Perseroan.
Tanggapan: Ke depan, Perseroan akan melaksanakan ekspansi dengan menambah fasilitas lini
produksi untuk produk suplemen dalam bentuk soft gel dan tablet. Saat ini, pembangunan fasilitas
tersebut telah berlangsung dan diperkirakan akan rampung pada akhir tahun 2026. Selain itu,
Perseroan juga tengah melengkapi fasilitas baru dengan pembangunan laboratorium internal yang
berlokasi dalam satu kawasan dengan pabrik soft gel dan tablet. Sejalan dengan upaya
pengembangan usaha tersebut, Perseroan berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip
Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam seluruh lini operasional. Penerapan
prinsip ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang Perseroan untuk
memastikan kegiatan usaha yang bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan.
4. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan yang telah
direncanakan sebelumnya.
Tanggapan: Kendala utama yang dihadapi Perseroan antara lain mencakup fluktuasi nilai tukar
mata uang yang berdampak langsung terhadap peningkatan biaya produksi. Selain itu, terdapat
dinamika regulasi baru di sektor tata ruang dan pemetaan lahan, di mana pemerintah menerapkan
kebijakan zonasi kawasan industri pada lokasi operasional Perseroan, sehingga memerlukan
penyesuaian dalam perencanaan dan pengembangan usaha. Di sisi lain, kenaikan biaya logistik
global juga masih menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga efisiensi distribusi dan kelancaran
rantai pasok. Kondisi tersebut menuntut Perseroan untuk terus melakukan adaptasi strategis secara
tepat dan terukur.
5. Ada tidaknya kegiatan usaha Perseroan dan entitas anak yang aktivitasnya sedang berhenti.
Tanggapan: Sampai dengan saat ini, tidak terdapat kegiatan usaha baik pada tingkat Perseroan
maupun entitas anak yang mengalami penghentian operasional. Seluruh lini bisnis tetap beroperasi
secara aktif dan menjalankan kegiatan komersial sebagaimana mestinya, selaras dengan rencana kerja
tahunan yang telah ditetapkan. Hal ini mencerminkan keberlangsungan operasional yang terjaga serta
komitmen Perseroan dalam memastikan stabilitas dan kontinuitas kegiatan usaha di seluruh unit
bisnis.
6. Produk baru yang akan atau telah diluncurkan oleh Perseroan.
Tanggapan: Pada tanggal 23 Februari 2026, Perseroan memperoleh Sertifikat Cara Pembuatan Obat
Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) untuk fasilitas produksi Cairan Obat Dalam (COD) serta fasilitas
kapsul dengan cakupan penuh (full aspect). Sertifikasi ini menjadi landasan bagi Perseroan untuk
mengembangkan dan meluncurkan produk baru berupa suplemen dalam bentuk kapsul dan cairan
obat dalam, yang ditujukan untuk segmen pasar apotek serta penjualan melalui kanal daring. Produk
tersebut mengedepankan inovasi dalam bentuk sediaan suplemen yang sebelumnya belum pernah
diproduksi oleh Perseroan, sehingga diharapkan dapat memperluas portofolio produk sekaligus
meningkatkan daya saing di pasar. Selain itu, pencapaian sertifikasi ini juga mencerminkan komitmen
Perseroan dalam memenuhi standar mutu dan kepatuhan regulasi yang berlaku.
7. Rencana Perseroan untuk mengembangkan kegiatan usaha baru (jika ada).
Tanggapan: Perseroan saat ini tengah membuka peluang diversifikasi usaha pada sektor suplemen,
khususnya dalam bentuk soft gel dan tablet. Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan juga menjajaki
ekspansi pemasaran ke pasar internasional, antara lain ke Malaysia dan Vietnam, melalui skema
kemitraan strategis maupun rencana pembukaan kantor cabang. Inisiatif ini dilakukan sebagai langkah
untuk memperluas portofolio bisnis, meningkatkan sumber pendapatan, serta mengurangi
ketergantungan terhadap satu lini usaha tertentu. Dengan strategi tersebut, Perseroan diharapkan dapat
Page 18
memperkuat posisi kompetitif dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
C. Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum (Disampaikan kepada Publik)
1. Sehubungan dengan penggunaan dana untuk modal kerja, agar dijelaskan;
a. Dampak dan manfaat penggunaan dana untuk modal kerja tersebut terhadap kegiatan operasi
dan kondisi keuangan Perseroan.
Tanggapan: Dana yang diperoleh untuk modal kerja memberikan dukungan yang sangat
signifikan bagi Perseroan, sehingga pelaksanaan agenda strategis, khususnya pembangunan
fasilitas pabrik yang lebih lengkap serta upaya diversifikasi bisnis, dapat dipercepat.
Ketersediaan pendanaan tersebut juga memungkinkan Perseroan untuk memperluas kapasitas
dan variasi produk yang dapat diproduksi. Ke depan, peningkatan opsi produk ini diharapkan
mampu memberikan kontribusi yang semakin signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan,
baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas, serta memperkuat keberlanjutan pertumbuhan
usaha secara keseluruhan.
b. Informasi mengenai rincian nama pihak yang menerima pembayaran atas penggunaan untuk
modal kerja tersebut dengan mengisi tabel berikut:
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
1 Bahan Baku Rp 204.800.000 Lunas tanpa dp ACG INDONESIA
2 Bahan Baku Rp 11.475.000 Lunas tanpa dp ALGAEPARK
3 Bahan Baku Rp 552.500.000 Lunas tanpa dp ALIPAK
4 Bahan Baku Rp 28.579.800 Lunas tanpa dp ALPACK INDONESIA CV
5 Bahan Baku Rp 503.165.000 Lunas tanpa dp ARTA MULTIPLAST
6 Bahan Baku Rp 41.300.000 Lunas tanpa dp ASIAPLANT
7 Bahan Baku Rp 20.384.000 Lunas tanpa dp B & G PACKAGING
8 Bahan Baku Rp 205.494.940 Lunas tanpa dp BAHTERA ADI JAYA
9 Bahan Baku Rp 65.583.000 Lunas tanpa dp BANDAR BOTOL
10 Bahan Baku Rp 60.410.000 Lunas tanpa dp BANDUNG KEMASAN
11 Bahan Baku Rp 300.305.102 Lunas tanpa dp BINAUF114
12 Bahan Baku Rp 11.703.099 Lunas tanpa dp BOTRYO
13 Bahan Baku Rp 44.718.468 Lunas tanpa dp CV ANUGRAH HINENI
CV BINTANG TERANG
14 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 17.827.937 LESTARI
CV CAKRA ANUGERAH
15 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 655.210.000 PERKASA
16 Bahan Baku Rp 5.085.000 Lunas tanpa dp CV Cipta Kimia
17 Bahan Baku Rp 18.558.743 Lunas tanpa dp CV HALIM JAYA PUTRA
CV HERBAL ANUGRAH
18 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 812.285.000 ALAM
CV INBI NUSANTARA
19 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 43.305.000 SEJAHTERA
CV MANDIRI TUNGGAL
20 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 12.500.000 SEMESTA
21 Bahan Baku Rp 707.500 Lunas tanpa dp CV SUBUR KIMIA JAYA
Page 19
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
22 Bahan Baku Rp 34.862.488 Lunas tanpa dp CV SUMBER HIDUP MAJU
23 Bahan Baku Rp 100.000.000 Lunas tanpa dp CV. KONTRIVER
24 Bahan Baku Rp 8.298.000 Lunas tanpa dp CV. PRIMA WIDYA
25 Bahan Baku Rp 53.214.000 Lunas tanpa dp DELTA JAYA
26 Bahan Baku Rp 6.015.360 Lunas tanpa dp ELIZABETH PARFUMINDO
27 Bahan Baku Rp 2.312.839.500 Lunas tanpa dp ELVAS GRAFIKA
28 Bahan Baku Rp 22.487.500 Lunas tanpa dp exxenindo
29 Bahan Baku Rp 300.000 Lunas tanpa dp FLAVOR HOUSE Ind
GRAND MULTI
30 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 3.935.357.375 CHEMICALS
31 Bahan Baku Rp 174.816.997 Lunas tanpa dp HAINAN HUAYAN
32 Bahan Baku Rp 30.797.500 Lunas tanpa dp HERU GULA
HUNAN HUAKANG
33 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 2.101.618.574 BIOTECH
INDUSTRI JAMU
34 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 980.059.590 BOROBUDUR
35 Bahan Baku Rp 399.641.984 Lunas tanpa dp Jinhu Hongtai Machinery
36 Bahan Baku Rp 25.840.500 Lunas tanpa dp JOEL PACK
37 Bahan Baku Rp 8.000.000 Lunas tanpa dp KONIMEX
38 Bahan Baku Rp 416.510.771 Lunas tanpa dp MARGA DWI KENCANA
39 Bahan Baku Rp 11.200.000 Lunas tanpa dp Margo Rajendra
40 Bahan Baku Rp 2.640.000 Lunas tanpa dp Murapak
41 Bahan Baku Rp 29.176.000 Lunas tanpa dp NURALAM PACKAGING
42 Bahan Baku Rp 14.950.000 Lunas tanpa dp NUSAE
43 Bahan Baku Rp 3.275.000 Lunas tanpa dp Panca Nature International
PANCARAN WIJAYA
44 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 4.800.000 KEMINDO
PANGAN AGUNG
45 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 4.447.853.550 SEJAHTERA
46 Bahan Baku Rp 109.495.000 Lunas tanpa dp PHYTOCHEMINDO REKSA
PT BERKAH ALAM
47 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 346.835.000 NUSANTARA
PT BINTANG PENUH
48 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 7.130.625 BERKAT
49 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 275.000 PT BRATACO
50 Bahan Baku Rp 4.898.041 Lunas tanpa dp PT BUKIT WARNA ABADI
PT BUNDAKU SAYANG
51 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 88.425.000 BIOMEDIKA
PT CHEMCO PRIMA
52 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 129.900.000 MANDIRI
53 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.551.618 PT CITOSA KAMILA PRIMA
Page 20
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
PT CRODA TRADING
54 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 174.974.434 INDONESIA
PT DENBO HIGIENIS
55 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 18.509.580 LABORATORIS
56 Bahan Baku Rp 2.347.250.213 Lunas tanpa dp PT Denbo Higienis Laboratoris
57 Bahan Baku Rp 20.420.800 Lunas tanpa dp PT DKSH
PT EKACITTA DIAN
58 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 49.242.612 PERSADA
PT GEMILANG OPTIMA
59 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 5.740.000 DIIOS
PT HALDIN PACIFIC
60 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 726.600.000 SEMESTA
61 Bahan Baku Rp 99.903.375 Lunas tanpa dp PT HASTA KENCANA JAYA
62 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 14.954.877 PT INDO ACIDATAMA TBK
63 Bahan Baku Rp 104.074.241 Lunas tanpa dp PT INTAN CHEMICAL
PT JEBSEN JESSEN
64 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 118.648.700 INGREDIENTS INDONESIA
PT KAPSULINDO
65 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.546.182.000 NUSANTARA
PT KARYA AROMA
66 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 35.468.873 SEJAHTERA
67 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 97.500.000 PT LAUTAN LUAS Tbk
PT LISABOY GAYA
68 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 2.920.501 CANTIKA
PT MAGENTA INDOPACK
69 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 2.269.009 SEJAHTERA
PT MAHA KIMIA
70 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 450.404.998 INDONESIA
71 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 436.486.590 PT MENJANGAN SAKTI
72 Bahan Baku Rp 1.350.000 Lunas tanpa dp PT MERPATI MAHARDIKA
PT MULTIVERSE
73 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 4.000.000 ANUGRAH CHEMINDO
74 Bahan Baku Rp 3.861.000 Lunas tanpa dp PT NALA BAYU GLASS
75 Bahan Baku Rp 21.500.000 Lunas tanpa dp PT NATURA INTI SUKSES
76 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 471.171 PT NILAM WIDURI
PT NIRIN SAMUDRA
77 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 244.450.000 PERKASA
PT PETRAKEMINDO
78 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 42.688.781 PRATAMA MANDIRI
PT PHYTOCHEMINDO
79 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 258.330.000 REKSA
80 Bahan Baku Rp 12.827.230 Lunas tanpa dp PT REDACHEM INDONESIA
Page 21
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
PT SAHABAT INOVASI
81 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 32.447.120 PERINTIS
82 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 477.400 PT SARI ALAM SUKABUMI
PT SEMARANG HERBAL
83 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 44.125.000 INDO PLANT
PT SINERGI MULTI
84 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.505.570 LESTARINDO TBK
PT TAHAKA MULTICHEM
85 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 3.298.484 INDONESIA
86 Bahan Baku Rp 82.250.000 Lunas tanpa dp PT TANGGA EMAS KIMIA
87 Bahan Baku Rp 5.000.000 Lunas tanpa dp PT TIGA SRIKANDI JAYA
PT TIGAKADISTRINDO
88 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 6.439.685 PERKASA
PT TRITUNGGAL
89 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.003.920 ARTHAMAKMUR
PT WIKA INTINUSA
90 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 25.425.200 NIAGATAMA
PT. ALGAEPARK
91 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 410.023.999 INDONESIA MANDIRI
PT. BOTRYO HERBA
92 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 71.294.230 BIOTEKNOLOGI
93 Bahan Baku Rp 798.945.574 Lunas tanpa dp PT. CHEMICO SURABAYA
PT. CITOSA KAMILA
94 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 724.557.557 PRIMA
PT. DBFF BOTON
95 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 116.959.080 INDONESIA
PT. DENBO HIGIENIS
96 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 139.500.000 LABORATORIS
97 Bahan Baku Rp 799.400.000 Lunas tanpa dp PT. DPO INDONESIA
98 Bahan Baku Rp 1.950.273.750 Lunas tanpa dp PT. ELVAS GRAFIKA
99 Bahan Baku Rp 1.958.511.259 Lunas tanpa dp PT. EPAC FLEXIBEL
100 Bahan Baku Rp 196.840.532 Lunas tanpa dp PT. GALIC BINA MADA
PT. GEMATRACON
101 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 35.490.000 LESTARI
PT. GRAND MULTI
102 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 43.154.132 CHEMICAL
PT. HALDIN PASIFICA
103 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 521.639.774 SEMESTA
PT. HUISONG
104 Bahan Baku Lunas tanpa dp PHARMACEUTICALS
Rp 87.045.000 INDONESIA
PT. INDO ANEKA ATSIRI
105 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 9.125.000 (Sima Arome)
PT. INDOPLASTIK SUKSES
106 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 47.880.000 ABADI
Page 22
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
PT. INDUKSARANA
107 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 45.750.000 KEMASINDO
PT. INSULAR MULTI
108 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 325.000 NATURAL
PT. INTRAFOOD
109 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.032.600 SINGABERA INDONESIA
PT. JERINDO SURYA
110 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.041.223 UTAMA
111 Bahan Baku Rp 2.262.500 Lunas tanpa dp PT. JUTARASA ABADI
PT. KEAJAIBAN LUAR
112 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 587.679.000 BIASA
PT. LANTABURA
113 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 42.625.000 INTERNATIONAL
PT. LAUTAN NATURAL
114 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 45.000.000 KRIMERINDO
PT. MAHA KIMIA
115 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 528.736.840 INDONESIA
PT. MAHAREKSA RANA
116 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 134.460.000 GRAFIKA
PT. MANDALA CAHAYA
117 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 28.378.200 SENTOSA
118 Bahan Baku Rp 826.204.350 Lunas tanpa dp PT. MEDION FARMA JAYA
119 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.063.325.000 PT. MERPATI MAHARDIKA
PT. MULIA ALDANA
120 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 28.100.000 INDONESIA
PT. PANCA NATURE
121 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 4.160.000 INTERNATIONAL
PT. SEMARANG HERBAL
122 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.029.960.000 INDOPLANT
PT. SUKAMILK FnB
123 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 15.950.000 INDUSTRY
PT. SUMBER FOOD
124 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 2.518.880 INGREDIENTS
125 Bahan Baku Rp 16.216.215 Lunas tanpa dp PT. TUNGGAK WARU SEMI
PUTRA FARMA
126 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 1.258.475.000 YOGYAKARTA
127 Bahan Baku Rp 64.694.000 Lunas tanpa dp PUTRA SUKAPURA BUANA
PUTRA SUKAPURA
128 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 9.615.000 PACKAGING
129 Bahan Baku Rp 3.348.575.000 Lunas tanpa dp Racik Sari
RAW TISANE KAB.
130 Bahan Baku Lunas tanpa dp
Rp 98.750.000 CIREBON
131 Bahan Baku Rp 252.937.600 Lunas tanpa dp SELE INGREDIENTS
132 Bahan Baku Rp 13.420.000 Lunas tanpa dp SERIKAT KOSMETIK
133 Bahan Baku Rp 3.241.200 Lunas tanpa dp SHOPEE
134 Bahan Baku Rp 147.150.932 Lunas tanpa dp SINAR MULTI KEMINDO
Page 23
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
135 Bahan Baku Rp 759.000 Lunas tanpa dp TALIA PACK
136 Bahan Baku Rp 814.900 Lunas tanpa dp TOKOPEDIA
137 Bahan Baku Rp 2.850.000 Lunas tanpa dp UD. KAFI
138 Bahan Baku Rp 25.470.500 Lunas tanpa dp ULTRA PACK INDONESIA
139 Bahan Baku Rp 12.540.000 Lunas tanpa dp YUSUF ALGHANY
Gedung
140 Lunas tanpa dp
Produksi Rp 1.571.604.812 PT Mitra Sigma Tekindo
Mesin
141 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 12.500.000 Azizah Salkudin
Mesin
142 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 6.938.000 Bagus Jaya Aircon (Tokopedia)
Mesin
143 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 177.500.000 Bandung Mesin
Mesin
144 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 215.000.000 Bandung Mesindo
Mesin
145 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 146.500.000 Cingfong
Mesin
146 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 66.455.000 CV Bogi Diezel
Mesin
147 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 14.327.027 CV. Dwi Mitra Sejahtera
Mesin
148 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 502.000.000 CV. Kontriver Indonesia
Mesin
149 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 16.000.000 CV. Sinar Abadi Teknik
Mesin
150 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 28.000.000 Family Tehnik
Mesin
151 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 5.818.540 FSP Elektro (Tokopedia)
Mesin
152 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 49.372.000 Gelora Mesin
Mesin
153 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 24.633.000 Hitech Indonesia (Tokopedia)
Mesin Hualian Official Store
154 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 3.470.000 (Tokopedia)
Mesin
155 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 9.954.000 Indo Teknik 77 (Tokopedia)
Mesin
156 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 2.610.276.750 Jinhu Hongtai Machinery
Mesin
157 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 14.678.600 Kenzo Elektronik (Tokopedia)
Mesin Otopack Packaging Machineru
158 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 3.521.000 (Tokopedia)
Mesin
159 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 156.000.000 PT. Dhass Sumber Tekhnik
Mesin
160 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 179.600.000 PT. Inti Albindo Sukses
Mesin
161 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 4.012.500 Star Filter Air Jakarta (Shopee)
Page 24
Bentuk
Skema
No. Penggunaan Nilai Pihak/Pemasok
Pembayaran
Dana
Mesin
162 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 53.604.400 Tokopedia
Mesin Water Online Shop
163 Lunas tanpa dp
Operasional Rp 6.238.000 (Tokopedia)
164 Peralatan Kantor Rp 1.700.000 Lunas tanpa dp AKA Teknik Klaten
Alangherbal Surabaya
165 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 1.129.000 (Tokopedia)
166 Peralatan Kantor Rp 3.950.000 Lunas tanpa dp Alumunium dan Kaca Laris
Alvarez Multi Usaha
167 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 2.765.500 (Tokopedia)
168 Peralatan Kantor Rp 2.941.500 Lunas tanpa dp Aurora Mall (Shoppe)
Bazar Fotocopy Surabaya
169 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 10.649.200 (Tokopedia)
B-One Official Store
170 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 24.184.000 (Tokopedia)
171 Peralatan Kantor Rp 10.625.000 Lunas tanpa dp BTS Celular
172 Peralatan Kantor Rp 220.940.928 Lunas tanpa dp CV. Dwi Mitra Sejahtera
173 Peralatan Kantor Rp 5.400.000 Lunas tanpa dp CV. Kontriver Indonesia
174 Peralatan Kantor Rp 23.500.000 Lunas tanpa dp Family Tehnik
175 Peralatan Kantor Rp 952.000 Lunas tanpa dp Fixprint Indonesia (Tokopedia)
176 Peralatan Kantor Rp 25.000.000 Lunas tanpa dp Fokus Komputer dan CCTV
177 Peralatan Kantor Rp 1.421.000 Lunas tanpa dp General CCTV (Tokopedia)
178 Peralatan Kantor Rp 738.600 Lunas tanpa dp Indo Teknik 77 (Tokopedia)
179 Peralatan Kantor Rp 6.500.000 Lunas tanpa dp Kharisma Photo
180 Peralatan Kantor Rp 62.700.000 Lunas tanpa dp Larisa Sumber Rizeky
Misel Elektronik Audio
181 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 3.417.500 (Tokopedia)
182 Peralatan Kantor Rp 2.754.000 Lunas tanpa dp Prio Laboratory (Tokopedia)
PT. Algaepark Indonesia
183 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 99.644.000 Mandiri
184 Peralatan Kantor Rp 66.080.405 Lunas tanpa dp PT. Global Solusindo Utama
185 Peralatan Kantor Rp 37.432.432 Lunas tanpa dp PT. Radian Jaya Pratama
186 Peralatan Kantor Rp 20.120.000 Lunas tanpa dp Pujianto
187 Peralatan Kantor Rp 32.432.432 Lunas tanpa dp Radian Jaya Pratama
Raja Pompa Import
188 Lunas tanpa dp
Peralatan Kantor Rp 1.408.300 (Tokopedia)
189 Peralatan Kantor Rp 2.003.000 Lunas tanpa dp Simplus (Tokopedia)
190 Peralatan Kantor Rp 110.902.500 Lunas tanpa dp Toko 26 Computer
191 Peralatan Kantor Rp 3.375.000 Lunas tanpa dp Toko Indri
192 Peralatan Kantor Rp 9.300.000 Lunas tanpa dp Toko Jempol
193 Peralatan Kantor Rp 3.200.000 Lunas tanpa dp Toko Keramik Gamping
194 Peralatan Kantor Rp 137.312.000 Lunas tanpa dp Toko Sinar Terang
Piutang Modal PT Algae Bioteknologi
195 Lunas tanpa dp
Kerja Rp 2.109.015.296 Internasional
Piutang Modal
196 Lunas tanpa dp
Kerja Rp 2.934.281.089 PT Meilis Inovasi Bioteknologi
Page 25
c. Informasi mengenai akun dalam laporan keuangan auditan yang merefleksikan penggunaan
dana untuk modal kerja beserta saldonya per 31 Desember 2025.
Tanggapan:
Nama Akun Nilai
Persediaan 19.851.901.510
Piutang usaha 5.629.517.338
Piutang Lain 11.239.407.028
Aset Tetap 40.055.010.008
d. Perseroan agar menyampaikan informasi mengenai perjanjian atau dokumen pendukung lain
antara Perseroan dengan vendor/pihak atas pembayaran penggunaan untuk modal kerja, meliputi
informasi:
1) Informasi mengenai kontrak yang ditandatangani oleh Perseroan dengan para pihak tersebut,
Perseroan agar menyampaikan dokumen perjanjian pemesanan tersebut.
2) Jangka waktu perjanjian
3) Hak dan kewajiban masing-masing pihak
4) Nilai kontrak atau perjanjian
5) Klausa pembatasan maupun pembatalan beserta konsekuensinya
Tanggapan: Perseroan tidak terikat dalam suatu perjanjian khusus maupun kontrak kerja sama
yang bersifat mengikat dengan pihak vendor mana pun. Seluruh hubungan yang terjalin antara
Perseroan dan vendor dilaksanakan semata-mata berdasarkan mekanisme transaksi jual beli yang
bersifat umum dan komersial. Dengan demikian, setiap transaksi dilakukan secara independen,
tanpa adanya kewajiban jangka panjang atau komitmen eksklusif tertentu. Kondisi ini
memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam memilih vendor yang paling sesuai dengan
kebutuhan operasional serta mempertimbangkan aspek efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan
pasokan barang atau jasa.
e. Dalam hal penggunaan dana untuk modal kerja tersebut dibayarkan melalui mekanisme
pembayaran uang muka, agar disampaikan informasi mengenai tanggal pembayaran, realisasi
dan perjanjian yang mendasari atas pembayaran tersebut dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan: Perseroan berusaha menerapkan kebijakan pembayaran secara langsung dan penuh
tanpa mekanisme uang muka dalam setiap transaksi pembelian yang dilakukan dengan vendor.
Pendekatan ini diambil sebagai upaya untuk membangun serta meningkatkan tingkat
kepercayaan dari para vendor terhadap kredibilitas dan komitmen Perseroan dalam memenuhi
kewajiban finansialnya.
2. Sehubungan dengan penggunaan dana hasil konversi waran seri I, agar dijelaskan:
a. Informasi mengenai jumlah dana yang diterima Perseroan dari hasil konversi waran seri I.
Tanggapan: Per tanggal 12 Januari 2026, Waran Seri I telah terealisasi konversinya sejumlah
80.376.575 lembar saham dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 350 per lembar. Dengan
demikian, total dana yang diperoleh Perseroan dari hasil pelaksanaan konversi Waran Seri I
tersebut adalah sebesar Rp 28.131.801.250.
b. Informasi mengenai penggunaan dana yang diterima dari hasil konversi waran seri I
Tanggapan: Perseroan hingga bulan Maret 2026 telah merealisasikan penggunaan dana
tersebut dengan total sekitar Rp 13,5 miliar. Pemanfaatan dana ini dilakukan secara bertahap
sesuai dengan rencana kerja dan kebutuhan operasional Perseroan. Penggunaan tersebut
diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha, meningkatkan efisiensi operasional, serta
memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan.
Page 26
c. Informasi mengenai pelaporan yang telah dilakukan Perseroan atas adanya penerimaan dana
hasil konversi waran seri I.
Tanggapan: Perseroan telah melakukan koordinasi dengan pihak penanggung jawab (PIC) di
bursa terkait hal dimaksud. Namun demikian, hingga saat ini Perseroan belum memperoleh
kejelasan mengenai mekanisme maupun prosedur yang rinci terkait alur pelaporan yang harus
dilaksanakan.
d. Dampak jumlah konversi waran seri I tersebut terhadap kegiatan operasi dan kondisi
keuangan Perseroan.
Tanggapan: Dampak jumlah konversi Waran Seri I terhadap kegiatan operasional dan kondisi
keuangan Perseroan bersifat positif, karena realisasi konversi tersebut menambah sumber
pendanaan yang dapat digunakan untuk mendukung aktivitas usaha. Hingga saat ini, dana
hasil konversi telah digunakan sebesar sekitar Rp 13,5 miliar sesuai kebutuhan operasional
Perseroan..
3. Sehubungan dengan adanya pelaksanaan Waran Seri I yang dapat dilaksanakan menjadi saham
Perseroan selama periode 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026, agar dijelaskan:
a. Informasi jumlah penambahan saham dari konversi waran seri I pada tahun 2025.
Tanggapan: Penambahan jumlah saham yang beredar sebagai hasil pelaksanaan konversi
Waran Seri I tercatat sebanyak 80.376.575 lembar saham.
b. Informasi mengenai penyajian penambahan saham dari konversi waran seri I pada laporan
posisi keuangan periode 30 September dan 31 Desember 2025
Tanggapan: Perseroan belum menyajikan penambahan saham pada laporan posisi keuangan
dikarenakan, Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai dasar
pencatatan jumlah saham. Perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 30 September
2025 dan 31 Desember 2025, dikarenakan sampai dengan periode tersebut masih berlangsung
pelaksanaan waran.
c. Informasi mengenai penyajian penambahan saham dari konversi waran seri I pada laporan
perubahan ekuitas periode 30 September dan 31 Desember 2025.
Tanggapan: Perseroan belum menyajikan penambahan saham pada laporan perubahan
ekuitas dikarenakan, Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai
dasar pencatatan jumlah saham. Perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 30
September 2025 dan 31 Desember 2025, dikarenakan sampai dengan periode tersebut masih
berlangsung pelaksanaan waran.
d. Informasi mengenai penyajian penambahan saham dari konversi waran seri I pada laporan
arus kas periode 30 September dan 31 Desember 2025.
Tanggapan: Perseroan belum menyajikan penambahan saham pada laporan arus kas
dikarenakan, Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai dasar
pencatatan jumlah saham. Perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 30 September
2025 dan 31 Desember 2025, dikarenakan sampai dengan periode tersebut masih berlangsung
pelaksanaan waran.
Page 27
4. Informasi mengenai rincian tambahan modal disetor per 31 Desember 2025. Perseroan agar
menjelaskan daftar transaksi yang menyebabkan kenaikan tambahan modal disetor per 31
Desember 2025 dibandingkan 31 Desember 2024.
Tanggapan: Berikut daftar transaksi tambahan modal disetor yang menyebabkan kenaikan
tambahan modal disetor per 31 Desember 2025 dibandingkan 31 Desember 2024:
Tanggal Keterangan Debit Kredit Saldo
31/12/2024 Saldo akhir per 31 Desember 2024 505.707.433
10/01/2025 Tambahan modal disetor yang berasal dari - 59.500.000.000 60.005.707.433
penjualan saham
31/12/2025 Reklasifikasi dari akun tambahan modal 8.500.000.000 - 51.505.707.433
disetor ke akun modal saham sehubungan
dengan kepemilikan saham masyarakat atas
penjualan saham
31/12/2025 Beban emisi saham dalam rangka 3.456.619.571 - 48.049.087.862
penawaran umum perdana (IPO) yang
dikurangkan dari tambahan modal disetor
31/12/2025 Saldo akhir per 31 Desember 2025 48.049.087.862
5. Berdasarkan penelahaan awal kami, terdapat perbedaan informasi jumlah saham per 31 Desember
2025 dengan rincian sebagai berikut:
Sumber Informasi Jumlah Saham
Laporan Keuangan Auditan periode 31 Desember 2025 600.000.000
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 31 Desember 2025 627.922.115
Laporan Keuangan periode 30 September 2025 600.000.000
Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek per 30 September 2025 604.450.912
Sehubungan dengan hal tersebut, agar dijelaskan:
a. Latar belakang dan penyebab perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 30
September 2025.
Tanggapan: Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai dasar
pencatatan jumlah saham. Perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 30 September
2025 dikarenakan sampai dengan periode tersebut masih berlangsung pelaksanaan waran.
Pelaksanaan waran berlangsung dari tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026,
yaitu direncanakan sebanyak 85.000.000 lembar saham. Per 30 September 2025 belum
terdapat kepastian akhir jumlah pelaksanaan waran, yang akan dinyatakan dalam Akta
Perubahan Modal Perseroan. Adapun distribusi saham hasil pelaksanaan waran tersebut baru
dilakukan pada tanggal 13 Januari 2026, atas pelasanaan waran sampai dengan 12 Januari
2026. Jumlah pelaksanaan waran dari 14 Juli 2025 sampai dengan 30 September 2025
sebanyak 4.465.293 saham dengan total 55 transaksi.
b. Latar belakang dan penyebab perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 31 Desember
2025
Tanggapan: Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai dasar
pencatatan jumlah saham. Perbedaan informasi mengenai jumlah saham per 31 Desember
2025 dikarenakan sampai dengan periode tersebut masih berlangsung pelaksanaan waran.
Pelaksanaan waran berlangsung dari tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026,
yaitu direncanakan sebanyak 85.000.000 lembar saham. Per 31 Desember 2025 belum
Page 28
terdapat kepastian akhir jumlah pelaksanaan waran, yang akan dinyatakan dalam Akta
Perubahan Modal Perseroan. Adapun distribusi saham hasil pelaksanaan waran tersebut baru
dilakukan pada tanggal 13 Januari 2026, atas pelasanaan waran sampai dengan 12 Januari
2026. Jumlah pelaksanaan waran dari 14 Juli 2025 sampai dengan 31 Desember 2025
sebanyak 27.922.115 saham dengan total 117 transaksi.
c. Informasi mengenai dampak dan konsekuensi pada penyajian laporan keuangan Perseroan
periode 30 September 2025 yang tidak mengakui konversi waran menjadi saham tersebut
pada 2025.
Tanggapan: Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai dasar
pencatatan jumlah saham, sampai dengan 30 September 2025 Perseroan belum melakukan
pencatatan saham karena belum dibuatnya Akta Perubahan Modal Perseroan. Penambahan
saham dari pelaksanaan waran dicatat pada Akta Perubahan Modal Perseroan setelah jadwal
akhir pelaksanaan waran, yaitu pada tanggal 12 Januari 2026. Penyesuaian atas perubahan
jumlah saham sampai dengan saat ini masih dalam proses pencatatan dalam Akta Perubahan
Modal Perseroan. Jumlah pelaksanaan waran yang berlangsung dari 14 Juli 2025 sampai 30
September 2025 sebesar 4.465.293 saham dengan total 55 transaksi. Periode pelaksanaan
Waran Seri I berlangsung dari tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 12 Januari 2026, dengan
distribusi saham hasil pelaksanaan waran pada tanggal 13 Januari 2026. Berdasarkan surat
PT Sinartama Gunita No. 09/SG-CA/OBAT/I/2026 tanggal 14 Januari 2026, dari rencana
pelaksanaan Waran Seri I sebanyak 85.000.000 waran untuk periode tersebut, terealisasi
sebanyak 80.376.575 saham. Dengan demikian, jumlah saham beredar setelah pelaksanaan
waran menjadi 680.376.575 saham.
d. Informasi mengenai dampak dan konsekuensi pada penyajian laporan keuangan Perseroan
periode 31 Desember 2025 yang tidak mengakui konversi waran menjadi saham tersebut
pada 2025.
Tanggapan: Oleh karena Perseroan menggunakan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai
dasar pencatatan jumlah saham, sampai dengan 31 Desember 2025 Perseroan belum
melakukan pencatatan saham karena belum dibuatnya Akta Perubahan Modal Perseroan.
Penambahan saham dari pelaksanaan waran dicatat pada Akta Perubahan Modal Perseroan
setelah jadwal akhir pelaksanaan waran, yaitu pada tanggal 12 Januari 2026. Penyesuaian
atas perubahan jumlah saham sampai dengan saat ini masih dalam proses pencatatan dalam
Akta Perubahan Modal Perseroan. Jumlah pelaksanaan waran yang berlangsung dari 14 Juli
2025 sampai 31 Desember 2025 sebanyak 27.922.115 saham dengan total 117 transaksi.
Periode pelaksanaan Waran Seri I berlangsung dari tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 12
Januari 2026, dengan distribusi saham hasil pelaksanaan waran pada tanggal 13 Januari
2026. Berdasarkan surat PT Sinartama Gunita No. 09/SG-CA/OBAT/I/2026 tanggal 14
Januari 2026, dari rencana pelaksanaan Waran Seri I sebanyak 85.000.000 waran untuk
periode tersebut, terealisasi sebanyak 80.376.575 saham. Dengan demikian, jumlah saham
beredar setelah pelaksanaan waran menjadi 680.376.575 saham.
e. Kesesuaian pencatatan konversi waran tersebut dengan standar akuntansi yang berlaku.
Perseroan agar menyampaikan dasar standar akuntansi atas pencatatan tersebut.
Tanggapan: Perseroan mencatat penambahan saham dan tambahan modal disetor atas
pelaksanaan waran pada saat telah dilakukan pembuatan dan pengesahan dalam Akta
Perubahan Modal Perseroan, yang menjadi dasar legal atas pencatatan perubahan modal
saham Perseroan. Pelaksanaan waran yang berlangsung pada tanggal 14 Juli 2025 sampai
dengan 12 Januari 2026 belum dicatat dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 karena
pada tanggal tersebut belum terdapat pembuatan dan pengesahan Akta Perubahan Modal
Page 29
Perseroan sebagai dasar pencatatan perubahan modal Perseroan. Perlakuan akuntansi
tersebut berdasarkan PSAK 232 paragraf 16, yaitu bahwa instrumen keuangan
diklasifikasikan sebagai ekuitas jika penyelesaiannya dilakukan dengan penerbitan
instrumen ekuitas tanpa kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan.
Karena itu, pelaksanaan waran merupakan transaksi ekuitas dengan pemilik yang berdampak
pada penambahan modal saham dan tambahan modal disetor.
f. Informasi periode waktu dan jumlah yang diterima pada rekening Perseroan atas atas hasil
konversi waran tersebut. Perseroan agar menyampaikan salinan rekening koran atas mutasi
transaksi penerimaan dana hasil penawaran tersebut melalui form E074.
Tanggapan: Perseroan akan segera menyampaikan melalui form E074
g. Prosedur audit yang dilakukan auditor dalam melakukan penentuan kewajaran penyajian
modal Perseroan agar menyampaikan dasar standar akuntansi atas pencatatan tersebut.
Tanggapan: Prosedur audit yang dilakukan auditor dalam melakukan penentuan kewajaran
penyajian modal saham dan jumlah saham disetor per 31 Desember 2025:
1. Memeriksa Akta Pendirian dan seluruh Akta Perubahan Perseroan sampai dengan 31
Desember 2025 untuk memastikan terkait modal saham yaitu jumlah dan nilai nominal;
2. Menelusuri tambahan modal saham ke dokumen pendukung yaitu Akta Perubahan
sampai dengan 31 Desember 2025;
3. Menguji ketepatan perhitungan modal saham berdasarkan jumlah saham beredar
dikalikan nilai nominal, berdasarkan Akta Perubahan Modal Perseroan terakhir;
4. Pengujian mutasi modal saham tahun berjalan;
5. Mengirimkan surat konfirmasi kepada pemegang saham atas jumlah saham yang
dimiliki;
6. Memeriksa surat pemberitahuan pelaksanaan waran dari Biro Administrasi Efek selama
periode pelaksanaan waran berlangsung;
7. Melakukan penelusuran atas penerimaan dana hasil Penawaran Umum Perdana (IPO);
8. Memastikan kesesuaian jumlah saham yang diterbitkan kepada masyarakat dalam
Penawaran Umum Perdana dengan dokumen penawaran yang mendasarinya;
9. Memastikan pengakuan modal saham berdasarkan nilai nominal saham yang
diterbitkan kepada masyarakat serta pengakuan tambahan modal disetor atas selisih antara
harga penerbitan dan nilai nominal saham; dan
10. Memastikan biaya emisi saham telah dicatat sebagai pengurang tambahan modal disetor
sesuai ketentuan yang berlaku.
11. Memeriksa Akta Perubahan Setelah Periode Pelaporan, dari tanggal 1 Januari 2026
sampai dengan 28 Februari 2026 terkait dengan perubahan modal Perseroan.
h. Informasi mengenai pengiriman konfirmasi kepada pemegang saham atau biro administrasi
efek yang dilakukan auditor dalam melakukan penentuan penentuan kewajaran penyajian
modal saham dan jumlah saham disetor per 31 Desember 2025.
Tanggapan: Pengiriman surat konfirmasi kepemilikan modal kepada pemegang saham dalam
rangka penentuan kewajaran penyajian modal saham dan jumlah saham dilakukan pada tanggal
27 Januari 2026.
i. Informasi prosedur yang dilakukan Perseroan untuk memastikan nilai modal disetor per 30
September 2025 telah sesuai.
Tanggapan: Berikut prosedur yang dilakukan Perseroan untuk memastikan nilai modal disetor
per 30 September 2025: Perseroan mencatat penambahan saham dan tambahan modal disetor
atas pelaksanaan waran pada saat telah dilakukan pembuatan dan pengesahan dalam Akta
Perubahan Modal Perseroan, yang menjadi dasar legal atas pencatatan perubahan modal saham
Perseroan. Pelaksanaan waran yang berlangsung pada tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 12
Januari 2026 belum dicatat dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 karena pada tanggal
Page 30
tersebut belum terdapat pembuatan dan pengesahan Akta Perubahan Modal Perseroan sebagai
dasar pencatatan perubahan modal Perseroan. Pada saat tahap pelaksanaan waran Perseroan
menerima Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Waran dari Biro Administrasi Efek yang
dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2025 sampai dengan 30 September 2025. Jumlah pelaksanaan
waran dari 14 Juli 2025 sampai dengan 30 September 2025 sebanyak 4.465.293 saham dengan
total 55 transaksi.
j. Klarifikasi dari auditor atas adanya perbedaan data saham disetor per 31 Desember 2025 antara
laporan keuangan dan data biro administrasi efek.
Tanggapan: Atas perbedaan data saham disetor per 31 Desember 2025 antara laporan keuangan
dan data Biro Administrasi Efek (BAE), Auditor telah melakukan prosedur audit seperti yang
dinyatakan dalam butir 5g dan 5h di atas. Perbedaan disebabkan oleh perbedaan dasar
pencatatan antara Perseroan dan BAE, dimana BAE mencatat mutasi saham berdasarkan
transaksi yang telah diproses secara administratif pada sistem administrasi efek, sedangkan
Perseroan mencatat jumlah saham disetor berdasarkan Akta Perubahan Modal Perseroan
terakhir yang telah memperoleh pengesahan atau persetujuan sesuai ketentuan yang berlaku.
Distribusi saham hasil pelaksanaan waran dilaksanakan pada tanggal 13 Januari 2026. Sampai
dengan tanggal penerbitan laporan keuangan auditan, pencatatan perubahan jumlah saham atas
pelaksanaan waran dalam Akta Perubahan Modal Perseroan belum dilakukan. Penerapan dasar
pencatatan pelaksanaan waran oleh Perseroan adalah PSAK 232 paragraf 16, yang menyatakan
bahwa instrumen keuangan diklasifikasikan sebagai instrumen ekuitas apabila penyelesaiannya
dilakukan dengan penerbitan instrumen ekuitas tanpa kewajiban kontraktual untuk
menyerahkan kas atau aset keuangan. Pelaksanaan waran merupakan transaksi ekuitas dengan
pemilik yang berdampak pada penambahan modal saham dan tambahan modal disetor. Selain
itu, merujuk pada PSAK 201 paragraf 27–28, menyatakan bahwa suatu transaksi diakui dalam
laporan keuangan apabila memenuhi definisi unsur laporan keuangan serta dapat diukur secara
andal, dalam hal ini adalah terdapatnya Akta Perubahan Modal Perseroan.
D. Lainnya (Disampaikan kepada Publik)
1. Rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan (jika ada)
Tanggapan: Perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi dalam periode 12 bulan ke depan
2. Penjelasan mengenai informasi/kejadian penting lainnya yang material yang akan dilakukan
Perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan.
Tanggapan: Perseroan tidak memiliki informasi/kejadian penting lainnya yang material yang akan
dilakukan Perseroan pada masa yang datang dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup
Perseroan.
Names mentioned 98 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Denbo Higienis Laboratoris. Proses
p.3
unresolved
org
PT Denbo Higienis Laboratoris
p.3 ×4
unresolved
org
PT Botryo
p.3
unresolved
org
PT Algaepark
p.3 ×2
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Makmur. Nilai
p.3
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Makmur
p.3
unresolved
org
PT Botryo Herba Bioteknologi
p.4 ×5
unresolved
org
Pengawas Obat dan Makanan
p.4
unresolved
org
PT Algaepark Indonesia Mandiri
p.4 ×4
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional. Kontribusi
p.9
unresolved
org
PT BBT Proyeksi
p.9
unresolved
org
PT BHB Proyeksi
p.9
unresolved
org
PT MIB Proyeksi
p.10
unresolved
org
PT DHL Proyeksi
p.10
unresolved
org
PT AIM Proyeksi
p.10
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi Internasional
p.11 ×3
unresolved
org
PT Algepark Indonesia Mandiri
p.12
unresolved
org
PT Meilis Inovasi Bioteknologi
p.16 ×2
unresolved
org
PT Denbo Hygienis Laboratories
p.16
unresolved
org
PT BERKAH ALAM
p.19
unresolved
org
PT BINTANG PENUH
p.19
unresolved
org
PT BRATACO
p.19
unresolved
org
PT BUKIT WARNA ABADI
p.19
unresolved
org
PT BUNDAKU SAYANG
p.19
unresolved
org
PT CHEMCO PRIMA
p.19
unresolved
org
PT CITOSA KAMILA PRIMA
p.19
unresolved
org
PT CRODA TRADING
p.20
unresolved
org
PT DENBO HIGIENIS
p.20 ×2
unresolved
org
PT DKSH
p.20
unresolved
org
PT EKACITTA DIAN
p.20
unresolved
org
PT GEMILANG OPTIMA
p.20
unresolved
org
PT HALDIN PACIFIC
p.20
unresolved
org
PT HASTA KENCANA JAYA
p.20
unresolved
org
PT INTAN CHEMICAL
p.20
unresolved
org
PT JEBSEN JESSEN
p.20
unresolved
org
PT KAPSULINDO
p.20
unresolved
org
PT KARYA AROMA
p.20
unresolved
org
PT LISABOY GAYA
p.20
unresolved
org
PT MAGENTA INDOPACK
p.20
unresolved
org
PT MAHA KIMIA
p.20 ×2
unresolved
org
PT MENJANGAN SAKTI
p.20
unresolved
org
PT MERPATI MAHARDIKA
p.20 ×2
unresolved
org
PT MULTIVERSE
p.20
unresolved
org
PT NALA BAYU GLASS
p.20
unresolved
org
PT NATURA INTI SUKSES
p.20
unresolved
org
PT NILAM WIDURI
p.20
unresolved
org
PT NIRIN SAMUDRA
p.20
unresolved
org
PT PETRAKEMINDO
p.20
unresolved
org
PT PHYTOCHEMINDO
p.20
unresolved
org
PT REDACHEM INDONESIA
p.20
unresolved
org
PT SAHABAT INOVASI
p.21
unresolved
org
PT SARI ALAM SUKABUMI
p.21
unresolved
org
PT SEMARANG HERBAL
p.21 ×2
unresolved
org
PT SINERGI MULTI
p.21
unresolved
org
LESTARINDO TBK
p.21
unresolved
org
PT TAHAKA MULTICHEM
p.21
unresolved
org
PT TIGA SRIKANDI JAYA
p.21
unresolved
org
PT TIGAKADISTRINDO
p.21
unresolved
org
PT WIKA INTINUSA
p.21
unresolved
org
PT. BOTRYO HERBA
p.21
unresolved
org
PT. CHEMICO SURABAYA
p.21
unresolved
org
PT. CITOSA KAMILA
p.21
unresolved
org
PT. DBFF BOTON
p.21
unresolved
org
PT. DPO INDONESIA
p.21
unresolved
org
PT. ELVAS GRAFIKA
p.21
unresolved
org
PT. EPAC FLEXIBEL
p.21
unresolved
org
PT. GALIC BINA MADA
p.21
unresolved
org
PT. GEMATRACON
p.21
unresolved
org
PT. GRAND MULTI
p.21
unresolved
org
PT. HALDIN PASIFICA
p.21
unresolved
org
PT. HUISONG
p.21
unresolved
org
PT. INDO ANEKA ATSIRI
p.21
unresolved
org
PT. INDOPLASTIK SUKSES
p.21
unresolved
org
PT. INDUKSARANA
p.22
unresolved
org
PT. INSULAR MULTI
p.22
unresolved
org
PT. INTRAFOOD
p.22
unresolved
org
PT. JERINDO SURYA
p.22
unresolved
org
PT. JUTARASA ABADI
p.22
unresolved
org
PT. KEAJAIBAN
p.22
unresolved
org
PT. LANTABURA
p.22
unresolved
org
PT. LAUTAN NATURAL
p.22
unresolved
org
PT. MAHAREKSA RANA
p.22
unresolved
org
PT. MANDALA CAHAYA
p.22
unresolved
org
PT. MEDION FARMA JAYA
p.22
unresolved
org
PT. MULIA ALDANA
p.22
unresolved
org
PT. PANCA NATURE
p.22
unresolved
org
PT. SUKAMILK FnB
p.22
unresolved
org
PT. TUNGGAK WARU SEMI PUTRA FARMA
p.22
unresolved
org
PT Mitra Sigma Tekindo Mesin
p.23
unresolved
org
PT. Dhass Sumber Tekhnik Mesin
p.23
unresolved
org
PT. Inti Albindo Sukses Mesin
p.23
unresolved
org
PT. Algaepark Indonesia
p.24
unresolved
org
PT. Global Solusindo Utama
p.24
unresolved
org
PT. Radian Jaya Pratama
p.24
unresolved
org
PT Algae Bioteknologi
p.24
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.