Back to announcement
20240119_TBIG_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31570355_lamp2.pdf
Other Text extracted TBIGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
INFORMASI TAMBAHAN PENAWARAN UMUM OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE TAHAP II TAHUN
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN EFEK BERSIFAT UTANG TAHAP KE-3 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN EFEK BERSIFAT
UTANG YANG TELAH MENJADI EFEKTIF.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN
KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT
ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS
KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL, SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
INI.
PT TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE Tbk
KEGIATAN USAHA UTAMA
Penyedia Jasa Infrastruktur Telekomunikasi Terintegrasi melalui Perusahaan Anak
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
KANTOR PUSAT
The Convergence Indonesia, lantai 11
Kawasan Rasuna Epicentrum
Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan 12940 - Indonesia
Telepon : (62 21) 2924 8900; Faksimili : (62 21) 2157 2015
E-mail: corporate.secretary@tower-bersama.com
www.tower-bersama.com
KANTOR REGIONAL
18 kantor regional yang terletak di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, Lampung, Jakarta, Banten, Bandung,
Semarang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Manado, Makassar dan Papua
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN
SEBANYAK-BANYAKNYA Rp20.000.000.000.000 (DUA PULUH TRILIUN RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN VI”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI tersebut, Perseroan telah menerbitkan
obligasi sebesar Rp3.013.100.000.000 (tiga triliun tiga belas miliar seratus juta Rupiah)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan :
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TOWER BERSAMA INFRASTRUCTURE TAHAP III TAHUN 2024
DENGAN JUMLAH POKOK SEBESAR Rp2.700.000.000.000 (DUA TRILIUN TUJUH RATUS MILIAR RUPIAH) (”OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat dan ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75%
(enam koma tujuh lima persen) per tahun dan jangka waktu 370 Hari Kalender sejak Tanggal Emisi. Bunga Obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana Bunga
Obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 6 Mei 2024, sedangkan Bunga Obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan Obligasi akan dibayarkan pada
tanggal 16 Februari 2025.
OBLIGASI BERKELANJUTAN VI TAHAP IV DAN/ATAU TAHAP SELANJUTNYA (JIKA ADA) AKAN DITETAPKAN KEMUDIAN.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG
BERGERAK MAUPUN BARANG TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DIKEMUDIAN HARI MENJADI JAMINAN BAGI
PEMEGANG OBLIGASI INI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN 1132 KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA. HAK PEMEGANG
OBLIGASI ADALAH PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAINNYA BAIK YANG ADA SEKARANG MAUPUN
DIKEMUDIAN HARI, KECUALI HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN YANG DIJAMIN SECARA KHUSUS DENGAN KEKAYAAN PERSEROAN BAIK YANG TELAH
ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI
TAMBAHAN.
1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI (BUYBACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU
SELURUH OBLIGASI. PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN BUYBACK OBLIGASI TERSEBUT SEBAGAI PELUNASAN POKOK
OBLIGASI ATAU DISIMPAN UNTUK KEMUDIAN DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR DENGAN MEMPERHATIKAN KETENTUAN DALAM PERJANJIAN
PERWALIAMANATAN DAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI
OBLIGASI DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN PADA PENDAPATAN SEWA JANGKA PANJANG DARI
PELANGGAN PERSEROAN SEHINGGA TERPENGARUH OLEH KELAYAKAN KREDIT DAN KEKUATAN FINANSIAL PARA PELANGGAN PERSEROAN.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI OLEH INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN DALAM
PENAWARAN UMUM INI YANG ANTARA LAIN DIKARENAKAN TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI DAN DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”)
DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENERBITAN OBLIGASI INI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN DARI PT FITCH RATINGS INDONESIA
(“FITCH”) DENGAN PERINGKAT:
AA+ (i d n ) (double A plus)
KETERANGAN LEBIH LANJUT DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
Pencatatan atas Obligasi yang ditawarkan ini akan dilakukan pada PT Bursa Efek Indonesia (“BEI”).
Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di bawah ini menjamin dengan kesanggupan penuh ( full
commitment) terhadap Penawaran Umum Obligasi ini.
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI OBLIGASI
PT Indo Premier PT C IMB N iaga PT UOB Kay Hian PT Trimegah PT BNI Sek uritas PT DBS Vickers PT Mandiri Sek uritas
Sekuritas Sekuritas Sekuritasa Sekuritas Indones ia Sekuritas
Tbk Indones ia
WALI AMANAT
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 19 Januari 2024
Page 2
JADWAL
Tanggal Efektif : 27 Juni 2023
Masa Penawaran Umum Obligasi : 31 Januari & 1 Februari 2024
Tanggal Penjatahan : 2 Februari 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 6 Februari 2024
Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 6 Februari 2024
Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 7 Februari 2024
PENAWARAN UMUM
NAMA OBLIGASI
Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2024.
MATA UANG OBLIGASI
Mata uang Obligasi ini adalah Rupiah.
JENIS OBLIGASI
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas
nama KSEI sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening. Obligasi
ini didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Rekening di KSEI yang selanjutnya untuk
kepentingan Pemegang Obligasi dan didaftarkan pada tanggal diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh
Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi adalah Konfirmasi Tertulis yang
diterbitkan oleh Pemegang Rekening dan diadministrasikan oleh KSEI berdasarkan Perjanjian Pembukaan
Rekening Efek yang ditandatangani Pemegang Obligasi dengan Pemegang Rekening.
HARGA PENAWARAN
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi.
JUMLAH POKOK OBLIGASI, BUNGA OBLIGASI, DAN JATUH TEMPO OBLIGASI
Seluruh nilai Pokok Obligasi yang akan dikeluarkan berjumlah sebesar Rp2.700.000.000.000 (dua triliun tujuh
ratus miliar Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 6,75% (enam koma tujuh lima persen) per tahun, yang
berjangka waktu 370 Hari Kalender sejak Tanggal Emisi.
Jumlah Pokok Obligasi tersebut dapat berkurang sehubungan dengan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
pembelian kembali (buyback) sebagai pelunasan Obligasi sebagaimana dibuktikan dengan Sertifikat Jumbo
Obligasi sesuai ketentuan Pasal 5 Perjanjian Perwaliamanatan.
Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga
yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang
Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi.
Sifat dan besarnya tingkat Bunga Obligasi adalah tingkat bunga tetap. Bunga Obligasi dibayarkan setiap
triwulan, terhitung sejak Tanggal Emisi sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing Bunga Obligasi.
Dalam hal Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari bukan Hari Bursa, maka Bunga Obligasi
dibayar pada Hari Bursa sesudahnya tanpa dikenakan Denda.
Tanggal-tanggal pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah sebagai berikut:
Bunga ke- Tanggal
1 6 Mei 2024
2 6 Agustus 2024
Page 3
Bunga ke- Tanggal
3 6 November 2024
4 16 Februari 2025
PERHITUNGAN BUNGA OBLIGASI
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan
jumlah hari yang lewat dari Tanggal Emisi dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1
(satu) bulan adalah 30 Hari Kalender.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI (BUY BACK)
Perseroan dapat melakukan pembelian kembali untuk sebagian atau seluruh Obligasi sebelum Tanggal
Pelunasan Pokok Obligasi dan pembelian kembali Obligasi ditujukan sebagai pelunasan atau disimpan untuk
kemudian dijual kembali dengan harga pasar dengan ketentuan hal tersebut baru dapat dilakukan 1 (satu)
tahun setelah Tanggal Penjatahan. Perseroan wajib mengumumkan rencana pembelian kembali Obligasi paling
lambat 2 (dua) Hari Kalender sebelum tanggal penawaran untuk pembelian kembali tersebut dimulai, paling
sedikit melalui situs web Perseroan dalam Bahasa Indonesia dan bahasa asing dengan ketentuan bahasa asing
yang digunakan paling sedikit bahasa Inggris, dan situs web Bursa Efek atau 1 (satu) surat kabar harian
berbahasa Indonesia yang berperedaran nasional.
TATA CARA PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI DAN POKOK OBLIGASI
Pembayaran Bunga Obligasi dan Pokok Obligasi akan dilakukan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran kepada
Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening pada Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi dan Tanggal
Pelunasan Obligasi berdasarkan Perjanjian Agen Pembayaran Obligasi. Pembayaran manfaat lain (jika ada)
juga akan dilakukan melalui Agen Pembayaran berdasarkan instruksi Perseroan dengan tetap memperhatikan
hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan ketentuan dalam Perjanjian Perwaliamanatan.
SATUAN PEMINDAHBUKUAN OBLIGASI
Satuan pemindahbukuan Obligasi adalah Rp1 (satu Rupiah) atau kelipatannya.
SATUAN PERDAGANGAN
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan satuan perdagangan dengan nilai sebesar Rp1.000.000
(satu juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
JAMINAN
Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan Perseroan
baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, baik yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian
hari menjadi jaminan bagi Pemegang Obligasi ini sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 1131 dan 1132 Kitab
Undang-Undang Hukum Perdata. Hak Pemegang Obligasi adalah pari passu tanpa hak preferen dengan hak-
hak kreditur Perseroan lainnya baik yang ada sekarang maupun dikemudian hari, kecuali hak-hak kreditur
Perseroan yang dijamin secara khusus dengan kekayaan Perseroan baik yang telah ada maupun yang akan
ada di kemudian hari.
PEMBATASAN DAN KEWAJIBAN PERSEROAN
Sebelum dilunasinya semua Jumlah Terutang atau pengeluaran lain yang menjadi tanggung jawab Perseroan
sehubungan dengan penerbitan Obligasi, Perseroan tanpa persetujuan tertulis dari Wali Amanat tidak
diperkenankan untuk melakukan tindakan-tindakan (dengan memperhatikan adanya pengaturan beberapa
pengecualian tertentu), antara lain : melakukan penggabungan atau peleburan dengan perusahaan lain,
merubah kegiatan usaha utama, mengurangi modal dasar dan modal disetor, melepaskan aset tetap Perseroan
dan/atau Perusahaan Anak dalam satu atau rangkaian transaksi dalam tahun buku berjalan yang jumlahnya
melebihi 10% dari total aset Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian terkini yang telah diaudit
oleh auditor independen dan memberikan pinjaman kepada pihak ketiga, kecuali kepada Perusahaan Anak
sesuai Perjanjian Perwaliamanatan.
Page 4
HAK-HAK PEMEGANG OBLIGASI
i. Menerima pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi dari Perseroan yang
dibayarkan melalui KSEI selaku Agen Pembayaran pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi dan/atau
Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan. Jumlah yang wajib dibayarkan oleh Perseroan
pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi adalah dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi
yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan
Pokok Obligasi.
ii. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat
dalam Daftar Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga
Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan Peraturan KSEI. Dengan demikian jika terjadi
transaksi Obligasi dalam waktu 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi,
pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada
periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh KSEI sesuai dengan ketentuan
KSEI yang berlaku.
iii. Apabila Perseroan lalai menyerahkan dana secukupnya untuk pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan
Pokok Obligasi setelah lewat Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi atau Tanggal Pelunasan Obligasi, maka
Perseroan harus membayar Denda. Denda tersebut dihitung secara harian berdasarkan jumlah hari yang
terlewat yaitu 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1 (satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. Denda
yang dibayar oleh Perseroan yang merupakan hak Pemegang Obligasi oleh Agen Pembayaran akan
diberikankepada Pemegang Obligasi secara proporsional berdasarkan besarnya Obligasi yang dimilikinya.
iv. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun secara bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20%
(dua puluh perseratus) dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh
Perseroan dan/atau Afiliasinya, mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat untuk
diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (“RUPO”) dengan melampirkan asli Konfirmasi Tertulis
untuk RUPO (“KTUR”). Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan
sejak diterbitkannya KTUR tersebut, Obligasi yang dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan
permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI sejumlah Obligasi yang tercantum
dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan oleh KSEI tersebut hanya dapat dilakukan setelah
mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat. Permintaan tersebut wajib disampaikan secara
tertulis kepada Wali Amanat dan paling lambat 30 Hari Kalender setelah tanggal diterimanya surat
permintaan tersebut Wali Amanat wajib melakukan panggilan untuk RUPO.
v. Setiap Obligasi sebesar Rp1 (satu Rupiah) berhak mengeluarkan 1 (satu) suara dalam RUPO, dengan
demikian setiap Pemegang Obligasi dalam RUPO mempunyai hak untuk mengeluarkan suara sejumlah
Obligasi yang dimilikinya
Penjelasan lebih lanjut mengenai Obligasi dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
PEMENUHAN KRITERIA PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN
Penawaran Umum Obligasi dapat dilaksanakan oleh Perseroan dengan memenuhi ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 36/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Penawaran Umum Berkelanjutan Efek Bersifat
Utang dan/atau Sukuk (“POJK No. 36/2014”), sebagai berikut :
i. Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI akan dilaksanakan dalam periode 2 (dua) tahun
dengan ketentuan pemberitahuan pelaksanaan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI
terakhir disampaikan kepada OJK paling lambat pada ulang tahun kedua sejak Pernyataan Pendaftaran
menjadi Efektif. Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi
Page 5
Berkelanjutan VI telah menjadi efektif pada tanggal 27 Juni 2023 berdasarkan Surat OJK No. S-
156/D.04/2023 perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran.
ii. Telah menjadi emiten atau perusahaan publik paling sedikit 2 (dua) tahun sebelum penyampaian
Pernyataan Pendaftaran kepada OJK, di mana hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan dengan menjadi
perusahaan publik sejak tanggal 15 Oktober 2010 berdasarkan Surat Bapepam-LK No. S-9402/BL/2010
perihal Pemberitahuan Efektifnya Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana
Saham.
iii. Tidak pernah mengalami kondisi gagal bayar selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum penyampaian
pernyataan pendaftaran dalam rangka penawaran umum berkelanjutan, di mana hal ini telah dipenuhi oleh
Perseroan dengan Surat Pernyataan dari Perseroan tanggal 12 April 2023 dan Laporan Akuntan
Independen atas Penerapan Prosedur yang Disepakati Sehubungan Dengan Pembayaran Liabilitas kepada
Kreditur Dalam Rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama
Infrastructure Tahap I Tahun 2023 No. 081/7.T053/STM.1/12.22/AUP tanggal 12 April 2023, keduanya
menyatakan Perseroan tidak pernah mengalami Gagal Bayar (i) selama 2 (dua) tahun terakhir sebelum
penyampaian Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan; dan (ii) sejak 2
(dua) tahun terakhir sebelum melunasi Efek yang bersifat utang sampai dengan tanggal Pernyataan
Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan. Gagal Bayar berarti kondisi di mana
Perseroan tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan kepada kreditur pada saat jatuh tempo yang
nilainya lebih besar dari 0,5% (nol koma lima persen) dari modal disetor. Perseroan selanjutnya telah
memperbaharui Surat Pernyataan Tidak Pernah Gagal Bayar pada tanggal 18 Januari 2024 yang
menyatakan bahwa Perseroan tidak sedang mengalami Gagal Bayar sampai dengan penyampaian
Informasi Tambahan dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini.
iv. Memiliki peringkat yang termasuk dalam kategori 4 (empat) peringkat teratas yang merupakan urutan 4
(empat) peringkat terbaik dan masuk dalam kategori peringkat layak investasi berdasarkan standar yang
dimiliki oleh perusahaan pemeringkat efek, di mana hal ini telah dipenuhi oleh Perseroan dengan hasil
pemeringkatan AA+ (idn) (Double A Plus) dari Fitch.
Penawaran Umum Obligasi dan tahap-tahap selanjutnya (jika ada) akan mengikuti ketentuan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 36/2014.
HASIL PEMERINGKATAN
Sesuai dengan POJK No. 36/2014 dan Peraturan OJK No. 49/POJK.04/2020 tanggal 11 Desember 2020
tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (“POJK No. 49/2020”), dalam rangka penerbitan
Obligasi ini, Perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan dari Fitch sesuai dengan Surat No.
109/DIR/RATLTR/VI/2023 tanggal 26 Juni 2023, yang telah ditegaskan kembali berdasarkan Surat No.
004/DIR/RATLTR/I/2024 tanggal 18 Januari 2024 perihal Peringkat PT Tower Bersama Infrastructure Tbk,
dengan peringkat :
AA+(idn)
(Double A Plus)
Perseroan dengan tegas menyatakan tidak memiliki hubungan Afiliasi dengan Fitch sebagaimana didefinisikan
dalam Undang-Undang No.4 Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan
Sektor Keuangan, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 No.4, Tambahan No. 6845 (“UUP2SK”).
Perseroan akan melakukan pemeringkatan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas Obligasi tersebut
belum lunas, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.
Page 6
KETERANGAN TENTANG WALI AMANAT
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (“Bank BTN”) bertindak
sebagai Wali Amanat atau badan yang diberi kepercayaan untuk mewakili kepentingan para Pemegang Obligasi
sebagaimana ditetapkan dalam UUP2SK. Bank BTN sebagai Wali Amanat telah terdaftar di OJK dengan
No.10/STTD-WA/PM/1996 tanggal 14 Agustus 1996. Sehubungan dengan penerbitan Obligasi ini telah dibuat
Perjanjian Perwaliamanatan antara Perseroan dengan Bank BTN.
Bank BTN sebagai Wali Amanat telah melakukan penelaahan (due diligence) terhadap Perseroan, dengan
Surat Pernyataan No. 59/FICD/FS/I/2024 tanggal 12 Januari 2024 sebagaimana diatur dalam POJK No.
20/2020.
Bank BTN sebagai Wali Amanat dengan Surat Pernyataan No. 60/FICD/FS/I/2024 tanggal 12 Januari 2024
menyatakan bahwa sejak penandatanganan Perjanjian Perwaliamanatan sampai dengan berakhirnya tugas
Wali Amanat, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 19/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang
Bank Umum yang Melakukan Kegiatan Sebagai Wali Amanat :
• Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan;
• Tidak memiliki hubungan kredit dengan Perseroan dalam jumlah lebih dari 25% dari obligasi yang
diwaliamanati;
• Tidak merangkap sebagai penanggung dan/atau pemberi agunan dan menjadi Wali Amanat dalam
penerbitan Obligasi;
• Tidak menerima dan meminta pelunasan terlebih dahulu atas kewajiban Perseroan kepada Wali Amanat
selaku kreditur dalam hal Perseroan mengalami kesulitan keuangan berdasarkan pertimbangan Wali
Amanat, sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya kepada Pemegang Obligasi.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut :
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Menara Bank BTN, lantai 18
Jl. Gajah Mada No. 1, Jakarta Pusat 10130, Indonesia
Telepon : (62 21) 633-6789
Website: www.btn.co.id
Untuk Perhatian : Wali Amanat - Financial Services Department
Financial Institution & Capital Market Division (FICD)
Penjelasan lebih lanjut mengenai Wali Amanat dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
RENCANA PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM OBLIGASI
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya Emisi, akan
digunakan oleh Perseroan :
(i) sebesar Rp1.017,0 miliar untuk mendanai seluruh kewajiban Perseroan dalam rencana pelunasan seluruh
pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2021 (“Obligasi
Berkelanjutan IV Tahap III”) Seri B yang akan jatuh tempo pada tanggal 17 Februari 2024.
(ii) sisanya sebesar Rp1.665,4 miliar untuk mendanai sebagian kewajiban Perseroan dalam rencana pelunasan
seluruh pokok Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap VI Tahun 2023 (“Obligasi
Berkelanjutan V Tahap VI”) yang akan jatuh tempo pada tanggal 27 Februari 2024.
Penjelasan lebih lanjut mengenai rencana penggunaan dana dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
Page 7
PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 30 September 2023, Grup Tower Bersama mempunyai liabilitas yang seluruhnya berjumlah
Rp32.474,8 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp11.480,5 miliar dan liabilitas jangka
panjang sebesar Rp20.994,3 miliar.
Sejak tanggal 30 September 2023 sampai dengan tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Grup
Tower Bersama telah melakukan (i) pencairan pinjaman sebesar Rp8,527,9 miliar, termasuk penerbitan
Obligasi Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2023 (“Obligasi Berkelanjutan VI
Tahap II”); dan (ii) pembayaran pinjaman sebesar US$109,2 juta dan Rp5.914,4 miliar, termasuk pelunasan
Obligasi Berkelanjutan V Tower Bersama Infrastructure Tahap V Tahun 2022 (“Obligasi Berkelanjutan V
Tahap V”) dan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap II Tahun 2020 (“Obligasi
Berkelanjutan IV Tahap II”) Seri B.
Utang yang akan jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan sejak diterbitkannya Informasi Tambahan ini adalah
Rp7.633,8 miliar, yang terdiri dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap III, Obligasi Berkelanjutan V Tahap VI, dan
fasilitas pinjaman revolving. Kewajiban ini akan dibayar dengan arus kas dari kegiatan operasi Grup Tower
Bersama dan kegiatan pendanaan Grup Tower Bersama, baik melalui penerbitan Obligasi maupun penarikan
fasilitas pinjaman bank.
Penjelasan lebih lengkap mengenai pernyataan utang dapat dilihat dalam Informasi Tambahan.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Calon investor harus membaca ikhtisar data keuangan penting yang disajikan di bawah ini bersamaan dengan
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022; dan (ii) laporan
keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021, yang telah disusun berdasarkan Standar
Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang seluruhnya tidak tercantum dalam Informasi Tambahan ini. Calon
investor juga harus membaca Bab V mengenai Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 dan 2021 serta untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan
2022 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang disajikan dalam
tabel di bawah ini diambil dari :
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah direviu oleh Kantor Akuntan
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan Standar Perikatan Reviu 2410 “Reviu
atas Informasi Keuangan Interim yang Dilaksanakan oleh Auditor Independen Entitas” (“SPR 2410”),
sebagaimana tercantum dalam laporan auditor independen No. 185/7.TO53/WSB.1/09.23 tanggal
28 November 2023 yang ditandatangani oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi
Akuntan Publik No. 0117);
(ii) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2022 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang tidak diaudit dan tidak direviu;
(iii) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2022 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00531/2.1068/AU.1/06/0117-1/1/VI/2023 tanggal 7 Juni 2023 yang
Page 8
ditandatangani oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No. 0117)
dengan opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf “hal lain” yang menyatakan tujuan diterbitkannya
laporan auditor independen tersebut; dan
(i) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2021 serta untuk tahun
yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto
Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan standar audit yang ditetapkan oleh IAPI, sebagaimana tercantum
dalam laporan auditor independen No. 00532/2.1068/AU.1/06/0007-3/1/VI/2023 tanggal 7 Juni 2023 yang
ditandatangani oleh Sutomo, S.E., Ak., MM, CPA, CA, SAS (Registrasi Akuntan Publik No. 0007) dengan
opini tanpa modifikasian dan berisi paragraf “hal lain” yang menyatakan tujuan diterbitkannya laporan
auditor independen tersebut.
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 31 Desember
2023 ( 1) 2022 2021
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 801.649 966.386 629.125
Piutang usaha - pihak ketiga 478.332 270.041 538.715
Piutang lain-lain 49.058 38.993 75.506
Pendapatan yang masih harus diterima 759.291 721.057 500.283
Persediaan dan perlengkapan 541.887 621.652 226.408
Uang muka dan beban dibayar di muka 90.287 108.365 81.336
Pajak dibayar dimuka 1.097.851 839.310 969.880
Jumlah Aset Lancar 3.818.355 3.565.804 3.021.253
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 34.476.302 34.427.639 33.637.904
Properti investasi - nilai wajar 468.612 465.478 447.045
Aset hak guna - setelah dikurangi akumulasi penyusutan 3.830.743 3.667.843 3.463.007
Uang jaminan 1.141 1.023 1.605
Aset keuangan derivatif 692.006 563.351 900.363
Goodwill 390.368 390.368 381.189
Aset tidak lancar lainnya 82.567 58.462 18.069
Jumlah Aset Tidak Lancar 39.941.739 39.574.164 38.849.182
JUMLAH ASET 43.760.094 43.139.968 41.870.435
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 85.889 255.607 37.435
Utang lain-lain 9.562 23.442 12.227
Utang pajak 92.251 123.066 169.374
Pendapatan yang diterima di muka 1.521.470 1.103.585 1.316.692
Beban masih harus dibayar 1.167.189 974.904 1.107.497
Liabilitas sewa - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 180.969 126.567 174.858
Surat utang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 5.905.911 5.914.573 5.465.457
Pinjaman bank - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pihak ketiga 2.517.281 206.438 148.885
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 11.480.522 8.728.182 8.432.425
Page 9
(dalam jutaan Rupiah)
30 September 31 Desember
2023 ( 1) 2022 2021
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas sewa - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
537.031 533.136 503.822
tahun
Surat utang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun 17.973.149 18.678.155 17.676.845
Pinjaman bank - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu
tahun
Pihak ketiga 2.368.631 4.160.396 5.455.157
Provisi jangka panjang 93.094 107.400 -
Cadangan imbalan pasca-kerja 22.393 12.316 12.948
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 20.994.298 23.491.403 23.648.772
JUMLAH LIABILITAS 32.474.820 32.219.585 32.081.197
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh 453.140 453.140 453.140
Saham treasuri (41.015) (766.238) (1.028.268)
Tambahan modal disetor – bersih 1.608.572 1.594.466 (641.456)
Penghasilan komprehensif lain 3.521.744 4.465.195 7.062.417
Saldo laba
Cadangan wajib 63.600 63.100 62.600
Belum ditentukan penggunaannya 5.041.893 4.519.772 3.364.348
Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 10.647.934 10.329.435 9.272.781
Kepentingan non-pengendali 637.340 590.948 516.457
JUMLAH EKUITAS 11.285.274 10.920.383 9.789.238
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 43.760.094 43.139.968 41.870.435
Catatan :
(1) reviu.
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal Tahun yang berakhir pada
30 September tanggal 31 Desember
2023 ( 1) 2022 ( 2) 2022 2021
PENDAPATAN 4.952.837 4.921.973 6.524.369 6.179.584
Beban pokok pendapatan (1.370.303) (1.411.754) (1.783.325) (1.472.780)
LABA KOTOR 3.582.534 3.510.219 4.741.044 4.706.804
Beban usaha (377.112) (343.374) (458.573) (400.889)
LABA DARI OPERASI 3.205.422 3.166.845 4.282.471 4.305.915
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan bunga 13.267 10.329 13.785 12.156
Laba (rugi) selisih kurs - Bersih (6.625) 854 1.779 1.382
Beban kerugian kredit ekspektasian - aset keuangan (26.600) (19.054) (24.997) (2.271)
Beban keuangan - Pinjaman dan surat utang (1.254.281) (1.269.910) (1.699.072) (1.925.209)
Beban keuangan - Lainnya (185.448) (100.278) (129.780) (210.836)
Kenaikan nilai wajar atas properti investasi - - 15.656 57.638
Lainnya - Bersih (50.484) (29.085) (54.643) (18.304)
Beban lain-lain - Bersih (1.510.171) (1.407.144) (1.877.272) (2.085.444)
Page 10
(dalam jutaan Rupiah)
Periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal Tahun yang berakhir pada
30 September tanggal 31 Desember
2023 ( 1) 2022 ( 2) 2022 2021
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK FINAL DAN PAJAK
PENGHASILAN 1.695.251 1.759.701 2.405.199 2.220.471
Beban pajak final (440.736) (349.910) (493.433) (284.507)
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 1.254.515 1.409.791 1.911.766 1.935.964
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Kini (89.588) (151.186) (222.325) (285.346)
Tangguhan - - - (49.265)
Beban pajak penghasilan - Bersih (89.588) (151.186) (222.325) (334.611)
LABA BERSIH PERIODE/TAHUN BERJALAN 1.164.927 1.258.605 1.689.441 1.601.353
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Surplus (defisit) revaluasi (1.108.542) 268.041 (1.407.805) (151.875)
Keuntungan (kerugian) aktuaria 125 109 (722) (19.662)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi
Selisih translasi mata uang asing (992) (225) 72.043 (86)
Perubahan lindung nilai arus kas 363.415 (510.174) (904.151) (67.365)
JUMLAH PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE/TAHUN BERJALAN 418.933 1.016.356 (551.194) 1.362.365
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk 1.118.390 1.222.855 1.637.579 1.548.975
Kepentingan non-pengendali 46.537 35.750 51.862 52.378
Jumlah 1.164.927 1.258.605 1.689.441 1.601.353
Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada :
Pemilik entitas induk 379.171 966.091 (625.646) 1.311.014
Kepentingan non-pengendali 39.762 50.265 74.452 51.351
Jumlah 418.933 1.016.356 (551.194) 1.362.365
Laba bersih per saham dasar yang dapat diatribusikan
kepada pemegang saham biasa Entitas induk
(nilai penuh) 49,54 55,02 73,44 74,25
Catatan :
(1) reviu.
(2) tidak diaudit dan tidak direviu.
RASIO-RASIO PENTING
30 September 31 Desember
2023 2022 2022 2021
RASIO PERTUMBUHAN (%)
Pendapatan 0,6% ( 1) 7,9% ( 1) 5,6% 16,0%
Laba kotor 2,1% ( 1) 2,5% ( 1) 0,7% 11,2%
Laba dari operasi 1,2% ( 1) 1,9% ( 1) (0,5%) 12,8%
Laba bersih periode/tahun berjalan (7,4%) ( 1) 12,4% ( 1) 5,5% 50,1%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan (58,8%) ( 1) (13,5%) ( 1) (140,5%) (69,0%)
EBITDA 0,1 ( 1) 7,4% ( 1) 4,3% 17,6%
Page 11
30 September 31 Desember
2023 2022 2022 2021
Jumlah aset 1,4% ( 2) 3,7% ( 3) 3,0% 14,6%
Jumlah liabilitas 0,8% ( 2) (5,8%) ( 3) 0,4% 17,9%
Jumlah ekuitas 3,3% ( 2) 34,6% ( 3) 11,6% 5,2%
RASIO USAHA (%)
Laba kotor / Pendapatan 72,3% 71,3% 72,7% 76,2%
Laba dari operasi / Pendapatan 64,7% 64,3% 65,6% 69,7%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Pendapatan 23,5% 25,6% 25,9% 25,9%
Jumlah penghasilan komprehensif periode/tahun berjalan /
Pendapatan 8,5% 20,6% (8,4%) 22,0%
EBITDA / Pendapatan 86,5% 87,0% 86,8% 87,9%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Jumlah ekuitas 10,3% ( 4) 9,5% ( 4) 15,5% 16,4%
Laba bersih periode/tahun berjalan / Jumlah aset 2,7% ( 4) 2,9% ( 4) 3,9% 3,8%
RASIO KEUANGAN (x)
Aset lancar / Liabilitas jangka pendek 0,3x 0,4x 0,4x 0,4x
Jumlah liabilitas / Jumlah ekuitas 2,9x 2,3x 3,0x 3,3x
Jumlah liabilitas / Jumlah aset 0,7x 0,7x 0,7x 0,8x
Interest coverage ratio ( 5) 3,5x ( 7) 3,5x ( 7) 3,3x 2,8x
Debt coverage service ratio ( 6) 0,6x ( 7) 0,7x ( 7) 0,7x 0,7x
Catatan :
(1) Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
(2) Dibandingkan dengan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2022.
(3) Dibandingkan dengan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2021
(4) Dihitung dengan menggunakan laba bersih periode berjalan.
(5) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan beban keuangan - bunga.
(6) Dihitung dengan membandingkan EBITDA dengan jumlah dari beban keuangan - bunga, surat utang bagian jangka pendek, dan
pinjaman jangka panjang - bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
(7) Dihitung dengan EBITDA dan beban keuangan - bunga kuartal terakhir disetahunkan.
Perseroan telah mempublikasikan (i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada
tanggal 30 September 2023 serta untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dan 2022; dan (ii) laporan keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 di dalam situs
web Perseroan www.tower-bersama.com.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam bab ini harus dibaca bersama-sama dengan “Ikhtisar Data
Keuangan Penting” dan laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan Perusahaan Anak beserta catatan atas
laporan keuangan konsolidasian yang telah disusun berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
dan tidak tercantum dalam Informasi Tambahan Ringkas ini. Analisis dan pembahasan yang disajikan dalam
bab ini merupakan tambahan informasi dari analisis dan pembahasan yang terdapat pada Prospektus Obligasi
Berkelanjutan VI Tower Bersama Infrastructure Tahap I Tahun 2023 (“Obligasi Berkelanjutan VI Tahap I”)
dan Informasi Tambahan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II.
Informasi keuangan konsolidasian Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 yang disajikan dalam bab ini
diambil dari:
(i) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang telah direviu oleh Kantor Akuntan
Page 12
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan berdasarkan SPR 2410, sebagaimana tercantum dalam
laporan auditor independen No. 185/7.TO53/WSB.1/09.23 tanggal 28 November 2023 yang ditandatangani
oleh E. Wisnu Susilo Broto, S.E., Ak., M.Ak., CPA, CA (Registrasi Akuntan Publik No. 0117);
(ii) laporan keuangan konsolidasian interim Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2022 serta untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal tersebut yang tidak diaudit dan tidak direviu.
Pembahasan dalam bab ini dapat mengandung pernyataan yang menggambarkan keadaan di masa mendatang
(forward looking statement) dan merefleksikan pandangan Perseroan saat ini berkenaan dengan peristiwa dan
kinerja keuangan di masa mendatang yang hasil aktualnya dapat berbeda secara material sebagai akibat dari
faktor-faktor yang telah diuraikan pada Bab Faktor Risiko yang terdapat pada Prospektus Obligasi
Berkelanjutan VI Tahap I.
Sebagai akibat dari pembulatan, penyajian jumlah beberapa informasi keuangan berikut ini dapat sedikit
berbeda dengan penjumlahan yang dilakukan secara aritmatika.
H ASIL K EGIATAN O PERASIONAL
Periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dibandingkan dengan periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022
Pendapatan. Pendapatan naik sebesar 0,6% menjadi Rp4.952,8 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp4.922,0 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022, sejalan dengan penambahan penyewaan bersih yang lebih rendah karena IOH tidak
memperpanjang beberapa penyewaan yang habis masa sewanya sebagai akibat dari konfigurasi ulang jaringan
setelah penggabungan usaha antara PT Hutchison 3 Indonesia dan PT Indosat Tbk. Jumlah sites
telekomunikasi Grup Tower Bersama meningkat menjadi 22.292 per 30 September 2023 dari 21.666 per 30
September 2022, dan jumlah penyewaan meningkat menjadi 41.572 per 30 September 2023 dari 40.691 per
30 September 2022. Rasio kolokasi turun menjadi 1,87x per 30 September 2023 dari 1,88x per 30 September
2022.
Beban pokok pendapatan. Beban pokok pendapatan turun sebesar 2,9% menjadi Rp1.370,3 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp1.411,8 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama dikarenakan penurunan penyusutan menara.
Penyusutan menara. Beban penyusutan menara turun sebesar 12,5% menjadi Rp591,9 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp676,6 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh perubahan manfaat ekonomis
menara telekomunikasi menjadi 40 tahun.
Penyusutan aset hak guna. Beban penyusutan aset hak guna turun sebesar 3,9% menjadi Rp329,0 miliar
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp342,4
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh sebagian sewa lahan yang
telah habis masa sewanya di tahun 2022, namun baru selesai diperpanjang kembali pada tahun 2023.
Penyusutan serat optik. Beban penyusutan serat optik naik sebesar 523,4% menjadi Rp63,8 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp10,2 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2022 sejalan dengan meningkatnya pemasangan kabel serat 12embi.
Penyusutan menara bergerak. Beban penyusutan menara bergerak untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022 tercatat sebesar Rp10,2 miliar.
Page 13
Perbaikan dan pemeliharaan. Beban perbaikan dan pemeliharaan turun sebesar 4,6% menjadi Rp209,2
miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya
Rp219,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh keberhasilan Grup
Tower Bersama meningkatkan efisiensi kegiatan pemeliharaan menara telekomunikasi melalui skema
klasterisasi serta didukung skala ekonomi yang semakin besar.
Amortisasi perizinan. Amortisasi perizinan naik sebesar 14,0% menjadi Rp52,6 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp46,2 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2022, terutama sejalan dengan peningkatan jumlah sites menara
telekomunikasi.
Keamanan. Beban keamanan naik sebesar 2,8% menjadi Rp41,1 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp39,9 miliar untuk periode yang sama
pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah sites menara telekomunikasi.
Asuransi. Beban asuransi naik sebesar 7,1% menjadi Rp27,8 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp26,0 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022, terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah penyewaan yang harus diasuransikan oleh
Grup Tower Bersama.
Listrik. Beban listrik naik sebesar 6,1% menjadi Rp22,6 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp21,3 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022, terutama disebabkan oleh meningkatnya pemakaian listrik yang menjadi beban Grup Tower
Bersama.
Lainnya. Beban lainnya naik sebesar 11,7% menjadi Rp22,1 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp19,8 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022.
Laba kotor. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba kotor Grup Tower Bersama meningkat
sebesar 2,1% menjadi Rp3.582,5 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30
September 2023 dari sebelumnya Rp3.510,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Beban usaha. Beban usaha meningkat sebesar 9,8% menjadi Rp377,1 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp343,4 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022, terutama dikarenakan kenaikan beban gaji dan tunjangan, beban kantor dan jasa profesional.
Beban gaji dan tunjangan meningkat sebesar 5,6% menjadi Rp232,2 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp220,0 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan gaji pokok tahunan. Beban kantor meningkat sebesar 41,2%
menjadi Rp27,6 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari
sebelumnya Rp19,6 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan
aktivitas kantor dan kenaikan biaya iuran dan langganan. Beban jasa profesional meningkat sebesar 54,4%
menjadi Rp24,0 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari
sebelumnya Rp15,5 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh aktivitas
terkait jasa konsultansi manajemen dan komunikasi publik.
Laba dari operasi. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba dari operasi Grup Tower Bersama
meningkat sebesar 1,2% menjadi Rp3.205,4 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dari sebelumnya Rp3.166,8 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Beban lain-lain – Bersih. Beban lain-lain – Bersih Grup Tower Bersama meningkat sebesar 7,3% menjadi
Rp1.510,2 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari
sebelumnya Rp1.407,1 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Page 14
Laba (rugi) selisih kurs – Bersih. Grup Tower Bersama mencatatkan rugi selisih kurs – bersih sebesar
Rp6,6 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari
sebelumnya laba selisih kurs – bersih sebesar Rp0,9 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Hal tersebut terutama disebabkan oleh dampak dari nilai tukar Rupiah yang melemah dari Rp15.247 per 1
Dolar AS pada tanggal 30 September 2022 menjadi Rp15.526 per 1 Dolar AS pada tanggal 30 September
2023. Dikarenakan Perseroan umumnya melakukan lindung nilai untuk utang berdenominasi Dolar AS
secara penuh, rugi selisih kurs terutama timbul dari transaksi bank harian.
Pendapatan bunga. Pendapatan bunga naik sebesar 28,4% menjadi Rp13,3 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp10,3 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2022, terutama sebagai akibat saldo kas dan bank rata-rata yang lebih
tinggi selama periode 9 (sembilan) bulan pertama tahun 2023.
Beban kerugian kredit ekspektasian – aset keuangan. Beban kerugian kredit ekspektasian – aset keuangan
naik sebesar 39,6% menjadi Rp26,6 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dari sebelumnya sebesar Rp19,1 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022,
terutama disebabkan oleh putusan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dari PT Net Satu
Indonesia dan kenaikan tingkat inflasi selama tahun 2023.
Beban keuangan – Pinjaman dan surat utang. Beban keuangan – Pinjaman dan surat utang turun sebesar
1,2% menjadi Rp1.254,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dari sebelumnya Rp1.269,9 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan
oleh berkurangnya nilai pinjaman (notional amount) yang dilindung nilai, dan perolehan pinjaman baru
dengan tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman yang dilunasi oleh pinjaman
baru tersebut.
Beban keuangan - Lainnya. Beban keuangan - lainnya meningkat sebesar 84,9% menjadi Rp185,4 miliar
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp100,3
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh pembebanan langsung biaya
pinjaman atas pembatalan US$375.000.000 Facility Agreement dan US$275.000.000 Facility Agreement
yang berlaku efektif pada tanggal 3 Mei 2023.
Lainnya - Bersih. Beban lainnya - Bersih naik sebesar 73,6% menjadi Rp50,5 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp29,1 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kerugian pembongkaran menara
telekomunikasi dan beban pajak penghasilan final dari masa pajak sebelum tahun 2023.
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
laba Grup Tower Bersama sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan menurun sebesar 3,7% menjadi
Rp1.695,3 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari
sebelumnya Rp1.759,7 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Beban pajak final. Beban pajak final naik sebesar 26,0% menjadi Rp440,7 miliar untuk periode 9 (sembilan)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp349,9 miliar untuk periode yang
sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan sewa menara dari kontrak penyewaan
yang ditandatangani pada atau setelah 2 Januari 2018, di mana tarif pajak penghasilan final sebesar 10% dari
nilai bruto sewa dibebankan sesuai dengan PP No. 34/2017, yang mulai diterapkan pada bulan Januari 2018.
Laba sebelum pajak penghasilan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba Grup Tower
Bersama sebelum beban pajak penghasilan menurun sebesar 11,0% menjadi Rp1.254,5 miliar untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp1.409,8 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2022.
Page 15
Beban pajak penghasilan. Beban pajak penghasilan turun sebesar 40,7% menjadi Rp89,6 miliar untuk periode
9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp151,2 miliar untuk
periode yang sama pada tahun 2022.
Pajak kini. Beban pajak kini turun sebesar 40,7% menjadi Rp89,6 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp151,2 miliar untuk periode yang sama
pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi pendapatan sewa menara yang dikenakan
pajak penghasilan yang bersifat final sehubungan dengan penerapan PP No. 34/2017.
Pajak tangguhan. Grup Tower Bersama tidak mencatatkan beban pajak tangguhan untuk periode 9
(sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sebagai akibat dari hal
yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk menurun sebesar 8,5% menjadi Rp1.118,4 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp1.222,9 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non-pengendali. Sebagai akibat
dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada kepentingan
non-pengendali meningkat sebesar 30,2% menjadi Rp46,5 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp35,8 miliar untuk periode yang sama pada tahun
2022.
Laba bersih periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas, laba bersih periode berjalan
Grup Tower Bersama menurun sebesar 7,4% menjadi Rp1.164,9 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp1.258,6 miliar untuk periode yang sama pada
tahun 2022.
Penghasilan komprehensif lain. Penghasilan komprehensif lain turun sebesar 207,9% menjadi Rp(746,0) miliar
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp(242,2)
miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022. Penurunan ini terutama dikarenakan adanya defisit revaluasi
yang sebagian di offset dengan kenaikan perubahan lindung nilai arus kas.
Surplus (defisit) revaluasi. Grup Tower Bersama mencatatkan defisit revaluasi sebesar Rp1.108,5 miliar
untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya surplus
revaluasi sebesar Rp268,0 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, berdasarkan perhitungan
manajemen.
Perubahan lindung nilai arus kas. Grup Tower Bersama mencatatkan perubahan lindung nilai arus kas
sebesar Rp363,4 miliar untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
dari sebelumnya Rp(510,2) miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama disebabkan oleh
perubahan nilai tukar Rupiah dari Rp15.731 per 1 Dolar AS pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi
Rp15.526 per 1 Dolar AS pada tanggal 30 September 2023 dan penyelesaian kontrak lindung nilai selama
periode 9 (sembilan) bulan pertama tahun 2023.
Jumlah penghasilan komprehensif lain periode berjalan. Sebagai akibat dari hal yang telah dijelaskan di atas,
jumlah penghasilan komprehensif lain periode berjalan turun sebesar 58,8% menjadi Rp418,9 miliar untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dari sebelumnya Rp1.016,4 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Page 16
A SET , L IABILITAS DAN E KUITAS Aset Posisi tanggal 30 September 2023 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2022 Jumlah aset Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 meningkat sebesar 1,4% menjadi sebesar Rp43.760,1 miliar dibandingkan jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp43.140,0 miliar. Peningkatan tersebut terutama berasal dari peningkatan pajak dibayar dimuka dan piutang usaha pihak ketiga. Jumlah aset lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 meningkat sebesar 7,1% menjadi Rp3.818,4 miliar dibandingkan jumlah aset lancar pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp3.565,8 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan pajak dibayar di muka dan piutang usaha pihak ketiga. Pajak dibayar di muka naik sebesar 30,8% menjadi Rp1.097,9 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp839,3 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 terutama timbul dari pajak pertambahan nilai – masukan dan pajak penghasilan pasal 28. Piutang usaha – pihak ketiga naik sebesar 77,1% menjadi Rp478,3 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp270,0 miliar pada tanggal 31 Desember 2022. Grup Tower Bersama secara konsisten menerapkan kebijakan piutang usaha yang cermat, dengan didukung oleh proses pemantauan secara berkala terhadap kualitas kredit dan kemampuan pelanggan untuk memenuhi kewajiban mereka. Per 30 September 2023, 95,0% dari piutang usaha Grup Tower Bersama masuk dalam kategori belum jatuh tempo. Peningkatan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan kas dan setara kas sebesar 17,0% menjadi Rp801,6 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp966,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 terutama disebabkan oleh pembayaran pinjaman bank dan surat utang. Jumlah aset tidak lancar Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 naik sebesar 0,9% menjadi Rp39.941,7 miliar dibandingkan jumlah aset tidak lancar pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp39.574,2 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan aset hak guna dan aset keuangan derivatif. Aset hak guna naik sebesar 4,4% menjadi Rp3.830,7 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp3.667,8 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 sejalan dengan peningkatan jumlah sites menara telekomunikasi. Aset keuangan derivatif naik sebesar 22,8% menjadi Rp692,0 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp563,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022, terutama disebabkan oleh nilai tukar Rupiah yang menguat dari Rp15.731 per 1 Dolar AS pada tanggal 31 Desember 2022 menjadi Rp15.526 per 1 Dolar AS pada tanggal 30 September 2023. Liabilitas Posisi tanggal 30 September 2023 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2022 Jumlah liabilitas Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 meningkat sebesar 0,8% menjadi Rp32.474,8 miliar dibandingkan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp32.219,6 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan pinjaman bank, yang sebagian di-offset dengan penurunan surat utang. Jumlah liabilitas jangka pendek Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 meningkat sebesar 31,5% menjadi Rp11.480,5 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp8.728,2 miliar, terutama disebabkan oleh kenaikan porsi pinjaman bank yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sebesar 1.119,4% menjadi Rp2.517,3 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp206,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022. Grup Tower Bersama juga mencatatkan kenaikan pendapatan yang diterima di muka sebesar 37,9% menjadi Rp1.521,5 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp1.103,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 sejalan dengan penerimaan pembayaran dari operator untuk periode sewa ke depan. Peningkatan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan utang usaha – pihak ketiga sebesar 66,4% menjadi Rp85,9 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp255,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2022.
Page 17
Jumlah liabilitas jangka panjang Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 turun sebesar 10,6% menjadi Rp20.994,3 miliar dibandingkan jumlah liabilitas jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp23.491,4 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan porsi pinjaman bank dan surat utang jangka panjang – setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun masing-masing sebesar 43,1% menjadi Rp2.368,6 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp4.160,4 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 dan 3,8% menjadi Rp17.973,1 miliar pada tanggal 30 September 2023 dari Rp18.678,2 miliar pada tanggal 31 Desember 2022 sejalan dengan kenaikan porsi pinjaman bank yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Per 30 September 2023, Grup Tower Bersama mampu menjaga posisi keuangan yang kuat agar mampu memenuhi seluruh kewajiban pinjaman. Rasio pinjaman senior bersih dengan menggunakan kurs lindung nilainya (net senior debt at hedged rate) terhadap EBITDA kuartal ketiga tahun 2023 yang disetahunkan adalah 0,7x, yang berada jauh di bawah batas yang ditetapkan untuk fasilitas kredit Perseroan yaitu rasio pinjaman senior bersih dengan menggunakan kurs lindung nilainya terhadap EBITDA bulan terakhir yang disesuaikan dan disetahunkan untuk di bawah 5,0x. Rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya (total debt at hedged rate) terhadap EBITDA kuartal ketiga tahun 2023 yang disetahunkan adalah 4,8x, jauh di bawah pembatasan dari surat utang Perseroan yaitu rasio total pinjaman dengan menggunakan kurs lindung nilainya terhadap EBITDA triwulan terakhir yang disetahunkan untuk tidak lebih dari 6,25x. Grup Tower Bersama masih memiliki ruang untuk penambahan pinjaman berdasarkan covenant yang disyaratkan oleh fasilitas bank dan surat utang. Ekuitas Posisi tanggal 30 September 2023 dibandingkan dengan tanggal 31 Desember 2022 Jumlah ekuitas Grup Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 meningkat sebesar 3,3% menjadi Rp11.285,3 miliar dibandingkan jumlah ekuitas pada 31 Desember 2022 sebesar Rp10.920,4 miliar, terutama disebabkan oleh penjualan saham treasuri yang dicatatkan pada tambahan modal disetor dan tambahan saldo laba periode berjalan. Kenaikan tersebut sebagian di-offset dengan penurunan penghasilan komprehensif lain. L IKUIDITAS DAN S UMBER P ERMODALAN Likuiditas dan Sumber Pendanaan Penggunaan utama dari kas Grup Tower Bersama adalah untuk ekspansi portofolio sites dengan membangun sites baru, akuisisi perusahaan penyewaan menara dan/atau portofolio sites mereka, dan penambahan kolokasi. Sumber likuiditas utama Grup Tower Bersama adalah kas yang diterima dari pelanggan, pinjaman bank serta surat utang. Grup Tower Bersama saat ini mengandalkan arus kas dari kegiatan operasi dan pinjaman bank untuk mendanai kegiatan operasi, konstruksi sites baru dan akuisisi perusahaan penyewaan menara dan/atau portofolio sites mereka. Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa dengan memperhitungkan dana dari hasil Penawaran Umum ini, kas yang diharapkan akan dihasilkan dari kegiatan operasi dan sumber keuangan yang saat ini tersedia untuk Grup Tower Bersama, Grup Tower Bersama memiliki likuiditas yang cukup untuk kebutuhan modal kerja, kewajiban pembayaran utang dan kebutuhan akan kas lainnya untuk saat ini dan 12 bulan setelah tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan. Pada tanggal 30 September 2023, Grup Tower Bersama memiliki saldo kas dan setara kas sebesar Rp801,6 miliar dan fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar US$207,8 juta dan Rp3.144,2 miliar. Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi Arus kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi terdiri dari kas yang diterima dari pelanggan, pembayaran ke pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan arus kas masuk dan keluar yang berasal dari penerimaan jasa
Page 18
giro dan bunga deposito, dan pembayaran pajak penghasilan.
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, arus kas bersih diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan turun sebesar 4,0% menjadi Rp3.387,5 miliar dari sebelumnya Rp3.528,5 miliar
untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama dikarenakan penurunan penerimaan dari pelanggan
sebesar 2,7% menjadi sebesar Rp5.096,3 miliar dari sebelumnya Rp5.236,0 miliar. Penurunan tersebut
sebagian di-offset dengan penurunan pembayaran kas ke pemasok sebesar 18,9% menjadi Rp659,2 miliar dari
sebelumnya Rp812,4 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama terdiri dari kas yang dibayarkan untuk
penambahan properti investasi, penambahan aset hak guna dan penambahan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi adalah sebesar Rp2.016,7 miliar dan Rp2.854,2 miliar
masing-masing untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 2022,
yang terutama terdiri dari penambahan aset hak guna dan aset tetap.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan terutama terdiri dari arus kas dari penerimaan
pinjaman jangka panjang, penerbitan surat utang, penjualan saham treasuri, penerimaan dari penerbitan
saham baru - Perusahaan Anak dan kas yang dibayarkan untuk pinjaman bank dan surat utang, dan
pembayaran bunga dan biaya pinjaman bank dan surat utang.
Untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023, arus kas bersih yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan mengalami peningkatan sebesar 151,3% menjadi Rp1.530,9 miliar dari
sebelumnya Rp609,2 miliar untuk periode yang sama pada tahun 2022, terutama digunakan untuk pembayaran
pinjaman bank dan surat utang sebesar Rp18.927,0 miliar dan pembayaran bunga dan biaya pinjaman bank
dan surat utang sebesar Rp1.423,3 miliar. Pembayaran tersebut terutama diperoleh dari pencairan pinjaman
jangka panjang sebesar Rp15.008,5 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp3.986,0 miliar, dan penjualan
saham treasuri sebesar Rp1.061,9 miliar.
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN KEUANGAN TERAKHIR
Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Grup Tower Bersama yang terjadi setelah tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian Grup
Tower Bersama pada tanggal 30 September 2023 serta untuk periode yang berakhir pada tanggal
30 September 2023 dan 2022, yaitu 28 November 2023, sampai dengan tanggal Informasi Tambahan Ringkas
ini diterbitkan, selain hal-hal sebagai berikut :
a. Pencairan pinjaman
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank UOB Indonesia (“PT UOB”)
Pada berbagai tanggal di bulan November 2023 sampai dengan 15 Januari 2024, Perseroan dan
GHON, Perusahaan Anak telah menarik sebagian fasilitas pinjaman revolving dari PT UOB sebesar
Rp682,7 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank HSBC Indonesia (“PT HSBC”)
Pada tanggal 12 Desember 2023 & 18 Januari 2024, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas
Page 19
pinjaman uncommitted dari PT HSBC masing-masing sebesar Rp100,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank Maybank Indonesia (“Maybank”)
Pada tanggal 29 November dan 22 Desember 2023, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas
pinjaman uncommitted revolving dari Maybank masing-masing sebesar Rp50,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank KEB Hana Indonesia (“Bank Hana”)
Pada tanggal 14 Desember 2023, GHON, Perusahaan Anak telah menarik sebagian fasilitas pinjaman
revolving dari Bank Hana sebesar Rp20,6 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank DBS Indonesia (“PT DBS”)
Pada berbagai tanggal di bulan November 2023 sampai dengan 18 Januari 2024, Perseroan telah
menarik sebagian fasilitas pinjaman uncommitted revolving dari PT DBS sebesar Rp383,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank BNP Paribas Indonesia (“BNP Paribas”)
Pada tanggal 29 November dan 5 Desember 2023, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas
pinjaman uncommitted revolving dari BNP Paribas masing-masing sebesar Rp150,0 miliar dan Rp50,0
miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (“Bank Mandiri”)
Pada tanggal 14 Desember, 19 Desember, 20 Desember 2023, Perseroan telah menarik sebagian
fasilitas pinjaman revolving dari Bank Mandiri masing-masing sebesar Rp150,0 miliar, Rp350,0 miliar
dan Rp250,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank Mizuho Indonesia (“PT Mizuho”)
Pada tanggal 20 Desember 2023, Perseroan telah menarik sebagian fasilitas pinjaman revolving dari
PT Mizuho sebesar Rp350,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank CTBC Indonesia (“PT CTBC”)
Pada tanggal 4 Desember, 6 Desember, dan 12 Desember 2023, Perseroan telah menarik sebagian
fasilitas pinjaman revolving dari PT CTBC masing-masing sebesar Rp100,0 miliar, Rp100,0 miliar, dan
Rp50,0 miliar.
• Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II
Pada tanggal 5 Desember 2023, Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II. Nominal
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II ini adalah sebesar Rp1.513,1 miliar. Obligasi ini dicatatkan pada
BEI pada tanggal 6 Desember 2023.
Hasil bersih yang diperoleh dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II telah digunakan
seluruhnya untuk pembayaran kewajiban keuangan Perusahaan Anak.
Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II ini diterbitkan dengan nilai nominal sebesar Rp1.513,1 miliar
dengan tingkat bunga tetap sebesar 6.75%. Jangka waktu obligasi ini adalah 370 Hari Kalender.
Page 20
Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan, di mana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada
tanggal 5 Maret 2024, sedangkan bunga obligasi terakhir sekaligus dengan pelunasan obligasi akan
dibayarkan pada tanggal 15 Desember 2024.
b. Pembayaran pinjaman
• Fasilitas pinjaman revolving PT UOB
Pada berbagai tanggal di bulan Desember 2023 sampai dengan 15 Januari 2024, GHON, Perusahaan
Anak telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman revolving dari PT UOB sebesar Rp454,2 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT HSBC
Pada tanggal 8 Desember, 14 Desember, dan 22 Desember 2023, Perseroan telah melunasi sebagian
fasilitas pinjaman uncommitted revolving dari PT HSBC masing-masing sebesar Rp100,0 miliar,
Rp200,0 miliar, dan Rp150,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving PT Bank QNB Indonesia Tbk (“Bank QNB”)
Pada tanggal 18 Desember 2023 dan 18 Januari 2024, GHON, Perusahaan Anak telah melunasi
sebagian fasilitas pinjaman revolving dari Bank QNB masing-masing sebesar Rp1,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving Maybank
Pada tanggal 18 Desember, 21 Desember, dan 29 Desember 2023, Perseroan telah melunasi sebagian
fasilitas pinjaman uncommitted revolving dari Maybank masing-masing sebesar Rp100,0 miliar,
Rp300,0 miliar dan Rp50,0 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving Bank Hana
Pada tanggal 22 Desember 2023, GHON, Perusahaan Anak telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman
revolving dari Bank Hana sebesar Rp1,8 miliar.
• Fasilitas pinjaman revolving dalam US$325.000.000 Facility Agreement
Pada berbagai tanggal di bulan Desember 2023, Perseroan telah melunasi sebagian fasilitas pinjaman
revolving dalam US$325.000.000 Facility Agreement sebesar US$109,2 juta
• Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Seri B
Pada bulan Desember 2023, Perseroan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Seri B
dengan nilai nominal Rp455,0 miliar.
c. Pembayaran dividen tunai interim untuk tahun buku 2023
Berdasarkan Keputusan Direksi Perseroan tanggal 1 Desember 2023 yang telah disetujui oleh Dewan
Komisaris, Perseroan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2023 sebesar Rp25 per saham.
Perseroan telah membayarkan dividen tersebut pada tanggal 27 Desember 2023.
Page 21
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN SERTA KEGIATAN DAN PROSPEK USAHA
RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Sejak Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II sampai dengan tanggal Informasi Tambahan
Ringkas ini diterbitkan, anggaran dasar Perseroan tidak mengalami perubahan. Anggaran dasar Perseroan
terakhir adalah sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No.
116 tanggal 23 Mei 2022, yang dibuat dihadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan
(”Akta No. 116/2022”), yang telah disetujui oleh Menkumham berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0038668.AH.01.02.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni 2022 dan didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-
0106607.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni 2022. Berdasarkan Akta No. 116/2022, para pemegang saham
dalam RUPS Perseroan telah menyetujui diantaranya: perubahan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan dalam
rangka penyelarasan dan penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2020.
Berdasarkan ketentuan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
investasi atau penyertaan pada perusahaan lain yang bergerak di bidang kegiatan penunjang telekomunikasi
dan berusaha dalam bidang jasa, khususnya jasa penunjang telekomunikasi. Pada tanggal Informasi Tambahan
Ringkas ini diterbitkan, Perseroan telah melakukan seluruh kegiatan usaha sesuai dengan Pasal 3 anggaran
dasar Perseroan dengan melakukan investasi atau penyertaan secara langsung dan tidak langsung pada 21
Perusahaan Anak, yang bergerak di bidang penyediaan jasa telekomunikasi, menara, jaringan serat optik, dan
pekerjaan telekomunikasi dan investasi.
Perseroan berdomisili di The Convergence Indonesia, lantai 11, Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. H.R. Rasuna
Said, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12940.
STRUKTUR PERMODALAN DAN KEPEMILIKAN SAHAM PERSEROAN
Berdasarkan Daftar Pemegang Saham Perseroan per 31 Desember 2023 yang dikeluarkan oleh PT Datindo
Entrycom selaku BAE, susunan pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut :
Keterangan Nilai Nominal Rp20 per Saham % ( 1)
Jumlah Saham Jumlah Nilai Nominal (Rupiah)
Modal Dasar 72.100.600.000 1.442.012.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd. 17.067.840.623 341.356.812.460 75,40%
PT Wahana Anugerah Sejahtera 2.098.321.840 41.966.436.800 9,27%
Edwin Soeryadjaya 71.481.830 1.429.636.600 0,32%
Hardi Wijaya Liong 68.359.905 1.367.198.100 0,30%
Budianto Purwahjo 5.025.000 100.500.000 0,02%
Herman Setya Budi 4.625.000 92.500.000 0,02%
Helmy Yusman Santoso 3.125.000 62.500.000 0,01%
Masyarakat (kepemilikan di bawah 5%) 3.317.759.547 66.355.190.940 14,66%
22.636.538.745 452.730.774.900 100,00%
Saham treasuri 20.460.700 409.214.000 -
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 22.656.999.445 453.139.988.900 100,00%
Saham Dalam Portepel 49.443.600.555 988.872.011.100
Catatan :
(1) Perhitungan berdasarkan hak suara
Page 22
PENGURUSAN DAN PENGAWASAN PERSEROAN
Berdasarkan Akta No. 116/2022, yang telah diberitahukan kepada Menkumham berdasarkan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0019739 tanggal 8 Juni 2022 dan didaftarkan
pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-0106607.AH.01.11.TAHUN 2022 tanggal 8 Juni 2022, susunan
anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Edwin Soeryadjaya
Komisaris : Verena Lim
Komisaris Independen : Ludovicus Sensi Wondabio
Komisaris Independen : Heri Sunaryadi
Direksi
Presiden Direktur : Herman Setya Budi
Wakil Presiden Direktur : Hardi Wijaya Liong
Direktur : Budianto Purwahjo
Direktur : Helmy Yusman Santoso
Penunjukan seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan telah memenuhi ketentuan sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 33/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Anggota Dewan Komisaris dan Direksi diangkat dan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”). Masa jabatan anggota Direksi dan Dewan Komisaris adalah 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal
RUPS Tahunan yang mengangkat anggota Direksi dan Dewan Komisaris sampai dengan penutupan RUPS
Tahunan Perseroan dan dapat diangkat kembali sesuai keputusan dalam RUPS Tahunan Perseroan. Masa
jabatan seluruh Direksi dan Dewan Komisaris di atas berlaku sampai dengan ditutupkan RUPS Tahunan tahun
2025.
KETERANGAN MENGENAI PERUSAHAAN ANAK
Pada tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan memiliki penyertaan secara langsung dan
tidak langsung pada 21 Perusahaan Anak, sebagai berikut:
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha ( 1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
1. PT Telenet Jasa telekomunikasi, Jakarta 2004 1999 1999 99,50% -
Internusa menara dan Selatan
(“TI”) pekerjaan
telekomunikasi
2. PT United Jasa telekomunikasi, Jakarta 2005 2004 2004 99,90% 0,10% melalui
Towerindo menara dan Selatan TB
(“UT”) pekerjaan
telekomunikasi
3. PT Batavia Jasa telekomunikasi, Jakarta 2005 2005 2006 - 89,90% melalui
Towerindo menara dan Selatan UT dan 10,10%
(“BT”) pekerjaan melalui TB
telekomunikasi
4. PT Tower Jasa telekomunikasi, Jakarta 2006 2006 2006 99,99% 0,01% melalui
Bersama konsultasi Selatan TO
(“TB”) telekomunikasi,
pengembangan
jaringan
Page 23
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha ( 1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
telekomunikasi,
penyewaan menara
dan peralatan
telekomunikasi dan
pekerjaan
telekomunikasi
5. PT Towerindo Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2009 2009 0,02% 99,98% melalui
Konvergensi menara dan Selatan TB
(“TK”) pekerjaan
telekomunikasi
6. PT Prima Jasa telekomunikasi, Jakarta 2009 2003 2003 0,01% 99,99% melalui
Media menara dan Selatan TB
Selaras pekerjaan
(“PMS”) telekomunikasi
7. PT Mitrayasa Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2004 2004 - 70,00% melalui
Sarana konsultasi Selatan TB dan 30,00%
Informasi telekomunikasi, melalui SKP
(“Mitrayasa”) pembangunan
sarana dan
prasarana
telekomunikasi dan
pekerjaan
telekomunikasi
8. PT Metric Perusahaan Jakarta 2010 2010 2010 98,74% 1,26% melalui
Solusi investasi Selatan TB
Integrasi
(“MSI”)
9. PT Solu Jasa telekomunikasi, Jakarta 2010 1999 1999 - 99,71%
Sindo Kreasi konsultasi selatan melalui MSI
Pratama telekomunikasi,
(“SKP”) pengembangan
jaringan
telekomunikasi,
penyewaan menara
dan peralatan
telekomunikasi, dan
pekerjaan
telekomunikasi
10. PT Tower Perusahaan Jakarta 2007 2006 2006 99,90% -
One (“TO”) investasi Selatan
11. PT Bali Jasa telekomunikasi, Jakarta 2008 2003 2003 0,01% 99,99%
Telekom menara dan Selatan melalui TO
(“Balikom”) pekerjaan
telekomunikasi
12. PT Triaka Jasa telekomunikasi, Jakarta 2009 2009 2009 90,00% 10,00% melalui
Bersama menara dan Selatan TB
(“Triaka”) pekerjaan
telekomunikasi
13. PT Solusi Jasa telekomunikasi, Jakarta 2011 2011 2012 70,03% 29,97% melalui
Menara menara dan Selatan SKP
Indonesia pekerjaan
(“SMI”) telekomunikasi
14. TBG Global Perusahaan Singapura 2013 2013 2013 100,00% -
Pte. Ltd. investasi
(“TBGG”)
15. PT Menara Perusahaan Jakarta 2013 2013 belum 99,99% 0,01% melalui
Bersama investasi Selatan beroperasi TB
Terpadu
Page 24
Tahun Tahun Kepemilikan (%)
Nama Tahun
No. Kegiatan Usaha ( 1) Domisili Penyertaan Operasi Secara Secara Tidak
Perusahaan Pendirian
Perseroan Komersial Langsung Langsung
(“MBT”)
16. PT Jaringan Jasa pemeliharaan Jakarta 2016 2015 2016 0,08% 83,36% melalui
Pintar peralatan Pusat TB
Indonesia telekomunikasi dan
(“JPI”) konsultasi bidang
telekomunikasi
17. PT Gihon Jasa penunjang Jakarta 2018 2001 2001 50,43% -
Telekomuni- telekomunikasi Barat
kasi
Indonesia Tbk
(“GHON”)
18. PT Visi Jasa penyediaan Jakarta 2018 1995 1995 51,09% -
Telekomuni- infrastruktur Selatan
kasi telekomunikasi,
Infrastruktur melakukan investasi
Tbk (“GOLD”) atau penyertaan
pada perusahaan
lain yang bergerak di
bidang kegiatan
penunjang
telekomunikasi, dan
jasa penunjang
telekomunikasi
19. PT Permata Jasa penyewaan Jakarta 2018 2013 2013 - 99,99% melalui
Karya menara dan Selatan GOLD
Perdana peralatan
(“PKP”) telekomunikasi
20. PT Unicom Jasa penyewaan Jakarta 2022 2020 2021 - 80,00% melalui
Muda Utama jaringan fiber optik Barat UT
(”Unicom”)
21. PT Global Jasa penyewaan Tangerang 2023 2018 2021 - 70,00% melalui
Patra jaringan fiber optik Selatan GHON
Sinertama
(”GPS”)
Catatan :
(1) kegiatan usaha yang benar-benar dijalankan oleh masing-masing Perusahaan Anak
KETERANGAN TAMBAHAN TENTANG KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK
USAHA
Perseroan, didirikan pada tahun 2004, merupakan perusahaan holding yang melakukan investasi atau
penyertaan secara langsung dan tidak langsung pada perusahaan-perusahaan, yang bergerak di bidang
penyediaan jasa telekomunikasi, menara, jaringan serat optik, dan pekerjaan telekomunikasi dan investasi,
dan saat ini merupakan salah satu perusahaan menara terbesar di Indonesia yang dikenal dengan Grup Tower
Bersama. Kegiatan usaha utama Grup Tower Bersama adalah menyewakan ruangan pada sites sebagai tempat
pemasangan perangkat telekomunikasi untuk transmisi sinyal berdasarkan skema perjanjian sewa jangka
panjang dengan operator telekomunikasi. Grup Tower Bersama juga menyediakan akses untuk operator
telekomunikasi ke jaringan In-Building System (“IBS”) milik Grup Tower Bersama di gedung-gedung
perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan yang terletak pada wilayah perkotaan. Selain itu, Grup Tower
Bersama memiliki dan mengoperasikan infrastruktur komunikasi seperti serat optik. Per 30 September 2023,
Grup Tower Bersama mengoperasikan sekitar 22.292 sites telekomunikasi, yang terdiri dari 22.175 sites
menara telekomunikasi dan 117 jaringan IBS, dan Grup Tower Bersama memiliki 41.572 penyewaan pada sites
telekomunikasi dengan 4 (empat) operator telekomunikasi berbeda. Sekitar 80,6% dan 85,3% dari pendapatan
Grup Tower Bersama masing-masing untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30
Page 25
September 2023 dan 2022 berasal dari penyewaan menara telekomunikasi dengan PT Telekomunikasi Selular,
PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk. Grup Tower Bersama menyewakan tower space dan jaringan serat optik
melalui perjanjian sewa jangka panjang umumnya sampai dengan jangka waktu 10 tahun dan menyewakan
akses terhadap IBS milik Grup Tower Bersama melalui perjanjian sewa jangka panjang umumnya dengan
jangka waktu 5 (lima) sampai 8 (delapan) tahun. Per 30 September 2023, rata-rata sisa periode perjanjian
sewa seluruh penyewaan Perseroan adalah sekitar 5,5 tahun dan Grup Tower Bersama memiliki pendapatan
kontrak yang akan diterima dari penyewa untuk semua jenis penyewaan sebesar Rp34.615,9 miliar.
Pendapatan Grup Tower Bersama dari penyewaaan tower space, serat optik, dan properti investasi masing-
masing memberikan kontribusi sebesar 95,1%, 4,8%, dan 0,1% dari pendapatan Grup Tower Bersama untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023.
Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa industri penyewaan menara di Indonesia memiliki potensi yang
besar untuk terus bertumbuh baik melalui pembangunan menara baru maupun penambahan jumlah kolokasi
dari menara telekomunikasi yang ada. Grup Tower Bersama hanya membangun sites telekomunikasi baru dan
mengakuisisi portofolio menara telekomunikasi hanya apabila telah memenuhi kriteria investasi Grup Tower
Bersama yang mencakup, antara lain, tingkat pengembalian investasi, potensi kolokasi masa yang akan
datang, kemudahan untuk membeli atau menyewa lahan, kemudahan mendapatkan perizinan warga dari
masyarakat sekitar dan kualitas kredit calon penyewa. Grup Tower Bersama memiliki suatu kebijakan hanya
akan membangun sites telekomunikasi baru ketika Grup Tower Bersama telah mendapatkan komitmen
penyewaan dari pelanggan. Meskipun Grup Tower Bersama telah membangun site menara di hampir seluruh
provinsi di Indonesia, sebagian besar site menara Grup Tower Bersama berada di wilayah padat penduduk
dengan 82,6% site menara di Jawa, Bali dan Sumatra dan 17,4% site di wilayah lain di Indonesia per
31 Desember 2022.
Grup Tower Bersama berupaya secara konsisten untuk terus meningkatkan jumlah kolokasi dari menara
telekomunikasi yang ada untuk mendukung peningkatan arus kas dan margin laba operasi. Hal ini terjadi karena
biaya tambahan yang timbul sehubungan dengan kolokasi relatif rendah dibandingkan dengan tambahan
pendapatan atas kolokasi tersebut. Grup Tower Bersama berkeyakinan bahwa operator telekomunikasi
Indonesia telah dan akan terus mencari untuk memenuhi kebutuhan peningkatan cakupan dan kapasitas
jaringan, sementara di saat yang sama mengendalikan belanja modal mereka dari kegiatan-kegiatan non-inti,
seperti dengan pengalihan kegiatan pembangunan sites dan penyewaan tower space kepada perusahaan
penyewaan menara independen. Per 30 September 2023, Grup Tower Bersama memiliki rasio kolokasi 1,87x.
Pendapatan Grup Tower Bersama untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp4.952,8 miliar dan Rp4.922,0 miliar. EBITDA dan margin EBITDA
Grup Tower Bersama untuk periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 adalah
sebesar Rp4.286,2 miliar atau mencapai 86,5%, dan EBITDA dan margin EBITDA Grup Tower Bersama untuk
periode 9 (sembilan) bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022 adalah sebesar Rp4.282,1 miliar
atau mencapai 87,0%.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Wali Amanat : PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Notaris : Kantor Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
Konsultan Hukum : Indrawan Darsyah Santoso
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Fitch Ratings Indonesia
Para Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dalam rangka Penawaran Umum Obligasi ini menyatakan
tidak ada hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
Page 26
PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi
Obligasi, para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi yang namanya tercantum di
bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat Obligasi secara kesanggupan penuh (full
commitment). Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi menghapuskan perikatan sejenis baik tertulis maupun
tidak tertulis yang telah ada sebelumnya dan yang akan ada di kemudian hari antara Perseroan dan Penjamin
Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi.
Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan dalam Penawaran Umum Obligasi ini adalah PT UOB Kay
Hian Sekuritas.
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari anggota sindikasi Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan
Penjamin Emisi Obligasi adalah sebagai berikut:
Porsi Penjaminan
No. Keterangan Rp %
1. PT Indo Premier Sekuritas 685.000.000.000 25,37
2. PT CIMB Niaga Sekuritas 330.000.000.000 12,22
3. PT UOB Kay Hian Sekuritas 189.000.000.000 7,00
4. PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk 450.000.000.000 16,67
7. PT BNI Sekuritas 291.000.000.000 10,78
6. PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia 372.000.000.000 13,78
5. PT Mandiri Sekuritas 383.000.000.000 14,18
Jumlah 2.700.000.000.000 100,00
Selanjutnya para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi yang turut dalam
Penawaran Umum Obligasi ini telah sepakat untuk melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan
Peraturan No. IX.A.7, Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-691/BL/2011 tanggal 30 Desember
2011 tentang Pemesanan dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum (“Peraturan No. IX.A.7”).
Para Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan/atau Penjamin Emisi Obligasi dengan tegas menyatakan tidak
mempunyai hubungan Afiliasi dengan Perseroan sebagaimana didefinisikan dalam UUP2SK.
TATA CARA PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
PENDAFTARAN OBLIGASI KE DALAM PENITIPAN KOLEKTIF
Obligasi yang ditawarkan oleh Perseroan melalui Penawaran Umum ini telah didaftarkan pada KSEI
berdasarkan Perjanjian Pendaftaran Obligasi di KSEI yang ditandatangani Perseroan dengan KSEI. Dengan
didaftarkannya Obligasi tersebut di KSEI, maka atas Obligasi yang ditawarkan berlaku ketentuan sebagai
berikut :
a. Perseroan tidak menerbitkan Obligasi dalam bentuk sertifikat atau warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi
yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI untuk kepentingan Pemegang Obligasi. Obligasi akan
diadministrasikan secara elektronik dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya Obligasi hasil
Penawaran Umum akan dikreditkan ke dalam Rekening Efek selambat-lambatnya pada Tanggal Emisi.
KSEI akan menerbitkan Konfirmasi Tertulis kepada Perusahaan Efek atau Bank Kustodian sebagai tanda
bukti pencatatan Obligasi dalam Rekening Efek di KSEI. Konfirmasi Tertulis tersebut merupakan bukti
kepemilikan yang sah atas Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek;
Page 27
b. Pengalihan kepemilikan atas Obligasi dilakukan dengan pemindahbukuan antar Rekening Efek di KSEI,
yang selanjutnya akan dikonfirmasikan kepada Pemegang Rekening;
c. Pemegang Obligasi yang tercatat dalam Rekening Efek merupakan Pemegang Obligasi yang berhak atas
pembayaran Bunga Obligasi, pelunasan Pokok Obligasi, memberikan suara dalam RUPO serta hak-hak
lainnya yang melekat pada Obligasi;
d. Pembayaran Bunga Obligasi dan pelunasan jumlah Pokok Obligasi akan dibayarkan oleh KSEI selaku
Agen Pembayaran atas nama Perseroan kepada Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening sesuai
dengan jadwal pembayaran Bunga Obligasi maupun pelunasan Pokok Obligasi yang ditetapkan dalam
Perjanjian Perwaliamanatan dan/atau Perjanjian Agen Pembayaran. Pemegang Obligasi yang berhak atas
Bunga Obligasi yang dibayarkan pada periode pembayaran Bunga Obligasi yang bersangkutan adalah
yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Obligasi pada 4 (empat) Hari Bursa sebelum Tanggal
Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain oleh KSEI atau peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
e. Hak untuk menghadiri RUPO dilaksanakan oleh Pemegang Obligasi dengan memperhatikan KTUR asli
yang diterbitkan oleh KSEI kepada Wali Amanat. KSEI akan membekukan seluruh Obligasi yang disimpan
di KSEI sehingga Obligasi tersebut tidak dapat dialihkan/dipindahbukukan sejak 4 (empat) Hari Kerja
sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO (R-4) sampai dengan berakhirnya RUPO yang dibuktikan dengan
adanya pemberitahuan dari Wali Amanat;
f. Pihak-pihak yang hendak melakukan pemesanan Obligasi wajib membuka Rekening Efek di Perusahaan
Efek atau Bank Kustodian yang telah menjadi pemegang Rekening Efek di KSEI.
PEMESAN YANG BERHAK
Perorangan Warga Negara Indonesia dan perorangan Warga Negara Asing dimanapun mereka bertempat
tinggal, serta badan usaha atau lembaga Indonesia ataupun asing dimanapun mereka berkedudukan yang
berhak membeli Obligasi sebagaimana diatur dalam Peraturan No. IX.A.7.
PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dengan menggunakan Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi
(“FPPO”) yang dicetak untuk keperluan ini yang dapat diperoleh di kantor Penjamin Emisi Obligasi
sebagaimana tercantum dalam Informasi Tambahan, baik dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk
elektronik (softcopy) melalui e-mail. Pemesanan yang telah diajukan tidak dapat dibatalkan oleh pemesan.
Setelah FPPO diisi dengan lengkap dan ditandatangani oleh pemesan, scan FPPO tersebut wajib disampaikan
kembali baik dalam bentuk fisik (hardcopy) maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui e-mail, kepada
Penjamin Emisi Obligasi di mana pemesan memperoleh Informasi Tambahan dan FPPO tersebut.
Setiap pihak hanya berhak mengajukan 1 (satu) FPPO dan wajib diajukan oleh pemesan yang bersangkutan
dengan melampirkan fotokopi jati diri (KTP/paspor bagi perorangan dan anggaran dasar bagi badan hukum)
serta tanda bukti sebagai nasabah anggota bursa dan melakukan pembayaran sebesar jumlah pesanan. Bagi
pemesan asing, di samping melampirkan fotokopi paspor, pada FPPO wajib mencantumkan nama dan alamat
di luar negeri dan/atau domisili hukum yang sah dari pemesan secara lengkap dan jelas serta melakukan
pembayaran sebesar jumlah pesanan.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi berhak untuk menolak pemesanan pembelian Obligasi apabila pemesanan
pembelian Obligasi dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan dalam FPPO.
JUMLAH MINIMUM PEMESANAN OBLIGASI
Pemesanan pembelian Obligasi dilakukan dalam jumlah sekurang-kurangnya satu satuan perdagangan yaitu
sebesar Rp1.000.000 (satu juta Rupiah) dan/atau kelipatannya.
Page 28
MASA PENAWARAN OBLIGASI
Masa Penawaran Umum Obligasi dilakukan pada tanggal 31 Januari 2024 dan 1 Februari 2024 sejak pukul
09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.
TEMPAT PENGAJUAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Selama Masa Penawaran Umum Obligasi, pemesan harus melakukan pemesanan pembelian Obligasi dengan
mengajukan FPPO selama jam kerja mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB kepada para Penjamin
Emisi Obligasi, sebagaimana dimuat dalam Informasi Tambahan, pada tempat di mana pemesan memperoleh
Informasi Tambahan dan FPPO.
BUKTI TANDA TERIMA PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Para Penjamin Emisi Obligasi yang menerima pengajuan pemesanan pembelian Obligasi akan menyerahkan
kembali kepada pemesan 1 (satu) tembusan FPPO yang telah ditandatanganinya dalam bentuk fisik (hardcopy)
maupun bentuk elektronik (softcopy) melalui e-mail, sebagai bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi.
Bukti tanda terima pemesanan pembelian Obligasi bukan merupakan jaminan dipenuhinya pemesanan.
PENJATAHAN OBLIGASI
Penjatahan akan dilakukan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7. Apabila jumlah keseluruhan Obligasi yang
dipesan melebihi jumlah Obligasi yang ditawarkan, maka penjatahan akan ditentukan oleh kebijaksanaan
masing-masing Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan porsi penjaminannya masing-masing. Tanggal
Penjatahan adalah tanggal 2 Februari 2024.
Setiap pihak dilarang baik langsung maupun tidak langsung untuk mengajukan lebih dari satu pemesanan
Obligasi untuk Penawaran Umum Obligasi ini. Dalam hal terjadi kelebihan pemesanan Obligasi dan terbukti
bahwa pihak tertentu mengajukan pemesanan Obligasi melalui lebih dari satu formulir pemesanan untuk
Penawaran Umum Obligasi ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, maka untuk tujuan penjatahan
Manajer Penjatahan hanya dapat mengikutsertakan satu formulir pemesanan Obligasi yang pertama kali
diajukan oleh pemesan yang bersangkutan.
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi akan menyampaikan Laporan Hasil Penawaran Umum Obligasi kepada
OJK paling lambat 5 (lima) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan sesuai dengan Peraturan No. IX.A.2,
Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-122/BL/2009 tanggal 29 Mei 2009 tentang Tata Cara
Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum.
Manajer Penjatahan akan menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan Akuntan kepada OJK mengenai
kewajaran dari pelaksanaan penjatahan dengan berpedoman pada Peraturan No. VIII.G.12, Lampiran
Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-17/PM/2004 tanggal 13 April 2004 tentang Pedoman Pemeriksaan oleh
Akuntan atas Pemesanan dan Penjatahan Efek atau Pembagian Saham Bonus dan Peraturan No. IX.A.7 paling
lambat 30 hari setelah berakhirnya Masa Penawaran Umum Obligasi.
PEMBAYARAN PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Pemesan dapat melaksanakan pembayaran, yang dapat dilakukan secara tunai atau transfer, dengan ditujukan
kepada Penjamin Emisi Obligasi tempat mengajukan pemesanan. Dana tersebut harus sudah efektif pada
rekening Penjamin Emisi Obligasi selambat-lambatnya pada tanggal 5 Februari 2024 (in good funds) ditujukan
pada rekening di bawah ini:
PT Indo Premier Sekuritas Bank Permata
Cabang Sudirman Jakarta
No. Rekening : 0701392302
A/n : PT Indo Premier Sekuritas
Page 29
PT CIMB Niaga Sekuritas Bank CIMB Niaga
Cabang Graha CIMB Niaga
No. Rekening: 800163442600
A/n : PT CIMB Niaga Sekuritas
PT UOB Kay Hian Sekuritas Bank UOB Indonesia
Cabang UOB Plaza
No. Rekening : 3273078256
A/n : UOB Kay Hian Sekuritas, PT QQ Tower Bersama
Infrastructure Tbk
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk Bank Rakyat Indonesia
Cabang Bursa Efek Indonesia
No. Rekening: 0671.01.000645.30.4
A/n : PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
PT Mandiri Sekuritas Bank Mandiri
Cabang Jakarta Sudirman
No. Rekening : 1020005566028
A/n : PT Mandiri Sekuritas
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Bank DBS Indonesia
Cabang Jakarta Mega Kuningan
No. Rekening: 3320067704
A/n PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
PT BNI Sekuritas Bank Negara Indonesia
Cabang Mega Kuningan
No. Rekening : 788-8899-787
A/n : PT BNI Sekuritas
DISTRIBUSI OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK
Distribusi Obligasi secara elektronik akan dilakukan pada tanggal 6 Februari 2024, Perseroan wajib
menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi untuk diserahkan kepada KSEI dan memberi instruksi kepada KSEI
untuk mengkreditkan Obligasi pada Rekening Efek Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi di KSEI. Dengan telah
dilaksanakannya instruksi tersebut, maka pendistribusian Obligasi semata-mata menjadi tanggung jawab
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi dan KSEI. Selanjutnya Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi memberi
instruksi kepada KSEI untuk memindahbukukan Obligasi dari Rekening Obligasi Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi ke dalam Rekening Efek Penjamin Emisi Obligasi sesuai dengan pembayaran yang telah dilakukan
Penjamin Emisi Obligasi menurut bagian penjaminan masing-masing. Dengan telah dilaksanakannya
pendistribusian Obligasi kepada Penjamin Emisi Obligasi, maka tanggung jawab pendistribusian Obligasi
semata-mata menjadi tanggung jawab Penjamin Emisi Obligasi yang bersangkutan.
PENGEMBALIAN UANG PEMESANAN OBLIGASI
Dengan memperhatikan ketentuan mengenai penjatahan, dalam hal pemesanan Obligasi ditolak sebagian atau
seluruhnya akibat dari pelaksanaan penjatahan dan uang pembayaran pemesanan Obligasi telah diterima oleh
masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi dan belum dibayarkan
kepada Perseroan, maka masing-masing Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi
bertanggung jawab untuk mengembalikan uang pemesanan kepada para pemesan Obligasi paling lambat 2
(dua) Hari Kerja sesudah Tanggal Penjatahan. Dalam hal pencatatan Obligasi di Bursa Efek tidak dapat
dilakukan dalam jangka waktu 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Distribusi karena persyaratan pencatatan
tidak terpenuhi, penawaran atas Obligasi batal demi hukum dan pembayaran pesanan Obligasi wajib
Page 30
dikembalikan kepada para pemesan Obligasi oleh Perseroan melalui KSEI paling lambat 2 (dua) Hari Kerja
setelah tanggal keputusan pembatalan Penawaran Umum Obligasi.
Setiap pihak yang lalai dalam melakukan pengembalian uang pemesanan kepada pemesan Obligasi, sehingga
terjadi keterlambatan dalam pengembalian uang pemesanan tersebut, wajib membayar kepada para pemesan
Obligasi untuk tiap hari keterlambatan denda sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat Bunga Obligasi
dari jumlah dana yang terlambat dibayar, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 Hari Kalender dan 1
(satu) bulan adalah 30 Hari Kalender. Denda dikenakan sejak hari ke-3 (ketiga) setelah Tanggal Penjatahan
atau tanggal keputusan pembatalan Penawaran Umum Obligasi.
Pengembalian uang kepada pemesan dapat dilakukan dalam bentuk pemindahbukuan ke rekening atas nama
pemesan atau melalui instrumen pembayaran lainnya dalam bentuk cek atau bilyet giro yang dapat diambil
langsung oleh pemesan yang bersangkutan pada kantor Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin
Emisi Obligasi di mana pemesan memperoleh Informasi Tambahan dan FPPO. Dalam hal pengembalian atas
pembayaran pemesanan telah dipenuhi kepada para pemesan dengan cara transfer melalui rekening para
pemesan dalam waktu 2 (dua) Hari Kerja setelah Tanggal Penjatahan atau tanggal keputusan pembatalan
Penawaran Umum, maka Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi atau Penjamin Emisi Obligasi tidak diwajibkan
membayar bunga dan/atau denda kepada para pemesan Obligasi.
PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Informasi Tambahan dan FPPO dapat diperoleh selama Masa Penawaran Umum, yang berlangsung pada
tanggal 31 Januari & 1 Februari 2024, dengan cara mengirimkan e-mail kepada para Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi dan Penjamin Emisi Obligasi di bawah ini :
PENJAMIN PELAKSANA EMISI OBLIGASI DAN PENJAMIN EMISI EFEK
PT Indo Premier Sekuritas PT CIMB Niaga Sekuritas
Pacific Century Place, lantai 16 Graha CIMB Niaga, lantai 25
SCBD Lot 10 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190
Jakarta 12190 Telp : (62 21) 5084 7848
Telp : (62 21) 5088 7168 Faks : (62 21) 5084 7849
Faks : (62 21) 5088 7167 E-mail : jk.dcmproject@cimbniaga-ibk.co.id
E-mail : fixed.income@ipc.co.id www.cimb.com
www.indopremier.com
PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk PT UOB Kay Hian Sekuritas
Gedung Artha Graha, lantai 18 & 19 UOB Plaza Thamrin Nine, lantai 36
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52 -53 Jl M.H. Thamrin Kav. 8-10
Jakarta 12190 Jakarta 10230
Telp : (62 21) 2924 9088 Telp : (62 21) 2993 3888
Faks : (62 21) 2924 9150 Faks : (62 21) 3190 7608
E-mail : fit@trimegah.com E-mail : uobkhindcf@uobkayhian.com
www.trimegah.com www.uobkayhian.co.id
Page 31
PT BNI Sekuritas PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lt. 16 DBS Bank Tower, Ciputra World 1, lantai 32
Jl. Jend. Sudirman Kav. 76-78 Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5
Jakarta 12910 Jakarta 12940
Telp : (62 21) 2554 3946 Telp: (62 21) 3003 4945
Faks : (62 21) 5793 6934 Faks: (62 21) 3003 4944
E-mail : dcm@bnisekuritas.co.id E-mail: corporate.finance@dbs.com
www.bnisekuritas.co.id www.dbsvickers.com.id
PT Mandiri Sekuritas
Menara Mandiri I, lantai 24 & 25
Jl. Jend Sudirman Kav 54 - 55
Jakarta 12190
Telp : (62 21) 5263 445
Faks : (62 21) 5275 701
E-mail : divisi-fi@mandirisek.co.id
www.mandirisekuritas.co.id
SETIAP CALON INVESTOR DIHARAPKAN MEMBACA KETERANGAN LEBIH LANJUT MENGENAI
PENAWARAN UMUM INI MELALUI INFORMASI YANG TERSAJI DALAM INFORMASI TAMBAHAN
Names mentioned 104 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT FITCH RATINGS INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT Indo Premier
p.1
unresolved
org
PT C IMB N
p.1
unresolved
org
PT BNI Sek
p.1
unresolved
org
PT Mandiri Sek
p.1
unresolved
org
Sekuritas Tbk
p.1
unresolved
org
Bapepam-LK
p.5 ×6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.7 ×3
unresolved
person
E. Wisnu Susilo Broto
p.7 ×3
unresolved
person
CPA
p.7 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.7 ×2
unresolved
org
Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
p.12
unresolved
org
PT Hutchison
p.12
unresolved
org
PT HSBC
p.18 ×4
unresolved
org
Bank Hana
p.19 ×4
unresolved
org
PT DBS
p.19 ×2
unresolved
org
PT Bank BNP Paribas Indonesia
p.19
unresolved
org
PT Mizuho
p.19 ×2
unresolved
org
PT Bank CTBC Indonesia
p.19
unresolved
org
PT CTBC
p.19 ×2
unresolved
org
Bank QNB
p.20 ×2
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.21
unresolved
org
Disetor Penuh Bersama Digital Infrastructure Asia Pte. Ltd.
p.21
unresolved
org
PT Telenet
p.22
unresolved
org
PT United
p.22
unresolved
org
PT Batavia
p.22
unresolved
org
PT Towerindo
p.23
unresolved
org
PT Prima
p.23
unresolved
—
Selaras
p.23
unresolved
org
(“Mitrayasa”)
p.23
unresolved
org
PT Metric
p.23
unresolved
org
PT Solu
p.23
unresolved
—
Pratama
p.23
unresolved
—
(“Balikom”)
p.23
unresolved
org
(“Triaka”)
p.23
unresolved
org
Pte. Ltd.
p.23
unresolved
org
PT Gihon
p.24
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.24
unresolved
—
kasi
p.24
unresolved
org
PT Permata
p.24
unresolved
org
PT Unicom
p.24
unresolved
org
PT Telekomunikasi Selular
p.25
unresolved
person
Kantor Notaris Jose Dima Satria, S.H., M.Kn.
· Notaris
p.25 ×3
unresolved
—
Indrawan Darsyah Santoso
· Konsultan Hukum
p.25
unresolved
org
PT Fitch Ratings Indonesia Para Lembaga
p.25
unresolved
org
PT UOB Kay Hian Sekuritas. Susunan
p.26
unresolved
org
PT Indo Premier Sekuritas
p.26 ×4
unresolved
org
PT CIMB Niaga Sekuritas
p.26 ×3
unresolved
org
PT UOB Kay Hian Sekuritas
p.26 ×3
unresolved
org
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
p.26 ×3
unresolved
org
Bapepam
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Permata Cabang Sudirman Jakarta No. Rekening
p.28
unresolved
org
Bank CIMB Niaga Cabang Graha CIMB Niaga
p.29
unresolved
org
Bank UOB Indonesia Cabang UOB Plaza No. Rekening
p.29
unresolved
org
QQ Tower Bersama Infrastructure Tbk
p.29 ×2
unresolved
org
Bank Rakyat Indonesia Cabang Bursa Efek Indonesia
p.29
unresolved
org
Bank Mandiri Cabang Jakarta Sudirman No. Rekening
p.29
unresolved
org
Bank DBS Indonesia Cabang Jakarta Mega Kuningan
p.29
unresolved
org
Bank Negara Indonesia Cabang Mega Kuningan No. Rekening
p.29
unresolved
org
PT BNI Sekuritas DISTRIBUSI OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK Distribusi
p.29
unresolved
org
PT CIMB Niaga Sekuritas Pacific Century Place
p.30
unresolved
person
H. Thamrin
p.30
unresolved
org
PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Sudirman Plaza
p.31
unresolved
org
PT Mandiri Sekuritas Menara Mandiri I
p.31
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.