Skip to content
Back to announcement

20260413_RGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32070368_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 88

Page 1
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR BAHAN KONSTRUKSI,
PERKAKAS, PERLENGKAPAN PERPIPAAN, DAN
      PERALATAN PEMANAS LAINNYA
               (KBLI 46739)

   PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK

No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 6 April 2026
Page 2
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR BAHAN KONSTRUKSI,
PERKAKAS, PERLENGKAPAN PERPIPAAN, DAN
      PERALATAN PEMANAS LAINNYA
               (KBLI 46739)

   PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK

No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 6 April 2026
Page 3
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026                              Bekasi, 6 April 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok A5 No. 8, Jatiluhur, Jatiasih
Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Bahan
          Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya
          (KBLI 46739)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
16 Februari 2026, PT Kian Santang Muliatama Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam
industri minyak dan gas, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan       :   PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha          :   Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
                          instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and
                          Construction (EPC) dalam industri minyak dan gas
Alamat                :   Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 8,
                          Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Telepon               :   (021) 82748249
Website               :   kianmulia.com
Email                 :   corsec@kianmulia.com

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan

                                                                                             i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya, serta
      sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
      No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
      No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
      16 Februari 2026.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
      Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          studi kelayakan.


                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
           kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
           dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
           kami anggap relevan.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
           duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.


      HASIL ANALISIS KELAYAKAN
      Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
      Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.


      • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
           IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
           rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
           dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
           diasumsikan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
           PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666 Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
           menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
           pengeluaran investasi yang dilakukan.


      • Payback Period (PP)
           PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
           mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun dan 10 bulan.

                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan
      Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya adalah
      layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
                                                    Digitally signed by Endang Sunardi
      Rekan                                         DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
                                                    Endang dan Rekan,
      MAPPI                 : No. 09-S-02341        email=syarifendangdanrekan@gmail.com
      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                 iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal 16 Februari 2026;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          ("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No. Nama                                                       Tugas             Tanda Tangan




       1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)           Penanggung Jawab (.......................)
           MAPPI              : No. 09-S-02341
           Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
           Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
           Register           : No. RMK-2017.00303
           STTD OJK           :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
           STTD IKNB          :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2. Meilindra Indriani, S.Si.                                Reviewer          (........................)
           MAPPI              : No. 14-T-05006
           Register           : No. RMK-2017.01002




       3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                          Staf Penilai       (........................)
           MAPPI              : No. 09-P-02398
           Register           : No. RMK-2021.03694




       4. Sely Fera Pramesti, S.S.                             Tenaga Inspeksi       (........................)
           MAPPI              : No. 22-A-11686




                                                                                                            vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 6
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 8
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
      2.2.2     Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 13
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 19
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 20
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 20
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 20
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 21
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 22
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 22
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 22
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 23
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 24
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 25
      3.1       Kondisi Pasar ..................................................................................................... 25
      3.2       Pangsa Pasar ...................................................................................................... 31

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 38
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 39
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 40
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 40
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 41
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 42
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 43
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 43
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 43
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 44
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 47
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 47
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 47
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 48
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 49
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 49
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 49
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 50
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 51
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 52
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 53
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 53
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 54
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 54
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 54
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 55
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 55
      7.7     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 57
      7.8     Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 58
      7.9     Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 58
      7.10    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 59
      7.11    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 60
      7.12    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 62
      7.13    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 62
      7.14    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 65
      7.15    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 70
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 72
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 72
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 73
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 74
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 74
      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 75
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 76



                                                                                                                                    viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                         DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 9
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 14
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 17
      Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 25
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 26
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 27
      Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 28
      Tabel 9 Indeks Kondisi, Prospek, dan Masalah Bisnis Konstruksi Indonesia, Triwulan II dan
                  Triwulan III 2024 ................................................................................................ 40
      Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 41
      Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000) ...................................................... 53
      Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 54
      Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 55
      Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 55
      Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan ...................................................................... 56
      Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000) ...................................................... 56
      Tabel 17 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 56
      Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000) ......................................................................... 57
      Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 57
      Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 58
      Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 59
      Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 60
      Tabel 23 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 60
      Tabel 24 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 61
      Tabel 25 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 61
      Tabel 26 Return on Investment ........................................................................................ 62
      Tabel 27 Surat Utang Negara ........................................................................................... 64
      Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 65
      Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 65
      Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 66
      Tabel 31 Perhitungan IRR ................................................................................................ 67
      Tabel 32 Perhitungan PI ................................................................................................... 67
      Tabel 33 Perhitungan PP .................................................................................................. 68
      Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 68
      Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 70




                                                                                                                                    ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                         DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan .................................................................. 19
      Gambar 2 Grafik Inflasi Global ......................................................................................... 25
      Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 ..................................... 27
      Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 28
      Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 28
      Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 29
      Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang .. 29
      Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
      Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi ........................................................................................... 31
      Gambar 10 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto ADHB Menurut Lapangan Usaha,
                     Triwulan III/2025 ........................................................................................... 32
      Gambar 11 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap, Triwulan
                     III/2024–Triwulan III/2025 ............................................................................ 33
      Gambar 12 Grafik ndeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari-Orang Pekerja
                     Harian, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025 .................................................. 33
      Gambar 13 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan Upah,
                     Triwulan III/2024–Triwulan III/2025 .............................................................. 34
      Gambar 14 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang
                     Diselesaikan, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025......................................... 35
      Gambar 15 Grafik Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023—2025 ........... 36
      Gambar 16 Grafik Nilai Pengeluaran Bahan/Material Menurut Provinsi (Juta Rupiah), 2023
                     dan 2024 ....................................................................................................... 38
      Gambar 17 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi (Juta Rupiah), 2024
                      ...................................................................................................................... 38
      Gambar 18 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 45
      Gambar 19 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 52
      Gambar 20 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 71




                                                                                                                                             x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Kian
            Santang Muliatama Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No.
            0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026,          tanggal     16   Februari    2026,     sebagai   Penilai
            Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
            Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
            Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan      :    PT Kian Santang Muliatama Tbk
            Bidang Usaha         :    Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan
                                      lainnya,   instalasi    mekanikal,     serta    jasa   Engineering,
                                      Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
                                      dan gas
            Alamat               :    Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5
                                      No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat,
                                      17425
            Telepon              :    (021) 82748249
            Website              :    www.kianmulia.com
            Email                :    corsec@kianmulia.com


      1.4   Latar Belakang


            PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris
            No. 634, tanggal 28 November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn.,
            Notaris di Bekasi. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan
            dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
            Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan
            telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
            Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018,
            tanggal 1 Desember 2018.




                                                                                                       1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
            terakhir berdasarkan Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 dari Rini Yulianti, S.H., Notaris
            di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha. Perubahan
            ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
            Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan
            Surat Keterangan No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025, tanggal 18 Juni 2025.

            Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
            Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
            Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
            Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
            Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.
            Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.


            Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri
            gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk dan
            manufaktur, serta perdagangan.

            Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
            yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
            baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 46739 Aktivitas
            Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
            Peralatan Pemanas Lainnya yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan
            Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
            Indonesia (“KBLI 2025”).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar
            Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya
            serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
            Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
            Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan
            ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan       Keuangan       Perseroan       per      31      Desember        2021,
                No. 00056/2.0925/AU.2/05/1259-2/1/IV/2022, tanggal 22 April 2022 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, CPP, CPI, dari



                                                                                                  2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa
                modifikasian;
             2. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31       Desember          2022,
                No. 00011/3.0449/AU.1/05/1286-1/1/IV/2023, tanggal 20 April 2023 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             3. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31       Desember          2023,
                No. 00020/3.0449/AU.1/05/1286-2/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             4. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31       Desember          2024,
                No. 00007/3.0449/AU.1/05/1286-3/1/III/2025, tanggal 15 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             5. Laporan       Keuangan         Perseroan    per      31       Desember          2025,
                No. 00013/3.0449/AU.1/05/1286-4/1/III/2026, tanggal 26 Maret 2026 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
                Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             6. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2026 sampai dengan tahun 2032;
             7. Legalitas Perseroan;
             8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Bapak Muh. Nursyam Afriansyah sebagai Legal Corporate dan Ibu Anjani sebagai
                Manager Marketing & Office;
             9. Representation Letter No.        091/KSM-L/IV/2026,       tanggal   1   April   2026,
                sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
                Kegiatan Usaha KBLI 46739 Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
                Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar,
            2. Kajian Kelayakan Teknis,
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.



                                                                                                   3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
            Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
                Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.


      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan    mencerminkan       kewajaran   proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan       Keputusan     Menteri   Keuangan      No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.



                                                                                               4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:


            MAPPI                           : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik             : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                : Penilaian Bisnis
            Register                        : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                        : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                       : No. 173/NB.122/STTD-P/2019

      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.




                                                                                         5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") merupakan sebuah Perseroan Terbatas
              (PT) berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan
              didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang
              perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal,
              serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
              dan gas.


              Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28 November 2018
              dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
              Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
              Asasi   Manusia    Republik    Indonesia    melalui   Surat   Keputusan No. AHU-
              0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan telah didaftarkan
              dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
              Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1 Desember
              2018.


              Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
              terakhir berdasarkan Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 dari Rini Yulianti, S.H.,
              Notaris di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha.
              Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
              Asasi Manusia Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum
              berdasarkan Surat Keterangan No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025, tanggal
              18 Juni 2025.


              Kantor pusat Perseroan berdomisili di Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika
              Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
              dengan nomor telepon (021) 82748249, dan website www.kianmulia.com.


      2.1.1   Bidang Usaha


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
              Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
              Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
              Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
              Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.


              Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan memperoleh izin dalam
              melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:




                                                                                                6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Kegiatan usaha Perseroan
              1) Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230);
              2) Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599);
              3) Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI
                  46696);
              4) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
              5) Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130);
              6) Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915);
              7) Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223);
              8) Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205);
              9) Industri Alat Ukur dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).
              10) Instalasi Mekanikal (KBLI 43291);
              11) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI
                  46610);
              12) Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi Dan Pengontrol (KBLI 33131);
              13) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513);
              14) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512);
              15) Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013);
              16) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204);
              17) Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129);
              18) Instalasi Listrik (KBLI 43211); dan
              19) Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100);
              20) Instalasi Elektronika (KBLI 43213);
              21) Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100).


              Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang
              industri gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk
              dan manufaktur, serta perdagangan.


              Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
              Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
              kegiatan usaha baru yaitu KBLI 46739, Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
              Perkakas,   Perlengkapan      Perpipaan,   dan   Peralatan   Pemanas   Lainnya,   yang
              ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang
              mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”).
              Penambahan kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2026 dengan
              tanggal penilaian laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2025.




                                                                                                  7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
              31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.


                                         Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                Nilai Nominal Rp40 per Saham
                                                      Jumlah Saham
                          Pemegang Saham                                   Persentase
                                                     Ditempatkan dan                         Jumlah (Rp)
                                                                         Kepemilikan (%)
                                                      Disetor Penuh
                  1.    Ir. Agus Salim                  253.125.000                17,35   10.125.000.000
                  2.    Edy Nurhamid Amin               210.937.500                14,46    8.437.500.000
                  3.    Taufik Dwicahyono               210.937.500                14,46    8.437.500.000
                  4.    Fadjar Tri Ananda               168.750.000                11,56    6.750.000.000
                  5.    PT Kian Megah Investama         140.625.000                 9,64    5.625.000.000
                  6.    PT Platinum Berkah Abadi        140.625.000                 9,64    5.625.000.000
                  7.    Masyarakat                      334.234.110                22,90   13.369.364.400
                                Total                  1.459.234.110              100,00   58.369.364.400
              Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audited 2025


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                      : Irvan Surya Dewantara
              Komisaris Independen                 : Richard Leonardus Adikarta


              Dewan Direksi
              Direktur Utama                       : Edy Nurhamid Amin
              Direktur                             : Sutarno
              Direktur                             : Fadjar Tri Ananda


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •        Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 634, tanggal 28 November 2018 dari
                       Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi.
              •        Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
                       Surat     Keputusan         No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018,            tanggal
                       1 Desember 2018.




                                                                                                           8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                •    Perubahan terakhir pada Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 oleh Notaris Rini
                     Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
                •    Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
                     Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025,
                     tanggal 18 Juni 2025.
                •    NPWP Perseroan: 0867 3196 3444 7000
                •    NIB Perizinan Berusahan Berbasis Risiko: 8120217222061.
                •    Sertifikat ISO 14001:2015 Enviromental Management System, No. 0131E482023
                     tanggal 31 Januari 2023.
                •    Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System, No. 0131Q481923
                     tanggal 31 Januari 2023.


      2.2       Kinerja Keuangan


                Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
                tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan yang diaudit per 31 Desember
                2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember
                2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember
                2025 adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                                             31Desember      31Desember      31Desember     31Desember     31Desember
                         Uraian                 2025            2024           2023           2022           2021
                                               Audited         Audited        Audited        Audited        Audited
         ASET
         Aset Lancar
            Kas dan setara kas                44.769.812       9.554.903     23.404.810     15.047.119      2.764.997
            Investasi jangka pendek                                      -       16.751          8.815                  -
            Piutang usaha                     55.014.125      10.915.191     14.232.303     19.093.820      6.960.525
              Pihak berelasi                  46.546.470        170.663       4.377.904      5.590.308      5.083.501
              Pihak ketiga                     8.467.655      10.744.529      9.854.399     13.503.512      1.877.023
            Aset kontrak                                      25.095.973      5.372.067                -                -
            Persediaan                        15.864.578      87.865.426     14.022.396      8.318.013      5.073.443
              Barang dagang                   14.511.139      32.860.171     12.858.906      6.325.123      5.073.443
              Konverter kit                    1.353.439      55.005.255      1.163.490      1.992.890                  -
            Piutang lain-lain                  2.343.625         27.427         537.257        245.575      1.252.187
            Piutang berelasi                             -               -              -              -                -
            Pekerjaan proyek dalam             4.475.998                 -              -              -
              pelaksanaan
            Biaya dibayar di muka                 68.875         13.889         387.163        306.122                  -
            Pajak dibayar di muka              2.151.276       7.430.509        365.652            450                  -
            Uang muka                            195.517       2.108.445      8.499.045        349.500         96.059
            Aset lancar lainnya                2.124.145       1.185.715                -              -                -
         Total Aset Lancar                   127.007.951     144.197.478     66.837.445     43.369.415     16.147.209


                                                                                                                    9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                             31Desember      31Desember      31Desember     31Desember     31Desember
                       Uraian                   2025            2024           2023           2022           2021
                                               Audited         Audited        Audited        Audited        Audited
                                                 -11,92%         115,74%         54,11%        168,59%        -28,34%
         Aset Tidak Lancar
          Aset Tetap
            Harga perolehan
            Kepemilikan Langsung
             Hak atas tanah                    6.223.000       6.223.000      1.113.000                -              -
             Bangunan                          8.786.991       8.786.991      6.290.038      2.764.038      2.764.038
             Peralatan kantor                  5.645.983       4.830.924      3.987.114        537.528        442.794
             Kendaraan                         2.442.948       1.742.126      1.147.500         16.632                -
             Mesin                             3.023.068       2.363.858      1.742.126                -              -
             Aset dalam penyelesaian                                     -              -    1.113.000                -
          Total Harga Perolehan               26.121.990      23.946.900     14.279.777      4.431.197      3.206.832
            Akumulasi penyusutan
            Kepemilikan Langsung
             Bangunan                         (1.369.226)      (929.876)       (532.859)      (380.074)      (241.872)
             Peralatan kantor                 (3.700.830)     (2.992.325)    (2.685.457)      (307.193)      (184.475)
             Mesin                             (933.361)       (658.018)       (131.484)               -              -
             Kendaraan                         (510.643)       (384.382)       (165.369)          (277)               -
          Total akumulasi penyusutan          (6.514.060)     (4.964.601)    (3.515.169)      (687.544)      (426.347)
         Nilai Buku                           19.607.930      18.982.299     10.764.608      3.743.653      2.780.485
           Aset pajak tangguhan                  892.702         418.704        296.865         36.208                -
           Investasi pada entitas asosiasi       235.887         238.436        271.906                -              -
           Aset hak guna                         462.737                 -              -              -              -
           Aset tak berwujud                   7.082.023       8.236.875      9.429.375                -              -
           Goodwill                            2.638.310       2.638.310      2.638.310                -              -
         Total Aset Tidak Lancar              30.919.590      30.514.625     23.401.064      3.779.861      2.780.485
                                                   1,33%          30,40%        519,10%         35,94%         -5,37%
         TOTAL ASET                          157.927.541     174.712.103     90.238.510     47.149.276     18.927.695
                                                  -9,61%          93,61%         91,39%        149,10%        -25,69%
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha                        31.492.175      51.475.629      3.434.115      4.795.257      2.640.670
            Pihak berelasi                        14.500          14.500        238.000      2.082.786                -
            Pihak ketiga                      31.477.675      51.461.129      3.196.115      2.712.472      2.640.670
           Utang lain-lain                       159.236      11.575.835                -              -              -
            Pihak berelasi                        69.130       6.309.263                -              -              -
            Pihak ketiga                          90.106       5.266.572                -              -              -
           Utang bank                         18.721.566                 -              -              -              -
           Biaya yang masih harus dibayar      1.210.933       2.206.213        500.891        206.478      8.676.744
           Utang pajak                           643.386       1.007.034        113.059      2.052.901        799.675
           Utang jangka pendek lainnya                                                                      1.150.000
           Liabilitas jangka Panjang yang
             jatuh tempo dalam 1 tahun
             Liabilitas sewa                     101.984                 -              -              -              -
         Total Liabilitas Jangka Pendek       52.329.280      66.264.711      4.048.066      7.054.637     13.267.089
                                                               1536,95%         -42,62%        -46,83%        -38,07%
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas diestimasi atas
             imbalan kerja                     1.613.411       1.119.150        728.825        146.698         29.177
           Utang bank                                    -    19.255.032                -              -              -




                                                                                                                 10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                             31Desember      31Desember      31Desember     31Desember     31Desember
                         Uraian                 2025            2024           2023           2022           2021
                                               Audited         Audited        Audited        Audited        Audited
           Liabilitas jangka Panjang jatuh
             tempo lebih dari 1 tahun:
             Liabilitas sewa                     83.077                  -              -              -              -
         Total Liabilitas Jangka Panjang       1.696.488      20.374.182        728.825        146.698         29.177
                                                -91,67%        2695,49%         396,82%        402,79%        -52,02%
         TOTAL LIABILITAS                     54.025.768      86.638.893      4.776.891      7.201.335     13.296.266
                                                -37,64%        1713,71%         -33,67%        -45,84%        -38,11%
         EKUITAS
           Modal saham                        58.369.364      58.369.364     58.368.000     13.000.000      2.000.000
            Ir Agus Salim                     10.125.000      10.125.000     10.125.000      3.900.000        600.000
            Taufik Dwicahyono                  8.437.500       8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000
            Edy Nurhamid Amin                  8.437.500       8.437.500      8.437.500      3.250.000        500.000
            Fadjar Tri Ananda                  6.750.000       6.750.000      6.750.000      2.600.000        400.000
            PT Kian Megah Investama            5.625.000       5.625.000      5.625.000                -              -
            PT Platinum Berkah Abadi           5.625.000       5.625.000      5.625.000                -              -
            PT Pratiwi Putri Sulung                      -               -              -              -              -
            Masyarakat                        13.369.364      13.369.364     13.368.000                -              -
           Tambahan modal disetor             15.442.635      15.442.635     15.436.836     17.000.000                -
           Saldo laba                         30.019.948      14.091.833     11.434.443      9.956.280      3.631.429
           Komponen ekuitas lainnya             (49.556)         72.367         138.968         (8.339)               -
         Total                               103.782.392      87.976.200     85.378.246     39.947.941      5.631.429
           Kepentingan non pengendali           119.382          97.011          83.373                -              -
         Total Ekuitas                       103.901.774      88.073.210     85.461.619     39.947.941      5.631.429
                                                 17,97%           3,06%         113,93%        609,37%         41,21%
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS        157.927.541     174.712.103     90.238.510     47.149.276     18.927.695
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                 Aset
                 •   Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp18,93
                     miliar, turun sebesar 25,69% dari Rp25,47 miliar yang dicatat tahun 2020. Total
                     aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp16,15 miliar dan aset tidak lancar
                     sebesar Rp2,78 miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya
                     piutang usaha yang sebelumnya Rp13,09 miliar turun 46,83% menjadi sebesar
                     Rp6,96 miliar pada aset lancar.
                 •   Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp47,15
                     miliar, meningkat sebesar 149,10% dari Rp18,93 miliar yang dicatat tahun
                     2021. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp43,37 miliar dan aset
                     tidak lancar sebesar Rp3,78 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan dari
                     piutang usaha yang sebelumnya sebesar Rp6,96 miliar naik 174,32% menjadi
                     sebesar Rp19,03 miliar pada aset lancar.
                 •   Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp90,24
                     miliar, meningkat sebesar 91,39% dari Rp47,15 miliar yang dicatat tahun 2022.
                     Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,84 miliar dan aset tidak
                     lancar sebesar Rp23,40 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan kas dan
                     setara kas yang naik menjadi Rp23,40 miliar dari tahun sebelumnya sebesar



                                                                                                                 11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                  Rp15,05 miliar, serta naiknya total persediaan sebesar Rp14,02 miliar yang
                  sebelumnya sebesar Rp8,32 miliar dan naiknya uang muka sebesar Rp8,50
                  miliar dari yang sebelumnya hanya Rp349,50 juta didalam aset lancar.
                  Kemudian peningkatan total aset juga di pengaruhi oleh terdapatnya aset tak
                  berwujud sebesar Rp9,43 miliar dan goodwill sebesar Rp2,64 miliar pada aset
                  tidak lancar.
             •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp174,71
                  miliar, meningkat sebesar 93,61% dari sebesar Rp90,24 miliar yang tercatat
                  pada     tahun   2023.    Peningkatan   total   aset   terutama   disebabkan   oleh
                  meningkatnya aset lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar
                  Rp14,02 miliar, menjadi sebesar Rp87,87 miliar. Sementara itu, dari sisi aset
                  tidak lancar juga terdapat peningkatan aset tetap yang semula tercatat sebesar
                  Rp10,76 miliar menjadi sebesar Rp18,98 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2025, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp157,93
                  miliar, menurun sebesar 9,61% dari sebesar Rp174,71 miliar yang tercatat pada
                  tahun 2024. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh menurunnya aset
                  lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar Rp87,87 miliar,
                  menjadi sebesar Rp15,86 miliar.


              Liabilitas
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp13,30
                  miliar, turun 38,11% dari 31 Desember 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas
                  jangka pendek sebesar Rp13,27 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar
                  Rp29,18 juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang jangka pendek lainnya
                  yang sebesar Rp12,25 miliar turun 90,61% menjadi sebesar Rp1,15 miliar di sisi
                  liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp7,20 miliar,
                  turun 45,84% dari 31 Desember 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp7,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp146,70
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari biaya yang masih harus dibayar yang
                  sebelumnya sebesar Rp8,68 miliar turun 97,62% menjadi sebesar Rp206,48 juta
                  di sisi liabilitas jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4,78 miliar,
                  turun 33,67% dari 31 Desember 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
                  pendek sebesar Rp4,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp728,83
                  juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang usaha yang sebelumnya Rp4,80
                  miliar turun 28,39% menjadi sebesar Rp3,43 miliar, kemudian utang pajak yang
                  sebelumnya Rp2,05 miliar turun 94,49% menjadi Rp113,06 juta di sisi liabilitas
                  jangka pendek.
             •    Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp86,64
                  miliar, meningkat sebesar 1713,71% dari total liabilitas pada 31 Desember
                  2023. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp66,26 miliar
                  dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp20,37 miliar. Meningkatnya liabilitas



                                                                                                  12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                  disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
                  nihil pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp19,26 miliar pada 31
                  Desember 2024.
              •   Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp54,03
                  miliar, menurun sebesar 37,64% dari total liabilitas pada 31 Desember 2024.
                  Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp52,33 miliar dan
                  liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,70 miliar. Menurunnya liabilitas
                  disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
                  Rp19,26 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi sebesar nihil pada 31
                  Desember 2025.


              Ekuitas
              •   Pada 31 Desember 2021, total ekuitas meningkat sebesar Rp1,64 miliar
                  menjadi sebesar Rp5,63 miliar atau sebesar 41,21% dari ekuitas tahun 2020.
                  Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari saldo laba di tahun 2021 yang
                  bertambah 82,66% dari Rp1,99 miliar menjadi Rp3,63 miliar.
              •   Pada 31 Desember 2022, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp34,32
                  miliar menjadi sebesar Rp39,95 miliar atau sebesar 609,37% dari ekuitas tahun
                  2021. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham sebesar Rp2,00
                  naik Rp11,00 atau 550,00% menjadi Rp13,00, kemudian dari sisi tambahan
                  modal disetor yang sebesar Rp17,00 miliar dan saldo laba yang sebelumnya
                  sebesar Rp3,63 miliar naik 174,17% di tahun 2022 atau menjadi Rp9,96 miliar.
              •   Pada 31 Desember 2023, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp45,51
                  miliar menjadi sebesar Rp85,46 miliar atau sebesar 113,93% dari ekuitas tahun
                  2022. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham yang sebesar
                  Rp13,00 miliar bertambah sebesar Rp45,36 miliar atau sebesar 348,98%
                  menjadi sebesar Rp58,37 miliar. Kemudian, dari sisi saldo laba yang sebesar
                  Rp9,96 miliar naik 14,85% menjadi sebesar Rp11,43 miliar di tahun 2023.
              •   Pada 31 Desember 2024, total ekuitas meningkat sebesar 3,06% dari ekuitas
                  pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp85,46 miliar menjadi sebesar
                  Rp88,07 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
                  dari sebesar Rp11,43 miliar pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar Rp14,09
                  miliar di tahun 2024.
              •   Pada 31 Desember 2025, total ekuitas meningkat sebesar 17,97% dari ekuitas
                  pada 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp88,07 miliar menjadi sebesar
                  Rp103,90 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
                  dari sebesar Rp14,09 miliar pada 31 Desember 2024, menjadi sebesar Rp30,02
                  miliar di tahun 2025.


      2.2.2   Kinerja Laba (Rugi)


              Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
              adalah sebagai berikut:



                                                                                              13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                         Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
                                        31Desember      31Desember      31Desember      31Desember      31Desember
                        Uraian             2025            2024            2023            2022            2021
                                          Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
                                                             12,63%          51,09%          3,33%          10,17%
         PENDAPATAN                     272.539.443      72.525.963      64.391.661      42.618.875      41.244.048
                Barang dagang           210.105.538      26.657.240      50.804.487      39.592.532                 -
                Jasa inspeksi             3.752.475       6.023.382       8.396.255                 -               -
                Jasa konstruksi          42.317.922      24.372.018       5.190.918       2.316.591      41.244.048
                Jasa lain-lain           16.363.507      15.473.323                 -       709.751                 -
         BEBAN POKOK PENDAPATAN (229.691.071)           (47.101.538)    (39.873.188)    (31.150.890)    (35.469.868)
                Barang dagang          (168.135.706)    (28.328.804)    (32.304.093)    (28.397.890)                -
                Beban pokok jasa        (61.555.365)    (18.772.735)     (7.569.095)     (2.753.000)    (35.469.868)
         LABA BRUTO                      42.848.371      25.424.425      24.518.472      11.467.985       5.774.180
                                                              3,69%         113,80%          98,61%          45,53%

         BEBAN USAHA                    (19.153.057)    (18.330.867)    (15.711.780)     (4.240.898)     (3.754.688)
                Pegawai                  (8.972.670)     (8.866.656)     (7.172.410)     (2.503.260)     (2.138.739)
                Outsourcing                         -               -    (1.522.485)                -               -
                Biaya profesional          (263.737)      (523.287)      (1.111.430)                -               -
                Perjalanan dinas           (694.937)      (797.388)      (1.074.664)      (599.145)       (540.986)
                Penyusutan               (1.622.521)     (1.449.432)     (1.059.791)      (261.197)       (237.937)
                Makan dan minum            (642.282)      (658.485)       (720.747)       (230.226)       (138.907)
                Peralatan kantor         (1.581.067)     (1.198.203)      (846.832)       (173.262)       (163.835)
                Sumbangan                  (789.224)      (603.671)       (411.738)       (137.592)       (131.553)
                Imbalan kerja              (337.748)      (307.188)       (267.716)       (113.689)                 -
                Amortisasi               (1.286.262)     (1.207.500)      (200.625)                 -               -
                Pajak                      (194.629)      (208.424)       (194.410)                 -               -
                Administrasi kantor      (1.414.663)     (1.322.060)      (474.514)         (95.827)      (212.802)
                Utilitas                   (317.052)      (274.781)       (172.492)         (69.999)        (90.987)
                Sewa                       (728.926)      (430.569)       (217.533)         (15.500)         (7.750)
                Sertifikat                 (170.538)      (345.212)       (106.000)                 -               -
                Asuransi                    (22.443)        (84.036)
                Pelatihan                   (25.899)        (30.449)        (99.116)           (877)        (33.041)
                Kesehatan                    (3.833)        (13.401)         (3.963)                -               -
                Lain-lain                   (84.624)        (10.126)        (55.315)        (40.324)        (58.151)
         LABA USAHA                      23.695.314       7.093.558       8.806.693       7.227.087       2.019.492
                                            234,04%         -19,45%          21,86%         257,87%          -9,61%
         Pendapatan (beban) lain-        (4.052.940)     (1.403.733)      (423.325)         894.694          52.591
         lain
                Pendapatan lain-lain        129.259         146.227         365.650       1.298.234          76.806
                Beban lain-lain          (4.182.200)     (1.549.960)       (788.975)       (403.539)        (24.215)
         LABA SEBELUM PAJAK
                                         19.642.374       5.689.825       8.383.367       8.121.781       2.072.083
            PENGHASILAN
                                            245,22%         -32,13%           3,22%         291,96%          -9,88%
         Taksiran beban pajak            (3.691.731)     (3.020.550)     (1.894.898)     (1.846.848)      (428.684)
                Kini                                -               -               -               -      (425.184)
                Final                               -               -               -               -        (3.500)
         LABA TAHUN BERJALAN             15.950.643       2.669.275       6.488.469       6.274.933       1.643.399
                                            497,56%         -58,86%           3,40%         281,83%           0,39%
         Penghasilan Komprehensif




                                                                                                                  14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                       31Desember       31Desember         31Desember    31Desember     31Desember
                     Uraian                 2025              2024           2023          2022           2021
                                           Audited           Audited        Audited       Audited        Audited
             Pos-pos yang tidak
               akan direklasifikasi
               ke laba rugi
               Keuntungan                   (156.513)          (83.137)       188.854        (3.832)
                  (kerugian)
                  aktuaria
               Pajak penghasilan              34.433            18.290        (41.548)            843
                  terkait
         JUMLAH LABA
           KOMPREHENSIF TAHUN           15.828.563           2.604.428       6.635.775     6.271.944
           BERJALAN
                                                               -60,75%          5,80%       281,64%
         Jumlah laba tahun berjalan
           yang dapat diatribusikan
           kepada:
               Pemilik entitas induk       15.928.115        2.657.391       6.478.162     6.274.933
               Kepentingan non                22.528            11.884
                                                                               10.306               -
                  pengendali
         LABA TAHUN BERJALAN            15.950.643           2.669.275       6.488.469     6.274.933
         Jumlah laba komprehensif
           tahun berjalan yang
           dapat diatribusikan
           kepada:
               Pemilik entitas induk       15.806.192        2.590.790       6.625.469     6.271.944
               Kepentingan non                22.371
                                                                13.638         10.306               -
                  pengendali
         JUMLAH LABA                    15.828.563
           KOMPREHENSIF TAHUN                                2.604.428       6.635.775     6.271.944
           BERJALAN
         Laba Per Saham                        10,92              1,82            6,86        39,90
       Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Pendapatan
              • Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp41,24 miliar,
                  meningkat 10,17% dari tahun 2020. Peningkatan pendapatan utamanya
                  dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat sebesar Rp3,81 miliar dari
                  tahun sebelumnya.
              • Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,62 miliar,
                  meningkat        3,33%     dari    tahun     2021.      Peningkatan    pendapatan     utamanya
                  dikontribusi oleh mulai diterimanya pendapatan dari barang dagang sebesar
                  Rp39,59 miliar serta jasa lain-lain sebesar Rp709,75 juta.
              • Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,39 miliar
                  naik 51,09% dari tahun 2022. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                  oleh pendapatan dari barang dagang sebesar Rp50,80 miliar, jasa inspeksi
                  sebesar Rp8,40 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp5,19 miliar.
              • Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp72,53 miliar
                  naik 12,63% dari tahun 2023. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi


                                                                                                                 15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp26,66 miliar serta pendapatan jasa
                konstruksi sebesar Rp24,37 miliar.
             • Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp272,54 miliar
                naik 275,78% dari tahun 2024. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
                oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp210,11 miliar serta pendapatan jasa
                konstruksi sebesar Rp42,32 miliar.


             Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp35,47 miliar meningkat
                sebesar 5,98% dari tahun 2020. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 45,53% menjadi Rp5,77 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp31,15 miliar menurun
                sebesar 12,18% dari tahun 2021. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 98,61% menjadi Rp11,47 miliar di tahun 2021.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp39,87 miliar meningkat
                sebesar 28,00% dari tahun 2022. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 113,80% menjadi Rp24,52 miliar di tahun 2023.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp47,10 miliar,
                meningkat sebesar 18,13% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto Perseroan
                tercatat meningkat sebesar 3,69% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp229,69 miliar,
                meningkat sebesar 387,65% dari tahun 2024. Sehingga laba bruto Perseroan
                tercatat meningkat sebesar 68,53% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.


             Beban Usaha dan Laba Usaha
             • Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp3,75 miliar meningkat 81,15% dari
                tahun 2020. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat menurun sebesar 9,61%
                menjadi Rp2,02 miliar di tahun 2021.
             • Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp4,24 miliar meningkat 12,95% dari
                tahun 2021. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat sebesar 257,87%
                menjadi Rp7,23 miliar di tahun 2022.
             • Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp15,71 miliar meningkat signifikan
                270,48% dari tahun 2022. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat
                sebesar 21,86% menjadi Rp8,81 miliar di tahun 2023.
             • Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp18,33 miliar, meningkat
                sebesar 16,67% dari tahun 2023. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
                menurun sebesar 19,45% menjadi sebesar Rp7,09 miliar pada tahun 2024.
             • Beban usaha pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp19,15 miliar, meningkat
                sebesar 4,49% dari tahun 2024. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
                meningkat sebesar 234,04% menjadi sebesar Rp23,70 miliar pada tahun 2025.




                                                                                          16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Laba Tahun Berjalan, Laba Komprehensif, dan Laba Per Saham
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp1,64 miliar atau
                 meningkat sebesar 0,39% dari tahun sebelumnya.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar atau
                 meningkat signifikan sebesar 281,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
                 komprehensif pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar dengan laba per
                 saham sebesar Rp39,90,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,49 miliar atau
                 meningkat sebesar 3,40% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,64 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp6,86,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,67 miliar atau
                 menurun sebesar 58,86% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
                 pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan laba per saham sebesar
                 Rp1,82,-.
             • Laba tahun berjalan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp15,95 miliar atau
                 meningkat        sebesar      497,56%     dari    tahun    sebelumnya.       Sedangkan   laba
                 komprehensif pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp15,83 miliar dengan laba per
                 saham sebesar Rp10,92,-.


                                        Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                             Uraian                  2025          2024      2023      2022      2021     Rerata

               A. LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     190,68%       217,61% 1651,10%    614,76%   121,71%   569,58%
                  Quick Ratio                        47,29%        30,89%   929,76%   483,95%    73,31%   341,72%
                  Working Capital To Total Assets   190,68%        44,61%    69,58%    77,02%    15,22%    50,74%
               B. ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)               1,73       0,42      0,71      0,90      2,18      1,19
                  Inventory Turnover (X)                 14,48       0,54      2,84      3,74      6,99      5,72
                  Average Days Inventory (Day)           25,21     680,89    128,36     97,46     52,21    196,83
                  Account Receivable Turnover (X)         4,95       6,64      4,52      2,23      5,93      4,86
                  Average Collection Period (Day)        73,68      54,93     80,67    163,52     61,60     86,88
                  Working Capital Turnover (X)            3,65       0,93      1,03      1,17     14,32      4,22
               C. SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio         52,00%        98,37%     5,59%    18,03%   236,11%    82,02%
                  Total Debt to Asset Ratio          34,21%        49,59%     5,29%    15,27%    70,25%    34,92%
                  Long Term Debt To Equity Ratio         1,63%     23,13%     0,85%     0,37%     0,52%     5,30%
               D. RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                15,72%        35,06%    38,08%    26,91%    14,00%    25,95%
                  Operating Profit Margin                8,69%      9,78%    13,68%    16,96%     4,90%    10,80%
                  Net Profit Margin                      5,85%      3,68%    10,08%    14,72%     3,98%     7,66%
                  Rate of Return on Investment       10,10%         1,53%     7,19%    13,31%     8,68%     8,16%
                  Rate of Return on Equity           15,35%         3,03%     7,59%    15,71%    29,18%    14,17%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan




                                                                                                            17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Rasio Likuiditas
             Selama periode 2021—2025, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
             dan quick ratio adalah sebesar 569,58% dan 341,72%. Sementara itu untuk working
             capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 50,74%. Hal ini menunjukkan
             bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
             utang jangka pendeknya.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
             aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
             perputaran aset adalah sebanyak 1,19 kali. Rasio ini mengindikasikan bahwa
             efektivitas penggunaan aset oleh Perseroan berada pada tingkat yang cukup
             memadai, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan agar dapat
             menghasilkan pendapatan yang lebih optimal.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan        besarnya    porsi   utang   terhadap   ekuitas   dalam   pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata DER sebesar 82,02%, yang berarti bahwa struktur permodalan Perseroan masih
             tergolong sehat dengan proporsi utang yang lebih rendah dibandingkan dengan
             ekuitas. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 34,92%, yang menunjukkan
             bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat menengah karena masih
             memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset melalui utang.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
             menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2021—2025, rata-rata gross profit
             margin sebesar 25,95%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
             dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
             sebesar 7,66%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
             laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.


              Selama periode 2021—2025, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
              adalah sebesar 8,16%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit
              keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
              Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 14,17%,
              yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
              jumlah ekuitas yang diinvestasikan.




                                                                                                18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Secara umum, kegiatan utama Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) segmen; produk
             dan jasa. Produk terdiri dari penjualan produk seperti regulator, transition fitting,
             converter kit, dan lain-lain. Sedangkan untuk segmen jasa; terdiri dari jasa
             konstruksi (seperti pembangunan gas metering and regulating station, regulator
             sector). Berikut penjelasan dari kegiatan usaha Perseroan:

                                 Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan




                              Sumber: Company Profile Perseroan
             1. Trading
                 Perseroan   menyediakan     berbagai   macam     peralatan   dan   sistem   yang
                 berhubungan dengan instalasi gas untuk diperjualbelikan.
             2. EPC
                 Perseroan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Engineering,
                Procurement, Construction, yang utamanya di sektor gas industri dan city gas.
                Di bidang EPC, KSM melakukan beberapa pekerjaan seperti design &
                engineering, infracstructure works, fabrication works, instalation site dan
                testing & commisioning.
             3. Services
                Perseroan menyediakan jasa dalam bidang kalibrasi (wet cal), perbikan peralatan
                 gas, pengujian & komisioning dari perusahaan-perusahaan migas.


                                                                                               19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             4. Product & Manufacturing
                  Perseroan juga menyediakan produk-produk seperti converter kit seperti ABG &
                  Ergas, regulator & meteran gas rumah tangga merek Ergas, fitting transisi merek
                  Kians, pengukur tekanan, sistem bau gas, stasiun metering & regulasi (MRS),
                  sektor regulator (RS), dan juga filter gas.

             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yakni KBLI
             46739, Perseroan berencana melakukan perdagangan besar bahan konstruksi,
             perlengkapan instalasi perpipaan, dan peralatan pemanas untuk mendukung
             kegiatan pembangunan, konstruksi, dan industri. Produk tersebut ditujukan bagi
             sektor konstruksi, proyek infrastruktur, industri manufaktur, serta perusahaan
             kontraktor yang membutuhkan material dan perlengkapan instalasi dalam jumlah
             besar. Jenis produk yang akan diperdagangkan diantaranya: pipa dan perlengkapan
             perpipaan, valve, fitting, selang industri, perkakas konstruksi, water heater, dan
             peralatan instalasi bangunan atau perlengkapan konstruksi lainnya.


      2.4     Teknologi yang Digunakan


             Dalam rangka penambahan kegiatan usaha pada KBLI 46739 (Perdagangan Besar
             Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas
             Lainnya), Perseroan tidak menggunakan teknologi khusus dalam kegiatan
             operasionalnya karena kegiatan usaha yang dijalankan berfokus pada perdagangan
             produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
             kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Perseroan    menargetkan      penyerapan    produk   pada   perusahaan   kontraktor
              konstruksi, perusahaan EPC, proyek pembangunan infrastruktur, perusahaan
              manufaktur dan industri, serta distributor atau toko bahan bangunan berskala
              besar.


      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             1.   PT Meta Epsi Tbk;
             2.   PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk;
             3.   PT Benteng Api Technic Tbk;
             4.   PT Kokoh Inti Arebama Tbk;
             5.   PT Catur Sentosa Adiprana Tbk;


                                                                                              20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             6.   PT Radiant Utama Interinsco Tbk;
             7.   PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk;
             8.   PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk;
             9.   PT Manggung Polahraya Tbk; dan
             10. PT Agro Yasa Lestari Tbk.


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni penyerapan dan distribusi berbagai
             produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
             kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur. Saat ini, beberapa
             pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan
             yang diinformasikan oleh perseroan adalah sebagai berikut:


             1. PT Intisumber Bajasakti;
             2. PT Suprajaya Duaribu Satu;
             3. PT Korsa Persada Asia;
             4. PT Tiga Mitracon Indonesia;
             5. PT Bangun Indo Pratama; dan
             6. Solo Marmer Group.


      2.7     Pola Bisnis


             Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang untuk
             industri gas, termasuk penyediaan produk, suku cadang, hingga layanan
             Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Berikut adalah pola bisnis yang
             dijalankan oleh Perseroan, antara lain:


             1. Pra-Proyek
             2. Engineering (E)
             3. Procurement (P)
             4. Construction (C)
             5. Pasca-Konstruksi


             Sementara itu, pada penambahan kegiatan usaha baru KBLI 46739, Pola bisnis yang
             dijalankan oleh Perseroan, antara lain:


             1. Identifikasi kebutuhan pasar
             2. Pengadaan produk dari pemasok
             3. Penerimaan dan pemeriksaan barang
             4. Penyimpaan di Gudang
             5. Kegiatan pemasaran dan penawaran produk
             6. Penerimaan pesanan dari pelanggan
             7. Proses administrasi dan penyiapan barang



                                                                                           21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             8. Distribusi dan pengiriman barang
             9. Penrimaan barang oleh pelanggan
             10. Layanan purna jual


      2.8     Strategi Pemasaran

             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
             Perseroan adalah sebagai berikut:


             1.   Strategi penjualan langsung (Direct Sales);
             2.   Kerja sama dengan distributor dan pemasok;
             3.   Pemasaran digital;
             4.   Partisipasi dalam proyek dan tender;
             5.   Pelayanan pelanggan yang profesional.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar
              Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas
              Lainnya, Perseroan tidak memiliki kebutuhan khusus dalam proses produksinya,
              mengingat kegiatan usaha yang dijalankan bersifat perdagangan. Kebutuhan
              operasional Perseroan akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang ditangani,
              sehingga pengadaan produk maupun material dilakukan secara spesifik sesuai
              dengan permintaan pelanggan.


              Namun demikian, untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional, Perseroan
              memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain kantor operasional
              yang digunakan untuk kegiatan administrasi dan pemasaran, gudang untuk
              penyimpanan produk dan material konstruksi, sarana transportasi untuk kegiatan
              distribusi   barang,   serta   sistem   administrasi   dan   manajemen   penjualan.
              Ketersediaan sarana dan prasarana tersebut diperlukan guna memastikan kegiatan
              distribusi bahan konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi
              bangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah memiliki
             sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman di bidang perdagangan
             serta distribusi bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan. Perseroan



                                                                                              22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
             manajemen dan operasional perusahaan. Apabila diperlukan, Perseroan juga akan
             melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
             pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan
             dijalankan oleh tenaga kerja yang meliputi manajemen dan administrasi, tenaga
             pemasaran dan penjualan, tenaga logistik dan distribusi, serta tenaga operasional
             gudang.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
              1. Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                  Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
              2. Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                  Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
                  Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
              proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
                  atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
                  NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
                  Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
                  Instansi Pemerintah.
             3.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             4.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             5.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.


                                                                                            23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             6.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
              pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
              air, pengendalian emisi, serta pengolahan limbah. Selain itu Perseroan juga telah
              mengimplentasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Enviromental
              Management System.

      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
              Perseroan antara lain:
             1) Risiko Rantai Pasok (Supply Chain Risk);
             2) Risiko Fluktuasi Harga Komoditas;
             3) Risiko Kredit dan Penagihan; dan
             4) Risiko Kepatuhan dan Regulasi.


              Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
              akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
              efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.


      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.




                                                                                             24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




         3      KELAYAKAN PASAR

         3.1    Kondisi Pasar

                Perkembangan Ekonomi Global


                Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang
                perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi
                sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung
                konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan
                Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi
                ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat
                dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar
                tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi
                permintaan domestik yang tetap lemah.


                                            Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia




                      Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


                                             Gambar 2 Grafik Inflasi Global




                   Sumber: Bank Indonesia


                                                                                          25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
             dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
             hasil   (yield) US Treasury    tenor    2      tahun   cenderung   bergerak   naik,
             sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya
             tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS
             (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging
             market (EM).

             Kondisi Ekonomi Indonesia


             Pertumbuhan Ekonomi


             Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai
             dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025
             membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga
             terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus
             meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada
             berbagai   kelompok     barang.   Investasi,    khususnya   nonbangunan,   membaik
             dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola
             ekspansi Purchasing    Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik
             tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan
             melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor
             besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.


             Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU
             Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU
             Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.


                Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




            Sumber: Bank Indonesia




                                                                                             26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




             Sumber: Bank Indonesia


                       Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
             eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar
             US$2,4 miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti
             batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur
             seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada
             triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar US$5,0




                                                                                              27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             miliar   ditopang   oleh   penerbitan global   bond Pemerintah   dan inflows pada
             instrumen saham dan SRBI.


                                    Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia




             Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                    Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan




             Sumber: Bank Indonesia


                                     Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing




                  Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara



                                                                                           28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi
             sebesar US$150,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
             impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
             kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


                                      Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa




             Sumber: Bank Indonesia


             Nilai Tukar Rupiah


                  Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
                                               Berkembang




                  Sumber: Bank Indonesia


             Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
             aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada




                                                                                          29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila
             dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah
             masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia,
             bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali
             AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui
             intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan
             pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu,
             tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas
             ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil
             Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai
             tukar Rupiah.


             Inflasi


             Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
             November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi
             inti yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang
             masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
             moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
             sasarannya      dan imported     inflation yang   tetap     terkendali.    Inflasi
             kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara
             itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy)
             disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
             akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.


                                 Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                            30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                        Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia

      3.2    Pangsa Pasar


             Pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan oleh Perseroan mencakup
             sektor    konstruksi,   infrastruktur,   serta   industri.   Sektor-sektor   tersebut
             membutuhkan pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan
             secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan, baik pada
             proyek pembangunan gedung, kawasan industri, fasilitas utilitas, maupun
             infrastruktur pendukung lainnya. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai material
             konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan yang
             digunakan dalam kegiatan pembangunan dan instalasi utilitas pada berbagai proyek
             konstruksi.


             Berdasarkan grafik distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku
             menurut lapangan usaha pada Triwulan III 2025, sektor konstruksi memberikan
             kontribusi sebesar 9,82% terhadap total PDB nasional. Kontribusi tersebut
             menunjukkan bahwa sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki
             peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.


             Peran sektor konstruksi yang cukup signifikan tersebut tidak terlepas dari
             meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur, kawasan industri, fasilitas
             publik, serta pembangunan properti di berbagai wilayah Indonesia. Seiring dengan
             perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap berbagai material konstruksi,
             perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan juga turut meningkat
             untuk mendukung pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.




                                                                                               31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Gambar 10 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto ADHB Menurut Lapangan
                                            Usaha, Triwulan III/2025




             Sumber: BPS


             Aktivitas sektor konstruksi selama 2024 hingga triwulan III tahun 2025
             menunjukkan adanya fluktuasi yang terjadi pada jumlah pekerja, balas jasa pekerja
             tetap, upah pekerja harian, dan nilai konstruksi yang diselesaikan. Tenaga kerja
             yang diserap sektor konstruksi berkaitan erat dengan besaran nilai proyek, jenis
             teknologi yang digunakan, dan target waktu penyelesaian konstruksi. Tenaga kerja
             konstruksi dilihat dari dua indikator yaitu Indeks Pekerja Tetap dan Indeks Hari-
             Orang.


             Indeks pekerja tetap konstruksi tercatat sebesar 111,79 pada triwulan III tahun 2024
             dan naik menjadi 112,83 pada triwulan III tahun 2025. Kenaikan ini mencerminkan
             pertumbuhan jumlah pekerja tetap konstruksi pada triwulan III tahun 2025 sebesar
             0,94% secara tahunan (y-on-y). Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-
             to-q), jumlah pekerja tetap pada triwulan III tahun 2025 juga mengalami
             peningkatan sebesar 1,17%. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan
             dengan pertumbuhan q-to-q pada triwulan III tahun 2024 yang tumbuh sebesar
             0,92% dari triwulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan semakin kuatnya
             penyerapan tenaga kerja tetap di sektor konstruksi seiring dengan berlanjutnya
             proyek pembangunan infrastruktur.


             Indeks hari-orang konstruksi pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 139,35,
             meningkat dari 136,84 pada triwulan III tahun 2024. Kenaikan ini mencerminkan
             pertumbuhan jumlah hari-orang sebesar 1,83% secara tahunan (y-on-y). Secara
             triwulanan (q-to-q), indeks hari-orang pada triwulan III tahun 2025 juga mengalami
             peningkatan sebesar 2,39% dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan
             sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024, yang mencatat
             kenaikan    sebesar   2,45%. Perkembangan       ini   menunjukkan bahwa    aktivitas




                                                                                              32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             konstruksi dan penyerapan tenaga kerja harian masih mengalami penguatan pada
             pertengahan tahun 2025.


               Gambar 11 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap,
                                     Triwulan III/2024–Triwulan III/2025




              Sumber: BPS


                 Gambar 12 Grafik ndeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari-Orang
                             Pekerja Harian, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025




              Sumber: BPS

             Balas jasa dan upah pekerja konstruksi pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar
             3,53% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
             Kenaikan ini tercermin dari Indeks Balas Jasa dan Upah yang meningkat dari 172,07
             pada triwulan III tahun 2024 menjadi 178,15 pada triwulan III tahun 2025. Secara
             triwulanan (q-to-q), indeks pada triwulan III tahun 2025 juga naik 4,16%



                                                                                            33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             dibandingkan triwulan sebelumnya, hampir sama dengan pertumbuhan q-to-q
             pada triwulan III tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,15%. Perkembangan ini
             menunjukkan adanya tren peningkatan balas jasa dan upah pekerja konstruksi yang
             semakin kuat pada 2025, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan
             aktivitas pembangunan.


               Gambar 13 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan
                                  Upah, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025




            Sumber: BPS

            Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di
            Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan
            gambaran    perkembangan        realisasi fisik   pekerjaan   konstruksi   yang   berhasil
            diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi
            indikator utama dalam menilai dinamika sektor konstruksi.


            Pada triwulan III tahun 2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat
            sebesar 174,65, dan meningkat menjadi 180,02 pada triwulan III tahun 2025.
            Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,07% secara tahunan (y-on-y),
            yang   menunjukkan     adanya     peningkatan     nilai   konstruksi   yang   diselesaikan
            dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q),
            indeks pada triwulan III tahun 2025 juga tumbuh sebesar 4,53% dibandingkan dengan
            triwulan sebelumnya. Pertumbuhan q-to-q ini lebih rendah dibandingkan dengan
            triwulan III tahun 2024 yang mencatat kenaikan sebesar 4,85%. Perkembangan ini
            mengindikasikan percepatan aktivitas penyelesaian konstruksi pada pertengahan
            tahun 2025, sejalan dengan menguatnya dinamika sektor konstruksi yang didorong
            oleh proyek-proyek pembangunan yang berjalan.




                                                                                                   34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Gambar 14 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi
                            yang Diselesaikan, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025




              Sumber: BPS


             Pada periode tahun 2023—2025, tercatat bahwa jumlah perusahaan konstruksi di
             Indonesia menunjukkan perkembangan yang relatif stabil dengan kecenderungan
             meningkat pada tahun 2025. Secara nasional, jumlah perusahaan konstruksi
             tercatat sebanyak 190.677 perusahaan pada tahun 2023, kemudian 186.534
             perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 199.006 perusahaan pada
             tahun 2025. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi masih memiliki
             basis pelaku usaha yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.


             Wilayah Pulau Jawa tercatat mendominasi jumlah perusahaan konstruksi nasional.
             Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah perusahaan konstruksi
             terbesar yaitu sebanyak 23.624 perusahaan pada tahun 2023, 23.319 perusahaan
             pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 24.564 perusahaan pada tahun 2025.
             Selanjutnya diikuti oleh Jawa Barat dengan jumlah 16.689 perusahaan pada tahun
             2023, 15.907 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 17.916
             perusahaan pada tahun 2025, serta Jawa Tengah dengan jumlah 16.092 perusahaan
             pada tahun 2023, 15.907 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi
             15.418 perusahaan pada tahun 2025. Tingginya jumlah perusahaan konstruksi di
             wilayah tersebut mencerminkan tingginya aktivitas pembangunan infrastruktur,
             kawasan industri, serta pembangunan properti.


             Di luar Pulau Jawa, beberapa provinsi juga menunjukkan jumlah perusahaan
             konstruksi yang cukup besar. Sumatera Utara tercatat memiliki 8.895 perusahaan
             konstruksi pada tahun 2023, 8.245 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat
             menjadi 10.076 perusahaan pada tahun 2025. Selain itu, Riau memiliki 7.083
             perusahaan pada tahun 2023, 6.882 perusahaan pada tahun 2024, dan 7.277




                                                                                         35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             perusahaan pada tahun 2025, sedangkan Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 11.395
             perusahaan pada tahun 2023, 11.249 perusahaan pada tahun 2024, dan 11.224
             perusahaan pada tahun 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor
             konstruksi juga berkembang di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.


             Dengan jumlah perusahaan konstruksi yang mencapai ratusan ribu unit usaha di
             berbagai wilayah Indonesia, sektor konstruksi menunjukkan potensi pasar yang
             besar terhadap kebutuhan bahan konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta
             berbagai peralatan instalasi bangunan.


               Gambar 15 Grafik Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023—2025
                   30.000

                   25.000

                   20.000

                   15.000

                   10.000

                    5.000

                       0




                                       Tahun 2023     Tahun 2024   Tahun 2025

                  Sumber: BPS

             Perekonomian Indonesia menunjukkan aktivitas pembangunan yang sangat
             dinamis, terlihat dari sinkronisasi antara besarnya belanja bahan baku dengan nilai
             output konstruksi yang dihasilkan. Secara nasional, nilai pengeluaran bahan atau
             material pada tahun 2024 mencatatkan angka sebesar Rp914.351.340 juta,
             mengalami      pertumbuhan     sebesar   7,56%    dibandingkan     tahun   sebelumnya.
             Pertumbuhan konsumsi material ini berbanding lurus dengan total nilai konstruksi
             yang diselesaikan oleh perusahaan konstruksi nasional yang mencapai angka
             signifikan, yakni Rp1.730.378.708 juta. Dari total capaian konstruksi tersebut,
             sektor Bangunan Sipil menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp985,1 triliun,
             disusul Konstruksi Gedung sebesar Rp584,8 triliun, dan Konstruksi Khusus sebesar
             Rp160,3 triliun.


             Dominasi aktivitas ekonomi dan pembangunan masih terpusat di Pulau Jawa,
             dengan DKI Jakarta sebagai pusat gravitasi utama. DKI Jakarta mencatatkan
             pengeluaran material tertinggi sebesar Rp379,81 triliun (tumbuh 8,63%) yang diikuti
             dengan penyelesaian nilai konstruksi fantastis sebesar Rp728.230.356 juta, atau




                                                                                                36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             mencakup hampir 42% dari total nilai konstruksi nasional. Selain Jakarta, Jawa Timur
             dan Jawa Barat memperkuat posisi Pulau Jawa dengan kontribusi konstruksi masing-
             masing sebesar Rp202,02 triliun dan Rp165,07 triliun. Menariknya, Jawa Barat
             mencatatkan efisiensi dan pertumbuhan belanja material yang cukup tinggi, yakni
             sebesar 9,53%, yang mengindikasikan akselerasi proyek infrastruktur yang masif di
             wilayah tersebut.


             Di luar Pulau Jawa, koridor Sumatera menunjukkan performa yang solid melalui 12
             hingga 13 provinsi terbesar. Sumatera Utara memimpin di wilayah ini dengan
             pengeluaran material sebesar Rp32,61 triliun dan nilai konstruksi yang diselesaikan
             mencapai Rp55.723.617 juta. Provinsi Riau juga menunjukkan karakteristik unik, di
             mana nilai konstruksi bangunan sipilnya mendominasi secara signifikan hingga
             mencapai Rp35,83 triliun, selaras dengan kebutuhan material di wilayah tersebut
             yang mencapai Rp29,61 triliun. Sementara itu, Sumatera Selatan dan Lampung terus
             menjaga stabilitas pertumbuhan dengan kontribusi belanja material dan output
             konstruksi yang konsisten mendukung konektivitas regional.


             Bergerak ke wilayah tengah dan timur Indonesia, Kalimantan Timur menonjol
             sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan belanja material tertinggi di antara daftar
             13 besar, yaitu mencapai 9,72%. Hal ini sejalan dengan realisasi nilai konstruksi di
             Kalimantan Timur sebesar Rp45.361.521 juta yang didorong oleh pembangunan
             infrastruktur sipil strategis. Di wilayah Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi motor
             penggerak dengan capaian konstruksi sebesar Rp39.643.256 juta, meskipun
             pertumbuhan belanja materialnya cenderung moderat di angka 3,02%. Terakhir,
             kontribusi dari Papua dan Bali melengkapi peta pembangunan nasional dengan
             fokus yang berbeda; Papua pada penguatan infrastruktur sipil senilai Rp10,3 triliun,
             sementara Bali menjaga keseimbangan pada konstruksi gedung untuk mendukung
             sektor pariwisata.


             Secara keseluruhan, peningkatan pengeluaran bahan/material merupakan indikator
             awal yang akurat terhadap keberhasilan penyelesaian proyek-proyek konstruksi di
             Indonesia. Ketimpangan nilai antara belanja material dan output konstruksi di
             beberapa wilayah menunjukkan adanya perbedaan karakteristik proyek, di mana
             proyek bangunan sipil (infrastruktur) cenderung memerlukan alokasi sumber daya
             yang lebih besar dibandingkan konstruksi gedung dan khusus.




                                                                                              37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Gambar 16 Grafik Nilai Pengeluaran Bahan/Material Menurut Provinsi (Juta Rupiah),
                                                               2023 dan 2024
                  400.000.000                                                                                                            12,00
                  350.000.000
                                                                                                                                         10,00
                  300.000.000
                                                                                                                                         8,00
                  250.000.000
                  200.000.000                                                                                                            6,00
                  150.000.000
                                                                                                                                         4,00
                  100.000.000
                                                                                                                                         2,00
                   50.000.000
                           0                                                                                                             0,00




                                        2023 (Juta Rp)                   2024 (Juta Rp)                 Pertumbuhan (%)

                Sumber: BPS


                  Gambar 17 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi (Juta
                                                                Rupiah), 2024

                                PAPUA                6.665.562                                         10.315.711                 1.205.391

                   SULAWESI SELATAN                 13.617.797                                     23.458.996                     2.566.463

                  KALIMANTAN TIMUR            10.035.830                                  29.739.716                           5.585.975

                                 BALI                        8.090.864                                     7.629.479             1.634.992

                            BANTEN              13.206.811                                26.057.646                         8.587.691

                        JAWA TIMUR               60.387.565                                    124.083.303                       17.549.703

                       JAWA TENGAH                   34.617.600                                   53.089.817                     8.436.104

                        JAWA BARAT                 54.257.990                                 88.585.937                      22.235.709

                        DKI JAKARTA                  281.218.337                                       387.961.109               59.050.910

                  SUMATERA SELATAN                7.638.888                                    15.731.866                        2.533.035

                                 RIAU         12.410.853                                  35.837.697                            6.421.292

                   SUMATERA UTARA                 17.199.397                                    33.683.900                       4.840.320


                                        0%    10%          20%       30%      40%    50%         60%          70%      80%   90%         100%

                        Konstruksi Gedung 2024             Konstruksi Bangunan Sipil 2024                     Konstruksi Khusus 2024

                Sumber: BPS


      3.3    Kesinambungan

             Perseroan saat ini bergerak di bidang jasa penunjang untuk industri gas, yang
             mencakup penyediaan produk, suku cadang, serta layanan Engineering, Procurement,
             and Construction (EPC). Secara umum, kegiatan usaha Perseroan terbagi dalam dua
             segmen utama, yaitu segmen produk dan segmen jasa. Segmen produk meliputi




                                                                                                                                                38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             penjualan berbagai peralatan yang berkaitan dengan sistem distribusi gas, seperti
             regulator, transition fitting, converter kit, serta komponen pendukung lainnya.
             Sementara itu, segmen jasa meliputi layanan konstruksi, antara lain pembangunan
             fasilitas gas metering and regulating station serta regulator sector yang digunakan
             dalam sistem jaringan distribusi gas.


             Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan konstruksi,
             perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan pada dasarnya masih
             berada dalam rantai nilai (value chain) yang sejalan dengan kegiatan usaha utama
             Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam menyediakan produk dan jasa yang
             berkaitan dengan sistem instalasi gas serta kegiatan konstruksi melalui layanan EPC,
             Perseroan dinilai memiliki pemahaman teknis, jaringan pemasok, serta hubungan
             bisnis dengan pelanggan yang relevan di sektor konstruksi dan industri. Hal ini
             memberikan nilai tambah bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan perdagangan
             bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi, karena sebagian produk yang
             diperdagangkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan proyek konstruksi maupun
             instalasi utilitas.


             Selain itu, rencana kegiatan usaha baru tersebut juga sejalan dengan perkembangan
             sektor konstruksi di Indonesia yang masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang
             positif, seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur, kawasan industri,
             serta proyek-proyek pembangunan properti dan utilitas. Kebutuhan terhadap bahan
             konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan diperkirakan
             akan tetap tinggi guna mendukung berbagai proyek pembangunan tersebut.


      3.4    Potensi Pasar


             Secara keseluruhan, kondisi bisnis konstruksi menunjukkan tren pertumbuhan
             positif dan optimisme yang terjaga. Hal ini tercermin dari angka Indeks Kondisi
             Bisnis yang meningkat dari 51,50 pada Triwulan II menjadi 56,76 pada Triwulan III.
             Kenaikan ini didorong kuat oleh sektor operasional, di mana variabel Nilai
             Pekerjaan/Konstruksi yang Diselesaikan menjadi kontributor tertinggi dengan
             indeks mencapai 63,48, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas proyek
             yang signifikan di lapangan.


             Sejalan dengan produktivitas tersebut, Pendapatan Usaha juga mengalami lonjakan
             dari angka 51,69 di Triwulan II menjadi 59,48 pada Triwulan III. Membaiknya
             kondisi ekonomi ini turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
             kesejahteraan pekerja. Indeks Jumlah Pekerja (baik tetap maupun tidak tetap)
             serta Rata-rata Gaji/Upah merangkak naik ke level di atas 52, yang menandakan
             adanya ekspansi kapasitas SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Namun, di
             sisi lain, perusahaan masih menghadapi tantangan biaya operasional karena
             indeks Harga Bahan Bangunan tetap berada di level tinggi (kisaran 57-59).




                                                                                            39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Memasuki akhir tahun, para pelaku usaha menunjukkan sikap optimis yang tetap
             terjaga meskipun cenderung lebih waspada. Hal ini terlihat dari Indeks Prospek
             Bisnis untuk Triwulan IV yang diproyeksikan berada di angka 56,27. Walaupun
             angka ini sedikit melandai dibandingkan realisasi kondisi di Triwulan III, posisi
             indeks yang tetap berada jauh di atas ambang batas 50 menunjukkan keyakinan
             bahwa performa bisnis, terutama pada aspek pendapatan dan penyelesaian
             pekerjaan, akan tetap stabil dan ekspansif hingga penutupan tahun.

            Tabel 9 Indeks Kondisi, Prospek, dan Masalah Bisnis Konstruksi Indonesia, Triwulan
                                            II dan Triwulan III 2024




             Sumber: BPS


      3.5    Sasaran


             Sasaran pasar Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini meliputi
             beberapa sektor, yaitu sektor konstruksi, sektor infrastruktur, sektor industri, serta
             distributor dan toko material bangunan. Adapun wilayah pemasaran yang dituju
             oleh Perseroan meliputi pasar domestik di seluruh wilayah Indonesia, khususnya
             pada kawasan industri serta wilayah yang menjadi pusat pembangunan proyek-
             proyek strategis. Hal ini didukung oleh adanya potensi kerja sama dengan berbagai
             proyek konstruksi dan pembangunan infrastruktur nasional yang membutuhkan
             pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi dalam jumlah besar.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


             Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
             tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta
             pada tahun 2026, Rp217,21 juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028,




                                                                                                40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Rp239,48 juta pada tahun 2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02
             juta pada tahun 2031, dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut:


                             Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
                No.       Kode           Nama Perusahaan                          Alamat

                 1     MTPS.JK     PT Meta Epsi Tbk            Jl.    Mayjen     D.I.     Panjaitan    Kav.2
                                                               RT.009/09 Kel. Rawa Bunga, Jakarta
                                                               13350, Indonesia
                 2     ISSP.JK     PT Steel Pipe Industry of   Jl. Kalibutuh 189-191 Surabaya
                                   Indonesia Tbk               60173, Indonesia
                 3     BATR.JK     PT Benteng Api Technic      Jl. Kebraon Ii No. 103 A, Surabaya,
                                   Tbk                         60222, Indonesia
                 4     KOIN.JK     PT Kokoh Inti Arebama       Graha Mobisel Jl. Warung Buncit Raya
                                   Tbk                         No.139, Jakarta Selatan, 10410
                                                               Indonesia
                 5     CSAP.JK     PT Catur Sentosa            Jl. Daan Mogot Raya No.234, Jakarta
                                   Adiprana Tbk                Barat, 11510, Indonesia
                 6     RUIS.JK     PT Radiant Utama            Jl. Kapten Tendean No.24 Mampang
                                   Interinsco Tbk              Prapatan,       Jakarta    Selatan,    12720,
                                                               Indonesia
                 7     DEPO.JK     PT Caturkarda Depo          Jl. Raya Serpong KM2 Kel. Pakulonan,
                                   Bangunan Tbk                Kec.     Serpong         Utara,   Tangerang
                                                               Selatan, 15325, Indonesia
                 8     JKON.JK     PT Jaya Konstruksi          Kantor Taman Bintaro Jaya, Gedung B
                                   Manggala Pratama Tbk        Jl.   Bintaro    Raya,     Jakarta,    12330,
                                                               Indonesia
                 9     MANG.JK     PT Manggung Polahraya       Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Pondok
                                   Tbk                         Pinang,     Kebayoran        Lama,     Jakarta
                                                               Selatan, 12310, Indonesia
                10     AYLS.JK     PT Agro Yasa Lestari Tbk    Gedung Gondangdia Lama 25, Lt. 3, Jl.
                                                               R. P Soeroso No 25, Jakarta, 10330,
                                                               Indonesia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
             pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni penyerapan dan distribusi berbagai
             produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
             kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur . Saat ini, beberapa




                                                                                                           41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan
             yang diinformasikan oleh perseroan adalah sebagai berikut:


             1.   PT Intisumber Bajasakti;
             2.   PT Suprajaya Duaribu Satu;
             3.   PT Korsa Persada Asia;
             4.   PT Tiga Mitracon Indonesia;
             5.   PT Bangun Indo Pratama; dan
             6.   Solo Marmer Group.


      3.8   Strategi Pemasaran


              Untuk mencapai target pasar yang telah ditentukan, Perseroan akan menerapkan
             beberapa strategi pemasaran seperti sebagai berikut:

             1.   Penjualan Langsung (Direct Sales)
                  Perseroan akan melakukan pendekatan secara langsung kepada perusahaan
                  kontraktor konstruksi, perusahaan EPC, serta perusahaan industri sebagai calon
                  pelanggan utama untuk menawarkan produk dan layanan yang dimiliki.
             2.   Kerja Sama dengan Distributor dan Pemasok
                  Perseroan menjalin kemitraan dengan distributor lokal maupun regional guna
                  memperluas jangkauan distribusi produk serta meningkatkan penetrasi pasar.
             3.   Pemasaran Digital
                  Perseroan   memanfaatkan      media   digital   seperti   website   perusahaan,
                  marketplace B2B, serta platform profesional lainnya sebagai sarana promosi
                  untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
             4.   Partisipasi dalam Proyek dan Tender
                  Perseroan akan berpartisipasi dalam proses pengadaan barang pada proyek
                  pemerintah maupun swasta guna meningkatkan peluang penjualan serta
                  memperluas jaringan kerja sama bisnis.
             5.   Pelayanan Pelanggan Profesional
                  Perseroan memberikan layanan konsultasi produk, dukungan teknis, serta
                  penawaran harga yang kompetitif guna menjaga kepuasan pelanggan serta
                  membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.




                                                                                              42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Kapasitas operasional merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung
              kelancaran kegiatan usaha Perseroan, khususnya dalam menjalankan kegiatan
              Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
              Peralatan Pemanas Lainnya. Dalam konteks rencana kegiatan usaha Perseroan pada
              KBLI 46739, kapasitas operasional Perseroan didukung oleh ketersediaan produk
              yang memadai melalui kerja sama dengan berbagai pemasok dan produsen bahan
              konstruksi serta perlengkapan instalasi bangunan.


              Dalam hal ini, Perseroan telah memiliki kemitraan dengan pemasok yang terpercaya,
              sehingga Perseroan dapat memastikan ketersediaan produk dengan kualitas yang
              sesuai dengan standar pasar dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Selain itu,
              kegiatan operasional Perseroan juga akan didukung oleh sarana dan prasarana yang
              memadai, seperti tersedianya kantor operasional yang digunakan untuk kegiatan
              administrasi dan pemasaran, gudang untuk penyimpanan produk dan material
              konstruksi, sarana transportasi untuk kegiatan distribusi barang, serta sistem
              administrasi dan manajemen penjualan.


              Dengan dukungan jaringan pemasok yang memadai serta infrastruktur operasional
              tersebut, Perseroan diharapkan mampu menjalankan kegiatan perdagangan bahan
              konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan secara efektif dan efisien dalam
              memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor, seperti sektor konstruksi,
              infrastruktur, dan industri.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan
              baku mentah karena aktivitas usaha yang dijalankan bukan merupakan kegiatan di
              bidang manufaktur dan tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku.


              Pekerja


              Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
              Perseroan memiliki 57 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
              meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
              yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
              memastikan     karyawan    dilengkapi   dengan   kemampuan   yang   baik   dalam




                                                                                            43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
              kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.


              Tenaga Ahli

              Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan
              mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek
              yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, salah
              satu tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh
              Perseroan antara lain adalah sebagai berikut.


             1)    Inisial                  :   MR
                   Posisi                   :   Project Manager
                   Usia                     :   51 Tahun
                   Pendidikan terakhir      :   (2019—2021) Sarjana Teknik Industri, Universitas
                                                Sahid
                   Pengalaman kerja         :   - (2008—2018), PT Pratiwi Putri Sulung
                                                - (2019—Sekarang), PT Kian Santang Muliatama
                                                     Tbk
                   Pengalaman proyek        :   -    (Mei 2021—November 2021) Pengadaan dan
                                                     Pemasangan     MRS    RSI     dan    RS    Proyek
                                                     Pembangunan     Jaringan    Gas     Bumi   Untuk
                                                     Rumah Tangga di Kab. Aceh Utara, Kota
                                                     Lhoksumawe dan Kab. Aceh Timur (11.526SR),
                                                     sebagai Project Manager
                                                -    (April 2022—27 September 2022) Pengadaan
                                                     dan Pemasangan RSI/PRS 4”#600 Dual Stream,
                                                     MRS G250 4”#300, RS 2’’ #150, sebagai Project
                                                     Manager
                                                -    (Januari 2022—April 2022), Pengadaan dan
                                                     Pemasangan MRS P2G16D 2/2 16/5-4/1-
                                                     128/129-G16 #150, sebagai Project Manager
                                                -    (April   2023—Juli   2023),    Pengadaan     dan
                                                     Pemasangan MRS G 250, sebagai Project
                                                     Manager
                                                -    (2024) Pengadaan dan Pemasangan MRS G 400
                                                     4 Inch, sebagai Project Manager


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:




                                                                                                     44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                               Gambar 18 Alur Operasional Kegiatan Perseroan




                        Sumber: Manajemen Perseroan


              1. Identifikasi Kebutuhan Pasar
                 Perseroan melakukan analisis terhadap permintaan pasar atas bahan konstruksi
                 yang dibutuhkan oleh kontraktor, distributor, serta perusahaan industri.
              2. Pengadaan Produk dari Pemasok
                 Perseroan menjalin kerja sama dengan produsen atau pemasok bahan
                 konstruksi guna memastikan ketersediaan produk yang akan dipasarkan.
              3. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang
                 Produk yang diterima dari pemasok akan dilakukan pemeriksaan kualitas dan
                 kuantitas sebelum disimpan di gudang.
              4. Penyimpanan di Gudang
                 Produk disimpan sesuai dengan standar penyimpanan yang berlaku guna
                 menjaga kualitas produk.
              5. Kegiatan Pemasaran dan Penawaran Produk
                 Perseroan melakukan kegiatan pemasaran serta penawaran produk kepada
                 pelanggan, seperti kontraktor, distributor, serta perusahaan industri.
              6. Penerimaan Pesanan dari Pelanggan
                 Pelanggan melakukan pemesanan produk sesuai dengan kebutuhan proyek atau
                 kegiatan operasional mereka.
              7. Proses Administrasi dan Penyiapan Barang
                 Perseroan memproses administrasi penjualan serta menyiapkan produk sesuai
                 dengan pesanan pelanggan.




                                                                                            45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              8. Distribusi dan Pengiriman Barang
                 Produk kemudian didistribusikan dan dikirimkan kepada pelanggan melalui
                 sistem distribusi Perseroan atau melalui jasa transportasi.
              9. Penerimaan Barang oleh Pelanggan
                 Pelanggan menerima barang dan melakukan pemeriksaan guna memastikan
                 kesesuaian produk dengan pesanan.
              10. Layanan Purna Jual
                 Perseroan memberikan layanan purna jual berupa dukungan informasi produk
                 serta pelayanan kepada pelanggan apabila diperlukan.




                                                                                      46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
              dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
              baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah:


             •   Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang
                 berarti saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi
                 akses terbuka bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan.
                 Kehadiran    Perseroan     sebagai   perusahaan   terbuka   memiliki   sejumlah
                 keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
                 perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta
                 meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
                 stakeholder. Keberadaan sebagai perusahaan terbuka juga memberikan
                 Perseroan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan
                 dengan berbagai pihak, dan memperoleh sumber daya yang lebih baik dalam
                 mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnisnya. Dengan demikian,
                 Perseroan dapat memanfaatkan reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun
                 di kalangan masyarakat serta platform yang disediakan oleh pasar modal untuk
                 terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri minyak dan gas.
             •   Perseroan sampai saat ini telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang
                 sangat kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu
                 menjalankan operasional perusahaan dengan efektif dan efisien.
             •   Perseroan sampai saat ini didukung oleh pemasok yang terpercaya, serta
                 menyediakan produk-produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif,
                 sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


              Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
              pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
              Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
              Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
              sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
              Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
             •   Meningkatkan kualitas produk dan layanan;
             •   Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
             •   Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan;
             •   Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan;
             •   Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.




                                                                                             47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
              nilai yang diantaranya:

              1. Penambahan kegiatan usaha baru
                 Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
                 menciptakan produk yang bernilai tambah, serta mendukung keberlanjutan
                 bisnis Perseroan dalam jangka panjang.
              2. Menambah sumber pendapatan baru
                 Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
                 Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
                 dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
              3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
                 Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
                 menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
                 keuangan Perseroan.

              Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
              Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
              akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
              investasi bagi para pemegang saham Perseroan.




                                                                                            48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
              memiliki 57 orang karyawan.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
             tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
             daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
             personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
             yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh tenaga kerja yang
             meliputi manajemen dan administrasi, tenaga pemasaran dan penjualan, tenaga
             logistik dan distribusi, serta tenaga operasional gudang, dengan estimasi
             kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 9 orang.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
             Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
             permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
             berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
             (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

             Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
             Perseroan diantaranya adalah:
             1.   Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
                  Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
             2.   Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
                  waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
                  Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
                  dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.


             Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
             Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
             kegiatan usaha baru.




                                                                                            49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menghadapi berbagai
             potensi risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional maupun kinerja
             usaha. Oleh karena itu, Perseroan menerapkan kerangka manajemen risiko secara
             proaktif guna mengidentifikasi, memantau, serta memitigasi berbagai potensi risiko
             yang dapat timbul dalam kegiatan operasionalnya. Adapun beberapa risiko utama
             yang dihadapi Perseroan beserta langkah mitigasi yang diterapkan antara lain
             sebagai berikut:


             1)   Risiko Rantai Pasok (Supply Chain Risk)
                  Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya keterlambatan pasokan,
                  keterbatasan ketersediaan barang, maupun gangguan dalam proses distribusi
                  bahan konstruksi dari pemasok kepada Perseroan. Untuk memitigasi risiko
                  tersebut, Perseroan menjalin kemitraan dengan lebih dari satu pemasok utama
                  (multi-sourcing) guna mengurangi ketergantungan pada satu pihak pemasok.
                  Selain itu, Perseroan juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja
                  vendor logistik guna memastikan pengiriman bahan konstruksi ke lokasi
                  pelanggan atau proyek dapat dilakukan secara tepat waktu dan dalam kondisi
                  yang baik.


             2)   Risiko Fluktuasi Harga Komoditas
                  Harga bahan konstruksi seperti besi, semen, maupun pipa cenderung
                  mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, perubahan harga
                  bahan baku, serta dinamika ekonomi. Fluktuasi harga tersebut berpotensi
                  mempengaruhi struktur biaya maupun margin penjualan Perseroan. Untuk
                  memitigasi risiko tersebut, Perseroan dapat menerapkan strategi pengamanan
                  harga melalui kontrak pembelian di muka (forward contract) dengan pemasok
                  pada saat kondisi harga relatif stabil, sehingga biaya pengadaan produk dapat
                  lebih terjaga dan terprediksi.


             3)   Risiko Kredit dan Penagihan
                  Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan keterlambatan pembayaran atau
                  ketidakmampuan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran atas
                  transaksi yang telah dilakukan. Risiko tersebut dapat berdampak pada arus kas
                  dan likuiditas Perseroan. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan menerapkan
                  prosedur penilaian kelayakan kredit (credit scoring) terhadap pelanggan,
                  khususnya bagi pelanggan baru. Selain itu, Perseroan juga menggunakan
                  sistem pengelolaan piutang yang terintegrasi, termasuk pengingat pembayaran
                  secara berkala untuk piutang yang mendekati jatuh tempo guna meminimalkan
                  potensi piutang tak tertagih.




                                                                                            50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             4)    Risiko Kepatuhan dan Regulasi
                   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan wajib mematuhi berbagai
                   ketentuan dan regulasi yang berlaku, termasuk standar kualitas produk seperti
                   Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bahan konstruksi. Ketidakpatuhan
                   terhadap regulasi tersebut dapat menimbulkan risiko hukum maupun reputasi
                   bagi Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan secara berkala memantau
                   perkembangan regulasi yang berlaku melalui fungsi manajemen dan dukungan
                   tim terkait guna memastikan bahwa seluruh produk yang diperdagangkan telah
                   memenuhi standar kualitas, keamanan, dan ketentuan teknis yang berlaku di
                   Indonesia.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Kapasitas manajemen merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian
              target volume penjualan serta perluasan pasar Perseroan. Adapun kapasitas
              manajemen Perseroan didukung oleh beberapa aspek sebagai berikut:


             • Struktur Kepemimpinan yang Kompeten
                  Jajaran manajemen Perseroan terdiri dari profesional yang memiliki pengalaman
                  manajerial di industri bahan bangunan serta kompetensi dalam pengelolaan
                  rantai pasok. Hal ini mendukung proses pengambilan keputusan yang efektif dan
                  berbasis pengalaman operasional.


             • Infrastruktur Teknologi Informasi
                  Perseroan telah mengadopsi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang
                  mengintegrasikan fungsi pergudangan melalui Warehouse Management System
                  (WMS), keuangan, serta penjualan. Sistem ini memungkinkan manajemen
                  memantau ketersediaan stok berbagai jenis produk secara real-time di berbagai
                  titik distribusi.


             • Skalabilitas Operasional
                  Manajemen memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas operasional,
                  seperti penambahan armada logistik atau ruang penyimpanan gudang, apabila
                  terjadi peningkatan permintaan dari proyek konstruksi maupun proyek
                  infrastruktur.


             • Pengembangan Kapasitas SDM
                  Perseroan secara berkelanjutan melakukan pengembangan kompetensi sumber
                  daya manusia melalui pelatihan teknis bagi staf gudang dan tenaga penjualan
                  terkait spesifikasi produk serta kebutuhan pelanggan, sehingga mampu
                  memberikan layanan dan konsultasi produk secara optimal.




                                                                                             51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang didukung oleh
              struktur organisasi yang kompeten serta ketersediaan sumber daya manusia yang
              memadai, Perseroan dinilai memiliki kemampuan untuk menjalankan rencana
              kegiatan usaha baru. Dengan dukungan manajemen yang berpengalaman dan tim
              yang terorganisir, kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat dijalankan secara
              efektif serta memberikan hasil yang optimal bagi Perseroan.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
              memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
              Penambahan Kegiatan Usaha baru.


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.            Perseroan
              memilih untuk mempertahankan komposisi struktur organisasi yang ada guna
              menjaga stabilitas operasional serta konsistensi koordinasi antar lini departemen.
              Fokus utama manajemen saat ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber
              daya manusia yang telah tersedia dalam struktur organisasi tersebut.


                                  Gambar 19 Struktur Organisasi Perseroan




Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                             52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

              Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
              ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
              didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
              ataupun tidak.


              Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
              investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
              investasi, dan analisis sensitivitas.

      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
              mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
              akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
              Pembiayaan investasi dan modal kerja untuk pendirian atas kegiatan usaha baru
              Perseoan mencakup lahan dan perizinan, bangunan, mesin dan peralatan, sarana
              prasarana, dan perlengkapan kantor. Rincian biaya investasi Perseroan untuk
              kegiatan usaha barunya adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000)
                                                                           Harga
                         Keterangan              Satuan       Volume      Satuan       Total (Rp.000)
                                                                          (Rp.000)
               I.   Lahan dan Perizinan
                    Retribusi Lahan                m2           20          10.000           200.000
                    Perizinan                      m2           20           1.000            20.000
                                               Sub total                                     220.000
               II. Bangunan
                    Bangunan                       m2           20           8.850           177.000
                                               Sub total                                     177.000
               III. Mesin dan Peralatan
                    Mesin produksi                Unit           1          30.000            30.000
                    Mesin penunjang               Unit           2           4.000             8.000
                    Alat angkut                   Unit           1           4.000             4.000
                    Alat test                     Unit           8           5.000            40.000
                    Alat laboratorium             Unit           7           2.000            14.000
                    Lain-lain                     Unit           6           1.000             6.000
                                               Sub total                                     102.000
               IV. Sarana Prasarana
                    Meja kerja                    Unit          6            2.000            12.000
                    Kursi kerja                   Unit          6            1.000             6.000
                    Printer                       Unit          4            3.000            12.000
                                               Sub total                                      30.000




                                                                                                   53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                                Harga
                        Keterangan               Satuan        Volume          Satuan       Total (Rp.000)
                                                                               (Rp.000)
               V. Perlangkapan Kantor
                  ATK                              Ls             1               5.000                5.000
                  Laptop/PC                        Ls             1               8.000                8.000
                                              Sub total                                             13.000
                                            Total Investasi                                       542.000


      7.2    Modal Kerja


              Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
              Perputaran persediaan                       : 30 hari
              Perputaran piutang usaha                    : 60 hari
              Perputaran utang usaha                      : 30 hari


              Proyeksi Modal Kerja tahun 2026—2032 adalah sebagai berikut:


                                         Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
                        Keterangan       2026        2027      2028     2029       2030      2031        2032

               PERHITUNGAN MODAL KERJA
                  Aset Lancar            251.712    528.596   555.026   582.777   611.916    642.512    674.637
                  Hutang Lancar          (50.033) (101.269) (102.342) (107.460) (112.833) (118.474) (124.398)
               Modal Kerja               201.679    427.327   452.683   475.317   499.083    524.037    550.239
               Perubahan Modal Kerja     201.679    225.647    25.356    22.634    23.766     24.954     26.202
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
              yang dibutuhkan pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2032 berturut-turut
              adalah sebesar Rp201,68 juta, Rp427,33 juta, Rp452,68 juta, Rp475,32 juta,
              Rp499,08 juta, Rp524,04 juta dan Rp550,24 juta.


      7.3    Sumber Pembiayaan


              Sumber pembiayaan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha seluruhnya
              berasal dari kas Perseroan yang tersedia.


      7.4    Biaya Operasional

              Biaya operasional pada tahun 2026—2032 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:




                                                                                                          54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                 Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000)
                            Uraian            2026        2027         2028           2029       2030          2031          2032

                    Beban Pemasaran            25.000      39.375      41.344         43.411     45.581         47.861       50.254
                    Beban Administrasi        207.250     352.557   366.552       381.531       397.544        415.367     437.789
                    dan Umum
                    Total                     232.250     391.932   407.896       424.942       443.125        463.228     488.042


               Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp232,25
               juta. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp488,04 juta pada tahun
               2032.

      7.5      Biaya Bahan Baku Mentah

                Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak melakukan kegiatan
                manufaktur, maka tidak terdapat biaya untuk bahan baku mentah.


      7.6      Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


               Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:


               Waktu Operasional


               Periode proyeksi dimulai tahun 2026 hingga tahun 2032. Jumlah hari operasional
               diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2026, selanjutnya selama 264 hari dalam
               setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


               Struktur Pendapatan


               Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:


                                                  Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000)
              Keterangan             Satuan      2026        2027         2028           2029           2030          2031            2032
         Kontrak/SPK/PO
         Setahun
            Pertagas/PGN/
            Kemetrian ESDM           Rp.000   1.000.000    2.100.000   2.205.000       2.315.250     2.431.013    2.552.563       2.680.191
            Swasta lain              Rp.000     250.000      525.000     551.250         578.813      607.753         638.141         670.048
            Total                    Rp.000   1.250.000    2.625.000   2.756.250       2.894.063     3.038.766    3.190.704       3.350.239
         Pertumbuhan
         Pertagas/PGN/
         Kemetrian ESDM              Growth                    5,00%          5,00%          5,00%       5,00%           5,00%          5,00%
         Swasta lain                 Growth                    5,00%          5,00%          5,00%       5,00%           5,00%          5,00%
        Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                                                 55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              Struktur Biaya


             a.    Biaya Pokok
                   Biaya pokok terdiri dari biaya material, biaya peralatan, biaya upah, biaya
                   subkontraktor, dan biaya overhead dan diasumsikan tetap sampai akhir masa
                   proyeksi.


                                            Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan
                                Beban Pokok Pendapatan                                     To Sales
                        Biaya Material                                                                       45,00%
                        Biaya Peralatan                                                                       3,00%
                        Biaya Upah                                                                           12,00%
                        Biaya Subkontraktor                                                                  10,00%
                        Biaya Overhead                                                                        5,00%
                       Sumber: Proyeksi Keuangan


                   Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban pokok pendapatan
                   untuk setiap periode dirinci sebagai berikut.


                                     Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000)
                       Uraian             2026         2027         2028         2029          2030        2031         2032

               Biaya Material            562.500     1.181.250    1.240.313    1.302.328   1.367.445     1.435.817    1.507.608
                  Persediaan Awal                0     28.380       59.599       62.579         65.708      68.993      72.443
                  Pembelian              590.880     1.212.468    1.243.292    1.305.457   1.370.730     1.439.266    1.511.230
                  Persediaan Akhir       (28.380)     (59.599)     (62.579)     (65.708)     (68.993)      (72.443)    (76.065)
                  Pemakaian              562.500     1.181.250    1.240.313    1.302.328   1.367.445     1.435.817    1.507.608
               Biaya Peralatan            37.500       78.750       82.688       86.822         91.163      95.721     100.507
               Biaya Upah                150.000      315.000      330.750      347.288      364.652       382.884     402.029
               Biaya Subkontraktor       125.000      262.500      275.625      289.406      303.877       319.070     335.024
               Biaya Overhead             62.500      131.250      137.813      144.703      151.938       159.535     167.512
               Total                     937.500     1.968.750    2.067.188    2.170.547   2.279.074     2.393.028    2.512.679
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             b.    Beban Usaha
                   Beban usaha pada tahun 2026—2032 diproyeksikan sebagai berikut:


                                                     Tabel 17 Asumsi Beban Usaha
                            Uraian                    2026       2027         2028      2029       2030       2031       2032

               Beban Usaha
               Beban Pemasaran                        2,00%       1,50%       1,50%     1,50%      1,50%      1,50%      1,50%
               Beban Administrasi & Umum             18,00%      15,00%    15,00%     15,00%      15,00%     15,00%    15,00%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


                   Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
                   periode dirinci sebagai berikut:



                                                                                                                       56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                              Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000)
                           Uraian              2026       2027         2028        2029       2030         2031        2032

                  Beban Pemasaran              25.000     39.375       41.344      43.411     45.581       47.861      50.254
                  Beban Administrasi dan      207.250    352.557     366.552      381.531    397.544      415.367     437.789
                  Umum
                  Total                       232.250    391.932     407.896      424.942    443.125      463.228     488.042
                 Sumber: Proyeksi Keuangan


                  Beban Bunga Bank


                  Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
                  masing sebesar 8,59% dan 8,22%.


                  Tarif Pajak


                  Pajak penghasilan final (PPh Final) diproyeksikan sebesar 2,65% dan diasumsikan
                  tetap selama masa proyeksi.


      7.7        Proyeksi Posisi Keuangan


                 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel
                 berikut ini:


                                       Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
              Keterangan                    2026        2027        2028         2029        2030         2031         2032

       ASET
       Aset Lancar                          628.627     902.970    1.143.705    1.405.579   1.685.376    1.982.982    2.295.579
       Aset Tidak Lancar                    524.250     518.355     506.766      489.485     466.512      438.570      409.121
       TOTAL ASET                          1.152.877 1.421.325     1.650.471    1.895.065   2.151.888    2.421.552    2.704.700


       LIABILITAS & EKUITAS
       Liabilitas Jangka Pendek              50.033     101.269     102.342      107.460     112.833      118.474      124.398
       Liabilitas Jangka Panjang                   0           0           0            0            0            0             0
       Total Liabilitas                      50.033     101.269     102.342      107.460     112.833      118.474      124.398
       Ekuitas                             1.102.844 1.320.056     1.548.129    1.787.605   2.039.055    2.303.078    2.580.302
       TOTAL LIABILITAS & EKUITAS          1.152.877 1.421.325     1.650.471    1.895.065   2.151.888    2.421.552    2.704.700
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Selama tahun 2026—2032, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
                 tahun 2026, total aset diproyeksikan sebesar Rp1,15 miliar hingga menjadi sebesar
                 Rp2,70 miliar pada tahun 2032. Total aset diproyeksikan mengalami rata-rata
                 pertumbuhan sebesar 15,33% per tahunnya.




                                                                                                                      57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




               Pada tahun 2026—2032 total liabilitas diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
               tahun 2026 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp50,03 juta hingga
               menjadi sebesar Rp124,40 juta di tahun 2032.


               Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
               2026, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp1,10 miliar hingga menjadi sebesar
               Rp2,58 miliar pada tahun 2032.


      7.8      Proyeksi Laba (Rugi)


               Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel berikut:


                                         Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
                Keterangan              2026        2027        2028        2029        2030        2031        2032

       Pendapatan                      1.250.000   2.625.000   2.756.250   2.894.063   3.038.766   3.190.704   3.350.239
       Beban Pokok Pendapatan          (937.500) (1.968.750) (2.067.188) (2.170.547) (2.279.074) (2.393.028) (2.512.679)
       Laba (Rugi) Kotor                312.500     656.250     689.063     723.516     759.691     797.676     837.560
       Beban Usaha                     (232.250)   (391.932)   (407.896)   (424.942)   (443.125)   (463.228)   (488.042)
       Laba (Rugi) Usaha                 80.250     264.318     281.167     298.574     316.566     334.448     349.517
       Beban Penyusutan & Amortisasi    (17.750)    (41.193)    (46.886)    (52.578)    (58.271)    (63.239)    (64.747)
       Pendapatan (Beban) Lain-lain            0           0           0           0           0           0           0
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak         62.500     223.125     234.281     245.995     258.295     271.210     284.770
       Pajak Final                       (1.656)     (5.913)     (6.208)     (6.519)     (6.845)     (7.187)     (7.546)
       Laba (Rugi) Bersih                60.844     217.212     228.073     239.476     251.450     264.023     277.224
      Sumber: Proyeksi Keuangan


               Selama tahun 2026—2032, total pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan.
               Pada tahun 2026, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp1,25 miliar yang
               kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp3,35 miliar pada tahun
               2032.


               Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
               dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
               penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta pada tahun 2026, Rp217,21
               juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028, Rp239,48 juta pada tahun
               2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02 juta pada tahun 2031,
               dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.


      7.9      Proyeksi Arus Kas


               Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel berikut ini:




                                                                                                               58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                          Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                     Keterangan          2026         2027          2028        2029        2030        2031         2032

       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       OPERASI
       Penerimaan Usaha                 1.044.521    2.193.493    2.303.168    2.418.326   2.539.243   2.666.205   2.799.515
       Penerimaan Piutang                       0     205.479       431.507     453.082     475.736     499.523      524.499
       Penerimaan dari Pendapatan               0             0            0           0           0           0             0
       Lain-lain
       Pembayaran Kepada Supplier       (558.700)   (1.180.870) (1.244.093) (1.302.308) (1.367.424) (1.435.795) (1.507.585)
       Penerimaan dari (pembayaran              0             0            0           0           0           0             0
       untuk) operasi lainnya
       Biaya Operasional                (232.250)    (391.932)     (407.896)   (424.942)   (443.125)   (463.228)    (488.042)
       Pajak Final                        (1.656)       (5.913)      (6.208)     (6.519)     (6.845)     (7.187)        (7.546)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI     (123.086)       32.758      249.602     269.421     285.956     302.307      315.769
       (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       INVESTASI
       Capital Expenditures, CAPEX      (542.000)     (35.297)      (35.297)    (35.297)    (35.297)    (35.297)     (35.297)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI     (542.000)     (35.297)      (35.297)    (35.297)    (35.297)    (35.297)     (35.297)
       (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
       PENDANAAN
       Modal Sendiri - I                 542.000              0            0           0           0           0             0
       Modal Sendiri - MK                500.000              0            0           0           0           0             0
       Pinjaman - KI                            0             0            0           0           0           0             0
       Pinjaman Bank - KMK                      0             0            0           0           0           0             0
       Pembayaran Bunga - KI                    0             0            0           0           0           0             0
       Pembayaran Bunga Bank - KMK              0             0            0           0           0           0             0
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI     1.042.000             0            0           0           0           0             0
       (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
       KENAIKAN (PENURUNAN) KAS          376.914        -2.540      214.305     234.123     250.658     267.010      280.472
       KAS AWAL TAHUN                           0     376.914       374.374     588.679     822.802    1.073.461   1.340.470
       KAS AKHIR TAHUN                   376.914      374.374       588.679     822.802    1.073.461   1.340.470   1.620.942
      Sumber: Proyeksi Keuangan


                 Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
                 meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah Rp376,91 juta
                 yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2031 menjadi sebesar Rp1,62
                 miliar.


      7.10       Analisis Titik Impas


                 Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
                 memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
                 dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
                 apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


                 BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
                                                             Total Biaya Tetap
                                          BEP   =
                                                     (1- (Total Biaya Variabel))
                                                                  Penjualan



                                                                                                                   59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
             masing-masing      periode     selama    masa      proyeksi.     Nilai   BEP     dalam     rupiah
             mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
             BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             adalah sebagai berikut:


                               Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
                   Tahun           Penjualan            Variable Cost         Fixed Cost           BEP

                   2026            1.250.000                937.500            250.000           1.000.000
                   2027            2.625.000             1.968.750             433.125           1.732.500
                   2028            2.756.250             2.067.188             454.781           1.819.125
                   2029            2.894.063             2.170.547             477.520           1.910.081
                   2030            3.038.766             2.279.074             501.396           2.005.585
                   2031            3.190.704             2.393.028             526.466           2.105.865
                   2032            3.350.239             2.512.679             552.789           2.211.158
                                                                  BEP Rata-rata (Rp.000)         1.826.331
                                                                          BEP Rata-rata (%)           68,00%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp1,25 miliar, tahun
             2026 sebesar Rp2,63 miliar, tahun tahun 2027 sebesar Rp2,76 miliar, tahun 2028
             sebesar Rp2,89 miliar, tahun 2029 sebesar Rp3,04 miliar, tahun 2030 sebesar
             Rp3,19 miliar, dan pada tahun 2031 sebesar Rp3,35 miliar. Sehingga rata-rata BEP
             Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi adalah
             sebesar Rp1,83 miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 23 Analisis Likuiditas
                                                                                         Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio             Quick Ratio
                                                                                         Total Assets Ratio
                       2026                  1256,43%                 1164,02%                 50,19%
                       2027                   891,66%                   795,78%                56,41%
                       2028                  1117,53%                 1017,92%                 63,09%
                       2029                  1308,01%                 1208,40%                 68,50%
                       2030                  1493,70%                 1394,09%                 73,08%
                       2031                  1673,77%                 1574,16%                 77,00%
                       2032                  1845,35%                 1745,74%                 80,27%




                                                                                                           60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                                                      Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio         Quick Ratio
                                                                                      Total Assets Ratio
                      Average                1369,49%              1271,44%                  66,93%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
             adanya penambahan kegiatan usaha.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 24 Analisis Solvabilitas
                                Tahun            Debt to Equity Ratio     Debt to Assets Ratio
                                2026                    4,54%                      4,34%
                                2027                    7,67%                      7,12%
                                2028                    6,61%                      6,20%
                                2029                    6,01%                      5,67%
                                2030                    5,53%                      5,24%
                                2031                    5,14%                      4,89%
                                2032                    4,82%                      4,60%
                              Average                   5,76%                      5,44%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
             usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 25 Analisis Profitabilitas
                           Tahun               Operating Profit Margin          Net Profit Margin
                            2026                        5,00%                        4,87%
                            2027                        8,50%                        8,27%
                            2028                        8,50%                        8,27%
                            2029                        8,50%                        8,27%
                            2030                        8,50%                        8,27%
                            2031                        8,50%                        8,27%
                            2032                        8,50%                        8,27%
                           Average                      8,00%                        7,79%




                                                                                                      61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 8,00% dan 7,79%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:


                                        Tabel 26 Return on Investment
                                        Laba Bersih        Total Investasi
                         Tahun                                                 ROI
                                            (Rp.000)          (Rp.000)
                         2026                     60.844         1.152.877            5,28%
                         2027                   217.212          1.421.325           15,28%
                         2028                   228.073          1.650.471           13,82%
                         2029                   239.476          1.895.065           12,64%
                         2030                   251.450          2.151.888           11,69%
                         2031                   264.023          2.421.552           10,90%
                         2032                   277.224          2.704.700           10,25%
                        Average                                                      11,41%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2032 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 11,41%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC       = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd             Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)



                                                                                              62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                           struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                           struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.


             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).

             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                            Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                               Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                        responsivitas    pengembalian        perusahaan   terhadap    pergerakan
                        pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan



                                                                                               63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).

             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).
                                            Tabel 27 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                   Yield
               FR0108                                   15-Jul-36                           6,1097%
               FR0106                                  15-Jun-40                            6,4290%
               FR0107                                  15-Jun-45                            6,5390%
               FR0102                                   15-Jul-54                           6,7094%
               FR0105                                   15-Jul-64                           6,7535%
                                        Rata-rata                                           6,5081%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                     16 Desember 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.


             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,69%.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang




                                                                                                 64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Construction Supplies per Januari
             2025 yaitu rata-rata sebesar 1,00.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                        Keterangan                      Biaya Modal untuk Ekuitas

                      Biaya Modal untuk Ekuitas
                      a.    Risk Free Rate ( Rf )                                            6,51%
                      b.    Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                      6,69%
                       c.   β (Beta)                                                          1,00
                       c.   Specific Risk                                                    0,00%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                        13,19%
                      Credit Default Spread                                                  1,62%
                      Biaya Modal untuk Ekuitas                                             11,57%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 11,57%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 8,75% seperti pada tabel berikut.


                                       Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital
                              Jenis Modal                      Biaya Modal       Bobot       Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                          6,70%       24,61%              1,65%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta           11,57%        75,39%              8,72%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                10,37%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan          NPV    positif   maka   proyek   ini   layak   dikerjakan    apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.




                                                                                                        65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk



                                                          𝑇
                                                                 𝐶𝐹𝑡
                                              𝑁𝑃𝑉 = ∑                   − 𝐶𝐹0
                                                               (1 + 𝑟)𝑡
                                                         𝑡−1

                    NPV         :     Net Present Value
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :     tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                        Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)

                                      Keterangan                          FCFF            PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2026                                                   578.942        2.118.758
                     2025                                                  (665.086)        (602.599)
                     2027                                                       (2.540)       (2.085)
                     2028                                                   214.305          159.398
                     2029                                                   234.123          157.779
                     2030                                                   250.658          153.051
                     2031                                                   267.010          147.718
                     2032                                                   280.472          140.587
                     Terminal Value                                        4.326.493       1.964.910
                   NPV                                                                     2.118.758
                 Discount Factor = 10,37%

              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR         :     Internal Rate of Return
                    CFt         :     arus kas pada periode t
                    CF0         :     arus kas investasi awal pada periode 0
                    r           :     tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                                    66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                     Tabel 31 Perhitungan IRR
                                                                         FCFF            PV FCFF
                                        Keterangan
                                                                       (Rp.000)          (Rp.000)
                        Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                          2026                                           (665.086)        (463.891)
                          2027                                                 (2.540)      (1.236)
                          2028                                               214.305        72.719
                          2029                                               234.123        55.411
                          2030                                               250.658        41.378
                          2031                                               267.010        30.744
                          2032                                               280.472        22.525
                          Terminal Value                                 4.326.493         242.350
                          NPV                                                                       0
                   IRR = 43,37%

              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).



                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                        𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                        PI          :     Profitability Index
                        CFI         :     nilai kini seluruh arus kas masuk
                        CFo         :     nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                                   Tabel 32 Perhitungan PI
                                                                                           PV FCFF
                                                 Keterangan
                                                                                          (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                                       3.218.464
                        Arus kas keluar                                                    (1.099.706)
                   PI                                                                         2,92666




                                                                                                         67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              d. Payback Period (PP)
                  Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                  investasi.


                                                   Tabel 33 Perhitungan PP
                                            NCF
                           No                                          Tahun                   Faktor
                                        (Rp.000)
                            1           (679.070)                      2026                     1,00
                            2           (18.024)                       2027                     1,00
                            3           212.560                        2028                     1,00
                            4           233.078                        2029                     1,00
                            5           249.443                        2030                     0,87
                            6           265.585                        2031                     0,00
                            7           278.919                        2032                     0,00
                                                    Total                                       4,87
                                              Payback Period                              4 Tahun 10 Bulan


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                      Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                        2026                  2027            2028           2029
                           Keterangan
                                                            0,50               1,50           2,50           3,50
               EBITDA                                        80.250            264.318         281.167        298.574


               CASH OUT FLOW
               - Tax                                         (1.656)            (5.913)         (6.208)        (6.519)
               - Interest (I x T) (2,65%)                          -                  -                -            -
               - Investment Outlays                     (542.000)                     -                -            -
               - Capital Expenditure, CAPEX                        -           (35.297)        (35.297)       (35.297)
               +/- Working Capital                      (201.679)             (225.647)        (25.356)       (22.634)
               TOTAL                                    (745.336)             (266.858)        (66.862)       (64.450)


               NET CASH FLOW                            (665.086)               (2.540)        214.305        234.123
               Terminal value    (3,00%)                           0                  0                0            0
               Discount factor (10,37%)                     0,90605            0,82092         0,74379        0,67391
               DISCOUNTED CASH FLOW                     (602.599)               (2.085)        159.398        157.779


               PROCEED                                  (665.086)             (667.626)       (453.321)      (219.198)


               PRESENT VALUE KAS MASUK                       72.710            216.984         209.130        201.212
               PRESENT VALUE KAS KELUAR                 (675.309)             (219.069)        (49.732)       (43.434)




                                                                                                                    68
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                 2030        2031        2032
                            Keterangan                                                 TOTAL
                                                 4,50        5,50         6,50
               EBITDA                             316.566    334.448      349.517      1.924.841


               CASH OUT FLOW
               - Tax                               (6.845)    (7.187)      (7.546)       (41.875)
               - Interest (I x T)                       -           -            0             -
               - Investment Outlays                     -           -            0      (542.000)
               - Capital Expenditure, CAPEX       (35.297)   (35.297)     (35.297)      (211.785)
               +/- Working Capital                (23.766)   (24.954)     (26.202)      (550.239)
               TOTAL                              (65.908)   (67.439)     (69.046)    (1.345.899)


               NET CASH FLOW                      250.658    267.010      280.472        578.942
               Terminal value    (3,00%)                0           0    3.920.007
               Discount factor (10,37%)           0,61060    0,55323      0,50125
               DISCOUNTED CASH FLOW               153.051    147.718     2.105.497     2.118.758


               PROCEED                             31.461    298.470      578.942


               PRESENT VALUE KAS MASUK            193.294    185.027     2.140.106     3.218.464
               PRESENT VALUE KAS KELUAR           (40.243)   (37.309)     (34.609)    (1.099.706)


               INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                                               43,37%
               NET PRESENT VALUE, NPV                                                  2.118.758
               PROFITABILITY INDEX, PI                                                   2,92666
               PAYBACK PERIOD, PP                                                4 Tahun 10 Bulan




             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                 NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil
                 NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                 karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                 IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                 discount rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                 bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                 (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                 PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                 dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                 keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                 PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                 mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
                 dan 10 bulan.



                                                                                               69
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      7.15   Analisis Sensitivitas


              Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
              maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


              −     Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
                    5,00%, 7,00%, dan 10,00%.
              −     Biaya Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                    7,00%, dan 10,00%.
              −     Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                    7,00%, dan 10,00%.
              −     Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                    7,00%, dan 10,00%.


                                  Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                                     KONDISI                        PERUBAHAN KONDISI
                       Keterangan
                                                     NORMAL           5,00%         10,00%         15,00%        20,00%
              1.     PENDAPATAN TURUN
                     Net Present Value (NPV)          2.118.758      2.060.806      2.002.854     1.944.902      1.886.950
                     Internal Rate of Return (IRR)       43,37%         42,90%         42,42%       41,93%         41,42%
                     Return On Investment (ROI)          11,41%         11,24%         11,07%       10,90%         10,72%
                     Profitability Index (PI)          2,92666        2,89424        2,86110       2,82724        2,79262
                     Payback Period (PP)              4 Th 10 Bln    4 Th 11 Bln    4 Th 11 Bln    5 Th 0 Bln    5 Th 0 Bln
                     BEP                              1.826.331      1.780.672      1.735.014     1.689.356      1.643.698
                     a. Rp.000
                     b. % terhadap pendapatan            68,00%         68,00%         68,00%       68,00%         68,00%
               2.    BIAYA INVESTASI NAIK
                     Net Present Value (NPV)          2.118.758      2.106.481      2.094.204     2.081.927      2.069.650
                     Internal Rate of Return (IRR)       43,37%         42,83%         42,30%       41,78%         41,28%
                     Return On Investment (ROI)          11,41%         11,41%         11,41%       11,41%         11,41%
                     Profitability Index (PI)          2,92666        2,89435        2,86274       2,83182        2,80155
                     Payback Period (PP)             4 Th 10 Bln    4 Th 11 Bln    4 Th 11 Bln    5 Th 0 Bln     5 Th 1 Bln
                     BEP                              1.826.331      1.826.331      1.826.331     1.826.331      1.826.331
                     a. Rp.000
                     b. % terhadap pendapatan            68,00%         68,00%         68,00%       68,00%         68,00%
               3.    STRUKTUR BIAYA NAIK
                     Net Present Value (NPV)          2.118.758      1.314.837       510.916      -293.006      -1.096.927
                     Internal Rate of Return (IRR)       43,37%         32,77%         20,42%         2,79%            N/A
                     Return On Investment (ROI)          11,41%          9,17%          6,40%         2,79%        -2,30%
                     Profitability Index (PI)          2,92666        2,20404        1,47118       0,72786       (0,02614)
                     Payback Period (PP)             4 Th 10 Bln     6 Th 3 Bln    8 Th 11 Bln    15 Th 0 Bln    15 Th 0 Bln
                     BEP                              1.826.331      2.023.772      2.256.055     2.533.297      2.869.948
                     a. Rp.000
                     b. % terhadap pendapatan            68,00%         75,35%         84,00%       94,32%        106,86%
               4.    DISCOUNT RATE NAIK
                     Net Present Value (NPV)          2.118.758      2.013.760      1.915.861     1.824.380      1.738.723
                     Internal Rate of Return (IRR)       43,37%         42,92%         42,49%       42,07%         41,68%
                     Return On Investment (ROI)          11,41%         11,41%         11,41%       11,41%         11,41%
                     Profitability Index (PI)          2,92666        2,83941        2,75780       2,68130        2,60945




                                                                                                                     70
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




                                                              KONDISI                       PERUBAHAN KONDISI
                                  Keterangan
                                                              NORMAL           5,00%        10,00%        15,00%           20,00%
                                Payback Period (PP)          4 Th 10 Bln     4 Th 10 Bln   4 Th 10 Bln   4 Th 10 Bln 4 Th 10 Bln
                                BEP                           1.826.331       1.826.331     1.826.331    1.826.331         1.826.331
                                a. Rp.000
                                b. % terhadap pendapatan            68,00%       68,00%        68,00%       68,00%           68,00%


              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                                       Gambar 20 Analisis Sensitivitas

                     2.500.000

                     2.000.000

                     1.500.000

                     1.000.000
              NPV (Rp.000)




                             500.000

                                      0
                                            NORMAL          2,50%             5,00%            7,50%              10,00%
                             (500.000)

                  (1.000.000)

                  (1.500.000)
                                              PENDAPATAN TURUN                             STRUKTUR BIAYA NAIK


                                              DISCOUNT RATE NAIK                           BIAYA INVESTASI NAIK


             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar Rp2,12 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
             pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp1,89 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
             investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp2,07 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur
             biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar negatif
             Rp1,10 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
             discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             Rp1,74 miliar.


             Dari analisis sensitivitas di atas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                                                               71
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan
             oleh Perseroan mencakup sektor konstruksi, infrastruktur, serta industri. Sektor-
             sektor tersebut membutuhkan pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan
             instalasi bangunan secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai kegiatan
             pembangunan, baik pada proyek pembangunan gedung, kawasan industri, fasilitas
             utilitas, maupun infrastruktur pendukung lainnya. Kebutuhan tersebut mencakup
             berbagai material konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi
             bangunan yang digunakan dalam kegiatan pembangunan dan instalasi utilitas pada
             berbagai proyek konstruksi. Berdasarkan grafik distribusi Produk Domestik Bruto
             (PDB) atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha pada Triwulan III 2025,
             sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 9,82% terhadap total PDB
             nasional. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi merupakan
             salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan
             ekonomi di Indonesia.


             Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di
             Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Pada triwulan III tahun
             2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 174,65, dan
             meningkat     menjadi    180,02   pada   triwulan   III   tahun   2025.   Kenaikan   ini
             mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,07% secara tahunan (y-on-y), yang
             menunjukkan adanya peningkatan nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan
             periode yang sama tahun sebelumnya.


             Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan
             konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan pada
             dasarnya masih berada dalam rantai nilai (value chain) yang sejalan dengan kegiatan
             usaha utama Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam menyediakan produk
             dan jasa yang berkaitan dengan sistem instalasi gas serta kegiatan konstruksi
             melalui layanan EPC, Perseroan dinilai memiliki pemahaman teknis, jaringan
             pemasok, serta hubungan bisnis dengan pelanggan yang relevan di sektor
             konstruksi dan industri. Hal ini memberikan nilai tambah bagi Perseroan dalam
             menjalankan kegiatan perdagangan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi,
             karena sebagian produk yang diperdagangkan memiliki keterkaitan dengan
             kebutuhan proyek konstruksi maupun instalasi utilitas.


             Secara keseluruhan, kondisi bisnis konstruksi menunjukkan tren pertumbuhan
             positif dan optimisme yang terjaga. Hal ini tercermin dari angka Indeks Kondisi
             Bisnis yang meningkat dari 51,50 pada Triwulan II menjadi 56,76 pada Triwulan III.
             Kenaikan ini didorong kuat oleh sektor operasional, di mana variabel Nilai



                                                                                                  72
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             Pekerjaan/Konstruksi yang Diselesaikan menjadi kontributor tertinggi dengan
             indeks mencapai 63,48, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas proyek
             yang signifikan di lapangan.


             Sasaran pasar Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini meliputi
             beberapa sektor, yaitu sektor konstruksi, sektor infrastruktur, sektor industri, serta
             distributor dan toko material bangunan. Adapun wilayah pemasaran yang dituju
             oleh Perseroan meliputi pasar domestik di seluruh wilayah Indonesia.


             Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
             tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta
             pada tahun 2026, Rp217,21 juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028,
             Rp239,48 juta pada tahun 2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02
             juta pada tahun 2031, dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.


             Untuk mencapai target pasar yang telah ditentukan, Perseroan akan menerapkan
             beberapa strategi pemasaran yaitu (1) Penjualan langsung; (2) Kerja sama dengan
             distributor dan pemasok; (3) Pemasaran digital; (4) Partisipasi dalam proyek dan
             tender; (5) Pelayanan pelanggan profesional.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, kapasitas operasional merupakan salah satu faktor
             penting dalam mendukung kelancaran kegiatan usaha Perseroan, khususnya dalam
             menjalankan     kegiatan   Perdagangan      Besar   Bahan    Konstruksi,    Perkakas,
             Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya. Dalam hal ini, Perseroan
             telah memiliki kemitraan dengan pemasok yang terpercaya, sehingga Perseroan
             dapat memastikan ketersediaan produk dengan kualitas yang sesuai dengan
             standar pasar dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Selain itu, kegiatan operasional
             Perseroan juga akan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti
             tersedianya kantor operasional yang digunakan untuk kegiatan administrasi dan
             pemasaran, gudang untuk penyimpanan produk dan material konstruksi, sarana
             transportasi untuk kegiatan distribusi barang, serta sistem administrasi dan
             manajemen penjualan.


             Selain itu, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 57 orang
             karyawan. Perseroan telah memiliki tenaga ahli untuk menjalankan kegiatan usaha
             baru ini, dengan mengisi posisi Project Manager yang telah bekerja sejak tahun
             2019. Proses operasional yang dilakukan Perseroan untuk kegiatan usaha baru ini
             diantaranya adalah (1) Identifikasi kebutuhan pasar; (2) Pengadaan produk dari



                                                                                                73
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             pemasok; (3) Penerimaan dan pemeriksaan barang; (4) Penyimpanan di Gudang; (5)
             Kegiatan pemasaran dan penawaran produk; (6) Penerimaan pesanan dari
             pelanggan; (7) Proses administrasi dan penyiapan barang; (8) Distribusi dan
             pengiriman barang; (9) Penerimaan barang oleh pelanggan; dan (10) Layanan purna
             jual.


             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
             kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
             antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki
             sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
             pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
             serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
             stakeholder; 2) Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat
             kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
             operasional perusahaan dengan efektif dan efisien; dan 3) Perseroan sampai saat
             ini didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-
             produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi
             kebutuhan pasar dengan baik.


             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
             kualitas produk dan layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
             intelektual; 3) Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan; 4)
             Melakukan inovasi produk secara berkelanjutan; dan 5) Memperkuat loyalitas
             konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.


             Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai
             diantaranya adalah: (1) Penambahan kegiatan usaha baru; (2) Menambah sumber
             pendapatan baru; (3) Meningkatan kinerja keuangan Perseroan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


              Dari Kajiam Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 57 orang karyawan
              yang akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya



                                                                                           74
Page 87
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




              manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
              akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
              proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh tenaga kerja
              yang meliputi manajemen dan administrasi, tenaga pemasaran dan penjualan,
              tenaga logistik dan distribusi, serta tenaga operasional gudang, dengan estimasi
              kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 9 orang.


              Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menghadapi berbagai
              potensi risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional maupun kinerja
              usaha. Adapun beberapa risiko utama yang dihadapi Perseroan antara lain: (1)
              Risiko rantai pasok; (2) Risiko fluktuasi harga komoditas; (3) Risiko kredit dan
              penagihan; dan (4) Risiko kepatuhan dan regulasi.


              Kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan didukung oleh beberapa aspek
              yaitu seperti struktur kepemimpinan yang kompeten, infrastruktur teknologi
              informasi, skalabilitas operasional, dan pengembangan kapasitas SDM. Sementara
              itu, berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
              melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


              Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
              variabel sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil
                NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.

             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.



                                                                                             75
Page 88
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk




             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
                dan 10 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
             paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Dengan    analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu
             Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
             Peralatan Pemanas Lainnya adalah layak.




                                                                                              76

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.62 MB
Published13 Apr 2026
Pages88
Characters254,328
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org KIAN SANTANG MULIATAMA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×285
linked org Negara Maju p.12 ×2
linked person Yudianto Prawiro Silianto p.15 ×4
linked person Ir. Agus Salim p.20 ×2
linked person Edy Nurhamid Amin p.20 ×3
linked — Taufik Dwicahyono p.20 ×2
linked person Fadjar Tri Ananda p.20 ×3
linked org Meta Epsi Tbk p.32 ×5
linked org Benteng Api Technic Tbk p.32 ×4
linked org Kokoh Inti Arebama Tbk p.32 ×4
linked org Catur Sentosa Adiprana Tbk p.32 ×2
linked org Radiant Utama Interinsco Tbk p.33 ×2
linked org Caturkarda Depo Bangunan Tbk p.33 ×2
linked org Manggung Polahraya Tbk p.33 ×4
linked org PT Catur Sentosa p.53
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org PT Kian Megah Investama p.20 ×3
possible org PT Platinum Berkah Abadi p.20 ×3
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.36
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved person Digitally signed by Endang Sunardi · Rekan | DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif p.6 ×2
unresolved org KJPP Syarif Endang dan Rekan p.6
unresolved org KJPP Syarif Endang p.6
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.13 ×2
unresolved person Artisa Khamelia Ramadayanti p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved person Rini Yulianti · Notaris p.14 ×3
unresolved person Akuntan Publik Sutrisno p.14
unresolved org Muliatama Tbk p.15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan p.15 ×4
unresolved person Muh. Nursyam Afriansyah p.15
unresolved person Anjani p.15
unresolved org Endang dan Rekan p.16
unresolved org KJPP p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.18
unresolved person Artisa Khamelia Ramadiyanti p.20
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20
unresolved org PT Pratiwi Putri Sulung p.23 ×2
unresolved org PT Steel Pipe Industry p.32 ×2
unresolved org Indonesia Tbk p.32
unresolved org Agro Yasa Lestari Tbk. p.33 ×4
unresolved org PT Intisumber Bajasakti p.33 ×2
unresolved org PT Suprajaya Duaribu Satu p.33 ×2
unresolved org PT Korsa Persada Asia p.33 ×2
unresolved org PT Tiga Mitracon Indonesia p.33 ×2
unresolved org PT Bangun Indo Pratama p.33 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.35 ×4
unresolved org Menteri p.35
unresolved org Menteri Keuangan p.35
unresolved org Bank Indonesia p.37 ×16
unresolved org Bank Indonesia Gambar p.37 ×3
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.39
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar p.41
unresolved org Surabaya Indonesia Tbk p.53
unresolved org Graha Mobisel p.53
unresolved org Adiprana Tbk p.53
unresolved org PT Radiant Utama p.53
unresolved org Mampang Interinsco Tbk p.53
unresolved org PT Caturkarda Depo p.53
unresolved org Bangunan Tbk p.53
unresolved org PT Jaya Konstruksi p.53
unresolved org Gedung B Manggala Pratama Tbk p.53
unresolved org Pondok Tbk p.53
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara p.61
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.76
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 12450 ms 12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result