Back to announcement
20260413_RGAS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_32070368_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review RGASSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 88
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR BAHAN KONSTRUKSI,
PERKAKAS, PERLENGKAPAN PERPIPAAN, DAN
PERALATAN PEMANAS LAINNYA
(KBLI 46739)
PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 6 April 2026
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR BAHAN KONSTRUKSI,
PERKAKAS, PERLENGKAPAN PERPIPAAN, DAN
PERALATAN PEMANAS LAINNYA
(KBLI 46739)
PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 6 April 2026
Page 3
No. 00005/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026 Bekasi, 6 April 2026
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
Blok A5 No. 8, Jatiluhur, Jatiasih
Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar Bahan
Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya
(KBLI 46739)
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
16 Februari 2026, PT Kian Santang Muliatama Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam
industri minyak dan gas, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan : PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya,
instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and
Construction (EPC) dalam industri minyak dan gas
Alamat : Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5 No. 8,
Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
Telepon : (021) 82748249
Website : kianmulia.com
Email : corsec@kianmulia.com
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya, serta
sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal
16 Februari 2026.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
HASIL ANALISIS KELAYAKAN
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666 Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun dan 10 bulan.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan
Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya adalah
layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
Digitally signed by Endang Sunardi
Rekan DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Endang dan Rekan,
MAPPI : No. 09-S-02341 email=syarifendangdanrekan@gmail.com
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal 16 Februari 2026;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
("KEPI"), serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia ("MAPPI");
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Sely Fera Pramesti, S.S. Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 22-A-11686
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 4
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 6
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 8
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 9
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 13
2.3 Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 19
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 20
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 20
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 20
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 21
2.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 22
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 22
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 22
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 23
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 23
2.13 Aspek Lingkungan ............................................................................................. 24
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 24
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 24
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 25
3.1 Kondisi Pasar ..................................................................................................... 25
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 31
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 38
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 39
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 40
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 40
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 41
3.8 Strategi Pemasaran............................................................................................. 42
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 43
4.1 Kapasitas ........................................................................................................... 43
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 43
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 44
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 47
5.1 Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 47
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 47
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 48
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 49
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 49
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 49
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 50
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 51
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 52
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 53
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 53
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 54
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 54
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 54
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 55
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 55
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 57
7.8 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 58
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 58
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 59
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 60
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 62
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 62
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 65
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 70
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 72
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 72
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 73
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 74
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 74
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 75
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 76
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 9
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 14
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 17
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 25
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 26
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 27
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 28
Tabel 9 Indeks Kondisi, Prospek, dan Masalah Bisnis Konstruksi Indonesia, Triwulan II dan
Triwulan III 2024 ................................................................................................ 40
Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ...................................................... 41
Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000) ...................................................... 53
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 54
Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000) ............................................................................... 55
Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 55
Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan ...................................................................... 56
Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000) ...................................................... 56
Tabel 17 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 56
Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000) ......................................................................... 57
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 57
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 58
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 59
Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 60
Tabel 23 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 60
Tabel 24 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 61
Tabel 25 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 61
Tabel 26 Return on Investment ........................................................................................ 62
Tabel 27 Surat Utang Negara ........................................................................................... 64
Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 65
Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 65
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 66
Tabel 31 Perhitungan IRR ................................................................................................ 67
Tabel 32 Perhitungan PI ................................................................................................... 67
Tabel 33 Perhitungan PP .................................................................................................. 68
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 68
Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 70
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan .................................................................. 19
Gambar 2 Grafik Inflasi Global ......................................................................................... 25
Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 ..................................... 27
Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 28
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 28
Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 29
Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang .. 29
Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 30
Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi ........................................................................................... 31
Gambar 10 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto ADHB Menurut Lapangan Usaha,
Triwulan III/2025 ........................................................................................... 32
Gambar 11 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap, Triwulan
III/2024–Triwulan III/2025 ............................................................................ 33
Gambar 12 Grafik ndeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari-Orang Pekerja
Harian, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025 .................................................. 33
Gambar 13 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan Upah,
Triwulan III/2024–Triwulan III/2025 .............................................................. 34
Gambar 14 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025......................................... 35
Gambar 15 Grafik Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023—2025 ........... 36
Gambar 16 Grafik Nilai Pengeluaran Bahan/Material Menurut Provinsi (Juta Rupiah), 2023
dan 2024 ....................................................................................................... 38
Gambar 17 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi (Juta Rupiah), 2024
...................................................................................................................... 38
Gambar 18 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 45
Gambar 19 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 52
Gambar 20 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 71
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Kian
Santang Muliatama Tbk (“Perseroan”) berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No.
0013/SPK/MSE-03/ES/II/2026, tanggal 16 Februari 2026, sebagai Penilai
Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan
Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Kian Santang Muliatama Tbk
Bidang Usaha : Perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan
lainnya, instalasi mekanikal, serta jasa Engineering,
Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
dan gas
Alamat : Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai, Blok A5
No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat,
17425
Telepon : (021) 82748249
Website : www.kianmulia.com
Email : corsec@kianmulia.com
1.4 Latar Belakang
PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris
No. 634, tanggal 28 November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn.,
Notaris di Bekasi. Akta Pendirian Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan
telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018,
tanggal 1 Desember 2018.
1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 dari Rini Yulianti, S.H., Notaris
di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha. Perubahan
ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum berdasarkan
Surat Keterangan No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025, tanggal 18 Juni 2025.
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2019.
Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang industri
gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk dan
manufaktur, serta perdagangan.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 46739 Aktivitas
Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
Peralatan Pemanas Lainnya yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan
Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (“KBLI 2025”).
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar
Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya
serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan
ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2021,
No. 00056/2.0925/AU.2/05/1259-2/1/IV/2022, tanggal 22 April 2022 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutrisno, S.E., M.Ak., CPA, CLI, CPP, CPI, dari
2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Kantor Akuntan Publik Sukardi Hasan & Rekan dengan opini wajar tanpa
modifikasian;
2. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022,
No. 00011/3.0449/AU.1/05/1286-1/1/IV/2023, tanggal 20 April 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
No. 00020/3.0449/AU.1/05/1286-2/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024,
No. 00007/3.0449/AU.1/05/1286-3/1/III/2025, tanggal 15 Maret 2025 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025,
No. 00013/3.0449/AU.1/05/1286-4/1/III/2026, tanggal 26 Maret 2026 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Yudianto Prawiro Silianto dari Kantor Akuntan
Publik Mennix & Rekan dengan opini wajar tanpa modifikasian;
6. Proyeksi Keuangan untuk tahun 2026 sampai dengan tahun 2032;
7. Legalitas Perseroan;
8. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
Bapak Muh. Nursyam Afriansyah sebagai Legal Corporate dan Ibu Anjani sebagai
Manager Marketing & Office;
9. Representation Letter No. 091/KSM-L/IV/2026, tanggal 1 April 2026,
sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha KBLI 46739 Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar,
2. Kajian Kelayakan Teknis,
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") merupakan sebuah Perseroan Terbatas
(PT) berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan
didirikan serta menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang
perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal,
serta jasa Engineering, Procurement, and Construction (EPC) dalam industri minyak
dan gas.
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28 November 2018
dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1 Desember 2018 dan telah didaftarkan
dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1 Desember
2018.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir berdasarkan Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 dari Rini Yulianti, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Timur, sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha.
Perubahan ini telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dan tercatat di Sistem Administrasi Badan Hukum
berdasarkan Surat Keterangan No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025, tanggal
18 Juni 2025.
Kantor pusat Perseroan berdomisili di Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika
Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425
dengan nomor telepon (021) 82748249, dan website www.kianmulia.com.
2.1.1 Bidang Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan
Perseroan ialah berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan,
Industri, Jasa dan Pengangkutan. Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha
Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini adalah Perdagangan Besar Mesin
Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan memperoleh izin dalam
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Kegiatan usaha Perseroan
1) Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230);
2) Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599);
3) Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI
46696);
4) Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202);
5) Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130);
6) Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915);
7) Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223);
8) Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205);
9) Industri Alat Ukur dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).
10) Instalasi Mekanikal (KBLI 43291);
11) Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI
46610);
12) Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi Dan Pengontrol (KBLI 33131);
13) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513);
14) Industri Alat Ukur Dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512);
15) Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013);
16) Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204);
17) Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129);
18) Instalasi Listrik (KBLI 43211); dan
19) Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (46100);
20) Instalasi Elektronika (KBLI 43213);
21) Aktivitas Penyedia Gabungan Jasa Penunjang Fasilitas (KBLI 81100).
Perseroan saat ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang
industri gas, meliputi engineering, procurement and construction (EPC), jasa produk
dan manufaktur, serta perdagangan.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan
kegiatan usaha baru yaitu KBLI 46739, Perdagangan Besar Bahan Konstruksi,
Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya, yang
ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang
mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”).
Penambahan kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2026 dengan
tanggal penilaian laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2025.
7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Rp40 per Saham
Jumlah Saham
Pemegang Saham Persentase
Ditempatkan dan Jumlah (Rp)
Kepemilikan (%)
Disetor Penuh
1. Ir. Agus Salim 253.125.000 17,35 10.125.000.000
2. Edy Nurhamid Amin 210.937.500 14,46 8.437.500.000
3. Taufik Dwicahyono 210.937.500 14,46 8.437.500.000
4. Fadjar Tri Ananda 168.750.000 11,56 6.750.000.000
5. PT Kian Megah Investama 140.625.000 9,64 5.625.000.000
6. PT Platinum Berkah Abadi 140.625.000 9,64 5.625.000.000
7. Masyarakat 334.234.110 22,90 13.369.364.400
Total 1.459.234.110 100,00 58.369.364.400
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan Audited 2025
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Irvan Surya Dewantara
Komisaris Independen : Richard Leonardus Adikarta
Dewan Direksi
Direktur Utama : Edy Nurhamid Amin
Direktur : Sutarno
Direktur : Fadjar Tri Ananda
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 634, tanggal 28 November 2018 dari
Artisa Khamelia Ramadiyanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi.
• Pengesahan Akta Pendirian dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam
Surat Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal
1 Desember 2018.
8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• Perubahan terakhir pada Akta No. 19, tanggal 16 Juni 2025 oleh Notaris Rini
Yulianti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Timur.
• Pengesahan Akta Perubahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam surat No. AHU-0039658.AH.01.02.Tahun 2025,
tanggal 18 Juni 2025.
• NPWP Perseroan: 0867 3196 3444 7000
• NIB Perizinan Berusahan Berbasis Risiko: 8120217222061.
• Sertifikat ISO 14001:2015 Enviromental Management System, No. 0131E482023
tanggal 31 Januari 2023.
• Sertifikat ISO 9001:2015 Quality Management System, No. 0131Q481923
tanggal 31 Januari 2023.
2.2 Kinerja Keuangan
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan yang diaudit per 31 Desember
2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, 31 Desember 2024 dan 31 Desember
2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2020 sampai dengan 31 Desember
2025 adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 44.769.812 9.554.903 23.404.810 15.047.119 2.764.997
Investasi jangka pendek - 16.751 8.815 -
Piutang usaha 55.014.125 10.915.191 14.232.303 19.093.820 6.960.525
Pihak berelasi 46.546.470 170.663 4.377.904 5.590.308 5.083.501
Pihak ketiga 8.467.655 10.744.529 9.854.399 13.503.512 1.877.023
Aset kontrak 25.095.973 5.372.067 - -
Persediaan 15.864.578 87.865.426 14.022.396 8.318.013 5.073.443
Barang dagang 14.511.139 32.860.171 12.858.906 6.325.123 5.073.443
Konverter kit 1.353.439 55.005.255 1.163.490 1.992.890 -
Piutang lain-lain 2.343.625 27.427 537.257 245.575 1.252.187
Piutang berelasi - - - - -
Pekerjaan proyek dalam 4.475.998 - - -
pelaksanaan
Biaya dibayar di muka 68.875 13.889 387.163 306.122 -
Pajak dibayar di muka 2.151.276 7.430.509 365.652 450 -
Uang muka 195.517 2.108.445 8.499.045 349.500 96.059
Aset lancar lainnya 2.124.145 1.185.715 - - -
Total Aset Lancar 127.007.951 144.197.478 66.837.445 43.369.415 16.147.209
9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Audited Audited Audited Audited Audited
-11,92% 115,74% 54,11% 168,59% -28,34%
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Harga perolehan
Kepemilikan Langsung
Hak atas tanah 6.223.000 6.223.000 1.113.000 - -
Bangunan 8.786.991 8.786.991 6.290.038 2.764.038 2.764.038
Peralatan kantor 5.645.983 4.830.924 3.987.114 537.528 442.794
Kendaraan 2.442.948 1.742.126 1.147.500 16.632 -
Mesin 3.023.068 2.363.858 1.742.126 - -
Aset dalam penyelesaian - - 1.113.000 -
Total Harga Perolehan 26.121.990 23.946.900 14.279.777 4.431.197 3.206.832
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan Langsung
Bangunan (1.369.226) (929.876) (532.859) (380.074) (241.872)
Peralatan kantor (3.700.830) (2.992.325) (2.685.457) (307.193) (184.475)
Mesin (933.361) (658.018) (131.484) - -
Kendaraan (510.643) (384.382) (165.369) (277) -
Total akumulasi penyusutan (6.514.060) (4.964.601) (3.515.169) (687.544) (426.347)
Nilai Buku 19.607.930 18.982.299 10.764.608 3.743.653 2.780.485
Aset pajak tangguhan 892.702 418.704 296.865 36.208 -
Investasi pada entitas asosiasi 235.887 238.436 271.906 - -
Aset hak guna 462.737 - - - -
Aset tak berwujud 7.082.023 8.236.875 9.429.375 - -
Goodwill 2.638.310 2.638.310 2.638.310 - -
Total Aset Tidak Lancar 30.919.590 30.514.625 23.401.064 3.779.861 2.780.485
1,33% 30,40% 519,10% 35,94% -5,37%
TOTAL ASET 157.927.541 174.712.103 90.238.510 47.149.276 18.927.695
-9,61% 93,61% 91,39% 149,10% -25,69%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 31.492.175 51.475.629 3.434.115 4.795.257 2.640.670
Pihak berelasi 14.500 14.500 238.000 2.082.786 -
Pihak ketiga 31.477.675 51.461.129 3.196.115 2.712.472 2.640.670
Utang lain-lain 159.236 11.575.835 - - -
Pihak berelasi 69.130 6.309.263 - - -
Pihak ketiga 90.106 5.266.572 - - -
Utang bank 18.721.566 - - - -
Biaya yang masih harus dibayar 1.210.933 2.206.213 500.891 206.478 8.676.744
Utang pajak 643.386 1.007.034 113.059 2.052.901 799.675
Utang jangka pendek lainnya 1.150.000
Liabilitas jangka Panjang yang
jatuh tempo dalam 1 tahun
Liabilitas sewa 101.984 - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 52.329.280 66.264.711 4.048.066 7.054.637 13.267.089
1536,95% -42,62% -46,83% -38,07%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas diestimasi atas
imbalan kerja 1.613.411 1.119.150 728.825 146.698 29.177
Utang bank - 19.255.032 - - -
10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas jangka Panjang jatuh
tempo lebih dari 1 tahun:
Liabilitas sewa 83.077 - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang 1.696.488 20.374.182 728.825 146.698 29.177
-91,67% 2695,49% 396,82% 402,79% -52,02%
TOTAL LIABILITAS 54.025.768 86.638.893 4.776.891 7.201.335 13.296.266
-37,64% 1713,71% -33,67% -45,84% -38,11%
EKUITAS
Modal saham 58.369.364 58.369.364 58.368.000 13.000.000 2.000.000
Ir Agus Salim 10.125.000 10.125.000 10.125.000 3.900.000 600.000
Taufik Dwicahyono 8.437.500 8.437.500 8.437.500 3.250.000 500.000
Edy Nurhamid Amin 8.437.500 8.437.500 8.437.500 3.250.000 500.000
Fadjar Tri Ananda 6.750.000 6.750.000 6.750.000 2.600.000 400.000
PT Kian Megah Investama 5.625.000 5.625.000 5.625.000 - -
PT Platinum Berkah Abadi 5.625.000 5.625.000 5.625.000 - -
PT Pratiwi Putri Sulung - - - - -
Masyarakat 13.369.364 13.369.364 13.368.000 - -
Tambahan modal disetor 15.442.635 15.442.635 15.436.836 17.000.000 -
Saldo laba 30.019.948 14.091.833 11.434.443 9.956.280 3.631.429
Komponen ekuitas lainnya (49.556) 72.367 138.968 (8.339) -
Total 103.782.392 87.976.200 85.378.246 39.947.941 5.631.429
Kepentingan non pengendali 119.382 97.011 83.373 - -
Total Ekuitas 103.901.774 88.073.210 85.461.619 39.947.941 5.631.429
17,97% 3,06% 113,93% 609,37% 41,21%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 157.927.541 174.712.103 90.238.510 47.149.276 18.927.695
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp18,93
miliar, turun sebesar 25,69% dari Rp25,47 miliar yang dicatat tahun 2020. Total
aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp16,15 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp2,78 miliar. Penurunan aset terutama disebabkan karena turunnya
piutang usaha yang sebelumnya Rp13,09 miliar turun 46,83% menjadi sebesar
Rp6,96 miliar pada aset lancar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp47,15
miliar, meningkat sebesar 149,10% dari Rp18,93 miliar yang dicatat tahun
2021. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp43,37 miliar dan aset
tidak lancar sebesar Rp3,78 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan dari
piutang usaha yang sebelumnya sebesar Rp6,96 miliar naik 174,32% menjadi
sebesar Rp19,03 miliar pada aset lancar.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp90,24
miliar, meningkat sebesar 91,39% dari Rp47,15 miliar yang dicatat tahun 2022.
Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,84 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp23,40 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan kas dan
setara kas yang naik menjadi Rp23,40 miliar dari tahun sebelumnya sebesar
11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Rp15,05 miliar, serta naiknya total persediaan sebesar Rp14,02 miliar yang
sebelumnya sebesar Rp8,32 miliar dan naiknya uang muka sebesar Rp8,50
miliar dari yang sebelumnya hanya Rp349,50 juta didalam aset lancar.
Kemudian peningkatan total aset juga di pengaruhi oleh terdapatnya aset tak
berwujud sebesar Rp9,43 miliar dan goodwill sebesar Rp2,64 miliar pada aset
tidak lancar.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp174,71
miliar, meningkat sebesar 93,61% dari sebesar Rp90,24 miliar yang tercatat
pada tahun 2023. Peningkatan total aset terutama disebabkan oleh
meningkatnya aset lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar
Rp14,02 miliar, menjadi sebesar Rp87,87 miliar. Sementara itu, dari sisi aset
tidak lancar juga terdapat peningkatan aset tetap yang semula tercatat sebesar
Rp10,76 miliar menjadi sebesar Rp18,98 miliar.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp157,93
miliar, menurun sebesar 9,61% dari sebesar Rp174,71 miliar yang tercatat pada
tahun 2024. Penurunan total aset terutama disebabkan oleh menurunnya aset
lancar dari sisi persediaan yang semula tercatat sebesar Rp87,87 miliar,
menjadi sebesar Rp15,86 miliar.
Liabilitas
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp13,30
miliar, turun 38,11% dari 31 Desember 2020. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas
jangka pendek sebesar Rp13,27 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar
Rp29,18 juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang jangka pendek lainnya
yang sebesar Rp12,25 miliar turun 90,61% menjadi sebesar Rp1,15 miliar di sisi
liabilitas jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp7,20 miliar,
turun 45,84% dari 31 Desember 2021. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
pendek sebesar Rp7,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp146,70
juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari biaya yang masih harus dibayar yang
sebelumnya sebesar Rp8,68 miliar turun 97,62% menjadi sebesar Rp206,48 juta
di sisi liabilitas jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp4,78 miliar,
turun 33,67% dari 31 Desember 2022. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka
pendek sebesar Rp4,05 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp728,83
juta. Penurunan liabilitas disebabkan dari utang usaha yang sebelumnya Rp4,80
miliar turun 28,39% menjadi sebesar Rp3,43 miliar, kemudian utang pajak yang
sebelumnya Rp2,05 miliar turun 94,49% menjadi Rp113,06 juta di sisi liabilitas
jangka pendek.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2024 tercatat sebesar Rp86,64
miliar, meningkat sebesar 1713,71% dari total liabilitas pada 31 Desember
2023. Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp66,26 miliar
dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp20,37 miliar. Meningkatnya liabilitas
12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
nihil pada 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp19,26 miliar pada 31
Desember 2024.
• Total liabilitas Perseroan pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp54,03
miliar, menurun sebesar 37,64% dari total liabilitas pada 31 Desember 2024.
Liabilitas ini terdiri dari liabilitas jangka pendek sebesar Rp52,33 miliar dan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,70 miliar. Menurunnya liabilitas
disebabkan pada sisi liabilitas jangka panjang berupa utang bank yang semula
Rp19,26 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi sebesar nihil pada 31
Desember 2025.
Ekuitas
• Pada 31 Desember 2021, total ekuitas meningkat sebesar Rp1,64 miliar
menjadi sebesar Rp5,63 miliar atau sebesar 41,21% dari ekuitas tahun 2020.
Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari saldo laba di tahun 2021 yang
bertambah 82,66% dari Rp1,99 miliar menjadi Rp3,63 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp34,32
miliar menjadi sebesar Rp39,95 miliar atau sebesar 609,37% dari ekuitas tahun
2021. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham sebesar Rp2,00
naik Rp11,00 atau 550,00% menjadi Rp13,00, kemudian dari sisi tambahan
modal disetor yang sebesar Rp17,00 miliar dan saldo laba yang sebelumnya
sebesar Rp3,63 miliar naik 174,17% di tahun 2022 atau menjadi Rp9,96 miliar.
• Pada 31 Desember 2023, total ekuitas meningkat signifikan sebesar Rp45,51
miliar menjadi sebesar Rp85,46 miliar atau sebesar 113,93% dari ekuitas tahun
2022. Peningkatan ekuitas ini dikontribusi dari modal saham yang sebesar
Rp13,00 miliar bertambah sebesar Rp45,36 miliar atau sebesar 348,98%
menjadi sebesar Rp58,37 miliar. Kemudian, dari sisi saldo laba yang sebesar
Rp9,96 miliar naik 14,85% menjadi sebesar Rp11,43 miliar di tahun 2023.
• Pada 31 Desember 2024, total ekuitas meningkat sebesar 3,06% dari ekuitas
pada 31 Desember 2023 yang tercatat sebesar Rp85,46 miliar menjadi sebesar
Rp88,07 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
dari sebesar Rp11,43 miliar pada 31 Desember 2023, menjadi sebesar Rp14,09
miliar di tahun 2024.
• Pada 31 Desember 2025, total ekuitas meningkat sebesar 17,97% dari ekuitas
pada 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp88,07 miliar menjadi sebesar
Rp103,90 miliar. Peningkatan ekuitas disebabkan oleh meningkatnya saldo laba
dari sebesar Rp14,09 miliar pada 31 Desember 2024, menjadi sebesar Rp30,02
miliar di tahun 2025.
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Audited Audited Audited Audited Audited
12,63% 51,09% 3,33% 10,17%
PENDAPATAN 272.539.443 72.525.963 64.391.661 42.618.875 41.244.048
Barang dagang 210.105.538 26.657.240 50.804.487 39.592.532 -
Jasa inspeksi 3.752.475 6.023.382 8.396.255 - -
Jasa konstruksi 42.317.922 24.372.018 5.190.918 2.316.591 41.244.048
Jasa lain-lain 16.363.507 15.473.323 - 709.751 -
BEBAN POKOK PENDAPATAN (229.691.071) (47.101.538) (39.873.188) (31.150.890) (35.469.868)
Barang dagang (168.135.706) (28.328.804) (32.304.093) (28.397.890) -
Beban pokok jasa (61.555.365) (18.772.735) (7.569.095) (2.753.000) (35.469.868)
LABA BRUTO 42.848.371 25.424.425 24.518.472 11.467.985 5.774.180
3,69% 113,80% 98,61% 45,53%
BEBAN USAHA (19.153.057) (18.330.867) (15.711.780) (4.240.898) (3.754.688)
Pegawai (8.972.670) (8.866.656) (7.172.410) (2.503.260) (2.138.739)
Outsourcing - - (1.522.485) - -
Biaya profesional (263.737) (523.287) (1.111.430) - -
Perjalanan dinas (694.937) (797.388) (1.074.664) (599.145) (540.986)
Penyusutan (1.622.521) (1.449.432) (1.059.791) (261.197) (237.937)
Makan dan minum (642.282) (658.485) (720.747) (230.226) (138.907)
Peralatan kantor (1.581.067) (1.198.203) (846.832) (173.262) (163.835)
Sumbangan (789.224) (603.671) (411.738) (137.592) (131.553)
Imbalan kerja (337.748) (307.188) (267.716) (113.689) -
Amortisasi (1.286.262) (1.207.500) (200.625) - -
Pajak (194.629) (208.424) (194.410) - -
Administrasi kantor (1.414.663) (1.322.060) (474.514) (95.827) (212.802)
Utilitas (317.052) (274.781) (172.492) (69.999) (90.987)
Sewa (728.926) (430.569) (217.533) (15.500) (7.750)
Sertifikat (170.538) (345.212) (106.000) - -
Asuransi (22.443) (84.036)
Pelatihan (25.899) (30.449) (99.116) (877) (33.041)
Kesehatan (3.833) (13.401) (3.963) - -
Lain-lain (84.624) (10.126) (55.315) (40.324) (58.151)
LABA USAHA 23.695.314 7.093.558 8.806.693 7.227.087 2.019.492
234,04% -19,45% 21,86% 257,87% -9,61%
Pendapatan (beban) lain- (4.052.940) (1.403.733) (423.325) 894.694 52.591
lain
Pendapatan lain-lain 129.259 146.227 365.650 1.298.234 76.806
Beban lain-lain (4.182.200) (1.549.960) (788.975) (403.539) (24.215)
LABA SEBELUM PAJAK
19.642.374 5.689.825 8.383.367 8.121.781 2.072.083
PENGHASILAN
245,22% -32,13% 3,22% 291,96% -9,88%
Taksiran beban pajak (3.691.731) (3.020.550) (1.894.898) (1.846.848) (428.684)
Kini - - - - (425.184)
Final - - - - (3.500)
LABA TAHUN BERJALAN 15.950.643 2.669.275 6.488.469 6.274.933 1.643.399
497,56% -58,86% 3,40% 281,83% 0,39%
Penghasilan Komprehensif
14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
31Desember 31Desember 31Desember 31Desember 31Desember
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021
Audited Audited Audited Audited Audited
Pos-pos yang tidak
akan direklasifikasi
ke laba rugi
Keuntungan (156.513) (83.137) 188.854 (3.832)
(kerugian)
aktuaria
Pajak penghasilan 34.433 18.290 (41.548) 843
terkait
JUMLAH LABA
KOMPREHENSIF TAHUN 15.828.563 2.604.428 6.635.775 6.271.944
BERJALAN
-60,75% 5,80% 281,64%
Jumlah laba tahun berjalan
yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 15.928.115 2.657.391 6.478.162 6.274.933
Kepentingan non 22.528 11.884
10.306 -
pengendali
LABA TAHUN BERJALAN 15.950.643 2.669.275 6.488.469 6.274.933
Jumlah laba komprehensif
tahun berjalan yang
dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 15.806.192 2.590.790 6.625.469 6.271.944
Kepentingan non 22.371
13.638 10.306 -
pengendali
JUMLAH LABA 15.828.563
KOMPREHENSIF TAHUN 2.604.428 6.635.775 6.271.944
BERJALAN
Laba Per Saham 10,92 1,82 6,86 39,90
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp41,24 miliar,
meningkat 10,17% dari tahun 2020. Peningkatan pendapatan utamanya
dikontribusi oleh jasa konstruksi yang meningkat sebesar Rp3,81 miliar dari
tahun sebelumnya.
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp42,62 miliar,
meningkat 3,33% dari tahun 2021. Peningkatan pendapatan utamanya
dikontribusi oleh mulai diterimanya pendapatan dari barang dagang sebesar
Rp39,59 miliar serta jasa lain-lain sebesar Rp709,75 juta.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp64,39 miliar
naik 51,09% dari tahun 2022. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
oleh pendapatan dari barang dagang sebesar Rp50,80 miliar, jasa inspeksi
sebesar Rp8,40 miliar, dan jasa konstruksi sebesar Rp5,19 miliar.
• Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp72,53 miliar
naik 12,63% dari tahun 2023. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp26,66 miliar serta pendapatan jasa
konstruksi sebesar Rp24,37 miliar.
• Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp272,54 miliar
naik 275,78% dari tahun 2024. Peningkatan pendapatan utamanya dikontribusi
oleh pendapatan barang dagang sebesar Rp210,11 miliar serta pendapatan jasa
konstruksi sebesar Rp42,32 miliar.
Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 sebesar Rp35,47 miliar meningkat
sebesar 5,98% dari tahun 2020. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 45,53% menjadi Rp5,77 miliar di tahun 2021.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 sebesar Rp31,15 miliar menurun
sebesar 12,18% dari tahun 2021. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 98,61% menjadi Rp11,47 miliar di tahun 2021.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp39,87 miliar meningkat
sebesar 28,00% dari tahun 2022. Sehingga, laba bruto Perseroan tercatat
meningkat sebesar 113,80% menjadi Rp24,52 miliar di tahun 2023.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp47,10 miliar,
meningkat sebesar 18,13% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto Perseroan
tercatat meningkat sebesar 3,69% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp229,69 miliar,
meningkat sebesar 387,65% dari tahun 2024. Sehingga laba bruto Perseroan
tercatat meningkat sebesar 68,53% menjadi Rp25,42 miliar di tahun 2024.
Beban Usaha dan Laba Usaha
• Beban usaha pada tahun 2021 sebesar Rp3,75 miliar meningkat 81,15% dari
tahun 2020. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat menurun sebesar 9,61%
menjadi Rp2,02 miliar di tahun 2021.
• Beban usaha pada tahun 2022 sebesar Rp4,24 miliar meningkat 12,95% dari
tahun 2021. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat sebesar 257,87%
menjadi Rp7,23 miliar di tahun 2022.
• Beban usaha pada tahun 2023 sebesar Rp15,71 miliar meningkat signifikan
270,48% dari tahun 2022. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat meningkat
sebesar 21,86% menjadi Rp8,81 miliar di tahun 2023.
• Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp18,33 miliar, meningkat
sebesar 16,67% dari tahun 2023. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
menurun sebesar 19,45% menjadi sebesar Rp7,09 miliar pada tahun 2024.
• Beban usaha pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp19,15 miliar, meningkat
sebesar 4,49% dari tahun 2024. Sehingga, laba usaha Perseroan tercatat
meningkat sebesar 234,04% menjadi sebesar Rp23,70 miliar pada tahun 2025.
16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Laba Tahun Berjalan, Laba Komprehensif, dan Laba Per Saham
• Laba tahun berjalan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp1,64 miliar atau
meningkat sebesar 0,39% dari tahun sebelumnya.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar atau
meningkat signifikan sebesar 281,83% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
komprehensif pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp6,27 miliar dengan laba per
saham sebesar Rp39,90,-.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,49 miliar atau
meningkat sebesar 3,40% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,64 miliar dengan laba per saham sebesar
Rp6,86,-.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,67 miliar atau
menurun sebesar 58,86% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba komprehensif
pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp2,60 miliar dengan laba per saham sebesar
Rp1,82,-.
• Laba tahun berjalan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp15,95 miliar atau
meningkat sebesar 497,56% dari tahun sebelumnya. Sedangkan laba
komprehensif pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp15,83 miliar dengan laba per
saham sebesar Rp10,92,-.
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 190,68% 217,61% 1651,10% 614,76% 121,71% 569,58%
Quick Ratio 47,29% 30,89% 929,76% 483,95% 73,31% 341,72%
Working Capital To Total Assets 190,68% 44,61% 69,58% 77,02% 15,22% 50,74%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 1,73 0,42 0,71 0,90 2,18 1,19
Inventory Turnover (X) 14,48 0,54 2,84 3,74 6,99 5,72
Average Days Inventory (Day) 25,21 680,89 128,36 97,46 52,21 196,83
Account Receivable Turnover (X) 4,95 6,64 4,52 2,23 5,93 4,86
Average Collection Period (Day) 73,68 54,93 80,67 163,52 61,60 86,88
Working Capital Turnover (X) 3,65 0,93 1,03 1,17 14,32 4,22
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 52,00% 98,37% 5,59% 18,03% 236,11% 82,02%
Total Debt to Asset Ratio 34,21% 49,59% 5,29% 15,27% 70,25% 34,92%
Long Term Debt To Equity Ratio 1,63% 23,13% 0,85% 0,37% 0,52% 5,30%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 15,72% 35,06% 38,08% 26,91% 14,00% 25,95%
Operating Profit Margin 8,69% 9,78% 13,68% 16,96% 4,90% 10,80%
Net Profit Margin 5,85% 3,68% 10,08% 14,72% 3,98% 7,66%
Rate of Return on Investment 10,10% 1,53% 7,19% 13,31% 8,68% 8,16%
Rate of Return on Equity 15,35% 3,03% 7,59% 15,71% 29,18% 14,17%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Rasio Likuiditas
Selama periode 2021—2025, rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio
dan quick ratio adalah sebesar 569,58% dan 341,72%. Sementara itu untuk working
capital to total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 50,74%. Hal ini menunjukkan
bahwa Perseroan memiliki aset lancar yang bersifat likuid untuk membayar seluruh
utang jangka pendeknya.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset-
aset yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata
perputaran aset adalah sebanyak 1,19 kali. Rasio ini mengindikasikan bahwa
efektivitas penggunaan aset oleh Perseroan berada pada tingkat yang cukup
memadai, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan agar dapat
menghasilkan pendapatan yang lebih optimal.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan
perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
rata DER sebesar 82,02%, yang berarti bahwa struktur permodalan Perseroan masih
tergolong sehat dengan proporsi utang yang lebih rendah dibandingkan dengan
ekuitas. Sementara itu, rata-rata DAR adalah sebesar 34,92%, yang menunjukkan
bahwa perusahaan memiliki risiko keuangan di tingkat menengah karena masih
memiliki ketergantungan terhadap pembiayaan aset melalui utang.
Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
menghasilkan sebuah laba. Selama periode 2021—2025, rata-rata gross profit
margin sebesar 25,95%. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor
dengan besarnya tingkat pendapatan. Sementara itu rata-rata net profit margin
sebesar 7,66%. Net profit margin merupakan rasio yang membandingkan antara
laba bersih yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan bersih.
Selama periode 2021—2025, rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI)
adalah sebesar 8,16%, menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit
keuntungan dan dapat menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan.
Selain itu, rata-rata tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 14,17%,
yang juga menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari
jumlah ekuitas yang diinvestasikan.
18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Secara umum, kegiatan utama Perseroan dibagi menjadi 2 (dua) segmen; produk
dan jasa. Produk terdiri dari penjualan produk seperti regulator, transition fitting,
converter kit, dan lain-lain. Sedangkan untuk segmen jasa; terdiri dari jasa
konstruksi (seperti pembangunan gas metering and regulating station, regulator
sector). Berikut penjelasan dari kegiatan usaha Perseroan:
Gambar 1 Produk-Produk Instalasi Perseroan
Sumber: Company Profile Perseroan
1. Trading
Perseroan menyediakan berbagai macam peralatan dan sistem yang
berhubungan dengan instalasi gas untuk diperjualbelikan.
2. EPC
Perseroan memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan Engineering,
Procurement, Construction, yang utamanya di sektor gas industri dan city gas.
Di bidang EPC, KSM melakukan beberapa pekerjaan seperti design &
engineering, infracstructure works, fabrication works, instalation site dan
testing & commisioning.
3. Services
Perseroan menyediakan jasa dalam bidang kalibrasi (wet cal), perbikan peralatan
gas, pengujian & komisioning dari perusahaan-perusahaan migas.
19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
4. Product & Manufacturing
Perseroan juga menyediakan produk-produk seperti converter kit seperti ABG &
Ergas, regulator & meteran gas rumah tangga merek Ergas, fitting transisi merek
Kians, pengukur tekanan, sistem bau gas, stasiun metering & regulasi (MRS),
sektor regulator (RS), dan juga filter gas.
Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru yakni KBLI
46739, Perseroan berencana melakukan perdagangan besar bahan konstruksi,
perlengkapan instalasi perpipaan, dan peralatan pemanas untuk mendukung
kegiatan pembangunan, konstruksi, dan industri. Produk tersebut ditujukan bagi
sektor konstruksi, proyek infrastruktur, industri manufaktur, serta perusahaan
kontraktor yang membutuhkan material dan perlengkapan instalasi dalam jumlah
besar. Jenis produk yang akan diperdagangkan diantaranya: pipa dan perlengkapan
perpipaan, valve, fitting, selang industri, perkakas konstruksi, water heater, dan
peralatan instalasi bangunan atau perlengkapan konstruksi lainnya.
2.4 Teknologi yang Digunakan
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha pada KBLI 46739 (Perdagangan Besar
Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas
Lainnya), Perseroan tidak menggunakan teknologi khusus dalam kegiatan
operasionalnya karena kegiatan usaha yang dijalankan berfokus pada perdagangan
produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur.
2.5 Pasar yang Dituju
Perseroan menargetkan penyerapan produk pada perusahaan kontraktor
konstruksi, perusahaan EPC, proyek pembangunan infrastruktur, perusahaan
manufaktur dan industri, serta distributor atau toko bahan bangunan berskala
besar.
2.6 Pesaing dan Persaingan
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. PT Meta Epsi Tbk;
2. PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk;
3. PT Benteng Api Technic Tbk;
4. PT Kokoh Inti Arebama Tbk;
5. PT Catur Sentosa Adiprana Tbk;
20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6. PT Radiant Utama Interinsco Tbk;
7. PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk;
8. PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk;
9. PT Manggung Polahraya Tbk; dan
10. PT Agro Yasa Lestari Tbk.
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni penyerapan dan distribusi berbagai
produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur. Saat ini, beberapa
pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan
yang diinformasikan oleh perseroan adalah sebagai berikut:
1. PT Intisumber Bajasakti;
2. PT Suprajaya Duaribu Satu;
3. PT Korsa Persada Asia;
4. PT Tiga Mitracon Indonesia;
5. PT Bangun Indo Pratama; dan
6. Solo Marmer Group.
2.7 Pola Bisnis
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa penunjang untuk
industri gas, termasuk penyediaan produk, suku cadang, hingga layanan
Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Berikut adalah pola bisnis yang
dijalankan oleh Perseroan, antara lain:
1. Pra-Proyek
2. Engineering (E)
3. Procurement (P)
4. Construction (C)
5. Pasca-Konstruksi
Sementara itu, pada penambahan kegiatan usaha baru KBLI 46739, Pola bisnis yang
dijalankan oleh Perseroan, antara lain:
1. Identifikasi kebutuhan pasar
2. Pengadaan produk dari pemasok
3. Penerimaan dan pemeriksaan barang
4. Penyimpaan di Gudang
5. Kegiatan pemasaran dan penawaran produk
6. Penerimaan pesanan dari pelanggan
7. Proses administrasi dan penyiapan barang
21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
8. Distribusi dan pengiriman barang
9. Penrimaan barang oleh pelanggan
10. Layanan purna jual
2.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Selanjutnya, beberapa strategi pemasaran yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Strategi penjualan langsung (Direct Sales);
2. Kerja sama dengan distributor dan pemasok;
3. Pemasaran digital;
4. Partisipasi dalam proyek dan tender;
5. Pelayanan pelanggan yang profesional.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar
Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas
Lainnya, Perseroan tidak memiliki kebutuhan khusus dalam proses produksinya,
mengingat kegiatan usaha yang dijalankan bersifat perdagangan. Kebutuhan
operasional Perseroan akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek yang ditangani,
sehingga pengadaan produk maupun material dilakukan secara spesifik sesuai
dengan permintaan pelanggan.
Namun demikian, untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional, Perseroan
memerlukan sarana dan prasarana yang memadai, antara lain kantor operasional
yang digunakan untuk kegiatan administrasi dan pemasaran, gudang untuk
penyimpanan produk dan material konstruksi, sarana transportasi untuk kegiatan
distribusi barang, serta sistem administrasi dan manajemen penjualan.
Ketersediaan sarana dan prasarana tersebut diperlukan guna memastikan kegiatan
distribusi bahan konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi
bangunan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah memiliki
sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman di bidang perdagangan
serta distribusi bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan. Perseroan
22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
akan mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
manajemen dan operasional perusahaan. Apabila diperlukan, Perseroan juga akan
melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan
dijalankan oleh tenaga kerja yang meliputi manajemen dan administrasi, tenaga
pemasaran dan penjualan, tenaga logistik dan distribusi, serta tenaga operasional
gudang.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan diantaranya adalah:
1. Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
2. Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha baru.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
1. Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
2. Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
Instansi Pemerintah.
3. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
4. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
5. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan
pengendalian lingkungan dalam hal penggunaan material, penggunaan energi dan
air, pengendalian emisi, serta pengolahan limbah. Selain itu Perseroan juga telah
mengimplentasikan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 Enviromental
Management System.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Beberapa risiko utama yang dihadapi
Perseroan antara lain:
1) Risiko Rantai Pasok (Supply Chain Risk);
2) Risiko Fluktuasi Harga Komoditas;
3) Risiko Kredit dan Penagihan; dan
4) Risiko Kepatuhan dan Regulasi.
Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian
akibat potensi risiko utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang
efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan pengendalian risiko yang sesuai.
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Perkembangan Ekonomi Global
Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang
perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi
sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung
konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan
Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi
ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat
dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar
tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi
permintaan domestik yang tetap lemah.
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia
Gambar 2 Grafik Inflasi Global
Sumber: Bank Indonesia
25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik,
sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya
tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS
(DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging
market (EM).
Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai
dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025
membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga
terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus
meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada
berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik
dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tecermin pada pola
ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik
tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan
melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor
besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar
US$2,4 miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti
batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur
seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada
triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar US$5,0
27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
miliar ditopang oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada
instrumen saham dan SRBI.
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara
28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi
sebesar US$150,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada
29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per dolar AS, relatif stabil bila
dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah
masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia,
bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali
AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui
intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan
pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu,
tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas
ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai
tukar Rupiah.
Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi
inti yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang
masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi
kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara
itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy)
disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan oleh Perseroan mencakup
sektor konstruksi, infrastruktur, serta industri. Sektor-sektor tersebut
membutuhkan pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan
secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan, baik pada
proyek pembangunan gedung, kawasan industri, fasilitas utilitas, maupun
infrastruktur pendukung lainnya. Kebutuhan tersebut mencakup berbagai material
konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan yang
digunakan dalam kegiatan pembangunan dan instalasi utilitas pada berbagai proyek
konstruksi.
Berdasarkan grafik distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku
menurut lapangan usaha pada Triwulan III 2025, sektor konstruksi memberikan
kontribusi sebesar 9,82% terhadap total PDB nasional. Kontribusi tersebut
menunjukkan bahwa sektor konstruksi merupakan salah satu sektor yang memiliki
peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Peran sektor konstruksi yang cukup signifikan tersebut tidak terlepas dari
meningkatnya aktivitas pembangunan infrastruktur, kawasan industri, fasilitas
publik, serta pembangunan properti di berbagai wilayah Indonesia. Seiring dengan
perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap berbagai material konstruksi,
perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan juga turut meningkat
untuk mendukung pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 10 Distribusi Persentase Produk Domestik Bruto ADHB Menurut Lapangan
Usaha, Triwulan III/2025
Sumber: BPS
Aktivitas sektor konstruksi selama 2024 hingga triwulan III tahun 2025
menunjukkan adanya fluktuasi yang terjadi pada jumlah pekerja, balas jasa pekerja
tetap, upah pekerja harian, dan nilai konstruksi yang diselesaikan. Tenaga kerja
yang diserap sektor konstruksi berkaitan erat dengan besaran nilai proyek, jenis
teknologi yang digunakan, dan target waktu penyelesaian konstruksi. Tenaga kerja
konstruksi dilihat dari dua indikator yaitu Indeks Pekerja Tetap dan Indeks Hari-
Orang.
Indeks pekerja tetap konstruksi tercatat sebesar 111,79 pada triwulan III tahun 2024
dan naik menjadi 112,83 pada triwulan III tahun 2025. Kenaikan ini mencerminkan
pertumbuhan jumlah pekerja tetap konstruksi pada triwulan III tahun 2025 sebesar
0,94% secara tahunan (y-on-y). Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-
to-q), jumlah pekerja tetap pada triwulan III tahun 2025 juga mengalami
peningkatan sebesar 1,17%. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan
dengan pertumbuhan q-to-q pada triwulan III tahun 2024 yang tumbuh sebesar
0,92% dari triwulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan semakin kuatnya
penyerapan tenaga kerja tetap di sektor konstruksi seiring dengan berlanjutnya
proyek pembangunan infrastruktur.
Indeks hari-orang konstruksi pada triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar 139,35,
meningkat dari 136,84 pada triwulan III tahun 2024. Kenaikan ini mencerminkan
pertumbuhan jumlah hari-orang sebesar 1,83% secara tahunan (y-on-y). Secara
triwulanan (q-to-q), indeks hari-orang pada triwulan III tahun 2025 juga mengalami
peningkatan sebesar 2,39% dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan
sedikit lebih rendah dibandingkan dengan triwulan III tahun 2024, yang mencatat
kenaikan sebesar 2,45%. Perkembangan ini menunjukkan bahwa aktivitas
32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
konstruksi dan penyerapan tenaga kerja harian masih mengalami penguatan pada
pertengahan tahun 2025.
Gambar 11 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap,
Triwulan III/2024–Triwulan III/2025
Sumber: BPS
Gambar 12 Grafik ndeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari-Orang
Pekerja Harian, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025
Sumber: BPS
Balas jasa dan upah pekerja konstruksi pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar
3,53% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
Kenaikan ini tercermin dari Indeks Balas Jasa dan Upah yang meningkat dari 172,07
pada triwulan III tahun 2024 menjadi 178,15 pada triwulan III tahun 2025. Secara
triwulanan (q-to-q), indeks pada triwulan III tahun 2025 juga naik 4,16%
33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
dibandingkan triwulan sebelumnya, hampir sama dengan pertumbuhan q-to-q
pada triwulan III tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,15%. Perkembangan ini
menunjukkan adanya tren peningkatan balas jasa dan upah pekerja konstruksi yang
semakin kuat pada 2025, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan
aktivitas pembangunan.
Gambar 13 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan
Upah, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025
Sumber: BPS
Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di
Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Indeks ini memberikan
gambaran perkembangan realisasi fisik pekerjaan konstruksi yang berhasil
diselesaikan dalam satu triwulan pada suatu wilayah tertentu, sehingga menjadi
indikator utama dalam menilai dinamika sektor konstruksi.
Pada triwulan III tahun 2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat
sebesar 174,65, dan meningkat menjadi 180,02 pada triwulan III tahun 2025.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,07% secara tahunan (y-on-y),
yang menunjukkan adanya peningkatan nilai konstruksi yang diselesaikan
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q),
indeks pada triwulan III tahun 2025 juga tumbuh sebesar 4,53% dibandingkan dengan
triwulan sebelumnya. Pertumbuhan q-to-q ini lebih rendah dibandingkan dengan
triwulan III tahun 2024 yang mencatat kenaikan sebesar 4,85%. Perkembangan ini
mengindikasikan percepatan aktivitas penyelesaian konstruksi pada pertengahan
tahun 2025, sejalan dengan menguatnya dinamika sektor konstruksi yang didorong
oleh proyek-proyek pembangunan yang berjalan.
34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 14 Grafik Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi
yang Diselesaikan, Triwulan III/2024–Triwulan III/2025
Sumber: BPS
Pada periode tahun 2023—2025, tercatat bahwa jumlah perusahaan konstruksi di
Indonesia menunjukkan perkembangan yang relatif stabil dengan kecenderungan
meningkat pada tahun 2025. Secara nasional, jumlah perusahaan konstruksi
tercatat sebanyak 190.677 perusahaan pada tahun 2023, kemudian 186.534
perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 199.006 perusahaan pada
tahun 2025. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi masih memiliki
basis pelaku usaha yang besar dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Wilayah Pulau Jawa tercatat mendominasi jumlah perusahaan konstruksi nasional.
Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah perusahaan konstruksi
terbesar yaitu sebanyak 23.624 perusahaan pada tahun 2023, 23.319 perusahaan
pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 24.564 perusahaan pada tahun 2025.
Selanjutnya diikuti oleh Jawa Barat dengan jumlah 16.689 perusahaan pada tahun
2023, 15.907 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 17.916
perusahaan pada tahun 2025, serta Jawa Tengah dengan jumlah 16.092 perusahaan
pada tahun 2023, 15.907 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat menjadi
15.418 perusahaan pada tahun 2025. Tingginya jumlah perusahaan konstruksi di
wilayah tersebut mencerminkan tingginya aktivitas pembangunan infrastruktur,
kawasan industri, serta pembangunan properti.
Di luar Pulau Jawa, beberapa provinsi juga menunjukkan jumlah perusahaan
konstruksi yang cukup besar. Sumatera Utara tercatat memiliki 8.895 perusahaan
konstruksi pada tahun 2023, 8.245 perusahaan pada tahun 2024, dan meningkat
menjadi 10.076 perusahaan pada tahun 2025. Selain itu, Riau memiliki 7.083
perusahaan pada tahun 2023, 6.882 perusahaan pada tahun 2024, dan 7.277
35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
perusahaan pada tahun 2025, sedangkan Sulawesi Selatan tercatat sebanyak 11.395
perusahaan pada tahun 2023, 11.249 perusahaan pada tahun 2024, dan 11.224
perusahaan pada tahun 2025. Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sektor
konstruksi juga berkembang di berbagai wilayah di luar Pulau Jawa.
Dengan jumlah perusahaan konstruksi yang mencapai ratusan ribu unit usaha di
berbagai wilayah Indonesia, sektor konstruksi menunjukkan potensi pasar yang
besar terhadap kebutuhan bahan konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta
berbagai peralatan instalasi bangunan.
Gambar 15 Grafik Jumlah Perusahaan Konstruksi Menurut Provinsi, 2023—2025
30.000
25.000
20.000
15.000
10.000
5.000
0
Tahun 2023 Tahun 2024 Tahun 2025
Sumber: BPS
Perekonomian Indonesia menunjukkan aktivitas pembangunan yang sangat
dinamis, terlihat dari sinkronisasi antara besarnya belanja bahan baku dengan nilai
output konstruksi yang dihasilkan. Secara nasional, nilai pengeluaran bahan atau
material pada tahun 2024 mencatatkan angka sebesar Rp914.351.340 juta,
mengalami pertumbuhan sebesar 7,56% dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan konsumsi material ini berbanding lurus dengan total nilai konstruksi
yang diselesaikan oleh perusahaan konstruksi nasional yang mencapai angka
signifikan, yakni Rp1.730.378.708 juta. Dari total capaian konstruksi tersebut,
sektor Bangunan Sipil menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp985,1 triliun,
disusul Konstruksi Gedung sebesar Rp584,8 triliun, dan Konstruksi Khusus sebesar
Rp160,3 triliun.
Dominasi aktivitas ekonomi dan pembangunan masih terpusat di Pulau Jawa,
dengan DKI Jakarta sebagai pusat gravitasi utama. DKI Jakarta mencatatkan
pengeluaran material tertinggi sebesar Rp379,81 triliun (tumbuh 8,63%) yang diikuti
dengan penyelesaian nilai konstruksi fantastis sebesar Rp728.230.356 juta, atau
36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
mencakup hampir 42% dari total nilai konstruksi nasional. Selain Jakarta, Jawa Timur
dan Jawa Barat memperkuat posisi Pulau Jawa dengan kontribusi konstruksi masing-
masing sebesar Rp202,02 triliun dan Rp165,07 triliun. Menariknya, Jawa Barat
mencatatkan efisiensi dan pertumbuhan belanja material yang cukup tinggi, yakni
sebesar 9,53%, yang mengindikasikan akselerasi proyek infrastruktur yang masif di
wilayah tersebut.
Di luar Pulau Jawa, koridor Sumatera menunjukkan performa yang solid melalui 12
hingga 13 provinsi terbesar. Sumatera Utara memimpin di wilayah ini dengan
pengeluaran material sebesar Rp32,61 triliun dan nilai konstruksi yang diselesaikan
mencapai Rp55.723.617 juta. Provinsi Riau juga menunjukkan karakteristik unik, di
mana nilai konstruksi bangunan sipilnya mendominasi secara signifikan hingga
mencapai Rp35,83 triliun, selaras dengan kebutuhan material di wilayah tersebut
yang mencapai Rp29,61 triliun. Sementara itu, Sumatera Selatan dan Lampung terus
menjaga stabilitas pertumbuhan dengan kontribusi belanja material dan output
konstruksi yang konsisten mendukung konektivitas regional.
Bergerak ke wilayah tengah dan timur Indonesia, Kalimantan Timur menonjol
sebagai provinsi dengan laju pertumbuhan belanja material tertinggi di antara daftar
13 besar, yaitu mencapai 9,72%. Hal ini sejalan dengan realisasi nilai konstruksi di
Kalimantan Timur sebesar Rp45.361.521 juta yang didorong oleh pembangunan
infrastruktur sipil strategis. Di wilayah Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi motor
penggerak dengan capaian konstruksi sebesar Rp39.643.256 juta, meskipun
pertumbuhan belanja materialnya cenderung moderat di angka 3,02%. Terakhir,
kontribusi dari Papua dan Bali melengkapi peta pembangunan nasional dengan
fokus yang berbeda; Papua pada penguatan infrastruktur sipil senilai Rp10,3 triliun,
sementara Bali menjaga keseimbangan pada konstruksi gedung untuk mendukung
sektor pariwisata.
Secara keseluruhan, peningkatan pengeluaran bahan/material merupakan indikator
awal yang akurat terhadap keberhasilan penyelesaian proyek-proyek konstruksi di
Indonesia. Ketimpangan nilai antara belanja material dan output konstruksi di
beberapa wilayah menunjukkan adanya perbedaan karakteristik proyek, di mana
proyek bangunan sipil (infrastruktur) cenderung memerlukan alokasi sumber daya
yang lebih besar dibandingkan konstruksi gedung dan khusus.
37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 16 Grafik Nilai Pengeluaran Bahan/Material Menurut Provinsi (Juta Rupiah),
2023 dan 2024
400.000.000 12,00
350.000.000
10,00
300.000.000
8,00
250.000.000
200.000.000 6,00
150.000.000
4,00
100.000.000
2,00
50.000.000
0 0,00
2023 (Juta Rp) 2024 (Juta Rp) Pertumbuhan (%)
Sumber: BPS
Gambar 17 Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi (Juta
Rupiah), 2024
PAPUA 6.665.562 10.315.711 1.205.391
SULAWESI SELATAN 13.617.797 23.458.996 2.566.463
KALIMANTAN TIMUR 10.035.830 29.739.716 5.585.975
BALI 8.090.864 7.629.479 1.634.992
BANTEN 13.206.811 26.057.646 8.587.691
JAWA TIMUR 60.387.565 124.083.303 17.549.703
JAWA TENGAH 34.617.600 53.089.817 8.436.104
JAWA BARAT 54.257.990 88.585.937 22.235.709
DKI JAKARTA 281.218.337 387.961.109 59.050.910
SUMATERA SELATAN 7.638.888 15.731.866 2.533.035
RIAU 12.410.853 35.837.697 6.421.292
SUMATERA UTARA 17.199.397 33.683.900 4.840.320
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%
Konstruksi Gedung 2024 Konstruksi Bangunan Sipil 2024 Konstruksi Khusus 2024
Sumber: BPS
3.3 Kesinambungan
Perseroan saat ini bergerak di bidang jasa penunjang untuk industri gas, yang
mencakup penyediaan produk, suku cadang, serta layanan Engineering, Procurement,
and Construction (EPC). Secara umum, kegiatan usaha Perseroan terbagi dalam dua
segmen utama, yaitu segmen produk dan segmen jasa. Segmen produk meliputi
38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
penjualan berbagai peralatan yang berkaitan dengan sistem distribusi gas, seperti
regulator, transition fitting, converter kit, serta komponen pendukung lainnya.
Sementara itu, segmen jasa meliputi layanan konstruksi, antara lain pembangunan
fasilitas gas metering and regulating station serta regulator sector yang digunakan
dalam sistem jaringan distribusi gas.
Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan konstruksi,
perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan pada dasarnya masih
berada dalam rantai nilai (value chain) yang sejalan dengan kegiatan usaha utama
Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam menyediakan produk dan jasa yang
berkaitan dengan sistem instalasi gas serta kegiatan konstruksi melalui layanan EPC,
Perseroan dinilai memiliki pemahaman teknis, jaringan pemasok, serta hubungan
bisnis dengan pelanggan yang relevan di sektor konstruksi dan industri. Hal ini
memberikan nilai tambah bagi Perseroan dalam menjalankan kegiatan perdagangan
bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi, karena sebagian produk yang
diperdagangkan memiliki keterkaitan dengan kebutuhan proyek konstruksi maupun
instalasi utilitas.
Selain itu, rencana kegiatan usaha baru tersebut juga sejalan dengan perkembangan
sektor konstruksi di Indonesia yang masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang
positif, seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur, kawasan industri,
serta proyek-proyek pembangunan properti dan utilitas. Kebutuhan terhadap bahan
konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan diperkirakan
akan tetap tinggi guna mendukung berbagai proyek pembangunan tersebut.
3.4 Potensi Pasar
Secara keseluruhan, kondisi bisnis konstruksi menunjukkan tren pertumbuhan
positif dan optimisme yang terjaga. Hal ini tercermin dari angka Indeks Kondisi
Bisnis yang meningkat dari 51,50 pada Triwulan II menjadi 56,76 pada Triwulan III.
Kenaikan ini didorong kuat oleh sektor operasional, di mana variabel Nilai
Pekerjaan/Konstruksi yang Diselesaikan menjadi kontributor tertinggi dengan
indeks mencapai 63,48, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas proyek
yang signifikan di lapangan.
Sejalan dengan produktivitas tersebut, Pendapatan Usaha juga mengalami lonjakan
dari angka 51,69 di Triwulan II menjadi 59,48 pada Triwulan III. Membaiknya
kondisi ekonomi ini turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan
kesejahteraan pekerja. Indeks Jumlah Pekerja (baik tetap maupun tidak tetap)
serta Rata-rata Gaji/Upah merangkak naik ke level di atas 52, yang menandakan
adanya ekspansi kapasitas SDM untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Namun, di
sisi lain, perusahaan masih menghadapi tantangan biaya operasional karena
indeks Harga Bahan Bangunan tetap berada di level tinggi (kisaran 57-59).
39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Memasuki akhir tahun, para pelaku usaha menunjukkan sikap optimis yang tetap
terjaga meskipun cenderung lebih waspada. Hal ini terlihat dari Indeks Prospek
Bisnis untuk Triwulan IV yang diproyeksikan berada di angka 56,27. Walaupun
angka ini sedikit melandai dibandingkan realisasi kondisi di Triwulan III, posisi
indeks yang tetap berada jauh di atas ambang batas 50 menunjukkan keyakinan
bahwa performa bisnis, terutama pada aspek pendapatan dan penyelesaian
pekerjaan, akan tetap stabil dan ekspansif hingga penutupan tahun.
Tabel 9 Indeks Kondisi, Prospek, dan Masalah Bisnis Konstruksi Indonesia, Triwulan
II dan Triwulan III 2024
Sumber: BPS
3.5 Sasaran
Sasaran pasar Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini meliputi
beberapa sektor, yaitu sektor konstruksi, sektor infrastruktur, sektor industri, serta
distributor dan toko material bangunan. Adapun wilayah pemasaran yang dituju
oleh Perseroan meliputi pasar domestik di seluruh wilayah Indonesia, khususnya
pada kawasan industri serta wilayah yang menjadi pusat pembangunan proyek-
proyek strategis. Hal ini didukung oleh adanya potensi kerja sama dengan berbagai
proyek konstruksi dan pembangunan infrastruktur nasional yang membutuhkan
pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi dalam jumlah besar.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta
pada tahun 2026, Rp217,21 juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028,
40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Rp239,48 juta pada tahun 2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02
juta pada tahun 2031, dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.
3.7 Pesaing Usaha
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 10 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
No. Kode Nama Perusahaan Alamat
1 MTPS.JK PT Meta Epsi Tbk Jl. Mayjen D.I. Panjaitan Kav.2
RT.009/09 Kel. Rawa Bunga, Jakarta
13350, Indonesia
2 ISSP.JK PT Steel Pipe Industry of Jl. Kalibutuh 189-191 Surabaya
Indonesia Tbk 60173, Indonesia
3 BATR.JK PT Benteng Api Technic Jl. Kebraon Ii No. 103 A, Surabaya,
Tbk 60222, Indonesia
4 KOIN.JK PT Kokoh Inti Arebama Graha Mobisel Jl. Warung Buncit Raya
Tbk No.139, Jakarta Selatan, 10410
Indonesia
5 CSAP.JK PT Catur Sentosa Jl. Daan Mogot Raya No.234, Jakarta
Adiprana Tbk Barat, 11510, Indonesia
6 RUIS.JK PT Radiant Utama Jl. Kapten Tendean No.24 Mampang
Interinsco Tbk Prapatan, Jakarta Selatan, 12720,
Indonesia
7 DEPO.JK PT Caturkarda Depo Jl. Raya Serpong KM2 Kel. Pakulonan,
Bangunan Tbk Kec. Serpong Utara, Tangerang
Selatan, 15325, Indonesia
8 JKON.JK PT Jaya Konstruksi Kantor Taman Bintaro Jaya, Gedung B
Manggala Pratama Tbk Jl. Bintaro Raya, Jakarta, 12330,
Indonesia
9 MANG.JK PT Manggung Polahraya Jl. Pondok Pinang Raya No. 1, Pondok
Tbk Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta
Selatan, 12310, Indonesia
10 AYLS.JK PT Agro Yasa Lestari Tbk Gedung Gondangdia Lama 25, Lt. 3, Jl.
R. P Soeroso No 25, Jakarta, 10330,
Indonesia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha barunya, portofolio
pekerjaan Perseroan akan bertambah, yakni penyerapan dan distribusi berbagai
produk bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan untuk memenuhi
kebutuhan proyek pembangunan, industri, serta infrastruktur . Saat ini, beberapa
41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
pesaing yang mungkin memiliki potensi persaingan layanan yang serupa dengan
yang diinformasikan oleh perseroan adalah sebagai berikut:
1. PT Intisumber Bajasakti;
2. PT Suprajaya Duaribu Satu;
3. PT Korsa Persada Asia;
4. PT Tiga Mitracon Indonesia;
5. PT Bangun Indo Pratama; dan
6. Solo Marmer Group.
3.8 Strategi Pemasaran
Untuk mencapai target pasar yang telah ditentukan, Perseroan akan menerapkan
beberapa strategi pemasaran seperti sebagai berikut:
1. Penjualan Langsung (Direct Sales)
Perseroan akan melakukan pendekatan secara langsung kepada perusahaan
kontraktor konstruksi, perusahaan EPC, serta perusahaan industri sebagai calon
pelanggan utama untuk menawarkan produk dan layanan yang dimiliki.
2. Kerja Sama dengan Distributor dan Pemasok
Perseroan menjalin kemitraan dengan distributor lokal maupun regional guna
memperluas jangkauan distribusi produk serta meningkatkan penetrasi pasar.
3. Pemasaran Digital
Perseroan memanfaatkan media digital seperti website perusahaan,
marketplace B2B, serta platform profesional lainnya sebagai sarana promosi
untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
4. Partisipasi dalam Proyek dan Tender
Perseroan akan berpartisipasi dalam proses pengadaan barang pada proyek
pemerintah maupun swasta guna meningkatkan peluang penjualan serta
memperluas jaringan kerja sama bisnis.
5. Pelayanan Pelanggan Profesional
Perseroan memberikan layanan konsultasi produk, dukungan teknis, serta
penawaran harga yang kompetitif guna menjaga kepuasan pelanggan serta
membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Kapasitas operasional merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung
kelancaran kegiatan usaha Perseroan, khususnya dalam menjalankan kegiatan
Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
Peralatan Pemanas Lainnya. Dalam konteks rencana kegiatan usaha Perseroan pada
KBLI 46739, kapasitas operasional Perseroan didukung oleh ketersediaan produk
yang memadai melalui kerja sama dengan berbagai pemasok dan produsen bahan
konstruksi serta perlengkapan instalasi bangunan.
Dalam hal ini, Perseroan telah memiliki kemitraan dengan pemasok yang terpercaya,
sehingga Perseroan dapat memastikan ketersediaan produk dengan kualitas yang
sesuai dengan standar pasar dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Selain itu,
kegiatan operasional Perseroan juga akan didukung oleh sarana dan prasarana yang
memadai, seperti tersedianya kantor operasional yang digunakan untuk kegiatan
administrasi dan pemasaran, gudang untuk penyimpanan produk dan material
konstruksi, sarana transportasi untuk kegiatan distribusi barang, serta sistem
administrasi dan manajemen penjualan.
Dengan dukungan jaringan pemasok yang memadai serta infrastruktur operasional
tersebut, Perseroan diharapkan mampu menjalankan kegiatan perdagangan bahan
konstruksi dan perlengkapan instalasi bangunan secara efektif dan efisien dalam
memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai sektor, seperti sektor konstruksi,
infrastruktur, dan industri.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan bahan
baku mentah karena aktivitas usaha yang dijalankan bukan merupakan kegiatan di
bidang manufaktur dan tidak melibatkan proses pengolahan bahan baku.
Pekerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025,
Perseroan memiliki 57 orang karyawan. Perseroan berkomitmen untuk terus
meningkatkan keterampilan para karyawan dengan berbagai program pelatihan
yang disusun berdasarkan posisi dan tugas yang dilakukan. Hal ini untuk
memastikan karyawan dilengkapi dengan kemampuan yang baik dalam
43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
melaksanakan pekerjaan sehari-hari serta memaksimalkan potensi, kualitas dan
kapasitas sumber daya manusia dari masing-masing karyawan.
Tenaga Ahli
Tenaga ahli mencerminkan pentingnya kontribusi dalam membawa pengetahuan
mendalam dan pengalaman praktis untuk menyediakan berbagai solusi bagi proyek
yang sedang berjalan di Perseroan. Bersumber dari manajemen Perseroan, salah
satu tenaga ahli terkait penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan oleh
Perseroan antara lain adalah sebagai berikut.
1) Inisial : MR
Posisi : Project Manager
Usia : 51 Tahun
Pendidikan terakhir : (2019—2021) Sarjana Teknik Industri, Universitas
Sahid
Pengalaman kerja : - (2008—2018), PT Pratiwi Putri Sulung
- (2019—Sekarang), PT Kian Santang Muliatama
Tbk
Pengalaman proyek : - (Mei 2021—November 2021) Pengadaan dan
Pemasangan MRS RSI dan RS Proyek
Pembangunan Jaringan Gas Bumi Untuk
Rumah Tangga di Kab. Aceh Utara, Kota
Lhoksumawe dan Kab. Aceh Timur (11.526SR),
sebagai Project Manager
- (April 2022—27 September 2022) Pengadaan
dan Pemasangan RSI/PRS 4”#600 Dual Stream,
MRS G250 4”#300, RS 2’’ #150, sebagai Project
Manager
- (Januari 2022—April 2022), Pengadaan dan
Pemasangan MRS P2G16D 2/2 16/5-4/1-
128/129-G16 #150, sebagai Project Manager
- (April 2023—Juli 2023), Pengadaan dan
Pemasangan MRS G 250, sebagai Project
Manager
- (2024) Pengadaan dan Pemasangan MRS G 400
4 Inch, sebagai Project Manager
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Proses operasional Perseroan digambarkan dalam alur sebagai berikut:
44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Gambar 18 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
1. Identifikasi Kebutuhan Pasar
Perseroan melakukan analisis terhadap permintaan pasar atas bahan konstruksi
yang dibutuhkan oleh kontraktor, distributor, serta perusahaan industri.
2. Pengadaan Produk dari Pemasok
Perseroan menjalin kerja sama dengan produsen atau pemasok bahan
konstruksi guna memastikan ketersediaan produk yang akan dipasarkan.
3. Penerimaan dan Pemeriksaan Barang
Produk yang diterima dari pemasok akan dilakukan pemeriksaan kualitas dan
kuantitas sebelum disimpan di gudang.
4. Penyimpanan di Gudang
Produk disimpan sesuai dengan standar penyimpanan yang berlaku guna
menjaga kualitas produk.
5. Kegiatan Pemasaran dan Penawaran Produk
Perseroan melakukan kegiatan pemasaran serta penawaran produk kepada
pelanggan, seperti kontraktor, distributor, serta perusahaan industri.
6. Penerimaan Pesanan dari Pelanggan
Pelanggan melakukan pemesanan produk sesuai dengan kebutuhan proyek atau
kegiatan operasional mereka.
7. Proses Administrasi dan Penyiapan Barang
Perseroan memproses administrasi penjualan serta menyiapkan produk sesuai
dengan pesanan pelanggan.
45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
8. Distribusi dan Pengiriman Barang
Produk kemudian didistribusikan dan dikirimkan kepada pelanggan melalui
sistem distribusi Perseroan atau melalui jasa transportasi.
9. Penerimaan Barang oleh Pelanggan
Pelanggan menerima barang dan melakukan pemeriksaan guna memastikan
kesesuaian produk dengan pesanan.
10. Layanan Purna Jual
Perseroan memberikan layanan purna jual berupa dukungan informasi produk
serta pelayanan kepada pelanggan apabila diperlukan.
46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah:
• Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang
berarti saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi
akses terbuka bagi investor untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan.
Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki sejumlah
keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta
meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
stakeholder. Keberadaan sebagai perusahaan terbuka juga memberikan
Perseroan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar, menjalin kemitraan
dengan berbagai pihak, dan memperoleh sumber daya yang lebih baik dalam
mendukung pertumbuhan dan pengembangan bisnisnya. Dengan demikian,
Perseroan dapat memanfaatkan reputasi dan kepercayaan yang sudah dibangun
di kalangan masyarakat serta platform yang disediakan oleh pasar modal untuk
terus berkembang dan memperkuat posisinya di industri minyak dan gas.
• Perseroan sampai saat ini telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang
sangat kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu
menjalankan operasional perusahaan dengan efektif dan efisien.
• Perseroan sampai saat ini didukung oleh pemasok yang terpercaya, serta
menyediakan produk-produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif,
sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan baik.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut:
• Meningkatkan kualitas produk dan layanan;
• Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan intelektual;
• Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan;
• Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan;
• Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.
47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
1. Penambahan kegiatan usaha baru
Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
menciptakan produk yang bernilai tambah, serta mendukung keberlanjutan
bisnis Perseroan dalam jangka panjang.
2. Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
investasi bagi para pemegang saham Perseroan.
48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memiliki 57 orang karyawan.
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh tenaga kerja yang
meliputi manajemen dan administrasi, tenaga pemasaran dan penjualan, tenaga
logistik dan distribusi, serta tenaga operasional gudang, dengan estimasi
kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 9 orang.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang telah dimiliki oleh
Perseroan diantaranya adalah:
1. Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4
Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia;
2. Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan
waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30
Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Sementara itu, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum memiliki
Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha baru.
49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menghadapi berbagai
potensi risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional maupun kinerja
usaha. Oleh karena itu, Perseroan menerapkan kerangka manajemen risiko secara
proaktif guna mengidentifikasi, memantau, serta memitigasi berbagai potensi risiko
yang dapat timbul dalam kegiatan operasionalnya. Adapun beberapa risiko utama
yang dihadapi Perseroan beserta langkah mitigasi yang diterapkan antara lain
sebagai berikut:
1) Risiko Rantai Pasok (Supply Chain Risk)
Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan terjadinya keterlambatan pasokan,
keterbatasan ketersediaan barang, maupun gangguan dalam proses distribusi
bahan konstruksi dari pemasok kepada Perseroan. Untuk memitigasi risiko
tersebut, Perseroan menjalin kemitraan dengan lebih dari satu pemasok utama
(multi-sourcing) guna mengurangi ketergantungan pada satu pihak pemasok.
Selain itu, Perseroan juga melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja
vendor logistik guna memastikan pengiriman bahan konstruksi ke lokasi
pelanggan atau proyek dapat dilakukan secara tepat waktu dan dalam kondisi
yang baik.
2) Risiko Fluktuasi Harga Komoditas
Harga bahan konstruksi seperti besi, semen, maupun pipa cenderung
mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar, perubahan harga
bahan baku, serta dinamika ekonomi. Fluktuasi harga tersebut berpotensi
mempengaruhi struktur biaya maupun margin penjualan Perseroan. Untuk
memitigasi risiko tersebut, Perseroan dapat menerapkan strategi pengamanan
harga melalui kontrak pembelian di muka (forward contract) dengan pemasok
pada saat kondisi harga relatif stabil, sehingga biaya pengadaan produk dapat
lebih terjaga dan terprediksi.
3) Risiko Kredit dan Penagihan
Risiko ini berkaitan dengan kemungkinan keterlambatan pembayaran atau
ketidakmampuan pelanggan dalam memenuhi kewajiban pembayaran atas
transaksi yang telah dilakukan. Risiko tersebut dapat berdampak pada arus kas
dan likuiditas Perseroan. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan menerapkan
prosedur penilaian kelayakan kredit (credit scoring) terhadap pelanggan,
khususnya bagi pelanggan baru. Selain itu, Perseroan juga menggunakan
sistem pengelolaan piutang yang terintegrasi, termasuk pengingat pembayaran
secara berkala untuk piutang yang mendekati jatuh tempo guna meminimalkan
potensi piutang tak tertagih.
50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
4) Risiko Kepatuhan dan Regulasi
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan wajib mematuhi berbagai
ketentuan dan regulasi yang berlaku, termasuk standar kualitas produk seperti
Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bahan konstruksi. Ketidakpatuhan
terhadap regulasi tersebut dapat menimbulkan risiko hukum maupun reputasi
bagi Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan secara berkala memantau
perkembangan regulasi yang berlaku melalui fungsi manajemen dan dukungan
tim terkait guna memastikan bahwa seluruh produk yang diperdagangkan telah
memenuhi standar kualitas, keamanan, dan ketentuan teknis yang berlaku di
Indonesia.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Kapasitas manajemen merupakan faktor penting dalam mendukung pencapaian
target volume penjualan serta perluasan pasar Perseroan. Adapun kapasitas
manajemen Perseroan didukung oleh beberapa aspek sebagai berikut:
• Struktur Kepemimpinan yang Kompeten
Jajaran manajemen Perseroan terdiri dari profesional yang memiliki pengalaman
manajerial di industri bahan bangunan serta kompetensi dalam pengelolaan
rantai pasok. Hal ini mendukung proses pengambilan keputusan yang efektif dan
berbasis pengalaman operasional.
• Infrastruktur Teknologi Informasi
Perseroan telah mengadopsi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang
mengintegrasikan fungsi pergudangan melalui Warehouse Management System
(WMS), keuangan, serta penjualan. Sistem ini memungkinkan manajemen
memantau ketersediaan stok berbagai jenis produk secara real-time di berbagai
titik distribusi.
• Skalabilitas Operasional
Manajemen memiliki kemampuan untuk meningkatkan kapasitas operasional,
seperti penambahan armada logistik atau ruang penyimpanan gudang, apabila
terjadi peningkatan permintaan dari proyek konstruksi maupun proyek
infrastruktur.
• Pengembangan Kapasitas SDM
Perseroan secara berkelanjutan melakukan pengembangan kompetensi sumber
daya manusia melalui pelatihan teknis bagi staf gudang dan tenaga penjualan
terkait spesifikasi produk serta kebutuhan pelanggan, sehingga mampu
memberikan layanan dan konsultasi produk secara optimal.
51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Berdasarkan kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan yang didukung oleh
struktur organisasi yang kompeten serta ketersediaan sumber daya manusia yang
memadai, Perseroan dinilai memiliki kemampuan untuk menjalankan rencana
kegiatan usaha baru. Dengan dukungan manajemen yang berpengalaman dan tim
yang terorganisir, kegiatan usaha tersebut diharapkan dapat dijalankan secara
efektif serta memberikan hasil yang optimal bagi Perseroan.
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
Penambahan Kegiatan Usaha baru.
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi. Perseroan
memilih untuk mempertahankan komposisi struktur organisasi yang ada guna
menjaga stabilitas operasional serta konsistensi koordinasi antar lini departemen.
Fokus utama manajemen saat ini adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumber
daya manusia yang telah tersedia dalam struktur organisasi tersebut.
Gambar 19 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Manajemen Perseroan
52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisis sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan akan
mengeluarkan biaya investasi (capex) sebesar Rp542.000.000,- yang seluruhnya
akan dibiayai dari modal sendiri, yaitu berasal dari kas internal Perseroan.
Pembiayaan investasi dan modal kerja untuk pendirian atas kegiatan usaha baru
Perseoan mencakup lahan dan perizinan, bangunan, mesin dan peralatan, sarana
prasarana, dan perlengkapan kantor. Rincian biaya investasi Perseroan untuk
kegiatan usaha barunya adalah sebagai berikut.
Tabel 11 Rencana Anggaran Biaya Investasi (Rp.000)
Harga
Keterangan Satuan Volume Satuan Total (Rp.000)
(Rp.000)
I. Lahan dan Perizinan
Retribusi Lahan m2 20 10.000 200.000
Perizinan m2 20 1.000 20.000
Sub total 220.000
II. Bangunan
Bangunan m2 20 8.850 177.000
Sub total 177.000
III. Mesin dan Peralatan
Mesin produksi Unit 1 30.000 30.000
Mesin penunjang Unit 2 4.000 8.000
Alat angkut Unit 1 4.000 4.000
Alat test Unit 8 5.000 40.000
Alat laboratorium Unit 7 2.000 14.000
Lain-lain Unit 6 1.000 6.000
Sub total 102.000
IV. Sarana Prasarana
Meja kerja Unit 6 2.000 12.000
Kursi kerja Unit 6 1.000 6.000
Printer Unit 4 3.000 12.000
Sub total 30.000
53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Harga
Keterangan Satuan Volume Satuan Total (Rp.000)
(Rp.000)
V. Perlangkapan Kantor
ATK Ls 1 5.000 5.000
Laptop/PC Ls 1 8.000 8.000
Sub total 13.000
Total Investasi 542.000
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Perputaran persediaan : 30 hari
Perputaran piutang usaha : 60 hari
Perputaran utang usaha : 30 hari
Proyeksi Modal Kerja tahun 2026—2032 adalah sebagai berikut:
Tabel 12 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 251.712 528.596 555.026 582.777 611.916 642.512 674.637
Hutang Lancar (50.033) (101.269) (102.342) (107.460) (112.833) (118.474) (124.398)
Modal Kerja 201.679 427.327 452.683 475.317 499.083 524.037 550.239
Perubahan Modal Kerja 201.679 225.647 25.356 22.634 23.766 24.954 26.202
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
yang dibutuhkan pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2032 berturut-turut
adalah sebesar Rp201,68 juta, Rp427,33 juta, Rp452,68 juta, Rp475,32 juta,
Rp499,08 juta, Rp524,04 juta dan Rp550,24 juta.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha seluruhnya
berasal dari kas Perseroan yang tersedia.
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2026—2032 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:
54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 13 Biaya Operasional (Rp.000)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Beban Pemasaran 25.000 39.375 41.344 43.411 45.581 47.861 50.254
Beban Administrasi 207.250 352.557 366.552 381.531 397.544 415.367 437.789
dan Umum
Total 232.250 391.932 407.896 424.942 443.125 463.228 488.042
Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp232,25
juta. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp488,04 juta pada tahun
2032.
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak melakukan kegiatan
manufaktur, maka tidak terdapat biaya untuk bahan baku mentah.
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan:
Waktu Operasional
Periode proyeksi dimulai tahun 2026 hingga tahun 2032. Jumlah hari operasional
diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2026, selanjutnya selama 264 hari dalam
setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Struktur Pendapatan
Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:
Tabel 14 Struktur Pendapatan (Rp.000)
Keterangan Satuan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Kontrak/SPK/PO
Setahun
Pertagas/PGN/
Kemetrian ESDM Rp.000 1.000.000 2.100.000 2.205.000 2.315.250 2.431.013 2.552.563 2.680.191
Swasta lain Rp.000 250.000 525.000 551.250 578.813 607.753 638.141 670.048
Total Rp.000 1.250.000 2.625.000 2.756.250 2.894.063 3.038.766 3.190.704 3.350.239
Pertumbuhan
Pertagas/PGN/
Kemetrian ESDM Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Swasta lain Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Struktur Biaya
a. Biaya Pokok
Biaya pokok terdiri dari biaya material, biaya peralatan, biaya upah, biaya
subkontraktor, dan biaya overhead dan diasumsikan tetap sampai akhir masa
proyeksi.
Tabel 15 Asumsi Beban Pokok Pendapatan
Beban Pokok Pendapatan To Sales
Biaya Material 45,00%
Biaya Peralatan 3,00%
Biaya Upah 12,00%
Biaya Subkontraktor 10,00%
Biaya Overhead 5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban pokok pendapatan
untuk setiap periode dirinci sebagai berikut.
Tabel 16 Proyeksi Beban Pokok Pendapatan (Rp.000)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Biaya Material 562.500 1.181.250 1.240.313 1.302.328 1.367.445 1.435.817 1.507.608
Persediaan Awal 0 28.380 59.599 62.579 65.708 68.993 72.443
Pembelian 590.880 1.212.468 1.243.292 1.305.457 1.370.730 1.439.266 1.511.230
Persediaan Akhir (28.380) (59.599) (62.579) (65.708) (68.993) (72.443) (76.065)
Pemakaian 562.500 1.181.250 1.240.313 1.302.328 1.367.445 1.435.817 1.507.608
Biaya Peralatan 37.500 78.750 82.688 86.822 91.163 95.721 100.507
Biaya Upah 150.000 315.000 330.750 347.288 364.652 382.884 402.029
Biaya Subkontraktor 125.000 262.500 275.625 289.406 303.877 319.070 335.024
Biaya Overhead 62.500 131.250 137.813 144.703 151.938 159.535 167.512
Total 937.500 1.968.750 2.067.188 2.170.547 2.279.074 2.393.028 2.512.679
Sumber: Proyeksi Keuangan
b. Beban Usaha
Beban usaha pada tahun 2026—2032 diproyeksikan sebagai berikut:
Tabel 17 Asumsi Beban Usaha
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Beban Usaha
Beban Pemasaran 2,00% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50% 1,50%
Beban Administrasi & Umum 18,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Atas asumsi persentase tersebut maka saldo pos beban usaha untuk setiap
periode dirinci sebagai berikut:
56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 18 Proyeksi Beban Usaha (Rp.000)
Uraian 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Beban Pemasaran 25.000 39.375 41.344 43.411 45.581 47.861 50.254
Beban Administrasi dan 207.250 352.557 366.552 381.531 397.544 415.367 437.789
Umum
Total 232.250 391.932 407.896 424.942 443.125 463.228 488.042
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban Bunga Bank
Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
masing sebesar 8,59% dan 8,22%.
Tarif Pajak
Pajak penghasilan final (PPh Final) diproyeksikan sebesar 2,65% dan diasumsikan
tetap selama masa proyeksi.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel
berikut ini:
Tabel 19 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
ASET
Aset Lancar 628.627 902.970 1.143.705 1.405.579 1.685.376 1.982.982 2.295.579
Aset Tidak Lancar 524.250 518.355 506.766 489.485 466.512 438.570 409.121
TOTAL ASET 1.152.877 1.421.325 1.650.471 1.895.065 2.151.888 2.421.552 2.704.700
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 50.033 101.269 102.342 107.460 112.833 118.474 124.398
Liabilitas Jangka Panjang 0 0 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 50.033 101.269 102.342 107.460 112.833 118.474 124.398
Ekuitas 1.102.844 1.320.056 1.548.129 1.787.605 2.039.055 2.303.078 2.580.302
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 1.152.877 1.421.325 1.650.471 1.895.065 2.151.888 2.421.552 2.704.700
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2026—2032, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
tahun 2026, total aset diproyeksikan sebesar Rp1,15 miliar hingga menjadi sebesar
Rp2,70 miliar pada tahun 2032. Total aset diproyeksikan mengalami rata-rata
pertumbuhan sebesar 15,33% per tahunnya.
57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Pada tahun 2026—2032 total liabilitas diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada
tahun 2026 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp50,03 juta hingga
menjadi sebesar Rp124,40 juta di tahun 2032.
Total ekuitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun
2026, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp1,10 miliar hingga menjadi sebesar
Rp2,58 miliar pada tahun 2032.
7.8 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel berikut:
Tabel 20 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
Pendapatan 1.250.000 2.625.000 2.756.250 2.894.063 3.038.766 3.190.704 3.350.239
Beban Pokok Pendapatan (937.500) (1.968.750) (2.067.188) (2.170.547) (2.279.074) (2.393.028) (2.512.679)
Laba (Rugi) Kotor 312.500 656.250 689.063 723.516 759.691 797.676 837.560
Beban Usaha (232.250) (391.932) (407.896) (424.942) (443.125) (463.228) (488.042)
Laba (Rugi) Usaha 80.250 264.318 281.167 298.574 316.566 334.448 349.517
Beban Penyusutan & Amortisasi (17.750) (41.193) (46.886) (52.578) (58.271) (63.239) (64.747)
Pendapatan (Beban) Lain-lain 0 0 0 0 0 0 0
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 62.500 223.125 234.281 245.995 258.295 271.210 284.770
Pajak Final (1.656) (5.913) (6.208) (6.519) (6.845) (7.187) (7.546)
Laba (Rugi) Bersih 60.844 217.212 228.073 239.476 251.450 264.023 277.224
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2026—2032, total pendapatan diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2026, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp1,25 miliar yang
kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp3,35 miliar pada tahun
2032.
Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta pada tahun 2026, Rp217,21
juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028, Rp239,48 juta pada tahun
2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02 juta pada tahun 2031,
dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2032 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 21 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan Usaha 1.044.521 2.193.493 2.303.168 2.418.326 2.539.243 2.666.205 2.799.515
Penerimaan Piutang 0 205.479 431.507 453.082 475.736 499.523 524.499
Penerimaan dari Pendapatan 0 0 0 0 0 0 0
Lain-lain
Pembayaran Kepada Supplier (558.700) (1.180.870) (1.244.093) (1.302.308) (1.367.424) (1.435.795) (1.507.585)
Penerimaan dari (pembayaran 0 0 0 0 0 0 0
untuk) operasi lainnya
Biaya Operasional (232.250) (391.932) (407.896) (424.942) (443.125) (463.228) (488.042)
Pajak Final (1.656) (5.913) (6.208) (6.519) (6.845) (7.187) (7.546)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (123.086) 32.758 249.602 269.421 285.956 302.307 315.769
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX (542.000) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (542.000) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297) (35.297)
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Modal Sendiri - I 542.000 0 0 0 0 0 0
Modal Sendiri - MK 500.000 0 0 0 0 0 0
Pinjaman - KI 0 0 0 0 0 0 0
Pinjaman Bank - KMK 0 0 0 0 0 0 0
Pembayaran Bunga - KI 0 0 0 0 0 0 0
Pembayaran Bunga Bank - KMK 0 0 0 0 0 0 0
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI 1.042.000 0 0 0 0 0 0
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 376.914 -2.540 214.305 234.123 250.658 267.010 280.472
KAS AWAL TAHUN 0 376.914 374.374 588.679 822.802 1.073.461 1.340.470
KAS AKHIR TAHUN 376.914 374.374 588.679 822.802 1.073.461 1.340.470 1.620.942
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2025 adalah Rp376,91 juta
yang kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2031 menjadi sebesar Rp1,62
miliar.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut:
Tabel 22 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Penjualan Variable Cost Fixed Cost BEP
2026 1.250.000 937.500 250.000 1.000.000
2027 2.625.000 1.968.750 433.125 1.732.500
2028 2.756.250 2.067.188 454.781 1.819.125
2029 2.894.063 2.170.547 477.520 1.910.081
2030 3.038.766 2.279.074 501.396 2.005.585
2031 3.190.704 2.393.028 526.466 2.105.865
2032 3.350.239 2.512.679 552.789 2.211.158
BEP Rata-rata (Rp.000) 1.826.331
BEP Rata-rata (%) 68,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
Perseroan harus mencatatkan penjualan di tahun 2025 sebesar Rp1,25 miliar, tahun
2026 sebesar Rp2,63 miliar, tahun tahun 2027 sebesar Rp2,76 miliar, tahun 2028
sebesar Rp2,89 miliar, tahun 2029 sebesar Rp3,04 miliar, tahun 2030 sebesar
Rp3,19 miliar, dan pada tahun 2031 sebesar Rp3,35 miliar. Sehingga rata-rata BEP
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi adalah
sebesar Rp1,83 miliar.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 23 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2026 1256,43% 1164,02% 50,19%
2027 891,66% 795,78% 56,41%
2028 1117,53% 1017,92% 63,09%
2029 1308,01% 1208,40% 68,50%
2030 1493,70% 1394,09% 73,08%
2031 1673,77% 1574,16% 77,00%
2032 1845,35% 1745,74% 80,27%
60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
Average 1369,49% 1271,44% 66,93%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas setelah
adanya penambahan kegiatan usaha.
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 24 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2026 4,54% 4,34%
2027 7,67% 7,12%
2028 6,61% 6,20%
2029 6,01% 5,67%
2030 5,53% 5,24%
2031 5,14% 4,89%
2032 4,82% 4,60%
Average 5,76% 5,44%
Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan kegiatan
usaha.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.
Tabel 25 Analisis Profitabilitas
Tahun Operating Profit Margin Net Profit Margin
2026 5,00% 4,87%
2027 8,50% 8,27%
2028 8,50% 8,27%
2029 8,50% 8,27%
2030 8,50% 8,27%
2031 8,50% 8,27%
2032 8,50% 8,27%
Average 8,00% 7,79%
61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Dari tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
margin masing-masing sebesar 8,00% dan 7,79%.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:
Tabel 26 Return on Investment
Laba Bersih Total Investasi
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2026 60.844 1.152.877 5,28%
2027 217.212 1.421.325 15,28%
2028 228.073 1.650.471 13,82%
2029 239.476 1.895.065 12,64%
2030 251.450 2.151.888 11,69%
2031 264.023 2.421.552 10,90%
2032 277.224 2.704.700 10,25%
Average 11,41%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2032 diproyeksikan akan meningkat setiap
tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 11,41%.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond).
Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
bebas risiko (Rf).
Tabel 27 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0108 15-Jul-36 6,1097%
FR0106 15-Jun-40 6,4290%
FR0107 15-Jun-45 6,5390%
FR0102 15-Jul-54 6,7094%
FR0105 15-Jul-64 6,7535%
Rata-rata 6,5081%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
16 Desember 2025
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026,
diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,69%.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Construction Supplies per Januari
2025 yaitu rata-rata sebesar 1,00.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:
Tabel 28 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,51%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,69%
c. β (Beta) 1,00
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 13,19%
Credit Default Spread 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 11,57%
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 11,57%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 8,75% seperti pada tabel berikut.
Tabel 29 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 6,70% 24,61% 1,65%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 11,57% 75,39% 8,72%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 10,37%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 30 Perhitungan NPV (Rp.000)
Keterangan FCFF PV FCFF
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 578.942 2.118.758
2025 (665.086) (602.599)
2027 (2.540) (2.085)
2028 214.305 159.398
2029 234.123 157.779
2030 250.658 153.051
2031 267.010 147.718
2032 280.472 140.587
Terminal Value 4.326.493 1.964.910
NPV 2.118.758
Discount Factor = 10,37%
b. Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi
pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
layak dikerjakan.
IRR : Internal Rate of Return
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan IRR dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Tabel 31 Perhitungan IRR
FCFF PV FCFF
Keterangan
(Rp.000) (Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
2026 (665.086) (463.891)
2027 (2.540) (1.236)
2028 214.305 72.719
2029 234.123 55.411
2030 250.658 41.378
2031 267.010 30.744
2032 280.472 22.525
Terminal Value 4.326.493 242.350
NPV 0
IRR = 43,37%
c. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 32 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 3.218.464
Arus kas keluar (1.099.706)
PI 2,92666
67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
d. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
Tabel 33 Perhitungan PP
NCF
No Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (679.070) 2026 1,00
2 (18.024) 2027 1,00
3 212.560 2028 1,00
4 233.078 2029 1,00
5 249.443 2030 0,87
6 265.585 2031 0,00
7 278.919 2032 0,00
Total 4,87
Payback Period 4 Tahun 10 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 34 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2026 2027 2028 2029
Keterangan
0,50 1,50 2,50 3,50
EBITDA 80.250 264.318 281.167 298.574
CASH OUT FLOW
- Tax (1.656) (5.913) (6.208) (6.519)
- Interest (I x T) (2,65%) - - - -
- Investment Outlays (542.000) - - -
- Capital Expenditure, CAPEX - (35.297) (35.297) (35.297)
+/- Working Capital (201.679) (225.647) (25.356) (22.634)
TOTAL (745.336) (266.858) (66.862) (64.450)
NET CASH FLOW (665.086) (2.540) 214.305 234.123
Terminal value (3,00%) 0 0 0 0
Discount factor (10,37%) 0,90605 0,82092 0,74379 0,67391
DISCOUNTED CASH FLOW (602.599) (2.085) 159.398 157.779
PROCEED (665.086) (667.626) (453.321) (219.198)
PRESENT VALUE KAS MASUK 72.710 216.984 209.130 201.212
PRESENT VALUE KAS KELUAR (675.309) (219.069) (49.732) (43.434)
68
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
2030 2031 2032
Keterangan TOTAL
4,50 5,50 6,50
EBITDA 316.566 334.448 349.517 1.924.841
CASH OUT FLOW
- Tax (6.845) (7.187) (7.546) (41.875)
- Interest (I x T) - - 0 -
- Investment Outlays - - 0 (542.000)
- Capital Expenditure, CAPEX (35.297) (35.297) (35.297) (211.785)
+/- Working Capital (23.766) (24.954) (26.202) (550.239)
TOTAL (65.908) (67.439) (69.046) (1.345.899)
NET CASH FLOW 250.658 267.010 280.472 578.942
Terminal value (3,00%) 0 0 3.920.007
Discount factor (10,37%) 0,61060 0,55323 0,50125
DISCOUNTED CASH FLOW 153.051 147.718 2.105.497 2.118.758
PROCEED 31.461 298.470 578.942
PRESENT VALUE KAS MASUK 193.294 185.027 2.140.106 3.218.464
PRESENT VALUE KAS KELUAR (40.243) (37.309) (34.609) (1.099.706)
INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 43,37%
NET PRESENT VALUE, NPV 2.118.758
PROFITABILITY INDEX, PI 2,92666
PAYBACK PERIOD, PP 4 Tahun 10 Bulan
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
dan 10 bulan.
69
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Volume pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%,
5,00%, 7,00%, dan 10,00%.
− Biaya Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,00%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,00%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,00%, dan 10,00%.
Tabel 35 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 5,00% 10,00% 15,00% 20,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) 2.118.758 2.060.806 2.002.854 1.944.902 1.886.950
Internal Rate of Return (IRR) 43,37% 42,90% 42,42% 41,93% 41,42%
Return On Investment (ROI) 11,41% 11,24% 11,07% 10,90% 10,72%
Profitability Index (PI) 2,92666 2,89424 2,86110 2,82724 2,79262
Payback Period (PP) 4 Th 10 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 5 Th 0 Bln 5 Th 0 Bln
BEP 1.826.331 1.780.672 1.735.014 1.689.356 1.643.698
a. Rp.000
b. % terhadap pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
2. BIAYA INVESTASI NAIK
Net Present Value (NPV) 2.118.758 2.106.481 2.094.204 2.081.927 2.069.650
Internal Rate of Return (IRR) 43,37% 42,83% 42,30% 41,78% 41,28%
Return On Investment (ROI) 11,41% 11,41% 11,41% 11,41% 11,41%
Profitability Index (PI) 2,92666 2,89435 2,86274 2,83182 2,80155
Payback Period (PP) 4 Th 10 Bln 4 Th 11 Bln 4 Th 11 Bln 5 Th 0 Bln 5 Th 1 Bln
BEP 1.826.331 1.826.331 1.826.331 1.826.331 1.826.331
a. Rp.000
b. % terhadap pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
3. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) 2.118.758 1.314.837 510.916 -293.006 -1.096.927
Internal Rate of Return (IRR) 43,37% 32,77% 20,42% 2,79% N/A
Return On Investment (ROI) 11,41% 9,17% 6,40% 2,79% -2,30%
Profitability Index (PI) 2,92666 2,20404 1,47118 0,72786 (0,02614)
Payback Period (PP) 4 Th 10 Bln 6 Th 3 Bln 8 Th 11 Bln 15 Th 0 Bln 15 Th 0 Bln
BEP 1.826.331 2.023.772 2.256.055 2.533.297 2.869.948
a. Rp.000
b. % terhadap pendapatan 68,00% 75,35% 84,00% 94,32% 106,86%
4. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) 2.118.758 2.013.760 1.915.861 1.824.380 1.738.723
Internal Rate of Return (IRR) 43,37% 42,92% 42,49% 42,07% 41,68%
Return On Investment (ROI) 11,41% 11,41% 11,41% 11,41% 11,41%
Profitability Index (PI) 2,92666 2,83941 2,75780 2,68130 2,60945
70
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 5,00% 10,00% 15,00% 20,00%
Payback Period (PP) 4 Th 10 Bln 4 Th 10 Bln 4 Th 10 Bln 4 Th 10 Bln 4 Th 10 Bln
BEP 1.826.331 1.826.331 1.826.331 1.826.331 1.826.331
a. Rp.000
b. % terhadap pendapatan 68,00% 68,00% 68,00% 68,00% 68,00%
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 20 Analisis Sensitivitas
2.500.000
2.000.000
1.500.000
1.000.000
NPV (Rp.000)
500.000
0
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
(500.000)
(1.000.000)
(1.500.000)
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK
DISCOUNT RATE NAIK BIAYA INVESTASI NAIK
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp2,12 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp1,89 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap biaya investasi, dimana biaya
investasi naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp2,07 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana struktur
biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar negatif
Rp1,10 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount rate, dimana
discount rate naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
Rp1,74 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
71
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa yang dijalankan
oleh Perseroan mencakup sektor konstruksi, infrastruktur, serta industri. Sektor-
sektor tersebut membutuhkan pasokan bahan konstruksi dan perlengkapan
instalasi bangunan secara berkelanjutan untuk mendukung berbagai kegiatan
pembangunan, baik pada proyek pembangunan gedung, kawasan industri, fasilitas
utilitas, maupun infrastruktur pendukung lainnya. Kebutuhan tersebut mencakup
berbagai material konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi
bangunan yang digunakan dalam kegiatan pembangunan dan instalasi utilitas pada
berbagai proyek konstruksi. Berdasarkan grafik distribusi Produk Domestik Bruto
(PDB) atas dasar harga berlaku menurut lapangan usaha pada Triwulan III 2025,
sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 9,82% terhadap total PDB
nasional. Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa sektor konstruksi merupakan
salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan
ekonomi di Indonesia.
Salah satu indikator penting yang mencerminkan fluktuasi aktivitas konstruksi di
Indonesia adalah Indeks Nilai Konstruksi yang Diselesaikan. Pada triwulan III tahun
2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar 174,65, dan
meningkat menjadi 180,02 pada triwulan III tahun 2025. Kenaikan ini
mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,07% secara tahunan (y-on-y), yang
menunjukkan adanya peningkatan nilai konstruksi yang diselesaikan dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya.
Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar bahan
konstruksi, perlengkapan perpipaan, serta peralatan instalasi bangunan pada
dasarnya masih berada dalam rantai nilai (value chain) yang sejalan dengan kegiatan
usaha utama Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam menyediakan produk
dan jasa yang berkaitan dengan sistem instalasi gas serta kegiatan konstruksi
melalui layanan EPC, Perseroan dinilai memiliki pemahaman teknis, jaringan
pemasok, serta hubungan bisnis dengan pelanggan yang relevan di sektor
konstruksi dan industri. Hal ini memberikan nilai tambah bagi Perseroan dalam
menjalankan kegiatan perdagangan bahan konstruksi dan perlengkapan instalasi,
karena sebagian produk yang diperdagangkan memiliki keterkaitan dengan
kebutuhan proyek konstruksi maupun instalasi utilitas.
Secara keseluruhan, kondisi bisnis konstruksi menunjukkan tren pertumbuhan
positif dan optimisme yang terjaga. Hal ini tercermin dari angka Indeks Kondisi
Bisnis yang meningkat dari 51,50 pada Triwulan II menjadi 56,76 pada Triwulan III.
Kenaikan ini didorong kuat oleh sektor operasional, di mana variabel Nilai
72
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
Pekerjaan/Konstruksi yang Diselesaikan menjadi kontributor tertinggi dengan
indeks mencapai 63,48, yang mengindikasikan adanya peningkatan aktivitas proyek
yang signifikan di lapangan.
Sasaran pasar Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini meliputi
beberapa sektor, yaitu sektor konstruksi, sektor infrastruktur, sektor industri, serta
distributor dan toko material bangunan. Adapun wilayah pemasaran yang dituju
oleh Perseroan meliputi pasar domestik di seluruh wilayah Indonesia.
Dari Penambahan Kegiatan Usaha baru ini, Perseroan diproyeksikan mencatatkan
tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp60,84 juta
pada tahun 2026, Rp217,21 juta pada tahun 2027, Rp228,07 juta pada tahun 2028,
Rp239,48 juta pada tahun 2029, Rp251,45 juta pada tahun 2030, sebesar Rp264,02
juta pada tahun 2031, dan sebesar Rp277,22 juta pada tahun 2032.
Untuk mencapai target pasar yang telah ditentukan, Perseroan akan menerapkan
beberapa strategi pemasaran yaitu (1) Penjualan langsung; (2) Kerja sama dengan
distributor dan pemasok; (3) Pemasaran digital; (4) Partisipasi dalam proyek dan
tender; (5) Pelayanan pelanggan profesional.
Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, kapasitas operasional merupakan salah satu faktor
penting dalam mendukung kelancaran kegiatan usaha Perseroan, khususnya dalam
menjalankan kegiatan Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas,
Perlengkapan Perpipaan, dan Peralatan Pemanas Lainnya. Dalam hal ini, Perseroan
telah memiliki kemitraan dengan pemasok yang terpercaya, sehingga Perseroan
dapat memastikan ketersediaan produk dengan kualitas yang sesuai dengan
standar pasar dan sesuai dengan kebutuhan proyek. Selain itu, kegiatan operasional
Perseroan juga akan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti
tersedianya kantor operasional yang digunakan untuk kegiatan administrasi dan
pemasaran, gudang untuk penyimpanan produk dan material konstruksi, sarana
transportasi untuk kegiatan distribusi barang, serta sistem administrasi dan
manajemen penjualan.
Selain itu, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 57 orang
karyawan. Perseroan telah memiliki tenaga ahli untuk menjalankan kegiatan usaha
baru ini, dengan mengisi posisi Project Manager yang telah bekerja sejak tahun
2019. Proses operasional yang dilakukan Perseroan untuk kegiatan usaha baru ini
diantaranya adalah (1) Identifikasi kebutuhan pasar; (2) Pengadaan produk dari
73
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
pemasok; (3) Penerimaan dan pemeriksaan barang; (4) Penyimpanan di Gudang; (5)
Kegiatan pemasaran dan penawaran produk; (6) Penerimaan pesanan dari
pelanggan; (7) Proses administrasi dan penyiapan barang; (8) Distribusi dan
pengiriman barang; (9) Penerimaan barang oleh pelanggan; dan (10) Layanan purna
jual.
Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki
sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
stakeholder; 2) Perseroan telah memiliki karyawan dan tim manajemen yang sangat
kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi, sehingga mampu menjalankan
operasional perusahaan dengan efektif dan efisien; dan 3) Perseroan sampai saat
ini didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-
produk yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi
kebutuhan pasar dengan baik.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Meningkatkan
kualitas produk dan layanan; 2) Melindungi dan mendaftarkan hak kekayaan
intelektual; 3) Meningkatkan kualitas dan diferensiasi produk dan layanan; 4)
Melakukan inovasi produk secara berkelanjutan; dan 5) Memperkuat loyalitas
konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.
Dengan keunggulan kompetitif yang dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai
diantaranya adalah: (1) Penambahan kegiatan usaha baru; (2) Menambah sumber
pendapatan baru; (3) Meningkatan kinerja keuangan Perseroan.
Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari Kajiam Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 57 orang karyawan
yang akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya
74
Page 87
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
proyek yang akan datang. Kegiatan usaha baru ini akan dijalankan oleh tenaga kerja
yang meliputi manajemen dan administrasi, tenaga pemasaran dan penjualan,
tenaga logistik dan distribusi, serta tenaga operasional gudang, dengan estimasi
kebutuhan personel sebanyak kurang lebih 9 orang.
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menghadapi berbagai
potensi risiko yang dapat mempengaruhi kelancaran operasional maupun kinerja
usaha. Adapun beberapa risiko utama yang dihadapi Perseroan antara lain: (1)
Risiko rantai pasok; (2) Risiko fluktuasi harga komoditas; (3) Risiko kredit dan
penagihan; dan (4) Risiko kepatuhan dan regulasi.
Kapasitas dan kemampuan manajemen Perseroan didukung oleh beberapa aspek
yaitu seperti struktur kepemimpinan yang kompeten, infrastruktur teknologi
informasi, skalabilitas operasional, dan pengembangan kapasitas SDM. Sementara
itu, berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.
Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.118.758.000,-. Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 43,37%. Hasil IRR berada di atas tingkat
discount rate yang sebesar 10,37%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
(cost of capital) yang diasumsikan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 2,92666. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
75
Page 88
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Kian Santang Muliatama Tbk
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 4 tahun dan 10 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 4 tahun
dan 10 bulan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang
paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46739 yaitu
Perdagangan Besar Bahan Konstruksi, Perkakas, Perlengkapan Perpipaan, dan
Peralatan Pemanas Lainnya adalah layak.
76
Names mentioned 75 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
person
Digitally signed by Endang Sunardi
· Rekan | DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
p.6 ×2
unresolved
org
KJPP Syarif Endang dan Rekan
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Endang
p.6
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.13 ×2
unresolved
person
Artisa Khamelia Ramadayanti
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
person
Rini Yulianti
· Notaris
p.14 ×3
unresolved
person
Akuntan Publik Sutrisno
p.14
unresolved
org
Muliatama Tbk
p.15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Mennix & Rekan
p.15 ×4
unresolved
person
Muh. Nursyam Afriansyah
p.15
unresolved
person
Anjani
p.15
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.16
unresolved
org
KJPP
p.16
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.18
unresolved
person
Artisa Khamelia Ramadiyanti
p.20
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Pratiwi Putri Sulung
p.23 ×2
unresolved
org
PT Steel Pipe Industry
p.32 ×2
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.32
unresolved
org
Agro Yasa Lestari Tbk.
p.33 ×4
unresolved
org
PT Intisumber Bajasakti
p.33 ×2
unresolved
org
PT Suprajaya Duaribu Satu
p.33 ×2
unresolved
org
PT Korsa Persada Asia
p.33 ×2
unresolved
org
PT Tiga Mitracon Indonesia
p.33 ×2
unresolved
org
PT Bangun Indo Pratama
p.33 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual
p.35 ×4
unresolved
org
Menteri
p.35
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.35
unresolved
org
Bank Indonesia
p.37 ×16
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.37 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar
p.41
unresolved
org
Surabaya Indonesia Tbk
p.53
unresolved
org
Graha Mobisel
p.53
unresolved
org
Adiprana Tbk
p.53
unresolved
org
PT Radiant Utama
p.53
unresolved
org
Mampang Interinsco Tbk
p.53
unresolved
org
PT Caturkarda Depo
p.53
unresolved
org
Bangunan Tbk
p.53
unresolved
org
PT Jaya Konstruksi
p.53
unresolved
org
Gedung B Manggala Pratama Tbk
p.53
unresolved
org
Pondok Tbk
p.53
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara
p.61
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.76
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
12450 ms
12 Sep 2026 22:29
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}