Skip to content
Back to announcement

20260413_NIKL_Public Expose_32070297_lamp3.pdf

Other Text extracted NIKL

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1 OCR 0.878
1s09001 -2015 No,
ISO 1001: 2010 No,
ISO aso01: 2018 No,

PT LATINUSA, Tbk.

s
Gedung Krakatau Sroel Lt.3, Jl. Jend, Gatot Subroto Kav.54, Jakarta 12950 - Indonesia k J 3

Phone »152-21 5209883 (hunting), Facsimile 1 462221 5210076, S2100B1 WusiaMyu “2, GS
E-mail : info@latinusa.co.id Sm 24122: 2073 si

Factory: Jl. Australia | Kav.E1 Kawasan Industri Krakatau Cilegon, Banten 42443 - Indonesia
Phone : #62-254 392353 (hunting), 393570, Facsimile : 462-254 393569, 393247
E-mail : info@latinusa.co.id

s6. 0020
tas. conea
Oris. 0021
Sconoa

»ms Ooo96

LAPORAN HASIL PAPARAN PUBLIK
(Public Expose)
PT PELAT TIMAH NUSANTARA, Tbk.

Hari/Tanggal 1 Rabu, 8 April 2026

Waktu 1 13.03 — 13.50 WIB

Tempat 1 Dilakukan Melalui Aplikasi Video Konferensi Zoom,
dengan Melakukan Registrasi

Pihak Manajemen : - Jetrinaldi (Direktur Utama)

Yang Hadir - Herman Arifin (Direktur Komersial)

- Irvan Muhson Jauhari (Direktur Keuangan)

Acara dibuka oleh Bapak Jetrinaldi selaku Direktur Utama Perusahaan dan dilanjutkan
dengan presentasi kinerja PT Pelat Timah Nusantara, Tbk., disingkat PT Latinusa, Tbk.
(“Perseroan”). Setelah Direktur Utama, Direktur Komersial dan Direktur Keuangan selesai
menyampaikan presentasi, diberikan sesi tanya jawab untuk para pemegang saham & media
untuk bertanya.

Selengkapnya sesi tanya jawab diuraikan sebagai berikut:

Ghafur - Investor Daily

1. Mohon dijelaskan tantangan dan peluang di tahun ini yang bisa dimanfaatkan
Perseroan dan memberikan kontribusi pada laba Perseroan?

Tanggapan:

Dalam hal tantangan, kondisi yang dihadapi pada tahun 2025 relatif masih berlanjut
hingga tahun 2026. Berdasarkan realisasi kinerja hingga tiga bulan pertama tahun ini,
tantangan utama yang dihadapi Perseroan adalah masih tingginya volume impor tinplate
yang masuk ke pasar domestik. Namun demikian, berdasarkan pengalaman yang telah
dilalui pada tahun sebelumnya, Perseroan telah memiliki strategi yang lebih terarah

dalam menyelaraskan penjualan dengan produk impor, khususnya yang berasal dari
Tiongkok dan Korea.

Di sisi peluang, Perseroan terus mengoptimalkan strategi yang telah dijalankan sejak
tahun 2025, salah satunya melalui upaya meningkatkan daya saing harga produk
terhadap produk impor. Strategi tersebut dilakukan secara menyeluruh, mulai dari
efisiensi pengadaan bahan baku, optimalisasi proses produksi, pengendalian biaya
usaha, hingga pengelolaan risiko nilai tukar yang merupakan salah satu faktor
signifikan. Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya untuk menekan beban bunga.

Seluruh inisiatif tersebut terus dilanjutkan dan diperkuat pada tahun 2026. Dengan
demikian, Perseroan memiliki keyakinan untuk dapat mencapai kinerja yang lebih baik

dibandingkan tahun sebelumnya.

NIPPON STEEL

Page 2 OCR 0.947
PT LATINUSA, Tbk.
————

Pencapaian Perseroan pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan hasil yang relatif
lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang selanjutnya
akan disampaikan secara resmi dalam laporan kinerja Perseroan.

2. Apakah kondisi geopolitik saat ini memberikan dampak pada kinerja Perseroan?

Tanggapan:

Secara umum, Perseroan melihat bahwa dinamika geopolitik global, termasuk konflik di
kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran serta potensi
gangguan pada jalur distribusi strategis seperti Selat Hormuz, dapat memberikan
implikasi tertentu terhadap industri.

Terdapat dua aspek yang kami pandang sebagai peluang. Pertama, kondisi tersebut
berpotensi mendorong kenaikan harga plastik secara signifikan. Sebagaimana diketahui,
plastik merupakan salah satu produk substitusi yang selama ini memberikan tekanan
terhadap permintaan tinplate di pasar domestik. Dengan meningkatnya harga plastik,
daya saing tinplate relatif menjadi lebih baik. Kedua, adanya gangguan terhadap jalur
logistik global turut berdampak pada peningkatan ongkos angkut antarnegara. Hal ini
secara tidak langsung dapat mengurangi daya saing produk impor, sehingga memberikan
ruang yang lebih besar bagi produk Perseroan.

Dengan demikian, Perseroan melihat kondisi ini sebagai peluang yang dapat
dimanfaatkan untuk memperkuat posisi di pasar domestik.

3. Mohon dijelaskan target pendapatan dan laba di tahun ini dan bagaimana
strateginya?

Tanggapan:

Secara angka, target kinerja tahun 2026 sejalan dengan target yang telah ditetapkan
pada tahun sebelumnya. Namun demikian, dengan strategi yang telah kami
implementasikan dan perkuat, Perseroan memiliki keyakinan bahwa realisasi kinerja
tahun 2026 dapat lebih baik dari pencapaian tahun lalu.

Daniel - Analis

1. Manajemen menyebutkan di slide 4 dan 5. Kenapa pangsa pasar Latinusa turun dari
59,714 menjadi 55,69Y6 sementara pangsa impor naik drastis (40,29 — 44,31Y0)
di tengah penurunan konsumsi nasional? Strategi konkret apa untuk membendung
impor?
Tanggapan:
Penurunan pangsa pasar Perseroan terutama disebabkan oleh peningkatan tekanan dari
produk impor. Secara kinerja, penjualan Perseroan tercatat menurun lebih dari 1054,
sementara demand nasional hanya mengalami penurunan sekitar 2,4. Hal ini
menunjukkan bahwa terjadi pergeseran pangsa pasar ke produk impor, yang pada
akhirnya berdampak langsung pada penurunan market share Perseroan.

Dalam menghadapi kondisi tersebut, Perseroan menjalankan dua strategi utama:

Pertama, dari sisi eksternal, Perseroan secara aktif berkoordinasi dengan pemangku
kepentingan, khususnya pembina industri, untuk menyampaikan kondisi pasar yang
terjadi saat ini. Perseroan juga mencermati adanya tekanan harga dari produk impor,
khususnya dari Tiongkok, yang berpotensi adanya praktik persaingan yang kurang
sehat. Oleh karena itu, Perseroan mendorong adanya peran pemerintah dalam menjaga

Page 3 OCR 0.947
PT LATINUSA, Tbk.
aa ——.

iklim persaingan yang lebih seimbang melalui pengendalian arus impor. Kedua, dari sisi
internal, Perseroan terus memperkuat daya saing melalui efisiensi biaya, termasuk
optimalisasi pengadaan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif. Meskipun
dampaknya belum signifikan pada tahun 2025, Perseroan mulai melihat indikasi
perbaikan pada tahun 2026.

Dengan semakin kompetitifnya struktur biaya dan harga jual, serta didukung
keunggulan dari sisi keandalan pasokan dan kedekatan layanan, Perseroan meyakini
bahwa preferensi pelanggan terhadap produk domestik akan semakin meningkat. Hal ini
mulai tercermin pada kinerja Perseroan di tahun 2026.

Manajemen menyebutkan di slide 6. Mengapa segmen Dry Food justru
meningkatkan kontribusi (25,514 — 27,596) sementara segmen General Can dan
Food menurun, padahal konsumsi nasional turun? Apakah ini karena pergeseran
perilaku konsumen atau keberhasilan strategi penjualan spesifik?

Tanggapan: (pak herman)
Perlu kami klarifikasi bahwa peningkatan kontribusi tersebut bukan berasal dari segmen

dry food, melainkan dipengaruhi oleh kinerja pada segmen miik. Hal ini sesuai dengan
data yang Kami informasikan pada materi.

Berdasarkan data pasar, pada tahun 2025 terlihat adanya pemulihan (recovery) pada
segmen milk, khususnya setelah mengalami penurunan pada tahun 2024, terutama pada
produk ready to drink milk. Pada tahun 2025, permintaan pada kategori ini kembali
meningkat. Secara umum, segmen milk terdiri dari condensed milk, ready to drink milk,
serta sebagian kecil powder milk. Namun demikian, nilai segmen secara keseluruhan
masih menunjukkan tren penurunan.

Terkait dengan pergeseran perilaku konsumen, untuk saat ini dampaknya belum terlihat
signifikan dalam jangka pendek. Akan tetapi, secara struktural memang terjadi
perubahan pada segmen dry food. Sejak tahun 2020, tren segmen ini cenderung
menurun, yang salah satunya dipengaruhi oleh perubahan preferensi konsumen.

Sebagai ilustrasi, pada generasi sebelumnya (baby boomers), produk dry food dalam
kemasan kaleng, seperti biskuit, merupakan bagian dari kebiasaan konsumsi dan sajian.
Namun, pada generasi yang lebih muda seperti milenial dan generasi Z, preferensi
tersebut mulai bergeser, sehingga penggunaan kemasan kaleng untuk kategori ini
menjadi semakin terbatas.

Dengan demikian, perubahan kontribusi antar segmen lebih mencerminkan dinamika
pemulihan di segmen milk serta perubahan struktural pada segmen dry food.

. Manajemen menyebutkan di slide 3, 8, 10 bahwa penurunan persediaan (-22,03”6)
jauh lebih tajam daripada penurunan penjualan (-10,21”6). Apakah ini karena
melemahnya permintaan dari pelanggan utama (makanan, minyak goreng, cat), atau
karena strategi intentional untuk mengurangi modal kerja? Bagaimana proyeksi
permintaan di tahun 2026?

Tanggapan:

Penurunan persediaan yang lebih tajam dibandingkan penjualan terutama dipengaruhi
oleh karakteristik bisnis Perseroan yang berbasis job order. Dalam model ini, pembelian
bahan baku dan produksi dilakukan berdasarkan pesanan yang diterima. Oleh karena
itu, ketika terjadi penurunan penjualan, maka secara otomatis kebutuhan bahan baku
dan tingkat persediaan, baik bahan baku maupun barang jadi, akan menyesuaikan.

Page 4 OCR 0.956
PT LATINUSA, Tbk.
—e— —

Dengan demikian, penurunan persediaan tidak semata-mata mencerminkan pelemahan
permintaan, melainkan juga merupakan konsekuensi langsung dari penyesuaian
terhadap volume pesanan. Di sisi lain, langkah ini juga selaras dengan upaya Perseroan
dalam menjaga efisiensi pengelolaan modal kerja secara lebih disiplin.

Terkait proyeksi permintaan, Perseroan melihat adanya potensi recovery secara bertahap
di tahun 2026. Sebagai gambaran, pada tahun 2022 permintaan nasional masih berada
di kisaran 250 ribu ton, sementara pada periode 2023 hingga 2025 berada di kisaran
200 ribu ton. Hingga saat ini, permintaan nasional masih berada di level tersebut, namun

Perseroan melihat adanya peluang perbaikan seiring dengan kondisi pasar yang mulai
stabil.

Fadil - Suara.com

Izin bertanya soal kondisi kurs nilai tukar dengan yang tren melemah. Mengingat tahun
lalu rugi selisih kurs NIKL menurun dari sebelumnya US$1,54 juta menjadi
US$558.954. Apakah ada mitigasi dari NIKL sendiri untuk tahun ini?

Tanggapan:

Risiko nilai tukar merupakan salah satu risiko utama bagi Perseroan, mengingat sebagian
besar bahan baku diperoleh melalui impor dalam denominasi Dolar AS, sementara penjualan
dilakukan dalam Rupiah. Kondisi ini menciptakan eksposur yang signifikan terhadap
fluktuasi nilai tukar, yang berdampak langsung terhadap laba rugi Perseroan.

Selain itu, dengan adanya ketentuan dari Bank Indonesia yang membatasi penggunaan
valuta asing dalam transaksi domestik, Perseroan menghadapi mismatch antara sisi
pembelian dan penjualan yang semakin perlu dikelola secara disiplin.

Sebagai bentuk mitigasi, Perseroan secara konsisten menerapkan strategi pengelolaan risiko
nilai tukar, termasuk pengendalian eksposur secara lebih ketat, penyesuaian kebijakan
pembelian, serta optimalisasi pengelolaan arus kas. Pada tahun 2025, Perseroan juga
meningkatkan fokus pengawasan terhadap eksposur tersebut, sejalan dengan arahan
Pemegang Saham untuk menjaga kinerja agar tetap positif.

Upaya tersebut terbukti efektif dalam menekan rugi selisih kurs secara signifikan pada
tahun 2025. Ke depan, strategi yang sama akan terus dilanjutkan dan diperkuat pada tahun
2026, sehingga Perseroan dapat meminimalkan dampak volatilitas nilai tukar terhadap
kinerja keuangan.

Tomy — TopBusiness.id

1. Kendati penjualan turun ternyata berhasil mencatatkan laba di tahun 2025 lalu
(kalau tidak salah). Pencapaian ini karena ditopang apa ya? Apa karena lebih ke
efisiensi saja atau ada sumber lainnya? Apakah Perseroan berencana untuk
membagi dividen?

Tanggapan:

Pencapaian laba Perseroan pada tahun 2025 didukung oleh beberapa faktor utama, baik
dari sisi operasional maupun non-operasional.

Dari sisi non-operasional, terdapat penurunan signifikan pada rugi selisih kurs
dibandingkan tahun sebelumnya, yang memberikan kontribusi positif terhadap kinerja

Page 5 OCR 0.957
PT LATINUSA, Tbk.
—————

laba. Selain itu, penurunan tingkat persediaan turut berdampak pada menurunnya
kebutuhan modal kerja, sehingga beban bunga juga dapat ditekan.

Namun demikian, Perseroan tidak hanya bergantung pada faktor non-operasional. Dari
sisi operasional, Perseroan secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif efisiensi,
termasuk optimalisasi pengadaan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif.
Langkah ini menjadi kunci dalam menjaga margin dan mendorong kinerja operasional
tetap positif.

Strategi pengadaan bahan baku yang lebih efisien tidak hanya berdampak pada
peningkatan profitabilitas, tetapi juga memperkuat daya saing harga Perseroan terhadap
produk impor. Dengan harga yang semakin kompetitif, pelanggan cenderung lebih
memilih produk domestik, sehingga turut mendukung keberlanjutan kinerja Perseroan.

Terkait pasar yang masih menantang ini, bagaimana strategi latinusa untuk bisa
meningkatkan market share yang lebih besar lagi?

Tanggapan:

Hal ini berkaitan dengan informasi yang telah disampaikan sebelumnya, dalam
menghadapi kondisi pasar yang kompetitif, Perseroan berfokus pada penguatan daya
saing secara menyeluruh. Strategi utama yang dijalankan adalah melalui optimalisasi
pengadaan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif serta peningkatan efisiensi
di seluruh lini operasional.

Tahun ini bagaimana proyeksi kinerjanya, terutama target penjualan dan laba? Di
Tengah adanya isu geopolitik/perang apakah kian menekan kinerja Latinusa di
2026 ini?

Tanggapan:

Terkait dengan isu geopolitik telah disampaikan sebelumnya dan untuk tahun 2026,
Perseroan menargetkan kinerja yang relatif sejalan dengan tahun sebelumnya, dengan
fokus pada peningkatan kualitas profitabilitas. Secara khusus, Perseroan menargetkan
laba sekitar USD 2,9 juta. Kita harapkan tentunya kita dapat mencapai angka tersebut.

Berapa capex yang dianggarkan tahun ini? Akan digunakan apa saja Capex itu?
Tanggapan:

Pada tahun 2026, Perseroan menganggarkan capex sebesar sekitar USD 2,1 juta. Alokasi
tersebut terdiri dari:

- Machinery & Eguipment sebesar USD 1,8 juta

- Supporting Eguipment sebesar USD 0,3 juta

Secara umum, capex ini difokuskan untuk menjaga dan meningkatkan keandalan
operasional pabrik. Selain itu, dalam kondisi permintaan nasional yang masih relatif
rendah, Perseroan melihat bahwa spesifikasi dan standar kualitas yang diminta oleh
pelanggan cenderung semakin tinggi.

Oleh karena itu, investasi ini juga diarahkan untuk memastikan bahwa Perseroan
mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dengan standar kualitas yang lebih ketat,
sekaligus menjaga konsistensi dan efisiensi proses produksi.

Dengan demikian, capex yang dialokasikan tidak hanya bersifat pemeliharaan
(maintenance), tetapi juga mendukung peningkatan daya saing Perseroan di tengah
kondisi pasar yang menantang.

Page 6 OCR 0.957
PT LATINUSA, Tbk.
—-b——

Annis - Warta Ekonomi

1.

Dalam kondisi global yang tidak stabil, apakah NIKL akan lebih fokus pada pasar
domestik atau mulai agresif ke ekspor?

Tanggapan:

Dalam kondisi saat ini, Perseroan tetap memprioritaskan pasar domestik sebagai fokus
utama. Hal ini didasarkan pada posisi Perseroan sebagai satu-satunya produsen tinplate
di dalam negeri, serta kapasitas produksi yang masih berada di bawah total demand
nasional. Meskipun terjadi penurunan permintaan dalam beberapa tahun terakhir,
kebutuhan pasar domestik masih belum sepenuhnya terpenuhi oleh kapasitas produksi
Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan melihat bahwa pemenuhan pasar dalam negeri
tetap menjadi prioritas utama.

Dengan kenaikan biaya logistik akibat harga energi, apakah ada perubahan strategi
supply chain atau sourcing bahan baku?

Tanggapan:

Secara prinsip, pengadaan bahan baku utama TMBP memiliki karakteristik yang
menyerupai komoditas, di mana ketersediaannya sangat bergantung pada surplus
produksi dari negara produsen. Idealnya, industri tinplate memiliki dukungan pasokan
domestik, namun saat ini Perseroan masih mengandalkan sumber impor.

Dalam menghadapi kenaikan biaya logistik, Perseroan tidak melakukan perubahan
strategi yang bersifat fundamental. Namun demikian, Perseroan secara aktif melakukan
penyesuaian sourcing dengan mengoptimalkan pilihan negara pemasok.

Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan tingkat harga yang paling
kompetitif, termasuk memperhitungkan komponen biaya logistik secara keseluruhan.
Dengan demikian, fleksibilitas dalam memilih sumber pasokan dari berbagai negara
menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya bahan baku.

Apakah NIKL melihat peluang dari kenaikan harga komoditas global (seperti logam)
untuk memperbaiki pricing power?

Tanggapan:

Perseroan melihat bahwa dinamika harga komoditas global, termasuk kenaikan harga
material substitusi seperti plastik, dapat memberikan peluang dalam memperkuat posisi
produk tinplate di pasar.

Kenaikan harga plastik berpotensi mendorong pergeseran preferensi, khususnya pada
sektor packaging, dari material plastik ke kemasan berbasis kaleng. Hal ini secara tidak
langsung dapat meningkatkan daya saing produk Perseroan.

Namun demikian, Perseroan tidak semata-mata mengandalkan faktor harga sebagai
pendorong utama. Perseroan secara konsisten juga mendorong penggunaan kemasan
kaleng dengan mengedepankan aspek keberlanjutan dan ramah lingkungan, yang
menjadi tren jangka panjang di industri kemasan.

Dengan demikian, peluang bagi Perseroan tidak hanya berasal dari dinamika harga
komoditas, tetapi juga dari perubahan preferensi pasar menuju solusi kemasan yang
lebih berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat mendukung penguatan pricing power dan
posisi Perseroan ke depan.

Jika konflik global berlanjut dan harga energi tetap tinggi, apa risiko terbesar bagi
bisnis NIKL dalam 12 bulan ke depan?
Tanggapan:

Page 7 OCR 0.953
PT LATINUSA, Tbk.
—— em

Risiko utama yang dihadapi Perseroan dalam kondisi tersebut adalah peningkatan biaya
logistik, khususnya terkait pengangkutan bahan baku impor yang menjadi komponen
utama produksi. Kenaikan harga energi secara langsung berdampak pada biaya
pengiriman, sehingga berpotensi meningkatkan total biaya produksi.

Namun demikian, dalam konteks persaingan, kondisi ini juga berdampak pada produk
impor yang masuk ke pasar domestik. Peningkatan biaya logistik akan turut menaikkan
harga produk impor, sehingga selisih harga antara produk impor dan produk Perseroan
cenderung menjadi lebih sempit.

Dengan demikian, meskipun terdapat tekanan dari sisi biaya, Perseroan juga melihat
adanya potensi penyeimbangan dari sisi kompetisi harga di pasar domestik.

Perseroan akan terus memantau perkembangan kondisi global dan menjaga fleksibilitas
strategi untuk memitigasi risiko yang ada. Di sisi lain, Perseroan juga berharap agar
kondisi geopolitik global dapat segera membaik, mengingat dampaknya tidak hanya
dirasakan oleh dunia usaha, tetapi juga secara luas.

Ghafur - Investor Daily

Boleh dirincikan angka proyeksi pendapatan dan laba tahun 2026?

Tanggapan:

Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan pendapatan sekitar USD 160 juta, dengan
proyeksi laba kurang lebih sebesar USD 3 juta. Perlu diperhatikan bahwa angka tersebut
bukan lah angka pasti.

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.76 MB
Published13 Apr 2026
Pages7
Characters18,885
Text sourceOCR
OCR confidence0.942

Names mentioned 8 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT PELAT TIMAH NUSANTARA p.1 ×3
linked person Herman Arifin p.1
linked person Irvan Muhson Jauhari p.1
possible person Gatot Subroto p.1
possible person Jetrinaldi · Direktur Utama p.1
possible — NIPPON STEEL p.1
unresolved org PT LATINUSA p.1 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result