Skip to content
Back to announcement

20240112_NPGF_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31568587_lamp1.pdf

Other Text extracted NPGF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 7

Page 1
                                                                                   Kabupaten Gresik, 12 Januari 2024


Nomor                  : 004/NPG-CSC/I/2024
Lampiran               : 1 Set
Perihal                : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan PT Nusa Palapa Gemilang Tbk
                         (“Perseroan”) oleh PT Bursa Efek Indonesia


Kepada Yth.
Direktur PT Bursa Efek Indonesia
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3
Indonesia Stock Exchange Bulding, Tower I 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190


Dengan hormat,

Sehubungan dengan Permintaan Penjelasan Lanjutan II dari Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
berdasarkan Surat BEI No.: S-00322//BEI.PP3/01-2024 tanggal 10 Januari 2024 yang kami
terima dalam aplikasi SPE-IDXnet (e-reporting) Perseroan pada 10 Januari 2024, maka
bersama dengan surat ini berikut terlampir tanggapan atas permintaan penjelasan lanjutan II
dimaksud.

Dengan memperhatikan arahan dari PT BEI dalam surat yang sama, tanggapan atas
permintaan penjelasan telah kami sampaikan dalam waktu 2 (dua) hari bursa setelah
diterimanya surat dimaksud atau pada tanggal 12 Januari 2024.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk.




Dita Yohana Putri Abrianto
Corporate Secretary



Tembusan Yth.
1.   Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan.
2.   Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan.
3.   Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Page 2
                                       Daftar Pertanyaan


A. Transaksi Material Penjualan Fasilitas Produksi (disampaikan melalui form E023)
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin A1 dan B6, dijelaskan terdapat nilai buku Merek
   sebesar Rp16,02 miliar. Sedangkan tidak terdapat akun Merek pada laporan keuangan Perseroan.
   Atas hal-hal di atas, agar dapat dijelaskan hal-hal berikut:
   a. Latar belakang tidak terdapat akun Merek atau aset takberwujud pada laporan keuangan
      Perseroan.

       Jawab:
       Biaya perolehan merek sebesar Rp859.200.000 atau 0,22% dari total aset perseroan per
       tanggal 31 Juli 2022 (saat akan dilakukan jual beli aset fasilitas produksi lama), biaya merek
       tersebut dicatat sebagai biaya usaha pada periode terjadinya. Perseroan tidak pernah mencatat
       biaya merek tersebut sebagai aset tak berwujud sebagai diatur pada PSAK 19, dikarenakan
       Perseroan menilai atas biaya merek tersebut tidak material sehingga tidak perlu diterapkan
       kebijakan akuntansi atas aset tak berwujud sebagaimana diatur dalam PSAK 25 paragraf 8.


   b. Dalam hal seharusnya tidak terdapat akun Merek atau aset takberwujud, agar dapat
      dijelaskan latar belakang terdapat penjualan Merek bersamaan dengan penjualan fasilitas
      pabrik Perseroan.

       Jawab:
       Dalam Laporan Keterbukaan Informasi Transaksi Material atas rencana transaksi penjualan
       aset fasilitas produksi lama telah disampaikan adanya penjualan Merek bersamaan dengan
       penjualan fasilitas pabrik Perseroan.


   c. Dalam hal seharusnya terdapat akun Merek atau aset takberwujud pada laporan keuangan,
      agar dapat dijelaskan dasar pengakuan Merek dan dasar pencatatan nilai Merek sebesar
      Rp16,02 miliar dan kesesuaian hal tersebut dengan PSAK 19 tentang Aset Takberwujud. Agar
      dalam menjawab hal ini Perseroan berdiskusi dengan KAP yang sedang melakukan audit atas
      Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 dan menyertakan pernyataan pendapat KAP
      tersebut.

       Jawab:
       Biaya perolehan merek sebesar Rp859.200.000 atau 0,22% dari total aset perseroan per
       tanggal 31 Juli 2022 (saat akan dilakukan jual beli aset fasilitas produksi lama), biaya merek
       tersebut dicatat sebagai biaya usaha pada periode terjadinya. Perseroan tidak pernah mencatat
       biaya merek tersebut sebagai aset tak berwujud sebagai diatur pada PSAK 19, dikarenakan
       Perseroan menilai atas biaya merek tersebut tidak material sehingga tidak perlu diterapkan
       kebijakan akuntansi atas aset tak berwujud sebagaimana diatur dalam PSAK 25 paragraf 8.


       Dengan demikian perseroan merevisi jawaban sebelumnya tentang rincian transaksi sebagai
       berikut:
Page 3
                               Nilai rencana      Nilai realisasi                       Keuntungan/kerugian
        Objek transaksi            (Rp)                (Rp)           Nilai Buku             Penjualan
                                                                                               (Rp)
Tanah                            86.000.000.000      86.000.000.000    57.493.506.611          28.506.493.389
Bangunan                         35.000.000.000      35.000.000.000    24.214.781.788          10.785.218.212
Inventaris kantor                   700.000.000         700.000.000         8.536.125            691.463.875
Mesin dan peralatan pabrik      127.800.000.000     127.800.000.000    71.488.748.783          56.311.251.217
Kendaraan                           200.000.000         200.000.000       231.871.803             (31.871.803)
Persediaan                          300.000.000         300.000.000       300.000.000                         -
Merek                            25.000.000.000      25.000.000.000                 -          25.000.000.000
Total                           275.000.000.000     275.000.000.000   169.759.258.902         121.262.554.890




        d. Dalam hal seharusnya terdapat akun Merek, apakah dasar pencatatan nilai Merek sebesar
           Rp16,02 miliar atas penilaian yang dilakukan oleh appraisal?

             Jawab:
             Tidak diakui nilai perolehan merek tersebut.


        e. Dalam hal seharusnya terdapat akun Merek atau aset takberwujud pada laporan keuangan,
           agar dapat dijelaskan jurnal penyesuaian sebelum dilakukannya penjualan.

             Jawab:
             Tidak ada jurnal penyesuaian.


  2. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin A1 dan B6, dijelaskan terdapat keuntungan atas
     penjualan aset sebesar Rp105,24 miliar sedangkan berdasarkan surat Perseroan No. 078/NPG-
     CSC/XII/2023 tanggal 13 Desember 2023 perihal Tanggapan atas Permintaan Penjelasan PT Nusa
     Palapa Gemilang Tbk (“Perseroan”) oleh PT Bursa Efek Indonesia poin D12, keuntungan atas
     penjualan aset diungkapkan pada pendapatan lain-lain pada sub lain-lain sebesar Rp69,2 miliar.
     Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
        a. Latar belakang terdapat perbedaan nilai keuntungan atas penjualan aset tersebut.

             Jawab:
             Keuntungan atas penjualan aset sesuai jawaban pertanyaan A1c adalah sebesar
             Rp121,26 miliar. Adanya perbedaan dengan pengungkapan pendapatan lain-lain sebesar Rp69,2
             miliar atau selisih Rp52,06 miliar dikarenakan pada pengungkapan nilai pendapatan lain-lain
             Rp69,2 miliar sudah termasuk adanya pengakuan kerugian atas penurunan nilai persediaan
             sebesar Rp 47,99 miliar dan beban lain-lain penjualan aset sebesar Rp 4,07 miliar.
Page 4
    b. Dalam hal terdapat penyesuaian terhadap nilai keuntungan atas penjualan aset, agar dapat
       disampaikan perhitungan beserta jurnal penyesuaiannya.

         Jawab:

                    Nilai keuntungan lalu                                69.199.658.458
                    Penurunan nilai persediaan                           47.991.102.302
                    Beban lain-lain penjualan aset                        4.071.794.129
                    Nilai keuntungan saat ini                           121.262.554.889

       Db. Persediaan barang bahan baku Rp35 miliar
       Db. Persediaan barang jadi         Rp12,99 miliar
       Cr. Pendapatan penjualan aset                Rp47,99 miliar
       (Dikembalikan pada nilai persediaan)

       Db. Beban lain-lain penjualan aset Rp4,07 miliar
       Cr. Pendapatan penjualan aset                  Rp4,07 miliar
       (Jurnal balik pembatalan beban lain-lain penjualan aset)

3. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin A2, terdapat perbedaan nilai antara PPN yang
   diterima sebesar Rp30,25 miliar dan PPN yang disetorkan sebesar Rp13,27 miliar sebagaimana
   pada gambar di bawah berikut. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:

  Harga Jual                                      275.000.000.000
  PPN                                              30.250.000.000
  Total penerimaan kotor                          305.250.000.000

  Total penerimaan kotor                          305.250.000.000    17-Feb-23 Bukti transfer              10.274.667.198
                                                                     24-Feb-23 Bukti pelunasan pinjaman    92.190.933.693
  Setoran PPN atas penjualan aset             -    13.275.000.000
                                                                     24-Feb-23 Bukti transfer              45.007.795.690
  PPh pasal 4 ayat (2)                        -     3.025.000.000
                                             -      6.450.000.000    24-Feb-23 Bukti pelunasan pinjaman    41.715.933.307
  Klaim perbaikan aset tetap (retensi)                              31-Mar-23 Bukti transfer              106.652.240.538
  Penerimaan kas atas penjualan aset tetap        282.500.000.000
                                                                               Total penerimaan           295.841.570.426
Page 5
   a. Latar belakang terdapat perbedaan atas PPN tersebut.

       Jawab:

       Setoran PPN sebesar Rp13,275 miliar adalah setoran PPN bulan berjalan setelah adanya
       kompensasi atas pajak masukan.

   b. Latar belakang terdapat perbedaan antara nilai penerimaan kas atas penjualan aset tetap pada
      arus kas dari aktivitas investasi sebesar Rp282,50 miliar dengan total bukti penerimaan dan
      bukti pelunasan pinjaman sebesar Rp295,84 miliar. Dalam hal terdapat salah saji, agar dapat
      dikoreksi arus kas tersebut.

       Jawab:

       Perbedaan penerimaan sebesar Rp13,34 miliar adalah setoran PPN bulan berjalan yang dibayar
       setelah penerimaan pembayaran dari buyer. Akan dikoreksi termasuk dalam penerimaan kas
       atas penjualan aset tetap

   c. Latar belakang terdapat perbedaan antara bukti pelunasan pinjaman kepada Bapak Ujang
      Suparman sebesar Rp41,75 miliar sedangkan saldo Utang Pihak Berelasi per 31 Desember
      2022 sebesar Rp25,64 miliar.
      Jawab:

       Ada mutasi neto penerimaan pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp31,49 miliar selama
       periode Januari - Maret 2023, dengan pelunasan sebesar Rp41,71 di bulan Maret 2023, masih
       terdapat saldo buku pinjaman dari pihak berelasi sebesar Rp 15,40 per 31 Maret 2023.
       Saldo pinjaman ini telah dilunasi pada tanggal 13 April 2023.

        Mutasi Pinjaman Pihak Berelasi :


        Saldo 31-Des-2022                    25.635.527.461
             Mutasi neto kenaikan pinjaman   31.488.015.990
             (Periode Jan-Mar 2023)
             Pelunasan 24-Feb-2023           (41.715.933.307)
        Saldo 31-Mar-2023                    15.407.610.144
             Pelunasan 13-Apr-2023           (15.407.610.144)
        Saldo 30-Apr-2023                                  -



B. Laporan Keuangan per 30 September 2023 (disampaikan melalui form E023)
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B1a, dijelaskan bahwa dana tersebut dikategorikan sebagai
   investasi lain-lain. Selanjutnya agar dapat dikoreksi arus kas tersebut menjadi dicatat sebagai arus
   kas dari aktivitas investasi.
    Jawab:
    Akan dikoreksi diklasifikasikan sebagai pengeluaran kas aktivitas investasi.
Page 6
2. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B3, dijelaskan saldo aset dalam penyelesaiannya yang
   seharusnya sebesar Rp27,76 miliar dan terdapat salah saji sebesar Rp48,38 miliar sehingga
   Perseroan akan melakukan jurnal penyesuaian atas salah saji tersebut sebagaimana pada gambar
   berikut. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:

    Saldo per LK 30 September 2023     76.140.000.000
    Saldo seharusnya                   27.760.000.000
     Salah saji                        48.380.000.000

    Jurnal penyesuaian:
    Dr. Pendapatan (beban) lain-lain
    Cr. Aset dala

      a. Kronologi yang menjelaskan latar belakang terdapat salah saji dan termasuk salah jurnal
         yang dibukukan, jurnal seharusnya yang dibukukan dan jurnal penyesuaian yang akan
         dibukukan. Agar dalam menjawab hal ini Perseroan berdiskusi dengan KAP yang sedang
         melakukan audit atas Laporan Keuangan per 31 Desember 2023 dan menyertakan
         pernyataan pendapat KAP tersebut.
           Jawab:
           Salah saji atas pembukuan dalam akun aset dalam penyelesaian sebesar Rp.48,38 terjadi
           karena kesalahan pencatatan dimana transaksi seharusnya adalah reklasifikasi dari akun
           aset dalam penyelesaian sebagai berikut:


            Dicatat:

            Db. Aset dalam penyelesaian                 Rp48,38 miliar
            Cr. Kas Mutasi (Ayat Silang)                       Rp48,38 miliar
            (Kesalahan pencatatan)

            Jurnal Koreksi:

            Db. Pendapatan lain-lain                    Rp48,38 miliar
            Cr. Aset dalam penyelesaian                        Rp48,38 miliar

      b. Dampak atas jurnal penyesuaian tersebut terhadap perpajakan Perseroan pada periode
         berjalan.
           Jawab:
           Dampak pembukuan tersebut adalah laba perusahaan bertambah sehingga pajak
           penghasilan yang terutang dalam perhitungan pajak penghasilan mengalami kenaikan.


3. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B5, dijelaskan bahwa terdapat penurunan nilai atas
   persediaan bahan baku dan persediaan barang jadi di pabrik lama yang telah dijual oleh Perseroan.
   Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
      a. Latar belakang tidak terdapat beban penurunan nilai pada CALK No. 26 tentang Penghasilan
         (Beban) Lain-Lain.
           Jawab:
Page 7
    Beban penurunan nilai persediaan dicatat mengurangi akun pendapatan lain-lain sesuai
    jawaban pertanyaan A2b diatas.

b. Dalam hal beban penurunan nilai masuk ke dalam sub lain-lain pada pendapatan lain-lain
   agar dapat dijelaskan rincian poin-poin pendapatan lain-lain dan beban lain-lain setelah
   dilakukan penyesuaian.
                                                       Sebelum penyesuaian Setelah penyesuaian
             Pendapatan lain-lain
              Lain - lain                                    69.317.981.983                XXX

             Rincian:
             Keuntungan penjualan fasilitas produksi                    XXX                XXX
             Beban penurunan nilai persediaan                           XXX                XXX
             XXX                                                        XXX                XXX
              Total                                          69.317.981.983                XXX



    Jawab:

    Sudah disampaikan pada jawaban pertanyaan A2b.

c. Dalam hal penurunan nilai atas persediaan yang dimaksud tidak terkait dengan penjualan
   pabrik lama, agar dapat dikeluarkan dari sub lain-lain sehingga agar dapat dilakukan koreksi
   pengungkapan serta menjabarkan pos lain-lain yang memiliki nilai material pada CALK No.
   26 dengan format sebagai berikut.

    Jawab:

    Akan didiskusikan dengan KAP.

d. Agar dapat dikoreksi pengungkapan CALK No. 24 tentang Beban Pokok Penjualan dengan
   mempertimbangkan beban penurunan nilai. Agar dalam menjawab hal ini, Perseroan dapat
   berdiskusi dengan KAP yang sedang melakukan audit atas Laporan Keuangan per 31
   Desember 2023.

    Jawab:

    Akan didiskusikan dengan KAP.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.6 MB
Published12 Jan 2024
Pages7
Characters15,717
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Nusa Palapa Gemilang Tbk p.1 ×8
linked person Dita Yohana Putri Abrianto · Corporate Secretary p.1
linked person Ujang Suparman p.5
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×3
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result