Skip to content
Back to announcement

20240111_TPIA_Public Expose_31567899_lamp2.pdf

Other Text extracted TPIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
Ringkasan Tanya-Jawab

Paparan Publik Insidentil PT Chandra Asri Pacific Tbk

Jakarta, 10 Januari 2024

1. Pertanyaan dari Artha Adventy

- Apakah TPIA ada upaya cornering ke sahamnya karena saham TPIA terpantau naiknya tidak wajar?
- Bagaimana dengan progress proyek CAP2 Rp30 triliun? Dananya akan berasal dari mana karena intenal
kas hanya sekitar US$ 2miliar?
- Untuk 2024, berapa target pertumbuhan pendapatan dan laba yang dibidik? Mohon disebutkan
nilainya.
- Bagaimana dengan capex yang dianggarkan? Berapa dan akan digunakan untuk apa serta dananya
berasal darimana?

Jawaban:

Berkaitan dengan pergerakan harga saham, Chandra Asri melihat pergerakan itu sebagai dinamika pasar
bagaimana perkembangan bisnis Perusahaan, jumlah saham yang beredar di Masyarakat serta
harganya. Untuk kewajarannya, Perseroan menyerahkan pada Pasar di mana TPIA sempat di-suspend
sebelum Natal tapi dibuka kembali untuk diperdagangkan setelah Natal.

Terkait CAP2, dari paparan Direksi, sedang ada rekonfigurasi dan tidak terlepas dari industri petrokimia.
Perseroan tidak hanya menunggu industri petrokimia membaik tetapi kami mengembangkan selangkah
lebih maju dengan Pabrik CA-EDC yang akan dibangun di awal tahun ini di mana total investasinya
kurang lebih US$ 800 juta dolar dan kami akan umumkan FIDnya. Sehingga TPIA tidak berhenti pada
industry hulu tapi juga mendukung industry hilir karena itu dibutuhkan oleh supply-chain kendaraan
listrik Indonesia & global.

Terkait target pertumbuhan pendapatan dan laba, Perseroan menjawab dari aspek petrokimia maupun
kontribusi dari Perusahaan yang sudah diakuisisi pada tahun 2023. Saat ini petrokimia masih net import
sekitar 50-55% untuk memenuhi kebutuhan petrokimia di Indonesia. Dari segi revenue, TPIA akan
mengoptimalkan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Terkait pendapatannya akan
tergantung kepada harga. Target akan mengacu pada tahun 2023 dan juga TPIA akan mencermati marjin
karena bisnis petrokimia dan usaha tidak terlepas dari keadaan di belahan dunia lainnya.

Sementara itu, Capex dianggarkan sebesar 400 juta dolar dimana 300 juta untuk memulai pembangunan
pabrik CA-EDC. Proyek tersebut akan memakan waktu 26-28 bulan. DI masa depannya, diharapkan akan
memberikan kontribusi positif untuk Chandra Asri group.
Page 2
2. Pertanyaan dari Patricia
- Bagaimana upaya TPIA untuk memperbaiki harga saham yang sempat turun?
- Naiknya saham yang melonjak tidak wajar hingga UMA, bagaimana tanggapan dari Perusahaaan?
Apakah perusahaan akan melakukan aksi untuk hal ini?
- Pada 2024, sentimen apa saja yang mempengaruhi bisnis TPIA? Lalu apa saja targetnya seperti laba,
pendapatan? Masing-masing berapa persen?


Jawaban:

Jawaban dari pertanyaan ini cukup sama dengan pertanyaan sebelumnya. TPIA ingin menekankan
adanya kesempatan yang diberikan bursa sehingga TPIA dapat menyampaikan perkembangan Perseroan
melalui Paparan Publik ini.

Pengembangan usaha di tahun 2023 merupakan proses beberapa tahun ke belakang. TPIA sudah
bertransformasi, diversifikasi dengan masuk ke bisnis infrastruktur yang dibutuhkan oleh bisnis.
Pengembangan usaha ini mempunyai tujuan untuk memperkuat kinerja, bottom line sebab industri
petrokimia fluktuatif, dipengaruhi geopolitik, supply-demand. Kinerjanya infrastruktur lebih stabil
sehingga akan offset performa petrokimia yang menurun di tahun-tahun tertentu.

Untuk laba dan revenue di tahun 2024, sebagian besar akan dipengaruhi bisnis petrokimia tetapi dengan
adanya bisnis infrastruktur, kami berharap bottom line akan lebih baik.

Dengan adanya rekonfigurasi Chandra Asri di CAA dengan akan memberikan peluang pendapatan baru,
melalui US$ 850 juta atau kurang lebih Rp 13 triliun, start-up di 2026 untuk memenuhi kebutuhan
industri electric vehicle khususnya baterai dan nickel smelter. Semoga bisa mengurangi kebutuhan
import di bidang kimia dan memenuhi kebutuhan nasional khususnya sektor plastik, khususnya pvc yang
dibutuhkan di infrastruktur dan perumahan. Sementara itu, untuk bidang infrastruktur, di dalam
kebutuhan listrik dan air, kebutuhannya semakin meningkat. Pada kebutuhan energi, KCE sedang
mengembangkan floating solar dan juga energi terbarukan. Begitu pun dengan industri air di Cilegon
yang sedang dikembangkan.


3. Pertanyaan dari Fathiya Dahrul
- Setelah EGCO mengakuisisi 30% saham CDI, apakah tahun ini akan ada investor baru lagi terutama utk
Chandra Asri Alkali yg sdh diinvest oleh INA. berapa persen saham di alkali yg akan dilepas dan kapan
target done dealnya?
- Mohon jelaskan fokus target M&A, akuisisi bisnis apa yg akan direalisasikan tahun ini dan sudah
menyiapkan sektor-sektor bisnis apa saja setelah berubah nama
Page 3
Jawaban:

Dana akuisisi saham ini akan dipakai untuk mengembangkan industri infrastruktur dan energi. Terkait
investasi INA masih pipeline under process.

Untuk fokus target M&A, merealisasikan hilirisasi industri oil and gas, menjadi hilirisasi support industri
nikel, smelter, alumina. Caustic soda juga merupakan bahan baku smelter, pulp & paper juga deterjen.

Akuisisi bisnis di tahun berjalan akan mengembangkan bisnis energi dan air. TPIA juga ada menambah
saham di Krakatau Posco Energi. Selain itu, semuanya masih pipeline dan belum bisa disampaikan.

Chandra Asri sudah mempersiapkan Chandra Daya Investasi untuk industri listrik, air dan jetty-tank
farm. Seluruh lini utama ini akan mendukung industri infrastruktur.


4. Pertanyaan dari Mick Basa

Apakah TPIA sedang mengevaluasi target companies untuk M&A? Dan bagaimana perusahaan akan
mendanai rencana tersebut?

Jawaban:

Chandra Asri terbuka untuk penjajakan pada Perusahaan yang memberikan nilai tambah pada Chandra
Asri group dan pemegang saham. Akan disampaikan ketika sudah lebih ada kepastiannya.

Sedikit tambahan penjelasan mengenai bisnis jetty-tank farm di mana jetty-tank farm akan mendukung
Perusahaan oil & gas sehingga mereka tidak perlu membangun jetty-tank farm sendiri.

5. Pertanyaan dari Muawwan Daelami:
Izin tanya lebih spesifik, apakah Chandra Asri (TPIA) melalui CDI akan mengakuisisi aset-aset PTPP
khususnya yang bergerak di bidang energi dan air?

Jawaban:

Chandra Asri melalui CDI dan terutama KTI memang sudah merupakan bagian dari anak usaha PT PP.
Terkait pertanyaan ini, TPIA menganjurkan untuk menanyakan langsung ke PTPP karena TPIA tidak ada
posisi untuk melakukan deklarasi.

6. Pertanyaan dari Tri Subhki:
1. Mohon dijelaskan mengenai rencana pengembangan PLTS Perseroan pada 2024?
2. Apakah floating solar power plant di Waduk Krenceng sudah mulai dikembangkan? Kapan kira-kira
bisa mulai beroperasi?
Page 4
Jawaban:

Merupakan upaya TPIA untuk melakukan dekarbonisasi. Ini juga kesempatan untuk TPIA
mengembangkan PLTS.

Saat ini sudah ada PLTS atap di Chandra Asri 15 MW. KCE mengembangkan PLTS floating di air. Chandra
Asri juga mendukung adanya pengembangan PLTS di Waduk Cirata dengan menyuplai bahan baku untuk
floater solar.

Sementara itu, floating solar power plant di Waduk Krenceng sedang dilakukan kajian untuk dijalankan
dengan menggunakan teknologi sendiri. Diharapkan sekitar 2024-2025 sudah mulai dibangun.


7. Pertanyaan dari Nuzul
Terkait dengan kondisi ekonomi dan geopolitik sampai akhir tahun 2023, apakah ada gambaran bottom-
line Chandra Asri bisa menunjukkan angka positif di kuartal 4 tahun 2023? Terima kasih

8. Pertanyaan dari Nicolas Lumy
Apakah spread Petrochemicals (olefins, polyolefins) sudah membaik karena harga bahan baku/minyak
dunia sudah menurun?

Jawaban (gabungan untuk menjawab pertanyaan no. 7 dan 8 dikarenakan keterbatasan waktu):
Pada pemaparan mengenai kinerja Q3, dari segi marjin, bottom line baik dari TPIA maupun industri
petrokimia di seluruh dunia, ada 2 hal yang mempengaruhi bottom line dan marjin. Selain harga minyak
dunia, tetapi spread juga merupakan pengaruh lainnya. Selain itu adanya geopolitik di Eropa, Rusia-
Ukraina lalu antara Hamas-Israel mempengaruhi supply-demand.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Cina, dimana sebagai sebuah negara besar, sangat mempengaruhi
supply-demand. Saat ini, proyeksi pertumbuhan di Cina juga lebih rendah dari yang awalnya diprediksi.

Oleh karena itu, terkait gambaran bottom-line, dari segi EBITDA bisa disampaikan hasilnya positif.

Terlepas dari dinamika pasar dan supply-demand yang belum membaik, Chandra Asri tetap
berkomitmen menjalankan semua rencana pengembangan baik dari pabrik CA-EDC pada kuartal 1-2
tahun 2024. Selain itu, adanya proyek floating solar di Waduk Krenceng. TPIA yakin akan semua rencana
M&A di tahun berjalan. Didukung finansial yang cukup baik dengan cash sebesar US$ 2,5 milyar dolar,
Chandra Asri yakin dapat menunjang pengembangan usaha di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.25 MB
Published11 Jan 2024
Pages4
Characters8,669
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Chandra Daya Investasi p.3
possible org Chandra Asri Pacific Tbk p.1 ×2
unresolved org PT PP. Terkait p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result