Skip to content
Back to announcement

20260410_PSAB_Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi_32069788_lamp1.pdf

Other Text extracted PSAB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
                       Surat No. JRAP/SKLR/CSD/2025/IV/027 tanggal 10 April 2026
        Perihal Laporan Aktivitas Eksplorasi Pertambangan Periode Triwulan I Tahun 2026

Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.2 Peraturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor
I-E Tanggal 19 Juli 2004 tentang Kewajiban Penyampaian Informasi sebagaimana telah
diubah berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00015/BEI/01-2021 tentang
Perubahan Peraturan I-E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami
sampaikan laporan aktivitas eksplorasi di lingkungan anak perusahaan dari PT J Resources
Asia Pasifik Tbk untuk periode bulan Januari, Februari dan Maret (“Triwulan I”) tahun
2026:

PT J Resources Bolaang Mongondow (“JRBM”)
1.   Area Aktivitas Eksplorasi
     Pada periode Triwulan I tahun 2026 ini, kegiatan eksplorasi masih berlangsung pada
     Blok Bakan di Desa Bakan, Desa Matali Baru, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang
     Mongondow dan Desa Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolaang
     Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

2.   Pihak yang Melakukan Eksplorasi
     Kegiatan eksplorasi dilakukan oleh senior geologist, geologist dan field assistant dari
     JRBM dan dibantu oleh kru lapangan dari karyawan kontraktor lokal dari CV. Tri
     Bersaudara, yang diawasi secara langsung oleh Superintendent Brownfield
     Exploration.

3.   Metode Pengujian dan Pemilihan Area Eksplorasi
     Pada periode Triwulan I tahun 2026 ini, kegiatan eksplorasi dilakukan di area Upper
     Tobayagan, Main Ridge, North Villa, Durian dan Jalina Tapagale, dimana kegiatan yang
     dilakukan adalah melakukan kegiatan pengeboran sela, melanjutkan kegiatan survey
     geofisika dan kegiatan pemetaan geologi. Selain itu, dilakukan juga kegiatan analisa
     spektral SWIR analisis dan XRF analisis pada contoh batuan hasil pengumpulan dari
     program pemetaan geologi dan pengeboran. Seluruh kegiatan eksplorasi yang
     dilakukan bertujuan untuk mencari area baru dan potensi penambahan sumber daya.

     Seperti yang telah disampaikan dalam laporan eksplorasi sebelumnya, metode geologi
     yang digunakan adalah pemetaan geologi permukaan detail dengan analisa geokimia
     bagi seluruh contoh dari lapangan, serta survey geofisika dengan menggunakan
     metode geolistrik IPDD–Dipole‐Dipole juga dilakukan, dimana metode tersebut
     bertujuan untuk pengukuran resistivity dan chargebility untuk menafsirkan kondisi
     geologi di bawah permukaan untuk meningkatkan akurasi target pengeboran.
                                                                                     Page 1 of 4
Page 2
4.   Hasil Aktivitas Eksplorasi
     Sampai dengan periode Triwulan I tahun 2026, sebanyak 41 lubang pengeboran telah
     diselesaikan dan sebanyak 4 lubang masih dalam proses pengeboran, dengan total
     kedalaman pengeboran adalah 6.422,70 meter.

     Pada periode ini, terdapat beberapa hasil assay yang cukup siginifkan yang berasal
     dari lubang pengeboran di area Main Ridge bagian tengah dan bagian utara. Lubang
     pengeboran MRD1955 menunjukkan indikasi positif dengan adanya ekstensi
     mineralisasi baru yang konsisten dengan bagian feeder mineralisasi utama dengan
     panjang 200 meter dan lubang pengeboran ini memiliki beberapa intersep yang
     mengindikasikan kemenerusan mineralisasi baru dan konfirmasi blok model.
     Berdasarkan hasil analisa pengeboran di lubang MRD1955 yang mengintersep zona
     feeder yang cukup tebal, maka ditindaklanjuti dengan melakukan pengeboran pada
     lubang MRD1965 yang merupakan down dip dari MRD1955 yang berada di sekitar
     baby pit. Dari hasil pengeboran ini, terdapat 3 intersep zona mineralisasi. Zona
     pertama merupakan zona feeder mineralisasi yang pada kedalaman 11.45-34.80m
     dengan kadar 0.30 g/t AuFA dan 0.25 g/t AuCN dengan litologi breksi polimik dan
     breksi monomik teralterasi vuggy silika hingga silika argilik lanjutan serta tidak
     teroksidasi hingga oksidasi kuat. Kemudian, pada zona kedua pada kedalaman 90.70-
     102.00m dengan mineralisasi horizontal yang terdiri dari breksi sesar yang
     memotong tufa dasitik yang teralterasi argilik dan tidak teroksidasi tetapi memiliki
     kadar 0.10 g/t AuFA dan <0.04 g/t AuCN. Zona ketiga pada kedalaman 289.80-
     334.40m dengan tebal 44.60m merupakan zona feeder mineralisasi seperti pada
     MRD1955 dengan kadar 0.16 g/t AuFA dan 0.01 g/t AuCN yang berlitologi breksi
     polimik dengan setempat breksi sesar dengan breksi vuklanik andesit sebagai batuan
     samping dengan alterasi silika masif hingga silika argilik lanjutan, tidak teroksidasi
     hingga teroksidasi lemah.

     Dari lubang pengeboran JLD1985 menunjukan bahwa pada bagian atas terdapat zona
     mineralisasi secara lateral dan pada bagian bawahnya merupakan zona feeder
     mineralisasi. Pada zona bagian bawah ini secara alterasi sangat tebal tetapi
     mineralisasinya tipis. Berdasarkan litologi dan kadarnya, lubang pengeboran JLD1985
     ini dapat dibagi menjadi 2 zona mineralisasi. Zona pertama dengan litologi tufa dasitik
     yang dipotong oleh breksi sesar, teralterasi silika vuggy hingga silika massif dengan
     kadar 0.13 g/t AuFA dan 0.19 g/t AuCN. Zona kedua dengan litologi breksi polimik
     dengan alterasi silika massif hingga silika vuggy dan teroksidasi lemah hingga kuat
     dengan kadar 0.94 g/t AuFA dan 0.79 g/t AuCN.


                                                                                    Page 2 of 4
Page 3
Pada periode ini kegiatan pemetaan permukaan geologi dilakukan di area Upper
Tobayagan untuk menilai keterhubungan zona alterasi dan mineralisasi. Hasil
pemetaan mengidentifikasi bahwa area Upper Tobayagan-Bakan koneksi pada bagian
timurnya didominasi oleh batuan segar atau terlapukan hingga alterasi argilik lemah
dengan mineralisasi yang minor, semakin mengarah ke bagian barat alterasi kloritik
(klorit±epidot), dengan ditemukannya urat-urat halus magnetik pada batuan vulkanik
andesit serta ditemukan alterasi silisifed pada beberapa batuan lepas dan singkapan
batu pasir. Selain itu, dari kegiatan pemetaan permukaan pada area Upper Tobayagan
bagian timur ditemukan batuan hampir tersingkap yang silika massif hingga
teralterasi argilik lanjutan dengan mineralisasi yang cukup bagus. Dari hasil pemetaan
ini dapat disimpulkan bahwa area Upper Tobayagan masih terhubung secara alterasi
dengan bagian zona luar dari sistem emas endapan sulfida tinggi.

Kegiatan survey geofisika pada periode ini dilakukan di area North Villa yang
mencakup lintasan 64500N, 64600N, 64700N dan 64800N. Setelah kegiatan survey
geofisika selesai dilakukan di area North Villa, selanjutnya kegiatan survey geofisika
dilakukan di area Jalina Tapagale yang mencakup lintasasn 63800N, 64000N, 64100N,
64200N, 63900N, 64300N dan 64400N. Pada area Jalina Tapagale, kegiatan survey
geofisika hanya mencapai sekitar 64% dari total rencana lintasan. Pada akhir periode
ini dilakukan juga kegiatan persiapan kegiatan survey geofisika selanjutnya di area
Upper Tobayagan blok B.

Pada periode ini kegiatan jaminan dan kontrol kualitas contoh batuan masih
dilakukan dengan memberikan contoh batuan kadar kosong, contoh material
tersertifikasi dan contoh batuan duplikat lapangan. Untuk contoh batuan dengan
kadar kosong, dari sejumlah 271 contoh batuan kadar kosong, secara umum
menunjukkan bahwa sebagian besar contoh memiliki nilai assay di bawah batas
deteksi (<0,01 g/t AuFA). Terdapat 4 contoh dengan nilai kadar di atas 0,01 g/t AuFA,
dengan nilai tertinggi mencapai 0,02 g/t AuFA. Nilai tersebut masih jauh di bawah
kadar yang dianggap signifikan sebagai mineral bijih, sehingga kemungkinan besar
merupakan karakteristik alami (natural background) dari material batuan kosong,
bukan akibat kontaminasi selama proses preparasi atau analisis. Berdasarkan hasil
tersebut, dapat disimpulkan bahwa proses preparasi di area pemotongan batuan
maupun di fasilitas preparasi Bakan masih berada dalam kondisi baik, dengan tingkat
kontaminasi yang sangat rendah atau dapat diabaikan.

Untuk contoh material tersertifikasi, hasil analisa menunjukan bahwa sebanyak 439
dari 441 data pembacaan AuFA (99,54%) berada dalam rentang ±2 standar deviasi.
Sementara itu, untuk parameter AuCN, sebanyak 440 dari 441 data (99,77%) juga
                                                                              Page 3 of 4
Page 4
     berada dalam rentang ±2 standar deviasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja
     analisis laboratorium memiliki tingkat akurasi yang baik dan konsisten terhadap nilai
     expected value yang ditetapkan.

     Untuk contoh batuan duplikat, sebanyak 120 contoh batuan duplikat telah dikirimkan
     dan berdasarkan grafik perbandingan antara contoh induk dan contoh duplikat,
     diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) untuk analisis AuFA sebesar 0,96. Nilai ini
     menunjukkan korelasi yang sangat kuat, dimana hasil assay contoh duplikat relatif
     identik dengan contoh induknya. Variasi terbesar umumnya terjadi pada contoh
     dengan kategori kadar tinggi (high grade) yang merupakan kondisi yang lazim akibat
     efek heterogenitas material. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) untuk
     analisis AuCN sebesar 0,83, yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan AuFA.
     Namun, nilai tersebut masih menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara hasil
     analisis contoh duplikat dan contoh induk, meskipun tingkat presisinya tidak sebaik
     pada metode AuFA. Perbedaan ini kemungkinan dipengaruhi oleh karakteristik
     material pada periode Triwulan I tahun 2026 yang mulai didominasi oleh sampel
     dengan tingkat oksidasi sedang (moderate oxide), dimana proses oksidasi umumnya
     hanya berkembang pada bagian rekahan atau pecahan batuan.

     Secara keseluruhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa contoh batuan memiliki
     tingkat homogenitas yang baik, serta proses pemotongan contoh di instalasi preparasi
     masih dinyatakan layak dan mampu menghasilkan data dengan tingkat presisi yang
     dapat diterima.

5.   Rencana Tindak Lanjut
     Rencana kegiatan eksplorasi pada periode triwulan II tahun 2026 adalah sebagai
     berikut:
      Melanjutkan kegiatan pengeboran sela di area Main Ridge dan sekitarnya.
      Melanjutkan pengambilan data pendukung seperti analisa spektral SWIR, XRF,
         magnetik suseptibilitas dan lain-lain.
      Melanjutkan kegiatan studi komprehensif untuk mencari kemenerusan tubuh
         mineralisasi pada zona lebih dalam di area Main Ridge Pit dan sekitarnya.
      Melakukan kegiatan pengambilan data survei geofisika di area Upper Tobayagan.
      Melanjutkan peningkatan fasilitas coreshed untuk menambah area penyimpanan
         batuan inti lubang bor dan program skeletonize sebagai prioritas kedua.

7.   Biaya Eksplorasi
     Biaya eksplorasi dari JRBM untuk periode Triwulan I tahun 2026 adalah sebesar
     USD1.035.925.
                                                                                   Page 4 of 4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.26 MB
Published10 Apr 2026
Pages4
Characters11,045
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org J Resources Asia Pasifik Tbk p.1 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1
unresolved org PT J Resources Bolaang Mongondow p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result