Back to announcement
20260409_TOBA_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_32069518_lamp2.pdf
Other Text extracted TOBASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS
OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI. SETIAP PERNYATAAN
YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK
YANG KOMPETEN.
PT TBS ENERGI UTAMA TBK (“PERSEROAN”) DAN PARA PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM INFORMASI TAMBAHAN RINGKAS INI.
INFORMASI LENGKAP TERKAIT PENAWARAN UMUM DI DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
PENAWARAN UMUM INI MERUPAKAN PENAWARAN OBLIGASI TAHAP KE-3 DARI PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I
PT TBS ENERGI UTAMA TBK
Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia
Kegiatan Usaha Utama:
Investasi di bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri,
serta investasi di energi terbarukan dan bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Kantor Pusat:
Treasury Tower, Level 33, District 8, SCBD Lot 28,
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. (62 21) 5020 0353 | Faks. (62 21) 5020 0352
Website: www.thisistbs.com | Email: corsec@tbsenergi.com
PENAWARAN UMUM BERKELANJUTAN OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA
DENGAN TARGET DANA YANG AKAN DIHIMPUN SEBESAR RP800.000.000.000,- (DELAPAN RATUS MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI BERKELANJUTAN I”)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan telah menerbitkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP I TAHUN 2025
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP125.000.000.000,- (SERATUS DUA PULUH LIMA MILIAR RUPIAH)
dan
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP II TAHUN 2026
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP500.000.000.000,- (LIMA RATUS MILIAR RUPIAH)
Dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I tersebut, Perseroan akan menerbitkan dan menawarkan:
OBLIGASI BERKELANJUTAN I TBS ENERGI UTAMA TAHAP III TAHUN 2026
DENGAN JUMLAH POKOK OBLIGASI SEBESAR RP175.000.000.000,- (SERATUS TUJUH PULUH LIMA MILIAR RUPIAH) (“OBLIGASI”)
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama KSEI, sebagai bukti utang kepada Pemegang Obligasi. Obligasi ini ditawarkan
dengan nilai 100% (seratus persen) dan akan dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment). Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar
Rupiah) dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol nol persen) per tahun dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun terhitung sejak Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi
dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi yaitu tanggal 13 Mei 2033. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak Tanggal Emisi,
sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 13 Agustus 2026.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
OBLIGASI INI TIDAK DIJAMIN DENGAN JAMINAN KHUSUS MAUPUN OLEH PIHAK KETIGA LAINNYA, TETAPI DIJAMIN DENGAN SELURUH HARTA KEKAYAAN PERSEROAN BAIK BARANG BERGERAK
MAUPUN TIDAK BERGERAK, BAIK YANG TELAH ADA MAUPUN YANG AKAN ADA DI KEMUDIAN HARI SESUAI DENGAN KETENTUAN DALAM PASAL 1131 DAN PASAL 1132 KITAB UNDANG-UNDANG
HUKUM PERDATA INDONESIA. HAK PEMEGANG OBLIGASI ADALAH PARI PASSU TANPA HAK PREFEREN DENGAN HAK-HAK KREDITUR PERSEROAN LAIN SESUAI DENGAN PERATURAN
PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU.
PEMBELIAN KEMBALI OBLIGASI BARU DAPAT DILAKUKAN 1 (SATU) TAHUN SETELAH TANGGAL PENJATAHAN, PERSEROAN DARI WAKTU KE WAKTU DAPAT MELAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
(BUY BACK) UNTUK SEBAGIAN ATAU SELURUH OBLIGASI SEBELUM TANGGAL PELUNASAN POKOK OBLIGASI DAN PERSEROAN MEMPUNYAI HAK UNTUK MEMBERLAKUKAN PEMBELIAN KEMBALI
(BUY BACK) TERSEBUT UNTUK DISIMPAN YANG KEMUDIAN HARI DAPAT DIJUAL KEMBALI DENGAN HARGA PASAR ATAU SEBAGAI PELUNASAN OBLIGASI. PERSEROAN WAJIB MENGUMUMKAN
DALAM 1 (SATU) SURAT KABAR HARIAN BERBAHASA INDONESIA YANG MEMPUNYAI PEREDARAN NASIONAL MENGENAI RENCANA DILAKUKANNYA PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI
SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI KERJA SEBELUM TANGGAL PERMULAAN PENAWARAN PEMBELIAN (BUY BACK) OBLIGASI, DENGAN KETENTUAN SELAMBAT-LAMBATNYA 2 (DUA) HARI
SEBELUM DILAKSANAKANNYA PENGUMUMAN DALAM SURAT KABAR, PERSEROAN WAJIB MELAPORKAN KEPADA OJK MENGENAI RENCANA PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) OBLIGASI
TERSEBUT. KETERANGAN MENGENAI PEMBELIAN KEMBALI (BUY BACK) LAINYA DAPAT DILIHAT PADA BAB I INFORMASI TAMBAHAN.
PERSEROAN HANYA MENERBITKAN SERTIFIKAT JUMBO OBLIGASI YANG DIDAFTARKAN ATAS NAMA PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA (“KSEI”) DAN AKAN DIDISTRIBUSIKAN DALAM
BENTUK ELEKTRONIK YANG DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI KSEI.
DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM OBLIGASI, PERSEROAN TELAH MEMPEROLEH HASIL PEMERINGKATAN ATAS OBLIGASI DARI PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA (“PEFINDO”):
idA
(Single A)
KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG HASIL PEMERINGKATAN DAPAT DILIHAT PADA BAB I DALAM INFORMASI TAMBAHAN.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI PERSEROAN ADALAH RISIKO KETERGANTUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN ANAK DIMANA PERSEROAN BERGANTUNG PADA PENDAPATAN USAHA, LABA
INVESTASI DAN PEMBAGIAN DIVIDEN DARI PERUSAHAAN ANAK. RISIKO UTAMA PERUSAHAAN ANAK ADALAH RISIKO FLUKTUASI HARGA DAN PASOKAN BATUBARA YANG DAPAT MEMBERIKAN
DAMPAK MATERIAL DAN MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PERSEROAN.
RISIKO LAIN YANG MUNGKIN DIHADAPI INVESTOR PEMBELI OBLIGASI ADALAH TIDAK LIKUIDNYA OBLIGASI YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI ANTARA LAIN DISEBABKAN
KARENA TUJUAN PEMBELIAN OBLIGASI SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG.
OBLIGASI INI AKAN DICATATKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”)
PENAWARAN UMUM OBLIGASI INI DIJAMIN SECARA KESANGGUPAN PENUH (FULL COMMITMENT)
PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK
PT Sucor Sekuritas
WALI AMANAT
PT Bank Mega Tbk
Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 9 April 2026
Page 2
JADWAL SEMENTARA
Tanggal Efektif : 30 Juni 2025
Perkiraan Masa Penawaran Umum : 4 – 7 Mei 2026
Perkiraan Tanggal Penjatahan : 11 Mei 2026
Perkiraan Tanggal Pembayaran dari Investor 12 Mei 2026
Perkiraan Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan : 13 Mei 2026
Perkiraan Tanggal Distribusi Obligasi secara Elektronik : 13 Mei 2026
Perkiraan Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 18 Mei 2026
PENAWARAN UMUM OBLIGASI
KETERANGAN TENTANG OBLIGASI YANG AKAN DITERBITKAN
Nama Obligasi
Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026
Jenis Obligasi
Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan untuk didaftarkan atas nama KSEI
sebagai bukti utang untuk kepentingan Pemegang Obligasi melalui Pemegang Rekening dan didaftarkan pada tanggal
diserahkannya Sertifikat Jumbo Obligasi oleh Perseroan kepada KSEI. Bukti kepemilikan Obligasi bagi Pemegang Obligasi
adalah Konfirmasi Tertulis yang diterbitkan oleh KSEI atau Pemegang Rekening.
Harga Penawaran
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% (seratus persen) dari jumlah Pokok Obligasi pada Tanggal Emisi.
Jumlah Pokok Obligasi, Bunga Obligasi dan Jatuh Tempo Obligasi
Jumlah Pokok Obligasi yang ditawarkan sebesar Rp175.000.000.000,- (seratus tujuh puluh lima miliar Rupiah) dengan tingkat
bunga tetap sebesar 9,00% (sembilan koma nol nol persen) per tahun dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun terhitung sejak
Tanggal Emisi. Pembayaran kembali Pokok Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat Tanggal Pelunasan
Pokok Obligasi yaitu tanggal 13 Mei 2033. Bunga Obligasi dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sekali, terhitung sejak Tanggal
Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Bunga Obligasi. Pembayaran Bunga Obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal
13 Agustus 2026. Dalam hal tanggal pembayaran Bunga Obligasi jatuh pada hari yang bukan Hari Kerja, maka Bunga Obligasi
dibayar pada Hari Kerja sesudahnya tanpa dikenakan Denda.
Tingkat Bunga Obligasi tersebut merupakan persentase per tahun dari nilai nominal yang dihitung berdasarkan jumlah Hari
Kalender yang lewat dengan perhitungan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan adalah
30 (tiga puluh) hari. Bunga Obligasi dibayarkan setiap Triwulan terhitung sejak Tanggal Emisi pada Tanggal Pembayaran
Bunga Obligasi.
Obligasi harus dilunasi dengan harga yang sama dengan jumlah Pokok Obligasi yang tertulis pada Konfirmasi Tertulis yang
dimiliki oleh Pemegang Obligasi pada Tanggal Pelunasan Pokok Obligasi, dengan memperhatikan Sertifikat Jumbo Obligasi
dan ketentuan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
Jadwal pembayaran Bunga untuk masing-masing Obligasi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel di bawah ini:
Bunga Ke- Keterangan
1 13 Agustus 2026
2 13 November 2026
3 13 Februari 2027
4 13 Mei 2027
5 13 Agustus 2027
6 13 November 2027
7 13 Februari 2028
8 13 Mei 2028
9 13 Agustus 2028
10 13 November 2028
11 13 Februari 2029
12 13 Mei 2029
13 13 Agustus 2029
14 13 November 2029
15 13 Februari 2030
16 13 Mei 2030
17 13 Agustus 2030
18 13 November 2030
19 13 Februari 2031
1
Page 3
Bunga Ke- Keterangan
20 13 Mei 2031
21 13 Agustus 2031
22 13 November 2031
23 13 Februari 2032
24 13 Mei 2032
25 13 Agustus 2032
26 13 November 2032
27 13 Februari 2033
28 13 Mei 2033
Hak-Hak Pemegang Obligasi
a. Pemegang Obligasi yang berhak atas Bunga Obligasi adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, kecuali ditentukan lain
oleh KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku. Dengan demikian jika terjadi transaksi Obligasi dalam waktu 4
(empat) Hari Kerja sebelum Tanggal Pembayaran Bunga Obligasi, pembeli Obligasi yang menerima pengalihan Obligasi
tersebut tidak berhak atas Bunga Obligasi pada periode Bunga Obligasi yang bersangkutan, kecuali ditentukan lain oleh
KSEI sesuai dengan ketentuan KSEI yang berlaku.
b. Pemegang Obligasi, baik sendiri maupun diwakili berdasarkan surat kuasa berhak menghadiri RUPO dan menggunakan
hak suaranya sesuai dengan jumlah Obligasi yang dimilikinya.
c. Pemegang Obligasi yang berhak hadir dalam RUPO adalah Pemegang Obligasi yang namanya tercatat dalam Daftar
Pemegang Rekening pada 4 (empat) Hari Kerja sebelum tanggal penyelenggaraan RUPO yang diterbitkan oleh KSEI.
d. Bila terjadi keterlambatan pelunasan Pokok Obligasi dan/atau pembayaran Bunga Obligasi. Pemegang Obligasi
menerima pembayaran Denda untuk setiap ketiadaan pembayaran sebesar 1% (satu persen) per tahun di atas tingkat
Bunga Obligasi masing-masing seri Obligasi dari jumlah dana yang terlambat dibayar, yang dihitung secara harian, sejak
hari keterlambatan sampai dengan dibayar lunas suatu kewajiban yang harus dibayar berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi, dengan ketentuan 1 (satu) tahun adalah 360 (tiga ratus enam puluh) hari dan 1 (satu) bulan
adalah 30 (tiga puluh) hari.
e. Pemegang Obligasi baik sendiri maupun bersama-sama yang mewakili paling sedikit lebih dari 20% (dua puluh persen)
dari jumlah Obligasi yang belum dilunasi tidak termasuk Obligasi yang dimiliki oleh Emiten dan/atau Afiliasinya, kecuali
Afiliasi tersebut terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal pemerintah, mengajukan permintaan tertulis
kepada Wali Amanat untuk diselenggarakan RUPO dengan melampirkan asli KTUR.
Permintaan tertulis dimaksud harus memuat acara yang diminta, dengan ketentuan sejak KTUR tersebut. Obligasi yang
dimiliki oleh Pemegang Obligasi yang mengajukan permintaan tertulis kepada Wali Amanat akan dibekukan oleh KSEI
sejumlah Obligasi yang tercantum dalam KTUR tersebut. Pencabutan pembekuan Obligasi oleh KSEI tersebut hanya
dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan secara tertulis dari Wali Amanat.
f. RUPO diselenggarakan pada setiap waktu dan sewaktu-waktu menurut ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi, antara lain untuk maksud-maksud sebagai berikut:
i. mengambil keputusan sehubungan dengan usulan Perseroan atau Pemegang Obligasi mengenai perubahan jangka
waktu Obligasi, Pokok Obligasi, suku Bunga Obligasi, perubahan tata cara atau periode pembayaran Bunga Obligasi,
atau penyisihan dana pelunasan dengan memperhatikan POJK No. 20/2020 dan POJK No. 14/2025;
ii. menyampaikan pemberitahuan kepada Perseroan dan/atau Wali Amanat, memberikan pengarahan kepada Wali
Amanat, dan/atau menyetujui suatu kelonggaran waktu atas suatu kelalaian berdasarkan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi serta akibat-akibatnya, atau untuk mengambil tindakan lain sehubungan dengan
kelalaian;
iii. memberhentikan Wali Amanat dan menunjuk pengganti Wali Amanat menurut ketentuan-ketentuan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi;
iv. mengambil tindakan yang dikuasakan untuk diambil oleh atau atas nama Pemegang Obligasi termasuk tetapi tidak
terbatas pada merubah Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dengan memperhatikan ketentuan dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi serta ketentuan berlaku atau menentukan potensi kelalaian yang dapat menyebabkan
terjadinya kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dan POJK No.
20/2020;
v. Wali Amanat bermaksud mengambil tindakan lain yang tidak dikuasakan atau tidak termuat dalam Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi atau berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
Indonesia.
Satuan Pemindahbukuan dan Jumlah Minimum Pemesanan
Perdagangan Obligasi dilakukan di Bursa Efek dengan mengacu kepada syarat dan ketentuan sebagaimana ditentukan dalam
peraturan Bursa Efek. Satuan perdagangan Obligasi di Bursa Efek dilakukan dengan nilai sebesar Rp5.000.000,- (lima juta
Rupiah) dan/atau kelipatannya atau dengan nilai sebagaimana ditentukan dalam peraturan Bursa Efek dan/atau perjanjian
tersendiri yang ditandatangani oleh Perseroan dan Bursa Efek.
Pembelian Kembali Obligasi (Buy Back)
Keterangan selengkapnya mengenai Pembelian Kembali dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
2
Page 4
Pembatasan dan Kewajiban Perseroan
Keterangan selengkapnya mengenai Pembatasan dan Kewajiban Perseroan dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi
Tambahan.
Kelalaian Perseroan
Keterangan selengkapnya mengenai Kelalaian Perseroan dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO)
Keterangan selengkapnya mengenai Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi
Tambahan.
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi
Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dapat dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:
I. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan sebelum Tanggal Emisi, maka perubahan dan/atau
penambahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi tersebut harus dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang
ditandatangani oleh Wali Amanat dan Perseroan dan setelah perubahan tersebut dilakukan, memberitahukan
kepada OJK dengan tidak mengurangi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik
Indonesia.
II. Apabila perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan setelah Tanggal Emisi, maka perubahan Perjanjian
Perwaliamanatan Obligasi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari RUPO dan perubahan
dan/atau penambahan tersebut dibuat dalam suatu perjanjian tertulis yang ditandatangani oleh Wali Amanat dan
Emiten, kecuali dalam hal perubahan Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi dilakukan karena akibat terbitnya
peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan-peraturan dan/atau ketentuan-ketentuan baru beserta
peraturan pelaksanaan dan/atau ketentuan yang terkait yang wajib ditaati oleh Emiten.
Hasil Pemeringkatan Obligasi
Untuk memenuhi ketentuan POJK No. 7/2017 dan POJK No. 49/2020, Perseroan telah melakukan pemeringkatan yang
dilaksanakan oleh Pefindo. Berdasarkan hasil pemeringkatan atas surat utang jangka panjang sesuai dengan Surat Pefindo
No. RTG-061/PEF- tanggal 6 Maret 2026 perihal Surat Keterangan Peringkat atas Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama
Tahap III Tahun 2026 yang diterbitkan melalui rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB), Pefindo menerangkan bahwa
peringkat atas Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap III Tahun 2026 adalah sebagaimana yang tertera pada
Sertifikat Pemeringkatan No. RC-1321/PEF-DIR/X/2025 tanggal 17 Oktober 2025 perihal Sertifikat Pemantauan
Pemeringkatan atas Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahun 2025 Periode 16 Oktober 2025 sampai dengan 1
Oktober 2026.
idA
(Single A)
Peringkat ini berlaku untuk periode 16 Oktober 2025 sampai dengan 1 Oktober 2026.
Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Pefindo yang bertindak sebagai lembaga pemeringkat.
Perseroan akan melakukan pemeringkatan atas Obligasi yang diterbitkan setiap 1 (satu) tahun sekali selama kewajiban atas
Obligasi tersebut belum lunas, sebagaimana diatur dalam POJK No. 49/2020.
Keterangan Tentang Wali Amanat
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi, Perseroan dan PT Bank Mega Tbk selaku Wali Amanat telah menandatangani
Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi.
Alamat Wali Amanat adalah sebagai berikut:
PT Bank Mega Tbk
Menara Bank Mega Lantai 16
Jalan Kapten P. Tendean No 12-14 A
Jakarta 12790, Indonesia
Telepon: (021) 791 75000 ext. 16210
Faksimili: (021) 7918 7100
Email: waliamanat@bankmega.com
www.bankmega.com
3
Page 5
Keterangan lebih lengkap mengenai Penawaran Umum Obligasi dapat dilihat pada Bab I dalam Informasi Tambahan.
PENGGUNAAN DANA YANG DIPEROLEH DARI HASIL PENAWARAN UMUM
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi untuk seluruhnya
akan digunakan oleh Perseroan sebagai modal kerja, termasuk namun tidak terbatas pada beban operasional rutin seperti
beban gaji, beban sewa kantor, perawatan dan perbaikan kantor, serta keperluan umum korporasi (general corporate
purposes) seiring dengan kebutuhan usaha Perseroan.
Keterangan lebih lengkap mengenai Penggunaan Dana yang Diperoleh dari Hasil Penawaran Umum dapat dilihat pada Bab II
Informasi Tambahan.
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Tabel-tabel di bawah ini menggambarkan ikhtisar data keuangan penting dari Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto Susanti dan Surja (anggota dari Ernst &
Young Global Limited), akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik
Indonesia (IAPI) sebagaimana tercantum dalam Laporan Auditor Independen No. 00130/2.1505/AU.1/02/0685-2/1/III/2026
tanggal 9 Maret 2026, dengan pendapat wajar tanpa modifikasi yang ditandatangani oleh Benyanto Suherman (Registrasi
Akuntan Publik No. AP.0685) selaku Rekan PSS.
1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam US$)
31 Desember
Uraian
2025 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 85.612.709 67.831.883
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya 16.711.789 6.490.333
Piutang usaha - pihak ketiga 41.350.717 46.970.405
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 724.946 15.741
Pihak ketiga 8.305.591 5.063.774
Persediaan 10.835.213 17.237.482
Pajak dibayar dimuka 4.373.982 3.594.303
Biaya dibayar dimuka 1.944.533 2.335.796
Uang muka 14.409.076 13.587.090
Piutang yang belum difakturkan - pihak
ketiga - 66.654.552
Aset lancar lainnya 87.485 93.383
Total Aset Lancar 184.356.041 229.874.742
ASET TIDAK LANCAR
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya - 14.415.136
Piutang yang belum difakturkan - pihak
ketiga - 420.240.929
Uang muka 2.880.746 4.967.634
Investasi saham 2.601.823 8.414.386
Estimasi tagihan pajak 8.343.467 3.080.914
Aset hak guna 70.050.308 3.463.948
Piutang lain-lain
Pihak berelasi - 37.712.298
Pihak ketiga 43.162.717 3.570.508
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura
bersama 4.295.708 4.066.413
Aset pajak tangguhan 8.614.907 5.320.928
Aset tak berwujud 49.310.140 11.223.448
Properti investasi 9.161.131 6.573.927
Aset tetap 243.359.648 33.649.148
Aset eksplorasi dan evaluasi 4.846.532 4.846.532
Properti pertambangan 56.000.697 49.708.925
4
Page 6
(dalam US$)
31 Desember
Uraian
2025 2024
Goodwill 88.437.235 41.226.415
Aset tidak lancar lainnya 17.673.043 11.379.897
Total Aset Tidak Lancar 608.738.102 663.861.386
TOTAL ASET 793.094.143 893.736.128
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 12.240.000 22.312.450
Utang usaha - pihak ketiga 16.593.414 27.700.797
Utang lain-lain
Pihak ketiga 17.122.274 11.488.586
Pihak berelasi - 95.546
Biaya yang masih harus dibayar 22.000.745 11.946.145
Utang derivatif 7.306.640 2.699.380
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 8.903.876 971.668
Utang pajak 13.608.690 7.697.970
Liabilitas kontrak 4.090.796 6.499.581
Bagian lancar liabilitas jangka panjang:
Utang bank 22.554.825 39.446.691
Liabilitas sewa 13.724.583 1.265.018
Utang Obligasi 27.490.969 -
Total Liabilitas Jangka Pendek 165.636.812 132.123.832
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa 48.937.020 1.799.457
Utang lain-lain - pihak ketiga 39.589.859 3.403.971
Utang bank jangka panjang 209.871.921 244.913.888
Utang obligasi dan sukuk 58.127.762 32.208.297
Liabilitas kontrak 1.025.355 2.003.105
Liabilitas pajak tangguhan 33.787.255 24.719.294
Provisi untuk reklamasi dan penutupan
tambang 11.000.717 11.100.976
Liabilitas imbalan kerja 7.859.694 4.803.078
Liabilitas jangka panjang lainnya 1.936.488 -
Total Liabilitas Jangka Panjang 412.136.071 324.952.066
TOTAL LIABILITAS 577.772.883 457.075.898
EKUITAS
Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal saham - nilai nominal
Rp50 per saham (angka penuh)
Modal dasar - 24.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
8.257.402.931 saham
(2024: 8.167.826.970 saham) 44.725.117 44.450.566
Tambahan modal disetor 136.580.836 134.004.578
Saham treasuri (303.546) -
Saham bonus 721.669 655.354
Selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali (90.522.804) (90.522.804)
Saldo laba
Dicadangkan 5.097.531 4.809.830
Belum dicadangkan 107.532.896 280.361.840
Penghasilan komprehensif lain (9.717.568) (16.405.966)
194.114.131 357.353.398
Kepentingan nonpengendali 21.207.129 79.306.832
TOTAL EKUITAS 215.321.260 436.660.230
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 793.094.143 893.736.128
5
Page 7
2. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam US$)
31 Desember
Uraian
2025 2024
Operasi yang Dilanjutkan
Pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan 365.860.452 385.785.086
Beban pokok pendapatan (336.170.789) (309.214.727)
Laba bruto dari operasi yang dilanjutkan 29.689.663 76.570.359
Beban penjualan (328.090) (1.112.771)
Beban umum dan administrasi (69.766.281) (39.272.419)
Pendapatan operasi lain 5.354.575 11.206.975
Beban operasi lain (9.905.810) (238.247)
(Rugi)/laba usaha dari operasi yang dilanjutkan (44.955.943) 47.153.897
Rugi atas divestasi entitas anak (96.869.293) -
Penghasilan keuangan 3.913.290 2.892.319
Beban keuangan (25.955.966) (12.120.973)
Bagian atas (rugi) laba entitas
asosiasi ventura bersama 123.174 (624.439)
(Rugi)/laba sebelum pajak
penghasilan dari operasi yang dilanjutkan (168.988.406) 36.925.402
Manfaat/(beban) pajak penghasilan (1.868.331) (14.096.239)
(Rugi)/laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan (170.856.737) 22.829.161
Operasi yang Dihentikan
Laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 8.906.829 25.146.965
(Rugi)/laba tahun berjalan (161.949.908) 47.976.127
Penghasilan komprehensif lain
Pos-pos yang tidak akan
direklasifikasi ke
laba rugi :
Laba atas pengukuran kembali
liabilitas imbalan kerja 107.981 1.311.101
Pajak penghasilan terkait laba
atas pengukuran kembali
liabilitas imbalan kerja (33.736) (253.233)
Perubahan nilai wajar investasi
saham (534.894) (1.735.652)
Pajak penghasilan terkait
perubahan nilai wajar
investasi saham 117.677 (1.988.608)
(342.972) (2.666.393)
Pos-pos yang akan direklasifikasi ke
laba rugi :
Selisih kurs atas penjabaran
laporan keuangan entitas
anak 11.113.254 (172.872)
Perubahan nilai wajar instrumen
derivatif - lindung nilai arus
kas (4.974.971) (1.896.466)
6.138.283 (2.069.338)
Penghasilan komprehensif lain
periode berjalan. setelah pajak 5.795.311 (4.735.731)
Total penghasilan komprehensif
periode berjalan (156.154.597) 43.240.396
(Rugi)/laba periode berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
(Rugi)/laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan (162.267.308) 25.359.876
Laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 1.020.437 3.110.158
Kepentingan nonpengendali (703.037) 19.506.093
(161.949.908) 47.976.127
6
Page 8
(dalam US$)
31 Desember
Uraian
2025 2024
Total penghasilan komprehensif
periode berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk
(Rugi)/laba tahun berjalan dari operasi yang dilanjutkan (156.583.665) 20.320.329
Laba tahun berjalan dari operasi yang dihentikan 1.020.437 3.070.435
Kepentingan nonpengendali (591.369) 19.849.632
(156.154.597) 43.240.396
(Rugi)/laba per saham dasar yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (0,0195) 0.0035
Dividen per saham 0,0012 -
3. Rasio-Rasio Penting
31 Desember
Rasio Keuangan
2025 2024
I. Liquidity
Cash Ratio (%) 51,7 51,3
Current Ratio (%) 111,3 174,0
Quick Ratio (%) 76,7 137,3
II. Profitability
Gross Profit Margin (%) 111,3 174,0
Operating Profit Margin (%) 76,7 137,3
Net Profit Margin (%) 111,3 174,0
Adjusted EBITDA Margin (%) 11,1 137,3
Return on Asset (ROA) (%) 111,3 174,0
Return on Equity (ROE) (%) 76,7 137,3
III. Leverage
Debt to Equity (DER) (x) 1,7 0,8
Debt to Total Asset (DAR) (x) 0,5 0,4
Equity to Asset Ratio (x) ) 0,3 0,5
Liability to Asset Ratio (x) 0,7 0,5
Interest Service Coverage Ratio (x) 1,3 3,6
Debt Service Coverage Ratio (x) 0,4 0,8
Liability to Equity Ratio (x) 2,7 1,0
IV. Efficiency
Collection Period (days/hari) 41,8 43,9
Inventory Turnover (x) 24,8 17,6
Total Asset Turnover (x) 0,5 0,5
V.Growth
Revenue Growth (%) (14,7) (11,1)
Operating Profit Growth (%) (67,2) 47,0
Adjusted EBITDA Growth (%) (63,3) 41,7
Net Profit Growth (%) (437,6) 130,1
Total Asset Growth (%) (11,3) (5,7)
Total Liability Growth (%) 26,8 (12,8)
Total Equity Growth (%) (50,7) 3,1
Catatan:
1) Cash ratio dihitung dengan membagi kas dan setara kas dengan total liabilitas jangka pendek.
2) Current ratio dihitung dengan membagi total aset lancar dengan total liabilitas jangka pendek.
3) Quick ratio dihitung dengan membagi total kas dan setara kas ditambah piutang usaha, neto dan bagian lancar atas piutang yang
belum difakturkan dengan total liabilitas jangka pendek.
4) Gross profit margin dihitung dengan membagi laba bruto periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
5) Operating profit margin dihitung dengan (rugi)/laba operasi periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
6) Net profit margin dihitung dengan membagi (rugi)/laba periode/tahun berjalan dengan pendapatan periode/tahun berjalan.
7) Adjusted EBITDA margin dihitung dengan membagi Adjusted EBITDA periode/tahun berjalan dengan pendapatan dari kontrak dengan
pelanggan periode/tahun berjalan. Adjusted EBITDA merupakan hasil perhitungan laba/ (rugi) usaha ditambah dengan beban
depresiasi dan beban amortisasi, pencadangan nilai aset dan/atau penurunan nilai aset dan/atau penghapusan nilai aset (jika ada)
serta ditambah realisasi piutang yang belum difakturkan dari PLN (untuk pembangkit listrik yang telah beroperasi secara komerisal).
Adjusted EBITDA adalah pengukuran tambahan atas kinerja Penerbit yang tidak diwajibkan atau disajikan sesuai dengan SAK. Adjusted
EBITDA bukan pengukuran atas kinerja keuangan atau liabilitas sesuai dengan SAK dan tidak harus dipertimbangkan sebagai alternatif
7
Page 9
laba periode/tahun berjalan, laba usaha periode/tahun berjalan atau pengukuran kinerja apa pun yang berasal dari SAK atau alternatif
pengukuran arus kas atas kegiatan operasi sebagai pengukuran likuiditas. Penyajian kami atas Adjusted EBITDA mungkin tidak sama
dengan pengukuran dengan istilah serupa yang disajikan oleh pihak lain. Pemegang Obligasi sebaiknya tidak membandingkan Adjusted
EBITDA yang kami sajikan dengan EBITDA yang disajikan pihak lain karena tidak semua pihak menggunakan definisi yang sama. Kami
menyertakan perhitungan Adjusted EBITDA karena kami percaya Adjusted EBITDA adalah pengukuran indikatif atas kinerja operasi
kami dan digunakan oleh investor dan analis untuk mengevaluasi perseroan dalam industri serupa. Dibawah ini adalah rekonsiliasi
periode/tahun berjalan terhadap Adjusted EBITDA menurut definisi kami:
(dalam US$)
31 Desember
Uraian
2025 2024
Laba/ (Rugi) Usaha (30.953.063) 93.905.690
Ditambah:
Beban Depresiasi 35.619.835 8.813.689
Beban Amortisasi 11.609.391 8.738.706
Realisasi Piutang Yang Belum Difakturkan dari PLN 7.804.223 17.049.836
Pencadangan, Penghapusan, dan Penurunan Nilai Aset 18.045.318 -
Total 42.125.704 128.507.921
8) Return on assets dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan total aset.
9) Return on equity dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk.
10) Debt to equity dihitung dengan membagi total debt dengan total ekuitas. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
11) Debt to total asset dihitung dengan membagi total debt dengan total aset. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
12) Equity to asset ratio dihitung dengan membagi total ekuitas dengan total aset.
13) Liability to asset ratio dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total aset.
14) Interest Coverage Ratio dihitung dengan Adjusted EBITDA dibagi beban bunga.
15) Debt Services Coverage Ratio dihitung dengan Adjusted EBITDA dibagi penjumlahan pokok dan beban bunga.
16) Liability to equity ratio dihitung dengan membagi total liabilitas dengan total ekuitas.
17) Collection period dihitung dengan membagi rata-rata piutang usaha. neto dengan pendapatan tahun berjalan dikali 360.
18) Inventory turnover dihitung dengan membagi beban pokok pendapatan tahun berjalan dengan rata-rata persediaan. neto.
19) Total asset turnover dihitung dengan membagi pendapatan dengan rata-rata total aset.
20) Revenue growth dihitung dengan membagi pendapatan tahun berjalan dan pendapatan pada awal tahun kurang 1.
21) Operating growth profit dihitung dengan membagi laba operasi tahun berjalan dengan laba operasi pada awal tahun dikurang 1.
22) EBITDA growth dihitung dengan membagi EBITDA tahun berjalan dengan EBITDA pada awal tahun dikurang 1.
23) Net profit growth dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan laba pada awal tahun dikurang 1.
24) Total asset growth dihitung dengan membagi total aset akhir tahun dengan total aset pada awal tahun dikurang 1.
25) Total liability growth dihitung dengan membagi total liabilitas akhir tahun dengan total liabilitas pada awal tahun dikurang 1.
26) Total equity growth dihitung dengan membagi total ekuitas akhir tahun dengan total ekuitas pada awal tahun dikurang 1.
4. Rasio Keuangan yang Dipersyaratkan di Perjanjian Kredit dan/atau Kewajiban Lain Serta Pemenuhannya
Uraian Rasio per 31 Desember 2025 Perjanjian Kredit
Asian Development Bank
Current Ratio (DER) (x) 1) 1,19 > 1,00
Debt to Equity Ratio (x) 2) 2,03 < 2,50
Debt Service Perseroan to EBITDA
Perseroan (x) 3) 2,80 < 1,20
Catatan:
1) Current ratio dihitung dengan membagi aset lancar dengan liabilitas lancar.
2) Debt to equity dihitung dengan membagi total debt dengan total ekuitas. Debt dihitung dengan menjumlahkan utang bank jangka
pendek dan jangka panjang, utang obligasi dan sewa.
3) Debt service Perseroan to EBITDA Perseroan dihitung dengan membagi penjumlahan pokok dan beban bunga dengan
EBITDA milik Perseroan.
5. Nilai Kurs
Berikut adalah Nilai Kurs US$ terhadap Rupiah per tanggal 31 Desember 2025.
Nilai Kurs Tertinggi Nilai Kurs Terendah Nilai Kurs Rata-Rata
Nilai Kurs Untuk Tahun yang Berakhir Untuk Tahun yang Berakhir Untuk Tahun yang Berakhir
per 31 Desember 2025 Pada Tanggal 31 Desember Pada Tanggal 31 Desember Pada Tanggal 31 Desember
2025 2025 2025
Rp16.782,- Rp17.028,- Rp16.028,- Rp16.475,-
Sumber: Kurs Tengah Bank Indonesia yang diakses dari www.bi.go.id.
Keterangan selengkapnya mengenai Ikhtisar Data Keuangan Penting dapat dilihat pada Bab IV dalam Informasi Tambahan.
8
Page 10
ANALISIS DAN PEMBAHASAN MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen di bawah ini berasal dari dan/atau dihitung berdasarkan Laporan Keuangan
Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 yang telah diaudit oleh KAP Purwanto
Susanti dan Surja (anggota dari Ernst & Young Global Limited), akuntan publik independen, berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagaimana tercantum dalam Laporan Auditor Independen No.
00130/2.1505/AU.1/02/0685-2/1/III/2026 tanggal 9 Maret 2026, dengan pendapat wajar tanpa modifikasi yang
ditandatangani oleh Benyanto Suherman (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0685) selaku Rekan PSS.
Analisis Keuangan
Pendapatan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024
Pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 menurun sebesar US$65,4 juta atau 15%
menjadi US$380,2 juta, dibandingkan dengan pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 sebesar US$445,6 juta. Penurunan pendapatan tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan rata-rata harga dan
volume penjualan batubara.
Penurunan penjualan dan perdagangan batubara sebesar US$165,6 juta atau 46% terutama disebabkan oleh penurunan
rata-rata harga dan volume penjualan batubara.
Penurunan pendapatan ketenagalistrikan sebesar US$45,5 juta atau 76% sejalan dengan penyelesaian transaksi divestasi
aset PLTU batu bara pada tahun berjalan. Realisasi penjualan pada tahun 2025 sebagian berasal dari penjualan tenaga listrik
PLTU batu bara sebelum penyelesaian divestasi pada bulan Maret untuk MCL dan bulan Mei untuk GLP.
Peningkatan pendapatan dari pengelolaan limbah sebesar US$142,3 juta atau 1.084% terutama disebabkan oleh
penyelesaian akuisisi Entitas Anak yang bergerak di bidang pengelolaan limbah di tahun berjalan. Peningkatan pendapatan
pada pengelolaan limbah mampu mengimbangi penurunan pendapatan ketenagalistrikan dari Entitas Anak yang didivestasi.
Peningkatan pendapatan dari penjualan dan sewa kendaraan listrik meningkat sebesar US$2,2 juta atau 35% terutama
disebabkan peningkatan volume penjualan dan sewa kendaraan listrik.
Penjualan tandan buah segar, inti sawit dan minyak sawit mentah meningkat sebesar US$1,1 juta atau 19% terutama
disebabkan oleh peningkatan harga inti sawit dan minyak sawit mentah.
Beban Pokok Pendapatan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024
Beban pokok pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 menurun sebesar US$15,9
juta atau 4% menjadi US$348,6 juta, dibandingkan dengan beban pokok pendapatan Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$364,5 juta. Penurunan beban pokok pendapatan tersebut utamanya disebabkan
oleh penurunan beban pokok pendapatan – batubara dan biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik yang diimbangi
dengan peningkatan biaya atas pengelolaan limbah.
Penurunan beban pokok pendapatan - batubara sebesar US$100,2 juta atau 35% terutama disebabkan oleh:
• Penurunan biaya produksi sebesar US$52,9 juta atau 42%, sehubungan dengan adanya penurunan produksi batubara
dan efisiensi cash cost pada tahun 2025 jika dibandingkan tahun 2024,
• Penurunan pembelian batubara sebesar US$21,2 juta atau 19% jika dibandingkan dengan tahun 2024, sejalan dengan
berkurangnya volume penjualan batubara,
• Penurunan royalti sebesar US$15,2 juta atau 60% jika dibandingkan tahun 2024, sejalan dengan penurunan volume
produksi dan penjualan batubara, dan
• Pergerakan persediaan batubara sebesar US$3,3 juta atau 33% jika dibandingkan tahun 2024, sehubungan dengan
penjualan persediaan batu bara.
Penurunan biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik sebesar US$42,8 juta atau 77% sejalan dengan penyelesaian
transaksi divestasi aset PLTU batu bara pada tahun berjalan. Realisasi biaya operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik
pada tahun 2025 sebagian berasal dari operasional tenaga listrik PLTU batu bara sebelum penyelesaian divestasi pada bulan
Maret untuk MCL dan bulan Mei untuk GLP.
Peningkatan biaya atas pengelolaan limbah sebesar US$122,9 juta atau 1.707% terutama disebabkan oleh kontribusi Entitas
Anak yang baru diakuisisi Perseroan di tahun 2025.
9
Page 11
Peningkatan biaya penjualan dan sewa kendaraan listrik sebesar US$3,3 juta atau 50% terutama disebabkan volume
penjualan kendaraan listrik pada tahun 2025.
(Rugi)/Laba Usaha Tahun
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024
Laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 turun sebesar US$124,9 juta atau 133%
menjadi rugi usaha sebesar US$31,0 juta, dibandingkan dengan laba usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$93,9 juta. Penurunan laba usaha tersebut utamanya disebabkan oleh penurunan
pendapatan dari rata-rata harga dan volume penjualan batubara, peningkatan pada beban umum dan administrasi yang
berasal dari kontribusi Entitas Anak yang diakuisisi Perseroan di tahun berjalan, dan penurunan pendapatan operasi lain yang
utamanya berasal dari amortisasi bunga atas piutang yang belum difakturkan milik Entitas Anak yang didivestasi di tahun
berjalan.
(Rugi)/Laba Periode Berjalan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024
Akibat hal-hal yang disebutkan di atas, laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 menurun sebesar US$210,0 juta atau 438% menjadi rugi tahun berjalan sebesar US$162,0 juta, dibandingkan dengan
laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$48,0 juta.
Total Penghasilan Komprehensif Periode Berjalan
Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2024
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 menurun sebesar US$199,4 juta
atau 461% menjadi US$156,2 juta, dibandingkan dengan total penghasilan komprehensif tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$43,2 juta. Penurunan total penghasilan komprehensif periode berjalan
Perseroan tersebut utamanya berasal dari penurunan pendapatan batubara, rugi atas divestasi entitas anak, dan penurunan
pendapatan operasi lain yang utamanya berasal dari amortisasi bunga atas piutang yang belum difakturkan milik Entitas
Anak yang didivestasi di tahun berjalan.
Aset
Posisi pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024
Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 menurun sebesar US$100,6 juta atau 11% menjadi US$793,1 juta,
dibandingkan dengan total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$893,7 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh penurunan piutang yang belum difakturkan - pihak ketiga, piutang usaha, kas di bank yang dibatasi
penggunaannya, persediaan, biaya dibayar dimuka, uang muka, dan investasi saham yang diimbangi oleh kenaikan kas dan
setara kas, aset tak berwujud, aset tetap dan goodwill.
Kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$85,6 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar US$17,8
juta atau 26% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$67,8 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh sebagai berikut:
• Arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar US$5,2juta, yang terdiri dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar US$395,7 juta, pembayaran kepada pemasok sebesar US$308,6 juta, pembayaran kepada karyawan sebesar
US$32,8juta, pembayaran beban keuangan sebesar US$26,8 juta, pembayaran royalti sebesar US$10,3 juta,
pembayaran pajak penghasilan badan sebesar US$14,2 juta dan penerimaan bunga sebesar US$2,2 juta,
• Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar US$203,2 juta, terdiri dari pengeluaran kas untuk akuisisi
entitas anak sebesar US$273,2 juta, penambahan uang dari divestasi investasi saham dan entitas anak sebesar US$123,7
juta, akuisisi kepentingan nonpengendali sebesar US$9,6 juta, penambahan investasi saham sebesar US$1,6 juta,
penambahan properti tambang sebesar US$37,2 juta, penambahan aset tetap sebesar US$9,8 juta, hasil penjualan aset
tetap sebesar US$1,7 juta, pencairan penempatan kas di bank yang dibatasi penggunaannya sebesar US$5,0 juta,
penambahan piutang lain-lain kepada pihak berelasi sebesar US$0,7juta, penambahan investasi pada entitas asosiasi
sebesar US$0,1 juta, penambahan aset tidak berwujud dan aset tidak lancar lainnya sebesar US$0,40 juta dan
penambahan uang muka sebesar US$1,0 juta,
• Arus kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar US222,9 juta, yang terdiri dari penerimaan dari utang bank
sebesar US$253,1 juta, pembayaran untuk utang bank sebesar US$88,9 juta, penempatan kas di bank yang dibatasi
penggunaannya sebesar US$6,8 juta, pembayaran dividen sebesar US$16,8 juta, penerimaan dari utang obligasi dan
sukuk sebesar US$53,1 juta, pembayaran pokok sewa sebesar US$9,0 juta, penerimaan pinjaman dari pihak ketiga
sebesar US$58,7 juta dan pembayaran pinjaman dari pihak ketiga sebesar US$20,5juta, dan
10
Page 12
• Dampak perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas sebesar US$7,1 juta.
Kas di bank yang dibatasi penggunaannya, 31 Desember 2025 adalah sebesar US$16,7 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar US$4,2 juta atau 20% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$20,9 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh pencairan penempatan kas di bank yang dibatasi penggunaannya oleh Perseroan dan Entitas Anak.
Piutang usaha, neto pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$41,4 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$5,6
juta atau 12% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$47,0 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh penerimaan pembayaran pihak ketiga kepada Entitas Anak yang telah jatuh tempo.
Persediaan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$10,8 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$6,4 juta
atau 37% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$17,2 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
penurunan produksi batubara di tahun berjalan serta penjualan batubara kepada pihak ketiga oleh Entitas Anak.
Piutang yang belum difakturkan – pihak ketiga, pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$nihil, dimana terjadi
penurunan sebesar US$486,9 juta atau 100% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$486,9 juta.
Hal ini sejalan dengan penyelesaian transaksi divestasi aset proyek pembangkit listrik tenaga uap (“PLTU”) Batu bara pada
tahun berjalan.
Piutang lain-lain, pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$52,2 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$5,8
juta atau 13% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$46,4 juta. Hal ini terutama disebabkan
oleh penambahan piutang dari pihak ketiga pada tahun berjalan.
Uang muka pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$17,3 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$1,3 juta
atau 7% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$18,6 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
realisasi uang muka investasi pada Entitas Anak pada tahun berjalan.
Estimasi tagihan pajak pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$8,3 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$5,2 juta atau 171% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$3,1 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan pada Perseroan dan Entitas Anak pada tahun berjalan.
Investasi saham pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$2,6 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$5,8 juta
atau 69% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$8,4 juta. Hal ini terutama disebabkan adanya
divestasi investasi saham pada tahun berjalan dan adanya penurunan nilai investasi saham yang mengacu pada nilai wajar
saham.
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$4,3 juta, dimana
terjadi peningkatan sebesar US$0,2 juta atau 5% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$4,1 juta.
Hal ini terutama disebabkan oleh penambahan investasi pada Entitas Anak pada tahun berjalan.
Aset tetap, neto pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$243,4 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$209,7 juta atau 623% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$33,7 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh akuisisi Entitas Anak pada tahun berjalan.
Aset hak guna, neto pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$70,1 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$66,6 juta atau 1.922% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$3,5 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh akuisisi Entitas Anak pada tahun berjalan.
Aset tak berwujud, neto pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$49,3 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar
US$38,1 juta atau 339% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$11,2 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh akuisisi Entitas Anak pada tahun berjalan.
Goodwill pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$88,4 juta, dimana terjadi peningkatan sebesar US$47,2 juta
atau 115% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$41,2 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
akuisisi Entitas Anak pada tahun berjalan.
Liabilitas
Posisi pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024
Total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 meningkat sebesar US$120,7 juta atau 26% menjadi US$577,8 juta,
dibandingkan dengan total liabilitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$457,1 juta. Peningkatan total
liabilitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari peningkatan utang obligasi dan sukuk, liabilitas sewa, liabilitas imbalan
kerja, utang lain-lain, utang derivatif, biaya yang masih harus dibayar, dan liabilitas pajak tangguhan yang diimbangi oleh
penurunan pada utang usaha dan utang bank.
11
Page 13
Utang usaha – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$16,6 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$11,1 juta atau 40% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$27,7 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh pembayaran kepada pihak ketiga oleh Entitas Anak atas jasa penambangan yang dilakukan oleh pihak ketiga.
Utang bank jangka pendek pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$12,2 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$10,1 juta atau 45% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$22,3 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya pembayaran yang telah jatuh tempo oleh Entitas Anak pada tahun berjalan.
Utang bank jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$232,4 juta, dimana terjadi penurunan sebesar
US$52,0 juta atau 18% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$284,4 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya pembayaran yang telah jatuh tempo oleh Entitas Anak pada tahun berjalan.
Biaya yang masih harus dibayar pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$22,0 juta, dimana terjadi penurunan
sebesar US$10,1 juta atau 84% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$11,9 juta. Hal ini terutama
disebabkan oleh adanya penambahan dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun berjalan.
Utang lain-lain – pihak ketiga pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$56,7 juta, dimana terjadi peningkatan
sebesar US$41,7 juta atau 278% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$15,0 juta. Hal ini
terutama disebabkan oleh penerimaan pinjaman dari pihak ketiga Entitas Anak di tahun berjalan.
Utang pajak pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$13,6 juta, dimana terjadi kenaikan sebesar US5,9 juta atau
77% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$7,7 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya
penambahan dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun berjalan.
Liabilitas kontrak pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebesar US$5,1 juta, dimana terjadi penurunan sebesar US$3,4
juta atau 40% dibandingkan dengan posisi tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$8,5 juta. Hal ini terutama disebabkan oleh
realisasi uang muka penjualan batubara dan menurunnya permintaan penjualan batubara dari pelanggan Entitas anak pada
tahun berjalan.
Ekuitas
Posisi pada tanggal 31 Desember 2025 dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2024
Total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2025 turun sebesar US$221,4 juta atau 51% menjadi US$215,3 juta,
dibandingkan dengan total ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar US$436,7 juta. Penurunan total
ekuitas Perseroan tersebut utamanya berasal dari pembukuan rugi bersih yang dihasilkan oleh Perseroan dan Entitas Anak
sepanjang tahun 2025.
Keterangan selengkapnya mengenai Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen dapat dilihat pada Bab V dalam Informasi
Tambahan.
KETERANGAN TENTANG PERSEROAN, KEGIATAN USAHA, SERTA KECENDERUNGAN DAN PROSPEK USAHA PERSEROAN
Riwayat Singkat Perseroan
Sejak penerbitan Obligasi Berkelanjutan I TBS Energi Utama Tahap I Tahun 2025 sampai dengan tanggal Informasi Tambahan
ini diterbitkan, Perseroan telah melakukan perubahan Anggaran Dasar. Anggaran Dasar Perseroan terakhir kali diubah
dengan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar No. 8, tanggal 8 Juli 2025, dibuat di hadapan Aulia
Taufani, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan (“Akta No. 8/2025”), Akta No. 8/2025 tersebut menyetujui
peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan sebagai pelaksanaan Program Kepemilikan Saham
Manajemen dan/atau Karyawan. Akta No. 8/2025 telah diterima dan dicatatkan dalam database Sisminbakum dengan No.
AHU-AH.01.03-0190637 tanggal 21 Juli 2025. Akta 8/2025 telah didaftarkan pada Daftar Perseroan dengan No. AHU-
0164251.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 21 Juli 2025.
Sampai dengan tanggal Informasi Tambahan Ringkas ini diterbitkan, Perseroan menjalankan usaha aktivitas Investasi di
bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa sawit, dan sedang mengembangkan usahanya sebagai
produsen pembangkit listrik mandiri, investasi di energi terbarukan dan bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar
dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Pada tanggal Informasi Tambahan ini diterbitkan, struktur permodalan Perseroan terakhir adalah sebagaimana termaktub
dalam Akta 110/2020 jo. Akta 8/2025, susunan permodalan Perseroan, adalah sebagai berikut:
Modal Dasar : Rp1.200.000.000.000,- yang terbagi atas 24.000.000.000 saham, masing-masing saham
bernilai nominal Rp50,-
Modal Ditempatkan dan : Rp412.870.146.550,- yang terbagi atas 8.257.402.931 saham, masing-masing saham
Disetor bernilai nominal Rp50,-
12
Page 14
Selanjutnya, struktur pemegang saham Perseroan per tanggal Maret 2026 berdasarkan Daftar Pemegang Saham yang
dikeluarkan oleh PT Datindo Entrycom berdasarkan Surat No. DE/IV/2026-1216 tanggal 2 April 2026 adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp50 setiap saham
Keterangan
Jumlah Saham Nilai Nominal %
Modal Dasar 24.000.000.000 1.200.000.000.000 -
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
Pemegang Saham >5%
1. Highland Strategic Holdings Pte Ltd 4.983.799.956 249.189.997.800 60,356
2. PT Toba Sejahtra 658.488.144 32.924.407.200 7,975
Direksi Perseroan
3. Dicky Yordan, Direktur Utama 125.801.321 6.290.066.050 1,523
4. Alvin Firman Sunanda, Direktur 4.018.432 200.921.600 0,049
5. Juli Oktarina, Direktur 3.726.244 186.312.200 0,045
6. Mufti Utomo, Direktur 770.996 38.549.800 0,009
7. Sudharmono Saragih, Direktur 688.996 34.449.800 0,008
8. Masyarakat* 2.470.170.642 123.508.532.100 29,915
9. Saham Treasuri 9.938.200 496.910.000 0,120
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 8.257.402.931 412.870.146.550 100,000
Saham Dalam Portepel 15.742.597.069 787.129.853.450
Note: *) pemegang saham di bawah 5% yang terdiri dari masyarakat
Pengurusan dan Pengawasan
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 52 tanggal 25 April 2025 dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di
Jakarta (“Akta 52/2025”), yang telah diberitahukan kepada Menkum dan telah diterima dan dicatat dalam Sisminbakum
berdasarkan Surat No. AHU-AH.01.09-0221141, tanggal 5 Mei 2025, dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
0096969.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal 5 Mei 2025, susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen : Bacelius Ruru
Komisaris Independen : Dr. Ahmad Fuad Rahmany
Komisaris Independen : Yasmin Wirjawan
Komisaris Independen : Kang Tzu Ping (Frances Kang)
Direksi
Direktur Utama : Dicky Yordan
Direktur : Alvin Firman Sunanda
Direktur : Juli Oktarina
Direktur : Mufti Utomo
Direktur : Sudharmono Saragih
Kegiatan Usaha
Perseroan menjalankan usaha investasi di bidang pertambangan dan perdagangan batubara, perkebunan kelapa sawit dan
sedang mengembangkan usahanya sebagai produsen pembangkit listrik mandiri, serta investasi di energi terbarukan dan
bisnis pengelolaan sampah serta perdagangan besar dan eceran kendaraan melalui Entitas Anak.
Prospek Usaha
Outlook ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan tetap stabil dengan pertumbuhan di kisaran 5% menurut proyeksi
International Monetary Fund dan Bank Indonesia, didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan inflasi yang relatif
terkendali, meskipun masih menghadapi tekanan dari faktor eksternal seperti suku bunga global yang tinggi, perlambatan
ekonomi dunia, serta ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi ekspor dan arus modal; secara keseluruhan,
Indonesia dinilai tetap resilien dibanding banyak negara berkembang lain, namun pertumbuhannya masih cenderung
moderat dan belum menunjukkan akselerasi signifikan menuju level di atas 6% yang dibutuhkan untuk keluar dari middle-
income trap (IMF World Economic Outlook; Bank Indonesia Outlook 2026).
Pada 2026, prospek batubara Indonesia diperkirakan masih bertahan namun semakin menantang, seiring permintaan global
yang mulai melambat dan adanya penyesuaian kebijakan produksi. Permintaan dari negara utama seperti China dan India
diproyeksikan hanya tumbuh terbatas karena mulai bergesernya bauran energi ke sumber yang lebih bersih, sementara
pemerintah Indonesia juga berencana menahan produksi untuk menjaga keseimbangan pasar dan harga. Meskipun
demikian, batubara tetap menjadi komoditas strategis dalam jangka pendek karena kontribusinya terhadap ekspor dan
penerimaan negara, namun dalam jangka menengah sektor ini menghadapi tekanan dari tren transisi energi global dan
volatilitas harga komoditas (Indonesia Mining Association, 2026).
13
Page 15
Di sisi lain, dalam rangka mewujudkan target net zero emission (NZE) tahun 2060 atau lebih awal, Pemerintah Indonesia
memprioritaskan pembangunan pembangkit listrik ke depan, diprioritaskan menggunakan teknologi yang rendah emisi dan
ramah lingkungan sekaligus pembatasan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) baru. Implementasi atas
Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 Tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga
Listrik menjadi peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan bagi Perseroan. Terkait dengan kendaraan listrik, Pemerintah
telah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai
(Battery Electric Vehicle). Selain itu, Pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal untuk mendukung akselerasi
kendaraan bermotor listrik.
Merespon peluang tersebut, keputusan strategis Perseroan untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan dan
respons terhadap perubahan iklim global sangatlah tepat. Hal ini sejalan dengan kesadaran global dan urgensi untuk
mengurangi emisi gas rumah kaca serta memenuhi target Paris Agreement. Perseroan meyakini bahwa transisi menuju bisnis
keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab moral tetapi juga akan membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan
ketahanan Perseroan dalam jangka panjang.
Perseroan juga aktif melakukan dialog dan pembahasan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk
investor, pelanggan, dan masyarakat umum untuk menjelaskan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial dari transisi ini.
Manajemen menjelaskan bahwa diversifikasi portofolio energi dan investasi dalam energi terbarukan dan manajemen
sampah akan mengurangi ketergantungan terhadap batubara dan menciptakan sumber pendapatan yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kendaraan listrik, manajemen sampah, dan energi terbarukan akan menjadi driver
utamanya. Dengan transformasi ini, Perseroan secara aktif terus bergerak menuju segmen usaha penghasil EBITDA yang
memiliki high trading multiple segments seperti energi baru terbarukan,manajemen sampah dan kendaraan listrik.
Untuk itu Perseroan telah menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk diterapkan pada tahun 2026. Kebijakan strategis
yang dimaksud mencakup tiga prioritas utama mencakup lingkungan dan masyarakat, yakni berfokus pada:
• Risiko Perubahan Iklim: Strategi adaptasi dan mitigasi yang efektif.
• Strategi Transisi Adil: Transisi ekonomi rendah karbon dengan mempertimbangkan aspek sosial.
• Strategi Keberlanjutan Anak Perusahaan: Integrasi nilai Lingkungan, Sosial dan Tata Kelola (TSL) dalam seluruh bisnis.
Selain itu, untuk mendukung pembiayaan ekspansi bisnis yang ramah lingkungan dan transisi energi, Perseroan akan terus
mendalami opsi-opsi pembiayaan yang berorientasi lingkungan seperti green financing, transition financing dan termasuk di
antaranya aksi korporasi di bidang pasar modal dengan menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan sebagai salah satu
opsi.
Keterangan selengkapnya mengenai Keterangan Tentang Perseroan, Perusahaan Anak, Kegiatan Usaha Serta Kecenderungan
dan Prospek Usaha Perseroan dapat dilihat pada Bab VI dalam Informasi Tambahan.
PENJAMINAN EMISI OBLIGASI
Berdasarkan persyaratan dan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi, yang
namanya tercantum di bawah ini telah menyetujui untuk menawarkan kepada Masyarakat Obligasi Berkelanjutan I TBS
Energi Utama Tahap III Tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp175.000.000.000.- (seratus tujuh puluh lima miliar
Rupiah) dengan kesanggupan penuh (full commitment).
Susunan dan jumlah porsi serta persentase dari anggota Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi adalah sebagai berikut:
Keterangan Porsi Penjaminan Total Penjaminan %
Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi
PT Sucor Sekuritas 175.000.000.000 175.000.000.000 100,00%
TOTAL 175.000.000.000 175.000.000.000 100,00%
Selanjutnya Penjamin Emisi Obligasi yang ikut dalam Perjanjian Penjaminan Emisi Obligasi telah sepakat untuk melaksanakan
tugasnya masing-masing sesuai dengan Peraturan No. IX.A.7.
Pihak yang bertindak sebagai Manajer Penjatahan atas Penawaran Umum Obligasi adalah PT Sucor Sekuritas.
Keterangan selengkapnya mengenai Penjaminan Emisi Obligasi dapat dilihat pada Bab VIII dalam Informasi Tambahan.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Konsultan Hukum : Genio Atyanto & Partners
Notaris : Aulia Taufani, S.H.
Wali Amanat : PT Bank Mega Tbk.
Perusahaan Pemeringkat Efek : PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)
14
Page 16
Keterangan selengkapnya mengenai Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal dapat dilihat pada Bab IX dalam Informasi
Tambahan.
TATA CARA PEMESANAN OBLIGASI
Keterangan selengkapnya mengenai Tata Cara Pemesanan Obligasi dapat dilihat pada Bab XI dalam Informasi Tambahan.
PENYEBARLUASAN INFORMASI TAMBAHAN DAN FORMULIR PEMESANAN PEMBELIAN OBLIGASI
Informasi Tambahan serta Formulir Pemesanan Pembelian Obligasi (FPPO) dan Formulir Pemesanan Pembelian dapat
diperoleh selama tanggal Penawaran Umum melalui e-mail dan juga dapat diperoleh di kantor Penjamin Pelaksana Emisi
Obligasi dari tanggal 4 Mei 2026 jam 09.00 WIB sampai tanggal 7 Mei 2026 jam 12.00 WIB di bawah ini:
PT SUCOR SEKURITAS
Sahid Sudirman Center Lantai 12
Jl. Jend. Sudirman Kav.86
Jakarta 10220
Telepon: (021) 8067 3000
Faksimili: (021) 2788 9288
Website: www.sucorsekuritas.com
Email: fi@sucorsekuritas.com
15
Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIA
p.1
unresolved
org
PT PEMERINGKAT EFEK INDONESIA
p.1 ×2
unresolved
org
PT Sucor Sekuritas WALI AMANAT
p.1
unresolved
org
Purwanto Susanti
p.5 ×2
unresolved
org
Young Global Limited
p.5 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×3
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.13 ×4
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.14
unresolved
org
Bank Indonesia Outlook
p.14
unresolved
org
PT Sucor Sekuritas
p.15 ×2
unresolved
org
Genio Atyanto & Partners
· Konsultan Hukum
p.15
unresolved
person
H. Wali Amanat
p.15
unresolved
org
PT SUCOR SEKURITAS Sahid Sudirman Center
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.