Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
No: 04.553/AP-COSC/IV/2026 Surabaya, 8 April 2026
Kepada Yth.
Direksi PT BURSA EFEK INDONESIA
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt – 4
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190
u.p. : Kepala Divisi Penilaian Perusahaan
Perihal: Laporan Pelaksanaan Public Expose Insidentil PT Asia Pramulia Tbk
Dengan Hormat,
Dalam rangka memenuhi permintaan PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 6 April 2026 untuk
melaksanakan Public Expose (PE) Insidentil, bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan Public
Expose Insidentil sebagai berikut:
A. Rangkaian Acara
Hari/tanggal : Rabu, 8 April 2026
Waktu : 10:00 – 11.00
Tempat : Media elektronik via Zoom Meeting
Hadir : 1. Arif – Direktur
2. Kemal – Investor Relation
3. Peserta perorangan, media, dan institusi
Acara diawali dengan penyampaian latar belakang pelaksanaan Public Expose Insidentil ASPR,
dilanjutkan dengan pemaparan yang meliputi Profil Perseroan, Kegiatan usaha, Ikhtisar keuangan, dan
analisa manajemen terkait dengan pergerakan harga saham Perseroan. Acara kemudian dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab dari peserta yang hadir dan ditutup pada pukul 11.00 WIB.
B. Sesi Tanya Jawab
1. William – Investor
Bagaimana cara Perseroan meningkatkan pendapatan walau ada tagihan pajak ?
Tanggapan:
Tagihan pajak dan pendapatan itu memang sesuatu yang beriringan, untuk meningkatkan
pendapatan perseroan kami meningkatkan kapasitas produksi dan juga meningkatkan penetrasi
pasar, kita membagi pemasaran-pemasaran kita menjadi beberapa segmen, jika diversifikasi
produk kita lebih banyak kesempatan kita untuk menaikan pendapatan itu berpeluang cukup
tinggi dan tentunya tagihan pajak akan mengikuti pendapatan dan laba bersih kita, kita sebagai
Perusahaan yang berdiri di suatu negara kita wajib membayar atau memenuhi kewajiban pajak
sejauh ini kami senantiasa mengikuti peraturan-peraturan pajak yang berlaku.
2. Daniel – Analis
a. Manajemen menyebutkan di slide 28 bahwa Penjualan di Range 1 (Jatim, Bali, Nusa
Tenggara) masih mendominasi 54,5% di 2025, naik dari 43,6% di 2023. Mengapa
konsentrasi geografis justru makin meningkat padahal strategi menyebutkan ekspansi
nasional, apakah ekspansi ke luar Jawa tidak berjalan sesuai rencana?
b. Manajemen menyebutkan di slide 27 bahwa kemasan makanan turun drastis -33% dari Rp
112,6 M (2023) ke Rp 75,9 M (2024) dan belum pulih sepenuhnya di 2025. Apa penyebab
utama penurunan ini, apakah ada kehilangan pelanggan besar atau perubahan kontrak, dan
apa rencana konkret untuk memulihkan segmen ini ?
Page 2
Tanggapan:
a. Perusahaan kami memproduksi kemasan rigid packaging seperti botol-botol kosong
dimana biaya pengirimannya jika di kirim ke range 2 dan 3 biaya pengirimannya cukup
tinggi dimana, jadi seperti kita ini mengirim angin dimana kita mengirim botol2 kosong
misal dari Surabaya ke Sumatera ongkos kirimnya itu sama dengan kita mengirim
produk yang ada isinya. Itulah mengapa banyak customer kami yang di Jawa Timur
dikarenakan biaya kirim yang lebih efisien. Untuk ekspansi ke luar Jawa sejauh ini
kami masih memperhitungkan mungkin suatu saat nanti akan membuka pabrik di luar
Jawa namun saat ini kami berfokus pada AspraCube yaitu manufaktur yang compack
kecil yang bisa fleksibel jika ada customer kami yang membutuhkan quantity besar dan
di luar pulau Jawa kami bisa instalkan Aspracube sehingga dapat memproduksi
kemasan dan menghemat biaya pengiriman, juga peluang kontaminasi di jalan dan
kerusakan makin minim. Aspracube sudah kami patenkan dan memiliki perlindungan
hak cipta.
b. Pada tahun 2020 kita dilanda covid 19 dimana kondisi pada saat itu mengharuskan
sebagian besar masyarakat untuk work from home (WFH) dan banyak lahir UMKM
baru atau pelaku usaha seperti kue kering dan disaat itulah permintaan untuk kemasan
makanan meningkat drastis pertumbuhan UMKM tersebut mendongkrak penjualan
kita di tahun 2020-2023. Kondisi ekonomi sekarang daya beli masih menurun, ditandai
dengan perubahan masyarakat yang tidak lebih konsumtif dalam membeli barang selain
barang pokok, kita tetap berusaha sebaik mungkin untuk meningkatkan penjualan pada
segmen makanan tetapi kendala kami saat ini adalah kurangnya daya beli masyarakat.
3. William – Perorangan
a. Apakah akan ada rencana pembagian dividen?
b. Apa proyeksi pendapatan dan laba setelah adanya peresmian pabrik baru kedua yang baru
saja diresmikan?
Tanggapan:
a. Sesuai dengan prospektus kami diawal kami berkomitmen untuk membagikan minimal
20%, kita juga berkomitmen untuk terus memberikan keuntungan atau benefit lebih kepada
shareholder kami.
b. Kita proyeksikan mengalami peningkatan yang signifikan dimana kami juga mendapatkan
customer-customer baru yang cukup besar kami harapkan kedepannya realisasi kinerja
keuangan perusahaan membaik termasuk peningkatan penjualan yang signifikan karena
pada tahun ini kami berfokus pada meningkatkan kapasitas produksi kami khususnya di
kemasan AMDK karena produk AMDK sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.
4. Eko – Jurnalis Fortune Indonesia
a. Bagaimana strategi Asia Pramulia dalam mengantisipasi krisis bahan baku plastik (seperti
kenaikan harga bahan baku untuk PET, PP, dan HDPE) di 6–12 bulan ke depan? Apakah
perusahaan melakukan hedging harga bahan baku, kontrak jangka panjang dengan supplier,
atau diversifikasi sumber pasokan untuk menjaga kontinuitas produksi?
b. Jika terjadi krisis bahan baku plastik yang menyebabkan kenaikan biaya produksi
signifikan, apakah Asia Pramulia berencana menyesuaikan harga jual produk kemasan
kepada pelanggan? Berapa persen kenaikan harga tersebut dan bagaimana dampaknya
terhadap daya saing produk?
Tanggapan:
a. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah yang merupakan sumber dari minyak dunia,
plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi sehingga pada saat terjadinya
krisis atau kenaikan harga minyak dunia yang cukup tinggi dari harga USD 60/barel
menjadi USD 120 atau mungkin sekarang sudah sampai USD 115/barel, untuk strategi
kita kedepan yaitu menjaga pasokan bahan baku sehingga kami dapat memenuhi
Page 3
purchase order dari seluruh costumer kami dan kondisi saat ini masih dalam kontrol
kami.
Kami juga memiliki alternatif suplier baik lokal maupun import. Untuk harga bahan
baku plastik pada saat ini memang mengalami kenaikan yang cukup signifikan namun
kami juga masih memiliki kontrak-kontrak dengan suplier, kemudian untuk nilai tukar
bisa menggunakan hedging dan juga menganalisa kondisi global secara berkala
sehingga kami bisa memonitoring stok bahan baku kami tidak over stok dan juga tidak
kekurangan stok.
b. Untuk penyesuaian harga jual, hal ini sudah ramai di media dimana kemasan plastik
mengalami kenaikan harga mungkin 50% hingga 60% begitu juga produk-produk yang
kami produksi mengalami kenaikan menyesuaikan dengan harga bahan baku saat ini,
kami juga memberikan informasi secara berkala kepada pelanggan kami bagaimana
perkembangan harga bahan baku dan ketersediaan bahan baku, sehingga mereka
merasa Asia Pramulia bukan hanya suplier kemasan tetapi juga partner yang bisa diajak
diskusi.
5. Rafi – Perorangan
Dengan disuspensinya emiten, Apa ada dampak ke perseroan Aspr?
Tanggapan:
Suspensi saham Asia Pramulia (ASPR) ini tidak berdampak terhadap kegiatan operasional dan
kinerja Perseroan.
6. Erika - Kompas
Sudah sejauh mana kenaikan harga dan keterbatasan bahan baku plastik saat ini berdampak ke
kinerja keuangan dan operasional perusahaan? Apakah ada rencana revisi outlook kinerja
keuangan tahun ini?
Tanggapan:
Dampak kenaikan harga bahan baku cukup banyak, banyak suplier atau produsen bahan baku
di Indonesia seperti Chandra Asri juga mengumumkan force majeure dan perusahaan-
perusahaan manufaktur bahan baku plastik di luar indonesia juga mengumumkan force majeure
karena keterbatasan bahan baku tersebut, untuk revisi outlook keuangan kita sejauh ini masih
belum ada ke arah sana karena kami masih sangat optimis dengan kinerja kami tahun ini karena
kita mendapatkan kontrak-kontrak yang sangat strategis untuk kemasan AMDK, makanan atau
kosmetik, jadi untuk sejauh ini kenaikan dan kelangkaan bahan baku masih belum berdampak
atau harus mengharuskan kami untuk merevisi outlook laporan keuangan kita.
7. Rafi Y. - Perorangan:
Berapa % bahan baku impor vs lokal? Apakah ada long-term contract atau strategic supplier
partnership? apakah margin terganggu dengan konflik geopolitik di timteng?
Tanggapan:
Kami melakukan analisa secara rutin terkait harga bahan baku lokal dan import tapi kita juga
tetap menjaga hubungan baik dengan seluruh suplier fokus kami adalah mengambil dengan
harga terbaik dengan kualitas terbaik, saat ini persentase bahan baku kami 30% import dan 70%
lokal, dampak dari geopolitik di timur tengah membuat kami meningkatkan persentase
pembelian impor dikarenakan pertimbangan harga dan ketersediaan barang.
8. Putri – Kontan
Selama ini perseroan mengambil bahan baku biji plastik dari mana? apakah dari Timur Tengah?
Kalau boleh tahu proporsinya berapa banyak yang dari sana? kalau tidak, diambil dari negara
mana?
Tanggapan:
Ada sebagian bahan baku yang kami impor dari Timur Tengah salah satunya adalah bahan baku
untuk kemasan cat namun kami memiliki alternatif suplier dari China dengan kualitas bahan
yang tidak jauh berbeda. Untuk pemakaian bahan baku terbesar kami adalah PET (Polyethylene
Terepthalate)
Page 4
Kami memiliki beberapa partner/suplier yang beragam baik lokal maupun import seperti Far
Eastern, Yisheng, Dragon dari China, sedangkan suplier lokal diantaranya adalah Indorama,
Chandra Asri dan Lotte Chemicals.
9. Frengky – Perorangan
Bagaimana manajemen melihat prospek industry? di tengah ketatnya persaingan perusahaan
serupa dan sentiment terhadap plastic waste.
Tanggapan:
Makin banyaknya kompetitor dalam industri plastik, kita harus memberikan nilai lebih dalam
hal pelayanan dan juga kualitas yang cukup stabil, kita juga telah meng-upgrade sertifikasi kita
menjadi FSSC:22000 sehingga menjamin keamanan produk kami bebas kontaminasi dan aman
digunakan untuk kemasan makanan dan minuman, kami juga memberikan layanan seperti
Aspralicious dimana semua customer kami yang menggunakan produk kemasan dari Asia
Pramulia memiliki nilai lebih yaitu bisa titip jual produknya secara gratis, kami terus menjaga
hubungan baik dengan pelanggan bukan hanya menjadi suplier kemasan tetapi menjadi partner
jangka panjang.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Asia Pramulia Tbk
Arif
Direktur
Page 5
DAFTAR HADIR
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Arif
· Direktur
p.4
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.