Skip to content
Back to announcement

20240103_NPGF_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31564192_lamp1.pdf

Other Text extracted NPGF

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 9

Page 1
                                                                                   Kabupaten Gresik, 03 Januari 2024


Nomor                  : 001.1/NPG-CSC/I/2024
Lampiran               : 1 Set
Perihal                : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan PT Nusa Palapa Gemilang Tbk
                         (“Perseroan”) oleh PT Bursa Efek Indonesia


Kepada Yth.
Direktur PT Bursa Efek Indonesia
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3
Indonesia Stock Exchange Bulding, Tower I 6th Floor
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190


Dengan hormat,

Sehubungan dengan Permintaan Penjelasan Lanjutan dari Bursa Efek Indonesia (“BEI”)
berdasarkan Surat BEI No.: S-11301/BEI.PP3/12-2023 tanggal 29 Desember 2023 yang kami
terima dalam aplikasi SPE-IDXnet (e-reporting) Perseroan pada tanggal 29 Desember 2023,
maka bersama dengan surat ini berikut terlampir tanggapan atas permintaan penjelasan
lanjutan dimaksud.

Dengan memperhatikan arahan dari PT BEI dalam surat yang sama, tanggapan atas
permintaan penjelasan telah kami sampaikan dalam waktu 2 (dua) hari bursa setelah
diterimanya surat dimaksud atau pada tanggal 03 Januari 2024.

Demikian surat ini kami sampaikan. Atas perhatiannya kami haturkan terima kasih.


Hormat kami,
PT Nusa Palapa Gemilang Tbk.




Dita Yohana Putri Abrianto
Corporate Secretary



Tembusan Yth.
1.   Direktur Pengawasan Transaksi Efek, Otoritas Jasa Keuangan.
2.   Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 1, Otoritas Jasa Keuangan.
3.   Direktur Pengawasan Emiten dan Perusahaan Publik 2, Otoritas Jasa Keuangan.
Page 2
                                            Daftar Pertanyaan


A. Transaksi Material Penjualan Fasilitas Produksi (disampaikan melalui form E023)
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin A1a, tidak terdapat keuntungan kerugian penjualan.
   Sedangkan berdasarkan:
    a. Tanggapan Perseroan pada poin B12 terdapat pendapatan lain-lain yang berasal dari penjualan
       fasilitas produksi Perseroan sebesar Rp69,2 miliar yang akan dilakukan koreksi.
    b. Tanggapan Perseroan pada poin B2a, hasil penjualan aset kotor sebesar Rp305.250.000.000.

    Agar dapat disampaikan kembali rincian transaksi dengan format sebagai berikut.

    Jawab:

                                 Nilai rencana      Nilai realisasi                       Keuntungan/kerugian
            Objek transaksi          (Rp)                (Rp)           Nilai Buku             Penjualan
                                                                                                 (Rp)
    Tanah                          86.000.000.000      86.000.000.000    57.493.506.611          28.506.493.389
    Bangunan                       35.000.000.000      35.000.000.000    24.214.781.788          10.785.218.212
    Inventaris kantor                 700.000.000         700.000.000         8.536.125            691.463.875
    Mesin dan peralatan pabrik    127.800.000.000     127.800.000.000    71.488.748.783          56.311.251.217
    Kendaraan                         200.000.000         200.000.000       231.871.803             (31.871.803)
    Persediaan                        300.000.000         300.000.000       300.000.000                         -
    Merek                          25.000.000.000      25.000.000.000    16.021.813.791           8.978.186.209
    Total                         275.000.000.000     275.000.000.000   169.759.258.902         105.240.741.098




2. Berdasarkan tanggapan Perseroan pada poin A1c, masih terdapat bukti transfer penerimaan yang
   belum disampaikan. Agar Perseroan dapat menyampaikan bukti transfer atas sisa penerimaan yang
   belum disampaikan melalui form E-074.




    Jawab:
    Berikut disampaikan rincian atas penerimaan penjualan aset Perseroan beserta rincian PPN dan
    PPh sebagai berikut:
Page 3
a. Rincian Nilai Jual atau Nama Barang Kena Pajak:

   Rp 35.000.000.000 Bangunan
   Rp 86.000.000.000 Tanah
   Rp 127.800.000.000 Mesin
   Rp 25.000.000.000 Merek
   Rp   1.000.000.000 Inventaris Kantor, Persediaan
   Rp     200.000.000 Kendaraan
   Rp 275.000.000.000

b. Rincian PPN Perseroan berdasarkan Faktur Pajak (Lampiran I):

         Nama Barang Kena Pajak              Tanggal         Harga Jual        PPN (Faktur Pajak)
  Penjualan Bangunan Pabrik Tahap 1           17/02/2023 Rp 9.256.456.935     Rp     1.018.210.263
  Penjualan Bangunan Pabrik Tahap 2           24/02/2023 Rp 25.743.543.065    Rp     2.831.789.737
  Penjualan Mesin Pabrik Tahap 1              24/02/2023 Rp 49.440.837.737    Rp     5.438.492.151
  Penjualan Tanah Balongbendo                 24/02/2023 Rp 86.000.000.000    Rp     9.460.000.000
  Penjualan Hak Pakai Merk                    30/03/2023 Rp 25.000.000.000    Rp     2.750.000.000
  Penjualan Mesin Pabrik Tahap 2              30/03/2023 Rp 78.359.162.263    Rp     8.619.507.849
  Penjualan Kendaraan Pabrik                  30/03/2023 Rp     200.000.000   Rp        22.000.000
  Penjualan Sarana & Prasarana Lainnya        30/03/2023 Rp 1.000.000.000     Rp       110.000.000
  Total                                                  Rp 275.000.000.000   Rp   30.250.000.000
  Grand Total                                            Rp 305.250.000.000


c. Rincian Pembayaran PPh (Lampiran 2):
Page 4
   d. Penjelasan atas rincian penerimaan penjualan aset yang telah disampaikan pada tanggal
      13 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                                         Rincian
           Tanggal           Penerimaan               Keterangan                                               Klaim Perbaikan Aset
                                                                         Nilai Jual            PPN                                        PPh
                                                                                                                  Tetap (retensi)
       17 Februari 2023 Rp    10.274.667.198 Bukti transfer         Rp    9.256.456.935 Rp    1.018.210.263

       24 Februari 2023 Rp 92.190.933.693 Bukti pelunasan pinjaman    Rp 161.184.380.802 Rp 17.730.281.888
       24 Februari 2023 Rp 45.007.795.690 Bukti transfer
       24 Februari 2023 Rp 41.715.933.307 Kwitansi pelunasan pinjaman
                        Rp 178.914.662.690

       31 Maret 2023   Rp 106.585.670.119 Bukti transfer            Rp 104.559.162.263 Rp 11.501.507.849 Rp         (6.450.000.000) Rp (3.024.999.993)
       Berdasarkan rincian diatas menunjukkan bahwa Perseroan telah menerima seluruh hasil
       penjualan aset dan telah menyampaikan perihal tersebut pada Tanggapan Permintaan
       Penjelasan sebelumnya.

B. Laporan Keuangan per 30 September 2023 (disampaikan melalui form E023)
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B1 dan B6 bahwa nature dari Aktiva Lancar Lainnya
   merupakan dana yang disimpan di rekening di luar rekening bank operasional Perseroan yang
   digunakan sebagai cadangan untuk kebutuhan modal kerja dalam rangka menjalankan fasilitas
   produksi baru Perseroan. Agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
    a. Apakah dana tersebut merupakan kas yang dibatasi penggunaannya? Dalam hal dana tersebut
       merupakan kas yang dibatasi penggunaannya agar dapat dikoreksi pengungkapannya dalam
       CALK.

        Jawab:
        Dana tersebut merupakan kas yang dibatasi penggunaannya, namun tidak berada di rekening
        bank perseroan yang ada, kami menempatkannya pada kategori investasi lain-lain. Hal
        tersebut akan dikoreksi pengungkapannya dalam CALK.


    b. Dalam hal dana tersebut ditempatkan di dalam deposito, agar dapat disampaikan dan
       dikoreksi pengungkapannya dalam CALK mengenai nama bank, jangka waktu deposito dan
       tingkat bunga atas deposito tersebut serta mengkoreksi nilai tersebut dari arus kas dari
       aktivitas pendanaan menjadi arus kas dari aktivitas investasi.

        Jawab:
        Dana tersebut tidak ditempatkan dalam deposito.


    c. Dalam hal dana tersebut ditempatkan di rekening giro, agar dapat disampaikan latar belakang
       Perseroan menempatkan dana sebesar Rp27,6 miliar pada rekening giro dan latar belakang
       Perseroan tidak mencatatnya dalam akun Kas dan Bank.

        Jawab:
        Dana tersebut merupakan kas yang dibatasi penggunaannya khusus untuk mendanai proyek
        fasilitas produksi baru, baik untuk pengeluaran investasi maupun untuk modal kerja
        terutama pengadaan bahan baku.
Page 5
         Tidak dicatat dalam akun Kas dan Bank karena disisihkan pada rekening di luar rekening
         bank perseroan, kami tempatkan pada kategori investasi lain-lain.

2. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B4 terdapat kesalahan penyajian pada akun Uang Muka
   Pembelian sehingga harus dilakukan jurnal koreksi seperti di bawah berikut. Agar dapat dijelaskan
   latar belakang koreksi yang dilakukan mengurangi utang usaha dan menambah piutang usaha.




    Jawab:

    Untuk jurnal koreksi yang dilakukan sebesar Rp5 miliar seharusnya dicatat sebagai uang muka
    pembelian barang (bahan baku dan bahan pembantu) dan seharusnya telah direklas sebagai
    pembayaran hutang usaha.

    Untuk jurnal koreksi yang dilakukan sebesar Rp20 miliar latar belakang terjadinya adalah adanya
    pembelian bahan baku dan penjualan produk di tahun 2022 pada pelanggan dan pemasok yang
    sama, sisa kompensasi antara hutang usaha dan piutang usaha nya yang belum direklas
    seharusnya masih dicatat sebagai uang muka pembelian barang (bahan baku dan bahan pembantu)
    bukan uang muka pembelian aset. Namun demikian, pada jurnal koreksi ini langsung kami
    koreksi sebagai piutang usaha.

3. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B5 terdapat kesalahan penyajian pada akun Aset Tetap –
   Aset Dalam Penyelesaian sehingga harus dilakukan jurnal koreksi seperti di bawah berikut. Agar
   dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut:




     a. Agar dapat dikonfirmasi kembali, berapa persentase penyelesaian atas aset dalam
        penyelesaian? Dalam hal sudah 100%, agar dapat dikonfirmasi kembali bahwa nilai aset
        dalam penyelesaian seharusnya nihil.

        Jawab:

        Sesuai dengan catatan koreksi Laporan Keuangan perseroan jumlah saldo aset dalam
        penyelesaian adalah sebesar Rp60,12 miliar dengan rincian pengeluaran dananya tahun 2022
        sebesar Rp13,30 miliar dan tahun 2023 sebesar Rp46,82 miliar. Diantaranya telah direklas
        sebagai aset tetap sampai dengan bulan September 2023 sebesar Rp32,36 miliar atau
        53,82% dari aset dalam penyelesaian.
Page 6
    b. Dalam hal nilai aset dalam penyelesaian seharusnya nihil agar dapat disampaikan kembali
       jurnal koreksi yang seharusnya, sebab jurnal koreksi yang disampaikan sebelumnya hanya
       sebesar Rp48,38 miliar. Dalam hal sisanya sebesar Rp27,76 miliar tersebut seharusnya
       direklasifikasi ke aset tetap, agar dapat dikonfirmasi juga jurnal reklasifikasinya.

        Jawab:
        Sesuai dengan catatan Perseroan jumlah saldo aset dalam penyelesaian belum nihil pada
        tanggal 30 September 2023. Sebesar Rp32,36 telah direklasifikasi telah ke aset tetap dan
        masih terdapat saldo yang belum direklasifikasi sebesar Rp27,76 miliar yang akan dilakukan
        reklasifikasi sebagai aset bila status penyelesaian aset telah 100%.


    c. Latar belakang jurnal koreksi di atas mengurangi laba ditahan sebesar Rp32,36 miliar dan
       menambahkan pendapatan lain-lain sebesar Rp16,02 miliar.

        Jawab:
        Kami melakukan koreksi Rp48,38 miliar mengurangi pendapatan lain-lain (atau sebagai
        kerugian)


    d. Agar dapat disampaikan kembali jurnal-jurnal koreksi yang seharusnya dibukukan.

        Jawab:
        Db. Pendapatan lain-lain             Rp48,38 miliar
        Cr. Aset dalam penyelesaian                    Rp48.38 miliar


4. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B7, agar dapat dikoreksi pengungkapan sebagai berikut
   pada CALK No. 15 tentang Pinjaman Bank Jangka Pendek.
    a. Jangka waktu terkini atas fasilitas pinjaman.

        Jawab:
        Fasilitas KMK 1 (PRK) dengan nilai fasilitas sebesar Rp 7.500.000.000,-
        Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit Nomor: (22) 15.054 pada tanggal
        18 Desember 2023, nilai fasilitas KMK 2 mengalami penurunan dari Rp 37.500.000.000,-
        menjadi Rp 20.000.000.000,-
        Jangka waktu fasilitas adalah 3 (tiga) bulan. Berdasarkan Persetujuan Perubahan Perjanjian
        Kredit Nomor: (22) 15.052 untuk Fasilitas KMK 1 dan Persetujuan Perubahan Perjanjian
        Kredit Nomor: (22) 15.054 untuk Fasilitas KMK 2 yang ditandatangani pada tanggal
        18 Desember 2023, maka jangka waktu terkini atas fasilitas pinjaman adalah sampai dengan
        18 Maret 2024.
Page 7
    b. Debt covenant yang dapat disampaikan ke publik termasuk financial covenant.

        Jawab:
        Sebagaimana tanggapan Perseroan poin B7(c) bahwa CALK No. 15 tentang Pinjaman Bank
        Jangka Pendek, Keputusan Kredit No. CMB2/8/0113/R Tanggal 26 September 2023 telah
        mencakup debt covenant yang tercantum dalam poin II tentang Jaminan dan Pengikatan,
        Asuransi, Syarat dan Kondisi Umum.

        Debt covenant dan financial covenant yang telah dijelaskan pada tanggapan sebelumnya
        akan disampaikan ke publik.


5. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B11 dan B13, agar dapat dikonfirmasi dan dijelaskan hal-
   hal berikut:




    a. Apakah maksud dari tanggapan Perseroan adalah beberapa item yang mengurangi nilai
       beban pokok penjualan Perseroan yaitu Harga Pokok Bahan Baku Dijual sebesar Rp35
       miliar dan Harga Pokok Barang Jadi Dijual sebesar Rp12,9 miliar sebagaimana pada
       gambar di atas merupakan persediaan yang dijual bersamaan dengan penjualan fasilitas
       produksi Perseroan?

        Jawab:

        Awalnya maksud Perseroan adalah bahwa hal tersebut tidak mengurangi nilai beban pokok
        penjualan pada periode tersebut, namun merupakan penurunan nilai persediaan atas
        persediaan yang dijual bersamaan dengan penjualan fasilitas produksi dan dicatat sebagai
        kerugian.

        Disampaikan dalam perhitungan harga pokok penjualan dimaksudkan agar nilai harga pokok
        penjualan yang disajikan sesuai dengan barang / jasa yang dijual dengan prinsip
        mempertemukan antara pendapatan dan biayanya (matching principle).

        Namun demikian dalam koreksi laporan keuangan akan kami akan kembalikan nilai tersebut
        ke akun persediaan sampai dengan dilakukannya penilaian dan perlakuan fair atas persediaan
        tersebut.
Page 8
b. Dalam hal merupakan persediaan yang dijual bersamaan dengan penjualan fasilitas produksi
   Perseroan, bukankah seharusnya tidak mengurangi beban pokok penjualan melainkan
   dibukukan dengan jurnal berikut.
          Dr. Kas
          Cr. Persediaan

    Jawab:
    Perseroan membukukan pengurangan tersebut sebagai penurunan nilai persediaan dengan
    jurnal sebagai berikut:

         Db. Pendapatan lain-lain              Rp. 47,99 miliar
         Cr. Persediaan bahan baku                    Rp. 35 miliar
         Cr. Persediaan barang jadi                   Rp. 12,99 miliar


    Namun demikian dalam koreksi laporan keuangan akan kami jurnal balik ke akun persediaan
    sampai dengan dilakukannya penilaian dan perlakuan fair atas persediaan tersebut

         Db. Persediaan bahan baku             Rp. 35 miliar
         Db. Persediaan barang jadi            Rp. 12,99 miliar
         Cr. Pendapatan lain-lain                      Rp. 47,99 miliar


c. Dalam hal merupakan persediaan yang dijual bersamaan dengan penjualan fasilitas produksi
   Perseroan, agar dapat dijelaskan latar belakang terjadi inkosistensi tanggapan tersebut
   dengan tanggapan Perseroan poin A1a yang menyampaikan persediaan yang dijual hanya
   sebesar Rp300 juta.

    Jawab:

   Persediaan sebesar Rp300 juta yang disampaikan tersebut adalah persediaan lain-lain,
   berupa sparepart dan perlengkapan mesin saja tidak termasuk persediaan bahan baku dan
   barang jadi di gudang fasilitas produksi lama yang mengalami penurunan nilai.

d. Agar dapat dijelaskan kembali nature dari beberapa item tersebut yang mengurangi beban
   pokok penjualan.

    Jawab:
   Disampaikan dalam perhitungan harga pokok penjualan dimaksudkan agar nilai harga pokok
   penjualan yang disajikan sesuai dengan barang / jasa yang dijual dengan prinsip
   mempertemukan antara pendapatan dan biayanya (matching principle).
   Namun demikian dalam koreksi laporan keuangan akan kami jurnal balik ke akun persediaan
   sampai dengan dilakukannya penilaian dan perlakuan fair atas persediaan tersebut.
Page 9
     e. Agar dapat dijelaskan kembali latar belakang terjadinya penurunan yang signifikan pada
        nilai persediaan sebesar Rp33,13 miliar sedangkan beban pokok penjualan Perseroan hanya
        sebesarRp19,1 miliar per 30 September 2023.

         Jawab:
         Penurunan yang nilai persediaan tersebut merupakan persediaan bahan baku dan barang jadi
         yang dijual bersamaan dengan penjualan fasilitas produksi lama Perseroan. Persediaan
         tersebut mengalami penurunan nilai atas nilai jualnya sehingga dicatat oleh perseroan
         sebagai kerugian.
         Namun demikian dalam koreksi laporan keuangan akan kami jurnal balik ke akun
         persediaan sampai dengan dilakukannya penilaian dan perlakuan fair atas persediaan
         tersebut.

6. Berdasarkan tanggapan Perseroan poin B12, agar dapat dikoreksi pengungkapan nature dari sub
   lain-lain sebagai pendapatan lain-lain atas hasil penjualan fasilitas produksi lama Perseroan beserta
   nilai yang telah dikoreksi pada CALK No.26 tentang Penghasilan (Beban) Lain-Lain.

    Jawab:

    Pendapatan lain-lain atas hasil penjualan fasilitas produksi lama Perseroan dicatat neto setelah
    dikurangi nilai buku aset dalam catatan pembukuan perseroan, sebagai berikut:

     Nilai penjualan aset                        275.000.000.000
     Nilai Buku
     - Nilai buku aset tetap                     153.437.445.111
     - Nilai buku persediaan                         300.000.000
     - Nilai buku aset tak berwujud (merk)        16.021.813.791
                                                 169.759.258.902

     Laba Penjualan                              105.240.741.098


7. Sehubungan dengan adanya kesalahan penyajian dan kekurangan pengungkapan yang dilakukan
   oleh Perseroan, agar dapat dijelaskan beberapa hal berikut:
     a. Latar belakang atau kendala yang dihadapi Perseroan sehingga terdapat adanya
        kesalahan penyajian dan kekurangan pengungkapan pada laporan keuangan.

         Jawab:
         Kendala yang dihadapi adalah memahami nature dari transaksi yang dicatat berkaitan
         dengan penjualan aset perseroan secara signifikan.


     b. Target waktu Perseroan melakukan koreksi Laporan Keuangan per 30 September 2023.

         Jawab:
         Koreksi Laporan Keuangan per 30 September 2023 akan disampaikan paling lambat tanggal
         08 Januari 2024 akan tersubmit pada pelaporan XBLR.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.95 MB
Published3 Jan 2024
Pages9
Characters19,080
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result