Skip to content
Back to announcement

20231229_HOKI_Informasi Transaksi Afiliasi_31563223_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review HOKI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 43

Page 1
                LAPORAN
    00017/2.0110-01/BS/04/0426/1/XII/2023


        PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM DANA

PT BUYUNG POETRA SEMBADA Tbk
           TANGGAL PENILAIAN
           30 September 2023




            FINAL DRAFT
Page 2
Ref. No. 00017/2.0110-01/BS/04/0426/1/XII/2023                     Jakarta, 22 Desember 2023

Kepada Yth.
Direksi
PT BUYUNG POETRA SEMBADA Tbk
Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17
Cipinang, Pulo Gadung
Jakarta Timur


Perihal   : Pendapat Kewajaran atas Pinjam Meminjam Dana


Dengan hormat,

Sehubungan dengan Rencana Transaksi, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”) telah
menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai Penilai Independen sesuai dengan Surat
Penugasan No. 050/XII/FO/23/KJPPID&R tertanggal 20 November 2023, untuk memberikan
pendapat kewajaran atas rencana transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak terafiliasi
Perseroan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan tanggal pisah batas (cut off
date) pendapat kewajaran adalah per 30 September 2023.

ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November
2012. Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 06-S-01969 dan
No. Izin: STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023.

Identitas Pemberi Tugas
Nama         : PT Buyung Poetra Sembada Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar, pertanian, kehutanan, perikanan, pengangkutan,
               pergudangan, aktivitas professional, ilmiah dan teknis dan aktivitas keuangan
               dan asuransi
Alamat       : Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17, Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Telepon      : (021) 475 2302
Faksimili    : (021) 478 65249
Website      : https://topikoki.com/home-en/

Para Pihak dalam Transaksi
a)   PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”)
b)   PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)
Page 3
Objek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran atas transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak terafiliasi
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
  penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
  kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
  pencapaiannya (fiduciary duty);
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
  telah disesuaikan;
• Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
  rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan kesimpulan nilai akhir;
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

Pendekatan dan Metode Penilaian

1.   Analisis Transaksi
     Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
     analisis persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat transaksi yang terdiri
     dari pertimbangan dan alasan transaksi dan manfaat dan risiko dari transaksi, analisis
     pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
2.   Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
     Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri dan bisnis,
     analisis operasional dan prospek usaha, keuntungan dan kerugian kualitatif atas transaksi,
     analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis dampak likuiditas pada keuangan dan
     analisis dampak keuangan Perseroan jika transaksi gagal.
     Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas
     proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis keuangan sebelum dan sesudah
     transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan, analisis kemampuan Perseroan
     melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan dan analisis cash
     management dan financial covenant transaksi pinjam meminjam dana.
Page 4
3.   Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi
     Analisis atas kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
     kelayakan pelunasan utang dan analisis posisi proforma keseluruhan Rencana Transaksi
     serta analisis inkremental dan profitabilitas. Analisis inkremental dan profitabilitas merupakan
     analisis atas kemampuan Perseroan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik
     dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis)
     tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.

Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi

Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Nilai Transaksi:

1.   Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
     Analisis kewajaran tingkat bunga dilakukan dengan membandingkan besaran bunga yang
     diberikan dengan besaran suku bunga pinjaman pembanding dengan denominasi yang sama.
     Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dan BPP
     sesuai dengan Draft Perjanjian, kami telah menelaah perhitungan pembebanan bunga dari
     BPP kepada Perseroan. Bahwa nilai pokok fasilitas dana pinjaman maksimum adalah sebesar
     Rp 130.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,89% per tahun dan jangka waktu selama 5 tahun
     dan dapat diperpanjang adalah wajar karena masih dalam kisaran tingkat bunga yang berlaku
     di pasar yang berkisar antara 7,00% - 15,60% per tahun.

2.   Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
     Analisis kelayakan pelunasan utang adalah berdasarkan proyeksi keuangan terhadap
     Rencana Transaksi untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban Perseroan
     dan entitas anaknya. Berdasarkan analisis tersebut, Perseroan diproyeksikan memiliki CFADS
     sebesar 4,55x pada tahun 2028, yang menandakan Perseroan mampu untuk membayar
     pokok pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut sebesar Rp 130.000.000.000
     beserta bunga pinjaman sebesar Rp 1.155.700.000, hal ini dikarenakan Perseroan memiliki
     CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 123.439.819.584. Rasio ini
     menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi pembayaran pokok
     dan bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan adalah lebih besar 4,55x dari jumlah porsi
     pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Apabila Perseroan memiliki rasio CFADS dengan
     nilai lebih besar dari 1x, maka dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.

3.   Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Transaksi
     Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara
     posisi proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi
     dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Rencana Transaksi dianggap wajar
     apabila posisi proforma menunjukkan nilai positif. Berdasarkan analisis Proforma Posisi
     Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
     30 September 2023, Rencana Transaksi mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan
     aset sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan akun kas dan setara kas
     serta peningkatan pada liabilitas sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan
     utang lain-lain pihak berelasi jangka pendek. Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan
     Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan, Rencana Transaksi tidak
Page 5
      menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional Perseroan dikarenakan tidak
      adanya perubahan pos-pos pada laba rugi Perseroan.

4.    Analisis Inkremental dan Profitabilitas
      Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi atas kemampuan Perseroan
      menghasilkan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara proyeksi keuangan
      Perseroan (potensi manfaat ekonomis) tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan
      dilaksanakannya Rencana Transaksi. Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi
      seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan
      inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi terlihat bahwa Rencana Transaksi yang
      dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.

Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis atas
kewajaran nilai transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang
dilakukan Perseroan adalah wajar.




Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond




Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.)
Business Valuation Partner
Izin Penilai     : B-1.15.00426
MAPPI            : 06-S-01969
STTD OJK         : STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023
Page 6
                                                               DAFTAR ISI



DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... i
1.       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................................... 1
2.       Pendahuluan .......................................................................................................................... 1
         2.1      Maksud dan Tujuan ....................................................................................................... 1
         2.2      Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................... 2
3.       Pendekatan Dan Metode Penilaian ...................................................................................... 2
4.       Analisis Transaksi ................................................................................................................. 3
         4.1      Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi ...................................................................... 3
         4.2      Analisis Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi ........................................................ 4
         4.3      Analisis Manfaat Transaksi ............................................................................................ 5
         4.4      Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ....................................... 6
         4.5      Analisis Likuiditas .......................................................................................................... 6
5.       Pernyataan Independensi Dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan .............................. 7
6.       Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ................................... 7
7.       Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 9
8.       Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif ........................................................................................ 9
         8.1      Analisis Kualitatif ........................................................................................................... 9
         8.2      Analisis Kuantitatif ....................................................................................................... 21
         8.3      Analisis Inkremental .................................................................................................... 31
9.       Analisis Kewajaran.............................................................................................................. 33
10.      Kesimpulan .......................................................................................................................... 37
11.      Distribusi Pendapat Kewajaran Ini..................................................................................... 37
LAMPIRAN




                                                                                                                                      Halaman i
Page 7
1.    Identitas Pemberi Tugas
      Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
      ➢ Nama                  : PT Buyung Poetra Sembada Tbk
      ➢ Bidang Usaha          : Perdagangan besar, pertanian, kehutanan, perikanan,
                                pengangkutan, pergudangan, aktivitas professional, ilmiah dan
                                teknis dan aktivitas keuangan dan asuransi
      ➢ Alamat                : Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17, Cipinang, Pulo Gadung,
                                Jakarta Timur
      ➢ Telepon               : (021) 475 2302
      ➢ Faksimili             : (021) 478 65249
      ➢ Website               : https://topikoki.com/home-en/

2.    Pendahuluan
2.1   Maksud dan Tujuan

      Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
      yang dilakukan oleh Perseroan, yaitu transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak
      terafiliasi Perseroan. Rencana Transaksi tersebut dilakukan terkait dengan tujuan
      Perseroan dalam hal pengembangan bisnis Perseroan, sehingga diharapkan akan dapat
      memberikan nilai tambah lebih baik bagi para pemegang saham secara keseluruhan di
      masa depan.

      Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
      ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020
      tanggal 02 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
      (“POJK 42/2020”). Dalam POJK 42/2020, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan
      transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
      terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
      dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
      termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
      perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
      anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.

      Berdasarkan informasi pihak manajemen Perseroan bahwa Perseroan dan BPP terdapat
      hubungan afiliasi dari segi kepengurusan dan kepemilikan saham. Oleh karena itu,
      Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi afiliasi namun
      tidak mengandung benturan kepentingan.

      Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
      Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar. Selanjutnya dalam analisa
      terhadap Transaksi tersebut, kami mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif
      serta dampak bagi Perseroan dan Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.




                                                                                       Halaman 1
Page 8
2.2   Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami menggunakan
      beberapa asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
      •    Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
      •    Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           proses penilaian;
      •    Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
           keakuratannya;
      •    Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
           kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan
           kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
      •    Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan;
      •    Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
           bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
      •    Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan kesimpulan nilai
           akhir;
      •    Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.

3.    Pendekatan Dan Metode Penilaian

      Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
      pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
      1.   Analisis Transaksi
           Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
           analisis persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat transaksi yang
           terdiri dari pertimbangan dan alasan transaksi serta manfaat dan risiko dari transaksi,
           analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
      2.   Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
           Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
           dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, keuntungan dan kerugian
           kualitatif atas transaksi, analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis
           dampak likuiditas pada keuangan dan analisis dampak keuangan Perseroan jika
           transaksi gagal.
           Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas
           proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis keuangan sebelum dan sesudah
           transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan, analisis kemampuan
           Perseroan melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan dan
           analisis cash management dan financial covenant transaksi pinjam meminjam dana.
       3. Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi
          Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
          kelayakan pelunasan utang dan analisis posisi proforma keseluruhan Rencana


                                                                                            Halaman 2
Page 9
           Transaksi serta analisis inkremental dan profitabilitas. Analisis inkremental dan
           profitabilitas merupakan analisis atas kemampuan Perseroan menghasilkan
           pendapatan dan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara proyeksi
           keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) tanpa dilaksanakannya Rencana
           Transaksi dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.

4.    Analisis Transaksi

4.1   Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi

      Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
      ➢     PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang
            didirikan berdasarkan Akta No. 46 tanggal 16 September 2003 yang dibuat di hadapan
            Ichsan Tedjabuana, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
            pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            dalam Surat Keputusan No. C-09124.HT.01.01.TH.2004 tanggal 15 April 2004 dan
            telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 02 tanggal 05 Januari
            2010, Tambahan No. 136. Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam
            bidang perdagangan besar; pertanian, kehutanan dan perikanan; pengangkutan dan
            pergudangan; aktivitas profesional, ilmiah dan teknis serta aktivitas keuangan dan
            asuransi.
      ➢     PT Buyung Putra Pangan (“BPP”), didirikan berdasarkan Akta No. 68 tanggal
            29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Fauzie, S.H., Notaris di Palembang.
            Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
            Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
            15244.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 24 Maret 2010. BPP bergerak dalam bidang
            pertanian, kehutanan dan perikanan; industri pengolahan; pengadaan listrik, gas,
            uap/air panas dan udara dingin; konstruksi; perdagangan besar dan eceran; reparasi
            dan perawatan mobil dan sepeda motor; pengangkutan dan pergudangan.

      Hubungan pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi:

      Dari Segi Pemegang Saham
                         Nama           Perseroan      BPP
       PT Buyung Investama Gemilang      64,95%          -
       Sukarta ("SA")                     0,65%       20,00%
       Suhalim Buyung ("SHL")             0,65%       20,00%
       Sukarto Bujung ("SKT")             0,55%       10,00%
       Sukaking Bujung ("SKK")            0,32%       10,00%
       Sukartek ("STK")                   0,32%       10,00%
       Sukarwi ("SKW")                    0,32%       10,00%
       Sukasan ("SKS")                    0,32%       10,00%
       Sukati Bujung ("SKI")              0,32%       10,00%
       Elly Tjandra                       0,24%          -
       Masyarakat                        31,33%          -
                       Total             100,00%      100,00%




                                                                                     Halaman 3
Page 10
      Dari Segi Kepengurusan
       Nama                                     Perseroan                  BPP
       Jonathan Jochanan              Presiden Komisaris Independen           -
       Elly Tjandra                             Komisaris                     -
       Sukarta ("SA")                           Komisaris                Komisaris
       Sukaking Bujung ("SKK")               Presiden Direktur                -
       Muliati                                   Direktur                     -
       Budiman Susilo                            Direktur                     -
       Suhalim Buyung ("SHL")                        -                Direktur Utama
       Sukati Bujung ("SKI")                         -                    Direktur
       Sukartek ("STK")                              -                    Direktur
       Sukasan ("SKS")                               -                    Direktur
       Sukarwi ("SKW")                                                    Direktur


      SA merupakan pemegang saham minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP serta
      merangkap sebagai Komisaris Perseroan dan BPP. SHL merupakan pemegang saham
      minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP serta menjabat sebagai Direktur Utama
      BPP. SKT, SKK, STK, SKW, SKS dan SKI masing-masing merupakan pemegang saham
      minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP.

4.2   Analisis Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi

      Dalam hal ini Rencana Transaksi adalah pinjam meminjam dana dengan jumlah maksimal
      sebesar Rp 130.000.000.000 antara Perseroan dengan PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)
      serta tingkat bunga sebesar 8,89% per tahun serta memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun dan
      dapat diperpanjang (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).

      Berikut adalah ringkasan penyelesaian Rencana Transaksi dan persyaratan sesuai dengan
      Draft Perjanjian Pinjaman (“Perjanjian”) antara Perseroan selaku Peminjam dengan BPP
      selaku Pemberi Pinjaman:
      a. Plafon Pinjaman         : ▪ Maksimal sebesar Rp 130.000.000.000 berupa pembiayaan
                                     modal kerja untuk operasional Perseroan dan akan
                                     diserahkan oleh BPP secara berkala sesuai dengan
                                     permintaan atau pengajuan kebutuhan yang diperlukan oleh
                                     Perseroan;
                                   ▪ Jumlah plafon dapat ditambah besaran/jumlahnya sesuai
                                     dengan kesepakatan Para Pihak dan akan dituangkan dalam
                                     Addendum atas Perjanjian secara tertulis dan ditandatangai
                                     para Pihak.
      b. Bunga Pinjaman          : 8,89% per tahun dan dapat disesuaikan yang dihitung dari total
                                   pendanaan yang tercatat pada pembukuan BPP dengan
                                   persetujuan dari Perseroan.
      c. Jangka Waktu            : Selama 5 (lima) tahun sejak Perjanjian ditandatangani dan
                                   dapat diperpanjang lewat penandatanganan Addendum atas
                                   Perjanjian secara tertulis dan ditandatangani Para Pihak.
      d. Pengembalian            : Perseroan dapat melakukan pengembalian pinjaman setiap
         Pinjaman                  saat baik secara bertahap maupun sekaligus kepada BPP
                                   sejumlah dana yang disesuaikan dengan kondisi keuangan


                                                                                       Halaman 4
Page 11
                                  Perseroan.
        e. Penyelesaian        : Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka
           Perselisihan          kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara
                                 musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai
                                 penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat, kedua belah
                                 pihak bersepakat untuk menempuh upaya hukum dengan
                                 memilih domisili pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri
                                 Jakarta Timur.

        Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum diatas, bahwa
        tidak terdapat hal-hal yang material yang mempengaruhi Rencana Transaksi. Namun
        demikian, Perseroan dan BPP dapat mengalami kegagalan Rencana Transaksi dalam hal
        terdapat pelanggaran terhadap ketentuan dan persyaratan sebagaimana tercantum dalam
        Perjanjian, serta Perseroan dan BPP gagal memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan
        dari masing-masing pihak.

4.3     Analisis Manfaat Transaksi

4.3.1   Pertimbangan dan Alasan Rencana Transaksi

        Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka yang mulai beroperasi secara
        komersial pada tahun 2003. Saat ini Perseroan menjalankan kegiatan usaha sebagai
        distributor dan produsen beras. Per 30 September 2023, Perseroan telah memiliki
        penyertaan saham secara langsung pada 3 entitas anak yaitu PT Buyung Putra Energi
        (“BPE”), PT Hoki Distribusi Niaga (“HDN”) dan PT Hoki Investasi Sejati (“HIS”). Perseroan
        memiliki 3 fasilitas produksi dan distribusi diantaranya Jakarta, Subang dan Sumatera
        Selatan dengan kapasitas masing-masing sebesar 5 ton per jam, 50 ton per jam dan 20 ton
        per jam serta 1 kantor cabang yang berlokasi di Jakarta.
        Seiring dengan pertumbuhan kegiatan usahanya, Perseroan membutuhkan pendanaan
        yang cukup besar dalam hal pembiayaan untuk operasional. Untuk memenuhi kebutuhan
        pendanaan tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan pinjaman dana modal kerja
        dari BPP yang merupakan pihak terafiliasi Perseroan dan akan digunakan Perseroan untuk
        kegiatan operasional berupa pembelian bahan baku.
        Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
        merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
        Perseroan menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di
        masa mendatang.

4.3.2   Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
        Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
        ▪   Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan sebagai tambahan dana operasional
            Perseroan yang digunakan untuk pembelian bahan baku;
        ▪   Perseroan akan memperoleh fasilitas pinjaman dari pihak terafiliasi yaitu BPP dengan
            syarat dan kondisi yang lebih ringan dan fleksibel.



                                                                                       Halaman 5
Page 12
      Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
      ▪   Risiko tidak terpenuhinya persyaratan dalam Perjanjian
          Risiko ini terjadi jika Perseroan dan BPP tidak dapat memenuhi persyaratan
          sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian sehubungan dengan pemberian fasilitas
          pinjaman afiliasi.
      ▪   Risiko gagal bayar (default)
          Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan Perseroan untuk melakukan pembayaran
          bunga serta pokok pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan
          Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain sebagaimana yang diatur dalam Draft
          Perjanjian dan dalam hal kinerja usaha Perseroan di masa yang akan datang tidak
          berjalan secara optimal sebagaimana yang direncanakan, dimana jumlah tersebut
          memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan.

4.4   Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan

      Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
      Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang
      berakhir pada tanggal 30 September 2023, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan,
      Rencana Transaksi mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan aset sebesar
      Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan akun kas dan setara kas serta
      peningkatan pada liabilitas sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan
      utang lain-lain pihak berelasi jangka pendek.
      Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
      Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023,
      Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
      Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan pos-pos pada laba rugi Perseroan.
      Namun, peningkatan kinerja Perseroan dengan dilakukannya Transaksi akan terlihat pada
      proyeksi kinerja Perseroan yang semakin positif.

4.5   Analisis Likuiditas

      Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
      jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
      kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas lancarnya.

      Berdasarkan likuiditas Perseroan periode 2018 – September 2023, rasio lancar (current
      ratio) berkisar antara 1,60x-3,27x sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 1,02x-
      2,34x. Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas
      yang cukup dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan
      liabilitas lancar yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.

      Dengan adanya Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan seperti rasio lancar (current
      ratio) dan rasio cepat (quick ratio) akan tetap positif, yang masing-masing berkisar antara
      1,83x-3,95x dan 1,41x-3,09x selama periode proyeksi tahun 2023-2028.




                                                                                         Halaman 6
Page 13
5.   Pernyataan Independensi Dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
     Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
     bahwa:
     ▪    Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis,
          kesimpulan atau pendapat, adalah benar;
     ▪    Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
     ▪    Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian
          (cut off date);
     ▪    Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
     ▪    Data ekonomi serta data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
          yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
     ▪    Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang kami nyatakan pada laporan ini terbatas
          pada kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara
          menyeluruh, didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan kami;
     ▪    Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, kami tidak memiliki kepentingan
          terhadap Perseroan yang kami nilai;
     ▪    Kami tidak memiliki benturan kepentingan atas transaksi yang akan dilaksanakan oleh
          Perseroan;
     ▪    Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan yang kami nilai dan pihak
          yang terlibat dan terkait di dalamnya;
     ▪    Imbalan jasa penilaian tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
     ▪    Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan POJK 35/2020 dan POJK 42/2020;
     ▪    Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
          diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
     ▪    Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak
          manapun.
     ▪    Kami bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.

6.   Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
     Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
     mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
     berikut:
     1.    Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2018-2022 telah diaudit
           oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan seluruhnya dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian serta untuk periode sembilan bulan yang berakhir
           pada 30 September 2023 yang telah direviu oleh KAP Mirawati Sensi Idris;
     2.   Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 September 2023;
     3.   Draft Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan BPP;


                                                                                       Halaman 7
Page 14
4.   Proyeksi keuangan Perseroan dan entitas anak tahun 2023-2028;
5.   Data mengenai kegiatan dan legalitas Perseroan dan BPP;
6.   Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.

Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.

Prosedur Yang Digunakan

Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.

Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.




                                                                               Halaman 8
Page 15
        Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
        Rencana Transaksi, Laporan Keuangan Konsolidasian, Proforma Laporan Keuangan
        Konsolidasian Perseroan sesudah Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana
        Transaksi dalam hal kewajarannya baik secara individu maupun secara keseluruhan
        sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.

7.      Asumsi-Asumsi Pokok
        Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
        Kewajaran ini diterbitkan.

        Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
        lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
        yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi telah dilaksanakan seperti yang
        telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan
        informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

        Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal terjadinya Rencana Transaksi sampai
        dengan tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang
        berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
        Pendapat Kewajaran ini.

8.      Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1     Analisis Kualitatif
8.1.1   Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
        Perseroan
        Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 46 tanggal 16 September 2003 yang dibuat di
        hadapan Ichsan Tedjabuana, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
        memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-09124 HT.01.01.TH.2004 tanggal 15 April 2004
        dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 02 tanggal 05 Januari
        2010, Tambahan No. 136.

        Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
        Akta No. 64 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di
        Jakarta mengenai perubahan susunan Direksi Perseroan. Akta perubahan tersebut telah
        diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum
        dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0133635
        tanggal 03 Juli 2023.

        Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, Perseroan berusaha dalam bidang perdagangan
        besar; pertanian, kehutanan dan perikanan; pengangkutan dan pergudangan; aktivitas
        profesional, ilmiah dan teknis serta aktivitas keuangan dan asuransi. Untuk mencapai
        maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
        berikut:


                                                                                     Halaman 9
Page 16
Kegiatan Usaha Utama:
a) Perdagangan Besar Beras (KBLI 46311): mencakup usaha perdagangan besar beras
   untuk digunakan sebagai konsumsi akhir;
b) Pertanian Padi Hibrida (KBLI 01121): mencakup usaha pertanian hibrida mulai dari
   kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan dan juga
   pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan sampai dengan
   dihasilkan komoditas gabah kering panen (GKP). Termasuk kegiatan pembibitan dan
   pembenihan tanaman padi hibrida. Padi hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang
   dihasilkan dari persilangan antara dua galur atau lebih tetua pembentuknya dan/atau
   galur/inbrida homozigot;
c) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (KBLI 49431): mencakup usaha pengangkutan
   barang dengan kendaraan bermotor dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang,
   seperti angkutan dengan truk, pick up dan kontainer;
d) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209): mencakup ketentuan bantuan
   nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan organisasi dan
   manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi; keputusan berkaitan
   dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan, praktik dan
   kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi.
   Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan
   operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen olah agronomist dan
   agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode
   dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran
   belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan masyarakat dalam
   perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen dan
   lain-lain.
Kegiatan Usaha Penunjang:
• Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200): mencakup kegiatan dari perusahaan
  holding (holding companies), yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok
  perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.
  "Holding Companies" tidak terlibat dalam kegiatan usaha perusahaan subsidiarinya.
  Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (counsellors) dan perunding
  (negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.

Pada tanggal 14 Juni 2017, Perseroan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No
S-305/D.04/2017 dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) untuk melakukan penawaran perdana kepada
masyarakat atas 700.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, pada harga
penawaran Rp 310 per saham. Bersamaan dengan itu ditawarkan juga Waran Seri I
dengan cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham baru. Setiap pemegang 10
saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I. Waran Seri I ini memiliki jangka waktu
tempo 3 tahun dan dapat ditukarkan dengan 1 saham dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 355 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 22 Juni 2017. Pada tanggal 30 September 2023, jumlah saham yang tercatat di
Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak 9.677.752.680 saham dengan nilai nominal Rp 25
per saham.




                                                                           Halaman 10
Page 17
Kantor Pusat Perseroan beralamat di Pasar Induk Beras Cipinang Blok K No. 17,
Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Jumlah karyawan
tetap Perseroan dan entitas anak per 30 September 2023 adalah sebanyak 354 orang.

Berdasarkan Akta No. 39 tanggal 27 Januari 2021 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti,
S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 659.888.888.000, yang
terdiri dari 26.395.555.520 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Berdasarkan
data dari Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, modal ditempatkan dan disetor
Perseroan adalah sebesar Rp 241.943.817.000 atau sebanyak 9.677.752.680 saham,
dengan komposisi pemegang saham Perseroan per tanggal 30 September 2023 sebagai
berikut:
                                             Jumlah           Jumlah
              Keterangan                                                            %
                                             Saham              (Rp)
 Modal Dasar                              26.395.555.520   659.888.888.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor
  PT Buyung Investama Gemilang             6.285.714.280   157.142.857.000       64,95
  Sukarta                                     62.857.144     1.571.428.600        0,65
  Suhalim Buyung                              62.857.144     1.571.428.600        0,65
  Sukarto Bujung                              53.409.172     1.335.229.300        0,55
  Sukaking Bujung                             31.428.572       785.714.300        0,32
  Sukartek                                    31.428.572       785.714.300        0,32
  Sukarwi                                     31.428.572       785.714.300        0,32
  Sukasan                                     31.428.572       785.714.300        0,32
  Sukati Bujung                               31.428.572       785.714.300        0,32
  Elly Tjandra                                23.500.000       587.500.000        0,24
  Masyarakat                               3.032.272.080    75.806.802.000       31,35
   Jumlah                                  9.677.752.680   241.943.817.000      100,00
 Saham dalam Portepel                     16.717.802.840   417.945.071.000

Berdasarkan Akta No. 64 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H.,
Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 September
2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Independen                    : Jonathan Jochanan
Komisaris                                        : Elly Tjandra
                                                 : Sukarta
Dewan Direksi
Presiden Direktur                                : Sukaking Bujung
Direktur                                         : Muliati
                                                 : Budiman Susilo

Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per tanggal 30 September 2023 berdasarkan
persentase kepemilikan:
                            Persentase                                    Tahun           Operasi
      Anak Perusahaan                            Kegiatan Usaha
                            kepemilikan                                  Didirikan       Komersial
                                                  Perdagangan,
                                           pembangunan, perindustrian,
 PT Buyung Putra Energi
                                 99,99%        pengangkutan darat,           2017          2020
 (“BPE”)
                                            perbengkelan, percetakan,
                                                pertanian dan jasa



                                                                                        Halaman 11
Page 18
                             Persentase                                  Tahun       Operasi
       Anak Perusahaan                          Kegiatan Usaha
                             kepemilikan                                Didirikan   Komersial
 PT Hoki Distribusi Niaga                  Perdagangan, perindustrian
                               70,00%                                     2020         2021
 (“HDN”)                                          dan pertanian
                                             Aktivitas keuangan dan
 PT Hoki Investasi Sejati                      asuransi, aktivitas
                               99,97%                                     2022         2022
 (“HIS”)                                    professional, ilmiah dan
                                                       teknis


PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)

BPP didirikan berdasarkan Akta No. 68 tanggal 29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan
Notaris Fauzie, S.H., Notaris di Palembang. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-15244.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 24 Maret 2010.

Anggaran dasar BPP telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir
berdasarkan Akta No. 16 tanggal 20 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Juhaidi, S.H.,
Notaris di Palembang mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha BPP.
Akta perubahan tersebut memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0042842.AH.01.02.TAHUN
2022 tanggal 23 Juni 2022.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, BPP bergerak di bidang pertanian, kehutanan dan
perikanan; industri pengolahan; pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin;
konstruksi; perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda
motor; pengangkutan dan pergudangan.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, BPP dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
a)   Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan YBDI; Pertanian Tanaman
     Semusim; Pertanian Padi; Pertanian Padi Hibrida (01121); Pertanian Padi Inbrida
     (01122); Pertanian Tanaman Tahunan; Perkebunan Buah-Buahan Penghasil Minyak
     (Oleaginous); Perkebunan Kelapa (01261); Perkebunan Kelapa Sawit (01262);
     Perkebunan Tanaman Tahunan Lainnya; Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil
     Getah Lainnya (01291);
b)   Industri Peralatan Listrik; Industri Motor Listrik, Generator, Transformator dan
     Peralatan Pengontrol dan Pendistribusian Listrik; Industri Motor Listrik, Generator dan
     Transformator; Industri Mesin Pembangkit Listrik (27112);
c)   Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin; Ketenagalistrikan;
     Penyedia Tenaga Listrik; Pembangkitan Tenaga Listrik (35111); Transmisi Tenaga
     Listrik (35112); Distribusi Tenaga Listrik (35113); Penunjang Kelistrikan; Aktivitas
     Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (35129); Pengadaan dan Distribusi Gas Alam dan
     Buatan; Pengadaan Gas Alam dan Buatan (35201); Distribusi Gas Alam dan Buatan
     (35202); Pengadaan Gas Bio (35203);
d)   Konstruksi Gedung; Konstruksi Gedung Hunian (41011); Konstruksi Gedung
     Perkantoran (41012); Konstruksi Gedung Industri (41013); Konstruksi Gedung
     Perbelanjaan (41014); Konstruksi Gedung Kesehatan (41015); Konstruksi Gedung



                                                                                    Halaman 12
Page 19
     Pendidikan (41016); Konstruksi Gedung Penginapan (41017); Konstruksi Gedung
     Tempat Hiburan dan Olahraga (41018); Konstruksi Gedung Lainnya (41019);
     Pemasangan Bangunan Prafabrikasi untuk Gedung (41020);
     Konstruksi Khusus Instalasi Sistem Kelistrikan; Instalasi Listrik (43211); Instalasi
     Telekomunikasi (43212); Instalasi Elektronika (43213); Instalasi Konstruksi Lainnya;
     Instalasi Mekanikal (43291); Penyelesaian Konstruksi Bangunan Lainnya (43309);
     Konstruksi Khusus Lainnya YTDL (43909);
e)   Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100); Perdagangan
     Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup; Perdagangan Besar Padi dan Palawija
     (46201); Perdagangan Besar Buah yang Mengandung Minyak (46202); Perdagangan
     Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup Lainnya (46209); Perdagangan Besar
     Makanan, Minuman dan Tembakau; Perdagangan Besar Bahan Makanan dan
     Minuman Hasil Pertanian; Perdagangan Besar Beras (46311);
     Perdagangan Eceran Bukan Mobil dan Motor; Perdagangan Eceran Khusus Makanan,
     Minuman dan Tembakau di Toko; Perdagangan Eceran Khusus Makanan Hasil
     Industri di Toko; Perdagangan Eceran Beras (47241);
f)   Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa; Angkutan Darat untuk Barang;
     Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431); Angkutan Bermotor untuk Barang
     Khusus (49432);
     Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Pergudangan dan Penyimpanan
     (52101); Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya (52109); Aktivitas Penunjang
     Angkutan; Angkutan Penunjang Angkutan Darat; Aktivitas Penunjang Angkutan Darat
     Lainnya (52219).

Kantor pusat BPP berlokasi di Jl. Kebumen Darat No. 758B, RT 001 RW 001, Kota
Palembang, Sumatera Selatan. Jumlah karyawan tetap BPP per 30 September 2023
adalah sebanyak 211 orang.

Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 18 Desember 2019 yang dibuat di hadapan Notaris
Juhaidi, S.H., Notaris di Palembang, modal dasar BPP adalah sebesar
Rp 500.000.000.000 yang terdiri dari 500.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000
per saham. Modal ditempatkan dan disetor BPP adalah sebesar Rp 250.000.000.000 atau
sebanyak 250.000 saham, dengan komposisi pemegang saham per tanggal 30 September
2023 adalah sebagai berikut:
                                        Jumlah         Jumlah
              Keterangan                                                %
                                        Saham            (Rp)
 Modal Dasar                             500.000     500.000.000.000
 Modal Ditempatkan dan Disetor
  Suhalim Buyung                          50.000      50.000.000.000    20,00
  Sukarta                                 50.000      50.000.000.000    20,00
  Sukartek                                25.000      25.000.000.000    10,00
  Sukarwi                                 25.000      25.000.000.000    10,00
  Sukasan                                 25.000      25.000.000.000    10,00
  Sukati Bujung                           25.000      25.000.000.000    10,00
  Sukaking Bujung                         25.000      25.000.000.000    10,00
  Sukarto Bujung                          25.000      25.000.000.000    10,00
   Jumlah                                250.000     250.000.000.000   100,00
 Saham dalam Portepel                    250.000     250.000.000.000




                                                                                Halaman 13
Page 20
        Berdasarkan Akta No. 68 tanggal 29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Fauzie,
        S.H., Notaris di Palembang, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BPP per tanggal
        30 September 2023 adalah sebagai berikut:
        Dewan Komisaris
        Komisaris                                              : Sukarta
        Dewan Direksi
        Direktur Utama                                         : Suhalim Buyung
        Direktur                                               : Sukati Bujung
                                                               : Sukartek
                                                               : Sukasan
                                                               : Sukarwi

8.1.2   Analisis Industri dan Bisnis

        Perkembangan Sektor Komoditas Agrikultur di Indonesia

        Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2023
        mengalami pertumbuhan sekitar 4,94% year-on-year (yoy). Salah satu sektor yang
        berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah sektor pertanian, kehutanan dan
        perikanan yang mengalami pertumbuhan sekitar 1,46% yoy dan sekitar 1,61% (quarter-to-
        quarter/ qtq). Subsektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian mengalami
        peningkatan sekitar 0,03% secara yoy pada kuartal III 2023 dengan rincian pertumbuhan
        masing-masing lapangan usaha antara lain tanaman pangan sekitar -1,47%, tanaman
        hortikultura sekitar 3,41%, tanaman perkebunan sekitar -1,1%, peternakan sekitar 2,66%
        serta jasa pertanian dan perburuan sekitar -0,43%. Secara kuartalan, pertumbuhan
        subsektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian mengalami peningkatan
        sekitar 2,36%.

        Berikut adalah laju pertumbuhan yoy sektor pertanian, kehutanan dan perikanan selama
        tahun 2018 hingga kuartal III 2023 (dalam persentase):




        Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010, 2018-2023, 06 November 2023)

        Berikut ini laju pertumbuhan yoy masing-masing lapangan usaha pada subsektor pertanian,
        peternakan, perburuan dan jasa pertanian selama tahun 2018 hingga kuartal III 2023
        (dalam persentase):




                                                                                    Halaman 14
Page 21
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010, 2018-2023, 06 November 2023)

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data capaian realisasi investasi pada
periode Januari-September 2023 yang mencapai Rp 1.053,1 triliun atau mengalami
peningkatan sekitar 18,01% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 yang
sebesar Rp 892,4 triliun. Pertumbuhan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN)
pada periode Januari-September 2023 mengalami peningkatan sekitar 19,46% dari
Rp 413,1 triliun pada periode Januari-September 2022 menjadi Rp 493,5 triliun. Investasi
penanaman modal asing (PMA) pada periode Januari-September 2023 sebesar Rp 559,5
triliun yang mengalami peningkatan sekitar 16,73% dibandingkan periode yang sama pada
tahun 2022 yang sebesar Rp 479,3 triliun.

Berdasarkan sektor usaha, salah satu sektor yang mendominasi realisasi investasi selama
periode Januari-September 2023 yaitu industri tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan dengan realisasi investasi PMDN mencapai Rp 33,8 triliun dan PMA mencapai
USD 1,6 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, sektor
tanaman pangan, perkebunan dan peternakan mengalami pertumbuhan investasi PMDN
dan PMA masing-masing sekitar 13,8% dan 14,3% dari angka realisasi sebesar Rp 29,7
triliun dan USD 1,4 miliar.

Berikut merupakan realisasi investasi sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan
pada kuartal III 2019 hingga 2023:




Sumber: BPKM (Realisasi Penanaman Modal PMA & PMDN Triwulan III 2019-2023)

Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang vital di kehidupan manusia. Sektor
tersebut memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pencapaian tujuan program
Sustainable Development Goals (SDG’s) kedua, yaitu tidak ada kelaparan, mencapai
ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang
berkelanjutan. Peran sektor pertanian di Indonesia juga menjadi sangat penting karena
merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto yang berperan
sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah terus berupaya untuk


                                                                             Halaman 15
Page 22
menjalankan sejumlah program guna meningkatkan kapasitas produksi padi/beras
nasional.

Berdasarkan laporan BPS, produksi padi nasional pada tahun 2022 mencapai 54,75 juta
ton gabah kering giling (GKG) yang mengalami sedikit peningkatan sebesar 333,68 ribu ton
atau sekitar 0,61% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 54,42 juta. Wilayah
penghasil padi terbesar pada tahun 2022 masih didominasi oleh Pulau Jawa yang
menyumbangkan lebih dari 50% produksi padi. Peningkatan produksi padi tahun 2022
sebagian besar disumbang oleh Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera
Selatan yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 320,15 ribu ton GKG,
269,53 ribu ton GKG dan 222,63 ribu ton GKG.

Jika dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi pada tahun
2022 setara dengan 31,54 juta ton beras yang mengalami peningkatan sebesar 184,50 ribu
ton atau sekitar 0,59% dari tahun 2021. Total luas panen padi pada tahun 2022 sebesar
10,45 juta hektar (Ha) yang mengalami peningkatan sekitar 0,39% dibandingkan tahun
2021 yang sebesar 10,41 juta Ha, dengan luas panen tertinggi pada bulan Maret 2022
sebesar 1,76 juta Ha dan terendah pada bulan Desember 2022 yang sebesar 0,36 juta Ha
(sumber: BPS, Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2022, 03 Agustus 2023).

Berikut realisasi perkembangan luas panen padi, produksi padi dan beras di Indonesia
pada tahun 2018-2022:




Sumber: BPS (Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2022, 03 Agustus 2023)

Menurut Kepala BPS, pada akhir tahun 2023 akan terdapat adanya potensi defisit beras
yang semakin lebar yang berdasarkan selisih antara perkiraan produksi dan konsumsi
setiap bulannya. Produksi beras pada tahun 2023 untuk konsumsi pangan penduduk
diperkirakan sekitar 30,90 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 645,09 ribu ton
atau 2,05% dibandingkan produksi beras di tahun 2022. Jika produksi padi dikonversikan
menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi selama periode Januari-
September 2023 diperkirakan setara dengan 26,11 juta ton beras yang mengalami
penurunan sebesar 58,56 ribu ton beras atau sekitar 0,22% jika dibandingkan periode yang
sama pada tahun 2022.
Sementara itu, BPS memperkirakan potensi produksi beras sepanjang periode Oktober-
Desember 2023 sebesar 4,78 juta ton beras. Dengan demikian, total produksi beras pada
tahun 2023 diperkirakan sekitar 30,90 juta ton beras atau mengalami penurunan
dibandingkan tahun sebelumnya. Luas panen padi pada tahun 2023 diperkirakan mencapai
10,20 juta Ha yang juga mengalami penurunan sebanyak 255,79 ribu Ha atau 2,45%
dibandingkan luas panen padi pada tahun 2022. Dengan adanya penurunan luas panen


                                                                                Halaman 16
Page 23
tersebut, BPS memproyeksikan produksi padi pada tahun 2023 sebesar 53,63 juta GKG
yang mengalami penurunan sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05% dibandingkan
produksi padi pada tahun 2022 yang sebesar 54,75 juta ton GKG.
Menurut Ekonom Senior the Indonesia Economic Intelligence, Indonesia memang perlu
mewaspadai potensi defisit produksi beras. Di sisi lain, impor beras sebenarnya juga tidak
mudah dikarenakan negara-negara produsen beras dunia seperti India juga membatasi
ekspor beras, sehingga menutup defisit beras dengan impor sudah menjadi langkah yang
positif, khususnya untuk menjaga pasokan beras di dalam negeri serta menurunkan inflasi
pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras Indonesia
mencapai 55,42 juta ton pada tahun 2024 dengan berpatokan pada program kerja 2024.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2023 yang sejumlah 54,5 juta ton
(sumber:      https://ekonomi.republika.co.id/berita/s0wwh0370/mentan-targetkan-produksi-
beras-5542-juta-ton-pada-2024).
Berdasarkan data BPS, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dan di
tingkat penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar Rp 6.717,56/kg
dan Rp 6.872,37/kg atau mengalami penurunan masing-masing sekitar 1,94% dan 1,76%
dibandingkan bulan Oktober 2023 dan meningkat sekitar 24,46% dan 24,43%
dibandingkan bulan November 2022. Rata-rata harga GKG di tingkat petani dan di tingkat
penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar Rp 7.591,62/kg dan
Rp 7.706,19/kg atau mengalami penurunan masing-masing sekitar 1,45% dan -1,43%
dibandingkan bulan Oktober 2023 dan meningkat sekitar 31,22% dan 30,62%
dibandingkan bulan November 2022. Sementara itu, harga gabah luar kualitas di tingkat
petani dan di tingkat penggilingan mencapai sebesar Rp 6.382,86/kg dan Rp 6.511,34/kg
yang masing-masing mengalami peningkatan sekitar 2,60% dan 2,49% dibandingkan bulan
Oktober 2023 dan sekitar 27,11% dan 27,18% dibandingkan bulan November 2022.
Berikut rata-rata harga gabah di tingkat petani selama periode Januari 2022-November
2023 (Rp/kg):




Sumber: BPS (Rata-rata Harga Gabah Bulanan menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Petani 2022-
November 2023)

Berikut rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan selama periode Januari 2022-
November 2023 (Rp/kg):




                                                                                             Halaman 17
Page 24
Sumber: BPS (Rata-rata Harga Gabah Bulanan menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Penggilingan
2022-November 2023)

Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan pada bulan
November 2023 sebesar Rp 13.249,90/kg atau menurun sekitar 0,91% dibandingkan bulan
Oktober 2023 yang sebesar Rp 13.371,54/kg dan meningkat sekitar 26,05% dibandingkan
bulan November 2022 yang sebesar Rp 10.511,71/kg. Untuk harga beras kualitas medium
dan luar kualitas di penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar
Rp 12.959,50/kg dan Rp 12.534,91/kg yang masing-masing menurun sekitar 0,40% dan
meningkat sekitar 1,24% dibandingkan bulan Oktober 2023 serta meningkat sekitar 28,03%
dan 31,36% dibandingkan bulan November 2022.
Berikut rata-rata harga beras di tingkat penggilingan menurut kualitas selama periode
Januari 2022-November 2023 (Rp/kg):




Sumber: BPS (Rata-Rata Harga Beras Bulanan di Tingkat Penggilingan Menurut Kualitas 2022-November 2023)

Kementan telah memetakan tantangan dan potensi di sektor pertanian secara nasional
dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 hingga tahun 2024. Sektor pertanian sebagai salah
satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian memiliki peranan penting
dalam menjaga kestabilan nasional di tengah revolusi Industri 4.0. Kebijakan yang sudah
berjalan antara lain penguatan aspek pengembangan sumber daya manusia yang
berkualitas, pengembangan bibit dan sarana prasarana berbasis inovasi teknologi serta
penguatan kelembagaan petani. Kementan juga mendorong berkembangnya industri
makanan dan restoran cepat saji, mendorong pasar online yang melayani pengiriman
produk pertanian segar serta smart agriculture yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Perubahan kemajuan sektor pertanian di era revolusi Industri 4.0 terjadi seiring
berkembangnya unsur teknologi dalam berbagai tahapan produksinya. Perubahan tersebut
terjadi karena tingginya keinginan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian berkali lipat



                                                                                                  Halaman 18
Page 25
        dari sebelumnya serta mendapatkan hasil pertanian yang berkualitas, namun dengan
        mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam berbagai bidang yang mendukungnya.
        Kementan meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu
        mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Kepala Badan
        Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)
        menambahkan bahwa tantangan bagi petani milenial di Indonesia yang dikenal sebagai
        negara agraris adalah harus mampu melakukan modernisasi pertanian menerapkan alat
        mesin pertanian dan internet of things.

8.1.3   Analisis Operasional dan Prospek Usaha

        Perseroan awalnya didirikan dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003.
        Perseroan mulai tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun
        2017. Visi Perseroan adalah membuat semua masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi
        beras berkualitas tinggi. Misi Perseroan adalah mendistribusikan produk berkualitas ke
        seluruh penjuru tanah air Indonesia.
        Perseroan didirikan pada September 2003 sebagai bentuk pengembangan usaha dari
        Toko Buyung yang berlokasi di Palembang yang telah berdiri sejak tahun 1977. Di tahun
        2003, Perseroan juga meluncurkan merek “TOPI KOKI” di Jakarta dan Palembang.
        Perseroan melakukan pemasaran pertama di pasar tradisional Jakarta dan kemudian
        memperluas distribusi ke jaringan pasar modern pada tahun 2005. Perseroan berkantor
        pusat di Jakarta serta mengoperasikan 1 kantor cabang dan 3 gudang yang terletak di
        Jakarta, Subang dan Surabaya. PT Buyung Investama Gemilang merupakan entitas induk
        Perseroan.
        Pada tahun 2011, Perseroan mulai mengoperasikan pabrik pemrosesan beras di Subang,
        Jawa Barat dengan kapasitas 10 ton per jam dan memulai pusat distribusi di Surabaya
        pada tahun 2013. Pada tahun 2015, Perseroan melakukan peningkatan kapasitas pabrik
        Subang menjadi 30 ton per jam dan memulai pembangunan fasilitas produksi di Sumatera
        Selatan pada tahun 2018. Pada tahun 2019, Perseroan kembali meningkatkan kapasitas
        produksi pabrik Subang menjadi 50 ton per jam dan menyelesaikan Pembangkit Listrik
        Tenaga Sekam di Palembang serta pabrik baru di Sumatra Selatan dengan kapasitas 20
        ton per jam pada tahun 2020.
        Saat ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen beras yang
        melakukan distribusi melalui perdagangan umum, pasar modern, business to business,
        serta perdagangan online. Selain itu, Perseroan juga memproduksi dan mendistribusikan
        produk beras utama yaitu Topi Koki, Beras Harum, Slyp Kuning, Long Grain, HOK-1, BPS
        Setra Ramos, Rumah Limas, dan Super Belida, yang merupakan private label. Pada tahun
        2022, Perseroan memproduksi produk baru dengan merek Daily Meal, melengkapi produk
        yang sudah ada dan didistribusikan ke beberapa kota Indonesia. Perseroan telah memiliki
        sertifikasi ISO 9001, Sertifikat Halal MUI dan Sertifikat Kerberlanjutan dari Planet Mark.
        Berikut adalah strategi bisnis penting yang dijalankan oleh Perseroan:
        ➢ Memperkuat dan menambah jaringan pengadaan bahan baku serta memperluas proses
          produksi untuk meningkatkan pasokan bahan baku;




                                                                                       Halaman 19
Page 26
        ➢ Upaya peningkatan kapasitas produksi dengan cara penerapan teknologi pengolahan
          beras terkini dan mengimplementasi teknologi informasi terkini untuk menunjang proses
          produksi serta meningkatkan kapasitas produksi secara berkesinambungan;
        ➢ Upaya peningkatan penjualan dan distribusi dengan memperluas daerah dan jaringan
          pemasaran dengan fokus pada pasar ritel modern, menunjuk distributor di beberapa
          kota yang potensial di seluruh Indonesia, mengeluarkan merek baru, baik merek
          premium maupun second brand untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta
          memperluas jaringan distribusi melalui online trading partner.
        Manajemen Perseroan berkeyakinan dapat terus memperluas jangkauan pelanggan dan
        pangsa pasar dengan terus mengembangkan produk, sumber daya dan infrastruktur agar
        Perseroan dapat meraih peluang-peluang usaha dengan lebih optimal. Perseroan dan
        entitas anak juga terus memperluas usaha melalui pengembangan beragam produk
        pangan untuk masuk ke bisnis fast moving consumer goods (FMCG) sehingga mampu
        membantu Perseroan mencapai pertumbuhan secara berkesinambungan.

8.1.4   Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Transaksi

        Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi:
        ▪   Memperoleh pinjaman dana dari pihak afiliasi untuk tambahan dana modal kerja
            operasional dengan jumlah plafon yang dapat ditambahkan besarannya dan jangka
            waktu pinjaman yang dapat diperpanjang, sehingga Perseroan dapat meminimalisir
            risiko likuiditas dalam kondisi ketidakpastian pasar dan ekonomi.
        Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
        ▪   Dapat terjadi gagal bayar pada pembayaran pokok maupun bunga jika kinerja usaha
            Perseroan di masa mendatang tidak berjalan secara optimal sesuai yang
            direncanakan.

8.1.5   Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
        Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
        rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset (DAR) dan Debt to Equity (DER) Perseroan. Setelah
        adanya Rencana Transaksi, Perseroan memiliki Debt to Asset yang menurun dari 0,36x
        per September 2023 menjadi 0,22x di tahun 2028, yang artinya bahwa utang Perseroan
        dapat dipenuhi oleh aset Perseroan. Setelah adanya Rencana Transaksi, Debt to Equity
        Perseroan diproyeksikan menurun dari 0,55x per September 2023 menjadi 0,29x di tahun
        2028, yang berarti bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi oleh sejumlah ekuitas
        Perseroan.

8.1.6   Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
        Perseroan memiliki Current Ratio sebesar 2,29x per September 2023 yang diproyeksikan
        akan meningkat menjadi sebesar 3,95x pada tahun 2028, yang artinya bahwa aset lancar
        Perseroan lebih tinggi dibandingkan liabilitas jangka pendek Perseroan. Quick Ratio dari
        1,55x per September 2023 juga diproyeksikan akan meningkat menjadi sebesar 3,09x
        pada tahun 2028.




                                                                                     Halaman 20
Page 27
8.1.7   Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Transaksi Gagal
        Perseroan dapat mengalami kegagalan Rencana Transaksi dalam hal terdapat
        pelanggaran material atas setiap ketentuan dalam Perjanjian, sesuai kesepakatan dari
        masing-masing Pihak. Dalam hal Rencana Transaksi gagal, Perseroan diperkirakan tidak
        akan mengalami dampak keuangan secara material ataupun kerugian usaha di masa
        mendatang.

8.2     Analisis Kuantitatif
8.2.1   Data Keuangan Historis
        Berikut ini merupakan ringkasan posisi keuangan dan laba rugi komprehensif konsolidasian
        Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018-2022 telah diaudit
        oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan seluruhnya dengan pendapat
        wajar tanpa modifikasian dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
        30 September 2023 yang telah direviu oleh KAP Mirawati Sensi Idris, yang disajikan
        sebagai berikut:
                                                                          (dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
                                                Audited      Audited       Audited        Audited      Audited       Reviewed
                     Keterangan
                                                 2018         2019          2020           2021         2022       Jan-Sept 2023
         Operating Highlight
         Penjualan                           1.430.785.281 1.653.031.824 1.173.189.489 933.597.188 925.708.986        888.497.086
         Laba Bruto                            202.397.743   240.370.628   143.529.366 113.096.136 102.010.710          68.487.722
         Laba (Rugi) Usaha                     128.846.079   159.504.297    69.000.626 36.702.248 21.068.111           (7.137.858)
         Laba (Rugi) Tahun Berjalan             90.195.136   103.723.134    38.232.123 11.844.682       90.572        (14.392.691)
         Laba (Rugi) Komprehensif               92.570.915   103.273.133    40.555.756 18.175.296      284.018        (14.247.606)
         EBITDA                                137.570.074   168.432.993    81.911.870 66.562.467 55.171.149            17.950.822
         Financial Position
         Total Aset                           758.846.556   848.676.035    906.044.799   987.563.580 811.603.660      879.912.782
         Aset Lancar                          490.747.590   483.422.211    423.486.192   450.325.961 389.697.575      481.490.147
         Aset Tidak Lancar                    268.098.966   365.253.824    482.558.607   537.237.619 421.906.085      398.422.635
         Total Liabilitas                     195.678.978   207.108.590    240.365.955   313.387.193 142.744.113      229.208.594
         Liabilitas Jangka Pendek             183.224.425   161.901.916    188.719.266   280.958.064 119.206.775      210.237.311
         Liabilitas Jangka Panjang             12.454.553    45.206.674     51.646.688    32.429.130 23.537.338        18.971.283
         Ekuitas                              563.167.578   641.567.445    665.678.844   674.176.387 668.859.547      650.704.188
         Key Performance Ratio
         Marjin Laba Bruto                        14,15%        14,54%         12,23%        12,11%      11,02%             7,71%
         Marjin Laba (Rugi) Usaha                  9,01%         9,65%          5,88%         3,93%       2,28%            -0,80%
         Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan         6,30%         6,27%          3,26%         1,27%       0,01%            -1,62%
         Marjin EBITDA                             9,62%        10,19%          6,98%         7,13%       5,96%             2,02%
         Return on Assets (ROA)                   11,89%        12,22%          4,22%         1,20%       0,01%            -1,64%
         Return on Equity (ROE)                   16,02%        16,17%          5,74%         1,76%       0,01%            -2,21%
         Current Ratio                              2,68x         2,99x          2,24x         1,60x       3,27x             2,29x
         Quick Ratio                                1,66x         1,75x          1,33x         1,02x       2,34x             1,55x
         Rasio Liabilitas terhadap Aset             0,26x         0,24x          0,27x         0,32x       0,18x             0,26x
         Rasio Liabilitas terhadap                  0,35x         0,32x          0,36x         0,46x       0,21x             0,35x
          Ekuitas
        Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization

        Aset
        Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
        tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
        2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total aset Perseroan secara berturut-
        turut adalah sebesar Rp 879.912.782.353, Rp 811.603.660.216, Rp 987.563.580.363,
        Rp 906.044.798.736, Rp 848.676.035.300 dan Rp 758.846.556.031.




                                                                                                                   Halaman 21
Page 28
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
peningkatan sekitar 8,42% atau naik sebesar Rp 68.309.122.137 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun portofolio efek.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan sekitar 17,82% atau turun sebesar Rp 175.959.920.147 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
penurunan pada akun aset tetap neto sebesar Rp 112.335.030.133, piutang usaha pihak
ketiga neto sebesar Rp 104.662.188.867 dan persediaan sebesar Rp 102.254.052.927
serta peningkatan pada akun portofolio efek sebesar Rp 94.827.186.700, uang muka
sebesar Rp 37.658.463.271 dan piutang pihak berelasi sebesar Rp 13.311.839.327.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 9,00% atau naik sebesar Rp 81.518.781.627 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun aset tetap neto sebesar Rp 62.257.702.523 dan piutang usaha
pihak ketiga neto sebesar Rp 38.951.026.242 serta penurunan pada akun uang muka
sebesar Rp 13.149.156.835 dan properti investasi neto sebesar Rp 5.213.722.636.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 6,76% atau naik sebesar Rp 57.368.763.436 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun properti investasi neto sebesar Rp 78.920.883.477 dan aset tetap
neto sebesar Rp 25.830.577.964 serta penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
Rp 28.464.707.639 dan uang muka sebesar Rp 17.453.745.570.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2019 mengalami
peningkatan sekitar 11,84% atau naik sebesar Rp 89.829.479.269 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan
oleh pada akun aset tetap neto sebesar Rp 90.538.618.745.

Liabilitas
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total liabilitas Perseroan secara berturut-
turut adalah sebesar Rp 229.208.594.209, Rp 142.744.113.133, Rp 313.387.193.288,
Rp 240.365.954.692, Rp 207.108.590.481 dan Rp 195.678.977.792.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 60,57% atau naik sebesar Rp 86.464.481.076
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar
Rp 103.541.773.017 serta penurunan pada akun utang usaha pihak berelasi sebesar
Rp 11.036.304.800 dan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 7.547.197.634.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 54,45% atau turun sebesar Rp 170.643.080.155
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut
disebabkan oleh penurunan pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar



                                                                             Halaman 22
Page 29
Rp 182.880.869.728 dan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 10.062.930.180 serta
peningkatan pada akun utang usaha pihak berelasi sebesar Rp 20.760.047.900.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 30,38% atau naik sebesar Rp 73.021.238.596
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut
disebabkan oleh kenaikan pada pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 92.410.266.157
serta penurunan pada akun pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 10.062.930.180
dan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 5.096.660.612.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 16,06% atau naik sebesar Rp 33.257.364.211 dibandingkan dengan
total liabilitas per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan
pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 27.444.951.722 dan liabilitas sewa
sebesar Rp 12.518.364.084 serta penurunan pada utang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 3.706.311.200 dan utang pajak sebesar Rp 2.326.943.974.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan keuangan Perseroan per 31 Desember 2019
mengalami peningkatan sekitar 5,84% atau naik sebesar Rp 11.429.612.689 dibandingkan
dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan pada pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 35.623.786.762 dan
liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 3.671.479.129 serta penurunan pada pinjaman bank
jangka pendek sebesar Rp 22.036.244.669 dan utang pajak sebesar Rp 5.470.691.855.

Ekuitas
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total ekuitas Perseroan secara berturut-
turut adalah sebesar Rp 650.704.188.144, Rp 668.859.547.083, Rp 674.176.387.075,
Rp 665.678.844.044, Rp 641.567.444.819 dan Rp 563.167.578.239.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
penurunan sekitar 2,71% atau turun sebesar Rp 18.155.358.939 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan rugi periode berjalan
sebesar Rp 14.392.690.750, dividen tunai sebesar Rp 9.677.752.680, setoran modal
entitas anak sebesar Rp 5.770.000.000 dan penghasilan komprehensif lain dikurang pajak
sebesar Rp 145.084.491.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
sedikit penurunan sekitar 0,79% atau turun sebesar Rp 5.316.839.992 dibandingkan
dengan total ekuitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut disebabkan oleh dividen
tunai sebesar Rp 9.677.752.680, pelepasan entitas anak sebesar Rp 4.051.894.215,
penghasilan komprehensif lain dikurang pajak sebesar Rp 193.445.996, laba tahun
berjalan sebesar Rp 90.572.477 dan setoran modal entitas anak sebesar Rp 25.000.000.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 1,28% atau naik sebesar Rp 8.497.543.031 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 11.844.682.161, dividen tunai sebesar Rp 9.677.752.680 dan laba
komprehensif lain sebesar Rp 6.330.613.550.



                                                                            Halaman 23
Page 30
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 3,76% atau naik sebesar Rp 24.111.399.225 dibandingkan dengan
total ekuitas per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun
berjalan sebesar Rp 38.038.419.405, dividen tunai sebesar Rp 28.635.668.400, setoran
modal dari realisasi eksekuasi Waran Seri I sebesar Rp 14.566.597.850, penyesuaian
karena perubahan atribusi manfaat metode sebesar Rp 3.117.927.435, pengaruh adopsi
PSAK 71 sebesar Rp 2.525.285.872, rugi komprehensif lain sebesar Rp 600.591.193 dan
setoran modal entitas anak sebesar Rp 150.000.000.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2019, mengalami
peningkatan sekitar 13,92% atau naik sebesar Rp 78.399.866.580 dibandingkan dengan
total ekuitas per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh laba
tahun berjalan sebesar Rp 103.723.133.972, dividen tunai sebesar Rp 26.140.929.100,
setoran modal dari realisasi eksekuasi Waran Seri I sebesar Rp 1.267.662.400 dan rugi
komprehensif lain sebesar Rp 450.000.692.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
▪   Marjin laba bruto pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan
    menjadi 7,71%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 11,02%, hal
    tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan terutama dari
    pembelian bahan baku dan pengemas.
    Marjin laba bruto pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 11,02%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 12,11%, hal tersebut disebabkan oleh
    adanya penurunan penjualan beras serta peningkatan beban pokok penjualan
    terutama dari beban pabrikasi. Marjin laba bruto pada tahun 2021 mengalami
    penurunan menjadi 12,11%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar
    12,23%, hal tersebut disebabkan oleh adanya penurunan penjualan beras.
    Marjin laba bruto pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 12,23%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 14,54%, hal tersebut disebabkan oleh
    adanya penurunan penjualan beras. Marjin laba bruto pada tahun 2019 mengalami
    kenaikan menjadi 14,54%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar
    14,15%, hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan beras.
▪   Marjin laba usaha pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan
    menjadi -0,80%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 2,28%, hal
    tersebut disebabkan oleh adanya penurunan marjin laba bruto.
    Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 2,28%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 3,93%, hal tersebut disebabkan oleh
    adanya penurunan marjin laba bruto serta peningkatan beban umum dan administrasi
    terutama pada gaji, upah dan tunjangan. Marjin laba usaha pada tahun 2021
    mengalami penurunan menjadi 3,93%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang
    sebesar 5,88%, hal tersebut disebabkan oleh adanya penurunan marjin laba bruto
    serta peningkatan beban umum dan administrasi terutama pada pajak dan denda.
    Marjin laba usaha pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 5,88%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 9,65%, hal tersebut disebabkan oleh
    adanya penurunan marjin laba bruto. Marjin laba usaha pada tahun 2019 mengalami
    peningkatan menjadi 9,65%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar



                                                                           Halaman 24
Page 31
    9,01%, hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan marjin laba bruto serta
    penurunan pada beban penjualan terutama pada ongkos kirim.
▪   Marjin laba neto periode berjalan pada Januari-September 2023 mengalami penurunan
    menjadi -1,62%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,01%,
    disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha.
    Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi
    sebesar 0,01%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 1,27%,
    disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha. Marjin laba neto tahun berjalan
    pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi sebesar 1,27%, jika dibandingkan
    dengan tahun 2020 yang sebesar 3,26%, disebabkan adanya penurunan marjin laba
    usaha dan peningkatan beban lain-lain terutama pada beban bunga.
    Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi
    sebesar 3,26%, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 6,27%,
    disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha dan peningkatan beban lain-lain
    terutama pada beban bunga. Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2019
    mengalami penurunan menjadi sebesar 6,27%, jika dibandingkan dengan tahun 2018
    yang sebesar 6,30%, disebabkan adanya peningkatan beban lain-lain terutama pada
    beban lain-lain neto, beban bunga dan penerimaan kembali beban promosi.
▪   Marjin EBITDA pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan menjadi
    sebesar 2,02%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 5,96%,
    sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
    Marjin EBITDA pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi sebesar 5,96%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 7,13%, sehubungan dengan
    penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2021 mengalami
    peningkatan menjadi sebesar 7,13%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang
    sebesar 6,98%, sehubungan dengan peningkatan beban depresiasi.
    Marjin EBITDA pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar 6,98%, jika
    dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 10,19%, sehubungan dengan
    penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2019 mengalami kenaikan
    menjadi sebesar 10,19%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 9,62%,
    sehubungan dengan peningkatan marjin laba usaha.
▪   Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 2,29x per
    30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 3,27x, terutama
    disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman
    bank jangka pendek.
    Rasio lancar Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,27x pada tahun
    2022 dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 1,60x, terutama disebabkan
    adanya penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka
    pendek. Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 1,60x pada
    tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 2,24x, terutama
    disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman
    bank jangka pendek.
    Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 2,24x pada tahun
    2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 2,99x, terutama disebabkan


                                                                           Halaman 25
Page 32
    adanya penurunan aset lancar terutama pada akun kas dan bank serta peningkatan
    liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka pendek. Rasio
    lancar Perseroan mengalami peningkatan menjadi 2,99x pada tahun 2019
    dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 2,68x, terutama disebabkan adanya
    penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka pendek.
▪   Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami sedikit peningkatan menjadi
    sebesar 0,26x per 30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar
    0,18x, terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun
    pinjaman bank jangka pendek.
    Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 0,18x
    pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,32x, terutama
    disebabkan adanya penurunan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank jangka
    pendek. Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami peningkatan menjadi
    sebesar 0,32x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 0,27x,
    terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
    jangka pendek.
    Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar
    0,27x pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 0,24x,
    terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
    jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami penurunan
    menjadi 0,24x pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 0,26x,
    terutama disebabkan adanya peningkatan aset terutama pada aset tetap neto.
▪   Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan peningkatan menjadi sebesar 0,35x per
    30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,21x, terutama
    disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank jangka
    pendek dan penurunan ekuitas terutama pada saldo laba.
    Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar
    0,21x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,46x,
    terutama disebabkan adanya penurunan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
    jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami peningkatan
    menjadi sebesar 0,46x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang
    sebesar 0,36x, terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun
    pinjaman bank jangka pendek.
    Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar
    0,36x pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 0,32x,
    terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
    jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan pada tahun 2019
    mengalami penurunan menjadi sebesar 0,32x dibandingkan dengan tahun 2018 yang
    sebesar 0,35x, terutama disebabkan adanya peningkatan pada ekuitas terutama pada
    saldo laba belum ditentukan penggunaannya.

Berikut adalah Arus Kas Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018 – 30 September 2023:




                                                                            Halaman 26
Page 33
                                                                                                                                                                   (dalam Rupiah)
Keterangan                                                                 2018                  2019                  2020                2021                 2022            Jan-Sept 2023

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan dari pelanggan                                             1.418.979.454.035     1.665.704.200.445    1.177.280.477.313     893.370.432.553    1.020.341.423.430     925.210.347.934
 Pendapatan bunga                                                             39.459.148            24.626.355           15.534.278           9.878.900           15.560.188          10.009.187
 Pembayaran kepada pemasok                                            (1.295.937.173.855)   (1.412.362.951.135)    (979.242.690.523)   (768.966.706.160)    (696.225.353.750)   (839.090.280.300)
 Pembayaran kepada karyawan                                              (26.243.871.998)      (27.598.341.817)     (29.243.839.683)    (29.778.526.344)     (35.659.229.713)    (28.032.454.344)
 Pembayaran bunga                                                        (12.974.049.318)      (16.335.371.792)     (17.812.981.340)    (22.061.046.881)     (21.948.261.577)     (9.069.169.208)
 Pembayaran pajak                                                        (30.452.617.379)      (50.625.959.608)     (19.963.019.892)    (11.381.823.016)     (10.546.067.469)       (598.671.680)
 Pembayaran beban usaha lainnya                                          (46.015.729.797)      (53.582.002.456)     (52.852.192.405)    (47.347.844.611)     (47.477.093.304)    (54.437.658.528)
Arus kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi          7.395.470.836       105.224.199.992       78.181.287.748      13.844.364.441      208.500.977.805       (6.007.876.939)

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
 Penempatan portofolio efek                                                           -                     -                     -                   -      (85.916.758.459)    (69.849.242.700)
 Pembelian aset tetap                                                   (88.390.770.801)     (103.037.657.405)     (116.487.026.832)    (85.626.494.123)     (56.871.358.518)     (2.616.942.572)
 Pendapatan dividen                                                                   -                     -                     -                   -                    -       2.178.473.500
 Penerimaan dari dekonsolidasi Entitas Anak                                           -                     -                     -                   -       79.900.821.000                   -
 Penjualan aset tetap                                                       205.000.000                     -                     -           2.271.818                    -          10.810.811
 Uang muka pembelian perangkat lunak                                        (75.276.000)                    -                     -                   -                    -                   -
 Penerimaan kembali dari uang muka pembelian aset tetap                   2.000.859.291                     -                     -                   -                    -                   -
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi                       (86.260.187.510)     (103.037.657.405)     (116.487.026.832)    (85.624.222.305)     (62.887.295.977)    (70.276.900.961)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
 Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                                (125.000.000.000)      (20.000.000.000)     (77.500.000.000)     (32.500.000.000)    (210.000.000.000)    (30.000.000.000)
 Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                                              -                     -       (6.612.204.828)     (10.062.930.180)     (10.062.930.180)     (7.547.197.634)
 Pembayaran pokok dari liabilitas sewa                                                -                     -       (1.604.163.549)        (834.681.726)      (1.281.592.480)     (1.425.100.761)
 Penerimaan pinjaman bank jangka pendek                                 167.500.000.000        20.000.000.000      107.500.000.000       92.500.000.000       90.000.000.000     130.000.000.000
 Dividen tunai                                                          (14.200.138.260)      (26.140.929.100)     (28.635.668.400)      (9.677.752.680)      (9.677.752.680)     (9.677.752.680)
 Penerimaan dari eksekusi Waran Seri I                                    8.816.290.100         1.267.662.400       14.566.597.850                    -                    -                   -
 Penerimaan pinjaman bank jangka panjang                                              -        35.623.786.762        4.531.518.650                    -                    -                   -
 Penambahan modal saham oleh kepentingan nonpengendali                                -                     -          150.000.000                    -           25.000.000       5.770.000.000
 Penambahan (pembayaran) utang sewa pembiayaan                             (497.675.013)         (576.574.987)                   -                    -                    -         (41.239.096)
 Penambahan piutang pihak berelasi                                            2.000.000                     -                    -                    -                    -      (5.792.461.906)
Arus kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan       36.620.476.827        10.173.945.075       12.396.079.723      39.424.635.414      (140.997.275.340)     81.286.247.923

Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas dan Cerukan                (42.244.239.847)       12.360.487.662       (25.909.659.361)    (32.355.222.450)       4.616.406.488       5.001.470.023

Kas dan Setara Kas dan Cerukan Entitas Anak pada saat Dekonsolidasi                    -                     -                    -                   -      17.369.396.356                     -

Kas dan Setara Kas dan Cerukan - Awal                                    33.430.094.548         (8.814.145.299)       3.546.342.363     (22.363.316.998)     (54.718.539.448)    (32.732.736.604)
Kas dan Setara Kas dan Cerukan - Akhir                                    (8.814.145.299)       3.546.342.363       (22.363.316.998)    (54.718.539.448)     (32.732.736.604)    (27.731.266.581)


Kas dan Setara Kas dan Cerukan terdiri dari:
 Kas dan Setara Kas                                                      42.927.581.553        33.251.824.546         4.787.116.907       4.842.160.614        3.947.093.730      12.490.336.770
 Cerukan                                                                (51.741.726.852)      (29.705.482.183)      (27.150.433.905)    (59.560.700.062)     (36.679.830.334)    (40.221.603.351)
   Neto                                                                   (8.814.145.299)       3.546.342.363       (22.363.316.998)    (54.718.539.448)     (32.732.736.604)    (27.731.266.581)



Kas dan setara kas dan cerukan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
30 September 2023 mengalami peningkatan sekitar 15,28% atau naik sebesar
Rp 5.001.470.023 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 81.286.247.923, arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 70.276.900.961 dan arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 6.007.876.939.

Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022
mengalami peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 40,18% atau naik sebesar
Rp 21.985.802.844 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 208.500.977.805, arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 140.997.275.340 dan arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 62.887.295.977 serta kas dan setara kas
dan cerukan entitas anak pada saat dekonsolidasi sebesar Rp 17.369.396.356.

Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021
mengalami penurunan signifikan yaitu sekitar 144,68% atau turun sebesar
Rp 32.355.222.450 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2020. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto


                                                                                                                                                                                Halaman 27
Page 34
        yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 85.624.222.305, arus kas neto yang
        diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 39.424.635.414 dan arus kas neto yang
        diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 13.844.364.441.

        Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020
        mengalami penurunan signifikan yaitu sekitar 730,60% atau turun sebesar
        Rp 25.909.659.361 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
        yang berakhir pada 31 Desember 2019. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
        yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 116.487.026.832, arus kas neto yang
        diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 78.181.287.748 dan arus kas neto yang
        diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 12.396.079.723.

        Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019
        mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu sekitar 140,23% atau naik sebesar
        Rp 12.360.487.662 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
        yang berakhir pada 31 Desember 2018. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
        yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 105.224.199.992, arus kas neto yang
        diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 10.173.945.075 dan arus kas neto yang
        digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 103.037.657.405.

8.2.2   Penilaian atas Proyeksi Keuangan
        Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                                                                                                  (dalam Rupiah)
        Keterangan                                                                            Des 2023P              2024P               2025P               2026P               2027P               2028P
        ASET
         Aset Lancar
           Kas dan setara kas                                                               119.494.456.926       88.610.363.545      83.567.202.386      82.388.994.082      86.919.349.158      96.284.119.584
           Portofolio efek                                                                  167.327.187.051      203.116.818.274     225.603.827.371     249.440.057.013     274.706.460.433     301.488.848.060
           Piutang usaha                                                                    183.305.241.963      197.108.832.065     209.142.781.133     223.274.672.036     237.751.169.498     253.244.010.493
           Piutang lain-lain-pihak ketiga                                                     8.071.198.898        8.071.198.898       8.071.198.898       8.071.198.898       8.071.198.898       8.071.198.898
           Persediaan                                                                        87.901.596.180       95.554.780.839     102.593.820.376     109.842.987.330     117.608.685.792     125.904.699.221
           Uang muka                                                                         36.950.628.443       36.950.628.443      36.950.628.443      36.950.628.443      36.950.628.443      36.950.628.443
           Beban dibayar di muka                                                                251.912.497          251.912.497         251.912.497         251.912.497         251.912.497         251.912.497
           Pajak dibayar di muka                                                                224.831.092          224.831.092         224.831.092         224.831.092         224.831.092         224.831.092
           Piutang pihak berelasi                                                            19.104.301.233       19.104.301.233      19.104.301.233      19.104.301.233      19.104.301.233      19.104.301.233
          Total Aset Lancar                                                                 622.631.354.283      648.993.666.886     685.510.503.428     729.549.582.623     781.588.537.044     841.524.549.521
          Aset Tidak Lancar
            Aset tetap - neto                                                               305.805.678.727      279.169.382.999     252.561.756.194     226.976.294.568     201.573.637.629     179.106.551.982
            Properti investasi-neto                                                          70.556.368.984       65.342.646.348      60.128.923.712      54.915.201.076      49.701.478.440      44.487.755.804
            Aset hak guna-neto                                                                7.446.724.071        6.445.397.275       5.444.070.479       4.442.743.683       3.441.416.887       2.440.090.091
            Taksiran tagihan pajak                                                            1.835.749.246        1.835.749.246       1.835.749.246       1.835.749.246       1.835.749.246       1.835.749.246
            Aset pajak tangguhan - neto                                                       4.384.106.443        4.384.106.443       4.384.106.443       4.384.106.443       4.384.106.443       4.384.106.443
            Aset tidak lancar lainnya                                                           181.764.000          181.764.000         181.764.000         181.764.000         181.764.000         181.764.000
          Total Aset Tidak Lancar                                                           390.210.391.471      357.359.046.311     324.536.370.074     292.735.859.016     261.118.152.645     232.436.017.566
        TOTAL ASET                                                                        1.012.841.745.754     1.006.352.713.196   1.010.046.873.502   1.022.285.441.638   1.042.706.689.689   1.073.960.567.087
        LIABILITAS DAN EKUITAS
          Liabilitas
             Liabilitas Jangka Pendek
              Pinjaman bank jangka pendek                                                   182.721.603.351      182.721.603.351     182.721.603.351     182.721.603.351     182.721.603.351     182.721.603.351
              Utang usaha                                                                    13.175.513.151       15.029.726.464      16.035.242.357      17.214.292.236      18.433.200.179      19.737.469.762
              Utang manager investasi                                                         5.915.895.176        5.915.895.176       5.915.895.176       5.915.895.176       5.915.895.176       5.915.895.176
              Utang lain-lain-pihak ketiga                                                      231.988.800          231.988.800         231.988.800         231.988.800         231.988.800         231.988.800
              Utang lain-lain-pihak berelasi                                                130.000.000.000      104.000.000.000      78.000.000.000      52.000.000.000      26.000.000.000                 -
              Beban akrual                                                                      594.639.276          594.639.276         594.639.276         594.639.276         594.639.276         594.639.276
              Uang muka pelanggan                                                             1.928.816.885        1.928.816.885       1.928.816.885       1.928.816.885       1.928.816.885       1.928.816.885
              Utang pajak                                                                       889.243.071          889.243.071         889.243.071         889.243.071         889.243.071         889.243.071
              Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
             Utang
                 Pinjaman
                     pajak bank                                                               3.354.310.045                  -                   -                   -                   -                   -
             Utang
                 Liabilitas
                     jangkasewa
                             panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:                         913.083.057          969.666.091       1.029.908.992       1.094.048.491       1.162.336.634       1.162.336.634
                 Utang pembiayaan                                                                51.550.903                  -                   -                   -                   -                   -
          Total Liabilitas Jangka Pendek                                                    339.776.643.715      312.281.579.114     287.347.337.908     262.590.527.286     237.877.723.372     213.181.992.955
             Liabilitas Jangka Panjang
              Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
                Liabilitas sewa                                                                 7.111.808.094      6.142.142.003       5.112.233.011       4.018.184.520       2.855.847.886       1.693.511.252
              Liabilitas imbalan kerja                                                         12.169.114.130     14.451.253.704      16.870.321.653      19.434.533.679      22.152.598.426      25.033.747.058
          Total Liabilitas Jangka Panjang                                                    19.280.922.224       20.593.395.707      21.982.554.664      23.452.718.199      25.008.446.312      26.727.258.310
         Total Liabilitas                                                                   359.057.565.939      332.874.974.822     309.329.892.572     286.043.245.485     262.886.169.684     239.909.251.266
         Ekuitas
            Modal saham                                                                     241.943.817.000      241.943.817.000     241.943.817.000     241.943.817.000     241.943.817.000     241.943.817.000
            Tambahan modal disetor - neto                                                   162.091.994.218      162.091.994.218     162.091.994.218     162.091.994.218     162.091.994.218     162.091.994.218
            Selisih atas transaksi dengan pihak non-pengendali                                  463.257.660          463.257.660         463.257.660         463.257.660         463.257.660         463.257.660
            Saldo laba                                                                      246.836.787.512      264.700.562.042     289.408.929.800     321.633.397.153     361.162.736.114     410.354.795.846
          Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk               651.335.856.390      669.199.630.920     693.907.998.678     726.132.466.031     765.661.804.992     814.853.864.724
             Kepentingan non-pengendali                                                       2.448.323.425        4.278.107.455       6.808.982.252      10.109.730.123      14.158.715.013      19.197.451.097
          Total Ekuitas                                                                     653.784.179.815      673.477.738.375     700.716.980.930     736.242.196.153     779.820.520.005     834.051.315.821
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                     1.012.841.745.754     1.006.352.713.196   1.010.046.873.502   1.022.285.441.638 1.042.706.689.689     1.073.960.567.087
                                                                                                          0                     0                   0                  (0)                0                     0




                                                                                                                                                                                                  Halaman 28
Page 35
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian
                                                                                                                                                                                (dalam Rupiah)
 Keterangan                                                           Okt-Des 2023P              2024P                    2025P                   2026P                   2027P                  2028P

 Penjualan                                                            295.754.666.398        1.283.437.520.412        1.374.318.237.834       1.471.121.281.381       1.574.715.386.694      1.685.575.827.090
 Beban Pokok Penjualan                                                (265.378.134.406) (1.137.103.341.098) (1.215.558.017.803) (1.298.606.768.427) (1.388.341.019.819) (1.481.834.059.966)
 Laba Bruto                                                            30.376.531.992         146.334.179.313          158.760.220.031         172.514.512.953         186.374.366.876        203.741.767.124
 Beban Usaha                                                           (23.344.056.229)        (99.265.228.572)        (104.974.525.977)       (110.954.985.574)       (117.371.777.879)      (123.997.807.782)
 Laba (Rugi) Usaha                                                      7.032.475.763          47.068.950.741           53.785.694.054          61.559.527.379          69.002.588.997         79.743.959.342
 Penghasilan (Beban) Lain-Lain                                          (3.083.768.492)        (21.820.798.742)         (18.863.588.213)        (16.014.379.658)        (13.132.943.033)       (10.217.298.039)
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                         3.948.707.271          25.248.151.999           34.922.105.841          45.545.147.722          55.869.645.964         69.526.661.303
 Beban Pajak Penghasilan                                                 (868.715.600)          (5.554.593.440)          (7.682.863.285)        (10.019.932.499)        (12.291.322.112)       (15.295.865.487)
 Laba (Rugi) Tahun Berjalan                                             3.079.991.671          19.693.558.560           27.239.242.556          35.525.215.223          43.578.323.852         54.230.795.816
 Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
   Pemilik entitas induk                                                2.793.820.964          17.863.774.529           24.708.367.759          32.224.467.352          39.529.338.961         49.192.059.732
   Kepentingan non pengendali                                             286.170.707           1.829.784.030            2.530.874.797           3.300.747.871           4.048.984.890          5.038.736.084
     Total                                                              3.079.991.671          19.693.558.560           27.239.242.556          35.525.215.223          43.578.323.852         54.230.795.816
 Depresiasi                                                             8.212.243.966          32.851.345.160           32.822.676.237          31.800.511.058          31.617.706.370         28.682.135.079
 EBITDA                                                                15.244.719.729          79.920.295.901           86.608.370.291          93.360.038.438         100.620.295.367        108.426.094.421




Proyeksi Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                                                                (dalam Rupiah)
Keterangan                                                                Okt-Des 2023P              2024P                   2025P                   2026P                  2027P                 2028P

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan dari pelanggan                                                254.973.301.219       1.256.956.927.253       1.347.776.132.827       1.440.988.833.258      1.542.654.912.336     1.650.819.008.309
  Pendapatan lain-lain                                                         969.541.182           4.108.367.418           4.353.446.232           4.614.405.356          4.892.318.156         5.188.331.984
  Pembayaran utang usaha                                                  (240.357.664.546)     (1.095.315.818.593)     (1.172.774.224.609)     (1.255.464.283.374)    (1.344.404.705.136)   (1.439.531.023.078)
  Pembayaran beban pokok penjualan                                          (4.132.539.929)        (17.741.295.238)        (18.998.780.325)        (20.344.679.230)       (21.785.190.664)      (23.326.947.496)
  Pembayaran beban usaha                                                   (22.304.652.288)        (94.978.269.246)       (100.552.645.101)       (106.459.512.183)      (112.735.248.095)     (119.403.684.104)
  Pembayaran PPh badan                                                        (868.715.600)         (5.554.593.440)         (7.682.863.285)        (10.019.932.499)       (12.291.322.112)      (15.295.865.487)
  Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                           (11.720.729.961)        47.475.318.154           52.121.065.739         53.314.831.328         56.330.764.485         58.449.820.128

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
 Penempatan portofolio efek                                                 (5.150.757.651)        (25.000.000.000)        (10.000.000.000)       (10.000.000.000)        (10.000.000.000)      (10.000.000.000)
 Pendapatan dividen                                                            627.476.951           3.046.752.274           3.384.057.411          3.741.600.855           4.120.596.907         4.522.332.721
 Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi                          (4.523.280.700)        (21.953.247.726)         (6.615.942.589)         (6.258.399.145)        (5.879.403.093)       (5.477.667.279)

ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
 Pembayaran utang pihak berelasi - pokok                                               -           (26.000.000.000)        (26.000.000.000)       (26.000.000.000)        (26.000.000.000)      (26.000.000.000)
 Pembayaran utang pihak berelasi - bunga                                               -           (10.401.300.000)         (8.089.900.000)        (5.778.500.000)         (3.467.100.000)       (1.155.700.000)
 Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bunga                             (3.768.633.069)        (15.074.532.276)        (15.074.532.276)       (15.074.532.276)        (15.074.532.276)      (15.074.532.276)
 Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - pokok                            (2.515.732.545)         (3.354.310.045)                    -                      -                       -                     -
 Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - bunga                               (95.126.137)           (138.365.289)                    -                      -                       -                     -
 Pembayaran liabilitas sewa - pokok                                           (214.353.620)           (913.083.057)           (969.666.091)        (1.029.908.992)         (1.094.048.491)       (1.162.336.634)
 Pembayaran liabilitas sewa - bunga                                           (127.063.562)           (473.021.851)           (414.185.941)          (351.699.219)           (285.325.548)         (214.813.513)
 Pembayaran utang sewa pembiayaan - pokok                                      (30.960.000)            (51.550.903)                    -                      -                       -                     -
 Pembayaran utang sewa pembiayaan - bunga                                             (251)                   (387)                    -                      -                       -                     -
 Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan         (6.751.869.184)        (56.406.163.809)        (50.548.284.308)       (48.234.640.488)        (45.921.006.315)      (43.607.382.423)

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                                    (22.995.879.844)        (30.884.093.381)         (5.043.161.159)         (1.178.208.304)        4.530.355.076          9.364.770.426
Kas dan Setara Kas, Awal                                                   142.490.336.770        119.494.456.926           88.610.363.545         83.567.202.386         82.388.994.082         86.919.349.158

Kas dan Setara Kas, Akhir                                                  119.494.456.926         88.610.363.545           83.567.202.386         82.388.994.082         86.919.349.158         96.284.119.584




Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, penjualan Perseroan tahun 2028 adalah
sebesar Rp 1.685.575.827.090 dibandingkan dengan penjualan Perseroan pada tahun
2023 yang sebesar Rp 1.184.251.752.791, atau mengalami tingkat pertumbuhan majemuk
tahunan (CAGR) sekitar 7,32%.
EBITDA di dalam proyeksi keuangan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
Rp 108.426.094.421 dibandingkan dengan EBITDA pada tahun 2023 yang sebesar
Rp 33.195.541.645, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR sekitar 26,71%.

Ekuitas di dalam proyeksi keuangan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
Rp 834.051.315.821 dibandingkan dengan ekuitas pada tahun 2023 yang sebesar
Rp 653.784.179.815, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR sekitar 4,99%.



                                                                                                                                                                                             Halaman 29
Page 36
8.2.3   Analisis Rasio Keuangan
        Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk tahun 2018-2028:
                                             Audited   Audited   Audited   Audited   Audited     Reviewed      Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
        Keterangan                            2018      2019      2020      2021      2022     Jan-Sept 2023 Okt-Des 2023 2023     2024     2025     2026     2027     2028
        Operasi
         Marjin laba bruto                    14,15%    14,54%    12,23%    12,11%    11,02%          7,71%       10,27%    8,35%   11,40%   11,55%   11,73%    11,84%   12,09%
         Marjin laba (rugi) usaha              9,01%     9,65%     5,88%     3,93%     2,28%         -0,80%        2,38%   -0,01%    3,67%    3,91%    4,18%     4,38%    4,73%
         Marjin laba (rugi) tahun berjalan     6,30%     6,27%     3,26%     1,27%     0,01%         -1,62%        1,04%   -0,96%    1,53%    1,98%    2,41%     2,77%    3,22%
         Marjin EBITDA                         9,62%    10,19%     6,98%     7,13%     5,96%          2,02%        5,15%    2,80%    6,23%    6,30%    6,35%     6,39%    6,43%
         Imbal hasil aset (ROA)               11,89%    12,22%     4,22%     1,20%     0,01%         -1,64%        0,30%   -1,12%    1,96%    2,70%    3,48%     4,18%    5,05%
         Imbal hasil ekuitas (ROE)            16,02%    16,17%     5,74%     1,76%     0,01%         -2,21%        0,47%   -1,73%    2,92%    3,89%    4,83%     5,59%    6,50%
        Likuiditas
         Rasio Lancar                           2,68      2,99      2,24      1,60      3,27           2,29         1,83    1,83     2,08     2,39     2,78      3,29     3,95
         Quick Ratio                            1,66      1,75      1,33      1,02      2,34           1,55         1,41    1,41     1,59     1,83     2,14      2,55     3,09
        Solvabilitas
         Rasio Liabilitas terhadap Aset         0,26      0,24      0,27      0,32      0,18           0,26         0,35    0,35     0,33     0,31     0,28      0,25     0,22
         Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas      0,35      0,32      0,36      0,46      0,21           0,35         0,55    0,55     0,49     0,44     0,39      0,34     0,29


        Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
        atas, kisaran marjin laba (rugi) usaha Perseroan pada tahun 2018-September 2023 adalah
        berkisar antara (0,80%)-9,65%, yang akan berkisar (0,01%)-4,73% selama periode
        proyeksi. Marjin laba (rugi) tahun berjalan diproyeksikan berkisar antara (0,96%)-3,22%.

        Likuiditas Perseroan diproyeksikan berada pada kisaran 1,83x-3,95x dari kisaran 1,60x-
        3,27x pada tahun 2023-2028. Rasio liabilitas dibandingkan aset Perseroan diproyeksikan
        berkisar antara 0,22x-0,35x dari kisaran 0,18x-0,32x pada tahun 2023-2028.

8.2.4   Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pinjam Meminjam Dana
        dan/atau Penjaminan

        Perseroan diproyeksikan akan memiliki rasio liabilitas terhadap aset yang berkisar antara
        0,22x-0,35x selama periode proyeksi yang artinya bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi
        oleh aset Perseroan.

        Selain itu, Perseroan juga memiliki rasio lancar yang berkisar dari 1,83x-3,95x selama
        periode proyeksi yang menandakan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam
        memenuhi liabilitas jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Hal tersebut
        menandakan Perseroan akan mampu membayar pinjaman afiliasi melalui pemanfaatan
        aset dan pengembangan bisnis di masa mendatang.

8.2.5   Analisis Kemampuan Perseroan Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
        dan/atau Penjaminan

        Berikut adalah arus kas konsolidasian Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi:




                                                                                                                                                               Halaman 30
Page 37
                                                                                                                                                                          (dalam Rupiah)
        Keterangan                                                            Okt-Des 2023P            2024P                 2025P                 2026P                 2027P                 2028P

        ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pelanggan                                            254.973.301.219     1.256.956.927.253     1.347.776.132.827     1.440.988.833.258     1.542.654.912.336     1.650.819.008.309
          Pendapatan lain-lain                                                     969.541.182         4.108.367.418         4.353.446.232         4.614.405.356         4.892.318.156         5.188.331.984
          Pembayaran utang usaha                                              (240.357.664.546)   (1.095.315.818.593)   (1.172.774.224.609)   (1.255.464.283.374)   (1.344.404.705.136)   (1.439.531.023.078)
          Pembayaran beban pokok penjualan                                      (4.132.539.929)      (17.741.295.238)      (18.998.780.325)      (20.344.679.230)      (21.785.190.664)      (23.326.947.496)
          Pembayaran beban usaha                                               (22.304.652.288)      (94.978.269.246)     (100.552.645.101)     (106.459.512.183)     (112.735.248.095)     (119.403.684.104)
          Pembayaran PPh badan                                                    (868.715.600)       (5.554.593.440)       (7.682.863.285)      (10.019.932.499)      (12.291.322.112)      (15.295.865.487)
          Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi                       (11.720.729.961)      47.475.318.154        52.121.065.739        53.314.831.328        56.330.764.485        58.449.820.128

        ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
         Penempatan portofolio efek                                             (5.150.757.651)     (25.000.000.000)      (10.000.000.000)      (10.000.000.000)      (10.000.000.000)      (10.000.000.000)
         Pendapatan dividen                                                        627.476.951        3.046.752.274         3.384.057.411         3.741.600.855         4.120.596.907         4.522.332.721
         Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi                      (4.523.280.700)     (21.953.247.726)        (6.615.942.589)       (6.258.399.145)       (5.879.403.093)       (5.477.667.279)

        ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
         Pembayaran utang pihak berelasi - pokok                                           -        (26.000.000.000)      (26.000.000.000)      (26.000.000.000)      (26.000.000.000)      (26.000.000.000)
         Pembayaran utang pihak berelasi - bunga                                           -        (10.401.300.000)       (8.089.900.000)       (5.778.500.000)       (3.467.100.000)       (1.155.700.000)
         Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bunga                         (3.768.633.069)     (15.074.532.276)      (15.074.532.276)      (15.074.532.276)      (15.074.532.276)      (15.074.532.276)
         Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - pokok                        (2.515.732.545)      (3.354.310.045)                  -                     -                     -                     -
         Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - bunga                           (95.126.137)        (138.365.289)                  -                     -                     -                     -
         Pembayaran liabilitas sewa - pokok                                       (214.353.620)        (913.083.057)         (969.666.091)       (1.029.908.992)       (1.094.048.491)       (1.162.336.634)
         Pembayaran liabilitas sewa - bunga                                       (127.063.562)        (473.021.851)         (414.185.941)         (351.699.219)         (285.325.548)         (214.813.513)
         Pembayaran utang sewa pembiayaan - pokok                                  (30.960.000)         (51.550.903)                  -                     -                     -                     -
         Pembayaran utang sewa pembiayaan - bunga                                         (251)                (387)                  -                     -                     -                     -
         Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan     (6.751.869.184)     (56.406.163.809)      (50.548.284.308)      (48.234.640.488)      (45.921.006.315)      (43.607.382.423)

        Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                                (22.995.879.844)     (30.884.093.381)        (5.043.161.159)       (1.178.208.304)       4.530.355.076         9.364.770.426
        Kas dan Setara Kas, Awal                                              142.490.336.770       119.494.456.926        88.610.363.545        83.567.202.386        82.388.994.082        86.919.349.158
        Kas dan Setara Kas, Akhir                                             119.494.456.926        88.610.363.545        83.567.202.386        82.388.994.082        86.919.349.158        96.284.119.584




        Berdasarkan analisis terhadap arus kas konsolidasian, pinjaman afiliasi Perseroan yang
        jatuh tempo pada bulan Desember 2028 akan dapat dilunasi.

8.2.6   Analisis Cash Management dan Financial Covenant Transaksi Pinjam Meminjam
        Dana
        Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi sebesar
        Rp 130.000.000.000 dan akan digunakan oleh Perseroan sebagai tambahan dana modal
        kerja operasional untuk pembelian bahan baku. Sehubungan dengan Rencana Transaksi,
        Perseroan tidak memiliki persyaratan financial covenant tertentu seperti syarat pemenuhan
        coverage ratio, debt ratio serta saldo kas minimum. Namun demikian, Perseroan wajib
        mematuhi pembatasan-pembatasan dan/atau syarat dan ketentuan sebagaimana
        tercantum dalam Perjanjian.

8.3     Analisis Inkremental
8.3.1   Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perseroan
        Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi akan membawa dampak
        positif bagi kinerja Perseroan. Analisa terhadap Rencana Transaksi yang diuraikan tidak
        hanya didasarkan pada proforma keuangan, namun juga dengan memperhatikan kinerja
        operasional secara menyeluruh yang tercermin dalam rasio likuiditas Perseroan. Dengan
        adanya Rencana Transaksi, rasio lancar dan quick ratio Perseroan diproyeksikan masing-
        masing berkisar antara 1,83x-3,95x dan 1,41x-3,09x.
        Dengan terjadinya Rencana Transaksi, penjualan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
        Rp 1.685.575.827.090 dibandingkan dengan penjualan Perseroan pada tahun 2023 yang
        sebesar Rp 1.184.251.752.791, atau mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
        (CAGR) sekitar 7,32%.



                                                                                                                                                                                          Halaman 31
Page 38
        Dengan terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA di dalam proyeksi keuangan Perseroan
        tahun 2028 adalah sebesar Rp 108.426.094.421 dibandingkan dengan EBITDA pada tahun
        2023 yang sebesar Rp 33.195.541.645, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR
        sekitar 26,71%.
        Dengan terjadinya Rencana Transaksi, ekuitas di dalam proyeksi keuangan Perseroan
        tahun 2028 adalah sebesar Rp 834.051.315.821 dibandingkan dengan ekuitas pada tahun
        2023 yang sebesar Rp 653.784.179.815, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR
        sekitar 4,99%.
        Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
        prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan
        Rencana Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan
        memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.

8.3.2   Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
        Tidak terdapat pendapatan dan biaya yang relevan yang signifikan terkait dengan
        pelaksanaan Rencana Transaksi.

8.3.3   Informasi Non Keuangan yang Relevan

        Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
        Perseroan berupaya menyusun rencana strategis bisnis, antara lain:
         1. Memfokuskan pemasaran melalui modern retail, general trade, online, B2B ke
            beberapa daerah di Indonesia serta berupaya menjajaki kerjasama yang bersifat B2B
            dengan menjadi rekanan bagi hotel, restoran, katering dan pabrik lain;
         2. Berupaya melakukan perluasan kerjasama dengan jaringan pasar modern retail
            seperti supermarket dan minimarket yang telah menjadi saluran distribusi beras
            terbesar bagi Perseroan;
         3. Tetap mengelola distribusi ke pasar tradisional mengingat pasar tersebut dapat
            menjangkau segmen pasar yang lebih luas, khususnya menengah ke bawah serta
            melakukan pemasaran dan dan penjualan online melalui kerjasama dengan lebih
            banyak marketplace yang relevan dengan pasar Perseroan untuk menjangkau pasar
            menengah ke atas;
         4. Mengembangkan merek terpercaya dan memonitor reputasi merek-merek beras yang
            berada di bawah pengelolaan Perseroan.

8.3.4   Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Transaksi
        Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
        peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai kapasitasnya sebagai perusahaan publik.
        Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah disetujui oleh Direksi dan Dewan
        Komisaris. Untuk selanjutnya melakukan keterbukaan informasi ke OJK dan masyarakat atas
        Rencana Transaksi.




                                                                                    Halaman 32
Page 39
9.   Analisis Kewajaran
     Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan objektif
     transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
     ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
     memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan objektif transaksi secara
     keseluruhan. Pendapat kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi disampaikan pada
     bab 10. Kesimpulan.
     Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Rencana Transaksi :

     1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
         Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan
         dan BPP sesuai dengan Draft Perjanjian, kami telah menelaah perhitungan
         pembebanan bunga dari BPP kepada Perseroan. Sebagaimana yang telah diuraikan
         bahwa nilai pokok fasilitas dana pinjaman maksimum adalah sebesar
         Rp 130.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,89% per tahun dan jangka waktu selama
         5 tahun dan dapat diperpanjang.
         Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
         besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar
         dengan menggunakan pembanding perusahaan terbuka. Secara garis besar, analisis
         kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan dengan membandingkan syarat-
         syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang digunakan dalam Rencana Transaksi
         dengan syarat-syarat dan besaran bunga pinjaman yang berlaku di pasar saat ini,
         sebagai berikut :
                                                                                    Jumlah     Tingkat Bunga per
                    Nama Perseroan                          Pemberi Pinjaman                                              Periode
                                                                                   (juta Rp)         Tahun
         PT Ciptaruang Persada Property         PT Urban Jakarta Propertindo Tbk    182.478          7,00%         20 Juli '19 - 20 Juli '24
                                                                                                JIBOR 3 bulan +
         PT Evoluzione Tyres                    PT Astra Otoparts Tbk               57.800                         09 Mei '19 - 01 Des '27
                                                                                                  2,5% = 8,13%
         PT AB Sinar Mas Multifinance           PT Sinar Mas Multiartha Tbk        31.250            9,00%         23 Nov '20 - 23 Nov '25
         PT Indonesia Mobilindo                 PT Anabatic Technologies Tbk       120.000           12,00%        07 Jan '20 - 30 Jun '24
         PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk   Bahar                              23.500            15,60%        02 Jan '18 - 04 Jan '24
         Keterangan: JIBOR 3 bulan per 30 September 2023 = 5,63% (sumber: www.bi.go.id)
         Sumber: www.idx.co.id

         Dengan demikian terlihat bahwa bunga pinjaman dari Rencana Transaksi sebesar
         8,89% per tahun adalah wajar karena masih dalam kisaran tingkat bunga yang berlaku
         di pasar yang berkisar antara 7,00% - 15,60% per tahun.

     2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
         Analisis Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
         proyeksi keuangan Perseroan terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2023-2028
         untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan
         bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan. Apabila Perseroan memiliki rasio CFADS
         dengan nilai lebih besar dari 1x, maka Perseroan dinyatakan layak dalam membayar
         pokok dan bunga pinjamannya.

         Berdasarkan analisis tersebut, Perseroan diproyeksikan memiliki CFADS sebesar
         4,55x pada tahun 2028, yang menandakan Perseroan mampu untuk membayar pokok


                                                                                                                             Halaman 33
Page 40
   pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut sebesar Rp 130.000.000.000
   beserta bunga pinjaman sebesar Rp 1.155.700.000, hal ini dikarenakan Perseroan
   memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 123.439.819.584.
   Rasio ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi
   pembayaran pokok dan bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan adalah lebih besar
   4,55x dari jumlah porsi pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Apabila Perseroan
   memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar dari 1x, maka dinyatakan layak dalam
   melunasi seluruh utangnya.

3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Transaksi
   Berikut ini adalah ringkasan proforma Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan
   Penghasilan Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
   realisasi Rencana Transaksi per 30 September 2023 yang telah disiapkan oleh
   manajemen Perseroan:
                                                                                                                           (dalam Rupiah)
                                                                                   Sebelum Transaksi                         Sesudah Transaksi
    Keterangan                                                                        Reviewed           Penyesuaian             Proforma
   Aset
    Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                                              12.490.336.770     130.000.000.000        142.490.336.770
     Portofolio efek                                                                163.109.701.200                   -        163.109.701.200
     Piutang usaha                                                                  142.030.236.892                   -        142.030.236.892
     Piutang lain-lain-pihak ketiga                                                   8.071.198.898                   -          8.071.198.898
     Persediaan                                                                      99.256.999.891                   -         99.256.999.891
     Uang muka                                                                       36.950.628.443                   -         36.950.628.443
     Beban dibayar di muka                                                              251.912.497                   -            251.912.497
     Pajak dibayar di muka                                                              224.831.092                   -            224.831.092
     Piutang pihak berelasi                                                          19.104.301.233                   -         19.104.301.233
    Jumlah Aset Lancar                                                              481.490.146.916     130.000.000.000        611.490.146.916

    Aset Tidak Lancar
     Aset tetap - neto                                                              312.464.160.335                    -       312.464.160.335
     Properti investasi-neto                                                         71.859.799.643                    -        71.859.799.643
     Aset hak guna-neto                                                               7.697.055.770                    -         7.697.055.770
     Taksiran tagihan pajak                                                           1.835.749.246                    -         1.835.749.246
     Aset pajak tangguhan - neto                                                      4.384.106.443                    -         4.384.106.443
     Aset tidak lancar lainnya                                                          181.764.000                    -           181.764.000
    Jumlah Aset Tidak Lancar                                                        398.422.635.437                   -        398.422.635.437
        Jumlah Aset                                                                 879.912.782.353     130.000.000.000      1.009.912.782.353
   Liabilitas dan Ekuitas
    Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
       Pinjaman bank jangka pendek                                                  182.721.603.351                   -        182.721.603.351
       Utang usaha                                                                   11.103.735.722                   -         11.103.735.722
       Utang manager investasi                                                        5.915.895.176                   -          5.915.895.176
       Utang lain-lain-pihak ketiga                                                     231.988.800                   -            231.988.800
       Utang lain-lain-pihak berelasi                                                             -     130.000.000.000        130.000.000.000
       Beban akrual                                                                     594.639.276                   -            594.639.276
       Uang muka pelanggan                                                            1.928.816.885                   -          1.928.816.885
       Utang pajak                                                                      889.243.071                   -            889.243.071
       Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
        Pinjaman bank                                                                 5.870.042.590                   -          5.870.042.590
        Liabilitas sewa                                                                 898.835.800                   -            898.835.800
        Utang pembiayaan                                                                 82.510.903
                                                                                           82510903                   -             82.510.903
    Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                 210.237.311.574     130.000.000.000        340.237.311.574

     Liabilitas Jangka Panjang
      Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
       Liabilitas sewa                                                                  7.340.408.971                 -          7.340.408.971
      Liabilitas imbalan kerja                                                         11.630.873.664                 -         11.630.873.664
    Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                   18.971.282.635                 -         18.971.282.635
        Jumlah Liabilitas                                                             229.208.594.209   130.000.000.000        359.208.594.209

    Ekuitas
     Modal saham                                                                    241.943.817.000                    -       241.943.817.000
     Tambahan modal disetor - neto                                                  162.091.994.218                    -       162.091.994.218
     Selisih atas transaksi dengan pihak non-pengendali                                 463.257.660                    -           463.257.660
     Saldo laba                                                                     244.042.966.548                    -       244.042.966.548
     Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk           648.542.035.426                    -       648.542.035.426
      Kepentingan non-pengendali                                                      2.162.152.718                    -         2.162.152.718
       Jumlah Ekuitas                                                               650.704.188.144                   -        650.704.188.144
    Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                                   879.912.782.353     130.000.000.000      1.009.912.782.353




                                                                                                                                  Halaman 34
Page 41
   Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per
   tanggal 30 September 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana
   Transaksi dimana terdapat penyesuaian antara lain:
     1. Kas dan setara kas sebesar Rp 130.000.000.000 merupakan penyesuaian atas
        tambahan dana yang diperoleh dari pinjaman afiliasi;
     2. Utang lain-lain pihak berelas jangka pendek sebesar Rp 130.000.000.000
        merupakan penyesuaian atas adanya dana pinjaman yang diperoleh dari pihak
        afiliasi;

   Sehingga secara keseluruhan, terjadi peningkatan aset berupa kas dan setara kas
   sebesar Rp 130.000.000.000 serta peningkatan liabilitas berupa utang lain-lain pihak
   berelasi jangka pendek sebesar Rp 130.000.000.000.

   Berikut ini adalah ringkasan proforma Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
   Lainnya Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi
   untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023:
                                                                                            (dalam ribuan Rupiah)
    Keterangan                                                   Sebelum Transaksi    Penyesuaian   Sesudah Transaksi
                                                                     Reviewed                           Proforma
    Penjualan                                                      888.497.086.393             -       888.497.086.393
    Beban Pokok Penjualan                                         (820.009.364.605)            -      (820.009.364.605)
    Laba bruto                                                      68.487.721.788             -        68.487.721.788
    Beban usaha                                                    (75.625.580.082)            -       (75.625.580.082)
    Rugi usaha                                                      (7.137.858.294)            -        (7.137.858.294)
    Penghasilan (Beban) Lain-Lain                                   (7.000.238.105)            -        (7.000.238.105)
    Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                 (14.138.096.399)            -       (14.138.096.399)
    Beban Pajak Penghasilan                                           (254.594.351)            -          (254.594.351)
    Rugi Tahun Berjalan                                            (14.392.690.750)            -       (14.392.690.750)
    Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain                              145.084.491              -          145.084.491
    Total Rugi Komprehensif                                        (14.247.606.259)            -       (14.247.606.259)
    Jumlah rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
      Pemilik entitas induk                                        (13.055.425.288)            -       (13.055.425.288)
      Kepentingan non pengendali                                    (1.337.265.462)            -        (1.337.265.462)
       Total                                                       (14.392.690.750)            -       (14.392.690.750)
    Depresiasi dan amortisasi                                       25.088.680.210             -        25.088.680.210
    EBITDA                                                          17.950.821.916             -        17.950.821.916



    Berdasarkan analisis Proforma Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
    Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 September 2023, Rencana Transaksi tidak menyebabkan
    peningkatan atau penurunan pada Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
    Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan
    pos-pos pada laba rugi Perseroan.

4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas

   Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
   untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
   Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
   manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
   dilaksanakannya Rencana Transaksi.



                                                                                                                          Halaman 35
Page 42
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2023-2028:
                                                                                                         (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
            Keterangan              Okt-Des 2023P          2023P                2024P                2025P               2026P               2027P               2028P
Aset                                 889.089.635.920   889.089.635.920         904.987.055.709     930.769.432.005     958.687.176.126     987.971.337.871   1.020.818.175.053
Liabilitas                           235.057.565.939   235.057.565.939         228.178.732.486     229.931.363.277     231.869.107.661     233.869.217.639     235.973.223.268
Ekuitas                              654.032.069.981   654.032.069.981         676.808.323.222     700.838.068.729     726.818.068.465     754.102.120.232     784.844.951.785
Penjualan                            296.165.695.464 1.184.662.781.857       1.228.452.536.398   1.259.445.283.471   1.291.543.835.240   1.324.488.195.984   1.358.302.111.639
Laba Usaha                             7.429.932.650       292.074.356          41.376.099.162      42.169.171.354      44.217.515.597      45.412.120.500      49.342.441.677
Laba (Rugi) Tahun Berjalan             3.327.881.837   (11.064.808.913)         22.776.253.241      24.029.745.506      25.979.999.737      27.284.051.767      30.742.831.553
Depresiasi                             8.212.243.966    33.300.924.176          32.851.345.160      32.822.676.237      31.800.511.058      31.617.706.370      28.682.135.079
EBITDA                                15.642.176.616    33.592.998.532          74.227.444.322      74.991.847.591      76.018.026.655      77.029.826.871      78.024.576.756
Marjin Laba Usaha                              2,51%             0,02%                   3,37%               3,35%               3,42%               3,43%               3,63%
Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan              1,12%            -0,93%                   1,85%               1,91%               2,01%               2,06%               2,26%
Marjin EBITDA                                  5,28%             2,84%                   6,04%               5,95%               5,89%               5,82%               5,74%

Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation

Sedangkan kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2023-2028 adalah sebagai berikut:
                                                                                                         (dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
            Keterangan              Okt-Des 2023P           2023P                2024P               2025P               2026P               2027P               2028P
Aset                                1.012.841.745.754   1.012.841.745.754    1.006.352.713.196   1.010.046.873.502   1.022.285.441.638   1.042.706.689.689   1.073.960.567.087
Liabilitas                            359.057.565.939     359.057.565.939      332.874.974.822     309.329.892.572     286.043.245.485     262.886.169.684     239.909.251.266
Ekuitas                               653.784.179.815     653.784.179.815      673.477.738.375     700.716.980.930     736.242.196.153     779.820.520.005     834.051.315.821
Penjualan                             295.754.666.398   1.184.251.752.791    1.283.437.520.412   1.374.318.237.834   1.471.121.281.381   1.574.715.386.694   1.685.575.827.090
Laba (Rugi) Usaha                       7.032.475.763        (105.382.531)      47.068.950.741      53.785.694.054      61.559.527.379      69.002.588.997      79.743.959.342
Laba (Rugi) Tahun Berjalan              3.079.991.671     (11.312.699.079)      19.693.558.560      27.239.242.556      35.525.215.223      43.578.323.852      54.230.795.816
Depresiasi                              8.212.243.966      33.300.924.176       32.851.345.160      32.822.676.237      31.800.511.058      31.617.706.370      28.682.135.079
EBITDA                                 15.244.719.729      33.195.541.645       79.920.295.901      86.608.370.291      93.360.038.438     100.620.295.367     108.426.094.421
Marjin Laba (Rugi) Usaha                        2,38%              -0,01%                3,67%               3,91%               4,18%               4,38%               4,73%
Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan               1,04%              -0,96%                1,53%               1,98%               2,41%               2,77%               3,22%
Marjin EBITDA                                   5,15%               2,80%                6,23%               6,30%               6,35%               6,39%               6,43%



Tanpa terjadinya Transaksi, penjualan Perseroan diproyeksikan akan mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 2,77% atau mencapai
Rp 1.358.302.111.639 pada tahun 2028, dibandingkan dengan penjualan Perseroan
pada tahun 2023 yang sebesar Rp 1.184.662.781.857. Dengan adanya Transaksi,
penjualan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 7,32% atau
mencapai Rp 1.685.575.827.090 pada tahun 2028, dibandingkan dengan penjualan
Perseroan pada tahun 2023. Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi
seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.

Tanpa terjadinya Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 18,36% atau mencapai Rp 78.024.576.756 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan EBITDA Perseroan pada tahun 2023 yang sebesar Rp 33.592.998.532.
Dengan terjadinya Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 26,71% atau mencapai Rp 108.426.094.421 pada tahun 2028
dibandingkan dengan EBITDA Perseroan pada tahun 2023.

Tanpa terjadinya Transaksi, ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 3,71% atau mencapai Rp 784.844.951.785 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan ekuitas Perseroan pada tahun 2023 yang sebesar Rp 654.032.069.981.
Dengan terjadinya Transaksi, ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 4,99% atau mencapai Rp 834.051.315.821 pada tahun 2028 dibandingkan
dengan ekuitas Perseroan pada tahun 2023.



                                                                                                                                                         Halaman 36
Page 43
          Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
          prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan inkremental atas
          keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang
          dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.

10.   Kesimpulan
      Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis atas
      kewajaran nilai transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
      Transaksi yang dilakukan Perseroan adalah wajar.

11.   Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
      Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
      dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat
      Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
      analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
      keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
      mendasari Pendapat Kewajaran ini.

      Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
      ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
      Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
      Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
      tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.




                                                                                         Halaman 37

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.11 MB
Published29 Dec 2023
Pages43
Characters163,555
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5207 ms 12 Sep 2026 21:44
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result