Back to announcement
20231229_HOKI_Informasi Transaksi Afiliasi_31563223_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review HOKISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
LAPORAN
00017/2.0110-01/BS/04/0426/1/XII/2023
PENDAPAT KEWAJARAN
ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM DANA
PT BUYUNG POETRA SEMBADA Tbk
TANGGAL PENILAIAN
30 September 2023
FINAL DRAFT
Page 2
Ref. No. 00017/2.0110-01/BS/04/0426/1/XII/2023 Jakarta, 22 Desember 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT BUYUNG POETRA SEMBADA Tbk
Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17
Cipinang, Pulo Gadung
Jakarta Timur
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Pinjam Meminjam Dana
Dengan hormat,
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”) telah
menunjuk KJPP Ihot Dollar & Raymond (“ID&R”), sebagai Penilai Independen sesuai dengan Surat
Penugasan No. 050/XII/FO/23/KJPPID&R tertanggal 20 November 2023, untuk memberikan
pendapat kewajaran atas rencana transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak terafiliasi
Perseroan (untuk selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”), dengan tanggal pisah batas (cut off
date) pendapat kewajaran adalah per 30 September 2023.
ID&R merupakan kantor jasa penilai publik yang terdaftar sebagai profesi penunjang di pasar modal
berdasarkan Surat Izin Usaha dari Menteri Keuangan No. 1408/KM.1/2012 tanggal 27 November
2012. Rekan telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah dengan No. MAPPI: 06-S-01969 dan
No. Izin: STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023.
Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT Buyung Poetra Sembada Tbk
Bidang usaha : Perdagangan besar, pertanian, kehutanan, perikanan, pengangkutan,
pergudangan, aktivitas professional, ilmiah dan teknis dan aktivitas keuangan
dan asuransi
Alamat : Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17, Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur
Telepon : (021) 475 2302
Faksimili : (021) 478 65249
Website : https://topikoki.com/home-en/
Para Pihak dalam Transaksi
a) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”)
b) PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)
Page 3
Objek Transaksi
Memberikan pendapat kewajaran atas transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak terafiliasi
Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Asumsi-asumsi dan Syarat Pembatas
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami menggunakan beberapa
asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty);
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan;
• Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan kesimpulan nilai akhir;
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
Pendekatan dan Metode Penilaian
1. Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
analisis persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat transaksi yang terdiri
dari pertimbangan dan alasan transaksi dan manfaat dan risiko dari transaksi, analisis
pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri dan bisnis,
analisis operasional dan prospek usaha, keuntungan dan kerugian kualitatif atas transaksi,
analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis dampak likuiditas pada keuangan dan
analisis dampak keuangan Perseroan jika transaksi gagal.
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas
proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis keuangan sebelum dan sesudah
transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan, analisis kemampuan Perseroan
melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan dan analisis cash
management dan financial covenant transaksi pinjam meminjam dana.
Page 4
3. Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis atas kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
kelayakan pelunasan utang dan analisis posisi proforma keseluruhan Rencana Transaksi
serta analisis inkremental dan profitabilitas. Analisis inkremental dan profitabilitas merupakan
analisis atas kemampuan Perseroan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik
dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis)
tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Nilai Transaksi:
1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis kewajaran tingkat bunga dilakukan dengan membandingkan besaran bunga yang
diberikan dengan besaran suku bunga pinjaman pembanding dengan denominasi yang sama.
Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan dan BPP
sesuai dengan Draft Perjanjian, kami telah menelaah perhitungan pembebanan bunga dari
BPP kepada Perseroan. Bahwa nilai pokok fasilitas dana pinjaman maksimum adalah sebesar
Rp 130.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,89% per tahun dan jangka waktu selama 5 tahun
dan dapat diperpanjang adalah wajar karena masih dalam kisaran tingkat bunga yang berlaku
di pasar yang berkisar antara 7,00% - 15,60% per tahun.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis kelayakan pelunasan utang adalah berdasarkan proyeksi keuangan terhadap
Rencana Transaksi untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban Perseroan
dan entitas anaknya. Berdasarkan analisis tersebut, Perseroan diproyeksikan memiliki CFADS
sebesar 4,55x pada tahun 2028, yang menandakan Perseroan mampu untuk membayar
pokok pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut sebesar Rp 130.000.000.000
beserta bunga pinjaman sebesar Rp 1.155.700.000, hal ini dikarenakan Perseroan memiliki
CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 123.439.819.584. Rasio ini
menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi pembayaran pokok
dan bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan adalah lebih besar 4,55x dari jumlah porsi
pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Apabila Perseroan memiliki rasio CFADS dengan
nilai lebih besar dari 1x, maka dinyatakan layak dalam melunasi seluruh utangnya.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Transaksi
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi dengan membandingkan antara
posisi proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi
dan sesudah dilaksanakannya Rencana Transaksi. Rencana Transaksi dianggap wajar
apabila posisi proforma menunjukkan nilai positif. Berdasarkan analisis Proforma Posisi
Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal
30 September 2023, Rencana Transaksi mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan
aset sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan akun kas dan setara kas
serta peningkatan pada liabilitas sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan
utang lain-lain pihak berelasi jangka pendek. Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan, Rencana Transaksi tidak
Page 5
menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional Perseroan dikarenakan tidak
adanya perubahan pos-pos pada laba rugi Perseroan.
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisis kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi atas kemampuan Perseroan
menghasilkan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara proyeksi keuangan
Perseroan (potensi manfaat ekonomis) tanpa dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan
dilaksanakannya Rencana Transaksi. Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi
seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan
inkremental atas keseluruhan Rencana Transaksi terlihat bahwa Rencana Transaksi yang
dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis atas
kewajaran nilai transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi yang
dilakukan Perseroan adalah wajar.
Hormat kami,
KJPP Ihot Dollar & Raymond
Sulistyawati Sendjaja, MM, MAPPI (Cert.)
Business Valuation Partner
Izin Penilai : B-1.15.00426
MAPPI : 06-S-01969
STTD OJK : STTD.PB-22/PJ-1/PM.2/2023
Page 6
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ....................................................................................................................................... i
1. Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................................... 1
2. Pendahuluan .......................................................................................................................... 1
2.1 Maksud dan Tujuan ....................................................................................................... 1
2.2 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas ......................................................................... 2
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian ...................................................................................... 2
4. Analisis Transaksi ................................................................................................................. 3
4.1 Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi ...................................................................... 3
4.2 Analisis Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi ........................................................ 4
4.3 Analisis Manfaat Transaksi ............................................................................................ 5
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan ....................................... 6
4.5 Analisis Likuiditas .......................................................................................................... 6
5. Pernyataan Independensi Dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan .............................. 7
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan) ................................... 7
7. Asumsi-Asumsi Pokok ......................................................................................................... 9
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif ........................................................................................ 9
8.1 Analisis Kualitatif ........................................................................................................... 9
8.2 Analisis Kuantitatif ....................................................................................................... 21
8.3 Analisis Inkremental .................................................................................................... 31
9. Analisis Kewajaran.............................................................................................................. 33
10. Kesimpulan .......................................................................................................................... 37
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini..................................................................................... 37
LAMPIRAN
Halaman i
Page 7
1. Identitas Pemberi Tugas
Berikut adalah keterangan singkat mengenai pemberi tugas:
➢ Nama : PT Buyung Poetra Sembada Tbk
➢ Bidang Usaha : Perdagangan besar, pertanian, kehutanan, perikanan,
pengangkutan, pergudangan, aktivitas professional, ilmiah dan
teknis dan aktivitas keuangan dan asuransi
➢ Alamat : Pasar Induk Cipinang Blok K No. 17, Cipinang, Pulo Gadung,
Jakarta Timur
➢ Telepon : (021) 475 2302
➢ Faksimili : (021) 478 65249
➢ Website : https://topikoki.com/home-en/
2. Pendahuluan
2.1 Maksud dan Tujuan
Laporan ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
yang dilakukan oleh Perseroan, yaitu transaksi pinjam meminjam dana dengan pihak
terafiliasi Perseroan. Rencana Transaksi tersebut dilakukan terkait dengan tujuan
Perseroan dalam hal pengembangan bisnis Perseroan, sehingga diharapkan akan dapat
memberikan nilai tambah lebih baik bagi para pemegang saham secara keseluruhan di
masa depan.
Terkait dengan Rencana Transaksi tersebut di atas, maka Perseroan wajib mengikuti
ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020
tanggal 02 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
(“POJK 42/2020”). Dalam POJK 42/2020, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan
transaksi afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Berdasarkan informasi pihak manajemen Perseroan bahwa Perseroan dan BPP terdapat
hubungan afiliasi dari segi kepengurusan dan kepemilikan saham. Oleh karena itu,
Rencana Transaksi yang dilakukan oleh Perseroan merupakan transaksi afiliasi namun
tidak mengandung benturan kepentingan.
Tujuan dari pemberian pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini apakah
Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi yang wajar. Selanjutnya dalam analisa
terhadap Transaksi tersebut, kami mempertimbangkan sisi kualitatif maupun kuantitatif
serta dampak bagi Perseroan dan Pemegang Saham, termasuk risiko keuangan.
Halaman 1
Page 8
2.2 Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami menggunakan
beberapa asumsi dan kondisi pembatas antara lain:
• Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses penilaian;
• Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya;
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen Perseroan dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan;
• Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Penilai bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini dan kesimpulan nilai
akhir;
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari Perseroan.
3. Pendekatan Dan Metode Penilaian
Dalam menganalisis kewajaran keseluruhan Rencana Transaksi, kami melakukan
pendekatan dan prosedur sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi
Analisis transaksi meliputi identifikasi dan hubungan para pihak yang terlibat transaksi,
analisis persyaratan yang disepakati dalam transaksi, analisis manfaat transaksi yang
terdiri dari pertimbangan dan alasan transaksi serta manfaat dan risiko dari transaksi,
analisis pengaruh transaksi terhadap keuangan Perseroan dan analisis likuiditas.
2. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Analisis atas kualitatif meliputi riwayat singkat dan kegiatan usaha, analisis industri
dan bisnis, analisis operasional dan prospek usaha, keuntungan dan kerugian
kualitatif atas transaksi, analisis dampak leverage pada keuangan dan analisis
dampak likuiditas pada keuangan dan analisis dampak keuangan Perseroan jika
transaksi gagal.
Analisis kuantitatif meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas
proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis keuangan sebelum dan sesudah
transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan, analisis kemampuan
Perseroan melunasi transaksi pinjam meminjam dana dan/atau penjaminan dan
analisis cash management dan financial covenant transaksi pinjam meminjam dana.
3. Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi analisis kewajaran tingkat bunga, analisis
kelayakan pelunasan utang dan analisis posisi proforma keseluruhan Rencana
Halaman 2
Page 9
Transaksi serta analisis inkremental dan profitabilitas. Analisis inkremental dan
profitabilitas merupakan analisis atas kemampuan Perseroan menghasilkan
pendapatan dan laba yang lebih baik dengan membandingkan antara proyeksi
keuangan Perseroan (potensi manfaat ekonomis) tanpa dilaksanakannya Rencana
Transaksi dan dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi.
4. Analisis Transaksi
4.1 Identifikasi Para Pihak Terlibat Transaksi
Adapun para pihak yang terlibat Transaksi antara lain:
➢ PT Buyung Poetra Sembada Tbk (“Perseroan”), suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan Akta No. 46 tanggal 16 September 2003 yang dibuat di hadapan
Ichsan Tedjabuana, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. C-09124.HT.01.01.TH.2004 tanggal 15 April 2004 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 02 tanggal 05 Januari
2010, Tambahan No. 136. Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam
bidang perdagangan besar; pertanian, kehutanan dan perikanan; pengangkutan dan
pergudangan; aktivitas profesional, ilmiah dan teknis serta aktivitas keuangan dan
asuransi.
➢ PT Buyung Putra Pangan (“BPP”), didirikan berdasarkan Akta No. 68 tanggal
29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Fauzie, S.H., Notaris di Palembang.
Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-
15244.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 24 Maret 2010. BPP bergerak dalam bidang
pertanian, kehutanan dan perikanan; industri pengolahan; pengadaan listrik, gas,
uap/air panas dan udara dingin; konstruksi; perdagangan besar dan eceran; reparasi
dan perawatan mobil dan sepeda motor; pengangkutan dan pergudangan.
Hubungan pihak-pihak yang melakukan Rencana Transaksi:
Dari Segi Pemegang Saham
Nama Perseroan BPP
PT Buyung Investama Gemilang 64,95% -
Sukarta ("SA") 0,65% 20,00%
Suhalim Buyung ("SHL") 0,65% 20,00%
Sukarto Bujung ("SKT") 0,55% 10,00%
Sukaking Bujung ("SKK") 0,32% 10,00%
Sukartek ("STK") 0,32% 10,00%
Sukarwi ("SKW") 0,32% 10,00%
Sukasan ("SKS") 0,32% 10,00%
Sukati Bujung ("SKI") 0,32% 10,00%
Elly Tjandra 0,24% -
Masyarakat 31,33% -
Total 100,00% 100,00%
Halaman 3
Page 10
Dari Segi Kepengurusan
Nama Perseroan BPP
Jonathan Jochanan Presiden Komisaris Independen -
Elly Tjandra Komisaris -
Sukarta ("SA") Komisaris Komisaris
Sukaking Bujung ("SKK") Presiden Direktur -
Muliati Direktur -
Budiman Susilo Direktur -
Suhalim Buyung ("SHL") - Direktur Utama
Sukati Bujung ("SKI") - Direktur
Sukartek ("STK") - Direktur
Sukasan ("SKS") - Direktur
Sukarwi ("SKW") Direktur
SA merupakan pemegang saham minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP serta
merangkap sebagai Komisaris Perseroan dan BPP. SHL merupakan pemegang saham
minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP serta menjabat sebagai Direktur Utama
BPP. SKT, SKK, STK, SKW, SKS dan SKI masing-masing merupakan pemegang saham
minoritas Perseroan dan pemegang saham BPP.
4.2 Analisis Persyaratan Disepakati Dalam Transaksi
Dalam hal ini Rencana Transaksi adalah pinjam meminjam dana dengan jumlah maksimal
sebesar Rp 130.000.000.000 antara Perseroan dengan PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)
serta tingkat bunga sebesar 8,89% per tahun serta memiliki jangka waktu 5 (lima) tahun dan
dapat diperpanjang (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi”).
Berikut adalah ringkasan penyelesaian Rencana Transaksi dan persyaratan sesuai dengan
Draft Perjanjian Pinjaman (“Perjanjian”) antara Perseroan selaku Peminjam dengan BPP
selaku Pemberi Pinjaman:
a. Plafon Pinjaman : ▪ Maksimal sebesar Rp 130.000.000.000 berupa pembiayaan
modal kerja untuk operasional Perseroan dan akan
diserahkan oleh BPP secara berkala sesuai dengan
permintaan atau pengajuan kebutuhan yang diperlukan oleh
Perseroan;
▪ Jumlah plafon dapat ditambah besaran/jumlahnya sesuai
dengan kesepakatan Para Pihak dan akan dituangkan dalam
Addendum atas Perjanjian secara tertulis dan ditandatangai
para Pihak.
b. Bunga Pinjaman : 8,89% per tahun dan dapat disesuaikan yang dihitung dari total
pendanaan yang tercatat pada pembukuan BPP dengan
persetujuan dari Perseroan.
c. Jangka Waktu : Selama 5 (lima) tahun sejak Perjanjian ditandatangani dan
dapat diperpanjang lewat penandatanganan Addendum atas
Perjanjian secara tertulis dan ditandatangani Para Pihak.
d. Pengembalian : Perseroan dapat melakukan pengembalian pinjaman setiap
Pinjaman saat baik secara bertahap maupun sekaligus kepada BPP
sejumlah dana yang disesuaikan dengan kondisi keuangan
Halaman 4
Page 11
Perseroan.
e. Penyelesaian : Apabila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak, maka
Perselisihan kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan secara
musyawarah untuk mufakat. Apabila tidak tercapai
penyelesaian secara musyawarah untuk mufakat, kedua belah
pihak bersepakat untuk menempuh upaya hukum dengan
memilih domisili pada Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri
Jakarta Timur.
Berdasarkan analisis kami atas perjanjian dan persyaratan yang dirangkum diatas, bahwa
tidak terdapat hal-hal yang material yang mempengaruhi Rencana Transaksi. Namun
demikian, Perseroan dan BPP dapat mengalami kegagalan Rencana Transaksi dalam hal
terdapat pelanggaran terhadap ketentuan dan persyaratan sebagaimana tercantum dalam
Perjanjian, serta Perseroan dan BPP gagal memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan
dari masing-masing pihak.
4.3 Analisis Manfaat Transaksi
4.3.1 Pertimbangan dan Alasan Rencana Transaksi
Perseroan merupakan sebuah perusahaan terbuka yang mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 2003. Saat ini Perseroan menjalankan kegiatan usaha sebagai
distributor dan produsen beras. Per 30 September 2023, Perseroan telah memiliki
penyertaan saham secara langsung pada 3 entitas anak yaitu PT Buyung Putra Energi
(“BPE”), PT Hoki Distribusi Niaga (“HDN”) dan PT Hoki Investasi Sejati (“HIS”). Perseroan
memiliki 3 fasilitas produksi dan distribusi diantaranya Jakarta, Subang dan Sumatera
Selatan dengan kapasitas masing-masing sebesar 5 ton per jam, 50 ton per jam dan 20 ton
per jam serta 1 kantor cabang yang berlokasi di Jakarta.
Seiring dengan pertumbuhan kegiatan usahanya, Perseroan membutuhkan pendanaan
yang cukup besar dalam hal pembiayaan untuk operasional. Untuk memenuhi kebutuhan
pendanaan tersebut, Perseroan berencana untuk melakukan pinjaman dana modal kerja
dari BPP yang merupakan pihak terafiliasi Perseroan dan akan digunakan Perseroan untuk
kegiatan operasional berupa pembelian bahan baku.
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa latar belakang Rencana Transaksi tersebut
merupakan bagian dari rencana jangka panjang Perseroan dan akan menjadikan
Perseroan menjadi perusahaan yang baik dan memiliki potensi pengembangan usaha di
masa mendatang.
4.3.2 Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Tujuan dan manfaat dari adanya Rencana Transaksi tersebut, antara lain:
▪ Dana yang diperoleh akan dimanfaatkan sebagai tambahan dana operasional
Perseroan yang digunakan untuk pembelian bahan baku;
▪ Perseroan akan memperoleh fasilitas pinjaman dari pihak terafiliasi yaitu BPP dengan
syarat dan kondisi yang lebih ringan dan fleksibel.
Halaman 5
Page 12
Risiko terkait dengan adanya Rencana Transaksi antara lain sebagai berikut:
▪ Risiko tidak terpenuhinya persyaratan dalam Perjanjian
Risiko ini terjadi jika Perseroan dan BPP tidak dapat memenuhi persyaratan
sebagaimana dinyatakan dalam Perjanjian sehubungan dengan pemberian fasilitas
pinjaman afiliasi.
▪ Risiko gagal bayar (default)
Risiko gagal bayar disebabkan kegagalan Perseroan untuk melakukan pembayaran
bunga serta pokok pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan atau kegagalan
Perseroan untuk memenuhi ketentuan lain sebagaimana yang diatur dalam Draft
Perjanjian dan dalam hal kinerja usaha Perseroan di masa yang akan datang tidak
berjalan secara optimal sebagaimana yang direncanakan, dimana jumlah tersebut
memiliki dampak material terhadap kondisi keuangan Perseroan.
4.4 Analisis Pengaruh Transaksi terhadap Keuangan Perseroan
Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023, yang disiapkan oleh manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi mengakibatkan Perseroan mengalami peningkatan aset sebesar
Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan akun kas dan setara kas serta
peningkatan pada liabilitas sebesar Rp 130.000.000.000 yang berasal dari peningkatan
utang lain-lain pihak berelasi jangka pendek.
Berdasarkan Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Perseroan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023,
Rencana Transaksi tidak menyebabkan peningkatan atau penurunan kinerja operasional
Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan pos-pos pada laba rugi Perseroan.
Namun, peningkatan kinerja Perseroan dengan dilakukannya Transaksi akan terlihat pada
proyeksi kinerja Perseroan yang semakin positif.
4.5 Analisis Likuiditas
Analisis likuiditas bertujuan mengukur kemampuan Perseroan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Semakin tinggi rasio likuiditas Perseroan, maka semakin besar tingkat
kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas lancarnya.
Berdasarkan likuiditas Perseroan periode 2018 – September 2023, rasio lancar (current
ratio) berkisar antara 1,60x-3,27x sementara rasio cepat (quick ratio) berkisar antara 1,02x-
2,34x. Berdasarkan rasio likuiditas historis tersebut, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas
yang cukup dikarenakan total aset lancar yang dimiliki lebih besar dibandingkan dengan
liabilitas lancar yang harus dipenuhi dalam jangka pendek.
Dengan adanya Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan seperti rasio lancar (current
ratio) dan rasio cepat (quick ratio) akan tetap positif, yang masing-masing berkisar antara
1,83x-3,95x dan 1,41x-3,09x selama periode proyeksi tahun 2023-2028.
Halaman 6
Page 13
5. Pernyataan Independensi Dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
Berdasarkan pengetahuan kami atas penugasan penilaian, dengan ini kami menyatakan
bahwa:
▪ Seluruh pendapat yang kami nyatakan dalam laporan ini, baik mengenai analisis,
kesimpulan atau pendapat, adalah benar;
▪ Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan;
▪ Penugasan penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian
(cut off date);
▪ Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
▪ Data ekonomi serta data industri dalam Laporan ini diperoleh dari berbagai sumber
yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan;
▪ Hasil analisis, kesimpulan dan pendapat yang kami nyatakan pada laporan ini terbatas
pada kontinjensi, keterbatasan dan asumsi, yang merupakan pemahaman secara
menyeluruh, didasarkan analisis profesional serta pendapat dan kesimpulan kami;
▪ Pada saat ini maupun pada masa yang akan datang, kami tidak memiliki kepentingan
terhadap Perseroan yang kami nilai;
▪ Kami tidak memiliki benturan kepentingan atas transaksi yang akan dilaksanakan oleh
Perseroan;
▪ Kami tidak memiliki kepentingan pribadi terhadap Perseroan yang kami nilai dan pihak
yang terlibat dan terkait di dalamnya;
▪ Imbalan jasa penilaian tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan;
▪ Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan POJK 35/2020 dan POJK 42/2020;
▪ Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah;
▪ Kami melakukan penugasan ini secara independen tanpa intervensi dari pihak
manapun.
▪ Kami bertanggungjawab atas Laporan Pendapat Kewajaran ini.
6. Ruang Lingkup (Data, Informasi, Dan Prosedur Yang Digunakan)
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai
berikut:
1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2018-2022 telah diaudit
oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan seluruhnya dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian serta untuk periode sembilan bulan yang berakhir
pada 30 September 2023 yang telah direviu oleh KAP Mirawati Sensi Idris;
2. Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan
yang berakhir pada tanggal 30 September 2023;
3. Draft Perjanjian Pinjaman antara Perseroan dan BPP;
Halaman 7
Page 14
4. Proyeksi keuangan Perseroan dan entitas anak tahun 2023-2028;
5. Data mengenai kegiatan dan legalitas Perseroan dan BPP;
6. Keterbukaan informasi berkaitan dengan Rencana Transaksi.
Selanjutnya disebut “Dokumen-dokumen Rencana Transaksi”.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum. Kami juga bergantung
kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta
yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
Kami juga tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi.
Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
hanya merupakan evaluasi keuangan atas kewajaran Rencana Transaksi saja dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami juga tidak menganalisa kewajaran atas
transaksi-transaksi lain yang mungkin tersedia atau pun yang dapat dilaksanakan oleh
Perseroan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-
transaksi lainnya yang ada untuk Perseroan.
Prosedur Yang Digunakan
Laporan dan fakta yang terkandung di dalam Laporan adalah berdasarkan informasi dan
representasi yang disediakan oleh Perseroan dan dikompilasi oleh ID&R. Informasi yang
terkandung dalam Laporan ini adalah benar dan akurat dalam semua hal yang material,
tidak menyesatkan, dan bahwa tidak ada fakta lainnya, yang mana jika dihilangkan dapat
membuat Laporan ini dan informasi atau pernyataan di dalamnya menjadi menyesatkan.
Selain itu informasi lainnya seperti informasi pasar, industri, dan data lainnya yang
diperoleh dari data riset dari publik domain.
Dalam penyusunan laporan ini, telah dilakukan prosedur sebagai berikut : (i) Perseroan
telah diberikan kesempatan untuk meminta dan mereview, dan telah menerima semua
informasi yang diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk
melengkapi informasi di dalamnya (ii) Perseroan tidak bergantung kepada Penilai atau
seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan Penilai atau pihak lain yang berafiliasi
dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan keakuratan informasi atau keputusan.
Penyampaian dari Laporan ini atau setiap negosiasi yang dibuat berdasarkan laporan ini,
dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan bahwa informasi yang terkandung adalah
benar setelah tanggal Laporan ini.
Halaman 8
Page 15
Prosedur lain yang Penilai lakukan adalah memeriksa dan menganalisa seluruh Dokumen
Rencana Transaksi, Laporan Keuangan Konsolidasian, Proforma Laporan Keuangan
Konsolidasian Perseroan sesudah Rencana Transaksi dan tiap bagian dari Rencana
Transaksi dalam hal kewajarannya baik secara individu maupun secara keseluruhan
sebagai satu kesatuan Rencana Transaksi.
7. Asumsi-Asumsi Pokok
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami juga menggunakan beberapa asumsi
lainnya, seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak
yang terlibat dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi telah dilaksanakan seperti yang
telah dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, serta keakuratan
informasi mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal terjadinya Rencana Transaksi sampai
dengan tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini.
8. Analisis Kualitatif Dan Kuantitatif
8.1 Analisis Kualitatif
8.1.1 Riwayat Singkat dan Kegiatan Usaha
Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta No. 46 tanggal 16 September 2003 yang dibuat di
hadapan Ichsan Tedjabuana, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-09124 HT.01.01.TH.2004 tanggal 15 April 2004
dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 02 tanggal 05 Januari
2010, Tambahan No. 136.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta No. 64 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H., Notaris di
Jakarta mengenai perubahan susunan Direksi Perseroan. Akta perubahan tersebut telah
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum di Kementerian Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.09-0133635
tanggal 03 Juli 2023.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, Perseroan berusaha dalam bidang perdagangan
besar; pertanian, kehutanan dan perikanan; pengangkutan dan pergudangan; aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis serta aktivitas keuangan dan asuransi. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai
berikut:
Halaman 9
Page 16
Kegiatan Usaha Utama:
a) Perdagangan Besar Beras (KBLI 46311): mencakup usaha perdagangan besar beras
untuk digunakan sebagai konsumsi akhir;
b) Pertanian Padi Hibrida (KBLI 01121): mencakup usaha pertanian hibrida mulai dari
kegiatan pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan dan juga
pemanenan dan pasca panen jika menjadi satu kesatuan kegiatan sampai dengan
dihasilkan komoditas gabah kering panen (GKP). Termasuk kegiatan pembibitan dan
pembenihan tanaman padi hibrida. Padi hibrida adalah keturunan pertama (F1) yang
dihasilkan dari persilangan antara dua galur atau lebih tetua pembentuknya dan/atau
galur/inbrida homozigot;
c) Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (KBLI 49431): mencakup usaha pengangkutan
barang dengan kendaraan bermotor dan dapat mengangkut lebih dari satu jenis barang,
seperti angkutan dengan truk, pick up dan kontainer;
d) Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209): mencakup ketentuan bantuan
nasihat, bimbingan dan operasional usaha dan permasalahan organisasi dan
manajemen lainnya, seperti perencanaan strategi dan organisasi; keputusan berkaitan
dengan keuangan; tujuan dan kebijakan pemasaran; perencanaan, praktik dan
kebijakan sumber daya manusia; perencanaan penjadwalan dan pengontrolan produksi.
Penyediaan jasa usaha ini dapat mencakup bantuan nasihat, bimbingan dan
operasional berbagai fungsi manajemen, konsultasi manajemen olah agronomist dan
agricultural economis pada bidang pertanian dan sejenisnya, rancangan dari metode
dan prosedur akuntansi, program akuntansi biaya, prosedur pengawasan anggaran
belanja, pemberian nasihat dan bantuan untuk usaha dan pelayanan masyarakat dalam
perencanaan, pengorganisasian, efisiensi dan pengawasan, informasi manajemen dan
lain-lain.
Kegiatan Usaha Penunjang:
• Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200): mencakup kegiatan dari perusahaan
holding (holding companies), yaitu perusahaan yang menguasai aset dari sekelompok
perusahaan subsidiari dan kegiatan utamanya adalah kepemilikan kelompok tersebut.
"Holding Companies" tidak terlibat dalam kegiatan usaha perusahaan subsidiarinya.
Kegiatannya mencakup jasa yang diberikan penasihat (counsellors) dan perunding
(negotiators) dalam merancang merger dan akuisisi perusahaan.
Pada tanggal 14 Juni 2017, Perseroan telah memperoleh Surat Pernyataan Efektif No
S-305/D.04/2017 dari Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal atas nama Dewan
Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) untuk melakukan penawaran perdana kepada
masyarakat atas 700.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, pada harga
penawaran Rp 310 per saham. Bersamaan dengan itu ditawarkan juga Waran Seri I
dengan cuma-cuma sebagai insentif kepada pemegang saham baru. Setiap pemegang 10
saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I. Waran Seri I ini memiliki jangka waktu
tempo 3 tahun dan dapat ditukarkan dengan 1 saham dengan harga pelaksanaan sebesar
Rp 355 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 22 Juni 2017. Pada tanggal 30 September 2023, jumlah saham yang tercatat di
Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak 9.677.752.680 saham dengan nilai nominal Rp 25
per saham.
Halaman 10
Page 17
Kantor Pusat Perseroan beralamat di Pasar Induk Beras Cipinang Blok K No. 17,
Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Jumlah karyawan
tetap Perseroan dan entitas anak per 30 September 2023 adalah sebanyak 354 orang.
Berdasarkan Akta No. 39 tanggal 27 Januari 2021 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti,
S.H., Notaris di Jakarta, modal dasar Perseroan adalah sebesar Rp 659.888.888.000, yang
terdiri dari 26.395.555.520 saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. Berdasarkan
data dari Biro Administrasi Efek PT Sinartama Gunita, modal ditempatkan dan disetor
Perseroan adalah sebesar Rp 241.943.817.000 atau sebanyak 9.677.752.680 saham,
dengan komposisi pemegang saham Perseroan per tanggal 30 September 2023 sebagai
berikut:
Jumlah Jumlah
Keterangan %
Saham (Rp)
Modal Dasar 26.395.555.520 659.888.888.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
PT Buyung Investama Gemilang 6.285.714.280 157.142.857.000 64,95
Sukarta 62.857.144 1.571.428.600 0,65
Suhalim Buyung 62.857.144 1.571.428.600 0,65
Sukarto Bujung 53.409.172 1.335.229.300 0,55
Sukaking Bujung 31.428.572 785.714.300 0,32
Sukartek 31.428.572 785.714.300 0,32
Sukarwi 31.428.572 785.714.300 0,32
Sukasan 31.428.572 785.714.300 0,32
Sukati Bujung 31.428.572 785.714.300 0,32
Elly Tjandra 23.500.000 587.500.000 0,24
Masyarakat 3.032.272.080 75.806.802.000 31,35
Jumlah 9.677.752.680 241.943.817.000 100,00
Saham dalam Portepel 16.717.802.840 417.945.071.000
Berdasarkan Akta No. 64 tanggal 27 Juni 2023 yang dibuat di hadapan Rini Yulianti, S.H.,
Notaris di Jakarta, susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 30 September
2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Independen : Jonathan Jochanan
Komisaris : Elly Tjandra
: Sukarta
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Sukaking Bujung
Direktur : Muliati
: Budiman Susilo
Berikut adalah rincian entitas anak Perseroan per tanggal 30 September 2023 berdasarkan
persentase kepemilikan:
Persentase Tahun Operasi
Anak Perusahaan Kegiatan Usaha
kepemilikan Didirikan Komersial
Perdagangan,
pembangunan, perindustrian,
PT Buyung Putra Energi
99,99% pengangkutan darat, 2017 2020
(“BPE”)
perbengkelan, percetakan,
pertanian dan jasa
Halaman 11
Page 18
Persentase Tahun Operasi
Anak Perusahaan Kegiatan Usaha
kepemilikan Didirikan Komersial
PT Hoki Distribusi Niaga Perdagangan, perindustrian
70,00% 2020 2021
(“HDN”) dan pertanian
Aktivitas keuangan dan
PT Hoki Investasi Sejati asuransi, aktivitas
99,97% 2022 2022
(“HIS”) professional, ilmiah dan
teknis
PT Buyung Putra Pangan (“BPP”)
BPP didirikan berdasarkan Akta No. 68 tanggal 29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan
Notaris Fauzie, S.H., Notaris di Palembang. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
Keputusan No. AHU-15244.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 24 Maret 2010.
Anggaran dasar BPP telah beberapa kali mengalami perubahan, yang terakhir
berdasarkan Akta No. 16 tanggal 20 Juni 2022 yang dibuat di hadapan Juhaidi, S.H.,
Notaris di Palembang mengenai perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha BPP.
Akta perubahan tersebut memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0042842.AH.01.02.TAHUN
2022 tanggal 23 Juni 2022.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar, BPP bergerak di bidang pertanian, kehutanan dan
perikanan; industri pengolahan; pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin;
konstruksi; perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda
motor; pengangkutan dan pergudangan.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, BPP dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
a) Pertanian Tanaman, Peternakan, Perburuan dan Kegiatan YBDI; Pertanian Tanaman
Semusim; Pertanian Padi; Pertanian Padi Hibrida (01121); Pertanian Padi Inbrida
(01122); Pertanian Tanaman Tahunan; Perkebunan Buah-Buahan Penghasil Minyak
(Oleaginous); Perkebunan Kelapa (01261); Perkebunan Kelapa Sawit (01262);
Perkebunan Tanaman Tahunan Lainnya; Perkebunan Karet dan Tanaman Penghasil
Getah Lainnya (01291);
b) Industri Peralatan Listrik; Industri Motor Listrik, Generator, Transformator dan
Peralatan Pengontrol dan Pendistribusian Listrik; Industri Motor Listrik, Generator dan
Transformator; Industri Mesin Pembangkit Listrik (27112);
c) Pengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas dan Udara Dingin; Ketenagalistrikan;
Penyedia Tenaga Listrik; Pembangkitan Tenaga Listrik (35111); Transmisi Tenaga
Listrik (35112); Distribusi Tenaga Listrik (35113); Penunjang Kelistrikan; Aktivitas
Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (35129); Pengadaan dan Distribusi Gas Alam dan
Buatan; Pengadaan Gas Alam dan Buatan (35201); Distribusi Gas Alam dan Buatan
(35202); Pengadaan Gas Bio (35203);
d) Konstruksi Gedung; Konstruksi Gedung Hunian (41011); Konstruksi Gedung
Perkantoran (41012); Konstruksi Gedung Industri (41013); Konstruksi Gedung
Perbelanjaan (41014); Konstruksi Gedung Kesehatan (41015); Konstruksi Gedung
Halaman 12
Page 19
Pendidikan (41016); Konstruksi Gedung Penginapan (41017); Konstruksi Gedung
Tempat Hiburan dan Olahraga (41018); Konstruksi Gedung Lainnya (41019);
Pemasangan Bangunan Prafabrikasi untuk Gedung (41020);
Konstruksi Khusus Instalasi Sistem Kelistrikan; Instalasi Listrik (43211); Instalasi
Telekomunikasi (43212); Instalasi Elektronika (43213); Instalasi Konstruksi Lainnya;
Instalasi Mekanikal (43291); Penyelesaian Konstruksi Bangunan Lainnya (43309);
Konstruksi Khusus Lainnya YTDL (43909);
e) Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak (46100); Perdagangan
Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup; Perdagangan Besar Padi dan Palawija
(46201); Perdagangan Besar Buah yang Mengandung Minyak (46202); Perdagangan
Besar Hasil Pertanian dan Hewan Hidup Lainnya (46209); Perdagangan Besar
Makanan, Minuman dan Tembakau; Perdagangan Besar Bahan Makanan dan
Minuman Hasil Pertanian; Perdagangan Besar Beras (46311);
Perdagangan Eceran Bukan Mobil dan Motor; Perdagangan Eceran Khusus Makanan,
Minuman dan Tembakau di Toko; Perdagangan Eceran Khusus Makanan Hasil
Industri di Toko; Perdagangan Eceran Beras (47241);
f) Angkutan Darat dan Angkutan Melalui Saluran Pipa; Angkutan Darat untuk Barang;
Angkutan Bermotor untuk Barang Umum (49431); Angkutan Bermotor untuk Barang
Khusus (49432);
Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Pergudangan dan Penyimpanan
(52101); Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya (52109); Aktivitas Penunjang
Angkutan; Angkutan Penunjang Angkutan Darat; Aktivitas Penunjang Angkutan Darat
Lainnya (52219).
Kantor pusat BPP berlokasi di Jl. Kebumen Darat No. 758B, RT 001 RW 001, Kota
Palembang, Sumatera Selatan. Jumlah karyawan tetap BPP per 30 September 2023
adalah sebanyak 211 orang.
Berdasarkan Akta No. 21 tanggal 18 Desember 2019 yang dibuat di hadapan Notaris
Juhaidi, S.H., Notaris di Palembang, modal dasar BPP adalah sebesar
Rp 500.000.000.000 yang terdiri dari 500.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000.000
per saham. Modal ditempatkan dan disetor BPP adalah sebesar Rp 250.000.000.000 atau
sebanyak 250.000 saham, dengan komposisi pemegang saham per tanggal 30 September
2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
Keterangan %
Saham (Rp)
Modal Dasar 500.000 500.000.000.000
Modal Ditempatkan dan Disetor
Suhalim Buyung 50.000 50.000.000.000 20,00
Sukarta 50.000 50.000.000.000 20,00
Sukartek 25.000 25.000.000.000 10,00
Sukarwi 25.000 25.000.000.000 10,00
Sukasan 25.000 25.000.000.000 10,00
Sukati Bujung 25.000 25.000.000.000 10,00
Sukaking Bujung 25.000 25.000.000.000 10,00
Sukarto Bujung 25.000 25.000.000.000 10,00
Jumlah 250.000 250.000.000.000 100,00
Saham dalam Portepel 250.000 250.000.000.000
Halaman 13
Page 20
Berdasarkan Akta No. 68 tanggal 29 Januari 2010 yang dibuat di hadapan Notaris Fauzie,
S.H., Notaris di Palembang, susunan Dewan Komisaris dan Direksi BPP per tanggal
30 September 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Sukarta
Dewan Direksi
Direktur Utama : Suhalim Buyung
Direktur : Sukati Bujung
: Sukartek
: Sukasan
: Sukarwi
8.1.2 Analisis Industri dan Bisnis
Perkembangan Sektor Komoditas Agrikultur di Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2023
mengalami pertumbuhan sekitar 4,94% year-on-year (yoy). Salah satu sektor yang
berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut adalah sektor pertanian, kehutanan dan
perikanan yang mengalami pertumbuhan sekitar 1,46% yoy dan sekitar 1,61% (quarter-to-
quarter/ qtq). Subsektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian mengalami
peningkatan sekitar 0,03% secara yoy pada kuartal III 2023 dengan rincian pertumbuhan
masing-masing lapangan usaha antara lain tanaman pangan sekitar -1,47%, tanaman
hortikultura sekitar 3,41%, tanaman perkebunan sekitar -1,1%, peternakan sekitar 2,66%
serta jasa pertanian dan perburuan sekitar -0,43%. Secara kuartalan, pertumbuhan
subsektor pertanian, peternakan, perburuan dan jasa pertanian mengalami peningkatan
sekitar 2,36%.
Berikut adalah laju pertumbuhan yoy sektor pertanian, kehutanan dan perikanan selama
tahun 2018 hingga kuartal III 2023 (dalam persentase):
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010, 2018-2023, 06 November 2023)
Berikut ini laju pertumbuhan yoy masing-masing lapangan usaha pada subsektor pertanian,
peternakan, perburuan dan jasa pertanian selama tahun 2018 hingga kuartal III 2023
(dalam persentase):
Halaman 14
Page 21
Sumber: BPS (Laju Pertumbuhan PDB Seri 2010, 2018-2023, 06 November 2023)
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merilis data capaian realisasi investasi pada
periode Januari-September 2023 yang mencapai Rp 1.053,1 triliun atau mengalami
peningkatan sekitar 18,01% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 yang
sebesar Rp 892,4 triliun. Pertumbuhan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN)
pada periode Januari-September 2023 mengalami peningkatan sekitar 19,46% dari
Rp 413,1 triliun pada periode Januari-September 2022 menjadi Rp 493,5 triliun. Investasi
penanaman modal asing (PMA) pada periode Januari-September 2023 sebesar Rp 559,5
triliun yang mengalami peningkatan sekitar 16,73% dibandingkan periode yang sama pada
tahun 2022 yang sebesar Rp 479,3 triliun.
Berdasarkan sektor usaha, salah satu sektor yang mendominasi realisasi investasi selama
periode Januari-September 2023 yaitu industri tanaman pangan, perkebunan dan
peternakan dengan realisasi investasi PMDN mencapai Rp 33,8 triliun dan PMA mencapai
USD 1,6 miliar. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, sektor
tanaman pangan, perkebunan dan peternakan mengalami pertumbuhan investasi PMDN
dan PMA masing-masing sekitar 13,8% dan 14,3% dari angka realisasi sebesar Rp 29,7
triliun dan USD 1,4 miliar.
Berikut merupakan realisasi investasi sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan
pada kuartal III 2019 hingga 2023:
Sumber: BPKM (Realisasi Penanaman Modal PMA & PMDN Triwulan III 2019-2023)
Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang vital di kehidupan manusia. Sektor
tersebut memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap pencapaian tujuan program
Sustainable Development Goals (SDG’s) kedua, yaitu tidak ada kelaparan, mencapai
ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang
berkelanjutan. Peran sektor pertanian di Indonesia juga menjadi sangat penting karena
merupakan penyumbang terbesar ketiga terhadap Produk Domestik Bruto yang berperan
sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah terus berupaya untuk
Halaman 15
Page 22
menjalankan sejumlah program guna meningkatkan kapasitas produksi padi/beras
nasional.
Berdasarkan laporan BPS, produksi padi nasional pada tahun 2022 mencapai 54,75 juta
ton gabah kering giling (GKG) yang mengalami sedikit peningkatan sebesar 333,68 ribu ton
atau sekitar 0,61% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 54,42 juta. Wilayah
penghasil padi terbesar pada tahun 2022 masih didominasi oleh Pulau Jawa yang
menyumbangkan lebih dari 50% produksi padi. Peningkatan produksi padi tahun 2022
sebagian besar disumbang oleh Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera
Selatan yang masing-masing mengalami peningkatan sebesar 320,15 ribu ton GKG,
269,53 ribu ton GKG dan 222,63 ribu ton GKG.
Jika dikonversi menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi pada tahun
2022 setara dengan 31,54 juta ton beras yang mengalami peningkatan sebesar 184,50 ribu
ton atau sekitar 0,59% dari tahun 2021. Total luas panen padi pada tahun 2022 sebesar
10,45 juta hektar (Ha) yang mengalami peningkatan sekitar 0,39% dibandingkan tahun
2021 yang sebesar 10,41 juta Ha, dengan luas panen tertinggi pada bulan Maret 2022
sebesar 1,76 juta Ha dan terendah pada bulan Desember 2022 yang sebesar 0,36 juta Ha
(sumber: BPS, Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2022, 03 Agustus 2023).
Berikut realisasi perkembangan luas panen padi, produksi padi dan beras di Indonesia
pada tahun 2018-2022:
Sumber: BPS (Luas Panen dan Produksi Padi di Indonesia 2022, 03 Agustus 2023)
Menurut Kepala BPS, pada akhir tahun 2023 akan terdapat adanya potensi defisit beras
yang semakin lebar yang berdasarkan selisih antara perkiraan produksi dan konsumsi
setiap bulannya. Produksi beras pada tahun 2023 untuk konsumsi pangan penduduk
diperkirakan sekitar 30,90 juta ton atau mengalami penurunan sebanyak 645,09 ribu ton
atau 2,05% dibandingkan produksi beras di tahun 2022. Jika produksi padi dikonversikan
menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi selama periode Januari-
September 2023 diperkirakan setara dengan 26,11 juta ton beras yang mengalami
penurunan sebesar 58,56 ribu ton beras atau sekitar 0,22% jika dibandingkan periode yang
sama pada tahun 2022.
Sementara itu, BPS memperkirakan potensi produksi beras sepanjang periode Oktober-
Desember 2023 sebesar 4,78 juta ton beras. Dengan demikian, total produksi beras pada
tahun 2023 diperkirakan sekitar 30,90 juta ton beras atau mengalami penurunan
dibandingkan tahun sebelumnya. Luas panen padi pada tahun 2023 diperkirakan mencapai
10,20 juta Ha yang juga mengalami penurunan sebanyak 255,79 ribu Ha atau 2,45%
dibandingkan luas panen padi pada tahun 2022. Dengan adanya penurunan luas panen
Halaman 16
Page 23
tersebut, BPS memproyeksikan produksi padi pada tahun 2023 sebesar 53,63 juta GKG
yang mengalami penurunan sebanyak 1,12 juta ton GKG atau 2,05% dibandingkan
produksi padi pada tahun 2022 yang sebesar 54,75 juta ton GKG.
Menurut Ekonom Senior the Indonesia Economic Intelligence, Indonesia memang perlu
mewaspadai potensi defisit produksi beras. Di sisi lain, impor beras sebenarnya juga tidak
mudah dikarenakan negara-negara produsen beras dunia seperti India juga membatasi
ekspor beras, sehingga menutup defisit beras dengan impor sudah menjadi langkah yang
positif, khususnya untuk menjaga pasokan beras di dalam negeri serta menurunkan inflasi
pangan. Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan produksi beras Indonesia
mencapai 55,42 juta ton pada tahun 2024 dengan berpatokan pada program kerja 2024.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan target tahun 2023 yang sejumlah 54,5 juta ton
(sumber: https://ekonomi.republika.co.id/berita/s0wwh0370/mentan-targetkan-produksi-
beras-5542-juta-ton-pada-2024).
Berdasarkan data BPS, rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani dan di
tingkat penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar Rp 6.717,56/kg
dan Rp 6.872,37/kg atau mengalami penurunan masing-masing sekitar 1,94% dan 1,76%
dibandingkan bulan Oktober 2023 dan meningkat sekitar 24,46% dan 24,43%
dibandingkan bulan November 2022. Rata-rata harga GKG di tingkat petani dan di tingkat
penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar Rp 7.591,62/kg dan
Rp 7.706,19/kg atau mengalami penurunan masing-masing sekitar 1,45% dan -1,43%
dibandingkan bulan Oktober 2023 dan meningkat sekitar 31,22% dan 30,62%
dibandingkan bulan November 2022. Sementara itu, harga gabah luar kualitas di tingkat
petani dan di tingkat penggilingan mencapai sebesar Rp 6.382,86/kg dan Rp 6.511,34/kg
yang masing-masing mengalami peningkatan sekitar 2,60% dan 2,49% dibandingkan bulan
Oktober 2023 dan sekitar 27,11% dan 27,18% dibandingkan bulan November 2022.
Berikut rata-rata harga gabah di tingkat petani selama periode Januari 2022-November
2023 (Rp/kg):
Sumber: BPS (Rata-rata Harga Gabah Bulanan menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Petani 2022-
November 2023)
Berikut rata-rata harga gabah di tingkat penggilingan selama periode Januari 2022-
November 2023 (Rp/kg):
Halaman 17
Page 24
Sumber: BPS (Rata-rata Harga Gabah Bulanan menurut Kualitas, Komponen Mutu dan HPP di Tingkat Penggilingan
2022-November 2023)
Sementara itu, rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan pada bulan
November 2023 sebesar Rp 13.249,90/kg atau menurun sekitar 0,91% dibandingkan bulan
Oktober 2023 yang sebesar Rp 13.371,54/kg dan meningkat sekitar 26,05% dibandingkan
bulan November 2022 yang sebesar Rp 10.511,71/kg. Untuk harga beras kualitas medium
dan luar kualitas di penggilingan pada bulan November 2023 masing-masing sebesar
Rp 12.959,50/kg dan Rp 12.534,91/kg yang masing-masing menurun sekitar 0,40% dan
meningkat sekitar 1,24% dibandingkan bulan Oktober 2023 serta meningkat sekitar 28,03%
dan 31,36% dibandingkan bulan November 2022.
Berikut rata-rata harga beras di tingkat penggilingan menurut kualitas selama periode
Januari 2022-November 2023 (Rp/kg):
Sumber: BPS (Rata-Rata Harga Beras Bulanan di Tingkat Penggilingan Menurut Kualitas 2022-November 2023)
Kementan telah memetakan tantangan dan potensi di sektor pertanian secara nasional
dalam menghadapi revolusi Industri 4.0 hingga tahun 2024. Sektor pertanian sebagai salah
satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian memiliki peranan penting
dalam menjaga kestabilan nasional di tengah revolusi Industri 4.0. Kebijakan yang sudah
berjalan antara lain penguatan aspek pengembangan sumber daya manusia yang
berkualitas, pengembangan bibit dan sarana prasarana berbasis inovasi teknologi serta
penguatan kelembagaan petani. Kementan juga mendorong berkembangnya industri
makanan dan restoran cepat saji, mendorong pasar online yang melayani pengiriman
produk pertanian segar serta smart agriculture yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Perubahan kemajuan sektor pertanian di era revolusi Industri 4.0 terjadi seiring
berkembangnya unsur teknologi dalam berbagai tahapan produksinya. Perubahan tersebut
terjadi karena tingginya keinginan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian berkali lipat
Halaman 18
Page 25
dari sebelumnya serta mendapatkan hasil pertanian yang berkualitas, namun dengan
mengedepankan efektivitas dan efisiensi dalam berbagai bidang yang mendukungnya.
Kementan meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu
mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri dan modern. Kepala Badan
Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP)
menambahkan bahwa tantangan bagi petani milenial di Indonesia yang dikenal sebagai
negara agraris adalah harus mampu melakukan modernisasi pertanian menerapkan alat
mesin pertanian dan internet of things.
8.1.3 Analisis Operasional dan Prospek Usaha
Perseroan awalnya didirikan dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2003.
Perseroan mulai tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia sejak tahun
2017. Visi Perseroan adalah membuat semua masyarakat Indonesia dapat mengkonsumsi
beras berkualitas tinggi. Misi Perseroan adalah mendistribusikan produk berkualitas ke
seluruh penjuru tanah air Indonesia.
Perseroan didirikan pada September 2003 sebagai bentuk pengembangan usaha dari
Toko Buyung yang berlokasi di Palembang yang telah berdiri sejak tahun 1977. Di tahun
2003, Perseroan juga meluncurkan merek “TOPI KOKI” di Jakarta dan Palembang.
Perseroan melakukan pemasaran pertama di pasar tradisional Jakarta dan kemudian
memperluas distribusi ke jaringan pasar modern pada tahun 2005. Perseroan berkantor
pusat di Jakarta serta mengoperasikan 1 kantor cabang dan 3 gudang yang terletak di
Jakarta, Subang dan Surabaya. PT Buyung Investama Gemilang merupakan entitas induk
Perseroan.
Pada tahun 2011, Perseroan mulai mengoperasikan pabrik pemrosesan beras di Subang,
Jawa Barat dengan kapasitas 10 ton per jam dan memulai pusat distribusi di Surabaya
pada tahun 2013. Pada tahun 2015, Perseroan melakukan peningkatan kapasitas pabrik
Subang menjadi 30 ton per jam dan memulai pembangunan fasilitas produksi di Sumatera
Selatan pada tahun 2018. Pada tahun 2019, Perseroan kembali meningkatkan kapasitas
produksi pabrik Subang menjadi 50 ton per jam dan menyelesaikan Pembangkit Listrik
Tenaga Sekam di Palembang serta pabrik baru di Sumatra Selatan dengan kapasitas 20
ton per jam pada tahun 2020.
Saat ini, Perseroan telah berkembang menjadi distributor dan produsen beras yang
melakukan distribusi melalui perdagangan umum, pasar modern, business to business,
serta perdagangan online. Selain itu, Perseroan juga memproduksi dan mendistribusikan
produk beras utama yaitu Topi Koki, Beras Harum, Slyp Kuning, Long Grain, HOK-1, BPS
Setra Ramos, Rumah Limas, dan Super Belida, yang merupakan private label. Pada tahun
2022, Perseroan memproduksi produk baru dengan merek Daily Meal, melengkapi produk
yang sudah ada dan didistribusikan ke beberapa kota Indonesia. Perseroan telah memiliki
sertifikasi ISO 9001, Sertifikat Halal MUI dan Sertifikat Kerberlanjutan dari Planet Mark.
Berikut adalah strategi bisnis penting yang dijalankan oleh Perseroan:
➢ Memperkuat dan menambah jaringan pengadaan bahan baku serta memperluas proses
produksi untuk meningkatkan pasokan bahan baku;
Halaman 19
Page 26
➢ Upaya peningkatan kapasitas produksi dengan cara penerapan teknologi pengolahan
beras terkini dan mengimplementasi teknologi informasi terkini untuk menunjang proses
produksi serta meningkatkan kapasitas produksi secara berkesinambungan;
➢ Upaya peningkatan penjualan dan distribusi dengan memperluas daerah dan jaringan
pemasaran dengan fokus pada pasar ritel modern, menunjuk distributor di beberapa
kota yang potensial di seluruh Indonesia, mengeluarkan merek baru, baik merek
premium maupun second brand untuk menjangkau konsumen yang lebih luas serta
memperluas jaringan distribusi melalui online trading partner.
Manajemen Perseroan berkeyakinan dapat terus memperluas jangkauan pelanggan dan
pangsa pasar dengan terus mengembangkan produk, sumber daya dan infrastruktur agar
Perseroan dapat meraih peluang-peluang usaha dengan lebih optimal. Perseroan dan
entitas anak juga terus memperluas usaha melalui pengembangan beragam produk
pangan untuk masuk ke bisnis fast moving consumer goods (FMCG) sehingga mampu
membantu Perseroan mencapai pertumbuhan secara berkesinambungan.
8.1.4 Analisis Kualitatif atas Keuntungan dan Kerugian Transaksi
Berikut adalah keuntungan Rencana Transaksi:
▪ Memperoleh pinjaman dana dari pihak afiliasi untuk tambahan dana modal kerja
operasional dengan jumlah plafon yang dapat ditambahkan besarannya dan jangka
waktu pinjaman yang dapat diperpanjang, sehingga Perseroan dapat meminimalisir
risiko likuiditas dalam kondisi ketidakpastian pasar dan ekonomi.
Berikut adalah kerugian Rencana Transaksi:
▪ Dapat terjadi gagal bayar pada pembayaran pokok maupun bunga jika kinerja usaha
Perseroan di masa mendatang tidak berjalan secara optimal sesuai yang
direncanakan.
8.1.5 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Analisis dampak leverage pada keuangan Perseroan dilakukan dengan menggunakan
rasio solvabilitas yaitu Debt to Asset (DAR) dan Debt to Equity (DER) Perseroan. Setelah
adanya Rencana Transaksi, Perseroan memiliki Debt to Asset yang menurun dari 0,36x
per September 2023 menjadi 0,22x di tahun 2028, yang artinya bahwa utang Perseroan
dapat dipenuhi oleh aset Perseroan. Setelah adanya Rencana Transaksi, Debt to Equity
Perseroan diproyeksikan menurun dari 0,55x per September 2023 menjadi 0,29x di tahun
2028, yang berarti bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi oleh sejumlah ekuitas
Perseroan.
8.1.6 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan
Perseroan memiliki Current Ratio sebesar 2,29x per September 2023 yang diproyeksikan
akan meningkat menjadi sebesar 3,95x pada tahun 2028, yang artinya bahwa aset lancar
Perseroan lebih tinggi dibandingkan liabilitas jangka pendek Perseroan. Quick Ratio dari
1,55x per September 2023 juga diproyeksikan akan meningkat menjadi sebesar 3,09x
pada tahun 2028.
Halaman 20
Page 27
8.1.7 Analisis Dampak Keuangan Perseroan Jika Transaksi Gagal
Perseroan dapat mengalami kegagalan Rencana Transaksi dalam hal terdapat
pelanggaran material atas setiap ketentuan dalam Perjanjian, sesuai kesepakatan dari
masing-masing Pihak. Dalam hal Rencana Transaksi gagal, Perseroan diperkirakan tidak
akan mengalami dampak keuangan secara material ataupun kerugian usaha di masa
mendatang.
8.2 Analisis Kuantitatif
8.2.1 Data Keuangan Historis
Berikut ini merupakan ringkasan posisi keuangan dan laba rugi komprehensif konsolidasian
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018-2022 telah diaudit
oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo & Rekan seluruhnya dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
30 September 2023 yang telah direviu oleh KAP Mirawati Sensi Idris, yang disajikan
sebagai berikut:
(dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed
Keterangan
2018 2019 2020 2021 2022 Jan-Sept 2023
Operating Highlight
Penjualan 1.430.785.281 1.653.031.824 1.173.189.489 933.597.188 925.708.986 888.497.086
Laba Bruto 202.397.743 240.370.628 143.529.366 113.096.136 102.010.710 68.487.722
Laba (Rugi) Usaha 128.846.079 159.504.297 69.000.626 36.702.248 21.068.111 (7.137.858)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 90.195.136 103.723.134 38.232.123 11.844.682 90.572 (14.392.691)
Laba (Rugi) Komprehensif 92.570.915 103.273.133 40.555.756 18.175.296 284.018 (14.247.606)
EBITDA 137.570.074 168.432.993 81.911.870 66.562.467 55.171.149 17.950.822
Financial Position
Total Aset 758.846.556 848.676.035 906.044.799 987.563.580 811.603.660 879.912.782
Aset Lancar 490.747.590 483.422.211 423.486.192 450.325.961 389.697.575 481.490.147
Aset Tidak Lancar 268.098.966 365.253.824 482.558.607 537.237.619 421.906.085 398.422.635
Total Liabilitas 195.678.978 207.108.590 240.365.955 313.387.193 142.744.113 229.208.594
Liabilitas Jangka Pendek 183.224.425 161.901.916 188.719.266 280.958.064 119.206.775 210.237.311
Liabilitas Jangka Panjang 12.454.553 45.206.674 51.646.688 32.429.130 23.537.338 18.971.283
Ekuitas 563.167.578 641.567.445 665.678.844 674.176.387 668.859.547 650.704.188
Key Performance Ratio
Marjin Laba Bruto 14,15% 14,54% 12,23% 12,11% 11,02% 7,71%
Marjin Laba (Rugi) Usaha 9,01% 9,65% 5,88% 3,93% 2,28% -0,80%
Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan 6,30% 6,27% 3,26% 1,27% 0,01% -1,62%
Marjin EBITDA 9,62% 10,19% 6,98% 7,13% 5,96% 2,02%
Return on Assets (ROA) 11,89% 12,22% 4,22% 1,20% 0,01% -1,64%
Return on Equity (ROE) 16,02% 16,17% 5,74% 1,76% 0,01% -2,21%
Current Ratio 2,68x 2,99x 2,24x 1,60x 3,27x 2,29x
Quick Ratio 1,66x 1,75x 1,33x 1,02x 2,34x 1,55x
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,26x 0,24x 0,27x 0,32x 0,18x 0,26x
Rasio Liabilitas terhadap 0,35x 0,32x 0,36x 0,46x 0,21x 0,35x
Ekuitas
Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization
Aset
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total aset Perseroan secara berturut-
turut adalah sebesar Rp 879.912.782.353, Rp 811.603.660.216, Rp 987.563.580.363,
Rp 906.044.798.736, Rp 848.676.035.300 dan Rp 758.846.556.031.
Halaman 21
Page 28
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
peningkatan sekitar 8,42% atau naik sebesar Rp 68.309.122.137 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun portofolio efek.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan sekitar 17,82% atau turun sebesar Rp 175.959.920.147 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh
penurunan pada akun aset tetap neto sebesar Rp 112.335.030.133, piutang usaha pihak
ketiga neto sebesar Rp 104.662.188.867 dan persediaan sebesar Rp 102.254.052.927
serta peningkatan pada akun portofolio efek sebesar Rp 94.827.186.700, uang muka
sebesar Rp 37.658.463.271 dan piutang pihak berelasi sebesar Rp 13.311.839.327.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 9,00% atau naik sebesar Rp 81.518.781.627 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun aset tetap neto sebesar Rp 62.257.702.523 dan piutang usaha
pihak ketiga neto sebesar Rp 38.951.026.242 serta penurunan pada akun uang muka
sebesar Rp 13.149.156.835 dan properti investasi neto sebesar Rp 5.213.722.636.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 6,76% atau naik sebesar Rp 57.368.763.436 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh
peningkatan pada akun properti investasi neto sebesar Rp 78.920.883.477 dan aset tetap
neto sebesar Rp 25.830.577.964 serta penurunan pada akun kas dan setara kas sebesar
Rp 28.464.707.639 dan uang muka sebesar Rp 17.453.745.570.
Total aset di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2019 mengalami
peningkatan sekitar 11,84% atau naik sebesar Rp 89.829.479.269 dibandingkan dengan
total aset per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan
oleh pada akun aset tetap neto sebesar Rp 90.538.618.745.
Liabilitas
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total liabilitas Perseroan secara berturut-
turut adalah sebesar Rp 229.208.594.209, Rp 142.744.113.133, Rp 313.387.193.288,
Rp 240.365.954.692, Rp 207.108.590.481 dan Rp 195.678.977.792.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 60,57% atau naik sebesar Rp 86.464.481.076
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2022. Peningkatan tersebut terutama
disebabkan oleh peningkatan pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar
Rp 103.541.773.017 serta penurunan pada akun utang usaha pihak berelasi sebesar
Rp 11.036.304.800 dan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 7.547.197.634.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
penurunan lebih dari 20% yaitu sekitar 54,45% atau turun sebesar Rp 170.643.080.155
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut
disebabkan oleh penurunan pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar
Halaman 22
Page 29
Rp 182.880.869.728 dan pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 10.062.930.180 serta
peningkatan pada akun utang usaha pihak berelasi sebesar Rp 20.760.047.900.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 30,38% atau naik sebesar Rp 73.021.238.596
dibandingkan dengan total liabilitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut
disebabkan oleh kenaikan pada pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 92.410.266.157
serta penurunan pada akun pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 10.062.930.180
dan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 5.096.660.612.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 16,06% atau naik sebesar Rp 33.257.364.211 dibandingkan dengan
total liabilitas per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut disebabkan oleh peningkatan
pada akun pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 27.444.951.722 dan liabilitas sewa
sebesar Rp 12.518.364.084 serta penurunan pada utang lain-lain pihak ketiga sebesar
Rp 3.706.311.200 dan utang pajak sebesar Rp 2.326.943.974.
Total liabilitas di dalam posisi keuangan keuangan Perseroan per 31 Desember 2019
mengalami peningkatan sekitar 5,84% atau naik sebesar Rp 11.429.612.689 dibandingkan
dengan jumlah liabilitas per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan
oleh peningkatan pada pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 35.623.786.762 dan
liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 3.671.479.129 serta penurunan pada pinjaman bank
jangka pendek sebesar Rp 22.036.244.669 dan utang pajak sebesar Rp 5.470.691.855.
Ekuitas
Untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, 31 Desember 2021, 31 Desember
2020, 31 Desember 2019 dan 31 Desember 2018, total ekuitas Perseroan secara berturut-
turut adalah sebesar Rp 650.704.188.144, Rp 668.859.547.083, Rp 674.176.387.075,
Rp 665.678.844.044, Rp 641.567.444.819 dan Rp 563.167.578.239.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 30 September 2023, mengalami
penurunan sekitar 2,71% atau turun sebesar Rp 18.155.358.939 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2022. Penurunan tersebut disebabkan rugi periode berjalan
sebesar Rp 14.392.690.750, dividen tunai sebesar Rp 9.677.752.680, setoran modal
entitas anak sebesar Rp 5.770.000.000 dan penghasilan komprehensif lain dikurang pajak
sebesar Rp 145.084.491.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2022, mengalami
sedikit penurunan sekitar 0,79% atau turun sebesar Rp 5.316.839.992 dibandingkan
dengan total ekuitas per 31 Desember 2021. Penurunan tersebut disebabkan oleh dividen
tunai sebesar Rp 9.677.752.680, pelepasan entitas anak sebesar Rp 4.051.894.215,
penghasilan komprehensif lain dikurang pajak sebesar Rp 193.445.996, laba tahun
berjalan sebesar Rp 90.572.477 dan setoran modal entitas anak sebesar Rp 25.000.000.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2021, mengalami
peningkatan sekitar 1,28% atau naik sebesar Rp 8.497.543.031 dibandingkan dengan total
ekuitas per 31 Desember 2020. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun berjalan
sebesar Rp 11.844.682.161, dividen tunai sebesar Rp 9.677.752.680 dan laba
komprehensif lain sebesar Rp 6.330.613.550.
Halaman 23
Page 30
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, mengalami
peningkatan sekitar 3,76% atau naik sebesar Rp 24.111.399.225 dibandingkan dengan
total ekuitas per 31 Desember 2019. Peningkatan tersebut disebabkan oleh laba tahun
berjalan sebesar Rp 38.038.419.405, dividen tunai sebesar Rp 28.635.668.400, setoran
modal dari realisasi eksekuasi Waran Seri I sebesar Rp 14.566.597.850, penyesuaian
karena perubahan atribusi manfaat metode sebesar Rp 3.117.927.435, pengaruh adopsi
PSAK 71 sebesar Rp 2.525.285.872, rugi komprehensif lain sebesar Rp 600.591.193 dan
setoran modal entitas anak sebesar Rp 150.000.000.
Total ekuitas di dalam posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2019, mengalami
peningkatan sekitar 13,92% atau naik sebesar Rp 78.399.866.580 dibandingkan dengan
total ekuitas per 31 Desember 2018. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh laba
tahun berjalan sebesar Rp 103.723.133.972, dividen tunai sebesar Rp 26.140.929.100,
setoran modal dari realisasi eksekuasi Waran Seri I sebesar Rp 1.267.662.400 dan rugi
komprehensif lain sebesar Rp 450.000.692.
Berikut adalah penjelasan analisis rasio historis Perseroan:
▪ Marjin laba bruto pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan
menjadi 7,71%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 11,02%, hal
tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan beban pokok penjualan terutama dari
pembelian bahan baku dan pengemas.
Marjin laba bruto pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 11,02%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 12,11%, hal tersebut disebabkan oleh
adanya penurunan penjualan beras serta peningkatan beban pokok penjualan
terutama dari beban pabrikasi. Marjin laba bruto pada tahun 2021 mengalami
penurunan menjadi 12,11%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar
12,23%, hal tersebut disebabkan oleh adanya penurunan penjualan beras.
Marjin laba bruto pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 12,23%, jika
dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 14,54%, hal tersebut disebabkan oleh
adanya penurunan penjualan beras. Marjin laba bruto pada tahun 2019 mengalami
kenaikan menjadi 14,54%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar
14,15%, hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan beras.
▪ Marjin laba usaha pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan
menjadi -0,80%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 2,28%, hal
tersebut disebabkan oleh adanya penurunan marjin laba bruto.
Marjin laba usaha pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 2,28%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 3,93%, hal tersebut disebabkan oleh
adanya penurunan marjin laba bruto serta peningkatan beban umum dan administrasi
terutama pada gaji, upah dan tunjangan. Marjin laba usaha pada tahun 2021
mengalami penurunan menjadi 3,93%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang
sebesar 5,88%, hal tersebut disebabkan oleh adanya penurunan marjin laba bruto
serta peningkatan beban umum dan administrasi terutama pada pajak dan denda.
Marjin laba usaha pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 5,88%, jika
dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 9,65%, hal tersebut disebabkan oleh
adanya penurunan marjin laba bruto. Marjin laba usaha pada tahun 2019 mengalami
peningkatan menjadi 9,65%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar
Halaman 24
Page 31
9,01%, hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan marjin laba bruto serta
penurunan pada beban penjualan terutama pada ongkos kirim.
▪ Marjin laba neto periode berjalan pada Januari-September 2023 mengalami penurunan
menjadi -1,62%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,01%,
disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha.
Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi
sebesar 0,01%, jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 1,27%,
disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha. Marjin laba neto tahun berjalan
pada tahun 2021 mengalami penurunan menjadi sebesar 1,27%, jika dibandingkan
dengan tahun 2020 yang sebesar 3,26%, disebabkan adanya penurunan marjin laba
usaha dan peningkatan beban lain-lain terutama pada beban bunga.
Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi
sebesar 3,26%, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 6,27%,
disebabkan adanya penurunan marjin laba usaha dan peningkatan beban lain-lain
terutama pada beban bunga. Marjin laba neto tahun berjalan pada tahun 2019
mengalami penurunan menjadi sebesar 6,27%, jika dibandingkan dengan tahun 2018
yang sebesar 6,30%, disebabkan adanya peningkatan beban lain-lain terutama pada
beban lain-lain neto, beban bunga dan penerimaan kembali beban promosi.
▪ Marjin EBITDA pada periode Januari-September 2023 mengalami penurunan menjadi
sebesar 2,02%, jika dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 5,96%,
sehubungan dengan penurunan marjin laba usaha.
Marjin EBITDA pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi sebesar 5,96%, jika
dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 7,13%, sehubungan dengan
penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2021 mengalami
peningkatan menjadi sebesar 7,13%, jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang
sebesar 6,98%, sehubungan dengan peningkatan beban depresiasi.
Marjin EBITDA pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi sebesar 6,98%, jika
dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 10,19%, sehubungan dengan
penurunan marjin laba usaha. Marjin EBITDA pada tahun 2019 mengalami kenaikan
menjadi sebesar 10,19%, jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 9,62%,
sehubungan dengan peningkatan marjin laba usaha.
▪ Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 2,29x per
30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 3,27x, terutama
disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman
bank jangka pendek.
Rasio lancar Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar 3,27x pada tahun
2022 dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar 1,60x, terutama disebabkan
adanya penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka
pendek. Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 1,60x pada
tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 2,24x, terutama
disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman
bank jangka pendek.
Rasio lancar Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 2,24x pada tahun
2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 2,99x, terutama disebabkan
Halaman 25
Page 32
adanya penurunan aset lancar terutama pada akun kas dan bank serta peningkatan
liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka pendek. Rasio
lancar Perseroan mengalami peningkatan menjadi 2,99x pada tahun 2019
dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 2,68x, terutama disebabkan adanya
penurunan liabilitas jangka pendek terutama pada akun pinjaman bank jangka pendek.
▪ Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami sedikit peningkatan menjadi
sebesar 0,26x per 30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar
0,18x, terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun
pinjaman bank jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar 0,18x
pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,32x, terutama
disebabkan adanya penurunan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank jangka
pendek. Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami peningkatan menjadi
sebesar 0,32x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang sebesar 0,27x,
terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar
0,27x pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 0,24x,
terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap aset Perseroan mengalami penurunan
menjadi 0,24x pada tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 yang sebesar 0,26x,
terutama disebabkan adanya peningkatan aset terutama pada aset tetap neto.
▪ Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan peningkatan menjadi sebesar 0,35x per
30 September 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,21x, terutama
disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank jangka
pendek dan penurunan ekuitas terutama pada saldo laba.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami penurunan menjadi sebesar
0,21x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2022 yang sebesar 0,46x,
terutama disebabkan adanya penurunan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami peningkatan
menjadi sebesar 0,46x pada tahun 2021 dibandingkan dengan tahun 2020 yang
sebesar 0,36x, terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun
pinjaman bank jangka pendek.
Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan mengalami peningkatan menjadi sebesar
0,36x pada tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar 0,32x,
terutama disebabkan adanya peningkatan liabilitas terutama pada akun pinjaman bank
jangka pendek. Rasio liabilitas terhadap ekuitas Perseroan pada tahun 2019
mengalami penurunan menjadi sebesar 0,32x dibandingkan dengan tahun 2018 yang
sebesar 0,35x, terutama disebabkan adanya peningkatan pada ekuitas terutama pada
saldo laba belum ditentukan penggunaannya.
Berikut adalah Arus Kas Konsolidasian Perseroan untuk periode yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2018 – 30 September 2023:
Halaman 26
Page 33
(dalam Rupiah)
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022 Jan-Sept 2023
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Penerimaan dari pelanggan 1.418.979.454.035 1.665.704.200.445 1.177.280.477.313 893.370.432.553 1.020.341.423.430 925.210.347.934
Pendapatan bunga 39.459.148 24.626.355 15.534.278 9.878.900 15.560.188 10.009.187
Pembayaran kepada pemasok (1.295.937.173.855) (1.412.362.951.135) (979.242.690.523) (768.966.706.160) (696.225.353.750) (839.090.280.300)
Pembayaran kepada karyawan (26.243.871.998) (27.598.341.817) (29.243.839.683) (29.778.526.344) (35.659.229.713) (28.032.454.344)
Pembayaran bunga (12.974.049.318) (16.335.371.792) (17.812.981.340) (22.061.046.881) (21.948.261.577) (9.069.169.208)
Pembayaran pajak (30.452.617.379) (50.625.959.608) (19.963.019.892) (11.381.823.016) (10.546.067.469) (598.671.680)
Pembayaran beban usaha lainnya (46.015.729.797) (53.582.002.456) (52.852.192.405) (47.347.844.611) (47.477.093.304) (54.437.658.528)
Arus kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi 7.395.470.836 105.224.199.992 78.181.287.748 13.844.364.441 208.500.977.805 (6.007.876.939)
Arus Kas Dari Aktivitas Investasi
Penempatan portofolio efek - - - - (85.916.758.459) (69.849.242.700)
Pembelian aset tetap (88.390.770.801) (103.037.657.405) (116.487.026.832) (85.626.494.123) (56.871.358.518) (2.616.942.572)
Pendapatan dividen - - - - - 2.178.473.500
Penerimaan dari dekonsolidasi Entitas Anak - - - - 79.900.821.000 -
Penjualan aset tetap 205.000.000 - - 2.271.818 - 10.810.811
Uang muka pembelian perangkat lunak (75.276.000) - - - - -
Penerimaan kembali dari uang muka pembelian aset tetap 2.000.859.291 - - - - -
Arus kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (86.260.187.510) (103.037.657.405) (116.487.026.832) (85.624.222.305) (62.887.295.977) (70.276.900.961)
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek (125.000.000.000) (20.000.000.000) (77.500.000.000) (32.500.000.000) (210.000.000.000) (30.000.000.000)
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - - (6.612.204.828) (10.062.930.180) (10.062.930.180) (7.547.197.634)
Pembayaran pokok dari liabilitas sewa - - (1.604.163.549) (834.681.726) (1.281.592.480) (1.425.100.761)
Penerimaan pinjaman bank jangka pendek 167.500.000.000 20.000.000.000 107.500.000.000 92.500.000.000 90.000.000.000 130.000.000.000
Dividen tunai (14.200.138.260) (26.140.929.100) (28.635.668.400) (9.677.752.680) (9.677.752.680) (9.677.752.680)
Penerimaan dari eksekusi Waran Seri I 8.816.290.100 1.267.662.400 14.566.597.850 - - -
Penerimaan pinjaman bank jangka panjang - 35.623.786.762 4.531.518.650 - - -
Penambahan modal saham oleh kepentingan nonpengendali - - 150.000.000 - 25.000.000 5.770.000.000
Penambahan (pembayaran) utang sewa pembiayaan (497.675.013) (576.574.987) - - - (41.239.096)
Penambahan piutang pihak berelasi 2.000.000 - - - - (5.792.461.906)
Arus kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 36.620.476.827 10.173.945.075 12.396.079.723 39.424.635.414 (140.997.275.340) 81.286.247.923
Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas dan Cerukan (42.244.239.847) 12.360.487.662 (25.909.659.361) (32.355.222.450) 4.616.406.488 5.001.470.023
Kas dan Setara Kas dan Cerukan Entitas Anak pada saat Dekonsolidasi - - - - 17.369.396.356 -
Kas dan Setara Kas dan Cerukan - Awal 33.430.094.548 (8.814.145.299) 3.546.342.363 (22.363.316.998) (54.718.539.448) (32.732.736.604)
Kas dan Setara Kas dan Cerukan - Akhir (8.814.145.299) 3.546.342.363 (22.363.316.998) (54.718.539.448) (32.732.736.604) (27.731.266.581)
Kas dan Setara Kas dan Cerukan terdiri dari:
Kas dan Setara Kas 42.927.581.553 33.251.824.546 4.787.116.907 4.842.160.614 3.947.093.730 12.490.336.770
Cerukan (51.741.726.852) (29.705.482.183) (27.150.433.905) (59.560.700.062) (36.679.830.334) (40.221.603.351)
Neto (8.814.145.299) 3.546.342.363 (22.363.316.998) (54.718.539.448) (32.732.736.604) (27.731.266.581)
Kas dan setara kas dan cerukan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada
30 September 2023 mengalami peningkatan sekitar 15,28% atau naik sebesar
Rp 5.001.470.023 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2022. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 81.286.247.923, arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 70.276.900.961 dan arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 6.007.876.939.
Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022
mengalami peningkatan lebih dari 20% yaitu sekitar 40,18% atau naik sebesar
Rp 21.985.802.844 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2021. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 208.500.977.805, arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 140.997.275.340 dan arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 62.887.295.977 serta kas dan setara kas
dan cerukan entitas anak pada saat dekonsolidasi sebesar Rp 17.369.396.356.
Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2021
mengalami penurunan signifikan yaitu sekitar 144,68% atau turun sebesar
Rp 32.355.222.450 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2020. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
Halaman 27
Page 34
yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 85.624.222.305, arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 39.424.635.414 dan arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 13.844.364.441.
Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020
mengalami penurunan signifikan yaitu sekitar 730,60% atau turun sebesar
Rp 25.909.659.361 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2019. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 116.487.026.832, arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 78.181.287.748 dan arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 12.396.079.723.
Kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019
mengalami peningkatan cukup signifikan yaitu sekitar 140,23% atau naik sebesar
Rp 12.360.487.662 dibandingkan dengan kas dan setara kas dan cerukan untuk tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2018. Hal tersebut disebabkan adanya arus kas neto
yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp 105.224.199.992, arus kas neto yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan sebesar Rp 10.173.945.075 dan arus kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp 103.037.657.405.
8.2.2 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian
(dalam Rupiah)
Keterangan Des 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 119.494.456.926 88.610.363.545 83.567.202.386 82.388.994.082 86.919.349.158 96.284.119.584
Portofolio efek 167.327.187.051 203.116.818.274 225.603.827.371 249.440.057.013 274.706.460.433 301.488.848.060
Piutang usaha 183.305.241.963 197.108.832.065 209.142.781.133 223.274.672.036 237.751.169.498 253.244.010.493
Piutang lain-lain-pihak ketiga 8.071.198.898 8.071.198.898 8.071.198.898 8.071.198.898 8.071.198.898 8.071.198.898
Persediaan 87.901.596.180 95.554.780.839 102.593.820.376 109.842.987.330 117.608.685.792 125.904.699.221
Uang muka 36.950.628.443 36.950.628.443 36.950.628.443 36.950.628.443 36.950.628.443 36.950.628.443
Beban dibayar di muka 251.912.497 251.912.497 251.912.497 251.912.497 251.912.497 251.912.497
Pajak dibayar di muka 224.831.092 224.831.092 224.831.092 224.831.092 224.831.092 224.831.092
Piutang pihak berelasi 19.104.301.233 19.104.301.233 19.104.301.233 19.104.301.233 19.104.301.233 19.104.301.233
Total Aset Lancar 622.631.354.283 648.993.666.886 685.510.503.428 729.549.582.623 781.588.537.044 841.524.549.521
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 305.805.678.727 279.169.382.999 252.561.756.194 226.976.294.568 201.573.637.629 179.106.551.982
Properti investasi-neto 70.556.368.984 65.342.646.348 60.128.923.712 54.915.201.076 49.701.478.440 44.487.755.804
Aset hak guna-neto 7.446.724.071 6.445.397.275 5.444.070.479 4.442.743.683 3.441.416.887 2.440.090.091
Taksiran tagihan pajak 1.835.749.246 1.835.749.246 1.835.749.246 1.835.749.246 1.835.749.246 1.835.749.246
Aset pajak tangguhan - neto 4.384.106.443 4.384.106.443 4.384.106.443 4.384.106.443 4.384.106.443 4.384.106.443
Aset tidak lancar lainnya 181.764.000 181.764.000 181.764.000 181.764.000 181.764.000 181.764.000
Total Aset Tidak Lancar 390.210.391.471 357.359.046.311 324.536.370.074 292.735.859.016 261.118.152.645 232.436.017.566
TOTAL ASET 1.012.841.745.754 1.006.352.713.196 1.010.046.873.502 1.022.285.441.638 1.042.706.689.689 1.073.960.567.087
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman bank jangka pendek 182.721.603.351 182.721.603.351 182.721.603.351 182.721.603.351 182.721.603.351 182.721.603.351
Utang usaha 13.175.513.151 15.029.726.464 16.035.242.357 17.214.292.236 18.433.200.179 19.737.469.762
Utang manager investasi 5.915.895.176 5.915.895.176 5.915.895.176 5.915.895.176 5.915.895.176 5.915.895.176
Utang lain-lain-pihak ketiga 231.988.800 231.988.800 231.988.800 231.988.800 231.988.800 231.988.800
Utang lain-lain-pihak berelasi 130.000.000.000 104.000.000.000 78.000.000.000 52.000.000.000 26.000.000.000 -
Beban akrual 594.639.276 594.639.276 594.639.276 594.639.276 594.639.276 594.639.276
Uang muka pelanggan 1.928.816.885 1.928.816.885 1.928.816.885 1.928.816.885 1.928.816.885 1.928.816.885
Utang pajak 889.243.071 889.243.071 889.243.071 889.243.071 889.243.071 889.243.071
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang
Pinjaman
pajak bank 3.354.310.045 - - - - -
Utang
Liabilitas
jangkasewa
panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun: 913.083.057 969.666.091 1.029.908.992 1.094.048.491 1.162.336.634 1.162.336.634
Utang pembiayaan 51.550.903 - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 339.776.643.715 312.281.579.114 287.347.337.908 262.590.527.286 237.877.723.372 213.181.992.955
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 7.111.808.094 6.142.142.003 5.112.233.011 4.018.184.520 2.855.847.886 1.693.511.252
Liabilitas imbalan kerja 12.169.114.130 14.451.253.704 16.870.321.653 19.434.533.679 22.152.598.426 25.033.747.058
Total Liabilitas Jangka Panjang 19.280.922.224 20.593.395.707 21.982.554.664 23.452.718.199 25.008.446.312 26.727.258.310
Total Liabilitas 359.057.565.939 332.874.974.822 309.329.892.572 286.043.245.485 262.886.169.684 239.909.251.266
Ekuitas
Modal saham 241.943.817.000 241.943.817.000 241.943.817.000 241.943.817.000 241.943.817.000 241.943.817.000
Tambahan modal disetor - neto 162.091.994.218 162.091.994.218 162.091.994.218 162.091.994.218 162.091.994.218 162.091.994.218
Selisih atas transaksi dengan pihak non-pengendali 463.257.660 463.257.660 463.257.660 463.257.660 463.257.660 463.257.660
Saldo laba 246.836.787.512 264.700.562.042 289.408.929.800 321.633.397.153 361.162.736.114 410.354.795.846
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 651.335.856.390 669.199.630.920 693.907.998.678 726.132.466.031 765.661.804.992 814.853.864.724
Kepentingan non-pengendali 2.448.323.425 4.278.107.455 6.808.982.252 10.109.730.123 14.158.715.013 19.197.451.097
Total Ekuitas 653.784.179.815 673.477.738.375 700.716.980.930 736.242.196.153 779.820.520.005 834.051.315.821
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.012.841.745.754 1.006.352.713.196 1.010.046.873.502 1.022.285.441.638 1.042.706.689.689 1.073.960.567.087
0 0 0 (0) 0 0
Halaman 28
Page 35
Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian
(dalam Rupiah)
Keterangan Okt-Des 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
Penjualan 295.754.666.398 1.283.437.520.412 1.374.318.237.834 1.471.121.281.381 1.574.715.386.694 1.685.575.827.090
Beban Pokok Penjualan (265.378.134.406) (1.137.103.341.098) (1.215.558.017.803) (1.298.606.768.427) (1.388.341.019.819) (1.481.834.059.966)
Laba Bruto 30.376.531.992 146.334.179.313 158.760.220.031 172.514.512.953 186.374.366.876 203.741.767.124
Beban Usaha (23.344.056.229) (99.265.228.572) (104.974.525.977) (110.954.985.574) (117.371.777.879) (123.997.807.782)
Laba (Rugi) Usaha 7.032.475.763 47.068.950.741 53.785.694.054 61.559.527.379 69.002.588.997 79.743.959.342
Penghasilan (Beban) Lain-Lain (3.083.768.492) (21.820.798.742) (18.863.588.213) (16.014.379.658) (13.132.943.033) (10.217.298.039)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 3.948.707.271 25.248.151.999 34.922.105.841 45.545.147.722 55.869.645.964 69.526.661.303
Beban Pajak Penghasilan (868.715.600) (5.554.593.440) (7.682.863.285) (10.019.932.499) (12.291.322.112) (15.295.865.487)
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 3.079.991.671 19.693.558.560 27.239.242.556 35.525.215.223 43.578.323.852 54.230.795.816
Laba (rugi) tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 2.793.820.964 17.863.774.529 24.708.367.759 32.224.467.352 39.529.338.961 49.192.059.732
Kepentingan non pengendali 286.170.707 1.829.784.030 2.530.874.797 3.300.747.871 4.048.984.890 5.038.736.084
Total 3.079.991.671 19.693.558.560 27.239.242.556 35.525.215.223 43.578.323.852 54.230.795.816
Depresiasi 8.212.243.966 32.851.345.160 32.822.676.237 31.800.511.058 31.617.706.370 28.682.135.079
EBITDA 15.244.719.729 79.920.295.901 86.608.370.291 93.360.038.438 100.620.295.367 108.426.094.421
Proyeksi Arus Kas Konsolidasian
(dalam Rupiah)
Keterangan Okt-Des 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 254.973.301.219 1.256.956.927.253 1.347.776.132.827 1.440.988.833.258 1.542.654.912.336 1.650.819.008.309
Pendapatan lain-lain 969.541.182 4.108.367.418 4.353.446.232 4.614.405.356 4.892.318.156 5.188.331.984
Pembayaran utang usaha (240.357.664.546) (1.095.315.818.593) (1.172.774.224.609) (1.255.464.283.374) (1.344.404.705.136) (1.439.531.023.078)
Pembayaran beban pokok penjualan (4.132.539.929) (17.741.295.238) (18.998.780.325) (20.344.679.230) (21.785.190.664) (23.326.947.496)
Pembayaran beban usaha (22.304.652.288) (94.978.269.246) (100.552.645.101) (106.459.512.183) (112.735.248.095) (119.403.684.104)
Pembayaran PPh badan (868.715.600) (5.554.593.440) (7.682.863.285) (10.019.932.499) (12.291.322.112) (15.295.865.487)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi (11.720.729.961) 47.475.318.154 52.121.065.739 53.314.831.328 56.330.764.485 58.449.820.128
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan portofolio efek (5.150.757.651) (25.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000)
Pendapatan dividen 627.476.951 3.046.752.274 3.384.057.411 3.741.600.855 4.120.596.907 4.522.332.721
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (4.523.280.700) (21.953.247.726) (6.615.942.589) (6.258.399.145) (5.879.403.093) (5.477.667.279)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pembayaran utang pihak berelasi - pokok - (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000)
Pembayaran utang pihak berelasi - bunga - (10.401.300.000) (8.089.900.000) (5.778.500.000) (3.467.100.000) (1.155.700.000)
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bunga (3.768.633.069) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276)
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - pokok (2.515.732.545) (3.354.310.045) - - - -
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - bunga (95.126.137) (138.365.289) - - - -
Pembayaran liabilitas sewa - pokok (214.353.620) (913.083.057) (969.666.091) (1.029.908.992) (1.094.048.491) (1.162.336.634)
Pembayaran liabilitas sewa - bunga (127.063.562) (473.021.851) (414.185.941) (351.699.219) (285.325.548) (214.813.513)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - pokok (30.960.000) (51.550.903) - - - -
Pembayaran utang sewa pembiayaan - bunga (251) (387) - - - -
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (6.751.869.184) (56.406.163.809) (50.548.284.308) (48.234.640.488) (45.921.006.315) (43.607.382.423)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (22.995.879.844) (30.884.093.381) (5.043.161.159) (1.178.208.304) 4.530.355.076 9.364.770.426
Kas dan Setara Kas, Awal 142.490.336.770 119.494.456.926 88.610.363.545 83.567.202.386 82.388.994.082 86.919.349.158
Kas dan Setara Kas, Akhir 119.494.456.926 88.610.363.545 83.567.202.386 82.388.994.082 86.919.349.158 96.284.119.584
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, penjualan Perseroan tahun 2028 adalah
sebesar Rp 1.685.575.827.090 dibandingkan dengan penjualan Perseroan pada tahun
2023 yang sebesar Rp 1.184.251.752.791, atau mengalami tingkat pertumbuhan majemuk
tahunan (CAGR) sekitar 7,32%.
EBITDA di dalam proyeksi keuangan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
Rp 108.426.094.421 dibandingkan dengan EBITDA pada tahun 2023 yang sebesar
Rp 33.195.541.645, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR sekitar 26,71%.
Ekuitas di dalam proyeksi keuangan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
Rp 834.051.315.821 dibandingkan dengan ekuitas pada tahun 2023 yang sebesar
Rp 653.784.179.815, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR sekitar 4,99%.
Halaman 29
Page 36
8.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Berikut adalah rasio keuangan Perseroan untuk tahun 2018-2028:
Audited Audited Audited Audited Audited Reviewed Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan 2018 2019 2020 2021 2022 Jan-Sept 2023 Okt-Des 2023 2023 2024 2025 2026 2027 2028
Operasi
Marjin laba bruto 14,15% 14,54% 12,23% 12,11% 11,02% 7,71% 10,27% 8,35% 11,40% 11,55% 11,73% 11,84% 12,09%
Marjin laba (rugi) usaha 9,01% 9,65% 5,88% 3,93% 2,28% -0,80% 2,38% -0,01% 3,67% 3,91% 4,18% 4,38% 4,73%
Marjin laba (rugi) tahun berjalan 6,30% 6,27% 3,26% 1,27% 0,01% -1,62% 1,04% -0,96% 1,53% 1,98% 2,41% 2,77% 3,22%
Marjin EBITDA 9,62% 10,19% 6,98% 7,13% 5,96% 2,02% 5,15% 2,80% 6,23% 6,30% 6,35% 6,39% 6,43%
Imbal hasil aset (ROA) 11,89% 12,22% 4,22% 1,20% 0,01% -1,64% 0,30% -1,12% 1,96% 2,70% 3,48% 4,18% 5,05%
Imbal hasil ekuitas (ROE) 16,02% 16,17% 5,74% 1,76% 0,01% -2,21% 0,47% -1,73% 2,92% 3,89% 4,83% 5,59% 6,50%
Likuiditas
Rasio Lancar 2,68 2,99 2,24 1,60 3,27 2,29 1,83 1,83 2,08 2,39 2,78 3,29 3,95
Quick Ratio 1,66 1,75 1,33 1,02 2,34 1,55 1,41 1,41 1,59 1,83 2,14 2,55 3,09
Solvabilitas
Rasio Liabilitas terhadap Aset 0,26 0,24 0,27 0,32 0,18 0,26 0,35 0,35 0,33 0,31 0,28 0,25 0,22
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 0,35 0,32 0,36 0,46 0,21 0,35 0,55 0,55 0,49 0,44 0,39 0,34 0,29
Berdasarkan analisis rasio keuangan Perseroan, seperti yang dirangkum pada tabel di
atas, kisaran marjin laba (rugi) usaha Perseroan pada tahun 2018-September 2023 adalah
berkisar antara (0,80%)-9,65%, yang akan berkisar (0,01%)-4,73% selama periode
proyeksi. Marjin laba (rugi) tahun berjalan diproyeksikan berkisar antara (0,96%)-3,22%.
Likuiditas Perseroan diproyeksikan berada pada kisaran 1,83x-3,95x dari kisaran 1,60x-
3,27x pada tahun 2023-2028. Rasio liabilitas dibandingkan aset Perseroan diproyeksikan
berkisar antara 0,22x-0,35x dari kisaran 0,18x-0,32x pada tahun 2023-2028.
8.2.4 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Transaksi Pinjam Meminjam Dana
dan/atau Penjaminan
Perseroan diproyeksikan akan memiliki rasio liabilitas terhadap aset yang berkisar antara
0,22x-0,35x selama periode proyeksi yang artinya bahwa utang Perseroan dapat dipenuhi
oleh aset Perseroan.
Selain itu, Perseroan juga memiliki rasio lancar yang berkisar dari 1,83x-3,95x selama
periode proyeksi yang menandakan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam
memenuhi liabilitas jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki. Hal tersebut
menandakan Perseroan akan mampu membayar pinjaman afiliasi melalui pemanfaatan
aset dan pengembangan bisnis di masa mendatang.
8.2.5 Analisis Kemampuan Perseroan Melunasi Transaksi Pinjam Meminjam Dana
dan/atau Penjaminan
Berikut adalah arus kas konsolidasian Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi:
Halaman 30
Page 37
(dalam Rupiah)
Keterangan Okt-Des 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 254.973.301.219 1.256.956.927.253 1.347.776.132.827 1.440.988.833.258 1.542.654.912.336 1.650.819.008.309
Pendapatan lain-lain 969.541.182 4.108.367.418 4.353.446.232 4.614.405.356 4.892.318.156 5.188.331.984
Pembayaran utang usaha (240.357.664.546) (1.095.315.818.593) (1.172.774.224.609) (1.255.464.283.374) (1.344.404.705.136) (1.439.531.023.078)
Pembayaran beban pokok penjualan (4.132.539.929) (17.741.295.238) (18.998.780.325) (20.344.679.230) (21.785.190.664) (23.326.947.496)
Pembayaran beban usaha (22.304.652.288) (94.978.269.246) (100.552.645.101) (106.459.512.183) (112.735.248.095) (119.403.684.104)
Pembayaran PPh badan (868.715.600) (5.554.593.440) (7.682.863.285) (10.019.932.499) (12.291.322.112) (15.295.865.487)
Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi (11.720.729.961) 47.475.318.154 52.121.065.739 53.314.831.328 56.330.764.485 58.449.820.128
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan portofolio efek (5.150.757.651) (25.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000) (10.000.000.000)
Pendapatan dividen 627.476.951 3.046.752.274 3.384.057.411 3.741.600.855 4.120.596.907 4.522.332.721
Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi (4.523.280.700) (21.953.247.726) (6.615.942.589) (6.258.399.145) (5.879.403.093) (5.477.667.279)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pembayaran utang pihak berelasi - pokok - (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000) (26.000.000.000)
Pembayaran utang pihak berelasi - bunga - (10.401.300.000) (8.089.900.000) (5.778.500.000) (3.467.100.000) (1.155.700.000)
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek - bunga (3.768.633.069) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276) (15.074.532.276)
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - pokok (2.515.732.545) (3.354.310.045) - - - -
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang - bunga (95.126.137) (138.365.289) - - - -
Pembayaran liabilitas sewa - pokok (214.353.620) (913.083.057) (969.666.091) (1.029.908.992) (1.094.048.491) (1.162.336.634)
Pembayaran liabilitas sewa - bunga (127.063.562) (473.021.851) (414.185.941) (351.699.219) (285.325.548) (214.813.513)
Pembayaran utang sewa pembiayaan - pokok (30.960.000) (51.550.903) - - - -
Pembayaran utang sewa pembiayaan - bunga (251) (387) - - - -
Kas neto yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan (6.751.869.184) (56.406.163.809) (50.548.284.308) (48.234.640.488) (45.921.006.315) (43.607.382.423)
Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas (22.995.879.844) (30.884.093.381) (5.043.161.159) (1.178.208.304) 4.530.355.076 9.364.770.426
Kas dan Setara Kas, Awal 142.490.336.770 119.494.456.926 88.610.363.545 83.567.202.386 82.388.994.082 86.919.349.158
Kas dan Setara Kas, Akhir 119.494.456.926 88.610.363.545 83.567.202.386 82.388.994.082 86.919.349.158 96.284.119.584
Berdasarkan analisis terhadap arus kas konsolidasian, pinjaman afiliasi Perseroan yang
jatuh tempo pada bulan Desember 2028 akan dapat dilunasi.
8.2.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant Transaksi Pinjam Meminjam
Dana
Berdasarkan analisis Cash Management, dari Rencana Transaksi sebesar
Rp 130.000.000.000 dan akan digunakan oleh Perseroan sebagai tambahan dana modal
kerja operasional untuk pembelian bahan baku. Sehubungan dengan Rencana Transaksi,
Perseroan tidak memiliki persyaratan financial covenant tertentu seperti syarat pemenuhan
coverage ratio, debt ratio serta saldo kas minimum. Namun demikian, Perseroan wajib
mematuhi pembatasan-pembatasan dan/atau syarat dan ketentuan sebagaimana
tercantum dalam Perjanjian.
8.3 Analisis Inkremental
8.3.1 Kontribusi Nilai Tambah Bagi Perseroan
Manajemen Perseroan berkeyakinan bahwa Rencana Transaksi akan membawa dampak
positif bagi kinerja Perseroan. Analisa terhadap Rencana Transaksi yang diuraikan tidak
hanya didasarkan pada proforma keuangan, namun juga dengan memperhatikan kinerja
operasional secara menyeluruh yang tercermin dalam rasio likuiditas Perseroan. Dengan
adanya Rencana Transaksi, rasio lancar dan quick ratio Perseroan diproyeksikan masing-
masing berkisar antara 1,83x-3,95x dan 1,41x-3,09x.
Dengan terjadinya Rencana Transaksi, penjualan Perseroan tahun 2028 adalah sebesar
Rp 1.685.575.827.090 dibandingkan dengan penjualan Perseroan pada tahun 2023 yang
sebesar Rp 1.184.251.752.791, atau mengalami tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(CAGR) sekitar 7,32%.
Halaman 31
Page 38
Dengan terjadinya Rencana Transaksi, EBITDA di dalam proyeksi keuangan Perseroan
tahun 2028 adalah sebesar Rp 108.426.094.421 dibandingkan dengan EBITDA pada tahun
2023 yang sebesar Rp 33.195.541.645, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR
sekitar 26,71%.
Dengan terjadinya Rencana Transaksi, ekuitas di dalam proyeksi keuangan Perseroan
tahun 2028 adalah sebesar Rp 834.051.315.821 dibandingkan dengan ekuitas pada tahun
2023 yang sebesar Rp 653.784.179.815, sehingga Perseroan akan mengalami CAGR
sekitar 4,99%.
Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan inkremental atas keseluruhan
Rencana Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang dilakukan Perseroan
memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
8.3.2 Perkiraan Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Tidak terdapat pendapatan dan biaya yang relevan yang signifikan terkait dengan
pelaksanaan Rencana Transaksi.
8.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Untuk menjaga kelangsungan usaha Perseroan, pemegang saham dan manajemen
Perseroan berupaya menyusun rencana strategis bisnis, antara lain:
1. Memfokuskan pemasaran melalui modern retail, general trade, online, B2B ke
beberapa daerah di Indonesia serta berupaya menjajaki kerjasama yang bersifat B2B
dengan menjadi rekanan bagi hotel, restoran, katering dan pabrik lain;
2. Berupaya melakukan perluasan kerjasama dengan jaringan pasar modern retail
seperti supermarket dan minimarket yang telah menjadi saluran distribusi beras
terbesar bagi Perseroan;
3. Tetap mengelola distribusi ke pasar tradisional mengingat pasar tersebut dapat
menjangkau segmen pasar yang lebih luas, khususnya menengah ke bawah serta
melakukan pemasaran dan dan penjualan online melalui kerjasama dengan lebih
banyak marketplace yang relevan dengan pasar Perseroan untuk menjangkau pasar
menengah ke atas;
4. Mengembangkan merek terpercaya dan memonitor reputasi merek-merek beras yang
berada di bawah pengelolaan Perseroan.
8.3.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Atas Transaksi
Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah memperhatikan dan menaati
peraturan dan ketentuan yang berlaku sesuai kapasitasnya sebagai perusahaan publik.
Persetujuan awal atas Rencana Transaksi telah disetujui oleh Direksi dan Dewan
Komisaris. Untuk selanjutnya melakukan keterbukaan informasi ke OJK dan masyarakat atas
Rencana Transaksi.
Halaman 32
Page 39
9. Analisis Kewajaran
Analisis kewajaran dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan objektif
transaksi secara keseluruhan dan kemudian masing-masing komponen transaksi juga
ditelaah untuk dinilai kewajarannya. Penilaian kewajaran dilakukan dengan tetap
memperhatikan keterkaitan antara masing-masing transaksi dan objektif transaksi secara
keseluruhan. Pendapat kewajaran atas keseluruhan Rencana Transaksi disampaikan pada
bab 10. Kesimpulan.
Berikut ini adalah ringkasan analisis Kewajaran Rencana Transaksi :
1. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi yang akan dilakukan antara Perseroan
dan BPP sesuai dengan Draft Perjanjian, kami telah menelaah perhitungan
pembebanan bunga dari BPP kepada Perseroan. Sebagaimana yang telah diuraikan
bahwa nilai pokok fasilitas dana pinjaman maksimum adalah sebesar
Rp 130.000.000.000 dengan tingkat bunga 8,89% per tahun dan jangka waktu selama
5 tahun dan dapat diperpanjang.
Analisis kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan membandingkan
besaran bunga atas pinjaman tersebut dengan besaran bunga yang berlaku di pasar
dengan menggunakan pembanding perusahaan terbuka. Secara garis besar, analisis
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut dilakukan dengan membandingkan syarat-
syarat termasuk besaran bunga pinjaman yang digunakan dalam Rencana Transaksi
dengan syarat-syarat dan besaran bunga pinjaman yang berlaku di pasar saat ini,
sebagai berikut :
Jumlah Tingkat Bunga per
Nama Perseroan Pemberi Pinjaman Periode
(juta Rp) Tahun
PT Ciptaruang Persada Property PT Urban Jakarta Propertindo Tbk 182.478 7,00% 20 Juli '19 - 20 Juli '24
JIBOR 3 bulan +
PT Evoluzione Tyres PT Astra Otoparts Tbk 57.800 09 Mei '19 - 01 Des '27
2,5% = 8,13%
PT AB Sinar Mas Multifinance PT Sinar Mas Multiartha Tbk 31.250 9,00% 23 Nov '20 - 23 Nov '25
PT Indonesia Mobilindo PT Anabatic Technologies Tbk 120.000 12,00% 07 Jan '20 - 30 Jun '24
PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk Bahar 23.500 15,60% 02 Jan '18 - 04 Jan '24
Keterangan: JIBOR 3 bulan per 30 September 2023 = 5,63% (sumber: www.bi.go.id)
Sumber: www.idx.co.id
Dengan demikian terlihat bahwa bunga pinjaman dari Rencana Transaksi sebesar
8,89% per tahun adalah wajar karena masih dalam kisaran tingkat bunga yang berlaku
di pasar yang berkisar antara 7,00% - 15,60% per tahun.
2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Analisis Cash Flow Available for Debt Service (CFADS) ini dilakukan berdasarkan
proyeksi keuangan Perseroan terhadap Rencana Transaksi selama tahun 2023-2028
untuk melihat kas yang tersedia untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan
bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan. Apabila Perseroan memiliki rasio CFADS
dengan nilai lebih besar dari 1x, maka Perseroan dinyatakan layak dalam membayar
pokok dan bunga pinjamannya.
Berdasarkan analisis tersebut, Perseroan diproyeksikan memiliki CFADS sebesar
4,55x pada tahun 2028, yang menandakan Perseroan mampu untuk membayar pokok
Halaman 33
Page 40
pinjaman yang akan jatuh tempo pada tahun tersebut sebesar Rp 130.000.000.000
beserta bunga pinjaman sebesar Rp 1.155.700.000, hal ini dikarenakan Perseroan
memiliki CFADS yang cukup dimana diproyeksikan sebesar Rp 123.439.819.584.
Rasio ini menunjukkan bahwa kas yang tersedia untuk melakukan kewajiban porsi
pembayaran pokok dan bunga dari pinjaman afiliasi Perseroan adalah lebih besar
4,55x dari jumlah porsi pembayaran pokok dan bunga pinjaman. Apabila Perseroan
memiliki rasio CFADS dengan nilai lebih besar dari 1x, maka dinyatakan layak dalam
melunasi seluruh utangnya.
3. Analisis Posisi Proforma Keseluruhan Transaksi
Berikut ini adalah ringkasan proforma Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan
Penghasilan Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah
realisasi Rencana Transaksi per 30 September 2023 yang telah disiapkan oleh
manajemen Perseroan:
(dalam Rupiah)
Sebelum Transaksi Sesudah Transaksi
Keterangan Reviewed Penyesuaian Proforma
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 12.490.336.770 130.000.000.000 142.490.336.770
Portofolio efek 163.109.701.200 - 163.109.701.200
Piutang usaha 142.030.236.892 - 142.030.236.892
Piutang lain-lain-pihak ketiga 8.071.198.898 - 8.071.198.898
Persediaan 99.256.999.891 - 99.256.999.891
Uang muka 36.950.628.443 - 36.950.628.443
Beban dibayar di muka 251.912.497 - 251.912.497
Pajak dibayar di muka 224.831.092 - 224.831.092
Piutang pihak berelasi 19.104.301.233 - 19.104.301.233
Jumlah Aset Lancar 481.490.146.916 130.000.000.000 611.490.146.916
Aset Tidak Lancar
Aset tetap - neto 312.464.160.335 - 312.464.160.335
Properti investasi-neto 71.859.799.643 - 71.859.799.643
Aset hak guna-neto 7.697.055.770 - 7.697.055.770
Taksiran tagihan pajak 1.835.749.246 - 1.835.749.246
Aset pajak tangguhan - neto 4.384.106.443 - 4.384.106.443
Aset tidak lancar lainnya 181.764.000 - 181.764.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 398.422.635.437 - 398.422.635.437
Jumlah Aset 879.912.782.353 130.000.000.000 1.009.912.782.353
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Pinjaman bank jangka pendek 182.721.603.351 - 182.721.603.351
Utang usaha 11.103.735.722 - 11.103.735.722
Utang manager investasi 5.915.895.176 - 5.915.895.176
Utang lain-lain-pihak ketiga 231.988.800 - 231.988.800
Utang lain-lain-pihak berelasi - 130.000.000.000 130.000.000.000
Beban akrual 594.639.276 - 594.639.276
Uang muka pelanggan 1.928.816.885 - 1.928.816.885
Utang pajak 889.243.071 - 889.243.071
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pinjaman bank 5.870.042.590 - 5.870.042.590
Liabilitas sewa 898.835.800 - 898.835.800
Utang pembiayaan 82.510.903
82510903 - 82.510.903
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 210.237.311.574 130.000.000.000 340.237.311.574
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Liabilitas sewa 7.340.408.971 - 7.340.408.971
Liabilitas imbalan kerja 11.630.873.664 - 11.630.873.664
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 18.971.282.635 - 18.971.282.635
Jumlah Liabilitas 229.208.594.209 130.000.000.000 359.208.594.209
Ekuitas
Modal saham 241.943.817.000 - 241.943.817.000
Tambahan modal disetor - neto 162.091.994.218 - 162.091.994.218
Selisih atas transaksi dengan pihak non-pengendali 463.257.660 - 463.257.660
Saldo laba 244.042.966.548 - 244.042.966.548
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 648.542.035.426 - 648.542.035.426
Kepentingan non-pengendali 2.162.152.718 - 2.162.152.718
Jumlah Ekuitas 650.704.188.144 - 650.704.188.144
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 879.912.782.353 130.000.000.000 1.009.912.782.353
Halaman 34
Page 41
Berdasarkan analisis Proforma Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan per
tanggal 30 September 2023 yang disiapkan oleh manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi dimana terdapat penyesuaian antara lain:
1. Kas dan setara kas sebesar Rp 130.000.000.000 merupakan penyesuaian atas
tambahan dana yang diperoleh dari pinjaman afiliasi;
2. Utang lain-lain pihak berelas jangka pendek sebesar Rp 130.000.000.000
merupakan penyesuaian atas adanya dana pinjaman yang diperoleh dari pihak
afiliasi;
Sehingga secara keseluruhan, terjadi peningkatan aset berupa kas dan setara kas
sebesar Rp 130.000.000.000 serta peningkatan liabilitas berupa utang lain-lain pihak
berelasi jangka pendek sebesar Rp 130.000.000.000.
Berikut ini adalah ringkasan proforma Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lainnya Konsolidasian Perseroan sebelum dan sesudah realisasi Rencana Transaksi
untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023:
(dalam ribuan Rupiah)
Keterangan Sebelum Transaksi Penyesuaian Sesudah Transaksi
Reviewed Proforma
Penjualan 888.497.086.393 - 888.497.086.393
Beban Pokok Penjualan (820.009.364.605) - (820.009.364.605)
Laba bruto 68.487.721.788 - 68.487.721.788
Beban usaha (75.625.580.082) - (75.625.580.082)
Rugi usaha (7.137.858.294) - (7.137.858.294)
Penghasilan (Beban) Lain-Lain (7.000.238.105) - (7.000.238.105)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan (14.138.096.399) - (14.138.096.399)
Beban Pajak Penghasilan (254.594.351) - (254.594.351)
Rugi Tahun Berjalan (14.392.690.750) - (14.392.690.750)
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain 145.084.491 - 145.084.491
Total Rugi Komprehensif (14.247.606.259) - (14.247.606.259)
Jumlah rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk (13.055.425.288) - (13.055.425.288)
Kepentingan non pengendali (1.337.265.462) - (1.337.265.462)
Total (14.392.690.750) - (14.392.690.750)
Depresiasi dan amortisasi 25.088.680.210 - 25.088.680.210
EBITDA 17.950.821.916 - 17.950.821.916
Berdasarkan analisis Proforma Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan untuk periode sembilan bulan yang
berakhir pada tanggal 30 September 2023, Rencana Transaksi tidak menyebabkan
peningkatan atau penurunan pada Posisi Keuangan dan Laba Rugi dan Penghasilan
Komprehensif Lainnya Konsolidasian Perseroan dikarenakan tidak adanya perubahan
pos-pos pada laba rugi Perseroan.
4. Analisis Inkremental dan Profitabilitas
Analisa inkremental dan profitabilitas atas keseluruhan Rencana Transaksi dilakukan
untuk melihat kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba yang lebih baik bagi
Perseroan dengan membandingkan antara proyeksi keuangan Perseroan (potensi
manfaat ekonomis) sebelum dilaksanakannya Rencana Transaksi dengan sesudah
dilaksanakannya Rencana Transaksi.
Halaman 35
Page 42
Berikut adalah kinerja konsolidasian Perseroan tanpa terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2023-2028:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Okt-Des 2023P 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
Aset 889.089.635.920 889.089.635.920 904.987.055.709 930.769.432.005 958.687.176.126 987.971.337.871 1.020.818.175.053
Liabilitas 235.057.565.939 235.057.565.939 228.178.732.486 229.931.363.277 231.869.107.661 233.869.217.639 235.973.223.268
Ekuitas 654.032.069.981 654.032.069.981 676.808.323.222 700.838.068.729 726.818.068.465 754.102.120.232 784.844.951.785
Penjualan 296.165.695.464 1.184.662.781.857 1.228.452.536.398 1.259.445.283.471 1.291.543.835.240 1.324.488.195.984 1.358.302.111.639
Laba Usaha 7.429.932.650 292.074.356 41.376.099.162 42.169.171.354 44.217.515.597 45.412.120.500 49.342.441.677
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 3.327.881.837 (11.064.808.913) 22.776.253.241 24.029.745.506 25.979.999.737 27.284.051.767 30.742.831.553
Depresiasi 8.212.243.966 33.300.924.176 32.851.345.160 32.822.676.237 31.800.511.058 31.617.706.370 28.682.135.079
EBITDA 15.642.176.616 33.592.998.532 74.227.444.322 74.991.847.591 76.018.026.655 77.029.826.871 78.024.576.756
Marjin Laba Usaha 2,51% 0,02% 3,37% 3,35% 3,42% 3,43% 3,63%
Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan 1,12% -0,93% 1,85% 1,91% 2,01% 2,06% 2,26%
Marjin EBITDA 5,28% 2,84% 6,04% 5,95% 5,89% 5,82% 5,74%
Keterangan: EBITDA= Earning Before Interest Tax Depreciation Amortisation
Sedangkan kinerja konsolidasian Perseroan dengan terjadinya Rencana Transaksi
selama periode proyeksi tahun 2023-2028 adalah sebagai berikut:
(dalam Rp, kecuali dinyatakan lain)
Keterangan Okt-Des 2023P 2023P 2024P 2025P 2026P 2027P 2028P
Aset 1.012.841.745.754 1.012.841.745.754 1.006.352.713.196 1.010.046.873.502 1.022.285.441.638 1.042.706.689.689 1.073.960.567.087
Liabilitas 359.057.565.939 359.057.565.939 332.874.974.822 309.329.892.572 286.043.245.485 262.886.169.684 239.909.251.266
Ekuitas 653.784.179.815 653.784.179.815 673.477.738.375 700.716.980.930 736.242.196.153 779.820.520.005 834.051.315.821
Penjualan 295.754.666.398 1.184.251.752.791 1.283.437.520.412 1.374.318.237.834 1.471.121.281.381 1.574.715.386.694 1.685.575.827.090
Laba (Rugi) Usaha 7.032.475.763 (105.382.531) 47.068.950.741 53.785.694.054 61.559.527.379 69.002.588.997 79.743.959.342
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 3.079.991.671 (11.312.699.079) 19.693.558.560 27.239.242.556 35.525.215.223 43.578.323.852 54.230.795.816
Depresiasi 8.212.243.966 33.300.924.176 32.851.345.160 32.822.676.237 31.800.511.058 31.617.706.370 28.682.135.079
EBITDA 15.244.719.729 33.195.541.645 79.920.295.901 86.608.370.291 93.360.038.438 100.620.295.367 108.426.094.421
Marjin Laba (Rugi) Usaha 2,38% -0,01% 3,67% 3,91% 4,18% 4,38% 4,73%
Marjin Laba (Rugi) Tahun Berjalan 1,04% -0,96% 1,53% 1,98% 2,41% 2,77% 3,22%
Marjin EBITDA 5,15% 2,80% 6,23% 6,30% 6,35% 6,39% 6,43%
Tanpa terjadinya Transaksi, penjualan Perseroan diproyeksikan akan mengalami
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 2,77% atau mencapai
Rp 1.358.302.111.639 pada tahun 2028, dibandingkan dengan penjualan Perseroan
pada tahun 2023 yang sebesar Rp 1.184.662.781.857. Dengan adanya Transaksi,
penjualan Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR sebesar 7,32% atau
mencapai Rp 1.685.575.827.090 pada tahun 2028, dibandingkan dengan penjualan
Perseroan pada tahun 2023. Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi
seluruh usaha Perseroan memiliki prospek yang baik.
Tanpa terjadinya Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 18,36% atau mencapai Rp 78.024.576.756 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan EBITDA Perseroan pada tahun 2023 yang sebesar Rp 33.592.998.532.
Dengan terjadinya Transaksi, EBITDA Perseroan diproyeksikan akan mengalami
CAGR sekitar 26,71% atau mencapai Rp 108.426.094.421 pada tahun 2028
dibandingkan dengan EBITDA Perseroan pada tahun 2023.
Tanpa terjadinya Transaksi, ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 3,71% atau mencapai Rp 784.844.951.785 pada tahun 2028, dibandingkan
dengan ekuitas Perseroan pada tahun 2023 yang sebesar Rp 654.032.069.981.
Dengan terjadinya Transaksi, ekuitas Perseroan diproyeksikan akan mengalami CAGR
sekitar 4,99% atau mencapai Rp 834.051.315.821 pada tahun 2028 dibandingkan
dengan ekuitas Perseroan pada tahun 2023.
Halaman 36
Page 43
Pertumbuhan tersebut dapat dicapai dengan asumsi seluruh usaha Perseroan memiliki
prospek yang baik. Berdasarkan analisa profitabilitas dan inkremental atas
keseluruhan Rencana Transaksi di atas terlihat bahwa Rencana Transaksi yang
dilakukan Perseroan memiliki prospek dan tingkat profitabilitas yang baik.
10. Kesimpulan
Berdasarkan pertimbangan analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis atas
kewajaran nilai transaksi dan faktor-faktor yang relevan dalam memberikan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi Perseroan, maka kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi yang dilakukan Perseroan adalah wajar.
11. Distribusi Pendapat Kewajaran Ini
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain. Pendapat
Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi ekonomi dan peraturan yang
ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi
Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda
tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan (corporate seal) dari ID&R.
Halaman 37
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5207 ms
12 Sep 2026 21:44
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}