Back to announcement
20231228_ETWA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31562778_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted ETWASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 69
Page 1
PT Eterindo Wahanatama Tbk dan Entitas Anak Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Untuk Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT ETERINDO WAHANATAMA TBK
DAN ENTITAS ANAK
Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Tanggal 30 September 2023
Serta untuk Periode Sembilan Bulan yang
Berakhir pada Tanggal Tersebut (Tidak Diaudit)
Daftar Isi Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim 1-2
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian Interim 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim 5
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 6-67
Page 3
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Pada Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah,Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 4 313.751.443 300.750.817
Piutang usaha - neto 5
Pihak ketiga 29.058.887.816 29.069.217.169
Piutang lain-lain 6
Pihak ketiga 456.527.252 456.527.252
Persediaan - neto 8 1.594.634.221 1.594.671.981
Aset biologis 9 4.118.905.530 4.118.905.530
Pajak dibayar dimuka 20a 2.255.254.534 2.017.013.948
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 10 25.142.134.898 25.200.955.810
TOTAL ASET LANCAR 62.940.095.694 62.758.042.507
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 11 346.778.535.400 348.779.563.982
Tanaman perkebunan - neto
Tanaman belum menghasilkan 12 6.656.094.012 6.656.094.012
Tanaman telah menghasilkan 12 122.968.133.216 133.767.449.208
Piutang plasma 14 131.478.020.570 131.478.020.570
Properti investasi 13 168.859.000.000 168.859.000.000
Aset pajak tangguhan - neto 20c 39.321.546.613 39.321.546.613
Goodwill 15 3.434.203.348 3.434.203.348
Uang jaminan 16 150.122.700 150.532.700
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 819.645.655.859 832.446.410.433
TOTAL ASET 882.585.751.553 895.204.452.940
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
1
Page 4
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Pada Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 31 Desember 2022
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 17 116.389.750.164 113.928.241.197
Utang usaha
Pihak ketiga 18 21.374.438.337 23.859.575.761
Utang lain-lain
Pihak ketiga 19 6.751.214.344 2.077.951.462
Utang pajak 20b 21.127.367.837 20.063.272.236
Liabilitas yang masih harus dibayar 21 265.667.950.325 252.319.233.392
Uang muka pelanggan 22 12.528.112.345 12.693.529.261
Bagian utang jangka panjang
yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 23 26.278.114.000 26.278.114.000
TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 470.116.947.352 451.219.917.309
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang bank 23 817.997.063.240 822.525.834.680
Liabilitas pajak tangguhan - neto 20c 980.435.868 980.435.868
Liabilitas imbalan kerja 24 5.751.455.378 5.751.455.378
Utang kepada Pemegang Saham 19.216.130.027 12.791.164.079
TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 843.945.084.513 842.048.890.005
TOTAL LIABILITAS 1.314.062.031.865 1.293.268.807.314
DEFISIENSI MODAL
Modal saham 25 572.337.520.000 572.337.520.000
Tambahan modal disetor - neto 26 112.006.488.522 112.006.488.522
Saldo laba ditahan (defisit)
Cadangan Umum 27 100.000.000 100.000.000
Belum ditentukan penggunaannya (1.115.356.853.952) (1.081.987.609.528)
Total defisiensi modal yang dapat diatribusikan
kepada pemilik Entitas Induk (430.912.845.430) (397.543.601.006)
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 28 (563.434.882) (520.753.368)
TOTAL DEFISIENSI MODAL (431.476.280.312) (398.064.354.374)
TOTAL LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL 882.585.751.553 895.204.452.940
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
2
Page 5
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM
Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
29 6.020.514 48.277.780.000
PENJUALAN NETO
BEBAN POKOK PENJUALAN 30 13.097.662.534 72.965.399.717
RUGI BRUTO (13.091.642.020) (24.687.619.717)
BEBAN USAHA
Beban umum dan administrasi 31 6.589.227.777 10.191.517.786
Total Beban Usaha 6.589.227.777 10.191.517.786
RUGI USAHA (19.680.869.797) (34.879.137.503)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Laba (Rugi) selisih kurs 4.636.437.103 (22.903.637.051)
Beban keuangan (18.278.093.601) (52.236.216.498)
Penghasilan bunga 1.482.330 5.003.369
Kenaikan nilai wajar properti investasi 13, 33 - 6.467.500.000
Laba atas perubahan nilai wajar
aset biologis - 2.011.872.100
Laba atas pelepasan aset tetap 11, 33 1.146.495.302 -
Beban pajak (1.236.688.741) (4.000.701.297)
Lain-lain - neto (688.534) (128.891.026.885)
Total (Beban) Lain-lain - Neto (13.731.056.141) (199.547.206.262)
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (33.411.925.938) (234.426.343.765)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN
Tangguhan - (4.204.357.918)
Total Beban Pajak Penghasilan - (4.204.357.918)
TOTAL RUGI PERIODE BERJALAN (33.411.925.938) (238.630.701.683)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja - (655.609.451)
Total penghasilan komprehensif lain - (655.609.451)
TOTAL LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (33.411.925.938) (239.286.311.134)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
3
Page 6
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM
Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 September 2023 30 September 2022
Total (rugi) periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk (33.369.244.424) (238.030.346.566)
Kepentingan non-pengendali (42.681.514) (600.355.117)
Total (33.411.925.938) (238.630.701.683)
Total (rugi) komprehensif periode berjalan
yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk (33.369.244.424) (238.685.841.321)
Kepentingan non-pengendali (42.681.514) (600.469.813)
Total (33.411.925.938) (239.286.311.134)
RUGI PER SAHAM DASAR YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 33 (7,15) (58,74)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
4
Page 7
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN DEFISIENSI MODAL KONSOLIDASIAN INTERIM
Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Defisiensi Modal yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham Saldo Laba
Ditempatkan dan Tambahan Modal Belum Ditentukan Kepentingan Total
Cadangan Umum Total
Disetor Penuh Disetor-Neto Penggunaannya Non-Pengendali Defisiensi Modal
Saldo pada tanggal
1 Januari 2022 572.337.520.000 112.006.488.522 100.000.000 (799.451.124.176) (115.007.115.654) 190.695.377 (114.816.420.277)
Rugi tahun berjalan - - - (282.063.443.382) (282.063.443.382) (711.173.661) (282.774.617.043)
Penghasilan komprehensif lain - - - (473.041.970) (473.041.970) (275.084) (473.317.054)
Saldo pada tanggal
31 Desember 2022 572.337.520.000 112.006.488.522 100.000.000 (1.081.987.609.528) (397.543.601.006) (520.753.368) (398.064.354.374)
Rugi tahun berjalan - - - (33.369.244.424) (33.369.244.424) (42.681.514) (33.411.925.938)
Saldo pada tanggal
30 September 2023 572.337.520.000 112.006.488.522 100.000.000 (1.115.356.853.952) (430.912.845.430) (563.434.882) (431.476.280.312)
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
5
Page 8
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal 30 September 2023 dan 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 September 2023 30 September 2022
ARUS KAS DARI AKTIVITASI OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 14.597.298 45.231.935.151
Penghasilan bunga 1.482.330 5.003.367
Penerimaan (pembayaran) pajak (147.156.966) (918.466.692)
Pembayaran beban keuangan (5.492.820) (8.191.312)
Pembayaran kas kepada pemasok - (45.147.811.000)
Pembayaran untuk beban operasi (3.277.322.158) (4.592.638.136)
Pembayaran kas kepada karyawan (1.997.539.830) (8.200.171.047)
Penempatan uang jaminan - (116.069.800)
Penerimaan pengembalian uang jaminan - 319.209.100
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (5.411.432.146) (13.427.200.369)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman antar pihak berelasi 6.424.965.948 2.755.205.000
Pembayaran hutang bank jangka panjang - (500.000.000)
Pembayaran hutang bank jangka pendek (1.000.000.000) (3.250.000.000)
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 5.424.965.948 (994.795.000)
KENAIKAN NETO KAS DAN BANK 13.533.802 (14.421.995.369)
DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN BANK (533.176) 2.363.276
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 300.750.817 15.230.255.152
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 313.751.443 810.623.059
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE
TERDIRI DARI:
Kas 2.119.797 3.149.416
Bank 311.631.646 807.473.643
Cerukan
Total 313.751.443- 810.623.059-
6
Page 9
.
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 30 September 2023 Serta Periode Sembilan Bulan yang Berakhir pada Tanggal Tersebut
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Eterindo Wahanatama Tbk ("Perusahaan") didirikan pada tanggal 6 Maret 1992 dalam rangka
Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 (telah diubah dengan
Undangundang No. 12 tahun 1970) berdasarkan Akta Notaris Annie Sri Rahmani Hendrotomo, S.H.,
No. 3, notaris pengganti Raden Santoso, S.H. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
dalam surat keputusan No. C2-4561.HT.01.01.Th.93 tanggal 11 Juni 1993. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Jose Dima Satria,
S.H, M.Kn., No 161 tanggal 30 Juni 2023 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang
berlaku efektif sejak tanggal 30 Juni 2023. Perubahan Anggaran Dasar ini telah diterima oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui surat No. AHU-0139611.AH.01.11.TAHUN
2023 tanggal 24 Juli 2023. Dan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagaimana dimuat
dalam Akta Notaris Jose Dima Satria, S.H, M.Kn., No 160 tanggal 30 Juni 2023, perihal Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui surat No. AHU-0139320.AH.01.11.TAHUN 2023 tanggal 24 Juli 2023.
Dalam pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, bidang usaha perseroan meliputi perdagangan besar bahan
dan barang kimia dasar atau kimia industri, perdagangan besar berbagai macam yang tanpa
mengkhususkan barang tertentu (tanpa ada kekhususan tertentu), perkebunan buah kelapa sawit,
industri kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, industri kimia dasar organik lainnya,
serta kegiatan usaha penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama.
Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun 1996. Saat ini, Perusahaan melaksanakan
usaha perdagangan dan distribusi Biodiesel Fatty Acid Methyl Ester (“FAME”) dan barang-barang kimia
lainnya.
Perusahaan berdomisili di Jakarta, pada saat ini kantor Perusahaan terletak di Prudential Tower Lantai
20, Jl. Jend.Sudirman Kav.79, Jakarta Selatan.
Perusahaan memiliki entitas induk yang merupakan entitas pengendalian atas Perusahaan.
b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Presiden Komisaris : Tan Zhi Yang Abdul Halim Bin Ashari
Komisaris Independen : Tjin Tjung Lie Tjin Tjung Lie
Komisaris : - Martin Siswanto
Presiden Direktur : Drs. Eisen Wongso Wirya Surya Drs. Eisen Wongso Wirya Surya
Direktur : Edward Hardiyanto, SE Francisco Jr Amante Colinares
Total kompensasi kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan berupa gaji dan tunjangan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 September 2023 dan 2022 masing-masing
sebesar Rp540.315.000 dan Rp1.353.880.620.
Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Ketua : Tjin Tjung Lie Tjin Tjung Lie
Anggota : Rokhilah Giat Mulia
: Gunawan Gunawan
6
Page 10
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Struktur Entitas Anak
Struktur entitas anak pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
Persentase
Kepemilikan Total Aset sebelum jurnal eliminasi
Tahun
Kegiatan Operasi 30 September 31 Desember
Entitas Anak Domisili Usaha Utama Komersial 2023 2022 2023 2022
PT Anugerahinti Industri
Gemanusa (AG) Gresik Biodisel 2001 99,59% 99,59% 839.958.008.606 840.521.616.463
PT Maiska Bhumi Perkebunan
99,99% 99,99%
Semesta (MBS) Pontianak sawit 2013 281.494.831.870 286.942.998.250
PT Malindo Persada Perkebunan
Khatulistiwa (MPK) Pontianak sawit 2013 99,99% 99,99% 336.135.714.360 342.733.667.363
PT Anugerahinti Gemanusa (AG)
Perusahaan memiliki secara langsung 99,59% saham PT Anugerahinti Gemanusa (AG) yang didirikan
pada bulan Agustus 1994, dan bergerak dalam bidang produksi dan perdagangan FAME.
PT Maiska Bhumi Semesta (MBS)
MBS didirikan pada tanggal 5 Agustus 2006 di Pontianak, Kalimantan Barat dan bergerak dalam bidang
perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham No. 1 tanggal 1 Desember 2009 yang dibuat
dihadapan Notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., SpN., Perusahaan memperoleh 23.500 saham MBS dari
PT Global Natural Resources (GNR). Harga per lembar saham adalah Rp1.013.731. Total nilai
pembelian saham tersebut sebesar Rp23.822.678.500 dengan kepemilikan 43,31% dari jumlah saham
MBS yang diterbitkan.
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 63 tanggal 28 Juni 2010 dari Notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H.,
SpN., Perusahaan meningkatkan kepemilikan saham pada MBS dengan mengakuisi sebanyak 30.750
saham dengan nilai Rp33.946.493.250 dari GNR. Sejak tanggal tersebut, Perusahaan memiliki secara
langsung sebanyak 54.250 saham MBS atau setara dengan 99,99% kepemilikan pada MBS.
Berdasarkan Akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M Hum., Mkn, MM, M.si No. 18 tanggal 5 Maret 2015,
Perusahaan melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp111.250.000.000
(111.250 saham) dari Rp54.250.000.000 (54.250 saham). Peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh berasal dari hasil konversi piutang milik Perusahaan di MBS. Tidak ada perubahan persentase
kepemilikan setelah terjadinya kenaikan modal ditempatkan dan disetor penuh.
PT Malindo Persada Khatulistiwa (MPK)
MPK didirikan pada tanggal 5 Agustus 2006 di Pontianak, Kalimantan Barat dan bergerak dalam bidang
perkebunan kelapa sawit.
Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham No. 2 tanggal 1 Desember 2009 yang dibuat
dihadapan Notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., SpN., Perusahaan membeli 23.500 lembar saham MPK
dari GNR. Harga per lembar saham adalah Rp1.007.695. Nilai pembelian saham tersebut sebesar
Rp23.680.832.500 dengan kepemilikan sebesar 43,06% dari total saham MPK yang diterbitkan.
8
Page 11
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Struktur entitas anak (lanjutan)
Berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 62 tanggal 28 Juni 2010 dari Notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H.,
SpN., Perusahaan meningkatkan kepemilikan saham pada MPK dengan mengakuisisi sebanyak 31.075
saham dengan nilai Rp34.583.367.500 dari GNR. Sejak tanggal tersebut, Perusahaan memiliki secara
langsung sebanyak 54.575 saham MPK atau setara dengan 99,99% kepemilikan pada MPK.
Berdasarkan Akta Notaris Ira Sudjono, S.H., M Hum., Mkn, MM, M.si No. 19 tanggal 5 Maret 2015,
Perusahaan melakukan penambahan modal ditempatkan dan disetor menjadi Rp154.575.000.000
(154.575 saham) dari Rp54.575.000.000 (54.575 saham). Peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh berasal dari hasil konversi piutang milik Perusahaan di MPK. Tidak ada perubahan persentase
kepemilikan setelah terjadinya kenaikan modal ditempatkan dan disetor penuh.
d. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 170.000.000 saham-saham barunya dengan
nilai nominal Rp500 per saham melalui bursa efek di Indonesia dengan harga penawaran Rp1.300 per
saham yang dinyatakan efektif pada tanggal 16 April 1997. Perusahaan menerbitkan saham dengan
hak memesan efek terlebih dahulu sebesar 280.000.000 saham yang juga dicatatkan pada bursa efek
di Indonesia yang dinyatakan efektif pada tanggal 28 Juni 1999. Pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022, seluruh saham Perusahaan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Pada tanggal 22 Desember 2021, Perusahaan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Menyatakan
Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sejumlah 3.700.374.400 lembar saham dengan nilai nominal Rp50
per lembar saham dan harga pelaksanaan Rp75 per saham. Saham hasil PMTHMETD tersebut dicatat
pada BEI pada tanggal 23 Desember 2021.
e. Penyelesaian laporan keuangan konsolidasian
Manajemen Grup bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian
yang telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 15 Desember 2023.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Berikut ini adalah kebijakan akuntansi yang signifikan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian PT Eterindo Wahanatama Tbk dan Entitas Anak (Bersama-sama dirujuk sebagai “Grup”).
a. Dasar penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan-peraturan serta
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) (dahulu Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK).
Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual dengan menggunakan konsep
biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana
diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan
penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan
pendanaan.
9
Page 12
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang
merupakan mata uang fungsional Grup.
Grup memilih menyajikan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dalam satu
laporan dan menyajikan tambahan pengungkapan estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
pada Catatan 3 serta pengelolaan modal pada Catatan 35.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal
31 Desember setiap tahunnya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil
variable dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal
hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, Grup mengendalikan investee
jika dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
i) kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberikan Grup kemampuan kini
untuk mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal
hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, maka Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka
memiliki kuasa atas investee, termasuk:
i) pengaturan kontraktual dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain, dan
iii) hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki oleh Grup.
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan
adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen pengendalian. Konsolidasi atas entitas-
entitas anak dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat
Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas
anak yang diakuisisi pada tahun tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak
tanggal Grup memperoleh kendali sampai tinggal kelompok usaha tidak lagi mengendalikan entitas anak
tersebut.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas
induk dan pada kepentingan nonpengendali (KNP), walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP
menjadi defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak
untuk diselarasan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan dan laba atau
rugi hasil dari intra-Grup yang belum direalisasi dan dividen dieliminasi pada saat konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
hilangnya pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas anak. Bila kehilangan pengendalian atas
suatu entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas, KNP
dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara laba atau rugi yang dihasilkan diakui pada laba rugi.
Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.
10
Page 13
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Transaksi dan saldo mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat
transaksi dilakukan. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal
transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul,
dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun yang bersangkutan.
Nilai tukar yang digunakan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 untuk 1 Dolar
Amerika Serikat masing-masing adalah Rp15.526 dan Rp15.731.
d. Transaksi dengan pihak-pihak berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor):
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian Bersama atas entitas pelapor;
ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas
anak dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lainnya (entitas asosiasi
atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
antitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf
(a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok
tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada
entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo material dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 7.
Kecuali diungkapkan khusus sebagai pihak berelasi, maka pihak-pihak lain yang disebutkan dalam
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan pihak ketiga.
11
Page 14
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen keuangan
i. Aset keuangan
Pengakuan awal dan pengukuran
Aset keuangan diklasifikasikan, Pada pengakuan awal, yang selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui pendapatan komprehensif laon (OCI), dan nilai wajar
melalui laba rugi.
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual
aset keuangan dan model bisnis Grup untuk mengelolanya. Dengan pengecualian piutang uasaha
yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana Grup telah
menerapkan kebijaksanaan praktisnya, Grup pada awalnya mengukur aset keuangan pada nilai
wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya transaksi.
Piutang usaha yang tidak mengandung komponen pembiayaan yang signifikan atau yang mana
Grup telah menerapkan kebijaksanaan praktis diukur pada harga transaksi yang ditentukan
berdasarkan PSAK No. 72.
Agar Aset keuangan diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
melalui OCI, Aset keauangan harus menghasilkan arus kas yang ‘semata-mata pembayaran
pokok dan bunga (SPPI) dari jumlah pokok terhutang. Penilaian ini disebut sebagai test SPPI dan
dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis grup untuk mengeola aset keuangan mengacu pada bagaimana Grup mengelola aset
keuangannya untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
dihasilkan dari pengumpulan dari arus kas kontraktual, penjualan aset keuangan, atau keduanya.
Pembelian dan penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam jangka waktu
yang di tetap kan oleh regulasi atau konvensi di pasar (perdagangan reguler) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Pengakuan setelah pengakuan awal
Untuk tujuan pengukuran selanjutnya, aset keuangan di klasifikasikan dalam 4 kategori:
• Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrument keuangan).
• Aset keuangan pada nilai wajar melalui OCI dengan daur ulang keuntungan dan kerugian
kumulatif (instrument utang).
• Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tanpa daur ulang keuntungan
dan kerugian kumulatif setelah penghentian pengakuan (instrument ekuitas).
• Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi (instrument utang).
Kategori ini adalah yang paling relevan dengan Grup. Grup mengukur aset keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
• Aset keuangan dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk memiliki aset keuangan untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan arus kas pada tanggal tertentu
yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur dengan
menggunakan metode suku bunga efektif (SBE) dan mengalami penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui dalam laba rugi pada saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau rusak.
Aset keuangan Grup pada biaya perolehan diamortisasi termasuk piutang usaha, piutang lain-lain
dan piutang plasma.
12
Page 15
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen keuangan (lanjutan)
i. Aset keuangan (lanjutan)
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau, jika berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan serupa) terutama dihentikan pengakuannya (yaitu, dihapus dari laporan posisi
keuangan konsolidasian Grup) ketika:
• Hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau
• Grup telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau
berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa penundaan
material kepada pihak ketiga dalam perjanjian yang memenuhi kriteria “pass through” dan (a)
Grup telah secara subtansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Grup
secara substansial tidak mentransfer atau tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu
aset, namun telah mentransfer kendali atas aset tersebut.
Apabila Grup mentransfer hak untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
mengadakan kesepakatan penyerahan (“pass through”), atau tidak mentransfer maupun tidak
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan tersebut
namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut, maka suatu aset keuangan
baru diakui oleh Grup sebesar keterlibatannya yang berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer, diukur
sebesar jumlah terendah antara nilai tercatat aset yang ditransfer dan nilai maksimal pembayaran
yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali oleh Grup.
Penurunan nilai aset keuangan
Grup mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (ECL) untuk semua instrument utang
yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus
kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan
akan diterima Grup, di diskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit
lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.
ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit
yang signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan
oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk
eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal,
penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur
eksposur, terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup).
Untuk piutang dagang dan aset kontrak, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan
dalam menghitung ECL. Oleh karena itu, Grup tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan.
Grup telah menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang
disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan
lingkungan ekonomi.
Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 90 hari.
Namun, dalam kasus tertentu, Grup juga dapat mempertimbangkan aset keuangan mengalami
gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Grup tidak mungkin
menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan setiap
peningkatan kredit yang dimiliki oleh Kelompok . Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada
ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.
13
Page 16
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen keuangan (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan
Pengakuan awal dan pengukuran
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, liabilitas yang diukur dengan biaya amortisasi, atau derivatif yang ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, mana yang sesuai pada saat
pengakuan awal. Grup menentukan klasifikasi liabilitas keuangan tersebut pada saat pengakuan
awal. Pada tanggal pelaporan, Grup tidak memiliki liabilitas keuangan selain yang diklasifikasikan
sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya amortisasi.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dalam bentuk liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya
amortisasi dicatat pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung.
Liabilitas keuangan Grup terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, liabilitas yang masih harus
dibayar, utang bank jangka pendek dan jangka panjang.
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk liabilitas keuangan
yang dimiliki untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal
sebagai nilai wajar melalui laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka terjadi untuk
tujuan pembelian kembali dalam waktu dekat. Kategori ini juga mencakup instrumen keuangan
derivatif yang dimasukkan oleh Grup yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam
hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang
dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali ditetapkan sebagai
instrumen lindung nilai yang efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laba
rugi.
Liabilitas keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba rugi
ditetapkan pada tanggal awal pengakuan, dan hanya jika kriteria dalam PSAK No. 71 terpenuhi.
Grup tidak menetapkan liabilitas keuangan apa pun yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Utang dan pinjaman
Ini adalah kategori yang paling relevan dengan Grup. Setelah pengakuan awal, utang dan
pinjaman yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi pada saat kewajiban
dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premi atas
akuisisi dan biaya atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi SBE
dicatat sebagai beban keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
14
Page 17
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
e. Instrumen keuangan (lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan (lanjutan)
Penghentian pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman
yang sama dengan persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari
liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
iii. Saling hapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak secara hukum untuk melakukan
saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat
intensi untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan.
Aset keuangan
Pengakuan awal dan pengukuran
Aset keuangan diklasifikasikan, pada saat pengakuan awal, sebagai aset keuangan yang diukur
pada nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki
hingga jatuh tempo, aset keuangan tersedia untuk dijual, atau sebagai instrumen lindung nilai
dalam lindung nilai efektif, bila memenuhi syarat. Semua aset keuangan awalnya diakui pada nilai
wajar namun dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, maka
nilai wajar tersebut ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung
dengan perolehan aset keuangan tersebut. Pembelian atau penjualan aset keuangan yang
memerlukan pengiriman aset dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh peraturan atau konvensi
di pasar (perdagangan cara biasa) diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal saat Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset.
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai pinjaman yang diberikan dan piutang, seperti
kas dan setara kas, piutang plasma lancar dan tidak lancar, piutang usaha dan lainlain, piutang
pihak berelasi, aset keuangan tersedia untuk dijual dan aset keuangan tidak lancar lainnya.
f. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan kas yang ditempatkan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya.
15
Page 18
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja, serta alokasi
biaya overhead. Biaya bahan baku dan barang dagangan ditentukan dengan menggunakan metode
rata-rata tertimbang (weighted-average method).
Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi
biaya penyelesaian dan biaya penjualan.
Grup menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan.
h. Aset biologis
Aset biologis Grup terdiri atas produk agrikultur dari tanaman produktif, yang terutama terdiri atas
Tandan Buah Segar (TBS).
Aset biologis dinyatakan sebesar nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Keuntungan atau kerugian
yang timbul pada pengakuan awal produk agrikultur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan
dari perubahan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset biologis pada setiap tanggal pelaporan
dimasukkan dalam laba rugi pada periode dimana keuntungan atau kerugian tersebut terjadi.
Nilai wajar dari produk agrikultur, termasuk produk yang masih tumbuh dan sudah dipanen dari
tanaman produktif kelapa sawit ditentukan menggunakan pendekatan pasar (market approach) dengan
menerapkan estimasi volume produksi dengan estimasi harga pasar yang berlaku pada tanggal
pelaporan. Biaya untuk menjual adalah biaya inkremental yang diatribusikan secara langsung untuk
pelepasan aset, tidak termasuk beban pembiayaan dan pajak penghasilan.
i. Biaya dibayar dimuka
Biaya dibayar dimuka dibebankan selama masa manfaatnya.
j. Aset tetap
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-
biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang
diinginkan agar aset siap digunakan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi
kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada
jumlah tercatat aset terkait bila besar kemungkinan bagi Grup manfaat ekonomi masa depan menjadi
lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa
manfaat aset terkait.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dicatat dengan harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan. Aset tetap kecuali aset tetap dalam penyelesaian
disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus.
16
Page 19
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Aset tetap (lanjutan)
Estimasi masa manfaat untuk aset yang disusutkan sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Sarana dan Prasarana Kebun 20
Mesin dan Peralatan Pabrik 4-8
Peralatan berat 8
Peralatan Kantor, Perabotan dan Perlengkapan 4-5
Kendaraan 5-8
ISAK 25 menetapkan bahwa biaya pengurusan hukum hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha
(“HGU”), Hak Guna Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui
sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan hukum hak atas tanah dalam bentuk HGU, HGB
dan HP diakui sebagai bagian dari akun “Aset Lain-lain” pada laporan posisi keuangan konsolidasian
dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek.
Entitas anak, AG, menggunakan pendekatan metode depresiasi berdasarkan output produksi untuk
mesin dan peralatan pabrik tertentu. Dengan metode ini, depresiasi dihitung berdasarkan estimasi hasil
produksi dari mesin dan perlengkapan pabrik sejumlah 1.680.000 metric ton (MT).
Perusahaan dan Entitas Anak, AG, melakukan perubahan terhadap masa manfaat atas aset yang
direvaluasi sehubungan dengan kuasi-reorganisasi yang dilaksanakan pada tanggal 30 Juni 2012.
Masa manfaat yang telah direvisi untuk aset tetap tertentu yang direvaluasi adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 15
Kendaraan 1-5
Peralatan kantor, perabotan dan perlengkapan 1-5
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan jika
sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Aset tetap dalam penyelesaian disajikan dalam “Aset Tetap” dan dinyatakan sebesar biaya perolehan.
Akumulasi biaya perolehan untuk aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya. Penyusutan dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan tujuan
yang diinginkan manajemen.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah
nilai tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria
pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.
17
Page 20
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
j. Aset tetap (lanjutan)
Aset dinyatakan pada nilai dapat diperoleh kembali pada saat kejadian-kejadian atau perubahan-
perubahan keadaan mengindikasikan bahwa nilai tercatatnya mungkin tidak dapat diperoleh kembali.
Penurunan nilai aset, jika ada, diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian (Catatan 2n).
k. Tanaman perkebunan
Tanaman perkebunan dikelompokkan menjadi tanaman belum menghasilkan dan tanaman telah
menghasilkan. Tanaman belum menghasilkan dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi
akumulasi biaya persiapan lahan, penanaman bibit, pemupukan, pemeliharaan, dan alokasi biaya tidak
langsung lainnya sampai dengan saat tanaman yang bersangkutan dinyatakan menghasilkan dan
dapat dipanen.
Biaya pinjaman yang timbul dari pendanaan dan biaya lain yang digunakan untuk membiayai
pengembangan tanaman belum menghasilkan, dikapitalisasi. Kapitalisasi beban pinjaman tersebut
berakhir ketika tanaman telah menghasilkan dan siap untuk dipanen. Tanaman belum menghasilkan
tidak diamortisasi.
Secara umum, tanaman kelapa sawit memerlukan waktu sekitar 3 sampai dengan 4 tahun sejak
penanaman bibit di area perkebunan untuk menjadi tanaman menghasilkan. Tanaman telah
menghasilkan dicatat sebesar akumulasi biaya perolehan sampai dengan reklasifikasi dari tanaman
belum menghasilkan dilakukan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama taksiran masa
produktif tanaman yang bersangkutan yaitu dua puluh (20) tahun.
Pembibitan dicatat pada harga perolehan, terdiri dari kapitalisasi biaya-biaya untuk persiapan
pembibitan, pemeliharaan kecambah, dan disajikan sebagai bagian “Tanaman Belum Menghasilkan”
pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
l. Properti investasi
Properti investasi adalah properti yang digunakan baik untuk disewakan, untuk kenaikan modal atau
untuk kedua-duanya. Properti investasi diukur sebesar biaya pada saat pengukuran awal. Selanjutnya,
properti investasi yang nilai wajarnya dapat diukur secara andal tanpa biaya dan usaha yang tidak
semestinya diukur sebesar nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dan perubahan nilainya diakui
dalam laporan laba rugi konsolidasian. Nilai wajar didukung oleh bukti pasar dan ditentukan oleh pihak
eksternal yang profesional dengan pengalaman yang mencukupi yang berkaitan dengan lokasi dan
sifat dari properti investasi.
Properti investasi dihentikan pengakuannya ketika properti tersebut telah dilepas atau ketika properti
investasi tersebut telah digunakan secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis yang
diharapkan di masa depan pada saat pelepasannya. Perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan
dan jumlah tercatat aset tersebut diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian pada periode penghentian pengakuan.
Transfer ke atau dari properti investasi hanya terjadi ketika ada perubahan penggunaan properti
investasi tersebut. Untuk transfer dari properti investasi ke properti pribadi, biaya yang diakui
selanjutnya adalah nilai wajar pada saat perubahan penggunaan properti investasi tersebut. Jika
properti pribadi ditransfer menjadi properti investasi, Grup menghitung properti tersebut sesuai dengan
kebijakan yang tercantum dalam aset tetap sampai dengan tanggal perubahan penggunaan properti
tersebut.
18
Page 21
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
m. Piutang plasma
Biaya-biaya yang terjadi dalam pengembangan perkebunan plasma sampai perkebunan tersebut siap
diserahterimakan, dikapitalisasi ke akun piutang perkebunan plasma. Pengembangan perkebunan
plasma dibiayai oleh kredit investasi perkebunan plasma dari bank atau pembiayaan sendiri.
Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan kredit, pinjaman pupuk serta sarana produksi
pertanian lainnya kepada petani. Pinjaman-pinjaman ini akan ditagihkan kembali kepada petani plasma.
Penurunan nilai piutang plasma ditelaah secara periodik dan akan digunakan dalam tahun piutang
tersebut dipastikan tidak tertagih.
n. Penurunan nilai aset non-keuangan
Grup menilai pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian penurunan nilai aset
diperlukan, maka Grup membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
o. Kapitalisasi biaya pinjaman
Grup mengadopsi PSAK No.26 (Revisi 2011), “Biaya pinjaman”, yang mengharuskan biaya pinjaman
yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, pembangunan, atau pembuatan aset
kualifikasian dan persyaratan untuk mulai mengkapitalisasi biaya pinjaman, penghentian sementara
dan penghentiannya.
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya diakui
beban pada saat terjadinya. Biaya pinjaman terdiri dari biaya bunga dan biaya lain yang ditanggung
Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar
dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah
terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansial seluruh aktivitas
yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan
maksudnya.
p. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang
akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya besar penyelesaian liabilitas tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
mengenai jumlah liabilitas tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar
tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.
19
Page 22
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Perpajakan
Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah pajak kini terutang dan pajak tangguhan.
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba
sebelum pajak seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian karena pos pendapatan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun
berbeda dan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam periode yang bersangkutan yang
dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau, jika
diajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan ditetapkan.
Bunga dan denda disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak
dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam
laporan keuangan konsolidasian dengan dasar pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan
laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer kena
pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan sepanjang kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan
temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer
timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang
tidak mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak
diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku
dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan
cara Grup memperkirakan pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan
jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah
tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai
untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali untuk
pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui diluar laba rugi (baik dalam
penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga
diakui diluar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam kombinasi bisnis,
pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan
secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika
aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan
oleh otoritas perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang
berbeda yang memiliki intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan
dimana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau
dipulihkan.
20
Page 23
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Perpajakan (lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah PPN kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak,
yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari
item beban-beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada kantor pajak termasuk sebagai bagian
dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No.46, “Pajak Penghasilan”.
r. Imbalan kerja karyawan
Grup memberikan imbalan pasca-kerja kepada karyawannya sesuai dengan ketentuan dari Undang-
undang Ketenagakerjaan No.13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (“UU Ketenagakerjaan”) dan PSAK No.24.
Penyisihan atas imbalan pasca-kerja dihitung dengan menggunakan metode penilaian projected unit
credit.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian actuarial, segera diakui pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan pada penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada
tahun berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
i. Ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; dan
ii. Ketika Grup mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan
kerja. Grup mengakui perubahan berikut pada akun “Beban umum dan administrasi” pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian:
i. Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
(curtailment) tidak rutin, dan
ii. Beban atau penghasilan bunga neto.
21
Page 24
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Pengakuan pendapatan dan beban
Perusahaan dan entitas anak adalah produsen dan penjual minyak kelapa sawit. Pendapatan dari
kontrak dengan pelanggan diakui ketika pengendalian atas barang telah dialihkan kepada pelanggan
pada suatu jumlah yang mencerminkan imbalan yang diharapkan Grup sebagai imbalan atas barang
tersebut. Group secara umum menyimpulkan bahwa mereka adalah prinsipal dalam pengaturan
pendapatannya.
Kontrak-kontrak tertentu dengan pelanggan dalam segmen bisnis mensyaratkan akuntansi imbalan
variabel.
Grup menawarkan imbalan variabel berupa hak penyesuaian harga sehubungan klaim kualitas,
perubahan harga komoditas dan volume penjualan.
Piutang usaha merupakan hak Grup atas sejumlah imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya
berlalunya waktu yang diperlukan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo).
Jika pelanggan membayar imbalan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan,
liabilitas kontrak diakui pada saat pembayaran dilakukan atau pembayaran jatuh tempo (mana yang
lebih awal). Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan pada saat Grup memenuhi pelaksanaan
kontrak.
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.
t. Biaya emisi saham dan obligasi konversi
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan saham Perusahaan kepada masyarakat dan
penerbitan obligasi wajib konversi yang kemudian dikonversi menjadi saham biasa, dicatat sebagai
pengurang dari “Tambahan Modal Disetor” dan disajikan sebagai bagian ekuitas pada laporan posisi
keuangan konsolidasian.
u. Segmen operasi
Segmen adalah bagian khusus dari Grup yang terlibat baik dalam menyediakan produk (segmen
bisnis), maupun dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis),
yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen yang dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset, dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
terhadap segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Grup dieliminasi
sebagai bagian dari proses konsolidasi.
22
Page 25
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Laba per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang
bersangkutan.
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 sejumlah 4.668.671.400 saham (Catatan 33).
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal-tanggal
30 September 2023 dan 31 Desember 2022 dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung
dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
w. Sewa
Grup menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya, jika kontrak
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset teridentifikasi untuk suatu periode waktu
sebagai imbalan untuk imbalan.
Grup sebagai lessee
Grup menerapkan satu pendekatan pengakuan dan pengukuran bagi seluruh sewa, kecuali untuk sewa
jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Grup mengakui liabilitas sewa untuk melakukan
pembayaran sewa dan aset hak-guna yang merupakan hak untuk menggunakan aset pendasar.
i) Aset Hak-guna
Grup mengakui aset hak-guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset tersedia untuk
digunakan). Aset hak-guna diukur pada harga perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan
aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung yang timbul diawal, dan
pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal mulai dikurangi setiap insentif sewa yang
diterima. Aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus selama periode yang lebih pendek
antara sewa dan estimasi masa manfaat aset.
Jika kepemilikan aset sewaan beralih ke Grup pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
mencerminkan pelaksanaan opsi beli penyusutan dihitung dengan menggunakan estimasi masa
manfaat aset. Aset hak-guna juga mengalami penurunan nilai.
ii) Liabilitas sewa
Pada tanggal dimulainya sewa, Grup mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini pembayaran
sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup pembayaran tetap
(termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa, pembayaran sewa
variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan akan dibayar dibawah
jaminan nilai residu. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang cukup
pasti akan dilaksanakan oleh Grup, dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa
merefleksikan Grup melaksanakan opsi untuk menghentikan sewa. Pembayaran sewa variabel yang
tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui sebagai beban (kecuali terjadi untuk menghasilkan
persediaan) pada periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.
Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Grup menggunakan suku bunga pinjaman tambahan
pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan.
Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk merefleksikan penambahan bunga
dan mengurangi pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur
kembali jika ada modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa (misalnya,
perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk
pembayaran sewa) atau perubahan penilaian opsi untuk membeli aset pendasar.
23
Page 26
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
w. Sewa (lanjutan)
iii) Sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah
Grup menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa mesin dan peralatan
jangka pendeknya (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang, dari tanggal
permulaan dan tidak mengandung opsi beli). Hal ini juga berlaku untuk pengecualian pengakuan sewa
aset bernilai rendah untuk sewa peralatan kantor yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa
untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode
garis lurus selama masa sewa.
Grup mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan
kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada
bentuk kontraknya, pada tanggal pengakuan awal.
x. Kuasi Re-organisasi
Kuasi-reorganisasi merupakan prosedur akuntansi yang mengatur entitas merestrukturisasi ekuitasnya
dengan mengeliminasi defisit dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitas pada nilai wajar. Dengan
melakukan prosedur ini, entitas diharapkan dapat melanjutkan usahanya seperti baru, dengan laporan
posisi keuangan konsolidasian yang menunjukkan posisi keuangan yang lebih baik tanpa defisit dari
masa lampau.
Nilai wajar aset dan liabilitas ditentukan berdasarkan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi
nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan
mempertimbangkan harga aset sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik
aset dan liabilitas yang bersangkutan, antara lain metode nilai kini dan arus kas diskonto.
Sesuai dengan PSAK tersebut, eliminasi atas saldo defisit terhadap akun-akun ekuitas dilakukan
melalui urutan prioritas sebagai berikut:
i. Cadangan umum;
ii. Cadangan khusus;
iii. Selisih penilaian aset dan liabilitas dan selisih penilaian sejenis;
iv. Tambahan modal disetor dan sejenisnya;
v. Modal saham
Seperti yang dijelaskan pada Catatan 38, Perusahaan dan AG, Entitas Anak melakukan kuasi-
reorganisasi pada tanggal 30 Juni 2012 mengikuti persyaratan dari PSAK diatas.
y. Perubahan kebijakan akuntansi
Pada tanggal 1 Januari 2021, Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal
tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
24
Page 27
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
y. Perubahan kebijakan akuntansi (lanjutan)
Pada tanggal 1 Januari 2021, Grup menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) baru dan revisi yang efektif sejak tanggal
tersebut. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
Penerapan standar dan interpretasi yang baru dan direvisi berikut ini tidak menghasilkan perubahan
besar terhadap kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang
dilaporkan untuk tahun keuangan saat ini atau sebelumnya:
• Amandemen PSAK No.73 : Sewa tentang Konsesi Sewa terkait Covid-19;
• Amandemen PSAK 22: Kombinasi bisnis tentang Definisi Bisnis;
• Amandemen PSAK 55, PSAK 60, PSAK 62, PSAK 71 dan PSAK 73: Reformasi Acuan Suku Bunga
(Tahap2);
• Amandemen PSAK 57, Provisi, Liabilitas Kontijensi dan aset kontinjensi tentang kontrak
memberatkan – biaya memenuhi kontrak;
• Penyesuaian tahunan 2020 – PSAK No.71: Instrumen Keuangan
• Penyesuaian tahunan 2020 – PSAK No.69: Agrikultur
Sebagai bagian dari pemeliharaan dan perbaikan PSAK, berikut adalah ringkasan informasi tentang
penyempurnaan PSAK tahunan yang berlaku efektif untuk periode tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 januari 2022. Penyempurnaan PSAK tahunan pada dasarnya merupakan serangkaian
amandemen lingkup sempit yang memberikan klarifikasi agar tidak terjadi perubahan yang signifikan
terhadap prinsip-prinsip yang ada atau prinsip-prinsip baru.
• PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan.
• PSAK 13: Properti Investasi, tentang pengungkapan penerapan model nilai wajar telah dihapus.
• PSAK 48: Penurunan Nilai Aset, tentang ruang lingkup penurunan nilai aset dan menghapus
perbedaan dengan IFRS pada IAS 36 paragraf 04(a).
• PSAK 66: Pengaturan Bersama, mengenai penyesuaian pada paragraf 25, PP11, PP33A(b) dan
catatan kakinya, C12 dan C14 tentang rujukan ke PSAK 71: Instrumen Keuangan.
• ISAK 16: Pengaturan Konsesi Jasa, mengenai penyesuaian dalam beberapa paragraf dalam contoh
ilustrasi agar konsisten dengan PSAK 72: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.
25
Page 28
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan. Estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan, beban,
aset dan liabilitas, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut
dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh pada
periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:
Penentuan mata uang fungsional
Mata uang fungsional dari Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana Grup beroperasi.
Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari penjualan barang
dan jasa yang diberikan.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan
dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan
dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti diungkapkan pada Catatan
2e.
Penyisihan penurunan nilai piutang usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu yang mana diketahui bahwa pelanggan tersebut tidak dapat memenuhi
kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak-pihak ketiga yang tersedia dan faktor pasar yang telah
diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas pelanggan terhadap jumlah terutang guna mengurangi jumlah
piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Grup. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah cadangan kerugian atas penurunan nilai
piutang usaha.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya
bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi
signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui,
berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa
depan.
26
Page 29
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter
yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup.
Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Penyisihan penurunan nilai persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk
namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan
jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persedian Grup
diungkapkan dalam Catatan 8.
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Mengestimasi masa manfaat ekonomis asset tetap, biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya kecuali mesin dan
peralatan pabrik tertentu pada entitas anak yang disusutkan dengan menggunakan metode produktif-output.
Manajemen antara 1 sampai dengan 20 tahun, yang merupakan masa manfaat ekonomis yang secara
umum diharapkan dalam industri di mana Grup menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan
perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya
beban penyusutan masa depan mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2j dan
11.
Estimasi Umur Produktif Tanaman Telah Menghasilkan
Umur produktif tanaman telah menghasilkan diestimasi berdasarkan jangka waktu tanaman tersebut
diharapkan menghasilkan. Estimasi tersebut didasarkan pada evaluasi teknis internal dan pengalaman
dengan tanaman sejenis. Umur produktif tanaman ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi
berbeda dari perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena fisik dan kondisi teknis tanaman. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 2k dan 12.
Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha
Grup menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha menggunakan pendekatan yang
disederhanakan dari KKE. Matriks provisi digunakan untuk menghitung KKE untuk piutang usaha dan lain-
lain. Tarif provisi didasarkan pada hari tunggakan untuk pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang
memiliki pola kerugian serupa.
Matriks provisi awalnya didasarkan pada riwayat tingkat kerugian pelanggan. Grup akan melakukan
penyesuaian pengalaman kerugian historis dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika
prakiraan kondisi ekonomi yang terkait erat dengan riwayat tingkat kerugian diperkirakan akan memburuk
pada tahun berikutnya yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar pada sektor-sektor
pelanggan beroperasi, riwayat tingkat kerugian disesuaikan. Pada setiap tanggal pelaporan, riwayat tingkat
gagal bayar yang diamati diperbarui dan perubahan dalam estimasi berwawasan ke depan dianalisis.
Evaluasi atas korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati secara historis, prakiraan kondisi ekonomi
dan KKE, adalah estmasi signifikan. Jumlah KKE sensitif terhadap perubahan keadaan dan prakiraan
kondisi ekonomi. Kerugian kredit historis Kelompok Usaha dan perkiraan kondisi ekonomi mungkin tidak
mewakili tingkat gagal bayar pelanggan aktual di masa depan.
27
Page 30
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Penyisihan atas penurunan nilai piutang plasma
Piutang plasma merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pengembangan perkebunan plasma. Grup
menetapkan estimasi penyisihan penurunan nilai piutang plasma dengan menggunakan pendekatan umum
KKE karena piutang ini mengandung komponen pembiayaan yang signifikan.
Jika belum ada peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak awal kontrak, penyisihan didasarkan pada
KKE 12 bulan. Grup menetapkan piutang dari masing-masing proyek plasma mengalami peningkatan risiko
kredit yang signifikan ketika biaya pengembangan aktual per hektar melebihi biaya pengembangan per
hektar yang disepakati dalam perjanjian kredit antara koperasi dan kreditur. Pada titik ini, Grup menetapkan
estimasi kerugian penurunan nilai menggunakan KKE sepanjang umurnya.
Grup menghitung KKE sepanjang umurnya berdasarkan perkiraan kekurangan kas, didiskontokan dengan
perkiraan SBE awal. Kekurangan kas adalah selisih antara arus kas yang menjadi hak Grup sesuai kontrak
dan arus kas yang diharapkan akan diterima Kelompok Usaha, yang diestimasi berdasarkan pendapatan
dari perkebunan plasma dikurangi biaya penjualan. pembayaran pokok dan bunga ke bank. Input utama
yang digunakan untuk estimasi ini adalah harga jual TBS, hasil produksi perkebunan plasma, biaya produksi
dan tingkat inflasi. Penyisihan ini dievaluasi ulang dan disesuaikan dengan tambahan informasi yang
diterima pada setiap tanggal pelaporan.
Penurunan Nilai Goodwill
Akuisisi bisnis tertentu oleh Grup menimbulkan goodwill. Sesuai PSAK No.22 (Revisi 2014), “Kombinasi
Bisnis”, goodwill tidak diamortisasi dan diuji untuk penurunan nilai setiap tahunnya. Nilai tercatat goodwill
Grup pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 masing-masing sebesar Rp3.434.203.348.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 15.
Pengujian penurunan nilai dilakukan apabila terdapat indikasi penurunan nilai. Dalam hal ini, goodwill diuji
untuk penurunan nilai setiap tahunnya dan jika terdapat indikasi penurunan nilai. Manajemen harus
menggunakan pertimbangan dalam mengestimasi nilai terpulihkan dan menentukan adanya indikasi
penurunan nilai.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas dan biaya pension dan liabilitas imbalan kerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi
yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pension dan tingkat kematian. Hasil actual yang berbeda dari asumsi yang
ditetapkan Grup langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya. Sementara Grup berkeyakinan
bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil actual atau perubahan
signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas
pensiun dan imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Penurunan nilai aset non-keuangan
Penurunan nilai terjadi pada saat nilai tercatat aset melebihi jumlah terpulihkannya, yaitu yang lebih tinggi
antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual
didasarkan pada data yang tersedia dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi
normal atas aset serupa atau harga pakar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat
diatribusikan dengan pelepasan aset.
Berdasarkan penilaian, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas kemungkinan
penurunan nilai potensial atas aset non-keuangan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
28
Page 31
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI, DAN ASUMSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Penentuan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan
Ketika nilai wajar dari aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian tidak dapat diambil dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan
menggunakan tekhnik penilaian termasuk model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat
diambil dari pasar yang dapat diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat
pertimbangan disyaratkan dalam menetapkan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan
masukan seperti resiko likuiditas, resiko kredit dan volatilitas. Perubahan dan asumsi mengenai factor-faktor
tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dan instrument keuangan yang dilaporkan.
4. KAS DAN BANK
30 September 2023 31 Desember 2022
Kas
Rupiah 2.119.797 2.886.748
Sub-total 2.119.797 2.886.748
Bank
Rupiah
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 48.522.120 48.747.122
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 185.525.237 185.919.214
PT Bank Central Asia Tbk 45.673.218 28.033.738
Dolar AS
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 3.380.476 4.840.901
PT Bank Central Asia Tbk 28.530.595 30.323.094
Sub-total 311.631.646 297.864.069
Total Kas dan Bank 313.751.443 300.750.817
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA
Rincian atas piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Mega Bintang Buanatama 19.348.400.000 19.348.400.000
PT Perkasa Anugerah Bestari Raya 6.040.775.400 6.040.775.400
PT Pratama Permata Perkasa Perdana 5.736.851.400 5.736.851.400
PT Intan Bahtera Jaya 1.468.256.068 1.468.256.068
Lain-lain (Masing-masing kurang dari Rp500 juta ) 240.735.548 251.064.901
Sub-total 32.835.018.416 32.845.347.769
Dikurangi penyisihan penurunan nilai (3.776.130.600) (3.776.130.600)
Total 29.058.887.816 29.069.217.169
29
Page 32
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
5. PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA (lanjutan)
Analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Belum jatuh tempo - 11.777.626.800
Telah jatuh tempo :
Sampai dengan 1 bulan - -
> 1 bulan - 3 bulan - -
> 3 bulan 32.835.018.416 21.067.720.969
Total 32.835.018.416 32.845.347.769
Rincian piutang usaha pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, berdasarkan mata uang
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Rupiah 32.633.875.654 32.635.097.025
Dolar AS 201.142.762 210.250.744
Total 32.835.018.416 32.845.347.769
Manajemen Grup berpendapat bahwa jumlah penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp3.776.130.600
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas penurunan nilai piutang tersebut.
6. PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA
Rincian piutang lain-lain pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak Ketiga
Lain-lain (Masing-masing kurang dari Rp500 juta ) 456.527.252 456.527.252
Total 456.527.252 456.527.252
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang lain-lain dapat ditagih seluruhnya. Sehingga tidak ada
penyisihan penurunan nilai atas piutang lain-lain.
30
Page 33
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
7. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
a. Kompensasi yang dibayar atau terutang pada Dewan Komisaris dan Direksi adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Gaji dan tunjangan 540.315.000 1.541.538.120
Total 540.315.000 1.541.538.120
b. Sifat berelasi
Pihak Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Sifat Saldo Akun dan Transaksi
Dewan Komisaris dan Direksi Manajemen kunci Kompensasi dan Remunerasi
8. PERSEDIAAN
Rincian persediaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Manufaktur
Barang dalam proses 614.600.778 614.600.778
Bahan baku 431.743.468 431.743.468
Bahan pembungkus 534.448.344 534.448.344
Barang jadi 13.841.631 13.879.391
Net 1.594.634.221 1.594.671.981
Beban pokok penjualan yang dialokasikan dari persediaan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Bahan baku, pembungkus yang digunakan - -
Barang dalam proses - 29.049.435
Barang jadi (manufaktur) - -
Barang jadi (perdagangan) - 45.864.000.000
Saldo akhir - 45.893.049.435
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai persediaan pada tanggal 30 September 2023
dan 31 Desember 2022 cukup untuk menutupi kerugian akibat penurunan nilai.
31
Page 34
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
9. ASET BIOLOGIS
Aset biologis terdiri atas produk agrikultur yang tumbuh pada tanaman produktif yang disajikan dalam akun
“Aset tidak lancar - Tanaman perkebunan” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
30 September 2023 31 Desember 2022
Pada nilai wajar
Saldo awal 4.118.905.530 1.643.017.161
Untung (rugi) atas perubahan
nilai wajar aset biologis - 2.475.888.369
Total 4.118.905.530 4.118.905.530
Nilai wajar atas hasil perkebunan kelapa sawit ditentukan menggunakan pendekatan pasar (market
approach) berdasarkan harga pasar dari produk sebagaimana diterapkan pada estimasi volume produk.
10. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian uang muka dan biaya dibayar dimuka pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Uang muka atas pembelian aset tetap 24.532.515.000 24.532.515.000
Biaya dibayar dimuka 609.619.898 668.440.810
Total 25.142.134.898 25.200.955.810
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, uang muka atas pembelian aset tetap merupakan
pembayaran uang muka atas pembelian lahan dan uang muka atas pembangunan pabrik kelapa sawit.
32
Page 35
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. ASET TETAP
30 September 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 273.751.560.022 - - - 273.751.560.022
Bangunan 1.875.732.736 - - - 1.875.732.736
Mesin dan Peralatan
pabrik 96.763.649.739 - - - 96.763.649.739
Peralatan berat 1.153.637.425 - - - 1.153.637.425
Peralatan kantor dan
inventaris 7.702.026.328 - - - 7.702.026.328
Kendaraan 7.224.664.503 - - (4.264.946.744) 2.959.717.759
Sarana dan prasana
kebun 33.838.441.186 - - - 33.838.441.186
Aset tetap dalam
penyelesaian - - - - -
Total 422.309.711.939 - - (4.264.946.744) 418.044.765.195
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 1.656.970.469 33.038.973 - - 1.690.009.442
Mesin dan Peralatan
pabrik 37.404.700.054 476.093.246 - - 37.880.793.300
Peralatan berat 1.299.356.259 - - - 1.299.356.259
Peralatan kantor dan
inventaris 7.675.525.178 26.286.476 - (9.791.485) 7.692.020.169
Kendaraan 6.993.491.884 38.518.078 - (4.120.442.046) 2.911.567.916
Sarana dan prasana
kebun 18.500.104.113 1.292.378.596 - - 19.792.482.709
Total 73.530.147.957 1.866.315.369 - (4.130.233.531) 71.266.229.795
Nilai Tercatat 348.779.563.982 346.778.535.400
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Pemilikan Langsung
Tanah 91.245.033.684 - - 182.506.526.338 273.751.560.022
Bangunan 2.724.882.020 - - (849.149.284) 1.875.732.736
Mesin dan Peralatan
pabrik 200.843.166.763 - - (104.079.517.024) 96.763.649.739
Peralatan berat 1.153.637.425 - - - 1.153.637.425
Peralatan kantor dan
inventaris 7.702.026.328 - - - 7.702.026.328
Kendaraan 7.224.664.503 - - - 7.224.664.503
Sarana dan prasana
kebun 33.838.441.186 - - - 33.838.441.186
Aset tetap dalam
penyelesaian 1.117.893.724 - 1.117.893.724 - -
Total 345.849.745.633 - 1.117.893.724 77.577.860.030 422.309.711.939
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung
Bangunan 1.471.920.158 185.050.311 - - 1.656.970.469
Mesin dan Peralatan
pabrik 40.443.412.542 - 3.038.712.488 - 37.404.700.054
Peralatan berat 1.082.846.374 216.509.885 - - 1.299.356.259
Peralatan kantor dan
inventaris 7.703.523.528 11.941.644 39.939.994 - 7.675.525.178
Kendaraan 7.076.210.883 15.281.001 98.000.000 - 6.993.491.884
Sarana dan prasana
kebun 16.776.932.656 1.723.171.457 - - 18.500.104.113
Total 74.554.846.141 2.151.954.298 3.176.652.482 - 73.530.147.957
Nilai Tercatat 271.294.899.492 348.779.563.982
33
Page 36
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. ASET TETAP (lanjutan)
Grup telah melakukan evaluasi terhadap nilai asset tetap perusahaan dengan menugaskan KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI). Berdasarkan laporan penilaian dari KJPP FDI tertanggal 16
Desember 2022 menyatakan bahwa nilai wajar atas aset tetap berupa tanah, bangunan, sarana pelengkap
serta mesin dan peralatan pabrik biodiesel berlokasi di Pontianak dan kabupaten Gresik. Metode penilaian
yang digunakan adalah pendekatan nilai pasar dan biaya.
Berikut rincian kesimpulan nilai wajar dari hasil laporan penilaian dibandingkan dengan nilai buku aset tetap
untuk tanggal 30 September 2023.
31 Desember 2022
Nilai buku Nilai wajar
Tanah 86.206.073.662 86.206.073.662
Bangunan dan sarana pelengkap 1.406.299.285 1.406.299.285
Mesin dan peralatan 271.079.964.542 271.079.964.542
Total 358.692.337.489 358.692.337.489
Tanah, bangunan pabrik, mesin dan peralatan milik PT Anugerahinti Gemanusa dijadikan sebagai jaminan
untuk fasilitas pinjaman modal kerja dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk, masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 (Catatan
17 dan 23).
Aset dalam penyelesaian pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 merupakan bangunan
kantor dengan persentase penyelesaian 95%. Seluruh aset dalam penyelesaian diperkirakan akan selesai
pada tahun 2022.
Beban penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022,
dialokasikan sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Beban pokok penjualan (Catatan 30) 1.001.649.630 414.023.308
Beban umum dan
administrasi (Catatan 32) 864.665.739 1.737.930.990
Total 1.866.315.369 2.151.954.298
12. TANAMAN PERKEBUNAN
a. Tanaman menghasilkan
30 September 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan 287.723.913.346 - - - 287.723.913.346
Akumulasi amortisasi (153.956.464.138) (10.799.315.992) - - (164.755.780.130)
Nilai buku neto 133.767.449.208 (10.799.315.992) - - 122.968.133.216
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan 497.396.539.540 - - (209.672.626.194) 287.723.913.346
Akumulasi amortisasi (133.267.197.364) (20.689.266.774) - - (153.956.464.138)
Nilai buku neto 364.129.342.176 (20.689.266.774) - (209.672.626.194) 133.767.449.208
34
Page 37
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
12. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
a. Tanaman menghasilkan (lanjutan)
Grup telah melakukan evaluasi terhadap nilai asset tetap perusahaan dengan menugaskan KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (FDI). Berdasarkan laporan Penilaian dari KJPP FDI tertanggal 16
Desember 2022 menyatakan bahwa nilai wajar atas tanaman yang menghasilkan yang berlokasi di
Pontianak dengan menggunakan Metode pendekatan pendapatan (Pendapatan bersih) dan umur
ekonomis tanaman menghasilkan berdasarkan estimasi KJPP yaitu 20-25 tahun nilai wajar tanaman
yang menghasilkan sebesar Rp353.360.879.904.
b. Tanaman belum menghasilkan
30 September 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan 95.422.082.055 - - - 95.422.082.055
Pembibitan 6.657.949.528 - - - 6.657.949.528
Sub total 102.080.031.583 - - - 102.080.031.583
Penurunan nilai
tanaman belum
menghasilkan (95.423.937.571) - - - (95.423.937.571)
Sub total (95.423.937.571) - - - (95.423.937.571)
Total nilai tercatat neto 6.656.094.012 6.656.094.012
31 Desember 2022
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Harga perolehan 95.422.082.055 - - - 95.422.082.055
Pembibitan 6.657.949.528 - - - 6.657.949.528
Sub total 102.080.031.583 - - - 102.080.031.583
Penurunan nilai
tanaman belum
menghasilkan (95.423.937.571) - - - (95.423.937.571)
Sub total (95.423.937.571) - - - (95.423.937.571)
Total nilai tercatat neto 6.656.094.012 6.656.094.012
Berikut informasi mengenai perkebunan milik Inti dan Plasma:
MBS MPK
Lokasi Kab. Landak Kab. Landak
Kalimantan Barat Kalimantan Barat
Izin Lokasi 20.000 Ha 20.000 Ha
Hak Guna Usaha – Inti 9.225 Ha 10.527 Ha
Hak Guna Usaha – Plasma 4.067 Ha 4.455 Ha
Area yang ditanami 12.000 Ha 12.000 Ha
Telah ditanam 3.235 Ha 5.104 Ha
Tahun tanam:
2009 492 Ha 717 Ha
2010 800 Ha 1.456 Ha
2011 532 Ha 828 Ha
2012 420 Ha 469 Ha
2013 524 Ha 940 Ha
2014 364 Ha 609 Ha
2015 103 Ha 185 Ha
Hak Guna Usaha (HGU) – Inti dengan total luasan 19.752 ha berlaku sampai dengan tahun 2049.
35
Page 38
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
12. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan)
Tanaman kelapa sawit milik MPK dan MBS dijadikan jaminan atas fasilitas kredit investasi yang diperoleh
dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 23).
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, manajemen entitas anak belum
mengasuransikan tanaman perkebunan terhadap resiko kerugian atas kebakaran, wabah penyakit dan
resiko lainnya dan berencana mengasuransikan tanaman terhadap resiko tersebut.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan penurunan nilai tanaman perkebunan pada tanggal 30
September 2023 dan 31 Desember 2022 cukup untuk menutupi kerugian penurunan nilai tanaman
perkebunan.
13. PROPERTI INVESTASI
PT Anugerahinti Gemanusa (AG) memiliki dua (2) bidang tanah dengan nomor Hak Guna Bangunan (HGB)
No. 53 dan No. 54 seluas 15.103 m2 dan 49.855 m2. Kedua bidang tanah terletak di Desa Gerem, Serang.
Tanggal jatuh tempo dari HGB tersebut adalah 24 September 2027. Harga perolehan dari dua bidang tanah
diklasifikasikan sebagai properti investasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian dan mempunyai nilai
wajar masing-masing sebesar Rp168.859.000.000 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022.
Berdasarkan penilaian independen oleh Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, dalam laporan
No.00018/2.0176-01/PI/10/0551/1/XII/2022 tanggal 16 Desember 2022, dengan menggunakan
perbandingan data pasar. Nilai wajar properti investasi masing-masing senilai Rp168.859.000.000 pada
tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa HGB tersebut dapat diperpanjang pada saat berakhirnya hak
tersebut dan tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan
nilai properti investasi pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
14. PIUTANG PLASMA
Rincian piutang plasma adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Koperasi Dara Ria 79.892.019.074 79.892.019.074
Koperasi Parene'an 51.586.001.496 51.586.001.496
Total 131.478.020.570 131.478.020.570
Kebijakan pemerintah Indonesia mewajibkan perusahaan perkebunan untuk mengembangkan perkebunan
plasma. Terkait hal ini, Grup (disebut sebagai “Perusahaan Inti”), memiliki komitmen dengan “Koperasi Unit
Desa (KUD)” untuk petani plasma agar mengembangkan perkebunan plasma. Pembiayaan perkebunan
plasma ini disediakan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”) (Catatan 23).
Pada saat perkebunan plasma telah menghasilkan, petani plasma berkewajiban untuk menjual seluruh hasil
perkebunan tersebut kepada Perusahaan Inti, dan melunasi angsuran fasilitas kredit investasi yang
diperoleh dari bank sesuai dengan skema pengembangan perkebunan plasma menggunakan dana yang
dipotong dari hasil penjualan panen plasma perkebunan.
36
Page 39
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
14. PIUTANG PLASMA (lanjutan)
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, tidak ada pembangunan plasma Grup.
Pergerakan piutang plasma dalam laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal tahun 131.478.020.570 130.656.830.410
Bunga dalam masa pembangunan (plasma) - -
Biaya umum dan administrasi - 821.190.160
Saldo akhir 131.478.020.570 131.478.020.570
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang plasma dan seluruhnya
dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan penyisihan atas penurunan nilai piutang plasma.
15. GOODWILL
Perusahaan mengakui goodwill yang timbul sehubungan dengan perolehan kepemilikan pada MBS. Nilai
tercatat goodwill ini sebesar Rp3.434.203.348 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Tidak ada penurunan nilai atas goodwill yang diakui untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 September
2023 dan 31 Desember 2022.
16. UANG JAMINAN
Uang jaminan merupakan jaminan atas sewa gedung masing-masing sebesar Rp150.122.700 dan
Rp150.532.700 pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
17. UTANG BANK JANGKA PENDEK
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
Pada tanggal 29 Juni 2015, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja dengan nilai maksimum
Rp20.000.000.000 yang digunakan untuk mengambilalih utang jangka pendek dari PT Bank J Trust
Indonesia Tbk (Bank J Trust/semula PT Bank Mutiara Tbk) (KMK takeover). Perusahaan juga memperoleh
kredit modal kerja masing masing sebesar Rp10.000.000.000 (KMK I) dan Rp70.000.000.000 (KMK II) yang
digunakan untuk tambahan modal kerja usaha perdagangan biodiesel dan bahan kimia. Kredit ini akan
berjalan hingga satu (1) tahun setelah tanggal perjanjian kredit dan dapat diperpanjang dengan kesepakatan
tertulis dari para pihak. Fasilitas tersebut dikenakan bunga 13% per tahun.
Fasilitas kredit tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhirtertanggal 29
Mei 2020 sebagai berikut ini:
1. Fasilitas kredit modal kerja dengan nilai maksimum Rp20.000.000.000 dan dikenakan bunga 9% per
tahun dengan perincian 5% per tahun efektif dan 4% per tahun ditangguhkan sampai tanggal 30 April
2021. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 30 April 2021.
2. Fasilitas kredit modal kerja dengan nilai maksimum Rp10.000.000.000 dan dikenakan bunga 9% per
tahun dengan perincian 5% per tahun efektif dan 4% per tahun ditangguhkan sampai tanggal 30 April
2021. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 30 April 2021.
3. Fasilitas kredit modal kerja term loan dengan nilai maksimum Rp34.550.695.767 (saldo per tanggal 30
April 2020 sebesar Rp29.060.695.767) dan dikenakan bunga 9% per tahun dengan perincian 5% per
tahun efektif dan 4% per tahun ditangguhkan sampai tanggal 30 April 2021. Fasilitas kredit ini akan jatuh
tempo pada tanggal 30 April 2021. Pokok pinjaman dibayarkan dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp5.000.000 pada bulan Mei 2020 sampai dengan April 2021
• Rp4.000.000.000 pada bulan Mei 2021 sampai dengan September 2021
• Rp9.000.695.767 pada bulan Oktober 2021
37
Page 40
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
17. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)
Fasilitas kredit tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan, dengan perubahan terakhirtertanggal 29
Mei 2020 sebagai berikut ini: (lanjutan)
4. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang belum dibayarkan sebesar Rp17.327.653.200
didudukan dalam kredit langsung dan harus dibayarkan paling lambat 31 Desember 2020 dan atas
seluruh fasilitas SKBDN dengan nilai maksimum Rp35.000.000.000 ditutup.
5. Fasilitas kredit modal kerja dengan nilai maksimum Rp17.327.653.200 atas SKBDN yang belum
dibayarakan dan dikenakan bunga dan dikenakan bunga 9% per tahun dengan perincian 5% per tahun
efektif dan 4% per tahun ditangguhkan sampai tanggal 30 April 2021. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada
tanggal 30 April 2021.
6. Perjanjian penyelesaian hutang sebesar Rp1.345.768.796. Fasilitas kredit ini akan jatuh tempo pada
tanggal 30 April 2022. Pokok pinjaman akan dibayarkan dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp5.000.000 pada bulan Mei 2020 sampai dengan April 2021
• Rp100.000.000 pada bulan Mei 2021 sampai dengan Maret 2022
• Rp185.768.796 pada bulan April 2022
7. Perjanjian penyelesaian hutang sebesar Rp416.264.740. Fasilitas kredit ini akan jatuh tempo pada
tanggal 30 April 2022. Pokok pinjaman akan dibayarkan dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp5.000.000 pada bulan Mei 2020 sampai dengan April 2021
• Rp25.000.000 pada bulan Mei 2021 sampai dengan Maret 2022
• Rp81.264.740 pada bulan April 2022
Jaminan dari fasilitas kredit ini adalah sebagai berikut:
a. 2 (dua) bidang tanah dengan SHGB No. 53 dan 54 yang terletak di Jl. Raya Merak Gerem, Lingkungan
Kali Baru RT. 04 RW. 02, Desa Gerem, Kec. Pulomerak, Cilegon Banten, atas nama PT Anugerahinti
Gemanusa dengan nilai penjaminan masing-masing Rp20.000.000.000 dan Rp60.000.000.000
(Catatan 11);
b. 1 (satu) bidang tanah SHGB No. 166 yang terletak di Jl. Raya Merak Gerem, Lingkungan Kali Baru RT.
04 RW. 02, Desa Gerem, Kec. Pulomerak, Cilegon Banten atas nama PT Bumi Persada Agung dengan
nilai penjaminan Rp20.000.000.000;
c. Tagihan piutang usaha akan diikat Fidusia notarial sebesar Rp70.000.000.000 (Catatan 5);
d. Persediaan bahan kimia yang akan di biayai sebesar Rp7.000.000.000 (Catatan 8).
Perusahaan diwajibkan untuk menjaga current ratio minimal 1 kali, debt to equity tidak melebihi 2,5 kali dan
debt service coverage minimal 100%.
Saldo pinjaman pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, masing-masing sebesar
Rp116.389.750.164 dan Rp113.928.241.197.
38
Page 41
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
18. UTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA
a. Rincian utang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Manufaktur 2.867.874.575 5.215.532.923
Perdagangan 10.291.227.814 10.301.907.025
Perkebunan 8.215.335.948 8.342.135.813
Total 21.374.438.337 23.859.575.761
b. Rincian berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Belum jatuh tempo - 8.932.701.000
Telah jatuh tempo
Sampai dengan 1 bulan - -
> 1 bulan - 3 bulan - -
> 3 bulan 21.374.438.337 14.926.874.761
Total 21.374.438.337 23.859.575.761
c. Rincian berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Rupiah 20.081.435.229 22.577.961.765
Dolar AS 1.293.003.108 1.281.613.996
Total 21.374.438.337 23.859.575.761
d. Rincian berdasarkan pihak adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Jasa Prima Lintas Perkasa 8.932.701.000 8.932.701.000
CV Bahtera Jaya 1.746.557.441 1.746.557.441
PT Jasa Guna Asia Raya 813.084.923 813.084.923
PT GoaUtama SinarBatuah 716.397.000 716.397.000
CV Agro Sentosa Jaya 630.884.960 630.884.960
PT Ayung Dirie Sarana 542.233.933 542.233.933
Lain-lain (masing-masing kurang dari Rp500jt) 7.992.579.080 10.477.716.504
Total 21.374.438.337 23.859.575.761
39
Page 42
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
19. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA
30 September 2023 31 Desember 2022
Pihak ketiga
PT Nusa Lima Persada Maju 4.675.993.136 -
Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp500 juta) 2.075.221.208 2.077.951.462
Total 6.751.214.344 2.077.951.462
20. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 1.795.700.554 1.607.429.289
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai 459.553.980 409.584.659
Total 2.255.254.534 2.017.013.948
b. Utang pajak
30 September 2023 31 Desember 2022
Perusahaan
Pajak Penghasilan Pasal 21 953.829.130 730.590.486
Pajak penghasilan Pasal 23 37.927.136 10.143.873
Pajak Penghasilan Pasal 15 11.410.086 11.410.086
Pajak Penghasilan Pasal 4(2) 505.215.616 495.321.015
Sub-total 1.508.381.968 1.247.465.460
Entitas Anak
Pajak Bumi dan Bangunan 18.791.804.691 18.016.836.427
Pajak Penghasilan Pasal 21 592.824.052 574.950.480
Pajak Pertambahan Nilai 168.841.458 168.179.201
Pajak Penghasilan Pasal 23 54.404.558 44.729.558
Pajak Penghasilan Pasal 4(2) 11.111.110 11.111.110
Sub-total 19.618.985.869 18.815.806.776
Total 21.127.367.837 20.063.272.236
40
Page 43
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Aset (Liabilitas) pajak tangguhan
Dikreditkan Dikreditkan
(dibebankan) (dibebankan)
Saldo ke laporan ke penghasilan Saldo
awal tanggal laba rugi komprehensif akhir tanggal
1 Januari 2023 konsolidasian lain 30 September 2023
Perusahaan
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja 979.802.191 - - 979.802.191
Penyusutan aset tetap (46.310.774) - - (46.310.774)
Rugi fiskal 24.940.985.449 - - 24.940.985.449
Sub-total 25.874.476.866 - - 25.874.476.866
Entitas Anak
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja 323.141.336 - - 323.141.336
Penyusutan aset tetap (44.030.016.850) - - (44.030.016.850)
Rugi fiskal 57.153.945.261 - - 57.153.945.261
Sub-total 13.447.069.747 - - 13.447.069.747
Aset pajak tangguhan - neto 39.321.546.613 39.321.546.613
Entitas Anak
Liabilitas pajak tangguhan
Aset biologis (980.435.868) - - (980.435.868)
Sewa pembiayaan (980.435.868) (980.435.868)
Dikreditkan Dikreditkan
(dibebankan) (dibebankan)
Saldo ke laporan ke penghasilan Saldo
awal tanggal laba rugi komprehensif akhir tanggal
1 Januari 2022 konsolidasian lain 31 Des 2022
Perusahaan
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja 678.190.988 172.746.759 128.864.444 979.802.191
Penyusutan aset tetap (46.310.774) - - (46.310.774)
Rugi fiskal 20.463.193.296 4.477.792.153 - 24.940.985.449
Sub-total 21.095.073.510 4.650.538.912 128.864.444 25.874.476.866
Entitas Anak
Aset (liabilitas) pajak tangguhan
Liabilitas imbalan kerja 256.405.053 66.736.283 - 323.141.336
Penyusutan aset tetap (40.882.822.946) (3.147.193.904) - (44.030.016.850)
Rugi fiskal 62.180.887.305 (5.026.942.044) - 57.153.945.261
Sub-total 21.554.469.412 (8.107.399.665) - 13.447.069.747
Aset pajak tangguhan - neto 42.649.542.922 39.321.546.613
Entitas Anak
Liabilitas pajak tangguhan
Aset biologis (361.463.775) (618.972.093) - (980.435.868)
Sewa pembiayaan (361.463.775) (980.435.868)
Manajemen berpendapat bahwa aset pajak tangguhan yang diakui dapat terpulihkan seluruhnya terhadap
penghasilan kena pajak di masa yang akan datang.
41
Page 44
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
20. LIABILITAS YANG MASIH HARUS DIBAYAR
30 September 2023 31 Desember 2022
Bunga dan penalti akrual atas pinjaman bank
(Catatan 22) 256.551.311.582 243.126.279.500
Administrasi umum 3.170.104.922 2.295.625.464
Operasional kantor 2.435.162.181 3.598.162.181
Lain-lain 3.511.371.640 3.299.166.247
Total 265.667.950.325 252.319.233.392
21. UANG MUKA PELANGGAN
Akun ini merupakan uang muka untuk penjualan yang diterima dari PT Nippon Oil Indonesia.
22. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 844.275.177.240 848.803.948.680
Dikurangi: bagian yang
jatuh tempo dalam 1 tahun 26.278.114.000 26.278.114.000
Bagian jangka panjang 817.997.063.240 822.525.834.680
Rincian fasilitas utang bank jangka panjang dan bunga akrual atas pinjaman terkait (Catatan 21) adalah
sebagai berikut:
Jenis fasilitas 30 September 2023 31 Desember 2022
Pokok pinjaman Bunga akrual Pokok pinjaman Bunga akrual
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
(AG) Kredit investasi 80.930.000.000 30.557.399.572 80.930.000.000 28.053.653.209
(AG) Kredit Modal Kerja I 66.921.000.000 28.335.072.931 66.921.000.000 26.218.835.124
(AG) Kredit Modal Kerja II 394.819.473.335 106.771.928.347 399.348.244.775 99.747.351.860
(MBS) Kredit investasi 106.662.061.292 36.915.942.463 106.662.061.292 35.135.471.038
(MPK) Kredit investasi 168.664.528.613 53.970.968.269 168.664.528.613 53.970.968.269
817.997.063.240 256.551.311.582 822.525.834.680 243.126.279.500
Pada tanggal 15 Juni 2021, Grup merestrukturisasi fasilitas pinjaman pada BRI. BRI memberikan keringanan
bunga dan tunggakan denda masing-masing 50% dan 75%.
42
Page 45
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Anugerahinti Gemanusa (AG)
Fasilitas Kredit Investasi
Pada tanggal 20 Februari 2013, AG memperoleh fasilitas kredit investasi dari BRI dengan jumlah maksimum
sebesar Rp101.430.000.000. Fasilitas ini digunakan untuk mengembangkan pabrik biodiesel, methanol dan
gliserin sesuai perjanjian antara AG dan Hudson Delphi Enginering and Construction.
Fasilitas kredit tersebut berlaku untuk 6 tahun sejak tanggal 20 Februari 2013 dan akan jatuh tempo pada
tanggal 22 Desember 2019.
Pokok pinjaman akan dibayarkan setiap triwulan dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp10.000.000.000 pada tahun ke 2
• Rp20.000.000.000 pada tahun ke 3
• Rp20.000.000.000 pada tahun ke 4
• Rp25.000.000.000 pada tahun ke 5
• Rp26.430.000.000 pada tahun ke 6
Fasilitas tersebut dikenakan bunga 10,5% per tahun dan akan ditelaah setiap bulannya. Pada tanggal 1 Juli
2014, BRI merubah suku bunga menjadi 12% per tahun.
Pada tanggal 4 Desember 2015, BRI menyetujui perubahan jumlah maksimum fasilitas kredit investasi
menjadi sebesar Rp86.730.000.000. BRI juga menyetujui perubahan jadwal pembayaran pokok pinjaman
dan bunga atas fasilitas kredit investasi tersebut, sebagai berikut:
• Rp200.000.000 pada tahun ke 1
• Rp600.000.000 pada tahun ke 2
• Rp2.500.000.000 pada tahun ke 3
• Rp15.000.000.000 pada tahun ke 4
• Rp68.430.000.000 pada tahun ke 5
Jadwal untuk pembayaran bunga dan bunga ditangguhkan (deferred interest) adalah sebagai berikut:
• Dari bulan 1-6 sejak akad restrukturisasi kredit, sebesar 50% dan 50% sisanya dibayar secara efektif
setiap bulan;
• Dari bulan 7-9, sebesar 40% dan 60% sisanya dibayar secara efektif setiap bulan;
• Dari bulan 10-12, dibayar 20% dan 80% sisanya dibayar secara efektif setiap bulan;
• Tahun ke-2 (bulan ke-13) dan seterusnya, bunga efektif dibayar 100% sesuai ketentuan suku bunga yang
berlaku;
• Akumulasi deffered interest diangsur selama 24 bulan secara pro rata dimulai dari bulan ke-13.
Fasilitas kredit tersebut berlaku untuk 4 tahun sejak tanggal 22 Desember 2015 dan jatuh tempo pada
tanggal 22 Desember 2019.
BRI juga menambahkan persyaratan sebagai berikut:
a. AG diwajibkan menyerahkan surat persetujuan notarial untuk menjual aset PT Malindo Persada
Khatulistiwa (MPK) dan PT Maiska Bhumi Semesta (MBS) dengan klausal sebagai berikut:
• Harga penjualan asset MPK dan MBS merupakan harga yang telah disetujui oleh pihak bank BRI;
• Hasil dari penjualan tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman MPK dan MBS di BRI dan
sisanya untuk menurunkan outstanding kredit AG di BRI;
• Penjualan dan take over fasilitas kredit MPK dan MBS harus dilaksanakan selambat-lambatnya 18
(delapan belas) bulan sejak akad restrukturisasi kredit.
b. Menyerahkan surat pernyataan notarial pengurus dan pemegang saham MPK dan MBS untuk selalu
memenuhi kewajiban kepada BRI, selama penjualan kedua perusahaan tersebut belum terealisasi.
c. Menyerahkan surat pernyataan notarial bahwa AG tidak boleh memberikan management fee dan
transfer price dalam bentuk apapun kepada perusahaan atau grup usaha lainnya.
43
Page 46
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Anugerahinti Gemanusa (AG) (lanjutan)
Fasilitas Kredit Modal Kerja I (lanjutan)
Selain dari penambahan persyaratan kredit di atas, fasilitas ini mempunyai persyaratan dan jaminan yang
sama dengan Fasilitas Kredit Modal Kerja II.
Pada tanggal 12 Maret 2014, BRI dan AG menyetujui perubahan perjanjian fasilitas kredit dimana jaminan
atas fasilitas kredit ini di cross collateral dengan fasilitas kredit yang diberikan kepada MBS dan MPK. BRI
dan AG juga menyetujui bahwa “cross default” terjadi apabila MBS dan MPK gagal memenuhi kewajibannya
kepada BRI.
Saldo terutang pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp80.930.000.000.
Fasilitas Kredit Modal Kerja I
Pada tanggal 20 Februari 2013, AG memperoleh fasilitas kredit modal kerja dari BRI dengan jumlah
maksimum sebesar US$6.350.000 yang akan digunakan untuk mengambilalih pinjaman pada Bank J Trust.
Fasilitas kredit ini berlaku selama 6 tahun sejak tanggal 20 Februari 2013 dan akan jatuh tempo pada tanggal
20 Februari 2019.
Pembayaran pokok pinjaman akan dilakukan setiap triwulan dengan jadwal sebagai berikut:
• US$850.000 pada tahun ke 2
• US$1.000.000 pada tahun ke 3
• US$1.250.000 pada tahun ke 4
• US$1.500.000 pada tahun ke 5
• US$1.750.000 pada tahun ke 6
Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 6% per tahun dan akan ditelaah setiap saat.
Pada tanggal 4 Desember 2015, BRI menyetujui perubahan jadwal Pembayaran pokok pinjaman dan
deferred payment untuk pembayaran bunga atas fasilitas kredit modal kerja I.
Fasilitas kredit tersebut berlaku untuk 4 tahun sejak tanggal 22 Desember 2015 dan jatuh tempo pada
tanggal 22 Desember 2019.
BRI mewajibkan melakukan konversi atas seluruh utang dari mata uang Dolar Amerika Serikat ke mata uang
Rupiah.
Pokok pinjaman akan dibayarkan setiap tahun dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp54.600.000 pada tahun ke 1
• Rp163.800.000 pada tahun ke 2
• Rp2.784.600.000 pada tahun ke 3
• Rp8.190.000.000 pada tahun ke 4
• Rp60.469.500.000 pada tahun ke 5
Fasilitas ini mempunyai persyaratan deferred payment yang sama dengan fasilitas kredit investasi.
Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan akan ditelaah setiap saat.
Fasilitas ini mempunya persyaratan dan jaminan yang sama dengan Fasilitas Kredit Investasi dan Fasilitas
Kredit Modal Kerja II.
Saldo terutang pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebesar
Rp66.921.000.000.
44
Page 47
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Anugerahinti Gemanusa (AG) (lanjutan)
Fasilitas Kredit Modal Kerja II
Pada tanggal 20 Februari 2013, AG mendapatkan fasilitas kredit modal kerja credit overcomst tetap dengan
jumlah maksimum sebesar US$18.670.000. Fasilitas kredit tersebut digunakan untuk mengambilalih fasilitas
kredit modal kerja dari PT Bank J Trust Indonesia Tbk (Bank J Trust/dahulu PT Bank Mutiara Tbk) dengan
jumlah US$3.650.000 dan Rp18.000.000.000 dan untuk digunakan sebagai modal kerja.
Pada tanggal 24 April 2014, AG mendapatkan tambahan fasilitas kredit modal kerja II dengan jumlah
maksimum sebesar US$8.500.000, sehingga jumlah maksimum fasilitas kredit ini menjadi sebesar
US$27.170.000.
Fasilitas ini jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2015 dan telah diperpanjang sampai dengan 20 Februari
2016. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas fasilitas ini adalah 6% per tahun.
Fasilitas ini dijamin dengan:
a. Tanah dan bangunan pabrik sesuai dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan No.207/Desa Roomo 4.020
m2, yang terletak di Kawasan Industri Gresik, Jawa Timur dengan hak tanggungan sebesar
Rp40.735.000.000;
b. Mesin-mesin dan peralatan pabrik biodiesel berkapasitas 140.000 MTPA dengan nilai penjaminan
Rp265.426.000.000;
c. Seluruh persediaan stearin, biodiesel dan gliserol dengan nilai penjaminan sebesar Rp22.000.000.000;
d. Seluruh piutang usaha dengan nilai penjaminan sebesar Rp172.575.000.000 dan Rp247.986.000.000;
e. Jaminan pribadi dari Hadisan Sridjaja.
AG diwajibkan untuk menjaga debt to equity ratio tidak melebihi 200%. Selain itu, AG juga dilarang, antara
lain, untuk mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain, melakukan merger, akuisisi dan go public,
melakukan perubahaan anggaran dasar dan pemegang saham, melakukan penyertaan di perusahaan lain,
memberikan piutang kepada pemegang saham, membagikan dividen, menerima pinjaman baru dari bank
atau lembaga keuangan lain dan menjual aset AG melebihi Rp20.000.000.000 dalam jangka waktu 1 tahun.
Pada tanggal 4 Desember 2015, BRI menyetujui perubahan jadwal angsuran dan deferred payment fasilitas
kredit modal kerja II dari utang bank jangka pendek menjadi utang bank jangka panjang.
Fasilitas kredit tersebut berlaku untuk 4 tahun sejak tanggal 22 Desember 2015 dan jatuh tempo pada
tanggal 22 Desember 2019.
Pokok pinjaman akan dibayarkan setiap tahun sebagai berikut:
Untuk utang bank dalam mata uang Dolar AS:
• US$3.264 pada tahun ke 1
• US$9.792 pada tahun ke 2
• US$166.459 pada tahun ke 3
• US$489.585 pada tahun ke 4
• US$21.430.628 pada tahun ke 5
Untuk utang bank dalam mata uang Rupiah:
• Rp10.047.847 pada tahun ke 1
• Rp30.143.541 pada tahun ke 2
• Rp512.440.191 pada tahun ke 3
• Rp1.507.177.033 pada tahun ke 4
• Rp66.190.191.388 pada tahun ke 5
45
Page 48
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
24. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT Anugerahinti Gemanusa (AG) (lanjutan)
Fasilitas Kredit Modal Kerja II (lanjutan)
Fasilitas ini mempunyai persyaratan deferred payment yang sama dengan fasilitas kredit investasi.
Fasilitas tersebut dikenakan bunga 6% per tahun untuk KMK II-Dolar dan 12% per tahun untuk KMK II-
Rupiah akan ditelaah setiap bulannya.
Pada tanggal 31 Desember 2021, AG belum memenuhi persyaratan rasio keuangan yang ditentukan oleh
BRI. Namun, kondisi ini sudah ada pada tanggal 4 Desember 2015, dimana BRI telah menyetujui perubahan
jadwal angsuran fasilitas kredit tersebut menjadi jangka panjang.
Saldo terutang pada masing-masing pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, berjumlah
Rp394.819.473.335 dan Rp399.348.244.775 yang terdiri dari utang bank dalam mata uang Dolar AS
sebesar US$22,091,568 (setara dengan Rp342.993.684.767 pada tanggal 30 September 2023 dan
Rp347.522.456.208 pada tanggal 31 Desember 2022) dan utang bank dalam mata uang Rupiah sebesar
Rp51.825.788..567 pada tanggal 30 September 2023 dan Rp68.223.130.381 pada tanggal 31 Desember
2022.
PT MAISKA BHUMI SEMESTA (MBS)
Pada tanggal 12 Juli 2012, MBS, Entitas Anak memperoleh Fasilitas Kredit Investasi (KI) dari PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) untuk pembiayaan pembangunan kebun inti dan plasma, dengan
rincian sebagai berikut:
1. Kredit Investasi (KI) untuk kebun inti seluas 8.400 Ha (neto)
MBS memperoleh fasilitas KI kebun inti dari BRI dengan total batas pinjaman sebesar
Rp336.000.000.000, yang terdiri dari KI pokok kebun inti sebesar Rp292.000.000.000 dan KI IDC
sebesar Rp44.000.000.000. Kredit ini dikenakan tingkat bunga sebesar 11% per tahun dengan reviu
setiap bulan sesuai ketentuan suku bunga yang berlaku di BRI. Pada tanggal 1 Juli 2014, BRI merubah
suku bunga menjadi 12% per tahun.
Fasilitas ini akan jatuh tempo dalam 12 (dua belas) tahun setelah penandatangan perjanjian kredit.
Kredit ini dijamin dengan :
a. Tanah perkebunan dengan status Kadasteral seluas 9.730 Ha yang akan didaftarkan menjadi
Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) atas nama MBS dengan Peta Bidang Tanah No.086-14.10-2010
tanggal 30 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan Sengah Temila, Mandor, Menjalin,
Sompak dan Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
b. Tanaman kelapa sawit berikut infrastruktur/sarana prasarana kebun seluas 8.400 Ha yang telah
ditanam dan akan ditanam di atas lahan Kadesteral seluas 9.730 Ha atas nama MBS dengan Peta
Bidang Tanah No.086-14.10-2010 tanggal 30 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan Sengah
Temila, Mandor, Menjalin, Sompak dan Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak,
Kalimantan Barat.
c. Bangunan kantor, rumah karyawan, gudang dan workshop yang ada atau akan ada di atas lahan
Kadesteral seluas 9.730 Ha atas nama MBS dengan Peta Bidang Tanah No.086-14.10-2010 tanggal
30 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan Sengah Temila, Mandor, Menjalin, Sompak dan
Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
d. Alat berat pertanian (4 unit traktor, 1 unit excavator, 1 unit loaded backhoe, 2 unit compactor, 1 unit
bulldozer, 2 unit grader, dan 8 unit trailer);
e. Corporate Guarantee dari Perusahaan; dan
f. 100% gadai saham atas nama Perusahaan.
46
Page 49
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT MAISKA BHUMI SEMESTA (MBS) (lanjutan)
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, MBS tidak diperkenankan tanpa persetujua tertulis dari BRI
untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan investasi atau penyertaan modal maupun pinjaman jangka Panjang kepada pihak lain;
b. Membagi keuntungan atau membagikan deviden kas kecuali untuk penambahan modal disetor
MBS;
c. Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain dan/atau menjaminkan kekayaan MBS yang
tidak dijaminkan di BRI kepada pihak lain;
d. Memperoleh pinjaman investasi atau kredit investasi baru dari pihak lain;
e. Melakukan merger atau akuisisi;
f. Melakukan penjualan aset MBS dengan nilai di atas Rp5.000.000.000 per transaksi atau kumulatif
dalam 1 (satu) tahun;
g. Melakukan perubahan anggaran dasar dan pemegang saham, serta perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi MBS;
h. Memberikan piutang kepada pemegang saham;
i. Memberikan piutang afiliasi diluar piutang usaha kepada pihak berelasi;
j. Melunasi (baik sebagian atau seluruh) bunga atau pokok utang pemegang saham sebelum seluruh
utang kepada BRI dilunasi terlebih dahulu, kecuali untuk dikonversi menjadi modal;
k. Menyewakan aset yang telah diagunkan; dan
l. Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan pailit diri
sendiri.
2. Kredit Investasi (KI) untuk kebun plasma KPEN-RP seluar 3.600 Ha
MBS (mewakili Koperasi Parere‟an) memperoleh fasilitas KI kebun inti dari BRI dengan plafon kredit
sebesar Rp232.970.000.000 dengan jangka waktu 12 (dua belas) tahun terhitung sejak tanggal
addendum akad kredit, termasuk grace period 4 tahun, suku bunga 12% per tahun.
Jaminan untuk kredit investasi ini adalah sebagai berikut:
a. Kebun plasma kelapa sawit seluas 3.600 Ha terletak di Desa Sepakat, Lamonak, Tonang dan
Sompak, Kecamatan Menjalin, Mandor dan Sompak, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat;
b. Corporate Guarantee atas nama MBS.
Setelah mengkonversi nama registrasi pinjaman dari atas nama MBS menjadi masing-masing petani
peserta KPEN-RP, melalui Koperasi Mitra, maka Koperasi Mitra tidak boleh melakukan hal-hal sebagai
berikut tanpa persetujuan BRI:
a. Memberikan piutang kepada anggota-anggota atau pengurus koperasi dengan akumulasi piutang
setinggi-tingginya sebesar Rp1.000.000.000 dalam setahun;
b. Melunasi utang kepada MBS, pengurus atau anggota-anggota koperasi sebelum seluruh utang di
BRI dilunasi terlebih dahulu, kecuali adanya dana talangan untuk angsuran pokok dan bunga
kepada BRI; dan
c. Mengadakan perubahan Anggaran Rumah Tangga, pengurus dan atau anggota koperasi.
Pada tanggal 12 Maret 2014, BRI dan MBS menyetujui perubahan perjanjian fasilitas kredit dimana
jaminan atas fasilitas kredit ini di cross collateral dengan fasilitas kredit yang diberikan kepada AG. BRI
dan MBS juga menyetujui bahwa “cross default” terjadi apabila AG, MPK, dan koperasi mitra (Koperasi
Parare’an dan Koperasi Dara Ria) gagal memenuhi kewajibannya kepada BRI.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang bank sebesar
Rp106.662.061.292.
47
Page 50
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT MALINDO PERSADA KHATULISTIWA (MPK)
Pada tanggal 12 Juli 2012, MBS, Entitas Anak memperoleh Fasilitas Kredit Investasi (KI) dari PT Bank
Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dengan rincian sebagai berikut:
1. Kredit Investasi (KI) untuk kebun inti seluas 8.400 Ha (neto).
MPK memperoleh fasilitas KI kebun inti dari BRI dengan total batas pinjaman sebesar
Rp348.800.000.000, yang terdiri dari KI pokok kebun inti sebesar Rp292.000.000.000 dan KI IDC
sebesar Rp56.800.000.000. Kredit ini dikenakan tingkat bunga sebesar 11% per tahun dengan reviu
setiap bulan sesuai ketentuan suku bunga yang berlaku di BRI. Pada tanggal 1 Juli 2014, BRI mengubah
suku bunga menjadi 12% per tahun. Fasilitas ini akan jatuh tempo dalam 12 (dua belas) tahun setelah
penandatanganan perjanjian kredit. Kredit ini dijamin dengan:
a. Tanah perkebunan dengan status Kadasteral seluas 10.518 Ha yang akan didaftarkan menjadi
Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) atas nama MPK dengan Peta Bidang Tanah No.072-14.10-2010
tanggal 17 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan Sompak, Kabupaten Landak, Kalimantan
Barat.
b. Tanaman kelapa sawit berikut infrastruktur/sarana prasarana kebun seluas 8.400 Ha yang telah
ditanam dan akan ditanam di atas lahan Kadesteral seluas 10.518 Ha atas nama MPK dengan Peta
Bidang Tanah No. 072-14.10-2010 tanggal 17 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan
Sompak dan Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat;
c. Bangunan kantor, rumah karyawan, gudang dan workshop yang ada/akan ada di atas lahan
Kadesteral seluas 10.518 Ha atas nama MPK dengan Peta Bidang Tanah No.072-14.10-2010
tanggal 17 Desember 2010 yang berlokasi di Kecamatan Sompak dan Kecamatan Mempawah Hulu,
Kabupaten Landak, Kalimantan Barat;
d. Alat berat pertanian (4 unit tractor, 2 unit compactor, 2 unit road grader, 1 unit excavator dan 1 unit
bulldozer);
e. Corporate Guarantee dari Perusahaan;
f. 100% gadai saham atas nama Perusahaan;
g. Bangunan pabrik pengolahan kelapa sawit; dan
h. Mesin-mesin dan peralatan
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, MBS tidak diperkenankan tanpa persetujua tertulis dari BRI
untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan investasi atau penyertaan modal maupun pinjaman jangka Panjang kepada pihak lain;
b. Membagi keuntungan atau membagikan deviden kas kecuali untuk penambahan modal disetor
MPK;
c. Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain dan/atau menjaminkan kekayaan MPK yang
tidak dijaminkan di BRI kepada pihak lain;
d. Memperoleh pinjaman investasi atau kredit investasi baru dari pihak lain termasuk leasing;
e. Melakukan merger atau akuisisi;
f. Melakukan penjualan aset MPK dengan nilai di atas Rp5.000.000.000 per transaksi atau kumulatif
dalam 1 (satu) tahun;
g. Melakukan penawaran umum perdana dan membubarkan MPK;
h. Melakukan perubahan anggaran dasar dan pemegang saham, serta perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi MPK;
i. Memberikan piutang kepada pemegang saham;
j. Memberikan piutang afiliasi diluar piutang usaha kepada pihak berelasi;
k. Melunasi (baik sebagian atau seluruh) bunga atau pokok utang pemegang saham sebelum seluruh
utang kepada BRI dilunasi terlebih dahulu, kecuali untuk dikonversi menjadi modal;
l. Menyewakan aset yang telah diagunkan; dan
m. Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan pailit diri
sendiri.
48
Page 51
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT MALINDO PERSADA KHATULISTIWA (MPK) (lanjutan)
2. Kredit Investasi (KI) untuk kebun plasma KPEN-RP seluas 3.600 Ha.
MPK (mewakili Koperasi Dara Ria) memperoleh fasilitas KI kebun plasma dari BRI dengan plafon kredit
sebesar Rp232.970.000.000 dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal
addendum akad kredit termasuk grace period 4 tahun, suku bunga 12% per tahun.
Jaminan untuk kredit investasi ini adalah sebagai berikut:
a. Kebun plasma kelapa sawit seluas 3.600 Ha terletak di Desa Suka Maju dan Karangan, Kecamatan
Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat; dan
b. Corporate Guarantee atas nama MPK.
Setelah mengkonversi nama registrasi pinjaman dari atas nama MPK menjadi masing-masing petani
peserta KPEN-RP, melalui Koperasi Mitra, maka Koperasi Mitra tidak boleh melakukan hal-hal sebagai
berikut tanpa persetujuan BRI:
a. Memmberikan piutang kepada anggota-anggota atau pengurus koperasi dengan akumulasi piutang
setinggi-tingginya sebesar Rp1.000.000.000 dalam setahun;
b. Melunasi utang kepada Perusahaan, pengurus atau anggota-anggota koperasi sebelum seluruh
utang di BRI dilunasi terlebih dahulu, kecuali adanya dana talangan untuk angsuran pokok dan
bunga kepada BRI; dan
c. Mengadakan perubahan Anggaran Rumah Tangga, pengurus dan atau anggota koperasi.
3. Kredit Investasi (KI) untuk pabrik pengolahan minyak kelapa sawit (PMKS)
MPK memperoleh fasilitas KI PMKS dari BRI dengan total batas pinjaman sebesar Rp95.300.000.000,
yang terdiri dari KI pokok sebesar Rp86.000.000.000 dan KI IDC sebesar Rp9.300.000.000. Kredit ini
dikenakan tingkat bunga sebesar 11% per tahun dengan reviu setiap bulan sesuai ketentuan suku bunga
yang berlaku di BRI. Pada tanggal 1 Juli 2014, BRI merubah suku bunga menjadi 12% per tahun.
Fasilitas ini akan jatuh tempo dalam 11 (sebelas) tahun setelah penandatanganan perjanjian kredit.
Kredit ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas KI kebun inti.
Berdasarkan perjanjian kredit tersebut, MPK tidak diperkenankan tanpa persetujuan tertulis dari BRI
untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Melakukan investasi atau penyertaan modal maupun pinjaman jangka Panjang kepada pihak lain;
b. Membagi keuntungan atau membagikan deviden kas kecuali untuk penambahan modal disetor
MPK;
c. Mengikatkan diri sebagai penjamin terhadap pihak lain dan/atau menjaminkan kekayaan MPK yang
tidak dijaminkan di BRI kepada pihak lain;
d. Memperoleh pinjaman investasi atau kredit investasi baru dari pihak lain termasuk leasing;
e. Melakukan merger dan akuisisi;
f. Melakukan penjualan aset MPK dengan nilai di atas Rp5.000.000.000 per transaksi atau kumulatif
dalam 1 (satu) tahun;
g. Melakukan Penawaran Umum Perdana dan membubarkan MPK;
h. Melakukan perubahan anggaran dasar dan pemegang saham, serta perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi MPK;
i. Memberikan piutang kepada pemegang saham;
j. Memberikan piutang afiliasi di luar piutang usaha kepada pihak berelasi;
k. Melunasi (baik Sebagian atau seluruh) bunga atau pokok utang pemegang saham sebelum seluruh
utang di BRI dilunasi terlebih dahulu, kecuali untuk dikonversi menjadi modal.
l. Menyewakan aset yang telah diagunkan; dan
m. Mengajukan permohonan pernyataan pailit kepada Pengadilan Niaga untuk menyatakan pailit diri
sendiri.
49
Page 52
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
c. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)
PT MALINDO PERSADA KHATULISTIWA (MPK) (lanjutan)
4. Fasilitas jaminan impor
MPK memperoleh fasilitas jaminan impor dari BRI dengan total batas pinjaman sebesar
Rp19.000.000.000. Fasilitas ini digunakan sebagai jaminan impor mesin-mesin atau peralatan pabrik
dalam rangka pembangunan pabrik PMKS. Kredit ini dikenakan tingkat bunga sebesar 11% per tahun
dengan reviu setiap bulan sesuai ketentuan suku bunga yang berlaku di BRI.
Pada tanggal 12 Maret 2014, BRI dan MPK menyetujui perubahan perjanjian fasilitas kredit dimana jaminan
atas fasilitas kredit ini dilakukan cross collateral dengan fasilitas kredit yang diberikan kepada AG. BRI dan
MPK juga menyetujui bahwa “cross default” terjadi apabila AG, MBS, dan Koperasi Mitra (Koperasi
Parare‟an dan Koperasi Dara Ria) gagal memenuhi kewajibannya kepada BRI.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, saldo utang bank sebesar Rp168.664.528.613.
Pada tanggal 15 Juni 2021, Perusahaan memperpanjang dan merestrukturisasi fasilitas pinjaman pada BRI
sebagai berikut:
1. Pokok pinjaman akan dibayarkan dengan jadwal sebagai berikut:
• Rp15.000.000.000 pada tahun 2021
• Rp25.000.000.000 pada tahun 2022
• Rp65.000.000.000 pada tahun 2023
• Rp80.000.000.000 pada tahun 2024
• Rp300.000.000.000 pada tahun 2025
• Rp130.000.000.000 pada tahun 2026
• Rp140.000.000.000 pada tahun 2027
• Pelunasan pinjaman pada tahun 2028
2. Tunggakan bunga dan tunggakan denda akan diberikan keringanan masing-masing 50% dan 75%.
3. BRI merubah suku bunga menjadi 7% per tahun dengan detail sebagai berikut:
• 7% per tahun ditangguhkan untuk tahun 2021 sampai 2023.
• 7% per tahun dengan perincian 2,5% per tahun efektif dan 4,5% per tahun ditangguhkan untuk tahun
2023 sampai 2027.
• Akumulasi deferred interest akan dibayarkan pada tahun 2028.
50
Page 53
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Grup telah menyediakan non-iuran kewajiban manfaat pasti untuk seluruh karyawannya yang memenuhi
kualifikasi sesuai dengan persyaratan UU Tenaga Kerja No. 13 tahun 2003 ("UUK"). Pada tanggal 31
Desember 2022, saldo kewajiban imbalan kerja disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian
sebagai "Liabilitas Imbalan Kerja". Penyisihan untuk imbalan kerja karyawan merupakan estimasi
manajemen berdasarkan perhitungan aktuaria dengan menggunakan Metode “Projected Unit Credit".
Perhitungan aktuaris untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, ditentukan
berdasarkan laporan penilaian dari aktuaris independen KKA Tubagus Syafrial & Amran Nangasan,
sebagaimana tercantum dalam laporannya pada tanggal 25 Februari 2022.
Asumsi aktuaria dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember 2022,
adalah sebagai berikut:
Usia pension normal : 55 tahun
Tingkat diskonto : 6,36% - 6,55% per tahun
Estimasi kenaikan gaji
di masa datang : 6,5% - 17,7% per tahun
Tabel mortalita : TMI IV
Tingkat cacat : 10% dari table Mortalita
a. Mutasi liabilitas imbalan kerja pada laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo Awal Periode 5.751.455.378 5.320.210.569
Beban Imbalan Kerja tahun berjalan - (144.618.514)
Keuntungan aktuarial yang diakui pada
keuntungan komprehensif lain - 602.181.497
Pembayaran Imbalan Kerja tahun berjalan - (26.318.174)
Saldo Akhir Periode 5.751.455.378 5.751.455.378
b. Rincian beban imbalan kerja (Catatan 31) pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Beban jasa kini - (419.713.224)
Beban bunga - -
Beban jasa lalu - 275.094.710
Neto - (144.618.514)
51
Page 54
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
d. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
c. Mutasi pengukuran Kembali atas imbalan pascakerja untuk periode yang berakhir pada 30 September
2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Saldo awal 3.774.788.942 4.917.990.016
Keuntungan akturial yang timbul dari
penyesuaian atas pengalaman - (181.881.864)
Keuntungan (kerugian) aktuarial yang timbul
dari perubahan asumsi keuangan - (420.299.633)
Kerugian aktuarial yang timbul dari
perubahan asumsi demografik - -
Keuntungan aktuarial yang diakui pada
penghasilan komprehensif lain - (602.181.497)
Saldo akhir 3.774.788.942 4.315.808.519
Akumulasi pajak penghasilan pengukuran
kembali atas imbalan kerja - (541.019.577)
Saldo Akhir, setelah pajak 3.774.788.942 3.774.788.942
d. Perkiraan analisis jatuh tempo atas imbalan pensiun tidak terdiskonto disajikan sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Kurang dari 1 tahun 2.465.704.611 2.465.704.611
Antara 1 - 2 tahun 263.368.013 263.368.013
Antara 2 - 5 tahun 3.132.777.202 3.132.777.202
Lebih dari 5 tahun 76.369.697.491 76.369.697.491
Total 82.231.547.317 82.231.547.317
e. Analisa sensitivitas
Tingkat diskonto Gaji di masa datang
Pengaruh nilai kini Pengaruh nilai kini
Pengaruh atas atas kewajiban Pengaruh atas atas kewajiban
beban jasa kini imbalan kerja beban jasa kini imbalan kerja
2023
Kenaikan 1% - - - -
Penurunan 1% - - - -
2022
Kenaikan 1% 1.066.692.322 611.239.144 1.186.557.936 1.476.626.121
Penurunan 1% 1.192.471.851 1.510.787.690 1.070.203.661 630.551.704
Analisa sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
liabilitas imbalan kerja mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.
52
Page 55
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
24. LIABILITAS IMBALAN KERJA (lanjutan)
e. Analisa sensitivitas
Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini liabilitas imbalan kerja dihitung
dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan
yang diterapkan dalam menghitung liabilitas imbalan kerja yang diakui dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis sensitivitas
dari tahun sebelumnya.
f. Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pasti pada tanggal 31 Desember 2022 adalah 8,94 tahun.
Manajemen Grup telah mereviu asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut sudah
memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja tersebut telah memadai untuk menutupi
liabilitas imbalan kerja Grup.
25. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, adalah
sebagai berikut:
Persentase
Pemilikan
Pemegang Saham Total Saham % Total saham
Saham Seri B:
Kepemilikan saham di atas 5%:
PT Mordred Inbestama Indonesia 3.700.374.400 79,26 185.018.720.000
Saham Seri A:
Kepemilikan saham di bawah 5%:
Watervale Worldwide Inc. 211.353.700 4,53 84.541.480.000
Centrin Telecom Ltd. 138.000.000 2,96 55.200.000.000
Hadisan Sridjaja 72.750.000 1,56 29.100.000.000
Osville Energy Corporation (S) Pte. Ltd. 61.500.000 1,32 24.600.000.000
Bank of Singapore Ltd. 55.415.600 1,19 22.166.240.000
Masyarakat (dengan kepemilikan kurang dari 5%) 429.277.700 9.19 171.711.080.000
Total 4.668.671.400 100 572.337.520.000
Pada tanggal 22 Desember 2021, Perusahaan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu (PMTHMETD) sejumlah 3.700.374.400 lembar saham dengan nilai nominal Rp50 per
saham dan harga pelaksanaan Rp75 per saham. Saham hasil PMTHMETD tersebut dicatatkan pada BEI
pada tanggal 23 Desember 2021.
Sehubungan dengan kuasi-reorganisasi pada tahun 2012 untuk mengeliminasi defisit. Perusahaan
menurunkan nilai nominal sahamnya sebesar Rp96.829.700.000 (Rp500 per lembar saham menjadi Rp400
per lembar saham) (Catatan 38).
53
Page 56
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
26. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor - neto pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 adalah
sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
Tambahan modal disetor diatas nilai nominal 110.355.179.697 110.355.179.697
Biaya emisi saham dan obligasi konversi 1.651.308.825 1.651.308.825
Kepentingan non pengendali 112.006.488.522 112.006.488.522
Tambahan modal disetor di atas nilai nominal merupakan selisih lebih harga penerbitan saham penawaran
umum perdana dan harga penerbitan obligasi di atas nilai nominalnya.
Biaya emisi saham dan obligasi merupakan biaya emisi saham selama Penawaran Umum Perdana dan
Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I, serta biaya emisi obligasi wajib konversi yang dikonversi
menjadi saham biasa pada tahun 1997.
Sehubungan dengan kuasi-reorganisasi untuk mengeliminasi defisit, Perusahaan mengeliminasi saldo
defisit sebesar Rp183.870.182.672 dengan tambahan modal disetor (Catatan 38).
27. CADANGAN UMUM
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada tanggal 18 Juni 2014, Perusahaan membentuk
cadangan umum dari saldo laba sebesar Rp100.000.000. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Republik
Indonesia No.40/2007 mengenai Perseroan Terbatas, yang mengharuskan setiap Perusahaan untuk
membentuk cadangan minimum 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Tidak ada
batasan waktu untuk membentuk cadangan tersebut.
28. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Rincian kepentingan non-pengendali atas aset neto Entitas Anak pada tanggal 30 September 2023 dan 31
Desember 2022, adalah sebagai berikut:
30 September 2023 31 Desember 2022
PT Anugerahinti Gemanusa (528.266.194) (486.177.415)
PT Maiska Bhumi Semesta (14.467.197) (14.094.449)
PT Malindo Persada Khatulistiwa (20.701.491) (20.481.504)
Kepentingan non pengendali (563.434.882) (520.753.368)
54
Page 57
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
29. PENJUALAN NETO
Rincian penjualan neto berdasarkan produk yang dipisahkan berdasarkan pihak berelasi dan tidak berelasi
adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Bahan kimia lain 6.020.514 48.277.780.000
Total 6.020.514 48.277.780.000
Penjualan yang melebihi 10% dari total penjualan neto adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Haji Muin 6.020.514 -
PT Perkasa Anugerah Bestari Raya - 26.578.920.000
PT Pratama Permata Perkasa Perdana - 21.698.860.000
6.020.514 48.277.780.000
30. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2023 30 September 2022
Manufaktur
Biaya Pabrikasi 168.199.585 311.636.529
Penyusutan (Catatan 11) 570.295.098 223.924.941
Tenaga kerja langsung 757.726.965 814.199.655
Total biaya produksi 1.496.221.648 1.349.761.125
Persediaan barang dalam proses
Persediaan awal (Catatan 8) 614.600.777 643.650.213
Persediaan akhir (Catatan 8) (614.600.777) (643.650.213)
Beban pokok produksi 1.496.221.648 1.349.761.125
Persediaan barang jadi
Persediaan awal (Catatan 8) 13.879.390 13.879.390
Persediaan akhir (Catatan 8) (13.841.631) (13.879.390)
Sub-total 1.496.259.407 1.349.761.125
Perdagangan
Persediaan barang jadi
Persediaan awal (Catatan 8) - 154.761.959
Pembelian - 45.864.000.000
Persediaan barang siap dijual - 46.018.761.959
Persediaan akhir (Catatan 8) - (154.761.959)
Sub-total - 45.864.000.000
55
Page 58
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut: (lanjutan)
30 September 2023 30 September 2022
Perkebunan
Amortisasi (Catatan 12) 10.799.315.991 17.089.494.777
Biaya umum kebun 802.087.136 3.764.123.071
Biaya pemeliharaan - 4.898.020.744
Sub-total 11.601.403.127 25.751.638.592
Total beban pokok penjualan 13.097.662.534 72.965.399.717
31. BEBAN UMUM ADMINISTRASI
30 September 2023 30 September 2022
Gaji, Upah dan Kesejahteraan Karyawan 2.650.117.307 4.175.517.007
Penyusutan (Catatan 11) 1.296.020.272 1.305.598.123
Jasa tenaga ahli 1.147.582.523 251.629.000
Transportasi 305.169.000 309.209.194
Sewa gedung 291.119.400 613.594.222
Perlengkapan kantor 116.246.000 264.776.664
Perjalanan dinas 98.168.320 25.490.591
Imbalan kerja - 768.607.088
Lain-lain (masing-masing kurang dari Rp150jt) 684.804.955 2.477.095.897
Total 6.589.227.777 10.191.517.786
32. BEBAN KEUANGAN
30 September 2023 30 September 2022
Biaya bunga 18.272.096.781 52.227.171.086
Biaya administrasi bank 5.996.820 9.045.412
Total 18.278.093.601 52.236.216.498
33. (RUGI) PER SAHAM DASAR
Berikut ini adalah rekonsiliasi faktor-faktor penentu perhitungan rugi per saham:
30 September 2023 30 September 2022
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusi
kepada pemilik entitas induk (33.369.244.424) (238.030.346.566)
Rata-rata tertimbang saham biasa yang
tertimbang 4.668.671.400 4.051.942.333
Jumlah rugi per saham dasar (7,15) (58,74)
Laba per saham dilusian adalah sama dengan laba per saham dasar karena Perusahaan tidak memiliki efek
berpotensi dilutive.
56
Page 59
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat yang mendekati nilai wajar dari instrument keuangan Grup:
30 September 2023 31 Desember 2022
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan lancar
Kas dan bank 313.751.443 313.751.443 300.750.817 300.750.817
Piutang usaha dari pihak ketiga 29.058.887.816 29.058.887.816 29.069.217.169 29.069.217.169
Piutang lain-lain dari pihak ketiga 456.527.252 456.527.252 456.527.252 456.527.252
Total Aset keuangan lancar 29.829.166.511 29.829.166.511 29.826.495.238 29.826.495.238
Aset keuangan tidak lancar
Piutang plasma 131.478.020.570 131.478.020.570 131.478.020.570 131.478.020.570
Uang jaminan 150.122.700 150.122.700 150.532.700 150.532.700
Total Aset keuangan tidak lancar 131.628.143.270 131.628.143.270 131.628.553.270 131.628.553.270
Total Aset keuangan 161.457.309.781 161.457.309.781 161.455.048.508 161.455.048.508
Liabilitas keuangan jangka pendek
Utang bank jangka pendek 116.389.750.164 116.389.750.164 113.928.241.197 113.928.241.197
Utang usaha kepada pihak ketiga 21.374.438.337 21.374.438.337 23.859.575.761 23.859.575.761
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 6.751.214.344 6.751.214.344 2.077.951.462 2.077.951.462
Liabilitas yang masih harus dibayar 265.667.950.325 265.667.950.325 252.319.233.392 252.319.233.392
Liabilias jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang bank 26.278.114.000 26.278.114.000 26.278.114.000 26.278.114.000
Total liabilitas keuangan jangka pendek 436.461.467.170 436.461.467.170 418.463.115.812 418.463.115.812
Liabilitas keuangan jangka panjang
Liabilias jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang bank 817.997.063.240 817.997.063.240 822.525.834.680 822.525.834.680
Total liabilitas keuangan jangka pendek 817.997.063.240 817.997.063.240 822.525.834.680 822.525.834.680
Total liabilitas keuangan 1.254.458.530.410 1.254.458.530.410 1.240.988.950.492 1.240.988.950.492
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan didefinisikan dan disajikan dalam jumlah dimana instrument tersebut
dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties), bukanlah
dalam penjualan yang dipaksakan akibat kesulitan keuangan atau likuidasi.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, nilai tercatat dari instrument keuangan Grup telah
mendekati nilai wajarnya.
Metode-metode dan asumsi-asumsi dibawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-
masing kelas instrument keuangan:
a. Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo dalam satu tahun atau kurang (kas dan bank,
piutang usaha dari pihak ketiga, piutang lain-lain dari pihak ketiga, utang bank jangka pendek, utang
usaha kepada pihak ketiga, utang lain-lain kepada pihak ketiga, liabilitas yang masih harus dibayar dan
utang bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun) mendekati nilai tercatatnya
karena bersifat jangka pendek.
57
Page 60
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
34. ASET DAN LIABILITAS KEUANGAN (lanjutan)
Metode-metode dan asumsi-asumsi dibawah ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk masing-
masing kelas instrument keuangan: (lanjutan)
b. Aset dan liabilitas
Instrumen keuangan jangka panjang terdiri dari piutang plasma, uang jaminan, utang lain-lain kepada
pihak ketiga jangka panjang, utang bank jangka panjang dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun.
Nilai wajar dari aset keuangan tidak lancar dicatat sebesar biaya historis karena nilai wajarnya tidak
dapat diukur secara handal. Tidak praktis untuk mengestimasi nilai wajar dari aset tersebut karena tidak
ada jangka waktu pembayaran yang pasti walaupun tidak diharapkan untuk diselesaikan dalam jangka
waktu 12 bulan setelah tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Nilai wajar dari liabilitas jangka panjang ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa datang
menggunakan suku bunga yang berlaku dari transaksi pasar yang dapat diamati untuk instrument
dengan persyaratan, resiko kredit dan jatuh tempo yang sama.
Grup menggunakan hierarki berikut ini untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan:
• Tingkat 1:
Nilai wajar diukur berdasarkan pada harga kuotasi (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset
atau liabilitas sejenis.
• Tingkat 2:
Nilai wajar diukur berdasarkan tekhnik-tekhnik valuasi, dimana seluruh input yang mempunya efek
yang signifikan atas nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
• Tingkat 3:
Nilai wajar diukur berdasarkan tekhnik-tekhnik valuasi, dimana seluruh input yang mempunyai efek
yang signifikan atas nilai wajar tidak dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN PENGELOLAAN MODAL
Dalam menjalankan aktifitas operasi, investasi dan pendanaan, Grup menghadapi risiko keuangan yaitu
risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar dan mendefinisikan risiko-risiko sebagai berikut:
• Risiko kredit: kemungkinan bahwa debitur tidak membayar semua atau sebagian pinjaman atau tidak
membayar secara tepat waktu dan akan menyebabkan kerugian.
• Risiko likuiditas: risiko bahwa Grup tidak akan dapat memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh
tempo.
• Risiko pasar: risiko bahwa perubahan dalam suku bunga dan kurs mata uang asing akan mempengaruhi
pendapatan Grup atau nilai dari kepemilikan instrumen keuangan.
Dalam rangka untuk mengelola risiko tersebut secara efektif, Direksi telah menyetujui beberapa strategi
untuk pengelolaan risiko keuangan, yang sejalan dengan tujuan Grup. Pedoman ini menetapkan tujuan dan
tindakan yang harus diambil dalam rangka mengelola risiko keuangan yang dihadapi Grup.
Pedoman utama dari kebijakan ini sebagai berikut:
• Meminimalkan tingkat suku bunga, mata uang dan risiko pasar untuk semua jenis transaksi.
• Memaksimalkan penggunaan “lindung nilai alamiah” yang menguntungkan sebanyak mungkin off-setting
alami antara penjualan dan biaya dan utang dan piutang dalam mata uang yang sama. Strategi yang
sama ditempuh sehubungan dengan risiko suku bunga.
• Semua kegiatan manajemen risiko keuangan dilakukan secara bijaksana dan konsistem dan mengikuti
praktek pasar terbaik.
58
Page 61
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
• Grup dapat berinvestasi dalam saham atau instrumen serupa hanya dalam hal terjadi kelebihan likuiditas
yang bersifat sementara, dan transaksi tersebut harus disahkan oleh Direksi.
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
a. Risiko Kredit
Grup memiliki risiko kredit yang berasal dari kas di bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan piutang
plasma.
Grup mengelola risiko kredit atas aset keuangan berupa kas di bank dengan melakukan transaksi
dengan pihak yang memiliki peringkat kredit yang bagus.
Terkait dengan piutang usaha yang sebagian besar berasal dari aktifitas penjualan, Grup melakukan
monitoring portofolio kredit secara berkesinambungan dan melakukan pengelolaan penagihan piutang
untuk meminimalisir risiko kredit. Grup melakukan pengendalian atas risiko kredit dengan menetapkan
kebijakan persetujuan atau penolakan konsumen baru dan kepatuhan atas kebijakan tersebut dipantau
oleh Direksi. Sebagai bagian dari proses dalam persetujuan atau penolakan tersebut, reputasi dan jejak
rekam pelanggan dipertimbangkan.
Piutang usaha dan lain-lain yang telah jatuh tempo, berasal dari debitur yang dapat dipercaya.
Manajemen Grup berpendapat bahwa seluruh piutang usaha dan lain-lain dapat ditagih.
Seperti diungkapkan pada Catatan 14, piutang plasma merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk
pengembangan perkebunan plasma yang meliputi pengeluaran yang dibiayai oleh bank maupun
pembiayaan sendiri.
Piutang plasma juga termasuk pinjaman talangan kredit, pinjaman pupuk serta sarana produksi
pertanian lainnya kepada petani. Pinjaman-pinjaman ini akan ditagihkan kembali kepada petani plasma.
Grup melalui pola kemitraan juga memberikan bantuan teknis kepada petani plasma untuk
mempertahankan produktivitas perkebunan plasma yang merupakan bagian dari strategi Grup untuk
mempererat hubungan dengan petani plasma yang diharapkan akan dapat memperlancar pelunasan
piutang plasma.
Manajemen Grup berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang terkonsentrasi secara signifikan.
Tabel berikut ini menunjukkan informasi mengenai eksposur risiko kredit berdasarkan evaluasi
penurunan nilai pada aset keuangan Grup pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022:
30 September 2023
Belum jatuh tempo 1-30 hari 31-90 hari > 90 hari Total
Kas dan bank 313.751.443 - - - 313.751.443
Piutang usaha - - - 32.835.018.416 32.835.018.416
Piutang lain-lain - - - 456.527.252 456.527.252
Piutang perkebunan plasma 131.478.020.570 - - - 131.478.020.570
Total 131.791.772.013 - 45.606.803.822 33.291.545.668 165.083.317.681
31 Desember 2022
Belum jatuh tempo 1-30 hari 31-90 hari > 90 hari Total
Kas dan bank 300.750.817 - - - 300.750.817
Piutang usaha 11.777.626.800 - - 21.067.720.969 32.845.347.769
Piutang lain-lain - - - 456.527.252 456.527.252
Piutang perkebunan plasma 131.478.020.570 - - - 131.478.020.570
Total 143.556.398.187 - - 21.524.248.221 165.080.646.408
59
Page 62
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
b. Risiko Kredit
Perusahaan dapat terekspos terhadap risiko likuiditas apabila ada perbedaan waktu signifikan antara
penerimaan piutang dengan penyelesaian utang dan pinjaman.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan pengawasan proyeksi arus kas dan arus kas actual
secara berkesinambungan serta menjaga kecukupan kas dan bank dan fasilitas pinjaman yang tersedia.
Risiko ini juga diminimalisir dengan memperbaiki jangka waktu pembayaran utang kepada pemasok dan
mengelola berbagai sumber pembiayaan dari para pemberi pinjaman yang dapat diandalkan.
Selanjutnya, Grup mempunyai beban pokok dan bunga utang bank yang telah jatuh tempo dan sampai
dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Grup masih dalam proses negosiasi
dengan pihak bank.
Tabel berikut menganalisis rincian liabilitas keuangan berdasarkan jangka waktu:
30 September 2023
Dalam satu tahun Lebih dari satu tahun Total
Utang bank jangka pendek 116.389.750.164 - 116.389.750.164
Utang usaha kepada pihak ketiga 21.374.438.337 - 21.374.438.337
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 6.751.214.344 - 6.751.214.344
Liabilitas yang masih harus dibayar 265.667.950.325 - 265.667.950.325
Utang bank jangka panjang 26.278.114.000 817.997.063.240 844.275.177.240
Total 436.461.467.170 817.997.063.240 1.254.458.530.410
31 Desember 2022
Dalam satu tahun Lebih dari satu tahun Total
Utang bank jangka pendek 113.928.241.197 - 113.928.241.197
Utang usaha kepada pihak ketiga 23.859.575.761 - 23.859.575.761
Utang lain-lain kepada pihak ketiga 2.077.951.462 - 2.077.951.462
Liabilitas yang masih harus dibayar 252.319.233.392 - 252.319.233.392
Utang bank jangka panjang 26.278.114.000 822.525.834.680 848.803.948.680
Total 418.463.115.812 822.525.834.680 1.240.988.950.492
c. Risiko tingkat bunga
Grup terekspos risiko tingkat suku bunga terutama menyangkut liabilitas berbunga Grup.
Tidak terdapat aktifitas lindung nilai tingkat bunga pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember
2022.
Analisa sensitivitas untuk risiko suku bunga
Pada tanggal 30 September 2023, jika tingkat suku bunga pinjaman meningkat/menurun sebesar 0,5
persen dengan semua variable konstan, rugi sebelum beban (manfaat) pajak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal tersebut lebih tinggi/rendah sebesar Rp723 juta terutama sebagai akibat
kenaikan/penurunan biaya bunga atas pinjaman dengan tingkat bunga mengambang.
60
Page 63
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
35. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN PENGELOLAAN MODAL (lanjutan)
d. Risiko mata uang asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari
suatu instrument keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Risiko Grup
terkait nilai tukar mata uang asing terutama timbul dari piutang dan utang usaha atas penjualan dan
pembelian dalam mata uang asing serta utang bank yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasi
Grup yang meliputi produksi, pembelian dan penjualan Grup.
Untuk memitigasi risiko terkait risiko perubahan mata uang asing, Grup melakukan monitoring arus kas
non-Rupiah dan memaksimalkan penggunaan “lindung nilai alamiah” yang menguntungkan sebanyak
mungkin off-setting alami antara penjualan dan biaya dan utang dan piutang dalam mata uang yang
sama. Strategi yang sama ditempuh sehubungan dengan risiko suku bunga.
Tidak ada aktivitas lindung nilai mata uang asing secara formal pada tanggal 30 September 2023 dan
31 Desember 2022.
Pada tanggal 30 September 2023, aset dan liabilitas moneter Grup yang berdenominasi dalam mata
uang selain Rupiah adalah sebagai berikut:
Nilai dalam Dalam Rupiah pada
mata uang asing tanggal pelaporan
Aset Moneter
Kas dan bank USD 2.055 31.911.071
Piutang lain-lain dari pihak ketiga USD 12.955 201.142.762
Uang jaminan USD 2.000 31.052.000
Sub-total USD 17.010 264.105.833
Liabilitas Moneter
Utang bank jangka panjang USD (3.629.396) (56.350.000.000)
Utang usaha kepada pihak ketiga USD (83.280) (1.293.003.108)
Uang muka pelanggan USD (806.912) (12.528.112.345)
Sub-total USD (890.192) (13.821.115.453)
Liabilitas moneter - neto USD (873.182) (13.557.009.620)
Jika nilai denominasi liabilitas neto dari mata uang asing pada tanggal 30 September 2023 ditampilkan
dengan menggunakan nilai tukar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada tanggal 15 Desember
2023 (tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian) yaitu Rp15.500 untuk 1 Dolar AS, liabilitas
neto moneter Grup akan turun sebesar Rp22.702732..
Analisa sensitivitas untuk risiko mata uang asing
Pada tanggal 30 September 2023, jika nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing terapresiasi
sebanyak 10% dengan semua variabel konstan, rugi sebelum beban (manfaat) pajak untuk tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut lebih rendah sebesar Rp1.355.700.962, sedangkan jika nilai tukar
Rupiah terhadap mata uang asing terdepresiasi sebanyak 10%, maka rugi sebelum beban (manfaat)
pajak untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut lebih tinggi sebesar Rp1.355.700.962.
e. Pengelolaan modal
Grup bertujuan mencapai struktur modal yang optimal untuk memenuhi tujuan usaha, diantaranya
dengan mempertahankan rasio modal yang sehat dan memaksimalisasi nilai pemegang saham.
61
Page 64
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen memantau modal dengan menggunakan beberapa ukuran likuiditas dan leverage keuangan
seperti rasio lancar dan utang terhadap ekuitas.
36. INFORMASI SEGMEN
Grup mengklasifikasikan usahanya menjadi tiga produk utama yaitu: FAME, bahan kimia lainnya dan tandan
buah segar. Segmen tersebut menjadi dasar pelaporan informasi segmen primer Perusahaan.
a. Segmen Primer
Periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2023
FAME Bahan Kimia Tandan Buah Tidak Total
Lainnya Sawit dialokasikan
Penjualan Neto - 6.020.514 - - 6.020.514
Beban pokok penjualan - 1.496.259.408 11.601.403.126 - 13.097.662.534
Hasil segmen - (1.490.238.894) (11.601.403.126) - (13.091.642.020)
Beban umum dan administrasi 315.791.702 - 1.697.128.594 4.576.307.481 6.589.227.777
Laba (Rugi) Usaha (315.791.702) (1.490.238.894) (13.298.531.720) (4.576.307.481) (19.680.869.797)
Penghasilan (Beban) Lain-lain neto 5.540.779.213 - (15.199.062) (978.542.691) 4.547.037.460
Laba (rugi) usaha 5.224.987.511 (1.490.238.894) (13.313.730.782) (5.554.850.172) (15.133.832.337)
Beban keuangan, neto - (13.970.826.845) (1.781.414.658) (2.525.852.098) (18.278.093.601)
Penghasilan komprehensif lain - - - - -
Total laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan 5.224.987.511 (15.461.065.739) (15.095.145.440) (8.080.702.270) (33.411.925.938)
Total rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (33.369.244.424)
Kepentingan non Pengendali (42.681.514)
TOTAL (33.411.925.938)
Total rugi komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (33.369.244.424)
Kepentingan non Pengendali (42.681.514)
TOTAL (33.411.925.938)
Aset dan Liabilitas
Aset Segmen 259.780.731.515 27.676.019.854 563.453.739.522 31.675.260.662 882.585.751.553
Liabilitas Segmen 751.823.527.272 126.680.977.983 402.579.760.091 32.977.766.519 1.314.062.031.865
62
Page 65
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
a. Segmen Primer (lanjutan)
FAME Bahan Kimia TBS Tidak Total
Lainnya dialokasikan
Penjualan Neto - 48.277.780.000 - - 48.277.780.000
Beban pokok penjualan - 47.213.761.125 25.751.638.592 - 72.965.399.717
Hasil segmen - 1.064.018.875 (25.751.638.592) - (24.687.619.717)
Beban umum dan administrasi 390.408.928 - 1.569.870.901 8.231.237.957 10.191.517.786
Laba (Rugi) Usaha (390.408.928) 1.064.018.875 (27.321.509.493) (8.231.237.957) (34.879.137.503)
Penghasilan (Beban) Lain-lain neto (110.534.452.003) - (37.068.170.165) 291.632.404 (147.310.989.764)
Laba (rugi) usaha (110.924.860.931) 1.064.018.875 (64.389.679.658) (7.939.605.553) (182.190.127.267)
Beban keuangan, neto (28.135.637.763) - (14.392.433.829) (9.708.144.906) (52.236.216.498)
Beban pajak penghasilan (7.360.886.373) - (502.968.026) 3.659.496.481 (4.204.357.918)
Penghasilan komprehensif lain (27.896.259) - - (627.713.189) (655.609.448)
Total laba (rugi) komprehensif
tahun berjalan (146.449.281.326) 1.064.018.875 (79.285.081.513) (14.615.967.167) (239.286.311.131)
Total rugi tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (238.030.346.566)
Kepentingan non Pengendali (600.355.117)
TOTAL (238.630.701.683)
Total rugi komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada :
Pemilik entitas induk (238.685.841.318)
Kepentingan non Pengendali (600.469.813)
TOTAL (239.286.311.131)
Aset dan Liabilitas
Aset Segmen 356.902.269.299 28.417.495.177 618.678.504.119 26.753.725.094 1.030.751.993.689
Liabilitas Segmen 676.459.576.759 116.483.105.885 382.167.852.799 30.966.995.702 1.206.077.531.145
Pelanggan dengan penjualan
lebih dari 10%
PT Perkasa Anugerah Bestari Raya - 26.578.920.000 - - 26.578.920.000
PT Pratama Permata Perkasa
Perdana - 21.698.860.000 - - 21.698.860.000
Pemasok dengan pembelian
lebih dari 10%
PT Jasa Prima Lintas Perkasa - 45.864.000.000 - - 45.864.000.000
b. Segmen Geografis
30 September 2023 30 September 2022
Penjualan neto :
Domestik 6.020.514 48.277.780.000
Total 6.020.514 48.277.780.000
Kebijakan akuntansi segmen operasi adalah sama sebagaimana dijelaskan pada ikhtisar kebijakan
akuntansi yang penting pada Catatan 2.
63
Page 66
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
36. IKATAN DAN PERJANJIAN
Perjanjian Grup yang signifikan adalah sebagai berikut:
a. Kebijakan pemerintah Indonesia mewajibkan perusahaan perkebunan untuk membangun perkebunan
inti rakyat. Sehubungan dengan kebijakan tersebut, MBS dan MPK (secara bersama-sama disebut
sebagai “Perusahaan Inti”), memiliki komitmen dengan Koperasi Unit Desa (KUD) yang mewadahi
petani plasma untuk mengembangkan perkebunan plasma. Pembiayaan atas pengembangan
perkebunan plasma ini diperoleh melalui pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (“BRI”)
(Catatan 23).
Pada saat perkebunan plasma telah menghasilkan, petani plasma berkewajiban untuk menjual seluruh
hasil perkebunan tersebut kepada Perusahaan Inti, dan melunasi angsuran atas fasiltas pinjaman
investasi yang diberikan oleh bank sesuai dengan skema pengembangan perkebunan plasma
menggunakan dana yang dipotong dari penjualan hasil perkebunan plasma tersebut.
Pada tanggal 24 Desember 2014, MBS, MPK dan petani plasma menyetujui perubahan skema
pengembangan perkebunan plasma. MBS dan MPK akan memulai pembagian hasil sebesar 30% dari
penjualan tandan buah segar dikurangi dengan biaya yang terkait untuk pengembangan perkebunan
plasma pada bulan Januari 2015.
Pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022, pengembangan plasma oleh Grup telah
mencapai 1.838 hektar (Tidak diaudit).
Saldo piutang perkebunan plasma pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022 sebesar
Rp131.478.020.570.
Manajemen berpendapat bahwa seluruh piutang perkebunan plasma dapat ditagih. Oleh karena itu tidak
perlu dibentuk penyisihan penurunan nilai piutang perkebunan plasma.
b. Pada tanggal 27 Juli 2013, BRI memberikan fasilitas kredit dan jasa perbankan kepada pemasok MPK
dimana beberapa supplier MPK akan mendapatkan pembayaran terlebih dahulu sebelum jatuh tempo.
MPK harus membayarkan terlebih dahulu 7,5% dan BRI akan membayarkan 92,5% dari nilai tagihan.
MPK menanggung beban bunga 12,5% per tahun dihitung untuk periode dari tanggal pembayaran dari
BRI sampai tanggal pembayaran oleh MPK dan provisi sebesar 0,5% dari nilai tagihan.
Pada tanggal yang sama, BRI memberikan fasilitas kredit dan jasa perbankan kepada supplier MBS
dimana beberapa supplier MBS akan mendapatkan pembayaran terlebih dahulu sebelum jatuh tempo.
MBS harus membayarkan terlebih dahulu 7,5% dan BRI akan membayarkan 92,5% dari nilai tagihan.
MBS menanggung beban bunga 12,5% per tahun dihitung untuk periode dari tanggal pembayaran dari
BRI sampai tanggal pembayaran oleh MBS dan provisi sebesar 0,5% dari nilai tagihan.
64
Page 67
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
37. KUASI RE-ORGANISASI
Krisis ekonomi yang terjadi di wilayah regional Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang dimulai sejak
semester kedua tahun 1997, telah mempengaruhi kegiatan usaha Perusahaan dan AG, Entitas Anak.
Terjadinya depresiasi mata uang Rupiah terhadap mata uang asing lainnya (termasuk terhadap dolar AS)
juga telah menyebabkan terjadinya peningkatan atas utang dalam valuta asing (dolar AS) termasuk bunga
terkait milik AG, Entitas Anak.
Meskipun restrukturisasi pinjaman AG dan pembiayaannya kembali (refinancing) oleh kreditur lain telah
selesai dilaksanakan dan Perusahaan telah mampu membukukan laba neto, laporan posisi keuangan
konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak, pada tanggal 30 Juni 2012 masih menunjukan saldo kerugian
(defisit) yang cukup signifikan, yaitu sebesar Rp308.713.740.978.
Oleh karena itu, Perusahaan dan AG, Entitas Anak, melakukan kuasi-reorganisasi agar laporan posisi
keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak dapat menunjukan nilai sekarang dan tanpa dibebani
oleh defisit masa lampau.
Sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi 2003), “Akuntansi Kuasi-Reorganisasi”, kuasi reorganisasi merupakan
prosedur akuntansi yang mengatur perusahaan merestrukturisasi ekuitasnya dengan menghilangkan defisit
dan menilai kembali seluruh aset dan liabilitasnya.
Dengan melakukan prosedur ini, entitas diharapkan dapat melanjutkan usahanya seperti baru, dengan saldo
yang menunjukkan nilai sekarang tanpa defisit dari masa lampau. Dengan demikian, Perusahaan dan
Entitas Anak, AG melakukan kuasi-reorganisasi yang akan dilakukan melalui prosedur akuntansi diatas.
Eliminasi atas saldo defisit terhadap akun-akun ekuitas secara umum melalui urutan prioritas sebagai
berikut:
1. Selisih penilaian kembali aset dan liabilitas dan selisih penilaian yang sejenisnya.
2. Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak
3. Tambahan modal disetor; dan
4. Modal saham
MPK dan MBS, Entitas Anak, keduanya tidak melaksanakan kuasi-reorganisasi dikarenakan MPK dan MBS
masih dalam tahap pengembangan. Dengan tidak adanya kuasi-reorganisasi termasuk reorgansasi secara
hukum, maka tidak ada penurunan nilai nominal saham entitas anak (MPK dan MBS). Demikian pula, tidak
ada penurunan modal ditempatkan, modal disetor dan modal dasar entitas anak (MPK dan MBS).
Untuk mengeliminasi defisit, Perusahaan melakukan kuasi-reorganisasi sesuai dengan PSAK No. 51 (Revisi
2003) dengan menggunakan laporan posisi keuangan konsolidasian tanggal 30 Juni 2012, yang disetujui
oleh para pemegang saham Perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
yang diselenggarakan pada tanggal 22 November 2012 yang diaktakan dengan Akta Notaris No. 42 oleh
Notaris Veronica Nataadmadja, S.H.
Eliminasi atas saldo defisit terhadap akun-akun ekuitas dilakukan melalui urutan prioritas sebagai berikut:
30 Juni 2012
Defisit 308.713.740.978
Selisih penilaian kembali aset tetap (1.982.261.514)
Selisih penilaian kembali aset dan liabilitas selain aset tetap (551.037.396)
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak (25.480.559.396)
Tambahan modal disetor (183.870.182.672)
Modal ditempatkan dan disetor penuh (96.829.700.000)
Total -
65
Page 68
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
37. KUASI RE-ORGANISASI (lanjutan)
Penentuan nilai wajar aset tetap Perusahaan dan AG, Entitas Anak pada tanggal 30 Juni 2012 telah
dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Prasetyo & Rekan, penilai independen,
dalam laporannya tanggal 1 Oktober 2012 dengan menggunakan metode penilaian kembali memakai
pendekatan data pasar dengan perbandingan data pasar dan metode pendekatan biaya.
Penentuan nilai wajar aset dan liabilitas selain aset tetap Perusahaan dan AG, Entitas Anak pada tanggal
30 Juni 2012 telah dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Herly, Ariawan & Rekan, penilai
independen, dalam laporannya tanggal 5 November 2012 dengan menggunakan metode penilaian kembali
memakai pendekatan data pasar dengan perbandingan data pasar dan metode pendekatan biaya.
38. REKONSILIASI LIABILITAS YANG TIMBUL DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Tabel di bawah ini menjelaskan perubahan dalam liabilitas Grup pada tahun 2023 yang timbul dari aktivitas
pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas dan perubahan non-kas. Liabilitas yang timbul
dari aktivitas pendanaan adalah liabilitas yang arus kas, atau arus kas masa depannya, diklasifikasikan
dalam laporan arus kas konsolidasian Grup sebagai arus kas dari aktivitas pendanaan.
Arus kas dari Perubahan non-kas
aktivitas Pergerakan Perubahan
1 Januari 2023 pendanaan valuta asing lainnya 30 September 2023
Utang bank
jangka pendek 113.928.241.197 (1.000.000.000) - 3.461.508.967 116.389.750.164
Utang kepada Pemegang Saham 12.791.164.079 6.424.965.948 - - 19.216.130.027
Utang bank jangka panjang
Jatuh tempo satu tahun 26.278.114.000 - - - 26.278.114.000
Utang bank jangka panjang 822.525.834.680 - (4.528.771.440) - 817.997.063.240
Total 975.523.353.956 5.424.965.948 (4.528.771.440) 3.461.508.967 979.881.057.431
Arus kas dari Perubahan non-kas
aktivitas Pergerakan Perubahan
1 Januari 2022 pendanaan valuta asing lainnya 30 September 2022
Utang bank
jangka pendek 98.597.877.056 (3.250.000.000) - 13.703.670.018 109.051.547.074
Utang kepada Pemegang Saham 8.773.992.079 2.755.205.000 - - 11.529.197.079
Utang bank jangka panjang
Jatuh tempo satu tahun 10.117.668.225 (500.000.000) 16.778.114.000 - 26.395.782.225
Utang bank jangka panjang 802.387.970.842 - 6.025.287.911 (781.614.029) 807.631.644.724
Total 919.877.508.202 (994.795.000) 22.803.401.911 12.922.055.989 954.608.171.102
39. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF
Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2023
• Amendemen PSAK No. 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
Amandemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2023 dan harus diterapkan secara retrospektif. Grup saat ini sedang menilai dampak
amandemen terhadap praktik saat ini dan apakah negosiasi ulang atas perjanjian pinjaman yang ada
mungkin diperlukan Penerapan lebih dini diperkenankan.
66
Page 69
PT ETERINDO WAHANATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (lanjutan)
Tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
40. KONDISI KEUANGAN
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan asumsi Perseroan akan melanjutkan usahanya secara
berkesinambungan. Grup memiliki akumulasi kerugian yang mengakibatkan defisiensi modal masing-
masing sebesar Rp431.476.280.312 dan Rp398.064.354.374 pada 30 September 2023 dan 31 Desember
2022 serta liabilitas jangka pendek Grup melebihi aset lancarnya sebesar Rp407.176.851.658 dan
Rp388.461.874.802 pada 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
Untuk mengatasi kondisi-kondisi di atas, selama tahun 2023, manajemen Grup telah melaksanakan dan
akan terus melaksanakan beberapa program sebagai berikut:
1. Efisiensi di segala bidang.
2. Menyelesaikan masalah sosial yang ada di PT Maiska Bhumi Semesta dan PT Malindo Persada
Khatulistiwa.
3. Bernegosiasi dengan pihak bank untuk penyelesaian pinjaman melalui perjanjian restrukturisasi antara
Grup dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
4. Mengembangkan pasar baru untuk perdagangan produk kimia.
5. Menindaklanjuti point-point Nota Kesepahaman dengan potensial investor.
41. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
a. Dalam rangka penyelesaian kewajiban Perseroan kepada pihak PT Bank Negara Indonesia (Persero)
Tbk, pada hari Selasa tanggal 24 Oktober 2023, pihak Bank BNI melalui Kantor Pelayanan Kekayaan
Negara dan Lelang (KPKNL) Serang telah dilaksanakan lelang eksekusi Hak Tanggungan terhadap
aset jaminan Perseroan atas tanah jaminan berupa:
• 2 (dua) bidang tanah kosong luas total 64.958 m2 yang dijual dalam satu paket terdiri dari:
- SHGB No. 53/Gerem tanggal 09-01-1998 seluas 15.103 m2 atas nama PT Anugerahinti
Gemanusa, berkedudukan di Gresik, terletak di Desa Gerem, Kec. Pulomerak, Kab. Cilegon,
Banten (sesuai Sertifikat).
- SHGB No. 54/Gerem tanggal 09-01-1998 seluas 49.855 m2 atas nama PT Anugerahinti
Gemanusa, berkedudukan di Gresik, terletak di Desa Gerem, Kec. Pulomerak, Kab. Cilegon,
Banten (sesuai Sertifikat).
• Sebidang tanah kosong luas total 21.355 m2 sesuai dengan SHGB No. 166/Gerem tanggal 02-12-
2011 an. PT Bumi Persada Agung, berkedudukan di Jakarta Selatan, terletak di Kel. Gerem, Kec.
Gerogol, Kota Cilegon, Propinsi Banten (sesuai sertifikat) setempat.
Dari hasil lelang yang diterima oleh pihak BNI pada tanggal 29 Juni 2022 dari KPKNL Serang adalah
sebesar Rp.67.694.100.000 (enam puluh tujuh miliar enam ratus Sembilan puluh empat juta seratus
ribu rupiah) setelah dikurangi dengan biaya administrasi lelang (2%), pajak pihak penjual (2,5%) dan
fee Balai Lelang Swasta (1,5%).
b. Telah diumumkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor:
300/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 1 November 2023 atas permohonan Penundaan
Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
dengan putusan mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dari
pihak PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sehingga saat ini pihak Perseroan dan seluruh entitas
anak dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPUS) selama 45
(empat puluh lima) hari terhitung sejak tanggal putusan diucapkan.
67
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.