Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-ABMM-att1.pdf

Other Text extracted ABMM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 236

Page 1

          
Page 2
Strength Beneath,Vision Beyond

Tema ‘Strength Beneath, Vision Beyond’ menggambarkan keunggulan inti
dan pandangan ke depan yang secara konsisten menjadi ciri khas ABM
Investama dalam menghadapi dinamika industri energi.

‘Strength Beneath’ menggambarkan fondasi kokoh yang mendasari
kinerja berkelanjutan ABM, khususnya kekuatan yang berasal dari
integritas, kompetensi, nilai-nilai, dan semangat kolaboratif di seluruh
sektor bisnis. Kekuatan inti ini berfungsi sebagai sumber daya utama
yang memastikan stabilitas, ketahanan, dan kapasitas adaptasi
berkelanjutan di tengah perubahan.

Sementara itu, ‘Vision Beyond’ mencerminkan semangat transformasi
dan pertumbuhan jangka panjang ABM, dengan tujuan membangun
perusahaan yang tangguh dan siap menghadapi masa depan. Visi ini
menginspirasi kami untuk terus berinovasi, mengoptimalkan teknologi,
dan mengembangkan solusi energi berkelanjutan yang melampaui
batasan saat ini, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh
pemangku kepentingan.

Secara keseluruhan, makna tema Laporan Keberlanjutan 2025, ‘Strength
Beneath, Vision Beyond’, menekankan identitas ABM sebagai perusahaan
energi yang berakar pada kekuatan internal yang kokoh, serta terus
bergerak maju dengan visi strategis untuk menyediakan energi yang
tidak hanya menopang masa kini, tetapi juga membuka jalan menuju
masa depan yang berkelanjutan dan bermakna.


The theme ‘Strength Beneath, Vision Beyond’ embodies the core strength
and forward-looking vision that have consistently characterized ABM
Investama in navigating the dynamics of the energy industry.

‘Strength Beneath’ embodies the firm foundation underpinning ABM’s
sustainable performance, specifically the strength derived from integrity,
competence, values, and a collaborative spirit across all business sectors.
This core strength serves as the primary resource that ensures stability,
resilience, and the capacity to adapt continuously in the face of change.

Meanwhile, ‘Vision Beyond’ embodies ABM’s spirit of transformation and
long-term growth, aiming to build a resilient and future-ready company.
This vision inspires us to continue innovating, optimizing technology,
and developing sustainable energy solutions that go beyond current
limitations, creating lasting value for all stakeholders.

Overall, the significance of the 2025 sustainability report theme, ‘Strength
Beneath, Vision Beyond,’ emphasizes ABM’s identity as an energy
company rooted in solid internal strength, while consistently progressing
with a strategic vision to deliver energy that not only sustains the present
but also paves the way for a sustainable and meaningful future.
Page 3

          
Page 4
          Daftar Isi
          Table of Contents




   Daftar Isi
   Table of Contents

> Tema dan Pendahuluan                               03          LINGKUNGAN
  Theme and Introduction                                         ENVIRONMENTAL

> Ikhtisar Kinerja Keberlanjutan
  Sustainability                                     04   > Pengelolaan Energi dan Emisi               46
  Performance Highlights                                    Energy and Emissions Management
                                                            • Konsumsi Energi                          49
> Tentang Laporan ini                                08       Energy Consumption
  About the Report                                          • Emisi GRK                                53
                                                              GHG Emissions
> Tentang ABM Investama                              12
  About ABM Investama                                     > Pengelolaan Sumber Daya Alam
                                                            dan Lingkungan                             62
  • Riwayat Perusahaan                               13
                                                            Management of the Environment
    Company Historical Journey
                                                            and Natural Resources
  • Nilai, Prinsip, Standar,                         15
                                                            • Konsumsi Air                             62
    dan Norma Perilaku
                                                              Water Usage
    Values, Principles, Standards,
                                                            • Keanekaragaman hayati                    68
    and Norms of Behavior
                                                              Biodiversity
  • Lokasi Operasional                               17
                                                            • Operasional lingkungan (Limbah)          77
    Location of Operations
                                                              Environmental Operations (Waste)
  • Pasar yang Dilayani                              18
    Markets Served
  • Rantai Pasokan                                   20
    Supply Chain
                                                                 SOSIAL
  • Keanggotaan dalam Asosiasi                       22
                                                                 SOCIAL
    Membership of Associations
  • Penghargaan dan Sertifikasi                      23
    Awards and Sertification
                                                          > Dukungan Terhadap Karyawan                 82
> Joint Message Komisaris Utama                             Employee Enhancement
  dan Direktur Utama                                 26     • Akuntabilitas dalam Kesehatan
   Joint Message from Our President                           dan Keselamatan Kerja                    84
   Commissioner and President Director                        Accountability in Occupational
                                                              Health and Safety
> Surat Pernyataan Dewan Komisaris                          • Keberagaman dan Inklusi dalam            98
  dan Direksi Tentang Tanggung Jawab atas                     Ketenagakerjaan
  Laporan Keberlanjutan 2025                                  Diversity and Inclusion in Employment
  PT ABM Investama Tbk.                   30                • Anti-Diskriminasi dan Perlindungan       125
   Responsibility Statement of The Board of                   Kelompok Rentan
   Commissioners and Board of Directors                       Anti-Discrimination and Vulnerable
   for the Sustainability Report 2025 of                      Groups Protection
   PT ABM Investama Tbk.
                                                          > Pemberdayaan Masyarakat                     132
> Keberlanjutan Di ABM                               32     Community Empowerment
  Sustainability at ABM                                     • Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat,
                                                              Pelestarian Lingkungan, dan Mata
   • Visi ABM 2025                                   33
                                                              Pencaharian                               132
     ABM Vision 2025
                                                              Community Economic Empowerment,
   • ABM Target Keberlanjutan                        34
                                                              Environmental Preservation, and Livelihoods
     ABM Sustainability Target
   • Keterlibatan Pemangku Kepentingan               37
     Stakeholder Engagement
   • Proses Penilaian Double Materiality             40
     Double Materiality Assessment Process
   • Matriks Materialitas ABM 2025                   42
     ABM Materiality Matrix 2025



     IV              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                     V I S I O N B E YO N D
Page 5
                                                  > Perubahan Iklim                                        197
       GOVERNANSI DAN EKONOMI                       Climate Change
       GOVERNANCE AND ECONOMY
                                                  > Assurance oleh Pihak Ketiga                            211
                                                    Third Party Assurance Statement
> Pencegahan Benturan Kepentingan           151
  Prevention of Conflicts of Interest             > Indeks SEOJK 16/2021 Mengenai
                                                    Bentuk dan Isi Laporan Tahunan
> Independensi Dewan Direksi                        Emiten dan Perusahaan Terbuka                          216
  dan Komisaris                             151     Content Index with SEOJK 16/2021
  Independence of the Board of                      Regarding the Form and Content of
  Directors and Commissioners                       Annual Report for Issuers and Public
                                                    Listed Companies
> Remunerasi yang Berintegritas             160
  Integrity in Remuneration
                                                  > Indeks Laporan Terhadap GRI Standard                   219
> Peran Aktif Komite ESG                            GRI Standard Content Reference Index
  untuk Mengawasi Implementasi
  Keberlanjutan                             164
                                                  > Indeks Referensi Terhadap NASDAQ
  The Active Role of the ESG                        ESG Reporting Guidelines                               227
  Committee in Monitoring the                       Reference Index with NASDAQ ESG
  Implementation of Sustainability                  Reporting Guidelines

> Implementasi Code of Ethics
  and Conduct (COEC)                        170   > Form Umpan Balik                                       230
  Implementation of the Code of                     Feedback Form
  Ethics and Conduct (COEC)

> Kebijakan Anti-Suap dan Anti-Korupsi      171
  Anti-Bribery and Anti-Corruption Policy




       EKONOMI
       ECONOMY



> Nilai Ekonomi Langsung yang
  Dihasilkan dan Didistribusikan            183
  Direct Economic Value Generated
  and Distributed

> Perbandingan Kinerja Ekonomi              184
  Comparison of Economic Performance

> Transparansi Perpajakan                   185
  Tax Transparency from the Government

> Pencegahan Tindak Anti-Persaingan         189
  Prevention of Anti-Competitive
  Practices

> Praktik Pengadaan                         190
  Procurement Practices

> Privasi Data                              195
  Data Privacy




                                                               2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 V
Page 6
       Ikhtisar
       Highlights




Ikhtisar 2025                                       [SEOJK B.1][SEOJK B.2][SEOJK B.3]

Highlights 2025


     E                (environmental)


     10.618.329,24 GJ
     Konsumsi energi total dalam organisasi
     Total energy consumption
     within the organization

     54.898,56 Ton CO₂eq
     Total pengurangan emisi dengan
     menggunakan metodologi MSLI 009
     pada Sistem Registri Nasional (SRN).
     Total Emissions reduction using
     the MSLI 009 methodology in the
     National Registry System (SRN).

     7,5% (230,27 ton)
     Limbah B3 yang telah didaur ulang
     Hazardous waste that has been recycled

     12.167,93 Ton CO₂eq
     Total emisi (Cakupan 1 & 2) pada tahun
     2025 menunjukkan penurunan
     dibandingkan dengan tahun 2024,
     sejalan dengan implementasi program
     efisiensi energi dan optimalisasi
     operasional di anak usaha
     Total emissions (Scope 1 & 2) in 2025
     are showing a decrease compared to
     2024, in line with the implementation
     of energy efficiency programs and
     operational optimization at subsidiaries

     0,000017 Ton CO₂-eq/US$
     Rasio Intensitas Emisi
     Emission Intensity Ratio

     0,0102 GJ/US$
     Intensitas Energi dalam Organisasi
     Energy Intensity Within
     The Organization

     39,9%
     Konsumsi Energi berasal dari
     Sumber daya Energi Terbarukan
     Energy Consumption from
     Renewable Sources

     458,72 Megaliter
     Konsumsi Air
     Water Consumption




 4                  S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 7
G            (Governance)
Ekonomi
Economic


25%
Persentase jumlah wanita dalam susunan
Dewan Komisaris
Percentage of women in the Board of
Commissioners

96,9%
Keluhan yang telah terselesaikan di tahun 2025
Grievances that have been resolved in 2025

ISO 37001: 2016
ABM telah memperoleh sertifikasi Sistem
Manajemen Anti Penyuapan
ABM has obtained Anti-Bribery Management
System certification

100%
Karyawan ABM telah menandatangani pakta
integritas sesuai dengan Kode Etik dan
Perilaku yang berlaku di Perusahaan, sebagai
pernyataan kepatuhannya terhadap kebijakan
etika & anti-korupsi, sekaligus mendukung
kebijakan Perusahaan.
ABM employees have declared their compliance
with the ethics & anti-corruption policy by
signing an integrity pact in accordance with the
Company’s Code of Ethics and Conduct.

US$ 1.038,17 Juta | Million
Penjualan Bersih
Million Net Sales

US$ 4,25 Juta | Million
Laba Bersih
Net Profit

1.187
Pemasok Lokal
Local Suppliers

US$ 6,33 Juta | Million
Pajak yang Dibayarkan
Taxes Paid

US$ 0,74 Juta | Million
Royalti yang Dibayarkan
Royalties Paid




     2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                    5
Page 8
    Ikhtisar
    Highlights




                                                 S          (social)
                                                 Aspek SDM                Aspek K3
                                                 Human Resources Aspect   OHS Aspect



                                                 10.463                   0,04
                                                 Jumlah karyawan          Nilai LTIFR pada angka per
                                                 Total employee           1.000.000 jam kerja

                                                 6,18
                                                                          LTIFR rate per 1,000,000
                                                                          worked hours
                                                 jam | HOURS
                                                 Rata-rata jam            56,23
                                                 pelatihan per            miliar | billion
                                                 karyawan per tahun       Jumlah jam kerja aman
                                                 Number of training       Total safe hours

                                                                          100%
                                                 hours or average per
                                                 employee per year

                                                 Rp 9,51
                                                                          Karyawan dan pekerja dari
                                                                          kontraktor yang bekerja
                                                 miliar | billion         di dalam area operasional
                                                 Biaya pelatihan          kami tercakup dalam sistem
                                                 karyawan                 manajemen K3
                                                 Employee training        Employees and contractor
                                                 costs                    workers working in our

                                                 1.771
                                                                          operational areas are
                                                                          covered by the OHS
                                                 Karyawan baru pada       management system

                                                                          100%
                                                 tahun 2025
                                                 New employees in
                                                 2025                     Operasional ABM
                                                                          telah menerapkan
                                                 100%                     Sistem manajemen K3
                                                 Seluruh karyawan         berdasarkan SMK3, SMKP
                                                 menerima tinjauan        dan ISO 45001.
                                                 rutin terhadap kinerja   Operational ABM
                                                 dan pengembangan         has implemented an
                                                 karier.                  occupational health and
                                                 All employees receive    safety management system
                                                 regular reviews of       in accordance with SMK3,
                                                 their performance and    SMKP, and ISO 45001.
                                                 career development.

                                                 0 (nihil)
                                                 Jumlah insiden
                                                 diskriminasi
                                                 sepanjang periode
                                                 pelaporan
                                                 Number of
                                                 discrimination
                                                 incidents during the
                                                 reporting period




6                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 9
Aspek Kemasyarakatan
Social Aspect



>40 Orang | People
Jumlah Petani Berpartisipasi dalam Program
Penguatan Rantai Nilai Kopi Aranio
Number of Farmers Participating in Aranio Coffee
Value Chain Program

SROI 3,38
Nilai Pengembalian Sosial atas Investasi
Program Rantai Nilai Kopi Aranio
Social Return on Investment of Aranio Coffee
Value Chain Program

50 Orang | People
Jumlah Penerima Manfaat dalam Program
Peningkatan Gizi & Pencegahan Stunting
Number of Beneficiaries in Nutrition Improvement &
Stunting Prevention Program

SROI 1,43
Nilai Pengembalian Sosial atas Investasi Program
Gizi & Pencegahan Stunting
Social Return on Investment of Nutrition & Stunting
Prevention Program

24 Orang | People
Jumlah Petani Berpartisipasi dalam Klaster
Pertanian Berkelanjutan melalui Biotron
Number of Farmers Participating in Sustainable
Agriculture Cluster through Biotron

16.000 Bibit | Seedlings
Jumlah Mangrove Ditanam dalam Program
Restorasi Ekosistem Pesisir
Number of Mangroves Planted in Coastal
Ecosystem Restoration Program

Rp 260,10 Juta | Million
Total Investasi Program Rehabilitasi Mangrove
Total Investment in Mangrove Rehabilitation Program

RP 5,11 miliar | Billion
Realisasi Dana Pemberdayaan Masyarakat
Realization of Community Empowerment Fund




                                                      2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                 7
Page 10
       Tentang Laporan ini
       About This Report




Tentang Laporan ini
About This Report




Sebagai perusahaan yang terus berkembang dan            As a company that continually expands and adapts
beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan, ABM          to sustainability requirements, ABM has prepared
menyusun Laporan Keberlanjutan ini untuk berbagi        this Sustainability Report to detail our progress,
perjalanan, pencapaian, dan area yang masih perlu       achievements, and areas that require further
diperkuat dalam pengelolaan aspek lingkungan, sosial,   strengthening in environmental, social, and governance
dan tata kelola. Laporan ini diterbitkan setiap tahun   management. This report is issued annually as a
secara terpisah dari Laporan Tahunan Perusahaan.        separate document from the Company’s Annual Report.
Kinerja dan data keberlanjutan yang kami sajikan        The sustainability performance and data presented here
juga merupakan pemenuhan kewajiban regulasi             also help fulfill regulatory requirements in accordance
sesuai Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang        with OJK Regulation No. 51/2017 concerning the
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga           Implementation of Sustainable Finance for Financial
Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik. [NDAQ     Service Institutions, Issuers, and Public Companies.
G8.1][NDAQ G8.2]                                        [NDAQ G8.1][NDAQ G8.2]


Dalam proses penyusunannya, kami menggunakan            During its preparation, we used various sustainability
berbagai standar pelaporan keberlanjutan yang           reporting standards recognized both nationally and
diakui secara nasional maupun internasional, serta      internationally, while also considering ESG assessment
mempertimbangkan kriteria penilaian ESG seperti         criteria such as MSCI, Sustainalytics, and Nasdaq. This
MSCI, Sustainalytics, dan Nasdaq. Pendekatan ini        methodology enables us to maintain consistency in data
membantu kami menjaga konsistensi penyampaian           presentation and ensures that the reported information
data sekaligus memastikan bahwa pelaporan yang          serves as a credible reference for investors, business
disajikan dapat digunakan sebagai rujukan yang          partners, and other stakeholders. [NDAQ G9.1]
kredibel bagi investor, mitra bisnis, maupun pihak
lainnya. [NDAQ G9.1]




  8               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 11
Laporan ini juga mencerminkan kerangka strategis                  This report also reflects our strategic sustainability
keberlanjutan kami melalui ABM Sustainability Target,             framework through ABM Sustainability Target, which
yang memuat fokus area dan target dalam berbagai aspek,           includes focus areas and targets across various
mulai dari operasional, lingkungan, sosial, hingga tata           aspects, from operations and environment to social and
kelola. Setiap fokus dan target tersebut telah diselaraskan       governance. Each focus and target has been aligned
dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang               with relevant Sustainable Development Goals (SDGs).
relevan. Perkembangan dan kontribusi kami terhadap                Our progress and contributions toward these SDGs are
SDGs dipaparkan secara berkala di dalam laporan ini,              periodically documented within this report, and more
dan informasi lebih rinci mengenai pemetaannya dapat              comprehensive information regarding the mapping is
ditemukan pada halaman 36. [NDAQ G9.2][NDAQ G9.3]                 available on page 36. [NDAQ G9.2][NDAQ G9.3]




GRI 2-3     Periode Pelaporan
                                                  1 Januari 2025 – 31 Desember 2025
            Reporting Period
            Siklus Pelaporan                      Tahunan
            Reporting Cycle                       Annual
            Tanggal Terbit Laporan
            Keberlanjutan Periode Sebelumnya      Submit ke OJK dan rilis website pada tanggal 18 April 2025
            Date of Publication of The Previous   Submit to OJK and release the website on April 18, 2025
            Period's Sustainability Report
            Standar Acuan Pelaporan               Dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan ini, ABM merujuk pada beberapa
            Reporting Standard Frameworks         standar dan pedoman yang berlaku, yaitu:
                                                  • Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017
                                                    tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan,
                                                    Emiten, dan Perusahaan Publik.
                                                  • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 – In Accordance with GRI
                                                    Standards
                                                    Dimana Laporan ini disusun berdasarkan in accordance with GRI Standards
                                                    dan tidak terdapat standar sektor yang sepenuhnya relevan bagi model
                                                    bisnis holding investasi ABM. Namun, ABM mengacu pada GRI (GRI 12) untuk
                                                    pengungkapan pada salah satu sektor bisnis utama.
                                                  • Nasdaq ESG Reporting Guidance 2.0 (2019)
                                                    sebagai acuan tambahan yang digunakan oleh lembaga sustainability
                                                    performance rating seperti MSCI, Sustainalytics, dan Bumi Global Karbon
                                                    (BGK) dalam pengembangan metodologi penilaiannya.
                                                  • Standar Pengungkapan Keberlanjutan IFRS 2 - Pengungkapan Terkait
                                                    Iklim.
                                                    laporan ini juga diselaraskan dengan IFRS S2 untuk meningkatkan
                                                    transparansi pengungkapan keuangan terkait iklim.

                                                  In preparing this Sustainability Report, ABM refers to several applicable
                                                  standards and guidelines, namely:
                                                  • Financial Services Authority Regulation (POJK) No. 51/POJK.03/2017
                                                     on the Implementation of Sustainable Finance for Financial Services
                                                     Institutions, Issuers, and Public Companies.
                                                  • Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 – In Accordance with GRI
                                                     Standards
                                                     This report has been prepared in accordance with GRI Standards and there
                                                     are no sector standards that are fully relevant to ABM's investment holding
                                                     business model. However, ABM refers to the GRI Sector Standard: Coal (GRI
                                                     12) for disclosures on one of its main business sectors.
                                                  • Nasdaq ESG Reporting Guidance 2.0 (2019)
                                                     as an additional reference used by sustainability performance rating agencies
                                                     such as MSCI, Sustainalytics, and Bumi Global Karbon (BGK) in developing
                                                     their assessment methodologies.
                                                  • IFRS Sustainability Disclosure Standard 2 - Climate-Related Disclosures
                                                     The report is also aligned with IFRS S2 to enhance transparency in climate-
                                                     related financial disclosures.




                                                                              2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                            9
Page 12
        Tentang Laporan ini
        About This Report




Entitas yang Termasuk dalam Laporan                                                  Entities Included in the Consolidated
Keuangan Konsolidasi [GRI 2-2][GRI 2-6]                                              Financial Statements [GRI 2-2][GRI 2-6]
Laporan Keberlanjutan 2025 ini menyajikan data                                       This 2025 Sustainability Report presents the
keuangan konsolidasi Grup ABM sebagaimana                                            consolidated financial data of the ABM Group as
tercantum dalam Laporan Keuangan yang telah diaudit,                                 reported in the audited Financial Statements, reflecting
sehingga mencerminkan kinerja keuangan Perusahaan                                    the company’s overall financial performance. For
secara keseluruhan. Untuk data kinerja lingkungan,                                   environmental, social, and Occupational Health
sosial, serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)                                   and Safety (OHS) data for 2025, the collection and
tahun 2025, metode pengumpulan dan konsolidasi                                       consolidation methods remain consistent with the
tetap konsisten dengan tahun sebelumnya.                                             previous years.

Cakupan pelaporan termasuk entitas anak pada sektor                                  The reporting scope covers subsidiaries in the coal
pertambangan batu bara melalui Mining Value Chain                                    mining sector through the Mining Value Chain (MVC)
(MVC) serta sektor Logistik, Jasa Rekayasa, dan                                      as well as the Logistics, Engineering Services, and New
Pengembangan Bisnis Baru (LENB).                                                     Business Development (LENB) sectors.

Pada tahun 2025, PT Nirmala Coal Nusantara (NCN)                                     In 2025, PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) and PT
dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) bergabung sebagai                                    Piranti Jaya Utama (PJU) became part of the ABM Group
entitas baru dalam Grup ABM. Hingga akhir periode                                    as new entities. By the end of the reporting period, the
pelaporan, proses akuisisi kedua entitas tersebut                                    acquisition process for both entities was in the process
masih berada pada tahap penyelesaian aspek legal                                     of completing legal and administrative requirements.
dan administratif. Oleh karena itu, keduanya belum                                   Therefore, there has been no significant operational
memberikan dampak operasional yang signifikan                                        impact on performance or sustainability under ABM
terhadap kinerja maupun pengelolaan keberlanjutan                                    management in the current reporting year.
di bawah manajemen ABM pada tahun pelaporan ini.

Konsistensi metodologi ini memastikan perbandingan                                   This consistency in methodology ensures comparability
data dari tahun ke tahun dan memberikan gambaran                                     of data year over year and provides a clearer view of
yang lebih jelas mengenai kemajuan keberlanjutan di                                  sustainability progress across the ABM Group.
seluruh Grup ABM.



Cakupan Kinerja Lingkungan, Sosial, dan K3
Scope of Environmental, Social, and OHS Performance
Sektor                                                       Perusahaan
Sector                                                       Company

Pertambangan Batu Bara                                       PT Reswara Minergi Hartama (RWA), PT Tunas Inti Abadi (TIA),
(Mining Value Chain/MVC)                                     PT Cipta Kridatama (CK)*, PT Prima Wiguna Parama (PWP);
Coal Mining (Mining Value Chain)                             PT Nirmala Coal Nusantara (NCN)**; PT PIRANTI Jaya Utama (PJU)**


Logistik, Jasa Rekayasa, dan
                                                             PT Sanggar Sarana Baja (SSB); PT Cipta Krida Bahari (CKB);
Pengembangan Bisnis Baru
                                                             PT Alfa Trans Raya (ATR)**; PT Baruna Dirga Dharma (BDD)**;
(Logistics, Engineering,
                                                             PT Dianta Daya Embara (DDE)**; PT Pelabuhan Buana Reja (PBR)**;
New Business/LENB)
                                                             PT Nagata Dinamika (ND); PT Anzara Janitra Nusantara (AJN)
Logistics, Engineering, New Business (LENB)

Catatan | Note:
* Sesuai prinsip GHG Accounting, laporan CK hanya mencakup kinerja lingkungan, sosial, serta K3 pada konsesi yang dimiliki dan dikendalikan oleh Grup ABM. Aspek
   terkait dari konsesi milik pihak lain yang dikelola CK akan dimasukkan ke laporan pemilik konsesi.
   In accordance with GHG accounting principles, CK’s report only covers environmental, social, and occupational health and safety performance in concessions owned
   and controlled by the ABM Group. Aspects of concessions owned by other parties and managed by CK will be included in the concession owner’s report.
** PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) dan PT PIRANTI Jaya Utama (PJU) merupakan entitas anak dari PT Reswara Minergi Hartama (RWA). PT Alfa Trans Raya (ATR), PT
   Baruna Dirga Dharma (BDD), PT Dianta Daya Embara (DDE) dan PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) merupakan entitas anak dari PT Cipta Krida Bahari (CKB)
   PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) and PT PIRANTI Jaya Utama (PJU) are subsidiaries of PT Reswara Minergi Hartama (RWA). PT Alfa Trans Raya (ATR), PT Baruna
   Dirga Dharma (BDD), PT Dianta Daya Embara (DDE) and PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) are subsidiaries of PT Cipta Krida Bahari (CKB).




 10                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 13
Pernyataan Kembali Informasi [SEOJK C.6][GRI 2-4]                   Restatement of Information [SEOJK C.6][GRI 2-4]

Terdapat pernyataan ulang, khususnya pada data                      For data and information disclosed in the previous report,
limbah B3, limbah non-B3, dan konsumsi energi.                      a restatement has been made, particularly concerning
Penyesuaian ini dilakukan sebagai dampak perubahan                  hazardous waste, non-hazardous waste, and energy
satuan pelaporan dari kiloliter menjadi liter, serta                consumption data. This adjustment was carried out due
penyempurnaan metode pengumpulan dan pencatatan                     to a change in the reporting unit from kiloliters to liters,
data guna meningkatkan akurasi dan konsistensi                      as well as improvements in data collection and recording
pelaporan. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian                methodologies to enhance the accuracy and consistency
dari komitmen ABM dalam menjaga transparansi,                       of reporting. This statement is presented as part of ABM’s
konsistensi, dan akurasi pelaporan sesuai ketentuan                 commitment to maintaining transparency, consistency,
pelaporan keberlanjutan yang berlaku.                               and accuracy in reporting in accordance with applicable
                                                                    sustainability reporting requirements.

Assurance oleh Pihak Eksternal [NDAQ G10.1] [SEOJK G.1] [GRI 2-5]   External Assurance [NDAQ G10.1] [SEOJK G.1] [GRI 2-5]

Perusahaan menunjuk TUV Rheinland Indonesia                         The company appointed TUV Rheinland Indonesia
sebagai pihak independen untuk melaksanakan                         as an independent party to conduct assurance on
assurance atas Laporan Keberlanjutan ini, dengan                    this Sustainability Report, focusing on verifying the
fokus pada verifikasi konten laporan, khususnya terkait             report’s content, especially regarding material topics.
topik material. Penunjukan pihak ketiga ini dilakukan               This third-party appointment was made to ensure that
untuk memastikan proses assurance berlangsung                       the assurance process was conducted objectively
secara objektif dan bebas dari konflik kepentingan.                 and free from conflicts of interest. TUV Rheinland
TUV Rheinland Indonesia tidak memiliki hubungan                     Indonesia has no business relationship with ABM,
bisnis dengan ABM, sehingga independensinya                         ensuring its independence. Throughout the process,
terjamin. Sepanjang proses, Top Management,                         top management, management, and data contributors
manajemen, dan kontributor data berperan aktif dalam                actively provided the necessary information and
penyediaan informasi dan klarifikasi yang diperlukan.               clarifications.

Kegiatan assurance dilakukan mengacu pada standar                   The assurance activities were conducted according
AA1000AS v3 (2020) dengan tingkat moderate                          to the AA1000AS v3 (2020) standard with a moderate
assurance, serta menerapkan prinsip AA1000AP (2018)                 assurance level. They also followed the AA1000AP
yang mencakup inklusivitas, materialitas, responsivitas,            (2018) principles, which include inclusivity, materiality,
dan dampak. Pernyataan assurance lengkap dapat                      responsiveness, and impact. The full assurance
ditemukan pada halaman 211 laporan ini.                             statement can be found on page 211 of this report.

Aksesibilitas dan Umpan Balik [SEOJK G.3] [GRI 2-3]                 Accessibility and Feedback [SEOJK G.3] [GRI 2-3]

Sampai akhir tahun 2025, ABM belum menerima                         As of the end of 2025, ABM has not received any
umpan balik mengenai Laporan Keberlanjutan 2024.                    feedback on the 2024 Sustainability Report. Moving
Kedepannya, kami akan terus berupaya meningkatkan                   forward, we will persist in our efforts to enhance the
kualitas penyampaian informasi agar semakin relevan                 quality of information delivery to ensure it is more
dan mudah dipahami. Kami juga mendorong partisipasi                 pertinent and comprehensible. Additionally, we invite
pemangku kepentingan melalui saran, masukan, maupun                 stakeholders to participate by providing suggestions,
tanggapan terkait laporan ini. Umpan balik dapat                    input, and responses regarding this report. Feedback
disampaikan melalui lembar yang tersedia di bagian                  can be submitted using the form available at the end of
akhir laporan, yang selanjutnya dapat dikirimkan ke:                the report, which can then be sent to:



                                                   PT ABM Investama Tbk
                                             Gedung TMT 1 Lantai 18 , Suite 1802
                                                    Jl. Cilandak KKO no. 1
                                                  Jakarta 12560, Indonesia
                                                       +62 21 29976767
                                                  www.abm-investama.com
                                          corporate.secretary@abm-investama.co.id




                                                                               2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                             11
Page 14
       Tentang ABM Investama
       About ABM Investama




Tentang ABM Investama
About ABM Investama




                 ABM juga berkomitmen untuk mengintegrasikan prinsip
                 Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi
                 bisnis guna memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan
                 bertanggung jawab.
                 ABM is also committed to integrating Environmental, Social, and Governance (ESG)
                 principles into its business strategy to ensure sustainable and responsible growth.


PT ABM Investama Tbk. (ABM), sebagai bagian dari PT         PT ABM Investama Tbk. (ABM), As part of PT Tiara
Tiara Marga Trakindo, beraspirasi menjadi perusahaan        Marga Trakindo, it strives to become a leading strategic
investasi strategis terkemuka dalam ekosistem               investment company in the integrated mining ecosystem.
pertambangan terintegrasi. ABM mengelola rantai nilai       ABM manages the entire mining value chain, covering
pertambangan secara menyeluruh, mencakup sumber             resources, services, infrastructure, logistics, and
daya, layanan, infrastruktur, logistik, dan jasa rekayasa   engineering services to ensure the effective fulfillment
untuk memastikan pemenuhan kebutuhan rantai pasok           of its partners’ supply chain needs.
mitra secara efektif.

Melalui model bisnis terintegrasi, ABM memperkuat           Through an integrated business model, ABM strengthens
sinergi antarunit usaha guna meningkatkan efisiensi         synergies between business units to improve operational
operasional dan kualitas layanan bagi pemangku              efficiency and service quality for stakeholders.
kepentingan.

Berlandaskan filosofi Empowering Energy, ABM                Based on the Empowering Energy philosophy, ABM
menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dan prinsip     implements good corporate governance and sustainability
keberlanjutan sebagai fondasi dalam menyediakan             principles as the foundation for providing energy that
energi yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan          supports community welfare and sustainable progress.
kemajuan berkelanjutan.




  12            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 15
Riwayat Perusahaan
Company Historical Journey


2025
Pada tahun 2025, PT ABM Investama Tbk. memperkuat                      In 2025, PT ABM Investama Tbk. strengthened the
fondasi keberlanjutan dan ketahanan bisnisnya melalui                  foundation of its sustainability and business resilience
langkah strategis berupa akuisisi PT Piranti Jaya Utama                through a strategic move by acquiring PT Piranti Jaya
(PJU) melalui entitas anak PT Reswara Minergi Hartama,                 Utama (PJU) through its subsidiary PT Reswara Minergi
yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian                        Hartama, marked by the signing of a Conditional Share
Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) pada Maret 2025.                     Purchase Agreement (PPJB) in March 2025. This
Akuisisi ini merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam               acquisition is part of the Company’s efforts to strengthen
memperkuat pengelolaan aset pertambangan secara                        integrated mining asset management and improve
terintegrasi, sekaligus meningkatkan kendali terhadap                  control over the implementation of responsible mining
penerapan praktik pertambangan yang bertanggung                        practices and more consistent environmental impact
jawab dan pengelolaan dampak lingkungan secara lebih                   management. In line with the Company’s Environmental,
konsisten. Sejalan dengan strategi Environmental, Social,              Social, and Governance (ESG) strategy, the Company
and Governance (ESG), Perseroan berkomitmen untuk                      is committed to integrating occupational safety and
mengintegrasikan standar keselamatan dan kesehatan                     health standards, environmental management, and
kerja, pengelolaan lingkungan, serta keterlibatan                      local stakeholder engagement into the development of
pemangku kepentingan lokal dalam pengembangan aset                     these new assets to support the creation of sustainable
baru tersebut, guna mendukung penciptaan nilai jangka                  long-term value and contribute to the Sustainable
panjang yang berkelanjutan dan kontribusi terhadap                     Development Goals (SDGs).
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).




2024
ABM menandatangani fasilitas kredit sebesar USD395                     ABM signed a USD395 million credit facility with PT
juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan                      Bank Mandiri (Persero) Tbk, with a competitive interest
interest rate yang kompetitif untuk dipergunakan                       rate for refinancing and reprofiling several credit
dalam melakukan refinance dan reprofiling beberapa                     facilities with higher interest rates, including Global
fasilitas kredit yang memiliki interest rate lebih tinggi,             Bonds (Senior Notes). In addition, ABM through PT
termasuk Global Bond (Surat Utang Senior). Selain itu                  Nagata Dinamika Hidro Pongko (NDHP), a subsidiary of
ABM melalui PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (NDHP)                     Reswara, acquired PT Nirmala Coal Nusantara which
yang merupakan anak usaha Reswara, mengakuisisi PT                     owns coal mines in Sumatra. ABM officially liquidated
Nirmala Coal Nusantara yang memiliki tambang batu                      SSB Sammitr Distribution (SSD, a subsidiary under PT
bara di wilayah Sumatera. ABM resmi melikuidasi SSB                    Sanggar Sarana Baja (SSB), which was established
Sammitr Distribution (SSD), entitas anak yang berada                   in 2017 and engaged in trading and the leading
di bawah naungan PT Sanggar Sarana Baja (SSB),                         merchandise distributor.
yang didirikan pada tahun 2017 dan bergerak di bidang
perdagangan dan distributor utama barang dagangan.




         Catatan: untuk riwayat perusahaan sebelumnya dapat dilihat di https://www.abm-investama.com/menu/12/historical-journey
            Note: for the historical company history, it can be seen at https://www.abm-investama.com/menu/12/historical-journey




                                                                                    2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                   13
Page 16
       Tentang ABM Investama
       About ABM Investama




Detail Organisasi [GRI 2-1]
Organizational Details

Nama Organisasi
                                    PT ABM Investama Tbk.
Name of the organization

                                    Tanggal Pendirian                              Date of Establishment
                                    1 Juni 2006                                    June 1, 2006
                                    Dasar Hukum Pembentukan                        Legal Basis of Establishment
                                    • Akta Notaris Asih Wahyuni Martaningrum, SH • Deed of Notary Asih Wahyuni Martaningrum,
                                      No. 01 tanggal 1 Juni 2006, dengan nama PT    SH No. 01 dated June 1, 2006, under the
                                      Adiratna Bani Makmur, yang telah disahkan     name of PT Adiratna Bani Makmur, as ratified
                                      oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia      by the Republic of Indonesia Minister of Law
                                      Republik Indonesia melalui Surat Keputusan    and Human Rights Decree No. C-22790.
                                      No. C-22790.HT.01.01.TH.2006 tanggal 3        HT.01.01.TH.2006 dated August 3, 2006.
                                      Agustus 2006.
                                    • Akta Notaris Dwi Yulianti, SH No. 5 tanggal • Deed of Notary Dwi Yulianti, SH No. 5
                                      31 Agustus 2009, tentang perubahan nama       dated August 31, 2009 on the Change of
                                      Perusahaan dari PT Adiratna Bani Makmur       the Company Name from PT Adiratna Bani
                                      menjadi PT ABM Investama yang telah           Makmur to PT ABM Investama, as approved
                                      disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi    by the Republic of Indonesia Minister of Law
                                      Manusia Republik Indonesia melalui Surat      and Human Rights Decree No. AHU50239.
                                      Keputusan No. AHU-50239.AH.01.02. Tahun       AH.01.02. Tahun 2009 dated October 16,
                                      2009 tanggal 16 Oktober 2009.                 2009.
                                    • Akta Notaris Jose Dima Satria, SH, MKn,     • Deed of Notary Jose Dima Satria, SH, MKn,
                                      NO. 146 tanggal 18 Juni 2020 mengenai         No 146 dated June 18, 2020 on the Change
Kepemilikan dan                       pergantian Direksi Perseroan. Perubahan       of Company’s Board of Directors. The change
Bentuk Hukum                          tersebut telah diberitahukan kepada           has been notified to the Republic of Indonesia
[SEOJK C.3]                           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia           Minister of Law and Human Rights Decree
                                      Republik Indonesia melalui Surat No. AHU-     No. AHU-01.03-0271040 dated July 2, 2020.
Ownership and
                                      AH.01.03-0271040 tanggal 2 Juli 2020.
Legal Form
                                    Bentuk Legal dan Kepemilikan Saham             Legal Status and Share Ownership
                                    • Perusahaan berbentuk Perusahaan              • Limited Liability Company.
                                      Terbatas Terbuka.
                                    • Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia     • Shares listed on the Indonesia Stock
                                      pada: 6 Desember 2011.                         Exchange on December 6, 2011.
                                    • Kode Saham: ABMM                             • Stock Code: ABMM
                                    • Pemegang Saham:                              • Shareholders:
                                      • PT Tiara Marga Trakindo: 53,559%             • PT Tiara Marga Trakindo : 53,559%
                                      • Valle Verde Pte Ltd: 25,511%                 • Valle Verde Pte Ltd : 25,511%
                                      • Rachmat Mulyana Hamami: 0,222%               • Rachmat Mulyana Hamami : 0.222%
                                         (Komisaris Utama)                              (President Commissioner)
                                      • Achmad Ananda Djajanegara: 0,047%            • Achmad Ananda Djajanegara : 0.047%
                                         (Direktur Utama)                               (President Director)
                                      • Mivida Hamami: 0,005%                        • Mivida Hamami : 0.005%
                                         (Komisaris)                                    (Commissioner)
                                      • Masyarakat Umum dan Karyawan*:               • General Public and Employees*:
                                         20,656%                                        20.656%
                                    Informasi lebih rinci mengenai kepemilikan     More detailed information on share ownership
                                    saham dapat dilihat pada Laporan Tahunan PT    can be found in the 2025 Annual Report of PT
                                    ABM Investama Tbk. tahun 2025.                 ABM Investama Tbk.

                                    Gedung TMT 1, 18th Floor, Suite 1802
                                    Jl. Cilandak KKO No. 1
Lokasi
                                    Jakarta, 12560, Indonesia
Kantor Pusat [SEOJK C.2]
                                    (+62 21) 2997 6767
Location of
                                    (+62 21) 2997 6768
Headquarters
                                    corporate.secretary@abm-investama.co.id
                                    www.abm-investama.com




  14            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 17
Nilai, Prinsip, Standar, dan Norma Perilaku [SEOJK C.1][GRI 2-23]
Values, Principles, Standards, and Norms of Behavior

Visi dan Misi      Visi | Vision
Vision & Mission   Untuk menjadi perusahaan investasi                 To be the leading investment
                   terkemuka dengan melakukan berbagai                company with strategic investments
                   investasi strategis di bidang sumber daya          in energy resources, services, and
                   energi, jasa energi, dan infrastruktur energi.     infrastructure.

                   Misi | Mission
                   •    Secara terus menerus menciptakan              •    To create meaningful and
                        lapangan kerja yang layak dan                      challenging job opportunities for as
                        berkualitas bagi sebanyak mungkin                  many Indonesians as possible.
                        rakyat Indonesia.
                   •    Selalu memastikan pertumbuhan                 •    To ensure sustainable and
                        bisnis yang berkelanjutan dan                      profitable growth that maximizes
                        menguntungkan, serta memaksimalkan                 shareholder value.
                        nilai bagi pemegang saham.
                   •    Senantiasa menyediakan solusi-                •    To provide value-added solutions
                        solusi bernilai tambah yang akan                   that will optimize customer
                        mengoptimalkan kepuasan pelanggan.                 satisfaction.
                   •    Secara aktif terlibat dalam masyarakat        •    To actively engage within communities
                        sebagai warga korporat yang baik.                  as a good corporate citizen.

                   Nilai Perusahaan | Core Value
                   • Integritas                                       • Integrity
                       Kami senantiasa menerapkan standar                 We enforce the highest ethical and
                       etika dan moral tertinggi dengan selalu            moral standards, demonstrating
                       mengedepankan asas kejujuran dan                   honesty and fairness in all activities.
                       keadilan dalam setiap kegiatan.
                   • Pengembangan Berkelanjutan                       • Continuous Development
                       Kami bertekad untuk senantiasa                     We are committed to continuously
                       mengembangkan perusahaan kami                      developing both our companies and
                       beserta sumber daya manusianya.                    employees.
                   • Keunggulan                                       • Excellence
                       Kami terus berupaya mencapai standar               We continuously strive to achieve the
                       kinerja tertinggi.                                 highest standard of results.
                   • Proaktif                                         • Proactive
                       Kami terus mencari dan mengadopsi                  We pursue and adopt new techniques
                       teknik dan pendekatan baru untuk                   and approaches to improve our
                       meningkatkan mutu bisnis kami.                     business quality.
                   • Tanggung Jawab                                   • Accountability
                       Kami bertanggung jawab kepada seluruh              We assume responsibility to stakeholders
                       pemangku kepentingan atas segala                   for all the decisions and actions taken.
                       keputusan dan tindakan yang kami ambil.
                   • Kerja Sama Kelompok                              • Teamwork
                       Kami mendorong dan mendukung                       We promote and support a multicultural
                       keanekaragaman tenaga kerja                        workforce, based on trust and respect,
                       berdasarkan asas saling percaya dan                achieving goals by communicating
                       menghormati, serta komunikasi yang baik            appropriately.
                       dalam mencapai semua tujuan yang telah
                       dicanangkan.




                                                                 2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 15
Page 18
      Tentang ABM Investama
      About ABM Investama




Sifat Kepemimpinan | Leadership Traits
• Kompeten                                               • Competent
 Menunjukkan kompetensi kepemimpinan           dalam       Display leadership competence in making correct
 mengambil keputusan yang tepat.                           decisions.

• Berwawasan ke Depan                                    • Visionary
 Dapat menetapkan tujuan secara menyeluruh, memiliki       Set encompassing goals, have a well-communicated
 visi yang dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga      vision that all members of the organization would
 dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh anggota         take into ownership, envision how to succeed and
 organisasi, mempunyai gambaran bagaimana cara             establish priorities based on the company’s core
 untuk meraih keberhasilan dan menetapkan prioritas        values.
 berdasarkan nilai-nilai inti perusahaan.

• Menginspirasi                                          • Inspiring
 Memperlihatkan kepercayaan diri dalam semua               Exhibit confidence in all interactions, take charge,
 interaksi, memegang kendali, memiliki daya tahan,         demonstrate endurance, communicate, inspire, and
 senantiasa berkomunikasi, memberi inspirasi, dan          empower others to achieve new heights.
 memberdayakan karyawan untuk terus berprestasi.

• Mengaktualisasi Diri                                   • Self-actualizing
 Terus mengembangkan potensi diri dan mencari              Develop self-potential and seek new challenges.
 tantangan baru.

• Jujur dan Rendah Hati                                  • Honest and Humble
 Selalu bersikap tulus, rendah hati, dapat diandalkan,     Be sincere, modest, reliable, and straightforward in
 dan jujur dalam menjaga kepercayaan.                      maintaining trustworthiness.




 16            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 19
Lokasi Operasional [SEOJK C.3]                         Location of Operations [SEOJK C.3]

Semua operasi dan kegiatan usaha ABM dilakukan di      All of ABM’s operations and business activities are
Indonesia, tanpa adanya kegiatan operasional atau      conducted in Indonesia, with no overseas operations or
ekspansi bisnis di luar negeri.                        business expansion.




                                KALIMANTAN
                                  UTARA               SULAWESI
                                                       UTARA
                                         KALIMANTAN
                                         TIMUR
                                               SULAWESI
                         KALIMANTAN             SELATAN                        PAPUA
                             TENGAH                                            BARAT
                                            KALIMANTAN
                                              SELATAN
ACEH          KEPULAUAN
                 RIAU

                      KALIMANTAN
                           BARAT
               RIAU

                      JAMBI
       SUMATERA
         UTARA




                                                                                                            CK
                                                                                                            Lokasi Kontrak
                                                                   NTB                                      Pertambangan
                                                                                                            Contract
                                                                                                            Mining Project
                                                    JAWA                                                    Sites
                                                    TIMUR
                                                                                                            RESWARA
    SUMATERA                           JAWA                 BALI                                            Lokasi Konsesi
       BARAT                           BARAT                                                                Pertambangan
                                                                                                            Mining Concession
                                                                                                            Sites
             BENGKULU
                                                                            SSB                             PWP
                                      JAKARTA                               Workshop Jasa                   Lokasi Distribusi
                       SUMATERA                                             Rekayasa                        Bahan Bakar
                        SELATAN                                             Engineering Services            Fuel Distribution
                                                                            Workshop                        Location

                              TANGERANG                                     CKB                             ND & AJN
                                                                            Kantor Logistik                 Energi Baru
                                BANTEN
                                                                            Terintegrasi                    dan Terbarukan
                                                                            Integrated Logistic             Biogas
                                                                            Offices                         Renewable Energy
                                                                                                            and Biofuels




                                                                   2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                         17
Page 20
      Tentang ABM Investama
      About ABM Investama




Pasar yang Dilayani                            [GRI 2-1][SEOJK C.4]

Markets Served


ABM memasarkan produk portofolio pertambangannya                      ABM markets its mining portfolio products to power
kepada perusahaan pembangkit listrik di pasar                         generation companies in domestic and international
domestik maupun internasional, termasuk Tiongkok,                     markets, including China, Thailand, Vietnam, and
Thailand, Vietnam, dan Filipina. Di tingkat nasional,                 the Philippines. At the national level, ABM also offers
ABM juga menawarkan layanan lengkap, seperti jasa                     comprehensive services, including mining contracting,
kontraktor pertambangan, logistik, rekayasa, pasokan                  logistics, engineering, fuel supply, and electrical power.
bahan bakar, dan energi listrik. Semua layanan ini                    All of these services are designed to meet the needs of
dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri di                        industries in various regions of Indonesia.
berbagai wilayah Indonesia.




 18            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 21
Kegiatan, Merek, Produk, dan Jasa [SEOJK C.4]
Activities, Brands, Products, and Services

                             • Perencanaan dan perancangan strategi                • Planning and designing business
                               pengembangan manajemen bisnis.                        management development strategies.
Layanan Konsultasi
                             • Cakupan sektor: energi, pertambangan,               • Sector coverage: energy, mining,
Manajemen Bisnis
                               rekayasa teknik, minyak dan gas, panas bumi,          engineering, oil and gas, geothermal, and
Business Management
                               dan sumber daya energi lainnya.                       other energy resources.
Consulting Services
                             • Tidak mencakup layanan hukum dan                    • Does not include legal and taxation
                               perpajakan.                                           services.

                             • Penyewaan ruang perkantoran dan properti            • Leasing of office space and residential
Layanan Penyewaan              hunian.                                               property.
Rental Services              • Penyewaan peralatan berat untuk sektor              • Leasing of heavy equipment for the
                               pertambangan dan industri terkait                     mining and related industries




Komitmen terhadap Kualitas Produk                               Commitment to Product Quality
dan Pelanggan [SEOJK F.17][SEOJK F.29][SEOJK F.30]              and Customers [SEOJK F.17][SEOJK F.29][SEOJK F.30]
ABM memasarkan produk secara massal tanpa                       ABM markets its products on a bulk scale without
mencantumkan merek tertentu, dan hingga saat ini                specifying any particular brand, and to date has
tidak memiliki riwayat penarikan produk. Seluruh anak           no history of product recalls. All subsidiaries have
perusahaan menerapkan standar layanan profesional,              implemented professional service standards, respect
menghormati setiap pelanggan tanpa diskriminasi, dan            every customer without discrimination, and ensure
memastikan bahwa produk serta layanan memenuhi                  that products and services meet applicable quality
standar kualitas yang berlaku.                                  standards.

Untuk memastikan kualitas layanan, ABM menyediakan              To ensure service quality, ABM provides a customer
saluran pengaduan pelanggan yang dikelola secara                complaint channel that is managed in a responsive
responsif dan transparan. Selain itu, setiap anak               and transparent manner. In addition, each subsidiary
perusahaan secara rutin melakukan survei kepuasan               regularly conducts customer satisfaction surveys
pelanggan dengan metode yang disesuaikan dengan                 tailored to the characteristics of its products and
karakteristik produk dan layanan masing-masing.                 services.

Melalui pendekatan tersebut, ABM menempatkan kepuasan           Through this approach, ABM prioritizes customer
pelanggan sebagai prioritas utama dan berkomitmen untuk         satisfaction and is committed to continuously improving
meningkatkan layanan secara berkelanjutan.                      its services.



Skala Organisasi [SEOJK C.3][GRI 2-1][GRI 2-6]
Scale of the Organization

                    Keterangan                       Satuan
                                                                       2023                     2024                         2025
                    Descriptions                      Unit
Jumlah Karyawan (tetap dan kontrak)                   Orang
                                                                       11.195                  11.779                       10.463
Number of Employees (permanent and contract)          People
Entitas Anak                                          Entitas
                                                                          6                        6                           6
Subsidiary                                            Entity
Penjualan Bersih
                                                       US$           1.492,99                 1.200,13                      1.038,17
Net Sales
Jumlah Aset
                                                       US$            2.156,6                 2.095,4                       2.055,2
Total Assets
Jumlah Liabilitas
                                                       US$            1.397,76                1.248,19                      1.174,72
Total Liabilities
Ekuitas Neto
                                                       US$            758,93                   847,25                       880,42
Net Equity




                                                                              2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                       19
Page 22
      Tentang ABM Investama
      About ABM Investama




Rantai Pasokan                                 [GRI 2-6][GRI 2-1][SEOJK C.4]

Supply Chain


Grup ABM berkomitmen mendorong pertumbuhan                                     The ABM Group is dedicated to fostering sustainable growth
berkelanjutan melalui optimalisasi operasional dan                             through operational efficiency and the expansion of its
ekspansi portofolio investasi di sektor pertambangan.                          investment portfolio in the mining sector. A multi-sectoral
Pendekatan multisektoral diterapkan untuk memenuhi                             strategy is applied to address the requirements of the energy
kebutuhan pasar energi, mencakup sumber daya energi,                           market, encompassing energy resources, mining and
jasa pertambangan dan energi, serta infrastruktur energi                       energy services, as well as renewable energy infrastructure.
terbarukan. Upaya ini juga diperkuat melalui keterlibatan                      These initiatives are further supported by participation in
dalam inisiatif berkelanjutan, termasuk proyek carbon                          sustainable projects, including carbon offset programs and
offset dan eksplorasi energi terbarukan.                                       the development of renewable energy sources.

Sebagai gambaran, berikut ilustrasi ekosistem bisnis                           As an illustration, here is an illustration of the ABM
ABM:                                                                           Multi-Sectoral Business Ecosystem:

                                                                                            FUEL
                                                                                         SOLUTIONS




                                       INTEGRATED
                                        LOGISTICS
                                        SOLUTIONS                                                           MINING
                                                                                                          CONTRACTOR


        RENEWABLE
          ENERGY




                                                                                   COAL, TRADING
                                                                                    & MARKETING




                                                      ENGINEERING
                                                   SERVICES SOLUTIONS




 20            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 23
ABM mengadopsi model bisnis terintegrasi yang                   ABM adopts an integrated business model that brings
menyatukan operasi lintas sektor, mulai dari                    together cross-sector operations, starting from mining,
pertambangan, layanan pertambangan, manajemen                   mining services, fuel management, energy logistics,
bahan bakar, hingga logistik energi, dan rekayasa teknik.       and engineering service. By establishing synergy
Dengan mendirikan pusat sinergi yang menyatukan                 centers (hubs) that bring together the operations of
operasi anak perusahaan, sumber daya dapat digunakan            subsidiaries, resources can be used efficiently. This
secara efisien. Pendekatan ini meningkatkan efisiensi           approach improves operational efficiency across all
operasional di seluruh unit usaha dan menawarkan                business units and offers more effective solutions to
solusi yang lebih efektif kepada pelanggan.                     customers.

Dalam cakupan pelaporan tahun ini terdapat dua entitas          This year’s reporting scope includes two new entities
baru di bawah entitas anak PT Reswara Minergi Hartama.          under the subsidiary of PT Reswara Minergi Hartama. By
Hingga akhir periode pelaporan, proses akuisisi masih           the end of the reporting period, the acquisition process
dalam tahap penyelesaian aspek legal dan administratif,         was still in progress, with legal and administrative
sehingga belum memberikan dampak operasional                    requirements yet to be completed, so there was no
yang signifikan terhadap kinerja dan pengelolaan                significant operational impact on ABM’s performance
keberlanjutan ABM.                                              and sustainability management.

Informasi mengenai entitas anak lainnya yang termasuk           Information regarding other subsidiaries included in the
dalam cakupan konsolidasi dapat dilihat pada subbab             scope of consolidation can be found in the subsection
“Entitas yang Termasuk dalam Laporan Keuangan                   “Entities Included in the Consolidated Financial
Konsolidasi.”                                                   Statements.”



 Segmen Usaha                           Entitas Anak                               Bidang Usaha Entitas Anak
 Business Segment                       Subsidiary                                 Subsidiary’s Line of Business

Kontraktor Tambang dan                  PT Cipta Kridatama                         Kontraktor tambang batu bara.
Tambang Batu Bara                       (“CK”)                                     Coal mining contractor
Kontraktor penambangan                                                             Penambangan dan perdagangan batu
serta penambangan dan                   PT Reswara Minergi Hartama
                                                                                   bara.
perdagangan batu bara.                  (“Reswara”)
                                                                                   Coal mining and trading
Mining and Coal Mining Contractor                                                  Pemasok bahan bakar untuk operasi
The Coal mining and coal                PT Prima Wiguna Parama
                                                                                   pertambangan.
mining contractor.                      (“Parama Energi-PWP”)
                                                                                   Fuel supplier for mining operations.

Logistik, Jasa Rekayasa,                PT Cipta Krida Bahari                      Jasa logistik terintegrasi.
Pengembangan Bisnis Baru (LENB)         (“CKB”)                                    Integrated logistics services.
Solusi ketenagalistrikan, logistik                                                 Jasa rekayasa, pengembangan, dan
                                         PT Sanggar Sarana Baja
terintegrasi, jasa rekayasa, perancangan                                           pabrikasi/manufaktur.
                                         (“SSB”)
dan pembuatan manufaktur                                                           Engineering, development services, and
perlengkapan penunjang alat-alat                                                   manufacturing.
berat pertambangan, alat angkut
bahan, dan pengembangan usaha.           PT Anzara Janitra Nusantara
                                         (“AJN”)
Logistics, Engineering,
New Business (LENB)                                                                Jasa industri tenaga listrik terbarukan.
                                                                                   Renewable power industry services.
The Electricity solutions, integrated
logistics, engineering, design,         PT Nagata Dinamika
and manufacturing of supporting         ("ND")
equipment for heavy mining
equipment, material transportation,
and development services.




                                                                          2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                          21
Page 24
      Tentang ABM Investama
      About ABM Investama




Perubahan signifikan pada organisasi                   Significant changes to the organization
dan rantai pasokannya [SEOJK C.6]                      and its supply chain [SEOJK C.6]
Selama periode pelaporan, tidak terdapat perubahan     During the reporting period, there were no significant
signifikan pada struktur organisasi maupun rantai      changes to ABM’s organizational structure or supply
pasokan ABM. Meskipun perusahaan memperluas            chain. Although the company expanded its business
portofolio bisnis dan mengembangkan ekosistem          portfolio and developed a multi-sector ecosystem,
multi-sektoral, termasuk penambahan dua entitas baru   including the addition of two new entities in the mining
di sektor pertambangan, perubahan tersebut bersifat    sector, these changes were aimed at strengthening
penguatan kapasitas usaha dan tidak berdampak          business capacity and had no material impact on
material terhadap stabilitas operasional maupun alur   operational stability or the existing supply chain.
rantai pasokan yang telah berjalan.




Keanggotaan dalam Asosiasi                              [GRI 2-28][SEOJK C.5]

Membership of Associations

Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola      As part of its commitment to governance and
dan praktik keberlanjutan, ABM berpartisipasi          sustainability practices, ABM participates in several
dalam sejumlah asosiasi industri dan profesional.      industry and professional associations. These
Keanggotaan tersebut mencakup Asosiasi Emiten          memberships include the Indonesian Issuers
Indonesia, Asosiasi Sekretaris Perusahaan Indonesia    Association, the Indonesian Corporate Secretaries
(ICSA) sejak 2017, Indonesia Center for Sustainable    Association (ICSA) since 2017, the Indonesia Center for
Development (ICSD) sejak 2017, serta Women in Mining   Sustainable Development (ICSD) since 2017, and Women
& Energy (WIME) sejak 2022. Informasi tambahan         in Mining & Energy (WIME) since 2022. Additional
mengenai keanggotaan anak perusahaan disajikan         information regarding subsidiary memberships is
dalam Laporan Tahunan.                                 presented in the Annual Report.

ABM juga berkontribusi dalam pengembangan standar      ABM also contributes to the development of sustainability
dan panduan keberlanjutan sektor pertambangan          standards and guidelines for the coal mining sector
batu bara melalui kerja sama dengan Asosiasi           through its collaboration with the Indonesian Coal
Pertambangan Batu bara Indonesia (APBI-ICMA)           Mining Association (APBI-ICMA) since 2009, CDP Asia
sejak 2009, CDP Asia Pacific sejak 2024, dan Global    Pacific since 2024, and the Global Reporting Initiative
Reporting Initiative (GRI) sejak 2017.                 (GRI) since 2017.



 22            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 25
Penghargaan dan Sertifikasi
Awards and Certification




Penghargaan
Awards

Entitas       Penghargaan                                                                  Pemberi
Entity        Award                                                                        From
              Asia Sustainability Reporting Rating(ASSRAT) - Platinum Rank                National Center for Corporate
              Asia Sustainability Reporting Rating(ASSRAT) - Platinum Rank                Reporting (NCCR)
                                                                                          Majalah Fortune Indonesia
              Peringkat ke 62 Fortune 100
                                                                                          Fortune Indonesia Magazine
              Fortune 100 Ranked 62nd
                                                                                          (Agustus | August 2025)

              Kategori Sapphire (Best Enterprise in Regulatory Compliance)                Indonesia Regulatory Compliance
              Sapphire Category (Best Enterprise in Regulatory Compliance)                Awards (IRCA)

              Predikat Leadership AAA dalam Indonesia ESG Leadership Awards 2025          Bumi Global Karbon (BGK)
              AAA Leadership rating in the 2025 Indonesia ESG Leadership Awards           Foundation
              Silver Winner (Sektor Korporasi Swasta Nasional Kategori Laporan
              Tahunan Sub Kategori Sustainability Report)
                                                                                          PR Indonesia Award
              Silver Winner (National Private Corporate Sector, Annual Report Category,
              Sustainability Report Subcategory)
              Silver Winner (Sektor Korporasi Swasta Nasional Kategori Laporan
              Tahunan Sub Kategori Annual Report)
                                                                                          PR Indonesia Award
              Silver Winner (National Private Corporate Sector, Annual Report Category,
ABM           Annual Report Subcategory)
              Silver Winner (Sektor Korporasi Swasta Nasional Kategori Owned Media
              Sub Kategori Video Profile)
                                                                                          PR Indonesia Award
              Silver Winner (National Private Sector Category, Owned Media
              Subcategory, Video Profile)
              Apriaty Sirait - Perempuan Berbakti 2025 Kategori "Perempuan
              Berprestasi"                                                                CFCD dan Kementerian PPPA
              Apriaty Sirait - Women of Achievement 2025, “Women of Achievement”          CFCD and Ministry of PPPA
              Category
                                                                                          Indonesian Social Sustainability
              CSR & PENGEMBANGAN DESA BERKELANJUTAN AWARDS 2025 -                         Forum dan Kementerian Desa dan
              Bronze                                                                      Pembangunan Daerah Tertinggal
              "Journey Of Aranio Coffee"                                                  Indonesian Social Sustainability
              CSR & SUSTAINABLE VILLAGE DEVELOPMENT AWARDS 2025 - Bronze                  Forum and Ministry of Villages
              “Journey of Aranio Coffee”                                                  and Disadvantaged Regions
                                                                                          Development
              Merit Achievement Awards                                                    INVESTORTRUST
              Best Social Business Innovation                                             The Iconomics



                                                                             2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                            23
Page 26
      Tentang ABM Investama
      About ABM Investama




Entitas        Penghargaan                                                            Pemberi
Entity         Award                                                                  From
               Penghargaan Emas dalam Ajang Indonesia Mining Services Award 2025
               pada Kategori Penambangan                                              Indonesian Mining Services
               Gold Award in the Indonesia Mining Services Award 2025 in the Mining   Association (ASPIINDO)
               Category
PT Cipta
Kridatama                                                                             Indonesian Social Sustainability
               CSR & PENGEMBANGAN DESA BERKELANJUTAN AWARDS 2025 -
(CK)                                                                                  Forum dan Kementerian Desa dan
               Bronze
                                                                                      Pembangunan Daerah Tertinggal
               "Klaster Pertanian Ramah Lingkungan"
                                                                                      Indonesian Social Sustainability
               CSR & SUSTAINABLE VILLAGE DEVELOPMENT AWARDS 2025 - Bronze
                                                                                      Forum and Ministry of Villages and
               “Environmentally Friendly Agricultural Cluster”
                                                                                      Disadvantaged Regions
PT Prima
Wiguna
               The Best Performer 2025                                                PT Cipta Kridatama
Parama
(PWP)
               Perusahaan Jasa Pertambangan (PJP) Non-Inti dari Adaro Energy
                                                                                      Adaro Energy
               Non-Core Mining Services Company (PJP) of Adaro Energy
PT Cipta       Asia-Pacific Stevie Awards 2025
Krida Bahari   Bronze Stevie Winner "Carbon Emission Reduction at Cakung Operation    Asia-Pacific Stevie Awards
(CKB) &        Area" (Muhamad Rosyid & Mey Lenny)
PT Sanggar
Sarana Baja                                                                           Majalah Top Business
               TOP CSR Awards 2025
(SSB)                                                                                 Top Business Magazine
               Anugerah Wali Kota Jakarta Utara 2025                                  Wali Kota Jakarta Utara
               North Jakarta Mayor Award 2025                                         Mayor of North Jakarta




 24            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 27
Sertifikasi
Certification

                                                                  ABM
               ISO 37001: 2016 Mengenai Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti-Bribery Management System)
                                   ISO 37001: 2016 ON Anti-Bribery Management System
                                  Periode Berlaku 22 Desember 2022 - 22 Desember 2025
                                                    dari PT. SGS Indonesia
              ISO 37001: 2016 Concerning Anti-Bribery Management Systems (Anti-Bribery Management Systems)
                                    ISO 37001: 2016 ON Anti-Bribery Management System
                                     Valid Period 22 December 2022- 22 December 2025
                                                    from PT. SGS Indonesia
                                                        Mining Value Chain
        ISO 9001:2015                ISO 14001:2015               ISO 45001:2018               ISO 37001:2016
        Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku| Validity
 CK     5 Desember 2022 -            5 Desember 2022 -            5 Desember 2022 -            12 Maret 2023 -
        5 Desember 2025              5 Desember 2025              5 Desember 2025              12 Maret 2026
        (PT. SGS Internasional)      (PT. SGS Internasional)      (PT. SGS Internasional)      ( United Kingdom Ltd.)

    ISO 9001:2015                    ISO 37001:2016
    Periode Berlaku | Validity       Periode Berlaku | Validity
PWP 5 Desember 2022 -                24 Januari 2025 -
    5 Desember 2025                  25 Januari 2028
    (PT. SGS Internasional)          (PT. SGS Internasional)

                                              Logistics, Engineering, New Business
                                                                                               Sistem Manajemen Kesehatan
        ISO 9001:2015                ISO 14001:2015               ISO 45001:2018               dan Keselamatan Kerja (SMK3)
        Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   (Menteri Ketenagakerjaan
        3 Januari 2024 -             3 Januari 2024 -             3 Januari 2024 -             Republik Indonesia)
        2 Desember 2026              2 Desember 2026              2 Desember 2026              12 Desember 2023-12 Desember 2026
        (PT. TUV NORD                (PT. TUV NORD                (PT. TUV NORD                Occupational Health & Safety Design
 SSB    Indonesia)                   Indonesia)                   Indonesia)                   and Implementation (the Minister of
                                                                                               Manpower of the Republic of Indonesia)
        ISO 37001:2016
        Periode Berlaku | Validity
        21 Desember 2023 - 20 Desember 2026
        (TUV Rheinland)
        ISO 9001:2015                ISO 14001:2015               ISO 45001:2018               ISO 37001:2016
        Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity   Periode Berlaku | Validity
 CKB    30 September 2022 -          9 September 2023 -           26 September 2022 -          23 Februari 2024 -
        19 Agustus 2025              8 November 2026              25 Juni 2025                 22 Februari 2027
        (TUV Rheinland)              (TUV Rheinland)              (TUV Rheinland)              (TUV Rheinland)


                               ABM telah mendapatkan berbagai ESG Ratings, antara lain:
                                  ABM has received various ESG Ratings, including:




       Carbon Disclosure Project (CDP)

                                                                                   2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                   25
Page 28
      Joint Message Komisaris Utama dan Direktur Utama
      Joint Message from Our President Commissioner and President Director




Joint Message
Komisaris Utama dan
Direktur Utama                                          [SEOJK D.1][GRI 2-22]



Joint Message from Our President
Commissioner and President Director

Rachmat Mulyana Hamami                           Achmad Ananda Djajanegara
Komisaris Utama                                  Direktur Utama / CEO
President Commissioner                           President Director / CEO



 26              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 29
Para Pemangku Kepentingan yang kami hormati,                  Dear Valued Stakeholders,

Tahun 2025 memberikan pelajaran penting bagi ABM              The year 2025 has provided ABM Investama with an
Investama bahwa keberlanjutan bukan sekadar ucapan,           important lesson: sustainability is not merely a statement,
melainkan fondasi utama untuk menjaga ketahanan               but a fundamental foundation for maintaining business
dan kesinambungan usaha di tengah dinamika bisnis             resilience and continuity amid increasingly dynamic
dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks.               business conditions and complex environmental challenges.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, kami melihat           Amid the various challenges we face, we see
ada kesempatan dalam bentuk Indonesia yang saat ini           opportunities in Indonesia, where the current
pemerintahnya sedang melakukan berbagai terobosan             government is undertaking a number of breakthroughs
untuk mempercepat dan menguatkan pertumbuhan                  to accelerate and strengthen economic growth. ABM
ekonomi. ABM Investama melihat ini sebagai sebuah             Investama views this as an opportunity that can be
kesempatan yang dapat dimaksimalkan melalui                   optimized through our operations; however, it must be
operasional kami, namun perlu dilakukan secara                pursued in a sustainable manner to achieve optimal
keberlanjutan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.          results.

Sebagai contoh, kami sudah merasakan langsung                 For example, we have directly experienced how the
bahwa keinginan untuk bertumbuh dapat dengan                  desire to grow can easily encounter obstacles caused
mudah menemui kendala akibat perubahan iklim yang             by drastic climate change. The impacts of increasingly
drastis. Dampak dari kondisi alam yang semakin tidak          unpredictable natural conditions, including extreme
menentu, termasuk cuaca ekstrem, telah kami rasakan           weather, have been directly felt in the Company’s
secara langsung kepada operasional dan kinerja                operations and financial performance. In the spirit
keuangan Perusahaan. Dalam semangat transparansi,             of transparency, ABM continues to disclose these
ABM terus mengungkapkan tantangan tersebut secara             challenges openly, while simultaneously strengthening
terbuka, sekaligus memperkuat integritas, kompetensi,         integrity, competence, values, and a collaborative
nilai-nilai, dan semangat kolaborasi di seluruh lini bisnis   spirit across all business lines as the Company’s core
sebagai kekuatan utama untuk terus melangkah maju.            strengths to move forward.

Dalam aspek lingkungan dan perubahan iklim, ABM               In the environmental and climate change aspect,
mencatat kemajuan yang stabil. Total konsumsi energi          ABM recorded a steady progress. Total Group energy
Grup pada tahun 2025 berhasil mencapai efisiensi              consumption in 2025 was successfully reduced by
sebesar 13,37% menjadi 10.618.329,24 GJ. Dari                 13.37% to 10,618,329.24 GJ. Of this amount, 39.9%
jumlah tersebut, 39,9% berasal dari sumber energi             came from renewable energy sources, primarily
terbarukan, utamanya berupa biofuel yang digunakan            biofuel used in operational activities, reflecting ABM’s
dalam kegiatan operasional. Hal ini mencerminkan              operational efforts to improve energy efficiency and
upaya kami dalam meningkatkan efisiensi energi serta          diversify energy inputs in support of our emissions
mendiversifikasi sumber energi sebagai bagian dari            reduction pathway. Renewable energy consumption
strategi reduksi emisi. Penggunaan energi terbarukan          currently reflects the use of biofuel as a transitional
saat ini merefleksikan pemanfaatan biofuel sebagai            energy source within the Group’s operating context.
sumber energi transisi yang disesuaikan dengan
konteks operasional Grup.

Sejalan dengan komitmen nasional, ABM juga                    In line with national commitments, ABM also reaffirmed
menegaskan aspirasi jangka panjang untuk mencapai             its long-term aspiration to achieve Net Zero Emissions
Net Zero Emissions pada tahun 2060 serta mendukung            by 2060 and energy sovereignty goals supported by
visi kedaulatan energi Indonesia, yang didukung               continued improvements in energy efficiency, the
melalui peningkatan berkelanjutan efisiensi energi,           gradual development of renewable and lower-carbon
pengembangan bertahap solusi energi terbarukan dan            energy solutions, and ongoing innovation across the
rendah karbon, serta inovasi yang berkesinambungan            business value chain.
di seluruh rantai nilai bisnis.




                                                                         2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                      27
Page 30
       Joint Message Komisaris Utama dan Direktur Utama
       Joint Message from Our President Commissioner and President Director




Dalam pengembangan masyarakat, ABM menjalankan                                In our community development efforts, ABM implements
berbagai program pemberdayaan yang bertujuan                                  a range of empowerment programs aimed at delivering
memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi                               tangible and sustainable benefits to communities
masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program                            surrounding its operational areas. The Aranio coffee
pengembangan kopi Aranio dan program Bunda PAS                                development program and the Bunda PAS program focus
difokuskan pada peningkatan kapasitas ekonomi                                 on strengthening local economic capacity, improving
masyarakat, penguatan mata pencaharian, serta                                 livelihoods, and empowering vulnerable groups,
pemberdayaan kelompok rentan, termasuk petani dan                             including farmers and women. The social impact of both
perempuan. Dampak sosial dari kedua program tersebut                          programs has been assessed using the Social Return
telah dievaluasi menggunakan pendekatan Social Return                         on Investment (SROI) approach, which recorded a value
on Investment (SROI), yang menunjukkan nilai 3,38 untuk                       of 3.38 for the Aranio coffee program and 1.43 for the
program Kopi Aranio dan 1,43 untuk program Bunda PAS.                         Bunda PAS program. These SROI values indicate that
Kedua nilai SROI tersebut menunjukkan bahwa setiap                            each investment made generates social benefits that
investasi yang dilakukan menghasilkan manfaat sosial                          exceed the resources invested. Through this impact-
yang lebih besar dibandingkan dengan sumber daya                              based approach, ABM ensures that its community
yang dikeluarkan. Melalui pendekatan berbasis dampak                          development initiatives go beyond short-term assistance
ini, ABM memastikan bahwa program pengembangan                                and contribute to long-term social well-being and
masyarakat tidak hanya bersifat bantuan jangka pendek,                        community resilience.
tetapi turut berkontribusi pada kesejahteraan dan
ketahanan sosial masyarakat dalam jangka panjang.

Upaya keberlanjutan ABM turut diperkuat melalui                               ABM’s sustainability efforts are further strengthened
penerapan tata kelola yang bertanggung jawab. Pada                            through the implementation of responsible governance.
tahun 2025, ABM telah memiliki Sertifikasi Sistem                             In 2025, ABM obtained ISO 37001 Anti-Bribery
Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001, sebagai                                   Management System certification, demonstrating
wujud komitmen Perusahaan dalam menjunjung tinggi                             the Company’s commitment to upholding integrity,
integritas, transparansi, dan praktik bisnis yang beretika.                   transparency, and ethical business practices. Strong
Tata kelola yang kuat menjadi fondasi penting dalam                           governance serves as a vital foundation to ensure that
memastikan bahwa seluruh inisiatif keberlanjutan                              all sustainability initiatives are implemented consistently
dijalankan secara konsisten dan akuntabel.                                    and accountably.

Serta tentu saja, semuanya itu berhasil dilaksanakan                          And of course, all of these achievements have
dengan dukungan sumber daya manusia yang ABM                                  been made possible with the support of human
posisikan sebagai penggerak utama keberlanjutan,                              resources, whom ABM positions as the main drivers
yang jumlahnya mencapai 10.463 karyawan di seluruh                            of sustainability, totaling 10,463 employees across the
Grup. Sepanjang tahun 2025, Perusahaan telah                                  Group. Throughout 2025, the Company implemented
melaksanakan program pengembangan kompetensi                                  continuous competency development programs with
secara berkelanjutan dengan total durasi pelatihan                            total training hours reaching 110,101 hours, reflecting
mencapai 110.101 jam, yang mencerminkan komitmen                              ABM’s commitment to building a resilient, adaptive
ABM dalam membangun organisasi yang tangguh,                                  organization that is ready to face long-term challenges.
adaptif, dan siap menghadapi tantangan jangka panjang.

Berpijak pada pengalaman dan capaian tersebut,                                Building on these experiences and achievements, ABM
ABM menetapkan tema Laporan Keberlanjutan                                     has set the theme of its 2025 Sustainability Report,
2025, “Strength Beneath, Vision Beyond”, yang                                 “Strength Beneath, Vision Beyond”, which reflects
mencerminkan kekuatan internal Perusahaan sebagai                             the Company’s internal strength as the foundation
fondasi untuk melangkah lebih jauh menuju masa                                for moving further toward a sustainable future. We
depan yang berkelanjutan. Kami menyadari bahwa                                recognize that the journey toward sustainability is
perjalanan menuju keberlanjutan bukanlah proses                               not an easy one; however, we firmly believe that with
yang mudah, namun kami meyakini bahwa dengan                                  clear direction, strong collaboration, and consistent
arah yang jelas, kolaborasi yang kuat, dan komitmen                           commitment, these goals can be achieved.
yang konsisten, tujuan tersebut dapat dicapai.




 28               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 31
Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya     We extend our deepest appreciation to all stakeholders
kepada seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan,   for the trust, support, and partnership we have continued
dukungan, dan kebersamaan yang terus terjalin. Dengan   to build together. With your continued support, ABM
dukungan Anda semua, ABM Investama berkomitmen          Investama is committed to pursuing sustainable growth,
untuk melanjutkan perjalanan pertumbuhan yang           creating long-term value for stakeholders, and making
berkelanjutan, menciptakan nilai jangka panjang bagi    positive contributions to the environment and society.
pemangku kepentingan, serta memberikan kontribusi
positif bagi lingkungan dan masyarakat.




                                                                  2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                29
Page 32
     Joint Message Komisaris Utama dan Direktur Utama
     Joint Message from Our President Commissioner and President Director




         Surat Pernyataan Dewan Komisaris dan Direksi
      Tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keberlanjutan
                 2025 PT ABM Investama Tbk.
                                                               [SEOJK E.1][GRI 2-14]




               Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Laporan Keberlanjutan
             PT ABM Investama Tbk tahun buku 2025 telah disusun dengan mengacu pada Peraturan
                  Otoritas Jasa Keuangan nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan
              Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik, dan Surat
                  Edaran Otoritas Jasa Keuangan nomor 16/SEOJK.04/2021 tentang Bentuk dan
                               isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.

            Semua informasi dalam Laporan ini telah dimuat secara lengkap sesuai regulasi tersebut
           dan kami bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan Perusahaan.



                                                             Jakarta, 2 April 2026




                                                              Dewan Komisaris
                                                           Board of Commissioners




                                                        Rachmat Mulyana Hamami
                                                               Presiden Komisaris
                                                             President Commissioner


           Mivida Hamami                              Arief Tarunakarya Surowidjojo     Manggi Taruna Habir
              Komisaris                                       Komisaris Independen       Komisaris Independen
             Commissioner                                  Independent Commissioner    Independent Commissioner




30              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 33
  Responsibility Statement of The Board of Commissioners
and The Board of Directors for The Sustainability Report 2025
                  of PT ABM Investama Tbk.
                                             [SEOJK E.1][GRI 2-14]




            We, the undersigned, certify that the Sustainability Report of PT ABM Investama Tbk
     for the 2025 financial year has been prepared with reference to the Indonesia Financial Services
    Authority Regulation number 51/POJK.03/2017 regarding the Implementation of Sustainable Finance
   for Financial Services Institutions, Issuers and Public Companies, and Circular Letter of the Indonesia
       Financial Services Authority number 16/SEOJK.04/2021 concerning the Form and contents of
                                Annual Reports of Issuers or Public Companies.

    All information in this Report has been prepared and presented in accordance to these regulations
   and we are fully responsible for the accuracy of the contents of the Company’s Sustainability Report.



                                           Jakarta, 2 April 2026




                                              Dewan Direksi
                                             Board of Directors




                                      Achmad Ananda Djajanegara
                                              Presiden Direktur
                                              President Director


       Haris Mustarto                         Feriwan Sinatra                      Hans Christian Manoe
           Direktur                                Direktur                                      Direktur
           Director                                Director                                      Director




                                                                     2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 31
Page 34
      Keberlanjutan di ABM
      Sustainability at ABM




Keberlanjutan di ABM                               [SEOJK A.1][SEOJK F.1][GRI 2-23][GRI 2-24]

Sustainability at ABM


                         ABM menyadari bahwa keberlanjutan merupakan elemen
                         fundamental dalam menjalankan dan mengembangkan
                         bisnis secara bertanggung jawab.
                         ABM recognizes that sustainability is a fundamental element in operating and
                         developing the business responsibly.



ABM berkomitmen untuk menciptakan nilai finansial                 ABM is committed to creating sustainable financial
yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,                      value for shareholders, while also making a positive
sekaligus memberikan kontribusi positif bagi                      contribution to the environment and society. This
lingkungan dan masyarakat. Komitmen ini tercermin                 commitment is reflected in ABM’s efforts to make
dalam upaya ABM menjadikan prinsip keberlanjutan                  sustainability principles the foundation for every
sebagai landasan dalam setiap pengambilan keputusan               strategic and operational decision-making.
strategis dan operasional.

Untuk memastikan keberlanjutan bisnis jangka panjang,             To ensure long-term business sustainability, ABM has
ABM telah menyusun strategi yang komprehensif dan                 formulated a comprehensive and integrated strategy.
terintegrasi. Strategi tersebut mencakup berbagai                 The strategy covers various key initiatives, ranging
inisiatif utama, mulai dari pengelolaan sumber daya               from responsible resource management, improvements
yang bertanggung jawab, peningkatan efisiensi                     in operational efficiency, to the development of more
operasional, hingga pengembangan produk dan                       environmentally friendly products and services. This
layanan yang lebih ramah lingkungan. Pendekatan                   approach is designed to support balanced business
ini dirancang untuk mendukung pertumbuhan bisnis                  growth across economic performance, environmental
yang seimbang antara kinerja ekonomi, perlindungan                protection, and social responsibility.
lingkungan, dan tanggung jawab sosial.

Kehadiran ABM dalam industri tidak hanya ditujukan                ABM’s presence in the industry is not only intended to
untuk menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga untuk                create economic value, but also to generate meaningful
menghasilkan dampak positif yang bermakna                         positive impacts for the environment and society. ABM
bagi lingkungan dan masyarakat. ABM berupaya                      seeks to take an active role as an agent of change in
mengambil peran aktif sebagai agen perubahan dalam                addressing increasingly complex environmental and
menghadapi tantangan lingkungan dan sosial yang                   social challenges. Through sustainable innovation
semakin kompleks. Melalui inovasi berkelanjutan dan               and collaboration with various stakeholders, ABM
kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,                  is committed to developing relevant solutions and
ABM berkomitmen untuk mengembangkan solusi yang                   delivering broader and more sustainable impacts.
relevan dan memberikan dampak yang lebih luas serta
berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan diterapkan secara                 The commitment to sustainability is applied
konsisten di seluruh lini bisnis ABM, mulai dari                  consistently across all of ABM’s business lines, from
perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan                     policy formulation and strategic decision-making to the
strategis hingga pelaksanaan kegiatan operasional                 implementation of day-to-day operational activities.
sehari-hari. ABM memastikan bahwa seluruh aktivitas               ABM ensures that all business activities are carried
usaha dijalankan selaras dengan prinsip-prinsip                   out in line with sustainability principles, supported by
keberlanjutan, serta didukung oleh tata kelola yang               strong governance and ethical business practices
kuat dan praktik bisnis yang beretika.
                                                                  .




 32              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 35
Visi ABM 2025 [GRI 2-22] [GRI 2-23] [GRI 2-24]                             ABM Vision 2025 [GRI 2-22] [GRI 2-23] [GRI 2-24]

Dalam mendukung pencapaian tujuan keberlanjutan,                           In supporting the achievement of sustainability
ABM telah menetapkan Visi ABM 2025 sebagai                                 objectives, ABM has established the ABM Vision 2025
pedoman strategis bagi seluruh entitas dan fungsi                          as a strategic guideline for all entities and functions
di dalam Grup ABM. Visi ini menjadi acuan dalam                            within the ABM Group. This vision serves as a reference
menentukan arah bisnis, penerapan strategi                                 in determining business direction, implementing
operasional, serta pengelolaan aspek keuangan guna                         operational strategies, and managing financial aspects
mencapai target-target jangka menengah dan jangka                          to achieve the established medium-term and long-term
panjang yang telah ditetapkan.                                             targets.

Pada tahun 2025, Grup ABM memasuki fase Growth                             In 2025, the ABM Group entered the Growth Story phase
Story dalam strategi bisnis Perusahaan. Pada fase ini,                     in the Company’s business strategy. In this phase, ABM
ABM berfokus mendorong pertumbuhan yang lebih                              focuses on driving more progressive growth through
progresif melalui identifikasi peluang baru, penguatan                     the identification of new opportunities, strengthening
kapabilitas internal, serta penerapan strategi yang                        internal capabilities, and implementing strategies that
memungkinkan Perusahaan beradaptasi dan bersaing                           enable the Company to adapt and compete more
secara lebih efektif di tengah dinamika pasar. Fase ini                    effectively amid market dynamics. This phase reflects
mencerminkan evolusi ABM dari upaya membangun                              ABM’s evolution from efforts to build resilience toward
ketahanan menuju penciptaan pertumbuhan yang                               the creation of sustainable growth.
berkelanjutan.

                                                               VISI ABM 2025
                                                              ABM Vision 2025
          Tahap 1 - Menstabilkan                         Tahap 2 - Melangkah Pasti                 Tahap 3 - Perjalanan Menuju Puncak
            Stage 1 – Stabilize                             Stage 2 – Bold Move                               Pertumbuhan
               2020 - 2021                                     2022 - 2023                                2024 dan seterusnya
                                                                                                         Stage 3 – Growth Story
                                                                                                             2024 and Beyond
• Memaksimalkan sinergi di dalam TMT             • Meningkatkan manajemen modal dan               • Meraih pertumbuhan EBITDA yang
• Memfokuskan diri pada rantai nilai               kinerja keuangan                                 berkelanjutan
  pertambangan batu bara                         • Memperoleh aset dan kapabilitas baru           • Menyempurnakan laporan ekuitas
• Mengembangkan bisnis logistik dan              • Mempercepat bisnis logistik dan                • Mengoperasikan kapabilitas-
  teknik rekayasa lebih lanjut secara              rekayasa melalui sinergi dan kemitraan           kapabilitas baru
  menguntungkan                                  • Memaksimalkan efisiensi dan likuiditas         • Achieve sustainable EBITDA growth
• Mengelola bisnis energi terbarukan               operasional                                    • Improve equity story
  secara berkelanjutan                           • Mengimplementasikan roadmap ESG                • Operationalize new capabilities
• Menargetkan pertumbuhan yang sesuai            • Improve capital management and
  bagi semua entitas di bawah ABM                  financial performance
• Meningkatkan profitabilitas, dengan            • Acquire new assets and capabilities
  arus kas dan NPV yang positif di               • Accelerate logistics and engineering
  seluruh MVC, CKB, dan SSB                        business through synergy and
• Maximize synergy within TMT                      partnership
• Focus on coal mining value chain               • Maximize operational efficiency and
• Continue growing logistics and                   liquidity
  engineering business profitably                • Implement ESG roadmap
• Maintain renewables business
• Aim for modest growth for all entities
  under ABM
• Grow profitability, with positive cash
  flow and NPV across MVC, CKB & SSB

*Catatan: Sehubungan dengan kelompok pemangku kepentingan, Pekerja sudah mencakup kelompok rentan yang telah diidentifikasi oleh
ABM, antara lain orang dengan kebutuhan khusus, perempuan, dan etnis minoritas.
*Note: With regard to stakeholder groups, Workers already include vulnerable groups identified by ABM, including persons with special needs,
women, and ethnic minorities.




                                                                                        2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                      S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                          33
Page 36
      Keberlanjutan di ABM
      Sustainability at ABM




ABM telah melakukan sosialisasi visi, misi, dan          ABM has disseminated the Company’s vision, mission,
nilai-nilai inti Perusahaan kepada seluruh karyawan      and core values to all employees as part of efforts to
sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya              strengthen a sustainability culture in the workplace.
keberlanjutan di lingkungan kerja. Informasi tersebut    This information has also been officially published
juga dipublikasikan secara resmi melalui situs web       through the Company’s website and can be accessed
Perusahaan dan dapat diakses oleh seluruh pemangku       by all stakeholders, including business partners and
kepentingan, termasuk mitra bisnis dan pemasok,          suppliers, to ensure a consistent understanding and
guna memastikan pemahaman dan penyelarasan yang          alignment with ABM’s strategic direction and values at
konsisten terhadap arah dan nilai strategis ABM pada     the following link: https://www.abm-investama.com/
tautan:     https://www.abm-investama.com/menu/43/       menu/43/vision-mission.
vision-mission.


Target Keberlanjutan ABM [GRI 2-23]                      ABM Sustainability Target [GRI 2-23]
ABM telah menetapkan ABM Sustainability Target           ABM has established the ABM Sustainability Target 2025
2025 sebagai kerangka strategis yang komprehensif.       as a comprehensive strategic framework. This target
Target ini mencakup seluruh aspek keberlanjutan,         covers all aspects of sustainability, including economic,
meliputi ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola,   environmental, social, and governance aspects, and is
serta didukung oleh pendekatan terstruktur melalui       supported by a structured approach through five main
lima pilar utama sebagai fondasi transformasi            pillars as the foundation for the Company’s sustainable
berkelanjutan Perusahaan.                                transformation.




 34              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 37
Setiap aspek dalam ABM Sustainability Target 2025           Each aspect within the ABM Sustainability Target
dirancang dengan topik ESG serta target kinerja yang        2025 is designed with ESG topics as well as specific
spesifik dan terukur untuk dicapai pada tahun 2025.         and measurable performance targets to be achieved
Target-target tersebut menjadi acuan bagi seluruh unit      in 2025. These targets serve as a reference for all
bisnis, baik di tingkat Grup maupun anak perusahaan,        business units, both at the Group level and subsidiary
dalam menerapkan praktik keberlanjutan melalui              level, in implementing sustainability practices through
penetapan Key Performance Indicators (KPI) di tingkat       the establishment of Key Performance Indicators
organisasi maupun individu. Melalui pendekatan ini,         (KPI) at both the organizational and individual levels.
ABM dapat melakukan pemantauan dan evaluasi                 Through this approach, ABM can monitor and evaluate
kinerja keberlanjutan secara berkala dan konsisten.         sustainability performance periodically and consistently.

ABM Sustainability Target 2025 telah menjadi                The ABM Sustainability Target 2025 has become an
bagian integral dari sistem manajemen di seluruh            integral part of the management system across all
anak perusahaan. Dengan menerapkan siklus Plan-             subsidiaries. By applying the Plan-Do-Check-Action
Do-Check-Action (PDCA), prinsip keberlanjutan               (PDCA) cycle, sustainability principles are internalized
diinternalisasikan ke dalam setiap tahapan operasional,     into every operational stage, from planning to evaluation,
mulai dari perencanaan hingga evaluasi, yang tercermin      as reflected in the Company’s Standard Operating
dalam Standar Prosedur Operasional (SOP) Perusahaan.        Procedures (SOP). This approach not only supports
Pendekatan ini tidak hanya mendukung efisiensi              operational efficiency, but also strengthens long-term
operasional, tetapi juga memperkuat keberlanjutan           sustainability across all ABM business entities.
jangka panjang di seluruh entitas usaha ABM.

ABM berkomitmen untuk membangun budaya                      ABM is committed to building a transparent corporate
perusahaan yang transparan dan berorientasi pada            culture oriented toward sustainability. We actively
keberlanjutan. Kami melibatkan seluruh karyawan secara      involve all employees through the socialization of the
aktif melalui sosialisasi ABM Sustainability Target 2025.   ABM Sustainability Target 2025. To ensure aligned
Guna memastikan pemahaman yang selaras terhadap             understanding of sustainability policies and practices,
kebijakan dan praktik keberlanjutan, sosialisasi telah      socialization has been carried out through various
diselenggarakan melalui berbagai saluran komunikasi,        communication channels, including periodic training
termasuk pelatihan berkala dan platform digital.            and digital platforms.

ABM juga membuka saluran komunikasi yang inklusif           ABM also provides inclusive communication channels
untuk memastikan partisipasi aktif dari seluruh             to ensure the active participation of all employees.
karyawan. Melalui kotak saran, survei karyawan, dan         Through suggestion boxes, employee surveys, and
pertemuan terbuka, ABM mendorong setiap individu            open meetings, ABM encourages every individual
di dalam organisasi untuk menyampaikan masukan              within the organization to convey input and ideas. Such
dan ide. Umpan balik tersebut menjadi bagian penting        feedback becomes an important part of the refinement
dalam penyempurnaan dan pengembangan strategi               and development of the Company’s sustainability
keberlanjutan Perusahaan.                                   strategy.

Selain itu, kolaborasi dengan mitra bisnis merupakan        In addition, collaboration with business partners is an
elemen penting dalam perjalanan keberlanjutan ABM.          important element in ABM’s sustainability journey. The
Perusahaan secara aktif mensosialisasikan ABM               Company actively socializes the ABM Sustainability
Sustainability Target 2025 kepada mitra bisnis dan          Target 2025 to business partners and related parties
pihak terkait melalui berbagai platform komunikasi,         through various communication platforms, including
termasuk dokumen kerja sama, pertemuan resmi, serta         cooperation documents, official meetings, and digital
kanal digital. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan    channels. This approach aims to ensure clear and
pemahaman yang jelas dan konsisten mengenai                 consistent understanding of ABM’s sustainability
komitmen keberlanjutan ABM di sepanjang rantai nilai.       commitment throughout the value chain.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    35
Page 38
         Keberlanjutan di ABM
         Sustainability at ABM




Target Keberlanjutan ABM 2022-2030
ABM Sustainability Target 2022-2030

Aspek               Topik Utama                            Target
                                                    SDGs
Aspects             Key Topics                             Target
                   Kinerja                                 Fondasi keuangan yang kuat -
                   Ekonomi                                 Pertumbuhan laba tahunan > 5%.
                   Economic                                Solid financial fundamentals -
Ekonomi            Performance                             Annual profit growth > 5%
Economic           Investasi                               • Total pendapatan tahunan dari bisnis yang berkelanjutan > 8%
                   Berkelanjutan                           • Total investasi kumulatif dalam Energi Terbarukan > 30%
                   Sustainable                             • Total annual revenue from sustainable business >8%
                   Investment                              • Total Accumulative Investment in Renewable Energy >30%
                                                           • 15% pengurangan konsumsi energi dari seluruh anak
                                                             perusahaan dan seluruh operasi
                                                           • 5% pengurangan emisi karbon dari semua anak perusahaan
                   Energi dan Emisi
                                                             dan semua operasi
                   Energy and
                                                           • 15% total energy consumption reduction from all subsidiaries
                   Emission
                                                             and all operations
                                                           • 5% total carbon emission reduction from all subsidiaries and all
                                                             operations
                                                           • 20% pengurangan konsumsi air bersih (air minum) absolut dari
Lingkungan
                                                             seluruh anak perusahaan dan seluruh lokasi operasi
Environment
                   Air & Efluen                            • Tidak ada tumpahan yang signifikan di semua lokasi operasi
                   Water & Effluents                       • 20% reduction of absolute freshwater (potable) water
                                                             consumption from all subsidiaries and all operation site
                                                           • Zero significant spill at all operations sites
                                                           Meningkatkan volume limbah yang didaur ulang dan digunakan
                                                           kembali sebesar 30% di seluruh anak perusahaan dan wilayah
                   Limbah
                                                           operasi
                   Waste
                                                           Increase total volume of recycle and reused waste by 30% at all
                                                           subsidiaries and all operation areas
                                                           • 100% lokasi operasional menerapkan sistem manajemen K3
                   Kesehatan &
                                                           • Menurunkan tingkat keparahan kecelakaan kerja sebesar 20%
                   Keselamatan Kerja
                                                           • 100% operational sites implements OHS management system
                   Health & Safety
                                                           • Reduced Severity Rate by 20%
                   Pengadaan Lokal                         40% proporsi anggaran pengadaan untuk pemasok lokal
Sosial             Local Procurement                       40% Proportion of procurement budget for local suppliers
Social                                                     • 100% lokasi operasi memiliki program CSR yang terkait dengan
                   Pengembangan                              SDGs
                   Masyarakat                              • Setidaknya, 70% Program Pengembangan Masyarakat
                   Community                                 memperoleh skor > 1
                   Development                             • 100% operations site have in place SDGs-linked CSR programs
                                                           • At least 70% Community Development Programs obtains score > 1
                                                           100% pelatihan anti-korupsi untuk semua karyawan dan
Tata Kelola        Anti-Korupsi
                                                           eksekutif
Governance         Anti-Corruption
                                                           100% anti-corruption training for all employees and executives


ABM Sustainability Target 2025 tetap menjadi acuan              ABM’s 2025 Sustainability Target remains the Company’s
jangka menengah Perusahaan. Namun, sepanjang                    med-term benchmark. However, throughout 2024–
2024–2025 terdapat perubahan signifikan pada                    2025 there will be significant changes to the operational
portofolio operasional, termasuk penutupan satu lokasi          portfolio, including the closure of one mining site and
tambang serta akuisisi dua entitas tambang baru yang            the acquisition of two new mining entities that have not
belum mulai beroperasi.                                         yet begun operations.

Perubahan struktur ini memengaruhi keterbandingan               These structural changes affect the comparability
kinerja terhadap baseline dan target yang telah                 of performance against the baseline and previously
ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, ABM saat ini            set targets. Therefore, ABM is currently conducting a
melakukan peninjauan dan proses re-baselining untuk             review and re-baselining process to ensure that future
memastikan target ESG ke depan mencerminkan batas               ESG targets accurately and transparently reflect the
operasional dan struktur bisnis yang terbaru secara             latest operational boundaries and business structure.
akurat dan transparan.



 36                 S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 39
Keterlibatan Pemangku Kepentingan                                Stakeholder Engagement
[SEOJK E.4][GRI 2-29]                                            [SEOJK E.4][GRI 2-29]


Proses identifikasi pemangku kepentingan ABM                     ABM’s stakeholder identification process refers
mengacu pada AA1000 Stakeholder Engagement                       to the AA1000 Stakeholder Engagement Standard
Standard (AA1000SES) 2015 sebagai pedoman                        (AA1000SES) 2015 as guidance in managing the
dalam mengelola kinerja keberlanjutan Perusahaan.                Company’s sustainability performance. Based on this
Berdasarkan kerangka tersebut, ABM melakukan                     framework, ABM conducts comprehensive stakeholder
pemetaan pemangku kepentingan secara menyeluruh                  mapping to understand business relationships and
untuk memahami hubungan bisnis dan dampak                        operational impacts, so that affected parties, both
operasional, sehingga pihak-pihak yang terdampak,                directly and indirectly, can be systematically identified.
baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat
teridentifikasi secara sistematis.

ABM secara aktif melibatkan pemangku kepentingan                 ABM actively engages stakeholders through various
melalui berbagai forum, termasuk pertemuan rutin                 forums, including routine meetings and the use
dan pemanfaatan platform digital. Keterlibatan ini               of digital platforms. This engagement enables
memungkinkan terjadinya dialog yang konstruktif                  constructive dialogue to obtain a more comprehensive
untuk   memperoleh      pemahaman         yang  lebih            understanding of strategic issues, as well as to ensure
komprehensif atas isu-isu strategis, serta memastikan            that ABM’s sustainability programs and initiatives are
bahwa program dan inisiatif keberlanjutan ABM selaras            aligned with stakeholders’ needs and expectations.
dengan kebutuhan dan ekspektasi para pemangku
kepentingan.

Selain itu, ABM menyediakan berbagai saluran                     In addition, ABM provides various communication
komunikasi bagi pemangku kepentingan untuk                       channels for stakeholders to submit feedback on a
menyampaikan umpan balik secara berkala.                         regular basis. This approach encourages ongoing
Pendekatan ini mendorong dialog yang berkelanjutan,              dialogue, increases transparency and accountability,
meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta               and ensures that various perspectives can be
memastikan bahwa berbagai perspektif dapat                       accommodated fairly in the implementation of policies
terakomodasi secara adil dalam implementasi kebijakan            and decision-making related to sustainability.
dan pengambilan keputusan terkait keberlanjutan.

Indikator dan Penjelasan
Indicators and Explanations

 Dependency (D)                         Attention (A)                                  Diverse Perspective (DP)
 Jika Perusahaan memiliki               Jika seseorang atau sebuah                     Jika seseorang atau sebuah
 ketergantungan pada                    organisasi membutuhkan perhatian               organisasi memiliki pandangan
 seseorang atau sebuah                  Perusahaan terkait isu ekonomi,                yang berbeda yang dapat
 organisasi, atau sebaliknya            sosial, atau lingkungan tertentu.              mempengaruhi situasi dan
 If the Company has a dependency        If a person or an organization                 mendorong adanya aksi yang
 on a person or an organization,        needs the Company’s attention                  sebelumnya tidak ada.
 or vice versa.                         related to certain economic, social            If a person or an organization has
                                        or environmental issues.                       different views that may affect the
                                                                                       situation and encourage
                                 1                                         2           non-existent actions                3

 Responsibility (R)                     Influence (I)                                  Proximity (P)
 Jika Perusahaan memiliki               Jika seseorang atau sebuah organisasi          Jika seseorang atau sebuah
 tanggung jawab legal, komersial,       memiliki pengaruh terhadap                     organisasi memiliki kedekatan
 atau etika terhadap seseorang          perusahaan, strategi, dan/atau                 geografis dan operasional
 atau sebuah organisasi.                kebijakan pemangku kepentingan lain.           dengan ABM.
 If the Company has legal, commercial   If a person or an organization has             If a person or an organization has
 or ethical responsibilities against    influence over the company, strategy,          geographic and operational
 a person or an organization            and/or policies of other stakeholders.         proximity to the Company.

                                 4                                         5                                                    6




                                                                              2 02 5          L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                    37
Page 40
       Keberlanjutan di ABM
       Sustainability at ABM




Identifikasi, Pendekatan, dan Topik-Topik Utama Pemangku Kepentingan [SEOJK E.4][GRI 2-29]
Identification, Approach, and Key Topics of Stakeholders

 No.   Kelompok                    Tingkat         Basis            Topik Utama                        Metode Pelibatan
       Pemangku                    Keterlibatan    Identifikasi     Key Topic                          Engagement Methods
       Kepentingan                 Level Of        Basic
       Stakeholders                Engagement      Identification
       Groups
 1.    Pemegang Saham             Konsultasi /    D, R, I, P        • Kinerja operasi, produksi, dan • Pertemuan berkala (RUPS)
       Shareholders               Pelibatan                           keuangan Perusahaan            • Korespondensi melalui surat-
                                  Consult /                         • Pengembangan usaha               menyurat atau pengumuman
                                  Involve                           • Company operations,              melalui media massa sesuai
                                                                      production, and financial        kebutuhan
                                                                      performance                    • Periodic meetings (AGMS or
                                                                    • Business development             EGMS)
                                                                                                     • Correspondence or
                                                                                                       announcements through mass
                                                                                                       media, as needed
 2.    Karyawan                   Konsultasi /    D, R, T, I, P     • Kepastian dan perlindungan       • Pertemuan berkala forum
       Employees                  Negosiasi /                         hubungan ketenagakerjaan           bipartit
                                  Pelibatan                         • Kesejahteraan dan                • Family gathering pada setiap
                                  Consult /                           pemenuhan hak-hak normatif         ulang tahun Perusahaan dan/
                                  Negotiate /                       • Pengembangan kompetensi            atau masing-masing entitas
                                  Involve                             dan karier                         anak
                                                                    • Certainty and protection of      • Publikasi internal melalui
                                                                      labor relations                    surat edaran dan majalah
                                                                    • Welfare and fulfillment of         internal sesuai kebutuhan
                                                                      normative rights                 • Regular meetings of the
                                                                    • Competency and career              bipartite forum
                                                                      development                      • Family gatherings on each
                                                                                                         Company and/or subsidiary
                                                                                                         anniversary
                                                                                                       • Internal publications through
                                                                                                         Circulars and internal
                                                                                                         magazines, as needed
 3.    Badan Regulator            Konsultasi /    D, R, T, I,       • Pengurusan izin usaha dan        • Pertemuan dengan regulator/
       Regulatory Bodies          Transaksional   DP, P               pemenuhan unsur kepatuhan          otoritas sesuai kebutuhan
                                  Consult /                           terhadap hukum lainnya           • Keterlibatan pada kegiatan
                                  Transact                          • Koordinasi rutin mengenai          pemerintah daerah setempat
                                                                      kegiatan komersial                 sesuai dengan kebutuhan
                                                                      perusahaan                       • Meetings with regulators/
                                                                    • Business permit arrangement        authorities, as appropriate
                                                                      and fulfillment of compliance      needs
                                                                      against other regulation         • Involvement in local
                                                                    • Regular coordination of            government activities local,
                                                                      company’s commercial               according to needs
                                                                      activities
 4.    Mitra Kerja                Transaksional / D, R, T, P        • Transparansi kontrak kerja       • Informasi tender pekerjaan
       Partners                   Kolaborasi                          dan pelaksanaannya                 secara terbuka sesuai dengan
                                  Transact /                        • Pemenuhan hak dan                  kebutuhan
                                  Collaborate                         kewajiban sesuai kontrak         • Pertemuan berkala sesuai
                                                                      kerja yang telah disepakati        kebutuhan
                                                                    • Penerapan GCG secara             • Open job tender information,
                                                                      berkelanjutan                      as needed
                                                                    • Transparency of work             • Periodic meetings, as needed
                                                                      contracts and implementation
                                                                    • Fulfillment of rights and
                                                                      obligations in accordance with
                                                                      agreed work contracts
                                                                    • Sustainable GCG
                                                                      implementation




 38               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 41
No.    Kelompok                Tingkat            Basis             Topik Utama                              Metode Pelibatan
       Pemangku                Keterlibatan       Identifikasi      Key Topic                                Engagement Methods
       Kepentingan             Level Of           Basic
       Stakeholders            Engagement         Identification
       Groups
 5.   Pelanggan               Penyampaian         D, R, I, P        • Produk/jasa yang dihasilkan            • Informasi produk/jasa melalui
      Customers               Informasi /                             Perusahaan                               website, media sosial, iklan,
                              Konsultasi                            • Kepuasan dari kualitas produk            dan promosi
                              Inform /                                dan layanan Perusahaan                 • Layanan pelanggan
                              Consult                               • Products/services produced             • Survei kepuasan pelanggan
                                                                      by the Company                         • Products/services information
                                                                    • Satisfaction for the Company’s           through websites, social
                                                                      products and services quality            media, advertisements and
                                                                                                               promotions
                                                                                                             • Customer service
                                                                                                             • Customer satisfaction survey
 6.   Masyarakat*             Konsultasi /        D, R, T, I,       • Dampak kegiatan operasional            • Pertemuan rutin melalui forum
      Communities             Pelibatan           DP, P               perusahaan                               komunikasi
                              Consult /                             • Kesempatan kerja sama                  • Pembentukan kelembagaan di
                              Involve                               • Impact of Company’s                      tingkat lokal
                                                                      operational activities                 • Regular meetings through
                                                                    • Opportunity for cooperation              communication forums
                                                                                                             • Formation of institutions at the
                                                                                                               local level
 7.   Media Massa             Penyampaian         T, I, DP          Keterbukaan informasi publik             • Jumpa pers sesuai kebutuhan
      Mass Media              Informasi                             dan akses-akses informasi                • Kunjungan media massa ke
                              Inform                                kinerja                                    wilayah kerja Perusahaan
                                                                    Public information transparency            dan/atau anak perusahaan
                                                                    and access to performance                  sesuai kebutuhan
                                                                    information                              • Press conferences, as needed
                                                                                                             • Mass media visits to
                                                                                                               the Company and/or its
                                                                                                               subsidiaries work areas, as
                                                                                                               needed
*Catatan:
Basis indentifikasi:
D = Dependence, A = Attention, DP = Diverse Perspective, R = Responsibility, I = Influence, P = Proximity.
*Note:
Basis of Identification:
D = Dependence, A = Attention, DP = Diverse Perspective, R = Responsibility, I = Influence, P = Proximity.




                                                                                         2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                      S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                          39
Page 42
         Keberlanjutan di ABM
         Sustainability at ABM




Proses Penilaian Double Materiality                          Double Materiality Assessment Process
[GRI 3-1]                                                    [GRI 3-1]


Penyusunan Laporan Keberlanjutan ini didasarkan              The preparation of this Sustainability Report is based
pada prinsip-prinsip fundamental yang menjadi                on fundamental principles that serve as references
acuan dalam mengidentifikasi, mengukur, dan                  in identifying, measuring, and disclosing ABM’s
mengungkapkan dampak bisnis ABM terhadap aspek               business impacts on environmental, social, and
lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip-prinsip             economic aspects. These principles include materiality,
tersebut meliputi materialitas, konteks keberlanjutan,       sustainability   context,     balance,    comparability,
keseimbangan, komparabilitas, kelengkapan, akurasi,          completeness, accuracy, timeliness, clarity, stakeholder
ketepatan waktu, kejelasan, keterlibatan pemangku            engagement, and reliability. All of these principles
kepentingan, serta keandalan. Keseluruhan prinsip            function as a consistent and comprehensive framework
ini berfungsi sebagai kerangka kerja yang konsisten          to ensure that the information presented is relevant,
dan komprehensif untuk memastikan informasi yang             transparent, and reliable for stakeholders.
disajikan relevan, transparan, dan dapat diandalkan
bagi para pemangku kepentingan.

Pada tahun 2025, ABM menerapkan pendekatan double            In 2025, ABM applied a double materiality approach to
materiality untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan       identify and prioritize ESG topics by considering impacts
topik ESG dengan mempertimbangkan dampak terhadap            on stakeholders as well as financial and operational
pemangku kepentingan serta dampak finansial dan              impacts on the Company, through the following steps:
operasional terhadap Perusahaan dengan langkah
sebagai berikut:

•    Langkah 1: Identifikasi Topik ESG                       •   Step 1: Identification of ESG Topics
     Proses dimulai dengan menyusun daftar awal                  The process begins by compiling an initial list of
     topik ESG melalui kajian GRI Standards Coal dan             ESG topics through a review of the GRI Standards
     SASB sector standards yang relevan dengan                   Coal and the SASB sector standards relevant to ABM
     kegiatan usaha ABM Investama, termasuk sektor               Investama’s business activities, including the Coal
     Coal Operations, Road Transport, Biofuel, serta             Operations, Road Transport, Biofuel, and Industrial
     Industrial Machinery & Goods. Langkah ini                   Machinery & Goods sectors. This step ensures
     memastikan keselarasan dengan standar pelaporan             alignment with international sustainability reporting
     keberlanjutan internasional.                                standards.
•    Langkah 2: Penilaian Dampak terhadap Pemangku           •   Step 2: Assessment of Impacts on Stakeholders
     Kepentingan (Sumbu Y)                                       (Y Axis)
     Setiap topik ESG dievaluasi berdasarkan dampak              Each ESG topic is evaluated based on actual and
     aktual dan potensial terhadap pemangku                      potential impacts on stakeholders. The assessment
     kepentingan.    Penilaian    dilakukan  dengan              is conducted by mapping topics against GRI and
     memetakan topik terhadap GRI dan SASB untuk                 SASB to see their level of relevance across the
     melihat tingkat relevansinya di berbagai sektor             Group’s various business sectors. The assessment
     usaha Grup. Hasil penilaian mengelompokkan topik            results group topics into high, medium, and low
     ke dalam dampak tinggi, menengah, dan rendah,               impacts, reflecting their influence on safety,
     yang mencerminkan pengaruhnya terhadap aspek                environmental, social, compliance, and stakeholder
     keselamatan, lingkungan, sosial, kepatuhan, dan             trust aspects.
     kepercayaan pemangku kepentingan.
•    Langkah 3: Penilaian Dampak Finansial dan               •   Step 3: Assessment of Financial and Operational
     Operasional (Sumbu X)                                       Impacts (X Axis)
     Penilaian dampak finansial dilakukan melalui Focus          The financial impact assessment is conducted through
     Group Discussion (FGD) dengan anak perusahaan               Focus Group Discussions (FGD) with subsidiaries and
     dan fungsi terkait. Diskusi ini menilai pengaruh            relevant functions. These discussions assess the
     setiap topik ESG terhadap kinerja keuangan,                 influence of each ESG topic on financial performance,
     keberlanjutan operasional, risiko bisnis, serta biaya       operational sustainability, business risks, as well as
     dan investasi.                                              costs and investments.




    40              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 43
•   Langkah 4: Penyusunan Matriks Double Materiality      •   Step 4: Preparation of the Double Materiality Matrix

    Hasil penilaian sumbu Y dan sumbu X kemudian              The results of the Y-axis and X-axis assessments
    dipetakan ke dalam matriks double materiality             are then plotted into a double materiality matrix to
    untuk menggambarkan tingkat kepentingan setiap            illustrate the level of importance of each ESG topic
    topik ESG dari perspektif pemangku kepentingan            from the perspectives of stakeholders and the
    dan Perusahaan.                                           Company.

•   Langkah 5: Penetapan Topik Material                   •   Step 5: Determination of Material Topics

    Berdasarkan matriks materialitas, topik ESG               Based on the materiality matrix, ESG topics are
    diprioritaskan sebagai fokus utama dalam strategi         prioritized as the main focus in ABM Investama’s
    keberlanjutan, pengelolaan risiko, dan pengungkapan       sustainability strategy, risk management, and
    Sustainability Report ABM Investama.                      Sustainability Report disclosures.




                                                                    2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  41
Page 44
                                                                     Keberlanjutan di ABM
                                                                     Sustainability at ABM




                                                              Matriks Materialitas ABM 2025 [GRI 3-3]
                                                              ABM Materiality Matrix 2025



                                                                                                                                         3
                                                                                    9              7                                                                  1
Dampak kepada Pemangku Kepentingan | Impact on Stakeholders




                                                                                                            8                                       2                             4




                                                                                                                         10               15                                             5

                                                                 Y
                                                                                                                                               16                            6
                                                                                                                                17




                                                                                                                         19
                                                                                                                                               20                     11
                                                                                                                                                                                    13
                                                                                                                                         18
                                                                                                                                                                           14
                                                                                                                                                                                          12


                                                                                                                                     X

                                                                                                     Dampak kepada Keuangan/Operasional | Financial/Operational Impact


                                                              Paling       1    Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3)              Lebih          7    Limbah dan Tailing
                                                              Material          Occupational Health & Safety (OHS)              Material            Waste and Tailings
                                                              Most                                                              More                Kebebasan Berserikat dan Berkumpul
                                                              Material     2    Supply Chain Management                         Material       8
                                                                                                                                                    Freedom of Association and Assembly
                                                                           3    Perubahan Iklim                                                9    Non-diskriminasi
                                                                                Climate Change                                                      Non-discrimination
                                                                           4    Emisi GRK dan energi                                           10   Integritas Aset dan Pengelolaan Insiden Kritis
                                                                                Greenhouse Gas (GHG) Emissions and Energy                           Asset Integrity and Critical Incident Management
                                                                           5    Praktik Ketenagakerjaan                                        11   Kepatuhan Hukum
                                                                                Employment Practices                                                Legal Compliance
                                                                           6    Air dan Limbah Cair                                            12   Keanekaragaman Hayati
                                                                                Water and Effluent                                                  Biodiversity
                                                                                                                                               13   Penutupan Tambang
                                                                                                                                                    Mine Closure
                                                                                                                                               14   Masyarakat Lokal dan Masyarakat Adat
                                                                                                                                                    Local Communities and Indigenous Peoples
                                                                                                                                               15   Dampak Ekonomi dan Kinerja Keuangan
                                                                                                                                                    Economic Impact and Economic Performance
                                                                                                                                               16   Data Pribadi dan Keamanan Siber
                                                                                                                                                    Personal Data and Cybersecurity
                                                                                                                                               17   Penilaian Cadangan dan Belanja Modal
                                                                                                                                                    Reserve Estimation and Capital Expenditure
                                                                                                                                Material       18   Anti-korupsi
                                                                                                                                Material            Anti-corruption
                                                                                                                                                    Kebijakan publik dan Pembayaran Kepada
                                                                                                                                               19   Pemerintah
                                                                                                                                                    Public Policy and Payments to the Government
                                                                                                                                               20   Keandalan dan Pemeliharaan Peralatan
                                                                                                                                                    Equipment Reliability and Maintenance



                                                               42               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                                                                                V I S I O N B E YO N D
Page 45
Melalui penerapan prinsip materialitas ganda, ABM                  Through the application of the double materiality
menilai secara komprehensif keterkaitan antara                     principle, ABM comprehensively assesses the linkages
aktivitas bisnis dan isu-isu ESG. Pendekatan ini                   between business activities and ESG issues. This
mencakup evaluasi terhadap dampak material                         approach includes an evaluation of the material impacts
kegiatan usaha ABM terhadap lingkungan, sosial,                    of ABM’s business activities on environmental, social,
dan tata kelola, serta dampak material isu-isu ESG                 and governance aspects, as well as the material impacts
terhadap kinerja, posisi keuangan, dan keberlanjutan               of ESG issues on the Company’s performance, financial
bisnis Perusahaan.                                                 position, and business sustainability.

Pendekatan yang menyeluruh ini memungkinkan                        This comprehensive approach enables ABM to
ABM untuk mengidentifikasi, memprioritaskan, dan                   identify, prioritize, and respond effectively to various
merespons secara efektif berbagai risiko dan peluang               sustainability-related     risks  and     opportunities.
terkait keberlanjutan. Dengan demikian, strategi                   Accordingly, the strategies and measures taken reflect
dan langkah-langkah yang diambil mencerminkan                      ABM’s commitment to implementing responsible and
komitmen ABM dalam menerapkan praktik bisnis yang                  sustainable business practices.
bertanggung jawab dan berkelanjutan.



Daftar Topik Material [GRI 3-2] [GRI 3-3]
List of Material Topics

                                                                                                                              Referensi GRI
    Pilar       Topik Material     Dampak dan Risiko Utama bagi ABM            Pendekatan Pengelolaan ABM
                                                                                                                                   GRI
    Pillar      Material Topics      Main Impacts and Risks for ABM             ABM Management Approach
                                                                                                                               References
                                  Perubahan iklim berpotensi
                                  menimbulkan gangguan operasional
                                  akibat risiko fisik seperti banjir dan   ABM mengintegrasikan risiko dan
                                  cuaca ekstrem, serta risiko transisi     peluang iklim dalam Enterprise Risk
                                  berupa perubahan regulasi karbon,        Management (ERM), menerapkan
                                  tekanan pasar, dan potensi penurunan     Kebijakan Perubahan Iklim, serta
              Perubahan Iklim     nilai aset.                              mengembangkan inisiatif dekarbonisasi
                                                                                                                               201-2, 305
              Climate Change      Climate change possesses the potential   yang diawasi Direksi dan Komite ESG.
                                  to induce operational disruptions due    Change Policy, and advances
                                  to physical risks, such as floods and    decarbonization initiatives overseen
                                  extreme weather events, as well as       by the Board of Directors and the ESG
                                  transition risks, including changes in   Committee.
                                  carbon regulations, market pressures,
                                  and potential asset devaluation.
                                                                           ABM melakukan inventarisasi emisi
                                                                           secara berkala, meningkatkan
                                  Peningkatan harga energi dan potensi
                                                                           efisiensi energi operasional, serta
                                  penerapan mekanisme harga karbon
              Emisi GRK dan                                                mengembangkan pemanfaatan energi
Lingkungan                        dapat memengaruhi struktur biaya dan
              Energi                                                       terbarukan untuk mendukung target
Environment                       daya saing perusahaan.
              Greenhouse Gas                                               pengurangan emisi.                                   302, 305
                                  Rising energy prices and potential
              Emissions and                                                ABM regularly performs emissions
                                  implementation of carbon pricing
              Energy                                                       inventories, improves operational
                                  mechanisms may influence cost
                                                                           energy efficiency, and advances
                                  structures and competitiveness.
                                                                           renewable energy utilization to support
                                                                           emission reduction targets.
                                                                             ABM menerapkan sistem pengelolaan
                                                                             air terpadu, termasuk sistem
                                  Pengelolaan air yang tidak optimal dapat drainase, pengolahan limbah cair,
                                  menyebabkan pencemaran lingkungan,         dan pemantauan kualitas air untuk
              Air dan Limbah      gangguan operasional, dan risiko           memastikan kepatuhan terhadap baku
              Cair                kepatuhan terhadap regulasi.               mutu lingkungan.
                                                                                                                                  303
              Water and           Inadequate water management practices ABM applies an integrated water
              Wastewater          may result in environmental pollution,     management system, including drainage
                                  operational disruptions, and risks related systems, wastewater treatment, and
                                  to regulatory compliance.                  water quality monitoring to ensure
                                                                             compliance with environmental
                                                                             standards.




                                                                               2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                            S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                        43
Page 46
         Keberlanjutan di ABM
         Sustainability at ABM




                                                                                                                                       Referensi GRI
    Pilar            Topik Material                 Dampak dan Risiko Utama bagi ABM             Pendekatan Pengelolaan ABM
                                                                                                                                            GRI
    Pillar           Material Topics                  Main Impacts and Risks for ABM              ABM Management Approach
                                                                                                                                        References
                                                                                             ABM mengelola limbah sesuai
                                     Risiko pencemaran dan kewajiban                         ketentuan regulasi dan prinsip 3R,
                                     rehabilitasi lingkungan dapat berdampak                 disertai pemantauan berkala dan
                                     pada reputasi dan liabilitas finansial                  pengendalian operasional yang ketat.
                  Limbah dan Tailing
                                     jangka panjang.                                         ABM oversees waste management                 306
                  Waste and Tailing
                                     Pollution risks and environmental                       in accordance with regulatory
                                     rehabilitation may impact reputation and                requirements and the 3Rs principles,
                                     long-term financial liabilities.                        with regular monitoring and strict
                                                                                             operational controls.
                                                                                             ABM melaksanakan reklamasi
                                              Aktivitas pertambangan berpotensi              progresif, revegetasi, dan pemantauan
                                              mempengaruhi ekosistem dan                     lingkungan untuk menjaga
                  Keanekaragaman              menimbulkan kewajiban rehabilitasi serta       keseimbangan ekosistem di sekitar
Lingkungan
                  Hayati                      risiko reputasi.                               area operasi.                                 304
Environment
                  Biodiversity                Mining activities may impact ecosystems,       ABM conducts progressive reclamation,
                                              resulting in rehabilitation responsibilities   revegetation, and environmental
                                              and reputational risks.                        monitoring to maintain ecosystem
                                                                                             balance around operational areas.
                                                                                             ABM menyusun rencana pascatambang
                                                                                             sejak tahap perencanaan operasi serta
                                              Kewajiban pascatambang dan reklamasi
                                                                                             menyediakan dana jaminan reklamasi
                                              dapat menimbulkan liabilitas finansial
                  Penutupan                                                                  sesuai ketentuan yang berlaku.
                                              jangka panjang dan risiko sosial.
                  Tambang                                                                    ABM develops mine closure plans               413
                                              Post-mining obligations and reclamation
                  Mine Closure                                                               during the operational planning phase
                                              may lead to long-term financial liabilities
                                                                                             and allocates reclamation guarantee
                                              and social risks.
                                                                                             funds in accordance with applicable
                                                                                             regulations.
                                                                                             ABM menerapkan sistem manajemen
                                              Insiden kerja dan fatalitas dapat
                                                                                             K3 terintegrasi, pelatihan keselamatan
                  Kesehatan dan               mengganggu operasional, menimbulkan
                                                                                             rutin, dan pengawasan berjenjang
                  Keselamatan Kerja           kerugian finansial, serta berdampak
                                                                                             untuk mencapai target zero fatality.
                  (K3)                        pada reputasi perusahaan.
                                                                                             ABM implements an integrated OHS              403
                  Occupational                Work incidents and fatalities may disrupt
                                                                                             management system, conducts routine
                  Health and Safety           operations, result in financial losses,
                                                                                             safety training, and employs a multi-
                  (OHS)                       and adversely affect the company’s
                                                                                             tiered supervision to achieve zero
                                              reputation.
                                                                                             fatality targets.
                                                                                             ABM memastikan praktik
                                              Ketidakstabilan hubungan industrial dan
                                                                                             ketenagakerjaan yang adil,
                                              kurangnya pengembangan kompetensi
                                                                                             menyediakan program pelatihan
                                              dapat mempengaruhi produktivitas dan
                  Praktik                                                                    dan pengembangan, serta menjaga
                                              retensi tenaga kerja.
                  Ketenagakerjaan                                                            hubungan industrial yang harmonis.            401
                                              Instability in industrial relations and
                  Labor Practices                                                            ABM ensures fair labor practices,
                                              inadequate competency development
                                                                                             provides training and development
                                              may adversely influence productivity and
                                                                                             programs, and maintains harmonious
                                              employee retention.
                                                                                             industrial relations.
                                                                                             ABM menghormati kebebasan
                  Kebebasan                                                                  berserikat dan menerapkan Perjanjian
                  Berserikat dan Hak          Pelanggaran hak pekerja dapat memicu           Kerja Bersama sebagai dasar hubungan
Sosial
                  Pekerja                     konflik industrial dan risiko hukum.           industrial yang konstruktif.
Social                                                                                                                             407, 408, 409
                  Freedom of                  Violations of workers’ rights can trigger      ABM respects the freedom of
                  Association and             industrial conflicts and legal risks.          association and implements Collective
                  Workers’ Rights                                                            Labor Agreements as the basis for
                                                                                             constructive industrial relations.
                                     Praktik diskriminatif dapat menimbulkan                 ABM menerapkan kebijakan kesetaraan
                                     risiko hukum dan reputasi serta                         dan kesempatan kerja yang adil untuk
                                     mengurangi kepercayaan pemangku                         menciptakan lingkungan kerja yang
                  Non-diskriminasi
                                     kepentingan.                                            inklusif.                                     406
                  Non-discrimination
                                     Discriminatory practices may entail                     ABM enforces policies of equality and
                                     legal and reputational risks and reduce                 fair employment opportunities to create
                                     stakeholder trust.                                      an inclusive work environment.
                                                                              ABM menjalankan program
                                                                              pemberdayaan masyarakat, mekanisme
                  Masyarakat Lokal  Potensi konflik sosial dan sengketa lahan pengaduan, serta proses konsultatif
                  dan Masyarakat    dapat mengganggu keberlangsungan          terkait hak atas tanah dan sumber
                  Adat              operasi dan menimbulkan risiko reputasi. daya.
                                                                                                                                         411, 413
                  Local Communities Potential social conflicts and land       ABM conducts community
                  and Indigenous    disputes may disrupt operations and       empowerment programs, complaint
                  Peoples           pose reputational risks.                  mechanisms, and consultative
                                                                              processes related to land and resource
                                                                              rights.



 44                 S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 47
                                                                                                                                    Referensi GRI
    Pilar       Topik Material       Dampak dan Risiko Utama bagi ABM                Pendekatan Pengelolaan ABM
                                                                                                                                         GRI
    Pillar      Material Topics        Main Impacts and Risks for ABM                 ABM Management Approach
                                                                                                                                     References
                                                                                  ABM menerapkan ISO 37001, Kode
                                                                                  Etik Perusahaan, serta sistem
                                    Praktik korupsi dan pelanggaran etika
                                                                                  Whistleblowing untuk memastikan
                                    dapat mengakibatkan sanksi hukum,
                                                                                  integritas dan transparansi di seluruh
                                    kerugian finansial, dan hilangnya
              Anti-korupsi                                                        entitas.
                                    kepercayaan investor.                                                                               205
              Anti-corruption                                                     ABM implements ISO 37001, a
                                    Corruption practices and ethical
                                                                                  Corporate Code of Ethics, and a
                                    violations may result in legal sanctions,
                                                                                  Whistleblowing system to ensure
                                    financial losses, and loss of investor trust.
                                                                                  integrity and transparency across all
                                                                                  entities.
                                    Ketidakpatuhan terhadap regulasi dapat      ABM memastikan kepatuhan melalui
                                    berujung pada denda, pencabutan izin,       fungsi legal, audit internal, serta
              Kepatuhan Hukum       dan pembatasan operasional.                 pemantauan risiko secara terintegrasi.
                                                                                                                                        2-27
              Legal Compliance      Non-compliance with regulations can         ABM ensures compliance through legal
                                    lead to fines, license revocations, and     functions, internal audits, and integrated
                                    operational restrictions.                   risk monitoring.
                                                                                ABM menerapkan kebijakan pengadaan
                                    Risiko reputasi dan operasional dapat
                                                                                yang transparan, evaluasi pemasok,
                                    timbul dari praktik pemasok yang tidak
                                                                                serta pakta integritas dalam proses
              Supply Chain          bertanggung jawab.
                                                                                pengadaan.                                204, 308, 414
              Management            Reputational and operational risks may
                                                                                Reputational and operational risks may
                                    originate from irresponsible practices by
                                                                                originate from irresponsible practices by
Tata Kelola                         suppliers.
                                                                                suppliers.
Governance
                                                                                ABM menerapkan sistem pemeliharaan
                                  Kegagalan peralatan dan insiden               preventif dan pengelolaan risiko
              Integritas Aset dan kritis dapat menyebabkan downtime             operasional untuk menjaga keandalan
              Insiden Kritis      operasional dan peningkatan biaya.            aset.
                                                                                                                                        416
              Asset Integrity and Equipment failures and critical incidents     ABM implements preventive
              Critical Incidents  may lead to operational downtime and          maintenance systems and operational
                                  increased costs.                              risk management to ensure asset
                                                                                reliability.
                                                                                ABM mengimplementasikan kebijakan
                                    Ancaman siber berpotensi mengganggu
                                                                                keamanan informasi dan penguatan
              Data Pribadi dan      sistem operasional dan merusak
                                                                                sistem pengendalian internal untuk
              Keamanan Siber        kepercayaan pemangku kepentingan.
                                                                                melindungi data perusahaan.                             418
              Personal Data and     Cyber threats have the potential to
                                                                                ABM implements information security
              Cybersecurity         disrupt operational systems and
                                                                                policies and strengthens internal control
                                    undermine stakeholder trust.
                                                                                systems to protect company data.
              Kebijakan Publik      Ketidaktransparanan dalam advokasi
                                                                                ABM memastikan keterlibatan kebijakan
              dan Pembayaran        kebijakan dan kontribusi fiskal dapat
                                                                                dilakukan secara etis serta melaporkan
              kepada                mempengaruhi reputasi dan hubungan
                                                                                pajak dan royalti secara transparan.
              Pemerintah            dengan regulator.                                                                                 207, 415
                                                                                ABM ensures that policy engagement is
              Public Policy         Lack of transparency in policy advocacy
                                                                                conducted ethically and that taxes and
              and Payments to       and fiscal contributions may impact
                                                                                royalties are reported transparently.
              Government            reputation and regulatory relationships.
                                                                                ABM menjaga kinerja ekonomi
              Dampak Ekonomi        Fluktuasi pasar dan dinamika transisi       melalui diversifikasi bisnis, efisiensi
              dan Kinerja           energi dapat mempengaruhi stabilitas        operasional, dan penguatan
              Keuangan              pendapatan dan valuasi perusahaan.          fundamental keuangan.
                                                                                                                                        201
              Economic Impact       Market fluctuations and energy transition   ABM maintains economic performance
              and Financial         dynamics can influence revenue stability    through business diversification,
              Performance           and company valuation.                      operational efficiency, and
                                                                                strengthening financial fundamentals.
                                                                                ABM melakukan evaluasi cadangan dan
              Penilaian             Ketidakakuratan estimasi cadangan           studi kelayakan secara prudent untuk
Ekonomi       Cadangan dan          dapat berdampak pada keputusan              memastikan keputusan investasi yang
Economy       Belanja Modal         investasi dan nilai aset jangka panjang.    berkelanjutan.
                                                                                                                                        201
              Reserves              Inaccurate reserve estimates can impact     ABM conducts prudent reserve
              Assessment and        investment decisions and the long-term      assessments and feasibility studies
              Capital Expenditure   valuation of assets.                        to ensure sustainable investment
                                                                                decisions.
              Keandalan dan         Gangguan peralatan dapat mengurangi         ABM menerapkan sistem pemeliharaan
              Pemeliharaan          produktivitas dan meningkatkan biaya        berbasis risiko untuk menjaga
              Peralatan             operasional.                                kontinuitas operasi dan efisiensi biaya.
                                                                                                                                        416
              Equipment             Equipment disruptions can reduce            ABM applies risk-based maintenance
              Reliability and       productivity and increase operational       systems to maintain operational
              Maintenance           costs.                                      continuity and cost efficiency.




                                                                                     2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                               45
Page 48
          Kinerja Lingkungan
          Environmental Performance




Kinerja Lingkungan
Environmental Performance



Bagi ABM, menjaga lingkungan
bukan sekadar kewajiban, melainkan
investasi kami bagi masa depan.
For ABM, caring for the environment is not merely an
obligation, but our investment for the future.




     46             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 49
Pendekatan Manajemen untuk Lingkungan
Management Approach for the Environment

ABM mengelola aspek lingkungan sebagai bagian              ABM manages environmental aspects as an integral
integral dari strategi keberlanjutan Perusahaan            part of the Company’s sustainability strategy, aiming
untuk meminimalkan dampak negatif, meningkatkan            to minimize negative impacts, enhance resource
efisiensi sumber daya, serta mendukung ketahanan           efficiency, and bolster long-term operational resilience.
operasional jangka panjang. Pendekatan ini mengacu         This approach ensures compliance with relevant laws
pada peraturan perundang-undangan yang berlaku,            and regulations, as well as national and international
standar nasional dan internasional, serta kerangka         standards, including the Global Reporting Initiative (GRI)
pelaporan Global Reporting Initiative (GRI), dengan        reporting framework. Governance is reinforced through
penguatan tata kelola melalui fungsi Health, Safety,       the functions of Health, Safety, and Environment
and Environment (HSE), manajemen risiko, dan               (HSE), risk management, and oversight by the Board of
pengawasan Direksi serta Dewan Komisaris.                  Directors and the Board of Commissioners.

Secara umum, prinsip ini diwujudkan dalam kebijakan        In general, this principle is actualized through policies
dan implementasi yang terkait dengan aspek-aspek di        and implementations concerning the following aspects:
bawah ini:

A. Pengelolaan Energi dan Emisi                            A. Energy Management and Emissions

   •   Konsumsi Energi                                        •   Energy Consumption
       ABM menerapkan kebijakan dan prosedur                      ABM implements energy management policies
       pengelolaan energi di seluruh entitas untuk                and procedures across all entities to improve
       meningkatkan       efisiensi   operasional  dan            operational efficiency and reduce emissions. This
       menekan emisi, dengan pengukuran konsumsi                  includes systematic measurement of electricity
       energi listrik dan bahan bakar secara sistematis,          and fuel consumption, the implementation of
       penerapan inisiatif efisiensi, serta pemantauan            efficiency initiatives, and the monitoring of
       kinerja melalui indikator yang relevan.                    performance through relevant indicators.
   •   Emisi GRK                                              •   GHG Emissions
       ABM mengelola emisi Gas Rumah Kaca                         ABM manages Greenhouse Gas emissions as a
       sebagai isu material melalui penghitungan                  significant material issue by quantifying Scope 1,
       Cakupan 1, Cakupan 2, dan sebagian Cakupan                 Scope 2, and some Scope 3 emissions utilizing IPCC
       3 menggunakan metodologi IPCC dan GHG                      and GHG Protocol methodologies. Additionally, the
       Protocol, serta menerapkan berbagai inisiatif              company implements various mitigation initiatives
       mitigasi untuk mengendalikan dan menurunkan                designed to control and reduce emissions.
       emisi.

   B. Pengelolaan      Sumber     Daya     Alam    dan     B. Management of Natural Resources and the
      Lingkungan                                              Environment

   •   Penggunaan Air                                         •   Water Usage
       ABM mengelola penggunaan air secara                        ABM manages water usage responsibly through
       bertanggung jawab melalui izin resmi, pemantauan           official permits, monitoring water extraction and
       pengambilan dan pembuangan air, pengolahan                 disposal processes, treating wastewater prior to
       air limbah sebelum dilepas ke lingkungan, serta            its release into the environment, and conducting
       pengujian kualitas air secara berkala.                     regular water quality assessments.
   •   Keanekaragaman Hayati                                  •   Biodiversity
       ABM berkomitmen melindungi ekosistem di                    ABM is committed to protecting the surrounding
       sekitar wilayah operasional melalui pelaksanaan            ecosystem of the operational area through the
       RKL-RPL dan UKL-UPL, rehabilitasi dan reklamasi            implementation of RKL-RPL and UKL-UPL, as well
       lahan, serta Perusahaan melakukan pendekatan               as land rehabilitation and reclamation initiatives.
       yang mempertimbangkan karakteristik ekologis               Additionally, the company adopts approaches
       setempat.                                                  that take into account the local environment’s
                                                                  ecological characteristics.

                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   47
Page 50
       Kinerja Lingkungan
       Environmental Performance




   •   Operasi Lingkungan (Pengelolaan Limbah)               •   Environmental Operations (Waste)
       ABM mengelola limbah B3 dan non-B3 berdasarkan            ABM manages hazardous and non-hazardous
       jenis dan karakteristiknya melalui pemilahan,             waste according to their types and characteristics
       pencatatan, penyimpanan sementara, serta                  through sorting, recording, temporary storage,
       pengangkutan dan pengolahan oleh pihak ketiga             transportation, and processing by licensed
       berizin, disertai upaya pencegahan pencemaran             third parties, accompanied by efforts to prevent
       dan pemanfaatan kembali limbah tertentu.                  pollution and reuse of certain waste materials.

   Seluruh kebijakan dan implementasi aspek-                 All policies and implementation aspects outlined
   aspek di atas dipantau secara berkala oleh fungsi         above are regularly monitored by the HSE function and
   HSE dan manajemen, serta dilaporkan kepada                management. These are subsequently reported to the
   Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian                Board of Directors and the Board of Commissioners
   dari mekanisme evaluasi kinerja dan perbaikan             as part of the performance evaluation and continuous
   berkelanjutan.                                            improvement mechanism.

Biaya lingkungan Hidup [SEOJK F.4][NDAQ E10]              Environmental Costs [SEOJK F.4][NDAQ E10]
Perusahaan mengalokasikan biaya lingkungan sebagai        The Company allocates environmental costs as part of
bagian dari komitmen dalam mengelola dampak               its commitment to responsibly manage the environmental
operasional secara bertanggung jawab. Pada tahun          impacts of its operations. In 2025, total environmental
2025, total biaya lingkungan yang dikeluarkan mencapai    expenditure amounted to Rp13.27 billion (equivalent to
Rp13,27 miliar (setara dengan sekitar US$0,79 miliar      approximately US$0.79 billion based on an exchange rate
berdasarkan kurs Rp16.781,90), yang mencakup kegiatan     of Rp16,781.90), covering hazardous and non-hazardous
pengelolaan limbah B3 dan non-B3, pemantauan dan          waste management, environmental quality monitoring and
pengelolaan kualitas lingkungan, pengukuran lingkungan    management, workplace environmental measurements, as
kerja, serta pelaksanaan program reklamasi, revegetasi,   well as the implementation of reclamation, revegetation,
dan pengendalian dampak lingkungan lainnya.               and other environmental impact mitigation programs.




 48              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 51
Pengelolaan Energi dan Emisi
Energy and Emissions Management

Konsumsi Energi                                                 Energy Consumption
Pengelolaan energi merupakan bagian integral                    Energy management is an integral part of ABM’s
dari strategi ABM dalam meningkatkan efisiensi                  strategy to improve operational efficiency while reducing
operasional sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.             greenhouse gas emissions. This approach aligns with
Pendekatan ini sejalan dengan komitmen Perusahaan               the Company’s commitment to deliver energy that
dalam menghadirkan energi yang memberikan manfaat               yields sustainable benefits, wherein increased energy
secara berkelanjutan, di mana peningkatan efisiensi             efficiency across all operational facets directly reduces
energi di setiap lini operasi berkontribusi langsung            emission intensity. Energy management is systematically
terhadap pengurangan intensitas emisi. Pengelolaan              implemented across all entities through internal
energi diterapkan secara konsisten di seluruh entitas           policies and procedures aligned with governmental
melalui kebijakan dan prosedur internal yang mengacu            regulations, including the Minister of Energy and Mineral
pada ketentuan pemerintah, termasuk Peraturan                   Resources Regulation No. 8 of 2025 concerning Energy
Menteri ESDM No. 8 Tahun 2025 tentang Manajemen                 Management, as well as international best practices. [GRI
Energi, serta praktik terbaik internasional. [GRI 302-1]        302-1] [SEOJK F.6] [NDAQ E3]
[SEOJK F.6] [NDAQ E3]


Energi yang digunakan Grup ABM terutama berasal dari            The energy consumption of the ABM Group mainly
bahan bakar minyak untuk pengoperasian alat berat               comes from fuel oil used to operate heavy equipment
dan kendaraan operasional, serta energi listrik untuk           and operational vehicles, as well as electricity used
mendukung aktivitas produksi dan fasilitas penunjang.           for production activities and supporting infrastructure.
Berbagai inisiatif efisiensi energi dijalankan secara           Numerous energy efficiency initiatives are continually
berkelanjutan, antara lain penggunaan Biosolar B40              implemented, including adopting Biosolar B40 in 2025,
di tahun 2025, pembatasan pengisian ulang bahan                 limiting daily fuel refills, standardizing equipment
bakar harian, standarisasi parameter operasional                operational parameters, replacing traditional lighting
peralatan, penggantian lampu konvensional dengan                with LED lighting, installing solar-powered Public Street
lampu LED, pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU)               Lighting (PJU), optimizing natural light through skylights
berbasis panel surya, optimalisasi pemanfaatan cahaya           in warehouses, and regulating electricity consumption
alami melalui skylight di fasilitas pergudangan, serta          in employee dormitories. These initiatives have led
pengendalian konsumsi listrik di mess karyawan.Melalui          to a reduction in energy consumption by 1.6 million
inisiatif ini, ABM telah mengurangi energi sebesar 1,6          gigajoules. [GRI 302-1] [GRI 302-4] [SEOJK F.7] [NDAQ E5]
juta Gigajoule. [GRI 302-1] [GRI 302-4] [SEOJK F.7] [NDAQ E5]

Pengukuran konsumsi energi dilakukan secara                     Energy consumption measurement is systematically
sistematis menggunakan kWh meter untuk listrik dan              conducted systematically using kWh meters for
flow meter untuk bahan bakar di masing-masing lokasi            electricity and flow meters for fuel at each operational
operasional, dengan perhitungan yang mengacu pada               site, with calculations based on the methodologies and
metodologi dan standar IPCC AR 5 tahun 2014 ( CO2,              standards outlined in IPCC AR5 2014 (CO2, N2O, CH4)
N2O , CH4) dan GHG Protocol. Faktor konversi energi             and the GHG Protocol. The energy conversion factors
yang digunakan juga mengacu pada standar tersebut               used also refer to these standards to ensure data
untuk memastikan konsistensi dan keterbandingan                 consistency and comparability across different periods.
data antar periode. [GRI 302-1] [GRI 302-5] [NDAQ E3]           [GRI 302-1] [GRI 302-5] [NDAQ E3]


Saat ini, pengumpulan data terkait konsumsi energi              Currently,   data    collection regarding   energy
dari sumber eksternal masih dalam proses konsolidasi            consumption from external sources is still being
di seluruh entitas usaha ABM. Perseroan terus                   consolidated across all ABM business entities. The
melakukan koordinasi dengan unit operasional terkait            Company continues to coordinate with the relevant
untuk memastikan kelengkapan dan akurasi data                   operational units to ensure data completeness and
sebelum dilakukan pelaporan secara menyeluruh. [GRI             accuracy before comprehensive reporting. [GRI 302-2]
302-2] [NDAQ E4]                                                [NDAQ E4]




                                                                            2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                          49
Page 52
       Kinerja Lingkungan
       Environmental Performance




Pemantauan dan evaluasi pengelolaan energi                    Monitoring and evaluation of energy management are
dilakukan oleh fungsi Health, Safety, and Environment         conducted by the Health, Safety, and Environment (HSE)
(HSE) di setiap entitas anak melalui pelaporan rutin          function in each subsidiary through regular reporting
dan capaian Key Performance Indicators (KPI). Untuk           and the achievement of Key Performance Indicators
memastikan perbandingan kinerja yang setara di                (KPIs). To facilitate comparability of performance across
seluruh lini usaha, ABM menghitung intensitas energi          all business lines, ABM calculates energy intensity
berdasarkan pendapatan, sehingga memungkinkan                 relative to revenue, allowing for consistent oversight of
pemantauan efisiensi energi secara konsisten di               energy efficiency across the Group. [GRI 302-3] [NDAQ E4]
seluruh Grup. [GRI 302-3] [NDAQ E4]

Pada tahun 2025, tercatat adanya penurunan konsumsi           In 2025, a reduction in energy consumption was
energi yang terutama dipengaruhi oleh perubahan               documented, primarily attributable to modifications in
aktivitas operasional pada salah satu entitas, yaitu TIA.     operational activities at a specific entity, namely TIA.
Sejak tahun 2025, TIA tidak lagi menjalankan kegiatan         Since 2025, TIA has ceased its production operations
operasi produksi dan hanya melanjutkan proses                 and solely maintains the remaining coal shipping
pengiriman batu bara yang tersisa. Perubahan ruang            process. This scope change directly contributed to the
lingkup kegiatan ini secara langsung berdampak pada           reduction in energy needs compared to the previous
penurunan kebutuhan energi dibandingkan tahun                 year.
sebelumnya.

Sejalan dengan hal tersebut, meskipun Perusahaan              In this context, although the Company has not yet
belum menetapkan angka penurunan konsumsi energi              established a specific quantitative target for the
secara kuantitatif, berbagai inisiatif efisiensi yang         reduction in energy consumption, various efficiency
diterapkan telah berkontribusi pada pengendalian              initiatives that have been implemented have contributed
pertumbuhan konsumsi energi dan peningkatan                   to regulating the growth of energy consumption and
efisiensi penggunaan energi operasional dibandingkan          enhancing operational energy efficiency relative to
kondisi tanpa inisiatif tersebut. Selain itu, melalui AJN,    conditions without these initiatives. Furthermore,
ABM memproduksi dan menjual listrik dari sumber               through AJN, ABM produces and sells electricity
energi terbarukan kepada pihak eksternal, yang                generated from renewable energy sources to external
merepresentasikan pengurangan kebutuhan energi                parties, thus representing a decrease in energy needs
dari sumber tidak terbarukan pada tingkat pengguna            from non-renewable sources at the end-user level and
akhir serta mendukung efisiensi energi secara tidak           indirectly supporting energy efficiency externally. [GRI
langsung di luar organisasi. [GRI 302-4] [GRI 302-5] [SEOJK   302-4] [GRI 302-5] [SEOJK F.7] [NDAQ E5]
F.7] [NDAQ E5]




 50              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 53
Konsumsi Bahan Bakar Total dalam Organisasi dari Sumber Daya Terbarukan [GRI 302-1B]
Total Fuel Consumption within the Organization from Renewable Sources

Konsumsi Energi Sumber Daya Terbarukan                           Satuan
                                                                                  2023                   2024                       2025
Energy Consumption of Renewable Resources                         Unit
Mining Value Chain (MVC)
Bio Solar*
                                                                   liter     102.591.222,11      126.893.555,27                 125.283.306,12
Bio Solar*
Konsumsi Energi
                                                                gigajoule     3.587.241,93         4.247.569,31                  4.135.197,13
Energy Consumption
Panel Surya
                                                                  kWh           8.486,93                25.910                     236.302
Solar Panel
Konsumsi Energi (Panel Surya)
                                                                gigajoule         30,55                 93,28                      850,69
Energy Consumption (Solar Panel)
Logistics, Engineering, New Business (LENB)
Bio Solar*
                                                                   liter       374.668,04           884.888,21                   2.775.712,87
Bio Solar*
Konsumsi Energi
                                                                gigajoule       13.410,39             31.654,74                   99.599,44
Energy Consumption
Panel Surya
                                                                  kWh               -                       -                    135.370,00
Solar Panel
Konsumsi Energi (Panel Surya)
                                                                gigajoule           -                       -                      487,33
Energy Consumption (Solar Panel)
Total Konsumsi Bio Solar
                                                                   liter     102.965.890,15      127.778.443,48                 128.059.018,99
Total Consumption of Bio Solar
Total Konsumsi Panel Surya
                                                                  kWh           8.486,93             25.910,00                   371.672,00
Total Consumption of Solar Panel
Total Konsumsi Sumber Terbarukan dalam 0rganisasi
Total Consumption of Renewable Sources within the               gigajoule    3.600.682,87          4.279.317,33                 4.236.134,59
Organization
Catatan | Note:
* Penggunaan biosolar meningkat secara bertahap, dari B30 dan B35 pada tahun 2023, menjadi B35 pada tahun 2024, serta
B40 pada tahun 2025, mengikuti kebijakan peningkatan campuran bahan bakar nabati.
* The use of biosolar is gradually increasing, transitioning from B30 and B35 in 2023, to B35 in 2024, and B40 in 2025, in
alignment with policy objectives to increase the use biofuel blending.
* Bio Solar dikategorikan sebagai partially renewable blend. Untuk perhitungan energi terbarukan dari biodiesel, hanya
kandungan bio (bio content) yang dihitung, tidak termasuk komponen berbasis fosil. Perhitungan emisi mengacu pada GHG
Protocol dan IPCC Assessment Report AR5 (2014) (CO₂, N₂O, dan CH₄).
* Bio Solar is classified as a partially renewable blend. For renewable energy calculations from biodiesel, only the bio content is
considered, excluding the fossil-based component. Emissions are calculated based on the GHG Protocol and IPCC Assessment
Report AR5 (2014) (CO₂, N₂O, and CH₄).




              39,9%
              Sumber energi
              terbarukan
              Renewable energy
              sources

                 4.236.134,59 GJ


              60,1%
              Sumber energi
              tidak terbarukan
              Non-Renewable
              energy sources

                 6.382.194,65 GJ




                                                                                2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                            51
Page 54
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




Konsumsi Energi Sumber Daya Tak Terbarukan                 Satuan
                                                                          2023               2024              2025
Energy Consumption of Non-Renewable Resources               Unit
Mining Value Chain (MVC)
Bio Solar (B0)
                                                            liter     239.379.518,26     235.659.459,79    187.924.959,18
Bio Solar (B0)
Konsumsi Energi (B0)
                                                          gigajoule    8.370.231,17       7.888.343,00      6.202.795,70
Energy Consumption

Konsumsi Listrik                                            kWh        7.566.252,78       3.000.332,00      3.261.836,00
Electricity Consumption                                   gigajoule     27.229,07          10.801,50         11.742,85
Logistics, Engineering, New Business (LENB)
Bio Solar (B0)
                                                            liter      874.225,44         1.643.363,82      4.163.569,30
Bio Solar (B0)
Konsumsi Energi (B0)
                                                          gigajoule     31.290,91          58.787,38         149.399,15
Energy Consumption

Konsumsi Listrik                                            kWh        5.051.138,00       5.681.767,00      4.770.250,00
Electricity Consumption                                   gigajoule      18.184,09         20.454,33         18.256,95
Total Konsumsi BBM
                                                            liter     240.253.743,69     237.302.823,61    192.088.528,48
Total Fuel Consumption
Total Konsumsi Listrik
                                                            kWh        12.617.390,78      8.682.099,00     8.032.086,00
Total Electricity Consumption
Total Konsumsi Sumber Tidak Terbarukan Dalam Organisasi
Total Consumption of Non-Renewable Sources In the         gigajoule   8.446.935,24       7.978.386,20      6.382.194,65
Organization


Intensitas Energi dalam Organisasi
Energy Intensity within the Organization

Keterangan                                                 Satuan
                                                                          2023               2024              2025
Description                                                 Unit
Total Energi
                                                          gigajoule      12.047.618,11     12.257.703,53     10.618.329,24
Total Energy
Total Pendapatan Bersih
                                                            US$        1.492.998.856       1.200.132.454     1.038.170.254
Total Net Revenue
Intensitas Energi dalam Organisasi [GRI 302-3]
                                                          GJ/US$               0,0081            0,0102            0,0102
Energy Intensity within the Organization




 52              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 55
Emisi GRK                                                  GHG Emissions
Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) merupakan isu                   Greenhouse Gas (GHG) Emissions constitute a
material bagi ABM mengingat keterkaitannya dengan          material issue for ABM, as they relate to operational
keberlanjutan operasional, kinerja lingkungan, dan         sustainability, environmental performance, and the
agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon.              transition towards a low-carbon economy. Climate
Perubahan iklim menjadi perhatian utama para               change has emerged as a foremost concern among
pemangku kepentingan, sehingga ABM berkomitmen             stakeholders; consequently, ABM is committed to
mengelola dampak lingkungan secara bertanggung             responsibly managing environmental impacts through
jawab melalui pengendalian dan pengurangan emisi           controlling and reducing GHG emissions as part of
GRK sebagai bagian dari praktik bisnis berkelanjutan.      sustainable business practices. [SEOJK F.11] [NDAQ E1]
[SEOJK F.11] [NDAQ E1]


Penghitungan emisi dilakukan untuk Cakupan 1 (emisi        Emissions calculations were performed for Scope 1
langsung) dan Cakupan 2 (emisi tidak langsung dari         (direct emissions) and Scope 2 (indirect emissions from
konsumsi energi), serta sebagian Cakupan 3, dengan         energy consumption), along with a portion of Scope 3,
menggunakan pendekatan kontrol finansial. Seluruh          employing a financial control approach. All calculations
perhitungan mengacu pada IPCC AR 5 tahun 2014              adhere to the 2014 IPCC AR5 and GHG Protocol,
dan GHG Protocol, serta menggunakan faktor emisi           utilizing emission factors established by the Ministry
yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM. Sumber              of Energy and Mineral Resources. The main sources of
emisi utama berasal dari pembakaran bahan bakar            emissions originate from the combustion of diesel fuel
solar pada alat berat dan kendaraan operasional, serta     in heavy machinery and operational vehicles, as well
konsumsi listrik untuk mendukung kegiatan tambang,         as electricity consumption to support mining activities,
fasilitas operasional, dan sarana pendukung. [GRI 305-1]   operational facilities, and supporting infrastructure. [GRI
[GRI 305-2] [GRI 305-3] [SEOJK F.11] [NDAQ E1]             305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [SEOJK F.11] [NDAQ E1]


ABM menetapkan tahun 2022 sebagai tahun dasar              ABM designated 2022 as the baseline year for
perhitungan emisi seiring dengan penyempurnaan             emission calculations in line with the refinement of
metodologi dan perubahan struktur usaha. Data emisi        the methodology and modifications in the business
dihimpun dari catatan penggunaan bahan bakar dan           structure. Emission data are collected from fuel usage
konsumsi listrik yang dikonversi menjadi emisi CO₂e        records and electricity consumption, which are then
menggunakan faktor emisi yang relevan. Pemantauan          converted into CO₂e emissions using relevant emission
dilakukan secara berkala untuk memastikan keandalan        factors. Monitoring is conducted periodically to ensure
data serta mengevaluasi tren emisi dari waktu ke           data reliability and to evaluate emission trends over
waktu. [GRI 305-4] [GRI 305-6] [SEOJK F.12]                time. [GRI 305-4] [GRI 305-6] [SEOJK F.12]

Selain pengelolaan emisi gas rumah kaca, ABM juga          In addition to managing greenhouse gas emissions,
menyadari risiko lingkungan yang ditimbulkan oleh          ABM recognizes the environmental risks associated
penggunaan Ozone-Depleting Substances (ODS)                with the use of ozone-depleting substances (ODS) and
dan berkomitmen untuk mendukung kebijakan                  is committed to supporting governmental policies aimed
pemerintah dalam mengurangi penggunaannya.                 at reducing their use. In line with this commitment and
Sejalan dengan komitmen tersebut serta mengacu             in reference to Minister of Industry Regulation Number
pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor                 41/M-IND/PER/5/2014, which pertains to the prohibition
41/M-IND/PER/5/2014 tentang Larangan Penggunaan            of Hydrochlorofluorocarbon (HCFC-22 & HCFC-141b)
Hydrochlorofluorocarbon (HCFC-22 & HCFC-141b) di           usage in the industrial sector. In 2025, ABM refrained
sektor industri, hingga tahun pelaporan 2025 ABM tidak     from using ODS in our operations, resulting in zero ODS
menggunakan ODS dalam kegiatan operasionalnya,             consumption.
sehingga jumlah konsumsi ODS tercatat sebesar nol.

Sebagai langkah mitigasi berkelanjutan, Perusahaan         In the context of ongoing mitigation efforts, the Company
telah beralih ke senyawa yang lebih ramah lingkungan,      has transitioned to more environmentally friendly
seperti Hydrofluorocarbon (HFC), yang memiliki             compounds, such as Hydrofluorocarbons (HFCs),
nilai Ozone Depletion Potential (ODP) sebesar              which possess an Ozone Depletion Potential (ODP) of
nol. Penggunaan HFC ini merujuk pada regulasi              zero. The use of HFCs refers to regulations established
Environmental Protection Agency (EPA) (2023) serta         by the Environmental Protection Agency (EPA) (2023)




                                                                       2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                      53
Page 56
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




ketentuan Ozone Layer Protection (Substitutes for           and the Ozone Layer Protection (Substitutes for Ozone-
Ozone-Depleting Substances) yang menegaskan                 Depleting Substances) provisions, which affirm that
bahwa senyawa tersebut tidak berdampak terhadap             these substances do not affect the ozone layer.
lapisan ozon.

Melalui langkah ini, ABM tidak hanya memastikan             Through this stage, ABM not only ensures compliance
kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, tetapi juga       with relevant regulations but also contributes to global
berkontribusi dalam perlindungan lingkungan global,         environmental preservation, particularly in maintaining
khususnya dalam menjaga keberlanjutan lapisan               the sustainability of atmospheric layers and supporting
atmosfer dan mendukung upaya mitigasi perubahan             initiatives aimed at mitigating climate change. [GRI 305-6]
iklim. [GRI 305-6] [SEOJK F.12]                             [SEOJK F.12]


Dalam upaya menurunkan emisi, ABM menerapkan                To reduce emissions, ABM implements various
berbagai inisiatif mitigasi di seluruh unit bisnis,         mitigation initiatives across its business units, including
antara lain penggunaan biodiesel (B40), peningkatan         the utilization of biodiesel (B40), improving fuel
efisiensi bahan bakar melalui standarisasi parameter        efficiency through the standardization of operational
operasional, pemanfaatan energi surya dan energi            parameters, utilizing solar energy and biogas,
biogas, digitalisasi pelaporan lingkungan, serta            digitalizing environmental reporting, and rehabilitating
rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang. Di           and reclaiming post-mining lands. At the operational
tingkat operasional, CK mengoperasikan Pembangkit           level, CK manages an off-grid Solar Power Plant (PLTS)
Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan sistem          equipped with a battery system (CBESS) at the CK KIM
baterai (CBESS) di site CK KIM, Provinsi Jambi, untuk       site in Jambi Province to support the site’s electricity
mendukung kebutuhan listrik fasilitas operasional           needs, whilst concurrently reducing indirect emissions
sekaligus mengurangi emisi tidak langsung dan biaya         and long-term energy costs. [GRI 305-5] [SEOJK F.12] [NDAQ
energi jangka panjang. [GRI 305-5] [SEOJK F.12] [NDAQ E1]   E1]


Selain itu, penerapan biodiesel B40 pada alat berat         Furthermore, the implementation of B40 biodiesel
dan kendaraan operasional turut berkontribusi pada          in heavy machinery and operational vehicles further
penurunan intensitas emisi dibandingkan penggunaan          facilitates a reduction in emission intensity relative to
solar konvensional. Optimalisasi rute dan ritase            traditional diesel fuel. Additionally, route optimization
melalui pengaturan jarak tempuh dan waktu tunggu            and load scheduling aimed at managing travel
alat angkut, termasuk pemanfaatan sistem digital            distances and wait times for transportation equipment,
seperti menggunakan MineStar, juga dilakukan untuk          including the use of digital systems such as MineStar
meningkatkan efisiensi operasional dan menekan              are implemented to improve operational efficiency and
konsumsi bahan bakar. [SEOJK F.11] [NDAQ E1]                reduce fuel consumption. [SEOJK F.11] [NDAQ E1]

Pengelolaan emisi ABM diselaraskan dengan komitmen          ABM emission management aligns with both national
nasional dan internasional, termasuk target penurunan       and international commitments, including Indonesia’s
emisi Indonesia sebesar 31,89% serta target Net Zero        emission reduction target of 31.89% and the Net Zero
Emissions pada tahun 2060, sebagaimana tercantum            Emissions target by 2060, as outlined in the Nationally
dalam Nationally Determined Contribution (NDC).             Determined Contribution (NDC). Additionally, ABM also
ABM juga mendukung tujuan Perjanjian Paris untuk            supports the objectives of the Paris Agreement to limit
membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C.                global temperature rise below 2°C. Using 2022 as the
Dengan menjadikan tahun 2022 sebagai tahun dasar            baseline year, ABM sets a target to reduce greenhouse
(baseline), ABM menetapkan target penurunan emisi           gas (GHG) emissions by 5% by 2030.
Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 5% yang akan dicapai
pada tahun 2030.

Pemantauan dan evaluasi emisi dilakukan secara              Monitoring and evaluating emissions are regularly
berkala oleh fungsi Health, Safety, and Environment         carried out by the Health, Safety, and Environment (HSE)
(HSE) di masing-masing entitas anak. Hasil                  functions at each subsidiary. The results are routinely
pemantauan tersebut dilaporkan secara rutin kepada          reported to management and the Board of Directors as
manajemen dan Direksi sebagai bagian dari mekanisme         part of governance mechanisms and environmental Key
tata kelola serta evaluasi Key Performance Indicators       Performance Indicators (KPIs). Through the operation
(KPI) lingkungan. Melalui pengoperasian Pembangkit          of Biogas Power Plants (PLTBg) by the ND Group in
Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) oleh Grup ND




 54             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 57
di Kalimantan Selatan, ABM turut mencegah pelepasan      South Kalimantan, ABM contributes to the mitigation of
emisi GRK melalui pemanfaatan gas metana,                GHG emissions by harnessing methane gas while also
sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih        supporting more sustainable waste management. [GRI
berkelanjutan. [GRI 305-7] [SEOJK F.12]                  305-7] [SEOJK F.12]


Penurunan emisi GRK Langsung (Cakupan 1) pada            The reduction in direct GHG emissions (Scope 1)
tahun 2025 terutama didorong oleh turunnya               projected for 2025 was primarily driven by decreased
penggunaan bahan bakar, khususnya pada entitas           fuel usage, especially at TIA entities. Since 2025 have
TIA yang sejak 2025 tidak lagi melakukan operasi         no longer conducted production operations and are
produksi dan hanya melanjutkan proses pengiriman         solely engaged in the process of remaining coal. This
sisa batu bara. Perubahan aktivitas operasional          shift in operational activities resulted in a significant
tersebut menyebabkan penurunan konsumsi energi           decrease in energy consumption compared to 2024,
yang signifikan dibandingkan tahun 2024, sehingga        making it the main contributor to the emission reduction.
menjadi kontributor utama terhadap turunnya emisi.

Pada tingkat Grup, emisi GRK cakupan 1 menurun           At the Group level, Scope 1 emissions decreased
secara signifikan dari 28.544,36 ton CO₂eq pada 2024     substantially from 28,544.36 tons of CO₂e in 2024 to
menjadi 2.961,71 ton CO₂eq pada 2025. Tren serupa        2,961.71 tons of CO₂e in 2025. A corresponding trend
juga terlihat pada Unit Bisnis Mining Value Chain        is also evident within the Mining Value Chain (MVC)
(MVC), di mana emisi GRK Cakupan 1 langsung kotor        Business Unit, where gross Scope 1 GHG emissions
menurun dari 27.591,17 ton CO₂eq pada 2024 menjadi       declined from 27,591.17 tons of CO₂e in 2024 to 2,133.46
2.133,46 ton CO₂eq pada 2025.                            tons of CO₂e in 2025.

Selain dampak utama dari berkurangnya aktivitas          In addition to the primary reduction in PT TIA production
produksi PT TIA, penurunan emisi ini juga didukung       activities, this decrease in emissions was further
oleh peningkatan porsi penggunaan biosolar, dari B30     supported by an increased proportion of biodiesel
menjadi B35 pada 2024 dan selanjutnya meningkat          usage, transitioning from B30 to B35 in 2024, and
dari B35 menjadi B40 pada 2025. Kenaikan campuran        subsequently from B35 to B40 in 2025. The higher
biodiesel tersebut menurunkan faktor emisi bahan         biodiesel blend lowered the fuel emission factor,
bakar, sehingga semakin memperkuat penurunan total       thereby further strengthening the overall emission
emisi dibandingkan tahun sebelumnya.                     reduction compared to the previous year.

Intensitas Emisi                                         Emissions Intensity
Sebagai bagian dari pengelolaan kinerja lingkungan,      In the context of environmental performance
ABM memantau intensitas emisi GRK untuk menilai          management, ABM monitors GHG emission intensity
efektivitas pengendalian emisi secara relatif terhadap   to assess the effectiveness of emission controls
skala usaha. Intensitas emisi dihitung dengan            relative to the scale of operations. Emission intensity
membandingkan total emisi GRK terhadap pendapatan,       is determined by comparing total GHG emissions
sehingga memungkinkan perbandingan yang relevan          to revenue, facilitating comparisons across ABM’s
di seluruh lini bisnis ABM yang mencakup sektor          diverse business lines, including mining, logistics, and
pertambangan, logistik, dan energi baru terbarukan.      renewable energy. This approach helps ensure year-
Pendekatan ini digunakan untuk memastikan                over-year performance comparability and supports
keterbandingan kinerja dari tahun ke tahun serta         strategic decision-making in emission management.
mendukung pengambilan keputusan strategis dalam          [GRI 305-4] [NDAQ E2]
pengelolaan emisi. [GRI 305-4] [NDAQ E2]

Pemantauan intensitas emisi dilakukan secara             Emission intensity monitoring is conducted regularly by
berkala oleh fungsi HSE, dengan gas rumah kaca           the HSE function, including greenhouse gases such as
yang diperhitungkan meliputi CO₂, CH₄, dan N₂O,          CO₂, CH₄, and N₂O, following the guidelines outlined
sesuai dengan ketentuan IPCC AR 5 dan GHG                by the IPCC AR 5 and the GHG Protocol. The results of
Protocol. Evaluasi hasil pemantauan menjadi dasar        this monitoring are used as a basis for the Company to
bagi Perusahaan dalam memperkuat inisiatif efisiensi     enhance operational efficiency initiatives and support
operasional dan mendukung pencapaian target              ongoing emission-intensity reduction targets. [GRI 305-
pengurangan intensitas emisi secara berkelanjutan.       6] [NDAQ E2]
[GRI 305-6] [NDAQ E2]




                                                                    2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   55
Page 58
       Kinerja Lingkungan
       Environmental Performance




Emisi GRK (ton CO2eq)
GHG Emissions (ton CO2eq)

Unit Bisnis
                                                                                       2023                    2024                    2025
Business Unit
Mining Value Chain (MVC)
Emisi GRK Cakupan 1 langsung kotor
                                                                                    85.926,80                27.591,18               2.133,46
Gross direct (Scope 1) GHG emissions
Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung kotor
                                                                                     7.967,76                3.392,32                3.896,87
Gross location-based energy indirect (Scope 2) GHG emissions
Logistics, Engineering, New Business (LENB)
Emisi GRK Cakupan 1 langsung kotor
                                                                                     3.496,83                 953,18                  828,25
Gross direct (Scope 1) GHG emissions
Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung kotor
                                                                                     4.094,69                5.760,03                5.309,35
Gross location-based energy indirect (Scope 2) GHG emissions
Total Emisi GRK Cakupan 1 langsung kotor
                                                                                    89.423,63               28.544,36                2.961,71
Total Gross direct (Scope 1) GHG emissions
Total Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung kotor
Total Gross location-based energy indirect (Scope 2) GHG                            12.062,45                9.152,35                9.206,22
emissions
Total Emisi GRK (Cakupan 1 & 2)
                                                                                   101.486,09               37.696,70                12.167,93
Total GHG Emission (Scope 1&2)
Intensitas Emisi (ton CO2eq/US$) [GRI 305-4]                                        0,000068               0,0000314                0,0000117
*Catatan: Total emisi GRK tahun 2025 mengalami penurunan signifikan terutama disebabkan oleh berhentinya kegiatan produksi PT TIA yang
berdampak pada turunnya konsumsi bahan bakar secara material, serta peningkatan penggunaan biosolar dengan campuran yang lebih tinggi
(hingga B40) yang berkontribusi pada penurunan faktor emisi.
*Note: The total GHG emissions in 2025 show a significant decrease, primarily due to the cessation of PT TIA’s production activities, which materially
impacts fuel consumption. Additionally, there is an increased use of biodiesel with higher blends (up to B40), contributing to a reduction in emission
factors.




 56               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 59
Emisi GRK | GHG Emissions [GRI 305-1] [GRI 305-2] [GRI 305-3] [GRI 305-4] [SEOJK F.11] [SEOJK F.12]

                      Keterangan                               Satuan
                                                                                       2023                 2024                     2025
                      Description                               Unit
Emisi Gas Rumah Kaca Langsung (Cakupan 1)
                                                               tCO2eq            89.423,63               28.544,36                  2.961,71
Direct (Scope 1) GHG Emissions
Pembakaran Stasioner
                                                               tCO2eq             4.806,94                5.176,39                   536,39
Stationary Combustion
Pembakaran kendaraan
                                                               tCO2eq             84.616,69              23.367,97                  2.425,32
Mobile Combustion
Emisi Gas Rumah Kaca Tidak Langsung (Cakupan 2)
                                                               tCO2eq             12.062,45               9.152,35                  9.206,22
Energy Indirect (Scope 2) GHG emissions
Konsumsi Listrik
                                                               tCO2eq             12.062,45               9.152,35                  9.206,22
Electricity Consumption
Emisi Gas Rumah Kaca Tidak Langsung Lainnya
(Cakupan 3)                                                    tCO2eq              11.115,77             19.889,03                  9.780,89
Other indirect (Scope 3) GHG emissions
Transportasi dan Distribusi Hilir
                                                               tCO2eq              11.115,77              19.882,71                 9.780,89
Downstream Transportation and Distribution
Perjalanan Dinas (BOD)
                                                               tCO2eq                   N/A                  6,32                     N/A
Business Travel (BOD)
Total Emisi Gas Rumah Kaca (Cakupan 1, 2, dan 3)
                                                              tCO2eq             101.486,09              37.696,71                  12.167,93
Total GHG Emission (Scope 1,2 &3)

Catatan: Data emisi cakupan 3 perjalanan dinas pada tahun 2025 masih dalam proses pengumpulan.
Note: Scope 3 emissions from business travel for 2025 are currently being collected.

Emisi Udara yang Signifikan [GRI 305-7]
Significant Air Emissions

                                                 Baku                                                    TIA
 Pengukuran Kadar Emisi                          Mutu          Satuan
 Emissions Measurement                          Quality         Unit               2023                 2024                        2025
                                               Standards
Lokasi Tambang
Mine Location
Kadar Emisi Nitrogen Dioksida ( NO2)
                                                  <200        mg/Nm3                   161                161                       4,77
Nitrogen Dioxide (NO2) Emission Levels
Kadar Emisi Karbon Monoksida (CO)
                                                <10.000       mg/Nm3               1.199                1.199                       35,54
Carbon Monoxide (CO) Emission Levels
Lokasi Pelabuhan
Port Location
Kadar Emisi Nitrogen Dioksida ( NO2)
                                                  <200        mg/Nm3                   146               147                         11,2
Nitrogen Dioxide (NO2) Emission Levels
Kadar Emisi Karbon Monoksida (CO)
                                                <10.000       mg/Nm3              58,46                   72                        30,9
Carbon Monoxide (CO) Emission Levels
Lokasi Penunjang
Facilities Location
Kadar Emisi Nitrogen Dioksida ( NO2)                                                                                           Tidak diukur*
                                                  <200        mg/Nm3                   162               162
Nitrogen Dioxide (NO2) Emission Levels                                                                                         Not measured*
Kadar Emisi Karbon Monoksida (CO)                                                                                              Tidak diukur*
                                                <10.000       mg/Nm3               1.202                1.202
Carbon Monoxide (CO) Emission Levels                                                                                           Not measured*
*Catatan: Kualitas udara diambil sampel di titik dengan potensi pencemaran tertinggi
*Note: Air quality sample taken in the most vulnerable spot




                                                                                         2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                            57
Page 60
     Kinerja Lingkungan
     Environmental Performance




Inisiatif Pengurangan Emisi dan Efisiensi Energi [GRI 305-5]   Emissions and Energy Reduction Initiatives [GRI 305-5]

Sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan                As part of climate change mitigation, ABM consistently
iklim, ABM secara konsisten menerapkan berbagai                implements various initiatives focused on reducing
inisiatif yang berfokus pada reduksi emisi Gas                 Greenhouse Gas emissions and decreasing energy
Rumah Kaca dan pengurangan konsumsi energi di                  consumption across all business entities. This
seluruh entitas usaha. Pendekatan ini mencakup                 approach includes utilizing renewable energy
pemanfaatan energi terbarukan, peningkatan efisiensi           sources, improving energy efficiency, operational
energi, optimalisasi operasional, serta transisi               optimization, and the transition to environmentally
penggunaan bahan bakar dan teknologi yang lebih                friendly fuels and technologies. These initiatives
ramah lingkungan. Inisiatif-inisiatif tersebut dirancang       are intended to gradually lower emission intensity
untuk menurunkan intensitas emisi secara bertahap,             while managing energy consumption and operational
sekaligus mengendalikan konsumsi energi dan biaya              expenses over the medium to long term.
operasional dalam jangka menengah hingga panjang.



Pengelolaan Solar Panel CK DMP – Kapasitas 200 Wp              CK DMP Solar Panel Management – 200 Wp Capacity

Sebagai wujud nyata komitmen CK DMP dalam                      As a tangible demonstration of CK DMP’s commitment
meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung              to improving energy efficiency and supporting the
transisi menuju sumber energi yang lebih bersih,               transition to cleaner energy sources, CK DMP has
CK DMP mengimplementasikan Pembangkit Listrik                  implemented a small-scale Solar Power Plant (PLTS)
Tenaga Surya (PLTS) skala kecil dengan kapasitas               with an installed capacity of 200 Watt-peak (Wp) in
terpasang 200 Wattpeak (Wp) di area parkir Light               the Light Vehicle (LV) parking area. This installation,
Vehicle (LV). Instalasi yang mulai beroperasi sejak            operational since June 2025, is designed as a pilot
Juni 2025 ini dirancang sebagai proyek percontohan             project that optimally utilizes open space while
yang memanfaatkan ruang terbuka secara optimal                 reducing reliance on conventional electricity supply.
sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan
listrik konvensional.

Dalam operasionalnya, sistem PLTS tersebut berfungsi           In its operation, the PLTS system functions reliably,
secara stabil dengan rata-rata waktu operasi sekitar 10        with an average operating time of about 10 hours
jam per hari dan mampu menghasilkan energi sebesar             per day and is capable of generating 1.5–2.0 kWh of
1,5–2,0 kWh per hari, bergantung pada intensitas               energy daily, contingent upon sunlight intensity and
radiasi matahari dan kondisi cuaca. Selama delapan             weather conditions. During the initial eight months
bulan pertama pengoperasian (Juni 2025 – Februari              of operation (June 2025 – February 2026), the
2026), energi yang dihasilkan telah dimanfaatkan               energy produced has been utilized to meet electrical
untuk memenuhi kebutuhan listrik pendukung di area             requirements within the parking area, notably for
parkir, khususnya untuk penerangan LED, sehingga               LED lighting, thereby contributing to the reduction of
membantu menekan konsumsi listrik dari sumber non-             electricity consumption from non-renewable sources.
terbarukan.

Melengkapi inisiatif tersebut, CK DMP juga menambah            Complementing this initiative, CK DMP has also
kapasitas panel surya untuk Penerangan Jalan Umum              increased the capacity of solar panels for Public Street
(PJU) di area operasional. Langkah ini tidak hanya             Lighting (PJU) within the operational area. This measure
mengurangi penggunaan solar pada lighting tower,               not only reduces the reliance on solar power for lighting
tetapi juga mencerminkan upaya berkelanjutan CK DMP            towers but also reflects CK DMP’s continuous efforts
dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan di              to expand renewable energy utilization at the site level.
tingkat site. Melalui pengembangan bertahap ini, CK            Through this phased development, CK DMP contributes
DMP berkontribusi dalam menurunkan jejak energi                to lowering fossil energy footprints, strengthening
fosil, memperkuat ketahanan energi operasional,                operational energy resilience, and supporting ABM’s
serta mendukung agenda keberlanjutan ABM secara                overall sustainability agenda.
keseluruhan.




58             S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 61
Efisiensi Energi melalui Infrastruktur dan              Energy Efficiency through Infrastructure and
Fasilitas Operasional                                   Operational Facilities

ABM menerapkan berbagai langkah efisiensi energi        ABM implements various energy efficiency
pada fasilitas operasional untuk mengendalikan          measures at operational facilities to control electricity
konsumsi listrik dan menurunkan emisi tidak             consumption and reduce indirect emissions. SSB
langsung. SSB secara bertahap melakukan                 gradually replaces fluorescent lamps with LED
penggantian lampu TL menjadi LED di area pabrik         lighting in factory areas to improve lighting efficiency
guna meningkatkan efisiensi pencahayaan dan             and lower electrical load. CKB upgrades its logistics
menurunkan beban listrik. CKB melengkapi fasilitas      facilities by installing skylights in five warehouses,
logistiknya dengan instalasi skylight di lima gudang,   maximizing natural light use and reducing the need
sehingga memaksimalkan pemanfaatan cahaya               for electric lighting during the day. These efforts
alami dan mengurangi kebutuhan penerangan listrik       help reduce energy consumption while continuously
pada siang hari. Upaya-upaya ini berkontribusi pada     enhancing operational efficiency.
pengurangan konsumsi energi sekaligus peningkatan
efisiensi operasional secara berkelanjutan.


Transisi Bahan Bakar dan Teknologi Rendah Emisi         Transition to Fuel and Low-Emission Technology

Sejalan dengan strategi transisi energi, ABM            In alignment with the energy transition strategy, ABM
mendorong penggunaan bahan bakar dan teknologi          encourages the use of environmentally friendly fuels
yang lebih ramah lingkungan untuk menurunkan            and technologies to reduce operational emission
intensitas emisi operasional. CK dan ATR                intensity. CK and ATR implement B40 biodiesel
menerapkan biodiesel campuran (B40) untuk alat          blends for heavy machinery and operational
berat dan kendaraan operasional, sejalan dengan         vehicles, in accordance with national renewable
kebijakan nasional energi terbarukan. Penerapan         energy policies. The adoption of B40 produces a
B40 memberikan dampak positif berupa penurunan          positive impact, reducing emissions intensity by
intensitas emisi sekitar 5–10% dibandingkan             approximately 5–10% in comparison to pure diesel
penggunaan solar murni, sekaligus mengurangi            and lessening dependence on fossil fuels. Moreover,
ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu,      ATR substitutes refrigerant R407C with R410A, which
ATR melakukan penggantian refrigeran dari R407C         exhibits superior energy efficiency and a lower Global
ke R410A, yang memiliki efisiensi energi lebih baik     Warming Potential (GWP), thereby contributing to
dan Global Warming Potential (GWP) yang lebih           the reduction of indirect emissions from cooling
rendah, sehingga mendukung pengurangan emisi            equipment.
tidak langsung dari penggunaan peralatan pendingin.




Optimalisasi Operasional dan Pengelolaan Aset           Operational Optimization and Asset Management

ABM juga menurunkan konsumsi energi dan emisi           ABM also reduces energy consumption and emissions
melalui peningkatan efisiensi operasional dan           through improved operational efficiency and asset
pengelolaan aset. CK menerapkan optimasi rute           management. CK applies route and haul cycle
dan ritase pengangkutan dengan dukungan aplikasi        optimization supported by the MineStar application
MineStar di site CK BMB, yang membantu mengurangi       at the CK BMB site, which assists in reducing travel
jarak tempuh, waktu tunggu, dan konsumsi bahan          distances, waiting times, and fuel consumption of
bakar dump truck. Optimalisasi ini berdampak pada       dump trucks. This optimization leads to a reduction in
penurunan intensitas emisi (kg CO₂ per ton batu bara    emission intensity (kg CO₂ per ton of coal per kilometer)
per kilometer) serta penghematan energi operasional.    as well as operational energy savings. Additionally, CKB
Sementara itu, CKB menyesuaikan masa pakai truk         adjusts the truck lifespan to 10 years to optimize asset
menjadi 10 tahun untuk mengoptimalkan pemanfaatan       utilization and reduce indirect emissions related to the
aset dan menekan emisi tidak langsung yang terkait      vehicle’s lifecycle.
dengan siklus hidup kendaraan.




                                                                   2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                59
Page 62
     Kinerja Lingkungan
     Environmental Performance




Pemantauan Kualitas Udara dan Kepatuhan Emisi           Air Quality Monitoring and Emissions Compliance

ABM memastikan kualitas udara dan pengendalian          ABM ensures air quality and emission control through
emisi udara melalui pemantauan rutin yang dilakukan     routine annual monitoring conducted at various
setiap tahun pada berbagai titik yang berpotensi        points potentially affected by operational activities.
terdampak aktivitas operasional. Pemantauan             The monitoring covers ambient air and emission
mencakup udara ambien serta sumber emisi                sources from work equipment, both mobile and
dari peralatan kerja, baik bergerak maupun tidak        stationary sources. The parameters measured refer to
bergerak. Parameter yang diukur mengacu pada            Government Regulation No. 22 of 2021, such as PM₁₀,
Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021, antara          SOₓ, NOₓ, and opacity. The results of these monitoring
lain PM₁₀, SOₓ, NOₓ, dan opasitas. Hasil pemantauan     results are thoroughly analyzed and reported to the
dianalisis dan dilaporkan kepada Kementerian            Ministry of Environment and Forestry (KLHK) through
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui           the holder of the Mining Business License (IUP), as
pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP), serta           well as independently by ABM business units with
secara mandiri oleh unit usaha ABM yang memiliki        RKL-RPL and UKL-UPL documentation to ensure
dokumen RKL-RPL dan UKL-UPL, guna memastikan            compliance with national air quality standards.
kepatuhan terhadap baku mutu nasional.



Inovasi dan Pengembangan Teknologi untuk                Innovation and Technology Development for
Penurunan Emisi [SEOJK F.26]                            Emission Reduction [SEOJK F.26]

Sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan,          As part of ongoing improvements, ABM continues
ABM terus mengevaluasi dan mengembangkan                to evaluate and develop the implementation of new
penerapan teknologi serta inisiatif baru untuk          technologies and initiatives aimed at diminishing air
menurunkan emisi udara. Salah satu fokus utama          emissions. One of the main focus is the development
adalah pengembangan dan replikasi PLTS dengan           and replication of a 638 kWp solar power plant
kapasitas 638 kWp dan baterai 1 MWh menggunakan         alongside a 1 MWh Battery using a Containerized
sistem penyimpanan berbasis Containerized               Battery Energy Storage System (CBESS) at the
Battery Energy Storage System (CBESS) di lokasi         Jambi operational site, with the objective of reducing
operasional Jambi, guna menurunkan emisi dari           emissions originating from fossil fuel-based power
pembangkitan listrik berbasis fosil. Selain itu,        generation. Furthermore, waste management
pengelolaan limbah dan program reklamasi lahan          and land reclamation programs are continuously
terus diperkuat sebagai bagian dari pendekatan          strengthened as part of an integrated approach to
terpadu untuk mengendalikan dampak lingkungan           mitigate environmental impacts and support the
dan mendukung penurunan emisi tidak langsung            sustainable reduction of indirect emissions.
secara berkelanjutan.



Transisi Energi melalui Pemasangan PLTS On-Grid         Energy Transition through On-Grid Solar Power
di Hub Samarinda                                        Plant Installation at Samarinda Hub

Sebagai bagian dari upaya mendukung transisi            In the ongoing efforts to support the transition
menuju energi bersih dan berkelanjutan, CKB memulai     towards clean and sustainable energy sources, CKB
proyek pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga             has commenced a project to install an On-Grid Solar
Surya (PLTS) On-Grid di fasilitas Hub Samarinda.        Power Plant (PLTS) at the Samarinda Hub facility.
Proyek ini dilaksanakan bekerja sama dengan Infin       The project is conducted in partnership with Infin
Energy sebagai mitra pelaksana dan menghadirkan         Energy, which serves as the implementation partner,
sistem PLTS atap berkapasitas 48 kWp. Sistem ini        and involves the deployment of a 48 kWp rooftop
diproyeksikan mampu menghemat hingga 30%                solar system. This system is projected to save up to
konsumsi listrik tahunan dari total kebutuhan listrik   reduce the hub’s annual electricity consumption by
hub tersebut, sekaligus mencerminkan komitmen CKB       up to 30%, reflecting CKB commitment to improving
dalam meningkatkan efisiensi energi dan pengurangan     energy efficiency and reducing emissions through
emisi melalui penerapan teknologi ramah lingkungan.     the adoption of environmentally friendly technology.




60             S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 63
Pemanfaatan Energi Surya di Entitas Lain Grup              Utilization of Solar Energy in Other Entities of ABM
ABM                                                        Group

Sebagai bagian dari diversifikasi energi, Grup ABM         As part of energy diversification, ABM Group utilizes
memanfaatkan energi surya untuk menurunkan                 solar energy to reduce fossil fuel-based energy
konsumsi energi berbasis bahan bakar fosil dan             consumption and conventional electricity. CK operates
listrik konvensional. CK mengoperasikan Pembangkit         an off-grid Solar Power Plant (SPP) equipped with a
Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid dengan sistem         Containerized Battery Energy Storage System (CBESS)
Containerized Battery Energy Storage System (CBESS)        at the CK KIM site in Jambi Province. This facility has a
di site CK KIM, Provinsi Jambi, dengan kapasitas           capacity of 638 kWp and a 1 MWh battery, which are
638 kWp dan baterai 1 MWh, yang digunakan untuk            utilized to supply electricity to various mining facilities,
memenuhi kebutuhan listrik fasilitas tambang seperti       including offices, mess halls, clinics, and mosques,
kantor, mess, klinik, dan masjid, sehingga mengurangi      thereby reducing the diesel-fueled generator usage.
penggunaan genset berbahan bakar solar.

Inisiatif pemanfaatan energi surya juga diterapkan         The solar energy utilization initiative is also
oleh SSB di Plant Cikupa serta CKB di Samarinda. Di        undertaken by SSB at Plant Cikupa and CKB in
Plant Cikupa, sistem Solar PV yang mulai beroperasi        Samarinda. At Plant Cikupa, the Solar PV system,
pada Agustus 2025 hingga Desember 2025 telah               which commenced operations in August 2025 and
menghasilkan listrik sebesar 135,37 MWh, setara dengan     continued through December 2025, generated 135.37
17,69% dari total konsumsi listrik plant sebesar 765,04    MWh of electricity, equivalent to 17.69% of the plant’s
MWh pada periode tersebut. Pemanfaatan energi surya        total electricity consumption of 765.04 MWh during
ini memberikan efisiensi biaya dengan perbandingan tarif   that period. This solar energy utilization provides cost
listrik PLN sebesar Rp 1.035,76 per kWh dan tarif Solar    efficiency with a comparison between PLN electricity
PV sebesar Rp 828,61 per kWh, sehingga menghasilkan        tariffs at Rp 1,035.76 per kWh and Solar PV tariffs at
penghematan biaya sebesar Rp 28.041.895,5 selama           Rp 828.61 per kWh, resulting in cost savings of Rp
periode Agustus–Desember 2025.                             28,041,895.50 during August–December 2025.

Selain manfaat ekonomi, penggunaan Solar PV di Plant       Beyond economic benefits, the use of Solar PV at Plant
Cikupa juga memberikan manfaat lingkungan, antara          Cikupa provides numerous environmental benefits.
lain penghematan batu bara standar sebesar 62,033          These include the conservation of 62.033 tons of
ton, penghindaran emisi CO₂ sebesar 73,664 ton, serta      standard coal, the prevention of 73.664 tons of CO₂
setara dengan penanaman 101 pohon. Implementasi ini        emissions, and equivalent to planting 101 trees. This
berkontribusi pada penurunan konsumsi energi listrik       implementation contributes to reducing electricity
dari jaringan dan pengurangan emisi GRK Cakupan 2          consumption from the grid and lowering Scope 2 GHG
di lingkungan operasional Grup ABM.                        emissions within ABM Group’s operational environment.




                                                                      2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                   S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                     61
Page 64
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




 Pengurangan Emisi di Grup ABM [SEOJK F. 12][GRI 305-5]
 Emission Reduction at ABM Group



    54.898,56 ton CO₂eq                                  berasal dari sektor limbah sebesar 41.171 ton
                                                         CO₂e yang bersumber dari POME, serta sektor
                                                         energi sebesar 13.727 ton CO₂e yang berasal
                                                         dari pembangkit Listrik dengan menggunakan
                                                         metodologi MSLI 009 pada Sistem Registri
                                                         Nasional (SRN).

                                                         from the waste sector, amounting to 41,171 tons
                                                         of CO₂e from POME, and from the energy sector,
                                                         amounting to 13,727 tons of CO₂e from power
                                                         plants, using the MSLI 009 methodology in the
                                                         National Registry System (SRN).




Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Management Of The Environment And Natural Resources

Penggunaan Air                                           Water Usage

Ketersediaan dan kualitas air merupakan aspek            The availability and quality of water are essential
penting dalam keberlanjutan operasional ABM, baik        aspects of ABM’s operational sustainability, both in
untuk mendukung kegiatan produksi maupun aktivitas       supporting production activities and other supporting
pendukung lainnya. Oleh karena itu, penggunaan air       activities. Consequently, water usage is managed
dikelola secara bertanggung jawab untuk memastikan       responsibly to ensure that operational demands are
kebutuhan operasional terpenuhi tanpa mengganggu         fulfilled without disrupting the availability of clean water
ketersediaan air bersih bagi masyarakat sekitar serta    for the surrounding community, while also ensuring
menjaga kualitas badan air saat dialirkan kembali        the maintenance of water quality upon its return to
ke lingkungan. Pengelolaan air dijalankan melalui        the environment. Water management is implemented
kebijakan dan prosedur yang berlaku di seluruh entitas   through policies and procedures applicable across all
usaha, dengan fungsi HSE sebagai penanggung jawab        business entities, with the HSE function designated
utama dalam pemantauan dan kepatuhan terhadap            as the main responsible party for monitoring and
ketentuan regulator. [GRI 303-1] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]   compliance with regulatory standards. [GRI 303-1] [SEOJK
                                                         F.8] [NDAQ E6]


ABM memanfaatkan berbagai sumber air yang meliputi       ABM utilizes various water sources, including
air tanah, air permukaan seperti sungai dan kolam, air   groundwater, surface water from rivers and ponds,
hujan, serta pasokan air dari pihak ketiga. Seluruh      rainwater, and third-party water supplies. All water
penggunaan air tersebut dilakukan berdasarkan izin       usage is conducted based on valid permits from the
yang sah dari Pemerintah Daerah, termasuk Surat Izin     local government, including the Water Usage Permit
Pemakaian Air (SIPA). Pemanfaatan air permukaan          (SIPA). The use of surface water is limited to activities
digunakan secara terbatas, antara lain untuk             such as unit cleaning, road watering, and basic
pencucian unit, penyiraman jalan, dan kebutuhan          operational needs, with strict supervision to maintain the
dasar operasional, dengan pengawasan ketat untuk         continuous availability of clean water in the surrounding
menjaga ketersediaan air bersih di sekitar wilayah       operational area.[GRI 303-3] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]
operasional.[GRI 303-3] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]




 62             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 65
Untuk memastikan air buangan memenuhi standar               To ensure compliance with environmental standards,
lingkungan, seluruh air limbah dari kegiatan operasional    all wastewater from operational activities is treated
diolah terlebih dahulu sebelum dilepas kembali ke           before discharge into public water bodies. In coal
badan air umum. Pada kegiatan pertambangan batu             mining, wastewater is directed to a settling pond for
bara, air limbah dialirkan ke kolam pengendapan             sedimentation. Domestic wastewater from auxiliary
untuk mengendapkan sedimen. Kegiatan supporting             activities, such as mess and office facilities within
seperti mess dan kantor di area pertambangan                the mining area, is managed similarly to the logistics,
yang menghasikan air limbah domestik sistem                 manufacturing, and renewable energy business lines,
pengelolaan air limbahnya sama dengan lini bisnis           through Wastewater Treatment Plants (WWTPs) located
logistik, manufaktur, dan energi baru terbarukan, yaitu     at operational sites or industrial areas. [GRI 303-2] [GRI
pengelolaan air limbah dilakukan melalui Instalasi          303-4] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]
Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tersedia di fasilitas
operasional atau kawasan industri terkait. [GRI 303-2]
[GRI 303-4] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]


Pemenuhan baku mutu efluen dijaga melalui pengujian         Effluent quality standards are maintained through regular
kualitas air secara berkala sesuai dengan ketentuan         water quality testing in accordance with governmental
pemerintah. Parameter pengujian meliputi pH, Total          regulations. The testing parameters include pH, Total
Suspended Solid (TSS), debit aliran, Chemical Oxygen        Suspended Solids (TSS), flow rate, Chemical Oxygen
Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD),               Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), and
serta logam berat seperti Fe, Mn, dan Cd. Sepanjang         heavy metals such as Fe, Mn, and Cd. Throughout the
periode pelaporan, seluruh hasil pengujian berada           reporting period, all test outcomes remained within the
di bawah ambang batas baku mutu yang ditetapkan             prescribed quality standard limits, and there were no
dan tidak terdapat kejadian ketidakpatuhan terhadap         violations of wastewater management regulations. [GRI
peraturan pengelolaan air limbah. [GRI 303-4] [SEOJK F.8]   303-4] [SEOJK F.8]


Pemantauan     pengambilan,   penggunaan,      dan          Monitoring of water extraction, usage, and disposal
pembuangan air dilakukan menggunakan flow meter             is conducted employing flow meters and a consistent
serta pendekatan pencatatan air yang konsisten              water accounting approach across all entities. The
di seluruh entitas. Metodologi perhitungan yang             calculation methodology applied in the reporting year
digunakan pada tahun pelaporan tetap konsisten              remains consistent with that of the previous year to
dengan    tahun    sebelumnya   untuk     menjaga           maintain data comparability. Certain entities, such
keterbandingan data. Beberapa entitas, seperti TIA,         as TIA, have adopted an Automatic and Continuous
telah menerapkan Sistem Pemantauan Air Limbah               Wastewater Monitoring System (SPARING) that is
Secara Otomatis dan Terus Menerus (SPARING) yang            directly connected to the Ministry of Environment and
terhubung langsung dengan sistem Kementerian                Forestry (KLHK) system to ensure real-time compliance.
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna                  [GRI 303-5] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]
memastikan kepatuhan secara real-time. [GRI 303-5]
[SEOJK F.8] [NDAQ E6]


Berdasarkan studi air yang dilakukan oleh Bappenas          According to water studies conducted by Bappenas in
pada tahun 2021, seluruh wilayah operasional ABM            2021, the entire operational area of ABM is not classified
tidak berada dalam kategori wilayah dengan tingkat          as a water-stressed region, as identified by Bappenas
kelangkaan air sebagaimana diidentifikasi oleh              and WRI Aqueduct. Nevertheless, ABM continues to
Bappenas dan WRI Aqueduct. Meskipun demikian,               implement careful and responsible water resource
ABM tetap menerapkan pengelolaan sumber daya                management, including the utilization of rainwater, the
air secara hati-hati dan bertanggung jawab, antara          reuse of processed water for operational road irrigation,
lain melalui pemanfaatan air hujan, penggunaan              and applying water efficiency measures across the
kembali air hasil pengolahan untuk penyiraman               work area. [GRI 303-1] [GRI 303-5] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]
jalan operasional, serta penerapan langkah-langkah
efisiensi penggunaan air di seluruh area kerja. [GRI 303-
1] [GRI 303-5] [SEOJK F.8] [NDAQ E6]




                                                                       2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                      63
Page 66
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




Air yang diambil di setiap lokasi operasional                Water collected at each operational site represents
merupakan air yang digunakan dan dikonsumsi untuk            the water used and consumed to facilitate operational
mendukung kegiatan operasional, fasilitas penunjang,         activities, supporting facilities, and domestic needs
serta kebutuhan domestik di area kerja. Pengukuran           within the work area. Measurements are taken using
dilakukan menggunakan formula matematis dan                  mathematical formulas and flow meters installed at
flow meter yang terpasang pada titik pengambilan             water intake points for accuracy. The water sources
air guna memastikan akurasi pencatatan. Sumber               include raw water from the site and additional supplies,
air mencakup air baku dari lokasi operasional serta          some of which are distributed using tank trucks from
pasokan tambahan yang sebagian didistribusikan               outside the site.
menggunakan mobil tangki dari luar site.

Mulai tahun 2025, ABM melakukan penyempurnaan                Starting in 2025, ABM is refining the measurement
proses pencatatan pada beberapa titik pengukuran,            recording process at several measurement points,
khususnya pada area sump, dengan metode yang                 especially in the sump area, with a more standardized
lebih terstandarisasi dan terverifikasi. Perbaikan           and verified method. These improvements have led to
tersebut menyebabkan volume pengambilan dan                  an increase in the volume of water intake and utilization
pemanfaatan air pada tahun 2025 secara numerik               in 2025 compared to the previous year, so the data
menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun                   cannot be directly compared. Efforts to improve the
sebelumnya, sehingga data tidak sepenuhnya dapat             quality and reliability of this data will continue gradually
diperbandingkan secara langsung. Upaya peningkatan           in upcoming reporting periods.
kualitas dan keandalan data ini akan terus dilanjutkan
secara bertahap pada periode pelaporan berikutnya.


Total Pengambilan Air Berdasarkan Sumber
Total Water Withdrawal and Consumption by Sources

Sumber                                            Satuan
                                                                    2023                2024                2025
Source                                             Unit
Air Permukaan
                                                 megaliter         182,93               66,77               2,81
Surface Water
Air Tanah
                                                 megaliter          5,06                4,52                7,06
Groundwater
Air yang Berasal dari Pihak Ketiga
                                                 megaliter          10,15               38,82               55,95
Third Party Water
Air Tampungan
                                                 megaliter          0,98                1,24               365,60
Sump Water
Air Sumber Lainnya
                                                 megaliter            -                 0,25                2,97
Other Water Sources
Air Daur Ulang
                                                 megaliter            -                  0,17              40,03
Recycle Water
Jumlah
                                                 megaliter         197,79              111,60              458,72
Total




 64              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 67
Pemanfaatan Air Daur Ulang dan Hujan di PT CK           Recycling Water and Rainwater Use at PT CK in
Tahun 2025                                              2025

Pada tahun 2025, PT CK telah menerapkan sistem          In 2025, PT CK implemented an efficient water-
daur ulang air yang efisien di seluruh area site        recycling system across its entire company site. The
perusahaan. Total volume air yang berhasil didaur       total volume of water successfully recycled over the
ulang selama satu tahun mencapai 40,03 Megaliter.       course of the year reached 40.03 Megaliters.

Sistem ini berpusat pada area wash pad yakni            This system is centered on the wash pad, which
area khusus pencucian peralatan berat sebelum           serves as a dedicated area for cleaning heavy
memasuki workshop untuk kegiatan perawatan              equipment before entering the workshop for
dan perbaikan. Area ini dilengkapi dengan bak           maintenance and repairs. This area is equipped with
pengolahan air yang menggunakan proses                  a treatment reservoir that uses sedimentation as
sedimentasi sebagai tahap utama pengolahan. Air         the primary treatment process. The recycled water
yang didaur ulang berasal secara khusus dari limbah     is sourced specifically from wastewater generated
pencucian unit alat berat sebelumnya. Setelah           during the previous cleaning of heavy equipment
digunakan untuk mencuci alat berat, air limbah          units. After washing the equipment with water, the
dialirkan ke bak penampungan, kemudian menjalani        wastewater is directed to a storage tank and then
proses sedimentasi untuk mengendapkan partikel          undergoes sedimentation to settle out solid particles,
padat, lumpur, dan material tersuspensi. Air yang       sludge, and suspended materials. The clarified water
telah jernih kemudian dikembalikan ke wash pad          is subsequently returned to the wash pad for reuse
untuk digunakan kembali dalam pencucian unit alat       in cleaning the next heavy equipment units before
berat berikutnya sebelum masuk ke area workshop.        entering the workshop area.

Hanya sedikit tambahan air baku yang digunakan          Only a small amount of raw water is utilized within
pada area wash pad, karena volume air mengalami         the wash pad area, as the water volume gradually
pengurangan bertahap akibat penguapan, percikan,        decreases due to evaporation, splashing, and water
dan kehilangan air selama operasional pasokan           loss during operation. The additional water is supplied
tambahan air berasal dari tiga sumber yaitu:            from three sources:

•   Air sungai,                                         •   River water,
•   Air dari sump dan void (air tampungan dari kolam    •   Water from the sump and void (reservoir water
    bekas tambang), dan                                     originating from mining tailings ponds), and
•   Air dari kolam pengendapan.                         •   Water from settling ponds.

Pemanfaatan Air Hujan untuk Penyiraman Jalan            Rainwater Utilization for Watering Roads

Selain sistem daur ulang, PT CK juga memanfaatkan       In addition to recycling systems, PT CK employs
air hujan yang tertampung di void tambang sebagai       rainwater collected in the mine void as an alternative
sumber air alternatif untuk kegiatan penyiraman jalan   water source for road watering activities to control
guna pengendalian debu selama musim kemarau.            dust during the dry season. This utilization not only
Pemanfaatan ini tidak hanya mengoptimalkan              optimizes natural water resources but also reduces the
sumber daya air alami, tetapi juga mengurangi beban     burden of using clean water in non-critical activities.
penggunaan air bersih untuk kegiatan non-kritis.

Dengan integrasi kedua pendekatan ini daur ulang        By integrating these two approaches—recycling
air operasional dan pemanfaatan air hujan, PT CK        operational water and capturing rainwater—PT CK
telah berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan        has sought to improve overall water-use efficiency,
air secara menyeluruh, mengurangi ketergantungan        decrease dependence on new water sources,
terhadap sumber air baru, serta memperkuat              and strengthen its commitment to sustainable
komitmennya terhadap pengelolaan lingkungan yang        environmental management.
berkelanjutan.




                                                                  2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                65
Page 68
                 Kinerja Lingkungan
                 Environmental Performance




Jumlah Air yang Dialirkan ke Badan Air Umum Berdasarkan Wilayah (Megaliter) [GRI 303-4A, 303-4B, 303-4C]
Total Water Discharged into Public Water Bodies by Region (Megaliter) [GRI 303-4A, 303-4B, 303-4C]
                                                                              2023                                                                        2024                                                                     2025
                                            Total Pembuangan Air




                                                                                                                          Total Pembuangan Air




                                                                                                                                                                                               Total Pembuangan Air
                                            Total Water Discharge




                                                                                                                          Total Water Discharge




                                                                                                                                                                                               Total Water Discharge
                  Discharge Destination




                                                                      mg/L Total Dissolved




                                                                                                                                                  mg/L Total Dissolved




                                                                                                                                                                                                                           mg/L Total Dissolved
                  Tujuan Pembuangan




                                                                      Freshwater (≤1,000




                                                                                                                                                  Freshwater (≤1,000




                                                                                                                                                                                                                           Freshwater (≤1,000
                                                                                               (>1,000 mg/L Total




                                                                                                                                                                         (>1,000 mg/L Total




                                                                                                                                                                                                                                                        (>1,000 mg/L Total
                                                                                               Dissolved Solids)




                                                                                                                                                                         Dissolved Solids)




                                                                                                                                                                                                                                                        Dissolved Solids)
                                                                                               Non-freshwater




                                                                                                                                                                         Non-freshwater




                                                                                                                                                                                                                                                        Non-freshwater
Busniness Line
Lini Bisnis




                                                                      Solids)




                                                                                                                                                  Solids)




                                                                                                                                                                                                                           Solids)
Mining Value Chain (MVC)
                 Anak
TIA                                       3.563,10                    3.563,10                        -                3.728,39                   3.728,39                      -             2.868,33                    2.868,33                             -
                 Sungai
Logistics, Engineering, New Business (LENB)
                 Badan
CKB              air                                 -                        -                       -                     0,01                      0,01                      -              27,03                         27,03                             -
                 umum
Total                                     3.563,10                    3.563,10                        -               3.728,40                    3.728,40                      -             2.896,36                    2.896,36                             -
Catatan I Note:
*Data hanya mencakup entitas usaha TIA yang diukur dengan menggunakan alat pantau Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus
Menerus dan Dalam Jaringan (SPARING) sesuai kepatuhan regulasi KLHK. Sedangkan, anak usaha ABM lainnya tidak melakukan pembuangan
ke badan air.
*Data only includes TIA entities measured using the “SPARING” Continuous and Networked Wastewater Quality Monitoring System monitoring tool
in accordance with Ministry of the Environment regulations. Meanwhile, other ABM subsidiaries do not discharge into water bodies.




Tambang                                                                                                             2023                                                    2024                                                              2025
                                                                    Baku Mutu
Kalimantan Selatan*
                                                                      Quality                Nilai Perolehan Tertinggi                                       Nilai Perolehan Tertinggi                                 Nilai Perolehan Tertinggi
South Kalimantan
                                                                     Standard                Highest Achievement Value                                       Highest Achievement Value                                 Highest Achievement Value
Mine*
ph                                                                    6-9                                             8                                                        7,11                                                               7,4
TSS (mg/L)                                                            ≤ 200                                          24                                                       11,6                                                                16
Fe (mg/L)                                                               ≤7                                           0,58                                                       0,1                                                          0,028
Mn (mg/L)                                                               ≤4                                           3,54                                                       0,1                                                          0,059
Cd (mg/L)                                                            ≤ 0,05                                         <0,014                                                0,0003                                                             0,003
Catatan I Note:
*Parameter baku mutu air limbah yang dilepas ke lingkungan (outlet pond) berdasarkan Pergub Kalimantan Selatan no.036/2008 dan Kepmen
LH no.113/2003
*The standard parameters for the quality of waste water discharged into the environment (pool outlet) are based on South Kalimantan Governor
Regulation no.036/2008 and Minister of Environment Decree no.113/2003




  66                                      S T R E N GT H B E N E AT H ,
                                          V I S I O N B E YO N D
Page 69
Efisiensi dan Daur Ulang Air dalam Operasional       Efficiency and Water Recycling in Mining Operations
Pertambangan
Dalam kegiatan pertambangan dan pengolahan, ABM      In mining and processing activities, ABM implements
menerapkan berbagai langkah efisiensi penggunaan     various water efficiency measures. CK utilizes water
air. CK memanfaatkan air dari void bekas tambang     sourced from decommissioned mine voids for hauling
untuk penyiraman jalan hauling guna mengendalikan    road watering to control dust and reduce water
debu dan mengurangi pengambilan air dari sumber      extraction from natural sources. Water arising from
alami. Air bekas pencucian alat berat di washpad     the washing of heavy equipment on the washpad is
dikelola melalui oil trap untuk memisahkan minyak    managed through an oil trap designed to separate oil
dan sedimen, kemudian digunakan kembali untuk        and sediments, with the water subsequently being
pencucian unit lainnya. CK juga menerapkan           reused for cleaning other units. CK implements
rainwater harvesting dan melakukan pencatatan        rainwater harvesting systems and maintains daily
harian konsumsi air untuk mengidentifikasi potensi   records of water consumption to identify any potential
pemborosan.                                          wastage.



Pengelolaan Air Terpadu di Area Izin Usaha           Integrated Water Management in the Mining
Pertambangan (IUP)                                   Business License Area (IUP)
Sebagai pemegang IUP, TIA menerapkan sistem          As the holder of an IUP, TIA implements an integrated
pengelolaan air yang terintegrasi. Air hasil         water management system. Water derived from
pengendapan di settling pond dimanfaatkan kembali    sedimentation in the settling pond is reutilized for
untuk dust suppression dan proses tambang,           dust suppression and mining processes, while the
sementara sedimen yang mengendap digunakan           settled sediment is utilized for land reclamation.
untuk reklamasi lahan. TIA juga mengoperasikan       TIA additionally operates SPARING for online and
SPARING untuk pemantauan kualitas air secara         real-time monitoring of water quality and enforces
daring   dan    real-time,   serta   menerapkan      a Zero Discharge Policy, ensuring that no water is
Zero Discharge Policy, yaitu tidak melakukan         discharged into water bodies until it complies with
pembuangan air ke badan air sebelum memenuhi         established quality standards. Furthermore, rainwater
baku mutu. Pemanfaatan air hujan juga dilakukan      harvesting is also being carried out to reduce surface
untuk mengurangi pengambilan air permukaan.          water extraction.




Pencegahan Air Asam Tambang dan Perlindungan         Prevention of Acid Mine Drainage and Environmental
Kualitas Lingkungan                                  Quality Protection

ABM, melalui TIA, menerapkan berbagai langkah        ABM, through TIA, implements various preventive
pencegahan terhadap potensi Acid Mine Drainage       measures to mitigate potential acid mine drainage
(AMD) dan kontaminasi lingkungan. Pengelolaan        (AMD) and environmental contamination. Overburden
overburden dan material berpotensi asam dilakukan    and potentially acid-generating materials are managed
melalui reklamasi dan revegetasi dengan penutupan    through reclamation and revegetation employing topsoil
tanah pucuk serta penanaman vegetasi lokal untuk     cover and the planting of local vegetation to reduce
mengurangi kontak air dengan batuan sulfida.         water contact with sulfide rocks. Drainage systems and
Sistem drainase dan settling pond dibangun untuk     settling ponds are constructed to control runoff, whilst
mengendalikan limpasan air hujan, sementara          water quality monitoring—conducted through SPARING
pemantauan kualitas air melalui SPARING yang         and coordinated with the Ministry of Environment and
terhubung dengan KLHK memastikan parameter           Forestry (KLHK)—ensures that parameters such as pH,
seperti pH, TSS, debit, dan logam berat tetap        TSS, flow rate, and heavy metals remain within quality
memenuhi baku mutu. Apabila diperlukan,              standards. Where deemed necessary, lime treatment is
pengapuran dilakukan untuk menetralkan pH,           applied to neutralize pH levels, with a Zero Discharge
dengan penerapan Zero Discharge Policy sebagai       Policy serving as the main principle of mine water
prinsip utama pengelolaan air tambang.               management.




                                                               2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                             67
Page 70
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




Keanekaragaman Hayati                            [GRI 304-1]

Biodiversity




Kebijakan dan Komitmen Pengelolaan                        Policy and Commitment to Biodiversity
Keanekaragaman Hayati                                     Management
ABM berkomitmen menjaga keanekaragaman hayati             ABM is committed to preserving biodiversity within its
di sekitar wilayah operasional melalui perlindungan       operational areas through the protection of ecosystems
ekosistem dan rehabilitasi lingkungan yang dilakukan      and environmentally responsible rehabilitation. This
secara bertanggung jawab. Komitmen ini diterapkan         commitment is implemented to ensure that activities
untuk memastikan bahwa kegiatan usaha di sektor           across the mining, energy, and logistics sectors
pertambangan, energi, dan logistik tetap berjalan         proceed in harmony with principles of environmental
selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.          sustainability.

Komitmen tersebut diformalkan melalui Kebijakan           This commitment is formalized through the TIA
Perlindungan Keanekaragaman Hayati TIA dan                Biodiversity Protection Policy and the Biodiversity
Prosedur Pemantauan Tingkat Keanekaragaman Hayati         Level Monitoring Procedure (TIA-PR-HSE-40), which
(TIA-PR-HSE-40), yang menjadi dasar pengelolaan           serve as the basis for managing biodiversity impacts
dampak keanekaragaman hayati di seluruh tahapan           throughout all stages of activities, from planning and
kegiatan, mulai dari perencanaan, operasi, hingga         operations to post-mining.
pascatambang.

Pengelolaan keanekaragaman hayati mengacu pada            Biodiversity management refers to applicable
dokumen lingkungan yang berlaku, seperti Rencana          environmental documents, such as the Environmental
Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan             Management and Monitoring Plan (RKL-RPL) and
Lingkungan (RKL-RPL) serta Upaya Pengelolaan              Environmental Management and Monitoring Efforts
Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan                (UKL-UPL), taking into account local ecological
(UKL-UPL), dengan mempertimbangkan karakteristik          characteristics. This approach is applied from the
ekologis setempat. Pendekatan ini diterapkan sejak        planning phase to minimize potential environmental
tahap perencanaan kegiatan guna meminimalkan              impacts.
potensi dampak terhadap lingkungan.



 68             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 71
Dalam Penjabaran Kebijakan Manajemen Terintegrasi,               In implementing the Integrated Management Policy,
Perusahaan    menegaskan          keterkaitan        antara      the Company emphasizes the correlation between
pengelolaan keanekaragaman hayati dengan upaya                   biodiversity management and efforts to conserve
penghematan energi, air, dan bahan bakar sebagai                 energy, water, and fuel as a unified natural resource
satu kesatuan pengelolaan sumber daya alam yang                  management approach. [GRI 101-1] [GRI 101-2][SEOJK F.10]
bertanggung jawab. [GRI 101-1] [GRI 101-2][SEOJK F.10]

Identifikasi Dampak dan Lokasi dengan                            Identifying the Impact and Location of
Risiko Keanekaragaman Hayati                                     Biodiversity Risks
Sejalan dengan karakteristik kegiatan usaha di                   In line with the characteristics of business activities
sektor pertambangan, energi, dan logistik, ABM                   in the mining, energy, and logistics sectors, ABM has
telah melakukan identifikasi potensi dampak                      identified potential impacts on biodiversity through
keanekaragaman hayati melalui dokumen Rencana                    Environmental Management and Monitoring Plans
Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan                    (RKL-RPL) for mining activities and Environmental
Lingkungan (RKL-RPL) untuk kegiatan pertambangan                 Management and Monitoring Efforts (UKL-UPL) for
serta Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya                     non-mining activities.
Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) untuk kegiatan
non-pertambangan.

Identifikasi dilakukan melalui penilaian rona awal               The identification was conducted through an initial
lingkungan (baseline assessment) yang mencakup                   environmental assessment (baseline assessment) that
kondisi habitat, flora, fauna, serta keberadaan                  includes habitat conditions, flora, fauna, as well as the
spesies dilindungi atau memiliki nilai konservasi                presence of protected species or those of significant
penting, dan mencakup seluruh tahapan kegiatan                   conservation value. This assessment encompasses
mulai dari persiapan lahan, operasi produksi, hingga             all phases, from land preparation and production
pascatambang.                                                    operations to post-mining activities.

Dari hasil identifikasi tersebut, kegiatan operasional           Based on the results of this identification, the
Perusahaan memiliki potensi dampak terhadap                      company’s operational activities have the potential to
keanekaragaman hayati, antara lain penurunan                     impact biodiversity, including habitat quality decline,
kualitas habitat, gangguan terhadap satwa liar, serta            disturbances to wildlife, and increased environmental
peningkatan tekanan lingkungan akibat aktivitas                  pressure due to operational activities. The company
operasional. Perusahaan mengklasifikasikan dampak                classifies impacts based on their significance level,
berdasarkan tingkat signifikansi, durasi, dan cakupan            duration, and geographic scope to differentiate between
wilayah untuk membedakan antara dampak aktual dan                actual and potential impacts, as well as to set mitigation
potensial, serta sebagai dasar penetapan prioritas               priorities.
mitigasi.

Selain aspek lingkungan, ABM melakukan Pemetaan                  Beyond environmental aspects, ABM conducts Social
Sosial untuk memahami keterkaitan antara perubahan               Mapping to understand the relationships among
biodiversitas dengan mata pencaharian, ketersediaan              biodiversity changes, livelihoods, water availability, and
air, dan ketergantungan masyarakat terhadap jasa                 community dependence on ecosystem services. ABM
ekosistem. ABM juga mengidentifikasi apakah wilayah              also identifies whether operational areas are located
operasional berada di dalam atau berdekatan dengan               within or near ecologically sensitive zones, including
kawasan sensitif secara ekologis, termasuk area                  areas with high biodiversity value, areas with intact
bernilai keanekaragaman hayati tinggi, area dengan               ecosystems, and regions at risk of water scarcity.
integritas ekosistem tertentu, serta wilayah dengan              This approach ensures that operational management
risiko kelangkaan air. Pendekatan ini memastikan                 continues to consider the protection of ecological
pengelolaan operasional tetap memperhatikan                      functions and the sustainability of surrounding
perlindungan fungsi ekologis dan keberlanjutan                   communities. [GRI 101-4] [GRI 101-5] [GRI 101-6] [SEOJK F.10]
masyarakat sekitar. [GRI 101-4] [GRI 101-5] [GRI 101-6] [SEOJK
F.10]




                                                                            2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                          69
Page 72
         Kinerja Lingkungan
         Environmental Performance




Pengelolaan dan Mitigasi Dampak                                Management and Mitigation of
Keanekaragaman Hayati                                          Biodiversity Impacts
Sebagai tindak lanjut atas hasil identifikasi dampak,          Following the impact identification results, ABM and
ABM dan anak perusahaan menerapkan berbagai upaya              its subsidiaries implement various mitigation efforts to
mitigasi untuk meminimalkan dampak negatif terhadap            minimize negative effects on biodiversity. These efforts
keanekaragaman hayati. Upaya tersebut dilaksanakan             are based on the Biodiversity Mitigation Hierarchy of
berdasarkan Hirarki Mitigasi Keanekaragaman Hayati             TIA, which includes: [GRI 101-2] [GRI 101-3] [GRI 101-4][SEOJK
TIA, yang mencakup: [GRI 101-2] [GRI 101-3] [GRI 101-4][GROI   F.9]
304-2]


1. Penghindaran Dampak melalui penilaian awal                  1. Impact Avoidance through preliminary environmental
   lingkungan sebelum pembukaan lahan, pemetaan                   assessments prior to land clearing, including the
   habitat dan spesies flora-fauna, perencanaan                   mapping of habitats and flora and fauna species,
   tambang berdasarkan rona awal HTI akasia,                      mine planning based on the initial conditions of the
   serta identifikasi area sensitif dan habitat satwa             acacia plantation forest (HTI), and the identification
   dilindungi.                                                    of sensitive areas and protected animal habitats.
2. Pengurangan Dampak melalui pembukaan lahan                  2. Impact Minimization through phased land clearing,
   bertahap, penerapan sistem pengendalian erosi                  the implementation of erosion and sediment control
   dan sedimentasi, larangan berburu dan memberi                  systems, prohibition of hunting and feeding wild
   makan satwa liar, penjagaan koridor perlintasan                animals, safeguarding wildlife crossing corridors,
   satwa, serta pengelolaan kualitas habitat fauna                and managing the habitat quality of terrestrial fauna,
   darat, aves, dan biota perairan.                               birds, and aquatic biota.
3. Pemulihan dan Restorasi melalui reklamasi dan               3. Restoration and Rehabilitation through post-mining
   revegetasi pascatambang, penanaman jenis                       reclamation and revegetation, planting local and
   lokal, fast growing species, MPTS, penanaman                   fast-growing species, such as MPTS, planting
   mangrove dan cemara di area pesisir, rehabilitasi              mangroves and casuarinas in coastal areas,
   DAS, serta transplantasi terumbu karang pada                   rehabilitating watersheds, and transplanting coral
   jalur pelayaran.                                               reefs along shipping routes.
4. Monitoring, Evaluasi, dan Perbaikan Berkelanjutan           4. Monitoring,      Evaluation,     and      Continuous
   melalui pemantauan flora dan fauna secara                      Improvement through regular flora and fauna
   berkala, evaluasi peningkatan jumlah famili dan                monitoring, evaluating increases in the number
   spesies flora, pemantauan satwa dilindungi,                    of flora families and species, monitoring
   serta kolaborasi dengan ahli dan penerapan SOP                 protected animals, collaborating with experts, and
   pengelolaan biodiversitas.                                     implementing biodiversity management SOPs.
5. Konservasi Jangka Panjang dengan tujuan                     5. Long-term Conservation aims to ensure that the
   memastikan rona akhir pascatambang memiliki                    post-mining landscape can support flora and fauna
   daya dukung sebagai habitat flora-fauna, menjaga               habitats, maintain ecosystem stability, and enhance
   stabilitas ekosistem, serta meningkatkan nilai                 the area’s ecological value.
   ekologis wilayah.




 70                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 73
    Hirarki Mitigasi Keanekaragaman Hayati
    Biodiversity Mitigation Hierarchy                                               Dampak Residual                                     Konservasi
                                                                                                                                     Jangka Panjang
    (PT Tunas Inti Abadi)                                                            Residual Impact
                                                                                                                                  Long-term Conservation
                                                                Pengimbangan
                                                                   Offset
                                                                                                                                 • Habitat pascatambang
                                                                                                                                   yang berfungsi ekologi
    Nilai                                                                                                                        • Stabilitas ekosistem
    Keanekaragaman                                                                                                                 terjaga
                                                                         Pemulihan /              Tidak ada perubahan
    Hayati                                                                                                                       • Perlindungan spesies
                                                                         Rehabilitasi                  No net loss
    Biodiversity Value                                                                                                             dilindungi
                                                                         Recovery /
                                                                                                                                 • Post-mining habitats
                                                                         Rehabilitation
                                                                                                                                   with ecological functions
                                                                                                                                 • Maintained ecosystem
     Dampak                Dampak                Dampak                  Dampak                                                    stability
                                                                                                                                 • Protection of protected
     Keanekaragaman        Keanekaragaman        Keanekaragaman          Keanekaragaman
                                                                                                 Konservasi                        species
     Biodiversity Impact   Biodiversity Impact   Biodiversity Impact     Biodiversity Impact     Jangka Panjang
                                                                                                Long-term
                                                                                                 Conservation

                                                                         Pulihkan dan
                                                                         Rehabilitasi            • Habitat pascatambang yang berfungsi ekologi
                                                                         Keanekaragaman          • Stabilitas ekosistem terjaga
                                                 Aktivitas &             Hayati                  • Perlindungan spesies dilindungi
     Menghindari           Menghindari           Perlindungan Satwa      Biodiversity            • Post-mining habitats with ecological functions
     Dampak                Dampak                Control of Activities   Restoration and         • Maintained ecosystem stability
     Avoid Impacts         Avoid Impacts         & Wildlife Protection   Rehabilitation          • Protection of protected species

     Menghindari             Menghindari            Pulihkan dan Rehabilitasi                          Konservasi
      Dampak                  Dampak                 Keanekaragaman Hayati                              Jangka Panjang
      Minimize                Minimize               Biodiversity Restoration and                       Long-term
      Impacts                 Impacts                Rehabilitation                                     Conservation

    Sumber: UN Global Compact & UCN 2012 (yang telah disesuaikan)
    Source: UN Global Compact & UCN 2012 (which has been adjusted)




    Kondisi Keanekaragaman Hayati di                                             Biodiversity Conditions in the
    Wilayah Operasional [GRI 304-3]                                              Operational Area [GRI 304-3]
    Pada tahun 2024, dalam operasional TIA, tidak                                In 2024, the operations of TIA did not specifically
    terdapat spesies yang terdampak secara khusus                                affect any species during their mining activities.
    akibat aktivitas penambangan. Area operasional TIA                           The operational area of TIA was previously part of
    sebelumnya merupakan bagian dari Hutan Tanaman                               an Industrial Plantation Forest (HTI) predominantly
    Industri (HTI) dengan dominasi Acacia Mangium,                               composed of Acacia mangium, so it did not cause
    sehingga tidak menimbulkan dampak spesifik terhadap                          notable impacts on any particular species.
    spesies tertentu.

    Kegiatan penambangan telah berlangsung sejak                                 Mining activities have been ongoing since 2009
    tahun 2009 dan direncanakan berlanjut hingga tahun                           and are scheduled to continue until 2025, while
    2025, sementara upaya pemulihan lingkungan telah                             environmental restoration efforts have been carried
    dilakukan sejak tahun 2010 dan direncanakan berlanjut                        out since 2010 and are planned to last until 2031. Given
    hingga tahun 2031. Dengan karakteristik lahan yang                           the land’s recoverable characteristics, the impact of
    dapat dipulihkan, dampak aktivitas penambangan                               mining activities is considered temporary and can be
    dinilai bersifat sementara dan dapat direhabilitasi                          rehabilitated based on post-mining land use.
    sesuai dengan peruntukan lahan pascatambang.

    Sejalan dengan upaya pemulihan tersebut, reklamasi                           In accordance with these restoration efforts, reclamation
    dan revegetasi dilaksanakan menggunakan komposisi                            and revegetation involve using a more diverse plant
    tanaman yang lebih beragam, yaitu sekitar 60%                                composition, with approximately 60% pioneer species
    tanaman pionir serta 40% tanaman lokal dan Multi                             and 40% native plants and Multi-Purpose Tree Species
    Purpose Tree Species (MPTS), sehingga Perusahaan                             (MPTS). The company’s goal is to increase biodiversity
    berupaya meningkatkan tingkat keanekaragaman                                 compared to the initial homogeneous condition.
    hayati dibandingkan dengan kondisi rona awal                                 Quantitative measurement of long-term biodiversity
    yang homogen. Pengukuran kuantitatif perubahan                               changes is currently under development. [GRI 101-7]
                                                                                 [SEOJK F.10]
    kondisi biodiversitas secara jangka panjang masih
    dikembangkan. [GRI 101-7] [SEOJK F.10]


                                                                                               2 02 5         L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                       71
Page 74
       Kinerja Lingkungan
       Environmental Performance




Reklamasi, Rehabilitasi, dan                                   Land Reclamation, Rehabilitation, and
Revegetasi Lahan                                               Revegetation
Program reklamasi, rehabilitasi, dan revegetasi                The reclamation, rehabilitation, and revegetation
dilaksanakan oleh ABM dan anak perusahaan secara               programs are carried out by ABM and its subsidiaries
bertahap dan berkelanjutan, dengan melibatkan                  in a gradual and sustainable manner, engaging local
masyarakat sekitar, LSM lokal, dan pihak ketiga lainnya        communities, local NGOs, and other third parties to
untuk memastikan keberlanjutan program.                        ensure the program’s sustainability.

Untuk menjamin kepatuhan terhadap regulasi, TIA                To ensure compliance with regulations, TIA conducts
melaksanakan kegiatan reklamasi dan restorasi sesuai           reclamation and restoration activities following the
dengan Rencana Reklamasi yang telah disetujui oleh             Reclamation Plan approved by the Ministry of Energy
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, serta              and Mineral Resources, and in reference to the Minister
mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 26                   of ESDM Regulation Number 26 of 2018.
Tahun 2018.

Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) TIA                     The Mining Business License Area (WIUP) of TIA
memiliki luas 3.085 hektare dan berada di kawasan              spans 3,085 hectares within a Production Forest zone.
Hutan Produksi, dengan Persetujuan Penggunaan                  The Forest Area Usage Permit (PPKH) covers 1,745.1
Kawasan Hutan (PPKH) seluas 1.745,1 hektare yang               hectares, all situated within the designated IUP area.
seluruhnya berada dalam area IUP. Sejak memulai                Since commencing operations in 2009, the Company
kegiatan operasional pada tahun 2009, Perseroan                has cleared 1,654.65 hectares for mining activities.
telah melakukan pembukaan lahan seluas 1.654,65                To date, TIA has completed reclamation on a total of
hektare sebagai bagian dari aktivitas pertambangan.            901.26 hectares. [GRI 304-1]
Total bukaan lahan yang telah direklamasi TIA hingga
saat ini adalah 901,26 hektare. [GRI 304-1]

Dalam pemenuhan kewajiban rehabilitasi Daerah Aliran           In fulfilling its obligations concerning the rehabilitation
Sungai (DAS), hingga periode 2024–2025 Perseroan               of the River Basin (DAS), the company has realized
telah merealisasikan rehabilitasi seluas 1.745,10              rehabilitation of 1,745.10 hectares as of the 2024–
hektare atau setara dengan 100% dari kewajiban yang            2025 period, representing 100% of the set obligation.
ditetapkan. Namun demikian, masih terdapat sekitar             However, about 290.54 hectares remain in the
290,54 hektare yang dalam tahap pengelolaan dan                management phase and have not yet been handed over
belum memasuki proses penyerahan kepada otoritas               to the relevant authorities.
terkait

Sementara itu, capaian reklamasi pada tahun 2025               Meanwhile, the reclamation achievements in 2025 have
belum menunjukkan penambahan luasan dibandingkan               not increased the area compared to previous periods.
periode sebelumnya. Terdapat sekitar 9 hektare                 Approximately 9 hectares could not be realized as
yang belum dapat direalisasikan sesuai rencana                 scheduled due to delays in disposal activities, leading to
akibat keterlambatan kegiatan disposal, sehingga               adjustments to the reclamation schedule. The Company
pelaksanaan reklamasi mengalami penyesuaian                    remains committed to planning and coordinating efforts
jadwal. Perseroan terus melakukan perencanaan dan              to ensure that reclamation obligations are progressively
koordinasi untuk memastikan kewajiban reklamasi                fulfilled in accordance with applicable regulations. [GRI
dapat dipenuhi secara bertahap sesuai ketentuan                101-2] [SEOJK F.9]
yang berlaku. [GRI 101-2] [SEOJK F.9]

Pelaksanaan reklamasi dan revegetasi dilakukan                 Reclamation and revegetation are implemented
secara beriringan dengan kegiatan penambangan                  alongside ongoing and planned mining activities, as
yang berjalan dan direncanakan dalam Dokumen                   detailed in the Reclamation Plan Document approved
Rencana Reklamasi yang disetujui regulator sebagai             by the regulator, to restore the ecological functions of
bagian dari upaya pemulihan fungsi ekologis lahan              post-mining land. [GRI 101-2][GRI 101-5] [GRI 101-6] [GRI 101-8]
pascatambang. [GRI 101-2][GRI 101-5] [GRI 101-6] [GRI 101-8]   [SEOJK F.9]
[SEOJK F.9]




  72             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 75
Uraian Luas Lahan Terganggu [GRI 304-3]
Description of Disturbed Land Area

                                                                                                          Jumlah
Keterangan                                                       Satuan                                    Total
Description                                                       Unit
                                                                                   2023                     2024                      2025
Wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (TIA)
Mining Business Permit Area (IUP) Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan (TIA)
Luas bukaan lahan
                                                                   Ha                 1184.943                    1550,06                1654.32
Land opening area
Luasan area reklamasi di dalam wilayah IUP
                                                                   Ha                   880.63                      901.26                901.26
The size of the reclamation area within the IUP area
Luasan area rehabilitasi DAS di luar wilayah IUP
                                                                   Ha                  2.017,00                   2.017,00              2.017,00
Watershed rehabilitation area outside the IUP area
*Catatan | Note:
ABM tidak memiliki operasional yang berdekatan atau di dalam area konservasi atau area yang dilindungi dan bukan hutan lindung.
ABM does not operate around or inside conservation areas or protected areas and is not at protected forest.


Pengelolaan Dampak Keanekaragaman                                         Biodiversity Impact Management [GRI 101-5]
Hayati [GRI 101-5] [GRI 101-6] [SEOJK F.9]                                [GRI 101-6] [SEOJK F.9]


ABM menyadari bahwa kegiatan pertambangan                                 ABM recognizes that mining activities have the
berpotensi menimbulkan perubahan tutupan lahan                            potential to cause land cover changes that can impact
yang dapat berdampak pada keanekaragaman hayati.                          biodiversity. Consequently, the Company undertakes
Oleh karena itu, Perusahaan melakukan identifikasi dan                    the identification and mapping of operational sites
pemetaan lokasi operasional terhadap area sensitif                        situated within ecologically sensitive areas based on
ekologis dengan mengacu pada dokumen AMDAL,                               AMDAL documentation, spatial planning, and relevant
rencana tata ruang, serta referensi nasional yang                         national references. According to the study findings,
relevan. Berdasarkan hasil kajian, wilayah operasional                    ABM’s operational jurisdiction in Tanah Bumbu Regency,
ABM di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan                          South Kalimantan, is located within a Production Forest
berada di kawasan Hutan Produksi dan tidak berada                         zone and is not within protected conservation areas or
di dalam kawasan konservasi yang dilindungi maupun                        zones characterized by high biodiversity value (High
area dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi (High                      Conservation Value).
Conservation Value).

Selain itu, area operasional tidak berada pada wilayah                    Furthermore, the operational area is not situated
dengan integritas ekosistem tinggi yang belum                             within regions with high ecosystem integrity and
terganggu, tidak termasuk dalam kategori wilayah                          remain undisturbed, nor does it fall into categories
dengan risiko kelangkaan air tinggi sebagaimana                           of areas at high risk of water scarcity as identified by
diidentifikasi oleh Bappenas dan WRI Aqueduct, serta                      Bappenas and WRI Aqueduct. It is also not located in
tidak terletak pada kawasan yang secara khusus                            areas specifically designated as providers of essential
ditetapkan sebagai penyedia jasa ekosistem penting                        ecosystem services for Indigenous Peoples or local
bagi Masyarakat Adat atau komunitas lokal. Meskipun                       communities. Nevertheless, ABM still applies the
demikian, ABM tetap menerapkan prinsip kehati-                            principle of prudence through stakeholder engagement
hatian melalui pelibatan pemangku kepentingan dan                         and systematic environmental impact management.
pengelolaan dampak lingkungan secara sistematis.

Pengelolaan dampak dilakukan melalui reklamasi                            Impact management is carried out through progressive
progresif, revegetasi dengan spesies yang sesuai                          reclamation, revegetation with species suitable for
kondisi lokal, serta rehabilitasi Daerah Aliran Sungai                    local conditions, and rehabilitating Watershed Areas
(DAS) sesuai rencana yang telah disetujui regulator.                      (DAS) according to plans approved by regulators. This
Pendekatan ini memastikan bahwa setiap perubahan                          approach ensures that any land cover changes are
tutupan lahan diikuti dengan upaya pemulihan fungsi                       accompanied by measurable and sustainable efforts to
ekologis secara terukur dan berkelanjutan.                                restore ecological functions




                                                                                      2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                             73
Page 76
        Kinerja Lingkungan
        Environmental Performance




Perlindungan dan Pemulihan                               Protection and Ecosystem Restoration
Ekosistem di Luar Area Tambang                           Outside Mining Areas
ABM melaksanakan kegiatan perlindungan dan               ABM implements ecosystem protection and restoration
pemulihan ekosistem tidak hanya di area penambangan      activities both inside and outside mining areas, including
tetapi juga di luar wilayah tambang, termasuk            planting mangroves in the SSB Cikupa operational
penanaman mangrove di area operasional SSB Cikupa.       area. During the reporting year, ABM strengthened
Pada tahun pelaporan, ABM memperkuat komitmen            its commitment to coastal restoration by planting
rehabilitasi pesisir melalui penanaman 10.000 bibit      10,000 mangrove seedlings along the North Coast of
mangrove di Pesisir Utara Tangerang, Desa Mauk,          Tangerang, in Mauk Village, in collaboration with local
yang dilaksanakan bersama pemangku kepentingan           stakeholders and employee volunteers. This program
lokal dan relawan karyawan. Program ini ditujukan        aims to strengthen the coastal green belt, improve
untuk memperkuat sabuk hijau pesisir, meningkatkan       ecosystem resilience, and promote environmental
ketahanan ekosistem, serta memastikan keberlanjutan      sustainability by monitoring mangrove growth and
lingkungan melalui pemantauan pertumbuhan dan            natural regeneration capacity.
kemampuan regenerasi alami mangrove.

Grup CKB juga berperan aktif dalam kegiatan              The CKB Group also actively engages in mangrove
penanaman mangrove di kawasan Romokalisari,              planting activities in the Romokalisari region of
Surabaya. Program ini bertujuan mendukung                Surabaya. This program aims to promote environmental
konservasi lingkungan, memulihkan ekosistem              conservation, restore the mangrove ecosystem,
mangrove, serta melibatkan masyarakat lokal dalam        and engage the local community in protecting the
upaya perlindungan lingkungan. [GRI 101-8] [SEOJK F.9]   environment. [GRI 101-8] [SEOJK F.9]

Perubahan Kondisi Keanekaragaman                         Changes in Biodiversity Conditions
Hayati
Sebagai     bagian    dari   pemantauan      kondisi     As part of monitoring biodiversity conditions within the
keanekaragaman hayati di wilayah operasional, ABM        operational area, ABM undertakes the identification of
melakukan identifikasi keberadaan spesies flora dan      flora and fauna species listed on the IUCN Red List and
fauna yang tercantum dalam Daftar Merah IUCN serta       national protection lists. This information serves as the
daftar perlindungan nasional. Informasi ini menjadi      basis for managing and protecting species that may be
dasar dalam pengelolaan dan perlindungan spesies         affected by operational activities. [GRI 101-4] [GRI 101-7]
yang berpotensi terdampak oleh kegiatan operasional.     [SEOJK F.10]
[GRI 101-4] [GRI 101-7] [SEOJK F.10]




  74              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 77
Temuan Spesies Dilindungi Berdasarkan Daftar Merah IUCN di Wilayah Pertambangan [GRI 304-4]
Findings of the IUCN Red List of Protected Species Identified in Mining Areas

Nama Ilmiah                     Nama Lokal         Status              Sensus          Lokasi                Dilindungi
Scientific Name                 Local Name         Perlindungan        populasi        Operasional           Menurut KLHK
                                                   Protection Status   Census of       Operational           Protected
                                                                       population      Location              According to KLHK
Flora
                                                       Rentan              ya                                         Dilindungi
Eusideroxylon zwageri           Ulin                                                          TIA
                                                      Vulnerable           yes                                        Protected
                                                   Terancam punah
                                                                           ya                                         Dilindungi
Aquilaria malaccensis           Gaharu                 Critically                             TIA
                                                                           yes                                        Protected
                                                     endangered
                                                   Terancam punah
                                                                          tidak                                       Dilindungi
Eurycoma apiculata              Pasak Bumi             Critically                             TIA
                                                                            no                                        Protected
                                                     endangered
                                                     Risiko rendah         ya                                   Tidak Dilindungi
Rizophora mucronata             Bakau Bini                                                    TIA
                                                     Least concern         yes                                    Unprotected
                                                     Risiko rendah         ya                                   Tidak Dilindungi
Rizophora apiculata             Bakau Laki                                                    TIA
                                                     Least concern         yes                                    Unprotected
Fauna
                                                     Risiko rendah        tidak                                       Dilindungi
Muntiacus muntjak               Kijang                                                        TIA
                                                     Least concern          no                                        Protected
Nasalis larvatus / Proboscis                           Rentan             tidak                                       Dilindungi
                                Bekantan                                                      TIA
monkey                                                Vulnerable            no                                        Protected
Lanthanotus borneensi / Earless                        Terancam           tidak                                       Dilindungi
                                Biawak                                                        TIA
monitor lizard                                        Endangered            no                                        Protected
                                                   Terancam punah
Eretmochelys imbricata /                                                  tidak                                       Dilindungi
                                Penyu sisik            Critically                             SSB
Hawksbill sea turtle                                                        no                                        Protected
                                                     endangered
                                                   Terancam punah
                                                                          tidak                                       Dilindungi
Manis javanica / Sunda pangolin Trenggiling            Critically                             TIA
                                                                            no                                        Protected
                                                     endangered
                                                       Rentan             tidak                                       Dilindungi
Helarctos malayanus / Sun bear Beruang madu                                                   TIA
                                                      Vulnerable            no                                        Protected
                                Elang laut perut     Risiko rendah        tidak                                       Dilindungi
Haliaeetus leucogaster                                                                        TIA
                                putih                Least concern          no                                        Protected
                                                     Risiko rendah        tidak                                       Dilindungi
Nisaetus cirrhatus              Elang brontok                                                 TIA
                                                     Least concern          no                                        Protected




                                                                       2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                   75
Page 78
     Kinerja Lingkungan
     Environmental Performance




Pengakuan atas Praktik Pengelolaan                          Recognition of Biodiversity
Keanekaragaman Hayati                                       Management Practices
Sebagai pengakuan atas penerapan praktik                    As a recognition of the implementation of responsible
pertambangan yang bertanggung jawab dan                     mining practices and sustainable environmental
pengelolaan lingkungan berkelanjutan, ABM dan               management, ABM and its subsidiaries were
anak perusahaan memperoleh Good Mining Practice             honored with the Good Mining Practice Award. This
Award. Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan            award reflects the company’s achievements in land
Perusahaan dalam mengelola reklamasi lahan,                 reclamation management, biodiversity conservation,
melindungi keanekaragaman hayati, serta menerapkan          and the implementation of operational practices aligned
praktik operasional yang selaras dengan prinsip             with sustainability principles. [GRI 101-2] [GRI 101-1]
keberlanjutan. [GRI 101-2] [GRI 101-1]



Rehabilitasi Lahan dan Pemantauan                           Land Rehabilitation and Integrated
Lingkungan Terpadu                                          Environmental Monitoring

Sebagai bagian dari komitmen terhadap pengelolaan           As part of our commitment to responsible
lingkungan yang bertanggung jawab, RWA                      environmental management, RWA implements
melaksanakan program replanting di area bekas               replanting programs in former mining areas to restore
tambang untuk memulihkan fungsi ekologis lahan              ecological functions of the land and support long-
dan mendukung keberlanjutan jangka panjang.                 term sustainability. Revegetation activities are carried
Kegiatan revegetasi dilakukan secara bertahap               out gradually, considering local soil conditions and
dengan mempertimbangkan kondisi tanah dan                   environmental characteristics, and aim to speed
karakteristik lingkungan setempat, serta diarahkan          up land cover recovery and strengthen ecosystem
untuk mempercepat pemulihan tutupan lahan dan               support capacity.
meningkatkan daya dukung ekosistem.

Selain rehabilitasi lahan, RWA juga melakukan               Along with land rehabilitation, RWA regularly monitors
pemantauan dan pengukuran kualitas lingkungan               and evaluates environmental quality, including water,
secara berkala, yang mencakup kualitas air, kualitas        soil, air, and biodiversity within the operational area.
tanah, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati di       This monitoring aims to ensure compliance with
sekitar wilayah operasional. Pemantauan ini dilakukan       environmental standards, identify potential impacts
untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu               early, and serve as a basis for evaluating and improving
lingkungan yang berlaku, mendeteksi potensi dampak          environmental management. This integrated approach
secara dini, serta menjadi dasar dalam evaluasi dan         reflects RWA’s commitment to balancing operational
penyempurnaan pengelolaan lingkungan. Pendekatan            activities with environmental protection. [GRI 101-2] [GRI
terpadu ini mencerminkan komitmen RWA dalam                 101-6] [GRI 101-7]
menjaga keseimbangan antara kegiatan operasional
dan perlindungan lingkungan. [GRI 101-2] [GRI 101-6] [GRI
101-7]




76             S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 79
Operasional Lingkungan (Limbah)
Environmental Operations (Waste)


Pengelolaan limbah merupakan bagian integral                  Waste management is integral to ABM’s commitment
dari komitmen ABM dalam meminimalkan dampak                   to minimizing the environmental impact of operations
lingkungan dari kegiatan operasional di sektor                across the mining, energy, and logistics sectors.
pertambangan,      energi,    dan      logistik.  Limbah      The waste generated is managed based on its type
yang dihasilkan dikelola berdasarkan jenis dan                and characteristics, including Hazardous and Toxic
karakteristiknya, baik limbah Bahan Berbahaya                 Materials (B3) waste and non-hazardous (non-B3)
dan Beracun (B3) maupun limbah non-B3, dengan                 waste, following applicable laws and regulations. ABM
mengacu pada peraturan perundang-undangan yang                has established an Environmental Policy (Environmental
berlaku. ABM telah menetapkan Kebijakan Lingkungan            Policy ABM-PLC-CAF-005) as the main framework for
(Environmental Policy ABM-PLC-CAF-005) sebagai                environmental management, while technical provisions
kerangka utama pengelolaan lingkungan, sementara              related to waste, water, energy, and recycling materials
ketentuan teknis terkait limbah, air, energi, dan material    are further regulated in the SOPs of respective
daur ulang diatur lebih lanjut dalam SOP masing-              subsidiaries to ensure alignment with the specific
masing anak usaha agar sesuai dengan karakteristik            characteristics of their operational activities. [GRI 306-1]
kegiatan operasional. [GRI 306-1] [SEOJK F.13] [SEOJK F.14]   [SEOJK F.13] [SEOJK F.14] [NDAQ E7]
[NDAQ E7]


Seluruh limbah yang dihasilkan dihimpun melalui               All waste generated is collected through a structured
proses penimbangan, pengukuran, pencatatan, dan               process of weighing, measuring, recording, and
dokumentasi yang terstruktur. Data limbah dicatat             documentation. Waste data is meticulously documented
secara rinci berdasarkan jenisnya, termasuk limbah            according to its type, including hazardous and non-
B3 dan non-B3, dengan satuan pengukuran ton sesuai            hazardous waste, utilizing measurement units in tons in
ketentuan teknis Pemerintah Daerah dan Kementerian            compliance with the technical regulations established
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Limbah                 by the local government and the Ministry of Environment
kemudian dikelola melalui mekanisme penyimpanan               and Forestry (KLHK). Subsequently, waste is then
sementara, pengangkutan, dan pengolahan akhir oleh            managed through mechanisms of temporary storage,
pihak ketiga berizin untuk memastikan penanganan              transportation, and final processing by authorized third
yang aman, patuh, dan bertanggung jawab. [GRI 306-3]          parties to ensure safe, compliant, and responsible
[GRI 306-4] [SEOJK F.15] [NDAQ E7]                            handling. [GRI 306-3] [GRI 306-4] [SEOJK F.15] [NDAQ E7]

ABM      secara      berkala   mengevaluasi   kinerja         ABM periodically evaluates environmental management
pengelolaan lingkungan yang mencakup energi, emisi,           performance, including energy, emissions, water, and
air, dan limbah. Evaluasi ini menjadi dasar dalam             waste. This evaluation serves as the basis for improving
penyempurnaan kebijakan dan prosedur agar tetap               policies and procedures to ensure they remain relevant
relevan dengan perkembangan regulasi dan praktik              with regulatory requirements and industry best
terbaik. Sepanjang periode pelaporan, ABM tidak               practices. Throughout the reporting period, ABM has
memiliki catatan denda maupun sanksi nonmoneter               not incurred any fines or non-monetary sanctions for
akibat ketidakpatuhan terhadap peraturan lingkungan           non-compliance with environmental regulations. [GRI
hidup. [GRI 2-27] [SEOJK F.28]                                2-27] [SEOJK F.28]


Dalam pengelolaan limbah B3, ABM menerapkan                   In the management of hazardous and toxic waste (B3),
pemilahan dan pengendalian yang ketat melalui                 ABM implements stringent segregation and control
Tempat Penyimpanan Sementara (TPS B3) yang                    measures through Temporary Storage Sites (TPS B3),
dipantau secara berkala. Sebagian besar limbah B3             which are subject to regular monitoring. The majority
diserahkan kepada transporter dan pengolah resmi              of B3 waste is transferred to licensed transporters and
yang memiliki izin. Di CK MHU, sebagian oli bekas             processors. At CK MHU, a portion of used oil is [GRI 304-
dimanfaatkan kembali sebagai bahan pencampur                  3] thereby reducing waste generation and supporting
Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) untuk kegiatan               the principle of reuse. As of the end of the reporting
peledakan, sehingga mengurangi timbulan limbah                period, all entities within the ABM Group do not have
dan mendukung prinsip pemanfaatan kembali. Hingga             incinerator facilities for waste disposal. [GRI 306-4] [GRI
akhir periode pelaporan, seluruh entitas di Grup ABM          306-5] [SEOJK F.15] To prevent potential pollution caused by
belum memiliki fasilitas incinerator untuk pemusnahan         hazardous material spills, ABM implements operational
limbah. [GRI 306-4] [GRI 306-5] [SEOJK F.15]                  control measures. These include the provision of spill

                                                                         2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                      S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                        77
Page 80
       Kinerja Lingkungan
       Environmental Performance




Untuk mencegah potensi pencemaran akibat tumpahan            kits in workshop areas, B3 waste transfer stations, and
bahan berbahaya, ABM menerapkan langkah-langkah              fueling points; applying secondary containment for the
pengendalian operasional, termasuk penyediaan                storage of oil drums and chemicals; and conducting
spill kit di area workshop, TPS B3, dan titik pengisian      SOPs and emergency response training for mechanics
bahan bakar; penerapan secondary containment                 and operators. At CK, oil filtration processes, such
pada penyimpanan drum oli dan bahan kimia; serta             as kidney loop filtration, are employed to extend oil
pelaksanaan SOP dan pelatihan tanggap darurat bagi           change frequency and decrease the potential for spills.
mekanik dan operator. Di CK, diterapkan pula filtrasi        Additionally, used diesel from filtration is repurposed
oli untuk mengurangi frekuensi penggantian oli dan           for generators. For non-B3 waste management, various
menekan potensi tumpahan, serta pemanfaatan                  units, including CK DMP and CK BMB, collaborate
kembali solar bekas hasil filtrasi untuk genset. Untuk       with waste banks to prevent waste accumulation and
limbah non-B3, beberapa unit seperti CK DMP dan              environmental health risks. [GRI 306-2] [SEOJK F.16] [NDAQ
CK BMB bekerja sama dengan bank sampah guna                  E7]
mencegah penumpukan limbah dan risiko kesehatan
lingkungan. [GRI 306-2] [SEOJK F.16] [NDAQ E7]

Terkait fasilitas tailing dan pengelolaan air limpasan, CK   Regarding tailings facilities and runoff water
tidak memiliki fasilitas tailing karena berperan sebagai     management, CK does not have tailings facilities as it
kontraktor tambang. Fasilitas pengelolaan air limpasan       operates solely as a mining contractor. The runoff water
berada pada pemilik IUP, yaitu TIA, yang mengoperasikan      management facility is owned by the IUP holder, TIA,
settling pond untuk menampung air limpasan dari area         which operates a settling pond designed to contain
tambang yang mengandung sedimen dan partikel halus.          runoff water from the mining area containing sediments
Fasilitas ini berfungsi untuk mengendapkan material          and fine particles. This facility functions to settle solid
padat, menurunkan kekeruhan, serta memastikan                materials, reduce turbidity, and ensure that water quality
kualitas air memenuhi baku mutu sebelum dialirkan            meets the prescribed standards prior to discharge.
lebih lanjut. Pemantauan kualitas air dilakukan secara       Water quality monitoring is conducted in real-time via
real-time melalui sistem SPARING yang terhubung              the SPARING system, which is connected to the KLHK
dengan server KLHK sesuai Peraturan Menteri LHK No.          server in accordance with Minister of Environment and
P.93 Tahun 2018 dan PP No. 22 Tahun 2021, dengan             Forestry Regulation No. P.93 of 2018 and Government
parameter pemantauan meliputi pH, TSS, debit aliran,         Regulation No. 22 of 2021, with monitoring parameters
COD, BOD, serta logam berat (Fe dan Mn). [GRI 306-2] [GRI    include pH, TSS, flow rate, COD, BOD, and heavy metals
306-4] [SEOJK F.16] [NDAQ E7]                                (Fe and Mn). [GRI 306-2] [GRI 306-4] [SEOJK F.16] [NDAQ E7]

Sebagai bagian dari pengendalian risiko lingkungan,          As part of environmental risk management, TIA
TIA menerapkan Zero Discharge Policy, menyediakan            implements a Zero Discharge Policy, equips critical
spill kit di area kritis, serta melaksanakan simulasi        areas with spill kits, and regularly conducts emergency
tanggap darurat secara berkala untuk menghadapi              response simulations to prepare for potential fuel spills.
potensi tumpahan bahan bakar. Pendekatan ini                 This approach ensures the integrity of waste and water
memastikan integritas fasilitas pengelolaan limbah           management facilities is maintained and minimizes the
dan air tetap terjaga serta meminimalkan risiko              risk of environmental pollution. [GRI 306-2] [SEOJK F.16]
pencemaran lingkungan. [GRI 306-2] [SEOJK F.16] [NDAQ E7]    [NDAQ E7]




  78             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 81
Timbulan Limbah dan Dampak yang Signifikan terkait Limbah
Waste Generation and Significant Waste-Related Impacts

                                                                   Pengaruh
                                                   Bentuk Timbulan
                                                                   terhadap
Lini Bisnis       Tahapan Kegiatan                 Limbah                                         Pengelolaan Timbulan Limbah
                                                                   Lingkungan
Business Line     Activity Stage                   Form of Waste                                  Waste Generation Management
                                                                   Influence on the
                                                   Generation
                                                                   Environment
                                                                                                  Perusahaan melaksanakan revegetasi
                                                                        Perubahan rona
                                                                                                  kawasan serta membuat void atau
                                                  Tanah pucuk,          lingkungan, potensi
                  Pembukaan lubang                                                                penampungan air buatan dari bekas
                                                  overburden            erosi
                  tambang (pit)                                                                   lubang tambang
                                                  Top soil              Environmental color
                  Mining-pit opening                                                              The Company revegetates areas
                                                  Overburden            changes, Potential
                                                                                                  and creates voids or artificial water
                                                                        erosion
                                                                                                  reservoirs in the ex-mining pits.
                                                  Limbah
                                                                                                  Diserahkan kepada pihak ketiga
                  Operasi alat berat              mengandung            Potensi mencemari
                                                                                                  berizin untuk dikelola/diolah lebih
                  dan perawatan                   bahan berbahaya       tanah dan air
Mining Value                                                                                      lanjut
                  Heavy equipment operation       dan beracun (B3)      Potential soil and
Chain (MVC)                                                                                       Sent to licensed third parties for further
                  and maintenance                 Hazardous and         water pollution
                                                                                                  management/processing.
                                                  toxic waste
                                                                                                  Sebagian sampah organik diolah
                                                                                                  menjadi kompos dan sebagian lagi
                                                  Limbah non-B          Potensi mencemari         dibawa ke TPA, sedangkan sampah
                  Perkantoran dan
                                                  3                     tanah dan air             anorganik seluruhnya dibawa ke TPA.
                  administrasi
                                                  Non-hazardous         Potential soil and        Some organic waste is processed
                  Offices and administration
                                                  and toxic waste       water pollution           into compost and some is taken to the
                                                                                                  landfill, while all inorganic waste is
                                                                                                  taken to the landfill.
                  Perawatan dan
                  pengoperasi mesin;
                                                                        Potensi mencemari
                  Pengecatan unit/
                                                                        tanah dan air             Bekerja sama dengan pihak ketiga
                  equipment; Penyepuhan           Limbah B3
                                                                        Potential to              berizin
                  chrome                          Hazardous waste
Logistics,                                                              contaminate soil          Collaborate with licensed third parties
                  Machine maintenance and
Engineering,                                                            and water
                  operation; Painting of units/
New Business      equipment; Chrome plating
(LENB)
                                                                        Potensi mencemari         Diserahkan kepada pihak ketiga
                  Oli bekas pakai dari armada
                                                                        tanah dan air             berizin untuk dikelola/diolah lebih
                  (truk, alat berat, kapal)     Limbah B3
                                                                        Potential to              lanjut
                  Used oil from fleets (trucks, Hazardous waste
                                                                        contaminate soil          Handed over to a licensed third party
                  heavy equipment, ships)
                                                                        and water                 for further management/processing

Timbulan Limbah Berdasarkan Lini Bisnis
Waste Generated by Business Line

Keterangan                                    Satuan          Lini Bisnis
                                                                                         2023                   2024                    2025
Description                                    Unit          Business Line
                                                        Mining Value Chain             8.007,66               4.150,60                 3.116,79
Total timbulan limbah B3                                Logistics,
                                               Ton
Total hazardous waste generated                         Engineering, New                 135,82                177,06                   93,75
                                                        Business
Total timbulan limbah B3
                                               Ton                                     8.143,48              4.327,66                 3.209,79
Total hazardous waste generated
                                                        Mining Value Chain             6.679,54               1.759,98                4.769,06
Total timbulan limbah non-B3                            Logistics,
                                               Ton
Total non hazardous waste generated                     Engineering, New               1.340,37               1.180,22                 425,74
                                                        Business
Total timbulan limbah non-B3
                                               Ton                                     8.019,91              2.940,20                 5 .194,80
Total non hazardous waste generated
*Catatan: Terdapat perubahan dalam metode pengumpulan dan pencatatan data sehingga total limbah B3 dan non-B3 pada tahun 2023 dan
2024 mengalami penyesuaian.
*Note: There have been modifications in the data collection and recording methodologies, leading to adjustments in the overall quantities of
hazardous and non-hazardous waste for the years 2023 and 2024.




                                                                                      2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                79
Page 82
      Kinerja Lingkungan
      Environmental Performance




Limbah yang Dikirimkan ke Pembuangan Akhir Menurut Cara Pembuangan [GRI 306-4]
Hazardous Waste Disposed to Landfill by Disposal Method

Cara Pembuangan Limbah                                                  Satuan
                                                                                         2023         2024            2025
Waste Disposal Method                                                    Unit
Total limbah B3 yang dikelola oleh pihak ketiga
                                                                          Ton           3.823,48    3.895,41        3.043,71
Total B3 waste managed by third parties
Total limbah B3 yang didaur ulang
                                                                          Ton            515,59      417,24          230,27
Total B3 waste recycled
Total limbah B3
                                                                          Ton           4.339,07    4.312,65        3.273,98
Total B3 waste
Total limbah non-B3 yang dikelola oleh pihak ketiga
                                                                          Ton            477,69     2.940,20         1.723,52
Total non-B3 waste managed by third parties
Total limbah non-B3 yang dimanfaatkan kembali atau didaur ulang
                                                                          Ton            741,30       0,00           1214,18
Total non-B3 waste reused or recycled
Total limbah non-B3
                                                                          Ton           1.218,99    2.940,2          2.937,7
Total non-B3 waste
Catatan: Data 2023 dan 2024 dinyatakan kembali dikarenakan oleh perubahan metodologi.
Note: Data for 2023 and 2024 has been restated due to methodology changes.




 Inisiatif Pengurangan, Pemanfaatan Kembali, dan                      Operational Waste Reduction, Reuse, and Recycling
 Daur Ulang Limbah Operasional                                        Initiative

 ABM menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi                   ABM implements various initiatives to reduce
 timbulan limbah sekaligus meningkatkan efisiensi                     waste generation while simultaneously improving
 operasional melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle.              operational efficiency by applying the principles of
 Di hampir seluruh site CK, diterapkan filterisasi oli                reduce, reuse, and recycle. At nearly all CK sites, oil
 menggunakan sistem kidney loop pada oli hidrolik,                    filtration is performed using a kidney loop system on
 transmisi, dan final drive alat berat, sehingga kualitas             hydraulic oil, transmission oil, and final drive of heavy
 oli tetap terjaga dan frekuensi penggantian dapat                    equipment, ensuring oil quality is maintained and
 dikurangi. Inisiatif ini berkontribusi langsung pada                 replacement frequency is decreased. This initiative
 penurunan volume limbah oli bekas serta penghematan                  directly helps reduce used oil waste volume and
 biaya operasional.                                                   operational costs.

 Selain itu, solar bekas dari proses penggantian filter               Furthermore, used diesel generated from fuel
 bahan bakar dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan                     filter replacement processes is reutilized for other
 operasional lain, seperti pengoperasian genset di                    operational purposes, such as powering on-site
 site, guna mengurangi pemborosan bahan bakar                         generators, to reduce fuel wastage and liquid waste
 dan timbulan limbah cair. Untuk limbah non-B3, CK                    production. For non-hazardous waste, CK BMB and
 BMB dan CK DMP menjalin kerja sama dengan bank                       CK DMP collaborate with waste banks, where waste
 sampah, di mana limbah seperti plastik, kertas, dan                  such as plastics, paper, and cardboard are collected
 kardus dikumpulkan dan disalurkan untuk didaur                       and directed towards recycling, thereby reducing
 ulang, sehingga mengurangi volume sampah yang                        the volume of waste disposed of at final disposal
 dikirim ke tempat pembuangan akhir sekaligus                         sites and supporting the circular economy within the
 mendukung ekonomi sirkular di masyarakat sekitar.                    surrounding community.




 80               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 83
ABM juga mendorong pemanfaatan kembali material           ABM also encourages the reutilization of operational
operasional, antara lain penggunaan drum oli bekas        materials, such as repurposing used oil drums as
sebagai wadah air atau bahan bakar cadangan,              water containers or backup fuel tanks, and converting
serta ban bekas yang dimanfaatkan kembali sebagai         used tires into road barriers, embankments, and other
pembatas jalan, tanggul, dan fungsi pendukung lainnya     functional supports within operational areas. This
di area operasional. Pendekatan ini mencerminkan          approach reflects ABM’s commitment to responsible
komitmen ABM dalam mengelola limbah secara                waste management and the maximum utilization of
bertanggung jawab dan memaksimalkan nilai guna            materials before they are designated as final residues.
material sebelum menjadi residu akhir.



Perempuan Menggerakkan            Aksi    Lingkungan      Women Drive Environmental Action through Eco
melalui Eco Enzyme                                        Enzyme

Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada 21            In commemoration of Kartini Day on April 21, 2025,
April 2025, CK berpartisipasi dalam live talk show        CK participated in a live talk show organized by
yang diselenggarakan oleh Banjarmasin Post dan            Banjarmasin Post and Bank Kalsel to promote the
Bank Kalsel untuk mendorong peran perempuan               roles of women in managing organic waste through
dalam pengelolaan sampah organik berbasis eco             the use of eco enzymes. This activity was themed
enzyme. Kegiatan ini mengangkat tema “Perempuan           ‘Women Inspire: Beautifully Caring for Waste’ and
Menginspirasi: Cantik Peduli Sampah” dan                  emphasized women’s contributions as agents of
menegaskan kontribusi perempuan sebagai agen              change in environmental issues. Since 2022, MVC’s
perubahan dalam isu lingkungan. Sejak tahun 2022,         business pillars have been consistently conducting
pilar bisnis MVC secara konsisten juga melakukan          eco enzyme educational initiatives for environmental
edukasi eco enzyme kepada pemerhati lingkungan,           enthusiasts, Adiwiyata schools, and fostered villages
sekolah Adiwiyata, dan desa binaan melalui program        through the Climate Village program in Tanah Bumbu
Kampung Iklim di Kabupaten Tanah Bumbu.                   Regency.



Mendorong Efisiensi Operasional melalui Studi             Promoting Operational Efficiency through Lubricant
Lubricant Management System                               Management System Study

PWP melakukan studi Lubricant Management System           PWP conducted a study on CK’s Lubricant
milik CK di site KIM untuk memahami penerapan sistem      Management System at the KIM site to understand
yang efektif dan teruji dalam pengelolaan pelumas.        the implementation of an effective and proven system
Hasil studi ini dimanfaatkan sebagai referensi dalam      for lubricant management. The results of this study
pengembangan sistem Fuel Management di seluruh            are used as a reference in developing the Fuel
proyek PWP dengan penyesuaian sesuai kebutuhan            Management system across all PWP projects, with
masing-masing site. Inisiatif ini diarahkan menuju        adjustments made according to each site’s needs.
digitalisasi penuh guna meningkatkan akurasi data,        This initiative is aimed at full digitalization to improve
meminimalkan kesalahan manusia, serta mengurangi          data accuracy, minimize human errors, and reduce
potensi penyimpangan, sekaligus memperkuat                potential deviations, while also enhancing operational
efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas operasional.   efficiency, transparency, and accountability.




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   81
Page 84
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Kinerja Sosial
Social Performance



ABM memastikan penghormatan
terhadap hak asasi manusia, terutama
pekerja, terintegrasi dalam kinerja
sosial organisasi yang berorientasi
pada keberlanjutan.
ABM ensures that respect for human rights, especially
workers’ rights, is integrated into the organization’s
sustainability-oriented social performance.


 82              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 85
Pendekatan Manajemen untuk Kinerja Sosial
Management Approach for Social Performance




ABM memastikan penghormatan terhadap hak asasi             ABM ensures that respect for human rights, especially
manusia, terutama pekerja, terintegrasi dalam kinerja      workers’ rights, is integrated into the organization’s
sosial organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan.    sustainability-oriented social performance. In general,
Secara umum, prinsip ini diwujudkan dalam kebijakan        this principle is realized in policies and implementation
dan implementasi yang terkait dengan aspek-aspek di        related to the aspects below:
bawah ini:

A. Dukungan terhadap Karyawan                              A. Support for Employees
   • Akuntabilitas dalam Kesehatan                            • Accountability in Occupational Health
     dan Keselamatan Kerja                                      and Safety
     ABM mengadopsi pendekatan Sistem Manajemen                 ABM adopts the Mining Safety Management
     Keselamatan Pertambangan (SMKP) untuk                      System (SMKP) approach to ensure Occupational
     memastikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja                 Health and Safety (K3) and Operational Safety
     (K3) dan Keselamatan Operasional (KO) di seluruh           (KO) across all operational areas and subsidiaries.
     area operasional dan anak perusahaan.
   • Keberagaman dan Inklusi dalam                            •   Diversity and Inclusion in Employment
     Ketenagakerjaan
     ABM menekankan prinsip kesetaraan dan                        ABM emphasizes the principles of equality and
     pemberian kesempatan yang sama terhadap                      providing equal opportunities for all employees
     seluruh karyawan dan manajemen senior di seluruh             and senior management across all subsidiary
     entitas anak perusahaan, tanpa membedakan                    entities, without differentiating employees’
     identitas dan latar belakang karyawan.                       identities and backgrounds.
   • Anti-Diskriminasi dan Perlindungan                       •   Anti-Discrimination and Protection of
     Kelompok Rentan                                              Vulnerable Groups
     ABM secara aktif mendorong prinsip anti-                     ABM actively promotes anti-discrimination
     diskriminasi dalam seluruh aspek operasionalnya,             principles in all aspects of its operations, and
     serta berupaya melindungi kelompok rentan yang               seeks to protect vulnerable groups at risk along
     berisiko di sepanjang rantai nilai dengan pelibatan          the value chain through the active engagement
     aktif pemasok dan kontraktor.                                of suppliers and contractors.

B. Pemberdayaan Masyarakat                                 B. Community Empowerment
   Seluruh kebijakan dan implementasi aspek-aspek             All policies and implementation of the aspects above
   di atas diawasi oleh Komite ESG secara rutin.              are routinely supervised by the ESG Committee.




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   83
Page 86
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Akuntabilitas dalam Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
[OJK.F.21][GRI 403-1][GRI 403-2][GRI 403-3][GRI 403-4][GRI 403-5][GRI 406-1] [GRI 403-7][GRI 403-8][GRI 403-10][OJK.F.21][NDAQ S8]


Accountability in Occupational Health and Safety (K3)

ABM berkomitmen membangun budaya K3 yang                            ABM is committed to building an occupational health
memastikan lingkungan kerja aman, sehat, dan nyaman                 and safety (K3) culture that ensures a safe, healthy,
bagi seluruh pekerja, dengan menerapkan standar                     and comfortable work environment for all workers,
Kesehatan dan Keselamatan Kerja sesuai regulasi                     by implementing Occupational Health and Safety
nasional dan praktik internasional. Pengelolaan K3                  standards in accordance with national regulations and
dilakukan secara lintas fungsi dan difasilitasi oleh                international practices. K3 management is conducted
Health, Safety, and Environmental (HSE), sementara                  cross-functionally and facilitated by Health, Safety, and
evaluasi kinerja dilakukan oleh Direksi melalui penilaian           Environmental (HSE), while performance evaluation
laporan rutin dan capaian Key Performance Indicator                 is carried out by the Board of Directors through
(KPI), terutama untuk memastikan pencapaian target                  assessments of routine reports and Key Performance
zero fatalities, zero Lost Time Injury (LTI), dan zero              Indicator (KPI) achievements, particularly to ensure the
recordable incident di seluruh lini bisnis dan anak                 achievement of zero fatalities targets, zero Lost Time
perusahaan.                                                         Injury (LTI), and zero recordable incidents across all
                                                                    business lines and subsidiaries.

Pada tahun 2025, ABM senantiasa kembali melakukan                   In 2025, ABM continuously conducted periodic
evaluasi berkala atas penerapan sistem manajemen                    evaluations of the implementation of the K3 management
K3 di seluruh wilayah operasional sesuai dengan                     system across all operational areas in accordance
SMK3, ISO 45001, dan SMKP. Evaluasi ini juga                        with SMK3, ISO 45001, and SMKP. This evaluation
mencakup pemantauan dan pelaksanaan audit internal                  also includes monitoring and conducting internal and
dan eksternal minimal satu kali dalam setahun, diikuti              external audits at least once a year, followed by the ISO
dengan proses sertifikasi dan resertifikasi ISO 45001.              45001 certification and recertification process. Audit
Temuan audit selalu ditindaklanjuti oleh ABM untuk                  findings are always followed up by ABM for continuous
perbaikan berkesinambungan.                                         improvement.

Sistem Manajemen Keselamatan                                        Mining Occupational Safety and
dan Kesehatan Kerja Pertambangan                                    Health Management System (SMKP)
(SMKP) [GRI 403-1] GRI 403-7] [GRI 403-8]                           [GRI 403-1] GRI 403-7] [GRI 403-8]


Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko Keselamatan               As part of efforts to mitigate Occupational Health
dan Kesehatan Kerja (K3) dalam hubungan bisnis,                     and Safety (K3) risks in business relationships, ABM
ABM menerapkan pengendalian terintegrasi terhadap                   implements integrated controls over all parties within
seluruh pihak yang berada dalam lingkup operasional,                the operational scope, including contractors and
termasuk kontraktor dan mitra kerja. Pendekatan                     business partners. This approach ensures that ABM’s
ini memastikan standar K3 ABM dijalankan secara                     K3 standards are implemented consistently by all
konsisten oleh seluruh tenaga kerja di bawah kendali                workers under the Company’s operational control.
operasional Perusahaan.

ABM dan seluruh anak perusahaan menerapkan SMKP                     ABM and all subsidiaries implement SMKP in
sesuai peraturan nasional dan diperkuat dengan                      accordance with national regulations and strengthened
standar internasional. Peraturan nasional yang dirujuk              by international standards. The national regulations
oleh ABM meliputi ketentuan Permen ESDM No.                         referred to by ABM include the provisions of Permen
26/2018, Kepmen ESDM No. 1827.K/30/MEM/2018,                        ESDM No. 26/2018, Kepmen ESDM No. 1827.K/30/
serta Kepdirjen Minerba No. 185.K/37.04/DJB/2019.                   MEM/2018, as well as Kepdirjen Minerba No. 185.K/37.04/
Untuk memperkuat implementasi peraturan nasional,                   DJB/2019. To strengthen the implementation of national
ABM turut merujuk pada SMK3 dari Kementerian                        regulations, ABM also refers to SMK3 from the Ministry
Ketenagakerjaan, SMKP dari Kementerian ESDM,                        of Manpower, SMKP from the Ministry of Energy and
dan ISO 45001 – Occupational Health and Safety                      Mineral Resources, and ISO 45001 – Occupational
Management System.                                                  Health and Safety Management System.



 84              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 87
Pada tahun 2025, ABM dan anak perusahaan atau area                    In 2025, ABM and subsidiaries or operational areas
operasional menindaklanjuti kinerja SMKP pada tahun                   followed up SMKP performance in the previous year
sebelumnya melalui penambahan sertifikasi.                            through the addition of certifications.

Area Operasional / Anak Perusahaan
                                                                        SMK3 Nasional            ISO 45001                       SMKP
Operational Area / Subsidiaries
                                                                      Implementasi          Sertifikasi                  Implementasi
PT Cipta Kridatama (CK)
                                                                      Implementation        Certification                Implementation
                                                                      Implementasi          Implementasi                 Implementasi
PT Prima Wiguna Parama (PWP)
                                                                      Implementation        Implementation               Implementation
                                                                      Sertifikasi           Sertifikasi                  Implementasi
PT Sanggar Sarana Baja (SSB)
                                                                      Certification         Certification                Implementation
                                                                      Sertifikasi           Sertifikasi                  Implementasi
PT Cipta Krida Bahari (CKB)
                                                                      Certification         Certification                Implementation
                                                                      Sertifikasi           Sertifikasi                  Implementasi
PT Tunas Inti Abadi (TIA)
                                                                      Certification         Certification                Implementation


Komite Keselamatan Pertambangan yang dibentuk oleh                    The Mining Safety Committee established by ABM
ABM mengawasi implementasi SMKP dan melakukan                         oversees the implementation of SMKP and updates
pembaruan terhadap kebijakan dan prosedur, bila                       policies and procedures, if required.
diperlukan.




Cakupan Penerapan dan Sertifikasi SMK3 [GRI 403-8]
Scope of SMK3 Implementation and Certification

Kategori                                                               Jumlah (orang)                      Persentase (%)
Category                                                               Total (persons)                     Percentage (%)
Karyawan Tetap
                                                                      165                                 66,5%
Permanent Employees
Kontraktor & Tenaga Kerja Alih Daya
                                                                      83                                  33,5%
Contractors & Outsourced Workers
Total Tenaga Kerja Operasional
                                                                      248                                 100%
Total Operational Workforce
Catatan | Note:
Seluruh tenaga kerja dalam lingkup operasional ABM, baik karyawan tetap maupun non-karyawan, tercakup dalam penerapan Sistem Manajemen
Keselamatan Kerja (SMK3) Dari total tersebut.
All workers within ABM’s operational scope, both permanent employees and non-employees, are covered under the implementation of the
Occupational Safety Management System (SMK3). From this total.



Dalam pengelolaan pihak eksternal, ABM mewajibkan                     In managing external parties, ABM requires the
penerapan Contractor Safety Management System                         implementation of a Contractor Safety Management
(CSMS) sebagai bagian dari proses seleksi dan                         System (CSMS) as part of the contractor selection
evaluasi kontraktor, dilengkapi dengan pra-kualifikasi                and evaluation process, complemented by safety
keselamatan dan pengendalian risiko berbasis Hazard                   pre-qualification and risk controls based on Hazard
Identification, Risk Assessment, and Determined                       Identification, Risk Assessment, and Determined
Control (HIRADC). Perusahaan juga memastikan hak                      Control (HIRADC). The Company also ensures workers’
pekerja, termasuk kontraktor, untuk menghentikan                      rights, including contractors, to stop work that poses
pekerjaan yang berisiko hingga pengendalian memadai                   risks until adequate controls have been implemented.
diterapkan. Kesiapsiagaan didukung oleh Tim Tanggap                   Preparedness is supported by Emergency Response
Darurat di seluruh area kerja yang turut berkontribusi                Teams across all work areas, which also contribute
dalam penanganan keadaan darurat internal maupun                      to handling internal emergencies and national
kegiatan kemanusiaan nasional.                                        humanitarian activities.




                                                                                  2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                        85
Page 88
         Kinerja Sosial
         Social Performance




Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko,                      Hazard Identification, Risk Assessment,
dan Investigasi Insiden [GRI 403-2]                         and Incident Investigation [GRI 403-2]
Untuk mewujudkan lingkungan kerja yang sehat dan            To realize a healthy and safe work environment, ABM
aman, ABM senantiasa melakukan identifikasi bahaya,         continuously conducts hazard identification, risk
penilaian risiko, dan investigasi insiden yang merujuk      assessment, and incident investigations referring to the
pada regulasi dan standar di atas. Proses identifikasi      regulations and standards above. The hazard and risk
bahaya dan risiko, serta investigasi insiden telah          identification process, as well as incident investigations,
distrukturkan dalam langkah-langkah berikut ini:            has been structured into the following steps:

•    Persiapan                                              •   Preparation
     • Pembentukan tim manajemen risiko K3                      • Establishment of an OHS risk management team
     • Penugasan dan penentuan proses kerja tim                 • Assignment and determination of work
        manajemen risiko K3                                        processes for the OHS risk management team
     • Pengumpulan informasi yang relevan                       • Collection of relevant information
•    HIRADC                                                 •   HIRADC
     • Identifikasi bahaya                                      • Hazard identification
     • Penilaian risiko                                         • Risk assessment
     • Penetapan upaya pengendalian risiko                      • Determination of risk control measures
     • Penetapan tujuan, sasaran, dan program                   • Determination of objectives, targets, and programs
•    Pelaksanaan dan Peninjauan                             •   Implementation and Review
     • Persetujuan manajemen                                    • Management approval
     • Komunikasi dan konsultasi                                • Communication and consultation
     • Penerapan upaya pengendalian risiko                      • Implementation of risk control measures
     • Pemantauan dan pemeriksaan rutin                         • Routine monitoring and inspections
     • Peninjauan HIRADC secara berkala                         • Periodic review of HIRADC
•    Pencatatan, penerapan, peninjauan HIRADC,              •   Recording, implementation, and review of HIRADC,
     pencapaian kinerja K3, identifikasi bahaya,                OHS performance achievement, hazard identification,
     insiden, dan pelaporan merujuk pada regulasi               incidents, and reporting refer to the applicable
     yang berlaku di Indonesia untuk industri, yaitu:           regulations in Indonesia for the industry, namely:
     •   Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang                 •   Law No. 1 of 1970 on Occupational Safety
         Keselamatan Kerja
     •   Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang         •   Government Regulation No. 50 of 2012 on the
         Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan                 Implementation of an Occupational Safety and
         Kesehatan Kerja                                            Health Management System
     •   Peraturan Menteri ESDM No. 26 Tahun 2018               •   Minister of Energy and Mineral Resources
         tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang               Regulation (Permen ESDM) No. 26 of 2018 on
         Baik                                                       the Implementation of Good Mining Practices
     •   Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 187 Tahun           •   Minister of Manpower Regulation No. 187 of
         1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia                      1999 on the Control of Hazardous Chemicals in
         Berbahaya di Tempat Kerja                                  the Workplace
     •   Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 03                  •   Minister of Manpower Regulation No. 03 of 1998
         Tahun 1998 tentang Tata Cara Pelaporan dan                 on Procedures for Reporting and Inspecting
         Pemeriksaan Kecelakaan                                     Accidents
     •   Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. 15 Tahun            •   Minister of Manpower Regulation No. 15 of 2008
         2008 tentang P3K di Tempat Kerja                           on First Aid in the Workplace
     •   Regulasi spesifik lainnya, seperti regulasi dari       •   Other specific regulations, such as regulations
         Keputusan Dirjen Minerba, peraturan Kesehatan              from Directorate General of Mineral and Coal
         Lingkungan, serta Standar Keselamatan dan                  Decrees, environmental health regulations, and
         Kesehatan Kerja Perkantoran.                               Office Occupational Safety and Health Standards.




    86             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 89
Dalam proses identifikasi bahaya dan insiden yang                       In the process of identifying hazards and incidents that
tak selalu bisa diprediksi, ABM menerapkan prosedur                     cannot always be predicted, ABM implements strict
ketat yang melibatkan partisipasi aktif karyawan, yaitu:                procedures involving active employee participation, namely:

•     Kewajiban pelaporan melalui Hazard Report                         •     Mandatory reporting through Hazard Reports
      Karyawan wajib melaporkan setiap bahaya yang                            Employees must report any hazards found in the
      ditemukan di area kerja, baik kondisi maupun tindakan                   work area, whether unsafe or risky conditions or
      yang tidak aman atau berisiko, melalui sistem digital,                  actions, through a digital system, e-SIAP (one of
      e-SIAP (salah satu Hazard Report di CK yaitu OSHE.                      the Hazard Report portals at CK, namely OSHE.
      ciptakridatama.co.id). Laporan awal insiden harus                       ciptakridatama.co.id). Initial incident reporting must
      dilakukan paling lambat 1x24 jam agar seluruh pihak                     be made no later than 1x24 hours so that all relevant
      terkait dapat terinformasi dengan cepat.                                parties can be informed quickly.
•     Inspeksi langsung terhadap lokasi dengan insiden                  •     Direct inspection of the incident location
      Atasan dari karyawan yang mengalami insiden                             The supervisor of the employee experiencing the
      beserta bagian OSHE dan emergency team (bila                            incident, along with OSHE and the Emergency Team
      diperlukan) harus segera mengunjungi lokasi untuk                       (if required), must immediately visit the location
      menangani insiden yang terjadi dan mencatat                             to handle the incident and record the information
      informasi yang diperlukan untuk investigasi dan                         needed for investigation and securing the incident
      pengamanan lokasi dengan insiden.                                       site.
•     Penyelidikan Insiden dan Tindak Lanjut                            •     Incident Investigation and Follow-Up
      Berdasarkan klasifikasi keparahan atau kerusakan,                       Based on the severity or damage classification, ABM
      ABM akan membentuk tim investigasi atau                                 will form an incident investigation or inquiry team
      penyelidikan insiden yang beranggotakan pihak-                          consisting of parties with the relevant competencies.
      pihak dengan kompetensi. Penyelidikan dilakukan                         The investigation is conducted within 2x24 hours
      dalam waktu 2x24 jam setelah kejadian insiden,                          after the incident occurs, except for major incidents
      kecuali untuk insiden besar yang membutuhkan                            that require time for further investigation.
      waktu untuk penyelidikan lebih lanjut.
•     Rekomendasi Tindakan Perbaikan                                    •     Corrective Action Recommendations
      Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Investigasi                         Based on the investigation results, the Investigation
      membuat rekomendasi tindakan perbaikan. Laporan                         Team prepares corrective action recommendations.
      investigasi didistribusikan kepada Manajemen dan                        The investigation report is distributed to Management
      pihak terkait.                                                          and related parties.
•     Pelaksanaan Rekomendasi Perbaikan                                 •     Implementation of Corrective Recommendations
      Manajemen proyek dan manajemen korporat                                 Project management and corporate management
      memastikan setiap rekomendasi dilaksanakan dengan                       ensure that each recommendation is implemented
      semestinya.                                                             properly.




                                                 BARUNAcoal logistics



         Inspeksi            Inspeksi            Inspeksi                    Pengarahan            Inspeksi                           Inspeksi
        Inspection          Inspection          Inspection                   Keselamatan          Inspection                         Inspection
                                                                            Safety Briefing
     Spesifikasi Tugas                       Kartu Observasi                                    Laporan Bahaya                 Laporan Bahaya
      dan Tanggung            ASICS
                                                  (AOC)                                          Hazard Report                  Hazard Report
       Jawab (STT)                           Observation Card                  HAZOB
         Task and                                 (AOC)
      Responsibility      Laporan Bahaya                                                                                      Rapat Keselamatan
                                                                                                      SAPA
    Specification (STT)    Hazard Report                                                                                        Safety Meeting
                                               Safety Talk
                                               Safety Talk
                            Safety Talk                                                                                               Diskusi
     Laporan Bahaya                                                                                   OPT
                            Safety Talk                                                                                             Keselamatan
      Hazard Report
                                              Emergency Drill                                                                      Pertambangan
                                             Simulasi Keadaan                                                                      Mining Safety
         Diskusi                                 Darurat                                                                             Discussion
       Keselamatan
      Pertambangan
      Mining Safety
        Discussion




                                                                                       2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                  87
Page 90
         Kinerja Sosial
         Social Performance




Partisipasi, Konsultasi, dan                                OHS Participation, Consultation, and
Komunikasi K3 [GRI 403-3] [GRI 403-4]                       Communication [GRI 403-3] [GRI 403-4]
Untuk memperkuat disiplin dan pemahaman K3 secara           To strengthen OHS (K3) discipline and understanding
berkesinambungan, ABM melaksanakan prosedur komunikasi      on an ongoing basis, ABM carries out communication
dan konsultasi terhadap seluruh karyawan melalui:           and consultation procedures for all employees through:

•    Pelaksanaan Safety Briefing                            •   Implementation of Safety Briefings
     Safety briefing dilakukan di setiap shift di seluruh       Safety briefings are conducted in every shift across
     lini operasional Perusahaan.                               all of the Company’s operational lines.
•    Forum Komunikasi K3                                    •   OHS Communication Forum
     Forum komunikasi K3 dibentuk dan dijalankan                An OHS communication forum is established
     secara rutin sebagai ruang sosialisasi dan                 and implemented regularly as a space for OHS
     kampanye K3. Forum ini terdiri dari Forum P2K3             socialization and campaigns. This forum consists
     yang diadakan setiap bulan. P2K3 merupakan                 of the P2K3 Forum, which is held every month.
     panitia yang beranggotakan perwakilan Manajemen            P2K3 is a committee comprising representatives
     dan perwakilan pekerja, sebagai wadah kerja sama           of Management and worker representatives,
     dalam meningkatkan implementasi keselamatan                serving as a forum for cooperation in improving the
     dan kesehatan kerja di lingkungan operasional.             implementation of occupational safety and health
     Selain itu, pertemuan bulanan dan safety talk              in the operational environment. In addition, monthly
     juga dilakukan bersama kontraktor dan mitra kerja          meetings and safety talks are also conducted with
     guna memperkuat budaya keselamatan secara                  contractors and business partners to strengthen the
     menyeluruh.                                                overall safety culture.
•    Kampanye K3                                            •   OHS Campaigns
     Kampanye K3 dilakukan melalui buletin, email,              OHS campaigns are carried out through monthly
     stiker, dan majalah dinding setiap bulan untuk             bulletins, emails, stickers, and wall magazines for
     seluruh karyawan. Pemasangan banner dan                    all employees. The installation of OHS banners and
     spanduk K3 dilaksanakan setiap tiga bulan.                 signage is carried out every three months. Programs
     Program seperti Toolbox Meeting/P5M, peringatan            such as Toolbox Meeting/P5M, the commemoration
     Bulan K3 Nasional, Safety & Health Talk, serta             of National OHS Month, Safety & Health Talk, and the
     sosialisasi prosedur K3, termasuk penggunaan               socialization of OHS procedures, including the use
     radio komunikasi dan aplikasi kerja, dilaksanakan          of communication radios and work applications, are
     secara berkala. Selain itu, setiap karyawan wajib          conducted periodically. In addition, each employee
     mengikuti induksi K3 setelah kembali dari cuti.            is required to undergo OHS induction upon returning
     Pertemuan bulanan dan safety talk juga dilakukan           from leave. Monthly meetings and safety talks are also
     bersama kontraktor dan mitra kerja.                        conducted with contractors and business partners.


Sepanjang 2025, P5M dilakukan setiap awal shift,            Throughout 2025, P5M was conducted at the start of
sedangkan HSE Talk diadakan minimal sekali seminggu         every shift, while HSE Talk was held at least once a
dengan topik K3 yang bergantian.                            week with rotating OHS topics.



Pelatihan K3 untuk Pekerja [GRI 403-5]                      OHS (K3) Training for Workers [GRI 403-5]
Sepanjang tahun 2025, ABM melaksanakan pelatihan            Throughout 2025, ABM conducted OHS (K3) training for
K3 bagi karyawan untuk memastikan kesiapan mereka           employees to ensure their readiness in implementing
dalam menjalankan prosedur SMKP, penanganan                 SMKP procedures, handling occupational accident
kejadian kecelakaan kerja, serta pencegahan penyakit        incidents, and preventing occupational diseases.
akibat kerja. Pelatihan ini dirancang sebagai bagian        This training was designed as an integral part of the
integral dari sistem manajemen K3 untuk memperkuat          OHS management system to strengthen workers’
kompetensi pekerja dalam mengidentifikasi bahaya,           competencies in identifying hazards, assessing risks,
menilai risiko, serta menerapkan pengendalian risiko        and implementing risk controls in accordance with the
sesuai prinsip Hazard Identification, Risk Assessment,      principles of Hazard Identification, Risk Assessment,
and Determining Control (HIRADC).                           and Determining Control (HIRADC).




    88             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 91
Seluruh program pelatihan K3 juga mendukung                All OHS training programs also support the implementation
penerapan hierarchy of control, yang mencakup              of the hierarchy of control, which includes elimination,
eliminasi, substitusi, pengendalian teknis, pengendalian   substitution, engineering controls, administrative controls,
administratif, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD),   and the use of personal protective equipment (PPE), to
guna memastikan pencegahan risiko dilakukan secara         ensure that risk prevention is carried out systematically
sistematis dan berlapis.                                   and in layers.

Beberapa program pelatihan yang diberikan kepada           Several training programs provided to employees
karyawan mencakup:                                         include:
• Penanganan kecelakaan kerja                              • Handling of occupational accidents
• Manajemen tingkat kelelahan                              • Fatigue management
• Workshop Lock Out Tag Out (LOTO)                         • LOTO (Lock Out Tag Out) Workshop
• Kepemimpinan Keselamatan yang Efektif                    • Effective Safety Leadership
• Pelatihan dan sertifikasi Sistem Manajemen               • Training and certification on the Occupational Safety
   Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)                      and Health Management System (SMK3)
• Refreshment Sistem Manajemen Keselamatan                 • Refresher on the Mining Safety Management
   Pertambangan (SMKP)                                         System (SMKP)
• Pelatihan dan sertifikasi implementasi dan audit         • Training and certification on SMKP implementation
   SMKP                                                        and audit
• Semiloka dasar-dasar K3 pertambangan                     • Basic mining OHS workshop
• Semiloka teknik investigasi kecelakaan                   • Accident investigation techniques workshop
• Seminar Zero Accident                                    • Zero Accident seminar
• Diklat dan uji kompetensi POP/POM                        • POP/POM training and competency testing
• Workshop HIRADC, dan CPR                                 • HIRADC and CPR workshop
• Praktik dasar kerja aman                                 • Basic safe work practices

Pelatihan tersebut diberikan kepada seluruh tenaga         The training was provided to all workers within ABM’s
kerja dalam lingkup operasional ABM, baik karyawan         operational scope, both permanent employees and
tetap maupun tenaga kerja non-karyawan, termasuk           non-employee workers, including contractors and
kontraktor dan tenaga kerja alih daya. ABM memastikan      outsourced workers. ABM ensures that all workers
bahwa seluruh pekerja yang berada di bawah                 under the Company’s operational control receive access
pengendalian operasional Perusahaan memperoleh             to relevant training programs to support competency
akses terhadap program pelatihan yang relevan guna         improvement and the consistent application of safety
mendukung peningkatan kompetensi serta penerapan           standards and performance across all work areas.
standar keselamatan dan kinerja yang konsisten di
seluruh area kerja.

Pelatihan dilaksanakan secara berkelanjutan dengan         Training is conducted on an ongoing basis by
mempertimbangkan karakteristik risiko masing-masing        considering the risk characteristics of each work
fungsi kerja dan area operasional, serta menjadi salah     function and operational area, and serves as one of the
satu indikator evaluasi kinerja K3 di tingkat unit kerja   indicators for evaluating OHS performance at both the
dan korporasi.                                             work-unit and corporate levels.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    89
Page 92
     Kinerja Sosial
     Social Performance




Pengukuran Efektivitas Pelatihan K3                          OHS Training Effectiveness Measurement
[GRI 404-1] [OJK F.22]                                       [GRI 404-1] [SEO JK F.22]

Pada tahun 2025, ABM melakukan pengukuran                    In 2025, ABM conducted an effectiveness assessment
efektivitas program pelatihan sebagai bagian                 of its training programs to ensure that employee
dari upaya memastikan bahwa pengembangan                     development initiatives deliver tangible improvements
kompetensi karyawan memberikan dampak nyata                  in workplace safety competencies. The assessment
terhadap peningkatan keselamatan kerja. Pengukuran           focused on Occupational Health and Safety (OHS)
ini difokuskan pada pelatihan Keselamatan dan                training implemented across operational areas, using
Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan di seluruh            a three-level evaluation approach consisting of Level
area operasional, dengan menggunakan pendekatan              1 (feedback evaluation), Level 2 (post-test), and Level
tiga tingkat evaluasi, yaitu Level 1 evaluasi kembali,       3 (behavior assessment). Results from the Level 1
Level 2 pasca-uji, dan Level 3 penilaian perilaku.           evaluation indicated positive participant perceptions
Hasil evaluasi Level 1 menunjukkan persepsi positif          of the training quality, with 34% satisfaction related
peserta terhadap kualitas pelatihan, dengan penilaian        to the relevance and clarity of the materials, 33% for
terhadap kesesuaian dan kejelasan materi sebesar             facilitator competence, and 33% for training facilities.
34%, kompetensi fasilitator 33%, serta kepuasan
terhadap fasilitas 33%.

Sepanjang tahun 2025, ABM telah menyelenggarakan             Throughout 2025, ABM delivered 3,151 OHS training
3.151 pelaksanaan pelatihan K3 dengan total 11.660 jam       sessions with a total of 11,660 learning hours through
pembelajaran melalui berbagai metode pembelajaran,           various learning methods, including e-learning,
termasuk pembelajaran daring, pembelajaran hibrida,          hybrid learning, in-class training, and virtual learning,
pelatihan tatap muka, serta pembelajaran virtual,            implemented through both internal programs and
baik melalui program internal maupun learning                learning implementation in collaboration with external
implementation yang bekerja sama dengan lembaga              training providers. These training initiatives are
eksternal. Program pelatihan ini dirancang untuk             designed to continuously enhance safety competencies
memastikan peningkatan kompetensi keselamatan                and support the consistent implementation of safety
kerja secara berkelanjutan serta mendukung                   standards across all operational areas.
penerapan standar keselamatan di seluruh lini
operasional Perusahaan.
                                                             The effectiveness of the learning programs is also
Efektivitas pembelajaran juga tercermin pada hasil           reflected in the Level 2 evaluation, which showed a
Level 2, yang menunjukkan peningkatan pemahaman              significant improvement in participants’ knowledge,
peserta dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 63,2         with the average pre-test score of 63.2 increasing
meningkat menjadi 89,9 pada post-test, menghasilkan          to 89.9 in the post-test, resulting in a 29.7% learning
learning gain sebesar 29,7%. Sementara itu, evaluasi         gain. Meanwhile, the Level 3 evaluation indicates that
Level 3 menunjukkan bahwa 31,07% pelatihan dinilai           31.07% of the training programs were rated highly
sangat efektif, 59,89% efektif, dan 9,04% cukup efektif,     effective, 59.89% effective, and 9.04% moderately
tanpa adanya kategori kurang efektif. Materi pelatihan       effective, with no programs categorized as ineffective.
yang diberikan mencakup berbagai topik keselamatan           Training topics covered a wide range of critical
kritis, antara lain ruang terbatas, bekerja di ketinggian,   safety areas, including confined space, working at
penerapan izin pekerjaan panas, Lock Out Tag Out             height, hot work permit, Lock Out Tag Out Try Out
Try Out (LOTOTO), penanggulangan kebakaran dan               (LOTOTO), fire fighting and emergency response,
tanggap darurat, penguatan komunikasi bahaya,                hazard communication, fatigue management, and
penerapan manajemen kelelahan, serta pelatihan               lifting equipment operation such as crane, forklift, and
operator alat angkat dan angkut seperti crane, forklift,     rigging. In addition, ABM also conducted training on
dan rigging. Selain itu, ABM juga menyelenggarakan           the Implementation of the Mining Safety Management
pelatihan terkait Implementasi Sistem Manajemen              System (ISMKP), First Operational Supervisor (POP)
Keselamatan Pertambangan (ISMKP), Pengawas                   certification, and other technical OHS programs,
Operasional Pertama (POP) Pertambangan, serta                ensuring that employees maintain competencies
berbagai pelatihan teknis K3 lainnya untuk memastikan        aligned with mining industry safety standards.
seluruh pekerja memiliki kompetensi yang selaras
dengan standar keselamatan industri pertambangan.




90             S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 93
Menjaga Kesehatan dan Kesejahteraan                        Maintaining Workers’ Health and Well-
Pekerja [GRI 403-3] [GRI 403-6] [GRI 403-10] [OJK F.21]    Being [GRI 403-3] [GRI 403-6] [GRI 403-10] [OJK F.21]
ABM menyediakan layanan kesehatan kerja sebagai            ABM provides occupational health services as part
bagian dari sistem perlindungan menyeluruh terhadap        of a comprehensive protection system for workers
pekerja di seluruh wilayah operasional. Fasilitas yang     across all operational areas. The facilities provided
disediakan mencakup klinik dan dokter perusahaan yang      include easily accessible clinics and company doctors,
mudah diakses, pemeriksaan kesehatan berkala termasuk      periodic health examinations including Medical Check
Medical Check Up (MCU), imunisasi dan vaksinasi,           Up (MCU), immunization and vaccination, and health
serta konsultasi kesehatan. Layanan ini bertujuan untuk    consultations. These services aim to detect health risks
mendeteksi dini risiko kesehatan dan memastikan kondisi    early and ensure safe and healthy working conditions
kerja yang aman dan sehat bagi pekerja.                    for workers.

Selain layanan kuratif dan preventif, ABM menjalankan      In addition to curative and preventive services, ABM
program promosi kesehatan yang terintegrasi dengan         implements health promotion programs integrated
sistem K3 bagi seluruh karyawan termasuk pekerja           with the OHS system for all employees, including non-
bukan karyawan. Program ini meliputi kampanye gaya         employee workers. These programs include healthy
hidup sehat, edukasi pencegahan penyakit akibat            lifestyle campaigns, education on the prevention of
kerja, pengelolaan kelelahan, senam kebugaran, serta       occupational diseases, fatigue management, fitness
sosialisasi melalui berbagai media internal. Perusahaan    exercises, and socialization through various internal
juga melakukan pemantauan dan pengendalian faktor          media. The Company also monitors and controls
risiko lingkungan kerja seperti debu, kebisingan,          workplace environmental risk factors such as dust,
getaran, ergonomi, kualitas air minum, dan sanitasi,       noise, vibration, ergonomics, drinking water quality,
guna meminimalkan potensi dampak kesehatan jangka          and sanitation, to minimize potential short-term and
pendek maupun jangka panjang.                              long-term health impacts.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola K3, ABM          As part of strengthening OHS governance, ABM grants
memberikan hak kepada pekerja untuk menolak                workers the right to refuse work that may endanger
pekerjaan yang berpotensi membahayakan kesehatan           their health and safety until the risks are controlled.
dan keselamatannya hingga risiko tersebut dikendalikan.    Leadership discipline and accountability of leaders,
Disiplin dan akuntabilitas pimpinan, pengawas, serta       supervisors, and workers continue to be strengthened
pekerja terus diperkuat untuk memastikan seluruh           to ensure that all OHS procedures are implemented
prosedur K3 dijalankan secara konsisten.                   consistently.

ABM juga secara sistematis mengidentifikasi dan            ABM also systematically identifies and maps potential
memetakan potensi Penyakit Akibat Kerja (PAK)              Occupational Diseases (PAK) based on exposure to
berdasarkan paparan faktor kimia, fisika, biologi,         chemical, physical, biological factors, as well as infectious
maupun penyakit infeksi sesuai dengan Peraturan            diseases in accordance with Presidential Regulation
Presiden No. 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat          (Peraturan Presiden) No. 7 of 2019 on Occupational
Kerja. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat kasus          Diseases. Throughout 2025, there were no cases of
PAK maupun fatalitas akibat PAK, baik pada karyawan        occupational diseases (PAK) or fatalities due to PAK,
maupun pekerja kontraktor, yang mencerminkan               either among employees or contractor workers, reflecting
efektivitas pengendalian risiko kesehatan kerja dan        the effectiveness of occupational health risk controls and
penerapan program pencegahan secara berkelanjutan.         the continuous implementation of prevention programs.



 Kategori                                                         2023                  2024                        2025
 Category
Jumlah Kasus Penyakit Akibat Kerja (Karyawan)
                                                                    0                      0                         0
Number of Occupational Disease (PAK) Cases (Employees)
Jumlah Kasus Penyakit Akibat Kerja (Kontraktor)
                                                                    0                      0                         0
Number of Occupational Disease (PAK) Cases (Contractors)
Jumlah Fatalitas Akibat Penyakit Akibat Kerja
                                                                    0                      0                         0
Number of Fatalities Due to Occupational Diseases (PAK)
Total Kasus Penyakit Akibat Kerja
                                                                    0                      0                         0
Total of Number of Occupatonal Disease (PAK) Cases




                                                                        2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                           91
Page 94
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Identifikasi Bahaya Signifikan dan                                        Identification of Significant Hazards and
Pengendalian Risiko K3 [GRI 403-2][GRI 403-9]                             OHS (K3) Risk Controls [GRI 403-2][GRI 403-9]
ABM berkomitmen untuk memitigasi risiko keselamatan                       ABM is committed to mitigating occupational safety
dan kesehatan kerja guna menjamin perlindungan                            and health risks to ensure the protection of workers in
pekerja dalam melaksanakan kegiatan operasional                           carrying out operational activities while also ensuring
sekaligus memastikan keberlanjutan usaha. Identifikasi                    business sustainability. Hazard identification and risk
bahaya dan penilaian risiko dilakukan secara                              assessment are conducted systematically in accordance
sistematis sesuai ISO 45001:2018 dan regulasi yang                        with ISO 45001:2018 and applicable regulations, by
berlaku, dengan mempertimbangkan aktivitas rutin                          taking into account routine and non-routine activities,
dan non-rutin, aktivitas seluruh pihak yang memasuki                      the activities of all parties entering the work area,
area kerja, faktor manusia, bahaya dari lingkungan                        human factors, hazards from the external environment,
eksternal, perubahan organisasi dan proses kerja,                         organizational and work process changes, statutory
kewajiban peraturan perundang-undangan, serta                             and regulatory obligations, as well as workplace design
desain tempat kerja dan prosedur operasional.                             and operational procedures.

Berdasarkan hasil identifikasi bahaya, penilaian risiko,                  Based on the results of hazard identification, risk
pemantauan, dan tindak lanjut oleh tim K3 di seluruh                      assessment, monitoring, and follow-up by OHS (K3)
area operasional dan anak perusahaan sepanjang                            teams across all operational areas and subsidiaries
tahun 2025, ditetapkan sejumlah pekerjaan berisiko                        throughout 2025, a number of high-risk jobs were
tinggi dengan potensi dampak signifikan berupa                            determined with significant potential impacts in the
Fatality, Lost Time Injury (LTI), dan Property Damage                     form of Fatality, Lost Time Injury (LTI), and Property
sebagai berikut:                                                          Damage, as follows:



 Pekerjaan           Potensi Dampak              Upaya Pengendalian                        Control Measures
 Berisiko Tinggi     Signifikan
 High-Risk           Potential
 Activity            Significant Impact
                                                 • Kursus Mengemudi Defensif (DDC)         • Defensive Driving Course (DDC)
                                                 • Izin Perusahaan (SIMPER)                • Company License (SIMPER)
                                                 • Program commissioning dan               • Commissioning and preventive
                                                   pemeliharaan preventif                    maintenance program
Pengoperasian
                                                 • Manajemen lalu lintas                   • Traffic management
kendaraan
                                                 • Pencahayaan yang cukup pada shift       • Adequate lighting in night shift
dan alat berat      • Fatality
                                                   malam
bergerak            • LTI
                                                 • Penggunaan APD yang sesuai              • Use of proper PPE
Vehicle             • Property
                                                 • Aturan Emas dan penerapan tindakan      • Golden Rules and disciplinary action
and mobile            Damage
                                                   disipliner                                implementation
equipment
                                                 • Program Akuntabilitas K3                • Safety Accountability Program (SAP)
operation
                                                 • Inspeksi rutin                          • Regular inspection
                                                 • Audit                                   • Audit
                                                 • Penyelesaian dan pemantauan rencana     • Completion of corrective and preventive
                                                   aksi                                      actions
                                                 • Surat Izin Operator (SIO) alat angkat   • Lifting Operator License (SIO)
                                                 • Sertifikasi alat angkat                 • Lifting equipment certification
                                                 • Commissioning dan program               • Commissioning and preventive
                                                   pemeliharaan rutin                        maintenance program
                                                 • Izin Kerja Pengangkatan                 • Lifting Work Permit
                                                 • Pencahayaan yang memadai di malam       • Adequate lighting in night shift
                    • Fatality                     hari
Pengangkatan        • LTI                        • Isolasi area pengangkatan               • Isolation of lifting area
Lifting             • Property                   • Penggunaan APD yang sesuai              • Use of proper PPE
                      Damage                     • Penerapan Aturan Emas dan tindakan      • Golden Rules and disciplinary
                                                   disiplin atas pelanggaran               • action implementation
                                                 • Program Akuntabilitas K3                • Safety Accountability Program (SAP)
                                                 • Inspeksi rutin                          • Regular inspection
                                                 • Audit                                   • Audit
                                                 • Penyelesaian dan pemantauan tindakan    • Completion of corrective and preventive
                                                   perbaikan dan pencegahan                  actions




 92              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 95
Pekerjaan         Potensi Dampak       Upaya Pengendalian                           Control Measures
Berisiko Tinggi   Signifikan
High-Risk         Potential
Activity          Significant Impact
                                       • Pelatihan bekerja di ketinggian            • Working at height training
                                       • Surat Izin Operator (SIO) alat angkat      • Lifting Operator License (SIO)
                                       • Sertifikasi alat angkat                    • Lifting equipment certification
                                       • Commissioning dan program                  • Commissioning and preventive
                                         pemeliharaan rutin                           maintenance program
                                       • Izin Bekerja di Ketinggian                 • Working at Height Permit
                                       • Pencahayaan yang memadai di malam          • Adequate lighting in night shift
Bekerja di
                                         hari
ketinggian        • Fatality
                                       • Isolasi area kerja                         • Isolation of working area
Working at        • LTI
                                       • Penggunaan APD yang sesuai                 • Use of proper PPE
height
                                       • Penerapan Aturan Emas dan tindakan         • Golden Rules and disciplinary action
                                         disiplin atas pelanggaran                    implementation
                                       • Program Akuntabilitas K3                   • Safety Accountability Program (SAP)
                                       • Inspeksi rutin                             • Regular inspection
                                       • Audit                                      • Audit
                                       • Penyelesaian tindakan perbaikan dan        • Completion of corrective and preventive
                                         pencegahan                                   actions
                                       • Pelatihan bekerja di dekat air             • Working near water training
                                       • Izin Bekerja di Dekat Air                  • Working Near Water Permit
                                       • Pencahayaan yang memadai di malam          • Adequate lighting in night shift
                                         hari
Bekerja di dekat                       • Penggunaan APD yang sesuai                 • Use of proper PPE
air              • Fatality            • Penerapan Aturan Emas dan tindakan         • Golden Rules and disciplinary action
Working near     • LTI                   disiplin atas pelanggaran                    implementation
water                                  • Program Akuntabilitas K3                   • Safety Accountability Program (SAP)
                                       • Inspeksi rutin                             • Regular inspection
                                       • Audit                                      • Audit
                                       • Penyelesaian tindakan perbaikan dan        • Completion of corrective and preventive
                                         pencegahan                                   actions
                                       • Desain dan pemantauan stabilitas tebing    • Design and monitoring of slope stability
                                       • Larangan sistem potong bawah (under        • Prohibition of under cut working system
                                         cut) pada tebing yang melebihi tinggi        to the cliff which height above the unit
                                         kabin unit                                   cabin
                                       • Penetapan radius jarak aman                • Safe working radius procedure
Bekerja di dekat                       • Pencahayaan yang memadai di malam          • Adequate lighting in night shift
tebing           • Fatality              hari
Working near     • LTI                 • Penerapan Aturan Emas dan tindakan         • Golden Rules and disciplinary action
cliff                                    disiplin atas pelanggaran                    implementation
                                       • Program Akuntabilitas K3                   • Safety Accountability Program (SAP)
                                       • Inspeksi rutin                             • Regular inspection
                                       • Audit                                      • Audit
                                       • Penyelesaian tindakan perbaikan dan        • Completion of corrective and preventive
                                         pencegahan                                   actions
                                       • Penetapan tanda batas dumping              • Dumping limiter installation
                                       • Penetapan radius jarak aman                • Safe working radius procedure
                                       • Larangan penggunaan metode full            • Prohibition of full dump method to the
                                         dump pada area disposal yang memiliki        pond
                                         kolam
Bekerja di dekat                       • Pencahayaan yang memadai di malam          • Adequate lighting in night shift
area disposal    • Fatality              hari
Working near     • LTI                 • Penerapan Aturan Emas dan tindakan         • Golden Rules and disciplinary action
disposal area                            disiplin atas pelanggaran                    implementation
                                       • Program Akuntabilitas K3                   • Safety Accountability Program (SAP)
                                       • Inspeksi rutin                             • Regular inspection
                                       • Audit                                      • Audit
                                       • Penyelesaian tindakan perbaikan dan        • Completion of corrective and preventive
                                         pencegahan                                   actions




                                                                           2 02 5         L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                            93
Page 96
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Pekerjaan              Potensi Dampak              Upaya Pengendalian                            Control Measures
Berisiko Tinggi        Signifikan
High-Risk              Potential
Activity               Significant Impact
                                                   • Pelatihan bekerja di dalam ruang terbatas   • Working in confined space training
                                                   • Izin Bekerja di Ruang Terbatas              • Working in Confined Space Permit
                                                   • Izin Bekerja Panas                          • Hot Work Permit
                                                   • Pengetesan kualitas gas di dalam ruang      • Gas detection prior to work
                                                     terbatas sebelum memulai pekerjaan
Bekerja di dalam                                   • Pengaturan ventilasi dan sirkulasi udara    • Arrangement of ventilation and air circulatio
ruang terbatas   • Fatality                        • Penggunaan APD yang sesuai                  • Use of proper PPE
Working in       • LTI                             • Penerapan aturan emas dan tindakan          • Golden rules and disciplinary action
confined space                                       disiplin atas pelanggaran                     implementation
                                                   • Program Akuntabilitas K3                    • Safety Accountability Program (SAP))
                                                   • Inspeksi rutin                              • Regular inspection
                                                   • Audit                                       • Audit
                                                   • Penyelesaian tindakan perbaikan dan         • Completion of corrective and preventive
                                                     pencegahan                                    actions
Pemeliharaan                                       • Pelatihan dan penerapan prosedur            • Training and application of procedures
dan                                                • Lock Out Tag Out (LOTO)                     • Lock Out Tag Out (LOTO)
perbaikan                                          • Izin Kerja                                  • Work Permits
kendaraan,                                         • Penggunaan APD yang sesuai                  • Use of appropriate PPE
peralatan,                                         • Penerapan aturan emas dan tindakan          • Application of the golden rule and
instalasi                                            disiplin atas pelanggaran                     disciplinary action for violations
                      • Fatality
dan fasilitas                                      • Program Akuntabilitas K3                    • Safety Accountability Program (SAP)
                      • LTI
Maintenance                                        • Inspeksi rutin                              • Regular inspections
and repair                                         • Audit                                       • Audits
of vehicle,                                        • Penyelesaian tindakan perbaikan dan         • Completion of corrective and preventive
equipment,                                           pencegahan                                    actions
installation and
facility
                                                   • Pelatihan dan sertifikasi kompetensi        • Training and certification of blasting
                                                     peledakan                                     competencies
                                                   • Penetapan jarak aman evakuasi               • Blasting clearing zone procedure
                                                   • Pelaksanaan evakuasi dan isolasi area       • Evacuation and isolation of blasting area
                                                     peledakan
                      • Fatality
                                                   • Izin Kerja Peledakan                        • Blasting Work Permit
Peledakan             • LTI
                                                   • Penerapan aturan emas dan tindakan          • Golden rules and disciplinary action
Blasting              • Property
                                                     disiplin atas pelanggaran                     implementation
                        Damage
                                                   • Program Akuntabilitas K3                    • Safety Accountability Program (SAP)
                                                   • Inspeksi rutin                              • Regular inspection
                                                   • Audit                                       • Audit
                                                   • Penyelesaian tindakan perbaikan dan         • Completion of corrective and preventive
                                                     pencegahan                                    actions
                                                   • Pelatihan dan sertifikasi kompetensi        • Training and certification of land clearing
                                                     penebangan                                    competencies
                                                   • Commissioning dan program                   • Commissioning and preventive
                                                     pemeliharaan rutin                            maintenance program
Penebangan
                      • Fatality                   • Penetapan radius jarak aman                 • Safe working radius procedure
dan
                      • LTI                        • Penerapan aturan emas dan tindakan          • Golden rules and disciplinary action
pembersihan
                      • Property                     disiplin atas pelanggaran                     implementation
area
                        Damage                     • Program Akuntabilitas K3                    • Safety Accountability Program (SAP)
Land clearing
                                                   • Inspeksi rutin                              • Regular inspection
                                                   • Audit                                       • Audit
                                                   • Penyelesaian tindakan perbaikan dan         • Completion of corrective and preventive
                                                     pencegahan                                    actions
Catatan | Note:
* Kategori insiden | incident category:
· NM: Near Miss
· PD: Property Damages
· RI: Recordable Injuries (LTI, Minor Injury, First Aid Case)
(LTI – menyebabkan hilangnya hari kerja | cause lost workdays)
· MI: Major Incident (cedera serius menyebabkan kecacatan | serious injury causes disability)
· F: Fatalities
** Tindak lanjut berdasarkan hierarchy of control | Follow up based on hierarchy of control:
· PPE: Personal protective equipment
· AC: Administrative Control
· EC: Engineering Control
· SU: Subsitution
· EL: Elimination




 94                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 97
Tingkat Kecelakaan Kerja                                                     Occupational Accident Rate
[GRI 403-9][NDAQ S7]                                                         [GRI 403-9][NDAQ S7]


ABM secara berkala mengevaluasi pengelolaan dan                              ABM periodically evaluates the management and control
pengendalian bahaya serta risiko K3 untuk mencegah                           of OHS (K3) hazards and risks to prevent occupational
kecelakaan kerja. Upaya ini meliputi pemantauan KPI                          accidents. These efforts include monitoring OHS KPIs
K3 di seluruh area operasional dan anak perusahaan,                          across all operational areas and subsidiaries, conducting
audit internal dan eksternal minimal sekali setahun,                         internal and external audits at least once a year, and
serta studi banding antar anak perusahaan sebagai                            benchmarking among subsidiaries as a knowledge-
sarana berbagi pengetahuan untuk meningkatkan                                sharing mechanism to improve OHS implementation
implementasi K3 di seluruh ABM.                                              across ABM.

Tabel berikut menampilkan tingkat kecelakaan kerja di                        The following table presents the occupational accident
seluruh ABM pada tahun 2025.                                                 rate across ABM in 2025.


Tingkat Kecelakaan Kerja [NDAQ S7]
Injury Rate

                                                                                                       Tingkat / Frekuensi
 Tipe / Kategori Insiden                                                                                Rate / Frequency
 Type / Incident Category
                                                                                      2023                       2024                            2025
Total Manhours (Jam)                                                                    48.859.707                54.235.372                     56.235.583
Total Fatality                                                                                     0                             0                           1
Fatality Frequency Rate (FFR)                                                                      0                             0                      0,02
Total Loss Time Injury (LTI)                                                                       1                             0                          2
LTI Frequency Rate (LTIFR)                                                                     0,02                              0                      0,04


Tingkat Kecelakaan Kerja Karyawan dan Kontraktor [GRI 403-9A][GRI 403-9B]
Employee and Contractor Work Accident Rate

 Tipe/                            2023                                        2024                                                2025
 Kategori
 Insiden         Karyawan       Kontraktor     Jumlah        Karyawan      Kontraktor       Jumlah          Karyawan           Kontraktor          Jumlah
 Incident        Employee       Contractor      Total        Employee      Contractor        Total          Employee           Contractor           Total
 Category
Total
                 38.957.991       9.901.716   48.859.707     36.642.055      17.593.317    54.235.372       39.659.633          16.575.950        56.235.583
Manhours
Total
                          0              0              0              0              0                0                 0                   1               1
Fatality
Fatality
Frequency                   1            0               1             0              0                0                 0               0,06           0,02
Rate
Total Loss
Time Injury                 1            0               1             0              0                0                  1                  1              2
(LTI)
LTI
Frequency              0,03              0           0,02              0              0                0             0,03                0,06           0,04
Rate
*Catatan | Note:
1. Data tingkat kecelakaan kerja pada tabel di atas mencakup seluruh area operasional dan anak perusahaan ABM.
   The work incident rate data in the table above covers all ABM’s operational areas and subsidiaries..
2. Kenaikan jumlah jam kerja karyawan dan kontraktor disebabkan oleh penambahan produksi dan jumlah karyawan .
   The increase in total working hours of employees and contractors is due to the increase in production and the number of employees
3. Tingkat cedera akibat kerja dihitung menggunakan denominator 1.000.000 sesuai dengan International Labour Organization (ILO) dan
   Kementerian Ketenagakerjaan.
   The injury rate is calculated using a denominator of 1,000,000 according to the International Labour Organization (ILO) and Ministry of Manpower.




                                                                                          2 02 5           L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                        95
Page 98
     Kinerja Sosial
     Social Performance




Keselamatan sebagai Prioritas Bersama                 Safety as a Shared Priority
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan        Occupational safety and health (K3) are the top priority
prioritas utama dalam seluruh operasional             across all of the Company’s operations. Throughout
Perusahaan.      Sepanjang    periode  pelaporan,     the reporting period, the consistent implementation
penerapan sistem manajemen K3 yang konsisten          of the OHS (K3) management system across various
di berbagai entitas Grup memperoleh pengakuan         Group entities received recognition from government
dari     instansi    pemerintah,    penyelenggara     institutions, national award organizers, as well
penghargaan nasional, serta pengakuan internal,       as internal recognition, reflecting the Company’s
yang mencerminkan komitmen Perusahaan dalam           commitment to creating a safe and sustainable work
menciptakan lingkungan kerja yang aman dan            environment.
berkelanjutan.



ABM melalui Entitasnya CK menunjukkan komitmen        ABM, through its Entity CK, demonstrated a strong
yang kuat dalam penerapan Keselamatan dan             commitment to the implementation of occupational
Kesehatan Kerja (K3) melalui penguatan sistem         safety and health (K3) by strengthening the safety
manajemen keselamatan serta pengendalian risiko       management system and consistently controlling
operasional secara konsisten. Atas upaya tersebut,    operational risks. For these efforts, CK received
CK memperoleh penghargaan Indonesia Safety            the Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) as
Excellence Award (ISEA) sebagai pengakuan atas        recognition of excellent occupational safety practices
praktik keselamatan kerja yang unggul dan kepatuhan   and compliance with applicable OHS (K3) standards.
terhadap standar K3 yang berlaku. Penghargaan ini     This award reflects CK’s success in building a safety
mencerminkan keberhasilan CK dalam membangun          culture integrated into all operational activities.
budaya keselamatan yang terintegrasi dalam seluruh
aktivitas operasional.


SSB mencatatkan kinerja keselamatan kerja             SSB     recorded    positive  occupational    safety
yang positif di berbagai wilayah operasionalnya.      performance across its various operational areas.
Sepanjang periode pelaporan, SSB memperoleh           Throughout the reporting period, SSB received a Zero
penghargaan Zero Accident untuk area Grasberg         Accident award for the Grasberg area granted by PT
yang diberikan oleh PT Freeport Indonesia (PTFI),     Freeport Indonesia (PTFI), as well as Zero Accident
serta penghargaan Zero Accident untuk area            awards for the Sebamban and Tanjung areas from the
Sebamban dan Tanjung dari Pemerintah Provinsi         Provincial Government of South Kalimantan through
Kalimantan Selatan melalui instansi ketenagakerjaan   the relevant manpower agency. These awards were
terkait. Penghargaan ini diberikan berdasarkan        granted based on the achievement of work hours
pencapaian jam kerja tanpa kecelakaan serta hasil     without accidents and the results of evaluations
evaluasi kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan     of compliance with applicable occupational safety
kerja yang berlaku di masing-masing wilayah.          provisions in each area.



ATR menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja     ATR demonstrated consistency in maintaining
keselamatan kerja melalui pencapaian Zero Accident    occupational safety performance through the
Hours Periode 2024 yang diberikan oleh CKB.           achievement of Zero Accident Hours for the 2024
Capaian ini mencerminkan efektivitas penerapan        Period, granted by CKB. This achievement reflects the
prosedur keselamatan kerja, kedisiplinan tenaga       effectiveness of implementing occupational safety
kerja dalam mematuhi standar operasional, serta       procedures, workforce discipline in complying with
pengawasan K3 yang berkelanjutan di lingkungan        operational standards, as well as ongoing OHS (K3)
kerja. Pengakuan ini bersifat internal dan didukung   oversight in the workplace. This recognition is internal
oleh pencatatan serta dokumentasi resmi atas          in nature and is supported by official recording and
kinerja keselamatan kerja selama periode tersebut.    documentation of occupational safety performance
                                                      during the period.




96             S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 99
CKB terus memperkuat implementasi K3 di seluruh       CKB continues to strengthen OHS (K3) implementation
area operasionalnya. Sebagai hasil dari penerapan     across all of its operational areas. As a result of
sistem keselamatan kerja yang konsisten, CKB          the consistent implementation of the occupational
memperoleh penghargaan Zero Accident untuk            safety system, CKB received Zero Accident awards
wilayah Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin,           for the Balikpapan, Samarinda, Banjarmasin, and
dan Tanjung (ADARO) yang diberikan oleh Dinas         Tanjung (ADARO) areas, granted by the relevant
Ketenagakerjaan    pemerintah    daerah    terkait.   local government manpower offices. These awards
Penghargaan ini diberikan berdasarkan penilaian       were granted based on an official assessment of
resmi atas pencapaian jam kerja tanpa kecelakaan      the achievement of work hours without accidents
serta kepatuhan terhadap ketentuan keselamatan        and compliance with occupational safety and health
dan kesehatan kerja.                                  provisions.


Komitmen ABM terhadap Keselamatan Kerja               ABM’s Commitment to Occupational Safety

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan prioritas   Occupational safety and health is ABM’s top priority
utama ABM dalam setiap aktivitas operasional.         in every operational activity. In the reporting year, one
Pada tahun pelaporan, terjadi satu insiden Lost       Lost Time Injury (LTI) incident occurred at one of SSB’s
Time Injury (LTI) di salah satu lokasi operasional    operational sites, where a worker sustained a head
SSB, di mana seorang pekerja mengalami cedera         injury after a jig and hydraulic jack were ejected during
pada bagian kepala akibat terpentalnya jig dan jack   the dismantling process of a spring coil component.
hydraulic saat proses pembongkaran komponen           This incident serves as a reminder that every work
spring coil. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa    activity carries risks that must be managed with
setiap aktivitas kerja mengandung risiko yang harus   discipline and consistency.
dikelola secara disiplin dan konsisten.

ABM memandang insiden tersebut sebagai                ABM views the incident as a shared learning opportunity
pembelajaran bersama untuk memperkuat budaya          to strengthen the safety culture across all operational
keselamatan di seluruh lini operasi. Sebagai tindak   lines. As a follow-up, the Company conducted a safety
lanjut, Perusahaan melaksanakan safety stand          stand down meeting, re-engineered the spring coil
down meeting, melakukan rekayasa ulang                        dismantling jig by adding a safety guard and
pada jig pembongkaran spring coil                                  anchoring the jig to the workshop floor,
dengan penambahan safety guard dan                                     and installed safety warning signs
pengikatan jig ke lantai kerja, serta                                    in the relevant area. In addition,
memasang safety sign peringatan                                            identification was carried out
bahaya di area terkait. Selain itu,                                          regarding the suitability of the jig
dilakukan identifikasi kesesuaian                                             for the type of work, as well as
jig dengan jenis pekerjaan serta                                               an inquiry job review process.
proses inquiry job review.

ABM      juga      memberikan                                              ABM also provided coaching
coaching kepada operator dan                                              to operators and supervisors
pengawas guna memastikan                                                 to ensure their understanding
pemahaman risiko dan kepatuhan                                          of risks and compliance with
terhadap prosedur kerja aman.                                         safe work procedures. Through
Melalui langkah-langkah tersebut,                                  these measures, ABM reaffirms its
ABM       menegaskan         komitmennya                        commitment to preventing similar incidents
untuk mencegah kejadian serupa dan terus                   and to continuously creating a safe, healthy,
menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan    and caring work environment for all members of the
saling peduli bagi seluruh insan perusahaan.          Company.




                                                                 2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                             S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                               97
Page 100
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Keberagaman dan Inklusi dalam Ketenagakerjaan [GRI 405-1]
Diversity and Inclusion in Employment [GRI 405-1]

ABM menjunjung tinggi keberagaman dan inklusi                            ABM upholds diversity and inclusion as part of its
sebagai bagian dari komitmen tata kelola perusahaan                      commitment to good corporate governance, by
yang baik, dengan memastikan setiap karyawan                             ensuring that every employee—from entry level to
dari tingkat pemula hingga manajemen memiliki                            management—has equal opportunities to grow. This is
kesempatan yang setara untuk berkembang. Hal ini                         demonstrated through the Company’s ongoing efforts
dibuktikan melalui kinerja yang terus diupayakan                         to increase women’s representation across various
oleh Perusahaan untuk meningkatkan representasi                          levels of management, accompanied by the provision
perempuan di berbagai tingkatan manajemen, diiringi                      of equal rights related to remuneration.
dengan pemberian hak yang setara terkait remunerasi.

ABM     memastikan    bahwa     seluruh   kebijakan                      ABM ensures that all employment policies are
ketenagakerjaan diterapkan secara konsisten kepada                       implemented      consistently across   all  worker
seluruh kategori pekerja, termasuk karyawan tetap,                       categories, including permanent employees, contract
karyawan kontrak, tenaga magang, serta pekerja                           employees, interns, as well as non-employee
nonkaryawan yang berada di bawah pengawasan                              workers under the Company’s direct supervision.
langsung Perusahaan.

Keberagaman Dewan [GRI 405-1] [NDAQ G1]                                  Board Diversity [GRI 405-1] [NDAQ G1]
Pemilihan dewan didasarkan pada kompetensi dan                           The selection of board members is based on
pengalaman diikuti dengan proses seleksi secara                          competency and experience, followed by a transparent
transparan dan adil tanpa diskriminasi terhadap                          and fair selection process without discrimination based
identitas atau latar belakang. Pada tahun 2025, upaya                    on identity or background. In 2025, efforts to enhance
peningkatan keberagaman dan inklusi di tingkat dewan                     diversity and inclusion at the board level were reflected
terwujud dalam kinerja berikut.                                          in the following performance.



Jumlah dan Persentase Dewan Komisaris dan Direksi Berdasarkan Gender dan Usia
Number and Percentage of the Board of Commissioners and Directors by Gender and Age


Top                                                          2023                             2024                             2025
Manajemen           Kelompok Usia
Top                 Age Group                     Pria     Wanita     Jumlah       Pria     Wanita      Jumlah      Pria      Wanita    Jumlah
Management                                        Male     Female      Total       Male     Female       Total      Male      Female     Total

              >50 tahun | years old                 4         1           5          4          1          5          3          1          4
Dewan
Komisaris
              30 – 50 tahun | years old             0         0           0          0          0          0          0          0          0
Board of
Commissioners
              <30 tahun | years old                 0         0           0          0          0          0          0          0          0

                    >50 tahun | years old          12         1          13          11         0          11         12         0         12
Dewan Direksi
Board of            30 – 50 tahun | years old       1         1           2           1         1          2          2          1          3
Directors
                    <30 tahun | years old           0         0           0          0          0          0          0          0          0
Catatan: Dalam pengumpulan data, kami tidak menghitung jumlah indikator keberagaman lainnya, seperti kelompok minoritas atau kelompok rentan.
Note: In data collection we did not count the number of other diversity indicators such as minority groups or vulnerable groups.




 98              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 101
Persentase Jumlah Wanita dalam Susunan Direksi dan Komisaris [NDAQG1.1] [NDAQG1.2]
Percentage of Total Women in the Composition of Directors and Commissioners

                                             2023                                    2024                                            2025
Dewan                                Pria                Wanita              Pria                 Wanita                 Pria                     Wanita
Board                                Male                Female              Male                 Female                 Male                     Female
                                     (%)                   (%)               (%)                    (%)                  (%)                        (%)
Dewan Komisaris
                                     80%                  20%                80%                   20%                    75%                      25%
Board of Commissioners
Dewan Direksi
                                     87%                  13%                93%                   7%                    93%                       7%
Board of Directors


Jumlah dan Persentase Karyawan Sesuai Kategori Berdasarkan Gender dan Usia
Total and Percentage of Employees by Gender and Age Categories.


Kategori                                                     2023                                 2024                                      2025
Karyawan             Kelompok Usia
Employee             Age Group                    Pria      Wanita     Jumlah       Pria      Wanita         Jumlah         Pria       Wanita       Jumlah
Category                                          Male      Female      Total       Male      Female          Total         Male       Female        Total
                     >50 tahun | years old         455          14      469         305            9            314         428             12        440
Karyawan Tetap
Permanent            30 – 50 tahun | years old    5.376      271        5.647       2.326          231          2.557       5.771           279      6.050
Employees
                     <30 tahun | years old        1.438      129        1.773       6.040         260           6.300       2.104           204      2.308
Karyawan Tidak >50 tahun | years old               69           3           72       56            2             58           53             2          55
Tetap (Temporer/
Kontrak)         30 – 50 tahun | years old        1.746         22      1.768       998            117          1.115       832             25          857
Temporary
Employee         <30 tahun | years old            1.453      129        1.582       1.215          24           1.239       682             71          753
(Contract)
Tenaga Ahli          >50 tahun | years old          0           0           0        0             0             0            0             0            0
(Kontraktor/
Konsultan)           30 – 50 tahun | years old      0           0           0        0             0             0            0             0            0
Experts
(Contractor/         <30 tahun | years old          1           0           1        0             0             0            0              0           0
Consultant)
                     >50 tahun | years old         45           0           45       25            0             25           27            0           27
Ahli Daya
                     30 – 50 tahun | years old     437          30      467         457            12           469         634              5        639
Outsource
                     <30 tahun | years old         137          75      212         226            38           264         455             31        486
Catatan: Dalam pengumpulan data, kami tidak menghitung jumlah indikator keberagaman lainnya, seperti kelompok minoritas atau kelompok
rentan.
Note: In data collection we did not count the number of other diversity indicators such as minority groups or vulnerable groups.


Jumlah dan Persentase Total Karyawan Berdasarkan Gender [NDAQ S4]
Total and Percentage of Total Employees by Gender

                     2023                                            2024                                                     2025
    Pria | Male          Wanita | Female           Pria | Male          Wanita | Female                   Pria | Male                 Wanita | Female
 Jumlah                 Jumlah               Jumlah                     Jumlah                      Jumlah                          Jumlah
  Total                  Total                Total                      Total                       Total                           Total
               %                     %                          %                        %                              %                               %
  Head                   Head                 Head                       Head                        Head                            Head
  Count                  Count                Count                      Count                       Count                           Count

 10.567        94%          628      6%          10.940     94,35%          643       5,65%             9.870           94%            593           6%




                                                                                         2 02 5           L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                         99
Page 102
         Kinerja Sosial
         Social Performance




Jumlah dan Persentase Karyawan Berdasarkan Jenjang Manajemen & Gender [NDAQ S4]
Total and Percentage of Employees by Management Level & Gender

                   Jenjang                              2023                            2024                          2025
 Level             Manajemen
 Level             Management                 Pria      Wanita   Jumlah   Pria         Wanita   Jumlah     Pria      Wanita    Jumlah
                   Level                      Male      Female    Total   Male         Female    Total     Male      Female     Total

Level              Direktur
                                                   11     1         12        9           1        10        11         1        12
Eksekutif          Director
Executive
Level              Chief                           3      0         3         3          0         3         3          0        3

Level Senior
                   Group Head                      47     4         51     44            4        48        40          5       45
Senior Level

Tingkat Awal       Staf
                                              2.390      424      2.814   2625          440      3.065     2.390       417     2.807
& Menengah         Staff
Entry & Mid        Non Staf
Level                                         8.116      199      8.315   8259          198      8.457     7.426       170     7.596
                   Non Staff

Jumlah | Total                               10.567      628     11.195   10.940        643      11.583    9.870       593     10.463




Keberagaman dan Perputaran                                                Employee Diversity and
Karyawan                                                                  Turnover
[GRI 2-7][GRI 2-8] [GRI 401-1] [NDAQ S3] [NDAQ S4]                        [GRI 2-7][GRI 2-8] ]GRI 401-1] [NDAQ S3] [NDAQ S4]


Untuk memastikan Perusahaan tetap unggul dan                              To ensure the Company remains superior and
kompetitif, ABM senantiasa memantau tingkat                               competitive, ABM continuously monitors employee
perputaran karyawan dan memastikan tingkat retensi                        turnover and ensures a good retention rate. Turnover
yang baik. Pengelolaan turnover dilakukan oleh unit                       management is carried out by the Human Resource unit
Human Resource di kantor pusat dan anak perusahaan.                       at the head office and subsidiaries. The turnover target
Target turnover ditetapkan di bawah 5% untuk setiap                       is set at below 5 percent each year.
tahunnya.

Berbagai kebijakan diterapkan untuk mencapai target                       Various policies are implemented to achieve this target,
tersebut, antara lain:                                                    including:

•   Strategic Manpower Planning yang diselaraskan                         •       Strategic Manpower Planning aligned with the
    dengan arah strategis Perusahaan jangka pendek,                               Company’s short-, medium-, and long-term strategic
    menengah, dan panjang.                                                        direction.
•   Benchmarking dengan merujuk pada best practice                        •       Benchmarking by referring to turnover best practices
    of turnover yang diterapkan di perusahaan sejenis                             implemented in comparable companies and related
    dan sektor industri terkait.                                                  industry sectors.
•   Program retensi karyawan dan pelaksanaan Employee                     •       Employee retention programs and the implementation
    Engagement Survey (EES) untuk mempertahankan                                  of an Employee Engagement Survey (EES) to retain
    talenta terbaik.                                                              top talent.
•   Program      pengembangan     karyawan     melalui                    •       Employee development programs through integrated
    pembelajaran dan pengembangan karier yang                                     learning and career development.
    terintegrasi.

Pada 2025, Grup ABM melaksanakan EES dan                                  In 2025, the ABM Group conducted an EES and obtained
memperoleh skor 85% yang menunjukkan tingkat                              a score of 85% which indicates a positive employee
retensi karyawan yang positif.                                            retention rate.




 100               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 103
Sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan sumber          As part of a sustainable human resource management
daya manusia yang berkelanjutan, ABM mengelola             approach, ABM manages employee turnover in a
perputaran karyawan secara terstruktur melalui             structured manner through the Human Capital unit at
unit Human Capital di tingkat kantor pusat dan anak        the head office and subsidiary levels. The Company
perusahaan. Perusahaan secara berkala mengevaluasi         periodically evaluates the effectiveness of employee
efektivitas kebijakan pengelolaan perputaran karyawan      turnover management policies by referring to Employee
dengan mengacu pada hasil Employee Engagement              Engagement Survey (EES) results and industry best
Survey (EES) serta praktik terbaik industri sebagai        practices as a basis for continuous improvement in
dasar perbaikan berkelanjutan dalam strategi retensi       retention strategies and talent development
dan pengembangan talenta.

Sejalan dengan upaya penguatan retensi dan                 In line with efforts to strengthen retention and talent
pengembangan talenta, ABM juga berkomitmen                 development, ABM is also committed to supporting
mendukung pengembangan masyarakat lokal melalui            local community development through inclusive
kebijakan rekrutmen yang inklusif. Perusahaan              recruitment policies. The Company prioritizes the
memprioritaskan perekrutan tenaga kerja manajemen          recruitment of management workforce from local
dari masyarakat lokal di kabupaten wilayah operasional,    communities in the regency of operational areas, while
dengan tetap mengedepankan kompetensi dan                  continuing to emphasize the established competencies
kualifikasi yang ditetapkan. Pada tahun 2025, sebesar      and qualifications. In 2025, 88% of senior management
88% manajemen senior di tingkat Group Head dan             at the Group Head and Executive levels (L1 & L2) came
Executive (L1 & L2) berasal dari masyarakat lokal. Untuk   from local communities. To support the sustainability
mendukung keberlanjutan kontribusi tersebut, ABM           of this contribution, ABM provides training and
menyediakan program pelatihan dan pengembangan             development programs to enhance local management
guna meningkatkan kapabilitas manajemen lokal.             capabilities. “Local” is defined as the regency where
Wilayah “Lokal” didefinisikan sebagai kabupaten tempat     the company operates, while significant operating
perusahaan beroperasi, sementara lokasi operasi            locations include business domiciles in the region or
signifikan mencakup domisili usaha di daerah atau site,    site, as further presented in Table GRI 202-2.
sebagaimana disajikan lebih lanjut pada Tabel GRI 202-2.

Data ketenagakerjaan ABM untuk tahun 2025                  ABM employment data for 2025 was collected through
dikumpulkan hingga akhir Desember oleh Departemen          the end of December by the Corporate Human Capital
Corporate Human Capital melalui koordinasi dengan          Department in coordination with the Human Capital
fungsi Human Capital di masing-masing anak                 function in each subsidiary. The data collection
perusahaan. Proses pengumpulan data mencakup               process covered all main entities in the mining value
seluruh entitas utama dalam rantai nilai pertambangan      chain (Mining Value Chain/MVC), supporting services,
Mining Value Chain (MVC), layanan pendukung, serta         and logistics units, to ensure data completeness and
unit logistik, guna memastikan kelengkapan dan             consistency at the Group level.
konsistensi data di tingkat Grup.

Sebagai bagian dari pendekatan manajemen tenaga            As part of its workforce management approach, ABM
kerja, ABM mendefinisikan pekerja temporer sebagai         defines temporary workers as a workforce consisting
tenaga kerja yang terdiri dari karyawan kontrak,           of contract employees, contractors, and/or consultants.
kontraktor, dan/atau konsultan. Penggunaan tenaga          The use of this workforce is intended to meet specific
kerja ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan keahlian      expertise requirements and support operational
yang bersifat spesifik dan mendukung fleksibilitas         flexibility amid the dynamics of the mining industry.
operasional di tengah dinamika industri pertambangan.

Berdasarkan status hubungan kerja, Perusahaan              Based on employment relationship status, the Company
mengelompokkan tenaga kerja ke dalam karyawan              classifies its workforce into permanent employees
tetap (PKWTT) dan karyawan tidak tetap (PKWT)              (PKWTT) and non-permanent employees (PKWT)
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.             in accordance with prevailing laws and regulations.
ABM memastikan bahwa setiap aktivitas inti yang            ABM ensures that any core activities carried out by
dilakukan oleh personil nonkaryawan tetap berada di        non-employee personnel remain under the direct
bawah supervisi langsung karyawan ABM, dengan              supervision of ABM employees, with work arrangements
pengaturan kerja yang dituangkan dalam kontrak,            set out in contracts, Service Level Agreements (SLAs),
Service Level Agreement (SLA), target kinerja, dan         performance targets, and agreed work periods.
jangka waktu pekerjaan yang disepakati.


                                                                     2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  101
Page 104
       Kinerja Sosial
       Social Performance




ABM juga menetapkan jenis pekerjaan tertentu yang         ABM also determines certain types of work that may
dapat dilakukan oleh tenaga nonkaryawan, yaitu            be performed by non-employee workers, namely work
pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan          that is not directly related to the production process
proses produksi maupun proses bisnis inti perusahaan,     or the company’s core business processes, such as
seperti layanan kebersihan dan administrasi               cleaning services and supporting administration. The
pendukung. Perusahaan tidak menerapkan skema              Company does not implement a part-time worker
pekerja paruh waktu, namun menyediakan program            scheme, but provides an internship program as a means
magang sebagai sarana pengembangan talenta                of developing young talent and meeting medium-term
muda dan pemenuhan kebutuhan operasional jangka           operational needs.
menengah.

Dalam pengelolaan karyawan kontrak (PKWT), ABM            In managing contract employees (PKWT), ABM
mematuhi seluruh ketentuan ketenagakerjaan yang           complies with all applicable labor provisions, with a
berlaku, dengan masa kerja maksimal hingga lima           maximum employment period of up to five years, which
tahun yang dapat terdiri dari beberapa periode kontrak.   may consist of several contract periods. Each contract
Setiap perpanjangan kontrak dilakukan secara adil         extension is carried out fairly and transparently based
dan transparan berdasarkan evaluasi kinerja serta         on performance evaluations and operational needs, to
kebutuhan operasional, guna memastikan kepatuhan          ensure legal compliance as well as the protection of
hukum sekaligus perlindungan hak-hak karyawan.            employees’ rights.

Selama tahun pelaporan, Perusahaan melakukan              During the reporting year, the Company made
penyesuaian terhadap jumlah dan komposisi karyawan        adjustments to the number and composition of
sejalan dengan dinamika operasional. Di situs CK,         employees in line with operational dynamics. At CK
terjadi perubahan pada kelompok usia produktif yang       sites, changes occurred in the younger productive
lebih muda, terutama sebagai dampak penghentian           age group, primarily as an impact of the termination
pekerjaan kontrak di Provinsi Kalimantan Selatan          of contract work in the Provinces of South Kalimantan
dan Kalimantan Timur, serta pelaksanaan Pemutusan         and East Kalimantan, as well as the implementation of
Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan PKWTT              termination of employment (PHK) for PKWTT employees
di Provinsi Kalimantan Selatan dan Jambi. Kondisi         in the Provinces of South Kalimantan and Jambi. These
tersebut turut memengaruhi tingkat turnover karyawan      conditions also affected the employee turnover rate as
serta penurunan jumlah karyawan pada tahun 2025.          well as a decrease in the number of employees in 2025.

Selain itu, peningkatan proporsi karyawan PKWT            In addition, the increase in the proportion of PKWT
dipengaruhi oleh penutupan salah satu area                employees was influenced by the closure of one
pertambangan dan berakhirnya kegiatan operasional         mining area and the end of operational activities at that
di lokasi tersebut. Penyesuaian struktur tenaga kerja     location. Adjustments to the workforce structure were
dilakukan secara bertahap melalui skema kontrak           carried out gradually through contract schemes aligned
yang diselaraskan dengan kebutuhan transisi               with the needs of the operational transition, while
operasional, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip       continuing to uphold the principles of compliance with
kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan serta        labor regulations and protection of employees’ rights.
perlindungan hak-hak karyawan.




 102             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 105
Di bawah ini adalah komposisi dan turn over karyawan                     Below is the composition and employee turnover of
ABM pada tahun 2025.                                                     ABM in 2025.



Distribusi Karyawan Tetap, Temporer, dan Kontraktor di ABM [GRI 2-7][GRI 2-8]
Distribution of Permanent, Temporary and Contractor Employees at ABM

                           Area                           2023                                   2024                                     2025
Kategori Karyawan          Operasional
Employee Category          Operational          Pria      Wanita     Jumlah      Pria        Wanita       Jumlah          Pria        Wanita     Jumlah
                           Area                 Male      Female      Total      Male        Female        Total          Male        Female      Total

                          ABM – Kantor
                          Pusat                  67          61        128        34              11          45            37            13       50
                          Head Office
                          Mining Value
Tetap (PKWTT)                                  5.735        169       5.904      7.121           222        7.343        6.775            209    6.984
                          Chain (MVC)
Permanent
                          Logistics,
                          Engineering,
                                                1.497       244       1.741      1.516           267        1.783         1.491           273    1.764
                          New Business
                          (LENB)
Total Karyawan Tetap (PKWTT) (a)
                                               7.299        474       7.773      8.671           500        9.171        8.303            495    8.798
Total Permanent Employees
                          ABM – Kantor
                          Pusat                   2          3          5          3              -            3             3             -       3
                          Head Office
                          Mining Value
Kontrak (PKWT)                                  2.160       28        2.188      1.196           37         1.233          577            14      591
                          Chain (MVC)
Contract
                          Logistics,
                          Engineering,
                                                1.106       123       1.229      1.070           106        1.176          987            84      1.071
                          New Business
                          (LENB)
Total Karyawan Kontrak (PKWT) (b)
                                               3.268        154      3.422      2.269            143        2.412        1.567            98     1.665
Total Contract Employees
                          ABM – Kantor
                          Pusat                   2          1          3          -              1            1             3             1       4
                          Head Office
Kontraktor, Konsultan,
                       Mining Value
dan Outsource                                    99          17        116        35              2           37           149             2       151
                       Chain (MVC)
Contractor,Consultant,
and Outsource          Logistics,
                       Engineering,
                                                1.152       74        1.226       673            47          720           964            33      997
                       New Business
                       (LENB)
Total Kontraktor / Konsultan (c)
                                               1.253        92        1.345      708             50          758          1.116           36      1.152
Total Contractor /Consutant
Total Karyawan (d)
                                               10.567       628      11.195     10.940           643       11.583        9.870            593    10.463
Total Employee
Total Karyawan + Kontraktor (e)
                                               11.820       720      12.540     11.648           693       12.341        10.986           629    11.615
Total Employees + Contractor
% Karyawan Kontrak (PKWT)
((b/e)*100%)                                    28%        21%        27%        19%             21%        20%           14%             16%     14%
% Contract Employees
% Kontraktor/Konsultan ((c/e)*100%)
                                                11%        13%         11%        6%             7%          6%           10%             6%      10%
Contractor/Consultant
Catatan:
*) Data Mining Value Chain meliputi PT Tunas Inti Abadi, PT Cipta Kridatama, PT Prima Wiguna Parama, dan PT Reswara Minergi Hartama.
**) Data Logistics, Engineering, New Business (LENB) meliputi PT Sanggar Sarana Baja, PT Cipta Krida Bahari dan PT Anzara Janitra Nusantara.
***) Jumlah karyawan di Kantor Pusat terjadi penurunan karena adanya reorganisasi dan employee mobility ke anak usaha.
Note:
*) Mining Value Chaindata includes PT Tunas Inti Abadi, PT Cipta Kridatama, PT Prima Wiguna Parama, dan PT Reswara Minergi Hartama.
**) Logistics, Engineering, New Business (LENB) data includes PT Sanggar Sarana Baja, PT Cipta Krida Bahari and PT Anzara Janitra Nusantara
***) The number of employees at Head Office decreased due to reorganization of functions and transfer to ABM Group subsidiaries.




                                                                                        2 02 5          L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                  103
Page 106
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Komposisi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Employee Composition by Education Level

                                       2023                                      2024                                            2025
 Keterangan
 Description       Pria       Wanita        Jumlah               Pria     Wanita     Jumlah                    Pria     Wanita      Jumlah
                                                           %                                         %                                          %
                   Male       Female         Total               Male     Female      Total                    Male     Female       Total

Perusahaan
The Company
Pasca Sarjana
(S2)
                     27           12              39      0,4%     6        0           6          0,05%        14          4         18       0,2%
Post-graduate
(S2)
Sarjana (S1)
                     38          46               84      0,8%     10       1           11         0,09%        26          8         34       0,3%
Bachelor (S1)
Diploma (D1,
D2, D3)
                      2           5               7       0,1%     12       7           19         0,16%        0           1           1      0,0%
Diploma (D1,
D2, D3)
Sekolah
Menengah
Atas dan
                      2           1               3       0,0%     9        3           12         0,10%        0           0           0      0,0%
Sederajat
High School
and Equivalent
Sub Total            69          64              133      1,3%    37        11          48         0,41%        40          13        53       0,5%
Entitas Anak
Subsidiaries
Pasca Sarjana
(S2)
                     51           10              61      0,6%    65        16          81         0,70%        64          14        78       0,7%
Post-graduate
(S2)
Sarjana (S1)
                   1.636         415         2.051       19,4%   2.159     519       2.678         23,12%      2.013     484        2.497      23,9%
Bachelor (S1)
Diploma (D1,
D2, D3)
                    583          62              645      6,1%    151      40           191        1,65%       127       38          165       1,6%
Diploma (D1,
D2, D3)
Sekolah
Menengah
Atas dan
                   7.628         43              7.671   72,6%   8.528     57        8.585         74,12%   7.626        44          7.670     73,3%
Sederajat
High School
and Equivalent
Sub Total         9.898         530         10.428       98,7% 10.903      632       11.535        99,59% 9.830          580        10.410     99,5%
Jumlah | Total     9.967        594          10.561       100%   10.940    643       11.583        100%     9.870        593        10.463     100%


Rasio Perputaran Karyawan Tetap dan Karyawan Kontrak [NDAQS3.1][S3.2][S3-3]
Turnover Rate of Permanent Employees and Contract Employees

NDAQ                                     Karyawan Tetap (PKWTT)             Karyawan Kontrak (PKWT)                               Alih Daya
S3.1                                       Permanent Employees                 Contract employees                                Outsourcing
S3.2
S3-3                                     2023            2024     2025      2023          2024           2025          2023        2024        2025

Turnover Rate (%)                          6%             7%      14%           7%            6%          7%           1%           1%         2%




104              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 107
Turnover Berdasarkan Kelompok Usia Tahun 2025 [GRI 401-1B]
Turnover by Age Group in 2025


                                                                                                        Turnover
Kelompok Usia
Age Group                                                                        Jumlah                                 Proporsi
                                                                                  Total                                Proportion
18-30 Tahun | Years old                                                            942                                    41,4%
31-45 Tahun | Years old                                                            1.086                                  47,7%
46-55 Tahun | Years old                                                            238                                    10,5%
>55 Tahun | Years old                                                                9                                     0,4%
Jumlah | Total                                                                    2.275                                   100%
Catatan: Karyawan yang meninggalkan/keluar perusahaan baik secara voluntary atau involuntary, di mana voluntary berdefinisi mengundurkan
diri secara sukarela dan untuk Involuntary berdefinisi karyawan yang telah selesai kontrak (PKWT) dan PHK (proyek selesai, performansi kurang,
kejahatan yang serius dan perubahan organisasi). Data turnover merupakan karyawan semua level.
Note: Employees who leave the company either voluntarily or involuntarily, where voluntary is defined as resigning voluntarily and involuntary
is defined as employees who have completed contracts (PKWT) and layoffs (finished projects, underperformance, committed crimes, and
organizational changes). The turnover data are all Band employees.


Karyawan Baru Berdasarkan Gender dan Lokasi Operasional Tahun 2025 [GRI 401-1A]
New Hires by Gender and Location of Operations in 2025

Lokasi                                                                                   Jumlah                                Proporsi
Location                                                                                  Total                               Proportion
ABM - Kantor Pusat | Head Office                                                            6                                     0,3%
Mining Value Chain                                                                        1.006                                  56,8%
Logistics, Engineering, New Business (LENB)                                                759                                   42,9%
Jumlah | Total                                                                            1.771                                   100%
Pria | Male                                                                               1.682                                   95,1%
Wanita | Female                                                                             89                                    4,9%
Jumlah | Total                                                                            1.771                                   100%
> 55 tahun | years old                                                                      6                                     0,3%
46 - 55 tahun | years old                                                                   67                                    3,8%
36 - 45 tahun | years old                                                                  319                                   18,0%
25 - 35 tahun | years old                                                                 1.029                                   58,1%
<25 tahun | years old                                                                      350                                   19,8%
Jumlah | Total                                                                            1.771                                   100%




                                                                                         2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                     S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                           105
Page 108
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Turnover Berdasarkan Gender dan Lokasi Operasional Tahun 2025 [GRI 401-1B]
Turnover by Gender and Location of Operations in 2025

                                                                                               Turnover Karyawan
                                                                                               Employee Turnover
Lokasi
                                                                                     Pria | Male                   Wanita | Female
Location
                                                                             Jumlah           Proporsi         Jumlah          Proporsi
                                                                              Total          Proportion         Total         Proportion
ABM – Kantor Pusat | Head Office
Jakarta                                                                          2             0,09%               0             0,00%
Mining Value Chain (MVC)*
Jakarta                                                                         12             0,53%               9            0,40%
Seluruh Wilayah Operasional
                                                                               1564           68,75%              33             1,45%
All Site
Logistics, Engineering, New Business (LENB)**
Jakarta & Seluruh Wilayah Operasional
                                                                               607            26,68%              48              2,11%
Jakarta & All Site
Jumlah | Total                                                                 2185             96%               90            3,96%
Catatan: | Note:
Data Mining Value Chain (MVC)meliputi PT Tunas Inti Abadi, PT Cipta Kridatama, PT Prima Wiguna Parama, dan PT Reswara Minergi Hartama.
**) Data Logistics, Engineering, New Business (LENB) meliputi PT Sanggar Sarana Baja, PT Cipta Krida Bahari dan PT Anzara Janitra Nusantara.
*) Mining Value Chaindata includes PT Tunas Inti Abadi, PT Cipta Kridatama, PT Prima Wiguna Parama, dan PT Reswara Minergi Hartama.
**) Logistics, Engineering, New Business (LENB) data includes PT Sanggar Sarana Baja, PT Cipta Krida Bahari and PT Anzara Janitra Nusantara


Proporsi Manajemen Senior yang Direkrut dari Masyarakat Sekitar [GRI 202-2]
Proportion of Senior Management Hired from the Local Community

Kategori                                             Jumlah karyawan                  Masyarakat Lokal                   Proporsi
Category                                              Total employee                  Local Community                   Proportion
Senior Management
                                                             214                            172                           80,4%
(Executive Level dan Manager Level)
Supervisor/Analyst Level                                     926                            474                           51,2%
Staff/Officer Level                                         1.749                           761                           43,5%




Pengembangan Kompetensi dan                                              Competency Development and
Evaluasi Kinerja [GRI 404-1][GRI 404-3]                                  Performance Evaluation [GRI 404-1][GRI 404-3]
ABM menyelenggarakan berbagai program pelatihan                          ABM organizes various training programs and
dan pengembangan kompetensi untuk mendukung                              competency development initiatives to support the
peningkatan kapabilitas karyawan di seluruh jenjang                      enhancement of employee capabilities across all job
jabatan dan fungsi kerja.                                                levels and work functions.

Pelatihan dan pengembangan karyawan dilaksanakan                         Employee training and development are carried
secara berkelanjutan sepanjang tahun, disesuaikan                        out continuously throughout the year, tailored to
dengan kebutuhan kompetensi, tuntutan operasional,                       competency needs, operational demands, and long-
serta pengembangan karier jangka panjang.                                term career development.

ABM juga secara berkala melakukan evaluasi kinerja                       ABM also periodically conducts performance evaluation
dan pengembangan karier melalui sistem penilaian                         and career development through a structured
kinerja yang terstruktur, yang menjadi dasar dalam                       performance appraisal system, which serves as the
penetapan program pengembangan kompetensi,                               basis for determining competency development
promosi, maupun perencanaan suksesi.                                     programs, promotions, and succession planning.




106              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 109
Dalam    mendukung     efektivitas  pelatihan dan          To support the effectiveness of such training and
pengembangan      tersebut,     ABM    menerapkan          development, ABM implements a human resource
pendekatan manajemen pengembangan sumber daya              development      management    approach    oriented
manusia yang berorientasi pada kesiapan karyawan           toward employee readiness in facing challenges and
dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri         opportunities in the mining industry. Competency
pertambangan. Program pengembangan kompetensi              development programs are designed to ensure
dirancang untuk memastikan peningkatan kualitas            improvements in employee performance quality in
kinerja karyawan sejalan dengan kebutuhan bisnis           line with future business needs and the Company’s
masa depan dan keberlanjutan Perusahaan.                   sustainability.

Sebagai kerangka pengembangan SDM, ABM telah               As a human resource development framework, ABM
menetapkan Strategi People Development yang                has established a People Development Strategy
menitikberatkan pada penguatan empat aspek utama           that emphasizes strengthening four main aspects
(4C), yaitu Capability, Competence, Character, dan         (4C), namely Capability, Competence, Character,
Contribution. Strategi ini dilandasi filosofi bahwa        and Contribution. This strategy is grounded in the
seluruh karyawan memiliki kesempatan yang setara           philosophy that all employees have equal opportunities
untuk dikembangkan sesuai potensi dan kebutuhannya,        to be developed according to their potential and needs,
membangun kompetensi saat ini dan masa depan,              to build current and future competencies, and to foster
serta menumbuhkan karakter kepemimpinan yang               leadership character aligned with the Company’s
selaras dengan nilai Perusahaan. [SEOJK F.22][GRI 404-2]   values. [SEOJK F.22][GRI 404-2]

Rata-Rata Jam Pelatihan per Tahun                          Average Training Hours per Employee
per Karyawan [GRI 404-1][OJK F.22]                         per Year [GRI 404-1][OJK F.22]
ABM secara rutin melaksanakan pelatihan dan                ABM regularly conducts training and development
pengembangan kepada karyawan guna meningkatkan             for employees to improve competencies. Throughout
kompetensi. Sepanjang tahun 2025, ABM telah                2025, ABM organized 110,118 training hours, with an
menyelenggarakan 110.118 jam pelatihan dengan              average of 6.18 training hours per employee per year,
rata-rata jam pelatihan 6,18 per karyawan per tahun        and a total number of participants reaching 26,832
dan total jumlah peserta mencapai 26.832 karyawan.         employees. The realization of training costs in 2025
Realisasi biaya pelatihan tahun 2025 mencapai Rp 9,51      amounted to Rp9.51 billion.
Miliar.

Pelaksanaan      pelatihan   tersebut     difasilitasi     The implementation of such training was facilitated
melalui ABM Academy yang berfungsi sebagai                 through ABM Academy, which functions as an
pusat pengembangan karyawan. ABM Academy                   employee development center. ABM Academy provides
menyediakan berbagai program pembelajaran untuk            various learning programs to strengthen technical
memperkuat keterampilan teknis, kepemimpinan, dan          skills, leadership, and other supporting competencies
kompetensi pendukung lainnya yang relevan dengan           relevant to the Company’s business and operational
kebutuhan bisnis dan operasional Perusahaan.               needs.

Pada tahun 2025, jumlah partisipan pelatihan               In 2025, the number of training participants increased
meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun          compared to the previous year, although the total
total durasi pelatihan menurun. Perubahan ini sejalan      training duration declined. This change aligns with
dengan optimalisasi metode pembelajaran melalui            the optimization of learning methods through digital
pendekatan digital dan blended learning, yang              and blended learning approaches, which enable
memungkinkan penyampaian materi secara lebih               the delivery of materials in a more concise, modular,
ringkas, modular, dan berbasis kebutuhan spesifik          and specific unit-based manner. Whereas previously
unit kerja. Jika sebelumnya pelatihan didominasi           training was dominated by long-duration face-to-
format tatap muka berdurasi panjang, pada tahun            face formats, in 2025 implementation was focused on
2025 pelaksanaan difokuskan pada sesi tematik yang         more targeted and efficient thematic sessions without
lebih terarah dan efisien tanpa mengurangi kualitas        reducing learning quality.
pembelajaran.




                                                                     2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  107
Page 110
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Sebagai bagian dari transformasi digital pengembangan       As part of the digital transformation of competency
kompetensi, ABM memulai transisi ke sistem                  development, ABM began transitioning to an e-learning
e-learning pada Juni 2025 melalui tahap pengenalan          system in June 2025 through an awareness stage
dan implementasi awal di Section A, sementara level         and initial implementation in Section A, while other
lainnya masih menggunakan pendekatan blended                levels still used a blended learning approach. The
learning. Tahap lanjutan direncanakan pada November         next stage was planned for November 2025 as part
2025 sebagai bagian dari roadmap bertahap.                  of a phased roadmap. This transformation supports
Transformasi ini mendukung efektivitas anggaran             budget effectiveness while encouraging employee
sekaligus mendorong kemandirian pembelajaran                learning independence, with the adaptation process
karyawan, dengan proses adaptasi yang masih                 still ongoing to ensure implementation runs optimally
berlangsung untuk memastikan implementasi berjalan          across all entities.
optimal di seluruh entitas.

Sebagai bagian dari transformasi digital pengelolaan        As part of the digital transformation of human resource
SDM, ABM juga mengimplementasikan sistem                    management, ABM also implemented the SAP
SAP Success Factors yang dikenal dengan nama                SuccessFactors system known as FALCON. This system
FALCON. Sistem ini mendukung proses rekrutmen               supports recruitment and onboarding processes,
dan onboarding, manajemen kinerja dan kompensasi,           performance      and      compensation     management,
pengembangan talenta, serta perencanaan suksesi             talent development, and succession planning in an
secara terintegrasi dan transparan, sehingga menjadi        integrated and transparent manner, thereby serving
investasi berkelanjutan dalam pengembangan sumber           as a sustainable investment in ABM’s human resource
daya manusia ABM.                                           development.



Rata-Rata Jam Pelatihan per Karyawan, Jumlah Peserta, dan Biaya Pelatihan per Tahun
Average Training Hours Per Employee, Number of Participants, and Annual Training Costs

Deskripsi                                        Satuan
                                                                  2023              2024               2025
Descriptions                                      Unit
Total Durasi Pelatihan Terakumulasi
                                                                 140.935           170.392            110.188
Total Accumulated Training Duration
Durasi Pelatihan Terakumulasi – Eksekutif         Jam
                                                                   109               430                129
Accumulated Training Duration – Executive         Hour
Durasi Pelatihan Terakumulasi – Non Eksekutif
                                                                 140.826           169.962            110.059
Accumulated Training Duration – Non Executive
Jumlah Peserta                                   Orang
                                                                  14.620            23.399            26.832
Number of Participants                           Person
Total Biaya Pelatihan Karyawan                    Miliar
                                                                  18,20              15,05             9,51
Total Employee Training Expense                   Billion




108             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 111
Pendidikan dan Pelatihan Berdasarkan Kategori Jabatan [GRI 404-1]
Education and Training by Job Category

                                                    Jenis Pendidikan dan Pelatihan
                                                    Type of Education and Training
 Tahun                                     Keterampilan
              Tingkat Jabatan                                            Soft Skill              Sertifikasi                          Jumlah
  Year                                      Fungsional
               Position Level                                            Soft Skill             Certification                          Total
                                          Functional Skill
          Direktur | Director                       2                        1                          -                               3
          General Manager                          33                        21                         1                               66
          Senior Manager                           125                      82                        29                               236
2023      Supervisory                              493                      236                      638                              1.367
          Staff & Non Staff                        915                      471                      1.910                            3.296
          Total                                   1.568                     811                     2.578                             4.957
          %                                       32%                      16%                      52%                               100%
          Direktur | Director                       11                      20                          1                               32
          General Manager                          162                      122                        6                               290
          Senior Manager                           808                      318                        17                              1.143
2024      Supervisory                             3.815                    1.154                     328                              5.297
          Staff & Non Staff                    12.564                      3.182                     890                              16.636
          Total                                   17.360                   4.796                    1.242                             23.398
          %                                       74%                      20%                       5%                               100%
          Direktur | Director                       1                        1                          -                               2
          General Manager                           -                        -                          -                                -
          Group Manager                            77                       129                        2                               208
          Manager                                  357                      172                        15                              544
2025
          Supervisory                             2.111                     779                       132                             3.022
          Staff & Non Staff                    20.812                      1.867                     377                              23.056
          Total                                23.358                     2.948                      526                              26.832
          %                                       87%                      11%                       2%                               100%


Pendidikan dan Pelatihan Berdasarkan Gender [GRI 404-1]
Education and Training by Gender

                              2023                                       2024                                             2025

                                      Rata-rata Jam                                Rata-rata Jam                                       Rata-rata Jam
           Jumlah                                          Jumlah                                                      Jumlah
                                      Pelatihan per-                 Jumlah Jam    Pelatihan per-    Jumlah                            Pelatihan per-
           Pekerja    Jumlah Jam                           Pekerja                                                       Jam
Jenis                                 Karyawan (%)                    Pelatihan    Karyawan (%)      Pekerja                           Karyawan (%)
            Total      Pelatihan                            Total                                                     Pelatihan
Kelamin                                  Average                       Total of       Average         Total                               Average
           Number        Total of                          Number                                                      Total of
Gender                                   Hours of                      Training       Hours of      Number of                             Hours of
             of      Training Hours                          of                                                        Training
                                       Training per-                    Hours       Training per-    Workers                            Training per-
           Workers                                         Workers                                                      Hours
                                      Employee (%)                                 Employee (%)                                        Employee (%)

Pria
            10.567      118.475           11,21            10.913     152.568          13,98         16.488           100.805                  6,11
Male
Wanita
              628        22.460           35,76             653        17.824          27,30          1.343             9.383                6,99
Female
Jumlah
            11.195      140.935           12,59            11.566     170.392          14,73         17.831            110.188               6,18
Total




                                                                                      2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                  109
Page 112
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Penguatan Kapasitas Karyawan [GRI 404]                      Strengthening Employee Capacity [GRI 404]
Sebagai bagian dari strategi pengembangan                   As part of its sustainable human resource development
sumber daya manusia berkelanjutan, Perusahaan               strategy, the Company implements a number of training
mengimplementasikan sejumlah program pelatihan              programs designed to strengthen technical capabilities,
yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas teknis,         leadership, and occupational safety culture. Several
kepemimpinan, dan budaya keselamatan kerja.                 flagship employee capacity-building programs
Beberapa program penguatan kapasitas karyawan               implemented by ABM this year include:
andalan yang dilaksanakan oleh ABM pada tahun ini,
antara lain:

                                                        
Advance Development Operator Program (ADOP):                Advance Development Operator Program (ADOP):
Membangun Operator Andal untuk Operasional                  Building Reliable Operators for Sustainable
Berkelanjutan                                               Operations
Untuk memastikan keberlanjutan sumber daya                  To ensure the sustainability of operational human
manusia operasional, CK mengembangkan Advance               resources, CK developed the Advance Development
Development Operator Program (ADOP) sebagai                 Operator Program (ADOP) as a strategic approach to
pendekatan strategis pengembangan operator                  operator development based on structured learning
berbasis pembelajaran terstruktur dan pendampingan          and intensive mentoring.
intensif.

ADOP dirancang sebagai program pengembangan                 ADOP is designed as a 60–90-day operator development
operator berdurasi 60–90 hari yang dilaksanakan             program implemented through the Mining Academy,
melalui Mining Academy, dengan skema onboarding             with a centralized onboarding scheme at the training
terpusat di asrama pelatihan dan pendampingan               dormitory and direct mentoring by the instructor team.
langsung oleh tim instruktur. Program ini menekankan        This program emphasizes strengthening technical
penguatan kompetensi teknis, disiplin kerja, budaya         competencies, work discipline, safety culture, as well
keselamatan, serta internalisasi nilai dan budaya           as internalizing the Company’s values and culture from
perusahaan sejak tahap awal penugasan.                      the early stage of assignment.

ADOP didesain dengan menawarkan keunggulan                  ADOP is designed to offer advantages in building more
dalam membangun kesiapan kerja yang lebih stabil,           stable work readiness, stronger cultural adaptation,
adaptasi budaya yang lebih kuat, serta kontribusi           and more effective productivity contribution. In
produktivitas yang lebih efektif. Selain itu, program       addition, this program is designed to manage
ini dirancang untuk mengelola risiko keselamatan            safety risks in a more controlled manner, while also
secara lebih terkendali, sekaligus memberikan               providing cost efficiency for workforce development
efisiensi biaya pengembangan tenaga kerja dalam             in the medium term.
jangka menengah.

Melalui ADOP, CK tidak hanya memastikan ketersediaan        Through ADOP, CK not only ensures the availability
operator yang kompeten secara teknis, tetapi juga           of technically competent operators, but also prepares
menyiapkan fondasi sumber daya manusia yang                 a sustainable human resource foundation, namely
berkelanjutan, yakni operator yang siap berkontribusi       operators who are ready to contribute optimally,
secara optimal, selaras dengan budaya keselamatan,          aligned with the safety culture, and support the
dan mendukung keandalan operasional perusahaan              Company’s operational reliability amid the dynamics
di tengah dinamika industri pertambangan.                   of the mining industry.


                                                        
Best of The Best (BOTB) Program untuk                       Best of the Best (BOTB) Program for Employee
Kepemimpinan Karyawan                                       Leadership
Sebagai bagian dari penguatan pengembangan                  As part of strengthening capacity development
kapasitas dan kesiapan kepemimpinan internal, CK            and internal leadership readiness, CK organized
menyelenggarakan program Best of the Best (BOTB)            the 2025 Best of the Best (BOTB) program with the
2025 dengan tema “Resilience, Vision, Efficiency            theme “Resilience, Vision, Efficiency for Operational
for Operational Excellence”. Program ini dirancang          Excellence”. This program is designed to prepare
untuk mempersiapkan operator, teknisi, dan pimpinan         the best operators, technicians, and line leaders as
lini terbaik sebagai calon pemimpin masa depan              prospective future leaders of the Company, in line
perusahaan, seiring dengan pertumbuhan operasional          with sustainable operational growth.
yang berkelanjutan.




110             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 113
BOTB 2025 dilaksanakan melalui proses seleksi dan             BOTB 2025 was implemented through a tiered selection
pengembangan berjenjang, mulai dari penjaringan               and development process, starting from screening
30 besar peserta hingga penetapan 15 besar dan                the Top 30 participants up to determining the Top
pemenang utama. Peserta mengikuti rangkaian                   15 and the overall winner. Participants undertook
pembinaan yang mencakup pengembangan fisik,                   a series of coaching activities covering physical
sikap dan perilaku, kepemimpinan, serta penguatan             development, attitudes and behavior, leadership, and
kompetensi teknis sesuai dengan fungsi masing-                strengthening technical competencies according
masing, termasuk operasi, pemeliharaan peralatan,             to their respective functions, including operations,
OSHE, dan layanan teknis. Program ini juga                    equipment maintenance, OSHE, and technical services.
menekankan disiplin, tanggung jawab, daya saing,              The program also emphasizes discipline, responsibility,
serta penerapan praktik pertambangan yang baik                competitiveness, and the implementation of good mining
melalui kombinasi pembelajaran teori, evaluasi kinerja,       practices through a combination of theoretical learning,
dan battle knowledge.                                         performance evaluation, and battle knowledge.

Melalui BOTB 2025, PT Cipta Kridatama menunjukkan             Through BOTB 2025, Cipta Kridatama demonstrates
komitmennya dalam membangun sumber daya manusia               its commitment to building superior human resources
unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan            with strong character and readiness to face operational
operasional, sekaligus memastikan keberlanjutan               challenges, while also ensuring the Company’s long-
kinerja Perusahaan dalam jangka panjang.                      term performance sustainability.




                                                          
Rekrutmen Lokal Panji dari BOTB untuk Knowledge               Local Panji Recruitment from BOTB for Knowledge
Transfer dalam Mining Academy                                 Transfer in the Mining Academy
Keberhasilan program BOTB tercermin dari lahirnya             The success of the BOTB program is reflected in
talenta internal yang kemudian berperan sebagai               the emergence of internal talents who subsequently
penggerak pembelajaran di organisasi atau yang                serve as learning drivers within the organization,
disebut dengan Lokal Panji. Mereka menjadi pengajar           referred to as Local Panji. They act as instructors
dan mentor bagi karyawan lain melalui Mining                  and mentors for other employees through the Mining
Academy. Pendekatan ini memperkuat budaya                     Academy. This approach strengthens a knowledge-
berbagi pengetahuan, meningkatkan produktivitas               sharing culture, improves operational productivity,
operasional, serta mendorong peningkatan utilisasi            and encourages increased utilization and work
dan efisiensi kerja di lapangan.                              efficiency in the field.

Komitmen CK sejalan dengan strategi induk                     CK’s commitment is aligned with the parent
Perusahaan, ABM. yang menempatkan manusia                     company’s strategy, ABM, which places people as
sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis                  the primary foundation in building a sustainable
yang berkelanjutan. Sepanjang tahun pelaporan,                business. Throughout the reporting year, competency
pengembangan kompetensi dilakukan secara                      development was carried out consistently as part of
konsisten sebagai bagian dari budaya perusahaan,              the Company’s culture, rather than merely a short-
bukan sekadar program jangka pendek. Melalui                  term program. Through this initiative, CK believes that
inisiatif ini, CK meyakini bahwa keberlanjutan                the sustainability of the mining industry can only be
industri pertambangan hanya dapat dicapai dengan              achieved by fostering leaders who emerge from the
menumbuhkan pemimpin-pemimpin yang lahir                      field, have integrity, and are prepared to face future
dari lapangan, berintegritas, dan siap menghadapi
                                                              challenges.
tantangan masa depan.




                                                                        2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                    S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                      111
Page 114
      Kinerja Sosial
      Social Performance




 Mengatasi Tantangan dalam Akses Pembelajaran             Addressing Learning Access Challenges Through
 melalui Udemy Business                                   Udemy Business
 Untuk mempercepat transformasi pembelajaran              To accelerate the digital learning transformation
 digital dan memperluas jangkauan pengembangan            and expand the reach of employee competency
 kompetensi karyawan, ABM mengintegrasikan                development, ABM integrated Udemy Business into
 Udemy Business ke dalam Learning Management              the Learning Management System (LMS) as part of
 System (LMS) sebagai bagian dari inisiatif Digital       the Digital Learning Transformation initiative. This
 Learning Transformation. Inisiatif ini menjawab          initiative addresses key challenges of conventional
 tantangan utama pembelajaran konvensional, seperti       learning, such as limited face-to-face class capacity,
 keterbatasan kapasitas kelas tatap muka, tingginya       high training costs, limited employee time, and
 biaya pelatihan, keterbatasan waktu karyawan, serta      learning access that has not been evenly distributed—
 akses pembelajaran yang belum merata khususnya           particularly for employees at operational sites.
 bagi karyawan di site operasional.

 Melalui Udemy Business, karyawan Grup ABM                Through Udemy Business, ABM Group employees
 memperoleh akses ke ribuan kursus daring yang            gain access to thousands of online courses covering
 mencakup kepemimpinan, manajemen, teknologi              leadership,    management,        digital   technology,
 digital, keselamatan kerja, hingga topik keberlanjutan   occupational safety, and sustainability and ESG topics.
 dan ESG. Platform ini terintegrasi penuh dengan          This platform is fully integrated with the LMS through
 LMS melalui Single Sign-On (SSO), memungkinkan           Single Sign-On (SSO), enabling flexible learning via the
 pembelajaran dilakukan secara fleksibel melalui          web and mobile devices without disrupting operational
 web maupun perangkat seluler, tanpa mengganggu           activities.
 aktivitas operasional.

 Integrasi ini juga memungkinkan pelacakan jam            This integration also enables individual tracking of
 pelatihan secara individual melalui sistem learning      training hours through a learning analytics system
 analytics yang terhubung langsung dengan                 directly connected to employee data. Each learning
 data karyawan. Setiap aktivitas pembelajaran             activity, including learning duration, courses taken,
 termasuk durasi belajar, kursus yang diikuti, tingkat    completion rates, and individual progress, is recorded
 penyelesaian, dan progres individu tercatat secara       automatically and centrally in the LMS. Accordingly,
 otomatis dan terpusat di LMS. Dengan demikian, ABM       ABM can monitor total training hours per employee,
 dapat memantau total jam pelatihan per karyawan,         support the preparation of Individual Development
 mendukung penyusunan Individual Development Plan         Plans (IDPs), and ensure more accurate, transparent,
 (IDP), serta memastikan pelaporan pengembangan           and data-driven human resource development
 SDM yang lebih akurat, transparan, dan berbasis data.    reporting.




112             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 115
Menanamkan Integritas melalui Pelatihan Code of          Instilling Integrity Through Code of Conduct
Conduct                                                  Training
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola dan            As part of strengthening governance and a culture
budaya integritas, ABM menyelenggarakan pelatihan        of integrity, ABM organized Code of Conduct
Code of Conduct bagi seluruh karyawan melalui            training for all employees through the Learning
platform Learning Management System (LMS).               Management System (LMS) platform. This training is
Pelatihan ini dirancang sebagai mandatory course         designed as a mandatory course to ensure consistent
untuk memastikan pemahaman yang konsisten                understanding of the values, ethical principles, and
atas nilai, prinsip etika, serta standar perilaku yang   behavioral standards applicable throughout the ABM
berlaku di seluruh Grup ABM.                             Group.

Pelatihan Code of Conduct dilaksanakan secara            The Code of Conduct training is delivered online
daring dan terstruktur, mencakup rangkaian pre-          in a structured manner, comprising a series of pre-
test, modul pembelajaran, post-test, dan evaluasi,       tests, learning modules, post-tests, and evaluations,
dengan standar kelulusan minimum yang ditetapkan.        with a minimum passing standard established.
Akses pelatihan tersedia melalui web maupun              Training access is available via the web and mobile
aplikasi seluler, sehingga memungkinkan karyawan         application, enabling employees to participate flexibly
mengikuti pembelajaran secara fleksibel namun            while remaining monitored.
tetap terpantau.

Melalui pendekatan pembelajaran digital ini, ABM         Through this digital learning approach, ABM
memperkuat kesadaran etika, kepatuhan, dan               strengthens ethical awareness, compliance, and
tanggung jawab individu dalam menjalankan peran          individual responsibility in carrying out each
masing-masing, sekaligus memastikan bahwa                respective role, while also ensuring that integrity
prinsip integritas menjadi fondasi perilaku dan          principles serve as the foundation for behavior and
pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.        decision-making across all lines of the organization.




                                                                   2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 113
Page 116
          Kinerja Sosial
          Social Performance




Transformasi Kepemimpinan dan Talent Management
Leadership Transformation and Talent Management


Untuk menjawab kebutuhan kepemimpinan di tengah                                     To address leadership needs amid business expansion
ekspansi dan dinamika bisnis, pada tahun 2025                                       and dynamics, in 2025 the ABM Group continued
Grup ABM melanjutkan implementasi Leadership                                        the implementation of the Leadership Development
Development Program (LDP) yang mencakup seluruh                                     Program (LDP), which covers all leadership levels,
jenjang kepemimpinan, mulai dari level frontline hingga                             from frontline to executive. This program is designed
eksekutif. Program ini dirancang untuk memperkuat                                   to strengthen strategic leadership, not only in terms
kepemimpinan strategis, tidak hanya dari sisi                                       of technical competencies, but also the ability to
kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan memimpin                                   lead teams, manage change, and drive sustainable
tim, mengelola perubahan, dan mendorong inovasi                                     innovation.
berkelanjutan.

LDP disusun secara berjenjang, mulai dari LDP 1.0                                   The LDP is structured in stages, from LDP 1.0 to LDP 6.0,
hingga LDP 6.0, serta dilengkapi dengan Leadership                                  and is complemented by a Leadership Intensive Course
Intensive Course (LIC) bagi pimpinan yang belum                                     (LIC) for leaders who have not yet received formal
memperoleh pembekalan kepemimpinan formal.                                          leadership training. Throughout 2025, this program
Sepanjang tahun 2025, program ini dilaksanakan                                      was implemented in several batches with continuously
dalam beberapa batch dengan cakupan yang terus                                      expanded coverage across all operational units of the
diperluas di seluruh unit operasional Grup ABM.                                     ABM Group.




                                                                                                                                       Pembelajaran
                                                                                                                        Program
           Leadership Development Program                   Jenjang Jabatan            Program Intensif                                  Berbasis
                                                                                                                       Pengayaan
        Program Pengembangan Kepemimpinan                      Job Band                Intensive Course                                 Kompetensi
                                                                                                                       Enrichment
                                                                                                                                         Learning
                                                                                                                        Program
                                                                                                                                        Base Comp

                                                                   A                                                    Program
                                                                                                                          Direksi
    LDP 6.0 (Band B)
                                                                                                                        (Band A)
                                                                   B                                                   Directorship
                                                                                                                        (Band A)
    LDP 5.0 (Band C)
                                                                                                                                       Pembelajaran
                                                                   C                                                    Program       Sesuai Jenjang
                                                                                                                      Pengayaan GH       Jabatan &
                                                Pengembangan                                                            (Band B)
    LDP 4.0 - GB 2.0                                                                                                                    Kompetensi
                                                  Talenta Kunci                                                       GH Enrichment
                                                     Key Talent    D                               LIC 3.0 (Band D)                     Learning
                                                                                                                         Program
                                                  Development                                                           (Band B)      Based on Job
                                                                                                                                       Levels and
    LDP 3.0 - GB 1.0*
                                                                                                                                      Competencies
                                                                   E                               LIC 2.0 (Band E)


    LDP 2.0 - YB + Chase Waste**
                                                                   F                               LIC 1.0 (Band F)
                                               Pengembangan               Pelatihan Intensif
                                                     Promosi              Kepemimpinan
    LDP 1.0 - Biz Process***                       Promotion       G      Leadership
                                                 Development              Intensive Course



Catatan | Notes:
*   Kepala Seksi/Spesialis – Kepala Departemen/Spesialis Senior
    (Sec. Head/Spec – Dept Head/Sr. Spec)
** Staf/Officer/Lead Officer – Spesialis/Kepala Seksi
    Staff/Off/Lead Off – Spec/Sec. Head)
*** Proses Bisnis (Non Staf – Staf)
    Biz Process (Non Staff – Staff)




    114                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                       V I S I O N B E YO N D
Page 117
Pendekatan Continuous Improvement untuk Perbaikan               Continuous Improvement Approach for Sustainable
Proses Bisnis Berkelanjutan                                     Business Process Improvement
Dalam implementasi Continuous Improvement (CI),                 In implementing Continuous Improvement (CI), ABM adopts
ABM mengadopsi dua pendekatan utama yang saling                 two main complementary approaches, namely Plan–Do–
melengkapi, yaitu Plan–Do–Check–Act (PDCA) dan Define–          Check–Act (PDCA) and Define–Measure–Analyze–Improve–
Measure–Analyze–Improve–Control (DMAIC), sebagai                Control (DMAIC), as a framework to drive systematic,
kerangka kerja untuk mendorong perbaikan proses yang            measurable, and sustainable process improvements.
sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

PDCA digunakan sebagai siklus perbaikan berkelanjutan           PDCA is used as a continuous improvement cycle to ensure
untuk memastikan proses berjalan secara konsisten dan           that processes run consistently and adaptively. The Plan
adaptif. Tahap Plan berfokus pada identifikasi masalah          stage focuses on problem identification and improvement
dan perencanaan perbaikan; Do pada pelaksanaan solusi           planning; Do on implementing the designed solutions;
yang telah dirancang; Check pada evaluasi hasil dan             Check on evaluating outcomes and process performance;
kinerja proses; serta Act pada standarisasi perbaikan atau      and Act on standardizing improvements or making
penyesuaian lanjutan. Pendekatan ini mendorong budaya           further adjustments. This approach promotes a culture of
belajar berkelanjutan dan perbaikan bertahap di seluruh lini    continuous learning and incremental improvements across
operasional.                                                    all operational lines.

DMAIC merupakan metodologi utama dalam Six Sigma yang           DMAIC is the primary methodology in Six Sigma used to
digunakan untuk menyelesaikan permasalahan proses secara        resolve process issues in a more in-depth and data-driven
lebih mendalam dan berbasis data. Define menetapkan ruang       manner. Define establishes the scope and objectives of
lingkup dan tujuan perbaikan; Measure mengukur kinerja          improvement; Measure assesses process performance
proses dan variabilitasnya; Analyze mengidentifikasi akar       and variability; Analyze identifies root causes of problems;
penyebab masalah; Improve merancang dan menerapkan              Improve designs and implements solutions; and Control
solusi; dan Control memastikan perbaikan dapat                  ensures improvements can be sustained over the long term.
dipertahankan dalam jangka panjang. DMAIC sangat efektif        DMAIC is highly effective in reducing defects, improving
untuk mengurangi defect, meningkatkan kapabilitas proses,       process capability, and consistently maintaining quality.
dan menjaga kualitas secara konsisten.

Untuk mendukung penerapan CI secara berjenjang, ABM             To support the tiered implementation of CI, ABM developed
mengembangkan sistem tingkatan Belt sebagai jalur               a Belt level system as a learning pathway and employee
pembelajaran dan pengembangan kompetensi karyawan, yaitu:       competency development, as follows:

•   White Belt (CI Awareness): Pengenalan konsep dasar          •   White Belt (CI Awareness): Introduction to the basic concepts
    CI, Lean, dan Six Sigma, serta peran individu dalam             of CI, Lean, and Six Sigma, as well as the role of individuals
    mengidentifikasi peluang perbaikan di area kerja.               in identifying improvement opportunities in the work area.
•   Yellow Belt: Fokus pada partisipasi aktif dalam proyek      •   Yellow Belt: Focus on active participation in simple
    perbaikan sederhana dan penerapan dasar Lean untuk              improvement projects and the basic application of Lean
    mengurangi pemborosan.                                          to reduce waste.
•   Green Belt: Penerapan metodologi CI dan Six Sigma           •   Green Belt: More in-depth application of CI and Six Sigma
    secara lebih mendalam melalui proyek perbaikan lintas           methodologies through cross-functional improvement
    fungsi yang berdampak pada kinerja operasional.                 projects that impact operational performance.
•   Black Belt: Pengembangan key talent yang memimpin           •   Black Belt: Development of key talent leading strategic
    proyek perbaikan strategis, berperan sebagai change             improvement projects, serving as change agents,
    agent, trainer, dan coach dalam organisasi.                     trainers, and coaches within the organization.
•   Master Black Belt: Peran di dalam pengembangan              •   Master Black Belt: A role in methodology development,
    metodologi, pembinaan Black Belt, serta penguatan               coaching Black Belts, and strengthening the CI culture at
    budaya CI di tingkat organisasi.                                the organizational level.

Melalui penerapan PDCA, DMAIC, dan sistem Belt yang             Through the implementation of PDCA, DMAIC, and a structured
terstruktur, ABM memastikan bahwa perbaikan berkelanjutan       Belt system, ABM ensures that continuous improvement is
tidak hanya menjadi inisiatif sesaat, tetapi tertanam sebagai   not merely a temporary initiative, but is embedded as a work
budaya kerja yang mendukung keselamatan, kualitas,              culture that supports safety, quality, efficiency, and long-term
efisiensi, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.             business sustainability.




                                                                            2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                              115
Page 118
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Program Pengembangan Keterampilan                      Skills Development and Retirement
dan Persiapan Pensiun [GRI 404-2]                      Preparation Program [GRI 404-2]

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi jangka      As a form of appreciation for employees’ long-
panjang karyawan, ABM menyediakan program masa         term contributions, ABM provides a pre-retirement
persiapan pensiun bagi karyawan yang memasuki          preparation program for employees entering the age
usia di atas 53 tahun. Pada tahun 2025, program ini    of above 53 years. In 2025, this program was carried
dilaksanakan sebanyak 2 batch dengan total peserta     out in 2 batches with a total of 48 participants from all
48 orang dari seluruh entitas Grup ABM. Program ini    entities within the ABM Group. This program equips
membekali karyawan dengan pengetahuan keuangan,        employees with financial knowledge, psychology, as
psikologi, serta soft skills, termasuk sesi coaching   well as soft skills, including coaching sessions for post-
untuk perencanaan pascapensiun.                        retirement planning.

Selain itu, ABM secara berkelanjutan menyediakan       In addition, ABM continuously provides various
berbagai program pengembangan keterampilan             technical, leadership, and digital skills development
teknis, kepemimpinan, dan digital untuk memastikan     programs to ensure employee competitiveness at every
daya saing karyawan di setiap tahap karier. Bagi       career stage. For employees affected by termination of
karyawan yang terdampak pemutusan hubungan             employment, the Company provides compensation in
kerja, Perusahaan memberikan kompensasi sesuai         accordance with the provisions of applicable laws and
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan          regulations.
yang berlaku.




 116             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 119
Membekali Karyawan Menuju Masa                         Equipping Employees Toward a
Purnabakti yang Siap, Mandiri, dan                     Ready, Independent, and Meaningful
Bermakna                                               Retirement
Sebagai bagian dari komitmen ABM dalam                 As part of ABM’s commitment to Human Resource
pengembangan SDM dan kesejahteraan karyawan,           Development       and    Employee      Welfare,  ABM
ABM menyelenggarakan program pensiun untuk             organized a Retirement Program to equip employees
membekali karyawan yang mendekati masa                 approaching retirement so they are psychologically
purnabakti agar siap secara psikologis, mental, dan    and mentally prepared and able to plan for the future.
perencanaan masa depan. Program ini diikuti oleh       This program was attended by 21 participants and is
21 peserta dan dirancang untuk membantu peserta        designed to help participants enter retirement more
memasuki masa pensiun dengan lebih tenang,             calmly, confidently, and with clear direction and
percaya diri, serta memiliki arah tujuan yang jelas    purpose in life after completing their service.
dalam kehidupan setelah purna tugas.

Program disusun berbasis prinsip adult learning        The program was developed based on adult learning
dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat           principles with a participant-centered learning
pada peserta melalui kombinasi ceramah, diskusi,       approach through a combination of lectures,
tanya jawab, studi kasus, role play, simulasi,         discussions, question-and-answer sessions, case
serta perspektif aplikasi praktis. Materi pelatihan    studies, role play, simulations, and a practical
mencakup perubahan mental, psikologi dalam             application perspective. Training materials include
mengelola perubahan, membangun pemikiran               mental switching, psychology in managing change,
positif, menemukan kekuatan diri, perubahan            building a positive mindset, discovering personal
paradigma dalam menghadapi second career agar          strengths (self discovery), paradigm shifts in facing a
tetap produktif dan bermakna, mengatasi post           second career to remain productive and meaningful,
power syndrome, hingga pengenalan kewirausahaan        overcoming post power syndrome, and introductions
seperti memulai bisnis kuliner dan memahami skema      to entrepreneurship such as starting a culinary
biaya usaha. Seluruh modul tersebut mendukung          business and understanding business cost schemes.
peserta dalam memperoleh gambaran komprehensif         All of these modules support participants in obtaining
mengenai transformasi dari karyawan menjadi self-      a comprehensive picture of the transformation from
employment, memahami pengelolaan dana pensiun,         employee to self-employment, understanding the
berbagai pilihan investasi, serta pengelolaan          management of retirement funds, various investment
keuangan keluarga yang aman dan efektif.               options, as well as safe and effective family financial
                                                       management.

Untuk memastikan kualitas dan efektivitas program,     To ensure the quality and effectiveness of the
ABM menerapkan pendekatan evaluasi pelatihan           program, ABM applied a training evaluation
berbasis Kirkpatrick’s Evaluation Model pada tingkat   approach based on Kirkpatrick’s Evaluation Model
reaksi dan pembelajaran melalui kuesioner evaluasi     at the reaction and learning levels through module
modul, penilaian fasilitator, serta pre-test dan       evaluation questionnaires, facilitator assessments, as
post-test. Pendekatan ini membantu memastikan          well as pre-tests and post-tests. This approach helps
bahwa program memberikan manfaat nyata bagi            ensure that the program delivers tangible benefits to
peserta, sekaligus memperkuat upaya ABM dalam          participants, while also strengthening ABM’s efforts
membangun kapabilitas, kesiapan transisi kerja,        to build capability, readiness for work transition, and
dan kesejahteraan jangka panjang karyawan secara       long-term employee welfare on a sustainable basis.
berkelanjutan.




                                                                 2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                             S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                               117
Page 120
        Kinerja Sosial
        Social Performance




Metodologi Training
Training Methodology




           40%                                20%             10%                10%                    20%

     Penyampaian                  Tanya Jawab dan    Studi Kasus             Simulasi dan             Perspektif
        Materi                  Transfer Pengetahuan Case Study             Bermain Peran             Penerapan
       Lecturing                   Q&A Transfer of                           Role Plays &             Application
                                     Knowledge                                Simulation              Perspective



Evaluasi Kinerja, Promosi, dan                                 Performance Evaluation, Promotion, and
Perencanaan Suksesi [GRI 404-3]                                Succession Planning [GRI 404-3]
Sebagai    bagian     dari   strategi   keberlanjutan          As part of its leadership sustainability strategy, the ABM
kepemimpinan, Grup ABM menempatkan kesiapan                    Group places successor readiness (Bench Strength
suksesor sebagai salah satu KPI Direksi. Pendekatan            Readiness) as one of the Board of Directors’ Key
ini memastikan bahwa pengembangan talenta                      Performance Indicators (KPIs). This approach ensures
dilakukan secara terintegrasi dan berorientasi jangka          that talent development is carried out in an integrated
panjang.                                                       manner and is long-term oriented.

ABM menerapkan proses Talent Mapping berbasis 9-Box            ABM implements a Talent Mapping process based on
Matrix untuk mengelola potensi dan kinerja karyawan            the 9-Box Matrix to manage employee potential and
secara objektif. Hasil pemetaan ini ditindaklanjuti melalui    performance objectively. The results of this mapping
Individual Development Plan (IDP) atau Performance             are followed up through an Individual Development Plan
Improvement Plan (PIP), yang dirancang dan dimonitor           (IDP) or a Performance Improvement Plan (PIP), which
secara berkala guna memastikan setiap karyawan                 are designed and monitored periodically to ensure that
memperoleh pengembangan yang sesuai dengan                     each employee receives development that is aligned
kebutuhan dan potensinya.                                      with their needs and potential.




       100%                                                    25,23%
       Seluruh Karyawan Menerima                               dari total karyawan | of total employees
       Tinjauan Rutin Terhadap Kinerja
                                                               Sebanyak 2.641 karyawan (2.549 karyawan pria
       dan Pengembangan Karier
                                                               dan 92 karyawan wanita) memperoleh promosi
       All Employees Receive Regular                           sepanjang tahun 2025.
       Reviews of Performance and
                                                               A total of 2,641 employees (2,549 male employees
       Career Development
                                                               and 92 female employees) received promotions
                                                               throughout 2025.




 118              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 121
Unlimit Your Potentials: Memperkuat                  Unlimit Your Potentials: Strengthening
Potensi Kepemimpinan Melampaui                       Leadership Potential Beyond Limits
Batas
Unlimit Your Potentials (UYP) merupakan semangat     Unlimit Your Potentials (UYP) is a spirit that
yang mendorong individu dan organisasi di Grup       encourages individuals and the organization within
ABM untuk berani melampaui batas, membuka            the ABM Group to dare to go beyond limits, unlock
potensi terbaik, dan mencapai kinerja yang luar      their best potential, and achieve outstanding
biasa. Semangat ini berakar kuat pada Core Values    performance. This spirit is strongly rooted in the ABM
dan Leadership Traits Grup ABM, serta diwujudkan     Group’s Core Values and Leadership Traits, and is
melalui perilaku kepemimpinan sehari-hari dan        embodied through daily leadership behaviors and
berbagai program pengembangan yang terintegrasi      various development programs that are integrated
dengan strategi bisnis perusahaan.                   with the Company’s business strategy.

Sebagai bagian dari penguatan budaya organisasi,     As part of strengthening organizational culture, ABM
ABM mengimplementasikan program UYP secara           implements the UYP program in phases and on a
bertahap dan berkelanjutan. Program ini menekankan   continuous basis. This program emphasizes the role of
peran kepemimpinan, komunikasi yang efektif, serta   leadership, effective communication, and continuous
pembelajaran berkesinambungan sebagai fondasi        learning as the foundation for creating superior
dalam menciptakan kinerja unggul dan transformasi    performance and organizational transformation.
organisasi.

Pembelajaran intensif UYP dimulai dari tingkat       Intensive UYP learning began at the executive level
eksekutif pada tahun 2024, dilanjutkan ke lapisan    in 2024, continued to the management layers below
manajemen di bawahnya pada tahun 2025,               in 2025, and will gradually reach all employees of the
dan secara bertahap akan menjangkau seluruh          ABM Group. One of the main hallmarks of this program
karyawan Grup ABM. Salah satu ciri khas utama        is a direct mentoring and coaching approach, which
program ini adalah pendekatan mentoring dan          enables participants to reflect on real challenges,
coaching langsung, yang memungkinkan peserta         develop leadership capacity, and translate the
merefleksikan tantangan nyata, mengembangkan         Company’s values and strategy into concrete actions.
kapasitas kepemimpinan, serta menerjemahkan nilai
dan strategi perusahaan ke dalam aksi konkret.

Sepanjang periode pelaksanaan, program ini telah     Throughout the implementation period, this program
menjangkau berbagai jenjang kepemimpinan             has reached various leadership levels as follows:
sebagai berikut:

Jenjang Manajemen                                                         Jumlah Peserta
Management Level                                                         Total Participants
Executive                                                                        20
Group Head                                                                       43
Division Head                                                                    114
Senior Specialist/ Department Head                                              172

Melalui UYP, Grup ABM memperkuat kapabilitas         Through UYP, the ABM Group strengthens leader
pemimpin di seluruh tingkat organisasi, sekaligus    capabilities across all levels of the organization, while
membangun budaya pembelajaran yang menjadi           also building a learning culture that distinguishes
ciri pembeda perusahaan dalam menciptakan bisnis     the Company in creating a resilient, adaptive, and
yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.            sustainable business.




                                                                2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                             S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                               119
Page 122
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Manfaat Ketenagakerjaan
dan Perlindungan Pekerja                                    [GRI 401-2][GRI 401-3][SEOJK F.20][SEOJK F.22]

Employment Benefits and Worker Protection



ABM menyediakan berbagai manfaat ketenagakerjaan                   ABM provides various employment benefits for
bagi karyawan tetap dan kontrak sesuai dengan                      permanent and contract employees in accordance with
ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk                         applicable regulatory provisions, including health and
asuransi kesehatan dan kecelakaan, jaminan                         accident insurance, social security, maternity leave,
sosial, cuti melahirkan, cuti ayah, serta tunjangan                paternity leave, and other allowances. ABM ensures
lainnya. ABM memastikan bahwa kebijakan manfaat                    that employment benefit policies are implemented fairly
ketenagakerjaan diterapkan secara adil dan transparan              and transparently for all workers, with coverage tailored
bagi seluruh pekerja, dengan cakupan perlindungan                  based on employment status and job level.
yang disesuaikan berdasarkan status ketenagakerjaan
dan tingkat jabatan.

Sebagai bagian dari perlindungan terhadap hak                      As part of protecting family rights and work–life balance,
keluarga dan keseimbangan kehidupan kerja, ABM                     ABM ensures that all (100%) permanent and contract
memastikan bahwa seluruh (100%) karyawan                           female employees are entitled to maternity leave
tetap dan karyawan kontrak perempuan berhak                        in accordance with the provisions of the applicable
memperoleh cuti melahirkan sesuai dengan ketentuan                 Company Regulation. In addition, ABM also provides
Peraturan Perusahaan yang berlaku. Selain itu, ABM                 paternity leave entitlements for permanent and contract
juga memberikan hak cuti ayah bagi karyawan tetap                  male employees for two working days to accompany
dan kontrak kepada karyawan laki-laki selama dua hari              their wives during the childbirth process
kerja untuk mendampingi proses persalinan istri.
                                                                   .
Cuti Melahirkan [GRI 401-3]
Maternity Leave

Keterangan                                                                                            Pria        Wanita
Description                                                                                           Male        Female
Jumlah karyawan yang berhak mendapat cuti
                                                                                                     10.473        629
Total employees entitled to leave
Jumlah karyawan yang mengambil cuti melahirkan
                                                                                                       180          51
Total employees who took maternity leave
Jumlah karyawan yang kembali bekerja pada periode pelaporan setelah cuti melahirkan
berakhir
                                                                                                     100%          100%
Total employees who returned to work during the reporting period after their maternity leave
ended
Jumlah karyawan yang kembali bekerja setelah cuti melahirkan berakhir, yang masih
dipekerjakan 12 bulan setelah kembali bekerja
                                                                                                     100%          100%
Total employees who returned to work after their maternity leave ended and who were still
employed 12 months after returning to work
Tingkat kembali bekerja
                                                                                                     100%          100%
Return to work rate
Tingkat karyawan yang dipertahankan
                                                                                                     100%          100%
Employee retention rate


Selama periode pelaporan, seluruh karyawan yang                    During the reporting period, all employees who took
mengambil cuti melahirkan telah kembali bekerja                    maternity leave returned to work after their leave
setelah masa cuti berakhir, sehingga tingkat return to             period ended, accordingly, the return-to-work rate for
work bagi karyawan yang menjalani cuti melahirkan                  employees who took maternity leave was recorded at
tercatat sebesar 100%. Hal ini mencerminkan                        100%. This reflects the effectiveness of the Company’s
efektivitas kebijakan Perusahaan dalam mendukung                   policies in supporting the continuity of employees’
keberlanjutan karier karyawan pascakelahiran.                      careers after childbirth.



 120             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 123
Tunjangan                                                                        Karyawan Tetap                        Karyawan Kontrak
Allowance                                                                      Permanent Employees                    Contracted Employees
Tunjangan Hari Raya (THR)¹
                                                                                           V                                            V
Religious Day Allowance
Jaminan Pemeliharaan Kesehatan¹
                                                                                           V                                            V
Health Care Insurance
Asuransi Kecelakaan Kerja¹
                                                                                           V                                            V
Work Accident Insurance
Jaminan Hari Tua¹
                                                                                           V                                            V
Old-Age Security Benefit
Jaminan Kehilangan Pekerjaan¹
                                                                                           V                                            V
Unemployment Insurance
Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja¹
                                                                                           V                                            V
Termination Compensation
Cuti Melahirkan dan Cuti untuk Ayah¹
                                                                                           V                                            V
Maternity and Paternity Leave
Penyediaan Alat Pelindung Diri (APD)¹
                                                                                           V                                            V
Personal Protective Equipment (PPE)
Tunjangan Transportasi²
                                                                                           V                                            V
Transportation Allowance
Tunjangan Makan²
                                                                                           V                                            V
Meal Allowance
Asuransi Jiwa²
                                                                                           V                                            V
Life Insurance
Fasilitas Pengobatan (termasuk keluarga)²
                                                                                           V                                            V
Medical Facilities (including family members)
Tunjangan Pensiun²
                                                                                           V                                            V
Pension Benefit
Cuti Disabilitas / Sakit Berkepanjangan²
                                                                                           V                                            V
Disability or Long-term Sick Leave
Cuti Volunter²                                                                             V                                            -
Keterangan | Footnotes
¹ Manfaat Wajib Sesuai Peraturan Perundang-Undangan
Diberikan berdasarkan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia, termasuk peraturan jaminan sosial, keselamatan kerja, dan hak
normatif pekerja.
² Manfaat Tambahan Berdasarkan Kebijakan Perusahaan
Diberikan sebagai bentuk komitmen Perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di luar manfaat minimum yang diwajibkan oleh
regulasi.
¹ Mandatory Benefits in Accordance with Laws and Regulations
Provided based on the prevailing employment provisions in Indonesia, including regulations on social security, occupational safety, and workers’
normative rights.
² Additional Benefits Based on Company Policy
Provided as a form of the Company’s commitment to improving employee welfare beyond the minimum benefits required by regulations.


Meskipun jenis manfaat yang diberikan kepada                               Although the types of benefits provided to permanent
karyawan tetap dan kontrak pada prinsipnya serupa,                         and contract employees are in principle similar, ABM
ABM memastikan bahwa besaran dan ketentuan                                 ensures that the amount and terms of benefits are
manfaat disesuaikan dengan status ketenagakerjaan                          adjusted to each employee’s employment status and
dan tingkat jabatan masing-masing karyawan, dengan                         job level, while upholding the principles of fairness
tetap menjunjung prinsip keadilan dan kepatuhan                            and compliance with applicable regulations. Significant
terhadap regulasi yang berlaku. Lokasi operasi                             operating locations covered under this policy include all
signifikan yang tercakup dalam kebijakan ini meliputi                      ABM operational areas and the ABM head office.
seluruh wilayah operasional dan kantor pusat ABM.




                                                                                        2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                      S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                            121
Page 124
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Rasio Remunerasi Berdasarkan Gender                      Remuneration Ratio by Gender and
dan Gaji Pokok Rata-Rata [GRI 202-1][GRI 201-3]          Average Base Salary [GRI 202-1][GRI 201-3] [GRI
[GRI 405-2] [NDAQ S2]                                    405-2] [NDAQ S2]

ABM menerapkan kebijakan remunerasi yang adil dan        ABM implements a fair and equal remuneration policy
setara bagi seluruh karyawan tanpa membedakan            for all employees without differentiating by gender or
jenis kelamin maupun status kerja. Penetapan             employment status. Remuneration is determined based
remunerasi didasarkan pada kompetensi, pengalaman,       on competencies, experience, and job responsibilities.
dan tanggung jawab jabatan. Untuk posisi dengan          For positions with equivalent qualifications and
kualifikasi dan latar belakang yang setara, ABM          backgrounds, ABM ensures that the wage ratio between
memastikan rasio upah antara karyawan laki-laki dan      male and female employees is maintained at a 1:1 level.
perempuan berada pada tingkat 1:1.

Selain menjamin kesetaraan remunerasi, ABM               In addition to ensuring remuneration equality, ABM
memastikan bahwa upah awal bagi karyawan baru            ensures that the starting wage (entry level wage) for
di seluruh wilayah operasional telah memenuhi            new employees across all operational areas meets
atau melampaui upah minimum yang ditetapkan              or exceeds the minimum wage set by the applicable
oleh pemerintah daerah setempat. Perusahaan juga         local government. The Company also provides post-
menyediakan program manfaat pascakerja bagi              employment benefit programs for permanent employees
karyawan tetap sesuai dengan ketentuan peraturan         in accordance with applicable laws and regulations,
perundang-undangan       yang    berlaku, termasuk       including pension programs and employment social
program pensiun dan jaminan sosial ketenagakerjaan       security administered through the national scheme.
yang dikelola melalui skema nasional.

Untuk mendukung kesejahteraan karyawan secara            To support overall employee welfare, ABM
menyeluruh, ABM melengkapi struktur remunerasi           complements its remuneration structure with
dengan berbagai tunjangan, antara lain tunjangan         various allowances, including health, training, and
kesehatan, pelatihan, dan transportasi, yang berlaku     transportation allowances, which are applied uniformly
secara merata dan dievaluasi secara berkala. Informasi   and are periodically evaluated. Information regarding
mengenai rasio gaji pokok rata-rata antara karyawan      the average base salary ratio between female and male
perempuan dan laki-laki di setiap lokasi operasional     employees at each operational location by management
berdasarkan tingkatan manajemen disajikan pada           level is presented in the following table.
tabel berikut.



 122             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 125
Rasio Gaji Pokok [GRI 405-2]
Ratio of Base Salary

                                                                                      Rasio Gaji Pokok Rata-Rata
                                 Rasio Gaji Pokok Rata-Rata Karyawan Tetap
                                                                                          Karyawan Kontrak
                                    Ratio Average Basic Salary Permanent
 Lokasi Operasional                                                                   Ratio Average Basic Salary
                                                 Employees
 Operational Location                                                                     Contract Employee
                                          Pria                     Wanita             Pria                               Wanita
                                          Male                     Female             Male                               Female
Jakarta                                    1,51                       1               1,67                                 1
Non-Jakarta*                               1,18                       1               1,22                                 1
*Catatan: Non-Jakarta merupakan daerah lokasi site setiap anak perusahaan
Karyawan kontrak mencakup mereka yang telah mencapai usia pensiun.
*Note: Non-Jakarta is the site location of each subsidiary company
Contract employees include those who have reached retirement age.


Rasio Gaji Pokok berdasarkan Status Karyawan [GRI 405-2]
Ratio of Base Salary based on Employee Status

                                                                                      Rasio Gaji Pokok Rata-Rata
                                 Rasio Gaji Pokok Rata-Rata Karyawan Tetap
                                                                                          Karyawan Kontrak
                                    Ratio Average Basic Salary Permanent
        Status Karyawan                                                               Ratio Average Basic Salary
                                                 Employees
        Employee status                                                                   Contract Employee
                                          Pria                     Wanita             Pria                               Wanita
                                          Male                     Female             Male                               Female
Senior Manager                              1                        1,09              -                                   -
Manager                                     1                        1,06              -                                   -
Supervisor                                 1,10                       1               1,54                                 1
Staff                                       1                        1,33              1                                  1,14




                                                                             2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                       S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                  123
Page 126
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Suara Perempuan di Dunia Tambang                         Women’s Voices in the Masculine
yang Maskulin                                            World of Mining
Di industri pertambangan yang selama ini identik         In the mining industry, which has long been
dengan dominasi laki-laki, keberanian untuk              synonymous with male dominance, the courage
melangkah sering kali menjadi titik awal perubahan.      to take a step forward is often the starting point of
Apriaty Sirait adalah salah satu bukti bahwa batasan     change. Apriaty Sirait is one proof that boundaries
dapat ditembus melalui ketekunan, pembelajaran,          can be broken through perseverance, learning, and
dan kesempatan yang setara.                              equal opportunity.

Memulai karier sebagai Fresh Green Operator              Starting her career as a fresh graduate operator in
(FGO) pada 2009, Apriaty mengoperasikan alat             2009, Apriaty operated heavy equipment with a
berat berkapasitas ratusan ton di tengah medan           capacity of hundreds of tons amid mining terrain that
tambang yang menuntut ketelitian dan disiplin tinggi.    demands high precision and discipline. The journey
Perjalanan tersebut tidak selalu mulus, ia pernah        was not always smooth—she experienced a career
mengalami masa jeda karier dan tantangan personal,       hiatus and personal challenges—yet each phase in
namun setiap fase justru memperkuat tekadnya             fact strengthened her determination to keep growing.
untuk terus berkembang. Komitmen terhadap                Her commitment to learning encouraged Apriaty to
pembelajaran mendorong Apriaty menempuh                  pursue certifications and enhance her competencies,
sertifikasi dan meningkatkan kompetensi hingga           until she eventually joined CK in 2021.
akhirnya bergabung dengan CK pada 2021.

Di CK, Apriaty memperoleh kesempatan upskilling          At CK, Apriaty gained upskilling opportunities
melalui sertifikasi Training of Trainer (TOT) dan        through Training of Trainer (TOT) certification and
mencatatkan sejarah sebagai trainer perempuan            made history as the first female trainer at the Mining
pertama di Mining Academy. Hingga kini, ia telah         Academy. To date, she has mentored more than 300
membimbing lebih dari 300 trainee dari berbagai site     trainees from various sites, most of whom are male,
sebagian besar laki-laki sekaligus menjadi simbol        while also becoming a symbol that women have
bahwa perempuan memiliki ruang untuk memimpin            space to lead and inspire in the mining sector.
dan menginspirasi di sektor tambang.

Dedikasi tersebut mendapat pengakuan nasional            Her dedication received national recognition through
melalui Penghargaan Perempuan BERBAKTI 2025              the 2025 Perempuan BERBAKTI Award in the
kategori Perempuan Berbakti di Perusahaan yang           Perempuan Berbakti di Perusahaan category, which
kini diberikan secara reguler oleh ABM untuk             is now granted regularly by ABM to enhance women’s
meningkatkan kepemimpinan dan suara perempuan            leadership and voice in the mining world. For Apriaty,
di dunia tambang. Bagi Apriaty, penghargaan ini          this award is not merely a personal achievement,
bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan              but a representation of the struggle of many women
representasi dari perjuangan banyak perempuan            who continue to prove their capabilities in a strategic
yang terus membuktikan kapasitasnya di sektor            sector.
strategis.

Lebih dari sekadar cerita individu, perjalanan Apriaty   More than an individual story, Apriaty’s journey
menegaskan bahwa transformasi industri dimulai           underscores that industry transformation begins with
dari keberanian memberi kesempatan. Di CK,               the courage to provide opportunities. At CK, human
pembangunan manusia termasuk pemberdayaan                development—including         empowering       women—
perempuan menjadi fondasi penting dalam                  serves as an important foundation in shaping a
membentuk masa depan industri pertambangan               resilient and sustainable future for the mining industry.
yang tangguh dan berkelanjutan.




124             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 127
Anti-Diskriminasi dan
Perlindungan Kelompok Rentan                                   [GRI 408-1] [GRI 409-1] [GRI 411-1]

Anti-Discrimination and Protection of Vulnerable Groups




ABM berpedoman pada regulasi pemerintah                 ABM is guided by regional and national government
daerah dan nasional, serta menerapkan prinsip           regulations and applies non-discriminatory and diversity
nondiskriminatif dan keberagaman. Prinsip-prinsip       principles. These principles are also aligned with
ini juga selaras dengan standar internasional terkait   international standards on gender equality, diversity,
kesetaraan gender, keberagaman, dan penghormatan        and respect for human rights, and are implemented by
hak asasi manusia, dan diimplementasikan oleh           the Company throughout the value chain, particularly
perusahaan di sepanjang rantai nilai, terutama pada     for employees, contractors, suppliers, and Indigenous
karyawan, kontraktor, pemasok, dan masyarakat           Peoples who may potentially be affected by the
adat yang berpotensi terdampak oleh operasional         Company’s operations.
Perusahaan.

Sebagai penguatan atas komitmen tersebut, ABM           To further strengthen this commitment, ABM is currently
tengah menyusun kebijakan formal terkait pencegahan     drafting a formal policy related to the prevention of child
pekerja anak, kerja paksa, dan aspek ketenagakerjaan    labor, forced labor, and other labor-related aspects. In
lainnya. Pada tahun 2025, dokumen kebijakan tersebut    2025, the policy document was still in the drafting and
masih dalam tahap penyusunan dan penyesuaian            adjustment stage in line with business growth, and is
seiring dengan pertumbuhan bisnis, dan direncanakan     planned to enter the review and alignment stage in
memasuki tahap review serta alignment pada tahun        2026 before being officially enacted.
2026 sebelum diberlakukan secara resmi.




                                                                   2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   125
Page 128
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Pencegahan Pekerja Anak [SEOJK F.19] [GRI              Prevention of Child Labor [SEOJK F.19] [GRI 408-
408-1][NDAQ S9]                                        1][NDAQ S9]


Perusahaan berkomitmen penuh untuk mencegah            The Company is fully committed to preventing the
keberadaan pekerja anak di seluruh wilayah             presence of child labor across all operational areas.
operasional. Komitmen ini dijalankan dengan mematuhi   This commitment is implemented by complying with all
seluruh peraturan ketenagakerjaan yang berlaku,        applicable labor regulations, including the Manpower
termasuk Undang-Undang Ketenagakerjaan serta           Law as well as ILO Convention No. 138 on the minimum
Konvensi ILO No. 138 tentang usia minimum bekerja      age for employment and ILO Convention No. 182 on the
dan Konvensi ILO No. 182 tentang penghapusan           elimination of the worst forms of child labor.
bentuk-bentuk pekerjaan terburuk untuk anak.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap standar nasional     As a form of compliance with both national and
maupun internasional, ABM dan seluruh anak usaha       international standards, ABM and all subsidiaries set
menetapkan usia minimum karyawan adalah 18 tahun       the minimum employee age at 18 years, as stated in the
sebagaimana tercantum dalam Peraturan Perusahaan.      Company Regulation.

ABM memahami bahwa karakteristik kegiatan              ABM understands that the characteristics of the
operasional Perusahaan memiliki tingkat risiko yang    Company’s operational activities carry a high level
tinggi serta membutuhkan keterampilan dan keahlian     of risk and require special skills and expertise, and
khusus, sehingga tidak sesuai untuk melibatkan         therefore are not appropriate for involving minors in
anak di bawah umur dalam aktivitas kerja. Oleh         work activities. Accordingly, the Company consistently
karena itu, Perusahaan secara konsisten menerapkan     implements a child labor prevention policy as part of
kebijakan pencegahan pekerja anak sebagai bagian       its commitment to protecting children’s rights and
dari komitmen terhadap perlindungan hak anak dan       respecting human rights.
penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Berdasarkan kebijakan tersebut, seluruh operasi        Based on this policy, all ABM operations and suppliers
dan pemasok ABM dinyatakan tidak memiliki risiko       are declared not to have significant risk related to child
signifikan terhadap insiden pekerja anak, karena       labor incidents, as all business activities are carried out
seluruh aktivitas bisnis dijalankan dengan mengacu     with reference to the human rights policies applicable
pada kebijakan hak asasi manusia yang berlaku di       within the Company and the ABM Group.
Perusahaan dan Grup ABM.

Pencegahan Kerja Paksa [SEOJK F.19] [GRI 409-          Prevention of Forced Labor [SEOJK F.19] [GRI
1] [GRI 406-1][SEOJK F.18] [NDAQ S5] [NDAQ S6]         409-1] [GRI 406-1][SEOJK F.18] [NDAQ S5] [NDAQ S6]


ABM menyadari adanya risiko terkait kerja paksa di     ABM recognizes the existence of risks related to forced
wilayah operasional. Hal ini mendorong ABM untuk       labor in its operational areas. This has prompted ABM
secara aktif mencegah risiko tersebut agar tidak       to actively prevent such risks from becoming actual
menjadi insiden aktual melalui inisiatif:              incidents through the following initiatives:
• Penetapan jam kerja sesuai regulasi                  • Setting working hours in accordance with regulations
   Perusahaan menerapkan sistem kerja giliran              The Company implements a shift work system
   sesuai kebutuhan operasional dan sepenuhnya             based on operational needs and fully refers to
   berpedoman pada peraturan ketenagakerjaan.              labor regulations. Working hours are set at 8 hours
   Jam kerja ditetapkan 8 jam per hari dan 40 jam          per day and 40 hours per week, with overtime
   per minggu, dengan kompensasi lembur yang               compensation provided in accordance with the
   diberikan sesuai ketentuan Undang-Undang                provisions of the Manpower Law and the Collective
   Ketenagakerjaan dan Perjanjian Kerja Bersama.           Labor Agreement.




 126              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 129
    Bagi karyawan di remote area, waktu bebas tetap            For employees in remote areas, free time is still
    diberikan di luar jam kerja, dan lembur tidak pernah       provided outside working hours, and overtime is
    diwajibkan, terutama jika kondisi kesehatan atau           never mandatory, particularly if health or safety
    keselamatan tidak memungkinkan. Pelaksanaan                conditions do not allow it. Overtime is carried out
    lembur hanya dilakukan berdasarkan persetujuan             only based on employee consent.
    karyawan.

    Pengelolaan jam kerja dilakukan secara wajar, tanpa        Working hours are managed reasonably, without
    paksaan, dan memastikan karyawan mendapatkan               coercion, and ensure employees receive adequate
    waktu istirahat yang layak.                                rest time.

•   Penghargaan terhadap konsen karyawan                   •   Respecting employee consent
    ABM juga memastikan proses rekrutmen, promosi,             ABM also ensures that recruitment, promotion, and
    dan mutasi dilakukan berdasarkan kesepakatan               transfer processes are carried out based on mutual
    kedua belah pihak tanpa unsur paksaan atau                 agreement between both parties, without any
    ancaman.                                                   element of coercion or threats.

Sebagai penguatan atas komitmen terhadap                   To further strengthen its commitment to protecting
perlindungan hak asasi manusia, ABM memastikan             human rights, ABM ensures that all of the Company’s
bahwa seluruh operasi dan pemasok Perusahaan               operations and suppliers are not at significant risk of
tidak berada pada risiko signifikan terhadap insiden       forced labor or compulsory labor incidents. All business
kerja paksa atau wajib kerja. Seluruh kegiatan usaha       activities are carried out with reference to applicable
dijalankan dengan mengacu pada kebijakan hak               human rights and labor policies, as well as fair and
asasi manusia dan ketenagakerjaan yang berlaku,            mutually respectful employment relationship principles
serta prinsip hubungan kerja yang adil dan saling          throughout the ABM value chain. During the reporting
menghormati di seluruh rantai nilai ABM. Selama            period, there were no identified incidents of violations
periode pelaporan, tidak terdapat insiden pelanggaran      related to forced labor or violations of Indigenous
yang teridentifikasi terkait kerja paksa maupun            Peoples’ rights.
pelanggaran hak masyarakat adat.

Dalam pengelolaan jam kerja, ABM memastikan                In managing working hours, ABM ensures that it
tidak memberlakukan lembur secara berlebihan               does not impose excessive overtime and consistently
dan senantiasa mematuhi ketentuan mengenai                 complies with provisions regarding working time and
waktu kerja dan waktu istirahat. Perusahaan tidak          rest time. The Company does not withhold employees’
melakukan penahanan dokumen pribadi karyawan               personal documents and upholds the principles of trust
dan menjunjung tinggi prinsip kepercayaan serta            and professionalism in all personnel administration
profesionalisme dalam seluruh proses administrasi          processes. For employees assigned to remote areas,
kepegawaian. Bagi karyawan yang bertugas di wilayah        ABM provides time flexibility outside working hours and
terpencil, ABM memberikan fleksibilitas waktu di luar      ensures that decisions to work overtime are entirely
jam kerja dan memastikan bahwa keputusan untuk             voluntary, taking into account health, safety, and work
melakukan lembur sepenuhnya bersifat sukarela              environment conditions.
dengan     mempertimbangkan      faktor    kesehatan,
keselamatan, dan kondisi lingkungan kerja.

ABM memastikan bahwa seluruh proses rekrutmen,             ABM ensures that all recruitment, promotion, and
promosi, dan mutasi karyawan dilaksanakan                  employee transfer processes are carried out based on
berdasarkan asas kesepakatan bersama tanpa unsur           the principle of mutual agreement without coercion or
paksaan dan ancaman, baik di seluruh operasi maupun        threats, both across all operations and throughout the
di sepanjang rantai pasok Perusahaan. Pendekatan           Company’s supply chain. This approach forms part
ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan dalam             of the Company’s efforts to create fair, equitable, and
menciptakan hubungan kerja yang adil, setara, dan          sustainable employment relationships.
berkelanjutan.




                                                                     2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  127
Page 130
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Sejalan dengan pendekatan manajemen yang                  In line with a comprehensive management approach to
komprehensif dalam perlindungan hak asasi                 protecting human rights, ABM applies the principles of
manusia, ABM menerapkan prinsip kesetaraan dan            equality and non-discrimination across all operational
nondiskriminasi di seluruh wilayah operasional.           areas. The Company provides a reporting mechanism
Perusahaan menyediakan mekanisme pelaporan                for alleged discriminatory acts and sexual harassment
atas dugaan tindakan diskriminatif dan pelecehan          through the Whistleblowing System (WBS), which
seksual melalui Whistleblowing System (WBS) yang          ensures reporter confidentiality and handling in
menjamin kerahasiaan pelapor serta penanganan             accordance with internal provisions and applicable
sesuai ketentuan internal dan peraturan yang berlaku.     regulations. Policies related to workplace ethics,
Kebijakan terkait etika di tempat kerja, pencegahan       discrimination prevention, and sexual harassment
diskriminasi, dan pelecehan seksual diatur dalam          are regulated in the Company Regulation, reviewed
Peraturan Perusahaan, ditinjau secara berkala,            periodically, and managed by the Corporate Human
dan dikelola oleh fungsi Corporate Human Capital.         Capital function. Throughout 2025, ABM did not receive
Sepanjang tahun 2025, ABM tidak menerima laporan          any reports or record any incidents of discrimination or
maupun mencatat adanya insiden diskriminasi atau          sexual harassment, and consistently ensured policy
pelecehan seksual, serta secara konsisten memastikan      alignment with national regulations and international
keselarasan kebijakan dengan regulasi nasional dan        standards, including the International Labour
standar internasional, termasuk International Labour      Organization (ILO).
Organization (ILO).

Perundingan Kolektif [GRI 2-30] [GRI 402-1] [GRI          Collective Bargaining [GRI 2-30] [GRI 402-1] [GRI
407-1] [ NDAQ G4]                                         407-1] [NDAQ Q G4]


ABM menjamin dan melindungi kebebasan berserikat          ABM guarantees and protects freedom of association as
sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap          part of the Company’s commitment to human rights and
hak asasi manusia dan hubungan industrial yang            harmonious industrial relations. The Company openly
harmonis. Perusahaan secara terbuka memfasilitasi         facilitates dialogue with employees through various
dialog dengan karyawan melalui berbagai kanal             communication channels, such as coffee morning,
komunikasi, seperti coffee morning, morning               morning briefings, and town halls, so that employees
briefing, dan town hall, sehingga karyawan dapat          can freely express opinions and aspirations. Through
menyampaikan pendapat dan aspirasi dengan bebas.          these communication mechanisms, ABM can manage
Melalui mekanisme komunikasi ini, ABM dapat               potential risks related to freedom of association and
mengelola potensi risiko terkait kebebasan berserikat     collective bargaining. The Company ensures that all
dan perundingan kolektif. Perusahaan memastikan           employees have the right to join and participate in labor
seluruh karyawan memiliki hak untuk bergabung dan         union activities.
berpartisipasi dalam kegiatan serikat pekerja.

Komitmen terhadap kebebasan berserikat dan                The commitment to freedom of association and
perundingan kolektif juga diwujudkan melalui              collective bargaining is also realized through the
mekanisme penyusunan dan pelaksanaan Perjanjian           mechanism for the preparation and implementation of
Kerja Bersama (PKB) maupun Peraturan Perusahaan           a Collective Labor Agreement (PKB) and/or Company
(PP), yang disusun dan dirundingkan secara partisipatif   Regulation (PP), which are prepared and negotiated
antara manajemen dan perwakilan pekerja. Pendekatan       in a participatory manner between management and
ini sejalan dengan Konvensi ILO No. 98 Tahun 1949         employee representatives. This approach is aligned
tentang Hak Berorganisasi dan Perundingan Bersama         with ILO Convention No. 98 of 1949 concerning the
yang telah diratifikasi melalui Undang-Undang No. 18      Right to Organize and Collective Bargaining, which has
Tahun 1956, guna memberikan kejelasan mengenai            been ratified through Law No. 18 of 1956, to provide
hak dan kewajiban antara pengusaha dan pekerja            clarity regarding the rights and obligations between
serta tata tertib di lingkungan kerja.                    employers and workers as well as rules and order in
                                                          the workplace.




 128             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 131
Seluruh ketentuan dalam PP/PKB dirancang secara           All provisions in the PP/PKB are designed transparently
transparan dan diberlakukan secara konsisten di           and are implemented consistently across all ABM
seluruh entitas anak Grup ABM, sehingga 100%              Group subsidiary entities, so that 100% of employees
karyawan terlindungi oleh ketentuan hubungan kerja        are protected under fair employment relationship
yang adil dan sesuai dengan peraturan perundang-          provisions and in accordance with applicable laws
undangan yang berlaku. PP/PKB berfungsi sebagai           and regulations. The PP/PKB serves as a framework
kerangka penyelesaian berbagai isu ketenagakerjaan,       for resolving various employment issues, including
termasuk keluhan karyawan, pelanggaran disiplin, dan      employee grievances, disciplinary violations, and
potensi perselisihan hubungan industrial.                 potential industrial relations disputes.

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat konflik antara       Throughout 2025, there were no conflicts between
Karyawan dan ABM. Setiap perbedaan pendapat atau          Employees and ABM. Any differences of opinion or
potensi perselisihan yang muncul diselesaikan melalui     potential disputes that arose were resolved through
mekanisme mediasi bipartit maupun tripartit sesuai        bipartite or tripartite mediation mechanisms in
ketentuan yang berlaku. Selain itu, Serikat Pekerja di    accordance with applicable provisions. In addition, the
SSB berperan aktif dalam memfasilitasi dialog yang        Labor Union at SSB played an active role in facilitating
konstruktif antara perusahaan dan karyawan, sehingga      constructive dialogue between the Company and
hubungan industrial tetap terjaga secara harmonis dan     employees, so that industrial relations remained
kondusif.                                                 harmonious and conducive.

Sebagai bagian dari pendekatan manajemen                  As part of a sustainable industrial relations
hubungan industrial yang berkelanjutan, ABM secara        management approach, ABM periodically evaluates the
berkala melakukan evaluasi atas implementasi PP/          implementation of the PP/PKB together with employees
PKB bersama karyawan melalui mekanisme town hall          through a town hall meeting mechanism held at least
meeting yang dilaksanakan minimal dua kali dalam          twice a year, as well as annual regular meetings with all
setahun, serta pertemuan rutin tahunan dengan             subsidiary entities for the socialization and evaluation
seluruh entitas anak perusahaan untuk sosialisasi dan     of industrial relations policies.
evaluasi kebijakan hubungan industrial.

Selain itu, untuk menjaga transparansi dan                In addition, to maintain transparency and effective
komunikasi yang efektif, ABM memastikan bahwa             communication, ABM ensures that any corporate
setiap rencana aksi korporasi atau perubahan              action plan or operational change that has a significant
operasional yang berdampak signifikan terhadap            impact on employees is communicated to all workers
karyawan dikomunikasikan kepada seluruh pekerja           in accordance with applicable procedures. Information
sesuai dengan prosedur yang berlaku. Penyampaian          is delivered within a timeframe that refers to Company
informasi dilakukan dalam jangka waktu yang               Regulation No. KEP.4/HI.00.01/00.0000.230414006/B/
mengacu pada Peraturan Perusahaan No. KEP.4/              VII/2023, namely no later than one month (four weeks)
HI.00.01/00.0000.230414006/B/VII/2023, yaitu paling       before the operational change is implemented.
lambat satu bulan (empat minggu) sebelum perubahan
operasional diberlakukan.

Melalui pendekatan dialog terbuka, penerapan PP/          Through an open dialogue approach, the implementation
PKB, dan perlindungan hak kebebasan berserikat,           of the PP/PKB, and the protection of freedom of
ABM memitigasi risiko yang mungkin timbul terkait         association rights, ABM mitigates potential risks related
perundingan kolektif di seluruh wilayah operasional dan   to collective bargaining across all operational areas and
memastikan bahwa hak karyawan untuk berserikat dan        ensures that employees’ rights to organize and bargain
berunding bersama tetap terpenuhi secara konsisten.       collectively remain consistently fulfilled.




                                                                    2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  129
Page 132
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Penghormatan terhadap                                      Respect for the Rights of
Hak Masyarakat Adat dan                                    Indigenous Peoples and
Komunitas Lokal                                            Local Communities
[GRI 407-1] [GRI 411-1] [NDAQ S10]                         [GRI 407-1] [GRI 411-1] [NDAQ S10]


ABM berkomitmen menghormati budaya serta hak-              ABM is committed to respecting the culture and the
hak masyarakat adat dan komunitas lokal di sekitar         rights of Indigenous Peoples and local communities
wilayah operasional. Pada tahun pelaporan 2025,            around its operational areas. In the 2025 reporting
wilayah operasional ABM tidak bersinggungan secara         year, ABM’s operational areas did not directly overlap
langsung dengan wilayah masyarakat adat. Meskipun          with Indigenous Peoples’ territories. Nevertheless,
demikian, Perusahaan tetap memastikan bahwa setiap         the Company continues to ensure that all operational
aktivitas operasional dijalankan dengan menghormati        activities are carried out with respect for local community
hak masyarakat lokal serta mendukung keberlanjutan         rights and support the sustainability of livelihoods that
mata pencaharian yang telah berlangsung secara             have been passed down from generation to generation.
turun-temurun. Pendampingan yang dilakukan ABM             The assistance provided by ABM is tailored to the needs
disesuaikan dengan kebutuhan komunitas setempat            of local communities to maintain harmony and preserve
guna menjaga keharmonisan dan melestarikan nilai-          local wisdom values.
nilai kearifan lokal.

Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden atau          Throughout 2025, there were no incidents or reports
laporan pelanggaran hak masyarakat adat maupun             of violations of the rights of Indigenous Peoples or
masyarakat lokal melalui Whistleblowing System             local communities through the Whistleblowing System
(WBS), media atau kanal lainnya.                           (WBS), the media, or other channels.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, ABM secara          As part of this commitment, ABM consistently ensures
konsisten memastikan pemenuhan dan perlindungan            that the fulfillment and protection of the rights of
hak masyarakat adat maupun masyarakat lokal menjadi        Indigenous Peoples and local communities remain a
prioritas utama, serta melakukan identifikasi secara       top priority, and conducts periodic identification to
berkala untuk memastikan tidak terdapat area operasional   ensure that no operational areas are located within




 130             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 133
yang berada di dalam atau berdekatan dengan wilayah        or adjacent to Indigenous Peoples’ territories. This
masyarakat adat. Pendekatan ini dilakukan untuk menjaga    approach is undertaken to maintain a harmonious and
hubungan yang harmonis dan berkelanjutan antara            sustainable relationship between the Company and
Perusahaan dan komunitas setempat.                         local communities.

Pendampingan yang dilakukan ABM difokuskan                 The assistance provided by ABM is focused on programs
pada program-program yang relevan dengan                   that are relevant to community needs, particularly those
kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan              related to strengthening local livelihoods that have been
dengan penguatan mata pencaharian lokal yang telah         sustained from generation to generation, as well as
berlangsung secara turun-temurun, serta pelestarian        preserving local social and cultural values.
nilai-nilai sosial dan budaya setempat.

Selama periode pelaporan, tidak terdapat insiden           During the reporting period, there were no identified
pelanggaran hak masyarakat adat maupun masyarakat          incidents of violations of the rights of Indigenous
lokal yang teridentifikasi, yang dibuktikan dengan tidak   Peoples or local communities, as evidenced by the
adanya laporan melalui WBS, pemberitaan media,             absence of reports through the WBS, media coverage,
maupun penyampaian langsung dari para pemangku             or direct submissions from stakeholders.
kepentingan.

Untuk memastikan penerapan prinsip hak asasi               To ensure consistent application of human rights
manusia secara konsisten, ABM memastikan bahwa             principles, ABM ensures that employees obtain
karyawan memperoleh pemahaman yang memadai                 adequate understanding related to human rights
terkait perlindungan hak asasi manusia melalui             protection through the socialization of Company
sosialisasi peraturan perusahaan dan kode etik yang        Regulations and the Code of Conduct, which includes
mencakup klausul penghormatan terhadap hak                 clauses on respect for the rights of Indigenous Peoples
masyarakat adat dan komunitas lokal.                       and local communities.

Dalam konteks wilayah operasional, ABM memastikan          In the context of its operational areas, ABM ensures that
bahwa seluruh area operasi tidak bersinggungan di          all operational areas do not overlap within Indigenous
dalam kawasan masyarakat adat, kawasan lindung             Peoples’ areas, protected areas based on IUCN
berdasarkan Kategori Manajemen Kawasan Lindung             Protected Area Management Categories, the Ramsar
IUCN, Konvensi Ramsar, maupun legislasi nasional.          Convention, or national legislation. Nevertheless,
Meskipun demikian, ABM tetap menetapkan dan                ABM continues to designate and manage biodiversity
mengelola kawasan perlindungan keanekaragaman              protection areas in several operational areas as a form
hayati di sejumlah wilayah operasional sebagai bentuk      of commitment to environmental sustainability.
komitmen terhadap kelestarian lingkungan.

Pendekatan perlindungan hak asasi manusia di ABM,          ABM’s approach to human rights protection, both in the
baik di lingkungan kerja maupun di sepanjang rantai        workplace and throughout the supply chain, is regulated
pasok, diatur melalui kode etik, Peraturan Perusahaan,     through the Code of Conduct, Company Regulations, as
serta klausul dalam perjanjian kerja dan pakta             well as clauses in employment agreements and integrity
integritas yang wajib dipatuhi oleh seluruh karyawan       pacts that must be complied with by all employees
dan pemasok. Implementasi kebijakan tersebut secara        and suppliers. The implementation of these policies
berkala ditinjau dengan mengacu pada ketentuan             is periodically reviewed with reference to applicable
regulasi yang berlaku.                                     regulatory provisions.

ABM juga memastikan bahwa 100% petugas                     ABM also ensures that 100% of security personnel,
keamanan, termasuk yang berasal dari pihak ketiga,         including those from third parties, have received
telah menerima pelatihan resmi terkait kebijakan           official training related to the human rights policy and
hak asasi manusia dan prosedur pengamanan yang             applicable security procedures. This requirement is
berlaku. Persyaratan ini diterapkan secara setara guna     applied equally to ensure that all security activities are
memastikan bahwa seluruh aktivitas pengamanan              carried out with respect for human rights across all
dilakukan dengan menghormati hak asasi manusia di          operational areas. [GRI 410-1]
seluruh area operasional. [GRI 410-1]




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   131
Page 134
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Pemberdayaan Masyarakat [GRI 413-1; GRI 413-2]
Community Empowerment




Pendekatan Manajemen                                      Management Approach

Melalui program kemasyarakatan, ABM senantiasa            Through community programs, ABM consistently
menyeimbangkan prioritas ekonomi, sosial, dan             balances economic, social, and environmental priorities.
lingkungan. Melampaui fokus yang hanya berorientasi       Going beyond a focus that is solely oriented toward
pada kinerja bisnis, ABM mendorong inisiatif-inisiatif    business performance, ABM promotes initiatives that
yang memberikan nilai langsung dan berkelanjutan          provide direct and sustainable value for communities
bagi masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.        around its operational areas.

ABM melaksanakan serangkaian program pemberdayaan         ABM implements a series of structured community
masyarakat yang terstruktur untuk membangun               empowerment programs to build the local economy,
ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan     improve social welfare, and provide livelihood-related
menyediakan keterampilan terkait mata pencaharian         skills to enhance the quality of life of surrounding
guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar.      communities. To ensure that each program truly
Untuk memastikan setiap program benar-benar               addresses local needs and identifies positive and
menjawab kebutuhan lokal dan mengidentifikasi dampak      negative impacts, ABM also conducts impact
positif maupun negatif, ABM juga melakukan evaluasi       evaluations after program implementation.
dampak setelah program diimplementasikan.

ABM secara berkala melakukan pemetaan isu dan             ABM periodically conducts issue and stakeholder
pemangku kepentingan serta penyusunan social baseline     mapping (needs assessment) and prepares a social
study untuk memperoleh gambaran yang komprehensif         baseline study to obtain a comprehensive overview
mengenai dinamika sosial masyarakat di sekitar wilayah    of the social dynamics of communities around its
operasional. Pendekatan ini memungkinkan Perusahaan       operational areas. This approach enables the Company
memahami kebutuhan, potensi, serta isu strategis yang     to understand emerging needs, potential, and strategic
berkembang, sehingga program dan inisiatif yang           issues, so that the programs and initiatives implemented
dijalankan dapat lebih tepat sasaran dan selaras dengan   can be more well-targeted and aligned with local
kondisi lokal. [SEOJK F.24]                               conditions. [SEOJK F.24]




 132             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 135
Realisasi Dana Pemberdayaan                                Community Empowerment Fund
Masyarakat [SEOJK F.25]                                    Realization [SEOJK F.25]
Pada tahun 2025, ABM merealisasikan dana                   In 2025, ABM realized community empowerment funds
pemberdayaan masyarakat sebesar Rp 5,11 miliar,            amounting to Rp 5.11 billion, a decrease compared to
menurun dibandingkan realisasi tahun 2024 sebesar          the 2024 realization of Rp 9.59 billion. This decrease
Rp 9,59 miliar. Penurunan ini mencerminkan penyesuaian     reflects adjustments to program priorities and the scale
prioritas program dan skala implementasi di masing-        of implementation in each operational area during the
masing wilayah operasional selama periode pelaporan.       reporting period.

Secara keseluruhan, dana pemberdayaan ini digunakan        Overall, these empowerment funds were used to
untuk mendukung kegiatan di berbagai sektor, meliputi      support activities across various sectors, including
pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan              education, health, income improvement and economic
dan kemandirian ekonomi, sosial dan budaya, serta          self-reliance, social and culture, as well as community
partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.       participation in environmental management. Programs
Program juga mencakup penguatan kelembagaan                also include strengthening community institutions,
komunitas, pembangunan infrastruktur pendukung,            developing supporting infrastructure, and environmental
serta inisiatif pelestarian lingkungan.                    conservation initiatives.



Realisasi Dana Pemberdayaan Masyarakat tahun 2025 (Rp)
Realization of Community Empowerment Funds in 2025 (Rp)

 Pilar CSR                                                                        Dalam Rp
 Pillar CSR                                                                         in Rp
Pendidikan
                                                                               Rp 245.283.454
Education
Lingkungan dan Dampak Ekologi
                                                                               Rp 1.261.038.201
Environment dan Ecological Impact
Sosial Budaya
                                                                               Rp 3.116.854.260
Sociocultural
Ekonomi
                                                                               Rp 148.276.000
Economic
Kesehatan
                                                                               Rp 210.498.500
Health
Tanggap Bencana
                                                                               Rp 132.884.400
Emergency Response




Grup ABM mengelompokkan program pemberdayaan               ABM Group classified community empowerment
masyarakat ke dalam tiga kategori utama, berdasarkan       programs into three main categories, based on program
tujuan program dan target pemangku kepentingan,            objectives and stakeholder targets, as follows:
yaitu:
• Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pelestarian             •   Community Economic Empowerment, Environmental
    Lingkungan, dan Mata Pencaharian                           Conservation, and Livelihoods
    ABM mengembangkan dan melaksanakan berbagai                ABM develops and implements various community
    inisiatif masyarakat untuk memperkuat kewirausahaan,       initiatives to strengthen entrepreneurship, livelihood
    keterampilan penghidupan, pelestarian lingkungan,          skills, environmental conservation, and the welfare
    serta kesejahteraan pemangku kepentingan utama.            of key stakeholders. These key stakeholders include
    Para pemangku kepentingan utama ini mencakup               farmers and other groups directly or indirectly affected
    petani serta kelompok lain yang terdampak secara           by ABM’s operations, such as women, children, and
    langsung maupun tidak langsung oleh operasi                school-age children.
    ABM, seperti perempuan, anak-anak, dan anak usia
    sekolah.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    133
Page 136
          Kinerja Sosial
          Social Performance




•    Penguatan jiwa volunteerism untuk karyawan          •   Strengthening the spirit of volunteerism for ABM
     ABM                                                     employees
     ABM mengembangkan program khusus untuk                  ABM develops specific programs to encourage
     mendorong dan memperkuat jiwa volunteerism untuk        and strengthen the spirit of volunteerism for ABM
     karyawan ABM berpartisipasi dalam pembangunan           employees to participate in social and environmental
     sosial dan lingkungan hidup.                            development.
•    Evaluasi Dampak Program Masyarakat                  •   Evaluation of Community Program Impacts
     ABM senantiasa melaksanakan evaluasi dampak             ABM consistently conducts impact evaluations
     untuk mengidentifikasi dampak positif dan negatif       to identify positive and negative impacts on key
     terhadap para pemangku kepentingan utama                stakeholders after programs are implemented. The
     setelah program dilaksanakan. Hasil penilaian           results of this assessment serve as the basis for
     ini menjadi dasar untuk merancang perbaikan             designing program improvements and ensuring
     program, serta memastikan bahwa program dapat           that programs can address local stakeholder needs
     menjawab kebutuhan pemangku kepentingan lokal           in a more meaningful and effective manner.
     secara lebih bermakna dan efektif.

Seluruh program kemasyarakatan ini dilaksanakan          All of these community programs are implemented
oleh seluruh anak perusahaan, dengan pengawasan          by all subsidiaries, with ongoing oversight by the ESG
berkelanjutan oleh Komite ESG dan tim CSR di tingkat     Committee and CSR teams at the subsidiary level, as
anak perusahaan, serta pemantauan dari Dewan             well as monitoring by the Board of Directors (BoD).
Direksi (BOD).




    134             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 137
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Pelestarian
Lingkungan, dan Mata Pencaharian                                            [SEOJK F.24]

Community Economic Empowerment, Environmental Conservation, and Livelihoods




Dua program utama yang dijalankan ABM pada tahun       Two main programs implemented by ABM this year
ini adalah Program Kopi Aranio dan Klaster Pertanian   are the Aranio Coffee Program and the Sustainable
Berkelanjutan (Biotron). Kedua program ini bertujuan   Agriculture Cluster (Biotron). Both programs aim to
memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui             strengthen community empowerment through local
ketahanan ekonomi lokal, kesejahteraan sosial, dan     economic resilience, social welfare, and environmental
pengelolaan lingkungan bagi pemangku kepentingan       management for key stakeholders affected. ABM
utama yang terdampak. ABM juga memastikan              also ensures that these programs are aligned with
bahwa program-program ini selaras dengan prioritas     government priorities for village development
pemerintah untuk pembangunan desa dan Tujuan           and the Sustainable Development Goals (SDGs).
Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Dengan demikian,      Accordingly, ABM’s community programs contribute
program masyarakat ABM berkontribusi kuat terhadap     strongly to the national sustainability agenda.
orientasi keberlanjutan nasional.

Program Kopi Aranio                                    Aranio Coffee Program
[GRI 203-1; GRI 413-1; GRI 413-2]                      [GRI 203-1; GRI 413-1; GRI 413-2]


Pemangku kepentingan utama yang terdampak adalah       Key affected stakeholders are farmers and the
para petani dan masyarakat Desa Tiwingan Lama di       community of Tiwingan Lama Village in Aranio District,
Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan         Banjar Regency, South Kalimantan. Together with these
Selatan. Bersama para pemangku kepentingan             stakeholders, ABM seeks to revitalize abandoned
tersebut, ABM berupaya revitalisasi lahan perkebunan   plantation land and strengthen the local coffee sector
yang terbengkalai dan memperkuat sektor kopi lokal     as the village’s livelihood.
sebagai mata pencaharian desa.

Secara umum, desain program ABM mencakup               In general, ABM’s program design includes providing
penyediaan pelatihan bagi petani dalam bidang yang     training for farmers in areas covering coffee cultivation,
meliputi budidaya kopi, tata kelola pascapanen,        post-harvest governance, entrepreneurship, product


                                                                   2 02 5          L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                   S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                     135
Page 138
          Kinerja Sosial
          Social Performance




kewirausahaan, pengembangan produk, dan akses                         development, and market access. Through these skills,
pasar. Melalui keterampilan ini, petani berhasil beralih              farmers successfully transitioned from selling raw
dari menjual biji kopi mentah menjadi memproduksi kopi                coffee beans to producing packaged ground coffee,
bubuk dalam kemasan, sehingga meningkatkan margin                     thereby increasing income margins and strengthening
pendapatan dan memperkuat kapasitas agroindustri                      the village’s agro-industry capacity. This program
desa. Program ini menekankan konsep shared value,                     emphasizes the shared value concept, in which
di mana pemberdayaan masyarakat memperkuat                            community empowerment strengthens long-term
ketahanan ekonomi jangka panjang serta mendukung                      economic resilience and supports the achievement of
pencapaian TPB dan pembangunan ekonomi lokal.                         the SDGs and local economic development.

Di bawah ini adalah perjalanan Program Kopi Aranio                    Below is the Aranio Coffee Program journey, which
yang menampilkan keterlibatan dan pemberdayaan                        showcases the involvement and empowerment of
pemangku kepentingan lokal di sepanjang alur program.                 local stakeholders throughout the program flow.
• Keterlibatan pemangku kepentingan dalam
   konsultasi dan evaluasi bersama                                    •   Stakeholder engagement in joint consultations
   ABM bermitra dengan Kelompok Tani Hutan,                               and evaluations
   BUMDes Tiwingan Sejahtera, Pemerintah Desa                             ABM partners with the Forest Farmer Group
   Tiwingan Lama, dan pengelola Taman Hutan Raya                          (Kelompok Tani Hutan), BUMDes Tiwingan
   (Tahura) Sultan Adam, untuk memastikan desain                          Sejahtera, the Tiwingan Lama Village Government,
   program menjawab kebutuhan lokal.                                      and the management of the Sultan Adam Forest
                                                                          Park (Tahura) to ensure that the program design
•    Penyediaan pelatihan bagi petani kopi                                addresses local needs.
     Berdasarkan hasil konsultasi, ABM menyediakan                    •   Provision of training for coffee farmers
     serangkaian pelatihan mencakup empat bidang                          Based on the consultation results, ABM provided
     utama, berikut dengan 40 petani yang berpartisipasi.                 a series of training programs covering four main
     Dukungan kepada mereka tidak hanya dalam                             areas, with 40 farmers participating. Support for
     pengembangan produk tetapi juga peningkatan                          them is provided not only in product development
     akses pasar.                                                         but also in improving market access.


 Sinergi Program                                    Ketrampilan                                    Key Skills
 Synergy Program
                   Mencakup teknik dasar dan terampil dalam:                  Includes basic and advanced techniques in:
                   • Persiapan pembibitan dan penanaman                       • Seedling preparation and planting
Budidaya Kopi      • Pemangkasan dan pemupukan                                • Pruning and fertilization
Coffee Cultivation • Pengelolaan tanah                                        • Soil management
                   • Praktik budidaya berkelanjutan sesuai pedoman            • Sustainable cultivation practices in accordance
                     Tahura                                                     with Tahura guidelines
                          Meningkatkan kompetensi petani dalam memproses      Enhancing farmers’ competencies in processing
                          biji kopi:                                          coffee beans:
Pascapanen                • Pemanenan dan pemilihan                           • Harvesting and selection
Post-Harvest              • Pengeringan, pencucian, dan fermentasi            • Drying, washing, and fermentation
                          • Peningkatan mutu biji kopi                        • Improving coffee bean quality
                          • Pengenalan dasar sensory & grading                • Introduction to sensory basics and grading
                          Membantu petani untuk transisi dari sekadar         Helping farmers transition from merely selling raw
                          menjual biji kopi mentah menjadi produk dengan      coffee beans to value-added products, including:
                          nilai tambah, meliputi:
                          • Roasting (memanfaatkan mesin roasting yang        • Roasting (utilizing a roasting machine provided by
Pengolahan                   disediakan oleh BUMDes)                            BUMDes)
Produk                    • Penghalusan dan pengemasan (grinding and          • Grinding and packaging
Product                      packaging)
Processing                • Penggunaan peralatan sealer, grinder, dan mesin   • Use of sealer equipment, grinders, and other
                             lainny                                             machines
                          • Pengembangan produk kopi bubuk (ground            • Development of ready-to-sell ground coffee
                             coffee) siap jual                                  products
                          Meningkatkan kemampuan bisnis petani:               Improving farmers’ business capabilities:
Dukungan                  • Penjualan ke BUMDes sebagai target pasar yang
Kewirausahaan                                                                 • Sales to BUMDes as a stable target market
                            stabil
dan Akses Pasar           • Stabilitas harga dan penghematan biaya
Entrepreneurship                                                              • Price stability and cost savings
                          • Pemahaman dasar terkait rantai nilai              • Basic understanding of the value chain
Support and
Market Access




    136             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 139
Dampak Program Kopi Aranio                                  Impact of the Aranio Coffee Program
[SEOJK F.23]                                                [SEOJK F.23]]


Berdasarkan SROI yang dilakukan oleh Center for             Based on the SROI conducted by the Center for
Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT)           Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT)
Trisakti, petani mengalami peningkatan pengetahuan,         Trisakti, farmers experienced increased knowledge,
akses pasar yang lebih mudah melalui BUMDes,                easier market access through BUMDes, and
dan peningkatan pendapatan. Program ini juga                increased income. This program also supported the
mendukung terbentuknya rantai nilai kopi desa yang          establishment of a new village coffee value chain,
baru, menghasilkan peningkatan produk olahan dan            resulting in an increase in processed products and
sumber pendapatan baru bagi BUMDes.                         new income sources for BUMDes.

Hasil SROI menunjukkan bahwa setiap Rp 1 yang               The SROI results show that every Rp 1 invested
diinvestasikan menghasilkan Rp 3,38 nilai sosial            generated Rp 3.38 in social value during 2023–2024.
selama 2023-2024. Dampak signifikan, sebesar                Significant impact, amounting to 99.3%, was received
99,3%, diterima oleh petani melalui peningkatan             by farmers through increased knowledge, income, and
pengetahuan, pendapatan, dan stabilitas pasar, serta        market stability, and also contributed to strengthening
berkontribusi pada penguatan lembaga desa dan               village institutions and the sustainable management of
pengelolaan berkelanjutan kawasan Tahura. Seiring           the Tahura area. As coffee becomes an increasingly
dengan berkembangnya komoditas kopi sebagai                 vital economic resource for the village, there is a
sumber ekonomi desa, terdapat potensi peningkatan           risk of growing dependence on a single commodity;
ketergantungan pada komoditas tertentu, sehingga ABM        therefore, ABM also encourages community capacity
juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan           building and the development of product diversification
pengembangan variasi produk agar manfaat ekonomi            to ensure that economic benefits remain sustainable.
tetap berkelanjutan.




        >40                     3,38
   Petani berpartisipasi              SROI
   Farmers participated




          Rp268,22
                    Juta | Million
                Investasi 2023-2025
               Investment 2023-2025



                       Dampak signifikan terhadap petani yang teridentifikasi mencakup:
                       • Peningkatan pendapatan petani dari penjualan kopi
                       • Pengurangan biaya transportasi karena akses pasar desa
                       • Peluang kerja baru (misalnya, terbukti dari 5 perempuan pekerja panen)
                       • Pertumbuhan agroindustri lokal melalui unit pengolahan BUMDes
                       • Terbentuknya rantai nilai kopi desa sebagai pendorong ekonomi lokal

                       Significant impacts on farmers that were identified include:
                       • Increased farmer income from coffee sales
                       • Reduced transportation costs due to village market access
                       • New job opportunities (for example, as evidenced by 5 women harvest workers)
                       • Growth of the local agro-industry through the BUMDes processing unit
                       • The establishment of a village coffee value chain as a driver of the local economy



                                                                       2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   137
Page 140
        Kinerja Sosial
        Social Performance




Klaster Pertanian Berkelanjutan                            Sustainable Agriculture Cluster through
melalui Biochar Three in One (Biotron)                     Biochar Three in One (Biotron)
[GRI 203-1; GRI 413-1; GRI 413-2]                          [GRI 203-1; GRI 413-1; GRI 413-2]

Melalui CK, ABM mengembangkan klaster pertanian            Through CK, ABM developed a sustainable agriculture
berkelanjutan berbasis Biotron, teknologi pemulihan        cluster based on Biotron, a soil restoration technology.
tanah. Berkolaborasi dengan BBPP Binuang, ABM              In collaboration with BBPP Binuang, ABM provided
memberikan pelatihan, demonstrasi lapangan, dan            training, field demonstrations, and technical support
dukungan teknis bagi petani. Biotron menjawab              for farmers. Biotron addresses challenges related
tantangan kelangkaan pupuk, degradasi tanah, dan           to fertilizer scarcity, soil degradation, and declining
penurunan produktivitas, serta menawarkan solusi           productivity, and offers large-scale agroforestry
agroforestri berskala luas untuk pemulihan lahan jangka    solutions for long-term land restoration, including
panjang, termasuk lahan pascatambang. Hasil awal           post-mining land. Initial results indicate improved soil
menunjukkan peningkatan kesehatan tanah, peningkatan       health, increased crop yields, reduced dependence on
hasil panen, pengurangan ketergantungan pada pupuk         synthetic fertilizers, and enhanced farmer resilience.
sintetis, dan peningkatan ketahanan petani.




                                                                 24                            Rp 75
                                                           Orang | People
                                                          Petani berpartisipasi
                                                                                               Juta | Million
                                                                                                 Investasi
                                                          Farmers participated                  Investment




 138              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 141
Program Bunda Peduli Asupan Sehat                           Bunda Peduli Asupan Sehat (Bunda
(Bunda PAS)                                                 PAS) Program
Diluncurkan melalui CKB, ABM bekerja sama dengan            Launched through CKB, ABM collaborates with local
tenaga kesehatan lokal dan pemerintah desa di               health workers and village governments in Surabaya,
Surabaya, Jawa Timur. Program ini memberikan                East Java. This program provides direct nutritional
dukungan gizi langsung, edukasi, dan pemberdayaan           support, education, and community empowerment to
masyarakat untuk mengatasi stunting.                        address stunting.

Program berjalan di 4 kelurahan di Kecamatan Benowo         The program operates in four urban villages in Benowo
Tambak Osowilangun, Sememi/Semeni, Kandangan,               District—Tambak       Osowilangun,     Sememi/Semeni,
dan Romokalisari dan menjangkau 50 anak berisiko            Kandangan, and Romokalisari—and reaches 50 children
stunting melalui paket gizi rutin (telur, susu, vitamin),   at risk of stunting through regular nutrition packages
pemantauan pertumbuhan, pelatihan bagi pengasuh,            (eggs, milk, vitamins), growth monitoring, training
dan koordinasi dengan Puskesmas. Selain itu, program        for caregivers, and coordination with Puskesmas. In
ini juga dijalankan di Jakarta Utara, khususnya di          addition, the program is also implemented in North
Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing. Total              Jakarta, specifically in Sukapura Urban Village,
kontribusi ABM pada tahun 2025 untuk program ini            Cilincing District. ABM’s total contribution in 2025 for
adalah Rp 65,49 Juta.                                       this program was IDR 65.49 million.

Dengan fokus intervensi program ada 1.000 hari              With the program intervention focused on the first 1,000
pertama kehidupan, ABM memastikan bahwa program             days of life, ABM ensures that this program targets the
ini menyasar akar masalah stunting, yaitu malnutrisi        root causes of stunting, namely chronic malnutrition,
kronis, kurangnya pengetahuan pengasuhan, dan               lack of caregiving knowledge, and limited access to
minimnya akses terhadap makanan bergizi, daripada           nutritious food, rather than merely providing assistance
sekadar memberikan bantuan yang tidak menyentuh             that does not address the underlying issues (ad-hoc
akar permasalahan (ad-hoc aid).                             aid).

Dampak Program Bunda PAS                                    Impacts of the Bunda PAS Program

Berdasarkan SROI yang dilakukan oleh Center for             Based on the SROI conducted by the Center for
Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT)           Entrepreneurship, Change, and Third Sector (CECT)
Trisakti, program Bunda PAS di Jakarta menghasilkan         Trisakti, the Bunda PAS program in Jakarta generated
dampak sosial yang mencakup, antara lain, asupan            social impacts including, among others, toddlers’
gizi balita tercukupi dan terpantau secara rutin,           nutritional intake being adequately fulfilled and routinely
peningkatan perkembangan motorik halus dan kasar            monitored, improved fine and gross motor development
bagi balita, efisiensi biaya pemenuhan gizi anak, dan       for toddlers, cost efficiency in meeting children’s
penurunan angka stunting di Kecamatan Sukapura.             nutritional needs, and a reduction in stunting rates in
                                                            Sukapura District.

Analisis Social Return on Investment yang dilakukan         The Social Return on Investment analysis conducted
oleh ABM dan CECT Sustainability Universitas Trisakti       by ABM and CECT Sustainability Universitas Trisakti
untuk program di Jakarta Utara menunjukkan bahwa            for the program in North Jakarta shows that every Rp1
setiap Rp 1 yang diinvestasikan untuk program ini           invested in this program generated Rp 1.43 in social
menghasilkan nilai dampak sosial sebesar Rp 1,43.           impact value.




                                                                       2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    139
Page 142
      Kinerja Sosial
      Social Performance




                                                   53                             Rp 244,92
                                                                                        Juta | Million
                                                Orang | People
                                                 Partisipasi                              Investasi
                                                 Participated                            Investment




                                                                                        1,43
                                                                                           SROI




                                    Dampak signifikan terhadap balita, orang tua, dan kader
                                    posyandu yang teridentifikasi mencakup:
                                    • Asupan gizi balita tercukupi dan terpantau secara rutin
                                    • Peningkatan perkembangan motorik halus dan kasar bagi balita
                                    • Efisiensi biaya pemenuhan gizi anak
                                    • Penurunan angka stunting di Kecamatan Sukapura

                                    Significant impacts on toddlers, parents, and Posyandu cadres that were
                                    identified include:
                                    • Toddlers’ nutritional intake is adequately fulfilled and routinely monitored
                                    • Improved fine and gross motor development for toddlers
                                    • Cost efficiency in meeting children’s nutritional needs
                                    • A reduction in stunting rates in Sukapura District




140             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 143
Restorasi Ekosistem Pesisir melalui                         Coastal Ecosystem Restoration through
Rehabilitasi Mangrove                                       Mangrove Rehabilitation
Pada tahun 2025, ABM memperkuat komitmen restorasi          In 2025, ABM strengthened its coastal restoration
pesisir melalui program rehabilitasi mangrove yang          commitment through a mangrove rehabilitation program
dilaksanakan bersama CK, CKB, PWP, dan SSB. Dalam           implemented together with CK, CKB, PWP, and SSB. In
rangka memperingati International Biodiversity Day          commemoration of International Biodiversity Day and
dan dengan tema “Empower the Shoreline, Protect the         under the theme “Empower the Shoreline, Protect the
Future” ABM dan para anak perusahaan memobilisasi           Future”, ABM and its subsidiaries mobilized employees,
karyawan, masyarakat lokal, dan pemangku kepentingan        local communities, and coastal stakeholders to plant
pesisir untuk menanam mangrove di kawasan rawan             mangroves in abrasion-prone areas. Leveraging the
abrasi. Dengan mengandalkan keahlian teknis dan             technical and logistical expertise of its subsidiaries,
logistik anak perusahaan, program ini mencakup              the program includes education, planting, and post-
edukasi, penanaman, dan pemantauan pascatanam               planting monitoring to ensure seedling survival.
untuk memastikan kelangsungan hidup bibit.

Upaya ini diarahkan untuk melindungi pesisir                These efforts are directed at protecting coastlines,
pantai, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan             enhancing biodiversity, and creating shared value
menciptakan nilai bersama melalui keterlibatan              through employee and community engagement. In
karyawan dan masyarakat. Pada tahun 2025, program           2025, the mangrove rehabilitation program was carried
rehabilitasi mangrove dilaksanakan di Mangrove              out at Mangrove Romokalisari, Surabaya, with the
Romokalisari, Surabaya, dengan penanaman 6.000              planting of 6,000 seedlings as part of a total target of
bibit sebagai bagian dari target total 10.000 mangrove.     10,000 mangroves. In addition, in December 2025, ABM
Selain itu, pada bulan Desember 2025, ABM juga              also planted 10,000 mangrove seedlings in the Urban
melaksanakan penanaman 10.000 bibit mangrove di             Aquaculture area, Mauk Village, Tangerang.
kawasan Urban Aquaculture, Desa Mauk, Tangerang.

Secara jangka panjang, program ini diharapkan               In the long term, this program is expected to provide
memberikan manfaat ekologis berkelanjutan, dengan           sustainable ecological benefits, with mangroves’ ability
kemampuan mangrove untuk menyerap karbon dan                to absorb carbon and preserve coastal ecosystems for
menjaga ekosistem pesisir hingga lebih dari 20 tahun.       more than 20 years.




              16.000                                                 Rp 260,10
                                   Bibit | Trees                                                           Juta | Million
                                   Pohon ditanam                                                           Investasi
                                   Tree seedlings planted                                                  Investment


                                                                      2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                        141
Page 144
       Kinerja Sosial
       Social Performance




Machining Development Program (MDP) – Keterampilan Teknis untuk Komunitas Lokal
Machining Development Program (MDP) – Technical Skills for Local Communities




SSB melanjutkan Machining Development Program (MDP)     SSB continued its Machining Development Program
pada tahun 2025 sebagai bagian dari komitmennya untuk   (MDP) in 2025 as part of its commitment to building
membangun kapasitas teknis di Kalimantan. Program ini   technical capacity in Kalimantan. The program trained
melatih 16 peserta dalam keterampilan pemesinan, tiga   16 participants in machining skills, three of whom were
di antaranya kemudian dipekerjakan sebagai karyawan     subsequently hired as SSB employees. MDP supports
SSB. MDP mendukung pengembangan tenaga kerja lokal,     local workforce development, enhances employability,
meningkatkan kemampuan kerja, dan berkontribusi untuk   and contributes to improving livelihoods in surrounding
meningkatkan mata pencaharian di masyarakat sekitar.    communities.




 142             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 145
Beberapa program kemasyarakatan lainnya di tahun           Other community programs in 2025:
2025:
• Program Komunitas Eco-Enzyme                             •   Eco-Enzyme Community Program
   Pada April 2025, CK mendukung acara talk show               In April 2025, CK supported the talk show event
   “Perempuan Menginspirasi: Cantik Peduli Sampah”             “Perempuan Menginspirasi: Cantik Peduli Sampah”
   di Banjarmasin. Program ini mendorong perempuan             in Banjarmasin. This program encourages women
   untuk berperan aktif dalam mengolah sampah                  to play an active role in processing organic waste
   organik menjadi eco-enzyme. Sejak 2022, CK telah            into eco-enzyme. Since 2022, CK has provided
   memberikan edukasi eco-enzyme kepada kader                  eco-enzyme education to environmental cadres
   lingkungan dan sekolah-sekolah, mendukung solusi            and schools, supporting community-based waste
   pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan                  management solutions and the Climate Village
   program Kampung Iklim di Kabupaten Tanah Bumbu.             Program in Tanah Bumbu Regency.
• Pelatihan Welding di Balai Latihan Kerja (BLK)           •   Welding Training at the Pasar Rebo Job Training
   Pasar Rebo                                                  Center (BLK)
   Pada Agustus 2025, SSB memberikan sesi berbagi              In August 2025, SSB provided a welding knowledge-
   pengetahuan pengelasan untuk 19 peserta BLK                 sharing session for 19 participants at BLK Pasar
   Pasar Rebo. Materi mencakup dasar-dasar welding             Rebo. The materials covered welding fundamentals
   dan Welding Procedure Specification (WPS) untuk             and the Welding Procedure Specification (WPS) to
   mendukung peningkatan kompetensi generasi                   support improving the competencies of the younger
   muda dan pengembangan Sumber Daya Manusia                   generation and human resource development for the
   untuk sektor industri.                                      industrial sector.
• Dukungan Pendidikan untuk Siswa di Maluku                •   Education Support for Students in Southwest
   Barat Daya                                                  Maluku
   Pada September 2025, CKB menyalurkan                        In September 2025, CKB           distributed school
   perlengkapan sekolah kepada 312 anak di Desa                supplies to 312 children in Lurang and Uhak
   Lurang dan Uhak, Maluku Barat Daya. Inisiatif ini           Villages, Southwest Maluku. This initiative aims to
   bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar               increase children’s learning motivation and access
   anak-anak dan akses terhadap perlengkapan                   to educational supplies in remote island areas which
   pendidikan di wilayah kepulauan terpencil yang              are needed to enable them to obtain better learning
   dibutuhkan untuk memampukan mereka meraih                   opportunities in the future.
   kesempatan belajar yang lebih baik di kemudian
   hari.
• Dukungan Pendidikan Teknis untuk SMKN 1                  •   Technical Education Support for SMKN 1
   Balikpapan                                                  Balikpapan
   Melalui program Saya Senang Belajar, ABM                    Through the Saya Senang Belajar program,
   memberikan pelatihan kepada 67 siswa SMKN 1                 ABM provided training to 67 students of SMKN 1
   Balikpapan terkait teknik pengelasan, alat ukur,            Balikpapan on welding techniques, measuring
   perilaku industri, keselamatan, serta persiapan CV          instruments, industrial behavior, safety, as well as
   dan wawancara. Inisiatif ini membantu meningkatkan          CV and interview preparation. This initiative helps
   kemampuan teknis tenaga kerja masa mendatang                improve the technical skills of the future workforce
   dan meningkatkan pengetahuan tentang standar                and increase knowledge of industry standards
   industri melalui pembelajaran praktis dan interaktif.       through practical and interactive learning.
• Donasi Darah dan Dukungan Sosial di Tanah                •   Blood Donation and Social Support in Tanah
   Bumbu                                                       Bumbu
   Dalam memperingati HUT ke-80 Tentara Negara                 In commemoration of the 80th Anniversary of
   Indonesia (TNI), CK dan 22 subkontraktor bekerja            the Indonesian National Armed Forces (TNI), CK
   sama dengan Kodim 1022/ Tanah Bumbu dan PMI                 and 22 subcontractors partnered with Kodim
   menyelenggarakan donor darah serta menyalurkan              1022/Tanah Bumbu and PMI, organized a blood
   250 paket sembako kepada masyarakat. Program                donation and distributed 250 basic food packages
   ini mendukung masyarakat lokal, memperkuat                  to the community. This program supports local
   kolaborasi    dengan      institusi regional,   dan         communities, strengthens collaboration with regional
   mendorong keterlibatan sipil antara karyawan dan            institutions, and promotes civic engagement between
   institusi pemerintah.                                       employees and government institutions.




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   143
Page 146
       Kinerja Sosial
       Social Performance




•   Dukungan untuk Mengentaskan AIDS, TBC, dan             •   Support for Eliminating AIDS, Tuberculosis, and
    Malaria di Kalimantan Selatan                              Malaria in South Kalimantan
    TIA dan CK mendukung inisiatif provinsi Kalimantan         TIA and CK supported the South Kalimantan
    Selatan untuk mengentaskan AIDS, TBC, dan                  provincial initiative to eliminate AIDS, tuberculosis,
    Malaria pada 2030. Kontribusi kedua perusahaan             and malaria by 2030. The contributions of both
    mencakup kegiatan pencegahan, layanan Voluntary            companies include prevention activities, Voluntary
    Counselling and Testing (VCT) di tempat kerja,             Counselling and Testing (VCT) services in the
    dan edukasi kesehatan bagi pelajar SMA. Upaya              workplace, and health education for senior high
    ini sejalan dengan target pencapaian kesehatan             school students. These efforts are aligned with
    nasional dan TPB, sekaligus memperkuat kesadaran           national health achievement targets and the SDGs,
    komunitas dan kemampuan pencegahan terhadap                while also strengthening community awareness
    penyakit tersebut.                                         and prevention capabilities against these diseases.

•   Pemeliharaan Teaching Factory dan Dukungan             •   Maintenance of the Teaching Factory and Support
    Rumah Autis                                                for Rumah Autis
    Di bidang pendidikan, dukungan diberikan melalui           In the education sector, support was provided
    pemeliharaan fasilitas Teaching Factory serta              through the maintenance of Teaching Factory
    bantuan perlengkapan sekolah bagi SDN Uhak                 facilities as well as school supply assistance for
    dan Lurang, Maluku melalui CKB. Komitmen                   SDN Uhak and Lurang, Maluku through CKB. The
    terhadap inklusi juga diwujudkan melalui dukungan          commitment to inclusion was also realized through
    berkelanjutan kepada Rumah Autis dengan                    ongoing support to Rumah Autis with a fund
    alokasi dana sebesar Rp 8 juta untuk mendukung             allocation of Rp 8 million to support operations and
    operasional dan kebutuhan pembelajaran.                    learning needs.

•   Pencegahan Stunting                                    •   Stunting Prevention
    Program pencegahan stunting dilaksanakan di                Stunting prevention programs were implemented
    Sememi, Surabaya (75 anak) dengan dukungan                 in Sememi, Surabaya (75 children) with support
    senilai Rp 30 juta, serta di Puskesmas Sukapura,           amounting to Rp 30 million, as well as at Puskesmas
    Cilincing, Jakarta Utara (53 anak) melalui                 Sukapura, Cilincing, North Jakarta (53 children)
    penyediaan makanan tambahan bergizi bagi anak-             through the provision of nutritious supplementary
    anak terdampak. Program ini memperkuat upaya               food for affected children. This program strengthens
    peningkatan kualitas generasi masa depan di                efforts to improve the quality of future generations
    wilayah operasional perusahaan.                            in the Company’s operational areas.

•   Pemberdayaan Perempuan melalui UMKM                    •   Women’s Empowerment through MSMEs
    Pemberdayaan ekonomi lokal juga dilakukan                  Local economic empowerment was also carried
    melalui pembelian dan penyaluran produk batik              out through the purchase and distribution of
    sasirangan dari 11 ibu di Desa Bunati, Kecamatan           sasirangan batik products from 11 women in Bunati
    Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu, sebagai               Village, Sungai Loban District, Tanah Bumbu
    bentuk dukungan terhadap UMKM perempuan dan                Regency, as a form of support for women MSMEs
    penguatan ekonomi berbasis komunitas.                      and community-based economic strengthening.

•   Program Food Always In The House (FAITH)               •   Food Always In The House (FAITH) Program
    Melalui program Food Always In The House (FAITH),          Through the Food Always In The House (FAITH)
    ABM mendorong keterlibatan aktif karyawan dalam            program, ABM encourages active employee
    kegiatan volunteering yang berfokus pada praktik           involvement in volunteering activities focused
    urban farming di lahan terbatas, bekerja sama dengan       on urban farming practices on limited land, in
    Kebun Kumara. Program ini meliputi penanaman               collaboration with Kebun Kumara. This program
    tanaman pangan, tanaman obat, serta tanaman                includes planting food crops, medicinal plants, and
    cepat panen, disertai edukasi mengenai media               fast-harvest crops, accompanied by education on
    tanam dan teknik pengelolaan kebun sederhana               planting media and simple garden management
    yang dapat diterapkan secara mandiri. Pada tahun           techniques that can be applied independently. In
    2025, kegiatan ini diikuti oleh 49 karyawan dalam          2025, this activity was attended by 49 employees
    dua batch pelaksanaan, yang terdiri dari 23 peserta        in two batches of implementation, consisting of 23
    pada batch pertama dan 26 peserta pada batch               participants in the first batch and 26 participants
    kedua, sebagai wujud komitmen Perusahaan dalam             in the second batch, as a manifestation of the
    membangun budaya keberlanjutan melalui partisipasi         Company’s commitment to building a sustainability



144              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 147
    langsung karyawan. Setiap karyawan memperoleh         culture through direct employee participation.
    pengalaman mengolah hasil panen menjadi bahan         Each employee gained experience in processing
    makanan, sehingga inisiatif ini menumbuhkan           harvested produce into food ingredients, thereby
    kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan dan           fostering awareness of a sustainable lifestyle and
    pemanfaatan ruang secara produktif.                   productive use of space.

•   Dukungan Pendidikan bagi Masyarakat Sekitar       •   Education Support for Local Communities
    [GRI 203-2]                                           [GRI 203-2]


    Sebagai bagian dari komitmen terhadap penguatan       As part of its commitment to strengthening
    komunitas di sekitar wilayah operasional,             communities around its operational areas, the
    Perusahaan menyalurkan perlengkapan sekolah           Company distributed school supplies to students
    kepada siswa SDN Uhak dan SDN Lurang di Maluku        of SDN Uhak and SDN Lurang in Maluku through
    melalui CKB. Bantuan ini bertujuan mendukung          CKB. This assistance aims to support teaching and
    kegiatan belajar mengajar serta meningkatkan          learning activities and increase students’ learning
    semangat belajar siswa di daerah tersebut.            motivation in the area.




                                                                 2 02 5    L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                             145
Page 148
      Kinerja Sosial
      Social Performance




Respons Cepat ABM
untuk Banjir & Longsor
Sumatera 2025
ABM’s Rapid Response to
the 2025 Sumatra Floods
and Landslides [GRI 203-2]




Menanggapi bencana banjir dan longsor yang melanda        In response to the floods and landslides that struck
Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 2025,       Aceh, North Sumatra, and West Sumatra in 2025, ABM
Grup ABM bersama entitas dalam Grup TMT melalui           Group together with entities within the TMT Group,
kolaborasi dengan Human Initiative mengaktifkan           in collaboration with Human Initiative, activated an
program tanggap darurat untuk memastikan                  emergency response program to ensure the fulfillment
pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,           of the basic needs of affected communities, particularly
khususnya kelompok masyarakat yang terdampak              those significantly impacted by the disaster. As part of
secara signifikan oleh bencana. Sebagai bagian            this humanitarian commitment, TMT Group provided
dari komitmen kemanusiaan tersebut, Grup TMT              assistance amounting to Rp2.5 billion to affected
menyalurkan bantuan senilai Rp 2,5 milyar kepada          communities in Aceh, particularly in Aceh Tamiang
masyarakat terdampak di Aceh, khususnya di wilayah        and North Aceh, which were among the areas most
Aceh Tamiang dan Aceh Utara yang mengalami                severely impacted by flash floods, river overflows, and
dampak paling parah akibat bencana banjir bandang,        landslides that occurred in late November 2025.
luapan sungai, dan tanah longsor yang terjadi pada
akhir November 2025.

Sebanyak 55 relawan diterjunkan ke wilayah terdampak      A total of 55 volunteers were deployed to the affected
untuk melaksanakan evakuasi, distribusi bantuan,          areas to conduct evacuations, distribute assistance,
dan pendirian pos tanggap darurat. Selain dukungan        and establish emergency response posts. Along
relawan, bantuan yang disalurkan juga mencakup            with volunteer support, the aid offered also covered
berbagai kebutuhan dasar masyarakat, antara lain          various basic needs for affected communities, such
paket sembako, perlengkapan hunian darurat (terpal,       as food parcels, shelter kits (tarpaulins, mats, nails),
tikar, paku), peralatan memasak, perlengkapan mandi,      cooking utensils, hygiene kits, dignity kits, bedding
paket kebutuhan dasar, perlengkapan tempat tidur          kits (mattresses, blankets, pillows, mosquito nets),
(kasur, selimut, bantal, kelambu), pengadaan air bersih   supply of clean water through water trucking, as well
melalui water trucking, serta alat kebersihan rumah       as household cleaning supplies and community tools
dan community working tools untuk mendukung proses        to assist with post-disaster clean-up efforts.
pembersihan lingkungan pascabencana.

Selain bantuan logistik, dukungan operasional             In addition to logistical aid, operational support has
juga diberikan melalui pengerahan alat berat untuk        been supplied by deploying heavy equipment to clear
membantu pembukaan akses jalan di wilayah                 roads in the affected areas, thereby facilitating more
terdampak sehingga proses evakuasi dan distribusi         efficient evacuation and distribution of assistance.
bantuan dapat berjalan lebih efektif. Emergency           An Emergency Response Team (ERT) has also been
Response Team (ERT) juga diterjunkan untuk                deployed to assist with evacuations, distribute basic
mendukung evakuasi korban, distribusi bantuan             necessities, and establish community kitchens for
kebutuhan dasar, serta pendirian dapur umum bagi          those affected communities.
masyarakat terdampak.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen ABM dalam             This initiative reflects ABM’s commitment to
mendukung pengurangan risiko dan kerugian akibat          supporting the reduction of risks and losses from
krisis kemanusiaan, sekaligus memastikan masyarakat       humanitarian crises, while ensuring that affected
terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat          communities receive assistance quickly, accurately
sasaran, dan bermartabat. Selain di Aceh, dukungan        targeted, and with dignity. Beyond Aceh, humanitarian
kemanusiaan juga disalurkan ke wilayah terdampak          assistance was also extended to other affected areas
lainnya di Sumatera Utara dan Sumatera Barat,             in North Sumatra and West Sumatra, including Central
termasuk Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli              Tapanuli, South Tapanuli, and Agam Regency, as part
Selatan, dan Kabupaten Agam, sebagai bagian dari          of a collaborative effort to accelerate community
upaya kolaboratif untuk mempercepat pemulihan             recovery after the disaster.
masyarakat pascabencana.




146             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 149
Penguatan Jiwa Volunteerism untuk                           Strengthening the Spirit of Volunteerism
Karyawan ABM                                                for ABM Employees
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pembangunan           As part of its commitment to social development and
sosial dan penguatan keterlibatan karyawan, ABM             strengthening employee engagement, ABM developed
mengembangkan program Employee Investment on                the Employee Investment on Social program through
Social melalui inisiatif volunteer yang dikembangkan        volunteer initiatives that have been developed into a
menjadi sebuah program terstruktur. Program ini             structured program. This program encourages employees’
mendorong kontribusi aktif karyawan dalam bentuk            active contributions in the form of time, effort, and
waktu, tenaga, dan keahlian untuk mendukung                 expertise to support the achievement of the Company’s
pencapaian tujuan CSR perusahaan, sekaligus                 CSR objectives, while also strengthening engagement,
memperkuat engagement, kepedulian sosial, serta             social awareness, and the Company’s reputation.
reputasi Perusahaan.

Salah satu inisiatif utama adalah ABM Food Always In        One of the main initiatives is ABM FAITH (Food Always in
The House (FAITH), program volunteer internal yang          the House), an internal volunteer program that grants one
memberikan hak cuti volunteer selama satu hari (8 jam)      day (8 hours) of volunteer leave entitlement per employee
per karyawan setiap tahun, yang dilaksanakan dalam          each year, implemented in several batches. This program
beberapa batch. Program ini dirancang untuk melibatkan      is designed to involve all levels of employees, from staff
seluruh jenjang karyawan, dari staf hingga direksi, dalam   to the Board of Directors, in various social activities that
berbagai kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi       have direct impacts on communities.
masyarakat.

Selain itu, anak perusahaan Grup ABM secara aktif           In addition, ABM Group’s subsidiaries actively contribute in
berkontribusi dalam bidang pendidikan melalui kegiatan      the education sector through activities such as teaching at
seperti pengajaran di sekolah kejuruan, kunjungan           vocational schools, industry visits for university students,
industri bagi mahasiswa, serta program peningkatan          and programs to improve the quality of human resources
kualitas sumber daya manusia dan kewirausahaan              and community entrepreneurship. Through this approach,
masyarakat. Melalui pendekatan ini, ABM tidak hanya         ABM not only delivers sustainable social benefits, but
memberikan manfaat sosial yang berkelanjutan, tetapi        also instills the values of care and togetherness as part
juga menanamkan nilai kepedulian dan kebersamaan            of the Company’s culture.
sebagai bagian dari budaya perusahaan.




                                                                       2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                   S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                     147
Page 150
        Governansi dan Ekonomi
        Governance and Economy




Governansi dan Ekonomi
Governance and Economy


Bagi ABM, tata kelola yang kuat
adalah fondasi keberlanjutan kami.
For ABM, strong governance is the foundation of our
sustainability.




  148            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 151
Governansi
GOVERNANCE




Pendekatan Manajemen                                    Management Approach to
untuk Governansi                                        Governance
ABM membangun pendekatan governansi yang                ABM develops a governance approach oriented
berorientasi pada keberlanjutan dengan menyeimbangkan   towards sustainability by balancing economic,
kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial. Pendekatan     environmental, and social performance. The ABM
governansi ABM dibangun atas dasar Undang-Undang        governance approach is established based on Law No.
No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan        40 of 2007 concerning Limited Liability Companies and
kerangka Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG).        the framework of Good Corporate Governance(GCG).
Secara umum, governansi ABM mencakup berbagai           Generally, ABM’s governance encompasses a variety of
kebijakan dan implementasi untuk memastikan tata        policies and implementations at ensuring organizational
kelola organisasi yang berintegritas dalam mendukung    integrity and supporting the attainment of sustainability,
pencapaian keberlanjutan, yaitu:                        which are:

A. Untuk Tingkat Manajemen Senior                       A. For Senior Management Level
• Pencegahan Benturan Kepentingan                       • Prevention of Conflicts of Interest
   ABM mengelola konflik kepentingan melalui               ABM manages conflicts of interest by implementing
   penerapan pedoman etika dan tata kelola,                ethical guidelines and governance practices,
   pengungkapan rutin, pengawasan oleh komite tata         conducting routine disclosures, overseeing activities
   kelola, serta transparansi atas transaksi dengan        through the governance committee, and ensuring
   pihak terkait.                                          transparency in transactions with related parties.




                                                                  2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                149
Page 152
          Governansi dan Ekonomi
          Governance and Economy




•    Independensi Dewan Direksi dan Komisaris              •  Independence of the Board of Directors and
                                                              Commissioners
     ABM menekankan pengawasan yang objektif                  ABM emphasizes objective oversight and conflict
     dan pencegahan benturan kepentingan melalui              of interest prevention by having independent
     keberadaan komisaris independen, pemisahan peran         commissioners, separating roles between the Board
     Direksi dan Dewan Komisaris, serta pembatasan            of Directors and the Board of Commissioners, and
     hubungan keluarga atau kepemilikan yang dapat            restricting family or ownership relationships that could
     memengaruhi integritas pengambilan keputusan.            influence decision-making integrity.
•    Remunerasi yang Berintegritas                         • Remuneration with Integrity
     ABM      mengintegrasikan      prinsip   integritas      ABM integrates the principle of integrity
     dalam keputusan remunerasi Dewan Komisaris               into remuneration decisions for the Board of
     dan Dewan Direksi yang disesuaikan dengan                Commissioners and the Board of Directors,
     peran, kinerja, dan tanggung jawab masing-masing.        tailored to each member's role, performance, and
                                                              responsibilities
•  Peran Aktif Komite ESG untuk Mengawasi                  • Active Role of the ESG Committee in Overseeing
   Implementasi Keberlanjutan                                 Sustainability Implementation
   Komite ESG yang dibentuk ABM memastikan                    The ESG Committee established by ABM ensures
   pemantauan dan pelaporan dampak ESG dilakukan              that ESG impacts are monitored and reported
   secara rutin dan terukur, baik terhadap ABM maupun         regularly and measurably, for both ABM and its
   anak perusahaan.                                           subsidiaries.
B. Di Seluruh Tingkat Manajemen                            B. Across All Management Levels
• Implementasi Code of Ethics and Conduct                  • Implementation of the Code of Ethics and
   (COEC)                                                     Conduct (COEC)
   ABM menetapkan COEC yang mengatur nilai-nilai,             ABM establishes a COEC that governs the values,
   prinsip, dan perilaku yang harus dijalankan oleh           principles, and behaviors expected from all
   seluruh karyawan dan jajaran direksi ABM.                  employees and management across the organization.
• Kebijakan Anti-Suap dan Korupsi                          • Anti-Bribery and Anti-Corruption Policies
   ABM memastikan bahwa setiap karyawan dan                   ABM ensures that every employee and supplier
   pemasok mematuhi Kebijakan Anti-Suap dan                   complies with the Anti-Bribery Policy and Anti-
   Kebijakan Anti-Korupsi untuk mewujudkan praktik            Corruption Policy to uphold clean, integrity-driven
   bisnis yang bersih berintegritas, serta bebas dari         business practices free from corruption and gratuities.
   korupsi dan gratifikasi.

Pengawasan atas penerapan governansi ABM                   The oversight of ABM governance implementation is
dilakukan oleh Komite Tata Kelola Perusahaan dan           performed by the Corporate Governance Committee
diperkuat melalui audit rutin untuk memastikan seluruh     and is strengthened through routine audits to ensure that
kebijakan governansi dijalankan secara konsisten dan       all governance policies are implemented consistently
efektif.                                                   and effectively.




    150            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 153
Pencegahan Benturan                                        Conflict of Interest
Kepentingan [GRI 2-9]                                      Prevention [GRI 2-9]
ABM memastikan pencegahan benturan kepentingan             ABM ensures the prevention of conflicts of interest
melalui penerapan pedoman etika dan tata kelola,           through the implementation of ethical guidelines and
pengungkapan rutin melalui pernyataan tertulis,            governance principles, routine disclosures via written
pengawasan oleh Komite Tata Kelola Perusahaan, serta       statements, oversight by the Corporate Governance
pengaturan transaksi afiliasi yang wajib memenuhi          Committee, and regulation of affiliate transactions that
ketentuan regulasi, diaudit, dan diungkapkan secara        must adhere to regulatory standards, be audited, and
transparan, termasuk pengungkapan keanggotaan              transparently disclosed, including disclosures of cross-
lintas dewan, kepemilikan saham lintas organisasi,         board memberships, cross-organization shareholdings,
serta pemegang saham pengendali. Transparansi              and controlling shareholders. Transparency regarding
atas seluruh transaksi pihak berelasi diungkapkan dan      all related-party transactions is disclosed and published
dipublikasikan dalam laporan keuangan konsolidasi          in consolidated financial reports in accordance
sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Melalui      with applicable accounting standards. Through
mekanisme pencegahan ini, ABM menjaga integritas,          this preventive mechanism, ABM upholds integrity,
keterbukaan, dan kepercayaan dalam penerapan               transparency, and trust in the company’s governance
governansi Perusahaan.                                     practices.

Independensi Dewan Direksi dan                             Independence of the Board of Directors
Komisaris                                                  and Commissioners
[GRI 2-9][GRI 2-11][GRI 2-15] [NDAQ G.2]                   [GRI 2-9][GRI 2-11][GRI 2-15] [NDAQ G.2]



ABM menuangkan kebijakan independensi Dewan                ABM articulates the independence policy of the Board of
Direksi dan Komisaris dalam Board Manual yang              Directors and Commissioners within the Board Manual,
bersifat mengikat bagi seluruh anggota perusahaan.         a document that is binding for all company members.
Dokumen ini menjadi pedoman hubungan internal              This document serves as a guideline for the company’s
Perusahaan dan mencakup tugas, wewenang,                   internal relations, encompassing responsibilities,
mekanisme rapat, pengambilan keputusan, serta              authorities, meeting protocols, decision-making
pengendalian dan pengawasan.                               processes, as well as control and supervision.

Board Manual menegaskan bahwa Dewan Komisaris              The Board Manual emphasizes that the Board of
harus bersikap independen dalam melakukan                  Commissioners to operate independently in their
pengawasan, serta melarang Direktur Utama (Chief           supervisory role and explicitly prohibits the President
Executive Officer) merangkap sebagai Komisaris guna        Director (Chief Executive Officer) from concurrently
menjaga efektivitas fungsi kontrol. Dewan Komisaris dan    serving as a Commissioner to maintain the effectiveness
Direksi tidak diperbolehkan memiliki hubungan keluarga     of the control function. The Board of Commissioners and
satu sama lain, serta tidak ada lintas kepemilikan saham   the Board of Directors are barred from possessing familial
dengan pemasok dan para pemangku kepentingan lain          relationships with one another, and cross-shareholdings
di luar Grup TMT.                                          with suppliers and other external stakeholders outside
                                                           the TMT Group are not permitted.

Dalam menjalankan fungsi pengawasan, ABM menunjuk          In the conduct of its supervisory responsibilities, ABM
dan menempatkan Komisaris Independen untuk                 appoints and positions Independent Commissioners to
mengawasi kinerja Direksi, memberikan masukan secara       oversee the Board of Directors’ performance, provide
objektif, dan memastikan penerapan GCG berjalan            objective input, and ensure the proper implementation
dengan semestinya.                                         of GCG.

Pada tahun 2025, ABM memiliki dua Komisaris                By 2025, ABM aims to have two Independent
Independen yang mewakili 50% dari total anggota Dewan      Commissioners, comprising 50% of the total members
Komisaris. Komposisi ini mencerminkan komitmen             of the Board of Commissioners. This composition
Perseroan terhadap pengawasan yang independen dan          reflects the company’s commitment to independent
tata kelola yang seimbang.                                 oversight and balanced governance.




                                                                       2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                     S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                       151
Page 154
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




ABM menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang         ABM implements the principles of GCG to prevent
Baik (GCG) untuk mencegah dan mengelola potensi            and manage potential conflicts of interest through the
konflik kepentingan melalui penerapan pedoman              implementation of ethical guidelines, periodic disclosure
etika, kewajiban pengungkapan konflik kepentingan          obligations concerning conflicts of interest, and oversight
secara berkala, serta pengawasan oleh Komite Tata          by the Corporate Governance Committee. Transactions
Kelola Perusahaan. Transaksi afiliasi dilaksanakan         with related parties are executed in compliance with
sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui               applicable regulations through review processes, audits,
proses penelaahan, audit, dan pengungkapan secara          and transparent disclosures to stakeholders, including
transparan kepada pemangku kepentingan, termasuk           disclosures of cross-board memberships, cross-entity
pengungkapan keanggotaan lintas dewan, kepemilikan         shareholdings, and transactions with related parties in
saham lintas entitas, serta transaksi dengan pihak         the consolidated financial statements.
berelasi dalam laporan keuangan konsolidasian.

Dalam struktur tata kelola, ABM mematuhi ketentuan         In its governance structure, ABM complies with
peraturan perundang-undangan di Indonesia yang             Indonesian laws that adopt a two-tier system with a
menganut sistem dua tingkat dengan pemisahan peran         separation of roles between the Board of Directors and
antara Direksi dan Dewan Komisaris. Direktur Utama tidak   the Board of Commissioners. The President Director does
merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama di Perseroan,    not concurrently serve as the President Commissioner but
namun dapat menjabat sebagai Komisaris Utama pada          may serve as the President Commissioner of subsidiaries
entitas anak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.         in accordance with applicable regulations.

Informasi lebih rinci mengenai struktur komite di bawah    More detailed information regarding the committee
Dewan Komisaris dan Direksi, termasuk tugas dan            structures under the Board of Commissioners and
tanggung jawab masing-masing komite, disajikan dalam       the Board of Directors, including their duties and
Laporan Tahunan dan dapat merujuk pada bagian Tata         responsibilities, is provided in the Annual Report and can
Kelola Perusahaan.                                         be referenced in the Corporate Governance section.




 152            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 155
Komposisi Komisaris [NDAQ G2.1][GRI 2-9]
Composition of the Board Commissioner

Dewan            Jenis     Executive/   Independen    Lama Masa               Jabatan di Perusahaan atau Institusi Lain
Komisaris        Kelamin   Non-         Independent   Jabatan di Posisi       Position in Other Companies or Institutions
Board of         Gender    Executive                  yang Sama
Commissioners              Executive/                 hingga 2025
                           Non-                       Length of Tenure
                           Executive                  in The Same
                                                      Position until 2025
Rachmat                                                                      Menjabat sebagai Direktur Utama PT Tiara
Mulyana Hamami                          Tidak                                Marga Trakindo (sejak 2005) dan Direktur
                                                      Menjabat sejak
                Pria       Non-         Independen                           Utama PT Trakindo Utama (since 2008).
                                                      2010
Komisaris Utama Male       Executive    Non-                                 Served as President Director of PT Tiara Marga
                                                      Served since 2010
President                               Independent                          Trakindo (since 2005) and President Director of
Commissioner                                                                 PT Trakindo Utama (since 2008).
                                                                             Saat ini juga menjabat sebagai Direktur PT
                                                                             Tiara Marga Trakindo (sejak 2005), Direktur
                                                                             Utama PT Mahadana Dasha Utama (sejak
                                                                             2010), Komisaris PT Mitra Solusi Telematika
                                                                             (sejak 2014), Komisaris PT Triyasa Propertindo
Mivida Hamami                           Tidak                                (sejak 2016), dan Komisaris PT Chitra
                                                      Menjabat sejak
                 Wanita    Non-         Independen                           Paratama (sejak 2010).
                                                      2006
Komisaris        Female    Executive    Non-                                 Currently also serves as Director of PT Tiara
                                                      Served since 2006
Commissioner                            Independent                          Marga Trakindo (since 2005), President Director
                                                                             of PT Mahadana Dasha Utama (since 2010),
                                                                             Commissioner of PT Mitra Solusi Telematika
                                                                             (since 2014), Commissioner of PT Triyasa
                                                                             Propertindo (since 2016), and Commissioner of
                                                                             PT Chitra Paratama (since 2010).
Arief
                                                                             Saat ini juga menjabat sebagai Pendiri di Lubis
Tarunakarya
                                                                             Ganie Surowidjojo Law Firm (sejak 1985 -
Surowidjojo
                                                      Menjabat sejak         sekarang).
                 Pria      Non-         Ya
                                                      2015                   [Ketua Komite ESG 2021 – sekarang]
Komisaris        Male      Executive    Yes
                                                      Served since 2015      Currently also serves as Founder at Lubis Ganie
Independen
                                                                             Surowidjojo Law Firm (since 1985 - present).
Independent
                                                                             [ESG 2021 Committee Chair – now]
Commissioner
                                                                             Saat ini juga memegang posisi sebagai:
                                                                             • Ketua Komite Audit (2021 - Sekarang)
                                                                             • PT BERDAYAKAN USAHA INDONESIA
                                                                               (BATUMBU) (2020 - sekarang) Jakarta,
                                                                               Indonesia Komisaris Independen (Anggota
                                                                               Dewan Komisaris)
                                                                             • YUSOF ISHAK INSTITUTE, Institute of
                                                                               Southeast Asian Studies (ISEAS), (2020
                                                                               - sekarang), Singapore Visiting Fellow di
                                                                               Departemen Studi Indonesia
                                                                             • IND. PENGEMBANGAN MANAJEMEN INST.
                                                                               IPMI (1991 - sekarang) Jakarta, Indonesia
Manggi Taruna
                                                                             • MITRA GAGAS EMHA KREASI (MGK) (1991 -
Habir
                                                                               sekarang) Jakarta, Indonesia Senior Advisor
                                                      Menjabat sejak
                 Pria      Non-         Ya                                   Currently also holding positions as:
Komisaris                                             2021
                 Male      Executive    Yes                                  • Chairman of the Audit Committee
Independen                                            Served since 2021
                                                                               (2021-Present)
Independent
                                                                             • PT BERDAYAKAN USAHA INDONESIA
Commissioner
                                                                               (BATUMBU) (2020-present) Jakarta,
                                                                               Indonesia Independent Commissioner
                                                                               (Member of the Board of Commissioners)
                                                                             • YUSOF ISHAK INSTITUTE, Institute
                                                                               of Southeast Asian Studies (ISEAS),
                                                                               (2020-present), Singapore Visiting Fellow at
                                                                               Department of Indonesian Studies
                                                                             • ENG. MANAGEMENT DEVELOPMENT INST.
                                                                               IPMI (1991-present) Jakarta, Indonesia
                                                                             • MITRA GAGAS EMHA KREASI (MGK)
                                                                               (1991-present) Jakarta, Indonesia Senior
                                                                               Advisor




                                                                            2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                          153
Page 156
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




Komposisi Direksi
Composition of Directors

Direksi                 Jenis          Lama Masa       Jabatan di Perusahaan atau Institusi Lain
Directors               Kelamin        Jabatan di      Position in Other Companies or Institutions
                        Gender         Posisi yang
                                       Sama hingga
                                       2025
                                       Length of
                                       Tenure in The
                                       Same Position
                                       until 2025
                                                       Menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris PT Golden Energy Mines Tbk
                                                       (2024–sekarang); Komisaris PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (2024–
                                                       sekarang); Komisaris PT Radhika Jananta Raya (2022–sekarang); Komisaris PT
Achmad Ananda                                          Media Djaya Bersama (2021–sekarang); Komisaris PT Reswara Minergi Hartama
Djajanegara                                            (2021–sekarang); Komisaris PT Agata Nugaha Nastari (2019–sekarang);
                                                       Komisaris PT Cipta Krida Bahari (2019–sekarang); Komisaris PT Cipta Kridatama
Direktur Utama                         Menjabat        (2019–sekarang); Komisaris PT Sanggar Sarana Baja (2019–sekarang); serta
(Chief Executive        Pria           sejak 2009      Anggota Komite Investasi (2021–sekarang).
Officer/CEO)            Male           Served since    Serves as Vice President Commissioner of PT Golden Energy Mines Tbk (2024–
President                              2009            present); Commissioner of PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (2024–present);
Director (Chief                                        Commissioner of PT Radhika Jananta Raya (2022–present); Commissioner of
Executive                                              PT Media Djaya Bersama (2021–present); Commissioner of PT Reswara Minergi
Officer/CEO)                                           Hartama (2021–present); Commissioner of PT Agata Nugaha Nastari (2019–
                                                       present); Commissioner of PT Cipta Krida Bahari (2019–present); Commissioner
                                                       of PT Cipta Kridatama (2019–present); Commissioner of PT Sanggar Sarana Baja
                                                       (2019–present); and Member of the Investment Committee (2021–present).
Haris Mustarto

Direktur (Chief                        Menjabat        Menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Golden Energy Mines Tbk (2024–
Administration          Pria           sejak 2020      sekarang) dan Direktur PT Prima Wiguna Parama (2019–sekarang).
Officer/CAO)            Male           Served since    Serves as Vice President Director of PT Golden Energy Mines Tbk (2024–
Director (Chief                        2020            present) and Director of PT Prima Wiguna Parama (2019–present).
Administration
Officer/CAO)
                                                       Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Cipta Kridatama (2024–sekarang);
                                                       Komisaris PT Prima Wiguna Parama (2024–sekarang); Komisaris PT Tunas Inti
                                                       Abadi (2024–sekarang); Komisaris Utama PT Baruna Dirga Dharma (2024–
                                                       sekarang); Komisaris PT Dianta Daya Embara (2024–sekarang); Komisaris
                                                       Utama PT Pelabuhan Buana Reja (2024–sekarang); Direktur PT Agata Nugraha
Feriwan Sinatra                                        Nastari (2024–sekarang); Direktur PT Radhika Jananta Raya (2024–sekarang);
                                                       Direktur PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (2024–sekarang); Komisaris PT
Direktur (Chief                        Menjabat        Golden Energy Mines Tbk (2024–sekarang); serta Anggota Komite Investasi
Operating               Pria           sejak 2024      (2021–sekarang).
Officer/COO)            Male           Served since    Serves as President Commissioner of PT Cipta Kridatama (2024–present);
Director (Chief                        2024            Commissioner of PT Prima Wiguna Parama (2024–present); Commissioner
Operating                                              of PT Tunas Inti Abadi (2024–present); President Commissioner of PT Baruna
Officer/COO)                                           Dirga Dharma (2024–present); Commissioner of PT Dianta Daya Embara (2024–
                                                       present); President Commissioner of PT Pelabuhan Buana Reja (2024–present);
                                                       Director of PT Agata Nugraha Nastari (2024–present); Director of PT Radhika
                                                       Jananta Raya (2024–present); Director of PT Nagata Dinamika Hidro Pongko
                                                       (2024–present); Commissioner of PT Golden Energy Mines Tbk (2024–present);
                                                       and Member of the Investment Committee (2021–present).
Hans Christian
                                                       Menjabat sebagai Komisaris Utama PT Nirmala Coal Nusantara (2024–
Manoe
                                                       sekarang); Komisaris PT Mifa Bersaudara (2021–sekarang); Komisaris PT Bara
                                       Menjabat        Energi Lestari (2021–sekarang); serta Corporate Secretary (2024–sekarang)
Direktur (Chief
                   Pria                sejak 2024      dan Anggota Komite Investasi (2022–sekarang).
Financial Officer/
                   Male                Served since    Serves as President Commissioner of PT Nirmala Coal Nusantara (2024–
CFO)
                                       2024            present); Commissioner of PT Mifa Bersaudara (2021–present); Commissioner
Director (Chief
                                                       of PT Bara Energi Lestari (2021–present); as well as Corporate Secretary (2024–
Financial Officer/
                                                       present) and Member of the Investment Committee (2022–present).
CFO)
Catatan | Notes:
Informasi lebih rinci mengenai komposisi Direksi dan Dewan Komisaris disajikan dalam Laporan Tahunan pada bagian Tata Kelola Perusahaan.
More detailed information concerning the composition of the Board of Directors and the Board of Commissioners is provided in the Annual Report
within the Corporate Governance section.




154                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 157
Nominasi Badan Tata Kelola Tertinggi                       Nomination of the Highest Governance
[GRI 2-10]                                                 Body [GRI 2-10]
ABM menerapkan proses nominasi yang terstruktur            ABM implements a structured nomination process based
dan mengacu pada ketentuan yang berlaku bagi               on applicable regulations for publicly listed companies.
perusahaan terbuka. Proses ini bertujuan memastikan        This process aims to ensure that members of the Board
anggota Dewan Komisaris dan Direksi memiliki               of Commissioners and the Board of Directors possess
kompetensi, integritas, serta kemandirian yang             adequate competence, integrity, and independence to
memadai untuk menjalankan fungsi pengawasan dan            carry out the supervisory and management functions
pengelolaan Perusahaan.                                    of the Company.

Proses Nominasi Dewan Komisaris                            Nomination Process for the Board of
                                                           Commissioners
Sebagai perusahaan publik, ABM wajib memiliki              As a publicly listed company, ABM is required to
Komisaris Independen dengan jumlah minimal 30%             appoint an Independent Commissioner constituting
dari total anggota Dewan Komisaris. Komisaris              at least 30% of the total Board of Commissioners
Independen berasal dari pihak eksternal yang bebas         members. The Independent Commissioner must come
dari pengaruh Dewan Komisaris, Direksi, maupun             from an external party who is free from influence by
Pemegang Saham Pengendali. Selain itu, sekurang-           the Board of Commissioners, the Board of Directors, or
kurangnya satu anggota Dewan Komisaris wajib               the Controlling Shareholders. Furthermore, at least one
memiliki latar belakang akuntansi dan/atau keuangan.       member of the Board of Commissioners must have a
                                                           background in accounting and/or finance.

Proses nominasi dilakukan oleh Komite Nominasi             The nomination process is conducted by the Nomination
dan Remunerasi (KNR) yang menilai kualifikasi,             and Remuneration Committee (NRC), which assesses
pengalaman, serta kepatuhan terhadap persyaratan           the qualifications, experience, and compliance with
regulator. Rekomendasi KNR selanjutnya disampaikan         regulatory requirements. The NRC’s recommendations
kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk              are subsequently submitted to the General Meeting of
memperoleh persetujuan pengangkatan.                       Shareholders (GMS) for the approval of the appointment.

Proses Nominasi Direksi                                    Board of Directors Nomination Process
Direksi berjumlah minimal dua orang, termasuk              The board of directors is composed of a minimum of
satu Direktur Utama. KNR melakukan penilaian awal          two individuals, including one President Director. KNR
terhadap calon Direksi dan mengajukan rekomendasi          conducts an initial assessment of the prospective
kepada RUPS. Calon Direksi dievaluasi berdasarkan          directors and submits its recommendations to the GMS.
pengalaman kepemimpinan, pemahaman terhadap                The candidates are assessed based on their leadership
risiko, serta kesesuaian dengan kebutuhan bisnis           experience, risk comprehension, and their suitability to
Perusahaan.                                                the company’s business needs.


Sumber Calon dan Prioritas Seleksi                         Candidate Sources and Selection
                                                           Priorities
ABM memprioritaskan calon yang berasal dari internal       ABM prioritizes candidates from within the Group,
Grup, seperti Direktur Entitas Anak atau karyawan yang     such as subsidiary directors or employees who have
telah mengikuti pengembangan kepemimpinan. Namun           participated in leadership development. However,
demikian, Perusahaan tetap membuka kesempatan bagi         the Company remains open to external candidates if
calon eksternal apabila tidak terdapat kandidat internal   there are no suitable internal candidates, certain legal
yang memenuhi persyaratan, terdapat ketentuan hukum        provisions apply, or regional representation is needed.
tertentu, atau diperlukan perwakilan daerah.




                                                                     2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  155
Page 158
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




Hak Pemegang Saham                                          Shareholder Rights
Pemegang saham atau kelompok pemegang saham                 Shareholders or groups of shareholders holding at
yang memiliki minimal 10% saham berhak mengajukan           least 10% of the shares possess the right to submit
nominasi anggota Dewan Komisaris atau Direksi               nominations for members of the Board of Commissioners
kepada KNR. Setiap nominasi diproses sesuai dengan          or the Board of Directors to KNR. Each nomination is
kebijakan dan prosedur KNR yang berlaku.                    processed in accordance with the applicable KNR
                                                            policies and procedures.

Dokumentasi dan Transparansi                                Documentation and Transparency
Proses nominasi dari tingkat Komisaris Utama hingga         The nomination process from the position of Main
General Manager diatur dalam Kebijakan Board &              Commissioner to that of General Manager is regulated
Management dan dapat diakses melalui situs web              in the Board & Management Policy and is accessible
Perusahaan.                                                 through the Company’s official website.


Proses Nominasi dengan                                      Nomination Process with ESG
Orientasi ESG                                               Orientation

•   Proses nominasi dilakukan menggunakan kriteria          •   The nomination process is conducted utilizing
    evaluasi yang terdokumentasi, antara lain integritas,       documented evaluation criteria, which include
    kompetensi strategis, rekam jejak, serta kesesuaian         integrity, strategic competence, track record,
    dengan nilai dan prinsip tata kelola Perusahaan.            and alignment with the company’s values and
                                                                governance principles.
•   KNR mempertimbangkan aspek keberagaman,                 •   KNR takes into account aspects of diversity, including
    termasuk pengalaman industri, gender, dan latar             industry experience, gender, and professional
    belakang profesional, dalam proses seleksi untuk            background, during the selection process to ensure
    memastikan keberagaman perspektif dalam                     a variety of perspectives in decision-making.
    pengambilan keputusan.
•   KNR melakukan penilaian secara independen untuk         •   KNR performs an independent assessment to
    memastikan tidak terdapat konflik kepentingan               confirm the absence of conflicts of interest
    dalam usulan calon, serta memastikan seluruh                among the proposed candidates and ensures that
    kandidat menjalani uji kelayakan dan kepatutan              all candidates undergo the fit and proper test in
    sesuai dengan peraturan OJK.                                accordance with OJK regulations.


Komunikasi Hal-Hal Kritis kepada                            Critical Communications to the
Badan Tata Kelola Tertinggi [GRI 2-16]                      Highest Governance Body [GRI 2-16]
ABM memiliki mekanisme yang jelas dan terstruktur           ABM has a clear, structured mechanism to ensure
untuk memastikan setiap kejadian atau informasi             that any material incidents or information pertaining
material yang berkaitan dengan dampak sosial dan            to significant social and environmental impacts are
lingkungan yang signifikan dikomunikasikan secara           promptly communicated to authorized parties. Any
tepat waktu kepada pihak yang berwenang. Setiap             material and/or critical incidents across ABM Group’s
kejadian material dan/atau kritis di seluruh unit kerja     units must be reported immediately to the Board of
Grup ABM wajib segera dilaporkan kepada Direksi             Directors (BOD) and the Board of Commissioners (BOC)
(BOD) dan Dewan Komisaris (BOC) berdasarkan                 in accordance with the criteria for critical incidents
kriteria kejadian kritis yang ditetapkan dalam kerangka     established in the risk management framework and
manajemen risiko dan diperbarui secara berkala. Kriteria    updated periodically. These criteria are classified into
kejadian tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat,   three levels: critical incidents, serious impact incidents,
yaitu kejadian kritis, kejadian berdampak serius, dan       and very serious impact incidents, based on their
kejadian berdampak sangat serius, berdasarkan tingkat       implications for operational, financial, reputational,
dampaknya terhadap aspek operasional, keuangan,             social, and environmental aspects. One example of
reputasi, sosial, dan lingkungan. Untuk kejadian kritis,    a risk identified by ABM throughout 2025 is the ESG
salah satu contoh risiko yang diidentifikasi oleh ABM       Value-related risk, triggered by several root causes,
sepanjang tahun 2025 adalah risiko terkait ESG Value,       including




 156            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 159
yang dipicu oleh beberapa akar penyebab seperti             high energy emissions, suboptimal waste management,
tingginya emisi energi, pengelolaan limbah yang kurang      non-compliance with regulations and permits,
optimal, ketidakpatuhan terhadap regulasi dan perizinan,    ineffective contract management, potential fraud and
pengelolaan kontrak yang kurang efektif, potensi fraud      bribery, social and reputational issues, and climate
dan penyuapan, isu sosial dan reputasi, serta dampak        change impacts.
perubahan iklim.

Sesuai dengan prinsip tata kelola yang berlaku, Direksi     In accordance with applicable governance principles,
berkewajiban menyampaikan setiap perkembangan               the Board of Directors is obliged to communicate any
penting kepada Dewan Komisaris melalui surat resmi,         significant developments to the Board of Commissioners
laporan berkala, maupun pembahasan dalam rapat              through official letters, periodic reports, or discussions
rutin. Mekanisme ini memungkinkan Dewan Komisaris           in routine meetings. This mechanism allows the Board
menjalankan fungsi pengawasan secara efektif                of Commissioners to exercise effective oversight and
serta memastikan respons strategis dapat diambil            ensures that strategic responses can be enacted
secara cepat apabila diperlukan. Untuk kejadian yang        promptly if necessary. For incidents that have a serious
berdampak serius terhadap operasional, pemberitahuan        impact on operations, notification to the BOD and BOC
kepada BOD dan BOC dilakukan sesegera mungkin dan           must be made as soon as possible and no later than
paling lambat 24 jam setelah kejadian, disertai informasi   24 hours after the incident, accompanied by sufficient
yang memadai untuk penetapan langkah mitigasi.Untuk         information to determine mitigation steps. For serious
kejadian yang berdampak serius, salah satu contoh           impact incidents, one example of risk identified by
risiko yang diidentifikasi oleh ABM adalah Legal and        ABM is Legal and Compliance Risk, which can arise
Compliance Risk, yang dapat disebabkan oleh potensi         from potential breaches of covenants with local banks,
pelanggaran covenant dengan bank lokal, perubahan           regulatory changes, disputes, regulatory violations, or
regulasi, serta potensi sengketa, pelanggaran peraturan,    other legal issues that could disrupt business continuity.
atau isu hukum lainnya yang dapat mengganggu
kelangsungan operasional bisnis.

Selain pelaporan kepada Dewan Komisaris, ABM                In addition to reporting to the Board of Commissioners,
juga berkewajiban mengomunikasikan kejadian kritis          ABM is also obliged to communicate critical incidents to
kepada pemegang saham utama atau pengendali                 major shareholders or controlling parties in accordance
sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Informasi           with the Articles of Association. This information is
tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang              conveyed during the General Meeting of Shareholders
Saham (RUPS) apabila dipersyaratkan oleh peraturan          (GMS) if required by regulations or if the incident has the
atau apabila kejadian tersebut berpotensi mempengaruhi      potential to significantly influence the company’s policy
arah kebijakan Perusahaan secara signifikan. ABM juga       direction. ABM also ensures that any material incident
memastikan setiap kejadian material yang mensyaratkan       requiring transparency is disclosed to the public in
keterbukaan informasi disampaikan kepada publik sesuai      accordance with OJK and Indonesia Stock Exchange
dengan peraturan OJK dan Bursa Efek Indonesia. Untuk        regulations. For very serious incidents, escalation is
kejadian yang bersifat sangat serius, eskalasi dilakukan    carried out by the relevant Department Head to the BOD
oleh Kepala Departemen terkait kepada BOD dan BOC           and BOC through special meetings involving the Audit
melalui rapat khusus yang melibatkan Komite Audit dan       Committee and other related committees. For very
komite terkait lainnya. Untuk kejadian yang bersifat        serious incidents, an example of risk identified by ABM
sangat serius, contoh risiko yang diidentifikasi oleh ABM   includes potential work accidents causing Lost Time
meliputi potensi kecelakaan kerja yang menyebabkan          Injury (LTI), revenue decline due to reduced volume or
Lost Time Injury (LTI), penurunan pendapatan akibat         productivity, pressure on profit margins, and cash flow
berkurangnya volume atau produktivitas, tekanan             issues. These risks can be triggered by various factors
terhadap margin usaha, serta permasalahan arus              such as unsafe working conditions, commodity and
kas. Risiko-risiko tersebut dapat dipicu oleh berbagai      fuel price fluctuations, regulatory changes, declining
faktor seperti kondisi kerja yang tidak aman, fluktuasi     service performance, or delayed customer collections.
harga komoditas dan bahan bakar, perubahan regulasi,
penurunan kinerja layanan, hingga keterlambatan
penagihan dari pelanggan.

Pada tahun 2025, tidak terdapat kejadian kritis yang        In 2025, no critical incidents of a substantial nature
bersifat signifikan dan berpotensi mengganggu kinerja       that could potentially disrupt the company’s economic,
ekonomi, lingkungan, sosial, dan tata kelola Perusahaan.    environmental, social, and governance performance.




                                                                       2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    157
Page 160
          Governansi dan Ekonomi
          Governance and Economy




Pengetahuan Kolektif Badan                                  The Collective Knowledge of
Tata Kelola Tertinggi tentang                               the Highest Governance Body on
Keberlanjutan [GRI 2-17]                                    Sustainability [GRI 2-17]
ABM memastikan Dewan Komisaris dan Direksi memiliki         ABM ensures that the Board of Commissioners and
pengetahuan kolektif yang memadai untuk mengawasi           the Board of Directors possess adequate collective
dan mengarahkan kinerja keberlanjutan Perusahaan.           knowledge to oversee and direct the company’s
Penguatan pengetahuan tersebut dibangun melalui             sustainability performance. This knowledge is
berbagai pedoman, kebijakan, dan prosedur yang              strengthened through various guidelines, policies, and
menjadi acuan dalam memahami isu keberlanjutan,             procedures that serve as benchmarks in understanding
tata kelola, etika, serta risiko operasional.               sustainability issues, governance, ethics, and
                                                            operational risks.

•    Pedoman Etika dan Perilaku memberikan dasar            •   The Ethics and Conduct Guidelines provide a
     pemahaman mengenai etika bisnis dan perilaku               foundation for understanding business ethics and
     kerja yang relevan dengan agenda keberlanjutan.            work behavior relevant to the sustainability agenda.
     Kewajiban seluruh anggota Dewan Komisaris dan              The obligation for all members of the Board of
     Direksi untuk menandatangani pedoman ini setiap            Commissioners and Directors to annually endorse
     tahun memastikan pemahaman yang konsisten                  this guideline each year ensures a consistent
     terhadap nilai, standar etika, dan ekspektasi tata         understanding of core values, ethical standards,
     kelola ABM.                                                and governance expectations within ABM.
•    Board Manual memperkuat pemahaman Dewan                •   The Board Manual strengthens the understanding
     Komisaris dan Direksi terkait struktur tata kelola,        of the Board of Commissioners and the Board
     mekanisme rapat, proses pengambilan keputusan,             of Directors concerning governance structure,
     serta fungsi pengawasan. Dokumen ini membantu              meeting mechanisms, decision-making procedures,
     badan tata kelola tertinggi memahami implikasi             and oversight functions. This document facilitates
     keberlanjutan terhadap operasi, risiko, dan strategi       the highest governance body in understanding
     perusahaan.                                                the implications of sustainability on operational
                                                                activities, risk management, and company strategy.
•    Peraturan Perusahaan menjelaskan hak dan               •   The Company Regulations outline rights and
     kewajiban, standar perilaku, serta ketentuan               obligations, behavioral standards, and employment
     ketenagakerjaan yang relevan dengan aspek                  provisions pertinent to social sustainability aspects.
     sosial keberlanjutan. Dengan regulasi yang sudah           With regulations aligned with the Company’s core
     diselaraskan dengan nilai inti Perusahaan, Dewan           values, the Board of Commissioners and the
     Komisaris dan Direksi memiliki pondasi yang jelas          Board of Directors possess a clear understanding
     dalam memahami implikasi keberlanjutan terhadap            of the implications of sustainability on workforce
     kinerja tenaga kerja.                                      performance.
•    Kebijakan Perusahaan mencerminkan komitmen             •   The Company Policy reflects ABM’s commitment
     ABM terhadap praktik GCG dan pelaksanaan                   to GCG practices and the implementation of
     kegiatan bisnis yang sesuai prinsip keberlanjutan.         business activities in accordance with sustainability
     Pembaruan kebijakan di berbagai area, seperti              principles. Amendments to policies across diverse
     Business Development Logistics, Engineering, Data          sectors, including Business Development Logistics,
     Science, dan Government Relations, mendukung               Engineering, Data Science, and Government
     pemahaman Dewan Komisaris dan Direksi terhadap             Relations, assist the Board of Commissioners
     dinamika isu keberlanjutan lintas fungsi.                  and the Board of Directors in understanding the
                                                                dynamics of cross-functional sustainability issues.
•    Prosedur Perusahaan (SOP) membantu Dewan               •   The Company Procedures (SOP) help the Board
     Komisaris dan Direksi memahami bagaimana                   of Commissioners and the Board of Directors in
     prinsip keberlanjutan dioperasionalkan dalam               understanding how sustainability principles are
     kegiatan sehari-hari. Dengan lebih dari 113 SOP            operationalized in daily activities. With over 113
     yang diperbarui secara berkala, badan tata                 Standard Operating Procedures (SOPs) regularly
     kelola tertinggi memiliki referensi yang memadai           updated, the highest governance body has enough
     untuk memonitor kepatuhan terhadap standar                 reference materials to monitor compliance with
     operasional, aspek keselamatan, efisiensi sumber           operational standards, safety aspects, resource
     daya, dan pengelolaan risiko.                              efficiency, and risk management.




    158            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 161
Melalui kerangka pedoman, kebijakan, dan SOP               Through the framework of guidelines, policies, and
tersebut, ABM memastikan bahwa Dewan Komisaris             SOPs, ABM ensures that the Board of Commissioners
dan Direksi memiliki pengetahuan kolektif yang             and the Board of Directors possess adequate collective
memadai dalam memantau strategi keberlanjutan,             knowledge to monitor sustainability strategies, assess
mengevaluasi risiko, serta memastikan integrasi            risks, and ensure the integration of sustainability into
keberlanjutan dalam pengambilan keputusan strategis.       strategic decision-making.

Evaluasi kinerja badan tata kelola                         Evaluation of the Highest Governance
tertinggi [GRI 2-18]                                       Body's Performance [GRI 2-18]
ABM memiliki dua kerangka evaluasi kinerja badan           ABM has two frameworks for evaluating the performance
tata kelola tertinggi, yaitu:                              of the highest governance body:

•   Evaluasi Kinerja Komite di Bawah Dewan                 •   Performance Evaluation of the Committee Under
    Komisaris                                                  the Board of Commissioners
    Dewan Komisaris melaksanakan evaluasi kinerja              The Board of Commissioners conducts performance
    terhadap komite-komite yang berada di bawah                evaluations of the committees under its supervision
    pengawasannya sekurang-kurangnya satu kali                 at least once a year. The assessment is carried out
    dalam setahun. Penilaian dilakukan menggunakan             using various methods, including self-assessment,
    berbagai metode, termasuk self-assessment,                 peer evaluation, or other methods approved in the
    peer evaluation, atau metode lain yang disetujui           Board of Commissioners’ internal meeting. This
    dalam rapat internal Dewan Komisaris. Evaluasi             evaluation compares each committee’s performance
    ini membandingkan pelaksanaan tugas masing-                in carrying out its duties with the targets and
    masing komite dengan target serta indikator kinerja        performance indicators set in the annual work plan.
    yang ditetapkan dalam rencana kerja tahunan.

    Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, Dewan               Based on the 2025 evaluation results, the Board of
    Komisaris menilai bahwa Komite Audit, Komite               Commissioners assesses that the Audit Committee,
    Nominasi dan Remunerasi, Komite Investasi,                 Nomination      and    Remuneration       Committee,
    serta Komite ESG telah menjalankan peran dan               Investment Committee, and ESG Committee have
    tanggung jawabnya secara efektif. Kinerja komite-          effectively performed their roles and responsibilities.
    komite tersebut dinilai selaras dengan mandat              The performance of these committees is deemed to
    yang diberikan serta target yang ditetapkan dalam          be consistent with the mandates and the targets set
    rencana kerja tahunan.                                     in the annual work plan.

•   Evaluasi Kinerja Komite di Bawah Direksi               •   Performance Evaluation of the Committee Under
                                                               the Board of Directors
    Direksi melakukan evaluasi secara berkala                  The Board of Directors conducts periodic evaluations
    terhadap komite pendukung yang membantu                    of supporting committees that assist in executing
    pelaksanaan fungsi manajerial, khususnya Komite            managerial functions, particularly the Group
    Group Executive Management (GEM). Evaluasi                 Executive Management (GEM) Committee. The
    dilakukan melalui mekanisme yang terstruktur,              evaluation is conducted via a structured mechanism
    antara lain self-assessment, peer evaluation, serta        comprising self-assessment, peer evaluation, and
    metode lain sesuai keputusan rapat internal Direksi.       other methods as determined by internal Board
    Proses ini bertujuan memastikan bahwa komite               meetings. This process aims to ensure that the
    menjalankan peran operasional dan strategis                committee performs its operational and strategic
    secara efektif serta selaras dengan pedoman kerja          roles effectively and in compliance with applicable
    yang berlaku.                                              work guidelines.

    Evaluasi terhadap Komite GEM dilaksanakan                  The evaluation of the GEM Committee is conducted
    sejalan dengan sistem penilaian kinerja Direksi            in line with the performance assessment system
    yang berbasis Key Performance Indicators (KPI),            of the Board of Directors, which is based on
    yang mencakup aspek keuangan, operasional,                 Key Performance Indicators (KPIs). These KPIs
    manajemen risiko, tata kelola, serta implementasi          encompass financial, operational, risk management,
    strategi keberlanjutan (ESG). Dalam konteks                governance, and the implementation of sustainability
    tersebut, kontribusi Komite GEM juga dinilai               strategies (ESG). In this context, the contribution




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    159
Page 162
          Governansi dan Ekonomi
          Governance and Economy




     berdasarkan dukungannya terhadap pencapaian               of the GEM Committee is also evaluated based
     ESG Impact sebagai bagian dari akuntabilitas              on its support in achieving ESG Impact as part of
     Direksi dalam mendorong keberlanjutan dan                 the Board of Directors’ accountability in promoting
     penciptaan nilai jangka panjang.                          sustainability and generating long-term value.

     Berdasarkan hasil evaluasi tahun 2025, Komite             Based on the 2025 evaluation results, GEM
     GEM dinilai telah menjalankan mandatnya secara            Committee has effectively fulfilled its mandate
     efektif dan memberikan dukungan yang memadai              and has provided meaningful support towards the
     terhadap pencapaian tujuan strategis Perusahaan.          achievement of the Company's strategic objectives.
     Dalam hal evaluasi menunjukkan kinerja yang               If the evaluation shows that performance is still not
     belum optimal, Direksi dapat menetapkan langkah           optimal, the Board of Directors may take corrective
     perbaikan    berupa     penyesuaian    mekanisme          actions, such as adjusting the committee’s
     kerja komite, penguatan koordinasi lintas fungsi,         operating procedures, improving cross-functional
     peningkatan     kompetensi     anggota,  maupun           collaboration, boosting members’ skills, or changing
     perubahan komposisi keanggotaan komite untuk              the committee’s membership makeup, to ensure the
     memastikan     efektivitas   pelaksanaan   fungsi         company’s management and governance functions
     manajerial dan tata kelola Perusahaan.                    are effectively carried out.



Remunerasi yang Berintegritas [GRI 2-19][GRI 2—20][GRI 2-21][NDAQ G3][NDAQ S1]
Remuneration with Integrity
ABM menetapkan kebijakan remunerasi bagi anggota           ABM establishes remuneration policies for members
Dewan Komisaris dan Direksi melalui Komite Nominasi        of the Board of Commissioners and Directors via the
dan Remunerasi (KNR). Komite ini memastikan kebijakan      Nomination and Remuneration Committee (NRC). This
remunerasi disusun secara transparan, akuntabel, serta     committee ensures that the remuneration policies are
selaras dengan ketentuan ketenagakerjaan dan praktik       developed in a transparent, accountable manner, and in
terbaik industri. Penetapan remunerasi dilakukan melalui   compliance with labor regulations and industry standards.
evaluasi berbasis kinerja, konsultasi dengan pemangku      The determination of remuneration is conducted through
kepentingan internal, serta analisis kesesuaian dengan     performance-based evaluations, consultations with
strategi jangka panjang Perusahaan.                        internal stakeholders, and analyses to ensure alignment
                                                           with the Company’s long-term strategy.

Struktur remunerasi di ABM disusun berdasarkan             The remuneration structure at ABM is structured
job band, person grade, serta pencapaian kinerja           according to job bands, person grades, and achievement
keberlanjutan yang meliputi indikator ekonomi,             of sustainability performance, which includes economic,
lingkungan, dan sosial yang telah terintegrasi dalam       environmental, and social indicators integrated into
sistem penilaian kinerja eksekutif. Integrasi aspek        the executive performance assessment system. The
keberlanjutan ini memastikan bahwa kompensasi tidak        integration of sustainability aspects ensures that
hanya mencerminkan pencapaian finansial, tetapi juga       compensation not only mirrors financial achievements
kontribusi terhadap pengelolaan dampak organisasi          but also acknowledges contributions to managing
dan implementasi strategi ESG.                             organizational impacts and implementing ESG strategies.

•    Komponen Remunerasi                                   •   Remuneration Components
     Komponen remunerasi Dewan Komisaris dan                   The remuneration components for the Board of
     Direksi terdiri dari:                                     Commissioners and Directors consist of:
     • Insentif & Anugerah Kinerja (bonus)                     • Performance Incentives & Awards (bonuses)
     • Tunjangan transportasi dan perjalanan dinas             • Transportation and official travel allowances
     • Cuti tahunan dan tunjangan perjalanan cuti              • Annual leave and holiday travel allowances
     • Pengobatan,         perawatan        kesehatan,         • Medical      treatment,    healthcare,   medical
        pemeriksaan medis, dan asuransi jiwa                      examinations, and life insurance
     • Tunjangan pendidikan anak                               • Child education allowances
     • Tunjangan utilitas                                      • Utility allowances
     • Keanggotaan klub                                        • Club memberships
     • Benefit lainnya sesuai kebijakan Perusahaan             • Other benefits in accordance with Company policies



    160            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 163
•   Fixed Pay dan Variable Pay                            •   Fixed Pay and Variable Pay
    Remunerasi mencakup:                                      Remuneration includes:
    • Fixed pay: gaji pokok dan tunjangan tetap.              • Fixed pay: base salary and fixed allowances.
    • Variable pay: insentif jangka pendek dan                • Variable pay: short-term and long-term
       jangka panjang.                                           incentives.

Insentif jangka pendek diberikan berdasarkan hasil            Short-term incentives are awarded based on annual
evaluasi kinerja tahunan. Insentif jangka panjang             performance evaluations. Long-term incentives
diberikan apabila Perusahaan mencapai target                  are granted if the Company achieves profitability
pertumbuhan profitabilitas serta capaian keberlanjutan,       growth targets and sustainability goals, following
dan mengikuti siklus penilaian tiga tahunan sesuai            a three-year assessment cycle in accordance with
kebijakan Perusahaan.                                         the Company’s policies.
•   Bonus dan tunjangan lainnya:                          •   Additional bonuses and allowances:
    • Sign-on bonus atau recruitment incentive:               • Sign-on bonus or recruitment incentive: ABM
      ABM tidak memberikan sign-on bonus bagi                   does not offer sign-on bonuses to executives,
      eksekutif, kecuali dalam kondisi khusus sesuai            except under special circumstances as
      keputusan KNR.                                            determined by KNR.
    • Termination payments: Pembayaran terminasi              • Termination payments: Termination payments
      mengikuti ketentuan perundang-undangan                    adhere to applicable laws and the executive’s
      serta kontrak kerja eksekutif.                            employment contract.
    • Clawback: ABM tidak menerapkan mekanisme                • Clawback: ABM does not implement a clawback
      clawback pada insentif jangka panjang.                    mechanism for long-term incentives.
    • Retirement benefits: menyediakan program                • Retirement benefits: Offers optional retirement
      pensiun opsional bagi eksekutif yang dirancang            programs for executives intended to facilitate
      untuk mendukung transisi masa pensiun.                    the transition into retirement.



Proses Penentuan Remunerasi                               Remuneration Determination Process
[GRI 2-20]                                                [GRI 2-20]


ABM memiliki ketentuan remunerasi bagi Dewan              ABM has remuneration policies for the Board of
Komisaris, Direksi, dan karyawan sebagaimana              Commissioners, the Board of Directors, and employees
tertuang dalam Risalah Komite Remunerasi Nomor            as outlined in the Remuneration Committee Minutes
006/ABM-KNR/X/2020 tanggal 23 Oktober 2020.               No. 006/ABM-KNR/X/2020 dated 23 October 2020.
Penentuan remunerasi, termasuk untuk Direktur             The determination of remuneration, including for the
Utama, memperhatikan aspek-aspek berikut:                 President Director, considers the following aspects:

1. Key Performance Indicators (KPI) masing-masing         1. Key Performance Indicators (KPIs) for each member of
   anggota Dewan Komisaris dan Direksi;                      the Board of Commissioners and the Board of Directors;
2. Kinerja Perseroan;                                     2. The company’s performance;
3. Ukuran bisnis; dan                                     3. Business size; and
4. Benchmark remunerasi dengan pasar tenaga kerja.        4. Remuneration benchmarks with the labor market.

Sejak 2021, pencapaian ABM dalam bidang                   Since 2021, ABM’s achievements in the Environmental,
Environment, Social, and Governance (ESG) menjadi         Social, and Governance (ESG) field have become part of
bagian dari KPI Direktur Utama dan diturunkan             the CEO’s KPI and are systematically broken down into
secara terstruktur menjadi KPI setiap Direktur serta      KPIs for each Director and related departments across
departemen terkait di seluruh entitas ABM. Capaian        all ABM entities. The achievement of these ESG KPIs
KPI ESG ini turut menentukan besaran remunerasi           also determines the amount of remuneration received
yang diterima Direksi di seluruh Grup.                    by the Board of Directors throughout the Group.




                                                                       2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  161
Page 164
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




Dengan pendekatan ini, ESG tidak diposisikan sebagai      With this approach, ESG is not positioned as a separate
inisiatif terpisah, melainkan menyatu dalam cara          initiative; rather, it integrates it into the Company
Perusahaan menjalankan operasi dan mengelola              operational conduct and manages its business. Each
bisnis. Setiap target ESG dirancang agar selaras          ESG target is designed to align with sustainable
dengan keberlanjutan operasional, ketahanan bisnis,       operations, business resilience, compliance with
kepatuhan terhadap regulasi, serta penguatan reputasi     regulations, and the strengthening of the Company’s
Perusahaan di mata pemangku kepentingan. Melalui          reputation among stakeholders. Through the Enterprise
kerangka Enterprise Risk Management (ERM), aspek          Risk Management (ERM) framework, ESG aspects
ESG juga dipetakan sebagai bagian dari risiko strategis   are also mapped as part of strategic and operational
dan operasional yang dipantau secara berkala. Dengan      risk that are monitored periodically. Consequently,
demikian, setiap keputusan yang diambil tidak hanya       all decisions are made with consideration of not only
mempertimbangkan kinerja jangka pendek, tetapi juga       short-term performance but also their implications for
dampaknya terhadap keberlanjutan dan penciptaan           sustainability and long-term value creation.
nilai jangka panjang.

Proses Perancangan Kebijakan                              Remuneration Policy Design
Remunerasi                                                Process

Penentuan kebijakan Compensation & Benefit (C&B)          The determination of Compensation & Benefits (C&B)
dan Talent Management bagi eksekutif dilakukan            and Talent Management policies for executives is
berdasarkan filosofi ABM, yaitu meningkatkan motivasi,    founded upon the ABM philosophy, which seeks to
mendukung sinergi antar entitas, mengembangkan            enhance motivation, foster synergy among entities,
talenta, mendorong pertumbuhan profesional, dan           develop talent, encourage professional growth, and
mengoptimalkan biaya. Struktur C&B dirancang untuk:       optimize costs. The C&B structure is designed to:

•   Menyelaraskan total penghasilan dengan kinerja        •   Align   total   compensation       with  business
    bisnis dan pasar;                                         performance and market standards;
•   Meningkatkan proporsi remunerasi variabel;            •   Increase the proportion of variable remuneration;
•   Mendorong budaya kinerja dan sinergi;                 •   Promote a culture of performance and synergy;
•   Menstandarkan kebijakan remunerasi;                   •   Standardize remuneration policies;
•   Menjaga daya saing pasar; serta                       •   Maintain market competitiveness; and
•   Memberikan      manfaat    kesejahteraan   yang       •   Provide welfare benefits that support the
    mendukung pencapaian peran eksekutif.                     achievement of executive roles.

Pengawasan dan Persetujuan                                Supervision and Approval of
Remunerasi                                                Remuneration
Proses penentuan remunerasi diawasi oleh Komite           The process of determining remuneration is overseen
Nominasi dan Remunerasi (KNR) sebagai komite              by the Nomination and Remuneration Committee (NRC),
independen di bawah Dewan Komisaris. KNR                  functioning as an independent committee under the Board
bertanggung jawab memastikan proses penilaian             of Commissioners. The NRC bears the responsibility of
remunerasi dilakukan secara objektif, transparan, dan     ensuring that the remuneration assessment process
akuntabel. Penetapan remunerasi Dewan Komisaris           is conducted with objectivity, transparency, and
dan Direksi kemudian dimintakan persetujuan melalui       accountability. The determination of remuneration for
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sebagai                  the Board of Commissioners and the Board of Directors is
bentuk keterlibatan pemangku kepentingan utama.           subsequently submitted for approval through the General
                                                          Meeting of Shareholders (GMS), serving as a form of
                                                          engagement with key stakeholders.

Pada tahun 2025, ABM belum melibatkan pemangku            By 2025, ABM has not involved other stakeholders
kepentingan lain di luar RUPS dalam proses pengambilan    beyond the GMS into the remuneration decision-making
keputusan remunerasi.                                     process.




 162            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 165
Pertimbangan Pemangku Kepentingan                       Stakeholder Considerations for
untuk Penentuan Remunerasi                              Remuneration Determination
•   Pandangan pemegang saham disampaikan melalui        •   Shareholders’ views are conveyed through the
    agenda persetujuan remunerasi dalam RUPS                remuneration approval agenda at the GMS, and the
    dan hasil pemungutan suara menjadi bagian dari          voting results become part of the company’s final
    keputusan final Perusahaan.                             decision.
•   ABM menggunakan pihak eksternal independen          •   ABM employs an independent external party for
    untuk analisis benchmarking dalam penentuan             benchmarking analysis to determine remuneration,
    remunerasi     menggunakan       Mercer.   ABM          using Mercer. ABM ensures this party operates
    memastikan pihak tersebut bekerja secara                independently, without conflicts of interest with the
    independen tanpa konflik kepentingan dengan             Board of Directors, the Board of Commissioners, or
    Direksi, Dewan Komisaris, atau manajemen senior.        senior management.



Rasio Jumlah Kompensasi [GRI 2-21]                      Total Compensation Ratio [GRI 2-21]
Informasi mengenai rasio total kompensasi tahunan       Information concerning the ratio of an individual’s total
individu dengan kompensasi tertinggi dibandingkan       annual compensation to the highest compensation in
median kompensasi karyawan, serta rasio persentase      comparison with the median employee compensation,
kenaikan kompensasi tahunan, tidak disajikan            as well as the percentage increase in annual
dalam Laporan Keberlanjutan ini tetapi diungkapkan      compensation, is not included in this Sustainability
dalam Laporan Tahunan ABM sebagai bagian dari           Report; however, it is disclosed in ABM’s Annual Report
pengungkapan tata kelola halaman 261.                   as part of governance disclosures page 261

Meskipun demikian, ABM tetap berkomitmen mengelola      Nevertheless, ABM remains committed to managing
sumber daya manusia secara adil, transparan,            human resources fairly, transparent, and in accordance
dan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan             with relevant labor regulations. ABM ensures that
yang berlaku. ABM memastikan bahwa struktur             the compensation structure is designed based on
kompensasi disusun berdasarkan prinsip kesetaraan       the principles of internal equity, job evaluation,
internal, evaluasi jabatan, benchmarking pasar, serta   market benchmarking, and performance assessment
mekanisme penilaian kinerja yang diterapkan secara      mechanisms, which are applied consistently across all
konsisten bagi seluruh karyawan.                        employees.

Dalam penentuan kompensasi, ABM menggunakan             In determining compensation, ABM employs a
metodologi penghitungan total kompensasi tahunan        methodology for calculating total annual compensation
yang mencakup gaji pokok, tunjangan tetap, serta        that encompasses base salary, fixed allowances, and
manfaat lain sesuai kebijakan perusahaan. Data          additional benefits in accordance with company policies.
dihimpun melalui sistem penggajian terpusat untuk       Data is collected through a centralized payroll system to
menjamin akurasi dan konsistensi pelaporan.             ensure accuracy and consistency in reporting.

ABM akan terus mengevaluasi kelayakan pengungkapan      ABM will continue to evaluate the appropriateness of
rasio kompensasi di masa mendatang dengan               disclosing compensation ratio disclosures in the future,
mempertimbangkan perkembangan regulasi, praktik         considering regulatory developments, best practices,
terbaik, dan permintaan dari pemangku kepentingan.      and stakeholder demands.




                                                                   2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                163
Page 166
      Governansi dan Ekonomi
      Governance and Economy




Peran Aktif Komite ESG untuk Mengawasi
Implementasi Keberlanjutan                              [SEOJK E.1][SEOJK E.5][GRI 2-12][GRI 2-13][GRI 2-14]


The Active Role of the ESG Committee in Overseeing Sustainability Implementation




Sebagai bagian dari komitmen ABM terhadap               In alignment with ABM’s commitment to sustainability, the
keberlanjutan, Perseroan membentuk Komite ESG yang      Company has established an ESG Committee tasked with
secara rutin memantau dan mengawasi pengelolaan         regularly monitoring and overseeing the management of
dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola di seluruh   environmental, social, and governance impacts across
entitas ABM dan anak perusahaan, sejalan dengan         all ABM entities and subsidiaries, consistent with the
kerangka strategis ABM Sustainability Target. Komite    strategic framework of the ABM Sustainability Target.
ESG berperan dalam memberikan arahan strategis          The ESG Committee is responsible for providing strategic
atas implementasi ESG serta memantau progres            guidance on ESG implementation and periodically
pelaksanaannya secara berkala. Komite ESG diketuai      monitoring its progress. The ESG Committee is chaired
oleh Komisaris Independen dan didukung oleh Komisaris   by an Independent Commissioner and supported by
Independen lainnya serta manajemen senior ABM,          other Independent Commissioners as well as senior
dan melaporkan hasil pengawasannya secara berkala       management of ABM , and periodically reports the results
kepada Dewan Komisaris melalui ESG Committee            of its oversight to the Board of Commissioners through
Meeting yang diselenggarakan secara kuartal dalam       quarterly ESG Committee Meetings held during the
satu tahun pelaporan. Selain itu, Ketua Komite ESG      reporting year. It reports its oversight findings regularly
juga menyampaikan laporan dan rekomendasi strategis     to the Board of Commissioners. Furthermore, the Chair
kepada Direksi (BOD) guna memastikan integrasi aspek    of the ESG Committee also submits reports and strategic
ESG dalam pengambilan keputusan operasional dan         recommendations to the Board of Directors (BOD) to
strategis Perusahaan.                                   ensure the integration of ESG aspects into the Company’s
                                                        operational and strategic decision-making.



164            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 167
Direksi (BOD) melakukan pengawasan atas kinerja            The Board of Directors (BOD) oversees the Company’s
keberlanjutan Perusahaan serta memastikan akuntabilitas    sustainability performance and ensures management
manajemen terhadap pencapaian target ESG. Dalam            accountability for achieving ESG targets. In its
pelaksanaannya, Direksi mendelegasikan implementasi        implementation, the BOD delegates the responsibility
ESG kepada Chief Information Officer (CIO) sebagai         of ESG implementation to the Chief Information Officer
Chief sustainability untuk memastikan efektivitas          (CIO) to ensure the effective application and integration
penerapan dan integrasi pertimbangan keberlanjutan         of sustainability considerations throughout all business
di seluruh lini bisnis. CIO bersama Sustainability         lines. The CIO and the Head of Sustainability regularly
Head secara bulanan menyampaikan perkembangan              report on the progress of ESG implementation and the
implementasi ESG dan pengelolaan dampak ekonomi,           management of economic, environmental, and social
lingkungan, dan sosial kepada Direksi dan Komite ESG       impacts to the Board of Directors and the ESG Committee
sebagai bagian dari mekanisme pelaporan internal.          as part of the internal reporting mechanism.

Sustainability Head yang didukung oleh ESG Working         The Head of Sustainability, supported by the ESG Working
Group bertanggung jawab atas pelaksanaan dan               Group, bears responsibility for the implementation and
pengelolaan rutin inisiatif keberlanjutan, di bawah        ongoing management of sustainability initiatives, under
supervisi CIO dan Komite ESG. Koordinasi implementasi      the oversight of the CIO and the ESG Committee. The
ESG di tingkat operasional dilakukan melalui pertemuan     coordination of ESG implementation at the operational
ESG Working Group yang diselenggarakan secara              level is conducted through biweekly meetings of the ESG
mingguan untuk memantau perkembangan program,              Working Group to track program progress, compile ESG
konsolidasi data ESG, serta tindak lanjut atas inisiatif   data, and follow up on sustainability initiatives across all
keberlanjutan di seluruh entitas ABM. Sementara itu,       ABM entities.ncurrently, the Corporate Communication
fungsi Corporate Communication bertanggung jawab           function is responsible for preparing, delivering to
atas penyusunan, penyampaian kepada pemangku               stakeholders, and publication of the Sustainability Report.
kepentingan, serta publikasi Laporan Keberlanjutan.        Through this structure, ABM ensures that ESG impacts
Melalui struktur ini, ABM memastikan bahwa dampak          can be identified, managed, and evaluated continuously,
ESG dapat diidentifikasi, dikelola, dan dievaluasi         so that the ESG information presented in the Sustainability
secara berkesinambungan, sehingga informasi ESG            Report can be accounted for.
yang disajikan dalam Laporan Keberlanjutan dapat
dipertanggungjawabkan.

Laporan Keberlanjutan 2025 telah ditelaah dan              The 2025 Sustainability Report has been reviewed and
disetujui oleh Dewan Komisaris dan Direksi, termasuk       approved by the Board of Commissioners and the Board
persetujuan atas topik material serta data dan informasi   of Directors, including the approval of material topics as
yang diungkapkan. Proses persetujuan dilakukan             well as the data and information disclosed. The approval
melalui peninjauan menyeluruh untuk memastikan             process entails a comprehensive review to ensure
akurasi, transparansi, dan kesesuaian dengan standar       accuracy, transparency, and compliance with applicable
pelaporan yang berlaku, serta mempertimbangkan             reporting standards, while duly considering stakeholder
masukan pemangku kepentingan dalam penentuan               input in the determination of pertinent material topics.
topik material yang relevan.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    165
Page 168
        Governansi dan Ekonomi
        Governance and Economy




Struktur Komite ESG [GRI 2-13]
ESG Committee Structure

                                                       Dewan Komisaris
                                                     Board of Comissioners




   Komite Nominasi
    & Remunerasi                            Komite Audit                 Komite Investasi               Komite ESG
    Nomination &                           Audit Committee            Investment Committee             ESG Committee
Remuneration Committee




                                                           Dewan Direksi
                                                          Board of Directors




                                                              CIO sebagai
                                                        Pimpinan Khusus ESG
                                                      CIO as ESG Dedicated Chief
                                                                                           Kelompok Kerja ESG | ESG Working Group*


                                                Corcomm CSR              Legal Corsec             ERM                SHE
 Sustainability             OSM                                                                                                       HC
                                                  Corporate            Legal & Corporate     Enterprise Risk   Safety, Health &
 Sustainability             OSM                                                                                                   Human Capital
                                             Communication & CSR           Secretary          Management        Environment




 Pemilik Inisiatif
Initiative Owners




Seperti pada tahun sebelumnya, pada tahun 2025, Komite                             Similar to the previous year, in 2025, the ESG Committee,
ESG beserta seluruh Dewan Komisaris dan Direksi telah                              together with the Board of Commissioners and the
meninjau dan menyetujui Laporan Keberlanjutan 2025,                                Board of Directors, has reviewed and approved the
termasuk pengesahan daftar topik material, data kinerja,                           2025 Sustainability Report. This includes the validation
serta informasi yang diungkapkan. Sepanjang tahun                                  of the list of material topics, performance data, and the
pelaporan, koordinasi implementasi ESG dilakukan melalui                           disclosed information. Throughout the reporting year,
pertemuan ESG Working Group yang diselenggarakan                                   ESG implementation was monitored through weekly ESG
secara mingguan untuk memantau perkembangan                                        Working Group meetings to monitor program progress,
program, konsolidasi data ESG, serta tindak lanjut atas                            consolidate ESG data, and follow up on sustainability
inisiatif keberlanjutan. Selain itu, pengawasan strategis                          initiatives. Additionally, strategic oversight of ESG
terhadap implementasi ESG dilakukan melalui ESG                                    implementation was conducted through quarterly
Committee Meeting yang dilaksanakan secara kuartal                                 ESG Committee Meetings to review ESG performance
untuk meninjau progres kinerja ESG serta memberikan                                progress and provide guidance to management.
arahan kepada manajemen.

Pelaksanaan penilaian tata kelola perusahaan (GCG                                  The implementation of the corporate governance
Score) dilakukan melalui mekanisme self-assessment                                 assessment (GCG Score) is conducted through a self-
sesuai dengan ketentuan POJK, SEOJK, dan ASEAN                                     assessment mechanism in accordance with POJK,
Corporate Governance Scorecard (ACGS), dengan                                      SEOJK, and the ASEAN Corporate Governance Scorecard
rincian lebih lanjut disajikan dalam Laporan Tahunan.                              (ACGS) regulations, with further details provided in the
                                                                                   Annual Report.

Rincian tugas dan tanggung jawab komite, termasuk                                  Details of the committee’s duties and responsibilities,
agenda evaluasi ESG sepanjang 2025, dijabarkan dalam                               including the ESG evaluation agenda throughout 2025,
Bab Tata Kelola pada Laporan Tahunan ABM halaman                                   are outlined in the Governance chapter of the ABM Annual
terkait.                                                                           Report, on the relevant pages.


 166                 S T R E N GT H B E N E AT H ,
                     V I S I O N B E YO N D
Page 169
Penghargaan ASRRAT 2025                                ASRRAT 2025 Award,
Peringkat Platinum untuk ABM                           Platinum level for ABM

ABM kembali memperoleh pengakuan atas kualitas         ABM has once again been recognized for the excellence
pelaporan keberlanjutan melalui keikutsertaan dalam    of its sustainability reporting through participation in the
Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025.    Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025.
Pada ajang ini, Laporan Keberlanjutan 2024 ABM         During this event, ABM’s 2024 Sustainability Report
berhasil meraih Peringkat Platinum, sebagai bentuk     was awarded a Platinum Rating, in acknowledgment
apresiasi atas komitmen dan peningkatan kualitas       of the commitment and improved quality of the reports
laporan yang dihasilkan. NCCR, penyelenggara           produced. NCCR, the organizer of ASRRAT since 2005,
ASRRAT sejak 2005, terus mendorong standar             continues to promote better reporting standards across
pelaporan yang lebih baik di kawasan Asia.             Asia.

ABM berkomitmen untuk senantiasa meningkatkan          ABM remains committed to continuously improving
kualitas pelaporannya tidak hanya untuk ajang          the quality of its reporting, not solely for awards but
penghargaan, tetapi juga untuk tujuan keberlanjutan    also to achieve sustainability goals to preserve the
demi    menjaga    kelestarian    lingkungan    dan    environment and social well-being.
kesejahteraan sosial.

Tingkat penerapan GRI Standards serta skor penilaian   The levels of GRI Standards implementation and ABM’s
lengkap ABM tercantum dalam Lampiran I dan II          full assessment scores are detailed in Appendices I
laporan keberlanjutan. Kriteria resmi ASRRAT 2026      and II of the sustainability report. The official criteria for
akan dirilis pada Februari 2026, dan ABM diharapkan    ASRRAT 2026 will be disclosed in February 2026, and
kembali ambil bagian dalam ajang tersebut.             ABM is anticipated to participate once again in the event.




                                                                   2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 167
Page 170
      Governansi dan Ekonomi
      Governance and Economy




Peningkatan Kapabilitas ESG dan                         Improving ESG Capabilities and IFRS
Kesiapan IFRS [SEOJK E.2]                               Readiness [SEOJK E.2]
Sebagai bagian dari penguatan tata kelola               As part of strengthening sustainability governance
keberlanjutan dan persiapan penerapan IFRS S1 dan       and preparing for the implementation of IFRS S1 and
S2, ABM melaksanakan rangkaian pelatihan ESG - IFRS     S2, ABM conducted a series of ESG - IFRS training
sepanjang tahun 2024 - 2025. Sebanyak enam peserta      sessions throughout 2024 and 2025. Six participants
dari fungsi Finance, Risk Management, Corporate         from the Finance, Risk Management, Corporate
Communication, dan Communication mengikuti tiga         Communication, and Communication functions
sesi pelatihan resmi yang diselenggarakan oleh PWC      attended three official training sessions organized by
(30 Juni), EY (25 September), dan IAI (3 Oktober).      PwC (June 30), EY (September 25), and IAI (October
Selain itu, ABM juga mengikuti sesi sosialisasi IFRS    3). Furthermore, ABM also participated in an IFRS
Standards Board yang berlangsung di Bali melalui        Standards Board socialization session held in Bali via
fasilitas daring.                                       online facilities.

Pelatihan ini memperkuat pemahaman internal             This training improves internal understanding
terkait pelaporan keberlanjutan dan pengelolaan         related to sustainability reporting and climate risk
risiko iklim. Materi pelatihan mencakup dampak          management. The training materials cover the impact
curah hujan tinggi terhadap operasional tambang,        of heavy rainfall on mining operations, as well as the
serta ketergantungan tambang baru di Kalimantan         dependence of new mines in Central Kalimantan on
Tengah pada kondisi sungai yang perlu diintegrasikan    river conditions, which must be integrated into risk
ke dalam manajemen risiko dan pengungkapan              management and sustainability disclosures. Through
keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, ABM meningkatkan   this activity, ABM improves organizational readiness
kesiapan organisasi dalam mengadopsi standar IFRS       to adopt IFRS standards and consistently integrate
dan mengintegrasikannya secara konsisten ke dalam       them into business processes.
proses bisnis.




168            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 171
Mengembangkan Talenta dan Kapabilitas ESG di Grup ABM melalui ACCELERATE
ABM melaksanakan ACCELERATE Program sebagai wadah pengembangan karyawan yang berperan aktif sebagai
learning partner, change agent, dan penggerak peningkatan kapabilitas organisasi. Program ini ditujukan bagi
karyawan lintas fungsi yang terlibat langsung dalam pengembangan kompetensi internal Grup ABM melalui
peran sebagai trainer, mentor, assessor, knowledge contributor, dan agen perubahan.

Melalui ACCELERATE, ABM mendorong pembelajaran berbasis kontribusi nyata, termasuk dalam topik-topik
strategis seperti Environmental, Social, and Governance (ESG). Karyawan didorong untuk mengembangkan dan
menyampaikan modul ESG, menjadi fasilitator pelatihan, serta terlibat dalam proyek perubahan yang mendukung
praktik bisnis berkelanjutan, kepatuhan, dan tata kelola yang bertanggung jawab. Pendekatan ini memastikan
bahwa pemahaman ESG tidak hanya bersifat konseptual, tetapi terintegrasi ke dalam praktik kerja sehari-hari.
Program ini juga dilengkapi dengan sistem pengakuan berbasis poin dan reward untuk mendorong partisipasi
aktif dan keberlanjutan kontribusi pembelajaran.

Melalui ACCELERATE, ABM memperkuat ekosistem pembelajaran internal sekaligus membangun kapabilitas
kepemimpinan dan ESG sebagai fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Developing ESG Talent and Capabilities in the ABM Group Through ACCELERATE
ABM implemented the ACCELERATE Program as a platform for employee development, where employees play an
active role as learning partners, change agents, and drivers of organizational capability enhancement. This program
is intended for cross-functional employees who are directly involved in developing internal competencies across the
ABM Group through roles as trainers, mentors, assessors, knowledge contributors, and change agents.

Through ACCELERATE, ABM promotes contribution-based learning, including on strategic topics such as
Environmental, Social, and Governance (ESG). Employees are encouraged to develop and deliver ESG modules,
serve as training facilitators, and participate in change projects that support sustainable business practices,
compliance, and responsible governance. This approach ensures that ESG understanding is not merely
conceptual, but integrated into day-to-day work practices. The program is also complemented by a points-based
recognition and reward system to encourage active participation and sustained learning contributions.

Through ACCELERATE, ABM strengthens its internal learning ecosystem while also building leadership and ESG
capabilities as an essential foundation to support long-term business sustainability.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    169
Page 172
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




Implementasi Code of Ethics and Conduct (COEC)
Implementation Code of Ethics and Conduct (COEC)




Secara berkesinambungan, ABM menanamkan budaya              ABM consistently fosters a culture of professionalism,
kerja profesional, transparan, dan bertanggung jawab        transparency, and accountability through the
melalui penerapan Code of Ethics and Conduct                implementation of the Code of Ethics and Conduct
(COEC) sebagai pedoman nilai, prinsip, dan perilaku         (COEC), serving as a guideline for values, principles,
bagi seluruh karyawan dan direksi. Karyawan                 and behaviors for all employees and directors. Employees
didorong melaporkan pelanggaran COEC melalui dua            are encouraged to report any violations of the COEC
jalur, yaitu berdiskusi dengan fungsi internal terkait      through two channels: discussing with the relevant internal
atau menggunakan Whistleblowing System (WBS)                function or utilizing the Whistleblowing System (WBS),
yang menjamin kerahasiaan pelapor. Pelanggaran              which ensures the confidentiality of the whistleblower.
terhadap Peraturan Perusahaan akan dikenakan sanksi         Violations of the Company Regulations will incur tiered
bertingkat, mulai dari teguran hingga pemutusan             sanctions, ranging from warnings to termination of
hubungan kerja. Data pelanggaran sepanjang 2025             employment. Data regarding violations throughout 2025
disajikan pada tabel di bawah ini [SEOJK F.16]              are presented in the table below. [SEOJK F.16]



                                                 Jumlah       Selesai                  Masih Ditindaklanjuti
Jenis Pelanggaran                               Pelaporan    Diproses                  Still being Followed Up
Type of Violation                               Reporting    Finished     Proses Observasi           Proses Investigasi
                                                 Amount     Processing   Observation Process       Investigation Process
Pemerasan Ekonomi
                                                    -           -                  -                             -
Economic Extortion
Balas Jasa
                                                   2            2                  -                             -
Remuneration
Penyalahgunaan Aset
                                                   6            6                  -                             -
Asset Misuse
Penyuapan
                                                    1           1                  -                             -
Bribery
Penipuan & Penggelapan
                                                   7            7                  -                             -
Fraud & Embezzlement
Penyalahgunaan Wewenang
                                                   9            8                  -                             1
Abuse of Authority
Gratifikasi
                                                    -           -                  -                             -
Gratification
Pelanggaran Pedoman & Peraturan Perusahaan
                                                   9            9                  -                             -
Violation of Company Guidelines & Regulations


 170            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 173
Kebijakan Anti-Suap dan Anti-Korupsi                                                 [GRI 205-1] [GRI 2-13] [GRI 2-14]

Anti-Bribery and Anti-Corruption Policy


Grup ABM mengimplementasikan kebijakan dan                   ABM Group implements anti-bribery and anti-corruption
prosedur anti-suap dan anti-korupsi yang mengacu             policies and procedures in accordance with national
pada peraturan perundang-undangan nasional, termasuk         laws and regulations, including Law No. 31 of 1999 and
Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 dan Undang-Undang            Law No. 20 of 2001, as well as guidelines issued by
No. 20 Tahun 2001, serta pedoman yang diterbitkan            the Corruption Eradication Commission (KPK). These
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kebijakan           policies are regularly evaluated and updated by the
tersebut dievaluasi dan diperbarui secara berkala oleh       Internal Audit Department to ensure their effectiveness
Departemen Internal Audit untuk memastikan efektivitas       and continued relevance, serving as an integrated
dan relevansinya, serta berlaku sebagai kerangka terpadu     framework for all ABM Group entities.
bagi seluruh entitas Grup ABM.

Perusahaan telah mengidentifikasi area operasional           The Company has identified operational areas with
dengan tingkat risiko korupsi yang signifikan, antara        significant corruption risks, including procurement
lain pengadaan barang dan jasa, pembebasan                   of goods and services, land acquisition, licensing
lahan, pengurusan perizinan, pengelolaan kas dan             procedures, cash management and equivalents,
setaranya, pengelolaan aset dan persediaan, proses           asset and inventory management, claims processing,
klaim, penerimaan gratifikasi, serta aktivitas lain yang     acceptance of gratifications, and other activities that
berpotensi menimbulkan benturan kepentingan. Risiko-         may give rise to conflicts of interest. Recognizing
risiko tersebut dapat berdampak pada integritas dan          the potential impact of these risks on the Company’s
reputasi Perusahaan, sehingga ABM menerapkan                 integrity and reputation, ABM implements stringent
pengendalian dan tata kelola yang ketat di seluruh           controls and governance throughout all business
proses bisnis. [GRI 205-1] [POJK E.1]                        processes. [GRI 205-1] [POJK E.1]

Pada tahun 2025, seluruh unit bisnis ABM baik kantor         By 2025, all ABM business units, including the head
pusat maupun anak perusahaan telah menjalani                 office and subsidiaries, have conducted comprehensive
penilaian risiko korupsi, sehingga 100% operasi              corruption risk assessments, ensuring that 100% of the
Perseroan tercakup dalam proses evaluasi risiko.             company’s operations are encompassed within the risk
Penilaian dilakukan melalui risk assessment tahunan          evaluation process. These assessments are conducted
yang terintegrasi dalam kerangka Enterprise Risk             through an annual risk assessment integrated into the
Management (ERM) dan diperkuat dengan pelaksanaan            Enterprise Risk Management (ERM) framework and
audit internal berbasis risiko secara berkala.               reinforced by periodic risk-based internal audits

Untuk memitigasi risiko yang teridentifikasi, ABM secara     To address and mitigate identified risks, ABM persistently
konsisten mengimplementasikan kebijakan anti-suap dan        enforces anti-bribery and anti-corruption policies
anti-korupsi melalui evaluasi rutin atas risiko korupsi di   through routine evaluations of corruption risks across
seluruh proses bisnis. Risiko tersebut diintegrasikan ke     all business processes. These risks are integrated into
dalam Enterprise Risk Management System Dashboard            the Enterprise Risk Management System Dashboard
dan dipantau serta dianalisis setiap bulan oleh Departemen   and monitored and analyzed on a monthly basis by the
Enterprise Risk Management, dengan penguatan                 Enterprise Risk Management Department. Oversight is
pengawasan melalui audit internal yang dilakukan setiap      reinforced through internal audits conducted quarterly
tiga bulan oleh Tim Internal Audit. [GRI 205-1]              by the Internal Audit Team. [GRI 205-1]

Sistem pengendalian internal ABM mengacu pada                ABM’s internal control system is based on the Committee
kerangka Committee on Sponsoring Organization of             of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission
the Treadway Commission (COSO) yang terdiri dari             (COSO) framework, which comprises five main components
lima komponen utama dan berlaku secara internasional,        and is internationally acknowledged. This system aims to
guna memastikan kegiatan operasional berjalan efektif,       ensure operational activities are effective, efficient, reliable,
efisien, andal, aman, serta patuh terhadap peraturan         secure, and in compliance with applicable regulations.
yang berlaku. Pengendalian utama mencakup pemisahan          Principal controls include the segregation of duties,




                                                                         2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                      S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                         171
Page 174
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




fungsi, penerapan SOP yang jelas, serta digitalisasi               implementation of clear SOP implementation, and the
proses keuangan dan bisnis untuk meningkatkan                      digitalization of financial and business processes to enhance
transparansi dan monitoring. [GRI 2-25] [GRI 2-26] [POJK E.1]      transparency and monitoring. [GRI 2-25] [GRI 2-26] [POJK E.1]

Sebagai bagian dari penguatan integritas, ABM                      In pursuit of strengthening integrity, ABM upholds
mempertahankan sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem                   the ISO 37001:2016 certification for the Anti-Bribery
Manajemen Anti Penyuapan di kantor pusat dan terus                 Management System at its head office. Additionally,
menjalankan Kebijakan serta Sistem Pusat Pengendalian              ABM continues to implement the Central Gratuity Control
Gratifikasi (PPG) yang telah diterapkan sejak 2024,                Policy and System (PPG), established in 2024, to ensure
guna memastikan seluruh penerimaan dan pelaporan                   all gratuity receipts and reports are duly documented
gratifikasi tercatat dan diawasi secara memadai.                   and supervised. Suppliers are also required to sign anti-
Pemasok juga diwajibkan menandatangani komitmen                    bribery and anti-fraud commitments and to adhere to
anti-suap serta tunduk pada klausul etika dalam kontrak.           ethical clauses stipulated in contracts.

Dalam mendukung efektivitas kebijakan tersebut,                    To support the effectiveness of these policies, ABM
ABM melaksanakan komunikasi dan pelatihan terkait                  conducts communication and training related to anti-
kebijakan serta prosedur anti-suap dan anti-korupsi,               bribery and anti-corruption policies and procedures,
termasuk sosialisasi berkala kepada karyawan, Dewan                including periodic socialization for employees, the Board
Komisaris, Direksi, pemasok, dan kontraktor. Pada                  of Commissioners, the Board of Directors, suppliers, and
tahun 2025, pelatihan wajib pencegahan korupsi dan                 contractors. In 2025, mandatory anti-corruption and anti-
suap telah diikuti oleh 100% anggota badan tata kelola,            bribery training was attended by 100% of governance
karyawan, dan mitra bisnis, sehingga seluruh partisipan            members, employees, and business partners, ensuring
memiliki pemahaman yang memadai terhadap kebijakan                 all participants possess a sufficient understanding of
dan prosedur yang berlaku. Departemen Internal Audit               the relevant policies and procedures. The Internal Audit
juga menyelenggarakan sesi penyegaran kesadaran                    Department also holds annual refresher sessions on anti-
anti-fraud setiap tahun bagi seluruh anggota Grup ABM.             fraud awareness for all members of the ABM Group.
[GRI 205-2]                                                        [GRI 205-2]


Untuk membangun budaya perusahaan yang                             To foster an integrity-driven corporate culture, ABM
berintegritas, ABM mendorong pemanfaatan aplikasi                  encourages the use of the Internal Audit Clinic (IA Clinic)
Internal Audit Clinic (IA Clinic) sebagai sarana konsultasi        application as a tool for consultation and reporting, which
dan pelaporan, yang dikomunikasikan secara rutin                   is regularly communicated through various internal
melalui berbagai media internal Perusahaan. Komitmen               media. This commitment is further reinforced through
ini diperkuat melalui penegasan berkelanjutan dari Direksi         continuous emphasis from the Board of Directors and
dan manajemen bahwa integritas merupakan prinsip yang              management, reaffirming that integrity is an inviolable
tidak dapat ditawar dalam seluruh aktivitas bisnis.                principle in all business activities.




                           Karyawan ABM telah menandatangani
                           pakta integritas sesuai dengan Kode
                           Etik dan Perilaku yang berlaku di


                                                                                 ISO
                           Perusahaan, sebagai pernyataan
                           kepatuhannya terhadap kebijakan etika

                                                                                 37001: 2016
                           & anti-korupsi, sekaligus mendukung
                           kebijakan Perusahaan.
                           ABM employees have declared their
                           compliance with the ethics & anti-                    ABM telah memperoleh sertifikasi
                           corruption policy by signing an integrity             Sistem Manajemen Anti Penyuapan

    100%
                           pact in accordance with the Company's
                                                                                 ABM has obtained Anti- Bribery
                           Code of Ethics and Conduct.
                                                                                 Management System certification




 172            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 175
Whistleblowing System                                          Whistleblowing System
(Sistem Pengaduan Pelanggaran)                                 (Violation Reporting System)
ABM memiliki mekanisme Whistleblowing System                   ABM has implemented a Whistleblowing System (WBS)
(WBS) yang memungkinkan karyawan dan pemangku                  mechanism that allows employees and stakeholders
kepentingan melaporkan dugaan pelanggaran etika                to report suspected ethical violations or corruption
atau korupsi secara aman tanpa risiko pembalasan.              securely, without fear of retaliation. The ABM Group
Grup ABM menyediakan berbagai kanal pelaporan,                 offers multiple reporting channels, including a dedicated
termasuk email khusus dan PO Box yang dioperasikan             email and a PO Box operated independently by the Audit
secara independen oleh Komite Audit selama 24/7,               Committee 24/7, as well as alternative channels through
serta jalur alternatif melalui atasan, HR, Legal,              supervisors, Human Resources, Legal, Compliance, or
Compliance, atau Internal Audit.                               Internal Audit.

Sepanjang 2025, ABM menerima sejumlah 33 laporan               Throughout 2025, ABM received a total of 33 reports
dugaan pelanggaran etika melalui mekanisme pengaduan           of suspected ethical violations through the available
yang tersedia. Seluruh laporan ditindaklanjuti melalui         grievance mechanism. All reports are followed up with
proses investigasi rahasia oleh Tim Internal Audit             confidential investigation processes conducted by the
sebagai bentuk respon, serta didukung penetapan                Internal Audit Team as a form of response, supported by
tindakan korektif dan langkah remediasi untuk mencegah         the implementation of corrective actions and remediation
terulangnya kejadian serupa. Untuk kasus yang kompleks,        steps to prevent similar incidents from recurring. For
Perusahaan dapat melibatkan ahli forensik eksternal,           complex cases, the Company may involve external
dan selama proses investigasi karyawan yang terlibat           forensic experts, and during the investigation, involved
dapat dikenakan penonaktifan sementara guna menjaga            employees may be placed on temporary administrative
integritas proses.                                             leave to maintain the integrity of the process.

Apabila dugaan terbukti, ABM menjatuhkan sanksi sesuai         If the suspicion is proven, ABM imposes sanctions in
Peraturan Perusahaan dan tingkat pelanggaran, mulai            accordance with the Company Regulations and the
dari teguran tertulis hingga pemutusan hubungan kerja.         severity of the violation, which may vary from written
Dalam hal terdapat pelanggaran terhadap peraturan              warnings to termination of employment. In cases of
perundang-undangan, Perusahaan menyampaikan                    violations of laws and regulations, the Company reports
laporan kepada otoritas yang berwenang, termasuk OJK           these to the relevant authorities, including OJK and the
dan Bursa Efek Indonesia, sebagai bagian dari komitmen         Indonesia Stock Exchange, as part of our compliance.
kepatuhan. Hasil penanganan kasus, dengan tetap                The outcomes of case handling, while maintaining
menjaga kerahasiaan, dapat dikomunikasikan sebagai             confidentiality, may be shared as lessons learned to
pembelajaran untuk memperkuat budaya tanpa toleransi           reinforce a culture of zero tolerance for corruption.
terhadap korupsi.

ABM menerapkan kebijakan non-retaliasi dan memastikan          ABM implements a non-retaliation policy and guarantees
setiap pelapor yang menyampaikan laporan dengan                protection for any whistleblower acting in good faith.
itikad baik memperoleh perlindungan. Informasi                 Information regarding the Whistleblowing System (WBS)
mengenai mekanisme Whistleblowing System (WBS)                 mechanism is continuously communicated through
dikomunikasikan secara berkelanjutan melalui pelatihan,        training, new employee orientations, and various internal
orientasi karyawan baru, dan berbagai media internal.          media.




                                               Jumlah Keluhan tahun 2025
                                                Total of Complaints in 2025                                       Jumlah
             Media                                                                                                 Total
                                    Terselesaikan                 Tidak Terselesaikan
                                      Resolved                        Unfinished
Email                                     32                                  1                                       33
Surat | Letter                            -                                   -                                           -




                                                                          2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                              173
Page 176
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




1 74            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 177
ABM Meraih IICD Award 2025                               ABM Receives the IICD Award 2025
untuk Praktik GCG Unggul                                 for Excellence in GCG Practices
Pada tahun 2025, ABM meraih IICD Award 2025 dalam        In 2025, ABM was honored with the IICD Award 2025
kategori Best Financial Sector (Mid Cap) pada ajang      in the Best Financial Sector (Mid Cap) category at the
“The 16th IICD Corporate Governance Conference and       ‘16th IICD Corporate Governance Conference and
Award: Building Resilience through Good Governance       Award: Building Resilience through Good Governance
– Thriving in Turbulent Times” yang diselenggarakan      – Thriving in Turbulent Times,” organized by the
oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship     Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
(IICD). Penghargaan ini diberikan kepada emiten yang     This award is given to issuers that consistently
dinilai konsisten menerapkan praktik Good Corporate      implement Good Corporate Governance (GCG)
Governance (GCG) serta tidak terlibat dalam kasus        practices and are not associated with any significant
serius yang bertentangan dengan prinsip tata kelola.     violations conflicting with governance principles.

Pencapaian tersebut mencerminkan pengakuan               This achievement reflects recognition of ABM’s
atas penguatan tata kelola ABM, termasuk peran           strengthened governance, including the role of the
Corporate Secretary dalam memastikan efektivitas         Corporate Secretary in ensuring the efficacy of the
Whistleblowing System (WBS), penerapan Sistem            Whistleblowing System (WBS), the implementation
Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001, serta penguatan      of the ISO 37001 Anti-Bribery Management System,
ABM Investment System sebagai bagian dari kerangka       and the improvement of the ABM Investment System
pengambilan keputusan yang transparan, akuntabel,        as part of a transparent, accountable, and integrity-
dan berintegritas.                                       oriented decision-making framework.

Penilaian dilakukan terhadap 200 emiten dengan           The assessment was conducted on 200 issuers with
kapitalisasi pasar terbesar dan menengah di Bursa Efek   the largest and mid-sized market capitalizations on the
Indonesia menggunakan metodologi ASEAN Corporate         Indonesia Stock Exchange, using the ASEAN Corporate
Governance Scorecard, yang mencakup aspek hak            Governance Scorecard methodology, which covers
pemegang saham, peran pemangku kepentingan,              shareholder rights, stakeholder roles, disclosure and
pengungkapan dan transparansi, serta tanggung            transparency, and board responsibilities. This award
jawab Dewan. Penghargaan ini semakin memperkuat          further underscores ABM’s commitment to continuously
komitmen ABM untuk terus meningkatkan kualitas tata      improving governance quality and the development of
kelola dan membangun ketahanan perusahaan secara         sustainable corporate resilience.
berkelanjutan.




                                                                   2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                175
Page 178
       Governansi dan Ekonomi
       Governance and Economy




Komitmen dan Pendekatan ABM dalam                             Commitment and ABM Approach
Remediasi Dampak Negatif [GRI 2-25]                           in Remediating Negative Impacts [GRI 2-25]
ABM berkomitmen untuk mengelola dan meremediasi setiap        ABM is committed to managing and remediating any
dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kegiatan         potential negative impacts caused by the Company’s
operasional Perusahaan. Komitmen ini mencerminkan             operational activities. This commitment reflects
prinsip tata kelola yang bertanggung jawab, perlindungan      responsible governance, emphasizes stakeholder
terhadap pemangku kepentingan, serta integrasi nilai-nilai    protection, and the integration of sustainability values
keberlanjutan dalam seluruh proses bisnis.                    into all business processes.

Dengan demikian, ABM secara efektif mengelola risiko          Therefore, ABM effectively manages risks and ensures
dan memastikan bahwa praktik bisnisnya berjalan               that its business practices align with sustainability
selaras dengan nilai keberlanjutan serta kepentingan          values and the interests of all stakeholders. Presented
semua pihak terkait. Berikut adalah pendekatan-               below are ABM’s approaches and remediation steps to
pendekatan ABM dan langkah-langkah remediasi                  reduce these negative impacts.
untuk mengurangi dampak negatif tersebut.


Identifikasi Dampak Negatif dan                               Identify Negative Impacts and
Langkah Remediasi                                             Remediation Steps

ABM mengidentifikasi tingkat dan sifat dampak negatif,        ABM identifies the extent and characteristics of negative
mengembangkan langkah-langkah remediasi, dan                  impacts, develops remedial measures, and implements
mengimplementasikannya. Proses identifikasi dilakukan         them. The identification process is conducted through
melalui risk assessment berkala, audit internal, serta        routine risk assessments, internal audits, and incident
pelaporan insiden dari unit operasional. Apabila Perusahaan   reports from operational units. Should the Company
diidentifikasi sebagai penyebab atau kontributor dampak       be identified as the source or contributor to negative
negatif, ABM wajib melakukan tindakan pemulihan yang          impacts, ABM is required to take appropriate recovery
proporsional, termasuk pemulihan lingkungan, koreksi          actions, including environmental restoration, operational
operasional, atau kompensasi sesuai kebutuhan. Analisis       corrections, or compensation as needed. Root cause
akar penyebab dilakukan untuk memastikan penguatan            analysis is conducted to ensure strengthened controls,
pengendalian, pembaruan kebijakan, serta pelaksanaan          updated policies, and provide additional training to
pelatihan tambahan guna mencegah terulangnya dampak           prevent the recurrence of similar impacts.
serupa.


Mekanisme Pengaduan                                           Complaint Mechanism
ABM telah menetapkan mekanisme pengaduan untuk                ABM has established a complaints mechanism to identify
mengidentifikasi dan menangani setiap keluhan                 and resolve grievances submitted by stakeholders,
yang disampaikan oleh para pemangku kepentingan,              including employees, suppliers, customers, and the
termasuk karyawan, pemasok, pelanggan, dan                    community. In its implementation, ABM also allocates
masyarakat. Dalam penerapannya, ABM juga                      particular attention to vulnerable stakeholders, such as
memberikan perhatian khusus kepada pemangku                   groups at risk of discrimination or violence, including
kepentingan rentan, yaitu kelompok masyarakat yang            persons with disabilities, women, and minority ethnic
berisiko mengalami diskriminasi atau kekerasan seperti        groups, as well as communities living below the poverty
penyandang disabilitas, perempuan, dan kelompok               line in ABM’s operational areas.
etnis minoritas, serta masyarakat yang hidup di bawah
garis kemiskinan di wilayah operasional ABM.

Sebagai bagian dari mekanisme tersebut, ABM                   As part of this mechanism, ABM provides a Whistleblowing
menyediakan saluran Whistleblowing yang dapat diakses         channel accessible to the general public. The Company’s
oleh masyarakat luas. Pendekatan Perusahaan dalam             approach to managing complaints involves regular
mengelola pengaduan dilakukan melalui pelibatan               stakeholder engagement, providing multiple channels
pemangku kepentingan secara berkala, penyediaan               for submitting grievances, and conducting review,
berbagai kanal penyampaian keluhan, serta proses              investigation, and follow-up processes that are conducted
penelaahan, investigasi, dan tindak lanjut yang               promptly and efficiently.
dilaksanakan secara tepat waktu dan efektif.



 176            S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 179
ABM memastikan bahwa seluruh mekanisme pengaduan          ABM guarantees that all complaint mechanisms are
dirancang agar mudah diakses, memungkinkan pelaporan      designed to be easily accessible, allow for anonymous
secara anonim, serta memberikan perlindungan kepada       reporting, and provide protection to complainants
pelapor dari segala bentuk tindakan pembalasan,           against any form of retaliation, thereby fostering a safe,
sehingga mendorong terciptanya lingkungan yang aman,      transparent, and integrity-driven environment.
transparan, dan berintegritas.

Sepanjang 2025, ABM mencatat bahwa tidak terdapat         Throughout 2025, ABM recorded no significant
pengaduan masyarakat terkait dampak operasional           community complaints related to environmental impacts
lingkungan hidup yang memerlukan tindak lanjut            requiring substantial follow-up. [SEOJK F.24]
signifikan. [SEOJK F.24]


Proses Remediasi Tambahan                                 Additional Remediation Process
Selain mekanisme pengaduan, ABM telah menetapkan          Along with the complaint mechanism, ABM has
berbagai proses lain untuk memberikan remediasi           established various other processes to provide
atas dampak negatif yang diidentifikasi sebagai akibat    remediation for the negative impacts identified or
atau kontribusinya. Ini mencakup sistem manajemen         caused by our operations. These include environmental
lingkungan, kebijakan kesehatan dan keselamatan, serta    management systems, health and safety policies, and
program tanggung jawab sosial untuk meningkatkan          social responsibility programs aimed at improving
kualitas hidup masyarakat di wilayah operasi. Dalam       the quality of communities in the operational area.
kondisi tertentu, ABM bekerja sama dengan pemerintah      Under certain conditions, ABM collaborates with local
daerah, komunitas lokal, dan mitra eksternal lainnya      governments, community members, and external
untuk memastikan proses remediasi dilaksanakan            partners to ensure that remediation processes are
secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan.              conducted efficiently, inclusively, and sustainably.


Keterlibatan Pemangku Kepentingan                         Stakeholder Engagement
Untuk   memahami       kebutuhan    dan     preferensi    To comprehend the needs and preferences of
pemangku kepentingan, ABM mengumpulkan umpan              stakeholders, ABM collects feedback regarding the
balik mengenai efektivitas mekanisme pengaduan.           effectiveness of the complaint mechanism. Primary users
Pemangku kepentingan yang menjadi pengguna                of the mechanism (such as employees, contractors, and
utama mekanisme (misalnya karyawan, kontraktor, dan       local communities) are involved in the evaluation and
masyarakat sekitar) dilibatkan dalam proses evaluasi      improvement process through consultations, dialogue
dan perbaikan sistem melalui konsultasi, forum dialog,    forums, and satisfaction surveys. Their input serves
dan survei kepuasan. Masukan mereka menjadi dasar         as the basis for improving the design, operations, and
peningkatan desain, operasional, dan akuntabilitas        accountability of the complaint mechanism.
mekanisme pengaduan.


Pemantauan Efektivitas                                    Monitoring the Effectiveness of
Remediasi                                                 Remediation
ABM melacak efektivitas mekanisme pengaduan dan           ABM oversees the effectiveness of complaint mechanisms
proses remediasi lainnya dengan memantau indikator        and other remediation processes by monitoring key
utama, seperti jumlah dan sifat pengaduan, serta          indicators, such as the quantity and characteristics of
waktu penyelesaiannya. Perusahaan juga melakukan          complaints, as well as the duration required for their
survei dan konsultasi pemangku kepentingan secara         resolution. The company also conducts periodic stakeholder
berkala untuk mengumpulkan umpan balik mengenai           surveys and consultations to collect feedback regarding the
efektivitas mekanisme dan prosesnya.                      effectiveness of these mechanisms and processes.

Selain itu, ABM juga melakukan evaluasi tahunan untuk     Additionally, ABM conducts an annual evaluation to
menilai apakah proses remediasi benar-benar mencegah      assess whether the remediation process truly prevents
terulangnya dampak negatif dan meningkatkan kualitas      the recurrence of adverse impacts and improves
tata kelola. Hasil evaluasi digunakan untuk memperbarui   governance quality. The outcomes of this evaluation
kebijakan, meningkatkan kapasitas internal, dan           are used to update policies, bolster internal capacity,
memperkuat sistem pengendalian.                           and reinforce the control system.


                                                                     2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  177
Page 180
        Governansi dan Ekonomi
        Governance and Economy




Mekanisme untuk Mencari Nasihat                             Mechanism for Seeking Advice
dan Mengemukakan Masalah                                    and Expressing Problems
[GRI 2-26] [SEOJK E.3]                                      [GRI 2-26] [SEOJK E.3]

ABM menyediakan mekanisme yang memungkinkan                 ABM provides a mechanism that allows individuals,
individu, baik karyawan maupun pihak eksternal,             both employees and external parties, to seek advice
untuk mencari nasihat mengenai kebijakan dan praktik        regarding the company’s policies and practices related
Perusahaan terkait responsible business conduct.            to responsible business conduct. This channel includes
Saluran ini mencakup fungsi Compliance dan unit             the Compliance function and the Governance unit,
Governance yang dapat memberikan panduan terkait            which are responsible for providing counsel on policy
penerapan kebijakan, standar etika, dan ketentuan           implementation, ethical standards, and operational
operasional.                                                provisions.

Selain untuk memperoleh nasihat, mekanisme ini              Besides seeking advice, this mechanism also allows
juga memungkinkan individu untuk menyampaikan               individuals to raise concerns regarding the company’s
kekhawatiran mengenai perilaku bisnis perusahaan,           business conduct, whether related to integrity, ethics,
baik terkait integritas, etika, keamanan kerja, maupun      workplace safety, or other potential violations.
potensi pelanggaran lainnya.

Whistleblowing System (WBS) ABM berfungsi sebagai           ABM’s Whistleblowing System (WBS) functions as the
kanal utama untuk menyampaikan kekhawatiran                 main channel for reporting concerns and is designed to
tersebut dan dirancang untuk menjamin kerahasiaan           ensure the confidentiality of the reporter’s identity while
identitas pelapor serta memberikan perlindungan dari        offering protection against retaliation. All reports are
tindakan balasan. Seluruh laporan ditangani dengan          handled through an independent investigation process
proses investigasi yang independen untuk memastikan         to ensure objectivity and fairness.
objektivitas dan keadilan.

Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme WBS dan           Additional details regarding the WBS mechanism and
kebijakan terkait disampaikan dalam Laporan Tahunan         related policies are provided in ABM’s Annual Report
ABM serta tersedia secara publik di:                        and are publicly accessible at:
https://www.abm-investama.com/menu/30/                      https://www.abm-investama.com/menu/30/
whistleblowing-system-wbs                                   whistleblowing-system-wbs


Implementasi Tindakan Korektif atas                         Implementation of Corrective Actions
Insiden Korupsi dan Suap                                    for Incidents of Corruption and Bribery
[GRI 205-3]                                                 [GRI 205-3]


Untuk menyelesaikan insiden pelanggaran yang                To resolve the documented violation incident outlined
terdokumentasi di atas dan berdasarkan hasil                above and in accordance with the findings of the
investigasi, ABM memberikan sanksi pemutusan                investigation, ABM imposes sanctions which may
hubungan kerja atau hukuman terhadap karyawan               include termination of employment or penalties such
berupa pengakhiran atau tidak diperbaharui kontrak          as contract termination or non-renewal with business
dengan mitra bisnis. Seluruh insiden yang terbukti          partners. All confirmed incidents have been addressed
tersebut telah ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang        in accordance with applicable regulations, including
berlaku, termasuk penghentian hubungan kerja                termination of employment for the employees involved
dengan karyawan terkait serta tidak diperpanjangnya         and non-renewal of contracts with the related business
kerja sama dengan mitra bisnis yang terlibat.               partners.



                                                 32                                  1
 2025


                                                 kasus (96,9 %) telah                kasus (3,1%) sedang dalam
                                                 selesai ditindaklanjuti;            proses pemeriksaan.
                                                 cases (96,9%) have                  cases (3,1 %) are currently in the
                                                 completed follow-up;                process of being investigated.




 178             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 181
2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                           179
Page 182
        Ekonomi
        Economic




Ekonomi
Economic




  180              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 183
Ekonomi
Economy




Pendekatan Manajemen Untuk Kinerja                        Management Approach For Economic
Ekonomi                                                   Performance
Selain berfokus pada isu keberlanjutan, profitabilitas    In addition to focusing on sustainability issues,
merupakan elemen penting bagi ABM untuk                   profitability is an important element for ABM in
mendistribusikan nilai ekonomi kepada seluruh             distributing economic value to all stakeholders. By
pemangku kepentingan. Pada 2025, ABM mencatat             2025, ABM achieved positive operational and financial
kinerja operasional dan keuangan yang positif,            performance despite the increasingly complex dynamics
meskipun berada di tengah dinamika industri               in the mining and energy industries. Throughout 2025,
pertambangan dan energi yang semakin kompleks.            the Company consistently demonstrated our ability to
Sepanjang 2025, perusahaan tetap menunjukkan              generate revenue and profit that benefit all stakeholders
kemampuan menghasilkan pendapatan dan laba                through tax payments, employee remuneration and
yang memberikan manfaat bagi seluruh pemangku             facilities, dividend distributions, debt repayments,
kepentingan, melalui pembayaran pajak, pemberian          and investments in community and environmental
remunerasi dan fasilitas bagi seluruh karyawan,           development.
pembagian dividen, pembayaran utang, serta realisasi
dana pengembangan masyarakat dan lingkungan.

Dalam menghadapi tantangan industri untuk menjaga         In facing industry challenges to maintain economic
stabilitas kinerja ekonomi, ABM menerapkan peta           performance stability, ABM has implemented a
jalan strategis yang disusun secara komprehensif dan      comprehensive strategic roadmap that is closely
diawasi secara ketat oleh Direksi, baik di tingkat anak   monitored by the Board of Directors, at both the
perusahaan maupun kantor pusat.                           subsidiary level and the head office.

Pengawasan dilakukan melalui peninjauan rutin pada        Monitoring is conducted through regular reviews at
setiap lini kerja dan memastikan seluruh inisiatif        every work line to ensure all initiatives progress in
berjalan sesuai rencana. Dewan Komisaris turut            accordance with established plans. The Board of
menjalankan fungsi pengawasan sebagai perwakilan          Commissioners also performs oversight functions as
pemegang saham melalui evaluasi berkala atas              representatives of the shareholders by periodically
laporan manajemen dan memastikan arah strategis           evaluating management reports and ensuring the
Perusahaan diimplementasikan dengan efektif.              effective implementation of the company’s strategic
                                                          directives.

                                                                    2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  181
Page 184
       Ekonomi
       Economic




Pemantauan kinerja ekonomi dilakukan melalui indikator         The monitoring of economic performance is carried
profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas, serta didukung   out using indicators such as profitability, liquidity, and
oleh pengelolaan risiko yang bersifat proaktif. Setiap         solvency, supported by proactive risk management.
potensi risiko diidentifikasi secara sistematis dan            Each potential risk is systematically identified and
dilengkapi dengan rencana mitigasi di masing-masing            accompanied by mitigation plans at each subsidiary.
anak perusahaan. Salah satu risiko utama yang menjadi          One of the main risks of concern is the impact of
perhatian adalah dampak perubahan iklim, yang dikelola         climate change, which is managed through structured
melalui strategi mitigasi yang terstruktur dan terintegrasi.   and integrated mitigation strategies.

Secara umum, prinsip ini diwujudkan dalam kebijakan            In general, this principle is realized through policies and
dan implementasi yang terkait dengan aspek-aspek di            implementations related to the following aspects:
bawah ini:

A. Penciptaan dan Distribusi Nilai Ekonomi yang                A. Creation and Distribution of Responsible
   Bertanggung Jawab                                              Economic Value
• Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan                   • Direct Economic Value Generated and Distributed
   Didistribusikan                                                ABM ensures that the creation and distribution
   ABM memastikan penciptaan dan distribusi nilai                 of economic value are conducted fairly among
   ekonomi dilakukan secara seimbang kepada                       shareholders,    employees,   the  government,
   pemegang saham, karyawan, pemerintah, kreditur,                creditors, and the community through prudent
   dan masyarakat melalui kebijakan keuangan                      financial policies and transparent performance
   yang prudent serta pengungkapan kinerja secara                 disclosures.
   transparan.
• Perbandingan Kinerja Ekonomi                                 •   Economic Performance Comparison
   ABM melakukan pemantauan dan evaluasi atas                      ABM monitors and evaluates economic performance
   kinerja ekonomi antarperiode sebagai dasar                      over time as a basis for setting strategies and
   penetapan strategi, target, dan pengambilan                     targets and making business decisions.
   keputusan bisnis.
• Transparansi Perpajakan                                      •   Tax Transparency
   ABM menerapkan tata kelola perpajakan yang                      ABM implements transparent and compliant tax
   transparan dan patuh, mencakup pengelolaan risiko               governance, including tax risk management,
   pajak, kepatuhan di seluruh yurisdiksi perpajakan,              compliance across all tax jurisdictions, and
   serta keterlibatan pemangku kepentingan dalam                   stakeholder engagement on tax-related matters.
   aspek perpajakan.
• Bantuan Finansial yang Diterima dari Pemerintah              •  Financial Assistance Received from the
                                                                  Government
   ABM memastikan setiap bantuan atau insentif                    ABM ensures that any government assistance or
   dari pemerintah dikelola dan diungkapkan secara                incentives are managed and disclosed responsibly
   akuntabel sesuai dengan ketentuan yang berlaku.                in accordance with applicable regulations.
• Pencegahan Tindak Antipersaingan                             • Prevention of Anti-Competitive Practices
   ABM menerapkan kebijakan kepatuhan terhadap                    ABM applies compliance policies aligned with
   hukum persaingan usaha serta mencegah praktik                  competition laws and actively prevents anti-
   antipersaingan dan anti-trust dalam seluruh                    competitive and anti-trust practices across all
   aktivitas bisnis.                                              business activities.
B. Di Seluruh Tingkat Manajemen                                B. Across All Management Levels
• Praktik Pengadaan                                            • Procurement Practices
   ABM menerapkan sistem pengadaan yang                           ABM implements a standardized procurement system
   terstandarisasi di seluruh entitas, mencakup                   across all entities, covering key components such as
   komponen utama sistem pengadaan, seleksi                       procurement system elements, supplier selection and
   dan evaluasi pemasok, pengelolaan kontrak dan                  evaluation, contract management and compliance,
   kepatuhan, kepatuhan terhadap Sistem Manajemen                 adherence to the Anti-Bribery Management System,
   Anti Penyuapan, serta prioritas dan pemantauan                 and the prioritization and monitoring of the proportion
   proporsi belanja kepada pemasok lokal.                         of spending with local suppliers.
• Privasi Data                                                 • Data Privacy
   ABM memastikan perlindungan data pribadi dan                   ABM ensures the protection of personal data and
   informasi Perusahaan melalui penerapan kebijakan,              company information through the implementation
   pengendalian akses, serta pengamanan sistem                    of policies, access controls, and information
   informasi.                                                     system security measures.

 182              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 185
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
dan Didistribusikan                            [GRI 201-1]

Direct Economic Value Generated and Distributed

Kinerja operasional yang stabil membantu ABM untuk                Stable operational performance helps ABM maintain our
mempertahankan misinya dalam memberikan manfaat                   mission to deliver optimal benefits to all stakeholders.
optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Distribusi             The distribution of economic value includes salaries and
nilai ekonomi mencakup pembayaran gaji dan                        welfare payments, tax contributions to the government,
kesejahteraan, kontribusi pajak kepada pemerintah,                dividend distributions, and funding for social and
pembagian dividen, serta pendanaan program sosial                 environmental programs that support communities and
dan lingkungan yang mendukung komunitas dan                       sustainability.
keberlanjutan

Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan dan Didistribusikan [GRI 201-1]
Direct Economic Value Generated and Distributed

Deskripsi
                                                                         2023                 2024                          2025
Description
A. Nilai Ekonomi yang Dihasilkan (US$)
Economic Value Generated (USD)
Pendapatan Bersih
                                                                      1.492.998.856         1.200.132.454                 1.038.170.254
Net Revenue
Pendapatan Lainnya
                                                                          47.753.670             34.173.237                 24.620.012
Other Income
Bagian Laba Entitas Asosiasi - Neto
                                                                        143.996.935             151.375.901                 84.677.694
Share of Profit of Associates - Net
Pendapatan Dividen
                                                                         25.000.000                  831.453                    129.014
Dividend Income
Pendapatan Keuangan - Neto
                                                                           4.812.848              4.558.293                   4.254.012
Finance Income – Net
Jumlah Ekonomi yang Dihasilkan
                                                                       1.714.562.309         1.391.071.338                1.151.850.986
Total Economic Value Generated
B. Nilai Ekonomi yang Didistribusikan (US$)
Economic Value Distributed (USD)
Beban Pokok Pendapatan
                                                                      (1.100.952.827)    (1.068.940.836)                  (934.491.492)
Cost of Revenue
Beban Penjualan Umum, Administrasi (termasuk Gaji dan
Kesejahteraan Karyawan*)
                                                                       (110.370.850)          (56.891.458)                  (56.197.184)
Selling, General and Administrative Expenses Including Employee
Salaries and Benefits
Beban Lainnya
                                                                        (23.801.736)               (613.889)                (4.373.812)
Other Expenses
Biaya Keuangan
                                                                        (106.107.407)       (109.803.082)                  (76.554.485)
Financial Charges
Beban Pajak Final
                                                                         (1.838.566)             (1.081.457)                  (929.122)
Final Tax Expenses
Beban Pajak Penghasilan
                                                                        (55.867.030)          (14.398.767)                  (4.421.458)
Income Tax Expenses - Net
Pos yang Akan Direklasifikasi ke Laba Rugi:
Selisih Kurs dari Penjabaran Laporan Keuangan
                                                                           3.449.191            (8.309.335)                 (9.045.245)
Items that will be Reclassified to Profit or Loss: Exchange
Differences from Translation of Financial Statements
Perubahan Nilai Wajar Investasi pada Saham**
                                                                         (6.687.959)               1.231.226                 (3.668.141)
Changes in the Fair Value of Investments in Shares**
Pos yang Akan Direklasifikasi Ke Laba Rugi:
Pengukuran Kembali atas Program Imbalan Pasti
                                                                          (1.965.162)               206.424                   (503.133)
Items that will be Reclassified to Profit or Loss:
Remeasurement of Defined Benefit Plan


                                                                            2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                        S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                   183
Page 186
       Ekonomi
       Economic




Deskripsi
                                                                 2023              2024             2025
Description
Pembayaran Dividen
                                                                 (97.100.000)     (50.000.025)    (25.000.000)
Dividend Payments
Jumlah Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
                                                              (1.494.554.387)   (1.309.832.425)   (1.115.184.072)
Total Economic Value Distributed
Jumlah Nilai Ekonomi Ditahan (US$)
Total Economic Value Retained (USD)
Nilai Ekonomi yang Dihasilkan Dikurangi Nilai Ekonomi yang
Didistribusikan                                                  220.007.922        81.238.913       36.666.914
Economic Value Generated Less Economic Value Distributed
Catatan | Note
*) Biaya community investment termasuk dalam bagian ini
    Community investment costs are included in this section
**) Penurunan nilai investasi di proyek MHU
    Decrease in investment value on MHU project




184               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 187
Perbandingan Kinerja Ekonomi                                      [SEOJK F.2]

Comparison of Economic Performance


Pada tahun 2025, ABM memandang pencapaian kinerja            In 2025, ABM views economic performance as
ekonomi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari           integral to its long-term sustainability strategy.
strategi keberlanjutan jangka panjang. Pertumbuhan           Business growth is pursued by focusing on achieving
usaha dilakukan dengan mengacu pada pencapaian               production targets, improving revenue performance,
target produksi, kinerja pendapatan, serta laba              and boosting profits, all aligned with principles of sound
Perseroan yang selaras dengan prinsip tata kelola            corporate governance and commitments to social
perusahaan yang baik dan komitmen terhadap aspek             and environmental responsibilities. Each increase in
sosial dan lingkungan. Setiap peningkatan kinerja            operational performance is prudently balanced with
operasional diimbangi dengan upaya pengelolaan               efforts to manage environmental and social impacts
dampak lingkungan dan sosial di wilayah operasional          within operational areas to ensure the sustainability of
untuk memastikan keberlanjutan nilai ekonomi yang            the economic value generated.
dihasilkan.

Sejalan    dengan     praktik   pengelolaan  kinerja         In line with corporate performance management
perusahaan, ABM melakukan evaluasi kinerja ekonomi           practices, ABM evaluates its economic performance
melalui perbandingan antara target yang telah                by comparing predetermined targets with actual
ditetapkan dengan realisasi produksi, pendapatan,            production, revenue, and profit realizations. The results
dan laba. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar              of this evaluation serve as a basis for management
bagi manajemen dalam menilai efektivitas strategi            to assess the effectiveness of business strategies,
bisnis, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta            identify opportunities for improvement, and ensure the
memastikan bahwa kinerja ekonomi yang dicapai tetap          sustainability of the achieved economic performance.
berkelanjutan. Rincian kinerja keuangan dan analisis         Details regarding financial performance and additional
lebih lanjut disajikan dalam Laporan Tahunan ABM             analyses are provided in ABM’s Annual Report within
pada bagian Management Discussion and Analysis.              the Management Discussion and Analysis section.




    Pengelolaan Dampak Iklim
    Dampak iklim turut membuat ABM bersiaga untuk menangani risiko lingkungan hidup yang dapat
    berpengaruh pada bisnis. Curah hujan tinggi di CK menghambat kegiatan tambang. Pada 2025, lokasi
    TIA dan BMB terdampak banjir, sehingga memicu proses klaim asuransi. Kombinasi faktor-faktor tersebut
    berdampak pada penurunan produksi dan penjualan selama periode pelaporan.

    Climate Impact Management
    Climate impacts further necessitate that ABM remain vigilant in managing environmental risks that could
    potentially influence the business. Heavy rainfall in CK disrupts mining activities. In 2025, the TIA and BMB
    sites are impacted by flooding, triggering insurance claim processes. These combined factors lead to a
    decline in both production and sales during the reporting period.




                                                                       2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                   S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                     185
Page 188
       Ekonomi
       Economic




Transparansi Perpajakan
Tax Transparency

Komitmen ABM terhadap transparansi perpajakan              ABM’s dedication to tax transparency is demonstrated
tidak hanya diwujudkan melalui pemenuhan kewajiban         not only by fulfilling tax obligations but also through
pajak, tetapi juga melalui kontribusi kepada negara        contributions to the state in the form of Non-Tax State
dalam bentuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP),         Revenue (PNBP), the implementation of Domestic
pelaksanaan Domestic Market Obligation (DMO),              Market Obligation (DMO), and royalty payments. All
serta pembayaran royalti. Seluruh kewajiban tersebut       these obligations are subject to monthly to ensure that
dipantau dan dievaluasi setiap bulan untuk memastikan      reporting and payments comply with tax regulations
pelaporan dan pembayaran telah sesuai dengan regulasi      and applicable provisions.
perpajakan dan ketentuan yang berlaku.

Tata Kelola Transparansi dan Risiko                        Tax Governance, Transparency, and
terkait Pajak [GRI 207-1 & 207-2]                          Risk Management [GRI 207-1 & 207-2]
Pengelolaan perpajakan ABM berada di bawah                 Tax management at ABM is under the responsibility
tanggung jawab Direktur Keuangan dengan dukungan           of the Finance Director, supported by senior officials
pejabat senior yang menangani fungsi perpajakan            responsible for tax functions across the ABM Group.
di seluruh Grup ABM. Pendekatan ini memastikan             This approach ensures compliance with relevant
kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang               tax regulations and strengthens tax governance. To
berlaku serta memperkuat integritas tata kelola pajak.     maintain credibility and transparency, ABM engages
Untuk menjaga kredibilitas dan transparansi, ABM           independent auditors for external audits, with testing
melibatkan auditor independen dalam audit eksternal,       results and opinions openly disclosed in the annual
dengan hasil pengujian dan opini yang diungkapkan          report.
secara terbuka melalui laporan tahunan.

ABM menerapkan pendekatan yang terstruktur dalam           ABM implements a structured approach to managing tax
mengelola risiko perpajakan, mencakup proses               risks, including the processes of identifying, managing,
identifikasi, pengelolaan, dan pemantauan risiko           and continuously monitoring of such risks. The tax
secara berkelanjutan. Strategi perpajakan ditinjau dan     strategy undergoes periodic review and approval by the
disetujui secara berkala oleh Direktur Keuangan, serta     Chief Financial Officer and is integrated into business
diintegrasikan ke dalam proses bisnis dan kebijakan        processes and internal policies to ensure alignment with
internal agar selaras dengan strategi Perusahaan dan       the Company’s strategy and commitment to sustainable
komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Isu           development. Notable tax issues, including compliance
perpajakan yang bersifat signifikan, termasuk risiko       risks and potential disputes, are vigilantly monitored and
kepatuhan dan potensi sengketa pajak, dipantau dan         evaluated through internal oversight mechanisms, such
dievaluasi melalui mekanisme pengawasan internal,          as the Audit Committee. These issues are subsequently
antara lain melalui Komite Audit. Isu-isu tersebut         escalated to the Board of Directors in accordance with
selanjutnya dieskalasikan kepada Direksi sesuai dengan     the Company’s governance policies.
ketentuan tata kelola Perusahaan yang berlaku.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, ABM             As part of strengthening governance, ABM provides an
menyediakan mekanisme pelaporan pelanggaran terkait        independent whistleblowing mechanism for reporting
perpajakan yang dikelola secara independen untuk           tax-related violations, ensuring confidentiality and
menjamin kerahasiaan dan penanganan laporan secara         transparent handling of reports. Tax compliance is
transparan. Evaluasi kepatuhan perpajakan dilakukan        evaluated through external audits, while the process
melalui audit eksternal, sementara proses penjaminan       of assurance over tax disclosures is detailed in the
atas pengungkapan pajak dijelaskan dalam laporan           annual report through references to audit reports and
tahunan melalui rujukan terhadap laporan audit dan opini   assurance opinions, as a form of accountability to
penjaminan, sebagai bentuk akuntabilitas kepada para       stakeholders.
pemangku kepentingan.




 186              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 189
US$ 6,33
Juta | Million
Total pajak yang dibayarkan
oleh ABM pada tahun 2025
The total taxes paid by ABM
in 2025


US$ 0,74
Juta | Million
Total royalti yang dibayarkan
oleh ABM pada tahun 2025
The total royalties paid by
ABM in 2025




Keterlibatan Pemangku Kepentingan                       Stakeholder Involvement in Tax Aspects
dalam Aspek Pajak [GRI 207-3]                           [GRI 207-3]


Untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan, ABM            To improve tax compliance, ABM conducts tax
mengadakan sosialisasi perpajakan minimal satu kali     socialization sessions at least once a year with relevant
setiap tahun terhadap para pemangku kepentingan         stakeholders, particularly employees, contractors, and
terkait, terutama karyawan, kontraktor, dan pemasok.    suppliers. This socialization also involves collecting
Sosialisasi ini juga mencakup pengumpulan masukan       feedback from both internal and external stakeholders to
dari para pemangku kepentingan internal dan eksternal   ensure that the Company’s tax policies and governance
untuk memastikan kebijakan dan tata kelola perpajakan   align with relevant regulations.
Perusahaan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Yurisdiksi Perpajakan [GRI 207-4]                       Taxation Jurisdiction [GRI 207-4]
ABM menjalankan seluruh kegiatan operasional            ABM conducts all operational activities in accordance
sesuai dengan regulasi perpajakan di Indonesia yang     with Indonesian tax regulations mandated by the
ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian   Directorate General of Taxes of the Ministry of Finance,
Keuangan serta ketentuan dari Kementerian Energi dan    as well as the provisions of the Ministry of Energy and
Sumber Daya Mineral (ESDM). Seluruh pembayaran          Mineral Resources (ESDM). All tax payments, royalties,
pajak, royalti, dan kewajiban lainnya kepada negara     and other obligations owed to the state are properly
tercatat dalam Laporan Keuangan Konsolidasi             documented in the Company’s Consolidated Financial
Perusahaan, yang telah diaudit secara ketat oleh        Statements, which have undergone thoroughly audited
akuntan publik independen (Ernst & Young) untuk         by an independent public accountant (Ernst & Young)
tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.         for the fiscal year ending on 31 December 2025.




                                                                      2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 187
Page 190
       Ekonomi
       Economic




Bantuan Finansial
yang Diterima dari Pemerintah                                 [GRI 201-4]

Financial Assistance Received from the Government



Sepanjang tahun 2025, ABM tidak menerima bantuan          Throughout the year 2025, ABM did not receive any
atau insentif finansial dari pemerintah dalam bentuk      form of financial assistance or incentives from the
apa pun. Perusahaan tidak memperoleh keringanan           government. The Company did not obtain tax relief,
pajak, kredit pajak, subsidi, hibah investasi, maupun     tax credits, subsidies, investment grants, or research
hibah untuk penelitian dan pengembangan. Selain           and development grants. Additionally, ABM did not
itu, ABM tidak menerima fasilitas pembebasan royalti,     receive royalty exemption facilities, support from
bantuan dari lembaga kredit ekspor, maupun bentuk         export credit agencies, or other financial benefits from
manfaat finansial lainnya dari pemerintah untuk           the government to support the Company’s operational
mendukung kegiatan operasional Perusahaan.                activities.

Selama periode pelaporan, ABM juga tidak menerima         During the reporting period, ABM did not receive any
bentuk dukungan tidak langsung dari pemerintah,           form of indirect support from the government, such
seperti jaminan pemerintah, penyediaan infrastruktur      as guarantees, government-funded infrastructure, or
yang dibiayai pemerintah, atau akses eksklusif terhadap   exclusive access to public resources. The Company
sumber daya publik. Perusahaan menjalankan aktivitas      conducts our business activities independently, without
bisnis secara independen tanpa ketergantungan pada        reliance on government financial support.
dukungan finansial negara.

Selain itu, pada tahun yang sama, tidak terdapat          Furthermore, in the same year, there was no government
partisipasi pemerintah dalam struktur kepemilikan         participation in ABM’s share ownership structure. The
saham ABM. Perusahaan sepenuhnya dimiliki oleh            Company is fully owned by private parties and has no
pihak swasta dan tidak memiliki pemegang saham            shareholders that are government agencies or entities
yang merupakan badan pemerintah atau entitas yang         controlled by the government.
dikendalikan pemerintah.

Oleh karena itu, ABM dapat memastikan bahwa               Therefore, ABM affirms that all of the Company’s
seluruh operasional dan kinerja finansial Perusahaan      operations and financial performance are not depend
tidak bergantung pada bantuan pemerintah dan              on government assistance and reflect a sustainable,
mencerminkan keberlanjutan bisnis yang mandiri dan        independent, and integrity-driven business.
berintegritas.




 188              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 191
Pencegahan
Tindak Anti-Persaingan
Prevention of Anti-Competitive Practices



ABM menyadari bahwa sebagai perusahaan energi                   ABM acknowledges our position as an integrated
terintegrasi, Perusahaan memiliki peran strategis dalam         energy company, the Company plays a strategic role in
mendukung kebutuhan industri pertambangan melalui               facilitating the mining industry’s requirements through
layanan end-to-end one-stop mining solutions. Sejalan           end-to-end one-stop mining solutions. In alignment
dengan peran tersebut dan kontribusinya terhadap                with this role and its contribution to national energy
ketahanan energi nasional, ABM secara proaktif                  resilience, ABM actively fosters communication through
membangun komunikasi melalui diskusi dan dialog rutin           regular discussions and dialogues with stakeholders,
dengan para pemangku kepentingan, termasuk pelaku               including industry players, business associations,
industri, asosiasi bisnis, organisasi terkait, serta pemangku   related organizations, and policymakers. These forums
kebijakan. Forum-forum tersebut dimanfaatkan untuk              are utilized to examine business ethics, uphold the
membahas etika usaha, penerapan prinsip perdagangan             principles of fair trade, and to strengthen compliance
yang adil, serta penguatan kepatuhan terhadap seluruh           with all applicable laws and regulations.
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus Hukum Terkait Anti-Persaingan                             Legal Cases Concerning Anti-Competitive
dan Anti-Trust [GRI 206-1]                                      Practices and Anti-Trust [GRI 206-1]

ABM berkomitmen untuk menjalankan praktik bisnis yang           ABM is committed to conducting business practices
etis, berintegritas, serta patuh sepenuhnya terhadap            that uphold ethics, integrity, and full compliance with
regulasi persaingan usaha. Perusahaan senantiasa                competition regulations. The company consistently
mematuhi ketentuan mengenai praktik monopoli dan                adheres to provisions concerning monopoly practices
persaingan usaha tidak sehat sebagaimana diuraikan              and unfair competition as outlined in the Corporate
dalam Bab Tata Kelola Perusahaan pada Laporan Tahunan.          Governance chapter of the Annual Report.

Sebagai bagian dari kepatuhan hukum, ABM secara aktif           In adherence to legal compliance, ABM diligently
melaporkan aktivitas bisnis yang relevan kepada Otoritas        reports relevant business activities to the Financial
Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga berwenang lainnya.              Services Authority (OJK) and other authorized
Sepanjang tahun 2025, ABM tidak terlibat dalam kasus            agencies. Throughout 2025, ABM was not involved in
hukum yang berkaitan dengan praktik antipersaingan,             any legal cases related to anticompetitive practices,
anti-trust, maupun monopoli perdagangan di pengadilan           antitrust violations, or trade monopoly cases in the
Republik Indonesia. Kondisi ini mencerminkan komitmen           courts of the Republic of Indonesia. This reflects the
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha secara              Company’s commitment to conducting business fairly and
adil, transparan, dan mendukung terciptanya iklim               transparently and supporting the creation of a healthy,
persaingan yang sehat.                                          competitive environment.




                                                                          2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                     S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                       189
Page 192
       Ekonomi
       Economic




Praktik Pengadaan
Procurement Practices


ABM memahami bahwa tata kelola rantai pasok yang           ABM recognizes that effective supply chain governance
efektif merupakan fondasi penting bagi kelancaran          is a crucial foundation for the seamless operation of
operasional Perusahaan. Untuk itu, ABM menjaga             the Company. Consequently, ABM maintains close
komunikasi dan kolaborasi yang erat dengan seluruh         communication and collaboration with all suppliers of
penyedia barang dan jasa, sekaligus memprioritaskan        goods and services, with an emphasis on engaging
keterlibatan pemasok lokal guna menciptakan multiplier     local suppliers to generate a multiplier effect for the
effect bagi kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah    welfare of the communities around the operational
operasi.                                                   areas.

Untuk memastikan konsistensi, transparansi, dan            To ensure consistency, transparency, and efficiency,
efisiensi, ABM telah menetapkan kebijakan dan Standard     ABM has instituted policies and Standard Operating
Operating Procedures (SOP) yang berlaku bagi seluruh       Procedures (SOPs) applicable across all group entities.
entitas grup. Kebijakan ini mengatur seluruh proses        These policies oversee the entire procurement process,
pengadaan, mulai dari pendaftaran calon pemasok,           including supplier registration, selection, evaluation,
seleksi, evaluasi, hingga pengelolaan kontrak agar         and contract management, ensuring strict adherence
berjalan sesuai aturan dan standar Perusahaan.             to the Company’s regulations and standards.

Komponen Utama Sistem Pengadaan                            Main Components of the ABM
ABM [NDAQ G5]                                              Procurement System [NDAQ G5]
Untuk memastikan proses pengadaan berlangsung              To ensure transparency and accountability in the
transparan dan akuntabel, ABM menerapkan serangkaian       procurement process, ABM enforces a series of key
kriteria dan mekanisme utama yang menjadi dasar            criteria and mechanisms that underpin the Company’s
pengelolaan rantai pasok Perusahaan. Pendekatan ini        supply chain management. This approach is designed
dirancang untuk mendukung tata kelola perusahaan           to foster responsible corporate governance and ensure
yang bertanggung jawab serta memastikan integrasi          the integration of environmental, social, and business
aspek lingkungan, sosial, dan etika bisnis dalam seluruh   ethics considerations throughout the procurement
proses pengadaan.                                          process.

Seleksi dan Evaluasi Pemasok [GRI 308-1]                   Supplier Selection and Evaluation [GRI 308-
[GRI 308-2][GRI 414-1][GRI 414-2]                          1][GRI 308-2][GRI 414-1][GRI 414-2]


ABM menerapkan proses seleksi dan evaluasi                 ABM implements a structured and consistent supplier
pemasok yang terstruktur dan konsisten di seluruh unit     selection and evaluation process across all business
bisnis. Tahapan awal dimulai dengan registrasi calon       units. The initial stage begins with registering potential
pemasok yang mengacu pada ketentuan pemerintah             suppliers in accordance with government regulations
sesuai klasifikasi usaha berdasarkan KBLI, dilanjutkan     based on business classification according to KBLI,
dengan evaluasi teknis dan komersial yang dilakukan        followed by systematic technical and commercial
secara sistematis.                                         evaluations.

Kriteria penilaian pemasok mencakup aspek non-             The supplier assessment criteria encompass both non-
komersial dan komersial. Aspek non-komersial meliputi      commercial and commercial aspects. Non-commercial
kualitas, ketepatan waktu pengiriman, keselamatan          aspects cover quality, on-time delivery, occupational
dan kesehatan kerja, serta kepatuhan terhadap              health and safety standards, and compliance with
ketentuan lingkungan dan sosial. Sementara itu, aspek      environmental and social regulations. Conversely, the
komersial mencakup total biaya dan harga satuan dan        commercial aspects include total cost, unit price, and
metoda pembayaran.                                         payment terms.




 190              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 193
Dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang               In the pursuit of responsible corporate governance,
bertanggung jawab, ABM memastikan bahwa seluruh            ABM ensures that all suppliers, whether new or
pemasok, baik baru maupun eksisting, mematuhi              existing, comply with the Code of Ethics and the
Kode Etik dan Pakta Integritas Perusahaan yang             Company’s Integrity Pact, which reflect a commitment
mencerminkan komitmen terhadap standar lingkungan,         to environmental, social, and business ethics standards.
sosial, dan etika bisnis. Pendekatan ini bertujuan untuk   This approach seeks to motivate suppliers to actively
mendorong pemasok berperan aktif dalam mendukung           support ABM’s sustainable value chain.
rantai nilai ABM yang berkelanjutan.

Setiap pemasok, mitra kerja, atau kontraktor baru di       All new suppliers, partners, or contractors engaging
ABM dan anak perusahaan diwajibkan menandatangani          with ABM and its subsidiaries are mandated to sign an
Pakta Integritas. Selain itu Perjanjian Kemitraan, dan     Integrity Pact. Furthermore, Partnership Agreements
Non-Disclosure Agreement (NDA) ditandatangani              and Non-Disclosure Agreements (NDAs) are signed as
sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kerja sama,      needed, depending on the nature of the cooperation,
yang ditandatangani oleh direktur vendor. Kepatuhan        and are signed by the vendor’s director. Compliance
terhadap dokumen tersebut menjadi bagian dari              with these documents is incorporated into the formal
kriteria seleksi formal dalam proses evaluasi vendor.      selection criteria during the vendor evaluation process.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik              In line with our commitment to responsible business
bisnis yang bertanggung jawab, pemasok, mitra              practices, suppliers, partners, and contractors are
kerja, dan kontraktor juga wajib mematuhi Pedoman          required to comply with the Code of Ethics & Conduct
Kode Etik dan Perilaku yang mengatur standar etika,        Guidelines, which establish standards for ethics, labor,
ketenagakerjaan, dan keselamatan kerja. Pedoman ini        and occupational safety. These guidelines explicitly
secara tegas melarang:                                     prohibit:

•   Mempekerjakan anak di bawah umur;                      •   Employing underage children;
•   Mempekerjakan tenaga kerja secara paksa;               •   Employing forced labor;
•   Memberikan upah di bawah standar yang                  •   Providing wages below the standards set by
    ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan               applicable laws and regulations;
    yang berlaku;
•   Menyediakan kondisi kerja yang tidak layak;            •   Offering unfit working conditions;
•   Mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan            •   Neglecting Occupational Safety and Health (OSH)
    Kerja (K3) sesuai dengan kebijakan dan prosedur            aspects in accordance with the company’s HSE
    HSE Perusahaan;                                            policies and procedures;
•   Melakukan intimidasi terhadap pekerja yang             •   Intimidating workers who defend their rights;
    mempertahankan hak-haknya; dan
•   Melakukan intimidasi atau ancaman terhadap             •   Threatening or intimidating employees of the ABM
    karyawan Grup ABM.                                         Group.

Sepanjang tahun 2025, ABM memastikan bahwa 100%            Throughout 2025, ABM ensured that 100% (301) of new
(301) pemasok baru telah diseleksi menggunakan             suppliers were selected using environmental criteria and
kriteria lingkungan dan mematuhi Kode Etik dan             complied with ABM’s Code of Ethics and Conduct as a
Perilaku ABM sebagai pedoman dalam menjalankan             guideline for business interactions and the prevention of
interaksi bisnis serta mencegah potensi benturan           potential conflicts of interest. Based on comprehensive
kepentingan. Berdasarkan hasil penilaian tersebut,         assessments, ABM found no suppliers with significant
ABM tidak menemukan pemasok dengan dampak                  negative environmental impacts, whether actual or
lingkungan negatif yang signifikan, baik aktual maupun     potential. Consequently, there is no requirement for any
potensial. Dengan demikian, tidak terdapat pemasok         suppliers to develop a corrective action plan.
yang diwajibkan menyusun corrective action plan.

Selain itu, 100% pemasok utamanya yang memiliki            Additionally, 100% of our main suppliers whose activities
potensi dampak lingkungan signifikan wajib mengikuti       may significantly affect the environment are mandated
ketentuan pengelolaan dampak lingkungan hidup              to follow environmental impact management provisions,
sesuai dengan panduan dari Grup ABM.                       in accordance with the guidelines established by the
                                                           ABM Group.




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   191
Page 194
       Ekonomi
       Economic




Dari sisi sosial, dalam proses tender ABM                Regarding the social aspect, during the tender
telah mensyaratkan pemasok untuk mematuhi                process, ABM mandated that suppliers adhering to
Pedoman Perilaku. yang memuat komitmen untuk             the Code of Conduct, which includes commitments to
menghormati hak asasi manusia, menerapkan standar        respect human rights, implement fair labor standards,
ketenagakerjaan yang layak, serta menjunjung praktik     and uphold ethical working practices. The scope
kerja yang etis. Ruang lingkupnya mencakup larangan      includes prohibitions against employing underage
mempekerjakan anak di bawah umur, penggunaan             children, forced labor, paying wages below the legal
tenaga kerja paksa, pemberian upah di bawah              minimum, creating unfit working conditions, neglecting
ketentuan, penciptaan kondisi kerja yang tidak layak,    occupational safety and health, restricting freedom
pengabaian aspek keselamatan dan kesehatan kerja,        of association, and any form of intimidation or threats
pembatasan kebebasan berserikat, serta segala            directed at workers.
bentuk intimidasi atau ancaman terhadap pekerja.

Pada tahun 2025, Perusahaan telah menerapkan             In 2025, the Company implemented social evaluation
kriteria evaluasi sosial dalam proses seleksi pemasok    criteria into our supplier selection process, particularly
baru, khususnya pada tahap awal tender. Kriteria         during the initial tender stage. These criteria include
tersebut mencakup kepatuhan terhadap peraturan           compliance with labor regulations, the prohibition of
ketenagakerjaan, larangan kerja paksa dan pekerja        forced labor and child labor, adherence to occupational
anak, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan        safety and health (OSH) standards, respect for human
Kerja (K3), penghormatan terhadap hak asasi              rights, and a commitment to ethical and responsible
manusia, serta komitmen terhadap praktik bisnis yang     business practices. This implementation aims to ensure
etis dan bertanggung jawab. Penerapan ini bertujuan      that social aspects are considered from the earliest
memastikan bahwa aspek sosial telah menjadi bagian       stages of procurement.
dari pertimbangan sejak tahap awal proses pengadaan.

Berdasarkan hasil evaluasi, ABM tidak mengidentifikasi   Based on the evaluation results, ABM confirmed
pemasok dengan dampak sosial negatif aktual              that there are no suppliers with significant actual or
maupun potensial yang signifikan. Oleh karena itu,       potential negative social impacts. Consequently, no
tidak terdapat pemasok yang diwajibkan melakukan         suppliers are mandated to develop corrective action
corrective action plan maupun penghentian hubungan       plans or to terminate their relationships due to social
kerja akibat temuan dampak sosial dan 100% (301)         impact findings, and 100% (301) of new suppliers
pemasok baru telah diseleksi menggunakan kriteria        were selected based on social criteria and complied
sosial dan mematuhi Kode Etik dan Perilaku ABM           with ABM’s Code of Ethics and Conduct, serving as a
sebagai pedoman dalam menjalankan interaksi bisnis       guideline for business interactions and the prevention
serta mencegah potensi benturan kepentingan.             of potential conflicts of interest.

Saat ini, ABM belum melakukan audit khusus kepada        Currently, ABM has not conducted specific audits of
pemasok terkait penerapan Pedoman Perilaku. Meski        suppliers concerning the implementation of the Code of
demikian, kepatuhan terhadap ketentuan tersebut          Conduct. However, compliance with these provisions
tetap menjadi bagian dari proses seleksi dan evaluasi    remains part of the ongoing supplier selection and
pemasok secara berkelanjutan.                            evaluation process.

Pengelolaan Kontrak dan Kepatuhan                        Contract Management and Compliance

ABM mengatur hak dan kewajiban pemasok secara            The ABM clearly defines the rights and obligations of
jelas dalam kontrak kerja sama, termasuk hak atas        suppliers under the cooperation contract, including the
pembayaran tepat waktu, mekanisme pembatalan             right to timely payment, order cancellation mechanisms,
pesanan, serta pengaturan pengembalian barang yang       and return procedures outlined in the Supply Chain
tercantum dalam SOP Rantai Pasokan. Seluruh proses       SOP. All procurement and contractual processes are
pengadaan dan kontrak dikelola secara digitalisasi       managed digitally through an Enterprise Resource
melalui sistem Enterprise Resource Planning (ERP)        Planning (ERP) system to ensure control, consistency,
untuk menjaga kontrol, konsistensi, dan transparansi.    and transparency.




 192              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 195
Kepatuhan terhadap Sistem                                   Compliance with the Anti-Bribery
Manajemen Anti Penyuapan                                    Management System
ABM menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan              ABM implements the Anti-Bribery Management System
ISO 37001:2016 sebagai upaya pencegahan                     ISO 37001:2016 as an effort to prevent bribery and
penyuapan dan gratifikasi di sepanjang rantai nilai.        gratification throughout the entire value chain. Annually,
Setiap tahun, pemasok mendapatkan sosialisasi ulang         suppliers undergo reorientation and must complete a
dan diwajibkan mengisi formulir kepatuhan, serta            compliance form. They must also adhere to follow the
tunduk pada standar integritas dan etika Perusahaan         company’s standards of integrity and ethics, with clear
dengan sanksi yang jelas atas setiap pelanggaran.           penalties for any violations.

Prioritas Pemasok Lokal                                     Local Supplier Priority

ABM memprioritaskan pemasok lokal yang berada               ABM prioritizes local suppliers situated within the
di wilayah kabupaten atau kota lokasi operasional           district or city of operational areas, based on location
berdasarkan parameter lokasi dan NPWP. Lokasi               parameters and NPWP. Significant operational
operasi signifikan meliputi area perkantoran, tambang,      locations include office areas, mines, warehouses,
pergudangan dan logistik, pabrik perakitan, serta           logistics centers, assembly plants, and ports. Non-local
pelabuhan. Pemasok non-lokal hanya digunakan untuk          suppliers are engaged solely for high-complexity tasks
pekerjaan dengan tingkat kompleksitas tinggi atau           or technical requirements that are not available locally.
kebutuhan teknis yang tidak tersedia di wilayah setempat.

Proporsi Pengeluaran untuk Pemasok                          Proportion of Expenditure for Local
Lokal [GRI 204-1]                                           Suppliers [GRI 204-1]
Sepanjang tahun 2025, ABM berhasil bermitra                 Throughout 2025, ABM successfully partnered with
dengan para pemasok lokal dan non-lokal dengan              local and non-local suppliers, comprising the following
komposisi:                                                  composition:




    1.187
                                                                                                 Proporsi Belanja Pengadaan
                                                                                              Procurement Spending Proportion



                                                                                   11,43%                           88,57%
    Pemasok Lokal
    (Kabupaten/Kotamadya/
    Ibukota Propinsi)
    Local Suppliers (District/                                                     Pemasok Non-lokal                Pemasok Non-lokal
    City/Provincial Capital)                                                       Non-local Suppliers              Non-local Suppliers


    1.153
    Pemasok Non-lokal
    (Jabodetabek dan Luar Negeri)
    Non-local Suppliers
    (Jabodetabek and Overseas)


    50,73%
    Pemasok Lokal
    Local Suppliers



    49,27%
    Pemasok Non-lokal
    Non-local Suppliers



                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                        193
Page 196
      Ekonomi
      Economic




Vendor Dashboard Analytics & Data                         Vendor Dashboard Analytics & Data
Spending (Bersama TMT)                                    Spending (Together with TMT)
Grup ABM bersama PT Tiara Marga Trakindo (TMT)            ABM Group, in partnership with PT Tiara Marga
mengembangkan Vendor Dashboard Analytics                  Trakindo (TMT), has developed the Vendor
sebagai wujud komitmen dalam membangun rantai             Dashboard Analytics as part of our commitment to
pasok yang transparan, akuntabel, dan berbasis            build a transparent, accountable, and data-driven
data. Melalui platform ini, ABM dapat memantau profil     supply chain. This platform allows ABM to observe
vendor, pola belanja, serta status kepatuhan secara       vendor profiles, spending patterns, and compliance
terintegrasi, sehingga setiap keputusan pengadaan         status in an integrated manner, enabling procurement
dapat diambil secara lebih objektif dan terukur.          decisions that are more objective and measurable.

Dashboard ini tidak hanya berfungsi sebagai alat          This dashboard serves not only as a monitoring tool
pemantauan, tetapi juga sebagai sarana penguatan          but also as a means to strengthen governance and
tata kelola dan manajemen risiko, termasuk untuk          risk management, including efforts to prevent fraud
mendukung upaya pencegahan fraud dan peningkatan          and improve the quality of business partnerships.
kualitas mitra usaha. Dengan pemanfaatan teknologi ini,   Through the utilization of this technology, ABM
ABM terus memperkuat praktik Tata Kelola Perusahaan       continues reinforces Good Corporate Governance
(GCG) serta mendorong terciptanya ekosistem               (GCG) practices and promotes the development of a
pengadaan yang lebih sehat dan berkelanjutan.             more robust and sustainable procurement ecosystem.




194              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 197
Vendor Gathering PWP                                     Vendor Gathering PWP
& CSUL                                                   & CSUL
ABM melalui entitas PWP, bekerja sama dengan             ABM, through its PWP entity, in collaboration with
CSUL Finance dan PWP menyelenggarakan Vendor             CSUL Finance and PWP, organized a Vendor
Gathering sebagai ruang dialog dan kolaborasi            Gathering as a platform for dialogue and collaboration
bersama mitra usaha. Kegiatan ini menjadi sarana         with business partners. This activity serves as a
berbagi informasi mengenai skema pembiayaan,             means to share information about financing schemes,
persyaratan administrasi, serta tata cara pengajuan      administrative requirements, and the procedures for
pembiayaan, sekaligus mempererat hubungan                applying for financing, while also strengthening long-
kemitraan jangka panjang.                                term partnership relationships.

Melalui kegiatan ini, ABM berupaya meningkatkan          Through this activity, ABM aims to improve financial
literasi keuangan dan kesiapan administrasi vendor,      literacy and administrative readiness among vendors,
sehingga mitra usaha dapat tumbuh bersama dalam          thereby enabling business partners can grow together
ekosistem rantai pasok yang inklusif, transparan, dan    within an inclusive, transparent, and sustainable
berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan   supply chain ecosystem. This collaborative approach
komitmen ABM untuk membangun hubungan yang               reflects ABM’s commitment to building mutually
saling menguatkan dengan seluruh mitra usaha.            beneficial relationships with all business partners.




                                                                   2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                195
Page 198
       Ekonomi
       Economic




Privasi Data                        [NDAQ G7][GRI 418-1]

Data Privacy



ABM berupaya menjaga kepercayaan dan hubungan              ABM strives to maintain trust and good relationships
baik dengan pelanggan serta mitra usaha dengan             with customers and business partners by ensuring that
memastikan bahwa seluruh informasi dan data pribadi        all information and personal data are well protected
terlindungi dengan baik dan tidak disalahgunakan. Untuk    and not misused. To achieve this objective, ABM
itu, ABM menerapkan Kebijakan Keamanan Informasi           implements the Information Security Policy (no. ABM-
(no. ABM-PLC-JKT-ICT-07) di seluruh entitas Grup, yang     PLC-JKT-ICT-07) applicable to all Group entities, which
mencakup perlindungan data pelanggan, keamanan             includes customer data, information technology service
layanan teknologi informasi, serta larangan penggunaan     security, and a prohibition on the use of unlicensed
perangkat lunak tidak berlisensi. [NDAQ G7.1]              software. [NDAQ G7.1]

ABM menggunakan server berbasis cloud melalui              ABM uses a cloud-based server through AWS, which
AWS yang telah tersertifikasi ISO 27001 dan dikelola       has obtained ISO 27001 certification and managed by
oleh Grup TMT. Selain itu, TMT memastikan bahwa            TMT Group. Furthermore, TMT guarantees adherence
seluruh prosedur keamanan informasi dipatuhi dan           to all information security protocols and ensures the
tidak terjadi kebocoran data. Evaluasi keamanan            prevention of data leaks. Security evaluations are
dilakukan secara berkelanjutan melalui mekanisme           performed on an ongoing basis through mechanisms
continuous improvement, audit internal, serta IT due       such as continuous improvement, internal audits, and
diligence tahunan.                                         annual IT due diligence.

Pada tahun 2025, ABM berhasil meraih beberapa              In 2025, ABM achieved several milestones.
pencapaian.

•   Tidak ada pengaduan terkonfirmasi yang diterima        •   There were no confirmed complaints received
    dari pihak eksternal terkait pelanggaran privasi           from external parties regarding consumer privacy
    konsumen.                                                  violations.
•   Tidak ada pengaduan yang diterima dari regulator       •   No complaints were received from regulators
    terkait pelanggaran data pelanggan.                        concerning customer data breaches.
•   Tidak ada insiden kebocoran, pencurian, ataupun        •   There were no incidents of data leaks, theft, or loss
    kehilangan data pelanggan yang teridentifikasi             of customer data identified throughout the year.
    sepanjang tahun.

Dengan demikian, sepanjang tahun pelaporan, ABM            Therefore, during the reporting year, ABM did not
tidak mengidentifikasi adanya pelanggaran privasi          identify any privacy violations or customer data loss.
atau kehilangan data pelanggan. Ini mencerminkan           This reflects the effectiveness of the Company’s
berhasilnya efektivitas kebijakan keamanan informasi       information security policies and cybersecurity
dan praktik tata kelola siber yang diterapkan oleh         governance practices. [GRI 418-1]
Perusahaan. [GRI 418-1]




 196              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 199
Kontribusi Politik                   [GRI 415-1]

Political Contribution



Sebagai bagian dari komitmen terhadap tata kelola yang     As part of our commitment to good governance and
baik dan integritas bisnis, ABM menjaga independensi       business integrity, ABM maintains the Company’s
Perusahaan dari kepentingan politik praktis. ABM           independence from practical political interests. ABM has
memiliki kebijakan yang melarang pemberian kontribusi      a policy that prohibits providing political contributions to
politik kepada partai politik, kandidat, pejabat publik,   political parties, candidates, public officials, or political
maupun organisasi politik, baik di tingkat pusat           organizations, both at the national and regional levels.
maupun daerah. Larangan ini mencakup kontribusi            This prohibition includes contributions in monetary or
dalam bentuk moneter maupun non-moneter (natura),          non-monetary (in-kind) forms, including the use of
termasuk penggunaan fasilitas, aset, atau sumber daya      company facilities, assets, or resources for political
Perusahaan untuk tujuan politik. Ketentuan tersebut        purposes. These provisions are regulated in the
diatur dalam Kode Etik Perusahaan serta kebijakan          Company’s Code of Ethics and the applicable Anti-
Anti-Bribery and Corruption yang berlaku bagi seluruh      Bribery and Corruption policy for all ABM Group entities,
entitas Grup ABM dan dimonitor melalui mekanisme           and are monitored through internal control mechanisms
pengendalian internal serta fungsi kepatuhan.              and compliance functions.

Sepanjang tahun 2025, ABM tidak memberikan kontribusi      Throughout 2025, ABM refrained from making any
politik dalam bentuk apa pun. Kebijakan ini menegaskan     political contributions in any form. This policy reaffirms
komitmen Perusahaan untuk menjalankan kegiatan usaha       the company’s commitment to conducting business
secara profesional, transparan, dan sesuai dengan          activities with professionalism, transparency, and in
peraturan perundang-undangan yang berlaku.                 strict accordance with applicable laws and regulations.




                                                                      2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                    197
Page 200
       Perubahan Iklim
       Climate Change




Perubahan Iklim                                  [NDAQ E8] [NDAQ E9] [NDAQ E10] [GRI 201-2]

Climate Change




ABM menyadari bahwa perubahan iklim membawa                       ABM recognizes that climate change has a direct
dampak langsung terhadap keberlanjutan operasional                impact on the company’s operational sustainability
dan strategi jangka panjang Perusahaan. Oleh karena               and long-term strategy. Therefore, ABM oversees
itu, ABM mengelola tata kelola, strategi, serta proses            governance, strategy, and risk management processes
manajemen risiko untuk mengidentifikasi, menilai, dan             to identify, assess, and respond to climate-related risks
merespons risiko serta peluang iklim, yang selanjutnya            and opportunities, which are further disclosed in a
diungkapkan secara terstruktur dalam pelaporan                    structured manner within the sustainability reporting,
keberlanjutan sesuai dengan kerangka pengungkapan                 in accordance with the IFRS S2 disclosure framework.
IFRS S2.

Governansi                                                        Governance

Dalam menjalankan pengawasan atas aspek ekonomi,                  In overseeing economic, environmental, social, and
lingkungan, sosial, dan perubahan iklim, organ tata kelola        climate change aspects, ABM’s highest governance
tertinggi ABM secara konsisten mempertimbangkan                   authority    consistently   considers     stakeholder
pandangan dan masukan dari para pemangku                          perspectives and inputs. This approach serves as
kepentingan. Pendekatan ini menjadi landasan dalam                the foundation for developing policies and strategic
perumusan kebijakan serta arah strategi keberlanjutan             directives for the company’s sustainability initiatives,
Perusahaan, guna memastikan pengambilan keputusan                 ensuring decision-making that is both responsive and
yang responsif dan berorientasi jangka panjang.                   oriented toward long-term objectives.

Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan tata kelola             In a commitment to strengthening sustainability
keberlanjutan, Dewan Komisaris telah membentuk Komite             governance, the Board of Commissioners has constituted
ESG yang diketuai oleh Komisaris Independen, dengan               the ESG Committee, chaired by an Independent
keanggotaan yang mencakup Komisaris Independen                    Commissioner, with membership comprising other
lainnya serta manajemen senior ABM. Komite ESG                    Independent Commissioners and senior management of
bertugas untuk melakukan pengawasan dan pemantauan                ABM. The ESG Committee is responsible for supervising
atas kinerja serta dampak ESG, termasuk isu perubahan             and monitoring ESG performance and impacts, including
iklim, di seluruh kegiatan operasional ABM dan entitas            climate change issues, across all operational activities
anak. Untuk informasi lebih lengkap dapat dilihat pada            and subsidiaries of ABM. For further detailed information,
halaman 164.                                                      please refer to page 164.



 198             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 201
Manajemen Risiko                                                    Risk Management

Dalam mengelola risiko, termasuk risiko terkait                     In managing risks, including those related to climate
perubahan iklim, ABM menerapkan ISO 31000 sebagai                   change, ABM applies ISO 31000 as the risk management
kerangka kerja manajemen risiko yang berlaku secara                 framework, which is centrally implemented at the
terpusat di tingkat Perusahaan dan entitas anak.                    company and subsidiary levels. The ABM Group Risk
Sistem Manajemen Risiko Grup ABM telah diformalkan                  Management System has been formalized through
melalui Enterprise Risk Management (ERM) Policy No.                 the Corporate Risk Management Policy (ERM) No.
ABM-PLC-ERM-001 tanggal 21 Agustus 2021 dan SOP                     ABM-PLC-ERM-001 dated August 21, 2021, and SOP
No. ABM-SOP-ERM-001 tanggal 25 September 2021,                      No. ABM-SOP-ERM-001 dated September 25, 2021,
guna memastikan penerapan strategi mitigasi risiko                  to ensure consistent application of risk mitigation
yang konsisten serta dukungan sumber daya yang                      strategies and adequate resource allocation.
memadai.

Penerapan manajemen risiko di ABM mengacu pada                      The implementation of risk management at ABM refers to
model tiga lini. Lini pertama terdiri dari Risk Owner dan           the three lines model. The first line includes Risk Owners
Risk Champion yang bertanggung jawab langsung atas                  and Risk Champions, who have direct responsibility for
pengelolaan risiko di masing-masing fungsi dan entitas.             risk management within their respective functions and
Departemen ERM berperan sebagai lini kedua yang                     entities. The ERM Department serves as the second line,
mengawasi dan mendukung pelaksanaan manajemen risiko                overseeing and supporting risk management activities
melalui pengembangan kerangka kerja, pendampingan,                  through the development of frameworks, guidance, and
serta pemantauan implementasi mitigasi risiko. Secara               the monitoring of risk mitigation efforts. Structurally, the
struktural, fungsi ERM berada di bawah Direktur dan                 ERM function reports to the Director and is led by the
dipimpin oleh Division Head Risk Management.                        Head of the Risk Management Division.


                                       Model 3 Lini Pertahanan untuk Sistem 2 Dewan
                                            3 Lines Model for 2 Boards System

      Lini Pertahanan Pertama                          Lini Pertahanan Kedua                          Lini Pertahanan Ketiga
          1st Line of Defense                            2nd Line of Defense                            3rd Line of Defense


  Pengelolaan risiko sehari-hari dan            Kerangka kerja, kebijakan, dan                 Pengawasan risiko dan jaminan
      pengendalian operasional                  metodologi manajemen risiko                            independensi
   Day to day risk management and               Risk management framework,                           Risk oversight and
         control management                       policy and methodologies                        independence assurance

                                       Direksi                                                       Dewan Komisaris
                                  Board of Directors                                              Board of Commissioners


                                                                                                              Komite ESG/IA
    Pemilik Bisnis (Pemilik Risiko)                                                                          ESG/IA Committee
    Business Owner (Risk Owner)

                                                Kelompok Manajemen Risiko                                        Audit Internal
                                                  Risk Management Group                                          Internal Audit


                                                                                                                Audit Eksternal
                                                                                                                External Audit




Efektivitas penerapan manajemen risiko dievaluasi                   The effectiveness of risk management implementation
secara berkala di seluruh entitas anak melalui                      is regularly assessed across all subsidiaries through
koordinasi dengan entitas induk, rapat ERM rutin, serta             coordination with the parent entity, routine ERM meetings,
pembahasan risiko utama. Proses manajemen risiko                    and discussions of key risks. The risk management
mencakup identifikasi risiko utama, perencanaan dan                 process involves identifying significant risks, planning
implementasi mitigasi, serta pemantauan efektivitas                 and executing mitigation measures, and monitoring
mitigasi melalui laporan kemajuan, yang menjadi dasar               mitigation effectiveness through progress reports, which
evaluasi dan penguatan pengelolaan risiko Grup ABM                  form the basis for ongoing evaluation and improvement
secara berkelanjutan. [SEOJK F.27]                                  of ABM Group’s risk management practices. [SEOJK F.27]

                                                                               2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                  199
Page 202
      Perubahan Iklim
      Climate Change




Identifikasi Risiko Iklim                                              Climate Risk Identification

Perubahan iklim menjadi salah satu faktor eksternal                    Climate change has emerged as a significant external
yang semakin memengaruhi keberlanjutan operasional                     factor increasingly affecting the sustainability of
dan kinerja bisnis ABM. Dampak perubahan pola                          ABM’s operations and business performance. The
cuaca, peningkatan frekuensi kejadian ekstrem,                         impact of changing weather patterns, the heightened
serta dinamika kebijakan dan transisi energi                           frequency of extreme events, and the dynamics of
berpotensi menimbulkan risiko sekaligus peluang bagi                   policies and energy transitions may present both risks
Perusahaan. Oleh karena itu, ABM secara sistematis                     and opportunities for the Company. Consequently,
mengidentifikasi risiko dan peluang terkait perubahan                  ABM systematically identifies climate-related risks
iklim, baik yang bersifat fisik maupun transisi, untuk                 and opportunities, encompassing both physical and
memastikan kesiapan operasional, ketahanan aset,                       transitional aspects, to ensure operational readiness,
serta pengambilan keputusan strategis yang selaras                     asset resilience, and strategic decision-making that
dengan tujuan keberlanjutan jangka panjang.                            aligns with long-term sustainability objectives.

Risiko Fisik
Physical Risk

                               Area Paparan Utama
  Jenis Risiko Fisik                                        Potensi Dampak terhadap
                                  (Konteks ABM)                                                        Pendekatan Mitigasi
      Physical                                                          ABM
                             Main Exposure Areas (ABM                                                  Mitigation Approach
     Risk Types                                              Potential Impact on ABM
                                     Context)
                                                           Gangguan operasional
                            Lokasi tambang batu bara di    tambang, keterlambatan            Peningkatan sistem drainase tambang,
                            Kalimantan (Tengah, Timur,     pengangkutan, kerusakan           penguatan rencana pengelolaan
Curah Hujan Ekstrem         Selatan) dan Aceh; fasilitas   peralatan, serta peningkatan      air, serta pengembangan sistem
dan Banjir                  dan hub logistik               biaya pemeliharaan                pemantauan banjir dan peringatan dini
Extreme Rainfall and        Coal mining sites in           Operational disruptions           Improve mine drainage systems,
Flooding                    Kalimantan (Central, East,     at mining sites, delays in        strengthen water management plans,
                            South) and Aceh; facilities    transportation, equipment         and develop flood-monitoring and early-
                            and logistics hubs             damages, and increased            warning systems
                                                           maintenance costs
                                                           Risiko keselamatan kerja,         Pemantauan geoteknik, penilaian
Tanah Longsor dan
                            Tambang batu bara terbuka      penghentian produksi, serta       stabilitas lereng, reklamasi bertahap,
Ketidakstabilan
                            di Kalimantan dan Aceh         peningkatan biaya rehabilitasi    serta penguatan desain tambang
Lereng
                            Open-pit coal mines in         Risks to workplace safety,        Geotechnical monitoring, slope stability
Landslides and Slope
                            Kalimantan and Aceh            production halt, and higher       assessments, phased reclamation, and
Instability
                                                           rehabilitation costs              reinforced mine design
                                                           Penurunan produktivitas           Penyesuaian pola kerja dan waktu
                                                           tenaga kerja, peningkatan         istirahat, peningkatan APD dan fasilitas
                       Operasi tambang, area
                                                           risiko kesehatan dan              pendingin, pemantauan stres panas,
Tekanan Panas dan      logistik, dan bengkel (CK,
                                                           keselamatan, serta potensi        serta pemeliharaan peralatan secara
Peningkatan Suhu       PWP, CKB, SSB)
                                                           overheating peralatan             preventif
Heat Stress and Rising Mining operations, logistics
                                                           Decrease in workforce             Adjustment of work patterns and rest
Temperatures           areas, and workshops (CK,
                                                           productivity, increased health    periods, increased PPE and cooling
                       PWP, CKB, SSB).
                                                           and safety risks, and potential   facilities, heat stress monitoring, and
                                                           equipment overheating.            preventive equipment maintenance.
                                                                                             Perencanaan operasional berbasis
Kejadian Cuaca              Kegiatan logistik laut dan     Keterlambatan operasional,
                                                                                             prakiraan cuaca, prosedur tanggap
Ekstrem (Badai dan          distribusi bahan bakar;        kerusakan kapal, atau
                                                                                             darurat, serta perlindungan melalui
Gelombang Tinggi)           fasilitas logistik pesisir     infrastruktur pelabuhan
                                                                                             asuransi
Extreme Weather             Sea logistics activities and   Operational delays, vessel
                                                                                             Weather-based operational planning,
Events (Storms and          fuel distribution; coastal     damage, or port infrastructure
                                                                                             emergency response procedures, and
High Waves)                 logistics facilities           issues.
                                                                                             insurance coverage for protection.
                                                                                             Program efisiensi penggunaan air,
                            Lokasi tambang dan bengkel     Peningkatan persaingan
Kekeringan dan                                                                               sistem daur ulang air, sumber air
                            yang membutuhkan air           penggunaan sumber daya air
Perubahan Pola                                                                               alternatif, serta pengelolaan daerah
                            untuk operasional              dan keterbatasan operasional
Curah Hujan                                                                                  aliran sungai
                            Mining sites and workshops     Increased competition
Drought and Changes                                                                          Water efficiency programs, water
                            that require water for         for water resources and
in Rainfall Patterns                                                                         recycling systems, alternative water
                            operations.                    operational constraints.
                                                                                             sources, and watershed management.




200             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 203
                            Area Paparan Utama
  Jenis Risiko Fisik                                        Potensi Dampak terhadap
                               (Konteks ABM)                                                             Pendekatan Mitigasi
      Physical                                                          ABM
                          Main Exposure Areas (ABM                                                       Mitigation Approach
     Risk Types                                              Potential Impact on ABM
                                  Context)
                         Area pertambangan
                                                           Peningkatan kewajiban            Rencana pengelolaan keanekaragaman
                         yang berada di atau
                                                           rehabilitasi serta risiko        hayati, reklamasi progresif, serta
Degradasi Ekosistem      dekat kawasan sensitif
                                                           reputasi                         restorasi lahan pascatambang
Ecosystem                keanekaragaman hayati
                                                           Increased rehabilitation         Biodiversity management plans,
Degradation              Mining areas located in close
                                                           obligations and reputational     progressive reclamation, and post-
                         proximity to zones of high
                                                           risks.                           mining land restoration.
                         biodiversity sensitivity.


Risiko Transisi
Transition Risk

    Jenis Risiko          Area Paparan Utama
                                                            Potensi Dampak terhadap
      Transisi               (Konteks ABM)                                                               Pendekatan Mitigasi
                                                                        ABM
   Transition Risk      Main Exposure Areas (ABM                                                         Mitigation Approach
                                                             Potential Impact on ABM
       Type                     Context)
Regulasi Karbon        Operasi tambang batu bara,          Peningkatan biaya kepatuhan      Penyempurnaan inventaris emisi,
dan Kebijakan          jasa kontraktor pertambangan,       serta potensi paparan harga      program efisiensi energi, penggunaan
Emisi                  armada logistik                     karbon                           peralatan rendah emisi
Carbon Regulations     Coal mining operations, mining      Higher compliance costs          Refine emission inventories, implement
and Emission           contractor services, and            and potential carbon pricing     energy efficiency programs, and adopt
Policies               logistics fleet.                    exposure.                        low-emission equipment.
                       Anak usaha pertambangan                                              Diversifikasi portofolio usaha serta
                                                           Risiko penurunan permintaan
                       dan perdagangan batu bara                                            ekspansi ke sektor logistik, jasa
Peralihan Pasar                                            jangka panjang dan tekanan
                       (Reswara, aktivitas terkait CK)                                      rekayasa, dan energi terbarukan (AJN,
dari Batu bara                                             terhadap valuasi aset
                       Subsidiaries engaged in                                              ND)
Market Transition                                          Risks of long-term demand
                       coal mining and trading                                              Diversify business portfolios and expand
from Coal                                                  decline and pressure on
                       activities (Reswara, related CK                                      into logistics, engineering services, and
                                                           assets valuation.
                       operations).                                                         renewable energy (AJN, ND).
                       Penggunaan bahan bakar              Peningkatan biaya
                                                                                            Pemanfaatan biodiesel, uji coba
Kebijakan Transisi     pada operasi tambang, armada        operasional serta kebutuhan
                                                                                            elektrifikasi, dan integrasi energi
Energi                 logistik, dan bengkel               peralihan jenis bahan bakar
                                                                                            terbarukan
Energy Transition      Fuel consumption in mining          Increased operational costs
                                                                                            Utilize biodiesel, pilot electrification, and
Policies               operations, logistics fleets, and   and the need to shift fuel
                                                                                            integrate renewable energy sources.
                       workshops.                          types.
                       Alat berat, armada                  Tekanan belanja modal untuk
                                                                                            Penggantian peralatan secara bertahap,
Perubahan              transportasi, dan sistem            teknologi baru serta risiko
                                                                                            optimalisasi digital, dan pemeliharaan
Teknologi              logistik                            keusangan aset
                                                                                            preventif
Technological          Heavy equipment,                    Capital expenditure pressures
                                                                                            Gradual equipment replacement, digital
Changes                transportation fleet, and           for new technology and asset
                                                                                            optimization, and preventive maintenance
                       logistics systems                   obsolescence risks
Ekspektasi ESG                                             Peningkatan pengawasan           Penguatan pengungkapan iklim (TCFD
Investor dan           Pendanaan dan akses modal di        terhadap kinerja dan             / IFRS S2) serta integrasi risiko iklim ke
Pemberi Pinjaman       tingkat Grup                        pengungkapan iklim               dalam ERM
ESG Investor           Funding and access to capital       Enhanced oversight of            Strengthen climate disclosures (TCFD /
and Lender             at the Group level                  climate performance and          IFRS S2) and integrate climate risks into
Expectations                                               disclosure                       ERM
                       Kegiatan pertambangan batu
                       bara dalam konteks transisi       Tekanan pemangku
Risiko Reputasi
                       energi                            kepentingan
Reputational Risk
                       Coal mining activities within the Stakeholder pressure
                       energy transition context




                                                                                   2 02 5        L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                    201
Page 204
      Perubahan Iklim
      Climate Change




ABM berkomitmen untuk melaksanakan analisis                         ABM is committed to conducting climate scenario
skenario perubahan iklim sebagai bagian dari                        analysis as part of strengthening risk management
penguatan manajemen risiko dan perencanaan strategis                and long-term strategic planning. This analysis will
jangka panjang. Analisis ini akan menggunakan                       utilize the Representative Concentration Pathways
pendekatan Representative Concentration Pathways                    (RCP) approach to evaluate the potential impacts of
(RCP) guna memahami potensi dampak perubahan iklim                  climate change on operational performance, asset
terhadap kinerja operasional, ketahanan aset, serta profil          resilience, and the company’s risk profile across various
risiko Perusahaan di berbagai wilayah operasional.                  operational areas.

Melalui penerapan skenario RCP, ABM akan menilai                    Through the implementation of RCP scenarios, ABM
risiko fisik dan risiko transisi di bawah berbagai tingkat          will assess physical and transition risks associated
pemanasan global, serta mengidentifikasi implikasinya               with different global warming levels, as well as identify
terhadap operasi pertambangan, logistik, investasi,                 their implications for mining operations, logistics,
dan strategi diversifikasi bisnis. Hasil analisis ini               investments, and business diversification strategies.
akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan                      The results of this analysis will serve as a basis for
strategis, perencanaan mitigasi dan adaptasi iklim,                 strategic decision-making, climate mitigation and
serta peningkatan ketahanan bisnis ABM dalam                        adaptation planning, and enhancing ABM’s business
menghadapi ketidakpastian iklim di masa depan.                      resilience in facing future climate-related uncertainties.




                                                         Proyeksi
                                                       Peningkatan
                                                       Suhu Global
Skenario                        Deskripsi                                                Relevansi bagi ABM
                                                          Global
  RCP                          Description                                               Relevance for ABM
                                                       Temperature
                                                         Increase
                                                        Projections
           Skenario mitigasi rendah dengan
           pengurangan emisi yang agresif dan                         Relevan untuk menilai risiko transisi terkait kebijakan
           pencapaian net-zero di paruh kedua                         iklim ketat, perubahan permintaan batu bara, dan
           abad ini                                                   peluang energi terbarukan
RCP 2.6                                                 ± 1,5–2°C
           Low mitigation scenario with aggressive                    Relevant for assessing transition risks related to strict
           emission reductions and achieving net-                     climate policies, changes in coal demand, and renewable
           zero emissions in the second half of this                  energy opportunities.
           century.
           Skenario mitigasi menengah dengan
           stabilisasi emisi melalui kebijakan dan                    Digunakan untuk menilai kombinasi risiko fisik dan
           teknologi transisi                                         transisi yang moderat terhadap operasi dan aset
RCP 4.5                                                  ± 2–3°C
           Medium mitigation scenario with                            Used to assess a combination of moderate physical and
           stabilized emissions through policy and                    transition risks to operations and assets.
           transitional technologies
                                                                      Relevan untuk mengidentifikasi risiko fisik ekstrem
           Skenario emisi tinggi (business-as-usual)
                                                                      seperti banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terhadap
           tanpa pengendalian emisi yang signifikan
                                                                      tambang dan logistik
RCP 8.5    High emission scenario (business-              > 4°C
                                                                      Relevant for identifying extreme physical risks, including
           as-usual) without significant emission
                                                                      floods, landslides, and extreme weather conditions
           controls
                                                                      impacting mining operations and logistics.




202             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 205
Strategi                                                  Strategy

Perubahan iklim mendorong ABM untuk menyesuaikan          Climate change is compelling ABM to adapt its business
strategi bisnis guna menjaga ketahanan operasional dan    strategies to maintain operational resilience and support
mendukung transisi energi nasional. Risiko iklim yang     the national energy transition. The most significant
paling material bagi ABM mencakup risiko fisik, seperti   climate risks for ABM include physical hazards such
banjir ekstrem, longsor, suhu tinggi, dan kekeringan      as severe flooding, landslides, high temperatures, and
yang berdampak pada operasi pertambangan, logistik,       droughts, which affect mining activities, logistics, and
dan distribusi bahan bakar, serta risiko transisi yang    fuel distribution. Additionally, transition risks stem from
berasal dari perubahan regulasi emisi, perkembangan       evolving emission regulations, advancements in low-
teknologi rendah karbon, dinamika pasar energi bersih,    carbon technologies, dynamics in the clean energy
dan ekspektasi investor.                                  market, and changing investor expectations.

Sebagai respons, ABM telah menetapkan Kebijakan           In response, ABM has established a Climate Change
Perubahan Iklim yang menjadi dasar pengelolaan            Policy that forms the foundation for managing climate-
risiko dan peluang iklim. Kebijakan ini menegaskan        related risks and opportunities. This policy emphasizes
pengawasan oleh Dewan Komisaris melalui Komite            oversight by the Board of Commissioners through
ESG bersama Direksi, komitmen terhadap kepatuhan          the ESG Committee alongside the Board of Directors,
regulasi, pelaksanaan aksi nyata pengurangan              demonstrates a commitment to regulatory compliance,
dampak iklim di seluruh entitas anak, integrasi aksi      and includes the implementation of tangible actions to
iklim ke dalam praktik bisnis berkelanjutan, serta        mitigate climate impacts across all subsidiaries, and
pengungkapan yang transparan. Seluruh inisiatif           integrates climate actions into sustainable business
iklim tersebut diarahkan untuk memberikan kontribusi      practices with transparent disclosure. All these initiatives
positif terhadap aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata       are aimed at positively contributing to Environmental,
Kelola (ESG) serta meningkatkan nilai jangka panjang      Social, and Governance (ESG) aspects and at increasing
Perusahaan. [SEOJK F.3]                                   the Company’s long-term value. [SEOJK F.3]




                                                                     2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                 S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                   203
Page 206
      Perubahan Iklim
      Climate Change




Langkah Nyata ABM Memasuki                              ABM’s Concrete Step into Renewable
Energi Terbarukan melalui Biogas                        Energy through Biogas
AJN merupakan entitas anak ABM yang berfokus pada       AJN is a subsidiary of ABM focused on developing
pengembangan solusi energi terbarukan, khususnya        renewable energy solutions, with a particular focus
melalui pemanfaatan limbah industri kelapa sawit        on utilizing palm oil mill waste as a clean energy
sebagai sumber energi bersih. Inisiatif ini menjadi     source. This initiative marks ABM’s first significant
langkah nyata pertama ABM dalam sektor energi           step into the renewable energy sector, supplementing
terbarukan, yang melengkapi rantai nilai bisnis inti    the Company’s core business value chain in mining.
Perusahaan di bidang pertambangan. Berlokasi di         Located in South Kalimantan, AJN operates a Biogas
Kalimantan Selatan, AJN mengoperasikan Pembangkit       Power Plant (PLTBg) that processes Palm Oil Mill
Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) yang mengolah Palm Oil    Effluent (POME) and palm residues into biogas, which
Mill Effluent (POME) dan residu sawit menjadi biogas    is then converted into electricity.
untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik.

Selama periode 2021–2025, operasional PLTBg AJN         During the period of 2021 to 2025, AJN’s PLTBg
berhasil menghindari emisi sebesar 56.486,31 ton        operations have avoided the emission of 56,486.31
CO₂e, menunjukkan kontribusi nyata ABM terhadap         tons of CO₂e, demonstrating ABM’s tangible
upaya mitigasi perubahan iklim. Pendekatan ini          contribution to climate change mitigation efforts. This
mencerminkan penerapan ekonomi sirkular, di mana        approach reflects the implementation of a circular
limbah industri dimanfaatkan kembali menjadi sumber     economy, in which industrial waste is repurposed as
energi terbarukan yang bernilai. Pada tahun 2025, AJN   a valuable renewable energy source. By 2025, AJN
juga telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi      has also obtained the Greenhouse Gas Emission
Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari SRN-PPI Kementerian       Reduction Certificate (SPE-GRK) from SRN-PPI of
Lingkungan Hidup, sekaligus memperkuat peran            the Ministry of Environment and Forestry, further
ABM dalam mendukung Roadmap Net Zero Emission           strengthening ABM’s commitment to supporting
Indonesia 2060 dan transisi energi berkelanjutan.       Indonesia’s Net Zero Emission Roadmap 2060 and
                                                        the transition towards sustainable energy.




204             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 207
Menjaga Keselamatan Tambang                               Maintaining Mine Safety through Slope
melalui Slope Stability Radar                             Stability Radar
ABM memprioritaskan pengelolaan risiko longsor            ABM prioritizes landslide risk management within
di area pertambangan melalui pemanfaatan Slope            mining areas through the use of Slope Stability Radar
Stability Radar sebagai bagian dari sistem manajemen      as part of an integrated risk management system.
risiko terintegrasi. Teknologi ini memungkinkan           This technology enables real-time monitoring of slope
pemantauan pergerakan lereng secara real time,
                                                          movements, thereby enabling the early detection of
sehingga potensi ketidakstabilan dapat terdeteksi
                                                          potential instability before it escalates into incidents
lebih dini sebelum berkembang menjadi insiden
yang membahayakan keselamatan pekerja dan                 that could compromise worker safety and operational
kelangsungan operasi.                                     continuity.

Data dari Slope Stability Radar terhubung dengan          Data collected from the Slope Stability Radar is
sistem peringatan dini dan alarm otomatis yang            integrated into an early warning system with automatic
mendukung pengambilan keputusan cepat di
                                                          alarms, supporting prompt decision-making in field
lapangan. Melalui pendekatan ini, ABM memperkuat
                                                          operations. Through this approach, ABM strengthens
budaya keselamatan, meminimalkan risiko kecelakaan
kerja, serta meningkatkan ketahanan operasional           safety culture, minimizes work accident risks, and
dalam menghadapi tantangan risiko fisik terkait           bolsters operational resilience in addressing physical
perubahan iklim.                                          risks related to climate change.




Mengurangi Emisi melalui Transisi                         Reducing Emissions through
Energi Operasional                                        Operational Energy Transition
ABM telah memulai langkah nyata dalam menurunkan          ABM has taken concrete measures to reduce
emisi operasional melalui penerapan biodiesel B35         operational emissions by using B35 biodiesel in
pada aktivitas operasional, khususnya di sektor           operations, particularly in the mining and logistics
pertambangan dan logistik. Inisiatif ini menjadi          sectors. This initiative is part of the company’s energy
bagian dari upaya transisi energi Perusahaan untuk        transition efforts to reduce dependence on fossil
mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil          fuels and lower greenhouse gas emissions from daily
sekaligus menekan emisi gas rumah kaca dari aktivitas     operations.
operasional sehari-hari.

Implementasi biodiesel B35 diharapkan dapat               The implementation of B35 biodiesel is anticipated
menurunkan emisi cakupan 1 secara bertahap, seiring       to gradually reduce Scope 1 emissions, in line with
dengan peningkatan efisiensi penggunaan bahan             increased fuel efficiency. Going forward, ABM will
bakar. selanjutnya, ABM akan terus mengevaluasi           continue to evaluate opportunities to use lower-
peluang penggunaan bahan bakar yang lebih rendah          emission fuels as part of our medium- and long-term
emisi sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi jangka   decarbonization strategy.
menengah dan panjang.


                                                                    2 02 5      L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                  205
Page 208
      Perubahan Iklim
      Climate Change




Memanfaatkan Energi Terbarukan                             Utilizing Renewable Energy
untuk Operasi yang Lebih                                   for More Sustainable
Berkelanjutan                                              Operations
Sebagai bagian dari komitmen terhadap energi bersih,       As part of its commitment to clean energy, ABM has
ABM telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya         installed a Solar Power Plant (SPP) and a Containerized
(PLTS) dan Containerized Battery Energy Storage            Battery Energy Storage System (CBESS) located
System (CBESS) di Jambi dengan kapasitas 638 kWp           in Jambi, with capacities of 638 kWp and 1 MWh
dan 1 MWh. Sistem ini dirancang untuk mendukung            respectively. These installations are intended to support
kebutuhan energi operasional sekaligus meningkatkan        operational energy needs while enhancing the reliability
keandalan pasokan listrik di lokasi operasional.           of power supply at the operational site.

Pemanfaatan PLTS dan CBESS ini diperkirakan mampu          The utilization of SPP and CBESS is projected to reduce
menurunkan konsumsi energi berbasis fosil dan              reliance on fossil-based energy consumption and
mengurangi emisi karbon sebesar 308,09 ton CO₂e.           carbon emissions by 308.09 tons of CO₂e. Looking
Ke depan, ABM merencanakan ekspansi PLTS ke unit           ahead, ABM intends to expand the SPP to other
bisnis lainnya sebagai bagian dari strategi peningkatan    business units as part of its strategy to increase the
porsi energi terbarukan di seluruh Grup.                   Group’s proportion of renewable energy.




Meningkatkan Efisiensi Energi                              Improving Energy Efficiency through
melalui Optimalisasi Teknologi                             Technology Optimization
ABM juga menjalankan program efisiensi energi melalui      ABM also implements energy efficiency programs
optimalisasi ritase dan penggunaan alat berat berbasis     through the optimization of haulage and the use
teknologi. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan         of technologically advanced heavy equipment.
operasional yang lebih presisi, mengurangi konsumsi        This approach enables more precise operational
bahan bakar, serta meminimalkan emisi dari aktivitas       management, reduces fuel consumption, and minimizes
pertambangan dan logistik.                                 emissions from mining and logistics activities.

Melalui pemanfaatan sistem pemantauan digital              By utilizing digital monitoring systems and operational
dan analisis data operasional, Perusahaan dapat            data analysis, the Company can continually identify
mengidentifikasi peluang efisiensi secara berkelanjutan.   efficiency opportunities. These efforts not only facilitate
Upaya ini tidak hanya mendukung pengurangan emisi,         emission reductions but also enhance productivity and
tetapi juga meningkatkan produktivitas dan efektivitas     operational cost efficiency.
biaya operasional.




206             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 209
Reklamasi dan Penanaman Pohon                            Reclamation and Tree Planting as
sebagai Upaya Carbon Offset                              Carbon Offset Efforts
Selain pengurangan emisi, ABM melaksanakan program       In addition to emission reductions, ABM implements
reklamasi lahan dan penanaman pohon sebagai              land reclamation and tree-planting programs as part
bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim. Program   of our climate change mitigation strategy. These
ini berfungsi sebagai upaya carbon offset sekaligus      programs serve as carbon offset efforts while also
mendukung pemulihan lingkungan pascatambang dan          promoting post-mining environmental restoration and
perlindungan keanekaragaman hayati.                      biodiversity preservation.

Hingga tahun pelaporan, kegiatan reklamasi dan           As of the reporting year, reclamation and revegetation
revegetasi telah mencakup area seluas 901,26             activities have covered an area of 901.26 hectares with
hektare dengan jumlah penanaman 563.268 pohon di         563.268 trees planted in IUP TIA area. Through this
area IUP TIA. Melalui pendekatan ini, ABM berupaya       approach, ABM aims to balance operational impacts
menyeimbangkan dampak operasional dengan                 with ecosystem restoration, whilst also strengthening
pemulihan ekosistem, sekaligus memperkuat ketahanan      environmental resilience around the operational area.
lingkungan di sekitar wilayah operasional.




Mengelola Air untuk Menjaga                              Managing Water to Sustain Mining
Keberlanjutan Operasi Tambang                            Operations
Operasi pertambangan ABM di Kalimantan dan Sumatra       ABM’s mining operations in Kalimantan and Sumatra
menghadapi tingkat curah hujan yang tinggi, sehingga     face high levels of rainfall, which may increase the risk
berpotensi meningkatkan risiko banjir dan gangguan       of flooding and operational disruptions. To manage these
operasional. Untuk mengelola risiko tersebut, ABM        risks, ABM implements an integrated water management
menerapkan pendekatan manajemen air terpadu              approach aimed at maintaining operational continuity
yang bertujuan menjaga kelancaran operasi sekaligus      while protecting the surrounding environment in the
melindungi lingkungan sekitar area tambang.              mining areas.

Upaya yang dilakukan mencakup pembangunan                The efforts include the construction and maintenance
dan pemeliharaan saluran drainase, pemantauan            of drainage systems, regular monitoring of discharged
kualitas air buangan secara berkala, serta penerapan     water quality, as well as the implementation of flood
langkah-langkah pencegahan banjir dan pengendalian       prevention measures and sediment control. Through
sedimen. Melalui pengelolaan air yang sistematis ini,    this systematic water management, ABM strives to
ABM berupaya meminimalkan dampak lingkungan,             minimize environmental impacts, ensure compliance
memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta            with regulations, and enhance operational resilience
meningkatkan ketahanan operasional di tengah             amid increasingly dynamic climate challenges.
tantangan iklim yang semakin dinamis.




                                                                    2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                 207
Page 210
      Perubahan Iklim
      Climate Change




  Memperkuat Ketahanan Pesisir melalui Restorasi Mangrove
  ABM berkontribusi dalam memperkuat ketahanan ekosistem pesisir dan perkotaan melalui program
  restorasi mangrove di berbagai wilayah di Indonesia. Sepanjang tahun tersebut, ABM telah menanam
  lebih dari 20.000 bibit mangrove, yang terdiri dari 600 bibit di Jakarta Utara, 10.000 bibit di Surabaya,
  dan 10.000 bibit di Balikpapan.
  Ekosistem mangrove berperan penting sebagai perlindungan alami terhadap banjir rob dan gelombang
  pasang, sekaligus mendukung stabilitas garis pantai dan keanekaragaman hayati. Melalui inisiatif ini, ABM
  tidak hanya mendukung adaptasi terhadap dampak perubahan iklim, tetapi juga memperkuat komitmen
  Perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas bisnis dan pelestarian lingkungan pesisir.


  Strengthening Coastal Resilience through Mangrove Restoration
  ABM contributes to strengthening the resilience of coastal and urban ecosystems through mangrove
  restoration programs across various regions in Indonesia. Throughout the year, ABM cultivated over
  20,000 mangrove seedlings, including 600 in North Jakarta, 10,000 in Surabaya, and 10,000 in Balikpapan.

  Mangrove ecosystems serve as vital natural defences against tidal flooding and storm surges, while also
  supporting shoreline stability and biodiversity. Through this initiative, ABM not only promotes adaptation
  to climate change impacts but also reaffirms the Company’s commitment to balancing business activities
  with the preservation of coastal environments.




208             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 211
Implementasi IFRS Sustainability                                Implementation of IFRS Sustainability
Disclosure Standards                                            Disclosure Standards
Sejalan dengan perkembangan standar pelaporan                   In line with the development of global sustainability
keberlanjutan   global,    ABM     secara    bertahap           reporting standards, ABM is gradually preparing
mempersiapkan implementasi IFRS Sustainability                  for the implementation of IFRS Sustainability
Disclosure Standards (IFRS S1 dan IFRS S2). Dalam               Disclosure Standards (IFRS S1 and IFRS S2). The
Laporan Keberlanjutan 2024, ABM mengakui bahwa                  2024 Sustainability Report acknowledges that
strategi dan pengungkapan iklim masih berada pada               climate strategy and disclosures are still in the early
tahap awal. Oleh karena itu, Perusahaan mengambil               stages. Consequently, the Company is adopting a
pendekatan     bertahap    dan    terstruktur   untuk           phased and structured approach to establish a robust
membangun fondasi yang kuat, dengan fokus awal                  foundation, initially focusing on IFRS S2, which adopts
pada IFRS S2 yang mengadopsi pendekatan climate-                a climate-first approach. This approach is designed to
first. Pendekatan ini dirancang untuk memastikan                ensuring readiness in governance, data systems, risk
kesiapan tata kelola, sistem data, manajemen risiko,            management, and the quality of disclosures to meet
serta kualitas pengungkapan yang selaras dengan                 regulatory and stakeholder expectations.
ekspektasi regulator dan pemangku kepentingan.

Roadmap Implementasi IFRS S1 dan IFRS S2
Implementation Roadmap for IFRS S1 and IFRS S2

 Tahun / Tahap      Fokus Utama
                                                   Kegiatan Kunci                                     Key Activities
  Year / Phase       Main Focus
                                       • Penyusunan dan pengesahan Kebijakan        • Preparation and approval of the Climate
                 Pembangunan             Perubahan Iklim di tingkat Dewan             Change Policy at the Board of Directors
                 dasar tata kelola       Direksi                                      level
                 dan kesiapan          • Peningkatan kapasitas dan pelatihan        • Capacity building and training for the
2025 –
                 internal                tim Keuangan dan Keberlanjutan terkait       Finance and Sustainability teams related
Foundation
                 Building a              IFRS S2                                      to IFRS S2.
Phase
                 foundation for        • Pelaksanaan initial gap assessment         • Conducting an initial gap assessment for
                 government and          terhadap IFRS S1 dan S2                      IFRS S1 and S2
                 internal readiness    • Penguatan sistem pengumpulan data          • Strengthening ESG data collection
                                         ESG dan pengendalian internal                systems and internal controls
                                       • Integrasi risiko dan peluang iklim ke      • Integrating climate risks and
                                         dalam Enterprise Risk Management             opportunities into Enterprise Risk
                 Penyelarasan            (ERM)                                        Management (ERM)
                 proses dan struktur   • Penetapan struktur tata kelola dan         • Establishing governance structures
2026 –
                 dengan IFRS             penugasan tanggung jawab pelaporan           and assigning sustainability reporting
Alignment
                 Alignment process       keberlanjutan                                responsibilities
Stage
                 and structure with    • Uji coba pengungkapan yang selaras         • Piloting IFRS-aligned disclosures in the
                 IFRS                    IFRS dalam Laporan Keberlanjutan 2026        2026 Sustainability Report
                                       • Penguatan mekanisme assurance              • Enhancing internal assurance
                                         internal dan dokumentasi                     mechanisms and documentation
               Implementasi penuh • Penerbitan laporan keberlanjutan yang           • Publishing a sustainability report fully
               dan assurance         sepenuhnya patuh IFRS S2                         compliant with IFRS S2
2027 –         eksternal           • Integrasi data keuangan dan                    • Integrating financial and sustainability
Adoption Phase Full implementation   keberlanjutan                                    data
               and external        • Perolehan assurance eksternal atas             • Securing external assurance for IFRS
               assurance             pengungkapan IFRS                                disclosures




                                                                           2 02 5         L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                          S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                            209
Page 212
       Perubahan Iklim
       Climate Change




Metriks & Target                                                         Metrics & Targets

Saat ini, ABM telah menetapkan ABM Target 2025 yang                      Currently, ABM has established the ABM Target 2025,
mencakup komitmen pengurangan 15% total konsumsi                         which includes a commitment to reduce total energy
energi dan 5% total emisi karbon dari seluruh entitas                    consumption by 15% and total carbon emissions by
anak dan kegiatan operasional Perusahaan. Target ini                     5% across all subsidiaries and operational activities
menjadi acuan dalam pelaksanaan inisiatif efisiensi                      of the Company. This target serves as a reference in
energi dan pengurangan emisi di seluruh Grup.                            implementing energy efficiency initiatives and emission
                                                                         reduction strategies throughout the Group.


                                  Metriks
                                                                                                   2025
                                  Metrics
Konsumsi energi (GJ)
                                                                                               10.618.329,24
Energy consumption (GJ)
Emisi GRK (Ton CO2e)
                                                                                                 12.167,93
GHG emissions (Ton CO2e)
*Catatan: Informasi lebih lanjut mengenai data energi dan emisi disajikan pada halaman 56.
*Note: More detailed information regarding energy and emission data can be found on page 56.



Seiring dengan perkembangan strategi keberlanjutan                       In conjunction with the development of sustainability
dan transisi energi, ABM saat ini sedang                                 strategies and the energy transition, ABM is currently
mengembangkan target keberlanjutan yang baru untuk                       establishing new sustainability targets for the upcoming
periode selanjutnya (tahun 2026). Target tersebut akan                   period (year 2026). These targets will be formulated
disusun dengan mempertimbangkan kinerja historis,                        with consideration of historical performance,
potensi operasional, serta perkembangan regulasi                         operational potential, in addition to changes in relevant
dan standar pelaporan keberlanjutan yang berlaku,                        regulations and standards for sustainability reporting, to
guna mendukung pencapaian kinerja lingkungan yang                        support the achievement of sustainable environmental
berkelanjutan dalam jangka panjang.                                      performance over the long term.




 210             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 213
                                                                   IAC0562604KS




           Laporan Kesesuaian dengan Standar GRI
       Statement of GRI Standards in Accordance Check

National   Center    for  Corporate       The National Center for Corporate
Reporting (NCCR) telah melakukan          Reporting has conducted a GRI
pengecekan               kesesuaian       Standards 2021 in Accordance
dengan Standar GRI 2021 atas              Check on PT ABM Investama Tbk
Laporan Keberlanjutan PT ABM              Sustainability Report 2025 (“Report”).
Investama Tbk 2025 (“Laporan”).           The check communicates the extent
Pengecekan      dilakukan      untuk      to which the GRI Standards 2021
memberikan     gambaran     tentang       has been applied in the Report. The
sejauh mana Standar GRI 2021 telah        check does not provide an opinion
diterapkan dalam Laporan tersebut.        on the sustainability performance
Pengecekan ini bukan merupakan            of the reporter or the quality of the
opini atas kinerja keberlanjutan          information provided in the Report.
maupun kualitas informasi yang
dimuat dalam Laporan tersebut.

Kami menyimpulkan bahwa Laporan           We conclude that this report has
ini telah disusun sesuai dengan           been prepared in accordance to GRI
Standar GRI 2021.                         Standards 2021.

Jakarta, 2 April 2026                     Jakarta, April 2, 2026



                    National Center for Corporate Reporting
                        GRI Standards Aligning Service




             Andrew K. Twohig, BCom, BA (Hons), MA, CSRA
                                Director




                                                   2 02 5     L aporan Ke be r l anj ut an
                                                              S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                211
Page 214
      Indeks
      Index




212            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 215
2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                           213
Page 216
      Indeks
      Index




214            S T R E N GT H B E N E AT H ,
               V I S I O N B E YO N D
Page 217
2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                           215
Page 218
      Indeks
      Index




Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Ototitas Jasa
Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
List of Disclosure Based on POJK NO.51/POJK.03/2017 [SEOJK G.4]


No. Indeks     Nama Indeks                                                                        Halaman
Index No.      Index Name                                                                          Pages
Strategi Keberlanjutan
Sustainability Strategy
               Penjelasan Strategi Keberlanjutan
    A.1                                                                                              32
               Explanation on Sustainability Strategies
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
Overview of Sustainability Aspects Performance
               Aspek Ekonomi
    B.1                                                                                              4-7
               Economy Aspects
               Aspek Lingkungan Hidup
    B.2                                                                                              4-7
               Environmental Aspects
               Aspek Sosial
    B.3                                                                                              4-7
               Social Aspects
Profil Perusahaan
Company Profile
               Visi, Misi, dan Nilai Keberlanjutan
    C.1                                                                                              15
               Vission, Mission, Sustainable Values
               Alamat Perusahaan
    C.2                                                                                              14
               Company Address
               Skala Usaha:
               Total aset atau kapitalisasi dan total kewajiban;
               Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status
               ketenagakerjaan;
               Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham; dan
    C.3        Wilayah operasional                                                                14, 17, 19
               Business Scale:
               Total assets or assets capitalizationm and total liabilities;
               Total employee based on gender, position, age, education and employment status;
               Percentage of share ownership; and
               Operational area.
               Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan
    C.4                                                                                           18, 19, 20
               Product, Service and Business Activities
               Keanggotaan pada Asosiasi
    C.5                                                                                              22
               Member Association
               Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan
    C.6                                                                                             11,22
               Significant Changes
Penjelasan Direksi
Director Explanation
               Penjelasan Direksi
    D.1                                                                                              26
               Director Explanation
Tata Kelola Keberlanjutan
Sustainable Corporate Governance
               Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan                                 30, 31, 164,
    E.1
               Person in Charge Responsibility for Sustainable Finance                            171, 172
               Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan
    E.2                                                                                           168-169
               Sustainable Finance Competency Development
               Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan
    E.3                                                                                              178
               Sustainable Finance Risk Assessment Implementation
               Hubungan dengan Pemangku Kepentingan
    E.4                                                                                            37, 38
               Stakeholders Relations
               Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan
    E.5                                                                                              164
               Sustainable Finance Implementation Problems




216             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 219
No. Indeks     Nama Indeks                                                                                                     Halaman
Index No.      Index Name                                                                                                       Pages
Kinerja Keberlanjutan
Sustainable Performance
               Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
    F.1                                                                                                                           32
               The Activities of Building a Culture of Sustainability
Kinerja Ekonomi
Economic Performance
               Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
               Pendapatan dan Laba Rugi
    F.2                                                                                                                          185
               Comparison of Production Targets and Performance, Portfolio, Financial Targets, or
               Investment, Revenue and Profit
               Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada
               Instrumen Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
    F.3                                                                                                                          203
               Comparison of Portfolio Targets and Performance, Financing Targets, or Investments in
               Financial Instruments or Projects in Line With the Implementation of Sustainable Finance
Kinerja Lingkungan Hidup
Environmental Performance
               Biaya Lingkungan Hidup
    F.4                                                                                                                           48
               Environment Cost Incurred
Aspek Material
Material Aspect
                                                                                                                        Aspek ini tidak relevan
                                                                                                                         dengan operasional
                                                                                                                         perusahaan, namun
                                                                                                                          perusahaan tetap
                                                                                                                              berkomitmen
                                                                                                                         menjalankan praktik
                                                                                                                         keberlanjutan sesuai
                                                                                                                             dengan bidang
               Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan                                                                        usahanya.
    F.5
               Use of Environmentally Friendly Materials                                                                   This aspect is not
                                                                                                                             relevant to the
                                                                                                                        company’s operations,
                                                                                                                           but the company
                                                                                                                           is still committed
                                                                                                                            to implementing
                                                                                                                        sustainability practices
                                                                                                                        in accordance with its
                                                                                                                            business fields.

Aspek Energi
Energy Aspect
               Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan
    F.6                                                                                                                           49
               The Amount and Intensity of Energy Used
               Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan
    F.7                                                                                                                         49, 50
               Efforts and Achievement of Energy Efficiency Including Use of Renewable Energy Sources
Aspek Air
Water Aspect
               Penggunaan Air
    F.8                                                                                                                         62, 63
               Water Used
Aspek Keanekaragaman Hayati
Biodiversity Aspect
               Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau
    F.9        Memiliki Keanekaragaman Hayati                                                                                 70,72,73,74
               Impacts from Operational Areas Close to or in Conservation Areas or Having Biodiversity
               Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati
   F.10                                                                                                                        69,71,74
               Biodiversity Conservation Efforts
Aspek Emisi
Emission Aspect
               Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya
    F.11                                                                                                                       53,54,57
               The Amount and Intensity of Emissions Produced by Type
               Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan
   F.12                                                                                                                   53,54,55,57,62
               Efforts and Achievement Emission Reduction Carried Out
Aspek Limbah dan Efluen
Waste and Effluent Aspect
               Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis
   F.13                                                                                                                           77
               The Amount of Waste and Effluent Produced by Type



                                                                               2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                            S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                          217
Page 220
      Indeks
      Index




No. Indeks     Nama Indeks                                                                                            Halaman
Index No.      Index Name                                                                                              Pages
               Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen
    F.14                                                                                                                  77
               Mechanism of Waste and Effluent Management
               Tumpahan yang Terjadi (jika ada)
    F.15                                                                                                                  77
               Spills that Occur (if any)
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
Environmental Complaint Aspect
               Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan
    F.16                                                                                                               78,170
               The Amount and Material of Environmental Complaints Received and Resolved
Kinerja Sosial
Social Aspect
               Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa yang Setara kepada
    F.17       Konsumen                                                                                                   19
               Commitment to Provide Services for Equivalent Products and/or Services to Consumers
Aspek Ketenagakerjaan
Employment Aspect
               Kesetaraan Kesempatan Bekerja
    F.18                                                                                                                 126
               Equality of Employment Opportunities
               Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa
    F.19                                                                                                                 126
               Child Labor and Forced Labor
               Upah Minimum Regional
   F.20                                                                                                                  120
               The Regional Minimum Wage
               Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman
    F.21                                                                                                              84,91,107
               Decent and Safe Working Environment
               Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai
   F.22                                                                                                                90, 120
               Training and Capacity Building of Employees
Aspek Masyarakat
Society Aspect
               Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar
   F.23                                                                                                              135, 137-147
               Operational Impacts to the Surrounding Community
               Pengaduan Masyarakat
   F.24                                                                                                                  177
               Public Complaints
               Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL)
   F.25                                                                                                                  133
               Environmental and Social Responsibility Activities
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
Responsibilities for Developing Sustainable Products/Services
               Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan
   F.26                                                                                                                  60
               Innovation and Development of Sustainable Financial Products and/or Services
               Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan
   F.27                                                                                                                  199
               Products/Services that have been Evaluated for Safety for Customers
               Dampak Produk/Jasa
   F.28                                                                                                                   77
               Products/Service Impacts
               Jumlah Produk yang Ditarik Kembali
   F.29                                                                                                                   19
               Number of Products Recalled
               Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan
   F.30                                                                                                                   19
               Customer Satisfaction Survey of Sustainable Finance and/or Services
Lain-lain
Others
               Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada)
    G.1                                                                                                                 11, 211
               Written Verification from an Independent Party (if any)
               Lembar Umpan Balik
    G.2                                                                                                                151, 230
               Feedback Form
               Kami menyatakan bahwa tidak ada tanggapan terhadap umpan balik laporan keberlanjutan tahun
               sebelumnya karena kami tidak menerima tanggapan yang signifikan dari pemangku kepentingan.
    G.3                                                                                                                   11
               We declare that there was no feedback on the previous year's sustainability report since we did not
               received any significant feedback from any of our stakeholders
               Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
               tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan
    G.4        Perusahaan Publik                                                                                         216
               Disclosure List Based on POJK No.51/POJK.03/2017 regarding the Implementation of
               Sustainable Finance for Financial Services Institutions, Listed Companies and Public Companies


218              S T R E N GT H B E N E AT H ,
                 V I S I O N B E YO N D
Page 221
Indeks Konten GRI
GRI Content Index

                                            PT ABM Investama Tbk. (ABM) menyusun laporan keberlanjutan sesuai dengan (in
                                            accordance with) GRI Standards untuk periode 01 Januari 2025 sampai 31 Desember
Pernyataan Penggunaan Standar
                                            2025.
Statement of use
                                            PT ABM Investama Tbk. (ABM) has reported in accordance with the GRI Standards for
                                            the period 01 January 2025 to 31 December 2025.
GRI 1 yang digunakan
                                            GRI 1: Foundation 2021
GRI 1 used
Standar Sektoral yang Digunakan
                                            GRI Sector Standard: COAL (GRI 12)
Applicable GRI Sector Standard(s)




                                                                                                                                                     Referensi
                                                                                                                      Omission                        Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                    Sektor GRI.
Lain                      Pengungkapan                                                 Lokasi
                                                                                                      Persyaratan                                       No.
GRI Standard/ Other       Disclosure                                                  Location
                                                                                                        Omission       Alasan         Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                      Requirement      Reason         Explanation    Standard
                                                                                                       (s) Omitted                                    Ref. No.

Pengungkapan Umum/ General Disclosure



                          Detail Organisasi
                   2-1                                                                14,18,19,20
                          Organizational details



                          Entitas yang termasuk dalam pelaporan keberlanjutan
                          organisasi
                   2-2                                                                    10
                          Entities included in the organization’s sustainability
                          reporting
                          Periode pelaporan, frekuensi dan titik kontak
                   2-3                                                                    11
                          Reporting period, frequency and contact point.
                          Penyataan ulang mengenai informasi
                   2-4                                                                    11
                          Restatements of information
                          Assurance dari pihak eksternal
                   2-5                                                                    11
                          External assurance
                          Kegiatan, rantai pasokan, dan hubungan bisnis
                   2-6    lainnya                                                      10,19,20
                          Activities, value chain and other business relationships
                          Karyawan
                   2-7                                                                 100,103
                          Employees
GRI 2:                    Pekerja yang bukan karyawan
Pengungkapan       2-8                                                                 100,103
                          Workers who are not employees
Umum 2021
GRI 2: General            Struktur dan komposisi tata kelola
                   2-9                                                                 151,153
Disclosures 2021          Governance structure and composition
                          Nominasi dan pemilihan badan tata kelola tertinggi
                   2-10   Nomination and selection of the highest governance             155
                          body
                          Ketua badan tata kelola tertinggi
                   2-11                                                                  151
                          Chair of the highest governance body
                          Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasi
                          pengelolaan dampak
                   2-12                                                                  164
                          Role of the highest governance body in overseeing the
                          management of impacts.
                          Pendelegasian tanggung jawab untuk mengelola
                   2-13   dampak                                                     164,166,171
                          Delegation of responsibility for managing impacts
                          Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan
                          keberlanjutan
                   2-14                                                              30.31,164,171
                          Role of the highest governance body in sustainability
                          reporting
                          Konflik kepentingan
                   2-15                                                                  151
                          Conflicts of interest
                          Komunikasi tentang masalah-masalah kritis
                   2-16                                                                  156
                          Communication of critical concerns




                                                                                                  2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                       219
Page 222
        Indeks
        Index




                                                                                                                                                Referensi
                                                                                                                      Omission                   Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                               Sektor GRI.
Lain                           Pengungkapan                                               Lokasi
                                                                                                       Persyaratan                                 No.
GRI Standard/ Other            Disclosure                                                Location
                                                                                                         Omission     Alasan     Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                       Requirement    Reason     Explanation    Standard
                                                                                                        (s) Omitted                              Ref. No.
                              Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi
                     2-17                                                                   158
                              Collective knowledge of the highest governance body
                              Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi
                     2-18     Evaluation of the performance of the highest                  159
                              governance body.
                              Kebijakan remunerasi
                     2-19                                                                   160
                              Remuneration policies
                              Proses untuk menentukan remunerasi
                     2-20                                                                 160, 161
                              Process to determine remuneration
                              Rasio kompensasi total tahunan
                     2-21                                                                 160, 163
                              Annual total compensation ratio.
                              Pernyataan tentang strategi pembangunan
                     2-22     berkelanjutan                                                26,33
                              Statement on sustainable development strategy

GRI 2:                        Komitmen kebijakan                                         15, 32, 33,
                     2-23
Pengungkapan                  Policy commitments                                             34
Umum 2021                     Menanamkan komitmen kebijakan
GRI 2: General       2-24                                                                  32,33
                              Embedding policy commitments.
Disclosures 2021
                              Proses untuk memulihkan dampak negatif
                     2-25                                                                 172,176
                              Processes to remediate negative impacts
                              Mekanisme untuk meminta saran dan menyampaikan
                     2-26     kekhawatiran                                                172,178
                              Mechanisms for seeking advice and raising concerns.
                              Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
                     2-27                                                                    77
                              Compliance with laws and regulations
                              Keanggotaan asosiasi
                     2-28                                                                    22
                              Membership associations
                              Pendekatan terhadap keterlibatan pemangku
                     2-29     kepentingan                                                  37,38
                              Approach to stakeholder engagement
                              Perjanjian kerja bersama
                     2-30                                                                   128
                              Collective bargaining agreements
Topik Material
Material topics


GRI 3: Topik                  Proses untuk menentukan topik material
                      3-1                                                                    40
Material 2021                 Process to determine material topics
GRI 3: Material
Topics 2021                   Daftar topik material
                      3-2                                                                    43
                              List of material topics
Kinerja Ekonomi
Economic performance
GRI 3: Topik
Material 2021                 Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                                  42,43                                                12.08.01
GRI 3: Material               Management of material topics
Topics 2021
                              Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan
                                                                                                                                                 12.8.2;
                     201-1    didistribusikan                                               183
                                                                                                                                                 12.21.2
                              Direct economic value generated and distributed
                              Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat
GRI 201: Kinerja              dari perubahan iklim
Ekonomi 2016        201-2                                                                   198                                                 12.02.02
                              Financial implications and other risks and opportunities
GRI 201:                      due to climate change
Economic
Performance                   Kewajiban program pensiun manfaat pasti dan
2016                          program pensiun lainnya
                    201-3                                                                   122                                                     -
                              Defined benefit plan obligations and other retirement
                              plans
                              Bantuan finansial yang diterima dari pemerintah
                    201-4                                                                   188                                                 12.21.03
                              Financial assistance received from government
Dampak Ekonomi Tidak Langsung
Indirect Economic Impacts
GRI 3: Topik
Material 2021                 Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                                  42,43                                                12.08.01
GRI 3: Material               Management of material topics
Topics 2021




220                S T R E N GT H B E N E AT H ,
                   V I S I O N B E YO N D
Page 223
                                                                                                                                                        Referensi
                                                                                                                         Omission                        Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                       Sektor GRI.
Lain                        Pengungkapan                                                    Lokasi
                                                                                                         Persyaratan                                       No.
GRI Standard/ Other         Disclosure                                                     Location
                                                                                                           Omission       Alasan         Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                         Requirement      Reason         Explanation    Standard
                                                                                                          (s) Omitted                                    Ref. No.
GRI 203: Indirect
Dampak Ekonomi              Investasi infrastruktur dan dukungan layanan
                    203-1                                                                  135,138                                                      12.08.04
Tidak 2016                  Infrastructure investments and services supported
GRI 203: Indirect
Economic                    Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan
                    203-2                                                                  145,146                                                      12.08.05
Impacts 2016                Significant indirect economic impacts
Anti Korupsi
Anti-Corruption
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                                    42,43                                                       12.20.01
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi
                    205-1                                                                    171                                                        12.20.02
                            Operations assessed for risks related to corruption
GRI 205:
Anti-Korupsi                Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan
2016                        prosedur anti-korupsi
                    205-2                                                                    172                                                        12.20.03
GRI 205:                    Communication and training about anti-corruption
Anti-Corruption             policies and procedures
2016
                            Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil
                    205-3                                                                    178                                                        12.20.04
                            Confirmed incidents of corruption and actions taken
Anti Perilaku Kompetitif
Anti-Competitive Behavior
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                                    42,43                                                           -
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
GRI 206:
Perilaku Anti               Langkah-langkah hukum untuk perilaku anti-
Persaingan 2016             persaingan, praktik anti-trust dan monopoli
                    206-1                                                                    189                                                            -
GRI 206:                    Legal actions dor anti-competitive behavior, anti-trust,
Anti-Competitive            and monopoly practices
Behavior 2016
Pajak
Tax
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                                    42,43                                                       12.21.01
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Pendekatan Terhadap Pajak
                    207-1                                                                    186                                                        12.21.04
                            Approach To Tax
                            Tata Kelola, Pengendalian, dan Manajemen Risiko Pajak
                    207-2                                                                    186                                                        12.21.05
GRI 207:                    Tax Governance, Control, and Risk Management
Pajak 2019                  Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Pengelolaan
GRI 207:                    Perhatian yang Berkaitan Dengan Pajak
Tax 2019            207-3                                                                    187                                                        12.21.06
                            Stakeholder Engagement and Management of
                            Concerns Related To Tax
                            Laporan Per Negara
                    207-4                                                                    187                                                        12.21.07
                            Country-By-Country Reporting
Energi
Energy
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                                    42,43                                                       12.01.01
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Konsumsi Energi dalam Organisasi
                    302-1                                                                   49,51                                                       12.01.02
                            Energy Consumption Within the Organization
                            Konsumsi energi di luar organisasi
                    302-2                                                                    49                                                         12.01.03
                            Energy consumption outside of the organization
GRI 302:                    Intensitas Energi
                    302-3                                                                   50, 52                                                      12.01.04
Energi 2016                 Energy Intensity
GRI 302:
                            Pengurangan konsumsi energi
Energy 2016         302-4                                                                   49,50                                                           -
                            Reduction of energy consumption
                            Pengurangan pada energi yang dibutuhkan untuk
                            produk dan jasa
                    302-5                                                                   49, 50                                                          -
                            Reduction in energy requirements of products and
                            services




                                                                                                     2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                                  S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                          221
Page 224
        Indeks
        Index




                                                                                                                                                      Referensi
                                                                                                                            Omission                   Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                     Sektor GRI.
Lain                            Pengungkapan                                                   Lokasi
                                                                                                             Persyaratan                                 No.
GRI Standard/ Other             Disclosure                                                    Location
                                                                                                               Omission     Alasan     Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                             Requirement    Reason     Explanation    Standard
                                                                                                              (s) Omitted                              Ref. No.
Air dan Limbah
Water and effluents
GRI 3: Topik
Material 2021                  Pengelolaan topik-topik material
                       3-3                                                                     42,43                                                  12.07.01
GRI 3: Material                Management of material topics
Topics 2021

                               Interaksi Dengan Air Sebagai Sumber Daya Bersama
                      303-1                                                                    62,63                                                  12.07.02
                               Interactions With Water As A Shared Resource

                               Manajemen Dampak yang Berkaitan Dengan                                                                                  12.7.3;
GRI 303: Air dan      303-2    Pembuangan Air                                                    63                                                    12.13.1;
Efluen 2018                    Management of Water Discharge-Related Impacts                                                                           12.13.2
GRI 303: Water
and Effluents                  Pengambilan Air
                      303-3                                                                      62                                                    12.7.4
2018                           Water Withdrawal
                               Pembuangan Air
                      303-4                                                                    63, 66                                                  12.7.5
                               Water Discharge
                               Konsumsi Air
                      303-5                                                                      63                                                    12.7.6
                               Water Consumption
Keanekaragaman Hayati
Biodiversity

                               Kebijakan untuk menghentikan dan mengembalikan
                      101-1    hilangnya keanekaragaman hayati                                  69.76
                               Policies and targets to halt and reverse biodiversity loss

                               Manajemen dampak keanekaragaman hayati
                                                                                             69, 70, 72,
                      101-2    Biodiversity impact management based on the mitigation
                                                                                                 76
                               hierarchy

                               Akses dan berbagi manfaat
                      101-3    Access and Benefit-Sharing (genetic resources and                 70
GRI 101:                       traditional knowledge)
Keanekaragaman
Hayati 2024                    Identifikasi dampak keanekaragaman hayati
GRI                   101-4    Methodology to identify high-impact sites, activities, and    69, 70, 74
101:Biodiversity               supply chain
2024
                               Lokasi yang memiliki dampak keanekaragaman hayati
                      101-5                                                                  69, 72, 73
                               Locations with significant biodiversity impacts
                               Pemicu langsung hilangnya keanekaragaman hayati
                      101-6                                                                 69, 72, 73, 76
                               Direct drivers of biodiversity loss
                               Perubahan kondisi keanekaragaman hayati
                      101-7                                                                   71, 74, 76
                               Changes in the state of biodiversity

                      101-8    Layanan ekosistem                                               72, 74
                               Impacts on ecosystem services and beneficiaries
GRI 3: Topik
Material 2021                  Pengelolaan topik-topik material
                       3-3                                                                     42,43                                                   12.5.1
GRI 3: Material                Management of material topics
Topics 2021
                               Lokasi Operasi yang Dimiliki, Disewa, Dikelola, atau
                               Berdekatan Dengan,Kawasan Lindung dan Kawasan
                               Dengan Nilai Keanekaragaman Hayati Tinggi di Luar
                      304-1    Kawasan Lindung                                                 68,72                                                   12.5.2
                               Operational Sites Owned, Leased, Managed In, or
                               Adjacent To, Protected Areas and Areas of High
                               Biodiversity Value Outside Protected Areas
GRI 304:                       Dampak signifikan dari kegiatan, produk, dan jasa
Keanekaragaman                 pada keanekaragaman hayati
Hayati 2018           304-2                                                                      70                                                    12.5.3
                               Significant impacts of activities, products, and
GRI 304:                       services on biodiversity
Biodiversity 2016
                               Habitat yang Dilindungi atau Dilestarikan
                      304-3                                                                     71,73                                                  12.5.4
                               Habitats Protected or Restored
                               Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar
                               konservasi nasional dengan habitat dalam wilayah
                      304-4    yang terkena efek operasi                                         75                                                    12.5.5
                               IUCN Red List species and national conservation list
                               species with habitats in areas affected by operations




222                 S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 225
                                                                                                                                                 Referensi
                                                                                                                  Omission                        Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                Sektor GRI.
Lain                        Pengungkapan                                             Lokasi
                                                                                                  Persyaratan                                       No.
GRI Standard/ Other         Disclosure                                              Location
                                                                                                    Omission       Alasan         Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                  Requirement      Reason         Explanation    Standard
                                                                                                   (s) Omitted                                    Ref. No.
Emisi
Emissions
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                             42,43                                                         12.1.1
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Emisi GRK Langsung(Cakupan 1)
                    305-1                                                            53, 57                                                       12.1.5
                            Direct (Scope1) GHG Emissions
GRI 305: Emisi
2018                        Emisi energi GRK (Cakupan 2) tidak langsung
                    305-2                                                            53, 57                                                       12.1.6
GRI 305:                    Energy indirect (Scope 2) GHG emissions
Emissions 2016
                            Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya
                    305-3                                                             53,57                                                       12.1.7
                            Other indirect (Scope 3) GHG emisions
                            Intensitas Emisi GRK
                    305-4                                                            56, 57                                                       12.1.8
                            GHG emissions intensity
                            Pengurangan Emisi GRK
                    305-5                                                           54,58,62                                                      12.2.3
GRI 305: Emisi              Reduction of GHG emissions
2018                        Emisi zat perusak ozon (ODS)
GRI 305:            305-6                                                           53.54,55                                                         -
                            Emissions of ozone-depleting substances (ODS)
Emissions 2016
                            Nitrogen Oksida (NOX), Sulfur Oksida (SOX), dan
                            Emisi Udara Signifikan Lainnya
                    305-7                                                             55,57                                                       12.4.2
                            Nitrogen oxides (NOx), sulfur oxides (SOx), and other
                            significant air emissions
Limbah
Waste
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                             42,43                                                        12.6.1
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Timbulan Limbah Dan Dampak-Dampak Yang
                            Signifikan Terkait Limbah
                    306-1                                                              77                                                         12.6.2
                            Waste generation and significant waste-related
                            impacts
                            Pengelolaan Dampak Yang Signifikan Terkait Limbah
                    306-2                                                              78                                                         12.6.3
                            Management of significant waste-related impacts
GRI 306: Limbah             Timbulan Limbah
2020                306-3                                                              77                                                         12.6.4
                            Waste generated
GRI 306: Waste
2020
                            Limbah yang Dialihkan dari Pembuangan Akhir
                    306-4                                                           77, 78, 80                                                    12.6.5
                            Waste diverted from disposal



                            Limbah Yang Dikirimkan Ke Pembuangan Akhir
                    306-5                                                              77                                                         12.6.6
                            Waste directed to disposal

Penilaian Lingkungan Pemasok
Supplier Environmental Assessment
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                             42,43                                                           -
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021
                            Seleksi Pemasok Baru dengan Menggunakan Kriteria
GRI 308:                    Lingkungan
Penilaian           308-1                                                              190                                                           -
                            New suppliers that were screened using
Pemasok                     environmental criteria
Lingkungan 2016
GRI 308: Supplier           Dampak lingkungan negatif dalam rantai pasokan dan
Environmental               tindakan yang telah diambil
                    308-2                                                              190                                                           -
Assessment 2016             Negative environmental impacts in the supply chain
                            and actions taken
Pekerjaan
Employment
GRI 3: Topik
Material 2021               Pengelolaan topik-topik material
                     3-3                                                             42,43                                                        12.15.1
GRI 3: Material             Management of material topics
Topics 2021




                                                                                              2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                           S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                   223
Page 226
        Indeks
        Index




                                                                                                                                                    Referensi
                                                                                                                          Omission                   Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                   Sektor GRI.
Lain                            Pengungkapan                                                 Lokasi
                                                                                                           Persyaratan                                 No.
GRI Standard/ Other             Disclosure                                                  Location
                                                                                                             Omission     Alasan     Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                           Requirement    Reason     Explanation    Standard
                                                                                                            (s) Omitted                              Ref. No.
                               Perekrutan Karyawan Baru dan Pengantian Karyawan
                     401-1                                                                100, 105, 106                                              12.15.2
                               New employee hires and employee turnover
GRI 401:                       Tunjangan yang Diberikan Kepada Karyawan
Ketenagakerjaan                Purnawaktu yang Tidak Diberikan Kepada Karyawan
2016                 401-2     Sementara atau Paruh Waktu                                      120                                                   12.15.3
GRI 401:                       Benefits provided to full-time employees that are not
Employment 2016                provided to temporary or part-time employees
                               Cuti melahirkan                                                                                                       12.15.4;
                     401-3                                                                     120
                               Parental leave                                                                                                        12.19.4
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Occupational Health and Safety
GRI 3: Topik
Material 2021                  Pengelolaan topik-topik material
                       3-3                                                                    42,43                                                  12.14.1
GRI 3: Material                Management of material topics
Topics 2021
                               Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja
                     403-1                                                                     84                                                    12.14.2
                               Occupational health and safety management system
                               Identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan investigasi
                               insiden
                     403-2                                                                     92                                                    12.14.3
                               Hazard identification, risk assessment, and incident
                               investigation
                               Layanan Kesehatan Kerja
                     403-3                                                                  84,88,91                                                 12.14.4
                               Occupational health services
                               Partisipasi, Konsultan, dan Komunikasi Pekerja
                               pada Kesehatan dan Keselamatan Kerja | Worker
                    403-4                                                                     84,88                                                  12.14.5
                               participation, consultation, and communication on
                               occupational health and safety
GRI 403:
Keselamatan Dan                Pelatihan bagi pekerja mengenai keselamatan dan
Kesehatan Kerja      403-5     kesehatan kerja                                                84,88                                                  12.14.6
2018                           Worker training on occupational health and safety
GRI 403:                       Peningkatan kualitas kesehatan pekerja
Occupational         403-6                                                                     91                                                    12.14.7
                               Promotion of worker health
Health and Safety
2018                           Pencegahan dan Mitigasi Kesehatan dan
                               Keselamatan Kerja
                     403-7     yang Berdampak Langsung dalam Hubungan Bisnis                   84                                                    12.14.8
                               Prevention and mitigation of occupational health and
                               safety impacts directly linked by business relationships
                               Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen
                               keselamatan dan kesehatan kerja
                     403-8                                                                    84,85                                                  12.14.9
                               Workers covered by an occupational health and safety
                               management system
                               Kecelakaan kerja
                     403-9                                                                    92,95                                                 12.14.10
                               Work-related injuries
                               Penyakit akibat kerja
                    403-10                                                                    84,91                                                  12.14.11
                               Work-related ill health
Pelatihan dan Pendidikan
Training and Education
GRI 3: Topik
Material 2021                  Pengelolaan topik-topik material                                                                                      12.15.1;
                       3-3                                                                    42,43
GRI 3: Material                Management of material topics                                                                                         12.19.1
Topics 2021
                               Rata-Rata Jam Pelatihan Per Tahun Per Karyawan                                                                        12.15.6;
                     404-1                                                                90,106,107,109
                               Average hours of training per year per employee                                                                       12.19.5
GRI 404:                       Program untuk Meningkatkan Keterampilan Karyawan
Pelatihan &                    dan Program Bantuan Peralihan                                                                                         12.15.7;
                     404-2                                                                  105, 106
Pendidikan 2016                Programs for upgrading employee skills and transition                                                                  12.3.3
GRI 404: Training              assistance programs
and Education
                               Persentase Karyawan yang Menerima Tinjauan Rutin
2016
                               Terhadap Kinerja dan Pengembangan Karier
                     404-3                                                                   106, 118                                                   -
                               Percentage of employees receiving regular
                               performance and career development reviews




224                 S T R E N GT H B E N E AT H ,
                    V I S I O N B E YO N D
Page 227
                                                                                                                                                     Referensi
                                                                                                                      Omission                        Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                    Sektor GRI.
Lain                         Pengungkapan                                               Lokasi
                                                                                                      Persyaratan                                       No.
GRI Standard/ Other          Disclosure                                                Location
                                                                                                        Omission       Alasan         Penjelasan    GRI Sector
Source
                                                                                                      Requirement      Reason         Explanation    Standard
                                                                                                       (s) Omitted                                    Ref. No.
Keberagaman dan Kesempatan yang Sama
Diversity and Equal Opportunity
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                               42,43                                                         12.19.1
GRI 3: Material              Management of material topics
Topics 2021
GRI 405:
Keanekaragaman               Keanekaragaman Badan Tata Kelola dan Karyawan
                     405-1                                                               98                                                           12.19.6
dan Kesempatan               Diversity of governance bodies and employees
yang Setara 2016
GRI 405:                     Rasio Gaji Pokok dan Remunerasi Perempuan
Diversity                    Dibandingkan Laki-Laki
                     405-2                                                             122, 123                                                       12.19.7
and Equal                    Ratio of basic salary and remuneration of women to
Opportunity 2016             men
Non-Diskriminasi
Non-Discrimination
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
GRI 3: Material
                      3-3
                             Management of material topics                             42, 43                                                         12.19.1
Topics 2021
GRI 406: Non-
                             Insiden Diskriminasi dan Tindakan Perbaikan yang
diskriminasi 2016
                             Dilakukan
GRI 406: Non-        406-1                                                             84, 126                                                        12.19.8
                             Incidents of discrimination and corrective actions
discrimination
                             taken
2016
Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif
Freedom of Association and Collective Bargaining
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                               42,43                                                         12.18.1
GRI 3: Material              Management of material topics
Topics 2021
GRI 407:
Kebebasan
Berserikat Dan
Perundingan                  Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan
Kolektif 2016                berserikat dan perundingan kolektif mungkin berisiko
                     407-1                                                             128, 130                                                       12.18.2
GRI 407:                     Operations and suppliers in which the right to freedom
Freedom of                   of association and collective bargaining may be at risk
Association
and Collective
Bargaining 2016
Pekerja Anak
Child Labor
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                               42,43                                                         12.16.1
GRI 3: Material              Management of material topics
Topics 2021
GRI 408: Pekerja             Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan
Anak 2016                    terhadap insiden pekerja anak
                     408-1                                                             125, 126                                                       12.16.2
GRI 408: Child               Operations and suppliers at significant risk for
Labor 2016                   incidents of child labor
Kerja Paksa atau Wajib
Forced or Compulsory Labor
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                               42,43                                                         12.17.1
GRI 3: Material              Management of material topics
Topics 2021
GRI 409: Kerja
Paksa atau Wajib             Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan
Kerja 2016                   terhadap insiden pekerja kerja paksa atau wajib kerja
                     409-1                                                             125, 126                                                       12.17.2
GRI 409: Forced              Operations and suppliers at significant risk for
or Compulsory                incidents of forced or compulsory labor
Labor 2016
Komunitas Lokal
Local Communities
GRI 3: Topik
Material 2021                Pengelolaan topik-topik material
                      3-3                                                               42,43                                                         12.9.1
GRI 3: Material              Management of material topics
Topics 2021




                                                                                                  2 02 5       L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                       225
Page 228
        Indeks
        Index




                                                                                                                                                          Referensi
                                                                                                                              Omission                     Standar
Standar GRI/ Sumber
                                                                                                                                                         Sektor GRI.
Lain                             Pengungkapan                                                Lokasi
                                                                                                            Persyaratan                                      No.
GRI Standard/ Other              Disclosure                                                 Location
                                                                                                              Omission        Alasan      Penjelasan     GRI Sector
Source
                                                                                                            Requirement       Reason      Explanation     Standard
                                                                                                             (s) Omitted                                   Ref. No.
                                Operasi dengan Keterlibatan Masyarakat Lokal,
                                Penilaian Dampak dan Program Pengembangan
GRI 413:               413-1                                                               132, 135, 138                                                    12.9.2
                                Operations with local community engagement, impact
Masyarakat Lokal                assessments, and development programs
2016
GRI 413: Local                  Operasi yang secara aktual dan yang berpotensi
Communities                     memiliki dampak negatif signifikan terhadap
2016                  413-2     masyarakat lokal                                           132, 135, 138                                                    12.9.3
                                Operations with significant actual and potential
                                negative impacts on local communities
Penilaian Sosial Pemasok
Supplier Social Assessment
GRI 3: Topik
Material 2021                   Pengelolaan topik-topik material
                        3-3                                                                   42,43                                                        12.15.01
GRI 3: Material                 Management of material topics
Topics 2021
                                Seleksi Pemasok Baru dengan Menggunakan Kriteria                                                                           12.15.8;
GRI 414: Evaluasi
                      414-1     Sosial                                                         190                                                         12.16.3;
Kinerja social
                                New suppliers that were screened using social criteria                                                                      12.17.3
Ketenagakerjaan
Pemasok 2016                    Dampak sosial negatif dalam rantai pasokan dan
GRI 414:                        tindakan yang telah diambil
Supplier Social       414-2                                                                    190                                                          12.15.9
                                Negative social impacts in the supply chain and
Assessment 2016                 actions taken




Topik-topik Standar Sektor GRI yang Tidak Material
Topics in the Applicable GRI Sector Standards Determined as Not Material

                                                                                                                                                         Referensi
                                                                                                                               Omission                   Standar
                                                                                                                                                        Sektor GRI.
Standar GRI/ Sumber lain                    Pengungkapan                                          Lokasi
                                                                                                               Persyaratan                                  No.
GRI Standard/ Other Source                  Disclosure                                           Location
                                                                                                                 Omission       Alasan    Penjelasan    GRI Sector
                                                                                                               Requirement      Reason    Explanation    Standard
                                                                                                                (s) Omitted                               Ref. No.
Pengungkapan Umum
General Disclosures
                                            Rasio standar upah karyawan
                                            entry-level berdasarkan jenis kelamin
                                            terhadap upah minimum regional
                                 202-1                                                          122                                                     12.19.02
GRI 202: Keberadaan                         Standard Ratio of entry level
Pasar 2016                                  employee wage by gender against
GRI 202: Market                             regional minimum wage
Presence 2016                               Proporsi manajemen senior
                                            yang berasal dari masyarakat lokal                                                                          12.8.3;
                                202-2                                                           106
                                            Proportion of senior management                                                                             12.19.3
                                            from local communities
GRI 204: Procurement                        Proposi pengeluaran untuk pemasok lokal
                                 204-1                                                          193                                                     12.8.6
Practices 2016                              Proportion of spending on local suppliers
GRI 402: Hubungan
                                            Periode pemberitahuan minimum terkait
Tenaga Kerja/                                                                                                                                           12.3.1;
                                            perubahan operasional                               128          Sesuai Regulasi yang Berlaku
Manajemen 2016                   402-1                                                                                                                  12.15.5;
                                            Minimum notice periods regarding operational                     Adhering to the Prevailing Regulation
Labor/Management                                                                                                                                        12.3.2
                                            changes
Relations 2016
                                                                                                             Seluruh petugas keamanan dan
GRI 410: Praktik                            Petugas keamanan yang dilatih mengenai                           pihak ketiga pemberi jasa keamanan
Keamanan 2016                               kebijakan atau prosedur hak asasi manusia           125, 130     telah menerima pelatihan HAM
                                 410-1                                                                                                                  12.12.2
Security Practices                          Security guards trained on human rights                          All security guards and thirdparty
2016                                        policies or procedures                                           security providers have
                                                                                                             received human rights training
GRI 411: Hak-Hak                            Kegiatan, rantai pasokan, dan hubungan bisnis
                                                                                                                                                        12.11.1;
Masyarakat Adat 2016                        lainnya
                                 411-1                                                          125, 130                                                12.11.2;
GRI 411: Rights of                          Activities, value chain and other business
                                                                                                                                                        12.11.3
Indigenous Peoples 2018                     relationships
GRI 415:
Kebijakan Publik                                                                                              Tidak ada kontribusi politik yang
                                            Kontribusi politik                                                                                          12.22.1;
2016                             415-1                                                          197           diberikan
                                            Political contributions                                                                                     12.22.2
Public Policy                                                                                                 No political contributions were made
2016




226                  S T R E N GT H B E N E AT H ,
                     V I S I O N B E YO N D
Page 229
Indeks Referensi Terhadap NASDAQ
ESG Reporting Guidelines
Reference Index with NASDAQ ESG Reporting Guidelines

Aspek                      Indeks yang   Keterangan                                                     Data 2025 atau Dilaporkan pada Halaman
Aspect                      Dilaporkan   Remarks                                                        Data 2025 or Reported on Page
                             Reported
                               Index
Environmental
Lingkungan

                                         Jumlah total, dalam ekuivalen CO2, untuk Cakupan 1             2.961,71 tCO2eq
                            NDAQ E1.1
                                         Total amount, in CO2 equivalents, for Scope 1                  Halaman | Page 56
NDAQ E1
Emisi Gas Rumah Kaca                     Jumlah total, dalam ekuivalen CO2, untuk Cakupan 2             9.206,23 tCO2eq
                           NDAQ E1.2
GHG Emissions                            Total amount, in CO2 equivalents, for Scope 2                  Halaman | Page 56
                                         Jumlah total, dalam ekuivalen CO2, untuk Cakupan 3             9.780,89 tCO2eq
                           NDAQ E1.3
                                         Total amount, in CO2 equivalents, for Scope 3                  Halaman | Page 57
                                         Total Emisi GRK Per Keluaran Faktor                            0,0000117 tCO2eq/USD pendapatan| revenue
NDAQ E2                    NDAQ E2.1
                                         Total GHG emissions per output scaling factor                  Halaman | Page 56
Intensitas Emisi
Emissions Intensity                      Total Emisi non-GRK Per Keluaran Faktor                        Belum dilakukan perhitungan
                           NDAQ E2.2
                                         Total non-GHG emissions per output scaling factor              No calculations have been made yet
                                         Total energi langsung yang dikonsumsi                          10.618.329,24 GJ
NDAQ E3                    NDAQ E3.1
                                         Total amount of energy directly consumed                       Halaman | Page 52
Penggunaan Energi
Energy Usage                             Total energi tidak langsung yang dikonsumsi                    Belum dilakukan perhitungan
                           NDAQ E3.2
                                         Total amount of energy indirectly consumed                     No calculations have been made yet
NDAQ E4                                  Total energi langsung yang digunakan                           0,0102 GJ/USD ((berdasarkan pendapatan) |
Intensitas Energi           NDAQ E4      per output scaling factor                                      (revenue-based)
Energy Intensity                         Total direct energy usage per output scaling factor            Halaman | Page 49-50
NDAQ E5
                                         Persentase: Penggunaan energi berdasarkan sumber               Terbarukan: ~39,9%; Tidak terbarukan: ~60,1%
Bauran Energi              NDAQ E5.1
                                         Percentage: Energy usage by generation type                    Renewable: ~39.9%; Non-renewable: ~60.1%
Energy Mix
                                         Total air yang dikonsumsi                                      458,72 Megaliter
NDAQ E6                    NDAQ E6.1
                                         Total amount of water consumed                                 Halaman | Page 62,63
Penggunaan Air
Water Usage                              Total air yang dimanfaatkan kembali
                           NDAQ E6.2                                                                    40,03 Megaliter
                                         Total amount of water reclaimed
                                         Apakah Perusahaan memiliki kebijakan                    Ya (Kebijakan Lingkungan ABM-PLC-CAF-005)
                            NDAQ E7.1    lingkungan secara resmi?                                Yes (Environmental Policy ABM-PLC-CAF-005)
                                         Does your company follow a formal Environmental Policy? Halaman | Page 77,78

                                         Apakah Perusahaan memiliki kebijakan khusus terkait
                                                                                                        Ya (kebijakan limbah, air, energi & daur ulang)
NDAQ E7                                  limbah, air, energi, dan/atau material daur ulang?
                           NDAQ E7.2                                                                    Yes (policies for waste, water, energy & recycling)
Operasional Lingkungan                   Does your company follow specific waste,
                                                                                                        Halaman | Page 77,78
Environmental Operations                 water, energy, and/or recycling policies?

                                         Apakah Perusahaan menggunakan sistem
                                                                                                        Ya (Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001)
                                         manajemen energi yang diakui?
                           NDAQ E7.3                                                                    Yes (ISO 14001 environmental management system)
                                         Does your company use a recognized
                                                                                                        Halaman | Page 77,78
                                         energy management system?
                                         Apakah Dewan Direksi mengawasi dan/
NDAQ E8                                                                                                 Ya (Dewan Komisaris melalui Komite ESG)
                                         atau mengelola risiko terkait iklim?
Pengawasan Iklim/Direksi    NDAQ E8                                                                     Yes (Dewan Komisaris via ESG Committee)
                                         Does your Board of Directors oversee and/
Climate Oversight/Board                                                                                 Halaman | Page198
                                         or manage climate-related risks?
NDAQ E9
                                         Apakah tim manajemen senior mengawasi
Pengawasan Iklim/                                                                                       Ya (Dewan Komisaris melalui Komite ESG)
                                         dan/atau mengelola risiko terkait iklim?
Manajemen Senior            NDAQ E9                                                                     Yes (Dewan Komisaris via ESG Committee)
                                         Does your Senior Management Team oversee
Climate Oversight/                                                                                      Halaman | Page198
                                         and/or manage climate-related risks?
Management
                                                                                                        Tidak diungkapkan terpisah; terintegrasi dalam
                                                                                                        operasional dengan biaya lingkungan Rp13,27 miliar
NDAQ E10                                                                                                (setara dengan sekitar US$0,79 miliar berdasarkan
                                         Total biaya investasi tahunan terkait iklim, infrastruktur,
Pengawasan Iklim/                                                                                       kurs Rp16.781,902)
                                         ketahanan, dan pengembangan produk
Manajemen                   NDAQ E10                                                                    Not disclosed separately; embedded in operations
                                         Total amount invested, annually, in climate-related
Climate Oversight/                                                                                      dengan biaya lingkungan Rp13.27 billion (equivalent
                                         infrastructure, resilience, and product development.
Management                                                                                              to approximately US$0.79 billion based on an
                                                                                                        exchange rate of Rp16,781.902)
                                                                                                        Halaman | Page 48




                                                                                               2 02 5          L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                               S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                      227
Page 230
         Indeks
         Index




Aspek                        Indeks yang          Keterangan                                              Data 2025 atau Dilaporkan pada Halaman
Aspect                        Dilaporkan          Remarks                                                 Data 2025 or Reported on Page
                               Reported
                                 Index
Sosial
Social
                                                  Rasio: Remunerasi Direktur Utama dengan
                                                  Remunerasi Median Karyawan Tetap                        Halaman | Page
                               NDAQ S1.1
                                                  Ratio: CEO total compensation to                        163
NDAQ S1                                           median FTE total compensation
Rasio Remunerasi CEO
CEO Pay Ratio                                     Apakah perusahaan melaporkan metrik
                                                  ini sebagai kewajiban regulasi?                         Ya (diungkapkan dalam laporan regulasi/OJK)
                              NDAQ S1.2
                                                  Does your company report this                           Yes (disclosed in annual regulatory filings/OJK)
                                                  metric in regulatory filings?
NDAQ S2                                           Rasio: Remunerasi Direktur Utama
Rasio Remunerasi                                  dengan Remunerasi Median Karyawan Tetap
                               NDAQ S2                                                                    Halaman | Page 122
Berdasarkan Gender                                Ratio: CEO total compensation to
Gender Pay Ratio                                  median FTE total compensation
                                                  Persentase: Tingkat Perputaran
                                                  Karyawan Tetap
                              NDAQ S3.1                                                                   Halaman | Page 122
                                                  Percentage: YOY change for full time
                                                  employees (annual)
                                                  Persentase: Tingkat Perputaran
NDAQ S3
                                                  Karyawan Kontrak                                        7%
Perputaran Karyawan           NDAQ S3.2
                                                  Percentage: YOY change for part-time                    Halaman | Page 104
Employee Turnover
                                                  employees (annual)
                                                  Persentase: Tingkat Perputaran
                                                  Kontraktor atau Konsultan                               2%
                              NDAQ S3.3
                                                  Percentage: YOY change for contractor                   Halaman | Page 104
                                                  and/or consultants (annual)
                                                                                                          Pria 94,3%, Wanita 5,7%
                                                  Persentase: Jumlah karyawan pria dan wanita
                              NDAQ S4.1                                                                   Male 94.3%, Female 5.7%
                                                  Percentage: Number of male and female employees
                                                                                                          Halaman | Page 99, 100
                                                  Persentase: Entry dan mid-level
                                                                                                          Entry & Mid (Staff): Pria 85,2%, Wanita 14,8%
NDAQ S4                                           karyawan pria dan wanita
                              NDAQ S4.2                                                                   Entry & Mid (Staff): Male 85.2%, Female 14.8%
Keragaman Gender                                  Percentage: Entry and mid-level
                                                                                                          Halaman | Page 100
Gender Diversity                                  male and female employees
                                                  Persentase: senior & executive level
                                                                                                          Senior & Executive: Pria 90%, Wanita 10%
                                                  karyawan pria dan wanita
                              NDAQ S4.3                                                                   Senior & Executive: Male 90%, Female 10%
                                                  Percentage: senior & executive level
                                                                                                          Halaman | Page 100
                                                  male and female employees
                                                  Persentase: Jumlah total karyawan                       Tidak ada pekerja paruh waktu (0%)
                              NDAQ S5.1           paruh waktu (part-time)                                 0% (no part-time workers)
NDAQ S5                                           Percentage: Total number of part-time employees         Halaman | Page 102
Rasio Jumlah
Pekerja Temporer                                                                                          10% (1,152 kontraktor dari 11,615 total Seluruh
                                                  Persentase Jumlah total kontraktor dan/atau konsultan
Temporary Worker Ratio                                                                                    Karyawan)
                              NDAQ S5.2           Percentage Total number of contractors
                                                                                                          10% (1,152 contractors of 11,615 total workforce)
                                                  and/or consultants
                                                                                                          Halaman | Page 103
                                                  Apakah perusahaan memiliki kebijakan mengenai
NDAQ S6                                                                                                   Ya (kebijakan non-diskriminasi; WBS tersedia)
                                                  non-diskriminasi dan pelecehan seksual?
Non-Diskriminasi               NDAQ S6                                                                    Yes (non-discrimination policy; WBS for reporting)
                                                  Does the company have a non-discrimination
Non-Discrimination                                                                                        Halaman | Page 126
                                                  and sexual harassment policy?
                                                  Persentase: Frekuensi terjadinya kecelakaan kerja
NDAQ S7                                                                                                   LTIFR: 0,04; Total LTI: 2; Fatalitas: 1 (kontraktor)
                                                  dibandingkan dengan jumlah total pekerja
Tingkat Kecelakaan             NDAQ S7                                                                    LTIFR: 0.04; Total LTI: 2; Fatality: 1 (contractor)
                                                  Percentage: The frequency of accidents at work
Kerja Injury Rate                                                                                         Halaman | Page 95
                                                  compared to the total number of workers
NDAQ S8                                           Apakah Perusahaaan mengikuti kebijakan
                                                                                                          Ya (kebijakan K3; tersertifikasi ISO 45001)
Standar Kesehatan dan                             kesehatan dan keselamatan kerja?
                               NDAQ S8                                                                    Yes (OHS policy, ISO 45001 certified)
Keselamatan Kerja Global                          Does your company follow an occupational
                                                                                                          Halaman | Page 84
Global Health & Safety                            health and safety policy?
                                                  Apakah perusahaan Anda mengikuti
                                                                                                          Ya (usia minimum 18 tahun; tidak ada pekerja anak)
                                                  kebijakan anak dan/atau kerja paksa?
                              NDAQ S9.1                                                                   Yes (minimum age 18; no child labor incidents)
                                                  Does your company adhere to a child
NDAQ S9                                                                                                   Halaman | Page 126
                                                  and/or forced labor policy?
Pekerja Anak &
Kerja Paksa                                                                                               Ya (mencakup semua pemasok dan vendor melalui
                                                  Apakah kebijakan anak Anda dan/atau kerja paksa
Child & Forced Labor                                                                                      Kode Etik)
                                                  Lihat juga: mencakup pemasok dan vendor?
                              NDAQ S9.2                                                                   Yes (covers all suppliers & vendors
                                                  Does your company have a child and/or forced labor
                                                                                                          via Code of Conduct)
                                                  policy? See also: including suppliers and vendors?
                                                                                                          Halaman | Page 190 - 193
                                                                                                          Ya (kebijakan HAM; menghormati hak masyarakat
                                                  Apakah perusahaan Anda mengikuti
                                                                                                          adat)
                              NDAQ S10.1          kebijakan hak asasi manusia?
                                                                                                          Yes (human rights policy; respects indigenous rights)
NDAQ S10                                          Does your company follow a human rights policy?
                                                                                                          Halaman | Page 130
Hak Asasi Manusia
Human Rights                                      Apakah kebijakan hak asasi manusia Anda Lihat
                                                                                                          Ya Berlaku untuk seluruh pemasok dan vendor
                                                  juga: mencakup pemasok dan vendor?
                             NDAQ S10.2                                                                   Yes (covers suppliers and vendors)
                                                  Does your human rights policy cover
                                                                                                          Halaman | Page 190-193
                                                  suppliers and vendors?




228               S T R E N GT H B E N E AT H ,
                  V I S I O N B E YO N D
Page 231
Aspek                      Indeks yang   Keterangan                                                       Data 2025 atau Dilaporkan pada Halaman
Aspect                      Dilaporkan   Remarks                                                          Data 2025 or Reported on Page
                             Reported
                               Index

Sosial
Social

                                                                                                          Wanita di Direksi: 7% (2025)
                                         Persentase jumlah wanita dalam Susunan Dewan Direksi
                           NDAQ G1.1                                                                      7% women on Board of Directors (2025)
NDAQ G1                                  Percentage of women on the Board of Directors
                                                                                                          Halaman | Page 99
Keragaman Dewan
Board Diversity                                                                                           Wanita di Dewan Komisaris: 25% (2025)
                                         Persentase jumlah wanita dalam Susunan Komisaris
                           NDAQ G1.2                                                                      25% women on Board of Commissioners (2025)
                                         Percentage of women on the Board of Commissioners
                                                                                                          Halaman | Page 99
                                                                                                          Ya (CEO tidak merangkap sebagai Presiden
                                         Apakah Perusahaan melarang CEO/ Direktur utama
                                                                                                          Komisaris)
                                         merangkap jabatan sebagai Komisaris Utama? Ya/Tidak?
                           NDAQ G2.1                                                                      Yes (CEO cannot concurrently serve as President
                                         Does the Company prohibit the CEO from concurrently
NDAQ G2                                                                                                   Commissioner)
                                         serving as the President Commissioner? Yes No?
Independensi Dewan                                                                                        Halaman | Page 153
Board Independence                       Persentase jumlah anggota Dewan
                                                                                                          50% Dewan Komisaris independen
                                         Komisaris dan Direksi independen.
                           NDAQ G2.2                                                                      50% of Board of Commissioners are independent
                                         Percentage of the number of members of the Board
                                                                                                          Halaman | Page 151
                                         of Commissioners and Independent Directors
                                         Apakah eksekutif Perusahaan secara formal diberikan
NDAQ G3                                                                                                   Ya (KPI ESG terintegrasi dalam remunerasi eksekutif)
                                         insentif untuk kinerja terkait keberlanjutan? Ya/Tidak
Insentif                    NDAQ G3                                                                       Yes (ESG KPIs integrated in executive remuneration)
                                         Are Company executives formally incentivized for
Incentivized Pay                                                                                          Halaman | Page 160
                                         sustainability-related performance? Yes/No
                                         Persentase: total jumlah karyawan yang                           100% karyawan tercakup dalam PP/PKB
NDAQ G4
                                         menyetujui perjanjian kerja Bersama kolektif                     100% of employees covered by PP/PKB (collective
Perjanjian Kerja Bersama    NDAQ G4
                                         Percentage: total enterpreise headcount covered                  agreement)
Collective Bargaining
                                         by collective bargaining agreements                              Halaman | Page 128
                                                                                                          Ya (vendor wajib mengikuti Code of Ethics &
NDAQ G5                                  Apakah vendor dan supplier Perusahaan wajib
                                                                                                          Integrity Pact)
Kode Etik Pemasok                        mengikuti kode etik Perusahaan? Ya/Tidak
                           NDAQ G5.1                                                                      Yes (vendors required to follow Code of Ethics &
Supplier Code                            Are the Company's vendors and suppliers required
                                                                                                          Integrity Pact)
Of Conduct                               to follow the Company's code of ethics? Yes? No
                                                                                                          Halaman | Page 190
                                         Apakah perusahaan Anda mengikuti etika dan                       Ya (ISO 37001: Sistem Manajemen Anti Penyuapan)
                                         / atau kebijakan anti-korupsi? Ya/Tidak                          Yes (Anti-Bribery Management
                           NDAQ G6.1
                                         Does your company follow an ethics and/                          System ISO 37001:2016)
NDAQ G6                                  or anti-corruption policy? Yes/No                                Halaman | Page 172
Etika & Anti-Korupsi                     Jika ya, berapa persentase tenaga kerja Anda
Ethics & Anti-Corruption                 yang telah secara resmi mempunyai sertifikasi
                                                                                                          Tidak dilaporkan
                           NDAQ G6.2     kepatuhan terhadap kebijakan ini.
                                                                                                          Not disclosed
                                         If yes, what percentage of your workforce has
                                         formally certified its compliance with this policy?
                                                                                                          Ya (Kebijakan Keamanan Informasi ABM-PLC-JKT-
                                         Apakah perusahaan Anda mengikuti                                 ICT-07)
                           NDAQ G7.1     kebijakan privasi data? Ya/Tidak                                 Yes (Information Security Policy ABM-PLC-JKT-
                                         Does your company follow a data privacy policy? Yes/No           ICT-07)
NDAQ G7                                                                                                   Halaman | Page 196
Privasi Data
Data Privacy                             Apakah perusahaan Anda telah mengambil
                                         langkah-langkah untuk mematuhi aturan Peraturan                  Ya (server cloud AWS dengan sertifikasi ISO 27001)
                           NDAQ G7.2     Perlindungan Data Umum (GDPR)? Ya/Tidak                          Yes (AWS cloud server with ISO 27001 certification)
                                         Has your company taken steps to comply with General              Halaman | Page 196
                                         Data Protection Regulation (GDPR) rules? Yes/No
                                         Apakah Perusahaan menerbitkan
                                         Laporan Berkelanjutan? Ya/Tidak                                  Ya | Yes
                           NDAQ G8.1
                                         Does the Company publish a                                       Halaman | Page 8
                                         Sustainability Report? Yes/ No
Pelaporan ESG
ESG Reporting                            Apakah data-data keberlanjutan termasuk
                                                                                                          Ya (memenuhi POJK 51/2017
                                         dalam data yang wajib dilaporkan oleh
                                                                                                          Yes (OJK POJK 51/POJK.03/2017 regulatory
                           NDAQ G8.2     Perusahaan berdasarkan regulasi?
                                                                                                          requirements)
                                         Is sustainability data included in data that has been
                                                                                                          Halaman | Page 8
                                         reported by the Company based on regulations?
                                         Apakah perusahaan Anda menyediakan
                                         data keberlanjutan untuk kerangka                                Ya (GRI, POJK/SEOJK, SDGs)
                           NDAQ G9.1     kerja pelaporan keberlanjutan?                                   Yes (GRI Standards, POJK/SEOJK, SDGs)
                                         Does your company provide sustainability data                    Halaman | Page 8
                                         to sustainability reporting frameworks?
NDAQ G9                                  Apakah perusahaan Anda berfokus pada Tujuan                      Ya (selaras dengan 17 SDGs)
Praktik Pengungkapan                     Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) tertentu?                       Yes (aligned with 17 SDGs in ABM Sustainability
                           NDAQ G9.2
Disclosure Practices                     Does your company focus on specific UN                           House)
                                         Sustainable Development Goals (SDGs)?                            Halaman | Page 9
                                         Apakah perusahaan Anda menetapkan
                                                                                                          Ya (target SDGs ditetapkan dan dipantau)
                                         target dan melaporkan UN SDGs?
                           NDAQ G9.3                                                                      Yes (SDG targets set and progress reported)
                                         Does your company set targets and
                                                                                                          Halaman | Page 9
                                         report progress on the UN SDGs?
NDAQ G10                                 Apakah pelaporan keberlanjutan anda telah diperiksa
                                                                                                          Ya (assurance eksternal independen)
Assurance Oleh                           atau divalidasi oleh pihak ketiga? Ya/Tidak
                           NDAQ G10                                                                       Yes (external assurance by independent third party)
Pihak Eksternal                          Are your sustainability disclosures assured
                                                                                                          Halaman | Page 11, 211
External Assurance                       or validated by a third party? Yes/No

                                                                                                 2 02 5         L aporan Ke be r l anj ut an
                                                                                                                S us t ai nabi l i t y Re por t
                                                                                                                                                        229
Page 232
       Indeks
       Index




Lembar
                                                 Laporan ini mudah dimengerti:
                                                 This report is easy to understand
                                                        Tidak Setuju                                 Netral                                        Setuju


Umpan Balik
                                                        Disagree                                     Neutral                                       Agree
                                                 Laporan ini sudah menggambarkan informasi aspek material yang sesuai
                                                 dengan kegiatan usaha Perusahaan:

Feedback Form                                    This report has described information on material aspects in accordance with the
                                                 Company’s business activities:
                                                        Tidak Setuju                                 Netral                                        Setuju
                                                        Disagree                                     Neutral                                       Agree
                                                 Mohon berikan penilaian untuk topik material yang paling penting menurut anda
                                                 (nilai 1 = paling tidak penting s/d 5= paling penting)
                                                 Please rate the most important material topics in your opinion (score 1 = least
                                                 important to 5 = most important)
                                                 • Efluen dan Limbah | Effluents and Waste
                                                 • Energi | Energy
                                                 • Material | Materials
                                                 • Kesehatan dan Keselamatan Kerja | Occupational Health and Safety
                                                 • Kepatuhan Lingkungan | Environmental Compliance
                                                 • Dampak Ekonomi Tidak Langsung | Indirect Economic Impacts
                                                 • Kinerja Ekonomi | Economic Performance
                                                 • Emisi | Emission
                                                 • Antikorupsi | Anti-corruption
                                                 • Pelatihan dan Pendidikan | Training and Education
                                                 • Masyarakat Lokal | Local Communities
                                                 Saran atau informasi lain terkait Laporan:
                                                 Any suggestions or other information regarding the Report:



                                                 Profil Anda
                                                 Your Profile
Terima kasih atas masukan anda.                  Nama (bila berkenan) | Name (if wish to disclose):
Mohon lembar umpan balik dapat dikirim           ......................................................................................................................................
melalui surat elektronik kepada kontak
                                                 Institusi/Perusahaan | Institution/Company:
yang tertera di Laporan ini, atau langsung ke:
                                                 ......................................................................................................................................
Thank you for your input. Please send the        E-mail:
feedback sheet by e-mail to the contact
                                                 ......................................................................................................................................
listed on this Report, or directly to:

                                                 Golongan Pemangku Kepentingan
                                                 Stakeholders Group
                                                        Golongan Pemangku Kepentingan | Stakeholders Group
                                                        Pemegang Saham | Shareholders
                                                        Pelanggan | Customers
                                                        Pekerja | Employee
                                                        Investor
PT ABM Investama Tbk                                    Regulator, Legislatif, dan Lembaga Pengawas
Kantor Pusat                                            Regulator, Legislative, and Supervisory Bodies Communities
Head Office:                                            Masyarakat di Sekitar Wilayah Usaha Perusahaan
Gedung TMT 1, 18th Floor, Suite 1802                    Communities Around the Company’s Business Area
Jl. Cilandak KKO No. 1 Jakarta, 12560,                  Media Massa | Mass Media
Indonesia
                                                        Kontraktor | Contractors

T. (+62 21) 2997 6767                                   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
                                                        Non-governmental Organizations (NGOs)
F. (+62 21) 2997 6768
E. corporate.secretary@abm-investama.co.id              Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi
www.abm-investama.com                                   Research Institute and Universities




230             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 233
2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                           231
Page 234
      Perubahan Iklim
      Climate Change




232             S T R E N GT H B E N E AT H ,
                V I S I O N B E YO N D
Page 235
2 02 5   L aporan Ke be r l anj ut an
         S us t ai nabi l i t y Re por t
                                           233
Page 236

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size8.83 MB
Published7 Apr 2026
Pages236
Characters1,042,144
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 127 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ABM Investama p.2 ×69
linked org Tiara Marga Trakindo p.14 ×6
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.15 ×5
linked org Valle Verde Pte Ltd p.16 ×3
linked person Rachmat Mulyana p.16 ×4
linked person Achmad Ananda Djajanegara p.16 ×4
linked person Mivida Hamami p.16 ×4
linked org Fortune Indonesia p.25 ×2
linked org Adaro Energy p.26 ×3
linked person Arief Tarunakarya p.32
linked person Manggi Taruna Habir p.32
linked person Haris Mustarto p.33 ×2
linked person Feriwan Sinatra p.33 ×2
linked person Hans Christian Manoe p.33
linked org Tiara Marga p.155
linked org Golden Energy Mines Tbk p.156 ×16
linked org PT Radhika Jananta Raya p.156 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11 ×3
possible org PT Tiara Tiara Marga Trakindo p.14
possible org Bursa Efek Indonesia p.16 ×2
possible org PT Achmad Ananda p.156
unresolved person Employee Enhancement · Komisaris Utama p.4
unresolved person Accountability · President Director p.4 ×2
unresolved org Financial Services Authority p.11 ×3
unresolved org PT Nirmala Coal Nusantara p.12 ×8
unresolved org PT Piranti Jaya Utama p.12 ×5
unresolved org PT Reswara Minergi Hartama p.12 ×6
unresolved org PT Tunas Inti Abadi p.12 ×5
unresolved org PT Cipta Kridatama p.12 ×8
unresolved org PT Prima Wiguna Parama p.12 ×7
unresolved org PT Sanggar Sarana Baja p.12 ×7
unresolved org PT Cipta Krida Bahari p.12 ×7
unresolved org PT Alfa Trans Raya p.12 ×3
unresolved org PT Baruna Dirga Dharma p.12 ×4
unresolved org PT Dianta Daya Embara p.12 ×5
unresolved org PT Pelabuhan Buana Reja p.12 ×5
unresolved org PT Nagata Dinamika p.12 ×2
unresolved org PT Anzara Janitra Nusantara p.12 ×2
unresolved org PT Piranti Jaya p.15
unresolved org PT Reswara Minergi p.15 ×2
unresolved org PT Nagata Dinamika Hidro Pongko p.15 ×5
unresolved person Akta Notaris Asih Wahyuni Martaningrum p.16
unresolved org PT Adiratna Bani Makmur p.16 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.16 ×2
unresolved org Minister of Law Republik Indonesia p.16
unresolved person Akta Notaris Dwi Yulianti p.16
unresolved person Notary Dwi Yulianti p.16
unresolved org PT Adiratna Bani p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.16
unresolved org Minister of Law Manusia Republik Indonesia p.16
unresolved person Akta Notaris Jose Dima Satria p.16
unresolved person Notary Jose Dima Satria p.16
unresolved org Minister of Law and Human Rights Decree Republik Indonesia p.16
unresolved org PT Reswara Minergi Hartama. By Hingga p.23
unresolved org Kementerian PPPA Apriaty Sirait p.25
unresolved org Kementerian Desa p.25 ×2
unresolved org Ministry of Villages p.25 ×2
unresolved org PT Prima Wiguna The Best Performer p.26
unresolved org PT Cipta Kridatama Parama p.26
unresolved org PT Cipta p.26
unresolved org PT. SGS Indonesia ISO p.27
unresolved org PT. SGS Indonesia Mining Value Chain ISO p.27
unresolved org PT. SGS Internasional p.27 ×5
unresolved org United Kingdom Ltd. p.27
unresolved org Menteri Ketenagakerjaan p.27
unresolved org PT. TUV NORD p.27 ×3
unresolved org Minister of Manpower p.27
unresolved person Joint Message · Komisaris Utama p.28 ×3
unresolved org Regulator p.40
unresolved org Minister of Energy and Mineral p.51
unresolved org Menteri ESDM p.51 ×3
unresolved org Kementerian ESDM. Sumber p.55
unresolved org Minister of Industry Regulation p.55
unresolved org Menteri Perindustrian p.55
unresolved org PT TIA p.57 ×3
unresolved org PT TIA’s p.58
unresolved org Ministry of Environment and Forestry p.62
unresolved org Ministry of Environment p.65 ×3
unresolved org PT CK p.67 ×8
unresolved org Air Umum Berdasarkan Wilayah p.68
unresolved org CKB p.68
unresolved org Minister of Environment Decree p.68
unresolved org Ministry of Energy Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.74
unresolved org Menteri LHK p.80
unresolved org Minister of Environment p.80
unresolved org Bank Kalsel p.83 ×2
unresolved org Kementerian ESDM p.86
unresolved org Ministry of Energy p.86
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources p.88
unresolved org Menteri Tenaga Kerja p.88 ×3
unresolved org Minister of Manpower Regulation p.88 ×3
unresolved org Directorate General of Mineral and Coal Lingkungan p.88
unresolved person Manual · Komisaris p.153
unresolved — Executive · Director p.153
unresolved person Kelamin · Komisaris p.155
unresolved org PT Tiara Mulyana Hamami p.155
unresolved org PT Trakindo Utama p.155 ×2
unresolved — Served · President Director p.155
unresolved org PT Tiara Marga Served p.155
unresolved org PT Trakindo · Commissioner p.155
unresolved org PT Mahadana Dasha Utama p.155 ×2
unresolved org PT Mitra Solusi Telematika p.155 ×2
unresolved org PT Triyasa Propertindo Mivida Hamami p.155
unresolved org PT Chitra Menjabat p.155
unresolved person Female · Komisaris p.155
unresolved org PT Tiara Served p.155
unresolved org PT Triyasa Propertindo p.155
unresolved org PT Chitra Paratama p.155
unresolved person Male · Komisaris p.155
unresolved org PT BERDAYAKAN USAHA INDONESIA p.155 ×2
unresolved org Departemen Studi Indonesia p.155
unresolved — BATUMBU · Commissioner p.155
unresolved org PT Reswara Minergi Hartama Djajanegara p.156
unresolved org PT Agata Nugaha Nastari p.156 ×2
unresolved org PT Media Djaya Bersama p.156
unresolved org PT Agata Nugraha Feriwan Sinatra p.156
unresolved org PT Baruna p.156
unresolved org PT Agata Nugraha Nastari p.156
unresolved — Hans Christian Menjabat · Komisaris Utama p.156
unresolved org PT Mifa Bersaudara p.156 ×2
unresolved org PT Bara Energi Lestari p.156
unresolved org Tata Kelola Tertinggi p.157 ×2
unresolved person Proses Nominasi · Komisaris p.157
unresolved person Nomination Process · Komisaris p.157
unresolved — BOC · Komisaris p.158
unresolved org Indonesia Stock Exchange p.159
unresolved person SOPs · Komisaris p.161

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result