Back to announcement
20260407_JPFA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32068589_lamp1.pdf
Other Text extracted JPFASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 300
Page 1
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Lorem ipsum
Berkelanjutan dolor
dari Dalamsit amet,
ke Luar
conseiusmod tempor 2025
Laporan Keberlanjutan incididunt
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 2
Page 3
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Berkelanjutan dari Dalam ke Luar
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 4
Daftar Isi
Daftar Isi
Daftar Isi 06
Tentang Tema Kami 08
Pesan dari Ketua Komite Keberlanjutan 10
Ikthisar Keberlanjutan 2025 14
Tentang Laporan
Keberlanjutan Japfa 02
Menjalin Komunikasi dengan
39
Pemangku Kepentingan
Japfa dalam Data 43
Metode Penentuan Topik Material 44
Mengenal Japfa
Lebih Dekat 01
Visi dan Misi 18
Skala Bisnis 19 Peningkatan Nutrisi 03
Model Bisnis yang Terintegrasi Vertikal 22
Menjamin Kualitas Produk Protein Hewani 23 Jangkauan Pasar 51
Menerapkan Tata Kelola Pendekatan Industrialisasi 52
Perusahaan yang Baik untuk 26
Pertumbuhan Berkelanjutan Menjaga Keamanan Pangan 53
Komite Keberlanjutan 28 Rantai Pasokan yang Berkelanjutan 55
Kinerja Ekonomi Japfa 32 JAPFA for Kids 56
Gemar Makan Ikan 62
04
Page 5
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Sistem Pengembangan
Produksi Efisien 04 Sumber Daya Manusia 05
Penerapan Kesejahteraan Hewan 66 Karyawan 66
Menjaga Kesehatan Hewan Peternak dan Petambak 70
70
Secara Holistik
Masyarakat dan Lingkungan 74
Menangani Hewan dengan Nyaman 74
Tempat Tinggal Hewan yang Sehat 76
Konservasi Keanekaragaman Hayati 78
Praktik Energi Bertanggung Jawab 80
Digitalisasi dan Inovasi 84
Pengelolaan Air Limbah 90
Mengelola Emisi dan Limbah 91
Indeks GRI 138
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 148
Lembar Umpan Balik 145
05
Page 6
Tentang Tema Kami Tentang Tema Kami: Berkelanjutan dari Dalam ke Luar Tema Berkelanjutan dari Dalam ke Luar menegaskan keyakinan bahwa keberlanjutan yang kuat dibangun dari fondasi internal Perusahaan sebelum memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Di Japfa, perbaikan dimulai dari lini operasional di mana operator, teknisi, dan peternak mitra menerjemahkan pengalaman lapangan menjadi praktik yang lebih aman, lebih efisien, dan lebih bertanggung jawab. Upaya ini memperkuat kualitas produk, menekan dampak lingkungan, dan memastikan ketersediaan protein hewani yang aman, bergizi, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Pendekatan dari dalam ke luar berarti memperkuat kapabilitas terlebih dahulu. Kami berinvestasi pada pelatihan teknis, pengembangan kepemimpinan, inovasi operasional, serta budaya keselamatan dan disiplin kerja. Dengan kapabilitas yang lebih kuat, setiap fungsi — mulai dari pabrik pakan, pembibitan, budidaya, hingga pemrosesan dan distribusi — dapat menjaga konsistensi mutu produk sekaligus mengoptimalkan sumber daya. Upaya ini diwujudkan melalui standar yang jelas dan pengelolaan data yang disiplin. Sistem digital dan peningkatan akurasi data memberikan visibilitas kinerja, memungkinkan penyesuaian cepat serta pelaporan yang transparan terhadap target keberlanjutan. Inisiatif yang terbukti efektif kemudian direplikasi di berbagai lokasi untuk memperluas dampak dan meningkatkan efisiensi biaya. Inilah keberlanjutan yang dibangun dari dalam, bukan sekadar tambahan. Dengan menanamkan perbaikan terus menerus ke dalam kegiatan sehari-hari dan menyelaraskan tujuan dengan indikator kinerja yang terukur, Japfa menghadirkan pangan yang aman dan bergizi bagi konsumen, nilai ekonomi bagi peternak mitra, serta kemajuan ESG yang kredibel bagi para pemangku kepentingan. Berkelanjutan dari dalam ke luar adalah cara kami bekerja — dan fondasi bagi pertumbuhan Perusahaan yang bertanggung jawab. 06
Page 7
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
07
Page 8
Pesan dari Ketua Komite Keberlanjutan
Pesan dari Ketua Komite
Keberlanjutan [GRI 2-22] [POJK D.1, F.26]
Keberlanjutan bermula dari lini
terdepan, di mana keterampilan
dan inovasi insan Japfa mendukung
ekosistem pangan yang tangguh dan
bertanggung jawab.
Para Pemangku Kepentingan
yang Budiman,
Di tengah deru angin perubahan dan gelombang
ketidakpastian global, Japfa terus melaju
layaknya kapal yang kokoh, bukan karena
samudra yang tenang, melainkan karena
komitmen dan nilai-nilai yang menjaga navigasi
kami tetap pada jalurnya. Bagi kami, esensi
keberlanjutan bukanlah sekadar konsep di atas
kertas, melainkan aksi nyata mulai dari lantai
produksi pakan, area budidaya, pengolahan,
pemasaran, dan pelayanan kepada pelanggan.
Di Japfa, dampak luas yang kami cita-citakan
berakar pada fondasi internal yang kokoh, mulai
dari penguatan operasional, pemberdayaan
manusia, hingga penyempurnaan proses yang
terus kami terapkan ke seluruh unit.
Pada tahun 2025, perjalanan panjang kami
telah membuahkan hasil-hasil yang signifikan.
Pengakuan Japfa Grup sebagai salah satu
World’s Best Companies 2025 oleh TIME dan
Statista merupakan bentuk validasi atas dedikasi
seluruh karyawan kami. Mereka bekerja tanpa
henti untuk menyediakan protein berkualitas bagi
jutaan konsumen melalui rantai nilai terintegrasi
“Farm-to-Table” yang menjadi kekuatan utama
Perusahaan.
08
Page 9
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Perjalanan kami menuju Kesejahteraan Bersama dimulai dari garis terdepan. Para operator, teknisi,
dan peternak mitra kami merupakan arsitek utama di balik setiap pencapaian yang kami raih. Setiap
hari, mereka menerjemahkan wawasan teknis dan pengalaman lapangan menjadi standar kerja yang
disiplin — meningkatkan kualitas, mengurangi dampak lingkungan, serta memperkuat keandalan
operasional.
Semangat inovasi operasional ini hanya dapat berkembang dalam ekosistem yang mendukung.
Oleh karena itu, Japfa tetap teguh dalam komitmennya untuk mengembangkan potensi individu,
membekali setiap anggota komunitas kami agar mampu menghadapi tantangan industri yang terus
berkembang.
Di Japfa, kami menempatkan kapabilitas sebagai salah satu prioritas utama kami. Melalui pelatihan
berkelanjutan dan berbagai tantangan inovasi, kami membekali seluruh tim dengan keterampilan
serta rasa tanggung jawab untuk memberikan kinerja yang konsisten di seluruh operasional.
Pada tahun 2025, kami meluncurkan dua program kunci untuk memperkuat budaya ini:
• Japfa Innovation Awards
Kompetisi perdana kami mengundang karyawan dari seluruh lini bisnis untuk mengubah ide-
ide inovatif menjadi solusi yang dapat diterapkan, sekaligus memperkuat semangat “tumbuh
bersama” yang menjadi ciri keberhasilan Japfa.
• Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA)
Sebuah platform inovasi bagi seluruh divisi untuk mengusulkan dan menerapkan solusi praktis
yang meningkatkan efisiensi sumber daya serta mengurangi limbah, sehingga mengubah ide-ide
kreatif menjadi dampak yang bermakna bagi Perusahaan.
Semangat inovasi juga dilakukan melalui berbagai terobosan, salah satunya oleh Japfa Aquaculture
berupa budidaya Super PL (Post Larvae), yaitu benur udang vaname F1 unggulan yang dirancang
untuk meningkatkan efisiensi budidaya. Untuk mendukung pertumbuhan yang optimal, Japfa juga
memperkenalkan Super PL Feed pakan transisi inovatif pertama di Indonesia, yang diformulasikan
khusus untuk benur ini. Dengan benur dan pakan ini, kami ingin menciptakan transisi pakan yang
mulus sehingga mendukung pertumbuhan yang lebih optimal, memperkuat daya tahan udang
sekaligus memperkokoh ekosistem Japfa Aquaculture yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Komitmen kami terhadap bangsa tidak pernah surut. Sejalan dengan
visi Indonesia Emas 2045, kami berinvestasi pada kecukupan gizi dan
ketersediaan pangan demi membangun generasi muda yang tangguh di
masa depan melalui program JAPFA for Kids. Program ini telah menjangkau
15.498 anak di sembilan kabupaten sepanjang tahun 2025.
09
Page 10
Pesan dari Ketua Komite Keberlanjutan Kami menyadari bahwa keberlanjutan adalah sebuah perjalanan perbaikan yang tiada henti. Bagi Japfa, keberlanjutan bukan sekadar target pelabuhan yang ingin dicapai, melainkan cara kita berlayar setiap hari. Dengan memprioritaskan pengembangan insan Japfa sebagai awak kapal utama dan menyempurnakan setiap proses dari dalam organisasi, kami sedang membangun sebuah ekosistem pangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga lentur dalam menghadapi tantangan global di masa depan. Transformasi yang dimulai dari lini terdepan dan didukung kapabilitas internal menjadi inti komitmen kami untuk memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Melalui sinergi antara keunggulan operasional dan tanggung jawab sosial, kami memastikan pertumbuhan Japfa berjalan sejalan dengan keberlanjutan bumi dan kesejahteraan generasi mendatang. Dengan mendukung satu sama lain dan terus fokus pada tujuan bersama, kami yakin dapat menavigasi berbagai tantangan di depan. Terima kasih atas kemitraan dan kepercayaan yang terus Anda berikan dalam perjalanan transformasi ini. Renaldo Santosa Ketua Komite Keberlanjutan 10
Page 11
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
11
Page 12
Ikhtisar Keberlanjutan 2025
Ikthisar Keberlanjutan 2025
Diakui TIME dan Statista sebagai World’s Best Companies 2025
TIME dan Statista menetapkan Japfa Grup sebagai salah satu World’s
Best Companies 2025, berdasarkan pemeringkatan global yang dirilis
pada bulan September. Pengakuan ini mencerminkan dedikasi lebih
dari 38.000 karyawan di berbagai negara yang bekerja menyediakan
produk protein berkualitas tinggi bagi jutaan konsumen. Melalui
rantai nilai terintegrasi “Farm-to-Table”, Japfa Grup memasok hampir
20% kebutuhan protein di pasar utamanya, memperkuat komitmen
Perusahaan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan. Daftar ini
memberikan pengakuan terhadap 1.000 perusahaan global terbaik
berdasarkan 3 aspek utama: kepuasan karyawan, pertumbuhan
pendapatan, dan transparansi keberlanjutan.
Japfa Innovation Awards
Pada tahun 2025, Japfa meluncurkan Kompetisi Inovasi perdana yang mengundang karyawan dari
seluruh unit untuk mengubah ide-ide kreatif menjadi solusi yang dapat diimplementasikan. Tingginya
partisipasi serta beragamnya ide yang diajukan menunjukkan bahwa semangat inovasi telah tertanam
kuat dalam budaya Perusahaan. Dengan memanfaatkan kreativitas dan kecerdasan insan Japfa, inisiatif
ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari dalam — melalui kolaborasi, akuntabilitas, dan
kreativitas — yang kemudian meluas untuk memperkuat efisiensi operasional, mendorong pencapaian
target keberlanjutan, serta memperkuat semangat tumbuh bersama. Pendekatan “inside out” ini
mencerminkan keyakinan Japfa bahwa pemberdayaan individu di setiap level merupakan kunci untuk
mendorong dampak ESG yang bermakna bagi bisnis kami dan masyarakat yang kami layani.
Transformasi Akuakultur Indonesia melalui Inovasi Super PL
Pengenalan Super PL (Post Larvae) dalam pembudidayaan udang, merupakan tonggak penting
bagi sektor akuakultur Indonesia. Inovasi ini menghasilkan larva udang dengan ketahanan yang
lebih baik dan kinerja pertumbuhan yang unggul, sehingga memungkinkan petambak mencapai
efisiensi budidaya yang lebih tinggi serta hasil panen yang lebih konsisten. Didukung oleh pakan
berprotein tinggi yang diformulasikan secara khusus untuk memaksimalkan potensi genetik, Super
PL menawarkan solusi terintegrasi atas tantangan utama budidaya, seperti ketahanan terhadap
penyakit, keseragaman pertumbuhan, dan efisiensi produksi secara keseluruhan. Melalui inovasi
ini, Japfa tidak hanya memperkuat kapasitas pembudidaya udang lokal, tetapi juga menegaskan
posisinya sebagai pelopor dalam mendorong praktik akuakultur yang produktif, andal, dan
bertanggung jawab terhadap lingkungan di Indonesia.
12
Page 13
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA)
JSIA mencerminkan keyakinan Perusahaan bahwa solusi keberlanjutan yang efektif sering kali
muncul dari dalam organisasi, dengan mendorong karyawan di seluruh divisi untuk memandang
keberlanjutan sebagai tanggung jawab bersama. Program ini membimbing peserta mulai dari tahap
pengembangan ide hingga implementasi, dimulai dengan pengajuan abstrak dan proses penyisihan
untuk memilih konsep yang paling menjanjikan. Tim terpilih kemudian mengikuti Sustainability
Workshops, di mana mereka menerima pendampingan dan dukungan teknis untuk menyempurnakan
ide menjadi proposal proyek yang layak dijalankan. Pada tahap akhir, peserta menyiapkan pameran
dan mempresentasikan proposal mereka di hadapan panel manajemen senior, menunjukkan
kekuatan teknis serta kejelasan dalam menjelaskan potensi dampak keberlanjutan. Inisiatif yang
dihasilkan mencakup berbagai topik — mulai dari optimasi energi dan air, pengurangan limbah,
hingga peningkatan efisiensi sumber daya — yang dinilai berdasarkan inovasi, kelayakan, skalabilitas,
serta keselarasan dengan peta jalan keberlanjutan Japfa, sehingga ide yang kuat dapat berkembang
menjadi solusi nyata yang berdampak.
JAPFA for Kids
Pada tahun 2025, program JAPFA for Kids menjangkau
15.498 anak di sembilan kabupaten, melalui dukungan
gizi terpadu yang mencakup pemeriksaan kesehatan,
edukasi nutrisi, dan kegiatan perubahan perilaku.
Dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya
pola makan seimbang serta menanamkan kebiasaan
hidup sehat yang penting bagi tumbuh kembang
anak, intervensi terarah seperti inisiatif 1 Hari 1 Telur
dan pemantauan pertumbuhan bulanan membantu
anak-anak yang sebelumnya teridentifikasi mengalami
malanutrisi mencapai perbaikan yang terukur, sehingga
banyak di antaranya berhasil keluar dari kondisi
malanutrisi. Kemajuan ini dimungkinkan melalui model
kolaborasi yang melibatkan sekolah, guru, orang tua,
dan puskesmas setempat, yang didukung oleh dasbor
digital untuk memastikan pencatatan tinggi badan,
berat badan, dan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara
akurat. Dengan memperkuat kapasitas masyarakat serta
menanamkan praktik gizi yang baik sejak dini, program
ini berkontribusi pada kesejahteraan anak dalam jangka
panjang dan mendukung perbaikan status gizi di wilayah
operasional Japfa — sekaligus mencerminkan komitmen
kami terhadap prinsip ESG dalam tanggung jawab sosial
dan pembangunan berkelanjutan.
13
Page 14
01 Mengenal Japfa Lebih Dekat Sebagai salah satu perusahaan agribisnis pangan terkemuka di Indonesia, Japfa memainkan peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan protein hewani yang terpercaya, terjangkau, dan berkualitas tinggi. Berlandaskan visi Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama, Perusahaan terus membangun bisnis yang bertanggung jawab dan tangguh, yang mendukung masyarakat, mendorong kolaborasi, serta menjunjung tinggi pengelolaan sosial dan lingkungan di seluruh operasional terintegrasinya.
Page 15
Visi dan Misi 18 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu
perusahaan agri-food terbesar di Indonesia yang berfokus
Skala Bisnis 19
pada produksi protein hewani. Berbekal pengalaman
Model Bisnis yang 22 panjang dan komitmen tak tergoyahkan terhadap
Terintegrasi
Vertikal mutu, kami terus berinovasi dan berkembang, menjadi
perusahaan terpercaya dalam mendukung ketahanan
Menjamin Kualitas 23
pangan nasional serta memastikan terpenuhinya
Produk Protein
Hewani kebutuhan nutrisi masyarakat. [GRI 2-6] [POJK C.4]
Menerapkan Tata 26
Kelola Perusahaan Untuk mempermudah pemahaman dalam laporan ini, kami
yang Baik untuk menggunakan istilah “Japfa”, “Perusahaan”, atau “Kami”
Pertumbuhan untuk merujuk pada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Berkelanjutan
sebagai entitas pelapor. “Japfa Poultry” mengacu pada
Komite 28 aktivitas operasional perunggasan, “Japfa Aquaculture”
Keberlanjutan
mengacu pada operasional budidaya perairan, sedangkan
Kinerja 32 “Japfa Grup” mengacu pada perusahaan induk,
Ekonomi Japfa
Japfa Pte Ltd, beserta seluruh anak perusahaannya.
Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi laman
resmi Japfa melalui tautan berikut:
[POJK C.3], [GRI 2-1]
https://www.japfacomfeed.
co.id/sekilas-perusahaan
Page 16
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Visi dan Misi [GRI 2-6, 2-23] [POJK C.1, F.17]
Visi dan Misi Japfa telah dirumuskan secara cermat melalui proses diskusi dan evaluasi, serta
disepakati bersama oleh Dewan Komisaris dan Direksi sebagai landasan yang memandu seluruh
kegiatan usaha. Visi dan Misi ini menjadi kompas bagi Perusahaan dalam menjalankan bisnis secara
bertanggung jawab, membangun kemitraan yang kuat dengan masyarakat, serta mengintegrasikan
prinsip keberlanjutan sosial dan lingkungan ke dalam setiap aspek operasional.
Visi Berkembang Misi Menjadi penyedia terkemuka
Menuju dan terpercaya di bidang
Kesejahteraan produk pangan berprotein
Bersama terjangkau di Indonesia,
berlandaskan kerjasama
dan pengalaman teruji,
Visi dan Misi dalam upaya memberikan
Japfa dapat manfaat bagi seluruh pihak
diakses melalui
tautan berikut: terkait.
https://www.japfacomfeed.
co.id/visi-misi
16
Page 17
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Skala Bisnis [GRI 2-1] [POJK C.3]
Kami mengelola rantai pasok terintegrasi dari hulu Ringkasan
Usaha Japfa
ke hilir yang mencakup fasilitas produksi pakan, dapat diakses
pembibitan, pembudidayaan, hingga distribusi produk melalui tautan
berikut:
ke konsumen dengan jangkauan operasional hampir ke
seluruh wilayah Indonesia. Seluruh aktivitas tersebut https://www.japfacomfeed.
co.id/ringkasan-usaha
dijalankan dengan dukungan lebih dari 30.000
karyawan di berbagai wilayah operasional.
Jumlah Karyawan [GRI 2-7]
Karyawan
Laki-laki
2025 2024 2023
15.076 14.762 14.927
Permanen Permanen Permanen
12.322 11.831 11.528
Kontrak Kontrak Kontrak
Total
27.398 26.593 26.455
Karyawan
Perempuan
2025 2024 2023
3.079 2.922 2.917
Permanen Permanen Permanen
1.132 1.060 1.000
Kontrak Kontrak Kontrak
Total
4.211 3.982 3.917
Total
Karyawan
2025 2024 2023
31.609 30.575 30.372
17
Page 18
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Jumlah Karyawan Berdasarkan Wilayah Kerja
2025 2024 2023
Wilayah Kerja
Permanen Kontrak Permanen Kontrak Permanen Kontrak
Feed 3,601 689 3,645 630 3,782 596
Poultry Breeding 3,647 8,232 3,715 7,770 3,860 7,348
Commercial Poultry 2,254 561 2,209 326 2,189 383
Poultry Processing 1,178 754 780 887 752 766
Aquaculture 1,780 307 1,793 279 1,855 262
Consumer Food 2,315 1,964 2,110 2,036 2,080 2,042
SBU AHLE 995 224 930 222 879 245
SBUs 1,773 646 1,991 645 2,038 785
CSS HO 466 57 434 87 373 97
HO Downstream 146 20 77 9 36 4
TOTAL 18,155 13,454 17,684 12,891 17,844 12,528
Data karyawan dikumpulkan melalui sistem ERP Human Capital Management (ERP HCM) dengan
metode head count pada akhir periode pelaporan. Selama periode pelaporan, Japfa tidak
mempekerjakan karyawan paruh waktu dan tidak terdapat perubahan jumlah karyawan yang
signifikan.
Pada tahun 2025, jumlah karyawan laki-laki masih lebih tinggi dibandingkan karyawan
perempuan, mencerminkan karakteristik sektor agri-food di Indonesia yang secara tradisional
didominasi oleh laki-laki. Tren ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya persepsi
mengenai peran gender, mobilitas tenaga kerja, norma budaya, tuntutan fisik dan preferensi
pekerjaan yang berkaitan dengan sektor ini. [GRI 2-7, 2-8]
Detail terkait operasional kami dapat dibaca dalam
Laporan Tahunan 2025 maupun situs Perusahaan
[GRI 2-1] [POJK C.3].
https://www.japfacomfeed. https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan co.id/wilayah-operasional
18
Page 19
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
19
Page 20
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Model Bisnis yang
Terintegrasi Vertikal [GRI 2-6] [POJK C.4]
Japfa mengoperasikan model bisnis terintegrasi secara vertikal yang mencakup seluruh rantai
produksi dari hulu hingga hilir. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan Perusahaan melayani
berbagai segmen pelanggan — termasuk peternak unggas, petambak ikan dan udang, agen
distribusi, penyedia restoran layanan cepat, serta konsumen akhir — dengan tetap memastikan
efisiensi, konsistensi, dan kualitas di setiap tahap rantai nilai.
Hulu Tengah Hilir
Produksi pakan ternak, Peternakan unggas Pengolahan hasil
ikan dan udang, serta komersial, budidaya peternakan dan tambak,
proses pembibitan ikan dan udang, serta serta produksi makanan
penggemukan sapi siap masak dan siap
konsumsi
20
Page 21
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Menjamin Kualitas
Produk Protein Hewani
Japfa berkomitmen untuk menyediakan pangan
protein hewani halal yang aman, bergizi, dan
terjangkau melalui proses produksi yang ketat
dan berkualitas tinggi. Hal ini dicapai dengan
menggunakan bahan baku berkualitas serta
memanfaatkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan
konsumen yang terus berkembang di sepanjang
rantai nilai — mulai dari pakan dan pembibitan
hingga budidaya unggas, ikan, udang, dan sapi,
serta produk olahannya. Seluruh proses produksi
dijalankan dengan mematuhi standar keamanan
pangan yang ketat serta mengutamakan prinsip Japfa Food berkolaborasi
kesejahteraan hewan, guna memastikan praktik yang dengan Garuda Indonesia
bertanggung jawab dan berkelanjutan. [GRI 2-6][POJK C.4] menghadirkan ayam
probiotik Olagud dalam
Sebagai bagian dari strategi integrasi hilir, Japfa
menghadirkan Japfa Food untuk menjangkau basis sajian penerbangan rute
konsumen yang lebih luas. Dengan menawarkan Jakarta–Singapura. Kaya
portofolio produk yang beragam, termasuk ayam protein dan kolagen, rendah
segar, daging olahan, dan berbagai produk pangan
lemak dan kolesterol, Olagud
lainnya, Japfa Food membawa hasil produksi
lebih dekat ke pasar ritel dan rumah tangga, menawarkan pengalaman
sekaligus memperkuat komitmen Perusahaan kuliner sehat nan lezat di
dalam menyediakan gizi yang mudah diakses serta udara — inovasi nutrisi tanpa
mendukung gaya hidup berkelanjutan.
kompromi rasa. [POJK B.1, F.26]
Detail produk Olagud dapat
diakses melalui
www.olagud.com
@olagud.id
21
Page 22
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Detail terkait produk, bisnis Japfa, dan produk
Olagud dapat diakses di situs Perusahaan
Produk dan bisnis Japfa: Produk Olagud:
www.japfacomfeed.co.id/ www.olagud.com
ringkasan-usaha @olagud.id
22
Page 23
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Transparansi Informasi Produk Melalui Label Kemasan
Japfa menyampaikan informasi produk secara transparan dan lengkap melalui
label kemasan. Informasi yang disediakan mencakup komposisi, nilai gizi, petunjuk
penggunaan, tanggal produksi, dan masa kedaluwarsa, sehingga konsumen dapat
menggunakan produk dengan aman dan tepat. Untuk produk tertentu, seperti
vaksin, informasi juga disajikan dalam bentuk barcode guna memudahkan akses
digital serta mengurangi penggunaan kertas sebagai bagian dari praktik yang lebih
berkelanjutan. [GRI 417-1]
Menjaga Kepuasan Pelanggan
Japfa melakukan survei tahunan untuk memperoleh wawasan mengenai pengalaman
dan tingkat kepuasan pelanggan. Temuan dari survei ini menjadi dasar bagi upaya
perbaikan berkelanjutan, guna memastikan bahwa produk dan layanan kami tetap
responsif terhadap kebutuhan dan harapan pelanggan yang terus berkembang.
Pada tahun 2025, hasil indeks kepuasan pelanggan menunjukkan tren positif
yang menunjukkan konsistensi Japfa dalam menjaga kualitas dan membangun
kepercayaan pelanggan. [POJK F.30]
Produk
Pakan Ternak
2025 2024 2023
97% 87% 84%
Produk
Kesehatan
Hewan dan 2025 2024 2023
89% 88% 86%
Peralatan
Ternak
23
Page 24
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Menerapkan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik untuk
Pertumbuhan Berkelanjutan
Beroperasi di sektor yang menuntut tingkat kepercayaan publik yang tinggi, Japfa menjunjung
prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik dengan menerapkan praktik yang etis, akuntabel, dan
berkelanjutan guna melindungi kepentingan seluruh pemangku kepentingan.
Struktur Organisasi yang Kuat
Struktur organisasi Japfa disusun untuk memastikan pengambilan keputusan yang transparan
dan akuntabel, selaras dengan prinsip keberlanjutan, sekaligus memungkinkan komunikasi yang
efektif di seluruh tingkat manajemen. Pengawasan juga diperkuat melalui komite di tingkat Dewan
yang bertanggung jawab atas aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Efektivitas proses tata
kelola ini ditinjau secara berkala untuk memastikan keselarasan dengan perkembangan industri
dan risiko keberlanjutan yang terus berkembang, sehingga memperkuat komitmen Japfa terhadap
pertumbuhan yang bertanggung jawab dan tangguh. [GRI 2-9, 2-12] [POJK C.6]
Informasi lebih lengkap mengenai struktur
organisasi dapat ditemukan dalam situs
Perusahaan dan Laporan Tahunan Japfa:
https://www.japfacomfeed. https://www.japfacomfeed.
co.id/laporan-tahunan co.id/struktur-organisasi
Bisnis yang Beretika
Japfa menjalankan operasionalnya dengan berlandaskan etika Sepanjang tahun
dan integritas melalui penerapan Kode Etik Perusahaan yang 2025, Japfa telah
mencakup prinsip antikorupsi, anti-suap, dan anti-fraud. Kode menyosialisasikan
etik ini secara rutin dikomunikasikan di seluruh divisi baik Kode Etik — termasuk
secara luring dan daring melalui Journex termasuk pada saat kebijakan antikorupsi
orientasi karyawan baru, untuk menumbuhkan budaya kerja dan antisuap — kepada
yang bersih, bertanggung jawab, dan akuntabel. [GRI 2-23, 2-24] 1.300 karyawan di
berbagai unit melalui
Untuk memperkuat tata kelola, Japfa juga menetapkan Journex. Selama periode
pedoman yang jelas bagi Dewan Komisaris dan Direksi, yang yang sama, audit internal
didukung oleh Komite Audit independen yang mengawasi tidak menemukan
pelaporan keuangan serta kepatuhan terhadap peraturan. adanya kasus korupsi di
Selain itu, kebijakan Hubungan Investor Perusahaan seluruh area operasional
memastikan pengungkapan informasi yang akurat dan tepat Perusahaan.
waktu, sehingga memperkuat transparansi, membangun [GRI 2-24, 205-2, 205-3]
kepercayaan investor, dan mendukung pengambilan keputusan
yang berkelanjutan dalam jangka panjang.
24
Page 25
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
JAPFALERT
Japfa mendorong terciptanya lingkungan kerja Akses
JAPFALERT
yang terbuka dan berintegritas melalui penyediaan
whistleblowing system, yaitu JAPFALERT. Sistem ini
mendukung karyawan maupun pihak eksternal untuk
menyampaikan dugaan pelanggaran terhadap Kode Etik https://www.japfalert.com/
atau peraturan secara aman dan tanpa rasa takut. Setiap
laporan ditindaklanjuti dengan serius dan objektif,
dengan menjaga kerahasiaan identitas pelapor untuk
mencegah tindakan balasan, sesuai dengan ketentuan
yang berlaku. [GRI 2-16, 2-25, 2-26] [POJK F.24]
Informasi lengkap mengenai Kode Etik Perusahaan, Pedoman Dewan Komisaris & Direksi, Kebijakan
Hubungan Investor, Komite Audit serta, komite-komite pendukung lainnya dapat dibaca lebih lanjut
melalui tautan berikut:
Kode Etik Pedoman Dewan Kebijakan Komite Laporan
Perusahaan Komisaris & Direksi Hubungan Investor Audit Tahunan
https://japfacomfeed. http://japfacomfeed. http://japfacomfeed. http://japfacomfeed. http://japfacomfeed.
co.id/kode-etik- co.id/pedoman-dewan- co.id/kebijakan- co.id/komite-audit co.id/laporan-tahunan
perseroan komisaris-direksi hubungan-investor
25
Page 26
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Komite Keberlanjutan
Berdasarkan Keputusan Direksi Nomor 073/KEP/Dir-JAPFA/LD-CS/XII/2023 tanggal 29 Desember
2023, Japfa memperbarui struktur Komite Keberlanjutan untuk memperkuat tata kelola aspek
keberlanjutan di seluruh unit operasional. Komite ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama dan
beranggotakan perwakilan dari Dewan Komisaris dan Direksi.
Dalam pelaksanaannya, Komite Keberlanjutan didukung oleh Sub-Komite Koordinator Keberlanjutan
dan para Kepala Divisi. Komite ini berperan dalam mengarahkan implementasi strategi keberlanjutan
agar selaras dengan visi lingkungan Japfa serta mendukung pencapaian tujuan bisnis jangka panjang.
[GRI 2-9, 2-12, 2-24] [POJK A.1, E.1, F.1]
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Keberlanjutan [GRI 2-12]
1. Menetapkan dan mengusulkan kebijakan serta arahan pembangunan berkelanjutan
kepada Dewan Direksi untuk disetujui
2. Mengembangkan strategi keberlanjutan untuk jangka waktu tertentu [POJK D.1]
3. Mempertimbangkan dan menilai hasil dari penerapan strategi keberlanjutan,
memberikan saran untuk pengembangan, serta melaporkan kepada Dewan Direksi
minimal satu kali dalam setahun [GRI 2-13]
4. Menyetujui Laporan Keberlanjutan tahunan [GRI 2-14] [POJK E.1]
5. Menunjuk Sub-komite Keberlanjutan yang sesuai untuk implementasi strategi
keberlanjutan di divisi operasional
6. Meninjau dan menyetujui Key Performance Indicators (KPI) dan Sustainability
Performance Targets (SPT) untuk transaksi terkait keberlanjutan [POJK E.1]
Susunan Komite Keberlanjutan
tersedia pada tautan berikut:
https://www.japfacomfeed.co.id/
tata-kelola-keberlanjutan
26
Page 27
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Sustainability Pillars
Affordable Nutritious Proteins
Efficient People Improving
Production System Development Nutrition
Large Scale Operations & Knowledge Management Feed
Advanced Technology More People
Healthy Animals Employees Facilitating Access to
Biosecurity Training & Development Affordable Proteins
Vaccines Sports for Life Balance Geographical Reach
Animal Welfare Industrialised Approach
Balanced Diet
Efficient Use Farmers Japfa for Kids
of Resources
Technical Assistance Education Programmes about
Energy Balanced Diet
Skills Improvement for Children & Teachers
Water
Reusable Packaging
Local Sourcing
Minimise Waste Community Food Safety
& Emission & Planet & Traceability
Manure Management Education Programmes Food Safety
& Hygiene Standards
Air Pollution Control Focused on Agriculture
Halal Slaughterhouses
Wastewater Treatment Reducing Biodiversity Loss
Traceability Back
to the Farm
Pilar keberlanjutan Japfa terintegrasi sepenuhnya ke dalam strategi dan proses bisnis Perusahaan,
menjadi landasan bagi pertumbuhan yang bertanggung jawab dan tangguh. Kerangka kerja ini
memungkinkan Japfa merespons secara adaptif terhadap dinamika ekonomi, sosial, dan lingkungan
yang terus berkembang. Pilar‑pilar tersebut menegaskan komitmen kami untuk meningkatkan
kualitas nutrisi melalui sistem produksi yang efisien serta berinvestasi dalam pengembangan
kapasitas sumber daya manusia. Dengan diperluasnya cakupan pilar untuk mencakup pengelolaan
keanekaragaman hayati, Japfa semakin memperkuat keselarasan dengan prioritas global dalam
konservasi alam. Melalui pilar‑pilar keberlanjutan ini, Perusahaan tidak hanya meningkatkan
kapasitas individu, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya
pelestarian ekosistem, sekaligus menegaskan komitmen strategis Japfa terhadap penguatan prinsip
ESG dan keberlanjutan jangka panjang. [POJK F.1]
27
Page 28
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Pengelolaan Risiko Bisnis dan Lingkungan
Japfa menerapkan sistem manajemen risiko yang ketat untuk mendukung keberlanjutan usaha dan
meminimalkan potensi dampak negatif terhadap manusia maupun lingkungan. Sistem ini mencakup
identifikasi berbagai jenis risiko, termasuk potensi risiko korupsi yang dilengkapi dengan audit
internal maupun eksternal dengan mengedepankan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Setiap temuan dalam audit ditindaklanjuti secara bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku.
Informasi lebih detail terkait manajemen risiko Perusahaan dapat dilihat pada bab Tata Kelola di
Laporan Tahunan 2025 dan juga situs Perusahaan. [GRI 205-1, 205-2] [POJK E.3]
Pemantauan atas risiko dan peluang keberlanjutan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk
melalui pemantauan data kinerja lingkungan menggunakan Japfa Sustainability Reporting System
(JSRS) dan dasbor Sustainalitics. Pada tahun 2025, sebagai bagian dari penyempurnaan proses,
Japfa memperbarui metodologi penghitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Cakupan 2 pada JSRS.
Informasi lebih lanjut mengenai JSRS disajikan pada halaman 84–85.
Informasi lebih detail terkait manajemen risiko Perusahaan
dapat dilihat pada bab Tata Kelola di Laporan Tahunan 2025
dan juga situs Perusahaan: [POJK E.3, E.5]
https://www.japfacomfeed. https://japfacomfeed.co.id/
co.id/manajemen-resiko laporan-tahunan
Target-target Keberlanjutan Japfa Grup
Sejak tahun 2022, Japfa Grup telah menetapkan target-target keberlanjutan dengan menggunakan
data tahun tersebut sebagai acuan awal (baseline). Target ini mencakup dua fokus utama, yaitu aspek
lingkungan dan sosial. Di aspek lingkungan, Japfa menargetkan pengurangan emisi melalui penetapan
target Emisi Cakupan 1, yang dihitung berdasarkan emisi per kilogram live bird. Sementara itu, di aspek
sosial, Japfa berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas karyawan dan peternak mitra melalui
pelatihan berkelanjutan guna mendukung produktivitas dan pengambilan keputusan yang lebih
bertanggung jawab.
Pada tahun 2025, Japfa meluncurkan Japfa Sustainability
Initiative Awards (JSIA), sebuah kompetisi antardivisi
untuk memacu inovasi dan mempererat kolaborasi
dalam mencapai target keberlanjutan. Program ini tidak
hanya mengapresiasi proposal yang paling berdampak,
tetapi juga mengawal pengembangannya agar menjadi
standar praktik terbaik yang dapat direplikasi. Dengan
demikian, setiap keberhasilan operasional dapat
diperluas skalanya dan memberi nilai tambah bagi
keberlanjutan Perusahaan. [GRI 2-24]
28
Page 29
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Sesuai dengan target yang telah ditetapkan, Japfa mencatat capaian-capaian berikut pada 2025:
1. Mencapai rata-rata pelatihan per karyawan per tahun 13,9 jam.
2. Pada tahun 2025, 100% kandang unggas baru yang dibangun oleh Perusahaan
menggunakan sistem closed-house.
3. Target Pelatihan untuk Peternak Mitra
Pada tahun 2023, Perusahaan mulai mengembangkan sistem pencatatan pelatihan peternak
mitra melalui tahap uji coba. Pada fase ini, fokus utama adalah menguji metode pencatatan serta
memberikan pelatihan kepada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) guna memastikan pelaporan
yang akurat dan konsisten.
Memasuki tahun 2024, sistem tersebut diimplementasikan secara penuh pada operasional
Perusahaan, sehingga seluruh kegiatan pelatihan berhasil terdokumentasi 100%. Pencapaian ini
memungkinkan Perusahaan menetapkan baseline durasi pelatihan sebagai dasar pemantauan
kinerja yang transparan dan terukur.
Pada tahun 2025, sistem mencatat peningkatan durasi pelatihan lebih dari 90%, yang didorong
oleh kombinasi penyuluhan teknis dengan berbagai program pemberdayaan. Peningkatan ini
mencerminkan keterlibatan yang semakin mendalam dengan peternak mitra. Perusahaan juga
berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan untuk peternak mitra.
29
Page 30
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Sustainability-Linked Loan dan Inisiatif Keberlanjutan
Pada tahun 2025, Japfa memperoleh tambahan fasilitas Pemenuhan Komitmen
Sustainability-Linked Loan (SLL) sebesar USD 150 juta Sustainability-Linked Bond (SLB)
yang difasilitasi oleh DBS Bank dan Rabobank, memperkuat
Detail terkait audit dan
komitmen Grup dalam mengintegrasikan prinsip ESG di informasi tambahan:
seluruh sektor agri-pangan. Fasilitas pembiayaan ini dikaitkan
dengan Key Performance Indicators (KPI) yang mencakup
pengurangan konsumsi air melalui daur ulang, percepatan
transisi menuju energi bersih melalui inisiatif Zero Coal, serta
peningkatan akses gizi bagi anak-anak melalui program Japfa
https://www.japfacomfeed.co.id/
for Kids. Dengan memasukkan indikator sosial untuk pertama informasi-saham-obligasi
kalinya, SLL ini mencerminkan pendekatan holistik Japfa yang
mengintegrasikan tanggung jawab lingkungan dan sosial guna
memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Asia.
Kinerja Ekonomi Japfa
Untuk dapat secara konsisten menyediakan protein hewani yang terjangkau dan aman bagi jutaan
masyarakat, Japfa memerlukan kinerja ekonomi yang positif dan selaras dengan komitmen terhadap
People, Planet, dan Profit (3P). Sepanjang 2025, Japfa mencatat kinerja ekonomi yang solid dan
sejalan dengan target yang telah ditetapkan. Seluruh kegiatan usaha dijalankan dengan mematuhi
peraturan yang berlaku, baik dalam aspek sosial maupun ekonomi. Tidak terdapat larangan penjualan
atau pembatasan distribusi terhadap produk Japfa, yang mencerminkan kepatuhan Perusahaan
sekaligus kepercayaan dari regulator. [GRI 2-27] [POJK F.2, F.3]
Di tengah capaian tersebut, model bisnis kami yang terintegrasi dari hulu ke hilir tetap
menghadapi berbagai risiko yang sudah kami identifikasikan menjadi 7 kategori risiko: Bisnis,
LST (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), Operasional, Sumber Daya Manusia (SDM), Keuangan,
Kepatuhan, dan Teknologi. Meskipun demikian situasi ini sekaligus membuka sejumlah peluang
keberlanjutan bagi Perusahaan. Kami melihat adanya peluang untuk memitigasi risiko tersebut
sekaligus mengoptimalkan operasional dengan menerapkan sejumlah strategi adaptif termasuk
penguatan kebijakan biosekuriti dan keamanan hayati, peningkatan efisiensi operasional,
penguatan kontrol kualitas, dan investasi pada fasilitas produksi guna memperkuat rantai pasok.
Pendekatan ini tidak hanya menjaga daya saing, tetapi juga memperkuat kerja sama kami dengan
mitra pemasok lokal.
Detail mengenai Manajemen Risiko
dapat dibaca di Laporan Tahunan 2025:
https://www.japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
30
Page 31
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
[GRI 201-1] [POJK B.1, F.2, F.3] Dalam jutaan rupiah
Pengungkapan 2025 2024 2023
Nilai Ekonomi Langsung yang Dihasilkan
Penjualan Neto 60.715.806 55.800.849 51.175.898
Pendapatan Bunga 66.874 50.228 44.272
Pendapatan Lainnya 287.553 210.204 139.161
Total 61.070.233 56.061.281 51.359.331
Nilai Ekonomi yang Didistribusikan
Biaya operasional (beban pokok penjualan. penjualan. umum &
49.066.467 45.698.456 44.620.820
administrasi diluar biaya tenaga kerja)
Gaji dan tunjangan karyawan 5.499.616 4.889.053 4.267.880
Pembayaran untuk penyedia modal (utang dan modal saham) 1.667.063 1.688.988 1.569.494
Investasi Masyarakat
Corporate Social Responsibility (CSR) 41.019 28.208 8.691
Edufarmers Foundation 35.033 15.000 14.450
Pembayaran pajak penghasilan kepada pemerintah - Indonesia 1.077.316 715.863 406.068
Total 57.386.514 53.035.568 50.887.403
Nilai Ekonomi yang Disimpan
Nilai Ekonomi yang Disimpan 3.683.719 3.025.713 471.928
Investasi Keberlanjutan
[GRI 201-2] [POJK F.4]
Dalam jutaan rupiah
Pilar Keberlanjutan Kategori 2025 2024 2023
Lingkungan
Investasi Untuk Operasional yang
248.158 129.170 103.334
Lebih Berkelanjutan
Penggunaan Sumber Daya yang Efisien 10.636 14.106 11.017
Peminimalan Limbah dan Emisi 43.535 26.107 26.037
Sistem Produksi
Efisien Peningkatan Kesehatan dan
678 511 216
Kesejahteraan Hewan Ternak
Investasi Teknologi Baru untuk
10.446 8.039 6.168
Meningkatkan Efisiensi Operasional
Audit/Asesmen/Sertifikasi Biaya ESG 3.092 3.472 3.020
Total Investasi Lingkungan 316.545 181.404 149.792
Sosial
Pengembangan
Pengembangan SDM (Karyawan,
Sumber Daya 132.884 89.522 163.867
Peternak, Masyarakat)
Manusia
Meningkatkan Nutrisi Meningkatkan Nutrisi 17.559 9.592 7.329
Total Investasi Sosial 150.443 99.114 171.195
GRAND TOTAL 466.988 280.518 320.987
*) Untuk memajukan keberlanjutan operasional, kami telah membagi pengeluaran investasi dan operasional keberlanjutan menjadi dua
kategori utama: lingkungan dan sosial. Kami memisahkan pengeluaran investasi untuk pencatatan yang lebih baik sejak tahun 2022.
31
Page 32
Mengenal Japfa Lebih Dekat
Keanggotaan dalam Asosiasi
Melalui keanggotaan aktif dalam sejumlah asosiasi industri, Japfa turut berperan dalam mendorong
kolaborasi lintas sektor guna memperkuat ekosistem pangan nasional. Keterlibatan ini menjadi
sarana berbagi praktik terbaik, mengikuti perkembangan regulasi, dan memperkuat kontribusi
Perusahaan dalam pengembangan sektor agri-food yang lebih tangguh dan berkelanjutan. [GRI 2-28]
[POJK C.5]
Asosiasi
Asosiasi Pengusaha Asosiasi Produsen Gabungan Perusahaan Shrimp Club Asosiasi Obat Hewan
Indonesia (APINDO) Pengolahan Dan Makanan Ternak Indonesia (SCI) Indonesia (ASOHI)
DKI Jakarta Pemasaran Produk (GPMT)
Perikanan Indonesia (AP5I)
Asosiasi Rumah Asosiasi Kesehatan Perhimpunan Insan Perkumpulan Kamar Dagang dan
Potong Hewan Unggas Masyarakat Perunggasan Rakyat Masyarakat Ilmu Industri Indonesia
Indonesia (ARPHUIN) Veteriner Indonesia Indonesia (PINSAR) Perunggasan Indonesia (KADIN)
(ASKESMAVETI) (MIPI) Jakarta Selatan
Asosiasi Dokter Hewan Indonesia CSR Society Masyarakat Akuakultur Gabungan Perusahaan
Perunggasan Indonesia Indonesia (MAI) Pembibitan Unggas
(ADHPI) (GPPU)
Sertifikasi [POJK F.27]
FSSC 22000 AEO Certification ISO 14001 ISO 45001 Aquaculture
Stewardship Council
(ASC)
32
Page 33
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Penghargaan yang Diterima Tahun 2025
Majalah TIME dan Statista
Majalah TIME dan Statista menobatkan Japfa sebagai salah satu World’s
Best Companies 2025. Terpilih di antara 1.000 perusahaan terkemuka
global berdasarkan aspek kepuasan karyawan, pertumbuhan pendapatan,
dan transparansi keberlanjutan, penghargaan ini mencerminkan dedikasi
lebih dari 38.000 karyawan kami.
Fortune 100 Indonesia 2025
Japfa dengan bangga menempati peringkat ke-23 dalam
Fortune 100 Indonesia 2025. Pengakuan ini menegaskan
kinerja kami yang tangguh dan konsisten, didukung oleh
fundamental bisnis yang kuat, operasi yang terintegrasi,
serta manajemen risiko yang disiplin.
Tempo-IDN Financials 52 Index Awards
Japfa meraih penghargaan Tempo-IDN Financials 52
Index dalam kategori High Growth, High Dividend
& Main Index pada Malam Apresiasi Emiten 2025,
yang diselenggarakan oleh Tempo Media Group bagi
perusahaan terbuka dengan fundamental kuat, kinerja
stabil, dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.
Daftar lengkap asosiasi, sertifikasi,
dan penghargaan tersedia dalam
Laporan Tahunan 2025:
https://japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
33
Page 34
02 Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa Laporan Keberlanjutan ini mencerminkan komitmen Japfa terhadap keterbukaan dan akuntabilitas dalam pelaporan, seiring dengan upaya berkelanjutan Perusahaan untuk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola. Melalui publikasi tahunan ini, kami menyampaikan capaian yang telah diraih, mengevaluasi berbagai inisiatif yang dijalankan, serta menegaskan dedikasi kami dalam menciptakan dampak positif bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat.
Page 35
Laporan Keberlanjutan ini disusun dengan
Menjalin 39 mengacu pada POJK 51/2017, Standar
Komunikasi
dengan Pemangku GRI 2021, serta Standar Sektor GRI 13:
Kepentingan Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan
Japfa dalam Data 43 Tangkap, sebagai pedoman utama dalam
Metode Penentuan 44 penyusunan informasi keberlanjutan yang
Topik Material
relevan dan material bagi Japfa.
Japfa terus berkomitmen untuk menyampaikan performa
keberlanjutan secara transparan untuk membangun
kepercayaan dengan seluruh pemangku kepentingan
setiap tahun. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah
dengan menerbitkan Laporan Keberlanjutan 2025 yang
menggambarkan komitmen dan upaya nyata kami dalam
aspek lingkungan, sosial, tata kelola, dan ekonomi yang
terus dikembangkan secara bertanggung jawab.
Meskipun laporan ini tidak memuat seluruh
detail perjalanan keberlanjutan kami, laporan ini
mencerminkan komitmen kami untuk menyampaikan
upaya secara konsisten dan transparan. Laporan ini
juga menjadi acuan atas kemajuan, pencapaian, serta
pembelajaran dari berbagai inisiatif yang telah kami
implementasikan. Melalui evaluasi dan perbaikan
berkelanjutan, kami terus memperkuat dampak positif
di seluruh aspek lingkungan dan sosial.
Laporan ini merupakan Laporan Keberlanjutan ketujuh
yang diterbitkan sejak tahun 2018. Meskipun disusun
secara terpisah dari Laporan Tahunan Perusahaan,
laporan ini merupakan bagian dari pelaporan keuangan
bertujuan umum (general purpose financial reports)
Japfa. Laporan ini diterbitkan secara bersamaan dan
merupakan satu kesatuan dengan Laporan Tahunan 2025,
yang dapat diakses melalui situs resmi Perusahaan.
Periode pelaporan selaras dengan Laporan Tahunan yaitu
untuk periode pelaporan 1 Januari 2025 hingga 31 Desember
2025 dan mencakup seluruh unit operasional Japfa. Laporan
ini diterbitkan pada 7 April 2026.
Page 36
Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa
Japfa menyusun laporan ini berdasarkan Standar Global Reporting Initiative (GRI). Kami juga
menyusun laporan ini berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017
(POJK 51/2017) tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten,
dan Perusahaan Publik, yang diatur lebih lanjut melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor
16/SEOJK.04/2021 terkait Bentuk dan Isi Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik.
Pada tahun 2025, kami semakin memperkuat pengungkapan dalam Laporan Keberlanjutan untuk
mengawasi tata kelola keberlanjutan, khususnya mengenai pengawasan terhadap manajemen
risiko dan efektivitas proses-proses terkait. Berbekal masukan dari tahun sebelumnya, kami
menyempurnakan kedalaman dan kejelasan pengungkapan tersebut dalam Laporan Tahunan 2025
serta meningkatkan kerangka kerja manajemen risiko kami yang sudah solid agar senantiasa relevan
dan selaras dengan perkembangan praktik-praktik terbaik. [GRI 2-2, 2-3] [POJK G.3]
Informasi lebih detail terkait manajemen risiko Perusahaan dapat dilihat pada bab Tata Kelola di
Laporan Tahunan 2025 dan juga situs Perusahaan. [POJK E.3, E.5]
Japfa juga mempertimbangkan berbagai indikator dari lembaga pemeringkat ESG, seperti Asean
Corporate Governance Scorecard, MSCI, S&P, SRI-KEHATI, serta Rekomendasi TCFD. Kami bekerja
sama dengan pihak ketiga dalam proses analisis dan evaluasi data untuk memastikan keakuratan dan
integritas laporan ini.
Laporan ini disajikan dalam bahasa Indonesia
beserta terjemahannya dalam bahasa Inggris.
Laporan Keberlanjutan ini tersedia pada situs
resmi Perusahaan. [GRI 2-5][POJK G.1]
Kami menghargai seluruh umpan balik terhadap
laporan ini. Anda dapat mengakses formulir
masukan melalui tautan di akhir dokumen,
atau mengirimkan pertanyaan, saran, maupun
komentar melalui kontak yang tersedia. Masukan
Anda sangat berharga bagi kami untuk terus
meningkatkan kualitas dan transparansi laporan ini.
[GRI 2-3][POJK C.2, G.2]
[GRI 2-1, 2-3] [POJK C.2]
Alamat Perusahaan
Wisma Millenia Lantai 7
Jl. M.T. Haryono Kav. 16,
Jakarta 12810 – Indonesia
Phone : (+62 21) 285 45680
(Hunting)
Fax : (+62 21) 831 0309
E-mail : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
36
Page 37
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Menjalin Komunikasi dengan
Pemangku Kepentingan
Keterlibatan pemangku kepentingan yang efektif merupakan elemen penting dalam keberlanjutan
Japfa. Kami memahami bahwa dialog yang terbuka dan konsisten dengan para pemangku
kepentingan tidak hanya membangun kepercayaan, tetapi juga memperkuat ketangguhan bisnis
kami dalam jangka panjang.
Japfa menjalin hubungan yang konstruktif dengan beragam pemangku kepentingan — termasuk
karyawan, pelanggan, institusi keuangan, pemegang saham, lembaga pemerintah, distributor,
asosiasi industri, komunitas, peternak mitra, dan pemasok. Melalui keterlibatan dan kolaborasi
yang berkesinambungan, kami berupaya mengidentifikasi prioritas bersama, membuka peluang
yang saling menguntungkan, serta mendorong partisipasi aktif dalam pencapaian agenda
keberlanjutan kami.
Japfa mendengarkan, belajar, dan bermitra dengan para pemangku kepentingan yang berperan
penting dalam rantai nilai untuk terus membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan yang
bertanggung jawab dan kemajuan bersama. [GRI 2-29, 3-3][POJK E.4]
Investor (termasuk pemegang saham, pemegang obligasi, manajer investasi, dan lain-lain)
1. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)
2. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Metode
3. Konferensi, telekonferensi, pertemuan individu, pertemuan kelompok, surat elektronik
Keterlibatan
4. Paparan publik
5. Kunjungan ke unit operasional
1. Triwulanan
Frekuensi 2. Tahunan
3. Ad hoc
RUPST
1. Persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku 2024.
2. Penetapan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku 2024.
3. Pemberian wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Akuntan Publik, guna
memeriksa Pembukuan Perseroan tahun buku 2025, serta menetapkan Honorarium Akuntan Publik tersebut.
4. Pengangkatan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
5. Penetapan gaji dan tunjangan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
RUPSLB
Topik
Persetujuan atas a) Rencana (permohonan mandat) Perseroan untuk melakukan pembelian kembali saham
Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 29 Tahun 2024 tanggal 29 Desember
2024 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan Oleh Perusahaan Terbuka dan b) penggunaan saham
hasil pembelian kembali tersebut serta c) pemberian wewenang kepada Direksi untuk menetapkan pelaksanaan
serta penggunaannya.
Konferensi, telekonferensi, pertemuan individu, Paparan Publik
surat elektronik 1. Profil Perseroan
1. Ulasan kinerja keseluruhan (keuangan dan 2. Kinerja Operasional per 31 Desember 2024
non-keuangan) 3. Ikhtisar Keuangan
2. Informasi operasional 4. Tantangan dan strategi ke depan
5. Tanya jawab
37
Page 38
Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa
Pelanggan [POJK F.17]
1. Informasi melalui situs dan jaringan digital
Metode Keterlibatan 2. Pusat panggilan
3. Survei kepuasan
1. Tersedia 24 jam
Frekuensi
2. Ad hoc
1. Informasi produk dan layanan, termasuk proses produksi
2. Koordinasi pemenuhan kebutuhan pelanggan
Topik 3. Metode pembayaran (kredit dan debit)
4. Penanganan pengaduan dan penyediaan solusi [GRI 2-25] [POJK F.24]
5. Survei kepuasan pelanggan
Asosiasi
1. Panggilan telepon
Metode Keterlibatan
2. Kunjungan lapangan langsung
1. Harian
Frekuensi 2. Mingguan
3. Ad hoc
1. Skema pembagian hasil usaha
2. Edukasi terkait nutrisi unggas dan manajemen pakan
Topik 3. Konsultasi teknis
4. Manajemen operasional peternakan
5. Penerapan praktik keberlanjutan dalam peternakan dan perikanan
Institusi Pendidikan/Universitas
Metode Keterlibatan Sosialisasi dan koordinasi
1. Ad hoc,
Frekuensi 2. bulanan
3. tahunan
1. Informasi kolaborasi dan program kegiatan Japfa
2. Proses perekrutan dan administrasi penerima beasiswa
Topik
3. Laporan aktivitas penerima beasiswa
4. Hibah dan dukungan dari pemerintah
Organisasi Komunitas Lokal
1. Pertemuan dengan Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), masyarakat lokal, dan perangkat desa
Metode Keterlibatan
2. Panggilan telepon dan/atau kunjungan langsung
1. Ad hoc
Frekuensi
2. semi tahunan
1. Sosialisasi program dan kegiatan
Topik
2. Pelaksanaan program tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR)
38
Page 39
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pemasok
Metode Keterlibatan Panggilan telepon dan/atau kunjungan langsung
Frekuensi Ad hoc, harian, semesteran, dan/atau tahunan
1. Penawaran harga dan kompetisi pasar
2. Evaluasi kualitas layanan
3. Proses audit pemasok
Topik
4. Informasi dan evaluasi produk
5. Kebijakan pembaruan produk
6. Implementasi praktik pengadaan yang berkelanjutan
Pemerintah
Metode Keterlibatan Sosialisasi dan rapat koordinasi
1. Ad hoc
Frekuensi 2. Bulanan
3. Tahunan
1. Perizinan dan regulasi usaha
2. Sertifikasi
3. Koordinasi sistem perdagangan
4. Kepatuhan dan pelaporan berkala
5. Sosialisasi kebijakan pemerintah
6. Kampanye “Gemar Makan Ikan”
Topik 7. Kolaborasi dalam program Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
8. Seminar dan forum kebijakan publik
9. Diskusi ahli terkait ketentuan keamanan pangan, sistem rantai dingin (cold chain),
dan penerapan NK
10. Implementasi prinsip One Health – pengendalian residu dan resistensi antibiotik
11. Pengembangan sustainable agribusiness, termasuk budi daya dan peternakan berkelanjutan
Karyawan
1. Pertemuan rutin, lokakarya, pelatihan, dan pengembangan kapasitas
Metode Keterlibatan
2. Forum komunikasi, rapat internal, dan perayaan tahunan
1. Mingguan
2. Bulanan
Frekuensi
3. Tahunan
4. Ad hoc
1. Sosialisasi kebijakan SDM dan strategi internal
2. Platform dialog “Japfa Conversation”
3. Evaluasi kinerja dan pengembangan karier
Topik 4. Pelatihan daring dan luring, termasuk penguatan keterampilan teknis dan soft skills
5. Program jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
6. Kanal komunikasi internal seperti Japfa Link, Majalah Berkat, dan Japfa Newsletter sebagai sarana
penyebaran informasi Perusahaan
39
Page 40
Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa
Distributor [GRI 2-6]
Metode Keterlibatan Kunjungan langsung, panggilan telepon, dan pertemuan
Frekuensi Ad hoc dan/atau harian
1. Evaluasi kinerja penjualan
2. Informasi terkait produk, harga, dan layanan
Topik
3. Kondisi keuangan Perusahaan
4. Pemeriksaan dan inspeksi fasilitas produksi
Penerima Beasiswa
Metode Keterlibatan Sosialisasi program, pendampingan, dan monitoring kegiatan
Frekuensi Ad hoc, bulanan, satu bulan sekali, dan/atau enam bulan sekali
1. Informasi penerimaan dan proses seleksi beasiswa
2. Kelengkapan administrasi penerima
Topik
3. Pengumpulan proposal dan pelaporan kegiatan
4. Informasi atau laporan kegiatan tambahan di luar program utama
Peternak Mitra
1. Pertemuan koordinasi dan sesi berbagi pengetahuan (pendampingan teknis) daring dan luring.
2. Kunjungan langsung ke fasilitas peternakan Japfa.
Metode Keterlibatan
3. Pelatihan dan pembinaan teknis.
4. Forum diskusi.
1. Dua kali seminggu.
Frekuensi 2. Harian (untuk pencatatan di aplikasi).
3. Berkala / Ad hoc.
1. Edukasi terkait nutrisi dan manajemen kesehatan unggas.
2. Penerapan teknologi modern dan praktik kerja berkelanjutan.
Topik 3. Pemantauan dan pencatatan ketepatan data konsumsi pakan harian.
4. Diskusi tantangan operasional dan penyediaan solusi yang tepat.
5. Diskusi terkait manajemen peternakan.
40
Page 41
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Japfa dalam Data
Laporan keberlanjutan ini mencakup keseluruhan entitas bisnis Japfa. Namun demikian, fokus utama
pelaporan tetap diarahkan pada dua sektor operasional terbesar, yakni perunggasan dan budidaya
perairan. [GRI 2-2]
Operasional perunggasan Operasional perunggasan merupakan
berkontribusi sebesar komponen paling dominan dalam
operasional kami dan sektor ini menjadi
sorotan utama dalam laporan keberlanjutan.
90% Sektor budidaya perairan juga menjadi
dari total pendapatan Japfa. perhatian khusus seiring meningkatnya
permintaan terhadap produk perikanan
yang berkelanjutan.
Tidak terdapat penyajian kembali (restatement) atas data dan informasi yang kami laporkan pada
tahun sebelumnya. [GRI 2-4]
Data Keuangan dan Data Ketenagakerjaan
Data keuangan dan ketenagakerjaan untuk periode fiskal 2023–2025 mencerminkan konsolidasi dari
seluruh entitas Japfa yang didukung oleh sistem internal.
Data Lingkungan
Data lingkungan yang dicakup dalam laporan ini Daftar lengkap entitas
yang tercakup dalam data
merepresentasikan hampir seluruh lini operasional Japfa keuangan, ketenagakerjaan,
sepanjang tahun 2023–2025. Pada tahun 2025, kami dan lingkungan dapat
ditemukan dalam Laporan
memperluas cakupan pelaporan hingga mencakup 349 unit, Tahunan 2025 kami.
yang terdiri dari unit operasional serta unit
nonoperasional (termasuk perkantoran). Penambahan ini
menandai peningkatan sebanyak 5 unit dibandingkan cakupan
pada laporan tahun 2024. Pada periode ini, pelaporan telah
mencakup semua operasional Perusahaan, termasuk perunggasan,
budidaya perairan dan bisnis pendukung. Capaian ini menunjukkan http://japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
hasil nyata dari kolaborasi lintas unit dalam meningkatkan
transparansi dan praktik keberlanjutan yang lebih baik.
41
Page 42
Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa
Metode Penentuan
Topik Material [GRI 3-1]
Laporan ini disusun berdasarkan prinsip-prinsip pelaporan GRI, yang mencakup akurasi,
keseimbangan, kejelasan, keterbandingan, kelengkapan, konteks keberlanjutan, ketepatan waktu, dan
keterverifikasian. Kami juga mempertimbangkan keterlibatan pemangku kepentingan, relevansi topik
material, serta kelengkapan informasi demi menghasilkan laporan yang menyeluruh dan informatif.
Untuk menentukan topik materialitas, Japfa menerapkan penilaian materialitas ganda berdasarkan
Pilar Keberlanjutan Japfa, hasil dari studi LCA dan Social Life Cycle Assessments (S-LCA), kajian
literatur, serta isu-isu lain dari industri peternakan dan budidaya perairan di Indonesia dan
internasional, termasuk yang telah diidentifikasi oleh lembaga pemeringkat keberlanjutan sebagai isu
material. Guna memetakan isu-isu prioritas, kami melakukan survei materialitas yang mengumpulkan
perspektif dari berbagai pemangku kepentingan, baik internal maupun eksternal. Proses awal ini
mempertimbangkan sejauh mana aktivitas Perusahaan memberikan dampak nyata maupun potensial
terhadap lingkungan, masyarakat, dan ekonomi. [GRI 3-1]
Lebih lanjut, dalam penentuan topik material untuk laporan keberlanjutan ini, manajemen
membuat pertimbangan signifikan (significant judgements) untuk menyaring topik tersebut
ke dalam konteks ketahanan dan keberlanjutan bisnis Perusahaan.
Hasil dari proses komprehensif ini menghasilkan sepuluh topik utama berdasarkan perspektif pemangku
kepentingan internal maupun eksternal. Kesepuluh topik tersebut menjadi fokus pelaporan yang telah
diselaraskan dengan standar GRI, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dan secara bertahap
diintegrasikan dengan kerangka pengungkapan IFRS.
Daftar lengkap kontribusi Japfa terhadap TPB
dapat dilihat pada situs Perusahaan.
https://www.japfacomfeed.
co.id/tinjauan
42
Page 43
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pengembangan pelaporan keberlanjutan ini diawasi oleh Komite Keberlanjutan dan manajemen
Perusahaan untuk memastikan akurasi dan ketepatan waktu. Keterlibatan komite dan manajemen
berlangsung sejak awal proses perumusan, analisis hasil survei, hingga finalisasi dan validasi akhir
konten laporan. [GRI 2-14][POJK E.1]
Penelitian dan Diskusi Diskusi Survei untuk Matriks Validasi dan Daftar Topik
Pengembangan Kelompok Manajemen Pemangku Materialitas Persetujuan Materialitas
Survei Terarah dengan Internal Kepentingan Topik
Materialitas Pemangku Internal dan Materialitas
Kepentingan Eksternal
Internal
43
Page 44
Tentang Laporan Keberlanjutan Japfa
Topik Material pada 2025 [GRI 3-2]
Pada 2025, hasil penilaian materialitas kami menegaskan prioritas yang paling relevan bagi
pemangku kepentingan dan keberlanjutan jangka panjang Japfa. Ketahanan Pangan menempati
peringkat teratas yang selaras dengan inti bisnis kami dalam menyediakan protein bergizi dan
terjangkau bagi masyarakat. Keselamatan dan Kesehatan Pelanggan menjadi elemen krusial
berikutnya, yang memastikan seluruh produk kami aman, berkualitas tinggi, dan mematuhi regulasi
yang berlaku, sekaligus membangun kepercayaan konsumen.
Berlandaskan fondasi tersebut, kami terus merangkul pemangku kepentingan guna membangun
kemitraan jangka panjang dengan pelanggan, pemasok, peternak, masyarakat, dan pemerintah.
Upaya ini memastikan bahwa nilai-nilai (values) dapat diciptakan, dibagikan, dan dijaga
keberlanjutannya di sepanjang rantai pasok kami.
No. Topik Material Ketegori
Menyediakan pangan bergizi dan terjangkau bagi masyarakat dan
1 Ketahanan Pangan
konsumen.
Memastikan keamanan konsumen dengan mengoperasikan fasilitas
2 produksi sesuai standar internasional keamanan pangan serta Keselamatan dan Kesehatan Pelanggan
menyediakan pelabelan yang jelas untuk keterlacakan yang efektif.
Membangun hubungan jangka panjang yang positif
3 Keterlibatan Pemangku Kepentingan
dengan rantai nilai dan pemangku kepentingan.
Menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan
4 keterampilan karyawan sesuai departemen/divisi, termasuk pelatihan Pelatihan dan Pengembangan
kesejahteraan hewan dan keberlanjutan.
Menyediakan remunerasi yang adil dan manfaat (mis. bonus, asuransi,
5 Ketenagakerjaan
layanan kesehatan) bagi karyawan.
Menjunjung tinggi prinsip etika dan integritas,
6 transparansi dan kejujuran, serta menciptakan lingkungan kerja kondusif Tata Kelola
sebagai bagian dari penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Memprioritaskan keselamatan dan kesehatan
7 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
karyawan melalui sistem manajemen K3 yang komprehensif.
8 Mengelola efluen dan limbah secara ramah lingkungan. Pengelolaan efluen dan limbah
9 Meningkatkan kesejahteraan hewan melalui riset dan praktik terbaik. Kesejahteraan Hewan
Menyediakan program pelatihan dan pengembangan bagi peternak
10 mitra, termasuk pelatihan kesejahteraan hewan serta meningkatkan Masyarakat
kesadaran terkait pekerja anak dan perilaku tidak etis.
44
Page 45
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Matriks Materialitas
Matriks materialitas ini memberikan panduan untuk pembahasan lebih mendalam mengenai
topik‑topik prioritas yang disajikan dalam bab‑bab berikutnya. Setiap topik disajikan melalui
pendekatan manajemen yang jelas, komitmen Japfa, serta program kami di tahun 2025 yang
bertujuan untuk meningkatkan dampak positif.
Laporan ini juga menjelaskan bagaimana kami menilai efektivitas program yang dijalankan
serta menyoroti peran partisipasi pemangku kepentingan dalam membentuk perjalanan
keberlanjutan kami.
Matriks Materialitas
4.70
1
4.60
Dampak terhadap pemangku
3
kepentingan eksternal
9
4.50
18 6 4 2
14 10 7 5
15
4.40
20 16 11
17 8
13
19 12
4.30
4.20
4.10
4.40 4.50 4.60 4.70
Dampak terhadap Lingkungan, ekonomi, dan sosial
45
Page 46
03 Peningkatan Nutrisi Meningkatkan gizi merupakan langkah penting untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, dan Japfa telah berperan dalam memperluas akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan terjangkau di seluruh Indonesia.
Page 47
Jangkauan Pasar 51 Sebagai produsen protein hewani pokok di Indonesia,
Japfa menyadari peran pentingnya dalam memperkuat
Pendekatan 52
Industrialisasi ketahanan pangan dan gizi nasional. Dengan
memanfaatkan kapabilitas dari dalam operasional yang
Menjaga 53
Keamanan Pangan terintegrasi secara vertikal serta jaringan distribusi yang
luas, Perusahaan menyediakan protein hewani yang aman,
Rantai 55
terlacak, dan berkualitas tinggi yang tetap terjangkau
Pasokan yang
Berkelanjutan bagi masyarakat di seluruh wilayah. Pendekatan ini
memperkuat sistem pangan lokal dan mendukung
JAPFA for Kids 56
rantai nilai yang lebih sehat dan tangguh, khususnya di
Gemar Makan Ikan 62 daerah yang masih menghadapi tantangan gizi. Namun,
ketersediaan pangan saja tidak cukup karena kesenjangan
nutrisi tetap menjadi isu kritis di Indonesia.
Stunting pada anak usia sekolah masih menjadi perhatian
nasional, dengan prevalensi yang berbeda-beda
antarprovinsi serta kesenjangan dalam akses terhadap
makanan bergizi seimbang. Lingkungan sekolah pun
masih sering kekurangan pilihan makanan bernutrisi,
sehingga intervensi diperlukan untuk meningkatkan
pengetahuan gizi, pilihan konsumsi, dan kualitas asupan
harian. Karena protein hewani berperan penting bagi
pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak,
Japfa berkontribusi melalui penyediaan produk kaya
protein seperti ayam, telur, susu, dan ikan yang mudah
diakses berbagai lapisan masyarakat.
Prevalensi Stunting Usia 5-12 Tahun di Indonesia
berdasarkan Provinsi Tahun 20231
24,6%
20,2% 20,5%
19,6%
17,2%
15,3%
Prevalensi (%)
Sumatra Jawa Kepulauan Sulawesi Jawa Sulawesi
Utara Barat Riau Selatan Tengah Tengah
1 Kementerian Kesehatan RI – BKPK, Survei Kesehatan Indonesia (SKI)
2023): Dalam Angka, “Tabel 14.116 – Prevalensi status gizi (TB/U) umur 5–12
tahun menurut provinsi”; ringkasan nasional TB/U usia 5–12 tahun.
Page 48
Peningkatan Nutrisi Kami juga memahami bahwa peningkatan gizi tidak dapat dicapai hanya melalui efisiensi produksi. Upaya ini memerlukan pendidikan, kolaborasi, dan keterlibatan komunitas. Berlandaskan keyakinan bahwa perubahan yang bermakna dimulai dari dalam, Japfa melengkapi operasi intinya dengan berbagai inisiatif peningkatan gizi, termasuk edukasi di sekolah, promosi menu seimbang, edukasi bagi orang tua, serta program-program komunitas. Upaya seperti JAPFA for Kids semakin memperluas dampak Perusahaan untuk mendukung pertumbuhan sehat dan meningkatkan akses makanan bergizi di wilayah berisiko tinggi. Keseluruhan inisiatif ini membentuk solusi jangka panjang yang dapat ditingkatkan skalanya, menangani kesenjangan nutrisi yang mendesak, dan turut mendukung target nasional penurunan stunting serta SDG 2: Tanpa Kelaparan. Dengan memperkuat gizi melalui keunggulan operasional dan kemitraan komunitas, Japfa berupaya membangun masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh. 48
Page 49
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Jangkauan Pasar
Geografi unik Indonesia menghadirkan tantangan signifikan dalam memastikan ketahanan pangan
nasional, terutama dalam hal distribusi yang merata dan efisien. Berbekal pengalaman lebih dari 53
tahun di sektor agrifood, Japfa memegang teguh tanggung jawabnya untuk memenuhi kebutuhan
nutrisi bangsa. Melalui jaringan distribusi dan pemasaran komprehensif yang mencakup pasar
tradisional, pasar modern, serta platform daring, Japfa memastikan produk-produknya dapat diakses
oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Japfa menawarkan portofolio produk protein hewani berkualitas tinggi yang beragam, termasuk
perunggasan dan akuakultur, yang dirancang untuk memenuhi berbagai preferensi dan kebutuhan
gizi konsumen. Dengan menyediakan protein yang aman, terjangkau, dan bergizi di seluruh penjuru
negeri, Japfa berkontribusi terhadap ketahanan pangan, peningkatan gizi, serta akses berkelanjutan
terhadap sumber daya pangan esensial.
Japfa Poultry
Tidak hanya memiliki pasar yang luas di Indonesia,
Japfa terus memperluas jangkauannya di pasar
internasional. Hingga tahun 2025, Perusahaan telah
mengekspor produk perunggasan, termasuk pakan
ternak, telur tetas, dan produk hilir perunggasan ke
berbagai negara di Asia dan Afrika.
Jangkauan internasional ini mencerminkan komitmen
Perusahaan terhadap standar keamanan pangan dan
kualitas yang tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan
terhadap Japfa. Dengan menyediakan produk yang aman,
bergizi, dan andal di pasar global, Japfa memperkokoh
reputasinya sebagai penyedia protein hewani yang
bertanggung jawab dan berkelanjutan, yang mampu
memenuhi kebutuhan konsumen baik di dalam negeri
maupun di luar negeri.
Japfa Aquaculture
Japfa tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan protein Indonesia melalui sektor perunggasan,
melainkan juga melalui operasi budidaya perairannya. Perusahaan memproduksi berbagai produk
olahan ikan dan udang berkualitas tinggi yang telah diakui serta dipercaya di pasar internasional.
Kami telah mengekspor produk-produk akuakultur ke berbagai negara di Asia, Amerika, dan Eropa. Upaya
ini merupakan perwujudan komitmen Japfa dalam menyediakan protein yang aman dan bergizi di tingkat
global, guna mendukung ketahanan pangan serta pertumbuhan berkelanjutan di sektor akuakultur.
49
Page 50
Peningkatan Nutrisi
Pendekatan Industrialisasi
Japfa mengintegrasikan teknologi dan inovasi ke dalam kegiatan operasionalnya guna memastikan
terjaganya standar keamanan pangan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya. Kami
terus memperkuat kapasitas produksi dan melakukan ekspansi untuk mencapai skala ekonomi,
meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas jangkauan distribusi. Melalui pendekatan
ini, Japfa mampu mengendalikan setiap tahapan produksi dengan lebih baik, menjamin konsistensi
kualitas, dan memenuhi permintaan pasar secara lebih efektif.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai topik ini, Anda
dapat mengunjungi situs web Japfa:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
Mendorong Gaya Hidup Sehat melalui
Kolaborasi dengan Atlet
Sebagai bagian dari komitmennya
dalam mempromosikan gaya
hidup aktif dan sehat, Japfa Food
menggandeng petenis muda
berprestasi Janice Tjen sebagai
Brand Ambassador.
Kemitraan ini menegaskan pentingnya
nutrisi berkualitas dalam mendukung
performa atletik dan kehidupan
sehari-hari. Melalui kolaborasi ini,
Janice berbagi wawasan mengenai peran
gizi yang tepat untuk menjaga stamina
dan performa.
Inisiatif ini membuka perjalanan
kolaboratif yang dibangun atas nilai
disiplin, kesehatan, dan semangat untuk
senantiasa berkembang.
50
Page 51
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Menjaga Keamanan Pangan
Keamanan pangan dijaga di setiap titik dalam rantai nilai, mulai dari pembibitan dan budidaya hingga
produk siap konsumsi. Pendekatan kami berfokus pada:
a. Penerapan sistem biosekuriti yang ketat untuk mencegah kontaminasi dan penyakit.
b. Standar tinggi pada setiap tahap produksi, termasuk pemilihan bahan baku berkualitas dan
pemeliharaan fasilitas yang memenuhi persyaratan ketat terkait keamanan pangan.
c. Penerapan sertifikasi nasional dan internasional untuk memastikan keamanan produk.
Transparansi dalam Pelabelan dan Keamanan Produk
Transparansi menjadi bagian penting dari komitmen kami terhadap konsumen. Seluruh produk
dilengkapi dengan informasi nutrisi, petunjuk penggunaan, dan tanggal kedaluwarsa untuk memastikan
konsumsi yang aman dan tepat.
Pada tahun 2025, Japfa mencatat nol insiden ketidakpatuhan terkait kesehatan dan keamanan produk,
menunjukkan komitmen berkelanjutan kami terhadap produksi pangan yang bertanggung jawab dan
berkelanjutan. [GRI 416-1, 416-2, 417-2, 417-3] [POJK F.28].
Informasi lebih lanjut mengenai keamanan
pangan dapat dibaca di situs Japfa:
https://www.japfacomfeed.co.id/
memberikan-akses-protein-terjangkau
51
Page 52
Peningkatan Nutrisi
Audit Keamanan Pangan
Perusahaan secara konsisten melaksanakan audit keamanan pangan, baik internal maupun eksternal,
untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan sertifikasi yang berlaku. Audit ini memiliki peran
penting dalam menilai manajemen risiko serta penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
Dalam menjalankan operasional, kami mengadopsi berbagai standar nasional dan internasional, termasuk
Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPB), Cara Pembibitan Unggas yang Baik (CPUB), Cara Pembuatan
Obat Hewan yang Baik (CPOHB), ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 22000:2018 untuk
Keamanan Pangan, serta Best Aquaculture Practices (BAP) dan lain-lain. Seluruh sertifikasi ini juga
diperbarui secara berkala untuk memastikan kepatuhan dan konsistensi mutu di seluruh proses produksi.
Unit pengolahan hasil peternakan unggas telah mendirikan laboratorium internal di Pemalang yang
dilengkapi dengan Teknologi PCR untuk mendeteksi Salmonella, yang memungkinkan hasil pemantauan
harian yang lebih cepat dan lebih akurat.
Upaya-upaya tersebut memperkuat mekanisme keamanan pangan di seluruh tahapan produksi.
Temuan dari audit internal maupun eksternal dievaluasi dan dilaporkan kepada manajemen untuk
tindak lanjut yang tepat. [GRI 2-23, 416-1] [POJK F.27]
Pada tahun 2025, tidak ada penarikan produk pakan maupun protein
hewani dari operasional perunggasan dan budidaya perairan. [POJK F.29]
Sertifikat-sertifikat yang
dimiliki oleh Perusahaan dapat
ditemukan secara lengkap di
Laporan Tahunan 2025
https://www.japfacomfeed.co.id/
laporan-tahunan
52
Page 53
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Rantai Pasokan yang Berkelanjutan
Japfa mengelola rantai pasokan secara menyeluruh, mulai dari produksi pakan ternak hingga produk
konsumen, melalui model bisnis terintegrasi vertikal. Setiap proses produksi berada dalam kontrol
penuh Perusahaan dan dipantau secara cermat untuk memastikan bahwa produk dapat dilacak.
Kode Etik Pemasok
Kode Etik Pemasok (Supplier Code of Conduct/CoC) Informasi lebih lanjut mengenai ketelusuran
dan Kode Etik Pemasok dapat dibaca di
adalah bagian integral dari komitmen Japfa untuk situs Japfa:
memastikan seluruh mitra bisnis beroperasi dengan
integritas serta menjunjung prinsip-prinsip etika dan
keberlanjutan Perusahaan. Melalui CoC, Japfa mewajibkan
setiap pemasok untuk mematuhi standar yang jelas dan
disepakati bersama, guna mendorong kemitraan yang
lebih kuat, transparan, dan bertanggung jawab.
https://www.japfacomfeed.co.id/
keamanan-dan-ketelusuran-pangan
Pada tahun 2025 sebagian besar pemasok Japfa
telah menandatangani CoC ini dan kami terus
menyosialisasikannya kepada para pemasok. CoC ini
mencakup ketentuan tegas mengenai tindakan korektif
atau sanksi guna memastikan kepatuhan penuh terhadap
https://www.japfacomfeed.co.id/
standar Perusahaan. kebijakan
53
Page 54
Peningkatan Nutrisi JAPFA for Kids Masalah malanutrisi masih menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia dan meningkatkan risiko penyakit kronis pada masa depan. Sebagai produsen protein hewani, Japfa berkomitmen untuk berperan aktif dalam mengurangi malanutrisi, khususnya gizi kurang dan gizi buruk melalui program JAPFA for Kids (JfK). JfK bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan membiasakan prinsip Empat Pillar Gizi Seimbang di sekolah-sekolah binaan sekitar area operasional Perusahaan melalui pendekatan mendalam yang menyasar pada akar permasalahan. Berdasarkan pengalaman panjang kami dalam mengatasi malanutrisi, penyebab anak sulit memperoleh asupan gizi yang memadai sangatlah beragam. Di beberapa daerah, keterbatasan kapasitas dan tingkat pendidikan sumber daya manusia menjadi hambatan utama dalam mencapai status gizi yang baik. Sementara itu, di wilayah lain, tantangan geografis juga kerap menjadi penghalang. Melalui JfK, kami berkomitmen untuk menciptakan dampak nyata bagi kesehatan generasi muda, dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki gizi anak-anak, tetapi juga untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan dalam upaya perbaikan nutrisi. Fokus kami pada anak-anak sekolah dasar. Hal ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah malanutrisi pada usia yang paling krusial, di mana pengaruh pola makan yang sehat dapat membentuk masa depan mereka yang lebih baik. Setelah melakukan tinjauan mendalam, pada tahun 2025 kami memfokuskan kegiatan untuk meningkatkan efektivitas program ini. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah memperpanjang periode pembagian telur dari tiga bulan menjadi enam bulan (Juli-Desember). Selain itu, kami juga menerapkan metode pengukuran yang lebih komprehensif dengan memanfaatkan aplikasi dan dasbor untuk memantau hasil program secara real time. Upaya ini bertujuan memperkuat dampak positif bagi anak-anak dengan malanutrisi yang mengikuti program kami. 54
Page 55
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
JAPFA for Kids: Menutrisi Masa Depan
Sejak dimulai pada 2008 hingga 2025, program JFK telah menjangkau
201.056
Siswa
1.214
Sekolah
105
Kabupaten/Kota
Pencapaian JfK 2025
15.498
Siswa
123
Sekolah
9
Kabupaten
1.034
Siswa dengan
646
Siswa malanutrisi yang status
malanutrisi gizinya menjadi gizi baik
55
Page 56
Peningkatan Nutrisi
Tahapan Program
1 PEMILIHAN LOKASI
• Pemilihan lokasi bekerja sama
dengan Tim Unit Bisnis JAPFA
2 PEMILIHAN SEKOLAH
• Mendistribusikan timbangan dan stadiometer
ke sekolah di kecamatan terpilih
• Menugaskan sekolah untuk secara mandiri mengukur siswanya
• Sekolah yang mengumpulkan tugasnya akan dipilih sebagai
penerima manfaat program
3 PRA-PROGRAM
• Pelatihan untuk guru penanggung jawab (PJ) program mengenai
pola makan sehat, manajemen program, dan penggunaan aplikasi
• Pelatihan penyegaran bagi tenaga kesehatan
yang akan terlibat dalam program
4 PELAKSANAAN PROGRAM
• Pengukuran tinggi dan berat badan awal (baseline)
oleh puskesmas
• Persetujuan orang tua untuk berpartisipasi sebagai
penerima manfaat program
• Pemeriksaan yang dilakukan, pengecekan anemia, karies gigi,
limfadenitis dan tuberkulosis
5 HARI SEHAT JAPFA
• Kegiatan mingguan untuk memastikan perubahan perilaku siswa
• Olahraga rutin, hari bekal sehat, edukasi kebiasaan
hidup sehat termasuk pemeriksaan kebersihan kuku
dan cuci tangan pakai sabun
• Pengukuran tinggi dan berat badan bulanan untuk memantau
Indeks Massa Tubuh
6 1 HARI 1 TELUR
• Distribusi telur kepada siswa kurang gizi dan gizi buruk
• Pemantauan asupan protein harian melalui monitoring bekal
• Guru mengirimkan laporan konsumsi harian melalui aplikasi
• Pertemuan orang tua bulanan untuk memastikan komitmen
dan keterlibatan orang tua dalam program serta mendorong
perubahan perilaku
7 STRATEGI KELUAR
• Penilaian dampak dan evaluasi akhir program
• Sekolah secara mandiri melaksanakan Hari Sehat JAPFA
dan memantau distribusi telur
• Diseminasi kepada pemerintah daerah setempat
• Pengukuran tinggi dan berat badan akhir (endline) oleh Puskesmas
56
Page 57
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
1 Hari 1 Telur
Japfa for Kids menjalankan serangkaian upaya untuk membantu meningkatkan status gizi siswa
dengan malanutrisi, salah satunya melalui pemberian telur secara cuma-cuma. Selama enam bulan
program, anak-anak dengan gizi kurang dan gizi buruk menerima satu butir telur setiap hari melalui
sekolah, dengan keterlibatan aktif orang tua dalam mengolah dan menyiapkannya sebagai bagian dari
bekal makan siang. Pada periode November hingga Desember, jumlah telur ditingkatkan menjadi dua
butir per hari untuk mempercepat pemulihan gizi. Selain itu, fasilitator bekerja sama dengan orang
tua, guru, dan kantin sekolah untuk menyediakan camilan sehat dua kali seminggu serta memastikan
pemberian vitamin secara rutin. Melalui rangkaian langkah sederhana namun terarah ini, program
mendukung perbaikan gizi anak secara bertahap dan berkelanjutan.
Pada akhir Program JfK 2025 inisiatif ini berhasil meningkatkan status gizi 646 dari 1.034 siswa
malanutrisi menjadi gizi baik.
1 Telur Sehari 2 Telur Sehari
Juli - Oktober November - Desember,
Protein tambahan pendukung pertumbuhan
Suplemen Camilan Bergizi
Mengatasi anemia dan Meningkatkan asupan energi
kekurangan vitamin dan kebutuhan nutrisi harian
57
Page 58
Peningkatan Nutrisi
Hari Sehat JAPFA
Japfa merancang Hari Sehat JAPFA untuk menanamkan kebiasaan Pada tahun 2025,
hidup sehat pada anak-anak dalam satu hari khusus setiap minggu.
Hari Sehat JAPFA telah
Pada Hari Sehat JAPFA, kami memberikan edukasi nutrisi sekaligus
mengajak para siswa untuk membawa bekal sehat. Selain itu, kami
berhasil menjangkau
juga melaksanakan berbagai kegiatan bersama siswa dan guru, 123 sekolah dan
termasuk senam Empat Pilar Gizi Seimbang, cuci tangan dengan menjangkau 15.498
sabun, pemeriksaan kebersihan kuku, serta edukasi kesehatan
siswa di 9 kabupaten.
lainnya. Melalui program ini, Japfa bertujuan membentuk kebiasaan
sehat sejak dini, yang diharapkan dapat menjadi bagian tak
terpisahkan dari kehidupan mereka di masa depan.
Merangkul Orang Tua dan Guru dalam JAPFA for Kids
Kami meyakini sinergi orang tua dan
guru adalah kunci untuk menciptakan
lingkungan yang lebih sehat bagi anak-
anak. Untuk itu, kami merangkul orang
tua dan guru untuk bergerak serempak
melalui edukasi agar perubahan positif
di sekolah bergaung hingga ke meja
makan keluarga. Bagi guru, kami
berbagi pengetahuan secara terstruktur,
sedangkan bagi orang tua yang anaknya
membutuhkan peningkatan gizi, mereka
diminta menandatangani surat komitmen
untuk menyiapkan bekal makan siang
seimbang setiap hari.
58
Page 59
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pertemuan Bulanan
Japfa menyelenggarakan pertemuan bulanan bagi guru dan orang tua dengan materi terpilih yang
disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak, didukung modul pembelajaran tematik. Untuk meningkatkan
partisipasi, materi dan daftar hadir disiapkan terstandar, disertai surat komitmen enam bulan bagi
orang tua. Setiap sesi menegaskan tiga pesan inti yaitu frekuensi makan sesuai kebutuhan, bekal
sederhana namun bergizi, dan pembentukan kebiasaan sehat.
Dalam pertemuan tersebut, kami senantiasa menyampaikan kembali pentingnya gizi seimbang,
keamanan pangan, pentingnya protein hewani, dan tips menyiapkan makanan yang bergizi. Selain itu
kami menginformasikan perkembangan status gizi anak mereka. Dengan upaya tersebut, kami hendak
menanamkan kebiasaan kecil yang diharapkan berdampak besar pada perkembangan anak-anak.
Data Real-Time yang Lebih Kuat dan Hasil yang Lebih Baik
Dalam pelaksanaan JfK sebelumnya, salah satu tantangan utama adalah menjaga konsistensi pemantauan
program. Sebagai contoh, di sekolah-sekolah yang sulit dijangkau, pemantauan konsumsi telur serta
pengumpulan data IMT sering kali belum optimal. Pada tahun 2025, kami menindaklanjuti temuan tersebut
dengan melakukan kajian mendalam terhadap metode pengukuran hasil program. Melalui evaluasi
komprehensif ini, kami bertujuan untuk memperkuat efektivitas program dan memastikan program
memberikan dampak yang semakin bermakna.
Sebagai tindak lanjut dari temuan tersebut, kami meningkatkan dashboard digital yang memungkinkan
pemantauan data kesehatan anak secara real time. Berat dan tinggi badan dicatat secara berkala untuk
memantau perubahan status gizi, mengidentifikasi tren yang muncul, serta menyesuaikan intervensi
dengan cepat apabila diperlukan. Sistem ini juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas, karena data
dapat dengan mudah dibagikan kepada para pemangku kepentingan, termasuk mitra pemerintah dan
masyarakat setempat.
Program JAPFA for Kids membawa banyak
perubahan positif di sekolah kami, mulai
dari kebiasaan menjaga kebersihan hingga
meningkatnya kesadaran gizi bagi murid
dan orang tua.
Seluruh guru kini berkolaborasi aktif dalam kegiatan Hari Sehat JAPFA
karena kami percaya bahwa kesehatan dan keberhasilan murid adalah
tanggung jawab bersama. Setelah enam bulan berjalan, program ini
terbukti bermanfaat dan kami berharap dampaknya terus berlanjut
dalam membentuk generasi yang lebih sehat dan kuat.
| Septi Kadarwati — SDN Cikaret Jaya, Kabupaten Bogor
59
Page 60
Peningkatan Nutrisi
JAPFA for Kids Awards
Acara ini diselenggarakan untuk mengapresiasi siswa sekaligus mengevaluasi perubahan perilaku
serta peningkatan pengetahuan guru sejak dimulainya program hingga tahap pendampingan.
JfK Awards terdiri atas tiga kategori utama: Lomba Sekolah, Lomba Guru, dan Lomba Siswa, dengan
total enam jenis lomba.
Lomba Sekolah: Lomba Guru: Lomba Siswa:
• Implementasi program • Cerdas cermat • Pembuatan poster
• Media edukasi siswa • Penulisan artikel
• Senam 4 pilar gizi
seimbang
Mendukung Kesehatan Ibu Hamil
Menyadari bahwa awal kehidupan yang sehat dimulai sebelum kelahiran, kami melindungi kesehatan ibu
sebagai pertahanan utama terhadap berat badan lahir rendah pada bayi. Dengan berfokus pada periode
pranatal, khususnya bertujuan untuk mengurangi anemia dan meningkatkan indikator nutrisi, inisiatif ini
berupaya memastikan hasil persalinan yang lebih sehat bagi para ibu yang rentan. Proyek percontohan ini
dilakukan di 5 kecamatan di Bintan. Program ini dikembangkan berdasarkan empat pilar:
1. Asupan Protein & Keseimbangan Nutrisi: Kami mendukung ibu hamil yang mengalami malnutrisi
dengan menyediakan protein hewani esensial dan memastikan konsumsi rutin tablet zat besi
untuk mengatasi defisiensi.
2. Perilaku Sehat: Program ini memastikan para ibu menerapkan praktik kesehatan yang krusial,
termasuk mengonsumsi makanan kaya protein secara rutin dan mengikuti pemeriksaan kehamilan
(Antenatal Care/ANC).
3. Peningkatan Kapasitas: Kami memberikan pengetahuan kepada mereka mengenai kesehatan
kehamilan, terutama terkait asupan nutrisi yang diperlukan dan tindakan medis yang dibutuhkan.
4. Pemantauan Dampak: Tim melakukan pemantauan rutin terhadap peningkatan nutrisi dengan
melacak berat badan, kepatuhan konsumsi tablet zat besi, lingkar lengan atas, dan kadar anemia.
Penerima Manfaat
22 Ibu Hamil dengan
Kurang Energi Kronis
2 Ibu Hamil dengan
Kurang Energi Kronis
12 Ibu Hamil
dengan Anemia
dan Anemia
60
Page 61
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Gemar Makan Ikan
Dalam konteks upaya nasional untuk meningkatkan status gizi dan mencegah stunting, divisi Budidaya
Perairan kembali melaksanakan Program Gemar Makan Ikan di Banyuwangi dan Lampung sebagai
kontribusi Perusahaan dalam memperkuat intervensi gizi bagi anak-anak serta ibu hamil dan menyusui.
Di Banyuwangi, program dijalankan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Klatak, meliputi pembagian
ikan segar seperti lele, nila, patin, dan udang, kepada balita berisiko malanutrisi dan ibu hamil, disertai
edukasi mengenai gizi seimbang dan pencegahan stunting. Kegiatan ini turut melibatkan perangkat
desa dan tenaga kesehatan, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam meningkatkan
kesehatan keluarga.
Sementara itu di Lampung, Japfa menyediakan produk olahan ikan untuk siswa sekolah guna
memperkaya asupan protein hewani dalam menu harian mereka. Dengan melibatkan mitra rantai
pasok, termasuk pelanggan divisi Budidaya Perairan, program ini berupaya membangun ekosistem
pendukung gizi yang lebih kuat bagi anak-anak, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat
tentang pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi.
61
Page 62
04 Sistem Produksi Efisien Meningkatnya kebutuhan Indonesia akan pasokan pangan berkelanjutan mendorong Japfa untuk memperkuat sistem produksi terintegrasinya serta memastikan ketersediaan protein berkualitas tinggi yang andal bagi masyarakat.
Page 63
Penerapan 66 Pertumbuhan penduduk dan dinamika ekonomi Indonesia
Kesejahteraan meningkatkan kebutuhan akan pasokan pangan yang
Hewan
berkelanjutan. Menjawab tantangan global — perubahan
Menjaga 70 iklim, keterbatasan sumber daya, dan pemborosan pangan
Kesehatan Hewan
— Japfa memperkuat sistem produksi terintegrasi untuk
Secara Holistik
menjaga ketersediaan pasokan yang stabil sekaligus
Menangani Hewan 74
mendukung ketahanan pangan nasional. Pendekatan
dengan Nyaman
ini menitikberatkan pada efisiensi rantai pasok dan
Tempat Tinggal 76 optimalisasi sumber daya lokal agar lebih tangguh
Hewan yang Sehat
menghadapi perubahan iklim dan volatilitas pasar.
Konservasi 78
Keanekaragaman
Melalui model produksi terintegrasi vertikal, Japfa
Hayati
menempatkan kesejahteraan hewan sebagai prioritas
Praktik Energi 80 utama yang dijalankan konsisten di seluruh operasi,
Bertanggung
Jawab disertai penerapan biosekuriti dan keamanan pangan
yang ketat dari hulu ke hilir. Integritas rantai pasok dijaga
Digitalisasi dan 84
melalui penggunaan pemasok bersertifikat, termasuk
Inovasi
standar bebas deforestasi, serta audit pihak ketiga.
Pengelolaan Air 90
Pada saat yang sama, digitalisasi proses, inovasi pakan,
Limbah
dan pemanfaatan energi terbarukan diterapkan untuk
Mengelola Emisi 91 meningkatkan efisiensi dan ketahanan operasional.
dan Limbah
Pemanfaatan seluruh bagian unggas, perikanan, dan
produk samping lainnya dioptimalkan untuk mendorong
ekonomi sirkular dan mengurangi limbah.
Komitmen ini ditujukan untuk menurunkan emisi,
meningkatkan efisiensi energi, meminimalkan limbah,
meningkatkan efisiensi penggunaan air, sambil
memastikan ketersediaan protein berkualitas yang
terjangkau dan andal bagi masyarakat. Dengan
pendekatan tersebut, Japfa berkontribusi pada
konservasi sumber daya dan ketahanan pangan jangka
panjang, serta memperkuat posisinya sebagai mitra
kunci dalam membangun sistem pangan yang tangguh,
mandiri, dan berkelanjutan di Indonesia.
Page 64
Sistem Produksi Efisien Penerapan Kesejahteraan Hewan Di Japfa, kesejahteraan hewan merupakan bagian penting dari komitmen Perusahaan terhadap ketahanan pangan yang berkelanjutan. Hewan yang sehat dan dipelihara dengan baik berkontribusi pada produktivitas yang lebih tinggi, mengurangi risiko penyakit, dan menekan susut pangan (food loss). 64
Page 65
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Nutrisi Seimbang untuk Kesehatan Hewan
Pakan dengan formulasi gizi seimbang menjadi kunci dalam mendukung kesehatan dan produktivitas
hewan. Kandungan nutrisi yang dirancang secara tepat tidak hanya memastikan pertumbuhan fisik,
tetapi juga memperkuat sistem kekebalan, sehingga menurunkan risiko penyakit sekaligus mendukung
keberlanjutan produksi.
Pemilihan Bahan Baku Berkualitas Tinggi
Japfa berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap bahan baku yang digunakan selalu
memenuhi standar kualitas tinggi melalui pengawasan ketat dan pengadaan yang beretika. Japfa
bekerja sama dengan pemasok yang telah diseleksi secara ketat serta memenuhi persyaratan
sertifikasi dan transparansi melalui penerapan Kode Etik Pemasok dan penggunaan Certificate of
Origin untuk bahan baku. [GRI 2-6]
Pada tahun 2025, persyaratan sertifikasi dalam proses pengadaan semakin diperkuat untuk
meningkatkan kesadaran pemasok terhadap praktik keberlanjutan, khususnya terkait sumber
bahan baku bebas deforestasi. Sebagian besar mitra pemasok telah memiliki sertifikasi yang
relevan, meskipun jenis dan cakupannya bervariasi, namun seluruhnya mengacu pada prinsip
pengadaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Pemanfaatan Bahan Baku Alternatif
Tim nutrisi terus memprioritaskan optimalisasi bahan baku lokal dan eksplorasi sumber nutrisi
alternatif. Secara paralel, penelitian yang berkelanjutan juga dilakukan untuk menentukan standar
nutrisi yang paling efektif bagi berbagai jenis ternak, sekaligus mendorong inovasi pakan dan
memperkuat ketahanan terhadap fluktuasi musiman dalam ketersediaan bahan baku.
Japfa memanfaatkan
pemasok lokal
untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi
domestik. Pada tahun
2025, sebanyak 65%
bahan baku pakan
unggas serta 43%
bahan baku pakan ikan
dan udang berasal dari
pemasok lokal.
[GRI 204-1] [POJK B.1]
65
Page 66
Sistem Produksi Efisien
Pakan untuk Perunggasan
• Precision Feeding & Reformulasi Nutrisi
Japfa memperkuat penerapan precision feeding dengan reformulasi nutrisi yang lebih presisi,
termasuk pengaturan kadar kalsium, fosfor, lysine, dan probiotik. Pendekatan ini memastikan
asupan sesuai kebutuhan fisiologis pada setiap tahap pertumbuhan, sehingga mengurangi
kelebihan nutrisi, menekan feed waste, dan mendukung kesehatan hewan secara optimal.
Selaras dengan pendekatan tersebut, Japfa menurunkan rata-rata bobot panen sebagai
strategi adaptif keterjangkauan, sembari menjaga efisiensi pakan dan umur panen tetap
optimal.
• Penerapan Teknologi Near-Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS)
Divisi pakan ternak telah mengimplementasikan teknologi NIRS dengan memanfaatkan
pantulan cahayainframerah dekat dari sampel dan tidak memerlukan atau mengurangi
penggunaan bahan kimia dalam proses analisis rutinnya, dengan demikian NIRS
mendukung konsep sterile laboratory dan praktik industri yang berkelanjutan. Selain itu
divisi pakan ternak juga mengembangkan digitalisasi laboratorium untuk pelacakan sampel
secara menyeluruh.
Pakan untuk Budidaya Perairan
• JAPFA Aquaculture Nutrition Lab
JAPFA Aquaculture Nutrition Lab di Gresik, Jawa Timur, yang telah tersertifikasi ISO/IEC
17025 sejak 2023, terus memperkuat kapasitasnya melalui pengembangan metode analisis
asam amino dan peningkatan kompetensi teknis lainnya. Laboratorium ini berperan penting
dalam mendukung riset dan inovasi akuakultur Japfa untuk menghasilkan pakan ikan dan
udang yang berkualitas dan aman, sekaligus menyiapkan diri untuk berkembang menjadi
laboratorium komersial yang dapat melayani pihak eksternal pada masa mendatang.
• Pengembangan Budidaya Cacing Polychaeta
Untuk memastikan pasokan pakan segar bagi induk udang yang stabil dan bebas patogen, Japfa
memperluas kapasitas budidaya cacing polychaeta di Anyer dan Bali sebagai kelanjutan dari
pengembangan sebelumnya di Gresik dan beberapa wilayah lain. Polychaeta, yang dikenal kaya
nutrisi, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan kesehatan induk udang. Selain itu,
Perusahaan juga melakukan uji coba peningkatan kualitas nutrisi cacing melalui penggunaan
pakan laut berprotein tinggi. Upaya ini memperkuat komitmen Japfa dalam mendukung
praktik akuakultur yang berkelanjutan dan berbasis riset ilmiah.
• Pengembangan Pakan Khusus untuk Induk Udang
Sebagai bagian dari upaya memperkuat model bisnis terintegrasi, pada awal tahun 2025
Perusahaan mulai memproduksi pakan khusus untuk induk udang. Pakan ini diformulasikan
dengan bahan bernutrisi tinggi, termasuk campuran pakan alami beku, yang dirancang untuk
mendukung kesehatan reproduksi dan meningkatkan tingkat keberhasilan pemijahan. Inisiatif ini
mencerminkan komitmen Perusahaan dalam mengoptimalkan produktivitas akuakultur melalui
inovasi pakan yang berkelanjutan.
66
Page 67
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
67
Page 68
Sistem Produksi Efisien Menjaga Kesehatan Hewan Secara Holistik Kesehatan hewan merupakan prioritas utama Japfa dalam menjaga keberlanjutan rantai nilai pangan. Melalui pendekatan yang menekankan pencegahan penyakit, inovasi vaksin, dan kolaborasi global, Japfa memastikan hewan ternak tetap sehat sehingga produktivitas dan keamanan pangan dapat terjaga. 68
Page 69
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Mendorong Perdagangan Berkelanjutan
Melalui Sertifikasi AEO
Pada 2025, Japfa Aquaculture Sertifikasi ini mengacu pada standar
World Customs Organization (WCO) SAFE
melalui PT Suri Tani Pemuka Framework of Standards, yang menilai
kepatuhan kepabeanan, keamanan rantai
(STP) meraih sertifikasi pasok, dan integritas sistem logistik. Dengan
Authorized Economic Operator AEO, Perusahaan memperoleh kemudahan
ekspor-impor, meningkatkan daya saing,
(AEO) dari Direktorat Jenderal serta memastikan ketelusuran produk dari
hulu ke hilir.
Bea dan Cukai (DJBC) yang
menandai pencapaian Langkah ini dapat mempercepat distribusi,
menjaga kualitas bahan baku, dan
strategis dalam memperkuat mendukung kesejahteraan hewan. Pencapaian
perdagangan global yang aman, ini mencerminkan nilai-nilai yang kami yakini
yaitu: purposeful, responsible, dan relentless,
transparan, dan berkelanjutan. sekaligus memperkuat posisi Japfa sebagai
pelaku usaha yang berkomitmen pada
perdagangan global berintegritas.
69
Page 70
Sistem Produksi Efisien
Vaksin dan Produk Kesehatan Hewan
Sebagai bagian dari diversifikasi portofolio bisnis, Perusahaan terus mengembangkan rangkaian
produk vaksin. Hal ini mencakup produk untuk segmen hewan yang lebih luas guna mendukung
portofolio yang lebih seimbang dan tangguh. Upaya berkelanjutan dalam penelitian dan
pengembangan menjadi landasan bagi penyempurnaan berbagai solusi tersebut demi memenuhi
kebutuhan industri yang terus berkembang.
Kolaborasi Riset dan Registrasi Global
Perusahaan terus memperkuat kepatuhan terhadap standar internasional, yang dibuktikan
dengan keberhasilan re-sertifikasi ISO 17025 serta re-sertifikasi terjadwal untuk ISO 14001
dan 9001. Secara global, jangkauan produk terus diperluas dengan proses registrasi yang kini
mencakup lebih dari 24 negara, serta pemenuhan mandat produksi dalam negeri di India dan
UEA untuk mematuhi regulasi lokal.
Penggunaan Antibiotik yang Bertanggung Jawab
Perubahan iklim yang meningkatkan risiko penyakit pada hewan ternak menjadi perhatian
utama Japfa. Kondisi lingkungan yang tidak menentu dapat melemahkan sistem kekebalan
dan membuka peluang bagi patogen. Untuk mengantisipasi hal ini, Japfa menerapkan langkah
kesehatan hewan yang proaktif dengan memastikan bahwa penggunaan antibiotik hanya
dilakukan secara bertanggung jawab dan berdasarkan resep dokter hewan berlisensi. Antibiotik
hanya diberikan pada hewan yang sakit dan membutuhkan perawatan khusus, dengan
persetujuan berlapis untuk menjamin penggunaannya benar-benar diperlukan. Seluruh praktik ini
mengikuti regulasi pemerintah serta pedoman Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
70
Page 71
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Mewakili Indonesia dalam Upaya Global Pencegahan
Antimicrobial Resistance (AMR)
Japfa Aquaculture berpartisipasi Sebagai perwakilan industri akuakultur
Indonesia, kami memaparkan praktik terbaik
dalam workshop internasional dalam penggunaan antibiotik yang bijak,
Food and Agriculture pengurangan ketergantungan obat, dan
pemantauan kesehatan ikan serta udang secara
Organization (FAO) bertema berkelanjutan. Partisipasi ini menegaskan
“Working Together to Fight komitmen Japfa untuk mendukung aksi
global melawan AMR, menjaga kesehatan
Antimicrobial Resistance in Asia hewan akuatik, dan memastikan keberlanjutan
Pacific” di Bangkok, Juni 2025. ekosistem akuakultur dunia.
Memperkuat Standar Kesehatan Hewan
Japfa terus memperkuat standar kesehatan hewan dengan menerapkan protokol yang konsisten di
seluruh tahap produksi. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap ternak dipelihara dalam kondisi
sehat dan aman sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan.
Pemantauan Kesehatan Rutin Sejak DOC
Pemantauan Salmonella diperluas dengan penggunaan diagnostic product line-up untuk mendeteksi
berbagai penyakit sejak tahap Day Old Chick (DOC). Uji laboratorium dan pengawasan kesehatan
dilakukan secara menyeluruh mulai dari Grandparent Stock (GPS) hingga tahap final stock. Langkah
ini memastikan kualitas dan kesehatan unggas tetap terjaga secara konsisten.
Pemantauan Mortalitas Terintegrasi
Tingkat kematian ternak dipantau secara ketat dan kini terintegrasi ke dalam sistem digital
biosecurity tracking. Data mortalitas yang tercatat secara real time memungkinkan deteksi
dini dan intervensi cepat, sehingga kesehatan populasi dapat dijaga lebih baik.
71
Page 72
Sistem Produksi Efisien
Menangani Hewan dengan Nyaman
Japfa menempatkan kenyamanan hewan sebagai bagian penting dari praktik kesejahteraan yang
konsisten di seluruh rantai produksi. Hewan yang ditangani dengan baik tidak hanya lebih sehat,
tetapi juga memberikan kontribusi pada pasokan pangan yang berkualitas tinggi serta berkelanjutan.
Dalam setiap tahap operasional, Japfa memastikan penanganan hewan dilakukan sesuai dengan
standar dan regulasi yang berlaku, baik dari sisi kesejahteraan hewan maupun keamanan pangan.
Pendekatan ini mencakup penerapan prosedur yang beretika, penggunaan teknologi yang
meminimalkan stres pada hewan.
Seluruh pekerja diberikan pelatihan rutin terkait penanganan hewan untuk memastikan proses
pemeliharaan dan pemrosesan dilakukan secara aman dan beretika. Selain itu, audit kepatuhan
terhadap standar kesejahteraan hewan dilakukan secara berkala guna memastikan penerapan
prinsip-prinsip global di seluruh fasilitas peternakan dan pemrosesan.
Budidaya
Perunggasan
• Pemantauan Pertumbuhan Ayam Secara Otomatis
Japfa menerapkan pemeliharaan unggas yang berbasis kesejahteraan hewan dan efisiensi.
Sistem penimbangan otomatis digunakan untuk memantau berat ayam harian tanpa
penanganan manual, sehingga mengurangi stres pada hewan dan menyediakan data real time
untuk perencanaan panen yang lebih akurat.
Budidaya Perairan
• Pemanenan Ikan
Selama proses pemanenan, Japfa menggunakan metode volumetrik untuk memperkirakan
jumlah dan berat ikan, sehingga menghilangkan kebutuhan akan penanganan yang
berlebihan. Pendekatan ini meminimalkan waktu ikan berada di luar habitat alaminya,
sehingga mengurangi tingkat stres dan meningkatkan kualitas hasil panen secara
keseluruhan.
• Pemanenan Udang
Pemanenan udang dilakukan dengan menjaga kualitas air dan kondisi lingkungan selama
proses pengambilan dari tambak. Proses ini dilakukan secara bertahap dengan menggunakan
peralatan khusus yang dirancang untuk meminimalkan kontak fisik. Pendekatan ini mencegah
stres dan cedera, guna memastikan udang tetap dalam kondisi optimal sebelum memasuki
tahap pemrosesan.
72
Page 73
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pemrosesan
• Penanganan dan Penyembelihan Halal Berbasis Kesejahteraan Hewan
Japfa menerapkan standar halal dan kesejahteraan hewan yang ketat di seluruh unit
pemrosesannya. Sebagai contoh, pada operasional perunggasan, proses pemingsanan dan
penyembelihan dilakukan melalui sistem otomasi serta peran Juru Sembelih Halal (Juleha)
tersertifikasi guna memastikan proses berjalan secara aman dan etis.
Distribusi
Perunggasan
• Sistem Distribusi yang Optimal
Japfa meningkatkan kualitas transportasi unggas dengan chick van yang dilengkapi intake fan dan
sistem pemantauan suhu digital, serta optimasi rute melalui Japfa Vehicle Optimization System
(JVOS). Kombinasi ini menjaga stabilitas sirkulasi udara dan kelembapan di dalam kendaraan
sekaligus memastikan pemilihan rute terbaik, sehingga DOC tetap dalam kondisi optimal sepanjang
proses distribusi.
Budidaya Perairan
• Pengiriman Benur dengan Sistem Pendingin dan Pemantauan Real Time
Pengiriman benur dilakukan menggunakan truk berpendingin khusus yang dilengkapi
pemantauan real time atas suhu, lokasi, dan durasi perjalanan. Injeksi oksigen murni
digunakan untuk memastikan pasokan udara cukup, sehingga benur tetap sehat dan siap
masuk tahap pembesaran di fasilitas pelanggan.
73
Page 74
Sistem Produksi Efisien
Tempat Tinggal Hewan yang Sehat
Tempat tinggal yang aman dan nyaman merupakan elemen kunci kesejahteraan hewan — melindungi
dari cuaca dan predator — sekaligus memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Lingkungan yang
memadai memungkinkan hewan bergerak leluasa, tetap bersih, serta memiliki akses terhadap pakan
dan air bersih, sehingga kesehatan dan produktivitas meningkat. Untuk itu, Japfa dalam membangun
kandang selalu memperhatikan kondisi iklim mikro yang optimal agar lingkungan pemeliharaan tetap
sehat, aman, dan sesuai standar kesejahteraan hewan. Pendekatan ini sekaligus mendukung mitigasi
perubahan iklim melalui pengendalian suhu dan kelembapan yang efisien, menurunkan risiko heat
stress, mengurangi pemborosan sumber daya, serta meningkatkan ketahanan operasional terhadap
cuaca ekstrem.
Perunggasan
Kami menerapkan JAPFA Environmental Guidelines untuk unggas. Pedoman ini mencakup strategi
komprehensif dalam menciptakan zona nyaman di dalam kendang atau yang biasa disebut kondisi
iklim mikro, sesuai kebutuhan unggas. Pendekatan ini sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim
melalui pengendalian suhu dan kelembapan yang efisien, menurunkan risiko heat stress, mengurangi
pemborosan sumber daya, serta meningkatkan ketahanan operasional terhadap cuaca ekstrem.
Solid Wall Peternakan untuk Stabilitas Lingkungan
Pada 2025, Japfa mulai menggunakan inovasi baru dalam menentukan jenis dinding peternakan yang
menggunakan bahan dasar solid wall yang memiliki daya insulasi yang baik, mampu menjaga suhu
dan kelembaban lebih stabil di dalam kandang. Infrastruktur ini membantu menciptakan kondisi yang
lebih nyaman bagi ternak, terutama saat menghadapi perubahan iklim ekstrem. Penerapan sistem
ini terbukti mengurangi risiko heat stress serta menjaga angka mortalitas tetap rendah pada musim
dengan suhu tinggi.
Feed Transport Auger
Di peternakan Margasari, kami menerapkan feed transport dengan sistem auger yang
menyalurkan pakan langsung ke kandang melalui jalur tertutup. Pendekatan ini mengurangi
frekuensi transportasi, meningkatkan efisiensi tenaga kerja, serta menekan risiko kontaminasi
pada pakan sehingga biosekuriti di peternakan semakin baik.
Sistem Ventilasi Modern
Japfa menerapkan sistem kandang tertutup (closed-house) dengan teknologi ventilasi modern untuk
menciptakan iklim mikro yang optimal bagi pertumbuhan unggas. Sistem ini menjaga stabilitas suhu
dan kelembapan, sehingga efektif mengurangi heat stress, menjaga kualitas udara, serta menekan
risiko penyakit. Guna memastikan operasional yang presisi, teknologi ini terintegrasi dengan
ventilation monitoring system berbasis digital yang memungkinkan pengawasan kondisi kandang
secara real time. Melalui dasbor digital ini, kami dapat mendeteksi gangguan lingkungan sejak dini
dan melakukan intervensi cepat untuk meminimalkan downtime produksi akibat kondisi kandang
yang tidak stabil.
74
Page 75
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Perawatan dan Peningkatan Infrastruktur
Selain penerapan teknologi baru, Japfa melakukan perawatan berkala dan peningkatan fasilitas
penetasan telur serta kandang. Langkah ini memastikan lingkungan pemeliharaan selalu sesuai
dengan standar kesejahteraan hewan, sekaligus mendukung produktivitas berkelanjutan. Peningkatan
infrastruktur penetasan telur menghasilkan DOC dengan kualitas lebih seragam, yang pada akhirnya
memperkuat kinerja rantai produksi secara keseluruhan.
Pada tahun 2025, kami
membangun kandang unggas
baru sebagai bagian dari
ekspansi kapasitas peternakan
milik Perusahaan. Kami tetap
teguh dan berkomitmen
terhadap kebijakan serta target
keberlanjutan kami, dengan
memastikan bahwa 100% dari
fasilitas baru ini merupakan sistem
kandang tertutup (closed-house).
Budidaya Perairan
Kualitas air yang terjaga menjadi faktor utama dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan
spesies akuatik yang dibudidayakan. Japfa Aquaculture terus memperkuat penerapan praktik terbaik
untuk menjaga kualitas air yang optimal di seluruh unit operasional akuakultur.
75
Page 76
Sistem Produksi Efisien
Protokol Sterilisasi Lanjutan
Japfa menerapkan teknik sterilisasi ketat di unit pengolahan ikan dan hatchery untuk memastikan air
yang digunakan terbebas dari mikroorganisme berbahaya. Pendekatan ini menjadi bagian penting
dalam menjaga kesehatan ikan dan udang, sekaligus memastikan proses budidaya berjalan dengan
standar kebersihan yang tinggi.
Metode Desinfeksi Air yang Menyeluruh
Berbagai teknologi desinfeksi air seperti ozon, ultrafiltrasi, dan sinar ultraviolet (UV) digunakan untuk
menjaga kualitas air secara menyeluruh. Teknologi ini memastikan air budidaya memenuhi standar
keamanan biologis yang ketat, mendukung pertumbuhan optimal, dan mencegah penyebaran
penyakit pada organisme akuatik.
Pemilihan Lokasi Budidaya yang Strategis
Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis, sirkulasi air, serta jarak
antarsistem budidaya untuk menciptakan lingkungan yang ideal bagi spesies yang dibudidayakan.
Langkah ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus mendukung praktik
budidaya yang berkelanjutan.
Pemantauan Kualitas Air Secara Rutin
Japfa melakukan pemantauan kualitas air secara berkala, mencakup parameter fisik, kimia, dan
mikrobiologis seperti suhu, kadar oksigen, pH, fosfor, dan nitrogen. Pemantauan komprehensif ini
memastikan kondisi perairan tetap stabil dan sesuai dengan kebutuhan spesies yang dipelihara,
sehingga mendukung produktivitas dan kesejahteraan hewan akuatik secara berkelanjutan.
Konservasi Keanekaragaman Hayati
[POJK B.1, B.2, F.10, F.26]
Japfa berkomitmen dalam konservasi keanekaragaman hayati dan praktik berkelanjutan di seluruh
operasional. Melalui pemilihan genetika yang mampu beradaptasi dengan lingkungan setempat,
Japfa bertujuan untuk menciptakan keseimbangan ekologi dan membangun pasokan pangan yang
berkelanjutan serta tangguh sehingga memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat.
Ayam ULU dan Ayam Kampung Super
Pasar di Indonesia memiliki permintaan tinggi terhadap ayam kampung karena cita rasa khasnya, namun
pasokannya seringkali tidak seimbang. Hal ini disebabkan oleh karakteristik ayam kampung tradisional
yang memiliki pertumbuhan lambat (slow growth) dan produktivitas rendah. Untuk menjawab tantangan
tersebut, Japfa mengembangkan ayam kampung super yang pertumbuhannya lebih cepat. Solusi ini
berhasil memfasilitasi akses protein hewani bagi masyarakat, mendukung usaha peternak lokal, sekaligus
mendukung pelestarian keanekaragaman hayati dengan menjaga kemurnian genetik ayam lokal.
76
Page 77
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Super PL:
Langkah Baru Menuju Akuakultur yang Lebih Efisien
Peluncuran Super PL Inovasi ini menawarkan benur dengan ketahanan dan
performa pertumbuhan yang lebih unggul, sehingga
(Post Larvae) menjadi mampu meningkatkan efisiensi budidaya dan hasil panen
tonggak penting dalam petambak. Dilengkapi dengan dukungan formulasi
pakan berprotein tinggi yang dirancang khusus
transformasi industri untuk menunjang potensinya, Super PL hadir sebagai
akuakultur di Indonesia. solusi terintegrasi yang menjawab tantangan utama
dalam budidaya udang, sekaligus memperkuat posisi
Perusahaan sebagai pelopor dalam pengembangan
praktik akuakultur yang produktif dan berkelanjutan.
77
Page 78
Sistem Produksi Efisien
Praktik Energi Bertanggung Jawab [POJK F.7]
Japfa berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi di seluruh rantai
produksi. Pada 2025, Perusahaan memperluas penggunaan energi terbarukan, mengimplementasikan
teknologi hemat energi, serta memperkuat sistem monitor secara digital untuk memastikan konsumsi
energi yang lebih bertanggung jawab dan sejalan dengan target penurunan emisi. Inisiatif energi
terbarukan dan efisiensi energi yang terintegrasi mencakup:
1. Pemanfaatan Biomassa sebagai Bahan Bakar Utama [POJK F.5]
Sebagai bagian dari komitmen pengurangan emisi, kami berupaya untuk menghentikan penggunaan
batu bara di seluruh fasilitas operasional kami. Saat ini, kebutuhan energi panas dipenuhi terutama
melalui pemanfaatan biomassa, khususnya cangkang kemiri dan cangkang sawit, serta uji coba pelet
kayu di beberapa fasilitas. Pada tahun 2025, jumlah pemanfaatan energi terbarukan biomassa mencapai
104.077 ton atau setara dengan 36% dari total konsumsi energi. Angka ini meningkat dibanding tahun
sebelumnya seiring bertambahnya fasilitas yang telah dikonversi dan optimalisasi pasokan biomassa
di lokasi produksi. Selain itu, beberapa fasilitas menggunakan energi konvensional sebagai sumber
energi sesuai dengan karakteristik proses dan pertimbangan efisiensi operasional. Pendekatan
ini memungkinkan Perusahaan menjaga keandalan produksi sekaligus menjadi bagian dari upaya
bertransisi dari penggunaan batu bara.
Ke depan, Perusahaan terus mengevaluasi peluang peningkatan porsi energi terbarukan secara bertahap
dan terukur, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ketersediaan pasokan, serta dampak lingkungan.
2. Penggunaan Gas sebagai Alternatif Energi Bersih
Beberapa fasilitas telah memanfaatkan gas sebagai sumber energi yang lebih bersih dan
stabil. Pada 2025, penggunaan gas berkontribusi sekitar 16% terhadap total konsumsi energi
panas. Inisiatif ini memperkuat transisi Japfa menuju energi rendah karbon, terutama pada
proses produksi yang membutuhkan suplai panas yang konsisten dan efisien.
3. Pengembangan Energi Surya
Japfa terus memperkuat komitmen jangka panjangnya dalam menyediakan pasokan listrik yang
lebih bersih melalui ekspansi pemanfaatan tenaga surya. Pada tahun 2025, salah satu unit telah
mengoperasikan instalasi panel surya dengan total kapasitas terpasang mencapai 1,8 MWp.
Japfa akan terus meningkatkan proporsi energi terbarukan melalui perluasan implementasi panel
surya di lebih banyak fasilitas operasional pada masa mendatang.
4. Pengembangan Biogas
Japfa terus menjajaki potensi penggunaan biogas dari limbah organik di beberapa lokasi.
Meskipun penerapannya masih dalam tahap uji coba dan belum memiliki pengukuran penuh,
inisiatif ini diharapkan menjadi opsi tambahan sumber energi terbarukan.
78
Page 79
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Efisiensi Energi di Fasilitas Produksi
Peningkatan efisiensi energi di fasilitas produksi dilakukan melalui beberapa inovasi:
• Optimalisasi HVAC untuk Efisiensi Energi
Japfa menerapkan berbagai teknologi optimasi sistem tata udara (Heating, Ventilation, and Air
Conditioning/HVAC) untuk menurunkan konsumsi energi tanpa mengurangi kinerja pendinginan
yang penting bagi operasional. Di unit produksi vaksin, Perusahaan menggunakan sistem pendingin
adiabatik pada sebagian unit HVAC yang bekerja dengan menyemprotkan kabut air halus ke area
sekitar kondensor. Proses penguapan ini membantu menurunkan suhu udara sebelum memasuki
kondensor, sehingga pembuangan panas berlangsung lebih efisien dan beban energi pada mesin
pendingin dapat berkurang sebesar 5–10%.
Di unit penetasan ayam, Japfa memperkuat efisiensi HVAC melalui pemasangan perangkat
Ecoism yang mengoptimalkan siklus kerja kompresor secara cerdas serta didukung sensor
pintar dan kontrol inverter. Kombinasi teknologi ini memungkinkan sistem membaca kebutuhan
pendinginan secara real time dan menyesuaikan daya secara otomatis, sehingga konsumsi energi
dapat ditekan sambil menjaga suhu dan kelembapan yang stabil untuk proses penetasan.
• Pemasangan Pengayak dan Expander pada Pabrik Pakan
Pabrik pakan Japfa dilengkapi dengan pengayak dan expander. Inisiatif ini tidak hanya
memungkinkan pabrik pakan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk akhirnya,
tapi juga dapat mengurangi kebutuhan energi dalam proses produksi itu sendiri, sehingga
lebih efisien secara operasional.
• Pemanfaatan Ulang Kondensat Boiler
Di unit produksi vaksin, Japfa menerapkan inisiatif penggunaan kembali kondensat boiler, yaitu
air panas sisa uap yang dimasukkan kembali sebagai air suplai boiler sehingga mengurangi
energi yang dibutuhkan untuk memanaskan air dari awal. Hasilnya, konsumsi gas alam berhasil
diturunkan hingga 18,8%.
• Strategi Efisiensi dan Pemeliharaan Aset
Japfa menerapkan strategi efisiensi dan pemeliharaan aset secara menyeluruh di seluruh lini
operasional untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing jangka panjang. Pendekatan ini
mencakup perawatan rutin, peningkatan efisiensi energi, serta modernisasi peralatan guna
menjaga performa produksi tetap optimal. Sebagai contoh, di unit Edible Oil, efektivitas produksi
dijaga melalui perbaikan tahunan (annual overhaul), memperbarui peralatan produksinya untuk
meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi potensi downtime. Melalui strategi ini, Japfa
memastikan setiap aset beroperasi dengan optimal.
79
Page 80
Sistem Produksi Efisien
• Pengurangan Konsumsi Bahan Bakar Fosil
Japfa terus memperkuat komitmennya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil
melalui berbagai inisiatif strategis di seluruh lini operasional. Upaya tersebut mencakup
penerapan program efisiensi bahan bakar serta transisi dari bahan bakar fosil menuju sumber
energi yang lebih bersih, termasuk transisi dari penggunaan batu bara dan elektrifikasi forklift.
Melalui langkah‑langkah ini, Perusahaan berupaya menurunkan emisi gas buang secara langsung
sekaligus mengoptimalkan efisiensi biaya operasional secara berkelanjutan.
Konsumsi Energi dalam Organisasi [GRI 302-1] [POJK B.2]
Sumber 2025 2024 2023
2.150.846 GJ 1.994.484 GJ 1.886.385 GJ
Listrik [1]
41% 41% 40%
500.069 GJ 443.629 GJ 427.223 GJ
Gas Alam Cair [2]
10% 9% 9%
255.517 GJ 223.782 GJ 239.863 GJ
Gas Alam Terkompresi [2]
5% 5% 5%
94.258 GJ 108.073 GJ 116.157 GJ
Gas Elpiji [3]
2% 2% 2%
0 GJ 40.640 GJ 137.225 GJ
Batubara [4]
0% 1% 3%
349.869 GJ 351.566 GJ 322.662 GJ
Bahan Bakar Diesel [5]
7% 7% 7%
11.041 GJ 16.742 GJ 15.746 GJ
Bensin [6]
0% 0% 0%
80
Page 81
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Energi Terbarukan
Sumber 2025 2024 2023
1.334.403 GJ 1.172.361 GJ 1.180.653 GJ
Cangkang Kelapa Sawit [7]
25% 24% 25%
0 GJ 0 GJ 0 GJ
Serat Kelapa Sawit [8]
0% 0% 0%
223.043 GJ 207.659 GJ 109.276 GJ
Cangkang Kemiri [9]
4% 4% 2%
270.920 GJ 253.192 GJ 267.229 GJ
Kayu Bakar [10]
5% 5% 6%
60.370 GJ 46.681 GJ 71.225 GJ
Sekam Padi [11]
1% 1% 1%
2.348 GJ 0 GJ 0 GJ
Panel Surya [12]
0% 0% 0%
Total Energi 2025 2024 2023
3.361.600 GJ 3.178.916 GJ 3.145.262 GJ
Total Energi Tak Terbarukan
64% 65% 66%
1.891.083 GJ 1.679.893 GJ 1.628.382 GJ
Total Energi Terbarukan
36% 35% 34%
5.227.683 GJ 4.858.809 GJ 4.773.644 GJ
Total Konsumsi Energi
100% 100% 100%
Tentang data kami
[1.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA (International Energy Agency), 1 kWh listrik = 3,6 MJ.
[2.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 MMBTU = 1.055,06 MJ.
[3.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor LPG = 50,08 MJ/kg.
[4.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor batu bara = 20.650 MJ/ton.
[5.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 liter minyak solar = 34,89 MJ/L.
[6.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, 1 liter bensin = 38,53 MJ/L.
[7.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor cangkang sawit = 17.220 MJ/ton.
[8.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor serabut (fiber) sawit = 11.340 MJ/ton.
[9.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor cangkang kemiri = 25.460 MJ/ton.
[10.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IEA, nilai kalor kayu bakar = 19.610 MJ/ton.
[11.] Dikonversi ke satuan MJ berdasarkan metodologi standar IRRI, nilai kalor sekam padi = 15,06 MJ/kg.
[12.] 1 Gigajoule = 1.000 Megajoule.
[13.] Peningkatan total energi tidak secara langsung mencerminkan ketidakefisienan Perusahaan.
Dalam konteks ini, kenaikan jumlah konsumsi energi terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume
produksi serta peningkatan kualitas data.
81
Page 82
Sistem Produksi Efisien
Digitalisasi dan Inovasi
Digitalisasi merupakan pilar penting dalam mendorong efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan
operasional Japfa. Melalui integrasi teknologi digital dan inovasi produk, Perusahaan mampu
meningkatkan akurasi, memperkuat ketertelusuran, serta mendukung operasional yang lebih modern
dan efektif.
Japfa Sustainability Reporting System (JSRS)
Sebagai bagian dari transformasi Pada tahun 2025, JSRS
memperbaharui metode penghitungan
digital, Japfa terus mengembangkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope
Japfa Sustainability Reporting System 2 untuk konsumsi listrik dengan
menggunakan faktor emisi regional
(JSRS) untuk mengintegrasikan data pada seluruh operasional Japfa
lingkungan serta keselamatan dan sehingga penghitungan emisi lebih
kesehatan kerja (K3) secara terpusat. akurat dan representatif.
Sistem ini memastikan akurasi dan Pembaharuan metodologi ini
transparansi data sebagai dasar memperkuat transparansi Japfa dalam
pengambilan keputusan yang obyektif pelaporan keberlanjutan sekaligus
meningkatkan akurasi data untuk
dan terukur. perencanaan jangka panjang.
82
Page 83
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics)
Sustainalitics Sistem ini memungkinkan identifikasi ketidaksesuaian,
memperkuat audit internal, serta meningkatkan akurasi
merupakan platform dan akuntabilitas pelaporan. Japfa percaya bahwa
internal yang inisiatif keberlanjutan berbasis data mampu mendukung
berfungsi untuk pencapaian target keberlanjutan secara lebih efisien dan
berdampak lebih besar. Japfa terus mengembangkan
mengonsolidasikan Sustainalitics sebagai platform analisis data JSRS yang
dan mengolah fleksibel dan dapat disesuaikan oleh setiap pengguna
sesuai kebutuhan sebagai salah satu upaya mendorong
data dari JSRS kultur inisiatif berkelanjutan berbasis data.
guna mendukung
pengambilan Tahun ini, Sustainalitics juga menghadirkan fitur
narasi data yang menerjemahkan hasil analisis menjadi
keputusan strategis penjelasan yang lebih sederhana bagi pengguna yang
berbasis data di belum terbiasa membaca data kompleks. Melalui fitur ini,
bidang lingkungan diharapkan interpretasi yang dihasilkan dari data dapat
lebih mudah dipahami serta mendorong pengambilan
serta K3. keputusan dan aksi keberlanjutan di seluruh unit Japfa.
Digitalisasi dalam Proses Produksi dan Kegiatan Operasional
Untuk mendukung efisiensi di lantai produksi, Japfa mengimplementasikan berbagai sistem digital
yang berfokus pada optimasi proses manufaktur dan kontrol kualitas bahan baku secara real time.
Japfa Production Planning System (J-PPS)
Japfa memperluas penggunaan J-PPS di pabrik pakan untuk mempercepat komunikasi antar bagian
dalam persiapan produksi, mendeteksi bottleneck produksi, menyeimbangkan kapasitas lintas lini,
dan mengoptimalkan penggunaan energi.
Integrasi Sistem Rantai Pasok dan Operasi
Untuk logistik, sistem Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System
(WMS), Manufacturing Execution System (MES), dan Sales Force Automation (SFA) diterapkan secara
terintegrasi, sehingga perencanaan produksi, penyimpanan, distribusi, dan penjualan berjalan lebih
transparan dan efisien.
83
Page 84
Sistem Produksi Efisien
Otomatisasi dan Efisiensi Proses
Japfa terus mendorong efisiensi proses dan otomatisasi di berbagai lini operasional melalui
beberapa inisiatif strategis contohnya seperti di unit penetasan telur. Pada unit ini, kami
menggunakan mesin penyeleksi telur (egg grader) untuk meningkatkan kualitas DOC sehingga
dapat menghasilkan final stock broiler dan karkas dengan kualitas yang seragam dan konsisten.
Pelestarian Sumber Daya Air [GRI 303-1] [POJK F.8]
Sebagai perusahaan agri-food dengan kebutuhan air yang tinggi, Japfa berupaya mengelola sumber
daya air secara efisien untuk mengurangi risiko operasional dan memperkuat keberlanjutan jangka
panjang. Melalui studi Life Cycle Assessment (LCA) dan Water Scarcity Footprint, Perusahaan
mengidentifikasi area penggunaan air yang membutuhkan perhatian khusus dan mengembangkan
berbagai inisiatif pengelolaan air yang berkelanjutan.
Penguatan Fasilitas Daur Ulang Air di Seluruh Japfa
Japfa terus memperluas dan meningkatkan fasilitas daur ulang air di berbagai unit operasional untuk
menekan penggunaan air tanah dan air permukaan. Pada tahun 2025, volume air yang didaur ulang
meningkat signifikan, dengan total air yang berhasil diproses ulang mencapai 395 megaliter dan
digunakan kembali untuk mendukung berbagai utilitas produksi seperti pendinginan kondensor,
penyiraman tanaman, dan sanitasi. Perusahaan tetap berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi
penggunaan air di seluruh rantai produksi.
Komitmen ini diwujudkan melalui inisiatif pembangunan serta optimalisasi fasilitas daur ulang air
di berbagai unit operasional. Sebagian inisiatif tersebut berasal dari sembilan fasilitas daur ulang
air yang merupakan bagian dari komitmen Sustainability-Linked Bond (SLB), yang telah beroperasi
penuh pada tahun 2025.
Air hasil daur ulang dari fasilitas-fasilitas tersebut berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi
operasional, mengurangi tekanan terhadap sumber air lokal, serta mendukung keberlanjutan pasokan
air bagi masyarakat sekitar.
Air yang Didaur Ulang Satuan: Megaliter
2025 2024 2023
Total Air yang Didaur Ulang 395 236 204
Tentang data kami
[1.] Data ini merupakan jumlah dari seluruh unit Perusahaan yang memiliki fasilitas air daur ulang.
84
Page 85
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pemanenan Air Hujan
Beberapa unit operasional menerapkan sistem pemanenan air hujan untuk menambah pasokan air. Air
hujan yang ditampung digunakan untuk berbagai kebutuhan di unit tersebut baik untuk proses produksi
maupun non-produksi.
Jumlah unit yang mengoperasikan fasilitas pemanenan air hujan
meningkat menjadi 23 unit pada 2025, dari 8 unit pada 2024.
Volume air hujan yang berhasil dipanen juga mengalami
peningkatan sebesar 33% dibandingkan tahun sebelumnya.
Fasilitas Pengolahan Air Limbah
Japfa terus meningkatkan kapasitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan sistem
Pemurnian Akhir untuk memastikan kualitas air buangan memenuhi standar lingkungan sebelum dilepas
ke alam. Teknologi ini juga memungkinkan sebagian air hasil olahan digunakan kembali, mendukung
efisiensi dan konservasi sumber daya air.
Pengolahan Air untuk Kebutuhan Operasional
Japfa memiliki fasilitas pengolahan air untuk memastikan air yang digunakan dalam kegiatan operasional
memenuhi standar kualitas yang berlaku. Air dari berbagai sumber, seperti air permukaan, air tanah, dan
sumber lainnya diolah melalui sistem pengolahan air modern, seperti reverse osmosis, ultrafiltrasi, filtrasi
UV, dan metode lainnya, sehingga aman dan layak digunakan. Upaya ini mendukung keandalan pasokan
air, meningkatkan efisiensi operasional, serta berkontribusi pada pengelolaan sumber daya air yang
berkelanjutan.
Integrasi Monitoring Air melalui JSRS
Seluruh data penggunaan, daur ulang, dan kualitas air terintegrasi ke dalam JSRS. Dengan integrasi ini,
Perusahaan dapat memantau konsumsi air per unit, mengidentifikasi lokasi dengan risiko kelangkaan air
lebih tinggi, serta menindaklanjuti temuan secara lebih cepat dan akurat.
85
Page 86
Sistem Produksi Efisien Produksi Berkelanjutan dengan Akuaponik Kami terus mengembangkan program akuaponik yang memanfaatkan kembali air limbah dari kegiatan budidaya perairan menjadi sumber daya bernilai untuk budidaya tanaman, sehingga mengurangi pembuangan limbah cair secara konvensional ke badan air alami. Seiring pengembangannya, sistem akuaponik ini kini dirancang untuk dapat digunakan dalam budidaya berbagai jenis tanaman. Selain itu, jika pada awalnya program ini hanya diterapkan untuk kebutuhan internal, saat ini implementasinya diperluas dengan melibatkan pelanggan Japfa Aquaculture yang berminat mengadopsi budidaya tanaman berbasis akuaponik. Kami menyediakan aquaponic tower serta memberikan pendampingan agar mereka dapat mengoperasikan sistem tersebut secara mandiri. Inisiatif ini mencerminkan penerapan prinsip ekonomi sirkular sekaligus meningkatkan fleksibilitas, memberikan manfaat lingkungan, dan menciptakan nilai tambahan bagi masyarakat lokal. 86
Page 87
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pengambilan Air
Untuk memenuhi kebutuhan operasional, kami melakukan pengambilan air dari berbagai sumber dengan
memastikan seluruh proses sesuai regulasi yang berlaku.
Pengambilan Air
2025 2024 2023
Sumber
Area dengan Area dengan Area dengan
Semua Area Kelangkaan Semua Area Kelangkaan Semua Area Kelangkaan
Air Air Air
Air Tanah 10.216 5.507 8.913 4.431 9.056 4.365
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 10.216 5.507 8.913 4.431 9.056 4.365
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Air Permukaan
2.696 289 2.286 248 2.230 314
(Sungai, Danau)
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 2.696 289 2.286 248 2.230 314
Air Laut 9.228 8.980 9.849 9.622 7.704 7.513
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 9.228 8.980 9.849 9.622 7.704 7.513
Air Hujan 147 34 111 24 45 17
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 147 34 111 24 45 17
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Air yang berasal
1.288 1.071 1.180 970 1.090 840
dari pihak ketiga
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 1.288 1.071 1.180 970 1.090 840
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Total Air yang Diambil 23.575 15.881 22.339 15.296 20.125 13.048
Tentang data kami
[1.] Area dengan kelangkaan air didefinisikan sebagai wilayah dengan tingkat risiko tekanan air (Water Stress Risk)
yang tergolong High atau Extremely High berdasarkan peta risiko air (water risk atlas) World Resources Insititute
(WRI) Aqueduct 4.0
[2.] Terdapat penyajian kembali atas data pengambilan air tahun 2023 dan 2024 sebagai hasil dari penyempurnaan
metodologi pengumpulan data.
Konsumsi Air
Sumber 2025 2024 2023
Total Air yang Dikonsumsi 21.219 19.981 17.822
Tentang data kami
[1.] Konsumsi Air = Pengambilan Air - Pembuangan Air
87
Page 88
Sistem Produksi Efisien
Pengelolaan Air Limbah [GRI 303-4] [POJK F.14]
Japfa mengelola air limbah di seluruh unit operasional melalui berbagai metode, termasuk optimalisasi
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), guna memastikan air buangan memenuhi standar baku
mutu yang berlaku sebelum dilepaskan ke lingkungan. Sepanjang tahun 2025, tidak terdapat insiden
ketidakpatuhan terkait baku mutu air di seluruh unit operasional Japfa. Selain menjaga kepatuhan,
Perusahaan juga mengoptimalkan pemanfaatan kembali air limbah yang telah diolah untuk kebutuhan
operasional seperti pendingin kondensor, pencucian kandang, penyiraman tanaman, dan sanitasi,
sehingga membantu meningkatkan efisiensi penggunaan air secara keseluruhan. [POJK F.16, F.24]
Sejalan dengan komitmen keberlanjutan Perusahaan, Japfa terus melakukan perbaikan dan
pengembangan teknologi pengolahan melalui penerapan sistem modern seperti reverse osmosis,
ultrafiltrasi, dan membrane bioreactor untuk meningkatkan efektivitas serta efisiensi proses pengolahan.
Peningkatan Kapasitas Karyawan dalam Pengelolaan Limbah
Untuk memastikan fasilitas pengolahan air limbah berfungsi secara optimal, Japfa menugaskan personel
berkompeten yang telah dibekali pelatihan intensif untuk mengoperasikan serta memantau seluruh
proses pengolahan. Peran strategis personel ini mencakup pengawasan rutin, pengendalian proses,
serta verifikasi kepatuhan terhadap standar lingkungan guna menjaga konsistensi kinerja pengolahan air
limbah secara berkelanjutan.
Pembuangan Air Satuan: Megaliter | [GRI 303-2, 303-3, 303-5]
Air Limbah Berdasarkan
2025 2024 2023 Tujuan Pembuangan
Mutu dan Tujuan
Perunggasan 1.705 1.727 1.729
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 163 159 173
Badan Air Permukaan
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 4 6 12
TDS Tak Terukur 1.538 1.562 1.544
Budidaya Perairan 521 496 441
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 23 23 13
Badan Air Permukaan & Laut
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 8
TDS Tak Terukur 498 473 420
SBU Penggemukan Sapi 130 136 132
Badan Air Permukaan,
Air Tawar (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0
Menyiram Tanaman, dan
Air Lainnya (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0
Kebersihan
TDS Tak Terukur 130 136 132
Total Pembuangan Air 2.356 2.358 2.302
Tentang data kami
[1.] Perusahaan melakukan pengukuran TDS berdasarkan ketentuan dalam izin pembuangan air limbah. Beberapa unit
kami tidak diwajibkan melakukan pengukuran TDS berdasarkan izin yang dimiliki.
[2.] Jumlah air yang dibuang oleh organisasi mencakup operasional perunggasan, budidaya perairan, dan SBU
Penggemukan Sapi
88
Page 89
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Mengelola Emisi dan Limbah [POJK B.2, F.12, F.14]
Limbah merupakan salah satu kontributor emisi gas rumah kaca yang berdampak pada
perubahan iklim. Di negara dengan populasi besar dan tingkat konsumsi tinggi, pengelolaan
limbah menjadi tantangan penting yang perlu ditangani secara sistematis. Sebagai perusahaan
yang beroperasi di sektor agri-food, Japfa terus mengoptimalkan penggunaan bahan baku
untuk meminimalkan timbulan limbah, sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan. Melalui
penerapan sistem monitoring emisi dan pengelolaan limbah yang terukur, Perusahaan
memastikan proses produksi berjalan lebih efisien dan dampak lingkungannya semakin kecil.
Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Satuan: Ton CO2 Eq | [GRI 305-1, 305-2, 305-3]
Cakupan 2025 2024
Emisi GRK Cakupan 1 86.675 89.754
Emisi GRK Cakupan 2 638.908 592.457
Emisi GRK Tidak Langsung Lainnya (Cakupan 3) 7.422.204 [5] 6.439.767 [4]
Tentang data kami
[1.] Perhitungan emisi menggunakan perangkat lunak SimaPro, faktor emisi dari GHG Protocol dan data sekunder
Ecoinvent, serta metode karakterisasi IPCC 2021 100a.
[2.] Cakupan 1: Berdasarkan jumlah konsumsi energi (kecuali listrik) dalam organisasi. Cakupan telah diperluas tidak
hanya pada perunggasan, budidaya perairan dan domestik (perkantoran), tetapi juga mencakup Penggemukan
Sapi, dengan tambahan dampak pengelolaan limbah di seluruh unit operasional.
[3.] Cakupan 2: Berdasarkan jumlah konsumsi listrik dalam organisasi. Cakupan telah diperluas tidak hanya pada
perunggasan, budidaya perairan dan domestik (perkantoran), tetapi juga mencakup Penggemukan Sapi, sehingga
memberikan representasi yang lebih komprehensif terhadap konsumsi energi kami.
[4.] Cakupan 3: Estimasi atas operasional perunggasan, dihitung berdasarkan data produksi tahun kajian
dan ekstrapolasi data proyek LCA tahun 2024 karena Kalkulator Karbon Cakupan 3 masih dalam tahap
pengembangan. Cakupan diperluas untuk mencakup emisi dari kegiatan mitra yang diestimasi berdasarkan
peternakan milik Perusahaan. Selain itu, cakupan juga diperluas dengan menghitung pengolahan limbah pada
budidaya perairan, penggemukkan sapi, dan unit operasi lainnya.
[5.] Intensitas energi dan emisi belum diperhitungkan karena sulit menentukan denominator dengan produk
Perusahaan yang sangat bervariasi mulai dari pakan hingga produk olahan. [GRI 305-4], [POJK F.6, F.11]
[6.] Peningkatan total emisi tidak secara langsung mencerminkan ketidakefisienan Perusahaan. Dalam konteks ini,
kenaikan emisi terutama disebabkan oleh pertumbuhan volume produksi serta perluasan cakupan data yang
sebelumnya belum termasuk dalam laporan, seperti SBU Penggemukan Sapi, SBU Plantation, SBU Consumer Go
Direct, SBU Property, dan SBU Transportation. Selain itu, peningkatan kualitas data juga berkontribusi terhadap
perubahan angka emisi. [GRI 305-4] [POJK B.2, F.12]
[7.] Kami terus meningkatkan upaya untuk memantau unit-unit yang menggunakan refrigeran serta memastikan
keselarasan dengan tujuan keberlanjutan kami ke depan. Emisi terkait akan dibahas lebih lanjut dalam laporan
keberlanjutan tahun mendatang.
[8.] Pada tahun 2025, Perusahaan menurunkan emisi Cakupan 1 melalui transisi elektrifikasi proses, yang berkontribusi
terhadap peningkatan emisi Cakupan 2.
89
Page 90
Sistem Produksi Efisien Pengelolaan Limbah [GRI 306-1, 306-2] Dalam industri agri-food, pengelolaan limbah menjadi aspek penting untuk menjaga keberlanjutan operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan. Japfa berupaya mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan mengurangi timbulan limbah melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular, pemisahan limbah di sumbernya, serta pemanfaatan kembali limbah organik maupun non organik, misalnya plastik. Pengurangan Material Kemasan Japfa mengurangi ketebalan dan panjang plastik pada kemasan pakan, yang mampu menghemat penggunaan bahan baku hingga 5–7% tanpa mengurangi kekuatan kemasan. Japfa juga mengurangi kandungan plastik dengan menerapkan laminasi hanya pada satu sisi karung, dari yang sebelumnya dua sisi. Seluruh inisiatif ini dilakukan melalui pengujian sesuai standar SNI sehingga mutu kemasan tetap terjaga. [POJK F.5] Menggunakan Kemasan Plastik dengan Bijak Karung plastik Japfa dirancang tahan lama dan bukan produk sekali pakai. Demi menjaga mutu dan keamanan pakan, kami tidak menyarankan karung digunakan kembali untuk penyimpanan pakan — terutama oleh pihak eksternal — karena berisiko menimbulkan kontaminasi. Di luar fungsi tersebut, karung tetap bernilai: setelah tidak layak pakai, karung dapat dikumpulkan untuk didaur ulang menjadi produk lain. Kami mendorong pemanfaatan ulang yang aman serta skema pengumpulan dan daur ulang untuk memaksimalkan nilai materialnya. 90
Page 91
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Pemanfaatan Produk Sampingan
Di unit pengolahan hasil peternakan, kami bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memanfaatkan
kembali produk sampingan unggas seperti bulu dan darah menjadi bahan baku berprotein tinggi
untuk formulasi pakan ternak.
Daur Ulang Internal
Unit karung plastik menerapkan daur ulang internal, termasuk benang, lembaran plastik, dan
kantong plastik, dengan hasil daur ulang dimanfaatkan untuk kebutuhan internal di antaranya untuk
pengemasan sementara.
Mengelola Limbah Terpadu dengan Biodigester dan Compo Tower
Japfa mengoptimalkan pengelolaan kotoran ayam melalui dua pendekatan terpadu. Di pertenakan
komersial kami di Serang, kami mengoperasikan biodigester skala besar yang mengubah kotoran
menjadi pupuk organik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk eksternal. Sistem ini
dilengkapi inovasi sirkulasi air olahan untuk proses manure flushing, sehingga penggunaan air
bersih turun signifikan. Selain itu, kami memanfaatkan Compo Tower untuk mengomposkan kotoran
menjadi pupuk organik yang juga bermanfaat bagi masyarakat. Penerapan biodigester dan Compo
Tower dapat menurunkan kadar amonia di kandang, meningkatkan kesehatan ternak, dan berpotensi
mengurangi kebutuhan antibiotik.
Komitmen “Zero Waste” di Budidaya Perairan
Perusahaan menerapkan komitmen “zero waste” pada lini budidaya perairan dengan memanfaatkan
seluruh bagian ikan secara optimal guna memastikan tidak ada limbah yang terbuang. Sebagai
contoh pada unit Aquaprocessing, produk sampingan berupa kepala, kulit, tulang, dan sisa daging
(trimming) dijual ke pihak ketiga untuk dimanfaatkan kembali sehingga tidak ada yang terbuang.
Mengurangi Penggunaan Kemasan dengan Karung Jumbo dan Silo
Kami menggunakan karung jumbo (jumbo bag) untuk pengiriman pakan ke peternakan milik
Perusahaan, sehingga mengurangi penggunaan karung plastik berukuran kecil. Di pabrik pakan
berkapasitas besar, Japfa menggunakan silo untuk menyimpan bahan baku, sehingga mengurangi
kebutuhan akan karung plastik sekali pakai.
Pengurangan Emisi Debu dan Kebauan
Perusahaan melakukan upaya pengurangan emisi debu pada fasilitas pharmaceutical plant
dengan melakukan modifikasi pada powder packing machine serta melakukan reformulasi
produk yang berpotensi menghasilkan debu pada proses produksi di line packing powder.
Selain itu, pada line produksi disinfektan, Perusahaan menambahkan fume collector sebagai
langkah pengendalian untuk mengurangi emisi kebauan yang muncul selama proses produksi.
91
Page 92
Sistem Produksi Efisien
Digitalisasi Pelaporan Limbah
Seluruh data terkait timbulan, pemisahan, dan pemanfaatan limbah kini terintegrasi dalam Japfa
Sustainability Reporting System (JSRS), sehingga memungkinkan pemantauan volume limbah
secara berkala dan sistematis, serta mengidentifikasi peluang peningkatan daur ulang di setiap unit
operasional kami secara tepat sasaran.
Limbah yang Dihasilkan [GRI 306-3] [POJK F.13]
Jenis Limbah Satuan 2025 2024 2023
Limbah Non-B3 ton 145.514 119.841 125.813
Limbah B3 ton 790 1.073 2.150
Total Limbah yang Dihasilkan ton 146.304 120.914 127.964
Tentang data kami
[1.] Total limbah non B3 yang dihasilkan dihitung dengan menjumlahkan total limbah yang dialihkan dari pembuangan
dan total limbah yang dikirim ke pembuangan akhir.
[2.] Total limbah B3 yang dihasilkan merupakan jumlah limbah B3 yang dihasilkan dari berbagai sumber dan dicatat
masuk ke TPS Limbah B3 Perusahaan.
[3.] Total limbah yang dihasilkan berasal dari limbah operasional dan domestik (perkantoran).
Pada tahun 2025, total limbah yang dihasilkan meningkat sejalan
dengan pertumbuhan Perusahaan. Namun demikian, jumlah
limbah B3 mengalami penurunan sebesar 26% dibandingkan tahun
sebelumnya. Penurunan ini didorong oleh penghentian penggunaan
batu bara di seluruh operasional Japfa, yang secara signifikan
mengurangi limbah B3 dari residu pembakaran.
92
Page 93
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Limbah B3
Jenis Limbah Satuan 2025 2024 2023
Disimpan di TPS Limbah
ton 790 1.073 2.150
B3 Internal
Diberikan ke pihak ketiga berizin ton 662 1.103 1.995
Tentang data kami
[1.] Limbah yang berasal dari tempat penyimpanan sementara didistribusikan ke pihak ketiga yang berlisensi.
[2.] Klasifikasi limbah B3 mencakup antara lain limbah minyak pelumas, majun terkontaminasi, botol/vial vaksin, kemasan
bahan kimia biosekuriti, baterai dan lampu bekas, serta jenis lainnya sesuai karakteristik limbah dan ketentuan
peraturan yang berlaku.
Limbah Non B3 [GRI 306-4, 306-5]
Limbah Non-B3 dari Cara Pengelolaan Satuan 2025 2024 2023
Dialihkan dari Pembuangan Akhir
Digunakan Kembali ton 7.562 7.265 4.870
Didaur Ulang ton - - -
Komposting ton 11 2 0
Didistribusikan ke Pihak Ketiga (Non-B3) ton 129.952 105.279 114.614
Didonasikan/Diberikan ton 85.813 66.730 71.417
Dijual ton 44.139 38.549 43.197
Total Limbah yang Dialihkan
ton 137.525 112.546 119.484
dari Pembuangan Akhir
Kenaikan/Pengurangan Limbah ton 25.314 -6.938 10.742
Limbah yang Dikirimkan ke Pembuangan Akhir
Dimusnahkan ton 1.370 138 155
Dibuang ke TPA ton 6.620 7.152 6.174
Total Limbah yang Dikirimkan ke
ton 7.989 7.295 6.329
Pembuangan Akhir
Kenaikan/Pengurangan Limbah ton 702 965 -721
Tentang data kami
[1.] Kenaikan atau pengurangan limbah non B3 dihitung dengan mengurangi total limbah pada tahun pelaporan
dengan tahun sebelumnya.
93
Page 94
05 Pengembangan Sumber Daya Manusia Kami meyakini bahwa keberhasilan sejati tercapai ketika karyawan, peternak dan petambak, serta masyarakat, tumbuh bersama menciptakan dampak yang bermakna dan berkelanjutan.
Page 95
Karyawan 98 Di Japfa, kami percaya bahwa kesuksesan jangka panjang
Perusahaan bergantung pada sumber daya manusia —
Peternak dan 122
Petambak baik karyawan, peternak, petambak, maupun masyarakat
yang menjadi bagian integral dari ekosistem kami. Mereka
Masyarakat dan 124
Lingkungan adalah penggerak utama yang mewujudkan praktik-praktik
operasional berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka
panjang. Maka dari itu, kami terus memprioritaskan investasi
dalam pengembangan karyawan serta peternak dan
petambak mitra melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas.
Kami saling berbagi pengetahuan, keterampilan, teknologi,
dan sumber daya yang diperlukan untuk mendorong inovasi
serta mengimplementasikan teknologi terkini dalam lini
pekerjaan. Sebagai bagian dari komitmen ini, pelatihan dan
pengembangan karyawan serta peternak mitra, kami tetapkan
sebagai salah satu target keberlanjutan yang utama.
Untuk karyawan, Japfa fokus pada optimisasi proses dan
sistem HR, termasuk manajemen kinerja, administrasi, dan
pengembangan kompetensi, guna memastikan pengelolaan
SDM yang lebih efektif, efisien, dan terstandarisasi. Hal ini
penting agar setiap program pengembangan karyawan
berjalan optimal, keputusan terkait SDM dapat dibuat
secara tepat dan berbasis data, serta Perusahaan mampu
menjaga konsistensi standar operasional di seluruh unit.
Namun, keberhasilan sejati Japfa tidak hanya diukur
dari pertumbuhan Perusahaan semata. Kami percaya
bahwa kesuksesan yang sejati hanya dapat tercapai
apabila masyarakat sekitar juga tumbuh dan berkembang
bersama kami. Melalui berbagai program pendidikan dan
pengembangan masyarakat, kami berkomitmen untuk
menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif
yang nyata bagi komunitas yang kami layani.
Pada akhirnya, fokus kami terhadap karyawan, peternak,
dan masyarakat bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan
saat ini, tetapi juga untuk memastikan bahwa benih
keberlanjutan yang kami tanam hari ini akan berkembang
dan membuahkan hasil pada masa depan.
Pendekatan Kami
1 Karyawan
2 Peternak dan Petambak
3 Masyarakat dan Lingkungan
Page 96
Pengembangan Sumber Daya Manusia Karyawan Untuk mencapai ketahanan pangan berkelanjutan, diperlukan keterlibatan karyawan yang tidak hanya memiliki komitmen yang kuat, tetapi juga keahlian yang memadai. Oleh karena itu, Japfa terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pengembangan, kesejahteraan, dan potensi penuh setiap karyawan, guna memastikan mereka dapat berkontribusi secara maksimal dalam mewujudkan visi keberlanjutan Perusahaan. Mengoptimalkan Kemajuan Digital untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Digitalisasi di bidang SDM merupakan fondasi penting dalam memperkuat produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan membangun budaya kerja yang adaptif di seluruh grup Japfa. Dengan skala operasional yang luas dan keragaman tenaga kerja, digitalisasi memungkinkan proses HR menjadi lebih terintegrasi, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan karyawan. Pada 2025, Japfa melanjutkan pengembangan ekosistem digital SDM melalui inovasi sistem dan platform pembelajaran, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses HR dan pembaruan Prosedur Standar Operasional (SOP). Tujuan dari inisiatif ini adalah meningkatkan konsistensi, efektivitas, dan standarisasi seluruh proses SDM, serta memastikan akses dan pemanfaatan sistem yang merata, komprehensif, dan terintegrasi bagi seluruh karyawan, dari kantor pusat hingga unit operasional di daerah. 96
Page 97
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Japfa Electronic Travel System (JETS) dan Japfa Time Integrated System (JTIS)
Kami terus meningkatkan performa JETS dan JTIS, dua sistem internal yang mengelola administrasi
perjalanan dinas dan kehadiran karyawan, termasuk jadwal kerja, presensi, dan waktu lembur. Pada
2025, JTIS diupgrade dengan Mobile Attendance Application, memungkinkan karyawan melakukan
absensi di mana pun dan kapan pun, sehingga pencatatan kehadiran menjadi lebih akurat, efisien,
dan praktis. Melalui digitalisasi ini, administrasi perjalanan bisnis dan catatan kehadiran karyawan
menjadi lebih terintegrasi dengan sistem finansial, mengurangi penggunaan kertas, dan memudahkan
monitoring kedisiplinan secara real time di seluruh unit operasional.
Peningkatan Kapasitas Karyawan melalui Journex
Untuk mendukung pengembangan kompetensi karyawan secara berkelanjutan, Japfa terus
mengoptimalkan Journex, Sistem Manajemen Pembelajaran (Learning Management System) yang
diluncurkan pada 2024. Sistem ini dirancang untuk memudahkan akses materi pembelajaran,
menstandarisasi modul pelatihan, dan memantau perkembangan karyawan secara komprehensif,
termasuk pelatihan kerja (on-the-job training), kursus eksternal, serta total jam pelatihan.
Kami menerapkan sistem penghargaan “Top Learner“ yang mendorong partisipasi aktif para karyawan.
Selain itu, modul pelatihan senantiasa diperluas, antara lain mencakup topik ESG, Occupational Health
& Safety (OHS), serta materi kepemimpinan dan keterampilan digital. Pembaruan ini memastikan setiap
karyawan dapat mengembangkan kompetensi sesuai kebutuhan pekerjaan, memanfaatkan waktu
belajar secara fleksibel, mendukung pertumbuhan profesional, dan memperkuat budaya pembelajaran
berkelanjutan (continuous learning culture) di seluruh Perusahaan.
Jumlah karyawan yang sudah Jumlah jam pelatihan yang
mengakses Journex mencapai diselesaikan di Journex pada
3.741 orang. tahun 2025 sebesar 335.610 jam.
97
Page 98
Pengembangan Sumber Daya Manusia Menumbuhkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Lingkungan Perusahaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi prioritas utama bagi Japfa dalam melindungi karyawan serta semua individu yang berada di lingkungan kerja dari berbagai risiko yang terkait dengan pekerjaan. Kami menerapkan sistem manajemen K3 yang terintegrasi untuk membangun budaya kerja yang proaktif, aman, sehat, dan kondusif. Melalui pendekatan ini, setiap karyawan dapat bekerja dengan rasa nyaman dan terlindungi dari potensi risiko kerja. Dengan fokus yang kuat pada K3, Japfa tidak hanya memastikan kelancaran operasional, tetapi juga memenuhi tanggung jawab hukum dan sosial Perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang bertanggung jawab, produktif dan mendukung keselamatan setiap individu. Kebijakan K3LH di Japfa Japfa menerapkan Kebijakan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH) sebagai komitmen terhadap pengelolaan risiko operasional di seluruh unit bisnis. Melalui sistem manajemen K3 yang efektif dan terintegrasi, Perusahaan berupaya mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Kebijakan ini dijabarkan di setiap divisi guna memastikan implementasi yang konsisten dan selaras dengan karakteristik operasional. [GRI 2-23] 98
Page 99
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Japfa juga secara aktif mengampanyekan Untuk memastikan keseragaman
pentingnya kepedulian dan tanggung jawab pelaksanaan penilaian dan pengendalian
terhadap K3, menyelenggarakan pelatihan-pelatihan risiko, Japfa menerapkan: [GRI 403-6, 403-7]
yang relevan, serta menerapkan prinsip perbaikan
berkelanjutan dalam seluruh program K3. 1 Pengembangan Identifikasi Bahaya,
Penilaian dan Pengendalian
Di Japfa, kami senantiasa berupaya Risiko (Hazard Identification, Risk
Assessment and Determining Control/
mengalokasikan sumber daya
HIRADC).
yang diperlukan untuk terus
meningkatkan standar lingkungan 2 Penyusunan Health Risk Assessment
kerja yang aman dan sehat. Fokus diperluas ke berbagai divisi sebagai
tindak lanjut temuan audit SMK3.
kami adalah memperkuat budaya
keselamatan kerja sebagai bentuk 3 Prosedur Kesiapsiagaan dan
tanggung jawab utama kepada Penanggulangan Penyakit untuk
seluruh karyawan serta pemenuhan menghadapi berbagai risiko kesehatan
dan memastikan kesiapsiagaan pada
terhadap regulasi ketenagakerjaan
masa depan.
yang berlaku. [GRI 2-23]
Japfa mendorong kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja/SMK3 serta mendorong penerapan standar ISO 45001:2018
sebagai kerangka sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Kedua standar ini menjadi
pedoman utama dalam memastikan praktik K3 yang konsisten, efektif, dan sesuai regulasi di seluruh unit
operasional. [GRI 2-23]
Untuk mencapai hal tersebut, Japfa terus memperluas dan memperkuat penerapan SMK3 di seluruh divisi
melalui pengembangan kapasitas, pendampingan implementasi, dan pemantauan progres penerapan
secara bertahap, sehingga terbentuk fondasi budaya keselamatan yang lebih matang dan berkelanjutan di
seluruh lini bisnis. [GRI 403-1]
Memperluas Audit K3
Untuk memastikan implementasi SMK3 berjalan efektif, setiap tahunnya Japfa secara rutin melakukan
audit internal maupun eksternal. Audit ini bertujuan untuk mengidentifikasi area yang memerlukan
perbaikan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta meningkatkan praktik terkait keselamatan
dan kesehatan di lingkungan kerja.
Ruang lingkup audit mencakup berbagai aspek, mulai dari kebijakan K3, perencanaan K3, pelaksanaan
prosedur operasional, hingga pengendalian risiko bahaya listrik, paparan faktor kimia dan biologi,
aspek ergonomi, aspek psikologi serta pengendalian dari hasil pengukuran faktor fisika seperti
kebisingan, pencahayaan, suhu, debu, dan getaran. Pada 2025, Japfa memperluas cakupan audit K3
sehingga penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dapat diterapkan secara
lebih konsisten.
99
Page 100
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) [GRI 403-4]
P2K3 memiliki peran penting dalam pengawasan, manajemen, serta pelaksanaan keselamatan dan
kesehatan kerja di seluruh unit operasional Japfa. Kami memiliki tim P2K3 yang bertugas pada
sebagian besar lokasi operasional Perusahaan untuk memastikan pengawasan dan koordinasi K3
dilakukan secara konsisten. Pada tahun 2025, jumlah anggota P2K3 sebanyak 4.814 karyawan, naik
sekitar 8,5% dibandingkan tahun 2024. Hal ini menunjukkan meningkatnya partisipasi aktif karyawan
dalam mendukung penerapan standar K3 dan penguatan budaya keselamatan di seluruh Perusahaan.
Menanamkan Budaya K3 [GRI 2-24, 403-2, 403-5, 403-4]
Japfa menyelenggarakan berbagai inisiatif untuk membekali karyawan dengan kemampuan dan
keterampilan dalam mengelola risiko K3 dalam pekerjaan sehari-hari. Melalui kegiatan-kegiatan ini,
Perusahaan terus memperkuat sistem manajemen K3 dan menanamkan budaya K3 yang konsisten di
seluruh unit operasional.
Pada 2025, beberapa inisiatif dijalankan untuk menanamkan budaya K3 secara menyeluruh, antara lain:
1
Forum Health, Safety, and Environment (HSE)
Forum ini menjadi wadah untuk mendiskusikan praktik terbaik K3, berbagi pengalaman antar tim
HSE dari seluruh divisi dan unit, serta menyajikan sesi berbagi wawasan terkini terkait topik-topik
keberlanjutan. HSE Forum 2025 dilaksanakan pada tanggal 26-27 Februari di JAPFA the Learning
Centre (JTLC) dan diikuti oleh 140 peserta yang berasal dari seluruh divisi usaha Japfa.
100
Page 101
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
2 HSE Champions
Program ini dirancang untuk membekali kader internal dengan kompetensi unggul di bidang
Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH), sehingga mampu menjadi
motor penggerak peningkatan kinerja HSE di divisi dan unit masing-masing guna berkontribusi
pada upaya keberlanjutan Perusahaan. HSE Champions dilaksanakan dengan metode blended
learning atau kombinasi antara online live presentation, self-learning, pelatihan tatap muka
di JTLC, serta self-paced learning. Pendekatan metode pembelajaran khususnya online live
presentation juga mendukung pengurangan emisi karbon scope 3 melalui penghematan
perjalanan bisnis karyawan.
Sepanjang program yang berlangsung selama enam bulan, peserta mempelajari berbagai
modul terkait K3LH yaitu:
• Pengantar Keberlanjutan • Dokumen & Perizinan Lingkungan,
Perusahaan dan ESG, • ISO 14001:2015,
• Pengantar Manajemen Proyek untuk K3LH, • K3 Dasar dan Sistem Manajemen K3,
• Audit Sistem Manajemen (ISO 19011:2018), • Hazard Identification Risk Assessment
• Pengelolaan Limbah B3 dan & Determining Control (HIRADC),
Sampah Non-B3, • ISO 45001:2018 dan
• Pengendalian Pencemaran Air (PPA), • Aplikasi Web TemanK3 Kementerian
• Pengendalian Pencemaran Udara (PPU), Ketenagakerjaan RI
3 Kampanye Near Miss
Kampanye Near Miss adalah program kampanye keselamatan kerja yang berfokus pada
pelaporan dan pencegahan insiden nyaris celaka (near miss). Perusahaan mendorong karyawan
melaporkan potensi bahaya tanpa rasa takut atau stigma, agar dapat melakukan tindakan
pencegahan secara tepat waktu.
4 Pesan Keselamatan (Safety Reminder) dan Pesan Kesehatan Kerja (Occupational Health Reminder)
Melalui ‘Berkat Online’ sebagai kanal komunikasi internal resmi Perusahaan, Japfa secara rutin
menyampaikan Safety Reminder dan Occupational Health Reminder. Topik yang diangkat
disusun secara strategis berdasarkan tren risiko K3 terkini di lapangan guna memastikan
informasi yang disampaikan relevan dan aplikatif.
5
Safety Talks
Setiap divisi menyelenggarakan Safety Talk secara berkesinambungan melalui berbagai format,
seperti Toolbox Meeting dan apel rutin yang dihadiri oleh jajaran manajemen maupun pekerja.
Kegiatan ini merupakan sarana strategis di setiap unit untuk menyampaikan arahan serta pesan
keselamatan secara konsisten. Materi yang dibahas mencakup mitigasi tindakan dan kondisi
tidak aman (unsafe action/unsafe condition), Kebijakan K3, komitmen keselamatan, hingga
panduan operasional praktis seperti perilaku berkendara aman (safety driving/safety riding).
6 Pelatihan Penyegaran
Pelatihan ini mengasah pengetahuan dan keterampilan serta memastikan penerapan standar
K3 tetap terjaga dengan baik seperti:
• Pelatihan Dasar K3
• Safety Leadership
• Pelatihan dan Penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke)
101
Page 102
Pengembangan Sumber Daya Manusia
7 Penguatan Kapasitas dan Kesiapsiagaan Operasional
Pelatihan ini diberikan untuk unit operasional yang berisiko tinggi, seperti:
• Pelatihan Pemadam Kebakaran
• Pelatihan Evakuasi saat Gempa Bumi
• Penanganan bahan kimia berbahaya (termasuk ammonia)
• Pelatihan penyelamatan korban tenggelam di unit akuakultur untuk meningkatkan
kesiapsiagaan di lokasi kerja perairan. Tim penyelam memperoleh pelatihan eksternal
bersertifikat.
Pelatihan Wajib K3 untuk Sertifikasi
8
Japfa menyelenggarakan program pelatihan K3 secara komprehensif sebagai prasyarat utama
dalam pemenuhan berbagai standar sertifikasi internasional. Hal ini mencakup sertifikasi sistem
manajemen keselamatan kerja ISO 45001:2018, keamanan pangan ISO 22000, kepatuhan
etika sosial melalui SMETA, standar keberlanjutan budidaya perairan seperti Best Aquaculture
Practices (BAP) dan Aquaculture Stewardship Council (ASC) dan sertifikasi lainnya. [GRI 2-23]
9 Inisiatif Penelusuran Keselamatan dan Tindakan Perbaikan (INSPEKTA)
INSPEKTA adalah program investigasi kecelakaan kerja yang dirancang untuk mengidentifikasi
akar penyebab insiden secara mendalam. Proses ini mencakup klasifikasi penyebab dengan
menggunakan pendekatan seperti analisis diagram tulang ikan (fishbone analysis) dan metode
Lima Mengapa (5 Whys). Hasil investigasi digunakan untuk merumuskan rekomendasi tindakan
korektif dan preventif guna mencegah kejadian serupa pada masa mendatang. Selain itu,
INSPEKTA memberikan masukan strategis kepada manajemen di unit usaha untuk mendorong
peningkatan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Selain menerapkan sistem dan menjalankan pelatihan, Japfa melindungi karyawan melalui berbagai
program yang komprehensif. Perusahaan secara konsisten memperkuat kesadaran terhadap protokol
keselamatan untuk memastikan seluruh karyawan mematuhi prosedur standar operasional (SOP)
yang berlaku. Hal ini menegaskan bahwa pelanggaran terhadap SOP akan ditindak sesuai kebijakan
Perusahaan, demi melindungi keselamatan individu maupun tim kerja.
Japfa juga memprioritaskan langkah-langkah pencegahan melalui:
1 Pemeriksaan kesehatan rutin yang kini diperluas ke lebih banyak unit, termasuk kantor dan area
operasional, untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan kerja tetap terjaga, di antaranya:
• Pemeriksaan kesehatan fisik
• Penilaian ergonomi
2 Penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi semua karyawan, khususnya mereka yang bekerja di
lingkungan berisiko tinggi.
102
Page 103
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Transparansi dan Pelaporan Kinerja K3
Pelaporan insiden yang cepat dan investigasi menyeluruh sangat penting untuk mencegah terulangnya
kecelakaan kerja. Budaya tanpa rasa takut dalam membuat pelaporan membantu Perusahaan
mendapatkan data yang akurat untuk perbaikan berkelanjutan.
Japfa mendorong transparansi dalam penyampaian kinerja K3 Perusahaan salah satunya dengan
pemanfaatan JSRS. Setiap divisi bisnis secara periodik melaporkan kinerja K3-nya melalui platform
JSRS tersebut yang kemudian diolah dan dikonsolidasikan melalui platform Sustainalitics. Japfa
melakukan pertemuan secara rutin untuk meninjau dan membahas tren insiden serta langkah-langkah
yang perlu dilaksanakan untuk perbaikan. Investigasi terhadap insiden tertentu secara mendalam
dilakukan melalui INSPEKTA.
103
Page 104
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Implementasi Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Kerja (P2K2)
Beberapa unit bisnis di Japfa telah menerapkan Layanan Kesehatan Holistik. Salah satunya adalah Unit
Aquafeed yang mengadopsi pendekatan holistik dengan fokus pada pencegahan, pemeliharaan, dan
pemulihan kesehatan karyawan. Program ini mencakup empat pilar:
1 Preventif: Edukasi kesehatan, pemeriksaan rutin, pemantauan BMI, program penurunan berat badan,
dan MCU tahunan.
2 Promotif: Edukasi gaya hidup sehat dan rekomendasi olahraga.
3 Kuratif: Layanan pengobatan dasar melalui klinik internal dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.
4 Rehabilitatif: Rujukan ke rumah sakit untuk penanganan lanjutan.
Selain itu, sistem pelaporan dan verifikasi medis memastikan akurasi data, sementara pemetaan risiko
kesehatan digunakan untuk penempatan kerja yang sesuai (fit to work). Pendekatan ini mendukung
keselamatan, produktivitas, dan kesejahteraan karyawan secara berkelanjutan.
104
Page 105
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Mendorong Kebugaran dan Olahraga
Japfa terus mendorong karyawan untuk rutin berpartisipasi dalam kegiatan olahraga sebagai
bagian dari inisiatif kesejahteraan, guna meningkatkan kebugaran dan produktivitas di seluruh unit
operasional. Dukungan diberikan melalui penyediaan berbagai fasilitas olahraga, seperti sepakbola,
padel, bulu tangkis, lari, yoga, taichi, senam, dan sebagainya.
Selain itu, Japfa secara konsisten menyelenggarakan Annual Sports Event yang melibatkan partisipasi
aktif dari seluruh unit kerja. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kebersamaan
antarpegawai, tetapi juga mendorong gaya hidup sehat dan membangun semangat kompetitif yang
positif di lingkungan kerja. Selain itu, Japfa memberikan dukungan berupa insentif kepada karyawan
yang berpartisipasi dalam kompetisi olahraga di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Inisiatif
ini mencerminkan komitmen Perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, sehat, dan
berorientasi pada pengembangan potensi karyawan secara holistik.
105
Page 106
Pengembangan Sumber Daya Manusia Menjaga Kesehatan Mental Karyawan [GRI 403-6] Japfa menempatkan kesehatan mental karyawan sebagai bagian penting dari kesejahteraan dan produktivitas kerja, dengan berbagai inisiatif yang diterapkan baik di tingkat korporat maupun unit operasional. Pada 2025, program lokakarya “Trauma Releasing Exercise (TRE) and Forces Mindfulness” terus dijalankan, dengan cakupan yang diperluas untuk menjangkau lebih banyak karyawan di kantor pusat. Selain itu, Japfa menyelenggarakan Health Talk dengan praktisi dan influencer, yang membahas strategi manajemen stres, keseimbangan kerja-hidup, dan peningkatan kapasitas mental karyawan. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi praktis serta membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan psikologis di lingkungan kerja. Kami juga mengadakan kegiatan kerohanian baik secara rutin maupun perayaan tertentu untuk memperdalam keyakinan yang dianut oleh masing-masing karyawan sekaligus memperkuat kebersamaan dan rasa saling menghargai. 106
Page 107
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Data Kecelakaan Kerja Karyawan [GRI 403-9]
2025 2024 2023
Jenis Kecelakaan
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Kecelakaan yang mengakibatkan
Fatal kematian, baik langsung maupun dalam 2 0,03 0 0,00 1 0,01
jangka waktu tertentu setelah kecelakaan
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga akan
Berat menimbulkan cacat jasmani dan atau 3 0,04 4 0,05 1 0,01
rohani yang akan mengganggu tugas
karyawannya
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga tidak
Sedang akan menimbulkan cacat jasmani dan 250 3,21 191 2,53 137 1,83
atau rohani yang akan mengganggu
tugas karyawannya
Kecelakaan yang tidak menimbulkan
Ringan 166 2,13 242 3,21 102 1,36
kehilangan hari kerja
Total 421 5,40 437 5,79 241 3,21
Data Kecelakaan Kerja yang Bukan Karyawan
2025 2024 2023
Jenis Kecelakaan
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Kecelakaan yang mengakibatkan
Fatal kematian, baik langsung maupun dalam 0 0,00 0 0,00 0 0,00
jangka waktu tertentu setelah kecelakaan
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga akan
Berat menimbulkan cacat jasmani dan atau 1 0,01 0 0,00 0 0,00
rohani yang akan mengganggu tugas
karyawannya
Kecelakaan yang menimbulkan
kehilangan hari kerja dan diduga tidak
Sedang akan menimbulkan cacat jasmani dan 39 0,50 40 0,53 7 0,09
atau rohani yang akan mengganggu
tugas karyawannya
Kecelakaan yang tidak menimbulkan
Ringan 101 1,30 11 0,15 5 0,07
kehilangan hari kerja
Total 141 1,81 51 0,68 12 0,16
Tentang data kami
[1.] Tingkat kecelakaan (accident rate) dihitung berdasarkan 1.000.000 jam kerja.
[2.] Pekerja non-karyawan adalah pihak yang memberikan layanan atau melakukan pekerjaan bagi Perusahaan
tanpa ikatan kerja langsung, seperti kontraktor atau tenaga dari pihak ketiga lainnya.
[3.] Tren kecelakaan kerja jenis ringan dan sedang menunjukkan peningkatan.
[4.] Berdasarkan data yang terdokumentasi di JSRS, penyebab kecelakaan diakibatkan oleh tindakan tidak
aman sebesar 91.3% dan kondisi tidak aman sebesar 8.7%.
[5.] Pada tahun 2025, dengan penyesalan yang mendalam, Perusahaan mencatat dua kasus kecelakaan
kerja fatal yang terjadi di unit operasional. Perusahaan memandang serius setiap kejadian keselamatan
dan terus memperkuat budaya K3 sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi yang aman dan
bertanggung jawab.
[6.] Setiap kejadian telah melalui investigasi menyeluruh untuk mengidentifikasi akar penyebab serta area
perbaikan. Tindak lanjut dilakukan melalui perbaikan sistem dan prosedur kerja, penguatan pengendalian
risiko, serta peningkatan kompetensi dan kesadaran K3 bagi pekerja guna mencegah terulangnya kejadian
serupa.
107
Page 108
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Menjaga Lingkungan Kerja yang Inklusif dan Beragam
[GRI 401-1, 401-2, 401-3, 404-1, 405-1, 405-2, 408-1, 409-1] [POJK F.18, F.19, F.20, F.21]
Japfa memahami bahwa lingkungan kerja yang inklusif dan beragam penting untuk mendukung
ketahanan pangan dan keberlanjutan operasional. Dengan memberikan peluang setara bagi setiap
individu, Perusahaan dapat memanfaatkan kompetensi, kreativitas, dan perspektif baru tenaga kerja.
Lingkungan kerja yang inklusif meningkatkan kolaborasi, produktivitas, dan partisipasi aktif, sekaligus
memastikan setiap individu dihormati dan diperlakukan setara.
Komitmen Japfa tercermin dalam Diversity Policy yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang
adil dan inklusif bagi semua orang, tanpa memandang jenis kelamin, usia, agama, atau faktor lainnya.
[GRI 2-23]
Remunerasi dan Tunjangan yang Setara [GRI 202-1, 405-1, 405-2, 2-30]
Japfa memberikan gaji kepada seluruh karyawan berdasarkan kinerja, pengalaman, dan kualifikasi,
tanpa membedakan gender, ras, suku, atau agama. Pada 2025, gaji terendah yang kami bayarkan
tetap berada di atas rata-rata upah minimum provinsi, menunjukkan komitmen Perusahaan terhadap
kesejahteraan karyawan.
Persentase Remunerasi di Tingkat Tahun Laki-laki Perempuan Kombinasi
Kepegawaian Paling Rendah terhadap
Rata-Rata UMP [POJK F.20, GRI 202-1] 2025 149% 143% 149%
2024 150% 145% 149%
Tentang data kami
Rata-rata Total Gaji (Level Operator, Karyawan Tetap) 2023 149% 143% 149%
Rata-rata UMP
108
Page 109
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Selain gaji yang adil, Japfa menyediakan berbagai fasilitas dan tunjangan untuk meningkatkan
kesejahteraan karyawan dan keluarga mereka sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Program ini mencakup cuti melahirkan, layanan kesehatan, bantuan karyawan dan keluarga, serta
manfaat tambahan lain yang relevan dengan kebutuhan karyawan. Tunjangan dan fasilitas ini terus
disesuaikan agar mendukung kualitas hidup, keseimbangan kerja-hidup, dan motivasi karyawan dalam
berkontribusi bagi pertumbuhan Perusahaan.
Tunjangan [GRI 401-2, 401-3, 403-3, 403-6, 403-8]
Tunjangan Karyawan Kontrak Karyawan Tetap
BPJS Ketenagakerjaan/ Sosial Ada Ada
Program Kesehatan Kerja (JKK) Ada Ada
Program Kematian (JKM) Ada Ada
Program Hari Tua (JHT) Ada Ada
Jaminan Pensiun (JP) Ada Ada
BPJS Kesehatan dan in-house medical BPJS Kesehatan dan in-house medical
Layanan Kesehatan
coverage Japfa dengan batas tertentu coverage Japfa dengan batas tertentu
Ada uang kompensasi yang diberikan
Paket Pensiun/Pesangon Ada
pada akhir masa kontrak
Cuti 3 bulan untuk perempuan Cuti 3 bulan untuk perempuan
melahirkan dan 2 hari untuk laki-laki melahirkan dan 2 hari untuk laki-laki
mendampingi istri melahirkan mendampingi istri melahirkan
Cuti Melahirkan dan/ atau Gugur
Kandungan
Cuti 1,5 bulan untuk karyawan Cuti 1,5 bulan untuk karyawan
perempuan yang mengalami perempuan yang mengalami
keguguran keguguran
Cuti dengan Upah Penuh pada Waktu
Tertentu (full paid leave) termasuk
cuti tahunan, cuti melahirkan, cuti Tidak Ada
sakit, hari duka, acara keluarga, cuti
baptisan atau sunatan anak, dll)
Tunjangan lainnya (di antaranya
tunjangan Hari Raya, bantuan makan, Ada Ada
transportasi, persalinan, dll)
109
Page 110
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Tempat Kerja yang Adil dan Inklusif [GRI 2-23, 408-1, 409-1, 2-30, 407-1] [POJK F.19]
Japfa menerapkan Japfa Diversity Policy untuk memastikan seluruh proses ketenagakerjaan berfokus pada
kompetensi di semua divisi. Dalam proses rekrutmen, kriteria yang terkait dengan SARA tidak digunakan,
sehingga memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh kandidat sesuai peraturan yang berlaku.
Perusahaan juga melarang praktik kerja anak, kerja paksa, dan pelanggaran hak asasi manusia sesuai
ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku. Meskipun Japfa tidak memiliki serikat pekerja, Perusahaan tidak
membatasi karyawan untuk bergabung dengan serikat, asosiasi, atau himpunan apapun, sebagai bagian
dari kebebasan mereka dalam berorganisasi dan berpartisipasi dalam kegiatan kolektif.
Pada tahun 2025, 82% dari karyawan kami terdiri dari masyarakat lokal di mana operasional kami
berada. [GRI 202-2] [POJK B.1]
Pada tahun 2025, tidak terdapat kasus pelanggaran hak asasi manusia di seluruh operasional Perusahaan.
1 Kesetaraan Gender
Perusahaan memastikan kesempatan yang setara bagi seluruh karyawan tanpa memandang
gender, termasuk dalam pelatihan, pengembangan karir, dan peluang kepemimpinan.
Sepanjang 2025, berbagai inisiatif dilakukan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam
kegiatan olahraga, wellness, dan program leadership. Perusahaan juga menyediakan aktivitas
olahraga di kantor, seperti yoga, dance cardio, dan poundfit. Untuk mendukung partisipasi
perempuan dalam kompetisi internal, Perusahaan menghadirkan kategori khusus perempuan,
termasuk dua kategori pada JAPFA Table Tennis Championship 2025. Selain itu, Perusahaan
menyelenggarakan JAPFA Festival Fit & Fun 2025, festival olahraga pertama khusus karyawan
perempuan dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.
2 Dukungan kepada Karyawan Disabilitas
Hingga 2025, Japfa mempekerjakan karyawan dan outsourcing dengan disabilitas sebanyak
65 orang di berbagai unit, memperluas partisipasi mereka dalam program pengembangan dan
memastikan lingkungan kerja yang inklusif serta setara bagi seluruh karyawan.
Keberagaman Usia Manajemen dan Karyawan [GRI 405-1]
Tahun Usia
Karyawan Total
< 30 Tahun 30-50 Tahun > 50 Tahun
Manajemen Menengah ke Atas Pria 10 (91%) 776 (81%) 478 (80%) 1.264 (81%)
Manajemen Menengah ke Atas Wanita 1 (9%) 181 (19%) 120 (20%) 302 (19%)
2025
Operator & Manajemen Junior Pria 6.996 (82%) 16.753 (89%) 2.385 (89%) 26.134 (87%)
Operator & Manajemen Junior Wanita 1.488 (18%) 2.126 (11%) 295 (11% 3.909 (13%)
Manajemen Menengah ke Atas Pria 11 (85%) 734 (82%) 466 (81%) 1.211 (82%)
Manajemen Menengah ke Atas Wanita 2 (15%) 157 (18%) 109 (19%) 268 (18%)
2024
Operator & Manajemen Junior Pria 6.905 (83%) 16.194 (89%) 2.283 (89%) 25.382 (87%)
Operator & Manajemen Junior Wanita 1.416 (17%) 2.021 (11%) 277 (11%) 3.714 (13%)
Manajemen Menengah ke Atas Pria 9 (75%) 714 (83%) 448 (80%) 1.171 (82%)
Manajemen Menengah ke Atas Wanita 3 (25%) 142 (17%) 112 (20%) 257 (18%)
2023
Operator & Manajemen Junior Pria 7.183 (83%) 15.911 (89%) 2.190 (89%) 25.284 (87%)
Operator & Manajemen Junior Wanita 1.435 (17%) 1.958 (11%) 267 (11%) 3.660 (13%)
110
Page 111
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Rekrutmen dan Turnover Karyawan [GRI 401-1]
Berdasarkan Kelompok Usia
<30 Tahun 30-50 Tahun > 50 Tahun
2025 Recruited 2.266 884 30
7% 3% 0%
Turnover 783 777 405
3% 3% 1%
2024 Recruited 2.225 1.609 81
7% 5% 0%
Turnover 714 854 415
2% 3% 1%
2023 Recruited 1.857 1.134 70
6% 4% 0%
Turnover 789 936 411
3% 3% 1%
Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-Laki Perempuan
2025 Recruited 2.635 545
9% 2%
Turnover 1.650 315
5% 1%
2024 Recruited 3.439 476
12% 2%
Turnover 1.661 322
6% 1%
2023 Recruited 2.605 456
8% 1%
Turnover 1.768 368
6% 1%
Berdasarkan Wilayah Kerja
Feed Poultry Comm. Poultry Aqua- Consumer SBU SBUs CSS HO HO
Breeding Poultry Processing culture Foods AHLE Downstream
2025 Recruited 245 1,058 251 397 151 609 146 215 57 51
1% 3% 1% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 222 502 118 171 123 361 79 347 26 16
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
2024 Recruited 132 2,171 102 273 134 676 125 235 54 13
0% 7% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 218 501 141 158 158 479 73 215 36 4
1% 2% 0% 1% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
2023 Recruited 109 1,486 50 175 118 587 105 396 33 2
0% 5% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 183 598 121 249 141 374 84 365 18 3
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
111
Page 112
Pengembangan Sumber Daya Manusia Merangkul dan Tumbuh Bersama Karyawan [GRI 2-30, 404-2] [POJK F.22] Pengembangan diri dan kompetisi yang sehat antar karyawan menjadi salah satu strategi Japfa dalam mendorong kemajuan individu sekaligus mendukung pertumbuhan Perusahaan. Budaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi profesional tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental karyawan, sekaligus memperkuat keterlibatan mereka di lingkungan kerja. Di Japfa, target keberlanjutan mencakup target sosial untuk karyawan, dengan rata-rata 13,9 jam pelatihan per orang per tahun menuju 2030. Target ini dirancang untuk memastikan setiap individu terus mengembangkan kompetensi profesional dan kemampuan diri, sekaligus mendukung pertumbuhan organisasi secara berkelanjutan. Perusahaan juga memberikan penghargaan bagi karyawan yang menunjukkan kontribusi signifikan, prestasi unggul, dan etos kerja yang selaras dengan nilai-nilai Japfa. 112
Page 113
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Membangun Kebersamaan Bersama Karyawan
Keterlibatan karyawan merupakan fondasi penting bagi kemajuan Japfa. Dengan menciptakan
lingkungan di mana setiap karyawan merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang,
Perusahaan tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat rasa memiliki, loyalitas,
dan komitmen bersama terhadap pencapaian tujuan organisasi.
NGOPI
NgoPi merupakan podcast bulanan yang diselenggarakan oleh Divisi Akuakultur setiap akhir bulan.
Mengusung format diskusi santai, program ini bertujuan untuk memperluas wawasan karyawan
mengenai berbagai topik, mulai dari hal-hal profesional hingga keseimbangan kehidupan kerja (work-
life balance). Inisiatif ini mendapat sambutan hangat karena menyediakan ruang bagi karyawan untuk
melepas penat, sekaligus mendorong keterlibatan mereka dalam suasana yang informal dan akrab.
Saluran Komunikasi yang Transparan
Lingkungan kerja dengan kultur komunikasi yang terbuka dan transparan menciptakan suasana yang
nyaman, di mana karyawan merasa didengar dan terlibat aktif dalam berbagai inisiatif Perusahaan.
Hal ini mendorong dialog yang lebih produktif, meningkatkan kolaborasi, dan memperkuat ikatan
antarpegawai di seluruh unit.
Pada 2025, Japfa terus mengembangkan berbagai saluran komunikasi, termasuk Japfa Conversation,
Forum Komunikasi (FORKOM), dan Town Hall Meeting, yang semakin terdigitalisasi untuk memastikan
akses dan partisipasi karyawan di seluruh lokasi operasional. Inisiatif ini mendukung terciptanya
komunikasi dua arah yang efektif, memungkinkan karyawan berbagi ide, memberikan masukan, serta
memperkuat rasa memiliki terhadap Perusahaan.
Publikasi Japfa
Publikasi internal memainkan peran penting dalam menciptakan komunikasi yang transparan dan
efektif antara Perusahaan dan karyawan. Selain menyebarkan informasi yang konsisten, publikasi
ini memberikan akses bagi seluruh karyawan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai
perkembangan Perusahaan, kebijakan, serta pencapaian penting.
Pada 2025, Japfa memiliki berbagai publikasi di tingkat divisi maupun nasional, antara lain:
Japfa Newsletter dan Majalah Berkat
1
Buletin internal yang diterbitkan setiap dua bulan, menyajikan berita dan informasi penting
bagi karyawan.
2
Japfa Link
Platform digital yang memfasilitasi komunikasi dan berbagi informasi antar karyawan, termasuk
publikasi dari seluruh unit Japfa Grup, sehingga mempermudah akses dan keterlibatan seluruh
karyawan secara real time.
113
Page 114
Pengembangan Sumber Daya Manusia
BersamaJAPFA
3
Newsletter tiga bulan sekali yang dikelola oleh Divisi Corporate Social Investment
WATER (Warta Aquaculture Terkini)
4
Publikasi dari Operasional Budidaya Perairan yang diterbitkan setiap empat bulan, dapat
diakses oleh karyawan maupun pelanggan.
STP Radio
5
Platform komunikasi internal yang bersifat non-formal dan interaktif, digunakan untuk
roadshow ke berbagai unit serta membahas beragam topik bulanan. Melalui STP Radio,
karyawan dapat berpartisipasi langsung, berbagi aspirasi, dan memperkuat keterlibatan di
lingkungan kerja.
Portal HR – Corporate Office Indonesia
6
Kanal Sharepoint sentralisasi yang memuat kebijakan-kebijakan Perusahaan khusus untuk
karyawan Corporate Office Indonesia.
Inisiatif ini mendukung terciptanya komunikasi internal yang transparan, cepat, dan akurat, serta
memperkuat rasa memiliki dan keterlibatan karyawan di seluruh unit operasional.
114
Page 115
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Kompetisi dan Penghargaan Karyawan
Japfa menyelenggarakan berbagai kompetisi inovasi internal yang bertujuan menjaring ide-ide segar
dan kreatif dari karyawan yang dapat memberikan dampak positif bagi Perusahaan. Program ini
dirancang untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, efisiensi, serta mendorong terobosan baru yang
relevan dengan kebutuhan bisnis. Kompetisi ini melibatkan karyawan dari berbagai divisi, dengan fokus
pada inovasi, keberlanjutan, dan penerapan nilai-nilai Perusahaan.
Sebagai contoh, Japfa menyelenggarakan Japfa Sustainability Initiative Awards, Japfa Innovation
Awards, dan Japfa Food Innovation.
115
Page 116
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA) 2025
Guna mendukung upaya pencapaian target keberlanjutan, Japfa menyelenggarakan Japfa Sustainability
Initiative Awards (JSIA) pada tahun 2025. Program ini memotivasi unit operasional untuk menyusun
dan menjalankan inisiatif yang selaras dengan strategi keberlanjutan Perusahaan, sekaligus memberikan
dampak nyata di lingkungan operasional mereka. Sebagai bagian dari program ini, perwakilan dari
unit operasional yang berpartisipasi, mengikuti pelatihan di JAPFA The Learning Center (JTLC) untuk
memperdalam kualitas proposal proyek mereka sebelum dievaluasi oleh dewan juri dan audiens internal.
Penghargaan JSIA diberikan kepada empat pemenang di beberapa kategori:
Grand Winner Best Water and Wastewater
Management
Aquaculture
Organic Mass Production of Moina and Rotifer
Using Wastewater for Sustainable Aquaculture
Best Energy Best Waste Favourite
Optimisation Treatment Winner
Commercial Poultry Commercial Poultry Poultry Breeding
Wind Turbine for Renewable Energy Chicken Manure Biodigester for
from Exhaust Fans Transformation of Chicken Feces
Biogas and Organic Fertilizer & Eggshell Debris into Organic
Production Fertilizer
Setelah pengumuman pemenang, setiap inisiatif akan dikembangkan lebih lanjut melalui rencana replikasi
di divisi terkait, agar praktik-praktik baik dapat diterapkan secara lebih luas dan konsisten di seluruh unit
operasional. Program ini diharapkan dapat mendorong kreativitas dan partisipasi karyawan, sekaligus
memperkuat budaya keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi bisnis Japfa.
116
Page 117
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Mendukung Kesejahteraan Karyawan
Japfa terus mendukung kesejahteraan karyawan melalui berbagai inisiatif yang mencakup aspek
finansial, sosial, dan spiritual.
Happy People programme
Japfa meluncurkan Happy People Programme sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan
karyawan secara menyeluruh — mencakup kesehatan fisik, mental, interaksi sosial, dan
lingkungan kerja. Program ini bertujuan memperkuat kesejahteraan karyawan, meningkatkan
engagement, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan inklusif, serta mendukung
produktivitas berkelanjutan.
Program dijalankan melalui empat pilar:
1. Me – fokus pada kesehatan individu melalui olahraga, kompetisi sehat, dan sesi Health Talk.
2. Us – memperkuat kebersamaan melalui kegiatan budaya, lomba, dan perayaan hari besar.
3. Place – memastikan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan inklusif.
4. Work – mendukung produktivitas melalui pelatihan, mentoring, dan kesempatan belajar.
Melalui inisiatif ini, Japfa berhasil meningkatkan partisipasi karyawan dalam
aktivitas wellness, mendorong budaya kerja yang inklusif, serta memperkuat
kesejahteraan fisik, mental, dan sosial karyawan.
117
Page 118
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Koperasi Karyawan
Koperasi Karyawan Japfa didirikan di berbagai unit operasional untuk mendukung kebutuhan sehari-
hari sekaligus meningkatkan kesejahteraan karyawan. Melalui usaha yang beragam, mulai dari
minimarket, layanan kesehatan, hingga unit produksi, koperasi mampu menciptakan manfaat nyata.
Keuntungan yang diperoleh tidak hanya memperkuat keberlanjutan usaha, tetapi juga dikembalikan
kepada karyawan anggota. Selain itu, layanan simpan pinjam turut memperkuat aspek finansial
anggota, sehingga koperasi benar-benar menjadi sarana kesejahteraan bersama.
Pembelajaran yang Berkesinambungan [GRI404-2]
Pengembangan kompetensi yang terstruktur tetap menjadi fondasi penting untuk memastikan
konsistensi dan kualitas pembelajaran bagi karyawan. Japfa meningkatkan keterampilan dan
kapabilitas karyawan di seluruh tingkat manajemen dengan program yang terstruktur sehingga mereka
dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan serta mendukung kemajuan Perusahaan.
Rata-rata Jam Pelatihan per Karyawan per Tahun [GRI 404-1]
Kategori Karyawan 2025 2024 2023
Laki-laki 55 38 15
Manajemen Menengah ke Atas Perempuan 25 32 14
Rata-rata 47 37 15
Laki-laki 13 8 6
Operator & Manajemen Junior Perempuan 11 16 15
Rata-rata 12 9 7
Perusahaan mengelola pengembangan kompetensi karyawan melalui dua pendekatan, yaitu program
pengembangan korporat dan program pelatihan divisi.
Program Pengembangan Korporat:
Disusun oleh tim People Development korporat, yang berfokus pada pelatihan umum dan lintas fungsi
untuk memastikan keseragaman kompetensi dasar di seluruh organisasi.
Development
Japfa menyelenggarakan program pelatihan berjenjang yang dirancang dengan modul yang
disesuaikan untuk kebutuhan dan tingkat tanggung jawab masing-masing manajemen, di antaranya:
1 Foundation Programme (FP) membekali manajer junior dengan berbagai keterampilan,
termasuk pemahaman tentang Perusahaan, dasar sikap mental karyawan Japfa,
pengembangan diri, kepemimpinan, manajemen tim, penyelesaian masalah, serta
pengelolaan waktu.
118
Page 119
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
2 Middle Management Programme (MMP) fokus pada topik-topik manajemen strategis
seperti pemasaran, sumber daya manusia, operasional, manajemen proyek, dan keuangan,
untuk meningkatkan kapabilitas manajer menengah dalam menghadapi dinamika bisnis
yang kompleks.
3 Senior Management Programme (SMP) merupakan program manajemen komprehensif
yang dirancang bagi Manajer Senior di Japfa untuk memperkuat dan mempertajam
kemampuan pengembangan strategi bisnis. Program ini berfokus pada kepemimpinan di
era pascapandemi, pengambilan keputusan strategis, serta pembangunan budaya tim yang
berkinerja tinggi, inklusif, dan resilien. Program SMP tidak diselenggarakan setiap tahun,
melainkan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Orientation
Induksi Karyawan Baru
Program induksi bagi karyawan baru memperkenalkan gambaran bisnis Japfa, portofolio
usaha, dan rantai nilai, sekaligus menanamkan nilai-nilai Japfa sebagai pedoman bekerja
sehari-hari.
DOLPHIN
Program DOLPHIN dirancang sebagai pelatihan mendalam tentang nilai-nilai Japfa agar
dapat diterapkan menjadi perilaku kerja yang nyata. Sesi mencakup pemahaman nilai secara
detail sehingga pengambilan keputusan dilakukan dengan berdasarkan nilai-nilai tersebut.
Detail mengenai DOLPHIN dapat
dilihat di situs Perusahaan:
https://www.japfacomfeed.co.id/karyawan
119
Page 120
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Business Skills
Program pelatihan business skills di Japfa dibagi ke dalam tiga kategori utama, dengan modul yang
disesuaikan menurut kebutuhan dan tingkat tanggung jawab manajemen.
1 General
Pelatihan ini menekankan pada soft skills dan emotional intelligence di seluruh level
manajemen, seperti kemampuan interpersonal, manajemen stres, kolaborasi tim, serta
kepemimpinan berbasis empati. Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan kerja
yang harmonis, meningkatkan produktivitas dan memperkuat keterlibatan karyawan di
seluruh unit operasional.
2 Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE)
Japfa memberikan pelatihan untuk memperkuat tata kelola mutu dan kinerja yang meliputi
sistem manajemen lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta sistem manajemen
kualitas dan produktivitas.
3 Technical untuk Divisi atau Unit
Pelatihan ini dirancang spesifik sesuai kebutuhan unit dan divisi untuk memastikan standar
operasional yang konsisten dan andal. Cakupannya termasuk keterampilan digital dan
literasi data guna memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, meningkatkan
efisiensi kerja, dan mendukung strategi transformasi digital Perusahaan.
Conference
Japfa menyelenggarakan konferensi tematik secara non-rutin sesuai prioritas organisasi dan
kebutuhan karyawan. Topik yang diberikan antara lain pra-pensiun (perencanaan finansial,
peluang bisnis, kesehatan, dan aktivitas pasca-pensiun) serta QHSE.
Pelatihan disampaikan melalui berbagai metode interaktif, termasuk webinar, lokakarya, studi
kasus, dan simulasi agar setiap peserta tidak hanya siap menghadapi tantangan bisnis, tetapi juga
berkontribusi terhadap strategi keberlanjutan Japfa.
120
Page 121
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Program Pelatihan Divisi
Sementara itu, program pelatihan divisi dirancang oleh masing‑masing divisi berdasarkan kebutuhan
operasional dan kompetensi teknis yang spesifik.
Program pelatihan tersebut antara lain:
1 Leadership Development Programme (LDP) Japfa Aquaculture menyelenggarakan
LDP untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan supervisor dan manajer. Program ini
membekali peserta dengan keterampilan inti seperti komunikasi efektif, pengelolaan tim,
serta penetapan prioritas, sehingga mereka siap menjalankan peran kepemimpinan yang
dibutuhkan dalam operasional.
Digitalisasi dan pelatihan operasional shopfloor
2
Shopfloor merupakan area produksi utama tempat aktivitas manufaktur berlangsung
setiap hari. Untuk meningkatkan kapabilitas operasional, Japfa Aquaculture menjalankan
pelatihan terkait digitalisasi proses produksi, termasuk penerapan Enterprise Resource
Planning (ERP) untuk mengalihkan tugas manual ke sistem tanpa kertas serta penggunaan
Manufacturing Execution System (MES) untuk pemantauan real‑time. Inisiatif ini
meningkatkan akurasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan mendorong efisiensi di
lini produksi.
3
Program transisi bagi karyawan yang akan memasuki jenjang jabatan baru dirancang
untuk memastikan kesiapan kompetensi sebelum menjalankan peran yang lebih besar.
Melalui kurikulum terstruktur yang mencakup keterampilan teknis dan soft skills, peserta
menjalani proses pengembangan yang dipantau selama enam bulan.
Evaluasi Kinerja Berkala [GRI 404-3]
Japfa rutin mengevaluasi kinerja karyawan secara dua arah. Pada tahun 2025, kami telah
melakukan evaluasi terhadap kinerja dan pengembangan karier secara reguler untuk 100%
karyawan. Umpan balik dari evaluasi ini menjadi landasan bagi perencanaan pengembangan dan
karier selanjutnya bagi karyawan.
121
Page 122
Pengembangan Sumber Daya Manusia Peternak dan Petambak [GRI 2-6, 203-1, 203-2] [POJK B.3, F.23, F.25] Peternak dan petambak memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dengan menyediakan sumber protein hewani, termasuk daging ayam, telur, ikan, dan udang. Menyadari kontribusi penting mereka, Japfa berkomitmen untuk mendukung mitra melalui program-program yang meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan efisiensi operasional, serta membantu mereka beradaptasi dengan tantangan dan peluang masa depan. Pendekatan ini memastikan kemitraan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas dan keamanan pasokan produk bagi konsumen. Peternak Japfa menjalin kemitraan dengan lebih dari 8.700 peternak mitra untuk mendukung produksi protein hewani secara berkelanjutan. Kemitraan ini tidak hanya mencakup penyediaan sumber daya, tetapi juga menekankan pendidikan dan pengembangan kapasitas peternak agar hasil produksi akhir optimal dan praktik kerja lebih berkelanjutan. Mindset keberlanjutan diterapkan dalam kegiatan operasional sehari-hari, mendorong para peternak untuk membuat pilihan yang lebih sadar lingkungan dan menerapkan praktik ramah lingkungan secara konsisten. Dalam rangka meningkatkan kompetensi peternak, Japfa menyediakan pelatihan dan pembinaan teknis yang mencakup nutrisi, manajemen kesehatan unggas, dan penerapan teknologi modern. Setiap siklus produksi, tim Japfa berkoordinasi minimal dua kali seminggu dengan peternak mitra untuk sesi berbagi pengetahuan, mendengarkan tantangan, dan memberikan solusi yang tepat. Selain itu, para peternak juga diundang ke fasilitas peternakan Japfa untuk mempelajari praktik terbaik secara langsung, sekaligus menerima dukungan berupa surat rekomendasi untuk memperoleh tambahan modal dari lembaga perbankan guna memperluas usaha mereka. 122
Page 123
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Sarana produksi peternakan terbesar adalah pakan yang memerlukan ketepatan data konsumsi harian.
Oleh karena itu Japfa memberikan pengarahan kepada peternak mitra untuk melakukan pencatatan
melalui aplikasi Ciomas Commercial Farm (CCF) Recording. Aplikasi ini memungkinkan pemantauan
terperinci oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan terus diperbarui untuk memastikan kelancaran
pemantauan serta efektivitas pelatihan. Dengan sistem ini, setiap program memiliki dampak nyata
pada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan praktik berkelanjutan peternak mitra. [GRI 203-2, 413-1].
Petambak
Japfa secara proaktif terus berinovasi dengan meluncurkan berbagai inisiatif untuk memajukan
industri budidaya perairan. Melalui komitmen yang kuat terhadap pendidikan dan kolaborasi di Japfa
Aquaculture, Perusahaan berdedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup para petambak ikan dan
udang sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Program STP Mania Loyalty
Program STP Mania Loyalty membekali para petambak dengan pengetahuan dan keterampilan
yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan ikan dan meningkatkan produktivitas tambak. Melalui
pelatihan bertema “Fish Health and Feeding Strategy in Aquafarming with Enhanced Leadership“,
para petambak mendapatkan pendampingan langsung mengenai manajemen kesehatan ikan,
pencegahan penyakit, serta strategi pemberian pakan yang efisien. Program ini juga mencakup sesi
pengembangan kepemimpinan dan soft skills untuk memperkuat kapasitas manajerial petambak dalam
mengelola kegiatan budidaya sehari-hari. Dengan bimbingan langsung dari para ahli teknis dan nutrisi
Japfa, para peserta memperoleh wawasan penting untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi
risiko, dan memperkuat kelangsungan usaha mereka. Inisiatif ini mencerminkan komitmen Japfa
dalam mendukung para mitra petambak sebagai kolaborator strategis yang berperan penting dalam
mendorong budidaya perairan yang bertanggung jawab dan tangguh di Indonesia.
Aquaculture Technology and Development (ATD)
Melalui Aquaculture Technology and Development (ATD), Japfa melakukan riset dan pengembangan
teknologi budidaya, termasuk produksi peralatan seperti aerator dan penerapan perencanaan spasial
berbasis Geographic Information System (GIS) untuk menilai kelayakan lokasi budidaya.
Pada 2025, ATD terus menyempurnakan teknologi termasuk teknologi disinfeksi UV (UVD) yang
dirancang untuk mendisinfeksi air dalam budidaya ikan dan udang menggunakan sinar ultraviolet. Hal
ini efektif mengeliminasi patogen tanpa risiko terhadap ekosistem sekitar. Teknologi ini mendukung
petambak dalam mengendalikan patogen secara lebih efisien, meningkatkan keberlanjutan operasional,
dan mengelola penggunaan air secara optimal.
123
Page 124
Pengembangan Sumber Daya Manusia Masyarakat dan Lingkungan [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [POJK B.2, F.23, F.25] Masyarakat merupakan bagian integral dari perjalanan Japfa. Perusahaan meyakini bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya memperkuat hubungan baik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan bersama, baik saat ini maupun pada masa depan. Selain itu, pelestarian lingkungan memberikan manfaat luas bagi seluruh pemangku kepentingan, sehingga menjadi perhatian utama Perusahaan. Melalui program-program yang berfokus pada pendidikan, pelestarian lingkungan, dan bantuan sosial, Japfa berkomitmen menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, mendukung pembangunan komunitas yang tangguh, dan memastikan kelestarian sumber daya alam tetap terjaga untuk generasi mendatang. Berinvestasi pada Peternak Masa Depan Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global dan dampak perubahan iklim terhadap sektor peternakan, generasi peternak muda memegang peran kunci dalam menjamin keberlanjutan produksi pangan pada masa depan. Japfa berkomitmen untuk mentransfer ilmu dan pengalaman, sekaligus mendorong generasi selanjutnya mengembangkan inovasi dan memanfaatkan teknologi terkini dalam praktik peternakan. Program Beasiswa JAPFA untuk Anak Negeri Japfa bersama Yayasan Edu Farmers International meresmikan Program Beasiswa JAPFA untuk Anak Negeri 2025 di Bogor, Jawa Barat. Program ini bertujuan mendukung pendidikan generasi muda baik dari lingkungan internal Japfa maupun masyarakat umum sebagai bagian dari komitmen Perusahaan dalam membangun Indonesia melalui investasi di bidang pendidikan. 124
Page 125
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Dari total 6.691 pendaftar, sebanyak 422 penerima beasiswa terpilih yang terdiri dari 271 anak
karyawan JAPFA dan 151 pelajar eksternal setelah melalui berbagai proses seleksi. Mereka terdiri
atas 212 siswa SMA/SMK dan 210 mahasiswa/i dari berbagai universitas di Indonesia. Program ini
tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membekali peserta dengan pembinaan
karakter dan kepemimpinan melalui berbagai kegiatan, termasuk talkshow bertema “Membangun
Pemimpin yang Berkarakter, Visioner, dan Inspiratif.” Inisiatif ini mencerminkan komitmen Japfa
dalam mencetak calon pemimpin masa depan yang berintegritas, berdaya saing, dan berkontribusi
positif bagi masyarakat serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 4:
Pendidikan Berkualitas.
Mengembangkan Talenta Masa Depan melalui Teaching Farm
Sebagai bagian dari penguatan kolaborasi antara industri dan akademisi dalam pengembangan
peternakan modern berbasis teknologi, pada tahun 2025 Japfa bersama Universitas Hasanuddin
(UNHAS) meresmikan closed house Teaching Farm di Gowa, Sulawesi Selatan. Fasilitas seluas
1.500 m² dengan kapasitas lebih dari 24.000 ayam dan investasi sekitar Rp3 miliar ini dibangun
untuk mendukung pendidikan, riset, serta penerapan teknologi peternakan modern. Teaching
farm tersebut menyediakan pembelajaran praktis bagi mahasiswa, mencakup manajemen
pemeliharaan, biosekuriti, kesehatan hewan, hingga bisnis peternakan berbasis sistem closed
house. Kolaborasi yang berawal dari MoU tahun 2024 ini diharapkan dapat melahirkan sumber
daya manusia peternakan yang kompeten, adaptif terhadap teknologi, dan berdaya saing tinggi
guna memperkuat ketahanan pangan serta pengembangan sektor peternakan nasional.
125
Page 126
Pengembangan Sumber Daya Manusia STP Mengajar Program STP Mengajar merupakan inisiatif strategis Japfa yang bertujuan untuk menyalurkan pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam bidang budidaya perairan kepada mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Vokasi IPB University, STP berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri, agar para calon petambak tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan lapangan. Dalam kegiatan ini, STP berbagi pengetahuan tentang penerapan teknologi akuakultur terkini, manajemen kesehatan ikan, dan strategi pemberian pakan yang efisien untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan tambak. Pendekatan ini memperkuat pemahaman generasi muda terhadap tantangan nyata yang dihadapi petambak, sekaligus menumbuhkan semangat inovasi dan tanggung jawab lingkungan dalam praktik budidaya. Melalui inisiatif ini, kami berharap dapat mencetak lebih banyak petambak profesional yang mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan mendorong kemajuan sektor budidaya perairan nasional. 126
Page 127
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
Program Synergized Aquaculture Innovative Learning (SAIL) terus menjadi pilar penting Japfa dalam
mendukung pengembangan talenta muda di sektor akuakultur Indonesia. Sejak diluncurkan pada
2020, program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa S1 dan D3 untuk memperoleh pengalaman
langsung di lapangan melalui pelatihan teknis, riset terapan, dan pendampingan profesional baik di
unit-unit budidaya maupun manufaktur Japfa Aquaculture.
Hingga 2025, SAIL telah melibatkan lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dengan
proyek unggulan seperti pengembangan pakan berbasis bahan lokal, pemantauan ikan berbasis AI, dan
efisiensi bioflok. Sebagian peserta direkrut sebagai karyawan Japfa. Kami juga memperluas kemitraan
dengan lembaga pendidikan dan inkubator inovasi perikanan untuk mencetak generasi profesional
akuakultur yang tangguh, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Kolaborasi Riset dengan Universitas
Berkolaborasi dengan institusi akademik merupakan bagian penting dari pendekatan Japfa dalam
mendorong pengembangan pengetahuan ilmiah dan memperkuat keberlanjutan operasional
Perusahaan. Kemitraan ini memungkinkan Japfa untuk mengintegrasikan wawasan berbasis riset ke
dalam pengembangan produk, praktik budidaya, dan peningkatan operasional secara menyeluruh.
Di unit Budidaya Perairan, Japfa bekerja sama dengan universitas seperti Universitas Indonesia
dan IPB untuk melaksanakan penelitian di bidang akuakultur dan area pendukung terkait. Melalui
kolaborasi ini, para ahli akademik membantu Japfa dalam menantang dan memvalidasi kinerja
beberapa produk, sehingga inovasi yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah yang kuat. Meskipun
detail penelitian tidak diungkapkan, pendekatan ini mencerminkan komitmen Japfa terhadap
peningkatan berbasis bukti dan penguatan praktik budidaya berkelanjutan.
127
Page 128
Pengembangan Sumber Daya Manusia STP Jejak Bumi: Mengelola Limbah Menjadi Nilai Tambah Sebagai komitmen Japfa Aquaculture terhadap praktik operasional yang berkelanjutan, STP Jejak Bumi dikembangkan untuk mengubah tantangan limbah plastik menjadi peluang yang bernilai. Menyadari bahwa limbah plastik dari proses produksi maupun konsumsi rumah tangga menjadi isu penting bagi industri akuakultur dan komunitas pesisir, inisiatif ini dirancang untuk mengurangi tekanan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah dari material yang sebelumnya terbuang. Program ini telah diimplementasikan di beberapa unit budidaya, dengan mengumpulkan dan memanfaatkan lebih dari 900 kg limbah plastik yang dapat didaur ulang, mencakup limbah pascaproduksi dan sampah domestik dari tiga unit aquafeed. Limbah yang terkumpul kemudian diolah menjadi berbagai produk fungsional seperti furnitur, panel dinding, meja, serta merchandise untuk karyawan dan pelanggan melalui kolaborasi dengan mitra lokal. Sebagai bagian dari pendekatan ini, Japfa menggalakkan partisipasi aktif karyawan dalam pengurangan sampah plastik melalui rangkaian sosialisasi dan roadshow di berbagai unit operasional. Karyawan didorong untuk mengumpulkan sampah plastik domestik dan menyalurkannya ke fasilitas waste storage Perusahaan guna diproses lebih lanjut oleh tim Japfa Aquaculture sebagai bagian dari alur pengelolaan limbah terintegrasi. Pendekatan sirkular ini tidak hanya memitigasi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga memperkuat kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Perusahaan secara berkala memberikan apresiasi kepada karyawan yang berkontribusi aktif melalui berbagai saluran komunikasi internal, sehingga tercipta budaya kepedulian lingkungan bersama. 128
Page 129
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Meneruskan Warisan Nilai melalui
Pengelolaan Lahan Bertanggung Jawab
Komitmen Japfa terhadap pengelolaan Penanaman perdana dilakukan sebagai
lingkungan tercermin melalui inisiatif penghormatan kepada almarhum Bapak
yang melindungi sumber daya alam Angelo Handojo Santosa, yang telah
sekaligus memperkuat kesejahteraan meletakkan dasar bagi pengelolaan
masyarakat. perkebunan karet berkelanjutan.
Program penanaman kembali ini
bertujuan meningkatkan produktivitas
dan kualitas hasil melalui praktik
Di unit SBU Plantation, budidaya yang menjaga kesuburan
kami melaksanakan program tanah, keanekaragaman hayati, dan
meminimalkan dampak lingkungan.
penanaman kembali sekitar
5.000 bibit karet di lahan seluas Inisiatif ini juga memperkuat kolaborasi
enam hektare sebagai bagian lintas divisi dalam mendorong agribisnis
yang bertanggung jawab. Dengan
dari langkah pembaruan yang memperluas area hijau dan meningkatkan
berlandaskan tanggung jawab penyerapan CO₂, program ini mendukung
aksi iklim dan regenerasi ekosistem lokal
lingkungan dan tujuan bersama. sebagai bagian dari komitmen Japfa
menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
Peningkatan Kapasitas Masyarakat melalui Pelatihan Teknis Bioflok
Program Pelatihan Teknis Bioflok diperkenalkan untuk membantu masyarakat mengadopsi praktik
budidaya yang lebih efisien. Bioflok merupakan metode budidaya yang memanfaatkan mikroorganisme
menguntungkan untuk menjaga kualitas air, sehingga penggunaan pakan dapat dikurangi sekaligus
meningkatkan produktivitas. Melalui program ini, Japfa membekali masyarakat sekitar dengan
pengetahuan dasar seperti pemilihan benih, manajemen pakan, dan pengelolaan kolam bioflok.
Inisiatif ini dijalankan di unit Purwakarta dan Lampung, bekerja sama dengan mitra lokal termasuk
KODIM, untuk memastikan pendampingan teknis dan keterlibatan komunitas berjalan efektif. Melalui
upaya ini, Japfa berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi bagi masyarakat
sekitar serta mendorong praktik akuakultur yang lebih berkelanjutan.
129
Page 130
Pengembangan Sumber Daya Manusia Memberdayakan Perempuan untuk Mempelopori Praktik Lingkungan yang Berkelanjutan Didasari keyakinan bahwa perubahan berkelanjutan dapat dimulai dari rumah, Japfa — melalui komunitas Perempuan Nusantara — menjalankan Program Aksi SDG untuk membekali peserta dengan keterampilan yang ramah lingkungan. Inisiatif ini berfokus pada pengurangan limbah organik rumah tangga sekaligus mempromosikan pola hidup yang lebih sehat melalui penggunaan produk rumah tangga alami non-kimia. Kegiatan ini diselenggarakan di Sukamanah (Megamendung) dan Pabuaran (Cibinong), serta menjadi bagian pelatihan bagi Bank Sampah SiRepi dan Kecik di Sragen, serta Bank Sampah Berkah Mulya di Kota Cirebon. Program ini memberikan pelatihan pembuatan eko-enzim dan sabun organik menggunakan bahan-bahan lokal seperti lerak, kecombrang, dan daun jeruk. Lebih dari 33 kg limbah dapur berhasil diubah menjadi produk bermanfaat, sehingga mengurangi ketergantungan pada peralatan rumah tangga berbahan kimia. Melalui bimbingan langsung dan kolaborasi dengan perangkat desa, program ini memungkinkan kaum perempuan untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan kebiasaan berkelanjutan di komunitas mereka. Inisiatif ini berkontribusi pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 5 (Kesetaraan Gender), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), yang mencerminkan komitmen Japfa dalam memperkuat ketahanan lingkungan dan sosial melalui pemberdayaan perempuan. 130
Page 131
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Melindungi Laut, Memberdayakan Masyarakat Pesisir
Sebagai wujud komitmen terhadap Kegiatan ini melibatkan pemerintah
daerah, lembaga lingkungan, kelompok
praktik akuakultur yang bertanggung masyarakat, serta tim Japfa Aquaculture
jawab, Japfa Aquaculture melalui Banyuwangi yang menegaskan bahwa
kolaborasi berbagai pemangku
kerja sama dengan kelompok kepentingan merupakan kunci memperkuat
sadar wisata (Pokdarwis) dampak konservasi. Mangrove berperan
menyelenggarakan kegiatan penting sebagai benteng alami, penyerap
karbon, dan habitat perkembangbiakan
konservasi pesisir di Pantai Cacalan, biota laut, sementara pelepasliaran
Banyuwangi dengan menanam 3.000 tukik menjadi simbol tanggung jawab
bersama dalam menjaga kelestarian
pohon mangrove dan melepasliarkan keanekaragaman hayati.
100 ekor tukik. Kegiatan yang
merupakan bagian dari inisiatif Selaras dengan pendekatan responsible
value Japfa Aquaculture, inisiatif ini
“Act for Sustainable Aquaculture” mendukung pengembangan wisata
ini tidak hanya meningkatkan konservasi, memperkuat penghidupan
masyarakat pesisir, dan menjaga
kesadaran masyarakat mengenai keseimbangan ekologi kawasan pantai.
pentingnya perlindungan laut, Kegiatan ini menunjukkan bahwa
tetapi juga menghadirkan aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan dan
kesejahteraan komunitas dapat berjalan
untuk memulihkan ekosistem pesisir beriringan dalam menciptakan manfaat
yang rentan. yang berkelanjutan.
131
Page 132
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Bank Sampah: Mengurangi Limbah, Menambah Pendapatan [GRI 203-2]
Program Bank Sampah dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat
sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Japfa mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam
pengelolaan sampah rumah tangga, baik organik maupun anorganik, dengan tujuan mengurangi
volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menciptakan nilai tambah
ekonomi.
Pada 2025, fokus utama kami adalah pengembangan bank sampah satelit di lokasi-lokasi yang belum
terjangkau oleh bank sampah yang sudah ada. Bank sampah satelit ini merupakan unit pengumpulan
sampah yang dikelola secara sederhana, dengan pencatatan dasar dan pemilahan awal, sebelum
sampah dikirim ke bank sampah pusat (hub) untuk diproses dan dikelola lebih lanjut. Dengan
pendekatan ini, program dapat menjangkau lebih banyak komunitas secara efektif.
Keterangan SiRepi Kecik Berkah Mulya Sekar Asri
Jumlah Nasabah (orang) 192 180 76 89
Organik: 2.258
Total Sampah Masuk (kg) Anorganik: 11.776 Anorganik: 5.712 Anorganik: 5.463
Anorganik: 7.992
Total Penjualan (Rp) Rp15.796.400 Rp24.925.350 Rp12.283.050 Rp7.185.900
Tabungan Nasabah (Rp) Rp9.429.458 Rp16.838.804 Rp8.476.510 Rp3.606.650
Keuntungan (Rp) Rp6.366.942 Rp8.086.546 Rp3.806.540 Rp3.579.250
JAPFA Earth Day
Dalam rangka memperingati Hari Bumi, JAPFA for Kids bekerja sama dengan Sow n Tell
menyelenggarakan lomba memasak bertema lingkungan bagi 30 siswa dari tiga sekolah dasar
dampingan. Mengusung tema “From Farm to Table”, kegiatan diawali farm tour untuk mengenalkan
ragam tanaman pangan sehat, lalu edukasi bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari cara memilih,
mengolah, dan mengonsumsi makanan.
Setiap kelompok menyiapkan menu bergizi berbahan lokal, minim sampah, sehat, dan tanpa
pengawet. Lomba ini menjadi ajang edukasi untuk menekankan pentingnya pola makan sehat yang
baik bagi tubuh. Seain itu, anak-anak juga belajar tentang kreativitas, kerja sama, dan tanggung
jawab terhadap alam.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme, di mana anak-anak dengan bangga
memamerkan hasil masakan mereka. Sebagai bentuk penghargaan, seluruh peserta menerima apresiasi
atas komitmen mereka terhadap gaya hidup sehat dan kelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi ini,
Japfa dan Sow n Tell berupaya mencetak generasi yang cerdas, kreatif, serta berwawasan lingkungan,
yang diawali dari kebiasaan baik dari piring makan.
132
Page 133
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
133
Page 134
Pengembangan Sumber Daya Manusia Mendukung Pengembangan dan Peningkatan Prestasi Catur Indonesia [GRI 203-2] Catur dikenal sebagai olahraga yang membentuk kemampuan berpikir kritis dan logis, yang bermanfaat tidak hanya di arena kompetisi tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Japfa menyadari potensi besar catur dalam membentuk karakter dan keterampilan generasi muda. Melalui JAPFA Chess Club (JCC), Perusahaan berkomitmen menumbuhkan minat catur sejak dini serta menyediakan program pembinaan untuk mencetak generasi pecatur kompeten dan berprestasi. Pada 2025, total jam pelatihan catur untuk karyawan mencapai 94 jam melalui 56 pertemuan, meningkat dari tahun sebelumnya. Berkat upaya berkelanjutan dalam mengembangkan kemampuan catur, pada tahun 2025 Japfa berhasil menerima penghargaan dari ASEAN Chess Confederation di Malaysia, sebagai pengakuan atas kontribusi Perusahaan dalam mendukung talenta catur dan pengembangannya di tingkat regional. Pelatihan Rutin Karyawan JCC secara rutin menyediakan pelatihan bagi karyawan untuk mengasah kemampuan catur, menumbuhkan persaingan sehat, dan mempererat hubungan antarpegawai melalui sesi luring dan daring. Salah satu hasilnya ditunjukkan oleh Azra Azwar dari PT Ciomas Adisatwa Unit Makassar yang berhasil meraih gelar Master Nasional pada Kejuaraan Catur Nasional ke-50 di Mamuju, Sulawesi Barat. Pencapaian tersebut diraih melalui proses panjang sejak 2023 dengan mengikuti pelatihan daring JCC dan seleksi ketat di JAPFA The Learning Centre (JTLC). Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen JAPFA dalam mengembangkan talenta internal sekaligus menginspirasi karyawan lain untuk terus berprestasi. Japfa Chess Festival 2025 Festival catur Japfa kembali diselenggarakan bekerja sama dengan PB Percasi sebagai salah satu turnamen catur terbesar di Indonesia. Pada tahun 2025 ajang ini diikuti oleh 504 pecatur dari 26 provinsi di Indonesia serta peserta internasional dari lima negara, termasuk Jepang, Filipina, Uzbekistan, dan Kazakhstan. Turnamen ini mempertandingkan 12 kategori, mulai dari kelompok usia, veteran, hingga beregu. Japfa Chess Festival juga menampilkan pertandingan eksibisi menarik antara Grand Master Susanto Megaranto (Indonesia) dan Grand Master Daniel Quizon (Filipina), serta laga Woman International Master (WIM) antara WIM Shafira Devi Harvesa (Indonesia) dan WIM Amina Kairbekova (Kazakhstan). 134
Page 135
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Kurikulum Catur yang Terstruktur
Japfa terus memperkuat kualitas pelatihan catur melalui kurikulum terstruktur, mencakup review
materi di setiap level, pengembangan modul, dan standarisasi metode pembelajaran. Pada 2025,
kurikulum juga diperluas untuk mendukung kemampuan analitis, problem-solving, dan pengambilan
keputusan cepat bagi siswa dan peserta program JCC.
Japfa Chess for Kids
Japfa juga aktif menjaring talenta pecatur muda melalui Japfa Chess for Kids, yang diimplementasikan
di 134 sekolah dengan total 1.049 siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan catur
anak-anak, tetapi juga menanamkan nilai analytical thinking sejak dini, selaras dengan kurikulum
pembelajaran yang dikembangkan untuk tingkat TK hingga SMA.
JAPFA Peduli
Dukungan Kemanusiaan bagi Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung penanganan bencana, Japfa melalui program JAPFA
Peduli berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional dalam menyalurkan
bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan
berupa makanan siap konsumsi dan air mineral ini dilepas secara simbolis oleh Menteri Pertanian dan
disiapkan untuk menjangkau wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses logistik. Melalui sinergi
dengan pemerintah, Japfa memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran, sekaligus
menegaskan peran Perusahaan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
135
Page 136
Halaman sengaja dikosongkan
Page 137
SURAT PERNYATAAN ANGGOTA DIREKSI DAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEBERLANJUTAN 2025
PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK
Kami yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam Laporan Keberlanjutan
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Tahun 2025 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh
atas kebenaran isi Laporan Keberlanjutan Perseroan.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, 07 April 2026
Anggota Direksi
Renaldo Santosa Tan Yong Nang
Direktur Utama Wakil Direktur Utama
Leo Handoko Laksono Rachmat Indrajaya Gabriella Santosa
Direktur Direktur Direktur
Anggota Dewan Komisaris
H. Syamsir Siregar Bambang Budi Hendarto
Komisaris Utama Wakil Komisaris Utama/Independen
Hendrick Kolonas Antonius Harwanto Suryo Sembodo Ito Sumardi Djuni Sanyoto
Komisaris Komisaris Komisaris Independen
Page 138
Halaman sengaja dikosongkan
Page 139
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
Indeks GRI
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk telah menyusun laporan sesuai dengan Standar GRI
untuk periode 1 Januari 2025 sampai 31 December 2025.
Standar
Pengungkapan Halaman
GRI
Pengungkapan Umum
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
2-1 Rincian organisasi 17-20, 38
2-2 Entitas yang dimasukkan dalam pelaporan keberlanjutan organisasi 38, 43,113
2-3 Periode, frekuensi, dan titik kontak pelaporan 38
2-4 Penyajian kembali informasi 43, 91
2-5 Penjaminan eksternal 38
2-6 Aktivitas, rantai nilai, dan hubungan bisnis lainnya 17-18, 22-23, 42, 67, 122
2-7 Tenaga kerja 19-20
2-8 Pekerja yang bukan pekerja langsung 20
2-9 Struktur dan komposisi tata kelola 26, 28,
2-10 Pencalonan dan pemilihan badan tata kelola tertinggi AR: 150
2-11 Ketua badan tata kelola tertinggi AR: 126
2-12 Peran badan tata kelola tertinggi dalam mengawasimanajemen dampak 26, 28
2-13 Delegasi tanggung jawab untuk mengelola dampak 28
2-14 Peran badan tata kelola tertinggi dalam pelaporan keberlanjutan 28, 45
2-15 Konflik kepentingan AR: 177
2-16 Komunikasi masalah penting 27
2-17 Pengetahuan kolektif badan tata kelola tertinggi AR: 139, 143
2-18 Evaluasi kinerja badan tata kelola tertinggi AR: 148
2-19 Kebijakan remunerasi AR: 150
2-20 Proses untuk menentukan remunerasi AR: 150
2-21 Rasio kompensasi total tahunan AR: 152
2-22 Pernyataan tentang strategi pembangunan berkelanjutan 10
2-23 Komitmen kebijakan 18, 26, 54, 101, 104, 101, 112
2-24 Menanamkan komitmen kebijakan 26, 28, 30, 102
2-25 Proses untuk memperbaiki dampak negatif 27, 40
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 27
2-27 Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan 32
2-28 Asosiasi keanggotaan 34
2-29 29 Pendekatan untuk keterlibatan pemangku kepentingan 39
2-30 Perjanjian perundingan kolektif 110, 112-113
Topik Material
GRI 3: Topik Material 2021
3-1 Proses untuk menentukan topik material 44. 86, 112, 124
46, 90, 102, 122, 124, 132,
3-2 Daftar topik material
134
139
Page 140
Indeks GRI
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Menyediakan pangan bergizi dan terjangkau bagi masyarakat dan konsumen
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Ketahanan Pangan 51-55 13.9.1
Memastikan keamanan konsumen dengan mengoperasikan fasilitas produksi sesuai standar internasional keamanan
pangan serta menyediakan pelabelan yang jelas untuk keterlacakan yang efektif
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Ketahanan Pangan 53-54 13.10.1
Penilaian dampak keselamatan dan kesehatan dari berbagai kategori
416-1 53-54 13.10.2
produk dan jasa
Informasi dan pelabelan produkInsiden ketidakpatuhan sehubungan
416-2 53 13.10.3
dengan dampak keselamatan dan kesehatan dari produk dan jasa
Jumlah penarikan produk yang dilakukan karena alasan keamanan
N/A 54 13.10.5
pangan dan total volume produk yang ditarik.
N/A SOP untuk ketertelusuran 55
N/A Daftar sertifikasi keamanan pangan 56
GRI 417: Pemasaran dan Pelabelan 2016
417-1 Persyaratan untuk informasi dan pelabelan produk dan jasa 25
Insiden ketidakpatuhan terkait informasi dan pelabelan
417-2 53
produk dan jasa
417-3 Insiden ketidakpatuhan terkait komunikasi pemasaran 53
Membangun hubungan jangka panjang yang positif dengan rantai nilai dan pemangku kepentingan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Keterlibatan pemangku kepentingan 39 13.23.1
Menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan keterampilan karyawan sesuai departemen/divisi,
termasuk pelatihan kesejahteraan hewan dan keberlanjutan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Pelatihan dan pengembangan 120
GRI 404: Pelatihan dan Pendidikan 2016
404-1 Rata-rata jam pelatihan per tahun per karyawan 120
Program untuk meningkatkan keterampilan karyawan dan program
404-2 120
bantuan peralihan
Persentase karyawan yang menerima tinjauan kinerja dan
404-3 123
pengembangan karier secara berkala
Menyediakan remunerasi yang adil dan manfaat (mis. bonus, asuransi, layanan kesehatan) bagi karyawan.
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Nondiskriminasi dan peluang setara 110, 112 13.15.1
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Praktik ketenagakerjaan 98-123
GRI 401: Kepegawaian 2016
401-1 Perekrutan karyawan baru dan pergantian karyawan 110, 118
Tunjangan yang diberikan kepada karyawan purnawaktu yang tidak
401-2 113, 118
diberikan kepada karyawan sementara atau paruh waktu
401-3 Cuti melahirkan 111
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Nondiskriminasi dan peluang setara 110, 112 13.15.1
GRI 405: Keberagaman dan Peluang Setara 2016
405-1 Keanekaragaman badan tata kelola dan karyawan 110, 112 13.15.2
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Pendapatan hidup dan upah hidup 110-111 13.21.1
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
18, 26, 54, 101,
2-23 Komitmen kebijakan
104, 101, 112
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 27
140
Page 141
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Menjunjung tinggi prinsip etika dan integritas, transparansi dan kejujuran, serta menciptakan lingkungan kerja kondusif
sebagai bagian dari penghormatan terhadap hak asasi manusia
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Antikorupsi 26-30 13.26.1
GRI 205: Antikorupsi 2016
205-1 Operasi-operasi yang dinilai memiliki risiko terkait korupsi 30 13.26.2
Komunikasi dan pelatihan tentang kebijakan dan prosedur
205-2 26-30 13.26.3
antikorupsi
205-3 Insiden korupsi yang terbukti dan tindakan yang diambil 26 13.26.4
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kerja Paksa atau Wajib Kerja 110, 112 13.16.1
GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2016
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan terhadap insiden kerja
409-1 110, 112 13.16.2
paksa atau wajib kerja
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Pekerja anak 110, 112 13.17.1
GRI 408: Pekerja Anak
408-1 Pekerja anak 110, 112 13.17.2
GRI 409: Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2016
Operasi dan pemasok yang berisiko signifikan
408-1 110, 112 13.17.2
terhadap insiden pekerja anak
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kebebasan berserikat dan perundingan bersama 112 13.18.1
GRI 407: Kebebasan Berserikat dan Perundingan Kolektif 2016
Operasi dan pemasok di mana hak atas kebebasan berserikat dan
407-1 112 13.18.2
perundingan kolektif mungkin berisiko
GRI 2: Pengungkapan Umum 2021
18, 26, 54, 101,
2-23 Komitmen kebijakan
104, 101, 112
2-26 Mekanisme untuk mencari nasihat dan mengemukakan masalah 27
Memprioritaskan keselamatan dan kesehatan karyawan melalui sistem manajemen K3 yang komprehensif
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Keselamatan dan Kesehatan Pelanggan 102, 111 13.19.1
GRI 403: Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2018
403-1 Sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja 101 13.19.2
403-2 Pengidentifikasian bahaya, penilaian risiko, dan investigasi insiden 102 13.19.3
403-3 Layanan kesehatan kerja 111 13.19.4
Partisipasi, konsultasi, dan komunikasi pekerja tentang keselamatan
403-4 102 13.19.5
dan kesehatan kerja
403-5 Pelatihan pekerja mengenai keselamatan dan kesehatan kerja 102 13.19.6
403-6 Peningkatan kualitas kesehatan pekerja 101, 108, 111 13.19.7
Pencegahan dan mitigasi dampak-dampak keselamatan dan
403-7 101 13.19.8
kesehatan kerja yang secara langsung terkait hubungan bisnis
Pekerja yang tercakup dalam sistem manajemen keselamatan
403-8 111 13.19.9
dan kesehatan kerja
403-9 Kecelakaan kerja 109 13.19.10
Mengelola efluen dan limbah secara ramah lingkungan
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Air dan efluen 86, 90 13.7.1
GRI 303: Air dan Efluen 2018
303-1 Interaksi dengan air sebagai sumber daya bersama 86 13.7.2
303-2 Manajemen dampak yang berkaitan dengan pembuangan air 90 13.7.3
303-3 Pengambilan air 90 13.7.4
141
Page 142
Indeks GRI
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Mengelola efluen dan limbah secara ramah lingkungan
GRI 303: Air dan Efluen 2018
303-4 Pembuangan air 90 13.7.5
303-5 Konsumsi air 90 13.7.6
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Limbah 92, 94-95 13.8.1
GRI 306: Limbah 2020
306-1 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 92 13.8.2
306-2 Manajemen dampak signifikan terkait limbah 92 13.8.3
306-3 Timbulan limbah dan dampak signifikan terkait limbah 94 13.8.4
306-4 Limbah yang dialihkan dari pembuangan akhir 95 13.8.5
306-5 Limbah yang dikirimkan ke pembuangan akhir 95 13.8.6
Meningkatkan kesejahteraan hewan melalui riset dan praktik terbaik
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Kesehatan dan kesejahteraan hewan 66-69
Menyediakan program pelatihan dan pengembangan bagi peternak mitra, termasuk pelatihan kesejahteraan hewan serta
meningkatkan kesadaran terkait pekerja anak dan perilaku tidak etis.
GRI 3: Topik Material 2021
3-3 Komunitas lokal 122, 124
GRI 413: Komunitas Lokal 2016
Operasi dengan keterlibatan masyarakat setempat, penilaian
413-1 122, 124 13.12.2
dampak, dan program pengembangan
GRI 3: Topik Material 2021
32, 122, 124,
3-3 Inklusi Ekonomi
132, 134
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
201-1 Nilai ekonomi langsung yang dihasilkan dan didistribusikan 32 13.22.2
GRI 203: Dampak Ekonomi Tidak Langsung 2016
203-1 Investasi infrastruktur dan dukungan layanan 122, 124 13.22.3
122, 124, 132,
203-2 Dampak ekonomi tidak langsung yang signifikan 13.22.4
134
Topik Material Lain Selain 10 Topik Material Teratas yang Diungkapkan Perusahaan
GRI 201: Kinerja Ekonomi 2016
Implikasi finansial serta risiko dan peluang lain akibat
201-2 32 13.2.2
dari perubahan iklim
GRI 202: Keberadaan Pasar 2016
Rasio standar upah karyawan pemula berdasarkan jenis kelamin
202-1 110
terhadap upah minimum regional
202-2 Proporsi manajemen senior yang berasal dari masyarakat lokal 113
GRI 204: Praktik Pengadaan
204-1 Proporsi pengeluaran untuk pemasok lokal 67
GRI 302: Energi
302-1 Konsumsi energi di dalam organisasi 82
142
Page 143
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
No. Ref
Standar GRI Pengungkapan Halaman Standar
Sektor GRI
Topik Material Lain Selain 10 Topik Material Teratas yang Diungkapkan Perusahaan
GRI 304: Keanekaragaman Hayati 2016
Selama
periode
pelaporan,
lokasi kegiatan
operasional
peternakan
atau budidaya
Japfa tidak
Lokasi operasi yang dimiliki, disewa, dikelola, atau berdekatan terletak di area
304-1 dengan, kawasan lindung dan kawasan dengan nilai keanekaragaman konservasi. 13.3.2
hayati tinggi di luar kawasan lindung Kami tidak
mengelola
peternakan,
budidaya, atau
aktivitas lain
di lahan yang
sebelumnya
merupakan
hutan.
Gallus gallus
terdaftar
sebagai “Least
Concern”
menurut Daftar
Merah IUCN
(International
Union for
Conservation
of Nature)
Spesies Daftar Merah IUCN dan spesies daftar konservasi nasional
304-4
dengan habitat dalam wilayah yang terkena efek operasi Anguilla
bicolor
terdaftar
sebagai “Near
Threatened”
menurut Daftar
Merah IUCN
(International
Union for
Conservation
of Nature)
GRI 305: Emisi 2016
3-3 Emisi 91 13.1.1
305-1 Emisi GRK (Cakupan 1) langsung 91 13.1.2
305-2 Emisi GRK (Cakupan 2) tidak langsung 91 13.1.3
305-3 Emisi GRK (Cakupan 3) tidak langsung lainnya 91 13.1.4
305-4 Intensitas emisi GRK 91
Topik-topik dalam Standar Sektor GRI Sektor Pertanian, Akuakultur, dan Perikanan Tangkap yang Dinyatakan Tidak Material
Topik 13.3 Keanekaragaman hayati Tidak relevan
Topik 13.4 Konversi ekosistem alami Tidak relevan
Topik 13.5 Kesehatan tanah Tidak relevan
Topik 13.6 Penggunaan pestisida Tidak relevan
Lokasi kegiatan operasional Japfa tidak terletak
di area konservasi. Kami tidak mengelola
Topik 13.13 Hak atas tanah dan sumber daya
peternakan, budidaya, atau aktivitas lain di lahan
yang sebelumnya merupakan hutan
Topik 13.14 Hak masyarakat adat Tidak relevan
Topik 13.24 Kebijakan publik Tidak relevan
Topik 13.25 Perilaku antipersaingan Tidak relevan
143
Page 144
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 [POJK G.4]
No. Nama Indeks Lokasi
Strategi Keberlanjutan
A.1 Penjelasan Strategi Keberlanjutan 28
Ikhtisar Kinerja Aspek Keberlanjutan
B.1 Aspek Ekonomi
a. Kuantitas produksi atau jasa yang dijual 33
b. Pendapatan atau penjualan 33
c. Laba atau rugi bersih 33
d. Produk ramah lingkungan 23, 79
e. Pelibatan pihak lokal yang berkaitan dengan proses bisnis Keuangan Berkelanjutan 58, 113
B.2 Aspek Lingkungan Hidup
a. Penggunaan energi 82-83
b. Pengurangan emisi yang dihasilkan 91
c. Pengurangan limbah dan efluen 92-95
d. Pelestarian keanekaragaman hayati 78-79
B.3 Aspek Sosial 56, 122, 124
Profil Perusahaan
C.1 Visi, Misi dan Nilai keberlanjutan 18
C.2 Alamat Perusahaan 41, 147
C.3 Skala Usaha
a. Total aset atau kapitalisasi aset, dan total kewajiban 19, AR: 104
b. Jumlah karyawan menurut jenis kelamin, jabatan, usia, pendidikan, dan status ketenagakerjaan 19
c. Nama pemegang saham dan persentase kepemilikan saham 19, AR: 70
d. Wilayah operasional. 19, AR: 50-53
C.4 Produk, Layanan, dan Kegiatan Usaha yang Dijalankan 18, 22-25
C.5 Keanggotaan pada Asosiasi 34, AR: 54
C.6 Perubahan Emiten dan Perusahaan Publik yang Bersifat Signifikan 26, AR: 69
Penjelasan Direksi
D.1 Penjelasan Direksi
a. Kebijakan untuk merespons tantangan dalam pemenuhan strategi keberlanjutan 10-11
b. Penerapan Keuangan Berkelanjutan 10-11
c. Strategi pencapaian target 10-11
Tata Kelola Keberlanjutan
E.1 Penanggung Jawab Penerapan Keuangan Berkelanjutan 28, 45
104-106, 118,
E.2 Pengembangan Kompetensi Terkait Keuangan Berkelanjutan
AR: 162
E.3 Penilaian Risiko Atas Penerapan Keuangan Berkelanjutan 32, 40, AR: 172
E.4 Hubungan dengan Pemangku Kepentingan 39-42
E.5 Permasalahan Terhadap Penerapan Keuangan Berkelanjutan 32, 40
Kinerja Keberlanjutan
28-29, 32,
F.1 Kegiatan Membangun Budaya Keberlanjutan
102
Kinerja Ekonomi
Perbandingan Target dan Kinerja Produksi, Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi,
F.2 32
Pendapatan dan Laba Rugi
Perbandingan Target dan Kinerja Portofolio, Target Pembiayaan, atau Investasi pada Instrumen
F.3 32
Keuangan atau Proyek yang Sejalan dengan Keuangan Berkelanjutan
Kinerja Lingkungan Hidup
Aspek Umum
F.4 Biaya Lingkungan Hidup 33
144
Page 145
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Laporan Keberlanjutan 2025
No. Nama Indeks Lokasi
Aspek Material
F.5 Penggunaan Material yang Ramah Lingkungan 80, 91
Aspek Energi
F.6 Jumlah dan Intensitas Energi yang Digunakan 91
F.7 Upaya dan Pencapaian Efisiensi Energi dan Penggunaan Energi Terbarukan 80 - 83
Aspek Air
F.8 Penggunaan Air 89
Aspek Keanekaragaman Hayati
Dampak dari Wilayah Operasional yang Dekat atau Berada di Daerah Konservasi atau
F.9
Keanekaragaman Hayati
F.10 Usaha Konservasi Keanekaragaman Hayati 78-79
Aspek Emisi
F.11 Jumlah dan Intensitas Emisi yang Dihasilkan Berdasarkan Jenisnya 91
F.12 Upaya dan Pencapaian Pengurangan Emisi yang Dilakukan 91
Aspek Limbah dan Efluen
F.13 Jumlah Limbah dan Efluen yang Dihasilkan Berdasarkan Jenis 92-95
F.14 Mekanisme Pengelolaan Limbah dan Efluen 92-95
F.15 Tumpahan yang Terjadi (jika ada) Tidak Relevan
Aspek Pengaduan Terkait Lingkungan Hidup
F.16 Jumlah dan Materi Pengaduan Lingkungan Hidup yang Diterima dan Diselesaikan 90
Kinerja Sosial
Komitmen untuk Memberikan Layanan atas Produk dan/atau Jasa
F.17 40
yang Setara kepada Konsumen
Aspek Ketenagakerjaan
F.18 Kesetaraan Kesempatan Bekerja 109-110
F.19 Tenaga Kerja Anak dan Tenaga Kerja Paksa 110-112
F.20 Upah Minimum Regional 110
F.21 Lingkungan Bekerja yang Layak dan Aman 102-108
F.22 Pelatihan dan Pengembangan Kemampuan Pegawai 120
Aspek Masyarakat
F.23 Dampak Operasi Terhadap Masyarakat Sekitar 122, 124, 132
F.24 Pengaduan Masyarakat 27, 40
F.25 Kegiatan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) 56, 124, 132
Tanggung Jawab Pengembangan Produk/Jasa Berkelanjutan
F.26 Inovasi dan Pengembangan Produk/Jasa Keuangan Berkelanjutan 23, 79, 118
F.27 Produk/Jasa yang Sudah Dievaluasi Keamanannya bagi Pelanggan 34, 53-54
F.28 Dampak Produk/Jasa 23, 52
F.29 Jumlah Produk yang Ditarik Kembali 54
F.30 Survei Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk dan/atau Jasa Keuangan Berkelanjutan 24-25
Lain-lain
G.1 Verifikasi Tertulis dari Pihak Independen (jika ada) 38
G.2 Lembar Umpan Bali 148
G.3 Tanggapan Terhadap Umpan Balik Laporan Keberlanjutan Tahun Sebelumnya 38
Daftar Pengungkapan Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/
G.4 POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa 146
Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik
145
Page 146
Lembar Umpan Balik
Lembar Umpan Balik [POJK G.2]
Kunjungi tautan di bawah ini untuk mengisi form ini dalam versi daring
https://forms.gle/r4hF9T9vqomYdjxz9
Profil Anda
Nama
Institusi/Perusahaan
Surat Elektronik
Nomor Telepon
Silahkan pilih salah satu kelompok pemangku kepentingan yang paling mewakili Anda:
Pelanggan Distributor Organisasi Komunnitas Lokal
Investor Asosiasi Pemasok
Pemerintah Mitra Peternak Penerima Beasiswa
Karyawan Lembaga/Universitas Lainnya, mohon sebutkan:
Bagaimana penilaian Anda terhadap laporan ini
(Nilai 1 = tidak setuju dengan nilai maksimal 5 = setuju)
1 2 3 4 5
1 Laporan ini mudah dipahami
Laporan ini menjelaskan kinerja Perusahaan di
2
dalam keberlanjutan
Laporan ini telah menyediakan data dan informasi
3 yang cukup atas kinerja Perusahaan di dalam
keberlanjutan
Laporan ini meningkatkan kepercayaan Anda di
4
dalam kinerja keberlanjutan Perusahaan
Mohon berikan penilaian terkait apakah data dan informasi
yang disajikan cukup untuk kebutuhan informasi Anda
(Nilai 1 = tidak setuju dengan nilai maksimal 5 = setuju)
1 2 3 4 5
1 Ketahanan Pangan
2 Keselamatan dan Kesehatan Pelanggan
3 Keterlibatan Pemangku Kepentingan
4 Pelatihan dan Pengembangan
5 Ketenagakerjaan
6 Tata Kelola
7 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
8 Pengelolaan efluen dan limbah
9 Kesejahteraan Hewan
10 Masyarakat
146
Page 147
Mohon berikan saran, usul dan/atau komentar Anda agar kami bisa meningkatkan laporan ini
Terima kasih atas saran dan
masukan Anda. Wisma Millenia Lantai 7
Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
Silakan kirim formulir
umpan balik ini kepada kontak Phone : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
yang tertera di laporan ini: Fax : (+62 21) 831 0309
Email : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
Page 148
Halaman sengaja dikosongkan
Page 149
Page 150
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Wisma Millenia Lt.7 Jl. M.T Haryono Kav. 16 Jakarta 12810-Indonesia Telp: +62-21-285 45680 (Hunting) Fax: +62-21-831 0309 www.japfacomfeed.co.id
Page 151
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk
Lorem ipsum dolor
Sustainable Inside sit Out
amet,
conseiusmod tempor
Sustainability incididunt
Report 2025
Laporan Keberlanjutan 2025
Page 152
Page 153
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainable Inside Out Sustainability Report 2025
Page 154
Table of Contents
Table of Contents
Table of Contents 06
About Our Theme 08
Message from Chairman of the Sustainability Committee 10
Sustainability Highlights 2025 14
About the Japfa
Sustainability Report 02
Fostering Communication
39
with Stakeholders
Japfa in Data 43
Method for Determining Material Topics 44
An In-Depth
Look at Japfa 01
Vision and Mission 18
Improving Nutrition 03
Business Scale 19
Market Reach 51
Vertically Integrated Business Model 22
Industrialization Approach 52
Ensuring the Quality of
23
Animal Protein Products Ensuring Food Safety 53
Implementing Sound Corporate
26 Sustainable Supply Chain 55
Governance for Sustainability
JAPFA for Kids 56
Sustainability Committee 28
Promoting Fish
Japfa’s Economic Performance 32 62
Consumption Programme
04
Page 155
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Efficient Human Resource
Production System 04 Development 05
Implementation of Animal Welfare 66 Employees 66
Holistic Animal Health Management 70 Poultry and Aquaculture Farmers 70
Comfortable Animal Handling 74 Community and Planet 74
Healthy Animal Housing 76
Biodiversity Conservation 78
Responsible Energy Practices 80
Digitalisation and Innovation 84
Wastewater Management 90
Managing Emission and Waste 91
GRI Index 138
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 148
Feedback Form 145
05
Page 156
About Our Theme About Our Theme: Sustainable Inside Out The theme Sustainable Inside Out reflects our belief that lasting sustainability is built from within the organisation before it translates into broader impact. At Japfa, progress begins on the ground where operators, technicians, and contract farmers turn practical experience into safer, more efficient, and more responsible practices. These improvements enhance product quality, reduce environmental impact, and ensure that safe, nutritious, and affordable animal protein remains accessible to families across Indonesia. Inside out means strengthening our capability first. We invest in technical training, leadership development, operational innovation, and a culture of safety and discipline. With stronger capability, every function — from feed and farming to processing and distribution — can maintain consistent product quality while optimising resources. This effort is actualised through clear standards and disciplined data management. Digital systems and improved data accuracy provide visibility of performance, enabling rapid adjustments and transparent reporting against sustainability targets. Proven initiatives are then replicated across sites to broaden impact and improve cost efficiency. This is sustainability built from within, not added on. By embedding continuous improvement into daily operations and aligning objectives with measurable results, Japfa delivers safe nutrition for consumers, stronger economic value for contract farmers, and credible ESG progress for stakeholders. Sustainable Inside Out is how we work — and the foundation of how we will continue to grow responsibly. 06
Page 157
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
07
Page 158
Message from Chairman of the Sustainability Committee
Message from Chairman of the
Sustainability Committee [GRI 2-22] [POJK D.1, F.26]
Sustainability begins on the frontline,
where the skills and innovation of
Japfa’s people support a resilient and
responsible food ecosystem.
Dear Valued Stakeholders,
Amidst the howling winds of change and the
waves of global uncertainty, Japfa continues to
forge ahead like a sturdy vessel, not because
the seas are calm, but because our unwavering
commitment and core values keep us firmly on
course. For us, the essence of sustainability is
far more than a mere concept on paper; it is
manifested in tangible actions, from the feed
production floor and rearing farms through to
processing, marketing, and customer service.
At Japfa, the far-reaching impact we aspire
to achieve is rooted in a robust internal
foundation, from strengthening our operations
and empowering our people, through to the
continuous refinement of processes that we
implement consistently across all units.
The year 2025 marks a significant momentum
in our long journey. Japfa Group recognition
as one of TIME and Statista’s World’s Best
Companies 2025 serves as a validation of the
dedication shown by our employees. They
work tirelessly to provide quality protein for
millions of consumers through an integrated
“Farm-to-Table” value chain, which remains the
Company’s core strength.
08
Page 159
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Our pursuit towards Mutual Prosperity begins at the frontline. It is our operators, technicians, and
farming partners who stand as the true architects of every milestone we achieve. Each day, they
translate technical insights and field experience into rigorous work standards — enhancing quality,
reducing environmental impact, and fortifying operational reliability.
This spirit of our operational innovation thrives only within a supportive ecosystem. That is why
Japfa remains steadfast in its commitment to cultivating individual potential, equipping every
member of our community to rise to the evolving challenges of a dynamic industry.
At Japfa, we place capability at the very heart of our priorities. Through continuous training and
innovation challenges, we empower our teams with the skills and accountability required for
consistent excellence across all operations.
In 2025, we launched two key programmes to reinforce this culture:
• Japfa Innovation Awards
Our inaugural competition invited employees across all businesses to convert innovative
ideas into implementable solutions, strengthening the “growing together” spirit that defines
Japfa’s success.
• Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA)
A platform of innovation for all divisions to propose and implement practical solutions that
enhance resource efficiency and reduce waste, transforming creative ideas into meaningful
impact for the Company.
The spirit of innovation is also fostered through various breakthroughs, one of which is Japfa
Aquaculture’s breakthrough in the cultivation of Super PL (Post Larvae), a superior F1 vannamei
shrimp seed designed to enhance farming efficiency. To support optimal growth, Japfa has also
introduced Super PL Feed, Indonesia’s first innovative transitional feed specifically formulated for
these post larvae. Through this combination of seed and feed, we aim to create a smooth feed
transition that supports optimal growth, strengthens shrimp resilience, and further reinforces the
integrated and sustainable Japfa Aquaculture ecosystem.
Our dedication to the nation remains steadfast. To support the vision of
Golden Indonesia 2045, we are actively investing in child nutrition and
food security to help shape a resilient future generation. We bring this
commitment to life through our JAPFA for Kids programme, which proudly
reached 15,498 children across nine regencies in 2025.
09
Page 160
Message from Chairman of the Sustainability Committee We recognise that sustainability is a journey of continuous improvement. For Japfa, sustainability is not merely a target to be achieved, but the way we conduct our business every day. By prioritising the development of our people and refining every process from within the organisation, we are building a food ecosystem that is not only efficient but also resilient against future global challenges. A transformation that starts from the frontline and is supported by internal capabilities lies at the heart of our commitment to benefit the community and the environment. Through the synergy between operational excellence and social responsibility, we ensure Japfa’s growth aligns with the sustainability of the planet and the well-being of future generations. By supporting one another and remaining focused on shared goals, we are confident in navigating the challenges ahead. Thank you for your continued partnership and trust throughout this transformative journey. Renaldo Santosa Chairman of the Sustainability Committee 10
Page 161
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
11
Page 162
Sustainability Highlights 2025
Sustainability Highlights 2025
Named by TIME and Statista Among the World’s Best Companies 2025
TIME magazine and Statista have recognised Japfa as one of
the World’s Best Companies 2025, based on the global ranking
released in September. This achievement reflects the dedication of
more than 38,000 employees across multiple countries who work
to deliver high-quality protein products to millions of consumers.
Through its integrated “Farm-to-Table” value chain, Japfa
supplies nearly 20% of the protein consumed in its core markets,
reinforcing its commitment to supporting sustainable living.
The ranking recognises the 1,000 leading companies worldwide
across employee satisfaction, revenue growth, and sustainability
transparency.
Japfa Innovation Awards
In 2025, Japfa launched its inaugural Innovation Competition, inviting employees from across all
branches to turn creative ideas into actionable solutions. The strong participation and diversity of
submissions revealed how deeply innovation is rooted within the Company’s culture.
By harnessing the ingenuity of our people, these initiatives demonstrated how change begins
from the inside — through collaboration, accountability, and creativity — and extends outward to
strengthen operational efficiency, advance sustainability goals, and reinforce the spirit of shared
growth. This “inside out“ approach reflects Japfa’s belief that empowering individuals at every level
is the key to driving meaningful ESG impact across our business and the communities we serve.
Transforming Indonesia’s Aquaculture with Super PL Innovation
The introduction of Super PL (Post Larvae) in shrimp farming represents a major milestone for
Indonesia’s aquaculture sector. This breakthrough delivers shrimp larvae with improved resilience
and superior growth performance, enabling farmers to achieve higher cultivation efficiency and more
consistent harvest yields. Supported by a specially formulated high-protein feed that maximises genetic
potential, Super PL provides an integrated solution to key farming challenges such as disease resistance,
growth uniformity, and overall production efficiency. Through this innovation, Japfa not only strengthens
the capabilities of local shrimp farmers but also reinforces its position as a pioneer in advancing
productive, reliable, and environmentally responsible aquaculture practices in Indonesia.
12
Page 163
Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA)
The JSIA reflects the Company’s belief that effective sustainability solutions often emerge
from within, encouraging employees across all divisions to embrace sustainability as a shared
responsibility. The programme guides participants from idea generation to implementation,
beginning with submission of abstracts and a shortlisting process to identify the most promising
concepts. Selected teams then join Sustainability Workshops, receiving mentorship and technical
support to refine their ideas into feasible project proposals. In the final stage, teams prepare
exhibitions and present their proposals before a panel of senior management, demonstrating both
technical strength and clarity in articulating potential sustainability impacts. The resulting initiatives
span diverse areas — including energy and water optimisation, waste reduction, and resource
efficiency — and are evaluated based on innovation, feasibility, scalability, and alignment with
Japfa’s sustainability roadmap, ensuring that strong ideas can evolve into tangible and impactful
solutions.
JAPFA for Kids
In 2025, the JAPFA for Kids programme reached
15,498 children across nine regencies, delivering
integrated nutrition support through health checks,
nutrition education, and behaviour-change activities.
By creating awareness of the importance of a
balanced diet and instilling healthy habits essential
for child development, targeted interventions such
as the 1 Day 1 Egg initiative and monthly growth
monitoring helped children previously identified as
undernourished achieve measurable improvements,
lifting many out of malnutrition. This progress was
enabled through a collaborative model involving
schools, teachers, parents, and local health centres,
supported by a digital dashboard that ensured
accurate tracking of height, weight, and Body Mass
Index (BMI). By strengthening community capacity
and embedding good nutrition practices from an
early age, the programme contributes to long-
term child wellbeing and supports better nutrition
outcomes in the regions where Japfa operates -
reflecting our commitment to ESG principles of social
responsibility and sustainable development.
13
Page 164
01 An In-Depth Look at Japfa As one of Indonesia’s leading agri-food companies, Japfa plays a central role in strengthening national food security by providing reliable, affordable, and high-quality animal protein. Guided by a vision of Growing Towards Mutual Prosperity, the Company continues to build a responsible and resilient business that supports communities, fosters collaboration, and upholds social and environmental stewardship across its integrated operations.
Page 165
Vision and Mission 18 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk is one of Indonesia’s
leading agri-food companies, focused on the production
Business Scale 19
of animal protein. With extensive experience and a
Vertically 22 strong commitment to quality, we continue to innovate
Integrated
Business Model and grow, serving as a trusted company in supporting
national food security while ensuring the nutritional
Ensuring the 23
needs of communities are met. [GRI 2-6] [POJK C.4]
Quality of Animal
Protein Products
To facilitate understanding in this report, we use the
Implementing 26
Good Corporate terms “Japfa,” “the Company,” or “We” to refer to PT
Governance for Japfa Comfeed Indonesia Tbk as the reporting entity.
Sustainability “Japfa Poultry” refers to our poultry operational activities,
Sustainability 28 “Japfa Aquaculture” refers to our aquaculture operations,
Committee while “Japfa Group” refers to the parent Company,
Japfa’s Economic 32 Japfa Pte Ltd, and and all of its subsidiaries.
Performance
For more information, please visit
the official Japfa website via the following link:
[POJK C.3], [GRI 2-1]
https://www.japfacomfeed.
co.id/japfa-at-a-glance
Page 166
An In-Depth Look at JAPFA
Vision and Mission [GRI 2-6, 2-23] [POJK C.1, F.17]
Japfa’s Vision and Mission have been carefully shaped through a process of discussion and
evaluation, and jointly endorsed by the Board of Commissioners and the Board of Directors as
the guiding foundation for all business activities. They serve as a compass for the Company in
conducting business responsibly, fostering strong partnerships with communities, and embedding
principles of social and environmental sustainability into every aspect of operations.
Vision Growing Mission To be the leading
Towards Mutual dependable provider of
Prosperity affordable protein foods in
Indonesia by building on the
foundation of our excellent
Details of Japfa’s teamwork and proven
Vision and Mission experience for the benefit of
are available on the
Company’s website: all stakeholders.
https://www.japfacomfeed.
co.id/vision-mission
16
Page 167
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Business Scale [GRI 2-1] [POJK C.3]
We manage an integrated end-to-end supply Japfa Business
Overview is
chain that encompasses feed production facilities, accessible via
breeding, farming, and distribution of products the following link:
to consumers, with an operational reach covering
almost all regions of Indonesia. All these activities https://www.japfacomfeed.
co.id/business-overview
are supported by a workforce of over 30,000
employees across our various operational areas.
Total Employees [GRI 2-7]
Male
Employees
2025 2024 2023
15,076 14,762 14,927
Permanent Permanent Permanent
12,322 11,831 11,528
Contract Contract Contract
Total
27,398 26,593 26,455
Female
Employees
2025 2024 2023
3,079 2,922 2,917
Permanent Permanent Permanent
1,132 1,060 1,000
Contract Contract Contract
Total
4,211 3,982 3,917
Total
Employees
2025 2024 2023
31,609 30,575 30,372
17
Page 168
An In-Depth Look at JAPFA
Total number of employees by employment contract
(permanent and temporary), by region
2025 2024 2023
Area of work
Permanent Temporary/ Permanent Temporary/ Permanent Temporary/
contract contract contract
Feed 3,601 689 3,645 630 3,782 596
Poultry Breeding 3,647 8,232 3,715 7,770 3,860 7,348
Commercial Poultry 2,254 561 2,209 326 2,189 383
Poultry Processing 1,178 754 780 887 752 766
Aquaculture 1,780 307 1,793 279 1,855 262
Consumer Food 2,315 1,964 2,110 2,036 2,080 2,042
SBU AHLE 995 224 930 222 879 245
SBUs 1,773 646 1,991 645 2,038 785
CSS HO 466 57 434 87 373 97
HO Downstream 146 20 77 9 36 4
TOTAL 18,155 13,454 17,684 12,891 17,844 12,528
Employee data was collected through the Human Capital Management ERP system (ERP HCM) using
the headcount method at the end of the reporting period. During the reporting period, Japfa did not
employ any part-time workers and there were no significant changes in the number of employees.
In 2025, the number of male employees remained higher than female employees, reflecting the
characteristics of the Indonesian agri-food sector, which has traditionally been male-dominated. This
trend is shaped by several factors, including perceptions of gender roles, labour mobility, cultural
norms, physical demands, and job preferences associated with this sector. [GRI 2-7, 2-8]
Details about our operations can be found in the 2025 Annual
Report or on the Company’s website
[GRI 2-1] [POJK C.3].
https://www.japfacomfeed. https://www.japfacomfeed.
co.id/annual-report co.id/operational-area
18
Page 169
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
19
Page 170
An In-Depth Look at JAPFA
Vertically Integrated
Business Model [GRI 2-6] [POJK C.4]
Japfa operates a vertically integrated business model, overseeing the entire production chain
from upstream to downstream. This integrated approach enables the Company to serve a
diverse customer base - including poultry, fish, and shrimp farmers, distribution agents, fast food
restaurants, and end consumers - while ensuring efficiency, consistency, and quality across every
stage of the value chain.
Upstream Midstream Downstream
Production of livestock, Commercial poultry Processing of livestock
fish, and shrimp feed, farming, fish and and aquaculture products,
as well as hatchery shrimp aquaculture, as well as the production
operations and cattle fattening of ready-to-cook and
ready-to-eat
20
Page 171
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Ensuring the Quality
of Animal Protein Products
Japfa is committed to delivering safe and
affordable, nutritious halal animal protein food
through rigorous, high-quality production
processes. This is achieved by sourcing premium
raw materials and leveraging innovation to meet
the evolving needs of consumers across the
entire value chain - from feed and breeding to
the farming of poultry, fish, shrimp, and cattle, as
well as their processed products. All production
adheres to strict food safety standards and
prioritizes animal welfare principles, ensuring
responsible and sustainable practices. [GRI 2-6][POJK C.4] Japfa Food partnered with
Garuda Indonesia to introduce
As part of its downstream integration strategy, our premium probiotic Olagud
Japfa has presented Japfa Food to reach a broader
chicken to in-flight menus on
consumer base. Offering a diverse portfolio of
products, including fresh chicken, processed meats, the Jakarta–Singapore route.
and other food items. Japfa Food brings production High in protein and collagen,
output closer to retail markets and households, whilst remaining low in
reinforcing the Company’s commitment to accessible
fat and cholesterol, Olagud
nutrition and sustainable living.
delivers a nutritious and
Details of Olagud products can
flavourful culinary experience
be accessed on this page
at altitude — proving that
health-conscious innovation
need not compromise on taste.
[POJK B.1, F.26]
www.olagud.com
@olagud.id
21
Page 172
An In-Depth Look at JAPFA
Further details on Japfa’s products, business
activities, and Olagud products can be found on
the Company’s website.
Produk dan bisnis Japfa: Produk Olagud:
https://www.japfacomfeed. www.olagud.com
co.id/business-overview @olagud.id
22
Page 173
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Product Information Transparency through Packaging Labels
Japfa communicates product information transparently and comprehensively
through packaging labels. The information provided includes composition,
nutritional value, usage instructions, production date, and expiration date, enabling
consumers to use the products safely and correctly. For certain product, such
as vaccines, we have integrated barcodes to provide digital access to essential
information. This initiative not only enhances convenience but also reduces paper
consumption, reflecting our broader commitment to sustainable business practices.
[GRI 417-1]
Maintaining Customer Satisfaction
Japfa conducts annual surveys to gain insights into customer experiences and
satisfaction levels. The findings serve as a foundation for continuous improvement,
ensuring that our products and services remain responsive to evolving customer
needs and expectations.
In 2025, the Customer Satisfaction Index results showed a positive trend, demonstrating
Japfa’s consistency in maintaining quality and building customer trust. [POJK F.30]
Animal Feed
Products
2025 2024 2023
97% 87% 84%
Animal Health
Products and
Livestock
2025 2024 2023
89% 88% 86%
Equipment
23
Page 174
An In-Depth Look at JAPFA
Implementing
Good Corporate Governance
for Sustainable Growth
Operating in a sector where public trust is paramount, Japfa upholds the principles of Good
Corporate Governance (GCG) by embedding ethical, accountable, and sustainable practices that
safeguard the interests of all stakeholders.
A Robust Organisational Structure
Japfa’s organisational structure is designed to ensure transparent and accountable decision -
making, aligned with sustainability principles, aligned with sustainability principles, while enabling
effective communication across all management levels. Oversight is strengthened by Board-level
committees responsible for economic, social, and environmental matters. The effectiveness of this
governance process is reviewed periodically to ensure alignment with industry developments and
evolving sustainability risks, reinforcing JAPFA’s commitment to responsible and resilient growth.
[GRI 2-9, 2-12] [POJK C.6]
More comprehensive information
on the organisational structure can
be found on the Company’s website
and in Japfa’s Annual Report:
https://www.japfacomfeed. https://www.japfacomfeed.
co.id/annual-report co.id/organization-structure
Ethical Business
Japfa grounds its operations in ethics and integrity through
Throughout 2025,
the implementation of a Corporate Code of Ethics, which
encompasses principles of anti-corruption, anti-bribery, and
Japfa socialised its Code
anti-fraud. This code is regularly communicated across all of Ethics — including its
division both offline and online via Journex, including during anti-corruption and anti-
new employee orientation, to foster a culture of clean, bribery policies — to 1,300
responsible, and accountable conduct. [GRI 2-23, 2-24] employees across various
units via Journex. During
To strengthen governance, JAPFA has established clear
the same period, internal
guidelines for the Board of Commissioners and the Board of
audits found no incidents
Directors, supported by an independent Audit Committee
that oversees financial reporting and regulatory compliance.
of corruption in any of the
In addition, the Company’s Investor Relations policy ensures Company’s operational
accurate and timely disclosure of information, reinforcing areas. [GRI 2-24, 205-2, 205-3]
transparency, building investor trust, and supporting long-
term, sustainable decision-making.
24
Page 175
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
JAPFALERT
Japfa fosters an open work environment built on Access to
JAPFALERT
integrity through the provision of its whistleblowing
system, JAPFALERT. This system enables both employees
and external parties to report suspected breaches of the
Code of Conduct or regulations safely and without fear. https://www.japfalert.com/
Every report is investigated seriously and objectively,
with the whistleblower’s identity kept strictly confidential
to prevent any form of retaliation, in accordance with
applicable regulations. [GRI 2-16, 2-25, 2-26] [POJK F.24]
Complete information on the Company’s Code of Ethics, the Guidelines for the Board of
Commissioners and Directors, the Investor Relations Policy, the Audit Committee, and other
supporting committees can be accessed via the following link:
Corporate Guidelines for Investor Audit Annual
Code of Ethics the Board of Relations Policy Committee Report
https://japfacomfeed. Commissioners https://japfacomfeed. https://japfacomfeed. https://japfacomfeed.
co.id/code-of-ethics and Directors co.id/investor-relations- co.id/audit-committee co.id/annual-report
policy-
https://japfacomfeed.
co.id/guidelines-for-
boc-bod
25
Page 176
An In-Depth Look at JAPFA
Sustainability Committee
Based on the Board of Directors Decree No.073/KEP/Dir-JAPFA/LD-CS/XII/2023 dated December
29, 2023, Japfa updated the structure of its Sustainability Committee to strengthen the governance of
sustainability aspects across all operational units. The committee is directly led by the President Director
and comprises representatives from the Board of Commissioners and the Board of Directors.
In its implementation, the Sustainability Committee is supported by the Sustainability Coordinating
Sub-Committee and respective Division Heads. This committee plays a key role in steering the
implementation of the sustainability strategy, ensuring alignment with Japfa’s environmental vision
and providing support to achieve long-term business objectives. [GRI 2-9, 2-12, 2-24] [POJK A.1, E.1, F.1]
Roles and Responsibilities of the Sustainability Committee [GRI 2-12]
1. Establishing and proposing sustainability policies and development directions to
the Board of Directors for approval.
2. Developing sustainability strategies for a specified timeframe. [POJK D.1]
3. Evaluating the outcomes of sustainability strategy implementation, providing
recommendations for improvements, and reporting to the Board of Directors at
least once a year. [GRI 2-13]
4. Approving the annual Sustainability Report. [GRI 2-14] [POJK E.1]
5. Appointing relevant sub-committees for the implementation of sustainability
strategies in operational divisions.
6. Reviewing and approving Key Performance Indicators (KPIs) and Sustainability
Performance Targets (SPTs) for sustainability-related transactions. [POJK E.1]
The composition of the Sustainability
Committee is available via the following link:
https://www.japfacomfeed.co.id/
sustainability-governance
26
Page 177
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Sustainability Pillars
Affordable Nutritious Proteins
Efficient People Improving
Production System Development Nutrition
Large Scale Operations & Knowledge Management Feed More People
Advanced Technology
Healthy Animals Employees Facilitating Access to
Biosecurity Training & Development Affordable Proteins
Vaccines Sports for Life Balance Geographical Reach
Animal Welfare Industrialised Approach
Balanced Diet
Efficient Use Farmers Japfa for Kids
of Resources
Technical Assistance Education Programmes about
Energy Balanced Diet
Skills Improvement for Children & Teachers
Water
Reusable Packaging
Local Sourcing
Minimise Waste Community Food Safety
& Emission & Planet & Traceability
Manure Management Education Programmes Food Safety
& Hygiene Standards
Air Pollution Control Focused on Agriculture
Halal Slaughterhouses
Wastewater Treatment Reducing Biodiversity Loss
Traceability Back to the Farm
Japfa’s sustainability pillars are fully integrated into the Company’s business strategy and
operations, serving as the foundation for responsible and resilient growth. This framework enables
Japfa to adaptively respond to evolving economic, social, and environmental dynamics. The
pillars emphasize our commitment to improving nutrition through efficient production systems
and investing in human capital development. With the recent expansion to include biodiversity
management, Japfa has strengthened its alignment with global priorities in nature conservation.
Through these pillars, the Company not only enhances individual capacity but also empowers
communities to play an active role in ecosystem preservation, underscoring our strategic
commitment to advancing ESG principles and long-term sustainability. [POJK F.1]
27
Page 178
An In-Depth Look at JAPFA
Business and Environmental Risk Management
Japfa implements a stringent risk management system to support business sustainability and
minimise potential negative impacts on people and the environment. This system encompasses the
identification of various risk types, including potential corruption risks, and is supported by both
internal and external audits that uphold the principles of integrity, transparency, and accountability.
Every audit finding is addressed responsibly in accordance with applicable regulations. More detailed
information regarding the Company’s risk management can be found in the Governance chapter of
the 2025 Annual Report and on the Company’s website. [GRI 205-1, 205-2] [POJK E.3]
The monitoring of sustainability risks and opportunities is conducted on an ongoing basis, including
the tracking of environmental performance data via the Japfa Sustainability Reporting System
(JSRS) and the Sustainalitics dashboard. As part of a process refinement in 2025, Japfa updated
its Scope 2 Greenhouse Gas (GHG) emissions calculation methodology within the JSRS. Further
information regarding the JSRS is presented on pages 84–85.
More detailed information on the Company’s risk management
can be found in the Governance chapter of the 2025 Annual
Report and on the Company’s website: [POJK E.3, E.5]
https://www.japfacomfeed. https://japfacomfeed.co.id/
co.id/risk-management- annual-report
policies
Japfa Group Sustainability Targets
Since 2022, the Japfa Group has established sustainability targets using data from that year as an
initial baseline. These targets cover two main focus areas: environmental and social aspects. On
the environmental front, Japfa targets emission reduction by setting a Scope 1 Emissions target,
calculated based on emissions per kilogram of live bird. Meanwhile, on the social front, Japfa is
committed to continuously enhancing the capacity of its employees and partner farmers through
ongoing training to support productivity and more responsible decision-making.
In 2025, Japfa launched the Japfa Sustainability
Initiative Awards (JSIA), an inter divisional competition
designed to foster innovation and strengthen the
involvement of all divisions in achieving the Company’s
sustainability targets. Through this programme, Japfa
recognises the most impactful proposals that directly
support its sustainability objectives, reinforcing the
Company’s ongoing commitment to advancing its
overall sustainability agenda. [GRI 2-24]
28
Page 179
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
In accordance with the established targets, JAPFA recorded the following achievements in 2025:
1. Achieved an average training rate per employee per year of 13,9 hours.
2. In 2025, 100% of the new poultry houses constructed by the Company utilised
the closed-house system.
3. Training Targets for Farmer Partners
In 2023, the Company initiated the development of a training recording system for partner
farmers through a pilot phase. During this stage, the primary focus was on testing recording
methods and providing training to Field Extension Officers (PPL) to ensure accurate and
consistent reporting.
In 2024, the system was fully implemented into operations, enabling 100% of training activities
to be recorded. This achievement allowed the Company to establish a baseline for training
duration as a foundation for transparent and measurable performance monitoring.
In 2025, the system recorded an increase in training duration of more than 90%, driven
by a combination of technical extension services and various empowerment programmes.
This increase reflects deeper engagement with partner farmers. The Company also remains
committed to continuously improving the quality of training for farmer partners.
29
Page 180
An In-Depth Look at JAPFA
Sustainability-Linked Loan and Sustainability Initiatives
In 2025, Japfa secured an additional Sustainability-Linked Fulfillment of Sustainability-
Loan (SLL) of USD 150 million, facilitated by DBS Bank Linked Bond (SLB) Commitments
and Rabobank, reinforcing the Group’s commitment to
Details regarding audits and
embedding ESG principles across the agri-food sector. additional information:
This financing facility is tied to Key Performance Indicators
(KPIs) that include reducing water consumption through
recycling, advancing the transition to clean energy via the
Zero Coal initiative, and improving children’s nutritional
access through the Japfa for Kids programme. Notably,
https://www.japfacomfeed.co.id/stock-
by incorporating a social indicator for the first time, this bond-information
SLL reflects Japfa’s holistic approach integrating both
environmental and social responsibilities to strengthen
sustainable food security across Asia.
Japfa’s Economic Performance
To consistently provide affordable and safe animal protein for millions of people, Japfa requires
positive economic performance that is aligned with its commitment to People, Planet, and Profit (3P).
Throughout 2025, Japfa recorded solid economic performance in line with established targets. All
business activities were conducted in compliance with applicable social and economic regulations.
There were no sales bans or distribution restrictions on Japfa products, reflecting the Company’s
adherence to regulations and the trust placed in it by the authorities. . [GRI 2-27] [POJK F.2, F.3]
Amidst these achievements, our vertically integrated business model continues to navigate various
risks, which we have categorised into seven key areas: Business, ESG (Environmental, Social, and
Governance), Operational, People, Financial, Compliance, and Technology. Nevertheless, this
landscape also presents significant sustainability opportunities for the Company. We aim to mitigate
these risks while optimising our operations through the implementation of adaptive strategies.
These include reinforcing biosecurity and biosafety policies, enhancing operational efficiency,
strengthening quality control, and investing in production facilities to bolster the supply chain. This
approach not only safeguards our competitiveness but also deepens our collaboration with local
supply partners.
Details about risk management can be
found in the 2025 Annual Report:
https://www.japfacomfeed.co.id/
annual-report
30
Page 181
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
[GRI 201-1] [POJK B.1, F.2, F.3] In millions of Rupiah (IDR)
Disclosures 2025 2024 2023
Direct Economic Value Generated
Revenue 60,715,806 55,800,849 51,175,898
Interest Income 66,874 50,228 44,272
Other Net Income/(Expenses) 287,553 210,204 139,161
Total 61,070,233 56,061,281 51,359,331
Economic Value Distributed
Operating Cost (Cost of sales, SG&A exclude staff cost) 49,066,467 45,698,456 44,620,820
Employee wages and benefits 5,499,616 4,889,053 4,267,880
Payment to providers of equity capital - dividends 1,667,063 1,688,988 1,569,494
Community Investment
Corporate Social Responsibility (CSR) 41,019 28,208 8,691
Edufarmers Foundation 35,033 15,000 14,450
Payment to government 1,077,316 715,863 406,068
Total 57,386,514 53,035,568 50,887,403
Economic Value Retained
Economic Value Retained 3,683,719 3,025,713 471,928
Sustainable Investment
[GRI 201-2] [POJK F.4]
In millions of Rupiah (IDR)
Sustainability
Categories 2025 2024 2023
Pillars
Environmental
Investment for More
248,158 129,170 103,334
Sustainable Operations
Efficient Resource Usage 10,636 14,106 11,017
Waste and Emission Minimisation 43,535 26,107 26,037
Efficient Product
Systems Livestock Health and Welfare
678 511 216
Enhancement
New Technology Investment to Enhance
10,446 8,039 6,168
Operational Efficiency
Audit/Assessment/Certification ESG Cost 3,092 3,472 3,020
Total Environmental Investment 316,545 181,404 149,792
Social
Human Capital Human Capital Development
132,884 89,522 163,867
Development (Employees, Farmers, Community)
Nutrition
Nutrition Improvement 17,559 9,592 7,329
Improvement
Total Social Investment 150,443 99,114 171,195
GRAND TOTAL 466,988 280,518 320,987
*) To advance operational sustainability, we have categorised our sustainability-related expenditures into two main categories:
environmental and social. We have segregated these investment expenditures for improved tracking since 2022.
31
Page 182
An In-Depth Look at JAPFA
Association Memberships
Through active membership in several industry associations, Japfa plays a role in fostering cross-sectoral
collaboration to strengthen the national food ecosystem. This involvement serves as a means for
sharing best practices, keeping abreast of regulatory developments, and strengthening the Company’s
contribution to building a more resilient and sustainable agri-food sector. [GRI 2-28] [POJK C.5]
Associations
Indonesian Employer’s Indonesian Fishery Indonesian Feedmills Shrimp Club Indonesian Veterinary
Association (APINDO) Producers Processing Association (GPMT) Indonesia (SCI) Medicine Association
DKI Jakarta and Marketing (ASOHI)
Association (AP5I)
Association of Veterinary Public Indonesian Poultry Indonesian Poultry Chamber of Commerce
Indonesian Poultry Health Association Farmers Association Science Sociey (MIPI) and Industry (KADIN)
Slaughterhouses (ASKESMAVETI) (PINSAR) South Jakarta
(ARPHUIN)
Indonesian Poultry Indonesia CSR Society Indonesian Aquaculture Indonesian Poultry
Veterinary Association Society (MAI) Breeders Association
(ADHPI) (GPPU)
Certifications [POJK F.27]
FSSC 22000 AEO Certification ISO 14001 ISO 45001 Aquaculture
Stewardship Council
(ASC)
32
Page 183
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Awards Received in 2025
TIME Magazine and Statista
TIME magazine and Statista recognised Japfa as one of the World’s Best
Companies 2025. Selected from 1,000 global leaders based on employee
satisfaction, revenue growth, and sustainability transparency, this accolade
highlights the dedication of our 38,000-strong workforce.
Fortune 100 Indonesia 2025
Japfa proudly ranks 23rd in the Fortune 100 Indonesia
2025. This recognition underscores our resilient
performance and consistent delivery, driven by robust
business fundamentals, integrated operations, and
disciplined risk management.
Tempo-IDN Financials 52 Index Awards
Japfa received the Tempo-IDN Financials 52 Index
awards in the High Growth, High Dividend & Main
Index categories at the 2025 Malam Apresiasi Emiten,
presented by Tempo Media Group to publicly listed
companies demonstrating strong fundamentals, stable
performance, and promising growth prospects.
A complete list of associations,
certifications, and awards is available
in the 2025 Annual Report:
https://www.japfacomfeed.
co.id/annual-report
33
Page 184
02 About the Japfa Sustainability Report This Sustainability Report reflects Japfa commitment to transparent and accountable disclosure as we continue to strengthen our environmental, social, and governance performance. Through this annual publication, we present our progress, evaluate our initiatives, and reinforce our dedication to creating positive impact for our stakeholders and society.
Page 185
Fostering 39 This Sustainability Report has been
Communication
with Stakeholders
prepared in accordance with POJK 51/2017,
the GRI 2021 Standards, and the GRI Sector
Japfa in Data 43
Standard 13: Agriculture, Aquaculture,
Method for 44
Determining and Fishing, as the primary guidelines for
Material Topics
compiling sustainability information that is
relevant and material to Japfa.
Japfa remains committed to transparently communicating
its sustainability performance to build trust with all
stakeholders every year. One of our key efforts is the
publication of this 2025 Sustainability Report, which
outlines our commitments and tangible efforts in the
environmental, social, governance, and economic aspects,
all of which we continue to develop responsibly.
While the information in this report is non-exhaustive, we
maintain our commitment to consistent and transparant
communication of our sustainability efforts. It also serves
as a reference point for the progress, achievements, and
lessons gained from the initiatives we have implemented.
Through ongoing evaluation and improvement, we are
committed to strengthening our positive impact on both
the environment and society.
This report is the seventh Sustainability Report published
since 2018. Although prepared separately from the
Company’s Annual Report, it forms part of Japfa’s
general-purpose financial reporting. This report is
published concurrently and constitutes an integral whole
with the 2025 Annual Report, which is accessible via the
Company’s official website.
The reporting period aligns with the Annual Report,
covering 1 January 2025 to 31 December 2025, and
includes all of Japfa’s operational units. This report was
published in 7 April 2026.
Page 186
About the JAPFA Sustainability Report
Japfa has prepared this report based on the Global Reporting Initiative (GRI) Standards. We
have also prepared it in accordance with the Financial Services Authority Regulation Number
51/POJK.03/2017 (POJK 51/2017) on the Implementation of Sustainable Finance for Financial
Service Institutions, Issuers, and Public Companies, further regulated by the Financial Services
Authority Circular Letter Number 16/SEOJK.04/2021 regarding the Form and Content of the
Annual Report of Issuers or Public Companies.
In 2025, we further strengthened our Sustainability Report disclosures on the role of the Board
of Directors and Board of Commissioners in overseeing sustainability governance, particularly
their supervision of risk management and the effectiveness of related processes. Building on
previous feedback, we refined the depth and clarity of these disclosures and enhanced our
already robust risk management framework to ensure continued relevance and alignment with
evolving best practices. [GRI 2-2, 2-3] [POJK G.3]
More detailed information on the Company’s risk management can be found in the Governance
chapter of the 2025 Annual Report and on the Company’s website. [POJK E.3, E.5]
Japfa also considers various indicators from ESG rating agencies, such as the Asean Corporate
Governance Scorecard, MSCI, S&P, SRI-KEHATI, and the TCFD Recommendations. We
collaborated with a third party in the data analysis and evaluation process to ensure the
accuracy and integrity of this report. External assurance has not been obtained for this report.
This report is presented in Indonesian along with
its English translation. The Sustainability Report is
available on the Company’s official website.
[GRI 2-5][POJK G.1]
We welcome all feedback on this report. A feedback
form is available via the link provided at the end
of the report, and any questions, suggestions, or
comments may be submitted through the contact
channels listed. Your input helps us continuously
improve the quality and transparency of our
sustainability reporting. [GRI 2-3][POJK C.2, G.2]
[GRI 2-1, 2-3] [POJK C.2]
Company Address
Wisma Millenia Lantai 7
Jl. M.T. Haryono Kav. 16,
Jakarta 12810 – Indonesia
Phone : (+62 21) 285 45680
(Hunting)
Fax : (+62 21) 831 0309
E-mail : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
36
Page 187
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Fostering Communication
with Stakeholders
Effective stakeholder engagement is fundamental to Japfa’s sustainability approach. We recognise
that open, consistent dialogue with our stakeholders not only builds trust but also strengthens the
long-term resilience of our business. We maintain constructive relationships with a wide range of
stakeholders — including employees, customers, financial institutions, shareholders, government
agencies, distributors, industry associations, communities, partner farmers, and suppliers. Through
ongoing engagement and collaboration, we work to identify shared priorities, unlock mutually
beneficial opportunities, and encourage active participation in our sustainability journey. By listening,
learning, and partnering with those who are integral to our value chain, Japfa continuous to cultivate
a supportive ecosystem that advances responsible growth and collective progress. [GRI 2-29, 3-3][POJK E.4]
Investors (including shareholders, bondholders, fund managers, and others)
1. Annual General Meeting of Shareholders (AGMS)
2. Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS)
Engagement Method 3. Conferences, teleconferences, individual meetings, group meetings, email
4. Public Presentations
5. Visit to Operational Units
1. Quarterly
Frequency 2. Annually
3. Ad hoc
AGMS (Annual General Meeting of Shareholders)
1. Approval of the Annual Report and ratification of the Company’s Financial
Statements for the fiscal year 2024.
2. Determination of the allocation of the Company’s net profit for the fiscal year 2024.
3. Granting of authority and power to the Company’s Board of Commissioners to appoint
a Public Accountant to audit the Company’s books for the 2025 fiscal year, and to determine
the remuneration for said Public Accountant.
4. Appointment of members of the Company’s Board of Commissioners and Board of Directors.
5. Determination of salaries and benefits for members of the Board of Commissioners and
Board of Directors.
EGMS (Extraordinary General Meeting of Shareholders)
Approval of a) the Company’s plan (request for a mandate) to conduct a share buyback
in accordance with Financial Services Authority (OJK) Regulation Number 29 of 2024 dated December
Topics 29, 2024, concerning the Buyback of Shares Issued by Public Companies, and b) the use of the
repurchased shares, and c) the authorization granted to the Board of Directors to determine the
implementation and usage thereof.
Conferences, Teleconferences, Individual Meetings, Emails
1. Overall performance review (financial and non-financial)
2. Operational Information
Public Presentations
1. Company Profile
2. Operational Performance as of December 31, 2024
3. Financial Highlights
4. Challenges and Future Strategies
5. Q&A Session
37
Page 188
About the JAPFA Sustainability Report
Customers [POJK F.17]
1. Information through websites and digital networks
Engagement Method 2. Call center
3. Satisfaction surveys
1. Available 24 hours
Frequency
2. Ad hoc (as needed)
1. Product and service information, including production processes
2. Coordination to fulfill customer requirements
Topics 3. Payment methods (credit and debit)
4. Complaint handling and solution provision [GRI 2-25] [POJK F.24]
5. Customer satisfaction surveys
Associations
1. Telephone calls
Engagement Method
2. Direct field visits
1. Daily
Frequency 2. Weekly
3. Ad hoc (as needed)
1. Profit-sharing scheme
2. Education on poultry nutrition and feed management
Topics 3. Technical consultations
4. Farm operational management
5. Implementation of sustainable practices in livestock and fisheries farming
Educational Institutions/Universities
Engagement Method Socialization and coordination
1. Ad hoc (as needed)
Frequency 2. Monthly
3. Annually
1. Information on Japfa’s collaborations and programme activities
2. Scholarship recipient recruitment and administration process
Topics
3. Reports on scholarship recipients’ activities
4. Grants and support from the government
Local Community Organizations
1. Meetings with Local Community Organizations (LCOs), local communities, and village officials
Engagement Method
2. Phone calls and/or direct visits
1. Ad hoc (as needed)
Frequency
2. Semi-annually (twice a year)
1. Socialization of programme and activities
Topics
2. Implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) programme
38
Page 189
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Suppliers
Engagement Method Phone calls and/or direct visits
Frequency Ad hoc, daily, semi-annually, and/or annually
1. Pricing offers and market competition
2. Service quality evaluation
3. Supplier audit process
Topics
4. Product information and evaluation
5. Product update policies
6. Implementation of sustainable procurement practices
Government
Engagement Method Socialisation and coordination meetings
1. Ad hoc
Frequency 2. Monthly
3. Annually
1. Business licensing and regulation
2. Certification
3. Coordination of trade system
4. Compliance and periodic reporting
5. Dissemination of government regulations
6. Gemar Makan Ikan campaign
Topics
7. Collaboration regarding Synergised Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
8. Seminars and public policy forums
9. Expert discussion on the requirements for food safety assurance, cold chain system, and the
implementation of NKV (Veterinary Control Number)
10. One Health Implementation - monitoring residues and antibiotic resistance
11. Sustainable agribusiness, covering livestock and aquaculture farming
Employees
1. Employee meetings, workshops, training and capacity building
Engagement Method
2. Communication forums, meetings, and annual celebrations
3. Weekly,
4. Monthly,
Frequency
5. Annually
6. Ad hoc
1. Socialisation of employee policies and strategies
2. Japfa Conversation
3. Performance evaluation and career development
Topics 4. Online and o#ine training (technical and soft skills)
5. Occupational Health and Safety assurance program
6. Internal news channels such as Japfa Link, Berkat Magazine and Japfa Newsletter to communicate
information about the Company published periodically
39
Page 190
About the JAPFA Sustainability Report
Distributors [GRI 2-6]
Engagement Method Direct visits, phone calls, and meetings
Frequency Ad hoc and/or daily
1. Sales performance evaluation
2. Product, pricing, and service-related information
Topics
3. Company’s financial condition
4. Production facility inspection and auditing
Scholarship Recipients
Engagement Method Programme socialization, mentoring, and activity monitoring
Frequency Ad hoc, monthly, once a month, and/or every six months
1. Scholarship admission and selection process information
2. Recipient’s administrative completeness
Topics
3. Proposal submission and activity reporting
4. Information or reports on additional activities outside the main programme
Contract Farmers
1. Coordination meetings and knowledge-sharing sessions (technical assistance) on-site and online.
2. On-site visits to Japfa’s farming facilities.
Engagement Method
3. Technical training and capacity building.
4. Discussion forum
1. Twice a week.
Frequency 2. Daily (for recording in the application).
3. Periodic / ad hoc.
1. Education on poultry nutrition and health management.
2. Implementation of modern technology and sustainable work practices.
Topics 3. Monitoring and recording the accuracy of daily feed consumption data.
4. Discussions on operational challenges and the provision of appropriate solutions.
5. Discussions on farm management.
40
Page 191
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Japfa in Data
This sustainability report covers all of Japfa’s business entities. However, the primary focus of this
report remains directed at the two largest operational sectors, namely poultry and aquaculture.
[GRI 2-2]
The poultry operations Poultry operations are the most dominant
contribute component of our operations and this sector
is the primary focus of the sustainability
report. The aquaculture sector is also a
90% special focus, in line with the increasing
to Japfa’s total revenue. demand for sustainable fishery products.
There are no restatements of data or information reported in the previous year. [GRI 2-4]
Financial and Employment Data
Financial and employment data for the 2023–2025 fiscal period reflects the consolidation of all Japfa
entities, supported by internal systems.
Environmental Data
The environmental data included in this report represents nearly A complete list of entities
included in our financial,
all of Japfa’s operational lines throughout the 2023–2025 period. employment, and
In 2025, we expanded our reporting scope to encompass 349 environmental disclosures is
available in our 2025 Annual
units, comprising both operational and non-operational units Report.
(including offices). This addition marks an increase of five units
compared to the scope reported in 2024.
During this period, reporting has covered all Company operations,
including poultry, aquaculture, and supporting businesses.
This achievement demonstrates the tangible results of cross- https://www.japfacomfeed.
co.id/annual-report
unit collaboration in enhancing transparency and advancing
sustainability practices.
41
Page 192
About the JAPFA Sustainability Report
Method for Determining
Material Topics [GRI 3-1]
This report has been prepared in accordance with GRI reporting principles, which include accuracy,
balance, clarity, comparability, completeness, sustainability context, timeliness, and verifiability.
We have also considered stakeholder engagement, the relevance of material topics, and the
completeness of information to produce a comprehensive and informative report.
To determine material topics, Japfa applies a double materiality assessment based on the Japfa
Sustainability Pillars, results from Life Cycle Assessments (LCA) and Social Life Cycle Assessments
(S-LCA), literature reviews, and other industry issues within the livestock and aquaculture sectors in
Indonesia and internationally, including those identified as material by sustainability rating agencies.
To map priority issues, we conducted a materiality survey to gather perspectives from various
internal and external stakeholders. This initial process considers the extent to which the Company’s
activities have actual or potential impacts on the environment, society, and the economy. [GRI 3-1]
Furthermore, in determining the material topics for this sustainability report, management has
exercised significant judgements to filter these issues within the context of the Company’s business
resilience and sustainability.
This comprehensive process has yielded ten key topics based on both internal and external
stakeholder perspectives. These ten topics form the focus of our reporting, which has been aligned
with GRI standards and the Sustainable Development Goals (SDGs), and is being progressively
integrated with the IFRS disclosure framework.
The full list of Japfa’s contributions to the SDGs
can be found on the Company’s website.
https://japfacomfeed.co.id/
overview
42
Page 193
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
The development of this sustainability report is overseen by the Sustainability Committee and
Company management to ensure accuracy and timeliness. The involvement of the committee and
management occurs from the initial formulation process, analysis of survey results, through to the
finalization and ultimate validation of the report’s content. [GRI 2-14][POJK E.1]
Research and Focus Group Internal Surveys for Materiality Validation and List of Material
Development of Discussions Management Internal and Matrix Approval of Topics
the Materiality with Internal Discussions External Material Topics
Survey Stakeholders Stakeholders
43
Page 194
About the JAPFA Sustainability Report
Material Topics in 2025 [GRI 3-2]
In 2025, our materiality assessment reaffirmed the priorities most relevant to stakeholders and to
Japfa’s long-term sustainability. Food Security remains top priority, reflecting our core mission of
delivering nutritious, affordable protein for society. Customer Health and Safety becomes the next
crucial element, ensuring all our products are safe, of high quality, and comply with applicable
regulations, while simultaneously building consumer trust.
Building on this foundation, we continue to engage stakeholders to forge long-term partnerships
with customers, suppliers, farmers, communities, and the government. These efforts ensure that
values can be created, shared, and sustained across our entire supply chain.
No. Material Topics Category
Providing nutritious and affordable food
1 Food Security
for communities/consumers
Ensuring consumer safety by guaranteeing that production facilities
2 meet international food safety standards and providing informative Customer Health and Safety
labelling for effective traceability.
Building long-term positive relationships
3 Stakeholder Engagement
with value chain actors and stakeholders
Conducting training and development to improve employees’ skills
4 according to their department/division, including animal welfare training Training and Development
and sustainability training
Providing fair remuneration and benefits programme (e.g. bonuses,
5 Employment
insurance, health care, etc) for our employees
Upholding principles in the workplace such as ethics and integrity,
6 transparency and honesty, and creating a conducive working Governance
environment as part of respecting human rights.
Prioritising employee's health and safety through a comprehensive
7 Occupational Health and Safety (OHS)
occupational health and safety management system
8 Managing effluents and waste in an environmentally friendly manner Waste and Effluent
Committed to enhancing animal welfare
9 Animal Welfare
through research and practices.
Providing training and development programmes for contract farmers,
10 including training on animal welfare, and raising awareness on child Community
labour and unethical behaviours.
44
Page 195
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Materiality Matrix
This materiality matrix provides a roadmap for the deeper discussions of priority topics presented
in the chapters that follow. Each topic is presented through a clear management approach, Japfa’s
commitments, and our 2025 programme aimed at enhancing positive impact.
The report also outlines how we assess programme effectiveness and highlights the role of
stakeholder participation in shaping our sustainability journey.
Materiality Matrix
4.70
1
Impact to external stakeholders
4.60
3
9
4.50
18 6 4 2
14 10 7 5
15
4.40
20 16 11
17 8
13
19 12
4.30
4.20
4.10
4.40 4.50 4.60 4.70
Impact to environmental, economic and social
45
Page 196
03 Improving Nutrition Improving nutrition is essential to building healthier communities, and Japfa has played a role by expanding access to safe, nutritious, and affordable food across Indonesia.
Page 197
Market Reach 51 As a producer of staple animal protein in Indonesia, Japfa
recognises its important role in strengthening national
Industrialization 52
Approach food and nutrition security. By leveraging capabilities
from within vertically integrated operations and extensive
Ensuring Food 53
Safety distribution network, the Company deliver safe, traceable,
and high-quality animal protein that remains affordable to
Sustainable 55
communities across the country. This approach reinforces
Supply Chain
local food systems and supports healthier, more resilient
JAPFA for Kids 56
value chains, particularly in regions where nutritional
Promoting Fish 62 challenges persist. However, ensuring food availability
Consumption alone is not sufficient, as nutritional disparities remain a
Programme
critical issue in Indonesia.
Stunting among school-age children continues to be
a national concern, with varying prevalence across
provinces and gaps in access to balanced nutritious
food. School environments also still often lack nutritious
food options, so interventions are needed to improve
nutritional knowledge, dietary choices, and daily intake
quality. As animal protein plays an important role in
children’s physical growth and cognitive development,
protein-rich products such as chicken, eggs, milk, and fish
that are easily accessible to various layers of society.
Stunting Prevalence in Children (Aged 5-12)
in Indonesia (2023)1
24.6%
20.2% 20.5%
19.6%
17.2%
15.3%
Prevalensi (%)
North West Riau South Central Central
Sumatra Java Islands Sulawesi Java Sulawesi
1 Kementerian Kesehatan RI – BKPK, Survei Kesehatan Indonesia (SKI)
2023): Dalam Angka, “Tabel 14.116 – Prevalensi status gizi (TB/U) umur 5–12
tahun menurut provinsi”; ringkasan nasional TB/U usia 5–12 tahun
Page 198
Improving Nutrition We also understand that improving nutrition cannot be achieved only through production efficiency. This effort requires education, collaboration, and community engagement. Based on the belief that meaningful change begins from within, Japfa complements its core operations with various nutrition improvement initiatives, including education in schools, balanced menu promotion, parental education, and community programmes. Efforts such as JAPFA for Kids further expand the Company’s impact to support healthy growth and improve access to nutritious meals in high-risk areas. Together, these initiatives form long-term solutions that can be scaled up, addressing urgent nutritional gaps, and also supporting the national target of stunting reduction and SDG 2: Zero Hunger. By strengthening nutrition through operational excellence and community partnerships, Japfa strives to build a healthier and more resilient future for the generation. 48
Page 199
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Market Coverage
Indonesia’s unique geography presents significant challenges in ensuring national food security,
particularly regarding even and efficient distribution. Armed with more than 53 years of experience
in the agri-food sector, Japfa firmly holds its responsibility to fulfill the nutritional needs of the
nation. Through a comprehensive distribution and marketing network that includes traditional
markets, modern markets, and online platforms, Japfa ensures its products can be accessed by all
layers of Indonesian society.
Japfa offers a diverse portfolio of high-quality animal protein products, including poultry and
aquaculture, designed to meet various consumer preferences and nutritional needs. By providing
safe, affordable, and nutritious protein across the country, Japfa contributes to food security,
nutrition improvement, and sustainable access to essential food resources.
Japfa Poultry
Beyond its extensive presence across Indonesia, Japfa
continues to expand its footprint in international
markets. As of 2025, the Company has exported
poultry products — including animal feed, hatching
eggs, and downstream poultry products — to multiple
countries across Asia and Africa.
This international reach reflects Japfa’s commitment
to high food safety and quality standards, reinforcing
trust in the brand. By providing safe, nutritious, and
reliable products globally, Japfa strengthens its
reputation as a responsible and sustainable provider
of animal protein, meeting the needs of consumers
both domestically and internationally.
Japfa Aquaculture
Japfa contributes to Indonesia’s protein security not only through poultry but also via its aquaculture
operations. The Company produces a range of high-quality processed fish and shrimp products that
are recognised and trusted in international markets.
We exported our aquaculture products to countries across Asia, the America, and Europe. These
efforts demonstrate Japfa’s commitment to providing safe, nutritious protein globally, supporting both
food security and sustainable growth in the aquaculture sector.
49
Page 200
Improving Nutrition
Industrialisation Approach
Japfa integrates technology and innovation into its operations to maintain food safety standards
and optimise resource use. We continuously strengthen production capacity and expand to achieve
economies of scale, improve operational efficiency, and extend distribution reach. Through these
approaches, Japfa can better control every stage of production to ensure consistent quality and more
effectively meet market demands.
For further information on this topic, please visit
Japfa’s website:
https://www.japfacomfeed.co.id/
facilitating-access-to-affordable-proteins
Promoting Healthy Lifestyles through
Athlete Collaboration
As part of its commitment in
promoting active and healthy
lifestyles, Japfa Food partnered with
high-achieving young tennis athlete
Janice Tjen as Brand Ambassador.
This partnership affirms the importance
of quality nutrition in supporting athletic
performance and daily life. Through this
collaboration, Janice shared insights
regarding the role of proper nutrition to
maintain stamina and performance.
This initiative opens a collaborative journey
built on values of discipline, health, and the
spirit to continuously grow.
50
Page 201
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Ensuring Food Safety
Food safety is maintained at every point in the value chain, starting from breeding and cultivation to
ready-to-consume products. Our approach focuses on:
a. Rigorous biosecurity systems to prevent contamination and disease.
b. High standards at every production stage, including sourcing premium raw materials and
maintaining facilities that meet strict food safety requirements.
c. Compliance with national and international certifications to guarantee product safety.
Transparency in Product Labelling and Safety
Transparency is central to our commitment to consumers. All products carry detailed nutritional
information, usage instructions, and expiration dates, ensuring safe and informed consumption. In 2025,
Japfa recorded zero incidents of non-compliance regarding product health and safety, demonstrating our
continued dedication to responsible and sustainable food production.
[GRI 416-1, 416-2, 417-2, 417-3] [POJK F.28].
The Company’s certificates can be found
in the 2025 Annual Report:
https://www.japfacomfeed.co.id/
facilitating-access-to-affordable-proteins
51
Page 202
Improving Nutrition
Food Safety Audit
The Company consistently carries out both internal and external food safety audits, to ensure
compliance with regulations and certification standards. These audits are essential for assessing
risk management and reinforcing Good Corporate Governance principles.
In our operations, we adopt various national and international standards, including Good Manufacturing
Practices (GMP) for Animal Feed, Good Breeding Practices (GBP) for Poultry, and Good Manufacturing
Practices (GMP) for Veterinary Medicine. These are complemented by ISO 9001:2015 for Quality
Management Systems, ISO 22000:2018 for Food Safety, and Best Aquaculture Practices (BAP), among
others. All certifications are regularly renewed to ensure continued compliance and consistent quality
throughout the production process.
The poultry processing unit has established an internal laboratory in Pemalang equipped with PCR
Technology to detect Salmonella, which enables faster and more accurate daily monitoring results.
These efforts strengthen food safety mechanisms at every stage of production. Findings from both
internal and external audits are evaluated and reported to management for appropriate corrective
action. [GRI 2-23, 416-1] [POJK F.27]
In 2025, there were no product recalls of feed or animal protein
from poultry and aquaculture operations. [POJK F.29]
The Company’s certifications
can be found in detail in the
2025 Annual Report.
https://www.japfacomfeed.co.id/
annual-report
52
Page 203
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Sustainable Supply Chain
Japfa manages its supply chain end-to-end, from animal feed production to consumer products,
through a vertically integrated business model. Every stage of production is fully controlled and
closely monitored, ensuring strong traceability and consistent product quality.
Supplier Code of Conduct
The Supplier Code of Conduct (CoC) is an integral Further information on traceability and the
Supplier Code of Conduct can be read on
part of Japfa’s commitment to ensuring that all Japfa’s website:
business partners operate with integrity and uphold
the Company’s ethical and sustainability principles.
Through the CoC, Japfa requires every supplier to
comply with clear and mutually agreed-upon standards,
to encourage stronger, transparent, and responsible
partnerships.
https://www.japfacomfeed.co.id/food-
safety-traceability
As of 2025, most of our suppliers have signed this
CoC, and we remain committed to its continuous
socialisation across our supply chain. This CoC
incorporates stringent provisions for corrective
measures or sanctions to guarantee total adherence to
https://www.japfacomfeed.co.id/
the Company’s standards. policies
53
Page 204
Improving Nutrition JAPFA for Kids Malnutrition problems remains a serious health challenge in Indonesia and increase the risk of chronic diseases later in life. As a producer of animal protein, Japfa has a commitment to actively helping reduce malnutrition-particularly undernutrition and severe malnutrition-through the JAPFA for Kids (JfK) programme. JfK aims to improve children’s nutritional status and promote the practice of the Four Pillars of Balanced Nutrition in schools located around the Company’s operational areas through a deep, root-cause approach. Based on our long experience in addressing malnutrition, the causes children struggle to obtain adequate nutrition vary widely. In some areas, limited human resource capacity and low education pose major barriers to achieving good nutritional status. Meanwhile, in other regions, geographical challenges also frequently become obstacles. Through JfK, we are committed to creating a tangible impact on the health of the younger generation by strengthening collaboration among the government, the community, and the private sector. This programme aims not only to improve children’s nutrition but also to drive sustainable change in nutritional enhancement efforts. Our focus on primary school children represents a strategic approach to tackling malnutrition at a most crucial age, a time when the impact of a healthy diet can shape a better future for them. After conducting an in-depth review, in 2025 we focused our activities to increase the effectiveness of this programme. One of the steps we took was extending the egg distribution period from three months to six months (July-December). In addition, we also apply a more comprehensive measurement method by utilising applications and dashboards to monitor programme results in real-time. This effort aims to strengthen the positive impact for children with malnutrition who participate in our programme. 54
Page 205
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
JAPFA for Kids: Nourishing the Future
Since starting in 2008 until 2025, the JFK programme has reached
201,056
Students
1,214
Schools
105
Regions/Cities
Achievements JfK 2025
15,498
Students
123
Schools
9
Regions
1,034
Students with
646
Malnourished students improved
malnutrition to healthy nutritional status
55
Page 206
Improving Nutrition
Programme Stages
1 LOCATION SELECTION
• Location selection in collaboration
with JAPFA Business Unit Team
2 SCHOOL SELECTION
• Distribute scales and stadiometers to schools at selected districts
• Assign schools to independently measure their students
• Schools that submit their assignments are selected
as programme beneficiaries
3 PRE PROGRAM
• Training for teachers in charge regarding healthy diets,
programme management, and the us of application
• Refreshment training for health workers participating
in the programme
4 ONBOARDING
• Height and weight (baseline) measurement
by community health centres
• Parental consent to participate as programme beneficiaries
• The examinations conducted included checks for anemia,
dental caries, lymphadenitis, and tuberculosis
5 JAPFA HEALTHY DAY
• Weekly activities to support positive behaviour change in students
• Routine exercise, healthy lunchbox day, and education
on healthy living habits, including nail hygiene checks and
handwashing with soap
• Monthly height and weight measurement to monitor
Body Mass Index
6 1 DAY 1 EGG
• Eggs distribution to undernourished and malnourished student
• Monitoring daily protein intake through their lunchbox monitoring
• Teacher submit consumption reports daily through application
• Monthly parent meetings to ensure commitment and involvement
in the project, and to support behaviour change
7 EXIT STRATEGY
• Impact assessment and final programme evaluation
• Schools independently implement JAPFA Healthy Day
and monitor egg distribution
• Dissemination to the local government.
• Endline height and weight measurements conducted by the
community health centre.
56
Page 207
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
1 Day 1 Egg
JAPFA for Kids implemented a series of initiatives to help improve the nutritional status of
students experiencing malnutrition, one of which was the free distribution of eggs. Over the six-
month programme, children with undernutrition and severe undernutrition received one egg per
day through their schools, with active involvement from parents in cooking and preparing it as part
of the children’s lunch. From November to December, the number of eggs was increased to two
per day to accelerate nutritional recovery. In addition, facilitators worked with parents, teachers,
and school canteens to provide healthy snacks twice a week and to ensure regular vitamin
supplementation. Through these simple yet targeted measures, the programme supported gradual
and sustained improvements in children’s nutrition.
By the end of the JfK 2025 programme, the initiative successfully improved the nutritional status
of 646 out of 1,034 malnourished students, bringing them to a healthy nutritional status.
1 Egg per Day 2 Eggs per Day
July - October November - December,
Additional protein to support growth
Supplements Nutritious Snacks
Addressing anemia and Improving daily energy intake
vitamin deficiencies and nutrition requirements
57
Page 208
Improving Nutrition
JAPFA Healthy Day
Japfa designed JAPFA Healthy Day to instill healthy living habits in children
In 2025, JAPFA
through one special day each week. During JAPFA Healthy Day, we
deliver nutrition education and encourage students to bring healthy, home
Healthy Day
prepared meals. The programme also includes a series of collaborative successfully
activities with students and teachers, such as the Balanced Nutrition Four reached 123 schools
Pillars exercise, proper handwashing with soap, nail hygiene inspections,
and engaged
and additional health education sessions. Through this programme, Japfa
aims to establish healthy habits from an early age, which are expected to
15,498 students
become an inseparable part of their lives in the future. across 9 regions.
Engaging Parents and Teachers in JAPFA for Kids
We believe the synergy of parents and
teachers is the key to creating a healthier
environment for children. Therefore, we
engage parents and teachers to move
in unison through education, so that
positive changes at school resonate
all the way to the family dinner table.
For teachers, we share knowledge in
a structured manner, wmeanwhile for
parents whose children need nutritional
improvement, they are asked to sign a
commitment letter to prepare a balanced
lunchbox every day.
58
Page 209
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Monthly Meetings
Japfa holds monthly meetings for teachers and parents with curated materials tailored to children’s
nutritional needs, supported by thematic learning modules. To boost participation, standardised
materials and attendance lists are prepared, along with a six-month commitment letter for parents.
Each session reinforces three core messages: eating at appropriate frequency, preparing simple yet
nutritious meals, and forming healthy daily habits.
During these meetings, we always convey again the importance of a balanced diet, food safety, the vital
role of animal protein, and practical tips for preparing healthy meals. Additionally, we provide updates on
their children’s nutritional status progress. Through these efforts, we aim to instill small, sustainable habits
that can have a meaningful long-term impact on children’s growth and development.
Real-Time Data for Stronger Impact, Better Outcomes
In previous JfK implementations, one of the key challenges was maintaining consistent programme
monitoring. For example, in hard to reach schools, tracking egg consumption and collecting BMI data
was often suboptimal. In 2025, we responded to these findings by conducting an in depth review of our
results measurement methods. Through this comprehensive assessment, we aimed to strengthen the
programme’s effectiveness and ensure it delivers an increasingly meaningful impact.
As a follow up to these findings, we enhanced a digital dashboard that enables real-time monitoring
of children’s health data. Weight and height are recorded periodically to track changes in nutritional
status, identify emerging trends, and quickly adjust interventions when needed. This system also
strengthens transparency and accountability, as the data can be easily shared with stakeholders,
including government partners and local communities.
The JAPFA for Kids programme has brought many
positive changes to our school, from encouraging
better hygiene habits to increasing nutrition
awareness among students and parents.
All teachers now collaborate actively in JAPFA Healthy Day activities,
because we believe that the health and success of the students
are a shared responsibility. After six months, the programme has
shown clear benefits, and we hope its impact continues in forming a
generation that is healthier and stronger.
| Septi Kadarwati — SDN Cikaret Jaya
59
Page 210
Improving Nutrition
JAPFA for Kids Awards
This event serves both to recognise student achievements and to evaluate behavioural changes, as
well as the growth in teachers’ knowledge from the start of the programme through the mentoring
phase. The JfK Awards are organised into three main categories — School, Teacher, and Student
Competitions — with a total of six contest types.
School Competition: Teacher Competition: Student Competition:
• Programme • Quiz • Poster creation
implementation • Article writing
• Student educational media
• Balanced nutrition pillar
gymnastics
Supporting Pregnant Mothers
Recognising that a healthy start in life begins before birth, we safeguard maternal health as the primary
defence against low birth weight in infants. By focusing on the prenatal period, specifically aiming to
reduce anaemia and improve nutritional indicators, the initiative seeks to ensure healthier delivery
outcomes for vulnerable mothers. This pilot project is conducted across five districts in Bintan. The
programme is built upon four pillars:
1. Protein Intake & Nutrient Balance: We support malnourished pregnant mothers by providing
essential animal-based protein and ensuring the regular consumption of iron tablets to
combat deficiencies.
2. Healthy Behaviour: The programme ensures mothers adopt critical health practices, including
consuming protein-rich foods regularly and attending Antenatal Care (ANC) check-ups.
3. Capacity Building: We provide them with knowledge regarding pregnancy health, particularly
concerning necessary nutrient intake and required medical treatments.
4. Impact Monitoring: The team conducts regular monitoring of nutritional improvements
by tracking weight, iron tablet compliance, MUAC (mid-upper arm circumference), and
anaemia levels.
Beneficiaries
22 Pregnant Mothers with
Chronic Energy Deficit
2 Pregnant Mothers with
Chronic Energy Deficit
12 Pregnant Mothers with
Anaemia
and Anaemia
60
Page 211
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Promoting Fish
Consumption Programme
In the context of national efforts to improve nutritional status and prevent stunting, the Aquaculture
Division again implemented the Fish Consumption Promotion Programme in Banyuwangi and
Lampung as the Company’s contribution in strengthening nutrition interventions for children as well as
pregnant and breastfeeding mothers. In Banyuwangi, the programme was run through a collaboration
with Puskesmas Klatak, including the distribution of fresh fish — such as catfish, tilapia, pangasius,
and shrimp — to toddlers at risk of malnutrition and pregnant women, accompanied by education
regarding balanced nutrition and stunting prevention. This activity also involved village authorities and
health workers, so as to encourage active community participation in improving family health.
Meanwhile in Lampung, Japfa provided processed fish products for schoolchildren to enrich animal protein
intake in their daily menu. By engaging supply chain partners, including customers of the Aquaculture
Division, the programme aims to build a stronger nutrition-supporting ecosystem for children while raising
community awareness of the importance of consuming fish as a high-quality protein source.
61
Page 212
04 Efficient Production System Indonesia’s growing demand for sustainable food supply drives Japfa to strengthen its integrated production system and ensure reliable, high-quality protein for the nation.
Page 213
Implementation of 66 Population growth and Indonesia’s economic dynamics are
Animal Welfare increasing the demand for a sustainable food supply. In
Holistic 70 response to global challenges — climate change, resource
Animal Health limitations, and food waste — Japfa is strengthening its
Management
integrated production system to maintain stable supply
Comfortable 74 availability while supporting national food security. This
Animal Handling
approach emphasises supply chain efficiency and the
Healthy Animal 76 optimization of local resources to build greater resilience
Housing against climate change and market volatility.
Biodiversity 78
Conservation Through a vertically integrated production model, Japfa
Responsible 80 consistently prioritises animal welfare across all operations,
Energy Practices implementing strict biosecurity and food safety measures
from upstream to downstream. Supply chain integrity is
Digitalization 84
and Innovation maintained by using certified suppliers, including those
meeting deforestation-free standards, and through third-
Wastewater 90
Management party audits. Simultaneously, process digitalisation, feed
innovation, and the utilisation of renewable energy are
Managing 91
Emissions and applied to enhance operational efficiency and resilience.
Waste The full utilisation of poultry, aquaculture, and other by-
products is optimised to promote a circular economy and
reduce waste.
This commitment is aimed at reducing emissions,
improving energy efficiency, minimising waste,
improving water consumption efficiency while ensuring
the availability of affordable, reliable, and high-quality
protein for the community. Through this approach, Japfa
contributes to resource conservation and long-term food
security, while strengthening its position as a key partner
in building a resilient, self-reliant, and sustainable food
system in Indonesia.
Page 214
Efficient Production System
Implementation of Animal Welfare
At Japfa, animal welfare is an integral part of the Company’s commitment to sustainable food security. Healthy
and well-cared-for animals contribute to higher productivity, reduced disease risk, and minimal food loss.
THE FIVE FREEDOMS PRINCIPLE
serves as the primary guideline for our animal welfare practices
Freedom Freedom Freedom Freedom from Freedom
from hunger from pain, from fear and discomfort, to express
and thirst injury, and distress mistreatment, natural
diseases and abuse behaviour
64
Page 215
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Balanced Nutrition for Animal Health
Feed with a balanced nutritional formulation is key to supporting animal health and productivity. Precisely
designed nutrient content not only ensures physical growth but also strengthens the immune system,
thereby reducing disease risk and supporting sustainable production.
Sourcing High-Quality Raw Materials
Japfa is committed to ensuring that every raw material used consistently meets high-quality
standards through stringent oversight and ethical sourcing. Japfa collaborates with rigorously
selected suppliers who meet certification requirements and demonstrate transparency through
the implementation of a Supplier Code of Conduct and the use of Certificates of Origin for raw
materials. [GRI 2-6]
In 2025, certification requirements in the procurement process were further strengthened to enhance
supplier awareness of sustainable practices, particularly regarding deforestation-free raw material
sourcing. The majority of partner suppliers already possess relevant certifications, and while the
types and scope vary, all adhere to the principles of environmentally responsible sourcing.
Utilisation of Alternatives Raw Materials
The nutrition team continues to prioritise the optimisation of local raw materials and the exploration
of alternative nutrient sources. In parallel, ongoing research is being conducted to determine the most
effective nutritional standards for different types of livestock, while also advancing feed innovation and
strengthening resilience against seasonal fluctuations in raw material availability.
Japfa leverages
local suppliers to
support domestic
economic growth.
In 2025, 65% of
poultry feed raw
materials and
43% of fish and
shrimp feed raw
materials were
sourced from
local suppliers.
[GRI 204-1] [POJK B.1]
65
Page 216
Efficient Production System
Feed for Poultry
• Precision Feeding & Nutrient Reformulation
Japfa is strengthening the implementation of precision feeding with more accurate nutrient
reformulation, including the regulation of calcium, phosphorus, lysine, and probiotic levels.
This approach ensures intake matches physiological needs at each growth stage, thereby
reducing nutrient excess, minimising feed waste, and optimally supporting animal health.
Aligned with this approach, Japfa has reduced the average harvest weight as an affordability
adaptation strategy, while maintaining optimal feed efficiency and harvest age.
• Implementation of Near-Infrared Reflectance Spectroscopy (NIRS) Technology
The feed division has implemented NIRS technology, which utilises the reflection of
near‑infrared light from samples and does not require — or significantly reduces the use of —
chemical agents in its routine analysis processes. As a result, NIRS supports the concept of a
sterile laboratory and promotes sustainable industrial practices. In addition, the feed division
digitalised its laboratory operations to enable comprehensive sample tracking.
Feed for Aquaculture
• JAPFA Aquaculture Nutrition Lab
JAPFA Aquaculture Nutrition Lab in Gresik, East Java, which has been ISO/IEC 17025 certified
since 2023, continues to strengthen its capacity through the development of amino acid
analysis methods and other technical competencies. This laboratory plays a vital role in
supporting Japfa’s aquaculture research and innovation to produce quality and safe fish and
shrimp feed, while also preparing to evolve into a commercial laboratory capable of serving
external parties in the future.
• Polychaete Worm Culture Development
To ensure a stable, pathogen-free supply of fresh feed for shrimp broodstock, Japfa is
expanding its polychaete worm culture capacity in Anyer and Bali, building upon previous
development in Gresik and several other areas. Polychaetes, known for being nutrient-rich,
play a crucial role in supporting the growth and health of shrimp broodstock. Additionally,
the Company is trialing the enhancement of the worms’ nutritional quality through the
use of high-protein marine feed. This effort reinforces Japfa’s commitment to supporting
sustainable, scientifically-based aquaculture practices.
• Development of Specialised Feed for Shrimp Broodstock
As part of efforts to strengthen the integrated business model, in early 2025 the Company began
producing specialised feed for shrimp broodstock. This feed is formulated with high-nutrient
ingredients, including a blend of frozen natural feeds, designed to support reproductive health
and improve spawning success rates. This initiative reflects the Company’s commitment to
optimising aquaculture productivity through sustainable feed innovation.
66
Page 217
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
67
Page 218
Efficient Production System Holistic Animal Health Management Animal health is a top priority for Japfa in maintaining the sustainability of the food value chain. Through an approach emphasising disease prevention, vaccine innovation, and global collaboration, Japfa ensures livestock remain healthy, thereby safeguarding productivity and food security. 68
Page 219
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Driving Sustainable Trade Through
AEO Certification
In 2025, Japfa Aquaculture, This certification is aligned with the World
Customs Organization (WCO) SAFE Framework
through PT Suri Tani of Standards, which evaluates customs
Pemuka (STP), achieved the compliance, supply chain security, and the
integrity of logistics systems. With AEO status,
Authorised Economic Operator the Company benefits from streamlined export-
(AEO) certification from the import processes, enhanced competitiveness,
Directorate General of Customs and guaranteed product traceability from
upstream to downstream.
and Excise (DJBC), marking
a strategic accomplishment This milestone accelerates distribution, preserves
in strengthening secure, raw material quality, and supports animal welfare.
The achievement reflects our core values,
transparent, and sustainable purposeful, responsible, and relentless while
global trade. solidifying Japfa’s position as a global player
committed to integrity in international trade.
69
Page 220
Efficient Production System
Vaccines and Animal Health Products
As part of its business portfolio diversification, the Company continues to develop its range of
vaccines. This includes offerings for a broader spectrum of animal segments, supporting a more
balanced and resilient portfolio. Ongoing efforts in research and development underpin the
refinement of these solutions to meet evolving industry needs.
Adherence to International Standards and Global Expansion
The Company continues to strengthen its adherence to international standards, as evidenced
by the successful re-certification of ISO 17025 and ISO 14001 and 9001. Globally, the product
reach continues to expand with the registration process now covering more than 24 countries,
alongside the fulfilment of domestic production mandates in India and the UAE to comply with
local regulations.
Responsible Use of Antibiotics
Climate change, which increases the risk of disease in livestock, is a major concern for Japfa.
Unpredictable environmental conditions can weaken immune systems and create opportunities
for pathogens. To anticipate this, Japfa implements proactive animal health measures by ensuring
that antibiotic use is only carried out responsibly and based on prescriptions from licensed
veterinarians. Antibiotics are administered only to sick animals requiring specific treatment, with
layered approval to guarantee their use is truly necessary. All these practices follow government
regulations and the guidelines of the Indonesian Veterinary Medical Association (PDHI).
70
Page 221
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Representing Indonesia in the Global Effort to
Prevent Antimicrobial Resistance (AMR)
Japfa Aquaculture participated As a representative of the Indonesian
aquaculture industry, STP presented best
in the international Food and practices in the prudent use of antibiotics,
Agriculture Organization (FAO) the reduction of drug dependency, and the
sustainable monitoring of fish and shrimp health.
workshop themed “Working This participation confirms Japfa’s commitment
Together to Fight Antimicrobial to supporting global action against AMR,
Resistance in Asia Pacific” safeguarding the health of aquatic animals,
and ensuring the sustainability of the global
in Bangkok in June 2025. aquaculture ecosystem.
Strengthening Animal Health Standards
Japfa continues to strengthen animal health standards by implementing consistent protocols
across all production stages. This approach ensures that all livestock are raised in healthy and safe
conditions that align with animal welfare principles.
Health Monitoring since Day-Old Chick (DOC) Stage
Salmonella monitoring has been expanded using a diagnostic product line-up to detect various
diseases from the Day-Old Chick (DOC) stage. Laboratory testing and health surveillance are
conducted comprehensively from the Grandparent Stock (GPS) down to the final stock stage.
This step ensures consistent maintenance of poultry quality and health.
Integrated Mortality Monitoring
Livestock mortality rates are strictly monitored and are now integrated into a digital
biosecurity tracking system. Real-time mortality data enables early detection and rapid
intervention, thereby allowing for better maintenance of population health.
71
Page 222
Efficient Production System
Comfortable Animal Handling
Japfa places animal comfort as a vital part of consistent welfare practices across the entire
production chain. Animals that are handled well are not only healthier but also contribute to a high-
quality and sustainable food supply.
At every operational stage, Japfa ensures animal handling complies with applicable standards
and regulations, both from animal welfare and food safety perspectives. This approach includes
implementing ethical procedures and using technology that minimises animal stress.
All workers receive regular training on animal handling to ensure rearing and processing are
conducted safely and ethically. Furthermore, compliance audits against animal welfare standards
are conducted periodically to ensure the implementation of global principles across all farming and
processing facilities.
Farming
Poultry
• Automated Chicken Growth Monitoring
Japfa implements poultry farming based on animal welfare and efficiency. An automated
weighing system is used to monitor the daily weight of chickens without manual handling,
thereby reducing stress on the animals and providing real-time data for more accurate harvest
planning.
Aquaculture
• Fish Harvesting
During the harvesting process, Japfa employs a volumetric method to estimate fish quantity
and weight, eliminating the need for excessive handling. This approach minimises the time
fish spend outside their natural habitat, thereby reducing stress levels and enhancing the
overall quality of the harvest.
• Shrimp Harvesting
Shrimp harvesting is conducted by maintaining water quality and environmental
conditions throughout the extraction from the ponds. The process is carried out in phases,
utilising specialised equipment designed to minimise physical contact. This approach
prevents stress and injury, ensuring the shrimp remain in optimal condition before
entering the processing stage.
72
Page 223
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Processing
• Animal Welfare-Based Halal Handling and Slaughtering
Japfa applies stringent halal and animal welfare standards across all its processing units. For
instance, in poultry operations, stunning and slaughtering processes are conducted through
automated systems and the role of certified Halal Slaughterers (Juleha) to ensure that
operations remain safe and ethical.
Distribution
Poultry
• Optimal Distribution System
Japfa enhances the quality of poultry transportation with a chick van equipped with an intake fan
and a digital temperature monitoring system, as well as route optimisation through the Japfa Vehicle
Optimization System (JVOS). This combination maintains stable air circulation and humidity inside
the vehicle while ensuring the selection of the best route, thereby keeping the Day-Old Chicks (DOC)
in optimal condition throughout the distribution process.
Aquaculture
• Fry Delivery with Cooling System and Real-Time Monitoring
The delivery of shrimp fry (post-larvae) is carried out using special refrigerated trucks
equipped with real-time monitoring of temperature, location, and journey duration. The
injection of pure oxygen is used to ensure an adequate air supply, thereby keeping the
shrimp fry healthy and ready to enter the grow-out stage at the customer’s facilities.
73
Page 224
Efficient Production System
Healthy Animal Housing
A safe and comfortable animal housing is a key element of animal welfare — protecting them from
weather and predators — while also fulfilling their physical and psychological needs. An adequate
environment allows animals to move freely, stay clean, and have access to clean feed and water, thus
improving their health and productivity.
To this end, Japfa constructs optimal microclimate housing to ensure the rearing environment remains
healthy, safe, and compliant with animal welfare standards. This approach simultaneously supports
climate change mitigation through efficient temperature and humidity control, reducing the risk of heat
stress, lowering resource wastage, and enhancing operational resilience against extreme weather.
Poultry
We implement the JAPFA Environmental Guidelines for poultry. These guidelines encompass a
comprehensive strategy for creating a comfort zone through a microclimate within the housing,
tailored to the poultry’s needs. This approach simultaneously supports climate change mitigation
through efficient temperature and humidity control, reducing the risk of heat stress, lowering
resource wastage, and enhancing operational resilience against extreme weather.
Solid Wall Farms for Environmental Stability
In 2025, Japfa expanded the construction of farm walls designed to maintain more stable
temperature and humidity levels inside the poultry houses. This infrastructure helps create a more
comfortable environment for the chicken, particularly during periods of extreme climate fluctuation.
The implementation of this system has proven effective in reducing heat stress risks and keeping
mortality rates low during high temperature seasons.
Feed Transport Auger
At the Margasari farm, we implement a feed transport auger which delivers feed directly to the
sheds through a closed system. This approach reduces the frequency of transport, increases labour
efficiency, and minimises the risk of contamination, thereby improving biosecurity at the farm.
Modern Ventilation Systems
Japfa implements modern ventilation technology to create an optimal microclimate in its poultry
farms. This system keeps the shed temperature and humidity stable, thereby reducing heat stress,
maintaining air quality, and suppressing the risk of disease. To ensure operational precision, this
technology is integrated with a digital-based ventilation monitoring system, enabling real-time
supervision of shed conditions. Through this digital dashboard, we can detect environmental
disturbances early and carry out rapid interventions to minimise production downtime resulting from
unstable shed conditions.
74
Page 225
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Infrastructure Maintenance and Upgrades
In addition to implementing new technology, Japfa conducts regular maintenance and upgrades of
hatchery facilities and coops. This step ensures the rearing environment consistently meets animal
welfare standards, while supporting sustainable productivity. Hatchery infrastructure improvements
result in Day-Old Chicks (DOC) with more uniform quality, ultimately strengthening the performance
of the entire production chain.
In 2025, we constructed
new poultry houses as
part of our own farm
capacity expansion.
We remain steadfast
and committed to our
sustainability policy
and targets, ensuring
that 100% of these
new facilities are fully
closed-house systems.
Aquaculture
Maintained water quality is a primary factor in ensuring the health and welfare of cultivated aquatic
species. Japfa Aquaculture continues to strengthen the implementation of best practices to maintain
optimal water quality across all aquaculture operational units.
75
Page 226
Efficient Production System
Advanced Sterilization Protocols
Japfa implements strict sterilization techniques at fish processing units and hatcheries to ensure the
water used is free from harmful microorganisms. This approach is an essential part of maintaining the
health of fish and shrimp, while ensuring the cultivation process adheres to high hygiene standards.
Comprehensive Water Disinfection Methods
Various water disinfection technologies such as ozone, ultrafiltration, and ultraviolet (UV) light
are used to maintain overall water quality. These technologies ensure the cultivation water meets
stringent biological safety standards, supports optimal growth, and prevents the spread of disease
among aquatic organisms.
Strategic Cultivation Site Selection
Site selection is carried out by considering geographical conditions, water circulation, and distances
between cultivation systems to create an ideal environment for the cultivated species. This step helps
maintain the balance of the aquatic ecosystem while supporting sustainable cultivation practices.
Routine Water Quality Monitoring
Japfa conducts regular water quality monitoring, covering physical, chemical, and microbiological
parameters such as temperature, oxygen levels, pH, phosphorus, and nitrogen. This comprehensive
monitoring ensures water conditions remain stable and suitable for the needs of the reared species,
thereby supporting the productivity and welfare of aquatic animals sustainably.
Biodiversity Conservation
[POJK B.1, B.2, F.10, F.26]
Japfa is committed to biodiversity conservation and sustainable practices across all its operations.
By selecting genetics that can adapt to local environments, Japfa aims to create ecological balance
and build a resilient, sustainable food supply that benefits both nature and society.
ULU Chicken and Ayam Kampung Super
The Indonesian market has a high demand for ayam kampung due to its distinctive flavour, but the
supply is often unbalanced. This is attributed to the slow growth rate and low productivity that
characterise traditional native chicken. To address this challenge, Japfa developed a ‘super native
chicken’ with a faster growth rate. This solution successfully facilitates access to animal protein for the
community, supports the businesses of local farmers, and simultaneously contributes to biodiversity
conservation by maintaining the genetic purity of local chicken breeds.
76
Page 227
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Super PL:
A New Step Towards More Efficient Aquaculture
The introduction of This innovation provides shrimp fry with enhanced
resilience and superior growth performance, thus
Super PL (Post Larvae) significantly boosting cultivation efficiency and the
represents a critical harvest yields for shrimp farmers. Accompanied by a
specially designed high-protein feed formulation to
landmark in the support its potential, Super PL offers an integrated
transformation of solution that tackles the main challenges in shrimp
Indonesia’s aquaculture farming, while simultaneously reinforcing the
Company’s standing as a trailblazer in developing
industry. productive and sustainable aquaculture practices.
77
Page 228
Efficient Production System
Responsible Energy Practices [POJK F.7]
Japfa is committed to reducing carbon emissions and improving energy efficiency across its entire
production chain. In 2025, the Company expanded the use of renewable energy, implemented energy-
saving technologies, and strengthened digital monitoring systems to ensure more responsible energy
consumption aligned with emission reduction targets. Integrated Renewable Energy and Energy
Efficiency Initiatives Include:
1. Utilisation of Biomass as the Primary Fuel Source [POJK F.5]
As part of our emission‑reduction commitment, we aim to cease the use of coal throughout our
operations. Currently, our thermal energy needs are primarily met through the use of biomass,
particularly candlenut shells and palm kernel shells, along with pilot testing of wood pellets at several
facilities. In 2025, the utilisation of renewable biomass energy reached 104,077 tonnes, equivalent
to 36% of total energy consumption. This figure increased compared to the previous year along
with the addition of converted facilities and the optimisation of biomass supply at production
sites. In addition, several facilities continue to use conventional energy sources in line with process
characteristics and operational efficiency considerations. This approach enables the Company to
maintain production reliability while supporting the transition away from coal.
Looking ahead, the Company will continue to assess opportunities to gradually and systematically
increase the share of renewable energy, taking into account technical requirements, supply
availability, and environmental impacts.
2. Utilisation of Gas as a Clean Energy Alternative
Several facilities have adopted gas as a cleaner and more stable energy source. In 2025, gas
usage contributed approximately 16% of total energy consumption. This expansion reinforces
Japfa’s transition towards low-carbon energy, particularly in production processes that require a
consistent and efficient heat supply.
3. Solar Energy Use
Japfa continues to strengthen its long‑term commitment to providing cleaner electricity supply
through the expansion of solar energy utilisation. In 2025, one of the units began operating a solar
panel installation with a total installed capacity of 1.8 MWp. Japfa will continue to increase the
proportion of renewable energy by expanding the implementation of solar panels across more
operational facilities in the years ahead.
4. Biogas Development
We are currently assessing biogas potential from organic waste at select sites. Although still in
the trial stage with limited data measurement, this initiative aims to contribute to our renewable
energy portfolio.
78
Page 229
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Energy Efficiency in Production Facilities
Energy efficiency improvements in production facilities are achieved through several innovations:
• HVAC Optimisation for Energy Efficiency
Japfa implements various optimisation technologies for its heating, ventilation, and air
conditioning (Heating, Ventilation, and Air Conditioning/HVAC) systems to reduce energy
consumption without compromising the cooling performance essential for operations. In the
vaccine production unit, the Company uses an adiabatic cooling system on some HVAC units,
which works by spraying a fine water mist into the area around the condenser. This evaporation
process helps to lower the air temperature before it enters the condenser, making heat rejection
more efficient and reducing the energy load on the cooling machine by 5–10%.
In the chick hatchery unit, Japfa enhances HVAC efficiency by installing the Ecoism device,
which intelligently optimises the compressor’s duty cycle and is supported by smart sensors and
inverter control. This combination of technology allows the system to read cooling needs in real-
time and automatically adjust power consumption, thereby curbing energy use while maintaining
the stable temperature and humidity required for the hatching process.
• Installation of Sieves and Expanders in Feed Mills
In its feed mills, Japfa has installed sieves and expanders. This initiative allows the feed mills to
not only enhance final product capacity and quality by improving feed digestibility but has also
to reduce the energy required in the production process itself, thereby increasing operational
efficiency.
• Reuse of Boiler Condensate
In the vaccine production unit, Japfa implements an initiative to reuse boiler condensate,
which is hot water residue from steam that is fed back as boiler supply water, thereby reducing
the energy required to heat water from scratch. As a result, natural gas consumption was
successfully reduced by 18.8%.
• Efficiency and Asset Maintenance Strategy
Japfa implements a comprehensive efficiency and asset maintenance strategy across all
operational lines to ensure long-term sustainability and competitiveness. This approach
includes routine maintenance, energy efficiency improvements, and equipment modernization
to keep production performance optimal. For example, in the Edible Oil unit, production
effectiveness is maintained through annual overhauls, updating production equipment to
enhance energy efficiency and reduce potential downtime. Through this strategy, Japfa
ensures all assets operate optimally.
79
Page 230
Efficient Production System
• Reduction of Fossil Fuel Consumption
Japfa continues to strengthen its commitment to reducing fossil fuel dependency through
various strategic initiatives across its operational lines. These efforts encompass the
implementation of fuel efficiency programmes and a transition toward cleaner energy
sources, including the transition away from coal usage and the electrification of forklifts.
Through these measures, the Company seeks to lower direct emissions while simultaneously
optimising operational cost efficiency in a sustainable manner.
Energy Consumption in Organisations [GRI 302-1] [POJK B.2]
Non-Renewable Energy 2025 2024 2023
2,150,846 GJ 1,994,484 GJ 1,886,385 GJ
Electricity 1]
41% 41% 40%
500,069 GJ 443,629 GJ 427,223 GJ
Liquified Natural Gas (LNG) [2]
10% 9% 9%
255,517 GJ 223,782 GJ 239,863 GJ
Compressed Natural Gas (CNG) [2]
5% 5% 5%
94,258 GJ 108,073 GJ 116,157 GJ
Liquefied Petroleum Gas (LPG) [3]
2% 2% 2%
0 GJ 40,640 GJ 137,225 GJ
Coal [4]
0% 1% 3%
349,869 GJ 351,566 GJ 322,662 GJ
Diesel Oil [5]
7% 7% 7%
11,041 GJ 16,742 GJ 15,746 GJ
Gasoline Fuel [6]
0% 0% 0%
80
Page 231
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Renewable Energy
Renewable Energy 2025 2024 2023
1,334,403 GJ 1,172,361 GJ 1,180,653 GJ
Palm Kernel Shell [7]
25% 24% 25%
0 GJ 0 GJ 0 GJ
Palm Fiber [8]
0% 0% 0%
223,043 GJ 207,659 GJ 109,276 GJ
Candlenut Shell [9]
4% 4% 2%
270,920 GJ 253,192 GJ 267,229 GJ
Firewood [10]
5% 5% 6%
60,370 GJ 46,681 GJ 71,225 GJ
Rice Husk [11]
1% 1% 1%
2,348 GJ 0 GJ 0 GJ
Solar PV [12]
0% 0% 0%
Total Energy 2025 2024 2023
3,361,600 GJ 3,178,916 GJ 3,145,262 GJ
Total Non-renewable Energy
64% 65% 66%
1,891,083 GJ 1,679,893 GJ 1,628,382 GJ
Total Renewable Energy
36% 35% 34%
5,227,683 GJ 4,858,809 GJ 4,773,644 GJ
Total Energy Consumption
100% 100% 100%
About Our Data
[1.] Converted to MJ units based on IEA (International Energy Agency) standard methodology,
1 kWh of electricity = 3.6 MJ
[2.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 MMBTU = 1,055.06 MJ.
[3.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of LPG = 50,08 MJ/kg.
[4.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of coal = 20,650 MJ/tonne.
[5.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 liter of diesel oil = 34.89 MJ/L
[6.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, 1 liter of gasoline = 38.53 MJ/L
[7.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of palm kernel shell = 17,220 MJ/tonne
[8.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of palm fiber = 11,340 MJ/tonne
[9.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of candlenut shell = 25,460 MJ/tonne
[10.] Converted to MJ units based on IEA standard methodology, calorific value of firewood = 19,610 MJ/tonne
[11.] Converted to MJ units based on IRRI standard methodology, calorific value of rice husk= 15.06 MJ/kg
[12.] 1 Gigajoule = 1,000 Megajoule
[13.] The increase in total energy consumption does not directly reflect Company inefficiency.
In this context, the increase in energy consumption was primarily driven by growth in production volumes
and improvements in data quality.
81
Page 232
Efficient Production System
Digitalisation and Innovation
Digitalisation is a crucial pillar for driving efficiency, transparency, and sustainability in Japfa’s
operations. Through the integration of digital technology and product innovation, the Company
enhances accuracy, strengthens traceability, and supports more modern and effective operations.
Japfa Sustainability Reporting System (JSRS)
As part of its digital transformation, In 2025, JSRS updated its methodology
for calculating Scope 2 Greenhouse
Japfa continues to develop the Japfa Gas (GHG) emissions from electricity
Sustainability Reporting System consumption by utilising regional
(JSRS) to centralise environmental emission factors across all Japfa
operations, thereby making the
and Occupational Health and Safety emissions calculation more accurate and
(OHS) data. This system ensures representative
data accuracy and transparency
This methodological refinement
as a foundation for objective and strengthens Japfa’s transparency in
measurable decision-making. sustainability reporting while improving
data accuracy for long-term planning.
82
Page 233
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Japfa Sustainability Analytics (Sustainalitics)
Sustainalitics is an This system enables the identification of non-conformities,
strengthens internal audits, and improves reporting
internal platform accuracy and accountability. Japfa believes that data-driven
that functions to sustainability initiatives can support the achievement of
consolidate and sustainability targets more efficiently and with greater impact.
Japfa continues to develop Sustainalitics as a flexible JSRS
process data from data analysis platform that can be customised by each user
JSRS to support according to their needs as an effort to drive a culture of data-
driven sustainability initiatives.
data-driven strategic
decision-making in This year, Sustainalitics also introduced a data narrative feature
the environmental that translates analysis results into simpler explanations for
users who are not yet accustomed to reading complex data.
and OHS fields. Through this feature, we intend to make data-driven insights
more accessible, fostering informed decision-making and
sustainability actions across all Japfa units.
Digitalisation in Production Processes
To support efficiency on the production floor, Japfa implements various digital systems that focus
on optimising manufacturing processes and real-time quality control of raw materials.
Japfa Production Planning System (J-PPS)
Japfa has expanded the use of J-PPS in feed mills to detect production bottlenecks, balance
capacity across lines, and optimise energy usage.
Supply Chain and Operations System Integration
For logistics, Transportation Management System (TMS), Warehouse Management System (WMS),
Manufacturing Execution System (MES), and Sales Force Automation (SFA) are implemented in an
integrated manner. This ensures production planning, storage, distribution, and sales operate with
greater transparency and efficiency.
83
Page 234
Efficient Production System
Process Automation and Efficiency
Japfa continues to drive process efficiency and automation across various operational lines
through several strategic initiatives, including in its hatchery units. In these units, we utilise egg
grading machines to improve the quality of DOC, enabling the production of broiler final stock
and carcasses with uniform and consistent quality.
Water Resource Conservation [GRI 303-1] [POJK F.8]
The agri-food industry is known as a sector with high water demands, and Japfa is no exception.
Through Life Cycle Assessment (LCA) studies and Water Scarcity Footprint analysis, the Company
has identified water use as a critical area requiring special attention. Japfa strives to manage water
efficiently to reduce operational risks while supporting sustainability.
Strengthening Water Recycling Facilities Across Japfa
Japfa continues to expand and upgrade water recycling facilities across various operational units to
minimise the use of groundwater and surface water. In 2025, the volume of recycled water increased
significantly, with a total of 395 megalitre successfully reprocessed and reused to support various
production utilities, such as condenser cooling, plant watering, and sanitation. The Company remains
committed to improving water‑use efficiency across its entire production chain.
This commitment is realised through construction initiatives and the optimisation of water recycling
facilities across various operational units. Some of these initiatives involve nine water recycling
facilities that are part of the Sustainability-Linked Bond (SLB) commitment, which became fully
operational in 2025.
The recycled water from these facilities contributes to increasing operational efficiency, reducing
pressure on local water sources, and supporting the sustainability of water supplies for the
surrounding communities.
Water Recycled Unit: Megalitre
2025 2024 2023
Total Water Recycled 395 236 204
About Our Data
[1.] This data represents the total from all Company units equipped with water recycling facilities.
84
Page 235
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Rainwater Harvesting
Several operational units have implemented rainwater harvesting systems to augment supply. Collected
rainwater is used for a range of needs at each site, both production and non-production.
The number of units operating rainwater harvesting facilities
increased to 23 in 2025, from 8 in 2024. The volume of rainwater
harvested also rose by 33% year-on-year.
Wastewater Treatment Facilities
Japfa continues to expand the capacity of its wastewater treatment plants (WWTPs) with a final-
polishing system to ensure effluent meets environmental standards before discharge. The technology
also enables partial reuse of treated water, supporting efficiency and conservation of water resources.
Water Processing for Operational Needs
Japfa has water treatment facilities to ensure water used in operational activities meets applicable
quality standards. Water from various sources, such as surface water, groundwater, and other sources is
treated through modern water-treatment systems, such as reverse osmosis, ultrafiltration, UV filtration,
and other methods, making it safe and suitable for use. This effort supports water supply reliability,
increases operational efficiency, and contributes to sustainable water resource management.
Integrated Water Monitoring via JSRS
All data related to waste generation, segregation, and utilisation is now integrated into the JSRS. This
enables periodic and systematic monitoring of waste volumes, as well as the accurate identification of
recycling‑improvement opportunities across each of our operational units.
85
Page 236
Efficient Production System Sustainable Production with Aquaponics We continue to develop an aquaponics programme that reuses wastewater from aquaculture activities into a valuable resource for plant cultivation, thereby reducing conventional liquid waste discharge into natural water bodies. Along with its development, the aquaponic system is now designed to support the cultivation of a wider variety of plants. While the programme was initially implemented for internal needs, it has since been expanded to involve Japfa Aquaculture customers who are interested in adopting aquaponic-based plant cultivation. We provide aquaponic towers and technical assistance to enable them to operate the system independently. This initiative reflects the application of circular economy principles while enhancing flexibility, delivering environmental benefits, and creating added value for local communities. 86
Page 237
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Water Withdrawal
Our water withdrawal and usage are regulated in accordance with applicable regulations, and we adhere
to established government wastewater quality standards and other relevant standards.
Water Withdrawal
2025 2024 2023
Source
Areas with Areas with Areas with
All Areas Water All Areas Water All Areas Water
Stress Stress Stress
Ground Water 10,216 5,507 8,913 4,431 9,056 4,365
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 10,216 5,507 8,913 4,431 9,056 4,365
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Surface Water (River, Lake) 2,696 289 2,286 248 2,230 314
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Other water (> 1000 mg/L TDS) 2,696 289 2,286 248 2,230 314
Sea Water 9,228 8,980 9,849 9,622 7,704 7,513
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Other water (> 1000 mg/L TDS) 9,228 8,980 9,849 9,622 7,704 7,513
Rainwater 147 34 111 24 45 17
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 147 34 111 24 45 17
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Third-party water 1,288 1,071 1,180 970 1,090 840
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 1,288 1,071 1,180 970 1,090 840
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 0 0 0
Total Water Withdrawal 23,575 15,881 22,339 15,296 20,125 13,048
About Our Data
[1.] Areas with water scarcity are defined as regions with a Water Stress Risk level classified as High or Extremely High
according to the World Resources Institute (WRI) Aqueduct 4.0 water risk atlas.
[2.] The water withdrawal data for 2023 and 2024 has been restated as a result of refined data collection
methodologies.
Water Consumption
Source 2025 2024 2023
Total Water Consumption 21,219 19,981 17,822
Tentang data kami
[1.] Water Consumption = Water Withdrawal - Water Discharge
87
Page 238
Efficient Production System
Wastewater Management [GRI 303-4] [POJK F.14]
Japfa manages wastewater across all operational units through various methods, including the
optimisation of Wastewater Treatment Plants (WWTPs), to ensure that discharged water meets the
applicable quality standards before being released into the environment. Throughout 2025, there were
no incidents of non-compliance related to wastewater quality standards across Japfa’s operational units.
In addition to maintaining compliance, the Company also optimises the reuse of treated wastewater
for operational needs such as condenser cooling, cage washing, plant irrigation, and sanitation, thereby
helping to improve overall water-use efficiency. [POJK F.16, F.24]
In line with the Company’s sustainability commitment, Japfa continues to enhance and develop its treatment
technologies through the adoption of modern systems such as reverse osmosis, ultrafiltration, and
membrane bioreactor to improve the effectiveness and efficiency of the treatment process.
Employee Capacity Building in Wastewater Management
To ensure wastewater treatment facilities function optimally, Japfa assigns competent personnel
who have been provided with intensive training to operate and monitor the entire treatment process.
The strategic role of these personnel includes routine supervision, process control, and verification
of compliance with environmental standards to maintain the consistency of wastewater treatment
performance sustainably.
Water Discharge Unit: Megalitre | [GRI 303-2, 303-3, 303-5]
Water Discharge by Quality
2025 2024 2023 Destination
and Destination
Poultry 1,705 1,727 1,729
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 163 159 173
Surface Water Bodies
Other water (> 1000 mg/L TDS) 4 6 12
TDS Not Measured 1,538 1,562 1,544
Aquaculture 521 496 441
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 23 23 13
Surface Water Bodies & Sea
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 8
TDS Not Measured 498 473 420
SBU Cattle Fattening 130 136 132
Fresh water (≤ 1000 mg/L TDS) 0 0 0 Surface Water Bodies, Plant
Other water (> 1000 mg/L TDS) 0 0 0 Watering, and Cleaning
TDS Not Measured 130 136 132
Total Water Discharge 2,356 2,358 2,302
About Our Data
[1.] The Company measures TDS (Total Dissolved Solids) based on the stipulations in its wastewater discharge permits.
Some of our units are not required to measure TDS based on the permits they hold.
[2.] The total volume of water discharged by the organization includes operations from poultry, aquaculture, and SBU Beef.
88
Page 239
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Managing Emissions and Waste [POJK B.2, F.12, F.14]
Waste is one of the contributors to greenhouse gas emissions that impact climate change. In
a country with a large population and high consumption levels, waste management is a critical
challenge that needs to be addressed systematically. As a Company operating in the agri-food
sector, Japfa continuously optimises the use of raw materials to minimise waste generation while
simultaneously reducing associated emissions. Through the implementation of measured emission
monitoring and waste management systems, the Company ensures production processes run more
efficiently with a reduced environmental footprint.
Greenhouse Gas (GHG) Emissions Unit: Ton CO2 Eq | [GRI 305-1, 305-2, 305-3]
Scope 2025 2024
Scope 1 GHG Emissions 86,675 89,754
Scope 2 GHG Emissions 638,908 592,457
Other Indirect GHG Emissions (Scope 3) 7,422,204 [5] 6,439,767 [4]
About Our Data
[1.] Emissions were calculated using SimaPro software, with emission factors sourced from the GHG Protocol and
Ecoinvent secondary data, as well as the IPCC 2021 100a characterisation method.
[2.] Scope 1: Based on total energy consumption within the organisation (excluding electricity). The scope has been
expanded beyond poultry, aquaculture, and domestic (office) operations to also include Cattle Fattening, with the
addition of waste management impacts across all operational units.
[3.] Scope 2: Based on total electricity consumption within the organisation. The scope has been expanded beyond
poultry, aquaculture, and domestic (office) operations to also include Cattle Fattening, providing a more
comprehensive representation of our energy consumption.
[4.] Scope 3: Estimates for poultry operations were calculated based on production data from the study year and
the extrapolation of 2024 LCA project data, as the Scope 3 Carbon Calculator is still under development. The
scope was expanded to include emissions from partner activities, estimated based on the Company’s own farms.
Furthermore, the scope was extended to include waste treatment in aquaculture, cattle fattening, and other
operational units.
[5.] Energy and emissions intensity have not yet been calculated due to the difficulty of determining an appropriate
denominator, given the Company’s highly diverse product portfolio, ranging from feed to processed products.
[GRI 305-4], [POJK F.6, F.11]
[6.] The increase in total emissions does not necessarily indicate operational inefficiency. In this context, the rise in
emissions is primarily driven by production growth and the expansion of data coverage that was previously not
included in the report, such as the Cattle Fattening SBU, Plantation SBU, Consumer Go Direct SBU, Property SBU,
and Transportation SBU. Improvements in data quality have also contributed to the changes in reported emissions
figures. [GRI 305-4] [POJK B.2, F.12]
[7.] We continue to strengthen our efforts to monitor units using refrigerants and to ensure alignment with our
sustainability objectives going forward. Related emissions will be further addressed in future sustainability reports.
[8.] In 2025, the Company reduced its Scope 1 emissions through the electrification of processes, which contributed to
an increase in Scope 2 emissions.
89
Page 240
Efficient Production System Waste Reduction [GRI 306-1, 306-2] In the agri-food industry, waste management is a crucial aspect of maintaining operational sustainability while reducing environmental impact. Japfa strives to optimise raw material use and reduce waste generation through the application of circular economy principles, waste segregation at source, and the reuse of organic and inorganic waste, including plastics. Packaging Material Reduction Japfa has reduced the thickness and length of plastic used in feed packaging, saving 5–7% in raw material usage without compromising packaging strength. Japfa has also reduced plastic content by applying lamination to only one side of the woven bags, down from two sides previously. All these initiatives were implemented through testing according to Indonesian National Standards (SNI) to ensure packaging quality is maintained. [POJK F.5] Responsible Use of Plastic Packaging Japfa’s plastic sacks are designed to be durable rather than single-use items. However, to safeguard feed quality and safety, we advise against reusing these sacks for feed storage — particularly by external parties — due to the risk of contamination. Beyond this specific purpose, the sacks retain value: once they reach the end of their useful life, they can be collected and recycled into other products. We encourage safe repurposing, alongside collection and recycling schemes, to maximise the material’s value. 90
Page 241
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
By-Product Utilisation
In our poultry processing units, we collaborate with third parties to repurpose poultry by-products —
such as feathers and blood — into high-protein ingredients for animal feed formulations.
Internal Recycling
The plastic woven bag unit implements internal recycling — including yarn, plastic sheets, and bags
— whereby the recycled output is utilised for internal requirements, such as temporary packaging.
Integrated Waste Management with Biodigesters and Compo Towers
Japfa optimises poultry manure management through two integrated approaches. At our commercial
poultry farm in Serang we operate a large-scale biodigester that converts manure into organic fertiliser,
thereby reducing reliance on external fertilisers. This system features an innovation that circulates
treated water for manure flushing, resulting in a significant reduction in fresh water consumption.
Additionally, we utilise Compo Towers to compost manure into organic fertiliser, which also benefits the
community. The implementation of biodigesters and Compo Towers has been shown to lower ammonia
levels in farm houses, improve livestock health, and potentially reduce the need for antibiotics.
“Zero Waste” Commitment in Aquaculture
The Company implements a “zero waste” commitment in the aquaculture line by utilising all parts
of the fish optimally to ensure no waste is discarded. For example, in the Aquaprocessing unit,
by-products such as heads, skin, bones, and meat trimmings are sold to third parties to be reused,
ensuring nothing is wasted.
Reducing Package with Jumbo Bag and Silos
We utilise jumbo bags for feed delivery to our company-owned farms, thereby reducing the usage
of smaller plastic bags. For large-capacity feed mills, Japfa uses silos to store raw materials, thereby
reducing the need for single use plastic bags.
Reducing Dust and Odour Emissions
The Company made efforts to reduce dust emissions at the pharmaceutical plant facility by
modifying the powder packing machine and reformulating products that have the potential to
generate dust during the production process on the powder packing line. In addition, on the
disinfectant production line, the Company added a fume collector as a control measure to reduce
Odour emissions arising during the production process.
91
Page 242
Efficient Production System
Digitalisation of Waste Reporting
All data related to waste generation, segregation, and utilisation is now integrated into the Japfa
Sustainability Reporting System (JSRS), enabling periodic and systematic monitoring of waste volumes
and the identification of targeted recycling improvement opportunities across our operational units.
Waste Generated [GRI 306-3] [POJK F.13]
Waste Type Unit 2025 2024 2023
Non-Hazardous Waste tonne 145,514 119,841 125,813
Hazardous Waste tonne 790 1,073 2,150
Total Waste Generated tonne 146,304 120,914 127,964
About Our Data
[1.] Total non-hazardous waste generated is calculated by summing the total waste diverted
from disposal and the total waste sent to final disposal.
[2.] Total hazardous waste generated represents the total volume of hazardous waste produced from various sources,
as recorded upon entry to the Company’s hazardous waste temporary storage facility.
[3.] Total waste generated originates from both operational and domestic (office) waste.
In 2025, the total volume of waste generated increased in line with
the Company’s growth. Nevertheless, the amount of hazardous
waste decreased by 26% compared to the previous year. This
reduction was driven by the cessation of coal use across all of
Japfa’s operations, which significantly reduced hazardous waste
from combustion residues.
92
Page 243
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Hazardous Waste
Hazardous Waste Management Unit 2025 2024 2023
Stored at internal temporary
tonne 790 1,073 2,150
hazardous waste storage
Sent to licensed third party tonne 662 1,103 1,995
About Our Data
[1.] Waste from temporary storage sites is distributed to licensed third parties.
[2.] Hazardous waste classification encompasses items such as used lubricating oil, contaminated rags, vaccine
bottles and vials, biosecurity chemical packaging, used batteries and lamps, as well as other types of waste in
accordance with their characteristics and applicable regulations.
Non-Hazardous Waste [GRI 306-4, 306-5]
Non Hazardous Waste by Disposal Method Unit 2025 2024 2023
Diverted from Disposal
Reused tonne 7,562 7,265 4,870
Recycled tonne - - -
Composting tonne 11 2 0
Distributed to Third-Party (Non-Hazardous) tonne 129,952 105,279 114,614
Donated/Given tonne 85,813 66,730 71,417
Sold tonne 44,139 38,549 43,197
Total Waste Diverted from Disposal tonne 137,525 112,546 119,484
Increase/Decrease in Waste tonne 25,314 -6,938 10,742
Directed to Disposal
Incinerated tonne 1,370 138 155
Landfill tonne 6,620 7,152 6,174
Waste Directed to Disposal tonne 7,989 7,295 6,329
Increase/Decrease in Waste tonne 702 965 -721
About Our Data
[1.] The increase or decrease in non-hazardous waste is calculated by subtracting the total waste from the previous
year from the total waste in the reporting year.
93
Page 244
05 Human Resource Development We believe that true success is achieved when employees, partner farmers, and communities grow together, creating meaningful and lasting impact.
Page 245
Employees 98 At Japfa, we believe that the Company’s long-term success
depends on its human resources — both employees and the
Poultry and 122
Aquaculture farmers, fish farmers, and communities who are an integral
Farmers part of our ecosystem. They are the primary drivers who
Community 124 bring sustainable operational practices to life and deliver
and Planet long-term benefits. Therefore, we continuously prioritise
investment in the development of our employees and
our partner farmers and fish farmers through training and
capacity building. We share the necessary knowledge,
skills, technology, and resources to foster innovation and
implement the latest technologies in their lines of work. As
part of this commitment, we have established the training
and development of employees and partner farmers as one
of our key sustainability targets.
For employees, Japfa focuses on optimising HR processes
and systems, including performance management,
administration, and competency development, to ensure
more effective, efficient, and standardised human resource
management. This is crucial so that every employee
development programme runs optimally, HR decisions can
be made accurately and based on data, and the Company
can maintain consistent operational standards across all
units. However, Japfa’s true success is not measured by
Company growth alone. We believe that genuine success
can only be achieved if the surrounding communities also
grow and develop with us. Through various community
education and development programmes, we are
committed to being agents of change who deliver tangible
positive impacts for the communities we serve.
Ultimately, our focus on employees, farmers, and
communities is not only about meeting present needs but
also about ensuring that the seeds of sustainability we plant
today will grow and pay off in the future.
Our Approach:
1 Employees
2 Poultry and Aquaculture Farmers
3 Community and Planet
Page 246
Human Resource Development Employees Achieving sustainable food security requires the involvement of employees who possess not only strong commitment but also adequate expertise. Therefore, Japfa continuously strives to create a work environment that supports the development, well-being, and full potential of every employee, ensuring they can contribute maximally to realising the Company’s sustainability vision. Optimising Digital Advancement for Human Resource (HR) Development Digitalization in the HR field is a crucial foundation for strengthening productivity, enhancing efficiency, and building an adaptive work culture across the entire Japfa group. Given our extensive operational scale and diverse workforce, digitalization enables HR processes to become more integrated, transparent, and responsive to employee needs. In 2025, Japfa continued developing its digital HR ecosystem through system innovations and learning platforms, while also conducting a comprehensive evaluation of all HR processes and updating Standard Operating Procedures (SOPs). The goal of these initiatives is to enhance the consistency, effectiveness, and standardization of all HR processes, and to ensure equitable access, comprehensive utilisation, and integrated system usage for all employees, from headquarters to regional operational units. 96
Page 247
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Japfa Electronic Travel System (JETS) and Japfa Time Integrated System (JTIS)
We continue to enhance the performance of JETS and JTIS, two internal systems that manage
business travel administration and employee attendance, including work schedules, clock-ins, and
overtime tracking. In 2025, JTIS was upgraded with a Mobile Attendance Application, allowing
employees to clock in from anywhere, at any time, making attendance recording more accurate,
efficient, and practical. Through this digitalisation, business travel administration and employee
attendance records are now more integrated with the financial system, reducing paper usage and
facilitating real-time monitoring of discipline across all operational units.
Enhancing Employee Capacity through Journex
To support the continuous competency development of our employees, Japfa continues to optimise
Journex, the Learning Management System (LMS) launched in 2024. This system is designed to
facilitate access to learning materials, standardise training modules, and comprehensively monitor
employee progress, including on-the-job training, external courses, and total training hours.
This was driven in part by the implementation of the “Top Learner” reward system, which encourages
active participation from employees. Furthermore, training modules are continually expanded to
include topics such as ESG, Occupational Health & Safety (OHS), as well as leadership and digital
skills materials. These updates ensure every employee can develop competencies relevant to their job
needs, utilise learning time flexibly, support professional growth, and strengthen a continuous learning
culture across the entire Company.
The number of employees The total training hours
who have accessed Journex has completed on Journex in 2025
reached 3,741 people. amounted to 335,610 hours.
97
Page 248
Human Resource Development Fostering a Culture of Occupational Health and Safety (K3) in the Corporate Environment Occupational Health and Safety (K3) is a top priority for Japfa in protecting employees and all individuals within the work environment from various work-related risks. We implement an integrated K3 management system to build a proactive, safe, healthy, and conducive work culture. Through this approach, every employee can work comfortably and be protected from potential occupational hazards. With a strong focus on K3, Japfa not only ensures smooth operations but also fulfills its legal and social responsibilities in creating a responsible, productive work environment that supports the safety of every individual. OHSE Policy in Japfa Japfa implements an Occupational Health, Safety and Environment (OHSE) Policy as part of its commitment to managing operational risks across all business units. Through an effective and integrated OHSE management system, the Company strives to prevent workplace accidents and occupational illnesses. This policy is further elaborated within each division to ensure consistent implementation aligned with operational characteristics. [GRI 2-23] 98
Page 249
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Japfa also actively campaigns for the importance To ensure uniformity in the
of awareness and responsibility towards K3, implementation of risk assessment and
conducts relevant training, and applies the control, Japfa implements: [GRI 403-6, 403-7]
principle of continuous improvement in all K3
programmes. 1 A standardised Hazard
Identification, Risk Assessment and
At Japfa, we strive to allocate the Determining Control (HIRADC),
which continues to be rolled out
necessary resources to continually
across most units.
improve our standards for a safe
and healthy working environment. 2 Health Risk Assessment, expanded
Our focus remains on strengthening to various divisions as a follow-up
to SMK3 audit findings.
a culture of safety, reflecting our
primary responsibility towards all 3 Disease Preparedness and
employees and our commitment to Response Procedures to address
meeting relevant labour regulations. various health risks and ensure
[GRI 2-23]
future readiness.
Japfa promotes compliance with Government Regulation No. 50 of 2012 concerning the Occupational
Health and Safety Management System (SMK3) and encourages the adoption of ISO 45001:2018 as the
framework for its occupational health and safety management system. These two standards serve as
the primary guidelines to ensure consistent, effective, and regulatory-compliant OHS practices across all
operational units. [GRI 2-23]
To achieve this, Japfa continues to expand and strengthen the implementation of SMK3 across all divisions
through capacity building, implementation assistance, and phased progress monitoring. This approach
aims to establish a more mature and sustainable safety culture foundation throughout all business lines.
[GRI 403-1]
Expanding OHS Audits
To ensure the effective implementation of the Occupational Health and Safety Management System
(SMK3), Japfa routinely conducts both internal and external audits annually. These audits aim to
identify areas requiring improvement, ensure regulatory compliance, and enhance safety and health
practices in the workplace.
The audit scope covers various aspects, from OHS policies and planning, the implementation of
operational procedures, to the control of risks such as electrical hazards, exposure to chemical and
biological factors, ergonomic aspects, and control based on measurements of physical factors like
noise, lighting, temperature, dust, and vibration. In 2025, Japfa expanded the scope of its OHS audits
to enable a more consistent application of the occupational health and safety management system.
99
Page 250
Human Resource Development
Establishing the Occupational Safety and Health Committee (P2K3) [GRI 403-4]
The P2K3 plays a vital role in the supervision, management, and implementation of occupational safety
and health across all Japfa operational units. We have P2K3 teams operating at most of the Company’s
operational locations, ensuring consistent OHS oversight and coordination. In 2025, the number of
P2K3 members reached 4,814 employees, an increase of approximately 8.5% compared to 2024. This
demonstrates the growing active participation of employees in supporting the application of OHS
standards and strengthening the safety culture across the entire Company.
Instilling an OHS Culture [GRI 2-24, 403-2, 403-5, 403-4]
Japfa organises various initiatives to equip employees with the ability and skills to manage OHS
risks in their daily work. Through these activities, the Company continuously strengthens the OHS
management system and instills a consistent OHS culture across all operational units.
In 2025, several initiatives were carried out to comprehensively instill an OHS culture, including:
1
Health, Safety, and Environment (HSE) Forum
This forum serves as a platform to discuss OHS best practices, share experiences among HSE
teams from all divisions and units, and present insight-sharing sessions on current sustainability
topics. The 2025 HSE Forum was held on 26-27 February at the JAPFA the Learning Centre
(JTLC) and was attended by 140 participants from all Japfa business divisions.
100
Page 251
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
2 HSE Champions
This programme is designed to equip internal cadres with superior competencies in
Occupational Health, Safety, and Environment (K3LH), enabling them to become drivers for
improving HSE performance in their respective divisions and units, thereby contributing to the
Company’s sustainability efforts. The HSE Champions programme is delivered using a blended
learning method, combining online live presentations, self-learning, in-person training at JTLC,
and self-paced learning. This learning approach, particularly the online live presentations, also
supports the reduction of Scope 3 carbon emissions by saving on employee business travel.
Throughout the six-month programme, participants studied various K3LH-related modules,
namely:
• Introduction to Corporate • Air Pollution Control
Sustainability and ESG • Environmental Documentation
• Introduction to Project Management & Permitting, ISO 14001:2015
for K3LH • Basic OHS and OHS Management
• Management System Auditing Systems
(ISO 19011:2018) • Hazard Identification Risk Assessment
• Hazardous and Non-Hazardous & Determining Control (HIRADC)
Waste Management • ISO 45001:2018
• Water Pollution Control • Teman K3 Web Application
3 Near Miss Campaign
A workplace safety campaign programme focused on reporting and preventing near-miss
incidents. The Company encourages employees to report potential hazards without fear or
stigma, enabling timely preventive actions.
4 Safety Reminder and Occupational Health Reminder
Through ‘Berkat Online’ as the Company’s official internal communication channel, Japfa
routinely delivers Safety and Occupational Health Reminders. The topics raised are
strategically structured based on current OHS risk trends in the field to ensure the information
provided is relevant and applicable.
5 Safety Talks
Each division organises Safety Talk continuously through various formats, such as Toolbox
Meetings and routine assemblies attended by management as well as workers. This
activity represents a strategic means in each unit to deliver directives and safety messages
consistently. Materials discussed include the mitigation of unsafe actions and conditions
(unsafe action/unsafe condition), OHS Policy, safety commitment, to practical operational
guidelines such as safe driving behaviour (safety driving/safety riding).
6 Refresher Training
This training hones knowledge and skills, ensuring the consistent application
of OHS standards, such as:
• Basic OHS Training
• Safety Leadership
• 5S Training and Implementation (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke)
101
Page 252
Human Resource Development
7 Strengthening Operational Capacity and Preparedness
This training is provided for high-risk operational units, such as:
• Firefighting Training
• Earthquake Evacuation Training
• Handling of Hazardous Chemicals (including ammonia)
• We conducted drowning rescue training at our aquaculture unit, where our diving team
received certified training from external providers.
8 Mandatory OHS Training for Certification
Japfa organises OHS training programmes comprehensively as a main prerequisite in
fulfilling various international certification standards. This includes occupational safety
management system certification ISO 45001:2018, food safety ISO 22000, social ethical
compliance through SMETA, aquaculture sustainability standards such as Best Aquaculture
Practices (BAP) and Aquaculture Stewardship Council (ASC) and other certifications.
[GRI 2-23]
9
Safety Investigation and Corrective Action Initiative
INSPEKTA is a work accident investigation programme designed to thoroughly identify the root
causes of incidents. The process includes cause classification using approaches like fishbone analysis
and the 5 Whys method. The investigation results are used to formulate corrective and preventive
action recommendations to prevent similar occurrences in the future. Furthermore, INSPEKTA
provides strategic input to business unit management to drive improvements in occupational safety
and health (K3) performance.
In addition to implementing systems and conducting training, Japfa protects its employees through
various comprehensive programmes. The Company consistently reinforces awareness of safety
protocols to ensure all employees comply with applicable Standard Operating Procedures (SOPs). This
underscores that violations of SOPs will be addressed in accordance with Company policy, to protect
the safety of both individuals and work teams.
Japfa also prioritises preventive measures through:
1 Routine health checks, now expanded to more units, including offices and operational areas, to
ensure the maintenance of health and work comfort, including:
• Physical health examinations
• Ergonomic assessments
2 Provision of Personal Protective Equipment (PPE) for all employees, especially those working
in high-risk environments.
102
Page 253
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Transparency and OHS Performance Reporting
Prompt incident reporting and thorough investigation are crucial to preventing workplace accidents
from recurring. A culture of fearless reporting helps the Company obtain accurate data for continuous
improvement.
Japfa encourages transparency in communicating the Company’s OHS performance, partly through
the utilisation of JSRS. Each business division periodically reports its OHS performance through this
platform, which is then processed and consolidated via the Sustainalitics platform. Japfa holds regular
meetings to review and discuss incident trends and the necessary steps for improvement. In-depth
investigation of specific incidents is conducted through INSPEKTA.
103
Page 254
Human Resource Development
Implementation Provision of Occupational Health Services (P2K2)
Several business units within Japfa have implemented Holistic Health Services. One of them is the
Aquafeed Unit, which adopts a holistic approach focusing on the prevention, maintenance, and recovery of
employees’ health. This programme encompasses four pillars:
1 Preventive: Health education, routine check-ups, BMI monitoring, weight loss programmes, and
annual MCU (Medical Check-Ups).
2 Promotive: Healthy lifestyle education and exercise recommendations.
3 Curative: Basic medical treatment services through internal clinics and first-tier health facilities.
4 Rehabilitative: Hospital referrals for further treatment.
In addition, the reporting and medical verification system ensures data accuracy, while health risk mapping
is used to determine appropriate job placement (fit to work). This approach supports safety, productivity,
and the sustainable well-being of employees.
104
Page 255
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Promoting Fitness and Sports
Japfa continues to encourage employees to regularly participate in sporting activities as part of its
wellbeing initiatives, aimed at enhancing fitness and productivity across all operational units. Support
is provided through the availability of various sports facilities, such as football, padel, badminton,
running, yoga, tai chi, aerobics, and others.
Furthermore, Japfa consistently organises an Annual Sports Event with active participation from all
work units. This activity not only aims to strengthen camaraderie among employees but also promotes
a healthy lifestyle and builds a positive competitive spirit in the work environment. Additionally, Japfa
provides support in the form of incentives to employees who participate in sports competitions at the
local, national, and international levels. These initiatives reflect the Company’s commitment to creating
an inclusive, healthy work environment focused on the holistic development of employee potential.
105
Page 256
Human Resource Development Supporting Employee Mental Health [GRI 403-6] Japfa places employee mental health as an important part of overall well-being and work productivity, with various initiatives implemented at both the corporate and operational unit levels. In 2025, the “Trauma Releasing Exercise (TRE) and Forces Mindfulness” workshop programme continued, with expanded coverage to reach more employees at the head office. Additionally, Japfa organised Health Talks with practitioners and influencers, discussing stress management strategies, work-life balance, and enhancing employees’ mental capacity. These activities are designed to provide practical education and build awareness about the importance of maintaining psychological health in the workplace. We also hold regular spiritual activities and celebrations for specific religious occasions to deepen the faith embraced by each employee while strengthening togetherness and mutual respect. 106
Page 257
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Employee Work Accident Data [GRI 403-9]
2025 2024 2023
Type of Accident
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Accidents resulting in fatality, whether
Fatal occurring immediately or within a specific 2 0.03 0 0.00 1 0.01
period following the incident
Incident resulting in lost workdays and
suspected to cause permanent physical
Heavy 3 0.04 4 0.05 1 0.01
or mental impairment affecting work
capacity
Incident resulting in lost workdays and
not suspected to cause permanent
Moderate 250 3.21 191 2.53 137 1.83
physical or mental impairment affecting
work capacity
Light Incident resulting in no lost workdays 166 2.13 242 3.21 102 1.36
Total 421 5.40 437 5.79 241 3.21
Non-Employee Work Accident Data
2025 2024 2023
Type of Accident
Jumlah Rate Jumlah Rate Jumlah Rate
Accidents resulting in fatality, whether
Fatal occurring immediately or within a specific 0 0.00 0 0.00 0 0.00
period following the incident
Incident resulting in lost workdays
and suspected to cause permanent
Heavy 1 0.01 0 0.00 0 0.00
physical or mental impairment affecting
work capacity
Incident resulting in lost workdays and
not suspected to cause permanent
Moderate 39 0.50 40 0.53 7 0.09
physical or mental impairment affecting
work capacity
Light Incident resulting in no lost workdays 101 1.30 11 0.15 5 0.07
Total 141 1.81 51 0.68 12 0.16
About Our Data
[1.] The accident rate is calculated based on 1,000,000 work hours.
[2.] Non-employee workers are parties who provide services or perform work for the Company without a direct
employment relationship, such as contractors or personnel from other third parties.
[3.] The trend of minor and moderate work accidents shows an increase.
[4.] Based on data documented in JSRS, the causes of accidents are caused by unsafe actions amounting to 91.3% and
unsafe conditions amounting to 8.7%.
[5.] In 2025, with deep regret, the Company recorded two cases of fatal work accidents that occurred in operational
units. The Company views seriously every safety incident and continues to strengthen the OHS culture as part of the
commitment to safe and responsible operations.
[6.] Every incident has gone through a thorough investigation to identify the root cause as well as areas for
improvement. Follow-up is carried out through the improvement of work systems and procedures, strengthening
of risk control, as well as the enhancement of OHS competency and awareness for workers in order to prevent the
recurrence of similar incidents.
107
Page 258
Human Resource Development
Maintaining an Inclusive and Diverse Work Environment
[GRI 401-1, 401-2, 401-3, 404-1, 405-1, 405-2, 408-1, 409-1] [POJK F.18, F.19, F.20, F.21]
Japfa understands that an inclusive and diverse work environment is crucial for supporting food
security and operational sustainability. By providing equal opportunities for every individual, the
Company can leverage the workforce’s competencies, creativity, and fresh perspectives. An inclusive
work environment enhances collaboration, productivity, and active participation, while ensuring every
individual is respected and treated equally.
Japfa’s commitment is reflected in its Diversity Policy, which promotes the creation of a fair and
inclusive work environment for all, regardless of gender, age, religion, or other factors. [GRI 2-23]
Equal Remuneration and Benefits [GRI 202-1, 405-1, 405-2, 2-30]
Japfa provides salaries to all employees based on performance, experience, and qualifications,
without discrimination based on gender, race, ethnicity, or religion. In 2025, the lowest salary we paid
remained above the provincial minimum wage average, demonstrating the Company’s commitment to
employee welfare.
Percentage of Remuneration at the Year Male Female Combined
Lowest Employment Level Compared
to the Average Provincial Minimum 2025 149% 143% 149%
Wage (UMP) [POJK F.20, GRI 202-1]
2024 150% 145% 149%
About Our Data
Average Total Salary (Operator Level, Permanent Employees)
2023 149% 143% 149%
Average Provincial Minimum Wage (UMP)
108
Page 259
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
In addition to fair salaries, Japfa provides various facilities and benefits to enhance the welfare of
employees and their families in accordance with applicable laws and regulations. These programmes
encompass maternity leave, healthcare services, employee and family assistance, and other relevant
benefits tailored to employee needs. These benefits and facilities are continually adjusted to support
quality of life, work-life balance, and employee motivation in contributing to the Company’s growth.
Benefits [GRI 401-2, 401-3, 403-3, 403-6, 403-8]
Benefits Contract Employees Permanent Employees
BPJS Employment/Social Security Yes Yes
Employment Injury Programme (JKK) Yes Yes
Death Programme (JKM) Yes Yes
Old Age Savings Programme (JHT) Yes Yes
Pension Security Yes Yes
BPJS Health and in-house Japfa BPJS Health and in-house Japfa
Healthcare Services
medical coverage with certain limits medical coverage with certain limits
There is a compensation payment
Pension/Severance Package provided at the end of the contract Yes
period
3 months' leave for female employees 3 months' leave for female employees
giving birth and 2 days for male giving birth and 2 days for male
employees accompanying their wife employees accompanying their wife
Maternity and/or Miscarriage Leave giving birth giving birth
1.5 months’ leave for female 1.5 months’ leave for female
employees who have a miscarriage employees who have a miscarriage
Fully Paid Leave for Specific Periods
(full paid leave) including annual
leave, maternity leave, sick leave,
No Yes
bereavement leave, family event
leave, child baptism or circumcision
leave, etc.
Other benefits (including Hari
Raya allowance, meal assistance, Yes Yes
transportation, maternity, etc.)
109
Page 260
Human Resource Development
A Fair and Inclusive Workplace [GRI 2-23, 408-1, 409-1, 2-30, 407-1] [POJK F.19]
Japfa implements the Japfa Diversity Policy to ensure all employment processes are competency-
focused across all divisions. In the recruitment process, criteria related to ethnicity, religion, race, or
intergroup relations (SARA) are not used, thereby providing equal opportunities for all candidates
in accordance with applicable regulations. The Company also prohibits child labor, forced labor, and
human rights violations as per prevailing labor laws. Although Japfa does not have labor unions, the
Company does not restrict employees from joining any unions, associations, or organizations, as part
of their freedom to associate and participate in collective activities.
In 2025, 82% of our employees consisted of local community members from the areas where our
operations are located. [GRI 202-2] [POJK B.1]
In 2025, there were no cases of human rights violations across the Company’s operations.
1 Gender Equality
The Company ensures equal opportunities for all employees regardless of gender, including
in training, career development, and leadership opportunities. Throughout 2025, various
initiatives were carried out to increase women’s participation in sports, wellness activities, and
leadership programmes. The Company also provides in-office sports activities, such as yoga,
dance cardio, and poundfit. To support women’s participation in internal competitions, the
Company introduced special categories for women, including two categories at the JAPFA
Table Tennis Championship 2025. In addition, the Company organised the JAPFA Festival Fit &
Fun 2025, the first sports festival exclusively for female employees, which was attended from
the Greater Jakarta area.
2 Support for Employees with Disabilities
As of 2025, Japfa employed 65 employees and outsourced workers with disabilities across
various units, expanding their participation in development programmes and ensuring an
inclusive and equitable work environment for all employees.
Management and Employee Age Diversity [GRI 405-1]
Tahun Age
Employees Total
< 30 years 30 - 50 years 30 - 50 years
Middle Management & Above Male 10 (91%) 776 (81%) 478 (80%) 1,264 (81%)
Middle Management & Above Female 1 (9%) 181 (19%) 120 (20%) 302 (19%)
2025
Operator & Junior Management Male 6,996 (82%) 16,753 (89%) 2,385 (89%) 26,134 (87%)
Operator & Junior Management Female 1,488 (18%) 2,126 (11%) 295 (11% 3,909 (13%)
Middle Management & Above Male 11 (85%) 734 (82%) 466 (81%) 1,211 (82%)
Middle Management & Above Female 2 (15%) 157 (18%) 109 (19%) 268 (18%)
2024
Operator & Junior Management Male 6,905 (83%) 16,194 (89%) 2,283 (89%) 25,382 (87%)
Operator & Junior Management Female 1,416 (17%) 2,021 (11%) 277 (11%) 3,714 (13%)
Middle Management & Above Male 9 (75%) 714 (83%) 448 (80%) 1,171 (82%)
Middle Management & Above Female 3 (25%) 142 (17%) 112 (20%) 257 (18%)
2023
Operator & Junior Management Male 7,183 (83%) 15,911 (89%) 2,190 (89%) 25,284 (87%)
Operator & Junior Management Female 1,435 (17%) 1,958 (11%) 267 (11%) 3,660 (13%)
110
Page 261
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Recruitment and Turnover [GRI 401-1]
By Age Group
Age <30 Age 30-50 Age > 50
2025 Recruited 2,266 884 30
7% 3% 0%
Turnover 783 777 405
3% 3% 1%
2024 Recruited 2,225 1,609 81
7% 5% 0%
Turnover 714 854 415
2% 3% 1%
2023 Recruited 1,857 1,134 70
6% 4% 0%
Turnover 789 936 411
3% 3% 1%
By Gender
Male Female
2025 Recruited 2,635 545
9% 2%
Turnover 1,650 315
5% 1%
2024 Recruited 3,439 476
12% 2%
Turnover 1,661 322
6% 1%
2023 Recruited 2,605 456
8% 1%
Turnover 1,768 368
6% 1%
By Area of work
Feed Poultry Comm. Poultry Aqua- Consumer SBU SBUs CSS HO HO
Breeding Poultry Processing culture Foods AHLE Downstream
2025 Recruited 245 1,058 251 397 151 609 146 215 57 51
1% 3% 1% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 222 502 118 171 123 361 79 347 26 16
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
2024 Recruited 132 2,171 102 273 134 676 125 235 54 13
0% 7% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 218 501 141 158 158 479 73 215 36 4
1% 2% 0% 1% 1% 2% 0% 1% 0% 0%
2023 Recruited 109 1,486 50 175 118 587 105 396 33 2
0% 5% 0% 1% 0% 2% 0% 1% 0% 0%
Turnover 183 598 121 249 141 374 84 365 18 3
1% 2% 0% 1% 0% 1% 0% 1% 0% 0%
111
Page 262
Human Resource Development Embracing and Growing with Employees [GRI 2-30, 404-2] [POJK F.22] Self-development and healthy competition among employees are key strategies for Japfa to foster individual advancement while supporting Company growth. A culture of enhancing knowledge, skills, and professional competencies not only drives innovation but also benefits employees’ physical and mental health, while strengthening their engagement in the work environment. At Japfa, our sustainability targets include social goals for employees, aiming for an average of 13.9 training hours per person per year by 2030. This target is designed to ensure every individual continuously develops their professional competencies and personal capabilities, while supporting the organization’s sustainable growth. The Company also recognises employees who demonstrate significant contributions, outstanding achievements, and a work ethic aligned with Japfa’s values. 112
Page 263
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Building Togetherness with Employees
Employee engagement is a crucial foundation for Japfa’s progress. By creating an environment
where every employee feels valued and has opportunities to grow, the Company not only enhances
productivity but also strengthens a sense of belonging, loyalty, and shared commitment to achieving
organizational goals.
NGOPI
NgoPi is a monthly podcast organised by the Aquaculture division at the end of each month. Adopting
a relaxed discussion format, the programme aims to broaden employees’ perspectives on a diverse
range of subjects, from professional matters to work-life balance. The initiative has proved popular,
creating a space for staff to unwind whilst fostering engagement in an informal and accessible setting.
Transparent Communication Channels
A work environment with an open and transparent communication culture creates a comfortable
atmosphere where employees feel heard and actively involved in various Company initiatives. This
encourages more productive dialogue, enhances collaboration, and strengthens bonds among
employees across all units.
In 2025, Japfa continued to develop various communication channels, including Japfa Conversation,
Communication Forums (FORKOM), and Town Hall Meetings, which are increasingly digitalised to
ensure access and participation for employees across all operational locations. These initiatives
support the creation of effective two-way communication, allowing employees to share ideas, provide
feedback, and strengthen their sense of ownership towards the Company.
Japfa Publications
Internal publications play a vital role in creating transparent and effective communication between the
Company and its employees. In addition to disseminating consistent information, these publications
provide all employees with access to the latest updates on Company developments, policies, and key
achievements.
In 2025, Japfa maintained various publications at both the divisional and national levels, including:
Japfa Newsletter and Berkat Magazine
1
An internal bulletin published every two months, featuring news and important information for
employees.
Japfa Link
2
A digital platform that facilitates communication and information sharing among employees,
including publications from all Japfa Group units, making it easier for all employees to access
and engage in real-time.
113
Page 264
Human Resource Development
BersamaJAPFA
3
A quarterly newsletter managed by the Corporate Social Investment Division
WATER (Warta Aquaculture Terkini / Latest Aquaculture News)
4
A publication from the Aquaculture Operations, published every four months, accessible to
both employees and customers.
STP Radio
5
An informal and interactive internal communication platform that conducts roadshows across
various units and features monthly thematic discussions. STP Radio enables employees to
participate, share their views, and strengthen engagement across the workplace.
HR Portal – Corporate Office Indonesia
6
A centralised SharePoint channel containing company policies specifically for employees of the
Corporate Office Indonesia.
These initiatives support the creation of transparent, fast, and accurate internal communication, while
strengthening the sense of ownership and engagement among employees across all operational units.
114
Page 265
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Employee Competitions and Awards
Japfa organises various internal innovation competitions aimed at gathering fresh and creative ideas
from employees that can have a positive impact on the Company. These programmes are designed
to enhance quality, productivity, and efficiency, while also fostering new breakthroughs relevant to
business needs. These competitions involve employees from various divisions, focusing on innovation,
sustainability, and the application of Company values.
For example, Japfa holds the Japfa Sustainability Initiative Awards, Japfa Innovation Awards, and
Japfa Food Innovation.
115
Page 266
Human Resource Development
Japfa Sustainability Initiative Awards (JSIA) 2025
To accelerate the achievement of sustainability targets, Japfa launched the Japfa Sustainability Initiative
Awards (JSIA) in 2025. This programme encourages operational units to develop and implement initiatives
aligned with the Company’s sustainability strategy, while also creating tangible impacts within their
operational environments. As part of the programme, representatives from operational units receive
training at the JAPFA The Learning Center (JTLC) to enhance the quality of their project proposals before
evaluation by a panel of judges and an internal audience.
The JSIA awards were given to five winners across several categories:
Grand Winner Best Water and Wastewater
Management
Aquaculture
Organic Mass Production of Moina and Rotifer
Using Wastewater for Sustainable Aquaculture
Best Energy Best Waste Favourite
Optimisation Treatment Winner
Commercial Poultry Commercial Poultry Poultry Breeding
Wind Turbine for Renewable Energy Chicken Manure Biodigester for
from Exhaust Fans Transformation of Chicken Feces
Biogas and Organic Fertiliser & Eggshell Debris into Organic
Production Fertiliser
Following the announcement of the winners, each initiative will be further developed through replication
plans in the relevant divisions, allowing best practices to be applied more broadly and consistently across
all operational units. This programme not only boosts employee creativity and participation but also
strengthens a sustainability culture integrated into Japfa’s business strategy.
116
Page 267
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Supporting Employee Well-being
Japfa continuously supports employee well-being through various initiatives covering financial, social,
and spiritual aspects.
Happy People Programme
Japfa launched the Happy People Programme as an effort to comprehensively improve
employee well-being — encompassing physical and mental health, social interactions, and
the work environment. This programme aims to strengthen employee well-being, increase
engagement, create a safe and inclusive work environment, and support sustainable
productivity.
The programme is implemented through four pillars:
1. Me – focusing on individual health through sports, healthy competitions, and Health Talk sessions.
2. Us – strengthening togetherness through cultural activities, competitions, and holiday celebrations.
3. Place – ensuring a safe, comfortable, and inclusive work environment.
4. Work – supporting productivity through training, mentoring, and learning opportunities.
Through this initiative, Japfa successfully increased employee participation in
wellness activities, fostered an inclusive work culture, and strengthened the
physical, mental, and social well-being of its employees.
117
Page 268
Human Resource Development
Employee Cooperative
Japfa’s employee cooperatives have been established across operational units to support daily needs
and enhance employee welfare. Through diverse ventures—such as minimarkets, healthcare services,
and production units—they deliver tangible benefits. Generated profits ensure business sustainability
while being returned directly to member employees. Savings and loan services further bolster
members’ financial security, positioning cooperatives as a vital mechanism for shared prosperity.
Continuous Learning [GRI 404-2]
Structured competency development remains a crucial foundation for ensuring consistency and
quality in employee learning. Japfa enhances the skills and capabilities of employees across all
management levels through structured programmes, enabling them to be better prepared for future
challenges and supporting the Company’s progress.
Average Training Hours per Employee per Year [GRI 404-1]
Employee Category 2025 2024 2023
Male 55 38 15
Middle Management & Above Female 25 32 14
Average 47 37 15
Male 13 8 6
Operators & Junior Management Female 11 16 15
Average 12 9 7
The Company manages employee competency development through two approaches, namely
corporate development programmes and division training programmes.
Corporate Development Programmes
Designed by the corporate People Development team, focusing on general and cross-functional
training to ensure consistent core competencies across the organisation.
Development
Developed by the corporate People Development team, focusing on general and cross-functional
training to ensure the uniformity of basic competencies across the organisation.
1 Foundation Programme (FP) Equips junior managers with a range of essential skills,
including an understanding of the Company, the core Japfa employee mindset, personal
development, leadership, team management, problem-solving, and time management.
118
Page 269
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
2
Middle Management Programme (MMP) Focuses on strategic management topics —
such as marketing, human resources, operations, project management, and finance — to
strengthen the capabilities of middle managers in navigating complex business dynamics.
Senior Management Programme (SMP) is a comprehensive management programme
3
designed for Senior Managers at Japfa to strengthen and sharpen business strategy
development capabilities. This programme focuses on post-pandemic leadership,
strategic decision-making, and building a high-performing, inclusive, and resilient team
culture. The SMP is not held annually but is implemented based on organisational needs.
Orientantion
1 Induction for New Employees
An induction programme for new employees introduces the overview of Japfa’s business,
business portfolio, and value chain, while instilling Japfa’s values as daily work guidelines.
2 DOLPHIN
The DOLPHIN programme is designed as an in-depth training on Japfa’s values to be
applied into tangible work behaviors. Sessions include a detailed understanding of the
values so that decision-making is based on these principles.
Further details on DOLPHIN can be
found on the Company’s website:
https://www.japfacomfeed.co.id/
employees
119
Page 270
Human Resource Development
Business Skills
The business skills training programme at Japfa is divided into three main categories, with modules
tailored according to management needs and responsibility levels.
1 General
This training emphasises soft skills and emotional intelligence across all management levels,
such as interpersonal skills, stress management, team collaboration, and empathy-based
leadership. This programme aims to create a harmonious work environment, enhance
productivity, and strengthen employee engagement across all operational units.
2 Quality, Health, Safety, and Environment (QHSE)
Japfa provides training to strengthen quality governance and performance, covering
environmental management systems, occupational health and safety, as well as quality and
productivity management systems.
3 Technical Training for Divisions or Units
This training is specifically designed according to the needs of the unit and division to
ensure consistent and reliable operational standards. Its scope includes digital skills and
data literacy to strengthen data-driven decision-making, improve work efficiency, and
support the Company’s digital transformation strategy.
Conference
Japfa organises non-routine thematic conferences based on organisational priorities and employee
needs. Topics covered include pre-retirement planning (financial planning, business opportunities,
health, and post-retirement activities) and QHSE.
Training is delivered through various interactive methods, including webinars, workshops, case
studies, and simulations, ensuring that participants are not only prepared to face business
challenges but also contribute to Japfa’s sustainability strategy.
120
Page 271
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Division Development Programmes
Meanwhile, division training programmes are designed by each respective division based on specific
operational needs and technical competencies.
These training programmes include:
1 Leadership Development Programme (LDP): Japfa Aquaculture conducts the LDP to
strengthen the leadership abilities of supervisors and managers. This programme equips
participants with core skills such as effective communication, team management, and
priority setting, ensuring they are prepared to carry out the leadership roles required in
operations.
2
Digitalisation and shopfloor operational training: The shopfloor is the main production
area where manufacturing activities take place every day. To enhance operational
capabilities, Japfa Aquaculture conducts training related to the digitalisation of
production processes, including the implementation of Enterprise Resource Planning
(ERP) to transition manual tasks to a paperless system, as well as the use of a
Manufacturing Execution System (MES) for real-time monitoring. This initiative improves
accuracy, accelerates decision-making, and drives efficiency on the production line.
3
Transition programmes for employees entering new job levels are designed to ensure
competency readiness before taking on greater roles. Through a structured curriculum
that covers technical and soft skills, participants undergo a monitored development
process for six months.
Regular Performance Evaluation [GRI 404-3]
Japfa regularly conducts two-way performance evaluations. In 2025, we carried out regular assessments
of performance and career development for 100% of employees. The feedback gathered from these
evaluations serves as the basis for employee development and career planning in the future.
121
Page 272
Human Resource Development Poultry and Aquaculture Farmers [GRI 2-6, 203-1, 203-2] [POJK B.3, F.23, F.25] Farmers and fish farmers play a strategic role in maintaining food security by providing sources of animal protein, including chicken meat, eggs, fish, and shrimp. Recognising their vital contribution, Japfa is committed to supporting partners through programmes that enhance their skills, productivity, and operational efficiency, while also helping them adapt to future challenges and opportunities. This approach ensures sustainable partnerships while strengthening the quality and safety of product supplies for consumers. Poultry Farmers Japfa partners with more than 8,700 poultry farmers to support sustainable animal protein production. This partnership encompasses not only resource provision but also emphasises farmer education and capacity building to optimise final production outputs and promote more sustainable working practices. A sustainability mindset is integrated into daily operational activities, encouraging farmers to make more environmentally conscious choices and consistently implement eco-friendly practices. To enhance farmer competency, Japfa provides technical training and mentoring covering nutrition, poultry health management, and the application of modern technology. During each production cycle, Japfa’s team coordinates with partner farmers at least twice a week for knowledge-sharing sessions, listening to challenges, and providing appropriate solutions. Furthermore, farmers are invited to Japfa’s farming facilities to learn best practices firsthand and receive support in the form of recommendation letters to secure additional capital from banking institutions for business expansion. 122
Page 273
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
The provided production resources include feed and periodic technical assistance, with all sessions
recorded via the Ciomas Commercial Farm (CCF) Recording application. This application enables
detailed monitoring by Field Extension Officers (PPL) and is continuously updated to ensure smooth
monitoring and training effectiveness. Through this system, each programme has a tangible impact on
improving the knowledge, skills, and sustainable practices of partner farmers. [GRI 203-2, 413-1].
Aquaculture farmers
Japfa proactively continues to innovate by launching various initiatives to advance the aquaculture
industry. Through a strong commitment to education and collaboration within Japfa Aquaculture, the
Company is dedicated to improving the quality of life for fish and shrimp farmers while supporting
food security.
Program STP Mania Loyalty
The STP Mania Loyalty programme equips farmers with the knowledge and skills needed to
maintain fish health and enhance pond productivity. Through training themed “Fish Health and
Feeding Strategy in Aquafarming with Enhanced Leadership,” farmers receive direct mentoring on
fish health management, disease prevention, and efficient feeding strategies. The programme also
includes leadership and soft skills development sessions to strengthen farmers’ managerial capacity
in managing daily cultivation activities. With direct guidance from Japfa’s technical and nutrition
experts, participants gain crucial insights to increase productivity, reduce risks, and strengthen the
sustainability of their businesses. This initiative reflects Japfa’s commitment to supporting partner
farmers as strategic collaborators who play a vital role in promoting responsible and resilient
aquaculture in Indonesia.
Aquaculture Technology and Development (ATD)
Through Aquaculture Technology and Development (ATD), Japfa conducts research and development in
aquaculture technology, including the production of equipment such as aerators and the implementation of
Geographic Information System (GIS)-based spatial planning to assess site suitability for cultivation.
In 2025, ATD continued to refine technologies, including Ultraviolet Disinfection (UVD) technology,
designed to disinfect water in fish and shrimp farming using ultraviolet light. This effectively
eliminates pathogens without risk to the surrounding ecosystem. This technology supports farmers
in controlling pathogens more efficiently, enhancing operational sustainability, and optimising
water usage management.
123
Page 274
Human Resource Development Community and Planet [GRI 203-1, 203-2, 413-1] [POJK B.2, F.23, F.25] The community is an integral part of Japfa’s journey. The Company believes that community empowerment not only strengthens good relations but also enhances shared prosperity, both now and in the future. Furthermore, environmental conservation provides broad benefits for all stakeholders, making it a primary focus for the Company. Through programmes focused on education, environmental conservation, and social assistance, Japfa is committed to creating a sustainable positive impact, supporting the development of resilient communities, and ensuring the preservation of natural resources for future generations. Investing in the Future Generation of Farmers Amid rising global food needs and the impact of climate change on the livestock sector, the younger generation of farmers holds a key role in ensuring the sustainability of future food production. Japfa is committed to transferring knowledge and experience, while encouraging the next generation to develop innovations and utilise the latest technologies in farming practices. JAPFA Scholarship for the Nation’s Children programme Japfa, together with the Edu Farmers International Foundation, officially launched the 2025 JAPFA Scholarship for the Nation’s Children programme in Bogor, West Java. This programme aims to support the education of young people, both from within Japfa’s internal community and the general public, as part of the Company’s commitment to building Indonesia through investment in education. 124
Page 275
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
From a total of 6,691 applicants, 422 scholarship recipients were selected — comprising 271 children
of JAPFA employees and 151 external students — after going through a rigorous selection process.
They consist of 212 high school/vocational school students and 210 university students from various
institutions across Indonesia. The programme not only provides financial support but also equips
participants with character and leadership development through various activities, including a talk
show themed “Building Characterful, Visionary, and Inspirational Leaders.” This initiative reflects
Japfa’s commitment to nurturing future leaders with integrity, competitiveness, and a positive
contribution to society, while supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG)
4: Quality Education.
Developing Future Talent through the Teaching Farm
As part of strengthening collaboration between industry and academia in developing modern,
technology based livestock farming, in 2025 Japfa and Hasanuddin University (UNHAS)
inaugurated a closed house Teaching Farm in Gowa, South Sulawesi. The 1,500 m² facility, with
a capacity of more than 24,000 chickens and an investment of approximately Rp3 billion, was
established to support education, research, and the application of modern livestock farming
technologies. The teaching farm provides practical learning for students, covering livestock
management, biosecurity, animal health, and poultry business management using a closed
house system. This collaboration, initiated through the 2024 MoU, is expected to develop a pool
of competent and technology adaptive livestock professionals with strong competitiveness
to support food security and the advancement of the national livestock sector.cience and
technology, and enhance research capacity that can be directly applied in the field.
125
Page 276
Human Resource Development STP Mengajar (STP Teaching) The STP Mengajar programme is a strategic initiative by Japfa aimed at transferring knowledge, experience, and best practices in the field of aquaculture to students at various universities across Indonesia. Through collaboration with the IPB University Vocational School, STP seeks to bridge the gap between academia and industry, ensuring that aspiring fish farmers not only master theory but also possess practical skills aligned with field requirements. In these activities, STP shares knowledge on the application of the latest aquaculture technologies, fish health management, and efficient feeding strategies to enhance pond productivity and sustainability. This approach strengthens the younger generation’s understanding of the real challenges faced by farmers, while fostering a spirit of innovation and environmental responsibility in cultivation practices. Through this initiative, we hope to produce more professional farmers capable of managing their businesses sustainably and driving the progress of the national aquaculture sector. 126
Page 277
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Synergised Aquaculture Innovative Learning (SAIL)
The Synergised Aquaculture Innovative Learning (SAIL) programme continues to be a vital pillar
for Japfa in supporting the development of young talent in Indonesia’s aquaculture sector. Since
its launch in 2020, this programme provides opportunities for undergraduate and diploma students
to gain hands-on field experience through technical training, applied research, and professional
mentorship both the farming and manufacturing units of Japfa Aquaculture.
As of 2025, the SAIL programme has engaged over 400 students from various universities, featuring
flagship projects such as the development of locally sourced feed, AI-based fish monitoring,
and biofloc efficiency. Notably, several participants have subsequently been recruited as Japfa
employees. We are also expanding our partnerships with educational institutions and fisheries
innovation incubators to cultivate a generation of resilient, innovative, and sustainability-oriented.
aquaculture professionals.
Research Collaboration with Universities
Collaborating with academic institutions is an important part of Japfa’s approach to advancing
scientific knowledge and strengthening the sustainability of its operations. These partnerships
enable the Company to incorporate research-based insights into product development, farming
practices, and overall operational improvement.
In the Aquaculture unit, Japfa works with universities such as Universitas Indonesia and IPB to
conduct research in aquaculture and related supporting fields. Through these collaborations,
academic experts assist Japfa in challenging and validating the performance of selected products,
ensuring that innovations are grounded in scientific understanding. Although the specifics of
the studies are not disclosed, this approach reflects Japfa’s commitment to evidence-based
improvements and continuous enhancement of sustainable aquaculture practices.
127
Page 278
Human Resource Development STP Jejak Bumi: Managing Waste into Added Value As part of Japfa Aquaculture’s commitment to sustainable operational practices, STP Jejak Bumi was developed to transform plastic waste challenges into valuable opportunities. Recognising that plastic waste from both production processes and household consumption is a significant issue for the aquaculture industry and coastal communities, this initiative is designed to reduce environmental pressure while creating added value from discarded materials. The programme has been implemented across several aquaculture units, collecting and utilising more than 900 kg of recyclable plastic waste, covering post-production waste and domestic refuse from three aquafeed units. The collected waste is processed into various functional products, such as furniture, wall panels, tables, and merchandise for employees and customers through collaboration with local partners. As part of this approach, Japfa encourages active employee participation in plastic waste reduction through a series of socialisations and roadshows in various operational units. Employees are encouraged to collect domestic plastic waste and channel it to the Company’s waste storage facility to be further processed by the Japfa Aquaculture team as part of an integrated waste management workflow. This circular approach not only mitigates potential environmental pollution, but also strengthens the habit of sorting waste in daily life. The Company periodically gives appreciation to employees who contribute actively through various internal communication channels, so that a shared culture of environmental care is created. 128
Page 279
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Continuing a Legacy of Values through
Responsible Land Management
Japfa’s commitment to environmental The inaugural planting was conducted as
stewardship is reflected in initiatives a tribute to the late Mr Angelo Handojo
that protect natural resources while Santosa, who laid the foundation
supporting community wellbeing. for sustainable rubber plantation
management. This replanting programme
aims to increase productivity and yield
quality through cultivation practices
Within the SBU Plantation unit, that maintain soil fertility, preserve
we undertook a replanting biodiversity, and minimise environmental
impacts.
programme involving
approximately 5,000 rubber This initiative also strengthens cross-
seedlings across six hectares of divisional collaboration in driving
land as part of a renewal effort responsible agribusiness. By expanding
green areas and increasing CO₂
grounded in shared environmental absorption, this programme supports
responsibility. climate action and the regeneration
of local ecosystems as part of Japfa’s
commitment to protecting the
environment sustainably
Community Capacity Building through Biofloc Technical Training
The Biofloc Technical Training Programme was introduced to support local communities in
adopting more efficient aquaculture practices. Biofloc is a cultivation method that utilises beneficial
microorganisms to maintain water quality, thereby reducing feed consumption while enhancing
productivity. Through this programme, Japfa provides neighbouring communities with foundational
knowledge in areas such as seed selection, feed management, and biofloc pond maintenance.
This initiative is currently being implemented at our Purwakarta and Lampung units in collaboration
with local partners, including KODIM, to ensure that technical guidance and community engagement
remain effective. Through these efforts, Japfa strives to contribute to the development of skills and
economic opportunities for local residents, while encouraging more sustainable aquaculture practices.
129
Page 280
Human Resource Development Empowering Women to Lead Sustainable Environmental Practices Grounded in the belief that sustainable change can begin at home, Japfa — through the Perempuan Nusantara community — implemented the SDG Action Programme to equip participants with environmentally friendly skills. The initiative focuses on reducing household organic waste while promoting healthier living through the use of natural, non-chemical household products. The programme was held in Sukamanah (Megamendung) and Pabuaran (Cibinong), and also served as training for the SiRepi and Kecik Waste Banks in Sragen, as well as the Berkah Mulya Waste Bank in Cirebon City. The programme provided training on producing eco-enzyme and organic soap using locally sourced ingredients such as soapberries, torch ginger, and citrus leaves. More than 33 kilograms of kitchen waste were successfully converted into useful products, reducing reliance on chemical- based household items. Through hands-on guidance and collaboration with village authorities, the programme enables women to serve as agents of change in fostering sustainable habits within their communities. This initiative contributes to SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), and SDG 13 (Climate Action), reflecting Japfa’s commitment to strengthening environmental and social resilience by empowering women. 130
Page 281
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Protecting Our Seas, Empowering Coastal Communities
The activity brought together local
government representatives, environmental
As part of our commitment to agencies, community groups, and Japfa
responsible aquaculture practices, Aquaculture from Banyuwangi highlighting
that collaboration across stakeholders
Japfa’s aquaculture carried out a is key to strengthening conservation
coastal conservation activity at outcomes. Mangroves play an essential
role as natural barriers, carbon absorbers,
Cacalan Beach, planting 3,000 and breeding grounds for marine species,
mangrove trees and releasing 100 while the release of sea turtles symbolises
sea turtles. This initiative, held our shared responsibility in safeguarding
biodiversity.
under the “Act for Sustainable
Aquaculture” programme, not only Aligned with Japfa Aquaculture
responsible-value approach, this initiative
raised public awareness on the supports the development of conservation
importance of marine protection tourism, enhances the livelihoods of coastal
communities, and helps maintain the
but also delivered tangible action ecological balance of coastal areas.
to help restore vulnerable coastal It demonstrates that environmental
ecosystems. care and community wellbeing can
progress hand in hand to create lasting,
sustainable benefits.
131
Page 282
Human Resource Development
Waste Bank: Reducing Waste, Increasing Income [GRI 203-2]
The Waste Bank programme was developed to enhance community economic welfare while
preserving the environment. Japfa encourages active community participation in managing household
waste, both organic and inorganic, aiming to reduce the volume of waste ending up in Final Disposal
Sites (TPA) and create added economic value.
In 2025, our main focus is the development of satellite waste banks in locations not yet reached
by existing waste banks. These satellite waste banks are simply managed waste collection units,
with basic record-keeping and initial sorting, before the waste is sent to a central hub waste bank
for further processing and management. This approach allows the programme to reach more
communities effectively.
Description SiRePi Kecik Berkah Mulya Sekar Asri
Number of Customers (people) 192 180 76 89
Organic: 2,258
Total Waste Received (kg) Anorganic: 11,776 Anorganic: 5,712 Anorganic: 5,463
Anorganic: 7,992
Total Sales (IDR) Rp15,796,400 Rp24,925,350 Rp12,283,050 Rp7,185,900
Customer Savings (IDR) Rp9,429,458 Rp16,838,804 Rp8,476,510 Rp3,606,650
Profit (IDR) Rp6,366,942 Rp8,086,546 Rp3,806,540 Rp3,579,250
JAPFA Earth Day
To commemorate Earth Day, JAPFA for Kids, in collaboration with Sow n Tell, organised an
environment‑themed cooking competition for 30 students from three partner elementary schools.
Carrying the theme “From Farm to Table”, the activity began with a farm tour to introduce a
variety of healthy food crops, followed by education on how caring for the planet can start from
the way we choose, prepare, and consume food.
Each group prepared a nutritious menu using local ingredients, with minimal waste, wholesome
recipes, and no preservatives. The competition served as an educational platform to emphasise
the importance of healthy eating habits for the body. In addition, the children also learned about
creativity, teamwork, and responsibility towards the environment.
The event took place in a warm and enthusiastic atmosphere, where the children proudly
showcased their dishes. As a form of appreciation, all participants received recognition for their
commitment to healthy living and environmental sustainability. Through this collaboration, Japfa
and Sow n Tell aim to nurture a generation that is intelligent, creative, and environmentally
conscious — starting from good habits at the dining table.
132
Page 283
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
133
Page 284
Human Resource Development Supporting the Development and Advancement of Indonesian Chess [GRI 203-2] Chess is recognised as a sport that builds critical and logical thinking skills, which are beneficial not only in competition arenas but also in daily life. Japfa recognises the significant potential of chess in shaping the character and skills of the younger generation. Through the JAPFA Chess Club (JCC), the Company is committed to fostering an interest in chess from an early age and providing coaching programmes to produce a generation of competent and high-achieving chess players. In 2025, the total chess training hours for employees reached 28 hours through 19 meetings, an increase from the previous year. Thanks to continuous efforts in developing chess capabilities, in 2025 Japfa successfully received an awards from the ASEAN Chess Confederation in Malaysia, in recognition of the Company’s contribution to supporting chess talent and its development at the regional level. Regular Employee Training JCC regularly provides training for employees to enhance their chess skills, foster healthy competition, and strengthen relationships among colleagues through both offline and online sessions. One notable achievement was Azra Azwar from PT Ciomas Adisatwa, Makassar Unit, who earned the title of National Master at the 50th National Chess Championship in Mamuju, West Sulawesi. This accomplishment was achieved through a long process that began in 2023, involving participation in JCC’s online training and a rigorous selection process at JAPFA The Learning Centre (JTLC). This success demonstrates JAPFA’s commitment to developing internal talent and serves as an inspiration for other employees to continue striving for excellence. Japfa Chess Festival 2025 The Japfa Chess Festival was held again in collaboration with the Indonesian Chess Federation (PB Percasi) as one of the largest chess tournaments in Indonesia. In 2025, the event was attended by 504 chess players from 26 provinces in Indonesia and international participants from five countries, including Japan, the Philippines, Uzbekistan, and Kazakhstan. The tournament featured 12 categories, ranging from age groups and veterans to team competitions. The Japfa Chess Festival also showcased exciting exhibition matches between Grand Master Susanto Megaranto (Indonesia) and Grand Master Daniel Quizon (Philippines), as well as a Woman International Master (WIM) match between WIM Shafira Devi Harvesa (Indonesia) and WIM Amina Kairbekova (Kazakhstan). 134
Page 285
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
Structured Chess Curriculum
Japfa continues to strengthen the quality of chess training through a structured curriculum, including
material review at each level, module development, and standardization of learning methods. In 2025,
the curriculum was also expanded to support analytical abilities, problem-solving, and quick decision-
making for students and JCC programme participants.
Japfa Chess for Kids
Japfa is also active in scouting young chess talents through Japfa Chess for Kids, implemented in 134
schools with a total of 1.049 students. This programme not only enhances children’s chess abilities
but also instills the value of analytical thinking from an early age, aligning with the learning curriculum
developed for kindergarten through high school levels.
JAPFA Cares
Humanitarian Support for Flood-Affected Communities in Sumatra
As part of its commitment to supporting disaster response efforts, Japfa, through the JAPFA Cares
programme, collaborated with the Ministry of Agriculture and the National Food Agency to deliver
humanitarian assistance to communities affected by flooding in Aceh, North Sumatra, and West
Sumatra. The aid, consisting of ready-to-eat meals and bottled water, was symbolically flagged off by
the Minister of Agriculture and prepared to reach areas still facing limited logistical access. Through
this partnership with the government, Japfa ensured that the assistance was distributed swiftly and
accurately, reaffirming the Company’s role in helping to meet basic needs during emergency situations
as part of its broader social responsibility.
135
Page 286
This page is intentionally left blank
Page 287
STATEMENT OF MEMBERS OF BOARD OF DIRECTORS AND BOARD
OF COMMISSIONERS ON THE RESPONSIBILITY FOR THE 2025
PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK SUSTAINABILITY REPORT
We the undersigned, testify that all the information in the 2025 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability
Report is presented in its entirety and we are fully resposible for the correctness of the contents in the
Company Sustainability Report.
This statement is hereby made in all truthfulness.
Jakarta, 07 April 2026
Board of Directors
Renaldo Santosa Tan Yong Nang
President Director Vice President Director
Leo Handoko Laksono Rachmat Indrajaya Gabriella Santosa
Director Director Director
Board of Commissioners
H. Syamsir Siregar Bambang Budi Hendarto
President Commissioner Vice President Commissioner/Independent
Hendrick Kolonas Antonius Harwanto Suryo Sembodo Ito Sumardi Djuni Sanyoto
Commissioner Commissioner Independent Commissioner
Page 288
This page is intentionally left blank
Page 289
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
GRI Index
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk has reported in accordance with the GRI Standards
for the period 1 January 2025 to 31 December 2025.
GRI
Disclosure Page
Standard
General Disclosure
GRI 2: General Disclosures 2021
2-1 Organisational details 17-20, 38
2-2 Entities included in the organisation’s sustainability reporting 38, 43,113
2-3 Reporting period, frequency and contact point 38
2-4 Restatements of information 43, 91
2-5 External assurance 38
2-6 Activities, value chain and other business relationships 17-18, 22-23, 42, 67, 122
2-7 Employees 19-20
2-8 Workers who are not employees 20
2-9 Governance structure and composition 26, 28,
2-10 Nomination and selection of the highest governance body AR: 150
2-11 Chair of the highest governance body AR: 126
Role of the highest governance body in overseeing the management of
2-12 26, 28
impacts
2-13 Delegation of responsibility for managing impacts 28
2-14 Role of the highest governance body in sustainability reporting 28, 45
2-15 Conflicts of interest AR: 177
2-16 Communication of critical concerns 27
2-17 Collective knowledge of the highest governance body AR: 139, 143
2-18 Evaluation of the performance of the highest governance body AR: 148
2-19 Remuneration policies AR: 150
2-20 Process to determine remuneration AR: 150
2-21 Annual total compensation ratio AR: 152
2-22 Statement on sustainable development strategy 10
2-23 Policy commitments 18, 26, 54, 101, 104, 101, 112
2-24 Embedding policy commitments 26, 28, 30, 102
2-25 Processes to remediate negative impacts 27, 40
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 27
2-27 Compliance with laws and regulations 32
2-28 Membership association 34
2-29 Approach to stakeholder engagement 39
2-30 Collective bargaining agreements 110, 112-113
Material Topics
GRI 3: Material Topics 2021
3-1 Process to determine material topics 44. 86, 112, 124
46, 90, 102, 122, 124, 132,
3-2 List of material topics
134
139
Page 290
GRI Index
GRI Sector
GRI
Disclosure Page Standard
Standard
Ref. No.
Providing nutritious and affordable food for communities/consumers
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Food security 51-55 13.10.1
Ensuring consumer safety by guaranteeing that production facilities meet international food safety standards and
providing informative labelling for effective traceability
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Food safety 53-54 13.10.1
Assessment of the health and safety impacts of product and service
416-1 53-54 13.10.2
categories
Incidents of non-compliance concerning the health and safety
416-2 53 13.10.3
impacts of products and services
The number of product recalls issued for food safety reasons and the
N/A 54 13.10.5
total volume of products recalled.
N/A SOP on traceability 55
N/A List of food safety certifications 56
GRI 417: Marketing and Labeling 2016
417-1 Requirements for product and service information and labeling 25
Incidents of non-compliance concerning product and service
417-2 53
information and labeling
417-3 Incidents of non-compliance concerning marketing communications 53
Building long-term positive relationships with value chain actors and stakeholders
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Stakeholder engagement 39 13.23.1
Conducting training and development to improve employees’ skills according to their department/division, including
animal welfare training and sustainability training
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Training and development 120
GRI 404: Training and Education
404-1 Average hours of training per year per employee 120
404-2 Programmes for upgrading employee skills and transition 120
Percentage of employees receiving regular performance and career
404-3 123
development reviews
Providing fair remuneration and benefits programme (e.g. bonuses, insurance, health care, etc) for our employees
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Living income and living wage 110, 112 13.15.1
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Employment practices 98-123
GRI 401: Employment 2016
401-1 New employee hires and employee turnover 110, 118
Benefits provided to full-time employees that are
401-2 113, 118
not provided to temporary or part-time employees
401-3 Parental leave 111
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Non-discrimination and equal opportunity 110, 112 13.15.1
GRI 405: Diversity and Equal Opportunity 2016
405-1 Diversity of governance bodies and employees 110, 112 13.15.2
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Living income and living wage 110-111 13.21.1
GRI 2: General Disclosures 2021
18, 26, 54, 101,
2-23 Policy Commitments
104, 101, 112
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 27
140
Page 291
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
GRI Sector
GRI
Disclosure Page Standard
Standard
Ref. No.
Upholding principles in the workplace such as ethics and integrity, transparency and honesty, and creating a conducive
working environment as part of respecting human rights.
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Anti corruption 26-30 13.26.1
GRI 205: Anti corruption
205-1 Operations assessed for risks related to corruption 30 13.26.2
Communication and training about anti-corruption policies and
205-2 26-30 13.26.3
procedures
205-3 Confirmed incidents of corruption and actions taken 26 13.26.4
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Non-discrimination and equal opportunity 110, 112 13.15.1
GRI 405: Diversity and Equal Opportunity 2016
405-1 Diversity of governance bodies and employees 110, 112 13.15.2
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Forced or compulsory labour 110, 112 13.16.1
GRI 409: Forced or compulsory labor
409-1 Forced or compulsory labour 110, 112 13.16.2
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Child labour 110, 112 13.17.1
GRI 408: Child Labor
408-1 Child labour 110, 112 13.17.2
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Freedom of association and collective bargaining 112 13.18.1
GRI 407: Freedom of Association and Collective Bargaining 2016
Operations and suppliers in which the right to freedom of association
407-1 112 13.18.2
and collective bargaining may be at risk
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Employment practices 13.21.1
3-3 Living income and living wage 13.21.1
GRI 2: General Disclosures 2021
18, 26, 54, 101,
2-23 Policy Commitments
104, 101, 112
2-26 Mechanisms for seeking advice and raising concerns 27
Prioritising employee’s health and safety through a comprehensive occupational health and safety management system
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Occupational health and safety 102, 111 13.19.1
GRI 403: Kesehatan dan Keselamatan Kerja 2018
403-1 Occupational health and safety management system 101 13.19.2
403-2 Hazard identification, risk assessment, and incident investigation 102 13.19.3
403-3 Occupational health services 111 13.19.4
Worker participation, consultation, and communication on
403-4 102 13.19.5
occupational health and safety
403-5 Worker training on occupational health and safety 102 13.19.6
403-6 Promotion of worker health 101, 108, 111 13.19.7
Prevention and mitigation of occupational health and safety impacts
403-7 101 13.19.8
directly linked by business relationships
Workers covered by an occupational health
403-8 111 13.19.9
and safety management system
403-9 Work-related injuries 109 13.19.10
Managing effluents and waste in an environmentally firnedly manner
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Water and effluents 86, 90 13.7.1
GRI 303: Water and Effluents 2018
303-1 Interactions with water as a shared resource 86 13.7.2
303-2 Management of water discharge-related impacts 90 13.7.3
303-3 Water withdrawal 90 13.7.4
141
Page 292
GRI Index
GRI Sector
GRI
Disclosure Page Standard
Standard
Ref. No.
Managing effluents and waste in an environmentally firnedly manner
GRI 303: Water and Effluents 2018
303-4 Water discharge 90 13.7.5
303-5 Water consumption 90 13.7.6
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Waste 92, 94-95 13.8.1
GRI 306: Waste 2020
306-1 Waste generation and significant waste-related impacts 92 13.8.2
306-2 Management of significant waste-related impacts 92 13.8.3
306-3 Waste generated 94 13.8.4
306-4 Waste diverted from disposal 95 13.8.5
306-5 Waste directed to disposal 95 13.8.6
Committed to enhancing animal welfare through research and practices
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Animal health and welfare 66-69
Providing training and development programmes for contract farmers, including training on animal welfare, and raising
awareness on child labour and unethical behaviours
GRI 3: Material Topics 2021
3-3 Local community 122, 124
GRI 413: Local Community 2016
Operations with local community engagement, impact assessments,
413-1 122, 124 13.12.2
and development programmes
GRI 3: Material Topics 2021
32, 122, 124,
3-3 Economic inclusion
132, 134
GRI 201: Economic Performance
201-1 Direct economic value generated and distributed 32 13.22.2
GRI 203: Indirect Economic Impact 2016
203-1 Infrastructure investments and services supported 122, 124 13.22.3
122, 124, 132,
203-2 Significant indirect economic impacts 13.22.4
134
Other Material Topics Beyond the Top 10 Material Topics that the Company Addressed
GRI 201: Economic Performance
Financial implications and other risks and opportunities
201-2 32 13.2.2
due to climate change
GRI 204: Procurement Practices
Ratios of standard entry level wage by gender compared to local
202-1 110
minimum wage
202-2 Proportion of senior management hired from the local community 113
GRI 204: Procurement Practices
204-1 Proportion of spending on local suppliers 67
GRI 302: Energy
302-1 Energy consumption within the organisation 82
142
Page 293
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
GRI Sector
GRI
Disclosure Page Standard
Standard
Ref. No.
Other Material Topics Beyond the Top 10 Material Topics that the Company Addressed
GRI 304: Biodiversity 2016
Japfa's
poultry and
aquaculture
farms as well
Operational sites owned, leased, managed in, or adjacent to, as operational
304-1 protected areas and areas of high biodiversity value outside areas are not 13.3.2
protected areas located in
conservation
areas, nor
deforestated
land.
Gallus gallus
is listed as
Least Concern
according to
International
Union for
Conservation
of Nature’s
Red List of
Threatened
Species
IUCN Red List species and national conservation list species with
304-4
habitats in areas affected by operations Anguilla
bicolor is
listed as Near
Threatened
according to
International
Union for
Conservation
of Nature’s
Red List of
Threatened
Species
GRI 305: Emissions 2016
3-3 Emissions 91 13.1.1
305-1 Direct (Scope 1) GHG emissions 91 13.1.2
305-2 Energy indirect (Scope 2) GHG emissions 91 13.1.3
305-3 Other indirect (Scope 3) GHG emission 91 13.1.4
305-4 GHG emissions intensity 91
Topics in the Applicable GRI Agriculture Aquaculture and Fishing Sectors Determined as Not Material
Topic 13.3 Biodiversity Irrelevant
Topic 13.4 Natural ecosystem conversion Irrelevant
Topic 13.5 Soil health Irrelevant
Topic 13.6 Pesticides use Irrelevant
Japfa's operations, along with their operational
Topic 13.13 Land and resource rights sites, are not situated within conservation zones
or on land that has been deforested
Topic 13.14 Rights of indigenous peoples Irrelevant
Topic 13.24 Public policy Irrelevant
Topic 13.25 Anti-competitive behavior Irrelevant
143
Page 294
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021
POJK 51/2017 - SEOJK 16/2021 [POJK G.4]
No. Index Name Location
Sustainability Strategies
A.1 An Elaboration on Sustainability Strategies 28
Sustainability Performance Overview
B.1 Economic Aspect
a. Quantity of production or services offered 33
b. Revenue or sales 33
c. Net income or loss 33
d. Ecofriendly products; and 23, 79
e.,Local engagement related to sustainable finance business process 58, 113
B.2 Environmental Aspect
a. Energy usage 82-83
b. Achieved reduction of emission 91
c. Waste and effluent reduction 92-95
d. Biodiversity conservation 78-79
B.3 Social Aspect 56, 122, 124
Company Profile
C.1 Vision, Mission and Sustainability Values 18
C.2 Company’s Address 41, 147
C.3 Business Scale
a. Total assest or assets capitalisation, and total liability 19, AR: 104
b. The number of employees based on gender, position, age, education and employment status 19
c. Name of shareholders and shareholding percentage 19, AR: 70
d. Areas of operations 19, AR: 50-53
C.4 Products, Services, and Business Activities Carried Out 18, 22-25
C.5 Membership in Associations 34, AR: 54
C.6 Significant changes on Issuers and Public Companies 26, AR: 69
Board of Directors Message
D.1 Board of Directors Message
a. Policies to respond to challenges in achieving sustainability strategy 10-11
b. Implementation of Sustainable Finance 10-11
c. Target achievement strategies 10-11
Sustainability Governance
E.1 Person in Charge of the Implementation of Sustainable Finance 28, 45
104-106, 118,
E.2 Competency Development on Sustainable Finance
AR: 162
E.3 Risk Assessment on the Implementation of Sustainable Finance 32, 40, AR: 172
E.4 Stakeholder Relationship 39-42
E.5 Issues Related to Practicing Sustainable Finance 32, 40
Sustainability Performance
28-29, 32,
F.1 Developing Sustainable Culture
102
Economic Performance
F.2 Comparison of Target and Performance on Production, Portofolio, Financing, Investment, Revenue 32
and Profit - Loss
F.3 Comparison of Target and Performance on Portofolio, Financing and Investment on Financial 32
Instruments or Projects Aligned with Sustainable Finance Practices
Environmental Performance
General Aspect
F.4 Environmental Cost 33
144
Page 295
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Sustainability Report 2025
No. Index Name Location
Material Aspect
F.5 Use of Environmentally Friendly Materials 80, 91
Energy Aspect
F.6 Total Amount and Intensity of the Energy Used 91
F.7 Efforts and Achievements on Energy Efficiency and The Use of Renewable Energy 80 - 83
Water Aspect
F.8 Water Usage 89
Biodiversity Aspect
Impact of Operational Areas Located Near or Within Conservation Areas or Areas
F.9
with Biodiversity
F.10 Biodiversity Conservation Efforts 78-79
Emission Aspect
F.11 Volume and Intensity of Emission Based on Type 91
F.12 Emission Reduction Efforts and Realization 91
Waste and Effluent Aspect
F.13 Total Amount of Waste and Effluent Produced Based on Types 92-95
F.14 Waste and Effluent Management Methods 92-95
F.15 Spills (if any) Irrelevant
Environmental Grievance Aspect
F.16 Number and Topic of Incoming and Resolved Environmental Grievances 90
Social Aspect
F.17 Commitment to Providing Equal Products and/ or Services to Customers 40
Employment Aspect
F.18 Equal Employment Opportunity 109-110
F.19 Child and Forced Labour 110-112
F.20 Regional Minimum Wage 110
F.21 A Decent and Safe Working Environment 102-108
F.22 Employee Training and Development 120
Community Aspect
F.23 Impact of Operations on Local Communities 122, 124, 132
F.24 Community Grievances 27, 40
F.25 Environmental Social Responsibility Activities (CSR) 56, 124, 132
Responsibility for Developing Sustainable Products and/or Services
F.26 Sustainable Financial Product/Service Innovation and Development 23, 79, 118
F.27 Products/Services That Have Been Evaluated for Customer Safety 34, 53-54
F.28 Impacts of Products/Services 23, 52
F.29 Number of Recalled Products 54
F.30 Customer Satisfaction Survey on the Sustainable Finance Products/Services 24-25
Others
G.1 Written Verification from Independent Party (if any) 38
G.2 Feedback Form 148
G.3 Response to Previous Year Report Feedback 38
List of Disclosures in Accordance to Regulation of Financial Services Authority No.51/
G.4 POJK.03/2017 on Application of Sustainable Finance to Financial Services Institution, 146
Issuer and Publicly Listed Companies
145
Page 296
Feedback Form
Feedback Form [POJK G.2]
Visit the link below to fill the form in online version
https://forms.gle/r4hF9T9vqomYdjxz9
Your profile
Name
Institution/Company
Email
Telephone Number
Please tick the box for the stakeholder group that best describes you:
Customer Distributor Local Community Organisations
Investor Associations Supplier
Government Farmer Partners Scholarship Grantees
Employee Institution/University Others, please state:
Please rate this report:
(Score 1 = disagree with a maximum score of 5 = agree)
1 2 3 4 5
1 This report is comprehensible
This report has described the Company's
2
performance in sustainability
This report provided sufficient data and
3 information on the Company's performance in
sustainability
This report increases your confidence in the
4
Company's sustainability performance
Please rate the data and information to which you find sufficient
(Score 1 = too little with a maximum score of 5 = too much)
1 2 3 4 5
1 Food Security
2 Customer Health and Safety
3 Stakeholder Engagement
4 Training and Development
5 Employment
6 Governance
7 Occupational Health and Safety (OHS)
8 Waste and Effluent
9 Animal Welfare
10 Local Community
146
Page 297
Please provide suggestions, recommendations and/or comments so we can improve this report
Thank you for your feedback.
Wisma Millenia Lantai 7
Kindly send this feedback form Jl. M.T. Haryono Kav. 16, Jakarta 12810 – Indonesia
to address follows, your feedback
is most appreciated: Phone : (+62 21) 285 45680 (Hunting)
Fax : (+62 21) 831 0309
Email : maya.pradjono@japfa.com
Website : www.japfacomfeed.co.id
Page 298
This page is intentionally left blank
Page 299
Page 300
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Wisma Millenia Lt.7 Jl. M.T Haryono Kav. 16 Jakarta 12810-Indonesia Telp: +62-21-285 45680 (Hunting) Fax: +62-21-831 0309 www.japfacomfeed.co.id
Names mentioned 32 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Ekonomi Japfa Japfa Pte Ltd
p.15
unresolved
org
Fortune 100 Indonesia
p.33 ×4
unresolved
org
Kementerian Kesehatan RI
p.47
unresolved
person
Hamil Menyadari
p.60
unresolved
person
Hamil
p.60 ×3
unresolved
org
PT Suri Tani Pemuka
p.69
unresolved
org
Air Permukaan Air
p.88
unresolved
org
Air Permukaan & Laut Air
p.88
unresolved
org
Air Permukaan
p.88
unresolved
org
Koperasi Karyawan Koperasi Karyawan Japfa
p.118
unresolved
org
Yayasan Edu Farmers International
p.124
unresolved
org
Bank Sampah SiRepi
p.130
unresolved
org
Bank Sampah Berkah Mulya
p.130
unresolved
org
PT Ciomas Adisatwa Unit Makassar
p.134
unresolved
org
Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional
p.135
unresolved
org
Menteri Pertanian
p.135
unresolved
org
Financial Services Authority
p.186 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.