Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 18
Page 1
Lampiran 1.
042/INTA/CORSEC-SK/XII/2023
Ringkasan Public Expose Tahunan 2023
Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Selasa, 19 Desember 2023
Waktu : 14.05 WIB – 14.55 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan sebagai berikut:
https://zoom.us/j/91586481362?pwd=MjFEWmphaE5naTdmVm5NTGFh
eW55Zz09
Meeting ID: 915 8648 1362
Passcode: 656862
Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose Tahunan Perseroan adalah
sebagai berikut:
1. Sekilas Perseroan;
2. Ikhtisar Keuangan dan Kinerja Perseroan 2023;
3. Prospek dan Tantangan Bisnis 2024 dan;
4. Sesi Tanya dan Jawab.
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
oleh seluruh Direksi yang sekaligus memberikan pemaparannya mengenai kondisi
Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 30 (tiga puluh) tamu undangan
yang terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan lainnya.
Dipandu oleh MC (Ibu Yunita Rivianti Riyadi) dan Moderator (Ibu Cynthia), kegiatan Public
Expose Tahunan ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Utama Perseroan
- Bapak Willianto Febriansa : Direktur Perseroan
- Ibu Astri Duhita Sari : Corporate Secretary
Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
Sekilas Tentang Perseroan, yang disampaikan oleh Ibu Astri Duhita Sari;
Presentasi mengenai Ikhtisar Keuangan (konsolidasi) dan Kinerja Perseroan tahun
2023 yang disampaikan oleh Bapak Willianto Febriansa;
Paparan tentang Prospek dan Tantangan Bisnis pada tahun 2024 yang
disampaikan oleh Bapak Petrus Halim;
Dan terakhir, sesi tanya jawab yang dibantu oleh moderator Ibu Cynthia.
1
Page 2
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi dan Corporate Secretary Perseroan, diberikan
waktu kepada para tamu untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi
Zoom Meeting. Sesi Tanya Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator dan MC.
Berikut adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari Annisa – Bisnis Indonesia
Q Berapa target penjualan alat berat INTA pada tahun 2024?
A Untuk pendapatan tahun 2024, Perseroan menargetkan kenaikan sebesar
20% dari pendapatan sebelumnya yang diterima Perseroan pada tahun
2023. Target pertumbuhan cukup menantang bagi Perseroan, dibanding
periode yang sama di tahun 2022, karena pada tahun ini pertumbuhan telah
mencapai sebesar 70%, sehingga di tahun 2024, Perseroan menargetkan
pertumbuhan yang positif.
Q Berapa belanja modal yang disiapkan untuk tahun 2023? Hingga bulan
September 2023, berapa belanja modal yang telah terserap?
A Sampai dengan bulan September 2023, belanja modal yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebesar Rp 8,1 Milyar.
Dalam RKB tahun 2023, Perseroan menargetkan belanja modal sebesar
Rp 82,8 Milyar yang sebagian besar untuk peremajaan alat berat yang akan
disewakan Perseroan di tahun 2023. Akan tetapi, sampai dengan September
2023 ini, Perseroan menunda proses peremajaan ini sehingga baru akan
dilakukan di tahun 2024. Maka dari itu, realisasi belanja modal sampai
dengan bulan September 2023 adalah sebesar Rp 8,1 Milyar, yaitu migrasi
sistem SAP baru dari SAP R3 ke SAP F4 Hana.
Q Berapa belanja modal yang dianggarkan untuk tahun 2024? akan
digunakan untuk apa saja belanja modal ini?
A Sedangkan untuk tahun 2024, proyeksi belanja modal Perseroan adalah
sebesar Rp 137,9 Milyar. Terjadinya peningkatan sebesar 93% dikarenakan
Perseroan berencana untuk melakukan peremajaan terhadap alat-alat
berat yang disewakan sebesar Rp 128,05 Milyar.
2. Pertanyaan dari Dinar – IDX Channel
Q Bagaimana prospek demand alat berat berbasis elektrik (EV)? Sudah
terealisasi berapa?
A Prospek EV sangat besar namun tantangan yang dihadapi secara
segmented berupa lokasi kerja yang susah dijangkau oleh kabel listrik PLN.
Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, pihak pabrik juga membuat alat-
alat hybrid, Dimana baterai yang dipakai tidak perlu di charge karena di
dalam kendaraan telah dilengkapi engine yang memproduksi listrik sehingga
dapat melakukan charge baterai.
Maka dari itu, industri alat berat masih menjajaki aplikasi yang tepat, namun
teknologinya sudah eksis, dan sudah terbukti bekerja dengan baik di negeri
lain terutama di China. Perseroan akan terus memantau perkembangan EV
ini.
2
Page 3
Q Strategi pendanaan seperti apa di tengah kompetisi alat berat?
A Dukungan dari principal sudah lebih dari cukup bagi Perseroan, khususnya
untuk menyediakan stock alat berat yang cukup, memprediksi kebutuhan
pelanggan dan mendatangkannya, yang mana itu semua membutuhkan
modal kerja. Sedangkan untuk penjualan alat berat sendiri didukung oleh
perusahaan-perusahaan pembiayaan dan umumnya menggunakan skema
atau pola sewa guna usaha. Jadi bukan hal yang sulit dan telah menjadi
standard practice di dunia alat berat.
3. Pertanyaan dari Diki – Kontan
Q Bagaimana prospek bisnis INTA pada tahun depan?
A Prospek bisnis tahun 2024 di Indonesia untuk alat berat masih di sektor
pertambangan yang menjadi andalan utama. Walaupun tahun 2024
merupakan tahun politik, dan mungkin ada ketidakpastian kebijakan-
kebijakan pemerintah yang tidak konsisten, serta birokrasi yang melambat
untuk perijinan, akantetapi Perseroan yakin untuk beberapa industri besar,
seperti batu bara, akan terus berlanjut karena semua produksi batu bara
telah memiliki kontrak jangka panjang dengan pembeli dan
penggunaannya juga sebagian besar pada pembangkit listrik, sehingga
permintaan itu cukup stabil, walaupun di Indonesia mengalami tahun politik.
Yang kedua adalah nikel, diprediksi harganya masih memiliki trend menurun.
Namun dengan terbitnya RKAB, khususnya untuk tambang nikel, diharapkan
permintaan nikel akan meningkat. Hal ini sangat berpotensi untuk penjualan
alat berat pada kelas 20 & 30 ton dan penjualan dump truck;
Untuk yang ketiga adalah sektor industri kehutanan (forestry) dimana para
pemain utama HTI, berfokus untuk meningkatkan produksi kayunya dan
sedang dalam proses pembangunan 2 pabrik baru. Hal ini memberikan
peluang kepada Perseroan untuk dapat menjual produk alat berat grapple
dan truck logging.
Sektor industri lainnya, seperti semen, di tahun 2024, harga semen yang
cenderung rendah membuat perusahaan semen cenderung berfokus
dengan efisiensi dan efektifitas biaya produksi. Hal ini bisa menjadi peluang
bagi pabrikan dan distributor alat berat untuk dapat memberikan solusi ini.
LiuGong dengan produk unggulan Electric Vehicle [“EV”] product. Dengan
diluncurkannya big Wheel Loader [“WL”] oleh LiuGong, memberikan
peluang bagi Perseroan untuk masuk ke segmen alat produksi utama sektor
industri semen ini.
Q Bagaimana target-target bisnis INTA Grup pada tahun depan, khususnya
target pertumbuhan kinerja di tahun depan akan seperti apa?
A Terkait dengan kinerja Perseroan di tahun 2024, Perseroan akan
menargetkan untuk dapat meningkatkan penjualan di seluruh segmen
usaha sebesar 20% dari penjualan yang dilakukan di tahun 2023.
3
Page 4
Q Adakah hal-hal yang menjadi tantangan Perseroan untuk diwaspadai pada
tahun depan mengingat juga Indonesia masuk tahun politik?
A Sebagaimana yang telah kami paparkan tadi terkait proyeksi industri alat
berat di tahun depan, yaitu bahwa tahun 2024 merupakan tahun politik
yang pada umumnya akan berdampak terhadap turunnya kondisi
perekonomian dan melambatnya proses birokrasi. Dalam sektor
pertambangan, khususnya batu bara, para pengamat memprediksi harga
batu bara masih turun melandai di awal 2024 dan baru akan naik di akhir
tahun 2024. Hal ini akan mempengaruhi kompetisi alat berat yang semakin
ketat;
Q Alat berat asal China yang jadi andalan INTA apa saja dan berapa pangsa
pasarnya sejauh ini?
Merk alat berat asal China yang kami andalkan pertama adalah LiuGong,
merupakan alat berat yang memiliki range produk cukup lengkap dari yang
terkecil (mini excavator s.d yang terbesar di atas 100 ton), dan LiuGong juga
telah masuk ke dalam top 5 pemain alat besar di Indonesia.
Merk yang kedua adalah Sinotruck yang juga berasal dari China, telah
memberikan solusi angkutan dengan kapasitas lebih besar dan harga lebih
rendah dibandingkan pemain tradisional di Indonesia buatan Jepang.
Untuk pangsa pasar LiuGong tahun 2023 ini sudah mencapai sebesar 10,5%.
4. Pertanyaan dari Heri – Antara
Q Bagaimana proyeksi kinerja sepanjang 2023 ini?
A Proyeksi kinerja sepanjang tahun 2023 ini, dibandingkan dengan periode
September 2023 dan September 2022, Perseroan telah tumbuh cukup positif
dan signifikan, dimana pendapatan usaha mencapai hampir sebesar 47%.
Tentu ini akan berkelanjutan di sisa periode 2023 dan Perseroan cukup
optimis di Desember 2023, dimana Perseroan dapat mencatatkan
pendapatan usaha hampir sebesar Rp. 1,2 Triliun, yang apabila
dibandingkan dengan periode sama di tahun 2022 telah terjadi
pertumbuhan sebesar 70%.
Q Produk atau anak usaha yang menjadi pendorong kinerja tahun ini?
A Produk yang menjadi pendorong kinerja Perseroan tahun ini adalah produk
merek LiuGong dan Sinotruck untuk segmen alat berat dan untuk produk
ban adalah merk Techking Tires yang juga bertumbuh sangat pesat.
Kedepannya, Perseroan masih mengandalkan ketiga produk ini untuk
mencapai target pertumbuhan sebesar 20% di tahun 2024.
Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB dan
setelah acara selesai dilakukan,dilanjutkan dengan sesi foto sebelum peserta
meninggalkan ruangan dan Aplikasi Zoom Meeting.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intraco Penta Tbk yang
dapat kami laporkan. Terima kasih.
4
Page 5
Lampiran 2.
042/INTA/CORSEC-SK/XII/2023
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Hafiyyan Bisnis Indonesia
2 Hermawan Indonesia Shangbao
3 Muhammad Heri Antara
4 Muhammad Maan Indonesia Shangbao
5 Annisa Saumi Bisnis Indonesia
6 Diki Mardiansyah Kontan
7 Dinar Fitra Maghiszha IDXChannel
8 Muhammad Iqbal Fadhilah IPPS
9 Agus Faizin INTA
10 Cynthia EO
11 Petrus Halim Direktur Utama – INTA
12 Yunita R. Riyadi Corsec – IBFN
13 Willianto Febriansa Direktur – INTA
14 Astri D. S. Corsec – INTA
15 Agus Faizin Publik
16 Irhadi Publik
17 Kemal F. Hermawan Publik
18 Rika Publik
19 Feri Naomi Publik
20 Muhammad Iqbal F. Publik
21 Rina Publik
22 Meliana Publik
23 Syaprizal Publik
24 Mirza Publik
25 Hera Publik
26 Hante Publik
27 Dian S. Publik
28 Fajar Publik
29 Riky A. Publik
30 Ayu EO
5
Page 6
Lampiran 3.
042/INTA/CORSEC-SK/XII/2023
Klipping – Pemberitaan Media
Online
1. Intraco Penta targetkan penjualan alat berat naik 20 persen di 2024
antaranews.com
Oleh: Muhammad Heriyanto
Selasa, 19 Desember 2023
https://www.antaranews.com/berita/3878820/intraco-penta-targetkan-penjualan-alat-berat-
naik-20-persen-di-2024
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan penyedia alat berat dan alat konstruksi PT Intraco
Penta Tbk (INTA) menargetkan penjualan alat berat meningkat sebesar 20 persen
year on year (yoy) pada 2024.
“Pertumbuhan ini cukup moderat dan juga cukup menantang bagi INTA, karena di
2023 pertumbuhan sudah terjadi sebesar 70 persen (yoy) dibandingkan tahun
2022,” ujar Direktur INTA Willianto Febriansa dalam Paparan Publik yang dipantau di
Jakarta, Selasa.
Per September 2023, perseroan telah menjual sebanyak 302unit alat berat, atau
meningkat 68 persen (yoy) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
“Penjualan alat berat tersebut akan mendorong pendapatan usaha perseroan
dapat mencapai senilai Rp1,2 triliun pada akhir tahun 2023 ini,” ujar Willianto.
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan 2024 merupakan tahun politik yang
dapat berdampak terhadap menurunnya kondisi perekonomian dan
melambatnya proses birokrasi dalam negeri.
6
Page 7
Dari sektor pertambangan, para pengamat memprediksi harga batu bara masih
akan melandai pada awal 2024, dan baru akan naik pada akhir 2024, sehingga
akan memperketat kompetisi penjualan alat berat.
Dari pertambangan nikel, harga nikel diprediksi masih mengalami tren penurunan,
namun, dengan terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) khususnya
untuk tambang nikel, diharapkan permintaan nikel akan meningkat, yang
berpotensi untuk penjualan alat berat pada kelas 20 dan 30ton dan penjualan
dump truck.
“Kami juga melihat sektor industri kehutanan. Para pemain utama Hutan Tanaman
Industri (HTI), fokus untuk meningkatkan produksi kayunya dan sedang dalam proses
pembangunan dua pabrik baru, yang memberikan peluang perseroan untuk
dapat menjual produk alat berat grapple dan truck logging,” ujar Petrus.
Hingga September 2023, pendapatan usaha perseroan meningkat menjadi
Rp702,88 miliar, dibandingkan senilai Rp497,16 miliar pada periode sama tahun
sebelumnya
Beban usaha tercatat turun dari Rp110,66 miliar pada September 2022 menjadi
Rp109,29 miliar pada September 2023, sehingga, laba operasional perseroan
meningkat dari negatif Rp27,3 miliar pada September 2022 menjadi positif Rp41,08
miliar pada September 2023.
2. Intraco Penta (INTA) Prediksi Penjualan Alat Berat pada 2024 Makin Ketat
Bisnis.com
Oleh; Annisa Kurniasari
Selasa, 19 Desember 2023
https://market.bisnis.com/read/20231219/192/1725312/intraco-penta-inta-prediksi-penjualan-alat-
berat-pada-2024-makin-ketat.
7
Page 8
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten penjual alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA)
memperkirakan kompetisi penjualan alat berat akan semakin ketat pada tahun
2024. Hal ini salah satunya disebabkan oleh adanya tahun politik. Direktur Utama
INTA Petrus Halim mengatakan tahun 2024 merupakan tahun politik yang akan
berdampak pada turunnya kondisi perekonomian dan melambatnya proses
birokrasi. Petrus menjelaskan pada sektor pertambangan, khusunya batu bara,
beberapa pengamat memperkirakan harga batu bara masih turun melandai pada
awal 2024 dan baru akan naik di akhir tahun 2024. "Hal ini akan mempengaruhi
kompetisi alat berat yang semakin ketat. Begitu juga di sektor nikel, diprediksi masih
dalam tren menurun," tutur Petrus dalam paparan publik INTA, Selasa (19/12/2023).
Namun, lanjut Petrus, dengan terbitnya RKAB untuk tambang nikel secara tepat
waktu, diharapkan permintaan terhadap nikel akan meningkat. Hal tersebu
menurutnya sangat berpotensi untuk mendongkrak penjualan alat berat pada
kelas 20-30 ton dan penjualan dump truck. Kemudian di sektor industri kehutanan,
menurut Petrus para pemain utama fokus meningkatkan produksi kayunya. Hal ini
memberikan peluang bagi INTA untuk menjual produk alat berat di sektor ini.
Sektor lainnya yakni semen di 2024 diperkirakan masih akan melakukan efisiensi dan
efektivitas biaya produksi. Menurut Petrus, hal ini bisa menjadi peluang bagi
pabrikan dan distributor alat berat untuk dapat memberikan solusi. Dia
melanjutkan, di tengah menurunnya harga komoditas batu bara, nikel, CPO dan
komoditas lainnya di tahun ini yang berdampak terhadap penurunan penjualan
alat-alat berat di Indonesia sekitar 25%, tetapi INTA mampu meningkatkan kinerja
penjualan sehingga dapat meningkatkan pendapatannya. Peningkatan
penjualan ini khususnya penjualan di segmen usaha alat konstruksi yakni alat berat
dan suku cadang dari Rp408,12 miliar di periode yang sama ditahun 2022 menjadi
Rp632,03 miliar di tahun 2023 atau meningkat 54,86%.
Adapun secara keseluruhan, dari sisi kinerja operasional, INTA mampu
meningkatkan pendapatan usahanya dari Rp497,16 miliar periode yang sama di
tahun 2022 menjadi Rp702,88 miliar di bulan September 2023. Peningkatan ini
terjadi seiring dengan kenaikan pada segmen usaha INTA di bidang penjualan alat
berat dan suku cadang. Sementara itu, beban usaha INTA mengalami penurunan
dari Rp110,66 miliar di tahun 2022 menjadi Rp109,29 miliar di tahun 2023. Alhasil,
laba operasional INTA juga meningkat tajam dari negatif Rp27,3 miliar di tahun
2022, menjadi positif Rp41,08 miliar di tahun 2023. EBITDA INTA juga meningkat
tajam dari Rp59,63 miliar tahun 2022 menjadi Rp118,25 miliar untuk tahun 2023.
3. Intraco Penta (INTA) Targetkan Penjualan Alat Berat Naik 20% pada 2024
Oleh; Annisa Kurniasari
Selasa, 19 Desember 2023
https://market.bisnis.com/read/20231219/192/1725377/intraco-penta-inta-targetkan-penjualan-
alat-berat-naik-20-pada-2024.
Bisnis.com, JAKARTA - Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk. (INTA) menargetkan
penjualan alat berat tumbuh 20% pada tahun 2024. INTA optimistis dapat
mencapai target tersebut di tengah tantangan tahun pemilihan umum (Pemilu).
Direktur INTA Willianto Febriansa mengatakan pihaknya menargetkan pertumbuhan
8
Page 9
penjualan alat berat 20% pada 2024, dibandingkan dengan periode 2023.
"Pertumbuhan ini cukup moderat dan juga cukup menantang bagi INTA karena di
2023 ini pertumbuhan sudah terjadi sebesar 70% dibandingkan tahun 2022," kata
Willianto dalam paparan publik INTA, Selasa (19/12/2023). INTA sebelumnya
diketahui telah menjual sebanyak 302 unit alat berat sampai akhir September 2023.
Penjualan alat berat ini tumbuh 68% dibandingkan periode September 2022.
Lebih lanjut, Willianto meyakini pertumbuhan penjualan alat berat ini akan
mendorong pendapatan usaha INTA tumbuh positif hingga akhir tahun 2023. INTA
memperkirakan akan mencatatkan pendapatan usaha hampir Rp1,2 triliun di akhir
Desember 2023. "Kami optimistis di Desember 2023 atau satu tahun fiskal, kami
akan mencatat pendapatan usaha hampir sebesar Rp1,2 triliun," ujar Willianto.
Adapun hingga akhir September 2023, INTA mencatatkan pendapatan usaha
yang tumbuh 41% menjadi Rp702,88 miliar dari periode yang sama tahun lalu
sebesar Rp497,16 miliar. Peningkatan ini terjadi seiring dengan kenaikan pada
segmen usaha INTA dibidang penjualan alat berat dan suku cadang.
Beban usaha mengalami penurunan dari Rp110,66 miliar di tahun 2022 menjadi
Rp109,29 miliar di tahun 2023. Laba operasional INTA juga meningkat tajam dari
negatif Rp27,3 miliar di tahun 2022 menjadi positif Rp41,08 miliar di tahun 2023. Meski
demikian, INTA masih mencetak rugi sebesar Rp44,12 miliar di akhir September 2023.
Rugi ini turun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp93,4 miliar.
4. Pendapatan Intraco Penta (INTA) Naik Jadi Rp 702 Miliar pada Kuartal III-2023
Kontan.co.id
Oleh: Diiki Mardiansyah
Selasa, 19 Desember 2023
https://industri.kontan.co.id/news/pendapatan-intraco-penta-inta-naik-jadi-rp-702-miliar-pada-
kuartal-iii-2023#google_vignette
9
Page 10
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
membukukan pendapatan sebesar Rp 702,88 miliar hingga September 2023.
Pendapatan tersebut melesat tinggi dibandingkan dengan pendapatan pada
periode sama 2022 yang mencapai Rp 497,16 miliar.
Drektur Utama Intraco Pentra, Petrus Halim, mengatakan peningkatan ini terjadi
seiring dengan kenaikan pada segmen usaha perseroan di bidang penjualan alat
berat dan suku cadang.
Ia menjelaskan, walaupun pada tahun tahun ini terjadi penurunan harga
komoditas batubara, nikel, CPO dan komoditas lainnya yang berdampak terhadap
penurunan penjualan alat-alat besar di Indonesia sebesar kurang lebih 25%, namun
INTA mampu meningkatkan kinerja penjualan sehingga dapat meningkatkan
pendapatannya.
"Penjualan di segmen usaha penjualan alat konstruksi (alat berat & suku cadang)
meningkat 54,86%, dari Rp 408,12 miliar pada 2022 menjadi Rp 632,03 M di tahun
ini," kata Petrus dalam Paparan Publik, Selasa (19/12). "Diharapkan di tahun 2024
akan terus meningkat secara berkesinambungan," tambahnya.
Petrus menerangkan, untuk beban usaha mengalami penurunan dari Rp 110,66
miliar di tahun 2022 menjadi Rp 109,29 miliar di tahun 2023. Alhasil, laba operasional
INTA juga meningkat tajam dari negatif Rp 27,3 miliar di tahun 2022 menjadi positif
Rp 41,08 miliar di tahun 2023.
Secara rinci, dilihat dari sisi EBITDA juga meningkat tajam dari Rp 59,63 miliar tahun
2022 menjadi Rp 118,25 miliar untuk tahun 2023.
Peningkatan tajam ini tak luput dari keberhasilan INTA dalam menjalankan
strateginya yang fokus pada key account dalam sector industri pertambangan
batubara dan nikel, pelayanan after service dan pembangunan Component
Rebuilt Center (CRC).
Petrus menambahkan, INTA telah menetapkan strategi untuk focus dalam key
account sektor industri pertambangan khususnya batubara dan nikel, selain
berbagai industri lainnya seperti agribisnis, minyak dan gas, infrastruktur dan
konstruksi, serta industri umum bisnis dengan industri alat berat/alat konstruksi &
pendukungnya sebagai portofolio pilar utama usaha.
"Strategi ini menjadi langkah tepat untuk memperkuat usaha serta memperoleh
pendapatan secara berkesinambungan," pungkas Petrus.
Adapun, walaupun belum ada peningkatan untuk segmen usaha jasa perbaikan
dan penyewaan dan segmen usaha manufaktur pada tahun ini, INTA tetap
optimistis untuk mengembangkan di tahun-tahun mendatang.
10
Page 11
5. Intraco Penta (INTA) Realisasikan Capex Rp 8,1 Miliar Sampai September 2023
Kontan.co.id
Oleh: Diki Mardiansyah
Selasa, 19 Desember 2023
https://industri.kontan.co.id/news/intraco-penta-inta-realisasikan-capex-rp-81-miliar-sampai-
september-2023
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA) telah
menganggarkan capital expenditure (capex) 2023 dalam Rencana Kerja dan
Anggaran Biaya (RKAB) sebesar Rp 82,2 miliar, namun hingga September 2023 baru
terealisasi sebesar Rp 8,1 miliar.
Direktur INTA Willianto Febriansa menjelaskan, belanja modal tahun ini sesuai RKAB
menargetkan akan dilakukan sebesar Rp 82,8 miliar yang sebagian besar untuk
peremejaan alat berat yang akan disewakan tahun ini.
"Tapi sampai September 2023 kami menunda peremajaan alat berat ini sehingga
baru akan dilakukan pada tahun depan," kata Willianto dalam Paparan Publik,
Selasa (19/12).
Untuk itu, kata dia, hingga September 2023 belanja modal baru terealisasi Rp 8,1
miliar yang sebagain besar untuk proses migrasi sistem baru sistem baru dari shp 3
ke shp 4.
Pada tahun depan, INTA menargetkan belanja modal sebesar Rp 137,9 miliar, di
mana 93% dialokasikan untuk peremajaan alat berat yang akan disewakan
sebesar Rp 128,05 miliar.
Untuk diketahui, INTA berhasil meraih pendapatan usahanya dari Rp 497,16 miliar
periode yang sama di tahun 2022 menjadi Rp 702,88 miliar di bulan September
2023.
Penjualan di segmen usaha penjualan alat konstruksi (alat berat & suku cadang)
meningkat 54,86%, dari Rp 408,12 miliar pada 2022 menjadi Rp 632,03 miliar di tahun
ini.
11
Page 12
6. Intraco Penta (INTA) Ungkap Kendala Pengaplikasian Alat Berat EV di Indonesia
Kontan.co.id
Oleh: Diki Mardiansyah
Selasa, 19 Desember 2023
https://industri.kontan.co.id/news/intraco-penta-inta-ungkap-kendala-pengaplikasian-alat-berat-
ev-di-indonesia
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
mengungkapkan prospek alat berat electric vehicle (EV) menjanjikan namun masih
menghadapi kendala pada penerapannya.
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan, prospek alat berat EV di Indonesia
sangat menjanjikan karena China menjadi salah satu pemai utama di dalam EV
alat berat maupun kendaraan roda empat dan roda dua.
"Untuk aplikasi [penerapannya] alat berat di Indonesia alat berat ini kan di dalam
hutan menjadi susah dijangkau, bahkan tidak terjangkau oleh kabel listrik sehingga
ada sedikit tantangan," kata Petrus dalam Paparan Publik, Selasa (19/12).
Ia menjelaskan, prospeknya sangat besar hanya saja tantangannya ada pada
pengaplikasian di lapangan. Secara segmented ada beberapa lokasi kerja yang
dijangkau kabel listrik PLN maka aplikasinya jauh lebih mudah.
Untuk menanggulangi kendala ini, kata Petrus, pihak pabrikan juga membuat alat-
alat hybrid berbasis tenaga hyrid di mana baterai yang dipakai tidak perlu di
charge karena di atas kendaraan ada mesin yang memproduksi listrik dan charger
electric.
Untuk itu, industri alat berat masih menjajaki cara pengaplikasian yang tepat,
namun teknologinya sudah eksis dan sudah terbukti bekerja dengan baik.
12
Page 13
"Kami masih memantau terus dan perhatikan terus prospek di bidang alat berat
EV," pungkas Petrus.
Untuk diketahui, INTA berhasil meraih pendapatan usahanya dari Rp 497,16 miliar
periode yang sama di tahun 2022 menjadi Rp 702,88 miliar di bulan September
2023.
Penjualan di segmen usaha penjualan alat konstruksi (alat berat & suku cadang)
meningkat 54,86%, dari Rp 408,12 miliar pada 2022 menjadi Rp 632,03 M di tahun ini.
7. Intraco Penta (INTA) Targetkan Penjualan Alat Berat Tumbuh 20% pada 2024
Kontan.co.id
Oleh; Diki Mardiansyah
Selasa, 19 Desember 2023
https://industri.kontan.co.id/news/intraco-penta-inta-targetkan-penjualan-alat-berat-tumbuh-20-
pada-2024
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten alat berat, PT Intraco Penta Tbk (INTA)
menargetkan penjualan alat berat tumbuh 20% pada tahun depan.
Direktur Utama INTA Petrus Halim mengatakan, sepanjang tahun ini INTA merasakan
persaingan usaha yang semakin ketat, perang harga, kompetitor sejenis berani
melakukan penjualan dengan cara cicilan 24 bulan tanpa bunga,
memperpanjang garansi mesin tanpa batas waktu, namun hal ini justru membuat
perseroan semakin merasa tertantang.
"Kami memahami kondisi dan tantangan yang cukup berat yang akan dihadapi
tahun depan. Namun hal ini akan dijadikan peluang bagi kami untuk
meningkatkan penjualan," kata Petrus dalam Paparan Publik, Selasa (19/12).
13
Page 14
Ia menjelaskan, tahun politik merupakan tahun yang pada umumnya akan
berdampak terhadap turunnya kondisi perekonomian dan melambatnya proses
birokrasi, tetapi sejumlah indikator kondisi industri lain diyakini akan memberi
dampak positif pada kinerja INTA.
"Di tengah tantangan yang akan dihadapi, kami menargetkan penjualan alat
berat 2024 akan bertumbuh 20%, pertumbuhan cukup moderat dan menantang
bagi kami," ujar Petrus.
Sementara itu, Direktur INTA Willianto Febriansa menyampaikan prospek usaha di
Indonesia untuk alat berat masih dominan sektor pertambangan dan masih
menjadi andalan.
"Meski tahun politik, kami yakin untuk industri yang besar seperti batubara masih
akan lanjut karena sudah berkontrak jangka panjang dan penggunaannya
sebagian besar untuk pembangkit listrik maka bisa diyakini permintaan akan stabil
meski tahun politik," tandasnya.
Lebih lanjut, Petrus menjelaskan, bila dilihat dari sektor pertambangan khususnya
batubara, para pengamat memprediksi harga batu bara masih turun melandai di
awal 2024 dan akan naik diakhir tahun 2024. Hal ini akan mempengaruhi kompetisi
alat berat yang semakin ketat.
Sementara itu di sektor pertambangan nikel, diprediksi harga nikel masih memiliki
tren menurun. Namun dengan terbitnya RKAB khususnya untuk tambang nikel,
diharapkan permintaan nikel akan meningkat. Hal ini sangat berpotensi untuk
penjualan alat berat pada kelas 20 & 30 ton dan penjualan dump truck.
INTA juga melihat salah satu faktor dari sektor industri kehutanan. Para pemain
utama HTI, fokus untuk meningkatkan produksi kayunya dan sedang dalam proses
pembangunan dua pabrik baru.
"Hal ini memberikan peluang kepada kami untuk dapat menjual produk alat berat
grapple dan truck logging,” tutur Petrus.
Sisi lain, pada tahun depan, Petrus melanjutkan sektor industri lainnya seperti
semen, harga semen cenderung rendah membuat perusahaan semen cenderung
fokus dengan efisiensi dan efektifitas biaya produksi.
Hal ini bisa menjadi peluang bagi pabrikan dan distributor alat berat untuk dapat
memberikan solusi ini. LiuGong dengan produk unggulan Electric Vehicle (EV)
product. Dengan di luncurkan big Wheel Loader (WL) oleh LiuGong, memberikan
peluang bagi Perseroan masuk ke segmen alat produksi utama sektor industri
semen ini.
14
Page 15
8. Intraco Penta Alihkan Mayoritas Capex 2023 untuk Peremajaan Alat Berat di 2024
IDX Channel
Oleh; Dinar
Selasa, 19 Desember 2023
https://www.idxchannel.com/market-news/intraco-penta-alihkan-mayoritas-capex-2023-untuk-
peremajaan-alat-berat-di-2024
IDXChannel - Emiten alat berat PT Intraco Penta Tbk (INTA) menunda sebagian
besar belanja modal (capex) yang dianggarkan pada 2023 sebesar Rp82,8 miliar
ke tahun depan. Rencananya, dana tersebut digunakan untuk peremajaan alat
berat.
Menyusul berbagai kondisi, realisasi serapan capital expenditure (capex) INTA
hanya mencapai Rp8,1 miliar hingga September 2023.
“Kami menunda proses peremajaan alat ini sehingga baru akan dilakukan pada
2024. Sehingga untuk September 2023, dari target capex, baru terealisasi Rp8,1
miliar,” kata Direktur Keuangan INTA Willianto Febriansa dalam Public Expose,
Selasa (19/12/2023).
Dana capex yang terealisasi itu digunakan untuk pengembangan sistem baru,
terutama migrasi SAP R3 menjadi SAP HANA.
Rencana peremajaan alat berat masih menjadi fokus INTA pada tahun politik.
Perseroan membidik capex sekitar Rp137,9 miliar, yang seluruhnya untuk
maintenance armada perusahaan.
15
Page 16
“Yang kami alokasikan untuk peremajaan sebesar Rp128,05 miliar,” paparnya.
Direktur Utama INTA Petrus Halim menambahkan pihaknya fokus mengincar sektor
pertambangan untuk mengakomodir penyewaan dan penjualan alat berat
perusahaan.
“Kami juga melihat salah satu faktor dari sektor industri kehutanan. Hal ini
memberikan peluang kepada Perseroan untuk dapat menjuall produk alat berat
grapple dan truck logging,” terangnya.
Hingga kuartal III-2023, penjualan INTA menembus Rp702,88 miliar. Realisasi ini
meningkat signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya senilai
Rp497,16 miliar. Sayangnya, kondisi beban yang besar mendorong INTA mengalami
rugi Rp44,18 miliar, lebih rendah secara tahun sebelumnya yang mencapai Rp52,36
miliar.
16
Page 17
Cetak
1. INTA Incar Kenaikan Penjualan
Bisnis Indonesia, 20 Desember 2023
Berita/Tone; Positif
Hal; 3
17
Page 18
2. INTA Fokus Menggarap Batubara
Kontan, 20 Desember 2023
Berita/Tone; Positif
Hal; 11
18
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.