Back to announcement
20231222_CITA_Informasi Transaksi Afiliasi_31561961_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review CITASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 75
Page 1
Laporan No. 00453/2.0118-00/BS/02/0596/1/XII/2023
File No. 144.1/IDR/DO.2/BFO/XII/2023
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
RENCANA TRANSAKSI
PENJUALAN ASET BERUPA ALAT BERAT,
KENDARAAN, MESIN DAN PERALATAN
SERTA BARANG PERSEDIAAN (STOCK)
MILIK PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk,
KEPADA PT MARINA BARA LESTARI,
PT MITRA KEMAKMURAN LINE
DAN PT LIMA SRIKANDI JAYA
KJPP ISKANDAR DAN REKAN
2023
Page 2
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Laporan No. 00453/2.0118-00/BS/02/0596/1/XII/2023
File No. 144.1/IDR/DO.2/BFO/XII/2023 Jakarta, 18 Desember 2023
Kepada Yth.
Direksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk
Gedung Bank Panin Lantai 2
Jalan Jend Sudirman Kav. 1
Senayan Gelora Tanah Abang
Jakarta Pusat 10270
Dengan hormat,
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Aset Berupa Alat Berat,
Kendaraan, Mesin dan Peralatan serta Barang Persediaan (Stock) milik PT Cita
Mineral Investindo Tbkkepada PT Marina Bara Lestari, PT Mitra Kemakmuran Line
dan PT Lima Srikandi Jaya
Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (IDR atau Penilai atau Kami) telah memperoleh izin
usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12
November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6
Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal.
Berdasarkan surat proposal/kontrak perjanjian kerja yang telah disepakati antara IDR dengan PT Cita
Mineral Investindo Tbk No. 122.5/IDR/DO.2/Pr-BFO/VII/2023 tanggal 14 Juli 2023 dan addendum No.
193.6/IDR/DO.2/ADD-BFO/X/2023 tanggal 30 Oktober 2023, IDR telah melaksanakan Penilaian untuk
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Penjualan Aset Berupa Alat Berat, Kendaraan, Mesin dan
Peralatan serta Barang Persediaan (Stock) milik PT Cita Mineral Investindo Tbk kepada PT Marina Bara
Lestari, PT Mitra Kemakmuran Line dan PT Lima Srikandi Jaya seperti yang tertuang dalam laporan ini.
Latar Belakang
PT Cita Mineral Investindo Tbk (selanjutnya disebut CITA atau Perseroan atau Perusahaan) merupakan
perusahaan terbuka yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut BEI). Pemberlakuan
larangan ekspor bauksit oleh pemerintah membuat aktivitas produksi Perseroan mengalami
penurunan sehingga utilitas aset tetap yang digunakan untuk kegiatan produksi ekspor menjadi
menurun. Agar kinerja tetap optimal, Perseroan perlu melakukan efisiensi dengan menjual beberapa
aset tetap yang digunakan untuk kegiatan produksi. CITA berencana untuk melakukan penjualan aset
miliknya berupa alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta barang persediaan (stock) kepada
PT Marina Bara Lestari (selanjutnya disebut MBL), PT Mitra Kemakmuran Line (selanjutnya disebut
MKL) dan PT Lima Srikandi Jaya (selanjutnya disebut LSJ). Rencana transaksi penjualan aset berupa
alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta barang persediaan (stock) milik CITA kepada MBL,
MKL dan LSJ selanjutnya disebut Rencana Transaksi.
i
Page 3
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No. 42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut. IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No. STTD.PPB-43/PJ- 1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Objek Penilaian Objek penilaian adalah rencana transaksi penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta barang persediaan (stock) milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi Pihak-pihak yang bertransaksi adalah CITA dengan MBL, MKL dan LSJ dimana CITA sebagai penjual alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta persediaan dan MBL, MKL dan LSJ sebagai pembeli. Maksud dan Tujuan Penilaian Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi. Tanggal Penilaian Tanggal penilaian 30 Juni 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh Akuntan Publik Andri Rinaldi yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Asumsi dan Kondisi Pembatas • Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion. • Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian. • Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya. • Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi keuangan. • Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan. • Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional perusahaan. • Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir. • Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas. • Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas lainnya diungkapkan dalam laporan. Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk ii
Page 4
Page 5
Page 6
DAFTAR ISI
SURAT LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI .......................................... i
PERNYATAAN PENILAI ................................................................................................................. iv
DAFTAR ISI ................................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................................. I-1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................................ I-1
1.2. Identitas Pemberi Tugas ............................................................................................................. I-1
1.3. Objek Penilaian ........................................................................................................................... I-1
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian..................................................................................................... I-1
1.5. Tanggal Penilaian ........................................................................................................................ I-2
1.6. Ruang Lingkup Penilaian ............................................................................................................. I-2
1.7. Pendekatan dan Metode ............................................................................................................ I-2
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .................................................................................................... I-3
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan ........................................ I-3
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh ................
Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian ........................
Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi ............................................................................ I-3
1.11. Sumber Data ............................................................................................................................... I-3
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai .....................
Dan Hubungannya Dengan Objek Penilaian ............................................................................... I-4
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................................... I-4
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................................................ I-6
1.15. Definisi dan Istilah ...................................................................................................................... I-7
BAB II ANALISIS TRANSAKSI ....................................................................................................... II-1
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan .................................................... II-1
2.2. Analisis Likuiditas Dari Transaksi ............................................................................................... II-1
2.3. Nilai Transaksi ............................................................................................................................ II-1
2.4. Materialitas Nilai Transaksi........................................................................................................ II-1
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ..................................................................... II-2
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati ...................................................... II-3
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi ............................................................................... II-4
BAB III ANALISIS KUALITATIF .................................................................................................... III-1
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha ................................................................... III-1
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................................. III-4
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi ................................................................................................. III-9
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan ........ III-9
BAB IV ANALISIS KUANTITATIF ................................................................................................. IV-1
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan ......................... IV-1
4.2. Analisis Inkremental .............................................................................................................. IV-23
BAB V ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ......................................................................... V-1
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi ................................................................................................ V-1
5.2. Nilai Transaksi ........................................................................................................................... V-1
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi ............................................................................................ V-1
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan ..... V-1
BAB VI ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ................................................................ VI-1
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi ............................... VI-1
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang ....................................................................... VI-1
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar ........................................................................................ VI-1
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk v
Page 7
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh.................................................................................... VI-2 BAB VII KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI ............................................. VII-1 LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk vi
Page 8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
PT Cita Mineral Investindo Tbk (selanjutnya disebut CITA atau Perseroan atau Perusahaan)
merupakan perusahaan terbuka yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia (selanjutnya disebut
BEI). Pemberlakuan larangan ekspor bauksit oleh pemerintah membuat aktivitas produksi
Perseroan mengalami penurunan sehingga utilitas aset tetap yang digunakan untuk kegiatan
produksi ekspor menjadi menurun. Agar kinerja tetap optimal, Perseroan perlu melakukan
efisiensi dengan menjual beberapa aset tetap yang digunakan untuk kegiatan produksi. CITA
berencana untuk melakukan penjualan aset miliknya berupa alat berat, kendaraan, mesin dan
peralatan serta barang persediaan (stock) kepada PT Marina Bara Lestari (selanjutnya disebut
MBL), PT Mitra Kemakmuran Line (selanjutnya disebut MKL) dan PT Lima Srikandi Jaya
(selanjutnya disebut LSJ). Rencana transaksi penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin
dan peralatan serta barang persediaan (stock) milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ selanjutnya
disebut Rencana Transaksi.
Sebagai perusahaan terbuka, Perseroan wajib menaati Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
untuk melaksanakan transaksi tersebut, terutama Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 dan No.
42/POJK.04/2020. Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, Perseroan telah menunjuk
serta menggunakan pendapat dari Kantor Jasa Penilai Publik Iskandar dan Rekan (selanjutnya
disebut IDR atau Penilai atau Kami), selaku Penilai Independen yang memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
IDR telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No.
772/KM.1/2013 tanggal 12 November 2013 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
berdasarkan Surat No. S-774/PM.25/2013 tanggal 27 November 2013 dengan Surat Tanda
Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah dilakukan pendaftaran ulang dengan No.
STTD.PPB-43/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 6 Juli 2023 sebagai Penilai Properti/Aset dan Bisnis di
Pasar Modal.
1.2. Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Cita Mineral Investindo Tbk
Bidang Usaha : Pertambangan dan Penggalian Bijih Logam
Alamat Kantor : Gedung Bank Panin Lantai 2, Jln. Jend. Sudirman Senayan, Gelora Tanah
Abang, Jakarta Pusat 10270
No. Telepon/Fax : 021-7251344 / 021-72789885
Email : corsec@citamineral.com
Website : www.citamineral.com
1.3. Objek Penilaian
Objek penilaian adalah rencana transaksi penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin
dan peralatan serta barang persediaan (stock) milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ.
1.4. Maksud dan Tujuan Penilaian
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan penilaian independen atas pendapat
kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi dengan tujuan pelaksanaan transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-1
Page 9
1.5. Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian 30 Juni 2023 ditetapkan berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik (KAP)
Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh Akuntan Publik Andri Rinaldi
yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.
1.6. Ruang Lingkup Penilaian
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) merupakan suatu pernyataan yang diberikan oleh
Penilai Usaha untuk menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau
tidak wajar. Ruang lingkup penilaian, antara lain:
a. Identifikasi masalah (identifikasi asumsi dan kondisi pembatas, tujuan dan objek penilaian,
definisi penilaian dan tanggal penilaian),
b. Pengumpulan data,
c. Analisis data,
d. Estimasi nilai sesuai dengan dasar nilai dan premis nilai yang digunakan dengan
menggunakan pendekatan penilaian,
e. Penulisan laporan.
Sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, pemberian pendapat kewajaran setelah
dilakukan analisis atas:
a. Nilai dari objek yang ditransaksikan.
b. Dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang
saham.
c. Pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen perusahaan terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham.
Sifat Rencana Transaksi terkait dengan ada atau tidak adanya hubungan antara pihak-pihak yang
bertransaksi diatur sesuai dengan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi
dan Benturan Kepentingan dan nilai materialitas Rencana Transaksi diatur sesuai dengan
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Sehubungan dengan peraturan-peraturan tersebut berkaitan dengan penunjukkan IDR untuk
memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, maka ruang lingkup pendapat
kewajaran berdasarkan pada analisis atas kewajaran dari Rencana Transaksi tersebut.
1.7. Pendekatan dan Metode
Sesuai dengan ruang lingkup penilaian, pendekatan dan metode yang digunakan adalah:
a. Melakukan analisis transaksi.
b. Melakukan analisis kualitatif atas Rencana Transaksi.
c. Melakukan analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi.
d. Melakukan analisis kewajaran nilai transaksi.
e. Melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-2
Page 10
1.8. Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah CITA dengan MBL, MKL dan LSJ dimana CITA sebagai
penjual alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta persediaan dan MBL, MKL dan LSJ
sebagai pembeli.
1.9. Pernyataan Independensi dan Tidak Adanya Benturan Kepentingan
1. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami tidak ada benturan
kepentingan dengan Perseroan maupun pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan
transaksi yang akan dilakukan Perseroan.
2. Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, maupun
pemegang saham Perseroan ataupun pihak-pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan ataupun keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk
memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
3. Tidak ada satupun dari pemilik ataupun pegawai kami yang memiliki kepentingan dalam
bentuk apapun yang dapat menghalangi kami untuk melakukan penilaian secara
independen terhadap pendapat kewajaran ini. Kompensasi dan honorarium kami tidak
bergantung kepada kejadian maupun kesimpulan yang diambil oleh Perseroan sebagai
akibat dari laporan kami ini.
1.10. Uraian Mengenai Penilai Usaha Dan/Atau Penilai Properti Serta Hasil Penilaian Oleh Penilai
Usaha Dan/Atau Penilai Properti Yang Menjadi Dasar Dalam Pemberian Pendapat Kewajaran
Atas Rencana Transaksi
Dalam pendapat kewajaran ini kami menggunakan hasil penilaian dari Penilai Properti yang
telah melakukan penilaian terhadap objek transaksi.
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00395/2.0118-00/PP/02/0463/1/X/2023 tanggal 31
Oktober 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar
Properti Industri Pertambangan berupa Peralatan Kerja, Mesin dan Instalasi, Alat Berat,
Peralatan Kantor, serta Kendaraan Bermotor milik CITA per 30 Juni 2023 sebesar
Rp 12.020.600.000,- dan Barang Persediaan Sparepart milik CITA per 30 Juni 2023 sebesar Rp
1.104.531.000,-.
1.11. Sumber Data
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
a) Copy legalitas dan perizinan CITA.
b) Copy legalitas dan perizinan MBL.
c) Copy legalitas dan perizinan MKL.
d) Copy legalitas dan perizinan LSJ.
e) Laporan keuangan CITA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah
direviu oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani Akuntan
Publik Andri Rinaldi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-3
Page 11
f) Laporan keuangan CITA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh
Andri Rinaldi dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
g) Laporan keuangan CITA untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh
Fitradewata Teramihardja dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
h) Laporan keuangan CITA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh
Nursal dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
i) Laporan keuangan CITA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang
telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh
Nursal dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
j) Laporan keuangan CITA untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 yang
telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra dan telah ditandatangani oleh
Nursal dengan opini wajar, dalam semua hal yang material.
k) Laporan keuangan proforma CITA per 30 Juni 2023 sebelum dan setelah transaksi dari
manajemen Perseroan.
l) Termsheet penjualan aset CITA kepada MBL, MKL dan LSJ No. 188/CITA/XI/2023 tanggal 1
November 2023.
m) Proyeksi keuangan dari manajemen Perseroan.
n) Laporan Penilaian Properti yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan No.
00395/2.0118-00/PP/02/0463/1/X/2023 tanggal 31 Oktober 2023 berupa Properti Industri
Pertambangan berupa Peralatan Kerja, Mesin dan Instalasi, Alat Berat, Peralatan Kantor,
serta Kendaraan Bermotor milik CITA dan Barang Persediaan Sparepart milik CITA.
o) Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan
hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi.
1.12. Informasi Mengenai Identitas Dan Jabatan Pihak-Pihak Yang Telah Diwawancarai Dan
Hubungannya Dengan Objek Penilaian
Kami telah melakukan diskusi dan wawancara dengan manajemen Perseroan pada tanggal 19
September 2023 – 24 November 2023. Identitas yang kami wawancarai adalah Bapak Yusak
Lumba Pardede sebagai Direktur CITA.
1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
a) Laporan Penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.
b) Penilai melakukan penelaahan atas status hukum dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses penilaian.
c) Data dan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
d) Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty), jika penilaian menggunakan proyeksi
keuangan.
e) Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan.
f) Laporan Penilaian ini terbuka untuk publik kecuali informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat memengaruhi operasional perusahaan.
g) Penilai bertanggung jawab atas Laporan Penilaian dan kesimpulan nilai akhir.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-4
Page 12
h) Penilai memperoleh informasi atas status hukum Objek Penilaian dari pemberi tugas.
i) IDR mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat ini sampai dengan terjadinya
Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material
terhadap Rencana Transaksi.
j) Pendapat ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan bahwa penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat
tersebut. Penyusunan pendapat ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak
dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
k) Pendapat Kewajaran tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada
tanggal Pendapat ini dikeluarkan. Penilaian Kewajaran ini hanya dilakukan terhadap
Rencana Transaksi seperti yang diuraikan diatas.
l) IDR tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapatnya
karena peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
m) Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Pendapat Kewajaran ini, IDR melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan manajemen Perseroan yang mana berdasarkan hakekat
kewajaran adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan. IDR tidak
melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan
demikian IDR tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab terhadap
kebenaran dan kelengkapan dari informasi atau penjelasan tersebut.
n) Sebagai dasar bagi IDR untuk melakukan analisis dalam mempersiapkan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, IDR menggunakan data-data sebagaimana tercantum
pada Sumber Data pada laporan pendapat kewajaran sebagai bahan pertimbangan.
o) Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat memengaruhi hasil penilaian
IDR secara material. Oleh karena itu, IDR tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data
tersebut.
p) Pendapat Kewajaran ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang
pemegang saham Perseroan dan tidak mempertimbangkan sudut pandang stakeholders
lain serta aspek-aspek lainnya.
q) IDR menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan yang sangat
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran.
r) Dengan ini IDR menyatakan bahwa penugasan IDR tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Rencana Transaksi yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Rencana Transaksi.
s) IDR tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari segi hukum dan implikasi
aspek perpajakan dari Transaksi tersebut.
t) Mengingat bahwa adanya kemungkinan terjadinya perbedaan waktu dari tanggal laporan
ini dengan pelaksanaan Rencana Transaksi, maka kesimpulan di atas berlaku bila tidak ada
perubahan yang memiliki dampak yang signifikan terhadap nilai dari Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-5
Page 13
Perubahan tersebut termasuk perubahan baik secara internal pada masing-masing
perusahaan maupun secara eksternal meliputi: kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah Indonesia setelah tanggal laporan
ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan
tersebut di atas, maka pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
u) Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain maupun pihak lain.
v) Pendapat Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk
menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu
atas Rencana Transaksi tersebut.
w) IDR juga berpegang kepada surat pernyataan manajemen Perseroan (management
representation letter) atas penugasan IDR untuk mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran, bahwa Perseroan telah menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan
berkenaan dengan Rencana Transaksi dan sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan
tidak ada faktor material yang belum diungkapkan dan dapat menyesatkan.
x) Data dan informasi yang diterima Penilai dari Pemberi Tugas diasumsikan benar dan dapat
dipertanggungjawabkan, antara lain termasuk penunjukan letak lokasi tempat, spesifikasi
jenis dan jumlah aset objek penilaian dan apabila data dan informasi tersebut tidak benar
maka Pemberi Tugas membebaskan Penilai dari tanggung jawab atas hasil penilaian yang
tidak tepat dikarenakan kesalahan tersebut.
y) Informasi yang telah diberikan pihak lain kepada Penilai seperti yang telah disebutkan
dalam laporan penilaian dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak
bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan
hal yang sesungguhnya. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemberi Tugas.
z) Adalah bukan tugas Penilai untuk melakukan uji tuntas (due diligence) dari aspek hukum
atas catatan publik serta catatan kepemilikan.
aa) Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas dari laporan penilaian yang dibuat terpisah sebagai
satu kesatuan dari laporan ini akan dituangkan didalam laporan penilaian yang dibuat
terpisah tersebut.
bb) Laporan ini tidak sah jika tidak dibubuhi tanda tangan asli/basah Pemimpin Rekan/Rekan
dan stempel/seal perusahaan KJPP Iskandar dan Rekan serta tidak dapat
dipertanggungjawabkan bilamana Pemberi Tugas tidak melunasi imbalan jasa atas
pekerjaan penilaian ini.
cc) Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan
(integral) dari laporan ini.
1.14. Kejadian Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Sejak tanggal penilaian hingga tanggal penerbitan laporan ini tidak terjadi perubahan yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian yang
dapat secara signifikan mempengaruhi hasil penilaian.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-6
Page 14
1.15. Definisi dan Istilah
Penilaian Bisnis adalah proses pekerjaan untuk memberikan opini tertulis atas objek Penilaian
Bisnis sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai yang
melakukan kegiatan di pasar modal (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 5).
Asumsi adalah sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau keadaan yang
mungkin dapat mempengaruhi objek Penilaian atau pendekatan penilaian dan kewajarannya
telah dianalisis oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Penilaian (Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 15).
Pendapat Kewajaran adalah suatu pernyataan yang diberikan oleh Penilai Bisnis untuk
menyatakan bahwa suatu transaksi yang akan dilakukan adalah wajar atau tidak wajar
(Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1 angka 38).
Nilai Pasar adalah estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset
atau liabilitas pada Tanggal Penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual
yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
secara layak, di mana kedua Pihak masing–masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan (Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 pasal 1
angka 14).
Nilai Pasar didefinisikan sebagai estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh atau dibayar
untuk penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat
membeli dengan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan (SPI 101 Edisi VII-2018 angka
3.1).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk I-7
Page 15
BAB II
ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Analisis Pengaruh Transaksi Terhadap Keuangan Perseroan
Dengan transaksi penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta
barang persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ berdasarkan proforma posisi keuangan
meningkatkan likuiditas Perseroan namun menurunkan solvabilitas Perseroan dan berdasarkan
proyeksi posisi keuangan likuiditas dan solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
2.2. Analisis Likuiditas Dari Transaksi
Berdasarkan analisis proforma posisi keuangan dan proyeksi keuangan dengan dilakukannya
transaksi likuiditas Perseroan mengalami peningkatan.
2.3. Nilai Transaksi
Berdasarkan termsheet penjualan aset CITA kepada MBL, MKL dan LSJ No. 188/CITA/XI/2023
tanggal 1 November 2023 rencana transaksi penjualan alat berat, kendaraan, mesin dan
peralatan serta persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ adalah sebesar
Rp 13.125.131.000,-.
2.4. Materialitas Nilai Transaksi
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi
sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset Perusahaan
Terbuka.
Perusahaan Terbuka yang akan melakukan Transaksi Material wajib terlebih dahulu
memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam hal:
1. Transaksi Material lebih dari 50% terhadap ekuitas atau aset atau laba bersih atau
pendapatan usaha Perseroan.
2. Transaksi Material lebih dari 25% terhadap aset Perseroan apabila ekuitas Perseroan
negatif.
3. Laporan Penilai menyatakan bahwa Transaksi Material yang akan dilakukan tidak wajar.
Berdasarkan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai Transaksi Material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% atau lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%;
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih Perusahaan Terbuka nilainya sama
dengan atau lebih dari 20%; atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha Perusahaan Terbuka
nilainya sama dengan atau lebih dari 20%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk II-1
Page 16
e. Dalam hal perusahaan terbuka memiliki ekuitas negatif transaksi dikategorikan sebagai
Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 10% atau lebih dari total aset
Perusahaan Terbuka.
Nilai transaksi Rencana Transaksi sebesar Rp 13.125.131.000,- dan ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan yang telah direviu KAP Teramihardja, Pradhono & Chandra per
30 Juni 2023 adalah sebesar Rp 4.369.721.203.316,- dengan demikian materialitas nilai transaksi
0,30% dari ekuitas Perseroan.
Dari uraian tersebut diatas, Rencana Transaksi tidak termasuk transaksi material dan tidak
memerlukan persetujuan RUPS sesuai dengan Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
2.5. Hubungan Antara Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi adalah CITA selaku penjual dengan LSJ, MKL dan MBL selaku
pembeli.
Hubungan Kepemilikan Saham
Keterangan
HJR : PT Harita Jayaraya
LSJ : PT Lima Srikandi Jaya
MKL : PT Mitra Kemakmuran Line
CITA : PT Cita Mineral Investindo Tbk
KIJT : PT Kemenangan Inti Jaya Tambang
MBL : PT Marina Bara Lestari
Berdasarkan analisis hubungan kepemilikan saham, HJR merupakan pemegang saham dari LSJ,
CITA dan KIJT dengan masing-masing kepemilikan sebesar 99,89% saham, 60,64% saham dan
99,60% saham. LSJ merupakan pemegang 99,99% saham MKL. KIJT merupakan pemegang
99,99% MBL. Dengan demikian CITA dengan LSJ, MKL dan MBL terdapat hubungan kepemilikan.
Hubungan Kepengurusan
Hubungan kepengurusan antara CITA dengan LSJ, MBL dan MKL adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk II-2
Page 17
Nama CITA LSJ MBL MKL
Lim Gunawan Hariyanto KU
Pascal Steven Jean K
Darjoto Setyawan KI
A. Ibrahim Saleh KI
Harry Kesuma Tanoto DU D
Robby Irfan Rafianto D
Yusak Lumba Pardede D
Ferry Kadi D K KU K
Donald Johnny Hermanus K
Parasian Simanungkalit DU
Sudirman Utomo D
Suyatno DU DU
Alex Justinan Irawan D D
Keterangan
KU : Komisaris Utama
KI : Komisaris Independen
K : Komisaris
DU : Direktur Utama
D : Direktur
Berdasarkan analisis hubungan kepengurusan, Harry Kesuma Tanoto sebagai Direktur Utama
CITA juga sebagai Direktur MBL, Ferry Kadi sebagai direktur CITA juga sebagai Komisaris LSJ,
sebagai Komisaris Utama MBL dan sebagai Komisaris MKL. Dengan demikian antara CITA dengan
LSJ, MBL dan MKL terdapat hubungan kepengurusan.
Dengan demikian Rencana Transaksi termasuk Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan.
Uraian mengenai ada atau tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi yang akan
dilakukan Perseroan dinyatakan dalam Surat Pernyataan Direksi dan Dewan Komisaris
Perseroan.
2.6. Analisis Perjanjian Dan Persyaratan Yang Telah Disepakati
Berdasarkan termsheet penjualan aset CITA kepada MBL, MKL dan LSJ No. 188/CITA/XI/2023
tanggal 1 November 2023, (selanjutnya disebut termsheet), hal-hal penting dalam termsheet
tersebut adalah sebagai berikut:
- CITA sebagai penjual.
- MBL, MKL dan LSJ sebagai pembeli.
- Jenis aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta barang persediaan
(stock)
- Penjual, Pembeli, Objek dan Nilai Transaksi sebagai berikut:
Disajikan dalam Rupiah
Pembeli
Penjual Grand Total
MBL LSJ MKL
CITA 12.776.131.000 186.000.000 163.000.000 13.125.131.000
Alat berat 11.011.000.000 - - 11.011.000.000
Kendaraan 191.000.000 186.000.000 163.000.000 540.000.000
Mesin dan instalasi 103.100.000 - - 103.100.000
Peralatan kantor 8.500.000 - - 8.500.000
Peralatan kerja 358.000.000 - - 358.000.000
Persediaan (sparepart) 1.104.531.000 - - 1.104.531.000
Dokumen transaksi yang ada masih berupa draft atau termsheet, pihak-pihak yang bertransaksi
belum memiliki perjanjian dan persyaratan tertulis yang telah disepakati dan mengikat.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk II-3
Page 18
2.7. Analisis Manfaat Dan Risiko Dari Transaksi
Manfaat transaksi adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan memperoleh dana yang dapat digunakan
untuk melakukan pengembangan pada usaha yang lebih menguntungkan.
• Dengan dilakukannya transaksi akan meningkatkan laba dan profitabilitas Perseroan
dengan berkurangnya biaya penyusutan, yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai
tambah bagi pemegang saham.
Risiko transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan perusahaan terkendalinya melakukan penjualan dikarenakan terdapat
larangan ekspor bauksit, jika kebijakan ekspor kembali dibuka maka Perseroan dan
perusahaan terkendalinya harus menyiapkan aset-aset baru untuk memenuhi kebutuhan
produksinya.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk II-4
Page 19
BAB III
ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Singkat Perusahaan Dan Kegiatan Usaha
Perseroan
a) Riwayat Singkat Perseroan
PT Cita Mineral Investindo Tbk didirikan pada tanggal 27 Juni 1992 dengan nama PT Cipta
Panelutama Tbk berdasarkan Akta No. 333 tanggal 27 Juni 1992 yang dibuat dihadapan
Arikanti Natakusumah, S.H., Notaris di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2874.HT.01.01.TH.93 tanggal 7 Mei 1993
dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 32 tanggal 20 April 2001,
Tambahan Berita Negara No. 2541. Pada tanggal 2 Mei 2007, Perusahaan melakukan
perubahan nama menjadi PT Cita Mineral Investindo Tbk.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir adalah
dengan Akta Notaris No. 26 tanggal 13 April 2023 dari Leolin Jayayanti, S.H., sehubungan
dengan perubahan alamat lengkap Perusahaan. Perubahan tersebut telah disetujui oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0073772.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 14 April 2023.
Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat di Gedung Bank Panin Lantai 2,
Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
pertambangan dan penggalian bijih logam.
c) Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan laporan keuangan (reviu) Perseroan per 30 Juni 2023, susunan pemegang
saham Perseroan adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Harita Jayaraya 2.401.446.858 60,64% 240.144.685.800
2 Glencore International Investments Ltd. 1.254.596.084 31,68% 125.459.608.400
3 Lain-lain (masing-masing dengan pemilikan di bawah 5%) 304.318.308 7,68% 30.431.830.800
Jumlah 3.960.361.250 100,00% 396.036.125.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan (reviu) per
30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Lim Gunawan Hariyanto
Komisaris : Pascal Steven Jean
Komisaris Independen : Darjoto Setyawan
Komisaris Independen : A. Ibrahim Saleh
Dewan Direksi
Direktur Utama : Harry Kesuma Tanoto
Direktur : Robby Irfan Rafianto
Direktur : Yusak Lumba Pardede
Direktur : Ferry Kadi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-1
Page 20
PT Lima Srikandi Jaya
a) Riwayat Singkat
PT Lima Srikandi Jaya didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 25 tanggal 09 April 2007
berikut dengan Akta Perubahan Pendirian Perseroan Nomor 66 tanggal 09 Mei 2007 yang
dibuat di hadapan Notaris Eliwaty Tjitra, S.H., dan telah memperoleh pengesahan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. W7-08682
HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Agustus 2007, yang Anggaran Dasarnya telah beberapa kali
mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Nomor 02 tanggal 17 Maret 2023 yang dibuat
di hadapan Notaris Yulida Vincestra, S.H., dan perubahan tersebut telah diberitahukan
kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0104170 tanggal 27 Maret 2023.
LSJ berkedudukan di Jakarta Pusat berlokasi di Gedung Bank Panin lantai 5, Jl. Jenderal
Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270.
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar LSJ, ruang lingkup kegiatan LSJ adalah dalam bidang
Pengangkutan, Pergudangan, Pertambangan dan Penggalian. Saat ini, LSJ melaksanakan
kegiatan usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum, Angkutan Laut Dalam
Negeri Untuk Barang Khusus, Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian lain serta
kegiatan lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham LSJ per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Harita Jayaraya 939.200 99,91% 234.800.000.000
2 Lim Gunardi Hariyanto 800 0,09% 200.000.000
Jumlah 940.000 100,00% 235.000.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi LSJ per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ferry Kadi
Direksi
Direktur Utama : Suyatno
Direktur : Alex Justinan Irawan
PT Mitra Kemakmuran Line
a) Riwayat Singkat
PT Mitra Kemakmuran Line didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 01 tanggal 14 Maret
2008 yang dibuat di hadapan Notaris Titik Krisna Murti Wikaningsih Hastuti, S.H., M.Kn., dan
telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. AHU-13078.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 17 Maret 2008, yang
Anggaran Dasarnya telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Nomor
35 tanggal 23 Februari 2023 yang dibuat di hadapan Notaris Ida Waty Salim, S.H., M.Kn., dan
perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Pemberitahuan No. AH.01.09-0097963 tanggal 07 Maret 2023.
MKL berkedudukan di Jakarta Pusat berlokasi di Gedung Bank Panin lantai 2, Jl. Jenderal
Sudirman, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat 10270.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-2
Page 21
b) Kegiatan Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar MKL, ruang lingkup kegiatan MKL adalah dalam
bidang Pengangkutan, Pergudangan, Pertambangan dan Penggalian. Saat ini, MKL
melaksanakan kegiatan usaha Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum, Aktivitas
Penunjang Pertambangan dan Penggalian lain serta kegiatan lainnya.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham MKL per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Saham Persentase Jumlah
No. Pemegang Saham
(Lembar) (%) (Rp)
1 PT Lima Srikandi Jaya 62.499 100,00% 62.499.000.000
2 PT Citra Duta Jaya Makmur 1 0,00% 1.000.000
Jumlah 62.500 100,00% 62.500.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi MKL per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Ferry Kadi
Direksi
Direktur Utama : Suyatno
Direktur : Alex Justinan Irawan
PT Marina Bara Lestari
a) Riwayat Singkat
PT Marina Bara Lestari didirikan berdasarkan Akta Notaris Nancy Nirwana Somalinggi, SH.,
No. 52 tanggal 30 November 2006 dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-09427.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 26
Februari 2008, yang anggaran dasarnya telah diubah dan dimuat dalam Berita Negara
Republik Indonesia No 85 tanggal 22 Oktober 2013, Tambahan No 123592, dengan
perubahan terakhir sebagaimana dimuat dalam Akta No 24 tanggal 17 Februari 2023, dibuat
dihadapan Ida Waty Salim SH MKn, Notaris di Jakarta, berdasarkan Surat Keputusan
mengenai Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No AHU-AH.01.03-
0034893 tanggal 03 Maret 2023, dan Persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia No AHU-0013971.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 06 Maret 2023.
MBL berkedudukan di Gedung Panin Lt 2, Jl Jend Sudirman, Kelurahan Gelora, Kecamatan
Tanah Abang, DKI Jakarta.
b) Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan MBL bergerak dalam bidang Pertambangan Batu Bara.
c) Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham MBL per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Jumlah Jumlah
No. Pemegang Saham (%)
Saham (Rp)
1 PT Kemenangan Inti Jaya Tambang 49.998 99,996% 49.998.000.000
2 Adrianus Seciawanto 1 0,002% 1.000.000
3 Tommy Sanger 1 0,002% 1.000.000
Jumlah 50.000 100,000% 50.000.000.000
d) Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi MBL per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-3
Page 22
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Ferry Kadi
Komisaris : Donald Johnny Hermanus
Direksi
Direktur Utama : Parasian Simanungkalit
Direktur : Harry Kesuma Tanoto
Direktur : Sudirman Utomo
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Tinjauan Makro Ekonomi
PDB Menurut Lapangan Usaha
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2023 Terhadap Triwulan I-2023 (q-to-q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 dibanding triwulan I-2023 (q-to-q) mengalami pertumbuhan
sebesar 3,86%. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali Konstruksi dan
Jasa Keuangan dan Asuransi yang masing-masing terkontraksi sebesar 1,44% dan 1,52%.
Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Administrasi Pemerintahan,
Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 15,80% dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 15,32%. Sementara itu, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian; Perdagangan
Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; dan Industri Pengolahan yang memiliki
peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,65%; 2,50%; dan 0,47%.
Gambar 1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 tidak
menunjukkan perubahan berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh Lapangan
Usaha Industri Pengolahan sebesar 18,25%; diikuti oleh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
sebesar 13,35%; Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar
12,85%; dan Pertambangan dan Penggalian sebesar 10,48%. Peranan keempat lapangan usaha
tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 54,93%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2023 Terhadap Triwulan II-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 dibanding triwulan II-2022 (y-on-y) mengalami
pertumbuhan sebesar 5,17%. Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan
usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar
15,28% dan Jasa Lainnya sebesar 11,89%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-4
Page 23
Gambar 2. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2023 Terhadap Semester I-2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia semester I-2023 dibanding semester I-2022 mengalami pertumbuhan
sebesar 5,11% (c-to-c). Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang
mengalami pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 15,59%,
diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,70%; dan Jasa Lainnya sebesar
10,40%. Sementara itu, Industri Pengolahan yang memiliki peran dominan terhadap
perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 4,65%.
Gambar 3. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
PDB Menurut Pengeluaran, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2023 Terhadap Triwulan I-2023
(q-to-q)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 dibanding triwulan I-2023 tumbuh sebesar 3,86% (q-to-q).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua Komponen Pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor
Barang dan Jasa dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang masing-masing
terkontraksi sebesar 5,44% dan 1,26%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen PK-P
sebesar 41,30%; diikuti Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani
Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 8,58%; dan Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah
Tangga (PK-RT) sebesar 3,08%. Di sisi lain, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB mengalami kontraksi sebesar 3,28%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-5
Page 24
Gambar 4. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (q-to-q) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku triwulan II-2023 tidak
menunjukkan perubahan yang berarti. Perekonomian Indonesia masih didominasi oleh
Komponen PK-RT yang mencakup lebih dari separuh PDB Indonesia yaitu sebesar 53,31%; diikuti
oleh komponen PMTB sebesar 27,90%; Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 20,25%;
Komponen PK-P sebesar 7,51%; Komponen Perubahan Inventori sebesar 2,22%; dan Komponen
PK-LNPRT sebesar 1,24%. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa sebagai faktor
pengurang dalam PDB memiliki peran sebesar 18,54%.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2023 Terhadap Triwulan II-2022 (y-on-y)
Ekonomi Indonesia triwulan II-2023 terhadap triwulan II-2022 tumbuh sebesar 5,17% (y-on-y).
Pertumbuhan terjadi pada hampir semua komponen pengeluaran, kecuali Komponen Ekspor
Barang dan Jasa yang terkontraksi sebesar 2,75%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen PK-P sebesar 10,62%; diikuti Komponen PK-LNPRT sebesar 8,62%; Komponen PK-RT
sebesar 5,23%; dan Komponen PMTB sebesar 4,63%; Sementara itu, Komponen Impor Barang
dan Jasa mengalami kontraksi sebesar 3,08%.
Gambar 5. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (y-on-y) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
Pertumbuhan Ekonomi Semester I-2023 Terhadap Semester I-2022 (c-to-c)
Ekonomi Indonesia semester I-2023 dibanding semester I-2022 tumbuh sebesar 5,11% (c-to-c).
Pertumbuhan terjadi pada semua komponen pengeluaran. Komponen pengeluaran yang
mengalami pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen PK-P sebesar 7,53%; diikuti
Komponen PK-LNPRT sebesar 7,43%; Komponen PK-RT sebesar 4,89%; Komponen Ekspor
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-6
Page 25
Barang dan Jasa sebesar 4,39%; dan Komponen PMTB sebesar 3,34%. Sementara itu, Komponen
Impor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 0,30%.
Gambar 6. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-to-c) (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik
3.2.2. Perkembangan Industri
Perkembangan Industri Tambang Bauksit
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bauksit terbesar di dunia. Namun, mulai
tahun ini pemerintah akan melarang ekspor bauksit mentah. Mulai Juni 2023, pemerintah akan
memberlakukan larangan ekspor bijih bauksit dan mendorong industri pengolahan dan
pemurnian bauksit di dalam negeri.
Bauksit merupakan bahan mentah untuk membuat aluminium, logam ringan yang bisa
dipadatkan hingga keras seperti baja, tahan korosi, dan bisa menjadi penghantar listrik yang
baik. Aluminium kemudian menjadi bahan baku penting untuk beragam industri, mulai dari
otomotif, perlengkapan rumah tangga, sampai teknologi panel surya.
Bank Indonesia (BI) mencatat, dalam sekitar satu dekade terakhir Indonesia rutin mengekspor
bauksit. Nilai ekspornya pernah menyentuh rekor tertinggi pada 2013, yakni sekitar USD 1,3
miliar. Setelah itu, nilai ekspor bauksit nasional sempat turun selama periode 2014-2016, tapi
trennya kembali menanjak sejak 2017 seperti terlihat pada grafik di atas.
Menurut Kementerian Perindustrian, bijih bauksit merupakan batuan yang mengandung tiga
mineral utama dan berkaitan dengan mineral silikat dan biasanya dijadikan bahan baku untuk
membuat aluminium serta menjadi bahan produksi untuk berbagai jenis industri, mulai dari
industri kabel, pipa, alat rumah tangga, konstruksi, furnitur, alat olahraga, otomotif, sampai
industri penerbangan. Bauksit juga dapat diolah dan dimanfaatkan untuk pemurnian air,
kosmetika, farmasi, serta keramik.
Bank Indonesia juga mencatat nilai ekspor bauksit nasional mengalami pertumbuhan pesat
dalam beberapa tahun terakhir. Dalam jangka waktu 5 tahun, nilai ekspor bauksit tersebut
meroket hingga hampir sepuluh kali lipat. Hal ini memperlihatkan bauksit Indonesia semakin
banyak dibutuhkan di pasar internasional, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan nilai
tambahnya.
3.2.3. Analisis Operasional Dan Prospek Perusahaan
Ditinjau dari segi kinerja keuangan tahun 2022, terjadi kenaikan pendapatan dan laba kotor
Perseroan masing-masing sebesar 24,37% dan 6,06% dari semula pada tahun 2021 serta laba
bersih mengalami peningkatan 31,05%. Dari sisi aset dan ekuitas, Perseroan berhasil
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-7
Page 26
mencatatkan peningkatan aset pada tahun 2022 sebesar 21,09%, dan ekuitas Perseroan juga
meningkat 16,63%.
Indonesia memiliki banyak sumber daya mineral bauksit dan nikel. Menurut Badan Pusat
Statistik (BPS), stok bauksit nasional dapat diekstraksi sampai 258 tahun ke depan, sedangkan
stok nikel bisa dimanfaatkan untuk produksi bijih selama 108 tahun. BPS menghitung estimasi
umur aset ini dari rasio antara stok fisik (cadangan) sumber daya mineral nasional pada akhir
2021 dengan tingkat ekstraksinya dalam beberapa tahun terakhir. Adapun umur aset bauksit
dan nikel jauh lebih tinggi dibanding sumber daya mineral lain, seperti stok timah yang hanya
bisa diekstraksi sampai 36 tahun ke depan, tembaga 33 tahun, dan perak 30 tahun. Kendati
sumber dayanya melimpah, pemerintah akan melarang ekspor bijih bauksit dalam waktu dekat.
Bersama nikel dan mineral lainnya, bauksit juga mendukung industri baterai kendaraan listrik ke
depan dalam meningkatkan perkembangan Electric Vehicle (EV). Karena bauksit adalah salah
satu bahan baku penting untuk memproduksi semikonduktor dan untuk membangun ekosistem
kendaraan listrik dari hulu sampai ke hilir.
Oleh karena itu, Kementerian BUMN selalu melakukan inovasi model bisnis di industri ini dan
meningkatkan rantai nilai seluruh sumber daya yang ada. Indonesia Battery Corporation (IBC)
didirikan agar dapat berfokus pada pengembangan Ekosistem EV end-to-end mulai dari
eksplorasi & pengolahan nikel sebagai komponen baterai listrik hingga produksi EV dan daur
ulang baterai. Selain itu, menarik mitra strategis untuk berkolaborasi dan menciptakan nilai
lebih bagi industri ini. Dengan investasi asing di industri ini, diyakini bahwa Indonesia dapat
meningkatkan keberlanjutan industri dan menjadi lebih kompetitif di pasar global. Industri
kendaraan listrik saat ini menjadi salah satu solusi untuk menurunkan emisi global yang kian
meningkat. Kendaraan listrik menjadi salah satu alternatif transportasi yang ramah lingkungan,
karena tidak menghasilkan emisi yang menghasilkan polusi udara. Pada bulan Juni 2023,
pemerintah akan melarang ekspor bijih bauksit dan mendorong pengolahan dan pemurnian
bauksit di dalam negeri. Pelarangan ekspor ini bertujuan mewujudkan kedaulatan sumber daya
alam, membuka lapangan kerja, meningkatkan penerimaan devisa, dan mendorong pemerataan
pertumbuhan ekonomi.
Industrialisasi bauksit di dalam negeri ini diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan negara
dari Rp 21 triliun menjadi sekitar Rp 62 triliun. Peta jalan industri bauksit harus ada keputusan
jelas, karena sepanjang rantai nilai bauksit ini, ESG (environment, social, and governance) juga
harus diterapkan, termasuk standar-standar terkait lingkungannya. Dengan ekspektasi, ketika
permintaan nikel dan bauksit sedang tinggi, kemudian diupayakan sedemikian rupa
membangun smelter sebanyak-banyaknya, sementara industri di hilir belum siap. Apabila hilir
belum siap, hasil pengolahan bauksit di smelter akan diekspor untuk kemudian didatangkan lagi
sebagai barang jadi. Harga akan tetap mahal jika industri tengah ada, tetapi industri hilirnya
tidak ada. Saat pembangunan smelter itu rampung, terjadi hilirisasi atau ada penyerapan
pengolahan di dalam negeri akan meningkat. Namun, jika konstruksi smelter tidak dapat
terselesaikan segera, maka penyerapan produksi bijih bauksit akan menurun. Ketua Umum
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendorong pemerintah untuk
memetakan kembali kapasitas smelter yang akan beroperasi sehingga penyetopan ekspor bijih
bauksit optimal.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-8
Page 27
3.3. Alasan Dilakukannya Transaksi
Alasan dilakukannya transaksi antara lain adalah:
− Untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki Perseroan, dimana aktivitas produksi Perseroan
berkurang yang dikarenakan oleh larangan ekspor bauksit yang menyebabkan aset tersebut
tidak dapat digunakan secara optimal.
− Dana hasil penjualan dapat digunakan Perseroan untuk kepentingan Perseroan lainnya yang
lebih produktif sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional Perseroan.
3.4. Keuntungan Dan Kerugian Yang Bersifat Kualitatif Atas Transaksi Yang Akan Dilakukan
Keuntungan yang bersifat kualitatif bagi Perseroan adalah dengan penjualan aset berupa alat berat,
kendaraan, mesin dan peralatan serta persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ maka
penggunaan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta persediaan akan lebih
optimal sehingga Perseroan akan dikenal masyarakat sebagai perusahaan dengan manajemen yang
profesional.
Kerugian yang bersifat kualitatif diperkirakan tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk III-9
Page 28
BAB IV
ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Atas Potensi Pendapatan, Aset, Kewajiban dan Kondisi Keuangan
4.1.1. Penilaian Kinerja Historis
Kinerja historis diperoleh dari laporan keuangan CITA periode 31 Desember 2018 – 31 Desember
2022 yang telah di audit oleh KAP dan periode 30 Juni 2023 yang telah di reviu oleh KAP.
Laporan Laba Rugi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Laba Rugi (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jan-Jun
2018 2019 2020 2021 2022
2023
PENJUALAN BERSIH 2.002.673 3.894.771 4.344.699 4.578.414 5.694.017 1.879.933
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.079.034) (1.936.966) (2.167.493) (2.575.036) (3.562.814) (1.336.847)
LABA KOTOR 923.638 1.957.806 2.177.207 2.003.378 2.131.203 543.086
Beban penjualan (543.447) (1.181.256) (1.344.264) (1.535.522) (1.919.704) (452.090)
Beban umum dan administrasi (60.991) (111.544) (109.925) (106.742) (121.370) (68.380)
LABA (RUGI) USAHA 319.201 665.005 723.018 361.114 90.129 22.616
Beban keuangan (72.527) (63.786) (17.833) (4.712) (2.810) (5.991)
Selisih kurs - bersih (92.745) 43.411 23.345 633 72.220 (16.861)
Pendapatan sewa 5.875 23.302 15.383 15.855 4.701 -
Pendapatan bunga 4.562 2.872 10.286 3.019 6.626 3.401
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 598.167 221.520 106.056 281.230 684.294 241.182
Beban site tidak berproduksi (46.090) (42.374) (21.081) (16.816) (24.575) (13.211)
Laba penjualan aset tetap 881 (2.649) 182 28.703 2.281 -
Lain-lain - bersih 7.664 955 2.526 286 2.127 13.389
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 724.987 848.257 841.882 669.312 834.993 244.525
PAJAK (63.663) (190.538) (191.961) (100.967) (90.172) (39.130)
LABA (RUGI) BERSIH 661.324 657.719 649.921 568.345 744.821 205.396
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak (76.124) (143.229) (26.138) 8.663 83.588 (77.169)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 585.201 514.490 623.783 577.008 828.409 128.227
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
Margin Laba Kotor 45,54% 46,12% 50,27% 50,11% 43,76% 37,43% 28,89%
Margin Laba Usaha 11,82% 15,94% 17,07% 16,64% 7,89% 1,58% 1,20%
Margin Laba Sebelum Pajak 21,33% 36,20% 21,78% 19,38% 14,62% 14,66% 13,01%
Margin Laba Bersih 18,07% 33,02% 16,89% 14,96% 12,41% 13,08% 10,93%
Sumber: Laporan keuangan periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 (audited) dan periode 30 Juni 2023 (reviu)
Laporan laba rugi yang telah disesuaikan pencatatannya yang meliputi EBITDA adalah sebagai
berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-1
Page 29
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak Man.
Laba Rugi Penyesuaian (Rp.Juta) KJPP
Tahun
Uraian Jan-Jun
2018 2019 2020 2021 2022
2023
PENJUALAN BERSIH 2.002.673 3.894.771 4.344.699 4.578.414 5.694.017 1.879.933
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.007.101) (1.854.408) (2.068.325) (2.473.786) (3.461.840) (1.289.426)
LABA KOTOR 995.571 2.040.363 2.276.375 2.104.628 2.232.177 590.508
Beban penjualan (541.331) (1.180.995) (1.343.830) (1.535.015) (1.919.197) (451.787)
Beban umum dan administrasi (60.572) (110.577) (108.577) (104.845) (118.885) (66.901)
EBITDA 393.668 748.792 823.968 464.768 194.095 71.820
Depresiasi (74.468) (83.787) (100.950) (103.654) (103.966) (49.203)
EBIT 319.201 665.005 723.018 361.114 90.129 22.616
Beban keuangan (72.527) (63.786) (17.833) (4.712) (2.810) (5.991)
Selisih kurs - bersih (92.745) 43.411 23.345 633 72.220 (16.861)
Pendapatan sewa 5.875 23.302 15.383 15.855 4.701 -
Pendapatan bunga 4.562 2.872 10.286 3.019 6.626 3.401
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 598.167 221.520 106.056 281.230 684.294 241.182
Beban site tidak berproduksi (46.090) (42.374) (21.081) (16.816) (24.575) (13.211)
Laba penjualan aset tetap 881 (2.649) 182 28.703 2.281 -
Lain-lain - bersih 7.664 955 2.526 286 2.127 13.389
EBT 724.987 848.257 841.882 669.312 834.993 244.525
PAJAK (63.663) (190.538) (191.961) (100.967) (90.172) (39.130)
LABA BERSIH (EAT) 661.324 657.719 649.921 568.345 744.821 205.396
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak (76.124) (143.229) (26.138) 8.663 83.588 (77.169)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 585.201 514.490 623.783 577.008 828.409 128.227
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2018-2022
EBITDA/Sales 14,28% 19,66% 19,23% 18,96% 10,15% 3,41% 3,82%
EBIT/Sales 11,82% 15,94% 17,07% 16,64% 7,89% 1,58% 1,20%
EBT/Sales 21,33% 36,20% 21,78% 19,38% 14,62% 14,66% 13,01%
EAT/Sales 18,07% 33,02% 16,89% 14,96% 12,41% 13,08% 10,93%
Analisis vertikal laporan laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Vertikal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
2023
PENJUALAN BERSIH 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
BEBAN POKOK PENJUALAN -50,29% -47,61% -47,61% -54,03% -60,80% -68,59% -52,07%
LABA KOTOR 49,71% 52,39% 52,39% 45,97% 39,20% 31,41% 47,93%
Beban penjualan -27,03% -30,32% -30,93% -33,53% -33,71% -24,03% -31,10%
Beban umum dan administrasi -3,02% -2,84% -2,50% -2,29% -2,09% -3,56% -2,55%
EBITDA 19,66% 19,23% 18,96% 10,15% 3,41% 3,82% 14,28%
Depresiasi -3,72% -2,15% -2,32% -2,26% -1,83% -2,62% -2,46%
EBIT 15,94% 17,07% 16,64% 7,89% 1,58% 1,20% 11,82%
Beban keuangan -3,62% -1,64% -0,41% -0,10% -0,05% -0,32% -1,16%
Selisih kurs - bersih -4,63% 1,11% 0,54% 0,01% 1,27% -0,90% -0,34%
Pendapatan sewa 0,29% 0,60% 0,35% 0,35% 0,08% 0,00% 0,33%
Pendapatan bunga 0,23% 0,07% 0,24% 0,07% 0,12% 0,18% 0,14%
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 29,87% 5,69% 2,44% 6,14% 12,02% 12,83% 11,23%
Beban site tidak berproduksi -2,30% -1,09% -0,49% -0,37% -0,43% -0,70% -0,93%
Laba penjualan aset tetap 0,04% -0,07% 0,00% 0,63% 0,04% 0,00% 0,13%
Lain-lain - bersih 0,38% 0,02% 0,06% 0,01% 0,04% 0,71% 0,10%
EBT 36,20% 21,78% 19,38% 14,62% 14,66% 13,01% 21,33%
PAJAK -3,18% -4,89% -4,42% -2,21% -1,58% -2,08% -3,26%
LABA BERSIH (EAT) 33,02% 16,89% 14,96% 12,41% 13,08% 10,93% 18,07%
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak -3,80% -3,68% -0,60% 0,19% 1,47% -4,10% -1,28%
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF 29,22% 13,21% 14,36% 12,60% 14,55% 6,82% 16,79%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-2
Page 30
Analisis horizontal laba rugi penyesuaian adalah sebagai berikut:
Analisis Horizontal Laba Rugi Penyesuaian
Tahun Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
2023
PENJUALAN BERSIH n/a 94,48% 11,55% 5,38% 24,37% -66,98% 33,94%
BEBAN POKOK PENJUALAN n/a 84,13% 11,54% 19,60% 39,94% -62,75% 38,80%
LABA KOTOR n/a 104,94% 11,57% -7,54% 6,06% -73,55% 28,76%
Beban penjualan n/a 118,16% 13,79% 14,23% 25,03% -76,46% 42,80%
Beban umum dan administrasi n/a 82,56% -1,81% -3,44% 13,39% -43,73% 22,68%
EBITDA n/a 90,21% 10,04% -43,59% -58,24% -63,00% -0,40%
Depresiasi n/a 12,51% 20,48% 2,68% 0,30% -52,67% 8,99%
EBIT n/a 108,33% 8,72% -50,05% -75,04% -74,91% -2,01%
Beban keuangan n/a -12,05% -72,04% -73,58% -40,36% 113,21% -49,51%
Selisih kurs - bersih n/a -146,81% -46,22% -97,29% 11303,85% -123,35% 2753,38%
Pendapatan sewa n/a 296,63% -33,99% 3,07% -70,35% -100,00% 48,84%
Pendapatan bunga n/a -37,05% 258,17% -70,65% 119,48% -48,67% 67,48%
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi n/a -62,97% -52,12% 165,17% 143,32% -64,75% 48,35%
Beban site tidak berproduksi n/a -8,06% -50,25% -20,23% 46,14% -46,24% -8,10%
Laba penjualan aset tetap n/a -400,66% -106,86% 15696,86% -92,05% -100,00% 3774,32%
Lain-lain - bersih n/a -87,54% 164,62% -88,66% 642,73% 529,46% 157,79%
EBT n/a 17,00% -0,75% -20,50% 24,75% -70,72% 5,13%
PAJAK n/a 199,29% 0,75% -47,40% -10,69% -56,61% 35,49%
LABA BERSIH (EAT) n/a -0,55% -1,19% -12,55% 31,05% -72,42% 4,19%
Laba (rugi) komprehensif lain - setelah pajak n/a 88,15% -81,75% -133,14% 864,91% -192,32% 184,54%
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF n/a -12,08% 21,24% -7,50% 43,57% -84,52% 11,31%
Berdasarkan analisis horizontal laba rugi penyesuaian, pertumbuhan penjualan bersih
Perseroan selama tahun 2018-2022 terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan positif
sebesar 33,94%. Kemudian, berdasarkan analisis vertikal laba rugi penyesuaian, beban pokok
penjualan cenderung berfluktuasi dari 50,29% terhadap penjualan di tahun 2018 menjadi
60,80% pada tahun 2022. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat beban pokok penjualan sebesar
68,59% dari penjualan, beban penjualan sebesar 24,03% dari penjualan dan beban umum dan
administrasi sebesar 3,56% dari penjualan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-3
Page 31
Laporan Posisi Keuangan
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Posisi Keuangan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 37.342 124.622 193.541 167.438 370.723 282.342
Piutang usaha 128.120 359.882 253.472 438.472 357.027 264.207
Piutang lain-lain - lancar 12.909 848 17.562 57.034 32.829 8.355
Persediaan 404.257 387.632 750.862 536.923 751.893 930.131
Biaya dibayar di muka 4.599 5.333 6.253 6.680 15.358 26.977
Pajak dibayar dimuka 3.696 10.549 - - - -
Uang muka 35.445 82.542 26.907 21.068 17.493 14.489
Jumlah Aset Lancar 626.368 971.407 1.248.596 1.227.615 1.545.322 1.526.500
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 9.490 10.463 9.448 8.675 8.142 9.379
Piutang lain-lain - tidak lancar 15.461 18.110 19.803 21.304 10.797 9.964
Uang muka penyertaan saham 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240
Investasi pada entitas asosiasi 1.639.477 1.681.523 1.704.887 1.917.729 1.794.451 1.875.294
Penyertaan saham - - - - 701.696 943.417
Aset tetap
Nilai perolehan 1.802.524 1.925.220 2.095.235 2.099.586 2.333.312 2.265.721
Akumulasi penyusutan 1.247.834 1.212.973 1.364.732 1.406.333 1.668.161 1.647.800
Nilai buku 554.690 712.247 730.503 693.253 665.151 617.921
Properti pertambangan 118.991 150.307 160.538 173.280 191.013 191.025
Aset eksplorasi dan evaluasi
Nilai perolehan 12.886 - - - - -
Akumulasi penyusutan - - - - - -
Nilai buku 12.886 - - - - -
Taksiran klaim pajak penghasilan 15.358 2.625 - 7.212 32.441 45.711
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak - - - 860 228 228
Aset lain-lain 91.607 130.387 82.008 71.585 80.333 83.746
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.642.199 2.889.901 2.891.427 3.078.137 3.668.492 3.960.924
JUMLAH ASET 3.268.568 3.861.308 4.140.023 4.305.752 5.213.815 5.487.425
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 499.595 479.585 - - - 225.390
Utang usaha 210.603 523.547 339.406 380.528 467.654 454.133
Utang pajak 48.923 57.043 56.090 10.144 149.716 139.024
Beban masih harus dibayar 41.799 58.054 160.235 161.018 235.630 181.067
Utang lain-lain 55 1.264 327 983 986 370
Utang dividen - - - - - 39.604
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank 553.898 264.119 - - - -
Utang pembelian aset tetap 1.433 33.557 32.837 3.244 - -
Utang sewa pembiayaan 12.818 13.161 11.733 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.369.124 1.430.330 600.628 555.918 853.987 1.039.588
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank 333.063 319.723 - - - -
Utang pembelian aset tetap 1.195 35.522 3.207 - - -
Utang sewa pembiayaan 25.855 11.637 - - - -
Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi
lingkungan hidup 9.212 10.741 29.408 25.517 30.639 25.527
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 30.422 39.169 52.886 53.809 48.092 52.589
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 399.748 416.793 85.501 79.326 78.730 78.116
JUMLAH LIABILITAS 1.768.872 1.847.123 686.129 635.243 932.717 1.117.703
Ekuitas
Modal saham 337.073 337.073 396.036 396.036 396.036 396.036
Tambahan modal disetor 136 136 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (46.370) (186.838) (207.040) (201.411) (117.677) (191.999)
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272
Saldo (defisit) laba 1.016.239 1.671.266 1.946.956 2.157.950 2.684.824 2.847.783
Kepentingan non-pengendali (655) (725) (742) (751) (770) (783)
Jumlah Ekuitas 1.499.695 2.014.185 3.453.894 3.670.509 4.281.098 4.369.721
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.268.568 3.861.308 4.140.023 4.305.752 5.213.815 5.487.425
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2018-2022
Current Ratio 144,67% 45,75% 67,91% 207,88% 220,83% 180,95% 146,84%
Debt to Equity Ratio 53,72% 117,95% 91,71% 19,87% 17,31% 21,79% 25,58%
Debt to Asset Ratio 30,23% 54,12% 47,84% 16,57% 14,75% 17,89% 20,37%
Sumber: Laporan keuangan periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 (audited) dan periode 30 Juni 2023 (reviu)
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-4
Page 32
Laporan Arus Kas
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Laporan Arus Kas (Rp.Juta)
Tahun
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 2.109.562 3.650.869 4.444.921 4.384.176 5.896.762 1.946.898
Pembayaran kas kepada pemasok (729.067) (1.518.115) (2.146.531) (1.928.315) (3.006.951) (1.222.046)
Pembayaran beban usaha (533.168) (894.600) (1.085.436) (1.134.624) (1.547.483) (508.145)
Pembayaran kepada karyawan (83.002) (156.774) (188.243) (196.311) (222.255) (131.096)
Kas yang diperoleh dari operasi 764.325 1.081.380 1.024.710 1.124.926 1.120.073 85.610
Pembayaran pajak (32.555) (462.981) (604.706) (694.559) (642.889) (124.618)
Pembayaran bunga (65.898) (57.946) (16.762) (1.779) (10) (3.390)
Penerimaan (pembayaran) lainnya - bersih (121.910) (38.886) 23.920 21.390 44.365 20.864
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi 543.962 521.566 427.163 449.977 521.539 (21.534)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penyertaan saham - - - - (701.696) (241.721)
Perolehan aset tetap (165.903) (203.808) (84.390) (69.257) (45.817) (35.580)
Hasil penjualan aset tetap 1.099 1.852 182 1.927 14.527 -
Penerimaan dividen - - - - 585.768 -
Penambahan properti pertambangan (2.714) (7.997) (3.651) (9.584) (8.390) (3.725)
Penambahan aset eksplorasi dan evaluasi (528) (2.491) - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (168.046) (212.445) (87.859) (76.914) (155.607) (281.026)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen - 104.940 (368.314) (360.393) (217.820) -
Pembayaran atas utang pembelian aset tetap (1.309) (31.609) (35.285) (33.343) (3.266) -
Penerimaan utang bank - - - 142.890 - 224.655
Pembayaran utang bank (337.764) (291.722) (1.083.543) (145.178) - -
Penerimaan (pembayaran) piutang lain-lain (10.540) 11.565 - - - -
Pembayaran atas utang sewa pembiayaan (16.823) (13.876) (13.925) (11.902) - -
Penerimaan dari penerbitan saham - - 1.125.277 - - -
Tambahan modal disetor - - 58.963 - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan (366.435) (220.701) (316.828) (407.926) (221.086) 224.655
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS & SETARA KAS 9.481 88.420 22.476 (34.863) 144.846 (77.904)
KAS & SETARA KAS AWAL TAHUN 27.786 37.342 124.622 193.541 167.438 370.723
Pengaruh selisih kurs atas kas dan bank 75 (1.141) 46.443 8.760 58.440 (10.477)
KAS & SETARA KAS AKHIR TAHUN 37.342 124.622 193.541 167.438 370.723 282.342
Sumber: Laporan keuangan periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022 (audited) dan periode 30 Juni 2023 (reviu)
Pendapatan
Pertumbuhan pendapatan dalam periode 31 Desember 2018 – 30 Juni 2023 adalah sebagai
berikut:
Pertumbuhan Pendapatan
Tahun
Rata-rata
Uraian Jan-Jun
2018 2019 2020 2021 2022 2018-2022
2023
(%)
Pertumbuhan Pendapatan n/a 94,48% 11,55% 5,38% 24,37% n/a 33,94%
Jumlah n/a 94,48% 11,55% 5,38% 24,37% n/a 33,94%
(Rp.Juta)
Pendapatan 2.002.673 3.894.771 4.344.699 4.578.414 5.694.017 1.879.933
Jumlah 2.002.673 3.894.771 4.344.699 4.578.414 5.694.017 1.879.933
Perseroan mencatatkan pendapatan tahun 2018 sebesar Rp 2.002.673 juta. Pada tahun 2019,
pertumbuhan pendapatan Perseroan kembali mengalami peningkatan 94,48% menjadi Rp
3.894.771 juta. Tahun 2020, pertumbuhan pendapatan meningkat 11,55% sehingga total
pendapatan menjadi Rp 4.344.699 juta. Pada tahun 2021, pertumbuhan pendapatan kembali
meningkat 5,38% menjadi Rp 4.578.414 juta. Tahun 2022, pertumbuhan pendapatan kembali
meningkat 24,37% menjadi Rp 5.694.017 juta. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat total
pendapatan Perseroan sebesar Rp 1.879.933 juta.
Aset
Perkembangan komposisi aset perusahaan dalam periode 31 Desember 2018 – 30 Juni 2023
adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-5
Page 33
Komposisi Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023 2018-2022
(%)
Aset Lancar 19,16% 25,16% 30,16% 28,51% 29,64% 27,82% 26,53%
Aset Tidak Lancar 80,84% 74,84% 69,84% 71,49% 70,36% 72,18% 73,47%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Aset Lancar 626.368 971.407 1.248.596 1.227.615 1.545.322 1.526.500
Aset Tidak Lancar 2.642.199 2.889.901 2.891.427 3.078.137 3.668.492 3.960.924
Jumlah 3.268.568 3.861.308 4.140.023 4.305.752 5.213.815 5.487.425
Pada tahun 2018 - 2022, mayoritas komposisi aset Perseroan berupa aset tidak lancar dengan
rata-rata proporsi terhadap total aset sebesar 73,47% aset tidak lancar dan 26,53% aset lancar.
Komposisi aset lancar terbesar berupa persediaan, sedangkan komposisi aset tidak lancar
didominasi utamanya oleh investasi pada entitas asosiasi dan penyertaan saham. Pada tahun
2021, komposisi aset Perseroan terdiri dari 28,51% aset lancar dan 71,49% aset tidak lancar. Di
tahun 2022, komposisi aset Perseroan terdiri dari 29,64% aset lancar dan 70,36% aset tidak
lancar. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat komposisi aset Perseroan terdiri dari 27,82% aset
lancar dan 72,18% aset tidak lancar.
Selanjutnya, pertumbuhan aset Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Aset
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023 2018-2022
(%)
Aset Lancar n/a 55,09% 28,53% -1,68% 25,88% n/a 26,96%
Aset Tidak Lancar n/a 9,37% 0,05% 6,46% 19,18% n/a 8,77%
Jumlah n/a 18,13% 7,22% 4,00% 21,09% n/a 12,61%
Selama tahun 2018 - 2022, pertumbuhan aset Perseroan terus meningkat dengan tingkat
pertumbuhan rata-rata sebesar 12,61%. Di tahun 2018, Perseroan membukukan aset sebesar
Rp 3.268.568 juta yang terdiri Rp 626.368 juta aset lancar dan Rp 2.642.199 juta aset tidak
lancar, hingga tahun 2022 aset Perseroan menjadi Rp 5.213.815 juta yang terdiri dari Rp
1.545.322 juta aset lancar dan Rp 3.668.492 juta aset tidak lancar. Pada periode 30 Juni 2023,
tercatat total aset Perseroan sebesar Rp 5.487.425 juta yang terdiri dari Rp 1.526.500 juta aset
lancar dan Rp 3.960.924 juta aset tidak lancar.
Liabilitas
Perkembangan komposisi liabilitas dalam periode 31 Desember 2018 – 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Komposisi Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek 77,40% 77,44% 87,54% 87,51% 91,56% 93,01% 84,29%
Liabilitas Jangka Panjang 22,60% 22,56% 12,46% 12,49% 8,44% 6,99% 15,71%
Jumlah 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
(Rp.Juta)
Liabilitas Jangka Pendek 1.369.124 1.430.330 600.628 555.918 853.987 1.039.588
Liabilitas Jangka Panjang 399.748 416.793 85.501 79.326 78.730 78.116
Jumlah 1.768.872 1.847.123 686.129 635.243 932.717 1.117.703
Pada tahun 2018 - 2022, komposisi liabilitas Perseroan rata-rata didominasi oleh liabilitas jangka
pendek dengan rata-rata proporsi terhadap total liabilitas sebesar 84,29% diikuti liabilitas jangka
panjang sebesar 15,71%. Komposisi liabilitas jangka pendek didominasi utamanya oleh utang
usaha, sedangkan komposisi liabilitas jangka panjang terbesar berupa estimasi liabilitas atas
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-6
Page 34
imbalan kerja karyawan. Pada tahun 2021, komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 87,51%
liabilitas jangka pendek dan 12,49% liabilitas jangka panjang. Di tahun 2022, komposisi liabilitas
Perseroan terdiri dari 91,56% liabilitas jangka pendek dan 8,44% liabilitas jangka panjang. Pada
periode 30 Juni 2023, tercatat komposisi liabilitas Perseroan terdiri dari 93,01% liabilitas jangka
pendek dan 6,99% liabilitas jangka Panjang.
Selanjutnya, pertumbuhan liabilitas Perseroan disajikan sebagai berikut:
Pertumbuhan Liabilitas
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023 2018-2022
(%)
Liabilitas Jangka Pendek n/a 4,47% -58,01% -7,44% 53,62% n/a -1,84%
Liabilitas Jangka Panjang n/a 4,26% -79,49% -7,22% -0,75% n/a -20,80%
Jumlah n/a 4,42% -62,85% -7,42% 46,83% n/a -4,75%
Selama tahun 2018 - 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan cenderung fluktuatif dengan
tingkat pertumbuhan liabilitas rata-rata sebesar -4,75%. Tahun 2018, Perseroan membukukan
liabilitas sebesar Rp 1.768.872 juta. Tahun 2019, pertumbuhan liabilitas Perseroan kembali
mengalami peningkatan sebesar 4,42% sehingga total liabilitas menjadi Rp 1.847.123 juta. Di
tahun 2020, pertumbuhan liabilitas Perseroan mengalami penurunan -62,85% menjadi Rp
686.129 juta. Tahun 2021, pertumbuhan liabilitas Perseroan menurun -7,42% sehingga total
liabilitas menjadi Rp 635.243 juta. Tahun 2022, pertumbuhan liabilitas Perseroan meningkat
46,83% sehingga total liabilitas menjadi Rp 932.717 juta. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat
total liabilitas Perseroan sebesar Rp 1.117.703 juta yang terdiri dari Rp 1.039.588 juta liabilitas
jangka pendek dan Rp 78.116 juta liabilitas jangka Panjang.
Penilaian Arus Kas
Di tahun 2018, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 543.962 juta yang
utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran kas kepada
pemasok dan lainnya. Pada tahun 2019, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi
sebesar Rp 521.566 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar
dari pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya. Di tahun 2020, Perseroan memperoleh kas
dari aktivitas operasi sebesar Rp 427.163 juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan lebih besar dari pembayaran kas kepada pemasok dan lainnya. Pada tahun 2021,
Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 449.977 juta utamanya berasal dari
penerimaan kas dari pelanggan yang lebih besar dari pembayaran kas kepada pemasok dan
lainnya. Di tahun 2022, Perseroan memperoleh kas dari aktivitas operasi sebesar Rp 521.539
juta yang utamanya berasal dari penerimaan kas dari pelanggan lebih besar dari pembayaran
kas kepada pemasok dan lainnya. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas operasi sebesar Rp 21.534 juta.
Selanjutnya tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
168.046 juta utamanya untuk perolehan aset tetap dan penambahan properti pertambangan.
Pada tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 212.445 juta
utamanya untuk perolehan aset tetap dan penambahan properti pertambangan. Pada tahun
2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 87.859 juta utamanya
untuk perolehan aset tetap dan penambahan properti pertambangan. Di tahun 2021, Perseroan
menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 76.914 juta utamanya untuk perolehan
aset tetap dan penambahan properti pertambangan. Di tahun 2022, Perseroan menggunakan
kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp 155.607 juta utamanya untuk penyertaan saham. Pada
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-7
Page 35
periode 30 Juni 2023, tercatat Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas investasi sebesar Rp
281.026 juta.
Di tahun 2018, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 366.435 juta
utamanya untuk pembayaran utang bank. Pada tahun 2019, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas pendanaan sebesar Rp 220.701 juta utamanya untuk pembayaran utang bank. Di tahun
2020, Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 316.828 juta
utamanya untuk pembayaran utang bank. Tahun 2021, Perseroan menggunakan kas untuk
aktivitas pendanaan sebesar Rp 407.926 juta utamanya untuk pembayaran dividen. Tahun 2022,
Perseroan menggunakan kas untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp 221.086 juta utamanya
untuk pembayaran dividen. Pada periode 30 Juni 2023, tercatat Perseroan memperoleh kas dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp 224.655 juta.
Kas Perseroan di tahun 2018 tercatat sebesar Rp 37.342 juta. Di tahun 2019 kas Perseroan
meningkat 233,73% menjadi Rp 124.622 juta yang disebabkan oleh perolehan kas dari aktivitas
operasi. Tahun 2020 kas Perseroan mengalami peningkatan 55,30% menjadi Rp 193.541 juta
yang utamanya berasal dari aktivitas operasi. Pada tahun 2021 kas Perseroan mengalami
penurunan -13,49% menjadi Rp 167.438 juta yang berasal dari arus kas aktivitas operasi. Pada
tahun 2022 kas Perseroan mengalami peningkatan 121,41% menjadi Rp 370.723 juta yang
berasal dari arus kas aktivitas operasi. Pada periode 30 Juni 2023, kas Perseroan tercatat sebesar
Rp 282.342 juta.
Saldo kas pada setiap tahun selalu positif karena kebutuhan kas untuk operasi dan investasi
disesuaikan dengan pendanaannya.
4.1.2. Analisis Rasio Keuangan
Rasio keuangan disajikan sebagai berikut:
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Analisis Rasio
Tahun Rata-rata
Uraian
2018 2019 2020 2021 2022 Jun 2023 2018-2022
Pertumbuhan Pendapatan n/a 94,48% 11,55% 5,38% 24,37% n/a 33,94%
Rasio Profitabilitas
EBITDA/Sales 19,66% 19,23% 18,96% 10,15% 3,41% 3,82% 14,28%
EBIT/Sales 15,94% 17,07% 16,64% 7,89% 1,58% 1,20% 11,82%
EBT/Sales 36,20% 21,78% 19,38% 14,62% 14,66% 13,01% 21,33%
EAT/Sales 33,02% 16,89% 14,96% 12,41% 13,08% 10,93% 18,07%
ROE 44,10% 32,65% 18,82% 15,48% 17,40% 4,70% 25,69%
ROA 20,23% 17,03% 15,70% 13,20% 14,29% 3,74% 16,09%
Rasio Efektivitas
Perputaran Piutang Usaha 15,63 x 10,82 x 17,14 x 10,44 x 15,95 x 7,12 x 14,00 x
Perputaran Persediaan 2,49 x 4,78 x 2,75 x 4,61 x 4,60 x 1,39 x 3,85 x
Perputaran Aset 0,61 x 1,01 x 1,05 x 1,06 x 1,09 x 0,34 x 0,97 x
Perputaran Utang Usaha 4,78 x 3,54 x 6,09 x 6,50 x 7,40 x 2,84 x 5,66 x
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 0,46 x 0,68 x 2,08 x 2,21 x 1,81 x 1,47 x 1,45 x
Debt to Equity 1,18 x 0,92 x 0,20 x 0,17 x 0,22 x 0,26 x 0,54 x
Debt to Asset 0,54 x 0,48 x 0,17 x 0,15 x 0,18 x 0,20 x 0,30 x
Rasio Profitabilitas
Profitabilitas Perseroan selama tahun 2018 - 2022 cenderung berfluktuasi, yang ditunjukkan
oleh EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales dengan rata-rata masing-masing
14,28%, 11,82%, 21,33% dan 18,07%, artinya Perseroan rata-rata memperoleh laba masing-
masing Rp 0,1428 EBITDA, Rp 0,1182 EBIT, Rp 0,2133 EBT, dan Rp 0,18,07 EAT atas setiap Rp 1
pendapatan yang berhasil dilakukan. Pada tahun 2022, EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-8
Page 36
EAT/Sales masing-masing sebesar 3,41%, 1,58%, 14,66% dan 13,08%. Periode 30 Juni 2023,
tercatat EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales, dan EAT/Sales masing-masing sebesar 3,82%,
1,20%, 13,01% dan 10,93%.
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang
harus dibayar dengan aset lancarnya maka dalam mengukur tingkat likuiditas perusahaan,
digunakan Current Ratio (CR). Semakin tinggi CR maka semakin tinggi likuiditas perusahaan.
Pada tahun 2018-2022, likuiditas perusahaan cenderung fluktuatif dengan Current Ratio tahun
2022 sebesar 1,81x, artinya Perseroan memiliki Rp 1,81 aset lancar yang dapat digunakan untuk
memenuhi setiap Rp 1 utang lancarnya. Periode 30 Juni 2023, tercatat CR Perseroan sebesar
1,47x.
Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh kewajibannya ketika
dilikuidasi yang diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR). Semakin
tinggi DER dan DAR maka semakin rendah solvabilitas perusahaan. Semakin tinggi solvabilitas
perusahaan, maka semakin rendah risiko kebangkrutan perusahaan. Solvabilitas Perseroan
tahun 2018-2022 cenderung meningkat, dengan Debt to Equity dan Debt to Asset pada tahun
2022 masing-masing adalah 0,22x dan 0,18x. Artinya, perusahaan memiliki utang Rp 0,22 untuk
setiap Rp 1 ekuitas yang dimilikinya serta setiap Rp 1 aset perusahaan dibiayai oleh utang
sebesar Rp 0,18. Periode 30 Juni 2023, tercatat DER dan DAR Perseroan masing-masing sebesar
0,26x dan 0,20x.
Rasio Efektivitas
Efektivitas adalah kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan seluruh sumber daya yang
dimilikinya. Efektivitas dapat diukur dengan rasio perputaran piutang usaha, perputaran
persediaan, perputaran aset dan perputaran utang usaha.
Rasio perputaran piutang usaha tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 15,63x pada tahun
2018 menjadi 15,95x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 14,00x.
Pada periode 30 Juni 2023, tercatat rasio perputaran piutang usaha sebesar 7,12x.
Rasio perputaran persediaan tahun 2018 – 2022 cenderung berfluktuasi dari 2,49x pada tahun
2018 menjadi 4,60x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 3,85x. Pada
periode 30 Juni 2023, tercatat rasio perputaran persediaan sebesar 1,39x.
Rasio perputaran aset dalam tahun 2018 – 2022 cenderung berfluktuasi dari 0,61x pada tahun
2018 menjadi 1,09x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 0,97x. Pada
periode 30 Juni 2023, tercatat rasio perputaran aset sebesar 0,34x.
Rasio perputaran utang usaha dalam tahun 2018 – 2022 cenderung fluktuatif dari 4,78x pada
tahun 2018 menjadi 7,40x pada tahun 2022 atau selama tahun tersebut rata-rata sebesar 5,66x.
Pada periode 30 Juni 2023, tercatat rasio perputaran utang usaha sebesar 2,84x.
4.1.3. Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah
Transaksi
Analisis dilakukan mencakup analisis dampak transaksi terhadap laporan keuangan Perseroan
yang dilakukan berdasarkan informasi keuangan proforma Perseroan sebelum dan setelah
transaksi pada tanggal 30 Juni 2023 dari manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-9
Page 37
Tujuan informasi keuangan Proforma adalah untuk memperlihatkan dampak signifikan
transaksi yang terjadi atas informasi keuangan historis. Namun, Informasi keuangan proforma
bukan merupakan petunjuk hasil usaha atau dampak yang berkaitan atas posisi keuangan
sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi sebelumnya. Informasi keuangan proforma
disusun dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Laporan posisi keuangan sebelum transaksi diambil dari laporan keuangan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah direviu oleh Akuntan Publik Andri
Rinaldi dari Kantor Akuntan Publik (KAP) Teramihardja, Pradhono & Chandra.
• Pelaksanaan transaksi telah berlaku efektif pada tanggal 30 Juni 2023.
• Pelaksanaan transaksi telah efektif dan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang
berlaku.
Informasi keuangan proforma tersebut adalah sebagai berikut:
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2023 30 Jun 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 282.342 13.125 295.467
Piutang usaha 264.207 - 264.207
Piutang lain-lain - lancar 8.355 - 8.355
Persediaan 930.131 (1.933) 928.198
Biaya dibayar di muka 26.977 - 26.977
Pajak dibayar dimuka - - -
Uang muka 14.489 - 14.489
Jumlah Aset Lancar 1.526.500 11.192 1.537.692
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 9.379 - 9.379
Piutang lain-lain - tidak lancar 9.964 - 9.964
Uang muka penyertaan saham 184.240 - 184.240
Investasi pada entitas asosiasi 1.875.294 - 1.875.294
Penyertaan saham 943.417 - 943.417
Aset tetap 617.921 (16.771) 601.150
Properti pertambangan 191.025 - 191.025
Taksiran klaim pajak penghasilan 45.711 - 45.711
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 228 - 228
Aset lain-lain 83.746 - 83.746
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.960.924 (16.771) 3.944.153
JUMLAH ASET 5.487.425 (5.579) 5.481.846
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-10
Page 38
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Laporan Posisi Keuangan Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2023 30 Jun 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 225.390 - 225.390
Utang usaha 454.133 - 454.133
Utang pajak 139.024 - 139.024
Beban masih harus dibayar 181.067 - 181.067
Utang lain-lain 370 - 370
Utang dividen 39.604 - 39.604
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.039.588 - 1.039.588
Liabilitas Jangka Panjang
Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup 25.527 - 25.527
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 52.589 - 52.589
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 78.116 - 78.116
JUMLAH LIABILITAS 1.117.703 - 1.117.703
Ekuitas
Modal saham 396.036 - 396.036
Tambahan modal disetor 1.125.412 - 1.125.412
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (191.999) - (191.999)
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 193.272 - 193.272
Saldo (defisit) laba 2.847.783 (5.579) 2.842.204
Kepentingan non-pengendali (783) - (783)
Jumlah Ekuitas 4.369.721 (5.579) 4.364.142
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.487.425 (5.579) 5.481.846
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
Current Ratio 146,84% 147,91%
Debt to Equity Ratio 25,58% 25,61%
Debt to Asset Ratio 20,37% 20,39%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi posisi keuangan proforma Perseroan per 30 Juni
2023 atas transaksi:
• Proforma aset lancar mengalami peningkatan 0,73%.
• Proforma aset tidak lancar mengalami penurunan 0,42%.
• Secara keseluruhan proforma aset Perseroan setelah dilakukannya Rencana Transaksi
mengalami penurunan 0,10%.
• Proforma liabilitas jangka pendek tidak mengalami perubahan.
• Proforma liabilitas jangka panjang tidak mengalami perubahan.
• Secara keseluruhan proforma liabilitas Perseroan tidak mengalami perubahan.
• Proforma ekuitas mengalami penurunan 0,13%.
• Proforma Current Ratio mengalami peningkatan dari 146,84% menjadi 147,91%.
• Proforma Debt to Equity Ratio dan Debt to Asset Ratio mengalami peningkatan masing-
masing dari 25,58% dan 20,37% menjadi 25,61% dan 20,39%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-11
Page 39
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Laporan Laba Rugi Proforma (Rp.Juta)
Sebelum Setelah
Uraian Transaksi Penyesuaian Transaksi
30 Jun 2023 30 Jun 2023
PENJUALAN BERSIH 1.879.933 - 1.879.933
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.336.847) - (1.336.847)
LABA KOTOR 543.086 - 543.086
Beban penjualan (452.090) - (452.090)
Beban umum dan administrasi (68.380) - (68.380)
LABA (RUGI) USAHA 22.616 - 22.616
Beban keuangan (5.991) - (5.991)
Selisih kurs - bersih (16.861) - (16.861)
Pendapatan sewa - - -
Pendapatan bunga 3.401 - 3.401
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 241.182 - 241.182
Beban site tidak berproduksi (13.211) - (13.211)
Laba (rugi) penjualan aset tetap - (4.751) (4.751)
Lain-lain - bersih 13.389 (829) 12.560
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 244.525 (5.579) 238.946
PAJAK (39.130) - (39.130)
LABA (RUGI) BERSIH 205.396 (5.579) 199.817
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Kotor 28,89% 28,89%
Margin Laba Usaha 1,20% 1,20%
Margin Laba Sebelum Pajak 13,01% 12,71%
Margin Laba Bersih 10,93% 10,63%
Sumber: Manajemen Perseroan
Berikut adalah analisis singkat atas informasi laba rugi proforma Perseroan per 30 Juni 2023 atas
transaksi:
• Proforma penjualan tidak mengalami perubahan.
• Proforma laba kotor tidak mengalami perubahan.
• Proforma laba (rugi) usaha tidak mengalami perubahan.
• Proforma laba sebelum pajak mengalami penurunan 2,28%.
• Proforma laba (rugi) bersih mengalami penurunan 2,72%.
• Proforma laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak, dan laba bersih terhadap pendapatan
sebelum transaksi masing-masing sebesar 28,89%, 1,20%, 13,01% dan 10,93% dan setelah
transaksi masing-masing sebesar 28,89%, 1,20%, 12,71% dan 10,63%.
Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disimpulkan dengan dilakukannya transaksi kondisi
likuiditas Perseroan mengalami peningkatan namun solvabilitas Perseroan mengalami
penurunan. Profitabilitas margin laba kotor dan margin laba usaha tidak mengalami perubahan
namun margin laba sebelum pajak dan margin laba bersih mengalami penurunan.
4.1.4. Penilaian Atas Proyeksi Keuangan yang Diperoleh dari Manajemen
Kami telah menerima proyeksi keuangan tanpa dan dengan transaksi dari manajemen. Proyeksi
keuangan tersebut telah kami sesuaikan. Berdasarkan penilaian kami, proyeksi keuangan
tersebut yang telah disesuaikan telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat
oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya. Proyeksi keuangan yang digunakan
adalah proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-12
Page 40
a. Proyeksi Keuangan Perseroan Tanpa Transaksi
Asumsi – Asumsi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Proyeksi pendapatan periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2023 diasumsikan menurun
25,00% dari periode 1 Januari 2023 – 30 Juni 2023, tahun 2024 diasumsikan menurun
10,00% dari tahun sebelumnya, tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun
sebelumnya dan selanjutnya diasumsikan meningkat 2,00% setiap tahun.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 65,00% dari penjualan.
▪ Beban penjualan diasumsikan 24,00% penjualan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 3,50% dari penjualan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar, disajikan pada lampiran 2.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Selisih kurs - bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan sewa diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Bagian atas laba bersih entitas asosiasi diasumsikan 10,00% dari investasi pada entitas
asosiasi.
▪ Beban site tidak berproduksi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba penjualan aset tetap diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Lain-lain - bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 25 hari dari penjualan.
− Piutang lain-lain – lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Persediaan lancar tahun 2023 diasumsikan 132 hari dari beban pokok penjualan,
tahun 2024 diasumsikan 120 hari dari beban pokok penjualan dan selanjutnya
diasumsikan 90 hari dari beban pokok penjualan.
− Biaya dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Piutang lain-lain - tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Uang muka penyertaan saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi tahun 2023 diasumsikan tetap, sama dengan per 30
Juni 2023 dan selanjutnya diasumsikan meningkat 2,50% setiap tahun.
− Penyertaan saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-13
Page 41
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan. Perhitungan
aset tetap disajikan pada lampiran 1.
− Properti pertambangan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Aset eksplorasi dan evaluasi diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni
2023.
− Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak diasumsikan tetap, sama
dengan per 30 Juni 2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan utang bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
− Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun berupa utang
bank, utang pembelian aset tetap dan utang sewa pembiayaan diasumsikan tetap,
sama dengan per 30 Juni 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun berupa utang bank, utang pembelian aset tetap dan utang sewa
pembiayaan diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup diasumsikan tetap,
sama dengan per 30 Juni 2023.
− Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan diasumsikan tetap, sama dengan
per 30 Juni 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
− Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan diasumsikan tetap, sama dengan per
30 Juni 2023.
− Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan
per 30 Juni 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan per 30 Juni 2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-14
Page 42
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2024 2025 2026 2027 2028
2023 2023
PENJUALAN BERSIH 1.879.933 1.409.950 2.960.895 3.108.940 3.171.119 3.234.541 3.299.232
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.289.426) (916.468) (1.924.582) (2.020.811) (2.061.227) (2.102.452) (2.144.501)
LABA KOTOR 590.508 493.483 1.036.313 1.088.129 1.109.892 1.132.089 1.154.731
Beban penjualan (451.787) (338.388) (710.615) (746.146) (761.068) (776.290) (791.816)
Beban umum dan administrasi (66.901) (49.348) (103.631) (108.813) (110.989) (113.209) (115.473)
EBITDA 71.820 105.746 222.067 233.170 237.834 242.591 247.442
Depresiasi (49.203) (77.880) (124.299) (91.465) (78.208) (71.468) (74.541)
EBIT 22.616 27.866 97.768 141.706 159.626 171.122 172.901
Beban keuangan (5.991) (10.007) (20.015) (20.015) (20.015) (20.015) (20.015)
Selisih kurs - bersih (16.861) - - - - - -
Pendapatan sewa - - - - - - -
Pendapatan bunga 3.401 - - - - - -
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 241.182 187.529 192.218 197.023 201.949 206.997 212.172
Beban site tidak berproduksi (13.211) - - - - - -
Laba (rugi) penjualan aset tetap - - - - - - -
Lain-lain - bersih 13.389 - - - - - -
EBT 244.525 205.388 269.971 318.714 341.560 358.105 365.059
PAJAK (39.130) (45.185) (59.394) (70.117) (75.143) (78.783) (80.313)
LABA BERSIH (EAT) 205.396 160.203 210.577 248.597 266.417 279.322 284.746
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 7,50% 3,82% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
EBIT/Sales 4,68% 1,20% 1,98% 3,30% 4,56% 5,03% 5,29% 5,24%
EBT/Sales 10,46% 13,01% 14,57% 9,12% 10,25% 10,77% 11,07% 11,06%
EAT/Sales 8,16% 10,93% 11,36% 7,11% 8,00% 8,40% 8,64% 8,63%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-15
Page 43
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 282.342 594.611 1.006.407 1.423.186 1.695.611 1.972.818 2.272.469
Piutang usaha 264.207 225.334 202.801 212.941 217.200 221.544 225.975
Piutang lain-lain - lancar 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355
Persediaan 930.131 795.614 632.739 498.282 508.248 518.413 528.781
Biaya dibayar di muka 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977
Pajak dibayar dimuka - - - - - - -
Uang muka 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489
Jumlah Aset Lancar 1.526.500 1.665.381 1.891.768 2.184.231 2.470.880 2.762.596 3.077.045
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379
Piutang lain-lain - tidak lancar 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964
Uang muka penyertaan saham 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240
Investasi pada entitas asosiasi 1.875.294 1.875.294 1.922.176 1.970.230 2.019.486 2.069.973 2.121.722
Penyertaan saham 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417
Aset tetap
Nilai perolehan 2.265.721 2.273.403 2.288.767 2.304.130 2.319.494 2.334.858 2.334.858
Akumulasi penyusutan 1.647.800 1.725.680 1.849.980 1.941.444 2.019.652 2.091.121 2.165.662
Nilai buku 617.921 547.723 438.787 362.686 299.842 243.737 169.196
Properti pertambangan 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025
Aset eksplorasi dan evaluasi
Nilai perolehan - - - - - - -
Akumulasi penyusutan - - - - - - -
Nilai buku - - - - - - -
Taksiran klaim pajak penghasilan 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 228 228 228 228 228 228 228
Aset lain-lain 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.960.924 3.890.726 3.828.673 3.800.626 3.787.037 3.781.420 3.758.628
JUMLAH ASET 5.487.425 5.556.107 5.720.441 5.984.857 6.257.917 6.544.016 6.835.674
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Utang usaha 454.133 362.613 316.370 332.188 338.832 345.609 352.521
Utang pajak 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024
Beban masih harus dibayar 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067
Utang lain-lain 370 370 370 370 370 370 370
Utang dividen 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.039.588 948.067 901.824 917.643 924.287 931.063 937.975
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - -
Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan
hidup 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116
JUMLAH LIABILITAS 1.117.703 1.026.183 979.940 995.758 1.002.402 1.009.179 1.016.091
Ekuitas
Modal saham 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036
Tambahan modal disetor 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999)
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272
Saldo (defisit) laba 2.847.783 3.007.985 3.218.563 3.467.160 3.733.576 4.012.898 4.297.644
Kepentingan non-pengendali (783) (783) (783) (783) (783) (783) (783)
Jumlah Ekuitas 4.369.721 4.529.924 4.740.501 4.989.098 5.255.515 5.534.837 5.819.583
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.487.425 5.556.107 5.720.441 5.984.857 6.257.917 6.544.016 6.835.674
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 267,98% 146,84% 175,66% 209,77% 238,03% 267,33% 296,71% 328,05%
Debt to Equity Ratio 19,08% 25,58% 22,65% 20,67% 19,96% 19,07% 18,23% 17,46%
Debt to Asset Ratio 16,01% 20,37% 18,47% 17,13% 16,64% 16,02% 15,42% 14,86%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-16
Page 44
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Tanpa Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 205.396 160.203 210.577 248.597 266.417 279.322
Depresiasi dan Amortisasi 49.203 77.880 124.299 91.465 78.208 71.468
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 92.820 38.872 22.533 (10.140) (4.259) (4.344)
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - lancar 24.474 - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (178.238) 134.517 162.875 134.457 (9.966) (10.165)
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka (11.619) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka 3.004 - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan (1.238) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - tidak lancar 833 - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan (13.269) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain (3.413) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (13.521) (91.520) (46.243) 15.818 6.644 6.777
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak (10.691) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar (54.564) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain (616) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup (5.112) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 4.497 - - - - -
Perubahan Modal Kerja (166.654) 81.869 139.165 140.136 (7.581) (7.732)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 87.946 319.952 474.042 480.197 337.044 343.058
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Uang muka penyertaan saham - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (80.842) - (46.882) (48.054) (49.256) (50.487)
(Kenaikan) Penurunan Penyertaan saham (241.721) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap 67.591 (7.682) (15.364) (15.364) (15.364) (15.364)
(Kenaikan) Penurunan Properti pertambangan (12) - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (254.984) (7.682) (62.246) (63.418) (64.619) (65.851)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank jangka pendek 225.390 - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen 39.604 - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
Kenaikan (Penurunan) dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (74.322) - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non-pengendali (13) - - - - -
Penyesuaian (112.002) - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 78.657 - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (88.382) 312.270 411.796 416.779 272.425 277.207
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 370.723 282.342 594.611 1.006.407 1.423.186 1.695.611
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 282.342 594.611 1.006.407 1.423.186 1.695.611 1.972.818
b. Proyeksi Keuangan Perseroan Dengan Transaksi
Asumsi – Asumsi
Proyeksi keuangan disajikan mulai dari 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028.
Laporan Laba (Rugi)
▪ Proyeksi pendapatan periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2023 diasumsikan menurun
25,00% dari periode 1 Januari 2023 – 30 Juni 2023, tahun 2024 diasumsikan menurun
10,00% dari tahun sebelumnya, tahun 2025 diasumsikan meningkat 5,00% dari tahun
sebelumnya dan selanjutnya diasumsikan meningkat 2,00% setiap tahun.
▪ Beban pokok penjualan diasumsikan 65,00% dari penjualan.
▪ Beban penjualan diasumsikan 24,00% penjualan.
▪ Beban umum dan administrasi diasumsikan 3,50% dari penjualan.
▪ Perhitungan penyusutan dan amortisasi dengan metode garis lurus dengan sisa umur
ekonomis yang wajar setelah dilakukannya transaksi, disajikan pada lampiran 2.
▪ Perhitungan beban keuangan disajikan pada lampiran 2.
▪ Selisih kurs - bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan sewa diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Pendapatan bunga diasumsikan nol atau tidak ada.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-17
Page 45
▪ Bagian atas laba bersih entitas asosiasi diasumsikan 10,00% dari investasi pada entitas
asosiasi.
▪ Beban site tidak berproduksi diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Laba penjualan aset tetap diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Lain-lain - bersih diasumsikan nol atau tidak ada.
▪ Tarif pajak diasumsikan sebesar 22,00% dari laba sebelum pajak dengan menerapkan tax
loss carry forward.
Laporan Posisi Keuangan
▪ Aset lancar
− Piutang usaha diasumsikan 25 hari dari penjualan.
− Piutang lain-lain – lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
− Persediaan lancar tahun 2023 diasumsikan 132 hari dari beban pokok penjualan,
tahun 2024 diasumsikan 120 hari dari beban pokok penjualan dan selanjutnya
diasumsikan 90 hari dari beban pokok penjualan.
− Biaya dibayar di muka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Pajak dibayar dimuka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Uang muka diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
▪ Aset tidak lancar
− Aset pajak tangguhan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Piutang lain-lain - tidak lancar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2023.
− Uang muka penyertaan saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30
Juni 2023.
− Investasi pada entitas asosiasi tahun 2023 diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 30 Juni 2023 dan selanjutnya diasumsikan meningkat 2,50% setiap
tahun.
− Penyertaan saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Aset tetap
Nilai perolehan diasumsikan meningkat per tahun dari tahun sebelumnya sebagai
capex. Akumulasi penyusutan dihitung dengan menambahkan akumulasi
penyusutan tahun sebelumnya dengan penyusutan tahun berjalan. Perhitungan
aset tetap dengan dilakukan transaksi disajikan pada lampiran 1.
− Properti pertambangan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
− Aset eksplorasi dan evaluasi diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
− Taksiran klaim pajak penghasilan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per
30 Juni 2023.
− Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak diasumsikan tetap, sama
dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Aset lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
▪ Liabilitas jangka pendek
− Perhitungan utang bank jangka pendek disajikan pada lampiran 2.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-18
Page 46
− Utang usaha diasumsikan 60 hari dari beban pokok pendapatan.
− Utang pajak diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Beban masih harus dibayar diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
− Utang lain-lain diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Utang dividen diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun berupa utang
bank, utang pembelian aset tetap dan utang sewa pembiayaan diasumsikan tetap,
sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
▪ Liabilitas jangka panjang
− Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun berupa utang bank, utang pembelian aset tetap dan utang sewa
pembiayaan diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup diasumsikan tetap,
sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 30 Juni 2023.
▪ Ekuitas
− Modal saham diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni 2023.
− Tambahan modal disetor diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
− Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 30 Juni 2023.
− Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak diasumsikan tetap, sama dengan
proforma per 30 Juni 2023.
− Saldo (defisit) laba adalah penjumlahan antara laba (rugi) bersih periode berjalan
dengan saldo (defisit) laba periode sebelumnya.
− Kepentingan non pengendali diasumsikan tetap, sama dengan proforma per 30 Juni
2023.
Asumsi – asumsi yang digunakan yang terkait langsung dengan kegiatan usaha dalam
proyeksi posisi keuangan adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-19
Page 47
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba Rugi Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proforma Tahun Proyeksi
Uraian Jan-Jun Jan-Jun Jul-Des
2024 2025 2026 2027 2028
2023 2023 2023
PENJUALAN BERSIH 1.879.933 1.879.933 1.409.950 2.960.895 3.108.940 3.171.119 3.234.541 3.299.232
BEBAN POKOK PENJUALAN (1.289.426) (1.289.426) (916.468) (1.924.582) (2.020.811) (2.061.227) (2.102.452) (2.144.501)
LABA KOTOR 590.508 590.508 493.483 1.036.313 1.088.129 1.109.892 1.132.089 1.154.731
Beban penjualan (451.787) (451.787) (338.388) (710.615) (746.146) (761.068) (776.290) (791.816)
Beban umum dan administrasi (66.901) (66.901) (49.348) (103.631) (108.813) (110.989) (113.209) (115.473)
EBITDA 71.820 71.820 105.746 222.067 233.170 237.834 242.591 247.442
Depresiasi (49.203) (49.203) (67.843) (118.982) (86.127) (81.858) (71.257) (74.269)
EBIT 22.616 22.616 37.904 103.085 147.044 155.976 171.334 173.173
Beban keuangan (5.991) (5.991) (10.007) (20.015) (20.015) (20.015) (20.015) (20.015)
Selisih kurs - bersih (16.861) (16.861) - - - - - -
Pendapatan sewa - - - - - - - -
Pendapatan bunga 3.401 3.401 - - - - - -
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi 241.182 241.182 187.529 192.218 197.023 201.949 206.997 212.172
Beban site tidak berproduksi (13.211) (13.211) - - - - - -
Laba (rugi) penjualan aset tetap - (4.751) - - - - - -
Lain-lain - bersih 13.389 12.560 - - - - - -
EBT 244.525 238.946 215.426 275.288 324.052 337.910 358.316 365.331
PAJAK (39.130) (39.130) (47.394) (60.563) (71.291) (74.340) (78.830) (80.373)
LABA BERSIH (EAT) 205.396 199.817 168.032 214.725 252.761 263.570 279.487 284.958
Rata-rata
Rasio Profitabilitas
2024-2028
EBITDA/Sales 7,50% 3,82% 3,82% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50% 7,50%
EBIT/Sales 4,74% 1,20% 1,20% 2,69% 3,48% 4,73% 4,92% 5,30% 5,25%
EBT/Sales 10,51% 13,01% 12,71% 15,28% 9,30% 10,42% 10,66% 11,08% 11,07%
EAT/Sales 8,19% 10,93% 10,63% 11,92% 7,25% 8,13% 8,31% 8,64% 8,64%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-20
Page 48
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proforma Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2023 Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027 2028
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 282.342 295.467 603.746 1.014.674 1.430.581 1.704.111 1.981.573 2.281.164
Piutang usaha 264.207 264.207 225.334 202.801 212.941 217.200 221.544 225.975
Piutang lain-lain - lancar 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355 8.355
Persediaan 930.131 928.198 795.614 632.739 498.282 508.248 518.413 528.781
Biaya dibayar di muka 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977 26.977
Pajak dibayar dimuka - - - - - - - -
Uang muka 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489 14.489
Jumlah Aset Lancar 1.526.500 1.537.692 1.674.516 1.900.035 2.191.625 2.479.379 2.771.351 3.085.741
Aset Tidak Lancar
Aset pajak tangguhan 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379 9.379
Piutang lain-lain - tidak lancar 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964 9.964
Uang muka penyertaan saham 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240 184.240
Investasi pada entitas asosiasi 1.875.294 1.875.294 1.875.294 1.922.176 1.970.230 2.019.486 2.069.973 2.121.722
Penyertaan saham 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417 943.417
Aset tetap
Nilai perolehan 2.265.721 2.222.566 2.230.097 2.245.159 2.260.220 2.275.282 2.290.344 2.290.344
Akumulasi penyusutan 1.647.800 1.621.417 1.689.259 1.808.241 1.894.368 1.976.226 2.047.483 2.121.752
Nilai buku 617.921 601.150 540.838 436.918 365.852 299.056 242.861 168.592
Properti pertambangan 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025 191.025
Aset eksplorasi dan evaluasi
Nilai perolehan - - - - - - - -
Akumulasi penyusutan - - - - - - - -
Nilai buku - - - - - - - -
Taksiran klaim pajak penghasilan 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711 45.711
Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak 228 228 228 228 228 228 228 228
Aset lain-lain 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746 83.746
Jumlah Aset Tidak Lancar 3.960.924 3.944.153 3.883.841 3.826.803 3.803.793 3.786.252 3.780.544 3.758.024
JUMLAH ASET 5.487.425 5.481.846 5.558.357 5.726.839 5.995.418 6.265.632 6.551.895 6.843.765
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Utang usaha 454.133 454.133 362.613 316.370 332.188 338.832 345.609 352.521
Utang pajak 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024 139.024
Beban masih harus dibayar 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067 181.067
Utang lain-lain 370 370 370 370 370 370 370 370
Utang dividen 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604 39.604
Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.039.588 1.039.588 948.067 901.824 917.643 924.287 931.063 937.975
Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - - -
Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan
hidup 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527 25.527
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589 52.589
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116 78.116
JUMLAH LIABILITAS 1.117.703 1.117.703 1.026.183 979.940 995.758 1.002.402 1.009.179 1.016.091
Ekuitas
Modal saham 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036 396.036
Tambahan modal disetor 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412 1.125.412
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999) (191.999)
Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272 193.272
Saldo (defisit) laba 2.847.783 2.842.204 3.010.236 3.224.960 3.477.721 3.741.291 4.020.778 4.305.736
Kepentingan non-pengendali (783) (783) (783) (783) (783) (783) (783) (783)
Jumlah Ekuitas 4.369.721 4.364.142 4.532.174 4.746.899 4.999.660 5.263.229 5.542.716 5.827.674
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.487.425 5.481.846 5.558.357 5.726.839 5.995.418 6.265.632 6.551.895 6.843.765
Rata-rata
Rasio Likuiditas dan Solvabilitas
2024-2028
Current Ratio 268,88% 146,84% 147,91% 176,62% 210,69% 238,83% 268,25% 297,65% 328,98%
Debt to Equity Ratio 19,05% 25,58% 25,61% 22,64% 20,64% 19,92% 19,05% 18,21% 17,44%
Debt to Asset Ratio 15,99% 20,37% 20,39% 18,46% 17,11% 16,61% 16,00% 15,40% 14,85%
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-21
Page 49
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas Dengan Dilakukannya Transaksi (Rp.Juta)
Tahun Proforma Tahun Proyeksi
Uraian
Jun 2023 Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Laba Bersih 205.396 - 168.032 214.725 252.761 263.570 279.487
Depresiasi dan Amortisasi 49.203 (26.383) 67.843 118.982 86.127 81.858 71.257
Perubahan Modal Kerja :
(Kenaikan) Penurunan Piutang usaha 92.820 - 38.872 22.533 (10.140) (4.259) (4.344)
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - lancar 24.474 - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Persediaan (178.238) 1.933 132.584 162.875 134.457 (9.966) (10.165)
(Kenaikan) Penurunan Biaya dibayar di muka (11.619) - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Pajak dibayar dimuka - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Uang muka 3.004 - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset pajak tangguhan (1.238) - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Piutang lain-lain - tidak lancar 833 - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Taksiran klaim pajak penghasilan (13.269) - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Tagihan dan keberatan atas hasil pemeriksaan pajak - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset lain-lain (3.413) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang usaha (13.521) - (91.520) (46.243) 15.818 6.644 6.777
Kenaikan (Penurunan) Utang pajak (10.691) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Beban masih harus dibayar (54.564) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang lain-lain (616) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Penyisihan beban pengelolaan dan reklamasi lingkungan hidup (5.112) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan 4.497 - - - - - -
Perubahan Modal Kerja (166.654) 1.933 79.936 139.165 140.136 (7.581) (7.732)
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Operasi 87.946 (24.450) 315.810 472.872 479.023 337.847 343.011
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
(Kenaikan) Penurunan Uang muka penyertaan saham - - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Investasi pada entitas asosiasi (80.842) - - (46.882) (48.054) (49.256) (50.487)
(Kenaikan) Penurunan Penyertaan saham (241.721) - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset tetap 67.591 43.155 (7.531) (15.062) (15.062) (15.062) (15.062)
(Kenaikan) Penurunan Properti pertambangan (12) - - - - - -
(Kenaikan) Penurunan Aset eksplorasi dan evaluasi - - - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Investasi (254.984) 43.155 (7.531) (61.944) (63.116) (64.317) (65.549)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan (Penurunan) Utang bank jangka pendek 225.390 - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang dividen 39.604 - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - -
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo
Kenaikan (Penurunan) dalam waktu satu tahun
Utang bank - - - - - - -
Utang pembelian aset tetap - - - - - - -
Utang sewa pembiayaan - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Modal saham - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Tambahan modal disetor - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (74.322) - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak - - - - - - -
Kenaikan (Penurunan) Kepentingan non-pengendali (13) - - - - - -
Penyesuaian (112.002) (5.579) - - - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) Aktivitas Pendanaan 78.657 (5.579) - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK (88.382) 13.125 308.280 410.928 415.907 273.530 277.463
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 370.723 282.342 295.467 603.746 1.014.674 1.430.581 1.704.111
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 282.342 295.467 603.746 1.014.674 1.430.581 1.704.111 1.981.573
Tanpa dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan masing-masing sebesar 7,50%, 4,68%, 10,46% dan 8,16%. Sedangkan dengan
dilakukannya transaksi rata-rata EBITDA/Sales, EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales
Perseroan setiap tahun masing-masing sebesar 7,50%, 4,74%, 10,51% dan 8,19%. Dengan
demikian dengan dilakukannya transaksi profitabilitas EBITDA/Sales tidak mengalami
perubahan namun EBIT/Sales, EBT/Sales dan EAT/Sales Perseroan mengalami peningkatan.
Tanpa dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Current
Ratio (CR) sebesar 267,98% sedangkan dengan dilakukannya transaksi CR Perseroan
meningkat menjadi 268,88%.
Tanpa dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan yang diukur dengan rata-rata Debt to
Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) masing-masing 19,08% dan 16,01%
sedangkan dengan dilakukannya transaksi DER dan DAR Perseroan menurun menjadi 19,05%
dan 15,99%.
Dengan transaksi, proyeksi posisi keuangan Perseroan menunjukan bahwa likuiditas dan
solvabilitas Perseroan mengalami peningkatan.
Selain itu tanpa transaksi dan dengan transaksi proyeksi arus kas Perseroan tidak
menunjukkan adanya cash deficiency.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-22
Page 50
4.2. Analisis Inkremental
Analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari transaksi dengan mempertimbangkan:
− Konstribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi dan dampaknya
terhadap proyeksi keuangan.
− Biaya dan pendapatan yang relevan.
− Informasi non keuangan yang relevan.
− Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
− Hal-hal material lain.
4.2.1. Konstribusi Nilai Tambah
Konstribusi nilai tambah dari rencana transaksi dapat diukur dari peningkatan laba keuangan.
Berdasarkan proyeksi laba rugi, perhitungan konstribusi nilai tambah terhadap laba Perseroan
adalah sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Laba Perseroan (Rp.Juta)
Tahun
Uraian Jul-Des Jumlah
2024 2025 2026 2027 2028
2023
Dengan Transaksi (1)
EBIT 37.904 103.085 147.044 155.976 171.334 173.173 788.516
EBT 215.426 275.288 324.052 337.910 358.316 365.331 1.876.323
EAT 168.032 214.725 252.761 263.570 279.487 284.958 1.463.532
Tanpa Transaksi (2)
EBIT 27.866 97.768 141.706 159.626 171.122 172.901 770.989
EBT 205.388 269.971 318.714 341.560 358.105 365.059 1.858.797
EAT 160.203 210.577 248.597 266.417 279.322 284.746 1.449.862
Konstribusi Nilai Tambah (1-2)
EBIT 10.037 5.317 5.338 (3.650) 211 272 17.526
EBT 10.037 5.317 5.338 (3.650) 211 272 17.526
EAT 7.829 4.148 4.164 (2.847) 165 212 13.671
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap laba. Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah
selama periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028 terhadap laba EBIT, EBT dan EAT masing-masing
sebesar Rp 17.526 juta, Rp 17.526 juta dan Rp 13.671 juta.
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap Profitabilitas Perseroan dapat dihitung sebagai
berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Profitabilitas Perseroan
Tahun
Rata-rata
Uraian Jul-Des
2024 2025 2026 2027 2028 2024-2028
2023
Dengan Transaksi (1)
EBIT/Sales 2,69% 3,48% 4,73% 4,92% 5,30% 5,25% 4,74%
EBT/Sales 15,28% 9,30% 10,42% 10,66% 11,08% 11,07% 10,51%
EAT/Sales 11,92% 7,25% 8,13% 8,31% 8,64% 8,64% 8,19%
Tanpa Transaksi (2)
EBIT/Sales 1,98% 3,30% 4,56% 5,03% 5,29% 5,24% 4,68%
EBT/Sales 14,57% 9,12% 10,25% 10,77% 11,07% 11,06% 10,46%
EAT/Sales 11,36% 7,11% 8,00% 8,40% 8,64% 8,63% 8,16%
Konstribusi Nilai Tambah
EBIT/Sales 36,02% 5,44% 3,77% -2,29% 0,12% 0,16% 1,44%
EBT/Sales 4,89% 1,97% 1,67% -1,07% 0,06% 0,07% 0,54%
EAT/Sales 4,89% 1,97% 1,67% -1,07% 0,06% 0,07% 0,54%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas Perseroan. Dengan dilakukannya
transaksi, kontribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas laba EBIT, EBT dan EAT
Perseroan dalam periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028 rata-rata meningkat setiap tahun
masing-masing meningkat menjadi 1,44%, 0,54% dan 0,54%.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-23
Page 51
Analisis kontribusi nilai tambah terhadap likuiditas dan solvabilitas Perseroan dapat dihitung
sebagai berikut:
Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Likuiditas dan Solvabilitas Perseroan
Tahun Proyeksi Rata-rata
Uraian
Des 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2024-2028
Dengan Transaksi (1)
Current Ratio 176,62% 210,69% 238,83% 268,25% 297,65% 328,98% 268,88%
Debt to Equity Ratio 22,64% 20,64% 19,92% 19,05% 18,21% 17,44% 19,05%
Debt to Asset Ratio 18,46% 17,11% 16,61% 16,00% 15,40% 14,85% 15,99%
Tanpa Transaksi (2)
Current Ratio 175,66% 209,77% 238,03% 267,33% 296,71% 328,05% 267,98%
Debt to Equity Ratio 22,65% 20,67% 19,96% 19,07% 18,23% 17,46% 19,08%
Debt to Asset Ratio 18,47% 17,13% 16,64% 16,02% 15,42% 14,86% 16,01%
Kontribusi Nilai Tambah
Current Ratio 0,55% 0,44% 0,34% 0,34% 0,32% 0,28% 0,34%
Debt to Equity Ratio 0,05% 0,13% 0,21% 0,15% 0,14% 0,14% 0,16%
Debt to Asset Ratio 0,04% 0,11% 0,18% 0,12% 0,12% 0,12% 0,13%
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan likuiditas Perseroan setiap tahun. Dengan
dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan meningkat yang ditunjukkan dengan rata-rata
current ratio pada tahun 2024 - 2028 meningkat 0,34% dari 267,98% menjadi 268,88%.
Peningkatan current ratio menunjukkan likuiditas meningkat.
Berdasarkan hasil perhitungan, terlihat bahwa dengan dilakukannya transaksi memberikan
konstribusi nilai tambah terhadap peningkatan solvabilitas Perseroan setiap tahun. Dengan
dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan meningkat yang ditunjukkan dengan rata-rata
debt to equity ratio dan debt to asset ratio pada tahun 2024 - 2028 menurun 0,16% dari 19,08%
menjadi 19,05% dan 0,13% dari 16,01% menjadi 15,99%. Penurunan debt to equity ratio dan
debt to asset ratio menunjukkan solvabilitas meningkat.
Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan dilakukannya transaksi,
Perseroan akan memperoleh nilai tambah berupa peningkatan laba, profitabilitas, likuiditas dan
solvabilitas yang akan menguntungkan Perseroan.
4.2.2. Biaya dan Pendapatan yang Relevan
Perseroan akan memperhatikan biaya dan pendapatan yang relevan sesuai dengan keadaan
industri dan margin laba yang diharapkan. Apabila pendapatan berkurang Perseroan akan
menurunkan biaya secara proporsional hingga margin laba yang diharapkan dapat tercapai.
Dengan demikian transaksi yang dilakukan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
4.2.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Informasi non keuangan yang relevan adalah dengan dilakukannya transaksi Perseroan akan
memperoleh alternatif kepemilikan aset lainnya yang lebih produktif sehingga Perseroan
dikenal sebagai perusahaan yang profesional dalam menjalankan usahanya.
4.2.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perseroan Dalam Menentukan Rencana Transaksi dan
Nilai Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana transaksi dan
nilai transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan pengawasan Komisaris Perseroan. Rencana
transaksi dan nilai transaksi dengan persyaratan yang mudah, transparan dan akuntabel yang
dapat dipenuhi Perseroan sesuai dengan Peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-24
Page 52
Alternatif lain dari Rencana Transaksi apabila dilakukan dengan pihak lain tidak ada dan
Perseroan tidak mengenal pihak lain tersebut, sehingga Rencana Transaksi tidak dapat
dilaksanakan.
4.2.5. Hal-Hal Material Lainnya
Hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental dari Rencana Transaksi tidak ada.
Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi
adalah wajar dan memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk IV-25
Page 53
BAB V
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
Analisis kewajaran nilai transaksi meliputi :
a. Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian atas transaksi yang dilakukan.
b. Analisis untuk memastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah dari transaksi yang
dilakukan.
Kewajaran nilai transaksi berdasarkan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, menyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak melebihi 7,50% dari nilai hasil penilaian.
5.1. Hasil Penilaian Objek Transaksi
Berdasarkan Laporan Penilaian Properti No. 00395/2.0118-00/PP/02/0463/1/X/2023 tanggal 31
Oktober 2023 yang diterbitkan oleh KJPP Iskandar dan Rekan, menyatakan bahwa Nilai Pasar
Properti Industri Pertambangan berupa Peralatan Kerja, Mesin dan Instalasi, Alat Berat,
Peralatan Kantor, serta Kendaraan Bermotor milik CITA per 30 Juni 2023 sebesar
Rp 12.020.600.000,- dan Barang Persediaan Sparepart milik CITA per 30 Juni 2023 sebesar Rp
1.104.531.000,-.
5.2. Nilai Transaksi
Berdasarkan termsheet penjualan aset CITA kepada MBL, MKL dan LSJ No. 188/CITA/XI/2023
tanggal 1 November 2023 rencana transaksi penjualan alat berat, kendaraan, mesin dan
peralatan serta persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ adalah sebesar
Rp 13.125.131.000,-.
5.3. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Nilai transaksi penjualan alat berat, kendaraan, mesin dan peralatan serta persediaan milik CITA
kepada MBL, MKL dan LSJ adalah sebesar Rp 13.125.131.000,- dan Nilai Pasarnya sebesar
Rp 13.125.131.000,- maka nilai transaksi sama dengan Nilai Pasarnya. Dengan demikian kami
berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
5.4. Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memberikan Nilai Tambah dari Transaksi Yang Dilakukan
Berdasarkan hasil analisis dapat dipastikan bahwa nilai transaksi memberikan nilai tambah
sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah selama periode 1 Juli 2023 – 31
Desember 2028 terhadap laba EBIT, EBT dan EAT masing-masing sebesar Rp 17.526 juta, Rp
17.526 juta dan Rp 13.671 juta.
• Dengan dilakukannya transaksi, kontribusi nilai tambah terhadap peningkatan profitabilitas
laba EBIT, EBT dan EAT Perseroan dalam periode 1 Juli 2023 – 31 Desember 2028 rata-rata
meningkat setiap tahun masing-masing meningkat menjadi 1,44%, 0,54% dan 0,54%.
• Dengan dilakukannya transaksi likuiditas Perseroan meningkat yang ditunjukkan dengan
rata-rata current ratio pada tahun 2024 - 2028 meningkat 0,34% dari 267,98% menjadi
268,88%. Peningkatan current ratio menunjukkan likuiditas meningkat.
• Dengan dilakukannya transaksi solvabilitas Perseroan meningkat yang ditunjukkan dengan
rata-rata debt to equity ratio dan debt to asset ratio pada tahun 2024 - 2028 menurun 0,16%
dari 19,08% menjadi 19,05% dan 0,13% dari 16,01% menjadi 15,99%. Penurunan debt to
equity ratio dan debt to asset ratio menunjukkan solvabilitas meningkat.
Berdasarkan analisis tersebut, kami berpendapat bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk V-1
Page 54
BAB VI
ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis Ketidakpastian Rencana Pembiayaan Dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi merupakan penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan
peralatan serta barang persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ, dimana sumber dana
yang digunakan oleh MBL, MKL dan LSJ berasal dari kas dan setara kas masing-masing pihak
pembeli.
6.2. Analisis Ketidakpastian Nilai Tukar Mata Uang
Laporan keuangan Perseroan dan komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang Rupiah.
Nilai tukar Rupiah terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia.
Ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar Rupiah pada Juni 2023 (sampai
dengan 21 Juni 2023) secara rerata sedikit melemah sebesar 0,56% dibandingkan dengan rerata
kurs Mei 2023. Namun demikian, Rupiah secara point-to-point, baik dibandingkan dengan akhir
Mei 2023 maupun akhir tahun 2022, menguat masing-masing sebesar 0,30% dan 4,17%. Dengan
perkembangan tersebut, penguatan Rupiah dibandingkan dengan level akhir tahun 2022 lebih
baik dari apresiasi Rupee India dan Peso Filipina masing-masing sebesar 0,85% dan 0,15%
sedangkan Thai Baht mencatat depresiasi 0,70%. Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan
apresiasi nilai tukar Rupiah berlanjut ditopang oleh surplus transaksi berjalan dan aliran masuk
modal asing seiring prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang rendah, serta imbal
hasil aset keuangan domestik yang menarik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan
stabilisasi nilai tukar Rupiah khususnya melalui triple intervention dan twist operation untuk
mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi risiko rambatan
ketidakpastian pasar keuangan global. Operasi moneter valas terus diperkuat, termasuk
optimalisasi TD Valas DHE serta penambahan frekuensi dan tenor lelang TD Valas jangka pendek.
Inflasi IHK pada bulan Mei 2023 tercatat 4,00% (yoy) atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%.
Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih
rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy) sejalan dengan
berakhirnya periode HBKN Idulfitri, menurunnya harga komoditas global, dan rendahnya
ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan
dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,74% (yoy). Inflasi kelompok administered prices
juga menurun dari 10,32% (yoy) menjadi 9,52% (yoy). Menurunnya inflasi ke dalam sasaran
sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian
inflasi antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan
GNPIP di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali di dalam
sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023.
6.3. Analisis Ketidakpastian Risiko Pasar
Berikut beberapa faktor utama yang dapat menyebabkan ketidakpastian risiko pasar dalam
bidang aktivitas pertambangan:
1. Harga Komoditas: Harga bahan tambang yang dapat fluktuatif, seperti harga batu bara, bijih
besi, atau bauksit, dapat sangat memengaruhi pendapatan Perseroan.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VI-1
Page 55
2. Perubahan dalam Kebijakan Pemerintah: Perubahan dalam kebijakan pemerintah, seperti
perubahan pajak, regulasi, dan kebijakan perdagangan, dapat memengaruhi aktivitas
perusahaan pertambangan.
3. Kondisi Ekonomi: Fluktuasi makroekonomi seperti inflasi, nilai tukar mata uang, dan suku
bunga dapat memengaruhi biaya modal dan daya beli konsumen.
6.4. Analisis Faktor Lain Yang Berpengaruh
Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan asumsi bahwa Transaksi yang akan dilakukan oleh
manajemen Perseroan sesuai dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VI-2
Page 56
BAB VII
KESIMPULAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Hasil analisis atas nilai transaksi penjualan aset berupa alat berat, kendaraan, mesin dan
peralatan serta persediaan milik CITA kepada MBL, MKL dan LSJ adalah nilai transaksi sama
dengan Nilai Pasarnya memberikan kesimpulan bahwa nilai transaksi adalah wajar.
Hasil analisis atas dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan
pemegang saham memberikan kesimpulan bahwa dengan dilakukannya transaksi akan
meningkatkan laba, profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas yang dapat memberikan nilai
tambah bagi Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang saham.
Hasil analisis atas pertimbangan bisnis dari manajemen terkait dengan transaksi terhadap
kepentingan pemegang saham adalah untuk mengoptimalkan aset yang dimiliki Perseroan,
dimana aktivitas produksi Perseroan berkurang yang dikarenakan oleh larangan ekspor bauksit
yang menyebabkan aset tersebut tidak dapat digunakan secara optimal. Dana hasil penjualan
dapat digunakan Perseroan untuk kepentingan Perseroan lainnya yang lebih produktif sehingga
dapat meningkatkan efisiensi operasional Perseroan sejalan dengan kepentingan pemegang
saham.
Berdasarkan kesimpulan dari hasil analisis tersebut diatas, maka kami berpendapat bahwa
rencana transaksi adalah wajar.
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VII-1
Page 57
LAMPIRAN Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VII-1
Page 58
Lampiran 1
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Tanpa Dilakukannya Transaksi) (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Bangunan 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145
Infrastruktur 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972
Alat berat 173.881 173.881 173.881 173.881 173.881 173.881 173.881
Peralatan kerja 199.190 199.190 199.190 199.190 199.190 199.190 199.190
Mesin dan instalasi 295.880 295.880 295.880 295.880 295.880 295.880 295.880
Peralatan kantor 45.151 45.151 45.151 45.151 45.151 45.151 45.151
Kendaraan 58.592 58.592 58.592 58.592 58.592 58.592 58.592
Aset tetap dalam pembangunan 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909
Capex 7.682 15.364 15.364 15.364 15.364 15.364
Akumulasi Capex 7.682 23.046 38.409 53.773 69.137 69.137
Jumlah Nilai Perolehan 2.265.721 2.273.403 2.288.767 2.304.130 2.319.494 2.334.858 2.334.858
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 20 1.884 3.768 3.768 3.768 3.768 3.768
Infrastruktur 10 28.473 56.946 56.946 56.946 56.946 56.946
Alat berat 8 10.868 21.735 21.735 9.812 - -
Peralatan kerja 8 11.679 - - - - -
Mesin dan instalasi 8 18.493 28.851 - - - -
Peralatan kantor 8 2.822 4.139 - - - -
Kendaraan 8 3.662 7.324 4.407 - - -
Capex 5 1.536 4.609 7.682 10.755 13.827
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 77.880 124.299 91.465 78.208 71.468 74.541
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 53.364 55.248 59.016 62.784 66.552 70.320 74.087
Infrastruktur 967.268 995.741 1.052.687 1.109.633 1.166.579 1.223.525 1.280.470
Alat berat 109.731 120.599 142.334 164.069 173.881 173.881 173.881
Peralatan kerja 187.511 199.190 199.190 199.190 199.190 199.190 199.190
Mesin dan instalasi 248.536 267.029 295.880 295.880 295.880 295.880 295.880
Peralatan kantor 38.190 41.012 45.151 45.151 45.151 45.151 45.151
Kendaraan 43.199 46.861 54.185 58.592 58.592 58.592 58.592
Capex - 1.536 6.145 13.827 24.582 38.409
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1.647.800 1.725.680 1.849.980 1.941.444 2.019.652 2.091.121 2.165.662
NILAI BUKU
Aset Tetap
Bangunan 30.781 28.897 25.129 21.362 17.594 13.826 10.058
Infrastruktur 370.704 342.231 285.285 228.340 171.394 114.448 57.502
Alat berat 64.150 53.283 31.548 9.812 - - -
Peralatan kerja 11.679 - - - - - -
Mesin dan instalasi 47.344 28.851 - - - - -
Peralatan kantor 6.961 4.139 - - - - -
Kendaraan 15.393 11.731 4.407 - - - -
Aset tetap dalam pembangunan 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909
Capex - 7.682 21.509 32.264 39.946 44.555 30.727
Jumlah Nilai Buku 617.921 547.723 438.787 362.686 299.842 243.737 169.196
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VII-1
Page 59
Lampiran 1 (lanjutan)
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Nilai Perolehan, Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (Dengan Dilakukannya Transaksi) (Rp.Juta)
Umur Tahun Tahun Proyeksi
Uraian
Ekonomis Jun 2023 Des 2023 2024 2025 2026 2027 2028
NILAI PEROLEHAN
Aset Tetap
Bangunan 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145 84.145
Infrastruktur 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972 1.337.972
Alat berat 133.083 133.083 133.083 133.083 133.083 133.083 133.083
Peralatan kerja 198.379 198.379 198.379 198.379 198.379 198.379 198.379
Mesin dan instalasi 295.583 295.583 295.583 295.583 295.583 295.583 295.583
Peralatan kantor 45.128 45.128 45.128 45.128 45.128 45.128 45.128
Kendaraan 57.368 57.368 57.368 57.368 57.368 57.368 57.368
Aset tetap dalam pembangunan 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909
Capex 7.531 15.062 15.062 15.062 15.062 15.062
Akumulasi Capex 7.531 22.592 37.654 52.716 67.777 67.777
Jumlah Nilai Perolehan 2.222.566 2.230.097 2.245.159 2.260.220 2.275.282 2.290.344 2.290.344
PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 20 1.884 3.768 3.768 3.768 3.768 3.768
Infrastruktur 10 28.473 56.946 56.946 56.946 56.946 56.946
Alat berat 8 8.318 16.635 16.635 13.613 - -
Peralatan kerja 8 12.399 - - - - -
Mesin dan instalasi 8 18.474 28.822 - - - -
Peralatan kantor 8 2.820 4.133 - - - -
Kendaraan 8 3.585 7.171 4.259 - - -
Capex 5 1.506 4.518 7.531 10.543 13.555
Jumlah Penyusutan Aset Tetap 75.953 118.982 86.127 81.858 71.257 74.269
AKUMULASI PENYUSUTAN
Aset Tetap
Bangunan 53.364 55.248 59.016 62.784 66.552 70.320 74.087
Infrastruktur 967.268 995.741 1.052.687 1.109.633 1.166.579 1.223.525 1.280.470
Alat berat 84.833 86.199 102.834 119.470 133.083 133.083 133.083
Peralatan kerja 186.874 198.379 198.379 198.379 198.379 198.379 198.379
Mesin dan instalasi 248.268 266.760 295.583 295.583 295.583 295.583 295.583
Peralatan kantor 38.172 40.994 45.128 45.128 45.128 45.128 45.128
Kendaraan 42.637 45.937 53.108 57.368 57.368 57.368 57.368
Capex - 1.506 6.025 13.555 24.099 37.654
Jumlah Akumulasi Penyusutan 1.621.417 1.689.259 1.808.241 1.894.368 1.976.226 2.047.483 2.121.752
NILAI BUKU
Aset Tetap
Bangunan 30.781 28.897 25.129 21.362 17.594 13.826 10.058
Infrastruktur 370.704 342.231 285.285 228.340 171.394 114.448 57.502
Alat berat 48.250 46.884 30.249 13.613 - - -
Peralatan kerja 11.505 - - - - - -
Mesin dan instalasi 47.315 28.822 - - - - -
Peralatan kantor 6.955 4.133 - - - - -
Kendaraan 14.731 11.430 4.259 - - - -
Aset tetap dalam pembangunan 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909 70.909
Capex - 7.531 21.086 31.629 39.160 43.679 30.123
Jumlah Nilai Buku 601.150 540.838 436.918 365.852 299.056 242.861 168.592
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VII-2
Page 60
Lampiran 2
PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk dan Entitas Anak
Perhitungan Pembayaran Bunga dan Pokok Utang Bank Jangka Pendek (Rp. Juta)
Tahun Tahun Historis
Uraian Jan-Jun Jul-Des
2024 2025 2026 2027 2028
2023 2023
Penarikan kredit 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Jumlah Utang 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Bunga 8,88% 10.007 20.015 20.015 20.015 20.015 20.015
Angsuran Pokok 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Saldo 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390 225.390
Catatan :
Suku bunga berdasarkan suku bunga Rata-rata untuk pinjaman modal kerja dari Bank Pemerintah (sumber : www.bi.go.id).
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi PT Cita Mineral Investindo Tbk VII-3
Page 61
Page 62
Page 63
Page 64
Page 65
Page 66
Page 67
Page 68
Page 69
Page 70
Page 71
Page 72
Page 73
Page 74
Page 75
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
8337 ms
12 Sep 2026 21:45
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '................................................................................................ '
'V-1'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '................................................................................................ '
'V-1',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '-1'}