Back to announcement
20231218_BABP_Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas dan Pra Pencatatan Saham_31560261_lamp1.pdf
Listing Text extracted BABPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 26
Page 1
INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS X (“PUT X”)
KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS X INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH
PERYATAAN EFEKTIF DARI OJK. INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN
EFEKTIF PENDAFTARAN YANG DIPEROLEH DARI OJK.
OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI
DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN
KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.
PT Bank MNC Internasional Tbk
Kegiatan Usaha Utama:
Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan
Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
Kantor Pusat:
Gedung MNC Bank Tower Lantai 8
Jl. Kebon Sirih No.21-27
Jakarta Pusat 10340
Tel. (+ 62 21) 2980 5555- Fax. (+ 62 21) 3983 6700
www.mncbank.co.id
Jaringan Kantor:
16 kantor cabang, 24 kantor cabang pembantu
PENAWARAN UMUM TERBATAS KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK UNTUK
PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU X (“PMHMETD X”)
Sebanyak-banyaknya 13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua ratus sembilan puluh dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima
puluh Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga Rp75,- (tujuh puluh lima Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah
PMHMETD X sehingga sebanyak-banyaknya bernilai Rp1.012.774.896.900,- (satu triliun dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu
sembilan ratus Rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak atas 2 (dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD
memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal pemegang
Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 pasal 33 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh
Perseroan dan hasil penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 5 (lima)) hari kerja mulai tanggal 19 Desember
2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan
diterbitkan dalam PMHMETD X ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang
berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus dan hak atas HMETD.
Berdasarkan Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk tanggal 20 Oktober 2023 sebagai pemegang saham utama Perseroan, menyatakan bahwa PT MNC Kapital Indonesia Tbk
tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimiliki dan tidak akan mengalihkan HMETD tersebut kepada pihak lain.
Untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum (PP No. 29/1999), Bersadarkan Surat Pernyataan
No.155/DIR/MNCKI/XII/2023 tanggal 4 Desember 2023, PT MNC Kapital Indonesia Tbk setuju untuk menambah sahamnya yang tidak dicatatkan pada bursa sebanyak-banyaknya
134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk, sehingga
seluruh saham milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juta
enam ratus dua puluh delapan ribu dua ratus delapan puluh enam) lembar saham.
Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD X Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD,
maka sisanya akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat HMETD secara proposional
berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.
HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA MULAI TANGGAL 18 DESEMBER 2023 SAMPAI DENGAN TANGGAL 22 DESEMBER
2023. PENCATATAN ATAS SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA DILAKUKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL18 DESEMBER 2023. TANGGAL TERAKHIR
PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 22 DESEMBER 2023 DIMANA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN PADA TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
DALAM HAL PEMEGANG SAHAM MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN SAHAM TERSEBUT AKAN DIJUAL OLEH PERSEROAN SERTA HASIL
PENJUALANNYA AKAN DIMASUKKAN KE DALAM REKENING PERSEROAN.
PMHMETD X INI MENJADI EFEKTIF SETELAH PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN KEPADA OJK DALAM RANGKA PMHMETD X TELAH MENJADI
EFEKTIF. DALAM HAL PERNYATAAN EFEKTIF TIDAK DIPEROLEH, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN
DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU
DOKUMEN LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PMHMETD X DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.
RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YAITU RISIKO YANG TERJADI AKIBAT KEGAGALAN DEBITUR DAN/ATAU PIHAK LAIN DALAM
MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA PERSEROAN. RISIKO LAINNYA DAPAT DIBACA PADA KETERANGAN TENTANG FAKTOR RISIKO DALAM BAB VI PROSPEKTUS.
PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
PEMEGANG SAHAM YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA DALAM PMHMETD X AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM (DILUSI) YAITU
MAKSIMUM 28,57% (DUA PULUH DELAPAN KOMA LIMA PULUH TUJUH PERSEN).
PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK
YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIAN (”KSEI”).
Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2023
1
Page 2
JADWAL SEMENTARA
Rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Dengan HMETD akan dilaksanakan segera setelah
pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Merujuk pada ketentuan Pasal
8 ayat (3) POJK No. 32, jangka waktu antara tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(”RUPSLB”) sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 19 Oktober 2023
Tanggal Efektif : 5 Desember 2023
Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 13 Desember 2023
- Pasar Tunai : 15 Desember 2023
Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi : 14 Desember 2023
- Pasar Tunai : 18 Desember 2023
Tanggal Akhir Pencatatan dalam DPS yang berhak atas HMETD : 15 Desember 2023
Tanggal Distribusi HMETD : 18 Desember 2023
Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (”BEI”) : 19 Desember 2023
Periode Perdagangan HMETD di BEI : 19 - 27 Desember 2023
Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran 19 - 27 Desember 2023
(Periode Pelaksanaan) :
Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan : 29 Desember 2023
Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD : 21 - 29 Desember 2023
Tanggal Penjatahan Saham : 2 Januari 2024
Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan : 4 Januari 2024
Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian
Saham Tambahan : 4 Januari 2024
PENAWARAN UMUM TERBATAS X
Sebanyak-banyaknya 13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua
ratus sembilan puluh dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham yang
ditawarkan dengan harga Rp75,- (tujuh puluh lima Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD X sehingga sebanyak-banyaknya bernilai
Rp1.012.774.896.900,- (satu triliun dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus sembilan
puluh enam ribu sembilan ratus Rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang
berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam
Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak atas 2
(dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu)
Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal
pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015
pasal 33 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil
penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan
selama 5 (lima)) hari kerja mulai tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. HMETD
yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham
yang akan diterbitkan dalam PMHMETD X ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh
lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang berkaitan dengan saham,
antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas
saham bonus dan hak atas HMETD.
Berdasarkan Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk tanggal 20 Oktober 2023 sebagai pemegang saham
utama Perseroan, menyatakan bahwa PT MNC Kapital Indonesia Tbk tidak akan melaksanakan seluruh HMETD
yang dimiliki dan tidak akan mengalihkan HMETD tersebut kepada pihak lain.
Untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang
Pembelian Saham Bank Umum (PP No. 29/1999), Bersadarkan Surat Pernyataan No.155/DIR/MNCKI/XII/2023
tanggal 4 Desember 2023, PT MNC Kapital Indonesia Tbk setuju untuk menambah sahamnya yang tidak
dicatatkan pada bursa sebanyak-banyaknya 134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus enam
puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk,
1
Page 3
sehingga seluruh saham milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juta enam ratus dua puluh
delapan ribu dua ratus delapan puluh enam) lembar saham.
Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD X Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam
PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan
kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum
dalam Sertifikat HMETD secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa
saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.
TABEL STRUKTUR PERMODALAN SEBELUM DAN SESUDAH PELAKSANAAN PMHMETD
Dengan asumsi hanya Pemegang Saham Utama tidak melaksanakan haknya, Pemegang saham lainnya
melaksanakan haknya.
Sebelum HMETD Proforma Setelah HMETD
Keterangan Jumlah Jumlah Nilai Nominal
Nilai Nominal (Rp) % %
Saham Saham (Rp)
Modal Dasar 97.132.520.965 6.000.000.000.000 97.132.520.965 6.000.000.000.000
Seri A (Nilai Nominal Rp100) 22.867.479.035 2.286.747.903.500 22.867.479.035 2.286.747.903.500
Seri B (Nilai Nominal Rp50) 74.265.041.930 3.713.252.096.500 74.265.041.930 3.713.252.096.500
Modal ditempatkan dan disetor:
Seri A (Nilai Nominal Rp100)
MNC Kapital Indonesia 9.309.678.241 930.967.824.100 27,58 9.309.678.241 930.967.824.100 23,16
Winfly Ltd 4.708.704.800 470.870.480.000 13,96 4.708.704.800 470.870.480.000 11,72
Masyarakat 8.034.567.887 803.456.788.700 23,80 8.034.567.887 803.456.788.700 19,99
Seri B (Nilai Nominal Rp50)
MNC Kapital Indonesia 8.371.266.466 418.563.323.300 24,78 8.371.266.466 418.563.323.300 20,83
Winfly Ltd - - 0,00 1.883.481.920 94.174.096.000 4,69
Masyarakat 3.334.945.835 166.747.291.750 9,88 7.882.751.324 394.137.566.190 19,61
Jumlah modal dan ditempatkan dan
33.759.163.229 2.790.605.707.850 100,00 40.190.450.638 3.112.170.078.290 100,00
disetor
Seri A 22.052.950.928 2.205.295.092.800 65,32 22.052.950.928 2.205.295.092.800 54,87
Seri B 11.706.212.301 585.310.615.050 34,68 18.137.499.710 906.874.985.490 45,13
Saham dalam Portepel 63.373.357.736 922.646.388.650 100,00 56.942.070.327 601.082.018.210 100,00
Seri A 11.161.266.734 81.452.810.700 1,28 814.528.107 81.452.810.700 1,43
Seri B 62.558.829.629 3.127.941.481.450 98,72 56.127.542.220 2.806.377.111.010 98,57
Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah seluruh saham
yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan saham tambahan
akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah
dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan saham tambahan
PT MNC Kapital Indonesia Tbk selaku pemegang saham Perseroan setuju untuk menambahkan porsi sahamnya
yang tidak dicatatkan pada BEI sebanyak-banyaknya 134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus
enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk,
sehingga seluruh saham yang dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada
BEI sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juga enam ratus dua puluh delapan ribu
dua ratus delapan puluh enam), hal ini sebagaimana dalam Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk
tanggal 4 Desember 2023.
RENCANA PENGGUNAAN DANA
Seluruh dana yang diperoleh dari Penambahan Modal Dengan HMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya
emisi, akan seluruhnya digunakan oleh Perseroan untuk pemberian kredit dengan tetap memperhatikan
ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 30 Juni 2023, Perseroan mempunyai liabilitas sebesar Rp13.308.605 juta. Jumlah ini telah sesuai
dengan laporan keuangan Perseroan Tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP Kanaka Puradiredja,
Suhartono dengan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Berikut rincian liabilitas Perseroan:
(dalam jutaan rupiah)
2
Page 4
Keterangan Jumlah
Liabilitas
Liabilitas segera 154.324
Simpanan
Pihak berelasi 1.462.790
Pihak ketiga 10.850.508
Simpanan dari bank lain – pihak ketiga 100.621
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 390.461
Liabilitas derivatif 64.558
Pinjaman yang diterima 500
Utang pajak 16.463
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.191
Biaya yang masih harus dibayar 168.427
Liabilitas lain-lain 56.762
Jumlah Liabilitas 13.308.605
IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut adalah ikhtisar informasi keuangan penting Perseroan yang angka-angkanya diambil dari Laporan
Keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja,
Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris
Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
Kas 85.495 93.012 76.512
Giro Pada Bank Indonesia 746.479 1.208.374 520.444
Giro pada bank lain - pihak ketiga 218.162 175.171 183.367
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - pihak ketiga 859.831 1.814.818 1.654.826
Efek-efek - pihak ketiga 2.233.665 2.298.935 1.674.698
Tagihan derivatif - pihak ketiga 821 2.894 76
Kredit:
Pihak berelasi 1.466.245 1.337.307 1.323.013
Pihak ketiga 9.066.536 8.862.559 7.180.651
10.532.781 10.199.866 8.503.664
Cadangan kerugian penurunan nilai (263.636) (247.201) (218.438)
Jumlah 10.269.145 9.952.665 8.285.226
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 143.733 - 248.514
Tagihan akseptasi 64.558 77.253 -
Biaya dibayar dimuka 70.790 72.065 87.738
Aset tetap – bersih 937.332 31.659 31.213
Aset pajak tangguhan – bersih 127.204 124.494 223.335
Aset tak berwujud – bersih 15.457 16.806 14.691
Aset lain-lain – bersih 1.085.762 994.217 1.014.720
JUMLAH ASET 16.858.434 16.862.363 14.015.360
LIABILITAS
Liabilitas segera 154.324 89.057 69.299
Simpanan:
Pihak berelasi 1.462.790 1.765.642 1.643.570
Pihak ketiga 10.850.508 11.389.244 9.598.751
Jumlah 12.313.298 13.154.886 11.242.321
Simpanan dari bank lain - pihak ketiga 100.621 193.808 130.675
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 390.461 380.566 -
Liabilitas akseptasi 64.558 77.253 -
Liabilitas derivatif 500 1.144 137
Pinjaman yang diterima - - 867
Utang pajak 16.463 13.343 15.736
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.191 34.660 33.910
Beban yang masih harus dibayar 168.427 162.854 131.505
Liabilitas lain-lain 56.762 42.458 25.453
JUMLAH LIABILITAS 13.308.605 14.150.029 11.649.903
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.790.605 2.713.698 2.573.254
Tambahan modal disetor - bersih 1.479.449 755.772 592.219
3
Page 5
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
Penghasilan komprehensif lain 11.159 13.734 23.359
Defisit (731.384) (770.870) (823.375)
JUMLAH EKUITAS 3.549.829 2.712.334 2.365.457
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 16.858.434 16.862.363 14.015.360
LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Pendapatan dan beban operasional
Pendapatan bunga
Bunga yang diperoleh 602.263 508.860 1.096.070 928.006
Provisi dan komisi kredit 29.291 28.164 58.276 51.931
Jumlah pendapatan bunga 631.554 537.024 1.154.346 979.937
Beban Bunga
Bunga 312.696 210.469 482.935 552.431
Premi penjaminan 14.202 12.882 23.684 19.993
Jumlah beban bunga 326.898 223.351 506.619 572.424
Pendapatan bunga – bersih 304.656 313.673 647.727 407.513
Pendapatan operasi lainnya
Pendapatan transaksi valuta asing - bersih 2.275 3.931 8.897 9.699
Keuntungan bersih penjualan efek 2.430 3.053 4.398 22.435
Provisi dan komisi selain kredit - bersih 18.458 19.569 39.329 41.464
Penerimaan kembali kredit yang dihapusbuku 8.974 10.855 23.946 30.542
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek
- 412 413 (435)
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Lainnya 18.681 20.808 61.946 65.656
Jumlah pendapatan operasional lainnya 50.818 58.628 138.929 169.361
Beban kerugian penurunan nilai
Aset keuangan 44.006 70.179 113.815 71.805
Jumlah beban kerugian penurunan nilai. 44.006 70.179 113.815 71.805
Beban operasional lainnya
Umum dan administrasi 118.923 133.726 252.134 249.757
Tenaga Kerja 115.525 104.535 219.069 202.544
Beban (pembalikan) pensiun dan imbalan pasca kerja 4.392 4.418 8.489 (10.308)
Lainnya 21.033 19.531 40.042 37.745
Beban operasional lainnya 259.873 262.210 519.734 479.738
Beban operasional lainnya - bersih (253.061) (273.761) (494.620) (382.182)
Laba operasional 51.595 39.912 153.107 25.331
Pendapatan (beban) non operasional
Hasil sewa 167 61 151 176
Keuntungan penjualan aset tetap 202 16 75 51
Laba (rugi) penjualan agunan yang diambil alih (848) 4.593 2.968 1.030
Lainnya – bersih (396) (58) (2.240) (4.041)
Pedapatan (Beban) non-operasional - bersih (875) 4.612 954 (2.784)
Laba sebelum beban pajak 50.720 44.524 154.061 22.547
Beban pajak tangguhan (11.234) (9.855) (101.556) (9.679)
Laba bersih periode berjalan 39.486 34.669 52.505 12.868
Penghasilan komprehensif lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti (5.175) 4.166 2.878 2.170
Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan
1.138 (917) (633) (477)
direklasifikasi ke laba rugi
Sub jumlah (4.037) 3.249 2.245 1.693
Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi :
(Kerugian) keuntungan yang belum direalisasi atas aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan 1.874 (28.214) (15.218) (15.959)
komprehensif lain
Pajak penghasilan terkait pos yang akan direklasifikasi ke
(412) 6.207 3.348 3.511
laba rugi
Sub jumlah 1.462 (22.007) (11.870) (12.448)
Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif lain periode
(2.575) (18.758) (9.625) (10.755)
berjalan setelah pajak
Jumlah laba (rugi) komprehensif 36.911 15.911 42.880 2.113
Laba per saham (dalam Rupiah penuh)
4
Page 6
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Dasar 1,37 1,28 1,87 0,49
Dilusian 1,37 1,28 1,87 0,49
LAPORAN ARUS KAS
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Bunga, provisi dan komisi kredit yang diterima 628.502 550.699 1.157.726 999.442
Bunga dan premi pinjaman yang dibayar (326.255) (229.877) (506.591) (580.095)
Penerimaan pendapatan operasional lainnya 52.181 62.117 148.144 183.985
Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan (110.048) (96.696) (212.482) (197.239)
Pembayaran beban operasional lainnya (144.980) (133.879) (250.968) (232.668)
Penerimaan pendapatan non operasional 472 576 915 610
Pembayaran beban non operasional (700) (574) (3.004) (4.475)
Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan 99.172 152.366 333.740 169.560
liabilitas operasi
Penurunan (kenaikan) aset operasi
Efek-efek (44.214) (1.020) (505.157) 291.660
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (143.733) 103.641 248.514 42.645
Kredit (359.120) (1.198.305) (1.783.787) (1.458.512)
Tagihan derivatif 2.073 (37) (2.818) 4.111
Tagihan akseptasi 12.695 - (77.253) -
Aset lain-lain 10.336 21.240 43.540 (18.889)
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi
Liabilitas segera 65.267 27.408 19.758 (104.498)
Simpanan (841.588) 736.745 1.912.565 2.035.470
Simpanan dari bank lain (93.187) (69.316) 63.133 (359.428)
Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 9.895 - 380.566 (44.334)
Liabilitas derivatif (644) 275 1.007 8
Liabilitas akseptasi (12.695) - 77.253 -
Liabilitas lain-lain 15.668 2.546 8.298 1.319
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas (1.280.075) (224.457) 719.359 559.112
operasi
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Hasil penjualan aset tetap 394 22 587 184
Perolehan aset tetap (912.146) (12.972) (15.957) (7.290)
Perolehan aset tak berwujud (2.115) (8.842) (9.911) (2.913)
Penjualan efek dimiliki hingga jatuh tempo 29.775 - - -
Perolehan efek tersedia untuk dijual (47.965) (136.958) (133.886) (1.900.106)
Perolehan efek dimiliki hingga jatuh tempo - (2.451) - -
Penjualan efek tersedia untuk dijual 33.355 252.946 - 1.538.209
Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas (898.702) 91.745 (159.167) (371.916)
investasi
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pelaksanaan PUT & Waran IV, V 7 57 304.270 488.024
Uang muka setoran modal 802.000 - - 325.000
Biaya emisi saham (1.423) (274) (273) (917)
Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang diterima - 911 (867) (85)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 800.584 694 303.130 812.022
Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas - bersih (1.378.193) (132.018) 863.322 999.218
Kas dan setara kas pada awal tahun 3.291.375 2.435.149 2.435.149 1.449.745
Pengaruh perubahan kurs valuta asing (3.215) (4.144) (7.096) (13.814)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 1.909.967 2.298.987 3.291.375 2.435.149
Pengungkapan tambahan
Kas dan setara kas terdiri dari:
Kas 85.495 103.845 93.012 76.512
Giro pada Bank Indonesia 746.479 584.537 1.208.374 520.444
Giro pada bank lain 218.162 197.705 175.171 183.367
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 859.831 1.412.900 1.814.818 1.654.826
Jumlah 1.909.967 2.298.987 3.291.375 2.435.149
5
Page 7
RASIO-RASIO KEUANGAN PENTING
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Pertumbuhan
Pendapatan bunga - bersih (2,87%) 71,56% 58,95% 10,58%
Laba operasional 29,27% 493,49% 504,43% 11,61%
Laba (rugi) komprehensif 131,98% (211,35%) 1.929,34% (94,58%)
Aset (0,02%) 5,35% 20,31% 20,27%
Liabilitas (5,95%) 6,30% 21,46% 15,33%
Ekuitas 30,88% 0,66% 14,66% 52,49%
Permodalan
Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 30,94% 21,06% 23,62% 24,31%
Rasio Aset Produktif
Aset Produktif dan Non Produktif Bermasalah terhadap 3,34% 3,88% 3,16% 3,99%
Total Aset Produktif dan Non Produktif
Aset Produktif Bermasalah terhadap Total Aset Produktif 2,59% 2,94% 2,27% 2,94%
CKPN Aset Keuangan terhadap Aset Produktif 1,78% 1,84% 1,57% 1,71%
NPL Gross 3,68% 4,11% 3,53% 4,42%
NPL Net 2,20% 2,66% 2,21% 2,81%
Rasio Rentabilitas
Return on Asset (ROA) 0,62% 0,65% 1,04% 0,18%
Return on Equity (ROE) 2,72% 3,40% 2,50% 0,94%
Net Interest Margin (NIM) 4,32% 5,23% 4,95% 3,80%
Debt to Equity 3,75x 5,20x 5,22x 4,93x
Debt to Asset 0,79x 0,84x 0,84x 0,83x
Rasio Efisiensi
Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional 92,61% 93,30% 88,16% 97,81%
(BOPO)
Rasio Likuiditas
Loan to Funding Ratio (LFR) 84,58% 80,27% 76,96% 75,61%
Rasio Kepatuhan
Persentase Pelanggaran BMPK - - - -
GWM Utama Rupiah 13,69% 11,24% 17,56% 8,28%
PLM (GWM Sekunder) 13,58% 14,60% 11,19% 17,14%
GWM Valuta Asing 4,37% 4,82% 4,64% 4,83%
Posisi Devisa Neto 0,93% 2,03% 0,85% 2,12%
ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN
Analisis dan Pembahasan Manajemen ini harus dibaca bersama-sama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting,
Laporan keuangan tidak menjadi bagian dalam Pernyataan Pendaftaran berdasarkan POJK. Laporan keuangan
tersebut disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Analisis dan pembahasan di bawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut kinerja keuangan
Perseroan, disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang angka-angkanya diambil dari Laporan
Keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja,
Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris
Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
A. Analisis Keuangan
1. Aset
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
Kas 85.495 (8,08%) 93.012 21,57% 76.512
Giro pada Bank Indonesia 746.479 (38,22%) 1.208.374 132,18% 520.444
6
Page 8
Giro pada bank lain - pihak ketiga 218.162 24,54% 175.171 (4,47%) 183.367
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank 859.831 (52,62%) 1.814.818 9,67% 1.654.826
lain - pihak ketiga
Efek-efek - pihak ketiga 2.233.665 (2,84%) 2.298.935 37,27% 1.674.698
Tagihan derivatif - pihak ketiga 821 (71,63%) 2.894 3707,89% 76
Kredit:
Pihak berelasi 1.466.245 9,64% 1.337.307 1,08% 1.323.013
Pihak ketiga 9.066.536 2,30% 8.862.559 23,42% 7.180.651
10.532.781 3,26% 10.199.866 19,95% 8.503.664
Cadangan kerugian penurunan nilai (263.636) 6,65% (247.201) 13,17% (218.438)
Jumlah 10.269.145 3,18% 9.952.665 20,13% 8.285.226
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual 143.733 100,00% - (100,00%) 248.514
kembali
Tagihan akseptasi 64.558 (16,43%) 77.253 100,00% -
Biaya dibayar dimuka 70.790 (1,77%) 72.065 (17,86%) 87.738
Aset tetap – bersih 937.332 2.860,71% 31.659 1,43% 31.213
Aset pajak tangguhan – bersih 127.204 2,18% 124.494 (44,26%) 223.335
Aset tak berwujud – bersih 15.457 (8,03%) 16.806 14,40% 14.691
Aset lain-lain – bersih 1.085.762 9,21% 994.217 (2,02%) 1.014.720
JUMLAH ASET 16.858.434 (0,02%) 16.862.363 20,31% 14.015.360
Total Aset Perseroan per 30 Juni 2023 sebesar Rp16.858.434 juta, sedikit mengalami penurunan 0,02%
dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.862.363 juta. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 3,26%
dari Rp10.199.866 juta pada 31 Desember 2022 menjadi Rp10.532.781 juta pada 30 Juni 2023. Aset tetap
meningkat 2.860,71% dari Rp31.659 juta pada 31 Desember 2022 menjadi Rp937.332 juta pada 30 Juni
2023 yang berasal dari pembelian aset tanah dan bangunan Gedung MNC Bank Tower untuk mendukung
kegiatan operasional Perseroan.
Total Aset Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar Rp16.862.363 juta, naik 20,31% dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar Rp14.045.360 juta. Peningkatan aset Bank didorong oleh peningkatan dana pihak
ketiga yang diikuti dengan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit Bank tumbuh 19,95% menjadi
Rp10.199.866 juta dari tahun 2021 sebesar Rp8.503.664 juta, hal tersebut sejalan dengan strategi Bank
yang berfokus pada penyaluran kredit produktif yaitu modal kerja dan kredit investasi secara selektif dan
sesuai prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking).
Kas
Posisi Kas Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp85.495 juta, turun 8,08% dibandingkan akhir tahun
2022 yang sebesar Rp93.012 juta, penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya kas Bank dalam
bentuk Rupiah sebesar Rp7.712 juta. Pada 31 Desember 2022 Posisi Kas Perseroan tercatat sebesar
Rp93.012 juta, naik 21,57% dibandingkan akhir tahun 2021 yang sebesar Rp76.512 juta, kenaikan kas
sejalan dengan strategi Perseroan dalam mengelola likuiditas dalam menjalankan operasional bisnis.
Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Indonesia turun 38,22% dari Rp1.208.374 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp746.479
juta pada 30 Juni 2023. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya dana pihak ketiga bank. Pada 31
Desember 2022 Giro pada Bank Indonesia naik 132,18% dari Rp520.444 juta pada tahun 2021 menjadi
Rp1.208.374 juta pada tahun 2022, peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga
bank.
Giro pada bank lain
Giro pada bank lain naik 24,54% dari Rp175.171 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp218.162 juta pada
30 Juni 2023, peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan transaksi nasabah terutama transaksi
valuta asing. Giro pada bank lain pada Tahun 2022 turun 4,47% menjadi Rp175.171 juta dari Rp183.367
juta pada 2021.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain turun sebesar 52,62% dari Rp1.814.818 juta pada akhir
tahun 2022 menjadi Rp859.831 juta pada 30 Juni 2023, terutama penurunan pada fasilitas simpanan pada
Bank Indonesia. Penurunan tersebut disebabkan dialokasikan untuk meningkatkan kredit Perseroan dan
pembelian gedung MNC Bank Tower. Sedangkan, Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
tercatat meningkat dari 31 Desember 2021 dari Rp 1.654.826 juta menjadi Rp1.814.818 juta pada 2022.
7
Page 9
Peningkatan tersebut berasal dari penambahan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia sebagai upaya untuk
optimalisasi likuiditas Perseroan pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.
Efek-Efek
Investasi pada instrumen efek sedikit mengalami penurunan dari Rp2.298.935 juta pada akhir tahun 2022
menjadi Rp2.233.665 juta pada 30 Juni 2023. Penurunan tersebut dialokasikan untuk meningkatkan
kredit Perseroan dalam upaya optimalisasi likuiditas pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.
Sedangkan pada tahun 2022 Investasi pada instrumen efek meningkat menjadi Rp2.298.935 juta dari
tahun 2021 sebesar Rp1.674.698 juta pada 2021, terutama efek pada biaya perolehan diamortisasi dan
nilai wajar melalui laba rugi. Kenaikan tersebut juga dalam rangka optimalisasi excess likuiditas
Perseroan.
Kredit
Kredit Perseroan tumbuh 3,26% dari Rp10.199.866 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp10.532.781
juta pada 30 Juni 2023. Pertumbuhan kredit terutama disebabkan adanya kenaikan kredit modal kerja
yang naik sebesar 5,44%. Pada 31 Desember 2022 Kredit Bank tumbuh 19,95% dari Rp8.503.663 juta pada
2021 menjadi Rp10.199.866 juta pada 2022. Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh kredit commercial
terutama pada segmen Wholesale yang meningkat sebesar 50,31%, sedangkan kredit consumer masih
terkontraksi sebesar 12,51% terutama untuk segmen mortgage dan credit card.
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dibentuk sebagai mitigasi atas potensi kerugian yang mungkin
muncul akibat terjadinya penurunan nilai aset keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
CKPN Perseroan tahun 30 Juni 2023 sebesar Rp263.636 juta naik 6,65% dari akhir tahun 2022 sebesar
Rp247.201 juta, sedangkan untuk tahun 2022 CKPN Perseroan meningkat 13,17% dibandingkan tahun
2021 yang sebesar Rp218.438 juta. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit
Perseroan dan kebijakan Perseroan untuk meningkatkan coverage ratio CKPN.
Efek-Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali per 30 Juni 2023 sebesar Rp143.733 juta naik
dibandingkan posisi akhir tahun 2022 yang sebesar nihil. Kenaikan tersebut terutama dalam rangka
optimalisasi excess likuiditas Bank. Pada 31 Desember 2022 Investasi pada instrumen efek-efek yang
dibeli dengan janji dijual kembali adalah nihil dari sebelumnya pada 2021 sebesar Rp248.514 juta pada
2021. Penurunan tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kredit Perseroan dalam upaya optimalisasi
likuiditas pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.
Aset Tetap
Aset tetap Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp937.332 juta, meningkat signifikan dari akhir tahun
2022 yang sebesar Rp31.659. Kenaikan tersebut berasal dari pembelian tanah dan bangunan Gedung
MNC Bank Tower untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Pada 31 Desember 2022 aset tetap
tumbuh 1,43% dari Rp31.213 juta pada 2021 menjadi Rp31.659 juta pada 2022.
Aset Lain-lain
Aset lain-lain Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp1.085.762 juta, meningkat 9,21% dibanding akhir
tahun 2022 sebesar Rp994.217 juta. Kenaikan aset lain-lain terutama disebabkan peningkatan titipan
penjualan surat berharga dan peningkatan pendapatan bunga yang masih akan diterima. Aset lain-lain
Perseroan tahun 2022 sebesar Rp994.217 juta, sedikit mengalami penurunan sebesar 2,02% dibanding
tahun 2021 sebesar Rp1.014.720 juta. Penurunan aset lain-lain salah satunya disebabkan penurunan
biaya yang ditangguhkan terkait pengembangan sistem dan aplikasi dari tahun 2021 sebesar Rp31.319
juta menjadi Rp22.262 juta dan penurunan agunan yang diambil alih dari tahun 2021 sebesar Rp788.328
juta menjadi Rp782.119 juta di tahun 2022.
2. Liabilitas
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
Liabilitas segera 154.324 73,29% 89.057 28,51% 69.299
Simpanan:
8
Page 10
Pihak berelasi 1.462.790 (17,15%) 1.765.642 7,43% 1.643.570
Pihak ketiga 10.850.508 (4,73%) 11.389.244 18,65% 9.598.751
Jumlah 12.313.298 (6,40%) 13.154.886 17,01% 11.242.321
Simpanan dari bank lain - pihak ketiga 100.621 (48,08%) 193.808 48,31% 130.675
Efek yang dijual dengan janji dibeli
390.461 2,60% 380.566 100,00% -
kembali
Liabilitas akseptasi 64.558 (16,43%) 77.253 100,00% -
Liabilitas derivatif 500 (56,29%) 1.144 735,04% 137
Pinjaman yang diterima - - - (100,00%) 867
Utang pajak 16.463 23,38% 13.343 (15,21%) 15.736
Liabilitas imbalan pasca kerja 43.191 24,61% 34.660 2,21% 33.910
Beban yang masih harus dibayar 168.427 3,42% 162.854 23,84% 131.505
Liabilitas lain-lain 56.762 33,69% 42.458 66,81% 25.453
JUMLAH LIABILITAS 13.308.605 (5,95%) 14.150.029 21,46% 11.649.903
Liabilitas Segera
Liabilitas segera Perseroan meningkat pada 30 Juni 2023 menjadi sebesar Rp154.324 juta dari akhir tahun
2022 sebesar Rp89.057. Kenaikan tersebut terutama disebabkan kenaikan titipan pembelian surat
berharga yang naik sebesar Rp44.096 juta, transafer dana dalam ATM yang naik sebesar Rp18.962 atau
119,0% dan titipan nasabah yang naik sebesar Rp14.769 juta atau 67,4%. Liabilitas segera Perseroan
meningkat di tahun 2022 menjadi sebesar Rp89.057 juta dari tahun sebelumnya Rp69.299 juta.
Peningkatan tersebut terutama dari peningkatan titipan dana kliring sebesar Rp9.501 juta, peningkatan
titipan nasabah sebesar Rp5.311 juta dan peningkatan titipan transfer dana dalam ATM sebesar Rp3.661
juta.
Simpanan
Jumlah simpanan nasabah Perseroan mencapai Rp12.313.298 juta pada 30 Juni 2023 atau turun 6,40%
dari Rp13.154.886 juta pada akhir tahun 2022. Penurunan tersebut terutama pada giro dan deposito yang
masing-masing turun sebesar 9,47% dan 7.98%. Porsi dana murah Perseroan dilihat dari rasio CASA pada
30 Juni 2023 meningkat menjadi 25,62% jika dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar
24,34%. Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseroan pada tahun 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan
dengan tahun 2021 sebesar 17,01% (yoy) menjadi Rp13.154.886 juta dari sebelumnya sebesar
Rp11.242.321 juta di tahun 2021, seiring dengan berjalannya program berhadiah untuk meningkatkan
tabungan dan suku bunga deposito yang diminati masyarakat. Komposisi Dana Pihak Ketiga Perseroan
masih didominasi produk deposito berjangka dengan kontribusi masing-masing mencapai 74,38%,
75,66% dan 71,11% pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan 2021.
Simpanan dari Bank Lain
Simpanan dari bank lain terdiri dari giro, tabungan, deposito dan call money sebagai salah dari fasilitas
pendanaan jangka pendek antar bank. Pada 30 Juni 2023, pos ini mencapai Rp100.621 juta turun
dibandingkan akhir tahun 2022 yang sebesar Rp193.808 juta. Pada tahun 2022, simpanan dari bank lain
meningkat menjadi Rp193.808 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp130.675 juta.
Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya perolehan diamortisasi. Efek-efek ini terdiri dari Obligasi Pemerintah Republik Indonesia,
Pada 30 Juni 2023, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali naik sebesar 2,60% jika dibandingkan
dengan tahun 2022 yang sebesar Rp380.566 juta. Sedangkan pada tahun 2021 perseroan tidak memiliki
efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali. Instrumen ini merupakan salah satu fasilitas pendanaan
untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek Perseroan.
3. Ekuitas
(dalam jutaan rupiah)
Keterangan 30 Juni 31 Desember 31 Desember
2023 2022 2021
Modal ditempatkan dan disetor penuh 2.790.605 2,83% 2.713.698 5,46% 2.573.254
Tambahan modal disetor - bersih 1.479.449 95,75% 755.772 27,62% 592.219
Penghasilan komprehensif lain 11.159 (18,75%) 13.734 (41,20%) 23.359
Defisit (731.384) (5,12%) (770.870) (6,38%) (823.375)
JUMLAH EKUITAS 3.549.829 30,88% 2.712.334 14,66% 2.365.457
9
Page 11
Jumlah Ekuitas Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp3.549.829 juta, naik 30,88% dibanding akhir
tahun 2022 yang sebesar Rp2.712.334 juta. Kenaikan ekuitas terutama disebabkan oleh peningkatan
tambahan modal disetor yang berasal dari dana setoran modal sebesar Rp802.000 miliar. Sementara,
Ekuitas Bank pada 2022 sebesar Rp2.712.334 juta, naik 14,66% jika dibanding tahun 2021 yang sebesar
Rp2.365.457 juta. Peningkatan ekuitas tersebut terutama dari penambahan modal saham dari
Penawaran Umum Terbatas (PUT) IX, pelaksanaan waran dan penambahan setoran modal melalui
Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) oleh Pemegang Saham
Pengendali Bank yaitu PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP).
4. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Pendapatan bunga 631.554 17,60% 537.024 1.154.346 17,80% 979.937
Beban bunga 326.898 46,36% 223.351 506.619 (11,50%) 572.424
Pendapatan bunga - bersih 304.656 (2,87%) 313.673 647.727 58,95% 407.513
Pendapatan operasi lainnya 50.818 (13,32%) 58.628 138.929 (17,97%) 169.361
Beban kerugian penurunan nilai 44.006 (37,29%) 70.179 113.815 58,51% 71.805
Beban operasional lainnya 259.873 (0,89%) 262.210 519.734 8,34% 479.738
Beban operasional lainnya - bersih (253.061) (7,56%) (273.761) (494.620) 29,42% (382.182)
Laba operasional 51.595 29,27% 39.912 153.107 504,43% 25.331
Pedapatan (Beban) non-operasional –
(875) (118,97%) 4.612 954 (134,27%) (2.784)
bersih
Laba sebelum beban pajak 50.720 13,92% 44.524 154.061 583,29% 22.547
Beban pajak tangguhan (11.234) 13,99% (9.855) (101.556) 949,24% (9.679)
Laba bersih tahun berjalan 39.486 13,89% 34.669 52.505 308,03% 12.868
Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun (2.575) (86,27%) (18.758) (9.625) (10,51%) (10.755)
berjalan setelah pajak
Jumlah laba (rugi) komprehensif 36.911 131,98% 15.911 42.880 1929,34% 2.113
Laba per saham (dalam Rupiah penuh)
Dasar 1,37 1,28 1,87 0,49
Dilusian 1,37 1,28 1,87 0,49
Laba Bersih dan Penghasilan Komprehensif Lain
Pada 30 Juni 2023, Perseroan membukukan Laba bersih sebesar Rp39.486 juta, naik 13,89% dari periode
Juni 2022 yang sebesar Rp34.669 juta. Di tahun 2022, Perseroan menunjukan kinerja positif dengan
mencatatkan laba bersih yang meningkat signifikan menjadi Rp52.505 juta, meningkat 308,03% (yoy)
dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp12.868 juta. Kenaikan laba bersih Perseroan terutama disebabkan
peningkatan pendapatan bunga atas kredit, hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan
pendapatan bunga melalui penyaluran kredit yang selektif.
Rugi komprehensif lain menurun Rp16.183 juta atau (86,27%) menjadi Rp2.575 juta pada periode 30 Juni
2023 jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp18.758 juta
disebabkan peningkatan keuntungan yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Pada 31 Desember 2022 rugi komprehensif lain Perseroan
tercatat sebesar Rp9.625 juta, turun sebesar 10,51% dari tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp10.755 juta,
hal ini disebabkan oleh penurunan rugi yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga terutama diperoleh dari kegiatan penempatan dana Perseroan dalam bentuk kredit
yang diberikan. Perseroan juga memperoleh pendapatan bunga dari Efek-Efek yang dimiliki,
Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, dan Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain.
Sepanjang periode 30 Juni 2023 pendapatan bunga Perseroan naik 17,60% dari Rp537.024 juta pada
periode 30 Juni 2022 menjadi Rp631.554 juta. Peningkatan tersebut disebabkan peningkatan
pendapatan bunga kredit sebesar 13,47% dari Rp445.857 juta pada periode 30 Juni 2022 menjadi
Rp505.893 juta pada periode 30 Juni 2023, diikuti dengan peningkatan pendapatan atas efek-efek yang
meningkat sebesar Rp20.095 atau 48,16% terutama pada efek-efek yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi.
10
Page 12
Sepanjang tahun 2022 pendapatan bunga Bank naik 17,80% dari Rp979.937 juta di tahun 2021 menjadi
Rp1.154.346 juta. Peningkatan tersebut dikontribusi dari peningkatan pendapatan bunga atas
penyaluran kredit, serta penempatan pada surat berharga (efek-efek) dan penerimaan atas provisi dan
komisi kredit.
Beban Bunga
Beban bunga Perseroan terdiri dari beban bunga simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan,
giro dan simpanan dari bank lain, serta beban premi penjaminan.
Pada periode 30 Juni 2023, beban bunga Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 46,36% menjadi Rp326.898 juta dari periode sebelumnya
sebesar Rp223.351 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan suku bunga simpanan
sejalan dengan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia. Pada 31 Desember 2022 Bank dapat
menurunkan beban bunga sebesar 11,50% menjadi Rp506.619 juta dari tahun sebelumnya sebesar
Rp572.424 juta, nenurunan tersebut terutama disebabkan penurunan suku bunga simpanan sejalan
dengan upaya Perseroan untuk menekan biaya dana (cost of fund) dengan menurunkan bunga simpanan
terutama deposito
Pendapatan Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya merupakan pendapatan yang berasal dari pendapatan transaksi valuta
asing – bersih, keuntungan (kerugian) bersih penjualan efek-efek, provisi dan komisi selain kredit,
penerimaan kembali kredit yang dihapus buku, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan lainnya.
Pendapatan operasional lainnya pada periode 30 Juni 2023 menurun menjadi Rp50.818 juta
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp58.628 juta. Penurunan
tersebut terutama disebabkan penurunan dari penerimaan kembali kredit yang dihapus buku sebesar
Rp1.881 juta atau 17,33%, penurunan pendapatan dari transaksi valuta asing sebesar Rp1.656 juta atau
42,13% serta penurunan pendapatan dari provisi dan komisi selain kredit sebesar Rp1.111 juta atau
5,68%.
Pendapatan operasional lainnya sepanjang tahun 2022 turun menjadi Rp138.929 atau menurun
(17,97%) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp169.361 juta. Penurunan tersebut terutama
disebabkan penurunan keuntungan bersih penjualan efek yang turun sebesar Rp18.037 juta karena
volatilitas pasar surat berharga yang terjadi selama tahun 2022 sebagai dampak dari kebijakan The Fed
untuk meningkatkan suku bunga acuan.
Beban Operasional Lainnya
Beban operasional lainnya terdiri dari beban umum dan administrasi, beban tenaga kerja, dan beban
pensiun dan imbalan pasca kerja.
Pada 30 Juni 2023, beban operasional lainnya sebesar Rp259.873 juta menurun sebesar 0,89% jika
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp262.210 juta.
Penurunan tersebut terutama dikontribusi oleh penurunan beban umum dan administrasi sebesar
11,07% yang disebabkan oleh penurunan biaya sewa gedung dan biaya pemeliharaan.
Beban operasional lainnya pada tahun 2022 meningkat sebesar Rp39.996 juta atau 8,34% menjadi
Rp519.734 juta dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp479.738 juta, terutama disebabkan oleh
kenaikan beban pensiun dan imbalan pasca kerja sebesar Rp18.797 juta menjadi Rp8.489, serta kenaikan
beban tenaga kerja sebesar Rp16.525 juta menjadi Rp219.069 juta pada tahun 2022. Kenaikan pada
beban tenaga kerja terutama dikontribusikan oleh peningkatan jumlah karyawan dalam mendukung
ekspansi bisnis Bank.
Pendapatan (Beban) Non Operasional - Bersih
Komponen dari Pendapatan (Beban) Non Operasional adalah hasil sewa, keuntungan penjualan dan
penghapusan aset tetap/tidak berwujud serta keuntungan (kerugian) penjualan agunan yang diambil
alih.
11
Page 13
Laba Bersih tahun berjalan
Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba serta kinerja positif sampai dengan periode 30 Juni
2023. Laba bersih Perseroan tumbuh sebesar 13,89%, dari Rp34.669 juta pada 30 Juni 2022 menjadi
Rp39.486 juta pada periode 30 Juni 2023. Sementara itu, kinerja positif Perseroan pada 31 Desember
2022 jika dibandingkan dengan 31 Desember 2021 laba bersih perseroan tumbuh signifikan sebesar
308,03%, pencapaian positif ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih seiring dengan
peningkatan penyaluran kredit, serta keberhasilan Perseroan menurunkan beban bunga (cost of fund).
5. Laporan Arus Kas
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2022 2021
Kas bersih diperoleh dari (digunakan
(1.280.075) 470,30% (224.457) 719.359 28,66% 559.112
untuk) aktivitas operasi
Kas bersih diperoleh dari (digunakan
(898.702) (1.079,57%) 91.745 (159.167) (57,20%) (371.916)
untuk) aktivitas investasi
Kas bersih diperoleh dari aktivitas
800.584 115.257,93% 694 303.130 (62,67%) 812.022
pendanaan
Kenaikan (penurunan) bersih kas dan
(1.378.193) 943,94% (132.018) 863.322 (13,60%) 999.218
setara kas – bersih
Kas dan setara kas pada awal tahun 3.291.375 35,16% 2.435.149 2.435.149 67,97 1.449.745
Pengaruh perubahan kurs valuta asing (3.215) (22,42%) (4.144) (7.096) (48,63%) (13.814)
Kas dan setara kas pada akhir tahun 1.909.967 (16,92%) 2.298.987 3.291.375 35,16 2.435.149
Arus kas Perseroan utama bersumber dari pendapatan bunga, provisi dan komisi kredit, pendapatan
lainnya dari transaksi nasabah seperti transfer, billing payment; transaksi fixed income dan valuta asing.
Pendapatan tersebut diatas setelah dikurangi biaya bunga, komisi yang dibayar, biaya operasional dan
non-operasional akan menghasilkan arus kas operasional.
Selanjutnya untuk arus kas dari aktivitas investasi berasal dari perolehan atau penjualan aset tetap dan
aset tak berwujud dan perolehan dari penjualan dan pembelian efek tersedia untuk dijual.
Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berasal dari penambahan modal saham yang sudah dikurangi
dengan biaya emisi.
a. Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp1.280.075 juta untuk periode 30 Juni
2023 naik sebesar Rp1.055.618 juta jika dibandingkan periode 30 Juni 2022 yang sebesar Rp224.457
juta. Kenaikan tersebut terutama dikontribusi oleh peningkatan penyaluran kredit Perseroan.
Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2022 sebesar Rp719.359 juta
naik 28,66% dari tahun 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan bunga,
provisi, dan komisi kredit yang diterima.
b. Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp898.702
juta terutama digunakan untuk perolehan aset tetap serta pembelian efek-efek. Sementara itu, pada
periode 30 Juni 2022 arus kas yang diperoleh dari aktivitas investasi terutama diperoleh dari
penjualan efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Untuk
periode 31 Desember 2022 dan 2021 arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama
digunakan untuk pembelian efek-efek, sebagai upaya optimalisasi excess likuiditas Bank.
a. Arus kas diperoleh dari aktivitas pendanaan
Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk periode 30 Juni 2023 sebesar Rp800.584 juta
terutama berasal dari dana setoran modal. Sementara itu, pada 31 Desember 2022 dan 2021 arus
kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan terutama bersumber dari penambahan modal melalui
Penawaran Umum Terbatas, pelaksanaan waran dan penempatan dana setoran modal dari
pemegang saham pengendali.
12
Page 14
6. Rasio-rasio Penting Perseroan
a. Rentabilitas
Imbal Hasil Investasi (Return on Asset/ROA)
Imbal hasil investasi adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun
berjalan dari aset yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif
tahun berjalan dengan jumlah aset dan rasio tersebut terus membaik dari tahun ke tahun. Return
on Asset (ROA) Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 0,62% sedikit
turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 0,65% disebabkan peningkatan rata-
rata total aset Perseroan dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 tercatat
sebesar 1,04% dan 0,18%, peningkatan ROA dikontribusi dari peningkatan laba sebelum pajak
Perseroan.
Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE)
Imbal hasil ekuitas adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun
berjalan dari ekuitas yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif
tahun berjalan dengan jumlah ekuitas. Return on Equity (ROE) Perseroan untuk periode yang
berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 2,72% turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang
sebesar 3,40% disebabkan peningkatan ekuitas seiring dengan dana setoran modal yang diterima
oleh Perseroan dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 tercatat sebesar
2,50% dan 0,94%, peningkatan ROE dikontribusi dari peningkatan laba bersih Perseroan.
Net Interest Margin (NIM)
Rasio Net Intereset Margin (NIM) Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar
4,32% turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,32%. Penurunan tersebut
disebabkan penurunan pendapatan bunga bersih seiring dengan peningkatan suku bunga acuan
Bank Indonesia dan peningkatan rata-rata aset produktif Perseroan dibandingkan periode yang
sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada 31 Desember 2022 sebesar 4,95% meningkat dari tahun
2021 sebesar 3,80%. Peningkatan tersebut disebabkan peningkatan pendapatan bunga kredit
seiring peningkatan penyaluran kredit dan keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban bunga
dana pihak ketiga.
Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)
Rasio BOPO adalah rasio untuk mengukur tingkat efisiensi yang dicapai. BOPO Perseroan untuk
periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 92,61% menurun dibandingkan periode yang sama
tahun sebelumnya yang sebesar 93,30%. Pada 31 Desember 2022 BOPO Perseroan juga mengalami
penurunan dari 97,81% di tahun 2021 menjadi 88,16% di tahun 2022. Penurunan tersebut
menunjukan Perseroan dapat meningkatkan profitabilitas dengan tetap memperhatikan efisiensi
biaya.
b. Likuiditas
Permodalan
Rasio kecukupan modal perbankan/CAR (Capital Adequacy Ratio) adalah rasio yang mengukur
kemampuan bank dalam menyerap risiko kerugian. CAR merupakan salah satu indikator penting
dalam menilai kesehatan suatu bank. Bank dengan CAR yang tinggi memiliki kemampuan yang lebih
baik dalam menyerap risiko kerugian, sehingga lebih tahan terhadap guncangan ekonomi.
Pada 30 Juni 2023, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan sebesar 30,94%, dan masih
berada di atas ketentuan modal minimum sebesar 10,00%. Secara struktur permodalan, hingga
periode 30 Juni 2023, Bank memiliki modal inti (Tier 1) sebesar Rp3.337.680 juta dan modal
pelengkap (Tier 2) sebesar Rp86.549 juta. Rasio Tier 1 mencapai 30,16% atau di atas ketentuan
minimum rasio Tier 1 sebesar 6,00%, dan rasio CET 1 sebesar 30,16% atau di atas kententuan
minimum rasio CET 1 sebesar 4,50%.
13
Page 15
Loan to Funding Ratio (LFR)
Perseroan berpendapat bahwa dana yang diperoleh dari masyarakat harus dapat dipergunakan
secara maksimum untuk mengoptimalkan laba tanpa mengganggu likuiditas Perseroan. Salah satu
tolak ukur yang dipergunakan adalah rasio LFR yang dibahas dalam setiap rapat ALCO.
LFR merupakan perbandingan antara pinjaman dengan simpanan. Rasio LFR untuk periode yang
berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 84,58% meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama
pada tahun sebelumnya yang sebesar 80,27%. Pada 31 Desember 2022 LFR Perseroan juga
mengalami peningkatan menjadi 76,96% dari 75,61% ditahun 2021. Peningkatan LFR sejalan dengan
peningkatan penyaluran kredit oleh Perseroan.
Dalam menjaga likuiditas Perseroan juga memiliki sumber internal likuiditas salah satunya berasal
dari komponen aset seperti aset kredit yang akan jatuh tempo serta aset yang bersifat likuid (asset
likuid) seperti kas, surat berharga dimana Perseroan mampu memenuhi salah satu rasio likuiditas
AL/DPK dan mampu menjaga rasio tersebut diatas threshold yang ditetapkan. Selain dari Perseroan
sendiri, likuiditas dapat berasal dari grup MNC. Sedangkan sumber eksternal likuiditas antara lain
berasal dari dana pihak ketiga (DPK) berupa Giro, Tabungan dan Deposito dan pasar uang antar
bank, serta fasilitas pinjaman kepada Bank Indonesia. Untuk pasar uang saat ini Perseroan memiliki
line dengan Bank lain.
Jika modal kerja tidak mencukupi, Perseroan dapat memperoleh sumber likuiditas dari grup MNC.
Dari sumber eksternal, likuiditas dapat diperoleh antara lain dari dana pihak ketiga (DPK) berupa
Giro, Tabungan dan Deposito dan pasar uang antar bank, serta fasilitas pinjaman kepada Bank
Indonesia. Untuk pasar uang antar bank saat ini Perseroan memiliki line dengan bank lain. Selain itu,
Perseroan saat ini memiliki sumber likuiditas dari aset surat berhaga yang dimiliki dimana surat
berharga tersebut dapat dijual atau direpokan untuk mendapatkan likuditas. Namun demikian,
surat berharga yang ada belum digunakan untuk dijual atau di repokan mengingat kondisi likuiditas
Perseroan saat ini masih terjaga dengan baik. Selain itu juga Perseroan memiliki fasilitas pinjaman
kepada Bank Indonesia yang dapat digunakan pada saat terjadi krisis namun hingga saat ini
Perseroan tidak menggunakan fasilitas tersebut.
Tidak terdapat kecendrungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian,
dan/atau ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan
yang material terhadap likuiditas Perseroan.
Dana pihak ketiga Perseroan saat ini terkonsentrasi dalam jangka pendek (1 dan 3 bulan) secara
kontraktual, namun demikian dengan pendekatan behavioral analysis, 70% nasabah Perseroan akan
melakukan roll over sehingga secara likuiditas tetap terjaga. Meskipun demikian, terdapat beberapa
kemungkinan dimana nasabah melakukan penarikandana secara tiba-tiba, dimana secara umum
disebabkan oleh kebutuhan operasional nasabah tersebut. Namun Perseroan telah melakukan
mitigasi atas risiko tersebut dengan berkoordinasi dengan senantiasa menjaga kecukupan rasio
AL/DPK di atas threshold.
Giro Wajib Minimum (GWM)
Pemenuhan GWM telah sesuai dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tentang GWM Bank Umum Bagi Bank
Umum Konvensional dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
syariah, dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 23/16/PBI/2021
tanggal 17 Desember 2021 dan PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 1 Maret 2022. PBI tersebut dijelaskan
dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018
sebagaimana telah diubah beberapa kali, dengan PADG No. 23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember
2021, PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022, PADG No. 24/8/PADG/2022 tanggal 1 Juli
2022, dan PADG nomor 2 tahun 2023 tanggal 24 Maret 2023 tentang Perubahan atas Peraturan
Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan
Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
Syariah, dan Unit Usaha Syariah.
14
Page 16
Sedangkan, rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung berdasarkan Peraturan
Bank Indonesia (PBI) No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 sebagaimana telah diubah beberapa
kali dengan PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 21 Desember 2021, dan PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal
31 Oktober 2022 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas
Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, yang
mengatur perubahan istilah GWM sekunder menjadi PLM dan GWM Loan to Funding Ratio (LFR)
menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).
Selama ini Perseroan selalu berusaha memenuhi GWM atas dana pihak ketiga yang berhasil
dihimpun oleh Perseroan. Berikut adalah tingkat GWM Perseroan per 30 Juni 2023 dan
31 Desember 2022 dan 2021:
Keterangan 30 Juni 31 Desember 31 Desember
2023 2022 2021
GWM Primer Rupiah 13,69% 17,56% 8,28%
Harian 6,40% 9,06% 4,50%
Rata-rata 7,29% 8,50% 3,78%
GWM Primer Valuta Asing 4,37% 4,64% 4,83%
PLM / GWM Sekunder 13,58% 11,19% 17,14%
Ketentuan BI untuk GWM Primer Harian (Rp) 0,00% 0,00% 0,00%
Ketentuan BI untuk GWM Primer Rata-rata (Rp) 9,00% 9,00% 3,00%
Ketentuan BI untuk GWM Primer Valuta Asing 4,00% 4,00% 4,00%
Ketentuan BI untuk PLM / GWM Sekunder 6,00% 6,00% 6,00%
Sesuai surat BI No. 25/101/DKMP/Srt/B tanggal 30 Mei 2023, Perseroan memperoleh insentif 1,9%
untuk GWM rata-rata periode 1 Juni 2023 sampai dengan 31 Agustus 2023, sehingga GWM rata-
rata yang harus dipenuhi menjadi 7,10%.
Sesuai surat BI No. 24/228/DKMP/Srt/B tanggal 28 November 2022, Perseroan memperoleh insentif
1,5% untuk GWM rata-rata periode 1 Desember 2022 sampai dengan 28 Februari 2023, sehingga
GWM rata-rata yang harus dipenuhi menjadi 7,50%.
c. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
BMPK adalah persentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana atau pemberian kredit
yang diperkenankan terhadap modal bank. Aturan tentang BMPK ini telah ditetapkan oleh Otoritas
Jasa Keuangan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No.32/POJK.03/2018 tanggal 26
Desember 2018 dan terakhir diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK
No.38/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019.
Pada periode 30 Juni 2023, 31 Desember 2022 dan 2021, Perseroan tidak memiliki debitur baik pihak
terkait maupun tidak terkait yang tidak memenuhi atau melampaui Batas Maksimum Pemberian
Kredit (BMPK).
7. Prinsip-prinsip Perbankan yang Sehat
a. Rasio KPMM
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun
2022 tentang perubahan kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 11/POJK.03/2016,
Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai dengan profil risiko. Selain kebutuhan untuk
memenuhi modal minimum berdasarkan profil risiko, Bank juga berkewajiban untuk menyediakan
tambahan modal penyangga (buffer) dengan rincian sebagai berikut : (i) Capital Conservation Buffer,
(ii) Countercyclical Buffer, dan (iii) Capital Surcharge untuk Domestic Systemically Important Bank
(D-SIB). Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan 2021 persentase tambahan modal
penyangga yang wajib dibentuk oleh Bank adalah nihil.
15
Page 17
Tabel berikut ini menunjukkan rasio KPMM Perseroan per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan
2021:
30 Juni 31 Desember 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
Rasio KPMM - Risiko Kredit, Operasional
30,94% 23,62% 24,31%
dan Pasar
Pada 30 Juni 2023, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan sebesar 30,94%, dan masih berada
di atas ketentuan modal minimum sebesar 10,00%. Secara struktur permodalan, hingga periode 30
Juni 2023, Bank memiliki modal inti (Tier 1) sebesar Rp3.337.680 juta dan modal pelengkap (Tier 2)
sebesar Rp86.549 juta. Rasio Tier 1 mencapai 30,16% atau di atas ketentuan minimum rasio Tier 1
sebesar 6,00%, dan rasio CET 1 sebesar 30,16% atau di atas kententuan minimum rasio CET 1
sebesar 4,50%.
b. Kualitas Aset Produktif (Asset Quality Ratio)
Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, efek-efek, kredit, tagihan
akseptasi termasuk komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif. Bank Indonesia telah
menetapkan ketentuan mengenai klasifikasi atas kualitas aset produktif yang mengharuskan bank-
bank mengkategorikan setiap aset produktif menjadi salah satu dari 5 (lima) kategori dan
menetapkan jumlah minimum persentase penyisihan penghapusan yang wajib dibentuk. Sementara
aset non-produktif yang dinilai kualitasnya terdiri dari agunan yang diambil alih (AYDA) dan properti
terbengkalai sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dalam penentuan kualitas aset dan
penyisihan penghapusan aset mengacu pada POJK No.40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019
tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.
Tabel berikut menunjukkan kualitas kredit yang diberikan Perseroan berdasarkan kolektibilitas pada
tanggal-tanggal sebagai berikut:
(dalam jutaan rupiah)
Kualitas Kredit 30 Juni 31 Desember 31 Desember
2023 2022 2021
Lancar 9.091.216 1,87% 8.924.159 20,47% 7.407.650
Dalam Perhatian Khusus 1.058.585 15,31% 918.009 27,40% 720.569
Kurang Lancar 43.460 108,74% 20.820 (28,10%) 28.957
Diragukan 25.492 23,82% 20.588 (31,02%) 29.848
Macet 314.028 (0,72%) 316.290 (0,11%) 316.640
Jumlah bruto 10.532.781 3,26% 10.199.866 19,95% 8.503.664
Dikurangi: Cadangan kerugian
(263.636) 6,65% (247.201) 13,17% (218.438)
penurunan nilai
Jumlah bruto 10.269.145 3,18% 9.952.665 20,13% 8.285.226
Rasio NPL Gross 3,68% 3,53% 4,42%
Rasio NPL Net 2,20% 2,21% 2,81%
Rasio kredit bermasalah terhadap total kredit Perseroan (Rasio NPL Gross) terus mengalami
perbaikan dari tahun 2021 sebesar 4,42% menjadi 3,53% akhir tahun 2022 dan pada 30 Juni 2023
sebesar 3,68%. Hal ini diikuti juga dengan rasio NPL Net pada tahun 2021 sebesar 2,81% menjadi
2,21% akhir tahun 2022 dan pada 30 Juni 2023 tercatat sebesar 2,20%. Manajemen terus berupaya
melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap aset-aset bermasalah, melakukan monitoring
secara intensif untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas aset, serta pemberian kredit
dilakukan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan membentuk cadangan kerugian
penurunan nilai aset yang memadai.
RISIKO USAHA
a. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan
Risiko utama yang dihadapi oleh perseroan adalah risiko kredit yaitu risiko yang terjadi akibat kegagalan
debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada perseroan.
b. Risiko Usaha yang Bersifat Material Baik secara Langsung Maupun Tidak Langsung yang Dapat
Mempengaruhi Hasil Usaha dan Kondisi Keuangan Perseroan
1. Risiko Pasar
16
Page 18
2. Risiko Operasional
3. Risiko Likuiditas
4. Risiko Hukum
5. Risiko Reputasi
6. Risiko Kepatuhan
7. Risiko Stratejik
8. Risiko Persaingan
9. Risiko Kebijakan Pemerintah
c. Risiko Umum
1. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro Dan Global
2. Risiko Terkait Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Interenasional
d. Risiko Investasi atau Kepemilikan Saham Bagi Investor
1. Risiko Kemungkinan Tidak Likuidnya Saham
2. Risiko Terkait Fluktuasi Harga Saham Yang Ditawarkan
KEJADIAN PENTI
KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen yang telah diterbitkan tertanggal 10
November 2023 sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran atas laporan keuangan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka
Puradiredja, Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani
oleh Harris Siregar, SE, Ak., CA., CPA dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, dalam semua hal yang material,
yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini.
EKUITAS
Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan yang bersumber dari Laporan Keuangan Perseroan
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dengan angka perbandingan 31 Desember
2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono (firma anggota jaringan
global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.
(dalam jutaan rupiah)
30 Juni 31 Desember
Keterangan
2023 2022 2021
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh – saham seri A 22.052.950.928, 2.790.605 2.713.698 2.573.254
22.052.877.655 dan 22.052.836.610 pada tahun 30 Juni 2023, 31
Desember 2022 dan 2021, dan saham seri B 11.706.212.301,
10.168.212.301 dan 7.359.388.110 pada tahun 30 Juni 2022, 31 Desember
2022 dan 2021
Tambahan modal disetor – bersih 1.479.449 755.772 592.219
Penghasilan komprehensif lain 11.159 13.734 23.359
Defisit (731.384) (770.870) (823.375)
JUMLAH EKUITAS 3.549.829 2.712.334 2.365.457
Apabila perubahan ekuitas Perseroan yang terjadi akibat adanya PMHMETD X Sebanyak-banyaknya
13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua ratus sembilan puluh
dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% (dua puluh
delapan koma lima puluh tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD
X sehingga dengan harga pelaksanaan sebesar Rp75,- setelah dikurangi biaya emisi, maka proforma ekuitas
berdasarkan posisi ekuitas sebagai berikut:
17
Page 19
(dalam jutaan rupiah)
31 Desember 2022
Proforma
Keterangan Sebelum
HMETD Setelah
HMETD
HMETD
EKUITAS
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Modal ditempatkan dan disetor penuh ditambah dengan efek yang
belum dilaksanakan yaitu Waran seri IV sebesar 273.580.205 saham
dengan nilai nominal Rp100,- dan Waran seri V sebesar
2.862.285.378 saham dengan nilai nominal Rp50,- 2.790.605 675.183 3.465.788
Tambahan modal disetor – bersih 1.479.449 335.861* 1.815.310
Penghasilan komprehensif lain 11.159 11.159
Defisit (731.384) (731.384)
JUMLAH EKUITAS 3.549.829 1.011.044 4.560.873
Keterangan:
*) setelah dikurangi nilai emisi PMHMETD X sebesar Rp1.731 juta.
KEBIJAKAN DIVIDEN
Perseroan merencanakan akan membayar dividen kas kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya
satu kali dalam setahun sampai dengan 25% dari Laba Bersih, dengan tetap memperhatikan peraturan
perundang-undangan, posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari RUPS
PERPAJAKAN
CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS X INI DISARANKAN UNTUK BERKONSULTASI
DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI
PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM TERBATAS
X INI.
LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Akuntan Publik : Kanaka Puradiredja, Suhartono
Konsultan Hukum : Jusuf Indradewa & Partners Legal Consultant
Notaris : Kantor Notaris Aulia Taufani, S.H.,
Biro Administrasi Efek : PT BSR Indonesia
TATA CARA PEMESANAN SAHAM DAN/ATAU EFEK BERSIFAT EKUITAS
Dalam rangka PMHMETD X Perseroan telah menunjuk PT BSR Indonesia sebagai Pengelola Pelaksanaan
Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam rangka PMHMETD X sesuai dengan Akta Perjanjian
Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka PMHMETD X PT Bank MNC Internasional
Tbk No.26 tanggal 19 Oktober 2023, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H. Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Selatan.
Berikut ini proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa Penawaran :
1. Pemesan yang Berhak
Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada
tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak untuk membeli saham dengan ketentuan bahwa setiap
pemegang 5 Saham Lama berhak atas 2 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada
pemegangnya untuk membeli 1 Saham Baru dengan nilai nominal Rp50 setiap saham sebesar harga
pelaksanaan sebesar Rp75 setiap saham.
Apabila terdapat pecahan atas HMETD maka akan diadakan pembulatan ke bawah dan pecahan tersebut
menjadi milik Perseroan dan harus dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya dimasukkan ke rekening
Perseroan.
18
Page 20
Pemesan yang berhak membeli Saham Baru adalah pemegang HMETD yang sah, yaitu Pemegang Saham
yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum menjual HMETD tersebut dan pembeli HMETD yang
namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD, atau dalam kolom endorsemen pada Sertifikat Bukti
HMETD, atau daftar pemegang HMETD yang namanya tercatat dalam Penitipan Kolektif KSEI. Pemesan
dapat terdiri atas perorangan, WNI dan/atau WNA dan/atau Lembaga dan/atau Badan Hukum/Badan
Usaha, baik Indonesia atau Asing, sebagaimana diatur dalam UUPM dan Peraturan Pelaksanaannya.
Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para
pemegang saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya
untuk memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan
untuk mendaftar Surat Kolektif Sahamnya untuk diregistrasi, yaitu sebelum batas akhir pencatatan dalam
DPS yakni sebelum tanggal 15 Desember 2023.
2. Distribusi Sertifikat Bukti HMETD
Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik ke dalam rekening efek di KSEI melalui rekening efek Anggota Bursa
dan/atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 Hari Bursa setelah tanggal
pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 18 Desember 2023.
Prospektus Final, Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan (“FPPS Tambahan”) dan formulir
lainnya tersedia dan dapat diperoleh pemegang saham di kantor BAE, dengan alamat:
PT BSR Indonesia
Gedung Sindo Lantai 3
Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
Jakarta Pusat 10340
Telpon : 021 31181811
Fax : 021 3927721
U.p. Corporate Action
dengan menunjukkan bukti identitas atas nama pemegang saham yang tercatat dari masing-masing
Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.
Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukan dalam Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan akan
menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD atas nama pemegang saham, yang dapat diambil oleh pemegang
saham yang berhak atau kuasanya di BAE pada setiap Hari Kerja dan jam kerja mulai tanggal 19 Desember
2023 dengan membawa:
a. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi pemegang saham perorangan) dan fotokopi anggaran
dasar (bagi pemegang saham badan hukum/lembaga). Pemegang saham juga wajib menunjukkan asli
dari fotokopi tersebut.
b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilengkapi fotokopi identitas diri lainnya yang
masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi dan penerima
kuasa wajib diperlihatkan).
3. Pendaftaran Pelaksanaan HMETD
A. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif
1. Pemegang HMETD memberikan instruksi pelaksanaan HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank
Kustodian dan membayar Harga Pelaksanaan HMETD dengan memasukkannya ke dalam rekening
yang khusus ditunjuk oleh KSEI;
2. Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh
Anggota Bursa atau Bank Kustodian kepada KSEI, maka:
a. KSEI akan mendebet HMETD dari masing-masing sub rekening pemegang HMETD yang
memberikan instruksi pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan menggunakan
fasilitas C-BEST;
19
Page 21
b. Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang ditunjuk
oleh KSEI, KSEI akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari
rekening bank yang ditunjuk oleh KSEI tersebut ke rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan
pada hari yang sama.
3. 1 (satu) Hari Bursa setelah KSEI menerima instruksi pelaksanaan HMETD, KSEI akan menyampaikan
kepada BAE, dokumen sebagai berikut:
a. Daftar rincian instruksi pelaksanaan HMETD yang diterima KSEI, berikut rincian data pemegang
HMETD (nomor identitas, nama, alamat, status kewarganegaraan dan domisili) pemegang
HMETD yang melakukan pelaksanaan HMETD;
b. Surat atau bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD yang dilakukan oleh KSEI,
dari rekening bank yang ditunjuk KSEI ke dalam rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan;
c. Instruksi untuk mendapatkan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD ke dalam
rekening khusus yang telah disediakan oleh KSEI.
4. Segera setelah BAE menerima dokumen-dokumen dari KSEI sebagaimana dimaksud dalam butir
A.3 di atas, BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung dari instruksi
pelaksanaan HMETD, bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD kedalam rekening
bank khusus berdasarkan data pada rekening bank khusus, serta instruksi untuk mendepositokan
sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD. Selambat-lambatnya 2 Hari Bursa setelah
permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan uang Harga Pelaksanaan HMETD telah
dibayar penuh (in good funds) di rekening bank khusus, BAE akan menerbitkan/mendepositokan
sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening khusus yang telah disiapkan
KSEI, dan KSEI akan langsung mendistribusikan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dengan
menggunakan fasilitas CBEST. Selanjutnya, setelah melakukan pendistribusian Saham Baru hasil
pelaksanaan HMETD tersebut maka KSEI akan memberikan laporan hasil distribusi Saham Baru
hasil pelaksanaan HMETD tersebut kepada Perseroan dan BAE.
B. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif
1. Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor pusat BAE.
2. Pemegang HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif yang akan melakukan pelaksanaan
HMETD harus membayar Harga Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening bank khusus serta
menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli Sertifikat Bukti HMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
b. Asli bukti pembayaran Harga Pelaksanaan HMETD;
c. Fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemegang HMETD (perorangan) yang akan
melakukan pelaksanaan HMETD (Kartu Tanda Penduduk (”KTP”)/paspor/Kartu Izin Tinggal
Terbatas (”KITAS”); atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran susunan terakhir anggota
Direksi/pengurus dari pemegang HMETD (lembaga/badan hukum) yang akan melakukan
pelaksanaan HMETD;
d. Asli surat kuasa, jika pelaksanaan HMETD dilakukan oleh pemegang HMETD melalui kuasanya
dan dilampirkan fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemberi dan penerima kuasa
(KTP/paspor/KITAS);
e. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dimasukkan
dalam Penitipan Kolektif, maka permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE harus diajukan
melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen
tambahan berupa:
− Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk
mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan Efekatas
Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI atas nama pemberi
kuasa;
− Asli formulir penyetoran Efek yang diterbitkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani
dengan lengkap.
3. BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung untuk pelaksanaan HMETD
sebagaimana dimaksud dalam butir B.2 di atas.
4. Selambat-lambatnya 2 Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima oleh BAE dan
uang Harga Pelaksanaan HMETD telah dibayar penuh (in good funds) ke dalam rekening bank yang
ditunjuk oleh Perseroan, BAE akan menerbitkan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD
20
Page 22
dalam bentuk fisik Surat Kolektif Saham (”SKS”), jika pemegang Sertifikat Bukti HMETD tidak
menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dimasukkan kedalam Penitipan Kolektif.
4. Pemesanan Saham Baru
Pemegang saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD yang terakhir yang
namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI
dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
pembelian saham tambahan dan/atau FPPS Tambahan yang telah disediakan dan menyerahkan kepada BAE
paling lambat hari terakhir periode pelaksanaan HMETD yakni tanggal 27 Desember 2023.
Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan saham hasil
penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE melalui Anggota Bursa
atau Bank Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
b. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
permohonan pemesanan pembelian saham tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas saham
hasil penjatahan dalam Penitipan Kolektif KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan sehubungan
dengan pemesanan pembelian saham tambahan atas nama pemberi kuasa;
c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan
lampiran susunan Direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
bank tempat menyetorkan pembayaran;
e. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani secara
lengkap untuk keperluan pendistribusian saham hasil pelaksanaan oleh BAE.
Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang telah
didistribusikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-Best yang sesuai
atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI
yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-Best);
b. Asli formulir penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk pendistribusian
Saham Hasil Pelaksanaan HMETD oleh BAE;
c. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
bank tempat menyetorkan pembayaran.
Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan saham hasil
penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE dengan
menyerahkan dokumen sebagai berikut:
a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
b. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilampirkan dengan fotokopi
KTP/Paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa;
c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan
lampiran susunan Direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
bank tempat menyetorkan pembayaran.
Pembayaran atas pemesanan tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima pada
rekening bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember 2023 dalam keadaan tersedia (in
good funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat
mengakibatkan penolakan pemesanan.
Berikut ini proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa penawaran:
Seluruh proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa penawaran
dilakukan secara elektronik untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik. Biro Administrasi Efek hanya
akan melayani pemesanan dengan prosedur sebagai berikut:
21
Page 23
• Pemesan dapat melakukan permintaan formulir pesan tambah dengan mengirimkan email permintaan
ke alamat babp.hmetd@bsrindonesia.com dengan subject “PERMINTAAN FORM PESAN TAMBAH”;
• Email yang akan diikutkan dalam proses pemesanan adalah email yang diterima pada pukul 09.00 -
16.00 WIB;
• Pengembalian dapat dilakukan melalu email ke alamat email yang tercantum, dengan subject
“PENGEMBALIAN FORM PESAN TAMBAH”;
• Pengembalian harus Melampirkan syarat syarat antara lain fotocopy KTP, bukti penebusan right dari
KSEI dan bukti transfer pemesanan tambahan,beserta denga Form penyetoran efek dari KSEI (dalam
bentuk soft copy).
Pemesan akan mendapatkan email balasan yang berisikan:
• Konfirmasi penerimaan dokumen;
• Informasi tolakan karena persyaratan tidak lengkap.
Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut tidak akan
dilayani. Setiap pemesan saham harus telah memiliki rekening efek pada perusahaan efek/bank kustodian
yang telah menjadi Pemegang Rekening pada KSEI.
5. Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan
Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan dilakukan pada tanggal 4 Januari 2024 dengan
ketentuan sebagai berikut:
a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan tidak melebihi jumlah
seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka seluruh pesanan atas saham tambahan
akan dipenuhi;
b. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah
seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka kepada pemesan yang melakukan
pemesanan saham tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan
atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta
pemesanan saham tambahan;
c. Jumlah saham yang akan dijatahkan adalah sisa saham yang belum diambil bagian oleh pemegang
HMETD. Laporan hasil pemeriksaan mengenai kewajaran pelaksanaan HMETD wajib disampaikan oleh
Perusahaan Terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
penjatahan berakhir POJK 32 pasal 41.
6. Persyaratan Pembayaran Bagi Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD (Di luar Penitipan Kolektif KSEI) Dan
Pemesanan Saham Baru Tambahan
Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD X yang permohonan pemesanannya
diajukan langsung kepada BAE harus dibayar penuh (in good funds) dalam mata uang Rupiah, pada saat
pengajuan pemesanan secara tunai, cek, bilyet, giro atau pemindahbukuan atau transfer dengan
mencantumkan Nomor Sertifikat Bukti HMETD atau Nomor FPPS Tambahan dan pembayaran dilakukan ke
rekening Perseroan pada:
PT Bank MNC Internasional Tbk
KCP MNC Tower
MNC Tower Lt GF, Jl. Kebon Sirih Kav 17-19 Jakarta Pusat
No Rekening: 100-01-089003384-6
Atas Nama: Penawaran Umum Terbatas X - 2023
Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan setelah diterima. Bilamana pada saat pencairan, cek atau
wesel bank ditolak oleh pihak bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan otomatis
menjadi batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet/giro, maka tanggal
pembayaran dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang dananya telah
diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di atas.
22
Page 24
Untuk pemesanan pembelian saham tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana
pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di
atas paling lambat tanggal 29 Desember 2023. Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian
saham PMHMETD X ini menjadi beban pemesan. Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan
pembayaran akan dibatalkan.
7. Bukti tanda terima Pemesanan Pembelian Saham
Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan menerima pengajuan pemesanan pembelian saham akan
menyerahkan bukti tanda terima pemesanan saham yang telah dicap ditandatangani yang merupakan bukti
pada saat mengambil saham dan pengembalian uang untuk pemesanan yang tidak dipenuhi. Bagi pemegang
HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI akan mendapatkan konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD
dari C-BEST melalui Pemegang Rekening.
8. Pembatalan Pemesanan Saham
Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru, baik secara keseluruhan atau sebagian,
dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan pembatalan pemesanan saham akan
diumumkan bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pemesanan saham.
Hal-hal yang dapat menyebabkan dibatalkannya pemesanan saham antara lain:
a. Pengisian Sertifikat Bukti HMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat syarat
pemesanan saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD
dan Prospektus.
b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi.
c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi.
9. Pengembalian Uang Pemesanan
Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan saham yang lebih besar daripada haknya
atau dalam hal terjadi pembatalan pemesanan saham, maka pengembalian uang oleh Perseroan akan
dilakukan selambat-lambatnya 4 Januari 2024. Pengembalian uang yang dilakukan Perseroan sampai
dengan tanggal 4 Januari 2024 tidak akan disertai bunga.
Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang, jumlah yang akan dikembalikan akan disertai bunga jasa
giro 0,25% pertahun, yang diperhitungkan sejak tanggal 4 Januari 2024 sampai dengan tanggal dimana uang
tersebut dikembalikan. Apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh pemesan yang tidak mengambil
pengembalian sesuai dengan waktu yang ditentukan maka Perseroan tidak membayar bunga atas
keterlambatan tersebut.
Pengembalian uang pemesanan dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan pemindahbukuan ke rekening
atas nama pemesan. Perseroan akan memindahkan uang tersebut langsung ke dalam rekening atas nama
pemesan sehingga pemesan tidak dikenakan biaya pemindahbukuan. Uang yang dikembalikan dalam
bentuk cek dapat diambil di:
PT BSR Indonesia
Gedung Sindo Lantai 3
Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
Jakarta Pusat 10340
Telpon : 021 31181811
Fax : 021 3927721
U.p. Corporate Action
dengan menunjukkan KTP asli atau tanda bukti jati diri asli lainnya (bagi perorangan) yang masih berlaku,
fotokopi Anggaran Dasar dan surat kuasa (bagi badan hukum/lembaga) serta menyerahkan bukti tanda
terima pemesanan pembelian saham asli dan fotokopi KTP atau tanda bukti diri. Pemesan tidak dikenakan
biaya bank ataupun biaya transfer untuk jumlah yang dikembalikan tersebut.
23
Page 25
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD dan Pengkreditan ke Rekening Efek
Saham hasil pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya melalui
KSEI akan dikreditkan pada rekening efek dalam 2 Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD
diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening Perseroan.
Saham hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan HMETD sesuai haknya akan
mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambat-lambatnya 2 Hari Kerja setelah permohonan
diterima oleh BAE dan dana pembayaran telah diterima dengan baik oleh Perseroan.
Adapun saham hasil penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan tersedia untuk diambil SKSnya atau
akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan Kolektif KSEI selambat-selambatnya 2 Hari
Bursa setelah tanggal penjatahan. SKS baru hasil pelaksanaan HMETD dapat diambil pada setiap hari kerja
(Senin - Jumat, pukul 09.00 - 15.00 WIB) yang dimulai tanggal 21 Desember 2023 sampai tanggal 29
Desember 2023. Sedangkan SKS hasil penjatahan saham dapat diambil tanggal 4 Januari 2024. Pengambilan
dilakukan di kantor BAE dengan menyerahkan dokumen:
a. Asli KTP/paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan);
b. Fotokopi Anggaran Dasar (bagi lembaga/badan hukum) dan susunan Direksi/Dewan Komisaris
c. atau pengurus yang masih berlaku;
d. Asli surat kuasa sah (bagi lembaga/badan hukum atau perorangan yang dikuasakan) bermaterai
Rp10.000 dilengkapi dengan fotokopi KTP/paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa;
e. Asli bukti tanda terima pemesanan saham.
11. Alokasi Terhadap HMETD yang Tidak Dilaksanakan
Jika saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang
Sertifikat Bukti HMETD porsi publik, maka sisa saham akan dialokasikan kepada para pemegang saham
publik lainnya yang melakukan pemesanan melebihi haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti
HMETD atau Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan
HMETD yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa sisa saham tersebut
akan dikembalikan ke dalam portepel.
12. Pendaftaran Sertifikat Bukti HMETD
Pendaftaran dilakukan sendiri/ dikuasakan dengan dilengkapi dokumen-dokumen melalui:
PT BSR Indonesia
Gedung Sindo Lantai 3
Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
Jakarta Pusat 10340
Telpon : 021 31181811
Fax : 021 3927721
U.p. Corporate Action
dengan membawa:
a. Sertifikat Bukti HMETD asli yang telah ditandatangani dan diisi lengkap
b. Bukti pembayaran asli dari bank berupa bukti transfer bilyet giro/cek/tunai asli dari bank
c. Fotokopi KTP/SIM/Paspor (untuk perorangan) yang masih berlaku, fotokopi Anggaran Dasar (bagi
badan hukum/lembaga)
d. Surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilengkapi fotokopi KTP yang memberi dan diberi
kuasa. Bagi pemesan berkewarganegaraan asing, di samping mencantumkan nama dan alamat pemberi
kuasa secara lengkap dan jelas, juga wajib mencantumkan nama dan alamat luar negeri domisili hukum
yang sah dari pemberi kuasa secara lengkap dan jelas (asli identitas pemberi dan penerima kuasa wajib
diperhatikan).
Waktu pendaftaran :
Tanggal : 19 - 27 Desember 2023.
Pukul : 09.00 - 16.15 WIB.
24
Page 26
e. Formulir Pemesanan Tambahan asli yang diisi lengkap dan ditandatangani (jika memesan saham
tambahan) dan diserahkan kepada BAE paling lambat pada tanggal 29 Desember 2023.
PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD
Perseroan telah mengumumkan informasi penting serta prospektus berkaitan dengan PMHMETD X ini melalui
website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id. Perseroan tidak menyediakan Prospektus
dalam bentuk cetakan.
a. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
didistribusikan secara elektronik melalui Rekening Efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing
di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Pencatatan pada DPS PMHMETD, yaitu
tanggal 15 Desember 2023. Prospektus dan petunjuk pelaksanaan dapat di download di website Perseroan
www.mncbank.co.id dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id.
b. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan
akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham dan dapat mengirimkan permohonan kepada BAE
untuk menerima SBHMETD, FPPS Tambahan dan formulir lainnya dalam melalui surat elektronik mulai
tanggal 19 Desember 2023 dengan melampirkan scan copy kartu tanda pengenal yang sah
(KTP/Paspor/KITAS).
Apabila Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam DPS pada penutupan perdagangan saham Perseroan di
Bursa Efek Indonesia tanggal 15 Desember 2023 belum menghubungi BAE untuk memperoleh SBHMETD, maka
seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab BAE ataupun Perseroan, melainkan merupakan tanggung
jawab para pemegang saham yang bersangkutan.
Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dari Prospektus ini atau apabila pemegang saham menginginkan
tambahan informasi, para pemegang saham dipersilahkan menghubungi Perseroan dan PT BSR Indonesia.
Perseroan:
PT Bank MNC Internasional Tbk
Gedung MNC Bank Tower Lantai 8
Jl. Kebon Sirih No.21-27
Jakarta Pusat 10340
Tel. (+ 62 21) 2980 5555 Fax. (+ 62 21) 3983 6700
www.mncbank.co.id
Biro Administrasi Efek:
PT BSR Indonesia
Gedung Sindo Lantai 3
Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
Jakarta Pusat 10340
Telpon : 021 31181811
Fax : 021 3927721
U.p. Corporate Action
25
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.