Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 29
Page 1
Page 2
Lampiran 1.
074/IBP/CORSEC-SK/XII/2023
Ringkasan Public Expose Tahunan 2023
Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) telah
dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Senin, 11 Desember 2023
Waktu : 14.05 WIB – 15.00 WIB
Tempat : Video Live Conference melalui Aplikasi Zoom Meeting dengan
tautan sebagai berikut:
https://zoom.us/j/96392039537?pwd=OW9TY2V1RTZxcm52N041U2xnRy
9iZz09
Meeting ID: 963 9203 9537, Passcode: 181390
Agenda materi Pembahasan dalam acara Public Expose Tahunan, Perseroan adalah
sebagai berikut:
1. Sekilas Perseroan;
2. Kegiatan Usaha dan Kinerja Keuangan Perseroan;
3. Paparan tentang peluang dan tantangan bisnis di tahun 2024 yang akan dihadapi
Perseroan dan;
4. Sesi Tanya dan Jawab.
Perseroan melaksanakan Public Expose Tahunan melalui mekanisme online dan dihadiri
oleh seluruh Direksi yang sekaligus memberikan pemaparannya mengenai kondisi
Perseroan. Public Expose ini juga diikuti oleh kurang lebih 41 (empat puluh satu) peserta yang
terdiri dari Pemegang Saham, Media, dan Tamu Undangan lainnya.
Dipandu oleh MC (Ibu Selly) dan Moderator (Ibu Cynthia), kegiatan Public Expose Tahunan
ini dibawakan oleh:
- Bapak Petrus Halim : Direktur Perseroan
- Bapak Alexander Reyza : Komisaris Independen Perseroan
- Ibu Yunita Rivianti Riyadi : Corporate Secretary
Dalam acara Public Expose Tahunan ini, dipaparkan:
Sekilas Perseroan, Struktur Pemegang Saham, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi,
Sumber Daya Manusia, serta Kegiatan Corporate Social Responsibility Perseroan
yang disampaikan oleh Ibu Yunita Rivianti Riyadi.
Presentasi mengenai Kegiatan Usaha dan Kinerja Keuangan Perseroan per 30
September 2023 yang disampaikan oleh Bapak Alexander Reyza.
Paparan tentang Peluang dan Tantangan Bisnis di tahun 2024 yang akan dihadapi
Perseroan disampaikan oleh Bapak Petrus Halim.
Untuk sesi tanya jawab akan dibantu oleh moderator Ibu Cynthia.
1
Page 3
Setelah paparan disampaikan oleh Direksi Perseroan, diberikan waktu kepada para tamu
untuk memberikan pertanyaan melalui fitur Chat pada Aplikasi Zoom Meeting. Sesi Tanya
Jawab ini dipandu langsung oleh Moderator dan MC.
Berikut ini adalah hasil tanya jawab yang terjadi, yaitu:
1. Pertanyaan dari Gana – Media Indonesia
Q Bagaimana hasil kinerja Perseroan usai menjadi distributor alat
pengangkutan komersial tahun ini?
A Di tahun 2023, Perseroan melakukan penjualan di wilayah Kalimantan Timur
dengan target market customer yang bergerak dalam sektor industri
pertambangan khususnya Batubara. Sebagaimana yang dipaparkan tadi,
penjualan yang dilakukan Perseroan pada tahun pertama didominasi oleh
penjualan suku cadang kepada pelanggan-pelanggan yang telah
menjadi nasabah Intraco Penta Group.
Untuk menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap
collection existing debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar
maupun Non Performing.
2. Pertanyaan dari Shifa – KONTAN
Q Bagaimana dengan proyeksi Perseroan hingga akhir tahun 2023?
A Sebagaimana yang disampaikan pada slide grafik financial highlight tadi,
pendapatan usaha Perseroan di tahun pertama (2023) sebagai distributor
alat pengangkut komersial baru mencapai angka Rp.2,9 Milyar sampai
dengan bulan September 2023. Penjualan ini didominasi oleh penjualan
suku cadang kepada pelanggan-pelanggan INTA Grup. Sampai dengan
akhir tahun 2023, diproyeksikan pendapatan usaha Perseroan dalam
penjualan sparepart ini mencapai Rp. 4 Milyar.
Q Bagaimana prospek kinerja Perseroan usai menjadi distributor alat
pengangkut komersial tahun depan?
A Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan
berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan
kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha PT Intraco Penta Tbk. Tak
hanya itu, kita juga dapat memanfaatkan customer base INTA, fasilitas
perbaikan, gudang maupun suku cadang yang ada pada group INTA
Perseroan.
Di tahun 2024, Perseroan tidak hanya fokus pada produk yang diageni,
namun bila terbuka peluang, Perseroan akan bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan besar lainnya.
3. Pertanyaan dari Jakfar – Emitennews
Q Apa saja tantangan yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan lini
usaha baru di tahun ini?
A Tantangan yang dihadapi Perseroan dalam menjalankan lini usaha
barunya di tahun 2023 adalah:
2
Page 4
- Persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya dalam hal kualitas dan harga produk, serta
tingkat pelayanan yang diberikan;
- Perseroan menyadari bahwa truk-truk merek Jepang masih
mendominasi penjualan alat pengangkutan komersial;
- Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, sehingga diperlukan dukungan yang kuat dari principal.
Q Bagaimana Strategi untuk kinerja di tahun depan?
A - Perseroan akan melakukan diversifikasi kegiatan usaha yang
disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia [“KBLI”]
yang dimiliki Perseroan.
- Perseroan akan berupaya untuk melakukan kerjasama-kerjasama
dengan pihak ketiga lainya yang berpotensi dapat meningkatkan
pendapatan Perseroan.
- Perseroan akan terus meningkatkan upaya-upaya penagihan kepada
existing debitur, untuk menjaga arus kas Perseroan guna membayar
kewajiban-kewajiban Perseroan kepada para kreditur.
4. Pertanyaan dari Dinar – MNC
Q Mohon elaborasi guidance terkait financial report di akhir tahun 2023.
Melihat pencapaian di Q3, apakah akan ada potensi pembengkakan rugi?
Atau justru lebih rendah?
A Sampai dengan akhir 2023 ini, Perseroan masih akan mengalami kerugian
seperti tahun kemarin, dan mungkin akan sedikit lebih tinggi dibanding
tahun lalu.
Q Bagaimana strategi perusahaan memaksimalkan revenue dalam segmen
bisnis saat ini? Goals revenue 2024 (atau minimal Q1) di angka berapa?
A Perseroan telah memiliki KBLI dengan adanya beberapa izin usaha yang
dimiliki oleh Perseroan, maka tidak menutup peluang bagi Perseroan untuk
melakukan diversifikasi kegiatan usaha. Sehingga diharapkan, minimal di Q1
Perseroan sudah mendapatkan peluang usaha baru yang dapat
meningkatkan revenue Perseroan.
Untuk target angkanya, diharapkan minimal 2-3 kali lebih meningkat dari
angka tahun 2023 ini.
Q Serapan anggaran belanja modal tahun 2023 sudah berapa? Untuk apa
saja? Proyeksi capex 2024?
A Sepanjang tahun 2023 ini, didominasi oleh penjualan sparepart, sehingga
tidak terlalu banyak capex yang dihabiskan di tahun ini. Namun, dengan
adanya upaya untuk diversifikasi kegiatan usaha yang akan dilakukan
Perseroan di tahun 2024, tentunya akan ada anggaran belanja modal yang
dibutuhkan.
3
Page 5
IBFN hari ini dan ke depannya jika berfokus pada bisnis distribusi alat angkut,
maka nilai capex tidak signifikan, karena lebih banyak biaya operasional
saja dalam pemasaran dan distribusi suku cadang.
5. Pertanyaan dari Ghafur – Investor Daily
Q Bagaimana rencana ekspansi tahun depan?
A Perseroan masih melihat peluang-peluang usaha dan akan memanfaatkan
semaksimal mungkin izin usaha yang dimiliki agar Perseroan dapat
melakukan diversifikasi usaha.
6. Pertanyaan dari Bapak Hafiyyan – Bisnis Indonesia
Q Bagaimana proyeksi penjualan alat berat Grup INTA pada 2024
dibandingkan dengan 2023? Bagaimana dampaknya terhadap IBFN
sendiri?
A Untuk pertanyaan mengenai INTA, akan dibahas pada Public Expose
Tahunan INTA tanggal 19 Desember 2023 mendatang.
Q Per Q3 penjualan IBFN masih dari suku cadang. Apakah ada peluang
pendapatan lain ke depan?
A Penetrasi yang termudah untuk dilakukan adalah memberikan layanan
purna jual suku cadang kepada customer yang sudah memakai produk
Perseroan. Diharapkan dengan pelayanan yang memuaskan dan juga suku
cadang yang baik, mereka akan melakukan repeat order untuk kebutuhan
truk baru di tahun depan. Sehingga Perseroan juga berharap, di tahun
depan ada penjualan untuk truk baru.
Setelah Sesi Tanya Jawab dilakukan, MC menutup acara pada pukul 15.00 WIB dan setelah
acara selesai dilakukan sesi foto terlebih dahulu sebelum meninggalkan ruangan pada
Aplikasi Zoom Meeting.
Demikian ringkasan jalannya kegiatan Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana Tbk yang
dapat kami laporkan. Terima kasih.
4
Page 6
Lampiran 2.
074/IBP/CORSEC-SK/XII/2023
DAFTAR HADIR
No Nama Instansi
1 Agustinus Sembiring BNI
2 Daiz La Ode Stockwatch.id
3 Hafiyyan Bisnis Indonesia
4 Dinar Fitra Maghiszha IDXChannel
5 Aldhi Chandra Sindonews
6 Elga Nurmutia Liputan6
7 Yunita R. Riyadi Corsec - IBFN
8 Alexander Reyza Komisaris Independen - IBFN
9 Petrus Halim Direktur - IBFN
10 Selly IBFN
11 Heri Antara
12 Muhammad Ghafur Fadillah Investor Daily
13 Muhammad Maan Indonesia Shangbao
14 Oktaviani PKF Hadiwinata
15 Shifa Nur Fadilla Kontan
16 Yuma Abi Wibawa PKF Hadiwinata
17 Luthfiyah Banafsaj PKF Hadiwinata
18 Feliciana aryani tjaktadinata Publik
19 NOFIKA Publik
20 Vika Rosa LPEI
21 Donny Setio Rahardjo PT Bank Syariah Indonesia Tbk
22 Zulfrida Erlimah Lembaga Pembiayaan ekspor Indonesia
23 Johan Firmansyah BNI
24 Jakfar Shodik Emitennews
25 Ahmad Nabhani Harian Ekonomi Neraca
26 Gana Buana Media Indonesia
27 Cynthia EO
28 Ayu EO
29 Feri Naomi INTA
30 Hermawan Publik
31 Astri D. S INTA
32 Tia IPW
33 Rosy Publik
34 Fajar Publik
35 Meliana INTA
5
Page 7
No Nama Instansi
36 Ivan INTA
37 Willianto F. INTA
38 Rika Publik
39 Feri Publik
40 Dian Publik
41 Herawati Publik
6
Page 8
Lampiran 3.
074/IBP/CORSEC-SK/XII/2023
Klipping – Pemberitaan Media
Media Online
1. IBFN Siapkan Diversifikasi Usaha pada 2024
Bisnis.com
Oleh: Hafiyyan
Senin, 11 Desember 2023
https://market.bisnis.com/read/20231211/192/1722861/ibfn-siapkan-diversifikasi-
usaha-pada-2024
Bisnis.com, JAKARTA - PT Intan Baru Prana Tbk. (IBFN), yang dahulu bernama PT Intan
Baruprana Finance Tbk., menyiapkan sejumlah rencana diversifikasi usaha setelah
alih lini bisnis dari perusahaan pembiayaan menjadi perusahaan yang bergerak di
bidang perdagangan alat pengangkutan komersial.
Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan melalui dukungan INTA Group
sebagai induk usaha yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri alat
berat, IBFN optimistis dapat mengembangkan usaha perdagangan alat
pengangkutan komersial dengan principal lainnya untuk diversifikasi produk yang
ditawarkan kepada konsumen.
"Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batubara. Penjualan yang dilakukan perseroan pada tahun pertama perubahan lini
usaha ini didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang
telah menjadi nasabah INTA Grup," katanya dalam Public Expose IBFN, Senin
(11/12/2023).
Menurutnya, tahun depan akan menjadi tantangan bagi IBFN untuk mendapatkan
peluang bisnis, bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya terkait
7
Page 9
dengan bidang pengangkutan komersial untuk melakukan diversifikasi usaha sesuai
dengan KBLI Perseroan.
Per September 2023, penjualan IBFN hanya mencapai Rp2,9 miliar yang berasal dari
penjualan suku cadang. Sampai akhir 2023, diperkirakan penjualan meningkat
menjadi Rp4 miliar. Di sisi lain, IBFN masih mencatatkan kerugian. Per September 2023,
rugi tahun berjalan mencapai Rp56,1 miliar.
Corporate Secretary IBFN Yunita Rivianti Riyadi mengatakan harapannya diversifikasi
usaha dapat berlangsung mulai kuartal I/2024. Harapanya, pendapatan perseroan
akan naik signifikan 2-3 kali lipat dibandingkan dengan pencapaian pada 2023.
Namun, dia belum menjelaskan diversifikasi usaha yang dimaksud.
Sementara itu, Petrus menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial
terbuka luas khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat
ini, untuk menjaga kelangsungan usahanya, IBFN juga fokus terhadap collection
existing debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun non
performing.
IBFN akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari
peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta
grup usaha PT Intraco Penta Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas INTA
dapat dimanfaatkan oleh IBFN.
Sementara sejumlah tantangan yang akan dihadapi Perseroan, persaingan dengan
beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya dalam
hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni IBFN saat ini, perlu
dukungan kuat dari principal. Selain itu, perseroan dengan dukungan dari
pemegang saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga
kelangsungan usaha," imbuhnya.
8
Page 10
2. Pacu Kinerja 2024, Intan Baru Prana Siap Diversifikasi Bisnis
Stockwatch.id
Oleh; Daiz Laode
Senin, 11 Desember 2023
https://stockwatch.id/pacu-kinerja-2024-intan-baru-prana-siap-diversifikasi-bisnis/
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Setelah alih bisnis usaha dari perusahaan pembiayaan
menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) yang dulu bernama PT Intan Baruprana
Finance Tbk) itu, optimistis dapat meningkatkan kinerja pada 2024. Perseroan siap
melakukan diversifikasi bisnis dengan menggarap lini usaha baru. Langkah ini diyakini
dapat meningkatkan kinerja bisnis dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan.
Untuk mendapatkan peluang bisnis baru tahun depan, IBFN akan bekerjasama
dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Itu terutama terkait dengan bidang
pengangkutan komersial.
Menurut Petrus Halim, Direktur IBFN, melalui dukungan INTA Group sebagai induk
usaha yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri alat berat, Perseroan
optimistis dapat mengembangkan usaha perdagangan alat pengangkutan
komersial dengan principal lainnya untuk diversifikasi produk yang ditawarkan
kepada konsumen.
“Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batubara. Penjualan yang dilakukan Perseroan pada tahun pertama perubahan lini
usaha ini didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang
telah menjadi nasabah INTA Grup,” katanya dalam paparan publik tahunan, di
Jakarta, Senin (11/12/2023).
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk
menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap collection existing
debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun non performing.
9
Page 11
Dalam menangkap sejumlah peluang usaha ke depan, Perseroan antara lain
memiliki beberapa keunggulan produk yang diageni saat ini dibandingkan
keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Perseroan akan tetap melihat
perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha
yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha PT Intraco Penta
Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas INTA dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan.
di sisi lain, ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi Perseroan. Diantaranya,
persaingan dengan beberapa penyedia produk sejenis dan perusahaan pesaing
lainnya dalam hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang
diberikan.
“Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, perlu dukungan kuat dari Principal. Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari
pemegang saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga
kelangsungan usaha Perseroan,” pungkas Petrus.
10
Page 12
3. Diversifikasi Usaha, Intan Baru Prana (IBFN) Optimistis Songsong Performa 2024
Emitennews.com
Oleh; J.S
Senin, 11 Desember 2023
https://www.emitennews.com/news/diversifikasi-usaha-intan-baru-prana-ibfn-
optimistis-songsong-performa-2024
EmitenNews.com - PT Intan Baru Prana (IBFN) optimistis menggeber lini usaha baru
bidang perdagangan alat pengangkutan komersial. Tahun depan, lini usaha baru
itu dipercaya dapat meningkatkan kinerja bisnis, dan menjaga kelangsungan usaha
perseroan.
Tidak hanya dengan produk yang diageni saat ini, tahun depan akan menjadi
tantangan bagi perseroan untuk mendapat peluang bisnis, bekerja sama dengan
perusahaan-perusahaan besar lain sehubungan dengan bidang pengangkutan
komersial untuk melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan KBLI perseroan.
Direktur Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan melalui dukungan INTA Group
sebagai induk usaha berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri alat berat,
perseroan optimistis dapat mengembangkan usaha perdagangan alat
pengangkutan komersial dengan principal lain untuk diversifikasi produk ditawarkan
kepada konsumen.
”Sepanjang tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di Kalimantan Timur, dengan target
market customer bergerak sektor industri pertambangan khususnya batu bara.
Penjualan dilakukan perseroan pada tahun pertama perubahan lini usaha ini
didominasi penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan telah menjadi
nasabah INTA Grup," tutur Petrus Halim, dalam Public Expose Tahunan Intan Baru
Prana, Senin, 11 Desember 2023.
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk menjaga
kelangsungan usaha, perseroan juga fokus terhadap collection existing debitur, baik
terhadap debitur berstatus lancar maupun Non Performing.
Sejumlah peluang usaha perseroan ke depan dengan mengandalkan beberapa
keunggulan produk diageni perseroan saat ini dibanding keunggulan milik
11
Page 13
kompetitor di kelasnya. Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia
usaha, dan berupaya mencari peluang-peluang usaha selaras dengan kompetensi
bisnis perseroan, grup usaha Intraco Penta.
Tidak hanya itu, customer base, dan dan fasilitas INTA dapat dimanfaatkan
perseroan. Sementara sejumlah tantangan akan dihadapi perseroan, berupa
persaingan dengan beberapa penyedia produk sejenis, dan perusahaan pesaing
lain dalam kualitas, harga produk, dan tingkat pelayanan.
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market terbatas untuk produk diageni perseroan saat ini, perlu
dukungan kuat dari Principal. Selain itu, perseroan dengan dukungan pemegang
saham berupaya melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha
perseroan,” tegasnya. (*)
12
Page 14
4. Diversifikasi Bisnis, IBFN Incar Kenaikan Pendapatan Tiga Kali Lipat
IDXChannel.com
Oleh: Dinar Fitra
Senin, 11 Desember 2023
https://www.idxchannel.com/market-news/diversifikasi-bisnis-ibfn-incar-kenaikan-
pendapatan-tiga-kali-lipat
IDXChannel - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) mengincar kenaikan pendapatan
hingga tiga kali lipat seiring dengan rencana diversifikasi bisnis.
IBFN beralih usaha menjadi emiten perdagangan alat pengangkutan komersial.
Sebelumnya emiten tersebut fokus sebagai perusahaan pembiayaan dengan nama
PT Intan Baruprana Finance Tbk.
Direktur IBFN Petrus Halim menjelaskan, sebagai bagian dari diversifikasi,
perdagangan alat pengangkutan komersial dapat menyasar industri
pertambangan.
“Sepanjang 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan
target market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan
khususnya batubara,” kata Petrus dalam Public Expose Senin (11/12/2023).
Saat ini penjualan IBFN dikontribusikan oleh segmen sparepart kendaraan kepada
pelanggan-pelanggan yang telah menjadi nasabah INTA Grup. Petrus menilai
potensi penjualan lini bisnis ini masih sangat terbuka, terutama dalam mendukung
pembangunan ibu kota nusantara (IKN).
13
Page 15
Bicara soal likuiditas keuangan dan kelangsungan usahanya, IBFN juga tengah fokus
terhadap collection existing debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar
maupun Non Performing.
“Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya
mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan
serta grup usaha PT Intraco Penta Tbk (INTA),” paparnya.
Hingga September 2023, penjualan IBFN menembus angka Rp2,9 miliar. Realisasi itu
lebih rendah dari pendapatan akhir 2022 yang mencapai Rp32,4 miliar. Perseroan
memproyeksikan penjualan dapat menyentuh Rp4 miliar hingga akhir 2023.
Persaingan dengan sejumlah penyedia produk sejenis menjadi salah satu tantangan
bagi IBFN. Petrus meyakini pihaknya dapat memaksimalkan penjualan agar dapat
memangkas rugi yang pada akhir September mencapai Rp56 miliar.
“Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat ini, perlu
dukungan kuat dari Principal. Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari
Pemegang Saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga
kelangsungan usaha Perseroan,” paparnya.
14
Page 16
5. IBFN bidik pendapatan naik tiga kali lipat lewat diversifikasi bisnis
Antaranews.com
Oleh: Adi Lazuardi
Senin, 11 Desember 2023
https://www.antaranews.com/berita/3866649/ibfn-bidik-pendapatan-naik-tiga-kali-
lipat-lewat-diversifikasi-bisnis
Jakarta (ANTARA) - PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) yang dahulu bernama PT Intan
Baruprana Finance Tbk menargetkan pendapatan dapat meningkat sampai tiga
kali lipat melalui diversifikasi bisnis yang akan dilakukan pada tahun 2024
mendatang.
“Kita berharap bisa dua sampai tiga kali lebih besar (2024) daripada revenue yang
ada di 2023 ini,” ujar Corporate Secretary IBFN Yunita Rivianti Riyadi dalam Public
Expose yang dipantau di Jakarta, Senin.
Melalui beberapa izin usaha yang dimiliki, Yunita menyebut perseroan memiliki
potensi besar untuk melakukan diversifikasi kegiatan usaha pada tahun depan.
“Tahun depan, kita masih melihat peluang- peluang usaha, dan kita akan
memanfaatkan semaksimal mungkin izin usaha yang kita dapatkan supaya kita bisa
melakukan diversifikasi usaha,” ujar Yunita.
Pihaknya menargetkan minimal pada kuartal I-2024 perseroan sudah mendapatkan
peluang usaha baru yang dapat memicu pertumbuhan pendapatan pada tahun
depan.
“Diharapkan minimal di kuartal-I perseroan sudah mendapatkan peluang usaha
baru yang bisa meningkatkan revenue,” ujar Yunita.
Seiring target tersebut, Ia memastikan perseroan akan menyiapkan belanja modal
atau capital expenditure (capex) yang lebih besar untuk tahun depan.
“Dengan adanya diversifikasi usaha yang baru, ada anggaran belanja modal yang
akan kita lakukan di 2024,” ujar Yunita.
15
Page 17
Dalam kesempatan sama, Direktur IBFN Petrus Halim optimistis perseroan dapat
mengembangkan usaha perdagangan alat pengangkutan komersial, dengan
principal lainnya untuk diversifikasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Selama tahun ini, Ia menyebut penjualan perseroan dilakukan di wilayah Kalimantan
Timur, dengan target market customer yang bergerak dalam sektor industri
pertambangan, khususnya batu bara.
Ia menilai potensi penjualan alat pengangkutan komersial masih terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru di Kalimantan
Timur.
“Penjualan yang dilakukan perseroan pada tahun pertama perubahan lini usaha ini
didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang telah
menjadi nasabah INTA Grup," ujar Petrus.
Sebelumnya, IBFN telah beralih lini bisnis dari perusahaan pembiayaan menjadi
perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan komersial.
Hingga kuartal III-2023, perseroan mencatatkan penjualan senilai Rp2,9 miliar yang
berasal dari penjualan suku cadang, yang mana penjualan ditargetkan mencapai
Rp4 miliar pada akhir tahun 2023.
16
Page 18
6. Optimisme 2024, IFBN Perluas Bisnis Alat Komersial
Mediaindonesia
Oleh: Gana
Senin, 11 Desember 2023
https://mediaindonesia.com/ekonomi/636515/optimisme-2024-ifbn-perluasbisnis-
alat-komersial
PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) optimistis lini usaha baru bidang perdagangan
alat komersial dapat meningkatkan kinerja bisnis dan menjaga kelangsungan usaha
Perseroan pada 2024 mendatang. Usaha baru ini diyakini dapat meningkatkan
kinerja bisnis dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan.
Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan, guna mencapai
optimisme bisnis usaha terberunya itu, pihaknya akan bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan besar lainnya terkait dengan bidang pengangkutan
komersial untuk melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan KBLI Perseroan. “Tidak
hanya dengan produk yang diageninya saat ini, tahun depan akan menjadi
tantangan bagi Perseroan untuk mendapatkan peluang bisnis,“ kata Direktur PT
Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim, dalam Public Expose Tahunan PT Intan Baru Prana
Tbk, Senin (11/12).
Halim mengatakan melalui dukungan INTA Group sebagai induk usaha yang
berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri alat berat, Perseroan optimistis
dapat mengembangkan usaha perdagangan alat pengangkutan komersial
dengan principal lainnya untuk diversifikasi produk yang ditawarkan kepada
konsumen.
"Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batubara. Penjualan yang dilakukan Perseroan pada tahun pertama perubahan lini
usaha ini didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang
telah menjadi nasabah INTA Grup," katanya.
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk
17
Page 19
menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap collection existing
debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun Non Performing.
Adapun sejumlah peluang usaha Perseroan ke depan dengan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diageni oleh Perseroan saat ini dibandingkan
keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
“Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya
mencari peluang- peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan
serta grup usaha PT Intraco Penta Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas
INTA dapat dimanfaatkan oleh Perseroan,” ungkapnya.
Sementara sejumlah tantangan lainnya yang akan dihadapi Perseroan, lanjut
Halom, persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan
perusahaan pesaing lainnya dalam hal kualitas dan harga. produk, serta tingkat
pelayanan yang diberikan.
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, perlu dukungan kuat dari Principal. Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari
Pemegang Saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga
kelangsungan usaha Perseroan,” pungkasnya.
18
Page 20
7. Diversifikasi Usaha - Intan Baru Prana Optimis Pertumbuhan Bisnis
Neraca.co.id
Oleh; Ahmad
Senin, 11 Desember 2023
https://www.neraca.co.id/article/190895/diversifikasi-usaha-intan-baru-prana-
optimis-pertumbuhan-bisnis
Setelah resmi diversifikasi usaha dari sebelumnya perusahaan pembiayaan menjadi
perdagangan alat angkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimis
memacu pertumbuhan bisnisnya di 2024,”Perseroan optimistis dapat
mengembangkan usaha perdagangan alat pengangkutan komersial dengan
principal lainnya untuk diversifikasi produk yang ditawarkan kepada konsumen,”kata
Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim dalam siaran persnya di Jakarta, Senin
(11/12).
Disampaikannya, melalui dukungan INTA Group sebagai induk usaha yang
berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri alat berat, perseroan optimis
menjalankan pertumbuhan bisnis lewat diversfikasi usaha. Tidak hanya dengan
produk yang diageninya saat ini, tahun depan akan menjadi tantangan bagi
perseroan untuk mendapatkan peluang bisnis, bekerjasama dengan perusahaan-
perusahaan besar lainnya terkait dengan bidang pengangkutan komersial untuk
melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan KBLI perseroan.
Di tahun 2023 ini, lanjutnya, penjualan perseroan dilakukan di wilayah Kalimantan
Timur, dengan target market customer yang bergerak dalam sektor industri
pertambangan khususnya batubara. Penjualan yang dilakukan perseroan pada
tahun pertama perubahan lini usaha ini didominasi oleh penjualan sparepart
kepada pelanggan-pelanggan yang telah menjadi nasabah INTA Grup.
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk
menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap collection existing
debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun Non Performing.
Adapun sejumlah peluang usaha Perseroan ke depan dengan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diageni oleh Perseroan saat ini dibandingkan
keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Perseroan akan tetap melihat
perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang- peluang usaha
19
Page 21
yang selaras dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha PT Intraco Penta
Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas INTA dapat dimanfaatkan oleh
perseroan.
Sementara sejumlah tantangan yang akan dihadapi Perseroan, persaingan dengan
beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya dalam
hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan."Truk-truk
merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan komersial. Target
market yang terbatas untuk produk yang diageni perseroan saat ini, perlu dukungan
kuat dari Principal. Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari pemegang saham
berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha
perseroan." jelasnya.
Asal tahu saja, penggantian lini usaha ini dilakukan pasca pencabutan ijin usaha
(CIU) sebagai perusahaan pembiayaan yang dialami IBFN pada akhir Januari 2022.
Saat ini sebagai entitas anak dari emiten penyedia alat berat INTA, IBFN tetap
mempertahankan kegiatan operasionalnya, kecuali pemberian pembiayaan baru
yang tidak diperkenankan sesuai Surat Keputusan Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-
8/D.05/2022 yang berkaitan dengan pencabutan izin usaha sebagai perusahaan
pembiayaan. Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan telah mengevaluasi sejumlah
peluang usaha yang dapat menjadi bisnis utama IBFN.
20
Page 22
8. Intan Baruprana (IBFN) Optimistis Diversifikasi Tingkatkan Kinerja Usaha
Investordaily
Oleh; Ghafur
Selasa, 12 Desember 2023
https://investor.id/market/348501/intan-baruprana-ibfn-optimistis-diversifikasi-
tingkatkan-kinerja-usaha
JAKARTA, investor.id - PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN) optimistis pada 2024
mampu tingkatkan performa bisnis dengan melakukan diversifikasi usaha.
Direktur Intan Baruprana Finance (IBFN) Petrus Halim mengatakan, melalui dukungan
INTA Group sebagai induk usaha yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam
industri alat berat, perseroan optimistis dapat mengembangkan usaha
perdagangan alat pengangkutan komersial dengan principal lainnya untuk
diversifikasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.
"Di 2023, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target market
customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya batu bara.
Penjualan yang dilakukan perseroan pada tahun pertama perubahan lini usaha ini
didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang telah
menjadi nasabah INTA Grup," katanya dalam paparan publik belum lama ini, Selasa
(12/12/23).
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk
menjaga kelangsungan usahanya, perseroan juga fokus terhadap collection existing
debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun Non Performing.
Adapun sejumlah peluang usaha perseroan ke depan dengan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diageni saat ini dibandingkan keunggulan yang
dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Perseroan akan tetap melihat perkembangan
iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang usaha yang selaras
dengan kompetensi bisnis perseroan serta grup usaha grup Intraco Penta. Tak hanya
itu, customer base serta fasilitas INTA dapat dimanfaatkan oleh perseroan.
21
Page 23
Sementara sejumlah tantangan yang akan dihadapi perseroan, persaingan dengan
beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya dalam
hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan. Truk-truk
merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan komersial. Target
market yang terbatas untuk produk yang diageni perseroan saat ini, perlu dukungan
kuat dari Principal.
“Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari Pemegang Saham berupaya untuk
melakukan diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan," ujar
dia.
22
Page 24
9. Tahun Depan, IBFN Berencana Diversifikasi Bisnis
Kompas.com
Oleh; Kiki Safitri, Yoga Sukmana
Selasa, 12 Desember 2023
https://money.kompas.com/read/2023/12/12/140000526/tahun-depan-ibfn-
berencana-diversifikasi-bisnis
JAKARTA, KOMPAS.com – Setelah mengalihakan bisnis usaha dari perusahaan
pembiayaan menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat
pengangkutan komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) bakal melakukan banyak
kerja sama serta melakukan diversifikasi bisnis pada 2024 demi menjaga
kelangsungan usaha. Rencananya tahun depan perusahaan akan bekerja sama
dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya yang berkaitan dengan bidang
pengangkutan komersial, serta melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan KBLI
Perseroan. Direktur PT Intan Baru Prana Petrus Halim mengatakan, lewat dukungan
INTA Group sebagai induk usaha dalam industri alat berat. Perseroan yakin dapat
mengembangkan usaha perdagangan alat pengangkutan komersial dengan
principal lainnya untuk diversifikasi produk yang ditawarkan kepada konsumen.
"Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batu bara,” kata Petrus dalam Public Expose Tahunan Senin (11/12/2023). “Penjualan
yang dilakukan Perseroan pada tahun pertama perubahan lini usaha ini didominasi
oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang telah menjadi
nasabah INTA Grup," lanjutnya. Petrus menilai, potensi penjualan alat pengangkutan
komersial terbuka luas khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota
Nusantara. Saat ini, untuk menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus
terhadap collection existing debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar
maupun Non Performing.
Adapun sejumlah peluang usaha Perseroan ke depan dengan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diageni oleh Perseroan saat ini dibandingkan
keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya. Perseroan juga akan tetap
melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya mencari peluang-peluang
23
Page 25
usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan serta grup usaha PT Intraco
Penta Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas INTA juga dapat dimanfaatkan
oleh Perseroan. Di sisi lain, perseroan juga menghadapi sejumlah tantangan yang
akan dihadapi. Petrus mengatakan, persaingan dengan beberapa penyedia
produk yang sejenis dalam hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan
yang diberikan bakal terus terjadi.
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, perlu dukungan kuat dari Principal,” ujar dia. “Selain itu, Perseroan dengan
dukungan dari Pemegang Saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha
guna menjaga kelangsungan usaha Perseroan,” tegas Petrus.
24
Page 26
10. Intan Baru Prana Bakal Lakukan Diversifikasi Usaha Tahun 2024
Kontan.co.id
Oleh; Dina
Selasa, 12 Desember 2023
https://industri.kontan.co.id/news/intan-baru-prana-bakal-lakukan-diversifikasi-
usaha-tahun-2024#google_vignette
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah alih bisnis usaha dari perusahaan pembiayaan
menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) optimistis bisa meningkatkan kinerja dan
menjaga kelangsungan usahanya pada tahun 2024.
Selain menggarap produk yang diageninya saat ini, Perusahaan yang dulunya
bernama PT Intan Baruprana Finance Tbk ini akan bekerjasama dengan
perusahaan-perusahaan besar lainnya terkait dengan bidang pengangkutan
komersial untuk melakukan diversifikasi usaha.
Direktur PT Intan Baru Prana Tbk, Petrus Halim mengatakan, melalui dukungan INTA
Group sebagai induk usaha yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri
alat berat, pihaknya optimistis dapat mengembangkan usaha perdagangan alat
pengangkutan komersial dengan principal lainnya untuk diversifikasi produk yang
ditawarkan kepada konsumen.
"Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batubara. Penjualan yang dilakukan pada tahun pertama perubahan lini usaha ini
didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang telah
menjadi nasabah INTA Grup," kata Petrus dalam keterangan resminya, Selasa
(12/12).
Petrus menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru. Saat ini, untuk
menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap collection existing
debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun Non Performing.
25
Page 27
Untuk menjaring peluang usaha ke depan, Intan Baru Prana akan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diagenisaat ini dibandingkan keunggulan yang
dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya
mencari peluang- peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnisnya serta
grup usaha PT Intraco Penta Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas INTA
dapat dimanfaatkan oleh Perseroan.
Adapun tantangan yang akan dihadapi ke depan diperkirakan masih terkait
persaingan dengan beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan
pesaing lainnya dalam hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang
diberikan.
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, perlu dukungan kuat dari Principal. Selain itu, kami berusaha melakukan
diversifikasi usaha guna menjaga kelangsungan usaha," pungkas Petrus.
26
Page 28
11. Ada Proyek Ibu Kota Baru, Potensi Penjualan Alat Pengangkutan Diramal Moncer
Liputan6.com
Oleh; Septian Deny
Selasa, 12 Desember 2023
https://www.liputan6.com/bisnis/read/5479516/ada-proyek-ibu-kota-baru-potensi-
penjualan-alat-pengangkutan-diramal-moncer
Liputan6.com, Jakarta Setelah alih bisnis usaha dari perusahaan pembiayaan
menjadi perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat pengangkutan
komersial, PT Intan Baru Prana Tbk (d/h PT Intan Baruprana Finance Tbk) selanjutnya
disebut IBFN, optimistis di tahun 2024, lini usaha baru ini dapat meningkatkan kinerja
bisnis dan menjaga kelangsungan usaha Perseroan.
Tidak hanya dengan produk yang diageninya saat ini, tahun depan akan menjadi
tantangan bagi Perseroan untuk mendapatkan peluang bisnis, bekerjasama
dengan perusahaan-perusahaan besar lainnya terkait dengan bidang
pengangkutan komersial untuk melakukan diversifikasi usaha sesuai dengan KBLI
Perseroan.
Direktur PT Intan Baru Prana Tbk Petrus Halim mengatakan melalui dukungan INTA
Group sebagai induk usaha yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dalam industri
alat berat, Perseroan optimistis dapat mengembangkan usaha perdagangan alat
pengangkutan komersial dengan principal lainnya untuk diversifikasi produk yang
ditawarkan kepada konsumen.
"Di tahun 2023 ini, penjualan dilakukan di wilayah Kalimantan Timur, dengan target
market customer yang bergerak dalam sektor industri pertambangan khususnya
batubara. Penjualan yang dilakukan Perseroan pada tahun pertama perubahan lini
usaha ini didominasi oleh penjualan sparepart kepada pelanggan-pelanggan yang
telah menjadi nasabah INTA Grup," katanya dalam Public Expose Tahunan PT Intan
Baru Prana Tbk., dikutip Selasa (12/12/2023).
Perseroan menilai, potensi penjualan alat pengangkutan komersial terbuka luas
khususnya dalam proyek pendukung pembangunan ibu kota baru atau. Saat ini,
untuk menjaga kelangsungan usahanya, Perseroan juga fokus terhadap collection
existing debitur, baik terhadap debitur yang berstatus lancar maupun Non
Performing.
Adapun sejumlah peluang usaha Perseroan ke depan dengan mengandalkan
beberapa keunggulan produk yang diageni oleh Perseroan saat ini dibandingkan
keunggulan yang dimiliki oleh kompetitor di kelasnya.
Perseroan akan tetap melihat perkembangan iklim dunia usaha dan berupaya
mencari peluang-peluang usaha yang selaras dengan kompetensi bisnis Perseroan
serta grup usaha PT Intraco Penta Tbk. Tak hanya itu, customer base serta fasilitas
INTA dapat dimanfaatkan oleh Perseroan.
Sementara sejumlah tantangan yang akan dihadapi Perseroan, persaingan dengan
beberapa penyedia produk yang sejenis dan perusahaan pesaing lainnya dalam
hal kualitas dan harga produk, serta tingkat pelayanan yang diberikan.
27
Page 29
"Truk-truk merek Jepang masih mendominasi penjualan alat pengangkutan
komersial. Target market yang terbatas untuk produk yang diageni Perseroan saat
ini, perlu dukungan kuat dari Principal. Selain itu, Perseroan dengan dukungan dari
Pemegang Saham berupaya untuk melakukan diversifikasi usaha guna menjaga
kelangsungan usaha Perseroan."
Media Cetak
1. Intan Baru Prana Optimis Pertumbuhan Bisnis
Harian Neraca, 12 Desember 2023
Bursa & Finansial
Berita/Tone Positif
Hal 4
28
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.