Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Nomor : LHPE/CI/001/XII/2023 Jakarta, 14 Desember 2023
Lampiran :2
Hal : Hasil Public Expose Tahunan
Kepada Yth.
Bursa Efek Indonesia
Indonesia Stock Exchange Building, Tower I
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
DKI Jakarta - 12190
UP: Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Non Group
Dengan Hormat,
Menunjuk Perubahan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia No. I-E tentang Kewajiban
Penyampaian Informasi mengenai laporan pelaksanaan Public Expose, maka bersama ini
kami sampaikan Laporan Hasil Public Expose PT Cerestar Indonesia Tbk, yang
diselenggarakan pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2023 secara online,
di https://vc-sg.larksuite.com/j/359813477 dengan rincian sebagai berikut:
A. Public Expose dihadiri oleh Undangan dan Media dengan copy daftar hadir terlampir.
B. Materi Public Expose sebagaimana terlampir.
C. Pihak Manajemen yang hadir pada Public Expose tersebut adalah:
1. Indra Irawan : Direktur Utama
2. Kevin Surya Widjaja : Direktur
3. Ooi Eng Hooi : Direktur
4. Thong Kok Mun : Direktur
5. Low Chee Yin : Direktur
6. Mulyadi Chandra : Corporate Secretary
D. Ringkasan pertanyaan peserta Public Expose dan jawaban dari Manajemen yaitu:
1. Di kuartal 3 tahun ini, pendapatan laba Perseroan naik 54,14% tapi labanya justru
turun, sebenarnya apa penyebabnya?
Jawaban:
Penyebab pendapatan Perseroan naik 54,14%:
- Lebih banyak disebabkan oleh kontribusi entitas anak yaitu AGY dimana
kontribusi tahun lalu (2022) hanya 2 bulan saja karena baru mulai
beroperasi di akhir tahun.
- Disamping kenaikan entitas anak yaitu HFM sebesar +/- 17%.
Page 2
Sedangkan penyebab laba turun:
- Penurunan laba disebabkan oleh penurunan harga jual yang relatif lebih
cepat dibandingkan dengan penurunan harga bahan baku. Market/pasar
cenderung melakukan pembelian/negosiasi menggunakan harga bahan
baku pada saat ingin transaksi (‘’Mark to Market’’), padahal harga bahan
baku tersebut baru dapat direalisasikan yang akan datang dalam kurun
waktu penerimaan oleh Perseroan 2-3 bulan kedepan. Harga bahan
baku pada saat transaksi adalah harga bahan baku ready yang
pembeliannya telah dilakukan 2-3 bulan sebelumnya dengan harga yang
notabene lebih tinggi.
2. Dan beban apa yang membuat laba perseroan turun?
Jawaban:
Bahan baku, karena bahan baku merupakan beban terbesar (+/- 85% dari
seluruh biaya).
3. Perseroan punya sektor pakan ternak dari anak perusahaan, pendapatan dari anak
perusahaan ini sudah menyumbang berapa persen ke induk?
Jawaban:
Sampai dengan Q3 kontribusi dari AGY (bahan baku pakan ternak) kurang lebih
12-13% akan tetapi belum maksimal karena processing & packing facility nya
baru beroperasi pada Q3 tahun 2023.
4. Target pendapatan dan laba hingga tutup tahun 2023 ini berapa?
Jawaban:
Pendapatan sampai dengan Q3 sebesar Rp 3,9 Triliun dan berharap bisa
mencapai 4,3 - 4,4 Triliun di Q4 2023. Kami berharap kami masih dapat me-
maintain laba sampai dengan Q4, akantetapi kembali tergantung market.
5. Harga gandum sempat melonjak usai tercetusnya perang Rusia-Ukraina, apakah
kenaikan harga gandum ini juga berpengaruh pada kenaikan cost perseroan?
Bagaimana solusi atas kenaikan harga gandum ini?
Jawaban:
Perang Rusia-Ukraina tentunya membawa dampak pada kenaikan harga bahan
baku gandum, tapi ini terjadi sampai akhir tahun lalu (2022). Mulai dari akhir
tahun sampai dengan Q3 2023 harga gandum terus mengalami penurunan.
Kenaikan harga gandum akan diikuti dengan peningkatan harga jual dan market
cenderung melakukan pembelian lebih banyak untuk mengantisipasi kenaikan
harga yang berkelanjutan. Oleh sebab itu, Perseroan membukukan penjualan
yang baik dengan laba bersih +/- Rp. 50 miliar pada tahun 2022.
Page 3
6. Berarti total pabrik sekarang ada 3, apakah ada kemungkinan tambah pabrik lagi,
sambil menunggu pengembangan pabrik di Gresik?
Jawaban:
Cerestar Group memiliki 4 pabrik yang berlokasi di pulau Jawa (Cilegon & Gresik)
dan di pulau Sumatera (Medan). Untuk sementara, Cerestar Indonesia fokus
terhadap pengembangan yang sedang dilakukan dari dana hasil IPO tahun 2022
lalu yaitu peningkatan kapasitas di entitas anak (HFM) dan memaksimalkan
processing & packing facilities di entitas anak (AGY).
7. Apa hambatan terbesar yang perseroan alami pada tahun 2023?
Jawaban:
Konsumen bereaksi lebih cepat untuk membeli dengan harga lebih murah
dibandingkan dengan stock yang ada (‘’Mark to Market’’). Padahal stock
Perseroan adalah bahan baku pembelian 2-3 bulan sebelumnya dengan harga
beli pada saat itu yang notabene lebih tinggi. Akantetapi, harga bahan baku saat
ini sudah cukup stabil.
8. Bagaimana pandangan TRGU terhadap prospek bisnis perseroan di 2024 dan hal
positif apa yang TRGU harapkan kedepan sehingga bisa berkontribusi positif
terhadap bisnis terigu secara umum?
Jawaban:
Kami tetap optimis di tahun 2024 sejalan dengan peningkatan permintaan dari
konsumen kami juga harus dapat meningkatkan penjualan kami. APTINDO
mengestimasi peningkatan penjualan sebesar 5%. Tentunya kami sudah memiliki
bahan baku yang sudah match dengan harga jual dan kami manage dengan hati-
hati. Kami juga optimis pertumbuhan dari bisnis bahan baku pakan ternak akan
mengalami peningkatan di tahun depan. Sehingga jika digabungkan dengan
bisnis terigu, maka akan membawa dampak yang positif bagi Perseroan.
9. Kenaikan perolehan bahan baku lebih lambat dibanding kenaikan harga terigu
dipasar?
Jawaban:
Secara psikologis akan terjadi supply and demand. Ketika terjadi kenaikan bahan
baku, maka harga akan dilakukan adjustment secara bertahap (gradual) karena
market tidak bisa menyerap adjustment sekaligus.
Page 4
10. Bagaimana pendapat perseroan terkait ketatnya kompetisi bisnis terigu di
Indonesia? Apa keunggulan kompetitif yang dimiliki perseroan dan strategi untuk
memenangkan kompetisi bisnis?
Jawaban:
Bisnis tepung terigu adalah bisnis yang sangat ketat persaingannya, salah satu
keunggulan kompetitif yang kami miliki adalah kami memiliki strategic locations.
Pabrik kami berada di beberapa tempat yang berbeda untuk menjangkau
konsumen Indonesia. Kami ada di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera. Dengan
adanya 4 pabrik, kami dapat membeli bahan baku dalam jumlah besar dengan
transportation cost yang ekonomis (mencapai ‘’Economic of Scale’’) dan
langsung didistribusikan ke semua lokasi pabrik kami.
11. Berapa total biaya yang dikeluarkan untuk penambahan milling capacity terbaru di
Gresik?
Jawaban:
Total biaya yang kami peroleh dari hasil IPO untuk investasi adalah sebesar Rp
300 Milliar. Dimana Rp 200 Miliar digunakan untuk penambahan milling capacity
(line ke 4) di Gresik dan Rp 100 Miliar untuk pembangunan processing & packing
facilities di Cilegon untuk produk bahan pakan ternak lainnya.
12. Setelah dana IPO sudah digunakan apa ada rencana TRGU untuk menambah
alternatif pendanaan eksternal?
Jawaban:
Untuk saat ini belum ada.
13. Seberapa parah dampak konflik Rusia-Ukraina terhadap industri gandum, terutama
untuk Cerestar? Gandumnya sekarang diimpor dari mana?
Jawaban:
Untuk saat ini sepertinya sudah tidak terasa lagi dampak konflik, sudah
berangsur-angsur normal. Sekarang kami sudah mulai membeli dari Rusia selain
negara-negara seperti Australia, U.S, Canada dan Agrentina.
14. Berapa profit margin yang diharapkan perseroan tahun ini? (%) Apakah artinya
Cerestar memproyeksikan kinerja keuangan full year 2023 ini akan membukukan
rugi, setelah lapkeu kuartan IV rampung?
Jawaban:
Kami berharap kami masih dapat membukukan laba, namun semua tergantung
market juga. ‘’Worst come to worst’’ atau terburuknya, apabila ternyata kami
mengalami kerugian, kerugian tersebut tidak akan besar/buruk sehingga
manageable untuk dapat segera di-recover pada periode selanjutnya.
Page 5
Demikian laporan hasil Public Expose yang kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Hormat Kami, PT CERESTAR INDONESIA TBK Indra Irawan Direktur Utama
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.