Skip to content
Back to announcement

20231211_BTPN_Laporan Informasi dan Fakta Material_31558517_lamp2.pdf

Other Text extracted BTPN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 3

Page 1
SIARAN PERS
Untuk disiarkan segera

   Bank BTPN Catat Pertumbuhan Positif Sepanjang Januari - September 2023

 JAKARTA, 8 Desember 2023 - PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) Bank BTPN resmi mengumumkan kinerja
 keuangan pada periode berjalan Januari – September 2023. Dalam laporannya, Bank BTPN mencatat
 pertumbuhan positif dengan meningkatnya pendapatan bunga, pendapatan bunga bersih, dan margin
 bunga bersih (Net Interest Margin/NIM).

 Tercatat, pendapatan bunga tumbuh sebesar 23% year-on-year (yoy) menjadi Rp14,049 miliar,
 sementara pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp8,996 miliar, atau naik 4%, di tengah kenaikan
 suku bunga. NIM tercatat sebesar 6,44% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu yakni sebesar
 6,36%.

 Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar mengungkapkan, “Banyak tantangan yang dihadapi
 industri perbankan Indonesia di sepanjang tahun 2023 dengan meningkatnya suku bunga, diantaranya
 dan ketidakpastian global lainnya. Namun, kami bersyukur Bank BTPN tetap mampu mencatatkan hasil
 kinerja positif sepanjang tahun 2023 ini. Hal ini dapat diraih melalui penerapan strategi dan keputusan
 bisnis dengan prinsip kehati-hatian, demi menunjang pertumbuhan perusahaan maupun setiap unit
 bisnis yang dinaungi oleh perseroan.”

 Di sisi lain, Bank BTPN memutuskan untuk menambah pencadangan kredit pada tahun 2023 sebagai
 bagian dari antisipasi Bank terkait proses restrukturisasi nasabah korporasi dan sebagai bagian dari
 upaya mitigasi dari berakhirnya kebijakan stimulus COVID-19 dari pemerintah. Dengan adanya
 penambahan pencadangan ini, biaya kredit meningkat sebesar Rp608 miliar, yang kemudian
 mempengaruhi Laba Bersih setelah Pajak Perseroan. Laba bersih setelah pajak Bank BTPN (konsolidasi)
 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat di level Rp2,094 miliar sepanjang Januari-
 September 2023, lebih rendah 13% yoy.

 Dari sisi pertumbuhan kredit, segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan syariah tercatat masing-
 masing meningkat sebesar 21% yoy dan 5% yoy. Total kredit yang disalurkan oleh Bank BTPN per akhir
 September 2023 meningkat sebesar 3.2% YTD di posisi Rp150,8 triliun. Total aset mencapai Rp195,84
 triliun. Pre-Provision Operating Profit (PPOP) berada di level Rp4,975 miliar meningkat dibandingkan
 periode tahun lalu yaitu Rp4,912 miliar.

 “Pertumbuhan kredit sejatinya sudah ditargetkan oleh masing-masing bank sesuai arahan dari
 regulator, baik Bank Indonesia maupun OJK. Bank BTPN berharap agar di tahun 2024 Dana Pihak Ketiga
 (DPK) tetap bertumbuh sebagai salah satu faktor menunjang pertumbuhan kredit di perbankan,
 mengimbangi persentase yang telah ditetapkan regulator,” tambah Henoch.
Page 2
Lebih lanjut, Bank BTPN senantiasa berkomitmen menjaga kualitas kredit agar tetap baik. Hal itu terlihat
dari rasio gross non-performing loan (NPL) Bank yang berada di level 1,47%, lebih rendah dibandingkan
rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,4% pada akhir September 2023.

Bank BTPN juga berhasil menjaga rasio likuiditas dan pendanaan untuk berada di tingkat yang sehat,
dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 210,80% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) di
120,31% pada 30 September 2023. Perseroan mencatat rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) berada di level yang kuat yakni 29,8%.

Selain pengumuman laporan kinerja keuangan, Bank BTPN juga telah menggelar Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2023. Dalam
RUPSLB tersebut, pemegang saham resmi menyetujui: (1) rencana penarikan saham-saham Perseroan
hasil pembelian kembali (”Treasury Stock”), serta (2) rencana Penambahan Modal dengan Memberikan
Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“PMHMETD”) atau Right Issue, sesuai dengan ketentuan Anggaran
Dasar Perseroan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pembahasan agenda pertama, Bank BTPN berencana melakukan penarikan sejumlah 92.292.198
Treasury Stock. Merujuk pada POJK No.2/POJK.04/2013 tentang Pembelian Kembali Saham yang
Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara
Signifikan (POJK 2/2013), Bank BTPN melakukan pembelian kembali saham sampai dengan total
95.198.900 saham dalam kurun waktu antara tanggal 23 Februari sampai 23 Mei 2016.

Selanjutnya untuk memenuhi POJK 2/2013 tersebut , Bank BTPN telah melakukan beberapa upaya
terkait kewajiban pengalihan saham sesuai dengan peraturan, di antaranya dengan menggunakan
sejumlah 2.633.202 saham untuk Material Risk Takers berdasarkan Keputusan RUPST pada tanggal 22
April 2021; dan mengalihkan 92.565.698 saham dengan cara dijual melalui BEI.

Namun, dalam kondisi pasar yang fluktuatif karena dampak dari COVID-19 dan ketidakpastian global
lainnya, jumlah Treasury Stock sampai dengan 30 September 2023 adalah sejumlah 92.314.998, artinya
hanya sebanyak 250.700 saham atau 0,27% dari total Treasury Stock Perseroan yang berhasil dialihkan
ke publik melalui penjualan di BEI. Mengingat batas waktu pengalihan akan berakhir pada tahun 2024,
Perseroan bermaksud untuk menarik Treasury Stock ke dalam modal dalam simpanan Perseroan,
sebagai upaya pengalihan saham lainnya yang diatur dalam POJK 2/2013.

“Dengan pelaksanaan penarikan Treasury Stock ini, modal ditempatkan dan disetor akan berkurang,
namun modal dalam simpanan (portepel) akan bertambah dan total saham yang dimiliki oleh masing-
masing pemegang saham tidak akan berkurang. Penarikan Treasury Stock ini pun tidak berdampak
pada kinerja keuangan Perseroan, karenanya tidak akan mengganggu pemenuhan kewajiban Perseroan
kepada pihak ketiga,” jelas Henoch.

Sementara itu pada pembahasan agenda kedua, Bank BTPN mengungkapkan rencana untuk
Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right
Issue, yang akan menawarkan sebanyak-banyaknya 3.095.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai
nominal Rp20 (dua puluh Rupiah) per saham.
Page 3
 Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD II (setelah
 dikurangi dengan biaya emisi), untuk pembiayaan proyek Perseroan yang akan datang untuk
 pertumbuhan inorganic (termasuk melakukan akuisisi di perusahaan lain).

 “Saham baru tersebut akan diterbitkan dari portepel Perseroan dan akan dicatatkan di BEI sesuai
 dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saham baru tersebut pun akan memiliki hak
 yang sama dan sederajat dalam segala aspek dengan seluruh saham lama Perseroan, termasuk hak atas
 dividen,” tutup Henoch.
                                               ****

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

PT Bank BTPN Tbk
Andrie Darusman – Communications & Daya Head
Email: andrie.darusman@btpn.com atau corporate.communications@btpn.com

Sekilas tentang Bank BTPN
PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) merupakan bank devisa hasil penggabungan usaha PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk
(BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI) pada Februari 2019. Bank BTPN melayani berbagai segmen yang ada
di industri perbankan, mulai dari ritel hingga korporasi, termasuk para pensiunan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), komunitas prasejahtera produktif; segmen consuming class; serta segmen korporasi. Layanan kami tersedia di unit-unit
bisnis Bank BTPN, yaitu BTPN Sinaya—unit bisnis pendanaan, BTPN Purna Bakti—unit bisnis yang melayani nasabah pensiunan,
BTPN Micro Business—unit bisnis yang melayani pelaku usaha mikro, BTPN SME—unit bisnis yang melayani pelaku usaha kecil
dan menengah, Jenius—platform perbankan digital untuk segmen consuming class, dan unit bisnis korporasi yang melayani
perusahaan besar nasional, multinasional, dan Jepang. Selain itu, Bank BTPN memiliki anak usaha yaitu PT Bank BTPN Syariah Tbk
yang melayani nasabah dari komunitas prasejahtera produktif. Melalui Program Daya, yaitu program pemberdayaan yang
berkelanjutan dan terukur, Bank BTPN secara reguler memberikan pelatihan dan informasi untuk meningkatkan kapasitas
nasabah sehingga memiliki kesempatan tumbuh dan mendapatkan peluang untuk hidup yang lebih baik.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.21 MB
Published12 Dec 2023
Pages3
Characters8,035
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result