Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 5
Page 1
Paparan Publik Tahunan 2023 PT TBS Energi Utama Tbk 7 Desember 2023
Page 2
TBS Energi Utama Tbk
Treasury Tower, Level 33 Office District 8, SCBD Lot 28
Jl. Jend Sudirman Kav.52-53, Jakarta 12190, Indonesia
Telp. +6221 5020 0353 | Fax. +6221 5020 0352
corsec@tbsenergi.com
Pertanyaan & Jawaban
Pertanyaan No.1
William – Petromindo
1. Berapa target produksi batubara PT TBS Energi Utama Tbk (Perseroan) di tahun
2024?
2. Apakah konstruksi Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Terapung Tembesi di
Batam sudah dimulai? Jika belum pada kuartal berapa akan dimulai?
3. Bagaimana update dari proyek ekspor listrik ke Singapura?
Jawaban Perseroan:
1. Bapak Nafi Sentausa menjawab,
Target produksi batubara Perseroan di tahun 2024 adalah kurang lebih sebesar 3 juta
metric ton.
2. Bapak Nafi Sentausa menjawab,
PLTS Terapung Tembesi Batam saat ini masih dalam proses pengadaan di PLN,
dimana ditargetkan pada awal tahun 2024 sudah dapat memulai proses persiapan
kontruksi.
3. Bapak Nafi Sentausa menjawab,
Terkait dengan rencana ekspor listrik ke Singapura, Perseroan masih berproses dalam
rencana tersebut. Diharapkan pada awal tahun 2024 Perseroan dapat memberikan
update kepada publik atas rencana dimaksud.
Pertanyaan No. 2
Haryanto Chandra
1. Bagaimana rencana alokasi CAPEX di tahun depan? Apakah akan dialokasikan
sebagian untuk mengakuisisi tambang batubara baru/perluas lahan konsesi
mengingat cadangan batubara hanya tersisa untuk 3,5 tahun s/d 4 tahun dari sekarang
sedangkan kontrak penjualan listrik ke PT PLN (Persero) masih panjang masa
berlakunya? Jika iya, bagaimana mekanisme pendanaannya, melalui utang/kas
internal?
Jawaban Perseroan:
1. Ibu Juli Oktarina menjawab,
Rencana alokasi CAPEX pada tahun 2024 berada di kisaran USD200 – 250 juta, yang
rencananya akan digunakan untuk pengembangan bisnis Energi Baru dan Terbarukan
(EBT), kendaraan listrik dan bisnis pengelolaan sampah. Perseroan tidak memiliki
rencana untuk mengakuisisi lahan konsesi batubara, dimana hal ini sejalan dengan
komitmen TBS2030 Perseroan, yaitu tidak ada tambang batubara baru. Mekanisme
pendanaan CAPEX ini akan diupayakan dari sisi kas internal dan juga kombinasi dari
debt dan ekuitas perusahaan.
www.tbsenergi.com
Page 3
PLTU MCL dan GLP akan tetap beroperasi sesuai dengan kesepakatan dalam
kontrak penjualan listrik ke PT PLN (Persero). Untuk penggunaan batubara PLTU
kami di supply oleh perusahaan tambang batubara lainnya melalui mekanisme open
tender, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh PLN.
Pertanyaan No. 3
Anya – Petromindo
1. Bagaimana progres pengembangan floating solar PV di Duriangkang dan Tembesi
dengan total kapasitas 162 MW, apakah sudah mulai konstruksi dan apakah rencana
COD tetap sesuai schedule di kuartal 3 tahun 2024?
2. Bagaimana progress konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
berkapasitas 2x3 MW di Way Besar, Lampung, sudah berapa persen? Apakah COD
akan tetap di bulan Juni 2024?
Jawaban Perseroan:
1. Bapak Nafi Sentausa menjawab,
Untuk project yang masuk dalam pipeline Perseroan adalah PLTS Terapung Waduk
Tembesi. Sedangkan untuk pengembangan floating solar PV di Duriangkang
dikerjakan oleh developer lainnya.
2. Bapak Nafi Sentausa menjawab,
Sampai dengan saat ini, project PLTMH di Way Besar, Lampung sudah berada di
progress 85%, sedangkan untuk 15% nya masih ada waktu selama 6 (enam) bulan
ke depan, dengan asumsi proyek dapat diselesaikan tepat waktu, dengan target COD
adalah pada bulan Juni 2024.
Pertanyaan No. 4
Annisa – Bisnis Indonesia
1. Berapa produksi batubara sampai dengan kuartal 3 tahun 2023? Bagaimana
perkiraan target produksi sampai dengan akhir tahun 2023, apakah masih berjalan
sesuai dengan rencana.
2. Untuk tahun 2024, bagaimana Perseroan melihat perkiraan harga batubara.
3. Apakah untuk perusahaan JV TBS dengan GoTo, Electrum, ada rencana untuk
menerbitkan saham dengan melakukan penawaran umum perdana ke publik.
Mungkin ada alasan untuk melakukan penawaran umum/ tidak melakukan penawaran
umum ke publik.
Jawaban Perseroan:
Bapak Nafi Achmad Sentausa menjawab,
1. Produksi batubara sampai dengan kuartal 3 tahun 2023 berada di kisaran 2,5 juta ton.
Diperkirakan pada akhir tahun 2023 Perseroan dapat mencapat target untuk produksi
batubara sebesar 3-3,5 juta ton.
Page 4
Bapak Nafi Achmad Sentausa menjawab,
2. Sehubungan dengan perkiraan harga batubara tahun 2024, selama beberapa minggu
terakhir Perseroan melihat adanya trend kenaikan harga batubara meski masih belum
signifikan, karenanya Perseroan tetap konservatif sehingga untuk tahun depan
Perseroan melihat harga batubara masih relatif stabil, dibandingkan dengan harga
batubara tahun 2023.
Bapak Nafi Achmad Sentausa menjawab,
3. Terkait rencana IPO Electrum, tentunya Perseroan melihat hal tersebut menjadi
sebuah opsi, namun tidak dalam jangka waktu dekat. Saat ini Perseroan masih
berfokus pada kualitas produk yang dihasilkan Electrum dapat diterima dengan baik
oleh pasar. Jika bisnisnya sudah berkembang, dengan size yang cukup, pelaksanaan
IPO akan menjadi salah satu opsi.
Pertanyaan No. 5
Marthin – Pemegang Saham
1. Terkait laporan kinerja Keuangan Perseroan kuartal ketiga, terdapat penurunan total
pendapatan sebesar 12%, namun untuk penurunan EBITDA cukup signifikan sebesar
42%. Apakah ada ketidak-efisiensian cost atau bagaimana.
2. Perseroan memiliki posisi kas sebesar USD 92juta, dengan Capex tahun 2024
sebesar USD200-250 juta, apakah Perseroan berencana membagikan dividen pada
tahun 2024.
Ibu Juli Oktarina menjawab,
1. Penurunan pendapatan dipengaruhi oleh penurunan harga batubara yang cukup
signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023. Penurunan laba
bersih juga bukan disebabkan oleh Perseroan yang tidak melakukan efisiensi, namun
juga karena adanya beban bunga pinjaman yang harus dibayarkan, serta beberapa
cost lainnya yang harus dibayarkan, namun bukan karena tidak efisien.
Bapak Dicky Yordan menambahkan,
Kontribusi pendapatan Perseroan sampai dengan saat ini masih lebih banyak dari
pertambangan batubara, dimana penurunan pendapatan secara spesifik karena
adanya penurunan harga penjualan batubara. Sementara cost structure Perseroan
menggunakan jenjang ICI, jadi selama ICI masih di range tersebut, meskipun sudah
berada di bagian bawah, namun cost tetap sama. Selain itu juga dengan adanya
kenaikan suku bunga, juga mempengaruhi peningkatan biaya yang dikeluarkan oleh
Perseroan.
Ibu Juli Oktarina menjawab,
2. Sehubungan dengan penggunaan Capex sebesar USD250 juta, Perseroan akan
menggunakannya untuk biaya pengembangan perusahaan. Sumber pendanaan akan
diperoleh dari sisi debt maupun opsi lainnya dari pasar modal yang lain, mana yang
terbaik untuk Perseroan. Terkait dengan dividen, Perseroan akan melihat kinerja dan
hasil Perseroan ke depannya baru akan ditentukan apakah memungkinkan untuk
pembagian dividen.
Page 5
Pertanyaan No. 6
Haryanto Chandra
1. AMES menyumbang berapa persen dari penjualan & laba bersih sampai November
tahun ini? Berapa penjualan yang diharapkan dari bisnis pengelolaan limbah ini di
tahun depan mengingat biaya akuisisinya cukup besar sehingga menimbulkan
goodwill USD45 juta?
Bapak Nafi Sentausa menjawab,
1. AMES dari sisi pendapatan menyumbang kontribusi sekitar sebesar 2% terhadap laba
bersih, atau sekitar sebesar 4-5% terhadap EBITDA. Hal ini menunjukan bahwa
EBITDA margin AMES cukup sehat untuk menopang pertumbuhan Perseroan ke
depannya. Selanjutnya terkait dengan ekspektasi pertumbuhan, AMES saat ini telah
memegang pangsa pasar sekitar sebesar 75%, dan pertumbuhan untuk tahun depan
diharapkan dapat mencapai sebesar 7-10% dari apa yang telah diperoleh pada tahun
2023. Pertumbuhan ini diharapkan akan diperoleh dari penambahan customer baru
dan peningkatan harga dalam kontrak yang dimiliki.
Selanjutnya untuk Goodwill sebesar USD45 juta muncul karena adanya selisih antara
nilai transaksi dengan nilai buku ekuitas di AMES. Adapun untuk penghitungan
purchase price allocation dalam perhitungan goodwill masih dalam proses, dan akan
difinalkan dalam laporan keuangan pada Desember 2023.
Pertanyaan No. 7
Salvi Palupi – Pemegang Saham
1. Terkait dengan permintaan batubara yang masih banyak, namun harga yang masih
kompetitif, kenapa pendapatan Perseroan masih turun signifikan.
Bapak Nafi Achmad Sentausa menjawab,
1. Meskipun permintaan batubara masih relative sama dengan tahun sebelumnya,
namun dari sisi global, pada tahun 2022 ada kondisi perang Rusia dan Ukraina,
sehingga terdisrupsinya supply energi secara global mempengaruhi harga batubara.
Namun tahun 2023 krisis tersebut sudah mereda, sehingga market untuk harga energi
cukup jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Bapak Alvin Firman Sunanda menambahkan,
Memang faktor demand yang masih banyak, namun faktor ini tetap akan diikuti juga
dengan index price. Pada saat harga menurun, berapapun tingginya permintaan,
pembeli tidak akan membeli dengan harga di atas index.
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.