Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 8
Page 1
BERITA ACARA
PAPARAN PUBLIK TAHUNAN TAHUN 2023
PT BUMI RESOURCES TBK.
Dalam rangka memenuhi Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-
00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022 perihal Perubahan Peraturan Nomor I-
E Tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami informasikan bahwa
PT Bumi Resources Tbk. (“Perseroan” atau “BUMI”) telah melaksanakan Paparan
Publik Tahunan secara virtual pada:
Hari/tanggal : Rabu, 6 Desember 2023
Waktu : 10.00 WIB – 11.30 WIB.
Agenda : 1. Sekilas.
• Struktur Kepemilikan Perusahaan, Produksi,
Cadangan & Sumber Daya Batubara.
• Penghargaan dan Prestasi Terbaik Perusahaan.
• Keselamatan Kerja – Best in Class.
2. Kinerja dan Ikhtisar Operasional Perusahaan –
9M’2023.
3. Pemasaran.
4. DMO (Kewajiban Pasar Domestik).
5. BUMI Reborn – Transformasi.
• Status Restrukturisasi.
• Tata Kelola Perusahaan yang Baik.
• Penguatan Manajemen – Direksi dan Dewan
Komisaris baru.
Lampiran : Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (“CSR”)
Ringkasan Berita Acara adalah, sebagai berikut:
Latar belakang : Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-
pelaksanaan 00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022 perihal
Paparan Publik Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban
Tahunan Penyampaian Informasi.
Yang hadir : Perseroan:
Secara fisik
• Direksi:
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 1 dari 8
Page 2
- Dileep Srivastava (Direktur & Corporate Secretary)
- R.A. Sri Dharmayanti (Direktur)
- Andrew C. Bekham (Direktur)
- Ido Hutabarat (Direktur)
- Ashok Mitra (Direktur)
Non Perseroan:
Secara virtual (online)
Wartawan Pasar Modal/Pengamat/Analis/Investor ± 77 orang.
Moderator/ : Achmad Reza Widjaja (VP Investor Relations & Chief of Economist)
Pemberi
Presentasi
Cara penyajian : Dengan menampilkan slide materi presentasi kepada yang hadir
kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Sesi tanya jawab dengan peserta dilakukan melalui chat
box/fitur tanya jawab yang kemudian dibacakan oleh
Moderator dan dijawab oleh anggota Direksi Perseroan.
Pertanyaan- : 1) Media:
pertanyaan yang Berapa target produksi batubara serta revenue BUMI di 2024?
muncul pada saat
sesi tanya jawab 2) Investor:
antara lain Bagaimana menurut Perseroan terkait dengan naiknya tarif
royalti?
3) Investor:
Bagaimana prospek batubara ke depan? Berapa target net
income BUMI FY 23?
4) Investor:
Bagaimana dengan potensi membagikan dividen, apakah
dapat dilaksanakan oleh BUMI?
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 2 dari 8
Page 3
5) Media:
Bagaimana rencana hilirisasi batubara BUMI? dan apakah
BUMI tertarik dengan lelang WIUP yang dilakukan
pemerintah?
6) Investor:
Bagaimana menurut Perseroan tentang BLU/MIP yang
sedang dipersiapkan pemerintah? Apakah ada dampaknya
terhadap BUMI?
7) Investor:
Apakah ada permintaan batubara dari Eropa?
8) Media:
Apakah sudah ada standby buyer terkait proyek proyek
hilirisasi ? Adakah rencana akuisisi perusahaan tambang
atau membuka tambang baru ?
Jawaban atas : 1) Media:
pertanyaan- Perseroan belum memfinalisasi angka untuk tahun 2024,
pertanyaan namun Perseroan berharap mampu mencapai volume
tersebut di atas produksi sekitar 80 Mt di tahun 2024. Di tahun ini sendiri,
angka produksi nyaris mencapai 80 Mt Vs 71 Mt di tahun
2022.
Perseroan tetap berupaya memaksimalkan produksi. Saat
ini harga batubara sedang mengalami tren penurunan,
namun forward curve menunjukkan bahwa harga masih
dalam situasi contango dan kemungkinan bergerak naik.
Laporan ekuitas juga memperkirakan bahwa harga batubara
di tahun 2024 bisa mencapai sekitar 8-10% lebih tinggi dari
tingkat saat ini.
Perseroan belum mengumumkan pedoman (guidance) di
tahun 2024. Setelah difinalisasi, Perseroan akan segara
melakukan keterbukaan informasi ke publik.
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 3 dari 8
Page 4
2) Investor:
Per Maret 2023, Harga Batubara Acuan (HBA) lebih tinggi
dari harga GCNEWC. Kondisi ini menyebabkan naiknya
besaran royalti, di mana Arutmin & KPC telah membayar
30% royalti, kendati sebenarnya besaran royalti hanyalah
28%. Demikian pula, pembayaran royalti sebesar 31% dan
29% merupakan akumulasi dari domestik yang hanya 14%.
Jika bicara soal ekspor saja, besaran royalti mencapai sekitar
35%-36% dibandingkan 28%, semata-mata karena
penetapan HBA yang selalu lebih tinggi dari harga pasar
oleh pemerintah. Hal ini di luar kendali Perseroan.
Demikian, royalti menjadi salah satu biaya Perseroan yang
tertinggi di luar biasa produksi. Inilah yang menyebabkan
rendahnya laba, di samping harga batubara yang rendah,
dan biaya bahan bakar yang tinggi.
3) Investor:
Permintaan batubara akan selalu ada, terutama di Asia dan
bahkan di Eropa, di mana banyak PLT batubara yang
kembali dioperasikan. Perseroan meyakini bahwa
permintaan/produksi akan tetap berlanjut. Kemungkinan
akan ada transisi selama 10-20 tahun ke depan menuju
energi terbarukan, namun hal tersebut bergantung pada
kecepatan perkembangan teknologi. Pasar batubara
Perseroan mencakup India, Tiongkok, Jepang, Filipina, dan
domestik, yang sangat bergantung pada batubara saat ini.
Mengenai laba bersih, Perseroan belum dapat memberikan
perkiraan laba bersih saat ini, namun Perseroan meyakini
produksi dan penjualan mengalami peningkatan di kuartal
4 tahun ini.
4) Investor:
Sesuai ketentuan Pasal 70 & 71 UUPT, Perseroan belum
memenuhi persyaratan untuk membayar dividen kepada
pemegang saham, mengingat Perseroan masih mencatatkan
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 4 dari 8
Page 5
defisit. BUMI berupaya sebaik mungkin mematuhi
peraturan perundang-undangan sehingga dapat
mempercepat kemungkinan pembayaran dividen, yang
menjadi prioritas utama Perseroan.
5) Media:
Proyek hilirisasi adalah bagian dari persyaratan
perpanjangan IUPK sehingga Perseroan berkomitmen untuk
melaksanakan proyek tersebut sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku dan ketentuan IUPK, sehingga
Perseroan akan mengkaji aspek ekonomi dari proyek
tersebut. Perseroan tengah dalam tahap penyelesaian Uji
Kelayakan (Feasibility Study) dan memfinalisasi mitra bisnis.
Apabila semua telah siap, Perseroan akan melakukan
keterbukaan informasi sebagaimana mestinya. Intinya,
komitmen Perseroan adalah mulai menjalankan proyek
tersebut pada tahun 2027 sesuai persyaratan IUPK.
6) Investor:
Saat ini, peraturan terkait belum difinalisasi. Setelah
difinalisasi, Perseroan akan melihat atau menilai dampak
peraturan tersebut terhadap KPC dan Arutmin.
Peraturan Presiden terkait saat ini masih dalam tahap draft,
di mana badan mitra instansi pemerintah ditunjuk untuk
mengatur proses yang disebut “pungut salur”. Pada
prinsipnya, rencananya adalah bagaimana perusahaan yang
telah memenuhi atau melebihi persyaratan DMO
medapatkan dana kompensasi atas kelebihan DMO. Banyak
hal yang masih harus dikaji. Tentunya, dampaknya adalah
pada cashflow, artinya Perseroan harus membayar di depan,
namun dana kompensasi baru diperoleh 3-4 bulan
berikutnya, sehingga dapat menganggu cash flow.
7) Investor:
Permintaan batubara meningkat di tahun 2022 dari 52MT
menjadi 87MT dikarenakan penawaran (suplai) yang turun,
ketidakmampuan energi terbarukan menggantikan bahan
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 5 dari 8
Page 6
bakar fosil, curah hujan, dan situasi geo politik, diperburuk
oleh melonjaknya harga gas dan batubara.
Tahun 2023 berjalan lebih normal, harga batubara dan harga
gas alam turun secara tajam sebesar 4x-5x.
Asia, termasuk Tiongkok, India dan Indonesia
meningkatkan suplai batubara dengan menaikkan produksi
domestik.
Perseroan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar Eropa
secara signifikan lantaran mereka menggunakan indeks API
yang jauh lebih rendah (dibandingkan dengan harga
GCNEWC & HBA) sehingga tidak mendatangkan insentive
bagi Perseroan saat ini.
8) Media:
Dalam melakukan proyek hilirisasi batubara, Perseroan
mengkaji aspek pemasaran, aspek kemitraan. Ketika semua
proses telah difinalisasi, semua akan diungkapkan oleh
Perseroan, termasuk perjanjian off-taking.
Pada dasarnya, semua masih dalam proses, namun tetap
menjadi prioritas utama. Mudah-mudahan Perseroan dapat
melakukan keterbukaan informasi di pertengahan tahun
depan.
Perseroan telah memiliki KPC dan Arutmin sebagai
tambang batubara terbesar, sehingga kemungkinan untuk
mengakuisisi tambang baru sangat terbatas. Perseroan juga
memiliki aset ketiga, yaitu Pendopo di Sumatera yang
memiliki cadangan 1 miliar ton batubara peringkat rendah,
dan Perseroan saat ini mencoba untuk memobilisasi dan
mengubahnya menjadi keuntungan baik dalam hal
penjualan atau memanfaatkan batubara di Pendopo untuk
proyek lainnya.
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 6 dari 8
Page 7
Intinya, Perseroan tidak memiliki rencana saat ini untuk
memperoleh tambang baru, namun Perseroan tetap
menjajaki berbagai peluang bisnis.
Perseroan memiliki objektif atau tujuan yang selaras dengan
pemegang saham utama, yaitu memperkuat bisnis batubara
yang telah ada, dan juga menjajaki proyek baru di industri
hijau, bidang yang menjadi prioritas nasional seperti proyek
hilirisasi batubara dan diversifikasi batubara, seperti logam.
Perseroan akan segera menyampaikan keterbukaan
informasi ketika semua proses telah mencapai tahap
finalisasi.
Demikian Berita Acara Paparan Publik Tahunan Tahun 2023 PT Bumi Resources Tbk.
ini dibuat.
/Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 7 dari 8
Page 8
Dokumentasi Paparan Publik Tahunan PT Bumi Resources Tbk. secara virtual /Paparan Publik Tahunan/6-12-2023/Berita Acara.doc Hal 8 dari 8
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.