Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1
Jakarta, 2 April 2026
No. : 015/MLPT/PDC/IV/2026
Hal : Laporan Pelaksanaan Public Expose Insidentil
Lamp : Daftar Hadir Peserta
Kepada Yth.
Direksi
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lt.4
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Dengan hormat,
Dalam rangka memenuhi permintaan PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 Maret 2026 untuk
melaksanakan Public Expose (PE) Insidentil, bersama ini kami sampaikan laporan pelaksanaan sebagai
berikut:
A. Jalannya PE Insidentil
Hari/tanggal: Rabu, 1 April 2026
Waktu : 09:30 – 10:16 WIB
Tempat : Media elektronik melalui aplikasi Microsoft Teams
Hadir : 1. Harianto Gunawan – Presiden Direktur
2. Wahyudi Chandra – Wakil Presiden Direktur
3. Suyanto Halim – Direktur
4. Natalie Lie – Corporate Secretary
5. Peserta perorangan dan institusi
PE Insidentil dimulai dengan penjelasan latar belakang penyelenggaraan dan lingkup paparan yang
meliputi:
(1) Profil
(2) Kegiatan usaha
(3) Kinerja usaha
(4) Rencana bisnis ke depan, dan
(5) Informasi lainnya
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari peserta yang hadir dan ditutup pada pukul
10.16 WIB.
B. Sesi Tanya Jawab
1. Daniel - Analis
a. Dalam laporan kinerja keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, pendapatan dari segmen
“Perangkat Keras dan Perangkat Pendukungnya” mengalami penurunan sebesar Rp100 miliar
atau -7,74% dibandingkan tahun sebelumnya. Di sisi lain, pada halaman 9, 12 dan 17, Perseroan
mempromosikan pilar solusi yang komprehensif dan cluster solusi seperti Cloud Infrastructure
PT MULTIPOLAR TECHNOLOGY TBK
Sopo Del Office Towers & Lifestyle, Tower B, 18th Floor | Jl. Mega Kuningan Barat III, Lot 10, 1 – 6
Jakarta Selatan 12950, DKI Jakarta, Indonesia
Tel. : +62-21-55 777 000, 5460011 | Fax.: +62-21-5460020 | www.multipolar.com
Page 2
Laporan Penyelenggaraan Public Expose Insidentil
No.: 015/MLPT/PDC/IV/2026
& Automation serta Digital Workspace yang erat kaitannya dengan perangkat keras. Apakah
penurunan ini merupakan tren struktural yang mengindikasikan perubahan margin atau
hilangnya kontrak besar dengan pelanggan tertentu? Mengingat sentimen negatif pasar, apakah
ada risiko hilangnya kontrak utama yang belum diungkapkan secara rinci dalam materi ini ?
b. Pada halaman 6, Perseroan menyebutkan enam entitas anak operasional yang bergerak di
bidang managed services, third party administrator (TPA), big data analytics, hingga
transformasi digital bank. Namun, dalam paparan kinerja keuangan konsolidasian di halaman
11, tidak diuraikan kontribusi masing-masing entitas anak terhadap laba tahun berjalan.
Mengingat beberapa entitas seperti PT Visionet Data Internasional (VDI) dan PT Teknologi
Pamadya Analitika (TPA) memiliki model bisnis yang berbeda dengan induk, apakah ada entitas
anak yang justru membukukan kerugian signifikan atau mengalami penurunan kinerja yang
dapat mempengaruhi persepsi investor ? Apakah Perseroan memiliki komitmen untuk
mengungkapkan laporan keuangan segmen atau entitas anak secara lebih rinci dalam
keterbukaan informasi ke depan ?
Tanggapan :
a. Terkait penurunan pendapatan perangkat keras, dijelaskan bahwa hal ini merupakan tren
shifting dari perangkat keras ke cloud (private cloud) dan hybrid multicloud, bukan karena
hilangnya kontrak besar. Tren ini disebabkan adopsi cloud di pelanggan utama (baik di industri
finance/banking maupun segmen industri lainnya) semakin meningkat sehingga terjadi
perubahan dari on-premise ke cloud dan hybrid multicloud. Karena adopsi ini, maka membawa
pengaruh pada penurunan pendapatan perangkat keras. Selain itu secara siklus infrastruktur
TI , perangkat keras (server dan network) memiliki siklus pakai dan penyusutan. Perseroan
menjaga siklus ini dan siap melakukan tech-refresh atau penambahan new-load sesuai
kebutuhan pelanggan. Selama 2 tahun terakhir dan ke depannya, kontribusi perangkat lunak
dan jasa (services) termasuk IT Managed Services, diprediksi akan semakin meningkat
dibandingkan perangkat keras.
b. Perseroan memiliki fokus utama pada keseimbangan strategi berkelanjutan di produk inti,
pertumbuhan melalui inovasi, dan akselerasi melalui transformasi. Pendirian beberapa anak
usaha merupakan salah satu inisiatif Perseroan untuk meningkatkan pendapatan
berkelanjutan. Beberapa anak usaha sudah memberikan kontribusi positif (misal VDI),
walaupun masih ada yang belum (misal DDT, DDV, TPA). Manajemen terus memberikan arahan
sehingga anak usaha yang belum berkontribusi positif makin menunjukkan perbaikan kinerja
sehingga diharapkan dalam 1-2 tahun ke depan, semua anak usaha dapat mencatat kinerja
positif. Sebagai tambahan, anak-anak usaha memiliki future growth yang sangat relevan dan
menunjang core business Perseroan. Terkait pengungkapan laporan keuangan segmen atau
entitas anak yang lebih rinci, akan dilakukan Perseroan sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. P Bonar S - Perorangan
Bagaimana strategi MLPT dalam mengembangkan solusi end-to-end di tengah meningkatnya
permintaan transformasi digital?
Tanggapan :
Perseroan memposisikan diri sebagai strategic partner dalam transformasi digital dengan
menghadirkan solusi end-to-end berbasis AI, hybrid cloud, data, dan cybersecurity. Dalam
implementasinya, Perseroan didukung oleh ekosistem anak usaha (subsidiaries) yang memiliki
2
Page 3
Laporan Penyelenggaraan Public Expose Insidentil
No.: 015/MLPT/PDC/IV/2026
kapabilitas spesifik di masing-masing bidang, sehingga memungkinkan penyediaan solusi yang lebih
terintegrasi dan komprehensif.
Perseroan tidak hanya mengikuti tren, tetapi secara aktif menangkap peluang pertumbuhan
melalui pengembangan solusi yang scalable dan bernilai tambah tinggi bagi klien. Didukung oleh
kemitraan dengan principal teknologi global serta penguatan kapabilitas internal, termasuk melalui
anak usaha, Perseroan optimistis dapat meningkatkan kontribusi bisnis digital sebagai pendorong
utama pertumbuhan dan profitabilitas ke depan.
Sebagaimana telah disampaikan dalam Paparan, Perseroan terus mengembangkan portofolio
solusi digital untuk mendukung kebutuhan transformasi pelanggan di berbagai sektor industri,
antara lain:
• Cloud Infrastructure & Automation
• Business Solutions
• Digital Payment
• Data & AI
• Digital Workspace
• AIOps & Observability
• Digital Experience
• Security & Resilience.
3. Alfred - Perorangan
Apa strategi MLPT untuk menghasilkan recurring revenue yang berkelanjutan?
Tanggapan :
Perseroan memastikan keberlanjutan pendapatan dengan menyeimbangkan one-time project
revenue dengan recurring revenue. Hal ini tercermin dari business model anak-anak usaha dan
upaya Perseroan sebagai system integrator, dimana penjualan dibundling antara perangkat keras
dan perangkat lunak dengan maintenance atau warranty. Penjualan solusi berbasis subscription
dan consumption seperti cloud menjadi prioritas untuk peningkatan recurring revenue.
Dengan pendekatan ini, Perseroan tidak hanya memperoleh pendapatan dari implementasi awal,
tetapi juga menciptakan recurring revenue dari layanan operasional, maintenance, dan
peningkatan solusi secara berkelanjutan. Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas
pendapatan serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
4. Nadia K. Putri - SWA
a. Apakah MLPT akan melakukan stock split untuk memperluas free float saham kepada investor
ritel? Jika iya, kapan rencana itu akan dilakukan?
b. Terkait kebijakan BEI dan OJK soal free float minimum 15%, bagaimana Langkah MLPT di Q2
hingga Q3/2026 ini?
c. Bagaimana guidance dividen MLPT untuk tahun buku 2026 ini?
Tanggapan :
a. Perseroan memang pernah mengkaji rencana stock split, namun setelah mendapat arahan dari
Bursa Efek Indonesia, rencana tersebut ditunda. Perseroan akan melakukan keterbukaan
informasi jika ada rencana tersebut di kemudian hari, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3
Page 4
Laporan Penyelenggaraan Public Expose Insidentil
No.: 015/MLPT/PDC/IV/2026
b. Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00045/BEI/03-2026 terkait perubahan
Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas selain Saham terutama
terkait persyaratan minimum jumlah saham Free Float menjadi 15% dari total saham tercatat,
baru saja diumumkan per tanggal 31 Maret 2026, dan dengan kapitalisasi pasar saat ini,
Perseroan diberikan fleksibilitas untuk merealisasikan Free Float tersebut sampai 31 Maret
2029. Apabila terdapat informasi material terkait, Perseroan akan melakukan keterbukaan
informasi kepada publik sesuai ketentuan.
c. Mengenai kebijakan dividen untuk tahun buku 2026, dapat disampaikan bahwa Perseroan tetap
akan mengupayakan return positive yang optimal kepada para pemegang saham, tentunya
dengan pruden dan memperhatikan cashflow sehingga Perseroan bisa tetap self-sufficient
untuk mengantisipasi project dan pengembangan solusi dan organisasi.
Hormat kami,
PT Multipolar Technology Tbk
Natalie Lie
Corporate Secretary
4
Names mentioned 9 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Jakarta Selatan 12950, DKI Jakarta
p.1
unresolved
org
PT Visionet Data Internasional
p.2
unresolved
org
PT Teknologi Pamadya Analitika
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.