Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Press Release
Restrukturisasi Keuangan Perkuat Kinerja 2025: Krakatau Steel Catat Laba USD 339,6 Juta
dan Penguatan Ekuitas
Jakarta (31/03) – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (“Perseroan”) / Krakatrau Steel Group (KRAS)
resmi mengumumkan pembalikan kinerja keuangan (financial turnaround) yang impresif pada
tahun buku 2025. Emiten baja kebanggaan nasional ini sukses membukukan laba bersih sebesar
USD 339,64 juta (setara Rp5,68 triliun), menunjukkan efektivitas strategi transformasi dan
penguatan fundamental perusahaan.
Pencapaian luar biasa ini didorong oleh keberhasilan restrukturisasi utang, penguatan operasional,
serta dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. Tahun 2025 menjadi momentum
kebangkitan operasional seiring dengan kembali beroperasinya fasilitas strategis pabrik Hot Strip
Mill (HSM) sebagai tulang punggung produksi baja nasional.
Amanah Transformasi dan Dukungan Stakeholders
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa hasil
positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui Danantara serta kepercayaan para
kreditur dan mitra bisnis.
"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan.
Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk
terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus
memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan
Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 959,84 juta
(Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam
sebesar 29,0% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penguatan Struktur Neraca dan Tata Kelola
Ketangguhan Krakatau Steel di tahun 2025 tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga
terlihat jelas dari struktur neracanya yang kian sehat dan kokoh. Perseroan berhasil memperkuat
posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan
Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang
membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi
USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).
Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi
ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas Perseroan melonjak hingga lebih dari dua kali lipat
menjadi USD 725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun, sebuah indikator bahwa Krakatau Steel kini
memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.
Melengkapi kesehatan finansial tersebut, Perseroan juga meneguhkan komitmennya pada aspek
transparansi dan tata kelola. Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih
opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Auditor Independen. Direktur Utama Krakatau Steel,
Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa predikat WTM ini merupakan jaminan kepercayaan bagi
seluruh pemegang saham maupun mitra bisnis.
"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus
melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum
memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh
stakeholders," tutup Akbar Djohan.
Page 2
Press Release Proyeksi Strategis dan Optimalisasi Portofolio Masa Depan Menatap masa depan, Krakatau Steel memandang optimis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis Perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas. Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, Perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan. Perseroan meyakini bahwa apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif—terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama—maka hal tersebut dipastikan akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan. Sejalan dengan komitmen pada tata kelola yang lebih baik dan disiplin investasi yang ketat, Krakatau Steel terus melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan setiap kerja sama agar sejalan dengan arah bisnis jangka panjang. Keputusan ini diambil demi memperkokoh struktur keuangan serta memastikan bahwa setiap inisiatif bisnis mampu memberikan nilai tambah yang maksimal bagi ekosistem bisnis Krakatau Steel dan seluruh pemangku kepentingan. Sekilas Tentang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang didirikan pada 31 Agustus 1970. Selain bergerak di sektor industri baja, Krakatau Steel Group juga mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan air industri, penyediaan energi melalui pembangkit listrik, serta sejumlah ventura bersama dengan perusahaan Korea dan Jepang. Saat ini, Krakatau Steel berkomitmen menjalankan transformasi perusahaan melalui program KS Reborn yang difokuskan pada penguatan tata kelola, transparansi, pengembangan human capital, penguatan bisnis hilir, serta optimalisasi bisnis infrastruktur guna membangun kepercayaan pemangku kepentingan dan menarik investor. Untuk informasi lebih lanjut, harap menghubungi: Fedaus Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Wisma Krakatau Steel, Cilegon 42435 Telp. 0254-372519
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Akbar Djohan
p.1 ×2
unresolved
org
PT Krakatau Posco
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.