Skip to content
Back to announcement

20231207_BABP_Penyampaian Prospektus//Informasi Tambahan_31546809_lamp2.pdf

Other Text extracted BABP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 26

Page 1
                                         INFORMASI PENAWARAN UMUM TERBATAS X (“PUT X”)
                                             KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN
                                     DALAM RANGKA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (“HMETD”)
   PERNYATAAN PENDAFTARAN PENAWARAN UMUM TEBATAS X INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) NAMUN BELUM MEMPEROLEH
   PERYATAAN EFEKTIF DARI OJK. INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN
   EFEKTIF PENDAFTARAN YANG DIPEROLEH DARI OJK.
   OTORITAS JASA KEUANGAN (“OJK”) TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU
   KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
   PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI
   DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.
   PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK (“PERSEROAN”) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA ATAU LAPORAN DAN
   KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI.




                                                               PT Bank MNC Internasional Tbk
                                                                                Kegiatan Usaha Utama:
                                                                    Bergerak dalam bidang usaha jasa perbankan
                                                                       Berkedudukan di Jakarta Pusat, Indonesia
                                                                                      Kantor Pusat:
                                                                           Gedung MNC Bank Tower Lantai 8
                                                                                Jl. Kebon Sirih No.21-27
                                                                                   Jakarta Pusat 10340
                                                                  Tel. (+ 62 21) 2980 5555- Fax. (+ 62 21) 3983 6700
                                                                                  www.mncbank.co.id

                                                                                 Jaringan Kantor:
                                                                   16 kantor cabang, 24 kantor cabang pembantu
                                PENAWARAN UMUM TERBATAS KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PT BANK MNC INTERNASIONAL TBK UNTUK
                                  PENAMBAHAN MODAL DENGAN MEMBERIKAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU X (“PMHMETD X”)
Sebanyak-banyaknya 13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua ratus sembilan puluh dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima
puluh Rupiah) per saham yang ditawarkan dengan harga Rp75,- (tujuh puluh lima Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah
PMHMETD X sehingga sebanyak-banyaknya bernilai Rp1.012.774.896.900,- (satu triliun dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu
sembilan ratus Rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak atas 2 (dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD
memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu) Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal pemegang
Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 pasal 33 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh
Perseroan dan hasil penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan selama 5 (lima)) hari kerja mulai tanggal 19 Desember
2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham yang akan
diterbitkan dalam PMHMETD X ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang
berkaitan dengan saham, antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas saham bonus dan hak atas HMETD.

Berdasarkan Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk tanggal 20 Oktober 2023 sebagai pemegang saham utama Perseroan, menyatakan bahwa PT MNC Kapital Indonesia Tbk
tidak akan melaksanakan seluruh HMETD yang dimiliki dan tidak akan mengalihkan HMETD tersebut kepada pihak lain.
Untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum (PP No. 29/1999), Bersadarkan Surat Pernyataan
No.155/DIR/MNCKI/XII/2023 tanggal 4 Desember 2023, PT MNC Kapital Indonesia Tbk setuju untuk menambah sahamnya yang tidak dicatatkan pada bursa sebanyak-banyaknya
134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk, sehingga
seluruh saham milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juta
enam ratus dua puluh delapan ribu dua ratus delapan puluh enam) lembar saham.
Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD X Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD,
maka sisanya akan dialokasikan kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat HMETD secara proposional
berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.

   HMETD DAPAT DIPERDAGANGKAN BAIK DI DALAM MAUPUN DI LUAR BURSA EFEK INDONESIA MULAI TANGGAL 18 DESEMBER 2023 SAMPAI DENGAN TANGGAL 22 DESEMBER
   2023. PENCATATAN ATAS SAHAM YANG DITAWARKAN INI SELURUHNYA DILAKUKAN PADA PT BURSA EFEK INDONESIA PADA TANGGAL18 DESEMBER 2023. TANGGAL TERAKHIR
   PELAKSANAAN HMETD ADALAH TANGGAL 22 DESEMBER 2023 DIMANA HAK YANG TIDAK DILAKSANAKAN PADA TANGGAL TERSEBUT TIDAK BERLAKU LAGI.
   DALAM HAL PEMEGANG SAHAM MEMILIKI HMETD DALAM BENTUK PECAHAN, MAKA HAK ATAS PECAHAN SAHAM TERSEBUT AKAN DIJUAL OLEH PERSEROAN SERTA HASIL
   PENJUALANNYA AKAN DIMASUKKAN KE DALAM REKENING PERSEROAN.
   PMHMETD X INI MENJADI EFEKTIF SETELAH PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN KEPADA OJK DALAM RANGKA PMHMETD X TELAH MENJADI
   EFEKTIF. DALAM HAL PERNYATAAN EFEKTIF TIDAK DIPEROLEH, MAKA SEGALA KEGIATAN DAN/ATAU TINDAKAN LAIN BERUPA APAPUN JUGA YANG TELAH DILAKSANAKAN
   DAN/ATAU DIRENCANAKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA PENERBITAN HMETD SESUAI DENGAN JADWAL TERSEBUT DI ATAS MAUPUN DALAM PROSPEKTUS INI ATAU
   DOKUMEN LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PMHMETD X DIANGGAP TIDAK PERNAH ADA.
   RISIKO UTAMA YANG DIHADAPI OLEH PERSEROAN ADALAH RISIKO KREDIT YAITU RISIKO YANG TERJADI AKIBAT KEGAGALAN DEBITUR DAN/ATAU PIHAK LAIN DALAM
   MEMENUHI KEWAJIBAN KEPADA PERSEROAN. RISIKO LAINNYA DAPAT DIBACA PADA KETERANGAN TENTANG FAKTOR RISIKO DALAM BAB VI PROSPEKTUS.
                                                             PENTING UNTUK DIPERHATIKAN
   PEMEGANG SAHAM YANG TIDAK MELAKSANAKAN HAKNYA DALAM PMHMETD X AKAN MENGALAMI PENURUNAN PERSENTASE KEPEMILIKAN SAHAM (DILUSI) YAITU
   MAKSIMUM 28,57% (DUA PULUH DELAPAN KOMA LIMA PULUH TUJUH PERSEN).
   PERSEROAN TIDAK MENERBITKAN SURAT KOLEKTIF SAHAM HASIL PENAWARAN UMUM INI, TETAPI SAHAM-SAHAM TERSEBUT AKAN DIDISTRIBUSIKAN SECARA ELEKTRONIK
   YANG AKAN DIADMINISTRASIKAN DALAM PENITIPAN KOLEKTIF DI PT KUSTODIAN SENTRAL EFEK INDONESIAN (”KSEI”).

                                                        Prospektus ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2023




                                                                                          1
Page 2
                                            JADWAL SEMENTARA
Rencana Perseroan untuk melakukan Penambahan Modal Dengan HMETD akan dilaksanakan segera setelah
pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Merujuk pada ketentuan Pasal
8 ayat (3) POJK No. 32, jangka waktu antara tanggal persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
(”RUPSLB”) sampai dengan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan.
  Tanggal Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa                         :                    19 Oktober 2023
  Tanggal Efektif                                                      :                   5 Desember 2023
  Tanggal Cum HMETD pada perdagangan di
  - Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi                                  :                  13 Desember 2023
  - Pasar Tunai                                                        :                  15 Desember 2023
  Tanggal Ex HMETD pada perdagangan di
  - Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi                                  :                   14 Desember 2023
  - Pasar Tunai                                                        :                   18 Desember 2023
  Tanggal Akhir Pencatatan dalam DPS yang berhak atas HMETD            :                   15 Desember 2023
  Tanggal Distribusi HMETD                                             :                   18 Desember 2023
  Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia (”BEI”)             :                   19 Desember 2023
  Periode Perdagangan HMETD di BEI                                     :              19 - 27 Desember 2023
  Periode Pendaftaran, Pemesanan dan Pembayaran                                       19 - 27 Desember 2023
    (Periode Pelaksanaan)                                              :
  Tanggal Akhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan                    :                   29 Desember 2023
  Periode Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD                     :              21 - 29 Desember 2023
  Tanggal Penjatahan Saham                                             :                       2 Januari 2024
  Tanggal Distribusi Saham Hasil Penjatahan                            :                       4 Januari 2024
  Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Pembelian
    Saham Tambahan                                                     :                      4 Januari 2024
                                      PENAWARAN UMUM TERBATAS X
Sebanyak-banyaknya 13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua
ratus sembilan puluh dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham yang
ditawarkan dengan harga Rp75,- (tujuh puluh lima Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% dari modal
ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD X sehingga sebanyak-banyaknya bernilai
Rp1.012.774.896.900,- (satu triliun dua belas miliar tujuh ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus sembilan
puluh enam ribu sembilan ratus Rupiah). Saham-saham yang ditawarkan ini seluruhnya merupakan saham yang
berasal dari portepel dan akan dicatatkan di BEI. Setiap pemegang 5 (lima) saham yang namanya tercatat dalam
Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak atas 2
(dua) HMETD, dimana setiap 1 (satu) HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 (satu)
Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD. Dalam hal
pemegang Saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015
pasal 33 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh Perseroan dan hasil
penjualannya dimasukan ke dalam rekening Perseroan. HMETD ini diperdagangkan di BEI dan dilaksanakan
selama 5 (lima)) hari kerja mulai tanggal 19 Desember 2023 sampai dengan tanggal 27 Desember 2023. HMETD
yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi. Kedudukan saham
yang akan diterbitkan dalam PMHMETD X ini dibandingkan dengan kedudukan saham yang telah disetor penuh
lainnya, memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal yaitu, hak-hak yang berkaitan dengan saham,
antara lain hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”), hak atas pembagian dividen, hak atas
saham bonus dan hak atas HMETD.

Berdasarkan Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk tanggal 20 Oktober 2023 sebagai pemegang saham
utama Perseroan, menyatakan bahwa PT MNC Kapital Indonesia Tbk tidak akan melaksanakan seluruh HMETD
yang dimiliki dan tidak akan mengalihkan HMETD tersebut kepada pihak lain.

Untuk memenuhi ketentuan Pasal 4 ayat 2 dan 3 Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 1999 tentang
Pembelian Saham Bank Umum (PP No. 29/1999), Bersadarkan Surat Pernyataan No.155/DIR/MNCKI/XII/2023
tanggal 4 Desember 2023, PT MNC Kapital Indonesia Tbk setuju untuk menambah sahamnya yang tidak
dicatatkan pada bursa sebanyak-banyaknya 134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus enam
puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk,

                                                      1
Page 3
sehingga seluruh saham milik PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada Bursa
Efek Indonesia sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juta enam ratus dua puluh
delapan ribu dua ratus delapan puluh enam) lembar saham.

Tidak terdapat Pembeli Siaga dalam PMHMETD X Perseroan. Apabila saham-saham yang ditawarkan dalam
PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan
kepada para pemegang saham lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya sebagaimana tercantum
dalam Sertifikat HMETD secara proposional berdasarkan hak yang telah dilaksanakan. Jika masih terdapat sisa
saham dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham tersebut tidak akan dikeluarkan Perseroan dari portepel.

TABEL STRUKTUR PERMODALAN SEBELUM DAN SESUDAH PELAKSANAAN PMHMETD

Dengan asumsi hanya Pemegang Saham Utama tidak melaksanakan haknya, Pemegang saham lainnya
melaksanakan haknya.

                                                     Sebelum HMETD                             Proforma Setelah HMETD
 Keterangan                             Jumlah                                           Jumlah        Nilai Nominal
                                                       Nilai Nominal (Rp)    %                                             %
                                        Saham                                            Saham              (Rp)
 Modal Dasar                        97.132.520.965      6.000.000.000.000            97.132.520.965   6.000.000.000.000
   Seri A (Nilai Nominal Rp100)     22.867.479.035      2.286.747.903.500            22.867.479.035   2.286.747.903.500
   Seri B (Nilai Nominal Rp50)      74.265.041.930      3.713.252.096.500            74.265.041.930   3.713.252.096.500
 Modal ditempatkan dan disetor:
  Seri A (Nilai Nominal Rp100)
    MNC Kapital Indonesia            9.309.678.241       930.967.824.100     27,58    9.309.678.241     930.967.824.100    23,16
    Winfly Ltd                       4.708.704.800       470.870.480.000     13,96    4.708.704.800     470.870.480.000    11,72
   Masyarakat                        8.034.567.887       803.456.788.700     23,80    8.034.567.887     803.456.788.700    19,99
  Seri B (Nilai Nominal Rp50)
    MNC Kapital Indonesia            8.371.266.466       418.563.323.300     24,78    8.371.266.466     418.563.323.300    20,83
    Winfly Ltd                                   -                     -      0,00    1.883.481.920      94.174.096.000     4,69
    Masyarakat                       3.334.945.835       166.747.291.750      9,88    7.882.751.324     394.137.566.190    19,61
 Jumlah modal dan ditempatkan dan
                                    33.759.163.229      2.790.605.707.850   100,00   40.190.450.638   3.112.170.078.290   100,00
 disetor
   Seri A                           22.052.950.928      2.205.295.092.800    65,32   22.052.950.928   2.205.295.092.800    54,87
   Seri B                           11.706.212.301        585.310.615.050    34,68   18.137.499.710     906.874.985.490    45,13
 Saham dalam Portepel               63.373.357.736        922.646.388.650   100,00   56.942.070.327     601.082.018.210   100,00
   Seri A                           11.161.266.734         81.452.810.700     1,28      814.528.107      81.452.810.700     1,43
   Seri B                           62.558.829.629      3.127.941.481.450    98,72   56.127.542.220   2.806.377.111.010    98,57


Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah seluruh saham
yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan saham tambahan
akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah
dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan saham tambahan

PT MNC Kapital Indonesia Tbk selaku pemegang saham Perseroan setuju untuk menambahkan porsi sahamnya
yang tidak dicatatkan pada BEI sebanyak-banyaknya 134.962.400 (seratus tiga puluh empat juta sembilan ratus
enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham dari saham yang telah dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk,
sehingga seluruh saham yang dimiliki PT MNC Kapital Indonesia Tbk pada Perseroan yang tidak dicatatkan pada
BEI sebanyak-banyaknya 462.628.286 (empat ratus enam puluh dua juga enam ratus dua puluh delapan ribu
dua ratus delapan puluh enam), hal ini sebagaimana dalam Surat Pernyataan PT MNC Kapital Indonesia Tbk
tanggal 4 Desember 2023.


                                          RENCANA PENGGUNAAN DANA

Seluruh dana yang diperoleh dari Penambahan Modal Dengan HMETD, setelah dikurangi dengan biaya-biaya
emisi, akan seluruhnya digunakan oleh Perseroan untuk pemberian kredit dengan tetap memperhatikan
ketentuan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM).
                                                 PERNYATAAN UTANG
Pada tanggal 30 Juni 2023, Perseroan mempunyai liabilitas sebesar Rp13.308.605 juta. Jumlah ini telah sesuai
dengan laporan keuangan Perseroan Tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit oleh KAP Kanaka Puradiredja,
Suhartono dengan dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Berikut rincian liabilitas Perseroan:
                                                                                                          (dalam jutaan rupiah)


                                                              2
Page 4
  Keterangan                                                                                                Jumlah
  Liabilitas
  Liabilitas segera                                                                                         154.324
  Simpanan
     Pihak berelasi                                                                                       1.462.790
     Pihak ketiga                                                                                        10.850.508
  Simpanan dari bank lain – pihak ketiga                                                                    100.621
  Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali                                                              390.461
  Liabilitas derivatif                                                                                       64.558
  Pinjaman yang diterima                                                                                        500
  Utang pajak                                                                                                16.463
  Liabilitas imbalan pasca kerja                                                                             43.191
  Biaya yang masih harus dibayar                                                                            168.427
  Liabilitas lain-lain                                                                                       56.762
  Jumlah Liabilitas                                                                                      13.308.605

                                                 IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
Berikut adalah ikhtisar informasi keuangan penting Perseroan yang angka-angkanya diambil dari Laporan
Keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja,
Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris
Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                                                                 (dalam jutaan rupiah)
                                                                          30 Juni              31 Desember
  Keterangan
                                                                           2023          2022                2021
  Kas                                                                         85.495       93.012              76.512
  Giro Pada Bank Indonesia                                                   746.479    1.208.374             520.444
  Giro pada bank lain - pihak ketiga                                         218.162      175.171             183.367
  Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - pihak ketiga                859.831    1.814.818           1.654.826
  Efek-efek - pihak ketiga                                                 2.233.665    2.298.935           1.674.698
  Tagihan derivatif - pihak ketiga                                               821        2.894                   76
  Kredit:
    Pihak berelasi                                                         1.466.245    1.337.307          1.323.013
    Pihak ketiga                                                           9.066.536    8.862.559          7.180.651
                                                                          10.532.781   10.199.866          8.503.664
     Cadangan kerugian penurunan nilai                                     (263.636)    (247.201)          (218.438)
     Jumlah                                                               10.269.145    9.952.665          8.285.226
  Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                          143.733            -            248.514
  Tagihan akseptasi                                                           64.558       77.253                  -
  Biaya dibayar dimuka                                                        70.790       72.065             87.738
  Aset tetap – bersih                                                        937.332       31.659             31.213
  Aset pajak tangguhan – bersih                                              127.204      124.494            223.335
  Aset tak berwujud – bersih                                                  15.457       16.806             14.691
  Aset lain-lain – bersih                                                  1.085.762      994.217          1.014.720
  JUMLAH ASET                                                             16.858.434   16.862.363         14.015.360

  LIABILITAS
  Liabilitas segera                                                         154.324        89.057              69.299
  Simpanan:
     Pihak berelasi                                                        1.462.790    1.765.642          1.643.570
     Pihak ketiga                                                         10.850.508   11.389.244          9.598.751
     Jumlah                                                               12.313.298   13.154.886         11.242.321
  Simpanan dari bank lain - pihak ketiga                                     100.621      193.808            130.675
  Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali                               390.461      380.566                  -
  Liabilitas akseptasi                                                        64.558       77.253                  -
  Liabilitas derivatif                                                           500        1.144                137
  Pinjaman yang diterima                                                           -            -                867
  Utang pajak                                                                 16.463       13.343             15.736
  Liabilitas imbalan pasca kerja                                              43.191       34.660             33.910
  Beban yang masih harus dibayar                                             168.427      162.854            131.505
  Liabilitas lain-lain                                                        56.762       42.458             25.453
  JUMLAH LIABILITAS                                                       13.308.605   14.150.029         11.649.903

  EKUITAS
  Modal ditempatkan dan disetor penuh                                      2.790.605    2.713.698           2.573.254
  Tambahan modal disetor - bersih                                          1.479.449      755.772             592.219


                                                                3
Page 5
                                                                                                                 (dalam jutaan rupiah)
                                                                                         30 Juni               31 Desember
  Keterangan
                                                                                          2023           2022                 2021
  Penghasilan komprehensif lain                                                              11.159        13.734               23.359
  Defisit                                                                                 (731.384)     (770.870)            (823.375)
  JUMLAH EKUITAS                                                                         3.549.829      2.712.334           2.365.457
  JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                         16.858.434     16.862.363          14.015.360


LAPORAN LABA (RUGI) DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                                                                                               (dalam jutaan rupiah)
                                                                              30 Juni                         31 Desember
  Keterangan
                                                               2023                       2022           2022              2021
  Pendapatan dan beban operasional
  Pendapatan bunga
  Bunga yang diperoleh                                             602.263                 508.860      1.096.070            928.006
  Provisi dan komisi kredit                                         29.291                  28.164         58.276             51.931
  Jumlah pendapatan bunga                                          631.554                 537.024      1.154.346            979.937
  Beban Bunga
  Bunga                                                            312.696                 210.469        482.935            552.431
  Premi penjaminan                                                  14.202                  12.882         23.684             19.993
  Jumlah beban bunga                                               326.898                 223.351        506.619            572.424
  Pendapatan bunga – bersih                                        304.656                 313.673        647.727            407.513
  Pendapatan operasi lainnya
  Pendapatan transaksi valuta asing - bersih                         2.275                   3.931          8.897              9.699
  Keuntungan bersih penjualan efek                                   2.430                   3.053          4.398             22.435
  Provisi dan komisi selain kredit - bersih                         18.458                  19.569         39.329             41.464
  Penerimaan kembali kredit yang dihapusbuku                         8.974                  10.855         23.946             30.542
  Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek
                                                                          -                      412          413               (435)
  yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
  Lainnya                                                           18.681                  20.808         61.946             65.656
  Jumlah pendapatan operasional lainnya                             50.818                  58.628        138.929            169.361
  Beban kerugian penurunan nilai
  Aset keuangan                                                     44.006                  70.179        113.815             71.805
  Jumlah beban kerugian penurunan nilai.                            44.006                  70.179        113.815             71.805
  Beban operasional lainnya
  Umum dan administrasi                                          118.923                    133.726       252.134             249.757
  Tenaga Kerja                                                   115.525                    104.535       219.069             202.544
  Beban (pembalikan) pensiun dan imbalan pasca kerja               4.392                      4.418         8.489            (10.308)
  Lainnya                                                         21.033                     19.531        40.042              37.745
  Beban operasional lainnya                                      259.873                    262.210       519.734             479.738
  Beban operasional lainnya - bersih                           (253.061)                  (273.761)     (494.620)           (382.182)
  Laba operasional                                                51.595                     39.912       153.107              25.331
  Pendapatan (beban) non operasional
  Hasil sewa                                                            167                       61           151                176
  Keuntungan penjualan aset tetap                                       202                       16            75                 51
  Laba (rugi) penjualan agunan yang diambil alih                      (848)                   4.593          2.968              1.030
  Lainnya – bersih                                                    (396)                     (58)       (2.240)            (4.041)
  Pedapatan (Beban) non-operasional - bersih                          (875)                   4.612            954            (2.784)
  Laba sebelum beban pajak                                           50.720                 44.524        154.061             22.547
  Beban pajak tangguhan                                            (11.234)                 (9.855)     (101.556)             (9.679)
  Laba bersih periode berjalan                                       39.486                 34.669         52.505             12.868
  Penghasilan komprehensif lain
  Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
  Pengukuran kembali atas kewajiban imbalan pasti                   (5.175)                   4.166         2.878               2.170
  Pajak penghasilan terkait pos yang tidak akan
                                                                     1.138                    (917)          (633)              (477)
  direklasifikasi ke laba rugi
  Sub jumlah                                                        (4.037)                   3.249         2.245               1.693
  Pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi :
  (Kerugian) keuntungan yang belum direalisasi atas aset
  keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan          1.874                 (28.214)       (15.218)           (15.959)
  komprehensif lain
  Pajak penghasilan terkait pos yang akan direklasifikasi ke
                                                                     (412)                    6.207         3.348               3.511
  laba rugi
  Sub jumlah                                                         1.462                 (22.007)       (11.870)           (12.448)
  Jumlah penghasilan (kerugian) komprehensif lain periode
                                                                    (2.575)                (18.758)        (9.625)           (10.755)
  berjalan setelah pajak
  Jumlah laba (rugi) komprehensif                                   36.911                  15.911         42.880               2.113
  Laba per saham (dalam Rupiah penuh)



                                                               4
Page 6
                                                                               30 Juni                         31 Desember
  Keterangan
                                                                 2023                      2022           2022             2021
  Dasar                                                              1,37                      1,28           1,87             0,49
  Dilusian                                                           1,37                      1,28           1,87             0,49

LAPORAN ARUS KAS
                                                                                                                (dalam jutaan rupiah)
                                                                               30 Juni                         31 Desember
  Keterangan
                                                                     2023                  2022           2022              2021
  Arus Kas dari Aktivitas Operasi
     Bunga, provisi dan komisi kredit yang diterima                628.502                  550.699      1.157.726            999.442
     Bunga dan premi pinjaman yang dibayar                       (326.255)                (229.877)      (506.591)          (580.095)
     Penerimaan pendapatan operasional lainnya                      52.181                   62.117        148.144            183.985
     Pembayaran gaji dan tunjangan karyawan                      (110.048)                 (96.696)      (212.482)          (197.239)
     Pembayaran beban operasional lainnya                        (144.980)                (133.879)      (250.968)          (232.668)
     Penerimaan pendapatan non operasional                             472                      576             915                610
     Pembayaran beban non operasional                                (700)                    (574)         (3.004)            (4.475)
     Arus kas operasi sebelum perubahan dalam aset dan              99.172                  152.366        333.740            169.560
     liabilitas operasi

      Penurunan (kenaikan) aset operasi
           Efek-efek                                              (44.214)                    (1.020)     (505.157)           291.660
           Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali     (143.733)                   103.641        248.514            42.645
           Kredit                                                (359.120)               (1.198.305)    (1.783.787)       (1.458.512)
           Tagihan derivatif                                         2.073                       (37)        (2.818)            4.111
    Tagihan akseptasi                                               12.695                          -      (77.253)                 -
           Aset lain-lain                                           10.336                    21.240         43.540          (18.889)
      Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi
           Liabilitas segera                                        65.267                   27.408         19.758         (104.498)
           Simpanan                                              (841.588)                  736.745      1.912.565         2.035.470
           Simpanan dari bank lain                                (93.187)                 (69.316)         63.133         (359.428)
           Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali              9.895                        -        380.566           (44.334)
           Liabilitas derivatif                                      (644)                      275          1.007                  8
    Liabilitas akseptasi                                          (12.695)                        -         77.253                  -
           Liabilitas lain-lain                                     15.668                    2.546          8.298              1.319
  Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas        (1.280.075)                (224.457)        719.359           559.112
   operasi

  Arus Kas dari Aktivitas Investasi
      Hasil penjualan aset tetap                                      394                         22           587                 184
      Perolehan aset tetap                                      (912.146)                  (12.972)       (15.957)             (7.290)
      Perolehan aset tak berwujud                                 (2.115)                    (8.842)       (9.911)             (2.913)
      Penjualan efek dimiliki hingga jatuh tempo                   29.775                          -             -                   -
      Perolehan efek tersedia untuk dijual                       (47.965)                 (136.958)      (133.886)        (1.900.106)
      Perolehan efek dimiliki hingga jatuh tempo                        -                    (2.451)             -                   -
      Penjualan efek tersedia untuk dijual                         33.355                   252.946              -          1.538.209
  Kas bersih diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas         (898.702)                    91.745      (159.167)          (371.916)
  investasi

  Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
      Pelaksanaan PUT & Waran IV, V                                        7                      57       304.270           488.024
      Uang muka setoran modal                                       802.000                        -             -           325.000
      Biaya emisi saham                                              (1.423)                   (274)         (273)             (917)
      Penerimaan (pembayaran) pinjaman yang diterima                       -                     911         (867)               (85)
  Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan                     800.584                      694       303.130           812.022

  Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas - bersih      (1.378.193)                (132.018)        863.322           999.218
  Kas dan setara kas pada awal tahun                             3.291.375                2.435.149      2.435.149         1.449.745
  Pengaruh perubahan kurs valuta asing                              (3.215)                  (4.144)        (7.096)          (13.814)
  Kas dan setara kas pada akhir tahun                            1.909.967                2.298.987      3.291.375         2.435.149

  Pengungkapan tambahan
  Kas dan setara kas terdiri dari:
     Kas                                                           85.495                   103.845         93.012            76.512
     Giro pada Bank Indonesia                                     746.479                   584.537      1.208.374           520.444
     Giro pada bank lain                                          218.162                   197.705        175.171           183.367
     Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain                 859.831                 1.412.900      1.814.818         1.654.826
  Jumlah                                                        1.909.967                 2.298.987      3.291.375         2.435.149




                                                                5
Page 7
RASIO-RASIO KEUANGAN PENTING
                                                                                  30 Juni                           31 Desember
  Keterangan
                                                                        2023                  2022           2022                 2021

  Pertumbuhan
  Pendapatan bunga - bersih                                             (2,87%)                71,56%         58,95%                10,58%
  Laba operasional                                                      29,27%                493,49%        504,43%                11,61%
  Laba (rugi) komprehensif                                             131,98%              (211,35%)      1.929,34%              (94,58%)
  Aset                                                                  (0,02%)                 5,35%         20,31%                20,27%
  Liabilitas                                                            (5,95%)                 6,30%         21,46%                15,33%
  Ekuitas                                                               30,88%                  0,66%         14,66%                52,49%

  Permodalan
  Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM)                             30,94%                21,06%          23,62%               24,31%

  Rasio Aset Produktif
  Aset Produktif dan Non Produktif Bermasalah terhadap                   3,34%                 3,88%           3,16%                3,99%
   Total Aset Produktif dan Non Produktif
  Aset Produktif Bermasalah terhadap Total Aset Produktif                2,59%                 2,94%           2,27%                2,94%
  CKPN Aset Keuangan terhadap Aset Produktif                             1,78%                 1,84%           1,57%                1,71%
  NPL Gross                                                              3,68%                 4,11%           3,53%                4,42%
  NPL Net                                                                2,20%                 2,66%           2,21%                2,81%

  Rasio Rentabilitas
  Return on Asset (ROA)                                                  0,62%                 0,65%           1,04%                0,18%
  Return on Equity (ROE)                                                 2,72%                 3,40%           2,50%                0,94%
  Net Interest Margin (NIM)                                              4,32%                 5,23%           4,95%                3,80%
  Debt to Equity                                                          3,75x                 5,20x           5,22x                4,93x
  Debt to Asset                                                           0,79x                 0,84x           0,84x                0,83x

  Rasio Efisiensi
  Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional                     92,61%                93,30%          88,16%               97,81%
  (BOPO)

  Rasio Likuiditas
  Loan to Funding Ratio (LFR)                                           84,58%                80,27%          76,96%               75,61%

  Rasio Kepatuhan
  Persentase Pelanggaran BMPK                                                 -                     -               -                    -
  GWM Utama Rupiah                                                      13,69%                11,24%          17,56%                8,28%
  PLM (GWM Sekunder)                                                    13,58%                14,60%          11,19%               17,14%
  GWM Valuta Asing                                                       4,37%                 4,82%           4,64%                4,83%
  Posisi Devisa Neto                                                     0,93%                 2,03%           0,85%                2,12%



                                    ANALISIS DAN PEMBAHASAN OLEH MANAJEMEN

Analisis dan Pembahasan Manajemen ini harus dibaca bersama-sama dengan Ikhtisar Data Keuangan Penting,
Laporan keuangan tidak menjadi bagian dalam Pernyataan Pendaftaran berdasarkan POJK. Laporan keuangan
tersebut disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Analisis dan pembahasan di bawah ini, khususnya untuk bagian-bagian yang menyangkut kinerja keuangan
Perseroan, disusun berdasarkan laporan keuangan Perseroan yang angka-angkanya diambil dari Laporan
Keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja,
Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris
Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

A. Analisis Keuangan
   1. Aset
                                                                                                                   (dalam jutaan rupiah)
                                                             30 Juni                        31 Desember                  31 Desember
        Keterangan
                                                               2023                                2022                          2021
        Kas                                                  85.495         (8,08%)               93.012    21,57%             76.512
        Giro pada Bank Indonesia                            746.479        (38,22%)            1.208.374   132,18%            520.444


                                                                   6
Page 8
 Giro pada bank lain - pihak ketiga            218.162       24,54%       175.171     (4,47%)      183.367
 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank       859.831     (52,62%)     1.814.818       9,67%    1.654.826
 lain - pihak ketiga
 Efek-efek - pihak ketiga                     2.233.665     (2,84%)     2.298.935     37,27%     1.674.698
 Tagihan derivatif - pihak ketiga                   821    (71,63%)         2.894   3707,89%            76
 Kredit:
    Pihak berelasi                            1.466.245      9,64%      1.337.307       1,08%    1.323.013
    Pihak ketiga                              9.066.536      2,30%      8.862.559      23,42%    7.180.651
                                             10.532.781      3,26%     10.199.866      19,95%    8.503.664
 Cadangan kerugian penurunan nilai            (263.636)      6,65%      (247.201)      13,17%    (218.438)
 Jumlah                                      10.269.145      3,18%      9.952.665      20,13%    8.285.226
 Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual      143.733    100,00%              -   (100,00%)      248.514
 kembali
 Tagihan akseptasi                               64.558     (16,43%)       77.253    100,00%             -
 Biaya dibayar dimuka                            70.790      (1,77%)       72.065    (17,86%)       87.738
 Aset tetap – bersih                            937.332   2.860,71%        31.659       1,43%       31.213
 Aset pajak tangguhan – bersih                  127.204        2,18%      124.494    (44,26%)      223.335
 Aset tak berwujud – bersih                      15.457      (8,03%)       16.806      14,40%       14.691
 Aset lain-lain – bersih                      1.085.762        9,21%      994.217     (2,02%)    1.014.720
 JUMLAH ASET                                 16.858.434      (0,02%)   16.862.363      20,31%   14.015.360


Total Aset Perseroan per 30 Juni 2023 sebesar Rp16.858.434 juta, sedikit mengalami penurunan 0,02%
dibandingkan 31 Desember 2022 sebesar Rp16.862.363 juta. Penyaluran kredit tumbuh sebesar 3,26%
dari Rp10.199.866 juta pada 31 Desember 2022 menjadi Rp10.532.781 juta pada 30 Juni 2023. Aset tetap
meningkat 2.860,71% dari Rp31.659 juta pada 31 Desember 2022 menjadi Rp937.332 juta pada 30 Juni
2023 yang berasal dari pembelian aset tanah dan bangunan Gedung MNC Bank Tower untuk mendukung
kegiatan operasional Perseroan.

Total Aset Perseroan per 31 Desember 2022 sebesar Rp16.862.363 juta, naik 20,31% dibandingkan tahun
sebelumnya sebesar Rp14.045.360 juta. Peningkatan aset Bank didorong oleh peningkatan dana pihak
ketiga yang diikuti dengan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan kredit Bank tumbuh 19,95% menjadi
Rp10.199.866 juta dari tahun 2021 sebesar Rp8.503.664 juta, hal tersebut sejalan dengan strategi Bank
yang berfokus pada penyaluran kredit produktif yaitu modal kerja dan kredit investasi secara selektif dan
sesuai prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking).

Kas
Posisi Kas Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp85.495 juta, turun 8,08% dibandingkan akhir tahun
2022 yang sebesar Rp93.012 juta, penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya kas Bank dalam
bentuk Rupiah sebesar Rp7.712 juta. Pada 31 Desember 2022 Posisi Kas Perseroan tercatat sebesar
Rp93.012 juta, naik 21,57% dibandingkan akhir tahun 2021 yang sebesar Rp76.512 juta, kenaikan kas
sejalan dengan strategi Perseroan dalam mengelola likuiditas dalam menjalankan operasional bisnis.

Giro pada Bank Indonesia
Giro pada Bank Indonesia turun 38,22% dari Rp1.208.374 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp746.479
juta pada 30 Juni 2023. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya dana pihak ketiga bank. Pada 31
Desember 2022 Giro pada Bank Indonesia naik 132,18% dari Rp520.444 juta pada tahun 2021 menjadi
Rp1.208.374 juta pada tahun 2022, peningkatan tersebut seiring dengan peningkatan dana pihak ketiga
bank.

Giro pada bank lain
Giro pada bank lain naik 24,54% dari Rp175.171 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp218.162 juta pada
30 Juni 2023, peningkatan tersebut sejalan dengan peningkatan transaksi nasabah terutama transaksi
valuta asing. Giro pada bank lain pada Tahun 2022 turun 4,47% menjadi Rp175.171 juta dari Rp183.367
juta pada 2021.

Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain turun sebesar 52,62% dari Rp1.814.818 juta pada akhir
tahun 2022 menjadi Rp859.831 juta pada 30 Juni 2023, terutama penurunan pada fasilitas simpanan pada
Bank Indonesia. Penurunan tersebut disebabkan dialokasikan untuk meningkatkan kredit Perseroan dan
pembelian gedung MNC Bank Tower. Sedangkan, Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain
tercatat meningkat dari 31 Desember 2021 dari Rp 1.654.826 juta menjadi Rp1.814.818 juta pada 2022.

                                                      7
Page 9
   Peningkatan tersebut berasal dari penambahan Fasilitas Simpanan Bank Indonesia sebagai upaya untuk
   optimalisasi likuiditas Perseroan pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.

   Efek-Efek
   Investasi pada instrumen efek sedikit mengalami penurunan dari Rp2.298.935 juta pada akhir tahun 2022
   menjadi Rp2.233.665 juta pada 30 Juni 2023. Penurunan tersebut dialokasikan untuk meningkatkan
   kredit Perseroan dalam upaya optimalisasi likuiditas pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.
   Sedangkan pada tahun 2022 Investasi pada instrumen efek meningkat menjadi Rp2.298.935 juta dari
   tahun 2021 sebesar Rp1.674.698 juta pada 2021, terutama efek pada biaya perolehan diamortisasi dan
   nilai wajar melalui laba rugi. Kenaikan tersebut juga dalam rangka optimalisasi excess likuiditas
   Perseroan.

   Kredit
   Kredit Perseroan tumbuh 3,26% dari Rp10.199.866 juta pada akhir tahun 2022 menjadi Rp10.532.781
   juta pada 30 Juni 2023. Pertumbuhan kredit terutama disebabkan adanya kenaikan kredit modal kerja
   yang naik sebesar 5,44%. Pada 31 Desember 2022 Kredit Bank tumbuh 19,95% dari Rp8.503.663 juta pada
   2021 menjadi Rp10.199.866 juta pada 2022. Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh kredit commercial
   terutama pada segmen Wholesale yang meningkat sebesar 50,31%, sedangkan kredit consumer masih
   terkontraksi sebesar 12,51% terutama untuk segmen mortgage dan credit card.

   Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
   Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dibentuk sebagai mitigasi atas potensi kerugian yang mungkin
   muncul akibat terjadinya penurunan nilai aset keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.
   CKPN Perseroan tahun 30 Juni 2023 sebesar Rp263.636 juta naik 6,65% dari akhir tahun 2022 sebesar
   Rp247.201 juta, sedangkan untuk tahun 2022 CKPN Perseroan meningkat 13,17% dibandingkan tahun
   2021 yang sebesar Rp218.438 juta. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan penyaluran kredit
   Perseroan dan kebijakan Perseroan untuk meningkatkan coverage ratio CKPN.

   Efek-Efek yang Dibeli dengan Janji Dijual Kembali
   Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali per 30 Juni 2023 sebesar Rp143.733 juta naik
   dibandingkan posisi akhir tahun 2022 yang sebesar nihil. Kenaikan tersebut terutama dalam rangka
   optimalisasi excess likuiditas Bank. Pada 31 Desember 2022 Investasi pada instrumen efek-efek yang
   dibeli dengan janji dijual kembali adalah nihil dari sebelumnya pada 2021 sebesar Rp248.514 juta pada
   2021. Penurunan tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kredit Perseroan dalam upaya optimalisasi
   likuiditas pada aset yang memiliki yield yang lebih optimal.

   Aset Tetap
   Aset tetap Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp937.332 juta, meningkat signifikan dari akhir tahun
   2022 yang sebesar Rp31.659. Kenaikan tersebut berasal dari pembelian tanah dan bangunan Gedung
   MNC Bank Tower untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan. Pada 31 Desember 2022 aset tetap
   tumbuh 1,43% dari Rp31.213 juta pada 2021 menjadi Rp31.659 juta pada 2022.

   Aset Lain-lain
   Aset lain-lain Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp1.085.762 juta, meningkat 9,21% dibanding akhir
   tahun 2022 sebesar Rp994.217 juta. Kenaikan aset lain-lain terutama disebabkan peningkatan titipan
   penjualan surat berharga dan peningkatan pendapatan bunga yang masih akan diterima. Aset lain-lain
   Perseroan tahun 2022 sebesar Rp994.217 juta, sedikit mengalami penurunan sebesar 2,02% dibanding
   tahun 2021 sebesar Rp1.014.720 juta. Penurunan aset lain-lain salah satunya disebabkan penurunan
   biaya yang ditangguhkan terkait pengembangan sistem dan aplikasi dari tahun 2021 sebesar Rp31.319
   juta menjadi Rp22.262 juta dan penurunan agunan yang diambil alih dari tahun 2021 sebesar Rp788.328
   juta menjadi Rp782.119 juta di tahun 2022.

2. Liabilitas
                                                                                        (dalam jutaan rupiah)
                                          30 Juni                 31 Desember                31 Desember
    Keterangan
                                           2023                      2022                       2021
    Liabilitas segera                       154.324    73,29%           89.057   28,51%             69.299
    Simpanan:


                                                  8
Page 10
       Pihak berelasi                           1.462.790        (17,15%)          1.765.642      7,43%         1.643.570
       Pihak ketiga                            10.850.508         (4,73%)         11.389.244     18,65%         9.598.751
    Jumlah                                     12.313.298         (6,40%)         13.154.886     17,01%        11.242.321
    Simpanan dari bank lain - pihak ketiga        100.621        (48,08%)            193.808     48,31%           130.675
    Efek yang dijual dengan janji dibeli
                                                  390.461          2,60%             380.566    100,00%                  -
    kembali
    Liabilitas akseptasi                           64.558        (16,43%)             77.253     100,00%                -
    Liabilitas derivatif                              500        (56,29%)              1.144     735,04%              137
    Pinjaman yang diterima                              -                -                 -   (100,00%)              867
    Utang pajak                                    16.463          23,38%             13.343    (15,21%)           15.736
    Liabilitas imbalan pasca kerja                 43.191          24,61%             34.660       2,21%           33.910
    Beban yang masih harus dibayar                168.427           3,42%            162.854      23,84%          131.505
    Liabilitas lain-lain                           56.762          33,69%             42.458      66,81%           25.453
    JUMLAH LIABILITAS                          13.308.605         (5,95%)         14.150.029      21,46%       11.649.903


   Liabilitas Segera
   Liabilitas segera Perseroan meningkat pada 30 Juni 2023 menjadi sebesar Rp154.324 juta dari akhir tahun
   2022 sebesar Rp89.057. Kenaikan tersebut terutama disebabkan kenaikan titipan pembelian surat
   berharga yang naik sebesar Rp44.096 juta, transafer dana dalam ATM yang naik sebesar Rp18.962 atau
   119,0% dan titipan nasabah yang naik sebesar Rp14.769 juta atau 67,4%. Liabilitas segera Perseroan
   meningkat di tahun 2022 menjadi sebesar Rp89.057 juta dari tahun sebelumnya Rp69.299 juta.
   Peningkatan tersebut terutama dari peningkatan titipan dana kliring sebesar Rp9.501 juta, peningkatan
   titipan nasabah sebesar Rp5.311 juta dan peningkatan titipan transfer dana dalam ATM sebesar Rp3.661
   juta.

   Simpanan
   Jumlah simpanan nasabah Perseroan mencapai Rp12.313.298 juta pada 30 Juni 2023 atau turun 6,40%
   dari Rp13.154.886 juta pada akhir tahun 2022. Penurunan tersebut terutama pada giro dan deposito yang
   masing-masing turun sebesar 9,47% dan 7.98%. Porsi dana murah Perseroan dilihat dari rasio CASA pada
   30 Juni 2023 meningkat menjadi 25,62% jika dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2022 sebesar
   24,34%. Dana Pihak Ketiga (DPK) Perseroan pada tahun 2022 mengalami peningkatan jika dibandingkan
   dengan tahun 2021 sebesar 17,01% (yoy) menjadi Rp13.154.886 juta dari sebelumnya sebesar
   Rp11.242.321 juta di tahun 2021, seiring dengan berjalannya program berhadiah untuk meningkatkan
   tabungan dan suku bunga deposito yang diminati masyarakat. Komposisi Dana Pihak Ketiga Perseroan
   masih didominasi produk deposito berjangka dengan kontribusi masing-masing mencapai 74,38%,
   75,66% dan 71,11% pada 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan 2021.

   Simpanan dari Bank Lain
   Simpanan dari bank lain terdiri dari giro, tabungan, deposito dan call money sebagai salah dari fasilitas
   pendanaan jangka pendek antar bank. Pada 30 Juni 2023, pos ini mencapai Rp100.621 juta turun
   dibandingkan akhir tahun 2022 yang sebesar Rp193.808 juta. Pada tahun 2022, simpanan dari bank lain
   meningkat menjadi Rp193.808 juta dari tahun sebelumnya sebesar Rp130.675 juta.

   Efek-efek yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
   Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
   dengan biaya perolehan diamortisasi. Efek-efek ini terdiri dari Obligasi Pemerintah Republik Indonesia,
   Pada 30 Juni 2023, efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali naik sebesar 2,60% jika dibandingkan
   dengan tahun 2022 yang sebesar Rp380.566 juta. Sedangkan pada tahun 2021 perseroan tidak memiliki
   efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali. Instrumen ini merupakan salah satu fasilitas pendanaan
   untuk kebutuhan likuiditas jangka pendek Perseroan.

3. Ekuitas
                                                                                                        (dalam jutaan rupiah)
    Keterangan                                  30 Juni                      31 Desember                         31 Desember
                                                  2023                                2022                                2021
    Modal ditempatkan dan disetor penuh      2.790.605           2,83%          2.713.698          5,46%            2.573.254
    Tambahan modal disetor - bersih          1.479.449          95,75%             755.772        27,62%               592.219
    Penghasilan komprehensif lain               11.159        (18,75%)              13.734      (41,20%)                23.359
    Defisit                                  (731.384)         (5,12%)           (770.870)       (6,38%)             (823.375)
    JUMLAH EKUITAS                           3.549.829          30,88%          2.712.334         14,66%            2.365.457




                                                          9
Page 11
    Jumlah Ekuitas Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp3.549.829 juta, naik 30,88% dibanding akhir
    tahun 2022 yang sebesar Rp2.712.334 juta. Kenaikan ekuitas terutama disebabkan oleh peningkatan
    tambahan modal disetor yang berasal dari dana setoran modal sebesar Rp802.000 miliar. Sementara,
    Ekuitas Bank pada 2022 sebesar Rp2.712.334 juta, naik 14,66% jika dibanding tahun 2021 yang sebesar
    Rp2.365.457 juta. Peningkatan ekuitas tersebut terutama dari penambahan modal saham dari
    Penawaran Umum Terbatas (PUT) IX, pelaksanaan waran dan penambahan setoran modal melalui
    Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) oleh Pemegang Saham
    Pengendali Bank yaitu PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP).

4. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                      (dalam jutaan rupiah)
                                                              30 Juni                              31 Desember
    Keterangan
                                                   2023                     2022        2022                         2021
    Pendapatan bunga                               631.554       17,60%     537.024   1.154.346         17,80%      979.937
    Beban bunga                                    326.898       46,36%     223.351     506.619       (11,50%)      572.424
    Pendapatan bunga - bersih                      304.656      (2,87%)     313.673     647.727         58,95%      407.513
    Pendapatan operasi lainnya                      50.818     (13,32%)      58.628     138.929       (17,97%)      169.361
    Beban kerugian penurunan nilai                  44.006     (37,29%)      70.179     113.815         58,51%        71.805
    Beban operasional lainnya                      259.873      (0,89%)     262.210     519.734          8,34%      479.738
    Beban operasional lainnya - bersih           (253.061)      (7,56%)   (273.761)   (494.620)         29,42%    (382.182)
    Laba operasional                                51.595       29,27%      39.912     153.107        504,43%        25.331
    Pedapatan (Beban) non-operasional –
                                                     (875)    (118,97%)      4.612          954      (134,27%)       (2.784)
    bersih
    Laba sebelum beban pajak                        50.720       13,92%      44.524     154.061       583,29%         22.547
    Beban pajak tangguhan                         (11.234)       13,99%     (9.855)   (101.556)       949,24%        (9.679)
    Laba bersih tahun berjalan                      39.486       13,89%      34.669      52.505       308,03%         12.868
    Penghasilan (rugi) komprehensif lain tahun     (2.575)     (86,27%)    (18.758)      (9.625)      (10,51%)      (10.755)
    berjalan setelah pajak
    Jumlah laba (rugi) komprehensif                36.911      131,98%      15.911      42.880       1929,34%         2.113
    Laba per saham (dalam Rupiah penuh)
    Dasar                                            1,37                     1,28         1,87                        0,49
    Dilusian                                         1,37                     1,28         1,87                        0,49

   Laba Bersih dan Penghasilan Komprehensif Lain
   Pada 30 Juni 2023, Perseroan membukukan Laba bersih sebesar Rp39.486 juta, naik 13,89% dari periode
   Juni 2022 yang sebesar Rp34.669 juta. Di tahun 2022, Perseroan menunjukan kinerja positif dengan
   mencatatkan laba bersih yang meningkat signifikan menjadi Rp52.505 juta, meningkat 308,03% (yoy)
   dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp12.868 juta. Kenaikan laba bersih Perseroan terutama disebabkan
   peningkatan pendapatan bunga atas kredit, hal ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk meningkatkan
   pendapatan bunga melalui penyaluran kredit yang selektif.

    Rugi komprehensif lain menurun Rp16.183 juta atau (86,27%) menjadi Rp2.575 juta pada periode 30 Juni
    2023 jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp18.758 juta
    disebabkan peningkatan keuntungan yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai
    wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Pada 31 Desember 2022 rugi komprehensif lain Perseroan
    tercatat sebesar Rp9.625 juta, turun sebesar 10,51% dari tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp10.755 juta,
    hal ini disebabkan oleh penurunan rugi yang belum direalisasi atas aset keuangan yang diukur pada nilai
    wajar melalui penghasilan komprehensif lain.

   Pendapatan Bunga
   Pendapatan bunga terutama diperoleh dari kegiatan penempatan dana Perseroan dalam bentuk kredit
   yang diberikan. Perseroan juga memperoleh pendapatan bunga dari Efek-Efek yang dimiliki,
   Penempatan pada Bank Indonesia dan Bank Lain, dan Giro pada Bank Indonesia dan Bank Lain.

   Sepanjang periode 30 Juni 2023 pendapatan bunga Perseroan naik 17,60% dari Rp537.024 juta pada
   periode 30 Juni 2022 menjadi Rp631.554 juta. Peningkatan tersebut disebabkan peningkatan
   pendapatan bunga kredit sebesar 13,47% dari Rp445.857 juta pada periode 30 Juni 2022 menjadi
   Rp505.893 juta pada periode 30 Juni 2023, diikuti dengan peningkatan pendapatan atas efek-efek yang
   meningkat sebesar Rp20.095 atau 48,16% terutama pada efek-efek yang diukur pada biaya perolehan
   diamortisasi.



                                                         10
Page 12
Sepanjang tahun 2022 pendapatan bunga Bank naik 17,80% dari Rp979.937 juta di tahun 2021 menjadi
Rp1.154.346 juta. Peningkatan tersebut dikontribusi dari peningkatan pendapatan bunga atas
penyaluran kredit, serta penempatan pada surat berharga (efek-efek) dan penerimaan atas provisi dan
komisi kredit.

Beban Bunga
Beban bunga Perseroan terdiri dari beban bunga simpanan dalam bentuk deposito berjangka, tabungan,
giro dan simpanan dari bank lain, serta beban premi penjaminan.

Pada periode 30 Juni 2023, beban bunga Perseroan mengalami peningkatan dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 46,36% menjadi Rp326.898 juta dari periode sebelumnya
sebesar Rp223.351 juta. Peningkatan tersebut terutama disebabkan peningkatan suku bunga simpanan
sejalan dengan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia. Pada 31 Desember 2022 Bank dapat
menurunkan beban bunga sebesar 11,50% menjadi Rp506.619 juta dari tahun sebelumnya sebesar
Rp572.424 juta, nenurunan tersebut terutama disebabkan penurunan suku bunga simpanan sejalan
dengan upaya Perseroan untuk menekan biaya dana (cost of fund) dengan menurunkan bunga simpanan
terutama deposito

Pendapatan Operasional Lainnya
Pendapatan operasional lainnya merupakan pendapatan yang berasal dari pendapatan transaksi valuta
asing – bersih, keuntungan (kerugian) bersih penjualan efek-efek, provisi dan komisi selain kredit,
penerimaan kembali kredit yang dihapus buku, keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi dari efek
yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan lainnya.

Pendapatan operasional lainnya pada periode 30 Juni 2023 menurun menjadi Rp50.818 juta
dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp58.628 juta. Penurunan
tersebut terutama disebabkan penurunan dari penerimaan kembali kredit yang dihapus buku sebesar
Rp1.881 juta atau 17,33%, penurunan pendapatan dari transaksi valuta asing sebesar Rp1.656 juta atau
42,13% serta penurunan pendapatan dari provisi dan komisi selain kredit sebesar Rp1.111 juta atau
5,68%.

Pendapatan operasional lainnya sepanjang tahun 2022 turun menjadi Rp138.929 atau menurun
(17,97%) dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp169.361 juta. Penurunan tersebut terutama
disebabkan penurunan keuntungan bersih penjualan efek yang turun sebesar Rp18.037 juta karena
volatilitas pasar surat berharga yang terjadi selama tahun 2022 sebagai dampak dari kebijakan The Fed
untuk meningkatkan suku bunga acuan.

Beban Operasional Lainnya
Beban operasional lainnya terdiri dari beban umum dan administrasi, beban tenaga kerja, dan beban
pensiun dan imbalan pasca kerja.

Pada 30 Juni 2023, beban operasional lainnya sebesar Rp259.873 juta menurun sebesar 0,89% jika
dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp262.210 juta.
Penurunan tersebut terutama dikontribusi oleh penurunan beban umum dan administrasi sebesar
11,07% yang disebabkan oleh penurunan biaya sewa gedung dan biaya pemeliharaan.

Beban operasional lainnya pada tahun 2022 meningkat sebesar Rp39.996 juta atau 8,34% menjadi
Rp519.734 juta dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar Rp479.738 juta, terutama disebabkan oleh
kenaikan beban pensiun dan imbalan pasca kerja sebesar Rp18.797 juta menjadi Rp8.489, serta kenaikan
beban tenaga kerja sebesar Rp16.525 juta menjadi Rp219.069 juta pada tahun 2022. Kenaikan pada
beban tenaga kerja terutama dikontribusikan oleh peningkatan jumlah karyawan dalam mendukung
ekspansi bisnis Bank.

Pendapatan (Beban) Non Operasional - Bersih
Komponen dari Pendapatan (Beban) Non Operasional adalah hasil sewa, keuntungan penjualan dan
penghapusan aset tetap/tidak berwujud serta keuntungan (kerugian) penjualan agunan yang diambil
alih.

                                             11
Page 13
   Laba Bersih tahun berjalan
   Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan laba serta kinerja positif sampai dengan periode 30 Juni
   2023. Laba bersih Perseroan tumbuh sebesar 13,89%, dari Rp34.669 juta pada 30 Juni 2022 menjadi
   Rp39.486 juta pada periode 30 Juni 2023. Sementara itu, kinerja positif Perseroan pada 31 Desember
   2022 jika dibandingkan dengan 31 Desember 2021 laba bersih perseroan tumbuh signifikan sebesar
   308,03%, pencapaian positif ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih seiring dengan
   peningkatan penyaluran kredit, serta keberhasilan Perseroan menurunkan beban bunga (cost of fund).

5. Laporan Arus Kas
                                                                                                      (dalam jutaan rupiah)
                                                             30 Juni                                 31 Desember
   Keterangan
                                            2023                            2022         2022                          2021
   Kas bersih diperoleh dari (digunakan
                                          (1.280.075)           470,30%    (224.457)     719.359         28,66%       559.112
   untuk) aktivitas operasi
   Kas bersih diperoleh dari (digunakan
                                           (898.702)         (1.079,57%)      91.745    (159.167)       (57,20%)     (371.916)
   untuk) aktivitas investasi
   Kas bersih diperoleh dari aktivitas
                                             800.584     115.257,93%             694     303.130        (62,67%)      812.022
   pendanaan
   Kenaikan (penurunan) bersih kas dan
                                          (1.378.193)           943,94%    (132.018)     863.322        (13,60%)      999.218
   setara kas – bersih
   Kas dan setara kas pada awal tahun      3.291.375             35,16%    2.435.149    2.435.149          67,97    1.449.745
   Pengaruh perubahan kurs valuta asing       (3.215)          (22,42%)       (4.144)      (7.096)      (48,63%)      (13.814)
   Kas dan setara kas pada akhir tahun     1.909.967           (16,92%)    2.298.987    3.291.375          35,16    2.435.149


   Arus kas Perseroan utama bersumber dari pendapatan bunga, provisi dan komisi kredit, pendapatan
   lainnya dari transaksi nasabah seperti transfer, billing payment; transaksi fixed income dan valuta asing.
   Pendapatan tersebut diatas setelah dikurangi biaya bunga, komisi yang dibayar, biaya operasional dan
   non-operasional akan menghasilkan arus kas operasional.

   Selanjutnya untuk arus kas dari aktivitas investasi berasal dari perolehan atau penjualan aset tetap dan
   aset tak berwujud dan perolehan dari penjualan dan pembelian efek tersedia untuk dijual.

   Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan berasal dari penambahan modal saham yang sudah dikurangi
   dengan biaya emisi.

   a. Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi
      Arus kas yang digunakan untuk aktivitas operasi mencapai Rp1.280.075 juta untuk periode 30 Juni
      2023 naik sebesar Rp1.055.618 juta jika dibandingkan periode 30 Juni 2022 yang sebesar Rp224.457
      juta. Kenaikan tersebut terutama dikontribusi oleh peningkatan penyaluran kredit Perseroan.
      Sedangkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2022 sebesar Rp719.359 juta
      naik 28,66% dari tahun 2021. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan bunga,
      provisi, dan komisi kredit yang diterima.

   b. Arus kas diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi
      Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan pada 30 Juni 2023 sebesar Rp898.702
      juta terutama digunakan untuk perolehan aset tetap serta pembelian efek-efek. Sementara itu, pada
      periode 30 Juni 2022 arus kas yang diperoleh dari aktivitas investasi terutama diperoleh dari
      penjualan efek-efek yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Untuk
      periode 31 Desember 2022 dan 2021 arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi terutama
      digunakan untuk pembelian efek-efek, sebagai upaya optimalisasi excess likuiditas Bank.

   a. Arus kas diperoleh dari aktivitas pendanaan
      Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk periode 30 Juni 2023 sebesar Rp800.584 juta
      terutama berasal dari dana setoran modal. Sementara itu, pada 31 Desember 2022 dan 2021 arus
      kas yang diperoleh dari aktivitas pendanaan terutama bersumber dari penambahan modal melalui
      Penawaran Umum Terbatas, pelaksanaan waran dan penempatan dana setoran modal dari
      pemegang saham pengendali.




                                                        12
Page 14
6.   Rasio-rasio Penting Perseroan

     a. Rentabilitas
        Imbal Hasil Investasi (Return on Asset/ROA)
        Imbal hasil investasi adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun
        berjalan dari aset yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif
        tahun berjalan dengan jumlah aset dan rasio tersebut terus membaik dari tahun ke tahun. Return
        on Asset (ROA) Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 0,62% sedikit
        turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 0,65% disebabkan peningkatan rata-
        rata total aset Perseroan dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 tercatat
        sebesar 1,04% dan 0,18%, peningkatan ROA dikontribusi dari peningkatan laba sebelum pajak
        Perseroan.

        Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity/ROE)
        Imbal hasil ekuitas adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun
        berjalan dari ekuitas yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif
        tahun berjalan dengan jumlah ekuitas. Return on Equity (ROE) Perseroan untuk periode yang
        berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 2,72% turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang
        sebesar 3,40% disebabkan peningkatan ekuitas seiring dengan dana setoran modal yang diterima
        oleh Perseroan dan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2022 dan 2021 tercatat sebesar
        2,50% dan 0,94%, peningkatan ROE dikontribusi dari peningkatan laba bersih Perseroan.

        Net Interest Margin (NIM)
        Rasio Net Intereset Margin (NIM) Perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar
        4,32% turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 5,32%. Penurunan tersebut
        disebabkan penurunan pendapatan bunga bersih seiring dengan peningkatan suku bunga acuan
        Bank Indonesia dan peningkatan rata-rata aset produktif Perseroan dibandingkan periode yang
        sama tahun sebelumnya. Sedangkan pada 31 Desember 2022 sebesar 4,95% meningkat dari tahun
        2021 sebesar 3,80%. Peningkatan tersebut disebabkan peningkatan pendapatan bunga kredit
        seiring peningkatan penyaluran kredit dan keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban bunga
        dana pihak ketiga.

        Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)
        Rasio BOPO adalah rasio untuk mengukur tingkat efisiensi yang dicapai. BOPO Perseroan untuk
        periode yang berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 92,61% menurun dibandingkan periode yang sama
        tahun sebelumnya yang sebesar 93,30%. Pada 31 Desember 2022 BOPO Perseroan juga mengalami
        penurunan dari 97,81% di tahun 2021 menjadi 88,16% di tahun 2022. Penurunan tersebut
        menunjukan Perseroan dapat meningkatkan profitabilitas dengan tetap memperhatikan efisiensi
        biaya.

     b. Likuiditas
        Permodalan
        Rasio kecukupan modal perbankan/CAR (Capital Adequacy Ratio) adalah rasio yang mengukur
        kemampuan bank dalam menyerap risiko kerugian. CAR merupakan salah satu indikator penting
        dalam menilai kesehatan suatu bank. Bank dengan CAR yang tinggi memiliki kemampuan yang lebih
        baik dalam menyerap risiko kerugian, sehingga lebih tahan terhadap guncangan ekonomi.

        Pada 30 Juni 2023, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan sebesar 30,94%, dan masih
        berada di atas ketentuan modal minimum sebesar 10,00%. Secara struktur permodalan, hingga
        periode 30 Juni 2023, Bank memiliki modal inti (Tier 1) sebesar Rp3.337.680 juta dan modal
        pelengkap (Tier 2) sebesar Rp86.549 juta. Rasio Tier 1 mencapai 30,16% atau di atas ketentuan
        minimum rasio Tier 1 sebesar 6,00%, dan rasio CET 1 sebesar 30,16% atau di atas kententuan
        minimum rasio CET 1 sebesar 4,50%.




                                                 13
Page 15
Loan to Funding Ratio (LFR)
Perseroan berpendapat bahwa dana yang diperoleh dari masyarakat harus dapat dipergunakan
secara maksimum untuk mengoptimalkan laba tanpa mengganggu likuiditas Perseroan. Salah satu
tolak ukur yang dipergunakan adalah rasio LFR yang dibahas dalam setiap rapat ALCO.

LFR merupakan perbandingan antara pinjaman dengan simpanan. Rasio LFR untuk periode yang
berakhir pada 30 Juni 2023 sebesar 84,58% meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama
pada tahun sebelumnya yang sebesar 80,27%. Pada 31 Desember 2022 LFR Perseroan juga
mengalami peningkatan menjadi 76,96% dari 75,61% ditahun 2021. Peningkatan LFR sejalan dengan
peningkatan penyaluran kredit oleh Perseroan.

Dalam menjaga likuiditas Perseroan juga memiliki sumber internal likuiditas salah satunya berasal
dari komponen aset seperti aset kredit yang akan jatuh tempo serta aset yang bersifat likuid (asset
likuid) seperti kas, surat berharga dimana Perseroan mampu memenuhi salah satu rasio likuiditas
AL/DPK dan mampu menjaga rasio tersebut diatas threshold yang ditetapkan. Selain dari Perseroan
sendiri, likuiditas dapat berasal dari grup MNC. Sedangkan sumber eksternal likuiditas antara lain
berasal dari dana pihak ketiga (DPK) berupa Giro, Tabungan dan Deposito dan pasar uang antar
bank, serta fasilitas pinjaman kepada Bank Indonesia. Untuk pasar uang saat ini Perseroan memiliki
line dengan Bank lain.

Jika modal kerja tidak mencukupi, Perseroan dapat memperoleh sumber likuiditas dari grup MNC.
Dari sumber eksternal, likuiditas dapat diperoleh antara lain dari dana pihak ketiga (DPK) berupa
Giro, Tabungan dan Deposito dan pasar uang antar bank, serta fasilitas pinjaman kepada Bank
Indonesia. Untuk pasar uang antar bank saat ini Perseroan memiliki line dengan bank lain. Selain itu,
Perseroan saat ini memiliki sumber likuiditas dari aset surat berhaga yang dimiliki dimana surat
berharga tersebut dapat dijual atau direpokan untuk mendapatkan likuditas. Namun demikian,
surat berharga yang ada belum digunakan untuk dijual atau di repokan mengingat kondisi likuiditas
Perseroan saat ini masih terjaga dengan baik. Selain itu juga Perseroan memiliki fasilitas pinjaman
kepada Bank Indonesia yang dapat digunakan pada saat terjadi krisis namun hingga saat ini
Perseroan tidak menggunakan fasilitas tersebut.

Tidak terdapat kecendrungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian,
dan/atau ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan
yang material terhadap likuiditas Perseroan.

Dana pihak ketiga Perseroan saat ini terkonsentrasi dalam jangka pendek (1 dan 3 bulan) secara
kontraktual, namun demikian dengan pendekatan behavioral analysis, 70% nasabah Perseroan akan
melakukan roll over sehingga secara likuiditas tetap terjaga. Meskipun demikian, terdapat beberapa
kemungkinan dimana nasabah melakukan penarikandana secara tiba-tiba, dimana secara umum
disebabkan oleh kebutuhan operasional nasabah tersebut. Namun Perseroan telah melakukan
mitigasi atas risiko tersebut dengan berkoordinasi dengan senantiasa menjaga kecukupan rasio
AL/DPK di atas threshold.

Giro Wajib Minimum (GWM)
Pemenuhan GWM telah sesuai dengan PBI No.20/3/PBI/2018 tentang GWM Bank Umum Bagi Bank
Umum Konvensional dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
syariah, dan Unit Usaha Syariah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan PBI No. 23/16/PBI/2021
tanggal 17 Desember 2021 dan PBI No. 24/4/PBI/2022 tanggal 1 Maret 2022. PBI tersebut dijelaskan
dengan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 20/10/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018
sebagaimana telah diubah beberapa kali, dengan PADG No. 23/27/PADG/2021 tanggal 21 Desember
2021, PADG No. 24/3/PADG/2022 tanggal 1 Maret 2022, PADG No. 24/8/PADG/2022 tanggal 1 Juli
2022, dan PADG nomor 2 tahun 2023 tanggal 24 Maret 2023 tentang Perubahan atas Peraturan
Anggota Dewan Gubernur Nomor 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan
Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah Dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum
Syariah, dan Unit Usaha Syariah.




                                          14
Page 16
        Sedangkan, rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) dihitung berdasarkan Peraturan
        Bank Indonesia (PBI) No. 20/4/PBI/2018 tanggal 29 Maret 2018 sebagaimana telah diubah beberapa
        kali dengan PBI No. 23/17/PBI/2021 tanggal 21 Desember 2021, dan PBI No. 24/16/PBI/2022 tanggal
        31 Oktober 2022 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas
        Makroprudensial bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah, dan Unit Usaha Syariah, yang
        mengatur perubahan istilah GWM sekunder menjadi PLM dan GWM Loan to Funding Ratio (LFR)
        menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM).

        Selama ini Perseroan selalu berusaha memenuhi GWM atas dana pihak ketiga yang berhasil
        dihimpun oleh Perseroan. Berikut adalah tingkat GWM Perseroan per 30 Juni 2023 dan
        31 Desember 2022 dan 2021:

         Keterangan                                                  30 Juni        31 Desember       31 Desember
                                                              2023                      2022              2021
         GWM Primer Rupiah                                                 13,69%            17,56%            8,28%
          Harian                                                            6,40%             9,06%            4,50%
          Rata-rata                                                         7,29%             8,50%            3,78%
          GWM Primer Valuta Asing                                           4,37%             4,64%            4,83%
          PLM / GWM Sekunder                                               13,58%            11,19%          17,14%
          Ketentuan BI untuk GWM Primer Harian (Rp)                         0,00%             0,00%            0,00%
          Ketentuan BI untuk GWM Primer Rata-rata (Rp)                      9,00%             9,00%            3,00%
          Ketentuan BI untuk GWM Primer Valuta Asing                        4,00%             4,00%            4,00%
          Ketentuan BI untuk PLM / GWM Sekunder                             6,00%             6,00%            6,00%


        Sesuai surat BI No. 25/101/DKMP/Srt/B tanggal 30 Mei 2023, Perseroan memperoleh insentif 1,9%
        untuk GWM rata-rata periode 1 Juni 2023 sampai dengan 31 Agustus 2023, sehingga GWM rata-
        rata yang harus dipenuhi menjadi 7,10%.

        Sesuai surat BI No. 24/228/DKMP/Srt/B tanggal 28 November 2022, Perseroan memperoleh insentif
        1,5% untuk GWM rata-rata periode 1 Desember 2022 sampai dengan 28 Februari 2023, sehingga
        GWM rata-rata yang harus dipenuhi menjadi 7,50%.

     c. Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
        BMPK adalah persentase perbandingan batas maksimum penyediaan dana atau pemberian kredit
        yang diperkenankan terhadap modal bank. Aturan tentang BMPK ini telah ditetapkan oleh Otoritas
        Jasa Keuangan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No.32/POJK.03/2018 tanggal 26
        Desember 2018 dan terakhir diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK
        No.38/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019.

        Pada periode 30 Juni 2023, 31 Desember 2022 dan 2021, Perseroan tidak memiliki debitur baik pihak
        terkait maupun tidak terkait yang tidak memenuhi atau melampaui Batas Maksimum Pemberian
        Kredit (BMPK).

7.   Prinsip-prinsip Perbankan yang Sehat

     a. Rasio KPMM
        Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.11/POJK.03/2016 tentang Kewajiban
        Penyediaan Modal Minimum Bank Umum dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun
        2022 tentang perubahan kedua atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 11/POJK.03/2016,
        Bank wajib menyediakan modal minimum sesuai dengan profil risiko. Selain kebutuhan untuk
        memenuhi modal minimum berdasarkan profil risiko, Bank juga berkewajiban untuk menyediakan
        tambahan modal penyangga (buffer) dengan rincian sebagai berikut : (i) Capital Conservation Buffer,
        (ii) Countercyclical Buffer, dan (iii) Capital Surcharge untuk Domestic Systemically Important Bank
        (D-SIB). Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan 2021 persentase tambahan modal
        penyangga yang wajib dibentuk oleh Bank adalah nihil.




                                                         15
Page 17
           Tabel berikut ini menunjukkan rasio KPMM Perseroan per 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 dan
           2021:
                                                                    30 Juni         31 Desember             31 Desember
             Keterangan
                                                                       2023             2022                    2021
                 Rasio KPMM - Risiko Kredit, Operasional
                                                                    30,94%             23,62%                  24,31%
                      dan Pasar


           Pada 30 Juni 2023, posisi Capital Adequacy Ratio (CAR) Perseroan sebesar 30,94%, dan masih berada
           di atas ketentuan modal minimum sebesar 10,00%. Secara struktur permodalan, hingga periode 30
           Juni 2023, Bank memiliki modal inti (Tier 1) sebesar Rp3.337.680 juta dan modal pelengkap (Tier 2)
           sebesar Rp86.549 juta. Rasio Tier 1 mencapai 30,16% atau di atas ketentuan minimum rasio Tier 1
           sebesar 6,00%, dan rasio CET 1 sebesar 30,16% atau di atas kententuan minimum rasio CET 1
           sebesar 4,50%.

        b. Kualitas Aset Produktif (Asset Quality Ratio)
           Aset produktif terdiri dari giro pada bank lain, penempatan pada bank lain, efek-efek, kredit, tagihan
           akseptasi termasuk komitmen dan kontinjensi pada rekening administratif. Bank Indonesia telah
           menetapkan ketentuan mengenai klasifikasi atas kualitas aset produktif yang mengharuskan bank-
           bank mengkategorikan setiap aset produktif menjadi salah satu dari 5 (lima) kategori dan
           menetapkan jumlah minimum persentase penyisihan penghapusan yang wajib dibentuk. Sementara
           aset non-produktif yang dinilai kualitasnya terdiri dari agunan yang diambil alih (AYDA) dan properti
           terbengkalai sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dalam penentuan kualitas aset dan
           penyisihan penghapusan aset mengacu pada POJK No.40/POJK.03/2019 tanggal 19 Desember 2019
           tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum.

           Tabel berikut menunjukkan kualitas kredit yang diberikan Perseroan berdasarkan kolektibilitas pada
           tanggal-tanggal sebagai berikut:
                                                                                                           (dalam jutaan rupiah)
             Kualitas Kredit                        30 Juni                    31 Desember                     31 Desember
                                                     2023                          2022                            2021
             Lancar                                  9.091.216         1,87%       8.924.159        20,47%          7.407.650
             Dalam Perhatian Khusus                  1.058.585       15,31%          918.009        27,40%            720.569
             Kurang Lancar                              43.460      108,74%           20.820      (28,10%)             28.957
             Diragukan                                  25.492       23,82%           20.588      (31,02%)             29.848
             Macet                                     314.028       (0,72%)         316.290       (0,11%)            316.640
             Jumlah bruto                          10.532.781          3,26%      10.199.866        19,95%          8.503.664
             Dikurangi: Cadangan kerugian
                                                     (263.636)        6,65%        (247.201)       13,17%            (218.438)
             penurunan nilai
             Jumlah bruto                          10.269.145         3,18%        9.952.665       20,13%           8.285.226

             Rasio NPL Gross                               3,68%                      3,53%                             4,42%
             Rasio NPL Net                                 2,20%                      2,21%                             2,81%

           Rasio kredit bermasalah terhadap total kredit Perseroan (Rasio NPL Gross) terus mengalami
           perbaikan dari tahun 2021 sebesar 4,42% menjadi 3,53% akhir tahun 2022 dan pada 30 Juni 2023
           sebesar 3,68%. Hal ini diikuti juga dengan rasio NPL Net pada tahun 2021 sebesar 2,81% menjadi
           2,21% akhir tahun 2022 dan pada 30 Juni 2023 tercatat sebesar 2,20%. Manajemen terus berupaya
           melakukan langkah-langkah perbaikan terhadap aset-aset bermasalah, melakukan monitoring
           secara intensif untuk mencegah terjadinya penurunan kualitas aset, serta pemberian kredit
           dilakukan dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian dan membentuk cadangan kerugian
           penurunan nilai aset yang memadai.


                                                       RISIKO USAHA

a. Risiko Utama Yang Mempunyai Pengaruh Signifikan Terhadap Kelangsungan Usaha Perseroan
   Risiko utama yang dihadapi oleh perseroan adalah risiko kredit yaitu risiko yang terjadi akibat kegagalan
   debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada perseroan.
b. Risiko Usaha yang Bersifat Material Baik secara Langsung Maupun Tidak Langsung yang Dapat
   Mempengaruhi Hasil Usaha dan Kondisi Keuangan Perseroan
    1. Risiko Pasar

                                                               16
Page 18
    2. Risiko Operasional
    3. Risiko Likuiditas
    4. Risiko Hukum
    5. Risiko Reputasi
    6. Risiko Kepatuhan
    7. Risiko Stratejik
    8. Risiko Persaingan
    9. Risiko Kebijakan Pemerintah
c. Risiko Umum
    1. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro Dan Global
    2. Risiko Terkait Ketentuan Negara Lain atau Peraturan Interenasional
d. Risiko Investasi atau Kepemilikan Saham Bagi Investor
    1. Risiko Kemungkinan Tidak Likuidnya Saham
    2. Risiko Terkait Fluktuasi Harga Saham Yang Ditawarkan
            KEJADIAN PENTI
                  KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Tidak ada kejadian penting yang mempunyai dampak cukup material terhadap keadaan keuangan dan hasil
usaha Perseroan yang terjadi setelah tanggal Laporan Auditor Independen yang telah diterbitkan tertanggal 10
November 2023 sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran atas laporan keuangan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka
Puradiredja, Suhartono (firma anggota jaringan global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani
oleh Harris Siregar, SE, Ak., CA., CPA dengan pendapat wajar tanpa modifikasian, dalam semua hal yang material,
yang perlu diungkapkan dalam Prospektus ini.
                                                          EKUITAS
Tabel berikut ini menggambarkan posisi ekuitas Perseroan yang bersumber dari Laporan Keuangan Perseroan
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2023 dengan angka perbandingan 31 Desember
2022 dan 2021 yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono (firma anggota jaringan
global Nexia International) dan laporannya telah ditandatangani oleh Harris Siregar, SE, Ak., CA., CPA., dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian.

                                                                                                 (dalam jutaan rupiah)
                                                                               30 Juni         31 Desember
  Keterangan
                                                                                2023        2022             2021
  EKUITAS
  Modal ditempatkan dan disetor penuh – saham seri A 22.052.950.928,          2.790.605   2.713.698        2.573.254
      22.052.877.655 dan 22.052.836.610 pada tahun 30 Juni 2023, 31
      Desember 2022 dan 2021, dan saham seri B 11.706.212.301,
      10.168.212.301 dan 7.359.388.110 pada tahun 30 Juni 2022, 31 Desember
      2022 dan 2021
     Tambahan modal disetor – bersih                                          1.479.449     755.772           592.219
  Penghasilan komprehensif lain                                                  11.159      13.734            23.359
     Defisit                                                                  (731.384)   (770.870)         (823.375)
     JUMLAH EKUITAS                                                           3.549.829   2.712.334         2.365.457


Apabila perubahan ekuitas Perseroan yang terjadi akibat adanya PMHMETD X Sebanyak-banyaknya
13.503.665.292 (tiga belas miliar lima ratus tiga juta enam ratus enam puluh lima ribu dua ratus sembilan puluh
dua) saham seri B dengan nilai nominal Rp50,- (lima puluh Rupiah) per saham atau sebesar 28,57% (dua puluh
delapan koma lima puluh tujuh persen) dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PMHMETD
X sehingga dengan harga pelaksanaan sebesar Rp75,- setelah dikurangi biaya emisi, maka proforma ekuitas
berdasarkan posisi ekuitas sebagai berikut:




                                                             17
Page 19
                                                                                                       (dalam jutaan rupiah)
                                                                                          31 Desember 2022
                                                                                                                 Proforma
     Keterangan                                                              Sebelum
                                                                                                HMETD             Setelah
                                                                              HMETD
                                                                                                                  HMETD
    EKUITAS
    Modal ditempatkan dan disetor penuh
          Modal ditempatkan dan disetor penuh ditambah dengan efek yang
          belum dilaksanakan yaitu Waran seri IV sebesar 273.580.205 saham
          dengan nilai nominal Rp100,- dan Waran seri V sebesar
          2.862.285.378 saham dengan nilai nominal Rp50,-                     2.790.605         675.183           3.465.788
    Tambahan modal disetor – bersih                                           1.479.449         335.861*          1.815.310
    Penghasilan komprehensif lain                                                11.159                              11.159
    Defisit                                                                   (731.384)                           (731.384)
    JUMLAH EKUITAS                                                            3.549.829         1.011.044         4.560.873
Keterangan:
*) setelah dikurangi nilai emisi PMHMETD X sebesar Rp1.731 juta.


                                                       KEBIJAKAN DIVIDEN

Perseroan merencanakan akan membayar dividen kas kepada seluruh pemegang saham sekurang-kurangnya
satu kali dalam setahun sampai dengan 25% dari Laba Bersih, dengan tetap memperhatikan peraturan
perundang-undangan, posisi keuangan atau tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari RUPS


                                                           PERPAJAKAN
CALON PEMBELI SAHAM DALAM PENAWARAN UMUM TERBATAS X INI DISARANKAN UNTUK BERKONSULTASI
DENGAN KONSULTAN PAJAK MASING-MASING MENGENAI AKIBAT PERPAJAKAN YANG TIMBUL DARI
PEMBELIAN, PEMILIKAN MAUPUN PENJUALAN SAHAM YANG DIBELI MELALUI PENAWARAN UMUM TERBATAS
X INI.
                                   LEMBAGA DAN PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL
Akuntan Publik                  : Kanaka Puradiredja, Suhartono
Konsultan Hukum                 : Jusuf Indradewa & Partners Legal Consultant
Notaris                         : Kantor Notaris Aulia Taufani, S.H.,
Biro Administrasi Efek          : PT BSR Indonesia
                         TATA CARA PEMESANAN SAHAM DAN/ATAU EFEK BERSIFAT EKUITAS


Dalam rangka PMHMETD X Perseroan telah menunjuk PT BSR Indonesia sebagai Pengelola Pelaksanaan
Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan dalam rangka PMHMETD X sesuai dengan Akta Perjanjian
Pengelolaan Administrasi Saham dan Agen Pelaksanaan Dalam Rangka PMHMETD X PT Bank MNC Internasional
Tbk No.26 tanggal 19 Oktober 2023, yang dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H. Notaris di Kota Administrasi
Jakarta Selatan.

Berikut ini proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa Penawaran :

1.    Pemesan yang Berhak

      Para Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan pada
      tanggal 15 Desember 2023 pukul 16.15 WIB berhak untuk membeli saham dengan ketentuan bahwa setiap
      pemegang 5 Saham Lama berhak atas 2 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada
      pemegangnya untuk membeli 1 Saham Baru dengan nilai nominal Rp50 setiap saham sebesar harga
      pelaksanaan sebesar Rp75 setiap saham.

      Apabila terdapat pecahan atas HMETD maka akan diadakan pembulatan ke bawah dan pecahan tersebut
      menjadi milik Perseroan dan harus dijual oleh Perseroan serta hasil penjualannya dimasukkan ke rekening
      Perseroan.



                                                                 18
Page 20
     Pemesan yang berhak membeli Saham Baru adalah pemegang HMETD yang sah, yaitu Pemegang Saham
     yang memperoleh HMETD dari Perseroan dan belum menjual HMETD tersebut dan pembeli HMETD yang
     namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD, atau dalam kolom endorsemen pada Sertifikat Bukti
     HMETD, atau daftar pemegang HMETD yang namanya tercatat dalam Penitipan Kolektif KSEI. Pemesan
     dapat terdiri atas perorangan, WNI dan/atau WNA dan/atau Lembaga dan/atau Badan Hukum/Badan
     Usaha, baik Indonesia atau Asing, sebagaimana diatur dalam UUPM dan Peraturan Pelaksanaannya.

     Untuk memperlancar serta terpenuhinya jadwal pendaftaran pemegang saham yang berhak, maka para
     pemegang saham yang memegang saham Perseroan dalam bentuk warkat yang akan menggunakan haknya
     untuk memperoleh HMETD dan belum melakukan pencatatan peralihan kepemilikan sahamnya disarankan
     untuk mendaftar Surat Kolektif Sahamnya untuk diregistrasi, yaitu sebelum batas akhir pencatatan dalam
     DPS yakni sebelum tanggal 15 Desember 2023.

2.   Distribusi Sertifikat Bukti HMETD

     Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
     didistribusikan secara elektronik ke dalam rekening efek di KSEI melalui rekening efek Anggota Bursa
     dan/atau Bank Kustodian masing-masing di KSEI selambat-lambatnya 1 Hari Bursa setelah tanggal
     pencatatan pada DPS yang berhak atas HMETD, yaitu tanggal 18 Desember 2023.

     Prospektus Final, Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan (“FPPS Tambahan”) dan formulir
     lainnya tersedia dan dapat diperoleh pemegang saham di kantor BAE, dengan alamat:

                                                PT BSR Indonesia
                                             Gedung Sindo Lantai 3
                                          Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
                                              Jakarta Pusat 10340
                                             Telpon : 021 31181811
                                              Fax : 021 3927721
                                             U.p. Corporate Action

     dengan menunjukkan bukti identitas atas nama pemegang saham yang tercatat dari masing-masing
     Anggota Bursa atau Bank Kustodiannya.

     Bagi pemegang saham yang sahamnya tidak dimasukan dalam Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan akan
     menerbitkan Sertifikat Bukti HMETD atas nama pemegang saham, yang dapat diambil oleh pemegang
     saham yang berhak atau kuasanya di BAE pada setiap Hari Kerja dan jam kerja mulai tanggal 19 Desember
     2023 dengan membawa:
     a. Fotokopi identitas diri yang masih berlaku (bagi pemegang saham perorangan) dan fotokopi anggaran
         dasar (bagi pemegang saham badan hukum/lembaga). Pemegang saham juga wajib menunjukkan asli
         dari fotokopi tersebut.
     b. Asli surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilengkapi fotokopi identitas diri lainnya yang
         masih berlaku baik untuk pemberi kuasa maupun penerima kuasa (asli identitas pemberi dan penerima
         kuasa wajib diperlihatkan).

3.   Pendaftaran Pelaksanaan HMETD

     A. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada dalam Penitipan Kolektif
        1. Pemegang HMETD memberikan instruksi pelaksanaan HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank
            Kustodian dan membayar Harga Pelaksanaan HMETD dengan memasukkannya ke dalam rekening
            yang khusus ditunjuk oleh KSEI;
        2. Pada Hari Bursa yang sama dengan saat disampaikannya instruksi pelaksanaan HMETD oleh
            Anggota Bursa atau Bank Kustodian kepada KSEI, maka:
            a. KSEI akan mendebet HMETD dari masing-masing sub rekening pemegang HMETD yang
                memberikan instruksi pelaksanaan HMETD ke dalam rekening KSEI dengan menggunakan
                fasilitas C-BEST;


                                                      19
Page 21
         b.   Segera setelah uang Harga Pelaksanaan HMETD diterima di dalam rekening bank yang ditunjuk
              oleh KSEI, KSEI akan melakukan pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD dari
              rekening bank yang ditunjuk oleh KSEI tersebut ke rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan
              pada hari yang sama.
    3.   1 (satu) Hari Bursa setelah KSEI menerima instruksi pelaksanaan HMETD, KSEI akan menyampaikan
         kepada BAE, dokumen sebagai berikut:
         a. Daftar rincian instruksi pelaksanaan HMETD yang diterima KSEI, berikut rincian data pemegang
              HMETD (nomor identitas, nama, alamat, status kewarganegaraan dan domisili) pemegang
              HMETD yang melakukan pelaksanaan HMETD;
         b. Surat atau bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD yang dilakukan oleh KSEI,
              dari rekening bank yang ditunjuk KSEI ke dalam rekening bank yang ditunjuk oleh Perseroan;
         c. Instruksi untuk mendapatkan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD ke dalam
              rekening khusus yang telah disediakan oleh KSEI.
    4.   Segera setelah BAE menerima dokumen-dokumen dari KSEI sebagaimana dimaksud dalam butir
         A.3 di atas, BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung dari instruksi
         pelaksanaan HMETD, bukti pemindahbukuan uang Harga Pelaksanaan HMETD kedalam rekening
         bank khusus berdasarkan data pada rekening bank khusus, serta instruksi untuk mendepositokan
         sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD. Selambat-lambatnya 2 Hari Bursa setelah
         permohonan pelaksanaan HMETD diterima dari KSEI dan uang Harga Pelaksanaan HMETD telah
         dibayar penuh (in good funds) di rekening bank khusus, BAE akan menerbitkan/mendepositokan
         sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD ke dalam rekening khusus yang telah disiapkan
         KSEI, dan KSEI akan langsung mendistribusikan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dengan
         menggunakan fasilitas CBEST. Selanjutnya, setelah melakukan pendistribusian Saham Baru hasil
         pelaksanaan HMETD tersebut maka KSEI akan memberikan laporan hasil distribusi Saham Baru
         hasil pelaksanaan HMETD tersebut kepada Perseroan dan BAE.

B. Prosedur Pelaksanaan HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif

    1.   Pendaftaran pelaksanaan HMETD dilakukan di kantor pusat BAE.
    2.   Pemegang HMETD yang berada di luar Penitipan Kolektif yang akan melakukan pelaksanaan
         HMETD harus membayar Harga Pelaksanaan HMETD ke dalam rekening bank khusus serta
         menyerahkan dokumen sebagai berikut:
         a. Asli Sertifikat Bukti HMETD yang telah ditandatangani dan diisi lengkap;
         b. Asli bukti pembayaran Harga Pelaksanaan HMETD;
         c. Fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemegang HMETD (perorangan) yang akan
             melakukan pelaksanaan HMETD (Kartu Tanda Penduduk (”KTP”)/paspor/Kartu Izin Tinggal
             Terbatas (”KITAS”); atau fotokopi anggaran dasar dan lampiran susunan terakhir anggota
             Direksi/pengurus dari pemegang HMETD (lembaga/badan hukum) yang akan melakukan
             pelaksanaan HMETD;
         d. Asli surat kuasa, jika pelaksanaan HMETD dilakukan oleh pemegang HMETD melalui kuasanya
             dan dilampirkan fotokopi identitas yang masih berlaku dari pemberi dan penerima kuasa
             (KTP/paspor/KITAS);
         e. Apabila pemegang HMETD menghendaki Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dimasukkan
             dalam Penitipan Kolektif, maka permohonan pelaksanaan HMETD kepada BAE harus diajukan
             melalui Anggota Bursa atau Bank Kustodian yang ditunjuk dengan menyerahkan dokumen
             tambahan berupa:
             − Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk
                  mengajukan permohonan pelaksanaan HMETD dan melakukan pengelolaan Efekatas
                  Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI atas nama pemberi
                  kuasa;
             − Asli formulir penyetoran Efek yang diterbitkan KSEI yang telah diisi dan ditandatangani
                  dengan lengkap.
    3.   BAE akan melakukan pemeriksaan terhadap dokumen pendukung untuk pelaksanaan HMETD
         sebagaimana dimaksud dalam butir B.2 di atas.
    4.   Selambat-lambatnya 2 Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD diterima oleh BAE dan
         uang Harga Pelaksanaan HMETD telah dibayar penuh (in good funds) ke dalam rekening bank yang
         ditunjuk oleh Perseroan, BAE akan menerbitkan sejumlah Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD

                                                 20
Page 22
             dalam bentuk fisik Surat Kolektif Saham (”SKS”), jika pemegang Sertifikat Bukti HMETD tidak
             menginginkan Saham Baru hasil pelaksanaan HMETD dimasukkan kedalam Penitipan Kolektif.

4.   Pemesanan Saham Baru

     Pemegang saham yang HMETD-nya tidak dijual atau pembeli/pemegang HMETD yang terakhir yang
     namanya tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD atau pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI
     dapat memesan saham tambahan melebihi hak yang dimilikinya dengan cara mengisi kolom pemesanan
     pembelian saham tambahan dan/atau FPPS Tambahan yang telah disediakan dan menyerahkan kepada BAE
     paling lambat hari terakhir periode pelaksanaan HMETD yakni tanggal 27 Desember 2023.

     Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan saham hasil
     penjatahannya dalam bentuk elektronik harus mengajukan permohonan kepada BAE melalui Anggota Bursa
     atau Bank Kustodian dengan menyerahkan dokumen sebagai berikut:
     a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
     b. Asli surat kuasa dari pemegang HMETD kepada Anggota Bursa atau Bank Kustodian untuk mengajukan
         permohonan pemesanan pembelian saham tambahan dan melakukan pengelolaan efek atas saham
         hasil penjatahan dalam Penitipan Kolektif KSEI dan kuasa lainnya yang mungkin diberikan sehubungan
         dengan pemesanan pembelian saham tambahan atas nama pemberi kuasa;
     c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan
         lampiran susunan Direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
     d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
         bank tempat menyetorkan pembayaran;
     e. Asli Formulir Penyetoran Efek yang diterbitkan oleh KSEI yang telah diisi dan ditandatangani secara
         lengkap untuk keperluan pendistribusian saham hasil pelaksanaan oleh BAE.

     Bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI, mengisi dan menyerahkan FPPS Tambahan yang telah
     didistribusikan dengan melampirkan dokumen sebagai berikut:
     a. Asli instruksi pelaksanaan (exercise) yang telah berhasil (settled) dilakukan melalui C-Best yang sesuai
          atas nama pemegang HMETD tersebut (khusus bagi pemegang HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI
          yang telah melaksanakan haknya melalui sistem C-Best);
     b. Asli formulir penyetoran Efek yang dikeluarkan KSEI yang telah diisi lengkap untuk pendistribusian
          Saham Hasil Pelaksanaan HMETD oleh BAE;
     c. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
          bank tempat menyetorkan pembayaran.

     Pemegang HMETD dalam bentuk warkat/Sertifikat Bukti HMETD yang menginginkan saham hasil
     penjatahannya tetap dalam bentuk warkat/fisik SKS, harus mengajukan permohonan kepada BAE dengan
     menyerahkan dokumen sebagai berikut:
     a. Asli FPPS Tambahan yang telah diisi dengan lengkap dan benar;
     b. Asli surat kuasa yang sah (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilampirkan dengan fotokopi
         KTP/Paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa;
     c. Fotokopi KTP/Paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan) atau fotokopi Anggaran Dasar dan
         lampiran susunan Direksi/pengurus (bagi lembaga/badan hukum);
     d. Asli bukti pembayaran dengan transfer/pemindahbukuan/giro/cek/tunai ke rekening Perseroan dari
         bank tempat menyetorkan pembayaran.

     Pembayaran atas pemesanan tambahan tersebut dapat dilaksanakan dan harus telah diterima pada
     rekening bank Perseroan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember 2023 dalam keadaan tersedia (in
     good funds). Pemesanan yang tidak memenuhi petunjuk sesuai dengan ketentuan pemesanan dapat
     mengakibatkan penolakan pemesanan.

     Berikut ini proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa penawaran:

     Seluruh proses atau mekanisme pemesanan dan pembelian saham Perseroan selama masa penawaran
     dilakukan secara elektronik untuk menghindari kerumunan dan kontak fisik. Biro Administrasi Efek hanya
     akan melayani pemesanan dengan prosedur sebagai berikut:

                                                       21
Page 23
     •   Pemesan dapat melakukan permintaan formulir pesan tambah dengan mengirimkan email permintaan
         ke alamat babp.hmetd@bsrindonesia.com dengan subject “PERMINTAAN FORM PESAN TAMBAH”;
     •   Email yang akan diikutkan dalam proses pemesanan adalah email yang diterima pada pukul 09.00 -
         16.00 WIB;
     •   Pengembalian dapat dilakukan melalu email ke alamat email yang tercantum, dengan subject
         “PENGEMBALIAN FORM PESAN TAMBAH”;
     •   Pengembalian harus Melampirkan syarat syarat antara lain fotocopy KTP, bukti penebusan right dari
         KSEI dan bukti transfer pemesanan tambahan,beserta denga Form penyetoran efek dari KSEI (dalam
         bentuk soft copy).

     Pemesan akan mendapatkan email balasan yang berisikan:
     • Konfirmasi penerimaan dokumen;
     • Informasi tolakan karena persyaratan tidak lengkap.
     Pemesanan pembelian saham yang dilakukan menyimpang dari ketentuan-ketentuan tersebut tidak akan
     dilayani. Setiap pemesan saham harus telah memiliki rekening efek pada perusahaan efek/bank kustodian
     yang telah menjadi Pemegang Rekening pada KSEI.

5.   Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan

     Penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan dilakukan pada tanggal 4 Januari 2024 dengan
     ketentuan sebagai berikut:
     a. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan tidak melebihi jumlah
         seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka seluruh pesanan atas saham tambahan
         akan dipenuhi;
     b. Bila jumlah seluruh saham yang dipesan, termasuk pemesanan saham tambahan melebihi jumlah
         seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X ini, maka kepada pemesan yang melakukan
         pemesanan saham tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan
         atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta
         pemesanan saham tambahan;
     c. Jumlah saham yang akan dijatahkan adalah sisa saham yang belum diambil bagian oleh pemegang
         HMETD. Laporan hasil pemeriksaan mengenai kewajaran pelaksanaan HMETD wajib disampaikan oleh
         Perusahaan Terbuka kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat 30 (tiga puluh) hari setelah tanggal
         penjatahan berakhir POJK 32 pasal 41.

6.   Persyaratan Pembayaran Bagi Para Pemegang Sertifikat Bukti HMETD (Di luar Penitipan Kolektif KSEI) Dan
     Pemesanan Saham Baru Tambahan

     Pembayaran pemesanan pembelian saham dalam rangka PMHMETD X yang permohonan pemesanannya
     diajukan langsung kepada BAE harus dibayar penuh (in good funds) dalam mata uang Rupiah, pada saat
     pengajuan pemesanan secara tunai, cek, bilyet, giro atau pemindahbukuan atau transfer dengan
     mencantumkan Nomor Sertifikat Bukti HMETD atau Nomor FPPS Tambahan dan pembayaran dilakukan ke
     rekening Perseroan pada:

                                    PT Bank MNC Internasional Tbk
                                             KCP MNC Tower
                          MNC Tower Lt GF, Jl. Kebon Sirih Kav 17-19 Jakarta Pusat
                                  No Rekening: 100-01-089003384-6
                            Atas Nama: Penawaran Umum Terbatas X - 2023

     Semua cek dan wesel bank akan segera dicairkan setelah diterima. Bilamana pada saat pencairan, cek atau
     wesel bank ditolak oleh pihak bank, maka pemesanan pembelian saham yang bersangkutan otomatis
     menjadi batal. Bila pembayaran dilakukan dengan cek atau pemindahbukuan atau bilyet/giro, maka tanggal
     pembayaran dihitung berdasarkan tanggal penerimaan cek/pemindahbukuan/giro yang dananya telah
     diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di atas.




                                                     22
Page 24
     Untuk pemesanan pembelian saham tambahan, pembayaran dilakukan pada hari pemesanan yang mana
     pembayaran tersebut harus sudah diterima dengan baik (in good funds) di rekening Perseroan tersebut di
     atas paling lambat tanggal 29 Desember 2023. Segala biaya yang mungkin timbul dalam rangka pembelian
     saham PMHMETD X ini menjadi beban pemesan. Pemesanan saham yang tidak memenuhi persyaratan
     pembayaran akan dibatalkan.

7.   Bukti tanda terima Pemesanan Pembelian Saham

     Perseroan melalui BAE yang ditunjuk Perseroan menerima pengajuan pemesanan pembelian saham akan
     menyerahkan bukti tanda terima pemesanan saham yang telah dicap ditandatangani yang merupakan bukti
     pada saat mengambil saham dan pengembalian uang untuk pemesanan yang tidak dipenuhi. Bagi pemegang
     HMETD dalam Penitipan Kolektif KSEI akan mendapatkan konfirmasi atas permohonan pelaksanaan HMETD
     dari C-BEST melalui Pemegang Rekening.

8.   Pembatalan Pemesanan Saham

     Perseroan berhak untuk membatalkan pemesanan Saham Baru, baik secara keseluruhan atau sebagian,
     dengan memperhatikan persyaratan yang berlaku. Pemberitahuan pembatalan pemesanan saham akan
     diumumkan bersamaan dengan pengumuman penjatahan atas pemesanan saham.

     Hal-hal yang dapat menyebabkan dibatalkannya pemesanan saham antara lain:
     a. Pengisian Sertifikat Bukti HMETD atau FPPS Tambahan tidak sesuai dengan petunjuk/syarat syarat
         pemesanan saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X yang tercantum dalam Sertifikat Bukti HMETD
         dan Prospektus.
     b. Persyaratan pembayaran tidak terpenuhi.
     c. Persyaratan kelengkapan dokumen permohonan tidak terpenuhi.

9.   Pengembalian Uang Pemesanan

     Dalam hal tidak terpenuhinya sebagian atau seluruh pemesanan saham yang lebih besar daripada haknya
     atau dalam hal terjadi pembatalan pemesanan saham, maka pengembalian uang oleh Perseroan akan
     dilakukan selambat-lambatnya 4 Januari 2024. Pengembalian uang yang dilakukan Perseroan sampai
     dengan tanggal 4 Januari 2024 tidak akan disertai bunga.

     Apabila terjadi keterlambatan pengembalian uang, jumlah yang akan dikembalikan akan disertai bunga jasa
     giro 0,25% pertahun, yang diperhitungkan sejak tanggal 4 Januari 2024 sampai dengan tanggal dimana uang
     tersebut dikembalikan. Apabila keterlambatan tersebut disebabkan oleh pemesan yang tidak mengambil
     pengembalian sesuai dengan waktu yang ditentukan maka Perseroan tidak membayar bunga atas
     keterlambatan tersebut.

     Pengembalian uang pemesanan dilakukan dalam mata uang Rupiah dengan pemindahbukuan ke rekening
     atas nama pemesan. Perseroan akan memindahkan uang tersebut langsung ke dalam rekening atas nama
     pemesan sehingga pemesan tidak dikenakan biaya pemindahbukuan. Uang yang dikembalikan dalam
     bentuk cek dapat diambil di:

                                                PT BSR Indonesia
                                             Gedung Sindo Lantai 3
                                          Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
                                              Jakarta Pusat 10340
                                             Telpon : 021 31181811
                                              Fax : 021 3927721
                                             U.p. Corporate Action

     dengan menunjukkan KTP asli atau tanda bukti jati diri asli lainnya (bagi perorangan) yang masih berlaku,
     fotokopi Anggaran Dasar dan surat kuasa (bagi badan hukum/lembaga) serta menyerahkan bukti tanda
     terima pemesanan pembelian saham asli dan fotokopi KTP atau tanda bukti diri. Pemesan tidak dikenakan
     biaya bank ataupun biaya transfer untuk jumlah yang dikembalikan tersebut.

                                                      23
Page 25
10. Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD dan Pengkreditan ke Rekening Efek

    Saham hasil pelaksanaan HMETD bagi pemesan yang melaksanakan HMETD sesuai dengan haknya melalui
    KSEI akan dikreditkan pada rekening efek dalam 2 Hari Kerja setelah permohonan pelaksanaan HMETD
    diterima dari KSEI dan dana pembayaran telah diterima dengan baik di rekening Perseroan.

    Saham hasil pelaksanaan HMETD dalam bentuk warkat yang melaksanakan HMETD sesuai haknya akan
    mendapatkan SKS atau saham dalam bentuk warkat selambat-lambatnya 2 Hari Kerja setelah permohonan
    diterima oleh BAE dan dana pembayaran telah diterima dengan baik oleh Perseroan.

    Adapun saham hasil penjatahan atas pemesanan saham tambahan akan tersedia untuk diambil SKSnya atau
    akan didistribusikan dalam bentuk elektronik dalam Penitipan Kolektif KSEI selambat-selambatnya 2 Hari
    Bursa setelah tanggal penjatahan. SKS baru hasil pelaksanaan HMETD dapat diambil pada setiap hari kerja
    (Senin - Jumat, pukul 09.00 - 15.00 WIB) yang dimulai tanggal 21 Desember 2023 sampai tanggal 29
    Desember 2023. Sedangkan SKS hasil penjatahan saham dapat diambil tanggal 4 Januari 2024. Pengambilan
    dilakukan di kantor BAE dengan menyerahkan dokumen:
    a. Asli KTP/paspor/KITAS yang masih berlaku (untuk perorangan);
    b. Fotokopi Anggaran Dasar (bagi lembaga/badan hukum) dan susunan Direksi/Dewan Komisaris
    c. atau pengurus yang masih berlaku;
    d. Asli surat kuasa sah (bagi lembaga/badan hukum atau perorangan yang dikuasakan) bermaterai
         Rp10.000 dilengkapi dengan fotokopi KTP/paspor/KITAS dari pemberi dan penerima kuasa;
    e. Asli bukti tanda terima pemesanan saham.

11. Alokasi Terhadap HMETD yang Tidak Dilaksanakan

    Jika saham yang ditawarkan dalam PMHMETD X tersebut tidak seluruhnya diambil bagian oleh pemegang
    Sertifikat Bukti HMETD porsi publik, maka sisa saham akan dialokasikan kepada para pemegang saham
    publik lainnya yang melakukan pemesanan melebihi haknya sebagaimana tercantum dalam Sertifikat Bukti
    HMETD atau Formulir Pemesanan dan Pembelian Saham Tambahan secara proporsional berdasarkan
    HMETD yang telah dilaksanakan. Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa sisa saham tersebut
    akan dikembalikan ke dalam portepel.

12. Pendaftaran Sertifikat Bukti HMETD

    Pendaftaran dilakukan sendiri/ dikuasakan dengan dilengkapi dokumen-dokumen melalui:
                                               PT BSR Indonesia
                                            Gedung Sindo Lantai 3
                                         Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
                                             Jakarta Pusat 10340
                                            Telpon : 021 31181811
                                             Fax : 021 3927721
                                            U.p. Corporate Action

    dengan membawa:
    a. Sertifikat Bukti HMETD asli yang telah ditandatangani dan diisi lengkap
    b. Bukti pembayaran asli dari bank berupa bukti transfer bilyet giro/cek/tunai asli dari bank
    c. Fotokopi KTP/SIM/Paspor (untuk perorangan) yang masih berlaku, fotokopi Anggaran Dasar (bagi
        badan hukum/lembaga)
    d. Surat kuasa (jika dikuasakan) bermaterai Rp10.000 dilengkapi fotokopi KTP yang memberi dan diberi
        kuasa. Bagi pemesan berkewarganegaraan asing, di samping mencantumkan nama dan alamat pemberi
        kuasa secara lengkap dan jelas, juga wajib mencantumkan nama dan alamat luar negeri domisili hukum
        yang sah dari pemberi kuasa secara lengkap dan jelas (asli identitas pemberi dan penerima kuasa wajib
        diperhatikan).

        Waktu pendaftaran :
        Tanggal : 19 - 27 Desember 2023.
        Pukul : 09.00 - 16.15 WIB.

                                                     24
Page 26
    e.   Formulir Pemesanan Tambahan asli yang diisi lengkap dan ditandatangani (jika memesan saham
         tambahan) dan diserahkan kepada BAE paling lambat pada tanggal 29 Desember 2023.

              PENYEBARLUASAN PROSPEKTUS DAN FORMULIR DAN SERTIFIKAT BUKTI HMETD
Perseroan telah mengumumkan informasi penting serta prospektus berkaitan dengan PMHMETD X ini melalui
website Perseroan dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id. Perseroan tidak menyediakan Prospektus
dalam bentuk cetakan.

a. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, HMETD akan
   didistribusikan secara elektronik melalui Rekening Efek Anggota Bursa atau Bank Kustodian masing-masing
   di KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Kerja setelah Tanggal Pencatatan pada DPS PMHMETD, yaitu
   tanggal 15 Desember 2023. Prospektus dan petunjuk pelaksanaan dapat di download di website Perseroan
   www.mncbank.co.id dan website Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id.

b. Bagi Pemegang Saham yang sahamnya tidak dimasukkan dalam sistem Penitipan Kolektif di KSEI, Perseroan
   akan menerbitkan SBHMETD atas nama Pemegang Saham dan dapat mengirimkan permohonan kepada BAE
   untuk menerima SBHMETD, FPPS Tambahan dan formulir lainnya dalam melalui surat elektronik mulai
   tanggal 19 Desember 2023 dengan melampirkan scan copy kartu tanda pengenal yang sah
   (KTP/Paspor/KITAS).

Apabila Pemegang Saham yang namanya tercatat dalam DPS pada penutupan perdagangan saham Perseroan di
Bursa Efek Indonesia tanggal 15 Desember 2023 belum menghubungi BAE untuk memperoleh SBHMETD, maka
seluruh risiko kerugian bukan menjadi tanggung jawab BAE ataupun Perseroan, melainkan merupakan tanggung
jawab para pemegang saham yang bersangkutan.

Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dari Prospektus ini atau apabila pemegang saham menginginkan
tambahan informasi, para pemegang saham dipersilahkan menghubungi Perseroan dan PT BSR Indonesia.

                                                  Perseroan:
                                       PT Bank MNC Internasional Tbk
                                      Gedung MNC Bank Tower Lantai 8
                                           Jl. Kebon Sirih No.21-27
                                              Jakarta Pusat 10340
                             Tel. (+ 62 21) 2980 5555 Fax. (+ 62 21) 3983 6700
                                             www.mncbank.co.id

                                          Biro Administrasi Efek:
                                              PT BSR Indonesia
                                           Gedung Sindo Lantai 3
                                        Jl.KH.Wahid Hasyim No.38
                                            Jakarta Pusat 10340
                                           Telpon : 021 31181811
                                            Fax : 021 3927721
                                           U.p. Corporate Action




                                                    25

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.51 MB
Published7 Dec 2023
Pages26
Characters127,188
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result