Skip to content
Back to announcement

20231204_GGRM_Public Expose_31545229_lamp2.pdf

Other Text extracted GGRM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1
 Laporan Public Expose
 PT Gudang Garam Tbk
 Kamis, 30 November 2023


1. PT Gudang Garam Tbk (Perseroan) diwakili oleh Bp. Heru Budiman, Direktur & Corporate Secretary

2. Presentasi

3. Sesi Tanya Jawab



1. Richard Oktario
   Pertanyaan:
    Apakah GGRM tidak ada niat mengembangkan bisnis logistik? Apalagi dengan adanya anak
     usaha seperti Galaxy Prime dan Surya Air.

   Jawaban:
    Surya Air adalah perusahaan jasa transportasi udara tidak terjadwal. Belum ada rencana
     pengembangan konkrit Perseroan untuk masuk ke industri penerbangan.
       Logistik yang ada sekarang khususnya menangani kebutuhan internal Gudang Garam.
       Mempertimbangan kondisi saat ini Perseroan belum berencana untuk mengembangkan
       potensi yang ada dalam industri logistik.



2. Anonim
   Pertanyaan:
       Saya melihat GGRM punya anak usaha Surya Abadi Semesta yang bergerak di bidang
        keselamatan dan kesehatan. Mengapa perusahaan ini tidak dikembangkan agar lebih besar
        lagi?

   Jawaban:
   • PT Surya Abadi Semesta menyediakan masker dan jasa pelaksanaan rapid dan PCR test ketika
       pandemi COVID-19 untuk kepentingan internal Gudang Garam. Sampai saat ini, sebatas itu
       saja.



3. Steve
   Pertanyaan:
    Apakah ada rencana kenaikan harga produk di sisa akhir tahun ini untuk menyambut kenaikan
     harga cukai tahun depan?




                                                                                                    1
Page 2
  Jawaban:
  Perseroan tidak mengumumkan rencana kenaikan harga jual produk yang bisa mengakibatkan
  pasar berspekulasi. Untuk itu, harap menunggu hingga akhir tahun. Kenaikan harga jual produk
  perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kompetisi pasar yang sangat ketat. Kami juga
  menyadari kenaikan harga dapat berdampak terhadap penurunan volume. Dalam kondisi daya beli
  tertekan, konsumen akan melakukan downtrading, mencari alternatif rokok yang lebih murah
  seperti SKT atau produk rokok produsen kecil. Perlu diketahui bahwa semakin besar produsen
  rokok semakin besar cukai yang dibebankan.



4. Anonim
  Pertanyaan:
  Apakah GGRM tidak berniat melakukan lobi ke pemerintah untuk membuat cukai rokok menjadi
  single layer saja agar bisa membuat kompetisi rokok lebih fair?

  Jawaban:
  Sistem cukai yang berlaku dibedakan berdasarkan kategori SKM dan SKT, serta golongan produsen
  rokok. Upaya mengubah sistem cukai tersebut bukan merupakan sesuatu yang mudah dan kami
  menyerahkan kebijakan tersebut kepada Pemerintah.



5. Steve Winarto
   Pertanyaan:
   Mengetahui bahwa peningkatan volume rokok sudah terbatas, apa langkah yang akan dilakukan
   manajemen di tahun 2024 untuk menjaga marjin dan profitabilitas?

  Jawaban:
  Pemerintah telah mengumumkan kenaikan cukai sekitar 11% untuk SKM untuk tahun 2024,
  sehingga minimal kami sudah mendapatkan gambaran yang relatif lebih berkepastian. Tentunya,
  juga bergantung dari perbaikan daya beli yang akan terjadi. Setelah pandemi COVID-19,
  pembatasan sosial tidak diberlakukan lagi sehingga pemulihan sudah mulai terlihat seperti di
  sektor jasa khususnya pariwisata. Hal ini bisa membantu dalam mengembalikan lapangan kerja
  yang hilang dan menggiatkan aktivitas ekonomi.



6. Vania Alexandra Nugroho
  Pertanyaan:
  GGRM akan membangun jalan tol Kediri-Tulungagung dengan modal 10 triliun. Apakah kebijakan
  payout ratio dividen tahun depan akan terdampak, menjadi lebih kecil, dengan adanya
  pembangunan proyek ini?




                                                                                             2
Page 3
   Jawaban:
   Pengeluaran Perseroan untuk pembangunan ini dilakukan secara bertahap sehingga tidak akan
   langsung berdampak. Berdasarkan track record dividen Perseroan, pada tahun 2020 GGRM
   memutuskan tidak membagikan dividen mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19 yang
   sangat luas/besar dan penuh ketidakpastian. Perseroan lebih berhati-hati dan mencoba
   menurunkan tingkat pinjaman, mengantisipasi meningkatnya biaya pinjaman yang mungkin
   dilakukan oleh perbankan yang disebabkan oleh peningkatan Non Performing Loan (NPL) mereka.
   Untungnya, hal ini tidak terjadi pada PT Gudang Garam. Pada tahun 2021, Perseroan kembali
   membagikan dividen sebesar Rp 5 triliun meskipun keuntungan lebih rendah. Pada tahun 2022
   Perseroan membagikan dividen sebesar Rp 4,3 triliun dengan payout ratio 77% dan pada tahun
   2023 membagikan dividen sebesar Rp 2,3 triliun dengan payout ratio 83%. Apabila kondisi
   keuangan mengijinkan, maka Perseroan akan tetap membagikan dividen.


7. Arif Widianto
   Pertanyaan:
   Kami belum pernah mendengar strategi Gudang Garam untuk produk rokok elektronik vape, dan
   lainnya. Apakah segmen rokok seperti ini kurang menarik?

   Jawaban:
   Perseroan terus memantau pasar dan perkembangan e-cigarette/vape, namun hingga saat ini
   belum memutuskan untuk masuk ke sektor e-cigarette/vape.


8. Anonim
   Pertanyaan:
   Apakah kampanye dari tahun politik tahun 2023-2024 memberikan dampak kenaikan volume
   rokok?

   Jawaban:
   Perbaikan daya beli konsumen akan memberikan dampak kenaikan volume penjualan. Kenaikan
   harga jual yang dilakukan karena kenaikan cukai akan dapat diserap. Kami belum memiliki jawaban
   apakah kampanye dan tahun politik tahun 2024 akan meningkatkan daya beli konsumen.



9. Mis Fransiska – Bloomberg Technoz
   Pertanyaan:
   1. Bagaimana dampak tarif cukai terhadap GGRM karena tahun depan kan naik? Kira-kira GGRM
      siapkan dana buat beli pita cukai berapa? Dari dana itu, kira-kira mengindikasikan kenaikan
      harga rokok per bungkus berapa di tahun depan?
   2. Update terkait bandara saat ini seperti apa? Investasi buat bangun bandara sampai selesai
      berapa nilainya? Dananya darimana?
   3. GGRM punya rencana diversifikasi apalagi?




                                                                                                3
Page 4
   Jawaban:
   1. Setiap kenaikan cukai merupakan penambahan biaya bagi Perseroan. Apabila kenaikan cukai
      yang terjadi tidak dapat diikuti oleh kenaikan harga jual yang proporsional maka profit
      Perseroan akan turun. Kenaikan harga produk perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat
      dan kompetisi pasar yang ketat dengan produsen rokok besar lainnya mengingat GGRM bukan
      satu-satunya produsen rokok. Perseroan tidak mengumumkan rencana kenaikan harga jual
      produk, harap menunggu hingga tahun depan.
   2. Pembangunan proyek Bandar Udara Dhoho terus berjalan sesuai yang direncanakan dan
      diharapkan akan siap pakai pada tahun 2024. Diperkirakan ada penambahan biaya sebesar Rp
      3 triliun.
   3. Sampai saat ini, Perseroan belum memiliki rencana diversifikasi lainnya.



10.Aulia Ivanka Rahmana - Kontan × Bisnis Indonesia
   Pertanyaan:
   1. Target produksi sampai akhir tahun berapa, lalu di tahun depan berapa? Mengingat daya beli
      masyarakat turun? Hingga saat ini, berapa kapasitas produksi? Berapa target pendapatan dan
      laba 2024?
   2. Apakah GGRM akan menambah kapasitas atau pabrik baru di tahun depan?
   3. Bagaimana dengan dampak kenaikan UMP?
   4. Bagaimana kisi-kisi dividen tahun buku 2023? Berapa DPR nya dan DY nya?
   5. Berapa Capex di tahun depan? Untuk apa dan dari mana saja dananya?

  Jawaban:
   1. Gudang Garam tidak memberikan perkiraan pendapatan dan laba untuk periode yang akan
      datang. Sejalan dengan kinerja Perseroan hingga September 2023, GGRM akan berupaya
      mempertahankan level keuntungan yang telah diperbaiki hingga periode September 2023.
      Perbaikan dapat terjadi apabila didorong oleh kenaikan volume yang disebabkan oleh
      peningkatan daya beli. Kami tidak dapat memperkirakan peningkatan daya beli tersebut.
   2. Melihat terjadinya penurunan volume hingga September 2023 maka penambahan kapasitas
      tidak diperlukan.
   3. Bila terjadi kenaikan UMP maka Perseroan akan mengikuti kenaikan tersebut. Kenaikan UMP
      akan membantu pemulihan daya beli.
   4. Kami tidak menyebutkan angka namun pada prinsipnya bila Perseroan tidak memerlukan
      dananya maka akan tetap membagikan dividen.
      Perseroan mengalami penurunan keuntungan di akhir tahun 2022 dimana marjin laba adalah
      sebesar 2,2%. Sampai dengan September 2023, kami sudah berhasil memperbaiki keuntungan
      namun volume turun 25%. Perbaikan level keuntungan Perseroan akan bergantung pada
      perbaikan daya beli konsumen khususnya kelas menengah ke bawah. Bila terjadi perbaikan
      daya beli maka Perseroan merasa lebih realistis untuk menaikkan harga jual rokok mengingat
      GGRM bukan satu-satunya produsen rokok.
   5. Capex di tahun depan diperkirakan tidak sebanyak 2 tahun sebelumnya, mengingat
      pembangunan bandara sudah hampir selesai dan selama ini pendanaan bandara diambil dari
      keuntungan Perseroan. Level hutang tidak mengalami peningkatan.


                                                                                              4

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.6 MB
Published4 Dec 2023
Pages4
Characters8,995
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result