Back to announcement
20231204_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31545098_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 72
Page 1
Page 2
i
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS 11
• PERNYATAAN PENILAI 14
I. PENDAHULUAN 16
I.1 Dasar Penugasan 16
I.2 Identifikasi Status Penilai 16
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 17
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 17
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 17
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 18
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 18
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 19
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 19
I.10 Tanggal Penilaian 19
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 19
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 20
I.13 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi 21
I.14 Standar Penilaian 21
I.15 Metode Analisis Penyusunan Pendapat Kewajaran 21
I.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 22
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 23
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan 23
II.2 Pihak yang Bertransaksi 23
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris
dari Direksi dari Pihak yang Bertransaksi 23
II.4 Hubungan Antara Pihak yang Bertransaksi 26
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 27
Page 3
ii
II.6 Analisis Likuiditas 27
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 28
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 28
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 28
II.8.2 Analisis Industri dan Bisnis 31
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan 35
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 35
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 36
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 36
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas 37
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 37
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 38
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis 38
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 42
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 43
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 44
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Pinjaman 47
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 51
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi 52
II.9.8 Analisis Inkremental 52
II.9.9 Analisis Sensitivitas 54
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 55
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi 55
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 55
II.10.3 Analisis Atas Faktor-faktor Lain yang Relevan 56
II.11 Analisis Atas Jaminan 56
Page 4
iii
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 57
• INDEPENDESI PENILAI 61
• PENUTUP 61
LAMPIRAN
Lampiran 1 – Data Pasar MTN
Lampiran 2 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga
Rencana Transaksi
Lampiran 3 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga
Pasar
Lampiran 4 – Perhitungan Analisis Sensitivitas
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
4
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang telah
dibayar kembali.
Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam rangka memenuhi
ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang Transaksi
Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT Tbk, Rencana Transaksi memenuhi
ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan termasuk transaksi
material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di bawah 20% dari ekuitas PT UT
Tbk per 30 Juni 2023 serta atas Rencana Transaksi tidak terdapat benturan
kepentingan.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pinjaman kepada SPR dalam USD 54.801.953
Kurs tengah BI untuk USD
15.026
per 27 Juni 2023
Pinjaman kepada SPR dalam
823.454
Jutaan Rupiah
Nilai buku ekuitas PT UT Tbk 75.821.227
% nilai transaksi thd nilai buku PT
1,09%
UT Tbk
Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT Tbk, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per tanggal 30 Juni 2023
• Tanggal laporan penilaian adalah tanggal 28 November 2023
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen PT UT
Tbk, serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen PT UT Tbk maupun sumber-sumber lainnya yang
relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Bpk. Yudistira sebagai Corporate Finance & Accounting Division Head PT UT Tbk;
• Bpk. Ramandhika sebagai Corporate Treasury Dept. Head PT UT Tbk;
• Ibu Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Dept. Head PT UT Tbk.
Page 9
Page 10
Page 11
7
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang bertransaksi
dalam Rencana Transaksi serta berdasarkan informasi yang diperoleh dari
manajemen PT UT Tbk, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang
bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• PT UT Tbk dan PT PAMA merupakan perusahaan induk dari PT DTN dimana
PT UT Tbk memiliki 60% saham PT DTN dan PT PAMA memiliki 40% saham
PT DTN;
• PT DTN berencana mengakuisisi kepemilikan mayoritas saham PT SPR yang
sebelumnya dimiliki oleh PT ASPR dan PT ASI. Rencana tersebut
ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham
Bersyarat No. L-330892 pada tanggal 3 Desember 2022 yang telah diubah
terakhir dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan
Kembali pada tanggal 16 Oktober 2023 oleh PT DTN dengan PT ASPR dan
PT ASI. Setelah penyelesaian kondisi prasyarat dalam Perjanjian Jual Beli
Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan Kembali tersebut, PT DTN akan
secara langsung memiliki 70% saham PT SPR.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman tanggal 19 Oktober 2023 antara PT PAMA
dengan PT SPR, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam draft perjanjian
pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD54.801.953;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi Rupiah
dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat suku
bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku untuk
jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali penarikan
sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang telah
dibayar kembali.
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas PT UT Tbk akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan PT PAMA untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan namun
perubahannya tidak signifikan.
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
11
ASUMSI-ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi-asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa PT UT Tbk merupakan perusahaan yang
berkelanjutan usahanya di masa mendatang (going concern) dan dikelola oleh
manajemen yang profesional dan kompeten.
2. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi tersebut dijalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen PT UT Tbk dan PAMA, serta sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi tersebut
yang diungkap dalam draft perjanjian pinjaman yang telah kami terima.
3. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai dengan
tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan pendapat kewajaran ini.
4. Seluruh data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan sepenuhnya,
sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
5. Seluruh pernyataan dan data yang terdapat di dalam laporan ini adalah relevan,
benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang
umum berlaku dan disampaikan dengan itikad baik.
6. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang diperoleh dari manajemen PT UT Tbk
dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan kewajaran proyeksi
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
7. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
keuangan.
8. Seluruh asumsi penilaian yang digunakan di dalam proses penelaahan proyeksi
keuangan didasarkan kepada dokumen pendukung yang diterima dari manajemen
PT UT Tbk.
9. Kami telah menelaah informasi atas status hukum objek penilaian dari Pemberi
Tugas.
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan atas tarif perpajakan atau
tingkat suku bunga yang didapat dari proyeksi keuangan yang telah diberikan
kepada kami.
11. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum dimana PT UT Tbk melakukan bisnisnya.
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan manajemen
PT UT Tbk.
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan dan hukum
yang berlaku di dalam negara dimana PT UT Tbk mempunyai bisnis usaha yang
memengaruhi pendapatan.
14. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap tenaga kerja dan
biaya lain-lain yang signifikan.
Page 16
12
15. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan industrial
atau asosiasi tenaga kerja.
16. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan akuntansi
yang digunakan oleh manajemen PT UT Tbk.
17. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi industri
dan kompetisi pasar di negara dimana PT UT Tbk menjalankan bisnisnya.
18. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan kesimpulan nilai akhir.
Kondisi pembatas:
1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai dengan
maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan ini dan hanya
ditujukan untuk Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sebagaimana dimaksud di
dalam laporan ini.
3. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada Penilai seperti yang
disebutkan dalam laporan ini dianggap layak dan dipercaya. Tetapi Penilai tidak
bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak
sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa
menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data
yang ada, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi
pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali
kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.
4. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat memengaruhi operasional perusahaan.
5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan
oleh manajemen PT UT Tbk. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat
tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru
dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari
sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat
berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat
bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad
baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya
kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh
analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian.
Page 17
13
6. Pendapat kewajaran yang dicantumkan dalam laporan ini serta setiap analisis
lain dalam laporan yang merupakan bagian dari objek yang dinilai, hanya berlaku
sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian. Pendapat kewajaran yang digunakan
dalam laporan ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat
mengakibatkan terjadinya kesalahan.
7. Laporan ini disusun berdasarkan pertimbangan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan kondisi keuangan serta kondisi usaha PT UT Tbk. Analisis, pendapat
serta kesimpulan yang kami buat dalam laporan ini telah sesuai Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI edisi
VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
8. Perubahan material atas kondisi-kondisi tertentu bisa memberikan dampak yang
tidak dapat diprediksi dan dapat berpengaruh terhadap pendapat kewajaran ini.
9. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi
penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan
(subsequent events).
10. KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan maupun para Penilai dan
karyawan lainnya sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap
nilai yang diperoleh.
11. Laporan ini dianggap tidak sah apabila tidak tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan penanggung jawab
laporan.
Page 18
14
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi PT UT Tbk sehubungan dengan
rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
PT UT Tbk untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 19
Page 20
16
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk (”PT UT Tbk”) untuk
memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana
Transaksi Pinjam Meminjam Dana dari PT Pamapersada Nusantara, yang
Merupakan Anak Perusahaan dari PT United Tractors Tbk, kepada
PT Stargate Pasific Resources yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No. LUT/42/9960/I/2023 tanggal 23 Januari
2023 dari PT UT Tbk;
• Surat Penawaran No. 0064/NDR-DA/Prop/I/23 tanggal 24 Januari 2023 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh
PT UT Tbk;
• Surat Permohonan Penawaran Pekerjaan Tambahan No.
LUT/43/9960/II/2023 tanggal 16 Februari 2023 dari PT UT Tbk;
• Addendum Surat Penawaran No. 0120/NDR-DA/Prop/II/23 tanggal
17 Februari 2023 dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang
telah disetujui PT UT Tbk;
• Surat Penunjukan No. LUT/44/9960/II/2023 tanggal 20 Februari 2023 dari
PT UT Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 011/NDR-DA/SPK/II/22 tanggal 21 Februari
2023 antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
PT UT Tbk;
• Addendum Kedua Surat Penawaran No. 0423/NDR-DA/Prop/VII/23 tanggal
10 Juli 2023 dari KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang
telah disetujui oleh PT UT Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan pengguna laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Dewi Apriyanti, S.E.,
MAPPI (Cert.) yang merupakan Pemimpin Rekan pada KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”) dengan Izin Penilai No.
PB-1.09.00149 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Bidang
Pasar Modal Republik Indonesia dengan No. STTD.PPB-23/
PJ-1/PM.02/2023;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak
memihak;
Page 21
17
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta Timur
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : ramandhika@unitedtractors.com
Contact Person : Bpk. Ramandhika
Jabatan : Department Head Corporate Treasury UT
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas rencana transaksi pinjam meminjam dana dari PT Pamapersada
Nusantara (“PT PAMA”), yang merupakan anak perusahaan dari PT UT Tbk,
kepada PT Stargate Pasific Resources (“PT SPR”). PT PAMA berencana untuk
memberikan pinjaman kepada PT SPR dengan nilai pinjaman sampai dengan
USD54.801.953.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Dolar
Amerika Serikat (“USD”).
Page 22
18
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• PT UT Tbk dan PT PAMA merupakan perusahaan induk dari PT Danusa
Tambang Nusantara (“PT DTN”) dimana PT UT Tbk memiliki 60% saham
PT DTN dan PT PAMA memiliki 40% saham PT DTN;
• PT DTN berencana mengakuisisi kepemilikan mayoritas saham PT SPR yang
sebelumnya dimiliki oleh PT Anugerah Surya Pacific Resources
(“PT ASPR”) dan PT Anugerah Surya Investama (“PT ASI”). Rencana
tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli
Saham Bersyarat No. L-330892 pada tanggal 3 Desember 2022 yang telah
diubah terakhir dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah Dan
Dinyatakan Kembali pada tanggal 16 Oktober 2023 oleh PT DTN dengan
PT ASPR dan PT ASI. Setelah penyelesaian kondisi prasyarat dalam
Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan Kembali
tersebut, PT DTN akan secara langsung memiliki 70% saham PT SPR;
• Setelah transaksi akuisisi di atas, PT PAMA berencana memberikan
pinjaman kepada PT SPR. Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT
Tbk dana yang diterima oleh PT SPR akan digunakan untuk:
o Pembayaran kembali pinjaman kepada pemegang saham lama PT SPR,
yaitu PT ASPR sebesar USD17.801.953;
o Penambahan modal saham kepada PT Stargate Dua Pasific Resources
(“PT SDPR”) melalui pengambilan saham baru yang akan diterbitkan
oleh PT SDPR sebesar USD11.000.000;
o Belanja modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan sebesar
USD26.000.000.
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman tanggal 19 Oktober 2023 antara
PT PAMA dengan PT SPR, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
draft perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD54.801.953;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR (“Jakarta
Interbank Spot Dollar Rate”) H-1 tanggal pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term SOFR (“Secured Overnight Financing Rate”)
ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
Page 23
19
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT Tbk, Rencana Transaksi
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
termasuk transaksi material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di
bawah 20% dari ekuitas PT UT Tbk per 30 Juni 2023 serta atas Rencana
Transaksi tidak terdapat benturan kepentingan.
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Pinjaman kepada SPR dalam USD 54.801.953
Kurs tengah BI untuk USD
15.026
per 27 Juni 2023
Pinjaman kepada SPR dalam
823.454
Jutaan Rupiah
Nilai buku ekuitas PT UT Tbk 75.821.227
% nilai transaksi thd nilai buku PT
1,09%
UT Tbk
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT Tbk, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per tanggal 30 Juni 2023
• Tanggal laporan penilaian adalah tanggal 28 November 2023
Page 24
20
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara dengan manajemen
PT UT Tbk, serta melakukan penelaahan, perhitungan dan analisis dari data
dan informasi yang diperoleh dari manajemen PT UT Tbk maupun sumber-
sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penilaian ini kami melakukan wawancara dengan:
• Bpk. Yudistira sebagai Corporate Finance & Accounting Division Head
PT UT Tbk;
• Bpk. Ramandhika sebagai Corporate Treasury Dept. Head PT UT Tbk;
• Ibu Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Dept. Head PT UT Tbk.
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen PT UT Tbk maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft perjanjian pinjaman antara PT PAMA dengan PT SPR tanggal
19 Oktober 2023;
2. Laporan Keuangan Interim PT UT Tbk per tanggal 30 Juni 2023 yang telah
direviu oleh oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC)
dengan kesimpulan bahwa tidak ada hal yang menjadi perhatian auditor
bahwa Laporan Keuangan Interim tidak menyajikan secara wajar dalam
semua hal yang material;
3. Laporan Keuangan PT UT Tbk per tanggal 31 Desember 2018 sampai
dengan 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
4. Laporan Keuangan Interim PT SPR per tanggal 30 Juni 2023;
5. Laporan Keuangan PT SPR per tanggal 31 Desember 2018 sampai dengan
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana,
Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
6. Proyeksi keuangan PT UT Tbk berupa proyeksi laba rugi dan proyeksi
posisi keuangan;
7. Proforma keuangan PT UT Tbk dengan adanya Rencana Transaksi;
8. Proyeksi keuangan PT SPR berupa proyeksi laba rugi, proyeksi posisi
keuangan dan proyeksi arus kas;
9. Dokumen legal PT UT Tbk, PT PAMA, PT DTN dan PT SPR seperti Akta
Pendirian dan Akta Perubahannya, NIB, NPWP serta dokumen-dokumen
penting lainnya;
Page 25
21
10. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economic Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
11. Wawancara dengan manajemen PT UT Tbk sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
12. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
I.13 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional PT UT Tbk.
I.14 Standar Penilaian
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
I.15 Metode Analisis Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
Page 26
22
I.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
30 Juni 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang patut
diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Berdasarkan Keterbukaan Informasi dari PT UT Tbk pada tanggal
18 Oktober 2023, disampaikan bahwa PT DTN berencana mengakuisisi
kepemilikan mayoritas PT ASPR yang ditindaklanjuti dengan
penandatanganan:
o Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT Kalira Pascama pada tanggal
16 Oktober 2023 untuk pengambilalihan 33,33% saham PT ASPR;
o Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT Bintang Prima Investama pada
tanggal 16 Oktober 2023 untuk pengambilalihan 16,67% saham PT ASPR;
o Perjanjian Jual Beli Bersyarat dengan PT Anugerah Dayakaya Angkasa
pada tanggal 16 Oktober 2023 untuk pengambilalihan 16,67% saham
PT ASPR.
Sehingga apabila kondisi prasyarat dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat
tersebut telah dipenuhi maka PT DTN akan secara langsung memiliki
66,67% saham PT ASPR. Serta karena PT ASPR adalah pemegang 30% saham
PT SPR dan PT SMA maka PT DTN secara langsung dan tidak langsung akan
memiliki 90% saham PT SPR dan PT Stargate Mineral Asia (“PT SMA”).
Page 27
23
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana terhadap Keuangan
Berdasarkan proforma keuangan per 30 Juni 2023 yang diberikan oleh
manajemen PT UT Tbk, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi rasio
likuiditas serta rasio debt to total assets namun perubahannya tidak
signifikan. Sedangkan untuk rasio debt to equity dan rasio long term debt to
equity, serta rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Analisis Rasio Sesudah Akuisisi Transaksi Selisih
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,36 1,29 1,28 -0,49%
Rasio cepat 1,06 0,99 0,98 -0,80%
Rasio kas 0,52 0,45 0,44 -2,39%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 6,67% 6,93% 6,93% 0,00%
Debt to total assets ratio 3,76% 3,89% 3,89% 0,19%
Long term debt to equity ratio 1,15% 1,13% 1,13% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,22% 27,22% 27,22% 0,00%
Net profit margin 17,97% 17,97% 17,97% 0,00%
ROA 0,09 0,09 0,09 0,19%
ROE 0,16 0,16 0,16 0,00%
II.2 Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman yang kami peroleh dari manajemen
PT UT Tbk, pihak yang terlibat dalam Rencana transaksi adalah:
• PT PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• PT SPR sebagai pihak penerima pinjaman.
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris dan Direksi dari
Pihak yang Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Susunan pemegang saham PT UT Tbk per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Masyarakat 1.412.491.778 353.123 37,87%
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 907.952 97,36%
Saham tresuri 98.326.000 24.582 2,64%
Jumlah 3.730.135.136 932.534 100,00%
Page 28
24
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT UT Tbk per 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT UT Tbk.
Uraian Singkat PT Pamapersada Nusantara
Susunan pemegang saham PT PAMA per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 5.057.475 99,9995%
PT United Tractors Pandu Engineering 49.200 25 0,0005%
Jumlah 10.115.000.000 5.057.500 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT PAMA per 30 Juni 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Page 29
25
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Warsito Subagio Surjaatmadja
Direktur : Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT PAMA.
Uraian Singkat PT Danusa Tambang Nusantara
Susunan pemegang saham PT DTN per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 1.168.959 11.689.590 60,00%
PT Pamapersada Nusantara 779.306 7.793.060 40,00%
Jumlah 1.948.265 19.482.650 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT DTN per 30 Juni 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Matius
Direktur : Ari Sutrisno
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT DTN.
Uraian Singkat PT Stargate Pasific Resources
Susunan pemegang saham PT SPR per 30 Juni 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT Anugerah Surya Pacific Resources 2.201.010 220.101 99,999%
PT Anugerah Surya Investama 20 2 0,001%
Jumlah 2.201.030 220.103 100,00%
Page 30
26
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT SPR per 30 Juni 2023 adalah sebagai
berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Harijanto Koesdjojo
Direksi
Presiden Direktur : Yos Hendri
Direktur : Dixon
Direktur : Eddy
Direktur : Haryanto Tjong
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT SPR.
II.4 Hubungan Antara Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta berdasarkan informasi yang
diperoleh dari manajemen PT UT Tbk, terdapat hubungan afiliasi antara
pihak yang bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• PT UT Tbk dan PT PAMA merupakan perusahaan induk dari PT DTN dimana
PT UT Tbk memiliki 60% saham PT DTN dan PT PAMA memiliki 40% saham
PT DTN;
• PT DTN berencana mengakuisisi kepemilikan mayoritas saham PT SPR yang
sebelumnya dimiliki oleh PT ASPR dan PT ASI. Rencana tersebut
ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham
Bersyarat No. L-330892 pada tanggal 3 Desember 2022 yang telah diubah
terakhir dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan
Kembali pada tanggal 16 Oktober 2023 oleh PT DTN dengan PT ASPR dan
PT ASI. Setelah penyelesaian kondisi prasyarat dalam Perjanjian Jual Beli
Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan Kembali tersebut, PT DTN akan
secara langsung memiliki 70% saham PT SPR.
Page 31
27
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman tanggal 19 Oktober 2023 antara
PT PAMA dengan PT SPR, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
draft perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD54.801.953;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal
pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
II.6 Analisis Likuiditas
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas PT UT Tbk akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan PT PAMA untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan namun
perubahannya tidak signifikan.
Berdasarkan Laporan Keuangan Interim per 30 Juni 2023 jumlah kas dan
setara kas PT UT Tbk sebesar Rp25.742.014 Juta. Manajemen PT UT Tbk
melakukan estimasi apabila PT SPR dan PT SMA sudah dikonsolidasi ke dalam
laporan keuangan PT UT Tbk sehingga jumlah kas dan setara kas menjadi
sebesar Rp22.629.313 Juta. Sehingga apabila Rencana Transaksi sudah
dilakukan maka jumlah kas & setara kas PT UT Tbk menjadi sebesar
Rp21.971.145 Juta.
Dengan penurunan jumlah kas & setara kas maka berikut merupakan hasil
perbandingan rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
dimana terjadi perubahan, namun perubahannya tidak signifikan.
Analisis Rasio Likuiditas
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Analisis Rasio Sesudah Akuisisi Transaksi Selisih
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,36 1,29 1,28 -0,49%
Rasio cepat 1,06 0,99 0,98 -0,80%
Rasio kas 0,52 0,45 0,44 -2,39%
Page 32
28
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, secara standalone berpotensi mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dengan tingkat pengembalian lebih tinggi
dari rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi PT UT Tbk, secara konsolidasi berpotensi meningkatkan
profitabilitasnya dari penghematan beban bunga karena tidak ada
pembayaran beban bunga dari PT SPR kepada pihak ketiga;
• Bagi PT SPR, dapat melunasi pinjaman dari PT ASPR, melakukan
penambahan modal di PT SDPR serta melakukan belanja modal
infrastruktur dan eksplorasi penambangan untuk berlangsungnya kegiatan
operasional.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik
pokok pinjaman dan bunga pinjaman;
• Bagi PT SPR akan menanggung risiko pembangunan project dan kegiatan
operasional tidak berjalan sesuai rencana sehingga dapat mengganggu
cash flows perusahaan.
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
PT UT Tbk didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan
Djojo Muljadi, S.H., Akta Pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/34/8
tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No.
31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973. Anggaran Dasar PT UT Tbk telah
mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan Anggaran Dasar
terakhir terkait dengan perubahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
PT UT Tbk sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 79 tanggal 8 April 2022
yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
yang telah mendapat pemberitahuan penerimaan perubahan Anggaran Dasar
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU- 0028206.AH.01.02. tahun 2022.
Page 33
29 Ruang lingkup kegiatan utama PT UT Tbk dan entitas anak meliputi penjualan dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran, industri konstruksi; pembangkit listrik; dan industri perikanan. PT UT Tbk mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. PT UT Tbk berkedudukan di Jakarta, Indonesia. PT UT Tbk dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Pamapersada Nusantara PT PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989, Tambahan No. 2099. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait dengan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023. PT PAMA dan entitas anak bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan peralatan berat, dan penjualan peralatan berat terpakai. PT PAMA memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993. PT PAMA merupakan entitas anak PT UT Tbk.
Page 34
30 PT Danusa Tambang Nusantara PT DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 dibuat di hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di Jakarta, tertanggal 22 Mei 2015. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 22 tertanggal 6 April 2023 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait dengan perubahan jumlah lembar saham yang dimiliki oleh pemegang saham PT DTN. Akta tersebut disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03- 0053005 tanggal 12 April 2023. PT DTN dan anak perusahaannya bergerak di bidang usaha pertambangan emas. PT DTN merupakan entitas anak PT UT Tbk. PT Stargate Pasific Resources PT SPR didirikan berdasarkan Akta Notaris Hasbullah Abdul Rasyid S.H., No. 8, Notaris di Jakarta tanggal 29 Agustus 2006 atas nama PT Senasuci Sejahtera. Anggaran Dasar perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7-03075.HT.01-TH.2007 tanggal 23 Maret 2007. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan pada tanggal 16 Mei 2017, dimana PT Setia Suci Sejahtera berubah nama menjadi PT Stargate Pasific Resources. Perubahan nama tersebut dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 83 tanggal 16 Mei 2007 dari Mellyani Noor, S.H., Notaris di Jakarta dan disahkan oleh Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-08361HT .01.04-TH.2007 tanggal 26 Juli 2017. Anggaran Dasar PT SPR terakhir diubah berdasarkan Akta Notaris Vincent Sugeng Fajar, S.H., No. 36 tanggal 16 Maret 2023, dimana para pemegang saham menyetujui pemecahan nominal saham PT SPR. Hal tersebut telah dilaporkan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang dibuktikan dengan Surat Tanda Terima No. AHU-AH.01.03-0043216 tanggal 21 Maret 2023. PT SPR dan entitas anaknya bergerak dalam bidang industri tambang nikel dan aktivitas terkait, termasuk eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pengangkutan dan perdagangan.
Page 35
31
Pada saat laporan ini dikeluarkan, PT SPR memiliki Izin Usaha Pertambangan
(“IUP”) dengan No. 668/DPM-PTSP/VIII/2017, lokasi tambang nikel di
Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dengan area eksploitasi seluas 1.213,2 Ha
yang berlaku sejak 18 September 2014 sampai dengan 21 Desember 2029.
PT SPR berkewajiban untuk membayar deadrent dan royalti kepada
pemerintah dan melakukan reklamasi, penutupan tambang dan kewajiban
lingkungan.
II.8.2 Analisis Industri dan Bisnis
Kinerja Ekonomi Indonesia
Ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat dengan
kecenderungan risiko pertumbuhan yang melambat dan kebijakan suku bunga
moneter di negara maju yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi global
diprakirakan sebesar 2,7% (yoy) dengan risiko perlambatan terutama di
Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Di AS, tekanan inflasi masih tinggi
terutama karena keketatan pasar tenaga kerja, di tengah kondisi ekonomi
yang cukup baik dan tekanan stabilitas sistem keuangan (SSK) yang mereda,
sehingga mendorong kemungkinan kenaikan Federal Funds Rate (FFR) ke
depan. Kebijakan moneter juga masih ketat di Eropa, sedangkan di Jepang
masih longgar. Sementara itu, di Tiongkok pertumbuhan ekonomi juga tidak
sekuat prakiraan di tengah inflasi yang rendah sehingga mendorong
pelonggaran kebijakan moneter. Pemulihan ekonomi di negara berkembang
lain, seperti India, tetap kuat didorong oleh permintaan domestik dan ekspor
jasa. Kondisi ekonomi di negara maju dan berkembang tersebut mendorong
nilai tukar dolar AS cenderung melemah terhadap mata uang negara maju,
tetapi menguat terhadap mata uang negara berkembang. Perkembangan
tersebut memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko
rambatan terhadap ketahanan eksternal di negara berkembang, termasuk
Indonesia.
Page 36
32 Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik didukung oleh permintaan domestik dan positifnya kinerja ekspor. Kenaikan konsumsi rumah tangga berlanjut didorong oleh terus naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan terkendalinya inflasi. Investasi juga tetap kuat terutama investasi nonbangunan sejalan dengan kinerja ekspor yang positif dan berlanjutnya hilirisasi. Kinerja pariwisata juga membaik sejalan dengan kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara. Perbaikan ekonomi Indonesia dikonfirmasi oleh hasil survei Bank Indonesia tentang keyakinan konsumen yang meningkat dan penjualan eceran yang tumbuh positif, serta indikator dini Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur yang masih berada di zona ekspansi. Ke depan, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5-5,3%. Tekanan inflasi menurun ke dalam sasaran 3,0±1% lebih cepat dari prakiraan. Inflasi IHK pada bulan Mei 2023 tercatat 4,00% (yoy) atau berada di batas atas sasaran 3,0±1%. Penurunan inflasi terjadi di semua kelompok. Inflasi inti Mei 2023 tercatat 2,66% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,83% (yoy) sejalan dengan berakhirnya periode HBKN Idulfitri, menurunnya harga komoditas global, dan rendahnya ekspektasi inflasi. Inflasi kelompok volatile food tercatat 3,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya yang sebesar 3,74% (yoy). Inflasi kelompok administered prices juga menurun dari 10,32% (yoy) menjadi 9,52% (yoy). Menurunnya inflasi ke dalam sasaran sebagai hasil positif dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara BI dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap terkendali di dalam sasaran 3,0±1% pada sisa tahun 2023.
Page 37
33 Prospek Industri Alat Berat Industri alat berat di Indonesia kini semakin bersinar dengan produksinya yang juga terus meningkat. Tentunya hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga semakin baik dari hari ke hari. Terdapat banyak faktor yang mendukung peningkatan industri alat berat di tanah air, khususnya saat ekonomi mulai membaik setelah pandemi Covid-19. Berbagai sektor yang berkaitan dengan alat-alat besar mengalami kenaikan performa setelah pandemi sehingga sektor produksi alat ini juga ikut mengalami peningkatan. Prospek bisnis di 2022 diperkirakan masih positif, dengan masih banyaknya kebutuhan alat berat di hampir setiap sektor. Produksi alat berat nasional di sepanjang 2022 tercatat sebanyak 8.826 unit atau tumbuh 30,9% dibandingkan 2021 sebesar 6.740 unit. Produksi alat berat di 2022 ini mencetak rekor tertinggi sejak 1999 di mana pada kala itu produksi baru di 726 unit dalam setahun. Bukan hanya dari segi angka produksi, permintaan atau perdagangan alat berat juga berada dalam kondisi yang cukup baik. Permintaan alat berat meningkat di empat sektor industri yaitu pertambangan, agro, konstruksi, dan kehutanan. Segmen yang membutuhkan paling banyak alat berat dan layanan pendukung adalah pertambangan. Di sisi lain, sektor ini juga didukung oleh harga komoditas yang positif. Tak hanya pertambangan, sektor konstruksi dan perkebunan juga menunjukkan permintaan yang positif. Sebanyak 5.909 unit alat berat dijual ke industri pertambangan pada Januari- Agustus 2022 dan meningkat 93% dari periode yang sama di tahun 2021. Berikutnya adalah industri pertanian atau agro yang pada periode sama terjual 1.513 unit, 41% lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian ke sektor konstruksi yang pada periode sama, jumlah alat berat yang dijual ke industri ini meningkat 84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 4.854 alat berat dijual ke sektor pertanian. Untuk sektor kehutanan jumlah penjualan alat berat ke industri pada Januari- Agustus 2022 meningkat 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 1.687 truk berat dijual ke sektor kehutanan.
Page 38
34 Pertumbuhan terjadi karena konstruksi ikut tumbuh, pembangunan jalan mulai berjalan. Pertumbuhan alat berat paling mencolok dan signifikan adalah alat-alat berat dari China. Bila melihat data hingga Juli 2022, jumlah alat berat yang sudah terjual di market Indonesia sebanyak 12.000 unit. Dari jumlah itu, 26% persen di antaranya dikuasai oleh produk-produk China. Angka ini diperkirakan masih akan bertumbuh pesat hingga akhir tahun 2022. Pemulihan ekonomi dan prospek pertumbuhan bisnis batubara menjadi latar belakang PT UT Tbk untuk terus menggenjot penjualan alat berat dan melakukan diversifikasi bisnis. Bisnis tambang yang tumbuh moncer hingga akhir tahun 2022 membuat pelaku usaha kebanjiran permintaan alat berat. Penjualan alat berat mencapai 5.500 unit tahun 2022. Jumlah ini sekitar 56% lebih banyak dari penjualan sebanyak 3.088 unit pada 2021. Peningkatan penjualan alat berat tahun ini didorong oleh permintaan dari sektor pertambangan dengan porsi lebih dari 60%. Selebihnya dari sektor konstruksi, kehutanan, dan agro. Kenaikan harga komoditas batu bara juga mendorong penjualan alat berat di Indonesia selama dua tahun terakhir. Tahun 2022 diprediksi menjadi pencapaian penjualan tertinggi untuk produksi alat berat sejak 2011. Produksi alat berat akan meningkat tajam. Jumlahnya diperkirakan akan melebihi perkiraan, seiring dengan kenaikan harga komoditas batu bara lebih lanjut. Peningkatan produksi alat berat tahun ini tidak lepas dari dampak pemulihan ekonomi dan permintaan tahun lalu yang belum sepenuhnya terwujud. Menguatnya harga komoditas masih berlangsung hingga sekarang. Kondisi ini telah mendorong meningkatnya permintaan alat berat dan berbagai pendukung logistik di sektor tersebut. Permintaan yang terus menguat itu diperkirakan berlanjut hingga 2023. Prospek tersebut memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis alat berat. Strategi yang dipersiapkan PT UT Tbk untuk mewujudkan target pertumbuhan yaitu memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan pelanggan terhadap alat berat dan layanan purna jual yang unggul. Hal ini dilakukan agar pelanggan dapat mengembangkan usahanya secara optimal dan memanfaatkan momentum yang positif.
Page 39
35
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Pendapatan PT UT Tbk sejak tahun 2018 sampai dengan 2022 mengalami
pertumbuhan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,94%. Walaupun pendapatan
sempat mengalami penurunan di tahun 2020 dan 2021 yang disebabkan oleh
pandemi Covid-19, namun di tahun 2022 dengan adanya peningkatan harga
jual batubara, pendapatan PT UT Tbk dapat mengalami pertumbuhan yang
cukup signifikan.
PT UT Tbk saat ini mulai mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi di
lini usaha pertambangannya dimana salah satunya adalah tambang nikel. Hal
ini sejalan dengan rencana akuisisi saham PT SPR dan PT SMA yang akan
dilakukan oleh salah satu anak perusahaan PT UT Tbk yaitu PT DTN.
Saat ini nikel sedang menjadi sumber daya alam yang banyak dibutuhkan
sebagai komoditas seiring dengan menjamurnya produksi kendaraan listrik
skala global. Sebab nikel merupakan salah satu komponen utama pembuatan
kendaraan listrik, khususnya pada komponen baterai.
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• PT UT Tbk dan PT PAMA merupakan perusahaan induk dari PT DTN dimana
PT UT Tbk memiliki 60% saham PT DTN dan PT PAMA memiliki 40% saham
PT DTN;
• PT DTN berencana mengakuisisi kepemilikan mayoritas saham PT SPR yang
sebelumnya dimiliki oleh PT ASPR dan PT ASI. Rencana tersebut
ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham
Bersyarat No. L-330892 pada tanggal 3 Desember 2022 yang telah diubah
terakhir dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan
Kembali pada tanggal 16 Oktober 2023 oleh PT DTN dengan PT ASPR dan
PT ASI. Setelah penyelesaian kondisi prasyarat dalam Perjanjian Jual Beli
Bersyarat Yang Diubah Dan Dinyatakan Kembali tersebut, PT DTN akan
secara langsung memiliki 70% saham PT SPR;
• Setelah transaksi akuisisi di atas, PT PAMA berencana memberikan
pinjaman kepada PT SPR. Berdasarkan penjelasan dari manajemen PT UT
Tbk dana yang diterima oleh PT SPR akan digunakan untuk:
o Pembayaran kembali pinjaman kepada pemegang saham lama PT SPR,
yaitu PT ASPR sebesar USD17.801.953;
o Penambahan modal saham kepada PT SDPR melalui pengambilan saham
baru yang akan diterbitkan oleh PT SDPR sebesar USD11.000.000;
o Belanja modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan sebesar
USD26.000.000.
Page 40
36
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian
yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi PT SPR, mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan untuk
pembayaran kembali pinjaman kepada PT ASPR, penambahan modal
saham kepada PT SDPR dan belanja modal infrastruktur dan eksplorasi
penambangan untuk berlangsungnya kegiatan operasional.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari Rencana
Transaksi baru akan dinikmati dalam beberapa tahun yang akan datang,
dibandingkan investasi pada instrumen keuangan lainnya yang dapat
segera diperoleh hasilnya.
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio debt to equity dan rasio long
term debt to equity PT UT Tbk tidak akan mengalami perubahan karena
sumber dana yang digunakan PT PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi
merupakan dana internal perusahaan. Sedangkan rasio debt to total asset
mengalami perubahan karena terdapat penurunan jumlah aset akibat
Rencana Transaksi.
Analisis Rasio Solvabilitas
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Analisis Rasio Sesudah Akuisisi Transaksi Selisih
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 6,67% 6,93% 6,93% 0,00%
Debt to total assets ratio 3,76% 3,89% 3,89% 0,19%
Long term debt to equity ratio 1,15% 1,13% 1,13% 0,00%
Kami juga melakukan perbandingan debt to equity ratio PT UT Tbk dengan
debt to equity ratio industri berdasarkan data Damodaran selama 5 tahun
terakhir. Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Page 41
37
Analisis Debt To Equity Ratio Industri
Debt to equity ratio
Peiode
Industri UT
2018 97,85% 18,07%
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 97,85% 23,06%
Median 45,93% 18,07%
Rata-rata 53,25% 15,41%
Dari perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir
dan per 31 Desember 2022, posisi leverage PT UT Tbk lebih baik dibandingkan
dari rata-rata industri.
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas
Seperti yang ditunjukkan dalam tabel dalam bab II.6 bahwa dengan
dilakukannya Rencana Transaksi rasio likuiditas PT UT Tbk akan mengalami
perubahan yang disebabkan oleh sumber dana yang digunakan PT PAMA untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan namun
perubahannya tidak signifikan.
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas PT UT Tbk tidak mengalami perubahan yang signifikan.
Sehingga apabila PT SPR sebagai pihak penerima pinjaman mengalami gagal
bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada PT PAMA, maka PT UT Tbk
tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, PT UT Tbk sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Serta, PT UT Tbk memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Page 42
38
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan PT UT Tbk per 31 Desember
2018 sampai dengan per 31 Desember 2022 dan Laporan Keuangan Interim
PT UT Tbk per 30 Juni 2023 yang kami peroleh dari manajemen PT UT Tbk,
kondisi keuangan PT UT Tbk adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 55.651.808 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 67.844.633
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.629.209 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 66.618.513
Jumlah aset 116.281.017 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 134.463.146
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 48.785.716 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 49.842.101
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 10.444.622 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 8.799.818
Jumlah liabilitas 59.230.338 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 58.641.919
Ekuitas
Jumlah ekuitas 57.050.679 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 75.821.227
Jumlah liabilitas & ekuitas 116.281.017 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 134.463.146
Jumlah aset mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 4,84%
sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023 jumlah
aset sebesar Rp134,5 Triliun.
Jumlah liabilitas mengalami penurunan rata-rata tahun CAGR sebesar 3,69%
sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023 jumlah
liabilitas sebesar Rp58,6 Triliun.
Jumlah ekuitas mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
11,92% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023
jumlah ekuitas sebesar Rp75,8 Triliun.
Page 43
39
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Pendapatan 84.624.733 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 68.676.905
Beban pokok pendapatan (63.515.207) (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (49.985.106)
Laba kotor 21.109.526 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 18.691.799
Beban penjualan (968.142) (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (690.892)
Beban umum & administrasi (3.371.034) (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (2.321.644)
Penghasilan lain-lain 282.390 501.446
Beban lain-lain (977.414) (312.886) (824.035) (980.291) (560.803) (164.941)
Penghasilan keuangan 764.213 616.712 758.513 871.973 998.148 585.917
Biaya keuangan (1.437.596) (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (560.100)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
306.776 400.367 322.638 449.108 635.915 302.534
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 15.708.719 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 15.842.673
Beban pajak penghasilan (4.210.310) (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (3.499.266)
Laba tahun berjalan 11.498.409 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 12.343.407
Jumlah pendapatan mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
9,94% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023
jumlah pendapatan sebesar Rp68,7 Triliun.
Jumlah laba kotor mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
13,28% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023
jumlah laba kotor sebesar Rp18,7 Triliun.
Jumlah laba tahun berjalan mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR
sebesar 18,92% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni
2023 jumlah laba tahun berjalan sebesar Rp12,3 Triliun.
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
19.209.753 9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 20.171.406
operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
(27.980.823) (9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (9.659.779)
investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang (digunakan untuk) /
1.120.862 (830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (22.428.000)
diperoleh dari aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas & bank (7.650.208) (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (11.916.373)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap
256.894 (195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (623.126)
kas & bank
Kas & bank - awal 20.831.489 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Kas & bank - akhir 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 25.742.014
Page 44
40
Sejak tahun 2018 sampai dengan 30 Juni 2023, aktivitas operasi PT UT Tbk
secara keseluruhan mampu memenuhi kebutuhan aktivitas investasi dan
pendanaan.
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit Limited Review
Analisis Rasio
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,14 1,56 2,11 1,99 1,88 1,36
Rasio cepat 0,86 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,28 0,37 0,98 1,09 0,91 0,52
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 18,07% 23,06% 19,77% 12,79% 3,35% 6,67%
Debt to total assets ratio 8,86% 12,61% 12,51% 8,16% 2,14% 3,76%
Long term debt to equity ratio 5,76% 17,37% 13,36% 4,15% 1,13% 1,15%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 24,94% 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,22%
Net profit margin 13,59% 13,19% 9,33% 13,35% 18,60% 17,97%
ROA 0,10 0,10 0,06 0,09 0,16 0,09
ROE 0,20 0,18 0,09 0,15 0,26 0,16
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami pertumbuhan dari 1,14 pada tahun 2018 menjadi
1,36 pada 30 Juni 2023. Rasio cepat mengalami pertumbuhan dari 0,86 pada
tahun 2018 menjadi 1,06 pada 30 Juni 2023. Rasio kas mengalami
pertumbuhan dari 0,28 pada tahun 2018 menjadi 0,52 pada 30 Juni 2023.
Sejak tahun 2018 sampai 30 Juni 2023, secara keseluruhan aset lancar PT UT
Tbk mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena rasio likuiditas
secara keseluruhan berada di atas 1 khususnya untuk rasio lancar.
Rasio Solvabilitas
Debt to equity ratio mengalami penurunan dari 18,07% pada tahun 2018
menjadi 6,67% pada 30 Juni 2023. Debt to total assets ratio mengalami
penurunan dari 8,86% pada tahun 2018 menjadi 3,76% pada 30 Juni 2023.
Long term debt to equity ratio mengalami penurunan dari 5,76% pada tahun
2018 menjadi 1,15% pada 30 Juni 2023.
Sejak tahun 2018 sampai 30 Juni 2023, jumlah kewajiban berbunga PT UT
Tbk mengalami penurunan baik untuk kewajiban berbunga jangka pendek
maupun kewajiban berbunga jangka panjang.
Page 45
41 Rasio Profitabilitas Gross proft margin mengalami pertumbuhan dari 24,94% pada tahun 2018 menjadi 27,22% pada 30 Juni 2023. Net profit margin mengalami pertumbuhan dari 13,59% pada tahun 2018 menjadi 17,97% pada 30 Juni 2023. ROA mengalami penurunan dari 0,10 pada tahun 2018 menjadi 0,09 pada 30 Juni 2023. ROE mengalami penurunan dari 0,20 pada tahun 2018 menjadi 0,16 pada 30 Juni 2023. Pendapatan PT UT Tbk sejak tahun 2018 sampai dengan 2022 mengalami pertumbuhan rata-rata tahunan CAGR sebesar 9,94%. Walaupun pendapatan PT UT Tbk sempat mengalami penurunan di tahun 2020 dan 2021 yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, namun di tahun 2022 dengan adanya peningkatan harga jual batubara, pendapatan PT UT Tbk dapat mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Page 46
42
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan yang diberikan oleh manajemen PT UT Tbk
dengan asumsi nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia
per 27 Juni 2023 dimana USD1 setara dengan Rp15.026, maka pengaruh
Rencana Transaksi terhadap posisi keuangan dan kinerja PT UT Tbk adalah
sebagai berikut:
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Sesudah Akuisisi Penyesuaian Transaksi
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 25.742.014 22.629.313 (658.168) 21.971.145
Jumlah aset lancar 67.844.633 64.845.588 (658.168) 64.187.420
Aset tidak lancar
Aset tetap 29.829.722 29.885.950 390.676 30.276.626
Jumlah aset tidak lancar 66.618.513 72.680.368 390.676 73.071.044
Jumlah aset 134.463.146 137.525.956 (267.492) 137.258.464
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang non usaha 452.532 564.072 (267.492) 296.580
Jumlah liabilitas jangka pendek 49.842.101 50.287.049 (267.492) 50.019.557
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 8.799.818 10.079.428 0 10.079.428
Jumlah liabilitas 58.641.919 60.366.478 (267.492) 60.098.985
Ekuitas
Jumlah ekuitas 75.821.227 77.159.478 0 77.159.478
Jumlah liabilitas & ekuitas 134.463.146 137.525.956 (267.492) 137.258.464
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
pada tanggal 30 Juni 2023 yang disebabkan oleh:
• Jumlah kas & setara kas berkurang sebesar Rp658.168 Juta yang
disebabkan pemberian pinjaman kepada PT SPR;
• Jumlah aset tetap bertambah sebesar Rp390.676 Juta yang disebabkan
belanja modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan;
• Jumlah utang non usaha berkurang Rp267.492 Juta yang disebabkan
pembayaran kembali pinjaman kepada PT ASPR;
• Penambahan modal pada PT SDPR sebesar Rp165.286 Juta tidak
memengaruhi proforma karena PT SDPR dikonsolidasi ke dalam PT SPR.
Page 47
43
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Sesudah Akuisisi Penyesuaian Transaksi
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Pendapatan 68.676.905 68.676.905 68.676.905
Beban pokok pendapatan (49.985.106) (49.985.106) (49.985.106)
Laba kotor 18.691.799 18.691.799 0 18.691.799
Beban penjualan (690.892) (690.892) (690.892)
Beban umum & administrasi (2.321.644) (2.321.644) (2.321.644)
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain (164.941) (164.941) (164.941)
Penghasilan keuangan 585.917 585.917 585.917
Biaya keuangan (560.100) (560.100) (560.100)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
302.534 302.534 302.534
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 15.842.673 15.842.673 0 15.842.673
Beban pajak penghasilan (3.499.266) (3.499.266) (3.499.266)
Laba tahun berjalan 12.343.407 12.343.407 0 12.343.407
Proforma laba rugi mengenai pengaruh Rencana Transaksi menunjukkan
tidak adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi pada
tanggal 30 Juni 2023.
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan per 30 Juni 2023 yang diberikan oleh
manajemen PT UT Tbk, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Analisis Rasio
Konsolidasi Sesudah Rencana
Limited Review
Analisis Rasio Sesudah Akuisisi Transaksi Selisih
30-Jun-23 30-Jun-23 30-Jun-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,36 1,29 1,28 -0,49%
Rasio cepat 1,06 0,99 0,98 -0,80%
Rasio kas 0,52 0,45 0,44 -2,39%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 6,67% 6,93% 6,93% 0,00%
Debt to total assets ratio 3,76% 3,89% 3,89% 0,19%
Long term debt to equity ratio 1,15% 1,13% 1,13% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,22% 27,22% 27,22% 0,00%
Net profit margin 17,97% 17,97% 17,97% 0,00%
ROA 0,09 0,09 0,09 0,19%
ROE 0,16 0,16 0,16 0,00%
Page 48
44
Dari tabel di atas, dapat diperoleh informasi bahwa per 30 Juni 2023, dengan
dilakukannya Rencana Transaksi maka:
• Rasio likuiditas mengalami perubahan yang disebabkan oleh sumber dana
yang digunakan PT PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan
dana internal perusahaan namun perubahannya tidak signifikan;
• Rasio debt to total assets mengalami perubahan yang disebabkan karena
belanja modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan namun
perubahannya tidak signifikan. Untuk rasio debt to equity dan rasio long
term debt to equity tidak mengalami perubahan;
• Rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan karena Rencana Transaksi
tidak memengaruhi laba rugi PT UT Tbk.
Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi
rasio likuiditas serta rasio debt to total assets PT UT Tbk, namun
perubahannya tidak signifikan. Sedangkan untuk rasio debt to equity dan
rasio long term debt to equity, serta rasio profitabilitas tidak mengalami
perubahan.
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Kami melakukan perbandingan atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi yang sudah disiapkan oleh manajemen PT UT Tbk. Asumsi
utama yang digunakan adalah bahwa:
• Proyeksi sebelum Rencana Transaksi, rencana PT SPR akan dilakukan
dengan menggunakan pinjaman bank. Suku bunga yang digunakan sebesar
7,17% per tahun yang merupakan suku bunga rata-rata kredit bank umum
untuk industri pertambangan & penggalian dalam mata uang USD yang
diperoleh dari OJK;
• Proyeksi sesudah Rencana Transaksi, rencana PT SPR akan dilakukan
dengan menggunakan pinjaman dari PT PAMA. Suku bunga yang digunakan
sebesar 7,27% per tahun yang merupakan suku bunga term SOFR 3 bulanan
per 30 Juni 2023 sebesar 5,27% ditambah marjin 2%;
• Diasumsikan rencana transaksi pembelian 66,67% saham PT ASPR sudah
dilaksanakan sehingga DTN secara langsung dan tidak langsung akan
memiliki 90% saham PT SPR dan PT SMA;
• Asumsi nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia per
27 Juni 2023 dimana USD1 setara dengan Rp15.026.
Page 49
45
Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi 124.779.554 117.554.093 125.073.370 128.940.542 134.734.007
Sesudah Rencana Transaksi 124.779.554 117.554.093 125.073.370 128.940.542 134.734.007
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi 29.918.671 24.267.335 26.398.122 27.692.525 29.511.744
Sesudah Rencana Transaksi 29.918.671 24.267.335 26.398.122 27.692.525 29.511.744
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
EBIT
Sebelum Rencana Transaksi 23.323.222 17.683.882 19.652.376 20.667.301 22.150.080
Sesudah Rencana Transaksi 23.323.222 17.683.882 19.652.376 20.667.301 22.150.080
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Sebelum Rencana Transaksi 22.441.382 16.868.905 17.568.667 18.745.428 19.666.218
Sesudah Rencana Transaksi 22.458.860 16.921.929 17.627.789 18.804.550 19.725.341
Selisih (sesudah - sebelum) 17.477 53.024 59.123 59.123 59.123
% selisih 0,08% 0,31% 0,34% 0,32% 0,30%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 17.001.498 13.074.206 13.649.629 14.678.828 15.291.165
Sesudah Rencana Transaksi 17.018.975 13.127.230 13.708.752 14.737.951 15.350.287
Selisih (sesudah - sebelum) 17.477 53.024 59.123 59.123 59.123
% selisih 0,10% 0,41% 0,43% 0,40% 0,39%
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan bahwa sesudah Rencana Transaksi profitabilitas PT UT Tbk
akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana Transaksi yang disebabkan
penghematan beban bunga karena:
• Dalam proyeksi sesudah Rencana Transaksi tidak terdapat pembayaran
beban bunga dari PT SPR kepada pihak ketiga melainkan pembayaran
beban bunga kepada PT PAMA;
• Beban bunga yang dibayarkan PT SPR kepada PT PAMA akan tereliminasi
oleh tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh PT PAMA dari
PT SPR.
Page 50
46
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Aset Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 70.867.499 68.916.398 72.600.390 75.664.556 79.561.433
Sesudah Rencana Transaksi 70.398.109 68.248.290 71.906.382 75.029.589 78.985.508
Selisih (sesudah - sebelum) (469.389) (668.108) (694.008) (634.966) (575.924)
% selisih -0,66% -0,97% -0,96% -0,84% -0,72%
Aset Tidak Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 92.717.581 112.803.832 114.212.944 112.777.619 116.689.850
Sesudah Rencana Transaksi 92.717.581 112.803.832 114.212.944 112.777.619 116.689.850
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi 64.989.499 77.501.843 76.850.157 72.216.467 69.265.047
Sesudah Rencana Transaksi 64.989.499 77.501.843 76.850.157 72.216.467 69.265.047
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Rencana Transaksi 20.046.500 19.549.622 17.437.787 14.963.503 15.611.988
Sesudah Rencana Transaksi 19.559.657 18.811.109 16.614.333 14.140.049 14.788.534
Selisih (sesudah - sebelum) (486.842) (738.513) (823.454) (823.454) (823.454)
% selisih -2,43% -3,78% -4,72% -5,50% -5,27%
Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 78.549.081 84.668.766 92.525.390 101.262.205 111.374.247
Sesudah Rencana Transaksi 78.566.534 84.739.171 92.654.836 101.450.693 111.621.777
Selisih (sesudah - sebelum) 17.453 70.405 129.446 188.488 247.530
% selisih 0,02% 0,08% 0,14% 0,19% 0,22%
Dari perbandingan proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa perbedaan muncul karena dalam proyeksi
keuangan sebelum Rencana Transaksi diasumsikan PT SPR akan menerima
pinjaman dari pinjaman bank, sedangkan dalam proyeksi sesudah Rencana
Transaksi, PT SPR akan menerima pinjaman dari PT PAMA dengan sumber
dana berasal dari dana internal perusahaan.
Page 51
47
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Pinjaman
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan PT SPR per 31 Desember 2018
sampai dengan per 31 Desember 2022 dan Laporan Keuangan Interim PT SPR
per 30 Juni 2023 yang kami peroleh dari manajemen PT UT Tbk, kondisi
keuangan PT SPR adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 123.778 97.828 82.002 118.107 188.635 99.320
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 44.316 50.880 79.514 111.800 166.933 209.438
Jumlah aset 168.095 148.708 161.516 229.907 355.568 308.758
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 418.192 410.681 410.761 54.130 351.006 318.094
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 93.860 82.374 106.921 319.100 14.681 14.596
Jumlah liabilitas 512.053 493.054 517.682 373.230 365.688 332.690
Ekuitas / (defisiensi ekuitas)
Jumlah ekuitas / (defisiensi ekuitas) (343.958) (344.346) (356.166) (143.323) (10.120) (23.932)
Jumlah liabilitas & ekuitas / (defisiensi
168.095 148.708 161.516 229.907 355.568 308.758
ekuitas)
Jumlah aset mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 20,60%
sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023 jumlah
aset sebesar Rp308.758 Juta.
Jumlah liabilitas mengalami penurunan rata-rata tahun CAGR sebesar 8,07%
sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023 jumlah
liabilitas sebesar Rp332.690 Juta.
Sejak tahun 2018 sampai dengan 30 Juni 2023 PT SPR mengalami defisiensi
ekuitas.
Page 52
48
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Penjualan 114.935 128.694 73.555 157.194 473.372 27.787
Beban pokok penjualan (45.154) (68.479) (35.996) (38.898) (135.699) (16.194)
Laba kotor 69.781 60.215 37.559 118.295 337.673 11.593
Beban penjualan (20.047) (39.961) (10.565) (19.672) (73.014) (3.245)
Beban umum & administrasi (19.691) (22.925) (22.084) (52.691) (90.457) (31.430)
Untung/(rugi) penjualan aset 0 0 0 0 0 (28)
Untung/(rugi) selisih kurs (25.343) 16.285 (5.719) (10.542) (7.801)
Penghasilan keuangan 178 589 695 648 654 800
Beban keuangan (11.246) (9.650) (10.820) (8.573) (47) (2)
Keuntungan / (kerugian) lainnya (242) (980) 366 (310) (7) 90
Laba / (rugi) sebelum pajak penghasilan (6.610) 3.574 (10.569) 27.155 167.000 (22.223)
Beban pajak penghasilan (4.517) (3.930) (5.473) (12.320) (37.291) 0
Laba / (rugi) tahun berjalan (11.127) (356) (16.041) 14.835 129.709 (22.223)
Jumlah pendapatan mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
42,46% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023
jumlah pendapatan sebesar Rp27.787 Juta.
Jumlah laba kotor mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
48,32% sejak tahun 2018 sampai dengan tahun 2022 dan per 30 Juni 2023
jumlah laba kotor sebesar Rp11.593 Juta.
PT SPR mengalami kerugian di tahun 2018 sampai dengan 2020 dan pada
tahun 2021 dan 2022 berhasil mencatatkan laba tahun berjalan. Namun per
30 Juni 2023 PT SPR kembali mencatatkan kerugian.
Page 53
49
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit Unaudit
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
27.112 23.074 290 44.993 156.504 (84.251)
operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
(2.975) (9.299) (18.669) (20.610) (59.183) (30.072)
investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
(1.756) (14.798) 0 (1.192) (0) (0)
pendanaan
Kenaikan bersih kas & setara kas 22.381 (1.023) (18.379) 23.191 97.321 (114.323)
Kas & setara kas - awal 606 22.987 22.607 4.229 27.420 122.990
Kas & setara kas - akhir 22.987 21.964 4.229 27.420 124.740 8.667
Sejak tahun 2018 sampai dengan 30 Juni 2023, secara keseluruhan aktivitas
operasi PT SPR mampu memenuhi kebutuhan aktivitas investasi dan
pendanaan.
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit Unaudit
Analisis Rasio
31-Dec-18 31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 30-Jun-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,30 0,24 0,20 2,18 0,54 0,31
Rasio cepat 0,10 0,11 0,07 1,04 0,50 0,08
Rasio kas 0,05 0,05 0,01 0,51 0,36 0,03
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -134,90% -126,44% -130,29% -211,62% -2769,19% -1170,98%
Debt to total assets ratio 276,03% 292,78% 287,31% 131,92% 78,81% 90,76%
Long term debt to equity ratio -22,54% -18,70% -24,60% -211,62% 0,00% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 60,71% 46,79% 51,06% 75,25% 71,33% 41,72%
Net profit margin -9,68% -0,28% -25,07% 9,06% 27,40% -79,97%
ROA (0,07) (0,00) (0,11) 0,06 0,36 (0,07)
ROE 0,03 0,00 0,05 (0,10) (12,82) 0,93
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami pertumbuhan dari 0,30 pada tahun 2018 menjadi
0,31 pada 30 Juni 2023. Rasio cepat mengalami penurunan dari 0,10 pada
tahun 2018 menjadi 0,08 pada 30 Juni 2023. Rasio kas mengalami penurunan
dari 0,05 pada tahun 2018 menjadi 0,03 pada 30 Juni 2023.
Sejak tahun 2018 sampai 30 Juni 2023, secara keseluruhan aset lancar PT SPR
tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena rasio likuiditas
secara keseluruhan berada di bawah 1.
Rasio Solvabilitas
Sejak tahun 2018 sampai 30 Juni 2023 porsi utang berbunga PT SPR
mengalami penurunan.
Page 54
50
Rasio Profitabilitas
Gross proft margin mengalami penurunan dari 60,71% pada tahun 2018
menjadi 41,72% pada 30 Juni 2023. PT SPR mengalami kerugian di tahun 2018
sampai dengan 2020 dan pada tahun 2021 dan 2022 berhasil mencatatkan
laba tahun berjalan. Namun per 30 Juni 2023 PT SPR kembali mencatatkan
kerugian.
Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Pendapatan 1.378.949 2.409.005 2.900.070 2.564.343 2.826.400
Beban operasi (464.860) (714.162) (794.547) (769.243) (807.773)
Laba Operasi 914.089 1.694.843 2.105.523 1.795.100 2.018.627
Penghasilan/(beban) lain-lain (8.347) 0 0 0 0
Laba sebelum pajak penghasilan 905.742 1.694.843 2.105.523 1.795.100 2.018.627
Beban pajak penghasilan (200.785) (372.865) (463.215) (394.922) (444.098)
Laba tahun berjalan 704.957 1.321.977 1.642.308 1.400.178 1.574.529
Jumlah pendapatan mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar
19,65% sejak tahun 2023 sampai dengan tahun 2027. Jumlah laba operasi
mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 21,90% sejak tahun
2023 sampai dengan tahun 2027. Jumlah laba tahun berjalan mengalami
pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 22,25% sejak tahun 2023 sampai
dengan tahun 2027.
Page 55
51
Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 368.224 1.494.852 3.146.767 4.544.773 6.127.508
Jumlah aset lancar 526.270 1.726.943 3.369.980 4.786.675 6.378.636
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 100.929 247.186 250.924 236.325 221.151
Jumlah aset 627.199 1.974.128 3.620.904 5.023.000 6.599.787
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 47.271 71.899 76.011 77.536 79.363
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 19.103 19.427 19.784 20.176 20.607
Jumlah liabilitas 66.375 91.327 95.795 97.712 99.970
Ekuitas
Jumlah ekuitas 560.824 1.882.802 3.525.110 4.925.288 6.499.817
Jumlah liabilitas & ekuitas 627.199 1.974.128 3.620.904 5.023.000 6.599.787
Pada akhir tahun 2027, PT SPR diharapkan memiliki jumlah kas & setara kas
yang dapat digunakan untuk melunasi pinjaman kepada PT PAMA.
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas PT UT Tbk tidak mengalami perubahan yang signifikan,
sehingga apabila PT SPR sebagai pihak penerima pinjaman mengalami gagal
bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada PT PAMA, maka PT UT Tbk
tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, PT UT Tbk sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Serta, PT UT Tbk memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Page 56
52
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman antara PT PAMA dengan PT SPR, suku
bunga pinjaman yang disepakati adalah sebesar term SOFR ditambah marjin
2% per tahun dan pembayaran bunga akan dibayarkan setiap 3 bulanan.
Per 30 Juni 2023, tingkat suku bunga untuk term SOFR 3 bulanan adalah
sebesar 5,27% per tahun. Sehingga dalam laporan ini, suku bunga pinjaman
yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah 7,27% per tahun.
Kami melakukan analisis dengan membandingkan tingkat suku bunga
pinjaman dalam Rencana Transaksi dengan rata-rata tingkat suku bunga
pasar. Untuk menentukan tingkat suku bunga pasar, kami menggunakan suku
bunga pinjaman yang diberikan dari medium term notes (“MTN”) untuk
jangka waktu 3 sampai dengan 5 tahun yang dikeluarkan dalam mata uang
USD dengan periode pembayaran suku bunga pinjaman setiap 3 dan
6 bulanan. Berdasarkan analisis yang kami lakukan atas data MTN dalam mata
uang USD yang dikeluarkan pada tahun 2020 sampai dengan 2023, tingkat
suku bunga yang ditawarkan berada dikisaran 5,50% sampai dengan 7,00% per
tahun dengan rata-rata 6,30% per tahun.
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan bahwa
tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
II.9.8 Analisis Inkremental
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini kami melakukan membandingkan pendapatan bunga yang
akan diperoleh dari suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dengan
pendapatan bunga yang akan diperoleh apabila PT UT Tbk menempatkan
dana yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Dalam analisis ini diasumsikan bahwa jumlah maksimum pokok pinjaman
sebesar USD54.801.953 akan dilakukan dalam satu kali penarikan.
Dengan asumsi rencana penarikan pinjaman di atas, serta dengan
mengasumsikan bahwa rata-rata suku bunga MTN sebesar 6,30% per tahun
sebagai rata-rata tingkat suku bunga pasar, maka berikut merupakan analisis
perbandingan pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh
dengan suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dan rata-rata tingkat suku
bunga pasar:
Page 57
53
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Rata-rata Suku Bunga
Rencana Transaksi Pasar
Jumlah pinjaman 54.801.953 54.801.953
Suku bunga 7,27% 6,30%
Periode pinjaman 5 5
Total pendapatan bunga selama
11.050.865 9.510.631
periode pinjaman
Selisih (1.540.234)
Selisih % -13,94%
Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-rata
tingkat suku bunga pasar lebih rendah 13,94% dibandingkan total pendapatan
bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih menguntungkan
dibandingkan apabila PT UT Tbk menempatkan dana yang tersedia di MTN
dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Biaya Atau Pendapatan Yang Relevan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 17.001.498 13.074.206 13.649.629 14.678.828 15.291.165
Sesudah Rencana Transaksi 17.018.975 13.127.230 13.708.752 14.737.951 15.350.287
Lembar saham 3.730.135.136
Laba Per Saham (Rupiah)
Sebelum Rencana Transaksi 4.557,88 3.505,02 3.659,29 3.935,20 4.099,36
Sesudah Rencana Transaksi 4.562,56 3.519,24 3.675,14 3.951,05 4.115,21
Selisih (sesudah - sebelum) 4,69 14,22 15,85 15,85 15,85
% selisih 0,10% 0,41% 0,43% 0,40% 0,39%
Berdasarkan proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi yang diterima
dari manajemen PT UT Tbk menunjukkan bahwa laba per saham sesudah
Rencana Transaksi akan lebih tinggi dibandingkan sebelum Rencana Transaksi
yang disebabkan penghematan beban bunga karena:
• Dalam proyeksi sesudah Rencana Transaksi tidak terdapat pembayaran
beban bunga dari PT SPR kepada pihak ketiga melainkan pembayaran
beban bunga kepada PT PAMA;
• Beban bunga yang dibayarkan PT SPR kepada PT PAMA akan tereliminasi
oleh tambahan pendapatan bunga yang diterima oleh PT PAMA dari PT
SPR.
Page 58
54
Informasi Non Keuangan Yang Relevan
Berdasarkan data yang diterima dari manajemen PT UT Tbk, kami tidak
menemukan adanya informasi non keuangan material lainnya yang relevan
atas Rencana Transaksi selain dari informasi yang sudah kami sampaikan
dalam laporan ini.
II.9.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan rata-rata
tingkat suku bunga pasar terhadap selisih antara total pendapatan bunga
selama periode pinjaman dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi dengan total pendapatan bunga selama periode pinjaman dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar. Dalam analisis ini kami mengasumsikan
bahwa rata-rata tingkat suku bunga pasar akan mengalami kenaikan dan
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku
Suku Bunga Rata-rata Suku
Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar
Rencana Transaksi Bunga Pasar
Naik 5% Naik 10% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pinjaman 54.801.953 54.801.953 54.801.953 54.801.953 54.801.953 54.801.953
Suku bunga 7,27% 6,30% 6,62% 6,93% 5,99% 5,67%
Periode pinjaman 5 5 5 5 5 5
Total pendapatan bunga selama
11.050.865 9.510.631 10.009.396 10.510.343 9.014.052 8.519.663
periode pinjaman
Selisih (1.540.234) (1.041.468) (540.521) (2.036.813) (2.531.201)
% selisih -13,94% -9,42% -4,89% -18,43% -22,91%
% selisih dengan selisih awal -32,38% -64,91% 32,24% 64,34%
Dari analisis di atas diperoleh informasi bahwa:
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 9,42% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih rendah 32,38% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 4,89% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih rendah 64,91% dari selisih awal pendapatan
bunga;
Page 59
55
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 18,43% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 32,24% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 10%
maka pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 22,91% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 64,34% dari selisih awal pendapatan
bunga.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan tingkat suku bunga pasar.
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi
Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian
sebesar 7,27% per 30 Juni 2023 yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata
tingkat suku bunga pasar sebesar 6,30%. Sementara bagi PT SPR,
mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan untuk pembayaran
kembali pinjaman kepada PT ASPR, penambahan modal saham kepada PT
SDPR dan belanja modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan untuk
berlangsungnya kegiatan operasional.
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan proyeksi keuangan PT SPR yang diberikan oleh manajemen
PT UT Tbk, pada akhir tahun 2027, PT SPR diharapkan memiliki jumlah kas &
setara kas yang dapat digunakan untuk melunasi pinjaman kepada PT PAMA.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, PT UT Tbk sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar serta PT UT Tbk juga memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Page 60
56
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dengan pertimbangan bahwa dana yang diterima oleh PT SPR akan digunakan
seperti yang sudah dinyatakan dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan
bahwa tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
II.11 Analisis atas Jaminan
Dalam draft perjanjian pinjaman antara PT PAMA dengan PT SPR tidak diatur
mengenai jaminan, namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, PT UT
Tbk sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat
menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja
penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar. Selain itu PT UT Tbk
juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
di pihak penerima pinjaman.
Page 61
57
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan:
Berdasarkan proforma keuangan per 30 Juni 2023 yang diberikan oleh
manajemen PT UT Tbk, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi rasio
likuiditas serta rasio debt to total assets namun perubahannya tidak
signifikan. Sedangkan untuk rasio debt to equity dan rasio long term debt
to equity, serta rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Pihak yang terlibat dalam Rencana transaksi adalah:
• PT PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• PT SPR sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta berdasarkan informasi
yang diperoleh dari manajemen PT UT Tbk, terdapat hubungan afiliasi
antara pihak yang bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang
disebabkan oleh:
• PT UT Tbk dan PT PAMA merupakan perusahaan induk dari PT DTN
dimana PT UT Tbk memiliki 60% saham PT DTN dan PT PAMA
memiliki 40% saham PT DTN;
• PT DTN berencana mengakuisisi kepemilikan mayoritas saham
PT SPR yang sebelumnya dimiliki oleh PT ASPR dan PT ASI. Rencana
tersebut ditindaklanjuti dengan penandatanganan Perjanjian Jual
Beli Saham Bersyarat No. L-330892 pada tanggal 3 Desember 2022
yang telah diubah terakhir dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat
Yang Diubah Dan Dinyatakan Kembali pada tanggal 16 Oktober 2023
oleh PT DTN dengan PT ASPR dan PT ASI. Setelah penyelesaian
kondisi prasyarat dalam Perjanjian Jual Beli Bersyarat Yang Diubah
Dan Dinyatakan Kembali tersebut, PT DTN akan secara langsung
memiliki 70% saham PT SPR.
Page 62
58
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman tanggal 19 Oktober 2023 antara
PT PAMA dengan PT SPR, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam
draft perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD54.801.953;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal
pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman
yang telah dibayar kembali.
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas PT UT Tbk akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan PT PAMA untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan
namun perubahannya tidak signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, secara standalone berpotensi
mendapatkan tambahan pendapatan bunga dengan tingkat
pengembalian lebih tinggi dari rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi PT UT Tbk, secara konsolidasi berpotensi meningkatkan
profitabilitasnya dari penghematan beban bunga karena tidak ada
pembayaran beban bunga dari PT SPR kepada pihak ketiga;
• Bagi PT SPR, dapat melunasi pinjaman dari PT ASPR, melakukan
penambahan modal di PT SDPR serta melakukan belanja modal
infrastruktur dan eksplorasi penambangan untuk berlangsungnya
kegiatan operasional.
Page 63
59
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA akan menanggung risiko gagal bayar
baik pokok pinjaman dan bunga pinjaman;
• Bagi PT SPR akan menanggung risiko pembangunan project dan
kegiatan operasional tidak berjalan sesuai rencana sehingga dapat
mengganggu cash flows perusahaan.
• Analisis kualitatif:
a. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, dapat mendapatkan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi dibandingka rata-rata tingkat suku
bunga pasar;
• Bagi PT SPR, mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan
untuk pembayaran kembali pinjaman kepada PT ASPR, penambahan
modal saham kepada PT SDPR dan belanja modal infrastruktur dan
eksplorasi penambangan untuk berlangsungnya kegiatan
operasional.
b. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari
Rencana Transaksi baru akan dinikmati dalam beberapa tahun yang
akan datang, dibandingkan investasi pada instrumen keuangan
lainnya yang dapat segera diperoleh hasilnya.
• Analisis kuantitatif:
a. Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan
memengaruhi rasio likuiditas serta rasio debt to total assets PT UT
Tbk, namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan untuk rasio
debt to equity dan rasio long term debt to equity, serta rasio
profitabilitas tidak mengalami perubahan;
b. Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan
bahwa tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi lebih
tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar;
Page 64
60
c. Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 13,94% dibandingkan
total pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih
menguntungkan dibandingkan apabila PT UT Tbk menempatkan dana
yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
a. Bagi PT UT Tbk dan PT PAMA, dapat mendapatkan tingkat
pengembalian sebesar 7,27% per 30 Juni 2023 yang lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar sebesar 6,30%.
Sementara bagi PT SPR, mendapatkan kepastian dana yang akan
digunakan untuk pembayaran kembali pinjaman kepada PT ASPR,
penambahan modal saham kepada PT SDPR dan belanja modal
infrastruktur dan eksplorasi penambangan untuk berlangsungnya
kegiatan operasional;
b. Berdasarkan proyeksi keuangan PT SPR yang diberikan oleh
manajemen PT UT Tbk, pada akhir tahun 2027, PT SPR diharapkan
memiliki jumlah kas & setara kas yang dapat digunakan untuk melunasi
pinjaman kepada PT PAMA.
• Analisis atas jaminan:
Dalam draft perjanjian pinjaman antara PT PAMA dengan PT SPR tidak
diatur mengenai jaminan, namun untuk meminimalisasi risiko gagal bayar,
PT UT Tbk sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima pinjaman
dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu mengawasi
kinerja penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar. Selain itu
PT UT Tbk juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan Komisaris
dan Direksi di pihak penerima pinjaman.
Kesimpulan
Atas dasar analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana
Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Pinjam
Meminjam Dana dari PT Pamapersada Nusantara, yang Merupakan Anak
Perusahaan dari PT United Tractors Tbk, kepada PT Stargate Pasific
Resources dengan Nilai Pinjaman sampai dengan USD54.801.953 adalah
wajar.
Page 65
Page 66
Lampiran 1
PT UNITED TRACTORS Tbk
No Nama surat berharga Penerbit Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
MTN II ENERGI MITRA
1 Energi Mitra Investama, PT 15.000.000 28-May-2024 6,00% 3 bulanan Aktif
INVESTAMA TAHUN 2020
MTN II NUSANTARA INDAH Nusantara Indah Cemerlang,
2 50.000.000 11-Feb-2024 7,00% 3 bulanan Aktif
CEMERLANG TAHUN 2020 PT
MTN OKI PULP & PAPER
3 Oki Pulp&Paper Mills, PT 2.275.000 2-Apr-2023 6,00% 3 bulanan Aktif
MILLS II TAHUN 2020
MTN SUPARMA IV TAHUN
4 Suparma Tbk, PT 5.000.000 05-Apr-28 5,50% 6 bulanan Aktif
2023 TAHAP I
MTN I PT PINDO DELI PULP
PINDO DELI PULP AND
5 AND PAPER MILLS TAHUN 3.100.000 28-Mar-26 7,00% 3 bulanan Aktif
PAPER MILLS, PT
2023 TAHAP I SERI A
Minimum 5,50%
Maksimum 7,00%
Median 6,00%
Mean 6,30%
Page 67
Lampiran 2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 7,27%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.505.113 3.292.641 2.296.840 995.801
2 50.166.537 3.292.641 2.338.576 954.065
3 47.785.467 3.292.641 2.381.070 911.571
4 45.361.132 3.292.641 2.424.336 868.305
5 42.892.743 3.292.641 2.468.388 824.253
6 40.379.502 3.292.641 2.513.241 779.400
7 37.820.593 3.292.641 2.558.909 733.732
8 35.215.186 3.292.641 2.605.407 687.234
9 32.562.437 3.292.641 2.652.749 639.892
10 29.861.485 3.292.641 2.700.952 591.689
11 27.111.454 3.292.641 2.750.031 542.610
12 24.311.453 3.292.641 2.800.001 492.640
13 21.460.573 3.292.641 2.850.880 441.761
14 18.557.890 3.292.641 2.902.683 389.958
15 15.602.463 3.292.641 2.955.427 337.214
16 12.593.333 3.292.641 3.009.130 283.511
17 9.529.524 3.292.641 3.063.809 228.832
18 6.410.043 3.292.641 3.119.481 173.160
19 3.233.878 3.292.641 3.176.165 116.476
20 0 3.292.641 3.233.878 58.762
65.852.818 54.801.953 11.050.865
Page 68
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Rata-rata tingkat suku bunga pasar
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 6,30%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.449.455 3.215.629 2.352.498 863.131
2 50.059.904 3.215.629 2.389.550 826.079
3 47.632.719 3.215.629 2.427.186 788.443
4 45.167.305 3.215.629 2.465.414 750.215
5 42.663.061 3.215.629 2.504.244 711.385
6 40.119.375 3.215.629 2.543.686 671.943
7 37.535.626 3.215.629 2.583.749 631.880
8 34.911.182 3.215.629 2.624.443 591.186
9 32.245.404 3.215.629 2.665.778 549.851
10 29.537.640 3.215.629 2.707.764 507.865
11 26.787.229 3.215.629 2.750.411 465.218
12 23.993.499 3.215.629 2.793.730 421.899
13 21.155.767 3.215.629 2.837.732 377.898
14 18.273.341 3.215.629 2.882.426 333.203
15 15.345.517 3.215.629 2.927.824 287.805
16 12.371.580 3.215.629 2.973.937 241.692
17 9.350.803 3.215.629 3.020.777 194.852
18 6.282.449 3.215.629 3.068.354 147.275
19 3.165.768 3.215.629 3.116.681 98.949
20 (0) 3.215.629 3.165.768 49.861
64.312.584 54.801.953 9.510.631
Page 69
Lampiran 4
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 5%
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 6,62%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.467.673 3.240.567 2.334.280 906.287
2 50.094.790 3.240.567 2.372.883 867.684
3 47.682.665 3.240.567 2.412.125 828.443
4 45.230.649 3.240.567 2.452.015 788.552
5 42.738.084 3.240.567 2.492.566 748.002
6 40.204.297 3.240.567 2.533.786 706.781
7 37.628.608 3.240.567 2.575.689 664.879
8 35.010.324 3.240.567 2.618.284 622.283
9 32.348.740 3.240.567 2.661.584 578.983
10 29.643.140 3.240.567 2.705.600 534.967
11 26.892.796 3.240.567 2.750.344 490.223
12 24.096.968 3.240.567 2.795.828 444.740
13 21.254.904 3.240.567 2.842.064 398.504
14 18.365.839 3.240.567 2.889.064 351.503
15 15.428.997 3.240.567 2.936.842 303.725
16 12.443.586 3.240.567 2.985.410 255.157
17 9.408.805 3.240.567 3.034.782 205.786
18 6.323.835 3.240.567 3.084.969 155.598
19 3.187.848 3.240.567 3.135.987 104.580
20 0 3.240.567 3.187.848 52.719
64.811.349 54.801.953 10.009.396
Page 70
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 10%
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 6,93%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.485.782 3.265.615 2.316.171 949.444
2 50.129.483 3.265.615 2.356.299 909.316
3 47.732.362 3.265.615 2.397.122 868.493
4 45.293.710 3.265.615 2.438.652 826.963
5 42.812.809 3.265.615 2.480.901 784.714
6 40.288.926 3.265.615 2.523.883 741.732
7 37.721.317 3.265.615 2.567.609 698.006
8 35.109.224 3.265.615 2.612.093 653.522
9 32.451.876 3.265.615 2.657.348 608.267
10 29.748.490 3.265.615 2.703.386 562.229
11 26.998.268 3.265.615 2.750.222 515.393
12 24.200.398 3.265.615 2.797.870 467.745
13 21.354.055 3.265.615 2.846.343 419.272
14 18.458.400 3.265.615 2.895.656 369.959
15 15.512.576 3.265.615 2.945.823 319.792
16 12.515.717 3.265.615 2.996.859 268.755
17 9.466.937 3.265.615 3.048.780 216.835
18 6.365.337 3.265.615 3.101.600 164.015
19 3.210.002 3.265.615 3.155.335 110.279
20 (0) 3.265.615 3.210.002 55.613
65.312.296 54.801.953 10.510.343
Page 71
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 5%
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 5,99%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.431.127 3.190.800 2.370.826 819.974
2 50.024.827 3.190.800 2.406.299 784.501
3 47.582.524 3.190.800 2.442.304 748.496
4 45.103.677 3.190.800 2.478.847 711.954
5 42.587.741 3.190.800 2.515.936 674.864
6 40.034.159 3.190.800 2.553.581 637.219
7 37.442.370 3.190.800 2.591.789 599.011
8 34.811.802 3.190.800 2.630.569 560.231
9 32.141.873 3.190.800 2.669.929 520.872
10 29.431.995 3.190.800 2.709.877 480.923
11 26.681.571 3.190.800 2.750.424 440.376
12 23.889.994 3.190.800 2.791.577 399.223
13 21.056.648 3.190.800 2.833.346 357.454
14 18.180.908 3.190.800 2.875.740 315.060
15 15.262.139 3.190.800 2.918.768 272.032
16 12.299.699 3.190.800 2.962.440 228.360
17 9.292.933 3.190.800 3.006.766 184.034
18 6.241.178 3.190.800 3.051.755 139.046
19 3.143.762 3.190.800 3.097.417 93.384
20 (0) 3.190.800 3.143.762 47.039
63.816.005 54.801.953 9.014.052
Page 72
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 10%
Penarikan pinjaman 54.801.953
Tingkat bunga 5,67%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-22
01-Jan-23 54.801.953
1 52.412.690 3.166.081 2.389.263 776.818
2 49.989.559 3.166.081 2.423.131 742.950
3 47.532.080 3.166.081 2.457.479 708.602
4 45.039.767 3.166.081 2.492.314 673.767
5 42.512.124 3.166.081 2.527.642 638.439
6 39.948.653 3.166.081 2.563.471 602.609
7 37.348.844 3.166.081 2.599.809 566.272
8 34.712.183 3.166.081 2.636.661 529.420
9 32.038.148 3.166.081 2.674.036 492.045
10 29.326.208 3.166.081 2.711.940 454.141
11 26.575.826 3.166.081 2.750.382 415.699
12 23.786.457 3.166.081 2.789.368 376.712
13 20.957.550 3.166.081 2.828.908 337.173
14 18.088.542 3.166.081 2.869.008 297.073
15 15.178.866 3.166.081 2.909.676 256.405
16 12.227.946 3.166.081 2.950.920 215.160
17 9.235.196 3.166.081 2.992.750 173.331
18 6.200.024 3.166.081 3.035.172 130.909
19 3.121.829 3.166.081 3.078.195 87.885
20 0 3.166.081 3.121.829 44.252
63.321.616 54.801.953 8.519.663
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
4167 ms
12 Sep 2026 21:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '1.09'}