Skip to content
Back to announcement

AnnualReport2025-VINS-att2.pdf

Other Text extracted VINS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 16

Page 1

          
Page 2
I.   PROFIL PT VICTORIA INSURANCE TBK




     Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PT Victoria Insurance adalah bergerak
     dalam bidang Asuransi Umum dengan menyediakan produk asuransi standard maupun khusus, termasuk
     asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi alat berat, asuransi angkutan laut, asuransi
     rekayasa, asuransi tanggung gugat, asuransi uang dan asuransi kecelakaan dimana beberapa produknya
     dipasarkan secara digital.
     Pada tanggal 18 September 2015, VINS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
     (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham VINS (IPO) kepada masyarakat.
     Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan antara
     lain berkomitmen kepada tertanggung dengan berupaya terbaik untuk melindungi risiko tertanggung,
     mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, menghargai pegawai, mitra usaha, masyarakat dan lingkungan,
     serta pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi kerja.
     Dalam kegiatan usaha dan pengambilan kebijakan, perusahaan juga senantiasa menerapkan prinsip-
     prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik yaitu keterbukaan, akuntabilitas, pertanggung jawaban,
     kemandirian, kesetaraan dan kewajaran.
     Komitmen Perusahaan untuk Pelestarian Lingkungan dengan menerapkan Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan dengan mengelola
     operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

     Visi, Misi Dan Nilai Keberlanjutan

            Visi
                   Menjadi Perusahaan Asuransi Umum Nasional yang sehat, kuat, efisien dan terpercaya.

            Misi
                      Menjaga dan memelihara kepentingan Nasabah dengan memberikan pelayanan yang
                       cepat dan akurat.
                      Menyediakan produk-produk asuransi yang inovatif, kompetitif dan bermutu.
                                                      [1]
Page 3
              Nilai
                     Fokus Pada Pelanggan
                      Komitmen kepada tertanggung. Upaya terbaik untuk melindungi risiko tertanggung,
                      memberikan janji dan menepatinya.
                     Integritas
                      Mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan kebijakan Perusahaan, dalam perkataan
                      dan perbuatan. Kejujuran, karakter dan perilaku etis sebagai pedoman tindakan yang
                      benar.
                     Penghargaan
                      Menghargai pegawai, mitra usaha dan komunitas. Komitmen atas perlakuan adil,
                      keberagaman, kepercayaan dan saling menghargai.
                     Mutu
                      Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja. Komitmen untuk selalu melakukan yang
                      terbaik.

 II.   STRATEGI KEBERLANJUTAN
       PT Victoria Insurance berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengembangkan
       implementasi keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan visi dan misi Perusahaan. Komitmen untuk
       turut serta mensukseskan pencapaian target dengan menyusun inisiatif dan rencana strategis dalam
       Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). RAKB menjadi acuan dalam penerapan keuangan
       berkelanjutan di PT Victoria Insurance agar dapat berjalan efektif.
       Penyusunan RAKB merujuk kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang
       Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik serta
       Pedoman Teknis bagi Bank Terkait Implementasi POJK No. 51/ POJK.03/2017 yang dikeluarkan oleh
       Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
       Perusahaan juga secara bertahap dan berkelanjutan melakukan transformasi pemasaran secara digital
       untuk Efisiensi & Sustainability.
       Meningkatkan tata kelola & budaya perusahaan (Governance) dengan kebijakan anti-fraud, transparansi,
       dan etika diperkuat

III.   IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN

       A. Aspek Tata Kelola Berkelanjutran
                      Uraian                  Indikator                        Pencapaian
             Kesetaraan         dalam    Proporsi Perempuan      – Perusahaan memiliki 2 Direktur pria,
             kesempatan bekerja          yang berada di posisi     dan 1 Direktur wanita.
                                         Manajerial.             – Perusahaan memiliki 8 Manager pria
                                                                   dan 1 Manager wanita.

             Komunikasi dan pelatihan    Perilaku Anti Korupsi   Direksi, Dewan Komisaris dan para
             Anti Korupsi                                        Manager telah mengikuti seminar Anti
                                                                 Korupsi dan memiliki pemahaman yang
                                                                 cukup tentang anti korupsi.
             Keanggotaan pada            Kebebasan Sipil         Perusahaan adalah anggota AAUI
             Asosiasi

                                                      [2]
Page 4
B. Aspek Ekonomi
  1. Aset, Liabilitas dan Ekuitas                                   Laporan Bulanan per-31 Desember
                                                                             01 Jan           YoY
                                              2025           2024
                   Uraian                                  (PSAK 117
                                                                              2024         2025 - 2024    Trend
                                           (PSAK117)                        (PSAK 117
                                                          Restatement)
                                                                           Restatement)       (%)

Aset Lancar                                   253.852       168.782          168.676           50,40%      ↑

Aset Tidak Lancar                              80.426          66.219         71.280          121,45%      ↑

                Jumlah aset                   334.278       235.002          239.956           42,24%      ↑

Liabilitas Jangka Pendek                        5.942           5.203             4.712        14,20%      ↑

Liabilitas Jangka Panjang                      96.226          77.358         81.752           24,39%      ↑

              Jumlah Liabilitas               102.168          82.561         86.464           23,75%      ↑

Ekuitas                                       232.110       152.440          153.492           52,26%      ↑

Jumlah Liabilitas & Ekuitas                   334.278       235.002          239.956           42,24%      ↑




  2. Laba (Rugi)                                                  Laporan Bulanan per-31 Desember
                                                                    2024              YoY
                    Uraian                       2025
                                                                  (PSAK 117        2025 - 2024           Trend
                  Description                 (PSAK117)          Restatement)         (%)
 Hasil Jasa Asuransi + Hasil Investasi +
                                                     31.619              23.400           35,12%          ↑
 Pendapatan lain-lain
 Beban Usaha                                         17.028              15.495           9,89%           ↑

 Laba (Rugi) Sebelum Pajak                           14.591               7.905           84,57%          ↑

 Manfaat (Beban) Pajak                               (1.429)              (430)       232,12%             ↑

 Laba (Rugi) Tahun Berjalan                          13.162               7.475           76,08%          ↑

 Penghasilan Komprehensif Lainnya                    54.045          (8.527)          -733,81%            ↑

 Laba (Rugi) Komprehensif                            67.208          (1.052)        -6.489,51%            ↑




                                               [3]
Page 5
        C. Aspek Lingkungan
            1. Kertas
                Mengurangi pemakaian kertas pada kegiatan operasional perusahaan termasuk layanan bagi klien,
                antara lain :
                     1.1. Tidak lagi menggunakan faksimili, surat menyurat dilakukan dengan menggunakan email.
                     1.2. Paperless : Disposisi dan distribusi surat menggunakan dokumen elektronik/digital.
                     1.3. Digitalisasi dokumen.
                     1.4. Memaksimal pemakaian kertas yang dapat dipergunakan kembali untuk memo internal,
                          draft surat, dll.
                     1.5. Mengurangi penggunaan tissue dengan pemasangan hand drier di restroom.

            2. Plastik
                     2.1. Mengurangi pemakaian kemasan plastik di lingkungan kantor dan himbauan kepada
                          seluruh karyawan perusahaan untuk mengurangi pemakaian kemasan plastik di lingkungan
                          tempat tinggal.
                     2.2. Penggunaan air yang difiltrasi dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) sehingga dapat
                          diminum    dengan     menggunakan        botol   minum     isi   ulang    (tumbler).

            3. Energy
                Pengelolaan energi di kantor pusat dan KLKP yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan
                dan mencegah pemborosan energy, antara lain:
                     3.1. Terus dilakukan pengaturan penggunaan lampu dan komputer dengan cara memadamkan
                          lampu di zona kantor yang tidak ada kegiatan termasuk komputer
                     3.2. Penggantian lampu jenis TL dan essential menjadi lampu LED.
                     3.3. Terus dilakukan edukasi/sosialisasi penghematan energi dengan cara mematikan peralatan
                          listrik yang tidak digunakan (Mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, pemasangan
                          signage pada toilet terkait penghematan air, dll)

                            Alasan                             Periode                                     Sistim
         Program                                                             Sumber Daya                                 Status
                          Pemilihan           Uraian                                       Penanggung   Monitoring,
No.      Prioritas                                                           (Dana, SDM,                                Penerapa
                           Program           Kegiatan                                        Jawab      Evaluasi, dan
                                                             Awal    Akhir    Kemitraan)                                 n RAKB
                           Prioritas                                                                      Mitigasi

                                          Mengumpulkan
                        1. Kertas                                                                       Melakukan
                                          dan
                           bekas                                                           Team RAKB    monitoring
                                          menggunakan
      Penggunaan           sering tidak                                                                 dan evaluasi
                                          kertas    bekas     Jan     Des    SDM : Semua
1     kertas bekas         terpakai                                                                     jumlah          Terealisasi
                                          (two      faces)   2025     2025   Karyawan
      (berkelanjutan)                                                                                   pemakaian
                                          untuk
                        2. Efisiensi                                                                    kertas per-
                                          penggunaan
                                                                                                        Divisi/bulan.
                                          internal.
                                          Setiap
                                          Karyawan
                        Mengurangi
                                          diwajibkan
      Pengurangan       sampah                                                                          Pengawasan
                                          memakai
      penggunaan        plastik                               Jan     Des    SDM : Semua                langsung oleh
2                                         kemasan                                          Team RAKB                    Terealisasi
      kemasan plastic   dilingkungan                         2025     2025   Karyawan                   para
                                          minum Isi
      (berkelanjutan)   kantor.                                                                         Manager.
                                          Ulang
                                          (tumbler/mug/
                                          gelas)




                                                                    [4]
Page 6
                                          Memadamkan
    Pengaturan                            lampu di zona
                                                                                                      Pengawasan
    penggunaan                            kantor yang
                       Efisiensi                           Jan     Des    SDM : Semua                 langsung oleh
3   lampu dan                             tidak ada                                     Team RAKB                     Terealisasi
                                                          2025     2025   Karyawan                    para
    komputer                              kegiatan
                                                                                                      Manager.
    (berkelanjutan)                       termasuk
                                          komputer.
                                          Menggunakan
                       Efisiensi biaya    dispenser                                                   Melakukan
                       dan efisiensi      dengan system                                               monitoring
    Penggunaan air                                         Jan     Des    SDM : Semua
4                      tempat             reverse                                       Team RAKB     dan evaluasi    Terealisasi
    minum                                                 2025     2025   Karyawan
                       penyimpanan        osmosis untuk                                               efisiensi
                       gallon.            pemakaian air                                               biaya.
                                          tanah.


     D. Aspek Sosial
            1.     Perusahaan melakukan Pengembangan Kompetensi Karyawan yang merupakan aset sumber
                   daya yang penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha.
            2.     Literasi dan Inklusi Keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat
                   dari produk dan jasa asuransi sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial
                   masyarakat.
            3.     Semua karyawan perusahaan dengan status pegawai tetap telah memiliki BPJS Ketenagakerjaan
                   dan Kesehatan.
            4.     Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan produk dan/atau jasa asuransi perusahaan sangat
                   baik terlihat pada jumlah pengaduan yang rendah dan bersifat minor.

     E. Demografi
            1. Direksi dan Dewan Komisaris

                                                                                    2025
                                    Jabatan
                                                                          L         P          Jumlah
           Dewan Komisaris                                                2         1             3

           Direksi                                                        2         1             3

                                     Jumlah                               4         2             6
                 L = Laki-Laki / P = Perempuan

                                                                                           2025
                                     Pendidikan
                                                                              L            P            Jumlah
           Dewan Komisaris :
           Pasca Sarjana                                                      0            1               1
           Sarjana                                                            1            1               2
           Direksi :
           Pasca Sarjana                                                      0            0               0
           Sarjana                                                            2            1               3
                                         Jumlah                               3            3               6


                                                                 [5]
Page 7
Demografi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan (Orang)
Employee Demography based on Level of Position (People)

                                              2025                               2024
    Tingkat Jabatan
                                L        P     Jumlah     %      L       P        Jumlah      %
 Manajer                        9        1       10      28%     7       1              8    30%

 Staff                          7        15      22      72%     6       15         21       70%

           Jumlah              16        16      32      100%    13      16         29       100%
    L = Laki-Laki / P = Perempuan




Demografi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Orang)
Employee Demography based on Education Level (People)

                                              2025                               2024
  Tingkat Pendidikan
                                L        P     Jumlah     %      L       P        Jumlah      %
 Pasca Sarjana                  0        1       1       3%      0       1          1        3%

 Sarjana                        12       11      23      72%     12      11        23        80%

 Diploma                        3        3       6       19%     0       3          3        10%

 SLTA                           1        1       2       6%      1       1          2        7%

           Jumlah               16       16      32      100%    13      16        29        100%
     L = Laki-Laki / P = Perempuan




Demografi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian (Orang)
Employee Demography based on Employment Status (People)

                                               2025                               2024
  Status Kepegawaian
                                    L     P    Jumlah      %         L       P     Jumlah         %
 Permanen                           10   14      24       75%        9    16            25    86%

 Kontrak                            6     2          8    15%        4       0          4     14%
           Jumlah                   16   16      32       100%    13      16            29    100%
     L = Laki-Laki / P = Perempuan




                                                [6]
Page 8
Demografi Karyawan Berdasarkan Rentang Usia (orang)
Employee Demography based on Age Group (people)

                                          2025                                   2024
     Rentang Usia
                              L      P     Jumlah           %         L     P       Jumlah       %
 >50Th                        5      3           8      25%           3     1           4        19%

 41 - 50 Th                   7      0           7      22%           6     2           8        28%

 31 - 40 Th                   1      7           8      25%           2     5           7        24%

 18 - 30 Th                   3      6           9      28%           2     8        10          34%
         Jumlah              16      16      32         100%          13   16        29          100%
     L = Laki-Laki / P = Perempuan




Demografi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin (Orang)
Employee Demography based on Age Group (People)

                                                     2025                           2024
             Jenis Kelamin
                                          Jumlah                %          Jumlah            %
 Laki-Laki                                 16                       50%     13                   45%

 Perempuan                                 16                       50%     16                   55%
                Jumlah                     32                       100%    29                   100%




Persentasi Kepemilikan Saham Per 31 Desember 2025
                                             Kepemilikan
              Pemegang Saham
                                                 (%)
  PT. Victoria Investama, Tbk                               72,95 %
  Aldo Jusuf Tjahaja                                         0,74 %
  Masyarakat                                                26,31 %




                                             [7]
Page 9
Kegiatan Usaha
Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan kegiatan
usaha di bidang asuransi kerugian. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Menjalankan usaha di bidang asuransi kerugian, termasuk menerbitkan polis-polis;
2. Menerima pembayaran premi-premi dalam hubungannya dengan polis-polis atau kontrak-kontrak asuransi;
3. Menetapkan atau-membayarkan tuntutan-tuntutan atau polis-polis atau-kontrak-kontrak asuransi yang
   dikeluarkan atau yang diadakan oleh Perseroan;
4. Menjalankan setiap kegiatan dan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuan dan melakukan usaha-usaha
   dalam pengertian seluas-luasnya dengan cara dan bentuk sebagaimana disyaratkan, dengan tidak
   mengurangi ketentuan peraturan negara Republik Indonesia.

Perseroan menyediakan jasa asuransi umum (baik program standar maupun khusus) kepada pelanggan di
berbagai sektor, yaitu multifinance, perbankan, badan usaha milik negara, swasta dan individu. Jasa asuransi
yang disediakan Perseroan meliputi :

 1. Asuransi Harta Benda                        9. Asuransi Personal Cyber Victoria
 2. Asuransi Kendaraan Bermotor                 10. Asuransi Corporate Cyber Victoria
 3. Asuransi Kecelakaan Diri                    11. Asuransi Travel Insurance
 4. Asuransi Pengangkutan                       12. Asuransi Barang Bergerak
 5. Asuransi Rekayasa                           13. Asuransi Kesehatan
 6. Asuransi Uang
 7. Asuransi Tanggung Gugat
 8. Asuransi Director & Officer Liability


                                                     [8]
Page 10
Jasa asuransi tersebut dibagi dalam 5 kelompok segmen :

     1.    Segmen asuransi properti;
     2.    Segmen asuransi pengangkutan;
     3.    Segmen asuransi kendaraan bermotor;
     4.    Segmen asuransi kecelakaan dan kesehatan; serta
     5.    Segmen lain-lain, yang meliputi : rangka kapal, tanggung gugat, rekayasa dan aneka

 Keanggotaan Asosiasi
  Nama Asosiasi                                                           Skala Asosiasi        Posisi
  Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)                                 Nasional              Anggota
  Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI)                   Nasional              Anggota

   IV. PENJELASAN DIREKSI

          A.   Kebijakan Terhadap Tantangan Dalam Pemenuhan Strategi Keberlanjutan

               Sebagai salah satu penyedia layanan Jasa Keuangan Asuransi Kerugian, Perseroan memiliki
               tanggung jawab untuk menciptakan layanan keuangan yang berwawasan sosial dan lingkungan.
               Layanan akan difokuskan pada upaya untuk mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang
               memperhatikan pengelolaan risiko sosial dan lingkungan sebagai bagian terintegrasi dengan
               pengelolaan aspek ekonomi. Perusahaan akan bekerja sama dengan LSM Pemerhati Lingkungan
               dalam pendanaan kegiatan lingkungan (Pembelian bibit tanaman untuk penghijauan, penyediaan
               air bersih, pengolahan sampah dan lain-lain)
               Perseroan memahami bahwa lingkungan eksternal Perseroan memberikan kontribusi tersendiri
               bagi kelangsungan usaha Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan secara konsisten dan
               berkelanjutan melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial yang meliputi Aspek Lingkungan
               Hidup, Aspek Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan, Aspek Ketenagakerjaan, Kesehatan dan
               Keselamatan Kerja, Aspek Nasabah. Kegiatan CSR yang dilakukan Perseroan diharapkan dapat
               menciptakan interaksi harmonis antara Perseroan dengan masyarakat serta pemangku
               kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
               Perseroan mendukung program pemerintah terkait lingkungan hidup dengan terus berupaya
               mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional Perseroan. Pelaksanaan tanggung
               jawab perseroan terhadap lingkungan diantaranya melalui:
                    1. Penghematan energi, air dan listrik dilingkungan kantor.
                    2. Pelaksanaan program paperless melalui penggunaan kembali kertas layak pakai untuk
                       fotokopi dan pemanfaatan teknologi, seperti pemindahan (scanning) dan email dalam
                       kegiatan surat menyurat, dan
                    3. Mengupayakan penggunaan material yang ramah lingkungan.

          B.   Penerapan Keuangan Berkelanjutan
               Tantangan penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di tahun 2025 adalah keterbatasan data
               ESG yang terstandarisasi, keterbataan kapasitas internal seperti SDM dan kompetensi, kebutuhan
               investasi teknologi spserti digitalisasi dan InsurTech, kompleksitas regulasi dan biaya kepatuhan,
               risiko perubahan iklim, rendahnya literasi dan permintaan pasar, keterbatasan inovasi produk
               asuransi hijau, dan kebutuhan kolaborasi ekosistem. Namun demikian, kami optimis bahwa
               kebijakan pemerintah membuat roadmap keuangan berkelanjutan dengan berfokus pada
               membangun ekosistem ESG secara menyeluruh, mendorong seluruh Lembaga jasa keuangan
               untuk menngintegrasikan ESG kedalam bisnis, kolaborasi lintas sektor dan inovasi pembiayaan
                                                          [9]
Page 11
           hijau akan memberikan prospek yang lebih baik bagi industri asuransi dalam menerapkan
           keuangan berkelanjutan periode selanjutnya. Selain itu, perusahaan juga mengalami tantangan
           dalam hal pengukuran dampak kegiatan CSR kepada masyarakat sehingga menyulitkan untuk
           mengetahui tingkat keberhasilan program yang dipilih. Namun demikian, perusahaan berencana
           untuk menjalin kemitraan dengan pihak terkait dan melakukan survei lapangan untuk dapat
           mengukur manfaat dan mengevaluasi ketepatan program yang dilaksanakan.

     C.    Strategi Pencapaian Target
           Prospek Usaha
           Ada sejumlah faktor yang membuat industri asuransi Indonesia diprediksi tetap tumbuh di tahun-
           tahun mendatang yang merupakan Prospek Usaha dari Perseroan yaitu:
             1. jumlah penduduk indonesia yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, dan disertai dengan
                 meningkatnya taraf hidup masyarakat, merupakan pangsa pasar yang cukup menggiurkan
                 bagi industri asuransi;
             2. taraf hidup masyarakat yang semakin baik, menyebabkan tumbuhnya kesadaran atas
                 kebutuhan perlindungan atau proteksi akan harta benda dan kepentingannya;
             3. Meningkatnya citra industri asuransi yang semakin membaik, sehingga memberikan rasa
                 keamanan dan kenyamanan kepada para nasabah, turut memberikan andil terhadap
                 pertumbuhan industri asuransi.

                 Sebagai perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi kendaraan bermotor dan properti,
                 Perseroan mencermati juga pergerakan industri kendaran bermotor dan sektor perumahan.
                 Perkembangan industri otomotif nasional yang semakin membaik dengan meningkatnya
                 penjualan kendaraan bermotor dimana kendaraan yang dijual membutuhkan perlindungan
                 asuransi kendaraan, memberikan peningkatan penjualan produk asuransi kendaraan bermotor
                 Perseroan.

                 Sementara pertambahan jumlah penduduk yang meningkat, yang membutuhkan rumah
                 tinggal, dimana rumah tinggal tersebut membutuhkan perlindungan asuransi kebakaran,
                 memberikan kontribusi penjualan produk asuransi kebakaran bagi Perseroan.

V.   KEBIJAKAN TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
     a. Uraian Tugas/Fungsi

           No.                 Unit Kerja                                Fungsi                           Struktur
            1.      Direksi & Dewan Komisaris   Memberikan arahan dan kebijakan                           Pengawasan
            2.      PIC Bagian Keuangan         Aspek keuangan yang berkelanjutan                         Ketua
            3.      PIC Bagian Tehnik           Aspek produk asuransi                                     Anggota
            4.      PIC Bagian IT               Aspek digitalisasi                                        Anggota
            5.      Risk Management             Aspek strategi implementasi risk management               Anggota
            6.      Compliance                  Aspek kepatuhan terhadap peraturan & perundang-undangan   Anggota
            6.      PIC SKAI                    Aspek pengawasan langsung                                 Anggota


     b. Pengembangan Kompetensi
          Penerapan prinsip keuangan keberlanjutan tentu saja memerlukan pengetahuan yang baik dari
          penanggung jawab keuangan berkelanjutan sehingga mereka mampu menyelesaikan tugas nya
          dengan baik. Untuk itu, perusahaan mengikutsertakan para penanggung jawab penerapan
          keuangan berkelanjutan dalam kegiatan pelatihan dan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh
          internal maupun eksternal.
                                                 [10]
Page 12
c. Prosedur Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko
  Di awal tahun 2025, Perusahaan telah mengidentifikasi risiko yang akan dihadapi serta berupaya
  untuk mengelola dan memitigasi risiko tersebut sehingga efek yang timbul akibat risiko tersebut
  dapat diminimalisir. Berikut adalah risiko dan upaya pengelolaan risiko yang dilakukan oleh
  Perusahaan di tahun 2025 :
      1. Risiko Asuransi
         Risiko utama yang dihadapi Perusahaan terkait dengan kontrak asuransi adalah perbedaan
         antara jumlah klaim yang terjadi, manfaat yang dibayarkan dan waktu terjadinya klaim
         dengan klaim up premi yang diprediksikan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi,
         tingkat keparahan (severity) dari klaim, manfaat aktual yang dibayarkan, dan
         perkembangan dari klaim jangka panjang. Oleh karena itu, tujuan Perusahaan adalah untuk
         memastikan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk memenuhi semua liabilitas
         tersebut. Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi dapat dimitigasi dengan
         melakukan diversifikasi portofolio area geografis melalui pemilihan risiko dengan hati-hati
         dan implementasi dari pedoman underwriting serta pengaturan program reasuransi.

      2. Risiko Mata Uang Asing
         Perusahaan terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai
         eksposur mata uang, terutama terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata
         uang asing timbul dari transaksi komersial yang akan diselesaikan di masa depan serta
         aset dan liabilitas yang diakui. Manajemen telah menetapkan kebijakan yang
         mengharuskan Perusahaan mengelola risiko nilai tukarmata uang asing terhadap mata
         uang fungsionalnya. Perusahaan diharuskan untuk melakukan lindung nilai seluruh risiko
         nilai tukar mata uang asing. Untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing yang
         timbul dari transaksi komersial masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui, entitas
         menggunakan kontrak berjangka, yang ditransaksikan dengan bank-bank yang telah
         ditunjuk oleh Direksi.

         Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi komersial yang akan diselesaikan
         di masa depan atau aset dan liabilitas yang diakui didenominasikan dalam mata uang yang
         bukan mata uang fungsional. Risiko diukur dengan menggunakan proyeksi arus kas.

      3. Risiko Pasar
         Perusahaan terpengaruh risiko harga efek ekuitas, efek utang dan reksadana karena
         Perusahaan memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
         laba rugi dan tersedia untuk dijual dalam laporan posisi keuangan

         Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek ekuitas, efek utang dan
         reksadana Perusahaan melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi portfolio dilakukan
         sesuai dengan batasan yang ditentukan oleh Perusahaan.

      4. Risiko Kredit
         Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari
         pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan
         mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain
         yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta

                                          [11]
Page 13
             memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak
             tertagih.

        5. Risiko Likuiditas
             Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus
             kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas,
             manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai
             untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
             Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual,
             termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar
             keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.

       Perusahaan senantiasa melakukan evaluasi atas pelaksanaan manajemen risiko dan
       memberikan usulan perbaikan dalam mencapai peningkatan yang berkelanjutan di setiap
       proses lini yang ada. Evaluasi tersebut meliputi penyesuaian strategi pengelolaan risiko yang
       terdiri dari proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko yang dilakukan
       oleh masing- masing risk owner dan Bagian Pemantau Risiko dan dilaporkan kepada Direksi
       setiap semester atau 1 (satu) tahun 2 (dua) kali. Penerapan sistem manajemen risiko secara
       efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kepastian tercapainya tujuan Perusahaan.
       Perusahaan akan terus melakukan perbaikan metode dan proses pengambilan keputusan terkait
       dengan sistem manajemen risik

  d. Pemangku Kepentingan dan Pelibatannya

                   Pemangku
       No.                                Metode Pelibatan                Frekuensi                Prioritas
                  Kepentingan
                                    RUPS                             Sekali setahun
                                                                                           Pencapaian target
        1     Pemegang Saham        Laporan Kinerja                  Sekali setahun
                                                                                           Keuangan Berkelanjutan
                                    RUPSLB                           Jika Diperlukan
                                    Media komunikasi untuk
                                                                                           Kualitas layanan kepada
              Tertanggung &          Tertanggung                     Setiap saat apabila
        2                                                                                  Tertanggung/Sumber
              Sumber Bisnis         Website perusahaan              diperlukan
                                                                                           bisnis
                                    Kunjungan langsung
                                                                                           Kebijakan dan strategi
        3     Karyawan             Key Performance Indicator (KPI)   Dua kali setahun
                                                                                           terkait Karyawan

                                   Laporan penerapan keuangan        Sekali setahun        Pemenuhan
        4     Pemerintah & OJK
                                   berkelanjutan                                           penyampaian laporan




VI.   KINERJA KEBERLANJUTAN
         a. Membangun Budaya Keberlanjutan
              Prinsip-prinsip kode etik dan budaya Perusahaan, sebagai berikut:
              1. Ketaatan terhadap peraturan Perusahaan.
                 Seluruh karyawan Perusahaan wajib untuk menaati peraturan Perusahaan yang
                 mengatur tentang kegiatan bekerja dan yang terkait dengan bidang ketenagakerjaan.
              2. Ketaatan untuk menghindari benturan kepentingan.
                 Seluruh karyawan harus mengutamakan kepentingan bersama yang terkait dengan
                 kegiatan usaha Perusahaan.
                                              [12]
Page 14
    3. Kewajiban untuk menjaga rahasia Perusahaan.
       Seluruh karyawan tidak dibenarkan untuk memberikan informasi apapun terkait dan
       atas nama Perusahaan tanpa izin sebelumnya dari pejabat yang berwenang.
    4. Keberlakuan kode etik dan budaya Perusahaan bagi seluruh karyawan.
       Kode etik dan budaya Perusahaan diberlakukan secara merata dan wajib dipahami
       tanpa mengenal status dan jabatan.

b. Startegi Dan Perbandingan Antara Hasil Yang Dicapai Dengan Yang
   Ditargetkan
    Terlepas dari tantangan di tahun 2025, Perseroan tetap berupaya untuk mencapai target
    yang ditetapkan melalui berbagai strategi yang sudah dicanangkan Perseroan setiap awal
    tahun. Di tahun 2025, strategi Perseroan untuk tetap bertahan dan tumbuh berkelanjutan
    adalah dengan melakukan diversifikasi sumber bisnis, memperluas Kerjasama dengan
    intermediary, mengembangkan produk digital, meningkatkan kualitas SDM, dan
    menyeleksi portofolio bisnis.

    Strategi tersebut kami terapkan dalam rangka meminimalisir dampak risiko yang dapat
    terjadi. Upaya kami dalam melakukan diversifikasi bisnis berjalan cukup baik. Hal ini dapat
    dilihat dari sebaran sumber bisnis yang sudah mulai merata. Sementara untuk investasi,
    kami lebih selektif memilih instrument investasi.

    Selain itu, Perusahaan juga melakukan pengetatan dalam kebijakan underwriting dan
    penagihan premi, dimana pencapaian hasil underwriting sebesar Rp 19.725 (dalam jutaan
    rupiah) dari target sebesar Rp 20.469 atau 96% di tahun 2025.
    Total Aset Perusahaan tahun 2025 sebesar Rp 334.278 (dalam jutaan rupiah) dari target
    sebesar Rp 238.085,65 atau 140,40%. Pencapaian pendapatan operasional sebesar Rp
    31.619 (dalam jutaan rupiah) dari target sebesar Rp 28.003 atau 112,91%. pendapatan
    operasional berasal dari hasil underwriting dan hasil investasi.

c. Kinerja Sosial
        1. Komitmen Atas Layanan Produk dan jasa :
                a. Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perseroan senantiasa
                   mengutamakan kepuasan pelanggan atau nasabah dengan memberikan
                   layanan terbaik. Perseroan tidak hanya memberikan produk yang
                   berkualitas, tapi juga memberikan perlindungan maksimal kepada
                   pelanggan atau nasabah. Kebijakan pelayanan prima terhadap konsumen
                   senantiasa ditingkatkan dari tahun ke tahun dan diterapkan dalam bentuk
                   peningkatan pelayanan dan ketersediaan informasi tentang produk dan
                   jasa yang ditawarkan.

                b. Bentuk komitmen Perseroan terhadap pelanggan atau nasabah dilakukan
                   dengan menjaga relasi yang baik dengan pelanggan dalam jangka panjang
                   dengan memprioritaskan hak dan kewajiban pelanggan, serta
                   mengungkapkan informasi penting bagi nasabah. Perseroan juga
                   menindaklanjuti klaim secara tepat dan cepat, sesuai perjanjian yang
                   disetujui bersama, baik oleh Perseroan maupun nasabah. Perseroan juga
                   menerima dan menindaklanjuti setiap keluhan nasabah, baik melalui
                   surat elektronik, telepon, maupun surat melalui sekretaris Perseroan.


                                    [13]
Page 15
2. Ketenagakerjaan :
      a. Sebagai entitas usaha yang patuh terhadap peraturan dan perundang-
         undangan yang berlaku, Perseroan tidak memiliki afiliasi terhadap suku,
         agama, ras maupun golongan tertentu. Di samping itu, Perseroan juga
         menolak bentuk-bentuk diskriminasi terhadap jenis kelamin atau gender
         yang justru dapat menciptakan citra korporasi yang buruk bagi Perseroan.
         Komitmen Perseroan ini dapat dilihat dari keterbukaan terhadap
         rekrutmen dan promosi serta mutasi yang disesuaikan dengan penilaian
         kinerja serta talenta dari masing-masing karyawan. Kinerja menjadi tolak
         ukur utama atas penilaian Perseroan terhadap karyawan.
      b. Perseroan memberikan kompensasi dan manfaat kepada setiap karyawan
         sesuai dengan kontribusinya terhadap Perseroan. Kompensasi dan
         manfaat ini ditujukan untuk memupuk loyalitas karyawan yang terdiri dari
         gaji pokok serta tunjangan kesejahteraan yang nilainya disesuaikan
         dengan golongan dan/atau jabatan masing-masing. Gaji terendah yang
         diterima oleh pekerja yang baru masuk sekurang-kurangnya sama dengan
         upah minimum di wilayah masing-masing unit kerja yang telah ditetapkan
         oleh Pemerintah.
      c. Setiap karyawan menerima jatah cuti yang disesuaikan dengan
         skala/golongan masing-masing, sebagai berikut ini :

          1. Cuti Tahunan: 12 hari kerja (untuk karyawan yang telah memenuhi
             masa kerja satu tahun secara terus menerus).
          2. Cuti Bersalin/Keguguran: 1,5 bulan sebelum perkiraan kelahiran dan
             1,5 bulan setelah melahirkan.
          3. Cuti Bersama yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan
             yang berlaku. Selain cuti, karyawan juga berhak mengambil izin tidak
             masuk kerja seperti izin sakit, izin haid, izin penting, serta izin
             meninggalkan pekerjaan di luar tanggungan Perseroan.

      d. Karyawan merupakan aset utama bagi Perseroan. Untuk itu, Perseroan
         berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan suasana dan kondisi
         yang aman dan nyaman bagi karyawan. Perseroan meyakini, penyediaan
         lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan berdampak positif pada
         semangat, loyalitas dan dedikasi karyawan dalam bekerja. Selain
         meningkatkan produktivitas kerja, kondisi tersebut juga akan memicu
         kinerja karyawan menjadi lebih baik, yang pada gilirannya akan
         menaikkan kinerja Perseroan. Untuk mewujudkan hal tersebut,
         Perseroan telah membentuk lingkungan kerja yang kondusif dengan cara
         sebagai berikut:

          1. Menciptakan dekorasi ruang dan pengaturan cahaya yang nyaman
             bagi karyawan.
          2. Merayakan momen-momen spesial seperti ulang tahun dan outing
             karyawan.
          3. Menyediakan fasilitas yang baik untuk dapat dinikmati karyawan.




                         [14]
Page 16
d. Kinerja Lingkungan Hidup
   Perseroan berkomitmen untuk turut andil dalam melestarikan alam serta lingkungan
   hidup dengan memulainya dari kegiatan bisnis sehari-hari. Komitmen tersebut tertuang
   jelas dalam bentuk kebijakan yang wajib memiliki ketentuan prosedur mengenai Analisa
   Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
   Selain itu, Perseroan juga berfokus pada penerapan, pemeliharaan, pengembangan,
   perbaikan dan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meminimalisir dampak
   negatif yang timbul sewaktu-waktu, memberikan dampak positif dan memanfaatkan
   sumber daya alam secara bijaksana demi kepentingan generasi penerus di masa depan,
   antara lain :
       1. Pelaksanaan program paperless secara berkesinambungan melalui penggunaan
          kembali kertas layak pakai untuk fotokopi dan pemanfaatan teknologi, seperti
          pemindahan (scanning) dan email dalam kegiatan surat-menyurat.
       2. Mengupayakan penggunaan material yang ramah lingkungan.
       3. Penggunaan dispenser dengan sistem reverse osmosis untuk air minum.




                                 [15]

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.13 MB
Published1 Apr 2026
Pages16
Characters45,817
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org VICTORIA INSURANCE TBK p.2 ×8
linked org PT. Victoria Investama p.8
linked person Aldo Jusuf Tjahaja p.8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible org negara Republik Indonesia p.9
unresolved org Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 2

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result