Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 16
Page 1
Page 2
I. PROFIL PT VICTORIA INSURANCE TBK
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PT Victoria Insurance adalah bergerak
dalam bidang Asuransi Umum dengan menyediakan produk asuransi standard maupun khusus, termasuk
asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, asuransi alat berat, asuransi angkutan laut, asuransi
rekayasa, asuransi tanggung gugat, asuransi uang dan asuransi kecelakaan dimana beberapa produknya
dipasarkan secara digital.
Pada tanggal 18 September 2015, VINS memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham VINS (IPO) kepada masyarakat.
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan antara
lain berkomitmen kepada tertanggung dengan berupaya terbaik untuk melindungi risiko tertanggung,
mematuhi ketentuan hukum yang berlaku, menghargai pegawai, mitra usaha, masyarakat dan lingkungan,
serta pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi kerja.
Dalam kegiatan usaha dan pengambilan kebijakan, perusahaan juga senantiasa menerapkan prinsip-
prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik yaitu keterbukaan, akuntabilitas, pertanggung jawaban,
kemandirian, kesetaraan dan kewajaran.
Komitmen Perusahaan untuk Pelestarian Lingkungan dengan menerapkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan dengan mengelola
operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.
Visi, Misi Dan Nilai Keberlanjutan
Visi
Menjadi Perusahaan Asuransi Umum Nasional yang sehat, kuat, efisien dan terpercaya.
Misi
Menjaga dan memelihara kepentingan Nasabah dengan memberikan pelayanan yang
cepat dan akurat.
Menyediakan produk-produk asuransi yang inovatif, kompetitif dan bermutu.
[1]
Page 3
Nilai
Fokus Pada Pelanggan
Komitmen kepada tertanggung. Upaya terbaik untuk melindungi risiko tertanggung,
memberikan janji dan menepatinya.
Integritas
Mematuhi ketentuan hukum yang berlaku dan kebijakan Perusahaan, dalam perkataan
dan perbuatan. Kejujuran, karakter dan perilaku etis sebagai pedoman tindakan yang
benar.
Penghargaan
Menghargai pegawai, mitra usaha dan komunitas. Komitmen atas perlakuan adil,
keberagaman, kepercayaan dan saling menghargai.
Mutu
Pengakuan dan penghargaan atas prestasi kerja. Komitmen untuk selalu melakukan yang
terbaik.
II. STRATEGI KEBERLANJUTAN
PT Victoria Insurance berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengembangkan
implementasi keuangan berkelanjutan yang sejalan dengan visi dan misi Perusahaan. Komitmen untuk
turut serta mensukseskan pencapaian target dengan menyusun inisiatif dan rencana strategis dalam
Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB). RAKB menjadi acuan dalam penerapan keuangan
berkelanjutan di PT Victoria Insurance agar dapat berjalan efektif.
Penyusunan RAKB merujuk kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 51/POJK.03/2017 tentang
Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik serta
Pedoman Teknis bagi Bank Terkait Implementasi POJK No. 51/ POJK.03/2017 yang dikeluarkan oleh
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan juga secara bertahap dan berkelanjutan melakukan transformasi pemasaran secara digital
untuk Efisiensi & Sustainability.
Meningkatkan tata kelola & budaya perusahaan (Governance) dengan kebijakan anti-fraud, transparansi,
dan etika diperkuat
III. IKHTISAR KINERJA ASPEK KEBERLANJUTAN
A. Aspek Tata Kelola Berkelanjutran
Uraian Indikator Pencapaian
Kesetaraan dalam Proporsi Perempuan – Perusahaan memiliki 2 Direktur pria,
kesempatan bekerja yang berada di posisi dan 1 Direktur wanita.
Manajerial. – Perusahaan memiliki 8 Manager pria
dan 1 Manager wanita.
Komunikasi dan pelatihan Perilaku Anti Korupsi Direksi, Dewan Komisaris dan para
Anti Korupsi Manager telah mengikuti seminar Anti
Korupsi dan memiliki pemahaman yang
cukup tentang anti korupsi.
Keanggotaan pada Kebebasan Sipil Perusahaan adalah anggota AAUI
Asosiasi
[2]
Page 4
B. Aspek Ekonomi
1. Aset, Liabilitas dan Ekuitas Laporan Bulanan per-31 Desember
01 Jan YoY
2025 2024
Uraian (PSAK 117
2024 2025 - 2024 Trend
(PSAK117) (PSAK 117
Restatement)
Restatement) (%)
Aset Lancar 253.852 168.782 168.676 50,40% ↑
Aset Tidak Lancar 80.426 66.219 71.280 121,45% ↑
Jumlah aset 334.278 235.002 239.956 42,24% ↑
Liabilitas Jangka Pendek 5.942 5.203 4.712 14,20% ↑
Liabilitas Jangka Panjang 96.226 77.358 81.752 24,39% ↑
Jumlah Liabilitas 102.168 82.561 86.464 23,75% ↑
Ekuitas 232.110 152.440 153.492 52,26% ↑
Jumlah Liabilitas & Ekuitas 334.278 235.002 239.956 42,24% ↑
2. Laba (Rugi) Laporan Bulanan per-31 Desember
2024 YoY
Uraian 2025
(PSAK 117 2025 - 2024 Trend
Description (PSAK117) Restatement) (%)
Hasil Jasa Asuransi + Hasil Investasi +
31.619 23.400 35,12% ↑
Pendapatan lain-lain
Beban Usaha 17.028 15.495 9,89% ↑
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 14.591 7.905 84,57% ↑
Manfaat (Beban) Pajak (1.429) (430) 232,12% ↑
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 13.162 7.475 76,08% ↑
Penghasilan Komprehensif Lainnya 54.045 (8.527) -733,81% ↑
Laba (Rugi) Komprehensif 67.208 (1.052) -6.489,51% ↑
[3]
Page 5
C. Aspek Lingkungan
1. Kertas
Mengurangi pemakaian kertas pada kegiatan operasional perusahaan termasuk layanan bagi klien,
antara lain :
1.1. Tidak lagi menggunakan faksimili, surat menyurat dilakukan dengan menggunakan email.
1.2. Paperless : Disposisi dan distribusi surat menggunakan dokumen elektronik/digital.
1.3. Digitalisasi dokumen.
1.4. Memaksimal pemakaian kertas yang dapat dipergunakan kembali untuk memo internal,
draft surat, dll.
1.5. Mengurangi penggunaan tissue dengan pemasangan hand drier di restroom.
2. Plastik
2.1. Mengurangi pemakaian kemasan plastik di lingkungan kantor dan himbauan kepada
seluruh karyawan perusahaan untuk mengurangi pemakaian kemasan plastik di lingkungan
tempat tinggal.
2.2. Penggunaan air yang difiltrasi dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) sehingga dapat
diminum dengan menggunakan botol minum isi ulang (tumbler).
3. Energy
Pengelolaan energi di kantor pusat dan KLKP yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan
dan mencegah pemborosan energy, antara lain:
3.1. Terus dilakukan pengaturan penggunaan lampu dan komputer dengan cara memadamkan
lampu di zona kantor yang tidak ada kegiatan termasuk komputer
3.2. Penggantian lampu jenis TL dan essential menjadi lampu LED.
3.3. Terus dilakukan edukasi/sosialisasi penghematan energi dengan cara mematikan peralatan
listrik yang tidak digunakan (Mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan, pemasangan
signage pada toilet terkait penghematan air, dll)
Alasan Periode Sistim
Program Sumber Daya Status
Pemilihan Uraian Penanggung Monitoring,
No. Prioritas (Dana, SDM, Penerapa
Program Kegiatan Jawab Evaluasi, dan
Awal Akhir Kemitraan) n RAKB
Prioritas Mitigasi
Mengumpulkan
1. Kertas Melakukan
dan
bekas Team RAKB monitoring
menggunakan
Penggunaan sering tidak dan evaluasi
kertas bekas Jan Des SDM : Semua
1 kertas bekas terpakai jumlah Terealisasi
(two faces) 2025 2025 Karyawan
(berkelanjutan) pemakaian
untuk
2. Efisiensi kertas per-
penggunaan
Divisi/bulan.
internal.
Setiap
Karyawan
Mengurangi
diwajibkan
Pengurangan sampah Pengawasan
memakai
penggunaan plastik Jan Des SDM : Semua langsung oleh
2 kemasan Team RAKB Terealisasi
kemasan plastic dilingkungan 2025 2025 Karyawan para
minum Isi
(berkelanjutan) kantor. Manager.
Ulang
(tumbler/mug/
gelas)
[4]
Page 6
Memadamkan
Pengaturan lampu di zona
Pengawasan
penggunaan kantor yang
Efisiensi Jan Des SDM : Semua langsung oleh
3 lampu dan tidak ada Team RAKB Terealisasi
2025 2025 Karyawan para
komputer kegiatan
Manager.
(berkelanjutan) termasuk
komputer.
Menggunakan
Efisiensi biaya dispenser Melakukan
dan efisiensi dengan system monitoring
Penggunaan air Jan Des SDM : Semua
4 tempat reverse Team RAKB dan evaluasi Terealisasi
minum 2025 2025 Karyawan
penyimpanan osmosis untuk efisiensi
gallon. pemakaian air biaya.
tanah.
D. Aspek Sosial
1. Perusahaan melakukan Pengembangan Kompetensi Karyawan yang merupakan aset sumber
daya yang penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha.
2. Literasi dan Inklusi Keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat
dari produk dan jasa asuransi sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi dan sosial
masyarakat.
3. Semua karyawan perusahaan dengan status pegawai tetap telah memiliki BPJS Ketenagakerjaan
dan Kesehatan.
4. Tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan produk dan/atau jasa asuransi perusahaan sangat
baik terlihat pada jumlah pengaduan yang rendah dan bersifat minor.
E. Demografi
1. Direksi dan Dewan Komisaris
2025
Jabatan
L P Jumlah
Dewan Komisaris 2 1 3
Direksi 2 1 3
Jumlah 4 2 6
L = Laki-Laki / P = Perempuan
2025
Pendidikan
L P Jumlah
Dewan Komisaris :
Pasca Sarjana 0 1 1
Sarjana 1 1 2
Direksi :
Pasca Sarjana 0 0 0
Sarjana 2 1 3
Jumlah 3 3 6
[5]
Page 7
Demografi Karyawan Berdasarkan Level Jabatan (Orang)
Employee Demography based on Level of Position (People)
2025 2024
Tingkat Jabatan
L P Jumlah % L P Jumlah %
Manajer 9 1 10 28% 7 1 8 30%
Staff 7 15 22 72% 6 15 21 70%
Jumlah 16 16 32 100% 13 16 29 100%
L = Laki-Laki / P = Perempuan
Demografi Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan (Orang)
Employee Demography based on Education Level (People)
2025 2024
Tingkat Pendidikan
L P Jumlah % L P Jumlah %
Pasca Sarjana 0 1 1 3% 0 1 1 3%
Sarjana 12 11 23 72% 12 11 23 80%
Diploma 3 3 6 19% 0 3 3 10%
SLTA 1 1 2 6% 1 1 2 7%
Jumlah 16 16 32 100% 13 16 29 100%
L = Laki-Laki / P = Perempuan
Demografi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian (Orang)
Employee Demography based on Employment Status (People)
2025 2024
Status Kepegawaian
L P Jumlah % L P Jumlah %
Permanen 10 14 24 75% 9 16 25 86%
Kontrak 6 2 8 15% 4 0 4 14%
Jumlah 16 16 32 100% 13 16 29 100%
L = Laki-Laki / P = Perempuan
[6]
Page 8
Demografi Karyawan Berdasarkan Rentang Usia (orang)
Employee Demography based on Age Group (people)
2025 2024
Rentang Usia
L P Jumlah % L P Jumlah %
>50Th 5 3 8 25% 3 1 4 19%
41 - 50 Th 7 0 7 22% 6 2 8 28%
31 - 40 Th 1 7 8 25% 2 5 7 24%
18 - 30 Th 3 6 9 28% 2 8 10 34%
Jumlah 16 16 32 100% 13 16 29 100%
L = Laki-Laki / P = Perempuan
Demografi Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin (Orang)
Employee Demography based on Age Group (People)
2025 2024
Jenis Kelamin
Jumlah % Jumlah %
Laki-Laki 16 50% 13 45%
Perempuan 16 50% 16 55%
Jumlah 32 100% 29 100%
Persentasi Kepemilikan Saham Per 31 Desember 2025
Kepemilikan
Pemegang Saham
(%)
PT. Victoria Investama, Tbk 72,95 %
Aldo Jusuf Tjahaja 0,74 %
Masyarakat 26,31 %
[7]
Page 9
Kegiatan Usaha
Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah menjalankan kegiatan
usaha di bidang asuransi kerugian. Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan dapat melaksanakan
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
1. Menjalankan usaha di bidang asuransi kerugian, termasuk menerbitkan polis-polis;
2. Menerima pembayaran premi-premi dalam hubungannya dengan polis-polis atau kontrak-kontrak asuransi;
3. Menetapkan atau-membayarkan tuntutan-tuntutan atau polis-polis atau-kontrak-kontrak asuransi yang
dikeluarkan atau yang diadakan oleh Perseroan;
4. Menjalankan setiap kegiatan dan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuan dan melakukan usaha-usaha
dalam pengertian seluas-luasnya dengan cara dan bentuk sebagaimana disyaratkan, dengan tidak
mengurangi ketentuan peraturan negara Republik Indonesia.
Perseroan menyediakan jasa asuransi umum (baik program standar maupun khusus) kepada pelanggan di
berbagai sektor, yaitu multifinance, perbankan, badan usaha milik negara, swasta dan individu. Jasa asuransi
yang disediakan Perseroan meliputi :
1. Asuransi Harta Benda 9. Asuransi Personal Cyber Victoria
2. Asuransi Kendaraan Bermotor 10. Asuransi Corporate Cyber Victoria
3. Asuransi Kecelakaan Diri 11. Asuransi Travel Insurance
4. Asuransi Pengangkutan 12. Asuransi Barang Bergerak
5. Asuransi Rekayasa 13. Asuransi Kesehatan
6. Asuransi Uang
7. Asuransi Tanggung Gugat
8. Asuransi Director & Officer Liability
[8]
Page 10
Jasa asuransi tersebut dibagi dalam 5 kelompok segmen :
1. Segmen asuransi properti;
2. Segmen asuransi pengangkutan;
3. Segmen asuransi kendaraan bermotor;
4. Segmen asuransi kecelakaan dan kesehatan; serta
5. Segmen lain-lain, yang meliputi : rangka kapal, tanggung gugat, rekayasa dan aneka
Keanggotaan Asosiasi
Nama Asosiasi Skala Asosiasi Posisi
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Nasional Anggota
Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Nasional Anggota
IV. PENJELASAN DIREKSI
A. Kebijakan Terhadap Tantangan Dalam Pemenuhan Strategi Keberlanjutan
Sebagai salah satu penyedia layanan Jasa Keuangan Asuransi Kerugian, Perseroan memiliki
tanggung jawab untuk menciptakan layanan keuangan yang berwawasan sosial dan lingkungan.
Layanan akan difokuskan pada upaya untuk mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang
memperhatikan pengelolaan risiko sosial dan lingkungan sebagai bagian terintegrasi dengan
pengelolaan aspek ekonomi. Perusahaan akan bekerja sama dengan LSM Pemerhati Lingkungan
dalam pendanaan kegiatan lingkungan (Pembelian bibit tanaman untuk penghijauan, penyediaan
air bersih, pengolahan sampah dan lain-lain)
Perseroan memahami bahwa lingkungan eksternal Perseroan memberikan kontribusi tersendiri
bagi kelangsungan usaha Perseroan. Oleh karena itu, Perseroan secara konsisten dan
berkelanjutan melaksanakan kegiatan Tanggung Jawab Sosial yang meliputi Aspek Lingkungan
Hidup, Aspek Pengembangan Sosial dan Kemasyarakatan, Aspek Ketenagakerjaan, Kesehatan dan
Keselamatan Kerja, Aspek Nasabah. Kegiatan CSR yang dilakukan Perseroan diharapkan dapat
menciptakan interaksi harmonis antara Perseroan dengan masyarakat serta pemangku
kepentingan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
Perseroan mendukung program pemerintah terkait lingkungan hidup dengan terus berupaya
mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional Perseroan. Pelaksanaan tanggung
jawab perseroan terhadap lingkungan diantaranya melalui:
1. Penghematan energi, air dan listrik dilingkungan kantor.
2. Pelaksanaan program paperless melalui penggunaan kembali kertas layak pakai untuk
fotokopi dan pemanfaatan teknologi, seperti pemindahan (scanning) dan email dalam
kegiatan surat menyurat, dan
3. Mengupayakan penggunaan material yang ramah lingkungan.
B. Penerapan Keuangan Berkelanjutan
Tantangan penerapan prinsip keuangan berkelanjutan di tahun 2025 adalah keterbatasan data
ESG yang terstandarisasi, keterbataan kapasitas internal seperti SDM dan kompetensi, kebutuhan
investasi teknologi spserti digitalisasi dan InsurTech, kompleksitas regulasi dan biaya kepatuhan,
risiko perubahan iklim, rendahnya literasi dan permintaan pasar, keterbatasan inovasi produk
asuransi hijau, dan kebutuhan kolaborasi ekosistem. Namun demikian, kami optimis bahwa
kebijakan pemerintah membuat roadmap keuangan berkelanjutan dengan berfokus pada
membangun ekosistem ESG secara menyeluruh, mendorong seluruh Lembaga jasa keuangan
untuk menngintegrasikan ESG kedalam bisnis, kolaborasi lintas sektor dan inovasi pembiayaan
[9]
Page 11
hijau akan memberikan prospek yang lebih baik bagi industri asuransi dalam menerapkan
keuangan berkelanjutan periode selanjutnya. Selain itu, perusahaan juga mengalami tantangan
dalam hal pengukuran dampak kegiatan CSR kepada masyarakat sehingga menyulitkan untuk
mengetahui tingkat keberhasilan program yang dipilih. Namun demikian, perusahaan berencana
untuk menjalin kemitraan dengan pihak terkait dan melakukan survei lapangan untuk dapat
mengukur manfaat dan mengevaluasi ketepatan program yang dilaksanakan.
C. Strategi Pencapaian Target
Prospek Usaha
Ada sejumlah faktor yang membuat industri asuransi Indonesia diprediksi tetap tumbuh di tahun-
tahun mendatang yang merupakan Prospek Usaha dari Perseroan yaitu:
1. jumlah penduduk indonesia yang terus tumbuh dari tahun ke tahun, dan disertai dengan
meningkatnya taraf hidup masyarakat, merupakan pangsa pasar yang cukup menggiurkan
bagi industri asuransi;
2. taraf hidup masyarakat yang semakin baik, menyebabkan tumbuhnya kesadaran atas
kebutuhan perlindungan atau proteksi akan harta benda dan kepentingannya;
3. Meningkatnya citra industri asuransi yang semakin membaik, sehingga memberikan rasa
keamanan dan kenyamanan kepada para nasabah, turut memberikan andil terhadap
pertumbuhan industri asuransi.
Sebagai perusahaan asuransi yang menjual produk asuransi kendaraan bermotor dan properti,
Perseroan mencermati juga pergerakan industri kendaran bermotor dan sektor perumahan.
Perkembangan industri otomotif nasional yang semakin membaik dengan meningkatnya
penjualan kendaraan bermotor dimana kendaraan yang dijual membutuhkan perlindungan
asuransi kendaraan, memberikan peningkatan penjualan produk asuransi kendaraan bermotor
Perseroan.
Sementara pertambahan jumlah penduduk yang meningkat, yang membutuhkan rumah
tinggal, dimana rumah tinggal tersebut membutuhkan perlindungan asuransi kebakaran,
memberikan kontribusi penjualan produk asuransi kebakaran bagi Perseroan.
V. KEBIJAKAN TATA KELOLA KEBERLANJUTAN
a. Uraian Tugas/Fungsi
No. Unit Kerja Fungsi Struktur
1. Direksi & Dewan Komisaris Memberikan arahan dan kebijakan Pengawasan
2. PIC Bagian Keuangan Aspek keuangan yang berkelanjutan Ketua
3. PIC Bagian Tehnik Aspek produk asuransi Anggota
4. PIC Bagian IT Aspek digitalisasi Anggota
5. Risk Management Aspek strategi implementasi risk management Anggota
6. Compliance Aspek kepatuhan terhadap peraturan & perundang-undangan Anggota
6. PIC SKAI Aspek pengawasan langsung Anggota
b. Pengembangan Kompetensi
Penerapan prinsip keuangan keberlanjutan tentu saja memerlukan pengetahuan yang baik dari
penanggung jawab keuangan berkelanjutan sehingga mereka mampu menyelesaikan tugas nya
dengan baik. Untuk itu, perusahaan mengikutsertakan para penanggung jawab penerapan
keuangan berkelanjutan dalam kegiatan pelatihan dan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh
internal maupun eksternal.
[10]
Page 12
c. Prosedur Identifikasi, Pengukuran, Pemantauan dan Pengendalian Risiko
Di awal tahun 2025, Perusahaan telah mengidentifikasi risiko yang akan dihadapi serta berupaya
untuk mengelola dan memitigasi risiko tersebut sehingga efek yang timbul akibat risiko tersebut
dapat diminimalisir. Berikut adalah risiko dan upaya pengelolaan risiko yang dilakukan oleh
Perusahaan di tahun 2025 :
1. Risiko Asuransi
Risiko utama yang dihadapi Perusahaan terkait dengan kontrak asuransi adalah perbedaan
antara jumlah klaim yang terjadi, manfaat yang dibayarkan dan waktu terjadinya klaim
dengan klaim up premi yang diprediksikan sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh frekuensi,
tingkat keparahan (severity) dari klaim, manfaat aktual yang dibayarkan, dan
perkembangan dari klaim jangka panjang. Oleh karena itu, tujuan Perusahaan adalah untuk
memastikan bahwa cadangan yang dibentuk cukup untuk memenuhi semua liabilitas
tersebut. Eksposur risiko yang terkait dengan kontrak asuransi dapat dimitigasi dengan
melakukan diversifikasi portofolio area geografis melalui pemilihan risiko dengan hati-hati
dan implementasi dari pedoman underwriting serta pengaturan program reasuransi.
2. Risiko Mata Uang Asing
Perusahaan terpengaruh risiko nilai tukar mata uang asing yang timbul dari berbagai
eksposur mata uang, terutama terhadap Dolar Amerika Serikat. Risiko nilai tukar mata
uang asing timbul dari transaksi komersial yang akan diselesaikan di masa depan serta
aset dan liabilitas yang diakui. Manajemen telah menetapkan kebijakan yang
mengharuskan Perusahaan mengelola risiko nilai tukarmata uang asing terhadap mata
uang fungsionalnya. Perusahaan diharuskan untuk melakukan lindung nilai seluruh risiko
nilai tukar mata uang asing. Untuk mengelola risiko nilai tukar mata uang asing yang
timbul dari transaksi komersial masa depan serta aset dan liabilitas yang diakui, entitas
menggunakan kontrak berjangka, yang ditransaksikan dengan bank-bank yang telah
ditunjuk oleh Direksi.
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi komersial yang akan diselesaikan
di masa depan atau aset dan liabilitas yang diakui didenominasikan dalam mata uang yang
bukan mata uang fungsional. Risiko diukur dengan menggunakan proyeksi arus kas.
3. Risiko Pasar
Perusahaan terpengaruh risiko harga efek ekuitas, efek utang dan reksadana karena
Perusahaan memiliki investasi yang diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi dan tersedia untuk dijual dalam laporan posisi keuangan
Untuk mengelola risiko harga yang timbul dari investasi efek ekuitas, efek utang dan
reksadana Perusahaan melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi portfolio dilakukan
sesuai dengan batasan yang ditentukan oleh Perusahaan.
4. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari
pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya. Perusahaan
mengendalikan risiko kredit dengan cara melakukan hubungan usaha dengan pihak lain
yang memiliki kredibilitas, menetapkan kebijakan verifikasi dan otorisasi kredit, serta
[11]
Page 13
memantau kolektibilitas piutang secara berkala untuk mengurangi jumlah piutang tak
tertagih.
5. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus
kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya. Dalam pengelolaan risiko likuiditas,
manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai
untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual,
termasuk jadwal jatuh tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar
keuangan untuk mendapatkan sumber pendanaan yang optimal.
Perusahaan senantiasa melakukan evaluasi atas pelaksanaan manajemen risiko dan
memberikan usulan perbaikan dalam mencapai peningkatan yang berkelanjutan di setiap
proses lini yang ada. Evaluasi tersebut meliputi penyesuaian strategi pengelolaan risiko yang
terdiri dari proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko yang dilakukan
oleh masing- masing risk owner dan Bagian Pemantau Risiko dan dilaporkan kepada Direksi
setiap semester atau 1 (satu) tahun 2 (dua) kali. Penerapan sistem manajemen risiko secara
efektif dan efisien diharapkan dapat meningkatkan kepastian tercapainya tujuan Perusahaan.
Perusahaan akan terus melakukan perbaikan metode dan proses pengambilan keputusan terkait
dengan sistem manajemen risik
d. Pemangku Kepentingan dan Pelibatannya
Pemangku
No. Metode Pelibatan Frekuensi Prioritas
Kepentingan
RUPS Sekali setahun
Pencapaian target
1 Pemegang Saham Laporan Kinerja Sekali setahun
Keuangan Berkelanjutan
RUPSLB Jika Diperlukan
Media komunikasi untuk
Kualitas layanan kepada
Tertanggung & Tertanggung Setiap saat apabila
2 Tertanggung/Sumber
Sumber Bisnis Website perusahaan diperlukan
bisnis
Kunjungan langsung
Kebijakan dan strategi
3 Karyawan Key Performance Indicator (KPI) Dua kali setahun
terkait Karyawan
Laporan penerapan keuangan Sekali setahun Pemenuhan
4 Pemerintah & OJK
berkelanjutan penyampaian laporan
VI. KINERJA KEBERLANJUTAN
a. Membangun Budaya Keberlanjutan
Prinsip-prinsip kode etik dan budaya Perusahaan, sebagai berikut:
1. Ketaatan terhadap peraturan Perusahaan.
Seluruh karyawan Perusahaan wajib untuk menaati peraturan Perusahaan yang
mengatur tentang kegiatan bekerja dan yang terkait dengan bidang ketenagakerjaan.
2. Ketaatan untuk menghindari benturan kepentingan.
Seluruh karyawan harus mengutamakan kepentingan bersama yang terkait dengan
kegiatan usaha Perusahaan.
[12]
Page 14
3. Kewajiban untuk menjaga rahasia Perusahaan.
Seluruh karyawan tidak dibenarkan untuk memberikan informasi apapun terkait dan
atas nama Perusahaan tanpa izin sebelumnya dari pejabat yang berwenang.
4. Keberlakuan kode etik dan budaya Perusahaan bagi seluruh karyawan.
Kode etik dan budaya Perusahaan diberlakukan secara merata dan wajib dipahami
tanpa mengenal status dan jabatan.
b. Startegi Dan Perbandingan Antara Hasil Yang Dicapai Dengan Yang
Ditargetkan
Terlepas dari tantangan di tahun 2025, Perseroan tetap berupaya untuk mencapai target
yang ditetapkan melalui berbagai strategi yang sudah dicanangkan Perseroan setiap awal
tahun. Di tahun 2025, strategi Perseroan untuk tetap bertahan dan tumbuh berkelanjutan
adalah dengan melakukan diversifikasi sumber bisnis, memperluas Kerjasama dengan
intermediary, mengembangkan produk digital, meningkatkan kualitas SDM, dan
menyeleksi portofolio bisnis.
Strategi tersebut kami terapkan dalam rangka meminimalisir dampak risiko yang dapat
terjadi. Upaya kami dalam melakukan diversifikasi bisnis berjalan cukup baik. Hal ini dapat
dilihat dari sebaran sumber bisnis yang sudah mulai merata. Sementara untuk investasi,
kami lebih selektif memilih instrument investasi.
Selain itu, Perusahaan juga melakukan pengetatan dalam kebijakan underwriting dan
penagihan premi, dimana pencapaian hasil underwriting sebesar Rp 19.725 (dalam jutaan
rupiah) dari target sebesar Rp 20.469 atau 96% di tahun 2025.
Total Aset Perusahaan tahun 2025 sebesar Rp 334.278 (dalam jutaan rupiah) dari target
sebesar Rp 238.085,65 atau 140,40%. Pencapaian pendapatan operasional sebesar Rp
31.619 (dalam jutaan rupiah) dari target sebesar Rp 28.003 atau 112,91%. pendapatan
operasional berasal dari hasil underwriting dan hasil investasi.
c. Kinerja Sosial
1. Komitmen Atas Layanan Produk dan jasa :
a. Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Perseroan senantiasa
mengutamakan kepuasan pelanggan atau nasabah dengan memberikan
layanan terbaik. Perseroan tidak hanya memberikan produk yang
berkualitas, tapi juga memberikan perlindungan maksimal kepada
pelanggan atau nasabah. Kebijakan pelayanan prima terhadap konsumen
senantiasa ditingkatkan dari tahun ke tahun dan diterapkan dalam bentuk
peningkatan pelayanan dan ketersediaan informasi tentang produk dan
jasa yang ditawarkan.
b. Bentuk komitmen Perseroan terhadap pelanggan atau nasabah dilakukan
dengan menjaga relasi yang baik dengan pelanggan dalam jangka panjang
dengan memprioritaskan hak dan kewajiban pelanggan, serta
mengungkapkan informasi penting bagi nasabah. Perseroan juga
menindaklanjuti klaim secara tepat dan cepat, sesuai perjanjian yang
disetujui bersama, baik oleh Perseroan maupun nasabah. Perseroan juga
menerima dan menindaklanjuti setiap keluhan nasabah, baik melalui
surat elektronik, telepon, maupun surat melalui sekretaris Perseroan.
[13]
Page 15
2. Ketenagakerjaan :
a. Sebagai entitas usaha yang patuh terhadap peraturan dan perundang-
undangan yang berlaku, Perseroan tidak memiliki afiliasi terhadap suku,
agama, ras maupun golongan tertentu. Di samping itu, Perseroan juga
menolak bentuk-bentuk diskriminasi terhadap jenis kelamin atau gender
yang justru dapat menciptakan citra korporasi yang buruk bagi Perseroan.
Komitmen Perseroan ini dapat dilihat dari keterbukaan terhadap
rekrutmen dan promosi serta mutasi yang disesuaikan dengan penilaian
kinerja serta talenta dari masing-masing karyawan. Kinerja menjadi tolak
ukur utama atas penilaian Perseroan terhadap karyawan.
b. Perseroan memberikan kompensasi dan manfaat kepada setiap karyawan
sesuai dengan kontribusinya terhadap Perseroan. Kompensasi dan
manfaat ini ditujukan untuk memupuk loyalitas karyawan yang terdiri dari
gaji pokok serta tunjangan kesejahteraan yang nilainya disesuaikan
dengan golongan dan/atau jabatan masing-masing. Gaji terendah yang
diterima oleh pekerja yang baru masuk sekurang-kurangnya sama dengan
upah minimum di wilayah masing-masing unit kerja yang telah ditetapkan
oleh Pemerintah.
c. Setiap karyawan menerima jatah cuti yang disesuaikan dengan
skala/golongan masing-masing, sebagai berikut ini :
1. Cuti Tahunan: 12 hari kerja (untuk karyawan yang telah memenuhi
masa kerja satu tahun secara terus menerus).
2. Cuti Bersalin/Keguguran: 1,5 bulan sebelum perkiraan kelahiran dan
1,5 bulan setelah melahirkan.
3. Cuti Bersama yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Selain cuti, karyawan juga berhak mengambil izin tidak
masuk kerja seperti izin sakit, izin haid, izin penting, serta izin
meninggalkan pekerjaan di luar tanggungan Perseroan.
d. Karyawan merupakan aset utama bagi Perseroan. Untuk itu, Perseroan
berupaya semaksimal mungkin untuk menciptakan suasana dan kondisi
yang aman dan nyaman bagi karyawan. Perseroan meyakini, penyediaan
lingkungan kerja yang aman dan nyaman akan berdampak positif pada
semangat, loyalitas dan dedikasi karyawan dalam bekerja. Selain
meningkatkan produktivitas kerja, kondisi tersebut juga akan memicu
kinerja karyawan menjadi lebih baik, yang pada gilirannya akan
menaikkan kinerja Perseroan. Untuk mewujudkan hal tersebut,
Perseroan telah membentuk lingkungan kerja yang kondusif dengan cara
sebagai berikut:
1. Menciptakan dekorasi ruang dan pengaturan cahaya yang nyaman
bagi karyawan.
2. Merayakan momen-momen spesial seperti ulang tahun dan outing
karyawan.
3. Menyediakan fasilitas yang baik untuk dapat dinikmati karyawan.
[14]
Page 16
d. Kinerja Lingkungan Hidup
Perseroan berkomitmen untuk turut andil dalam melestarikan alam serta lingkungan
hidup dengan memulainya dari kegiatan bisnis sehari-hari. Komitmen tersebut tertuang
jelas dalam bentuk kebijakan yang wajib memiliki ketentuan prosedur mengenai Analisa
Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Selain itu, Perseroan juga berfokus pada penerapan, pemeliharaan, pengembangan,
perbaikan dan pengelolaan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meminimalisir dampak
negatif yang timbul sewaktu-waktu, memberikan dampak positif dan memanfaatkan
sumber daya alam secara bijaksana demi kepentingan generasi penerus di masa depan,
antara lain :
1. Pelaksanaan program paperless secara berkesinambungan melalui penggunaan
kembali kertas layak pakai untuk fotokopi dan pemanfaatan teknologi, seperti
pemindahan (scanning) dan email dalam kegiatan surat-menyurat.
2. Mengupayakan penggunaan material yang ramah lingkungan.
3. Penggunaan dispenser dengan sistem reverse osmosis untuk air minum.
[15]
Names mentioned 6 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia
p.10
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.