Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
Nomor : AEI/152/XII-23/MP/corsec Jakarta, 1 Desember 2023 Lampiran : 1 Kepada Yth. PT Bursa Efek Indonesia Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta 12190 Up. Direktur Penilaian Perusahaan Perihal : Laporan Hasil Public Expose Tahunan 2023 Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi ketentuan III.3.3.4, Peraturan No. I-E sebagaimana terlampir dalam Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-00066/BEI/09-2022 tanggal 30 September 2022 tentang Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, bersama ini kami sampaikan bahwa Public Expose Tahunan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (“Perseroan”) telah diselenggarakan, bersamaan dengan diselenggarakannya acara Public Expose Live 2023 oleh PT Bursa Efek Indonesia, pada: Hari/Tanggal: Selasa, 28 November 2023 Waktu: 13:00 – 14:00 WIB Tempat: Public Expose Live via Zoom Pada acara ini pihak manajemen Perseroan diwakili oleh: 1. Michael W. Soeryadjaya – Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk 2. Lie Luckman – Chief Financial Officer PT Adaro Energy Indonesia Tbk 3. Thomas Coombes – Head of Investor Relations PT Adaro Energy Indonesia Tbk 4. Danuta Komar – Investor Relations Manager PT Adaro Energy Indonesia Tbk Acara Public Expose ini dihadiri dan disaksikan secara online oleh investor dan analis yang berjumlah 638 peserta. Acara dibuka dengan presentasi yang dilakukan oleh Thomas Coombes dan Danuta Komar, yang mencakup gambaran umum mengenai model bisnis perseroan yang terdiri dari tiga pillar, kinerja operasional dan keuangan Perseroan, tantangan yang dihadapi Perseroan, rencana pengembangan bisnis dalam jangka Panjang. Setelah presentasi, acara Public Expose dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan berikut adalah intisari dari sesi tanya jawab tersebut:
Page 2
1. Desy Christanty & Dave & Rudy Irawan
Pertanyaan:
a. Bagaimana dividen tahun depan?
b. Interim kapan akan dibayarkan?
Jawaban:
Perusahaan tidak memiliki kebijakan khusus terkait dengan dividen, namun apabila melihat rata-rata
pembayaran dividen sejak IPO, rasio yang dibayarkan adalah sekitar 40%. Kami memperkirakan
kebutuhan capex perusahaan akan meningkat di tahun-tahun mendatang untuk pilar Adaro Minerals
dan Adaro Green, sehingga kami harus menyeimbangkan capital allocation untuk kebutuhan capex
dan juga pembayaran dividen.
Dividen interim kapan dibayarkan? Biasanya akan diumumkan pada menjelang akhir tahun, namun
hingga saat ini belum ada keputusan terkait dengan hal tersebut.
2. Anonymous
Pertanyaan:
Dengan banyaknya tekanan perubahan iklim, pemakaian batubara akan mengecil di masa depan. Untuk
mempertahankan keberlanjutan income, apakah Adaro Minerals dan Adaro Green bisa menggantikan
income yang datang dari batubara? Jika ya, kira-kira pada tahun berapa itu akan terjadi?
Jawaban:
Saat ini tekanan terhadap batu bara cukup tinggi, namun kebutuhan akan energi yang andal dan
terjangkau juga cukup tinggi baik di Indonesia maupun di negara-negara lain. Kita harus melihat
kemampuan dari teknologi EBT untuk memenuhi tingginya permintaan energi. Apabila EBT sudah
mampu, maka kita akan sesegera mungkin menggunakannya. Indonesia dan juga negara-negara di
sekitar masih membutuhkan sumber energi yang terjangkau dan ekonomis guna menunjang
pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan juga negara-negara sekitar. Kami memahami bahwa batu bara
harus digantikan di masa mendatang dengan EBT, namun untuk sementara waktu permintaan akan
batu bara masih cukup tinggi.
Adaro memiliki tiga pilar, yaitu Adaro Energy, Adaro Minerals dan Adaro Green. Dengan demikian
Adaro siap untuk bertransisi secara bertahap dengan bisnis atau proyek yang lebih hijau dari batu bara
metalurgi yang merupakan bahan baku pembuatan baja, serta smelter aluminium yang akan
mendorong peningkatan pendapatan perusahaan dari bisnis non-batu bara termal. Target perusahaan
adalah mencapai 50% revenue atau pendapatan dari non-batu bara termal pada 2030.
3. Aji Purnomo
Pertanyaan
Berapa komposisi pendapatan antara batubara dengan EBT saat ini dan bagaimana tujuan komposisi
pendapatan ke depannya antara batubara dengan EBT?
Jawaban:
Target untuk non-batu bara thermal adalah 50% di 2030. Saat ini ada beberapa proyek strategis yang
sedang dikaji dan dikembangkan oleh perseroan, salah satunya adalah hydropower (PLTA) di
Mentarang. Untuk saat ini memang kontribusi EBT masih rendah, karena proyek-proyek EBT butuh
waktu untuk pengembangannya. Target kami, pada saat PLTA Mentarang sudah operasional di tahun
2030, ditambah kontribusi dari smelter aluminium dan batu bara metalurgi, porsi pendapatan dari batu
bara termal akan menjadi 50%.
Page 3
4. Darwin Setiawan Pertanyaan: What is ADRO market strategy against the potential surge in chinese coal? Jawaban: Kami memperkirakan produk batu bara dari China tidak akan masuk ke pasar ekspor. China akan melakukan pembelian dari pasar seaborne apabila harga di pasar internasional lebih rendah dari harga di domestik. Tahun ini musim kering di China berdampak pada PLTA sehingga China mengimpor lebih banyak batu bara untuk mengamankan pembangkit listriknya. China sendiri bukan merupakan pasar tujuan utama karena permintaannya akan selalu berfluktuasi dan tidak dalam jangka panjang. Namun apabila ada opportunity dari China kami siap untuk memenuhinya. Public Expose Perseroan ditutup dengan konferensi pers secara online yang dihadiri oleh 423 orang wartawan media cetak, media online, dan media elektronik. Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Hormat kami, PT ADARO ENERGY INDONESIA TBK Mahardika Putranto Sekretaris Perusahaan Tembusan Yth.: - Direksi PT Adaro Energy Indonesia Tbk
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.