Back to announcement
20260331_ATLA_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056594_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted ATLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 67
Page 1
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
Laporan Keuangan/ Financial Statements
Untuk Tahun-Tahun Yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024/
For The Years Ended December 31, 2025 and 2024
Dan/And
Laporan Auditor Independen/ Independent Auditors' Report
No. 00021/2.0627/AU.1/05/0325-1/1/III/2026
Page 2
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
LAPORAN KEUANGAN PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 FINANCIAL STATEMENTS
SERTA UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR AS OF DECEMBER 31, 2025
PADA TANGGAL TERSEBUT AND FOR THE YEAR THEN ENDED
DAN LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN AND INDEPENDENT AUDITOR'S REPORT
Halaman/
Page
Daftar Isi Table of Content
Surat Pernyataan Direksi Board of Directors' Statement Letter
Laporan Auditor Independen Independent Auditor's Report
Laporan Posisi Keuangan 1 Statement of Financial Position
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Statement of Profit or Loss and Other
Komprehensih Lain 2 Comprehensive Income
Laporan Peruabahan Ekuitas 3 Statement of Changes in Equity
Laporan Arus Kas 4 Statement of Cash Flows
Catatan Atas Laporan Keuangan 6 - 58 Notes of Financial Statement
Page 3
Page 4
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN INDEPENDENT AUDITORS’ REPORT
No : 00021/2.0627/AU.1/10/0325-1/1/III/2026
Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi The Stockholder, Boards of Commissioners
and Directors
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA TBK
Opini Opinion
Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Atlantis We have audited the financial statements of PT Atlantis
Subsea Indonesia Tbk ("Perusahaan"), yang terdiri dari Subsea Indonesia Tbk (the "Company), which comprise
laporan posisi keuangan tanggal 31 Desember 2025, the statement of financial position as at December 31,
serta laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif 2025, and the statement of profit or loss and other
lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas comprehensive income, statement of changes in equity
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta and statement of cash flows for the year then ended,
catatan atas laporan keuangan, termasuk informasi and notes to the financial statements, including material
kebijakan akuntansi material. Menurut opini kami, accounting policy information. In our opinion, the
laporan keuangan terlampir menyajikan secara wajar, accompanying financial statements present fairly, in all
dalam semua hal yang material, posisi keuangan material respects, the financial position of the Company
Perusahaan tanggal 31 Desember 2025, serta kinerja as at December 31, 2025, and its financial performance
keuangan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir and its cash flows for the year then ended, in
pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi accordance with Indonesian Financial Accounting
Keuangan di Indonesia. Standards.
Basis Opini Basis for Opinion
Kami melaksanakan audit kami berdasarkan Standar We conducted our audit in accordance with Standards
Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik on Auditing established by the Indonesian Institute of
Indonesia. Tanggung jawab kami menurut standar Certified Public Accountants. Our responsibilities under
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam paragraf Tanggung those standards are further described in the Auditor's
Jawab Auditor terhadap Audit atas Laporan Keuangan Responsibilities for the Audit of the Financial Statements
pada laporan kami. Kami independen terhadap paragraph of our report. We are independent of the
Perusahaan berdasarkan ketentuan etika yang relevan Company in accordance with the ethical requirements
dalam audit kami atas laporan keuangan di Indonesia, that are relevant to our audit of the financial statements
dan kami telah memenuhi tanggung jawab etika lainnya in Indonesia, and we have fulfilled our other ethical
berdasarkan ketentuan tersebut. Kami yakin bahwa bukti responsibilities in accordance with these requirements.
audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat We believe that the audit evidence we have obtained is
untuk menyediakan suatu basis bagi opini audit kami. sufficient and appropriate to provide a basis for our
opinion.
Hal Audit Utama Key Audit Matters
Hal audit utama adalah hal-hal yang, menurut Key audit matters are those matters that, in our
pertimbangan profesional kami, merupakan hal yang professional judgment, were of most significance in our
paling signifikan dalam audit kami atas laporan audit of the financial statements of the current period.
keuangan periode kini. Hal-hal tersebut disampaikan These matters were addressed in the context of our
dalam konteks audit kami atas laporan keuangan secara audit of the financial statements as a whole, and in
keseluruhan, dan dalam merumuskan opini kami atas forming our opinion thereon, and we do not provide a
laporan keuangan terkait, kami tidak menyatakan suatu separate opinion on these matters.
opini terpisah atas hal audit utama tersebut.
Page 5
Hal Audit Utama (lanjutan) Key Audit Matters (continued)
Hal audit utama yang teridentifikasi dalam audit kami The key audit matter identified in our audit is outlined as
diuraikan sebagai berikut: follows:
Pengakuan pendapatan dari jasa survei Revenue recognition from survey serices
Lihat Catatan 3 (Informasi kebijakan akuntansi material Refer to Note 3 (Material accounting policy information -
Pengakuan pendapatan dan beban) dan Catatan 21 Revenue and expenses recognition) and Note 21
(Pendapatan). Untuk tahun yang berakhir pada 31 (Revenue). For the year ended December 31, 2025, the
Desember 2025, Perusahaan mengakui pendapatan dari Company recognized revenue from survey services
jasa survei sebesar Rp82.143.640.546. Pendapatan dari amounting to Rp82.143640.546. Revenue from survey
jasa survei diakui pada suatu titik waktu ketika jasa services is recognized at a point in time when services
diberikan sesuai sesuai dengan aktual progres pekerjaan are rendered by reference to the actual progress of work
dan ketentuan dalam perjanjian. and the terms of the agreement.
Kami memfokuskan perhatian pada area ini sebagai hal We focused on this area as a key audit matter due to the
audit utama karena signifikansi jumlahnya terhadap significance of the amount involved to the statement of
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, profit or loss and other comprehensive income, resulting
yang mengakibatkan sebagian besar audit kami in a significant portion of our audit directed towards the
diarahkan pada audit pendapatan dari jasa survei. audit of revenue from survey services. Revenue
Pengakuan pendapatan yang diakui mungkin tidak recognized may also be inaccurate if the calculation
mencerminkan actual progress pekerjaan dan ketentuan does not reflect the actual progress of work and the
dalam perjanjian. terms of the agreement.
Bagaimana audit kami merespons hal audit utama How our audit addressed the key audit matter
Kami melakukan prosedur audit untuk merespons atas We performed the following audit procedures to address
hal audit utama: this key audit matter:
Kami mendapatkan pemahaman mengenai siklus We obtained understanding of the revenue cycle,
pendapatan, mengevaluasi desain dan implementasi, evaluated the design and implementation, and
serta menguji efektivitas operasional kontrol-kontrol tested operating effectiveness of key controls
utama yang relevan dengan pengakuan pendapatan. relevant to revenue recognition.
Kami mengevaluasi kebijakan pengakuan We evaluated the Company's revenue recognition
pendapatan Perusahaan terhadap standar akuntansi policy against the relevant accounting standards and
yang relevan dan terkait dengan pemrosesan serta with respect to the processing and recognition of the
pengakuan pendapatan Perusahaan. Company's revenue.
Kami mendapatkan dan memahami We read the contracts to obtain understanding of the
ketentuanketentuan utama dalam kontrak dengan key terms and conditions.
pelanggan.
We tested accuracy and cut-off by examining
Kami menguji akurasi dan cut-off dengan memeriksa supporting documents for work progress, such as
dokumen pendukung progres pekerjaan seperti contracts, progress reports, invoices, and other
kontrak, laporan progres, faktur, dan dokumen relevant supporting documents, as well as
pendukung relevan lainnya serta menghitung kembali recalculating revenue based on these documents.
pendapatan berdasarkan dokumen tersebut.
We assessed the appropriateness of the related
Kami menilai kesesuaian pengungkapan terkait disclosures in the financial.
dalam laporan keuangan.
Page 6
Hal Lain Other Maters Laporan Keuangan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk The Financial Statements of PT Atlantis Subsea dan Entitas Anak tanggal 31 Desember 2024 terlampir Indonesia Tbk and Subsidiaries as of December 31, dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, 2024 are attached and for the year then ended, which yang disajikan sebagai angka koresponding terhadap are presented as corresponding figures to the financial laporan keuangan tanggal 31 Desember 2025 dan untuk statements as of December 31, 2025 and for the year tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, diaudit oleh then ended, audited by another independent auditor with auditor independen lain dengan nomor number 00139/2.0853/AU,1/10/1258-4/III/2025 dated 00139/2.0853/AU,1/10/1258-4/III/2025 tanggal 26 Maret March 26, 2025, expressing unqualified opinion. 2025, menyatakan opini tanpa modifikasian. Informasi Lain Other Information Manajemen bertanggung jawab atas informasi lain. Management is responsible for the other information. Informasi lain terdiri dari informasi yang tercantum dalam The other information comprises the information laporan tahunan pada tanggal 31 Desember 2025 dan included in the annual report as at December 31, 2025 untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, tetapi and for the year then ended, but does not include the tidak mencantumkan laporan keuangan dan laporan financial statements and our auditor's report thereon. auditor kami. laporan tahunan diharapkan akan tersedia The annual report is expected to be made available to bagi kami setelah tanggal laporan auditor ini. us after the date of this auditor's report. Opini kami atas laporan keuangan tidak mencakup Our opinion on the financial statements does not cover informasi lain dan kami tidak menyatakan bentuk the other information and we will not express any form of keyakinan apapun atas informasi lain tersebut. assurance conclusion thereon. Sehubungan dengan audit kami atas laporan keuangan, In connection with our audit of the financial statements, tanggung jawab kami adalah untuk membaca informasi our responsibility is to read the other information lain yang teridentifikasi di atas, jika tersedia dan, dalam identified above when it becomes available and, in doing melaksanakannya, mempertimbangkan apakah so, consider whether the other information is materially informasi lain mengandung ketidakkonsistensian inconsistent with the financial statements or our material dengan laporan keuangan atau pemahaman knowledge obtained in the audit, or otherwise appears to yang kami peroleh selama audit, atau mengandung be materially misstated. kesalahan penyajian material. Ketika kami membaca laporan tahunan, jika kami When we read the annual report, if we conclude that menyimpulkan bahwa terdapat suatu kesalahan there is a material misstatement therein, we are required penyajian material di dalamnya, kami diharuskan untuk to communicate the matter to those charged with mengomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang governance and take appropriate actions in accordance bertanggung jawab atas tata kelola dan mengambil with Standards on Auditing established by the tindakan tepat berdasarkan Standar Audit yang Indonesian Institute of Certified Public Accountants. ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Responsibilities of Management and Those Charged Bertanggung Jawab atas Tata Kelola terhadap with Governance for the Financial Statements. Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan Management is responsible for the preparation and fair penyajian wajar laporan keuangan tersebut sesuai presentation of the financial statements in accordance dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, dan with Indonesian Financial Accounting Standards, and for atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh such internal control as management determines is manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan necessary to enable the preparation of financial keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, statements that are free from material misstatement, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun whether due to fraud or error. kesalahan.
Page 7
Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen In preparing the financial statements, management is
bertanggung jawab untuk menilai kemampuan responsible for assessing the Company's ability to
Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan continue as a going concern, disclosing, as applicable,
usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, matters related to going concern and using the going
hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha dan concern basis of accounting unless management either
menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, intends to liquidate the Company or to cease operations,
kecuali manajemen memiliki intensi untuk melikuidasi or has no realistic alternative but to do so.
Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak
memiliki alternatif yang realistis selain
melaksanakannya.
Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola Those charged with governance are responsible for
bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan overseeing the Company's financial reporting process.
keuangan Perusahaan.
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Auditor's Responsibilities for the Audit of the
Laporan Keuangan Financial Statements
Tujuan kami adalah untuk memeroleh keyakinan Our objectives are to obtain reasonable assurance about
memadai tentang apakah laporan keuangan secara whether the financial statements as a whole are free
keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, from material misstatement, whether due to fraud or
baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun error, and to issue an auditor's report that includes our
kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang opinion. Reasonable assurance is a high level of
mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan assurance, but is not a guarantee that an audit
suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan conducted in accordance with Standards on Auditing will
suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan always detect a material misstatement when it exists.
berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi Misstatements can arise from fraud or error and are
kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. considered material if, individually or in the aggregate,
Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan they could reasonably be expected to influence the
maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik economic decisions of users taken on the basis of these
secara individual maupun secara agregat, dapat financial statements.
diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi
keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna
berdasarkan laporan keuangan tersebut.
Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar As part of an audit in accordance with Standards on
Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan Auditing, we exercise professional judgement and
mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. maintain professional skepticism throughout the audit.
Kami juga: We also:
Mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan Identify and assess the risks of material
penyajian material dalam laporan keuangan, baik misstatement of the financial statements, whether
yang disebabkan oleh kecurangan maupun due to fraud or error, design and perform audit
kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur procedures responsive to those risks, and obtain
audit yang responsif terhadap risiko tersebut serta audit evidence that is sufficient and appropriate to
memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk provide a basis for our opinion. The risk of not
menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak detecting a material misstatement resulting from
terdeteksinya kesalahan penyajian material yang fraud is higher than for one resulting from error, as
disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang fraud may involve collusion, forgery, intentional
disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan omissions, misrepresentations, or the override of
dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan internal control.
secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian
pengendalian internal. Obtain an understanding of internal control relevant
to the audit in order to design audit procedures that
Memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian
are appropriate in the circumstances, but not for the
internal yang relevan dengan audit untuk mendesain
purpose of expressing an opinion on the
prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya,
effectiveness of the Company's internal control.
tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas
keefektivitasan pengendalian internal Perusahaan.
Evaluate the appropriateness of accounting policies
Mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang used and the reasonableness of accounting
digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan estimates and related disclosures made by
pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen. management.
Page 8
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Auditor's Responsibilities for the Audit of the
Laporan Keuangan (lanjutan) Financial Statements (continued)
Menyimpulkan ketepatan penggunaan basis Conclude on the appropriateness of management's
akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, use of the going concern basis of accounting and,
berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah based on the audit evidence obtained, whether a
terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait material uncertainty exists related to events or
dengan peristiwa atau kondisi yang dapat conditions that may cast significant doubt on the
menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Company's ability to continue as a going concern. If
Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan we conclude that a material uncertainty exists, we are
usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa required to draw attention in our auditor's report to the
terdapat suatu ketidakpastian material, kami related disclosures in the financial statements or, if
diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan such disclosures are inadequate, to modify our
auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan opinion. Our conclusions are based on the audit
keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak evidence obtained up to the date of our auditor's
memadai, harus menentukan apakah perlu untuk report. However, future events or conditions may
memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami cause the Company to cease to continue as a going
didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga concern.
tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau
kondisi masa depan dapat menyebabkan
Perusahaan tidak dapat mempertahankan
kelangsungan usaha.
Mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan Evaluate the overall presentation, structure and
keuangan secara keseluruhan, termasuk content of the financial statements, including the
pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan disclosures, and whether the financial statements
mencerminkan transaksi dan peristiwa yang represent the underlying transactions and events in a
mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai manner that achieves fair presentation.
penyajian wajar.
Kami mengomunikasikan kepada pihak yang We communicate with those charged with governance
bertanggung jawab atas tata kelola mengenai, antara regarding, among other matters, the planned scope and
lain, ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas timing of the audit and significant audit findings,
audit serta temuan audit signifikan, termasuk setiap including any significant deficiencies in internal control
defisiensi signifikan dalam pengendalian internal yang that we identify during our audit.
teridentifikasi oleh kami selama audit.
Kami juga memberikan suatu pernyataan kepada pihak We also provide those charged with governance with a
yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami statement that we have complied with relevant ethical
telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai requirements regarding independence, and to
independensi, dan mengomunikasikan seluruh communicate with them all relationships and other
hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar matters that may reasonably be thought to bear on our
berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika independence, and where applicable, related
relevan, pengamanan terkait. safeguards.
Page 9
Tanggung Jawab Auditor terhadap Audit atas Auditor's Responsibilities for the Audit of the
Laporan Keuangan (lanjutan) Financial Statements (continued)
Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang From the matters communicated with those charged with
bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan governance, we determine those matters that were of
hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas most significance in the audit of the financial statements
laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya of the current period and are therefore the key audit
menjadi hal audit utama. Kami menguraikan hal audit matters. We describe these matters in our auditor's
utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan report unless law or regulation precludes public
perundang-undangan melarang pengungkapan publik disclosure about the matter or when, in extremely rare
tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang circumstances, we determine that a matter should not be
sangat jarang terjadi, kami menentukan bahwa suatu hal communicated in our report because the adverse
tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena consequences of doing so would reasonably be
konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal expected to outweigh the public interest benefits of such
tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi communication.
manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut.
Kantor Akuntan Publik / Registered Public Accountants
Herman Dody Tanumihardja & Rekan
Drs. Dody Hapsoro, CPA, CA
Izin Akuntan Publik / Public Accountant License No. AP.0325
Jakarta, 31 Maret 2026 / March 31, 2026
Page 10
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan
2025 / Notes 2024
ASET ASSETS
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan Setara Kas 14.568.994.682 3i.5 11.243.796.370 Cash and Cash Equivalents
Piutang Usaha - neto - Trade Receivables - Net -
Pihak Ketiga 12.037.500.000 6 26.728.266.990 Third Parties
Uang Muka dan Biaya Advance Payments and Prepaid
Dibayar di Muka 43.131.066.102 3j.7 27.304.911.023 Expenses
Pajak dibayar dimuka 132.805.000 12 3.355.643.307 Prepaid Taxes
Jumlah Aset Lancar 69.870.365.784 68.632.617.690 Total Current Assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang Muka - 3j.7 45.586.276.904 Advances
Investasi pada Entitas Asosiasi 199.521.363 8 201.117.906 Investment in an Associate
Aset Tetap - Neto 73.125.594.008 3k.9 45.707.896.505 Fixed Assets - Net
Aset Tak Berwujud - Neto 29.679.027.798 3l.10 12.909.600.592 Intangible Assets - Net
Aset Pajak Tangguhan 1.852.531.563 13d 1.791.092.943 Deferred Tax Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 104.856.674.732 106.195.984.851 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 174.727.040.516 174.828.602.541 TOTAL ASSETS
LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY
LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES
Utang Usaha 2.754.261.310 11 2.880.532.972 Account Payables
Utang Pajak 555.317.828 12b 242.916.919 Tax Payables
Beban Akrual 193.297.375 14 170.554.305 Accrued Expenses
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan - 15 19.722.222
Utang Pembiayaan Bagian Jatuh Consumer Financing Payables -
Tempo Satu Tahun 1.498.282.689 12 1.792.954.959 Current Maturities
Jumlah Liabilitas Jangka
Pendek 5.001.159.202 5.106.681.377 Total Current Liabilites
LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan 690.011.693 15 401.697.268 Employee Benefits Liabilities
Utang Pembiayaan - 12 1.434.319.822 Consumer Financing Payables
Jumlah Liabilitas Jangka
Panjang 690.011.693 1.836.017.090 Total Non-Current Liabilities
EKUITAS EQUITY
Modal Saham Share Capital
Dasar - Authorized -
19.998.000.000 sham dengan 19,998,000,000 shares
nilai nominal Rp8,- per saham with par value of Rp8 per share
Ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid
6.199.577.693 6.199.577.693
(2024: 6.199.549.466) 49.596.621.544 16 49.596.395.728 (2024: 6.199.549.466)
Tambahan Modal Disetor 105.898.000.986 17 105.889.758.702 Additional Paid In Capital
Saldo Laba Retained Earnings
Dicadangkan 100.000.000 18 100.000.000 Appropriated
Belum Dicadangkan 3.904.485.042 5.745.461.206 Unappropriated
Penghasilan Komprehensif Lain 9.536.762.047 6.554.288.439 Other Comprehensive Income
Jumlah Ekuitas 169.035.869.619 167.885.904.074 Total Equity
JUMLAH LIABILITAS DAN TOTAL LIABILITIES AND
EKUITAS 174.727.040.516 174.828.602.541 EQUITY
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak Accompanying notes to the financial statements are an
terpisahkan dari laporan keuangan. integral part of the financial statements.
1
Page 11
PT ATLANTA SUBSEA INDONESIA PT ATLANTA SUBSEA INDONESIA
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER
KOMPREHENSIF LAIN COMPREHENSIVE INCOME
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Catatan/
2025 Notes 2024
PENDAPATAN 82.143.640.546 3q.21 84.913.637.786 REVENUE
BEBAN POKOK PENDAPATAN (63.021.005.357) 3q.22 (69.776.319.289) COST OF REVENUE
LABA BRUTO 19.122.635.189 15.137.318.497 GROSS PROFIT
General and Administrative
Beban Umum dan Administrasi (13.136.176.054) 3q.23 (10.017.204.557) Expenses
LABA USAHA 5.986.459.135 5.120.113.940 PROFIT FROM OPERATIONS
Bagian rugi dari entitas asosiasi (1.596.543) 8 (3.875.224) Share in loss from associate
Penghasilan Keuangan 106.727.585 161.600.455 Finance Income
Biaya Keuangan (223.380.978) 24 (53.192.647) Finance Costs
Pendapatan (Beban) Lain-lain - neto (189.162.370) 3q.25 165.716.497 Other Income (Expenses) - net
LABA SEBELUM PAJAK PROFIT BEFORE
PENGHASILAN 5.679.046.828 5.390.363.022 INCOME TAX
Beban Pajak Penghasilan - neto (1.951.168.155) 3v.13c (1.613.756.638) Income Tax Expenses - net
LABA TAHUN BERJALAN 3.727.878.673 3.776.606.384 PROFIT FOR THE YEAR
(RUGI) PENGHASILAN OTHER COMPREHENSIVE
KOMPREHENSIF LAIN (LOSS) INVOME
Pos-pos yang tidak akan Items that will not be
direklasifikasi ke laba rugi reclassified to profit of loss
pada periode berikutnya: in subsequent period:
Keuntungan revaluasi aset tetap 3.112.444.706 9 - Gain on revaluation of fixed assets
Pengukuran kembali dari liabilitas Remeasurement of employee
imbalan kerja karyawan (166.629.613) 15 (17.370.149) benefits liabilities
Pajak penghasilan terkait 36.658.515 13d 3.821.433 Related income tax
Jumlah (rugi) penghasilan
komprehensif lain tahun berjalan Total othe comprehensive (loss)
- setelah pajak 2.982.473.608 (13.548.716) income for the year - net of tax
JUMLAH PENGHASILAN
KOMPREHENSIF TAHUN TOTAL COMPREHENSIVE
BERJALAN 6.710.352.281 3.763.057.667 INCOME FOR THE YEAR
LABA PER SAHAM DALAM BASICS AND DILUTED
DAN DILISUIAN 0,60 20 0,61 EARNINGS PER SHARE
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak Accompanying notes to the financial statements are an
terpisahkan dari laporan keuangan. integral part of the financial statements.
2
Page 12
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENTS OF CHANGES IN EQUITY
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
Saldo Laba/ Penghasilan (Kerugian) Komprehensif Lain/
Retained Earnings Other Comprehensive Income
Pengukuran Kembali
Surplus Revaluasi Aset
Tambahan Modal Liabilitas Imbalan
Catatan/ Modal Saham / Share Dicadangkan / Belum Dicadangkan Tetap / Revaluation Jumlah Ekuitas/
Keterangan Disetor / Additional Kerja karyawan / Description
Notes Capital Appropriated / Unappropriated Surplus on Fixed Total Equity
Paid-in Capital Remeasurement of
Assets
Employee Benefits
Saldo Per 1 Januari 2024 39.996.000.000 - 100.000.000 1.968.854.822 6.591.595.157 (23.758.002) 48.632.691.977 Balance as of January 1, 2024
Laba Tahun Berjalan - - - 3.776.606.384 3.776.606.384 Profit for the Year
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Other Comprehensive Income (loss):
Imbalan Kerja Karyawan setelah Remeasurement of Employee
pajak 15 - - - - - (13.548.716) (13.548.716) Benefits liabilities, net of tax
Jumlah Penghasilan Komprehensif 39.996.000.000 - 100.000.000 5.745.461.206 6.591.595.157 (37.306.718) 52.395.749.644 Total Comprehensive Income
Transaksi yang Diakui Secara Transactions Recognized Directly
Langsung Dalam Ekuitas: in Equity
Penambahan Modal Saham Melalui Addition of Share Capital
Penawaran Umum Perdana 16 9.600.000.000 105.875.314.630 - - - - 115.475.314.630 Through Initial Public Offering
Eksekusi Waran Seri I 17 395.728 14.444.072 - - - - 14.839.800 Exercise of Warrants Series I
Saldo Per 31 Desember 2024 49.596.395.728 105.889.758.702 100.000.000 5.745.461.206 6.591.595.157 (37.306.718) 167.885.904.074 Balance as of December 31, 2024
Laba Tahun Berjalan - - - 3.727.878.673 - - 3.727.878.673 Profit for the Year
Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain:
Pengukuran Kembali Liabilitas Other Comprehensive Income (loss):
Imbalan Kerja Karyawan setelah Remeasurement of Employee
pajak 15 - - - - - (129.971.098) (129.971.098) Benefits liabilities, net of tax
Penyesuaian Nilai Wajar Aset Tetap 9 - - - - 3.112.444.706 - 3.112.444.706 Fair Value Adjustment of Fixed Assets
Transfer of Revaluation Surplus
Transfer Surplus Revaluasi ke Saldo Laba - - - - - to Retained Earnings
Jumlah Penghasilan Komprehensif 49.596.395.728 105.889.758.702 100.000.000 9.473.339.879 9.704.039.863 (167.277.816) 174.596.256.356 Total Comprehensive Income
Transaksi yang Diakui Secara Transactions Recognized Directly
Langsung Dalam Ekuitas: in Equity
Penambahan Modal Saham Melalui Addition of Share Capital
Penawaran Umum Perdana 16 - - - - - - - Through Initial Public Offering
Eksekusi Waran Seri I 17 225.816 8.242.284 8.468.100 Exercise of Warrants Series I
Dividen 18b - - - (5.568.854.836) (5.568.854.836) Dividend
Saldo Per 31 Desember 2025 49.596.621.544 105.898.000.986 100.000.000 3.904.485.042 9.704.039.863 (167.277.816) 169.035.869.619 Balance as of December 31, 2025
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Accompanying notes to the financial statements are an integral part of the financial statements.
3
Page 13
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
LAPORAN PERUBAHAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOW
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA FOR THE YEARS ENDED
TANGGAL 31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2025 2024
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOW FROM OPERATING
OPERASI ACTIVITIES
Penerimaan dari Pelanggan 96.834.407.536 73.197.449.008 Receipts from Customers
Pembayaran Kepada Pemasok (49.109.392.389) (121.344.427.726) Payments to Supplier
Pembayaran Kepada Karyawan (6.912.715.482) (4.879.851.816) Payments to Employees
Kas yang (digunakan untuk) Cash (Used in) Generated from
dihasilkan dari operasi 40.812.299.665 (53.026.830.534) Operations
Penerimaan Penghasilan Keuangan 106.727.585 161.600.455 Receipt of Finance Income
Pembayaran Biaya Keuangan (232.887.908) (39.993.454) Payments of Finance Costs
Pembayaran Beban Pajak Penghasilan (2.006.696.672) (1.618.484.270) Payments of Income Tax Expenses
Kas Neto (digunakan untuk) Net Cash (used in) Provided by
Diperoleh dari Aktivitas Operasi 38.679.442.670 (54.523.707.803) Operating Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOW FROM INVESTING
INVESTASI ACTIVITIES
Advance on the Purchase of
Uang Muka Pembelian Aset Tetap 25.267.084.143 (25.267.084.143) Fixed Assets
Perolehan Aset Tetap (30.787.997.739) (21.545.637.088) Acquisition of Fixed Assets
Penerimaan dari Pelepasan Aset Tetap - 2.250.000.000 Receipts From Fixed Assetes Disposal
Perolehan Aset Tak Berwujud (22.543.951.934) (13.511.995.059) Acquisition of Intangible Assets
Kas Neto Digunakan untuk Net Cash Used in Investing
Aktivitas Investasi (28.064.865.530) (58.074.716.290) Activities
ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOW FROM FINANCING
PENDANAAN ACTIVITIES
Penerimaan dari penerbitan saham Proceeds from Insurance of shares
yang berasal dari: arising from:
Penerbitan Saham Perdana - 120.000.000.000 Initial Public Offering (IPO)
Penerbitan Waran 8.468.100 14.839.800 Exercise Warrants
Penerimaan dari Setoran Modal Proceeds from Paid-In Capital
Pembayaran Biaya Emisi Terkait Payments for Share Issuance Cost
Proses Penerbitan Saham Related to Initial Public Offering
Perdana - (3.125.737.870) Process
Dividen (5.568.854.836) - Dividend
Pembayaran Utang Pembiayaan Payments for Consumer Financing
Konsumen (1.728.992.092) (437.093.469) Payables
Kas Neto Diperoleh Dari Aktivitas Cash Flows Provided by
Pendanaan (7.289.378.828) 116.452.008.461 Financing Activities
Kenaikan Neto Kas dan Bank 3.325.198.312 3.853.584.368 Net Increase in Cash Flow
Cash and Cash Equivalents at The
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 11.243.796.370 7.390.212.002 Beginning of Year
SALDO KAS DAN SETARA KAS AKHIR CASH AND CASH EQUIVALENTS AT END
TAHUN 14.568.994.682 11.243.796.370 OF YEAR
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian yang tidak Accompanying notes to the financial statements are an integral
terpisahkan dari laporan keuangan. part of the financial statements.
4
Page 14
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM 1. GENERAL
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (“Perusahaan”) PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (the “Company”) was
didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 13 established in Indonesia based on Notarial Deed No. 13
pada tanggal 22 November 2016 oleh Heri Martono, S.H. dated November 22, 2016 by Heri Martono, S.H. This Deed
Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan of Establishment was approved by the Ministry of Law and
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Human Rights of the Republic of Indonesia in its Decision
Keputusan No. AHU-0053518.AH.01.01 Tahun 2016 Letter No. AHU-0053518.AH.01.01 Year 2016 dated
tanggal 30 November 2016. Anggaran Dasar Perusahaan November 30, 2016. The Company's Articles of Association
telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir have been amended several times, most recent of Notarial
dengan Akta Notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2024 oleh Deed No. 3 dated June 3, 2024 by Christina Dwi Utami, S.H.,
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., tentang M.Hum., M.Kn., regarding amending the increase in issued
perubahan peningkatan modal ditempatkan atau disetor. or paid-up capital. The notification of amendments to its
Pemberitahuan perubahan anggaran dasar telah diterima articles of association has been received and recorded by the
dan dicatat oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Ministry of Law and Human Rights of the Republic of
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. Indonesia in Decree No. AHU-AH.01.03-0130439 of 2024
AHU-AH.01.03-0130439 Tahun 2024 tanggal 4 Juni 2024 dated June 4, 2024 and was published in the State Gazette
dan diumumkan dalam Berita Negara No. 59 Tambahan No. 59, Supplement No. 021641 of 2023.
No. 021641 tahun 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, In accordance with Article 3 of the Company's Articles of
ruang lingkup dan kegiatan utama Perusahaan adalah Association, the scope and main business of its activities are
aktivitas keinsinyuran dan konsultasi teknis. Kegiatan engineering and technical consulting activities. The current
usaha yang dijalankan saat ini sudah sesuai dengan business activities are in accordance with the Company's
Anggaran Dasar Perusahaan. Articles of Association.
Perusahaan didirikan dan berdomisili di Indonesia, The Company is incorporated and domiciled in Indonesia.
dengan kantor yang terdaftar di Jl. Tebet Barat Dalam The address of its registered office is Jl. Tebet Barat Dalam
Raya No. 6, Tebet Barat, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Raya No. 6, Tebet Barat, Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI
DKI Jakarta, 12810. Jakarta 12810.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada The company started its commercial operations in 2016 and
tahun 2016 dan saat ini bergerak di bidang dalam bidang is currently engaged in surveying and services for energy
survei dan layanan untuk Perusahaan energi. companies.
Individu pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) The ultimate beneficial owner of the Company is Rudi Reksa
dari Perusahaan adalah Rudi Reksa Sutantra. Sutantra.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada The composition of the Company’s Boards of Commissioners
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai and Board of Directors As of December 31, 2025 and 2024
berikut: are as follows:
Dewan Komisaris Board of Commissioners
Komisaris Utama Rudi Reksa Sutantra President Commissioner
Komisaris Independen Yohanes Henri Prasetyo Independent Commissioner
Direksi Board of Directors
Direktur Utama Yophi Kurniawan Iswanto President Director
Direktur Andreas Setiawan Director
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 The composition of the Company’s Audit Committee As of
Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: December 31, 2025 and 2024 are as follows:
Ketua Yohanes Henri Prasetyo Chairman
Anggota Thamrin Prima Simatupang Member
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan As of December 31, 2025 and 2024, the Company have 34
memiliki masing-masing sebanyak 34 Dan 26 orang and 26 permanent employees, respectively (unaudited).
karyawan tetap (tidak diaudit).
Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan Management is responsible for the preparation and fair
penyajian wajar laporan keuangan ini sesuai dengan presentation of these financial statements in accordance with
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang Indonesian Financial Accounting Standards, which were
diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi completed and authorized for issuance by the Company’s
Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026. Directors on March 31, 2026.
5
Page 15
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
1. UMUM (Lanjutan) 1. GENERAL (Continued)
a. Pendirian dan Informasi Umum a. Establishment and General Information
Penawaran Umum Saham Perdana (“IPO”) tersebut The Initial Public Offering (“IPO”) was approved by the
disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Extraordinary General Meeting of Shareholders and stated in
dan dituangkan dalam Akta Notaris No.33 oleh Notaris Notarial Deed No. 33 of Notary Christina Dwi Utami, S.H.,
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn tanggal 5 Maret M.Hum., M.Kn of dated March 5, 2024.
2024.
Pada tanggal 28 Maret 2024, Perusahaan memperoleh On March 28, 2024, the Company obtained the notice of
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) effectivity from the Financial Services Authority (“OJK”) in its
dalam suratnya No. S-48/D.04/2024 untuk melakukan letter No. S-48/D.04/2024 to conduct an Initial Public
Penawaran Umum Perdana Saham Biasa sejumlah Offering 1,200,000,000 ordinary shares of the Company to
1.200.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat the public with a par value of Rp8 with an offering price of
dengan nilai nominal Rp8 per saham, dengan harga Rp100 per share. The shares were listed on the Indonesia
penawaran Rp100 per saham. Saham tersebut telah Stock Exchange on April 16, 2024.
dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16
April 2024.
Dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham In connection with the Initial Public Offering, the Company
ini, Perusahaan secara bersamaan akan menerbitkan simultaneously issued a total of 1,740,000,000 Warrants
sebanyak-banyaknya 1.740.000.000 Waran Seri I. Waran Series I. The Warrants Series I shall be granted free of
Seri I ini diberikan secara cuma-cuma kepada para charge to the holders of new shares of the Company whose
pemegang saham baru Perseroan yang namanya tercatat names are registered in the Register of Shareholders on the
dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal penjatahan allotment date with a ratio of 20 New Shares to 29 Warrant
dengan perbandingan 20 pemegang Saham Baru Series I. Each Warrant Series I is entitled to purchase 1 new
mendapatkan 29 Waran Seri I. Dimana setiap 1 Waran share of the Company.
Seri I berhak untuk membeli 1 saham baru Perusahaan.
Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp300 per The Warrants Series I has an excercise price of Rp300 per
saham dan dapat dieksekusi mulai tanggal 16 Oktober share and can be exercised from October 16, 2024 until April
2024 sampai dengan 15 April 2025. Bila waran tidak 15, 2025. If the warrants are not exercised during this
dilaksanakan selama periode ini, maka waran tersebut period, the warrants will expire and will have no value.
menjadi kadaluarsa dan tidak memiliki nilai.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, jumlah As of December 31, 2025 and 2024, the total number of
Waran Seri I yang telah dieksekusi masing-masing Warrants Series I exercised amounted to 28,227 and 49,466.
sebanyak 28.227 dan 49.466.
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS
a. Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku a. Amendments/Improvements to Standards Effective
Efektif pada Tahun Berjalan in the Current Year
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah In the current year, the Group has applied
amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan amendments/improvements to PSAK that are relevant to its
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang operations and effective for accounting period beginning on
dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan or after January 1, 2025. The adoption of these revised
atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas PSAKs does not result in changes to the Group’s accounting
kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak policies and has no material effect on the amounts reported
material terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun for the current or prior years.
berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
b. Standar dan Amendemen/Penyesuaian Standar b. Standards and Amendments/Improvements to
Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan Standards Issued not yet Adopted
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan, standar dan At the date of authorization of these financial statements,
amendemen- amendemen atas PSAK yang relevan bagi the following standards and amendments to PSAK relevant
Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku to the Group were issued but not effective, with early
efektif, dengan penerapan dini diijinkan, adalah sebagai application permitted:
berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah Effective for periods beginning on or after January 1, 2026
tanggal 1 Januari 2026
● Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan ● Amendments to PSAK 109, “Financial Instruments”
PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”: and PSAK 107,” Financial Instruments: Disclosure”:
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan.; Classification and Measurement of Financial
Instrument.;
6
Page 16
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI (Lanjutan) 2. ADOPTION OF NEW AND REVISED STANDARDS (Continued)
● Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, ● 2024 Annual Improvements to PSAK 107, “Financial
“Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109, Instruments: Disclosures”, PSAK 109, “Financial
“Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Instruments”, PSAK 110, “Consolidated Financial
Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Statements” and PSAK 207, “Statement of Cash
Arus Kas”.; dan Flows”.; and
● PSAK 338 (Revisi 2025), Kombinasi Bisnis Entitas ● PSAK 338 (2025 Revision), Business Combinations of
Sepengendali Entities under Common Control.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah Effective for periods beginning on or after January 1, 2027
tanggal 1 Januari 2027
● PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam ● PSAK 118, “Presentation and Disclosure in Financial
Laporan Keuangan”.; Statements”.;
● PSAK 119, “Entitas Anak tanpa Akuntabilitas Publik: ● PSAK 119, “Subsidiaries without Public Accountability:
Pengungkapan”.; dan Disclosures”.; and
● PSAK 413, “Penurunan Nilai”. ● IPSAK 413, “Impairment”.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan, As at the issuance date of the financial statements, the
dampak dari penerapan standar dan amendemen effects of adopting these standard and amendments on the
tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat financial statements are not known nor reasonably estimable
diketahui atau diestimasi oleh manajemen. by management.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION
a. Peryataan Kepatuhan a. Statement of Compliance
Laporan keuangan Perusahaan disusun berdasarkan The financial statements of the Company have been
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK’), yang prepared in accordance with Indonesian Financial Accounting
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Standards (“SAK”), which comprise the Statement of
(“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards (“PSAK”) and Interpretations
(“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi of Statement of Financial Accounting Standard (“ISAK”)
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) serta issued by the Financial Accounting Standards Board of the
peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang Indonesian Institute of Accountants (“DSAK-IAI”) and
berada di bawah pengawasannya. regulations of capital market regulator for entities under its
control.
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan b. Basis of Preparation of Financial Statements
Laporan keuangan PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk dan The financial statements of PT Atlantis Subsea Indoesia Tbk
Entitas Anaknya disusun berdasarkan Standar Akuntansi and its Subsidiary have been prepared in accordance with
Keuangan di Indonesia dan Peraturan-Peraturan serta Indonesian Financial Accounting Standards and the
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Regulations and Guidelines on Financial Statement
Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan Presentation and Disclosures issued by the Financial Services
(“OJK”). Authority (Otoritas Jasa Keuangan or “OJK”).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan The accounting policies adopted in the preparation of the
laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan financial statements are consistent with those made in the
akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan preparation of the financial statements for the year ended
keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 December 31, 2024, except for the adoption of several
Desember 2024, kecuali bagi penerapan beberapa SAK amended SAKs. As disclosed in Note 2, several amended and
yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam Catatan 2, published accounting standards were adopted effective
beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan January 1, 2025.
diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2025.
Perusahaan telah menyusun laporan keuangan dengan The Company has prepared the financial statements on the
dasar bahwa Perusahaan akan terus mempertahankan basis that it will continue to operate as a going concern.
kelangsungan usaha.
7
Page 17
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, The financial statements, except for the statement of cash
disusun berdasarkan dasar akrual dengan menggunakan flows, have been prepared on the accrual basis using the
konsep harga perolehan. historical cost basis of accounting.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode The statement of cash flows is prepared based on the direct
langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam method by classifying cash flows on the basis of operating,
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. investing, and financing activities.
Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan The functional and presentation currency used in the
dalam laporan keuangan adalah Rupiah financial statements is Indonesia Rupiah.
c. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan c. Basis of Measurement and Preparation of Financial
Keuangan Statements
Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, The financial statements except for the statements of cash
disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan flows, have been prepared and presented based on going
usaha serta atas dasar akrual dengan konsep biaya concern assumption and accrual basis using historical cost
perolehan (historical cost), kecuali beberapa akun concept of accounting, except for certain accounts which are
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain measured on the bases described in the related accounting
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi policies.
masing masing akun tersebut.
Biaya historis umumnya didasarkan pada nilai wajar dari Historical cost is generally based on the fair value of the
imbalan yang diberikan dalam pertukaran barang dan consideration given in exchange for goods and services.
jasa.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk Fair value is the price that would be received to sell an asset
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk or paid to transfer a liability in an orderly transaction
mengalihkan suatu liabilitas dalam suatu transaksi teratur between market participants at the measurement date
antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode The statements of cash flows were presented using the
langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam direct method with classification of cash flows into operating,
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. investing and financing activities.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar The preparation of financial statements in conformity with
Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan Indonesian Financial Accounting Standards requires the use
penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga of certain critical accounting estimates. It also requires
mengharuskan manajemen untuk membuat management to exercise its judgement in the process of
pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan applying the Compan's accounting policies. The areas
akuntansi Perusahaan. Area yang kompleks atau involving a higher degree of judgement or complexity, or
memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau areas where assumptions and estimates are significant to
area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak the consolidated financial statements are disclosed in Note 3
signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan di
Catatan 3.
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak d. Current and Non-Current Classification
Lancar/Jangka Panjang
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan The Company presents assets and liabilities in the statement
posisi keuangan berdasarkan klasifikasi lancar/tidak of financial position based on current/non-current
lancar atau jangka pendek/jangka panjang. classification.
Suatu aset disajikan lancar bila: An asset is current when it is:
i) akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus i) expected to be realized or intended to be sold or
operasi normal, consumed in the normal operating cycle,
ii) untuk diperdagangkan, ii) held primarily for the purpose of trading,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal iii) expected to be realized within 12 months after the
pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang reporting period, or cash or cash equivalent unless
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk restricted from being exchanged or used to settle a
melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan liability for at least 12 months after the reporting
setelah periode pelaporan. period.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar All other assets are classified as non-current.
8
Page 18
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak d. Current and Non-Current Classification (Continued)
Lancar/Jangka Panjang (Lanjutan)
Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila: A liability is current when it is:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal, i) expected to be realized or intended to be sold or
consumed in the normal operating cycle,
ii) untuk diperdagangkan, ii) held primarily for the purpose of trading,
iii) akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal iii) expected to be realized within 12 months after the
pelaporan, reporting period,
iv) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan iv) there is no unconditional right to defer the settlement
pelunasannya selama paling tidak 12 bulan setelah of the liability for at least 12 months after the
periode pelaporan. reporting period.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka All other liabilities are classified as non-current.
panjang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan masing-masing Deferred tax assets and liabilities are classified as non-
diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas current assets and liabilities respectively.
jangka panjang.
e. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing e. Foreign Currency Transactions and Balances
Akun-akun yang disertakan dalam laporan keuangan Items included in the financial statements of each of the
perusahaan diukur menggunakan mata uang dari Group’s entities are measured using the currency of the
lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut primary economic environment in which the relevant entity
beroperasi (“mata uang fungsional”). Laporan keuangan operates (the “functional currency”). The financial statements
disajikan dalam Rupiah Indonesia (IDR), yang are presented in Indonesian Rupiah (IDR), which is the
merupakan mata uang fungsional Perusahaan. Company’s functional currency.
Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan The presentation currency used in the financial statements is
keuangan adalah Rupiah Indonesia (IDR), yang juga Indonesian Rupiah (IDR), which is also the functional
merupakan mata uang fungsional. currency.
Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam Non-monetary items carried at fair value that are
valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang berlaku denominated in foreign currencies are retranslated at the
pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos rates prevailing at the date when the fair value was
nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam determined. Non- monetary items that are measured in
valuta asing tidak dijabarkan kembali. terms of historical cost in a foreign currency are not
retranslated.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, kurs yang As of December 31, 2025 and 2024,the exchange rates used
digunakan pada tanggal laporan posisi keuangan, at the statement of financial position date, based on the
berdasarkan kurs tengah yang diterbitkan Bank middle rates published by Bank Indonesia, are as follows:
Indonesia, adalah sebagai berikut:
2025 2024
Dolar Amerika Serikat (“USD”) 16.778 16.162 United States Dollar (“USD”)
Dolar Singapura (“SGD”) 11.808 11.919 Singapore Dollar (“SGD”)
f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi f. Transactions with Related Parties
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang A related party is a person or entity that is related to the
terkait dengan Perusahaan: Company:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai a. A person or a close member of that person's family is related
relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut: to the Company if that person:
i memiliki pengendalian atau pengendalian bersama i has control or joint control over the Company;
atas Perusahaan;
ii memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan; atau ii has significant influence over the Company; or
iii personil manajemen kunci Perusahaan atau entitas iii is a member of the key management personnel of the
induk Perusahaan. Company or of a parent of the Company.
9
Page 19
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi (Lanjutan) f. Transactions with Related Parties (Continued)
b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan jika memenuhi b. An entity is related to the Company if any of the following
salah satu hal berikut: conditions applies:
i Perusahaan adalah anggota dari grup yang sama i the entity and the Company are members of the same
(artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak Company (which means that each parent, subsidiary
berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya). and fellow subsidiary is related to the others).
ii satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura ii one entity is an associate or joint venture of the other
bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau entity (or an associate or joint venture of a member of
ventura bersama yang merupakan anggota suatu a Company of which the other entity is a member).
Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
iiikedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari iii both entities are joint ventures of the same third party
pihak ketiga yang sama.
iv satu entitas adalah ventura bersama dari entitas iv one entity is a joint venture of a third entity and the
ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi other entity is an associate of the third entity.
dari entitas ketiga.
v entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja v the entity is an employment defined benefit plan for
untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas the benefit of employees of either the Company or an
yang terkait dengan Perusahaan. entity related to the Company.
vi entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama vi the entity is controlled or jointly controlled by a person
oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a). identified in a).
vii orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki vii a person identified in a.(i) has significant influence
pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan over the entity or is a member of the key
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk management personnel of the entity (or of a parent of
dari entitas). the entity).
viii Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana viii the entity, or any member of a Company of which it is
entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, a part, provides key management personnel services
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada to the Company or to the parent of the Company
Perusahaan atau kepada entitas induk dari
Perusahaan.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak-pihak Significant transactions with related parties, whether or not
berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan persyaratan made at similar terms and conditions as those done with
yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, third parties, are disclosed in the financial statements.
diungkapkan pada laporan keuangan
g. Instrumen Keuangan g. Financial Instruments
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang A financial instrument is any contract that gives rise to a
menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan financial asset of one entity and a financial liability or equity
liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas instrument of another entity.
lain.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada Financial assets and financial liabilities are recognized on the
laporan posisi keuangan pada saat Perusahaan menjadi statement of financial position when the Company becomes
salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen a party to the contractual provisions of the instrument.
tersebut.
Klasifikasi Classification
i. Aset Keuangan i. Financial Assets
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan Financial assets are classified, at initial recognition,
awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya perolehan and subsequently measured at (i) amortized cost, (ii)
diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi fair value through profit or loss (“FVTPL”), or (iii) fair
(“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui penghasilan value through other comprehensive income
komprehensif lain (“FVTOCI”) (“FVTOCI”).
• Aset keuangan diukur pada biaya perolehan • Financial assets at amortized cost
diamortisasi
10
Page 20
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Perusaahan mengukur aset keuangan pada biaya The Company measures financial assets at amortized
perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut cost if both of the following conditions are met:
dipenuhi:
i) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang i) The financial asset is held within a business model
bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam with the objective to hold financial assets in order to
rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan collect contractual cash flows; and
ii) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada ii) The contractual terms of the financial asset give rise
tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata on specified dates to cash flows that are solely
dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari payments of principal and interest (“SPPI”) on the
jumlah pokok terutang. principal amount outstanding.
• Aset keuangan diukur pada FVTOCI • Financial assets at FVTOCI
Perusaahan mengukur aset keuangan pada biaya The Group classifies debt instruments at FVTOCI if
perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut both of the following conditions are met
dipenuhi:
i) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang i) The financial asset is held within a business model
tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus with the objective of both holding to collect
kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan contractual cash flows and selling; and
ii) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada ii) The contractual terms of the financial asset give rise
tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang semata on specified dates to cash flows that are solely
dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok payments of principal and interest on the principal
terutang. amount outstanding.
• Aset keuangan diukur pada FVTPL • Financial assets at FVTPL
Aset keuangan lainnya yang tidak memenuhi Other financial assets that do not meet the
persyaratan untuk diklasifikasikan sebagai asset requirements to be classified as financial assets
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi measured at amortized cost or fair value through
atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif other comprehensive income, are classified as
lain, diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar measured at fair value through profit or loss.
melalui laba rugi.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, The Group’s financial assets consist of cash and cash
piutang usaha dan lain-lain yang diklasifikasikan sebagai equivalents, trade and other receivables classified as
aset yang diukur dengan biaya diamortisasi. financial assets at amortized cost.
ii. Liabilitas keuangan ii. Financial liabilities
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya The Company classifies its financial liabilities, at initial
pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan recognition, as: (i) financial liabilities at FVTPL or (ii)
diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur financial liabilities measured at amortized cost.
pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang The Company’s financial liabilities consist of trade
usaha, beban akrual, dan utang pembiayaan payables, accrued expense, and consumer financing
konsumen diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan payable classified as financial liabilities at amortized
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan cost. The Company has no financial liabilities
tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada measured at FVTPL.
FVTPL.
11
Page 21
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Pengakuan dan Pengukuran Recognition and Measurement
Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai Financial assets, except for trade receivables which are
harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada awalnya measured at transaction price, and financial liabilities are
diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat initially measured at fair value. Transaction costs that are
diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau directly attributable to the acquisition or issue of financial
penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan assets and financial liabilities are added to or deducted from
ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset the fair value of the financial assets and financial liabilities,
keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada as appropriate, on initial recognition. Transaction costs
pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan directly attributable to the acquisition of financial assets or
secara langsung dengan perolehan aset keuangan dan financial liabilities at fair value through profit or loss are
liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi recognized immediately in profit or loss.
diakui langsung pada laba rugi.
i. Aset keuangan i. Financial assets
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang Purchases or sales of financial assets that require
memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu delivery of assets within a time frame established by
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan regulation or convention in the marketplace (regular
yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui way trades) are recognized on the trade date, i.e., the
pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan date that the Company commits to buy or sell the
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset asset. Financial assets at amortized cost are
tersebut. Aset keuangan diukur pada biaya perolehan subsequently measured using the effective interest
diamortisasi setelah pengakuan awal diukur method and are subject to impairment. Gains and
menggunakan metode suku bunga efektif dan losses are recognized in profit or loss when the asset
merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan is derecognized, modified or impaired.
kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan
pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
penurunan nilai.
Semua aset keuangan yang diakui selanjutnya diukur All recognized financial assets are measured
secara keseluruhan pada biaya perolehan yang subsequently in their entirety at either amortized cost
diamortisasi atau nilai wajar, tergantung pada or fair value, depending on the classification of the
klasifikasi aset keuangan tersebut sebagai berikut: financial assets as follows:
• Aset keuangan diukur pada FVTPL • Financial assets at FVTPL
Aset keuangan pada FVTPL diukur pada nilai wajar Financial assets at FVTPL are measured at fair value at
pada setiap tanggal pelaporan. the end of each reporting period,
• Aset keuangan diukur pada biaya perolehan • Financial assets at amortized cost
diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan Financial assets at amortized cost are subsequently
diamortisasi setelah pengakuan awal diukur measured using the effective interest method and are
menggunakan metode suku bunga efektif dan subject to impairment. Gains and losses are
merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan recognized in profit or loss when the asset is
kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan derecognized, modified or impaired
pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
penurunan nilai.
ii. Liabilitas keuangan ii. Financial liabilities
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) Financial liabilities that are not 1) contingent
imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam consideration of an acquirer in a business
kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk diperdagangkan, combination, 2) held-for- trading, or 3) designated As
atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur of FVTPL, are subsequently measured at amortized
pada biaya perolehan diamortisasi dengan cost using the effective interest method.
menggunakan metode suku bunga efektif.
12
Page 22
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Metode Suku Bunga Efektif Effective Interest Method
Metode suku bunga efektif adalah metode yang Effective interest method is a method used in the calculation
digunakan dalam menghitung biaya perolehan of the amortized cost of a financial asset or a financial
diamortisasi dari aset keuangan atau liabilitas keuangan liability and in the allocation and recognition of the interest
dan dalam pengalokasian dan pengakuan pendapatan income or interest expense in profit or loss over the relevant
bunga atau beban bunga pada laporan laba rugi selama period.
periode relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat The effective interest rate is the rate that exactly discounts
mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan estimated future cash payments or receipts through the
kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau expected life of the financial asset or financial liability to the
liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat bruto aset gross carrying amount of a financial asset or to the
keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas amortized cost of a financial liability. When calculating the
keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, effective interest rate, an entity shall estimate the expected
entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan cash flows by considering all the contractual terms of the
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dari financial instrument (for example, prepayment, extension,
instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, call and similar options) but shall not consider the expected
percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli dan opsi- credit losses.
opsi serupa), tetapi tidak mempertimbangkan kerugian
kredit ekspektasian.
Perhitungan mencakup seluruh fee (imbalan) dan komisi The calculation includes all fees and points paid or received
yang dibayarkan atau diterima oleh pihakpihak yang between parties to the contract that are an integral part of
terlibat dalam kontrak yang merupakan bagian yang tidak the effective interest rate, transaction costs, and all other
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan premiums or discounts.
seluruh premium atau diskonto lainnya.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan Offsetting of Financial Instruments
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan Financial assets and financial liabilities are offset and the net
nilai netonya dilaporkan dalam laporan\posisi keuangan amount reported in the statement of financial position if, and
jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan only if, there is a currently enforceable legal right to offset
hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang the recognized amounts and there is an intention to settle on
telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan a net basis, or to realize the assets and settle the liabilities
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan simultaneously.
dengan menggunakan dasar neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
secara bersamaan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak A right to offset must be available today rather than being
bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa contingent on a future event and must be exercisable by any
depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik of the counterparties, both in the normal course of business
dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa gagal and in the event of default, insolvency or bankruptcy.
bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan Impairment of Financial Assets
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit The Company recognizes an allowance for expected credit
ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada losses (“ECL”) on financial instruments that are measured at
biaya perolehan diamortisasi. amortized cost.
13
Page 23
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Penurunan Nilai Aset Keuangan (Lanjutan) Impairment of Financial Assets (Continued)
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan The measurement of expected credit losses is a function of
fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu the probability of default, loss given default (i.e. the
besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur magnitude of the loss if there is a default) and the exposure
pada gagal bayar. Penilaian probability of default dan loss at default. The assessment of the probability of default and
given default berdasarkan data historis yang disesuaikan loss given default is based on historical data adjusted by
dengan informasi masa depan. Adapun eksposur atas forward-looking information. As for the exposure at default,
gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai for financial assets, this is represented by the assets’ gross
tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan; untuk carrying amount at the reporting date; for financial
kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah guarantee contracts, the exposure includes the amount
yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah dengan drawn down As of the reporting date, together with any
jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan additional amounts expected to be drawn down in the future
sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan by default date determined based on historical trend, the
berdasarkan tren historis, pemahaman Perusahaan Company’s understanding of the specific future financing
mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang needs of the debtors, and other relevant forwardlooking
spesifik dari debiturnya, dan informasi perkiraan masa information.
depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas ECL are based on the difference between the contractual
kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh cash flows due in accordance with the contract and all the
arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, cash flows that the Company expects to receive, discounted
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. at an approximation of the original effective interest rate.
Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut The expected cash flows will include cash flows from the
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki sale of collateral held or other credit enhancements that are
atau perluasan perbaikan risiko-kredit lainnya yang integral to the contractual terms.
merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas ECL are recognized in two stages. For credit exposures for
instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan which there has not been a significant increase in credit risk
secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan since initial recognition, ECL are provided for credit losses
untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa that result from default events that are possible within the
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke next 12-months (a 12-month ECL). For those credit
depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen exposures for which there has been a significant increase in
keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan credit risk since initial recognition, a loss allowance is
sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan required for credit losses expected over the remaining life of
sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya the exposure, irrespective of the timing of the default (a
gagal bayar (ECL sepanjang umurnya). lifetime ECL).
Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki Because its trade receivables and contract assets do not
komponen pembiayaan signifikan, Perusahaan contain significant financing component, the Company
menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam applies a simplified approach in calculating ECL. Therefore,
perhitungan ECL. Oleh karena itu, Perusahaan tidak the Company does not track changes in credit risk, but
menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru instead recognizes a loss allowance based on lifetime ECL at
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL each reporting date.The Company established a provision
sepanjang umurnya pada setiap tanggal pelaporan. matrix that is based on its historical credit loss experience,
Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan adjusted for forward-looking factors specific to the debtors
pengalaman kerugian kredit masa lampau, disesuaikan and the economic environment.
dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas
faktor yang spesifik untuk debitur dan lingkungan
ekonomi.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan Significant increase in credit risk
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen In assessing whether the credit risk on a financial instrument
keuangan telah meningkat secara signifikan sejak has increased significantly since initial recognition, the
pengakuan awal, Perusahaan membandingkan risiko Company compares the risk of a default occurring on the
gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada financial instrument As of the reporting date with the risk of
tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi a default occurring on the financial instrument As of the date
pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan awal. of initial recognition.
14
Page 24
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Peningkatan risiko kredit secara signifikan (Lanjutan) Significant increase in credit risk (Continued)
Dalam melakukan penilaian, Perusahaan In making this assessment, the Company considers both
mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun quantitative and qualitative information that is reasonable
kualitatif yang wajar dan mendukung, termasuk and supportable, including historical experience and
pengalaman historis dan Informasi masa depan yang forwardlooking information that is available without undue
dipertimbangkan mencakup prospek masa depan industri cost or effort Forward-looking information considered
di mana debitur Perusahaan beroperasi, yang diperoleh includes the future prospects of the industries in which the
dari laporan ahli ekonomi, analis keuangan, badan Company’s debtors operate, obtained from economic expert
pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi serupa reports, financial analysts, governmental bodies, relevant
lainnya, serta pertimbangan berbagai sumber eksternal think-tanks and other similar organizations, as well as
aktual dan prakiraan informasi ekonomi yang terkait consideration of various external sources of actual and
dengan operasi inti Perusahaan. forecast economic information that relate to the Company’s
core operations.
Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika In particular, the following information is taken into account
menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara when assessing whether credit risk has increased
signifikan sejak pengakuan awal: (a) indikasi pihak significantly since initial recognition: (a) indications that the
peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami debtors or a group of debtors is experiencing significant
kesulitan keuangan signifikan, (b) wanprestasi atau financial difficulty, (b) default or delinquency in interest or
tunggakan pembayaran bunga atau pokok, (c) principal payments, (c) the probability that they will enter
kemungkinan bahwa mereka akan dinyatakan pailit atau bankruptcy or other financial reorganization and (d) where
melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan (d) di observable data indicate that there is a measurable decrease
mana data yang dapat diobservasi mengindikasikan in the estimated future cash flows, such as changes in
bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi masa arrears or economic conditions that correlate with defaults.
mendatang, seperti perubahan tunggakan atau kondisi
ekonomi yang berkorelasi dengan wanprestasi.
Definisi gagal bayar Definition of default
Perusahaan menganggap hal-hal berikut ini merupakan The Company considers the following as constituting an
peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko event of default for internal credit risk management
kredit internal karena pengalaman historis menunjukkan purposes as historical experience indicates that financial
bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria assets that meet either of the following criteria are generally
berikut umumnya tidak dapat dipulihkan: not recoverable:
• ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan • when there is a breach of financial covenants by the
oleh debitur; atau debtor; or
• informasi yang dikembangkan secara internal atau • information developed internally or obtained from
diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa external sources indicates that the debtor is unlikely to
debitur kemungkinan tidak akan membayar pay its creditors, including the Company, in full
kreditornya, termasuk Perusahaan, secara penuh (without taking into account any collateral held by the
(tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Company).
perusahaan).
Terlepas dari analisis di atas, Perusahaan menganggap Irrespective of the above analysis, the Company considers
bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan that default has occurred when a financial asset is more than
tertunggak lebih dari 90 hari kecuali jika Perusahaan 90 days past due unless the Company has reasonable and
memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk supportable information to demonstrate that a more lagging
menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih default criterion is more appropriate
tepat
Aset keuangan memburuk Definition of default
Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika A financial asset is credit-impaired when one or more events
satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk that have a detrimental impact on the estimated future cash
pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan flows of that financial asset have occurred. Evidence that a
tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan financial asset is credit-impaired includes observable data
mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat about the following events:
diobservasi tentang peristiwa berikut:
15
Page 25
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Aset keuangan memburuk (Lanjutan) Definition of default (Continued)
• kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit • significant financial difficulty of the issuer or the
atau peminjam; borrower;
• pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar • a breach of contract, such as a default or past due
atau tunggakan; event;
• pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau • the lender(s) of the borrower, for economic or
kontraktual sehubungan dengan kesulitan keuangan contractual reasons relating to the borrower’s financial
yang dialami pihak peminjam, telah memberikan difficulty, having granted to the borrower a
konsesi pada pihak peminjam yang tidak mungkin concession(s) that the lender(s) would not otherwise
diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami consider;
kesulitan tersebut;
• terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan • it is becoming probable that the borrower will enter
dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi bankruptcy or other financial reorganization;
keuanga lainnya;
• hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat • the disappearance of an active market for that
kesulitan keuangan; atau financial asset because of financial difficulties; or
• pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan • the purchase or origination of a financial asset at a
diskon sangat besar yang mencerminkan kerugian deep discount that reflects the incurred credit losses.
kredit yang terjadi.
Kebijakan penghapusan Write-off policy
Perusahaan menghapuskan aset keuangan ketika ada The Company writes off a financial asset when there is
informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada information indicating that the counterparty is in severe
dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada financial difficulty and there is no realistic prospect of
prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak recovery, e.g. when the counterparty has been placed under
lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses liquidation or has entered into bankruptcy proceedings.
kebangkrutan. Aset keuangan yang dihapuskan dapat Financial assets written off may still be subject to
menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur enforcement activities under the Group’s recovery
pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan nasihat procedures, taking into account legal advice where
hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui appropriate. Any recoveries made are recognized in profit or
dalam laba rugi. loss.
Perusahaan mengakui keuntungan atau kerugian The Comnpay recognizes an impairment gain or loss in profit
penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen or loss for all financial instruments with a corresponding
keuangan dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat adjustment to their carrying amount through a loss
melalui akun cadangan kerugian dan tidak mengurangi allowance account and does not reduce the carrying amount
nilai tercatat aset keuangan pada laporan posisi of the financial asset in the statement of financial position
keuangan.
Penghentian Pengakuan Derecognition
i. Aset keuangan i. Financial assets
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian A financial asset, or where applicable a part of a financial
dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset asset or part of a Company of similar financial assets, is
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat: derecognized when:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset a. the contractual rights to receive cash flows from the
keuangan tersebut berakhir; atau financial asset have expired; or
b. Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk b. the Company has transferred its contractual rights to
menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan receive cash flows from the financial asset or has
atau menanggung kewajiban untuk membayar arus assumed an obligation to pay them in full without
kas yang diterima tanpa penundaan yang material material delay to a third party under a “pass-through”
kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan arrangement and either (i) has transferred
penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan substantially all the risks and rewards of the financial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset asset, or (ii) has neither transferred nor retained
keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak substantially all the risks and rewards of the financial
mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh asset, but has transferred control of the financial
risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan asset.
tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian
atas aset keuangan tersebut.
16
Page 26
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
g. Instrumen Keuangan (Lanjutan) g. Financial Instruments (Continued)
Penghentian Pengakuan (Lanjutan) Derecognition (Continued)
Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk When the Company has transferred its rights to receive cash
menerima arus kas dari suatu aset atau telah flows from an asset or has entered into a pass-through
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement, and has neither transferred nor retained
arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan substantially all of the risks and rewards of the asset nor
dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat transferred control of the asset, the asset is recognized to
atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan the extent of the Company’s continuing involvement in the
pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh asset.
keterlibatan berkelanjutan Perusahaan terhadap aset
keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian Continuing involvement that takes the form of a guarantee
jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar jumlah over the transferred asset is measured at the lower of the
terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal original carrying amount of the asset and the maximum
dari pembayaran yang diterima yang mungkin harus amount of consideration that the Company could be required
dibayar kembali. Dalam hal ini, Perusahaan juga to repay. In that case, the Company also recognizes an
mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan associated liability. The transferred asset and the associated
liabilitas terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan liability are measured on a basis that reflects the rights and
hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Perusahaan. obligations that the Company has retained.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur On derecognition of a financial asset measured at amortized
pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara cost, the difference between the asset’s carrying amount
nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan and the sum of the consideration received and receivable is
piutang diakui dalam laba rugi. recognized in profit or loss.
ii. Liabilitas keuangan ii. Financial liabilities
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika A financial liability is derecognized when the obligation
liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan atau specified in the contract is discharged or cancelled or
dibatalkan atau kedaluwarsa. expired.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang When an existing financial liability is replaced by another
lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan from the same lender on substantially different terms, or the
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau terms of an existing liability are substantially modified, such
modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas an exchange or modification is treated as a derecognition of
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau the original liability and the recognition of a new liability.
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang The difference between the carrying amount of the financial
dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan liability derecognized and the consideration paid and payable
dan utang diakui dalam laba rugi. is recognized in profit or loss.
h. Pengukuran Nilai Wajar h. Fair Value Measurement
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk Fair value is the price that would be received to sell an asset
menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk or paid to transfer a liability in an orderly transaction
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di between market participants at the measurement date. The
antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. fair value measurement is based on the presumption that
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa the transaction to sell the asset or transfer the liability takes
transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas place either:
akan terjadi:
1. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut 1. In the principal market for the asset or liability or;
atau;
2. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling 2. In the absence of a principal market, in the most
menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut. advantageous market for the asset or liabilitiy.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau The principal or the most advantageous market must be
pasar yang paling menguntungkan. accessible to the Company
17
Page 27
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
h. Pengukuran Nilai Wajar (Lanjutan) h. Fair Value Measurement (Continued)
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan The fair value of an asset or a liability is measured using the
asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika assumptions that market participants would use when
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan pricing the asset or liability, assuming that market
asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan participants act in their best economic interest.
ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan A fair value measurement of a non financial asset takes into
memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk account a market participant's ability to generate economic
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan benefits by using the asset in its highest and best use or by
aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau selling it to another market participants that would use the
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan asset in its highest and best use.
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi
dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai The Company uses valuation techniques that are appropriate
dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia in the circumstances and for which sufficient data are
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan available to measure fair value, maximizing the use of
input yang dapat diobservasi yang relevan dan relevant observable inputs and minimizing the use of
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat unobservable inputs.
diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai All assets and liabilities for which fair value is measured or
wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut disclosed in the financial statements are categorized within
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, the fair value hierarchy, described as follows, based on the
berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan lowest level input that is significant to fair value
terhadap keseluruhan pengukuran, sebagai berikut: measurement as a whole:
1. Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) 1. Level 1 - Quoted (unadjusted) market prices in active
dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; markets for identical assets or liabilities;
2. Level 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah 2. Level 2 - Valuation techniques for which the lowest
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar level input that is significant to the fair value
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun measurement is directly or indirectly observable;
tidak langsung;
3. Level 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah 3. Level 3 - Valuation techniques for which the lowest
yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak level input that is significant to the fair value
dapat diobservasi. measurement is unobservable.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar For assets and liabilities that are recognized in the financial
secara berulang dalam laporan keuangan, maka statements on are curring basis, the Company determines
Perusahaan menentukan apakah telah terjadi whether transfers have occurred between levels in the
perpindahan di antara level hirarki nilai wajar dengan hierarchy by re-assessing categorization at the end of each
cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar reporting period.
pada setiap akhir periode pelaporan.
Tim pelaporan keuangan Perusahaan bertanggung-jawab The Company financial reporting team in charge of valuation
atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur determines the policies and procedures for recurring fair
untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti instrumen value measurement, such as financial instruments measured
keuangan yang diukur pada nilai wajar. at fair value.
Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, External valuers are involved in the valuation of significant
terutama aset tetap. Keterlibatan penilai eksternal assets, in particular fixed assets Involvement of external
ditentukan 3 tahun setelah dibahas dan disetujui oleh valuers is decided upon annually after discussion with and
Direksi Perusahaan. Kriteria pemilihan termasuk approval by the Company’s Board of Directors. Selection
pengetahuan pasar, reputasi, independensi dan criteria include market knowledge, reputation, independence
kemampuan mematuhi standar profesi. Metode penilaian and whether professional standards are maintained.
dan input yang digunakan dibahas dan diputuskan Valuation techniques and inputs to use were discussed and
bersama oleh Perusahaan dan penilai eksternal. decided by the Company and external valuers.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Perusahaan For the purpose of fair value disclosures, the Company has
menentukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan determined classes of assets and liabilities on the basis of
sifat, karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki the nature, characteristics and risks of the asset or liability
nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas and the level of the fair value hierarchy as explained above.
18
Page 28
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
i. Kas dan Bank i. Cash on Hand and in Banks
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua Current accounts and time deposits that are restricted for
investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau use are presented as “Restricted cash in banks” and
kurang dari tanggal perolehannya dan yang tidak classified as either current or non-current assets depending
dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya. on whether they will be used to pay short-term or long-term
loans.
j. Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka j. Advances and Prepaid Expenses
Uang muka dicatat pada saat terjadinya. Advances are recorded as incurred.
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada Prepaid expenses are amortized and charged to operations
operasi selama periode manfaat masing-masing biaya over the periods benefited using the straight-line method.
dengan menggunakan metode garis lurus.
k. Aset Tetap k. Fixed Assets
Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya Fixed assets are initially recognized at acquisition cost,
perolehannya termasuk pajak yang berlaku, bea masuk, including applicable taxes, import duties, freight, handling
biaya pengangkutan, biaya penanganan, biaya costs, storage costs, site preparation costs, installation costs,
penyimpanan, biaya penyediaan lokasi, biaya the cost of internal labor, the initial estimate of the costs of
pemasangan, biaya upah tenaga kerja internal, estimasi dismantling and removing the item and restoring the site on
awal biaya pengebongkaran, pemindahan aset tetap dan fixed assets.
restorasi lokasi aset tetap.
Setelah pengakuan awal, aset tetap diukur dengan After initial recognition, fixed assets are measured based on
menggunakan model biaya dan dinyatakan berdasarkan using cost model and are carried at its cost less accumulated
biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan depreciation and any accumulated impairment losses.
akumulasi rugi penurunan nilai. Penyusutan aset tetap Depreciation is computed using the straight-line method or
dihitung dengan menggunakan metode garis lurus atau unit of production based on the estimated useful lives of the
unit produksi berdasarkan taksiran masa manfaat assets as follows:
ekonomis aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun/Years
Bangunan 20 Building
Kendaraan 8 Vehicles
Peralatan Proyek 4-8 Project Equipment
Perlengkapan Kantor 4 Office Supplies
Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan If the land rights do not transfer control of the underlying
pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan, assets to the Company, but gives the rights to use the
melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset underlying assets, the Company applies the accounting
pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi treatment of these transactions as leases under PSAK 116,
atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK “Leases”. If land rights are substantially similar to land
116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi purchases, the Company applies PSAK 216, “Fixed Assets”.
menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan
menerapkan PSAK 216, “Aset Tetap”.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya The carrying value of property, plant and equipment is
pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat derecognized upon disposal or when no future economic
ekonomis masa depan yang diharapkan dari benefits are expected from its use. When property, plant and
penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau dihentikan, equipment are sold or retired, the cost, accumulated
biaya perolehan, beban akumulasi penyusutan dan depreciation and any impairment losses are eliminated from
kerugian penurunan nilai dieliminasi dari akun. the accounts. Any gain or loss arising on derecognition of
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian the assets is charged to profit or loss in the year the assets
pengakuan aset diakui dalam laporan laba rugi pada is derecognized.
tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada tanggal 31 Desember 2025, tanah dan bangunan As of December 31, 2025, land and building are recorded
dicatat menggunakan model revaluasi yaitu nilai wajar using revaluation model, which is fair value on Novemeber
pada tanggal 12 November 2025, dikurangi akumulasi 12, 2025, less accumulated depreciation and accumulated
penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai yang impairment losses that occur after November 12, 2025.
terjadi setelah tanggal 12 November 2025.
19
Page 29
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
k. Aset Tetap (Lanjutan) k. Fixed Assets (Continued)
Aset dalam penyelesaian dicatat sebesar harga Construction in progress are stated at cost, less any
perolehan, dikurangi kerugian penurunan nilai yang recognized impairment loss. Cost includes professional fees
diakui. Biaya perolehan termasuk biaya profesional dan and, for qualifying assets, borrowing costs capitalized in
untuk aset kualifikasian, biaya pinjaman yang accordance with the Company’s accounting policy.
dikapitalisasi sesuai dengan kebijakan akuntansi Depreciation of an asset commences when the assets are
Perusahaan. Penyusutan aset dimulai saat aset tersebut ready for their intended use, such as when it is in the
siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya, yaitu location and condition necessary for it to be capable of
pada saat aset tersebut berada pada lokasi dan kondisi operating in the manner intended by management.
yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan
keinginan dan maksud manajemen.
Nilai residu, estimasi masa manfaat dan metode The residual values, estimated useful lives, and depreciation
penyusutan direviu dan disesuaikan, setiap akhir tahun, method are reviewed and adjusted, at year end, if
bila diperlukan. necessary.
Aset tetap yang tidak digunakan lagi dan ditujukan untuk Fixed assets which is discontinued and held for sale, ceased
dijual dihentikan penyusutannya dan diklasifikasikan of being depreciated and reclassified as asset held for sale in
sebagai aset yang dimiliki untuk dijual pada akun aset other assets account.
lainnya.
l. Aset Tak Berwujud l. Intangible Assets
Aset tak berwujud yang diperoleh secara terpisah diukur Intangible assets acquired separately are measured on initial
pada pengakuan awal sebesar biaya perolehan. Biaya recognition at cost. The cost of intangible assets acquired
perolehan aset takberwujud yang berasal dari kombinasi from business combination is their fair value at the date of
bisnis adalah nilai wajar pada tanggal akuisisi. Setelah acquisition. Following initial recognition, intangible assets are
pengakuan awal, aset takberwujud dinyatakan pada carried at cost less any accumulated amortization and
biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi amortisasi accumulated impairment losses, except for goodwill which
dan akumulasi rugi penurunan nilai, kecuali untuk are carried at their fair value at the date of acquisition less
goodwill yang dinyatakan pada nilai wajar pada tanggal any impairment losses.
akuisisi dikurangi dengan penurunan nilai.
Umur manfaat aset tak berwujud dinilai sebagai terbatAs The useful lives of intangible assets are assessed as either
ofau tidak terbatas. Aset takberwujud dengan umur finite or indefinite. Intangible assets with finite lives are
manfaat terbatas diamortisasi sesuai umur manfaat amortized over the economic useful life and assessed for
ekonomis dan diuji untuk penurunan nilai jika terdapat impairment whenever there is an indication that the
indikasi bahwa aset takberwujud mengalami penurunan intangible assets may be impaired.
nilai.
Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset The amortization period and the amortization method for an
takberwujud dengan umur manfaat yang terbatas intangible asset with a finite useful life is reviewed at least at
ditinjau setidaknya pada setiap akhir periode pelaporan. the end of each reporting period. Changes in the expected
Perubahan pada perkiraan umur manfaat atau perkiraan useful life or the expected pattern of consumption of future
pola konsumsi manfaat ekonomi terjadi pada aset economic benefits embodied in the asset is accounted for by
tersebut dicatat dengan mengubah periode amortisasi changing the amortization period or method, as appropriate,
atau metode, yang sesuai, dan diperlakukan sebagai and are treated as changes in accounting estimates. The
perubahan estimasi akuntansi. Beban amortisasi aset amortization expense on intangible assets with finite lives is
takberwujud dengan masa manfaat terbatas diakui dalam recognized in profit or loss in the expense category
laporan laba rugi dalam kategori biaya yang konsisten consistent with the function of the intangible assets.
dengan fungsi dari aset takberwujud.
Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas Intangible assets with indefinite useful lives are not
tidak diamortisasi, tetapi diuji penurunan nilainya setiap amortized, but are tested for impairment annually, either
tahun, baik secara individual maupun pada tingkat unit individually or at the cash- generating unit level. The
penghasil kas. Penilaian masa tidak terbatas ditinjau assessment of indefinite life is reviewed annually to
setiap tahun untuk menentukan apakah masa tidak determine whether the indefinite life continues to be
terbatas terus dapat didukung. Jika tidak, perubahan supportable. If not, the change in useful life from indefinite
masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas to finite is made on a prospective basis.
dilakukan secara prospektif.
20
Page 30
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
l. Aset Tak Berwujud (Lanjutan) l. Intangible Assets (Continued)
Suatu aset tak berwujud dihentikan pengakuannya saat An intangible asset is derecognized on disposal, or when no
pelepasan, atau ketika tidak terdapat ekspektasi manfaat future economic benefits are expected from use or disposal.
ekonomi masa depan dari penggunaan atau pelepasan. Gains or losses arising from derecognition of an intangible
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian asset are measured as the difference between the net
pengakuan aset takberwujud ditentukan sebagai selisih disposal proceeds and the carrying amount of the asset and
antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset dan are recognized in profit or loss when the asset is
diakui dalam laporan laba rugi ketika aset tersebut derecognized.
dihentikan pengakuannya.
Aset tak berwujud Perusahaan merupakan perangkat The Company’s intangible assets represent software, with
lunak, dengan umur manfaat selama 4 tahun dan useful lives of 4 years and are depreciated using straight-line
disusutkan menggunakan metode garis lurus. method.
m. Investasi Pada Entitas Asosiasi m. Investments in Associates
Entitas asosiasi adalah suatu entitas yang mana An associate is an entity over which the Company has
Perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan. significant influence. Significant influence is the power to
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk participate in the financial and operating policy decisions of
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan the investee but is not control or joint control over those
operasional investee tetapi tidak mengendalikan atau policies.
mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi The results of operations and assets and liabilities of
dicatat dalam laporan keuangan dengan menggunakan associates are incorporated in these financial statements
metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan using the equity method of accounting, except when the
sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 105, investment is classified as held for sale, in which case, it is
“Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi accounted for in accordance with PSAK 105, “Non-current
yang Dihentikan”. Assets Held for Sale and Discontinued Operations”
Dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi Under the equity method, an investment in an associate is
diakui di laporan posisi keuangan sebesar biaya initially recognized in the statement of financial position at
perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan cost and adjusted thereafter to recognize the Company’s
dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas laba rugi dan share on the profit or loss and other comprehensive income
penghasilan komprehensif lain dari entitas asosiasi yang of the associate. When the Company’s share of losses of an
terjadi setelah perolehan. Ketika bagian Perusahaan atas associate exceeds the Company’s interest in that associate
kerugian entitas asosiasi melebihi kepentingan (which includes any long-term interests that, in substance,
Perusahaan pada entitas asosiasi (yang mencakup semua form part of the Company’s net investment in the associate)
kepentingan jangka panjang, yang secara substansi, the Company discontinues recognizing its share of further
membentuk bagian dari investasi neto Perusahaan dalam losses. Additional losses are recognized only to the extent
entitas asosiasi), Perusahaan menghentikan pengakuan that the Company has incurred legal or constructive
bagiannya atas kerugian selanjutnya. Kerugian obligations or made payments on behalf of the associate.
selanjutnya diakui hanya apabila Perusahaan mempunyai
kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau
melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan An investment in an associate is accounted for using the
menggunakan metode ekuitas sejak tanggal saat equity method from the date on which the investee becomes
investee menjadi entitas asosiasi. Setiap kelebihan biaya an associate . Any excess of the cost of acquisition over the
perolehan investasi atas bagian Perusahaan atas nilai Company’s share of the net fair value of identifiable assets
wajar neto dari aset yang teridentifikasi dan liabilitas dari and liabilities of an associate recognized at the date of
entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi diakui acquisition is recognized as goodwill, which is included within
sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah the carrying amount of the investment. Any excess of the
tercatat investasi, dan diuji penurunan nilainya sebagai Company’s share of the net fair value of the identifiable
bagian dari investasi. Setiap kelebihan kepemilikan assets and liabilities over the cost of acquisition, after
Perusahaan dari nilai wajar neto aset yang teridentifikasi reassessment, is recognized immediately in profit or loss in
dan liabilitAs ofas biaya perolehan investasi, sesudah the period in which the investment is acquired.
pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi pada
periode diperolehnya investasinya.
21
Page 31
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
m. Investasi Pada Entitas Asosiasi (Lanjutan) m. Investments in Associates (Continued)
Perusahaan menghentikan penggunaan metode ekuitas The Company discontinues the use of the equity method
sejak tanggal saat investasinya berhenti menjadi investasi from the date when the investment ceases to be an
pada entitas asosiasi atau ketika investasi diklasifikasi associate , or when the investment is classified as held for
sebagai dimiliki untuk dijual. Ketika Perusahaan sale. When the Company retains an interest in the former
mempertahankan kepemilikan dalam entitas yang associate and the retained interest is a financial asset, the
sebelumnya merupakan entitas asosiasi dan sisa investasi Company measures any retained investment at fair value at
tersebut merupakan aset keuangan, Perusahaan that date and the fair value is regarded as its fair value on
mengukur setiap sisa investasi pada nilai wajar pada initial recognition in accordance with PSAK 109. The
tanggal tersebut dan nilai wajar tersebut dianggap difference between the carrying amount of the associate at
sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sesuai the date the equity method was discontinued, and the fair
dengan PSAK 109 Selisih antara jumlah tercatat pada value of any retained interest and any proceeds from
asosiasi pada tanggal metode ekuitas dihentikan, dan disposing of a part of interest in the associate is included in
nilai wajar dari setiap bunga yang ditahan dan hasilkan the determination of the gain or loss on disposal of the
dari pelepasan sebagian kepentingan dalam asosiasi associate. In addition, the Company accounts for all amounts
termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian previously recognized in other comprehensive income in
pada pelepasan asosiasi. Selanjutnya, Perusahaan relation to that associate on the same basis as would be
mencatat seluruh jumlah yang sebelumnya telah diakui required if that associate had directly disposed of the related
dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan assets or liabilities. Therefore, if a gain or loss previously
entitas asosiasi tersebut dengan menggunakan dasar recognized in other comprehensive income by that associate
perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika would be reclassified to profit or loss on the disposal of the
entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset related assets or liabilities, the Company reclassifies the gain
dan liabilitas yang terkait. Seluruh jumlah yang diakui or loss from equity to profit or loss (as a reclassification
dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan adjustment) when the equity method is discontinued.
entitas asosiasi direklasifikasi ke laba rugi (sebagai
penyesuaian reklasifikasi) pada saat penghentian metode
ekuitas.
Perusahaan melanjutkan penerapan metode ekuitas jika The Company continues to use the equity method when an
investasi pada entitas asosiasi menjadi investasi pada investment in an associate becomes an investment in a joint
ventura bersama atau investasi pada ventura bersama venture or an investment in a joint venture becomes an
menjadi investasi pada entitas asosiasi. Tidak terdapat investment in an associate. There is no remeasurement to
pengukuran kembali ke nilai wajar pada saat perubahan fair value upon such changes in ownership interests.
kepentingan.
Jika Perusahaan mengurangi bagian kepemilikan pada When the Company reduces its ownership interest in an
entitas asosiasi tetapi Perusahaan tetap menerapkan associate but the Company continues to use the equity
metode ekuitas, Perusahaan mereklasifikasi ke laba rugi method, the Company reclassifies to profit or loss the
proporsi keuntungan atau kerugian yang telah diakui proportion of the gain or loss that had previously been
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain yang recognized in other comprehensive income relating to that
terkait dengan pengurangan bagian kepemilikan (jika reduction in ownership interest (if that gain or loss would be
keuntungan atau kerugian tersebut akan direklasifikasi ke reclassified to profit or loss on the disposal of the related
laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait). assets or liabilities).
Ketika Perusahaan melakukan transaksi dengan entitas When a Company entity transacts with an associate, profits
asosiasi, keuntungan dan kerugian yang timbul dari and losses resulting from the transactions with the associate
transaksi dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan are recognized in the Company’s financial statements only to
keuangan Perusahaan hanya sebesar kepemilikan dalam the extent of its interest in the associate that are not related
entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Perusahaan. to the Company.
Perusahaan menerapkan PSAK 109, termasuk The Company applies PSAK 109, including the impairment
persyaratan penurunan nilai, untuk kepentingan jangka requirements, to long-term interests in an associate to which
panjang dalam entitas asosiasi ketika metode ekuitas the equity method is not applied and which form part of the
tidak diterapkan dan yang merupakan bagian dari net investment in the investee. Furthermore, in applying
investasi neto pada investee. Selanjutnya, dalam PSAK 109 to long-term interests, the Company does not take
menerapkan PSAK 109 untuk kepentingan jangka into account adjustments to their carrying amount required
panjang, Perusahaan tidak memperhitungkan by PSAK 228 (i.e. adjustments to the carrying amount of
penyesuaian nilai tercatat yang disyaratkan oleh PSAK long-term interests arising from the allocation of losses of
228 (misalnya, penyesuaian nilai tercatat kepentingan the investee or assessment of impairment in accordance with
jangka panjang yang timbul dari alokasi kerugian PSAK 228).
investee atau penilaian penurunan nilai berdasarkan
PSAK 228).
22
Page 32
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
n. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan n. Impairment of Non-Financial Assets
Pada setiap akhir tahun pelaporan, Perusahaan menilai The Company assesses, at the end of each annual reporting
apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami period, whether there is an indication that an asset may be
penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada impaired. If any such indication exists, or when annual
saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka impairment testing for an asset is required, the Company
Perusahaan membuat estimasi formal jumlah terpulihkan makes an estimate of the asset’s recoverable amount.
aset tersebut
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual An asset’s recoverable amount is the higher of the asset’s or
adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset its cash-generating unit’s fair value less costs to sell and its
atau unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual value in use, and is determined for an individual asset,
dengan nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak unless the asset does not generate cash inflows that are
menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar largely independent of those from other assets or group of
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai assets. Where the carrying amount of an asset exceeds its
tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, recoverable amount, the asset is considered impaired and is
maka aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai written down to its recoverable amount and an impairment
tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai loss is recognized immediately in profit or loss.
terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui
dalam laba rugi.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang Impairment losses of continuing operations, if any, are
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan recognized in the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori comprehensive income under expense categories that are
biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang consistent with the functions of the impaired assets. An
diturunkan nilainya. Penilaian dilakukan pada akhir setiap assessment is made at each annual reporting period as to
periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi whether there is any indication that previously recognized
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam impairment losses recognized for an asset other than
periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi goodwill may no longer exist or may have decreased. If such
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud indication exists, the recoverable amount is estimated.
ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai dari operasi yang Impairment losses of continuing operations, if any, are
berkelanjutan, jika ada, diakui pada laporan laba rugi dan recognized in the statement of profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain sesuai dengan kategori comprehensive income under expense categories that are
biaya yang konsisten dengan fungsi dari aset yang consistent with the functions of the impaired assets. An
diturunkan nilainya. Penilaian dilakukan pada akhir setiap assessment is made at each annual reporting period as to
periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi whether there is any indication that previously recognized
bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam impairment losses recognized for an asset other than
periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi goodwill may no longer exist or may have decreased. If such
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud indication exists, the recoverable amount is estimated.
ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode A previously recognized impairment loss for an asset is
sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika terdapat reversed only if there has been a change in the assumptions
perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk used to determine the asset's recoverable amount since the
menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi last impairment loss was recognized. If that is the case, the
penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah carrying amount of the asset is increased to its recoverable
tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. amount. The reversal is limited so that the carrying amount
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat of the assets does not exceed its recoverable amount, nor
aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun exceed the carrying amount that would have been
jumlah tercatat, neto setelah penyusutan dan/atau determined, net of depreciation and/or amortization, had no
amortisasi seandainya tidak ada rugi penurunan nilai impairment loss been recognized for the asset in prior years.
yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya.
Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi. Reversal of an impairment loss is recognized in profit or loss.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan atau amortisasi After such a reversal, the depreciation or amortization
aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk charge on the said asset is adjusted in future periods to
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, allocate the asset's revised carrying amount, less any
dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis residual value, on a systematic basis over its remaining
selama sisa masa manfaatnya. useful life.
23
Page 33
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
o. Provisi dan Kontijensi o. Provisions and Contingencies
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini Provisions are recognized when the Company has a present
(baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) obligation (legal or constructive) as a result of a past event,
sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar it is probable that the Company will be required to settle the
Perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban dan obligations, and a reliable estimate can be made of the
estimasi yang andal mengenal jumlah kewajiban tersebut amount of the obligation.
dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi The amount recognized as a provisions is the best estimate
terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk of the consideration required to settle the present obligation
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode at the end of the reporting period, taking into account the
pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan risks and uncertainties surrounding the obligation. Where a
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provision is measured using the cash flows estimated to
provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan settle the present obligation, its carrying amount is the
untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai present value of those cash flows (when the effect of time
tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika value of money is material).
pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai The discount rate used to determine the present value is a
kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan pre-tax rate that reflects current market assessments of the
penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko time value of money and the risks specific to the liability.
spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena The increase in the provision due to the passage of time is
berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga. recognized as interest expense.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk When some or all of the economic benefits required to settle
penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan a provision are expected to be recovered from a third party,
dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila a receivable is recognized as as asset if it is virtually certain
terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan that reimbursement will be received and the amount of the
jumlah piutang dapat diukur secara andal. receivable can be measured reliably.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan Contingent assets and liabilities are not recognized in the
keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan dalam financial statements. Contingent liabilities are disclosed in
laporan keuangan , kecuali kemungkinan arus keluar the financial statements, unless the possibility of an outflow
sumber daya yang mewujudkan manfaat ekonomi of resources embodying economic benefits is remote.
bersifat kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam Contingent assets are disclosed in the financial statements
laporan keuangan di mana kemungkinan besar terjadi where inflow of economic benefits is probable.
arus masuk manfaat ekonomi.
p. Dividen p. Dividends
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Dividend distribution to the Company’s shareholders is
Perusahaan diakui sebagai liabilitas dalam laporan recognized as a liability in the financial statements in the
keuangan pada periode ketika dividen tersebut disetujui period in which the dividends are approved by the
oleh para pemegang saham Perusahaan. Company’s shareholders.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban q. Revenue and Expenses Recognition
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Revenue is measured based on the consideration to which
Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam kontrak the Company expects to be entitled in a contract with a
dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang customer and excludes amounts collected on behalf of third
ditagih atas nama pihak ketiga. Perusahaan mengakui parties. The Company recognizes revenue when it transfers
pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang control of a product or service to a customer.
atau jasa kepada pelanggan
Pendapatan dari layanan survei diakui pada suatu titik Revenue from survey services is recognized at a point in
waktu ketika layanan diberikan dengan mengacu pada time when services are rendered by reference to the actual
progres aktual pekerjaan dan ketentuan dalam progress of work and the terms of the agreement.
perjanjian.
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual). Expenses are recognized when incurred (accrual basis).
24
Page 34
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
r. Laba per Saham r. Earnings per Share
Jumlah laba per saham dasar dihitung dengan membagi Basic earnings per share is calculated by dividing net profit
laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada for the year attributable to ordinary equity holders of the
pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah parent by the weighted average number of ordinary shares
saham biasa yang beredar pada periode yang outstanding during the year.
bersangkutan.
s. Imbalan Kerja Karyawan s. Employee Benefits
Imbalan Kerja Jangka Pendek Short-term Employee Benefits
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang Short term employee benefits are employee benefits which
jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah are due for payment within twelve months after the
akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja reporting period and recognized when the employees have
telah memberikan jasa kerjanya. rendered this related service.
Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa Liabilities are recognized when the employee renders
kepada Perusahaan dimana semua perubahan pada nilai services to the Company where all changes in the carrying
bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi. amount of the liability are recognized in profit or loss.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan Employee entitlements to annual leave are recognized when
mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan they accrue to employees. A provision is made for the
akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai estimated liability for annual leave as a result of services
tanggal periode pelaporan. rendered by employees up to the end of the reporting
period.
Imbalan kerja Program Imbalan Pasti Defined Benefit Plan
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang The Company recognized unfunded employee benefits
tidak didanai sesuai dengan Peraturan Pemerintah liability in accordance with Government Regulation in Lieu of
Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 Law (“Perppu”) No. 2 of 2022 on Job Creation which was
tentang Cipta Kerja yang kemudian disahkan menjadi later passed into Law No. 6 in 2023. Pension costs under the
Undang- Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun Company’s defined benefit pension plans are determined by
berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti periodic actuarial calculation using the projected unit-credit
Perusahaan ditentukan melalui perhitungan aktuaria method and applying the assumptions on discount rate, and
secara periodik dengan menggunakan metode projected annual rate of increase in compensation.
unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto,
dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan Remeasurement, comprising actuarial gains and losses is
kerugian aktuarial, yang tercermin langsung dalam reflected immediately in the statement of financial position
laporan posisi keuangan yang dibebankan atau with a charge or credit recognized in other comprehensive
dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain income in the period in which they occur in order for the net
pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau pension asset or liability recognized in the statement of
liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan keuangan financial position to reflect the full value of the plan deficit
untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus and surplus. Remeasurement recognized in other
program. Pengukuran kembali diakui sebagai pos comprehensive income is reflected immediately as a
terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas separate item under other comprehensive income in equity
dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. and will not be reclassified to profit or loss.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi Past service cost is recognized in profit or loss when the plan
amendemen program atau kurtailmen atau ketika amendment or curtailment occurs, or when the Company
Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi terkait atau recognizes related restructuring costs or termination
pesangon, jika lebih dahulu. benefits, if earlier.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat Net interest is calculated by applying the discount rate to the
diskonto terhadap liabilitAs ofau aset imbalan pasti neto. net defined benefit liability or asset. Defined benefit costs
Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut: are categorized as follows:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu • Service cost (including current service cost, past
serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan service cost, as well as gains and losses on
penyelesaian) curtailments and settlements)
• Beban atau pendapatan bunga neto • Net interest expense or income
• Pengukuran kembali • Remeasurement
25
Page 35
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari The Company presents the first two components of defined
biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan benefit costs in profit or loss. Curtailment gains and losses
kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu. are accounted for as past service costs.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan The retirement benefit obligation recognized in the
posisi keuangan merupakan defisit. statement of financial position represents the actual deficit.
Pesangon Termination
Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang terjadi lebih A liability for a termination benefit is recognized at the
dulu ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran earlier of when the entity can no longer withdraw the offer
imbalan tersebut dan ketika entitas mengakui biaya of the termination benefit and when the entity recognizes
restrukturisasi terkait. any related restructuring costs.
t. Biaya Emisi Saham t. Share Issuance Cost
Biaya emisi saham adalah setiap kontrak yang Share issuance cost is any contract that evidences a residual
memberikan hak residual atas aset Perusahaan setelah interest in the assets of an entity after deducting all of its
dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas liabilities. Equity instruments issued by the Company are
yang diterbitkan oleh Perusahaan dicatat sebesar hasil recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.
penerimaan neto setelah dikurangi biaya penerbitan
langsung.
u. Sewa u. Leases
Sebagai Penyewa As Lessee
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung The Company assesses whether a contract is or contains a
sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Perusahaan lease, at the inception of the contract. The Company
mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa terkait recognizes a right-of-use asset and a corresponding lease
sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana liability with respect to all lease arrangements in which it is
Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa the lessee, except for short-term leases (defined as leases
jangka pendek (yang didefinisikan sebagai sewa yang with a lease term of 12 months or less) and leases of low
memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa value assets. For these leases, the Company recognizes the
yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa lease payments as an operating expense on a straight-line
tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa basis over the term of the lease unless another systematic
sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa basis is more representative of the time pattern in which
sewa kecuali dasar sistematis lainnya lebih economic benefits from the leased assets are consumed.
merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari
aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran The lease liability is initially measured at the present value of
sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal the lease payments that are not paid at the commencement
permulaan, yang didiskontokan menggunakan suku date, discounted by using the rate implicit in the lease. If
bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak this rate cannot be readily determined, the Company uses
dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga the incremental borrowing rate specific to the lessee.
pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka The incremental borrowing rate depends on the term,
waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan currency and start date of the lease and is determined based
ditentukan berdasarkan serangkaian input, termasuk: on a series of inputs including: the risk-free rate based on
tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi government bond rates; a country-specific risk adjustment; a
pemerintah; penyesuaian risiko khusus negara; credit risk adjustment based on bond yields; and an entity
penyesuaian risiko kredit berdasarkan imbal hasil specific adjustment when the risk profile of the entity that
obligasi; dan penyesuaian khusus entitas ketika profil enters into the lease is different to that of the Company and
risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda the lease does not benefit from a guarantee from the
dengan Perusahaan dan sewa tersebut tidak memperoleh Company.
manfaat atas jaminan dari Perusahaan.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam Lease payments included in the measurement of the lease
pengukuran liabilitas sewa terdiri atas: liability comprise:
• pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap • fixed lease payments (including in- substance fixed
secara-substansi), dikurangi insentif sewa; payments), less any lease incentives;
• pembayaran sewa variabel yang bergantung pada • variable lease payments that depend on an index or
indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur rate, initially measured using the index or rate at the
dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada commencement date;
tanggal permulaan;
26
Page 36
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
u. Sewa (Lanjutan) u. Leases (Continued)
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam Lease payments included in the measurement of the lease
pengukuran liabilitas sewa terdiri atas: liability comprise:
• jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh • the amount expected to be payable by the lessee
penyewa dalam jaminan nilai residual; under residual value guarantees;
• harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti • the exercised price of purchase options, if the lessee is
untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan reasonably certain to exercised the options; and
• pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika • payments of penalties for terminating the lease, if the
masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi lease term reflects the exercised of an option to
opsi untuk menghentikan sewa. terminate the lease.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam The lease liability is presented as a separate line in the
laporan posisi keuangan. statement of financial position.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan The lease liability is subsequently measured by increasing
jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas the carrying amount to reflect the interest on the lease
sewa (menggunakan metode suku bunga efektif) dan liability (using the effective interest method) and by reducing
dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan the carrying amount to reflect the lease payments made.
sewa yang telah dibayar.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan antara liabilitas Each lease payment is allocated between the liability and
dan biaya keuangan. Biaya keuangan dibebankan pada finance cost. The finance cost is charged to profit or loss
laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan over the lease period so as to produce a constant periodic
tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo rate of interest on the remaining balance of the liability for
liabilitas untuk setiap periode. each period.
Perusahaan mengukur kembali liabilitas sewa (dan The Company remeasures the lease liability (and makes a
melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak guna) corresponding adjustment to the related right-of-use assets)
jika: whenever:
• terdapat perubahan dalam masa sewa atau • the lease term has changed or there is a change in
perubahan dalam penilaian atas eksekusi opsi the assessment of the exercised of a purchase option,
pembelian, di mana liabilitas sewa diukur dengan in which case the lease liability is remeasured by
mendiskontokan pembayaran sewa revisian discounting the revised lease payments using a
menggunakan tingkat diskonto revisian; revised discount rate;
Perusahaan mengukur kembali liabilitas sewa (dan The Company remeasures the lease liability (and makes a
melakukan penyesuaian terkait terhadap aset hak guna) corresponding adjustment to the related right-of-use assets)
jika: (lanjutan) whenever: (continued)
• terdapat perubahan sewa masa depan sebagai akibat • the lease payments change due to changes in an
dari perubahan indeks atau perubahan perkiraan index or rate or a change in expected payment under
pembayaran berdasarkan nilai residual jaminan di a guaranteed residual value, in which cases the lease
mana liabilitas sewa diukur Kembali dengan liability is remeasured by discounting the revised lease
mendiskontokan pembayaran sewa revisian payments using the initial discount rate (unless the
menggunakan tingkat diskonto awal (kecuali jika lease payments change is due to a change in a
pembayaran sewa berubah karena perubahan suku floating interest rate, in which case a revised discount
bunga mengambang, di mana tingkat diskonto rate is used); or
revisian digunakan); atau
• kontrak sewa dimodifikasi dan modifikasi sewa tidak • a lease contract is modified and the lease modification
dicatat sebagai sewa terpisah, di mana liabilitas sewa is not accounted for as a separate lease, in which case
diukur dengan mendiskontokan pembayaran sewa the lease liability is remeasured by discounting the
revisian menggunakan tingkat diskonto revisian. revised lease payments using a revised discount rate.
Perusahaan tidak melakukan penyesuaian tersebut The Company did not make such any adjustment during the
selama periode yang disajikan. periods presented.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas The right-of-use assets comprise the initial measurements of
sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau the corresponding lease liability, lease payments made at or
sebelum permulaan sewa dan biaya langsung awal. Aset before the commencement day and any initial direct costs.
hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi They are subsequently measured at cost less accumulated
akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai. depreciation and impairment losses.
27
Page 37
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
u. Sewa (Lanjutan) u. Leases (Continued)
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya Whenever the Company incurs an obligation for costs to
membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi dismantle and remove a leased asset, restore the site on
tempat di mana aset berada atau merestorasi aset which it is located or restore the underlying assets to the
pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan conditions required by the terms and conditions of the lease,
ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK a provision is recognized and measured under PSAK 237.
237. Biaya tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna The costs are included in the related right-of-use asset,
terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk unless those costs are incurred to produce inventories.
memproduksi persediaan.
Aset hak-guna disusutkan secara garis lurus selama Right-of-use assets are depreciated on a straight line basis
jangka waktu sewa yang lebih pendek dan estimasi masa over the shorter of the lease term and the estimated useful
manfaat aset. lives of the assets.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan The right-of-use assets are presented as a separate line in
posisi keuangan. the statement of financial position.
Perusahaan menerapkan PSAK 236 untuk menentukan The Company applies PSAK 236 to determine whether a
apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan right-of-use asset is impaired and accounts for any identified
mencatat kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi impairment loss as described in the impairment of non-
sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan penurunan nilai financial assets policy.
aset non keuangan.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau Variable rents that do not depend on an index or rate are
suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran not included in the measurements of the lease liability and
liabilitas sewa dan aset hak-guna. Pembayaran terkait the right-of-use asset. The related payments are recognized
diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa as an expense in the period in which the event or condition
atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi that triggers those payments occur and are included in the
dan dicatat dalam pos "Beban umum dan administrasi" line "General and administrative expenses" in the statement
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif of profit or loss and other comprehensive income.
lain.
Sebagai cara praktis, PSAK 116 mengijinkan penyewa As a practical expedient, PSAK 116 permits a lessee not to
untuk memisahkan komponen nonsewa, dan mencatat separate non-lease components, and instead account for any
masing-masing komponen sewa dan komponen nonsewa lease and associated non lease components as a single
sebagai kesepakatan sewa tunggal. Perusahaan tidak arrangement. The Company has not used this practical
menggunakan cara praktis ini. Untuk kontrak yang expedient. For contracts that contain a lease component and
memiliki komponen sewa dan satu atau lebih sewa one or more additional lease or non-lease components, the
tambahan atau komponen non sewa, Perusahaan Company allocates the consideration in the contract to each
mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke setiap lease component on the basis of the relative stand-alone
komponen sewa dengan dasar harga jual relatif berdiri price of the lease component and the aggregate stand-
sendiri dari komponen sewa dan jumlah agregat masing- alone price of the non-lease components.
masing dari komponen nonsewa.
v. Pajak Penghasilan v. Income Tax
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban Income tax expense comprises current and deferred tax.
pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk Income tax expense is recognized in profit or loss except to
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui di the extent that it relates to items recognized outside profit or
luar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif loss, either in other comprehensive income or directly in
lain atau langsung pada ekuitas. equity.
Pajak Kini Current Tax
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif Current tax expense is calculated using tax rates that have
pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, been enacted or substantively enacted at end of the
dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak reporting period, and is provided based on the estimated
tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi taxable income for the year. Management periodically
posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan evaluates positions taken in tax returns with respect to
(SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak situations in which applicable tax regulation is subject to
yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, interpretation. It establishes provision where appropriate on
manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah the basis of amounts expected to be paid to the tax
yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak. authorities.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak Underpayment or overpayment of corporate income tax are
penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban presented as part of income tax expense in the statement of
pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan profit or loss and other comprehensive income.
komprehensif lain.
28
Page 38
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
v. Pajak Penghasilan (Lanjutan) v. Income Tax (Continued)
Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan Interests and penalties arising from tax assessments and
kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan underpayment or overpayment of other taxes are presented
sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain as part of other operating income or expenses since they are
karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak not considered as part of the income tax expense.
penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat Amendments to tax obligations are recorded when a tax
surat ketetapan pajak diterima. Jika Perusahaan assessment letter is received. If the Company files an
mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan appeal, the Company considers whether it is probable that a
apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan taxation authority will accept the appeal and reflect its effect
menerima keberatan tersebut dan merefleksikan on the Company’s tax obligations.
dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Perusahaan.
Pajak Tangguhan Deferred Tax
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitAs ofas Deferred tax is provided using the liability method on
beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar temporary differences at the reporting date between the tax
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai bases of assets and liabilities and their carrying amounts for
tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas financial reporting purposes. Deferred tax liabilities are
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan recognized for all taxable temporary differences with certain
temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. exceptions. Deferred tax assets are recognized for deductible
Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer temporary differences and tax losses carry-forward to the
yang boleh dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat extent that it is probable that taxable income will be
kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada available in future years against which the deductible
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi temporary differences and tax losses carry-forward can be
perbedaan temporer dan rugi fiskal. Aset dan liabilitas utilized. Such deferred tax assets and liabilities are not
pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer recognized if the temporary differences arise from the initial
timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis recognition (other than in a business combination or
atau transaksi yang tidak menimbulkan perbedaan transactions that give rise to equal taxable and deductible
temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat temporary differences) of assets and liabilities in a
dikurangkan dalam jumlah yang sama) dari aset dan transaction that affects neither the taxable profit nor the
liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba accounting profit.
kena pajak atau laba akuntansi.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan Deferred tax assets and liabilities are measured at the tax
tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset rates that are expected to apply to the period when the
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, asset is realized or the liability is settled, based on tax laws
berdasarkan undang- undang pajak yang berlaku atau that have been enacted or substantively enacted at the end
berlaku secara substantif pada akhir periode laporan of reporting period. The related tax effects of the provisions
keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan for and/or reversals of all temporary differences during the
dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama year, including the effect of change in tax rates, are credited
tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif or charged to current period operations, except to the extent
pajak, dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi that they relate to items previously charged or credited to
berjalan, untuk transaksi transaksi yang sebelumnya other comprehensive income or directly in equity.
telah dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan
komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada The carrying amount of a deferred tax asset is reviewed at
akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah tercatat each reporting date and reduced to the extent that it is no
jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi longer probable that sufficient taxable income will be
tersedia dalam jumlah yang memadai untuk available to allow all or part of the benefit of that deferred
mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tax asset to be utilized. Unrecognized deferred tax assets are
tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui reassessed at each reporting date and are recognized to the
dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan extent that it has become probable that future taxable
diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak income will allow the deferred tax assets to be recovered.
mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan
tersedia untuk dipulihkan.
29
Page 39
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (Lanjutan) 3. MATERIAL ACCOUNTING POLICY INFORMATION (Continued)
v. Pajak Penghasilan (Lanjutan) v. Income Tax (Continued)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara Deferred tax assets and liabilities are offset when a legally
saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara enforceable right exists to offset current tax assets against
hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan current tax liabilities, and the deferred tax assets and the
liabilitas pajak kini, atau aset pajak tangguhan dan deferred tax liabilities relate to the same taxable entity, or
liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena the Company intends to settle its current tax assets and
pajak yang sama, atau Perusahaan bermaksud untuk liabilities on a net basis, or to realise the assets and settle
menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar the liabilities simultaneously, in each future period in which
neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan significant amounts of deferred tax liabilities or assets are
liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa expected to be settled or recovered.
depan di mana jumlah signifikan atas liabilitAs ofau aset
pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau
dipulihkan.
w. Informasi Segmen w. Segment Information
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan Operating segments are identified on the basis of internal
internal mengenai komponen dari Perusahaan yang reports about components of the Company that are regularly
secara regular direviu oleh “pengambil keputusan reviewed by the “chief operating decision maker” in order to
operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya allocate resources to the segments and to assess their
dan menilai kinerja segmen operasi. performances.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas: An operating segment is a component of an entity:
a. yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh a. that engages in business activities from which it may
pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk earn revenues and incurred expenses (including
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi revenues and expenses relating to the transactions
dengan komponen lain dari entitas yang sama); with other components of the same entity);
b. yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh b. whose operating results are reviewed regularly by the
pengambil keputusan operasional untuk membuat entity’s chief operating decision maker to make
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan decision about resources to be allocated to the
pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan segments and assess its performance; and
c. dimana tersedia informasi keuangan yang dapat c. for which discrete financial information is available.
dipisahkan
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan Information reported to the chief operating decision maker
operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan for the purpose of resource allocation and assessment of
penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari performance is more specifically focused on the category of
setiap produk. each product.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen Segment revenue, expenses, results, assets and liabilities
termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara include items directly attributable to a segment as well as
langsung kepada suatu segmen serta hal hal yang dapat those that can be allocated on a reasonable basis to that
dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen segment.
tersebut.
x. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan x. Events after the Reporting Period
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan Events after the reporting period that provide additional
informasi tambahan tentang posisi Perusahaan pada information about the Company’s position at the reporting
periode pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin period (adjusting events) are reflected in the financial
dalam laporan keuangan. Peristiwa setelah periode statements. Events after the reporting period that are not
pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, adjusting events, if any, are disclosed when material to the
diungkapkan ketika material terhadap laporan keuangan. financial statements.
30
Page 40
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES
UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI OF ESTIMATION UNCERTAINTY
Penyusunan mengharuskan pertimbangan, laporan The preparation of the Company’s financial statements
keuangan manajemen estimasi dan untuk Perusahaan requires management to make judgments, estimates and
membuat asumsi yang mempengaruhi jumlah yang assumptions that affect the reported amounts herein, and
dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang the related disclosures, at the end of the reporting period.
terkait, pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian However, uncertainty about these assumptions and
mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat estimates could result in outcomes that require a material
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai adjustment to the carrying amount of the asset or liability
tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan affected in future periods.
berikutnya.
Pertimbangan Judgments
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi In the process of applying the Company’s accounting
Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan policies, management has made the following judgments,
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan which have the most significant effect on the amounts
terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: recognized in the financial statements:
Penilaian Model Bisnis Business Model Assessment
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung Classification and measurement of financial assets depends
pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Perusahaan on the results of the SPPI testing and the business model
menentukan model bisnis pada tingkat yang test. The Company determines the business model at a level
mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan that reflects how Company of financial assets are managed
dikelola bersama untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. together to achieve a particular business objective. This
Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan assessment includes judgment reflecting all relevant
semua bukti yang relevan termasuk bagaimana kinerja evidence including how the performance of the assets is
aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang evaluated and their performance measured, the risks that
memengaruhi kinerja aset dan bagaimana hal ini dikelola affect the performance of the assets and how these are
dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. managed and how the managers of the assets are
Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada compensated. The Company monitors financial assets
biaya perolehan diamortisasi yang dihentikan measured at amortized cost that are derecognized prior to
pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami their maturity to understand the reason for their disposal
alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut and whether the reasons are consistent with the objective of
konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut the business for which the asset was held. Monitoring is part
dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian of the Company’s continuous assessment of whether the
berkelanjutan Perusahaan atas apakah model bisnis di business model for which the remaining financial assets are
mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai held continues to be appropriate and if it is not appropriate
dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan whether there has been a change in business model and so
dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat a prospective change to the classification of those assets. No
perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan such changes were required during the periods presented.
tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama
periode yang disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional Determination of Functional Currency
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari The functional currencies of the Company are the currency
lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. of the primary economic environment in which each entity
Mata uang tersebut adalah mata uang yang operates. It is the currency that mainly influences the
mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang revenue and cost of rendering services. Based on the
diberikan. Berdasarkan penilaian manajemen Company’s management assessment, the Company’s
Perusahaan, mata uang fungsional Perusahaan adalah functional currency is in Rupiah.
Rupiah.
Berdasarkan Akta Notaris No. 19 pada tanggal 30 Maret Based on Notarial Deed No. 19 dated March 30, 2021 by
2021 oleh Heri Martono, S.H., Perusahaan membeli Heri Martono, S.H., the Company purchased 250,000 shares
250.000 lembar saham PT Mart Abadi Pharma (“MAP”) of PT Mart Abadi Pharma (“MAP”) for Rp250,000,000 which
senilai Rp250.000.000 yang mewakili 25% kepemilikan. represents 25% ownership. Until completion date of the
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, financial statements, MAP still has not started its commercial
MAP masih belum memulai aktivitas komersial. activities.
31
Page 41
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES
UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan) OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)
Estimasi dan Asumsi Estimates and Assumptions
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber The key assumptions concerning the future and other key
estimasi utama yang lain pada yang memiliki risiko sources of estimation uncertainty at that have a significant
signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai risk of causing a material adjustment to the carrying
tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya amounts of assets and liabilities within the next financial
diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan year, are described below. The Company based its
asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia. assumptions and estimates on parameters available. Existing
Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan circumstances and assumptions about future developments
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di however, may change due to market changes or
luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan circumstances arising beyond the control of the Such
dalam asumsi terkait pada saat terjadinya. changes are reflected in the assumptions when they occur.
Penurunan Nilai Piutang Usaha Impairment of Trade Receivables
Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk The Company uses a provision matrix to calculate ECLs for
menghitung ECL piutang usaha. Tingkat provisi trade receivables. The provision rates are based on days
didasarkan pada hari lewat jatuh tempo untuk past due for groupings of various customer segments that
pengelompokan berbagai segmen pelanggan yang have similar loss patterns (i.e., by geography, product type,
memiliki pola kerugian yang serupa (yaitu, menurut customer type and rating, and coverage by letters of credit
geografi, jenis produk, jenis dan peringkat pelanggan, and other forms of credit insurance).
dan pertanggungan berdasarkan surat kredit dan bentuk
asuransi kredit lainnya).
Matriks provisi awalnya didasarkan pada tingkat gagal The provision matrix is initially based on the Company’s
bayar yang diamati secara historis Perusahaan. historical observed default rates. The Company will calibrate
Perusahaan akan mengkalibrasi matriks untuk the matrix to adjust the historical credit loss experience with
menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis forward-looking information. For instance, if forecast
dengan informasi berwawasan ke depan. Misalnya, jika economic conditions (i.e., gross domestic product) are
prakiraan kondisi ekonomi (yaitu, produk domestik bruto) expected to deteriorate over the next year which can lead to
diperkirakan akan memburuk selama tahun depan yang an increased number of defaults, the historical default rates
dapat menyebabkan peningkatan jumlah gagal bayar, are adjusted. At every reporting date, the historical observed
maka tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada default rates are updated and changes in the forward-
setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar yang looking estimates are analyzed.
diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam
estimasi berwawasan ke depan dianalisis.
Penilaian korelasi antara tingkat gagal bayar yang diamati The assessment of the correlation between historical
secara historis, prakiraan kondisi ekonomi, dan ECL observed default rates, forecast economic conditions and
adalah estimasi signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap ECLs is a significant estimate. The amount of ECLs is
perubahan keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. sensitive to changes in circumstances and of forecast
Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan economic conditions. The Company’s historical credit loss
prakiraan kondisi ekonomi mungkin tidak mewakili gagal experience and forecast of economic conditions may also not
bayar aktual pelanggan di masa depan. Informasi be representative of customer’s actual default in the future.
mengenai ECL pada piutang usaha dalam Catatan 6. The information about the ECL on the Company’s trade
receivables is disclosed in Note 6, respectively.
Imbalan Kerja dan Pensiun Pension and Employee Benefits
Penentuan utang dan biaya pensiun dan liabilitas imbalan The determination of the Company obligations and cost for
kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi pension and employee benefits liabilities is dependent on its
yang digunakan oleh aktuaris independen dalam selection of certain assumptions used by the independent
menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut actuaries in calculating such amounts. Those assumptions
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan include among others, discount rates, future annual salary
gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan increase, annual employee turn-over rate, disability rate,
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat retirement age and mortality rate. Actual results that differ
kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang from the Company assumptions are recognized immediately
ditetapkan Perusahaan diakui segera pada laporan posisi in the statement of financial position with a corresponding
keuangan dengan debit atau kredit ke penghasilan debit or credit to other comprehensive income in the period
komprehensif lain dalam periode terjadinya. Sementara which they occur. While the Company believes that its
Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah assumptions are reasonable and appropriate, significant
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual differences in the Group’s actual experiences or significant
atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan changes in the Company assumptions may materially affect
Perusahaan dapat mempengaruhi secara material its estimated liabilities for pension and employee benefits
liabilitas diestimasi atas pensiun dan imbalan kerja dan and net employee benefits expense. The carrying amount of
beban imbalan kerja neto. Nilai tercatat liabilitas imbalan the employee benefits obligation are disclosed in Note 15.
kerja diungkapkan pada Catatan 15.
32
Page 42
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL FOR THE YEARS ENDED
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 DECEMBER, 31 2025 AND 2024
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
4. PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER 4. CRITICAL ACCOUNTING JUDGMENTS AND KEY SOURCES
UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI (Lanjutan) OF ESTIMATION UNCERTAINTY (Continued)
Pajak Penghasilan Income Tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan Significant judgment is involved in determining the provision
provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi for corporate income tax. There are certain transactions and
dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya computation for which the ultimate tax determination is
adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. uncertain during the ordinary course of business. The
Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan Company recognizes liabilities for expected corporate income
badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tax issues based on estimates of whether additional
tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih corporate income tax will be due. Further details are
rinci diungkapkan dalam Catatan 13c. disclosed in Note 13c.
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer Deferred tax assets are recognized for deductible temporary
yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang difference and all unused tax losses to the extent that it is
belum digunakan sepanjang besar kemungkinannya probable that taxable profit will be available against which
bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga the losses can be utilized. Significant management estimates
rugi fiskal tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan are required to determine the amount of deferred tax assets
oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah that can be recognized, based upon the likely timing and the
aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan level of future taxable profits together with future tax
saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak planning strategies. Further details are disclosed in Note
serta strategi perencanaan pajak masa depan. Rincian 13d.
lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 13d.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Aset Estimated Useful Lives of Fixed Assets and Intangible Assets
Takberwujud
Biaya perolehan aset tetap dan aset takberwujud The costs of fixed assets and intangible assets are
disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus depreciated on a straight-line basis over their estimated
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Masa useful lives. The useful life of fixed assets and intangible
manfaat setiap aset tetap dan aset takberwujud assets and is estimated based on the period over which the
Perusahaan ditentukan berdasarkan periode kegunaan asset is expected to be available for use. Such estimation is
yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini based on internal technical evaluation and experience with
ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan similar assets. The estimated useful life of each asset is
pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset reviewed periodically and updated if expectations differ from
direviu secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan previous estimates due to physical wear and tear, technical
berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, or commercial obsolescence and legal or other limits on the
keusangan teknis dan komersial, hukum atau use of the asset. It is possible, however, that future results
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun of operations could be materially affected by changes in the
terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa amounts and timing of recorded expenses brought about by
mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh changes in the factors mentioned above.
perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban
yang diakibatkan karena perubahan faktor yang
disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan aset A change in the estimated useful life of any item of fixed
takberwujud dapat mempengaruhi jumlah beban assets and intangible assets would affect the recorded
penyusutan dan amortisasi yang diakui dan penurunan depreciation and amortization expense, respectively, and
nilai tercatat aset tersebut. decrease in the carrying values of these assets.
Nilai tercatat aset tetap dan aset takberwujud The carrying amount of fixed assets and intangible assets is
diungkapkan dalam Catatan 9 dan Catatan 10. disclosed in Note 9 and Note 10.
33
Page 43
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
5. KAS DAN SETARA KAS 5. CASH AND CASH EQUIVALENTS
Akun tersebut merupakan kas dan bank untuk tahun-tahun This account represents cash and cash equivalents as of
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
rincian sebagai berikut :
2025 2024
Kas 10.500.000 10.500.000 Cash on Hand
Bank Cash in Banks
PT Bank Mandiri (Persero), Tbk 14.485.582.385 11.168.445.317 PT Bank Mandiri (Persero), Tbk
PT Bank Mayapada PT Bank Mayapada
Internasional, Tbk 72.912.296 64.851.053 Internasional, Tbk
Sub Jumlah 14.558.494.681 11.233.296.370 Sub-total
Jumlah 14.568.994.682 11.243.796.370 Total
Pada tanggaal 31 Desember 2025 dan 2024, seluruh bank As of December 31, 2025 and 2024, cash in banks are
ditempatkan pada pihak ketiga. placed on third parties.
Tidak terdapat saldo kas dan bank yang digunakan sebagai There is no balance of cash on hand and in banks which is
jaminan atau dibatasi penggunaannya. pleged as collateral nor restricted inuse.
6. PIUTANG USAHA 6. TRADE RECEIVABLES
Akun tersebut merupakan piutang usaha untuk tahun-tahun This account represents account receivables as of
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
rincian sebagai berikut :
2025 2024
Pihak Ketiga Third Parties
PT PGAS Solution 12.037.500.000 - PT PGAS Solution
PT Tri Mitra Resources 7.698.120.000 7.698.120.000 PT Tri Mitra Resources
PT Timas Suplindo - 17.808.614.490 PT Timas Suplindo
PT Meindo Elang Indah - 5.575.500.000 PT Meindo Elang Indah
PT Timas Samudera Indonesia - 3.344.152.500 PT Timas Samudera Indonesia
Jumlah 19.735.620.000 34.426.386.990 Total
Dikurangi cadangan kerugian Less allowance for expected
kredit ekspektasian (7.698.120.000) (7.698.120.000) credit losses
Neto 12.037.500.000 26.728.266.990 Net
Seluruh piutang usaha dalam mata uang Rupiah pada tanggal All trade receivables are denominated in Rupiah as of
31 Desember 2025 dan 2024. Descember 31, 2025 and 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, seluruh pelanggan As of December 31, 2025 and 2024, all customers
mewakili lebih dari 5% dari jumlah saldo piutang usaha. represent more than 5% of the total of trade receivables.
Rincian umur piutang usaha adalah sebagai berikut: The aging of the trade receivables are as follows:
2025 2024
Belum Jatuh Tempo 12.037.500.000 9.949.254.011 Not Yet Due
1-30 Hari - 7.645.007.079 1-30 Days
31-60 Hari - 9.134.005.900 31-60 Days
61-90 Hari - - 61-90 Days
Lebih dari 90 Hari 7.698.120.000 7.698.120.000 More than 90 Days
Jumlah 19.735.620.000 34.426.386.990 Total
Dikurangi cadangan kerugian
kredit ekspektasian (7.698.120.000) (7.698.120.000)
Neto 12.037.500.000 26.728.266.990 Net
34
Page 44
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
6. PIUTANG USAHA (Lanjutan) 6. TRADE RECEIVABLES (Continued)
Dalam menentukan ECL, manajemen telah memperhitungkan In determining the ECL, management has taken into
posisi keuangan pelanggan terkait, disesuaikan dengan faktor- account the financial position of the customers, adjusted for
faktor spesifik dari pelanggan dan kondisi ekonomi umum factors that are specific to the customers and general
industri di mana pelanggan beroperasi. economic conditions of the industry in which they operate.
Tidak ada perubahan dalam teknik estimasi atau asumsi There has been no change in the estimation techniques or
signifikan yang dibuat selama periode pelaporan berjalan. significant assumptions made during the current reporting
period.
Mutasi cadangan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai The movement of allowance for expected credit losses are
berikut: as follows:
2025 2024
Saldo awal tahun 7.698.120.000 7.698.120.000 Beginning balance
Penambahan tahun berjalan - - Provision during the year
Jumlah 7.698.120.000 7.698.120.000 Total
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas ECL tersebut Management believes that the allowance for ECLs is
cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian dari tidak adequate to cover possible losses on uncollectible trade
tertagihnya piutang usaha. receivables.
7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA 7. ADVANCE AND PREPAID EXPENSES
Akun tersebut merupakan uang muka dan biaya dibayar di This account represents advance and prepaid expenses as
muka untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember of December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
2025 dan 2024, dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
Jangka pendek Current
Uang muka Advances
Perlengkapan proyek 42.833.420.422 25.675.138.734 Project supplies
Operasional 263.945.845 574.902.391 Operational
Konsultan - 896.700.000 Consultant
Sub-jumlah uang muka 43.097.366.267 27.146.741.125 Sub-total advances
Biaya dibayar di muka Prepaid expenses
Sewa 27.500.000 27.500.000 Rent
Asuransi 6.199.835 130.669.898 Insurance
Sub-jumlah biaya dibayar di muka 33.699.835 158.169.898 Sub-total prepaid expenses
Sub-Jumlah uang muka dan biaya Sub-total advances and prepaid
dibayar di muka jangka pendek 43.131.066.102 27.304.911.023 expenses - current
Jangka Panjang Non-Current
Uang muka Advances
Pembelian aset tetap - 25.267.084.143 Purchase of fixed assets
Perlengkapan proyek - 20.319.192.761 Project Supplies
Sub-jumlah uang muka - 45.586.276.904 Sub-total advances
Jumlah 43.131.066.102 72.891.187.927 Total
Berikut ini merupakan rincian uang muka perlengkapan proyek The following is a breakdown of advances for project
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: equipment as of December 31, 2025 and 2024:
a. Pada tanggal 2 Desember 2024, Perusahaan mengadakan a. On December 2, 2024, the Company entered into a
perjanjian kerja sama dengan PT Multitekno Surya Mandiri cooperation agreement with PT Multitekno Surya
(“MSS”) dengan nomor perjanjian No.01/MSM- Mandiri ("MSS") under agreement numbers No.01/MSM-
ASI/KSO/XII/2024 dan No.02/MSM-ASI/KSO/XII/2024 ASI/KSO/XII/2024 and No.02/MSM-ASI/KSO/XII/2024
untuk kerja sama penunjukan secara eksklusif untuk for an exclusive partnership to support MSS in the
mendukung MSS dalam pelaksanaan pekerjaan penyediaan implementation of work related to the provision of one
1 (satu) unit perangkat pengeboran kapasitas minimum 750 (1) drilling rig with a minimum capacity of 750 HP for
HP untuk pengeboran sumur eksploitasi dan eksplorasi di drilling exploitation and exploration wells in the
wilayah Pertamina EP Zona 4 dan 1 (satu) unit perangkat Pertamina EP Zone 4 area and one (1) drilling rig with a
pengeboran kapasitas minimum 250 HP untuk pengeboran minimum capacity of 250 HP for drilling wells in the PT
sumur di wilayah PT Pertamina EP RAMBA. Pertamina EP RAMBA area.
35
Page 45
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA (Lanjutan) 7. ADVANCE AND PREPAID EXPENSES (Continued)
Berikut ini merupakan rincian uang muka perlengkapan proyek The following is a breakdown of advances for project
pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024: (lanjutan) equipment as of December 31, 2025 and 2024: (continued)
Dengan estimasi pekerjaan akan dilaksanakan pada tahun The estimated work is expected to be carried out in
2025 dan selesai pada tahun 2027. Untuk mendukung 2025 and completed in 2027. To support the
perjanjian kerja sama dengan MSS tersebut, pada tanggal 9 cooperation agreement with MSS, on December 9,
Desember 2024, Perusahaan mengadakan perjanjian 2024, the Company entered into an agreement with
dengan subkontraktor PT Indo Jaya Karya Murni (“IJKM”) subcontractor PT Indo Jaya Karya Murni (“IJKM”) with
dengan nomor perjanjian No.24/IJKM-ASI/XII/2024. agreement number No.24/IJKM-ASI/XII/2024. This
Perjanjian ini bertujuan untuk mendukung pekerjaan well agreement aims to support the well service work,
service, termasuk jasa pengoperasian dan pengelolaan including operation and management services for 250
perangkat RIG 250 HP yang berlokasi di Provinsi Jambi, HP RIG devices located in Jambi Province, Indonesia, or
Indonesia, atau lokasi lain yang ditunjuk oleh Perusahaan, other locations appointed by the Company, with an
dengan jangka waktu perjanjian dua tahun sejak tanggal agreement period of two years from the date of signing
penandatanganan perjanjian. Pada tanggal 20 Desember the agreement. On December 20, 2024, the Company
2024, Perusahaan telah melakukan pembayaran uang muka has made an advance payment related to this
terkait dengan pekerjaan ini dengan nilai sebesar amounting to Rp16,784,032,486.
Rp16.784.032.486.
Untuk mendukung perjanjian kerja sama dengan MSS To support the cooperation agreement with MSS, on
tersebut, pada tanggal 9 Desember 2024, Perusahaan December 9, 2024, the Company entered into an
mengadakan perjanjian dengan subkontraktor PT Indo Jaya agreement with subcontractor PT Indo Jaya Karya
Karya Murni (“IJKM”) dengan nomor perjanjian No.24/IJKM- Murni (“IJKM”) with agreement number No.24/IJKM-
ASI/XII/2024. Perjanjian ini bertujuan untuk mendukung ASI/XII/2024. This agreement aims to support the well
pekerjaan well service, termasuk jasa pengoperasian dan service work, including operation and management
pengelolaan perangkat RIG 250 HP yang berlokasi di services for 250 HP RIG devices located in Jambi
Provinsi Jambi, Indonesia, atau lokasi lain yang ditunjuk Province, Indonesia, or other locations appointed by the
oleh Perusahaan, dengan jangka waktu perjanjian dua Company, with an agreement period of two years from
tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Pada the date of signing the agreement. On December 20,
tanggal 20 Desember 2024, Perusahaan telah melakukan 2024, the Company has made an advance payment
pembayaran uang muka terkait dengan pekerjaan ini related to this amounting to Rp16,784,032,486.
dengan nilai sebesar Rp16.784.032.486.
Pada tanggal 10 Desember 2024, Perusahaan juga On December 10, 2024, the Company also entered into
mengadakan perjanjian dengan subkontraktor PT Wijaya an agreement with subcontractor PT Wijaya Bangun
Bangun Sakti (“WBS”) dengan nomor perjanjian No.05/WBS- Sakti (“WBS”) with agreement number No.05/WBS-
ASI/XII/2024. Perjanjian ini bertujuan untuk mendukung ASI/XII/2024. This agreement aims to support the well
pekerjaan well service yang meliputi jasa pengoperasian service work which includes operating and managing
dan pengelolaan perangkat RIG 750 HP yang berlokasi di the 750 HP RIG device located in Jambi Province,
Provinsi Jambi, Indonesia, atau lokasi lain yang ditunjuk Indonesia, or other locations appointed by the
oleh Perusahaan, dengan jangka waktu perjanjian dua Company, with an agreement period of two years from
tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. Pada the date of signing the agreement. On December 19,
tanggal 19 Desember 2024, Perusahaan telah melakukan 2024, the Company has made an advance payment
pembayaran uang muka terkait dengan pekerjaan ini related to this work amounting to Rp23,854,353,063.
dengan nilai sebesar Rp23.854.353.063.
8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI 8. INVESTMENT IN AN ASSOCIATE
Akun tersebut merupakan investasi pada entitas asosiasi untuk This account represents investment in an associate as of
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut :
Keterangan / Subject Domisili/ Domicile Persentase kepemilikan/ 2025 2024
Percentae of ownership
PT Mart Abadi Pharma Indonesia 25% 199.521.363 201.117.906
2025 2024
Nilai buku awal tahun 201.117.906 204.993.130 Beginnin carrying value
Bagian Perusahaan atas rugi The Company's prtion of the
tahun berjalan (1.596.543) (3.875.224) current year's loss
Jumlah 199.521.363 201.117.906 Total
36
Page 46
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI (Lanjutan) 8. INVESTMENT IN AN ASSOCIATE (Continued)
Rincian informasi keuangan terkait entitas asosiasi adalah The details of financial information related to an associate
sebagai berikut: are as follows:
2025 2024
Jumlah aset 725.893.343 742.976.120 Total assets
Jumlah ekuitas 725.893.343 742.976.120 Total equity
Rugi neto tahun berjalan 6.386.170 15.500.893 Net loss for the year
9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS
Akun tersebut merupakan aset tetap untuk tahun-tahun yang This account represents fixed assets as of December 31,
berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan rincian 2025 and 2024, with details as follows:
sebagai berikut :
2025
Keterangan / Subject Saldo Awal / Beginning Penambahan / Addition Penyesuaian Nilai Wajar Saldo Akhir /
Balance 1 Januari 2025/ / Fair Value Adjustment Ending Balance
January, 1 2025 31 Desember 2025/
December 31, 2025
Nilai Perolehan / At Cost :
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership
Tanah / Land 13.650.000.000 - 2.700.000.000 16.350.000.000
Bangunan / Building 7.106.000.000 - - 7.106.000.000
Kendaraan / Vehicle 7.843.181.000 - - 7.843.181.000
Peralatan Proyek / Project
equipment 22.871.437.686 30.752.328.539 - 53.623.766.224
Perlengkapan Kantor /
Office supplies 1.496.500.595 35.669.200 - 1.532.169.795
Jumlah / Total 52.967.119.281 30.787.997.739 2.700.000.000 86.455.117.019
Akumulasi Penyusutan /
Accumulated
Depreciation :
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership
Bangunan / Building 548.961.373 355.300.000 (412.444.706) 491.816.667
Kendaraan / Vehicle 2.732.210.160 940.793.375 - 3.673.003.535
Peralatan Proyek / Project
equipment 2.979.700.714 4.934.395.956 - 7.914.096.670
Perlengkapan Kantor /
Office supplies 998.350.529 252.255.611 - 1.250.606.139
Jumlah / Total 7.259.222.776 6.482.744.942 (412.444.706) 13.329.523.011
Nilai Buku / Book
Value 45.707.896.505 73.125.594.008
37
Page 47
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)
2024
Keterangan / Subject Saldo Awal / Beginning Penambahan / Addition Pengurangan / Saldo Akhir /
Balance 1 Januari 2024/ Deduction Ending Balance 31
January, 1 2024 Desember 2024/
December 31, 2024
Nilai Perolehan / At Cost :
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership
Tanah / Land 13.650.000.000 - - 13.650.000.000
Bangunan / Building 7.106.000.000 - - 7.106.000.000
Kendaraan / Vehicle 7.523.181.000 3.700.000.000 3.380.000.000 7.843.181.000
Peralatan Proyek / Project
equipment 2.088.107.348 20.783.330.338 - 22.871.437.686
Perlengkapan Kantor /
Office supplies 1.475.950.595 20.550.000 - 1.496.500.595
Aset Hak - Guna / Right-
of-Use Assets
Bangunan / Building 794.231.346 - 794.231.346 -
Jumlah / Total 32.637.470.289 24.503.880.338 4.174.231.346 52.967.119.281
Keterangan / Subject Saldo Awal / Beginning Penambahan / Addition Pengurangan / Saldo Akhir /
Balance 1 Januari 2024/ Deduction Ending Balance
January, 1 2024 31 Desember 2024/
December 31, 2024
Akumulasi Penyusutan /
Accumulated
Depreciation :
Kepemilikan Langsung /
Direct Ownership
Bangunan / Building 182.987.124 365.974.249 - 548.961.373
Kendaraan / Vehicle 3.466.812.532 778.939.295 1.513.541.667 2.732.210.160
Peralatan Proyek / Project
equipment 2.024.113.242 955.587.473 - 2.979.700.714
Perlengkapan Kantor /
Office supplies 746.811.759 251.538.770 - 998.350.529
Aset Hak - Guna / Right-
of-Use Assets
Bangunan / Building 794.231.346 - 794.231.346 -
Jumlah / Total 7.214.956.003 2.352.039.786 2.307.773.013 7.259.222.776
Nilai Buku / Book
Value 25.422.514.286 45.707.896.505
Beban penyusutan tahun 2025 dan 2024 dialokasikan sebagai Depreciation expenses for the years ended 2025 and 2024 are
berikut : allocated as follows:
2025 2024
Beban Umum dan Administrasi General and Administrative
(Catatan 23) 1.548.348.986 1.396.452.310 Expenses (Note 23)
Beban Pokok Pendapatan Cost of Revenue
(Catatan 22) 4.934.395.956 955.587.473 (Note 22)
Jumlah 6.482.744.942 2.352.039.782 Total
38
Page 48
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
9. ASET TETAP (Lanjutan) 9. FIXED ASSETS (Continued)
Pelepasan aset tetap pada tahun 2025 dan 2024 adalah sebagai The disposal of fixed assets in 2025 and 2024 is as follows:
berikut:
2025 2024
Harga perolehan - 3.380.000.000 Cost of Goods Sold
Akumulasi Penyusutan - (1.513.541.667) Operating Expenses
Nilai Buku Neto - 1.866.458.333 Net Book Value
Penerimaan kas dari pelepasan Cash proceeds from disposal of
aset tetap - 2.250.000.000 fixed assets
Keuntungan atas pelepasan Gain of Disposal of
aset tetap (Catatan 25) - 383.541.667 fixed assets (Note 25)
Aset tetap Perusahaan disajikan sebesar nilai revaluasian, yaitu The Company’s fixed assets are stated at their revalued
nilai wajar pada tanggal revaluasi, dikurangi akumulasi amounts, being the fair value at the date of revaluation,
penyusutan dan akumulasi penurunan nilai yang terjadi. less any subsequent accumulated depreciation and
Pengukuran nilai wajar atas aset tetap Perusahaan pada subsequent accumulated impairment losses. The fair value
tanggal 24 November 2025 berdasarkan pada laporan penilaian measurements of the Company’s fixed assets as at
yang diterbitkan oleh Kusno Raharjo dan Rekan, penilai JNovember 24, 2025 were based on valuation reports
independen, yang memiliki kualifikasi yang tepat dan issued by Kusno Raharjo dan Rekan, an independent
pengalaman terkini dalam pengukuran nilai wajar properti di valuer, who have appropriate qualifications and recent
lokasi yang relevan. experience in the fair value measurement of the properties
in the relevant locations.
Pada tanggal 12 November 2025, nilai wajar tanah dan On November 12, 2025, the fair value of land and building
bangunan sebesar Rp30.023.400.000,- ditentukan berdasarkan amounted to Rp23,023,400,000 is determined based on
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”) Kusno Raharjo dan Rekan, Office of Public Appraisal Service (“KJPP”) Kusno Raharjo
penilai independen, yang telah teregistrasi di OJK dalam dan Rekan, an independent appraiser, which is registered in
laporan No. 00489/2,9167-01/PI/07/0473/1/XI/2025 tanggal 24 OJK, on its report No. 00489/2,9167-
November 2025 yang ditanda tangani oleh Ferdi Irawan, ST., 01/PI/07/0473/1/XI/2025 dated November 24, 2025 which
MAPPI. is signed by Ferdi Irawan, ST., MAPPI.
Rincian nilai wajar tanah dan bangunan pada tanggal 12 The details of fair value of land and building as of
November 2025 adalah sebagai berikut: November 12, 2025 are as follows:
12 November /
November 12, 2025
Nilai Wajar: Fair Value:
Tanah 16.350.000.000 Land
Bangunan 7.106.000.000 Building
Jumlah Nilai Wajar 23.456.000.000 Total Fair Value
Harga Perolehan Acquisition Cost
Tanah 13.650.000.000 Land
Bangunan 7.106.000.000 Building
Sub-Jumlah 20.756.000.000 Sub-Total
Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation
Bangunan (412.444.706) Building
Nilai Buku Neto 20.343.555.294 Net Book Value
Keuntungan Revaluasi Aset Tetap 3.112.444.706 Gain on Revaluation of Fixed Assets
10. ASET TAK NERWUJUD - NETO 10. INTANGIBLE ASSETS - NET
Akun tersebut merupakan aset tak berwujud untuk tahun-tahun This account represents intangible assets as of December
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan 31, 2025 and 2024, with details as follows:
rincian sebagai berikut :
2025 2024
Biaya Perolehan At Cost
Saldo Awal 14.321.545.254 809.550.195 Beginning Balance
Penambahan 22.543.951.935 13.511.995.059 Additions
Jumlah harga perolehan 36.865.497.188 14.321.545.254 Total Acquisition Cost
Akumulasi Amortisasi Accumulated Amortization
Saldo Awal (1.411.944.662) (475.651.810) Beginning Balance
Penambahan (Catatan 22) (5.774.524.729) (936.292.852) Additions (Note 22)
Jumlah Akumulasi Total Accumulated
Amortisasi (7.186.469.391) (1.411.944.662) Amortization
Nilai Buku Neto 29.679.027.798 12.909.600.592 Net Book Value
39
Page 49
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
10. ASET TAK NERWUJUD - NETO (Lanjutan) 10. INTANGIBLE ASSETS - NET (Continued)
Aset takberwujud merupakan perangkat lunak yang digunakan Intangible asset represents software used by the Company
Perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. to conduct its operational activities. All amortization
Seluruh beban amortisasi aset takberwujud dibebankan pada expense for intangible assets is charged to cost of revenue
beban pokok pendapatan (Catatan 22). (Note 22).
Berdasarkan hasil penelaahan yang dilakukan oleh manajemen, Based on management’s review, there are no events or
tidak terdapat kejadian atau perubahan atas keadaan yang changes in circumstances that indicate an impairment of
menunjukkan adanya penurunan nilai aset takberwujud masing- intangible asset as of December 31, 2025 and 2024,
masing pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024. respectively.
11. UTANG USAHA 11. TRADE PAYABLES
Akun tersebut merupakan utang usaha untuk tahun-tahun yang This account represents trade payables as of December 31,
berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan rincian 2025 and 2024, with details as follows:
sebagai berikut :
2025 2024
Pihak Ketiga: Third Parties:
SGD USD
Oceanscan Pte Ltd 1.543.175.951 - Oceanscan Pte Ltd
Seatronics Pte Ltd - 691.564.353 Seatronics Pte Ltd
Clockwise Subsea - 412.813.218 Clockwise Subsea
Hydronav Services (S) Pte Ltd - 151.693.300 Hydronav Services (S) Pte Ltd
Rupiah Rupiah
PT Elaar Prima Nusantara 533.560.000 - PT Elaar Prima Nusantara
PT Rekanusa Pracipta Konsultindo 328.282.500 - PT Rekanusa Pracipta Konsultindo
Lain-lain dibawah 100juta 349.242.859 680.697.888 Others Under 100 Million
SGD SGD
Oceanscan Pte Ltd - 873.521.313 Oceanscan Pte Ltd
Sea and Land - Sea and Land -
Technologies Pte Ltd - 70.242.900 Technologies Pte Ltd
Jumlah Utang Usaha 2.754.261.310 2.880.532.972 Total Account Payables
Rincian umur utang usaha adalah sebagai berikut: The details of aging of account payables are as follows:
2025 2024
Belum jatuh Tempo 90.287.421 1.951.403.028 Not Yet Due
Jatuh Tempo: Overdue:
1-30 Hari 1.105.659.359 33.387.886 1-30 Days
31-60 Hari - 373.406.442 31-60 Days
61-90 Hari 47.544.000 522.335.616 61-90 Days
91-120 Hari 1.510.770.530 - More than 90 Days
Jumlah 2.754.261.310 2.880.532.972
Perusahaan tidak memberikan garansi atau jaminan atas utang The Company does not provide guarantees or collaterals for
usaha. the trade payables.
12. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN 12. CONSUMER FINANCING PAYABLE
Akun tersebut merupakan utang pembiayaan untuk tahun- This account represents lease liabilities as of December 31,
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, 2025 and 2024, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
PT Mandiri Tunas Finance 1.498.282.689 3.227.274.781 PT Mandiri Tunas Finance
Dikurangi bagian jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (1.498.282.689) (1.792.954.959) Less current maturities
Jumlah jangka panjang - 1.434.319.822 Total long-term portion
40
Page 50
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
12. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN (Lanjutan) 12. CONSUMER FINANCING PAYABLE (Continued)
Nomor/Number Tanggal/Date Jumlah Fasilitas/ Tanggal Jatuh Tingkat Suku Bunga
Total Facilities Tempo/Maturity Date per Tahun/Interest
rate per annum
5912401296 11 April 2024/ 2.958.243.250 11 November 2026/ 9,68%
April 11, 2024 November 11, 2026
9002300313 5 April 2023/ 941.500.000 5 Maret 2026/ 9,03%
April 5, 2023 March 5, 2026
13. PERPAJAKAN 13. TAXATION
a. Pajak Dibayar di Muka a. Prepaid Tax
Akun tersebut merupakan pajak dibayar di muka untuk This account represents prepaid tax as of December 31,
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2025 and 2024, with details as follows:
2024, dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
Pajak Penghasilan 23 124.400.000 - Income Tax Article 23
Pajak Penghasilan 4(2) 8.405.000 - Income Tax Article 4(2)
PPN Masukan - 3.355.643.307 Value Add Tax - In
Jumlah Pajak Dibayar
di Muka 132.805.000 3.355.643.307 Total Prepaid Tax
b. Utang Pajak b. Tax Payables
Akun tersebut merupakan utang pajak untuk tahun-tahun This account represents tax payables as of December
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan 31, 2025 and 2024, with details as follows:
rincian sebagai berikut :
2025 2024
PPN Keluaran 344.904.958 - Value Added Tax - Out
Pajak Penghasilan 25 - 54.179.014 Income Tax Article 25
Pajak Penghasilan 29: Income Tax Article 29
2025 14.434.388 - 2025
2024 - 4.203.959 2024
2021 131.712.273 131.712.100 2021
Pajak Penghasilan 4 (2) 24.845.771 3.000.000 Income Tax Article 4(2)
Pajak Penghasilan 21 17.624.140 34.142.074 Income Tax Article 21
Pajak Penghasilan 15 13.200.000 - Income Tax Article 15
Pajak Penghasilan 23 8.596.298 15.679.772 Income Tax Article 23
Jumlah Utang Pajak 555.317.828 242.916.919 Total Tax Payables
c. Beban Pajak Penghasilan - Neto c. Income Tax Expenses - Net
Akun tersebut merupakan beban pajak penghasilan - neto This account represents income tax expenses - net as
untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 of December 31, 2025 and 2024, with details as
dan 2024, dengan rincian sebagai berikut : follows:
2025 2024
Pajak Kini (1.975.948.260) (1.653.695.073) Current Tax
Pajak Tangguhan 24.780.105 39.938.435 Deferred Tax
Neto (1.951.168.155) (1.613.756.638) Net
41
Page 51
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continues
c. Beban Pajak Penghasilan - Neto (Continued) c. Income Tax Expenses - Net (Continued)
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan Reconciliation between profit before income tax
seperti yang disajikan dalam laporan laba rugi dan expenses as presented in the statement of profit or loss
penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan and other comprehensive income and estimated taxable
kena pajak untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 income for the years ended December31, 2025 and
Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: 2024 are as follows:
2025 2024
Laba sebelum beban pajak Profit before income tax
penghasilan menurut per statements of
laporan laba rugi dan profit or loss and other
penghasilan komprehensif lain 5.679.046.828 5.390.363.022 comprehensive income
Beda Waktu: Temporary Difference:
Liabilitas Imbalan Karyawan 101.962.590 165.526.966 Employee Benefits Liabilities
Aset Hak-Guna - - Right-of-Use Assets
Aset Tetap 10.674.249 16.011.373 Fixed Assets
Jumlah Beda Waktu 112.636.839 181.538.339 Total Temporary Differences
Beda Tetap: Permanent Differences:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan 3.297.015.367 2.138.337.049 Non-deductable expenses
Penghasilan kena pajak
final (107.115.112) (193.442.623) Income subject to final tax
Jumlah Beda Tetap 3.189.900.255 1.944.894.426 Total Permanent Differences
Estimasi Penghasilan Kena Estimated Taxable Income
Pajak Perusahaan 8.981.583.923 7.516.795.786 of the Company
Pembulatan 8.981.583.000 - Rounding
Beban Pajak Terdiri dari: Tax Expenses Consist of:
Tarif pajak (22%) 1.975.948.260 1.653.695.073 Tax Rate (22%)
Beban Pajak Kini dengan tarif Current Tax Expense
yang berlaku 1.975.948.260 1.653.695.073 at the rate
Dikurangi: Less:
Pajak Penhasilan dibayar di muka Prepaid Tax
Pasal 23 (1.554.044.663) (918.898.393) Article 23
Pasal 25 (407.469.210) (730.592.721) Article 25
Utang PPh 29 14.434.387 4.203.959 Tax Payable Article 29
2025 2024
Laba sebelum beban pajak Profit before income tax
penghasilan menurut per statements of
laporan laba rugi dan profit or loss and other
penghasilan komprehensif comprehensive income
lain 5.679.046.829 5.390.363.022
Beban pajak penghasilan
dengan tarif pajak yang income tax ecpense at applicable
berlaku (1.249.390.302) (1.185.879.865) tax rate
Efek Pajak atas Beda Tetap: Tax Effect on Permanent
Differences:
Beban yang tidak dapat
dikurangkan (725.343.381) (470.434.151) Non-deductable expenses
Penghasilan kena pajak
final 23.565.325 42.557.377 Income subject to final tax
Beban Pajak
Penghasilan - neto (1.951.168.359) (1.613.756.638) Income Tax Expense - Net
Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2025 dan The reconciled taxable income for 2025 and 2024, are
2024, digunakan menjadi dasar dalam pengisian Surat used as the basis for filling the Annual Corporate
Pemberitahuan Tahunan ("SPT") PPh Badan yang Income Tax Return ("SPT") submitted to the taxation
disampaikan kepada otoritas perpajakan. authority.
42
Page 52
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
13. PERPAJAKAN (Lanjutan) 13. TAXATION (Continued)
d. Aset Pajak Tangguhan c. Deferred Tax Assets
Akun tersebut merupakan aset pajak tangguhan untuk This account represents deferred tax assets as of
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
2024, dengan rincian sebagai berikut :
2025
Saldo Awal / Dibebankan pada Dikreditkan pada Saldo Akhir /
Beginning Balance laba rugi / Charged Penghasilan Ending Balance
to Profit or Loss Komprehensif Lain /
Credited to Other
Comprehensive Income
Cadangan Kerugian Kredit 1.693.586.400 - - 1.693.586.400
Ekspektasian / Allowance for
Expected Credit Losses
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan / 92.712.288 22.431.770 36.658.515 151.802.573
Employees Benefit Liabilities
Aset Tetap / Fixed Assets 4.794.255 2.348.335 - 7.142.590
Jumlah / Total 1.791.092.943 24.780.105 36.658.515 1.852.531.563
2024
Saldo Awal / Dibebankan pada Dikreditkan pada Saldo Akhir /
Beginning Balance laba rugi / Charged Penghasilan Ending Balance
to Profit or Loss Komprehensif Lain /
Credited to Other
Comprehensive Income
Cadangan Kerugian Kredit 1.693.586.400 - - 1.693.586.400
Ekspektasian / Allowance for
Expected Credit Losses
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan / 52.474.923 36.415.933 3.821.433 92.712.288
Employees Benefit Liabilities
Aset Tetap / Fixed Assets 1.271.753 3.522.502 - 4.794.255
Jumlah / Total 1.747.333.076 39.938.435 3.821.433 1.791.092.943
Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2025 dan The deferred tax assets as at December 31, 2025 and
2024 telah dihitung dengan memperhitungkan tarif pajak yang 2024 have been calculated by considering the tax rates that
diharapkan berlaku pada saat realisasi. are expected to apply at the time of realization.
14. BEBAN AKRUAL 14. ACCRUED EXPENSES
Akun tersebut merupakan beban akrual untuk tahun-tahun This account represents accrued expenses as of December
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan 31, 2025 and 2024, with details as follows:
rincian sebagai berikut :
2025 2024
Jasa Profesional 185.000.000 152.750.000 Professional Fees
Bunga 8.297.375 17.804.305 Interest
Jumlah Beban Yang Masih Harus
Dibayar 193.297.375 170.554.305 Total Accrued Expenses
43
Page 53
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN 15. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES
Akun tersebut merupakan liabilitas imbalan kerja karyawan This account represents employee benefits liabilities as of
untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
2024, dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Imbalan Kerja Karyawan
dari PKWT - 19.722.222 Employee Benefits of PKWT
Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities
Liabilitas Imbalan Kerja
Karyawan 690.011.693 401.697.268 Employee Benefit Liabilities
Jumlah Beban Yang Masih Harus
Dibayar 690.011.693 421.419.490 Total Accrued Expenses
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Pada tahun 2025 dan 2024, Perusahaan menerapkan In 2025 and 2024, the Company applied the calculation of
perhitungan imbalan kerja berdasarkan PP No. 35 Tahun 2021 employee benefits based on Government Regulation No. 35
tentang “Perjanjian Kerja Paruh Waktu Tertentu” (PKWT). of 2021 concerning "Fixed-Term Employment Agreements"
(PKWT).
Pada tahun 2025 dan 2024, beban imbalan kerja terkait PKWT In 2025 and 2024, employee benefit expenses related to
masing-masing sebesar Rp0,- dan Rp19.722.222,- termasuk PKWT amounting to Rp0. and Rp19,722,222. was included
dalam beban umum dan administrasi (Catatan 23). in general and administrative expenses, respectively (Note
23).
Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities
Perusahaan menyediakan imbalan pasti berdasarkan Undang- The Company provides defined benefits required under the
Undang Ketenagakerjaan yang ditentukan berdasarkan masa Labor Law determined based on years of service and
kerja dan gaji karyawan. salaries of the employees.
Program imbalan pasti mengakibatkan eksposur Perusahaan The defined benefit plan typically exposes the Company to
terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat bunga, risiko actuarial risks such as interest rate risk, longevity risk and
harapan hidup dan risiko gaji. salary risk.
a. Risiko Tingkat Bunga a. Interest Risk
Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas A decrease in the bond interest rate will increase the
program. plan liability.
b. Risiko Harapan Hidup b. Longevity Risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu The present value of the defined benefit plan liability is
pada estimasi terbaik dari mortalitas peserta program baik calculated by reference to the best estimate of the
selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan mortality of plan participants both during and after their
hidup peserta program akan meningkatkan liabilitas employment. An increase in the life expectancy of the
program. plan participants will increase the plan’s liability.
c. Risiko Gaji c. Salary Risk
Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu The present value of the defined benefit plan liability is
pada gaji masa depan peserta program. Dengan demikian, calculated by reference to the future salaries of plan
kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas participants. As such, an increase in the salary of the
program itu. plan participants will increase the plan’s liability.
Perhitungan imbalan kerja dihitung oleh aktuaris independen The cost of providing employment benefits is calculated by
KKA Budi Ramdani (2025) dan KKA Marcel Prydarshi Soepeno independent actuary, KKA Budi Ramdani (2025) and KKA
(2024). Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan Marcel Prydarshi Soepeno (2024). The actuarial valuation
penilaian aktuaris adalah sebagai berikut: was carried out using the following key assumptions:
2025 2024
Tingkat Diskonto 6,83% 7,10% Dicount Rate
Tingkat Kenaikan Gaji 3,00% 3,00% Salary Increments Rate
Tabel Kematian TMI IV TMI IV Mortality Table
Tingkat Cacat 5% dari/of TMI IV 5% dari/of TMI IV Diability Rate
Umur Pensiun (tahun) 55 55 Normal Retirement Age (Years)
44
Page 54
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (Lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (Continued)
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan Total amount which recognize in the state,ent of profit or
komprehensif lain adalah sebagai berikut: loss and other comprehensive income are as follows:
2025 2024
Biaya Jasa: Service Cost:
Biaya Jasa Kini 93.164.306 131.104.024 Current Service Cost
Biaya Bunga Neto 28.520.506 16.565.998 Net Interest Cost
Komponen dari Biaya Imbalan Components of defined
Pasti yang dikaui dalam Benefit costs recognized
Laba Rugi 121.684.812 147.670.022 in Profit of Loss
Pengukuran Kembali Liabilitas Remeasurement on the net
Imbalan Pasti - Neto: Defined Benefit Liability:
Keuntungan dan kerugian Actuarial gains and lossess
aktuarial yang timbul dari arising from changes in
perubahan asumsi keuangan (14.840.236) (16.292.639) financial assumptions
Keuntungan dan kerugian
aktuarial yang timbul dari Actuarial gains and losses
penyesuaian atas arising from experience
pengalaman (151.789.377) (1.077.510) adjustment
Komponen biaya imbalan pasti Components of defined
yang diakui dalam benefit costs recognized
penghasilan komprehensif in other comprehensive
lain (166.629.613) (17.370.149) income
Jumlah Beban Yang Masih Harus
Dibayar (44.944.801) 130.299.873 Total Accrued Expenses
Beban imbalan kerja diakui pada beban umum dan administrasi Employee benefits expense was include in general and
(Catatan 23). administrative expenses (Note 23).
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut: Movements in the present value of the defined benefit
obligation are as follows:
2025 2024
Saldo Awal 401.697.268 236.657.097 Beginning Balance
Biaya Jasa Kini 93.164.306 131.104.024 Current Service Cost
Biaya Bunga 28.520.506 16.565.998 Interest Cost
Pengukuran kembali Remeasurement of post-
liabilitas imbalan kerja 166.629.613 17.370.149 employee benefit liabilities
Saldo Akhir 690.011.693 401.697.268 Ending Balance
Durasi rata-rata dari kewajiban imbalan pada tanggal 31 The average duration of the benefit obligation at December
Desember 2025 dan 2024 adalah 20,93 tahun dan 23,67 tahun. 31, 2025 and 2024 are 20.93 years and 23.67 years,
respectively.
Analisis sensitivitas kuantitatif untuk asumsi yang signifikan The quantitative sensitivity analysis for significant
adalah sebagai berikut: assumptions are as follows:
2025 2024
Kenaikan / Penurunan / Kenaikan / Penurunan /
Increase 1% Decrease 1% Incraise 1% Decrease 1%
Tingkat Diskonto /
Discount Rate 82.642.429 105.336.181 (52.909.305) 18.988.026
Tingkat Kenaikan Gaji
Masa Depan / Salary
Increments Rates 105.316.803 82.473.208 21.717.187 (55.585.482)
Analisis sensivitas di atas ditentukan berdasarkan perubahan The sensitivity above have been determined based on
wajar yang mungkin terjadi pada masing-masing asumsi yang reasonably possible changes of the respective assumptions
terjadi pada akhir periode pelaporan dengan asaumsi lainnya occuring at the end of the reporting period, while holding
konstan. all othe assumptions constant.
Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak The sensitivity analysis presented above may not be
mewakili perubahan yang sebenarnya dalam kewajiban imbalan representative of the actual change in the defined benefit
pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak obligation as it is unlikely that the cange in assumptions
terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi tersebut would occur in isolation of one another as some of the
mungkin berkorelasi. assumptions may be correlated.
45
Page 55
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
15. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN (Lanjutan) 15. EMPLOYEE BENEFITS LIABILITIES (Continued)
Selanjutnya dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas nilai Furthermore, in presenting the above sensitivity analysis,
kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan the present value of the deined benefit obligation has been
metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, calculated using the projected unit credit method at the end
yang sama dengan yang diterapkan dalam menghitung liabilitas of the reporting period, which is the same as the applied in
manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan. calculating the defined benefit obligation liability recognized
in the statement of financial position.
Metode dan asumsi yang digunakan dalam menyiapkan analisis The methods and assumptions used in preparing the
sensitivitas tidak berubah dari periode sebelumnya. sensitivity analysis did not change compared to the previous
period.
Rincian jatuh tempo liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 The details of maturity profile of employee benefits liability
Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut: as of December 31, 2025 and 2024 are as follows:
2025 2024
Antara 0 tahun dan 2 tahun 125.000.000 128.085.727 Between 0 year and 2 years
Antara 2 tahun dan 5 tahun 35.516.912 - Between 3 year and 5 years
Antara 5 tahun dan 10 tahun 126.170.463 - Between 5 years and 10 years
Lebih dari 10 tahun 5.562.368.384 8.896.697.159 More than 10 years
Jumlah 5.849.055.759 9.024.782.886 Total
16. MODAL SAHAM 16. SHARE CAPITAL
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 The composition of the Company's shareholders as at
Desember 2025 adalah sebagai berikut: December 31, 2025 are as follows:
Pemegang Saham / Shareholders Jumlah Saham yang Persentasi Kepemilikan / Jumlah / Total
Ditempatkan dan Disetor Percentage of
Penuh / Total Shares Issued ownership
and Fully Paid
Rudi Raksa Sutantra 3.149.625.000 50,80% 25.197.000.000
Yophi Kurniawan Iswanto 1.049.875.000 16,93% 8.399.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) / Public
(each below 5%) 2.000.077.693 32,26% 16.000.621.544
Jumlah 6.199.577.693 100,00% 49.596.621.544
Jumlah Saham /
Number of Shares
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 6.199.549.466 Balance as of December 31, 2024
Perubahan modal saham melalui IPO - Additional Share Capital Through an Ipo
Penambahan modal saham dari Additional Shares from Exercised
pelaksanaan Waran Seri I 28.227 of Series I Warrants
Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 6.199.577.693 Balance as of December 31, 2025
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 The composition of the Company's shareholders as at
Desember 2024 adalah sebagai berikut: December 31, 2024 are as follows:
Pemegang Saham / Shareholders Jumlah Saham yang Persentasi Kepemilikan / Jumlah / Total
Ditempatkan dan Disetor Percentage of
Penuh / Total Shares Issued ownership
and Fully Paid
Rudi Raksa Sutantra 3.149.625.000 50,80% 25.197.000.000
Yophi Kurniawan Iswanto 1.049.875.000 16,93% 8.399.000.000
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) / Public
(each below 5%) 2.000.049.466 32,26% 16.000.395.728
Jumlah 6.199.549.466 100,00% 49.596.395.728
46
Page 56
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
16. MODAL SAHAM (Lanjutan) 16. SHARE CAPITAL (Continued)
Jumlah Saham /
Number of Shares
Saldo pada tanggal 31 Desember 2023 4.999.500.000 Balance as of December 31, 2023
Perubahan modal saham melalui IPO 1.200.000.000 Additional Share Capital Through an Ipo
Penambahan modal saham dari Additional Shares from Exercised
pelaksanaan Waran Seri I 49.466 of Series I Warrants
Saldo pada tanggal 31 Desember 2024 6.199.549.466 Balance as of December 31, 2024
Pada tanggal 16 Oktober 2024, Perusahaan telah melaksanakan At October 16, 2024, the Company has exercised 49,466
eksekusi Waran Seri I sebanyak 49.466 waran dengan harga Series I Warrants with an exercised price of Rp300 per
pelaksanaan Rp300 per waran, dengan total nilai eksekusi warrant, with a total warrant exercised value of
waran sebesar Rp14.839.800,- Rp14,839,800.
Berdasarkan Akta Notaris No. 3 tanggal 3 Juni 2024 oleh Based on Notarial Deed No. 3 dated June 3, 2024 by
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta, Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notary in
dan telah diberitahukan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Jakarta, and has been notified to the Ministry of Law and
Manusia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Human Rights based on Letter of Acceptance of Notification
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0130439 Tahun of Amendment of Articles of Association No. AHU-AH.01.03-
2024 tanggal 4 Juni 2024, para pemegang saham setuju untuk: 0130439 Year 2024 dated June 4, 2024, the shareholders
agreed to:
a. Perseroan menawarkan dan menjual saham baru yang a. The Company offered and sold new shares to be issued
akan dikeluarkan dari portepel tersebut melalui Penawaran from the portfolio through a Public Offering to the Public
Umum kepada Masyarakat dalam jumlah sebanyak- in the amount of up to 1,200,000,000 new shares or
banyaknya 1.200.000.000 saham baru atau 19,36% dari 19.36% of the Company's issued and paid-up capital
modal ditempatkan dan disetor Perseroan dengan nilai with a nominal value of Rp8,- each and issued series I
nominal masing-masing saham sebesar Rp8 dan warrants amounting to 1,740,000,000 or 34.80%.
menerbitkan waran seri I sebesar 1.740.000.000 atau
34.80%.
b. Jumlah saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan dalam b. The number of shares issued by the Company in the
rangka Penawaran Umum Saham Perseroan kepada Public Offering of the Company's Shares to the Public is
Masyarakat adalah sebanyak 1.200.000.000 saham dengan 1,200,000,000 shares with an aggregate nominal value
nilai nominal seluruhnya sebesar Rp9.600.000.000. of Rp9,600,000,000. Thus, the total number of shares
Sehingga jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan issued by the Company is 6,199,500,000 shares with an
oleh Perseroan adalah sebanyak 6.199.500.000 saham aggregate nominal value of Rp49,596,000,000 with the
dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp49.596.000.000 following details:
dengan rincian sebagai berikut:
• Sebanyak 4.999.500.000 saham dengan nilai nominal • A total of 4,999,500,000 shares with an
seluruhnya sebesar Rp39.996.000.000 merupakan aggregate nominal value of Rp39,996,000,000
seluruh saham-saham yang telah dikeluarkan oleh are all shares issued by the Company.
#Perseroan.
• Sebanyak 1.200.000.000 saham dengan nilai nominal • A total of 1,200,000,000 shares with an
seluruhnya sebesar Rp9.600.000.000 adalah saham- aggregate nominal value of Rp9,600,000,000
saham yang dikeluarkan Perseroan pada saat are shares issued by the Company during the
Penawaran Umum kepada Masyarakat. Public Offering to the Public.
Dari modal dasar tersbut telah ditempatkan dan disetor penuh From the authorized capital, 31% or 6,199,500,000 shares
sebesar 31% atau sejumlah 6.199.500.000 saham masing- worth Rp8,- each with a total nominal value of
masing saham senilai Rp8,- dengan nilai nominal seluruhnya Rp49,596,000,000. have been issued and paid up by the
Rp49.596.000.000,- oleh pemegang saham. shareholders.
47
Page 57
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
17. TAMBAHAN MODAL DISETOR 17. ADDITIONAL PAID-IN CAPITAL
Akun tersebut merupakan tambahan modal disetor untuk tahun- This account represents additional paid-in capital as of
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
Additional Paid-In Capital Related
Agio Saham dari IPO (Catatan 1b) 105.889.758.702 110.400.000.000 to IPO (Note 1b)
Biaya Emisi Saham - (4.524.685.370) Share Issurance Costs
Pelaksanaan Waran Seri I 8.242.284 14.444.072 Exercised of Series I Warrants
Laba per Saham Dasar 105.898.000.986 105.889.758.702 Basic Earnings per Share
18. SALDO LABA 18. APPROPRIATED RETAINED EARNINGS
a. Saldo Laba Dicadangkan a. Appropriated Retained Earnings
Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas Republik Under Republic of Indonesia Limited Liability Law
Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan Maret 1995 No. 1/1995 issued in March 1995 and amended by
dan telah diubah dengan Undang Undang No. 2/2022 Law No. 2/2022 on Job Creation and Government
tentang Cipta Kerja yang berlaku sejak 30 Desember 2022, effective from December 30, 2022, requires the
mengharuskan pembentukan cadangan umum dari laba formation of a general reserve of net profit of at
neto sejumlah minimal 20% dari jumlah modal Perseroan least 20% of the total issued and fully paid capital
yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang of the Company. The law does not regulate the
tersebut tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan time period for the establishment of the allowance.
penyisihan tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, saldo laba yang As at December 31, 2024 and 2025, the balance of
telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp100.000.000, appropriated retained earnings amounted to
dimana jumlah ini belum memenuhi sekurang-kurangnya Rp100,000,000, whereby this amount has not met
20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor yet minimum of 20% from total issued and fully
penuh. paid capital.
b. Saldo Laba Tidak Dicadangkan b. Unappropriated Retained Earnings
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan According to Annual Stockholder's General Meeting
tanggal 30 April 2025 dituangkan dalam akta No. 184 dari dated April 30, 2025 which was covered by deed
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di No. 184 of Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum.,
Jakarta, para pemegang saham memutuskan untuk M.Kn., a notary in Jakarta, the stockholders have
membagikan dividen kas sebesar Rp0,90 per saham. Pada approved the distribution of cash dividend
tanggal 16 April 2025, Perusahaan telah membagikan amounting to Rp0.90 per share. On April 16, 2025,
dividen dengan nilai seluruhnya sebesar Rp5.568.854.822,-. the Company has distributed dividend with total
amount Rp5,568,854,822.
19. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN - NETO 19. OTHER COMPREHENSIVE INCOME - NET
Akun tersebut merupakan penghasilan komprehensif lain untuk This account represents other comprehensive income as of
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut :
2025 2024
Saldo Awal 6.554.288.439 6.567.837.155 Beginning Balance
Pengukuran kembali atas liabilitas Remeasurement of Employee
imbalan kerja (Catatan 15) (129.971.098) (13.548.716) liabilities (Note 15)
Keuntungan nilai wajar Gain on Revalutation of
aset tetap (Catatan 9) 3.112.444.706 - Fixed Assets (Note 9)
Saldo Akhir 9.536.762.047 6.554.288.439 Ending Balance
48
Page 58
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
20. LABA PER SAHAM DASAR 20. BASIC EARNINGS PER SHARE
Akun tersebut merupakan laba per saham dasar untuk tahun- This account represents basic earnings per share as of
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
dengan rincian sebagai berikut :
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto Diluted earnings per share is calculated by dividing net
yang dapat diatribusikan kepada Perusahaan dengan rata-rata income attributable to the Company by the weighted
tertimbang jumlah saham biaya yang beredar pada tahun yang average number of ordinary shares outstanding during the
bersangkutan. year.
2025 2024
Laba neto tahun berjalan 3.727.878.674 3.776.606.385 Net profit for the year
Jumlah rata-rata tertimbang saham 6.199.574.130 6.199.506.444 Weighted average number of shares
Laba per saham dasar dan Basic and diluted earnings
dilusian 0,60 0,61 per share
Potensi saham biasa Perusahaan berasal dari antidillutif Waran The Company's potential ordinary shares arising from the
Seri I dan tidak disertaka dalam perhitungan laba per saham Warrant Series I are antidilutive and therefore not included
dilusian. in the determination of diluted earnings per share.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan tidak As of December 31, 2025 and 2024, the Company has no
memiliki efek yang bersifat dilutif. dilutive effects.
21. PENDAPATAN 21. REVENUE
Akun tersebut merupakan pendapatan untuk tahun-tahun yang This account represents revenue for the years ended
berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, dengan rincian December 31, 2025 and 2024, with details as follows:
sebagai berikut :
2025 2024
Jasa Survei 82.143.640.546 84.913.637.786 Survey Services
Jumlah Penjualan 82.143.640.546 84.913.637.786 Total Sales
Rincian pelanggan dengan pendapatan melebihi 10% dari The details of customers with revenue exceeding 10% of
jumlah pendapatan Perusahaan adalah sebagai berikut: the Company's total revenue are as follows:
2025 2024
Jumlah / Total % Jumlah / Total %
PT Timas Samudera
Indonesia 39.228.689.932 47,76%
PT Timas Suplindo 29.877.950.614 36,37% 76.200.387.786 89,74%
Jumlah/Total 69.106.640.546 84,13% 76.200.387.786 89,74%
22. BEBAN POKOK PENDAPATAN 22. COST OF REVENUE
Akun tersebut merupakan beban pokok pendapatan untuk This account represents cost of revenue for the years
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, ended December 31, 2025 and 2024, with details as
dengan rincian sebagai berikut : follows:
2025 2024
Instalasi Peralatan 29.832.982.050 34.064.112.572 Installation Equipment
Upah Tenaga Ahli 12.579.216.321 8.671.261.709 Professional Wages
Amortisasi (Catatan 10) 5.774.524.728 936.292.851 Amortization (Note 10)
Penyusutan (Catatan 9) 4.934.395.956 955.587.473 Depreciation (Note 9)
Penelitian dan Survei 2.592.047.964 10.066.326.040 Research and Survey
Sewa 1.722.750.000 7.162.911.500 Rent
Transportasi dan Akomodasi 1.679.671.865 3.066.601.947 Transportation and Accomodation
Perbaikan dan Pemeliharaan 1.532.106.844 2.545.616.380 Repair and Maintenance
Lain-lain 2.373.309.630 2.307.608.817 Others
Jumlah 63.021.005.357 69.776.319.289 Total
49
Page 59
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
22. BEBAN POKOK PENDAPATAN (Lanjutan) 22. COST OF REVENUE (Continued)
Rincian pemasok dengan pembelian melebihi 10% dari jumlah The details of supplier with purchase exceeding 10% of the
pendapatan Perusahaan adalah sebagai berikut: Company's total revenue are as follows:
2025 2024
Jumlah / Total % Jumlah / Total %
PT Sonata Resources
Indonesia 9.106.495.327 11,09% - 0,00%
Jumlah/Total 69.106.640.546 #DIV/0! 76.200.387.786 #DIV/0!
23. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM 23. GENERAL ADMINISTRATIVES EXPENSES
Akun tersebut merupakan beban administrasi dan umum untuk This account represents general administratives expenses
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, for the years ended December 31, 2025 and 2024, with
dengan rincian sebagai berikut : details as follows:
2025 2024
Gaji dan Tunjangan 5.056.645.962 4.730.600.922 Salary and Allowances
Transpotasi dan Akomodasi 1.993.278.482 839.340.945 Transportation and Accomodation
Penyusutan (Catatan 9) 1.548.348.986 1.396.452.310 Depreciation (Note 9)
Jasa Profesional 1.388.957.356 558.987.157 Professional Fees
Pajak dan Perizinan 259.309.904 1.183.580.390 Tax an Permits
Perbaikan dan Pemeliharaan 575.490.074 164.015.849 Repair and Maintenance
Jamuan dan Sumbangan 607.491.682 401.520.111 Entertainment and Donation
Sewa 161.477.604 15.170.000 Rent
Telekomunikasi, air Telecommunication, Water
dan listrik 145.047.623 129.427.715 and Electricity
Imbalan Kerja Karyawan Employee Benefits
(Catatan 15) 101.962.590 165.526.966 (Note 15)
Lain-lain 1.298.165.791 432.582.192 Others
Jumlah 13.136.176.054 10.017.204.557 Total
24. PENDAPATAN (BIAYA) KEUANGAN 24. FINANCE INCOME (COSTS)
Akun tersebut merupakan pendapatan (biaya) keuangan lain- This account represents finance income (costs) for the
lain untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 years ended December 31, 2025 and 2024, with details as
dan 2024, dengan rincian sebagai berikut : follows:
2025 2024
Pendapatan Bunga Deposito 106.727.585 161.600.455 Gain of Deposits Interest
Beban Bunga - Utang Sewa Interest Expenses - Consumer
Pembiayaan (223.380.978) (53.192.647) Financing Payables
Jumlah (116.653.394) 108.407.808 Total
25. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN - NETO 25. OTHER INCOME (EXPENSES)
Akun tersebut merupakan pendapatan (beban) lain-lain untuk This account represents other income (expenses) for the
tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024, years ended December 31, 2022 and 2021, with details as
dengan rincian sebagai berikut : follows:
2025 2024
Keuntungan atas pelepasan aset Gain of disposal of
tetap (Catatan 9) - 383.541.667 fixed assets (Note 9)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs - neto (155.753.856) 46.161.990 Foreign Exchange Gain (lose) - Net
Denda Pajak - (147.915.032) Tax Penalties
Lain-lain (33.408.514) (116.072.127) Otehrs
Neto (189.162.370) 165.716.497 Net
50
Page 60
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED
BERELASI PARTIES
Sifat Hubungan Berelasi Nature of Relationships
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan melakukan transaksi In the normal course of business, the Company engages in
dengan pihak-pihak berelasi tertentu. Sifat dari hubungan trade and financial transactions with certain related parties.
Perusahaan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai The nature of relationships between the Company and such
berikut: related parties are as follows:
Pihak Berelasi / Related Sifat Hubungan / Nature Transaksi / Transactions
Parties of Relationships
PT Mart Abadi Pharma Entitas asosiasi / Investasi pada Entitas Asosiasi /
An Associate Investment in an associate
PT Geotronix Pratama Indonesia Entitas Sepengendali / Entity Utang Usaha dan Beban Pokok
Under Common Control Pendapatan/ Trade Payables and Cost of
Revenue
Komisaris dan Direksi/ Manajemen Kunci Perusahaan / Key Kompensasi dan Remunerasi /
Commissioners and Directors Management of the Company Compensation and Remuneration
Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi Balances and Transactions with Related Parties
Rincian saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah The details of balances and transactions with related
sebagai berikut: parties are as follows:
Transaksi-Transaksi Pihak Berelasi Transactions with Related Parties
a. Beban Pokok Pendapatan a. Cost of Revenue
Jumlah / Total Persentase terhadap jumlah beban
pokok pendapatan / Percentage to
total cost of revenue
2025 2024 2025 2024
PT Geotronix
Pratama
Indonesia
(Catatan 22/
Note 22) - 716.967.500 0,00% 1,03%
b. Beban Administrasi dan Umum b. General Administratives Expenses
Jumlah / Total Persentase terhadap jumlah beban
administrasi dan umum / Percentage
to total general administratives
expenses
2025 2024 2025 2024
PT Geotronix
Pratama
Indonesia
(Catatan 22/
Note 22) 67.500.000 - 0,51% 0,00%
51
Page 61
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
26. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK 26. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH RELATED
BERELASI (Lanjutan) PARTIES (Continued)
Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi Balances and Transactions with Related Parties
c. Kompensasi Manajemen Kunci c. Key Management Compensation
Jumlah / Total Persentase terhadap jumlah gaji dan
tunjangan / Percentage to total
Salaries and Allowances
2025 2024 2025 2024
Gaji dan Tunjangan/
Salaries and
Allowance 1.040.000.000 1.020.000.000 20,57% 21,56%
Saldo dengan Pihak Berelasi Balances with Related parties
a. Investasi pada Entitas Asosiasi a. Investment in an Associate
Jumlah / Total Persentase terhadap jumlah aset /
Percentage to total assets
2025 2024 2025 2024
PT Mart
Abadi Pharma
(Catatan 8/
Note 8) 199.521.363 201.117.906 0,11% 0,12%
27. INSTRUMEN KEUANGAN 27. FINANCIAL INSTRUMENTS
a. Kategori dan Kelas Instrumen Keuangan a. Categories and Classes of Financial Instruments
2025 2024
Aset keuangan yang diukur pada Financial assets measured
biaya perolehan amortisasi at amortized costs
Kas dan Bank 14.568.994.682 11.243.796.370 Cash on hand and in banks
Piutang Usaha 12.037.500.000 26.728.266.990 Trade Receivables
Neto 26.606.494.682 37.972.063.360 Net
Liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan Financial liabilities measured
amortisasi at amortized cost
Utang Usaha 2.754.261.310 2.880.532.972 Trade Payables
Beban Akrual 193.297.375 170.554.305 Accrued Expenses
Utang pembiayaan Consumer Financing
Konsumen 1.498.282.689 3.227.274.781 Payables
Neto 4.445.841.375 6.278.362.058 Net
b. Pengukuran Nilai Wajar b. Fair Value Measurement
Selain utang pembiayaan konsumen, manajemen Except for consumer financing payable, the
menganggap bahwa jumlah tercatat kas dan bank, piutang management considers that the carrying amounts of
usaha, utang usaha, dan beban akrual yang diakui di dalam cash on hand and in banks, trade receivable, trade
laporan posisi keuangan mendekati nilai wajarnya payables, and accrued expenses recognizedin the
dikarenakan jangka waktu yang singkat atas instrumen statement of financial position approximate their fair
keuangan tersebut. values due to the short-term maturities of these
financial instruments.
52
Page 62
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
28. LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING 28. MONETARY LIABILITY IN FOREIGN CURRENCY
Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Perusahaan On December 31, 2025 and 2024, the Company had
memiliki liabilitas moneter dalam mata uang asing. Rincian monetary liabilities in foreign currencies. The details of the
liabilitas moneter Perusahaan sebagai berikut: Company's monetary liabilities are as follows:
Mata Uang Asing / In Setara Dengan Rupiah /
Foreign Currency Equivalent to Rupiah
2025 2024 2025 2024
Liabilitas
Utang Usaha -
Pihak Ketiga SGD 118.083 105.384 1.543.175.951 1.256.070.871
USD - 58.394 943.764.213
Jumlah Liabilitas Moneter /
Total Monetariy Liabilities 1.543.175.951 2.199.835.084
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND
KEUANGAN POLICIES
Program manajemen risiko Perusahaan secara keseluruhan The Company’s overall risk management programme seeks
bertujuan untuk meminimalkan potensi dampak buruk pada to minimize potential adverse effects on the financial
kinerja keuangan Perusahaan. performance of the Company.
Aktivitas Perusahaan terekspos terutama untuk berbagai The Company’s activities expose it to a variety of financial
macam risiko keuangan, termasuk risiko kredit dan risiko risks, including the credit risk and liquidity risks. All
likuiditas. Seluruh transaksi Perusahaan menggunakan mata transactions of the Company are in Rupiah therefore, it is
uang Rupiah sehingga tidak terekspos risiko nilai tukar mata not exposed to foreign exchange risk. The Company is not
uang asing. Perusahaan tidak terekspos risiko suku bunga yang exposed to significant interest rate risk as it only holds
signifikan karena hanya memiliki bunga dari simpanan bank. interest bearing bank deposit.
Tidak ada perubahan pada eksposur Perusahaan terhadap There has been no change to the Company’s exposure to
risiko keuangan ini atau cara mengelola dan mengukur risiko these financial risks or the manner in which it manages and
tersebut. measures the risk.
Tujuan dari manajemen risiko Perusahaan adalah untuk The objective of the Company's risk management is to
mengidentifikasi, mengukur, mengawasi, dan mengelola risiko identify, measure, monitor and manage basic risks in an
dasar dalam upaya melindungi kesinambungan bisnis dalam effort to protect long-term business continuity and minimize
jangka panjang dan meminimalkan dampak yang tidak unexpected impacts on the Company's financial
diharapkan pada kinerja keuangan Perusahaan. performance.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi Risk management is the responsibility of the Board of
bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Directors. The Board of Directors has the responsibility to
Perusahaan secara keseluruhan serta kebijakan pada area determine the basic principles of the Company’s overall risk
tertentu seperti risiko kredit, risiko suku bunga, dan risiko management as well as principles covering specific areas,
likuiditas. such as credit risk, interest rate risk and liquidity risk.
a. Risiko Kredit a. Credit Risk
Risiko kredit mengacu kepada risiko bahwa pihak lawan Credit risk refers to the risk that a counterparty will
akan gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya yang default on its contractual obligation resulting in a loss to
mengakibatkan kerugian bagi Perusahaan. the Company.
Perusahaan terekspos dengan risiko kredit dari aktivitas The Company is exposed to credit risk from its
operasi termasuk bank, dan piutang usaha. operating activities including cash in banks, and trade
receivables.
Kas di bank ditempatkan di lembaga keuangan yang layak Kas di bank ditempatkan di lembaga keuangan yang
kredit. layak kredit.
Untuk mengurangi risiko kredit, Perusahaan telah In order to minimize credit risk, the Company has
mengadopsi kebijakan yaitu dengan bertransaksi dengan adopted a policy of only dealing with creditworthy
lawan transaksi yang bisa memenuhi kewajiban counterparties. Credit approvals and other monitoring
kontraktualnya. Persetujuan kredit dan prosedur lainnya procedures are also in place to ensure that follow-up
merupakan tindakan follow up untuk memenuhi pemulihan action is taken to recover overdue debts.
pinjaman yang sudah jatuh tempo.
53
Page 63
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND
KEUANGAN POLICIES
Pada tanggal pelaporan, eksposur maksimum Perusahaan At reporting dates, the Company's maximum exposure
terhadap risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat masing- to credit risk is the carrying amount of each category of
masing kategori dari aset keuangan yang disajikan pada financial assets presented in the
laporan posisi keuangan. statements of financial position.
Kerangka peringkat risiko kredit kini Perusahaan terdiri dari The Company’s current credit risk grading framework
kategori berikut: comprises the following categories:
Kategori / Category Deskripsi / Description Dasar Pengakuan ECL /
Basis for Recognizing ECL
Lancar / Performing Pihak lawan memiliki risiko gagal bayar yang rendah dan ECL 12 bulan / 12 Months ECL
tidak memiliki tunggakan. /
The counterparty has a low risk of default and does not
have any past due amounts
Dicadangkan / Doubtful Jumlah yang tertunggak > 30 hari atau telah ada ECL sepanjang umur kredit tidak
peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan memburuk / Lifteime ECL not
awal. / credit impaired
The amount is > 30 days past due or there has been a
significant increase in credit risk since initial recognition.
Gagal Bayar / In Default Jumlah yang tertunggak > 90 hari atau ada bukti yan ECL sepanjang umur kredit
gmengindikasikan aset mengalami penurunan nilai kredit. / memburuk / Lifteime ECL credit
impaired
The amount is > 90 days past due or there is evidence
indicating the assets is credit impaired.
Penghapusan / Write-off Ada bukti yang mengindikasi bahwa debitur dalam kesulitan Saldo dihapuskan / Amount is
keuangan yang buruk dan Perusahaan tidak memiliki written off
prospek pemulihan yang realistis. /
There is evidence indicating that the debtor is in severe
financial difficulty and the Company has no realistic
prospect of recovery.
Kerangka peringkat risiko kredit kini Perusahaan terdiri dari The Company’s current credit risk grading framework
kategori berikut: comprises the following categories:
2025
Peringkat Kredit Internal Jumlah Tercatat Cadangan Kerugian / Jumlah Tercatat Neto
/ Internal Credit Rating Bruto / Gross Loss Allowance / Net Carrying
Carrying Amount Amount
Bank (Catatan 5) / Lancar / Performing
Cash in Bank (Note 5) 14.558.494.681 - 14.558.494.681
Piutang Usaha (Catatan 6) / Lancar / Performing
Trade Receivables (Note 6) 12.037.500.000 - 12.037.500.000
Piutang Usaha (Catatan 6) / Gagal Bayar / In Default
Trade Receivables (Note 6) 7.698.120.000 (7.698.120.000) -
Jumlah 34.294.114.681 (7.698.120.000) 26.595.994.681
2024
Peringkat Kredit Internal Jumlah Tercatat Cadangan Kerugian / Jumlah Tercatat Neto
/ Internal Credit Rating Bruto / Gross Loss Allowance / Net Carrying
Carrying Amount Amount
Bank (Catatan 5) / Lancar / Performing
Cash in Bank (Note 5) 11.233.296.370 - 11.233.296.370
Piutang Usaha (Catatan 6) / Lancar / Performing
Trade Receivables (Note 6) 26.728.266.990 - 26.728.266.990
Piutang Usaha (Catatan 6) / Gagal Bayar / In Default
Trade Receivables (Note 6) 7.698.120.000 (7.698.120.000) -
Jumlah 45.659.683.360 (7.698.120.000) 37.961.563.360
54
Page 64
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND
KEUANGAN (Lanjutan) POLICIES (Continued)
b. Risiko Likuiditas b. Liquidity Risks
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perusahaan tidak akan Liquidity risk is the risk that the Company will not be
mampu memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo. able to meet its obligations when they become due.
Perusahaan melakukan mitigasi risiko likuiditas dengan cara The Company mitigates liquidity risk by analyzing cash
menganalisa ketersediaan arus kas dan struktur flow availability and funding structure. The Company
pendanaan. Perusahaan memantau kebutuhan likuiditasnya monitors its liquidity needs by monitoring financial
dengan memonitor jadwal pembayaran liabilitas keuangan liabilities payment schedules and cash outflows related
dan arus kas keluar terkait dengan operasi sehari-hari, to daily operations, to ensure the availability of
guna memastikan ketersediaan pendanaan yang cukup. sufficient funding.
Semua liabilitas keuangan harus dibayar kembali All financial liabilities are repayable on demand or due
berdasarkan permintaan atau jatuh tempo dalam waktu within one year from the end of the reporting periods
satu tahun sejak akhir periode pelaporan tetapi tidak but are not impaired are as follows:
mengalami penurunan nilai adalah sebagai berikut:
2025
Kurang dari 1 Tahun / Lebih dari 1 Tahun / More Jumlah / Total
Less than 1 Year than 1 Year
Utang Usaha 2.754.261.310 - 2.754.261.310 Trade Payables
Beban Akrual 193.297.375 - 193.297.375 Accrued Expenses
Utang Pembiayaan Consumer Financing
Konsumen 1.498.282.689 - 1.498.282.689 Payables
Jumlah 4.445.841.375 - 4.445.841.375 Total
2024
Kurang dari 1 Tahun / Lebih dari 1 Tahun / More Jumlah / Total
Less than 1 Year than 1 Year
Utang Usaha 2.880.532.972 - 2.880.532.972 Trade Payables
Beban Akrual 170.554.305 - 170.554.305 Accrued Expenses
Utang Pembiayaan Consumer Financing
Konsumen 1.883.080.087 1.400.159.431 3.283.239.518 Payables
Jumlah 4.934.167.364 1.400.159.431 6.334.326.795 Total
c. Pengelolaan Modal c. Capital Management
Tujuan Perusahaan dalam pengelolaan permodalan adalah The Company’s objectives when managing capital are
untuk mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan to safeguard the Company’s ability to continue as a
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan going concern in order to provide returns for
manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta shareholders and benefits for other stakeholders and to
menjaga struktur modal yang optimal untuk mengurangi maintain an optimal capital structure to reduce the cost
biaya modal. of capital.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan The Company manages its capital structure and makes
penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. adjustments to it, in light of changes in economic
Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan. conditions. To maintain or adjust the capital structure,
Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen the Company may adjust the dividend payment to
kepada pemegang saham, mengembalikan modal kepada shareholders, issue new shares or sell assets to reduce
pemegang saham, menerbitkan saham baru atau menjual debt. No changes were made in the objectives, policies
aset untuk mengurangi jumlah utang. Tidak ada perubahan or processes for the period ended December 31, 2025.
atas tujuan, kebijakan maupun proses pada periode
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025.
Perusahaan tidak tunduk pada persyaratan modal yang The Company is not subject to any externally imposed
ditetapkan secara eksternal. capital requirements.
55
Page 65
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
29. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO 29. FINANCIAL RISK MANAGEMENT OBJECTIVE AND
KEUANGAN (Lanjutan) POLICIES (Continued)
Perusahaan mengawasi modal menggunakan rasio utang The Company monitors capital using the debt to equity
terhadap ekuitas, yang merupakan nilai utang dibagi ratio, which is the value of debt divided by the amount
dengan jumlah ekuitas. Rasio ini dihitung dengan membagi of the equity. This ratio is calculated as net debt divided
jumlah utang neto dengan jumlah modal. Utang neto by total capital. Net debt is calculated as total
dihitung dari jumlah pinjaman (termasuk pinjaman “jangka borrowings (including “current and non-current
pendek dan jangka panjang” yang disajikan pada laporan borrowings” as shown in the statement of financial
posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Jumlah position) less cash and cash equivalents. Total capital is
modal dihitung dari “ekuitas” seperti yang ada pada laporan calculated as “equity” as shown in the statement of
posisi keuangan ditambah utang neto. . financial position plus net debt.
2025 2024
Utang Pembiayaan Konsumen 1.498.282.689 3.227.274.781 Consumer Financing Payables
Kas dan Bank (14.568.994.682) (11.243.796.370) Cash on Hand and in Banks
Pinjaman - Neto (13.070.711.993) (8.016.521.589) Loans - Net
Ekuitas 169.035.869.619 167.885.904.074 Equity
Gearing Ratio (7,73%) (4,77%) Gearing Ratio
30. INFORMASI SEGMEN 30. SEGMENT INFORMATION
Segmen Operasi Operating Segment
Perusahaan hanya mempunyai satu pelaporan segmen operasi The Company only has one reporting operating segment
berdasarkan PSAK 108 “Segmen Operasi”, yaitu segmen jasa based on PSAK 108 “Operating Segments” that is a survey
survei. service segment.
Pendapatan dari jasa survei diungkapkan di Catatan 21. Revenue from the survey services is disclosed in Note 21.
Segmen Geografis Geographical Segment
Perusahaan hanya mempunyai satu pelaporan segmen The Company has only one reportable geographical
geografis berdasarkan PSAK 108 “Segmen Operasi”, yaitu bisnis segment under PSAK 108, “Operating Segment”, that
di Indonesia. is the business in Indonesia.
31. PERKARA HUKUM DAN LIABILITAS BERSYARAT 31. LEGAL MATTERS AND CONTIGENCIES
Pada bulan Juni 2018, Dicky Suwignyo Catur Yuniadi selaku In June 2018, Dicky Suwignyo Catur Yuniadi as the Director
Direktur PT Tri Mitra Resources (“TMR”) yang bergerak di of PT Tri Mitra Resources ("TMR") which operates in the
bidang telekomunikasi diminta PT Telkom Infra (“TI”) untuk telecommunication sector asked PT Telkom Infra ("TI") to
mengajukan surat penawaran harga untuk proyek milik TI yaitu submit an offering letter for TI's projects, namely Mariner
pekerjaan Mariner Survei Project IKK untuk: Segmen BU2- Survey Project IKK for: BU2-Lewoleba and Selong-Maluk
Lewoleba dan SelongMaluk serta Segment Padang Mentawai. Segments and Padang Mentawai Segments. The value of
Nilai proyek tersebut adalah sebesar Rp31.170.000.000. the project amounted to Rp31,170,000,000.
Dalam pelaksanaan pekerjaan milik TI yaitu pekerjaan In carrying out TI's work, namely the work of mapping sea
pemetaan rute kabel laut untuk pekerjaan Segmen Padang- cable routes for the Padang-Mentawai Segment work, TMR
Mentawai, TMR memberikan proyeknya ke sub kontraktor yaitu gave the project to sub-contractors, namely Offshore Works
Offshore Works Indonesia dan PT Tellus Meridian Survei, Indonesia and PT Tellus Meridian Survey, while the BU-2
sedangkan untuk segment BU-2 Lewoleba dan Selong-Maluk Lewoleba and Selong-Maluk segments were given to the
diberikan kepada Perusahaan. Company.
Pada tanggal 17 Oktober 2018, setelah Surat Penawaran Harga On October 17, 2018, after the TMR Price Offer Letter was
TMR disetujui oleh TI, maka TI memberikan Surat Perintah approved by TI, TI provided a Work Order (“SPK”) with
Kerja (“SPK”) dengan Nomor: STI-1327/PM3/CSS-1100/X/2018 Number: STI-1327/PM3/CSS-1100/X/2018 to start carrying
untuk mulai melaksanakan pekerjaan proyek yang telah out the agreed project work. On October 22, 2018, TMR
disepakati. Di tanggal 22 Oktober 2018, TMR dan Perusahaan and the Company signed a letter of cooperation for the
menandatangani surat kerjasama atas proyek tersebut dengan project with Number: 010/LGL/-TMR/PKS/X/2018, where
Nomor: 010/LGL/-TMR/PKS/X/2018, dimana TMR berjanji untuk TMR promised topay a down payment of 15% of the total
membayar uang muka 15% dari jumlah nilai proyek sebelum project value before work begins. Furthermore, TMR will
pekerjaan dimulai. Selanjutnya, TMR akan memberikan sebesar provide 15% of the project value during the work.
15% dari nilai proyek selama pekerjaan berlangsung.
56
Page 66
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
31. PERKARA HUKUM DAN LIABILITAS BERSYARAT (Lanjutan) 31. LEGAL MATTERS AND CONTIGENCIES (Continued)
Pekerjaan proyek milik TI sudah dibayarkan sepenuhnya TI's project work has been fully paid to TMR. However, the
kepada TMR. Namun, Perusahaan belum juga menerima Company has not yet received all of these payments. The
seluruh pembayaran tersebut. Perusahaan telah menyelesaikan Company completed project work on December 21, 2018.
pekerjaan proyek pada tanggal 21 Desember 2018. Sampai Until the beginning of 2019, TMR still had not made
dengan awal tahun 2019, TMR masih belum melakukan payment so TMR and the Company finally held a meeting
pembayaran sehingga TMR dan Perusahaan akhirnya and TMR promised to complete the payment by December
mengadakan pertemuan dan TMR berjanji akan menyelesaikan 31, 2019.
pembayaran maksimal tanggal 31 Desember 2019.
Setelah waktu yang disepakati telah jatuh tempo dan pihak After the agreed time has expired and TMR has still made
TMR masih tidak ada upaya untuk melakukan pembayaran. no attempt to make a payment. On December 22, 2019,
Pada tanggal 22 Desember 2019, Perusahaan mengirimkan the Company sent the First Summon Letter to TMR to
Surat Somasi Pertama kepada TMR untuk mengingatkan remind the agreed payment. However, because there was
pembayaran yang disepakati bersama. Namun, karena tidak no response, the Company again sent a Second Summons
ada tanggapan, Perusahaan kembali mengirimkan Surat Somasi Letter on January 2, 2020 to immediately make payment.
Kedua pada tanggal 2 Januari 2020 agar segera melakukan The Company has attempted mediation with TMR but has
pembayaran. Perusahaan sudah berusaha untuk melakukan not been taken seriously. On January 9, 2020, the
mediasi kepada TMR tetapi tidak ditanggapi dengan serius. Company reported TMR as a defendant to Polda Metro
Pada tanggal 9 Januari 2020, Perusahaan melaporkan TMR Jaya. Based on the lawsuit from the Public Prosecutor dated
sebagai terdakwa ke Polda Metro Jaya. Berdasarkan surat April 4, 2022 No. Reg. Case: PDM-37/JKTSL/02/022, TMR
tuntutan dari Penuntut Umum tanggal 4 April 2022 No. Reg. was prosecuted according to Article 378 of the Criminal
Perkara: PDM-37/JKTSL/02/022, TMR dituntut sesuai dengan Code.
Pasal 378 KUHP.
Kemudian, pada tanggal 25 April 2022 (“Putusan Pertama”) Then, on April 25, 2022 ("First Decision") with No.
dengan No. 127/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel Pengadilan Negeri 127/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel The South Jakarta District Court
Jakarta Selatan telah menjatuhkan putusan yang menyatakan has handed down a decision stating that TMR was legally
bahwa TMR terbukti secara sah melakukan tindak pidana proven to have committed the crime of embezzlement and
penggelapan dan menjatuhkan hukuman penjara selama 3 sentenced him to 3 years 10 months in prison.
tahun 10 bulan.
Selanjutnya, TMR mengajukan banding dengan No. Furthermore, TMR filed an appeal with No. 124/Pid/2022
124/Pid/2022 PT DKI pada tanggal 21 Juli 2022. Setelah PT DKI on July 21, 2022. After an examination with the
dilakukan pemeriksaan dengan Memori Banding dan Appeals Memorandum and further file examination, TMR
pemeriksaan berkas lanjutan, TMR terbukti bersalah karena was proven guilty of causing losses to the Company
telah merugikan Perusahaan dengan nilai kerugian sebesar amounting to Rp7,698,120,000 (including 10% VAT). Based
Rp7.698.120.000 (sudah termasuk PPN 10%). Atas adanya on the Appeal Decision which upheld the First Decision,
Putusan Banding yang menguatkan Putusan Pertama, maka TMR then filed an appeal to the Supreme Court. Based on
TMR selanjutnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. the Cassation Decision, the Panel of Judges of the Supreme
Berdasarkan Putusan Kasasi, Majelis Hakim Mahkamah Agung Court rejected the cassation submitted by
menolak kasasi yang diajukan TMR sehingga putusan yang TMR so that the decision that applies to TMR is as decided
berlaku terhadap TMR adalah sebagaimana yang telah in the First Decision which was confirmed by
diputuskan dalam Putusan Pertama yang dikuatkan dengan the Appeal Decision.
Putusan Banding.
Sampai dengan laporan keuangan ini diterbitkan, Perusahaan As of the issuance of this financial statement, the Company
sedang dalam proses penyidikan terkait dugaan tindak pidana is undergoing an investigation related to an alleged money
pencucian uang (TPPU) yang melibatkan terlapor Dicky laundering offense (TPPU) involving the suspect, Dicky
Suwignyo Catur Yuniadi, selaku Direktur PT Tri Mitra Resources. Suwignyo Catur Yuniadi, who serves as the Director of PT
Penyidikan ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor Tri Mitra Resources. This investigation is based on Police
STTLP/B/2453/V/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Mei Report Number STTLP/B/2453/V/2023/SPKT/POLDA METRO
2023 dan telah memasuki tahap penyidikan, sebagaimana JAYA dated May 8, 2023, and has entered the investigation
dikonfirmasi dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan stage, as confirmed in the Notification Letter on the
(SPDP) Nomor SPDP/502/VII/RES.1/24/2024/Ditreskrimum Commencement of Investigation (SPDP) Number
tanggal 10 Juli 2024 dari Direktorat Reserse Kriminal Umum SPDP/502/VII/RES.1/24/2024/Ditreskrimum dated July 10,
Polda Metro Jaya. Dugaan TPPU ini berkaitan dengan 2024, issued by the General Criminal Investigation
pembayaran utang yang seharusnya diterima oleh Perusahaan Directorate of the Jakarta Metropolitan Police. The alleged
atas pekerjaan yang telah diselesaikan berdasarkan perjanjian money laundering case is related to a payment obligation
dengan PT Tri Mitra Resources. Namun, dana tersebut tidak that the Company should have received for completed work
dibayarkan kepada Perusahaan dan diduga telah digunakan under an agreement with PT Tri Mitra Resources. However,
oleh pihak terlapor untuk kepentingan lain. Perusahaan belum the funds were not paid to the Company and are suspected
dapat memastikan jangka waktu penyelesaian perkara maupun to have been used by the suspect for other purposes. The
kemungkinan realisasi pemulihan kerugian. Namun demikian, Company can't yet confirm the timeframe for resolution or
manajemen berpendapat bahwa perkara ini merupakan upaya the likelihood of recovery of losses. However, management
hukum untuk pemulihan hak Perusahaan dan tidak believes that this case represents a legal remedy for the
menimbulkan kewajiban kontinjensi bagi Perusahaan. Company's right and does not create contingent liabilities
for the Company.
57
Page 67
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL AS OF DECEMBER, 31 2025 AND 2024
31 DESEMBER 2025 DAN 2024 AND FOR THE YEAR THEN ENDED
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated)
30. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 30. SUPPLEMENTARY CASH FLOWS INFORMATION
a. Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah a. Activities not affecting cash flows are as follow:
sebagai berikut:
2025 2024
Perolehan aset tetap melalui Acquisition of fixed assets through
utang pembiayaan konsumen - 2.958.243.250 consumer financing payables
Penambahan modal saham Addition of share capital through
melalui kapitalisasi laba ditahan - - capitalization of retained earnings
Penambahan aset tetap melalui Addition of fixed assets through
revaluasi aset tetap 3.112.444.706 - fixed assets revaluation
Penambahan aset lancar Addition of other current assets
lainnya melalui akrual - - through accrued expenses
b. Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas b. Reconciliation of liabilities arising from financing
pendanaan dijelaskan sebagai berikut: activities is explained as follows:
1 Januari / Arus Kas Transaksi Non-Kas / 31 Desember /
January 1, 2025 Pendanaan / Non-Cash Transactions December 31, 2025
Financing Cash
Flow
Utang Pembiayaan Konsumen /
Consumen Financing Payables 3.227.274.781 (1.728.992.092) - 1.498.282.689
1 Januari / Arus Kas Transaksi Non-Kas / 31 Desember /
January 1, 2024 Pendanaan / Non-Cash Transactions December 31, 2024
Financing Cash
Flow
Utang Pembiayaan Konsumen /
Consumen Financing Payables 706.125.000 (437.093.469) 2.958.243.250 3.227.274.781
58
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Atlantis
p.4
unresolved
org
Subsea Indonesia Tbk
p.4
unresolved
org
PT Atlantis Subsea
p.6
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.6
unresolved
org
Registered Public Accountants Herman Dody Tanumihardja & Rekan
p.9
unresolved
org
Rekan Drs. Dody Hapsoro
p.9
unresolved
person
Drs. Dody Hapsoro
p.9
unresolved
person
CPA
p.9
unresolved
org
PT ATLANTA SUBSEA INDONESIA
p.11 ×2
unresolved
org
PT ATLANTIS SUBSEA INDONESIA CATATAN ATAS
p.14 ×51
unresolved
person
H. This Deed Akta Pendirian
p.14
unresolved
org
Menteri
p.14
unresolved
org
Ministry of Law
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi
p.14
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.14
unresolved
person
Yohanes Henri Prasetyo
· Komisaris Independen
p.14 ×2
unresolved
person
Yophi Kurniawan Iswanto
· Direktur Utama
p.14 ×4
unresolved
person
Andreas Setiawan
· Direktur
p.14
unresolved
person
Thamrin Prima Simatupang
· Anggota
p.14
unresolved
person
Notary Christina Dwi Utami
· Notaris
p.15 ×8
unresolved
org
Financial Services Authority
p.15
unresolved
org
Atlantis Subsea Indoesia Tbk
p.16 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.18
unresolved
org
PT Mart Abadi Pharma
p.40 ×5
unresolved
org
PT Bank Mayapada
p.43
unresolved
org
PT PGAS Solution
p.43 ×2
unresolved
org
PT Tri Mitra Resources
p.43 ×2
unresolved
org
PT Timas Suplindo
p.43 ×3
unresolved
org
PT Meindo Elang Indah
p.43 ×2
unresolved
org
PT Timas Samudera Indonesia
p.43 ×3
unresolved
org
PT Multitekno Surya Mandiri
p.44
unresolved
org
PT Multitekno Surya
p.44
unresolved
org
PT Pertamina EP RAMBA.
p.44
unresolved
org
PT Indo Jaya Karya Murni
p.45 ×2
unresolved
org
PT Indo Jaya
p.45
unresolved
org
PT Indo Jaya Karya Karya Murni
p.45
unresolved
org
PT Wijaya
p.45
unresolved
org
PT Wijaya Bangun Bangun Sakti
p.45
unresolved
org
Kusno Raharjo dan Rekan
p.48 ×3
unresolved
org
USD Oceanscan Pte Ltd
p.49
unresolved
org
Oceanscan Pte Ltd Seatronics Pte Ltd
p.49
unresolved
org
Seatronics Pte Ltd
p.49
unresolved
org
Pte Ltd
p.49 ×2
unresolved
org
PT Elaar Prima Nusantara
p.49 ×2
unresolved
org
PT Rekanusa Pracipta Konsultindo
p.49
unresolved
org
PT Rekanusa Pracipta Konsultindo Lain-lain
p.49
unresolved
org
SGD Oceanscan Pte Ltd
p.49
unresolved
org
Oceanscan Pte Ltd
p.49
unresolved
org
Technologies Pte Ltd
p.49 ×2
unresolved
org
PT Mandiri Tunas Finance Dikurangi
p.49
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi
p.56
unresolved
org
PT Sonata Resources Indonesia
p.59
unresolved
org
PT Geotronix Pratama Indonesia
p.60 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.