Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 9
Page 1
RISALAH PAPARAN PUBLIK PT UNITED TRACTORS Tbk
28 NOVEMBER 2023
Paparan Publik PT United Tractors Tbk (Perseroan) diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal : Selasa, 28 November 2023
Waktu : 16.00 – 17.00 WIB
Tempat : Public Expose Live 2023
Paparan Publik Perseroan dihadiri oleh:
• 434 orang wakil perusahaan sekuritas, analis, pemegang saham, dan peserta umum yang
hadir pada saat sesi presentasi dan tanya jawab secara online melalui aplikasi webinar Zoom,
serta 32 wartawan pada saat sesi konferensi pers.
• Manajemen Perseroan:
Presiden Direktur : Frans Kesuma
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : : Idot Supriadi
Sekretaris Perusahaan : Sara K. Loebis
Dalam acara Paparan Publik Perseroan, presentasi dibawakan oleh Sara K. Loebis (Sekretaris
Perusahaan). Materi yang disampaikan pada acara Paparan Publik ini adalah sesuai dengan
materi yang telah dikirimkan sebelumnya pada tanggal 23 November 2022 melalui surat No.
125/CORP/9981/XI/23. Setelah seluruh materi selesai dipresentasikan, acara dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab.
Berikut adalah intisari pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada manajemen Perseroan
setelah sesi presentasi.
1. Wahyu Tiono (Individual Investor)
Pertanyaan:
a. Bagaimana UNTR mempertahankan revenue pada tahun 2024 di saat komoditi
coal mulai turun?
Page 2
Jawaban:
Segmen usaha UNTR yang directly related ke coal price adalah di TTA, dimana kami
memproduksi batu bara dari konsesi milik kami sendiri. Adapun,porsinya tidak lebih
besar dari bisnis mining services dari PAMA dan KPP. Saat ini, harga batu bara
berdasarkan Newcastle Index sekitar USD120 dan kalau kita refer ke tahun-tahun
sebelumnya, katakanlah tahun 2020, harga batu bara jauh di bawah USD100.
Dibandingkan tahun lalu, pencapaian TTA memang turun, tetapi kontribusi mining
services di PAMA dan KPP meningkat sehingga diharapkan akan ada balancing dari
mining services di tahun 2024. Jika kondisi tidak terlalu baik, kami akan tetap
meningkatkan efisiensi dan productivity dari seluruh anak usaha. (Frans Kesuma)
b. UNTR punya dua anak usaha di bidang mining service, PAMA dan KPP. Untuk
ke depan bagaimana strategi bisnis kedua perusahaan tersebut?
Jawaban
Untuk PAMA dan KPP yang menjalankan usaha di bidang mining services dimana
sebagian besar di batu bara, dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kami melihat
strategi di kedua perusahaan tersebut masih tetap mencari proyek di area tambang,
terutama di tambang batu bara. (Frans Kesuma)
2. Pandu Gumilar (Individual Investor)
Pertanyaan:
Bagaimana dengan target finansial dan operasional tahun 2024 dari masing-masing
lini usaha termasuk alat berat?
Jawaban:
Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai target finansial karena policy kami untuk
tidak memberikan forward looking statement dalam hal finansial. Tetapi kami bisa
sampaikan untuk target operasional untuk target full year 2023.
Penjualan alat berat Komatsu sampai dengan akhir tahun ini kami harap dapat menjual
sekitar 5.400 – 5.450 unit dan tahun depan, prediksi kami akan mengalami sedikit kontraksi,
terutama disebabkan oleh dua hal, yaitu penurunan di sektor komoditas dan karena impact
dari Pemilihan Umum (PEMILU) tahun depan. Jadi, di tahun 2024, target penjualan
Komatsu di level 4.000 unit, sementara revenue dari penjualan parts dan service-nya, jika
sekarang di level IDR12 triliun, akan turun sekitar 5%.
Page 3
Kontraktor penambangan yang dijalankan oleh PAMA dan KPP. volume produksi mengalami peningkatan dibarengi dengan kesiapan alat berat yang dimiliki PAMA karena PAMA melakukan cukup banyak pembelian alat berat baru di tahun ini sehingga produksinya bisa meningkat. Sampai dengan Desember 2023, kita harapkan PAMA bisa memproduksi batu bara sebanyak 130 juta ton dengan overburden removal/ pemindahan tanah sebesar 1,1 miliar bcm. Tahun depan, target ini akan meningkat sekitar 5% – 10% menjadi 137 juta ton untuk produksi batu baranya dengan pemindahan tanah sekitar 1,2 miliar bcm. Untuk tambang batu bara TTA, produksi tahun ini akan mencapai 11,2 juta ton dengan sumbangan sebesar 2,5 juta ton dari coking coal dan sisanya dari thermal coal. Sementara untuk tahun depan, target penjualan TTA adalah 12 juta ton dengan kontribusi dari coking coal sebesar 3 juta ton dan sisanya dari thermal coal. Untuk bisnis emas, tahun 2023 Martabe akan mencapai penjualan sebesar 175 ribu ons dan tahun depan total penjualan emas akan mencapai 235 ribu ons. Demikian panduan untuk operational target UNTR. (Iwan Hadiantoro) 3. Tommy Winata (Individual Investor) Pertanyaan: Bagaimana Perseroan menghadapi persaingan dari unit alat berat yang berasal dari China? Jawaban: Serbuan alat-alat dari China ini cukup masif dan memberikan tekanan yang sangat kuat sejak dua tahun lalu, bahkan market share Komatsu turun di bawah 25%. Secara berangsur, kami mulai bisa adjust untuk bersaing dengan alat berat dari China, dengan cara menerapkan Double Line Strategy, dimana kami berkolaborasi dengan prinsipal. Kami terus mendorong Komatsu untuk membuat model yang compatible dengan market di construction, dimana kita ketahui bahwa alat yang berasal dari China ini kebanyakan menyerang di construction sector. Berangsur-angsur dengan strategi ini, kami berhasil meyakinkan prinsipal untuk memproduksi alat berat yang lebih ekonomis sehingga kami mampu recover market share, naik dari tahun 2021 sebesar 21% menjadi 28% di tahun 2022 kemudian tahun ini di 31%. Kami juga mendorong prinsipal untuk menciptakan Double Line Strategy ini di model- model lainnya, dimana saat ini kami menjual produk di 20 ton, 30 ton, 13 ton, atau 10 ton, dan kami juga sedang mengembangkan produk economic di model-model lainnya.
Page 4
Demikian juga untuk produk Bomag, kami juga sudah mulai luncurkan economic type yang tentunya dapat membantu kami dalam segmentasi market yang memerlukan alat berat yang ekonomis. (Loudy Irwanto). 4. Nico Hanafi (Individual Investor) Pertanyaan: Dengan laba bersih 2023 yang mendekati laba bersih 2022, apakah UNTR akan membagikan dividen sama seperti untuk tahun 2022? Jawaban: Berdasarkan policy UNTR, kami selalu memperhitungkan kondisi kas perusahaan dan berusaha mengoptimalkan balance antara kebutuhan belanja modal dan investasi serta pembagian dividen untuk pemegang saham. Di tahun 2022, dividen UNTR cukup exceptional dimana didukung oleh kenaikan harga batu bara yang sangat tinggi, saat itu mencapai sekitar USD400 per ton sehingga diperoleh profit yang tinggi dan di saat yang sama, UNTR belum banyak melakukan investasi terhadap bisnis-bisnis barunya. Mungkin kondisi ini tidak akan terjadi lagi di tahun 2023, walaupun profit UNTR cukup baik di tahun ini, karena kami berusaha untuk menyisihkan sebagian dari profit tersebut untuk melakukan belanja modal serta investasi pada unit-unit usaha baru. Seperti yang telah diketahui, pada tahun ini UNTR baru saja melakukan penyertaan modal di salah satu perusahaan nikel sebesar 19,99%, yaitu Nickel Industries, dimana kami mengeluarkan dana senilai USD600 juta. Selain itu, kami juga memiliki beberapa M&A yang sedang kami pertimbangkan di pipeline. Namun, UNTR selalu mempertahankan historically pembagian dividen kepada pemegang saham dalam range antara 40% - 50%. (Iwan Hadiantoro). 5. Aurelia C. (Individual Investor) Pertanyaan: Mengapa segmen jasa penambangan masih membukukan kenaikan pada 9M23 di tengah penurunan harga batubara? Jawaban: Harga batu bara mencapai level tertinggi di tahun 2022 berdasarkan Newcastle Index yaitu di USD400, untuk batu bara di atas 6.322 kkal. Kalau kita lihat di jasa pertambangan PAMA dan KPP, sebagian besar customer menghasilkan batu bara di level ICI 2 atau 3, kira-kira sekitar 4.000 – 5.000 kkal.
Page 5
Tadi sempat disampaikan bahwa harga batu bara di tahun 2022 merupakan anomali hingga mencapai USD400, padahal seperti yang kita ketahui, untuk Newcastle Index dengan harga di atas USD100 sudah termasuk kategori baik, sehingga kondisi di tahun 2023 dimana average harga di USD150 – USD160, harga masih tergolong sangat baik. Untuk tahun 2024, misalnya harga diprediksi di atas USD100 juga masih tergolong baik. Adapun disparitas harga antara ICI 1, 2, 3, 4 pada tahun 2022 sangat besar. Artinya, di tahun 2023 ini, penurunan ICI 2, 3 di sektor batu bara tidak sebesar yang di kualitas Newcastle sehingga dengan kondisi saat ini, misalnya ICI 4 di USD58 sudah sangat baik, dimana harga batu bara terendah di tahun 2015, ICI 4 pernah mencapai USD25, sehingga harga ICI 4 masih dua kali lipat dibandingkan harga terendah atau masih sangat baik untuk industri batu bara. Maka, customer juga masih meningkatkan produksinya karena mereka melihat itu masih cukup jauh dari break-even point mereka. (Frans Kesuma) 6. Krisna Sanjaya (Individual Investor) Pertanyaan: Mengapa UNTR menurunkan target penjualan alat berat tahun depan? sektor apa saja pemicunya? Jawaban: Berdasarkan plan kami untuk penjualan tahun depan, diperkirakan dengan adanya Pemilihan Umum (PEMILU) 2024 dan juga kestabilan produksi batu bara, kami menduga sektor yang akan mengalami sedikit kontraksi ialah konstruksi dan pertambangan batu bara. Untuk pertambangan batu bara, lebih untuk pemenuhan replacement, sedangkan untuk additional production sedikit. Maka dua sektor inilah yang menjadi pemicu kami melakukan revisi target dibandingkan tahun 2023. (Widjaja Kartika) 7. Lukman Aditya (Individual Investor) Pertanyaan: Terkait dengan perdagangan karbon, apakah kontribusi yang sudah dilakukan dan akan dilakukan oleh Perseroan? Jawaban: Terkait dengan perdagangan karbon, ini adalah bentuk voluntary dan kesadaran Perseroan dalam mengantisipasi masa yang akan datang serta berkontribusi aktif dalam SDG yang sudah dicanangkan oleh pemerintah. Kalau diperhatikan bahwa kebutuhan karbon
Page 6
dihasilkan dari kegiatan dari kontraktor penambangan kami, maka ada dua pendekatan yang
kami lakukan secara voluntary. Pertama, aktif dalam perdagangan karbon dan yang kedua
kami melakukan carbon offset activity dimana kami mengelola beberapa area hutan yang
akan kami gunakan untuk me-reduce dan mengkonversi emisi yang kami hasilkan. Jadi,
pendekatannya lebih kepada voluntary untuk net carbon offset. (Edhie Sarwono)
Press Conference
1. Cahya Puteri (MNC Portal)
Pertanyaan:
Perseroan belum lama ini memperkenalkan produk ekskavator listrik, bagaimana
rencana pemasaran produk tersebut di Indonesia? Kapan rencananya akan
dipasarkan dan akan menyasar sektor apa saja?
Jawaban:
Pada kesempatan yang lalu, UNTR dan Komatsu telah memperkenalkan ekskavator listrik
(The New-20-Ton Electric Excavator) pertama kali di Mining Indonesia 2023. Namun,
produk ini masih dalam tahap trial atau uji coba di Indonesia. Dalam waktu dekat ini, produk
tersebut akan kami uji coba di beberapa spot untuk mencari tahu efisiensi produk pada sektor
mana saja (terlepas dari ketersediaan infrastruktur), serta untuk menyiapkan bisnis
modelnya. Selain ekskavator listrik, kami juga memiliki produk hybrid pada kelas 30-ton,
yang sudah terbukti efisien, dan telah terjual sebanyak 80 unit pada tahun ini. Ekskavator
hybrid kami sudah terbukti 18% - 20% lebih irit pada pemakaian bahan bakar, dimana hal
ini membantu pelanggan-pelanggan kami dalam menghemat biaya operasional bisnis
mereka. (Loudy Irwanto Ellias)
2. Pulina Nitya (Kontan)
Pertanyaan:
a. Bagaimana strategi diversifikasi bisnis UNTR tahun 2024? Apakah UNTR akan
menyasar peluang akuisisi baru? Berapa targetnya?
Jawaban:
Seperti yang disampaikan sebelumnya, untuk diversifikasi bisnis, UT fokus pada dua
hal: mineral non-coal dan renewable energy. Pada sektor mineral non-coal, banyak
peluang yang kita cari, terutama di industri emas dan nikel yang saat ini masih menjadi
Page 7
prioritas strategi diversifikasi UNTR. Sedangkan terkait target, kami tidak memiliki
target khusus, selama bisnis tersebut masih accessible dan feasible untuk dikerjakan,
peluang akuisisi untuk UNTR akan selalu ada. Terlepas dari dua hal tersebut, UNTR
juga fokus pada status legalitas bisnis dan isu-isu terkait ESG. Kedua faktor tersebut
juga berkontribusi pada keputusan kami untuk melakukan akuisisi. (Frans Kesuma)
b. Berapa target pertumbuhan pendapatan dan laba UNTR di tahun 2024? Berapa
anggaran Capex UNTR tahun 2024? Kapan bisnis-bisnis baru UNTR bisa
berkontribusi positif ke kinerja perusahaan?
Jawaban:
UNTR memiliki policy untuk tidak memberikan forward looking statement dalam hal
finansial kepada publik. Namun kami dapat menyampaikan target operational UT
Group untuk tahun 2024 sebagai berikut:
- Target Penjualan Alat Berat (Komatsu):
Sebesar 4.000 unit (turun dibandingkan tahun 2023 dikarenakan dua faktor: (1)
mengantisipasi penurunan customer spending karena adanya Pemilihan Umum
(PEMILU) 2024; (2) penurunan harga komoditas, terutama di sektor
pertambangan).
- Kontraktor Penambangan:
Produksi batu bara yang dikelola oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA)
ditargetkan mengalami kenaikan sekitar 5%-10% atau 137 Juta ton produksi batu
bara, dengan overburden removal sebesar 1,2 miliar bcm. Untuk tambang batu bara
yang dijalankan oleh PT Tuah Turangga Agung (TTA) ditargetkan mengalami
kenaikan sekitar 7% atau 12 Juta ton (sekitar 3 Juta ton merupakan metallurgical
coal, 9 Juta ton adalah thermal coal).
- Pertambangan Emas: Tahun depan, penjualan emas ditargetkan sebesar 235 ribu
ons, angka ini mengalami peningkatan sekitar 30% - 35% dibandingkan tahun ini.
- Target Capex: Tahun ini, target Capex UT cukup besar, UT akan membelanjakan
sekitar USD1,2 miliar, terutama untuk belanja modal alat berat di kontraktor
penambangan, PAMA. Sisanya, sekitar USD200 juta akan digunakan untuk segmen
pertambangan, baik batu bara maupun emas.
Sedangkan untuk tahun depan, target Capex akan mengalami penurunan menjadi
USD1 miliar – 1,1 miliar. Sektor utama dalam penyerapan Capex masih didominasi
oleh kontraktor penambangan dan akuisisi perusahaan-perusahaan yang sudah
Page 8
beroperasi (brown field), agar dapat langsung memiliki kinerja positif dan
berkontribusi terhadap profit UNTR di tahun-tahun ke depan. (Iwan Hadiantoro)
3. Patricia (Katadata)
Pertanyaan:
a. Apa strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan alat berat 2024 seiring
dengan tren penurunan penjualan? Berapa targetnya di kuartal I 2024?
Jawaban:
- Pada tahun 2024, penjualan dapat kami perkirakan sebanyak 4.000 unit, sehingga
per kuartalnya sekitar 1.200 unit karena kami masih memiliki carry over tahun ini
juga. (Widjaja Kartika)
- Dari sisi product support, tahun depan diperkitakan akan ada penurunan sebanyak
5% seiring dengan kondisi harga komoditas yang turun, khususnya batu bara. UT
akan terus meningkatkan kualitas product support yang merupakan salah satu
keunggulan yang membedakan UT dengan kompetitor, dan membuat program-
program baru (dengan basis digitalisasi) sebagai strategi untuk mempertahankan
market share, sehingga dapat mempermudah interaksi serta memenuhi kebutuhan
customer kami. (Idot Supriadi)
b. Apa ada peluang akusisi tambang non batu bara di 2024?
Jawaban:
Mengacu pada jawaban No. 2.a.
c. Berapa belanja modal yang akan disiapkan pada 2024 berapa perkiraan
penyerapan capex akhir tahun 2023 dan berapa yang sudah diserap?
Jawaban:
Mengacu pada jawaban No. 2.b.
4. Awan (Investor Daily)
Pertanyaan:
a. Setelah menuntaskan akuisisi PT Supreme Energy Sriwijaya (SES) dan Nickel
Industries Limited (NIC), bisa dijelaskan mengenai rencana akuisisi UT di sektor
mineral mining selanjutnya? Kemudian bisa disebutkan kembali, entitas apa saja
yang sudah masuk pipeline?
Page 9
Jawaban: UT tidak dapat membagikan informasi perihal strategi pada pipeline bisnis kepada pihak eksternal, namun dapat disampaikan bahwa UT senantiasa menjalankan strategi diversifikasi bisnis penambangan mineral non-coal, terutama pada industri emas dan nikel. Hal ini sejalan dengan fokus dan tujuan Perseroan mengakuisisi PT SES dan NIC. (Frans Kesuma) b. Mayoritas pemain di sektor konstruksi memprediksi, 2024 akan terjadi perlambatan khususnya di bidang konstruksi. Apakah hal yang sama juga akan dirasakan Perseroan dan turut berpotensi menggerus pendapatan UT di industri konstruksi dan alat berat? Jawaban: Mengacu pada jawaban No. 3.a. c. Bagaimana kontribusi investasi UT di Arkora sejauh ini? Apakah Perseroan berencana meningkatkan kepemilikannya di Arkora? Jawaban: Seperti yang disampaikan, UT fokus mengeksplorasi peluang-peluang bisnis baru yang feasible, seperti pada bisnis mini hydro di Arkora. Untuk saat ini, belum ada diskusi antara Perseroan dengan pemegang saham mayoritas terkait penambahan kepemilikan saham di Arkora. Namun, UT berkomitmen untuk fokus berkontribusi dalam peningkatan kapasitas pada proyek-proyek mini hydro yang dijalankan oleh Arkora. (Frans Kesuma)
Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
The name pass has not read this document yet.
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.