Skip to content
Back to announcement

Lampiran analisa kenaikan aset liabilitas.pdf

Financial statement Text extracted SMII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 5

Page 1
LAMPIRAN/ ATTACHMENT

Surat Nomor/ Letter number: S-150/SMI/DU/0326 (Surat ke OJK/ Letter to OJK) dan/ and
                            S-152/SMI/DU/0326 (Surat ke Bursa Efek Indonesia/ Letter to IDX)



Penjelasan Atas Kenaikan Aset Dan Liabilitas
Berdasarkan Perubahan/ Delta (Signifikan Dalam Jumlah Dan Prosentase > 20%)/
Analysis of Asset and Liability Growth and Decline
Based on changes/delta (significantly in value and/or percentage more than 20%)

I. Penjelasan untuk Aset/ Explanation of Asset

 Peningkatan jumlah aset Perseroan per 31 Desember 2025 bila dibandingkan dengan posisi per 31
 Desember 2024 adalah sebesar Rp1.256 miliar atau 1,05%. Peningkatan tersebut terutama
 dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun sebagai berikut:

 The Company's assets as of December 31, 2025 increased by IDR1,256 billion (1.05%) compared to
 the December 31, 2024 position. This reduction was primarily due to fluctuations in the following
 accounts, with both positive and negative movements:

   ▪   Kas dan setara kas/ Cash and cash equivalent
       Kas dan setara kas mengalami peningkatan sebesar Rp2.652 miliar atau 24,55% menjadi
       Rp13.456 miliar di 31 Desember 2025 dibandingkan sebesar Rp10.804 miliar pada 31
       Desember 2024. Peningkatan tersebut terutama berasal dari penerimaan pelunasan pinjaman
       diberikan yang wajib dikonversi (Mandatory convertible loan) yang sebelumnya disajikan
       sebagai uang muka investasi, serta dari hasil penjualan penyertaan saham Perseroan di PT
       Cimanggis Cibitung Tollways (“PT CCT”).

       Cash and cash equivalent increased by IDR2,652 billion or 24.55% to IDR13,456 billion as of
       December 31, 2025 compared to IDR10,804 billion as of December 31, 2024. The increase
       was primarily attributable to the repayment of mandatory convertible loan which had
       previously as been presented as an advance for invesment, as well as proceeds from the
       Company’s divestment of its equity interest in PT Cimanggis Cibitung Tollways (“PT CCT”).

   ▪   Dana dibatasi penggunaannya – bersih/ Restricted funds – net
       Dana dibatasi penggunaannya – bersih mengalami peningkatan sebesar Rp445,62 miliar atau
       53,34% menjadi Rp1.281 miliar di 31 Desember 2025 dibandingkan per 31 Desember 2024
       sebesar Rp835 miliar. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penerimaan dana
       dalam bentuk pinjaman dari ADB – SDG Indonesia One-Green Finance Facility (“SIO-GFF”)
       yang dicatatkan sebagai dana dibatasi penggunannya mengingat dana tersebut hanya dapat
       digunakan untuk penyaluran pinjaman kepada debitur yang telah mendapat persetujuan dari
       ADB – SIO GFF.

       Restricted funds – net increased by IDR445.62 billion or 53.34% to IDR1,281 billion as of
       December 31, 2025 compared to IDR835.4 billion as of December 31, 2024. The increased
       was primarily attributable to loan proceeds received from ADB - SDG Indonesia One-Green
       Finance Facility (“SIO-GFF”) which were recorded as restricted funds, as such funds may
       only be utilized for lending to borrowers approved by ADB – SIO GFF.




                                                                                                     1/5
Page 2
▪   Efek-efek bersih/ Net Securities
    Efek-efek bersih mengalami peningkatan sebesar Rp870 miliar atau 7,48% menjadi Rp12.500
    miliar pada 31 Desember 2025 dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar Rp11.630 miliar.
    Peningkatan tersebut terutama karena pembelian atas efek-efek yang diterbitkan Pemerintah
    selama tahun 2025 sebagai bagian dari strategi optimalisasi pengelolaan dana guna
    meningkatkan pendapatan Perseroan dengan tetap mempertimbangkan tingkat risiko dari
    investasi efek tersebut.

    Net securities increased by IDR870 billion or 7.48% to IDR12,500 billion as of December 31,
    2025 compared to IDR11,630 billion as of December 31, 2024. This increased was primarily
    attributable to the purchase of government-issued securities during 2025 as part of Company’s
    strategy to optimize funds and enhance income generation, while taking into consideration the
    associated investment risk profile.

▪   Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – setelah dikurangi cadangan kerugian
    penurunan/ Loan Receivables and Sharia financing – net of allowance for impairment
    losses
    Pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah – setelah dikurangi cadangan kerugian penurunan
    mengalami peningkatan sebesar Rp104 miliar atau 0,12% menjadi Rp87.619 miliar di 31
    Desember 2025 dibandingkan pada 31 Desember 2024 sebesar Rp 87.515 miliar. Peningkatan
    tersebut terutama karena pencairan pembiayaan setelah dikurangi dengan pembayaran
    angsuran serta pelunasan dipercepat debitur.

    Loan Receivables and Sharia financing – net of allowance for impairment losses increased by
    IDR104 billion or 0.12% to IDR87,619 billion as of December 31, 2025 compared to
    IDR87,515 billion as of December 31, 2024. The increase was primarily driven by financing
    disbursements during the year, after taking into account regular installment payments and
    early repayments by debtors.

▪   Pendapatan masih harus diterima/ Accrued income
    Pendapatan masih harus diterima mengalami penurunan sebesar Rp1.253 miliar atau 37,76%
    menjadi Rp2.065 miliar pada 31 Desember 2025 dibandingkan 31 Desember 2024 sebesar
    Rp3.318 miliar. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh akkrual diterima dari pinjaman
    diberikan dan pembiayaan syariah sebagai akibat dari penurunan rata-rata outstanding
    pinjaman diberikan selama tahun 2025 bila dibandingkan dengan tahun 2024.

    Accrued income decreased by IDR1,253 billion or 37.76% to IDR2,065 billion as of 31
    December 2025, compared to IDR3,318 billion as of 31 December 2024. The decrease was
    primarily due to accruals received on loans and sharia financing, as a result of the decline in
    the average outstanding loan balance in 2025 compared to 2024.

▪   Uang muka Investasi/ Advance on Investment
    Uang muka investasi per 31 Desember 2025 mengalami penurunan sebesar Rp1.595 miliar atau
    100% bila dibandingkan 31 Desember 2024. Penurunan tersebut disebabkan oleh pelunasan
    seluruh pinjaman diberikan yang wajib dikonversi (Mandatory convertible loan) oleh PT CCT
    sejalan dengan penjualan semua penyertaan saham Perseroan pada investee tersebut.

    Advance for investment in December 31, 2025 decreased by IDR 1,595 billion or 100%
    compared to the position as of 31 December 2024. The decrease was attributable to the full
    repayment of the mandatory convertible loan by PT CCT, in line with the Company’s
    divestment of its entire equity ownership in the respective investee.




                                                                                                      2/5
Page 3
II. Penjelasan untuk Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer/ Explanation of Liabilities and
    Temporary Shirkah Funds

   Peningkatan jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer Perseroan per 31 Desember 2025 bila
   dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp3.722 miliar atau 4,88%.
   Penurunan tersebut terutama dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun berikut:

   The Company's liabilities and temporary syirkah funds decreased by IDR3,722 billion (4.88%) as
   of December 31, 2025 compared to December 31, 2024 position. This decreased was mostly
   affected by changes in the following accounts, both positive and negative:

   ▪   Pinjaman diterima Bank dan Lembaga Keuangan lainnya/ Loan Received from Bank and
       Other Financial Institutions
       Pinjaman diterima dari Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya menurun sebesar Rp3.218
       miliar atau 11,40% dari sebesar Rp28.220 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp25.002
       miliar pada 31 Desember 2025. Penurunan pinjaman diterima dari Bank dan lembaga keuangan
       lainnya terutama disebabkan oleh pembayaran atas pinjaman diterima yang jatuh tempo di
       tahun 2025.
       Loan Received from Bank and Other Financial Institutions decreased by IDR3,218 billion or
       11,40% from IDR28.220 billion on December 31, 2024 to IDR25,002 billion on December 31,
       2025. The decrease was mainly due to the repayment of loans that matured in 2025.

   ▪   Utang pajak/ Tax payable
       Utang pajak meningkat sebesar Rp88 miliar atau 50,98% dari sebesar Rp173 miliar pada 31
       Desember 2024 menjadi Rp261 miliar pada 31 Desember 2025. Peningkatan utang pajak
       terutama disebabkan oleh peningkatan estimasi pajak badan sejalan dengan peningkatan laba
       sebelum pajak di Desember 2025.

       Tax payable increased by IDR88 billion or 50,98% from IDR173 billion on December 31, 2024
       to IDR261 billion on December 31, 2025. The increase was primarily due to a higher estimated
       corporate income tax, in line with the increase in profit before tax in December 2025.

   ▪   Pendapatan diterima dimuka/ Unearned Revenue
       Pendapatan diterima dimuka menurun sebesar Rp37 miliar atau 61,77% dari sebesar Rp61
       miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp23 miliar pada 31 Desember 2025. Penurunan
       pendapatan diterima dimuka terutama disebabkan karena adanya amortisasi provisi atas biaya
       Pengelolaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta reklasifikasi provisi ke upfront fee
       pinjaman diberikan karena debitur telah melakukan penarikan fasilitas pinjaman.

       Unearned revenue decreased by IDR37 billion or 61,77% from IDR61 billion on December
       31, 2024 to IDR23 billion on December 31, 2025. The decrease was mainly due to amortization
       of provisions for National Economic Recovery Program (PEN) management fees and the
       reclassification of provisions to loans upfront fees following borrowers' drawdown of loan
       facilities.


   ▪   Liabilitas derivatif/ Derivative liabilities
       Liabilitas derivatif menurun sebesar Rp3,1 miliar atau 100% dari sebesar Rp3,1 miliar pada 31
       Desember 2024 menjadi nihil pada 31 Desember 2025. Penurunan ini dikarenakan seluruh
       kontrak derivatif selama tahun berjalan sudah selesai, sehingga tidak terdapat eksposur


                                                                                                       3/5
Page 4
       derivatif yang masih outstanding pada akhir tahun 2025.

       Derivative liabilities decreased by IDR3.1 billion or 100% from IDR3,1 billion as of December
       31, 2024 to nil as of December 31, 2025. The decrease was attributable to settlement of all
       derivative contracts during the year, resulting in no outstanding derivative exposure as of the
       end of 2025.

   ▪   Surat Utang diterbitkan/ Debt Securities issued
       Surat utang diterbitkan meningkat sebesar Rp1.556 miliar atau 7,31% menjadi Rp22.843 miliar
       pada 31 Desmber 2025 dibanding 31 Desember 2024 sebesar Rp21.287 miliar. Peningkatan
       tersebut terutama karena penerbitan surat utang baru di tahun 2025 sebesar Rp3.350 miliar.
       Secara neto, kenaikan sebesar Rp1.556 miliar mencerminkan penerbitan surat utang setelah
       dikurangi dengan surat utang yang jatuh tempo selama tahun 2025.

       Debt securities issued increased by Rp1,556 billion or 7,31% became Rp22,843 billion as of
       December 31, 2025 compared with December 31, 2024 amounted to Rp21,287 billion. The
       increase was mainly attributable to the issuance of securities in 2025 amounted to Rp3,350
       billion. On a net basis, the increase of Rp1,556 billion reflects the issuance of new debt
       securities after deducting repayments of debt securities matured during 2025.

   ▪   Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia/ Loan Received from
       Government of Republic of Indonesia
       Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia mengalami menurun sebesar Rp1.876
       miliar atau 7,49% dari sebesar Rp25.048 miliar pada 31 Desember 2024 menjadi Rp23.171
       miliar pada 31 Desember 2025. Penurunan pinjaman diterima dari Pemerintah Indonesia
       terutama disebabkan oleh pembayaran atas pinjaman diterima yang jatuh tempo di tahun 2025.

       Loan Received from Government of Recpublic of Inconesia decreased by IDR1,876 billion or
       7,49% from IDR25,048 billion on December 31, 2024 to IDR23,171 billion on December 31,
       2025. The decrease was mainly due to the repayment of loans that matured in 2025.

   ▪   Dana Syirkah Temporer/ Temporary Shirkah Funds
       Sukuk Mudharabah diterbitkan/ Sukuk Mudharabah issued
       Sukuk Mudharabah diterbitkan meningkat sebesar Rp2.166 miliar atau 461,28% menjadi
       Rp2.636 miliar pada 31 Desmber 2025 dibanding 31 Desember 2024 sebesar Rp470 miliar.
       Peningkatan tersebut terutama karena penerbitan sukuk mudharabah baru di tahun 2025 sebesar
       Rp2.500 miliar. Secara neto, kenaikan sebesar Rp2.166 miliar mencerminkan penerbitan sukuk
       mudharabah setelah dikurangi dengan sukuk mudharabah yang jatuh tempo selama tahun 2025.

       Sukuk Mudharabah issued increased by Rp2,166 billion or 461,28% became Rp2,636 billion
       as of December 31, 2025 compared with December 31, 2024 amounted to Rp470 billion. The
       increase was mainly attributable to the issuance of sukuk mudharabah in 2025 amounted to
       Rp2.500 billion. On a net basis, the increase of Rp2,166 billion reflects the issuance of new
       sukuk mudharabah after deducting repayments of sukuk mudharabh matured during 2025.


Kenaikan atau penurunan pada aset maupun liabilitas dalam jumlah yang signifikan ataupun di atas
20% sebagaimana dijelaskan sebelumnya, tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja
Perseroan. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih sebesar Rp671 miliar atau 30,08% bila
dibandingkan dengan tahun 2024. Peningkatan laba bersih terutama disebabkan oleh peningkatan pada
laba usaha Perseroan yang berasal dari laba atas penjualan investasi saham Perseroan pada PT CCT


                                                                                                         4/5
Page 5
sebesar Rp611 miliar yang terjadi pada tanggal 28 November 2025 serta peningkatan pendapatan bagi
hasil yang bersumber dari pembiayaan syariah selama tahun 2025.

The increase or decrease in assets or liabilities by a significant amount or by more than 20%, as
previously explained, did not have significant impact on the Company’s performance. This is reflected
in the increase of Company’s net profit by IDR671 billion or 30.08% compared with 2024. However,
The increase in net profit was primarily attributable to the growth in the Company’s operating profit,
which was driven by a gain on the sale of the Company’s investment in shares of PT CCT amounting
to Rp611 billion on November 28, 2025, as well as higher profit-sharing income derived from sharia
financing activities during 2025.




                                                                                                         5/5

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.42 MB
Published31 Mar 2026
Pages5
Characters15,114
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Cimanggis Cibitung Tollways p.1 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.1
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org PT CCT p.1 ×6
unresolved org Government of Republic of Indonesia p.4

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 9

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result