Back to announcement
20260331_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056362_lamp2.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 37
Page 1
Nomor : S-0732/DIR/SMF/III/2026 Jakarta, 31 Maret 2026 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Otoritas Jasa Keuangan Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur 2-4 Jakarta 10710 UP : Direktorat Pengelolaan Investasi Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 Periode yang berakhir 31 Desember 2025 Merujuk Pasal 49 POJK.23/POJK.04/2014 tanggal 19 November 2014 tentang Pedoman Penerbitan dan Pelaporan Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Dalam Rangka Pembiayaan Sekunder Perumahan, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 periode yang berakhir 31 Desember 2025. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BMRI01 periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit Tembusan : Direktorat Pengawasan Lembaga Keuangan Khusus - Otoritas Jasa Keuangan "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK MANDIRI 01
(EBA-SP SMF-BMRI01)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Page 3
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
Daftar isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun–tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5
Page 4
:-&
6r.tr
SURAT PERNYATAAN PEN ERBIT
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHlR PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2025
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI NOMOR 01
(EBA-SP SMF-BMRr01)
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Ananta Wiyogo
Jabatan Direktur Utama
Alamat Kantor Grha SlvlF Jalan Panglima Polim I Nomor'1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisili / sesuai KTP Jalan Pejaten [Vlas lll Blok G No.1 RT/RW.0111002, Kel. Pasar
atau Kartu ldentitas lain tVinggu, Kec. Pasar tt/inggu Jakarta Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
Nama Heliantopo
Jabatan Direktur
Alamat Kantor Grha SMF Jalan Panglima Polim I Nomor 1, Kebayoran Baru, Jakarta
Alamat Domisilii sesuai KTP Komplek PJMI Jl. Cendrawasih Raya A2813-4 RT.004/RW.007
atau Kartu ldentitas lain Pondok Aren, Tangerang Selatan
Nomor Telepon 021 2700 400
PT Sarana t\4ultigriya Finansial (Persero) dalam hal ini bertindak selaku Penerbit Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Sarana lVultigriya Finansial - Bank lVandiri Nomor 0'1
(EBA-SP StVF-BMRl01 ) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan EBA-SP
SMF-BMRIO1.
2. Laporan keuangan EBA-SP SIVF-BIVRIO1 tersebut telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di lndonesia.
3. Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana disebutkan dalam butir 1 di atas,
menyatakan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SIVF-BIVRlO1 tersebut telah dimuat secara
lengkap dan benar, dan
b. Laporan keuangan EBA-SP SIVF-B|VR|01 tersebut tidak mengandung informasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SIVF-BIMRlO1.
Page 5
.#fl-
GYr
5. Kami bertanggung jawab atas laporan keuangan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab sebagai
Penerbit sebagaimana tercantum dalam EBA-SP SMF-BIMRlO1 .
Jakarta, 17 Maret2026
Penerbit
PT Sarana Ii/ultigriya Finansial (Persero)
Ananta Wiyogo Heliantopo
Direktur Utama Direktur
Page 6
Model 54
pr. BANK RAKYAT TNDONESIA (PERSERO) Tbk
KANTOR PUSAT
Jalan JenderalSudirman No. 4446 Tromol Pos 1094 / 1000 Jakarta 10210
I
Tel epo n : 251 0244, 25 1 00254, 251 0264, 251 0269, 251 027
Facsimile : 2500065, 2500077 Kawat : KANPUSBRI
Telex : 65293, 65301, 65456, 65459, 65461
Website : www.bri.co.id
SURAT PERNYATAAN BANK KUSTODIAN
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 DESEMBER2O2S
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI NOMOR 01
(EBA-SP SMF-BMRl01)
Kami yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama Dhevy Hardanta
Jabatan Deparlment Head
Alamat Kantor Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta 10210
Nomor Telepon (021) 2500124
Nama : Betty Kartini Sormin
Jabatan : .Assisfanf Vice President
Alamat Kantor : Gedung BRI 2 Lantai 6, Jl. Jend. Sudirman
Kav 44-46, Jakarta 10210
Nomor Telepon : (021) 2500124
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero) Tbk dalam hal ini bertindak selaku Bank Kustodian Efek Beragun Aset
berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Mandiri Nomor 01
(EBA-SP SMF-BI\nRl01 ) menyatakan bahwa:
1. Kami bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian Laporan Keuangan EBA-SP
SIVF-BMRlO1 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025.
2. Laporan Keuangan EBA-SP SMF-BNnRl01 telah disusun dan disajikan dengan Standar Akuntansi
Keuangan di lndonesia.
3. Dengan memperhatikan alinea tersebut di atas, Bank Kustodian menegaskan bahwa:
a. Semua informasi dalam laporan keuangan EBA-SP SMF-BMR|0I telah dimuat secara lengkap dan
benar, dan
b. Laporan keuangan EBA-SP SMF-Bl\4R|01 tidak mengandung informasi dan fakta material yang tidak
benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.
4. Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam EBA-SP SMF-BMRlO1.
5. Kami bertanggung jawab atas laporan keuangan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 sesuai
dengan tugas dan tanggung jawab sebagaimana tersebut dalam EBA-SP SMF-BMRl01.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.
Jakarta, tl
Maret 2026
Atas nama dan mewakili Bank Kustodian
PT Bank Rakyat lndonesia (Persero). Tbk
'lr-,';'ir;;
.:i: , tr
":riri!:,
Dhevv Hardanta Betty Kartini Sormin
Department Head Asslsfanf Vice President
lntesritv, Collaborative, Accountobilitv, Growth Mindset' Customer Focus
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 2.g, 3, 16 6.615.107.466 8.384.804.094
Rekening Titipan 2.c, 2.g, 4, 16 184.472.012 186.335.440
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 2.c, 5, 16 12.086.830.480 28.284.557.259
Pajak Dibayar di Muka 2.f, 15.a 318.426.815 146.229.177
Aset Pajak Tangguhan 2.f, 15.c 41.692.907 48.622.843
Jumlah Aset 19.246.529.680 37.050.548.813
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Pajak 2.f, 15.b - 62.791.855
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.c, 2.g, 6, 16 369.968.256 219.132.666
Utang Lain-lain 2.c, 2.g, 7, 16 250.631.276 252.494.704
Jumlah Liabilitas 620.599.532 534.419.225
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.c, 2.g, 8, 16 14.449.673.433 32.574.246.293
Saldo Laba 9 4.176.256.714 3.941.883.295
Jumlah Aset Bersih 18.625.930.147 36.516.129.588
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 19.246.529.679 37.050.548.813
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
1
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Pendapatan Investasi
Bunga 2.e, 2.g, 10, 16 2.410.901.463 5.046.085.779
Denda Keterlambatan 2.e, 10 46.261.000 54.496.151
Jumlah Pendapatan Investasi 2.457.162.463 5.100.581.930
Beban Investasi
Beban Jasa Penunjang 2.e, 2.g, 11, 16 804.774.820 1.102.184.526
Bunga EBA Kelas A 2.e, 2.g, 12, 16 - 407.472.801
Beban Lain-lain 2.e, 2.g, 13, 16 23.074.774 23.254.772
Jumlah Beban Investasi 827.849.594 1.532.912.099
Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Penyisihan Piutang KPR 2.e, 2.g, 14, 16 31.499.710 69.254.112
Lain-lain 2.e, 2.g, 14, 16 3.800.543 -
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 35.300.253 69.254.112
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.664.613.122 3.636.923.943
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 15.d (177.068.980) (409.493.643)
Pajak Tangguhan 2.f, 15.c (6.929.936) (15.235.905)
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak
Penghasilan (183.998.916) (424.729.548)
Laba Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
2
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP
Jumlah Aset Bersih
Kelas B Saldo Laba
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 8) - (2.997.830.694) (2.997.830.694)
Pembayaran Pokok Sertifikat Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588
Saldo Per 1 Januari 2025 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 8) - (1.246.240.787) (1.246.240.787)
Pembayaran Pokok Sertifikat Kelas B (18.124.572.860) - (18.124.572.860)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 1.480.614.206 1.480.614.206
Saldo Per 31 Desember 2025 14.449.673.433 4.176.256.714 18.625.930.147
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
3
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan piutang kredit
pemilikan rumah 18.616.194.067 24.880.560.011
Penerimaan bunga dan
denda keterlambatan 46.261.000 4.978.447.209
Penerimaan bunga jasa giro 23.933.885 52.880.609
Penerimaan lain-lain 3.800.543 -
Penerimaan restitusi pajak 146.229.177 296.799.844
Pembayaran jasa penunjang (653.939.230) (1.138.841.757)
Pembayaran pajak (558.287.650) (576.624.216)
Pembayaran lain-lain (23.074.774) (23.254.772)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 17.601.117.018 28.469.966.928
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang EBA-SP Kelas A - (15.418.434.792)
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas B (18.124.572.860) (10.925.888.683)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (1.246.240.787) (2.997.830.694)
Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A - (539.985.682)
Pembayaran utang lain-lain - (50.029.998)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (19.370.813.647) (29.932.169.849)
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.769.696.629) (1.462.202.921)
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 8.384.804.094 9.847.007.015
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 6.615.107.465 8.384.804.094
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara
keseluruhan
4
Page 14
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Mandiri 01 (EBA-
SP SMF-BMRI01), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh Penerbit, PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) – (“SMF”), berdasarkan Akta Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BMRI01
No. 41 tanggal 14 Juni 2016 dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.,
Notaris di Jakarta sebagaimana diubah dengan akta No. 28 tanggal 26 Juli 2016, di hadapan notaris
yang sama. EBA-SP merupakan efek hasil sekuritisasi atas kumpulan tagihan dari portofolio Kredit
Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih (Kumpulan Tagihan) yang dibeli dari Bank Mandiri (Kreditur
Asal) sejumlah Rp500.000.134.976 (lima ratus miliar seratus tiga puluh empat ribu sembilan ratus
tujuh puluh enam Rupiah) oleh Pembeli (“SMF”) dan diserahkan kepada serta ditatausahakan oleh
Bank Kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk – (“BRI”).
EBA-SP ini diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP Kelas A yang terdiri dari Seri A1 dengan
total nilai nominal sebesar Rp103.500.000.000 (seratus tiga miliar lima ratus juta Rupiah) mewakili
20,70% (dua puluh koma tujuh nol persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan
Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final dengan tingkat bunga tetap sebesar 8,60% (delapan koma
enam nol persen) per tahun dan Seri A2 dengan total nilai nominal sebesar Rp353.000.000.000 (tiga
ratus lima puluh tiga miliar Rupiah) mewakili 70,60% (tujuh puluh koma enam nol persen) dari
keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final dengan
tingkat bunga tetap sebesar 9,10% (sembilan koma satu nol persen) per tahun, dan EBA-SP Kelas
B dengan total nominal sebesar Rp43.500.134.976 (empat puluh tiga miliar lima ratus juta seratus
tiga puluh empat sembilan ratus tujuh puluh enam Rupiah) mewakili 8,70% (delapan koma tujuh nol
persen) dari keseluruhan Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off
Final. Tanggal Jatuh Tempo Final EBA-SP Kelas A dengan total nilai Rp456.500.000.000 (empat
ratus lima puluh enam lima ratus juta Rupiah) jatuh pada tanggal 27 Oktober 2029, namun
diperkirakan akan lunas lebih awal karena Kumpulan Tagihan mempunyai rata-rata tertimbang jatuh
tempo (weighted average life) adalah 8,19 tahun. Rata-rata tertimbang jatuh tempo (weighted
average life) Seri A1 adalah 3,0 tahun dan Seri A2 adalah 5,0 tahun. Pemegang EBA-SP Kelas A
berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan sekali pada Tanggal
Pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas EBA-SP Kelas A sesuai
dengan Urutan Prioritas Pembayaran. EBA-SP Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang
berarus kas tetap, sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas
tidak tetap. EBA-SP Kelas A dan EBA-SP Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP Kelas
A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. EBA-SP
dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1 (satu Rupiah) sebagai bukti hak milik secara
proporsional yang tidak terbagi atas Kumpulan Tagihan. EBA-SP Kelas A telah mendapatkan surat
pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan No. S-431/D.04/2016 tanggal 19 Agustus 2016 untuk
ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BMRI01 Kelas A merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali
Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan pemegang EBA-SP Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 76.464.752.5-064.000.
5
Page 15
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2. a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya dan ketentuan akuntansi
lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
2. b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), yang juga sebagai mata uang fungsional Entitas kecuali
bila dinyatakan secara khusus.
2. c. Instrumen keuangan
Entitas mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan , jika dan
hanya jika, Entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak instrumen tersebut. Pada
saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Entitas mengukur pada nilai wajarnya.
Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai
wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara
langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset keuangan dan penerbitan
liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan segera.
Aset keuangan Entitas diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
i. Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments
of Principal and Interest – SPPI) dari jumlah pokok terutang.
6
Page 16
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan
penurunan nilainya.
Pendapatan keuangan dihitung dengan metode menggunakan suku bunga efektif dan diakui
di laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika aset dihentikan atau
direklasifikasi.
Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian
untuk alasan lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan
jumlahnya atau tidak sering.
ii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
(‘’FVTOCI’’)
Aset keuangan diukur pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
a) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
b) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (Solely Payments
of Principal and Interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.
Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian diakui
dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai dan
keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi.
Ketika aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.
iii. Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (‘’FVTPL’’)
Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.
Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar aset keuangan diakui dalam
laba rugi.
Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Entitas dapat menetapkan pilihan yang tidak
dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan
untuk diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI.
Penetapan ini menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan
komprehensif lain, kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau
kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi ke saldo laba tidak melalui laba rugi.
7
Page 17
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
Entitas mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk
derivatif yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
b) Liabilitas keuangan yang timbul Ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
diterapkan.
c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku
bunga dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen
selanjutnya mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
1) Jumlah penyisihan kerugian; dan
2) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
Saat pengakuan awal Entitas dapat membuat penetapan yang tak terbatalkan untuk
mengukur liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar
atau jika penetapan akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkonsistensi pengukuran atau
pengakuan (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari
pengukuran aset atau liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau
liabilitas dengan dasar yang berbeda-beda; atau
b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi
investasi yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas
kelompok tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Entitas.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Entitas menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Entitas
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia
instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam
melakukan penilaian, Entitas membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas
instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta
ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapus dan nilai netonya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara neto
atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak saling
hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum
dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan
atau kebangkrutan Entitas atau pihak lawan.
8
Page 18
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus
kas yang berasal dari aset berakhir, atau Entitas mentransfer aset keuangan dan secara
substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain.
Jika Entitas tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan
manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Entitas mengakui
keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang
mungkin harus dibayar. Jika Entitas memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Entitas masih mengakui aset keuangan dan juga
mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak
dilepaskan atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Jika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan dengan liabilitas yang lain pada keadaan
yang secara substansial berbeda, atau berdasarkan suatu liabilitas yang ada yang secara
substansial telah diubah, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai
penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan perbedaan nilai
tercatat masing-masing diakui dalam laba rugi.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan)
dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode
yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen
keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
jumlah tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
Pada saat menghitung suku bunga efektif, Entitas mengestimasi arus kas dengan
mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam instrumen keuangan tersebut,
seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi tidak mempertimbangkan
kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto lain.
Reklasifikasi
Entitas mereklasifikasi aset keuangan ketika Entitas mengubah tujuan model bisnis untuk
pengelolaan aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan, maka Entitas menerapkan reklasifikasi secara
prospektif dari tanggal reklasifikasi. Entitas tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian
(termasuk keuntungan atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi menjadi kategori FVTPL, nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan diamortisasi
sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam laba rugi. Pada saat Entitas
9
Page 19
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
melakukan reklasifikasi sebaliknya, yaitu dari aset keuangan kategori FVTPL menjadi kategori
pengukuran biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajar pada tanggal reklasifikasi menjadi
jumlah tercatat bruto yang baru.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran biaya
perolehan diamortisasi menjadi kategori FVTOCI, nilai wajarnya diukur pada tanggal
reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih antara biaya perolehan
diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar aset keuangan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain. Suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak
disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi. Ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan
sebaliknya, yaitu keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori pengukuran biaya perolehan
diamortisasi, aset keuangan direklasifikasi pada nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi.
Akan tetapi keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan
komprehensif lain dihapus dari ekuitas dan disesuaikan terhadap nilai wajar aset keuangan
pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada tanggal reklasifikasi aset keuangan diukur seperti
halnya jika aset keuangan tersebut selalu diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Penyesuaian ini mempengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak mempengaruhi
laba rugi, dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan
pengukuran kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.
Pada saat Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL
menjadi kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama
halnya, ketika Entitas mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi
kategori pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan
atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain
direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal
reklasifikasi.
Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan, jika dan hanya jika, Entitas saat ini
memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
tanggal pengukuran. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan
pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
keseluruhan pengukuran nilai wajar:
a) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1);
b) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk
aset atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2);
c) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).
10
Page 20
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Entitas sebisa mungkin menggunakan data
pasar yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi
secara langsung, Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perpindahan antara level hirarki nilai wajar diakui oleh Entitas pada akhir periode pelaporan
dimana perpindahan terjadi.
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau utang dan pinjaman.
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila persyaratan
dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang diizinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu pada
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction);
11
Page 21
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
mengacu kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus
kas yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
2. d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas, bank, dan investasi jangka pendek yang jatuh tempo dalam
waktu tiga bulan atau kurang.
2. e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari piutang Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui
secara akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada saat
terjadinya secara akrual.
2. f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk Surat Partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan yang
diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak yang berlaku. Objek
pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Entitas. Sedangkan
pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak tangguhan tidak diakui karena tidak terdapat perbedaan temporer yang berdampak terhadap
pengakuan aset atau liabilitas tangguhan.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam laporan
laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas operasi kena
pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan laba
12
Page 22
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak diakui
adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda
dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh dikurangkan
serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk
mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif
pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan.
Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
2. g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai adalah
sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 “Pengungkapan pihak-pihak berelasi“.
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas pelapor), yang
meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
i. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
ii. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
iii. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain);
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya);
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga;
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
berelasi dengan entitas pelapor;
13
Page 23
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf (a); atau
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 Pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat; serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali Amanat,
kecuali hubungan berelasi yang terjadi kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah, baik
langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak yang
tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2. h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari
pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada akhir
periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi utama
berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian estimasi lain pada tanggal
laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan penyesuaian material
terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk
penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang
bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak
tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk menentukan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan masukan model seperti volatilitas
untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan tingkat diskonto, tingkat pelunasan
dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
14
Page 24
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas. Berdasarkan PSAK 239 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP
SMF-BMRI01 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
Klasifikasi aset keuangan dalam PSAK 239 dapat diukur melalui biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
• Aset keuangan diukur melalui biaya perolehan diamortisasi meliputi kas, giro pada bank, efek-
efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, pinjaman yang diberikan dan pembiayaan/piutang
Syariah, pendapatan bunga dan marjin yang masih akan diterima, tagihan akseptasi, efek,
dan aset lain-lain;
• Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain meliputi efek-
efek dan penyertaan saham;
• Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FTVPL) meliputi aset keuangan
dalam kelompok diperdagangkan dan tagihan derivative tidak terkait lindung nilai.
3. Kas Dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian per 31 Desember 2025
dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
Bank 2025 2024
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 1.270.966.409 1.799.198.252
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Pokok 12.783.163 2.582.948.292
Rekening Bunga 172.129.968 334.393.212
Rekening Pajak 4.009.267.494 3.668.086.705
Rekening Koleksi 1.149.960.432 177.633
Jumlah Kas dan Setara Kas 6.615.107.466 8.384.804.094
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
15
Page 25
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Rekening Titipan
Rekening Titipan merupakan rekening-rekening yang terdapat di PT Bank BRI yang dibentuk oleh pihak
Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Saldo rekening titipan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dana Cadangan 58.732.434 61.452.522
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 125.739.578 124.882.918
Jumlah Rekening Titipan 184.472.012 186.335.440
Rekening dana cadangan adalah jumlah dana yang tersedia di dalam rekening koran. Apabila terdapat
perbedaan dengan nilai dana cadangan di utang lain-lain (Catatan 9), maka selisih tersebut adalah dana
cadangan yang belum dipulihkan kembali ke rekening dana cadangan.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang dibeli dari PT Bank
Mandiri (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 21 tanggal 11 November 2016 antara Penerbit
(“SMF”) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari Kredit
Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur dengan saldo per 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Piutang Kredit Kepemilikan Rumah 12.276.343.691 28.505.570.180
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 189.513.211 221.012.921
Jumlah - Bersih 12.086.830.480 28.284.557.259
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektibilitas yaitu:
2025 2024
Kolektabilitas 1 (Lancar) 7.809.431.274 22.105.517.280
Kolektabilitas 2 (1 - 90 hari) 505.154.497 1.642.591.772
Kolektabilitas 3 (91 - 120 hari) - 311.752.763
Kolektabilitas 4 (121 - 180 hari) 20.346.773 141.340.227
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 3.941.411.147 4.304.368.138
12.276.343.691 28.505.570.180
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 189.513.211 221.012.921
Jumlah - Bersih 12.086.830.480 28.284.557.259
16
Page 26
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian piutang KPR berdasarkan sisa waktu jatuh tempo (Remained Term to Maturity – RTM) yaitu:
2025 2024
Hingga 1 tahun 7.731.156.091 5.498.569.347
1 - 2 tahun 4.091.645.076 14.915.421.440
2 - 3 tahun 453.542.524 6.184.546.788
3 - 4 tahun - 618.228.922
4 - 5 tahun - -
Lebih dari 5 tahun - 1.288.803.683
12.276.343.691 28.505.570.180
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian 189.513.211 221.012.921
Jumlah - Bersih 12.086.830.480 28.284.557.259
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian kredit ekspektasian yang dibentuk telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya piutang usaha.
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian piutang kredit kepemilikan rumah merupakan
pemulihan yang diakibatkan dari nilai RTM tidak lebih dari 4 tahun, sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal 221.012.921 290.267.033
Pencadangan (pemulihan) (31.499.710) (69.254.112)
Saldo Akhir 189.513.211 221.012.921
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
6. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian
sebagai berikut :
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 212.495.783 78.399.569
Jasa Audit 133.200.000 110.000.000
Jasa Kustodian 13.537.171 13.537.172
Jasa Wali Amanat 8.614.568 8.614.567
Jasa Pendukung Kredit 1.211.847 2.731.894
Jasa Penerbit 908.887 2.048.920
Jasa Agen Pembayar - 3.800.544
Jumlah Biaya yang Masih Harus Dibayar 369.968.256 219.132.666
Lihat Catatan 17, pihak berelasi
17
Page 27
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
7. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain merupakan akun yang digunakan untuk mencatat dana cadangan dari Pendukung
Kredit dan dana transisi penyedia jasa dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dana cadangan - Pendukung Kredit 124.891.698 127.611.786
Dana transisi - Penyedia Jasa 125.739.578 124.882.918
Utang lain-lain 250.631.276 252.494.704
Jumlah Utang Lain-lain
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
8. Sertifikat EBA-SP Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat ekuitas
kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B, dimana
pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa pendukung,
imbalan jasa penyedia jasa, bunga EBA kelas A.
b. Pokok EBA kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan
Rincian setoran Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B per 31 Desember
2025 dan 2024 dengan rincian pemegang EBA-SP sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 8.304.384.251 14.074.111.317
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 6.145.289.182 18.500.134.976
Jumlah Sertifikat Kelas B 14.449.673.433 32.574.246.293
Bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B, dibayarkan kepada pemegang sertifikat
yang pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Pajak
b. Biaya-biaya senior
c. Bunga EBA kelas A
d. Imbalan jasa penyedia jasa
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan
f. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 periode dan tagihan tertunggak yang belum
tergantikan
g. Pembayaran kembali rekening koleksi pokok yang digunakan untuk menutup kekurangan
pembayaran bunga
h. Imbalan jasa pendukung kredit
18
Page 28
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
i. Hasil investasi atas dana dalam rekening cadangan kepada pendukung kredit
j. Membayar biaya pendukung kredit atas tiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening cadangan
umum melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan
k. Biaya-biaya junior
Bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Kelas B untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing adalah sebesar Rp1.246.240.787 dan
Rp2.997.830.694.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
9. Saldo Laba
Saldo laba per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Saldo laba 1 Januari 3.941.883.295 3.727.519.594
Dividen (1.246.240.787) (2.997.830.694)
Laba bersih tahun berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395
Saldo Laba 31 Desember 4.176.256.714 3.941.883.295
Jumlah Utang Lain-lain
10. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Bunga
KPR 2.386.967.578 4.993.205.170
Jasa Giro 23.933.885 52.880.609
2.410.901.463 5.046.085.779
Pendapatan Denda Keterlambatan 46.261.000 54.496.151
Jumlah Pendapatan Investasi 2.457.162.463 5.100.581.930
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
19
Page 29
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
11. Beban Jasa Penunjang
Beban Jasa Penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 310.911.569 497.152.471
Jasa Audit 217.450.000 160.000.001
Jasa Kustodian 146.519.999 146.519.999
Jasa Wali Amanat 93.240.001 93.240.001
Jasa Pendukung Kredit 20.944.715 41.184.033
Jasa Penerbit 15.708.536 30.888.021
Jasa Agen Pembayar - 11.100.000
Jasa Pemeringkat - 83.250.000
Jasa Listing - 27.750.000
Jasa Registrar - 11.100.000
Jumlah Beban Jasa Penunjang 804.774.820 1.102.184.526
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
12. Beban Bunga EBA Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Kelas A2 untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Nihil dan Rp407.472.801.
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
13. Beban Investasi - Lain-lain
Akun ini merupakan biaya administrasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Beban Jasa Iklan 22.505.472 22.505.472
Beban Transaksi 539.302 709.300
Biaya Materai 30.000 40.000
Jumlah Beban Lain-lain 23.074.774 23.254.772
Lihat Catatan 17, pihak berelasi.
20
Page 30
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Akun ini merupakan pendapatan (beban) lain-lain yang terdiri dari kerugian kredit ekspektasian atas
piutang KPR dan koreksi atas kelebihan catat beban periode sebelumnya. Jumlah
pendapatan/(beban) lain-lain untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
2024 masing-masing Adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pemulihan Piutang KPR 31.499.710 69.254.112
Lain-lain 3.800.543 -
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 35.300.253 69.254.112
15. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka merupakan lebih bayar atas pajak penghasilan badan (PPh Pasal 28A) per
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PPh 28 A Tahun 2024 - 146.229.177
PPh 28 A Tahun 2025 318.426.815 -
Jumlah 318.426.815 146.229.177
Jumlah Utang Lain-lain
Entitas menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak No. KEP-
00066/SKPPKP/KPP.3010/2025 tanggal 26 Mei 2025 tentang Pengembalian Pendahuluan
Kelebihan Pembayaran Pajak sebesar Rp146.229.177 atas masa Pajak 2024.
b. Utang Pajak
Utang Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebesar Nihil
dan Rp62.791.855.
c. Aset Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Dikreditkan
(Dibebankan)
Saldo awal ke Laba Rugi Saldo akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 48.622.843 (6.929.936) 41.692.907
Jumlah Aset/(Liabilitas)
Pajak Tangguhan 48.622.843 (6.929.936) 41.692.907
21
Page 31
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2024
Dikreditkan
(Dibebankan)
Saldo awal ke Laba Rugi Saldo akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 63.858.748 (15.235.905) 48.622.843
Jumlah Aset/(Liabilitas)
Pajak Tangguhan 63.858.748 (15.235.905) 48.622.843
d. Pajak Kini
Taksiran pajak penghasilan untuk tahun-tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2025 dan 2024
adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba bersih sebelum pajak 1.664.613.122 3.636.923.943
Beda Temporer:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (31.499.710) (69.254.112)
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (23.933.885) (52.880.609)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
penghasilan yang pajaknya bersifat final 539.302 709.300
(54.894.293) (121.425.421)
Laba/(rugi) kena pajak 1.609.718.829 3.515.498.522
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 1.609.718.000 3.515.498.000
Beban Pajak Penghasilan:
Dengan fasilitas 177.068.980 363.915.915
Tanpa fasilitas - 45.577.728
Beban Pajak Penghasilan 177.068.980 409.493.643
Dikurangi Kredit Pajak Penghasilan (495.495.795) (555.722.820)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak Badan (318.426.815) (146.229.177)
16. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP berelasi dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, karena dimiliki oleh Negara Republik
Indonesia. Namun, secara aktivitas operasional masing-masing pihak bebas
mandiri (independen).
22
Page 32
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Pemegang : Dana Pensiun Bank Mandiri, Dana Pensiun Telkom, PT Bank Mandiri
Sertifikat Kelas Taspen Pos, Dapen Bank Mandiri Tiga, Dapen Otoritas Jasa Keuangan,
A dan Kelas B Koperasi Kesehatan Pegawai & Pensiunan Bank Mandiri, Dapen Bank
Mandiri Empat, Dapen Bank Mandiri Satu, Dapen Bank Mandiri Dua, Dapen
Bank Tabungan Negara, Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat
Indonesia
Jenis transaksi : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Jasa Penyedia Jasa
PT Sarana Multigriya Finansial Jasa Manajemen/Penerbit, Jasa
(Persero) Pendukung Kredit
PT Bank Rakyat Indonesia Wali Amanat
(Persero) Tbk
Rincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi pada laporan keuangan per
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kas dan Setara Kas 7.296.894.065 8.384.626.461
Rekening Titipan 185.270.593 186.335.440
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 19.417.304.295 28.284.557.259
Biaya yang Masih Harus Dibayar 169.981.403 83.180.383
Utang Lain-lain 251.429.857 252.494.704
Sertifikat EBA-SP Kelas B 22.368.233.256 32.574.246.293
Jumlah transaksi dengan pihak berelasi pada laporan keuangan untuk tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Investasi- Bunga 1.501.543.587 4.993.205.170
Beban Investasi-Jasa Penunjang 308.134.469 407.472.801
Pembayaran Jasa Penunjang 138.153.066 569.224.525
Beban Investasi-Beban lain-lain 287.400 709.300
Beban Investasi-Bunga EBA Kelas A - 570.669.575
17. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban pokok dan
bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP kelas A. Kumpulan Tagihan yang disekuritisasi
merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi kerugian apabila
terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian sumber utama dari
risiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari Debitur KPR untuk memenuhi kewajibannya.
Dalam hal telah terjadi tagihan macet, maka terdapat potensi kerugian yang mungkin timbul
karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi sisa liabilitas terutang Debitur.
23
Page 33
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila Properti Dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang menyebabkan
penurunan nilai ekonomis dari Properti Dibiayai, maka terdapat potensi kerugian apabila Debitur
KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan Properti Dibiayai tidak mencukupi sisa kewajiban
terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas bagi Entitas
adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang cukup untuk
memenuhi liabilitasnya. Rasio Likuiditas Entitas per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
Liabilitas keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 369.968.256 219.132.666
Utang Lain-lain 250.631.276 252.494.704
620.599.532 471.627.370
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 6.615.107.466 8.384.804.094
Rekening Titipan 184.472.012 186.335.440
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 12.086.830.480 28.284.557.259
18.886.409.958 36.855.696.793
Surplus/(Defisit) 18.265.810.426 36.384.069.423
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP SMF-BMRI01
kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar direalisasikan
pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BMRI01 kelas A atau pada periode
penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment Risk)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP SMF-
BMRI01 kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena pembayaran
pokok yang dipercepat oleh Debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call oleh penyedia jasa.
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis di
dalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BMRI01 kelas
A, termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP SMF-BMRI01 kelas A.
24
Page 34
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistem dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BMRI01 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Penyedia Jasa.
18. Nilai Wajar Liabilitas Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 6.615.107.466 6.615.107.466
Rekening Titipan 184.472.012 184.472.012
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 12.086.830.480 12.086.830.480
Jumlah 18.886.409.958 18.886.409.958
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 369.968.256 369.968.256
Utang Lain-lain 250.631.276 250.631.276
Jumlah 620.599.532 620.599.532
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 8.384.804.094 8.384.804.094
Rekening Titipan 186.335.440 186.335.440
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 28.284.557.259 28.284.557.259
Jumlah 36.855.696.793 36.855.696.793
Liabilitas Keuangan
Biaya yang Masih Harus Dibayar 219.132.666 219.132.666
Utang Lain-lain 252.494.704 252.494.704
Jumlah 471.627.370 471.627.370
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan Entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya menggunakan
pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tercatat.
25
Page 35
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-Lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar dari liabilitas keuangan tersebut.
19. Perjanjian dan Kejadian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Tagihan KPR PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tanggal 14 Juni 2016
antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Kreditur Asal dan Penyedia Jasa, PT Sarana
Multigriya Finansial (Persero) selaku Penerbit dan Pendukung Kredit, dan PT Bank Rakyat
Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan Bank Kustodian. Masing-masing pihak
menerangkan bahwa:
1) Kreditur Asal adalah bank yang mempunyai ijin usaha dengan kegiatan utamanya antara lain
memberikan kredit untuk pembelian properti dan kredit konsumtif beragun properti, dan
kreditur asal telah membuat perjanjian kredit dengan para nasabahnya ("Debitur").
2) Kreditur Asal bermaksud melakukan sekuritisasi dalam jumlah sebanyak-banyaknya
Rp500.000.000.000 (lima ratus miliar Rupiah) atas tagihan-tagihan milik Kreditur asal
terhadap para Debiturnya.
3) Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Pendukung Kredit setuju terlibat dalam transaksi
sekuritisasi sesuai dengan fungsinya masing-masing.
b. Perjanjian Penyediaan Jasa tanggal 25 Juli 2016 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
selaku Wali Amanat dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan
bahwa peran PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebagai penyedia jasa (servicer) dalam transaksi
EBA-SP-SMF-BMRI01 antara lain:
1) Mengumpulkan pembayaran pokok dan bunga dari Debitur ke dalam Rekening EBA-SP yang
dibuka di Penyedia Jasa atas nama EBA-SP-SMF-BMRI01 dan tiap bulan mentransfer dana
yang terkumpul dalam Rekening EBA-SP-SMF-BMRI01 ke Rekening Koleksi yang dibuka di
Bank Kustodian.
2) Jika terjadi Penurunan Peringkat Penyedia Jasa berdasarkan evaluasi Lembaga Pemeringkat,
maka Penyedia Jasa berkewajiban untuk mentransfer dana yang terkumpul dalam Rekening
EBA-SP-SMF-BMRI01 ke Rekening Koleksi secara harian.
3) Bertindak selaku kuasa dari Wali Amanat dan/atau Bank Kustodian yang merepresentasikan
kepentingan para Pemegang EBA-SP akan menyimpan Dokumentasi Kredit dengan baik dan
aman, menyediakan jasa, mengatur dan mengumpulkan tagihan dengan baik, tertib, dan
profesional, serta dalam menjalankan tugasnya diperlakukan sama dengan tagihan yang
dimiliki Penyedia Jasa.
4) Mengelola kebijakan asuransi yang berkaitan dengan Kumpulan Tagihan yang dialihkan
kepada Bank Kustodian, baik asuransi jiwa maupun asuransi kebakaran, termasuk menerima
pembayaran dari klaim asuransi.
5) Mengirimkan laporan bulanan yang disebut Sertifikat Penyedia Jasa kepada Penerbit, Bank
Kustodian, Wali Amanat, Pendukung Kredit dan Lembaga Pemeringkat.
6) Jika terjadi gagal bayar/wanprestasi oleh Debitur, maka Penyedia Jasa melakukan
pendaftaran/balik nama Hak Tanggungan ke atas nama Wali Amanat (bilamana diperlukan
dalam rangka eksekusi terhadap Properti Dibiayai) dan melakukan eksekusi terhadap agunan
kredit (Properti Dibiayai).
26
Page 36
EFEK BERAGUNAN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK MANDIRI 01 (EBA-SP SMF-BMRI01)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 Serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Perjanjian Pendukung Kredit tanggal 26 Juli 2016 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) menerangkan bahwa, PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) bersedia bertindak sebagai Pendukung Kredit dalam transaksi penerbitan EBA-SP
dengan menyediakan dana tidak kurang dari jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan
ke dalam rekening cadangan. Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam
rekening cadangan paling lambat pada tanggal penutupan.
d. Perjanjian Penjaminan Emisi Efek tanggal 28 Juli 2016 antara PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Mandiri Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia tentang penunjukan PT Mandiri
Sekuritas dan PT CIMB Securities Indonesia sebagai Penjamin Emisi Efek oleh Penerbit.
e. Surat penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai penyedia jasa Wali Amanat
terkait Sekuritisasi EBA-SP KPR Bank Mandiri PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
No. S-812/DIR/SMF/VI/2016 yang menerangkan ruang lingkup pekerjaan Wali Amanat.
f. Surat penunjukan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, sebagai penyedia jasa Bank
Kustodian terkait Sekuritisasi EBA-SP KPR Bank Mandiri PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
No. S813/DIR/SMF/VI/2016 yang menerangkan ruang lingkup pekerjaan Bank Kustodian.
20. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
21. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang
diselesaikan pada tanggal 17 Maret 2026.
27
Page 37
9 ENERGY
SELASA, 31 MARET 2026
Menanti Parameter Revisi Produksi Batu Bara
JAKARTA, ID - Pelaku usaha batu bara menantikan parameter harga maupun
tingkat permintaan global terkait dengan rencana pemerintah merevisi target EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 08
produksi batu bara nasional 2026. Adapun target produksi batu bara tahun ini (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN KEUANGAN
sekitar 600 juta ton. Besaran target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
produksi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024
Oleh Rangga Prakoso permintaan global, atau indikator katan produksi itu akan diberikan
Aset Pendapatan Investasi
lain yang objektif dan transparan. dengan mempertimbangan kondisi Kas dan Setara Kas 19.425.177.749 19.747.385.144 Pendapatan Bunga 53.281.041.466 66.867.712.332
Intinya kami masih menunggu,” penawaran dan permintaan (supply Rekening Titipan 5.279.487.747 6.768.023.725 Pendapatan Denda Keterlambatan 467.703.606 594.860.214
K
Jumlah Pendapatan Investasi 53.748.745.072 67.462.572.546
ementerian Energi kata Gita kepada Investor Daily di and demand) global. Piutang Kredit Pemilikan Rumah 349.767.061.855 440.308.674.754
Pajak Dibayar di Muka 416.393.385 - Beban Investasi
dan Sumber Daya Min- Jakarta, Senin (30/3/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Aset Pajak Tangguhan 340.561.171 178.743.841 Beban Bunga 24.205.894.044 30.823.008.336
eral (ESDM) melaku- Gita menuturkan menentukan mengatakan pergerakan harga batu Jumlah Aset 375.228.681.907 467.002.827.464
Beban Jasa Penunjang 19.219.265.858 23.870.752.760
Beban Lain-lain 23.524.773 23.758.173
kan penyesuaian target harga batu bara yang dianggap ba- bara dan nikel sudah dilaporkan Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Beban Investasi 43.448.684.675 54.717.519.269
produksi batu bara dan gus memang tidak bisa disederhana- kepada Presiden Prabowo Subianto Liabilitas Pendapatan/(Beban) Lain-lain
nikel nasional sejak awal tahun. kan dalam satu angka tertentu. Hal pada Rabu (25/3/2026) malam. Utang Bunga 225.071.993 290.531.452 Penyisihan Piutang KPR (735.533.317) (810.137.829)
Utang Pajak - 1.138.534.208 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (735.533.317) (810.137.829)
Pemangkasan produksi itu bertu- ini karena sangat bergantung pada Meskipun harga kedua komoditas Biaya yang Masih Harus Dibayar 840.220.657 822.288.577 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.564.527.080 11.934.915.448
juan untuk mengerek harga kedua kualitas batu bara, struktur biaya global itu menguat, ia menegaskan Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 304.608.711.123 393.200.458.289
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
komoditas tersebut. Mengingat, masing-masing perusahaan, serta belum ada perubahan kebijakan Utang Lain-lain 5.279.487.747 6.768.023.725 Pajak Kini (2.177.893.740) (2.685.544.400)
Indonesia merupakan salah satu kondisi logistik dan pasar. “Perlu hingga saat ini terkait pengelolaan Jumlah Liabilitas 310.953.491.520 402.219.836.251 Pajak Tangguhan
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak
161.817.330 178.230.322
eksportir terbesar batu bara dan diingat juga bahwa sebagian besar kedua komoditas tersebut. Aset Bersih
Penghasilan (2.016.076.410) (2.507.314.078)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 55.200.020.055
nikel dunia. produksi Indonesia adalah batu bara “Kebijakan kita belum ada yang Saldo Laba 9.955.419.220 9.582.971.158
Laba Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
Direktur Eksekutif Asosiasi kalori rendah hingga menengah, berubah, tapi kita memperhatikan Jumlah Aset Bersih 65.155.439.275 64.782.991.213 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Pertambangan Batu Bara Indonesia yang secara harga memang tidak perkembangan untuk melakukan Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 376.108.930.795 467.002.827.464 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
(APBI) Gita Mahyarani mengapre- berada pada level premium seperti relaksasi,” kata Bahlil usai meninjau
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
siasi rencana pemerintah untuk kalori tinggi,” tuturnya. kesiapan mudik di SPBU di Solo, Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
mengevaluasi target produksi batu Pemerintah terus mencermati Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
bara nasional. Pihaknya pun me- pergerakan harga komoditas global Bahlil menerangkan relaksasi Sertifikat Jumlah Aset
Saldo Laba 2025 2024
nantikan parameter yang akan khususnya batu bara dan nikel. Kon- produksi batu bara dan nikel akan EBA-SP Kelas B Bersih
ditetapkan pemerintah. sistensi level harga merupakan salah diberikan dengan pendekatan yang Saldo Per 1 Januari 2024 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451
Arus kas dari Aktivitas Operasi:
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 89.806.079.582 105.584.685.627
“Parameter terukur itu didefin- satu instrumen bagi pemerintah terukur. Bahlil menekankan bahwa Distribusi EBA-SP Kelas B
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 52.466.974.200 66.923.326.680
Penerimaan Bunga Jasa Giro dan Deposito 401.521.984 539.245.866
isikan secara jelas apakah berba- untuk mendongkrak produksi batu kebijakan tersebut tidak boleh (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608) Penerimaan Lain-lain - -
sis level harga tertentu, kondisi bara dan nikel nasional. Pening- memicu kelebihan pasokan yang Pembayaran Jasa Penunjang (9.459.631.681) (11.412.120.283)
Laba Komprehensif Pembayaran Pajak (3.732.821.333) (3.867.525.474)
justru menekan harga komoditas Tahun Berjalan - 9.427.601.370 9.427.601.370 Pembayaran Lain-Lain (9.765.226.870) (12.817.338.900)
Pemanfaatan Batubara nasional di pasar global. “Yang
Saldo Per 31 Desember 2024 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 119.716.895.882 144.950.273.516
Capaian Tahun 2025 namanya relaksasi terukur, terbatas
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
dan tetap menjaga supply & demand Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (88.591.747.166) (103.689.773.804)
Saldo Per 1 Januari 2025 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Domestik: listrik dan non-kelistrikan dan harga,” terangnya. Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (24.271.353.503) (30.899.623.556)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Sementara itu, Direktur Jen- Distribusi EBA-SP Kelas B Pembayaran Utang Lain-lain - (33.302.900)
(Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Domestik deral Mineral dan Batu Bara Kemen- Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (120.039.103.277) (141.798.702.868)
32% 254
terian ESDM Tri Winarno menga- Laba Komprehensif
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (322.207.395) 3.151.570.648
Juta Ton
takan pihaknya masih mencermati Tahun Berjalan - 7.548.450.670 7.548.450.670
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 19.747.385.144 16.595.814.496
Total
pergerakan harga batu bara global. Saldo Per 31 Desember 2025 55.200.020.055 9.955.419.220 65.155.439.275 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.425.177.749 19.747.385.144
790
kelistrikan Juta Ton Ia menyebut penyesuaian kuota
Ekspor produksi batu bara tetap berlaku Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
65,1% 514
Juta Ton
meskipun harga komoditas tersebut
Stok meroket hingga lebih dari US$130
22
2,8% Juta Ton per ton. Adapun harga batu bara
berada di bawah US$120 per ton PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
sejak awal 2026. Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
Nomor 08 (“EBA-SP SMF-BTN08”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN08 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
“Jangan sampai nanti dinaikkan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
[kuota produksi batu bara], jor-
joran [produksinya], terus habis itu Penerbit
Jakarta, 31 Maret 2026
Wali Amanat & Bank Kustodian
[harganya] turun lagi. Cari keseim- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
bangan lah,” kata Tri dikutip dari
Heliantopo Arie Sus Miyanti
SUMBER: KEMENTERIAN ESDM
kantor berita Antara. Direktur Executive Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 6.615.107.466 8.384.804.094 Bunga 2.410.901.463 5.046.085.779 Kas dan Setara Kas 23.395.784.966 19.676.042.316 Pendapatan Bunga 35.818.498.246 47.926.182.279
Denda Keterlambatan 46.261.000 54.496.151 Rekening Titipan 3.928.171.265 5.521.293.838 Pendapatan Denda Keterlambatan 540.120.248 446.992.133
Rekening Titipan 184.472.012 186.335.440
Jumlah Pendapatan Investasi 2.457.162.463 5.100.581.930 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 202.959.509.373 286.224.132.719 Jumlah Pendapatan Investasi 36.358.618.494 48.373.174.412
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 12.086.830.480 28.284.557.259
Beban Investasi Piutang Lain-lain 1.041.320.089 933.634.091 Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 318.426.815 146.229.177
Beban Jasa Penunjang 804.774.820 1.102.184.526 Aset Pajak Tangguhan 138.945.070 130.768.970 Beban Bunga 16.706.465.012 23.408.691.079
Aset Pajak Tangguhan 41.692.907 48.622.843 Bunga EBA Kelas A - 407.472.801 Beban Jasa Penunjang 7.227.897.590 10.082.182.155
Beban Lain-lain 23.074.774 23.254.772 Jumlah Aset 231.463.730.763 312.485.871.934
Jumlah Aset 19.246.529.680 37.050.548.813 Beban Penyisihan Piutang 631.568.498 594.404.411
Jumlah Beban Investasi 827.849.594 1.532.912.099 Beban Lain-lain 308.656.374 143.170.327
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas dan Aset Bersih Pendapatan/(Beban) Lain-lain Jumlah Beban Investasi 24.874.587.474 34.228.447.972
Liabilitas
Liabilitas Penyisihan Piutang KPR 31.499.710 69.254.112 Utang Bunga 174.728.968 263.124.662 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 11.484.031.020 14.144.726.440
Utang Pajak - 62.791.855 Lain-lain 3.800.543 -
Utang Pajak 1.469.645.890 1.004.206.433 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 35.300.253 69.254.112 Pajak Kini (2.520.729.057) (3.066.045.678)
Biaya yang Masih Harus Dibayar 369.968.257 219.132.666 Biaya yang Masih Harus Dibayar 157.738.325 721.689.029
Utang Lain-lain 250.631.276 252.494.704 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.664.613.122 3.636.923.943 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 163.382.930.974 246.038.644.517 Pajak Tangguhan 8.176.100 77.361.449
Pajak Pendapatan Bunga Deposito EBA
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 4.342.696.597 5.957.293.840
Jumlah Liabilitas 620.599.533 534.419.225 Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (2.512.552.957) (2.988.684.229)
Pajak Kini (177.068.980) (409.493.643) Jumlah Liabilitas 169.527.740.754 253.984.958.481
Pajak Tangguhan (6.929.936) (15.235.905) Laba Tahun Berjalan 8.971.478.063 11.156.042.211
Aset Bersih
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Aset Bersih Penghasilan Komprehensif Lain - -
Sertifikat EBA-SP Kelas B 14.449.673.433 32.574.246.293 Penghasilan (183.998.916) (424.729.548) Pos-pos yang dapat direklasifikasi
Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416
Saldo Laba 4.176.256.714 3.941.883.295 ke laba rugi - -
Laba Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395 Saldo Laba 14.435.988.593 11.000.912.037
Pos-pos yang tidak dapat direklasifikasi
Jumlah Aset Bersih 18.625.930.147 36.516.129.588 Penghasilan Komprehensif Lain - - Jumlah Aset Bersih 61.935.990.009 58.500.913.453 ke laba rugi - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 19.246.529.680 37.050.548.813 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 231.463.730.763 312.485.871.934 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 8.971.478.063 11.156.042.211
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 18.616.194.067 24.880.560.011 Saldo Per 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 82.633.054.848 86.002.978.330
Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 46.261.000 4.978.447.209 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 36.424.162.893 48.343.896.092
Distribusi EBA-SP Kelas B Disitribusi Kepada Pemegang
Penerimaan bunga jasa giro 23.933.885 52.880.609 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 458.338.101 709.169.136
(Catatan 8) - (2.997.830.694) (2.997.830.694) Pembayaran aset piutang KPR (631.568.498) (594.404.411)
Penerimaan lain-lain 3.800.543 - EBA-SP Kelas B - (5.267.836.494) (5.267.836.494)
Pembayaran Pokok Penerimaan restitusi pajak 146.229.177 296.799.844 Pembayaran Jasa Penunjang (7.791.848.294) (10.194.670.808)
Sertifikat Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683) Pembayaran jasa penunjang (653.939.230) (1.138.841.757) Laba Komprehensif Pembayaran Pajak (2.362.960.982) (5.139.582.925)
Pembayaran pajak (558.287.650) (576.624.216) Pembayaran Lain-lain (984.992) (143.170.327)
Tahun Berjalan - 11.156.042.211 11.156.042.211
Laba Komprehensif Pembayaran lain-lain (23.074.774) (23.254.772) Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Tahun Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 108.728.193.076 118.984.215.087
Saldo Per 31 Desember 2024 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453
Aktivitas Operasi 17.601.117.018 28.469.966.928 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (82.655.713.543) (88.033.279.964)
Saldo Per 1 Januari 2025 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588 Pembayaran utang EBA-SP Kelas A - (15.418.434.792) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (16.794.860.706) (23.502.837.780)
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas B (18.124.572.860) (10.925.888.683) Saldo Per 1 Januari 2025 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453 Pembayaran Distribusi kepada Pemegang
Distribusi EBA-SP Kelas B EBA-SP Kelas B (5.536.401.507) (5.267.836.494)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (1.246.240.787) (2.997.830.694)
(Catatan 8) - (1.246.240.787) (1.246.240.787) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A - (539.985.682) Pemulihan dana cadangan (21.474.670) 2
Distribusi Kepada Pemegang
Pembayaran Pokok Pembayaran utang lain-lain - (50.029.998) EBA-SP Kelas B - (5.536.401.507) (5.536.401.507) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Sertifikat Kelas B (18.124.572.860) - (18.124.572.860) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (105.008.450.426) (116.803.954.236)
Aktivitas Pendanaan (19.370.813.647) (29.932.169.849) Laba Komprehensif Kenaikan (Penurunan) Bersih
Laba Komprehensif Kas dan Setara Kas 3.719.742.650 2.180.260.851
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.769.696.629) (1.462.202.921) Tahun Berjalan - 8.971.478.063 8.971.478.063
Tahun Berjalan - 1.480.614.206 1.480.614.206 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 19.676.042.316 17.495.781.465
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 8.384.804.094 9.847.007.015
Saldo Per 31 Desember 2025 14.449.673.433 4.176.256.714 18.625.930.147 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 6.615.107.465 8.384.804.094 Saldo Per 31 Desember 2025 47.500.001.416 14.435.988.593 61.935.990.009 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 23.395.784.966 19.676.042.316
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor
(“EBA-SP SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus 7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Executive Vice President Direktur Vice President
Names mentioned 40 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
—
Domisili / sesuai KTP
p.4
unresolved
—
Kartu ldentitas lain
p.4 ×2
unresolved
—
Domisilii sesuai KTP
p.4
unresolved
org
PT Sarana
p.4
unresolved
org
PT Sarana Ii
p.5
unresolved
org
BANK RAKYAT TNDONESIA (PERSERO) Tbk
p.6
unresolved
org
Bank Kustodian Efek Beragun Aset
p.6
unresolved
org
berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial -
p.6
unresolved
—
b. Laporan keuangan EBA-SP SMF-Bl\4R
p.6
unresolved
—
Dhevv Hardanta
p.6
unresolved
—
Department Head
p.6
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.14 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Bank BRI
p.25
unresolved
org
Dana Pensiun Bank Mandiri
p.32
unresolved
org
Dana Pensiun Telkom
p.32
unresolved
org
PT Bank Mandiri Sertifikat Kelas
p.32
unresolved
org
Bank Mandiri Tiga
p.32
unresolved
org
Koperasi Kesehatan Pegawai
p.32
unresolved
org
Bank Mandiri Empat
p.32
unresolved
org
Bank Mandiri Satu
p.32
unresolved
org
Bank Mandiri Dua
p.32
unresolved
org
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Bank Rakyat Indonesia
p.32
unresolved
org
Wali Amanat (Persero) Tbk
p.32
unresolved
org
Bank Kustodian. Masing-masing
p.35
unresolved
org
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
p.37
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.37 ×3
unresolved
org
KEMENTERIAN ESDM
p.37
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.37 ×3
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.