Back to announcement
20260331_SMFP_Laporan Informasi dan Fakta Material_32056367_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SMFPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 31
Page 1
Nomor : S-0729/DIR/SMF/III/2026 Jakarta, 31 Maret 2026 Lampiran : 1 set Kepada Yth. Direksi PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building, Tower I Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53 Jakarta 12190 U.P : Bapak I Gede Nyoman Yetna Setia, Direktur Penilaian Perusahaan Perihal : Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN08 Periode yang berakhir 31 Desember 2025 Berdasarkan Ketentuan III.1.1.5.1. Peraturan Bursa Nomor I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang mengatur batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Interim, bersama ini kami sampaikan: 1. Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN08 periode yang berakhir 31 Desember 2025. 2. Copy bukti publikasi Laporan Keuangan Tahunan (Audited) EBA-SP SMF-BTN08 periode yang berakhir 31 Desember 2025 yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret 2026 di harian berskala nasional Investor Daily. Demikian disampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih. PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) PT Sarana Multigriya Finansial ( Persero ) Ditandatangani secara elektronik oleh : Ditandatangani secara elektronik oleh : Heliantopo Harya Narendra Direktur Bisnis Kepala Divisi Manajemen Kredit "Layanan Pengaduan Pemangku Kepentingan dan Whistle Blowing System: Apabila terdapat pegawai SMF yang menerima/meminta gratifikasi dan suap dapat dilaporkan melalui https://wbs.smf-indonesia.co.id/ dan/atau terdapat keluhan dapat disampaikan melalui surat elektronik stakeholder.care@smf-indonesia.co.id."
Page 2
EFEK BERAGUN ASET
BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL
BANK TABUNGAN NEGARA 08
(EBA-SP SMF-BTN08)
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024
Page 3
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Penerbit (PT Sarana Multigriya Finansial (Persero))
Surat Pernyataan Bank Kustodian (PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk)
Laporan Auditor Independen
Laporan Keuangan
Per 31 Desember 2025 dan 2024
Serta Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 2
Laporan Perubahan Aset Bersih 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan Atas Laporan Keuangan 5
Page 4
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Aset
Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 2.g, 3, 18 19.425.177.749 19.747.385.144
Rekening Titipan 2.g, 4, 18 5.279.487.747 6.768.023.725
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 5, 18 349.767.061.855 440.308.674.754
Piutang Bunga 2c, 2g, 6, 18 880.248.888 -
Pajak Dibayar di Muka 2.f ,2.g, 17a 416.393.385 -
Aset Pajak Tangguhan 2.c, 2.f, 17d 340.561.171 178.743.841
Jumlah Aset 376.108.930.795 467.002.827.464
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas
Utang Bunga 2.c, 2.g, 7, 18 225.071.993 290.531.452
Utang Pajak 2.c, 2.f, 17b - 1.138.534.208
Biaya yang Masih Harus Dibayar 2.g, 8, 18 840.220.657 822.288.577
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 1, 2.g, 2.f, 9, 18 304.608.711.123 393.200.458.289
Utang Lain-lain 2.g, 10, 18 5.279.487.747 6.768.023.725
Jumlah Liabilitas 310.953.491.520 402.219.836.251
Aset Bersih
Sertifikat EBA-SP Kelas B 1, 2.f, 11,18 55.200.020.055 55.200.020.055
Saldo Laba 9.955.419.220 9.582.971.158
Jumlah Aset Bersih 65.155.439.275 64.782.991.213
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 376.108.930.795 467.002.827.464
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
1
Page 5
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2025 2024
Pendapatan Investasi
Pendapatan Bunga 2.e, 2.g, 12, 18 53.281.041.466 66.867.712.332
Pendapatan Denda Keterlambatan 2.e, 2.g, 12, 18 467.703.606 594.860.214
Jumlah Pendapatan Investasi 53.748.745.072 67.462.572.546
Beban Investasi
Beban Bunga 2.e, 2.g, 13, 18 24.205.894.044 30.823.008.336
Beban Jasa Penunjang 14, 18 19.219.265.858 23.870.752.760
Beban Lain-lain 15, 18 23.524.773 23.758.173
Jumlah Beban Investasi 43.448.684.675 54.717.519.269
Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Penyisihan Piutang KPR 2.e, 2.g, 5, 16 (735.533.317) (810.137.829)
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (735.533.317) (810.137.829)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.564.527.080 11.934.915.448
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Pajak Kini 2.f, 17c (2.177.893.740) (2.685.544.400)
Pajak Tangguhan 2.f, 17d 161.817.330 178.230.322
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan (2.016.076.410) (2.507.314.078)
Laba Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
Penghasilan Komprehensif Lain - -
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
2
Page 6
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Sertifikat EBA-SP Jumlah Aset
Kelas B Saldo Laba Bersih
Saldo Per 1 Januari 2024 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 9.427.601.370 9.427.601.370
Saldo Per 31 Desember 2024 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Saldo Per 1 Januari 2025 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Distribusi EBA-SP Kelas B (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Laba Komprehensif Tahun Berjalan - 7.548.450.670 7.548.450.670
Saldo Per 31 Desember 2025 55.200.020.055 9.955.419.220 65.155.439.275
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
3
Page 7
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2025 2024
Arus kas dari Aktivitas Operasi:
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 89.806.079.582 105.584.685.627
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 52.466.974.200 66.923.326.680
Penerimaan Bunga Jasa Giro dan Deposito 401.521.984 539.245.866
Penerimaan Lain-lain - -
Pembayaran Jasa Penunjang (9.459.631.681) (11.412.120.283)
Pembayaran Pajak (3.732.821.333) (3.867.525.474)
Pembayaran Lain-Lain (9.765.226.870) (12.817.338.900)
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 119.716.895.882 144.950.273.516
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (88.591.747.166) (103.689.773.804)
Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (24.271.353.503) (30.899.623.556)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Pembayaran Utang Lain-lain - (33.302.900)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (120.039.103.277) (141.798.702.868)
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (322.207.395) 3.151.570.648
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 19.747.385.144 16.595.814.496
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.425.177.749 19.747.385.144
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan
4
Page 8
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Umum
Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial - Bank Tabungan
Negara 08 (EBA-SP SMF-BTN08), yang selanjutnya disebut "Entitas" diterbitkan oleh Penerbit,
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) – (“SMF”), berdasarkan akta perjanjian penerbitan
EBA-SP SMF-BTN08 No. 31 tanggal 28 Juli 2023 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dibuat di hadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, SH. Notaris di Jakarta. EBA-SP SMF-BTN08 merupakan efek hasil sekuritisasi atas
kumpulan tagihan dari portofolio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang terpilih (Kumpulan Tagihan)
yang dibeli dari Bank Tabungan Negara (Kreditur Asal) sejumlah Rp600.000.020.055 (enam ratus
miliar dua puluh ribu lima puluh lima Rupiah) yang bersama-sama diwakili oleh Wali Amanat dan
Penerbit serta ditatausahakan oleh Bank Kustodian, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
EBA-SP SMF-BTN08 diterbitkan dalam 2 (dua) kelas yaitu EBA-SP SM-BTN08 Kelas A dengan
total nilai nominal sebesar Rp544.800.000.000 (lima ratus empat puluh empat miliar delapan ratus
juta Rupiah) mewakili nilai 90,80% (sembilan nol koma delapan nol persen) dari keseluruhan
Jumlah Pokok Terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding Period
dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,70% (tujuh koma tujuh nol persen) per tahun dan EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas B dengan total nominal sebesar Rp55.200.020.055 (lima puluh lima miliar dua
ratus juta dua puluh ribu lima puluh lima Rupiah) mewakili 9,20% (sembilan koma dua nol persen)
dari keseluruhan Jumlah Pokok Rp600.000.020.055 (enam ratus miliar dua puluh ribu lima puluh
lima Rupiah) terutang atas Kumpulan Tagihan pada Tanggal Cut-Off Final Holding Period. Tanggal
Jatuh Tempo Final EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A jatuh pada tanggal 7 Agustus 2035. Pemegang
EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A berhak untuk mendapatkan pembayaran bunga setiap 3 (tiga) bulan
sekali pada Tanggal Pembayaran. Bersamaan dengan itu dilakukan juga pembayaran pokok atas
EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A sesuai dengan Urutan Prioritas Pembayaran.
EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A diklasifikasikan sebagai Efek bersifat utang berarus kas tetap,
sedangkan Kelas B diklasifikasikan sebagai Efek bersifat ekuitas berarus kas tidak tetap. EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas A dan EBA-SP SMF-BTN08 Kelas B dapat dipindahtangankan. Hanya EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas A yang akan ditawarkan kepada publik, dan dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia. EBA-SP SMF-BTN08 dikeluarkan dalam satuan nominal pokok terutang Rp1
(satu Rupiah) sebagai bukti hak milik bersama secara proporsional yang tidak terbagi atas
Kumpulan Tagihan.
EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A telah mendapatkan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Eksekutif OJK S-2623/PM.02/2023
tanggal 14 September 2023 untuk ditawarkan kepada publik. EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A
merupakan sertifikat tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo EBA Kelas A yang diterbitkan atas
nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti kepesertaan untuk kepentingan
pemegang EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A.
Entitas memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan nomor 39.936.733.3-019.000
2. Informasi Kebijakan Akuntansi Material
2.a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan Entitas telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK) di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), serta Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) untuk entitas yang berada di bawah pengawasannya dan ketentuan akuntansi
lainnya yang lazim berlaku di Pasar Modal.
5
Page 9
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas. Dasar pengukuran dalam penyusunan
laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali beberapa akun tertentu yang
didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan akuntansi masing-masing
akun tersebut.
Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam
aktivitas operasi dan pendanaan. Seluruh angka dalam laporan keuangan ini, dibulatkan dan
disajikan dalam mata uang Rupiah (Rp), sebagai mata uang fungsional Entitas kecuali bila
dinyatakan secara khusus.
2.c. Instrumen Keuangan
Entitas mengklasifikasikan instrumen keuangan dalam bentuk aset keuangan dan liabilitas
keuangan berdasarkan PSAK 109. PSAK 109 membahas klasifikasi, pengukuran dan penghentian
pengakuan dari aset dan liabilitas keuangan, memperkenalkan aturan baru untuk akuntansi lindung
nilai dan model penurunan nilai baru untuk aset keuangan.
1) Aset Keuangan
Pengukuran aset keuangan diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu: biaya perolehan yang
diamortisasi, diukur pada nilai wajar melalui laba rugi/Fair Value Through Profit or Loss
(FVTPL), dan diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain/Fair Value
through Other Comprehensive Income (FVOCI). Klasifikasi aset keuangan tersebut
berdasarkan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktualnya.
Aset keuangan dapat diklasifikasikan sebagai biaya perolehan diamortisasi jika dimiliki
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual (hold to collect) dan menghasilkan arus
kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah
pokok terutang (Solely Payments of Principal and Interest – SPPI). Jumlah pokok adalah
nilai wajar dari aset keuangan saat pengakuan awal, sedangkan bunga merupakan imbalan
untuk nilai waktu atas uang, risiko kredit terkait jumlah pokok terutang pada periode waktu
tertentu, dan risiko serta biaya peminjaman standar dan marjin laba.
Kategori aset tersebut membutuhkan penilaian persyaratan kontraktual pada saat
pengakuan awal untuk menentukan apakah kontrak mengandung persyaratan yang dapat
mengubah waktu atau jumlah dari arus kas yang tidak konsisten dengan persyaratan SPPI.
Penilaian persyaratan kontraktual mempertimbangkan:
• Kejadian kontinjensi yang akan mengubah jumlah dan waktu arus kas
• Fitur leverage
• Persyaratan pelunasan dipercepat atau perpanjangan fasilitas
Aset dapat dijual dari portofolio hold to collect ketika terjadi peningkatan risiko kredit.
Penghentian dengan alasan lain diperkenankan dengan frekuensi penjualan yang tidak
signifikan.
Aset keuangan berupa instrumen utang dimana tujuan model bisnis dicapai dengan
mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset (hold to collect and sell) dan memiliki
arus kas SPPI, diklasifikasikan sebagai FVOCI. Laba rugi yang belum direalisasi
ditangguhkan pada pendapatan komprehensif lain sampai aset tersebut dihentikan
pengakuannya.
6
Page 10
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Penurunan Nilai
Dalam mengestimasi kerugian akibat penurunan nilai, Entitas telah menerapkan PSAK 109
dengan menggunakan model Expected Credit Loss (ECL). Model ECL berlaku untuk
instrumen keuangan yang tidak diukur dengan FVTPL, yaitu:
• Aset keuangan yang merupakan instrumen utang
• Kontrak jaminan yang diberikan
• Komitmen pinjaman yang diberikan
Terdapat dua cara pengukuran estimasi menurut model ECL yaitu secara life time atau
selama 12 bulan. Estimasi kerugian penurunan nilai Debitur atau kelompok Debitur dihitung
menggunakan model ECL life time. Kondisi tertentu yang dihitung menggunakan model ECL
12 bulan yaitu:
• Efek investasi utang yang memiliki risiko kredit rendah pada tanggal pelaporan
• Instrumen keuangan lain (selain piutang sewa guna usaha) yang risiko kreditnya tidak
meningkat signifikan sejak penerbitan awal
Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai adalah pinjaman yang memiliki
hari tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang direstrukturisasi. Suatu instrumen
dianggap tidak lagi mengalami gagal bayar jika tidak lagi memenuhi kriteria gagal bayar
tersebut. Estimasi membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan terjadinya
wanprestasi, dari rasio kerugian yang terkait dan koreksi gagal bayar antar pihak. Entitas
mengukur risiko kredit menggunakan Probability of Default (PD), Loss Given Default (LGD),
dan Exposure at Default (EAD).
ECL ditentukan dengan memproyeksikan PD, LGD, dan EAD untuk setiap bulan ke depan
dan untuk setiap eksposur individu atau segmen kolektif. Ketiga komponen dikalikan dengan
kemungkinan eksposur selama life time, yang kemudian didiskontokan kembali ke tanggal
pelaporan dan dijumlahkan. Tingkat diskonto yang digunakan adalah suku bunga efektif
atau rata-rata suku bunga efektif.
PD life time ditentukan dengan mempertimbangkan profil jatuh tempo dari titik pengakuan
awal sampai sepanjang umur pinjaman. Profil jatuh tempo didasarkan pada data historis
yang diamati dan diasumsikan sama untuk semua aset dalam suatu portofolio dan peringkat
kreditnya. EAD 12 bulan dan life time ditentukan berdasarkan profil pembayaran yang
diharapkan, yang bervariasi berdasarkan jenis produk.
Aset Keuangan yang dicatat pada Biaya Perolehan Diamortisasi
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi,
Entitas pertama kali menentukan secara individual apakah terdapat bukti objektif mengenai
penurunan nilai atas aset keuangan yang signifikan secara individual atau secara kolektif
untuk aset keuangan yang tidak signifikan secara individual.
Jika Entitas menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai atas aset
keuangan yang dinilai secara individual, terlepas aset keuangan tersebut signifikan atau
tidak, maka Entitas memasukkan aset tersebut ke dalam kelompok aset keuangan yang
memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan menilai penurunan nilai kelompok
tersebut secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual dan untuk itu
kerugian penurunan nilai diakui atau terus diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan
nilai secara kolektif.
7
Page 11
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2) Liabilitas Keuangan
Pengakuan Awal dan Pengukuran
Liabilitas keuangan dalam ruang lingkup PSAK 109 diklasifikasikan sebagai liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi atau utang dan pinjaman.
Entitas menetapkan klasifikasi atas liabilitas keuangan pada saat pengakuan awal.
Pengakuan awal liabilitas keuangan dicatat pada nilai wajar, dalam hal utang dan pinjaman,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Pada tanggal laporan
posisi keuangan, Entitas memiliki liabilitas keuangan.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Utang dan pinjaman diukur setelah pengakuan awal dengan metode harga perolehan
diamortisasi menggunakan tingkat bunga efektif.
Penghentian Pengakuan
Sebuah liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas yang ditetapkan
dalam kontrak tersebut dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dan pemberi
pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda atau bila
persyaratan dan liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran
atau modifikasi persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas
keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat
masing-masing liabilitas keuangan tersebut diakui dalam laba rugi.
3) Lainnya
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai bersihnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan
aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif pada setiap tanggal
pelaporan ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga pasar pada akhir periode
pelaporan, tanpa pengurangan untuk biaya transaksi.
Untuk instrumen keuangan yang tidak memiliki pasar aktif, nilai wajar ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian yang di ijinkan oleh PSAK 113 seperti dengan mengacu pada
transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar (arm's length transaction); mengacu
kepada nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama; analisa arus kas
yang didiskonto atau model penilaian lainnya.
2.d. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas mencakup kas dan rekening bank di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
2.e. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan bunga dari Kredit Pemilikan Rumah dan penempatan pada deposito diakui secara
akrual berdasarkan proporsi waktu, nilai nominal dan tingkat bunga yang berlaku yang
memperhitungkan hasil efektif aset tersebut.
Pendapatan denda keterlambatan diakui pada saat diterima oleh Entitas dan beban diakui pada
saat terjadinya secara akrual.
8
Page 12
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.f. Pajak Penghasilan
EBA berbentuk surat partisipasi adalah subjek pajak yang diperlakukan sebagai persekutuan,
kongsi atau firma. Objek pajak penghasilan Entitas diatur dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal
Pajak No. KEP-147/PJ/2003 Tanggal 13 Mei 2003 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan
yang diterima atau diperoleh Entitas dan para investornya, serta ketentuan pajak yang berlaku.
Objek pajak penghasilan terbatas hanya pada penghasilan yang diterima oleh Entitas. Sedangkan
pembayaran imbal hasil yang dibayarkan Entitas kepada Pemegang EBA dengan arus kas tetap
merupakan objek pajak penghasilan final.
Perhitungan pajak penghasilan Entitas mengikuti ketentuan pajak penghasilan badan. Sementara
imbal hasil yang dibayarkan kepada para pemegang EBA dengan arus kas tidak tetap bukan
merupakan objek pajak.
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan bruto yang diterima atau diperoleh dikurangi
dengan biaya untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan pada periode yang
bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Beban pajak penghasilan terdiri dari beban pajak kini dan beban pajak final yang dicatat dalam
laporan laba rugi. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto dari aktivitas
operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
berlaku.
Pajak penghasilan final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak, dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi menurut akuntansi. Oleh karena itu, tidak terdapat perbedaan temporer sehingga tidak
diakui adanya aset atau liabilitas pajak tangguhan.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda
dengan dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Pajak penghasilan tidak final
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan kenaikan aset neto yang dapat diatribusikan kepada
pemegang unit dari aktivitas operasi kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung
berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul
dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan
temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer boleh
dikurangkan serta rugi fiskal yang belum terkompensasi, sepanjang besar kemungkinan dapat
dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang. Pajak tangguhan diukur
dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku pada tanggal
laporan posisi keuangan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif lain.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan (apabila ada) disajikan di dalam laporan posisi keuangan atas
dasar kompensasi sesuai dengan penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
9
Page 13
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
2.g. Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Definisi pihak berelasi yang dipakai
adalah sesuai dengan yang diatur dalam PSAK 224 "Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi".
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Entitas (sebagai entitas
pelapor), yang meliputi:
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika
orang tersebut:
I. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
II. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
III. Personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
I. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
II. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
III. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
IV. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
V. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari
salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas
pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor
juga berelasi dengan entitas pelapor.
VI. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi
dalam huruf (a); atau
VII. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Sesuai dengan Peraturan OJK No. 23/POJK.04/2014 pasal 13, diatur bahwa Penerbit dilarang
memiliki hubungan berelasi dengan Kreditur Asal, Bank Kustodian, dan/atau Wali Amanat, serta
Kreditur Asal dilarang memiliki hubungan berelasi dengan Bank Kustodian dan/atau Wali Amanat,
kecuali hubungan berelasi yang terjadi karena kepemilikan atau penyertaan modal Pemerintah,
baik langsung maupun tidak langsung.
Semua transaksi dan saldo atas dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi, apakah yang
dilaksanakan dengan atau tidak dengan syarat atau kondisi normal yang sama dengan pihak yang
tidak berelasi, diungkapkan dalam laporan keuangan.
2.h. Sumber Estimasi Ketidakpastian dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
Penyusunan laporan keuangan EBA-SP SMF-BTN08 mengharuskan Penerbit dan Bank Kustodian
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode
pelaporan berikutnya.
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini. EBA-SP SMF-BTN08
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi utama berkaitan dengan masa mendatang serta sumber utama ketidakpastian
estimasi lain pada tanggal laporan posisi keuangan, yang memiliki risiko signifikan menyebabkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku berikutnya.
10
Page 14
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
1. Estimasi dan Asumsi Akuntansi yang Penting
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti
sepanjang kegiatan usaha normal. EBA-SP SMF-BTN08 mengakui liabilitas atas pajak
penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi
keuangan tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal
dari data pasar yang bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa
diamati tersebut tidak tersedia, pertimbangan Penerbit dan Bank Kustodian diperlukan untuk
menentukan nilai wajar. Pertimbangan tersebut mencakup pertimbangan likuiditas dan
masukan model seperti volatilitas untuk transaksi derivatif yang berjangka waktu panjang dan
tingkat diskonto, tingkat pelunasan dipercepat, dan asumsi tingkat gagal bayar.
2. Pertimbangan Penting dalam Penentuan Kebijakan Akuntansi
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh Penerbit dan Bank Kustodian dalam rangka penerapan
kebijakan akuntansi EBA-SP SMF-BTN08 yang memiliki pengaruh paling signifikan atas
jumlah yang diakui dalam laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas. Berdasarkan PSAK 109 yang sesuai dengan kebijakan akuntansi EBA-SP
SMF-BTN08 seperti diungkapkan pada Catatan 2.c.
Klasifikasi aset keuangan dalam PSAK 109 dapat diukur melalui biaya perolehan diamortisasi,
nilai wajar penghasilan komprehensif lain atau nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).
• Aset keuangan diukur melalui biaya perolehan diamortisasi meliputi kas, giro pada bank,
efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, pinjaman yang diberikan dan
pembiayaan/piutang Syariah, pendapatan bunga dan marjin yang masih akan diterima,
tagihan akseptasi, efek, dan aset lain-lain;
• Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain meliputi
efek-efek dan penyertaan saham;
• Aset keuangan diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FTVPL) meliputi aset keuangan
dalam kelompok diperdagangkan dan tagihan derivative tidak terkait lindung nilai.
11
Page 15
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
3. Kas dan Setara Kas
Akun ini merupakan rekening giro milik Entitas yang terdapat di PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang dikelola oleh Bank Kustodian
per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Bank
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Rekening Koleksi 11.706.072.042 12.406.736.406
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Pajak 7.686.497.790 7.296.463.046
Rekening Pokok 21.553.100 24.937.481
Rekening Bunga 7.386.391 16.501.332
Rekening Koleksi 3.668.426 2.746.879
19.425.177.749 19.747.385.144
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
4. Rekening Titipan
Akun ini merupakan rekening titipan yang terdapat di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
dibentuk oleh pihak Pendukung Kredit dan Kreditur Asal. Rekening titipan per
31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Dana Cadangan 5.142.661.627 6.632.129.797
Rekening Dana Transisi Penyedia Jasa 136.826.120 135.893.928
Jumlah - Bersih 5.279.487.747 6.768.023.725
Rekening dana cadangan adalah jumlah dana yang tersedia di dalam rekening koran. Apabila
terdapat perbedaan dengan nilai dana cadangan di utang lain-lain (Catatan 10), maka selisih
tersebut adalah jumlah dana cadangan yang belum dipulihkan kembali ke rekening dana
cadangan. Rekening dana transisi penyedia jasa adalah rekening dalam rupiah dibuka atas nama
EBA-SP SMF-BTN08 pada dan dipelihara oleh Bank Kustodian yang akan digunakan untuk: (i)
menyimpan dana transisi penyedia jasa yang disediakan oleh kreditur asal akan disimpan paling
lambat pada tanggal penutupan, dan (ii) sumber pembayaran oleh Bank Kustodian atas Biaya
Pemberitahuan dan Biaya Pendaftaran Hak Tanggungan sehubungan terjadinya kejadian
pemberhentian penyedia jasa.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
12
Page 16
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
5. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang Kredit Pemilikan Rumah (Piutang KPR) merupakan aset Kredit Pemilikan Rumah yang
dibeli dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan yang dibeli dari PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk berdasarkan Akta Jual Beli No. 33 tanggal 28 Juli 2023.
Jumlah piutang secara terus menerus akan menurun sesuai dengan pelunasan pokok utang dari
Kredit Pemilikan Rumah yang dilakukan oleh para Debitur Saldo piutang KPR per 31 Desember
2025 dan 2024 sebagai berikut:
2025 2024
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 351.315.067.176 441.121.146.758
Dikurangi:
Cadangan Kerugian Kredit Ekspektasian (1.548.005.321) (812.472.004)
Jumlah - Bersih 349.767.061.855 440.308.674.754
Rincian Piutang KPR berdasarkan tingkat kolektabilitasnya yaitu:
2025 2024
Kolektabilitas 1 (lancar) 277.085.194.780 367.512.432.434
Kolektabilitas 2 (1-90 hari) 35.426.463.169 46.616.962.681
Kolektabilitas 3 (91-120 hari) 2.706.932.150 4.132.695.857
Kolektabilitas 4 (121-180 hari) 5.427.974.292 4.199.079.454
Kolektabilitas 5 (>180 hari) 30.668.502.785 18.659.976.332
351.315.067.176 441.121.146.758
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.548.005.321) (812.472.004)
Jumlah - Bersih 349.767.061.855 440.308.674.754
Rincian Piutang KPR berdasarkan jangka waktu dari tanggal cut-off KPR sampai dengan tanggal
jatuh tempo (remained term of maturity) KPR yaitu:
2025 2024
Hingga 1 tahun 7.495.972.816 1.213.199.044
1 - 2 tahun 16.276.373.859 19.253.580.960
2 - 3 tahun 20.857.256.402 28.267.561.011
3 - 4 tahun 12.956.694.739 28.839.083.573
4 - 5 tahun 8.851.020.314 15.383.265.747
Lebih dari 5 tahun 284.877.749.046 348.164.456.423
351.315.067.176 441.121.146.758
Dikurangi:
Cadangan kerugian kredit ekspektasian (1.548.005.321) (812.472.004)
Jumlah - Bersih 349.767.061.855 440.308.674.754
13
Page 17
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berpendapat bahwa cadangan kerugian ekspektasian yang dibentuk telah memadai
untuk menutup kemungkinan kerugian akibat tidak tertagihnya Piutang Kredit Pemilikan Rumah.
Perubahan cadangan kerugian kredit ekspektasian atas Piutang Kredit Kepemilikan Rumah adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Saldo Awal 812.472.004 2.334.175
Penambahan (Pengurangan) 735.533.317 810.137.829
Saldo Akhir Tahun 1.548.005.321 812.472.004
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
6. Piutang Bunga
Piutang bunga merupakan pendapatan bunga KPR yang masih harus diterima oleh EBA-SP MSF-
BTN08 per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp880.248.888 dan Nihil.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
7. Utang Bunga
Utang bunga merupakan bunga terutang kepada Pemegang Sertifikat Efek Beragun Aset
Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A. Saldo utang bunga per 31 Desember 2025 dan 2024 masing-
masing sebesar Rp225.071.993 dan Rp290.531.452.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
8. Biaya yang Masih Harus Dibayar
Akun ini merupakan biaya yang masih harus dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan
rincian sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 693.935.456 683.968.514
Jasa Audit 133.200.000 122.100.000
Jasa Pendukung Kredit 3.550.115 4.424.220
Jasa Agen Pembayar 3.173.913 4.053.459
Jasa Penerbit 2.662.586 3.318.165
Jasa Kustodian 2.662.586 3.318.164
Jasa Wali Amanat 1.036.001 1.106.055
Jumlah Biaya yang Masih Harus Dibayar 840.220.657 822.288.577
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
14
Page 18
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
9. Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A
Utang sertifikat Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank
Tabungan Negara 08 kelas A merupakan instrumen keuangan bersifat liabilitas kepada pemegang
sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 kelas A. Utang ini dikenakan bunga sebesar 7,70% (tujuh koma
tujuh nol persen) per tahun untuk pemegang sertifikat kelas A.
Rincian utang sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PT Sarana Multigriya Finansial 234.224.788.752 302.346.226.213
DPLK Bank Rakyat Indonesia 33.547.214.881 43.304.015.230
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) 16.773.607.441 21.652.007.615
Dana Pensiun BTN 5.591.202.480 7.217.335.872
YKP PT Bank Tabungan Negara 5.591.202.480 7.217.335.872
RDPT PNM Optima Bulana 4.472.961.984 5.773.868.697
Perorangan 4.407.733.105 5.689.668.790
Jumlah Utang Sertifikat Kelas A 304.608.711.123 393.200.458.289
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
10. Utang Lain-Lain
Utang lain-lain mencatat dana cadangan dari Pendukung Kredit dan dana transisi penyedia jasa
dari Penyedia Jasa per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025 2024
Dana Cadangan - Pendukung Kredit 5.142.661.627 6.632.129.797
Dana Transisi - Penyedia Jasa 136.826.120 135.893.928
Jumlah Utang Lain-lain 5.279.487.747 6.768.023.725
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
11. Sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 Kelas B
Sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B merupakan instrumen bersifat
ekuitas kepada pemegang sertifikat Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi kelas B,
dimana pembayarannya dilakukan setelah pembayaran:
a. Menutup kekurangan, bila ada, untuk keperluan pajak, biaya-biaya senior atau jasa
pendukung, imbalan jasa penyedia jasa, dan bunga EBA-SP SMF-BTN08 kelas A.
b. Pokok EBA-SP SMF-BTN08 kelas A sampai dibayar penuh seluruhnya.
c. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sesuai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan.
15
Page 19
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian setoran Sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai
berikut:
2025 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk 48.000.000.000 48.000.000.000
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN 7.200.020.055 7.200.020.055
Jumlah Sertifikat Kelas B 55.200.020.055 55.200.020.055
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas B dibayarkan kepada pemegang
sertifikat B dibayarkan kepada pemegang sertifikat B yang pembayarannya dilakukan setelah
pembayaran:
a. Pajak,
b. Biaya-biaya senior,
c. Imbalan jasa penyedia jasa,
d. Bunga EBA-SP SMF-BTN08 kelas A,
e. Pemulihan dana dalam rekening cadangan sampai dengan jumlah maksimum ambang batas
rekening cadangan,
f. Transfer ke rekening koleksi pokok dalam urutan prioritas berikut ini untuk menutup:
1) Tiap tagihan dalam kumpulan tagihan yang menjadi tagihan tertunggak selama 3 (tiga)
periode koleksi sebelumnya,
2) Tiap tagihan tertunggak yang belum tergantikan,
g. Menutup tagihan yang tertunggak selama 3 (tiga) periode dan tagihan tertunggak yang belum
tergantikan,
h. Pembayaran kembali ke dalam rekening koleksi pokok yang dibayarkan untuk menutup
kekurangan pembayaran bunga,
i. Imbalan jasa pendukung kredit,
j. Membayar ke rekening dana transisi penyedia jasa atas hasil investasi dana dalam rekening
dana transisi penyedia jasa,
k. Membayar kepada Pendukung Kredit atas setiap jumlah yang dikeluarkan dari rekening
cadangan karena melebihi jumlah maksimum ambang batas rekening cadangan,
l. Biaya-biaya junior yang dibayarkan secara pari passu dan pro-rata diantara mereka, dan
m. Jumlah tersisa dibayarkan kepada pemegang EBA-SP SMF-BTN08 kelas B.
Para pemegang sertifikat kelas B menerima penghasilan arus kas tidak tetap yang bersifat
mengambang berupa bunga, dengan ketentuan maksimal 7,70% per tahun dari saldo sertifikat
kelas B pada awal periode bunga. Bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas B
atau Dividen untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp7.176.002.608 dan Rp7.176.002.608.
16
Page 20
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
12. Pendapatan Investasi
Pendapatan investasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Bunga
Pendapatan Bunga Kredit Pemilikan Rumah 52.879.519.482 66.328.466.466
Pendapatan Bunga deposito 38.969.863 121.955.732
Pendapatan Bunga Jasa Giro 362.552.121 417.290.134
Sub Jumlah Pendapatan Bunga 53.281.041.466 66.867.712.332
Pendapatan Denda Keterlambatan 467.703.606 594.860.214
Sub Jumlah Pendapatan Denda Keterlambatan 467.703.606 594.860.214
Jumlah Pendapatan Investasi 53.748.745.072 67.462.572.546
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
13. Beban Bunga EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A
Beban bunga Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi Kelas A untuk tahun-tahun yang
berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 masing-masing sebesar Rp24.205.894.044 dan
Rp30.823.008.336.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
17
Page 21
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Beban Jasa Penunjang
Beban jasa penunjang untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
Jasa Penyedia Jasa 7.945.008.298 9.315.248.837
Jasa Pendukung Kredit 372.930.922 461.426.027
Jasa Kustodian 279.698.191 346.069.521
Jasa Penerbit 279.698.191 346.069.521
Jasa Audit 205.350.000 179.038.776
Jasa pemeringkat 170.000.000 170.000.000
Jasa Listing BEI 104.748.602 126.856.076
Jasa Wali Amanat 95.595.282 115.356.508
Jasa Agen Pembayar 13.434.275 17.106.767
Jasa KSEI 11.100.000 -
Porsi Pemulihan Tagihan 9.741.702.097 12.793.580.727
Jumlah - Bersih 19.219.265.858 23.870.752.760
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
15. Beban Investasi Lain-lain
Akun ini merupakan akun atas beban administrasi pada rekening pokok dan bunga untuk tahun-
tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Beban Jasa Giro 979.300 1.212.701
Beban Lain-lain 22.545.473 22.545.472
Jumlah Beban Lain-lain 23.524.773 23.758.173
Beban Lain-lain merupakan beban yang terdiri dari beban materai dan beban iklan.
Lihat Catatan 18, pihak berelasi.
16. Pendapatan/(Beban) Lain-lain
Akun ini merupakan Pemulihan/(Beban) pencadangan kerugian kredit ekspektasian atas piutang
KPR. Saldo Pendapatan/(Beban) Lain-lain untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember
2025 dan 2024 masing-masing sebesar (Rp735.533.317) dan (Rp810.137.829).
18
Page 22
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Perpajakan
a. Pajak Dibayar di Muka
Pajak dibayar di muka merupakan PPh 28A Dibayar di muka per 31 Desember 2025 dan 2024
masing-masing sebesar Rp416.393.385 dan Nihil.
b. Utang Pajak
Akun ini merupakan utang pajak yang belum dibayar per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah
sebagai berikut:
2025 2024
PPh 25 - 193.376.274
PPh 29 - 945.157.934
Jumlah - 1.138.534.208
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komersial
dengan taksiran laba fiskal adalah sebagai berikut:
2025 2024
Laba bersih sebelum
pajak penghasilan 9.564.527.080 11.934.915.448
Beda temporer:
Penyisihan Penurunan Nilai 735.533.317 810.137.829
Beda tetap:
Penghasilan yang pajaknya bersifat final (401.521.984) (539.245.866)
Biaya mendapat, menagih, memelihara
Penghasilan yang pajaknya bersifat final 979.300 1.212.701
Laba/(rugi) kena pajak 9.899.517.713 12.207.020.112
Laba/(rugi) kena pajak - dibulatkan 9.899.517.000 12.207.020.000
Beban Pajak Penghasilan
Dengan Fasilitas - -
Tanpa Fasilitas 2.177.893.740 2.685.544.400
2.177.893.740 2.685.544.400
Dikurangi kredit pajak penghasilan (2.594.287.125) (1.740.386.466)
Taksiran Kurang/(Lebih) Bayar Pajak
Badan (416.393.385) 945.157.934
19
Page 23
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
d. Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 178.743.841 161.817.330 340.561.171
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 178.743.841 161.817.330 340.561.171
2024
Dikreditkan
(Dibebankan) ke
Saldo Awal Laba Rugi Saldo Akhir
Cadangan Kerugian
Kredit Ekspektasian 513.519 178.230.322 178.743.841
Jumlah Aset (Liabilitas)
Pajak Tangguhan 513.519 178.230.322 178.743.841
18. Saldo dan Transaksi dengan Pihak Berelasi
Kepemilikan : EBA-SP SMF-BTN08 berelasi dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk. Namun secara aktivitas operasional masing-masing
pihak bebas mandiri (independen)
Pemegang : PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dan PT Bank Tabungan Negara
Sertifikat EBA- (Persero) Tbk
SP SMF-BTN08
Kelas A dan B
Jenis Transaksi : Pihak Berelasi Sifat Hubungan
PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Penyedia jasa
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Penerbit dan pendukung kredit
PT Bank rakyat Indonesia (Persero), Tbk Wali Amanat
20
Page 24
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo akun-akun pada laporan posisi keuangan per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan pihak
berelasi adalah sebagai berikut:
2025 2024
Kas dan Setara Kas 19.425.177.749 19.747.385.144
Rekening Titipan 5.279.487.747 6.632.129.797
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 349.767.061.855 440.308.674.754
Piutang Bunga 880.248.888 -
Biaya yang Masih Harus Dibayar 701.184.158 692.816.954
Utang Bunga Kelas A 173.066.095 223.400.269
Utang Lain-lain 5.279.487.747 6.768.023.725
Utang Sertifikat EBA-SP kelas A 234.224.788.752 302.346.226.213
Sertifikat EBA-SP Kelas B 48.000.000.000 48.000.000.000
Saldo akun-akun pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain untuk tahun-tahun
yang berakhir pada 31 Desember 2025 dan 2024 dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2025 2024
Pendapatan Investasi - Bunga 53.281.041.466 66.867.712.332
Pendapatan Investasi - Denda Keterlambatan 467.703.606 594.860.214
Beban Investasi - Bunga EBA-SP kelas A 18.612.798.032 23.700.939.443
Beban Investasi - Bunga EBA-SP Kelas B 16.146.005.868 8.970.003.260
Beban Investasi - Jasa Penunjang 8.972.930.884 10.584.170.414
Pembayaran Pokok Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A 88.591.747.166 103.689.773.804
Pembayaran Bunga Utang Sertifikat
EBA-SP Kelas A 18.439.731.938 23.477.539.174
Pembayaran Jasa Penunjang 8.271.746.726 9.891.353.460
19. Manajemen Risiko Keuangan
a. Risiko Kredit
Risiko Kredit adalah potensi kerugian yang terjadi karena tidak terbayarnya kewajiban pokok
dan bunga yang menjadi hak pemegang EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A. Kumpulan Tagihan
yang disekuritisasi merupakan portofolio tagihan kredit perumahan, sehingga terdapat potensi
kerugian apabila terjadi kegagalan pembayaran angsuran dari Debitur KPR. Dengan demikian
sumber utama dari resiko kredit adalah kemauan dan kemampuan dari debitur KPR untuk
memenuhi kewajibannya. Dalam hal telah terjadi tagihan macet, maka terdapat potensi
kerugian yang mungkin timbul karena hasil likuidasi Properti Dibiayai tidak dapat memenuhi
sisa kewajiban terutang Debitur.
EBA-SP SMF-BTN08 melakukan perhitungan cadangan kerugian kredit ekspektasian
menggunakan model Expected Credit Loss (ECL) yang diambil dari total outstanding
tunggakan dikalikan dengan tingkat kerugian atau Loss Given Default (LGD) dan Probability
Default (PD). Probability of Default (PD) diambil dari rata-rata persentase Net Performing Loan
(NPL), sedangkan Loss Given Default (LGD) diambil dari perkalian antara total outstanding
21
Page 25
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
dengan nilai kini estimasi kerugian. Pinjaman yang dikategorikan mengalami penurunan nilai
adalah pinjaman yang memiliki hari tunggakan lebih dari 180 hari dan pinjaman yang
direstrukturisasi.
b. Konsentrasi Geografis atas Properti Dibiayai
Risiko ini terjadi apabila properti dibiayai terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu. Apabila
daerah tersebut mengalami bencana alam atau perubahan kondisi geografis yang
menyebabkan penurunan nilai ekonomis dari properti dibiayai, maka terdapat potensi kerugian
apabila Debitur KPR wanprestasi dan hasil likuidasi penjualan properti dibiayai tidak
mencukupi sisa kewajiban terutang.
c. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah potensi kerugian yang terjadi karena ketidakmampuan melakukan
penjualan kembali EBA-SP SMF-BTN08 kelas A di pasar sekunder. Selain itu, risiko likuiditas
bagi Entitas adalah risiko kerugian yang timbul karena Entitas tidak memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Rasio Likuiditas Entitas Per 31 Desember 2025 dan 2024 adalah sebagai berikut:
2025 2024
Liabilitas keuangan
Utang Bunga 225.071.993 290.531.452
Biaya yang Masih Harus Dibayar 840.220.657 822.288.577
Utang Sertifikat EBA-SP kelas A 304.608.711.123 393.200.458.289
Utang Lain-lain 5.279.487.747 6.768.023.725
310.953.491.520 401.081.302.043
Aset keuangan
Kas dan Setara Kas 19.425.177.749 19.747.385.144
Rekening Titipan 5.279.487.747 6.768.023.725
Piutang - Kredit Pemilikan Rumah 349.767.061.855 440.308.674.754
374.471.727.351 466.824.083.623
Surplus/(Defisit) 63.518.235.831 65.742.781.580
d. Risiko Pasar
Risiko Pasar adalah potensi kerugian yang terjadi karena perubahan harga EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas A dalam perdagangan di pasar sekunder. Besarnya kerugian risiko pasar
direalisasikan pada saat terjadi penjualan oleh pemegang EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A atau
pada periode penutupan tahun buku.
e. Risiko Pelunasan Dipercepat (Prepayment Risk)
Prepayment risk atau risiko pelunasan lebih awal adalah potensi pemegang EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas A kehilangan kesempatan mendapatkan pendapatan bunga karena
pembayaran pokok yang dipercepat oleh debitur KPR, dan pelaksanaan opsi Clean-up Call
oleh penyedia jasa.
22
Page 26
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
f. Risiko Hukum
Risiko Hukum adalah potensi kerugian yang terjadi karena kelemahan aspek-aspek yuridis
didalam perjanjian, pelaksanaan likuidasi jaminan dan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN08,
termasuk sehubungan adanya perselisihan di antara para pihak yang terlibat dalam transaksi
sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN08.
g. Risiko Operasional
Risiko Operasional adalah potensi kerugian yang terjadi karena kegagalan ataupun kesalahan
sistim dan prosedur dalam melakukan penatausahaan EBA-SP SMF-BTN08 yang dilakukan
oleh Penerbit, Wali Amanat, Bank Kustodian dan Penyedia Jasa.
20. Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan atas nilai tercatat dengan nilai wajar dari instrumen
keuangan yang tercatat per 31 Desember 2025 dan 2024 dengan rincian sebagai berikut:
2025
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 19.425.177.749 19.425.177.749
Rekening Titipan 5.279.487.747 5.279.487.747
Piutang Kredit Kepemilikan Rumah 349.767.061.855 349.767.061.855
Piutang Bunga 880.248.888 880.248.888
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 225.071.993 225.071.993
Biaya yang Masih Harus Dibayar 840.220.657 840.220.657
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 304.608.711.123 308.097.345.955
Utang Lain-lain 5.279.487.747 5.279.487.747
2024
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 19.747.385.144 19.747.385.144
Rekening Titipan 6.768.023.725 6.768.023.725
Piutang Kredit Kepemilikan Rumah 440.308.674.754 440.308.674.754
Liabilitas Keuangan
Utang Bunga 290.531.452 290.531.452
Biaya yang Masih Harus Dibayar 822.288.577 822.288.577
Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 393.200.458.289 381.648.574.841
Utang Lain-lain 6.768.023.725 6.768.023.725
23
Page 27
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dan setiap
golongan instrumen keuangan entitas:
a. Kas dan Setara Kas serta Rekening Titipan
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
b. Piutang Kredit Pemilikan Rumah
Piutang kredit pemilikan rumah dilakukan penilaian kembali atas nilai wajarnya menggunakan
pendekatan pendapatan, dimana terdapat penurunan nilai dan nilai tecatat.
c. Piutang Bunga, Piutang Lain-lain
Piutang bunga dan piutang lain-lain merupakan piutang yang akan jatuh tempo dalam waktu
12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah mencerminkan nilai
wajar dari aset keuangan tersebut.
d. Utang Bunga, Biaya yang Masih Harus Dibayar, Utang Lain-lain
Seluruh kewajiban keuangan diatas merupakan kewajiban jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam 12 (dua belas) bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dan aset keuangan tersebut.
e. Utang Sertifikat EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A
Utang sertifikat efek beragun aset berbentuk surat partisipasi kelas A dinilai dengan
menggunakan model penilaian yang dilakukan oleh lembaga Penilai Harga Efek Indonesia
(PHEI) atau biasa dikenal sebagai Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), dengan harga
bersih untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024
masing-masing sebesar 99,742485% dan 97,062088%.
21. Perjanjian Penting
a. Perjanjian Induk Sekuritisasi Nomor:135/PIS/EBA-SP-SMF-BTN08/VII/2023 dibuat pada
tanggal 28 Juli 2023, oleh dan antara:
1) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Kreditur Asal dan Penyedia Jasa,
2) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) sebagai Penerbit dan Pendukung Kredit, serta
3) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali Amanat dan Bank Kustodian,
selanjutnya bersama-sama disebut Para Pihak.
EBA-SP SMF-BTN08 akan diterbitkan menurut Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN08
dalam bentuk satu Sertifikat Jumbo EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A dan Sertifikat EBA-SP
SMF-BTN08 Kelas B, pada Tanggal Penutupan, setelah syarat-syarat pendahuluan telah
dipenuhi. EBA-SP SMF-BTN08 Kelas A ditawarkan kepada umum melalui penawaran umum,
sedangkan EBA-SP SMF-BTN08 Kelas B tidak ditawarkan kepada umum.
b. Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 Nomor: 31 tanggal 28 Juli 2023 menerangkan
penunjukan Wali Amanat dan Bank Kustodian kepada PT Bank Mandiri (Perseo) Tbk. Tugas
pokok Wali Amanat adalah mewakili kepentingan pemegang EBA-SP SMF-BTN08
berdasarkan perjanjian penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 ini dan peraturan perundang-
undangan yang berlaku, dan tugas-tugas lainnya.
24
Page 28
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
Tugas pokok Bank Kustodian adalah bertindak untuk kepentingan pemegang EBA-SP
MF-BTN08 sebagai pemilik Bersama atas Kumpulan Tagihan, menyimpan Hasil Koleksi, dan
mendistribusikan Hasil Koleksi berdasarkan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN08 ini
dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta tugas-tugas lainnya.
c. Perjanjian Penyedia Jasa Nomor: 08/PKS/FICD/VII/2023 tertanggal 28 Juli 2023 antara
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat dan
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk selaku Penyedia Jasa menerangkan bahwa peran
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa dalam transaksi
EBA-SP SMF-BTN08 antara lain:
1) Menyimpan dan memelihara Dokumentasi Kredit termasuk berkas Utang.
2) Mengatur atau mengurus penagihan harian dan akumulasi hasil koleksi, termasuk
menagih pembayaran yang telah lewat waktu dari Debitur, menurut prosedur penagihan
yang umum berlaku terhadap Penyedia Jasa.
3) Menyimpan hasil koleksi dalam suatu rekening pada Penyedia Jasa yang wajib dibuka
paling lambat pada tanggal cut-off final yang diberi nama Rekening EBA-SP
SMF-BTN08, terpisah dari semua dana milik Penyedia Jasa.
4) Memindahkan hasil koleksi sejak tanggal cut-off final holding period sampai dengan
tanggal penutupan ke dalam Rekening EBA-SP SMF-BTN08, paling lambat 5 (lima) hari
kerja setelah tanggal penutupan.
5) Melaksanakan eksekusi Properti Dibiayai sesuai dengan prosedur umum Penyedia Jasa.
6) Memelihara catatan harian dari hasil koleksi dalam sistem komputer Penyedia Jasa
sehingga jumlah hasil koleksi dapat diidentifikasikan setiap waktu.
7) Sesudah tanggal cut-off final holding period, mentransfer hasil koleksi sampai dengan hari
terakhir dari tiap periode koleksi sebelumnya ke Rekening Koleksi yang dibuka atas nama
Wali Amanat untuk kepentingan para pemegang EBA-SP SMF-BTN08.
8) Memelihara kelangsungan polis asuransi kebakaran mengenai Properti Dibiayai dan
asuransi jiwa para Debitur.
9) Melakukan segala upaya terbaik yang diperlukan untuk menjaga kualitas kredit dari para
Debiturnya, dan
10) Tugas-tugas lain yang akan ditentukan di kemudian hari (bila ada) atas kesepakatan
bersama.
d. Perjanjian Pendukung Kredit Nomor: 136/PPK/EBA-SP-SMF-BTN08/VII/2023 pada tanggal
28 Juli 2023 antara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat
atau Bank Kustodian, dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bertindak sebagai
Pendukung Kredit menerangkan bahwa:
1) PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) bersedia untuk menyediakan dana tidak kurang
dari jumlah Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan ke dalam Rekening Cadangan
dan Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian
Penerbitan EBA-SP SMF-BTN08.
2) Dana tidak kurang dari jumlah Maksimum Rekening Cadangan Tambahan ke dalam
Rekening Cadangan Tambahan sesuai dengan ketentuan dalam Perjanjian Penerbitan
EBA-SP SMF-BTN08.
Dana tersebut wajib disetorkan oleh Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan
Tambahan paling lambat pada Tanggal Penutupan. Kelebihan dana di atas Jumlah
Maksimum Ambang Batas Rekening Cadangan yang berubah sehubungan dengan
pembayaran-pembayaran pada tiap Tanggal Pembayaran wajib dikembalikan Bank Kustodian
kepada Pendukung Kredit sesuai paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak Tanggal
Sertifikat Penyedia Jasa. Dalam hal persentase posisis akhir bulan non performing loan pada
Kumpulan Tagihan kurang dari 80% (delapan puluh persen) dari posisi akhir bulan
outstanding EBA-SP SMF-BTN08 Kelas B, maka Bank Kustodian wajib mengembalikan
Rekening Cadangan Tambahan sepenuhnya kepada Pendukung Kredit paling lambat 5 (lima)
25
Page 29
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
hari kerja terhitung sejak Tanggal Sertifikat Penyedia Jasa. Pemulihan dana atas Jumlah
Maksimum Rekening Cadangan Tambahan wajib dilakukan pada Tanggal Pembayaran
terdekat dari Rekening Koleksi Bunga, dan/atau Rekening Koleksi Pokok menurut Urutan
Prioritas Pembayaran.
Pendukung Kredit menyadari dan memahami risiko tidak diterimanya pengembalian secara
penuh dari Bank Kustodian atas nama EBA-SP SMF-BTN08 atas dana yang disetorkan
Pendukung Kredit ke dalam Rekening Cadangan dalam hal terjadinya kegagalan pembayaran
oleh para Debitur atas Kumpulan Tagihan. Pendukung Kredit dengan ini membebaskan Bank
Kustodian dari segala tanggung jawab sehubungan dengan risiko tersebut.
e. Perjanjian Pendaftaran EBA-SP SMF-BTN08 di KSEI Nomor: SP-003/EBASP/KSEI/0623
dibuat pada tanggal 21 Juli 2023 antara 2022 PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dengan
PT Sarana Multigriya Finansial sebagai Penerbit Efek yang selanjutnya disebut Para Pihak.
Para pihak menerangkan bahwa KSEI adalah perseroan yang menjalankan kegiatan usaha
sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian sebagaimana dimaksud dalam UU No. 8
Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Selanjutnya, Penerbit Efek bermaksud untuk mendaftarkan
Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipan yang akan didaftarkan di KSEI.
f. Perjanjian Agen Pembayaran Nomor: 17 tanggal 21 Juli 2023 antara PT Kustodian Sentral
Efek Indonesia dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku Wali Amanat
menerangkan bahwa sesuai dengan Peraturan KSEI yang mengatur ketentuan layanan jasa
kustodian sentral ditetapkan bahwa pelaksanaan pembayaran penghasilan, bunga, pokok dan
hak-hak lain berupa dana dilaksanakan oleh KSEI selaku Agen Pembayaran.
g. Perjanjian Pengelolaan Administrasi Nomor: SP-003/PA-EBASP/KSEI/0623 tanggal
21 Juli 2023 antara PT Kustodian Sentral Efek dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)
Tbk selaku Bank Kustodian menerangkan bahwa Bank Kustodian ditunjuk untuk
mengadministrasikan EBA-SP SMF-BTN08 oleh Penerbit Efek, sehingga Bank Kustodian
wajib membuat perjanjian dengan KSEI terkait dengan pelaksanaan administrasi
EBA-SP SMF-BTN08 yang disimpan dalam Penitipan Kolektif di KSEI. Selanjutnya
sehubungan dengan kewajiban Bank Kustodian antara lain untuk melakukan
menyelenggarakan administrasi dan pembukuan dalam rangka penitipan dan penatausahaan
terkait EBA-SP SMF-BTN08 yang terdaftar di KSEI, maka Bank Kustodian wajib memenuhi
ketentuan, persyaratan, dan prosedur yang ditetapkan oleh KSEI.
h. Perjanjian Pendahuluan Pencatatan EBA-SP SMF-BTN08 Nomor: SP00002/BEI.PP3/07-2023
tanggal 31 Juli 2023 antara PT Bursa Efek Indonesia dengan PT Sarana Multigriya Finansial
(Persero) menerangkan bahwa PT Sarana Multigriya Finansial bermaksud untuk mencatatkan
EBA-SP SMF-BTN08 di Bursa Efek Indonesia.
i. Perjanjian Pemberian Porsi Pemulihan Tagihan EBA-SP SMF-BTN08
Nomor: 137/PPPPT/SMF-BRI-BTN/VII/2023 tanggal 28 Juli 2023 antara PT Sarana Multigriya
Finansial (Persero) sebagai Penerbit, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Wali
Amanat dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sebagai Penyedia Jasa. Penerbit, Wali
Amanat dan Penyedia Jasa menerangkan bahwa untuk mengapresiasi usaha dan prestasi
Penyedia Jasa dalam melakukan pembinaan, pengurusan dan pengelolaan Kumpulan
Tagihan sehingga mendukung diperolehnya imbal hasil yang diharapkan Pemegang EBA-SP
SMF-BTN08 kelas B, maka Pemegang EBA-SM SMF-BTN08 kelas B dalam hal ini diwakili
oleh Wali Amanat dan Penerbit sepakat untuk memberikan penghargaan (reward) bagi
Penyedia Jasa berupa Porsi Pemulihan Tagihan.
26
Page 30
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI SARANA MULTIGRIYA
FINANSIAL BANK TABUNGAN NEGARA 08 (EBA-SP SMF-BTN08)
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (LANJUTAN)
Per 31 Desember 2025 dan 2024 serta
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)
j. Akta Jual Beli Nomor: 33 tanggal 28 Juli 2023 bahwa PT Sarana Multigriya Finansial (Persero)
sebagai Pembeli dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai Bank Kustodian dan
Wali Amanat yang bertidak untuk mewakili kepentingan para Pemegang EBA-SP SMF-BTN08
untuk selanjutnya disebut Penjual. Selanjutnya Penjual dan Pembeli bersama-sama akan
disebut Para Pihak. Para Pihak menerangkan bahwa:
1) Para Pihak telah menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Penggunaan Jasa
Arranger Transaksi Sekuritisasi EBA-SP SMF-BTN08 Tahun 2023, yang dibuat dibawah
tangan oleh Para Pihak tertanggal 28 Juli 2023.
2) Antara Penjual (yang merupakan Kreditur Asal) dan para Debitur telah dibuat Perjanjian
KPR bersadarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Bahwa untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, para pihak telah sepakat
untuk menandatangani Akta Jual Beli ini.
4) Kumpulan Tagihan termasuk dokumen-dokumen Surat Kuasa Membebankan Hak
Tanggungan (SKMHT), Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT), dan Sertifikat Hak
Tanggungan (SHT) tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Kredit sebagaimana dinyatakan dalam
Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 28 Juli 2023. Berdasarkan Perjanjian
Induk dan Perjanjian Penerbitan EBA-SP SMF-BTN08, Penjual telah sepakat menjual
Kumpulan Tagihan kepada Pembeli sesuai dengan format Akta Jual Beli. Tagihan,
termasuk dokumen-dokumen SKMHT, Akta Pemberian Hak Tanggungan, dan Sertifikat
Hak Tangguhan, tidak diperiksa secara keseluruhan, tetapi hanya berdasarkan
pemeriksaan atas sejumlah sampel Dokumentasi Pembiayaan sebagaimana dinyatakan
dalam Laporan Hasil Uji Tuntas dari Segi Hukum tertanggal 28 Juli 2023. Selanjutnya
untuk melaksanakan jual beli atas Kumpulan Tagihan, Para Pihak sepakat untuk
menandatangani Akta Jual Beli ini.
22. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Sampai dengan tanggal penyajian laporan keuangan, tidak terdapat peristiwa setelah tanggal
pelaporan yang signifikan.
23. Tanggung Jawab dan Penerbitan Laporan Keuangan
Penerbit dan Bank Kustodian bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan yang
diselesaikan pada tanggal 16 Maret 2026.
27
Page 31
9 ENERGY
SELASA, 31 MARET 2026
Menanti Parameter Revisi Produksi Batu Bara
JAKARTA, ID - Pelaku usaha batu bara menantikan parameter harga maupun
tingkat permintaan global terkait dengan rencana pemerintah merevisi target EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 08
produksi batu bara nasional 2026. Adapun target produksi batu bara tahun ini (EBA-SP SMF-BTN08)
LAPORAN KEUANGAN
sekitar 600 juta ton. Besaran target tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
produksi 2025 yang mencapai 790 juta ton. Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024
Oleh Rangga Prakoso permintaan global, atau indikator katan produksi itu akan diberikan
Aset Pendapatan Investasi
lain yang objektif dan transparan. dengan mempertimbangan kondisi Kas dan Setara Kas 19.425.177.749 19.747.385.144 Pendapatan Bunga 53.281.041.466 66.867.712.332
Intinya kami masih menunggu,” penawaran dan permintaan (supply Rekening Titipan 5.279.487.747 6.768.023.725 Pendapatan Denda Keterlambatan 467.703.606 594.860.214
K
Jumlah Pendapatan Investasi 53.748.745.072 67.462.572.546
ementerian Energi kata Gita kepada Investor Daily di and demand) global. Piutang Kredit Pemilikan Rumah 349.767.061.855 440.308.674.754
Pajak Dibayar di Muka 416.393.385 - Beban Investasi
dan Sumber Daya Min- Jakarta, Senin (30/3/2026). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Aset Pajak Tangguhan 340.561.171 178.743.841 Beban Bunga 24.205.894.044 30.823.008.336
eral (ESDM) melaku- Gita menuturkan menentukan mengatakan pergerakan harga batu Jumlah Aset 375.228.681.907 467.002.827.464
Beban Jasa Penunjang 19.219.265.858 23.870.752.760
Beban Lain-lain 23.524.773 23.758.173
kan penyesuaian target harga batu bara yang dianggap ba- bara dan nikel sudah dilaporkan Liabilitas dan Aset Bersih Jumlah Beban Investasi 43.448.684.675 54.717.519.269
produksi batu bara dan gus memang tidak bisa disederhana- kepada Presiden Prabowo Subianto Liabilitas Pendapatan/(Beban) Lain-lain
nikel nasional sejak awal tahun. kan dalam satu angka tertentu. Hal pada Rabu (25/3/2026) malam. Utang Bunga 225.071.993 290.531.452 Penyisihan Piutang KPR (735.533.317) (810.137.829)
Utang Pajak - 1.138.534.208 Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain (735.533.317) (810.137.829)
Pemangkasan produksi itu bertu- ini karena sangat bergantung pada Meskipun harga kedua komoditas Biaya yang Masih Harus Dibayar 840.220.657 822.288.577 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 9.564.527.080 11.934.915.448
juan untuk mengerek harga kedua kualitas batu bara, struktur biaya global itu menguat, ia menegaskan Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 304.608.711.123 393.200.458.289
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
komoditas tersebut. Mengingat, masing-masing perusahaan, serta belum ada perubahan kebijakan Utang Lain-lain 5.279.487.747 6.768.023.725 Pajak Kini (2.177.893.740) (2.685.544.400)
Indonesia merupakan salah satu kondisi logistik dan pasar. “Perlu hingga saat ini terkait pengelolaan Jumlah Liabilitas 310.953.491.520 402.219.836.251 Pajak Tangguhan
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak
161.817.330 178.230.322
eksportir terbesar batu bara dan diingat juga bahwa sebagian besar kedua komoditas tersebut. Aset Bersih
Penghasilan (2.016.076.410) (2.507.314.078)
Sertifikat EBA-SP Kelas B 55.200.020.055 55.200.020.055
nikel dunia. produksi Indonesia adalah batu bara “Kebijakan kita belum ada yang Saldo Laba 9.955.419.220 9.582.971.158
Laba Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
Direktur Eksekutif Asosiasi kalori rendah hingga menengah, berubah, tapi kita memperhatikan Jumlah Aset Bersih 65.155.439.275 64.782.991.213 Penghasilan Komprehensif Lain - -
Pertambangan Batu Bara Indonesia yang secara harga memang tidak perkembangan untuk melakukan Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 376.108.930.795 467.002.827.464 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 7.548.450.670 9.427.601.370
(APBI) Gita Mahyarani mengapre- berada pada level premium seperti relaksasi,” kata Bahlil usai meninjau
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
siasi rencana pemerintah untuk kalori tinggi,” tuturnya. kesiapan mudik di SPBU di Solo, Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
mengevaluasi target produksi batu Pemerintah terus mencermati Jawa Tengah, Kamis (26/3/2026). 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
bara nasional. Pihaknya pun me- pergerakan harga komoditas global Bahlil menerangkan relaksasi Sertifikat Jumlah Aset
Saldo Laba 2025 2024
nantikan parameter yang akan khususnya batu bara dan nikel. Kon- produksi batu bara dan nikel akan EBA-SP Kelas B Bersih
ditetapkan pemerintah. sistensi level harga merupakan salah diberikan dengan pendekatan yang Saldo Per 1 Januari 2024 55.200.020.055 7.331.372.396 62.531.392.451
Arus kas dari Aktivitas Operasi:
Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 89.806.079.582 105.584.685.627
“Parameter terukur itu didefin- satu instrumen bagi pemerintah terukur. Bahlil menekankan bahwa Distribusi EBA-SP Kelas B
Penerimaan Bunga dan Denda KPR 52.466.974.200 66.923.326.680
Penerimaan Bunga Jasa Giro dan Deposito 401.521.984 539.245.866
isikan secara jelas apakah berba- untuk mendongkrak produksi batu kebijakan tersebut tidak boleh (Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608) Penerimaan Lain-lain - -
sis level harga tertentu, kondisi bara dan nikel nasional. Pening- memicu kelebihan pasokan yang Pembayaran Jasa Penunjang (9.459.631.681) (11.412.120.283)
Laba Komprehensif Pembayaran Pajak (3.732.821.333) (3.867.525.474)
justru menekan harga komoditas Tahun Berjalan - 9.427.601.370 9.427.601.370 Pembayaran Lain-Lain (9.765.226.870) (12.817.338.900)
Pemanfaatan Batubara nasional di pasar global. “Yang
Saldo Per 31 Desember 2024 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Aktivitas Operasi 119.716.895.882 144.950.273.516
Capaian Tahun 2025 namanya relaksasi terukur, terbatas
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan:
dan tetap menjaga supply & demand Pembayaran Pokok Utang EBA-SP Kelas A (88.591.747.166) (103.689.773.804)
Saldo Per 1 Januari 2025 55.200.020.055 9.582.971.158 64.782.991.213
Domestik: listrik dan non-kelistrikan dan harga,” terangnya. Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas A (24.271.353.503) (30.899.623.556)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Sementara itu, Direktur Jen- Distribusi EBA-SP Kelas B Pembayaran Utang Lain-lain - (33.302.900)
(Catatan 11) - (7.176.002.608) (7.176.002.608)
Domestik deral Mineral dan Batu Bara Kemen- Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (120.039.103.277) (141.798.702.868)
32% 254
terian ESDM Tri Winarno menga- Laba Komprehensif
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas (322.207.395) 3.151.570.648
Juta Ton
takan pihaknya masih mencermati Tahun Berjalan - 7.548.450.670 7.548.450.670
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 19.747.385.144 16.595.814.496
Total
pergerakan harga batu bara global. Saldo Per 31 Desember 2025 55.200.020.055 9.955.419.220 65.155.439.275 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 19.425.177.749 19.747.385.144
790
kelistrikan Juta Ton Ia menyebut penyesuaian kuota
Ekspor produksi batu bara tetap berlaku Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
65,1% 514
Juta Ton
meskipun harga komoditas tersebut
Stok meroket hingga lebih dari US$130
22
2,8% Juta Ton per ton. Adapun harga batu bara
berada di bawah US$120 per ton PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
sejak awal 2026. Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara
Nomor 08 (“EBA-SP SMF-BTN08”) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN08 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan
“Jangan sampai nanti dinaikkan dan arus kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
[kuota produksi batu bara], jor-
joran [produksinya], terus habis itu Penerbit
Jakarta, 31 Maret 2026
Wali Amanat & Bank Kustodian
[harganya] turun lagi. Cari keseim- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
bangan lah,” kata Tri dikutip dari
Heliantopo Arie Sus Miyanti
SUMBER: KEMENTERIAN ESDM
kantor berita Antara. Direktur Executive Vice President
EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI EFEK BERAGUN ASET BERBENTUK SURAT PARTISIPASI
SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK MANDIRI 01 SARANA MULTIGRIYA FINANSIAL - BANK TABUNGAN NEGARA 07
(EBA-SP SMF-BMRI01) (EBA-SP SMF-BTN07)
LAPORAN KEUANGAN LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN LAPORAN POSISI KEUANGAN LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN
Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Per 31 Desember 2025 dan 31 Desember 2024 Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
(Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
2025 2024 2025 2024 2025 2024 2025 2024
Aset Pendapatan Investasi Aset Pendapatan Investasi
Kas dan Setara Kas 6.615.107.466 8.384.804.094 Bunga 2.410.901.463 5.046.085.779 Kas dan Setara Kas 23.395.784.966 19.676.042.316 Pendapatan Bunga 35.818.498.246 47.926.182.279
Denda Keterlambatan 46.261.000 54.496.151 Rekening Titipan 3.928.171.265 5.521.293.838 Pendapatan Denda Keterlambatan 540.120.248 446.992.133
Rekening Titipan 184.472.012 186.335.440
Jumlah Pendapatan Investasi 2.457.162.463 5.100.581.930 Piutang Kredit Pemilikan Rumah 202.959.509.373 286.224.132.719 Jumlah Pendapatan Investasi 36.358.618.494 48.373.174.412
Piutang Kredit Pemilikan Rumah 12.086.830.480 28.284.557.259
Beban Investasi Piutang Lain-lain 1.041.320.089 933.634.091 Beban Investasi
Pajak Dibayar di Muka 318.426.815 146.229.177
Beban Jasa Penunjang 804.774.820 1.102.184.526 Aset Pajak Tangguhan 138.945.070 130.768.970 Beban Bunga 16.706.465.012 23.408.691.079
Aset Pajak Tangguhan 41.692.907 48.622.843 Bunga EBA Kelas A - 407.472.801 Beban Jasa Penunjang 7.227.897.590 10.082.182.155
Beban Lain-lain 23.074.774 23.254.772 Jumlah Aset 231.463.730.763 312.485.871.934
Jumlah Aset 19.246.529.680 37.050.548.813 Beban Penyisihan Piutang 631.568.498 594.404.411
Jumlah Beban Investasi 827.849.594 1.532.912.099 Beban Lain-lain 308.656.374 143.170.327
Liabilitas dan Aset Bersih
Liabilitas dan Aset Bersih Pendapatan/(Beban) Lain-lain Jumlah Beban Investasi 24.874.587.474 34.228.447.972
Liabilitas
Liabilitas Penyisihan Piutang KPR 31.499.710 69.254.112 Utang Bunga 174.728.968 263.124.662 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 11.484.031.020 14.144.726.440
Utang Pajak - 62.791.855 Lain-lain 3.800.543 -
Utang Pajak 1.469.645.890 1.004.206.433 Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan
Jumlah Pendapatan/(Beban) Lain-lain 35.300.253 69.254.112 Pajak Kini (2.520.729.057) (3.066.045.678)
Biaya yang Masih Harus Dibayar 369.968.257 219.132.666 Biaya yang Masih Harus Dibayar 157.738.325 721.689.029
Utang Lain-lain 250.631.276 252.494.704 Laba Sebelum Pajak Penghasilan 1.664.613.122 3.636.923.943 Utang Sertifikat EBA-SP Kelas A 163.382.930.974 246.038.644.517 Pajak Tangguhan 8.176.100 77.361.449
Pajak Pendapatan Bunga Deposito EBA
Manfaat/(Beban) Pajak Penghasilan Utang Lain-lain 4.342.696.597 5.957.293.840
Jumlah Liabilitas 620.599.533 534.419.225 Jumlah (Beban) Pajak Penghasilan (2.512.552.957) (2.988.684.229)
Pajak Kini (177.068.980) (409.493.643) Jumlah Liabilitas 169.527.740.754 253.984.958.481
Pajak Tangguhan (6.929.936) (15.235.905) Laba Tahun Berjalan 8.971.478.063 11.156.042.211
Aset Bersih
Jumlah Manfaat/(Beban) Pajak Aset Bersih Penghasilan Komprehensif Lain - -
Sertifikat EBA-SP Kelas B 14.449.673.433 32.574.246.293 Penghasilan (183.998.916) (424.729.548) Pos-pos yang dapat direklasifikasi
Sertifikat EBA-SP Kelas B 47.500.001.416 47.500.001.416
Saldo Laba 4.176.256.714 3.941.883.295 ke laba rugi - -
Laba Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395 Saldo Laba 14.435.988.593 11.000.912.037
Pos-pos yang tidak dapat direklasifikasi
Jumlah Aset Bersih 18.625.930.147 36.516.129.588 Penghasilan Komprehensif Lain - - Jumlah Aset Bersih 61.935.990.009 58.500.913.453 ke laba rugi - -
Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 19.246.529.680 37.050.548.813 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 1.480.614.206 3.212.194.395 Jumlah Liabilitas dan Aset Bersih 231.463.730.763 312.485.871.934 Laba Komprehensif Tahun Berjalan 8.971.478.063 11.156.042.211
LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS LAPORAN PERUBAHAN ASET BERSIH LAPORAN ARUS KAS
Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Untuk Tahun-tahun yang Berakhir
31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024 31 Desember 2025 dan 2024
(Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah) (Dalam Rupiah)
Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024 Sertifikat Jumlah Aset 2025 2024
Saldo Laba Saldo Laba
EBA-SP Kelas B Bersih EBA-SP Kelas B Bersih
Arus Kas dari Aktivitas Operasi Arus kas dari Aktivitas Operasi
Saldo Per 1 Januari 2024 43.500.134.976 3.727.519.594 47.227.654.570 Penerimaan piutang kredit pemilikan rumah 18.616.194.067 24.880.560.011 Saldo Per 1 Januari 2024 47.500.001.416 5.112.706.320 52.612.707.736 Penerimaan Piutang Kredit Pemilikan Rumah 82.633.054.848 86.002.978.330
Penerimaan bunga dan denda keterlambatan 46.261.000 4.978.447.209 Penerimaan Bunga dan Denda KPR 36.424.162.893 48.343.896.092
Distribusi EBA-SP Kelas B Disitribusi Kepada Pemegang
Penerimaan bunga jasa giro 23.933.885 52.880.609 Penerimaan Bunga Deposito dan Jasa Giro 458.338.101 709.169.136
(Catatan 8) - (2.997.830.694) (2.997.830.694) Pembayaran aset piutang KPR (631.568.498) (594.404.411)
Penerimaan lain-lain 3.800.543 - EBA-SP Kelas B - (5.267.836.494) (5.267.836.494)
Pembayaran Pokok Penerimaan restitusi pajak 146.229.177 296.799.844 Pembayaran Jasa Penunjang (7.791.848.294) (10.194.670.808)
Sertifikat Kelas B (10.925.888.683) - (10.925.888.683) Pembayaran jasa penunjang (653.939.230) (1.138.841.757) Laba Komprehensif Pembayaran Pajak (2.362.960.982) (5.139.582.925)
Pembayaran pajak (558.287.650) (576.624.216) Pembayaran Lain-lain (984.992) (143.170.327)
Tahun Berjalan - 11.156.042.211 11.156.042.211
Laba Komprehensif Pembayaran lain-lain (23.074.774) (23.254.772) Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari
Tahun Berjalan - 3.212.194.395 3.212.194.395 Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 108.728.193.076 118.984.215.087
Saldo Per 31 Desember 2024 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453
Aktivitas Operasi 17.601.117.018 28.469.966.928 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Saldo Per 31 Desember 2024 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas A (82.655.713.543) (88.033.279.964)
Saldo Per 1 Januari 2025 32.574.246.293 3.941.883.295 36.516.129.588 Pembayaran utang EBA-SP Kelas A - (15.418.434.792) Pembayaran Bunga EBA-SP Kelas B (16.794.860.706) (23.502.837.780)
Pembayaran Pokok EBA-SP Kelas B (18.124.572.860) (10.925.888.683) Saldo Per 1 Januari 2025 47.500.001.416 11.000.912.037 58.500.913.453 Pembayaran Distribusi kepada Pemegang
Distribusi EBA-SP Kelas B EBA-SP Kelas B (5.536.401.507) (5.267.836.494)
Pembagian Dividen EBA-SP Kelas B (1.246.240.787) (2.997.830.694)
(Catatan 8) - (1.246.240.787) (1.246.240.787) Pembayaran bunga EBA-SP Kelas A - (539.985.682) Pemulihan dana cadangan (21.474.670) 2
Distribusi Kepada Pemegang
Pembayaran Pokok Pembayaran utang lain-lain - (50.029.998) EBA-SP Kelas B - (5.536.401.507) (5.536.401.507) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk
Sertifikat Kelas B (18.124.572.860) - (18.124.572.860) Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (105.008.450.426) (116.803.954.236)
Aktivitas Pendanaan (19.370.813.647) (29.932.169.849) Laba Komprehensif Kenaikan (Penurunan) Bersih
Laba Komprehensif Kas dan Setara Kas 3.719.742.650 2.180.260.851
Penurunan Bersih Kas dan Setara Kas (1.769.696.629) (1.462.202.921) Tahun Berjalan - 8.971.478.063 8.971.478.063
Tahun Berjalan - 1.480.614.206 1.480.614.206 Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 19.676.042.316 17.495.781.465
Kas dan Setara Kas pada Awal Tahun 8.384.804.094 9.847.007.015
Saldo Per 31 Desember 2025 14.449.673.433 4.176.256.714 18.625.930.147 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 6.615.107.465 8.384.804.094 Saldo Per 31 Desember 2025 47.500.001.416 14.435.988.593 61.935.990.009 Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun 23.395.784.966 19.676.042.316
Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit, Pendukung Kredit & Penata Sekuritisasi Kreditur Asal & Penyedia Jasa Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Mandiri Nomor 1 Berdasarkan hasil audit Kantor Akuntan Publik Arif & Glorius, Laporan Keuangan Efek Beragun Aset Surat Partisipasi Sarana Multigriya Finansial Bank Tabungan Negara Nomor
(“EBA-SP SMF-BMRI01) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BMRI01 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus 7 (“EBA-SP SMF-BTN07) disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan EBA-SP SMF-BTN07 Per 31 Desember 2025, serta kinerja keuangan dan arus
kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. kasnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
Jakarta, 31 Maret 2026 Jakarta, 31 Maret 2026
Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian Penerbit Wali Amanat & Bank Kustodian
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Heliantopo Arie Sus Miyanti Heliantopo Tjandraningrum
Direktur Executive Vice President Direktur Vice President
Names mentioned 23 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Stock Exchange Building
p.1
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna Setia
p.1
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
· Notaris
p.8 ×2
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.8
unresolved
org
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)
p.18
unresolved
org
Dana Pensiun BTN
p.18
unresolved
org
Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN
p.19
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Sertifikat EBA-
p.23
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.29 ×3
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek
p.29
unresolved
org
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
p.31
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Arif
p.31 ×3
unresolved
org
KEMENTERIAN ESDM
p.31
unresolved
person
Executive Vice
· Direktur
p.31 ×3
unresolved
person
Vice
· Direktur
p.31
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.